BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Suhendra Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran umum Rumah Sakit Kusta Donorojo Untuk mengendalikan penyebaran kasus kusta dan membebaskan masyarakat Indonesia dari masalah sosial ekonomi akibat penyakit kusta. Pemerintah mendirikan Rumah Sakit Kusta yang berada di desa Donorojo kabupaten Jepara adalah satu - satu nya Rumah Sakit Rujukan pasien khusus kusta yang berada di Jawa Tengah. Kunjungan pasien kusta sampai saat ini masih tergolong tinggi. Rumah Sakit Kusta Donorojo melayani rawat jalan dan rawat inap. Pelayanan rawat jalan bagi pasien dengan gejala klinis seperti kusta sedangkan pelayanan rawat inap bagi pasien yang sudah terdiagnosa kusta. Untuk menegakkan diagnosa setiap pasien yang mempunyai klinis kusta dilakukan pemeriksaan uji sensitifitas syaraf dan pemeriksaan laboratorium secara mikroskopis. Pengambilan Sampel dilakukan dari kerokan kulit cuping telinga kanan dan kiri, serta lokasi yang dicurigai. Pasien dianggap terkena penyakit kusta apabila ditemukan bakteri M.leprae. 2. Penyakit kusta Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh bakteri M. leprae yang menyerang syaraf tepi, kulit, dan organ tubuh lainnya kecuali susunan syaraf. Diagnosis untuk menetapkan kusta perlu dikenali tanda tanda utama atau cardinal sign yaitu: lesi (kelainan) kulit yang mati rasa. Kelainan kulit
2 2 atau lesi dapatberbentuk bercak keputih putihan (hypogmentasi) atau kemerah - merahan (erithomatus) yang mati rasa, kulit mengkilap, bercak yang tidak gatal, ada bagian tubuh yang tidak berkeringat dan tidak berambut, lepuh tidak nyeri. Penebalan syaraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi saraf. Gangguan fungsi syaraf ini merupakan akibat dari peradangan kronis syaraf tepi yang berupa mati rasa, kelemahan otot atau kelumpuhan, dan kulit kering atau retak. (Kandum.I.N, 2006). Cara penularan dan tempat masuk bakteri kusta ke dalam tubuh pejamu sampai saat ini belum dapat dipastikan. Diperkirakan cara masuknya adalah melaui saluran pernafasan bagian atas dan melalui kontak kulit yang tidak utuh. Hanya sedikit orang yang akan terjangkit kusta setelah kontak dengan penderita, hal ini disebabkan karena adanya imunitas. M.leprae dapat berkembang biak di dalam sel schwan saraf dan makrofag kulit. Bakteri ini dapat ditemukan dimana - mana, misalnya di dalam tanah, air, udara dan terdapat pada permukaan kulit telinga dan jari, rongga hidung, dan tenggorokan karena bakteri ini cenderung menyukai temperatur kurang dari 37⁰C. ( Harahap.M., 2000) Tidak semua penderita kusta dapat memindahkan bakteri kusta kepada orang lain, hal ini disebabkan karena ada kira kira % penderita kusta yang tergolong penderita kusta kering (dengan bercak bercak seperti panu atau kurap yang kurang tidak terasa). Jumlah penderita kusta baru di dunia menurut regional WHO pada tahun 2005 adalah sekitar
3 3 Jumlah tersebut yang terbanyak adalah di Asia Tenggara yaitu sebesar 68%. Di Indonesia didapatkan jumlah penderita kusta baru pada tahun 2005 sebanyak kasus, dengan proporsi kecacatan tingkat 2 sebesar 8,7%. (Putra.D.I.G.dkk., 2006 ) 2.3 Flora normal pada kulit Bakteri yang sering ditemukan di kulit adalah Staphylococcus epidermidis, Microccus, Streptococcus alpha dan non hemolyticus, difteroid aerob dan anaerob. Dapat pula dijumpai pada Mycobacterium yang bersifat saprofit. Bakteri aerob dan anaerob seringkali bersama - sama menimbulkan infeksi pada kulit. (Brooks.F.G.dkk., 1996) 4. Hubungan Flora normal dengan hospes dan lingkungannya Kehidupan dan lingkungan tak dapat dipisahkan karena lingkungan fisiknya tak dapat menyediakan gizi dan kondisi yang memungkinkan adanya kehidupan. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan. Mikroorganisme dapat tumbuh subur pada daerah tertentu, dan beberapa faktor yang mempengaruhi tergantung pada faktor fisiologis, suhu, kelembaban, serta adanya zat - zat makanan dan zat-zat penghambat tertentu. Kulit dan selaput mukosa selalu mengandung berbagai mikroorganisme yang dapat dikelompokkan dua golongan yaitu : (1) flora menetap yang terdiri atas mikroorganisme yang jenisnya relatif tetap dan bila terganggu mikroorganisme ini tumbuh dengan segera.
