BENCHMARKING WEBSITE E-COMMERCE MENGGUNAKAN TEKNIK PENGUKURAN WEBQUAL
|
|
|
- Teguh Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BENCHMARKING WEBSITE E-COMMERCE MENGGUNAKAN TEKNIK PENGUKURAN WEBQUAL Pingky Stella Rosita 1, Rahmadani Eva R 2, A. Bima Murti Wijaya 3 1,2,3 Program Studi Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir Sutami 36 Surakarta [email protected] 1, [email protected] 2, [email protected] 3 ABSTRACT Website is a commercial media that used by companies to conduct business activities. Many kind of companies in various industries explore the ways to trading with the Internet. Internet and information technology has brought a new form of trading called electronic commerce or e - commerce. The quality of an e- commerce website can affect the development of the business. This paper presents how customer s satisfaction of an e- commerce website to find the website benchmarking using WebQual. WebQual is a method or measuring technique for website quality based on user. WebQual prepared based on 3-dimensional quality of web content according to the design described by Barnes and Vidgen are quality information websites, website design quality, and usability. Websites that used in this study were selected from data in the Alexa Top Site by rank in Indonesia. From Alexa data, was selected three top websites. The study was conducted by surveying 86 respondents. The results of this study is percentage of customer s satisfaction on the e-commerce in Indonesia is reach point until %. Keywords : Benchmarking, E-Commerce, WebQual ABSTRAK Website merupakan media komersial yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnis. Perusahaan dari segala bentuk dan ukuran di berbagai industri mengeksplorasi cara untuk memulai perdagangan dengan Internet. Internet dan teknologi informasi telah membawa bentuk baru perdagangan yang disebut dengan electronic commerce atau e-commerce. Kualitas sebuah website e-commerce dapat mempengaruhi perkembangan dari bisnis tersebut. Makalah ini menyajikan bagaimana kepuasan pelanggan suatu website e-commerce untuk mengetahui benchmarking website tersebut dengan menggunakan WebQual. WebQual merupakan metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna. WebQual disusun berdasarkan 3 dimensi yang membentuk kualitas desain web content sesuai dengan yang dipaparkan oleh Barnes dan Vidgen yaitu kualitas informasi website, kualitas desain website, dan kualitas penggunaan. Website yang digunakan dalam penelitian ini dipilih dari data Top Site oleh Alexa dalam kategori website di negara Indonesia. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei terhadap 86 responden. Berdasarkan hasil survei, presentase kepuasan pelanggan terhadap website e-commerce di Indonesia tertinggi mencapai angka 72,18%. Kata Kunci : Benchmarking, E-Commerce, WebQual 1. PENDAHULUAN Saat ini, perkembangan e-commerce sangat pesat, tidak hanya di luar negeri, e-commerce di Indonesia juga berkembang pesat. Salah satu faktor yang menyebabkan perkembangan e-commerce adalah website. Peranan website sangatlah penting dalam kegiatan bisnis e-commerce. Perusahaanperusahaan e-commerce yang sudah berpengalaman mulai menyadari bahwa penentu utama keberhasilan bukan hanya website dan harga barang yang rendah melainkan kualitas website e-commerce yang baik (Osama, 2010). Kualitas website e-commerce dapat berpengaruh pada banyaknya pelanggan yang memutuskan untuk berbelanja pada e-commerce tersebut. Untuk mengetahui tinggi rendahnya kualitas sebuah website tentunya mengacu pada sebuah standar. Imam Sanjaya melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengukur kualitas website. Website yang digunakan dalam penelitiannya yaitu website kementrian kominfo. Metode yang digunakan adalah WebQual 4.0 dan dianalisis dengan regresi linier. Penelitian dilakukan dengan teknik survey untuk mendapatkan data primer. Data primer didapatkan dari 32 responden. Hasil dari penelitiannya, salah satu dimensi WebQual 4.0 yaitu kualitas informasi, tidak mempengaruhi kepuasan pengguna secara signifikan terhadap website kementrian kominfo (Sanjaya, 2012). Penelitian lain menggunakan WebQual dilakukan oleh Stuart J. Barnes dan Richard T. Vidgen. Mereka menilai kualitas 3 website e-commerce yaitu Amazon, BOL, dan Internet Bookshop (IBS). Hasil dari penelitiannya, Amazon dianggap lebih baik dari kedua website yang lannya (Barnes dan Vidgen, 2002). Mirip dengan penelitian yang dilakukan oleh Barnes dan Vidgen, makalah ini menyajikan penelitian mengenai kepuasan pelanggan terhadap website e-commerce untuk mengetahui benchmarking terhadap kualitas tiga website e- 190
2 commerce di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu WebQual 4.0. Di Indonesia terdapat banyak perusahaan e- commerce. Perusahaan-perusahaan tersebut tergabung dalam sebuah asosiasi E-commerce Indonesia (idea.or.id). Anggota dari asosiasi tersebut ada 38 yaitu (Idea, 2013) : 1. PT Martina Berto 2. Tiket.com 3. JNE 4. Lazada 5. Bookpanorama.com 6. SKYE 7. Bank Mandiri 8. RPX 9. PinkEmma 10. Permata Bank 11. Go Indonesia 12. Google 13. Rumah Price Area 15. Living Social 16. XL 17. Veritrans 18. Tokopedia 19. Metra Plasa 20. Kaskus 21. Grazera 22. Blibli.com 23. Bhineka.com 24. Berniaga 25. TokoBagus 26. IPAYMU 27. Electonic City 28. E2pay.com 29. ShopDeca 30. Doku 31. Indomog 32. Garuda Indonesia 33. Gudang Listrik 34. Blanja.com 35. Indonetwork.co.id 36. Lojai.com 37. Happy Holiday 38. CBN Dari 38 website diatas, dipilih web e-commerce yang menjual barang atau properti tertentu secara langsung kepada konsumen. Terdapat 14 e- commerce pada daftar tersebut yaitu adalah Lazada, Book Panorama, PinkEmma, Price Area, Tokopedia, Metra Plasa, Grazera, Blibli.com, Bhineka, Berniaga, Toko Bagus, Electronic City, Blanja.com, dan Lojai. Selanjutnya dipilih 3 e-commerce dari 14 kandidat untuk penelitian. Pemilihan 3 website yang akan digunakan dalam penelitian ini diambil berdasarkan data top site oleh Alexa (Web Information Company) pada kategori e-commerce di negara Indonesia. Berikut data ranking 14 website e-commerce diatas berdasarkan data top site semua situs di Indonesia oleh Alexa pada bulan Desember 2013 (Alexa, 2013) : Website E- Rank Commerce 1. Lazada PinkEmma Price Area Tokopedia Grazera Blibli.com Bhineka Berniaga Toko Bagus Electronic City Blanja.com Lojai 724 Dari data diatas, didapatkan 3 urutan teratas yaitu Toko Bagus, Berniaga dan Lazada, akan tetapi TokoBagus dan Berniaga tidak dapat digunakan untuk penelitian karena salah satu dimensi WebQual membahas tentang akurasi kepercayaan pembeli untuk menyelesaikan transaksi tidak dapat terpenuhi, karena pada website tersebut tidak ada transaksi pembayaran via online, sehingga 3 website yang digunakan untuk penelitian ini adalah website urutan ke 3,4 dan 5 yaitu Lazada, Tokopedia dan Bhineka. Responden akan diminta untuk melakukan penilaian terhadap ketiga website yang telah dipilih dan selanjutnya akan diketahui kualitas serta benchmarking dari ketiga website e-commerce tersebut. 