PEMROGRAMAN ROBOT. Kendali : 1. Loop tertutup 2. Loop terbuka. Mekanisme Servo : 1. Servo Posisi 2. Servo kecepatan
|
|
|
- Widyawati Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMROGRAMAN ROBOT 1. Karakteristik level bahasa pemrograman robot 2. Karakreristik level Tugas dalam pemrograman. 3. Petunjuk Pengembangan program kendali robot 4. Flowchart dalam pemrograman robot Kendali : 1. Loop tertutup 2. Loop terbuka Mekanisme Servo : 1. Servo Posisi 2. Servo kecepatan Jenis kendali dengan umpan balik : 1. On-off / Bang-bang 2. Proporsional 3. Integral 4. Derivatif 5. Kombinasi Kendali : 1. Non servo a. Ciri : Hardware stop dan end stop b. Keuntungan : Pengulangan tinggi, kecepatan operasi tinggi, biaya rendah. 2. Servo a. Ciri : gerakan halus (smooth) dan software stop b. Keuntungan : dapat menyimpan banyak program, tidak dapat melakukan pengulangan secara akurat (harus menambahkan sensor internal) c. Macam : Servo titik ke titik (point to point servo), servo jalur berkesinambungan 3. Kendali adaptif 4. Pemrograman offline Manipulator berbasis komputer : Jenis : 1. Kinematik 2. Dinamik 3. Kendali 4. Perencanaan jalur gerakan (Trajectory) 5. Sensing 6. Vision 1
2 Bentuk : Algoritma yang di-embedded pada modul software kendali. Masalah : Waktu yang ibutuhkan untuk komunikasi yang efisisen antara user dan robot. 3 Metode Komunikasi : 1. Pengenalan suara diskrit (Discrete word recognition) Defenisi : Metode paling primitif dan tergantung pada speaker. Sistem dapat mengenali set kata-kata diskrit dari sekumpulan kata-kata yang terbatas (hanya kata-kata yang banyak digunakan untuk pengendalian saja, misal : Mulai, Stop, Pause Kelebihan : robot dapat mengenali kata-kata diskrit secara realtime asalkan komputernya cepat dan algoritma prosesnya efisien. Kekurangan : perlu memori besar dan penyimpanan eksternal untuk menyimpan data kata-kata, dan perlu periode pelatihan untuk membangun template kata-kata yang mudah dikenali robot. 2. Ajari dan Ulangi (Teach dan Playback) Defenisi : Metode menuntun (guide), dengan mengajarkan robot gerakangerakan yang user inginkan agar robot bisa menjalankannya. Banyak digunakan pada masa ini. Langkah-langkahnya : Mode Teach mengajarkan robot dalam gerak lambat, menggunakan kendali manual untuk semua tugas assembly sambil merekam sudut join robot. 1) Menggunakan joystick : Mengeset tombol (1 untuk setiap join) 2) Menggunakan sistem manipulator master-slave : Merekam posisi sudut manipulator dari set poin jalur gerak manipulator 3) Menggunakan metode numerik agar lebih halus (smooth) gerakannya. Mode edit-playback mengedit dan mengulangi kembali gerakan-gerakan tersebut Mode run jika gerakan sudah benar, robot dijalankan dengan kecepatan yang inginkan dalam metode pengulangan. 3. Bahasa Pemrograman Level tinggi 1) Aksi pertama robot dengan teknik ini robot las dan cat menggunakan guide (Engelderger, 1980) 2) Untuk robot yang berinteraksi dengan lingkungan menggunakan feedback dari sensor metode kondisi dalam pemrograman. 3) Pertimbangan umum kendali robot dengan bahasa pemrograman : Obyek yang dapat dimanipulasi robot dalam 3dimensi yang memiliki variasi sifat fisik. Robot dioperasikan alam lingkungan spasial yang kompleks. Robot harus mendeskripsikan dan merepresentasikan obyek 3dimensi. 2
