PERHITUNGAN PARAMETER SISTEM EKSTRAKSI PADA GRID SUMBER ELEKTRON KATODA PLASMA
|
|
|
- Yohanes Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Volume 15, Oktober 013 ISSN PADA GRID SUMER ELEKTRON KATODA PLASMA Pusat Teknologi Akselerator dan Proses ahan, ATAN Jl. abarsari Kotak Pos 1601 ykbb, Yogyakarta ASTRAK PERHITUNGAN PARAMETER SISTEM EKSTRAKTOR PADA ELEKTRODA GRID SUMER ELEKTRON KATODA PLASMA. Parameter sistem ekstraksi yang telah dihitung terdiri dari nilai kapasitor, tahanan discharge (R D ) dan tahanan charge (R ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh parameter sistem ekstraksi yang dapat digunakan sebagai dasar perancangan sistem ekstraksi pada elektroda grid generator plasma. Arus berkas elektron berupa pulsa sebesar 50 A, lebar pulsa 0 µs dan waktu pengulangan pulsa 50 Hz. Perhitungan dilakukan untuk beberapa parameter, di antaranya adalah penurunan tegangan kapasitor pada saat discharge, nilai R D dan tegangan catudaya pengisi fast capasitor. Variasi penurunan tegangan masingmasing sebesar %, 15% dan 0%, ukuran R D adalah 5 Ω, Ω, 15 Ω dan 0 Ω, dan tegangan pengisi kapasitor adalah 1 kv, 14 kv dan 16 kv. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai kapasitor adalah 7,14 µf tahanan pengisi kapasitor 1, kω dan tegangan pengisi kapasitor 1 kv, tahanan discharge Ω/,6 kw dan penurunan tegangan kapasitor % Kata kunci : ekstraktor, elektron, katoda plasma ASTRAT EXTRATOR SYSTEM PARAMETERS ALULATION ON GRID ELETRODE OF PLASMA ATHODE ELETRON SOURE. Parameter of extraction system that has been calculated consist of the capacitor value, discharge resistance (R D ) and charge resistance (R ). The purpose of this study is to obtain parameters of extraction system that can be used as a basis for the design of the extraction system on the grid electrode of plasma generator. Electron beam current in the form of pulses of 50 A, 0 µs pulse width and 50 Hz pulse repetition time. alculations were performed for several parameters, such as capacitor voltage drop at the time of discharge, R D value and voltage power supply of charger the fast capacitor. Variation of voltage drop was %, 15% and 0% respectively, value of R D was 5 Ω, Ω, 15 Ω and 0 Ω, and voltage of the capacitor charger was 1 kv, 14 kv and 16 kv. From the calculation results is obtained that value of the capacitor is 7.14 µf with resistance the capacitor charger of 1. kω and voltage the capacitor charger of 1 kv, discharge resistance of Ω/.6 kw and a % decrease in capacitor voltage. Keywords: extractor, electrons, plasma cathode PENDAHULUAN Mesin pemercepat elektron sering disebut Mesin erkas Elektron (ME) adalah satu jenis teknologi baru yang telah dikembangkan dalam dua dekade yang lalu sebagai sumber radiasi pada proses iradiasi suatu produk industri. Pemanfaatan ME dalam bidang industri telah berkembang pesat di negara-negara maju, terutama dalam proses pengeringan pelapisan (curing of coatings) permukaan suatu bahan, proses pembentukan ikatan silang pada plastik, karet dan bahan isolasi kabel, proses vulkanisasi karet alam, sterilisasi peralatan medis, pengawetan bahan makanan, modifikasi tekstil dan graft polymerization. [1-4] Apabila dibandingkan proses termal konvensional ataupun proses kimia, maka proses iradiasi elektron mempunyai beberapa keunggulan antara lain: menghasilkan kualitas produk yang lebih tinggi, tidak menimbulkan polusi pada lingkungan, hemat energi, reaksi-reaksi