PRAKTIK KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS
|
|
|
- Sukarno Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PRAKTIK KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Elfrida Nainggolan, SKM
2 KARAKTERISTIK PRAKTIK PKK: KOMUNITAS SEBAGAI MITRA Keperawatan Kesehatan Komunitas area spesialisasi keperawatan dengan unit pelayanan adalah komunitas dan agregat tertentu Goal peningkatan kesehatan komunitas Skills ketrampilan praktik keperawatan kesehatan komunitas, a.l.: skills in epidemiology, research, teaching, community organizing, and interpersonal relationship care.
3 PELAYANAN BERORENTASI KOMUNITAS DAN BERFOKUS PADA POPULASI Community-Oriented: Menggunakan keunikan: Pengalaman; pengetahuan Perhatian; nilai; keyakinan; dan kultur dari anggota komunitas Fokus pada populasi: Perawat menggunakan populasi sebagai fokus pelayanan
4 KLIEN DI KOMUNITAS INDIVIDU: Mempunyai masalah kesehatan aktual Mempunyai masalah kesehatan resiko tinggi Termasuk dalam kelompok rawan kesehatan KELUARGA: Memerlukan tindak lanjut pelayanan keperawatan Mempunyai anggota dengan masalah kesehatan resiko tinggi/ rawan kesehatan Belum memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat KELOMPOK: Kelompok mempunyai kebutuhan kesehatan khusus Kelompok rawan kesehatan/ masalah kesehatan khusus
5 PELAYANAN DIDASARKAN HUBUNGAN Membina & mempertahankan hubungan timbal balik dan caring relationship dengan komunitas penting dan aspek yang dimungkinkan dalam praktik komunitas Hubungan timbal balik & caring dengan komunitas mencakup: listening, participatory dialogue, critical reflection & sociopolitical elements of practice such as advocacy, community empowerment, and movement to action
6 ALIR YAN/ASKEP KOM Klien dari Sarana Yan Kes Tindak lanjut Perawatan RS PUSKESMAS Basic Six: PROMKES,KIA/KB, GIZI KES.LING, PPM & YANMED DASAR Proses Seleksi masalah Askep Individu Pulang ke rumah tdk perlu tindak Pertemuan: Lokmin bulanan & 3 bulanan lanjut Askep Klp/ Kom Yan/Askep Kom Tingkat Desa Evaluasi/Tindak Lanjut Askep klg
7 PRINSIP. 1. Menggunakan proses sistematis dan komprehensif 2. Bekerja didalam kemitraan dgn komunitas 3. Berfokus pada prevensi primer 4. Promosi lingkungan sehat 5. Target utk semua yg mungkin merasakan manfaat 6. Memberikan prioritas pada kebutuhan komunitas 7. Meningkatkan alokasi sumber yg optimal 8. Bekerjasama dgn berbagai pihak di komunitas
8 PERAWAT KOMUNITAS GENERALIS Memiliki ketrampilan awal dalam: Pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan komunitas Memiliki kompetensi dalam: berfikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi Penekanan utama dalam pelayanan individu dan keluarga
9 PERAN PERAWAT DI INDONESIA (Loknas. Ciloto, 1983) 1. Pelaksana 2. Pengelola 3. Pendidik 4. Peneliti
10 PERAN PELAKSANA Sebagai pemberi asuhan keperawatan kepada klien Diberikan kepada klien individu, keluarga, kelompok sepanjang rentang sehat-sakit Lingkup pelayanan keperawatan komunitas - Pencegahan primer - Pencegahan sekunder - Pencegahan tersier
11 FUNGSI PERAWAT PELAKSANA 1. Memberikan perawatan langsung kepada klien: ROM, Pengobatan, Pemeliharaan kebersihan, Adaptasi lingkungan, ambulasi, treatment 2. Memberikan perawatan tidak langsung : Koordinasi pelayanan keperawatan, penjelasan pelayanan yang tersedia, rujukan ke sumber di komunitas 3. Membina aktifitas pemeliharaan kesehatan - Mengkaji & menunjang praktik perilaku sehat - Mendukung potensi keluarga
12 PERAN PENDIDIK Peran pendidik penting bagi perawat komunitas karena tujuan utama CHN adalah kemandirian klien Tujuan Pendidikan kesehatan: Mampu mengambil keputusan yang baik tentang pelayanan kesehatan Mampu memulai perilaku yang bermanfaat bagi kesehatan Mampu merubah perilaku yang membahayakan kesehatan.
13 FUNGSI PERAWAT PENDIDIK Mengkaji kebutuhan klien: apa yang diketahui, perlu diketahui, dan ingin diketahui Menyediakan pelayanan pendidikan kesehatan Menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan topik nutrisi, eksercise, managemen stress, penanggulangan penyakit Mengajarkan informasi yang relevan untuk kesehatan klien dan gaya hidup sehat Membantu memilih sumber informasi: buku bacaan, televisi, majalah, kerabat
14 PERAN PENGELOLA Ketrampilan mengelola: Mengkoordinir aktifitas orang lain untuk mencapai tujuan spesifik Perawatmempunyai posisi ideal sebagai koordinator karena memahami kebutuhan klien Koordinasi adalah proses mengorganisasikan dan memadukan pelayanan seghingga efisien
15 FUNGSI PERAWAT PENGELOLA Melakukan supervisi pelayanan klien Melakukan supervisi anggota tim kesehatan dibawahnya Mengelola sistem ketenagaan dan sistem pelayanan klien Mengkoordinir aktifitas perencanaan komunitas
16 PERAN PENELITI Peneliti mengekplorasi fenomena Penelitian yang berfokus pada kegiatan investigasi menjadi tg.jwb. Semua perawat Riset yang efektif didasarkan semangat inquiry, keterbukaan pemikiran, kemampuan observasi, dan analisa informasi dan situasi
17 FUNGSI PERAWAT PENELITI Melakukan penilaian hasil riset Mengevaluasi penyelidikan menggunakan kriteria Membaca dan mengkritik hasil riset Menyebarluaskan temuan riset Berpartisipasi melaksanakan riset orang lain Merancang dan menyelenggarakan riset jika memenuhi kriteria.
