merupakan perintah untuk

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "merupakan perintah untuk"

Transkripsi

1 11. TINJAUAN PUSTAKA Basis Data dan Database Mariagentetzf Systet~i (DBMS) Menurut Elmasri dan Navathe (2000), Basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan, sedangkan database tnanagentent systenzs (DBMS) adalah suatu kumpulan dari program-program yang memungkinkan para pengguna untuk membuat dan mengelola sebuah basis data. Oleh karena itu, DBMS merupakan perangkat lunak sistem yang memberikan fasilitas pendefinisian (dehing), pengkontruksian (constructing), pemanipulasian (manipulating) basis data untuk berbagai aplikasi basis data. Pendefinisian basis data memerlukan tipe data, struktur dan batasan-batasan untuk sebuah data yang akan disimpan dalam basis data. Pengkonstruksian basis data adalah proses penyi~npanan data pada media penyimpanan yang dikendalikan oleh DBMS. Pemanipulasian basis data diantaranya berisi fungsi-fungsi seperti querying pada sebuah basis data untuk mengakses ulang data, update basis data, dan membuat laporan-laporan (reports) dari suatu data Sistem Basis data Menurut Bernstein el al. (1987), sistem basis data (database system, DBS) adalah sekumpulan modul hardware dan sofhoare yang mendukung perintah- perintah untuk mengakses basis data. Perintah-perintah untuk mengakses basis data meliputi read dan write. Operator read (r(x)) mengakses item data x, sedangkan write (iv(x)) ~nengubah nilai item data x. lnerupakan perintah untuk merupakan perintah untuk DBS harus mendukung operasi-operasi transaksi yaitu: start, comn~it, dan abort. Start adalah permulaan eksekusi suatu transaksi baru. Berhentinya suatu transaksi ditandai dengan operasi corntnit atau abort. Operasi comnzit mengindikasikan bahwa suatu transaksi berhasil dieksekusi sampai selesai, sedangkan abort menunjukkaan bahwa suatu transaksi tidak berhasil dieksekusi sa~npai selesai, dan semua operasi yang sudah dieksekusi akan dibatalkan (undo). Menurut Bernstein et al. (1987), sebuah DBS berisi empat komponen yaitu : transaction nlanager (TM), scheduler (SC), recovery manager (RM), dan cache

2 4 manager (CM). Model DBS pada basis data terpusat diperlihatkan pada Gainbar 1. Pada Gambar 1, TM berguna untuk menerirna permintaan operasi basis data dan operasi transaksi yang kemudian akan disampaikan kepada SC, sedangkan SC adalah kutilpulan program yang mengendalikan eksekusi transaksitransaksi secara concurrent. SC harus bisa mengeksekusi transaksi-transaksi secara serializable. RM bertanggung jawab untuk menjamin semua isi basis data adalah merupakan efek dari transaksi yang telah contnzil bukan dari efek pada transaksi yang mengalami abort. CM berguna untuk mengatur perpindahan data antara memori dan media penyimpanan (disk). + Tra,wocrio,? h4anager (TM) = Se/>ad?der (SC) I I Data hfa,o,rager (DM) Recovery illo,ioger (RM) Cacite Atorroger (CM) Dotobose (DB) Gambar 1 Komponen sistem basis data terpusat (Bernstein et al. 1987) Transaksi Menurut Bernstein et a1.(1987) transaksi dalaln basis data merupakan eksekusi dari satu atau lebih program untuk mengakses atau melakukan perubahan basis data, termasuk di dalamnya operasi basis data (readswrite) dan operasi transaksi (start, conznzit, abort). Menurut Connoly dan Beg (2002) suatu transaksi memiliki empat karakteristik yaitu : 1. Atornic Jika operasi dari transaksi dalam basis data berhasil dieksekusi semuanya, maka semua perubahan terhadap basis data harus disimpan secara

3 permanen, tetapi sebaliknya bila terdapat kegagalan pada salah satu operasi yang terjadi, lnaka semua perubahan yang ada pada basis data akan dibatalkan. 2. Consistensy Transaksi yang telah dilakukan, harus menjaga basis data tetap dalaln kondisi konsisten. 3. Independency Setiap transaksi harus bersifat independent dan tidak boleh saling mempengaruhi. 4. Durability Perubahan yang berhasil dilakukan oleh sebuah transaksi harus dapat disi~npan secara permanen dalam basis data. Empat Karakteristik tersebut disingkat dengan ACID Serializabilily Menurut Bernstein er al. (I987), ketika dua atau lebih transaksi yang dieksekusi secara coiiczrrrent, maka dapat mengakibatkan transaksi satu mernpengaruhi transaksi lainnya. Hal ini dapat menimbulkan basis data tidak konsisten. Salah sat11 cara untuk menghindari ha1 tersebut di atas, maka transaksi- transaksi tersebut harus dieksekusi setara dengan serial. Sebuah eksekusi dikatakan serial, jika untuk setiap transaksi, seluruh operasi dari transaksi yang sama, dieksekusi sebelum operasi dari transaksi yang lain. Dalam pandangan pengguna (user) eksekusi serial dipandang sebagai operasi transaksi yang diproses oleh DBS secara aton~ic. Proses eksekusi dikatakan serializable apabila menghasilkan keluaran yang salna dan mempunyai efek yang sama pada basis data, jika transaksi-transaksi-tersebut dieksekusi secara serial. Gambar 2 di bawah ini, memperlihatkan contoh eksekusi transaksi, yang dilakukan secara serial. Gambar 3 memperiihatkan contoh eksekusi transaksi yang dilakukan secara serializable. Dari Galnbar 2, terlihat bahwa pada eksekusi serial, transaksi dieksekusi satu per satu. Dengan de~nikian transaksi tersebut tidak akan tumpang tindih, sedangkan pada eksekusi secara serializable (Gambar 3) mempunyai hasil

4 akhir seperti pada eksekusi yang dilakukan secara serial walaupun transkasi T, dan T2 dieksekusi secara bersalnaan (concurrent) Gambar 2 Contoh eksekusi transaksi setara serial. Garnbar 3 Contoh eksekusi transaksi se.cara serializable Concurrency control (CC) rnerupakan suatu aktivitas untuk mengkoordinasikan proses-proses dala~n mengakses atau melakukan perubahan pada basis data yang beroperasi secara bersamaan (Bernstein el ). Ozsu dan Valduriez (1999) membagi CC rllenjadi 2 jenis yaitu pessifnistic dan

