PERANCANGAN PROGRAM SISTEM PENGKODEAN FITUR PRODUK (CODING SYSTEM) METODE OPITZ DENGAN MENGGUNAKAN PRO/ENGINEER
|
|
|
- Liani Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Juni 9, Surabaya, Indonesia PERANCANGAN PROGRAM SISTEM PENGKODEAN FITUR PRODUK (CODING SYSTEM) METODE OPITZ DENGAN MENGGUNAKAN PRO/ENGINEER Sunardi Tjandra Program Studi Teknik Manufaktur Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 69. Indonesia Phone: , Fax: ABSTRAK Produksi massal merupakan salah satu aktifitas dalam dunia industri yang sangat dominan, berkisar 6-8% dari semua aktifitas produksi. Kesulitan utama yang sering ditemui dalam produksi massal adalah menghasilkan sebuah produk, dengan varian yang cukup banyak, sehingga desainer harus merancang sebanyak jumlah varian yang diinginkan. Salah satu tahap perancangan adalah penggambaran komponen, baik secara manual maupun berbantuan software CAD. Jika ingin menggambar varian komponen yang bentuk dan dimensinya hampir sama dengan komponen yang sudah digambar, desainer harus mencari file gambar tersebut berdasarkan nama gambar yang sudah diberikan sebelumnya. Setelah menemukannya, barulah desainer dapat melakukan penggambaran ataupun pengembangan dari gambar tersebut. Proses mencari file gambar, sampai penggambaran ulang membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi jika komponen yang akan dirancang memiliki varian yang banyak. Hal ini tentu saja mempengaruhi biaya produksi, terkait dengan waktu produksi yang semakin lama sehingga produk tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Group Technology (GT) merupakan filosofi dimana beberapa masalah adalah sama, masalah yang sama tersebut dikelompokkan lalu dibuat sebuah pemecahan tunggal untuk mengatasi hal tersebut sehingga menghemat waktu dan tenaga. Dalam aplikasinya, GT bermanfaat untuk mengoptimasi perencanaan dalam proses manufaktur, karena bentuk yang sama mengacu pada proses manufaktur sama untuk material yang sama. Sistem pengkodean Opitz (Opitz Coding System) dalam GT sangat membantu dalam mengetahui golongan suatu komponen, sehingga desainer dapat dengan mudah mengidentifikasi komponen yang sudah ada maupun yang baru. Hal ini dikarenakan, semua komponen yang mempunyai kemiripan bentuk dan dimensi akan digolongkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan program sistem pengkodean Opitz dengan menggunakan Pro/Engineer, yang bertujuan untuk mereduksi jumlah gambar melalui standarisasi, serta mereduksi proses menggambar ulang produk yang sudah ada. Dalam pembuatan program ini, terlebih dahulu dilakukan pemodelan komponen dengan fitur-fitur yang disesuaikan dengan sistem Opitz menggunakan Pro/Engineer Selanjutnya membuat pengelompokan fitur-fitur ke dalam 5 digit kode berdasarkan kemiripan fitur dasar dari komponen tersebut. Kelima digit tersebut terdiri dari: part class, external shape and elements, internal shape and elements, plane-surface machining, dan auxiliary holes and gear teeth. Setelah itu dilakukan pembuatan program dengan menggunakan Pro/Program, sehingga desainer hanya perlu menginput 5 digit kode sesuai dengan varian komponen yang diinginkan. Setelah program selesai, dilakukan verifikasi terhadap program tersebut, untuk mengetahui apakah program yang dibuat sesuai dengan kebutuhan. Hasil keluaran program berupa gambar model D, sehingga desainer hanya perlu melakukan modifikasi dimensi atau menambahkan fitur lain yang tidak terdapat dalam sistem kode. Selanjutnya komponen tersebut dapat langsung ditampilkan dalam bentuk gambar kerja, beserta dimensi dan penjelasan lainnya. Dengan program ini, desainer lebih mudah dalam membuat gambar komponen yang mempunyai kemiripan fitur dasar tanpa harus menggambar dari awal sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga serta mendukung proses pengembangan produk. Kata kunci: opitz, coding, program, perancangan produk, group technology.. Pendahuluan Produksi massal merupakan salah satu aktifitas dalam dunia industri yang sangat dominan, berkisar 6-8% dari semua aktifitas produksi. Kesulitan utama yang sering ditemui dalam produksi massal adalah menghasilkan sebuah produk, dengan varian yang cukup banyak, sehingga desainer harus merancang sebanyak jumlah varian yang diinginkan. Salah satu tahap perancangan adalah penggambaran komponen, baik secara manual maupun berbantuan software CAD. Jika ingin menggambar varian komponen yang bentuk dan dimensinya hampir sama dengan komponen yang
2 Juni 9, Surabaya, Indonesia sudah digambar, desainer harus mencari file gambar tersebut berdasarkan nama gambar yang sudah diberikan sebelumnya. Setelah menemukannya, barulah desainer dapat melakukan penggambaran ataupun pengembangan dari gambar tersebut. Proses mencari file gambar, sampai penggambaran ulang membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi jika komponen yang akan dirancang memiliki varian yang banyak. Hal ini tentu saja mempengaruhi biaya produksi, terkait dengan waktu produksi yang semakin lama sehingga produk tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Group Technology (GT) merupakan filosofi dimana beberapa masalah adalah sama, masalah yang sama tersebut dikelompokkan lalu dibuat sebuah pemecahan tunggal untuk mengatasi hal tersebut sehingga menghemat waktu dan tenaga. Dalam aplikasinya, GT bermanfaat untuk mengoptimasi perencanaan dalam proses manufaktur, karena bentuk yang sama mengacu pada proses manufaktur