PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
|
|
|
- Widyawati Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 26 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI USAHA HOTEL DENGAN TANDA BUNGA MELATI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a. bahwa urusan Hotel dengan tanda Bunga Melati merupakan salah satu urusan Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan yang kewenangannya telah dilimpahkan ke Kabupaten/Kota sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah yang luas nyata, dinamis dan bertanggung jawab; b. bahwa usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati sebagai suatu usaha yang melengkapi kebutuhan Pariwisata, perlu untuk dibina dan ditingkatkan pengelolaannya agar dalam perkembangannya dapat mencapai daya guna dan hasil guna yang sebaik-baiknya serta dapat menunjang usaha kepariwisataan di daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b serta untuk mendukung pelaksanaan pembinaan dan pengawasan perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Usaha Hotel Dengan Tanda Bunga Melati Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Barat. Mengingat : 1. Undang undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 1981, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209); 2. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3215); 3. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 7 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 47 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3962); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 5. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisa Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3338);
2 8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 9. Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2001 tentang Kewenangan Kabupaten (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2001 Nomor 03); 10. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) dan Rencana Strategis (RENSTRA) Kabupaten Kutai Barat Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2002 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 48); 11. Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2005 Nomor 06). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT dan BUPATI KUTAI BARAT MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI USAHA HOTEL DENGAN TANDA BUNGA MELATI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI BARAT. Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud : 1. Daerah adalah Kabupaten Kutai Barat; BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 2. Bupati adalah Kepala Daerah Kabupaten Kutai Barat; 3. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah; 4. Pemerintahan Daerah adalah Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Barat sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah; 6. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Barat; 7. Usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati adalah suatu usaha komersial yang menggunakan seluruh atau sebagian dari suatu bangunan, khususnya disediakan bagi setiap orang yang memerlukan jasa pelayanan Hotel dengan tanda Bunga Melati; 8. Pimpinan Hotel dengan tanda Bunga Melati adalah orang yang memimpin sehari-hari dan bertanggung jawab atas pengusahaan hotel; 9. Tamu Hotel dengan tanda Bunga Melati adalah setiap orang yang memperoleh jasa pelayanan hotel; 10. Persetujuan prinsip adalah persetujuan sementara yang diberikan oleh Bupati kepada Badan Usaha Penerangan untuk dapat membangun Hotel dengan tanda Bunga Melati; 11. Ijin mendirikan bangunan adalah ijin untuk membangun Hotel yang diberikan oleh Bupati; 2
3 12. Ijin usaha adalah ijin usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati yang diberikan oleh Bupati kepada Badan Usaha atau Perorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati. Pasal 2 Tidak termasuk dalam pengertian usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati menurut Peraturan Daerah ini adalah jenis akomodasi lainnya yaitu : a. Hotel golongan tanda bintang penginapan remaja (youth hotel), pondok wisata dan perkemahan; b. Asrama haji dan rumah pemondokan mahasiswa dan pelajar; c. Tempat penginapan yang dikelola oleh instansi pemerintah maupun swasta yang khusus digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi para anggota/karyawan. BAB II NAMA, OBYEK DAN SUBYEK PAJAK Pasal 3 Dengan nama Retribusi Usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati dipungut Retribusi atas kegiatan usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat. Pasal 4 Obyek Retribusi adalah kegiatan penyelenggaraan usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati Pasal 5 Subyek Retribusi usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati adalah Orang pribadi atau Badan yang menyelenggarakan usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati. BAB III GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 6 Retribusi Ijin Usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati digolongkan sebagai ijin usaha tertentu ; BAB IV CARA MENGUKUR TINGKAT PENGGUNAAN JASA Pasal 7 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah ijin yang diterbitkan BAB V PRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF Pasal 8 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif retribusi dimaksud adalah untuk menutup biaya terhadap penyelenggaraan pengawasan, pembinaan dan pengendalian. (2) Biaya yang dimaksud pada ayat (1) meliputi pemantauan, pengawasan, pembinaan dan pengendalian. Pasal 9 Untuk memperoleh ijin usaha Hotel dengan Tanda Bunga Melati, kepada pengusaha bersangkutan dikenakan retribusi sebesar Rp ,- (satu juta rupiah) 3
4 BAB VI BENTUK USAHA DAN PERMODALAN Pasal 10 (1) Usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati dapat membentuk Badan Usaha atau usaha Perorangan serta dengan maksud dan tujuan semata-mata berusaha dalam bidang usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku; (2) Modal usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati dimiliki oleh warga Negara Indonesia. BAB VII PERSYARATAN PENGUSAHAAN Pasal 11 Pengusaha Hotel dengan tanda Bunga Melati adalah penyediaan jasa pelayanan Hotel sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Pasal 12 Pimpinan Hotel dengan tanda Bunga Melati berkewajiban untuk : a. Memberikan perlindungan kepada tamu Hotel dengan tanda Bunga Melati dari kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum serta yang melanggar kesusilaan; b. Mengadakan tata buku perusahaan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku; c. Mentaati ketentuan ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku; d. Melakukan upaya secara terus-menerus untuk meningkatkan mutu tenaga kerja dan pelayanan; e. Memelihara hygiene dan sanitasi di dalam maupun di lingkungan pekarangan Hotel dengan tanda Bunga Melati sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang- Undangan yang berlaku; f. Menetapkan persyaratan penghunian kamar, termasuk tarif kamar dan diletakan pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca tamu; g. Memasang papan nama Hotel dengan tanda Bunga Melati dalam bahasa Indonesia; h. Membuat peraturan perusahaan; i. Membuat laporan tamu yang menginap. BAB VIII PENGGOLONGAN HOTEL DENGAN TANDA BUNGA MELATI Pasal 13 (1) Usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati hanya digolongkan ke dalam 1 (satu) klasifikasi yakni kelas Bunga Melati; (2) Penggolongan Hotel dengan tanda Bunga Melati didasarkan kepada persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh Bupati. Pasal 14 Tanda golongan Hotel secara keseluruhan dinyatakan dengan Bunga Melati. Pasal 15 4
5 Penentuan penggolongan Hotel dengan tanda Bunga Melati dimaksud pasal 13 dinyatakan dengan Piagam yang dikeluarkan oleh Bupati dan harus dipasang di tempat yang mudah dilihat dan dibaca oleh tamu. Pasal 16 (1) Piagam Penggolongan Hotel dengan tanda Bunga Melati berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperbaharui kembali setelah dilakukan penilaian ulang; (2) Penilaian ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan hasil penilaiannya disampaikan kepada Bupati. Pasal 17 Tata cara mendapatkan golongan Hotel dengan tanda Bunga Melati ditetapkan dengan Peraturan Bupati. BAB IX KETENTUAN PERIJINAN Pasal 18 (1) Untuk pembangunan Hotel dengan tanda Bunga Melati baru ataupun penambahan kamar harus memiliki persetujuan prinsip; (2) Untuk mengusahakan Hotel dengan tanda Bunga Melati harus memiliki ijin usaha. Pasal 19 (1) Untuk memperoleh persetujuan prinsip membangun ataupun menambah kamar sebagaimana dimaksud pada pasal 18 ayat (1), pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Daerah yang dilampiri dengan : a. Rencana pembangunan dan gambar prarencana bangunannya sesuai dengan golongan kelas; b. Rekomendasi dari Camat yang bersangkutan ; c. Surat keterangan identitas dari pemohon ; d. Salinan keterangan pendirian perusahaan (bagi yang berbadan hukum). (2) Persetujuan atau penolakan permohonan dimaksud ayat (1) pasal ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ; (3) Setelah persetujuan prinsip dikeluarkan, pemohon harus melengkapi dengan ijin mendirikan bangunan. Pasal 20 Untuk memproleh ijin Usaha dimaksud dalam pasal 18 ayat (2) pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Daerah melalui Dinas Pariwisata dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut : a. Persetujuan prinsip ; b. Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) ; c. Struktur organisasi dan management personil ; d. Ijin Undang-Undang Gangguan (HO) dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pasal 21 (1) Persetujuan prinsip membangun atau menambah kamar serta ijin usaha dikeluarkan oleh Kepala Daerah setelah pemohon memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan ; 5
