BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
|
|
|
- Dewi Dharmawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan dari pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu ditingkatkan upaya memperluas dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat (Depkes RI, 1983). Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan / atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan / atau masyarakat (RI, 2009). Untuk penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan ini, obat merupakan salah satu unsur penting. Diantara berbagai alternatif yang ada, intervensi dengan obat merupakan intervensi yang paling banyak digunakan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan (Depkes RI, 1983). Hal ini juga selaras dengan salah satu misi dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, yaitu : Mewujudkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau serta pembinaan dan pengendalian bidang farmasi, makanan minuman dan perbekalan kesehatan (Dinkes Jateng, 2013). 1
2 Adanya pertambahan jumlah penduduk, peningkatan keadaan ekonomi dan tingkat pendidikan meningkatkan permintaan terhadap pelayanan kesehatan dan perbaikan tingkat kesehatan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan, melalui penyediaan obat untuk pengobatan sendiri, terutama untuk penyakit ringan. Masyarakat diberi peluang untuk mengobati diri sendiri gangguan sehari-hari yang bersifat ringan dengan menggunakan obat-obat sederhana yang tepat dan aman, yang termasuk dalam obat golongan bebas. Obat golongan bebas ini adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter atau dikenal juga dengan sebutan OTC (over the counter). Adanya obat golongan bebas ini akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan. Dengan demikian akan mengurangi beban dokter yang sudah sangat berat, banyak biaya dihemat, juga meningkatkan tingkat kesehatan rakyat dan mempertinggi kualitas hidupnya (Tjay dan Raharja, 1993). Masyarakat ternyata memiliki minat tinggi untuk melakukan swamedikasi. Sebagai contoh 73 persen masyarakat Amerika memilih pengobatan sendiri di rumah dibanding berobat ke dokter dimana 6 orang dari 10 orang menyatakan akan melakukan pengobatan sendiri di masa yang akan datang (WSMI, 2013). Di Indonesia berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2009, 66 persen penduduk Indonesia memilih mengobati sendiri penyakitnya dan sisanya berobat kepada dokter (Anna, 2011). 2
3 Peningkatan kebutuhan obat ini memberikan peluang bisnis yang menjanjikan bagi industri farmasi. Pertumbuhan industri farmasi Indonesia secara menakjubkan hampir selalu naik setiap tahun. Sebagian besar atau sekitar 60% produk farmasi yang beredar di Indonesia di tahun 2013 adalah obat tanpa resep dokter atau OTC (over the counter) (Silaban, 2013). Dibandingkan tahun 2011, produk farmasi yang beredar di Indonesia mengalami kenaikan cukup drastis. Kontribusi OTC pada pasar farmasi tahun 2011 hanya sekitar 45% terhadap pasar farmasi nasional (Saksono dan Monalisa, 2011). Hal ini memicu terjadi persaingan yang sangat kompetitif antar industri farmasi. Harga obat mengalami peningkatan beberapa kali mulai dari tahun 2011 sampai sekarang. Kenaikan harga obat ini diakibatkan oleh berbagai sebab, diantaranya : kenaikan harga bahan bakar minyak, harga bahan baku yang masih impor, biaya produksi, naiknya upah minimum regional dan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang rupiah. Naiknya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang rupiah dinilai dapat mempengaruhi harga penjualan obat. Setiap kenaikan 10 persen imbasnya mencapai dua sampai tiga persen ke harga obat, kata Median Hengky, Site Head dari pabrik obat Hexpharm Jaya Kalbe Company (Azizah, 2013). Persaingan dalam industri farmasi yang sangat kompetitif sangat terlihat dengan banyaknya industri farmasi dan jenis produk yang ditawarkan dan beredar di Indonesia. Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan harus berusaha dan bekerja keras merebut pasar sesuai dengan target pasar mereka. Konsumen dihadapkan dengan berbagai nama dagang obat (merek obat) yang diberikan 3