sama untuk material yang sama. Sistem pengkodean Opitz (Opitz Coding System) dalam GT sangat membantu dalam mengetahui golongan suatu komponen, sehingga desainer dapat dengan mudah mengidentifikasi komponen yang sudah ada maupun yang baru. Hal ini dikarenakan, semua komponen yang mempunyai kemiripan bentuk dan dimensi akan digolongkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan program sistem pengkodean Opitz dengan menggunakan Pro/Engineer, yang bertujuan untuk mereduksi jumlah gambar melalui standarisasi, serta mereduksi proses menggambar ulang produk yang sudah ada.. Metodologi Jenis komponen yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah komponen silindris (rotational) yang memiliki kesamaan pada fitur-fitur tertentu. Pada tahap awal, dilakukan pemodelan komponen dengan menggunakan software Pro/Engineer Wildfire. berdasarkan fitur-fitur yang diperlukan. Fitur-fitur tersebut adalah: part class, external shape and elements, internal shape and elements, plane-surface machining, dan auxiliary holes and gear teeth. Fitur part class dibuat berdasarkan perbandingan antara panjang komponen (L) terhadap diameter komponen (D). Dalam fitur ini, dibagi menjadi jenis yaitu: L/D.5,.5<L/D<, dan L/D. Tahap selanjutnya adalah penentuan digit dari sistem pengkodean (coding) berdasarkan penggolongan dari kesamaan fitur dasar dari masing-masing komponen. Digit yang digunakan mengacu pada metode pengkodean Opitz. Sistem coding yang sudah jadi digunakan sebagai acuan dalam pembuatan program. Program ini dibuat dengan menggunakan bantuan software Pro/Program. Setelah program selesai, dilakukan verifikasi terhadap program tersebut, untuk mencoba apakah program yang dibuat sesuai dengan kebutuhan. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini. Start Studi pustaka dan pengumpulan data Pemodelan produk berdasarkan fitur dengan Pro/E Penentuan Digit sesuai dengan Metode Opitz Modifikasi/pembuatan program coding dengan Pro/Program Verifikasi Program Program Sesuai Kebutuhan? End ya tidak Gambar. Flowchart Metodologi Penelitian. Hasil dan Pembahasan Dalam pembuatan program ini, terlebih dahulu dilakukan pemodelan komponen dengan fitur-fitur yang disesuaikan dengan sistem Opitz menggunakan Pro/Engineer. Masing-masing fitur komponen dibuat berdasarkan referensi yang independen. Hasil pemodelan dasar dari komponen tersebut dapat dilihat pada gambar. Gambar. Pemodelan D Awal Komponen Silindris Setelah dilakukan pemodelan D, langkah berikutnya adalah melakukan pengelompokan fitur-fitur ke dalam sistem pengkodean Opitz yang terdiri dari 5 digit angka []. Masing-masing digit melambangkan jenis fitur yang terdapat pada komponen ini. Penjelasan tentang kelima digit pengkodean dapat dilihat pada tabel.
3 Juni 9, Surabaya, Indonesia Tabel. Sistem Pengkodean Opitz Digit ke- 5 Keterangan Part class External shape and elements Internal shape and elements, Plane-surface machining Auxiliary holes and gear teeth Digit pertama dari sistem pengkodean ini adalah part class, yaitu pengelompokan komponen berdasarkan ukuran geometri dasarnya, yaitu perbandingan antara panjang komponen (L) terhadap diameter komponen (D). yang digunakan pada digit pertama dapat dilihat pada tabel. Tabel. Angka pada Digit Pertana Part Class L/D.5.5 < L/D < L/D Pada digit kedua, komponen dikelompokkan berdasarkan bentuk luarnya, apakah lurus, satu tingkat, ataupun dua tingkat. Selain itu juga terdapat pengelompokan berdasar ada tidaknya ulir (thread) dan groove. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel. machining type). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Angka pada Digit Keempat Plane-surface Machining No surface machining External, curved direction Ext., graduation around a circle External, groove/slot External, Polygon/Spline Sedangkan pada digit kelima dikelompokkan berdasarkan ada tidaknya lubang dan gigi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Angka pada Digit Kelima Auxiliary Holes and Gear Teeth No auxiliary hole No Gear Axial, not on pitch diameter Teeth Axial on pitch diameter W/ Gear Spur Gear Teeth Teeth Bevel Gear Teeth Gambar merupakan contoh komponen silindris yang akan diberi kode angka pada sistem pengkodean Opitz. Tabel. Angka pada Digit Kedua External shape and elements Smooth, no shape elements Stepped to One End Stepped 5 to Both 6 Ends Digit ketiga dikelompokkan berdasarkan bentuk dalamnya (dengan atau tanpa lubang), apakah lurus, satu tingkat, ataupun dua tingkat. Selain itu juga terdapat pengelompokan berdasar ada tidaknya ulir (thread) dan groove. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel. Tabel. Angka pada Digit Ketiga Internal shape and elements No hole, no breakthrough Stepped to One End Stepped 5 to Both 6 Ends Digit keempat dikelompokkan berdasarkan tipe dari pemesinan pada permukaan komponen (surface Gambar. Contoh Sebuah Varian Komponen angka yang digunakan untuk menggambarkan produk tersebut adalah:. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini. Tabel 7. Contoh Opitz untuk Gambar Digit ke- Keterangan 5 Rotational component L/D.5 Stepped to one end, no shape elements Stepped to one end, no shape elements No surface machining Axial holes on pitch circle diameter Berdasarkan sistem pengkodean Opitz, selanjutnya adalah memodifikasi program dari komponen serta membuat program untuk sistem pengkodean Opitz. Logika yang digunakan dalam pembuatan program ini
