PENGEMBANGAN KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP UNTUK MODUL KATA KETERANGAN MUSTHAFA TANFIZ SYARIAT WALAYATULLAH
|
|
|
- Sudomo Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGEMBANGAN KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP UNTUK MODUL KATA KETERANGAN MUSTHAFA TANFIZ SYARIAT WALAYATULLAH DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012
2 PENGEMBANGAN KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP UNTUK MODUL KATA KETERANGAN MUSTHAFA TANFIZ SYARIAT WALAYATULLAH Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Departemen Ilmu Komputer DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012
3 ABSTRACT MUSTHAFA TANFIZ SYARIAT WALAYATULLAH. Development of Java Based KG_EDITOR for Adverbs. Supervised by SRI NURDIATI and AHMAD RIDHA Knowledge Graph (KG) is one of natural languange processing representation methods in explaining and modeling natural languange. This method is able to cope with text ambiguity. BogorDelfConStruct is the first KG application developed in Indonesia using MATLAB; however, this application requires MATLAB which is a closed platform application. Previous research has produced 21 word graph patterns for adverbs. This research developed a Java desktop application called KG_Editor that can be used to analyze adverbs using KG. Modules needed by KG_EDITOR are word graph component module and adverb word graph generation module. Overally, KG_EDITOR development has been able to recognize 21 word graph patterns for adverbs in accordance with the previous research. Keyword: adverb, knowledge graph, word graph, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
4 Judul skripsi Nama NRP : Pengembangan KG_EDITOR Berbasis Java Desktop untuk Modul Kata Keterangan : Musthafa Tanfiz Syariat Walayatullah : G Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc Ahmad Ridha, S.Kom, MS NIP NIP Mengetahui, Ketua Departemen Dr. Ir. Agus Buono, M.Si, M.Kom NIP Tanggal lulus:
5 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, rahmat, karunia dan petolongan-nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Penyusunan karya ilmiah ini juga tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1 Ibu Endah Wahidah yang telah memberikan kasih sayang, dukungan, doa, pengorbanan, dan nasihat yang senantiasa mengiringi perjalanan penulis selama ini; kakakku Siti Satia Rahayu; adik-adikku: Dina Thorifah Rahmani, Felly Citia Iradati Yusrina, Rani Faizah, Apifah Susanti, dan Siti Rabiyah atas semangat, doa dan dukungannya; keluarga besar Duduh Abdillah atas doanya dan dukungannya; 2 Ibu Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc. selaku dosen pembimbing I (atas semua ilmu, kesabaran, dan bantuan selama penulisan karya ilmiah ini); 3 Bapak Ahmad Ridha, S.Kom, MS. selaku dosen pembimbing II (atas semua ilmu, kesabaran, dan bantuan selama penulisan karya ilmiah ini); 4 Bapak Sony Hartono Wijaya, S.Kom, M.Kom selaku dosen penguji (atas semua ilmu, saran, dan motivasinya); 5 Semua dosen Departemen Ilmu Komputer (atas semua ilmu yang telah diberikan); 6 Lingga Divika Anggiruling atas kasih sayang, dukungan, semangat, dan doanya; 7 Anak-anak kontrakan Kuraba97: Imus, Daonk, Awi, Cumi, Rusak, Alan, Riza, Roto, Ridha, dan Cacing atas semangat, doa, dan perhatiannya. Kebersamaan kita akan selalu dikenang; 8 Anak-anak Warkop Bateng: Gamma Satria Kurniawan, Achmad Rifai, Wisnugroho Agung Pribadi, Otri Delvi, Ridwan Agung Prasetya, Rilan M Fikri, Adi Gunarso, Ijot, Sendi, Aa Warkop, Mumu, dan yang lainnya atas kebersamaan selama ini; 9 Teman-teman satu bimbingan: Rani, Dean, Nisa, Made, dan Ria atas bantuan dan motivasinya; 10 Teman-teman Ilkomerz 44: Fauzi, Aan, Fani, Abay, Tito, Arif, Rahman, Ira, Romi, Raden, Fandi, dan teman-teman lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu atas semangat dan kebersamaan selama 3 tahun di Ilkomerz 44; 11 Teman-teman IKAMASI: Dinda, Rina, Lida, Yoga, Pam-pam, Teguh, Ari, Kornel, Hasan, dan lainnya atas doa, dukungan, dan semangatnya; 12 Semua pihak yang telah memberikan dorongan, doa, semangat, bantuan dan kerja sama selama pengerjaan karya ilmiah ini. Karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat. Bogor, Januari 2012 Musthafa Tanfiz Syariat Walayatullah
6 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 14 April 1990 dari pasangan Bapak Bambang Imam dan Ibu Endah Wahidah. Penulis merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Pendidikan formal yang ditempuh penulis yaitu MI MWB (Madrasah Wajib Belajar) lulus pada tahun 2002, SMP Negeri 1 Cisaat lulus pada tahun 2005, SMA Negeri 1 Kota Sukabumi lulus pada tahun Pada tahun yang sama diterima di Institut Pertanian Bogor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Ilmu Komputer melalui Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Selama mengikuti perkuliahan, penulis menjadi Asisten Praktikum mata kuliah Stuktur Data pada tahun ajaran 2009/2010 dan 2010/2011, Penerapan Komputer pada tahun ajaran 2010/2011. Penulis juga aktif pada kegiatan kemahasiswaan Badan Eksekutif Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (BEM FMIPA) sebagai staf Departemen Sains dan Teknologi pada tahun 2008/2009 dan Ikatan Keluarga dan Mahasiswa Sukabumi (IKAMASI) sebagai ketua umum pada tahun 2009/2010. iii
7 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR LAMPIRAN... v PENDAHULUAN Latar Belakang... 1 Tujuan Penelitian... 1 Ruang Lingkup... 1 Manfaat... 1 TINJAUAN PUSTAKA Knowledge Graph... 1 Aspek Ontologi... 2 Java... 2 Abstract Window Toolkit (AWT)... 3 Metode Pengembangan Prototype... 3 Kata Keterangan... 3 Kata Keterangan dari Segi Perilaku Semantisnya... 3 METODE PENELITIAN Memahami Keinginan Klien... 4 Membuat atau Memperbaiki Mock-up... 4 Pengujian Mock-up... 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis... 5 Membuat atau Memperbaiki Mock-up... 6 Pengujian Mock-up... 8 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan... 9 Saran... 9 DAFTAR PUSTAKA... 9 LAMPIRAN iv
8 DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Word graph kata kurang Word graph kata sekarang Diagram metode pengembangan prototype Use case untuk KG_EDITOR Panel menubar Panel kanvas Input dialog box kata keterangan... 8 DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Pola aturan word graph kata keterangan Diagram alir pengembangan KG_EDITOR modul kata keterangan Class diagram KG_EDITOR Sequence diagram KG_EDITOR Antarmuka dan menu pada KG_EDITOR Hasil pengujian KG_EDITOR untuk modul kata keterangan v
9 1 Latar Belakang PENDAHULUAN Teks merupakan bahasa alami berupa tulisan. Ambiguitas dalam teks pun banyak dijumpai, sehingga pemahaman terhadap teks tersebut dapat bersifat subyektif. Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam teks salah satunya adalah dengan metode Knowledge Graph (KG). Metode KG merupakan satu jenis dari representasi Natural Language Processing, yang mengarahkan pada cara baru dalam menjelaskan dan memodelkan bahasa alami dan juga sebagai langkah ke depan untuk pemahaman terhadap aspek semantik dari suatu kata (Zhang 2002). Dengan cara menganalisis teks diharapkan dapat menghasilkan sebuah pengetahuan baru. Berbagai penelitian KG yang dilakukan diharapkan mampu merancang suatu sistem yang dapat melakukan pembacaan terhadap sembarang dokumen yang diinginkan dan menginterpretasikan informasi yang didapat dalam bentuk graph. Penelitian tentang KG teks bahasa Indonesia telah dikaji sebelumnya oleh beberapa mahasiswa di Departemen Matematika dan Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor. Romadoni (2009) mengembangkan BogorDelfConStruct, suatu sistem pembentuk word graph untuk teks bahasa Indonesia. Samba (2010) menganalisis pembentukan word graph kata keterangan menggunakan metode KG, yang menghasilkan pola aturan untuk kata keterangan. BogorDelfConStruct adalah sebuah tools yang berguna untuk pembentukan word graph dan melakukan analisis terhadap teks bahasa Indonesia. BogorDelfConStruct merupakan aplikasi KG yang pertama kali dikembangkan di Indonesia menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Namun, aplikasi ini tidak dapat dinikmati oleh semua orang secara mudah, karena aplikasi ini hanya dapat dijalankan menggunakan perangkat lunak MATLAB yang merupakan sebuah aplikasi closed platform. Dengan demikian diperlukan suatu aplikasi BogorDelfConStruct yang dapat dijalankan tanpa perangkat lunak MATLAB. Karena terdapat keterbatasan pemakaian pada aplikasi BogorDelfConStruct yang menyebabkan BogorDelfConStruct tidak mudah diakses dan adanya pola aturan word graph kata keterangan hasil penelitian Samba (2010), penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan sebuah aplikasi pembentuk word graph kata keterangan yang berbasis Java desktop. Aplikasi ini berfungsi menampilkan setiap word graph yang dengan masukan kata keterangan. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan merintis pengembangan KG_EDITOR untuk kata keterangan berbasis Java desktop yang membentuk word graph kata keterangan dan dapat merepresentasikan makna suatu kata keterangan secara otomatis dengan pola aturan kata keterangan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada pengembangan modul kata keterangan pada KG_EDITOR yang berbasis Java desktop dengan pola aturan kata keterangan dari hasil penelitian sebelumnya. Penelitian tersebut menghasilkan pola aturan word graph jenis kata keterangan dari segi perilaku semantisnya dan menghasilkan 9 jenis bentuk word graph menurut bentuknya (Samba 2010). Pola aturan word graph kata keterangan terdapat pada Lampiran 1. Manfaat Implementasi nyata dari manfaat jangka panjang penelitian ini yaitu terbentuknya suatu sistem yang dapat membaca input berupa teks dan menghasilkan output berupa ringkasan teks tersebut. Manfaat jangka pendek dari penelitian ini protoype sistem yang mampu memberikan pengetahuan atau mempresentasikan makna kata keterangan dalam bentuk word graph. TINJUAN PUSTAKA Knowledge Graph Menurut Zhang (2002), teori KG adalah jenis sudut pandang baru, yang digunakan untuk menggambarkan bahasa manusia saat lebih memfokuskan kepada aspek semantik daripada aspek sintaksis. KG mempunyai kemampuan lebih kuat untuk mengekspresikan dan menggambarkan pada lapisan semantis, meminimumkan penggunaan himpunan relasi, dan menirukan pengertian dari jalan pikiran manusia. KG sebagai bagian dari metode baru yang merepresentasikan pengetahuan, tergolong pada kategori jaringan semantis. Dalam prinsipnya, KG tersusun dari concept dan
10 2 relationship (Zhang 2002). Concept terdiri atas token, type, dan name. Relationship terdiri atas binary relationship dan multivariate relationship. Word graph merupakan graph dari kata. Dalam metode KG, setiap kata yang berhubungan dengan sebuah word graph menyatakan arti kata yang disebut dengan semantic word graph. Gabungan semantic word graph dalam sebuah kalimat akan membentuk sentence graph. Graph yang merepresentasikan gabungan dari sentence graph dalam sebuah teks disebut text graph yang terdapat pengetahuan di dalamnya (Hoede & Nurdiati 2008). Aspek Ontologi Ontologi adalah keterangan untuk menggambarkan beberapa konsep dan relasirelasi di antaranya, dengan maksud untuk memberikan definisi yang cukup terhadap ideide yang dituangkan dengan komputer untuk merepresentasikan ide-ide tersebut dan logikanya (Hulliyah 2007). Sampai saat ini, ontologi word graph direpresentasikan dengan sebuah node, 8 binary relationships, ontologi F, dan 4 frame relationships. Berikut ini adalah gambaran dari 8 types relationship (Zhang 2002): 1 ALI (alikeness) 2 CAU (causality) 3 EQU (equality) 4 SUB (subset) 5 DIS (dissparatness) 6 ORD (ordering) 7 PAR (attribute) 8 SKO (informational dependency) Selain 8 binary relationships, ada ontologi F (Focus) yang digunakan untuk menunjukkan fokus dari suatu graph (Nurdiati & Hoede 2009). Ontologi F juga digunakan untuk menunjukkan kata atau kalimat yang diterangkan dalam suatu pernyataan (inti). Frame relationship merupakan verteks berlabel yang digunakan untuk mengelompokkan beberapa graph. Ada 4 frame relationships, yaitu Focusing on a situation (FPAR), Negation on a Situation (NEGPAR), Possibility on a Situation (POSPAR), Necessity on a Situation (NECPAR). Ada kalanya suatu objek tidak cukup direpresentasikan dengan sebuah token, sehingga diperlukan sebuah frame untuk pengelompokan tersebut. Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukan bentuk word graph kurang dan sekarang. Java Gambar 1 Word graph kata kurang. Gambar 2 Word graph kata sekarang. Java adalah bahasa pemrograman dan platform komputasi yang pertama kali dirilis oleh Sun Microsystem pada tahun Java merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek dan dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi. Perkembangan Java tidak hanya berfokus pada suatu sistem operasi, tetapi dikembangkan untuk berbagai sistem operasi yang bersifat open source. Menurut definisi dari Sun Microsystem, Java adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer standalone maupun pada lingkungan jaringan. Java memiliki karakteristik sebagai berikut (Horstmann & Cornell 2002): Sederhana Bahasa pemrograman Java menggunakan sintaks mirip dengan C++ namun sintaks pada Java telah banyak diperbaiki terutama menghilangkan penggunaan pointer yang rumit dan multiple inheritance. Java juga menggunakan alokasi memori otomatis dan memory garbage collection. Berorientasi objek Java menggunakan pemrograman berorientasi objek yang membuat program dapat dibuat secara modular dan dapat digunakan kembali. Pemrograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata ke
11 3 dalam objek dan melakukan interaksi di antara objek-objek tersebut. Interpreted Program Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbedabeda. Robust Java memiliki reliabilitas yang tinggi. Compiler pada Java memiliki kemampuan mendeteksi error secara lebih teliti dibandingkan bahasa pemrograman lain. Java memiliki runtime exception handling untuk membantu mengatasi error pada pemrograman. Portable Source code maupun program Java dapat dengan mudah dibawa ke platform yang berbeda-beda tanpa harus dikompilasi ulang. Architecture neutral Program Java merupakan platform independent. Program cukup mempunyai satu buah versi yang dapat dijalankan pada platform berbeda dengan Java Virtual Machine. Dynamic Java didesain untuk dapat dijalankan pada lingkungan yang dinamis. Perubahan pada suatu class dengan menambahkan properties ataupun method dapat dilakukan tanpa mengganggu program yang menggunakan class tersebut. Abstract Window Toolkit (AWT) Java memiliki kumpulan class khusus untuk membuat aplikasi berbasis grafik dan membuat user interfaces. Class-class tersebut dikelompokkan ke dalam suatu package java.awt, java.awt.event, java.awt.image, java.applet, dan java.awt.datatransfer yang dinamakan AWT. Class-class pada AWT menyediakan platform independent, sehingga untuk setiap platform yang berbeda komponen AWT secara otomatis dipetakan ke komponen spesifik dari platform tersebut. Metode Pengembangan Prototype Metode prototype merupakan salah satu metode perangkat lunak yang sering digunakan ketika seorang pengguna hanya mendefinisikan secara umum mengenai apa yang dikehendakinya tanpa menjelaskan dengan detail input, proses, serta output yang dibutuhkan. Sebaliknya, pengembang kurang memerhatikan efisiensi algoritme, serta kemampuan sistem operasi dan antarmuka yang menghubungkan manusia dan komputer (Pressman 2002). Metode prototype berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi kebutuhan perangkat lunak. Apabila suatu prototype dibangun, pihak pengembang akan berusaha untuk menggunakan bagian-bagian dari program tersebut atau menggunakan suatu tools yang memungkinkan program dapat dihasilkan dengan cepat (Pressman 2002). Kata Keterangan Kata keterangan menurut tatarannya dapat dibedakan dalam tataran frasa dan tataran klausa. Kata keterangan dalam