1.1 Benchmarking Benchmarking adalah metode pengukuran yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan berbagai bidang kegiatan termasuk manajemen sumber daya manusia, sistem informasi, proses pelanggan, manajemen mutu, pembelian, dan supplier manajemen (Emulti, 1998). Dalam evaluasi web, benchmarking dapat digunakan untuk mengukur kinerja situs seseorang terhadap orang lain, terutama pesaingnya. Dengan melakukan hal ini, kekuatan dan kelemahan dari situs seseorang dapat diidentifikasi, dan kualitas dan kegunaan dari situs web dapat ditingkatkan. selama bertahun-tahun, teknik benchmarking telah terbukti keberhasilannya dan banyak digunakan dalam bisnis dan berbagai aspek organisasi (Government, 1995) (Hasan dkk, 2005). Kegiatan benchmarking secara positif memaksa setiap bisnis untuk terus berkembang dan meningkat untuk bertahan hidup dan berkembang dalam lingkungan bisnis untuk menghadapi persaingan global. Bahkan, seperti yang dilaporkan dalam Wall Street Journalpoll (Lancaster, 1998), benchmarking merupakan salah satu dari tiga alat penting dan 191
3 populer untuk perbaikan terus-menerus. Analisis kesenjangan sering digunakan sebagai metode mendasar dalam evaluasi kinerja dan benchmarking. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Camp (Camp, 1995), salah satu dilema yang hadapi adalah bagaimana untuk menunjukkan benchmarks dari beberapa pengukuran yang ada. Sangat jarang bahwa salah satu ukuran tunggal dapat cukup untuk tujuan evaluasi kinerja. Akibatnya, beberapa metode analisis kesenjangan multi-faktor berbasis telah dikembangkan, misalnya, grafik Spider, indeks kematangan AHP, dan Z grafik (Cook dkk, 2004). Benchmarking fungsi situs web direncanakan sebagai tahap pertama dari proyek yang lebih komprehensif (Boisvert dan Caron, 2006) yang bertujuan mendokumentasikan dampak teknologi internet pada proses bisnis. Sebuah situs web adalah alat yang dapat meningkatkan kinerja proses bisnis perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan dan tugas-tugas dengan tujuan khusus yaitu pemasaran produk dan jasa, menjual produk, menyediakan layanan purna jual, dan sebagainya. Intinya Benchmarking website merupakan suatu proses membandingkan website dan mengukur suatu kegiatan pada website sebagai inspirasi dalam meningkatkan kinerja dengan menggunakan website. Dalam hal ini website yang diukur merupakan website e-commerce. Benchmarking dapat menolong perusahaan atau organisasi dalam mengidentifikasi kekuatan operasional dan areal wilayah untuk dilakukan perbaikan. Dengan demikian, hal tersebut akan memungkinkan perusahaan atau organisasi dapat membandingkan dengan perusahaan atau organisasi kompetitor dan selanjutnya akan menjadi alat stratregi bagi manajemen untuk meningkatkan kinerjanya (Kementrian Lingkungan Hidup, 2002). 1.2 E-Commerce E-commerce di Indonesia telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net ( sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mall online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant (Kompasiana, 2013). Perkembangan e-commerce paling pesat di Indonesia adalah pada 5 tahun terakhir ini, hal ini disebabkan oleh karena semakin banyak investor asing telah melirik dan menanamkan modalnya untuk pasar toko online di Indonesia seperti Lazada. Jajaran web toko online ini merupakan kepanjangan tangan dari Rocket Internet yang bermarkas besar di Jerman, dan telah memiliki website sejenis di 5 negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia (Kompasiana, 2013). Pada tahun 2013, persaingan e-commerce di Indonesia semakin memanas dengan hadirnya situs listing, B2C, dan C2C besar seperti Berniaga, Tokobagus, Tokopedia, dan Blibli (Techniasia, 2013). 1.3 WebQual WebQual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna terakhir. Metode ini merupakan pengembangan dari ServQual Zeithaml yang banyak digunakan sebelum pada pengukuran kualitas jasa. WebQual sudah dikembangkan sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa literasi dalam penyusunan dimensi item item pertanyaan. WebQual sendiri disusun berdasarkan 3 dimensi yang membentuk kualitas desain web content Barnes dan Vidgen yaitu : 1. Kualitas informasi website ( web information quality ) 2. Kualitas desain website ( site design quality ) 3. Kualitas Penggunaan ( usability quality ) Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yaghoubi (Yaghoubi, 2011), Internet bookstore quality assessment: Iranian evidence digunakan model WebQual untuk mengevaluasi kualitas website berdasarkan perspektif pengguna. Terdapat beberapa versi dari model WebQual dimana setiap versi digunakan dalam penelitian yang berbeda yang disesuaikan dengan populasi dan kebutuhan penelitian yaitu sebagai berikut : WebQual 1.0, terdiri atas 4 dimensi yaitu usefulness, easy of use, entertainment, dan interaction. WebQual versi pertama ini kuat dalam dimensi kualitas informasi, tetapi lemah dalam service interaction. WebQual 2.0, terbagi dalam 3 area yang berbeda yaitu quality of website, quality of information, dan quality of service interaction. Pada webqual 2.0 dikembangkan aspek interaksi dengan mengadopsi kualitas pelayanan. WebQual 3.0 diuji mengidentifikasi 3 dimensi atas kualitas website e-commerce yaitu usability, information quality, dan quality of service interaction. WebQual 4.0 diperoleh dari pengembangan WebQual versi 1 sampai 3 dan juga disesuaikan dan dikembangkan dari SERVQUAL. WebQual 4.0 terdiri dari 3 dimensi yaitu usability, information quality, dan interaction service a. Usability Dimensi usability digambarkan dalam bidang interaksi manusia dengan komputer (Davis 1989,1993, Nielsen 1993) dan pada kegunaan web (Nielsen 1999, 2000, Spool dkk. 1999). Dimensi usability menggambarkan bagaimana pengguna merasakan berinteraksi dengan situs Web. b. Information Quality Pertanyaan - pertanyaan yang dapat dikembangkan dari dimensi ini difokuskan pada informasi, data dan kualitas sistem. 192