5 optinzistic. Pada optir~zisfic transaksi-transaksi yang datang dapat langsung diproses tanpa harus menunggu validasi terlebil~ dahulu, yang mempunyai urutan operasinya adalah read, conrptcte, validate, write. Padapessinzistic setiap transaksi yang akan melakukan akses basis data harus melalui proses validasi terlebih dahulu, sehingga urutan operasinya adalah validate, read, conzpute, dan write Two Plzuse Locking (2PL) Two Plrusc Locking (2PL) merupakan jenis CC yang pessi?~zistic. Pada CC jenis irli mekanisme perolehan lock dan pelepasan lock (unlock) untuk suatu item data dilakukan dalam dua tahap yaitu : 1. Growing phase : Suatu transaksi boleh mendapatkan lock tetapi tidak boleh rnelepaskan lock yang telah diperoleh. 2. Shringking phase : Suatu transaksi boleh melepas lock tetapi tidak diperbolehkan rnelakukan permintaan lock baru Pada saat permulaan eksekusi, suatu transaksi berada dalam growing phase Tetapi pada saat transaksi mulai melepas lock, maka transaksi tersebut berada dalam shringkingphase. Terdapat dua macam modus lock yaitu : 1. Shared lock (read lock) : lock yang diberikan pada transaksi yang melakukan operasi readterhadap item data dalam basis data. 2. Exclusive lock (write lock) : lock yang diberikan pada transaksi yang melakukan operasi write terhadap item data dalam basis data. Dua modus lock tersebut kompatibel apabila dua atau lebih transaksi bisa mendapatkan lock dari item data yang sama dalam waktu yang bersamaan. Jika modus lock yang diinginkan oleh suatu transaksi tidak kompatibel maka transaksi tersebut harus menunggu sampai lock tersebut dilepas. Tabel 1 di bawah ini mernperlihatkan kompatibilitas setiap modus lock Tabel 1 Kompatibilitas modus lock

6 Strict Two Pliuse Loclritzg (Strict 2PL) Strict 2PL merupakan CC yang menggunakan mekanisme lock, yang banyak dipakai pada produk komersial. Menurut Elmasri dan Navathe (2000), pada mekanisme CC menggunakan cara ini, suatu transaksi selama eksekusi akan nlelakukan permintaan lock suatu item data; dan mengakses atau memodifikasi data. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai akses atau modifikasi suatu item data selesai dilakukan pada suatu transaksi. Pada akhir eksekusi, transaksi melepas selnua lock untuk semua item data secara bersamaan. Grafik Strict 2PL diperlihatkan pada Gambar 4. Dari Gambar 4 dapat dijelaskan bahwa release adalah pelepasan lock untuk suatu item data, locking adalah permintaan lock untuk suatu item data, execution adalah operasi pada basis data (read atau write) Locking 4 Gambar 4 Grafik Strict 2PL (Elmasri & Navathe 2000). Jika suatu transaksi tidak mendapatkan lock suatu item data, pada saat permintaan lock, maka transaksi tersebut akan menunggu (blocked) sampai item data tersebut bebas dari lock. Gambar 5 memperlihatkan eksekusi transaksi menggunakan CC ini. Dari Gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa transaksi TI akan melepas semua Iock setelah eksekusi operasi dari transaksi telah diselesaikan semua. Selama lock suatu item data belum dilepas oleh TI maka apabila Tz membutuhkan Iock suatu item data, harus menunggu. Pada Strict 2PL bisa terjadi deadlock, karena suatu transaksi masih memegang lock suatu item data, setelah proses modifikasi telah selesai, seperti diperlihatkan pada Gambar 6.

7 Lock (A) Read (A) -.~ rr'?;le (A) rvr;re (B) Unlock (A) Lock (C) Read(C) C:=C+2 IWire (C) Lock(A) R#od/A) A:=A+Z rme (A) Unlock (C) U,ilock(A) Gambar 5 Contoh eksekusi transaksi pada Strict 2PL. I Wuklu r, T: Lock (A) Lock (8) Read (A) Read (B) A:=A+lOO B:=B+lOO r%.;1e (4 IWire (B) Lock (B) Diblakoleh T: Lock (A) Diblak oleln T, Gambar 6 Contoh deadlock pada Strict 2PL. Dari Gambar 6 dapat dijelaskan bahwa, transaksi T, dan transaksi T2 tidak dapat diproses, karena masing-masing saling menunggu salah satu dari dua transaksi tersebut untuk melepas lock. Dalam situasi seperti ini salah satu dari dua transaksi yang ada (TI atau T2 ) harus dipaksa untuk melepas lock. Jika T, yang melepas lock maka transaksi ini harus melakukan roll-back dan memulai operasi transaksi baru Read-cor~mzit Order Concurrericy Coriirol (ROCC) ROCC merupakan jenis CC yang optitnistic. Pada ROCC, suatu transaksi boleh mengiri~n lebih dari satu access reguest message (ARM) yang berisi satu atau lebih operasi akses. Ketika sebuah request message datang, maka elemen

8 baru yang berhubungan dengan inforinasi dari request n~essage tersebut, akan dibangkitkan dalam RC-quezce. RC-qtrezre mempunyai elemen yang terdiri dari tujuhfield yaitu : Tid, validated (V), conzmit (C), restart (R), rend, write, dan next, yang diperlihatkan pada Gambar 7. Tid berisi id dari transaksi. Read berisi nilai itein data yang dibaca. Write berisi nilai itein data yang ditulis. ValidatedJeld bernilai satu jika suatu transaksi tidak memerlukan validasi atau telah sukses dari proses validasi, dan bernilai 0 jika suatu transaksi inemerlukan proses validasi atau belum dilakukan validasi. Jika cortznzitjield bernilai 1, mengindikasikan bahwa request message tersebut bertipe coi~zmit, dan bernilai 0 jika reqzcest rizessage tersebut bukan bertipe conzi1tit. Restart Jeld akan bernilai 1, jika transaksi tersebut merupakan transaksi yang mengalami restart, dan bernilai 0 jika transaksi tersebut bukan atau belum mengalami restart. Nextpointer akan menunjuk ke eletnen berikutnya yang merepresentasikan bahwa elemen tersebut datang sebelumnya. Pointer pada- elemen yang datang pertama kali di set ke NULL. RC-quezre adalah struktur data yang digunakan oleh ROCC untuk melakukan validasi. 10 I~id IV IC k keuds I~rites 1 Next I Ga~nbar 7 Format elemen RC-quezte (Shi & Perrizo 2004) Algoritma validasi intervenitzg Proses validasi pada algoritma ROCC dimulai ketika ada request message yang datang bertipe conznzit. Proses penelusuran untuk mencari elemen yang operasinya konflik pada queue, dimulai dari elemen read pertarna dari transaksi yang sedang dilakukan validasi ("First'? yang dibandingkan dengan elernen lain yang terletak diantara "First" sampai elemen dari transaksi yang sama berikutnya first-down reached element). Apabila penelusuran dari elemen "First" tidak menemukan operasi elemen yang konflik (read-write, write-read, write-write), sampai diternukanfilst-down reached element, maka "First" akan digabungkan dengan first-down reached element. Gabungan kedua elemen tersebut, dianggap sebagai "First" yang baru.

