Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
|
|
|
- Indra Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JPII 2 (1) (2013) Jurnal Pendidikan IPA Indonesia PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERKARAKTER MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMANISTIK BERBANTU ALAT PERAGA MURAH A. Widiyatmoko * Program Studi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Semarang Diterima: 20 Januari Disetujui: 3 April Dipublikasikan: April 2013 ABSTRAK Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan perangkat pembelajaran IPA terpadu yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara menyeluruh sehingga memiliki daya saing yang unggul, mampu mengikuti perkembangan IPTEK, dan memiliki karakter yang bersumber pada nilai-nilai pancasila. Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah di sekolah menengah berupa silabus, RPP, alat peraga, LKS, dan modul yang dihasilkan melalui alur Four-D model, yaitu definition (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan) dan disseminate (penyebaran) yang telah melalui tahap validasi dan revisi. ABSTRACT The purpose of the research is to produce an integrated science learning tools that can facilitate learners to develop the capabilities of the whole so that it has a superior competitive, able to follow the development of science and technology, and has a character which is based on the values of Pancasila. From the results of research and discussion, it can be concluded that the development of the integrated science learning character humanistic approach berbantu cheap props in the form of school syllabi, lesson plans, visual aids, worksheets, and the modules produced by Four-D flow model, the definition (defining), design (design), development (development) and disseminate (spread) that have gone through the validation and revision. Keywords: Integrated Sciece; Humanistic; cheaper Learning Apparatus 2013 Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNNES Semarang *Alamat korespondensi: [email protected] PENDAHULUAN Setiap pribadi manusia memiliki potensi dan bakat dalam dirinya, tugas pendidikan yang sejati adalah membantu siswa untuk menemukan dan mengembangkan seoptimal mungkin. Di sisi lain, sistem evaluasi relatif mengukur satu aspek kecerdasan dan mengkerdilkan makna siswa sebagai suatu pribadi manusia. Oleh sebab itu, sekolah hanya memfokuskan pembelajaran pada pengembangan kemampuan kognitif serta mengabaikan nilai-nilai kemanusian sebagai pencerminan nilai pancasila. Akibatnya marak terjadi kekerasan di dunia pendidikan indonesia seperti yang ditemukan (Assegaf, 2003). Hal ini bertentangan dengan tema Hardiknas Tahun 2011 yaitu Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Negara dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI sebagai pilarnya.
2 A. Widiyatmoko / JPII 2 (1) (2013) Pendidikan karakter sangat diperlukan oleh siswa dan dapat ditanamkan melalui pembelajaran IPA, salah satunya menggunakan pendekatan kontekstual (Khusniati, 2012). Perangkat pembelajaran humanistik berbasis konstruktivisme berbantuan CD pembelajaran menunjukkan bahwa hasil belajar mencapai ketuntasan, kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol (Widyanto, Rusilowati dan Waluyo, 2012). Penelitian tentang alat peraga IPA dengan memanfaatkan bahan bekas pakai menunjukkan pemanfaatan bahan bekas pakai yang tersedia di lingkungan bisa dimaksimalkan sehingga dengan sendirinya mahasiswa akan terlatih dalam menjaga dan mengkonservasi lingkungan (Widiyatmoko dan Pamelasari, 2012). Kriteria pembelajaran IPA yang baik sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tidak cukup hanya bersumber pada buku saja, tapi pengajaran itu harus dilengkapi alat praktek serta dihubungkan dengan lingkungan sekitar. Siswa akan terdorong untuk mengembangkan keterampilan dan sikap ilmiah dalam pembelajaran yang berguna untuk melanjutkan pendidikan maupun untuk hidup di tengah masyarakat. Melalui penggunaan media pembelajaran, penanaman konsep, prinsip, dan hukum IPA akan menghasilkan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran IPA yang pada awalnya dirasakan sulit oleh siswa, akan menjadi lebih mudah dipahami jika menggunakan media pembelajaran dan alat peraga yang menarik. Alat peraga didefinisikan sebagai alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya konsep yang diajarkan guru mudah dimengerti oleh siswa dan menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran yang dibuat oleh guru atau siswa dari bahan sederhana yang mudah didapat dari lingkungan sekitar. Alat ini berfungsi untuk membantu mempermudah dalam mencapai kompetensi pembelajaran. Alat peraga IPA dapat diciptakan sesuai dengan konsep yang diajarkan dengan biaya yang terjangkau dari bahan sederhana yang mudah diperoleh bahkan dari bahan bekas pakai (Widiyatmoko dan Pamelasari, 2012). Pengalaman menunjukkan bahwa pembelajaran IPA yang menggunakan alat peraga lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dibandingkan dengan tanpa menggunakan alat peraga. Alat peraga merupakan perantara atau pengantar pesan pembelajaran. Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis. Tujuan diterapkannya pendekatan humanistik adalah mengembangkan self-direction yang positif (berkarakter) dan kebebasan (kemandirian) pada diri siswa (Arsury, 2007). Vygotsky (dalam Hidayat, 2008) menyatakan bahwa konstruktivisme memberikan kebebasan siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif melalui pengorganisasian pengalaman dalam interaksi dengan lingkungannya. Kenyataan di lapangan, berdasar survei awal, perangkat pembelajaran yang ada kurang mendukung usaha guru untuk mengembangkan potensi siswa secara maksimal termasuk pembentukan karakter siswa. Untuk itu, rancangan pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga saja tidak cukup karena perlu adanya perangkat pembelajaran yang mendukung yang digunakan pada pembelajaran di SMP. Dari uraian latar belakang maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah yang valid? METODE Rancangan penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R & D). Perangkat yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi: (1) silabus, (2) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), (3) Alat Peraga Murah, (4) lembar kerja siswa, dan (5) tes prestasi belajar. Instrumen penelitian meliputi: (1) lembar pengamatan aktifitas siswa (aplikasi nilai-nilai karakter), (2) lembar pengamatan kemampuan guru menciptakan kelas yang humanistik, (3) angket respon siswa terhadap perangkat pembelajaran dan proses pembelajaran, (4) angket respon guru terhadap perangkat pembelajaran dan proses pembelajaran. Penelitian ini akan dilakukan di MTs Al Hidayah Semarang yang beralamat di Jalan Raya Desel, Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Lama waktu penelitian 6 bulan (juni - november 2012). Pengambilan data penelitian akan dilakukan pada semester gasal tahun pelajaran 2012/2013. Sebagai subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al Hidayah Sadeng Gunungpati Semarang. Tahapan penelitian meliputi tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Pada tahap pendefinisian, kegiatan yang dilakukan meliputi: (a) analisis ujung-awal, (b) analisis siswa, (c) analisis konsep, (d) analisis tugas dan (e) spesifikasi tujuan pembelajaran.
3 78 A. Widiyatmoko / JPII 2 (1) (2013) Kegiatan yang dilakukan pada tahap perancangan sebagai berikut. (a) penyusunan kriteria tes; (b) pemilihan alat peraga; (c) pemilihan format; dan (d) perancangan awal. Pada tahap pengembangan, kegiatan yang dilakukan secara berturut-turut, yaitu: (a) penilaian ahli, (b) uji keterbacaan dan simulasi RPP tertentu kemudian (c) uji coba perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D (Four D model) yang terdiri dari tahap I (tiga tahap thiagaradjan), yaitu: a) pendefinisian (define), b) perancangan (design), c) pengembangan (develop), dan tahap ke II (tahap penyebaran ((desseminate)). Pada penelitian ini prosedur pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D (Four D model) dilaksanakan hanya sampai pada tahap I saja, untuk tahap II dilaksanakan tahun berikutnya karena memerlukan waktu lama dan biaya yang cukup besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode: a) metode dokumentasi, metode ini digunakan untuk memperoleh data awal yang digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol serta informasi kondisi awal perangkat pembelajaran, b) metode tes, metode ini digunakan untuk memperoleh data prestasi belajar siswa, c) metode observasi, metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang aktifitas siswa dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, d) metode angket, metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang respon siswa terhadap perangkat dan proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah dilaksanakan selama 2 bulan. Kegiatan ujicoba dilaksanakan pada siswa kelas VIII A MTs Al Hidayah Semarang semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Adapun hasil penelitian dari pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu meliputi hasil pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter berbantu alat peraga murah dan penerapan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter berbantu alat peraga murah. Pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter berbantu alat peraga murah meliputi silabus, RPP, LKS, bahan ajar dan alat peraga murah. Silabus IPA terpadu yang dikembangkan adalah perpaduan dari biologi dan kimia. Silabus terpadu merupakan gabungan dari SK 1 Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia dan SK 4 Memahami bahan kimia dalam kehidupan. Kompetensi dasar merupakan gabungan dari KD 1.5 Mendiskripsikan sistem pernafasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan, KD 4.4 Mendeskripsikan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika, dan KD 4.5 Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika. Validasi silabus yang dilakukan oleh validator yang merupakan Dosen IPA terpadu menyatakan bahwa silabus IPA terpadu berkarakter berpendekatan humanistik berbantu alat peraga mendapat skor rata-rata 38 yang merupakan kategori sangat baik. Masukan dari validator antara lain format silabus ditambah dengan mata pelajaran kimia dan biologi, penambahan indikator, dan contoh instrumen diperjelas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan adalah RPP IPA terpadu berkarakter berpendekatan humanistik. Rencana pelaksanaan pembelajaran berisi identitas (nama sekolah, mata pelajaran, kelas, dan tema), standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, karakter siswa, model dan metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran (persiapan, kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir), media pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian. Validasi yang dilakukan oleh validator yang merupakan Dosen IPA terpadu menyatakan bahwa RPP IPA terpadu berkarakter berpendekatan humanistik berbantu alat peraga mendapat skor 64 yang merupakan kategori baik. Sedang masukan dari validator diantaranya adalah menambahkan pengetahuan prasyarat di kegiatan pendahuluan, menggunakan alat peraga di kegiatan inti, menambahkan indikator di bagian penilaian. Tabel 1. Nama Validator Silabus dan RPP No Nama Jabatan/Instansi 1. Dr. Sudarmin, M.Si Dosen Prodi Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang 2. Parmin, M.Pd Dosen Prodi Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang LKS yang dikembangkan merupakan LKS IPA terpadu dengan tema Rokok dan Kesehatan. Setelah melalui kegiatn validasi, maka tuju-
