BAB 2 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Benny Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan Tujuan Perencanaan Tata Letak Perencanaan tata letak dapat dikemukakan sebagai proses perancangan tata letak, termasuk di dalamnya analisis, perencanaan, desain dan susunan tata letak, peralatan fisik dan manusia yang ditujuakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan sistem pelayanan. Ada 2 hal pokok dalam perencanaan fasilitas yaitu, berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik dan rancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik, perancangan tata letak fasilitas dan penanganan material. Lokasi pabrik perlu dilakukan perencanaan dengan tujuan memberikan dukungan bagi tercapainya tujuan industri secara makro. Lokasi perusahaan adalah lokasi yang mampu memberikan total biaya yang minimal dan mendatangkan keuntungan yang maksimal. Sedangkan perancangan fasilitas produksi yaitu untuk memenuhi kapasitas produksi dan kebutuhan kualitas dengan cara yang paling ekonomis melalui pengaturan dan koordinasi yang efektif dan efisien. Perancangan fasilitas ini terdiri dari: Perancangan sistem fasilitas, perancangan tata letak fasilitas produksi dan perancangan sistem penanganan material.
2 Tujuan dari perancangan tata letak antara lain: 1. Meminimasi biaya material handling 2. Mengurangi kemacetan, waktu tunggu dan kesimpangsiuran proses produksi 3. Penghematan penggunaan area (produksi, gudang, service dsb). 4. Peningkatan pendayagunaan pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi. 5. Mengurangi persediaan barang setengah jadi 6. Memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi tenaga kerja 7. Menaikkan output produksi 2.2 Permasalahan Perencanaan Fasilitas Permasalahan yang biasa dihadapi perusahaan mengenai tata letak. Permasalahan ini sangat erat terkait dengan berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor-faktor yang banyak mempengaruhi tersebut antara lain permintaan pasar yang sulit diprediksi, selera terhadap produk yang berubah-ubah, penggantian peralatan produksi, strategi dalam persaingan bisnis yang akan dijalankan, permodalan dan sebagainya. Pada dasarnya permasalahan yang dihadapi manajemen dalam perencanaan fasilitas antara lain sebagai berikut: 1. Perubahan rancangan Perubahan pasar mengakibatkan perubahan rancangan produk yang sudah ada beserta proses produksinya sehingga mengakibatkan perubahan / pegantian sejumlah fasilitas yang telah ada.
3 2. Penambahan produk baru Dengan penambahan produk baru maka akan dilakukan penggantian atau penambahan peralatan sehingga mengakibatkan perubahan sistem produksi dan diperlukan penyusunan ulang tata letak atau mungkin menambah departemen yang baru. 3. Perluasan departemen Perluasan departemen terjadi apabila terjadi penambahan volume produksi. 4. Pengurangan departemen Jika penurunan tingkat produksi disebabkan permintaan pasar yang cenderung menurun maka perlu pertimbangan untuk melakukan pengurangan peralatan atau departemen yang ada. 5. Memindahkan satu departemen Alasan untuk melakukan pemindahan ini adalah jika tata letak departemen kurang memenuhi kriteria perancangan tata letak fasilitas. 6. Penambahan departemen baru Alasan dilakukannya penambahan departemen adalah adanya pekerjaan yang belum pernah ada selama ini dan apabila perusahaan ingin mengabungkan departemen-departemen yang sebelumnya. 7. Peremajaan peralatan/mesin yang rusak Peremajaan mesin / peralatan seringkali mengharuskan digunakannya peralatan / mesin yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Jadi tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukannya penataan ulang.
4 8. Perubahan metode produksi Dalam rangka efisiensi perusahaan, dilakukan perubahan metode produksi. Betapapun kecilnya perubahan metode produksi ini akan berpengaruh bagi perencanaan fasilitas secara keseluruhan. 9. Perencanaan fasilitas baru Perencanaan ini hanya terjadi apabila perusahaan berkeinginan untuk membuka cabang perusahaan di lokasi yang baru. 10. Biaya Masalah utama dalam perencanaan fasilitas adalah mengenai biaya. Seberapa besar biaya yang akan dikeluarkan akan sangat bergantung dari kemampuan mengatasi masalah-masalah di atas. 2.3 Tipe-tipe Layout Penerapan tipe-tipe yang cocok pada proses manufaktur akan meningkatkan efisiensi dalam jangka waktu yang panjang. Tipe-tipe layout antara lain: 1. Process Layout Adalah tipe layout yang digunakan dengan mengelompokkan tiap jenis mesin dalam satu kelompok untuk melaksanakan jenis pekerjaan yang sejenis. Process Layout dilakukan bila volume produksi kecil dan terutama untuk jenis produk uang tidak standart, biasanya berdasarkan order.
5 Kelebihan dari tipe layout ini antara lain: total investasi lebih rendah karena digunakan mesin yang umum (general purpose), tenaga kerja dan fasilitas produksi lebih fleksible karena sanggup mengerjakan berbagai macam jenis dan model produk. Dan mudah untuk mengatasi breakdown dari mesin, yaitu dengan cara memindahkan ke mesin yang lain dan tidak menimbulkan hambatan-hambatan dalam proses produksi. Sedangkan kelemahannya adalah terjadinya aktivitas pemindahan material karena tata letak mesin tergantung pada urutan proses produksi. Juga memerlukan penambahan space area untuk work-in-process, waktu proses produksi pun lebih lama. Selain itu banyaknya macam produk yang harus diproduksi menyebabkan proses dan pengendalian produksi menjadi lebih kompleks dan dibutuhkan skill operator yang tinggi untuk menangani berbagai macam aktivitas produksi yang memiliki macam-macam variasi. 2. Product Layout Merupakan layout suatu garis operasi yang artinya mesin disusun berdasarkan urutan proses operasi yang dibutuhkan. Produk-produk bergerak secara terus menerus dalam suatu garis perakitan. Produk layout digunakan bila volume produksi cukup tinggi dan variasi produk tidak banyak dan sangat sesuai untuk produksi yang kontinyu. Kelebihan dari layout ini adalah pekerjaan dari sdatu proses secara langsung dikerjakan pada proses berikutnya, akibatnya inventori barang setengah jadi menjadi kecil, total waktu produksi menjadi pendek, jarak
6 material handling menjadi lebih kecil dan aktivitas proses produksi yang sedikit. Kekurangan / kelemahan dari layout ini antara lain: kerusakan pada satu mesin mengakibatkan terhentinya proses produksi selanjutnya, perubahan desain produk memerlukan penyusunan layout ulang, kecepatan produksi ditentukan oleh mesin yang beroperasi paling lambat dan membutuhkan investasi yang besar karena mesin akan dipasang lagi kalau proses yang sejenis diperlukan. 3. Group Layout Merupakan penggabungan layout proses dengan layout produk dengan cara penyelesaian suatu operasi pada suatu departemen kemudian dilanjutkan dengan proses berikutnya. Kelebihan layout ini adalah adanya pengelompokan produk sesuai dengan proses pembuatannya maka akan dapat diperoleh pendayagunaan mesin yang maksimal, lintasan aliran kerja menjadi lebih lancar bila dibandingkan dengan layout berdasarkan process dan product, dapat menciptakan suasana kerja yang lebih baik dan memiliki keuntungan-keuntungan dari Product layout dan process layout. Kekurangannya antara lain: diperlukan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan ketrampilan yang tinggi untuk mengoperasikan semua fasilitas produksi yang ada. Dan kelemahan-kelemahan dari process layout dan product layout akan dijumpai pada layout ini juga.