3 Informasi sensor harus terus dimonitor, imanipulasi dan harus berguna. 4) Pendekatan Pemrograman robot : Pemrograman berorientasi pada Robot 1) Tugas assembly dideskripsikan sebagai urutan gerak robot 2) Robot dituntun dan dikendalikan oleh program dengan semua statement yang berhubungan dengan suatu aksi robot. 3) Langkah membuat program h452 4) Karakteristik : Area kerja (workspace) di set-up dan komponen (part) diletakkan dalam tempat yang tetap (fixture) atau berjalan dengan teratur (feeder). Mengenali spesifikasi posisi Lokasi (berdasarkan orientasi dan posisi) komponen dan semua fitur yang ada didefinisikan menggunakan struktur data yang ada pada bahasa pemrograman. Membuat spesifikasi gerakan Tugas assembly dibagibagi dalam urutan aksi seperti memulai gerakan robot, mengambil obyek, lalu persiapan memasukkan obyek. Kendali sensor dan aliran (flow) perintah sensor ditambahkan untuk mendeteksi situasi tidak normal (seperti kegagalan dalam mengenali lokasi obyek ketika mengambil) dan memonitor proses tugas assembly. Program di-debug dan mengulangi langkah ) Contoh Bahasa : AL (Mustawa, 1982) h453 AML (Taylor, 1983) h453 6) Contoh syntax pemrograman : Defenisi basis frame AL & AML h454 Spesifikasi posisi h456 Spesifikasi gerakan h457 Kendali sensor dan flow 1. Sensor posisi 2. Sensor tekan (force) dan deteksi slip page antara tangan dan obyek (tactile) 3. Vision estimasi posisi Pemrograman berorientasi pada obyek atau tugas 1) Tugas assembly dideskripsikan sebagai urutan posisi akhir (tujuan) dari obyek, bukan berdasarkan gerakan robot. 2) Memungkinkan user untuk mendeskripsikan tugas pada bahasa tingkat tinggi. 3) Prinsip : Otomatisasi pembuatan program pada kecerdasan buatan, yaitu user akan memberikan input dan output, program akan membuat sendiri aksinya berdasarkan perilaku I/O-nya yang diberikan tersebut. 3
4 4) Arsitektur Task Planner h464 Spesifikasi tugas Perencanaan Tugas (Task Planner) DB Model Robot Level Program (Program sintetis) FISCHERTECHNIK ROBOT Untuk mengontrol model Fischertechnik melalui komputer, kita membutuhkan sebuah software controller yang memadai dan sebuah interface yang menghubungkan antara PC dengan model yang dibuat. Interface tersebut menterjemahkan perintah dari software. Jadi, motor dapat kita nyalakan dan sinyal dari sensor dapat diproses. Interface dilengkapi oleh empat output digital yang dapat di hubungkan dengan motor, lampu dan electromagnet. Serta delapan input digital dan dua input analog yang bisa dihubungkan ke sensor seperti switch, phototransistor serta NTC. Interface dari fischertechnik mempunyai mikoroprosesor sendiri. Dihubungkan ke PC melalui koneksi port serial. Program yang dibuat di PC dapat eksport ke mikroprosesor pada interface, dimana program tersebut dapat diproses tanpa bantuan PC (disebut juga Mode Aktif). Pada mode ini tidak ada kabel ke PC yang membatasi pergerakkan dari Mobile Robot. Tetapi ketika model robot yang digunakan bukan tipe Mobile Robot maka model tetap terhubung ke PC dan semua perangkat input/output serta variable nilai berada dibawah kendali PC (disebut juga Mode Pasif). 4
5 1.KONEKSI 1. Power Supply Power diperoleh dari adaptor fischertechnik (9V / 1000mA) 2. Interface Serial Koneksi ke PC melalui port serial RS 232 dengan sebuah pin konektor SubD9. Kabel interface dihubungkan ke PC melalui port COM1 atau COM2. 3. Deskripsi Fungsional Diagram Sirkuit 5
6 Mikroprosesor Mikroprosesor adalah unit pengendali pusat dari interface. Mikroprosesor membawa perintah-perintah yang disimpan di RAM dan di EPROM. Proses ini mempunyai dua mode yaitu Mode Aktif dan Mode Pasif. EPROM (64 KB fixed value memory) Berisi software operasi untuk mikroprosesor. Program ini sudah di patenkan maka tidak dapat lagi dimodifikasi. Semua data yang disimpan di EPROM akan tetap ada meskipun aliran listrik diputus. RAM (32 KB program memory) Menyimpan program aplikasi yang akan dikeluarkan ke interface pada Mode Aktif. Jika aliran listrik diputus maka semua data pada RAM akan hilang, dan harus diisi ulang kembali. Input Shift Register Semua input digital secara berkelanjutan dibaca dan disimpan (proses pararel). Shift Register digunakan untuk menterjemahkan nilai yang dikeluarkan menjadi data serial yang kemudian dilanjutkan menuju mikroprosesor. Output Shift Register Mikroprosesor mentransmisikan data serial berisikan informasi yang menjelaskan output digital mana yang akan aktif. Shift Register digunakan untuk menyalurkan data ke output digital yang sesuai, untuk menyimpan data dan untuk mengeluarkan data secara paralel. 6