4 Juni 9, Surabaya, Indonesia adalah dengan mengatur fitur-fitur pembentuk komponen sesuai dengan sistem pengkodeannya. Pada Pro/Engineer, setiap komponen yang dimodelkan selalu mempunyai program awal yang berisi program fiturfitur pembentuk komponen tersebut. Dari sini dilakukan modifikasi dan pembuatan program untuk sistem pengkodean dengan menggunakan Pro/Program. Fitur Pro/Program merupakan fitur yang sudah tergabung di dalam Pro/Engineer. Yang dimaksud dengan modifikasi program adalah mengatur penempatan program pembentuk fitur komponen sampai dengan penentuan parameter komponen tersebut. Sedangkan pembuatan program mencakup pembuatan variable input statement, (user prompt), pembuatan relations, dan penentuan feature statement. Variable input dari program ini adalah kelima digit sistem pengkodean. Nantinya desainer hanya perlu menginputkan satu per satu kode angka berurutan sesuai dengan varian produk yang dikehendaki. Untuk input digit kelima dengan kode, akan ditambahkan input lanjutan berupa jumlah lubang yang diinginkan. Sebagian hasil modifikasi dan pembuatan program dapat dilihat pada gambar. Gambar. Sebagian Program Sistem Pengkodean Metode Opitz
5 Juni 9, Surabaya, Indonesia Program yang sudah jadi diverifikasi untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan sistem pengkodean Opitz. Dalam program ini, kita memasukkan 5 digit kode secara bergantian dan berurutan, yang menandakan 5 digit kode pada sistem pengkodean Opitz. Beberapa perintah input kode dibuat sesederhana dan sejelas mungkin sehingga kita tidak perlu menghafalkan definisi masing-masing kode. Perintah input kode yang sudah diverifikasi dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Perintah Input pada Digit sampai 5 Dari hasil input lima kode tadi, secara otomatis akan ditampilkan model dimensi dan gambar kerja dari komponen tersebut. Masing-masing varian yang dihasilkan dari input kode dapat dijadikan sebagai suatu instance atau komponen baru, sehingga kita dapat melakukan modifikasi lebih lanjut atau menambahkan fitur baru pada komponen tersebut. Semua instance beserta modifikasi yang kita lakukan, dapat langsung dituangkan dalam drawing model (gambar kerja) pada Pro/Engineer tanpa harus menggambar dan memodifikasi ulang. Gambar 6 merupakan diagram blok program sistem pengkodean ini, dimulai dari input sampai dengan output berupa model komponen dimensi dan dimensi (gambar kerja). sistem kode, tanpa harus menggambar ulang. Selanjutnya komponen tersebut dapat langsung ditampilkan dalam bentuk gambar kerja, beserta dimensi dan penjelasan lainnya. Selain itu, desainer lebih mudah dalam membuat gambar komponen yang mempunyai kemiripan fitur dasar tanpa harus menggambar dari awal sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga serta mendukung proses pengembangan produk. Daftar Pustaka. Chang Tien-Chien., Richard A. Wysk., Hsu- Pin Wang., Computer-Aided Manufacturing, Englewood Cliffs, New Jersey 76 : Prentice Hall, 99. Henault Mark., Sean Sevrence, Mike Walraven, Automating Design in Pro/Engineer with Pro/Program, 5 Camino Entrada, Santa Fe: OnWord Press, Singh Nanua., System Approach to Computer- Integrated Design and Manufacturing, Canada: John Wisley & Sons, Inc., McMahon, C., Browne, J., CAD/CAM from Model to Practice, Addison-Wesley Publishing Company, W.Y. Zhang, S.B. Tor, & G.A. Britton, Automated Functional Design of Engineering System, Journal of Intelligent Manufacturing,,. 6. Tjandra, Sunardi, Perancangan Sistem Pengkodean Fitur Produk (coding) dengan Menggunakan software Pro/Engineer, Proceeding Seminar Nasional Ergonomi, Universitas Pasundan, Bandung, 7 Gambar 6. Diagram Blok Contoh Hasil Program Sistem Pengkodean. Kesimpulan Dengan menggunakan program ini, desainer hanya perlu memasukkan 5 digit kode secara berurutan. Hasil keluaran program berupa gambar model D, sehingga desainer hanya perlu melakukan modifikasi dimensi atau menambahkan fitur lain yang tidak terdapat dalam
PERANCANGAN SISTEM PENGKODEAN FITUR PRODUK (CODING) DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PRO/ENGINEER
PERANCANGAN SISTEM PENGKODEAN FITUR PRODUK (CODING) DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PRO/ENGINEER Sunardi Tjandra, Arum Soesanti Program Studi Teknik Manufaktur, Fakultas Teknik Universitas Surabaya Jln. Raya
RANCANG BANGUN SISTEM KODIFIKASI FLARE TIP MENGGUNAKAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY
SINERGI Vol. 21, No. 2, Juni 2017: 149-156 DOAJ:doaj.org/toc/2460-1217 DOI:doi.org/10.22441/sinergi.2017.2.010 RANCANG BANGUN SISTEM KODIFIKASI FLARE TIP MENGGUNAKAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY Sally Cahyati
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENILAIAN PENGAJUAN PEMBAYARAN BERTEMPO PADA UD MITRA SEJATI
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENILAIAN PENGAJUAN PEMBAYARAN BERTEMPO PADA UD MITRA SEJATI Anita ABSTRAKSI Untuk mempercepat perputaran barang dan membantu pelanggan, UD. Mitra Sejati memiliki kebijakan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat. Kemajuan ini juga merambah dunia industri manufaktur. Sebagai contoh dari kemajuan tersebut,
Analisis Proses Bisnis. III.1 Tinjauan terhadap Proses Bisnis Saat Ini
Bab III Analisis Proses Bisnis Bab ini menjelaskan tentang kondisi proses bisnis dalam pelaksanaan estimasi biaya produksi manufaktur yang dilakukan oleh IKM manufaktur yang dijadikan sebagai objek penelitian.
Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan teknologi, komputer digunakan untuk berbagai keperluan, baik sebagai sarana untuk membantu pekerjaan maupun sarana hiburan. Penggunaannya
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT PAGAR LIPAT DENGAN MENGGUNAKAN 3D PARAMETRIC MODULARITY DESIGN DAN VIRTUAL REALITY
Yogyakarta, 16 Oktober 2008 SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT PAGAR LIPAT DENGAN MENGGUNAKAN 3D PARAMETRIC MODULARITY DESIGN DAN VIRTUAL REALITY Willyanto Anggono 1), Stefanus Ongkodjojo 2), Dedrick Moejiharta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini persaingan di dalam dunia industri semakin ketat. Hal ini ditandai dengan terciptanya globalisasi pasar yang mengakibatkan munculnya pertumbuhan industri
Jasa Desain Mesin Autodesk Inventor Malang
Jasa Desain Mesin Autodesk Inventor Malang Autodesk Inventor adalah salah satu dari produk Autodesk Corp. yang diperuntukkan untuk engineering design and drawing. Inventor merupakan software yang bersifat
TIN310 - Otomasi Sistem Produksi Materi #1 Ganjil 2016/2017 TIN310 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
Materi #1 TIN310 OTOMASI SISTEM PRODUKSI Detail Mata Kuliah 2 Kode TIN310 Nama Otomasi Sistem Produksi Bobot 2 sks 6623 - Taufiqur Rachman 1 Deskripsi Mata Kuliah 3 Mata kuliah ini memberikan pemahaman
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Mata Kuliah : Sistem Kode/ Bobot : TKM XXXX Status : Mata Kuliah Penunjang Disertasi Prasyarat : - Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini berisi tentang pemecahan masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam siklus proses produksi, fixturing merupakan salah satu tahapan penting dalam proses manufaktur yang berfungsi untuk mendukung, menempatkan, dan menahan workpiece
TIN310 - Otomasi Sistem Produksi Materi #1 PENGANTAR OTOMASI TIN310 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
1 PENGANTAR OTOMASI TIN310 OTOMASI SISTEM PRODUKSI Detail Mata Kuliah 2 Kode TIN310 Nama Otomasi Sistem Produksi Bobot 2 sks 6623 - Taufiqur Rachman 1 Deskripsi Mata Kuliah 3 Mata kuliah ini memberikan
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Tuntutan Sistem Produksi Maju
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Tuntutan Sistem Produksi Maju Perkembangan teknologi dan kebudayaan manusia menuntut perubahan sistem produksi dalam dunia manufaktur. Kebutuhan produk yang semakin
BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX
BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX 3.1 Mencari Informasi Teknik Komponen Gearbox Langkah awal dalam proses RE adalah mencari informasi mengenai komponen yang akan di-re, dalam hal ini komponen gearbox traktor
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingkat efisiensi dari setiap proses yang tepat akan menghasilkan tingkat produktifitas yang tinggi. Setiap perusahaan akan bersaing untuk meningkatkan tingkat efisiensi
TUGAS AKHIR BIDANG PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI MESIN
TUGAS AKHIR BIDANG PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI MESIN Penyusunan Program Excell untuk Perancangan Rodagigi Lurus dan Rodagigi Miring Berdasarkan Metode Niemann (Contoh Kasus : Rodagigi Lurus Suzuki Deluxe
Tutorial Pro/Engineer Wildfire: Pengenalan
Tutorial Pro/Engineer Wildfire: Pengenalan Disusun oleh: Ahmad Isni Kurniawan ahmadisni.wordpress.com Pendahuluan Pro/Engineer adalah computer aided design (CAD) software yang digunakan untuk membuat 3D
KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR
KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR Thiang, Felix Pasila, Agus Widian Electrical Engineering Department, Petra Christian University 121-131 Siwalankerto,
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
1 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Proses Machining Dengan Software MasterCAM Kemajuan proses produksi dengan menggunakan mesin CNC sudah sangat pesat. Mesin CNC yang sekarang ada di dunia industri
OPTIMASI JALAN PAHAT DAN ANALISIS BIAYA PRODUKSI PROSES PEMESINAN CNC LATHE PEMBUATAN PISTON MASTER CYLINDER REM SEPEDA MOTOR YAMAHA MENGGUNAKAN CAM
