Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
|
|
|
- Farida Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
2 Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunianya kepada kita semua. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-nya. Dan senantiasa bisa mengembangkan SMK N 2 Teluk Kuantan untuk menjadi lebih baik. Akhirnya dengan penuh tanggung jawab kami dapat menyelesaikan pengisian instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS), dengan evaliasi diri ini SMK N 2 Teluk Kuantan bisa melihat keadaan sekolah secara terstruktur, sehingga apa yang sudah dicapai dan apa yang perlu dicapai lagi akan kelihatan. Di dalam Instrumen EDS ini SMK N 2 Teluk Kuantan membahas keseluruhan isi SNP yang rediri dari: 1. Standar Sarana dan Prasarana. 2. Standar Isi. 3. Standar Proses. 4. Standar Penilaian. 5. Standar Kompetensi Lulusan. 6. Standar Pengelolaan. 7. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 8. Standar Pembiayaan Demikianlah hasil evaluasi diri sekolah yang sudah kami lakukan, semoga evaluasi ini bisa bermafaat terutama bagi pihak sekolah dan juga bagi pihak-pihak yang terkait. Evaluasi diri sekolah ini tentunya masih banyak kekurangannya, maka masukan dari pihak-pihak terkait sangat kami harapkan. Teluk Kuantan, September 2010 Kepala Sekolah, H. Marlis, S.Pd NIP
3 Bagian Ke-1 Sarana dan Prasarana 3
4 1. STANDAR SARANA DAN PRASARANA 1.1. Apakah sarana sekolah sudah memadai? Spesifikasi Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, dan persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya. Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami memiliki bangunan gedung yang ukuran, ventilasi dan kelengkapan lainnya melebihi ketentuan dalam standar Sarpras yang ditetapkan. Jumlah peserta didik di dalam rombongan belajar kami lebih kecil dari yang ditetapkan dalam standar agar dapat lebih meningkatkan proses pembelajaran. Sekolah kami memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang melebihi dari ketetapan Standar Sarpras yang digunakan untuk lebih membantu proses pembelajaran. Sekolah kami memenuhi standar terkait dengan sarana, prasarana dan peralatan. Sekolah kami memenuhi standar dalam hal jumlah peserta didik pada setiap rombongan belajar. Sekolah kami memiliki dan menggunakan sarpras sesuai standar yang ditetapkan. Sekitar 95% calon siswa di kecamatan mendpat akses belajar disekolah kami. Sekolah kami memenuhi standar terkait dengan sarana dan prasarana. Beberapa kelas di sekolah kami diisi peserta didik melebihi jumlah yang ditetapkan dalam standar. Sekolah kami menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah, alat peraga dan judul buku pengayaan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sekolah kami belum memiliki semua sarana dan alat-alat yang dibutuhkan untuk memenuhi ketetapan dalam standar. Bangunan sekolah kami tidak memenuhi standar dari segi ukuran atau jumlah ruangan. Kebanyakan ruang kelas sekolah kami diisi terlalu banyak peserta didik dan kami tidak mampu memenuhi standar. Sarana dan prasarana yang kami miliki amat terbatas dan sebagian besar sudah ketinggalan zaman dan dalam kondisi buruk. 4
5 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Catatan mengenai ukuran ruangan, jumlah dan sarana prasarana Jumlah peserta didik per rombongan belajar Catatan peralatan dan sumber belajar Catatan pengeluaran Kondisi nyata lingkungan sekolah Bukti fisik lainnya (tuliskan): 1. Daftar inventaris 2. Denah sekolah Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, dan persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya. Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai luas lahan 3,5 Ha 2. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai sarana ruang dan tempat cukup memenuhi guna menjalankan proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya. Seperti kelihatan di bawah ini : 1. Mempunyai 27 ruang kelas. 2. Mempunyai 1 ruang perpustakaan 3. Mempunyai 2 ruang komputer (KKPI) 4. Mempunyai 1 ruang laboratorium bahasa 5. Mempunyai 1 ruang pimpinan 6. Mempunyai 2 ruang guru 7. Mempunyai 1 ruang waka 8. Mempunyai 1 ruang kajur 9. Mempunyai 1 ruang tata usaha 10. Mempunyai 1 tempat ibadah (mushola) 11. Mempunyai 1 ruang konseling 12. Mempunyai 1 ruang UKS 13. Mempunyai 1 ruang OSIS 14. Mempunyai 2 toilet guru, 6 toilet siswa putra, 9 toilet putri 15. Mempunyai 3 gudang 16. Mempunyai 9 ruang sirkulasi teras kelas, 3 ruang sirkulasi koridor 17. Mempunyai tempat olah raga (volly, basket, bulu tangkis, atlit), tempat upacara, tempat tebuka dengan rumput dan tanaman perindang sekitar ± 1,5 ha Tingkat yang dicapai 5
6 18. Mempunyai 1 ruang praktik program keahlian akuntansi 19. Mempunyai 1 ruang praktik bank mini akuntansi 20. Mempunyai 1 ruang praktik program keahlian administasi perkantoran 21. Mempunyai 1 ruang mengetik administrasi perkantoran 22. Mempunyai 1 ruang praktik program keahlian pemasaran 23. Mempunyai 1 ruang praktik memasak akomodasi perhotelan 24. Mempunyai 1 ruang praktik hotel mini akomodasi perhotelan 25. Mempunyai 1 ruang praktik teknik komputer dan jaringan 26. Mempunyai 1 tempat bisnis center 27. Mempunyai 3 tempat kantin 28. Mempunyai 1 gedung pertemun Kelemahan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan Tidak mempunyai ruang laboratorium IPA, fisika, dan kimia 2. Ruang praktik pemasaran digabung dengan ruang kelas 3. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai ukuran ruang kelas dibawah standar 6 ruang dengan ukuran 56 m 2, 4 ruang dengan ukuran 55 m 2, 3 ruang dengan ukuran 59,5 m 2 4. Toilet pria rusak 1, Toilet putri rusak 1 kurang 13 Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan dari segi ukuran ruangan, jumlah ruangan, dan persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya cukup memenuhi standar. Tingkat Ke-3 Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian sarana prasarana SMK N 2 Teluk Kuantan ini untuk : 1. Untuk dibuat ruang laboratorium IPA, fisika dan kimia Ditambah minimal 1 kelas dan ditambah lagi 3 kelas, sehingga semua bisa menjadi 30 kelas. 2. Diperbaiki 2 toilet dan ditambah 13 toilet lagi 6
7 Terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar Kekuatan : 1. Mempunyai 27 rombongan belajar 2. Jumlah siswa putra 190, putri 686, total 876 Rasio rombongan belajar dengan kelas 876:27 atau 32,4:1 (rata-rata setiap kelas 32,4 siswa) 3. Sekolah banyak menampung siswa dari SMP Kelemahan : rombel kelebihan siswa, 14 rombel kekurangan siswa Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan dari segi peserta didik dalam rombongan belajar secara umum memenuhi standar. Tingkat Ke-3 Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian sarana prasarana SMK N 2 Teluk Kuantan ini untuk : 1. Untuk jumlah siswa diratakan (dalam satu jurusan) Terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai alat dan sumber belajar yang cukup memenuhi standar guna menjalankan proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya. Seperti kelihatan di bawah ini : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan memberikan fasilitas yang cukup terhadap pengembagan pengetahuan ICT guru melalui Hot Spot Area 2. Mempunyai 24 infocus 7
8 3. Mempunyai 3 ohp 4. Mempunyai 25 laptop 5. Mempunyai 90 komputer 6. Mempunyai 20 mesin tik manual 7. Mempunyai 15 mesin tik listrik 8. Mempunyai 10 printer 9. Mempunyai 10 cash register 10. Mempunyai 5 timbangan elektrik 11. Mempunyai alat pemotong kertas 12. Mempunyai alat pelubang spiral kertas 13. Mempunyai 2 tape recorder 14. Mempunyai 2 sound system 15. Mempunyai 1 vidio shoting 16. Mempunyai 1 kamera digital 17. Mempunyai 20 mesin hitung 18. Mempunyai 20 kalkulator 19. Mempunyai 3 scren 20. Mempunyai 2 TV analog 21. Mempunyai 1 TV digital 22. Mempunyai 2 modem speedy 23. Mempunyai 1 access point 24. Mempunyai 3 repeater 25. Mempunyai 32 papan pulis white board 26. Mempunyai 16 ribu buku perpustakaan 27. Mempunyai server local untuk sumber belajar pada intranet 28. Mempunyai 25 master jobsheet 29. Mempunyai 4 jaringan LAN 30. Mempunyai koneksi internet dengan 2 buah speedy 31. Mempunyai jaringan wireless 8
9 32. Mempunyai 100 modul biingual 33. Mempunyai 5 bahan ajar interaktif 34. Telpon 3 buah 35. Telpon attantion 8 buah 36. Mempunyai watt daya listrik Kelemahan : 1. Di perpustakaan SMK N 2 Teluk Kuantan sangat kekurangan buku cetak yang relefan dengan SMK dan Jurusan yang ada 2. Kekurangan infocus 20 buah 3. Kekurangan tape rekorder 3 buah 4. Kekurangan laptop 20 buah untuk labor bahasa 5. Kekurangan komputer 20 unit untuk jurusan TKJ 6. Kekurangan printer 2 printer 7. Kekurangan daya listrik minimal watt Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan dari segi penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran, secara umum memenuhi standar. Tingkat Ke-3 Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian sarana prasarana SMK N 2 Teluk Kuantan ini untuk : 1. Ditambah buku perpustakaan yang relefan dengan SMK dan jurusan 2. Ditambah jumlah infocus 3. Ditambah jumlah tape recorder 4. Ditambah jumlah laptop 5. Ditambah jumlah komputer 6. Ditambah jumlah printer 7. Ditambah daya listrik 9
10 1.2. Apakah sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik? Spesifikasi Bangunan Pemeliharaan bangunan dilaksanakan paling tidak setiap 5 tahun sekali Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami aman, sehat, nyaman, menyenangkan, menarik dan mendorong terciptanya suasana bekerja dan belajar bagi peserta didik dan warga sekolah lainnya. Lahan, bangunan, dan prasarana termasuk toilet di sekolah kami, dalam keadaan bersih (sehat), dan dipelihara dengan baik secara berkala. Sekolah kami sudah memberikan layanan dan fasilitas pembelajaran yang baik dan sama bagi semua peserta didik termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Perabot beserta alat-alat dan kelengkapan lainnya berada dalam kondisi yang baik dan terpelihara. Sekolah kami memiliki kebijakan untuk membantu menyediakan kemudahan layanan bagi semua peserta didik termasuk yang berkebutuhan khusus. Sekolah kami membutuhkan pemeliharaan, dan masih berusaha menyediakan lingkungan yang lebih menarik dan memberikan rangsangan kerja dan belajar Sekolah kami akan mempertimbangkan kemudahan pelayanan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus. Sebagian prasarana sekolah kami di bawah standar, harus diperbaiki dan dibersihkan atau diganti. Sekolah kami belum mempertimbangkan kemudahan pelayanan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus. 10
11 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Catatan pengeluaran Hasil observasi Catatan pendapat peserta didik Catatan tentang pendapat guru Daftar kehadiran peserta didik yang - berkebutuhan khusus Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Pemeliharaan bangunan dilaksanakan paling tidak setiap 5 tahun sekali Kekuatan : 1. Di SMK N 2 Teluk Kuantan ada anggaran rutin tiap tahun untuk pemeliharaan bangunan di dalam RAPBS 2. Adanya bantuan pemeliharaan tiap tahun melalui komite sekolah 3. Perabot yang ada dalam kondisi yang baik 4. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai lokasi yang luas dengan kondisi lingkungan yang nyaman Kelemahan : 1. Gedung SMK N 2 Teluk Kuantan pada umumnya cukup tua, yaitu sejak SPG, karena gedung SMK N 2 Teluk kuantan peninggalan SPG akhir. Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan senantiasa melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala sesuai dengan kemampuan. Juga terhadap perabot dan peralatan serta kelengkapan-kelengkapan yang ada Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian bangunan ini untuk : 1. Supaya diadakan rehap bangunan Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 11
12 Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus. Kekuatan : SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai bangunan yang banyak dengan teras yang cukup 1. Bangunan cukup kokoh 2. Masih banyak lokasi tempat membagun bangunan baru Kelemahan : 1. Beberapa atap dan loteng rusak Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan aman dan nyaman Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian bangunan ini untuk : 1. Supaya dilakukan pergantian atap dan loteng Tingkat Ke-3 12
13 Bagian Ke-2 Standar Isi 13
