V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "V. HASIL DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KALIBRASI ALAT A.1. Kalibrasi Suhu 1. Sensor suhu (LM35) Sensor suhu yang digunakan yaitu sensor IC LM35. Untuk mengetahui nilai keluaran sensor suhu LM35 pengkalibrasian dapat dilakukan dengan menggunakan pemerograman CodeVision AVR. Pada pengkalibrasian didapat hubungan antara keluaran ADC dengan nilai suhu yang ditampilan. 375 Out put Tegangan (mv) y = 10x R² = Suhu Termometer ( o C) Gambar 35. Grafik kalibrasi sensor suhu LM35 Dari pengukuran dan perbandingan dengan alat ukur yang telah ada dilaboratorium maka didapat tabel perbandingan nilai dari suhu pada sensor suhu LM35 dengan termometer. Hasil pembacaan sensor suhu LM35 yang dibandingkan dengan termometer didapat grafik dan persamaan di atas. Dari grafik dan persamanan di atas diartiakan bahwa hubungan antara suhu dengan keluaran ADC linier yang mempunyai arti bahwa setiap nilai keluaran 10 milivolt disamakan dengan keluaran suhu 1 o C. Dari data hasil pengujian. Sedangkan kempuan baca dari sensor suhu LM35 berdasarkan spesifikasinya bahwa kempubacaan dari LM35 yaitu dari suhu o C. Nilai kepekaan sensor suhu LM35 adalah 10 milivolt, sedangkan nilai perubahan penunjuk suhu dalam derajat Celcius membentuk linier yaitu perubahan suhu yang terukur akan sesuai dengan perubahan tegangan terukur terkalikan 10. Terlihat bahwa terdapat selisih yang cukup kecil antara keluaran dari LM35 dengan pembacaan dari termometer sehingga bisa didapatkan pembacaan sensor suhu LM35 yang bisa dianggap akurat. 49

2 A.2. Kalibrasi Sensor Kedalaman y = x R² = Output Mikrokontroler Jarak Penggaris (cm) Gambar 36. Grafik kalibersai ultrasonik pada suhu 29 o C 3500 Out put mikrokontroler y = x R² = Jarak Penggaris(cm) Gambar 37. Grafik kalibersai ultrasonik pada suhu 27 o C 50

3 3500 Out put ADC (bit) y = x R² = Jarak penggaris (cm) Gambar 38. Grafik kalibersai ultrasonik pada suhu 35 o C 70 Jarak di sensor (cm) y = 0.998x R² = Jarak di Penggaris (cm) Gambar 39. Grafik kalibrasai ultrasonik pada berbagai suhu 51

4 Dalam pengujian kali ini, data yang dibandingkan ada 3, yaitu data yg jarak pembacaan ultrasonik, suhu lingkungan, dan jarak penggaris. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu lingkungan dengan pembacaan jarak yang dilakukan oleh sensor ultrasonik. Pengujian dilakukan dengan perbandingan kondisi yaitu di pagi hari, siang hari, dan malam hari. Dari grafik di atas, pengaruh suhu pada pembacaan sensor ultrasonik tidak begitu besar. Yang cukup mencolok pada data di atas adalah perbedaan dari pengukuran jarak ultrasonik dan jarak asli pada pengukuran jarak di bawah 2 cm. Hal ini dikarenakan karakteristik dari sensor itu sendiri yang memang mempunyai batasan minimal pengukuran 2 cm. Di bawah 2 cm, maka error yang dihasilkan akan sangat besar karena dengan jarak yang sangat dekat. A.3. Penguat dan Sensor Gaya Penguat adalah salah satu rangkaian untuk menguatkan sensor yang keluaran tegangannya sangat kecil. Pengkalibrasian penguat diferensial dengan menggunakan beban mati dari 3 kg sebanyak 10 buah. Alat bantu untuk pengkalibrasian yaitu multitester, timbangan, beban mati ukuran 3 kg sebanyak 10 buah. Hasil pengukuran dicatat kemudian dibuat grafik. Hasil dari pengukuran kemudian diubah menjadi persamaan regresi, yang kemudian akan dijadikan rumus untuk mengubah keluaran tegangan menjadi satuan tekan y = x R² = 1 Ouput Tegangan (V) Input Beban (kg) Gambar 40. Grafik kalibrasi penguat Dalam pengujian kalibrasi penguat didapat hubungan antara massa beban dengan tegangan keluaran dari penguat. Berdasarkan grafik hubungan antara massa beban dengan tegangan berbanding yaitu pada saat massa beban bertambah maka tegangan keluaran akan semakin bertambah. Pertambahan tegangan 52