terjadi pada suhu kamar, proses yang terjadi mudah dikontrol, biaya operasi lebih rendah untuk produksi masal. Untuk vulkanisasi lateks karet alam, ikatan silang merupakan reaksi yang paling dominan yang terjadi selama proses iradiasi elektron. Sifat-sifat fisika dari lateks karet alam akan berubah terbentuknya ikatan silang, sebagai contoh bertambahnya ketahanan terhadap bahan pelarut (solvent), meningkatkan kekuatan regangan dan kekerasan, berkurangnya tingkat kemuluran dan tahan terhadap panas (deformasi termal).[3-5] Untuk meningkatkan homogenitas dari berkas irradiasi dan kemudahan dalam pengoperasiannya maka jenis ME juga berkembang, satu diantaranya adalah ME pulsa. Dalam perkembangannya aplikasi 9
2 Volume 15, Oktober 013 ISSN berkas elektron pulsa cukup luas seperti dalam bidang industri, ME pulsa dapat digunakan dalam industri lateks, modifikasi permukaan pada industri semikonduktor dan polimer, serta industri pangan untuk pasteurisasi tanpa merusak tekstur dan nutrisi, juga netralisasi limbah [6,7,8]. Komponen ME pulsa terdiri dari bejana sumber elektron yang dilengkapi sistem plasma emiter, catudaya plasma, tegangan pemercepat dan sistem vakum. Plasma emitter adalah merupakan bejana plasma yang dilengkapi grid, dua pasang sistem elektrode, feedthrough catudaya plasma dan sistem elektrode pemercepat. [9]. Setiap unit sistem elektrode memiliki 3 komponen elektrode, yaitu katoda (Mg), anoda ignitor (SS 304) dan anoda generator plasma (SS 404), sedangkan isolator penyekat antara katoda anoda ignitor (Teflon) dan antara anoda ignitor anoda generator plasma (PA6). Untuk membangkitkan plasma digunakan catudaya plasma yang terdiri dari Ignitor Discharge Power Supply (IDPS) dan Arc Discharge Power Supply (ADPS). Percikan plasma terbentuk diantara katoda dan anoda ignitor yang diberi tegangan IDPS yang bersesuaian jarak elektroda ignitor dan tekanan gas dalam bejana plasma sehingga terjadi surface discharge. Setelah diperoleh percikan plasma selanjutnya plasma dihamburkan ke seluruh bejana plasma oleh tegangan ADPS yang terpasang pada elektrode generator plasma persyaratan memenuhi dadal tegangan yang ditentukan oleh elektrode generator plasma dan jarak antara tegangan penghambur elektrode ignitor.[-1] atu daya yang digunakan merupakan tegangan tinggi searah (HVD) yang dihasilkan oleh trafo satu fasa penyearah gelombang penuh dan besar dayanya ditentukan oleh besar arus plasma yang ada pada bejana plasma. Mekanisme penyearahan dan besarnya aliran arus dan tegangan yang dihasilkan mengacu rangkaian sistem penyearah dan sistem tranformator [13,14]. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan beberapa nilai kapasitor dan tahanan charge yang memenuhi persyaratan untuk mengekstraksi elektron yang ada pada bejana plasma dan keluar melalui grid yang terpasang. Arus plasma diasumsikan sebagai arus beban, maka hal ini yang berkaitan parameterparameter tersebut di atas. Dengan tahanan discharge, tegangan pengisi kapasitor dan penurunan tegangan saat kapasitor dicharge divariasi, maka yang terjadi adalah dapat diperoleh besaran parameter sistem ekstraksi pada grid generator plasma. Selanjutnya parameter ekstraksi tersebut yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar rancangan sistem ekstraksi elektron pada grid generator plasma. METODOLOGI Skema rangkaian sumber tegangan tinggi untuk menarik elektron (sistem ekstraksi elektron) dari ruang