14 2. STANDAR ISI 2.1. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan? Spesifikasi Kerangka kerja dasar dan struktur kurikulum Kurikulum sekolah memenuhi standar untuk jenis satuan pendidikan Kurikulum untuk tingkat satuan pendidikan Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat dan kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Kurikulum Sekolah kami dikaji dan diperbaiki secara teratur dan disesuaikan dengan karakter daerah dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum Sekolah kami menawarkan kegiatan pembelajaran berjenjang yang sesuai,dan dirancang agar menciptakan suasana yang mendukung dan menyenangkan untuk berbagai usia dan kemampuan peserta didik. Kurikulum Sekolah kami memiliki fleksibilitas untuk memenuhi beragam kebutuhan semua peserta didik di sekolah. Semua peserta didik amat termotivasi Kurikulum Sekolah kami sesuai dengan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan KTSP dan penyusunannya disesuaikan dengan ciri khas dan kebutuhan daerah. Struktur kurikulum sekolah kami telah mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya dengan selalu melaksanakan program remedial dan pengayaan. Sebagian besar (sekitar 70%) Sekolah kami menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. Kurikulum Sekolah kami sesuai dengan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan KTSP, namun masih perlu dikembangkan lagi sesuai dengan ciri khas dan kebutuhan daerah. Struktur kurikulum sekolah kami kurang mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum Kurikulum Sekolah kami berusaha mengikuti standar isi, standar kompetensi, dan panduan KTSP. Struktur kurikulum sekolah kami tidak mengalokasikan waktu yang cukup bagi peserta didik agar dapat memahami konsep yang baru sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya. Program remedial dan pengayaan belum pernah dilaksanakan. Sebagian besar (sekitar 14
15 dengan program pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tingkat perkembangan dan minat mereka. Sekolah kami menawarkan berbagai mata pelajaran tambahan dan beban belajar tambahan berdasarkan karakter daerah dan kebutuhan masyarakat. peserta didik kami termotivasi untuk belajar dan tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Sekolah kami menawarkan beberapa mata pelajaran tambahan berdasarkan karakter daerah dan kebutuhan masyarakat. melanjutkan ke pelajaran berikutnya. Program remedial dan pengayaan kadang kala dilaksanakan. Setiap guru di sekolah kami menerapkan RPP yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. Sekolah kami menawarkan beberapa mata pelajaran tambahan tetapi kami masih harus mempertimbangkan karakter daerah dan kebutuhan masyarakat dalam perencanaan kami. 70%) peserta didik kami tidak termotivasi untuk belajar dan tidak tertarik pada pelajaran yang diajarkan. Kurikulum sekolah kami sedang berusaha memenuhi persyaratan nasional dan belum mempertimbangkan karakter daerah dan kebutuhan masyarakat. 15
16 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Silabus dan RPP tersedia untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan kelas di sekolah Silabus dan RPP tersedia untuk mata pelajaran tambahan untuk memenuhi kebutuhan daerah Hasil wawancara dengan orangtua peserta didik Rancangan program remedial dan pengayaan Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Kurikulum sekolah memenuhi standar untuk jenis satuan pendidikan Kekuatan : 1. Adanya komitmen SMK N 2 Teluk Kuantan untuk melaksanakan kurikulum berdasarkan standar BSNP 2. Beban belajar siswa sudah sesuai dengan standar BSNP 3. Untuk meningkatkan mutu lulusan yang didasarkan atas UN, siswa diberi tambahan pengayaan belajar mulai dari kelas X sampai kelas XII 4. Mempunyai kurikulum SMK dari direktorat 5. Mempunyai KTSP SMK N 2 Teluk Kuantan yang sudah disyahkan Kadis Pendidikan Propinsi 6. Kerangka dasar kurikulum terpenuhi 7. Struktur kurikulum cukup 8. Untuk kompetensi kejuruan sudah menggunakan spectrum yang baru 9. Guru mengajar dengan mempersiapkan bahan dan mengajar dengan tanggung jawab. 10. Siswa belajar dengan semanggat. 11. Guru selalu menggadakan remedial 12. Sekolah memprogramkan kegiatan pengayaan Kelemahan : 1. KTSP program keahlian TKJ belum serahkan ke Dinas Pendidikan Propinsi riau untuk disyahkan oleh Kadis Pendidikan Propinsi Riau 2. Belum melakukan analisis-analisis (analisis kontek, analisis SK-KS dan yang lainnya 3. Belum melakukan revisi KTSP setiap tahun Tingkat yang dicapai 16
17 Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai kurikulum yang standar untuk SMK dengan program keahlian yang ada Tingkat Ke-3 Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada kurikulum ini untuk : 1. Segera menyerahkan untuk disyahkannya KTSP program keahlian TKJ ke Kadis Pendidikan Propinsi 2. Melakukan berbagai analisis 3. Melakukan revisi KTSP Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai panduan pengembangan KTSP 2. Pengembangan kurikulum sudah mencoba mengacu pada panduan Kelemahan : 1. Kerangka dasar kurikulum masih menggunakan standar minimal dari BSNP (belum ada peningkatan/pengembangan terkait dengan RSBI) Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mengembangkan kurikulum berdasarkan panduan dari BSNP Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada kurikulum ini untuk : 1. Untuk bisa mengembangkan kurikulum yang didasarkan pada standar internasional Tingkat Ke-3 17
18 Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat dan kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran Kekuatan : 1. Adanya muatan lokal yang berupa pengembangan dari kompetensi kejuruan dan bisa mendukung potensi daerah 2. Mendekati sistem fullday school (> jam 14.00) Kelemahan : 1. Unsur karakter daerah dan kondisi budaya relatif masih sedikit Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan dalam KTSP mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat dn buday, usia sisw, dan kebutuhan pembelajaran Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada kurikulum ini untuk : 1. Untuk menambah unsur daerah dan kondisi budaya pada kurikulum Tingkat Ke-3 18
19 2.2. Bagaimana sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik? Spesifikasi Sekolah memenuhi standar untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik yang meliputi bimbingan, konseling, dan kegiatan ekstra kurikuler Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami menyediakan berbagai jenis kegiatan ekstra kurikuler yang disesuaikan dengan minat peserta didik. Sekolah kami menyediakan layanan dan bimbingan bagi peserta didik secara perorangan dalam mengatasi masalah belajar maupun memilih kegiatan ekstra kurikuler dan keterampilan untuk pengembangan diri mereka sesuai dengan kondisi setempat. Sekolah kami sudah menyediakan beberapa kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik. Sekolah kami memberikan bimbingan secara umum dalam hal pemilihan jenis kegiatan ekstra kurikuler dan ketrampilan bagi peserta didik. Sekolah kami menyediakan kegiatan ekstra kurikuler tetapi kegiatan tersebut kurang diminati. Sekolah kami masih sangat terbatas dalam memberikan layanan yang memadai bagi peserta didik agar mereka dapat memilih jenis kegiatan ekstra kurikuler yang mereka minati. Sekolah kami belum mampu memberikan kegiatan ekstra kurikuler. Sekolah kami tidak mampu memberikan layanan bagi peserta didik untuk membuat keputusan sendiri dalam memilih jenis kegiatan ekstra kurikuler. 19
20 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Hasil wawancara peserta didik Hasil wawancara orangtua peserta didik Hasil observasi layanan BK Laporan kegiatan ekstra kurikuler sekolah Buku laporan layanan BK Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait pemenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik yang meliputi bimbingan, konseling, dan kegiatan ekstra kurikulum Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan membunyai banyak alternatif kegiatan ekstrakurikuler (Silat, volly, basket, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, drumband, seni tari, rois, rebana, pramuka, atletik, teater, PMR, PIKR, seni lukis, majalah sekolah) 2. Sekolah memberikan layanan bimbingan pribadi Kelemahan : 1. Instruktur kegiatan ekstrakurikuler masih kurang 2. Guru BP/BK secara rasio masih kurang 3. Sarana prasarana kegiatan ekstra ada yang rusak (lapangan volly, lapangan bulu tangkis) 4. Sebagian peralatan ekstra ada yang kurang dan ada peralatan yang rusak Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan memenuhi standar dalam penyediaan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian bangunan ini untuk : 1. Menambah instruktur ekstrakurikuler 2. Menambah guru BP/BK 3. Memperbaiki sarana prasarana kegiatan ekstra kurikuler 4. Menambah peralatan ekstra yang kekurangan dan menganti/memperbaiki peralatan yang sudah rusak Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 20
21 Bagian Ke-3 Standar Proses 21
22 3. STANDAR PROSES 3.1. Apakah silabus sudah sesuai/ relevan dengan standar? Spesifikasi: A: Silabus Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP. Silabus diarahkan pada pencapaian SKL. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Silabus sekolah kami dikaji dan diperbaiki secara teratur dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah serta kebutuhan setempat. Silabus sekolah kami memiliki kelenturan (fleksibilitas) bagi guru untuk memenuhi beragam kebutuhan semua peserta didik. Silabus sekolah kami dirancang untuk menerapkan pembelajaran yang relevan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, menciptakan suasana yang mendukung dan menyenangkan, serta mendorong kemajuan sesuai tingkat usia dan kemampuan peserta didik. Silabus sudah dikembangkan oleh sekolah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Kami selalu mempertimbangkan kesesuaian antara mata pelajaran dan komponennya dalam penyusunan silabus. Program dan kegiatan pembelajaran sudah relevan dengan tingkat usia dan minat peserta didik. Silabus sekolah kami menyesuaikan dengan SI, SKL, dan panduan KTSP, namun kami belum mengembangkannya sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Kami belum sepenuhnya mempertimbangkan kesesuaian antara mata pelajaran dan komponennya dalam penyusunan silabus. Sekolah kami berusaha mempertimbangkan usia dan minat peserta didik saat membuat program pembelajaran. Silabus sekolah kami berusaha mengikuti SI, SKL dan panduan KTSP. Sistematika dan rancangan silabus sekolah kami tidak memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk memahami konsep baru secara utuh sebelum melanjutkan pembelajaran. Sekolah kami tidak mempertimbangkan usia dan minat peserta didik saat membuat program pembelajaran. 22
23 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Silabus tersedia untuk semua mata pelajaran dan semua kelompok usia di sekolah Hasil wawancara dengan orangtua peserta didik Hasil wawancara dengan peserta didik Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengn silabus Kekuatan : 1. Silabus tersedia untuk semua bidang studi di SMK N 2 Teluk Kuantan 2. Penyusunan silabus sudah sesuai dengan standar BSNP 3. Silabus akan diperbaharui setiap awal tahun ajaran baru 4. Banyak guru yang sudah mengikuti diklat terkait dengan penyusunan silabus Kelemahan : 1. Belum ada jadwal rutin untuk workshop pengembangan silabus 2. Belum mempunyai silabus pembanding yang bersifat internasional Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai silabus yang mencukupi Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian silabus ini untuk : 1. Menjadwalkan kegiatan workshop pengembangan silabus 2. Mencari silabus pembanding dari sekolah yang sejenis yang bertarap internasional dalam/luar negeri Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 23
24 3.2. Apakah RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif? Spesifikasi: B: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Prinsip- prinsip perencanaan pembelajaran - Setiap guru harus mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mencakup: identitas mata pelajaran, alokasi waktu, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, metode/ teknik pembelajaran, dan penilaian (mencakup indikator dan prosedur). Rancangan kegiatan pembelajaran meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Seluruh guru membuat RPP yang dirancang berdasarkan prota, prosem, dan silabus, yang mecakup penggunaan sumber belajar dan metode yang bervariasi. Rencana pembelajaran dirancang secara inovatif berdasarkan prinsip-prinsip penyusunan RPP. Pembelajaran di sekolah kami dirancang agar peserta didik dapat mengkaji ulang materi sebelumnya, memahami materi baru, serta melatih keterampilan yang tercermin dalam sikap mereka sehari-hari. Guru-guru di sekolah kami mengkaji ulang dan mengembangkan RPP setelah pelaksanaan pembelajaran untuk perbaikan pada kegiatan pembelajaran selanjutnya. Guru-guru di sekolah kami membuat RPP berdasarkan program tahunan (prota), program semester (prosem) dan silabus. Kepala sekolah kami mengkaji ulang semua rencana pembelajaran dan memberikan saran dan bimbingan. Guru-guru di sekolah kami mempertimbangkan berbagai kebutuhan pembelajaran yang berbeda dan merencanakan pembelajaran berdasarkan kebutuhan tersebut. Guru-guru di sekolah kami mengkaji ulang RPP setelah mengajar untuk membantu merencanakan pembelajaran selanjutnya. Guru-guru di sekolah kami biasanya membuat rencana pembelajaran tetapi kebanyakan hanya mengulang saja. Guru-guru di sekolah kami perlu memasukkan lebih banyak lagi jenis bahanbahan belajar mengajar dalam rencana pembelajaran yang dibuat. Kepala sekolah kadangkadang mengkaji ulang rencana pembelajaran dan memberikan saran dan bimbingan. Guru-guru di sekolah kami kadangkala mengkaji ulang RPP setelah mengajar untuk membantu merencanakan pembelajaran selanjutnya. Guru-guru di sekolah kami hanya membuat rencana pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu saja. Guru-guru di sekolah kami merencanakan pembelajaran berdasarkan pada isi buku pelajaran saja. Kepala sekolah kami tidak mengkaji ulang rencana pembelajaran yang dibuat oleh para guru atau memberikan saran dan dukungan. Guru-guru di sekolah kami tidak mengkaji ulang RPP setelah mengajar. 24