4 4 (2) Flora sementara yang terdiri atas mikroorganisme non patogen yang berasal dari lingkungan sekitarnya tidak menetap secara permanen pada kulit atau selaput mukosa selama beberapa jam, hari, atau minggu. (Brook.G.F.dkk., 1996., dan Morse.A.Stephen.dkk., 2005). Sebenarnya mikroorganisme yang terdapat pada tubuh manusia tak dapat digolongkan dengan tegas, apakah itu komensal atau suatu spesies yang patogen bagi manusia tersebut. Flora normal dalam tubuh manusia dapat menetap, mikroba normal yang menetap tersebut dapat dikatakan tidak menyebabkan penyakit dan mungkin menguntungkan bila berada di lokasi yang semestinya dan tanpa adanya keadaan abnormal. Mereka dapat menyebabkan penyakit bila karena keadaan tertentu berada di tempat yang tak semestinya atau bila ada faktor mempengaruhi. Sebagai contoh, flora normal di saluran pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K dan membantu absorsi zat makanan tertentu. Pada mukosa kulit, flora normal dapat mencegah kolonisasi bakteri patogen. (Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia., 1993) Bakteri batang Gram positif (Mycobacterium leprae) Morfologi M.leprae berbentuk batang panjang, sisi pararel dengan kedua ujung bulat, ukuran 0,3 0,5 x 1-8 mikron. Bakteri ini berbentuk batang, gram positif, tidak bergerak dan tidak berspora, dapat tersebar atau dalam berbagai ukuran bentuk kelompok, termasuk masa ireguler besar yang disebut sebagai globi. Pada M.leprae dinding membran tetap simetrik walaupun dilakukan suatu fiksasi dengan pewarnaan. Keadaan ini merupakan salah satu sifat khas dari M.leprae yang tidak didapatkan pada Mycobacterium lainnya. Bakteri ini bersifat tahan asam, piridin bisa merusak kemampuan kuman untuk dapat diwarnai dengan carbol fuchsin. Sifat khas lain untuk M.leprae dengan pulasan Z.N kuman ini dapat terlihat soliter, bergerombol, atau berbentuk globi yang dibatasi oleh
5 5 membran. Dengan pulasan ini bakteri hidup tampak berbentuk batang utuh berwarna merah terang dengan ujung yang bulat (solid) sedangkan kuman yang mati berbentuk terpecah pecah (Fragmented) atau granuler. (Harahap.M., 2000) Bakteri Gram Negatif ( Enterobacteriaceae ) Famili Enterobacteriaceae adalah bakteri yang terdiri dari sejumlah besar spesies bakteri, yang sangat erat hubungannya satu dengan lainnya. Hidup di usus besar manusia dan hewan, tanah, air. Hidupnya keadaan normal di dalam usus besar manusia, kuman ini sering disebut kuman enterik. Bakteri enterik tidak menimbulkan penyakit pada host (tuan rumah) bila bakteri tetap berada di dalam usus besar, tetapi pada keadaan dimana terjadi perubahan pada host atau bila ada kesempatan memasuki bagian tubuh yang lain, bakteri enterik ini mampu menimbulkan penyakit pada tiap jaringan di tubuh manusia. (Morse.A.Stephen.dkk., 2005)
6 6 Enterobacteriaceae merupakan sekelompok bakteri batang gram negatif yang heterogen, berbentuk batang, fakultatif anaerob atau aerob, memfermentasi karbohidrat, memiliki struktur komplek dan menghasilkan toksin. Habitat alaminya berada pada sistem usus manusia dan binatang. Jenis spesiesnya diantaranya adalah: Eischerichia, Shigella, Salmonella, Enterobacter, Klebsiella, Serratia, Proteus dan sebagainya. (Morse.A.S., 2005) Morfologi bakteri gram negatif adalah berbentuk batang pendek gram negatif yang dapat membentuk rantai. Morfologi khasnya dapat dilihat dalam pertumbuhan pada perbenihan padat. Biakan pada Eischerichia coli membentuk bundar, cembung, halus dengan tepi nyata. Koloni Enterobacter serupa tetapi agak lebih mukoid. Koloni Klebsiella besar, sangat mukoid dan cenderung bersatu bila lama dieramkan. Salmonella dan Shigella membuat koloni mirip dengan Eischerichia coli tetapi tidak meragikan laktosa. Pertumbuhan pada media Mac Conkey dapat digunakan untuk membedakan koloni yang memfermentasi laktosa berwarna pink muda - tua dengan koloni yang tidak memfermentasi laktosa tidak berwarna. Pola peragian karbohidrat dan aktivitas dekarboksilase asam amino serta enzim lain biasanya digunakan dalam pembedaan biokimia. Sifat biokimia dari kuman enterik komplek dan bervariasi. Semua kuman enterik meragi glukosa menjadi asam tanpa disertai pembentukan gas, mereduksi nitrat menjadi nitrit, ada yang membentuk indol dan ada yang tidak
7 7 membentuk indol. Dalam tes uji biokimia Eischerichia coli secara khas memberi hasil positif untuk tes indol, dan peragian manitol serta membentuk gas dari glukosa. Kelompok Klebsiella, Enterobacter, Serratia menunjukkan pertumbuhan mukoid, dan memberi positif untuk lisin dekarboksilase dan citrat. (Brooks.G.F., 1996) Staphylococcus Staphylococcus berasal dari perkataan staphyle yang berarti kelompok buah anggur dan coccus yang berarti benih bulat. Kuman ini sering ditemukan sebagai kuman flora normal pada kulit dan selaput lendir pada manusia. Staphylococcus yang patogen sering menghemolisa darah, mengkoagulasi plasma dan menghasilkan berbagai enzim dan toksin. Staphylococcus merupakan flora normal pada manusia kadang menyebabkan infeksi. Staphylococcus yang berhubungan dengan medis adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus saprophyticus. Staphylococcus aureus bersifat koagulase positif dan merupakan patogen bagi manusia. Ciri khas organisme Staphylococcus adalah sel yang berbentuk bola, diameter 1 mikron, bisa tunggal, berpasangan, bergerombol seperti anggur, non motil dan tidak membentuk spora. Biakan Staphylococcus tumbuh baik pada media suasana aerobik, suhu 37 0 C, namun pembentukan pigmen yang baik pada temperatur kamar 20 0 C C. Koloninya bulat, lembut dan mengkilat.
8 8 Staphylococcus aureus biasanya membentuk koloni abu-abu hingga kuning emas, Staphylococcus epedermis berwarna abu-abu hingga putih. Patogenesis Staphylococcus epidermidis adalah flora normal pada manusia, saluran respirasi dan gastiintestina. (Morse.A.S., 2005) Streptococcus Bakteri Streptococcus dapat menyebabkan penyakit epidemik. Morfologi Streptococcus berdiameter 0,5-1 µ, bakteri gram positif, berbentuk bulat, mempunyai karakteristik membentuk rantai selama pertumbuhan. Bakteri ini flora normal pada manusia, tetapi dalam kondisi tertentu bisa menyebabkaan infeksi. Jenis Streptococcus antara lain : Streptococcus pyogenes (grup A), Streptococcus agalatiae (grup B) dan jenis Enterococcus (grup D) dengan ciri karakteristik berbeda, saat pertumbuhan hemolisa pada media agar darah hemolisa alfa, beta dan tanpa hemolisa. Ciri-ciri organisme: coccus berbentuk bulat, tersusun seperti rantai, membelah diri dengan arah memanjang pada sumbu, rangkaian ini sangat beragam tergantung faktor lingkungan. Streptococcus memiliki kapsul berupa polisakarida, grup A, B dan C yang dapat menghalangi proses pagositosis. Dinding selnya terdiri dari protein dan karbohidrat. Pilli yang seperti rambut terdapat dalam kapsul grup A yang berfungsi untuk perlekatan pada sel epithel. Biakan Streptococcus dapat tumbuh dalam media padat dan diameter 1-2 mm dan mukoid karena
9 9 berkapsul. Patogenesis beragam proses penyakit yang berhubungan dengan infeksi dapat disebabkan oleh streptococcus. Sifat biologis dari organisme yang menginfeksi, respon alami inang dan tempat masuknya infeksi semua mempengaruhi gambaran patologik. Infeksi dapat dibagi beberapa kategori. Infeksi oleh bakteri Streptococcus hemolitik beta grub A (Streptococcus pyogene) gambaran klinisnya ada penyebaran infeksi secara merata dan cepat yang melibatkan jaringan meluas disepanjang saluran limfatik bisa meluas ke pembuluh darah. (Morse.A.S., 2005) Bakteri Gram Negatif lainnya Spesies Pseudomonas adalah batang gram negatif, bergerak, aerob, beberapa diantaranya menghasilkan pigmen yang larut dalam air. Pseudomonas ditemukan secara luas di tanah, air, tumbuhan, hewan dan dapat tumbuh subur dalam lingkungan yang basah. Bakteri Pseudomonas dalam jumlah kecil terdapat dalam flora normal pada kulit manusia, bersifat patogen bila masuk ke daerah yang fungsi pertahanannya abnormal. Misalnya bila selaput mukosa dan kulit robek karena kerusakan jaringan langsung kuman melekat dan mengkoloni selaput mukosa atau kulit, menginvasi secara lokal menimbulkan nanah hijau. Bakteri gram negatif yang tidak biasa antara lain adalah Alcaligenes, Actinobacillus, Capnotophaga,
10 10 Cardiobacterium, Chromobactreium, Moraxella, Flavobacterium. (Brook.F.G. dkk., 1996) Pemeriksaan Bakteriologis Pengambilan sampel Pengambilan sampel untuk pemeriksaan harus diambil dengan baik dan benar. Kegagalan pemeriksaan mikrobilogik lebih banyak terjadi karena pengambilan bahan pemeriksaan yang salah. Setiap pengambilan sampel menggunakan lidi kapas steril kemudian permukaan kulit yang terdapat bercak putih dibersihkan dengan NaCl fisiologis terlebih dahulu. Swab dengan lidi kapas steril dengan diputar selama 5-10 detik agar bubur jaringan kulit dapat terserap sempurna oleh kapas Pewarnaan Gram Pengecatan ini mula-mula dikembangkan oleh seorang ahli histologi Cristian Gram (1884) yang kemudian disempurnakan oleh ahli lain. Pengecatan gram adalah suatu pewarnaan diferensial yaitu untuk membedakan bakteri gram positif dan gram negatif. Bakteri gram positif adalah bakteri yang mengikat cat utama dengan kuat, sehingga tidak dapat dilunturkan oleh peluntur dan tidak dapat diwarnai oleh cat penutup sehingga baktri akan berwarna violet.bakteri gram negatif adalah bakteri yang pengikatan terhadap cat utama tidak kuat sehingga dapat dilunturkan oleh peluntur yang
11 11 berupa alkohol dan dapat mudah diwarnai oleh cat penutup sehingga bakteri berwarna pink.pewarnaan zat warna dasar adalah kristal violet. Kemudian diberikan larutan iodium sampai bakteri akan berwarna violet, kemudian diberi alkohol. Bakteri gram positif akan mempertahankan kristal ungu dan tetap berwarna violet. Bakteri gram negatif akan berwarna pink karena dilunturkan oleh alkohol. Kemudian diberi safranin, bakteri gram negatif akan berwarna pink sedangkan gram positf akan tampak berwarna violet. (Brook.F.G. dkk., 1996) 5.3. Isolasi pada lempeng agar. Untuk meneliti sifat dan jenis bakteri perlu dibiakkan terlebih dahulu dalam biakan murni. Media kultur atau pembenihan adalah suatu reagensia yang terdiri dari bahan kimia dengan pengolahan tertentu untuk menanam (inokulasi) atau mengkultur bakteri, jamur, virus. Persyaratan suatu media kultur (pembenihan) adalah bahwa media tersebut harus merupakan sumber karbon, sumber energi, dan sumber elemen seperti N,P,K. Media lempeng agar ini berbentuk padat dan akan mengeras pada suhu 45⁰C. Digunakan untuk memilih atau memisahkan salah satu jenis koloni bakteri tertentu dari koloni bakteri yang lain. (Brook.F.G.dkk., 1996)
12 12 Kerangka Teori Gambar 1 : Kerangka teori. Keaneragaman jenis bakteri asal swab kulit pada pasien klinis kusta di Rumah Sakit Kusta Donorojo Kerangka konsep
13 13 Gambar 2 : Kerangka konsep Keaneragaman jenis bakteri asal swab kulit pada pasien klinis kusta di Rumah Sakit Kusta Donorojo
dan menjadi dasar demi terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya peningkatan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi dasar demi terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Indonesia masih
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bahan-bahan lain seperti garam, bawang merah, bawang putih. Sambal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sambal Cabai 1. Sambal Sambal salah satu bahan yang terbuat dari cabai dan ditambah bahan-bahan lain seperti garam, bawang merah, bawang putih. Sambal memiliki cita rasa yang
BAB II TINJAUAN TEORI. sehat, baik itu pasien, pengunjung, maupun tenaga medis. Hal tersebut
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Infeksi Nosokomial Rumah sakit adalah tempat berkumpulnya orang sakit dan orang sehat, baik itu pasien, pengunjung, maupun tenaga medis. Hal tersebut menyebabkan rumah sakit berpeluang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif pada pengecatan gram
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Staphylococcus aureus 1.1. Morfologi Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif pada pengecatan gram terlihat bentuk kokus ukurannya 0.8-1.0 mm dengan diameter 0.7-0.9
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. dikenal orang karena lalat ini biasanya hidup berasosiasi dengan manusia.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Lalat Rumah (Musca domestica) Lalat rumah (M. domestica) merupakan lalat yang paling umum dikenal orang karena lalat ini biasanya hidup berasosiasi dengan manusia. M. domestica
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Staphylococcus aureus Genus Staphylococcus masuk kedalam bakteri gram positif. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal, sebagian besar tersusun atas peptidoglikan.
BAB II TUJUAN PUSTAKA. jalan seperti es dawet, es kelapa muda, dan es rumput laut. Pecemaran oleh
BAB II TUJUAN PUSTAKA A. ES JUS Es Jus merupakan salah satu bentuk minuman ringan yang dapat langsung diminum sebagai pelepas dahaga. Es Jus terbuat dari beberapa bahan antara lain es batu,buah,,sirup,
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Keputusan Menteri Pertanian Nomor 110/Kpts/TN.530/2/2008 Strangles/Mink Horse/Equine Distemper/ Ingus tenang termasuk ke dalam penyakit eksotik yang ada di Indonesia. Berdasarkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tomat dapat dijadikan sebagai bahan dasar kosmetik atau obat-obatan. Selain
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Tomat Tanaman tomat merupakan komoditas yang multiguna. Tidak hanya berfungsi sebagai sayuran dan buah saja, tomat juga sering dijadikan pelengkap bumbu, minuman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Infeksi Nosokomial Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien menjalani proses perawatan lebih dari 48 jam, namun pasien tidak menunjukkan gejala sebelum
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode descriptive analitic
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode descriptive analitic karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Infeksi merupakan masalah yang paling banyak dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Kasus infeksi disebabkan oleh bakteri atau mikroorganisme patogen yang masuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Makanan dan minuman merupakan kebutuhan primer bagi manusia sebagai penghasil energi yang digunakan tubuh dalam melakukan aktivitas demi kelangsungan hidupnya. Ada berbagai jenis
TINJAUAN PUSTAKA. (a) (b) (c) (d) Gambar 1. Lactobacillus plantarum 1A5 (a), 1B1 (b), 2B2 (c), dan 2C12 (d) Sumber : Firmansyah (2009)
TINJAUAN PUSTAKA Lactobacillus plantarum Bakteri L. plantarum termasuk bakteri dalam filum Firmicutes, Ordo Lactobacillales, famili Lactobacillaceae, dan genus Lactobacillus. Lactobacillus dicirikan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. Akne vulgaris (AV) atau jerawat merupakan suatu penyakit. keradangan kronis dari folikel pilosebasea yang ditandai dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Akne vulgaris (AV) atau jerawat merupakan suatu penyakit keradangan kronis dari folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, kista, dan pustula.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif karena tujuan dari
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologi pada udara di inkubator
HASIL DAN PEMBAHASAN
7 Gambar 3 Diagram alir identifikasi bakteri Gram Positif Sumber: Bergey dan Breed 1994; Lay 1994 Analisis Data Analisis data dengan menggunakan metode deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi Bakteri
PROSEDUR DIAGNOSIS KUSTA
Kabupaten dr. ABDUL FATAH A. NIP: 197207292006041014 1.Pengertian 2.Tujuan Adalah penilaian klinis atau pernyataan ringkas tentang status kesehatan individu yang didapatkan melalui proses pengumpulan data
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Telur asin adalah telur yang sebelumnya diolah dulu, proses
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telur Asin Telur asin adalah telur yang sebelumnya diolah dulu, proses pembuatanya membutuhkan kecermatan dan ketelitian tersendiri dari bahan baku telur menjadi telur asin yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tumbuhan yang memiliki bunga banyak, serta daun dari bunga bakung ini memilki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi Tumbuhan Bunga Bakung Tumbuhan bunga bakung mempunyai ketinggian antara 0,5-1,25 m, merupakan tumbuhan yang memiliki daun dan bunga. Bunga bakung termasuk tumbuhan
BAB II TINJUAN PUSTAKA
BAB II TINJUAN PUSTAKA A. Titanium Dioksida (TiO 2 ) Titanium merupakan salah satu unsur logam transisi golongan IV B, berbentuk padat yang berwarna putih keperakan. Titanium murni dapat larut dalam larutan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Natrium Hipoklorit Sterilisasi merupakan suatu cara untuk menanggulangi transmisi penularan infeksi bakteri patogen dari alat kesehatan ke manusia. Alat kesehatan yang perlu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mikroorganisme ke dalam tubuh, mikroorganisme tersebut masuk bersama makanan
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Flora Normal Rongga Mulut Rongga mulut merupakan pintu gerbang masuknya berbagai macam mikroorganisme ke dalam tubuh, mikroorganisme tersebut masuk bersama makanan atau minuman.
BAB II TINJAUAN TEORI. kecil dan hanya dapat dilihat di bawah mikroskop atau mikroskop elektron.
