Kata kunci: evaluasi jabatan, manajer menengah, metode point system
|
|
|
- Lanny Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Penentuan Gaji Pokok Manajer Menengah dengan Metode Point System Dwi Kurniawan 1, Arby Syihab 2, AND Hendang Setyo Rukmi 3 Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional, Bandung [email protected] ABSTRAK Salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan kerja sumber daya manusia adalah memberikan kompensasi yang adil yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan yang ditanganinya. Saat ini di PT Bita Enargon Engineering, semua manajer divisi dianggap memiliki beban kerja yang sama sehingga gaji pokoknya sama, padahal beban kerja setiap divisi tidak seluruhnya sama. Pada penelitian ini akan dilakukan penentuan gaji pokok dengan metode point system. Tahap pertama dalam metode ini adalah melakukan penilaian jabatan untuk menentukan nilai relatif jabatan (NRJ) untuk masing-masing jabatan. Langkah selanjutnya adalah mengkonversikan nilai relatif jabatan terhadap nilai uang dengan memasukkan nilai relatif jabatan ke dalam persamaan regresi yang dibuat berdasarkan hasil survei dari perusahaan sejenis yang menjadi pesaing terdekat. Berdasarkan NRJ tersebut maka dapat ditentukan besarnya gaji pokok untuk setiap jabatan pada masing-masing Kepala Divisi dan Kepala Departemen. Kata kunci: evaluasi jabatan, manajer menengah, metode point system ABSTRACT One strategy to improve the satisfaction of human resources is to give fair compensation based on the characteristics of the their work. Today in PT Bita Enargon Engineering, all division managers are considered to have the same workload so that they get the same basic wage, even though the workload of each division is not exactly the same. This research will determine the base salary using the point system method. The first step of this method is to conduct a job evaluation to determine the job relative value of each position. The next step is to convert the job relative value to the money value by subsituting the job relative value into a regression equation developed from the result of a survey on the closest competitors. Based on the job relative value, the basic salary for division heads and department heads can be decided. Key words: job evaluation, middle manager, point system method Pendahuluan Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perhitungan gaji pokok untuk Manajer Divisi dan Manajer Departemen di PT Bita Enargon Engineering berdasarkan Nilai Relatif Jabatan yang dihitung dengan menggunakan metode Point System. Sistem penggajian berhubungan erat dengan kepuasan kerja sumber daya manusia (Beer and Walton, 1992). Suatu organisasi harus selalu memperhatikan kepuasan kerja sumber daya manusia agar mereka dapat memberikan kinerja yang baik. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi untuk tetap dapat bersaing. Di PT Bita Enargon Engineering diketahui bahwa sistem pemberian gaji pokok tidak mempertimbangkan karakteristik pekerjaan terutama untuk level middle manager (Manajer Divisi). Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan tidak adil di tingkat manajer divisi yang akan berdampak pada penurunan motivasi kerja. Oleh karena itu perlu dirancang kembali sistem pemberian gaji pokok yang mempertimbangkan karateristik pekerjaan, sehingga gaji pokok yang diterima setiap Manajer Divisi sesuai dengan beban kerjanya. Perancangan gaji pokok tersebut membutuhkan evaluasi jabatan (Milkovich and Newman, 1996; Campion and Berger, 1990). Berbagai penelitian telah dilakukan hingga saat ini berkaitan dengan evaluasi jabatan maupun metode point system sebagai salah satu metode dalam evaluasi jabatan. McCormick et al. (1972) menggunakan analisis jabatan untuk menghubungkan kebutuhan bakat dalam pekerjaan dengan tingkat gaji yang diberikan. Doverspike et al. (1983) membuktikan keandalan metode point system untuk melakukan evaluasi jabatan. Grams and Schwab (1985), Schwab dan Grams (1985), Doverspike and Barrett (1984), Arvey (1986) and Acker (1987) melakukan studi mengenai 78
2 kesalahan yang berhubungan dengan gender dalam pelaksanaan evaluasi jabatan. Robinson et al. (1974) membandingkan metode point system dengan empat metode evaluasi jabatan lainnya. Rodgers (1988) menggunakan teknik-teknik evaluasi jabatan untuk mengidentifikasi cara yang efektif untuk mengubah persyaratan jabatan. Steinberg (1999) mengusulkan untuk mengakomodasi faktor emosi karyawan dalam pelaksanaan evaluasi jabatan. Dalam penelitian ini, penentuan gaji pokok dilakukan berdasarkan hasil evaluasi jabatan dengan menggunakan metode point system. Metode point system digunakan dalam evaluasi jabatan karena metode ini memberikan dasar yang lebih baik dalam memberikan penilaian daripada metode ranking atau klasifikasi yang lain dan karena itu memberikan hasil yang lebih valid dan lebih sulit dimanipulasi (Bohlander and Snell, 2010). MetodE Metode penelitian ini dimulai dari penentuan tim penilai, penentuan jabatan yang akan dinilai, penentuan faktor dan sub faktor yang akan dinilai, pembobotan faktor dan sub faktor, penentuan derajat faktor dan sub faktor, penentuan nilai relative jabatan dan perancangan gaji pokok. Sedangkan penilaian jabatan yang merupakan bagian dari evaluasi jabatan dilakukan melalui perbandingan berpasangan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (Saaty, 1990). Rancangan gaji pokok yang dihasilkan akan dibandingkan dengan sistem penggajian yang ada saat ini. Hasil dan Pembahasan Bagian ini meliputi pengolahan data penelitian, yang