4 masing-masing pabrik, dengan indikasi yang sama. Dan hal yang terpenting adalah konsumen membutuhkan segera obat tersebut untuk pengobatan, sehingga keputusan diambil secara cepat saat membeli obat golongan bebas yang dibutuhkan. Faktor pemilihan konsumen terhadap suatu produk dilihat dari sudut pandang pemasaran ada 4 atribut yang berpengaruh yaitu produk, promosi, harga, dan tempat / distribusi. Atribut atribut ini saling berpengaruh dan tidak terpisahkan dalam pemasaran suatu produk secara umum. (Kotler dan Keller, 2009 a ). Hal ini juga berlaku pada pemilihan konsumen terhadap obat yang beredar dengan berbagai nama dagang (nama merek) untuk pengobatan gejala dispepsia yang dikenal masyarakat sebagai sakit mag. Umumnya konsumen memilih karena produk menarik, mudah dibeli, tergiur oleh iklan, dan harga yang terjangkau. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat terlihat bahwa ada beberapa atribut yang mempengaruhi konsumen dalam memilih obat mag golongan bebas dengan berbagai merek yang beredar. Untuk daerah penelitian dipilih Kecamatan Magelang Tengah yang merupakan salah satu kecamatan dari Kota Magelang. Kota Magelang dibagi menjadi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Magelang Utara, Kecamatan Magelang Tengah, dan Kecamatan Magelang Selatan. Kota Magelang merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk cukup besar yaitu jiwa. Dari hasil sensus yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kota Magelang, Kecamatan Magelang Tengah memiliki kepadatan penduduk tertinggi yaitu sebesar jiwa/km2, diikuti Kecamatan Magelang Selatan dengan kepadatan penduduk 4
5 5.854 jiwa/km2, dan Kecamatan Magelang Utara dengan kepadatan penduduk jiwa/km2 (Afiya, 2013). Menurut pengamatan penulis, cukup banyak penduduk Kota Magelang dari berbagai usia dan kalangan yang mengalami gejala dispepsia. Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat Kota Magelang adalah : 1. Pengobatan diri sendiri (swamedikasi) dengan menggunakan obat mag golongan bebas, 2. Pengobatan alternatif dengan menggunakan jamu, dan 3. Berobat ke dokter, puskesmas, dan atau rumah sakit. Umumnya obat yang digunakan masyarakat untuk pengobatan sendiri / swamedikasi untuk mengobati sakit mag adalah obat dengan kandungan antasida. Obat mag golongan bebas dengan kandungan antasida disebut oleh masyarakat awam Kota Magelang sebagai obat mag yang dijual bebas. Peneliti memilih memfokuskan penelitian di Kecamatan Magelang Tengah pada konsumen yang melakukan pengobatan diri sendiri (swamedikasi) dengan menggunakan obat mag bermerek yang dijual bebas. Lokasi penelitian dipilih Kecamatan Magelang Tengah karena Kecamatan Magelang Tengah merupakan sentra perbelanjaan, memiliki kepadatan penduduk tertinggi, dan jumlah apotek yang tersebar di Kecamatan Magelang Tengah tertinggi jumlahnya (22 apotek) dibandingkan Kecamatan Magelang Utara (5 apotek) dan Kecamatan Magelang Selatan (4 apotek). Adanya fakta kenaikan harga obat diperkirakan dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih merek obat mag bermerek yang dijual bebas dari 5
6 berbagai merek di pasaran. Dalam teori pemasaran selain harga yang dapat berpengaruh, terdapat atribut lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian suatu barang, yaitu : produk, promosi, dan tempat (distribusi) dari suatu barang dan atau jasa. Alat pemasaran kepada konsumen yang terdiri dari atribut produk, promosi, harga dan tempat (distribusi) ini disebut sebagai bauran pemasaran. Ilustrasi pengaruh bauran pemasaran terhadap pemilihan merek obat dalam keputusan pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas adalah sebagai berikut : kenaikan harga obat dapat membuat konsumen yang biasanya membeli obat merek X beralih ke obat merek W, yang harganya lebih murah. Dalam hal ini atribut harga yang paling mempengaruhi konsumen pada keputusan pembelian obat merek W. Ada juga konsumen yang tetap setia membeli obat merek X meskipun harga dinaikkan. Mereka berkeyakinan produk obat merek X bagus kualitasnya dan dapat menyembuhkan sakit mag yang diderita. Di sini atribut produk yang paling mempengaruhi konsumen pada keputusan pembelian obat merek X. Dapat juga konsumen memilih untuk membeli obat merek Y, yang sering diiklankan di media elektronik atau media cetak. Mereka tertarik dari pesan iklan yang tampak meyakinkan dan diproduksi oleh industri farmasi yang terkenal sehingga mereka tertarik mencoba obat tersebut. Dalam kasus ini atribut promosi yang paling mempengaruhi konsumen pada keputusan pembelian obat merek Y. Konsumen juga dapat memilih obat yang mudah ditemukan di pasaran, misalnya saja : obat merek Z selalu tersedia di apotek, sedangkan obat merek W, X, dan merek Y sering kosong. Konsumen akan memilih untuk membeli obat 6
7 merek Z yang pasti ada ketika sakit mag. Dalam kasus ini atribut tempat (yang dalam penelitian ini adalah distribusi dari obat) yang paling mempengaruhi konsumen pada keputusan pembelian obat merek Z. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh dari atribut - atribut bauran pemasaran tersebut yang mempengaruhi konsumen memilih merek dalam keputusan pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas dari berbagai nama dagang dengan indikasi yang sama. Maka diharapkan akan membantu industri farmasi dalam memasarkan obat mag golongan obat bebas yang diproduksinya. B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang tersbut di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah atribut bauran pemasaran yang terdiri dari produk, promosi, harga, dan distribusi berpengaruh terhadap pemilihan merek dalam keputusan pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas oleh konsumen? 2. Faktor manakah yang paling mempengaruhi dalam pemilihan merek pada keputusan pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas oleh konsumen dan apakah harga adalah faktor yang paling berpengaruh? 7