18 Add your company slogan KOMPETENSI PERAWAT GENERALIS KESEHATAN KOMUNITAS LOGO
19 KOMPETENSI Kemampuan & kewenangan yg dimiliki sesorang utk melakukan suatu pekerjaan yg didasari oleh pengetahuan, ketrampilandan sikap sesuai dgn unjuk kerja yg ditetapkan (DIKNAS, 2003) Aplikasi pengetahuan, interpersonal, pengambilan keputusan dan ketrampilan psikomotor yg diharapkan utk perawat berperan dlm praktik didalam konteks kesehatan, kesejahteraan & keamanan publik (Sheets, 1997).
20 KOMPETENSI PERAWAT Kemampuan yg dimiliki seorang perawat utk melakukan praktik keperawatan yg didasari oleh pengetahuan, ketrampilan & sikap sesuai unjuk kerja yg ditetapkan didalam konteks kesehatan, kesejahteraan dan keamanan klien.
21 KOMPETENSI Mandiri: kemampuan melakukan pratik keperawatan profesional sesuai dgn tingkat kemampuan yg dimiliki Delegasi: kemampuan melakukan pratik keperawatan yg dilimpahkan dari perawat profesional (ners) kepada perawat vokasional atau dari tenaga medis kepada perawat profesional. Diperluas: kemampuan perawat profesional melakukan tindakan tertentu sesuai ketentuan yg ditetapkan
22 STANDAR KOMPETENSI Standar: ukuran/ patokan Kompetensi: kemampuan atau kecakapan melakukan pekerjaan (DIKNAS, 2003) Standar kompetensi: perumusan kemampuan yg hrs dimiliki terkait pengetahuan, ketrampilan & sikap sesuai unjuk kerja yg dipersyaratkan.
23 STANDAR KOMPETENSI PERAWAT GENERALIS Ranah/domain kompetensi mencakup: 1. Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya; 2. Pemberian dan menejemen asuhan keperawatan; dan 3. Pengembangan profesional.
24 Kompetensi perawat Ranah 1: Terdiri dari tiga unit kompetensi sbb: 1.1 Perawat bertanggung gugat terhadap praktik profesional (di Puskesmas dan Masy); 1.2 Praktik yg etis dan peka budaya artinya perawat melaksanakan praktik keperawatan berdasarkan Kode Etik Keperawatan Indonesia dan memperhatikan budaya klien; 1.3 Praktik legal artinya perawat melaksanakan praktik secara legal
25 Kompetensi perawat Ranah 2: Terdiri dari 10 unit kompetensi sbb: 2.1 Perawat menerapkan prinsip-prinsip kep komunitas dlm pemberian yan kep dan askep; 2.2 Perawat melaksanakan upaya promosi kesehatan dlm pelayanan keperawatan di Puskesmas dan masy; 2.3 Perawat melakukan pengkajian keperawatan sesuai standar praktik kep;
26 Ranah Perawat menyusun perencanaan keperawatan dgn melibatkan sistem klien dan menggunakan sumbersumber yg ada di masy; 2.5 Perawat melaksanakan tindakan keperawatan sesuai rencana yg disusun; 2.6 Perawat menilai asuhan keperawatan yg diberikan; 2.7 Perawat mempergunakan komunikasi terapeutik dan hubungan interpersonal dlm pemberian yan/askep;
27 Ranah Perawat menciptakan dan mempertahankan lingkungan yg aman di dalam atau luar Puskesmas/masy; 2.9 Perawat mempergunakan hubungan inter profesional dlm pelayanan keperawatan/kesehatan (lintas program dan sektor); 2.10 Perawat mempergunakan teknik delegasi dan supervisi dlm yan/askep: dari perawat D3 ke SPK, Ners ke D3, dst.
28 Kompetensi perawat Ranah 3: Terdiri dari tiga unit kompetensi sbb: 3.1 Perawat melaksanakan penguatan/peningkatan profesional dlm rangka meningkatkan praktik kep; 3.2 Perawat melaksanakan peningkatan mutu yan/askep; 3.3 Perawat mengikuti pendidikan berlanjut untuk mewujudkan tanggung jawab profesi.
29 Kompetensi perawat Setiap unit dirinci menjadi sub-unit Contoh: Ranah 2, Unit 2.3: pengkajian keperawatan dibagi menjadi tiga sub-unit sbb: Melaksanakan pengkajian keperawatan dan kesehatan yg sistematis sesuai standar praktik keperawatan di Puskesmas dan masy; Mengumpulkan data klien secara holistik dan komprehensif; dan Menganalisis, menginterpretasi, dan mendokumentasikan data secara akurat
30 SASARAN KEP KOMUNITAS 1. Individu dg berbagai masalah kes yg lazim/tindak lanjut kep RS 2. Keluarga sesuai tahapan tumbang klg dan anggota dan masalahnya 3. Kelompok Khusus/aggregate sesuai dengan masalah/isu-isu yg timbul (1 s.d 3 dengan tingkat kesukaran ringan ke sedang) 4. Komunitas: sesuai lokasi atau settings sesuai cakupan wilayah
31 CAKUPAN WILAYAH RT RW Kelurahan/Desa Kecamatan Kabupaten Kota Propinsi : D3 atau kurang : D3 dengan kekhususan : Ners : Ners + sertifikasi : Sp.Kom : Sp.Kom + Sertifikasi manejemen
32 CAKUPAN AREA KEKHUSUSAN Tempat : Sekolah, Industri sedang dan Industri rumah tangga Fokus: Promosi dan prevensi Melaksanakan: SPK Merencanakan dan melaksanakan dgn sekala kecil: D3 kekhususan Merencanakan dan melaksanakan dgn skala sedang Ners Menyusun program dan memantau: Sp.Kom
33 LINGKUP PRAKTIK Prevensi primer: cegah sebelum terjadi sakit atau tdk berfungsi diaplikasikan pd populasi sehat Prevensi sekunder: fokus pd diagnosis dini dan intervensi utk hambat proses patologik dan cegah keparahan penyakit Prevensi tersier: mengembalikan fungsi seoptimal mungkin
34 MASALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS Masalah Kep.Komunitas: Tidak terpenuhinya kebutuhan dasar komunitas baik bersifat individu, keluarga, kelompok dan komunitas akibat ketidaktahuan, ketidakmauan, dan ketidak mampuan yang dapat diatasi dengan intervensi keperawatan komunitas atau berkolaborasi inter atau intra profesi
35 SIFAT DAN BENTUK INTERVENSI KEP KOMUNITAS Sifat Intervensi: Berlanjut (continuity) dan sepanjang daur kehidupan Bentuk intervensi: Edukasi, direct care, advokasi, pemberdayaan(community empowering), rujukan
36 PRAKTIK KEPERAWATAN DI KOMUNITAS BERBASIS KOMPETENSI?? Praktik yang dilaksanakan mengacu kepada pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan profesi yang dilimpahkan pelaksanaannya kepada Institusi pendidikan/lahan praktik setelah mengikuti kegiatan praktik mahasiswa kompeten melakukan suatu kegiatan yang ditetapkan sesuai tingkatannya.