tataran frasa merupakan kata yang menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya. Dalam tataran klausa, kata keterangan adalah kata yang membatasi atau menjelaskan fungsifungsi sintaks. Pada umumnya, kata atau bagian kalimat yang dijelaskan oleh kata keterangan itu berfungsi sebagai predikat (Alwi et al. 2003). Kata Keterangan dari Segi Perilaku Semantisnya Berdasarkan perilaku semantisnya, kata keterangan dapat dibedakan menjadi 10 jenis kata, yaitu: 1 Kata keterangan kualitatif 2 Kata keterangan kuantitatif 3 Kata keterangan limitatif 4 Kata keterangan frekuentif 5 Kata keterangan kewaktuan 6 Kata keterangan kecaraan 7 Kata keterangan kontrastif 8 Kata keterangan keniscayaan 9 Kata keterangan lokatif 10 Kata keterangan instrumental. METODE PENELITIAN Penelitian ini diawali dengan mengkaji lebih dalam tentang konsep dan cara mengimplementasikan KG dalam teks berbahasa Indonesia, serta menganalisis pembentukan pola word graph jenis kata keterangan. Beberapa literatur yang digunakan dalam konsep KG teks bahasa Indonesia di antaranya adalah tesis Samba (2010) yang berjudul Analisis Pembentukan Word Graph Kata Keterangan Menggunakan Metode Knowledge Graph, dan skripsi Romadoni
12 4 (2009) dengan judul Pengembangan Sistem Pembentukan Word Graph untuk Teks Berbahasa Indonesia. Hasil pengkajian ini kemudian digunakan untuk membangun sistem KG_EDITOR dengan konsep KG. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kata keterangan berbahasa Indonesia dari segi perilaku semantisnya. Pola umum pembentukan word graph kata keterangan berdasarkan kelompok bentuk word graph berjumlah 9 jenis, dengan jumlah pola sebanyak 21 pola. Pola tersebut didapat dari penelitian yang dilakukan oleh Samba (2010). Metode yang dilakukan dalam tahap pengembangan KG_EDITOR adalah metode prototype. Menurut Pressman (2002), terkadang klien mendefinisikan tujuan perangkat lunak secara umum, namun tidak menjelaskan secara detail kebutuhan masukan, proses, dan keluaran dari perangkat lunak tersebut. Pada metode prototype, langkah yang dilakukan dimulai dari komunikasi pengembang perangkat lunak dengan pengguna untuk mendiskusikan tujuan keseluruhan dari perangkat lunak tersebut, mengidentifikasi kebutuhan, dan menguraikan permintaan klien. Kemudian dilakukan perencanaan dan perancangan yang mengarah kepada pembuatan prototype dari perangkat lunak yang akan dibuat. Selanjutnya prototype tersebut diserahkan dan dievaluasi oleh klien. Feedback yang diberikan dari klien yang berupa kritik maupun saran akan digunakan untuk menyempurnakan permintaan kebutuhan dari perangkat lunak tersebut. Diagram metode pengembangan prototype dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3 Diagram metode pengembangan prototype. Memahami Keinginan Klien Memahami keinginan klien dilakukan dengan cara melakukan analisis terhadap kebutuhan, batasan, dan tujuan perangkat lunak. Analisis dilakukan terhadap BogorDelfConStruct dengan melihat fungsi yang sudah relevan maupun yang harus diperbaiki kembali. Analisis dilanjutkan dengan mendefinisikan kebutuhan yang seharusnya ada pada KG_EDITOR untuk modul kata keterangan. Konsep penting dari graph sendiri adalah terdapatnya verteks dan edge. Verteks merepresentasikan sebuah token, sedangkan edge merepresentasikan relasi antar-token atau teks dari word graph. Kebutuhan sistem dalam membentuk word graph merupakan fungsi dari sistem ini. Pada KG_EDITOR yang dikembangkan ini, pembuatan komponen word graph dengan konsep KG yang akan digambarkan pada sebuah kanvas. Analisis kebutuhan sistem dilakukan dengan melihat fungsi dari KG_EDITOR modul kata keterangan sebagai tools untuk menganalisis teks dalam bentuk word graph. Hal utama yang dibutuhkan adalah kemampuan sistem untuk merepresentasikan makna suatu kata keterangan secara otomatis dalam bentuk graph yang dengan konsep KG. Proses pembangkitan word graph kata keterangan pun didefinisikan sebagai kebutuhan sistem. Membuat atau Memperbaiki Mock-up Tahapan ini mencakup proses perancangan dan pemrograman perangkat lunak secara keseluruhan. Perancangan KG_EDITOR berdasarkan pendefinisian kebutuhan sistem adalah sebagai berikut: 1 Perancangan Fungsional Perancangan fungsional pada KG_EDITOR meliputi 2 modul, yaitu: a Pembuatan komponen word graph Graph dibentuk berdasarkan konsep KG, yaitu terdiri atas token dan kata yang saling terhubung oleh sebuah relasi. Proses untuk menggambarkan token, teks, binary relationship, ontologi F, maupun frame relationship pada sebuah kanvas terdapat pada modul ini.
13 5 b Pembangkitan word graph kata keterangan Pembentukan pola word graph kata keterangan harus dengan aturan-aturan pembentukan kata keterangan dari hasil analisis Samba (2010). Pada penelitian ini diperoleh 10 jenis daftar pola kata keterangan berdasarkan maknanya. Proses praproses, tokenisasi, pengecekan KBBI, dan penentuan pola word graph menjadi satu kesatuan dalam modul ini. 2 Perancangan Antarmuka Perancangan antarmuka utama KG_EDITOR yang akan ditampilkan, yaitu sebuah kanvas sebagai media visualisasi graph dan menubar sebagai menu utama yang terdapat menu File dan Kamus. Pada menu bar kamus terdapat menu item kata keterangan, kata benda, dan kata kerja. 3 Lingkungan Pengembangan Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak diimplementasikan sebagai serangkaian program atau unit program. KG_EDITOR dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Hal tersebut dikarenakan Java cukup representatif digunakan untuk pengembangan algoritme dan visualisasi. KG_EDITOR dikembangkan dalam lingkungan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak dengan spesifikasi sebagai berikut: Perangkat keras o AMD Phenom II GHz o Memori DDR2 4 GB o Hard disk 1 TB o Monitor o Keyboard dan mouse Perangkat lunak o Windows 7 Operating System o NetBeans IDE 7.0 Pengujian Mock-up Pengujian Mock-up bertujuan menunjukkan bahwa sistem dengan spesifikasinya dan memenuhi harapan pengguna. Pada tahap ini, unit sistem diintegrasikan dan diuji sebagai suatu sistem yang sudah utuh. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kesalahan dan memastikan bahwa seluruh persyaratan yang telah didefinisikan sudah terpenuhi. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box. Pemeliharaan terhadap sistem mencakup koreksi dari error, perbaikan implementasi dan pengembangan, serta penambahan spesifikasi baru yang dianggap relevan. Setelah sistem selesai dibangun, selanjutnya dilakukan proses penghitungan akurasi. Penghitungan akurasi dilakukan dengan menghitung jumlah kata yang dikenali dan dengan pola word graph. Akurasi = Ʃ Kata yang benar Ʃ Kata yang diuji x 100% HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Tahap pertama pengembangan KG_EDITOR yang dilakukan adalah mencoba memahami keinginan klien. Tahapan ini dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi KG_EDITOR. Analisis terdiri atas deskripsi umum sistem, batasan sistem, dan proses sistem. Berikut penjelasan dari masingmasing bagian tersebut: 1 Deskripsi Umum Sistem KG_EDITOR merupakan perangkat lunak berbasis desktop yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. KG_EDITOR adalah sebuah tools yang digunakan untuk menganalisis kata keterangan menggunakan metode KG. Pada awalnya telah dikembangkan BogorDelfConStruct sebagai tools yang sama tetapi dikembangkan dengan bahasa pemrograman MATLAB. Pengguna KG_EDITOR adalah orang yang memahami konsep KG. Hal ini dikarenakan KG_EDITOR merupakan sistem untuk menganalisis word graph dengan konsep KG. 2 Deskripsi Batasan Sistem KG_EDITOR dikembangkan untuk mendukung terbentuknya word graph yang dengan konsep KG. Beberapa perintah mungkin saja tidak dengan konsep KG, sehingga sistem menolak proses untuk perintah tersebut. Berikut ini dijelaskan batasan-batasan sistem dan beberapa kondisi yang akan ditolak sistem, yaitu: a Sistem tidak membedakan huruf kapital atau bukan. b Penggambaran relasi hanya bisa digambarkan secara horizontal dan vertikal.
