ANALISIS DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Widyawati Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Umum Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Matriks Asal Tujuan yang dihasilkan dari data arus lalu lintas pada kondisi keseimbangan di Kota Surakarta. Model sebaran pergerakan yang digunakan adalah Model Gravity dengan batasan tarikan perjalanan. Fungsi hambatan (kemudahan atau aksesibilitas) yang digunakan adalah fungsi hambatan Tanner. Perolehan nilai parameter β menggunakan metode kalibrasi Newton-Raphson dan dibantu software Matlab. Untuk memperoleh Matriks Asal Tujuan baru hasil pembebanan dibantu dengan penggunaan aplikasi software EMME/3. EMME/3 merupakan salah satu software yang digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui distribusi arus lalu lintas. Data masukan yang digunakan dalam program ini antara lain data arus lalu lintas (traffic count), prior matriks tahun 2009, dan basis data jaringan jalan yang berupa koordinat node, kapasitas, dan waktu tempuh. Prosedur perhitungan data ruas jalan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun Pengolahan dan Penyajian Data Pengumpulan Data a. Data Primer Data primer diperoleh dari survey penelitian pada jam puncak pagi ( ) yang dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 November 2013 di beberapa ruas jalan dengan pertimbangan bahwa banyak pengendara melewati ruas jalan tersebut dan dianggap mewakili jaringan jalan Kota Surakarta. Jumlah titik yang disurvey
2 sebanyak 22 titik, sedangkan untuk titik yang lain diperoleh dari hasil perkalian factor pertumbuhan dengan hasil survey tahun terdahulu. Contoh data hasil survey ditampilkan pada Tabel 4.1 dan untuk data hasil survey secara lengkap ditampilkan pada Lampiran B. b. Data Sekunder Data sekunder lainnya yaitu data dari instansi terkait yang berada di wilayah Kota Surakarta, meliputi peta jaringan jalan Kota Surakarta (Gambar 3.1), peta administrasi Kota Surakarta (Gambar 3.2), dan peta pembagian zona Kota Surakarta (Gambar 3.3). Serta basis data jaringan jalan Kota Surakarta dan data MAT awal (prior matrix) hasil penelitian skripsi Estimasi Model Sebaran dari Data Lalu Lintas dengan Metode Steepest Descent Menggunakan Aplikasi Software EMME/3 (Studi Kasus Kota Surakarta) oleh Rahman (2010). Nama Jalan Jl.Yos Sudarso Jl. Dr. Radjiman Node C56 C C54 Tabel 4.1 Tabel Data Hasil Survey tahun 2013 Waktu MC LV HV Jenis Kendaraan Rata-rata kend/jam MC LV HV MC LV HV MC C54 61 LV HV Pembagian Zona Zona merupakan bagian kecil dari suatu sistem tata guna lahan yang dianggap mempunyai keseragaman tata guna lahan atau berada di bawah suatu daerah administrasi tertentu seperti kelurahan, kecamatan atau wilayah. Pada penelitian ini,
3 terdapat 65 zona yang terdiri dari 51 zona internal (seluruh kelurahan di Kota Surakarta) dan 14 zona eksternal (kelurahan sekitar di luar Kota Surakarta). Setiap zona diwakili oleh satu pusat zona (centroid), yang kemudian dihubungkan ke salah satu simpul jaringan jalan (node) dengan penghubung (centroid connector). Kemudian ditentukan titik-titik koordinat seluruh simpul ruas jalan dan pusat zona tersebut. Tabel 4.2 Pembagian Zona Internal 1. Wilayah Kecamatan Laweyan 2. Wilayah Kecamatan Serengan No. Zona Nama Zona No. Zona Nama Zona 701 Karangasem 712 Tipes 702 Jajar 713 Kemlayan 703 Kerten 714 Jayegan 704 Pajang 715 Kratonan 705 Sondakan 716 Serengan 706 Laweyan 717 Danukusuman 707 Bumi 718 Joyotakan 708 Purwosari 709 Penumping 710 Panularan 711 Sriwedari 3. Wilayah Kecamatan Pasar Kliwon 4. Wilayah Kecamatan Banjarsari No. Zona Nama Zona No. Zona Nama Zona 719 Kampung Baru 728 Kadipiro 720 Kauman 729 Banyuanyar 721 Sangkrah 730 Nusukan 722 Kedunglumbu 731 Sumber 723 Baluwarti 732 Gilingan 724 Semanggi 733 Manahan 725 Gajahan 734 Mangkubumen 726 Pasar Kliwon 735 Punggawan 727 Joyosuran 736 Kestalan 737 Ketelan 738 Setabelan 739 Timuran 740 Keprabon 5. Wilayah Kecamatan Jebres No Zona Nama Zona 741 Mojosongo 742 Jebres 743 Tegalharjo 744 Kepatihan Kulon 745 Kepatihan Wetan 746 Purwodingratan 747 Jagalan 748 Pucangsawit 749 Sudiroprajan 750 Gandekan 751 Kampungsewu
4 Tabel 4.3 Pembagian Zona Eksternal No. Zona Nama Zona No. Zona Nama Zona 752 Colomadu 759 Palur Karanganyar 753 Pabelan Kartosuro 760 Plupuh Sragen 754 Makam Haji Kartosuro 761 Jl. Clolo Arah Karanganyar 755 Cemani 762 Arah Purwodadi 756 Solo Baru 763 Ngemplak Boyolali 757 Grogol Sukoharjo 764 Gentan Sukoharjo 758 Bekonang 765 Kebak Kramat Karanganyar Satuan Mobil Penumpang Data yang diperoleh dari hasil survey lalu lintas terdiri dari volume lalu lintas dalam satuan kendaraan, maka diperlukan konversi untuk beberapa jenis kendaraan ke dalam satuan mobil penumpang. Pelaksanaan survei traffic count digunakan interval waktu 5 menitan selama 2 jam sehingga terdapat 24 buah data volume lalu lintas. Data yang dipakai adalah data yang terdapat pada interval jam puncak dengan total tertinggi. Contoh perhitungan disajikan pada Tabel 4.4. Contoh Nama Jalan Jl.Yos Sudarso : Nama jalan : Jl. Yos Sudarso Nomor ruas : 105 C56 Tabel 4.4 Contoh Perhitungan Jumlah Kendaraan pada Jam Puncak Node Waktu Jenis Kendaraan MC C56 LV HV Total MC C LV HV Total Selanjutnya dilakukan konversi untuk mendapatkan jumlah kendaraan pada jam puncak dalam satuan mobil penumpang. Contoh perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.5.