OPTIMASI JALAN PAHAT DAN ANALISIS BIAYA PRODUKSI PROSES PEMESINAN CNC LATHE PEMBUATAN PISTON MASTER CYLINDER REM SEPEDA MOTOR YAMAHA MENGGUNAKAN CAM Nico Atmadio 1, Anita Susilawati 2 Jurusan Teknik Mesin,
INTEGRASI SISTEM INTERAKTIF DALAM SISTEM OPERASI MESIN BUBUT CNC UNTUK PENDIDIKAN
INTEGRASI SISTEM INTERAKTIF DALAM SISTEM OPERASI MESIN BUBUT CNC UNTUK PENDIDIKAN Susilo Adi Widyanto Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH, Kampus Tembalang,
LAPORAN TUGAS COMPUTER NUMERICAL CONTROL
LAPORAN TUGAS COMPUTER NUMERICAL CONTROL Disusun Oleh : Kelompok : (Satu) Nama / NPM :. Arif Wibowo / 349. Musafak / 35464 3. Neneng Suryani / 35483 Kelas : 3ID08 Hari : Senin Mata Kuliah : Computer Numerical
DECIDING THE OPTIMUM SPOKE ANGLE OF MOTORCYCLE CAST WHEEL USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD
DECIDING THE OPTIMUM SPOKE ANGLE OF MOTORCYCLE CAST WHEEL USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD Case study: Sustainable Product Development for Motorcycle Cast Wheel Willyanto
PENERAPAN TEORI GRAF UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH MINIMUM SPANNING TREE (MST) MENGGUNAKAN ALGORITMA KRUSKAL
PENERAPAN TEORI GRAF UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH MINIMUM SPANNING TREE (MST) MENGGUNAKAN ALGORITMA KRUSKAL Swaditya Rizki Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta
PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD Fitroh Anugrah Kusuma Yudha 1*, Suyitno 2 1 Program Pascasarjana Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada Bener Tr IV No79 Rt/Rw 06/02,
I. PENDAHULUAN. 37 Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Volume 1, Nomor 1, Juli 2014
PERANCANGAN USULAN TATA LETAK FASILITAS PEMBUATAN MEETING CHAIR PADA DEPARTEMEN KONTRUKSI PT CHITOSE INDONESIA MANUFACTURING DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY DAN ALGORITMA BLOCPLAN UNTUK MEMINIMASI MOMEN
SolidWork Model ( Templates ) SolidWork terdiri dari beberapa bagian :
Pengenalan dasar SolidWork solidworks adalah salah satu software yang digunakan untuk merancang part permesinan atau susunan part pemesinan yang berupa assembling dengan tampilan 3d untuk mempresentasikan
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : E124205/Menggambar Teknik Revisi 4 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 16 Juli 2015 Jml Jam kuliah dalam seminggu
Penggunaan Kernel PCA Gaussian dalam Penyelesaian Plot Multivariat Non Linier. The Use of Gaussian PCA Kernel in Solving Non Linier Multivariate Plot
Penggunaan Kernel PCA Gaussian dalam Penyelesaian Plot Multivariat Non Linier Bernhard M. Wongkar 1, John S. Kekenusa 2, Hanny A.H. Komalig 3 1 Program Studi Matematika, FMIPA, UNSRAT Manado, [email protected]
PENERAPAN METODE ATTRIBUTE EXTRACTION
ISSN 0853-8697 PENERAPAN METODE ATTRIBUTE EXTRACTION PADA PROSES PERANCANGAN BERBASIS KOMPUTER DAN PENYUSUNAN BILL OF MATERIALS PRODUCT Kasus Perancangan Desain Tempat Tidur Pasien Rumah Sakit Agus Mansur,
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD Case study: Deciding the Optimum Ship Bow Design Willyanto Anggono 1), La Ode M. Gafaruddin
BAB I PENDAHULUAN. telinga, wajah, infrared, gaya berjalan, geometri tangan, telapak tangan, retina,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri dengan menggunakan bagian tubuh atau perilaku manusia. Sidik jari, tanda tangan, DNA, telinga, wajah, infrared,
PENGANTAR OTOMASI PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
PENGANTAR OTOMASI PERTEMUAN #1 TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL VISI DAN MISI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Materi #1 TKT312
PERTEMUAN #7 SISTEM KONTROL CONTINUE & DISKRIT 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
SISTEM KONTROL CONTINUE & DISKRIT Sumber: Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer- Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 4 PERTEMUAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu digunakan untuk memberi suatu perbandingan referensi proyek yang telah dikerjakan, terdapat 4 contoh referensi dari penelitian terdahulu,
BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC)
BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC) Memrogram mesin NC/CNC adalah memasukan data ke komputer mesin NC/CNC dengan bahasa yang dapat dipahami dan dimengerti oleh mesin.