4 (Bailey dan Pearson 1983, Strong dkk. 1997, Wang.1998). c. Interaction Service Segmen ini meliputi interaksi dan kualitas servis dari marketing, e-commerce dan kualitas servis SI. Bitner (1990) mengutip pernyataan Shostack (1985) bahwa definisi servis merupakan periode waktu selama konsumen melakukan interaksi dengan servis yang ditawarkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Risyad, pada dasarnya sebuah kualitas desain web akan berdampak positif dengan kepuasan pengguna secara visual. Pengukuran dengan WebQual mungkin dapat di teliti adalah lazada.co.id, tokopedia.com, dan bhineka.com. Pemilihan website tersebut berdasarkan top site oleh Alexa, dimana ketiga website tersebut merupakan 3 top site yang sejenis dalam kategori e-commerce di Indonesia. Untuk mengetahui benchmarking website, dibutuhkan data primer yang didapatkan dari hasil survey terhadap mahasiswa-mahasiwa di Solo dan hasilnya adalah 86 responden yang mengisi quesioner. Quesioner berupa pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya berupa skala pengukuran yaitu antara 1-5. Keterangan nilai : 1. Sangat Kurang / Sangat Tidak Setuju 2. Kurang / Kurang Setuju 3. Cukup / Netral 4. Baik / Setuju 5. Sangat Baik / Sangat Setuju Pertanyaan quesioner diambil dari quesioner webqual yang menilai dari beberapa aspek yaitu usability, kualitas informasi dan interaksi kualitasnya serta kesan responden terhadap websitewebsite e-commerce tersebut. Berikut daftar pertanyaan dalam quesioner penelitian ini : Usability 1. Situs mudah dioperasikan, interaksi jelas dan dimengerti dan mudah navigasinya 2. Situs memiliki tampilan yang menarik, desain sesuai dengan jenis situs 3. Situs mempunyai daya saing Kualitas Informasi 1. Menyediakan informasi yang akurat dan dipercaya, mudah dipahami 2. Menyediakan informasi yang tepat waktu dan relevan 3. Memberikan informasi detail informasi dalam format yang sesuai Interaksi Kualitas 1. Memiliki reputasi yang baik 2. Memberi rasa aman untuk menyelesaikan transaksi (Informasi pribadi aman) 3. Menyampaikan rasa komunitas dan mudah untuk berkomunikasi dengan organisasi 4. Saya merasa yakin bahwa barang / jasa yang akan disampaikan seperti yang dijanjikan Kesan diaplikasikan ke dalam website e-commerce karena website yang berkarakteristik e-commerce harus memperhatikan mengenai desain web yang dibuat untuk menarik pengguna dalam hal ini pengguna adalah customer secara online (Risyad, 2012). 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui benchmarking website e-commerce di kalangan mahasiswa di Solo. Website yang 1. Pandangan secara keseluruhan Website ini Responden akan mengisi quesioner untuk penelitian ini. Dari hasil quesioner akan dianalisis dan didapatkan kepuasan pelanggan terhadap ketiga website yang di teliti. 3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Setelah didapatkan quesioner, terdapat 86 responden (mahasiswa di kota solo dan sekitarnya) yang mengisi quesioner dengan penilaian yang bervariasi. Quesioner terdiri dari 11 pertanyaan yang mewakili aspek dari WebQual yaitu usability, kualitas informasi, interaksi kualitas dan kesan keseluruhan terhadap ketiga website yang digunakan dalam penelitian. 86 responden memberikan nilai 1-5 pada setiap pertanyaan untuk masing-masing website. Berikut data penilaian dari 86 responden pada setiap pertanyaan : 1. Situs mudah dioperasikan, interaksi jelas dan dimengerti, dan mudah navigasinya
5 Diagram penilaian pertanyaan pertama Diagram penilaian pertanyaan keempat 2. Situs memiliki tampilan menarik, desain sesuai dengan jenis situs Diagram penilaian pertanyaan kedua 5. Menyediakan informasi yang tepat waktu dan relevan Diagram penilaian pertanyaan kelima 3. Situs memiliki daya saing Diagram penilaian pertanyaan ketiga 6. Memberikan informasi detail informasi dalam format yang sesuai Diagram penilaian pertanyaan keenam 4. Menyediakan informasi yang akurat dan dipercaya, mudah dipahami
6 7. Menyediakan informasi yang tepat waktu dan relevan Diagram penilaian pertanyaan kesembilan Diagram penilaian pertanyaan ketujuh 10. Saya merasa yakin bahwa barang / jasa yang akan disampaikan seperti yang dijanjikan Memberikan informasi detail informasi dalam format yang sesuai Diagram penilaian pertanyaan kesepuluh Diagram penilaian pertanyaan kedelapan 11. Pandangan secara keseluruhan Website ini Diagram penilaian pertanyaan kesebelas 9. Menyampaikan rasa komunitas dan mudah untuk berkomunikasi dengan organisasi Dari semua data diatas, dapat direkap data penilaian dari 86 responden secara keseluruhan. Berikut hasil penilaian keseluruhan ketiga website : No Pertanyaan Jumlah Rata2 Jumlah Rata2 Jumlah Rata2 1 Situs yang mudah untuk dioperasikan, 319 3, , ,453 interaksi jelas dan dimengerti dan mudah 195
7 navigasinya 2 Situs ini memiliki tampilan yang menarik, desain sesuai dengan jenis situs 323 3, , ,480 3 Situs ini mempunyai daya saing 317 3, , ,488 Usability 959 3, , ,473 4 Menyediakan informasi yang akurat dan dipercaya mudah dipahami 307 3, , ,651 5 Menyediakan informasi yang tepat waktu dan relevan 322 3, , ,663 6 Memberikan informasi detail informasi dalam format yang sesuai 314 3, , ,674 Kualitas Informasi 943 3, , ,663 7 Memiliki reputasi yang baik 332 3, , ,744 8 Memberi rasa aman untuk menyelesaikan transaksi (Informasi pribadi aman) 303 3, , ,581 9 Menyampaikan rasa komunitas dan mudah untuk berkomunikasi dengan organisasi 295 3, , , Saya merasa yakin bahwa barang / jasa yang 299 3, , ,550 akan disampaikan seperti yang dijanjikan Interaksi Kualitas , , , Pandangan saya secara keseluruhan Website 314 3, , ,547 Total , , ,561 Keterangan : Jumlah : merupakan jumlah total penilaian dari 86 responden Rata2 : merupakan nilai