plasma atau sumber elektron diperlihatkan Gambar 1, dimana saat pemuatan dan pelucutan fast capacitor tergantung nilai dari tahanan charge dan tahanan discharge yang terpasang secara seri beban plasma. Gambar 1. Rangkaian sistem ekstraksi elektron pulsa. Prinsip kerja dari rangkaian pada Gambar 1 adalah sumber tegangan tinggi mengisi kapasitor melalui tahanan pengisi kapasitor R, sehingga kapasitor terisi penuh dan kemudian ditarik arusnya oleh beban sumber elektron melalui tahanan depan R D. Dalam hal ini besaran yang mempengaruhi sistem ekstraksi pada sumber elektron katoda plasma di antaranya adalah tegangan tinggi pengisi kapasitor V 0, persyaratan penurunan tegangan saat kapasitor menarik arus beban dan besaran arus elektron yang diekstraksi I, maka secara matematis ditunjukkan pada persamaan I τ V0 = V + I RD + (1) V 0 : tegangan pengisi kapasitor (volt) V : tegangan kapasitor discharge (volt) R D : tahanan discharge kapasitor (Ω) R : tahanan charge kapasitor (Ω) τ : lebar pulsa sumber elektron (detik) : kapasitansi kapasitor (F) Penurunan tegangan catu daya pengisi kapasitor harus seimbang pelucutan tegangan kapasitor saat menarik arus bebas dan diperkirakan sampai dari tegangan pengisi kapasitor, dan dapat dituliskan seperti pada persamaan () I τ V0 V = I RD + 0 adalah penurunan tegangan kapasitor saat discharge (volt). Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi Akselerator dan Aplikasinya Vol. 15, Oktober 013 : 9-15
3 Volume 15, Oktober 013 ISSN Dengan penurunan tegangan saat kapasitor digunakan untuk menarik beban arus sumber elektron dan arus beban sumber elektron diketahui, maka nilai fast capacitor dapat ditentukan menggunakan persamaan () dan memasang tahanan discharge R D ukuran tertentu. Untuk menentukan nilai R atau tahanan pemuatan kapasitor, digunakan persamaan t V () = τ t V0 1 e (3) V t : tegangan pengisian kapasitor volt t : waktu pengulangan pulsa dalam detik τ : waktu pengisian kapasitor sama R, maka persamaan (4) ditulis menjadi t () = R V t V0 1 e. (4) Dari persamaan (4) tersebut maka nilai tahanan pemuatan kapasitor dapat ditentukan. Daya tahanan pemuatan dan pelucutan kapasitor dihitung menentukan beban arus elektron yang akan diekstraksi, dan demikian maka untuk daya tahanan pemuatan P R dapat dihitung menggunakan persamaan P R V f 1 = V f (5) P R : daya tahanan pemuatan kapasitor dalam watt : tegangan pemuatan kapasitor dalam volt : frekuensi (Hz) Gambar. Kurva tegangan pengisihan fast capacitor. Gambar menunjukkan kurve tegangan pengisian fast capacitor. Pada saat kapasitor dalam keadaan terisi penuh, maka pada kondisi tersebut kapasitor siap untuk menarik beban arus sumber elektron. Gambar 3. Kurva tegangan pelucutan fast capacitor. Gambar 3 menunjukkan kurve tegangan pelucutan fast capacitor. Pada saat kapasitor menarik beban arus sumber elektron, maka tegangan pada kapasitor menurun sebagai fungsi waktu penarikan beban. Pada saat tersebut penurunan tegangan kapasitor tidak boleh melebihi prosentase penurunan tegangan yang disyaratkan dan kapasitor harus terisi penuh lagi karena untuk menarik arus beban berikutnya. Daya tahanan pelucutan kapasitor dapat dihitung menggunakan persamaan P RD = I R τ f (6) P RD : daya tahanan pelucutan kapasitor dalam watt esarnya energi yang dipakai untuk mengisi kapasitor adalah energi yang diperlukan saat kapasitor didischarge, sehingga besarnya sama energi pengisian kapasitor sampai