terdiri dari perhitungan nilai relatif jabatan dan perhitungan usulan gaji pokok. Jabatan-jabatan di PT Bita Enargon Engineering yang akan dievaluasi dalam penelitian ini adalah: i. Manajer Divisi Sipil-Struktur ii. Manajer Divisi Mekanikal-Pemipaan iii. Manajer Divisi Elekrikal iv. Manajer Divisi Informasi Teknik v. Manajer Divisi Arsitektur vi. Manajer Divisi PM & CM vii. Manajer Divisi Produksi viii. Manajer Divisi QS & Estimating ix. Manajer Departemen Admin. Kontrak & Sekretariat kantor Bandung x. Manajer Departemen Perencanaan & Kendali Proyek xi. Manajer Departemen Keuangan dan Akuntansi xii. Manajer Departemen Sumber Daya Manusia xiii. Manajer Departemen Sistem Manajemen Mutu xiv. Manajer Departemen Admin Personalia dan umum xv. Manajer Departemen Manajemen Rantai Pasokan xvi. Manajer Departemen Teknologi Informasi Faktor/sub faktor jabatan dan derajat faktor/ sub faktor yang digunakan dalam evaluasi jabatan akan mengacu kepada Byars and Rue (2004). Uraian faktor/sub faktor dan derajat selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 1. Faktor/subfaktor Tanggung jawab Ketrampilan Kecakapan Kondisi kerja Faktor usaha Rahasia perusahaan Kemampuan teknis Pendidikan Lingkungan kerja Usaha mental Kerja orang lain Kemampuan merencanakan Pengalaman Resiko usaha Usaha fisik Peralatan Kemampuan mengevaluasi Pelatihan Pekerjaan Penggunaan peralatan Kerja sama Gambar 1. Faktor dan Sub Faktor dalam Evaluasi Jabatan Kurniawan: Penentuan gaji pokok manajer menengah 79
3 Perhitungan prioritas faktor/sub faktor dilakukan dengan cara melakukan perbandingan berpasangan, antara faktor/sub faktor dalam setiap level hirarki. Perbandingan berpasangan dilakukan dalam bentuk kuesioner. Kuesioner perbandingan berpasangan disebarkan kepada tim penilai yang terdiri dari General Manager 1, General Manager 2, Resource & General Affair Director dan Planning & Control Director. Perhitungan bobot untuk masing-masing faktor/sub faktor dilakukan dengan menggunakan software Expert Choice. Hasil dari perhitungan bobot dapat dilihat pada Tabel 1. Untuk memastikan bahwa perbandingan berpasangan yang dilakukan konsisten, consistency ratio (CR) dihitung dengan persamaan (1). Saaty (1990) mensyaratkan bahwa suatu matriks perbandingan berpasangan konsisten bila CR tidak lebih dari 0,1. CI CR = RI... (1) Nilai consistency index (CI) dari setiap faktor diperoleh dari software Expert Choice, sedangkan nilai random index (RI) didapat dari nilai orde matrik dari setiap faktor/sub faktor. Hasil nilai consistency index (CI) dan nilai random index (RI) serta perhitungan CR sebagaimana tercantum pada Tabel 2 menunjukkan bahwa perbandingan berpasangan yang dilakukan konsisten. Tabel 2. Perhitungan CR Faktor CI Orde Matriks Berdasarkan kesepakatan dengan tim penilai, nilai total jabatan ditetapkan sebesar poin. Rumus yang digunakan untuk menentukan level derajat setiap faktor/sub faktor adalah: H = (K.B.G)/L... (2) di mana H adalah nilai setiap level, K adalah level (K = 2, 3, 4, 5), B adalah bobot, G adalah nilai total jabatan sebesar poin, dan L adalah level derajat tertinggi yaitu 5. Sebagai contoh, jika K = 2, bobot faktor/sub faktor tanggung jawab terhadap rahasia perusahaan B = 0,080 dan G = , maka H = (2. 0, )/5 = 320. Hasil perhitungan level derajat setiap faktor/sub faktor dapat dilihat pada Tabel 3. Tahap berikutnya adalah menentukan level derajat untuk setiap jabatan. Tim penilai melakukan penilaian pada setiap jabatan dengan menggunakan sebuah lembar penilai. Untuk setiap jabatan tim RI CR Tanggung jawab 0,05 5 1,12 0,063 Ketrampilan 0,01 6 1,24 0,008 Kecakapan 0,01 3 0,58 0,017 Kondisi kerja 0, Usaha 0, Tabel 1. Perhitungan Bobot Faktor dan Sub Faktor Faktor Bobot Sub Faktor Bobot Tanggung jawab 0,430 rahasia perusahaan 0,080 kerja orang lain 0,06 peralatan 0,045 pekerjaan 0,105 keuangan 0,14 Ketrampilan 0,226 Kemampuan teknis 0,049 Kemampuan merencana 0,024 Kemampuan mengevaluasi 0,022 Kemampuan keputusan 0,024 Penggunaan peralatan 0,029 Kerja sama 0,078 Kecakapan 0,138 Pendidikan 0,082 Pengalaman 0,038 Pelatihan 0,018 Kondisi kerja 0,117 Lingkungan kerja 0,077 Resiko kerja 0,04 Usaha 0,089 Usaha mental 0,059 Usaha fisik 0,03 80 Jurnal Teknik Industri, Vol. 13, No. 1, Februari 2012: 78 84
4 Tabel 3. Hasil Perhitungan Derajat Sub Faktor Faktor Tanggung jawab Ketrampilan Kecakapan Kondisi kerja Usaha Sub Faktor Derajat rahasia perusahaan kerja orang lain peralatan 112,5 225,0 337, pekerjaan keuangan Kemampuan teknis 122, , Kemampuan merencanakan Kemampuan mengevaluasi Kemampuan keputusan Penggunaan peralatan Kerja sama Pendidikan Pengalaman Pelatihan Lingkungan kerja Resiko kerja Usaha mental Usaha fisik Tabel 4. Penentuan Nilai Relatif Jabatan untuk Manajer Divisi Sipil-Struktur Faktor Sub Faktor Bobot Tanggung jawab Keterampilan Kecakapan Kondisi kerja Usaha rahasia perusahaan kerja orang lain peralatan pekerjaan keuangan Derajat Derajat Manajer Divisi Sipil-Struktur Nilai Derajat 0, , , , , ,5 0, , Kemampuan teknis , , ,5 Kemampuan merencanakan 0, Kemampuan mengevaluasi 0, Kemampuan keputusan 0, Penggunaan peralatan 0, Kerja sama 0, Pendidikan 0, Pengalaman 0, Pelatihan 0, Lingkungan kerja 0, Resiko kerja 0, Usaha mental 0, Usaha fisik 0, Total 6247 Kurniawan: Penentuan gaji pokok manajer menengah 81