5 Nama Jalan Jl.Yos Sudarso Tabel 4.5 Contoh Konversi Satuan kendaraan/jam ke smp/jam Node Waktu Jenis Faktor Kendaraan Konversi MC 0, C56 LV HV 1, Total MC 0, C LV HV 1, Total Data lengkap konversi dari satuan kendaraan/jam ke satuan mobil penumpang (smp/jam) dapat dilihat pada lampiran C Kapasitas Kapasitas dihitung untuk mengetahui volume maksimum kendaraan perjam yang melalui suatu ruas jalan tertentu. Berikut contoh perhitungan kapasitas sesuai dengan persamaan yang ada pada lampiran A. Contoh perhitungan : Nama jalan : Yos Sudarso Nomo ruas : Tipe operasi : Empat lajur dua arah terbagi (4/2D) Lebar jalan : 14 meter (total dua arah) Hambatan samping : tinggi Lebar bahu : 1 meter Jarak kerb-penghalang : - Jumlah penduduk : jiwa
6 Berdasarkan data di atas, maka pada nomor ruas Dapat ditentukan : a. Kapasitas dasar Co = 1650 b. Faktor penyesuaian lebar lajur FCw = 0,92 c. Faktor penyesuaian pemisah arah FCsp = 1 d. Faktor penyesuaian hambatan samping FCsf = 0,85 e. Faktor penyesuaian ukuran kota FCcs = 0,94 Sehingga kapasitas (smp/jam) C = Co x FCw x FCsp x FCsf x FCcs = 1650 x 0,92 x 1 x 0,85 x 0,94 = 1212,882 Karena ruas tersebut terdiri atas 4 lajur, maka kapasitas total ruas tersebut adalah = 4 x 1212,882 = 4852 Data lengkap tentang perhitungan tentang kapasitas dapat dilihat pada Lampiran D Waktu Tempuh Waktu tempuh merupakan waktu yang dibutuhkan untuk melintasi suatu ruas jalan dalam satuan waktu (detik). Dibawah ini salah satu contoh perhitungan waktu tempuh dengan menggunakan analisis kecepatan pada ruas jalan Contoh perhitungan : Nama jalan : Yos Sudarso Nomo ruas : Tipe operasi : Empat lajur dua arah terbagi (4/2D) Lebar jalan : 14 meter (total dua arah) Hambatan samping : tinggi Lebar bahu : 1 meter
7 Jarak kerb-penghalang : - Jumlah penduduk : jiwa Berdasarkan data di atas, maka pada nomor ruas dapat ditentukan : a. Kecepatan arus bebas dasar Fvo = 57 b. Faktor penyesuaian lebar lajur FVw = -4 c. Faktor penyesuaian pemisah arah FFVsf = 0,81 d. Faktor penyesuaian ukuran kota FFVCcs = 0,95 Sehingga kecepatan arus bebas (km/jam) sebesar : FV = (Fvo + FVw) x FFVsf x FFVCcs = (57-4) x 0,81 x 0,95 = 40,78 Sedangkan untuk menghitung kecepatan pada saat arus mencapai kapasitas, dihitung sebagai berikut: Vc = 0,5 x Vo = 0,5 x 40,78 = 20,39 Dari contoh di atas, maka waktu tempuh pada saat arus bebas (to) dan waktu tempuh pada saat kapasitas (tc) adalah : Ȗªc 3600 Ȗªc , Ȗªc 28,25 ŖȖª Ϝڲ Ȗª 3600 Ȗªc , Ȗªc 56,49 ŖȖª Ϝڲ Data lengkap mengenai waktu tempuh pada saat arus bebas dapat dilihat pada lampiran E.
8 4.3. Analisis dengan Program EMME/ Basis Data Jaringan Jalan Bagian ini berisi masukan data ruas jalan yang terdiri dari node awal dan akhir, waktu tempuh baik pada saat arus bebas maupun pada saat arus mencapai kapasitas, kapasitas dan jarak dengan format seperti berikut. Tabel 4.6 Format Masukan Basis Data Jaringan Jalan Simpul Waktu tempuh pada Awal Akhir Arus Bebas Kapasitas A B (detik) (detik) Total Kapasitas (smp/jam/ruas) Tipe Operasi Jarak (m) ,75 107, ,54 65, ,31 80, ,88 167, ,45 36, ,08 170, Tipe operasi yang dimaksud dalam tabel tersebut adalah jumlah jalur atau arah ruas jalan. Secara lengkap data tipe operasi dapat dilihat pada Lampiran F. Selain itu, data masukan lain yang diperlukan adalah data kordinat. Koordinat diperlukan dalam basis data masukan dalam EMME/3 untuk menggambarkan jaringan yang akan dipakai. Data tersebut terdiri dari data koordinat zona maupun koordinat simpul-simpul jaringan jalan seperti pada Tabel 4.7 berikut. Tabel 4.7 Koordinat Node Kota Surakarta Node Koordinat x Y Data koordinat lebih lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran G.
9 Input data dalam EMME/3 dapat dilakukan melalui Network Editor, bagian ini merupakan bagian terpenting dalam program ini, serta menyediakan ruang dalam bentuk peta jaringan (Gambar 4.1). Untuk Editor Toolbar-nya dapat dilihat pada Gambar 4.2. Gambar 4.1 Network Editor Gambar 4.2 Editor Toolbar
10 Data Lalu Lintas Data arus lalu lintas yang akan digunakan sebagai masukan EMME/3 terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer yang didapat dari hasil survey (traffic count) pada tahun 2013 yang kemudian dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (smp/jam). Data sekunder didapat dari hasil survey (traffic count) pada tahun 2009 yang dikalikan dengan factor pertumbuhan di Kota Surakarta. Tabel 4.8 Data Arus Lalu Lintas (traffic) tahun 2013 No. Node Arus 1 2 (smp/jam) Berlanjut.
11 Lanjutan. No. Node Arus 1 2 (smp/jam) Sumber : data penelitian tahun 2013 Secara lengkap data arus lalu lintas (traffic) 2013 dapat dilihat pada Lampiran I Data Matrik Awal (prior matrix) Data matrik awal yang digunakan adalah MAT yang berasal dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahman, (2010). MAT awal diperoleh dengan menggunakan pembebanan wardrop equilibrium. Matrik awal dapat dilihat pada Tabel 4.9.