5 dan massa beban akan yang mendekati linier akan memperoleh nilai kepekaan penguat. Hubungan antara keluaran tegangan dengan beban mati yaitu y = x Skala pengukuruan pembacaan yang tetap yaitu kurang lebih 110 milivolt untuk setiap kilogram beban. Hasil kalibrasi penguat ini digunakan untuk pengkondisian sinyal di ADC dengan tegangan referensi sebesar 10 bit. Ketelitian penguat disajikan dalam lampiran 11. Sedangkan ketepatan penguat relatif tetap pada selang beban kemampubacaan penguat bisa mencapai 100 kg y = x R² = 1 Output ADC (digital) Input Tegangan (V) Gambar 41. Grafik keluaran ADC Kalibrasi ADC digunakan untuk memperoleh nilai step pada ADC. Pada grafik terlihat hubungan antara keluaran tegangan dengan keluaran ADC secara linier yaitu setiap ADC naik maka nilai keluaran tegangan juga akan naik. Hubungan tersebut menjadi persamaan y=204.01x dengan korelasi data mencapai 1. B. HASIL DESAIN PENETROMETER TANAH Penetrometer adalah salah satu alat ukur kekuatan tanah yang dihasilkan dari kerja alat tersebut adalah nilai penetrasi tanah. Pada dasarnya sistem kerja penetrometer adalah memberikan tekanan ke tanah sehingga akan ada timbul reaksi dari tanah nilai reaksi tanah tersebut yang akan menjadi acuan kekuatan tanah. Setiap tanah memiliki kekuatan yang berbeda-beda hal ini terjadi karena beberapa faktor antara lain jenis tanah, suhu lingkungan disekitar tanah, porositas tanah, dan lain sebagianya. Alat penetrometer sudah memiliki banyak jenis yaitu penetrometer analog dan penetrometer digital. Penetrometer analog memilki banyak kekurangan dalam pembacaan nilai kekuatan tanah. Dibutuhkan dua atau tiga orang untuk memperoleh data yang akurat. Hal ini menimbulkan ketidakefesienan dalam memperoleh data. Penetrometer yang akan dibuat pada skripsi ini yaitu penetrometer digital yang dapat 53

6 mengukur nilai kekuatan tanah dan nilai kedalaman tanah sekaligus. Penetrometer digital ini dapat dioperasikan oleh satu orang saja dengan data yang lebih akurat. Pada penelitian ini telah diracang alat ukur kekuatan tanah yang terdiri dari cone, alat penetrasi tanah digital terbagi menjadi dua rancangan yaitu rancangan mekanik dan ranganan elektronika. Rancangan mekanika alat ukur kekuatan tanah terdiri dari rancangan handle, rancangan, cincin sensor, rancangan batang penetrasi, rancangan cone. Sedangakan rancangan elektronika alat ukur kekuatan tanah terdiri dari rancangan sensor kedalaman, rancangan sensor suhu, rancangan sensor penetrasi, rancangan penguat, dan rancangan mikrokontroler. Hasil rancangan keseluruhan dari alat ukur kekuatan tanah (penetrometer) digital tidak jauh berbeda dengan analisis rancangan keseluruhan. Komponen penyusun alat tersebut terdiri dari komponen mekanis dan komponen penyusun elektronik. Komponen penyusun mekanis terdiri dari handle, cincin gaya, batang penetrometer, cone dan kotak penyimpanan komponen elektronik. Sedangkan komponen penyusun elektronika terdiri dari LCD 2x16, mikrokontroler ATmega 8535, penguat, sensor ultrasonik, LM35, strain gage, dan catu daya. Dimensi alat pengukur kekuatan tanah (penetrometer) digital ini memiliki tinggi 92 cm didesain sesuai dengan tinggi optimal nilai tekan manusia dengan berdasar pada data antropometeri manusia. Silinder penekan terbuat dari stainless stell dengan diamater 12 milimeter dan dapat mengukur kedalaman maksimal sampai 60 centimeter. B.1. Rancangan Mekanik Penetrometer Tanah 1. Handle Handle yang digunakan adalah handle besi silinder ukuran 27 mm dan diproses platting agar tidak mudah berkarat. Dengan panjang silinder 35 centimeter. Handle diberi pelapis busa supaya pada saat memegang alat tidak licin dan agar tidak sakit pada saat memegang handle. Handle dilengkapi dengan sambungan ulir untuk menghubungkan batang penetrometer dengan handle. Diameter ulir yaitu 8 mm dengan menggunakan mur yang kemudian tempelkan dengan menggunakan las listrik. Handle yang digunakan adalah handle yang terbuat dari besi baja yang diplatting. Platting adalah pelapisan logam anti karat yang merupakan bagian dari proses pencroman. Ini bertujuan agar handle tidak mudah berkarat. Selain itu, fungsi platting agar terlihat lebih menarik. Gambar 42. Hasil rancangan handle penetrometer 54

7 2. Cincin sensor Gambar 43. Cincin strain gage Pembuatan desain cincin untuk meletakkan sensor strain gage mengacu pada perhitungan kebutuhan gaya yang ditekan. Cincin sensor terbuat dari besi baja yang memiliki elastisitas cukup baik. Pada saat proses menekan penetrrometer cincin sensor tidak mengalami deformasi yang berarti sehingga sensor strain gage tidak mengalami perubahan pengukuran. Cincin sensor diberi lubang pada bagian atas dan bawah cincin dengan diameter 8 milimeter, lubang tersebut digunakan untuk menyambungkan batang penetrometer pada bagian bawah cincin dan handle pada bagian atas cincin sensor. Tabel 5. Hasil perhitungan rancangan cincin sensor Simbol Angka Satuan F 980 newton R 0.41 meter ᵋ E 2.1 x1011 GPa B meter T meter Batang penetrasi Gambar 44. Batang penekan penetrometer 55

8 Batang penetrasi menggunakan stainless steel ukuran 12 mm dengan panajang 70 centimeter. Penggunaan stainless steel ini karena batang penetrasi akan bersentuhan langsung dengan tanah sehingga memerlukan bahan yang anti karat. Stainless steel adalah bahan yang memiliki pelapis anti karat yang baik. Batang penekan dengan ukuran 70 centimeter terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama dengan panjang batang penekan sebesar 30 centimeter, dan bagian kedua memiliki panjang 29 centimeter dan bagaian ketiga dengan panjang 10 centimeter. Pembagian panjang batang penekan pada alat penetrometer ini bertujuan agar mudah dalam pengemasan. 4. Cone Gambar 45. Cone penetrometer Cone yang dibuat berbentuk kerucut dengan luas diameter luar 2 cm 2 dan terdapat ulir di bagian pangkal cone yang digunakan untuk menghubungkan dengan batang penetrometer. Bahan yang digunakan untuk pembuatan cone terbuat dari stainless steel. B.2. Elektronika Alat Ukur Kekuatan Tanah 1. Sensor kedalaman Gambar 46. Sensor ultrasonik Sensor yang digunakan adalah sensor DT-Sense ultrasonik ranger yang memiliki jarak dari 2 cm sampai dengan 3 m. Penampilan data sensor kedalaman menggunakan satuan centimeter dengan kedalaman maksimal 70 cm. 56