5 penilai akan menentukan level derajat yang sesuai pada masing-masing faktor/sub faktor. Tahapan ini dilanjutkan dengan menentukan nilai relatif untuk setiap jabatan (NRJ). Nilai relatif jabatan didapat dengan menjumlahkan nilai level untuk setiap faktor/ sub faktor jabatan. Tabel 4 menampilkan contoh hasil nilai relatif jabatan untuk jabatan Manajer Divisi Sipil-Struktur, sedangkan Tabel 5 menampilkan hasil nilai relatif jabatan untuk seluruh jabatan yang dinilai, setelah diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil. Tabel 5. Rekapitulasi Nilai Relatif Jabatan No Jabatan NRJ 1 Manajer Divisi Sipil-Struktur Manajer Divisi Produksi 6235,5 3 Manajer Divisi Mekanikal-Pemipaan Manajer Divisi Arsitektur Manajer Divisi Infonnasi Teknik 6027,5 6 Manajer Divisi PM & CM 6009,5 7 Manajer Divisi Elekrikal 6006,5 8 Manajer Divisi QS & Estimating Manajer Dept Perancanaan & Kendali Proyek Manajer Dept Keuangan dan Akuntansi Manajer Dept Adm. Kontrak & SKB 4837,5 12 Manajer Dept Sumber Daya Manusia Manajer Dept Teknologi Informasi Manajer Dept Sistem Manajemen Mutu 4752,5 15 Manajer Dept Manajemen Rantai Pasokan Manajer Dept Adm. Personalia dan Umum 4657 Berdasarkan nilai relatif jabatan yang diperoleh, diketahui bahwa level Manajer Divisi Sipil-Struktur memiliki nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan manajer divisi lain. Nilai relatif jabatan Manajer Divisi Sipil-Struktur adalah 6247, sedangkan nilai relatif jabatan yang terkecil adalah Manajer Divisi QS & Estimating dengan nilai relatif jabatan Selisih nilai antara Manajer Divisi Sipil-Struktur dan Manajer Manajer Divisi QS & Estimating adalah 243. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh ringannya beban tanggung jawab terhadap orang lain, rendahnya kemampuan untuk mengambil keputusan untuk beberapa masalah, dan rendahnya beban dari lingkungan tempat kerja untuk jabatan Manajer Manajer Divisi QS & Estimating. Untuk level manajer departemen, Manajer Departemen Perancanaan & Kendali Proyek memiliki nilai relatif jabatan tertinggi sebesar 4912, sedangkan nilai relatif jabatan terendah dimiliki oleh Manajer Departemen Administrasi Personalia dan Umum dengan Perbedaan nilai yang cukup tinggi ini disebabkan oleh ringannya beban tanggung jawab terhadap peralatan pada jabatan Manajer Departemen Administrasi Personalia dan Umum karena pelaksanaan pekerjaannya tidak berhubungan dengan penggunaan alat. Nilai relatif jabatan yang kecil pada jabatan tersebut juga disebabkan oleh rendahnya kemampuan teknis yang dibutuhkan dan intensitas kerja sama dengan orang lain atau jabatan lain. Dengan melihat nilai relatif jabatan secara keseluruhan, dapat diketahui bahwa perbedaan nilai relatif jabatan sangat dipengaruhi oleh faktor tanggung jawab dari setiap jabatan karena masingmasing jabatan memiliki tanggung jawab yang berbeda. Faktor lain yang juga memengaruhi adalah ketrampilan yang harus dimiliki dan kondisi kerja yang memengaruhi setiap jabatan. Kondisi kerja ini sangat memengaruhi nilai relatif jabatan terutama berkaitan dengan lingkungan kerja, dikarenakan ada jabatan-jabatan yang memiliki lingkungan kerja yang nyaman (tidak terdapat polusi suara atau polusi udara), dan juga ada beberapa jabatan yang memiliki lingkungan kerja kurang nyaman karena sewaktuwaktu harus berada di lapangan (panas, kotor, berdebu dan polusi udara tinggi). Pada dasarnya, nilai relatif jabatan akan berbeda terhadap setiap jabatan yang memiliki tanggung jawab, ketrampilan terhadap pekerjaan, dan kondisi kerja yang berbeda. Setelah hasil perhitungan nilai relatif jabatan diketahui maka langkah selanjutnya adalah menghitung perencanaan gaji pokok. Tahapan pertama dari perencanaan gaji pokok adalah melakukan survey gaji pokok dari perusahaan sejenis. Pada penelitian ini, perusahaan yang disurvei adalah perusahaan di daerah Bandung. Tim penilai melakukan survei terhadap empat perusahaan sejenis yang menjadi pesaing terdekat. Hasil survei gaji pokok dari perusahaan pesaing tersebut diplot terhadap nilai relatif jabatan dalam sebuah fungsi linier y = a + bx, di mana x adalah nilai relatif jabatan dan y adalah gaji hasil survei. Dengan regresi linier didapatkan persamaan fungsi linier tersebut yaitu: y = ,7 x... (3) Dengan persamaan (3), besarnya gaji usulan untuk setiap jabatan yang dievaluasi dapat ditentukan. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 6. Usulan gaji pokok yang tercantum pada Tabel 6 adalah gaji pokok dalam bentuk single rate, sementara pihak perusahaan menginginkan gaji pokok dalam bentuk range rate yaitu gaji pokok disesuaikan dengan lamanya kerja untuk meningkatkan loyalitas karyawan. Setiap kenaikan tahun/lama kerja akan 82 Jurnal Teknik Industri, Vol. 13, No. 1, Februari 2012: 78 84
6 Tabel 6. Gaji Usulan untuk Setiap Jabatan No Jabatan Gaji Usulan 1 Manajer Divisi Sipil-Struktur Rp Manajer Divisi Produksi Rp Manajer Divisi Mekanikal-Pemipaan Rp Manajer Divisi Arsitektur Rp Manajer Divisi Infonnasi Teknik Rp Manajer Divisi PM & CM Rp Manajer Divisi Elekrikal Rp Manajer Divisi QS & Estimating Rp Manajer Dept Perancanaan & Kendali Proyek Rp Manajer Dept Keuangan dan Akuntansi Rp Manajer Dept Adm. Kontrak & SKB Rp Manajer Dept Sumber Daya Manusia Rp Manajer Dept Teknologi Informasi Rp Manajer Dept Sistem Manajemen Mutu Rp Manajer Dept Manajemen Rantai Pasokan 16 Manajer Dept Adm. Personalia dan Umum Rp Rp terjadi kenaikan gaji sebesar 3% (nilai ini ditetapkan oleh tim penilai) dari gaji usulan. Hasil perhitungan untuk tahun ke-0 sampai tahun ke-5 dapat dilihat pada Tabel 7. Usulan rancangan gaji pokok untuk setiap jabatan dibuat range rate. Selain berdasarkan NRJ, perbedaan gaji pokok yang dirancang dibedakan berdasarkan lama kerja. Faktor lama kerja dimasukkan agar rancangan gaji pokok bisa mengakomodasi loyalitas terhadap perusahaan. Dengan demikian