14 6 c Sistem tidak bisa memodifikasi pembentukan word graph. d Sistem tidak bisa membedakan sifat kata benda alat dan tempat. 3 Deskripsi Proses Sistem Pada saat dibuka, keadaan default KG_EDITOR hasil pengembangan adalah sebuah lembar kerja berupa kanvas kosong yang siap menampilkan sebuah word graph. Operasi pembentukan word graph kata keterangan dapat dilakukan dengan cara menekan tombol kiri mouse pada menu Kamus dan memilih menu item kata keterangan. Setelah itu, akan muncul input dialog box untuk memasukkan kata. Setelah kata dimasukkan, sistem akan memproses dengan pola aturan word graph kata keterangan. Tahapan proses KG_EDITOR kata keterangan secara detail dapat dilihat pada Lampiran 2. Membuat atau Memperbaiki Mock-up Membuat prototype dari sistem dilakukan setelah ada gambaran yang jelas mengenai sistem secara umum, pengguna sistem, batasan sistem, dan proses sistem. Pembuatan mock-up terbagi menjadi perancangan fungsional, implementasi fungsional dan implementasi antar muka. 1 Perancangan Fungsional Modul yang dibutuhkan sebagai sebuah perancangan fungsional sistem yang memiliki fungsi-fungsi, yaitu: a Modul komponen word graph Berdasarkan konsep KG, word graph yang dibentuk mempunyai sebuah edge sebagai relasi yang menghubungkan antar-token dan juga menghubungkan antara token dengan kata. Komponen-komponen ini akan digambarkan dalam sebuah kanvas yang mempunyai kelas turunan JComponent. Fungsi-fungsi yang digunakan untuk menggambarkan komponen pada kanvas, yaitu: Menggambarkan relasi Fungsi ini melakukan penggambaran 8 binary relationship yang menunjukkan relasi antar-token dan relasi antara teks dengan token. Menggambarkan token Fungsi ini melakukan penggambaran token sebagai verteks dari sebuah graph dan ontologi F suatu token sebagai fokus token. Menggambarkan frame Fungsi ini melakukan penggambaran 4 frame relationships yang digunakan untuk mengelompokkan graph. b Modul pembangkitan word graph kata keterangan Modul pembangkitan word graph kata keterangan digunakan sebagai penentuan pola word graph kata keterangan yang akan digambarkan pada kanvas. Penggambaran pola kata keterangan ini dikan dengan kata yang dimasukkan. Pembangkitan word graph kata keterangan meliputi: Praproses Fungsi ini sebagai langkah pertama untuk mendapatkkan pola pembangkitan word graph kata keterangan, yaitu kata yang tidak mengandung numerik, simbol, tidak boleh kosong, dan tidak boleh lebih dari dua kata. Pada langkah ini kata keterangan akan dipecah untuk proses selanjutnya. KBBI Fungsi KBBI dibuat kebutuhan penelitian sehingga mampu memeriksa apakah kata tersebut ada pada KBBI atau tidak dan memeriksa kata tersebut termasuk kata benda atau kata numerik. KBBI tersimpan di database kamus yang terdapat pada tabel entry. Selain tabel entry terdapat juga tabel kata_keterangan untuk memeriksa jenis kata keterangan. Pola kata keterangan Fungsi ini sebagai penentuan pola word graph kata keterangan yang akan menampilkan word graph dari pola yang membentuknya. Kata masukan yang memenuhi kondisi pola word graph kata keterangan tertentu akan memanggil fungsi untuk menggambarkan pola word graph kata masukan. Gambar 4 Use case untuk KG_EDITOR. Berdasarkan spesifikasi pengembangan KG_EDITOR yang ada dibuatlah use case, class diagram, dan sequence diagram.
15 7 Gambar 4 menjelaskan deskripsi KG_EDITOR yang telah dituangkan dalam use case. Class diagram dan sequence diagram dapat dilihat pada Lampiran 3 dan Lampiran 4. 2 Implementasi Fungsional Implementasi fungsional KG_EDITOR untuk modul kata keterangan adalah sebagai berikut: Implementasi modul komponen graph word Hasil dari komponen word graph digunakan untuk pembentukan word graph kata keterangan. Setiap pola merupakan kumpulan dari class komponen ini. Pada setiap class, komponen word graph yang digunakan selalu berhubungan dengan data yang disimpan dalam 2 variabel bertipe integer. Hal tersebut dikarenakan penggambaran word graph dalam kanvas selalu menggunakan koordinat. Setiap class komponen relasi terdapat pula method yang berfungsi menggambarkan arah panah relasi. Beberapa contoh method yang digunakan yaitu DrawAliAtas(), DrawCauBawah(), dan DrawParKiri(). Arah panah relasi digambarkan ke arah kiri, kanan, atas, dan bawah. Selain itu relasi juga bisa digambarkan tanpa panah tetapi hanya garis lurus horizontal dan vertikal. Pada class komponen token terdapat 2 method, yaitu drawtoken() dan drawtokenf. Kedua method tersebut berfungsi untuk menggambarkan token dan token fokus. Untuk menggambarkan teks digunakan method drawstring(), yang terdapat pada class Graphic2D yang merupakan turunan dari class AWT. Penggambaran frame relationships pada kanvas menggunakan method drawframefokus(), drawnegpar(), drawpospar(), dan drawnecpar(). Selain koordinat, penggambaran frame pada kanvas ditentukan juga oleh 2 variabel bertipe integer yang berfungsi sebagai penyimpan data panjang dan lebar sebuah frame. Implementasi modul pembangkitan word graph kata keterangan Praproses merupakan tahap awal pengembangan KG_EDITOR untuk modul kata keterangan. Praproses dilakukan untuk membatasi nilai masukan pada sistem. Class yang digunakan untuk memeriksa apakah nilai masukan berupa numerik, simbol, atau kosong adalah class CekInputKata. Jika nilai masukan berupa numerik, simbol, dan kosong, sistem akan menampilkan peringatan pada user untuk memasukkan input yang berupa kata yang tidak mengandung numerik, simbol, dan tidak lebih dari dua kata. Setelah kata keterangan melakukan proses pembatasan masukan, kata keterangan akan ditokenisasi agar mendapatkan dua buah kata yang disimpan pada dua variabel bertipe String. Proses ini dilakukan oleh class Tokenisasi. Kata keterangan yang telah melalui tahap praproses diperiksa ke dalam database kamus untuk mendapatkan datanya. Database ini adalah database KBBI yang telah dikan. Data yang didapatkan pada tabel entry berupa jenis kata yang tersimpan dalam field Category. Proses pengecekan pada KBBI dilakukan oleh class CekKBBI. Selain mencari jenis kata pada database kamus, kata keterangan dasar akan diperiksa ke dalam tabel kata_keterangan untuk mendapatkan sifat kata keterangan tersebut. Data sifat kata keterangan diambil pada field jenis di tabel kata_keterangan. Sifat kata yang didapatkan akan digunakan untuk mengenali pola word graph pembentuk kata keterangan menggunakan class PolaKataKet. Untuk mengetahui sifat kata dasar dilakukan pengecekan terhadap kata dasar pada database kamus menggunakan class CekJenis. Class PolaKataKet akan membandingkan apakah kata dasar yang terkandung dari kata masukan dengan pola word graph yang ada atau tidak. Jika ya, class akan mengembalikan salah satu nama pola dari 21 daftar pola word graph yang memenuhi kondisi. Misalnya, kata masukan di bogor jika dilakukan tokenisasi akan menghasilkan kata di dan bogor. Kata bogor akan dikenali sebagai kata benda, maka kata masukan akan dikenali sebagai pola di+lokasi. Pola di+lokasi termasuk salah satu pola word graph kata keterangan, yaitu pola 8a. Class PolaKataKet akan memeriksa jenis pola ada atau tidak. Jika ada, sistem akan menampilkan bentuk pola word graph. Jika tidak, maka akan menampilkan peringatan kata tersebut bukan merupakan kata keterangan. Hasil pembangkitan word graph kata keterangan ditampilkan pada kanvas KG_EDITOR. Hasil pembangkitan word graph berupa kumpulan class setiap jenis pola kata keterangan ditunjukkan pada Tabel 1.