9 Jikafirst-down reached elen~ent yang ditemukan adalah elemen co~nt~zit dari transaksi yang salna, illaka proses validasi dianggap sukses. Tetapi apabila yang ditemukan bukan elemen cotiltt~it dari transaksi yang sama, maka proses penelusuran dilakukan terus untuk inenemukan elemen yang operasinya konflik sampai ditetnukanfirst-down reached elenlent berikutnya. Apabila penelusuran dari elemen "First" menemukan operasi elelnen yang konflik, ~naka "First" dipindahkan ke posisi sebelum elemen dari transaksi lain yang konflik, kemudian "First" yang asli akan dihapus dari RC-queue. Proses penelusuran selanjutnya dimulai dari elemen comtnit, untuk mencari elemen dari transaksi lain yang operasinya konflik dengan elemen conznzit ("Second'? sampai ditemukan elemen dari transaksi yang reached elernent). Apabila pada saat penelusuran dari "Second" tidak inenemukan elemen yang konflik sampai ditemukanfirst-zrp reached element, maka "Second" akan digabungkan dengan first-tip reached elentent. Gabungan kedua elemen tersebut dianggap sabagai "Second" yang baru. Apabilafirst-up reached eletneprt adalah "First" maka proses validasi dianggap sukses. Tetapi jika bukan "First", maka "Second' akan dibandingkan terus sampai menemukanfirst-up reached elernent berikutnya. Apabila pada saat penelusuran ditemukan operasi elemen yang konflik maka proses validasi dianggap gagal. Jika suatu transaksi gagal dalam proses validasi, maka transaksi tersebut akan dilakukan restart. Scheduler akan menghapus semua elemen dari transaksi tersebut. Setelah itu akan dibangkitkan sebuah restart eletnent dan menempatkan di dalam RC-qrtezce. Restart elerttent terdiri dari seinua item data yang akan dibaca (read) dan semua item data yang akan diubah (write) oleh transaksi yang mengalami kegagalan dalam proses validasi. Pseudocode algoritma validasi intervening pada ROCC, diuraikan dalam penjelasan di bawah ini (Shi & Perrizo 2004). Sebagai inisial "First" = NULL, dan"second" = NULL. Algoritma tersebut akan dieksekusi apabila request niessage yang datang bertipe commit. Setelah pseztdocode I I algoritma validasi intervening, di bawah algoritma tersebut, diilustrasikan implementasinya pada RC-queue yang diperlihatkan pada Gambar 8. Ilustrasi implementasi algoritma validasi yang terdapat pada Gambar 8 berakhir dengan restart. Hal tersebut terjadi

10 karena pada saat penelusuran ditemukan operasi elemen yang konflik baik dari elemen "First" maupun dari elemen conzntit. "First" = XULL; "Second" =NULL; Locate the transaction'sfirst read eleinent in the RC-quezre; Iffnot fotmd, return validated =true; "First" = the first read ele~lient; While (I) { Coinpare "First" with an the elenzents of other transaction behind it until it reached all elenzent of the sanie transaction first-down-reached eleinent); If (There is no eleilzent conflict) //inoving doion to look for upper side conflict { Merge the "First" element with the first-down-reached eleniet; Rei~tove the "First" elenzent front the RC-Queue; Iff Thejirst-down-reached elentent is the coinniit elentent) Return validated = true; Else "First" = the first-do~vn-reached-eletnent; J Else i/ There is uper-sided-conflict;. { Insert "First" into the RC-queue right before the conflicting element; Remove the original "First"fi.0111 the RC-qzteue; "Second" = Collznzit element; While (I) //i~zoving up to look for the lower-sided conflict; {Co~npare"Second" with all the elenzent of other trunsactions before it zrntil it reaches an ele~i~ent of the saine transaction first-trp-reached elenzent); If(there is no eleinent conflict) {Merge the "Second" elelllent to the first-up-reached elenzent; Renzove tile "Secoiid"elen~ent from the RC-queue; If (the first-up-reched elelltent is the first) Return validated=trzre; Else "Second" = first-up-reached eleilzent; I Else //there is also Lower-sided-conflict, the validation fails. {Remove all elentents of the transaction front the RC-queue Retzrrn validated= false; I Pada Gambar 8 diperlihatkan keadaan RC-queue dengan empat transaksi yang terdapat pada quezre. Transaksi yang terdapat pada urutan pertama adalah TI yang mengirim readreqzrest untuk melnbaca objekx, y, z, (rib), rib), rie)). Kemudian disusul dengan transaksi T2 yang telah berhasil dilakukan validasi dengan operasi

11 read untuk item data v (rz(v)), operasi read untuk item data zi (r2(u)), dan operasi write untuk item data x 'vz(x)), berikutnya adalah transaksi T3 juga telah sukses dilakukan validasi dengan operasi read ontuk item data z (r3(z)), operasi read untuk item data ZL (r3(u)), dan operasi write untuk item data v (w3(*. Akhirnya TI mengirirn cottititit request untuk mengubah item data z yaitu wik). Langkah melakukan validasi pada RC-queue Gambar 8, dimulai dari bagian atas (front) yaitu dengan cara mencari transaksi yang operasi elemennya konflik dengan "First". Penelusuran dari "First" menemukan elemen dari transaksi lain yang operasinya konflik, yaitu operasi write item data x, dari transaksi T2 (wz(x)). Kemudian proses validasi dilanjutkan dari elemen commit. "Second" adalah elemen conzniit. "Second" dibandingkan dengan elemen - dari transaksi lain. Penelusuran dari "Second" menemukan operasi item data yang konflik, yaitu operasi read item data z dari transaksi T3 (r&)), sehingga proses validasi untuk transaksi TI padaiic-queue Gambar 8 dinyatakan gaga]. Gambar 8 RC-queue pada ROCC Komponen ROCC ROCC diimple~nentasikan n~enggunakan tiga komponen, yaitu client-side procedure, schedztler-side procedure, dan data-ittanager side procedure (Shi & Perrizo 2004). Pada Gambar 9 ditunjukkan ketiga komponen tersebut Dari Gambar 9, dapat dijelaskan bahwa pengguna melakukan transaksi melalui transaction manager (TM), kemudian diteruskan ke scheduler (SC) untuk dilakukan penjadwalan dalam mengakses basis data. Apabila berhasil dalam proses penjadwalan yang telah dilakukan oleh SC, maka permintaan transaksi