8 C. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pengaruh atribut bauran pemasaran yang terdiri dari produk, promosi, harga, dan distribusi terhadap pemilihan merek dalam keputusan pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas oleh konsumen. 2. Mengetahui faktor yang paling mempengaruhi pemilihan merek pada keputusan pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas oleh konsumen dan apakah harga adalah faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan setiap merek tersebut. D. Manfaat Penelitian Hasil Penelitian diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan masukan dan bahan pertimbangan kepada industri farmasi yang memproduksi obat mag bermerek yang dijual bebas untuk memasarkan produknya di Kecamatan Magelang Tengah. 2. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya tentang pemasaran suatu produk obat mag bermerek yang dijual bebas. E. Keaslian Penelitian Berdasarkan pengamatan penulis, penelitian terhadap pemilihan obat mag bermerek yang dijual bebas dari berbagai nama dagang dalam swamedikasi di Kecamatan Magelang Tengah belum pernah diteliti. 8
9 Penelitian sejenis yang pernah dilakukan adalah Analisis Penerapan Konsep Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk Tahitian Noni Internasional (Soediono, 2009). Penelitian ini dilakukan analisis dari penerapan bauran pemasaran untuk mengukur keputusan pembelian oleh konsumen terhadap Produk Tahitian Noni Internasional dan dilakukan di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian oleh Soediono (2009) dilakukan dengan cara accidental sampling. Cara pengukuran digunakan metode survey yang diukur dengan skala Likert, kemudian dianalisis dengan analisis regresi berganda. Penelitian dengan cara analisis serupa adalah Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap Pemilihan Merek Laptop Menggunakan Regresi Logistik Multinomial (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Diponegoro) oleh Himmah F. dkk (2012). Penelitian ini melakukan pengaruh bauran pemasaran produk, promosi, dan harga terhadap pemilihan merek, tetapi atribut tempat / distribusi tidak dimasukkan dalam penelitian dan keputusan pembelian dari merek laptop merupakan probabilitas. Jadi belum diketahui kepastian pembelian nama merek oleh konsumen (mahasiswa Universitas Diponegoro). Dalam penelitian yang dilakukan atribut distribusi dimasukkan dan ada kepastian pembelian nama merek oleh konsumen (pembeli obat mag bermerek yang dijual bebas di Kecamatan Magelang Tengah). Penelitian yang dilakukan adalah analisis dari penerapan bauran pemasaran untuk mengukur keputusan pembelian oleh konsumen terhadap berbagai merek obat mag dan dilakukan di Kecamatan Magelang Tengah. 9
10 Tabel 1. Perbedaan Penelitian Sebelumnya dan Penelitian yang Dilakukan Objek Penelitian Lokasi Penelitian Tujuan Penelitian Penelitian yang dilakukan Konsumen pembeli obat mag bermerek yang dijual bebas Kecamatan Magelang Tengah Mengetahui pengaruh bauran pemasaran (produk, promosi, harga dan distribusi) terhadap pemilihan merek. Mengetahui faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan setiap merek. Soediono (2009) Konsumen pembeli Produk Tahitian Noni Internasional Kota Yogyakarta Mengetahui komponen komponen dari bauran pemasaran yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian produk Tahitian Noni International di Yogyakarta Mengetahui komponen yang dominan dari bauran pemasaran yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian produk Tahitian Noni International di Yogyakarta Himmah dkk (2012) Mahasiswa Universitas Diponegoro Kota Semarang Mengetahui pengaruh faktor-faktor bauran pemasaran terhadap pemilihan merek laptop pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Memperoleh model multinomial logit yang paling cocok (best fitting) berdasarkan uji signifikansi model pada data respon nominal yang digunakan. Membuat estimasi probabilitas sehingga dapat diketahui merek laptop yang memiliki probabilitas paling besar untuk dipilih mahasiswa Universitas Diponegoro. Pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian yang dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu dilakukan saat konsumen membeli obat mag di apotek sehingga didapatkan nama merek yang dibeli oleh konsumen dan konsumen yang menjadi sampel harus memenuhi kriteria tertentu. Cara pengukuran digunakan metode survey yang diukur dengan skala Likert, kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif untuk mengetahui adanya pengaruh bauran pemasaran tersebut pada pemilihan merek dalam pembelian obat mag bermerek yang dijual bebas dan dilanjutkan dengan mencari nilai odd ratio menggunakan 10