4 A. Widiyatmoko / JPII 2 (1) (2013) an dari LKS adalah menjelaskan dampak negatif rokok bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial serta menjelaskan cara menghindarkan diri dari rokok. Tujuan ini merupakan salah satu bagian dari pendekatan humanis yaitu mencegah dan menghindarkan siswa dari pengaruh negatif rokok. Bahan ajar IPA terpadu disusun dan dikembangkan karena keadaan di sekolah masih menggunakan bahan ajar yang terpisah antara fisika, kimia dan biologi. Sebagai salah satu bahan ajar cetak, bahan ajar yang dikembangkan merupakan suatu paket belajar yang berkenaan dengan satu unit bahan pelajaran. Dengan bahan ajar siswa dapat mencapai dan menyelesaikan bahan belajarnya dengan belajar secara individual maupun kelompok. Dengan bahan ajar IPA terpadu siswa dapat mengontrol kemampuan dan intensitas belajarnya. Bahan ajar rokok dan kesehatan berisikan materi-materi perpaduan yaitu: a) Sistem Pernafasan pada Manusia, b) Zat Adiktif dan Psikotropika, c) Bahan kimia dalam Rokok, d) Hubungan rokok dengan Gangguan Pada sistem pernafasan manusia. Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh kesanggupan seorang anak perlu dirangsang, digunakan dan libatkan, sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang dipelajari. Alat peraga rokok dan kesehatan dikembangkan dengan memanfaatkan bahan bekas dari lingkungan sekitar, yang dapat dilihat pada Gambar 1. Bahan yang digunakan antara lain: Botol plastik bekas 1 liter, selang, kapas, balon, papan, lem, gunting, karet, paku, palu, kawat, selang segitiga, gambar sistem pernafasan. Cara menggunakan alat peraga murah rokok dan kesehatan adalah: 1) Mekanisme pernafasan: tarik balon bagian bawah dan dua buah balon yang berperan sebagai paru-paru akan mengembang dan mengempis, 2) Kandungan tar dalam rokok: nyalakan rokok, letakkan pada selang di bagian mulut, tariklah balon, kapas akan terlihat berwarna coklat. Penerapan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter berbantu alat peraga murah meliputi hasil belajar dan ketuntasan belajar, karakter dan tanggapan siswa. Berdasarkan analisis nilai pre test dan post test yang dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah diperoleh hasil belajar siswa pada Tabel 2. Gambar 1. Alat Peraga Murah Rokok dan Kesehatan Tabel 2. Hasil belajar Pre test dan Post test No Hasil Pre-test Post-test 1 Rata-rata 56,9 73,1 2 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Ketuntasan (%) Tidak Tuntas (%) 85 8 Tabel 2 menunjukkan hasil belajar antara pre-test dan post-test. Rata-rata nilai pre-test yaitu sebesar 56,9 dengan ketuntasan belajar 15% (4, sedangkan persentase siswa yang tidak tuntas sebesar 85% (22. Nilai post-test, rata-rata nilainya sebesar 73,1 dengan ketuntasan belajar 92% (24, sedangkan persentase siswa yang tidak tuntas sebesar 8% (2. Karakter siswa yang dinilai dalam penerapan pembelajaran IPA terpadu berbantuan alat peraga adalah disiplin, rasa hormat dan perhatian, tekun, bertanggung jawab, ketelitian, bergaya hidup sehat, peduli lingkungan, berfikir logis dan memiliki rasa ingin tahu. Hasil penilaian lembar observasi pendidikan karakter dapat dilihat pada
5 80 A. Widiyatmoko / JPII 2 (1) (2013) Tabel 3. Tabel 3. Nilai Karakter No Karakter Rendah (%) Sedang (%) Tinggi (%) 1 Disiplin Hormat dan perhatian tekun bertanggung jawab Teliti Bergaya hidup sehat 7 Peduli lingkungan 8 Berfikir logis Data tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah diperoleh dengan lembar tanggapan siswa yang diberikan diakhir pembelajaran. Hasil tanggapan siswa dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil tanggapan siswa No Pertanyaan Apakah anda tertarik dengan pembelajaran IPA menggunakan Alat peraga? Apakah Alat peraga mempermudah anda dalam memahami materi yang disampaikan? Apakah anda menyukai kegiatan yang telah dilakukan selama kegiatan belajar mengajar? Apakah anda menyukai cara mengajar guru menggunakan Alat peraga? Tanggapan Siswa (%) Ya 100 (26 92 ( (26 96 (25 Tidak 0 8 (2 0 4 ( Apakah Alat peraga dapat diterapkan pada materi rokok dan kesehatan? Apakah anda mengalami kesulitan dalam melaksanakannya? Apakah anda termotivasi untuk melakukan aktivitas belajar dalam pembelajaran menggunakan Alat peraga? Apakah pembelajaran dengan menggunakan alat peraga menyenangkan? 