12 Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam) Tujuan Asal SDd commit to user
13 Tujuan Asal Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
14 Tujuan Asal Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam)(lanjutan) commit to user SDd
15 Tujuan Asal Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam) (lanjutan) commit 0.59 to user SDd
16 Tujuan Asal Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam) (lanjutan) commit 8.33 to user SDd
17 Tujuan Asal Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
18 Tabel 4.9 Prior Matrix tahun 2009 (smp/jam)(lanjutan) Tujuan Asal SOi commit 3.96 to user SDd
19 Matrik Baru Hasil EMME/3 Matrik baru tahun 2013 yang akan digunakan dalam proses pemodelan dan pembebanan mengunakan EMME/3 merupakan hasil estimasi matrik dari data matrik awal (prior matrix). Dalam program EMME/3 ini proses estimasi dilakukan dengan modul EMME/3 yang diberi nama Prompt console yang berupa garis perintah (command-line). Pada EMME/3 (Gambar 4.3) matrik hasil estimasi disimpan dalam table matrik mf11 (full matrix 11). Setelah tersimpan dalam mf11 kemudian dipindah ke dalam MS Excel untuk mempermudah dalam menganalisis pergerakan di semua zona. Hasil MAT baru dari proses estimasi dapat dilihat pada Table Gambar 4.3 Matrik Hasil Emme/3
20 Tujuan Asal Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) commit 2.56 to 2.27 user SDd
21 Tujuan Asal Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
22 Tujuan Asal Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
23 Tujuan Asal Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to 0.70 user SDd
24 Tujuan Asal Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to 7.80 user SDd
25 Tujuan Asal Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
26 Tabel 4.10 Matrik Baru Hasil EMME/3 tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) Tujuan Asal SOi commit to 4.14 user SDd
27 4.4. Kalibrasi Newton-Raphson Kalibrasi Newton-Raphson dilakukan dengan mendapatkan Matrik Biaya (Cid) dan Matrik Perjalanan (Tid) hasil dari traffic count. Kalibrasi Newton-Raphson bertujuan untuk mencari nilai parameter β yang merupakan parameter fungsi hambatan (kemudahan atau aksesibilitas) antar zona. Proses kalibrasi dilakukan dengan bantuan software Matlab yang menghasilkan parameter β sebesar 0,0006. Gambar 4.4 Hasil Parameter Beta Dengan Program Matlab 4.5. Estimasi Matrik dengan Model Gravity Batasan Tarikan Dan Bangkitan Estimasi matrik asal-tujuan perjalanan dilakukan dengan memasukkan nilai parameter β dari hasil kalibrasi pada matriks baru tahun Matrik hasil estimasi dengan Model Gravity Batasan Tarikan dan Bangkitan dapat dilihat pada Table 4.11.
28
29 Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) Tujuan Asal SDd
30 Tujuan Asal Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit 7.12 to user SDd
31 Tujuan Asal Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
32 Tujuan Asal Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
33 Tujuan Asal Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit 7.15 to 9.96 user SDd
34 Tujuan Asal Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) commit to user SDd
35 Tabel 4.11 Matrik Hasil Pemodelan tahun 2013 (smp/jam) (lanjutan) Tujuan Asal SOi commit to user SDd
36 4.6. Pembebanan Matrik ke Jaringan Jalan Matrik baru yang didapatkan dari hasil estimasi kemudian dibebankan ke jaringan jalan Kota Surakarta. Proses pembebanan matrik baru hasil pemodelan tahun 2013 pada jaringan jalan menghasilkan volume lalu lintas di masing-masing ruas jalan di Kota Surakarta. Kemudian beberapa sampel arus lalu lintas hasil pembebanan dibandingkan dengan arus lalu lintas hasil survey untuk mengetahui tingkat validasinya. Tabel 4.12 Perbandingan Arus Lalu Lintas Hasil Survey dengan Arus Hasil Pembebanan No. Node Arus Arus hasil pembebanan 1 2 (smp/jam) (smp/jam) , , , ,185, , , ,649, , ,301, ,785, , ,574, ,710, , ,736, , , ,024, ,592, , Sumber: data penelitian 2013
37 Secara lengkap data arus lalu lintas (traffic count) 2013 dan arus hasil pembebanan dapat dilihat pada Lampiran I Uji Validasi Dari tabel perbandingan arus hasil traffic count dengan arus hasil pembebanan yang ditampilkan pada Lampiran I, kemudian dilakukan uji validasi dengan menggunakan analisis regresi linier. Nilai koefisien determinasi (R 2 ) dari perbandingan arus hasil traffic count dan arus hasil pembebanan sebesar 0,77 terjadi galat sebesar 0,23. Nilai validasi tergolong dalam kategori tinggi, bila dilihat pada pembagian tingkat validitas berdasarkan besar nilai R² yaitu sebagai berikut: 0,80 1,00 : sangat tinggi 0,60 0,80 : tinggi 0,40 0,80 : cukup tinggi 0,20 0,40 : rendah 0,00 0,20 : sangat rendah (tidak valid) Galat yang terjadi dapat dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah data, dimana jumlah data yang dibutuhkan cukup banyak dan membutuhkan biaya yang cukup besar untuk mendapatkan data tersebut. Gambar 4.5 Grafik Uji Validasi Volume Lalu Lintas
38 4.8. Pembahasan Fungsi Hambatan Proses kalibrasi Newton-Raphson dengan menggunakan software MATLAB memberikan hasil nilai parameter β yang merupakan fungsi hambatan sebesar 0, Estimasi Matrik Asal-Tujuan Perjalanan Tertulis dalam dasar teori, Model Gravity dengan batasan tarikan pergerakan yang digunakan untuk mengestimasi Matrik Asal-Tujuan Perjalanan harus menghasilkan total pergerakan yang sama dengan hasil estimasi menggunakan program EMME/3. Total tarikan pergerakan (Dd) dan bangkitan pergerakan (Oi) yang dihasilkan dengan pemodelan juga harus sama dengan hasil tarikan dan bangkitan pergerakan yang diinginkan. Berdasarkan teori ini, jika dilihat pada Tabel 4.10 dan Tabel 4.11 total pergerakan yang terjadi antara MAT tahun 2013 hasil EMME/3 dengan MAT tahun 2013 setelah dimodelkan memiliki nilai yang sama yakni sebesar 37298,98 smp/jam. Dari estimasi matriks juga dapat dilakukan pengamatan terhadap pergerakan dari setiap zona. Besarnya pergerakan dapat dapat dilihat dalam bentuk desire line/garis keinginan seperti pada Gambar 4.6. Pada gambar tersebut pergerakan internalnya digambarkan antar kecamatan sehingga terdapat 5 titik pada zona internal. Sedangkan pergerakan eksternal dibagi berdasarkan letak zona yang saling berdekatan, yaitu 4 titik di luar Kota Surakarta. Pergerakan yang tinggi digambarkan dalam garis yang tebal, sedangkan garis tipis digunakan untuk menggambarkan pergerakan yang tidak begitu tinggi.