7 2.Function Block pada LLWin Output Berfungsi menyalakan salah satu dari input M1 M4 pada interface. Motor, lampu atau electromagnet dapat dikoneksikan ke sebuah output pada interface. Ketika kita memasukkan blok output, kita dapat memilih antara ketiga jenis ini pada field Type. Gambar dari tipe yang dipilih akan muncul pada blok. Kita juga dapat mengeset status dari output yang diinginkan: Motor : CCW, CW dan Off Electromagnet : On dan Off Lampu : On dan Off 2. Input Function blok input berfungsi meng-query kondisi dari digital input E1 E8 pada interface. Sebuah digital input hanya bias memiliki dua buah kondisi yaitu 0 dan 1. Kondisi pada interface : Tombol : Ditekan Tidak ditekan Phototransistor : Gelap Terang Reed Contact (sensor magnetic) : Switch Not Switch 7
8 Kita dapat memilih salah satu dari sensor di atas ketika kita memasukkan function blok pada kotak dialog. Gambar sensor akan muncul pada blok. Tergantung pada kondisi (0 atau 1) dari input, flowchart dapat bercabang ke kanan atau terus kebawah. Kita dapat memilih dalam kotak dialog apakah cabang ke kanan ketika kondisi 1 atau 0 3. Edge Berfungsi untuk menunggu sampai digital input ter-switch baik dari 0 ke1 atau sebaliknya 1 ke 0. kita dapat men- set kotak dialog dari blok ini pada edge mana (1-0 atau 0-1) program harus menunggu input digital. 4. Position Berfungsi untuk menghitung impuls dari input digital sampai hasil yang diinginkan tercapai. Setiap edge dari input dihitung, contoh jika sebuah tombol ditekan lalu dilepas maka terhitung dua impuls. Nilai yang sekarang disimpan di variable counter. Jika kita mengaktifkan icon Use Standard Counter pada dialog box, maka counter Z1 E16 secara otomatis ditujukan pada input digital E1 E16. Kemudian kita tidak perlu memikirkan tentang variable mana yang harus digunakan untuk nomer prosedur ini atau mungkin saja variable ini sudah dipakai oleh yang lain. 5. Start Untuk menandakan flowchart pertama kali. Jika blok ini tidak ada maka flowchart tidak dapat diproses. Jika suatu project memiliki beberapa flowchart, maka setiap flowchart harus memiliki blok start. 8
9 6. End Jika suatu flowchart harus berakhir, maka kita harus mengkoneksikan output dari blok terakhir ke blok End ini. 7. Reset Berfungsi mereset semua alur dari suatu project agar segera berjalan jika kondisi pada dialog box ini terpenuhi. Blok Reset diletakkan pada program tanpa garis koneksi ke blok yang lain. Dalam setiap project hanya diperbolehkan satu blok reset. 8. Emergency Stop Blok ini berfungsi menghentikan semua output pada interface. Blok Emergency Stop diletakkan pada program tanpa garis koneksi ke blok yang lain. Dalam setiap project hanya diperbolehkan satu blok Emergency Stop. 9. Terminal Berfungsi untuk menyediakan display dan untuk memasukkan nilai tertentu saat program sedang berjalan. Juga ditempatkan pada program tanpa garis koneksi. Pada blok ini terdapat output M1 M8 di bagian atas blok. Dan juga 9
10 berfungsi menampilkan arah dari pergerakkan motor yang terhubung pada interface. Dua buah display berfungsi menampilkan nilai dari variable, input analog parameter EA ED dan nomer. Sebuah blok display harus dimasukkan dalam flowchart agar nilai bisa ditampilkan disini. Parameter EA ED merupakan tempat untuk mengisi nilai dimana nilainya dapat diubah walaupun ketika program sedang berjalan (tentu saja tidak bisa pada saat Mode Aktif). Di sini juga terdapat tombol STOP dan RESET yang dapat diaktifkan dengan meng-klik icon tersebut. Terminal juga memiliki 10 input digital E17 E26 dimana pengoperasiannya dengan cara meng-klik icon tersebut. Input E17 E21 didesain sebagai switch dan akan tetap tertekan sampai kita melepasnya. E21 E26 didesain sebagai tombol dimana tombol tersebut akan langsung terlepas segera setelah ditekan tidak perlu menunggu kita melepas klik pada mouse. 10. Display Blok ini berfungsi untuk menampilkan nilai, variable atau input EX EY atau EA ED pada salah satu dari display yg ada pada Terminal. 10