rata-rata penilaian dari 86 responden Hasil survei diatas merupakan hasil survei terhadap 86 responden (mahasisiwa di soloraya). Semua responden memberikan nilai 1-5 untuk setiap pertanyaan. Hasil survei menunjukkan pada aspek usability, Lazada memperoleh jumlah nilai sebanyak 959 dengan rata-rata 3,717, Tokopedia memperoleh nilai sebanyak 905 dengan rata-rata 3,508 dan Bhineka memperoleh jumlah nilai 896 dengan rata-rata 3,473. Untuk aspek usability, Lazada lebih unggul dibandingkan Tokopedia dan Bhineka. Hasil survei untuk aspek kualitas informasi, jumlah nilai Bhineka berbeda tipis denngan Lazada. Bhineka menempati urutan pertama dengan jumlah nilai 945 dan rata-rata 3,663. Di posisi selanjutnya yaitu Lazada dengan nilai 943 dan rata-rata 3,655. Di posisi terakhir ditempati oleh Tokopedia dengan jumlah nilai 892 dan rata-rata 3,457. Aspek yang ketiga adalah aspek Interaksi Kualitas, Lazada menempati urutan pertama dengan nilai 1229 dan rata-rata 3,573. Di posisi kedua Bhineka memperoleh jumlah nilai 1225 dengan rata-rata 3,561 dan posisi terakhir ditempati oleh Tokopedia dengan jumlah nilai 1155 dan rata-rata 3,358. Aspek keempat adalah penilaian berupa kesan atau pandangan keseluruhan terhadap masingmasing website. Pada aspek ini, Lazada menempati urutan pertama dengan nilai 314 dan rata-rata 3,651. Posisi selanjutnya ditempati oleh Bhineka dengan nilai 305 dan rata-rata 3,547 dan posisi terakhir ditempati oleh Tokopedia dengan jumlah nilai 289 dan rata-rata 3,361. Dari hasil survei diatas, dapat digambarkan dalam bentuk chart sebagai berikut : Chart diatas merupakan chart nilai rata-rata ketiga website dalam setiap aspeknya. Terlihat pada chart bahwa Bhineka dan Lazada berselisih ketat pada aspek interaksi kualitas dan kualitas informasi. Posisi tokopedia hampir di semua aspek menempati posisi yang terakhir. Jika semua nilai pada setiap aspek dijumlahkan maka didapatkan urutan pertama dengan total nilai 3445 dan rata-rata 3,649 yang ditempati oleh Lazada. Di posisi kedua ditempati oleh Bhineka dengan nilai 3371 dengan rata-rata 3,561 dan posisi terakhir ditempati oleh Tokopedia dengan nilai 3241 dan rata-rata 3,421. Dari rata-rata setiap website di dapat dihitung presentase kepuasan pelanggan terhadap semua aspek penilaian. Presentase dihitung dari rata-rata yang dibagi dengan 5 (banyaknya jenis nilai) lalu dikalikan 100. Berikut presentase kepuasan pelanggan : Lazada 3,649 / 5 x 100 = 72,83 % 196
8 Tokopedia 3,421 / 5 x 100 = 68,52 % Bhineka 3,561 / 5 x 100 = 71,27 % Presentase kepuasan pelanggan untuk website Lazada berada di urutan pertama dengan presentase 72,83%, di lanjutkan urutan dua yaitu Bhineka dengan presentase 71,27 % dan yang terakhir yaitu Tokopedia dengan nilai presentase sebesar 68,52% 4. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini, terdapat 4 dimensi dari webqual yaitu usability, kualitas informasi, interaksi kualitas, dan kesan terhadap website. Pada dimensi usability Lazada menempati urutan pertama, Tokopedia di urutan kedua dan Bhineka di urutan terakhir. Pada dimensi kualitas informasi, posisi pertama ditempati oleh Bhineka, selanjutnya Lazada, dan yang terakhir Tokopedia. Pada dimensi interaksi kualitas, nilai Bhineka dan Lazada berbeda tipis, Bhineka lebih unggul dan posisi terakhir oleh Tokopedia, sedangkan untuk Kesan pertama terhadap website, Lazada menempati urutan pertama, selanjutnya Bhineka dan yang terakhir Tokopedia. Presentase kepuasan pelanggan terhadap ketiga website diatas yaitu Lazada 72,83%, Tokopedia 68,52% dan Bhineka 71,27%. PUSTAKA (Idea), Asosiasi E-Commerce Indonesia. Idea : Kenggotaan. Idea. [Online] [Cited: December 30, 2013.] Alexa.com. Alexa.com : Site Info. Alexa.com. [Online] [Cited: December 30, 2013.] Barnes, Stuart J. and Vidgen, Richard T An Integrative Approach to The Assessment of E- Commerce Quality. UK : Journal of Electronic Commerce Research, Vol. III. Bagaimana Kondisi Ecommerce di Indonesia Saat Ini. [Online] [Cited: January 3, 2014.] Boisvert, Hugues, Caron, Marie-Andre e Benchmarking Web Site Functions. Benchmarking: An International Journal, Emerald Group Publishing Limited, 1/2, Vol. 13. Camp, RC Business Process Benchmarking, 4nding and Implementing Best Practices. Milwaukee : ASQC Quality Press. Davis, F Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13 (3), Davis, F User acceptance of information technology: System characteristics, user perceptions, and behavioral impacts. International Journal of Man-Machine Studies, 38, Hasan, Shahizan and Li, Feng Evaluating the Usability and Content Usefulness of Website : a Benchmarking Approach. Jounal of Electonic Commerce in Organization, ABI/INFORM GLobal. Goverment Centre for Information System Improving for Money from IS? IT. Norwich, UK : HMSO Publication. Yaghoubi and al, et Internet Bookstore Quality Assessment: Iranian Evidence. African Journal of Business Management. Kementrian Lingkungan Hidup. Benchmarking. Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. [Online] December 24, [Cited: December 21, 2013.] Osama Mohammed Ahmad Rababah, Fawaz Ahmad Masoud Key Factors for Developing a Successful E-commerce Website. Jordan : IBIMA Publishing, Vol Lancaster, H Managing Your Career. Wall Street Journal. Cook, Wade D., Seiford, LawrenceM. and Zhu, Joe Models for Performance Benchmarking: Measuring the Efect of E-Business Activities on Banking Performance. Omega : The International Journal of Management Science. Budi, Risyad F Pengaruh Kualitas Web Terhadap Tingkat Kepuasan Penggunaan Google Scholar Sanjaya, Imam Pengukuran Kualitas Layanan Website Kementrian Kominfo dengan Menggunakan Metode WebQual , Jakarta : Jurnal Penelitian IPTEK-KOM, Vol. 14. Perkembangan E-Commerce di Indonesia. [Online] [Cited: January 3, 2014.] 15/perkembangan-ecommerce-di-indonesia html. Emulti, D The Perceived Impact of The Benchmarking Process on Organisational Effectiveness. 3rd Quarter,39. Production and Inventory Management Journal. Nielsen, J Usability Engineering. Morgan Kaufmann, San Francisco. Nielsen, J User interface directions for the Web. Communications of the ACM, 42 (1), Nielsen, J Designing Web Usability. New Riders Publishing, Indiana. Spool, J., Scanlon, T., Schroeder, W., Snyder, C. and DeAngelo, T Web Site Usability: a Designer s Guide. Morgan Kaufmann, San Francisco. Bailey, J.E. and Pearson, S.W Development of a tool for measuring and analyzing computer user satisfaction. Management Science, 29 (5),