25 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Hasil kaji ulang RPP Hasil observasi kelas Hasil wawancara dengan guru Hasil wawancara dengan peserta didik Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan RPP Kekuatan : 1. RPP tersedia untuk semua bidang studi di SMK N 2 Teluk Kuantan 2. Penyusunan RPP sudah sesuai dengan standar BSNP 3. RPP akan diperbaharui setiap awal tahun ajaran baru 4. Banyak guru yang sudah mengikuti diklat terkait dengan penyusunan RPP Kelemahan : 1. Belum ada jadwal rutin untuk workshop pengembangan RPP 2. Belum mempunyai silabus pembanding yang bersifat internasional Kesimpulan : Semua guru SMK N 2 Teluk Kuantan membuat dan mempunyai RPP Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian RPP ini untuk : 1. Menjadwalkan kegiatan workshop pengembangan RPP 2. Mencari RPP pembanding dari sekolah yang sejenis yang bertarap internasional dalam/luar negeri Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 25
26 3.3. Apakah sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat? Spesifikasi: Pelaksanaan proses pembelajaran Selain menggunakan buku pelajaran, guru juga menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lain. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Guru-guru di sekolah kami memiliki berbagai jenis sumber belajar dan media, yang digunakan secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik. Sebagian besar guru di sekolah kami cukup kreatif dalam memilih bahan pembelajaran yang sesuai. Guru-guru di sekolah kami tidak hanya menggunakan ruang kelas untuk kegiatan pembelajaran, tapi juga memanfaatkan tempat belajar lain yang tersedia di sekitar sekolah. Semua guru di sekolah kami mendapatkan bahan penunjang pembelajaran dalam jumlah yang cukup. Semua guru di sekolah kami memakai hasil karya peserta didik sebagai alat peraga dalam proses pembelajaran dan selalu memperbaharuinya secara berkala. Guru-guru di sekolah kami selalu menggunakan alat peraga dalam pembelajaran dan memperbaharuinya. Beberapa(sekitari 40%) guru di sekolah kami cukup kreatif dalam memilih bahan pembelajaran yang sesuai. Sebagian(sekitar 70%) besar guru di sekolah kami mendapatkan bahan penunjang pembelajaran dalam jumlah yang cukup. Sebagian besar(sekitar 90%) guru di sekolah kami memakai hasil karya peserta didik sebagai alat peraga dalam proses pembelajaran. Guru-guru di sekolah kami dalam melakukan proses pembelajaran memakai berbagai sumber dan tidak hanya tergantung pada buku pelajaran saja. Guru-guru di sekolah kami sudah menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran tetapi hanya pada mata pelajaran tertentu. Guru-guru di sekolah kami mendapatkan bahan penunjang pembelajaran dalam jumlah terbatas Sebagian guru di sekolah kami sudah memakai hasil karya peserta didik sebagai alat peraga dan memajangnya. Guru-guru di sekolah kami dalam melakukan proses pembelajaran sepenuhnya bergantung hanya pada buku pelajaran saja. Bahan bacaan tambahan di sekolah kami kondisinya sudah jelek dan ketinggalan zaman. Guru-guru di sekolah kami belum mampu mempersiapkan dan menggunakan alat peraga. Guru-guru di sekolah kami tidak pernah memajang hasil karya peserta didik. 26
27 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Jumlah dan jenis buku pelajaran yang dipergunakan Ketersediaan dan penggunaan bahan bacaan pengayaan / tambahan Hasil observasi kelas menunjukkan penggunaan alat peraga dan hasil karya peserta didik dipajang Hasil wawancara dengan peserta didik Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai fasilitas pembelajaran yang cukup memadai (ruang kelas, multimedia, perpustakaan, internet, intranet, dll) 2. Pemanfaatan sumber belajar bervariasi 3. Program remedial sudah berjalan pada semua bidang studi 4. KBM sudah cukup menyenangkan Kelemahan : 1. Media pembelajaran masih kurang (bahan ajar interaktif, infocus, dll) 2. Dimungkinkan masih ada guru yang belum menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi 3. Masih ada guru yang belum memiliki kompetensi dibidang ICT 4. Laporan hasil belajar siswa belum bisa diakses lewat intranet Kesimpulan : Pelaksanaan SMK N 2 Teluk Kuantan pembelajaran dengan berbagai alat peraga, juga menggunakan berbagai bahan pembelajaran Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian pelaksanaan pembelajaran ini untuk : 1. Menambah bahan ajar interaktif secara bertahap 2. Menambah infocus secara bertahap 3. Diperlukan adanya workshop tentang strategi pembelajaran yang bervariasi Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 27
28 4. Diperlukan adanya pelatihan-pelatihan dibidang ICT untuk para guru 5. Perlu membangun sistem laporan hasil belajar yang bisa diakses siswa melalui jaringan 28
29 3.4. Apakah pembelajaran menerapkan prinsip-prinsip PAKEM/CTL? Spesifikasi: Pelaksanaan pembelajaran Para guru melaksanakan rencana pembelajaran dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik Para peserta didik memperoleh kesempatan untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi Para guru mengelola kelas secara efektif Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami menyediakan Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah lingkungan belajar yang kondusif secara teratur masih melakukan kami hanya mengajar untuk melaksanakan PAKEM menggunakan metode pembelajaran secara klasikal secara klasikal dan (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, pembelajaran yang dan jarang bersumber pada buku dan menyenangkan) atau CTL ( beragam. menggunakanmetode yang teks saja. Belajar-Mengajar Kontekstual). Guru-guru di sekolah kami beragam. Guru-guru di sekolah Guru-guru di sekolah kami selalu melaksanakan Guru-guru di sekolah kami kami tidak menggunakan melaksanakan pembelajaran dengan pembelajaran secara masih lebih terfokus pada metode yang beragam metode yang beragam. bertahap dan menarik penyelesaian kurikulum dan dan tidak menggunakan Peserta didik mampu bekerja secara Guru-guru di sekolah kami tidak mempertimbangkan alat peraga. mandiri maupun berkelompok dalam tidak hanya mengarahkan berbagai kebutuhan belajar. Sebagian besar peserta menyelesaikan masalah. pembelajaran, tapi juga Guru-guru di sekolah kami didik kurang termotivasi Guru-guru di sekolah kami memberi kesempatan bagi cenderung hanya dalam proses mendorong peserta didik untuk peserta didik untuk mengarahkan pembelajaran, pembelajaran. menyalurkan ide dan pendapat serta menyampaikan pendapat dan kurang memberikan memberi kesempatan untuk dan terlibat secara aktif. kesempatan kepada peserta menggali, memperluas, dan Sebagian besar(sekitar mengkonfirmasikan pengetahuan dan ketrampilan baru. didik untuk menyampaikan pendapat atau terlibat secara aktif. Semua peserta didik menunjukkan minat belajar dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. 90%) peserta didik memiliki motivasi dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Sebagian peserta didik masih kurang termotivasi dalam proses pembelajaran. 29
30 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Daftar jumlah siswa putus sekolah Daftar kehadiran peserta didik Hasil wawacara dengan guru dan peserta didik Hasil observasi sesama guru Hasil observasi kegiatan pembelajaran Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kaji ulang setelah menyampaikan pengajaran Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman. 2. Hampir semua guru melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan 3. Hampir semua guru melaksanakan pembelajaran dengan berbagai metode 4. Hampir semua guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bisa mandiri maupun berkelompok 5. Hampir semua guru senantiasa mendorong siswa senantiasa berpendapat Kelemahan : 1. Terkadang masih ada jam kosong (guru sakit, ijin, diklat) Kesimpulan : Guru-guru SMK N 2 Teluk Kuantan mengajar secara variatif dan mendorong siswa untuk terlibat aktif Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian pelaksanaan pembelajaran ini untuk : 1. Mengefektifkan tugas guru piket dan juga melibatkan peran ketua program keahlian Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 30
31 3.5. Apakah sekolah memenuhi kebutuhan semua peserta didik? Spesifikasi: Perencanaan proses belajar Rencana pembelajaran memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik. Implementasi proses belajar Guru menggabungkan pendekatan tematis dan mempertimbangkan isu keanekaragaman dan lintas budaya. Guru menghargai pendapat peserta didik. Guru menghargai peserta didik tanpa memandang agama, ras, gender dan keadaan sosial ekonomi. Pencapaian Indikator Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Guru-guru di sekolah kami mengakui Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami adanya perbedaan kemampuan peserta memperhatikan perbedaan melaksanakan tidak mempertimbangkan didik dan memberikan tugas sesuai kemampuan peserta didik dan pembelajaran secara perbedaan kemampuan dengan kemampuan mereka. berusaha merencanakan klasikal dan belum peserta didik Guru-guru di sekolah kami pembelajaran yang sesuai. mempertimbangkan Guru-guru di sekolah kami menggunakan berbagai metode kebutuhan belajar individu Guru-guru di sekolah kami tidak memperhatikan peserta pembelajaran dan memberikan berbagai peserta didik. merencanakan dan didik yang berkemampuan jenis kegiatan pembelajaran sesuai melaksanakan pembelajaran Guru-guru di sekolah kami kurang dan yang kebutuhan belajar peserta diidik. yang berkesinambungan, dan memberikan layanan berkemampuan lebih. Peserta didik dapat berkembang sesuai sesuai dengan tingkat bantuan atau pembelajaran dengan kapasitas mereka dan ditantang Guru-guru di sekolah kami kemampuan peserta didik tambahan bagi sebagian untuk lebih berkembang secara optimal. tidak memberikan peserta didik setelah jam Peserta didik dan orangtua mereka Guru-guru di sekolah kami kesempatan yang sama sekolah terlibat dalam upaya pencapaian target memiliki kebijakan dalam kepada peserta didik. belajar memberikan kesempatan yang Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami memberikan dorongan positif kepada semua peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensi mereka sama kepada peserta didik dan menjamin pelaksanaannya. memperhatikan kesulitan belajar yang dihadapi sebagian peserta didik dan membantu menyelesaikannya 31
32 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Prestasi peserta didik dalam Ujian Nasional Catatan kemajuan peserta didik berdasarkan target yang ditetapkan Kehadiran peserta didik Hasil observasi sesama guru Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Catatan guru BP Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait perencanaan dan implementasi proses belajar Kekuatan : 1. Hampir semua guru SMK N 2 Teluk Kuantan membuat perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan kemampuan 2. Hampir semua guru SMK N 2 Teluk Kuantan membuat perencanaan yang berkesinambungan 3. Siswa berkesempatan untuk berkembang dan maju 4. Semua unsur di SMK N 2 Teluk Kuantan selalu mendorong siswa untuk mengembangkan potensinya dalam semua bidang 5. Semua guru pasti membuat perencanaan sebelum proses belajar mulai dan selalu menerapkan dalam proses belajar Kelemahan : 1. Terkadang perencanaan tidak sesuai dengan implementasinya, terutama dalam jadwal kalender Kesimpulan : Guru-guru SMK N 2 Teluk Kuantan cukup memperhatikan perbedaan siswa dan pembelajaran berkesinambungan Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian perencanaan dan implementasi proses belajar ini untuk : 1. Selalu memberi waktu cadangan dalam pembutan program Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 32