6 (2) Pemberian persetujuan prinsip harus berpedoman pada rencana kebutuhan kamar Hotel dengan tanda Bunga Melati yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pariwisata ; (3) Persetujuan prinsip membangun atau menambah kamar hanya berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan dan batal karena hukum, bilamana pembangunan belum dimulai dalam jangka waktu tersebut diatas. Pasal 22 Ijin usaha berlaku untuk jangka waktu yang tidak terbatas dengan ketentuan setiap 5 (lima) tahun sekali dan harus didaftar ulang kepada Kepala Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Barat. Pasal 23 Persetujuan prinsip dan ijin usaha dapat dicabut apabila bertentangan atau menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah ini. Pasal 24 Tata cara pengajuan, penerbitan dan pembatalan persetujuan prinsip membangun dan ijin usaha ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Pasal 25 Setiap perubahan nama atau pemindah tanganan pemilik Hotel dengan tanda Bunga Melati harus seijin Kepala Daerah. BAB X PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 26 (1) Pembinaan dan pengawasan atas kegiatan Hotel dengan tanda Bunga Melati dilakukan oleh Bupati atau instansi yang ditunjuk ; (2) Pimpinan Hotel dengan tanda Bunga Melati wajib memberi laporan statistik tingkat penghunian kamar secara berkala kepada Bupati ; (3) Dalam hal-hal yang dianggap perlu Bupati dapat meminta laporan kepada pimpinan Hotel dengan tanda Bunga Melati ; (4) Terhadap golongan Hotel dengan tanda Bunga Melati dilakukan penelitian secara berkala oleh Bupati atau instansi yang ditunjuk. Pasal 27 (1) Bupati dapat menaikan atau menurunkan golongan kelas satu Hotel dengan tanda Bunga Melati apabila persyaratan hotel yang bersangkutan tidak sesuai lagi dengan kriteria dan persyaratan golongan kelas yang dimilikinya ; (2) Perubahan golongan kelas seperti yang dimaksud ayat (1) didasarkan atas permohonan pemilik Hotel dengan tanda Bunga Melati yang diajukan kepada Bupati dan hasil penelitian yang dilakukan secara berkala. Pasal 28 Hotel dengan tanda Bunga Melati yang telah meningkat fasilitas dan pelayanannya, sehingga memenuhi persyaratan kriteria fisik dan pelayanan hotel golongan yang lebih tinggi harus diubah penggolongannya sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Pasal 29 6
7 (1) Perubahan seperti yang dimaksud dalam pasal 27 dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Pariwisata, baik atas dasar hasil penelitian yang dilakukan secara berkala maupun atas dasar permohonan pemilik Hotel dengan tanda Bunga Melati ; (2) Dalam hal perubahan atas kehendak Hotel dengan tanda Bunga Melati permohonan di ajukan kepada Direktur Jenderal Pariwisata dengan tembusan disampaikan kepala Bupati ; (3) Untuk melaksanakan perubahan sebagaimana dimaksud pasal 27 akan diadakan penelitian oleh Direktur Jenderal Pariwisata. BAB XI KETENTUAN PIDANA Pasal 30 (1) Barangsiapa menjalankan usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati yang tidak mentaati ketentuan-ketentuan sebagaimana tersebut pada pasal 10, pasal 12, pasal 18 dan pasal 25 akan diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp ,- (Lima puluh juta rupiah) serta tindakan lainnya berupa : a. Penutupan / penyegelan Hotel dengan tanda Bunga Melati. b. Pencabutan ijin usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati. (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini adalah pelanggaran. BAB XII KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 31 Selain Pejabat penyidik Polisi Republik Indonesia yang bertugas menyidik tindak pidana, penyidikan atas tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini dapat juga dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Daerah yang pengangkatannya ditetapkan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Pasal 32 (1) Dalam melaksanakan tugas penyidikan, para pejabat sebagaimana dimaksudkan pasal 25 Peraturan Daerah ini berwenang : b. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana ; c. Melakukan tindakan pertama pada saat itu ditempat kejadian serta melakukan pemeriksaan ; d. Menyuruh berhenti seorang tersangka dari perbuatannya dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka; e. Melakukan penyitaan benda dan atau surat ; f. Mengambil sidik jari dan memotret seorang tersangka; g. Memanggil seseorang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; h. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara ; i. Mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari penyidik umum bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui penyidik umum memberitahukan hal tersebut kepada penuntut umum, tersangka atau keluarga; j. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. (2) Pejabat penyidik Pegawai Negeri Sipil membuat Berita Acara setiap tindakan tentang : a. Pemeriksaan tersangka; b. Pemeriksaan rumah; c. Pemeriksaan surat; d. Pemeriksaan benda; e. Pemeriksaan saksi; f. Pemeriksaan ditempat kejadian. BAB XIII 7