7 4. Fixed Position Layout Fixed Position Layout merupakan layout yang berposisi tetap dimana mesin-mesin dan manusia bergerak menuju lokasi material untuk menghasilkan produk. Layout ini biasanya digunakan untuk memproses barang yang relatif besar dan berat sedangkan peralatan yang digunakan mudah untuk dilakukan pemindahan. Contohnya industri pesawat terbang, penggalangan kapal dan konstruksi bangunan. 2.4 Pola-Pola Aliran Material Langkah awal dalam merancang fasilitas manufaktur adalah menentukan pola aliran secara umum. Pola aliran ini menggambarkan material masuk sampai pada produk jadi. Beberapa pola aliran umum adalah pola aliran garis lurus, pola aliran bentuk U, pola aliran bentuk O, pola aliran bentuk S, pola aliran bentuk L. Fungsi dan keguanaan pola-pola aliran: 1. Pola aliran garis lurus digunakan untuk proses produksi pendek dan sederhana. 2. Pola aliran bentuk L, pola ini hampir sama dengan pola garis lurus, hanya saja pola ini digunakan untuk akomodasi jika pola aliran garis tidak bisa digunakan dan biaya bangunan terlalu mahal jika menggunakan aliran lurus.
8 3. Pola aliran bentuk U, pola ini digunakan jika aliran masik material dan aliran keluarnya produk pada lokasi yang relatif sama. 4. Pola aliran bentuk O, pola ini digunakan jika keluar masuknya material dan produk pada satu tempat, kondisi ini memudahkan pengawasan keluar masuknya barang. 5. Pola aliran bentuk S, digunakan jika aliran produksi panjang dan lebih panjang dari ruangan yang ditempati. Karena panjangnnya proses maka aliran dizigzag. Garis lurus Bentuk L Bentuk O Bentuk U Bentuk S Gambar 2.1 Macam-macam pola aliran bahan Dalam menentukan lokasi masuk keluarnya suatu aliran dalam suatu rancangan tata letak, harus dilakukan analisis yang mendalam, dengan mempertimbangkan beberapa aspek, terutama mengenai sistem pemindahan bahan untuk mengidentifikasikan pengaruhnya pada waktu, biaya dan kualitas. Selain itu
9 perencanaan lokasi masuk keluarnya aliran harus disesuaikan dengan kendalakendala yang ada. Ada beberapa pola masuk dan keluarnya aliran yang dapat dipakai sebagai dasar untuk perencanaan letak departemen penerimaan dan departemen distribusi. 2.5 Teknik-Teknik Analisis Konvensional Assembly Chart Assembly Chart adalah gambaran grafis dari urutan-urutan aliran komponen dan rakitan-rakitan ke dalam rakitan suatu produk. Peta rakitan menunjukkan cara mudah untuk dipahami tentang: 1. Komponen- komponen yang membentuk produk 2. Bagaimana komponen-komponen ini bergabung bersama 3. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan bagian 4. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan 5. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan bagian 6. Gambaran menyeluruh dari proses rakitan 7. Urutan waktu komponen bergabung bersama 8. Suatu gambaran awal dari pola aliran bahan
10 No. Komp. Nama komponen SA-1 A-1 No. Komp. Nama komponen Gambar 2.2 Peta rakitan Operation Process Chart (OPC) Peta proses operasi adalah suatu peta yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh suatu bahan yang meliputi urutan proses operasi dan pemeriksaan. Pembuatan peta proses operasi ini merupakan tahapan pertama dalam urutan langkah untuk merencanakan tata letak fasilitas dan pemindahan bahan, dimana di dalamnnya terdapat suatu simbol yang terdiri dari operasi, pemeriksaan dan gudang. Selain itu berisi juga informasi tentang hal-hal sebagai berikut: Deskripsi proses bagi setiap kegiatan Waktu penyelesaian masing-masing kegiatan Peralatan / mesin yang digunakan Prosentase scrap selama berlangsungnya aktivitas
11 Material masuk proses Material memasuki proses Material yang dibeli Material yang dibeli Material yang dibeli Komponen yang akan dirakit dengan komponen lain W W 0-N I-N M M Komponen dengan pengerjaan terbanyak Material yang dibeli Gambar 2.3 Peta proses operasi Prinsip-prinsip dalam pembuatan peta proses operasi sebagai berikut: Baris paling atas dinyatakan kepala peta dengan menulis Peta Proses Operasi yang diikuti dengan na,a benda kerja yang akan dibuat. Material yang akan diproses diletakkan di atas garis horizontalddd, kodmponen yang memiliki jumlah operasi terbanyak digambarkan pertama terletak paling kanan. Penomoran pada suatu kegiatan operasi diberikan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut atau sesuai dengan proses yang terjadi. Di sebelah kiri lambang operasi perlu dicatat waktu penyelesaian pekerjaan, jumlah mesin atau ongkos buruh.