37 CARA PENCAPAIAN KOMPETENSI Melalui 4 tahapan: Tahap 1: PRA INTERAKSI a. Mengingatkan kepada mahasiswa kompetensi yang harus dicapai sesuai dengan tingkatannya (Program D3 atau Ners) b. Memberikan informasi atau data-data yang terkait pelayanan di Puskesmas dan masyarakat agar mahasiswa mengenal wilayah yang menjadi lahan praktiknya termasuk menggali potensi yg ada dan masalah prioritas c. Menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yg berlaku
38 CARA PENCAPAIAN KOMPETENSI Tahap 2 : ORIENTASI a. Mengenalkan wilayah kerja Puskesmas b. Mengenalkan dan mendiskusikan program-program yang dilaksanakan di Puskesmas dan masy c. Mengenalkan lintas program dan lintas sektor terkait d. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengamati pelayanan di dalam dan di luar gedung Puskesmas e. Meminta tanggapan mahasiswa terkait hasil pengamatannya
39 CARA PENCAPAIAN KOMPETENSI Tahap 3 : KERJA a. Memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan pengkajian b. Mendiskusikan hasil pengkajian bersama mahasiswa c. Mendampingi sekaligus sebagai narasumber pada saat presentasi hasil pengkajian mahasiswa di lahan praktik (lintas program dan sektor, masyarakat, dll) d. Memfasilitasi mahasiswa dalam menyusun rencana e. Mendiskusikan alasan-alasan penyusunan rencana keperawatan
40 CARA PENCAPAIAN KOMPETENSI Tahap 3 : KERJA f. Membimbing dan mensupervisi mahasiswa dalam melakukan implementasi g. Mengobservasi ketrampilan dan sikap mahasiswa selama melakukan kegiatan praktik h. Memberikan umpan balik baik lisan saat pre-post conference atau tertulis (setiap kegiatan membuat laporan pendahuluan terkait kegiatan apa saja yang akan dilakukan) atau melalui laporan akhir setiap kegiatan
41 CARA PENCAPAIAN KOMPETENSI Tahap 4 : TERMINASI a. Menilai pengetahuan, ketrampilan dan sikap mahasiswa dan membandingkan dengan standar kompetensi yang ditetapkan (Dalam Silabus mata ajar) b. Mendiskusikan hasil penilaian bersama mahasiswa. Untuk mahasiswa yg belum mencapai kompetensi yg dipersyaratkan diwajibkan mengulang praktik sampai kompeten. Tujuan akhir kompeten dalam melakukan praktik c. Setelah mahasiswa dan pembimbing dapat menerima hasil penilaian tersebut ditanda tangani bersama d. Hasil penilaian diserahkan kepada koordinator mata ajar untuk tindak lanjut proses pembelajaran mahasiswa
42 TEKNIK BIMBINGAN A. Langsung: 1. Melakukan pre dan post conference setiap hari praktik untuk menilai kesiapan mahasiswa dalam melakukan praktik. Dan menyelesaikan masalahmaslah yg ditemukan selama praktik di dalam kelompok dan menilai secara bertahap pencapaian kompetensi.
43 TEKNIK BIMBINGAN 2. Melakukan bimbingan dan supervisi praktik baik di Puskesmas atau masy/rumah klien melalui teknik demonstrasi langsung untuk tindakan kep dan redemonstrasi oleh mahasiswa 3. Melakukan follow-up support yakni dipantau terus menerus dan apabila ada kompetensi yang belum dicapai mahasiswa diingatkan untuk terus mencoba 4. Memfasilitasi mahasiswa dalam rapat lintas program dan sektor 5. Memberi umpan balik dalam presentasi kasus
44 TEKNIK BIMBINGAN B. Tidak langsung: Memberikan umpan balik tertulis terhadap: 1. Proposal singkat kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa 2. Laporan pendahuluan untuk setiap kegiatan mahasiswa 3. Dokumentasi askep, minimal 3 kali (1 kali pengkajian s.d rencana intervensi; kedua kali Implementasi; terakhir evaluasi) selama praktik
45 KRITERIA LAHAN PRAKTIK KEPERAWATAN DI KOMUNITAS 1. Puskesmas: a. D3: minimal Pustu yg dikelola oleh perawat dan melaksanakan asuhan keperawatan b. Ners: minimal Puskesmas, yg melaksanakan program CHN 2. Wilayah: 1. D3 : minimal RT 2. Ners : minimal RW Catatan: Pemilihan wilayah secara acak, diutamakan Puskesmas pendidikan dimana sudah dikembangkan model praktik keperawatan komunitas bersama institusi pendidikan dan dinilai oleh kedua pihak secara berkala.