9 Sistem kerja dari sensor ultrasonik adalah mengirim pulsa ke jarak yang dinginkan kemudian memantulkan sesuai dengan jarak yang dikirim. Sensor yang sudah diprogram akan menentukan jarak secara otomatis yang akan ditampilkan di layar LCD. Pada saat percobaan dilapangan jarak yang dihasilkan selalu berubah. Hal ini disebabkan karena ada beberapa faktor antara lain. Alat yang selalu bergerak dan lahan yang diukur tidak terlalu rata. Untuk mengatasi tersebut kehandalan operator diutamakan. Sensor suhu digunakan untuk memperhitungkan pengaruh perubahan suhu terhadap kecepatan dari pancaran gelombang ultrasonik dari sensor ultrasonik yang digunakan. Berdasarkan teori tentang kecepatan suara, keceptan suara pada udara dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain yaitu perubahan suhu dari udara karena sensor akan ditempatkan di ruangan terbuka yang terkena panas matahari langsung. Dalam pengujian, data yang dibandingkan yaitu data yang jarak pembacaan ultrasonik murni dengan suhu lingkungan dan data pembacaan pada penggaris. perbedaan antara pembacaan sensor ultrasonik murni terhadapa suhu mempunyai perbedaan yang tidak begitu besar. Pengujian didapat kepekaan sensor ultrasonik sampai kedalaman 70 cm, dengan nilai ketepatan rata-rata 0.83% dan nilai ketelitian rata-rata mencapai 1.07%. Yang cukup mencolok pada data di atas adalah perbedaan dari pengukuran jarak ultrasonik dan jarak asli pada pengukuran jarak di bawah 2 cm. Hal ini dikarenakan karakteristik dari sensor ultrasonik itu sendiri yang memang mempunyai batasan minimal pengukuran 2 cm. Di bawah 2 cm, maka error yang dihasilkan akan sangat besar karena dengan jarak yang sangat dekat, gelombang ultrasonik yang dipancarkan oleh transmitter telah dipantulkan terlebih dahulu sebelum bisa di deteksi sensor ultrasonik. Faktor lain dari kesalahan pembacaan data sensor ultrasonik yaitu getaran pada saat pengambilan data dilapangan. Data kedalaman sensor ultrasonik mengalami perubahan yang sangat darastis. 2. Gaya( Strain gage) Rangkaian cincin tranduser membentuk cincin dengan diameter yang khusus dirancang penetrometer sistem tekan. Cincin tranduser diberi lubang bagian atas dan bagian bawah dengan tujuan untuk menyambungkan bagian handle dengan cincin dan menyambungkan batang penetrometer dengan cincin tranduser. Pelubangan untuk menghubungkan antara cincin gaya dengan batang penghubung harus tegak lurus hal ini bertujuan agar gaya tekan dan gaya tarik tidak mengalami perubahan sudut gaya tekan. Untuk memperoleh nilai penetrasi tanah diperlukan sensor strain gage. Sensor strain gage di letakkan di cincin tranduser yang terbuat dari besi baja. Desain cincin sensor gaya ini apa bila di tekan atau ditarik akan menghasilkan kelenturan dan kerutan. Kelenturuan dan kerutan ini akan dibaca oleh sensor strain gage. cincin tranduser diberi dua sensor strain gage yang memiliki hambatan 240 ohm, setiap satu strain gage memilki hambatan 120 ohm Sistem kerja strain gage adalah mengirimkan hasil hambatan yang disebabkan oleh tegangan atau regangan yang dilakukan oleh cincin gaya. jenis material dan dimensi cincin gaya berpengaruh langsung terhadap hasil keluaran sensor strain gage. Strain gage yang dipasang di bagian luar dan bagian dalam cincin akan merespon perubahan elastisitas cincin tranduser. Pada saat penempelan sensor strain gage menggunakan lem power glue karena lem tersebut dapat merekatkan sensor sangat kencang. Posisi penekanan strain gage sangat berpengaruh dari keluaran. Kepekaan strain gage tersebut dibuat sampai 100 kg, dengan nilai ketepatan alat dan ketelitian alat mencapai 8.94 %, 12.33%. 57

10 Gambar 47. Sensor strain gage 3. Layar LCD LCD yang digunakan untuk penelitian adalah LCD 2x16. LCD tersubut dihubungkan ke mikrokontroler pada PORTC. Untuk mengetahui LCD yang kondisi LCD maka dilakukan penyetelan terlebih dahulu, kemudian dimasukkan program sebagai berikut: Gambar 48. Penyetingan CodeVision AVR Penyetingan CodeWizard AVR berfungsi untuk menentukan port yang akan dihubungkan dengan LCD dan jensi lcd yang akan digunakan pada gambar di atas menunjukan bahwa penyetelan dengan menggunakan LCD dengan 16 karakter dan menggunakan port C pada mikrokontroler sebagai penghubung dengan LCD. 58