33 3.6. Bagaimana cara sekolah meningkatkan dan mempertahankan semangat berprestasi? Spesifikasi: Pelaksanaan Pembelajaran Semua peserta didik diperlakukan dengan adil dan dihargai pendapatnya. Guru-guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respon dan hasil belajar peserta didik. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami secara konsisten belum memberikan pujian belum menghargai peserta memberikan penghargaan pada peserta didik secara didik. kepada peserta didik konsisten. pada saat yang tepat, dan Guru-guru di sekolah kami memberikan penguatan dan umpan balik atas berbagai laporan hasil belajar peserta didik untuk memotivasi mereka agar lebih berprestasi. Guru-guru dan peserta didik di sekolah kami memiliki motivasi yang tinggi. Peserta didik di sekolah kami selalu hadir sesuai jadwal, berperilaku baik, dan mencapai prestasi belajar secara optimal sesuai dengan kecakapan mereka. Semua guru dan peserta didik di sekolah kami mengakui dan menghargai perbedaan kemampuan di antara mereka. Sekolah kami melaksanakan pendidikan inklusif dan partisipatif yang menjamin keikutsertaan semua peserta didik secara penuh. melakukan berbagai cara untuk menilai keberhasilan Pada umumnya peserta didik di sekolah kami hadir sesuai jadwal, berperilaku baik, dan mencapai prestasi belajar sesuai dengan kecakapan mereka. Hubungan timbal balik antara guru, peserta didik, dan tenaga kependidikan terpelihara dengan baik. Semua peserta didik di sekolah kami diperlakukan dengan adil dan dihargai pendapatnya. Sebagian peserta didik kami kurang percaya diri terhadap kemampuannya. Sebagian guru (sekitar 40%) di sekolah kami tidak mengakui dan menghargai perbedaan kemampuan peserta didik. Belum semua guru (sekitar 50%) di sekolah kami memberikan respon dan penguatan yang memadai terhadap hasil belajar peserta didik. Peserta didik kami memiliki motivasi yang rendah. Ada guru di sekolah kami yang masih bersifat otoriter, dan banyak peserta didik berperilaku kurang baik. Banyak peserta didik kami yang tidak sepenuhnya berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. 33
34 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Hasil observasi terhadap sikap guru terhadap peserta didik, khususnya dalam hal memberikan pujian/motivasi Hasil pekerjaan peserta didik dipajang di kelas Hasil observasi perilaku guru atau peserta didk yang relevan Daftar kehadiran peserta didik Catatan penghargaan terhadap siswa Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terlkait dengan pelaksanaan pembelajaran Kekuatan : 1. Semua guru SMK N 2 Teluk Kuantan memberi penilaian secara terbuka 2. Secara umum siswa dilatih untuk disiplin 3. Secara umum siswa dilatih untuk sopan santun dan dikembangkan untuk selalu berprestasi pada tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten dan propinsi 4. Secara umum hubungan guru dan siswa akrab dan menyenangkan 5. Semua siswa diperlakukan secara adil Kelemahan : 1. Belum disediakan tempat khusus untuk menampilkan hasil karya siswa Kesimpulan : Guru dan siswa saling menghargai, guru senantiasa memberi penghargaan kepada siswa dan siswa diperlakukan secara adil Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian pelaksanaan pembelajaran ini untuk : 1. Menyediakan tempat menampilkan hasil karya pada setiap lokal dan labor Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 34
35 Bagian Ke-4 Standar Penilaian 35
36 4. Standar Penilaian 4.1 Sistem penilaian apa yang digunakan untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik? Spesifikasi: Guru membuat perencanaan penilaian terhadap pencapaian kompetensi peserta didik Guru memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kriteria penilaian termasuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Guru melaksanakan penilaian secara teratur berdasarkan rencana yang telah dibuat Guru menerapkan berbagai teknik, bentuk, dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan kesulitan belajar peserta didik Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Guru-guru di sekolah kami Setiap guru di sekolah kami Guru-guru di sekolah kami selalu memantau kemajuan mengembangkan dan dalam melaksanakan belajar peserta didik melalui menerapkan program penilaian hasil belajar peserta observasi dan penilaian didik hanya menggunakan secara berkala. tes dan ujian. Guru-guru di sekolah kami menggunakan berbagai jenis metode untuk menilai kemajuan belajar peserta didik secara berkelanjutan baik formal maupun nonformal termasuk diskusi, observasi, dan penugasan. Guru-guru di sekolah kami membuat instrumen yang tepat dan dapat diandalkan untuk menerapkan berbagai teknik penilaian. Semua penilaian terhadap hasil belajar peserta didik di sekolah kami didasarkan pada pencapaian kompetensi yang diharapkan. Guru-guru di sekolah kami melaksanakan penilaian sesuai dengan silabus dan RPP. Guru-guru di sekolah kami memberikan informasi kepada peserta didik mengenai KKM. penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Guru-guru di sekolah kami melaksanakan penilaian terhadap peserta didik secara periodik, tapi sebagian besar hanya menggunakan tes dan ujian. uru-guru di sekolah kami tidak membicarakan hasil penilaian dengan peserta didik. Guru-guru di sekolah kami tidak menilai atau memonitor kemajuan peserta didik secara sistematis. 36
37 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Nilai peserta didik dalam Ujian Nasional Kemajuan peserta didik berdasarkan target yang ditetapkan (berdasarkan UH, UTS dan UAS) Hasil wawancara dengan orangtua dan peserta didik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dokumen hasil penetapan KKM Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan sistem penilaian Kekuatan : 1. Semua guru SMK N 2 Teluk Kuantan melakukan ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian akhir semester baik teori maupun praktek sesuai dengan karakter bidang studi 2. Semua guru menggunakan berbagai metode untuk menilai kemajuan kemampuan siswa 3. Instrumen penilaian yang dibuat guru dapat dipertanggungjawabkan 4. Penilaian yang dilakukan guru didasarkan tingkat pencapian kompetensi 5. Tingkat pencapaian kompetensi diukur dengan batas KKM 6. Semua guru memberikan remedial jika terdapat siswa yang tidak mencapai KKM Kelemahan : 1. Penilaian unjuk kerja belum dilakukan secara maksimal 2. Penilaian sikap belum dilakukan secara maksimal Kesimpulan : Guru SMK N 2 Teluk Kuantan selalu memberi penilaian yang sesuai dengan RPP/Silabus juga memberitahu KKM Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian sistem penilaian proses belajar ini untuk : 1. Menggadakan workshop tentang cara penilaian unjuk kerja 2. Menggadakan workshop tentang cara penilaian sikap Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 37
38 4.2 Bagaimana penilaian berdampak pada proses belajar? Spesifikasi: Penilaian oleh guru Guru memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian yang mereka lakukan pada peserta didik Guru menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Semua guru di sekolah kami secara rutin mencatat kemajuan peserta didik sebagai dasar perencanaan dan tindak lanjutnya. Sekolah kami memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk memberikan pendapat terhadap hasil pencapaian kemajuan belajar yang mereka peroleh dan terlibat dalam penetapan target pembelajaran. Guru-guru di sekolah kami mengkaji ulang tingkat kemajuan semua peserta didik pada setiap akhir semester dan menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan program selanjutnya. pembelajaran Guru-guru di sekolah kami memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkaji ulang kemajuan belajar mereka untuk menetapkan target pembelajaran selanjutnya. Setiap guru menyampaikan hasil Evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada Kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. Hasil tes kadang-kadang digunakan guru untuk merencanakan bahan pembelajaran selanjutnya. Sebagian guru (sekitar 40%) di sekolah kami tidak melibatkan peserta didik dalam mengkaji ulang kemajuan belajar mereka. Hasil tes tidak berpengaruh pada program pembelajaran. Hasil penilaian tidak berpengaruh pada peningkatan motivasi peserta didik. 38
39 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Hasil pencapaian peserta didik pada Ujian Nasional Kemajuan peserta didik berdasarkan target yang ditetapkan Hasil wawancara dengan orangtua dan peserta didik Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan penilaian oleh guru Kekuatan : 1. Hampir semua guru SMK N 2 Teluk Kuantan melakukan analisis terhadap hasil ujian yang dilakukan 2. Hampir semua guru memberikan kesempatan untuk mengkaji kemampuan penguasaan kompetensi Kelemahan : 1. Analisis hasil ujian banyak yang masih melakukan secara manual Kesimpulan : Guru SMK N 2 Teluk Kuantan mengkasi ulang kemajuan siswa dan mekakainya untuk penyusunan program selanjutnya Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian penilaian guru ini untuk : 1. Menggadakan workshop analisis soal berbasis ICT Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 39
40 4.3. Apakah orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka? Spesifikasi: Penilaian berdasarkan satuan pendidikan Sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami menyampaikan laporan semua hasil penilaian peserta didik kepada orangtua. Sekolah kami melaporkan hasil belajar peserta didik secara berkala dan memberikan kesempatan setiap saat kepada orangtua untuk membahas kemajuan belajar anak mereka. Orangtua berperan serta secara aktif dalam kegiatan sekolah, termasuk kegiatan proses pembelajaran. Sekolah kami mendorong orangtua untuk berpartisipasi dan peduli terhadap pendidikan anakanak mereka. Sekolah kami membuat laporan berkala pada orangtua mengenai pencapaian hasil belajar peserta didik setiap semester dan menawarkan kesempatan mendiskusikan kemajuan mereka. untuk anak Sekolah kami memiliki kemitraan dengan orangtua Orangtua terlibat aktif dalam penyelesaian PR (Pekerjaan Rumah) anak mereka. Kepala Sekolah menyampaikan laporan hasil Ulangan Akhir Semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta Ujian Akhir (US/UN) kepada orangtua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota atau Kantor Kemenag pada setiap akhir semester. Sekolah kami membuat laporan tahunan mengenai pencapaian hasil belajar peserta didik kepada orangtua tetapi tidak memberi kesempatan untuk berdiskusi Sekolah kami melibatkan sebagian kecil orangtua peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah tetapi kami masih menganggap perlu untuk mendorong keterlibatan semua orangtua. Sekolah kami perlu membangun kerja sama dengan orangtua agar membantu anak mereka belajar di rumah. Sekolah kami membuat laporan kepada orangtua tidak secara rutin dan sistematis. Sekolah kami tidak melibatkan orangtua secara aktiif dalam kegiatan sekolah. Sekolah kami tidak melibatkan orangtua dalam PR (Pekerjaan Rumah) peserta didik dan kegiatan tugas sekolah lainnya. 40
41 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Hasil wawancara dengan peserta didik Hasil wawancara dengan orangtua Hasil wawancara dengan guru Laporan kegiatan sekolah Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan penilaian berdasarkan satuan pendidikan Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuntan menyampaikan semua hasil penilaian kepada orang tua dalam bentuk raport setiap akahir semester 2. Orang tua terlibat dalam pekerjaan rumah siswa 3. Sekolah melakssanakan try out sekurang-kurangnya 4 kali sebelum pelaksanaan UN 4. Sekolah senantiasa membicarakan dengan orang tua atas pelaksanaan prakerin 5. Sekolah senantiasa membicarakan dengan orang tua atas pelaksanaan UN, UAS dan Ujian Produktif Nasional Kelemahan : 1. Dalam penerimaan raport biasanya SMK N 2 Teluk Kuantan tidak memanggil orang tua siswa 2. Sekolah belum melaksanakan ujian online dalam jaringan intranet Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan memberikan laporan nilai siswa setiap akhir semester, terjalin hubungan yang baik antara sekolah dan orang tua siswa, dan orang tua siswa terlibat mengetahui pekerjaan rumah siswa. Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian penilaian berdasarkan satuan pendidikn ini untuk : 1. Perlunya mengundang orang tua siswa pada penerimaan raport, terutama pada akhir tahun pelajaran 2. Mempersiapkan ujian online pada jaringan intranet yang sudah ada Tingkat yang dicapai T Tingkat Ke-3 41
42 Bagian Ke-5 Standar Kompetensi Lulusan 42