100 (26 15 (4 96 (25 96 ( (22 4 (1 4 (1 Berdasarkan tabel hasil tanggapan siswa terhadap penerapan alat peraga di atas bahwa secara keseluruhan siswa menyukai pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Dalam proses pembelajaran siswa menyukai kegiatan yang dilakukan di dalam kelas, terutama pada saat siswa menggunakan alat peraga secara berkelompok, ini dapat dilihat dari tabel di atas sebesar 100% siswa menyukai proses pembelajaran. Siswa menyukai alat peraga ini karena tidak membosankan dan siswa dapat bekerjasama serta berpendapat di dalam kelompok masing-masing. Cara mengajar guru dalam proses pembelajaran juga berpengaruh terhadap kondisi siswa, sebesar 96% siswa menyukai cara mengajar guru dengan menggunakan alat peraga IPA. Siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami berbagai hambatan, diantaranya siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan alat peraga tentang fase inspirasi dan ekspirasi. Berdasarkan hasil penelitian, hasil pre-test siswa pada tema rokok dan kesehatan mendapatkan nilai rata-rata 56,9 dengan persentase 15% siswa tuntas belajar. Nilai post-test memperoleh nilai rata-rata 73,1 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal adalah 92%. Berdasarkan analisis uji-t didapat harga t hitung = 9,69 dan harga t tabel = 1,71 karena t hitung > t tabel maka dapat disimpulkan hasil belajar kognitif mengalami peningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test (kelas eksperimen). Peningkatan nilai yang signifikan dari pretest ke post-test dikarenakan melalui pembelajaran IPA terpadu, siswa dapat memperoleh pe-
6 A. Widiyatmoko / JPII 2 (1) (2013) ngalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistik), bermakna, otentik dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para siswa. Pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian IPA yang relevan akan membentuk skema kognitif, sehingga anak memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar IPA, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan, dunia nyata dan fenomena alam hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu dalam IPA dapat dikemas dengan tema tentang suatu wacana yang dibahas dari berbagai sudut pandang atau disiplin keilmuan yang mudah dipahami dan dikenal siswa. Dalam pembelajaran IPA terpadu, suatu konsep atau tema dibahas dari berbagai aspek bidang kajian dalam bidang kajian IPA. Pada tema rokok dan kesehatan menggabungkan dua standar kompetensi yaitu SK 1 Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia dan SK 4 Memahami bahan kimia dalam kehidupan. Kompetensi dasar merupakan gabungan dari KD 1.5 Mendiskripsikan sistem pernafasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan, KD 4.4 Mendeskripsikan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika, dan KD 4.5 Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika. Dengan demikian melalui pembelajaran terpadu ini beberapa konsep yang relevan untuk dijadikan tema tidak dibahas berulang kali dalam bidang kajian yang berbeda, sehingga penggunaan waktu untuk pembahasannya lebih efisien dan pencapaian tujuan pembelajaran akan lebih efektif. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap, dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, siswa digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. Selanjutnya siswa akan terbiasa berpikir terarah, teratur, utuh, menyeluruh, sistimik, dan analitik. Siswa akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya, dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Pengembangan alat peraga rokok dan kesehatan disesuaikan dengan kurikulum agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Di dalam alat peraga, juga dilengkapi dengan keterangan-keterangan dari materi pelajaran. Tujuan pembelajaran pada alat peraga ini adalah untuk mengetahui mekanisme pernapasan pada manusia dan mengetahui kandungan berbahaya dalam rokok. Selain itu, dilengkapi dengan gambar dari paru-paru manusia yang akan mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan alat peraga ini sebesar Rp , karena sebagian besar alat dan bahan didapat dari bahan bekas yang mudah didapat dari lingkungan sekitar. Teori humanistik juga berhubungan dengan nilai karakter yang harus dimiliki oleh siswa. Berdasarkan analisis data, nilai karakter disiplin kategori rendah sebesar 15%, sedang sebesar 77%, tinggi sebesar 8%. Karakter hormat dan perhatian kategori rendah sebesar 8%, sedang sebesar 38%, tinggi sebesar 54%. Karakter tekun kategori rendah sebesar 15%, sedang sebesar 77%, tinggi sebesar 8%. Karakter tanggung jawab kategori rendah sebesar 4%, sedang sebesar 77%, tinggi sebesar 8%. Karakter teliti kategori rendah sebesar 8%, sedang sebesar 50%, tinggi sebesar 42%. Karakter gaya hidup sehat kategori rendah sebesar 8%, sedang sebesar 42%, tinggi sebesar 50%. Karakter peduli lingkungan kategori rendah sebesar 4%, sedang sebesar 16%, tinggi sebesar 80%. Karakter berpikir logis kategori rendah sebesar 15%, sedang sebesar 77%, tinggi sebesar 8%. Pembelajaran IPA terpadu humanistik berbantuan alat peraga yang mengintegrasikan karakter menciptakan kondisi sistem pendidikan religius, edukatif, dan ilmiah. Tanggapan siswa terhadap penggunaan alat peraga rokok dan kesehatan dalam pembelajaran sangat baik. Dari angket yang diisi oleh siswa, sebesar 100% siswa tertarik untuk menggunakan alat peraga ini. Sebesar 92% siswa meyatakan bahwa alat peraga mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Sebesar 96% siswa menyatakan termotivasi untuk melakukan aktivitas belajar dalam pembelajaran menggunakan alat peraga dan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga menyenangkan. Hal ini senada dengan penelitian Nurfa (2012) yang menyatakan bahwa penggunaan alat peraga sistem pernapasan manusia dapat meningkatkan keaktifan siswa, motivasi dan hasil belajar siswa SMP kelas VIII.