46 KRITERIA LAHAN PRAKTIK KEPERAWATAN DI KOMUNITAS 2. Ketersediaan pembimbing lapangan: Pembimbing lapangan memiliki kriteria pendidikan dan pengalaman satu tingkat diatas mahasiswa yg dibimbing. D3: minimal Ners Ners: minimal Ners + pengalaman praktik CHN di Puskesmas/masy minimal 2 tahun Sp.Kom: minimal magister keperawatan komunitas + pengalaman membimbing atau praktik CHN 2 tahun, didampingi pembimbing utama S3 Kep (diutamakan kep kom)
47 KRITERIA LAHAN PRAKTIK KEPERAWATAN DI KOMUNITAS 3. Program: a. Praktik Keperawatan Kesehatan Komunitas telah dilaksanakan sebagai program pokok atau terintegrasi b. Diutamakan telah mengembangkan model praktik keperawtan komunitas bersama institusi pendidikan. c. Melaksanakan penelitian dan pendidikan berkelanjutan bagi staf di Puskesmas/wilayah kerjanya baik mandiri atau bekerjasama dgn pendidikan
48 Daftar Acuan Anderson, E.T., and McFarlane, J.(2000). Community as partner: Theory and practice in nursing, 3 rd.ed, Philadelpia: Lippincott Allender, J.A., and Spradley, B.W.(2001). Community health nursing : Concepts and practice, 4 th.ed, Philadelpia: Lippincott Clark, M.J.(1999). Nursing in the community: Dimensions of community health nursing, Standford, Connecticut: Appleton & Lange
Disampaikan Oleh: R. Siti Maryam, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom 17 Feb 2014
Disampaikan Oleh: R. Siti Maryam, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom 17 Feb 2014 1 Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah merupakan sintesa dari keperawatan kesehatan komunitas dan keterampilan teknikal tertentu yang
SEJARAH KEPERAWATAN KOMUNITAS & KONSEP MODEL KEPERAWATAN KOMUNITAS
SEJARAH KEPERAWATAN KOMUNITAS & KONSEP MODEL KEPERAWATAN KOMUNITAS Elfrida Nainggolan, SKM SEJARAH CHN Early Home care Nursing (Before mid- 1800s) District Nursing (Mid-1800s to 1900) Visiting nurse William
: Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas. : Asuhan Keperawatan Jiwa - Komunitas
Nama : Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : 19671215 200003 1 002 Departemen Mata Kuliah Topik : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas : Keperawatan Komunitas : Asuhan Keperawatan Jiwa - Komunitas LAPORAN WHO (2002)
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. 2. PMK RI Nomor 49 Tahun 2013 Tentang Komite Keperawatan.
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH TENTANG SURAT PENUGASAN KLINIS (SPK) TENAGA KEPERAWATAN NOMOR:.../RSNH/SK-DIR/XII/2013 DIREKTUR RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH Menimbang : 1. Bahwa setiap tenaga keperawatan
KOMPETENSI PERAWAT R. NETY RUSTIKAYANTI
KOMPETENSI PERAWAT R. NETY RUSTIKAYANTI Pembangunan kesehatan Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal Upaya pelayanan/asuhan
TELAAH KOMPETENSI DIII KEPERAWATAN
TELAAH DIII KEPERAWATAN PARAMETER DESKRIPTOR a Mampu melakukan. dengan metode. menunjukka n hasil. dalam kondisi Unsurunsur Deskripsi Kemampuan kerja pada bidang terkait (profil) Cara kerja Tingkatan kualitas
KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS
KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS PENGERTIAN, TUJUAN & SASARAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian : Keperawatan Komunitas adlh st btk pelayanan yg didsrkan ilmu & kiat keperawatan ditujukan terutama pd klpk risti
MODEL KONSEPTUAL KESEHATAN KOMUNITAS
MODEL MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS Oleh : Makhfudli Bagian Keperawatan Komunitas Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya 03 April 2009
Perawat sbg tenaga profesional ber T.J dan berwenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan berkolaborasi dg tenaga kes lain sesuai dg
Perawat sbg tenaga profesional ber T.J dan berwenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan berkolaborasi dg tenaga kes lain sesuai dg kewenangannya, terutama terkait dg lingkup praktek dan
KEBIJAKAN ORGANISASI PROFESI DALAM MENGKAWAL KOMPETENSI PERAWAT MELALUI SDKI
KEBIJAKAN ORGANISASI PROFESI DALAM MENGKAWAL KOMPETENSI PERAWAT MELALUI SDKI DEFINISI ORGANISASI PROFESI ORGANISASI YANG MELAKUKAN PENILAIAN THD KEMAMPUAN ORANG PER ORANG SECARA PROFESIONAL DAN MEMPUNYAI
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
KEPERAWATAN KOMUNITAS PSIK UNLAM BANJARBARU ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS H. Ahyar Wahyudi, S.Kep.,Ns. Community Health Nursing Pelayanan keperawatan profesional yang merupakan perpaduan antara konsep kesehatan
STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070
KOMPETENSI PERAWAT KLINIK MEDIKAL BEDAH
KOMPETENSI PERAWAT KLINIK MEDIKAL BEDAH Penyusunan kompetensi perawat klinik didasarkan pada tiga ranah kompetensi yang mencakup : A. Praktik professional, etis, legal, dan peka budaya adalah kemampuan
PENILAIAN KINERJA PERAWAT DAN STAF KLINIS LAINNYA
PENILAIAN KINERJA PERAWAT DAN STAF KLINIS LAINNYA Dr.dr.Sutoto.,M.Kes KARS TEMPAT/TGL LAHIR :PURWOKERTO, 21 JULI 1952 Curiculum Vitae: Dr.dr.Sutoto,MKes JABATAN SEKARANG: 1. Ketua KARS Th 2011-2014/2014-2018
Metode Penugasan. Sumijatun Maret 2008
Metode Penugasan Sumijatun Maret 2008 Penugasan / ( Care Delivery Methode ) Metode yg digunakan pemberian asuhan keperawatan kpd klien Didesain mewujudkan pelayanan keperwatan yg aman, efektif dan efisien
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN & SISTEM RUJUKAN. Dr. TRI NISWATI UTAMI, M.KES
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN & SISTEM RUJUKAN Dr. TRI NISWATI UTAMI, M.KES Definisi Sistem kesehatan suatu jaringan penyedia pelayanan kesehatan (supply side) & orang yang menggunakan pelayanan tersebut
2). Fokus pada kesadaran pada proses pembelajaran dan tanggung jawab. 3). Peran dosen tidak mengajari tetapi menstimulasi proses yang aktif.