12 akan diteruskan ke data nlanager (DM) untuk membacafmengubah data yang dimaksud. Tnnractian Manager SC-Side Procedure DM-Side Procedure Database (DB) Gainbar 9 Komponen ROCC (Shi & Perrizo 2004)

READ-COMMIT ORDER CONCURRENCY CONTROL

READ-COMMIT ORDER CONCURRENCY CONTROL , I * d -. PERBAIKAN DAN EVALUASI KINERJA ALGORITMA READ-COMMIT ORDER CONCURRENCY CONTROL (ROCC) SULASNO PROGRAM PASCASARJANA TNSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2006 SURAT PERNYATAAN Dengan ini menyatakan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV.l. Algoritlna ROCCM Teorema yang diketnukaltan oleh Shi dan Perrizo (2004), mengungkapkan bahwa ROCC menghasilkan eksekusi transaksi yang serializable. Karena jika terdapat

Lebih terperinci

MODIFIKASI DAN EVALUASI KINERJA ALGORITMA READ-COMMIT ORDER CONCURRENCY CONTROL (ROCC)

MODIFIKASI DAN EVALUASI KINERJA ALGORITMA READ-COMMIT ORDER CONCURRENCY CONTROL (ROCC) MODIFIKASI DAN EVALUASI KINERJA ALGORITMA READ-COMMIT ORDER CONCURRENCY CONTROL (ROCC) Sulasno *, Suratman, Fahren Bukhari **, Kudang Boro Seminar ABSTRAK MODIFIKASI DAN EVALUASI KINERJA ALGORITMA READ-COMMIT

Lebih terperinci

Penguncian pada Concurrency Control

Penguncian pada Concurrency Control Penguncian pada Concurrency Control Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 11/22/11 budi susanto 1 Tujuan Memahami tentang konsep penguncian pada concurrency control terhadap transaksi

Lebih terperinci

Nama : Putra Adi Nugraha dan Priska Kalista Kelas : B

Nama : Putra Adi Nugraha dan Priska Kalista Kelas : B Nama : Putra Adi Nugraha 0606104321 dan Priska Kalista 0606101842 Kelas : B Pada kesempatan kali ini, kami membahas bab 21 mengenai Transaksi Atomik. Adapun bab ini berbicara tenang sifat keatomikan suatu

Lebih terperinci

Manajemen Transaksi (Penjadwalan & Kontrol konkurensi)

Manajemen Transaksi (Penjadwalan & Kontrol konkurensi) Manajemen Transaksi (Penjadwalan & Kontrol konkurensi) Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Schedule (Penjadwalan) Urutan instruksi yang menspesifikasikan urutan kronologi instruksi dari

Lebih terperinci

Manajemen Transaksi. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom

Manajemen Transaksi. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom Manajemen Transaksi Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom Schedule (Penjadwalan) Urutan instruksi yang menspesifikasikan urutan kronologi instruksi dari transaksi yang dieksekusi. Sebuah jadwal

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 8 SBD 2 Database Control Concurrency. Jenis Masalah dan Contoh Concurency : Deadlock. Commit. Rollback. Concurrency Control. Concurrency Konkurensi

Lebih terperinci

Administrasi Basis Data. Transaksi dan Lock. Yoannita

Administrasi Basis Data. Transaksi dan Lock. Yoannita Administrasi Basis Data Transaksi dan Lock Yoannita Mengenal Transaksi dan Lock Transaksi dan lock dipakai untuk menjamin konsistensi dan integritas data. Transaksi adalah sebuah unit kerja logis yang

Lebih terperinci

Concurrency Control Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Si

Concurrency Control Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Si Concurrency Control Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Si [email protected] 1 Concurrency Control Koordinasi pelaksanaan

Lebih terperinci

Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] Two Phase Locking Techniques Locking adalah sebuah operasi yang

Lebih terperinci

Gambar Layar pertama untuk pemecahan masalah Lost Update

Gambar Layar pertama untuk pemecahan masalah Lost Update Gambar 4. 25 Layar pertama untuk pemecahan masalah Lost Update 140 141 Gambar 4. 26 Layar kedua untuk pemecahan masalah Lost Update Setelah transaksi pada T 1 dikirimkan dengan tanpa status commit, transaksi

Lebih terperinci

Distributed System. 9 Concurrency Control. Genap 2011/2012. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.

Distributed System. 9 Concurrency Control. Genap 2011/2012. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress. Distributed System Genap 2011/2012 9 Concurrency Control Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Kontrol Konkurensi (Concurrency Control) Merupakan proses

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 62 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Hal pertama yang perlu dilakukan dalam analisis kebutuhan sistem adalah menentukan dan mengungkapkan kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem

Lebih terperinci

Manajemen Transaksi. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

Manajemen Transaksi. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Manajemen Transaksi Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Konsep Transaksi Transaksi adalah sebuah aksi atau serangkaian aksi, yang dilakukan oleh user atau aplikasi yang mengakses atau

Lebih terperinci

Distributed System. 8 Management Transaksi. Genap 2011/2012. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.

Distributed System. 8 Management Transaksi. Genap 2011/2012. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress. Distributed System Genap 2011/2012 8 Management Transaksi Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com What is a Transaction? Setiap tindakan yang membaca dari

Lebih terperinci

PENGONTROLAN BERBASIS KOMPUTER

PENGONTROLAN BERBASIS KOMPUTER PENGONTROLAN BERBASIS KOMPUTER 1. Security Database Authorization Pemberian hak akses yang mengizinkan sebuah subyek mempunyai akses secara legal terhadap sebuah sistem atau obyek. Subyek Obyek user atau

Lebih terperinci

MANAJEMEN TRANSAKSI. Alif Finandhita, S.Kom

MANAJEMEN TRANSAKSI. Alif Finandhita, S.Kom MANAJEMEN TRANSAKSI Alif Finandhita, S.Kom Konsep Transaksi State Transaksi Implementasi Atomik dan Durabilitas Eksekusi Konkuren Serializability Recoverability Implementasi Isolasi Definisi Transaksi

Lebih terperinci

Mekanisme Penanganan Deadlock Dalam Pemrosesan Transaksi Oleh DBMS Menggunakan Algoritma Backtracking

Mekanisme Penanganan Deadlock Dalam Pemrosesan Transaksi Oleh DBMS Menggunakan Algoritma Backtracking Mekanisme Penanganan Deadlock Dalam Pemrosesan Transaksi Oleh DBMS Menggunakan Algoritma Backtracking Rizal Panji Islami (13510066) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 110 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Untuk mengetahui manfaat dari komponen concurrency control ini, perlu dilakukan suatu implementasi. Pada sub bab ini akan dibahas arsitektur RDBMS,

Lebih terperinci

DATABASE CONTROL 1. SECURITY DATABASE. Suzan Agustri 81

DATABASE CONTROL 1. SECURITY DATABASE. Suzan Agustri 81 DATABASE CONTROL 1. SECURITY DATABASE Authorization Authorization merupakan pemberian hak akses yang mengizinkan sebuah subyek mempunyai akses secara legal terhadap sebuah sistem atau obyek. Subyek Obyek

Lebih terperinci

PENDAHULUAN PENDAHULUAN TRANSAKSI TRANSAKSI TRANSAKSI 24/04/2016 TEKNIK RECOVERY

PENDAHULUAN PENDAHULUAN TRANSAKSI TRANSAKSI TRANSAKSI 24/04/2016 TEKNIK RECOVERY PENDAHULUAN TEKNIK RECOVERY Oleh: I Gede Made Karma Konsep transaksi menyediakan suatu mekanisme untuk menggambarkan unit logika dari proses database. Sistem pemrosesan transaksi merupakan sistem dengan

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA (KONTROL KONKURENSI) Alif Finandhita,S.Kom, M.T.