12 Penomoran terhadap suatu pemeriksaan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi. Semua komponen yang dibeli dalam keadaan jadi harus tercantum dalam peta, dengan cara menyisipkan garis horizontal pada posisi barang tersebut dirakit dan perlu diberi nama barang yang dibeli Peta dari Ke- (From to Chart) Peta dari ke- adalah salah satu teknik yang dipergunakan dalam pekerjan tata letak dan pemindahan bahan. Biasannya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak, seperti misalnnya di bengkel, bengkel mesin umum, kantor atau fasilitas lainnya. Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adannya penyusunan kegiatan optimum. Kegunaan dan keuntungan adalah dalam: 1. Menganalisa perpindahan bahan 2. perencanaan pola aliran 3. Penentuan lokasi kegiatan 4. Perbandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. Pengukuran efisiensi pola aliran 6. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 7. Menunjukkan volume perpindahan antar kegiatan 8. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 9. Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi
13 10. Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk, komponen, barang, bahan dan sebagainnya 11. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 12. Pemendekan jarak perjalanan selama proses Tabel 2.1 Peta dari ke- Dari ke- A B C D A 15 8 B C D Peta Keterkaitan Kegiatan (Activity Relation Chart) Peta Keterkaitan Kegiatan adalah teknik ideal untuk merencanakan keterjaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. Peta ini berguna dalam: 1. Penyusunan urutan pendahulan bagi satu peta dari ke- 2. Lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor 3. Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan 4. Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan 5. Lokasi nisbi dari derah pelayanan dalam satu fasilitas produksi 6. Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya, serta alasannya 7. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya
14 Peta Keterkaitan Kegiatan serupa dengan Peta dari-ke tetapi hanya satu perangkat lokasi saja yang ditunjukkan. Kenyataannya peta ini serupa dengan tabel jarak sebuah peta jalan; jaraknya digantikan dengan huruf sandi kualitatif, dan angka menunjukkan alasan bagi huruf sandi tadi. Contoh: Pengiriman Gudang Ruang dan rak alat Perawatan Produksi Ruang pakaian Kantin Kantor 1 2 A 3 1,2,3 O 6 4 O O O I 6 4,6 6 A A U 1,2,3 6-7 A U U A U U O ,5 U U O E U U 4 E 4 I E 1,4 X 9 O 4 - O 4,5 - Gambar 2.4 Peta keterkaitan Kegiatan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relation Diagram) Informasi dari Peta Keterkaitan Kegiatan hanya akan berguna apabila diolah ke dalam satu diagram. Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan, yang menunjukkan pendekatan
15 keterkaitan kegiatan sebagai 1 model kegiatan tunggal. Namun sebelum itu, analisa dari peta keterkaitan kegiatan dibantu dengan menggunakan lembar keterkaitan kegiatan contohnya: Tabel 2.2 Contoh lembar keterkaitan kegiatan Kegiatan Derajat Kedekatan A E I O U X Penerimaan dan pengiriman 2 5 3,4,8 6,7 Gudang 1,5 3,4,8 6,7 Ruang dan rak peralatan 4,5 1,2 6,7,8 perawatan 3,5 1,2,8 6,7 produksi 2,3,4 6,7,8 1 ruang pakaian 5 7 1,2,3,4 8 Kantin ,2,3,4 kantor 5 1,2,4,7 3 6 Dari lembar ini kemudian dilanjutkan ke diagram keterkaitan kegiatan (gambar 3.2) A-2 E- X- 1 Penerimaan dan Pengiriman I-5 0-3,4,8 A-1,5 E- X- 2 Gudang I- 0-3,4,8 A-3,5 E- X- 4 Perawatan I- 0-1,2,8 A- E-5 X-8 6 Penerimaan dan Pengiriman I-7 0- A-2,3,4 E-6,7,8 X- 5 Penerimaan dan Pengiriman I-1 0- A-4,5 E- X- 3 Penerimaan dan Pengiriman I- 0-1,2 A- E-5 X- 7 Penerimaan dan Pengiriman I A- E-6 X-6 8 Penerimaan dan Pengiriman I- 0-1,2,4,7 Gambar 2.5 Diagram Keterkaitan Kegiatan
16 Manfaat dari mengetahui keterkaitan fasilitas dan kegiatan ini ini antara lain: Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu Mengurangi proses pemindahan bahan Penghematan penggunaan area (produksi, gudang, service, dsb) Peningkatan pendayagunaan pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja Dan lain-lain Yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bisa meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi, dapat diperoleh harga produk yang rendah, sehinga mampu bersaing di pasar bebas Diagram Alir Diagram alir dalah bentuk grafis dari urutan-urutan proses yang dibuat di atas tata letak yang sedsang dibahas. Diagram alir menunjukkan lokasi dari suatu aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses. Dengan demikian diagram alir dapat digunakan sebagai rancangan kasar dari tata letak di mana rancangan tersebut termuat jarak dari lokasi-lokasi terpasang. Kegunaan diagram alir dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Memperjelas peta aliran proses, dengan menunjukkan arah aliran yang sesuai dengan peta aliran proses.
17 2. Membantu dalam proses perbaikan tata letak tempat kerja, dengan cara memindahkan tata letak apabila ada aliran material yang tidak sempurna sehingga dapat diperoleh tata letak yang lebih ekonomis ditinjau dari segi waktu dan jarak. Prinsip-prinsip pembuatan diagram alir adalah sebagai berikut. 1. Bagian kepala ditulis: Diagram Alir yang diikuti dengan identifikasi seperti nama pekerjaan yang dipetakan, nomor peta, dipetakan oleh dan tanggal pemetaan. 2. Buat lambang / gambar dari setiap proses sesuai dengan hasil dari peta aliran proses. 3. Lambang / gambar diberi nomor seperti pada peta aliran proses. 4. Hubungkan lambang-lambang dengan garis sepanjang garis aliran yang menunjukkan lintasan perjalanan objek.