11 Gambar 49. LCD 2x16 LCD yang digunakan untuk penelitian adalah LCD 2x16. LCD tersebut dihubungkan ke mikrokontroler pada PORTC. Program yang digunakan adalah codevisionavr dengan menggunakan perintah lcd_gotoxy(0,0). Perintah lcd_gotoxy(0,0) menunjukan bahwa data akan ditampilkan pada kolom 0 dan baris ke-0. LCD ini digunakan untuk menampilkan data secara visual dari pembacaan sensor gaya, sensor suhu, dan sensor kedalaman. Modul LCD 2x16 menampilkan hasil olahan data oleh mikrokontroler dalam bentuk karakter. Penampilan data lewat LCD mempermudah pengguna melihat data secara visual. 4. Mikrokontroler Gambar 50. Mikrokontroler ATmega 8535 Komponen utama pada rangkain elektronika alat ukur kekuatan tanah adalah mikrokontroler yang berfungsi mengontrol sistem yang menghubungkan antara sensor gaya, sensor jarak, sensor suhu, data flash memory, dan layar LCD. Mikrokontroler yang digunakan adalah tipe DT Low Cosh ATmega 8535 dengan menerima input tegangan 9 volt. Input tegangan tersebut kemudian akan diproses oleh IC yang diprogram menggunakan software CodeVision AVR yang akan mengontrol sensor suhu, jarak dan sensor kedalaman. Sensor suhu LM35 dihubungkan pada ADC PORT A pin 7 dan sumber daya dari sensor suhu LM35 dihubungkan dengan sumber daya 5 Volt pada mikrokontroler. Sensor suhu tersebut kemudian dubah sinyal dari analog ke digital. 59

12 Sensor kedalaman DT ultrasonik ranger dihubungkan dengan mikrokontroler pada PORT B. Pembacaan waktu tempuh dari pemantulan ultrasonik akan dibaca dan diprogram oleh mikrokontroler menjadi satuan jarak. Sensor gaya strain gage yang telah dikuatkan oleh penguat dihubungkan pada PORT A pada pin 2 dan sumber tegangan pada pada penguat tersebut dihubungkan dengan daya 9 Volt pada mikrokontroler. Kalibrasi penguat akan dikondisikan sinyalnya oleh ADC dan diolah lebih lanjut dengan mikrokontroler untuk mengubah keluaran dengan menjadi keluaran gaya. Sensor suhu, sensor kedalaman, dan sensor gaya dibaca oleh mikrokontroler selama 400 ms sekali. Dari pembacaan semua sensor oleh mikrokontroler kemudian ditampilkan oleh LCD untuk visualisasi data dan data pembacaan kemudian disimpan ke dalam data flash memory. 5. Penguat Gambar 51. Penguat diferensial Rangkaian penguat yang di rancang dapat menguatkan 2100 kali dengan keluaran maksimal 5 volt. Penguat yang diracang dengan menggunakan prinsip difrensial yang menggunakan IC LM358 sebanyak 2 buah pembuatan layout penguat sesuai pada analisa rancangan penguat. Penguat menggunakan dua trimpot dengan ukuran 1 kiloohm dan 5 kiloohm. Trimpot 1 kiloohm digunakan untuk mengatur perbesaran keluaran penguat diferensial. Sedangkan trimpot ukuran 5 kilo ohm digunakan untuk memberi balance pada jembatan Wheatstone. Keluaran penguat akan diolah ke mikrokontroler pada PORT A pin Data flash Data yang telah ditampilakan di layar LCD data dapat disimpan juga dengan mengunakan EMS Data Flash memory. EMS Data flash memory adalah modul memori non-volatile (flash) yang memiliki kapasitas bit (2048 page x 264 byte x 8 bit). Modul ini memiliki antarmuka SPI dan dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data digital. Sistem penyimpanan data flash ini saat pengambilan data penetrometer, data akan ditampilkan dilayar LCD, data yang sudah diambil akan disimpan ke data flash. Dengan bantuan kabel transfer data akan dimasukkan ke layar komputer melalui program pembacaan port Visual Basic 60

13 Gambar 52. EMS Data flash memory. 7. Sensor suhu Gambar 53. Rangkain sensor suhu LM35 Ada banyak macam sensor suhu yang dapat digunakan. Pemilihan sensor tersebut tergantung dari kebutuhan dan nilai ekonomisnya. Pada penelitian ini sensor yang digunakan adalah sensor suhu LM35. Data yang diinginkan adalah suhu lingkungan sehingga dari segi kebutuhan LM35 adalah yang paling tepat dari pada sensor suhu yang lain karena LM35 harganya murah dan dapat mengukur suhu dari 0 o C sampai 100 o C. Pemasangan LM35 dilapisi dengan lem pada bagian kaki. Hal ini bertujuan agar pada saat pengambilan data tidak terjadi gangguan. Kaki-kaki LM35 apabila terkena air maka keluaran suhunya akan tidak sesuai. Kekurangan sensor suhu dengan menggunakan LM35 adalah pada saat pengukuran suhu ekstrim untuk kembali keposisi suhu semula (suhu normal) akan membutuhkan waktu yang lama. 8. Kotak penyimpanan elektronika Elektronika merupakan bahan yang sangat rentan terhadap kondisi lingkungan untuk itu perlu adanya pelindungan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Bahan untuk untuk membuat kotak penyimpanan menggunakan akrilik. 61

14 Gambar 54. Kotak penetrometer 9. Software Penerima data Pembacaan data berupa nilai suhu, tekanan, dan kedalaman yang telah di tampilkan di LCD kemudian akan disimpan di flash memory, supaya data dapat di catat oleh pengguna alat. Data yang disimpan di flash memory akan dikirim ke program pembacaan port data tersebut sehingga dapat ditampilkan ke komputer. Program pembacaan port ini terdiri banyak menu antara lain: menu pembacaan USB PORT, pembacaan kecepatan pengiriman data, koneksi komputer dengan alat, disconnect, dan penghapusan layar. Untuk menampilkan data ke microsoft word yaitu ketika data sudah ditampilkan di layar program pembacaan port kemudian tekan tool cut, kemudian masuk perintah paste. Gambar 55. Tampilan pembacaan port 62