43 5. Kompetensi Lulusan 5.1. Apakah peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan? Spesifikasi Hasil belajar peserta didik sesuai dengan standar kompetensi lulusan Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke- 1 Semua peserta didik menunjukkan kemajuan, percaya diri, dan memiliki harapan yang tinggi dalam berprestasi. Peserta didik kami mengembangankan keterampilan berpikir logis, kritis, dan analititis serta mengembangkan kreatifitas mereka. Sekolah kami sudah mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang sebelumnya masih rendah/kurang. Sekolah kami memastikan kebutuhan peserta didik yang berkemampuan rendah dapat terpenuhi secara efektif Sebagian besar (sekitar 90%) peserta didik menunjukkan kemajuan yang baik dalam mencapai target yang ditetapkan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Peserta didik kami mampu menjadi pembelajar yang mandiri. Peserta didik kami memiliki rasa percaya diri dan mampu mengekspresikan diri dan mengungkapkan pendapat mereka. Sebagian kecil peserta didik telah menunjukkan prestasi belajar yang lebih baik, namun tidak konsisten. Kami belum merumuskan dan mengupayakan target belajar yang bisa dicapai bagi semua peserta didik agar mereka bisa berhasil. Hasil belajar peserta didik masih rendah disebabkan oleh pemakaian program belajar yang kurang beragam. Peserta didik kurang memiliki motivasi belajar, rasa percaya diri serta semangat belajar. 43
44 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Daftar kemajuan yang dicapai peserta didik dalam keterampilan menulis, membaca dan berhitung Hasil Ujian Nasional/Sekolah Hasil-hasil tes Mutu pekerjaan sekolah yang dihasilkan dalam bidang akademik Hasil-hasil yang dicapai secara perorangan atau bersama melalui lomba Bukti fisik lainnya (tuliskan) Photo-photo kegiatan siswa Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pencapaian target akademis Kekuatan : 1. Perkembangan siswa SMK N 2 Teluk Kuantan sebagian besar menunjukkan arah yang positif, dari segi sikap, pengetahuan dan ketrampilan 2. Siswa-siswi SMK N 2 Teluk Kuantan mampu untuk belajar mandiri, dengan adanya perpustakaan, jaringan intranet dan internet 3. Siswa-siswi SMK N 2 Teluk Kuantan banyak mempunyai kepercayaan diri. Dalam pembelajaran, kegiatan pagi, ekstrakurikuler, pentas seni, berbagai lomba dll. 4. Semua mata pelajaran menerapkan KKM lebih/sama dengan 7,00 5. Lulusan SMK N 2 Teluk Kuantan sebagian besar bekerja dan sebagian kecil melanjutkan pendidikan Kelemahan : 1. Masih ada sebagian kecil siswa yang sikapnya masih kurang baik Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mampu menumbuhkembangkan siswasiswi untuk mencapai standar kompetensi lulusan Rekomendasi : Kami merekomendasikan pada bagian pencapaian akademis : 1. Perlunya penangganan khusus dan lebih terhadap beberapa siswa yang sikapnya masih kurang baik Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 44
45 5.2. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat? Spesifikasi Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup. Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke- 1 Peserta didik menerapkan ajaran agama dalam kehidupan mereka secara konsisten. Peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan di sekolah dan di tengah masyarakat luas. Mereka memiliki kemampuan secara pribadi dan sosial dan melakukan berbagai jenis kegiatan untuk keberhasilan pribadi dalam ruang lingkup yang lebih luas. Potensi dan minat peserta didik kami telah berkembang secara penuh melalui partisipasi mereka dalam berbagai jenis kegiatan. Peserta didik kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa estetika dan kesehatan fisik. Peserta didik kami menerapkan ajaran agama dalam kehidupan mereka Peserta didik kami menunjukkan sikap yang baik di sekolah dan di tengah masyarakat luas. Mereka memahami tentang disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain. Sekolah kami menyediakan beragam kegiatan pengembangan pribadi Peserta didik kami memiliki pengetahuan yang memadai mengenai agama mereka dan sudah mulai berusaha menerapkannya. Kami menawarkan beberapa kegiatan ekstra kurikuler tetapi belum sesuai dengan minat peserta didik. Peserta didik kami memiliki pengetahuan agama yang terbatas dan belum mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami hanya menyediakan sedikit program pembelajaran dan belum bisa mengembangkan keterampilan lain Kami belum bisa memberi kesempatan belajar bagi peserta didik yang dapat menjamin pencapaian potensi mereka secara penuh. 45
46 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Catatan pencapaian pengembangan pribadi dan sosial peserta didik Catatan / Absensi Kehadiran peserta didik pada kegiatan ekstra kurikuler Pencapaian prestasi olahraga Catatan mengenai program budaya Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pengembangan potensi siswa Kekuatan : 1. Sebagian besar siswa SMK N 2 Teluk Kuantan menerapkan ajaran agama sesuai dengan agamanya masing-masing 2. Sebagian besar siswa SMK N 2 Teluk Kuantan bersikap disiplin, toleransi, jujur, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain 3. SMK N 2 Teluk Kuantan menyediakan banyak kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya Silat, volly, basket, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, drumband, seni tari, rois, rebana, pramuka, atletik, teater, PMR, PIKR, seni lukis, majalah sekolah 4. Adanya organisasi alumni yang mempunyai hubungan sangat baik dengan sekolah Kelemahan : 1. Mushollah yang ada masih kurang luas 2. Belum mempunyai band/orgen 3. Belum mempunyai standar kompetensi lulusan dari negara maju Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan senantiasa bekerja keras untuk mengembangkan kegiatan keagamaan dan menumbuhkembangkan sikap yang baik Rekomendasikan : Kami merekomendasikan pada bagian pengembangan potensi siswa : 1. Perlu menambah teras pada mushollah supaya bisa lebih luas 2. Perlu penggadaan peralatan band/orgen 3. Perlu mencari standar kompetensi lulusan dari negara maju Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 46
47 Bagian Ke-6 Standar Pengelolaan 47
48 6. Standar Pengelolaan 6.1 Apakah kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak? Spesifikasi Perencanaan Program Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengeloaan sekolah/madrasah yang menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami memiliki Sekolah kami menerapkan Komite sekolah kami tidak komite sekolah dan dewan prinsip-prinsip Manajemen berfungsi. guru yang aktif Berbasis Sekolah (MBS). Sekolah kami memiliki tim pengelolaan yang kuat, komite yang mendukung dan melibatkan diri pada pada seluruh kegiatan untuk menjamin keterlaksanaan pelayanan sekolah. Pimpinan sekolah kami mendorong evaluasi diri pendidik sehingga memperkuat rasa percaya diri dan keyakinan bahwa mereka mampu melaksanakan tugas di dalam maupun di luar kelas Kami memiliki pemahaman bersama yang jelas dan baik untuk mewujudkan sekolah sebagai lingkungan kerja yang mendukung sehingga pendidik, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat mewujudkan kebersamaan dan berbagi tanggung jawab untuk mewujudkan keberhasilan peserta didik. Pimpinan sekolah kami menunjukkan kesungguhan untuk memperbaiki pembelajaran dengan melakukan kunjungan kelas, mengkaji model pembelajaran yang efektif, dan memberikan umpan balik. Sekolah kami memiliki visimisi yang jelas yang dirumuskan berdasarkan kesepakatan pemangku kepentingan dan terfokus pada peningkatan mutu pendidikan. Komite sekolah kami melakukan pertemuan secara teratur, namun kurang melibatkan diri secara aktif dalam kepentingan sekolah. Pimpinan sekolah kami belum melibatkan diri secara memadai dalam kegiatan sekolah yang mempunyai pengaruh langsung terhadap peningkatan pembelajaran. Visi dan misi sekolah kami tidak dirumuskan bersama dan belum disebarluaskan. Pimpinan sekolah kami tidak secara konsisten mendukung dan memberi tantangan dan arah yang memadai dalam perumusan target bagi perbaikan kinerja sekolah. Beberapa tenaga kependidikan di sekolah kami tidak mendukung pengembangan meskipun mereka ditugasi untuk melakukan perbaikan Sekolah kami belum sepenuhnya merumuskan visi dan misi. 48
49 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Pernyataan visi-misi sekolah Dokumen sosialisasi rumusan visi-misi kepada pemangku kepentingan Agenda/catatan hasil pertemuan komite sekolah Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pengelolaan sekolah dalam tim kerja Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai komite sekolah dan juga majelis guru yang aktif, kretaif dan inofatif 2. Pimpinan SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai semanggat kerja keras demi kemajuan sekolah 3. Visi dan misi SMK N 2 Teluk Kuantan jelas 4. Penempatan SDM sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki 5. Pembagian tugas diantara pendidik sebagian besar sudah merata meskipun masih perlu terus ditingkatkan dan dievaluasi 6. Rapat koordinasi guru, staf, dan karyawan sudah berjalan dengan baik Kelemahan : 1. Reorganisasi komite sekolah kurang berjalan Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mengelola sekolah dengan penuh tanggung jawab Rekomendasi : 1. Supaya menetapkan dan pelkukan reorganisasi komite sekolah secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 49
50 6.2 Apakah ada tujuan dan rencana untuk perbaikan yang memadai? Spesifikasi Perencanaan Program Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang bekepentingan. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami merumuskan tujuan berdasarkan hasil yang telah tercapai dan target belajar peserta didik sejalan dengan prioritas daerah dan pusat. Sekolah kami memiliki rencana kerja yang jelas dan sesuai untuk kelancaran pengelolaan sekolah Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. Tujuan sekolah kami tidak jelas dan tidak banyak terkait dengan kegiatan utama sekolah. Kepala sekolah kami memimpin dan mengelola sekolah secara efektif dengan memprioritaskan sejumlah inisiatif dan mengkomunikasikannya dengan baik. Kami memiliki pengharapan yang jelas dan sikap positif terhadap keberagaman dalam peningkatan dan perbaikan sekolah. Tujuan dan rencana sekolah kami disosialisasikan kepada pemangku kepentingan sehingga memahaminya dengan baik Pemangku kepentingan terlibat dalam perencanaan pengembangan sekolah serta menilai kemajuannya Para guru dan tenaga administrasi sekolah (TAS) sekolah kami tidak memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan yang hendak sekolah capai. Pimpinan sekolah kami tidak mengkomunikasikan rencana peningkatan dan perbaikan sekolah kepada pemangku kepentingan. Pimpinan sekolah kami tidak melakukan evaluasi terhadap upaya yang kami lakukan dan mengubah rencana sesuai dengan hasil evaluasi. Pimpinan sekolah kami tidak memperhatikan pengembangan proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Pimpinan sekolah kami tidak efektif dalam memperbaiki mutu dan pendayagunaan sumber daya yang ada.. 50
51 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Tujuan dan RPS/RKS Pendokumentasian dan sosialisasi RPS/RKS Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan perencanaan program Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai tujuan yang jelas 2. Sekolah mempunyai rencana kerja/program kerja jangka pendek, jangka menenggah dan jangka panjang 3. Rencana kerja/program kerja disosialisasikan kepada pihakpihak yang terkait 4. Pihak-pihak yang terkait terlibat dalam perkembangan sekolah Kelemahan : 1. Rencana/program kerja terkadang terbentur pada dana Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan merumuskan rencana/program kerja dengan cukup jelas Rekomendasi : 1. Agar pembuatan rencana/program kerja, benar-benar memperhatikan sumber dana yang dibutuhkan Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 51
52 6.3 Apakah Rencana Pengembangan Sekolah/ Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar? Spesifikasi Perencanaan Program Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah/madrasah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah Supervisi dan Penilaian Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan SNP Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Kami menilai dampak implementasi Rencana Pengembangan Sekolah terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Kami bekerja secara perorangan maupun bersamasama untuk meningkatkan kinerja sekolah dan prestasi belajar peserta didik secara berkelanjutan. Kami memiliki visi-misi yang jelas dan dibutuhkan sehingga kepemimpinan sekolah kami siap menghadapi perubahan. Prioritas-prioritas kegiatan di dalam Rencana Pengembangan Sekolah telah menunjukkan dampak nyata terhadap prestasi belajar peserta didik, kehadiran, kondisi keseharian peserta didik dan kondisi kerja di sekolah kami. Kami menggunakan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi diri sebagai bahan penyusunan RPS/RKS dan mengutamakan kegiatan peningkatan mutu pembelajaran. Peningkatan kinerja sekolah memperhitungkan kemampuan yang dimiliki untuk melakukan perbaikan dan perubahan. Rencana pengembangan sekolah telah menunjukkan sejumlah perbaikan dalam kinerja sekolah, namun belum terarah pada kegiatan peningkatan hasil belajar peserta didik. Kami merasa perlu untuk memperbaiki struktur dan tampilan rencana pengembangan sekolah, sehingga menjadi jelas dan bermanfaat bagi peningkatan kinerja sekolah. Kami cenderung mengutamakan perbaikan system, fungsi, dan proses, dan tidak menaruh perhatian pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Rencana kerja sekolah kami tidak terarah pada peningkatan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Rencana pengembangan sekolah kami tidak didukung dengan informasi yang didapat dari hasil evaluasi diri sekolah. Sejumlah staf di sekolah kami tidak terbuka terhadap perubahan, dan evaluasi diri belum menjadi tata kerja di sekolah kami. 52