SISTEM BASIS DATA (KONTROL KONKURENSI) Alif Finandhita,S.Kom, M.T. SISTEM BASIS DATA (KONTROL KONKURENSI) Alif Finandhita,S.Kom, M.T. [email protected] Pengendalian Konkurensi Protokol berbasis-penguncian Protokol berbasis-pembatasan waktu Protokol berbasis-validasi

Lebih terperinci

Transaction & Conccurency

Transaction & Conccurency Computer Science, University of Brawijaya Putra Pandu Adikara, S.Kom Transaction & Conccurency Basis Data 2 Transaction Konsep Transaksi Transaction suatu unit eksekusi program yang mengakses & mungkin

Lebih terperinci

KONTROL KONKURENSI TERDISTRIBUSI (DCC)

KONTROL KONKURENSI TERDISTRIBUSI (DCC) KONTROL KONKURENSI TERDISTRIBUSI (DCC) Mekanisme DCC ini memastikan kekonsistensi-an database. Jika transaksi konsisten secara internal, cara termudah adalah mengeksekusi satu transaksi satu per satu.

Lebih terperinci

DISTRIBUTED TRANSACTIONS

DISTRIBUTED TRANSACTIONS DISTRIBUTED TRANSACTIONS Distributed Transactions Proses transaksi (flat / nested) yang mengakses object yang dikelola oleh beberapa server Diperlukan sebuah coordinator untuk memastikan konsep atomicity

Lebih terperinci

Manajemen Transaksi. Praktikum Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

Manajemen Transaksi. Praktikum Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Manajemen Transaksi Praktikum Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Konsep Transaksi Transaksi adalah sebuah aksi atau serangkaian aksi, yang dilakukan oleh user atau aplikasi yang mengakses

Lebih terperinci

TSI Perbankan MANAJEMEN DATA LOCK. Obyektif : 1. Mengetahui konsep lock 2. Mengetahui konsep share pada file database. AS/400 hal. B.

TSI Perbankan MANAJEMEN DATA LOCK. Obyektif : 1. Mengetahui konsep lock 2. Mengetahui konsep share pada file database. AS/400 hal. B. HOME DAFTAR ISI Obyektif : 1. Mengetahui konsep lock 2. Mengetahui konsep share pada file database MANAJEMEN DATA LOCK AS/400 hal. B.181 7.1 LOCKING Locking adalah salah satu mekanisasi pengontrol konkuren.

Lebih terperinci

Kusnawi, S.Kom, M.Eng

Kusnawi, S.Kom, M.Eng Kusnawi, S.Kom, M.Eng Statement-level read consistency Oracle menjamin bahwa data yang dilihat melalui sebuah query ketika suatu SQL statement (SELECT, INSERT, UPDATE, or DELETE) diberikan adalah konsisten

Lebih terperinci

Desain Aplikasi. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Desain Aplikasi. by: Ahmad Syauqi Ahsan 09 Desain Aplikasi by: Ahmad Syauqi Ahsan Pengendalian Konkurensi 2 Protokol berbasis-penguncian Protokol berbasis-pembatasan waktu Protokol berbasis-validasi Multiple Granularity Skema multiversi Penanganan

Lebih terperinci

Praktikum MONITORING AND RESOLVING LOCK CONFLICTS. Tujuan :

Praktikum MONITORING AND RESOLVING LOCK CONFLICTS. Tujuan : Praktikum 11 MONITORING AND RESOLVING LOCK CONFLICTS Tujuan : 1. Mampu memahami konsep Locking pada Oracle 2. Mampu memahami cara mendeteksi lock conflicts pada Oracle 3. Mampu mengatasi deadlock Alat

Lebih terperinci

PENGONTROLAN KONKURENSI

PENGONTROLAN KONKURENSI PENGONTROLAN KONKURENSI 1 PENGONTROLAN KONKURENSI Pengontrolan konkurensi merupakan salah satu fungsi dari DBMS Pada DBMS terpusat yang multi-user, dapat mengakses sejumlah transaksi pada waktu bersamaan.

Lebih terperinci

TEKNIK RECOVERY (ref. Fundamentals of DB Systems, Elmasri, N)

TEKNIK RECOVERY (ref. Fundamentals of DB Systems, Elmasri, N) TEKNIK RECOVERY (ref. Fundamentals of DB Systems, Elmasri, N) Pengenalan Transaksi dan Pemrosesannya Konsep transaksi menyediakan suatu mekanisme untuk menggambarkan unit logika dari proses database. Sistem

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem 3.1.1 Gambaran Permasalahan Sistem recovery basis data adalah komponen dalam RDBMS yang digunakan untuk mengembalikan basis data ke kondisi yang

Lebih terperinci

PENGAMANAN SISTEM basis DAta

PENGAMANAN SISTEM basis DAta BAB PENGAMANAN SISTEM basis DAta Keamanan Database Teknik-teknik pengamanan database yang handal dan memiliki integritas Perlindungan terhadap data yang sensitif Rangkuman permasalahan keamanan database

Lebih terperinci

sistem basis data ti ti ukdw Transaksi Budi Susanto Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 11/14/11 budi susanto 1

sistem basis data ti ti ukdw Transaksi Budi Susanto Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 11/14/11 budi susanto 1 Transaksi Budi Susanto Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 11/14/11 budi susanto 1 Tujuan Memahami tentang konsep transaksi database. Memahami konsep serialisasi terhadap isolasi.

Lebih terperinci

Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] Materi 1. Pengantar 2. Recovery Manager 3. Log based Recovery 4.