15 C. KELEMAHAN DESAIN PENETROMETER DIGITAL Rancangan penetrometer digital yang dilengkapi dengan sensor suhu, sensor kedalaman, dan sensor gaya yang mempunyai beberapa kelemahan antara lain: 1. Handle yang diplatting ternyata gampang mengelupas sehingga handle yang tidak terlapisi akhirnya berkarat. Untuk itu, agar lebih tahan lagi proses pemolesan adalah yang terbaik. Selain itu, pada saat penekanan penetrometer pada saat handle basah akan menyulitkan proses penekanan ini akan berakibat kurang optimalnya kerja penetrometer. Untuk mencegah dampak tersebut rancangan handle ditambah dengan lapisan busa agar tidak licin dan terluka pada saat pengoperasian alat penetrometer. 2. Apabila ada pengaruh sudut akan berakibat kurang akuratnya nilai penetrasi tanah. Penyambungan antara handle dengan cincin akan sangat mempengaruhi nilai penetrasi. Apabila cincin gaya dengan handle sejajar maka akan berpengaruh pada nilai tekan antara cincin bagian kanan dan cincin bagian kiri ini disebabkan tekanan cincin bagian kanan dan cincin bagian kiri memperoleh tekanan yang berbeda. 3. Pada saat sensor di posisi sejajar dengan tangan kanan keluaran dari sensor strain gage sangat besar akan tetapi pada saat penekanan pada tangan kiri hasil yang dikeluarkan sangat berbeda dari penekanan pada tangan kanan. Hal ini disebabkan karena hasil strain yang dihasilkan sangat berbeda atau tidak seimbang. Untuk meminimalisasi kesalahan tersebut sensor di letakkan di bagian depan handle atau sejajar dengan arah pandangan. Cincin gaya dipasangkan di bagian depan handle. Dengan peletakkan demikian tekanan yang diperoleh tidak tergantung pada tekanan tangan kanan dan tekanan tangan kiri. 4. Batang penekan pada penetrometer digital yang dirancang dapat mengukur kedalaman hingga 60 centimeter. Batang penekan terbuat dari stainless steel dengan diameter 12 milimeter ini. Bahan stainless steel ini sangat tepat untuk mencegah terjadinya karat. Akan tetapi pada saat melakukan penekanan pada tanah ada butiran-butiran tanah yang menempel pada batang penekan ini akan mengakibatkan perkaratan pada batang penekan. Untuk mencegah terjadinya perkaratan perlu adanya pembersihan batang penekan setelah digunakan. 5. Kotak penyimpanan komponen elektronika kurang kompak sehingga pada saat penekanan komponen elektronika goyang hal ini akan sangat menggangu. 6. Pada saat terjadi getaran data sensor ultrasonik yang diperoleh tidak sesuai atau terjadi penyimpangan sangat jauh. Penguat dengan menggunakan IC LM358 kurang stabil, selalu berubah ubah hal ini akan mempengaruhi ketepatan dalam memperoleh data nilai penetrasi tanah. Rangkain penguat menggunakan IC LM358 ini banyak mengalami kendala pada saat dihubungkan dengan sensor strain gage. pada saat pengujian dilapangan keluaran sensor strain gage yang dikuatkan sedikit terjadi ketidakstabilan pada saat tidak ditekan akan tetapi pada saat dilakukan penekanan keluaran data cukup stabil. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal anatara lain noise dari IC LM358 cukup tinggi dan dan perangkaian penguat yang kurang baik. 7. Pengiriman data dari software pembacaan port ke microsoft word dengan menggunakan perintah copypaste kurang praktis pada saat dilapangan. 8. Pada saat sensor ultrasonik dilakukan pengujian lapangan, apabila bidang pantul miring maka pembacaan ultrasonik akan tidak stabil. 9. Pembacaan sensor strain gage dipengaruhi oleh penguat, pada saat pembacaan digital kurang stabil hal ini dimungkinkan karena penguat kurang stabil dan kuat arus baterai kurang stabil. 63

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm 49 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Alat 1. Nama : Timbangan Bayi 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital 3. Berat : 5 Kg 4. Display : LCD Character 16x2 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm 6. Sensor : Loadcell

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei 2012. Adapun tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di Laboratorium Elektronika Dasar

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik, sebagai penunjang

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai November

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai November 23 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai November 2014 di Laboratorium Pemodelan Fisika dan Laboratorium Elektronika Dasar Jurusan

Lebih terperinci

IV. ANALISIS PERANCANGAN

IV. ANALISIS PERANCANGAN IV. ANALISIS PERANCANGAN Penggunaan alat pertanian yang erat hubungannya dengan faktor mekanis tanah akan sangat menentukan tindakan pengolahan tanah. Selain itu sifat mekanis yang dimiliki tanah berbeda-beda

Lebih terperinci

TERMOMETER BADAN DIGITAL OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA8535

TERMOMETER BADAN DIGITAL OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA8535 TERMOMETER BADAN DIGITAL OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA8535 Denny Wijanarko 1, Harik Eko Prasetyo 2 1); 2) Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember, Jember. 1email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini dilakukan beberapa langkah untuk mencapai tujuan