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Mikroorganisme Patogen Oportunis Mikroorganisme atau mikroba adalah makhluk hidup yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat di bawah mikroskop atau mikroskop elektron. Mikroorganisme
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah yang bersifat akut, biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nama kayu manis dan termasuk dalam jenis rempah-rempah. Pohon tinggi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kayu manis 1. Gambaran umum kayu manis Tanaman Cinnamomum burmanni merupakan jenis tanaman berumur panjang yang menghasilkan kulit. Kulit ini di Indonesia diberi nama kayu manis
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. sayap (terbang) yang berbentuk membran. Hanya sesekali bergerak
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Lalat Lalat adalah insekta yang lebih banyak bergerak menggunakan sayap (terbang) yang berbentuk membran. Hanya sesekali bergerak menggunakan kakinya. Oleh karenanya daerah
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Analis Kesehatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode deskriptif. B. Tempat dan waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Analis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pernafasan bagian atas; beberapa spesiesnya mampu. memproduksi endotoksin. Habitat alaminya adalah tanah, air dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karakteristika stafilokokus Bakteri ini merupakan flora normal pada kulit dan saluran pernafasan bagian atas; beberapa spesiesnya mampu memproduksi endotoksin. Habitat alaminya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti gula, garam, dan bumbu,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kecap Kedelai 1. Definisi Kecap Kedelai Kecap merupakan ekstrak dari hasil fermentasi kedelai yang dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti gula, garam, dan bumbu, dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mikrobiologi adalah suatu kajian tentang mikroorganisme.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikrobiologi Mikrobiologi adalah suatu kajian tentang mikroorganisme. Mikroorganisme itu sangat kecil, biasanya bersel tunggal, secara individual tidak dapat dilihat dengan
III. METODELOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif laboratorik dengan
23 III. METODELOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif laboratorik dengan melakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis mengetahui pola mikroorganisme
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Infeksi merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kasus infeksi biasanya disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tawas dapat digunakan sebagai pengering / pengawet, juga membersihkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tawas(Al 2 (SO 4 ) 3 14H 2O ) Rahayu ( 2004 ) tawas adalah senyawa kimia berupa kristal bening. Tawas dapat digunakan sebagai pengering / pengawet, juga membersihkan sumur, sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan (Volk dan Wheeler, 1990).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Udara sebagai salah satu komponen lingkungan merupakan kebutuhan yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan (Volk dan Wheeler, 1990). Udara dapat dikelompokkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat yang tidak pernah dapat diatasi secara tuntas yang menjadi penyebab utama penyakit
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR. Pengecatan Gram dan Pengujian KOH Pada Bakteri OLEH :
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Pengecatan Gram dan Pengujian KOH Pada Bakteri OLEH : NAMA : NUR MUH. ABDILLAH S. NIM : Q1A1 15 213 KELAS : TPG C JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tempat penelitian di laboratorium lab. Mikrobiologi, Lantai II di kampus
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian di laboratorium lab. Mikrobiologi, Lantai II di kampus
I. PENDAHULUAN. Produk yang dihasilkan oleh itik yang bernilai ekonomis antara lain: telur, daging,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Itik merupakan salah satu unggas penting yang diternakkan di Indonesia. Ternak ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan produk yang dihasilkannya. Produk yang
MIKROBIOLOGI BAKTERI
1 MIKROBIOLOGI BAKTERI (Nurwahyuni Isnaini) Tugas I Disusun untuk memenuhi tugas brosing artikel webpage Oleh RIZKA RAMADHANTY NIM:G0C015080 PRORAM DIPLOMA DIII ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari keberadaan mikroorganisme. Lingkungan di mana manusia hidup terdiri dari banyak jenis dan spesies mikroorganisme. Mikroorganisme
I S O L A S I DAN E N U M E R A S I K U M A N P A T O G E N
I S O L A S I DAN E N U M E R A S I K U M A N P A T O G E N Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebab penyakit, menilai perkembangan penyakit setelah
IDENTIFIKASI MIKROBA METODE PEWARNAAN GRAM : CLAUDIA PERTIWI MALIK : G : MUHAMMAD IQBAL MUSTAFA
JURNAL PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI UMUM IDENTIFIKASI MIKROBA METODE PEWARNAAN GRAM NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : CLAUDIA PERTIWI MALIK : G31116510 : III (TIGA) : MUHAMMAD IQBAL MUSTAFA LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
II. TINJAUAN PUSTAKA
1 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Luka 1. Definisi Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu (Perry,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik untuk mengetahui
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik untuk mengetahui pertumbuhan mikroorganisme pengganti Air Susu Ibu di Unit Perinatologi Rumah Sakit
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Disiplin ilmu yang terkait dalam penelitian ini adalah Ilmu Mikrobiologi dan Ilmu Bedah. 4.2 Tempat dan waktu penelitian 4.2.1 Tempat penelitian 1.
BAB I PENDAHULUAN. bahan partikulat debu dan tetesan cairan, yang semuanya mengandung. rumah sakit yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Flora mikroba di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukanlah suatu medium tempat mikroorganisme tumbuh, tetapi merupakan pembawa bahan partikulat debu dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENYAKIT KUSTA 1. Pengertian Umum. Epidemiologi kusta adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat kejadian, penyebaran dan faktor yang mempengaruhi sekelompok manusia. Timbulnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sepanjang sejarah manusia, jutaan orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi bakteri. Infeksi dapat menular dari satu orang ke orang lain atau dari hewan
II. TINJAUAN PUSTAKA. motil, tidak membentuk spora, tidak membentuk kapsul, aerob, katalase positif,
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aeromonas salmonicida 2.1.1 Klasifikasi dan Morfologi A. salmonicida A. salmonicida merupakan bakteri Gram negatif, berbentuk batang pendek, tidak motil, tidak membentuk spora,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah: zat organik yang terdiri dari 1 atom oksigen dengan 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Air Air adalah: zat organik yang terdiri dari 1 atom oksigen dengan 2 atomhidrogen berikatan dengan sebuah atom oksigen melalui ikatan kovalen tersebut, sebesar 11,02
o Archaebacteria o Eubacteria
o Archaebacteria o Eubacteria Tujuan Pembelajaran: Menjelaskan tentang monera... Ciri umum Golongan Peranan CIRI UMUM MONERA Nukleus :Prokariotik Sel : Monoseluler Reproduksi:Pembelahan sel Bakteri: pembelahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bakteremia didefinisikan sebagai keberadaan kuman dalam darah yang dapat berkembang menjadi sepsis. Bakteremia seringkali menandakan penyakit yang mengancam
PENUNTUN PRAKTIKUM. Ilmu Dasar Keperawatan (IDK II)
PENUNTUN PRAKTIKUM Ilmu Dasar Keperawatan (IDK II) Pengenalan Alat & Bahan di Lab Mikrobiologi Media & Morfologi Bakteri dan Jamur Cara Mengasingkan Bakteri TOPIK : ORIENTASI 1. Alat dan Bahan pemeriksaan
III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Deskriptif Laboratorik.
III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian pada penelitian ini adalah Deskriptif Laboratorik. 3.2 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2013.
4 Telur biasanya juga mengandung semua vitamin yang sangat dibutuhkan kecuali vitamin C. Vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), vitamin yang larut air
TINJAUAN PUSTAKA Telur Telur merupakan bahan pangan asal hewan yang mempunyai daya pengawet alamiah yang paling baik, karena memiliki suatu pelindung kimia dan fisis terhadap infeksi mikroba. Mekanisme
2.1.Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya.
2.1.Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Hal ini dikarenakan tujuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Hal ini dikarenakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi pasien ISK dan untuk
I. PENDAHULUAN. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat selama pasien dirawat di
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat selama pasien dirawat di rumah sakit 3 x 24 jam. Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi disebabkan oleh bakteri, Virus, jamur, protozoa dan beberapa kelompok minor lain seperti mikoplasma, riketsia dan klamidia. Salah satu penyebab masalah dalam
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Infeksi Nosokomial Infeksi adalah proses masuknya mikroorganisme ke dalam jaringan tubuh, kemudian terjadi kolonisasi dan menimbulkan penyakit (Entjang, 2003). Infeksi Nosokomial
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Glukosa adalah monosakarida yang berperan sebagai sumber karbon pada media pertumbuhan mikrobia, yang juga merupakan salah satu produk pertanian yang murah dan
BAB 2. Tinjauan Teori. yang menyebabkan infeksi didapat dari orang lain (pasien, tenaga
BAB 2 Tinjauan Teori 2.1 Infeksi Silang Menurut Brooker (2008) infeksi silang terjadi jika mikroorganisme yang menyebabkan infeksi didapat dari orang lain (pasien, tenaga kesehatan, orang yang merawat
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Salmonella sp. yang terdiri dari S. typhi, S. paratyphi A, B dan C
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Salmonella sp. 2.1.1 Klasifikasi Salmonella sp. yang terdiri dari S. typhi, S. paratyphi A, B dan C termasuk famili Enterobacteriaceae, ordo Eubacteriales, kelas Schizomycetes
BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama kali menyerang susunan saraf
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit kusta adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama kali menyerang susunan saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Penyakit infeksi ini
BAB I PENDAHULUAN. terdapat sampai pada dasar laut yang paling dalam. Di dalam air, seperti air
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mikroba terdapat hampir di semua tempat. Di udara mulai dari permukaan tanah sampai pada lapisan atmosfir yang paling tinggi. Di laut terdapat sampai pada dasar laut
BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN. Percobaan 1 : Isolasi dan identifikasi bakteri penambat nitrogen nonsimbiotik
Tahap I BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Percobaan 1 : Isolasi dan identifikasi bakteri penambat nitrogen nonsimbiotik Hasil pengukuran sampel tanah yang digunakan pada percobaan 1 meliputi ph tanah, kadar
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI BLOK INFEKSI TROPIS
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI BLOK INFEKSI TROPIS UJI IDENTIFIKASI BAKTERI Disusun Oleh : Alexander Dicky 1218011008 Andhika Razannur H. 1218011014 Asoli Giovano 1218011024 Bobi K. Hartanto 1218011028
PENGAMATAN MORFOLOGI KOLONI BAKTERI
PENGAMATAN MORFOLOGI KOLONI BAKTERI A. Dasar Teori Bakteri merupakan golongan prokariot. Salah satu karakteristik utama bakteri adalah ukuran, bentuk, struktur, dan penataan selnya. Berbagai ciri ini mencakup
BAB III METODA PENELITIAN
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif. B. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi, Universitas Muhammadiyah Semarang.
TINJAUAN PUSTAKA Daging Sapi Daging Ayam
4 TINJAUAN PUSTAKA Daging Sapi Daging adalah semua jaringan hewan, baik yang berupa daging dari karkas, organ, dan semua produk hasil pengolahan jaringan yang dapat dimakan dan tidak menimbulkan gangguan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Turi (Sesbania grandiflora L) Turi dengan nama latin Sesbania grandiflora L atau Agati grandiflora Devs. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Papilianoceae (Maharani, 2010). Terdapat
METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2012 di Bagian Mikrobiologi Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera utara.
FLORA NORMAL TUBUH MANUSIA Kuliah Blok 6 (Imunitas dan Infeksi) drg. Sartika Puspita, MDSc
FLORA NORMAL TUBUH MANUSIA Kuliah Blok 6 (Imunitas dan Infeksi) drg. Sartika Puspita, MDSc Flora normal Lingkungan Tubuh Manusia Manfaat mempelajari flora normal tubuh 1. Membantu mengetahui jenis infeksi
HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Kemurnian Isolat Bakteri Asam Laktat dan Bakteri Patogen Indikator Morfologi Sel
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh pada penelitian ini diawali dengan pemeriksaan karakteristik morfologi dan kemurnian isolat bakteri yang digunakan. Isolat bakteri yang digunakan adalah BAL indigenous
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Agustine(2008) kerang hijau (green mussels) diklasifikasikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kerang Hijau (Perna viridis) 1. Klasifikasi Menurut Agustine(2008) kerang hijau (green mussels) diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Animalia Phylum : Mollusca Class
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif. B. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di laboraturium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Semarang.
TINJAUAN PUSTAKA. melindungi kebersihan tangan. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Higienis dan Sanitasi Higienis adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subjeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini banyak dikembangkan penelitian tentang mikroorganisme penghasil antibiotik, salah satunya dari Actinomycetes. Actinomycetes berhabitat di dalam tanah
BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan 1,5 juta kematian setiap hari di seluruh dunia (Anonim, 2004).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi nosokomial masih merupakan masalah yang penting bagi kesehatan karena dapat meningkatkan angka kematian dan salah satu komplikasi tersering bagi pasien yang
BAB I PENDAHULUAN. oleh bakteri Salmonella enterica serotype typhi (Salmonella typhi)(santoso et al.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serotype typhi (Salmonella typhi)(santoso et al. 2004). Penyakit
Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.
BIO210 Mikrobiologi Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc. Kuliah 6. NUTRISI DAN MEDIA Kebutuhan dan syarat untuk pertumbuhan, ada 2 macam: fisik suhu, ph, dan tekanan osmosis. kimia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bumbu bawang merah, bawang putih, jahe, garam halus, tapioka, minyak,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sosis 1. Pengolahan sosis Bahan dasar sosis adalah daging giling, dan bahan tambahan antara lain bumbu bawang merah, bawang putih, jahe, garam halus, tapioka, minyak, penyedap,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi Daun Katuk Gambaran umum tanaman Sauropus adrogynus merupakan jenis daun majemuk genap, berukuran kecil, berwarna hijau gelap dengan panjang lima sampai enam cm.
BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif.
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi program
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. manusia dan juga hewan berdarah panas. Kelompok bakteri Coliform diantaranya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Coliform 1. Pengertian Coliform Coliform merupakan bakteri yang memiliki habitat normal di usus manusia dan juga hewan berdarah panas. Kelompok bakteri Coliform diantaranya Escherechia,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh berbagai spesies mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah. mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Antibiotik Antibiotik adalah suatu substansi kimia yang diperoleh atau dibentuk oleh berbagai spesies mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan
Pseudomonas fluorescence Bacillus cereus Klebsiella cloacae (Enterobacter cloacae) MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian
6 mudah pada medium nutrien sederhana (Pelczar dan Chan 1988). Escherichia coli bersifat motil atau non-motil dengan kisaran suhu pertumbuhannya adalah 10-40 o C, dengan suhu pertumbuhan optimum adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Infeksi merupakan suatu penyakit yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain atau dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme
1. PENDAHULUAN Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mikroorganisme tersebar luas di alam seperti di udara, air, tanah, dalam saluran pencernaan hewan, pada permukaan tubuh dan dapat dijumpai pula pada pangan. Mikroorganisme
I. PENDAHULUAN. populasi mikrobia dengan berbagai ukuran dan kompleksitas. Bakteri
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam saluran pencernaan unggas khususnya sekum dan tembolok, terdapat populasi mikrobia dengan berbagai ukuran dan kompleksitas. Bakteri tersebut umumnya bersifat fermentatif.
METODE PENELITIAN. selesai. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium FIKKES Universitas. Muhammadyah Semarang, Jl. Wonodri Sendang No. 2A Semarang.
7 METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. A. Waktu Dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilakukan mulai bulan April 2007 sampai dengan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Komoditas udang Vannamei ( Litopenaeus vannamei) merupakan udang asli
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Komoditas udang Vannamei ( Litopenaeus vannamei) merupakan udang asli perairan Amerika Latin. Udang ini dibudidayakan mulai dari pantai barat
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK TANAMAN PUTRI MALU (Mimosa pudica) TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella dysentriae
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK TANAMAN PUTRI MALU (Mimosa pudica) TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella dysentriae SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Prodi Pendidikan Biologi
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, dan kesejahteraan sosial ekonomi pada masyarakat. World Health Organization (WHO) pada berbagai negara terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae (M. leprae) yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit,
III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan sampel dilakukan di pasar di sekitar kota Bandar Lampung,
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Pengambilan sampel dilakukan di pasar di sekitar kota Bandar Lampung, sebanyak 7 sampel diambil dari pasar tradisional dan 7 sampel diambil dari