9 Strong, D., Lee, Y. and Wang, R Data quality in context. Communications of the ACM, 40 (5), Wang, R.Y A product perspective on Total Data Quality Management. Communications of the ACM, 41 (2), Bitner, M Evaluating service encounters: the effects of physical surroundings and employee responses. Journal of Marketing, 54, Shostack, G Planning the service encounter. In The Service Encounter (Czepiel, J. Solomon, M. and Surprenant, C. Eds.,), Lexington Books, Lexington, MA. 198
BENCHMARK WEBSITE BHINEKA.COM DAN ELEVENEIA.CO.ID DENGAN METODE WEBQUAL
BENCHMARK WEBSITE BHINEKA.COM DAN ELEVENEIA.CO.ID DENGAN METODE WEBQUAL Taufik Fitriyadi1), Alimuddin Yasin2), Rahmat Hidayat3) 1), 2),3) Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring road
BAB I PENDAHULUAN. GAMBAR 1.1. Infografis Sejarah Perjalanan Lazada.co.id Sumber : blog.lazada.co.id, 2016
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Sejarah Perusahaan Keberhasilan sistem perdagangan online ecommerce di Indonesia tidak lepas dari antusiasme masyarakat Indonesia yang mendambakan
Analisis Kualitas Layanan E-Commerce Produk Elektronik pada Lazada Metode Webqual Terhadap Konsumen
Analisis Kualitas Layanan E-Commerce Produk Elektronik pada Lazada Metode Webqual Terhadap Konsumen Alfalah 1, Zanial Mazalisa 2, Eka Puji Agustini 3 Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Bina Darma
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara berkembang dimana masyarakatnya sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara berkembang dimana masyarakatnya sangat terbuka dengan teknologi baru. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan
10 c. Persepsi sikap terhadap penggunaan (attitude) d. Persepsi minat perilaku (behavioral intention to use) Persepsi pengguna terhadap manfaat teknol
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Model Penerimaan Teknologi Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu model yang dibangun untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang pesat membawa perubahan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat membawa perubahan dalam kegiatan manusia. Dewasa ini hampir semua sendi kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi
ANALISA PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JANABADRA MENGUNAKAN METODE WEBQUAL
ANALISA PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JANABADRA MENGUNAKAN METODE WEBQUAL Agustin Setiyorini Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra Jl. Tentara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terhadap kinerja suatu produk dan harapan-harapannya. Persaingan semakin
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Konsumen Menurut Kotler (2002) Kepuasan adalah: Perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja
ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 1883 ANALISIS KUALITAS WEBSITE FORUM JUAL BELI ONLINE SHOPEE DI INDONESIA
ISSN : 2355-9357 e-proceeding of Management : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 1883 ANALISIS KUALITAS WEBSITE FORUM JUAL BELI ONLINE SHOPEE DI INDONESIA ANALYSIS WEBSITE QUALITY ONLINE TRADE FORUM SHOPEE
BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi Masalah. Instrumen Penelitian. Pengumpulan Data. Analisis Data. Rekomendasi. Gambar 3.1 Alur Metode Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN Pada tahap ini menjelaskan tentang metodologi penelitian mengenai kegiatan, prosedur, dan metode yang digunakan dalam penelitian. Alur dari penelitian dapat dilihat pada Gambar
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITAN
1 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITAN 3.1 Kerangka Konseptual Secara teoritis, kajian ini diambil dari konsep SERVQUAL, yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan Internet di Indonesia melesat begitu cepat sejak tahun 2006,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Internet di Indonesia melesat begitu cepat sejak tahun 2006, dimana saat itu mulai marak warung internet atau disebut juga dengan warnet sebagai
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Internet merupakan teknologi informasi komunikasi di mana terdiri dari jaringan komputer yang memiliki cakupan global, dan karena cakupannya yang luas itu membuat internet
GAMBAR 1.1 PERTUMBUHAN PENJUALAN E-COMMERCE INDONESIA TAHUN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan Web 2.0 selama 15 tahun terakhir terus merubah semuanya, termasuk cara berjualan. Jeff Jordan, CEO dari OpenTable, yang merupakan world s leading
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat dibuat beberapa kesimpulan yang
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat dibuat beberapa kesimpulan yang diperoleh yaitu: 1. Perceived information quality berpengaruh
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi kualitas website yang selanjutnya akan dipakai sebagai Variabel Bebas. Tiga dimensi
BAB I PENDAHULUAN. jaringan komputer yang disebut internet. Internet dapat digunakan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern saat ini, aspek kehidupan tak bisa dilepaskan dari keberadaan dan kebergantungan pada teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya jaringan komputer
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan bisnis melalui media elektronik. Salah satu bentuk e-business yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat di seluruh dunia membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan bisnis
PERANCANGAN APLIKASI SOCIAL COMMERCE BERDASARKAN METODE UJI KUALITAS WEBQUAL 4.0
PERANCANGAN APLIKASI SOCIAL COMMERCE BERDASARKAN METODE UJI KUALITAS WEBQUAL 4.0 R. Nindyasari 1*, Endang Supriyati 1 1 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus Gondangmanis,
Pengguna Internet di Indonesia (juta jiwa)
BAB I PENDAHULUAN 1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.1 Latar Belakang Penelitian Beberapa tahun terakhir, teknologi mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama teknologi di bidang komunikasi,