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini dilakukan beberapa langkah untuk mencapai tujuan BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini dilakukan beberapa langkah untuk mencapai tujuan penelitian. Langkah-langkah tersebut dilukiskan melalui bagan 3.1 berikut. Menentukan prinsip kerja sistem

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Juni 2014 sampai dengan Desember 2014.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Juni 2014 sampai dengan Desember 2014. III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada Juni 2014 sampai dengan Desember 2014. Perancangan alat penelitian akan dilaksanakan di Laboratorium Elektronika

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan alat pengukuran tinggi badan dan berat badan berbasis mikrokontroler dan interface ini terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENULISAN

BAB III METODOLOGI PENULISAN BAB III METODOLOGI PENULISAN 3.1 Blok Diagram Gambar 3.1 Blok Diagram Fungsi dari masing-masing blok diatas adalah sebagai berikut : 1. Finger Sensor Finger sensor berfungsi mendeteksi aliran darah yang

Lebih terperinci

BAB III. Perencanaan Alat

BAB III. Perencanaan Alat BAB III Perencanaan Alat Pada bab ini penulis merencanakan alat ini dengan beberapa blok rangkaian yang ingin dijelaskan mengenai prinsip kerja dari masing-masing rangkaian, untuk mempermudah dalam memahami

Lebih terperinci

SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535

SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535 3 PENERAPAN FILM Ba 0,55 Sr 0,45 TiO 3 (BST) SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535 23 Pendahuluan Indonesia sebagai negara agraris

Lebih terperinci

POSITRON, Vol. VI, No. 1 (2016), Hal ISSN :

POSITRON, Vol. VI, No. 1 (2016), Hal ISSN : Rancang Bangun Timbangan Digital Berbasis Sensor Beban 5 Kg Menggunakan Mikrokontroler Atmega328 Edwar Frendi Yandra a, Boni pahlanop Lapanporo a *, Muh. Ishak Jumarang a a Prodi Fisika, FMIPA Universitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama : Termometer Digital Dengan Output Suara. b. Jenis : Termometer Badan. d. Display : LCD karakter 16x2.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama : Termometer Digital Dengan Output Suara. b. Jenis : Termometer Badan. d. Display : LCD karakter 16x2. 47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Spesifikasi Alat a. Nama : Termometer Digital Dengan Output Suara b. Jenis : Termometer Badan c. Temperature : Range 30 39,9 o C, d. Display : LCD karakter 16x2. e.

Lebih terperinci

Petunjuk Penggunaan SENSOR GERAK (GSC )

Petunjuk Penggunaan SENSOR GERAK (GSC ) Petunjuk Penggunaan SENSOR GERAK (GSC 410 15) Jl. PUDAK No. 4 Bandung 40113, Jawa Barat-INDONESIA - Phone +62-22-727 2755 (Hunting) Fax. +62-22-720 7252 - E-mail: [email protected] - Website: www.pudak.com

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 36 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Perancangan, pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di

Lebih terperinci

3. METODOLOGI PENELITIAN

3. METODOLOGI PENELITIAN 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai dengan September 2011. Kegiatan penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu pembuatan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA BAB IV Pengujian Alat dan Analisa BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4. Tujuan Pengujian Pada bab ini dibahas mengenai pengujian yang dilakukan terhadap rangkaian sensor, rangkaian pembalik arah putaran

Lebih terperinci

Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller

Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller Tanu Dwitama, Daniel Sutopo P. Politeknik Batam Parkway Street, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia E-mail: [email protected], [email protected]

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar 28 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan Laboratorium Pemodelan Jurusan Fisika Universitas Lampung. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT III.1. Analisa Permasalahan Perancangan Alat Ukur Kadar Alkohol Pada Minuman Tradisional Dalam melakukan pengujian kadar alkohol pada minuman BPOM tidak bisa mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY 4.1 Hasil Perancangan Setelah melewati tahap perancangan yang meliputi perancangan mekanik, elektrik, dan pemrograman. Maka terbentuklah sebuah propeller display berbasis

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Permasalahan Pada saat kita mencuci pakaian baik secara manual maupun menggunakan alat bantu yaitu mesin cuci, dalam proses pengeringan pakaian tersebut belum

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI MASALAH

BAB III DESKRIPSI MASALAH BAB III DESKRIPSI MASALAH 3.1 Perancangan Hardware Perancangan hardware ini meliputi keseluruhan perancangan, artinya dari masukan sampai keluaran dengan menghasilkan energi panas. Dibawah ini adalah diagram

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT III.1. Analisa Permasalahan Perancangan Pendeteksi Gabah Kering Dan Gabah Basah Perkembangan zaman yang semakin maju, membuat meningkatnya produk elektronika yang beredar

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu 37 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dan dilaksanakan mulai bulan Maret 2012 sampai

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

Lebih terperinci

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penulisan tugas akhir ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Metode Perancangan Metode yang digunakan untuk membuat rancangan

Lebih terperinci

3. METODOLOGI PENELITIAN

3. METODOLOGI PENELITIAN 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai dengan Maret 2012. Kegiatan penelitian terdiri dari dua bagian, yaitu pembuatan alat dan uji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang

BAB III METODE PENELITIAN. Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Daftar alat Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang digunakan agar proses pembuatan bisa berjalan dengan maksimal. Daftar alat-alat

Lebih terperinci

SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8

SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8 SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8 I Nyoman Benny Rismawan 1, Cok Gede Indra Partha 2, Yoga Divayana 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 sampai dengan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISEM 3.1. Perancangan Perangkat Keras Blok diagram yang dibuat pada perancangan tugas akhir ini secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 3.1. Keypad Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16

RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16 Enis F., dkk : Rancang Bangun Data.. RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16 Enis Fitriani, Didik Tristianto, Slamet Winardi Program Studi Sistem Komputer,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Perancangan Perangkat Keras Hasil perancangan alat penetas telur berbasis Mikrokontroler ATMega8535 ini terbagi atas pabrikasi box rangkaian dan pabrikasi rangkaian

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan perancangan alat, yaitu perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Perancangan perangkat keras terdiri dari perangkat elektronik

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini akan dijabarkan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras dan perangkat lunak dari setiap modul yang menjadi bagian dari sistem ini.