11 11. Message Berfungsi menampilkan text pada Terminal dengan panjang maximal 17 karakter. 12. Show Values Blok ini berfungsi menampilkan nilai dari variable pada saat program berada pada mode online. Blok ini ditempatkan pada program tanpa garis koneksi dengan blok lain. Selain nilai variable, nilai digital dan analog serta nilai pada EA ED juga dapat ditampilkan disini. 13. Variable +/-1 Berfungsi untuk menambah atau mengurangi nilai suatu variable dengan satu. Kita memasukkan variable yg ingin kita tambah atau kurangi pada field dialog. 11
12 14. Assignment Suatu nilai tertentu dapat dipasangkan dengan variable VAR1 VAR99 atau counter Z1 Z16 dengan menggunakan blok ini. Semua operasi matematika dapat digunakan disini. Sama halnya dengan parentheses. 15. Compare Berfungsi membandingkan suatu kondisi tertentu. Tergantung bagaimana kondisi terpenuhi, flowchart dapat bercabang ke kanan atau ke bawah. Kita dapat mengatur pada dialog box apakah percabangan ke kanan berkondisi 1 atau 0. panjang maksimum dari suatu formula adalah 40 karakter. Jika kita memasukkan suatu ekspresi dalam sebuah formula dimana secara matematis ekspresi tersebut tidak benar atau tidak diizinkan, sebuah pesan error akan ditampilkan segera setelah menekan tombol Ok. 16. Beep Berfungsi mengeluarkan nada sinyal melalui PC speaker. Level suara dan lamanya dapat di-set pada dialog box. Level suara dapat dimasukkan sebagai 12
13 frekuensi ( Hz) atau sebagai not balok (c-d dalam 5 oktaf ). Lamanya suara yang dapat dimainkan dalam 0 5 detik. 17. Wait Berfungsi untuk memberikan delay pada flowchart. Delay akan mulai setelah alur flowchart mencapai blok ini. Delay yang kita inginkan kita masukkan dalam hitungan detik, dimana maksimumnya adalah 999,99 detik. Kita juga dapat memilih tipe delaynya antara define dan random. Jika kita memilih define maka delaynya akan sama persis dengan yang kita input.dan jika kita memilih random delaynya akan acak tetapi tidak akan melebihi nilai yang telah kita input. 13
14 18. Text Text yang dimasukkan di sini dapat ditempatkan sebagai komentar di berbagai tempat di lembar kerja, contohnya sebagai dokumentasi program. 19. SubIn, SubOut Kedua blok ini hanya terlihat pada toolbox ketika kita mengedit subprogram. Keduanya berfungsi untuk mengkoneksikan program utama dengan awal sub-program (SubIn) atau akhir Sub-program dengan program utama (SbOut). Setelah kita memasukkan SubIn dan SubOut blok pada sub-program keduanya juga harus dimasukkan sebagai lingkaran pada frame dari icon subprogram dimana untuk memasukkannya kita harus memilih pada toolbar Subprogram Design. Garis koneksi hanya dapat digambar antara flowchart program utama dengan icon sub-program setelah hal di atas dilakukan. 14
KATA PENGANTAR. Laboratorium Lanjut Robotika
KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur yang mendalam kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atas berkat rahmat dan hidayah-nya serta izin-nya-lah maka modul praktikum Robotika
BAB VI MENGENAL TRAINER " BATO - 05 "
BAB VI MENGENAL TRAINER " BATO - 05 " Perangkat PLC ini telah di set sedemikian rupa sehingga mudah dalam penginstalan dan pengoperasian program control system dari suatu rangkaian. Adapun modul trainer
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Perancangan Alat Pada BAB pembuatan alat ini akan dibahas perencanaan dan realisasi pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan dibuat.
