BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Yenny Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kurva imbal hasil merupakan kurva yang melukiskan hubungan antara imbal hasil dan jangka waktu jatuh tempo. Dalam menentukan kurva imbal hasil dapat digunakan berbagai model, yang secara umum dibedakan dalam tiga kategori diantaranya; model stokastik, model non parametrik, dan model parametrik (Rosadi, dkk., 2008). Model stokastik dalam kurva imbal hasil membahas pada kasus suku bunga, misalnya dalam Cox, dkk (1985), Christiansen dan Lund (2002). Model non-parametrik yaitu membahas kurva imbal hasil dengan tidak melibatkan asumsi distribusi peluang dari parameter dalam model yang digunakan, misalnya McCulloch (1975), Bolder dan Gusba (2002), dan Baki (2006). Selanjutnya model parametrik, pendekatan model ini yang telah dikenal dalam literatur diantaranya seperti model super Bell, model Nelson-Siegel, model Bliss, model Nelson-Siegel dan Svensson, dan model Rezende-Ferreira. Modelmodel ini dikelompokan sebagai model kelas Nelson-Siegel (KNS). Beberapa tulisan yang membahas model KNS, yaitu Nelson dan Siegel (1987); Svensson (1994); Bolder dan Stréliski (1999); Mansi dan Phillips (2000); Brousseau (2002); Jankowitsch dan Pichler (2002); Diebold dkk (2003); Diebold dan Li (2003); Landschoot (2004); Diebold dkk. (2004); Diebold dkk. (2005); Krippner (2005); Ejsing dkk. (2007); Diebold dkk. (2007); Bauer (2007); Cristensen dkk (2007); Christensen dkk. (2008); Krippner (2009); Ferstl dan Hayden (2010); Gilli dkk. (2010); Rezende dan Ferreira (2011); dan Rosadi (2011). Dalam disertasi ini, dibahas tentang perluasan model Nelson-Siegel dan Svensson. Perluasan ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan model-model sebelumnya, seperti model Nelson-Siegel yang dikemukakan Aljinovic (2012) yaitu model Nelson-Siegel memiliki kelemahan yang signifikan dikarenakan memberi hasil elastisitas yang sangat rendah. Corneo dkk (2008) menyelidiki titik kelemahan model Nelson-Siegel yaitu terletak pada posisi hump. Hal yang sama, 1
2 Bab I. Pendahuluan 2 dikemukakan oleh Aljinovic (2012) bahwa model Nelson-Siegel dan Svensson merupakan perluasan dari model Nelson-Siegel, menyediakan penyesuaian presisi yang cukup dan bentuk kurva halus per-periodik. Hal ini telah menjadi sangat populer di pertengahan 90-an. Sejak saat itu, model ini telah digunakan oleh sejumlah besar bank sentral di seluruh dunia untuk menilai struktur obligasi dengan kupon tunggal dan suku bunga di masa depan (forward rates). Namun, model ini memiliki sejumlah kelemahan, seperti kemampuan terbatas untuk beradaptasi membentuk kurva imbal hasil yang tidak teratur, kecenderungan mengambil nilai-nilai ekstrim di bawah kurva dan ketergantungan yang relatif kuat pada estimasi dalam segmen berbeda dari kurva imbal hasil. Untuk mengatasi persoalan tersebut, diusulkan untuk memperluasaan model Nelson- Siegel dan Svensson. Model ini dapat memperkaya model yang terdapat dalam model KNS, diberbagai literatur yang termasuk model ini yaitu: model Nelson- Siegel (NS), model Bliss (BL), model Nelson-Siegel dan Svensson (NSS) dan model Rezende-Ferreira (RF). Model Nelson-Siegel merupakan model tiga faktor yang terdiri dari kurva bentuk datar, slope, dan bentuk hump (Nelson dan Siegel, 1987). Model Nelson-Siegel ini disingkat dengan model NS. Model ini dikembangkan oleh Svensson (1994) dengan menambahkan hump kedua kedalam model NS, penambahan hump kedua ini bertujuan untuk menambahkan fleksibilitas dan ketepatan untuk menentukan kurva imbal hasil. Sehingga model yang diperluas ini terdiri dari 4 (empat) faktor. Empat faktor tersebut, yaitu: bentuk datar, slope, dan 2 (dua) bentuk hump. Model ini dikenal dengan model NSS. Bliss (1997) memperluas Model NS dengan membedakan parameter jangka waktu jatuh tempo yang terdapat pada slope dan terdapat pada hump. Perluasan model ini adalah menyatukan beberapa karakteristik, diantaranya: menghitung bid-ask spread, penyempurnaan fungsi bunga diskon langsung untuk harga obligasi, dan penggunaan fungsi aproksimasi flat secara asimptotik. Rezende dan Ferreira (2011) memperluas model NSS dengan menambahkan slope kedua kedalam model tersebut. Penambahan slope kedua ini membentuk model baru. Pembentukan model baru ini memiliki 5 (lima) faktor yang terdiri dari: bentuk datar (flat), dua slope, dan dua hump. Model yang diperluas oleh