rancangan gaji pokok sudah mempertimbangkan faktor-faktor internal. Karateristrik pekerjaan tercakup dalam perbedaan gaji pokok untuk setiap pekerjaan yang memiliki NRJ berbeda, sedangkan karateristrik pekerjaan tercakup dalam perpedaan gaji pokok untuk sertiap pekerjaan. Selain faktor-faktor internal, perancangan gaji pokok juga sudah mempertimbangkan faktor eksternal, yaitu hasil rancangan gaji pokok sudah di atas UMR di Bandung. Dari implementasi ini dapat dianalisis bahwa metode point system merupakan salah satu metode evaluasi jabatan yang paling akurat dan ilmiah. Karena itu, metode ini telah menarik banyak perhatian dari para peneliti yang ditunjukkan oleh data statistik, di mana 50% dari perusahaan di Inggris dan 60 70% dari perusahaan di Amerika Serikat menggunakan metode ini untuk evaluasi jabatan (Shunkun dan Hong, 2011). Simpulan Metode point system sangat baik digunakan untuk melakukan evaluasi jabatan di PT Bita Enargon Engineering. Untuk tingkat manajer divisi, nilai relatif jabatan (NRJ) memiliki rentang antara 6004 sampai 6247, dengan usulan gaji antara Rp ,00 hingga Rp ,00. Sedangkan untuk tingkat manajer departemen, nilai relatif jabatan (NRJ) memiliki rentang antara 4657 sampai 4912, dengan usulan gaji antara Rp ,00 hingga Rp ,00. Rentang variasi nilai gaji Tabel 7. Gaji Usulan dalam Bentuk Range Rate No Jabatan Gaji berdasarkan masa kerja (Rp) 0 tahun 1 tahun 2 tahun 3 tahun 4 tahun 5 tahun 1 Manajer Divisi Sipil-Struktur Manajer Divisi Produksi Manajer Divisi Mekanikal-Pemipaan Manajer Divisi Arsitektur Manajer Divisi Infonnasi Teknik Manajer Divisi PM & CM Manajer Divisi Elekrikal Manajer Divisi QS & Estimating Manajer Dept Perancanaan & Kendali Proyek Manajer Dept Keuangan dan Akuntansi Manajer Dept Adm. Kontrak & SKB Manajer Dept Sumber Daya Manusia Manajer Dept Teknologi Informasi Manajer Dept Sistem Manajemen Mutu Manajer Dept Manajemen Rantai Pasokan Manajer Dept Adm. Personalia dan Umum Kurniawan: Penentuan gaji pokok manajer menengah 83
7 sebesar 4% untuk manajer divisi dan 5% untuk manajer departemen disebabkan adanya perbedaan persyaratan dan beban kerja antara jabatan-jabatan yang dievaluasi. Daftar Pustaka Acker, J., Sex Bias in Job Evaluation: A Comparable Worth Issue, In: Bose, C., Spitze, G. (eds.), Ingredients for Women's Employment Policy, New York, State University of New York. Arvey, R.D., Sex Bias in Job Evaluation Procedures. Personnel Psychology, 39, Beer, M. and Walton, R.E., Reward Systems and The Role of Compensation. In: Gabarro, J.J. (eds.), Managing People and Organizations, Boston, Harvard Business School. Bohlander, G. and Snell, S., Managing Human Resources, 15 th ed., Canada, South Western. Byars, L.L. and Rue, L.W., Human Resource Management, 7 th ed., Boston, McGraw Hill. Campion, M.A., Doverspike D., and Barrett, G.V., An Internal Bias Analysis of A Job Evaluation Instrument. Journal of Applied Psychology, 69, Berger, C.J., Conceptual Integration and Empirical Test of Job Design and Compensation Relationships. Personnel Psychology, 43, Doverspike, D., Carlisi, A.M., Barrett, G.V., and Alexander, R.A., Generalizability Analysis of A Point- Method Job Evaluation Instrument. Journal of Applied Psychology, 68, Doverspike D. and Barrett, G.V., An Internal Bias Analysis of A Job Evaluation Instrument. Journal of Applied Psychology, 69, Grams, R. and Schwab, D.P., An Investigation of Systematic Gender-Related Error in Job Evaluation. The Academy of Management Journal, 28, Mccormick, E.J., Jeanneret, P.R., and Mecham, R.C., A Study of Job Characteristics and Job Dimensions As Based On The Position Analysis Questionnaire (PAQ). Journal of Applied Psychology, 56, Milkovich, G.T. and Newman, J.M., Compensation, Boston, McGraw Hill. Robinson, D.D., Wahlstrom, O.W., and Mecham, R.C., Comparison of Job Evaluation Methods: A "Policy- Capturing" Approach Using the Position Analysis Questionnaire. Journal of Applied Psychology, 59, Rodgers, S.H., Job Evaluation in Worker fitness Determination. Occup Med, 3, Saaty, T.L., The Analytic Hierarchy Process, USA, Pittsburg University. Schwab, D.P. and Grams, R., Sex-Related Errors in Job Evaluation: A "Real-World" Test. Journal of Applied Psychology, 70, Shunkun, Y. and Hong, T., Application of Point Method in Job Evaluation. In: International Conference on Management and Service Science (MASS). Steinberg, R.J., Emotional Labor in Job Evaluation: Redesigning Compensation Practices. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 561, Jurnal Teknik Industri, Vol. 13, No. 1, Februari 2012: 78 84
Usulan Penentuan Gaji Pokok Manajer Menengah dengan Metode Point System
Usulan Penentuan Gaji Pokok Manajer Menengah dengan Metode Point System Dwi Kurniawan a, Arby Syihab a, Hendang Setyo Rukmi a a Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional, Bandung 40124 E-mail
PENENTUAN GAJI POKOK MANAJER MENENGAH DENGAN METODE POINT SYSTEM'
PENENTUAN GAJI POKOK MANAJER MENENGAH DENGAN METODE POINT SYSTEM' DWI KURNIAWAN1, ARBY SYIHAB2, AND HENDANG SETYO RUKM13 Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional, Bandung E-mail: [email protected]
PENENTUAN GAJI POKOK KARYAWAN CV LIMA BELAS MENGGUNAKAN METODE POIN SKRIPSI
PENENTUAN GAJI POKOK KARYAWAN CV LIMA BELAS MENGGUNAKAN METODE POIN SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Penelitian Terdahulu dan Penelitian Sekarang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1.Tinjauan Pustaka 2.1.1. Penelitian Terdahulu dan Penelitian Sekarang Penelitian mengenai evaluasi sistem penggjian dan pengupahan sudah banyak dilakukan salah