16 8 Tabel 1 Pola pembentukan word graph kata keterangan Jenis Kata Keterangan Pola Word Graph Nama Class Pola Kualitatif 1a KataKet1a Kuantitatif dapat dihitung Kuantitatif tidak dapat dihitung 1b 1c 2a 2b1 2b2 KataKet1b KataKet1c KataKet2a KataKet2b1 KataKet2b2 Limitatif 3 KataKet3 Frekuentif 4a KataKet4a Kewaktuan sedang berlangsung Kewaktuan akan berlangsung Kewaktuan sudah berlangsung Cara kesungguhan / keniscayaan Cara kesangsian / cara keinginan 4b 5a 5b 5c 6a 6b KataKet4b KataKet5a KataKet5b KataKet5c KataKet6a KataKet6b Cara ajakan 6c KataKet6c Cara pengingkaran / cara larangan 6d KataKet6d Kontrastif 7 KataKet7 Lokatif keberadaaan 8a KataKet8a Lokatif tujuan 8b KataKet8b Lokatif tempat asal 8c KataKet8c Instrumental 9 KataKet9a 3 Implementasi Antarmuka Antarmuka KG_EDITOR untuk kata keterangan terdiri atas menubar dan panel kanvas sebagai tempat menampilkan bentuk word graph. Menu bar terdiri atas menu File dan Kamus yang berada di bagian atas, sedangkan panel kanvas berada di sebagian besar jendela aplikasi KG_EDITOR. Gambar kedua panel tersebut dapat dilihat pada Gambar 5 dan Gambar 6 yang memperlihatkan contoh sebuah word graph yang berhasil ditampilkan. Antarmuka KG_EDITOR dilihat pada Lampiran 3. Input dialog box digunakan sebagai masukan kata KG_EDITOR untuk kata keterangan. Gambar 7 menunjukkan input dialog box ketika menu item kata keterangan dipilih. Gambar 5 Panel menu bar. Gambar 6 Panel kanvas. Gambar 7 Input dialog box kata keterangan. Pengujian Mock-up Pengujian dilakukan menggunakan metode black box. Hasil pengujian menunjukkan kean antara hasil yang seharusnya dengan hasil pengujian. Analisis hasil pengujian KG_EDITOR untuk modul kata keterangan akan disajikan dalam bentuk persentase akurasi yang dihasilkan dari pengujian modul pembangkitan word graph kata keterangan. Dari hasil pengujian modul pembangkitan word graph kata keterangan didapatkan akurasi pengujian sebesar 97,917% dari jumlah masukan 96 kata keterangan. Kesalahan dikarenakan pada word graph kata keterangan pola 8a, 8b, 8c, dan 9 terjadi
17 9 ketidakan. Empat pola tersebut memiliki pola penulisan di<spasi>lokasi, ke<spasi>lokasi, dari<spasi>lokasi, dan dengan<spasi>alat. kata benda jenis lokasi dan alat termasuk kata benda. Hal ini menjadi salah satu kekurangan sistem yang tidak bisa membedakan jenis kata benda lokasi dan jenis kata benda alat. Kondisi terssebut disebabkan pada database KBBI tidak terdapat sifat jenis kata benda. Hasil pengujian KG_EDITOR dapat dilihat pada Lampiran 4. Beberapa pola word graph kata keterangan yang telah berhasil dibuat dalam modul tidak persis sama dengan word graph yang ada pada penelitian Samba (2010). Misalnya, pola 4a menggunakan relasi ALI ke satu token secara berulang untuk menyatakan pengulangan suatu kegiatan, yang disimbolkan dengan. Pada sistem, word graph tidak menghasilkan relasi seperti simbol tersebut melainkan disimbolkan dengan pada token yang memiliki makna pengulangan suatu kegiatan. Kelebihan dari sistem ini, yaitu telah berhasil mengimplementasikan 21 pola word graph kata keterangan dengan penelitian Samba (2010). Sistem ini belum dilengkapi dengan beberapa modul, yaitu modul pembangkitan word gaph dari masukan berupa sebuah frasa kata atau kalimat, modul untuk penggabungan word graph dari class yang sudah ada, dan pembentukan XML yang berguna untuk perpindahan, penyimpanan, dan pertukaran data sehingga menjadi suatu kekurangan dari sistem ini. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengembangan KG_EDITOR untuk modul kata keterangan telah mampu mengenali 21 pola aturan word graph kata keterangan dengan penelitian Samba (2010). Setiap pola aturan word graph telah dibentuk oleh komponen yang dikembangkan menurut aspek ontologi word graph dalam metode knowledge graph. Pengujian modul untuk pola word graph kata keterangan secara keseluruhan menghasilkan akurasi 97,917%. Meskipun memiliki akurasi yang cukup baik, sistem ini masih memiliki kekurangan. Salah satunya adalah sistem ini tidak bisa membedakan jenis kata benda lokasi dan jenis kata benda alat untuk digunakan pada pola word graph kata keterangan 8a, 8b, 8c, dan 9. Sistem ini secara garis besar telah cukup berhasil karena telah mampu membangkitkan pola aturan word graph kata keterangan yang dengan hasil penelitian yang dilakukan Samba (2010). Saran Sebagai pengembangan dari penelitian ini beberapa hal yang dapat disarankan adalah: 1 Pengembangan editor word graph diharapkan lebih dinamis dalam pembentukan word graph. 2 Pengembangan modul untuk modifikasi bentuk word graph pada KG_EDITOR. 3 Penambahan bagian atau fungsi dalam modul agar dapat membedakan jenis kata benda lokasi dan kata benda alat agar bisa menghasilkan word graph yang. 4 Pengembangan modul serupa untuk aturan lain dalam bahasa Indonesia selain kata keterangan, seperti kata tugas, frasa kata, atau klausa. 5 Pembentukan XML sebagai penyimpanan, perpindahan, dan pertukaran data agar dapat menggabungkan antarpola. DAFTAR PUSTAKA Alwi H, Dardjowidjojo S, Lapowila H, Moeliono AM Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ed ke-3. Jakarta: Balai Pustaka. Horstmann CS, Cornell G Core Java 2: Volume I Fundamentals. Ed ke-6. Kalifornia: Prentice Hall. Hulliyah K Rekayasa memahami teks menggunakan teori knowledge graph [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Nurdiati S, C Hoede Word graph construction of certain aspects of indonesian language. Di dalam: Rudolph S, editor. Supplementary Proceedings of The 17th International Conference on Conceptual Structures; Moskow, Jul Moskow: CEUR-WS.org. Pressman RS Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi. CN Harnaningrum, penerjemah; Yogyakarta: ANDI. Terjemahan dari: Software Engineering: A Praccttioner s Approach.
18 10 Romadoni D Pengembangan sistem pembentukan word graph untuk teks berbahasa Indonesia [skripsi]. Bogor: Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Samba R Analisis pembentukan word graph kata keterangan menggunakan metode knowledge graph [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Zhang L Knowledge graph theory and structural parsing [disertasi]. ISBN Belanda: Universitas Twente.