53 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Laporan evaluasi diri sekolah Laporan kemajuan dalam implementasi rencana pengembangan sekolah Hasil wawancara dengan peserta didik Hasil wawancara dengan orangtua Laporan guru kepada kepala sekolah mengenai pencapaian mereka Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan rencana kerja dan dampahnya terhadap peningkatan hasil belajar Kekuatan : 1. Program yang diprioritaskan SMK N 2 Teluk Kuantan benarbenar bisa meningkatkan kemampuan siswa 2. SMK N 2 Teluk Kuantan dalam menyusun RKS memperhatikan hasil evaluasi 3. Sekolah senantiasa berupaya meningkatkan kinerjanya 4. Adanya dukungan sekolah terhadap acara pelatihan guru, baik yang ada di SMK N 2 Teluk Kuantan maupun diluar Kelemahan : 1. Pelaksanaan penggayaan, remidi belum tersusun dengan baik 2. Belum semua bidang studi mempunyai program MGMP yang melakukan kegiatan secara reguler 3. Belum semua guru dan karyawan dilibatkan dalam penyusunan program 4. Belum semua guru melaporkan tingkat pencapaian Tingkat yang dicapai Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mempunyai rencana kerja diutamakan untuk peningkatan mutu hasil belajar yang Tingkat Ke-3 Rekomendasi : 1. Supaya dibuat program dan pelaksanaan yang jelas terhadap penggayaan dan remedi 2. Supaya pelaksanaan MGMP diprogramkan secara reguler 3. Untuk ke depan sepaya semua unsur di sekolah dilibatkan dalam penyusunan program/rencana 4. Supaya diwajibkan semua guru membuat laporan tingkat pencapaian 53
54 6.4 Bagaimanakah cara pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid? Spesifikasi Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses Sekolah menyediakan laporan dan data yang dibutuhkan oleh kabupaten/kota dan tingkatan lain dalam sistem Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami Sekolah kami mengumpulkan memperbaharui data dan dan menyimpan berbagai informasi secara berkala. jenis data. Sekolah kami memiliki sistem pengumpulan dan penyimpanan data yang efektif. Sekolah kami menggunakan informasi untuk memetakan tingkat pencapaian kinerja sekolah, bahan perumusan perencanaan, membangun dukungan dan sumber daya kebijakan yang dapat meningkatkan pembelajaran dan tingkat pencapaian sekolah. Sekolah kami berbagi informasi mengenai perkembangan peserta didik kepada orangtua mereka. Sekolah kami menganalisis semua data yang terhimpun sebagai bahan penyusunan RKJM. Sekolah kami mengirim data dan informasi secara berkala ke kantor Dinas Pendidikan atau Kankemenag kabupaten/kota. Sekolah kami tidak menggunakan data secara efektif untuk memonitor, melaksanakan perbaikan, menentukan tolok ukur kinerja, dan mengidentifikasi kecenderungan yang ada. Sekolah kami tidak banyak berbagi informasi antar sesama pegawai untuk memperluas pandangan mengenai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Sekolah kami hanya melaksanakan pengumpulan data jika diminta. Pegawai kami hanya mendapatkan sedikit pelatihan atau bahkan tidak pernah sama sekali mengenai interpretasi penggunaan sistem informasi untuk merencanakan perbaikan. Sekolah kami tidak memiliki sistem informasi yang efektif sebagai sumber data yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. 54
55 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Informasi dan data sekolah mutakhir RPS/RKS Catatan Dinas Pendidikan atau Kandepag kabupaten/kota mengenai kegiatan dan pencapaian sekolah Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pengumpulan dan penggunaan data yang valid Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan senantiasa memperbaharui data secara berkala 2. Sekolah memanfaatkan data yang ada untuk mendukung proses penyusunan RKJM 3. Sekolah senantiasa mengirimkan data ke Dinas Pendidikan Kabupaten secara berkala 4. Pengumpulan data dan pengolahan data sudah memanfaatkan ITC Kelemahan : 1. Sistem pendataan belum terintegrasi dalam suatu sistem Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan sudah melakukan pengumpulan dan penggunaan data secara baik Rekomendasi : 1. Supaya dibuat sistem pendataan yang terintegrasi Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 55
56 6.5 Bagaimana cara memberikan dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan? Spesifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah meningkatkan kefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikandan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Supervisi dan Evaluasi Supevisi dan evaluasi pelaksanaan tugas pendidik dan tenaga kependidikan dan kesesuaian dengan standar nasional Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah mendukung dan menghargai prestasi pendidik dan tenaga kependidikan serta mengkomunikasikan keberhasilan dan upaya terbaik yang telah dilakukan. Pendidik dan tenaga kependidikan sekolah kami mendapatkan informasi dan dukungan materi untuk pengembangan profesi. Kami menyikapi dan memonitor masalah kesetaraan dan keadilan di sekolah secara sistematis. Pendidik bermotivasi tinggi dan mendapat pengakuan atas prestasi yang diraihnya. Pendidik sekolah kami mendapatkan peluang untuk mengembangkan profesi yang relevan. Kepala sekolah melakukan penilaian kinerja guru dengan prosedur yang jelas. Sebagian (sekitar 40%) pendidik dan tenaga kependidikan merasa kurang mendapatkan penghargaan yang memadai serta kurang termotivasi oleh pimpinan sekolah. Pendidik sekolah kami kurang mendapatkan kesempatan terhadap pengembangan profesinya yang sesuai. Sekolah kami belum melakukan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan Banyak pendidik dan tenaga kependidikan sekolah kami yang merasa tidak ada pengakuan dan penghargaan atas prestasi sehingga mereka tidak termotivasi. Pimpinan sekolah tidak mendorong pendidik dan tenaga kependidikan mengembangkan profesi karena pimpinan sekolah khawatir pendidik dean tenaga kependidikan tidak berkosentrasi pada pekerjaannya. Pihak pimpinan tidak memberikan teguran kepada pegawai sesuai kebutuhan. 56
57 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Catatan penilaian tahunan guru dan pegawai lain oleh kepala sekolah Hasil wawancara guru Hasil observasi Daftar nilai peserta didik Rencana perbaikan dan pengembangan guru dari waktu ke waktu Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan dukungan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Kekuatan : 1. Pendidik dan tenaga kependidikan secara umum mempunyai semanggat dan motifasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas 2. SMK N 2 Teluk Kuantan sering menyelengarakan pelatihan terkait terutama dalam penguasaan bahasa inggris dan ITC 3. Sekolah memberikan dukungan yang cukup dalam pengiriman pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengirimkan 4. Kepala sekolah memberikan penilaian kinerja guru dengan prosedur yang jelas Kelemahan : 1. Belum adanya program pengembangan guru secara berencana dan berkesinambungan Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan senantiasa memberikan dukungan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rekomendasi : 1. Sekolah perlu membuat program pengembangan yang terencana dan berkesinambungan Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 57
58 6.6 Bagaimana cara masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah? Spesifikasi Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis. Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan nonakademis. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Kami menghargai dan Anggota masyarakat di luar mempertimbangkan komite sekolah, tidak pandangan masyarakat, berpartisipasi aktif di sekolah merespon keluhan dan kami tidak mendorong masyarakat dan menghargai mereka secara proaktif keterlibatannya dalam Komite sekolah kami cukup meniingkatkan reputasi aktif membantu kegiatan kehidupan sekolah. sekolah. Anggota masyarakat yang tergabung dalam komite sekolah, berpartisipasi aktif mengkaji kebutuhan, memperluas pengalaman peserta didik dan memberikan dukungan untuk mengurangi hambatan dalam belajar. Masyarakat di lingkungan sekolah termasuk anggota masyarakat yang kurang mampu dan pelaku industri di daerah kami memberikan tanggapan positif atas laporan mutu pendidikan yang kami berikan, seperti meningkatnya motivasi peserta didik dan keluarga melibatkan diri pada kegiatan sekolah. Sekolah kami melibatkan perorangan, keluarga dan kelompok masyarakat dalam berbagai kegiatan dan dalam pembuatan keputusan yang mempengaruhi masyarakat. Masyarakat menilai sekolah kami relevan dan memenuhi kebutuhan masyarakat daerah. Sekolah kami melibatkan masyarakat dalam kegiatan sekolah. Sekolah kami tidak banyak berkomunikasi dengan masyarakat setempat, tidak memberikan perhatian terhadap kepentingan masyarakat atau meminta masukan mengenai upaya untuk perbaikan sekolah dan kurang mendorong mereka agar lebih terlibat secara aktif. Komite sekolah kami tidak aktif dan tidak banyak membantu kegiatan sekolah. 58
59 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Catatan mengenai dukungan komite sekolah Tingkat pendaftaran peserta didik Hasil wawancara dengan perwakilan masyarakat setempat Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan cara masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan selalu menerima masukan dari unsurunsur masyarakat 2. Masyarakat secara umum SMK N 2 Teluk Kuantan relevan sebagai sekolah kejuruan dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat 3. Dalam beberapa kesempatan kegiatan sekolah,dilibatkan masyarakat Kelemahan : 1. Belum semua anggota komite sekolah bisa berperan aktif dalam kehidupan sekolah Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian dalam kehidupan sekolah Rekomendasi : 1. Sekolah perlu lebih meningkatkan peran semua anggota komite sekolah Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 59
60 Bagian Ke-7 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 60
61 7. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 7.1 Apakah pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? Spesifikasi Jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standar Pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standar kompetensi Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami memiliki pendidik dan tenaga kependidikan dengan jumlah, kualifikasi, dan kompetensi yang memadai untuk memberikan pengalaman belajar dengan kualitas tinggi bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus. Kualifikasi dan kompetensi semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah kami sudah melebihi ketentuan yang ditetapkan dalam standar. Sekolah kami memiliki jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan dalam standar. Sekolah kami mempunyai tenaga pendidik yang cukup untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Guru guru disekolah kami memliki dedikasi dan integritas yang tinggi terhadap pekerjaannya. Tingkat keahlian mengajar pendidik memungkinkan tercakupnya sebagian besar tuntutan kurikulum, tetapi masih ada kesenjangan dibidang keahlian tertentu. Beberapa pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah kami tidak memiliki kualifikasi minimum yang dipersyaratkan. Setiap guru tetap kami telah bekerja sesuai dengan ketentuan standar pelayanan minimal (SPM). Sekolah kami menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu pertahun dengan kegiatan tatap muka sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sekolah kami tidak memiliki jumlah pendidik dan tenaga kependidikan seperti yang dipersyaratkan dalam standar nasional pendidikan. Sebagian besar pendidik di sekolah kami tidak memenuhi kualifikasi minimum. 61
62 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan Beban mengajar guru Laporan kepala sekolah mengenai supervisi guru Penilaian terhadap pendidik dan tenaga kependidikan Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Kekuatan : 1. SMK N 2 Teluk Kuantan secara umum mempunyai jumlah guru yang mencukupi 2. Sekolah mempunyai guru yang cukup untuk menangani siswa yang mengalami kesulitan belajar 3. Semua guru mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya 4. Rasio jumlah guru dan bidang studi sudah sesuai (sebanding) 5. Kualifikasi tenaga pendidik sudah sesuai dengan tuntutan BSNP (minimal S1) 6. Semua guru telah menentukan tujuan pembelajaran yang dipegangnya 7. Semua guru telah menghargai peserta didik tanpa membedakan suku, adat, daerah asal, dan gender 8. Guru dapat berkomunikasi secara santun dengan teman sejawat, orang tua, dan siswa 9. Beberapa guru sudah menyelesaikan pendidikan tingkat master (S2) 10. Sekolah mempunyai tenaga kependidikan yang mempunyai dedikasi terhadap pekerjaannya Kelemahan : 1. Jumlah guru yang S2 masih belum mencapai 30% 2. Belum semua tenaga pendidik mengikutkan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik Tingkat yang dicapai 62