Analisis dan Evaluasi Jabatan pada Perusahaan Tekstil
Analisis dan Evaluasi Jabatan pada Perusahaan Tekstil Ronald Sukwadi 1, Livia Oktevany 2 1,2) Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, email : Jl. Jendral Sudirman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Vendor Dalam arti harfiahnya, vendor adalah penjual. Namun vendor memiliki artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam industri yang menghubungkan
DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN BERBASIS DATABASE PADA PT. PISMA CIKAL INTERNASIONAL SURABAYA
DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN BERBASIS DATABASE PADA PT. PISMA CIKAL INTERNASIONAL SURABAYA DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN DALAM MEMPEROLEH GELAR SARJANA AKUNTANSI DEPARTEMEN
PEMILIHAN KONTRAKTOR PERBAIKAN ROTOR DI PEMBANGKIT LISTRIK PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING
PEMILIHAN KONTRAKTOR PERBAIKAN ROTOR DI PEMBANGKIT LISTRIK PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING Akhmad Rusli 1, *), dan Udisubakti Ciptomulyono 2) 1, 2) Program
ABSTRACT. Keywords: Pay satisfaction; management compensation; employee performance. iii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT Generally, a company existed to fulfill human desire for goods and service. In the realization there is always an interaction between a company with their environment. At the end, an interaction
SISTEM PEMBERIAN IMBALAN DAN EVALUASI JABATAN
SISTEM PEMBERIAN IMBALAN DAN EVALUASI JABATAN Sistem pemberian imbalan (kompensasi) : Merupakan hal yang penting dalam perusahaan, karena : imbalan merupakan biaya dengan proporsi terbesar yang harus dikeluarkan
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GREEN CAMPUS
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GREEN CAMPUS MODA TRANSPORTATION CHOICE OF ENGINEERING FACULTY UNS STUDENT TO SUPPORT GREEN CAMPUS PROGRAM Diajukan Sebagai
Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis
Jurnal Telematika, vol. 9 no. 2, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung ISSN: 1858-2516 Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis Anggoro Prasetyo Utomo #1 Karinka Priskila Tehupeiory #2
Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Kompensasi
Kompensasi Definition Thomas H. Stone : Edwin B. Flippo : Compensation is any form of payment to employees for work they provide to their employer Compensation as the adequate and equitable remuneration
repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iv viii xv xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah...
ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN PERKULIAHAN DI UKRIDA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN PERKULIAHAN DI UKRIDA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AN ANALYSIS OF THE TUITION FEE PAYMENT SYSTEM IN UKRIDA USING ANALYTICAL
PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS DI PT. EWINDO BANDUNG)
PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS DI PT. EWINDO BANDUNG) Hendang Setyo Rukmi Hari Adianto Dhevi Avianti Teknik Industri Institut Teknologi
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di UD. Karya Jaya ini, beberapa hal yang bisa disimpulkan adalah: a. Berdasarkan analisis AHP maka urutan prioritas
APLIKASI AHP UNTUK PENILAIAN KINERJA DOSEN
Indriyati APLIKASI AHP UNTUK PENILAIAN KINERJA DOSEN Indriyati Program Studi Teknik Informatika Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Abstrak Dalam era globalisasi dunia pendidikan memegang peranan
EVALUASI JABATAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PEMBIAYAAN SYARIAH HUDATAMA SEMARANG SKRIPSI
EVALUASI JABATAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PEMBIAYAAN SYARIAH HUDATAMA SEMARANG SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
PENENTUAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALULINTAS DI WILAYAH BANDUNG METROPOLITAN AREA
Konferensi Nasional Teknik Sipil 11 Universitas Tarumanagara, 26-27 Oktober 2017 PENENTUAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALULINTAS DI WILAYAH BANDUNG METROPOLITAN AREA Dwi Prasetyanto 1, Indra Noer Hamdhan
PERBAIKAN STRUKTUR GAJI DASAR KARYAWAN BERDASARKAN HASIL ANALISA DAN EVALUASI JABATAN
PERBAIKAN STRUKTUR GAJI DASAR KARYAWAN BERDASARKAN HASIL ANALISA DAN EVALUASI JABATAN Ronald Sukwadi Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jalan Jenderal Sudirman 51 Jakarta
ANALISIS LOKASI CABANG TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
ANALISIS LOKASI CABANG TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Muhammad Yusuf Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Email : [email protected] ABSTRAK Pemilihan lokasi yang
MancalaAHP: Game Tradisional Mancala Berbasis Analytic Hierarchy Process
MancalaAHP: Game Tradisional Mancala Berbasis Analytic Hierarchy Process Chandra Kusuma Dewa Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14 Yogyakarta
APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK
APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK Siti Komsiyah Mathematics Department, School of Computer Science, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah,
MEMILIH METODE ASSESMENT DALAM MATAKULIAH PENERBITAN DAN PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
Abstract Migunani Program Studi Sistem Informasi STMIK PROVISI, Semarang [email protected] This paper discusses how to choose the method of assessment or evaluation of students in a course of study publication