7 82 A. Widiyatmoko / JPII 2 (1) (2013) Penggunaan alat peraga sesuai dengan teori humanistik. Menurut teori humanistik, tujuan proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama guru adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. PENUTUP Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah di sekolah menengah berupa silabus, RPP, alat peraga, LKS, dan modul yang dihasilkan melalui alur Four-D model, yaitu definition (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan) dan disseminate (penyebaran) yang telah melalui tahap validasi dan revisi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan hal-hal berikut: 1) Pembelajaran IPA terpadu berkarakter berbantu alat peraga murah hendaknya digunakan secara lebih intensif dalam pembelajaran IPA pada tema atau topik yang berbeda, 2) Memerlukan tanggung jawab dosen dan guru dalam pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran agar kegiatan pembelajaran lebih berkualitas. Pada setiap mata pelajaran sebaiknya dapat memberikan peluang pada guru untuk mengembangkan alat peraga murah dengan memanfaatkan bahan bekas dari lingkungan sekitar. DAFTAR PUSTAKA Arsury Pendidikan yang Humanistik. arsury.blogspot.com/2007/12/ pendidikanyang-humanistik.html [14/10/2012]. Assegaf, A. R Kondisi dan Pemicu Kekerasan dalam Pendidikan. Jurnal Inovasi Pendidikan Tinggi Agama Islam. Vol. 2(1). Hidayat, B Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran Inkuiri. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 2(2): Khusniati, M Pendidikan IPA Melalui Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. Vol. 1(2): Nurfa, A Penggunaan Alat Peraga Sistem Pernapasan Manusia Pada Kualitas Belajar Siswa SMP Kelas VIII. Unnes Science Education Jurnal (USEJ). Vol. 1 (2): Widiyatmoko, A dan Pamelasari, S.D Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Mengembangkan Alat Peraga IPA Dengan Memanfaatkan Bahan Bekas Pakai. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. Vol. 1(1): Widyanto, Rusilowati, A., dan Waluya, S.B Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Humanistik Berbasis Konstruktivisme Berbantuan CD Pembelajaran Materi Sudut Dalam Ruang Kelas X. Unnes Journal of Research Mathematics Education. Vol. 1(1):
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA Susilawati Program Studi Pendidikan Fisika, IKIP PGRI Semarang Jln. Lontar No. 1 Semarang [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. martabat manusia secara holistik. Hal ini dapat dilihat dari filosofi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik. Hal ini dapat dilihat dari filosofi pendidikan yang intinya untuk
E-journal Prodi Edisi 1
E-journal Prodi Edisi 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS SCIENCE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK THE DEVELOPMENT OF SCIENCE
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. langkah pengembangan yaitu menganalisis kurikulum. digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut.
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Model penelitian pengembangan yang dipilih untuk pengembangan LKS yaitu model penelitian 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan,
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kualitas produk tersebut.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) tentang sistem pendidikan nasional: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TEMA PEMANASAN GLOBAL BERBASIS KOMIK DI SMPN 4 DELANGGU
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TEMA PEMANASAN GLOBAL BERBASIS KOMIK DI SMPN 4 DELANGGU Kristanti 1), Widha Sunarno 2), Cari 3) 1 [email protected] 2 [email protected] 3 [email protected] Abstrak
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. II (No. 2/2017) 186-199 186 PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR Oleh Eni Marta Dosen Sekolah Tinggi
BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Produk yang dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define, design and develop
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING SETTING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING SETTING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SUB POKOK BAHASAN PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII SEMESTER GENAP
Unnes Science Education Journal
USEJ 2 (1) (2013) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERKARAKTER TEMA PEMANASAN GLOBAL UNTUK SISWA SMP/MTs Akmalia Ma rifathur
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Siswa SMP Materi Teorema Pythagoras
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Siswa SMP Materi Teorema Pythagoras Sukmo Purwo Diharto
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERKARAKTER PADA TEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN UNTUK KELAS VII SMP
USEJ 2 (2) (2013) PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERKARAKTER PADA TEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN UNTUK KELAS VII SMP Efriana Arga Trian, Sri Haryani, Sri Mantini Rahayu Sedyawati Prodi Pendidikan IPA, Fakultas
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERMUATAN KARAKTER PADA MATERI JURNAL KHUSUS
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERMUATAN KARAKTER PADA MATERI JURNAL KHUSUS Ike Evi Yunita Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas
Pengembangan LKS Berbasis Contextual Teaching and Learning Materi Hama dan Penyakit Tumbuhan
Pengembangan Berbasis Contextual Teaching and Materi Hama dan Penyakit Tumbuhan Zulis Shoidah, Fida Rachmadiarti, Winarsih Jurusan Biologi FMIPA UNESA Jalan Ketintang Gedung C Lt.2 Surabaya 6021, Indonesia
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2011 Perencanaan Mengkaji dan memetakan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY SUB POKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMP Ahmad Rif an F 33, Dinawati.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA UNTUK TOPIK SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN METODE PICTORIAL RIDDLE
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA UNTUK TOPIK SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN METODE PICTORIAL RIDDLE Nurul Hidayah, Zainuddin, Andi Ichsan Mahardika Program Studi
BAB III METODE PENELITIAN. mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS pada
A. Jenis Penelitian BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER POSITIF SISWA SD
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER POSITIF SISWA SD M. Nur Mannan, Achmad Sopyan, Sunarno Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, penelitian ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, penelitian ini tergolong penelitian pengembangan modul pembelajaran pada pokok bahasan segi empat untuk