COACHING PROSES Pengertian : 1). Pemberdayaan kualitas potensial mahasiswa 2). Fokus pada kesadaran pada proses pembelajaran dan tanggung jawab 3). Peran dosen tidak mengajari tetapi menstimulasi proses
KOMPETENSI NERS BERBASIS. KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA Indonesian Qualification Framework
KOMPETENSI NERS BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA Indonesian Qualification Framework PARAMETER DESKRIPTOR Unsur-unsur Deskripsi DESKRIPTOR JENJANG KUALIFIKASI Ners (LEVEL 7) a Mampu melakukan.
STANDAR KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
STANDAR KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070
STANDAR PROFESI KEPERAWATAN. Yeneva Everina
STANDAR PROFESI KEPERAWATAN Yeneva Everina Standar Profesi Keperawatan 1. Standar Praktik 2. Standar Pendidikan 3. Standar Pendidikan Berkelanjutan 1. Standar Praktik Praktik Keperawatan adalah tindakan
: Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas. Topik : Keperawatan Komunitas : Kunjungan Rumah
Nama : Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : 19671215 200003 1 002 Departemen Mata Kuliah : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas : Keperawatan Komunitas Topik : Keperawatan Komunitas : Kunjungan Rumah Home Visit Merupakan
Manajemen Asuhan Keperawatan. RAHMAD GURUSINGA, Ns., M.Kep.-
Manajemen Asuhan Keperawatan RAHMAD GURUSINGA, Ns., M.Kep.- Manajemen pada proses keperawatan Pengkajian Diagnosis Perencanaan Implementasi evaluasi langkah awal dalam proses keperawatan PENGKAJIAN proses
BUKU PEDOMAN PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS
BUKU PEDOMAN PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS Koordinator : Tirta Adikusuma, S.Kep., Ners. PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN AKADEMIK
Pendidikan & Promosi Kesehatan
Kebijakan Pemerintah Terkait Pendidikan & Promosi Kesehatan PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2016 Kelompok 3 AMANDA RIZKY (152310101102) HUSNITA FARADIBA (152310101106) IFKA WARDANIAH
By: Febi Ratnasari, S.Kep (Mata Ajar KDK 1)
By: Febi Ratnasari, S.Kep (Mata Ajar KDK 1) PERAN PERAWAT? Peran Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Dipengaruhi oleh keadaan
STANDAR KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA
DRAFT, 18-19 Oktober 2012 STANDAR KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Asosiasi Institusi Pendidikan Diploma Keperawatan
KONTRAK PERKULIAHAN. Hari Pertemuan/Jam : Rabu/ WIB Tempat Pertemuan : Ruang kuliah program B (Ruang F)
KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas Kode Mata Kuliah : NKK 318 Pengajar : Ns. Rika Sabri, M.Kep.,Sp.Kom Staf Puskesmas Semester : III/2005-2006 Hari Pertemuan/Jam : Rabu/14.00-15.40
KERANGKA ACUAN KEGIATAN KUNJUNGAN RUMAH
KERANGKA ACUAN KEGIATAN KUNJUNGAN RUMAH 1. PENDAHULUAN Permasalahan kesehatan yang dihadapi sampai saat ini cukup kompleks, karena upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan
KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS
KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS Elfrida Nainggolan, SKM 7/19/2013 AKPER HKBP 1 PENDAHULUAN Indonesia sehat... jika seluruh masy tahu, mau & mampu berperilaku hidup sehat Tujuan Pembangunan Nasional Masy.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KompetensiKeperawatan 1. Pengertian Kompetensi Kompetensi mengacu pada kemampuan secara umum untuk menjalankan sebuah pekerjaanatau bagian dari sebuah pekerjaan secara kompeten
IMPLEMENTAS I PERAWAT PRAKTEK MANDIRI. Ns. SIM SAYUTI, S.Kep NIRA : Beprofessional nurse Knowledge, skill, & attitude
IMPLEMENTAS I PERAWAT PRAKTEK MANDIRI Ns. SIM SAYUTI, S.Kep NIRA : 35240258861 Beprofessional nurse Knowledge, skill, & attitude Hasil Evaluasi Peran dan Fungsi Perawat Puskesmas Daerah Terpencil (Depkes
PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN
PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Pendidikan pasien dan keluarga membantu pasien berpartisipasi lebih baik dalam asuhan yang diberikan dan mendapat
PANDUAN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
PANDUAN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA RS.DARMO JLN. RAYA DARMO 90 SURABAYA BAB I PENDAHULUAN A. FALSAFAH PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA Pendidikan pasien dan keluarga membantu pasien berpartisipasi lebih
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT GAWAT DARURAT
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT GAWAT DARURAT PERAN DAN FUNGSI PERAWAT GAWAT DARURAT A. Peran Perawat Menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 peran perawat terdiri dari : 1. Sebagai pemberi asuhan keperawatan
INDONESIA NATIONAL NURSES ASSOCIATIONS COMPETENCIES FRAMEWORK
AIPNI HPEQ-DIKTI Makasar 13-14 Maret 2010 8/20/2012 INDONESIA 1 INDONESIA NATIONAL NURSES ASSOCIATIONS COMPETENCIES FRAMEWORK PRAKTIK PROFESSIONAL, ETIS, LEGAL, PEKA BUDAYA KERANGKA KERJA KOMPETENSI PERAWAT
KERANGKA ACUAN KEGIATAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT ( PERKESMAS ) PUSKESMAS KESAMBEN TAHUN I. Pendahuluan
PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KESAMBEN Jl. Raya Kesamben No. 3A Kecamatan Kesamben Kode Pos : 61484 Telp. 085655075735 Fax - Email : [email protected] Website : puskesmaskesamben.blogspot.com
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas I Kode Mata Kuliah/SKS : KEP. 549 Tingkat/Semester : II/IV Pertemuan Ke : 1 Waktu Pertemuan : 2 x 60 menit A. Kompetensi 1. Kompetensi Dasar
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA MASALAH KESEHATAN JIWA DI SEKITAR KITA Stres Agresif anarkis Depresi Paranoid Bunuh diri NAPZA PENGERTIAN KESEHATAN Menurut WHO : Keadaan sejahtera secara tubuh, jiwa, & sosial
PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012
PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012 I.DASAR HUKUM UU RI No. 29 Tahun 2004 Ttg Praktik Kedokteran UU RI No. 36 Tahun 2009 Ttg Kesehatan UU
HOME CARE/HOSPITAL HOME CARE M.HADARANI, S.KEP.NS.MPH
HOME CARE/HOSPITAL HOME CARE M.HADARANI, S.KEP.NS.MPH PENGERTIAN HOME HEALTH CARE Pel prof dan paraprofesional, juga peralatan yg berhubungan scr medis utk klien dan keluarga di tempat tinggalnya utk memelihara
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT WAY DENTE
DINAS KESEHATAN TULANG BAWANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT WAY DENTE KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG Jl. Raya Way Dente, Dente Teladas TULANG BAWANG KERANGKA ACUAN PEMBINAAN PELAKSANAAN KEGIATAN
PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA (PPK)
PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA (PPK) STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN > 8% Terpenuhi 2-79% Terpenuhi sebagian < 2% Tidak terpenuhi Standar PPK. 1 Rumah sakit menyediakan pendidikan untuk menunjang
PEDOMAN PELAKSANAAN MENAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN METODE TIM
PEDOMAN PELAKSANAAN MENAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN METODE TIM I. Pendahuluan Manajemen adalah proses bekerja melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Manajemen keperawatan merupakan suatu
METODE BIMBINGAN KLINIK
METODE BIMBINGAN KLINIK I. PENDAHULUAN. Pengalaman belajar bimbingan klinik pada pendidikan tinggi keperawatan maupun kebidanan adalah merupakan proses transformasi dari mahasiswa menjadi seorang perawat
FILOSOFI ASUHAN KEHAMILAN
FILOSOFI ASUHAN KEHAMILAN Pernyataan mengenai keyakinan & nilai/value yg dimiliki yg berpengaruh thd perilaku seseorang/kelompok. (Pearson & Vaughan, 1986) Menggambarkan keyakinan yg dianut oleh bidan
NERS SPESIALIS, LEVEL BERAPA? PROGRAM STUDI KEPERAWATAN (NERS SPESIALIS) LEVEL 8 KKNI SIKAP
NERS SPESIALIS, LEVEL BERAPA? PROGRAM STUDI KEPERAWATAN (NERS SPESIALIS) LEVEL 8 KKNI SIKAP a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius; b. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Globalisasi telah memberi dampak positif bagi setiap profesi kesehatan untuk selalu berupaya meningkatkan kinerja profesionalnya dalam kontribusi aterhadap perkembangan
PENGANTAR MANAJEMEN KEPERAWATAN. Sumijatun
PENGANTAR MANAJEMEN KEPERAWATAN Sumijatun Beberapa Teori Penting yg terkait dgn Man. Keperawatan : Teori Boulding Paradigma Keperawatan Model Konseptual Keperawatan 9 teori penting dlm man kep : Menurut
BAB VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis
BAB VIII Manajemen Penunjang Layanan Klinis Pelayanan Laboratorium Standar 8.1. Pelayanan Laboratorium Tersedia Tepat Waktu untuk Memenuhi Kebutuhan Pengkajian Pasien, serta Mematuhi Standar, Hukum dan
RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)
RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) Judul Mata Ajar : Sistem Reproduksi 2 Kode MK : KEP 301 Beban Studi : 3 SKS (T:2 SKS, P: 1 SKS) PJMK : Anita Rahmawati, S.Kep.,Ns Periode : Semester 6 Tahun Ajaran
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN (PROFESI NERS) SIKAP
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN (PROFESI NERS) SIKAP a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius; b. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,
PADA TAHUN 2020 MENHHASILKAN PERAWAT PROFESIONAL, PENUH CINTA KASIH DAN MAMPU BERSAING SECARA NASIONAL.
VISI AKPER DIRGAHAYU PADA TAHUN 2020 MENHHASILKAN PERAWAT PROFESIONAL, PENUH CINTA KASIH DAN MAMPU BERSAING SECARA NASIONAL. MISI AKPER DIRGAHAYU 1. MENYELENGGARAKAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI YANG BERKUALITAS
Tujuan Legeslasi: 1.Memperthankan kualitas pelayanan 2.Memberi kewenangan 3. Menjamin perlindungan hukum 4. Meningkatkan profesionalime
PEMBAHASAN Tujuan: Suatu persyaratan untuk melaksanakan praktek bidan perorangan dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai degan ketentuan 2 yang sudah ditetapkan dalam per undang-undagan serta memberikan
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA SEJARAH KEPERAWATAN JIWA DILUAR NEGERI Sblm th 1860 perawatan klien jiwa dgn costudial care (tertutup & isolatif) Th 1873 Linda Richards mengembangkan
STANDAR AKADEMIK STIKES RS BAPTIS KEDIRI. Standar 3 Kompetensi Lulusan
STANDAR AKADEMIK STIKES RS BAPTIS KEDIRI Standar 3 Kompetensi Lulusan 0 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii Prakata... iii Pendahuluan... iv A. Ruang Lingkup... 1 B. Acuan... 3 C. Istilah dan
By. Rahmad Gurusinga,S.Kep,Ns.,M.Kep.-
By. Rahmad Gurusinga,S.Kep,Ns.,M.Kep.- PENGERTIAN ISTILAH PHN (Publik Health Nursing) dikemukakan oleh Ruth B. Freeman pada tahun 1961 dalam bukunya Public Health Nursing Practice Pada tahun 1981 Freeman
TEORI / KONSEP YG TERKAIT DGN MANAJEMEN KEPERAWATAN
TEORI / KONSEP YG TERKAIT DGN MANAJEMEN KEPERAWATAN Sumijatun Beberapa Teori Penting yg terkait dgn Man. Keperawatan : Teori Boulding Paradigma Keperawatan Model Konseptual Keperawatan 9 teori penting
PANDUAN LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN KEPERAWATAN GERONTIK II TAHUN AJARAN 2017/2018
PANDUAN LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN KEPERAWATAN GERONTIK II TAHUN AJARAN 2017/2018 A. DESKRIPSI MATA AJARAN Praktek klinik gerontik merupakan penerapan tentang konsep dasar dan teori-teori terkait
Dokumen yang dibutuhkan 1. Data Cakupan
Dokumen yang dibutuhkan 1. Data Cakupan 2. pedoman kerja cakupan rs, strategi komunikasi 3. Kebijakan cakupan RS 4. Dokumen informasi seperti brosur, dll 5. Dokumen informasi kepada keluarga pasien 6.
KONSEP KEPERWATAN KOMUNITAS
KONSEP KEPERWATAN KOMUNITAS PSIK UNSRI TAHUN 2015 Sejarah perkembangan kesmas dan keperawatan komunitas/perkesmas 1951 pemerintah belanda untuk pemberantasan penyakit cacar dan kolera. Maka dilatih mantri
Manajemen: Proses pelaksanaan kegiatan melalui upaya orang lain utk mencapai tujuan bersama. Manajemen keperawatan: Pelaksanaan yan kep melalui staf
Manajemen: Proses pelaksanaan kegiatan melalui upaya orang lain utk mencapai tujuan bersama. Manajemen keperawatan: Pelaksanaan yan kep melalui staf pada individu, keluarga, kelompok & masyarakat. Pengorganisasan:
PERKESMAS 2. RUANG LINGKUP 3. URAIAN UMUM
SOP PERKESMAS PERKESMAS Disyahkan oleh Prosedur Perawat Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. No. Terbit Ke. Tanggal. 1. TUJUAN TUJUAN UMUM: Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui peningkatan
Perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif
Perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif
PENDAHULUAN.. Upaya Kesehatan Jiwa di Puskesmas: Mengapa Perlu? Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI
PENDAHULUAN.. Upaya Kesehatan Jiwa di Puskesmas: Mengapa Perlu? Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI Apakah saya sehat jiwa? Sehat Jiwa Bukan semata-mata tidak adanya penyakit/gangguan
PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: Dewi Irawaty, MA, PhD
PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: KENDALA DAN TANTANGANNYA Dewi Irawaty, MA, PhD PERSI, 10 November 2012 1 PERAWAT INDONESIA ADALAH PROFESI Disepakati dan dideklarasikan dalam Lokakarya Nasional
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan yang berorientasi kepada
11 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak terlepas dari profesi keperawatan yang berperan penting dalam menjamin adanya asuhan keperawatan yang berkualitas
PERENCANAAN PASIEN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Mira Asmirajanti, SKp, MKep
PERENCANAAN PASIEN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Mira Asmirajanti, SKp, MKep A. Pengertian Discharge Planning (Perencanaan Pasien Pulang) merupakan komponen sistem perawatan berkelanjutan, pelayanan yang
FERRY EFENDI MAKHFUDLI
FERRY EFENDI MAKHFUDLI DAFTAR ISI Tentang Penulis Kata Pengantar Daftar Isi iii v vii BAB 1 Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas 1 Pendahuluan 3 Konsep Keperawatan Kesehatan Komunitas 4 Perbedaan
PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER)
PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER) RUMAH SAKIT MH THAMRIN CILEUNGSI JL. Raya Narogong KM 16 Limus Nunggal Cileungsi Bogor Telp. (021) 8235052 Fax. (021) 82491331 SURAT KEPUTUSAN
BAB 7 MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN EDUKASI (MKE)
BAB 7 MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN EDUKASI (MKE) GAMBARAN UMUM Memberikan asuhan pasien merupakan upaya yang kompleks dan sangat bergantung pada komunikasi dari informasi. Komunikasi tersebut adalah kepada
dr. AZWAN HAKMI LUBIS, SpA, M.Kes
dr. AZWAN HAKMI LUBIS, SpA, M.Kes Peraturan yg menjadi acuan : Peraturan Menteri Kesehatan RI. No.755/MENKES/PER/IV/2011 Tentang Penyelenggaraan Komite Medik Di Rumah Sakit. Definisi Komite Medik Perangkat
PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA
PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN > 8% Terpenuhi 2-79% Terpenuhi sebagian < 2% Tidak terpenuhi Standar PPK. 1 Rumah sakit menyediakan pendidikan untuk menunjang
PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PUSKESMAS
PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PUSKESMAS Oleh : Dr. Azwar Djauhari MSc Disampaikan pada : Kuliah Blok 22 Tahun Ajaran 2013 / 2014 Program Studi Pendidikan Dokter FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. profesi keperawatan. Profesi perawat dinilai sebagai profesi yang memiliki resiko
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesadaran masyarakat tentang hukum telah memberikan implikasi terhadap profesi keperawatan. Profesi perawat dinilai sebagai profesi yang memiliki resiko hukum sehingga
BAB II TINJAUAN TEORETIS. dan mencapai tujuan yang telah ditentukan (Herujito, 2001). mengandung arti control yang diterjemahkan ke dalam bahasa
11 BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 Manajemen 2.1.1 Definisi Manajemen Manajemen melibatkan orang-orang sebagai upaya untuk bekerja dan mengelola suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dan mencapai tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Perawatan Kesehatan Masyarakat Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
Salah satu teori yang diungkapkan pada midle range theory adalah Transcultural Nursing Theory ( leininger, 1978) Teori ini berasal dari disiplin ilmu
Salah satu teori yang diungkapkan pada midle range theory adalah Transcultural Nursing Theory ( leininger, 1978) Teori ini berasal dari disiplin ilmu antropologi dan dikembangkan dalam konteks keperawatan.