8 KETENTUAN PERALIHAN Pasal 33 (1) Bagi usaha Hotel dengan tanda Bunga Melati yang ada sebelum Peraturan Daerah ini berlaku selambat-lambatnya dalam waktu 1 ( satu ) tahun mulai saat berlakunya Peraturan Daerah ini, sudah harus menyesuaikan diri dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini ; (2) Semua usaha penginapan yang selama ini dikenal sebagai Hotel maupun wisma dan yang sejenisnya sebenarnya termasuk klarifikasi Hotel dengan tanda Bunga Melati harus menyesuaikan segala sesuatunya dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini ; (3) Penginapan yang selama ini telah ada dan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) pasal ini ternyata belum atau tidak memenuhi ketentuan yang dimaksud pada ayat ( 2 ) pasal ini, maka penginapan itu tidak dapat dikategorikan sebagai Hotel dengan tanda Bunga Melati. BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 34 (1) Dengan berlakukan Peraturan Daerah ini, maka segala ketentuan yang bertentangan dengan Peraturan Daerah ini dinyatakan tidak berlaku lagi ; (2) Hal-hal yang belum diatur / belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini, akan diatur kemudian oleh Bupati dengan Surat Keputusan sepanjang menyangkut pelaksanaannya ; (3) Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat. Ditetapkan di Sendawar pada tanggal 07 November 2006 BUPATI KUTAI BARAT, ttd ISMAIL THOMAS Diundangkan di Sendawar pada tanggal 07 November 2006 Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT, ttd YAHYA MARTHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT TAHUN 2006 NOMOR 26 SERI B 8
9 9
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 04 TAHUN 2000 TENTANG PEMBERIAN IZIN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 04 TAHUN 2000 TENTANG PEMBERIAN IZIN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, Menimbang : a. bahwa usaha Hotel sebagai suatu usaha yang melengkapi
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 14 TAHUN 1996 TENTANG USAHA HOTEL MELATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 14 TAHUN 1996 TENTANG USAHA HOTEL MELATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II BADUNG, Menimbang : a. bahwa berkenaan
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 06 TAHUN 2006 TENTANG KETENTUAN TEMPAT PENYELENGGARAAN USAHA HIBURAN DAN PERMAINAN KETANGKASAN DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 15 TAHUN 1996 TENTANG USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 15 TAHUN 1996 TENTANG USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II BADUNG, Menimbang : a. bahwa berkenaan
PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 11 Tahun 2000 T E N T A N G USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKANBARU
PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 11 Tahun 2000 T E N T A N G USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKANBARU Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengembangan kepariwisataan
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN TEMPAT OLAH RAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2002 T E N T A N G IZIN USAHA HOTEL DENGAN TANDA BUNGA MELATI
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2002 T E N T A N G IZIN USAHA HOTEL DENGAN TANDA BUNGA MELATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT Menimbang : a. bahwa,
PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DENPASAR,
PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DENPASAR, Menimbang: a. bahwa Usaha Pondok Wisata mempunyai peranan penting dalam
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA HOTEL DAN PENGINAPAN
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA HOTEL DAN PENGINAPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PONTIANAK Menimbang a. bahwa dalam
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang :
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 6 Tahun 2002 Seri: C
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 6 Tahun 2002 Seri: C PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 7 TAHUN 2002 (7/2002) TENTANG PERIZINAN USAHA
USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 1 TAHUN 1988 SERI : B ----------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG IJIN PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG DI JALAN DENGAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 05 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN IJIN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a.