39 Gambar 4.6 Garis Keinginan (Desire Line) Pembebanan Lalu Lintas Kota Surakarta tahun 2013
40 Untuk lebih mempermudah dalam mengamati pergerakan arus lalu lintas Kota Surakarta, dapat dilakukan dengan melihat grafik jumlah tarikan dan bangkitan serta grafik pergerakan antar zona pada Gambar 4.7, 4.8 dan 4.9 yang menggambarkan pergerakan yang terjadi Jumlah Tarikan dan Bangkitan Pergerakan Pada Zona Internal tarikan Jumlah Pergerakan (smp/jam) Zona bangkitan Gambar 4.7 Jumlah Tarikan dan Bangkitan Pergerakan Pada Zona Internal Gambar 4.7 menggambarkan tentang pergerakan yang terjadi pada zona internal dengan jumlah tarikan dan bangkitan pergerakan arus lalu lintas tertinggi terjadi pada zona 708 yakni Kelurahan Purwosari dengan jumlah tarikan sebesar 2173,814 smp/jam dan jumlah bangkitan sebesar 1663,153 smp/jam. Hal tersebut dikarenakan Kelurahan Purwosari adalah daerah pemukiman padat penduduk serta banyak terdapat pertokoan. Sedangkan jumlah tarikan dan bangkitan pergerakan arus lalu lintas terendah terjadi pada zona 702 yakni Kelurahan Jajar dengan jumlah tarikan sebesar 118,416 smp/jam dan jumlah bangkitan sebesar 47,259 smp/jam
41 Jumlah Tarikan dan Bangkitan Pergerakan Pada Zona Eksternal Jumlah Pergerakan (smp/jam) tarikan bangkitan Zona Gambar 4.8 Jumlah Tarikan dan Bangkitan Pergerakan Pada Zona Eksternal Gambar 4.8 menggambarkan tentang pergerakan yang terjadi pada zona eksternal dengan jumlah tarikan pergerakan arus lalu lintas tertinggi terjadi pada zona 759 yakni Daerah Palur Karanganyar dengan jumlah tarikan pergerakan sebesar 3796,578 smp/jam. Jumlah bangkitan pergerakan arus lalu lintas tertinggi terjadi pada zona 752 yakni Daerah Colomadu dengan jumlah bangkitan pergerakan sebesar 3186,978 smp/jam. Sedangkan jumlah tarikan pergerakan arus lalu lintas terendah terjadi pada zona 760 yakni Daerah Plupuh Sragen dengan jumlah tarikan pergerakan sebesar 306,358 smp/jam. Jumlah bangkitan pergerakan arus lalu lintas terendah terjadi pada zona 753 yakni Daerah Pabelan Kartosuro dengan jumlah bangkitan pergerakan sebesar 193,727 smp/jam.
42 Grafik Pergerakan Antar Zona Intrazona 2013 Jenis Pergerakan external - external external - internal internal - external Internal - internal Jumlah Pergerakan (smp/jam) Gambar 4.9 Grafik Pergerakan Antar Zona Gambar 4.9 menggambarkan tentang pola pergerakan yang terjadi pada daerah antar zona. Dalam bentuk persentase, besarnya pola pergerakan antar zona diperoleh sebagai berikut : a. Internal-Internal : 24,67 % b. Internal-Eksternal : 23,54 % c. Eksternal-Internal : 27,26 % d. Eksternal-Eksternal : 17,25 % e. Intrazona : 7,28 % Persentase besarnya nilai pergerakan arus lalu lintas tertinggi terjadi pada pergerakan eksternal ke internal yakni sebesar 27,26% dengan total pergerakan sebesar 10162,96 smp/jam. Sedangkan persentase besarnya nilai pergerakan arus lalu lintas terendah terjadi pada pergerakan intrazona sebesar 7,28% dengan total pergerakan sebesar 2715,03 smp/jam.
43 Hal ini terjadi dapat dikarenakan banyak masyarakat dari daerah yang bekerja dan bersekolah di Kota Surakarta. Selain itu, banyak pusat perbelanjaan dan pariwisata yang mengundang minat masyarakat dari luar kota untuk singgah dan berkunjung ke Kota Surakarta. Hal ini memberi gambaran bahwa Kota Surakarta merupakan daerah tarikan yang disebabkan oleh kemajuan sektor ekonomi, pariwisata, dan pendidikan. Dari grafik-grafik di atas, pergerakan zona internal-eksternal dan internal-internal juga sangat berpengaruh di dalam Kota Surakarta. Oleh karena itu, penambahan jalur luar kota berupa tol serta pengurangan hambatan samping di dalam kota sangat diperlukan untuk mengurangi kemacetan di Kota Surakarta.
BAB I PENDAHULUAN. Rahayu, Harkunti P (2009) didefinisikan sebagai. ekonomi.meminimalkan risiko atau kerugian bagi manusiadiperlukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Banjir menurut Rahayu, Harkunti P (2009) didefinisikan sebagai tergenangnya suatu tempat akibat meluapnya air yang melebihi kapasitas pembuangan air di suatu wilayah
MENGENAL SISTEM PERKOTAAN:
MENGENAL SISTEM PERKOTAAN: SEBUAH PENGANTAR TENTANG KOTA SOLO 3 Sekilas tentang Solo 7 Memahami Sistem Perkotaan 13 Mencari Bentuk 17 Memahami Kelurahan Kita BANJARSARI JEBRES KOTA SOLO LAWEYAN SERENGAN
STUDI PERBANDINGAN ARUS LALU LINTAS SATU ARAH DAN DUA ARAH PADA RUAS JALAN PURNAWARMAN, BANDUNG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL
STUDI PERBANDINGAN ARUS LALU LINTAS SATU ARAH DAN DUA ARAH PADA RUAS JALAN PURNAWARMAN, BANDUNG Ochy Octavianus Nrp : 0121086 Pembimbing : Tan Lie Ing, ST., MT. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. 5.1 Kesimpulan. terhadap perekonomian kota surakarta. Analisis
64 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan real estat Kota Surakarta berdasarkan besaran, sebaran dan pola pergerakannya serta dampaknya terhadap
KARAKTERISTIK BANGUNAN KANTOR KELURAHAN DI KOTA SURAKARTA
KARAKTERISTIK BANGUNAN KANTOR KELURAHAN DI KOTA SURAKARTA Suryaning Setyowati Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura 57102
BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH SURAKARTA
BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH SURAKARTA A. Deskripsi Kota Surakarta 1. Letak kota Surakarta Secara Geografis, Kota Surakarta berada diantara dataran rendah dan terletak diantara beberapa sungai kecil seperti
BAB III LANDASAN TEORI. karakteristik arus jalan, dan aktivitas samping jalan.
14 BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Karakteristik Jalan Karakteristik utama jalan yang akan mempengaruhi kapasitas dan kinerja jalan jika jalan tersebut dibebani arus lalu lintas. Karakteristik jalan tersebut
PEMODELAN BANYAKNYA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA SURAKARTA DENGAN MIXED GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (MGWR)
PEMODELAN BANYAKNYA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA SURAKARTA DENGAN MIXED GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (MGWR) Hardanti Nur Astuti, Yuliana Susanti dan Dewi Retno Sari Saputro Program
STUDI KAPASITAS, KECEPATAN, DAN DERAJAT KEJENUHAN JALAN PURNAWARMAN, BANDUNG
STUDI KAPASITAS, KECEPATAN, DAN DERAJAT KEJENUHAN JALAN PURNAWARMAN, BANDUNG Sopian Toni NRP : 9821018 Pembimbing : Silvia Sukirman, Ir FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BAB I PENDAHULUAN. terutama pada bidang pendidikan. Perubahan dalam dunia pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini telah membawa pengaruh perubahan di dalam kehidupan manusia disegala bidang terutama pada bidang pendidikan. Perubahan
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Data hasil pengamatan dari studi kasus Jalan Ngasem Yogyakarta
23 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5. 1 Hasil Pengamatan Data hasil pengamatan dari studi kasus Jalan Ngasem Yogyakarta diperlukan untuk melakukan analisis yang berupa data kondisi lingkungan, kondisi geometri
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1. Data Umum Untuk pengamatan dilakukan di dua tempat sepanjang Jalan Ciledug Raya Namun sebagai contoh persentasi data dan analisis di tunjukan pada Pos 1, ditunjukan seperti
ESTIMASI MATRIK ASAL TUJUAN DARI DATA LALU LINTAS DENGAN METODE ESTIMASI INFERENSI BAYESIAN MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK EMME/3
ESTIMASI MATRIK ASAL TUJUAN DARI DATA LALU LINTAS DENGAN METODE ESTIMASI INFERENSI BAYESIAN MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK EMME/3 (Studi Kasus Kota Surakarta) Wulan Septiyani Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 UMUM Keperluan data pada studi kali ini meliputi data model transportasi yang berupa data jaringan jalan, data model sistem zona, dan data matriks asal-tujuan,
BAB III LANDASAN TEORI. kapasitas. Data volume lalu lintas dapat berupa: d. Arus belok (belok kiri atau belok kanan).