3 Bab I. Pendahuluan 3 Rezende-Ferreira ini disebut dengan model RF, tujuan perluasan model ini adalah untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketepatan model. Pembahasan model KNS juga dilakukan terhadap faktor ekonomi. Eckhold (1998) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara nilai tukar terhadap imbal hasil obligasi pada periode penelitian Dalam Rahardjo (2003) mengemukakan bahwa imbal hasil dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan non-ekonomi di pasar perdagangan. Begitu juga yang dikemukakan oleh Diebold, dkk (2007) menyebutkan bahwa imbal hasil di tiap-tiap negara sangat berbeda tergantung dari faktor ekonomi negara dimana obligasi itu diperdagangkan. Landschoot (2004) menggunakan model NS untuk menganalisis menentukan credit spread obligasi perusahaan Eropa dan menganalisis menentukan pemilihan credit spread pada obligasi berdasarkan perbedaan rating dan jangka waktu jatuh tempo. Perluasan model KNS dengan faktor ekonomi makro dan ekonomi mikro tidak memberikan pengaruh yang signifikan dan sangat sulit ditulis dalam bentuk pemodelan matematis. Permasalahannya dikarenakan kurva imbal hasil diamati dalam harian, sehingga jika dikorelasikan dengan faktor ekonomi makro dan ekonomi mikro pada hari yang diamati tidak menunjukkan korelasi yang kuat. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara imbal hasil terhadap faktor ekonomi makro dan mikro memiliki pengaruh yang lebih kecil (Muslim dkk, 2013). Namun, jika imbal hasil diamati dalam waktu mingguan, bulanan, atau tahunan akan memberikan pengaruh yang signifikan, tetapi interpretasi kurva imbal hasil untuk harian akan sulit diamati, sehingga memilih obligasi yang tepat sebagai tempat investasi akan sulit ditentukan. Model NS dan model NSS memiliki kelemahan seperti yang dikemukakan oleh Brousseau (2002) bahwa model NS dan NSS tidak konsisten, dari tidak kekonsisten ini, diusulkan untuk menggunakan model Duffie dan Kan satu faktor (DK1). Demikian halnya ditunjukkan pada model RF juga memiliki permasalahan yang sama dengan model NSS. Dalam model ini memiliki tingkat fleksibilitas dan ketepatan yang lebih rendah dari model sebelumnya. Dalam kasus model RF ini diuji dengan data empiris, menggunakan data obligasi Pemerintah bulan Mei
4 Bab I. Pendahuluan Dari hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa model RF memiliki parameter identik dengan parameter yang terdapat dalam model NS. Keidentikan parameter ini akan membentuk kurva imbal hasil yang sama dengan model NS, sehingga perluasan yang dilakukan oleh Rezende-Ferreira dipandang belum dapat menentukan kurva imbal hasil lebih fleksibel dan lebih tepat dari model-model sebelumnya (Muslim dkk, 2014 dan Muslim dkk, 2015a). Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan kajian tentang perluasan kembali terhadap model NSS. Dalam disertasi ini, juga melakukan kajian tentang penambahan hump dan slope kembali, penambahan hump dan slope tidak dapat memperbaiki fleksibilitas dan ketepatan model sebelumnya (Muslim dkk, 2015a). Untuk memperoleh model yang lebih fleksibel dan lebih tepat, dipandang sangat perlu dilakukan pengkajian perluasan model, sehingga dapat menambah model yang termasuk dalam model KNS. Dalam penelitian ini, diusulkan perluasan model NSS dengan menyisipkan hump kedua kedalam faktor ketiga pada model tersebut, sehingga faktor ketiga memiliki dua hump. Penambahan ini bertujuan untuk menambah fleksibelitas dan ketepatan kurva imbal hasil. Hal ini didasarkan oleh data obligasi Pemerintah Indonesia, efek yang terjadi pada jangka waktu jatuh tempo menengah juga dipengaruhi oleh efek waktu jatuh tempo jangka panjang. Model yang diperluaskan ini dinamakan model Svensson Extended (SVE). Penjelasan mengenai model SVE akan dibahas pada bab 3 dalam disertasi ini. Model KNS merupakan model yang memiliki dua bentuk parameter yaitu: parameter linear dan parameter non-linear. Kedua bentuk parameter ini, mangakibatkan model kelas Nelson-Siegel juga memiliki banyak kemungkinan maksimum dan minimum lokal, sehingga untuk menentukan letak titik maksimum dan minimum global juga sulit ditentukan. Kesulitan tersebut diakibatkan kelas model ini memiliki beberapa constrain, sehingga estimasi dan optimasi harus tunduk terhadap constrain yang ada pada model tersebut. Beberapa peneliti sebelumnya mengusulkan estimasi model kelas ini, seperti: Bolder dan Streliski (1999) mengusulkan estimasi model NS dan model NSS dengan Ordinary Least Square (OLS) dalam dua algoritma pencarian, yaitu full estimation dengan