11 analisis regresi logistik multinomial untuk mengetahui pengaruh yang terbesar dari bauran pemasaran tersebut. 11
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan dalam Undang-Udang Nomor 36 tahun 2009 didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang mencapai keadaan sehat baik fisik, mental, sosial dan spiritual sehingga
BAB I PENDAHULUAN. Sakit (illness) berbeda dengan penyakit (disease). Sakit berkaitan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sakit (illness) berbeda dengan penyakit (disease). Sakit berkaitan dengan keluhan yang dirasakan seseorang dan bersifat subjektif, sedangkan penyakit berkaitan dengan
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan dunia usaha mengalami kemajuan yang. tersebut. Banyak produk elektronik yang beragam jenis dan variasi yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia usaha mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk yang benar-benar
BAB I. A. Latar Belakang. terbatas pada kebutuhan biologis, tetapi juga pada kebutuhan psikologis seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini kebutuhan manusia makin lama makin berkembang, tak hanya terbatas pada kebutuhan biologis, tetapi juga pada kebutuhan psikologis seperti penghargaan diri,
BAB I. Kesehatan merupakan hal yang penting di dalam kehidupan. Seseorang. yang merasa sakit akan melakukan upaya demi memperoleh kesehatannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang penting di dalam kehidupan. Seseorang yang merasa sakit akan melakukan upaya demi memperoleh kesehatannya kembali. Pilihan untuk mengupayakan
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Kebutuhan masyarakat terhadap produk multivitamin belakangan ini sangat
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kebutuhan masyarakat terhadap produk multivitamin belakangan ini sangat besar dikarenakan banyaknya kegiatan yang dilakukan masyarakat sehingga perlu adanya
I. PENDAHULUAN. peningkatan permintaan terhadap berbagai barang dan jasa. yang sama, laju pertumbuhan ekonomi untuk Kota Bandar Lampung jauh
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan dan pendidikan di Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi yakni sebesar 4.619 jiwa/km
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengobatan Sendiri 1. Definisi dan Peran Pengobatan sendiri atau swamedikasi yaitu mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli bebas di apotik atau
ANALISIS IKLAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS PADA ENAM MEDIA CETAK YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2009
ANALISIS IKLAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS PADA ENAM MEDIA CETAK YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2009 SKRIPSI Oleh : ANGGA ALIT ANANTA YOGA K.100.040.182 FAKULTAS FARMASI
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kesehatan merupakan suatu indikator yang menggambarkan tingkat
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan suatu indikator yang menggambarkan tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara. Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk mencapai derajat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berkembangnya penyakit mendorong masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan yang efektif secara terapi tetapi juga efisien dalam hal biaya. Berkenaan dengan
I.' PENDAHULUAN lndustri farmasi rnerupakan suatu industri dengan tingkat kompetisi
I.' PENDAHULUAN 1. Latar Belakang lndustri farmasi rnerupakan suatu industri dengan tingkat kompetisi sangat tinggi, ha1 ini dapat dimengerti karena produk obat-obatan yang dihasilkannya sudah merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi sebab naik turunnya harga barang-barang yang ada di pasar sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang sering berfluktuasi tidak jarang menjadi sebab naik turunnya harga barang-barang yang ada di pasar sehingga menyebabkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu hak asasi manusia dan kebutuhan hidup yang diwujudkan dan dilaksanakan dalam mencapai kesejahteraan kehidupan dalam masyarakat. Menurut
BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Semua usaha yang dilakukan dalam upaya kesehatan tentunya akan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki masyarakat terbanyak keempat di dunia setelah Republik Rakyat Cina, India dan Amerika Serikat. Saat ini Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan tekhnologi didunia bisnis yang begitu pesat menjadi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan tekhnologi didunia bisnis yang begitu pesat menjadi tantangan dari banyaknya produsen yang menawarkan berbagai jenis produk baru dengan inovasi