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Volume Lalu Lintas Volume lalu lintas menunjukkan jumlah kendaraan yang melintasi satu titik pengamatan dalam satu satuan waktu (hari, jam, menit). Sehubungan dengan penentuan
BAB II PENYEBARAN KANTOR PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN MASYARAKAT DI SURAKARTA
BAB II PENYEBARAN KANTOR PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN MASYARAKAT DI SURAKARTA 2.1 Data Kantor Pemerintahan dan Publik Servis Di Surakarta Wilayah Surakarta yang disurvey yaitu seluruh wilayah Surakarta yang
BAB III LANDASAN TEORI. Pengolongan jenis kendaraan sebagai berikut : Indeks untuk kendaraan bermotor dengan 4 roda (mobil penumpang)
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Volume Lalu Lintas Menurut MKJI (1997) jenis kendaraan dibagi menjadi 3 golongan. Pengolongan jenis kendaraan sebagai berikut : 1. Kendaraan ringan (LV) Indeks untuk kendaraan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Permasalahan. Survei Pendahuluan. Pengambilan data. Analisis Data. Perubahan Kinerja
BAB III 3.1 Metodologi Pendekatan Berdasarkan pada ruang lingkup dari studi, maka disusun metodologi pendekatan yang diharapkan dapat mencapai maksud dan tujuan yang tercantum dalam kerangka acuan kerja.
Gambar 4.1 Potongan Melintang Jalan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Geometrik Jalan Jalan Arif Rahman Hakim merupakan jalan kolektor primer yang merupakan salah satu jalan menuju pusat Kota Gororntalo. Segmen yang menjadi objek
Implementasi Model P-Center pada Jalur Rujukan Fasilitas Kesehatan di Kota Surakarta
Implementasi Model P-Center pada Jalur Rujukan Fasilitas Kesehatan di Kota Surakarta Mohammad Iqbal Rizky Fauzan *1), Yuniaristanto 2), dan Wahyudi Sutopo 2) 1,2,3) Program Studi Teknik Industri, Fakultas
ESTIMASI DISTRIBUSI PERJALANAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2025 MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY
ESTIMASI DISTRIBUSI PERJALANAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2025 MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY Trip Distribution Estimation of Surakarta City in 2025 Using Gravity Model SKRIPSI Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menempuh
Pengaruh Variasi Nilai emp Sepeda Motor Terhadap Kinerja Ruas Jalan Raya Cilember-Raya Cibabat, Cimahi ABSTRAK
Pengaruh Variasi Nilai emp Sepeda Motor Terhadap Kinerja Ruas Jalan Raya Cilember-Raya Cibabat, Cimahi Aan Prabowo NRP : 0121087 Pembimbing : Silvia Sukirman, Ir. ABSTRAK Sepeda motor merupakan suatu moda
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Variabel Analisis Variabel yang digunakan dalam analisis kinerja Ruas Jalan Otto Iskandardiata Kota Bandung akibat pertumbuhan lalu lintas selama 10 tahun mendatang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Jaringan Jalan Berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan
PENERAPAN METODE SET COVERING PROBLEM DALAM PENENTUAN LOKASI DAN ALOKASI SAMPAH DI WILAYAH KOTA SURAKARTA
PENERAPAN METODE SET COVERING PROBLEM DALAM PENENTUAN LOKASI DAN ALOKASI SAMPAH DI WILAYAH KOTA SURAKARTA PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan
PENGARUH JALAN TOL SOLO-KERTOSONO DAN SOLO- SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA
PENGARUH JALAN TOL SOLO-KERTOSONO DAN SOLO- SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA The Impact of Solo-Kertosono and Solo-Semarang Toll Road on Road Network s Performance of Surakarta City
ANALISIS KINERJA LALU LINTAS JAM SIBUK PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.11 November (759-766) ISSN: 2337-6732 ANALISIS KINERJA LALU LINTAS JAM SIBUK PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI Rafael Masarrang Lintong E., Joice E. Waani Fakultas Teknik Jurusan
TINJAUAN PUSTAKA. Kinerja atau tingkat pelayanan jalan menurut US-HCM adalah ukuran. Kinerja ruas jalan pada umumnya dapat dinyatakan dalam kecepatan,
5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kinerja (Level of Services) Kinerja atau tingkat pelayanan jalan menurut US-HCM adalah ukuran kualitatif yang digunakan di Amerika dan menerangkan kondisi operasional dalam arus
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Ruas Jalan HB.Yasin Kota Gorontalo merupakan jalan Nasional yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan wilayah dan pusat kegiatan lokal di Provinsi Gorontalo.
RINGKASAN SKRIPSI ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN SISINGAMANGARAJA (KOTA PALANGKA RAYA)
RINGKASAN SKRIPSI ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN SISINGAMANGARAJA (KOTA PALANGKA RAYA) Oleh: HENDRA NPM.11.51.13018 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA 2016
ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN PERJALANAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY DENGAN FUNGSI HAMBATAN TANNER DI KOTA SURAKARTA
ISSN 2354-8630 ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN PERJALANAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY DENGAN FUNGSI HAMBATAN TANNER DI KOTA SURAKARTA Niken Puspitasari 1), Syafi i 2), Setiono 3) 1) Mahasiswa Jurusan Teknik
Kata Kunci : Kinerja Ruas Jalan, Derajat Kejenuhan, Tingkat Pelayanan, Sistem Satu Arah
ABSTRAK Sistem satu arah merupakan suatu pola lalu lintas dimana dilakukan perubahan pada jalan dua arah menjadi jalan satu arah. Perubahan pola lalu lintas ini berfungsi untuk meningkatkan kapasitas jalan
ANALISIS ARAHAN PERSEBARAN SUMUR RESAPAN DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2013
ANALISIS ARAHAN PERSEBARAN SUMUR RESAPAN DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2013 Erwin Santosa 1,*, Chatarina Muryani 2 dan Setya Nugraha 2 1 Program Studi Pendidikan Geografi, PIPS, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia
Syafi i Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Surakarta Telp. (0271)
ESTIMASI MATRIK ASAL TUJUAN (MAT) DARI DATA ARUS LALU LINTAS DENGAN METODE ESTIMASI KUADRAT TERKECIL MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK EMME/3 (STUDI KASUS KOTA SURAKARTA) Elfa Monica Zada Mahasiswa Jurusan Teknik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Waktu Penelitian yaitu pada jam-jam sibuk sekitar jam 06:00 sampai jam
BAB III 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu Penelitian yaitu pada jam-jam sibuk sekitar jam 06:00 sampai jam 11:00, jam 13:00-14:00 WIB sebagai pembanding pada jam 16:00-18:00 WIB pada hari Senin sebagai
BAB III LANDASAN TEORI. manajemen sampai pengoperasian jalan (Sukirman 1994).