5 Bab I. Pendahuluan 5 menggunakan pendekatan Sequential Quadratic Programming (SQP) dan partial estimation dengan membagi dua kelompok parameter (linear dan nonlinear), yang dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama yaitu mengestimasi parameter linear β s dengan parameter non-linear τ s tetap, tahap kedua, mengestimasi parameter nonlinear τ s dengan parameter β s tetap. Annaert dkk (2000) mengestimasi model ini menggunakan estimasi OLS dalam dua perlakuan, yaitu: mengestimasi parameter linear β s dan parameter non-linear τ s tetap, sebaliknya mengestimasi parameter non-linear τ s dengan parameter β s tetap. Metode estimasi yang sama juga dilakukan oleh Diebold dan Li (2003). Diebold dkk. (2003), Diebold dkk. (2005) yaitu dengan Linear Least Square (LLS) menggunakan pendekatan Kalman filter. Kemudian, Landschoot (2004), Diebold dkk. (2004) mengestimasi model ini dengan Maximum Likelihood. Estimasi-estimasi yang dibahas dalam makalah di atas, merupakan estimasi klasik yang biasa digunakan. Demikian juga Estimasi yang dibahas oleh Krippner (2009), Maria dkk. (2009), Gilli, dkk. (2010), Rezende dan Ferreira (2011), serta Rosadi (2011). Disamping itu, metode-metode estimasi yang dilakukan sebelumnya (klasik) memiliki permasalahan sangat mendasar. Permasalahan tersebut utamanya metode ini sensitif terhadap pemilihan nilai awal parameter untuk estimasi. Penentuan nilai ini tidak bersifat umum, maksudnya adalah nilai awal estimasi suatu data tidak dapat digunakan untuk data yang lain. Metode estimasi ini menghasilkan solusi optimal lokal, sehingga menyebabkan estimator yang dihasilkan memiliki variasi seperti underestimate dan overestimate (Bolder dan Streliski, 1999). Disinilah letak salah satu kelemahan menggunakan metode estimasi klasik terbut, contohnya pendekatan Lu-Broyden-Fletcher-Goldfarb-Shanno-Byrd (L- BFGS-B), dan Nelder Mead. Literatur yang membahas optmasi ini terdapat dalam Zhu dkk. (1994), Nocedal dan Wright (2006), Kelly (1999). Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dalam disertasi ini, diusulkan untuk menggunakan estimasi metode hybrid dengan pendekatan algoritma genetika. Keunggulan algoritma ini adalah menghasilkan solusi optimal global, sehingga estimator yang dihasilkan mendekati parameter dari model
6 Bab I. Pendahuluan 6 yang diestimasi, disamping itu algoritma ini tidak meggunakan gradien atau Hessian (Chong and Zak, 2001). Pembahasan metode ini telah banyak dikemukan oleh peneliti sebelumnya, dintaranya Neubauer (1997), Tang, dkk (1999), dan Xio, dkk (2007). Pembahasan mengenai estimasi model Nelson- Siegel Svensson extended menggunakan metode algoritma genetika telah penulis publikasikan di journal European Journal Scientific Research yang sekarang sudah diterbitkan (Muslim dkk, 2015b). 1.2 Tinjauan Pustaka Kurva imbal hasil merupakan kurva yang menggambarkan hubungan antara keuntungan (rate of return) atau imbal hasil dengan berbagai jangka waktu jatuh tempo obligasi. Kurva ini dapat menentukan keuntungan yang akan diperoleh dalam membeli ataupun menjual obligasi. Penelitian-penelitian sebelumnya telah banyak mambahas berbagai-macam model yang digunakan untuk menentukan kurva imbal hasil obligasi, diantaranya adalah model spline, model stokastik, dan model parametrik. Beberapa peneliti yang membahas model spline yaitu Famma dan Bliis (1987), Fisher, dkk (2005), Doh (2009), serta Szimayer dan Wagner (2003). Model stokastik dibahas oleh beberapa peneliti diantaranya: Bj rk dan Christensen (1997), Darbha (2003), Choi dan Wirjanto (2007), Kawasaki dan Ando (2010), dan lain-lain. Disertasi ini membahas kurva imbal hasil yang menggunakan model parametrik. Kurva yang menggunakan model ini telah diperkenalkan pertama kali oleh Charles R. Nelson dan Andrew F. Siegel pada 1987 yang kemudian dikenal dengan model Nelson-Siegel atau model NS. Model ini merupakan model sederhana untuk menentukan kurva imbal hasil dalam bentuk yang lebih umum, seperti: bentuk datar, bentuk S, dan bentuk hump (Nelson dan Siegel, 1987). Model NS diperluas oleh Lars E. O. Svensson pada 1994 dengan menambahkan hump kedua kedalam model NS, model ini lebih dikenal dengan model Nelson- Siegel dan Svensson atau model NSS. Bolder dan Streliski (1999) membahas model ini dalam berbagai bentuk term structure dengan menggunakan estimasi
7 Bab I. Pendahuluan 7 Least Square dalam dua pendekatan yaitu pendekatan full estimation dan partial estimation. Perluasan model NS sangat mempengaruhi analisa penentuan kurva imbal hasil obligasi. Annaert, dkk (2000) menentukan kurva imbal hasil dengan model NS. Estimasi yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS) dengan menetapkan salah satu parameter dalam estimasi atau lebih dikenal dengan estimasi parsial. Diebold dan Li (2006) membahas peramalan kurva imbal hasil dengan memodifikasi model NS menjadi model Nelson-Siegel dinamik perperiode dengan parameter dinamik tiga dimensi. Brousseau (2002) memodelkan kurva imbal hasil likuiditas yang menggabungkan model NS dengan model Duffie-Khan satu faktor (DK1). Diebold dkk. (2003) membahas tentang penerapan model NS dalam berbagai faktor makroekonomi. Penerapan model ini memberi karakterisasi interaksi dinamik antara makroekonomi dan kurva imbal hasil berdasarkan pendekatan hipotesis ekspektasi. Landschoot (2004) mengembangkan model NS dengan menambahkan faktor likuiditas, perbedaan kupon dengan rata-ratanya, serta dummy dari penambahan sub-kategori dan dummy dari pengurangan sub-kategori, model