BAB I PENDAHULUAN. dan tempat pelayanan kesehatan (DepKes RI, 2002). paling tepat dan murah (Triyanto & Sanusi, 2003).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obat adalah sebuah benda kecil yang mampu menyembuhkan sekaligus dapat menjadi bumerang bagi penderitanya. Benda kecil yang awalnya dijauhi ini kemudian berkembang menjadi
BAB I PENDAHULUAN. kemudian memuaskan kebutuhan tersebut. dapat bersaing dalam memproduksi barang dengan sebaik-baiknya, sesuai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang ingin memperluas usahanya dalam persaingan haruslah memandang pemasaran sebagai kunci utama dalam mencapai tujuan perusahaan. Pemasaran
BAB I PENDAHULUAN. berdampak semakin tingginya persaingan memperebutkan pangsa pasar pada
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi dan globalisasi yang begitu pesat, berdampak semakin tingginya persaingan memperebutkan pangsa pasar pada dunia bisnis. Salah
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pengujian hipotesis menggunakan teknik regresi sederhana menunjukan bahwa produk, harga, dan distribusi memberikan hasil yang signifikan pada Dengan kata lain,
Gambaran Pengetahuan Klien tentang Swamedikasi di Apotek- Apotek Pekanbaru
Gambaran Pengetahuan Klien tentang Swamedikasi di Apotek- Apotek Pekanbaru (The Study of Client s Knowledge about Self Medication at Dispensaries in Pekanbaru) Husnawati * ; Armon Fernando; Ayu Andriani
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu aspek dalam menunjang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan salah satu aspek dalam menunjang pembangunan secara nasional. Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT UMUM R.A.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT UMUM R.A. KARTINI JEPARA TAHUN 2006 TESIS Program Studi Magister Ilmu Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. dan perilaku mereka atas produk yang dihasilkan dan dijual di pasar. Seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap perusahaan membutuhkan informasi dari konsumen mengenai sikap dan perilaku mereka atas produk yang dihasilkan dan dijual di pasar. Seperti pernyataan bahwa konsep
BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS
65 BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS 5.1. Analisa SWOT 5.1.1. Strength (Kekuatan) - Mempunyai ragam variasi kegunaan yang tinggi (masak, membuat roti, minum, mengobati penyakit autisme,
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sangat kita rasakan, sehingga tampak persaingan tajam dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini pesatnya pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi di Indonesia sangat kita rasakan, sehingga tampak persaingan tajam dalam merebut serta menguasai
BAB 1 PENDAHULUAN. dibidang perdagangan eceran yang berbentuk toko, minimarket, departement
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Untuk meraih dan merebut hati para pelanggan merupakan tantangan bagi setiap pelaku bisnis di tengah situasi persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Sejalan
BAB I PENDAHULUAN. yang dihasilkan dapat memenuhi keinginan konsumen dan juga keberadaan. produk tersebut harus dikomunikasikan pada konsumen serta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan selalu berusaha agar melalui produk yang dihasilkan (diproduksi) dapat mencapai tujuan (penjualan) yang telah diharapkan. Salah satu tujuan
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN SKRIPSI
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN SKRIPSI Oleh : MUTTI ATUN HAFSAH K 100 050 213 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sehat adalah sebuah kondisi maksimal baik dari fisik, mental dan
21 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sehat adalah sebuah kondisi maksimal baik dari fisik, mental dan sosial yang diharapkan oleh setiap manusia sehingga dapat melakukan suatu aktifitas yang menghasilkan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diberikan pada penelitian ini merupakan jawaban dari perumusan masalah yang terdapat pada Bab 1. 1. Persepsi Konsumen Terhadap Produk DONATELLO
BAB I PENDAHULUAN. paling tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Sejarah mencatat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Media informasi dewasa ini berkembang amat pesat, baik media cetak, elektronik maupun media internet. Dalam hal ini peningkatan dalam penyampaian informasi
Jurnal Kefarmasian Indonesia. Vol : 20-27
20 Jurnal Kefarmasian Indonesia. Vol 2.1.2012 : 20-27 Kajian Peraturan...(Sudibyo Supardi, e t.al) sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non elektronik.