PELATIHAN BASIC COURSE COMMUNITY MENTAL HEATLH NURSING BAGI PERAWAT PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MOJOKERTO
PELATIHAN BASIC COURSE COMMUNITY MENTAL HEATLH NURSING BAGI PERAWAT PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MOJOKERTO 1 Nurul Mawaddah, 2 Dwi Helynarti S., 3 Aih Media Y., 4 Arief Fardiansyah
SILABUS PRE KLINIK KEPERAWATAN JIWA PROGRAM A 2011
SILABUS PRE KLINIK KEPERAWATAN JIWA PROGRAM A 2011 JUDUL MATA KULIAH BEBAN STUDI : PRE KLINIK KEPERAWATAN JIWA : 2 SKS PERIODE : Semester Genap T.A. 2012/2013 WAKTU : 5 Mei 30 Mei 2014 KOORDINATOR TIM
PENGERTIAN FILOSOFI DAN DEFENISI BIDAN
PENGERTIAN FILOSOFI DAN DEFENISI BIDAN Definisi Bidan Bidan dalam bahasa Inggris berasal dari kata MIDWIFE yang artinya Pendamping wanita, sedangkan dalam bahasa Sanksekerta Wirdhan yang artinya : Wanita
SISTEM LEGISLASI TENAGA KEPERAWATAN. Sumijatun Oktober 2008
SISTEM LEGISLASI TENAGA KEPERAWATAN Sumijatun Oktober 2008 Keperawatan Profesional? Keperawatan merupakan suatu seni yang berorientasikan kepada manusia, perasaan untuk menghargai sesama individu dan suatu
Akreditasi puskesmas 1
Akreditasi puskesmas 1 Pelayanan yang diakreditasi Pelayanan medis dasar Penyelenggaraan program kesehatan: Program KIA dan KB Program P2P Program Gizi Program Promosi Kesehatan Program Kesehatan Lingkungan
SKRIPSI HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RUANG RAWAT INAP RS. JIWA PROF.
SKRIPSI HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RUANG RAWAT INAP RS. JIWA PROF. HB. SAANIN PADANG TAHUN 2011 Penelitian Keperawatan Jiwa E Z
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Angka Kematian Ibu (AKI) mencerminkan risiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh status gizi ibu, keadaan sosial ekonomi, keadaan
KONSEP UMUM MANAJEMEN. Sumijatun September 2008
KONSEP UMUM MANAJEMEN Sumijatun September 2008 Pengertian Mary Parker Follet Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain James A.F.Stoner Manajemen => proses perencanaan, pengorganisasian,
PENILAIAN MANDIRI TENTANG KOMPETENSI FISCM
Form. 05 FISPH /FISCM PENILAIAN MANDIRI TENTANG KOMPETENSI FISCM Pengantar Tujuan dari penilaian mandiri ini adalah untuk membantu Anda menemukan tingkat kompetensi Anda terhadap dimensi kunci pengajaran
RPKPS Konsep Dasar Keperawatan (KDK) Oleh Tim Konsep Dasar Keperawatan Fakultas Kedokteran
RPKPS Konsep Dasar Keperawatan (KDK) Oleh Tim Konsep Dasar Keperawatan Fakultas Kedokteran RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RKPKS) LOGO KONSEP DASAR KEPERAWATAN (KDK) OLEH TIM KONSEP DASAR
PROGRAM PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK) / PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT PPK
PROGRAM PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK) / PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT PPK RUMAH SAKIT AT-TUROTS AL-ISLAMY 2015 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 3 A LATAR BELAKANG... 3 B TUJUAN BAB II LANDASAN TEORI
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.I Kesimpulan 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan adanya peningkatan kemampuan kolaboratif (komunikasi, kolaborasi, peran dan tanggung jawab,
Emiliana Tarigan Staf Pengajar STIK Sint Carolus Jakarta
Emiliana Tarigan Staf Pengajar STIK Sint Carolus Jakarta Disampaikan pada : Tantangan Pengembangan Mutu Pelayanan Kesehatan: Antara Keselamatan Pasien, Biaya dan Efisiensi Surabaya, 29 Agustus 2007 Institusi
MANAJEMEN SUMBER DAYA KELUARGA
MANAJEMEN SUMBER DAYA KELUARGA Oleh: Neti Juniarti, S.Kp., M.Kes., MNurs Disampaikan pada Kegiatan Pelatihan Keperawatan Komunitas Dinas Kesehatan Kota Bandung di Hotel Royal Corner tanggal 27-29 Mei 2008
Pemetaan Kompetensi antara D3 dan Ners berbasis KKNI Grand Sahid Jakarta, 7-8 maret 2012
Pemetaan Kompetensi antara D3 dan Ners berbasis KKNI Grand Sahid Jakarta, 7-8 maret 2012 a PARAMETER DESKRIPTOR Mampu melakukan. dengan metode. menunjukkan hasil. dalam kondisi Unsur-unsur Deskripsi Kemampuan
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN:
Tradition of Excellence PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN: IMPLEMENTASI Dicky Endrian Kurniawan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember Melaksanakan pendokumentasian pelaksanaan tindakan keperawatan
BUKU PANDUAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN M.A KEPERAWATAN JIWA PRODI D III KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN TAHUN 2014/ 2015
BUKU PANDUAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN M.A KEPERAWATAN JIWA PRODI D III KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN TAHUN 2014/ 2015 A. PENDAHULUAN Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, perawat
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) Definisi/Konsep Pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang
ETIKA DALAM PROMOSI KESEHATAN
PROMOSI KESEHATAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN ETIKA DALAM PROMOSI KESEHATAN Oleh : Andreas W. Sukur PRODI DIII KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA Content List/ Outline Study Konsep Dasar Etika Langkah-langkah
KOMITE NASIONAL UJI KOMPETENSI PERAWAT PPNI
K N U K P KOMITE NASIONAL UJI KOMPETENSI PERAWAT PPNI Uji Kompetensi Bagian dari credentialing Penapisan seseorang disebut profesional oleh komunitas profesi berdasarkan standar profesi Credentialing professional
TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS)
TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS) STANDAR EP DOKUMEN KETERANGAN Pemilik menetapkan regulasi yang mengatur a) sampai dengan g) yang ada di dalam maksud dan tujuan yang dapat berbentuk corporate by-laws, peraturan
1. Bab II Landasan Teori
1. Bab II Landasan Teori 1.1. Teori Terkait 1.1.1. Definisi kecemasan Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik.
STANDAR KOMPETENSI PERAWAT DIALISIS INDONESIA NIKEN D CAHYANINGSIH BIDANG DIKLAT PP IPDI
STANDAR KOMPETENSI PERAWAT DIALISIS INDONESIA NIKEN D CAHYANINGSIH BIDANG DIKLAT PP IPDI Pendahuluan IPDI sebagai organisasi profesi Peningkatan Kapasitas Perawat Penyusunan Standar Kompetensi Penyelenggaraan