Perancanaan Proses. Disampaikan oleh: M. Imron Mustajib, S.T., M.T. Teknik Industri UNIJOYO
Perancanaan Proses Disampaikan oleh: M. Imron Mustajib, S.T., M.T. Penelitian Operasional II (TKI 226) 152) 1 1 Referensi 1. Groover, M.P.,(2001), Automation, Production System and Computer Integrated
BAB I PENDAHULUAN. Kemungkinan terjadinya pengiriman ulang file gambar akibat error, yaitu karena : noise,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aplikasi adalah salah satu layanan yang disediakan Internet/ intranet dengan tujuan sebagai kegiatan percakapan interaktif antar sesama pengguna komputer yang terhubung
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam perusahaan atau instansi tentu nya memiliki data yang cukup besar, salah satunya adalah inventory. Suatu kegiatan dalam proses pengolahan data pada suatu gudang
PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP
PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP Nugraha Setiadi 1, Ridwan Setiawan 2 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga
REVERSE ENGINEERING PADA DESIGN OUTER FENDER MOBIL MINI TRUCK ESEMKA
MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR REVERSE ENGINEERING PADA DESIGN OUTER FENDER MOBIL MINI TRUCK ESEMKA Makalah Seminar Tugas Akhir ini disusun sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Tugas Akhir pada Jurusan Teknik
PENGELOLAAN BIAYA MANUFAKTUR PADA LINGKUNGAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR MAJU. Oleh : Edi Sukarmanto Th. 1 Abstrak
PENGELOLAAN BIAYA MANUFAKTUR PADA LINGKUNGAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR MAJU Oleh : Edi Sukarmanto Th. 1 Abstrak Tingginya tingkat persaingan yang terjadi sebagai akibat adanya globalisasi ekonomi mendorong
ANALISA DAN DESAIN SISTEM INFORMASI PEMASARAN DI STIE IEU SURABAYA
ANALISA DAN DESAIN SISTEM INFORMASI PEMASARAN DI STIE IEU SURABAYA Nama Mahasiswa : Heru Wijayanto Aripradono NRP : 9103205311 Pembimbing : Ir. Aries Tjahyanto, MSc. Instansi : STIE IEU Surabaya E-Mail
Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE
MATERI KULIAH CNC Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta A. Struktur Program 1. Karakter Karakter adalah unit dasar untuk menyusun
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA UNTUK PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN SUATU PERUSAHAAN
D-18-1 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA UNTUK PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN SUATU PERUSAHAAN Alexander Setiawan Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Informatika Universitas Kristen
SILABUS MATA KULIAH. Pengalaman Pembelajaran. 1. Mendiskusikan pentingnya. perancangan tata
SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-310 Nama Mata Kuliah : Perancangan Tata Letak Fasilitas Jumlah SKS : 2 Semester : VI Mata Kuliah Pra Syarat : TKI-307 Perencanaan
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Tahapan analisis permasalahan terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan permasalahan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: Pemindaian Geometrik Model 3D Menggunakan 3 Input
Pemindaian Geometrik Model 3D Menggunakan 3 Input Mark Budiman Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti E-mail: [email protected] Abstrak 3D Laser Scanner merupakan alat
Studi Kekuatan Spur Gear Dengan Profil Gigi Cycloid dan Involute
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Studi Kekuatan Spur Gear Dengan Profil Gigi Cycloid dan Involute Novreza Aditya Taufan dan Agus Sigit Pramono Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,
Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak. IV.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Bab IV Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak Bagian ini menjelaskan tentang analisis dan rancangan sistem pendukung keputusan estimasi biaya produk pada IKM manufaktur dengan mempergunakan metode k-means
Gambar 4.1 Flowchart
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Perancangan Algoritma Dalam merancang proses pada Sistem Informasi ini penulis menggunakan Flowchart dan UML sebagai case tool dalam merancang proses yang terjadi di dalam
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem sedang berjalan dan diperlukan untuk berbagai perubahan yang dirasa
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang sedang berjalan Analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem sedang berjalan dan diperlukan untuk berbagai
APLIKASI PENCARIAN RUTE OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE TRANSITIVE CLOSURE
APLIKASI PENCARIAN RUTE OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE TRANSITIVE CLOSURE 1 Rudy Adipranata 2 Fauzi Josephine Desiree 3 Andreas Handojo 1, 2, 3 Teknik Informatika Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
TUTORIAL-BUKU-PELATIHAN. solidworks tutorial
TUTORIAL-BUKU-PELATIHAN solidworks tutorial connecting rod head www.tutorialdesaincadgratis.wordpress.com CONNECTING ROD HEAD Pada bab ini kita akan memodelkan part pertama dengan nama Connecting Rod
BAB III PROSES PERANCANGAN PANEL MCC
BAB III PROSES PERANCANGAN PANEL MCC DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS 3.1 Data yang diperlukan Dalam SOP (Standart Operational Prosedur) yang berlaku di PT. Industira, sebelum membuat atau mendesain
PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK
PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK Suhatati Tjandra Teknik Informatika dan Komputer Sekolah Tinggi Teknik Surabaya Email: [email protected] ABSTRAK Semakin berkembangnya dunia industrialisasi
Pengertian Reverse Engineering
Pengertian Reverse Engineering Insyur terbalik atau dalam Bahasa Inggris-nya Reverse Engineering adalah suatu teknik yang banyak digunakan oleh hacker dan cracker untuk menembus suatu program ataupun sistem
JURUSAN TEKNIK MESIN Fakultas TeknologiIndustri Institur TeknologiSepuluh Nopember Surabaya 2012
SEMINAR PROPOSAL TUGAS AKHIR - TM 091476 Oleh: NOVREZA ADITYA TAUFAN 2105 100 030 Dosen Pembimbing: Dr. Ir. AGUS SIGIT PRAMONO, DEA JURUSAN TEKNIK MESIN Fakultas TeknologiIndustri Institur TeknologiSepuluh
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASURANSI PAKET PELANGGAN DI PANDU SIWI SENTOSA CABANG LODAYA BANDUNG
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASURANSI PAKET PELANGGAN DI PANDU SIWI SENTOSA CABANG LODAYA BANDUNG 1 Wisnu Uriawan, 2 Imas Srihayati 1 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA 2 Program Studi Sistem Informasi
OPTIMASI DESAIN TANGKI TRUCK BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT APPLICATION
OPTIMASI DESAIN TANGKI TRUCK BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT APPLICATION Willyanto Anggono 1), Felix Budimihardjo 2), Tubagus Putra Wijaya 3) Mechanical Engineering Department, Petra
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem yang Berjalan Adapun analisis dari game mencari perbedaan jenis rumah adalah dengan menggunakan desain dan ActionScript untuk bahasa pemrograman Flash
KONTRAK PERKULIAHAN. Kode : DOKUMEN LEVEL Borang Kontrak Perkuliahan TANGGAL BERLAKU : September 2014
KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah : Otomasi Industri Kode Mata Kuliah : TEL-431 Pengajar : Agus Trisanto, Ph.D / Ir. Emir Nasrulah, M.Sc Semester : VII Hari Pertemuan/Jam : Kamis, 14:40-16:10 Tempat
OPTIMASI JALAN PAHAT PROSES PEMESINAN CNC LATHE DAN ANALISA BIAYA PRODUKSI PEMBUATAN DEAD CENTER BERBANTUKAN CAD/CAM
OPTIMASI JALAN PAHAT PROSES PEMESINAN CNC LATHE DAN ANALISA BIAYA PRODUKSI PEMBUATAN DEAD CENTER BERBANTUKAN CAD/CAM Efrizal Saputra 1, Anita Susilawati 2 Laboratorium CAD/CNC/CAM, Jurusan Teknik Mesin,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong terciptanya suatu produk baru dengan kualitas yang baik. Dalam dunia industri manufaktur, terdapat banyak kendala
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Produk berkualitas adalah produk yang memiliki tingkat presisi tepat, melalui proses efektif dan efisien. Begitu pula dengan produk bernilai artistik tinggi juga diperlukan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di PT. Kreasindo Jayatama Sukses Bekasi maka dapat ditarik beberapa kesimpulan: a. Tabel 6.1 di bawah ini menunjukkan strategi toolpath
Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. Tgl. Berlaku : Mei 2012 Versi/Revisi : 01/00
SILABUS/SAP Tgl. Berlaku : Mei 2012 Versi/Revisi : 01/00 Tgl. Revisi : - Kode Dok.: FRM-01 SILABUS/SAP MATA KULIAH ANALISIS PERENCANAAN SISTEM 3 SKS Deskripsi dan tujuan mata kuliah Memberikan pengertian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas beberapa hal yang menjadi latar belakang desain konstruksi press dies, masalah yang ditemui, tujuan desain konstruksi press dies, dan metode yang digunakan untuk
PENGARUH ORIENTAS OBYEK HASIL FUSED DEPOSITION MODELING PADA WAKTU PROSES
Jurnal Teknik Mesin, Vol. 16, No. 2, Oktober 2016, 41-46 ISSN 1410-9867 DOI: 10.9744/jtm.16.2.41-46 PENGARUH ORIENTAS OBYEK HASIL FUSED DEPOSITION MODELING PADA WAKTU PROSES Wesley Budiman 1), Juliana
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. SIL/MES/STM 335/42 Revisi : 01 Tgl : 1 April 2013 Hal 1 dari 5 MATA KULIAH KODE MATA KULIAH SEMESTER PROGRAM STUDI DOSEN PENGAMPU : PERANCANGAN KONSTRUKSI FABRIKASI : STM 335 (3 SKS) TEORI + PRAKTIK
ANALISIS TOPOGRAFI PERMUKAAN LOGAM DAN OPTIMASI PARAMETER PEMOTONGAN PADA PROSES MILLING ALUMINIUM ALLOY
ANALISIS TOPOGRAFI PERMUKAAN LOGAM DAN OPTIMASI PARAMETER PEMOTONGAN PADA PROSES MILLING ALUMINIUM ALLOY Sobron Yamin Lubis & Agustinus Christian Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
PERTEMUAN #3 TEORI DASAR OTOMASI 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
TEORI DASAR OTOMASI Sumber: Mikell P. Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 3 PERTEMUAN #3 TKT312
SISTEM KONTROL INDUSTRI PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
SISTEM KONTROL INDUSTRI Sumber: Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer- Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 4 PERTEMUAN #6 TKT312
PELATIHAN EAGLE DESIGN SCHEMATIC AND LAYOUT
PELATIHAN EAGLE (EASILY APPLICABLE GRAPHICAL LAYOUT EDITOR) DESIGN SCHEMATIC AND LAYOUT OLEH: INSTITUT SAINS DAN TEKHNOLOGI AKPRIND Y O G Y A K A R T A 2013 BAB I Pendahuluan EAGLE merupakan perangkat
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan sistem Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa tahapan untuk membuat sebuah aplikasi mulai dari alur aplikasi, perancangan antar muka, perancangan arsitektural,
SETTING TITIK-TITIK REFERENSI PADA MESIN CNC ET-242 (Titik Nol Benda, dan Titik Nol Pahat)
SETTING TITIK-TITIK REFERENSI PADA MESIN CNC ET-242 (Titik Nol Benda, dan Titik Nol Pahat) A. Seting titik nol benda kerja Setelah kita bisa menggerakkan pahat, maka berikutnya melakukan seting titik nol
REVERSE ENGINEERING OUTER REAR BUMPER MOBIL ESEMKA RAJAWALI R2
REVERSE ENGINEERING OUTER REAR BUMPER MOBIL ESEMKA RAJAWALI R2 Sanurya Putri Purbaningrum 1, Agus Dwi Anggono 2, Supriyono 3 1,2,3 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN: X PERANGKAT LUNAK PENGAMANAN DATA MENGGUNAKAN ALGORITMA MESSAGE DIGEST-5 (MD-5)
PERANGKAT LUNAK PENGAMANAN DATA MENGGUNAKAN ALGORITMA MESSAGE DIGEST-5 (MD-5) Sastya Hendri Wibowo 1* 1 Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl. Bali Bengkulu *e-mail
ARTIKEL PROSES MANUFAKTUR DENGAN CAD, CAM DAN CAE
ARTIKEL PROSES MANUFAKTUR DENGAN CAD, CAM DAN CAE Disusun Oleh : Nama : RIZWAN NUR AGIST Nim : 101.03.1086 Mata Kuliah : REKAYASA BERBANTUAN KOMPUTER JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1. Bahan Perancangan Bahan perancangan adalah produk glove box dengan mengambil sampel pada produk yang sudah ada, tetapi hanya sebagai acuan tidak menyerupai dimensi dan
BAB I PENDAHULUAN. hal yang sangat penting karena data yang sudah dikumpulkan dari percobaan tidak untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengolahan data dalam statistik khususnya dalam rancangan percobaan adalah hal yang sangat penting karena data yang sudah dikumpulkan dari percobaan tidak untuk
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Yayasan Hang Tuah adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Yayasan Hang Tuah adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Jalasenastri TNI AL dari Sabang sampai Merauke yang berpusat di Jakarta. Salah satu
Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller
Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller Thiang, Handy Wicaksono, David Gunawan Sugiarto Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131
PROSES PERANCANGAN DATABASE
PROSES PERANCANGAN DATABASE PENDAHULUAN Sistem informasi berbasiskan komputer terdiri dari komponen-komponen berikut ini : Database Database software Aplikasi software Hardware komputer termasuk media
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)
Mata Kuliah : Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Bobot Mata Kuliah : 2 Sks GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Deskripsi Mata Kuliah : Software Engineering Processe Model, Landasan Rekayasa
ANALISIS FLEXIBLE ASSEMBLY LINE DENGAN MELAKUKAN VIRTUAL PROTOTYPING
ANALISIS FLEXIBLE ASSEMBLY LINE DENGAN MELAKUKAN VIRTUAL PROTOTYPING The Jaya Suteja, Sunardi Tjandra Program Studi Teknik Manufaktur Universitas Surabaya Raya Kalirungkut, Surabaya, INDONESIA - 60292
PERENCANAAN ALAT BANTU PENGANGKAT DAN PEMINDAH KERTAS GULUNG
PERENCANAAN ALAT BANTU PENGANGKAT DAN PEMINDAH KERTAS GULUNG Anthony Angwin Lumanto 1), Suwandi Sugondo 2) Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra 1,2) Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236.
2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal.
2. BAB II LANDASAN TEORI Dalam merancang dan membangun aplikasi, sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar teori yang digunakan. Dasar-dasar teori tersebut digunakan sebagai landasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Penerapan Teknologi CAD/CAM akan meningkatkan : Kepuasan Bekerja Pekerja bagian Mold
43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini tertuang dalam butir-butir sebagai berikut : Penerapan Teknologi CAD/CAM akan meningkatkan : Produktivitas Pekerja
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
PENGEMBANGAN PEMODELAN 3D PRODUK BERBASIS FEATURE BERDASARKAN ALGORITMA FEATURE PENGURANGAN TUGAS SARJANA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Oleh Faizal Wahyu Prabowo
PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI
PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI Lisana Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293 Telp
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dunia industri dewasa ini, kecepatan inovasi produk baik dari segi teknologi maupun estetika dan fungsionalitasnya memegang peranan penting untuk memenangkan persaingan
PEMODELAN 3D KONSTRUKSI KAPAL MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK STUDI KASUS GRAND BLOCK 09 M.T. KAMOJANG
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 PEMODELAN 3D KONSTRUKSI KAPAL MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK STUDI KASUS GRAND BLOCK 09 M.T. KAMOJANG Suraj Nurholi dan Djauhar
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang ini, industri sudah berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Dengan adanya perkembangan teknologi tersebut, maka munculah
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam pemilihan KPR masyarakat haruslah jeli, namun untuk menentukan KPR masyarakat umum memiliki kendala di saat memiliki minat untuk membeli
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Hasil dari pembangunan sistem informasi di Lab PP adalah didapatkan sebuah sistem informasi yang dapat digunakan untuk mendata produk hasil inovasi laboratorium.