ABSTRACT. vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT On the organizations or institution, especially formal organization, as Travel agency, improving service quality have major impact. Degree of service quality in Baraya Travel become a parametric
PENENTUAN DALAM PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN BARANG TRANSAKSI E-COMMERCE ONLINE
PENENTUAN DALAM PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN BARANG TRANSAKSI E-COMMERCE ONLINE Nunu Kustian Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Email: [email protected] ABSTRAK Kebutuhan
Keywords: Information Systems Salaries and Wages, Salaries and Wages Accuracy
ABSTRACT Payroll and remuneration systems is one of the largest and most important component in the accounting information system. Payroll and wage system must be designed to comply with government regulations
MENGAPA PROYEK PERANGKAT LUNAK GAGAL ( PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO DALAM PROYEK PERANGKAT LUNAK )
MENGAPA PROYEK PERANGKAT LUNAK GAGAL ( PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO DALAM PROYEK PERANGKAT LUNAK ) Yasmi Afrizal Dosen Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia ABSTRAK Tingkat kegagalan
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE AHP
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE AHP Nuriadi Manurung, M.Kom Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer Royal Kisaran, Asahan e-mail : [email protected] Abstrak
KEADILAN DALAM PEMBERIAN KOMPENSASI )
Hal.: 103 104 KEADILAN DALAM PEMBERIAN KOMPENSASI ) Suhartini Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Abstrak Keadilan merupakan jantung -nya sistem kompensasi. Keadilan dalam kompensasi dapat dibedakan
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Analisis Profil Badan Usaha Milik Negara Tempat Kerja bagi Lulusan Program Studi Matematika
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Analisis Profil Badan Usaha Milik Negara Tempat Kerja bagi Lulusan Program Studi Matematika Suci Rizka Welza Putri 1, Minora Longgom Nasution 2, Muhammad
Kata Kunci: Kualitas Jasa, Perbaikan layanan, SERVQUAL, Importance Performance Analysis (IPA), Kano, Integrasi IPA-Kano. xvi
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Conceptual model of service quality: Gap Analysis... 17 Gambar 3.1 Flowchart Rancangan Penelitian... 40 Gambar 3.2 Gap Model SERVQUAL... 52 Gambar 3.3 Quadrant Analysis metoda
USULAN PERANCANGAN SISTEM KOMPENSASI DENGAN MENGGUNAKAN POINT RATING SYSTEM (Studi Kasus: PT Pabrik Kaos Aseli)
USULAN PERANCANGAN SISTEM KOMPENSASI DENGAN MENGGUNAKAN POINT RATING SYSTEM (Studi Kasus: PT Pabrik Kaos Aseli) Ronald Sukwadi 1 ; Franky Gerald 2 1 Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Indonesia
BAB 3 METODE PENELITIAN
56 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dipaparkan mengenai perancangan penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam penulisan ini. Penelitian ini memiliki 2 (dua) tujuan,
ABSTRACT. Keywords: Balanced Scorecard, employee performance. viii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT Balanced Scorecard (BSC) is a performance measurement system that not only measure performance through the financial perspective, but through nonfinancial perspective as well. Balanced Scorecard
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Sumber Daya Manusia dengan Pendekatan Human Resources Scorecard
Jurnal Teknik Industri, Vol.1, No.4, Desember 2013, pp.347-351 ISSN 2302-495X Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Sumber Daya Manusia dengan Pendekatan Human Resources Scorecard Falah Queen 1, Hadi Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXV Program Studi MMT-ITS, Surabaya, 30 Juli 2016
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI UNIVERSIDADE DA PAZ (UNPAZ)-TIMOR LESTE DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI MAKRO ERGONOMI DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Jeronimo da Silva 1), Sri Gunani Partiwi
CHAPTER 13 PERSONNEL MANAGEMENT & HUMAN RESOURCES
WAGES AND SALARY CHAPTER 13 PERSONNEL MANAGEMENT & HUMAN RESOURCES William Werther & Keith Davies (2006), 5 th Edition Singapore. McGraw Hills IM TELKOM - HRM 1 INTRODUCTION Compensations what employee
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERRARCHI PROCESS (AHP) UNTUK MEMILIH PROGRAM STUDI DI PERGURUAN TINGGI
3 PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERRARCHI PROCESS (AHP) UNTUK MEMILIH PROGRAM STUDI DI PERGURUAN TINGGI Sri Primaini Agustanti Hartini JURNAL SIGMATA LPPM AMIK SIGMA 17 PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERRARCHI
PENGEMBANGAN APLIKASI ESTIMASI UKURAN PERANGKAT LUNAK DENGAN PENDEKATAN FUNCTION POINT ANALYSIS
PENGEMBANGAN APLIKASI ESTIMASI UKURAN PERANGKAT LUNAK DENGAN PENDEKATAN FUNCTION POINT ANALYSIS (FPA) MENGGUNAKAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD) Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Mencapai
HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN MOTTO
DAFTAR ISI Hal. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN MOTTO... iv HALAMAN KEASLIAN PENELITIAN... v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... vi ABSTRAKSI... vii ABSTRACT......
IMPLEMENTASI KOMBINASI METODE AHP DAN SAW DALAM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KREDIT PERUMAHAN RAKYAT ABSTRAK
IMPLEMENTASI KOMBINASI METODE AHP DAN SAW DALAM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KREDIT PERUMAHAN RAKYAT Yustina Meisella Kristania Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan
APA ARTI KINERJA / PERFORMANCE?