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA By Novareza Klifartha

SISTEM BASIS DATA By Novareza Klifartha SISTEM BASIS DATA By Novareza Klifartha Konsep Sistem Basis Data SISTEM sebuah keterpaduan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional dengan satuan fungsi / tugas tertentu, yang saling berhubungan

Lebih terperinci

ARSITEKTUR SISTEM. Alif Finandhita, S.Kom, M.T. Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1

ARSITEKTUR SISTEM. Alif Finandhita, S.Kom, M.T. Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1 ARSITEKTUR SISTEM Alif Finandhita, S.Kom, M.T Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1 Sistem Terpusat (Centralized Systems) Sistem Client Server (Client-Server Systems) Sistem Server (Server Systems) Sistem Paralel

Lebih terperinci

MANAGEMEN TRANSAKSI. Ferdi Yusuf #1

MANAGEMEN TRANSAKSI. Ferdi Yusuf #1 MANAGEMEN TRANSAKSI Ferdi Yusuf #1 Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Komputer Indonesia JL. Dipatiukur No 112-116, Bandung 40132 [email protected] Abstrak

Lebih terperinci

Pertemuan IX MANAJEMEN TRANSAKSI

Pertemuan IX MANAJEMEN TRANSAKSI Pertemuan IX MANAJEMEN TRANSAKSI TUJUAN 1. Mahasiswa mampu memahami arti dari transaksi 2. Mahasiswa mampu untuk menjelaskan dan memahami tentang proses AUTO COMMIT. 3. Mahasiswa mampu untuk memahami tentang

Lebih terperinci

Transaksi Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Si

Transaksi Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Si Transaksi Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Si [email protected] 1 Transaksi Transaksi database mencerminkan dunia

Lebih terperinci

ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram)

ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) 1 Algoritma PRAM Model PRAM dibedakan dari bagaimana mereka dapat menangani konflik read dan write (Li and Yesha 1989): EREW(Exclusive

Lebih terperinci

QUEUE (ANTREAN) Operasi Antrean : FIFO (First In First Out) Elemen yang pertama masuk merupakan elemen yang pertama keluar.

QUEUE (ANTREAN) Operasi Antrean : FIFO (First In First Out) Elemen yang pertama masuk merupakan elemen yang pertama keluar. QUEUE (ANTREAN) ANTREAN (Queue) Suatu bentuk khusus dari linear list, dengan operasi penyisipan (insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut REAR, dan operasi penghapusan (deletion)

Lebih terperinci

Backup & Recovery System. Teknik Informatika

Backup & Recovery System. Teknik Informatika Backup & Recovery System Teknik Informatika Adi Nanda Saputra Adam Fadilla Bayu Dwi Yulianto H1D016015 H1D016027 H1D016031 Satria Kries Budiarto H1D016037 Adrian Dwinanda A. H1D016038 M. Aufar Hibatullah

Lebih terperinci

DISTRIBUTED FILE SYSTEMS

DISTRIBUTED FILE SYSTEMS DISTRIBUTED FILE SYSTEMS OVERVIEW Sistem berkas terdistribusi adalah sebuah sistem di mana banyak pengguna dapat berbagi berkas dan sumber daya penyimpanan. Client, server, dan media penyimpanan dalam

Lebih terperinci

DISTRIBUTED TRANSACTIONS. Willy Sudiarto Raharjo

DISTRIBUTED TRANSACTIONS. Willy Sudiarto Raharjo SISTEM TERDISTRIBUSI DISTRIBUTED TRANSACTIONS Willy Sudiarto Raharjo Distributed Transactions Proses transaksi (flat / nested) yang mengakses object yang dikelola oleh beberapa server Konsep atomicity

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 7 Linked List

Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 7 Linked List Algoritma dan Struktur Data Pertemuan 7 Linked List Definitions Linked List Struktur data yang terdiri atas sekumpulan data bertipe sama Memperhatikan urutan Array Struktur data yang terdiri atas sekumpulan

Lebih terperinci

MODUL 10 TRANSACTION

MODUL 10 TRANSACTION MODUL 10 TRANSACTION A. TUJUAN Memahami konsep dan urgensi transaksi dalam kehidupan sehari-hari Mampu mengimplementasikan transaksi basis data Mampu menyelesaikan operasi-operasi sensitif dengan memanfaatkan

Lebih terperinci

LINGKUNGAN BASIS DATA

LINGKUNGAN BASIS DATA LINGKUNGAN BASIS DATA Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan.

Lebih terperinci

RECOVERY SYSTEM. Alif Finandhita, S.Kom

RECOVERY SYSTEM. Alif Finandhita, S.Kom RECOVERY SYSTEM Crash adalah suatu kegagalan dari suatu sistem Penyebab dari kegagalan adalah : Disk Crash, yaitu informasi yang ada di dalam disk akan hilang Power Failure, yaitu informasi yang disimpan

Lebih terperinci

RECOVERY SYSTEM. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

RECOVERY SYSTEM. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom RECOVERY SYSTEM Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Ilustrasi 1 Pada ilustrasi, merupakan salah satu contoh terabaikannya sifat durability yang harus dimiliki oleh transaksi. Sifat durability

Lebih terperinci

Modul Praktikum Sistem Basis Data 2010

Modul Praktikum Sistem Basis Data 2010 BAB XI MENGELOLA TRANSAKSI Dalam penggunaan database, sering terjadi pengaksesan sebuah database oleh beberapa user atau beberapa program pada saat yang bersamaan, oleh karena itu dibutuhkan pengaturan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Arsitektur RDBMS Sistem recovery basis data yang dibuat dalam penelitian ini merupakan bagian dari RDBMS (Relational Database Management System).

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 7 SBD 2 Database Control Transaksi. Security Database. Transaksi Transaksi adalah sebuah aksi /serangkaian aksi, yang dilakukan oleh pengguna

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. maka diperlukan suatu jaringan LAN yang terhubung antara komputer yang satu

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. maka diperlukan suatu jaringan LAN yang terhubung antara komputer yang satu 179 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Arsitektur Database Agar komputer client dapat mengakses database pada komputer server, maka diperlukan suatu jaringan LAN yang terhubung antara komputer yang satu

Lebih terperinci

RECOVERY SYSTEM. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom

RECOVERY SYSTEM. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom RECOVERY SYSTEM Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom LOG Log adalah catatan transaksi yang berjalan pada server basis data secara mendetail. Setiap record pada log menggambarkan operasi tunggal

Lebih terperinci

Distributed Transaction

Distributed Transaction Distributed Transaction Muhammad Rijalul Kahfi, 33506 Ibnu Hanif, 21566-TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta I. PNEDAHULUAN Biasanya transaksi flat atau nested mengakses objek yang berada pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN : SISTEM BASIS DATA

BAB I PENDAHULUAN : SISTEM BASIS DATA BAB I PENDAHULUAN : SISTEM BASIS DATA Apa yang disebut dengan Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System)? Himpunan data yang terintegrasi Model yang menggambarkan dunia nyata o Entiti (contoh