18 2.6 Rancangan Alternatif Tata Letak Diagram keterkaitan kegiatan merupakan dasar dalam pembuatan rancangan alternatif tata letak dengan mempertimbangkan modifikasi dan batasan praktis. Untuk membuat rancangan tata letak dapat dibuat suatu block layout yang merupakan diagram blok dengan skala tertentu dan merupakan representasi bangunan. Block layout mengambarkan batasan-batasan ruang dengan adanya dinding yang memisahkan antara blok yang satu dengan blok lainnya. Berikut ini contoh suatu block layout Gambar 2.6 Block Layout Langkah selanjutnya adalah perancangan detail layout berdasarkan block layout yang telah dibuat. Analisis yang digunakan untuk merancang detail layout pada dasarnya mengikuti langkah-langkah seperti halnya pada proses perancangan
19 tata letak secara menyeluruh atau overall layout. Perbedaanya adalah bahwa detail layout digunakan untuk mengatur mesin atau fasilitas kerja yang ditempatkan pada blok-blok yang ada, dan di dalam detail layout ini kita sangat berkepentingan untuk mengetahui hubungan di antara stasiun kerja yang terdapat pada blok tersebut. Sedangkan perancangan overall layout adalah pengaturan suatu blok terhadap blok lainnya dan dari overall layout dapat tergambarkan aliran material antara blok/ departemen satu dengan lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam proses perancangan tata letak ini, baik detail layout maupun overall layout adalah bahwa rancangan harus bersifat fleksibel untuk mengakomodasi perubahan yang nantinya bias terjadi baik pada rancangan produk, rancangan proses maupun rancangan jadwal. Pada dasarnya detail layout dirancang dengan tidak meninggalkan konsep material handling. Aktivitas yang menyangkut pemilihan metode dan peralatan yang digunakan dalam penanganan material, merupakan suatu aktivitas yang tidak terpisahkan dengan aktivitas perancangan tata letak. Atau dengan kata lain bahwa aktivitas dalam penanganan material merupakan bagian integral dari perancangan tata letak, dan semua itu dilakukan agar proses perancangan dapat berlangsung secara efisien. Terdapat 3 metode yang digunakan untuk merepresentasikan tata letak yang dirancang yaitu: 1. Gambar atau sketsa 2. Model dua dimensi 3. Model tiga dimensi
20 Metode gambar atau sketsa merupakan metode yang cukup menguntungkan karena mudah dan murah untuk dibuat. Untuk mempermudah pembuatannya biasanya digunakan kertas grafik berskala dan penggunaan warna-warna untuk menunjukkan fasilitas-fasilitas yang berbeda. Hanya saja metode ini adalah bahwa gambar atau sketsa tata letak tidak dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan detail. Disamping itu tata letak yang telah dibuat terdahulu akan sulit dibuat penyesuaian dan perubahannya, kalau pun dapat akan membutuhkan waktu dan biaya lebih banyak. Dengan demikian kemungkinan untuk mendapatkan alternatifaleternatif tata letak menjadi berkurang. Untuk mendapatkan alternatif-alternatif tata letak yang lebih banyak, dewasa ini sering digunakan model dua dimensi atau biasannya disebut template. Template merupakan representasi dalam bentuk dua dimensi dari suatu objek fisik yang berupa mesin, peralatan material handling, manusia dan fasilitas kerja lain, yang dibuat untuk keperluan perancangan tata letak. Biasanya terbuat dari bahan kertas tebal atau bahan lain yang mudah untuk ditempelkan pada kertas grafik/skala. Dibandingkan dengan gambar/sketsa, template mempunyai sifat yang fleksible sehingga akan memberikan kemudahan didalam melakukan perubahan tata letak yang direncanakan. Fleksibilitas template ini akan memberikan banyak alternativealternatif tata letak yang dirancang. Dewasa ini terdapat beberapa perusahaan yang bergerak dibidang tata letak pabrik memproduksi bermacam-macam bentuk template untuk memudahkan para perancang tata letak pabrik. ASME sediri telah membuat standar dari bermacam-
21 macam template sebagai pedoman bagi perusahaan-perusahaan atau pemasok template, dan bagi perancang tata letak pabrik. Selain model dua dimensi, terdapat model yang dirasa lebih baik dalam merepresentasikan suatu objek fisik yang digunakan dalam perancangan tata letak, yaitu model tiga dimensi. Model dengan tiga dimensi akan memudahkan kita untuk mengamati dan menganalisis tata letak yang dirancang. Dibandingkan dengan gambar, model baik dua dimensi maupun tiga dimensi membutuhkan biaya yang lebih besar pula, karena bisa digunakan untuk bermacam-macam proyek perencangan tata letak yang lain lagi. 2.7 Ukuran Jarak Terdapat beberapa macam system yang dipergunakan untuk melakukan pengukuran jarak suatu lokasi terhadap lokasi lain, antara lain Euclidean, square Euclidean, rectilinear, aisle distance, adjacency dan sebagainya. Ukuran yang dipergunakan banyak tergantung dari adanya personil yang memenuhi syarat, waktu untuk mengumpulkan data dan tipe-tipe system pemindahan material yang digunakan. Ukuran rectilinear misalnya diaplikasikan dalam pengukuran jarak perpindahan material sepanjang perpendicular rail (rel yang tegak lurus), sedangkan jika material dipindahkan melalui automated guide vehicles (AGVs), maka digunakan ukuran aisle distance.
22 2.7.1 Jarak Euclidean Jaral Euclidean merupakan jarak yang diukur lurus antara pusat fasilitas satu dengan pusat fasilitas lainnya. Sistem pengukuran dengan jarak Euclidean sering digunakan. Contoh aplikasi dari jarak Euclidean misalnya pada beberapa model conveyor, dan juga jaringan transportasi dan distribusi. Untuk menentukan jarak Euclidean fasilitas satu dengan fasilitas lainnya menggunakan formula sebagai berikut d ij = 2 2 [ x x ) + ( y y ) ] 1/ 2 ( i j i j dimana: x i y i d ij = Koordinat x pada pusat fasilitas i = Koordinat y pada pusat fasilitas i = jarak antara pusat fasilitas i dan j Perhitungan jarak Euclidean antara i dan j seperti pada gambar 2.7 adalah sebagai berikut. d ij = [(1 4) + (3 1) ] 1/ = (Xi,Yi) (Xj,Yj) Gambar 2.7 jarak euclidean
23 2.7.2 Jarak Rectilinear Jarak rectilinear, sering juga disebut dengan jarak Manhattan merupakan jarak yang diukur mengikuti jalur tegak lurus. Disebut dengan jarak Manhattan, mengingatkan jalan-jalan di kota Manhattan yang membentuk garis-garis parallel dan saling tegak lurus antara satu jalan dengan jalan lainnya. Pengukuran dengan jarak rectilinear sering digunakan kerena mudah penghitungannya, mudah dimengerti dan untuk beberapa masalah lebih sesuai, misalnya untuk menentukan jarak antar kota, jarak antar fasilitas dimana peralatan pemindahan bahan hanya dapat bergerak sevara tegak lurus. Dalam pengukuran jarak rectilinear digunakan notasi sebgai berikut. d ij = i X j + Y i Y j Ukuran jarak rectilinear digambarkan berikut ini. 4 (Xi,Yi) (Xj,Yj) Gambar 2.8 jarak rectilinear
24 2.7.3 Square Euclidean Sebagimana namanya, square Euclidean merupakan ukuran jarak dengan menkuadratkan bobot terbesar suatu jarak antara dua fasilitas yang berdekatan. Relative untuk beberapa persoalan terutama menyangkut persoalan lokasi fasilitas diselesaikan dengan penerapan square Euclidean. Formula yang digunakan dalam square Euclidean: d ij = 2 2 [ x x ) + ( y y ) ] ( i j i j Aisle Ukuran jarak aisle sangat berbeda dengan ukuran jarak seperti dikemukakan di depan. Aisle akan mengukur jarak sepanjang lintasan yang dilalui alat pengangkut pemindah bahan. Dari gambar 2.8 (a) jarak aisle antara departemen K dan M merupakan jumlah dari a, b dan d. Sedang gambar 9 (b) jarak aisle departemen1 dengan departemen 3 merupakan jumlah dari a, c, f dan h. Aisle distance pertama kali diaplikasikan pada masalah tata letak dari proses manufaktur. a b c a c d f h d b e g (a) (b) Gambar 2.8 Jarak untuk aisle
25 2.7.5 Adjacency Adjacency merupakan ukuran kedekatan antara fasilitas-fasilitas atau departemen-departemen yang terdapat dalam suatu perusahaan. Dalam perancangan tata letak dengan metode SLP, sering digunakan ukuran adjacency yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kedekatan antara departemen untuk mengukur tingkat kedekatan antara departemen yang satu dengan yang lainnya. Kelemahan ukuran jarak adjacency adalah tidak dapat memberi perbedaan secara rill jika terdapat dua pasang fasilitas dimana satu dengan lainnya tidak berdekatan. Sebagai contoh (gambar 2.9), jarak antara departemen K dan departemen N yang tidak saling berdekatan berjarak 40 m dasn jarak antara departemen M dan departemen N yang berjarak 75 m, hal ini bukan berarti antara departemen K dan departemen N memiliki tingkat kedekatan yang lebih tinggi. Dalam hal ini kedua-duanya baik d kn (tingkat kedekatan depatemen K dan N) dan d mn (tingkat kedekatan dengan departemen M dan N) dalam adjacency akan sama-sama diberi nilai 0. Sebaliknya meskipun departemen M, dan departemen N masing-masing jika diukur dengan jarak rectilinear maupun jarak Euclidean sama dengan departemen L, bukan berarti mempunyai nilai adjacency yang sama. Bisa saja antara departemen M dan departemen L mempunyai jarak adjacency yang lebih dibandingkan jarak adjacency antara departemen N dan L. Misalnya antara departemen M dan L nilai adjacency sebesar 3, sedang antara departemen N dan L nilai adjacency sebesar 1.