ini diestimasi menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Diebold dkk. (2004) menerapkan model iteratif sederhana dari model NS ke nol, sehingga memperoleh bentuk dinamik. Model ini menggunakan fungsi faktor diskon yang diestimasi menggunakan OLS. Diebold dkk. (2005) membahas modifikasi model NS pada fungsi faktor diskon dengan memasukkan variabel ekonomi makro seperti kegiatan rutin, inflasi, dan instrumen kebijakan keuangan. Model ini diestimasi dengan Linear Least Square (LLS) dan Kalman filter. Diebold dkk. (2005) memodifikasi model NS menjadi dua faktor, dengan faktor pertama sama dengan nol yang membentuk faktor dinamik independen AR (1), model ini diestimasi menggunakan penyelesaian nilai kernel. Diebold dan Li (2006) memodifikasikan model NS yang mengalikan jangka waktu jatuh tempo dengan parameternya dan menginterpretasikan faktornya dengan faktor tingkat, faktor kemiringan, dan faktor kelengkungan. Estimasi yang digunakan dalam menyelesaikan model ini adalah OLS. Diebold dkk. (2007) memodifikasi model NS menjadi model NS dinamik dengan cara
8 Bab I. Pendahuluan 8 menerapkan faktor-faktor laten yang terdapat pada imbal hasil obligasi pemerintah. Penyelesaian model tersebut menggunakan estimasi Gaussian MLE dengan menerapkan prinsip Kalman-Filter. Pooter (2007) menentukan kurva imbal hasil menggunakan model NS dua faktor, empat faktor, dan lima faktor yang dibandingkan antara ketiga bentuk model tersebut. Estimasi yang digunakan dalam model ini ada dua langkah, langkah pertama menggunakan estimasi OLS, langkah kedua mengestimasi semua parameter secara simultan dengan menerapkan Kalman-Filter. Christensen dkk. (2008) memperluas model NS dengan model Dynamic Nelson-Siegel (DNS) yang diestimasi menggunakan MLE dan menerapkan algoritma Kalman-Filter. Krippner (2009) membandingkan model NS dengan Gaussian Affine Term Structure Model (GATSM) dan mengatakan model NS lebih efektif dari GATSM. Maria dkk. (2009) membandingkan model NS, model NSS, dan model Vasicek. Estimasi yang digunakan adalah MLE. Gilli dkk. (2010) mengestimasi model NSS dengan algoritma Least Square (LS) dalam dua bentuk optimasi: pertama, masalah optimasi yang tidak konveks memiliki perkalian optima lokal; kedua, penekanan range tertentu pada parameter. Kondisi model yang jelek memberikan estimasi parameter yang tidak stabil terhadap data. Rezende dan Ferreira (2011) membandingkan peramalan dari empat perluasan model NS yaitu: NS, Bliss, NSS, dan model RF. Pendekatan peramalan yang digunakan adalah Quantile Autoregression (QAR). Pembahasan estimasi model KNS sangat komplek sekali, model KNS ini memiliki dua parameter umum, yaitu parameter linear dan parameter non-linear. Disamping itu, model ini memiliki constrain yang bernilai positif sehingga estimasi secara biasa belum dapat menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam model ini. 1.3 Permasalahan Berdasarkan latar belakang dan tinjauan pustaka, permasalahan umum dalam disertasi ini adalah melakukan kajian tentang kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam model KNS dan melakukan kajian tentang estimasi yang
9 Bab I. Pendahuluan 9 digunakan model tersebut, pendekatan estimasi yang dikaji melalui data empiris dengan menggunakan pemrograman yang terdapat pada program R yang telah digunakan peneliti-peneliti sebelumnya. Dari permasalahan umum tersebut, yang menjadi permasalahan pokok dalam disertasi ini adalah a. Bagaimana melakukan estimasi parameter-parameter yang terdapat dalam model KNS dengan tidak melakukan penggantian inisial value. b. Bagaimana melakukan tampilan kurva imbal hasil model KNS dalam satu gambar, sehingga dapat dengan mudah membandingkan kurva-kurva yang dibentuk oleh setiap model. c. Bagaimana menggunakan studi kasus yaitu data obligasi pemerintah untuk setiap obligasi yang ditawarkan. d. Bagaimana menentukan model terbaik dari model-model yang telah dibahas, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam berinvestasi. 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan pemasalahan yang dibahas di atas, adapun tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengembangan model KNS dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi. Secara umum penelitian ini terbagi dalam empat kajian, yaitu: Melakukan kajian teoritis berkaitan dengan menemukan kelemahankelemahan model KNS sehingga dipandang perlu untuk memperluas model kelas ini. Mengkaji metode estimasi untuk menemukan estimasi yang tepat untuk menentukan estimator parameter yang terdapat dalam model KNS. Membandingkan kelebihan dan kekurangan estimasi hybrid antara pendekatan klasik dan pendekatan algoritma genetik. Mensimulasikan untuk memvisualisasi kurva imbal hasil model kelas Nelson- Siegel dan menentukan estimator parameter, bila tidak menemukan solusi closed form.