BAB III METODE PENELITIAN. A. Model Pengembangan. Model pengembangan yang dipakai adalah modal Four-D yang
digilib.uns.ac.id 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Model pengembangan yang dipakai adalah modal Four-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974). Pemilihan model Four-D ini karena dalam
BAB III METODE PENELITIAN. IPA Terpadu Model Webbed dengan Pendekatan Inquiry pada Tema. Hujan Asam bagi Lingkungan sebagai Upaya Meningkatkan Science
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Model Webbed dengan Pendekatan Inquiry pada Tema Hujan Asam bagi Lingkungan sebagai
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERORIENTASI LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI GERAK KELAS VII SMP
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 02 No. 03 Tahun 2013, 147 151 PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERORIENTASI LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI GERAK KELAS VII SMP Maria Theresa Andy Lusia, Alimufi Arief Jurusan
BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D).
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Model pengembangan produk yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D). Penelitian dan pengembangan
III. METODE PENGEMBANGAN. prosedur pengembangan yang terdiri atas (a) studi pendahuluan, (b) desain dan
III. METODE PENGEMBANGAN Bab III ini berisi paparan tentang tiga hal, yakni (1) model pengembangan, (2) prosedur pengembangan yang terdiri atas (a) studi pendahuluan, (b) desain dan pengembangan, dan (c)
PENGEMBANGAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS E-LEARNING PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA
PENGEMBANGAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS E-LEARNING PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA 1) Tri Wahyuni, 1) Sri Wahyuni, 1) Yushardi 1) Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas
Pengembangan Alat Praktikum Gelombang Stasioner untuk Melatihkan Keterampilan Proses Siswa SMA Kelas XI
Pengembangan Alat Praktikum Gelombang Stasioner untuk Melatihkan Keterampilan Proses Siswa SMA Kelas XI Khristi Widiastutik, Madlazim Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo STUDI KELAYAKAN BAHAN AJAR BERUPA MODUL BERBASIS PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) PADA POKOK BAHASAN KONDISI FISIK
2 Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IPA TERPADU BERORIENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATERI CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP KELAS VII DI SMP NEGERI 1 RAMBAH HILIR Eka purnama sari (1), Rena
Arif Widiyatmoko Jurusan IPA Terpadu, FMIPA Universitas Negeri Semarang
IMPLEMENTASI MODUL PEMBELAJARAN IPA TEMA KONSERVASI UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA Arif Widiyatmoko Jurusan IPA Terpadu, FMIPA Universitas Negeri Semarang Email: [email protected] Abstrak Pembelajaran
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran 1. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) atau yang sering disebut penelitian R & D. Penelitian Pengembangan adalah metode
BAB I PENDAHULUAN. khususnya teknologi sekarang ini telah memberikan dampak positif dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya teknologi sekarang ini telah memberikan dampak positif dalam aspek kehidupan manusia termasuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R & D). Menurut Sugiyono (2007: 407), penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VIII ini
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik pada materi lingkaran untuk
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BATU
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BATU Cantia Putri, A. Duran Corebima, Sri Rahayu Lestari Fakultas
Unnes Science Education Journal
USEJ 3 (2) (2014) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD IPA TERPADU DALAM PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan. Produk yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran berupa Rancangan Pelaksanaan
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
JPII 2 (2) (2013) 136-141 Jurnal Pendidikan IPA Indonesia http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii PENERAPAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) DISCOVERY BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN
BAB III METODE PENELITIAN. B. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian pengembangan. Penelitian dan pengembangan merupakan suatu proses untuk mengembangkan produk baru atau menyempurnakan
Kelayakan Perangkat Pembelajaran Berorientasi PBI dan Pendidikan Karakter pada Materi Daur Ulang Limbah
Perangkat Berorientasi PBI Pendidikan Karakter pada Materi Daur Ulang Limbah Ria Habiba Fatimah, Herlina Fitrihidajati, Tarzan Purnomo. Jurusan Biologi FMIPA UNESA Jalan Ketintang Gedung C Lt.2 Surabaya
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
JPII 3 (2) (2014) 134-139 Jurnal Pendidikan IPA Indonesia http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii PERANGKAT PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY MATERI HIDROLISIS GARAM
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI PENELITIAN. A. Pembahasan Tentang Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI PENELITIAN A. Pembahasan Tentang Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Integral Matematika dan Hukum Waris dengan Model Integrated learning
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA (MATERI STATISTIK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTIVE LEARNING SISTEM 5 M UNTUK SISWA KELAS VII
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA (MATERI STATISTIK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTIVE LEARNING SISTEM 5 M UNTUK SISWA KELAS VII 1) Rante Hanjarwati, 2) Yoso Wiyarno Universitas PGRI Adi Buana [email protected]
BAB V PEMBAHASAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika. meliputi : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ), buku siwa, dan
113 BAB V PEMBAHASAN A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Perangkat pembelajaran yang dikembangkan pada penelitian ini meliputi : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ), buku siwa,
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data Hasil Penelitian 1. Penelitian dan Pengumpulan Data Penelitian dan pengumpulan data merupakan tahap awal dalam pengembangan media
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER MATERI RUANG-n EUCLIDES.