26 Dept K Dept M Dept L Dept N Gambar 2.9 Adjancency distance 2.8 Routing Sheet Routing sheet merupakan tabulasi langkah-langkah yang dicakup dalam memproduksi komponen tertentu dan rincian yang perlu diketahui dari hal-hal yang saling berkaitan. Routing sheet berguna untuk menghitung jumlah mesin yang dibutuhkan dan untuk menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. Tabel 2.3 Contoh tabel routing sheet No. Nama Operasi Nama Peralatan Kapasitas Alat Teoritis (kilogram)/bulan % Serap Tiap Operasi Jumlah Diharapkan Jumlah Disiapkan Produksi dengan Efisiensi Reliabilitas Mesin (%) Jumlah Mesin Teoritis Keterangan: Kolom 1 Kolom 2 : urutan operasi : proses operasi
27 Kolom 3 : nama mesin Kolom 4 : (kapasitas mesin per jam) x (jam kerja) x (jumlah hari kerja dalam 1 bulan) Kolom 5 Kolom 6 : perkiraan scrap / sisa material yang terbuang : jumlah akhir produksi yang diharapkan Kolom 7 : Kolom 8 : Kolom 6 1- %Scrap Kolom 7 %Efisiensi Mesin Kolom 9 : Perkiraan Reliabilitas mesin Kolom 10 : Kolom 8 Kolom 4 Kolom 9
ONGKOS MATERIAL HANDLING
ONGKOS MATERIAL HANDLING Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perencanaan Tata Letak Fasilitas 2.1.1 Pengertian Perencanaan Fasilitas Perencanaan tata letak fasilitas termasuk kedalam bagian dari perancangan tata letak pabrik. Perencanaan
SISTEM PENANGANAN MATERIAL
SISTEM PENANGANAN MATERIAL 167 Penanganan Material (Material Handling) merupakan seni pergerakan/pemindahan material secara ekonomis dan aman. Material handling dirancang menggunakan metode yang tepat
SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) PERTEMUAN #3 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS
SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) PERTEMUAN #3 TKT306 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian dan Tujuan Tata Letak Definisi tata letak ditinjau dari sudut pandang produksi adalah susunan fasilitas fasilitas produksi untuk memperoleh efisiensi
Systematic Layout Planning
Materi #3 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Systematic Layout Planning 2 (2) Aliran material (1) Data masukan dan aktivitas (3) Hubungan aktivitas (5a) Kebutuhan ruang (7a) Modifikasi (4) Diagram
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Definisi dan Ruang Lingkup Perencanaan Fasilitas 3.1.1. Pendahuluan Selama beberapa tahun belakangan ini, perencanaan fasilitas menjadi topik hangat dan menjadi salah satu bahasan
PANDUAN PRAKTIKUM PENANGANAN BAHAN DAN PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS
PANDUAN PRAKTIKUM PENANGANAN BAHAN DAN PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS Disusun Oleh Tim Dosen dan Asisten PLO 2017 LABORATORIUM KOMPUTASI DAN ANALISIS SISTEM JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS
Perancangan Tata Letak
1 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Perancangan Tata Letak 2 Definisi: pengaturan tata letak fasilitasfasilitas operasi dengan memanfaatkan area yang tersedia untuk penempatan mesin-mesin, bahan-bahan,
II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik Menurut Apple (1990), Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses
3. Masukkan alasan setiap pasangan departemen pada peta keterkaitan yang. didasarkan pada informasi karyawan dan pihak manajemen atau
71 3. Masukkan alasan setiap pasangan departemen pada peta keterkaitan yang didasarkan pada informasi karyawan dan pihak manajemen atau pengetahuan tentang keterkaitan antar kegiatan. 4. Catat derajat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh Yunanto (1998) dalam skripsinya yang berjudul Perencanaan Layout
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian yang berkaitan dengan layout pernah dilakukan sebelumnya oleh Yunanto (1998) dalam skripsinya yang berjudul Perencanaan Layout
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan tujuan rancang fasilitas Wignjosoebroto (2009; p. 67) menjelaskan, Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Perancangan tata letak pabrik
TATA LETAK PABRIK KULIAH 2: PERENCANAAN LAYOUT
TATA LETAK PABRIK KULIAH 2: PERENCANAAN LAYOUT By: Rini Halila Nasution, ST, MT Alat, bahan dan pekerja harus diatur posisinya sedemikian rupa dalam suatu pabrik, sehingga hasilnya paling efektif dan ekonomis.