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5]

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5] BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini dibahas beberapa teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merealisasikan skripsi yang dibuat. Teori-teori yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah sensor

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013. III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013. Perancangan alat penelitian dilakukan di Laboratorium Elektronika, Laboratorium

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembuatan Prototipe 1. Rangka Utama Bagian terpenting dari alat ini salah satunya adalah rangka utama. Rangka ini merupakan bagian yang menopang poros roda tugal, hopper benih

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Bahan dan Peralatan

BAB III PERANCANGAN Bahan dan Peralatan BAB III PERANCANGAN 3.1 Pendahuluan Perancangan merupakan tahapan terpenting dari pelaksanaan penelitian ini. Pada tahap perancangan harus memahami sifat-sifat, karakteristik, spesifikasi dari komponen-komponen

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM 31 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Air ditampung pada wadah yang nantinya akan dialirkan dengan menggunakan pompa. Pompa akan menglirkan air melalui saluran penghubung yang dibuat sedemikian

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560

RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Oleh : Andreas Hamonangan S NPM : 10411790 Pembimbing 1 : Dr. Erma Triawati Ch, ST., MT. Pembimbing 2 : Desy Kristyawati,

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran Umum Perangkat keras dari proyek ini secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu perangkat elektronik dan mekanik alat pendeteksi gempa.perancangan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Instalasi Interface Instalasi rangkaian seluruhnya merupakan hal yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke mikrokontroller. Sebelum melakukan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi timbangan digital daging ayam beserta harga berbasis mikrokontroler ini terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

3 SENSOR SUHU BERBASIS BAHAN FERROELEKTRIK FILM Ba 0,55 Sr 0,45 TiO 3 (BST) BERBANTUKAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535. Pendahuluan

3 SENSOR SUHU BERBASIS BAHAN FERROELEKTRIK FILM Ba 0,55 Sr 0,45 TiO 3 (BST) BERBANTUKAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535. Pendahuluan 3 SENSOR SUHU BERBASIS BAHAN FERROELEKTRIK FILM Ba,55 Sr,45 TiO 3 (BST) BERBANTUKAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535 15 Pendahuluan Material ferroelektrik memiliki kemampuan untuk mengubah arah listrik internalnya,

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Susunan perangkat keras sistem steel ball magnetic levitation

Gambar 3.1 Susunan perangkat keras sistem steel ball magnetic levitation Bab III Perancangan Perangkat Keras Sistem Steel Ball Magnetic Levitation Dalam perancangan perangkat keras sistem Steel Ball Magnetic Levitation ini dibutuhkan pengetahuan dasar tentang elektromagnetik,

Lebih terperinci

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) 1-6 1

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) 1-6 1 JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) 1-6 1 PENGGUNAAN TERMOKOPEL TIPE K BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16 UNTUK MENGUKUR SUHU RENDAH DI MESIN KRIOGENIK Sigit Adi Kristanto, Bachtera Indarto

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 37 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Rancangan Mekanisme Sistem Kendali Rancangan mekanisme sistem kendali terbagi atas dua bagian yaitu mekanisme untuk mengendalikan roda kemudi sebagai kendali belok dan mekanisme

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT PENGATUR TEMPERATUR AIR PADA SHOWER MENGGUNAKAN KONTROL SUKSESSIVE BERBASIS MIKROKONTROLER

PERANCANGAN ALAT PENGATUR TEMPERATUR AIR PADA SHOWER MENGGUNAKAN KONTROL SUKSESSIVE BERBASIS MIKROKONTROLER PERANCANGAN ALAT PENGATUR TEMPERATUR AIR PADA SHOWER MENGGUNAKAN KONTROL SUKSESSIVE BERBASIS MIKROKONTROLER Bagus Idhar Junaidi 2209039004 Yasinta Fajar Saputri 2209039014 Dosen Pembimbing Ir. Rusdhianto

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN Penyusunan naskah tugas akhir ini berdasarkan pada masalah yang bersifat aplikatif, yaitu perencanaan dan realisasi alat agar dapat bekerja sesuai dengan perancangan dengan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem Secara Umum Perancangan sistem yang dilakukan dengan membuat diagram blok yang menjelaskan alur dari sistem yang dibuat pada perancangan dan pembuatan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung (khususnya Laboratorium

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem yang digunakan dari hasil penelitian, prosedur penggunaan alat, dan evaluasi sistem dari data yang di dapat. 4.1 Spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini dibahas tentang pembuatan dan pengujian komponenkomponen sensor pada konveyor berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. Pembahasan meliputi pembuatan sistem mekanik, pembuatan

Lebih terperinci

No Output LM 35 (Volt) Termometer Analog ( 0 C) Error ( 0 C) 1 0, , ,27 26,5 0,5 4 0,28 27,5 0,5 5 0, ,

No Output LM 35 (Volt) Termometer Analog ( 0 C) Error ( 0 C) 1 0, , ,27 26,5 0,5 4 0,28 27,5 0,5 5 0, , 56 Tabel 4.1 Hasil Perbandingan Antara Output LM 35 dengan Termometer No Output LM 35 (Volt) Termometer Analog ( 0 C) Error ( 0 C) 1 0,25 25 0 2 0,26 26 0 3 0,27 26,5 0,5 4 0,28 27,5 0,5 5 0,29 28 1 6