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini membahas tentang implementasi dan pengujian perangkat lunak yang dibangun pada tugas akhir ini. Implementasi akan dibahas pada Subbab 4.1, sedangkan pengujian

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini membahas mengenai implementasi dan pengujian perangkat lunak yang dibangun pada Tugas Akhir ini. Pembahasan mengenai implementasi dipaparkan pada subbab 5.1 sedangkan

Lebih terperinci

LINGKUNGAN DATABASE Baca R Modifikasi R -

LINGKUNGAN DATABASE Baca R Modifikasi R - LINGKUNGAN DATABASE CONCURANCY (Pada waktu yang sama) Ada 3 masalah yang disebabkan oleh Konkurancy : 1. Masalah kehilangan modifikasi (Lost Update Problem) Masalah ini timbul jika dua transaksi mengakses

Lebih terperinci

MERANCANG WEB DATA BASE UNTUK CONTENT SERVER

MERANCANG WEB DATA BASE UNTUK CONTENT SERVER MODUL XIX DEPAN MERANCANG WEB DATA BASE UNTUK CONTENT SERVER DEPAN MERANCANG WEB DATA BASE UNTUK CONTENT SERVER MENENTUKAN KEBUTUHAN SISTEM PETA KEDUDUKAN KOMPETENSI Dasar Kejuruan Level I ( Kelas X )

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem Penuntun Satpam. diilustrasikan berdasarkan blok diagram sebagai berikut:

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem Penuntun Satpam. diilustrasikan berdasarkan blok diagram sebagai berikut: BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem Penuntun Satpam Perancangan sistem penuntun satpam bagi keamanan gedung ini dapat diilustrasikan berdasarkan blok diagram sebagai berikut:

Lebih terperinci

Perangkat keras Kebakaran, banjir, bom, pencurian, listrik, gempa, radiasi, kesalahan mekanisme keamanan

Perangkat keras Kebakaran, banjir, bom, pencurian, listrik, gempa, radiasi, kesalahan mekanisme keamanan KEAMANAN DATABASE Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan. Untuk menjaga keamanan Basis Data dgn : (1) Penentuan perangkat

Lebih terperinci

Testing dan Implementasi Sistem Informasi

Testing dan Implementasi Sistem Informasi Modul ke: Testing dan Implementasi Sistem Informasi Pada dasarnya, pengujian merupakan satu langkah dalam proses rekayasa perangkat lunak yang dapat dianggap sebagai hal yang merusak daripada membangun

Lebih terperinci

LINGKUNGAN DATABASE LANJUTAN

LINGKUNGAN DATABASE LANJUTAN Pertemuan 14 LINGKUNGAN DATABASE LANJUTAN CRASS DAN RECOVERY PENGERTIAN : Crass adalah suatu failure atau kegagalam dari suatu sistem PENYEBAB DARI KEGAGALAN ADALAH : 1. Disk Crash yaitu informasi yang

Lebih terperinci

DISTRIBUTED FILE SYSTEM. Sistem terdistribusi week 11

DISTRIBUTED FILE SYSTEM. Sistem terdistribusi week 11 DISTRIBUTED FILE SYSTEM Sistem terdistribusi week 11 Outline Pendahuluan Operasi pada file File service Pilihan desain dalam file services Arsitektur file service NFS dan AFS Access control Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Fault tolerance merupakan properti sistem yang memungkinkan sistem tersebut tetap beroperasi walaupun terjadi kegagalan pada satu atau beberapa komponennya. Properti fault

Lebih terperinci

Transaksi. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Transaksi. by: Ahmad Syauqi Ahsan 08 Transaksi by: Ahmad Syauqi Ahsan Kenapa Transaksi 2 Sistem database secara normal adalah diakses oleh banyak user atau proses pada waktu yang bersamaan. Baik query maupun modifikasi (insert, update,

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : PROGRAM PAKET NIAGA - C Kode Mata Kuliah : MI - 14407 Jurusan / Jenjang : D3 TEKNIK KOMPUTER Tujuan Instruksional

Lebih terperinci

Konstruksi Dasar Algoritma

Konstruksi Dasar Algoritma Konstruksi Dasar Algoritma ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN [IF6110202] Yudha Saintika, S.T., M.T.I. Sub-Capaian Pembelajaran MK Pendahuluan Instruksi dan Aksi Algoritma merupakan deskripsi urutan pelaksanaan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 2 (D3/SI) * KODE / SKS KK / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 2 (D3/SI) * KODE / SKS KK / 2 SKS Minggu ke Pokok Bahasan dan TIU 1. 1. PENGENALAN UMUM MATERI YANG AKAN DIAJARKAN 2. KONSEP MODEL DATA Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar 1.1. Pengenalan secara umum materi yang akan diajarkan 2.1. Review

Lebih terperinci

Replikasi. Ridzky Novasandro, Alvian Edo Kautsar, Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

Replikasi. Ridzky Novasandro, Alvian Edo Kautsar, Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta Replikasi Ridzky Novasandro, 32349 Alvian Edo Kautsar, 32647 Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta I. KONSEP DASAR REPLIKASI Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data

Lebih terperinci

Manajemen Transaksi A. Konsep Transaksi 1. Membuat Tabel account dengan type Innodb

Manajemen Transaksi A. Konsep Transaksi 1. Membuat Tabel account dengan type Innodb Manajemen Transaksi A. Konsep Transaksi Transaksi adalah sebuah unit dari eksekusi program yang mampu mengakses dan mengupdate berbagai data yang memiliki kaitan logika transaksi itu sendiri dimana dalam

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Sistem menurut Gordon B. Davis dalam bukunya menyatakan sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan gagasan atau

Lebih terperinci

Bab 6. Basis Data Client / Server POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 6.1 PENDAHULUAN

Bab 6. Basis Data Client / Server POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 6.1 PENDAHULUAN Bab 6 Basis Data Client / Server POKOK BAHASAN: Pendahuluan Arsitektur Client-Server Pengaksesan Query pada Basis Data Client-Server TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa

Lebih terperinci

T UGAS STUDI KASUS SISTEM OPERASI. Mutual Exclusion. Mata Kuliah : Sistem Operasi [ CF 1322] Disusun Oleh :

T UGAS STUDI KASUS SISTEM OPERASI. Mutual Exclusion. Mata Kuliah : Sistem Operasi [ CF 1322] Disusun Oleh : T UGAS STUDI KASUS SISTEM OPERASI Mutual Exclusion Mata Kuliah : Sistem Operasi [ CF 1322] Disusun Oleh : Muhammad Rizky Rafidianto 5208 100 043 Route Gemilang 5208 100 073 Ferlina Kusuma Wardhani 5208