63 3. Belum semua tenaga pendidik dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang dipegangnya 4. Beberapa guru masih ada yang mengajar tidak sesuai dengan ijazahnya 5. Beberapa mata pelajaran kekurangan guru Kesimpulan : 1. SMK N 2 Teluk mempunyai guru yang mencukupi dan Tingkat Ke-3 mempunyai dedikasi yang cukup tinggi Rekomendasi : 1. Guru supaya melanjutkan pendidikan ke S2 atau sekolah ditambah guru baru yang s2 2. Kedepan agar peran orang tua ditingkatkan 3. Agar diadakan workshop penelitian tindakan kelas 4. Supaya dirimkan guru-guru untuk mengikuti diklat-diklat alih fungsi 5. Supaya dilengkapi guru pada mata pelajaran yang kekurangan 63
64 Bagian Ke-8 Standar Pembiayaan 64
65 8. Standar Pembiayaan 8.1. Bagaimana sekolah mengelola keuangan? Spesifikasi: Pengelolaan keuangan sekolah Anggaran sekolah dirumuskan merujuk Peraturan Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota Pengelolaan keuangan sekolah transparan, efisien, dan akuntabel. Sekolah membuat pelaporan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan. Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Perumusan rancangan anggaran biaya pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) merujuk pada peraturan pemerintah dengan melibatkan partisipasi komite sekolah dan pemangku kepentingan yang terkait. Sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan secara berkala dan menyeluruh kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan. Perumusan rancangan anggaran biaya pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) merujuk pada Peraturan Pemerintah dan dikomunikasikan kepada komite sekolah dan pemangku kepentingan yang terkait. Sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan secara periodik kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan. Perumusan rancangan anggaran biaya pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) merujuk pada Peraturan Pemerintah. Sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan, tetapi masih perlu dilakukan secara rutin dan proses yang transparan. Perumusan rancangan anggaran biaya pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) belum sepenuhnya merujuk pada Peraturan Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota. Sekolah belum membuat laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan. 65
66 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) RAPBS jangka panjang, menengah, dan tahunan Laporan pertanggungjawaban pendapatan dan penggunaan keuangan sekolah kepada pemerintah dan pemangku kepentingan. Pembukuan keuangan sekolah Wawancara dengan komite sekolah dan pemangku kepentingan yang terkait Catatan hasil pertemuan dengan komite sekolah dan pemangku kepentigan yang terkait. Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan pengelolaan keuangan Kekuatan : 1. Adanya RAPBS yang disusun sesuai dengan aturan 2. Sekolah selalu memberikan laporan atas anggaran rutin ataupun bantuan-bantuan tertentu 3. Sekolah menyelenggarakan pembukuan yang baik Kelemahan : 1. Tidak semua pihak disekolah mengetahui tentang isi RAPBS Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan mengelola keuangan dengan baik Rekomendasi : 1. Agar diberikan penjelasan kepada semua unsur di sekolah tentang isi RAPBS Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 66
67 8.2. Upaya apakah yang telah dilaksanakan oleh sekolah untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya? Spesifikasi: Sekolah memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatifnya sendiri Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami kreatif menggali berbagai sumber untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Kami telah membangun jaringan kerja yang kuat dengan pemilik usaha dan industri setempat dan pemangku kepentingan lainnya yang membantu sekolah kami dalam hal pembiayaan. Kami melanjutkan hubungan dengan alumni kami dan menggunakan mereka sebagai sumber pendanaan dan bantuan lainnya. Sekolah kami mendapatkan pembiayaan tambahan melalui pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah. Kami telah mengembangkan hubungan kerja sama dengan pemangku kepentingan, khususnya orangtua yang mampu untuk membantu sekolah kami. Kami akan melanjutkan hubungan dengan alumni dan mereka membantu upaya kami walaupun bukan dalam hal pembiayaan. Kami berencana untuk memperluas penggunaan sumber daya dan prasarana sekolah untuk mendapatkan pembiayaan tambahan tetapi kami belum mengimplementasikannya. Hubungan kami dengan pemangku kepentingan harus dikembangkan lebih lanjut agar mendapatkan bantuan keuangan dari mereka. Kami menyimpan catatan alumni dan sebagian dari mereka membantu sekolah tetapi bukan dalam hal pembiayaan Kami belum mempertimbangkan penggunaan sumber daya atau prasarana sekolah untuk mencari sumber pembiayaan tambahan. Kami belum memiliki hubungan yang kuat dengan dunia usaha dan industri setempat. Kami tidak menyimpan catatan alumni sekolah kami. 67
68 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) RAPBS jangka panjang, menengah, dan tahunan Catatan alumni Catatan hasil pertemuan dengan pemangku kepentigan yang terkait Catatan pendapatan dari semua sumber Wawancara dengan komite sekolah dan pemangku kepentigan yang terkait Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan upaya sekolah memperoleh tambahan pembiayaan Kekuatan : 1. Sekolah mendapat tambahan pembiayaan melalui pemanfaatan sarana prasarana sekolah (kantin, bisnis center dll) 2. Orang tua membayar uang komite sekolah 3. Adanya alumni yang juga mempunyai peran 4. Adanya bantuan RSBI dari APBN 5. Adanya bantuan sarana prasarana dari Dinas Pendidikan Propinsi dan Kbupaten Kelemahan : 1. Biaya yang diperlukan masih kurang, terutama untuk pembiayaan pencapaian janji kinerja RSBI 2. Pendapatan dari usaha kantin, bisnis center dan lainnya relatif masih sedikit perannya untuk mendukung pembiayaan sekolah Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan sudah mempunyai beberapa sumber pembiayaan tambahan Rekomendasi : 1. Untuk dicari kemungkinan mendapatkan tambahan pembiayaan 2. Supaya ditingkatkan peran dana usaha kantin, bisnis center dan lainnya untuk mendukung pembiayaan sekolah Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-3 68
69 8.3. Bagaimana cara sekolah menjamin kesetaraan akses? Spesifikasi: Sumbangan orangtua siswa sekolah ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi orangtua Sekolah melakukan subsidi silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi Indikator Pencapaian Tingkat ke-4 Tingkat ke-3 Tingkat ke-2 Tingkat ke-1 Sekolah kami melayani anak usia sekolah dari berbagai tingkatan sosial masyarakat sekitar, termasuk anak dengan kebutuhan khusus Kami mematuhi standar mengenai biaya sumbangan orangtua dan subsidi silang pembiayaan dan juga memiliki alokasi persentasi untuk memberikan tempat bagi anak yang sangat miskin Kami mendorong keterlibatan semua golongan siswa (program inklusif) dan mempromosikan kesetaraan akses bagi semua peserta didik Kami merumuskan besarnya sumbangan orangtua berdasarkan kemampuan ekonomi orangtua dan menerapkan prinsip subsidi silang. Beberapa kelompok dari masyarakat setempat tidak terwakili dalam populasi peserta didik di sekolah kami Sumbangan orangtua dirumuskan berdasarkan kemampuan ekonomi orangtua peserta didik, tetapi sekolah tidak menerapkan subsidi silang dalam membiayai program kegiatan peserta didik. Kesetaraan kesempatan peserta didik bukan bagian penting dari apa yang sekolah kami lakukan Sumbangan orangtua dan biaya kegiatan sekolah lainnya ditentukan sama untuk semua peserta didik dengan tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua. 69
70 Bukti-bukti fisik sekolah (Mohon beri tanda centang pada jenis bukti berikut) Angka peserta didik yang masuk dan keluar Wawancara dengan peserta didik Wawancara dengan orangtua Wawancara dengan yang mewakili masyarakat Wawancara perwakilan masyarakat daerah Catatan SPP yang dibayarkan Tingkat putus sekolah Bukti fisik lainnya (tuliskan) Ringkasan deskripsi sekolah menurut indikator dan berdasarkan bukti Terkait dengan kesetaraan akses Kekuatan : 1. Sekolah mendorong keterlibatan bagi semua siswa 2. Sekolah menentukan besar sumbangan dengan memperhatikan kemampuan orang tua secara umum Kelemahan : 1. Belum menerapkan sistem subsidi silang Kesimpulan : SMK N 2 Teluk Kuantan dalam menentukan sumbangan memperhatikan perekonomian orang tua Rekomendasi : 1. Jika memungkinkan diadakan sistem subsidi silang Tingkat yang dicapai Tingkat Ke-2 70
Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Kata Pengantar Kebijakan pembangunan pendidikan nasional sebagaimana digariskan dalam Rencana Strategis Depdiknas (2004-2009) diarahkan pada upaya mewujudkan daya
Alat Evaluasi Diri Sekolah
Alat Evaluasi Diri Sekolah Instrumen untuk Evaluasi Diri Sekolah Pedoman Penggunaan di Sekolah Daftar Isi Nomor Bagian Halaman 1. Standar Sarana dan Prasarana 8 1.1. Apakah sarana sekolah sudah memadai?
Laporan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
Laporan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SD Negeri 1 Pagerpelah Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara Tahun Pelajaran 2010/2011 Oleh: Eko Wahyono, S.Pd., M.M. Kepala SD Negeri 1 Pagerpelah Nama Sekolah
: Babakan Ciomas RT. 2/3 ds. Parakan Kec. Ciomas Kab. Bogor
Penyusun: Tim Pengembang Madrasah Nama Madrasah Alamat : MTs Al Inayah : Babakan Ciomas RT. 2/3 ds. Parakan Kec. Ciomas Kab. Bogor Program Prioritas MTs. Al Inayah STANDAR ISI 0 MENENTUKAN PROGRAM PRIORITAS
LAPORAN EVALUASI DIRI MADRASAH (EDM) MADRASAH TSANAWIYAH AL INAYAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012
LAPORAN EVALUASI DIRI MADRASAH (EDM) MADRASAH TSANAWIYAH AL INAYAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Oleh : Tim Pengembang Sekolah MTsS. Al Inayah KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN BOGOR MTS AL INAYAH Babakan Ciomas
RENCANA TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH STANDAR SARANA DAN PRASARANA. ruang belajar
RENCANA TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH Sekolah kami belum memiliki semua sarana dan alat-alat yang dibutuhkan untuk memenuhi ketetapan dalam standar STANDAR SARANA DAN PRASARANA TINGKATAN MASALAH
LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) KB AISYIYAH TAHUN 2017
LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) KB AISYIYAH TAHUN 2017 IDENTITAS SEKOLAH dan KEPALA SEKOLAH A. Identitas Sekolah 1. Nama Sekolah : KB AISYIYAH 2. Nomer Induk Sekolah Nasional ( NPSN ) : 69837316 3.
Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
95 Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Latar Belakang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu lembaga yang menghasilkan tenaga kependidikan telah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan
LAPORAN ANALISIS HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN 2011
LAPORAN ANALISIS HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN 2011 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) SULAWESI SELATAN Laporan Hasil Analisis
KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA PENGAWAS PAI (POKJAWAS PAI) KANTOR KABUPATEN CILACAP Alamat : Jalan DI. Panjaitan No.44 Telp. (0282) Cilacap
KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA PENGAWAS PAI (POKJAWAS PAI) KANTOR KABUPATEN CILACAP Alamat : Jalan DI. Panjaitan No.44 Telp. (0282)531155 Cilacap PENILAIAN SEKOLAH /MADRASAH BERDASARKAN STANDAR NASIONAL
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Kondisi Fisik Sekolah a. Jumlah Kelas b. Ruang Kepala Sekolah c. Ruang Guru d. Ruang Tata Usaha (TU)
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan pada pra-ppl tanggal 22 Februari 2014 di SMP Negeri 1 Ngemplak yang berlokasi di Jl. Kemasan, Jangkang, Widodomartani,
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Kondisi Fisik Sekolah a. Jumlah Kelas b. Ruang Kepala Sekolah c. Ruang Guru d.
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan pada pra-ppl tanggal 2 Februari 2014 sampai tanggal 16 Februari 2014, SMP Negeri 2 Srandakan yang berlokasi di Godegan,
FORM EDS KEPALA SEKOLAH
FORM EDS KEPALA SEKOLAH NAMA : Nuptk : 1. KS.1.1 Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada tingkat kabupaten/kota pada satu tahun terakhir adalah... 2. KS.1.2 Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1
PANDUAN PENYUSUNAN KTSP DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.