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (PERDA DIY) NOMOR : 4 TAHUN 1989 (4/1989) TENTANG USAHA PERKEMAHAN WISATA
LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 3 TAHUN 1990 SERI B PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (PERDA DIY) NOMOR : 4 TAHUN 1989 (4/1989) TENTANG USAHA PERKEMAHAN WISATA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 02 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN HOTEL, PENGINAPAN ATAU WISMA DAN PONDOK WISATA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 02 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN HOTEL, PENGINAPAN ATAU WISMA DAN PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TAPIN, Menimbang Mengingat : a. bahwa
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 09 TAHUN 2009 TENTANG PENERTIBAN DAN PENANGGULANGAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI BARAT DENGAN RAHMAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG IZIN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka
PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 6 TAHUN 2002 (6/2002) TENTANG PERIZINAN USAHA PERJALANAN WISATA
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 5 Tahun 2002 Seri: C ---------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 3 Tahun 2003 Seri B PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 07 TAHUN 2003 T E N T A N G PENYEHATAN HOTEL DAN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 16 TAHUN 1996 TENTANG USAHA BAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 16 TAHUN 1996 TENTANG USAHA BAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II BADUNG, Menimbang : a. bahwa berkenaan dengan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 04 TAHUN 2005 T E N T A N G PERIZINAN USAHA OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI KABUPATEN BANTUL
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 04 TAHUN 2005 T E N T A N G PERIZINAN USAHA OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI KABUPATEN BANTUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a.
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 09 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERIAN IJIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,
Menimbang : PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 09 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERIAN IJIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, a. bahwa dalam rangka melindungi masyarakat dari bahaya
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN RUMAH SEWAAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 15 TAHUN 2005 SERI E ===================================================== PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN RUMAH
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA OBYEK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA OBYEK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PONTIANAK Menimbang a. bahwa berdasarkan Undang-Undang
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 6 TAHUN : 1997 SERI : C NOMOR : 2
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 6 TAHUN : 1997 SERI : C NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II ACEH UTARA NOMOR : 6 TAHUN 1997 TENTANG IZIN USAHA OBYEK WISATA DENGAN RAHMAT
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 12 TAHUN 2003 TENTANG
1 PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 12 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 04 TAHUN 2000 TENTANG PEMBERIAN IZIN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 8 Tahun 2002 Seri: C
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 8 Tahun 2002 Seri: C PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 9 TAHUN 2002 (9/2002) TENTANG PERIZINAN USAHA
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 3 Tahun 2001 Seri B PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG IJIN USAHA KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG Menimbang
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 4 Tahun 2002 Seri: C
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 4 Tahun 2002 Seri: C PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 5 TAHUN 2002 (5/2002) TENTANG PERIZINAN USAHA
PERATURAN BUPATI KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PERIZINAN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA,
PERATURAN BUPATI KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PERIZINAN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan pembinaan, pengawasan
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG. Nomor 2 Tahun 2002 Seri B PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 2 Tahun 2002 Seri B PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 4 TAHUN 2002 T E N T A N G IJIN USAHA INDUSTRI (IUI), TANDA DAFTAR INDUSTRI (TDI) DAN IJIN PERLUASAN (IP)
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 08 TAHUN 2009 TENTANG PENERTIBAN, PEREDARAN DAN PENGAWASAN PENJUALAN MINUMAN KERAS/ BERALKOHOL DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI
WALIKOTA PADANG PERATURAN DAERAH KOTA PADANG NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH KOS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,
WALIKOTA PADANG PERATURAN DAERAH KOTA PADANG NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH KOS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang : a. bahwa dalam mewujudkan rumah kos sebagai
PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 4 TAHUN 2003 TENTANG SURAT IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PRABUMULIH,
PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 4 TAHUN 2003 TENTANG SURAT IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PRABUMULIH, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kota
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR : 33 TAHUN 2004 T E N T A N G RETRIBUSI IJIN TEMPAT USAHA DI KABUPATEN MURUNG RAYA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR : 33 TAHUN 2004 T E N T A N G RETRIBUSI IJIN TEMPAT USAHA DI KABUPATEN MURUNG RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MURUNG RAYA, Menimbang : a. bahwa
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEMALANG, Menimbang : a. bahwa dengan
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG NOMOR 09 TAHUN 2007 T E N T A N G WAJIB LAPOR TAMU / PENDATANG LEBIH 1 X 24 JAM DALAM WILAYAH KABUPATEN LUMAJANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN IZIN USAHA ANGKUTAN UMUM
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TAHUN 2007 No. 10 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG IZIN USAHA ANGKUTAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA RESTORAN, RUMAH MAKAN, TEMPAT MAKAN DAN JASA BOGA
PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA RESTORAN, RUMAH MAKAN, TEMPAT MAKAN DAN JASA BOGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA Menimbang : a. bahwa
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2003 NOMOR : 57 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 12 TAHUN 2003 TENTANG TATA NIAGA BESI TUA DALAM WILAYAH KABUPATEN BERAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 15 TAHUN 2010 T E N T A N G KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a. bahwa kepariwisataan
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG RAMBU-RAMBU LALU LINTAS DI WILAYAH KABUPATEN KUTAI BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI
PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN NOMOR..TAHUN TENTANG TATA KELOLA HOTEL, PENGINAPAN DAN KOS
PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN NOMOR..TAHUN TENTANG TATA KELOLA HOTEL, PENGINAPAN DAN KOS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PAMEKASAN Menimbang : a.
PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 8 Tahun 2003 TENTANG : RETRIBUSI IZIN PENGENDALIAN PEMBUANGAN LEMBAH CAIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 8 Tahun 2003 TENTANG : RETRIBUSI IZIN PENGENDALIAN PEMBUANGAN LEMBAH CAIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKANBARU, Menimbang : a. Bahwa Rancangan Peraturan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2002 NOMOR : 44 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERIAN IZIN PENDIRIAN / PERUBAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
NOMOR 2 TAHUN 2006 SERI C
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2006 SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI IZIN PENGELOLAAN SARANG BURUNG WALET DENGAN RAHMAT TUHAN
PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 10 TAHUN 2002 (10/2002) TENTANG PENGATURAN PRAMUWISATA DAN PENGATUR WISATA
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 9 Tahun 2002 Seri: C ---------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA
PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO
PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA PROBOLINGGO NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PROBOLINGGO, Menimbang : a. bahwa dengan
WALIKOTA PALANGKA RAYA
1 WALIKOTA PALANGKA RAYA PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG IZIN USAHA PENGELOLAAN RUMAH KOS DAN BARAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALANGKA RAYA Menimbang :
LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G PEMBERIAN IZIN UNDIAN (PROMOSI PRODUK BARANG/JASA)
SALINAN LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G NOMOR : 8 TAHUN 2001 SERI : C PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERIAN IZIN UNDIAN (PROMOSI PRODUK BARANG/JASA) DENGAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR NOMOR 06 TAHUN 2002 T E N T A N G
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR NOMOR 06 TAHUN 2002 T E N T A N G USAHA DAN PENGGOLONGAN HOTEL DENGAN TANDA BUNGA MELATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA BUPATI KOTAWARINGIN TIMUR, Menimbang
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2005 T E N T A N G PERIZINAN ANGKUTAN DI KABUPATEN BANTUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pembinaan,
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TENTANG IZIN KERJA DAN PRAKTIK PERAWAT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TAHUN 2008 NOMOR 18 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG IZIN KERJA DAN PRAKTIK PERAWAT DENGAN RAHMAT TUHAN
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 9 Tahun 2007 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 13 TAHUN 2007 T E N T A N G RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG, Menimbang
PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN
1 PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN Menimbang : a. bahwa untuk mendorong peningkatan, pertumbuhan
PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERIZINAN DAN RETRIBUSI IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR
RGS Mitra Page 1 of 16 PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERIZINAN DAN RETRIBUSI IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG, Menimbang : a. bahwa
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2005 NOMOR : 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 7 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN TERMINAL TRANSPORTASI JALAN DALAM DAERAH KABUPATEN BERAU. DENGAN RAHMAT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2003 NOMOR : 61 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG DANA PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN KETRAMPILAN TENAGA KERJA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG IZIN USAHA DI BIDANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2003 NOMOR : 70 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG PERIJINAN USAHA PERKEBUNAN DI KABUPATEN BERAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 2 TAHUN 2004 TENTANG FATWA PENGARAHAN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 2 TAHUN 2004 TENTANG FATWA PENGARAHAN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan