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Gambaran Umum Sistem Perancangan kendali kelistrikan rumah menggunakan web dimulai dari perancangan hardware yaitu rangkaian pengendali dan rangkaian pemantau seperti rangkaian
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAKSI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAKSI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman DAFTAR LAMPIRAN... xviii DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis Dengan LED Matrix Berbasis Arduino adalah suatu sistem media penyampaian informasi di dalam ruangan yang menggunakan
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK 4.1 Pengukuran Alat Pengukuran dilakukan untuk melihat apakah rangkaian dalam sistem yang diukur sesuai dengan spesifikasi
BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan
BAB III PERANCANGAN. Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah
BAB III PERANCANGAN 3.1. Perancangan Sistem Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah melakukan perancangan dengan memahami cara kerja alat atau sistem tersebut serta sifat dan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM User Manual Edisi September 2006 ELKAHFI Design & Embedded System Solution Daftar Isi Pengenalan Elkahfi Telemetry System Pendahuluan 1 Kelengkapan Telemetry System 2 Spesifikasi
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan sistem home automation menggunakan teknologi NFC berbasis Arduino. Sistem home automation mengasumsikan peralatan listrik atau
PERANCANGAN DAN REALISASI BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI Perancangan merupakan sebuah proses yang sangat menentukan untuk merealisasikan alat tersebut. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara mempelajari karakteristik
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. ANALISIS 3.1.1 Analisis Masalah Berdasarkan permasalahan yang dijelaskan oleh penulis sebelumnya, bahwa dengan perkembangan kemajuan kehidupan manusia di tuntut untuk
Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan.
Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan. Pada aplikasi industri, gerakan memindahkan obyek dari suatu sistem roda berjalan (conveyor) ke tempat lain secara repetitif
Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP
Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP Rika Sustika P2 Informatika-LIPI [email protected] Oka Mahendra P2 Informatika-LIPI [email protected]
BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK
BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK 4.1. Spesifikasi Perancangan Perangkat Lunak Perangkat lunak pada wahana bertujuan untuk memudahkan proses interaksi antara wahana dengan pengguna. Pengguna
WORKSHOP INSTRUMENTASI MODUL PRAKTIKUM PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
WORKSHOP INSTRUMENTASI MODUL PRAKTIKUM PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER PRODI D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan secara umum perancangan sistem pengingat pada kartu antrian dengan memanfaatkan gelombang radio, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu blok diagram
PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA
PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA Disusun Oleh: Nama :Widhi Setya Wardani NPm :26409372 Jurusan : Teknik
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan argo becak motor berbasis arduino dan GPS ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan tersebut
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Sistem yang dirancang adalah sistem yang berbasiskan mikrokontroller dengan menggunakan smart card yang diaplikasikan pada Stasiun Kereta Api sebagai tanda
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA PEMROGRAMAN PADA PLC DAN SOFTWARE WONDERWARE. 4.1 Membuat Program Dalam Bentuk Ladder Pada PLC LS Glofa
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA PEMROGRAMAN PADA PLC DAN SOFTWARE WONDERWARE 4.1 Membuat Program Dalam Bentuk Ladder Pada PLC LS Glofa a. Buka program GMWIN 4.0 dengan cara klik Start Windows All Programs
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari trainer kendali kecepatan motor DC menggunakan kendali PID dan
PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200
PC-Link PC-Link Application Note AN200 GUI Digital Input dan Output Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk mengatur Digital Input dan Output pada.