PENILAIAN KINERJA APA ARTI KINERJA / PERFORMANCE? Kamus Besar Bahasa Indonesia Sesuatu yang dicapai Kemampuan kerja Prestasi yang diperlihatkan Webster Dictionary The act of performing Execution A thing
ABSTRAK Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK EVALUASI SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK RS. LIMIJATI Fadly Utama (0321054), Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil,, 2010. Konstruksi merupakan sektor industri yang
Manajemen Proyek. Dosen : Mila Faila Sufa
Manajemen Proyek Dosen : Mila Faila Sufa Pengantar Manajemen Proyek Nama Mata Kuliah : Sistem Manajemen Proyek Kode : TIN 433 Jumlah SKS : 3 (tiga) Mata Kuliah Prasyarat : disarankan sudah mengambil mata
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP Nama Mahasiswa : Juliette Willeke Sandy NRP : 9107 201 305 Jurusan : Manajemen Industri MMT
Meithanita Denanda Jurusan Manajeman Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT
Analysis Of The Employees Level Of Job Satisfaction Based On Design Compensation System Meithanita Denanda Jurusan Manajeman Fakultas Ekonomi [email protected] ABSTRACT This study aimed to analyze
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP Juliette Willeke Sandy, Udisubakti Ciptomulyono Program Studi Magister Manajemen Teknologi
ABSTRAK. Kata-kata kunci: biaya pemasaran dan penjualan. viii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam kegiatan operasional perusahaan, penggunaan biaya sangat berperan penting untuk kegiatan tersebut. Tanpa adanya biaya tersebut, maka perusahaan akan sangat sulit menjalankan usahanya. Salah
BAB I PENDAHULUAN. PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk Bogasari Division sebagai salah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Industri tepung terigu merupakan industri dengan pertumbuhan yang tinggi di jaman Orde Baru. Hal ini karena industri tepung terigu merupakan industri
ABSTRACT. Key words: intern controls, effectiveness, procedures, sales
ABSTRACT This study aims to determine the effect on the effectiveness of internal control procedures for the sale of the company X in the city of Bandung. In conducting this research, the author uses descriptive
Rekam Jejak Dosen Sebagai Model Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Dosen Berprestasi
Citec Journal, Vol. 2, No. 1, November 2014 Januari 2015 ISSN: 2354-5771 Rekam Jejak Dosen Sebagai Model Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Dosen Berprestasi 65 Safrizal Instansi Jurusan Manajemen Informatika,
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini dipaparkan kesimpulan dari hasil perancangan metode, alat pengukuran kinerja dan hasil pengukuran kinerja yang sudah dilakukan beserta saran sebagai masukan bagi
MODEL ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT PRIORITAS ALOKASI PRODUK
Jurnal Sistem Teknik Industri Volume 6, No. 3 Juli 2005 MODEL ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT PRIORITAS ALOKASI PRODUK Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Malikulsaleh
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PERANGKINGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN SUPERIORITY INDEX
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PERANGKINGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN SUPERIORITY INDEX Daniar Dwi Pratiwi 1, Erwin Budi Setiawan 2, Fhira Nhita 3 1,2,3 Prodi Ilmu Komputasi
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pegawai Dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Pegawai Berprestasi
244 ISSN: 2354-5771 Monitoring dan Evaluasi Kinerja Dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Berprestasi Lili Tanti Sistem Informasi, STMIK Potensi Utama, Medan E-mail: [email protected] Abstrak Proses
PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURAKARTA
PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURAKARTA TESIS Diajukan Kepada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
2.3.1 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penetapan Kriteria dan Sub Kriteria Pemilihan Pemasok Analytic Hierarchy Process
ABSTRAK UD Bandung Textile adalah merupakan unit dagang untuk penjualan kain yang menjual kain di kota Bandung. UD Bandung Textile didirikan pada tahun 1995 dengan menjual beberapa jenis kain yaitu bahan
JSIKA Vol. 5, No. 12. Tahun 2016 ISSN X
Rancang Bangun Aplikasi Penilaian Kinerja Pegawai Berbasis Web Pada PT E-T-A Indonesia Achmad Munib 1) Sulistiowati 2) Agus Dwi Churniawan 3) Program Studi/Jurusan Sistem Informasi Institut Bisnis Dan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang tujuannya untuk menyajikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian 15 16
LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PEMILIHAN PERUMAHAN DI BANYUMAS DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PEMILIHAN PERUMAHAN DI BANYUMAS DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh derajat Sarjana Komputer ARIF RAGIL NUGROHO 0903040020
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... iii. PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN...
ABSTRACT The purpose of this study is to examine the effect of characteristics of management accounting information system on managerial performance performed on Bandung and Jakarta state-owned companies.
ABSTRACT. employee motivation. Keywords: management control systems, human resources (compensation) and. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT Each company, of course, expect that the resulting products and services in accordance with the goals which they expect by way of combining all available resources. The most important asset that
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI ANALISIS RISIKO PELAKSANAAN PEKERJAAN MENGGUNAKAN KONTRAK UNIT PRICE (Studi Kasus: Peningkatan dan Pelebaran Aset Infrastruktur Jalan Alai-By Pass Kota Padang Sebagai Jalur
TESIS MAGISTER. Oleh : Irwan Apriyanto NIM :
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA PADA KONTRAKTOR KELAS MENENGAH DAN KECIL Studi kasus : Kontraktor kelas menengah dan kecil di kota Semarang Propinsi Jawa Tengah TESIS MAGISTER Oleh : Irwan Apriyanto
FAKTOR-FAKTOR PADA MANAJER PROYEK OWNER YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA BIAYA PROYEK PRASARANA JALAN TESIS
No. 064/FT.01/TESIS/06/2007 FAKTOR-FAKTOR PADA MANAJER PROYEK OWNER YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA BIAYA PROYEK PRASARANA JALAN TESIS Oleh LYDIA DARMIYANTI 64 04 01 03 98 PROGRAM STUDI TEKNIK
STRATEGI REKRUTMEN DAN SELEKSI JABATAN UNDERWRITING STAFF PADA PT ASURANSI MSIG INDONESIA
STRATEGI REKRUTMEN DAN SELEKSI JABATAN UNDERWRITING STAFF PADA PT ASURANSI MSIG INDONESIA Diandra Rizko Siswanto, Lindawati Kartika Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen - Institut Pertanian
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN LAPORAN AKHIR Dibuat untuk memenuhi syarat menyelesaikan pendidikan
Points (Skor) untuk Setiap Level. 6. Menentukan Nilai Poin Faktor
5. Membuat Level atau Gradasi dari Setiap Faktor, Definisi, dan Points (Skor) untuk Setiap Level Menurut Ruky (2002:87) Setelah faktor-faktor tersebut dipilih, kemudian harus dibuat gradasi atau tingkat-tingkat
EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERHOTELAN BERBASIS WEB PADA PT XYZ
EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERHOTELAN BERBASIS WEB PADA PT XYZ Suryanto Program Information System Audit, School of Information System, BINUS University, Jakarta Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kebun
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA DALAM PEMILIHAN TEMPAT KERJA MELALUI METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)
JIMT Vol. 12 No. 2 Desember 2016 (Hal 160-171) ISSN : 2450 766X FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA DALAM PEMILIHAN TEMPAT KERJA MELALUI METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) E. Salim 1, S. Musdalifah
ALTERNATIFDESAIN EVALUASI PEKERJAAN BERBASIS METODE POIN SEBAGAI DASAR PENENTUAN KOMPENSASI DI PT TEZ
SKRIPSI ALTERNATIFDESAIN EVALUASI PEKERJAAN BERBASIS METODE POIN SEBAGAI DASAR PENENTUAN KOMPENSASI DI PT TEZ Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan
PENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA (Studi Kasus Universitas Pelita Harapan Surabaya)
PENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA (Studi Kasus Universitas Pelita Harapan Surabaya) Hastuti Naibaho Jurusan Manajemen Universitas Pelita Harapan Surabaya Email: [email protected]
ANALISA FAKTOR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI TINGKAT SARJANA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARKI PROCESS)
ANALISA FAKTOR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI TINGKAT SARJANA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARKI PROCESS) M.Fajar Nurwildani Dosen Prodi Teknik Industri, Universitasa Pancasakti,
: deskriptif, work engagement, dosen, Kota Bandung
ABSTRAK Penellitian ini berjudul Studi Deskriptif Mengenai Work pada Dosen Pengajar KBK Fakultas Psikologi Universitas X di Kota Bandung. Tujuannya adalah memperoleh gambaran mengenai work engagement dari
ANALISIS INVESTASI PENAMBAHAN GUDANG PADA DISTRIBUTOR SEMEN DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
ANALISIS INVESTASI PENAMBAHAN GUDANG PADA DISTRIBUTOR SEMEN DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS INVESTMENT ANALYSIS OF ADDITIONAL WAREHOUSE AT CEMENT DISTRIBUTE WITH A METHOD OF ANALYTIC HIERARCHY
Pertemuan 5. Pemodelan Sistem Penunjang Keputusan (DSS) Dengan Analytic Hierarchical Proces (AHP).
Pertemuan 5 Pemodelan Sistem Penunjang Keputusan (DSS) Dengan Analytic Hierarchical Proces (AHP). Pengembangan Pendekatan SPK (II) Pengembangan Pendekatan SPK (II) Pengembangan SPK membutuhkan pendekatan
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Untuk Proses Perekrutan Karyawan Studi Kasus PT.Sumber AlfariaTrijaya Dengan Metode AHP.
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Untuk Proses Perekrutan Karyawan Studi Kasus PT.Sumber AlfariaTrijaya Dengan Metode AHP Cahya Vikasari 1 1 Dosen Tetap Program Studi Teknik Informatika Politeknik
Abstrak. Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Penelitian ini berjudul Studi Deskriptif Mengenai Model Kompetensi pada Jabatan Kepala Unit di Departemen Sales PT. X Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui model kompetensi yang dibutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN. dilakukan secara manual. Workload adalah beban kerja yang harus dipenuhi oleh
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Kristhazshana adalah suatu usaha yang bergerak di bidang konstruksi bangunan. Perusahaan ini mempunyai lebih dari 50 orang tenaga kerja dengan keahlian sipil,
JOB ANALYSIS. Imam Gunawan
JOB ANALYSIS Imam Gunawan ANALISIS PEKERJAAN Proses pengumpulan dan pemeriksaan atas aktifitas kerja pokok di dalam sebuah posisi serta kualifiasi yang diperlukan untuk melaksanakan aktifitas tersebut.
PENGARUH KEPUASAN GAJI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN CV. OVI TOBACCO PANDAAN. Skripsi S-1
PENGARUH KEPUASAN GAJI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN CV. OVI TOBACCO PANDAAN Skripsi S-1 Disusun Oleh: Cleopatra Sunjoyo 3103012149 FAKULTAS BISNIS JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI PENGANGKATAN KARYAWAN PESERTA TRAINING MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI PENGANGKATAN KARYAWAN PESERTA TRAINING MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT. XYZ Sugianto 1,2 dan Candra Wahyu 1 1 Teknik Informatika Universitas
PENGEMBANGAN MODEL KLASIFIKASI INVENTORY DENGAN MEMPERTIMBANGKAN COMPONENT COMMONALITY
PENGEMBANGAN MODEL KLASIFIKASI INVENTORY DENGAN MEMPERTIMBANGKAN COMPONENT COMMONALITY Indra Dwi F ), Imam Baihaqi ), dan Erwin Widodo 3) ) Program Studi Magister Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1. Metode Penelitian Metodologi penelitian merupakan gambaran proses atau tahapan-tahapan penelitian yang harus ditetapkan terlebih dahulu sehingga menjadi suatu kerangka
ANALISIS PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PT. XYZ OLEH: RELIK CANRA MANURUNG ABSTRAK
ANALISIS PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PT. XYZ OLEH: RELIK CANRA MANURUNG 43205120102 ABSTRAK Penelitian ini mengenai analisis penentuan tarif biaya overhead pabrik pada PT. XYZ. Tujuan penelitian
PENENTUAN PRIORITAS TERHADAP TUGAS OPERATOR PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
e-jurnal Teknik Industri FT USU Vol,.1, September 21 pp. 6- PENENTUAN PRIORITAS TERHADAP TUGAS OPERATOR PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Nickxon Tandy 1, Jabbar M Rambe 2,
Jurnal SCRIPT Vol. 3 No. 1 Desember 2015
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL (STUDI KASUS : INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA)
Abstrak. viii. Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai tipe work-life balance pada polisi reskrim di Polres X Jakarta yang sudah menikah. Responden pada penelitian ini adalah polisi bagian
PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA PEMILIHAN DESAIN PRODUK KURSI SANTAI
PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA PEMILIHAN DESAIN PRODUK KURSI SANTAI Dwi Nurul Izzhati Fakultas Teknik, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang 50131 E-mail : [email protected]
ABSTRACT. Keywords: Cost of Production, Job Order Costing (booking fee), labor costs, the selling price.
ABSTRACT The use of Job Order Costing Method, is one method of collecting cost of production where production costs are based on orders. The method provides a cost of cost of goods orders each order so
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Saat ini dunia perindustrian berkembang semakin pesat dan mengakibatkan persaingan antar perusahaan yang semakin ketat. Kondisi ini menuntut dihasilkannya produk atau jasa yang lebih baik, lebih