BAB II TINJAUAN KONSEPTUAL. Menurut Kotler & Armstrong (2002), pemasaran online merupakan
13 BAB II TINJAUAN KONSEPTUAL 2.1 E-Commerce Menurut Kotler & Armstrong (2002), pemasaran online merupakan pemasaran yang dilakukan melalui system komputer secara online, yang menghubungkan konsumen dan
BAB I PENDAHULUAN. Roda Express Sukses Mandiri. Perusahaan ini merupakan perusahaan jasa yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rodex Travel berdiri tanggal 9 September 2009, dibawah naungan PT. Roda Express Sukses Mandiri. Perusahaan ini merupakan perusahaan jasa yang bergerak di bidang tours
BAB I PENDAHULUAN. Penerapan Teknologi Pelayanan Jasa Internet Mandiri atau Internet Self-
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penerapan Teknologi Pelayanan Jasa Internet Mandiri atau Internet Self- Service Technology berkembang cepat dalam menyediakan pelayanan jasa, akan tetapi
PENERAPAN METODE WEBQUAL GUNA MENGUKUR KUALITAS WEBSITE STIK BINA HUSADA
PENERAPAN METODE WEBQUAL GUNA MENGUKUR KUALITAS WEBSITE STIK BINA HUSADA Ita Aprianti 1, Nyimas Sopiah 2, Rasmila 3 Mahasiswa Universitas Bina darma Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Palembang Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. yang membayar harga barang yang dijual. Faktor offline store atau toko
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia tidak akan lepas dari transaksi jual beli sehingga pasar-pasar semakin lama menjadi lebih besar. Jual beli adalah persetujuan saling mengikat antara penjual
ANALISIS KUALITAS LAYANAN WEBSITE UNIVERSITAS HASANUDDIN DENGAN METODE WEBQUAL 4.0 MODIFIKASI. Abstrak
ANALISIS KUALITAS LAYANAN WEBSITE UNIVERSITAS HASANUDDIN DENGAN METODE WEBQUAL 4.0 MODIFIKASI Suci Ramadhani Arifin 1, Eko Nugroho 2, Bimo Sunarfri Hantono 3 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih menuntut manusia untuk terus belajar, berkarya, dan berinovasi. Salah satunya adalah internet, hampir
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-service quality terhadap niat beli ulang pada toko online Brodo, dan dapat ditarik beberapa kesimpulan
BAB I PENDAHULUAN. beralih dari manual dan pindah menggunakan internet untuk membuat usahanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi saat ini membuat banyak para pedagang dan supplier beralih dari manual dan pindah menggunakan internet untuk membuat usahanya berkembang
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sedemikian pesat menjadikan website sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari suatu perpustakaan. Aplikasi
ANALISIS INTERFACE WEBSITE E-COMMERCE PADA TOKOPEDIA, LAZADA, DAN BUKALAPAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ISO 9241
ANALISIS INTERFACE WEBSITE E-COMMERCE PADA TOKOPEDIA, LAZADA, DAN BUKALAPAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ISO 9241 Nama : Lukman Hakim Harsono NPM : 14112263 Jurusan : Sistem Informasi Fakultas : Ilmu Komputer
BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah perkembangan teknologi internet yang mengalami kenaikkan yang. Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet di Dunia (2015)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi menyebabkan dampak terhadap berbagai hal, salah satunya adalah perkembangan teknologi internet yang mengalami kenaikkan yang signifikan. Sumber:
BAB I PENDAHULUAN. seluruh civitas kampus tersebut. Website sendiri merupakan salah satu bentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan teknologi informasi dan pemanfaatan internet sudah sangat luas dalam setiap aspek kehidupan manusia. Salah satunya penerapan teknologi pada institusi pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN. disebut sebagai e-commerce. Sistim perdagangan elektronik atau e- commerce saat ini menawarkan bentuk bisnis yang baru dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini membawa dampak tersendiri dalam dunia pemasaran. Perkembangan teknologi multimedia telah berkembang menjadi perdagangan
ANALISIS PERCEIVED EASE OF USE LAYANAN INTERNET BANKING (Studi kasus Universitas Gunadarma)
MAKALAH ANALISIS PERCEIVED EASE OF USE LAYANAN INTERNET BANKING (Studi kasus Universitas Gunadarma) Penulis : Kartika Sari Email : [email protected] Fakultas Ekonomi - Universitas Gunadarma
1. Pendahuluan PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI
Prosiding SnaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 EISSN 2303-2480 PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI 1 Siti Sa uda, dan 2 Nyimas Sopiah
BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi akuntansi belakangan ini banyak menyinggung tentang e-commerce dengan berorientasi pada Business-to-Customer (B2C). Saat ini banyak orang yang menggunakan
BAB 1 : PENDAHULUAN PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 : PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, internet sudah menjadi salah satu bagian penting dari hidup kita. Hampir semua kegiatan yang kita lakukan berhubungan dengan internet karena
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global ini perkembangan internet telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan internet
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global ini perkembangan internet telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan internet ini diikuti dengan banyak bermunculan toko-toko on-line
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pelayanan Pelayanan adalah suatu aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai lebih (value) dan memberikan manfaat bagi para pelanggan pada tempat dan waktu yang spesifik, dengan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ilmiah sistematis yang mengembangkan dan menggunakan model-model
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini bisa disebut sebagai penelitian kuantitatif, merupakan penelitian ilmiah sistematis yang mengembangkan dan menggunakan model-model
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo Bukalapak Sumber: https://www.bukalapak.com
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah Singkat Bukalapak Bukalapak merupakan salah satu online marketplace di Indonesia yang menyediakan sarana jual-beli dari konsumen ke konsumen.