BAB III LANDASAN TEORI 3.1.Volume Lalu Lintas Volume lalu lintas adalah banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik atau garis tertentu pada suatu penampang melintang jalan.data pencacahan volume lalu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jalan Perkotaan Jalan perkotaan adalah jalan yang terdapat perkembangan secara permanen dan menerus di sepanjang atau hampir seluruh jalan, minimum pada satu sisi jalan, baik
ANALISIS PENGARUH PELEBARAN RUAS JALAN TERHADAP KINERJA JALAN
ANALISIS PENGARUH PELEBARAN RUAS JALAN TERHADAP KINERJA JALAN Agus Wiyono Alumni Program Studi Teknik Sipil Universitas Surakarta Jl. Raya Palur KM 05 Surakarta Abstrak Jalan Adisumarmo Kartasura km 0,00
BAB III PEMBAHASAN. 1. Sejarah Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta. berada di bawah wewenang wilayah kerja dari Kantor Inspeksi
digilib.uns.ac.id BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum 1. Sejarah Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta Sebelum tahun 1966, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta berbentuk Kantor Dinas
ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN PERJALANAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY DENGAN FUNGSI HAMBATAN EKSPONENSIAL-NEGATIF DI KOTA SURAKARTA
Abstract ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN PERJALANAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITY DENGAN FUNGSI HAMBATAN EKSPONENSIAL-NEGATIF DI KOTA SURAKARTA Hendarwati Pamungkas 1), Syafi i 2), Setiono 3) 1) Mahasiswa Jurusan
DAFTAR PERINGKAT NILAI UJIAN NASIONAL SD/MI KOTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012
DAFTAR PERINGKAT NILAI UJIAN NASIONAL SD/MI KOTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 NO SEKOLAH DASAR JML NILAI 1 SD Muh Program Khusus 26,74 2 SD AL-Azhar Syifa Budi 26,46 3 SD Ta' Mirul Islam 26,43 4
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 JALAN Berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan
DAMPAK PUSAT PERBELANJAAN SAKURA MART TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRANS SULAWESI DI KOTA AMURANG
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.12 Desember (787-794) ISSN: 2337-6732 DAMPAK PUSAT PERBELANJAAN SAKURA MART TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRANS SULAWESI DI KOTA AMURANG Meila Femina Katihokang James A. Timboeleng,
II. TINJAUAN PUSTAKA. berupa jalan aspal hotmix dengan panjang 1490 m. Dengan pangkal ruas
6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gambaran Lalu Lintas Jalan R.A Kartini Jalan R.A Kartini adalah jalan satu arah di wilayah Bandar Lampung yang berupa jalan aspal hotmix dengan panjang 1490 m. Dengan pangkal
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Data Hotel Malioboro. yang menampung sebanyak 12 unit kendaraan mobil penumpang. Luas lahan. B. Data Geometri Jalan
29 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Data Hotel Malioboro Hotel direncanakan memliki kamar sebanyak 30 unit dan fasilitas parkir yang menampung sebanyak 12 unit kendaraan mobil penumpang. Luas lahan sekitar
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Kapasitas Jalan a. Lokasi : Jl. Satrio Jakarta Selatan b. Tipe jalan : 8 lajur 2 arah dengan pembatas (8/2 D) c. Lebar jalan : Arah A (arah Sudirman-Casablanca)
DAFTAR ISTILAH. lingkungan). Rasio arus lalu lintas (smp/jam) terhadap kapasitas. (1) Kecepatan rata-rata teoritis (km/jam) lalu lintas. lewat.
DAFTAR ISTILAH Ukuran Kinerja C Kapasitas (smp/jam) Arus lalu lintas (stabil) maksimum yang dapat dipertahankan pada kondisi tertentu (geometri, distribusi arah, komposisi lalu lintas dan faktor lingkungan).
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SURAKARTA JAWA TENGAH KOTA SURAKARTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Keraton, batik dan Pasar Klewer adalah tiga hal yang menjadi simbol identitas Kota Surakarta. Eksistensi Keraton
Syafi i Dosen Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Surakarta Telp. (0271)
ESTIMASI MATRIK ASAL TUJUAN DARI DATA ARUS LALU LINTAS DENGAN METODE ESTIMASI ENTROPI MAKSIMUM MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK EMME/3 (STUDI KASUS KOTA SURAKARTA) Zuli Astria Mahasiswa Teknik Sipil Universitas
BAB III. TINJAUAN UMUM SURAKARTA dan TINJAUAN SEKOLAH DASAR YANG DIRENCANAKAN
BAB III TINJAUAN UMUM SURAKARTA dan TINJAUAN SEKOLAH DASAR YANG DIRENCANAKAN III.1. TINJAUAN UMUM KOTA SURAKARTA III.1.1 Data Fisik Surakarta 1.1.1 Peta Kota Surakarta Batas Administratif Kota Surakarta
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR PINGGIR JALAN (ON STREET PARKING) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS: JALAN LEGIAN)
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR PINGGIR JALAN (ON STREET PARKING) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS: JALAN LEGIAN) TUGAS AKHIR OLEH : I GEDE MUDASTRA WAESNAWA (1004105036) JURUSAN
ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS
ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS (STUDI KASUS: RUAS JALAN PADANG LUWIH BADUNG MULAI DARI SIMPANG JL. PADANG LUWIH - JL. DALUNG PERMAI SAMPAI SIMPANG JL. PADANG LUWIH - JL. I WAYAN GENTUH)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Transportasi Makro Secara umum sistem transportasi dapat dibagi menjadi beberapa subsistem transportasi yang lebih kecil (mikro), dimana yang satu dengan yang lain saling
ANALISIS KAPASITAS JALAN TERHADAP KEMACETAN
ANALISIS KAPASITAS JALAN TERHADAP KEMACETAN (Studi kasus Jalan Karapitan) PROPOSAL PENELITIAN Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat akademis dalam menempuh program Sarjana (S-1) Oleh RIZKY ARIEF RAMADHAN
STUDI KAPASITAS, KECEPATAN DAN DERAJAT KEJENUHAN PADA JALAN LEMBONG, BANDUNG MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997
STUDI KAPASITAS, KECEPATAN DAN DERAJAT KEJENUHAN PADA JALAN LEMBONG, BANDUNG MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 Julius Harpariadi NRP : 9821059 Pembimbing : Ir. Silvia Sukirman FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK
DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN ii LEMBAR PERSETUJUAN iii MOTTO iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii DAFTAR TABEL x DAFTAR GAMBAR xiv DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN xvi ABSTRAK xix ABSTRACT
JURNAL ANALISIS KINERJA RUAS JALAN STUDI KASUS : JALAN WATURENGGONG DI KOTA DENPASAR
JURNAL ANALISIS KINERJA RUAS JALAN STUDI KASUS : JALAN WATURENGGONG DI KOTA DENPASAR Abdul Rahman 1, D.A.N Sri Astuti, ST.,MT 2, A.A.S. Dewi Rahadiani, ST.,MT 2 1. Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas
ZONASI TINGKAT KERENTANAN (VULNERABILITY) BANJIR DAERAH KOTA SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI
ZONASI TINGKAT KERENTANAN (VULNERABILITY) BANJIR DAERAH KOTA SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Oleh : Istikomah NIM : E100090054 Kepada FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014 ZONASI
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Masukan Berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara visul dan menggunakan alat ukur beserta alat survei lainnya, kondisi lingkungan dan geomterik Jalan Sultan Agung
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN RAYA SUKAWATI AKIBAT BANGKITAN PERGERAKAN DARI PASAR SENI SUKAWATI
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN RAYA SUKAWATI AKIBAT BANGKITAN PERGERAKAN DARI PASAR SENI SUKAWATI TUGAS AKHIR Oleh : COK AGUNG PURNAMA PUTRA 0704105090 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
MANAJEMEN LALU LINTAS DI PUSAT KOTA JAYAPURA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PENATAAN PARKIR
MANAJEMEN LALU LINTAS DI PUSAT KOTA JAYAPURA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PENATAAN PARKIR Sutardi, Hera Widyastuti, dan Budi Rahardjo Pasca Sarjana Bidang Manajemen dan Rekayasa Transportasi FTSP, ITS. Email
Nursyamsu Hidayat, Ph.D.
Civil Engineering Diploma Program Vocational School Gadjah Mada University Nursyamsu Hidayat, Ph.D. Analisa jaringan jalan dibagi atas beberapa komponen: Segmen jalan Simpang bersinyal Simpang tidak bersinyal
STUDI VOLUME, KECEPATAN DAN DERAJAT KEJENUHAN PADA RUAS JALAN ABDULRACHMAN SALEH, BANDUNG
STUDI VOLUME, KECEPATAN DAN DERAJAT KEJENUHAN PADA RUAS JALAN ABDULRACHMAN SALEH, BANDUNG Edianto NRP : 0021118 Pembimbing : Tan Lie Ing, ST, MT. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN
11.8. Tingkat Pelayanan 10
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR INTISARI i ii iii v vm ix xvi xviii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang 1 1.2. PokokMasalah
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Sebagai bahan referensi dalam penulisan skripsi ini, peneliti menggunakan beberapa jurnal penelitian sebelumnya sabagai bahan perbandingan, baik mengenai kekurangan
ANALISIS KAPASITAS, TINGKAT PELAYANAN, KINERJA DAN PENGARUH PEMBUATAN MEDIAN JALAN. Adhi Muhtadi ABSTRAK
Analisis Kapasitas, Tingkat Pelayanan, Kinerja dan 43 Pengaruh Pembuatan Median Jalan ANALISIS KAPASITAS, TINGKAT PELAYANAN, KINERJA DAN PENGARUH PEMBUATAN MEDIAN JALAN Adhi Muhtadi ABSTRAK Pada saat ini
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dari hasil survei inventaris jalan didapat data-data ruas Jalan Pintu Satu Senayan. Panjang. ( m )
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Ruas Jalan 4.1.1 Inventarisasi Geometrik Jalan Dari hasil survei inventaris jalan didapat data-data ruas Jalan Pintu Satu Senayan sebagai berikut : Tabel 4.1
DERAJAT KEJENUHAN JALAN DUA ARAH DENGAN MAUPUN TANPA MEDIAN DI KOTA BOGOR. Syaiful 1, Budiman 2
DERAJAT KEJENUHAN JALAN DUA ARAH DENGAN MAUPUN TANPA MEDIAN DI KOTA BOGOR Syaiful 1, Budiman 2 1 Dosen Tetap Jurusan Teknik Sipil Univeristas Ibn Khaldu, Jl. KH. Sholeh Iskandar KM. 2 Bogor Email : [email protected]
STUDI KINERJA JALAN SATU ARAH DI JALAN KEBON KAWUNG, BANDUNG
STUDI KINERJA JALAN SATU ARAH DI JALAN KEBON KAWUNG, BANDUNG Hendra Saputera NRP : 9921020 Pembimbing : Prof. Ir. Bambang I. S., M.Sc., Ph.D FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
Analisis Spasial Ekonomi Kreatif Berorientasi Ekspor Kota Surakarta
Analisis Spasial Ekonomi Kreatif Berorientasi Ekspor Kota Surakarta Umrotun 1*, Muhammad Wahyuddin 2, Muhammad Sholahuddin 3 1 Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta 2 Program Pascasarjana,
Kata Kunci : Parkir di Pinggir Jalan, Kinerja Ruas Jalan, dan BOK.
i ii ABSTRAK Semakin pesatnya perkembangan suatu wilayah maka akan diikuti pula dengan meningkatnya pergerakan yang terjadi di wilayah tersebut. Seperti yang terjadi di Kabupaten Badung khususnya di Kelurahan
SURAT PERINTAH NOMOR : 180 / / 2015
PEMERINTAH KOTA SURAT PERINTAH NOMOR : 180 / 1.702 / 2015 Nama Jabatan : KINKIN SULTANUL HAKIM, SH, MM. : Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Surakarta Selaku Ketua Jaringan Dokumentasi dan Informasi
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN IR. H. JUANDA, BANDUNG
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN IR. H. JUANDA, BANDUNG Rio Reymond Manurung NRP: 0721029 Pembimbing: Tan Lie Ing, S.T.,M.T. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG ABSTRAK
Kata kunci : Kinerja ruas jalan, Derajat kejenuhan, On street parking
ABSTRAK Kabupaten Bangli khususnya pada ruas Jalan Brigjen Ngurah Rai sebagai kawasan yang memiliki aktivitas cukup ramai akibat adanya aktivitas seperti sekolah, kantor, pertokoan dan RSUD Bangli disepanjang
Gambar 5.1. Geometrik Tinjauan Titik I Lokasi Penelitian.
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Ruas Jalan Lingkar Selatan Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, depan kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan jalan
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR GAMBAR... iv DAFTAR TABEL... vi I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1 2.1. Rumusan Masalah... 4 3.1. Tujuan Penelitian... 5 4.1. Manfaat Penelitian...