Lebih terperinci

2010 SOAL TEORI KEJURUAN

2010 SOAL TEORI KEJURUAN 2010 SOAL TEORI KEJURUAN DOKUMEN NEGARA UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2009/2010 SOAL TEORI KEJURUAN Satuan Pendidikan Kompetensi Keahlian Kode Soal Alokasi Waktu Tanggal Bentuk Soal Jumlah Soal Paket

Lebih terperinci

Penerapan strategi BFS untuk menyelesaikan permainan Unblock Me beserta perbandingannya dengan DFS dan Branch and Bound

Penerapan strategi BFS untuk menyelesaikan permainan Unblock Me beserta perbandingannya dengan DFS dan Branch and Bound Penerapan strategi BFS untuk menyelesaikan permainan Unblock Me beserta perbandingannya dengan DFS dan Branch and Bound Eric 13512021 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang 9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.1 Pengertian Data Pengertian data adalah : Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh langsung

Lebih terperinci

Tujuan Instruksional Khusus :

Tujuan Instruksional Khusus : Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan tingkatan arsitektur basis data Mahasiswa dapat menjelaskan konsep data independence, komponen DBMS, fungsi DBMS serta bahasa yang digunakan didalam

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Database Database adalah sekumpulan data yang terhubung secara logikal, dan deskripsi dari data tersebut, yang dapat digunakan oleh banyak user dan dibentuk untuk dapat menghasilkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Arsitektur software three tier berkembang pada tahun 1990an untuk mengatasi keterbatasan arsitektur two-tier(client-server). Pada gambar I-1 dapat dilihat bahwa arsitektur

Lebih terperinci

Bab 10. Implementasi Sistem File POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 10.1 STRUKTUR SISTEM FILE

Bab 10. Implementasi Sistem File POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 10.1 STRUKTUR SISTEM FILE Bab 10 Implementasi Sistem File POKOK BAHASAN: Struktur Sistem File Implementasi Direktori Metode Alokasi Manajemen Ruang Bebas Efisiensi dan Performansi Perbaikan Sistem File Berstruktur Log Network File

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 9 Circular Linked List

Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 9 Circular Linked List Algoritma dan Struktur Data Pertemuan 9 Circular Linked List Struktur Circular Linked List plist A B C Node (elemen) circular linked list saling berkait melalui pointer. Bagian next sebuah node menunjuk

Lebih terperinci

Bab 6. Deadlock POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR:

Bab 6. Deadlock POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: Bab 6 Deadlock POKOK BAHASAN: Model Sistem Karakteristik Deadlock Metode untuk Menangani Deadlock Mencegah Deadlock Menghindari Deadlock Mendeteksi Deadlock Perbaikan dari Deadlock Kombinasi Penanganan

Lebih terperinci

SISTEM MONITORING PELANGGAN PASCABAYAR DAN PRABAYAR TBT MENERAPKAN MANAJEMEN TRANSAKSI MENGGUNAKAN METODE TWO PHASE LOCKING

SISTEM MONITORING PELANGGAN PASCABAYAR DAN PRABAYAR TBT MENERAPKAN MANAJEMEN TRANSAKSI MENGGUNAKAN METODE TWO PHASE LOCKING SISTEM MONITORING PELANGGAN PASCABAYAR DAN PRABAYAR TBT MENERAPKAN MANAJEMEN TRANSAKSI MENGGUNAKAN METODE TWO PHASE LOCKING Ni Putu Novita Puspa Dewi 1*, JB Budi Darmawan 1 Program Studi Teknik Informatika,

Lebih terperinci

DEADLOCK & RECOVERY SYSTEM

DEADLOCK & RECOVERY SYSTEM DEADLOCK & RECOVERY SYSTEM Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Penyelesaian masalah dengan Locking Latihan! Inconsistent Analysis Problem Nilai 1 = 40 Nilai 2 = 50 Nilai 3 = 30 Transaksi

Lebih terperinci

KEAMANAN KOMPUTER. Pertemuan 12

KEAMANAN KOMPUTER. Pertemuan 12 KEAMANAN KOMPUTER Pertemuan 12 Keamanan Database Penyerangan Database Informasi sensitif yang tersimpan didalam databse dapat terbuka (disclosed) bagi orang-orang yang tidak diizinkan (unauthorized) Informasi

Lebih terperinci

Pertemuan 2 : LINGKUNGAN BASIS DATA

Pertemuan 2 : LINGKUNGAN BASIS DATA Pertemuan 2 : LINGKUNGAN BASIS DATA Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan tingkatan arsitektur basis data Mahasiswa dapat menjelaskan konsep data independence, komponen DBMS, fungsi

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 8 Doubly Linked List

Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 8 Doubly Linked List Algoritma dan Struktur Data Pertemuan 8 Doubly Linked List phead Struktur Doubly Linked List A B C Node-node doubly linked list saling berkait melalui pointer. Bagian left sebuah node menunjuk node selanjutnya.

Lebih terperinci

PENGONTROLAN BERBASIS KOMPUTER

PENGONTROLAN BERBASIS KOMPUTER PENGONTROLAN BERBASIS KOMPUTER 1.Pengertian Transaksi Cat: Transaksi adalah satu atau beberapa aksi program aplikasi yang mengakses/mengubah isi basis data. Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian

Lebih terperinci

Struktur Data. Queue (Antrian)

Struktur Data. Queue (Antrian) Struktur Data Queue (Antrian) Definisi Queue (Antrian) adalah list linier yang : 1. Dikenali elemen pertama (Head) dan elemen terakhirnya (Tail) 2. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya didefinisikan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Riyanto, Bambang (1995) dalam buku Dasar-dasar Pembelian. yang penting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan.

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Riyanto, Bambang (1995) dalam buku Dasar-dasar Pembelian. yang penting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan. BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pembelian Menurut Riyanto, Bambang (1995) dalam buku Dasar-dasar Pembelian menyatakan bahwa, pembelian merupakan system aplikasi siklus pengeluaran yang umum. Menurut Sofjan

Lebih terperinci

QUEUE ( ANTREAN ) 4.1. PENGERTIAN QUEUE (ANTREAN)

QUEUE ( ANTREAN ) 4.1. PENGERTIAN QUEUE (ANTREAN) QUEUE ( ANTREAN ) 4.1. PENGERTIAN QUEUE (ANTREAN) Setelah pada Bab 3 yang lalu kita bahas tentang salah satu jenis daftar (list) linear, yakni stack, kali ini kita bahas jenis lain dari daftar linear,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Kondisi pengolahan data yang telah dijabarkan sebelumnya pada bab 1 (satu) memiliki keterkaitan terhadap permasalahan yang teridentifikasi. Yaitu permasalahan terkait desain

Lebih terperinci