19 LAMPIRAN 11
20 12 Lampiran 1 Pola aturan word graph kata keterangan No Pola Pembentukan Kata Keterangan Kata Pola Aturan Word graph Kata Keterangan 1 1a kurang 2 1b lebih 3 1c paling, sangat, amat 4 2a Kata keterangan kuantitatif dapat dihitung 5 2b1 kira-kira 6 2b2 banyak, sedikit
21 13 Lampiran 1 (lanjutan) Pola aturan word graph kata keterangan No Pola Pembentukan Kata Keterangan Kata Pola Aturan Word graph Kata Keterangan 7 3a hanya, saja 8 4a selalu, sering 9 4b jarang, kadang-kadang 10 5a sekarang, kini 11 5b nanti, besok, lusa 12 5c kemarin, dulu, tadi
22 14 Lampiran 1 (lanjutan) Pola aturan word graph kata keterangan No Pola Pembentukan Kata Keterangan Kata Pola Aturan Word graph Kata Keterangan 13 6a pasti, sungguh, benar, betul, niscaya, tentu 14 6b agaknya, entah, mungkin, rasanya, kalaukalau, jangan-jangan, barangkali, mudahmudahan, moga-moga, hendaknya 15 6c mari, silakan, sudilah 16 6d tak, tidak, jangan 17 7a bahkan, malahan, justru 18 8a di + lokasi 19 8b ke + lokasi
23 15 Lampiran 1 (lanjutan) Pola aturan word graph kata keterangan No Pola Pembentukan Kata Keterangan Kata Pola Aturan Word graph Kata Keterangan 20 8c dari + lokasi 21 9a dengan + kata benda
24 Lampiran 2 Diagram alir proses KG_EDITOR modul kata keterangan 16
25 17 Lampiran 3 Class diagram KG_EDITOR a Class diagram package KG_EDITOR
26 18 Lampiran 3 (lanjutan) Class diagram KG_EDITOR b Class diagram package Komponen
27 19 Lampiran 3 (lanjutan) Class diagram KG_EDITOR c Class diagram package Pola Kata Keterangan
28 Lampiran 4 Sequence diagram KG_EDITOR 20
29 21 Lampiran 5 Antarmuka dan menu pada KG_EDITOR a Antramuka KG_EDITOR b Dialog input kata c Dialog peringatan bahwa input kata kosong d Dialog peringatan bahwa input kata mengandung angka atau simbol
30 22 Lampiran 5 (lanjutan) Antarmuka dan menu pada KG_EDITOR e Dialog peringatan bahwa input kata lebih dari dua kata f Dialog peringatan bahwa input kata tidak ada pada kamus kata keterangan
31 23 Lampiran 6 Hasil pengujian KG_EDITOR untuk modul kata keterangan No Kata Jenis Kata Katerangan Pola Kata Hasil Pengujian 1 kurang 1a 2 lebih 1b 3 sangat Kualitatif 4 amat 1c 5 paling 6 satu kali 7 dua kali 8 tiga kali 9 empat kali 10 lima kali Kuantitatif tidak dapat 2a 11 enam kali dihitung 12 tujuh kali 13 sepuluh kali 14 seratus kali 15 seribu kali 16 kira-kira 2b1 Kuantitatif tidak dapat 17 banyak dihitung 2b2 18 sedikit 19 hanya Limitatf 3 20 saja 21 selalu 4a 22 sering Frekuentatif 23 jarang 4b 24 kadang-kadang 25 sekarang Kewaktuan sedang 5a 26 kini berlangsung 27 nanti 28 besok Kewaktuan akan berlangsung 5b 29 lusa 30 kemarin 31 dulu Kewaktuan sudah berlangsung 5c 32 tadi
32 24 Lampiran 6 (lanjutan) Hasil pengujian KG_EDITOR untuk modul kata keterangan No Kata Jenis Kata Katerangan Pola Kata Hasil Pengujian 33 pasti 34 tentu 35 niscaya Cara kesungguhan / cara 6a 36 sungguh keniscayaan 37 benar 38 betul 39 agaknya Cara kesangsian / cara Sesuai 6b 40 entah keinginan Sesuai 41 mungkin 42 rasanya 43 kalau-kalau 44 jangan-jangan Cara kesangsian / cara 6b 45 barangkali keinginan 46 mudah-mudahan 47 moga-moga 48 hendaknya 49 mari 50 silakan Cara ajakan 6c 51 sudilah 52 tak 53 tidak Cara pengingkaran / cara larangan 6d 54 jangan 55 bahkan 56 malahan Kontrasistif 7 57 justru 58 di rumah 59 di perpustakaan 60 di danau 61 di kamar 62 di meja Lokatatif keberadaaan 8a 63 di warung 64 di lemari 65 di indonesia 66 di gunting tidak 67 di negara
33 25 Lampiran 6 (lanjutan) Hasil pengujian KG_EDITOR untuk modul kata keterangan No Kata Jenis Kata Katerangan Pola Kata Hasil Pengujian 68 ke sungai 69 ke kampus 70 ke kantor 71 ke bandung 72 ke pantai Lokatatif tujuan 8b 73 ke peternakan 74 ke kebun 75 ke pasar 76 ke kandang 77 ke terminal 78 dari bogor 79 dari lapangan 80 dari sawah 81 dari kampung 82 dari kota Lokatatif tempat asal 8c 83 dari desa 84 dari gunung 85 dari hutan 86 dari laut 87 dari kolam 88 dengan pisau 89 dengan cangkul 90 dengan pensil 91 dengan mata 92 dengan gunting Instrumental 9 93 dengan palu 94 dengan piring 95 dengan lem 96 dengan bogor tidak 97 dengan gelas Akurasi = Ʃ Kata yang benar Ʃ Kata yang diuji 100% = 94 kata 96 kata x 100% = 97,917%
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH RUSIANA SAMBA
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH RUSIANA SAMBA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Pola Word Graph Kata Benda 1 Listen to Customer 2 Build or Revise Mock-up Customer Test Drives Mock-up
4 Listen to customer Gambar 1 Diagram metode pengembangan prototype. 1 Listen to Customer Tahap listen to customer merupakan tahap untuk melakukan pengumpulan kebutuhan pengguna (requirements gathering).
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kata Benda Batasan dan Ciri Kata Benda yang + kata sifat Kata Benda Dasar
3 2 TINJAUAN PUSTAKA Ada dua masalah yang menjadi tinjauan dalam menganalisis pembentukan kata benda pada bahasa Indonesia menggunakan teori knowledge graph. Pertama, masalah aturan pembentukan kata benda
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBENTUKAN WORD GRAPH UNTUK TEKS BERBAHASA INDONESIA DENI ROMADONI
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBENTUKAN WORD GRAPH UNTUK TEKS BERBAHASA INDONESIA DENI ROMADONI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PENGEMBANGAN
I PENDAHULUAN II TINJAUAN PUSTAKA
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Cara termudah untuk mendapatkan informasi dari sebuah teks adalah dengan meringkasnya, karena membaca sebuah ringkasan tidak memerlukan waktu lama, dibandingkan
MODUL WORD GRAPH KATA BENDA PADA KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP RANI DWIJAYANTI
MODUL WORD GRAPH KATA BENDA PADA KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP RANI DWIJAYANTI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 MODUL WORD GRAPH
KONSTRUKSI ATURAN PENGGABUNGAN DUA GRAF KALIMAT (The Construction of a Rule to Combine Two Sentence Graphs)
SNGKA, Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Volume 11 Nomor 1 Edisi Juni 2014 (16 25) KONSTRUKSI ATURAN PENGGABUNGAN DUA GRAF KMAT (The Construction of a Rule to Combine Two Sentence Graphs) Ayu Amanah, Sri
HASIL DAN PEMBAHASAN. listen to customer. build/revise. mock-up. customer test-drives
4 dilakukan oleh Muslik (2009). Tahap selanjutnya yaitu pembuatan modul word graph kata kerja pada KG_EDITOR. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam pembuatan modul kata kerja ini yaitu prototype.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini diberikan beberapa penjelasan yang akan digunakan pada bab-bab selanjutnya. 1. Kelas Kata Semantik (Yunani : semanein = berarti, bermaksud; semanticos = makna) adalah
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH FRASA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH ZIKRI SULISTIAWAN
ANSIS PEMBENTUKAN W GRAPH FRASA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH ZIKRI SULISTIAWAN SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
PENGENALAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA
Pertemuan 1 Halaman 1/1 PENGENALAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA Buku referensi : 1. Core Java, Gary Cornell dan Cay S. Horstmann. 2. Teach Yourself Java 1.1 in 21 Days, Laura Lemay dan Charles L. Perkins. 3.