kapasitor tersebut siap di charge kembali. Dengan demikian keperluan tranformator dapat diperhitungkan seberapa besar energi yang diperlukan untuk pengisian kapasitor tersebut. Rangkaian ekuivalen dari trafo ditunjukkan pada Gambar 4. Pada umumnya, trafo daya yang digunakan bukanlah trafo-trafo ideal, karena sangatlah sulit untuk memperoleh bahan pada inti dan belitan trafo yang dapat menghasilkan keluaran sesuai keadaan saat trafo pada keadaan ideal. Hal ini disebabkan oleh resistansi pada belitan, fluksi nyasar (rugi-rugi fluksi), dan permeabilitas inti trafo. Oleh karena itu sebagai gambaran dari bekerjanya trafo maka ditunjukkan rangkaian pengganti trafo seperti Gambar 4. D 11
4 Volume 15, Oktober 013 ISSN Gambar 4. Rangkaian ekuivalen trafo daya. besarnya tahanan pengisi R, sedangkan fungsi dari kapasitor filter tersebut supaya tegangan keluaran yang dihasilkan lebih halus atau mempunyai ripple yang kecil. Pada penelitian ini catu daya tegangan tinggi belum dilakukan perhitungan, namun untuk perhitungan parameter sistem ekstraksi ini catu dayanya diambil untuk tegangan 1 kv, 14 kv dan 16 kv prosentasi penurunan tegangan saat fast capacitor discharge sebesar 5 %, dan dari tegangan tinggi pengisi kapasitor tersebut dan nilai tahanan discharge R D adalah 5,, 15 dan 0 Ω. HASIL DAN PEMAHASAN Dalam melakukan perhitungan nilai tahanan pengisi R dan Fast apacitor, maka beban arus plasma pulsa diasumsikan sebesar 50 A, lebar pulsa τ = 0 µs frekuensi f = 50 Hz dan untuk tegangan tegangan pengisi fast capacitor 1 kv, penurunan tegangan V 0 -V = dan tahanan discharge R D = Ω. Perhitungan-perhitungannya sebagai berikut: Gambar 5. Penyearah satu fase gelombang penuh. Untuk menghasilkan tegangan searah yang dipersyaratkan maka digunakan diode yang tersusun seperti pada Gambar 5. Tegangan bolak-balik yang dihasilkan keluaran tranformator dimasukkan pada sistem rangkaian diode tersebut, kemudian keluaran yang dihasilkan dari diode tersebut merupakan tegangan searah. Perhitungan nilai Fast apacitor Dengan menggunakan persamaan (1) I τ V0 = V + I RD +, maka nilai kapasitornya adalah = ( V V ) 0 Iτ I R = 3 % = 7,143 = 7,14 µf D Gambar 6. Arus dan tegangan keluar dari kapasitor filter. Tegangan keluaran dari kapasitor filter tersebut sebagai tegangan masukan untuk mengisi fast capacitor besar tegangannya dipengaruhi oleh Perhitungan nilai tahanan discharge Dengan menggunakan persamaan (4) V c (t) = t R V0 1 e, maka nilai dari tahanan R adalah V( ) = 0 (1 t/ ) = 0 (1 t/ ) 0,9 0 = 0 (1 t/ ) 0,9 = (1 t/ ) t/ = 1-0,9 = 0,1 ln t/ = ln 0,1 -t/r c = -, = K R = t/ K = 0-3 /(,305859)(7,15-6 ) = 1, kω Perhitungan nilai fast capacitor dan tahanan charge R D selengkapnya ditunjukkan pada Tabel 1 sampai Tabel 3. Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi Akselerator dan Aplikasinya Vol. 15, Oktober 013 :
5 Volume 15, Oktober 013 ISSN Tabel 1. Hasil perhitungan nilai kapasitor dan tahanan pengisi kapasitor R untuk tegangan pengisi kapasitor 1 kv, penurunan tegangan dan tahanan pelucut kapasitor R D. Penurunan tegangan R D(Ω) 0(kV) (kv) 1,,4 1,,4 1,,4 1,,4 (µf ) 5,6 3,,3 7,14 3,85,63 11,13 4,76 3,03 5,06 6,5 3,57 R c(kω) 5 3,7 5,34 1,,74 4,74 0,78,1 4, 0,35 9 3,48 Dari Tabel 1 sampai Tabel 3 untuk beban arus pulsa yang sama, maka untuk kenaikan prosentase penurunan tegangan saat fast capacitor discharge menggambarkan diperlukannya penurunan nilai dari kapasitor dan kenaikan nilai