SWAMEDIKASI PADA PENGUNJUNG APOTEK DI APOTEK MARGI SEHAT TULUNG KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN
SWAMEDIKASI PADA PENGUNJUNG APOTEK DI APOTEK MARGI SEHAT TULUNG KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN Trias Apriliani, Anita Agustina, Rahmi Nurhaini INTISARI Swamedikasi adalah mengobati segala keluhan pada
ANALISIS CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK SAMSUNG DI COUNTER HP MASDA KABUPATEN KEDIRI 2016
Artikel Skripsi ANALISIS CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK SAMSUNG DI COUNTER HP MASDA KABUPATEN KEDIRI 2016 ARTIKEL ILMIAH oleh: RENI SOFIANI NPM. 12.1.02.02.0524
BAB 1 PENDAHULUAN. jasa yang disertai dengan inovasi-inovasi baru yang dilakukan. Banyak tantangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berkembangnya perdagangan bebas saat ini menimbulkan persaingan yang semakin ketat, dinamis, dan kompleks. Hal ini menuntut perusahaan untuk semakin kreatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian 1. Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2015) objek penelitian merupakan suatu atribut atau penilaian orang, subjek atau kegiatan yang mempunyai variasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Peran komunikasi pemasaran dalam pengelolaan sebuah perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peran komunikasi pemasaran dalam pengelolaan sebuah perusahaan sangatlah penting, terlebih lagi dengan semakin maraknya persaingan bisnis di segala sektor usaha.
BAB I PENDAHULUAN. yang semula hanya berfokus kepada pengelolaan obat (drug oriented)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu kunci pokok suksesnya sistem kesehatan. Pelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya berfokus kepada
BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia bisnis. Sehingga menimbulkan persaingan-persaingan dalam
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi yang berkembang pesat saat ini mengakibatkan manusia setiap kali akan mengalami perubahan, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan
BAB VII PERUMUSAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN
BAB VII PERUMUSAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN Berdasarkan hasil data dan mengenai karakteristik konsumen, analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap mutu atribut dan pelayanan, maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya perusahaan didirikan adalah untuk menggabungkan semua
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya perusahaan didirikan adalah untuk menggabungkan semua potensi efektif yang ada untuk mencapai tujuan tertentu, tidak peduli bagaimana bentuk struktur
ANALISIS PENGARUH DESAIN, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SAMSUNG. (Studi Pada Mahasiswa FEB UMS)
ANALISIS PENGARUH DESAIN, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SAMSUNG (Studi Pada Mahasiswa FEB UMS) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat generik menjadi faktor utama
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Obat generik sering diasumsikan sebagai obat dengan kualitas yang rendah. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat generik menjadi faktor utama yang
BAB I PENDAHULUAN. dipertahankan dan mampu bersaing dengan perusahaan lain (Pandini, 2016).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan didirikan bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan, mempertinggi daya saing dan meminimalkan biaya produksi untuk mencapai laba maksimal. Perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. menempatkan produk yang mudah dijangkau konsumen, dalam hal ini juga. perusahan. Lingkungan bisnis yang bergerak sangat dinamis dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dewasa ini menyebabkan perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat, tidak hanya sekedar menjual produk denagan harga
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI Oleh : MEILINA DYAH EKAWATI K 100 050 204 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS
PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA RAMAI SWALAYAN PETERONGAN SEMARANG
PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA RAMAI SWALAYAN PETERONGAN SEMARANG Dessy Amelia Fristiana Abstract Beragam faktor dapat mempengaruhi konsumen dalam mempercayakan tempat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Produk adalah penawaran nyata perusahaan pada dasarnya mereknya dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Pengertian Produk Produk adalah penawaran nyata perusahaan pada dasarnya mereknya dan penyajiannya (Kotler, 2001:126). Produk adalah suatu sifat yang kompleks
BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan yang setinggi-tingginya pada mulanya berupa upaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, sprititual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi oleh manusia adalah akan kebutuhan hidupnya. tertarik dan terdorong untuk dapat menukar (menjual) mobilnya dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejalan dengan kemajuan teknologi, menyebabkan semakin banyak jenis kendaraan roda empat yang ditawarkan di pasaran guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini
BAB I PENDAHULUAN. bisnis sekarang sudah sangat pesat dan dapat menembus batasan batasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan teknologi informasi dalam kondisi bisnis sekarang sudah sangat pesat dan dapat menembus batasan batasan geografis sehingga informasi
Bab 1. Pendahuluan. persaingan hanya untuk dominasi merek. Berbagai investor dan perusahaan akan
Bab 1 Pendahuluan I. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perang dalam dunia marketing adalah perang antar merek, suatu persaingan hanya untuk dominasi merek. Berbagai investor dan perusahaan akan menyadari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan dalam bidang kesehatan merupakan bagian penting dalam rangka pembangunan nasional. Dalam Undang Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 dinyatakan bahwa pembangunan
Sri Hariati Dongge,S.Farm,Apt,MPH Dinas Kesehatan Kab. Konawe Sulawesi Tenggara
FORUM NASIONAL II : Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia PERSEPSI FARMASIS TENTANG KEBIJAKAN SUBSTITUSI GENERIK DAN PELAKSANAANNYA DI KABUPATEN KONAWE Sri Hariati Dongge,S.Farm,Apt,MPH Dinas Kesehatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU KW (IMITASI) DI PASAR KLITHIKAN YOGYAKARTA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU KW (IMITASI) DI PASAR KLITHIKAN YOGYAKARTA Oleh Deni Dwi Mahendra Program S1 MANAJEMEN Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRAK Deni Dwi Mahendra.
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR. DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN.
DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i iii v vi vii 1 PENDAHULUAN 1 11 Latar Belakang 1 12 Identifikasi Masalah 3 13 Rumusan Masalah 4 14 Tujuan Penelitian
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang terpenting, karena untuk hidup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang terpenting, karena untuk hidup sehat manusia membutuhkan air bersih. Pada era modern ini sangat sulit mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang optimal. Kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan Republik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. produk dengan kualitas baik (product), harga bersaing di pasaran (price), promosi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Seperti
Tabel 1.1 Penjualan Telepon Seluler di Indonesia Tahun Vendor Penjualan 2007
Judul Skripsi : Pengaruh Harga, Atribut Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Telepon Seluler Sony Ericsson ( Studi Kasus di Kabupaten Temanggung ) Nama Penyusun : Fitria Kusumastuti NIM
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN OBAT DI APOTEK KELURAHAN WONOKARTO KABUPATEN WONOGIRI SKRIPSI
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN OBAT DI APOTEK KELURAHAN WONOKARTO KABUPATEN WONOGIRI SKRIPSI Oleh : WAHYU TRI WULANDARI K100040040 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA
BAB I PENDAHULUAN. suksesnya sistem kesehatan adalah pelaksanaan pelayanan kefarmasian (Hermawati, kepada pasien yang membutuhkan (Menkes RI, 2014).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang sangat penting di dalam kehidupan. Seseorang yang merasa sakit akan melakukan upaya demi memperoleh kesehatannya kembali. Pilihan untuk
BAB 4 ANALISA PROSES BISNIS AWAL
BAB 4 ANALISA PROSES BISNIS AWAL Bab keempat ini akan berisi data-data yang dibutuhkan dalam pengerjaan sistem serta pembahasan mengenai pemetaan proses bisnis. Pemetaan proses bisnis merupakan penjabaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Apotek Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Rebublik Indonesia (Kepmenkes RI) No. 1332/Menkes/SK/X/2002, tentang perubahan atas peraturan Menkes RI No.922/Menkes/PER/X/1993 mengenai
BAB I PENDAHULUAN. menunjang aktivitas sehari-hari. Kesehatan adalah kondisi yang terus
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah faktor terpenting dalam kehidupan sehari-hari karena kesehatan dapat mendukung kemampuan setiap manusia dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Kesehatan
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOGRAFIS KONSUMEN MATAHARI DEPARTMENT STORE SOLO SQUARE SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOGRAFIS KONSUMEN MATAHARI DEPARTMENT STORE SOLO SQUARE SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan
Sehat berarti kondisi fisik dan mental yang normal tanpa gangguan, baik gangguan dari luar maupun dari dalam tubuh sendiri