JPM IAIN Antasari Vol. 02 No. 2 Januari Juni 2015, h. 43-58 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER MATERI RUANG-n EUCLIDES Abstrak Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode Research and Development (R&D). Sugiyono
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Penelitian pengembangan Subject Spesific Pedagogy (SSP) ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Sugiyono (2016:30) mengartikan metode penelitian
BAB I PENDAHULUAN. penting. Salah satu bukti yang menunjukkan pentingnya. memerlukan keterampilan matematika yang sesuai; (3) merupakan sarana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting. Salah satu bukti yang menunjukkan pentingnya mata pelajaran matematika adalah diujikannya
PENERAPAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY) PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL
PENERAPAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY) PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL Yuli Apriliani Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah
BAB I PENDAHULUAN. belajar dengan berbagai metode, sehingga peserta didik dapat melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan seseorang untuk menciptakan kegiatan belajar. Upaya-upaya tersebut meliputi penyampaian ilmu pengetahuan,
Agung Setiabudi et al., Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika...
1 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Saintifik pada Sub Pokok Bahasan Tabung Kelas IX SMP (Development Mathematics Learning Devices With Scientific Approach In Sub Subject
BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran. Perangkat
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
JPII 1 (1) (2012) 57-62 Jurnal Pendidikan IPA Indonesia http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii UPAYA MENGEMBANGKAN LEARNING COMMUNITY SISWA KELAS X SMA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian Penelitian dilaksanaan di SMP Negeri 1 Sragen yang beralamat Jalan Raya Sukowati No. 162 Sragen, Kabupaten Sragen. 2. Waktu penelitian
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERFOKUS PADA MASYARAKAT BELAJAR (LEARNING COMMUNITY) POKOK BAHASAN SEGITIGA UNTUK SISWA KELAS VII
I. PENDAHULUAN. Berdasarkan observasi di SMP Pelita Bangsa Bandar Lampung, pada proses
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdasarkan observasi di SMP Pelita Bangsa Bandar Lampung, pada proses pembelajaran banyak guru menggunakan media interaktif ketika menjelaskan materi pelajaran
Pengembangan Media Komik Matematika Berbasis Pendekatan Scientific pada Materi Bilangan Bulat
Pengembangan Media Komik Matematika Berbasis Pendekatan Scientific pada Materi Bilangan Bulat Dian Fitriani *, Edrizon, Yusri Wahyuni, Rita Desfitri Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas
Rahma Ditasari, Endah Peniati, Kasmui. Prodi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Indonesia
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERPENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA TEMA DAMPAK LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP LINGKUNGAN UNTUK SMP KELAS VIII Rahma Ditasari, Endah Peniati, Kasmui Prodi Pendidikan
Unnes Science Education Journal
USEJ 2 (1) (2013) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERPENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA TEMA BUNYI DI SMP KELAS VIII Ervian
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT RADESWANDRI Guru SMP Negeri 1 Kuantan Mudik [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
BAB V PEMBAHASAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Semmel, dan Semmel (1974) 4-D yang meliputi kegiatan pendefinisian
BAB V PEMBAHASAN A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan model investigasi kelompok mengacu pada model pengembangan pembelajaran Thiagarajan, Semmel,
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dalam penelitian ini perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN. Hasil dari penelitian ini berupa (1) sebuah LKS berbasis creative problem
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Pengembangan Hasil dari penelitian ini berupa (1) sebuah LKS berbasis creative problem solving pada materi barisan dan deret tak hingga, (2)
III. METODE PENELITIAN. LKS kimia model inkuiri terpimpin pada materi pokok kelarutan dan hasil kali
III. METODE PENELITIAN A. Rencana Pelaksanaan Penelitian Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran berupa LKS kimia model inkuiri terpimpin pada materi pokok kelarutan dan hasil
BAB III METODE PENELITIAN. atau dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D).