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT III.1. Analisa Permasalahan Masalah yang dihadapi adalah bagaimana untuk menetaskan telur ayam dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang bersamaan. Karena kemampuan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Dengan memahami konsep dasar dari sistem meteran air digital yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yang mencakup gambaran sistem, prinsip kerja sistem dan komponen komponen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan oleh penulis dalam merancang alat ini adalah sebagai berikut: 3.1.1 Alat Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah

Lebih terperinci

Tugas Akhir PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR JARAK PADA KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 OLEH : PUTU TIMOR HARTAWAN

Tugas Akhir PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR JARAK PADA KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 OLEH : PUTU TIMOR HARTAWAN Tugas Akhir PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR JARAK PADA KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNDIKSHA OLEH : PUTU TIMOR HARTAWAN

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas: III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari 2013 sampai dengan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem berikut: Secara umum sistem yang dibangun dijelaskan dalam diagram blok sistem 6 1 Baterai Sensor: - GPS 2 Sensor Suhu dan Kelembapan 4 Mikrokontroler

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2014.

III. METODE PENELITIAN. Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2014. III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2014. 3.2 Alat

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT PENGUKUR BERAT BADAN IDEAL TERINTEGRASI DENGAN WEBSITE BERBASIS MIKROKONTROLER BS2P40 ABSTRAK

PERANCANGAN ALAT PENGUKUR BERAT BADAN IDEAL TERINTEGRASI DENGAN WEBSITE BERBASIS MIKROKONTROLER BS2P40 ABSTRAK PERANCANGAN ALAT PENGUKUR BERAT BADAN IDEAL TERINTEGRASI DENGAN WEBSITE BERBASIS MIKROKONTROLER BS2P40 Agus Mulyana 1), Oki Tri Suswanto 2), 12 Jurusan Teknik Komputer Unikom, Bandung 1 [email protected],

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. a Batasan masalah pembuatan tugas akhir ini adalah terbatas pada sistem kontrol bagaimana solar cell selalu menghadap kearah datangnya sinar matahari, analisa dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Telah direalisasikan alat pendeteksi logam yang terbuat dari induktor

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Telah direalisasikan alat pendeteksi logam yang terbuat dari induktor IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Telah direalisasikan alat pendeteksi logam yang terbuat dari induktor Perangkat terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dimana koil datar. perangkat

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun keseluruhan sistem, prosedur pengoperasian sistem, implementasi dari sistem dan evaluasi hasil pengujian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. ALAT DAN BAHAN Dalam perencanaan dan pembuatan mesin penetas telur yang dikendalikan oleh microcontroler ATmega8535 dengan penampil LCD ini dalam pengerjaanya melalui

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Perancangan 4.1.1 Gambar Rakitan (Assembly) Dari perancangan yang dilakukan dengan menggunakan software Autodesk Inventor 2016, didapat sebuah prototipe alat praktikum

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian dan analisa perangkat keras, perangkat lunak, kesatuan sistem secara keseluruhan serta eksperimen yang dilakukan untuk membuktikan

Lebih terperinci

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor. 7 Gambar Sistem kalibrasi dengan satu sensor. Besarnya debit aliran diukur dengan menggunakan wadah ukur. Wadah ukur tersebut di tempatkan pada tempat keluarnya aliran yang kemudian diukur volumenya terhadap

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian 13 III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan di Laboratorium Digital Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi dengan menggunakan metodologi perancangan prototyping, prinsip kerja rangkaian berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA Pada bab ini, akan dibahas pengujian alat mulai dari pengujian alat permodul sampai pengujian alat secara keseluruhan serta pengujian aplikasi monitoring alat tersebut. Pengujian

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas hasil dan pembahasan dari perangkat yang telah dirancang dan dibuat. Sebelum dibahas mengenai hasil dan pembahasan dilakukan terlebih dahulu pengujian dari

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT. Perancangan perangkat keras otomasi alat pengering kerupuk berbasis

BAB IV PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT. Perancangan perangkat keras otomasi alat pengering kerupuk berbasis BAB IV PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT A. Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras otomasi alat pengering kerupuk berbasis mikrokontroler AT-Mega 16. Terdiri dari dua tahap perancangan, antara

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sudah menjadi trend saat ini bahwa pengendali suatu alat sudah banyak yang diaplikasikan secara otomatis, hal ini merupakan salah satu penerapan dari perkembangan teknologi dalam

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat akuisisi data termokopel 8 kanal. 3.1. Gambaran Sistem Alat yang direalisasikan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem BAB III PERANCANGAN 3.1 Prnsip Kerja Sistem Sistem yang akan dibangun, secara garis besar terdiri dari sub-sub sistem yang dikelompokan ke dalam blok-blok seperti terlihat pada blok diagram pada gambar

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Sistem Pengoperasian Alat Penjelasan pengoperasian alat terapi infra merah di lengkapi sensor jarak dan timer di sesuaikan dengan list program yang telah di rancang berikut

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan instrumen elektrik drum menggunakan sensor infrared berbasis mikrokontroler ini menggunakan beberapa metode rancang bangun yang

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Metode Pengujian Bab ini membahas tentang pengujian berdasarkan perancangan sistem yang telah dibuat. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengimplementasikan apakah

Lebih terperinci

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Diagram Blok Sistem Blok diagram dibawah ini menjelaskan bahwa ketika juri dari salah satu bahkan ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat

Lebih terperinci