INDIKATOR KESEHATAN Sehat berarti kondisi fisik dan mental yang normal tanpa gangguan, baik gangguan dari luar maupun dari dalam tubuh sendiri 3 RSUD Muaradua, Kabupaten OKU Selatan Salah satu aspek terpenting
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan tentang kesehatan di kehidupan masyarakat terutama perkembangan teknologi farmasi yang inovatif yang telah dikenal masyarakat luas dan banyaknya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisis pengaruh..., Agnes Murniati, FE UI, 2010.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri rumah sakit saat ini mengalami persaingan yang ketat dengan semakin mudahnya perizinan pendirian rumah sakit swasta. Lokasinya pun saat ini sudah tidak lagi
LANDASAN TEORI. memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan. memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam menangkap peluang bisnis atau usaha diperlukan suatu ide bisnis yang masih
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menangkap peluang bisnis atau usaha diperlukan suatu ide bisnis yang masih original, dimana kita bisa menangkap keinginan pasar yang masih baru. Dengan ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia No.36 tahun 2009 yaitu keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara berkembang dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Pusat Data dan Informasi Kementrian
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus mampu bersikap dan bertindak cepat dan tepat dalam. yaitu salah satunya melalui persaingan merek.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persaingan bisnis dalam perkembangan di Era Globalisasi menuntut perusahaan harus mampu bersikap dan bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi persaingan di
PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARAN DAN KEUNGGULAN BERSAING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JAMU DI KECAMATAN JATISRONO WONOGIRI
PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARAN DAN KEUNGGULAN BERSAING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JAMU DI KECAMATAN JATISRONO WONOGIRI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Ekonomi
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan begitu maka produk
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan dalam mengeluarkan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan begitu maka produk dapat bersaing di pasaran,
BAB I PENDAHULUAN. yang begitu ketat antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini, dunia telah diwarnai dengan persaingan yang begitu ketat antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya, terutama perusahaan
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL KEMASAN (Studi Kasus Desa Tohudan, Colomadu Karanganyar)
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL KEMASAN (Studi Kasus Desa Tohudan, Colomadu Karanganyar) Novemy Triyandari Nugroho STMIK Duta Bangsa Surakarta
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan, pesatnya teknologi kedokteran serta kondisi sosial ekonomi masyarakat, kesadaran tentang pentingnya
METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian survey, dengan
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Sumber Data 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian survey, dengan pengambilan sampel pada populasi dengan menggunakan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komoditas perkebunan merupakan andalan bagi pendapatan nasional dan devisa negara Indonesia, yang dapat dilihat dari kontribusi subsektor perkebunan pada tahun 2013 mencapai
BAB I PENDAHULUAN. dua jenis pelayanan kepada masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan
17 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit sebagai salah satu sub sistem pelayanan kesehatan memberikan dua jenis pelayanan kepada masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Obat Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi, yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam
ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK, HARGA, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK AQUA
ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK, HARGA, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK AQUA Nama: Nur Eviyana Mutiara Agustina NPM : 18211023 Kelas : 3EA01 Dosen Pembimbing:
BAB I PENDAHULUAN. sekitar 9% orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas pada tahun DM
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prevalensi penyakit Diabetes Mellitus (DM) secara umum diderita oleh sekitar 9% orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas pada tahun 2014. DM menjadi penyebab besarnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Obat, merupakan zat atau bahan yang digunakan untuk permasalahan kesehatan masyarakat antara lain digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah komplikasi