t o l e a r n t o k n o w P L C BASIC I Instruktur : TOTOK NUR ALIF S.Pd NIP
t o l e a r n t o k n o w P L C BASIC I Instruktur : TOTOK NUR ALIF S.Pd NIP. 19720101 200312 1 011 1 SELAMAT DATANG DI DUNIA PLC ( PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER ) SERI OMRON CPM 2 A PRODUKSI TAHUN 2003
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram dari sistem AVR standalone programmer adalah sebagai berikut : Tombol Memori Eksternal Input I2C PC SPI AVR
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
37 BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Tujuan Pengukuran dan Pengujian Pengukuran dan pengujian alat bertujuan agar dapat diketahui sifat dan karakteristik tiap blok rangkaian dan fungsi serta cara kerja
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Programmable Logic Controller Proses di berbagai bidang industri manufaktur biasanya sangat kompleks dan melingkupi banyak subproses. Setiap subproses perlu dikontrol secara seksama
BAB III PERANCANGAN SISTEM. untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input untuk
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Dasar Perancangan Sistem Perangkat keras yang akan dibangun adalah suatu aplikasi mikrokontroler untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi dengan menggunakan metodologi perancangan prototyping, prinsip kerja rangkaian berdasarkan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Perangkat Keras Sistem perangkat keras yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan oleh blok diagram berikut: Computer Parallel Port Serial Port ICSP Level
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini penulis akan membahas prinsip kerja rangkaian yang disusun untuk merealisasikan sistem alat, dalam hal ini potensiometer sebagai kontroler dari motor servo, dan
BAB V PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
5 1 BAB V PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER 5.1 Pengantar Pada aplikasi industri, banyak dibutuhkan implementasi pengontrol proses yang akan beraksi menghasilkan output sebagai fungsi dari state, perubahan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. 1 UMUM Perancangan Mikrokontroler Sebagai Pemroses Data Sistem Informasi Tsunami merupakan suatu sistem yang mampu memberikan informasi secara real time posisi dari buoy
Gambar 3.1 Diagram Blok Alat
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (uji coba). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat suatu alat yang dapat menghitung biaya pemakaian
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil uji coba yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain :
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan dari hasil uji coba yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : Komputer juga dapat digunakan untuk mengontrol lampu listrik rumah dengan
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA Pada bab ini, akan dibahas pengujian alat mulai dari pengujian alat permodul sampai pengujian alat secara keseluruhan serta pengujian aplikasi monitoring alat tersebut. Pengujian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Programmable Logic Controller (PLC) Programmable logic controller singkatnya PLC merupakan suatu bentuk khusus pengendalian berbasis mikroprossesor yang memanfaatkan memori
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI Pengenalan PLC PLC merupakan sistem operasi elektronik digital yang dirancang untuk
Alat Pengukur Level Air
Alat Pengukur Level Air Deskripsi Sistem ini terdiri dari Bagian Controller, Bagian Sensor dan Bagian GSM Modem di mana Bagian controller berfungsi mendeteksi kondisi sensor dan mengirimkan kondisi tersebut
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Dalam merancang sistem pengendali sepeda motor berbasis android ini, terdapat beberapa masalah yang harus dicermati dan dipecahkan. Permasalahan tersebut
BAB III METODE DAN PERANCANGAN
BAB III METODE DAN PERANCANGAN 1.1 Metode Metode yang digunakan dalam pembuatan modul ini adalah modifikasi rancang bangun yang dilakukan dengan eksperimen. Hasil dari penyusunan tugas akhir ini berupa
Sistem Monitoring Tinggi Muka Air Sungai Terpasang di seluruh Kaltim dengan Pusat Monitor di Samarinda menggunakan komunikasi satelit RTU LOGGER
Sistem Monitoring Tinggi Muka Air Sungai Terpasang di seluruh Kaltim dengan Pusat Monitor di Samarinda menggunakan komunikasi satelit RTU LOGGER Blok diagram Hardware RTU LOGGER Spesifikasi Teknis RTU
User s Manual MAESTRO MOVING SIGN
User s Manual MAESTRO MOVING SIGN Surabaya, Copyright 2003 DAFTAR ISI INSTALASI... 3 I. MENGGANTUNG ALAT... 3 II. SUMBER TEGANGAN... 3 III. KEYBOARD... 3 SPESIFIKASI... 4 I. PEMROGRAMAN... 4 II. MEMORY...