ANALISA KINERJA RUAS JALAN HASANUDDIN KOTA MANADO
ANALISA KINERJA RUAS JALAN HASANUDDIN KOTA MANADO Angelina Indri Titirlolobi Lintong Elisabeth, James A. Timboeleng Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Email : [email protected]
BAB IV HASIL DAN ANALISA. kondisi geometrik jalan secara langsung. Data geometrik ruas jalan Kalimalang. a. Sistem jaringan jalan : Kolektor sekunder
BAB IV HASIL DAN ANALISA BAB IV HASIL DAN ANALISA 4.1 Data Geometrik Jalan Data geometrik jalan adalah data yang berisi kondisi geometrik dari segmen jalan yang diteliti. Data ini merupakan data primer
Gambar 2.1 Keterkaitan Antar Subsistem Transportasi (Tamin, 2000)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Transportasi Makro Perencanaan sistem transportasi pada dasarnya memperkirakan kebutuhan transportasi dimasa yang akan datang. Dalam perencanaan sistem transportasi makro
A N T O N W A H Y U D I N I M. I
PENGARUH JUMLAH DATA TRAFFIC COUNT TERHADAP TINGKAT AKURASI MATRIKS ASAL TUJUAN (MAT) DAN ARUS LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE EMME/3 (Studi Kasus Kota Surakarta) The Influence of Traffic Count
Analisis Kapasitas Ruas Jalan Raja Eyato Berdasarkan MKJI 1997 Indri Darise 1, Fakih Husnan 2, Indriati M Patuti 3.
Analisis Kapasitas Ruas Jalan Raja Eyato Berdasarkan MKJI 1997 Indri Darise 1, Fakih Husnan 2, Indriati M Patuti 3. INTISARI Kapasitas daya dukung jalan sangat penting dalam mendesain suatu ruas jalan,
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (Studi Kasus Jalan Medan Banda Aceh km s.d km )
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (Studi Kasus Jalan Medan Banda Aceh km 254 +800 s.d km 256 +700 ) Lis Ayu Widari 1), Said Jalalul Akbar 2) Rizky Fajar 3) 1), 2) Jurusan Teknik Sipil, 3) Alumni Jurusan
PROFIL PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2016
PROFIL PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA Jl. Jendral Sudirman No. 2 Surakarta No.Telp. (0271) 639554,
Layanan Persampahan di Kota Surakarta dengan Pemetaan Barbasis Sistem Informasi Geografis
MITL Media Ilmiah Teknik Lingkungan Volume 1, Nomor 1, Februari 2016 Layanan Persampahan di Kota Surakarta dengan Pemetaan Barbasis Sistem Informasi Geografis Rudy Yoga Lesmana Dosen Program Studi Teknik
Kata kunci :Manajemen Lalu Lintas, Kapasitas, Kinerja Ruas Jalan
ABSTRAK Jalan Raya Dr. Ir. Soekarnomerupakan jalan arteri primer yang sangat berperan penting dalam melayani dan melewatkan arus lalu lintas Bali Gilimanuk serta daerah NTB yang cukup besar. Namun kenyataannya
Jurnal Sipil Statik Vol.2 No.1, Januari 2014 (29-36) ISSN:
ANALISIS BESAR KONTRIBUSI HAMBATAN SAMPING TERHADAP KECEPATAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA (Studi Kasus: Ruas Jalan dalam Kota Segmen Ruas Jalan Sarapung) Edy Susanto Tataming Theo
BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Tinjauan Umum Analisa yang mendalam akan menentukan perencanaan yang matang dan tepat. Dalam Perencanaan Akses Menuju Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 KINERJA RUAS JALAN Kinerja ruas jalan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), 1997 yang meliputi volume lalu lintas, kapasitas jalan, kecepatan arus bebas, dan derajat
ANALISA KERJA RUAS JALAN S. TUBUN
ANALISA KERJA RUAS JALAN S. TUBUN Andrew Bryano Kermite James A. Timboeleng, Oscar H. Kaseke Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik Jurusan Sipil Manado Email:[email protected] ABSTRAK Jalan
ANALISIS LALU LINTAS AKIBAT PARKIR DI BADAN JALAN (STUDI KASUS DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN AMBARAWA) TUGAS AKHIR SARJANA STRATA SATU
ANALISIS LALU LINTAS AKIBAT PARKIR DI BADAN JALAN (STUDI KASUS DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN AMBARAWA) TUGAS AKHIR SARJANA STRATA SATU Oleh : Nadia Mariana Chandra NPM. : 06 02 12577 PROGRAM STUDI TEKNIK
Kata kunci: Kinerja ruas jalan, Bangkitan perjalanan, SMK Ganesha Ubud.
ABSTRAK Semakin meningkatnya nilai komersial tata guna lahan menyebabkan semakin padatnya arus lalu lintas pada ruas jalan, yang akan mendorong berbagai pihak untuk mengembangkan usaha atau fasilitas publik
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Rekapitulasi Data Data yang direkap adalah data yang diperoleh melalui hasil pengamatan dan survei sesuai dengan kondisi sebenarnya pada simpang Jalan Tole Iskandar - Jalan
JURNAL ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN H.B YASIN BERDASARKAN MKJI Oleh RAHIMA AHMAD NIM:
JURNAL ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN H.B YASIN BERDASARKAN MKJI 1997 Oleh RAHIMA AHMAD NIM:5114 10 094 Jurnal ini telah disetujui dan telah diterima oleh dosen pembimbing sebagai salah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Data Penelitian Data untuk penelitian ini diperoleh dari dua sumber, yaitu: 3.1.1. Data Sekunder Data sekunder merupakan data jadi yang diperoleh dari instansi atau sumber
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN SULTAN SALEH PONTIANAK
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN SULTAN SALEH PONTIANAK Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh : STEFANUS NANANG RIYADI NPM :
Irvan Banuya NRP : Pembimbing : Ir. Silvia Sukirman FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG ABSTRAK
STUDI PERBANDINGAN TINGKAT KINERJA JALAN LEMBONG, BANDUNG MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 SEBELUM DAN SETELAH REKAYASA LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN JALAN BRAGA JALAN SUNIARAJA Irvan Banuya NRP : 9421035 Pembimbing
- 1 - KEPUTUSAN KEPALA BAGIAN HUKUM DAN HAM SETDA KOTA SURAKARTA SELAKU KETUA PUSAT JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM
- 1 - KEPUTUSAN KEPALA BAGIAN HUKUM DAN HAM SETDA KOTA SURAKARTA SELAKU KETUA PUSAT JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NOMOR : 042.05 / 45.17 / 1 / 2015 TENTANG PENUNJUKAN PENGELOLA JARINGAN DOKUMENTASI
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian terletak di Kotamadya Denpasar yaitu ruas jalan
III-1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Lokasi Penelitian terletak di Kotamadya Denpasar yaitu ruas jalan Waturenggong dengan panjang ±1212m yang merupakan masuk dalam kategori tipe jalan perkotaan