Pengenalan JAVA. Farhat, ST., MMSI., MSc
Pengenalan JAVA Tim sun Microsystems (dipimpin oleh James Gosling) bahasa komputer kecil (chipchip embedded) Proyek bernama Green. Pascal (diciptakkan oleh Niklaus Wirth) Bahasa yang portable kode intermediate
Bab 3 Metoda dan Perancangan Sistem
Bab 3 Metoda dan Perancangan Sistem Pada bab ini akan dibahas mengenai metode perancangan yang digunakan dalam membuat perancangan sistem aplikasi pendeteksian kata beserta rancangan design interface yang
Pertemuan 6 GAYA INTERAKSI DAN PERANGKAT INTERAKSI #1
Pertemuan 6 GAYA INTERAKSI DAN PERANGKAT INTERAKSI #1 Materi yang akan di bahas: Bebagai gaya dasar (sistem perintah, sistem menu, form) Teknik manipulasi Bahasa alami Obyek dan sumber daya dialog (sistem
JAVA FUNDAMENTAL ATURAN PERKULIAHAN SILABUS
JAVA FUNDAMENTAL Nama : Julian Chandra W Telp : 085647155605 Email : [email protected] Referensi : 1. Benny Hermawan. 2004. Menguasai Java 2 & Object Oriented Programming. Andi. 2. Bambang Hariyanto.
PENGEMBANGAN WORDNET BAHASA INDONESIA BERBASIS WEB
PENGEMBANGAN WORDNET BAHASA INDONESIA BERBASIS WEB RIYAN ADI LESMANA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 PENGEMBANGAN WORDNET BAHASA
MODUL WORD GRAPH KATA KERJA PADA KG_EDITOR BERBASIS DESKTOP NI MADE FEBRYANTINI DWI ARINY
i MODUL WORD GRAPH KATA KERJA PADA KG_EDITOR BERBASIS DESKTOP NI MADE FEBRYANTINI DWI ARINY DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA BENDA MENGGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH HAIRUL SALEH
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA BENDA MENGGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH HAIRUL SALEH SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam proses penelitian penerapan algoritma K-Means pada clustering berita berbahasa Indonesia.
PERBANDINGAN METODE KNOWLEDGE GRAPH DAN METODE CONCEPTUAL GRAPH SEBAGAI TEKNIK REPRESENTASI TEKS BERBAHASA INDONESIA KUNEDI
PERBANDINGAN METODE KNOWLEDGE GRAPH DAN METODE CONCEPTUAL GRAPH SEBAGAI TEKNIK REPRESENTASI TEKS BERBAHASA INDONESIA KUNEDI DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah sebagai
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM 4.1 Spesifikasi Hardware dan Software Spesifikasi komputer yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah sebagai berikut: Perangkat Keras (Hardware) o RAM 2
BAB 2 Pengenalan Bahasa JAVA
BAB 2 Pengenalan Bahasa JAVA 2.1 Tujuan Pada bab ini akan dibahas secara singkat tentang sejarah JAVA dan definisi teknologi JAVA. Bab ini juga akan sedikit menyinggung tentang fase fase dalam program
Nama : Julian Chandra W Telp :
JAVA FUNDAMENTAL Nama : Julian Chandra W Telp : 085647155605 Email : [email protected] [email protected] Referensi : 1. Benny Hermawan. 2004. Menguasai Java 2 & Object Oriented Programming. Andi.
PERANCANGAN APLIKASI DOWNLOAD MANAGER MENGGUNAKAN JAVA2SE DENGAN EDITOR NETBEANS IDE 6.8
PERANCANGAN APLIKASI DOWNLOAD MANAGER MENGGUNAKAN JAVA2SE DENGAN EDITOR NETBEANS IDE 6.8 TUGAS AKHIR RAJO PANANGIAN HARAHAP 082406197 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan analisis dan perancangan sistem dari aplikasi translator bahasa Indonesia Sunda, Sunda Indonesia berbasis mobile dengan menggunakan metode
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Implementasi Pada bab ini akan diuraikan cara dan langkah-langkah untuk mengimplementasikan rancangan perangkat lunak, kebutuhan perangkat lunak maupun perangkat keras yang
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Masalah Penelitian yang sudah pernah membuat sistem ini berhasil menciptakan pembangkitan pertanyaan non-factoid secara otomatis dengan menggunakan tiga jenis
Praktikum Pemograman Berorientasi Objek
Praktikum Pemograman Berorientasi Objek Pertemuan ke-1 A. Konsep PBO Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming) merupakan teknik pemograman dengan pendekatan berorientasi kelas dan objek.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Universitas Padjadjaran yang beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No 4 Bandung.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian akan di lakukan di kampus D3 FMIPA dan ilmu komputer Universitas Padjadjaran yang beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No 4 Bandung. 3.1.1
Perkenalan.
Perkenalan http://www.brigidaarie.com Data Diri Nama : Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom TTL : Denpasar, 1 Februari 1987 Alamat : Monang-Maning E-mail : [email protected] Latar Belakang Pendidikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Umum Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pembuatan Rancang Bangun Aplikasi Perencanaan Stok Barang dengan Menggunakan Teori Trafik dari tahap awal perancangan sampai
PENAMBAHAN MODUL PEMBENTUKAN KAMUS WORD GRAPH KATA BENDA PADA SISTEM APLIKASI BOGORDELFTCONSTRUCT ARIFA DESFAMITA
PENAMBAHAN MODUL PEMBENTUKAN KAMUS WORD GRAPH KATA BENDA PADA SISTEM APLIKASI BOGORDELFTCONSTRUCT ARIFA DESFAMITA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
Tabel 1. Instruksi untuk menampilkan teks No. Bahasa Pemrograman Instruksi 1. Pascal WRITE ( Bahasa pemrograman itu mudah );
PERTEMUAN I BAHASA PEMROGRAMAN JAVA DAN PENGENALAN NETBEANS 1. Program dan Bahasa Pemrograman Di dalam dunia komputer sering kali dijumpai istilah program dan bahasa pemrograman. Kedua istilah tersebut
FRAMEWORK PHP BERBASIS KOMPONEN UNTUK MEMBUAT FORMULIR DAN LAPORAN SECARA OTOMATIS ABSTRAK
1 FRAMEWORK PHP BERBASIS KOMPONEN UNTUK MEMBUAT FORMULIR DAN LAPORAN SECARA OTOMATIS ALI MUHTAS Program Studi Sistem Informasi S1, Fakultas Ilmu Komputer ABSTRAK Dalam pembangunan aplikasi perlu adanya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini
APLIKASI KAMUS DIGITAL BAHASA INDONESIA - BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPING
1 APLIKASI KAMUS DIGITAL BAHASA INDONESIA - BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPING Ahmad Faizin, Program Studi Teknik Informatika, S1, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro, [email protected]
Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang)
Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang) Ahmad Fauzi Fakultas ilmu Komputer, Universitas Singaperbangsa Karawang [email protected] Abstrak Sekolah memiliki
2 TINJAUAN PUSTAKA. Beberapa definisi, teori, dan konsep yang akan digunakan dalam pembahasan selanjutnya akan dijelaskan pada bagian ini.
4 2 TINJAUAN PUSTAKA Beberapa definisi, teori, dan konsep yang akan digunakan dalam pembahasan selanjutnya akan dijelaskan pada bagian ini. 2.1 Klausa Subordinatif 2.1.1 Klausa Satuan sintaksis dalam bahasa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa locationbased game yang diperuntukan bagi perangkat mobile dengan sistem operasi Android. Penelitian
2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal.