BAB I PENDAHULUAN. Internet adalah jaringan seluruh dunia dari kom puter-komputer dengan data
BAB I 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Internet adalah jaringan seluruh dunia dari kom puter-komputer dengan data dalam jumlah besar yang dapat diakses secara langsung dari komputer rumah (Lewis, 1997).
PENGARUH METODE WEBQUAL 4.0 TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA WEBSITE POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PENGARUH METODE WEBQUAL 4.0 TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA WEBSITE POLITEKNIK THE IMPACT OF WEBQUAL 4.0 METHOD TOWARDS USER SATISFACTION OF POLITEKNIK WEBSITE Agnes Manik 1, Irma Salamah 2, Eka Susanti 3 123
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Perusahaan Tokopedia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan Tokopedia Tokopedia adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce yang memungkinkan setiap pebisnis di Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk berbelanja, belanja sendiri tidak harus dilakukan ketika
BAB I. Pendahuluan. aktivitas yang dilakukan manusia. Mulai dari aktivitas untuk kepentingan pekerjaan,
BAB I Pendahuluan 1. 1 Latar Belakang Perkembangan teknologi internet yang semakin pesat saat ini sangat memudahkan aktivitas yang dilakukan manusia. Mulai dari aktivitas untuk kepentingan pekerjaan, pendidikan,
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi kualitas website yang selanjutnya akan dipakai sebagai Variabel Bebas. Tiga dimensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Objek Penelitian Gambaran Umum Kaskus Rekening Bersama pada FJB Kaskus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Objek Penelitian 1.1.1 Gambaran Umum Kaskus Kaskus adalah suatu komunitas online terbesar di Indonesia yang berada dibawah perusahaan PT Darta Media Indonesia. Global Digital
PENDAHULUAN. Era globalisasi telah menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat dan
PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Era globalisasi telah menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat dan praktis. Munculnya sebuah teknologi baru, khususnya di bidang teknologi informasi
Dafid Prodi Sistem Informasi STMIK GI MDP Palembang Sumatera Selatan, Indonesia. Dien Novita
JTKSI, Vol.01 No.02 Mei 2018 Hal. 17-20 Metode WebQual 4.0 Untuk Analisis Kualitas Web Pembelajaran Dafid Prodi Sistem Informasi STMIK GI MDP Palembang Sumatera Selatan, Indonesia. E-Mail : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan pelanggan pada kondisi pasar yang kompetitif merupakan faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu utama dari bisnis pada
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka Penelitian Yongju Jeong dan Yongsung Lee (2010) yang berjudul A study on the customer satisfaction and customer loyalty of furniture
Hendri Juhanda, Puspita Kencana Sari
ANALISIS KUALITAS WEBSITE JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE) MENGGUNAKAN PENDEKATAN WEBQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) MENURUT PERSEPSI ONLINE SELLER ANALYSIS OF JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE) WEBSITE
JSIKA Vol. 5, No. 7, Tahun 2016 ISSN X
ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN WEBSITE TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA STIE PERBANAS SURABAYA MENGGUNAKAN MODEL WEBQUAL Shandi Prima Yudha Adrianto 1) Sulistiowati 2 Erwin Sutomo 3) Program Studi/Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. Agustus Marketplace yang fokus menjual mobil - Peringkat 424 di Indonesia per Agustus 2015
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Marketplace di Indonesia Berdasarkan data yang dihimpun oleh penulis dari berbagai sumber, terdapat sejumlah marketplace dengan fitur escrow dan
ANALISIS KUALITAS WEBSITE LAZADA INDONESIA BERDASARKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA
ANALISIS KUALITAS WEBSITE LAZADA INDONESIA BERDASARKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA LAZADA INDONESIA WEBSITE QUALITY ANALYSIS BASED ON WEBQUAL 4.0 METHOD AND ITS IMPACT
MENGUKUR KUALITAS WEBSITE DENGAN METODE WEBQUAL (STUDI KASUS : STIK BINA HUSADA PALEMBANG)
MENGUKUR KUALITAS WEBSITE DENGAN METODE WEBQUAL (STUDI KASUS : STIK BINA HUSADA PALEMBANG) Tri Rizqi Ariantoro, M.Kom, 0220018302 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Bina Husada Palembang [email protected]
PENGUKURAN MUTU WEBSITE DINAS PARIWISATA PACITAN MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL
PENGUKURAN MUTU WEBSITE DINAS PARIWISATA PACITAN MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL Galih Permadi 1, Bambang Soedijono W 2, Armadyah Amborowati 3 Program S2 Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber: Techinasia, (2014) 1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk berbelanja, belanja sendiri tidak harus dilakukan ketika berada
BAB I PENDAHULUAN. penghematan waktu berbelanja, tenaga, dan transaksi, karena dapat dilakukan. pemeliharaan, tenaga kerja dan lain sebagainya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini perkembangan teknologi informasi dari hari ke hari berkembang semakin pesat. Perkembangan teknologi memberikan banyak dampak terhadap kehidupan manusia, baik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Lazada.co.id merupakan bagian dari Lazada Group yang menjadi tujuan belanja online nomor satu di Asia Tenggara. Lazada Group beroperasi di Indonesia,
BAB V PENUTUP. 1. Kepercayaan, Kemudahan Penggunaan, Keamanan, Kualitas Layanan
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Melalui hasil analisis yang telah dilakukan maka akan dapat diketahui kesimpulan dari penelitian bahwa : 1. Kepercayaan, Kemudahan Penggunaan, Keamanan, Kualitas Layanan Website
51 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
51 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berikut adalah simpulan dari hasil pembahasan penelitian ini : 1. Perceived Usefulness (PU) tidak signifikan berpengaruh positif terhadap customer satisfaction
E - COMMERCE. Prospek E Commerce Di Indonesia dan Dunia. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah E - Commerce
E - COMMERCE Prospek E Commerce Di Indonesia dan Dunia Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah E - Commerce Disusun oleh : Karina Maliasari (105020201111023) JURUSAN MANEJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan e-commerce di Indonesia saat ini terjadi begitu pesat seiring dengan persaingan bisnis perusahaan yang semakin ketat dalam hal memasarkan produknya.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. E -Bisnis Menurut Turban et al. (2008,p 4), E-business memiliki makna yang lebih luas dari e-commerce, yaitu tidak hanya mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, tetapi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan zaman membentuk perubahan pola pikir dan gaya hidup yang pada akhirnya melahirkan suatu budaya baru dalam kehidupan, terutama dalam hal perdagangan, dimulai
1. BAB I PENDAHULUAN. menjadi pakaian yang menunjukan status sosial dari seseorang.
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Industri fesyen merupakan salah satu industri yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Kebutuhan dasar manusia akan pakaian merupakan alasan utama mengapa industri
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo Lazada.co.id Sumber: Lazada Indonesia, 2015
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Gambar 1.1 Logo Lazada.co.id Sumber: Lazada Indonesia, 2015 Lazada.co.id merupakan bagian dari Lazada Group yang menjadi tujuan belanja online nomor satu di Asia Tenggara.
BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
BAB V PENUTUP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan kepuasan mahasiswa S1 akuntansi dalam mengakses sistem informasi mahasiswa (SIMAS) di STIE Perbanas Surabaya.
DETERMINAN FAKTOR ADOPSI SITUS KEBUDAYAAN ONLINE
DETERMINAN FAKTOR ADOPSI SITUS KEBUDAYAAN ONLINE Euphrasia Susy Suhendra ([email protected]) Daniel Budi Hermana Prihantoro Widyo Nugroho ABSTRAK Situs Kebudayaan Online dapat menjadi sumber
Bab 1 Pendahuluan 1.1 LatarBelakang
Bab 1 Pendahuluan 1.1 LatarBelakang Dalam dunia bisnis teknologi informasi merupakan salah satu alat yang berperan untuk menciptakan competitive adventages dibanding dengan perusahaan pesaing. Teknologi
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo Ouval Research Sumber: Ouval Research, 2015
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan Ouval Research Ouval Research merupakan salah satu pelopor industri clothing di Kota Bandung. Didirikan sejak tahun 1997 oleh
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Jika melihat hasil pengolahan data yang ada pada bab 4, web banner online store blibli.com cukup baik. Responden menyadari dan mengenali akan kehadiran web
BAB I PENDAHULUAN. tengah rantai bisnis LNG. Dengan demikian PT Badak NGL lebih merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Badak NGL dibentuk pada 26 Nopember 1974 oleh Pertamina, Huffco Inc., dan JILCO (Japan Indonesia LNG Company) dengan komposisi kepemilikan saham Pertamina (55%),
BAB I PENDAHULUAN. tersebut terbukti dengan meningkatnya penjualan online (Zhang, 2006) karena
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi seiring dengan berkembangnya zaman, terutama internet, memberikan dampak signifikan pada praktik bisnis. Hal tersebut terbukti dengan
EVALUASI KUALITAS LAYANAN WEBSITE MALANGSTRUDEL.COM MENGGUNAKAN TEKNIK PENGUKURAN WEBQUAL 4.0
EVALUASI KUALITAS LAYANAN WEBSITE MALANGSTRUDEL.COM MENGGUNAKAN TEKNIK PENGUKURAN WEBQUAL 4.0 Yosep Agus Pranoto 1), Suryo Adi Wibowo 2), Moh. Miftakhur Rokhman 3) 1),2),3) Teknik Informatika, Institut
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Internet Menurut (Turban & Rainer, 2009, p. 402), internet adalah jaringan global (wide-area network) yang menghubungkan
E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)
RANCANG BANGUN E-COMMERCE TOKO KAIN TENUN BENTENAN DI KAREMA BERBASIS WEB DESIGN AND BUILD BENTENAN WOVEN FABRIC OF BENTENAN E-COMMERCE USING WEB BASED Dalton Mansyuryadi * Don R.G. Kabo** Robby S. Lumbu**.
PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA PADA WEBSITE KOPERTIS WILAYAH II PALEMBANG
PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA PADA WEBSITE KOPERTIS WILAYAH II PALEMBANG Eka Hartati Sistem Informasi STMIK PalComTech Jl. Basuki Rahmat No. 05, 30129, Indonesia e-mail: [email protected]
PEMANFAATAN COMPARISON PRICING MODEL (MODEL PERBANDINGAN HARGA) PADA E-COMMERCE
PEMANFAATAN COMPARISON PRICING MODEL (MODEL PERBANDINGAN HARGA) PADA E-COMMERCE Sharipuddin S.Kom, M.Kom STIKOM Dinamika Bangsa Jambi [email protected] Abstrak E-Commerce menjadi salah satu pilihan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Blibli.com
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Blibli.com Blibli.com merupakan situs commerce yang hadir di Indonesia sejak tahun 2011 dan dikelola oleh PT Global Digital Niaga yaitu
BAB I PENDAHULUAN. Seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, dunia korespondensi bisnis pun terkena imbasnya. Dan kini seseorang dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi seperti sekarang ini, persaingan pada bisnis ritel terus berkembang dan semakin ketat, dimana pada kondisi seperti ini mengharuskan perusahaan
3/16/2012 LECTURER: Reference
E - Commerce sessi 1 Electronic Commerce LECTURER: M. Mulyana Mubarak http://moebarak.wordpress.com Tujuan : definisi dan konsep dari E- Commerce Dimensi dari E-Commerce Framework E-Commerce Klasifikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. melalui flyer dan koran sedikit demi sedikit bergeser ke media online, disamping
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan serta perubahan pesat teknologi informasi terakhir ini memaksa dunia bisnis mengikuti arus perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan dinamis
MENGUKUR KUALITAS WEBSITE DENGAN PENDEKATAN WEBQUAL 4.0 MODIFIKASI
MENGUKUR KUALITAS WEBSITE DENGAN PENDEKATAN WEBQUAL 4.0 MODIFIKASI Aliy Hafiz 1 Magister Teknik Informatika, IBI Darmajaya, Bandar Lampung e-mail: [email protected] Abstrak Sebuah website merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini, masyarakat tumbuh dan berkembang di era dimana masyarakat tidak pernah terlepas dari informasi serta memiliki ketergantungan akan teknologi.
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo Lazada Sumber: (diakses pada 10 September 2015)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Profil Lazada.co.id Lazada Indonesia didirikan pada tahun 2012. Jaringan Lazada Asia Tenggara merupakan cabang anak perusahaan jaringan internet