DT-Sense Current Sensor With OpAmp Gambar 1 Blok Diagram AN212
DT-AVR DT-AVR Application Note AN212 Monitor Arus pada Motor DC dengan DT-Sense Current Sensor with OpAmp Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi motor DC terkadang diperlukan suatu pengendalian/pendeteksian
Findra Kartika Sari Dewi
Teknik dan Logika Pemrograman [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI Bab ini menjelaskan perancangan dan realisasi seluruh sistem dalam skripsi ini. Perancangan dan realisasi meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Penjelasan tentang
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI Suatu tujuan akan tercapai dengan baik bila dilakukan melalui tahaptahap yang disusun dan dikerjakan dengan baik pula. Sebelum suatu ide diwujudkan dalam bentuk nyata,
BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan
BAB III PEMBUATAN ALAT 3.. Pembuatan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
18 BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada pembahasan perancangan sistem ini akan menjelaskan cara kerja dari keseluruhan sistem kendali on/off dan intensitas lampu menggunakan frekuensi radio. Pengiriman data
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai implementasi dan evaluasi pada saat menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan Controller Board ARM2368.
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA Pada bab ini, akan dibahas pengujian alat mulai dari pengujian alat permodul sampai pengujian alat secara keseluruhan, antara lain : 1. Instalasi Software Arduino IDE 2. Pengujian
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS 3.1. Spesifikasi Perancangan Perangkat Keras Secara sederhana, perangkat keras pada tugas akhir ini berhubungan dengan rancang bangun robot tangan. Sumbu
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung, dari bulan Februari 2014 Oktober 2014. 3.2. Alat dan Bahan Alat
SIMULASI MODEL KONTROL MESIN MIXER MENGGUNAKAN PLC DAN PROGRAM KOMPUTER INTELLUTION FIX
SIMULASI MODEL KONTROL MESIN MIXER MENGGUNAKAN PLC DAN PROGRAM KOMPUTER INTELLUTION FIX 6.1 Darminto 1, M. Facta, ST, MT 2, Iwan Setiawan, ST, MT 3 Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang ABSTRAK
BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram
BAB III PERENCANAAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan lebih rinci mengenai perencanaan dalam pembuatan alat. Penulis membuat rancangan secara blok diagram sebagai pembahasan awal. 3.1 Perencanaan Secara
BAB I SISTEM KONTROL TNA 1
BAB I SISTEM KONTROL Kata kontrol sering kita dengar dalam pembicaraan sehari-hari. Kata kontrol disini dapat diartikan "mengatur", dan apabila kita persempit lagi arti penggunaan kata kontrol dalam teknik
BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY
BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY 3.1 Perancangan Alat Dalam merealisasikan sebuah sistem elektronik diperlukan tahapan perencanaan yang baik dan matang. Tahapan-tahapan
SPC SPC. SPC Application Note AN175 Bluetooth Mobile Robot. Application Note AN175
SPC SPC SPC Application Note AN175 Bluetooth Oleh: im IE eknologi bluetooth saat ini sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai device. Salah satu contohnya pada handphone yang biasa digunakan untuk proses
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
34 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini akan dibahas tentang analisis data dan pembahasan berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat. Rancangan alat indikator alarm ini digunakan untuk
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 PLC (Programmable Logic Controller) Pada sub bab ini penulis membahas tentang program PLC yang digunakan dalam system ini. Secara garis besar program ini terdiri
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 IMPLEMENTASI Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum memulai penggunaan Sistem Kontrol Pendeteksian Kebakaran. Berikut beberapa kebutuhan
TUGAS AKHIR EDHRIWANSYAH NST
PERENCANAAN DAN PEMBUATAN KENDALI MOTOR SEBAGAI PENGGERAK PINTU OTOMATIS MASUKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATIONS) BERBASIS MIKROKONTROLER AT90S2313 (HARDWARE) TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari algoritma robot. 3.1. Sistem Kontrol Sistem kontrol pergerakan pada robot dibagi
Sistem Komputer. Tiga komponen utama : CPU
PERTEMUAN Tiga komponen utama : CPU Sistem Komputer Memori (primer dan sekunder) Peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem 1 Modul I/O Merupakan peralatan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA Pembahasan dalam Bab ini meliputi pengujian dari setiap bagian kemudian dilakukan pengujian secara keseluruhan. Ada beberapa tahapan pengujian untuk yang harus dilakukan untuk
BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN. simulator HMI berbasis PLC. Simulator ini memiliki beberapa bagian penting yaitu
BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diterangkan secara detail mengenai perancangan trainer simulator HMI berbasis PLC. Simulator ini memiliki beberapa bagian penting yaitu perancangan hardware
PENGERTIAN PLC UNY-PLC-THT 2
PENGERTIAN PLC PLC merupakan suatu piranti basis kontrol yang dapat diprogram bersifat logik, yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relay yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional.