10 Bab I. Pendahuluan 10 Menerapkan kajian empiris dengan data-data yang diambil dari obligasi pemerintah Indonesia untuk menguji kesesuaian perluasan model KNS dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi atau menerbitkan obligasi. 1.5 Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas, penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan statistika, khususnya analisis dan penerapan dari model KNS Sehingga memperoleh model yang lebih fleksibel dan meningkatkan ketetapan untuk menentukankan kurva imbal hasil obligasi negara yang menggunakan perluasan model NSS dengan menyisipkan hump kedua pada faktor ketiga dari model NSS. Disamping itu, penelitian ini juga bermanfaat bagi Pemerintah atau investor, yaitu dapat menjadi acuan untuk menentukan kebijakan dalam menerbitkan obligasi. Manfaat bagi investor, dapat mengambil keputusan dalam berinvestasi terhadap harga pasar yang wajar mengenai obligasi. 1.6 Sistematika Penulisan Disertasi ini terdiri dari enam bab bahasan. Bab I berisi tentang pendahuluan, yang mencakup tentang latar belakang, tinjauan pustaka, permasalahan, tujuan, dan manfaat penelitian. Bab II menyajikan tentang landasan teori yang membahas secara singkat tentang obligasi, jenis-jenis obligasi, imbal hasil obligasi, imbal hasil jangka waktu jatuh tempo, term structure, kurva imbal hasil, metode hybrid, nonlinear least square, optimasi constrain pertidaksamaan, dan algoritma genetika. Bab III membahas tentang bagian pertama inti disertasi yaitu memperluas model KNS, model ini sebelumnya terdiri dari model Nelson- Siegel, model Nelson-Siegel dan Svensson, model Bliss, dan model Rezende- Ferreira. Model perluasan yang dibahas dalam bagian ini adalah model Nelson- Siegel dan Svensson Extended. Bab IV merupakan bagian kedua inti disertasi yang membahas tentang estimasi model kelas Nelson-Siegel dengan metode hybrid dengan pendekatan algoritma genetika.
11 Bab I. Pendahuluan 11 Penerapan estimasi model KNS, dan menentukan model terbaik disajikan studi empiris yang disampaikan dalam bab V. Kesimpulan dan masalah terbuka disajikan dalam bab VI.
PENGKONSTRUKSIAN KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON SIEGEL SVENSSON (Studi Kasus Data Obligasi Pemerintah)
1 PENGKONSTRUKSIAN KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON SIEGEL SVENSSON (Studi Kasus Data Obligasi Pemerintah) SKRIPSI Oleh : WINDA SETYAWATI NIM : J2E 007 035 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Investasi merupakan cara seseorang untuk menyimpan uang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan dan mengembangkan dana yang dimiliki. Proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia perekonomian dibutuhkan investasi guna menghadapi masa depan yang semakin berkembang. Investasi pada hakikatnya merupakan kegiatan penanaman modal pada
ESTIMASI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN CUBIC B-SPLINE
ESTIMASI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN CUBIC B-SPLINE SKRIPSI Oleh : DINA KUSUMA WARDANI NIM : J2E 007 006 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS
KONSTRUKSI KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON-SIEGEL (Studi Kasus Obligasi Pemerintah dengan Kode FR)
KONSTRUKSI KURVA YIELD DENGAN METODE NELSON-SIEGEL (Studi Kasus Obligasi Pemerintah dengan Kode FR) SKRIPSI Oleh : DESI WAHYUNINGTIAS NIM : J2E 005 223 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS
PEMBENTUKAN KURVA IMBAL HASIL (YIELD)
PEMBENTUKAN KURVA IMBAL HASIL (YIELD) DENGAN MODEL NELSON SIEGEL-SVENSSON (NSS) (Studi Kasus: Data Obligasi Pemerintah periode 27 Oktober 2014 sampai 31 Oktober 2014 ) Oleh: EUGENIA SEPTRI HUTAHAYAN 24010210141035
Estimasi Yield Curve di Indonesia
Estimasi Yield Curve di Indonesia Ronny Tanudjaja and Adler Haymans Manurung Abstract: This paper has objective to estimate yield curve in Indonesia. Some method was used to estimate yield curve. This
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Regresi Linier Sederhana Dalam beberapa masalah terdapat dua atau lebih variabel yang hubungannya tidak dapat dipisahkan karena perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi
BAB I PENDAHULUAN. adalah optimasi digunakan untuk memaksimalkan keuntungan yang akan diraih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, baik disadari maupun tidak disadari, manusia sebenarnya telah melakukan upaya optimasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan
Pada umumnya ilmu ekonomi mempelajari hubungan-hubungan antara. variabel ekonomi. Hubungan-hubungan yang fungsional tersebut mendefinisikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada umumnya ilmu ekonomi mempelajari hubungan-hubungan antara variabel ekonomi. Hubungan-hubungan yang fungsional tersebut mendefinisikan ketergantungan variabel
Estimasi Parameter pada Model Suku Bunga Cox Ingersoll Ross (CIR) Menggunakan Kalman Filter untuk Menentukan Harga Zero Coupon Bond
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 4, No.2, (2015) 2337-3520 (2301-928X Print) A-55 Estimasi Parameter pada Model Suku Bunga Cox Ingersoll Ross (CIR) Menggunakan Kalman Filter untuk Menentukan Harga Zero Coupon
BAB I PENDAHULUAN. dalam Undang-undang Republik Indonesia No.11 Tahun Prinsip dari Dana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dana Pensiun merupakan badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dasar hukum Dana Pensiun diatur dalam Undang-undang Republik
BAB I PENDAHULUAN. Statistika adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari prosedur-prosedur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Statistika adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari prosedur-prosedur yang digunakan dalam pengumpulan, penyajian, analisis dan interpretasi data. Statistika