SOAL EDS ONLINE UNTUK KS.
SOAL EDS ONLINE UNTUK KS. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KS.1.1 Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada tingkat kabupaten/kota pada satu tahun terakhir adalah... KS.1.2 Jumlah penghargaan yang diraih sekolah
PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1
PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi
1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
I. STANDAR ISI 1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) A. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP B. Melaksanakan kurikulum berdasarkan
II. TINJAUAN PUSTAKA. perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kemampuan Membuka Dan Menutup Pelajaran Guru sangat memerlukan keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan sikap mental
LAPORAN ANALISIS HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011
LAPORAN ANALISIS HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) SULAWESI SELATAN Laporan Hasil Analisis
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 dikemukakan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panduan EDS Kepala Sekolah PADAMU NEGERI
Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Panduan EDS Kepala Sekolah Dokumen ini diperuntukkan bagi PTK dan Siswa KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN
PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP
PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional a Pendidikan d Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 6 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 6 SEMARANG Disusun oleh : Nama : Yermia Yuda Prayitno NIM : 4201409025 Program studi : Pendidikan Fisika FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
Instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) Nama Sekolah : MI NW MERCAPADA Alamat : Mercapada-Selat- Narmada Kabupaten : Lombok Barat Tahun :
Instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) Nama Sekolah : MI NW MERCAPADA Alamat : Mercapada-Selat- Narmada Kabupaten : Lombok Barat Tahun : 2013 1. STANDAR ISI Komponen Indikator 1.1. Kurikulum
2 RKS dan RKA hanya memuat dua dari tiga. 1 RKS dan RKA hanya memuat satu dari tiga. 0 RKS dan RKA tidak memuat ketiganya
Nama Sekolah :... Alamat :...... A. Instrumen Pengamatan Pelaksanaan Program MBS di Sekolah No. Aspek Pengamatan Pilhan jawaban Skor 1 Apakah sekolah memiliki visi dan misi? 2 Apakah visi dan misi sekolah
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff Deskripsi dan analisis data penelitian ini menggambarkan data yang diperoleh di lapangan melalui instrumen
BAB IV PROGRAM KERJA SEKOLAH
BAB IV PROGRAM KERJA SEKOLAH Barat ini Rencana Kerja Sekolah SMP Negeri 1 Kota Singkawang Propinsi Kalimantan disusun dengan mempertimbangan keadaan sekolah, harapan pemangku kepentingan, dan tantangan
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 34 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA
BAB I PENDAHULUAN. a. Riwayat Sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Program KKN PPL Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2014 dilaksanakan secara resmi pada tanggal 1 Juli 17 September 2014. Pada program KKN PPL tersebut, penulis mendapat
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 SEMARANG Disusun Oleh : Nama : Febrina Nurmalasari NIM : 2302409077 Program studi : Pendidikan Bahasa Jepang FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI
EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP. Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP
EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP Mekanisme Pengembangan RPP 1. Perencanaan Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan
2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Pengertian KTSP Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masingmasing satuan pendidikan. Letak Kurikulum Tingkat Satuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program kegiatan yang dilakukan oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta sebagai pengembangan kompetensi mahasiswa dan latihan kependidikan.
BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN
BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN 3.1 Profil Responden 3.1.1 Sejarah Singkat SMP Negeri 127 Jakarta terletak di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 126 A, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Propinsi DKI Jakarta.
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN A. Sejarah Ringkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Medan diresmikan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi pada tahun 1985. Perkembangan Sekolah Menengah
I. STANDAR ISI. hal. 1/61. Instrumen Akreditasi SMP/MTs
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 39 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA
A. Analisis Situasi BAB I PENDAHULUAN. 1. Analisis kondisi fisik sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Analisis kondisi fisik sekolah SMP Negeri 2 Gamping di bagian barat kota Yogyakarta, tepatnya di Trihanggo, Gamping, Sleman. Sekolah ini merupakan salah satu tempat
1. Profil SMP Muhammadiyah 2 Depok. SMP Muhammadiyah 2 Depok terletak di Jalan Swadaya IV, Karangasem, Condong Catur, Depok, Sleman.
BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa adalah calon guru, maka sudah selayaknya mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memadai dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berangkat
BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib
BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Salah satu sekolah yang menjadi tempat PPL UNY Yogyakarta adalah SMA PIRI 1 Yogyakarta yang terletak di Jalan Kemuning 14 Yogyakarta. Secara garis besar SMA PIRI 1
STANDAR PROSES. PERMENDIKNAS Nomor 41 Tahun 2007
STANDAR PROSES PERMENDIKNAS Nomor 41 Tahun 2007 berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. adalah
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 1
1 IDENTIFIKASI SNP Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pengelolaan Standar Proses Standar Penilaian ANALISIS KONTEKS ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN Kekuatan dan Kelemahan : Peserta Didik
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Kondisi Fisik
BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa adalah calon guru, maka sudah selayaknya mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memadai dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berangkat
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMPN 2 WATES Alamat : Jl. KH Wahid Hasyim, Bendungan, Wates, Kulon progo
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Analisis dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh informasi tentang situasi di SMP Negeri 2 Wates. Hal ini penting dilakukan karena dapat digunakan sebagai acuan untuk
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
e-pemantauan dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Nama
PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 34 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 BATANG KABUPATEN BATANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 BATANG KABUPATEN BATANG Disusun Oleh Nama : Aries Shofiana Al Hamidi NIM : 2201409114 Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PENDIDIKAN PROFESI GURU SM3T FKIP UNS TAHUN 2017 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan
PEDOMAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81A TAHUN 2013 TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM PEDOMAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER I. PENDAHULUAN Pasal 3 Undang-Undang Nomor
KTSP DAN IMPLEMENTASINYA
KTSP DAN IMPLEMENTASINYA Disampaikan pada WORKSHOP KURIKULUM KTSP SMA MUHAMMADIYAH PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Tanggal 4-5 Agustus 2006 Oleh : Drs. Marsigit MA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KTSP DAN
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) 2 DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) 2 DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG Disusun Oleh : Nama : Dwi Ratna Safitri NIM : 7101409195 Prodi : Pendidikan Ekonomi ( Koperasi ) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP Melaksanakan
II. TINJAUAN PUSTAKA. sebagai ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. Sedangkan
10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Profil Guru Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:1386), profil didefinisikan sebagai ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. Sedangkan guru adalah
PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO
PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang : a. bahwa pendidikan
FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH*)
Universitas Negeri Yogyakarta FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH*) NPma.2 untuk mahasiswa NAMA MAHASISWA : Nur Aktafiyani Gusriyana PUKUL : 09.00 s/d selesai NO. MAHASISWA : 13207241014 TEMPAT OBSERVASI
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan)
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pembelajaran maka Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan mata kuliah lapangan yakni Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ). Sasaran
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 2 MAGELANG. Disusun Oleh : Nama : Yuliana Mahmudah NIM : Prodi : Pendidikan Biologi
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 2 MAGELANG Disusun Oleh : Nama : Yuliana Mahmudah NIM : 4401409059 Prodi : Pendidikan Biologi FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH ( RKAS ) TAHUN PELAJARAN
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH ( RKAS ) TAHUN PELAJARAN 212-213 Nama Sekolah Desa/ Kecamatan Kabupaten/ Kota Propinsi Triwulan : SDN MAYANG 4 : Mayang : Jember : Jawa Timur : I s/d IV Tahun Anggaran
A. ANALISIS SITUASI 1. Kondisi Fisik Sekolah No. Nama Ruang Jumlah
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah proses dimana setiap manusia melalui proses dan jenjang untuk pembentukan diri dan penentu
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Uraian Tentang Perusahaan 2.1.1 Sejarah SMA Negeri 1 Pandaan SMA Negeri 1 Pandaan berdiri pada tahun 1974 dengan nama SMPP (Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan).
INDIKATOR IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
INDIKATOR IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN NO STANDART PENDIDIKAN IMPLEMENTASI INDIKATOR 1 Standar Isi 1. Kerangka dasar dan 1.1 Kerangka dasar dan struktur kurikulum
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 SUBAH
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 SUBAH Disusun oleh: Eko Prastyo Herfianto 2101409072 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
tempat mahasiswa praktikan untuk melangsungkan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan.
BAB I PENDAHULUAN Sebagi seorang calon guru sudah selayaknya mahasiswa belajar menjadi seorang guru yang baik yakni guru yang bisa menjadi panutan bagi peserta didik, orang lain, maupun dirinya sendiri.
BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Latar Belakang
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
INSTRUMEN PEMETAAN PENDIDIKAN DI SMA..
LAMPIRAN-3 DATA IDENTITAS SEKOLAH 1. Nama Sekolah 2. NSS 3. Alamat Sekolah Desa Kecamatan Kabupaten/ Kota 4. Telepon/ Faksimili 5. E-mail 6. SK/ Akte Tahun Pendirian 7. Nama Yayasan *) 8. Jumlah Rombongan
A. ANALISIS SITUASI. a. Visi : Unggul dalam prestasi, mampu bersaing di era Global dan terpuji dalam budi pekerti.
1 BAB I PENDAHULUAN Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sebuah rangkaian program PPL yang terkait dengan proses pembelajaran maupun kegiatan yang mendukung berlangsungnya proses pembelajaran.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
419 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan sebagaimana dibahas pada Bab IV terdahulu, disampaikan kesimpulan secara umum dan kesimpulan secara khusus yang
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II SMK NEGERI 6 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II SMK NEGERI 6 SEMARANG Disusun Oleh : Nama : Pipit Nova Nur Ardiana NIM : 5401409080 Prodi : PKK, S1 Tata Busana JURUSAN TEKNOLOGI JASA DAN PRODUKSI FAKULTAS TEKNIK
Pedoman Wawancara untuk Kepala Sekolah dan Guru
Lampiran 1 edoman Wawancara untuk Kepala Sekolah dan Guru 1. Dalam waktu 5 tahun terakhir upaya apa saja yang sudah dilakukan SDN 1 Ngadirejo dalam rangka peningkatan mutu? 2. Apakah dalam penyusunan program
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan
Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA
Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA A. Landasan 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Than 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12, 35, 37, dan 38; 2. Peraturan Pemerintah
DOSEN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP SILIWANGI BANDUNG
APPRENTICESHIP II MAGANG II Acep Haryudin, M.Pd DOSEN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP SILIWANGI BANDUNG PROGRAM MAGANG 2 Program Magang 2 bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan kaitannya
LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016
` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR
BUKTI FISIK STANDAR PROSES SMK
2011 BUKTI FISIK STANDAR PROSES SMK DISUSUN OLEH : ALMAN BIMBINGAN AKREDITASI Butir nomor 18 : Pengembangan silabus secara mandiri dibuktikan dengan : Silabus yang dikembangkan guru Berita acara kegiatan
LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016
` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR
LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016
` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR
FORMAT OBSERVASI PEMBELAJARAN DI KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK
Universitas Negeri Yogyakarta FORMAT OBSERVASI PEMBELAJARAN DI KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK NPma. 1 untukmahasiswa NAMA MAHASISWA : Agus Purnomo PUKUL : 09.30-11.00 NO. MAHASISWA :11520244027 TEMPAT
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK NEGERI 3 KENDAL KAB. KENDAL
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK NEGERI 3 KENDAL KAB. KENDAL Disusun oleh : Nama : Mualif Tafrichan NIM : 5301409045 Prodi : Pendidikan Teknik Elektro, S1 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Nomor 41 Tahun 2007 STANDAR PROSES
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Nomor 41 Tahun 2007 STANDAR PROSES adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi
I. PENDAHULUAN. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No.20 Tahun 2003
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No.20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 20 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber
INSTRUMEN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)
INSTRUMEN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN RESPONDEN: GURU SD PUSAT PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU
Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas
PAPARAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 1 PERTAMA: KONSEP DASAR 2 Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) memiliki bobot 3 SKS dan merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa UNY yang mengambil jurusan kependidikan. Program
2. Keadaan Fisik Sekolah
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), merupakan suatu bentuk usaha peningkatan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran yang merupakan bentuk pembelajaran mahasiswa UNY
BAB I PENDAHULUAN ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang dikhususkan bagi mereka pemuda indonesia yang ingin mengabdikan dirinya sebagai guru dan bagi mereka
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 2 KENDAL
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 2 KENDAL Disusun oleh : Nama : Yulian Favorita NIM : 4401409080 Program studi : Pendidikan Biologi FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
