BAB IV METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ivan Sutedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Disiplin ilmu yang terkait dalam penelitian ini adalah Ilmu Mikrobiologi dan Ilmu Bedah. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Tempat penelitian 1. Pengambilan data berupa sampel swab kulit, catatan medis dan kuesioner di bangsal bedah RSUP dr Kariadi. 2. Identifikasi mikrobiologi di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Waktu penelitian Penelitian dan pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni Jenis dan rancangan penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. 4.4 Populasi dan sampel 1
2 Populasi Target Populasi target penelitian ini adalah pasien praoperatif yang dirawat di bangsal bedah RSUP dr Kariadi Populasi Terjangkau Populasi terjangkau adalah pasien praoperatif yang dirawat di bangsal bedah RSUP dr Kariadi yang telah dipilih Sampel Sampel adalah pasien praoperatif yang dirawat di bangsal bedah RSUP dr Kariadi yang telah dipilih yang memenuhi kriteria sebagai berikut: Kriteria Inklusi a. Pasien praoperatif dewasa dengan operasi bersifat elektif yang memotong kulit, kategori operasi bersih dan operasi bersih terkontaminasi. b. Pasien setuju untuk menjawab pertanyaan kuesioner sendiri dan diambil swab kulit 2 jam praoperatif Kriteria Ekslusi Terdapat lesi atau infeksi pada kulit atau jaringan lunak pada tubuh pasien praoperatif Cara sampling Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan metode concecutive sampling.
3 Besar sampel Besar sampel dihitung untuk uji hipotesis pada proporsi dalam 1 populasi sebagai berikut: 149 n = n= (Z 1-α P 0 (1-P 0 )+ Z 1-β P a (1-P a )) 2 perkiraan besar sampel. (P a -P 0 ) 2 α = ditetapkan sebesar 0,05 (tingkat kepercayaan yang dikehendaki sebesar 95%). β = ditetapkan sebesar 0,2 (nilai power 80%). Z α = deviat baku normal untuk α yaitu 1,645. Z β = deviat baku normal untuk β yaitu 0,842. P 0 = proporsi awal tidak diketahui, maka dipergunakan P 0 = 0, P a = 0,66 berdasarkan estimasi peneliti sebesar 0,16 (16%) lebih tinggi dari P 0. n = (1,645 0,5(1 0,5) + 0,842 0,66(1 0,66))2 (0,66 0,5) 2 = 58 Jumlah perkiraan besar sampel (n) adalah 58 pasien. 4.5 Variabel penelitian Variabel bebas 1. Jenis kelamin 2. Penyakit diabetes melitus 3. Status gizi 4. Riwayat penggunaan antibiotik 3 hari terakhir Variabel terikat Kolonisasi bakteri patogen penyebab IDO pada kulit (S. aureus, E. coli, Enterobacter sp, Pseudomonas sp, Klebsiella sp).
4 Variabel perancu Usia, site, kebiasaan merokok, lama perawatan praoperatif, higien personal, dan pekerjaan. 4.6 Definisi operasional Definisi operasional sesuai Tabel 3. Tabel 3. Definisi operasional. Nama Variabel Definisi Operasional Skala Kategori Penilaian Jenis Kelamin Penyakit Diabetes Melitus Status Gizi Riwayat penggunaan antibiotik 3 hari terakhir Kolonisasi bakteri potensial patogen penyebab IDO a. S. aureus. b. E. coli. c. Enterobacter sp. d. Pseudomonas sp. e. Klebsiella sp. Jenis Kelamin diperoleh dari registrasi rumah sakit. Ada tidaknya penyakit diabetes melitus pada pasien. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan melihat catatan medis. Penilaian status gizi pasien berdasarkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT). Data diperoleh dari pengukuran tinggi dan berat badan secara langsung pada pasien menggunakan alat ukur yang valid dan reliabel. Riwayat penggunaan antibiotik selama 3 hari terakhir diperoleh melalui kuesioner atau melihat catatan medis. Didapatkannya pertumbuhan kultur dan identifikasi uji biokimia positif bakteri patogen penyebab IDO dari hasil swab kulit pada pasien praoperatif. Nominal a. Perempuan = 0 b. Laki laki = 1 Nominal a. Tidak ada penyakit diabetes melitus = 0 b. Ada penyakit diabetes melitus = 1 Nominal a. Non-overweight = 0 (IMT 25,0) b. Gizi lebih atau overweight = 1 (IMT 5,0) Nominal Nominal a. Menggunakan antibiotik selama 3 hari terakhir = 0 b. Tidak menggunakan antibiotik selama 3 hari terakhir = 1 a. Pertumbuhan negatif pada pemeriksaan kultur = 0 b. Pertumbuhan positif pada pemeriksaan kultur = 1
5 5 4.7 Cara pengumpulan data Bahan a. Isolasi primer 1. Blood agar 2. Mannitol Salt Agar (MSA) 3. Mac Conkey Agar (MCA) b. Media transpor : Brain Heart Infusion (BHI) c. Reagen pengecatan gram 1. Larutan kristal violet 2. Lugol 3. Alkohol absolut 4. Safranin atau air fukhsin d. Reagen uji katalase 1. Larutan hidrogen peroksida (H 2 O 2 ) 3% e. Reagen uji koagulase 1. Plasma kelinci f. Reagen dan media uji Triple Sugar Iron Agar (TSIA) 1. TSIA g. Reagen dan media uji indol 1. Media air pepton 2. Reagen Kovac
6 6 h. Reagen dan media uji MR dan uji voges proskauer 1. Media air pepton glukosa 2. Reagen MR 3. Reagen voges proskauer (5% alfa naphtol dan 40% KOH) i. Reagen dan media uji sitrat 1. Media Simmon Sitrat 2. Reagen Brom Thymol Blue (BTB) j. Reagen dan media uji motilitas 1. Media semisolid k. Reagen dan media uji urease 1. Urea broth Alat 1. Kuesioner 2. Alat untuk swab (lidi kapas steril) 3. Bunsen dan kawat kasa 4. Inkubator 5. Oase 6. Cawan petri 7. Deck glass dan kaca objek 8. Tabung reaksi 9. Mikroskop 10. Alat ukur berat badan dan tinggi badan di bangsal.
7 Jenis data Data yang digunakan adalah data primer dari pasien praoperatif dengan kuesioner, apusan kulit, pengukuran tinggi dan berat badan, dan data sekunder dari rumah sakit menggunakan catatan medis Cara kerja Cara pengambilan data Informed consent dan pengambilan data pasien dilakukan oleh peneliti. Melakukan informed consent kepada pasien kemudian memulai perolehan data melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan pasien menggunakan alat ukur yang ada di bangsal yang telah teruji validitas dan realibilitasnya. Alat dianggap valid dan reliabel karena telah dilakukan peneraan secara berkala oleh instansi peralatan dan sarana (IPS) RSUP dr Kariadi Cara pengambilan sampel (swabbing) Pengambilan sampel apusan kulit dilakukan oleh peneliti. Mengambil apusan kulit di daerah yang rencananya dilakukan tindakan operatif dengan menggunakan lidi kapas steril yang telah ditetesi larutan saline steril pada 2 jam sebelum jadwal operasi. Lidi kapas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam media transpor. Setiap media transpor diberi kode dengan nama subjek dan tanggal pengambilan.