2. BAB II LANDASAN TEORI Dalam merancang dan membangun aplikasi, sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar teori yang digunakan. Dasar-dasar teori tersebut digunakan sebagai landasan
ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Salah satu bidang kajian dalam bidang teknologi informasi adalah rekayasa perangkat lunak. Dalam rekayasa perangkat lunak, terdapat konsep yang mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan
1 BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat
Pemrograman. Fery Updi,M.Kom
Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Pemrograman Java Praktik Pemrograman Java SKS : 3 SKS Dosen : Fery Updi,M.Kom Email : [email protected] WA : 0822-9961-8593 Jadwal Kuliah : Sesi 1 : Selasa, 18.00 20.00
Software Requirements Specification
Software Requirements Specification untuk Aplikasi Desktop Untuk Logistik Alat Tulis Kantor Berbasis RMI Java (Client - Server Middleware). Versi 1.10 Oleh : Made Andhika 23510307 I Putu Agus Eka Pratama
Pemrograman Berbasis Objek 2. Java Programming Fery Updi,M.Kom
Pemrograman Berbasis Objek 2 Java Programming Fery Updi,M.Kom 1 Pemrograman Berbasis Objek-2 SKS : 3 SKS Dosen : Fery Updi,M.Kom Email : [email protected] WA : Jadwal Kuliah : Senin, 18.00 20.00 Teori
SISTEM INFORMASI SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI PEDAGANG SIMPAN PINJAM DI PASAR BARU KOTA BANDUNG
SISTEM INFORMASI SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI PEDAGANG SIMPAN PINJAM DI PASAR BARU KOTA BANDUNG Indra Purnama, M.T., MCAS, MOS., 1, Ali Kurniawan 2 1 Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Komputer
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
54 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Program 4.1.1 Spesifikasi Kebutuhan Program Spesifikasi Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan untuk merancang sistem ini adalah : Processor
APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR
APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR Janero Kennedy 1) 1) Magister Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, Kota Yogyakarta. Jl Ring road Utara, Condongcatur,
BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan pendapat Sugiyono (2003:58) mendefinisikan bahwa:
BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data, sesuai dengan pendapat Sugiyono (2003:58) mendefinisikan bahwa: Objek penelitian
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses penelitian penerapan Hidden Markov Models : 40 Studi Literatur dan Kepustakaan Rumusan
CROSS LANGUAGE QUESTION ANSWERING SYSTEM MENGGUNAKAN PEMBOBOTAN HEURISTIC DAN RULE BASED SELAMET SUBU
CROSS LANGUAGE QUESTION ANSWERING SYSTEM MENGGUNAKAN PEMBOBOTAN HEURISTIC DAN RULE BASED SELAMET SUBU DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini berisi uraian mengenai tahapan untuk membangun/mewujudkan rancangan sistem baru secara nyata. Kegiatan yang dibahas meliputi pengujian perangkat lunakdan instalasi. Diagram
REPRESENTASI WORD GRAPH FRASA KETERANGAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XML CIPTA WIRASWASTA
REPRESENTASI WORD GRAPH FRASA KETERANGAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XML CIPTA WIRASWASTA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 REPRESENTASI
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1 Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain yang ada dalam dokumen desain sistem yang telah disetujui serta
ANALISIS GRAFOLOGI BERDASARKAN HURUF a DAN t MENGGUNAKAN ALGORITME K-NEAREST NEIGHBOR AMANDA KARATIKA HUBEIS
ANALISIS GRAFOLOGI BERDASARKAN HURUF a DAN t MENGGUNAKAN ALGORITME K-NEAREST NEIGHBOR AMANDA KARATIKA HUBEIS DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. kreatifitas dalam membuat game pilihan berganda ini. Dasar dalam permainan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Sistem yang digunakan dalam perancangan game pilihan berganda Bahasa Indonesia adalah dengan menggunakan Macromedia Flash. Game pilihan berganda ini
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada perancangan suatu sistem diperlukan analisa yang tepat sehingga proses pembuatan sistem dapat berjalan dengan baik dan sistem yang dibuat sesuai dengan yang dibutuhkan.
BAB 2 LANDASAN TEORI. Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol,
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data dan Informasi Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, bilangan-bilangan, uraian karakter yang mempunyai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah mengenai perancangan software. Software yang dimaksud adalah aplikasi database yang digunakan untuk menyimpan
Pengelolaan Presensi Dan Gaji Asisten Lab Berbasis Web Di Fasilkom Universitas Mercu Buana
Pengelolaan Presensi Dan Gaji Asisten Lab Berbasis Web Di Fasilkom Universitas Mercu Buana Andi Nugroho 1, Retno Setya Wulandary 2 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mercubuana Jl. Meruya Selatan Kembangan,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem ialah proses identifikasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan dan harus ada pada sistem, agar sistem tersebut dapat berjalan sesuai
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT
ANSIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Tahapan analisis permasalahan terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan permasalahan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi
Bab 3 Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1 Metode dan Analisis Kebutuhan Sistem Metode yang digunakan untuk perancangan sistem ini adalah metode prototype Perancangan sistem dengan menggunakan metode prototype memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem operasi untuk aplikasi bergerak yang mengalami perkembangan yang cukup pesat yaitu Android. Android adalah sistem operasi berbasis Linux dan bersifat open source.
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Tahapan Implementasi merupakan kelanjutan dari kegiatan rancangan sistem dan dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang. Langkah-langkah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1 Analisa Pada bab ini akan dilakukan analisa terhadap sistem pembelajaran mengenai seni dan budaya, pembelajaran pengenalan seni dan budaya yang dirancang menggunakan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris komputer berasal dari kata to compute yang artinya
A. Spesifikasi Perangkat Lunak
A. Spesifikasi Perangkat Lunak Perangkat lunak merupakan otomasi dari proses bisnis pada sebuah organisasi, untuk menghasilkan operasi bisnis (organisasi) yang efektif (akurat) dan efisien (cepat dan murah).
APLIKASI PENGELOLAAN APOTIK
APLIKASI PENGELOLAAN APOTIK REZON VICKY.L 41508010129 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2016 APLIKASI PENGELOLAAN APOTIK Tugas Akhir Diajukan Untuk
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem yang Berjalan Adapun analisis dari game mencari perbedaan jenis rumah adalah dengan menggunakan desain dan ActionScript untuk bahasa pemrograman Flash
SISTEM MONITORING PROSES KERJA BIDANG USAHA PERCETAKAN DIGITAL PT. X BERBASIS APLIKASI CLIENT SERVER. Mukti Fuji Prayitno
SISTEM MONITORING PROSES KERJA BIDANG USAHA PERCETAKAN DIGITAL PT. X BERBASIS APLIKASI CLIENT SERVER Mukti Fuji Prayitno 41511120106 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS
Rancang Bangun Pembuatan Aplikasi Pemantauan (Monitoring) Kondisi Fasilitas Gedung Berbasis Web dan Android Client
Rancang Bangun Pembuatan Aplikasi Pemantauan (Monitoring) Kondisi Fasilitas Gedung Berbasis Web dan Android Client Rahmat 41511120068 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU
2 LANDASAN TEORI 2.1 Knowledge Graph (KG) Concept Relations
2 LANDASAN TEORI 2.1 Knowledge Graph (KG) Knowledge graph adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisis teks dan merepresentasikannya ke dalam bentuk graf (Zhang dan Hoede 2000). Menurut Zhang
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakkan perancangan sistem
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Analisis bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada pada sistem serta menentukan kebutuhan dari sistem yang dibangun.analisis tersebut
HASIL DAN PEMBAHASAN. 2 Perangkat keras: Prosesor AMD Athlon II 245 2,9 GHz; Memori 2046 MB; HDD 160 GB. Client:
9 batasan, dan tujuan sistem. Pada tahap ini, spesifikasi sistem telah ditetapkan. Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak Pada tahap ini, akan dirancang suatu representasi sistem yang akan dibuat. Perancangan
VOIP CLIENT DENGAN MENAMBAHKAN FITUR ENKRIPSI MENGGUNAKAN ALGORITMA TRIPLE DES
VOIP CLIENT DENGAN MENAMBAHKAN FITUR ENKRIPSI MENGGUNAKAN ALGORITMA TRIPLE DES Oleh: SEPTIANA ASTUTI 41509010033 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem (atau Produk) 3.1.1 Use Case Diagram Berikut adalah use case pada aplikasi yang akan dibangun. Pada aplikasi ini hanya ada 1 aktor, yaitu
BAB 3 METODE PENELITIAN. pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji
BAB 3 METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian. Bagian-bagian