PERANCANGAN PROSES 81
PERANCANGAN PROSES 81 Keterkaitan Perancangan Produk, Perancangan Proses, Perancangan Jadwal,dan Perancangan Fasilitas Perancangan Produk Perancangan Fasilitas Perancangan Proses Perancangan Jadwal 82
Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dengan Menggunakan Algoritma CRAFT
Malikussaleh Industrial Engineering Journal Vol.4 No.2 (2015) 36-41 ISSN 2302 934X Industrial Management Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dengan Menggunakan Algoritma CRAFT Suharto Tahir *, Syukriah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METDLGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian menguraikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama penelitian berlangsung dari awal proses penelitian sampai akhir penelitian.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dengan hadirnya persaingan global di bidang bisnis sekarang ini, dunia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan hadirnya persaingan global di bidang bisnis sekarang ini, dunia usaha dituntut untuk berkinerja dengan efektif dan efisien. Hal ini dilakukan agar perusahaan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Press Metal Indo Jaya merupakan salah satu perusahaan besar yang memproduksi produk teknologi dengan bahan utama logam, terutama spare part motor. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di perusahaan
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PERTEMUAN #2 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PERTEMUAN #2 TKT306 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan menguraikan mengenai landasanlandasan teori serta acuan lain yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian. 2.1 Perencanaan Fasilitas Tata letak pabrik adalah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian Tata Letak Pabrik atau Fasilitas Tata letak pabrik atau fasilitas produksi dan area kerja adalah masalah yang kerap kali kita jumpai dalam teknik
PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 2
PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 2 PROJECT 4 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI PROJECT 4 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 5.1 TUJUAN PRAKTIKUM Project ini bertujuan agar tiap-tiap
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Peta Kerja Peta kerja ( Peta Proses process chart ) merupaka alat komunikasi yang sistematis dan logis guna menganalisa proses kerja dari tahap awal sampai akhir (Sritomo,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Keberhasilan suatu penelitian sangat ditentukan oleh langkah-langkah penelitian yang baik, sehingga penelitian tersebut dapat menghasilkan suatu bentuk
Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Sinar Terang Logamjaya merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi sparepart motor yang berbahan utama logam. Perusahaan menerapkan layout lantai produksi berupa layout by process. oleh
ERGONOMI & APK - I KULIAH 4: PETA KERJA
ERGONOMI & APK - I KULIAH 4: PETA KERJA By: Rini Halila Nasution, ST, MT DEFINISI Peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui petapeta
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Skripsi Sarjana Semester Genap tahun 2005/2006 USULAN TATA LETAK DAN MATERIAL HANDLING UNTUK MINIMASI JARAK PADA LANTAI PRODUKSI MAGIC TAPE PT. FAJARINDO
Perancangan Tata Letak
Materi #2 TIN314 Perancangan Tata etak Fasilitas Perancangan Tata etak 2 Definisi: pengaturan tata letak fasilitas-fasilitas operasi dengan memanfaatkan area yang tersedia untuk penempatan mesin-mesin,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tata Letak Fasilitas 2.1.1 Definisi Tata Letak Fasilitas 1) Menurut Sritomo (1992, p52), tata letak fasilitas didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas - fasilitas fisik
Landasan Teori BAB II
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Penyesuaian dan Kelonggaran Pembakuan sistem kerja tidak dapat di lepasakan dari dua aspek berikut, yaitu: pemberian penyesuaian dan pemberian kelonggaran. Penyesuaian diberikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 TATA LETAK FASILITAS DAN RUANG LINGKUPNYA 2.1.1 Definisi Tata Letak Fasilitas Masalah tata letak fasilitas atau sering disebut juga tata letak pabrik menurut James Apple didefinisikan
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DAN ALGORITMA BLOCPLAN
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DAN ALGORITMA BLOCPLAN Disusun Oleh: Risya Yuthika (1102120156) Septi Kurniawan (1102130054) Tio Auzan Hawali (1102120067) Nenden Widha Soraya (1102120157) Achmad Rizaldi
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix ABSTRAK...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix ABSTRAK... x BAB I BAB II PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah...
CONTOH OPC DAN FPC. Peta Proses Operasi (Operation Process Chart) TUGAS PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI AYU DINI R
TUGAS PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI AYU DINI R. 0810670002 CONTOH OPC DAN FPC Peta Proses Operasi (OPC) dan Peta Aliran Proses (FPC) merupakan dua jenis peta kerja digunakan untuk mengetahui secara jelas proses
M A K A L A H Operation Process Chart Of Banquet Chair Disusun Oleh :...(...) Muhammad Faisol Bahri ( )
M A K A L A H Operation Process Chart Of Banquet Chair Disusun Oleh :...(...) Muhammad Faisol Bahri (4411216140) Universitas Pancasila Jakarta Jl.Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan 12640 KATA PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN. secara umum ditinjau dari sudut pandang produksi adalah susunan fasilitas produksi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Definisi Tata Letak Fasilitas adalah Suatu tata cara pengaturan fasilitas fasilitas produksi guna menunjang proses produksi (Sritomo, 1996). Tata Letak secara umum
BAB 2 LANDASAN TEORI
29 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Perancangan Tata Letak Salah satu kegiatan rekayasa industri yang paling tua adalah menata letak fasilitas. Dan tata letak yang baik selalu mengarah kepada perbaikan-perbaikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik Tata letak adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Terdapat berbagai macam pengertian atau definisi mengenai tata letak pabrik. Wignjosoebroto
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang, yang biasanya memiliki salah satu ciri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara berkembang, yang biasanya memiliki salah satu ciri dengan menjamurnya perusahaan industri. Setiap industri yang ada dituntut untuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan Tata Letak Pabrik 2.1.1 Definisi Perancangan Tata Letak Fasilitas Pengertian perencanaan fasilitas dapat dikemukakan sebagai proses perancangan fasilitas, termasuk
MATERI 4 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGIS. e. Spesfifikasi Bahan Baku dan Hasil c. Tenaga Kerja
MATERI 4 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGIS 1. Perencanaan Kapasitas Produksi Aspek-aspek yang berpengaruh dalam perencanaan kapasitas produksi yaitu : 1. Perencanaan & Pemilihan Proses Tidak berarti pemilihan
ANALISIS PRODUK DAN PROSES MANUFAKTURING
ANALISIS DAN PROSES MANUFAKTURING Suatu rancangan ataupun rencana tentang tata letak fasilitas pabrik tidaklah akan bisa dibuat efektif apabila data penunjang mengenai bermacam-macam faktor yang berpengaruh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mulai. Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah. Tujuan Penelitian. Manfaat Penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini secara sistematis mengenai tahapan yang dilakukan dalam membuat penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan dapat digambarkan dengan sebuah flowchart pada gambar