8 Isolasi primer Menyiapkan media isolasi primer (blood agar, MSA, dan MCA) pada masing masing cawan petri kemudian menentukan 3 zona pada media (zona I, zona II, dan zona III). Cawan petri tersebut diberi label identitas yang berisi nama subjek dan tanggal pengambilan apusan. Lidi kapas dengan apusan kulit yang telah diambil sebelumnya digoreskan pada media isolasi. Menggunakan oase yang telah disterilkan, bekas goresan lidi kapas tadi digoreskan pada zona 1, kemudian pada zona II lalu zona III. Setiap melakukan goresan pada zona, oase disterilkan terlebih dahulu. Inkubasi dilakukan di dalam inkubator dengan CO 2 5%, suhu 37 o C selama 48 jam. Pengamatan pertumbuhan koloni dilakukan setiap 24 jam Identifikasi bakteri Identifikasi bakteri dilakukan oleh peneliti dengan melakukan pengecatan gram dan uji biokimia. a. Pengecatan Gram Mempersiapkan kaca objek yang bersih. Menggunakan oase yang telah disterilkan, bakteri dari media isolasi primer diambil lalu dioleskan pada kaca objek. Kaca objek tersebut kemudian dipanaskan kemudian setelah kering digenangi dengan larutan kristal violet selama 1 menit. Setelah pengecatan, kaca objek dialiri dengan air selama 2 detik. Kaca objek tersebut kemudian digenangi dengan larutan lugol dan ditunggu selama 1 menit kemudian setelah lugol dibuang dialiri dengan alkohol absolut selama 15 detik. Setelah tidak tampak warna pada alkohol yang mengalir, melakukan pengecatan kedua dengan safranin atau air fukshin tunggu selama 1 menit, kemudian dialiri dengan air. Setelah pengecatan
9 9 selesai, menunggu kaca objek hingga kering kemudian mengamati dengan mikroskop. 128,130 b. Uji katalase Mempersiapkan kaca objek yang bersih. Menggunakan oase yang telah disterilkan, bakteri dari media isolasi primer diambil lalu dioleskan pada kaca objek. Kaca objek tersebut diteteskan 1 tetes H 2 O 2 3% pada daerah olesan kemudian diamati adanya gelembung yang terbentuk. Hasil tes katalase positif jika terbentuk gelembung. 131 c. Uji koagulase Meneteskan larutan saline pada kaca objek. Dengan osse yang telah disterilkan, mengambil koloni dari media kultur kemudian mengelmusikan dengan tetesan saline pada kaca objek. Meneteskan plasma di samping emulsi kemudian mencampurkan plasme dengan emulsi. Mengamati ada atau tidak ada gumpalan yang terbentuk setelah 10 detik. Hasil tes koagulase positif jika terbentuk gumpalan. 145 d. Uji TSIA Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengan medium hingga ke dasar tabung. Media diinkubasi selama jam pada suhu 37 o C. Hasil fermentasi glukosa positif jika slant berwarna merah (alkali) dan butt berwarna kuning (asam). Hasil fermentasi laktosa dan atau sukrosa positif jika pada seluruh tabung (slant dan butt) berwarna kuning (asam). Hasil fermentasi yang menghasilkan gas positif jika terlihat retakan atau seluruh slant terangkat
10 10 dari dasar tabung. Hasil reduksi sulfur positif jika pada slant berwarna hitam. Reduksi sulfur terjadi hanya pada keadaan asam sehingga juga menunjukan hasil positif pada fermentasi. 135 e. Uji Indol Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengah medium (urea broth) hingga ke dasar tabung. Media dinkubasi pada suhu 35 o C selama jam. Menambahkan 5 tetes reagen Kovac ke dalam tabung. Hasil tes Indol positif jika terbentuk lapisan cincin berwarna merah. 139 f. Uji MR Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengah medium (media air pepton glukosa sulfat) hingga ke dasar tabung. Media diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 o C kemudian menambahkan 5 tetes reagen MR. Hasil uji MR positif jika warna media menjadi merah. 140 g. Uji Voges Proskauer (VP) Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengah medium hingga ke dasar tabung. Media diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 o C kemudian menambahkan 0,6 ml larutan alfa naphtol 5% dengan 0,2 ml KOH 40% dalam akuades pada media. Setelah mengocok tabung tersebut, memiringkan tabung dan dibaca dalam waktu 15 menit hingga 1 jam. Hasil uji VP positif jika terbentuk warna merah. 140
11 11 h. Uji sitrat Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengah medium (simmon sitrat) hingga ke dasar tabung. Media diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 o C. Hasil tes uji sitrat positif jika terdapat perubahan warna dari hijau menjadi biru. 141 i. Uji motilitas Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengah medium (media semisolid) hingga ke dasar tabung. Hasil uji motilitas positif jika tampak kekeruhan sepanjang garis inokulasi membentuk pohon cemara terbalik (bakteri berdifusi keluar dari garis inokulasi). 142 j. Uji urease Mengambil koloni bakteri dengan jarum inokulasi lurus yang telah disterilkan, kemudian menusukkan jarum tersebut pada bagian tengah medium (urea broth) hingga ke dasar tabung. Media diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 o C. Hasil uji urease positif akan tampak warna merah muda pada media. 143 k. Hasil identifikasi Hasil isolasi primer sesuai Tabel 4. Hasil identifikasi bakteri sesuai Tabel 5.
12 12 Tabel 4. Hasil isolasi primer ,128 BA S. aureus E. coli Enterobacter sp 1-3 mm 2-3 mm 2-3 mm Kuning Abu abu Abu abu Beta hemolisis Gamma Gamma hemolisis. hemolisis MSA 1-3 mm Merah muda Fermentasi mannitol (+) MAC 1-3 mm Merah tua Fermentasi laktosa (+) Tidak tumbuh Tidak tumbuh 2-3 mm Merah muda Halo (+) Fermentasi laktosa (+) (+) = positif, (-) = negatif, (X) = tidak dikerjakan Tabel 5. Hasil identifikasi bakteri , mm Merah muda Halo (-) Fermentasi laktosa (+) Pseudomonas sp 2-4 mm Hijau Beta hemolisis Tidak tumbuh 2-3 mm Kuning Fermentasi laktosa (-) Klebsiella sp 2-3 mm Abu abu Gamma hemolisis Tidak tumbuh 2-3 mm Merah muda Halo (-) Fermentasi laktosa (+) S. aureus E. coli Enterobacter Pseudomonas Klebsiella sp sp sp Gram Kokus Gram (+) Batang Gram (-) Batang Gram (-) Batang Gram (-) Batang Gram (-) Katalase + X X X X Koagulase + X X X X TSIA X Asam / Asam Gas (+) H 2 S (-) Asam / Asam Gas (+) H 2 S (-) Alkali / Alkali Gas (-) H 2 S (-) Asam / Asam Gas (+) H 2 S (-) Indol X MR X VP X Sitrat X Motilitas X Urease X (+) = positif, (-) = negatif, (X) = tidak dikerjakan
13 Alur penelitian Alur penelitian sesuai dengan Gambar 25 Informed consent Pengambilan swab pada kulit (2 jam praoperatif) Wawancara dan Kuesioner Data demografi faktor risiko Isolasi primer pada media blood agar, mannitol salt agar, dan MacConkey Inkubasi Identifikasi bakteri patogen penyebab IDO (S. aureus, E. coli, Enterobacter sp, P. aeruginosa, Klebsiella sp) Analisis data Gambar 25. Alur penelitian. 4.9 Analisis data Pengolahan data dilakukan dengan tahap editing, coding, tabulasi dan analisis data menggunakan SPSS for Windows. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, bivariat dan multivariat. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square / fischer exact test.
14 Etika Penelitian Ethical clearance diajukan kepada Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Jadwal penelitian Jadwal penelitian sesuai Gambar 26. Kegiatan Bulan Penyusunan proposal Ujian proposal Pengambilan sampel Wawancara dan kuesioner Penelitian di laboratorium Analisa hasil Pembuatan laporan akhir Ujian hasil Gambar 26. Jadwal penelitian
BAB IV METODE PENELITIAN. Ilmu Kesehatan Anak, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Disiplin ilmu yang terkait dalam penelitian ini adalah Ilmu Mikrobiologi, Ilmu Kesehatan Anak, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 4.2 Tempat dan waktu
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tempat penelitian di laboratorium lab. Mikrobiologi, Lantai II di kampus
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian di laboratorium lab. Mikrobiologi, Lantai II di kampus
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Analis Kesehatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode deskriptif. B. Tempat dan waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Analis
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif. B. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di laboraturium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Semarang.
BAB IV METODE PENELITIAN. 1. Pengambilan data berupa sampel swab nasofaring dan kuesioner diadakan di
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Disiplin ilmu yang terkait dalam penelitian ini adalah Ilmu Mikrobiologi, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kesehatan Masyarakat. 4.2 Tempat dan waktu penelitian
BAB III BAHAN DAN METODE
BAB III BAHAN DAN METODE III.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2012 di kawasan konservasi lumba-lumba Pantai Cahaya, Weleri, Kendal, Jawa Tengah
BAB III METODA PENELITIAN
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif. B. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi, Universitas Muhammadiyah Semarang.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode descriptive analitic
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode descriptive analitic karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologi
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif karena tujuan dari
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologi pada udara di inkubator
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang lingkup keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik, Ilmu Obstetri, dan Ilmu Penyakit Infeksi.
III. METODELOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif laboratorik dengan
23 III. METODELOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif laboratorik dengan melakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis mengetahui pola mikroorganisme
METODE PENELITIAN. selesai. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium FIKKES Universitas. Muhammadyah Semarang, Jl. Wonodri Sendang No. 2A Semarang.
7 METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. A. Waktu Dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilakukan mulai bulan April 2007 sampai dengan
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Sterilisasi Alat dan Bahan Semua peralatan yang akan digunakan dalam penelitian disterilisasikan terlebih dahulu. Peralatan mikrobiologi disterilisasi dengan oven pada suhu 171 C selama
BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif.
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi program
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik untuk mengetahui
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik untuk mengetahui pertumbuhan mikroorganisme pengganti Air Susu Ibu di Unit Perinatologi Rumah Sakit
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Sterilisasi Alat dan Bahan Semua peralatan yang akan digunakan dalam penelitian disterilisasikan terlebih dahulu. Peralatan mikrobiologi disterilisasi dengan oven pada suhu 171 o C
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis/Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penjelasan atau Explanatory Research karena ingin mengetahui variabel-variabel
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Hal ini dikarenakan tujuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Hal ini dikarenakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi pasien ISK dan untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini sampel air sumur diambil di rumah-rumah penduduk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Pada penelitian ini sampel air sumur diambil di rumah-rumah penduduk sekitar Kecamatan Semampir Surabaya dari 5 kelurahan diantaranya Ujung, Ampel,
METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2012 di Bagian Mikrobiologi Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera utara.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. unit perinatologi di Rumah Sakit Abdoel Moeloek dengan melakukan uji coliform pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang observasi dan pemeriksaannya hanya dilakukan dalam satu waktu untuk memperoleh gambaran kualitas air
BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada tangan tenaga medis dan
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitan ini merupakan penelitian eksperimental labolatorik untuk mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada tangan tenaga medis dan paramedis di Instalasi
BAB III METODE PENELITIAN. dan Laboratorium Kulit RSUP dr. Kariyadi. tahun 2016 di Puskesmas Mangkang, Semarang.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup ruang lingkup disiplin Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Ilmu Penyakit Kandungan dan Kebidanan, Mikrobiologi Klinik, dan Laboratorium
BAHAN DAN METODE PENELITIAN
BAHAN DAN METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2011 hingga bulan Maret 2012 bertempat di Laboratorium Helmintologi Bagian Parasitologi dan Entomologi
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini meliputi bidang Mikrobiologi klinik dan infeksi.
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini meliputi bidang Mikrobiologi klinik dan infeksi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Penelitian
III. METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorik dengan
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan metode difusi dengan memakai media Agar
III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan sampel dilakukan di pasar di sekitar kota Bandar Lampung,
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Pengambilan sampel dilakukan di pasar di sekitar kota Bandar Lampung, sebanyak 7 sampel diambil dari pasar tradisional dan 7 sampel diambil dari
III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah penelitian deskriptif. B. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini termasuk dalam bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dan Mikrobiologi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan
III. METODE PENELITIAN. menggunakan media Mannitol Salt Agar (MSA). pada tenaga medis di ruang Perinatologi dan Obsgyn Rumah Sakit Umum
38 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan metode difusi dengan memakai media
II. METODELOGI PENELITIAN
II. METODELOGI PENELITIAN 2.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diadakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Pengambilan
III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Deskriptif Laboratorik.
III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian pada penelitian ini adalah Deskriptif Laboratorik. 3.2 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2013.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pasien penyakit ginjal kronik ini mencakup ilmu penyakit dalam.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian mengenai hubungan lama hemodialisis dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik ini mencakup ilmu penyakit dalam. 3.2 Tempat
KOLONISASI BAKTERI PATOGEN POTENSIAL PENYEBAB INFEKSI DAERAH OPERASI PADA KULIT PASIEN PRAOPERATIF LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH
KOLONISASI BAKTERI PATOGEN POTENSIAL PENYEBAB INFEKSI DAERAH OPERASI PADA KULIT PASIEN PRAOPERATIF Studi Faktor Risiko Usia, Kebiasaan Merokok, Higiene Personal, Lama Perawatan Praoperatif di RSUP Dokter
BAB II MATERI DAN METODE PENELITIAN
BAB II MATERI DAN METODE PENELITIAN 2.1. Materi Penelitian 2.1.1. Lokasi Sampling dan Waktu Penelitian Dalam penelitian ini sampel diambil dari lokasi-lokasi sebagai berikut: 1. Rumah Pemotongan Hewan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan April 2014.