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan yaitu penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2010:297)
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Matematika OLEH :
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI PERBANDINGAN UNTUK SISWA KELAS VII UPTD SMPN 1 PAPAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
PENINGKATAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI MODEL EJAS DENGAN PENDEKATAN SCIENCE EDUTAINMENT ABSTRAK
PENINGKATAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI MODEL EJAS DENGAN PENDEKATAN SCIENCE EDUTAINMENT Oleh : Sekar Dwi Ardianti 1, Savitri Wanabuliandari 2, dan Susilo Rahardjo 3 1,2
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa (1) sebuah LKS berbasis
Dicetak pada tanggal 2018-0-29 Id Doc: 589c95819dce119ed2 BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN.1 Penyajian Hasil Uji Coba Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa (1) sebuah LKS berbasis pendekatan
BAB I PENDAHULUAN. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini menjadi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan di masa depan. Untuk itu, pendidikan Ilmu Pengetahuan
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol. 1, No. 2, Desember 2016. Hal 199 208. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI)
PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER II SMP
PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER II SMP Nurneyla Hadrotul Ula *, Cholis Sa dijah ** Universitas Negeri Malang
BAB I PENDAHULUAN. dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu untuk. mengembangkan potensi diri dan sebagai katalisator bagi terjadinya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai salah satu unsur kehidupan berperan penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu untuk mengembangkan potensi diri dan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2013: 297) merupakan penelitian
PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF
PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF 1) 2) 3) Fatriya Adamura, Titin Masfingatin, dan Elma Puspita Kirbiana 1,2,3) FPMIPA, IKIP PGRI
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran
77 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA Rouli Pardede SMP Negeri 1 Secanggang, kab. Langkat Abstract: The purpose of this study to determine the increase
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL. Oleh RAHMAH NIM Telah diperiksa dan telah disetujui
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Biologi Berbasis Potensi Lokal Hutan Mangrove dengan Strategi Discovery Learning pada Materi Pokok Keanekaragaman Hayati untuk
Multimedia Pembelajaran SD Berbasis Konstruktivistik
Multimedia Pembelajaran SD Berbasis Konstruktivistik Suyoto 1*, Mita Hapsari Jannah 2 1 PGSD/FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo 2 Pendidikan Matematika/FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo *Email:
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (1) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej IMPLEMENTASI MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS PROBLEM POSING (PP) PADA PEMBELAJARAN FLUIDA DINAMIS U.
Unnes Science Education Journal
USEJ 3 (2) (2014) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU BERBENTUK JIGSAW PUZZLE PADA TEMA EKOSISTEM DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMP
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
JPII 2 (2) (2013) 102-106 Jurnal Pendidikan IPA Indonesia http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TEMA DARAH DI SMP N 2 TENGARAN B. K. Putri*, A. Widiyatmoko
Pengembangan LKM Dengan Pendekatan Quantum Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Calon Guru
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 PM - 25 Pengembangan LKM Dengan Pendekatan Quantum Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Calon Guru Tri Andari Prodi Pendidikan
Pengembangan modul IPA fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA III 2017 "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa" Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, UNIVERISTAS PGRI Madiun Madiun, 15 Juli 2017 94 Makalah Pendamping
Key Words: Whole Brain Teaching, Quantum Learning, Lesson Plan, Student Book, Worksheet and Final Test.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WHOLE BRAIN TEACHING DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA SUB POKOK BAHASAN SEGITIGA UNTUK SMP KELAS VII Khasan 28, Dafik 29, Hobri 30 Abstract.
BAB III METODE PENELITIAN. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Lembar Kegiatan
A. RANCANGAN PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Research and Development (R&D) yang merupakan desain penelitian dan pengembangan, yaitu metode penelitian yang
Abstrak PENDAHULUAN.
Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial 51 PENGEMBANGAN MODUL MATA PELAARAN AKUNTANSI KEUANGAN KOMPETENSI DASAR PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN PADA SISWA KELAS
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI SETS PADA MATERI POKOK ZAT ADITIF MAKANAN
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI SETS PADA MATERI POKOK ZAT ADITIF MAKANAN DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET WITH SETS ORIENTATION AT FOOD ADDITIVE MATTER Dayinta Yulia Apsari dan Ismono
MODEL TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN TARI KUNTULAN BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
MODEL TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN TARI KUNTULAN BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Sumarjo 1), Wahyu Lestari, Samsudi Prodi Pendidikan Dasar Konsentrasi PGSD, Program Pascasarjana
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA POKOK BAHASAN ATURAN PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA UNTUK SMA KELAS X DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA POKOK BAHASAN ATURAN PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA UNTUK SMA KELAS X DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING ARTIKEL ILMIAH OLEH FAHRUR ROZI HADIYANTO NIM 209311423325 UNIVERSITAS
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Cahaya Melalui Pembelajaran Science-Edutainment Berbantuan Media Animasi
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Cahaya Melalui Pembelajaran Science-Edutainment Berbantuan Media Animasi Abdan SMP Negeri 2 Poso Pesisir, Kab. Poso ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini bertujuan
KELAYAKAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK SISWA SMPN 1 KAYEN KIDUL
Prosiding Seminar Nasional SIMBIOSIS II, Madiun, 30 September 2017 Eka Dia Ayu W., dkk., Kelayakan Modul Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning... p-issn : 9772599121008 e-issn : 9772613950003 KELAYAKAN
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII MTsN I MATUR KABUPATEN AGAM
1 PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII MTsN I MATUR KABUPATEN AGAM Rizky Silvia * ), Rahmi ** ), Yulia Haryono** ) * )