MACAM/TIPE TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI & POLA ALIRAN PEMINDAHAN BAHAN
MACAM/TIPE TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI & POLA ALIRAN PEMINDAHAN BAHAN Dalam perencanaan tata letak pabrik dalam hal ini lazim kita sebut pula sebagai tata letak mesin (machine lay-out) maka harus pula
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Line Balancing Line Balancing adalah suatu analisis yang mencoba melakukan suatu perhitungan keseimbangan hasil produksi dengan membagi beban antar proses secara berimbang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai tata letak fasilitas sudah dilakukan oleh banyak peneliti terdahulu dengan tempat dan analisis yang berbeda antara satu
PERENCANAAN FASILITAS
PERENCANAAN FASILITAS Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi PERENCANAAN FASILITAS Tujuan dan klasifikasi perencanaan fasilitas Siklus fasilitas
BAB V HASIL DAN ANALISIS
BAB V HASIL DAN ANALISIS 5.1 Hasil & Analisa Dari hasil perancangan tata letak fasilitas, penempatan stasiun kerja disesuaikan dengan keterkaitan aktivitas antar stasiun kerja satu dengan stasiun kerja
Bab 2 Landasan Teori
Bab 2 Landasan Teori 2.1. Konsep Dasar Tentang Desain Pabrik 2.1.1. Pengertian dan Definisi Pabrik atau Industri Pabrik yang dalam istilah asingnya dikenal sebagai factory atau plant adalah setiap tempat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi dan Ruang Lingkup Perencanaan Fasilitas Pabrik atau dalam istilah asing dikenal dengan istilah factory atu plant, adalah tempat dimana faktor-faktor produksi seperti
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik atau Perancangan Fasilitas Menurut Apple (1990, hal 2), Rekayasawan rancang fasilitas menganalisis, membentuk konsep, merancang dan mewujudkan sistem
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Agronesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur dengan beberapa divisi, meliputi divisi karet, makanan dan minuman, serta es balok. Divisi barang teknik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong semua perusahaan khususnya industri manufaktur saling bersaing untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Perancangan Tata Letak Fasilitas Pengertian perencanaan fasilitas dapat dikemukakan sebagai proses perancangan fasilitas, termasuk didalamnya analisis, perencanaan, desain
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Tata Letak Pabrik Salah satu kegiatan rekayasa industri yang paling tua adalah menata letak fasilitas. Dan tata letak yang baik selalu mengarah kepada perbaikan-perbaikan
BAB 2 LANDASAN TEORI. konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa. Rancangan ini pada
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik Tata letak pabrik adalah suatu rancangan fasilitas, menganalisis, membentuk konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa. Rancangan ini
Definisi ilmu seni memindahkan menyimpan melindungi mengontrol/ mengawasi material
Definisi 1. Material handling adalah ilmu dan seni memindahkan, menyimpan, melindungi, dan mengontrol/ mengawasi material. 2. Material handling merupakan penyediaan material dalam jumlah yang tepat, pada
PDF Compressor Pro KATA PENGANTAR. Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi -- 1
Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi -- 1 KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah, kami sampaikan ke hadirat Allah YME, karena terealisasinya Tekinfo, Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Bab 2 Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1. Definisi dan Ruang Lingkup Perencanaan Fasilitas Pabrik atau dalam istilah asing dikenal dengan istilah factory atau plant, adalah tempat dimana faktor-faktor produksi seperti
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Indta Pramatajaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan sparepart mobil dan motor. Bahan produksi yang digunakan oleh perusahaan semuanya adalah logam seperti pada
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK PEMBUATAN RANGKA MEJA PING-PONG PADA CV SHIAMIQ TERANG ABADI
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK PEMBUATAN RANGKA MEJA PING-PONG PADA CV SHIAMIQ TERANG ABADI Ade Putri K 1, Alifah K 2, Finda Arwi M 3, Rizqy W 4, Virda Hersy L. S 5, Wakhid Ahmad Jauhari
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengukuran Waktu Pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktuwaktu kerjanya baik setiap elemen ataupun siklus. Teknik pengukuran waktu terbagi atas dua bagian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian merupakan suatu rangkaian tahapan proses penelitian yang panjang dan terkait secara sistematika. Tiap tahap merupakan penentu tahap berikutnya, karena itu harus
Pembahasan Materi #6
1 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Pembahasan 2 Perencanaan Aliran Material Kelompok Analisa Aliran Pola Aliran Teknik Analisa Aliran Data Analisa Aliran 6623 - Taufiqur Rachman 1 Perencanaan Aliran
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan pada bab IV dimulai dari perhitungan performansi tata letak awal sampai dengan perancangan tata letak usulan dapat dianalisa
Bagian Assembly Chart
Materi #4 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Bagian Assembly Chart 2 x : nomor part, berada dalam lingkaran kecil yyy : nama part, lingkaran yang agak besar SiAj : subassembly A : final product 6623
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan Sistem Kerja Suatu ilmu yang terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan rancangan terbaik dari sistem kerja yang bersangkutan. Teknikteknik dan
BAB III PEMBUATAN ROUTING SHEET DAN MULTIPLE PRODUCT PROCESS CHART ASISTEN PRAKTIKUM PLO 2015
BAB III PEMBUATAN ROUTING SHEET DAN MULTIPLE PRODUCT PROCESS CHART ASISTEN PRAKTIKUM PLO 2015 ROUTING SHEET Routing sheet adalah lembar isian yang akan menjelaskan kebutuhan sumber daya bahan baku dan
BAB V HASIL DAN ANALISA
BAB V HASIL DAN ANALISA Dalam bab ini akan dikemukakan hasil dari pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan pada bab IV dan kaitannya dengan teori yang menjadi landasan dalam pengolahan data tersebut.
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (STUDI KASUS: PT. Kencana Andalan Nusantara) TUGAS AKHIR
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (STUDI KASUS: PT. Kencana Andalan Nusantara) TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
TINJAUAN PUSTAKA. perencanaan dan integrasi pada aliran komponen-komponen suatu produk untuk
1 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Tata Letak Pabrik Definisi tata letak pabrik dan pemindahan bahan menurut Apple (1990), perencanaan dan integrasi pada aliran komponen-komponen suatu produk untuk mendapatkan
Perancangan Ulang Tata Letak Mesin pada Lantai Produksi di Biro Workshop PT. Semen Padang
Petunjuk Sitasi: Yulius, H., Irsan, & Lenggogeni, P. (07). Perancangan Ulang Tata Letak pada Lantai Produksi di Biro Workshop PT. Semen Padang. Prosiding SNTI dan SATELIT 07 (pp. C-). Malang: Jurusan Teknik
TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d
#4 - AC dan OPC 1 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Assembly Chart (AC) (1) 2 Bagian paling kiri AC merupakan nama part. Semakin ke kiri, penomoran S bertambah dan semakin ke bawah penomoran A bertambah.