14 III. METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang lingkup keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang ilmu Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi. 4.1.2 Ruang
II. METODELOGI PENELITIAN
II. METODELOGI PENELITIAN 2.1. Metode Pengumpulan Data 2.1.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Selain dilakukan uji bakteriologis dilakukan juga beberapa uji fisika dan
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Parameter Fisika dan Kimia Air Sumur Selain dilakukan uji bakteriologis dilakukan juga beberapa uji fisika
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini adalah penelitian dalam bidang Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin dan Mikrobiologi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan
Keragaman Bakteri Endofit Pada Kultivar Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Leor Dan Duri Di Kabupaten Subang
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengidentifikasi keragaman bakteri endofit pada kultivar nanas (Ananas
BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang Ilmu. Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang lingkup keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi. 4.1.2 Ruang
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI BLOK INFEKSI TROPIS
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI BLOK INFEKSI TROPIS UJI IDENTIFIKASI BAKTERI Disusun Oleh : Alexander Dicky 1218011008 Andhika Razannur H. 1218011014 Asoli Giovano 1218011024 Bobi K. Hartanto 1218011028
BAB IV METODE PENELITIAN
36 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Gizi 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di area
Lampiran I. Hasil Identifikasi/Determinasi Tumbuhan. Universitas Sumatera Utara
Lampiran I Hasil Identifikasi/Determinasi Tumbuhan Lampiran 2 Morfologi Tumbuhan kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Gambar 3. Tumbuhan kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) suku Meliaceae Gambar 4. Daun kecapi
Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Pangan Universitas Katolik Soegijapranata pada Agustus 2013 hingga Januari 2014.
2. MATERI DAN METODE 2.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Pangan Universitas Katolik Soegijapranata pada Agustus 2013 hingga Januari 2014. 2.2. Materi
Pseudomonas fluorescence Bacillus cereus Klebsiella cloacae (Enterobacter cloacae) MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian
6 mudah pada medium nutrien sederhana (Pelczar dan Chan 1988). Escherichia coli bersifat motil atau non-motil dengan kisaran suhu pertumbuhannya adalah 10-40 o C, dengan suhu pertumbuhan optimum adalah
BAHAN DAN METODE. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2012 di
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2012 di Balai Laboratorium Kesehatan Medan. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah garam buffer
BAB IV METODE PENELITIAN. Ginjal-Hipertensi, dan sub bagian Tropik Infeksi. RSUP Dr.Kariadi, Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam, sub bagian Ginjal-Hipertensi, dan sub bagian Tropik Infeksi. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Geriatri. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam khususnya Ilmu 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian Penelitian
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
21 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang Lingkup Keilmuan Penelitian ini mencakup ilmu bidang Obstetri dan Ginekologi, dan Mikrobiologi Klinik. 4.1.2 Ruang Lingkup Tempat
II. METODELOGI PENELITIAN
II. METODELOGI PENELITIAN 2.1 Metode Pengumpulan Data 2.1.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di UPT Laboratorium Biosain dan Bioteknologi Universitas Udayana. Penelitian ini berlangsung
BAB IV METODE PENELITIAN. Penyakit Dalam sub bagian Infeksi Tropis. Bagian /SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang mulai 1
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam sub bagian Infeksi Tropis 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini
BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam khususnya Ilmu
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam khususnya Ilmu Geriatri dan Ilmu Kesehatan Jiwa. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dan Mikrobiologi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Sampel air diambil dari air sumur gali yang berada di Kelurahan Nunbaun Sabu Kecamatan Alak Kota Kupang yang selanjutnya sampel air dianalisa di
BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian akan dilakukan di pondok pesantren Darut Taqwa
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat
BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Patologi Klinik.
27 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Patologi Klinik. 1.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium basah Fakultas
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian anak. Ruang lingkup keilmuan dari penelitian ini mencakup bidang ilmu kesehatan 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara
30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara identifikasi bakteri dari probiotik yang berpotensi sebagai bahan biodekomposer.
III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Eksperimental Laboratorik.