PC-Link. Gambar 1 Blok Diagram AN201. AGND (J3 pin 1) Pin 1 VCC (J3 pin 2) Pin 3 Dapat dipilih salah satu dari A0 s.d. A7 (J3 pin 3 s.d.
PC-Link PC-Link Application Note AN201 GUI Analog Input PC-Link USB Smart I/O Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk membaca Input Analog pada
PERANCANGAN KENDALI KELISTRIKAN RUMAH BERBASIS WEBSITE. Naskah Publikasi
PERANCANGAN KENDALI KELISTRIKAN RUMAH BERBASIS WEBSITE Naskah Publikasi Diajukan oleh: Teguh Sulistyanta 06.11.1127 Kepada : JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLER (PLC)
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLER (PLC) Tujuan Setelah mempelajari modul ini, diharapkan peserta mampu : Memahami fungsi PLC Mampu membuat program PLC Mampu menerapkan PLC untuk menyelesaikan permasalahan kontrol
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Instalasi merupakan hal yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler. Sebelum melakukan instalasi, hubungkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sudah menjadi trend saat ini bahwa pengendali suatu alat sudah banyak yang diaplikasikan secara otomatis, hal ini merupakan salah satu penerapan dari perkembangan teknologi dalam
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL TRANSFER TARGET CAIR UNTUK PRODUKSI RADIOISOTOP F-18 (FLUOR-18) PADA FASILITAS SIKLOTRON
162 ISSN 0216-3128 I. Wayan Widiana, dkk. RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL TRANSFER TARGET CAIR UNTUK PRODUKSI RADIOISOTOP F-18 (FLUOR-18) PADA FASILITAS SIKLOTRON I. Wayan Widiana, Cahyana a., Artadi Heru
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. M-File dan Simulink
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI M-File dan Simulink Disusun Oleh Nama : Yudi Irwanto NIM : 021500456 Prodi Jurusan : Elektronika Instrumentasi : Teknofisika Nuklir SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. a. Alarm main controller (kontrol utama sistem alarm)
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Dalam merancang sistem alarm mobil berbasis mikrokontroler dan android ini, terdapat beberapa masalah utama yang harus dicermati dan dipecahkan. Permasalahan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem yang Berjalan Adapun analisis dari game mencari perbedaan jenis rumah adalah dengan menggunakan desain dan ActionScript untuk bahasa pemrograman Flash
BAB III PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Pengantar Perancangan Sistem Pengendalian Lampu Pada Lapangan Bulu
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengantar Perancangan Sistem Pengendalian Lampu Pada Lapangan Bulu Tangkis Indoor Pada lapangan bulu tangkis, penyewa yang menggunakan lapangan harus mendatangi operator
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah yang akan digunakan dalam menyelesaikan perangkat keras (hardware) yang berupa komponen fisik penunjang seperti IC AT89S52 dan perangkat
BAB III PERANCANGAN 3.1. SPESIFIKASI SISTEM
BAB III PERANCANGAN 3.1. SPESIFIKASI SISTEM Pada perancangan, menspesifikasikan sistem yang akan dibuat menjadi dua kategori yaitu spesifikasi perangkat keras dan spesifikasi perangkat lunak, sebagai berikut
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang
BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK
BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK Bab ini membahas tentang perancangan perangkat lunak yang meliputi interface PC dengan mikrokontroller, design, database menggunakan Microsoft access untuk
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Bagian dari bab ini akan membahas mengenai analisa dan perancangan sistem yang akan dibangun pada pengerjaan tugas akhir ini. Pembahasan analisa meliputi analisa
Teknik Otomasi [PengenalanPLC]
Teknik Otomasi [PengenalanPLC] Eka Maulana, ST., MT., M.Eng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya RuanglingkupAplikasiPLC PLC Programmable Logic Controller diperkenalkan pertamakali pada1969 olehrichard
BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Flowchart
BAB IV PERANCANGAN Bab ini membahas tentang perancangan sistem gerak Robo Bin, mulai dari alur kerja sistem gerak robot, perancangan alat dan sistem kendali, proses pengolahan data hingga menghasilkan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi