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan pada bab IV dimulai dari perhitungan performansi tata letak awal sampai dengan perancangan tata letak usulan dapat dianalisa
BAB V ANALISIS HASIL
BAB V ANALISIS HASIL 5.1. Analisis Tata Letak Fasilitas Awal dan Usulan 5.1.1. Analisis Tata Letak Fasilitas Awal Pada kondisi awal lantai produksi, pengaturan tata letak pada PT TFI cenderung menempatkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan Tata Letak Pabrik 2.1.1 Definisi Perancangan Tata Letak Fasilitas Pengertian perencanaan fasilitas dapat dikemukakan sebagai proses perancangan fasilitas, termasuk
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI A. Jenis dan Bentuk Tata Letak Jalur di Stasiun Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 60 Tahun 2012 tentang persyaratan teknis jalur kereta api, persyaratan tata letak, tata
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
66 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Dari seluruh data yang telah dikumpulkan, dilakukan pengolahan data yang dapat dilihat secara keseluruhan pada lampiran. 4.2 Analisis Data 4.2.1 OPC (Operation
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik Tata letak pabrik adalah suatu rancangan fasilitas, menganalisis, membentuk konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa. Rancangan ini
PEMBUATAN ACTIVITY RELATION CHART (ARC)
PEMBUATAN ACTIVITY RELATION CHART (ARC) Definisi ARC Untuk membantu dalam penempatan fasilitas selain fasilitas produksi yaitu kantor, fasilitas pelayanan baik untuk tenaga kerja dan pabrik serta pendukung
TIN314 - Perancangan Tata Letak Fasilitas Materi #5 Genap 2015/2106. TIN314 - Perancangan Tata Letak Fasilitas
Materi #5 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Pembahasan Materi #5 2 Perencanaan Aliran Material Kelompok Analisa Aliran Pola Aliran Teknik Analisa Aliran Data Analisa Aliran 6623 - Taufiqur Rachman
ANALISIS ALIRAN MATERIAL PERTEMUAN #5 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS
ANALISIS ALIRAN MATERIAL PERTEMUAN #5 TKT306 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan sistem kerja Suatu ilmu yang terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan rancanganterbaik dari system kerja yang bersangkutan. Teknik-teknik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perancangan Tata Letak Tata letak pabrik (plant layout) atau letak fasilitas (facilities layout) pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai suatu cara pengaturan fasilitas-fasilitas
KONSEP DASAR TENTANG DESAIN PABRIK
KONSEP DASAR TENTANG DESAIN PABRIK Suatu lay-out pada umumnya ditentukan oleh jenis proses yang mendukungnya. Karena proses yang terjadi dalam industri begitu luasnya, maka lay-out yang direncanakan untuk
Studi Kelayakan Usulan Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas (Studi Kasus di Rafi Furniture)
Studi Kelayakan Usulan Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas (Studi Kasus di Rafi Furniture) Isana Arum Primsari Teknik Industri FTI Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email: [email protected] ABSTRAK
MODUL 4 PERENCANAAN PROSES
MODUL 4 PERENCANAAN PROSES 1. Deskripsi Perencanaan proses merupakan tahapan untuk menentukan bagaimana suatu produk itu diproduksi. Tahapan tersebut mendefinisikan secara detil proses produksi dan perakitan,
BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan produksi dan operasi merupakan kegiatan yang paling pokok
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keseimbangan Lintasan berkaitan dengan bagaimana operasi yang ditunjuk pada stasiun kerja dapat dioptimalkan melalui menyeimbangkan kegiatan yang ditugaskan
Perencanaan Kebutuhan Luas Lahan pada Tata Letak Fasilitas Area Pelayanan Proses di Alya Jaya Motor
Perencanaan Kebutuhan Luas Lahan pada Tata Letak Fasilitas Area Pelayanan Proses di Alya Jaya Motor Risthia Eriana Putri 1, Hery Irwan 2,Zaenal Arifin 3 1 Program Studi Teknik Industri, Universitas Riau
LUAS LANTAI KEGIATAN PRODUKSI & NON PRODUKSI/PELAYANAN
LUAS LANTAI KEGIATAN PRODUKSI & NON PRODUKSI/PELAYANAN 124 Penetapan Luas Lantai Tata letak pabrik pada dasarnya merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacammacam fasilitas produksi yang ada. Pengaturan
MATERIAL HANDLING. Materi Kuliah Ke-7 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS. Dimas Yuwono Wicaksono, ST., MT.
MATERIAL HANDLING Materi Kuliah Ke-7 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS Dimas Yuwono Wicaksono, ST., MT. [email protected] Definisi Seni dan ilmu pengetahuan dari perpindahan, penyimpanan, perlindungan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perancangan tata letak fasilitas manufaktur dapat berpengaruh secara langsung terhadap aliran material didalam pabrik. Tata letak pabrik yang baik dapat memberikan
BAB II PROSES KERJA DAN MATERIAL
BAB II PROSES KERJA DAN MATERIAL 2.1 Landasan Teori Operation Process Chart (OPC) adalah suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan baku yang meliputi urutan proses
PENDAHULUAN DEFINISI, RUANG LINGKUP, TUJUAN, DAN PROSEDUR PERANCANGAN FASILITAS
PENDAHULUAN DEFINISI, RUANG LINGKUP, TUJUAN, DAN PROSEDUR PERANCANGAN FASILITAS 7 Definisi Pabrik Pabrik/Industri setiap tempat dimana faktor-faktor seperti : manusia, mesin dan peralatan (fasilitas) produksi
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang ini, industri sudah berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Dengan adanya perkembangan teknologi tersebut, maka munculah
TATA LETAK PABRIK KULIAH 1: INTRODUCTION
TATA LETAK PABRIK KULIAH 1: INTRODUCTION By: Rini Halila Nasution, ST, MT TUJUAN Setelah mengikuti perkuliahan Tata Letak Pabrik, mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan analisa
Manajemen Persediaan. Material Handling. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 14Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen
Manajemen Persediaan Modul ke: 14Fakultas Ekonomi & Bisnis Material Handling Dinar Nur Affini, SE., MM. Program Studi Manajemen Pendahuluan Tujuan Material Handling Tujuan Material Handling Tujuan material
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Sinar Terang Logamjaya atau yang sering disebut PT Stallion adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pembuatan sparepart motor dengan bahan baku logam, seperti pedal motor, cup tanki
SISTEM ALIRAN MATERIAL
SISTEM ALIRAN MATERIAL 207 Pentingnya Perencanaan Pola Aliran Material Perencanaan pola aliran material menjadi dasar untuk rancangan dasar dari fasilitas dan efisiensi seluruh operasi Keberhasilan perusahaan