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian pada penelitian ini adalah Eksperimental Laboratorik. B. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2013. Sterilisasi
BAB IV METODE PENELITIAN. 1. Ruang lingkup tempat. Bandarharjo, Semarang.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut. 4.2 Tempat dan waktu penelitian 1. Ruang lingkup tempat Penelitian ini dilakukan di Sentra
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2014, di
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2014, di Laboratorium dan Fasilitas Karantina Marine Research Center (MRC) PT. Central Pertiwi Bahari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian 3.1.1 Ruang Lingkup Keilmuan Ruang lingkup keilmuan pada penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Bedah. 3.1.2 Ruang Lingkup Waktu
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Balai Penyelidik dan
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Balai Penyelidik dan Pengujian Veteriner Regional III Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian eksplorasi keberadaan mikroba pelarut fosfat dilaksanakan di ekowisata Mangrove kelurahan Wonorejo, kecamatan Rungkut, kota Surabaya
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Tropis. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni
BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu anestesi dan terapi intensif.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu anestesi dan terapi intensif. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September sampai dengan. Desember 2013 di beberapa SMP yang ada di Semarang.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup disiplin ilmu dari penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Anak. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada
BAB IV METODE PENELITIAN. Dilaksanakan pada bulan Maret Juni 2015 di klinik VCT RSUP Dr.
BAB IV METODE PENELITIAN 2.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Saraf dan Ilmu Penyakit Dalam sub bagian Infeksi Tropis. 2.2 Tempat dan waktu penelitian Dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian dan Analisis Data Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif meliputi
III. METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan
III. METODOLOGI PENELITIAN 3. 1. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan metode difusi Kirby-Bauer (Triatmodjo, 2008). Hasil penelitian diperoleh dengan
BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk meneliti efek dari ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian eksperimen ini bersifat analitik laboratorik dengan menggunakan rancangan atau desain penelitian eksperimen perbandingan kelompok statis (static
Jamu beras kencur 250 ml. Sampel yang telah homogen
Lampiran 1. Bagan alur homogenisasi sampel Jamu beras kencur 250 ml Sampel yang telah homogen Dipipet 10 ml, dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer Ditambahkan 90 ml Buffered Peptone Water Dihomogenkan Lampiran
Gambar 6. Hasil uji biokimia Bacillus cereus pada nasi putih non organik: (a) metode tradisional (dandang) (b) Dengan metode modern (rice cooker)
7. LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil uji biokimia Bacillus cereus (a) 3 4 5 Keterangan : 1.Tabung hasil uji glukosa 2.Tabung hasil uji laktosa 3.Tabung hasil uji maltosa 4.Tabung hasil uji mannitol 5.Tabung hasil
BAB III METODE PENELITIAN. Patologi Klinik dan Ilmu Penyakit Dalam. disetujuinya proposal sampai April 2016.
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam ruang lingkup Ilmu Biokimia, Patologi Klinik dan Ilmu Penyakit Dalam. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian
MATERI DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Penelitian Susu Bubuk Skim Impor
MATERI DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Bagian Mikrobiologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas
LAPORAN PRAKTIKUM PENYAKIT INFEKSIUS. IDENTIFIKASI DAN ISOLASI BAKTERI Escherichia coli
LAPORAN PRAKTIKUM PENYAKIT INFEKSIUS IDENTIFIKASI DAN ISOLASI BAKTERI Escherichia coli TRINI PURNAMASARI S. O111 12 255 KELOMPOK 5 Nama Asisten : Meyby Eka Putri Rozana Pratiwi PROGAM STUDI KEDOKTERAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya sebagai tempat pengambilan sampel limbah
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang ilmu bedah digestif, ilmu bedah onkologi, dan ilmu gizi 4.2 Tempat dan waktu Lokasi penelitian ini adalah ruang
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dari penelitian adalah mencakup bidang Ilmu
20 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan dari penelitian adalah mencakup bidang Ilmu Kesehatan Anak. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang.
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian respirologi. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu kesehatan anak, sub ilmu 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Bedah khususnya Bedah Ortopedi.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Bedah khususnya Bedah Ortopedi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dan waktu penelitian akan dilaksanakan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Perinatologi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi / FK UNDIP Semarang. 4.2 Tempat
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencangkup Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut serta Ilmu Mikrobiologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 1. Ruang lingkup tempat
BAB III METODE PENELITIAN. Kedokteran Universitas Diponegoro Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini meliputi lingkup Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta Ilmu Patologi Anatomi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini
BAB IV METODE PENELITIAN. ditetapkan di Ruang Pemulihan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Dr.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini mencakup bidang ilmu Anestesia. Lokasi penelitian ditetapkan di Ruang Pemulihan RSUP Dr. Kariadi Semarang. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. 2. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas