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Model regresi yang baik memerlukan data yang baik pula. Suatu data dikatakan baik apabila data tersebut berada di sekitar garis regresi. Kenyataannya, terkadang terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Siti Nurhayati Basuki, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ekonometrika merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang menggunakan alat analisis matematika dan statistika dalam menganalisis masalah ekonomi secara kuantitatif
ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE LIMITED INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (LIML) SKRIPSI
ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE LIMITED INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (LIML) SKRIPSI Oleh : IPA ROMIKA J2E004230 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB III EXTENDED KALMAN FILTER DISKRIT. Extended Kalman Filter adalah perluasan dari Kalman Filter. Extended
26 BAB III EXTENDED KALMAN FILTER DISKRIT 3.1 Pendahuluan Extended Kalman Filter adalah perluasan dari Kalman Filter. Extended Kalman Filter merupakan algoritma yang digunakan untuk mengestimasi variabel
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis time series (runtun waktu) banyak digunakan dalam berbagai bidang, misalnya ekonomi, teknik, geofisika, pertanian, dan kedokteran. Analisis runtun waktu digunakan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan statistik sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan yang lebih baik telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Setiap orang, baik sadar maupun
BAB I PENDAHULUAN. Dalam banyak situasi ekonomi, hubungan yang terjadi antarvariabel
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam banyak situasi ekonomi, hubungan yang terjadi antarvariabel ekonomi tidak hanya bersifat satu arah namun bersifat saling mempengaruhi. Dalam bahasa ekonometrika
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya yield to maturity (YTM) dari obligasi negara seri fixed rate tenor 10 tahun
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Catastrophe risk atau resiko bencana alam merupakan kerugian yang ditimbulkan dari bencana alam seperti gempa bumi, angin badai atau angin topan dan banjir, dimana
LANDASAN TEORI. Dalam proses penelitian pendugaan parameter dari suatu distribusi diperlukan
II. LANDASAN TEORI Dalam proses penelitian pendugaan parameter dari suatu distribusi diperlukan beberapa konsep dan teori yang mendukung dari ilmu statistika. Berikut akan dijelaskan beberapa konsep dan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. tabungan masyarakat, deposito berjangka dan rekening valuta asing atau
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Jumlah Uang Beredar Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) atau broad money merupakan merupakan kewajiban sistem moneter (bank sentral)
BAB I PENDAHULUAN. bersifat tetap ( bukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel independen atau lebih dengan variabel dependen. Pada studi perbandingan
ALGORITMA MODIFIKASI BROYDEN-FLETCHER-GOLDFARB-SHANNO (MBFGS) PADA PERMASALAHAN OPTIMASI
ALGORITMA MODIFIKASI BROYDEN-FLETCHER-GOLDFARB-SHANNO (MBFGS) PADA PERMASALAHAN OPTIMASI Nama Mahasiswa : Rahmawati Erma.S. NRP : 1208100030 Jurusan : Matematika Dosen Pembimbing : 1. Subchan, M.Sc, Ph.D
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis statistika yang paling banyak digunakan. Pada kejadian sehari hari terdapat hubungan sebab akibat yang muncul,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin majunya peradaban zaman, banyak pihak dalam berbagai bidang memerlukan suatu alat untuk memodelkan suatu data kedalam suatu fungsi yang dapat dipergunakan
BAB I PENDAHULUAN. negara lain, khususnya anggota ASEAN 5, yaitu Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki inflasi yang berfluktuasi dan cenderung lebih tinggi dibandingkan negara lain, khususnya anggota ASEAN 5, yaitu Malaysia, Filipina, Thailand dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Analisis varians (ANOVA) pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher. ANOVA merupakan generalisasi dari uji t, digunakan pada situasi saat peneliti ingin
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Sampel, Sumber Data dan Pengumpulan Data Penelitian kali ini akan mempergunakan pendekatan teori dan penelitian secara empiris. Teori-teori yang dipergunakan diperoleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. variabel prediktor terhadap variabel respons. Hubungan fungsional
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Dalam ilmu statistika, metode yang dapat digunakan untuk menganalisis pola hubungan antara satu variabel atau lebih dengan satu variabel atau lebih lainnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini semakin banyak permasalahan pada kehidupan sehari-hari yang memerlukan pendekatan optimisasi dalam penyelesaiannya. Sebagai contoh, misalkan sebuah perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Regresi merupakan salah satu teknik analisis statistika yang paling banyak digunakan. Banyak sekali teknik analisis statistika yang diturunkan atau didasarkan pada
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Banyak jenis data memiliki struktur hirarki, tercluster, atau bersarang (nested). Hirarki tersebut dapat hadir secara alami dalam pengamatan observasional
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fitur yang membedakan asuransi jiwa indeks-terjamin dengan polis asuransi jiwa tradisional adalah bahwa kewajiban manfaat pada saat jatuh tempo tergantung pada nilai
PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP MATA UANG EURO DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE. Sulton Syafii Katijaya 1, Suparti 2, Sudarno 3.
PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP MATA UANG EURO DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE Sulton Syafii Katijaya 1, Suparti 2, Sudarno 3 1 Mahasiswa Jurusan Statistika FSM UNDIP 2,3 Staff Pengajar Jurusan Statistika
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis Regresi adalah analisis statistik yang mempelajari bagaimana memodelkan sebuah model fungsional dari data untuk dapat menjelaskan ataupun meramalkan suatu
BAB I PENDAHULUAN. penting dalam proses pengambilan keputusan di suatu instansi. Untuk melakukan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang, peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan di suatu instansi. Untuk melakukan peramalan
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu formula dalam teori bunga telah diusulkan pada abad
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Salah satu formula dalam teori bunga telah diusulkan pada abad kesembilan belas oleh seorang aktuaris dan ahli matematika Inggris bernama William Makeham.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Saat ini dunia asuransi berkembang sangat pesat sama halnya dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya seperti perbankan dan pasar modal. Hal ini karena
BAB I PENDAHULUAN. Dalam bab ini akan dibahas mengenai hal-hal yang melatarbelakangi
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai hal-hal yang melatarbelakangi penulisan tesis, rumusan masalah, tujuan dan manfaatnya, tinjauan-tinjauan pustaka dari hasil penelitian terkait serta
DASAR- DASAR RISET PEMASARAN
EDISI KEEMPAT DASAR- DASAR RISET PEMASARAN Jilid 2 GILBERT A. CHURCHILL, JR. Bab 21 Analisis Data: Menyelidiki Hubungan TUJUAN PEMBELAJARAN 1-3 1. Menjelaskan perbedaan antara analisis regresi dan korelasi
PREDIKSI INFLASI DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI KERNEL
PREDIKSI INFLASI DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI KERNEL Firmanti Suryandari, Sri Subanti, Bowo Winarno Program Studi Matematika FMIPA UNS ABSTRAK. Inflasi merupakan proses meningkatnya
I. PENDAHULUAN. perbankan. Dimana sektor perbankan menjadi pondasi pembangunan nasional
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan sektor perbankan. Dimana sektor perbankan menjadi pondasi pembangunan nasional dalam mengumpulkan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pergerakan Harga Saham Pergerakan harga harian indeks LQ45 dan lima saham perbankan yang termasuk dalam kelompok LQ45 selama periode penelitian ditampilkan dalam bentuk
MAKALAH TINGKAT BUNGA DAN NILAI OBLIGASI
MAKALAH TINGKAT BUNGA DAN NILAI OBLIGASI D I S U S U N OLEH : KELOMPOK 8 NAMA : SHERYN FLORENSKA (163304020824) AYUGINA SINAGA (163304020826) RUANGAN : 415 (PAGI F) SEMESTER 3 UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zaman yang semakin berkembang membuat persoalan semakin kompleks, tidak terkecuali persoalan yang melibatkan persoalan matematika. Dalam pemecahannya, matematika memegang
BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data Tingkat Bagi Hasil
BAB III METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah perilaku prosiklikalitas perbankan di
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah perilaku prosiklikalitas perbankan di Indonesia pada tahun 2007M01 2016M09. Pemilihan pada periode tahun yang digunakan adalah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori teori yang berhubungan dengan pembahasan ini sehingga dapat dijadikan sebagai landasan berpikir dan akan mempermudah dalam hal pembahasan
UNIVERSITAS INDONESIA ESTIMASI KURVA YIELD DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESSI DAN EMPIRIS
UNIVERSITAS INDONESIA ESTIMASI KURVA YIELD DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESSI DAN EMPIRIS TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Manajemen Ronny Tanijaya
PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT MENGGUNAKAN
PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT MENGGUNAKAN REGRESI PENALIZED SPLINE BERBASIS RADIAL SKRIPSI Disusun oleh: KARTIKANINGTIYAS H.S 24010211140076 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN
TUGAS AKHIR ALGORITMA MODIFIKASI BROYDEN-FLETCHER-GOLDFARB- SHANNO (MBFGS) PADA PERMASALAHAN OPTIMASI
TUGAS AKHIR ALGORITMA MODIFIKASI BROYDEN-FLETCHER-GOLDFARB- SHANNO (MBFGS) PADA PERMASALAHAN OPTIMASI (ALGORITHM OF MODIFIED BROYDEN-FLETCHER-GOLDFARB- SHANNO (MBFGS ) FOR OPTIMIZATION PROBLEM ) Oleh:
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin majunya peradaban, banyak pihak dalam berbagai bidang memerlukan suatu alat untuk memodelkan suatu data ke dalam suatu fungsi yang dapat dipergunakan
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN IV.1 Analisis Deskriptif IV.1.1 Gambaran Mengenai Return Saham Tabel IV.1 Descriptive Statistics N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Return Saham 45 2.09-0.40
III. METODE PENELITIAN. Laporan Kebijakan Moneter, Laporan Perekonomian Indonesia, Badan Pusat
49 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari data publikasi Bank Indonesia berupa Statistik Ekonomi Moneter, Laporan
OVERVIEW Strategi investasi obligasi merupakan strategi 1/31
http://www.deden08m.wordpress.com OVERVIEW 1/31 Strategi investasi obligasi merupakan strategi yang digunakan investor dalam pengelolaan portofolio obligasi. Secara spesifik, setelah mempelajari bab ini,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis data survival yaitu kumpulan dari beberapa metode untuk menganalisis data yang terjadi dari titik asal sampai terjadinya event. Pada analisis survival terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan pasar modal, obligasi sebagai instrumen investasi yang berpendapatan tetap (fixed income securities) diperkirakan akan terus tumbuh dari
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Model persamaan struktural atau Structural Equation Model (SEM) adalah teknik statistik untuk menguji dan memperkirakan hubungan kausal dengan menggunakan
4 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pendahuluan Dalam melakukan investasi, investor cenderung tidak memilih alternatif investasi yang berisiko. Di dalam berinvestasi pada instrumen obligasi, risiko yang
BAB 1 PENDAHULUAN. hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Analisis regresi merupakan metode analisis data yang menggambarkan hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor. Misalkan X adalah
BAB III METODE PENELITIAN. syariah di Indonesia, adapun sampel dipilih berdasarkan metode puposive random
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dari bank konvensional dan bank syariah di Indonesia, adapun sampel dipilih berdasarkan metode puposive random
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan data panel sebagai acuan sumber data yang digunakan. Dimana penelitian ini berfokus pada bagaimana peforma perusahaan ritel di
PEMODELAN HARGA OBLIGASI DENGAN BUNGA BERFLUKTUASI MENGGUNAKAN MODEL VASICEK JANGKA PENDEK
PEMODELAN HARGA OBLIGASI DENGAN BUNGA BERFLUKTUASI MENGGUNAKAN MODEL VASICEK JANGKA PENDEK Diani Sarah Kamilia1, Deni Saepudin 2, Irma Palupi.3 1,2,3Prodi Ilmu Komputasi Telkom University, Bandung [email protected],
BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemrograman nonlinear, fungsi konveks dan konkaf, pengali lagrange, dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka pada bab ini akan membahas tentang pengertian dan penjelasan yang berkaitan dengan fungsi, turunan parsial, pemrograman linear, pemrograman nonlinear, fungsi konveks
BAB IV METODE PENELITIAN. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai tukar riil dan tingkat suku bunga riil terhadap Indeks Harga Saham
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor ekonomi pada sebuah negara. Hal tersebut di dukung oleh peranan pasar modal yang sangat strategis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini penulis memilih Bursa Efek Indonesia sebagai tempat untuk melakukan riset. Lokasi penelitian ini dipilih karena dianggap sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Inflasi yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan perekonomian baik yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Krisis finansial yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu dampak
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 8.
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 8 PEMAHAMAN MENGENAI PASAR OBLIGASI Pasar obligasi umumnya akan menarik bila kondisi ekonomi cenderung menurun. Dalam pertumbuhan ekonomi yang lambat, tingkat bunga
BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia keuangan, dikenal adanya pasar keuangan (financial market)
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia keuangan, dikenal adanya pasar keuangan (financial market) yang terdiri atas pasar uang ( money market) dan pasar modal ( capital market). Pada pasar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Metode Permukaan Respon (Response Surface Methodology/RSM), pertama kali diperkenalkan oleh Box dan Wilson (1951), metode ini sering digunakan untuk mencari
KONSTRUKSI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN EXTENDED NELSON SIEGEL
KONSTRUKSI KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH KODE FR (FIXED RATE) MENGGUNAKAN EXTENDED NELSON SIEGEL SKRIPSI Oleh : RIZKI YANUAR HARLIYADI NIM : J2E 007 031 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS
III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari
III. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi empiris guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Brigham dan Houston (2007), obligasi merupakan suatu kontrak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengertian Obligasi Obligasi merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan dana bagi perusahaan dan juga merupakan salah satu alternatif bagi pemilik
MODEL HULL-WHITE DUA FAKTOR DALAM MENGAPROKSIMASI HARGA ZERO-COUPON BOND REZA HENGANING AYODYA X
MODEL HULL-WHITE DUA FAKTOR DALAM MENGAPROKSIMASI HARGA ZERO-COUPON BOND REZA HENGANING AYODYA 030401048X UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DEPARTEMEN MATEMATIKA DEPOK
Analisis Ekonometrika Model Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Sistem Simultan
Analisis Ekonometrika Model Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Sistem Simultan Oleh: Ainul Fatwa Khoiruroh (1310100096) Pembimbing: Dr. Setiawan, M.S. JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. dependen disebut dengan regresi linear sederhana, sedangkan model regresi linear
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Analisis regresi linear merupakan metode statistika yang digunakan untuk membentuk model hubungan antara variabel dependen (terikat; respon) dengan satu atau lebih variabel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pemecahan masalah dalam penelitian ini diawali dengan studi literatur yang mencakup kajian teori, penelitian empiris sebelumnya dan model yang relevan dengan masalah penelitian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam aspek kehidupan ini, banyak ditemui permasalahan yang berkaitan dengan prediksi masa depan yang tidak pasti. Peramalan adalah suatu usaha untuk memperkirakan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Salah satu instrumen derivatif yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah opsi. Opsi adalah suatu kontrak antara dua pihak, salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengoptimalan merupakan ilmu Matematika terapan dan bertujuan untuk mencapai suatu titik optimum. Dalam kehidupan sehari-hari, baik disadari maupun tidak, sebenarnya
METODE SEQUENTIAL QUADRATIC PROGRAMMING (SQP) PADA OPTIMASI NONLINIER BERKENDALA SKRIPSI
METODE SEQUENTIAL QUADRATIC PROGRAMMING (SQP) PADA OPTIMASI NONLINIER BERKENDALA SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata Satu (S1) pada Program Studi Matematika
BAB I PENDAHULUAN. investasi yang telah dilakukan. Dalam berinvestasi jika investor mengharapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia bisnis, hampir semua investasi mengandung ketidakpastian atau resiko. Investor tidak mengetahui dengan pasti hasil yang akan diperolehnya dari investasi