tahanan pengisinya, sedangkan untuk kenaikan nilai tahanan discharge R D dan tegangan pengisi kapasitor V 0 maka diperlukan nilai kapasitor turun dan nilai tahanan charge naik terlihat pada Gambar 7. Tabel. Hasil perhitungan nilai kapasitor dan tahanan pengisi kapasitor R untuk tegangan pengisi kapasitor 14 kv, penurunan tegangan dan tahanan pelucut kapasitor R D. Penurunan tegangan R D ( 0 (kv) (kv),1,8,1,8,1,8,1,8 (F) 4,34,70 1,96 5,55 3,1,17 7,69 3,70,44 1,50 4,55,78 R c (k 1,99 3,90 6,33 1,56 3,37 5,71 1,13,85 5, 0,69,3 4,47 Tabel 3. Hasil perhitungan nilai kapasitor dan tahanan pengisi kapasitor R untuk tegangan pengisi kapasitor 16 kv, penurunan tegangan dan tahanan pelucut kapasitor R D. Penurunan tegangan R D ( 0 (kv) (kv),4 3,,4 3,,4 3,,4 3, (F) 3,70,33 1,70 4,55,63 5 5,88 3,03,04 8,33 3,57,7 R c (k,34 4,53 7,33 1,91 4,01 6,71 8 3,48 6,09 1,04,95 5,47 Gambar 7. Grafik kenaikan tegangan pengisi kapasitor vs kapasitansi dan resistansi, untuk nilai RD = Ω penurunan tegangan %. Perhitungan daya R dan R D Dalam perhitungan ini diambil untuk tahanan RD = Ω tegangan pengisi kapasitor V 0 = 1 kv dan menggunakan persamaan (5) 1 P R = V f, maka diperoleh hasil perhitungan P R = 7,14 = 5740 W = 6 kw 3 ( 1 ) sedangkan untuk perhitungan daya tahanan RD dapat menggunakan persamaan (5) PRD = I RD τ f dan hasil perhitungannya adalah P RD Perhitungan daya trafo = 50 0 = 15 W 6 50 Energi yang terpakai untuk mengisi fast capacitor adalah energi yang digunakan untuk menaikkan tegangan kapasitor setelah discharge sebesar % dari daya R, sehingga diperlukan energi sebesar 0,1 6 kw =,6 kw. Dengan demikian diperlukan transformator daya trafo sebesar 1,5,6 kw = 3,5 kw. 13
6 Volume 15, Oktober 013 ISSN KESIMPULAN Dari hasil perhitungan maka dapat disimpulkan: Diperlukan kenaikan nilai tahanan charge kapasitor jika tegangan pengisi kapasitor dan tahanan discharge dinaikkan. Diperlukan penurunan nilai kapasitor jika tegangan pengisi kapasitor dan tahanan discharge dinaikkan. Diperlukan nilai kapasitor 7,14 µf tahanan pengisi kapasitor 1, kω/,6 kw untuk tegangan pengisi kapasitor 1 kv, tahanan discharge Ω/15 W dan penurunan tegangan % saat menarik beban Diperlukan trafo tegangan tinggi daya sebesar 3,5 kw UAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan banyak terima kasih, khususnya kepada apak-bapak Drs. Widdi Usada, Ir, Wirjoadi, Drs. Aminus Salam, Drs. udi Santosa, MT, Ihwanul Azis, AMd, Heri Sudarmanto, Untung Margono dan Ibu Dra. Lely Susita RM yang banyak membantu dalam kegiatan penelitian ini. Semoga amal baik apak-bapak dan Ibu mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA [1] QIZHANG, Z., Electron Accelerators Manufactured in hina, UNDP/IAEA/RA Regional Training ourse on E Irradiation Technology, Shanghai Applied Radiation Institute, Shanghai University of Science and Technology, Shanghai, hina, [] SUZUKI, M., Recent Advances in High Energy Electron eam Machine, Nissin-High Voltage o., Ltd., Proceedings of the Workshops on the Utilization of Electron eams, JAERI-M, , [3] YAMAMOTO, S., ross-linking of Wire and ables with Electron eam, Proceedings of the Workshops on the Utilization of Electron eams, JAERI-M, , [4] MAKUUHI, K., Electron eam Processing of Rubbers, Proceedings of the Workshops on the Utilization of Electron eams, JAERI-M, , [5] MERI SUHARINI, Vulkanisasi lateks karet alam secara batch iradiasi berkas elektron, PPI Aplikasi radiasi, PATIR-ATAN, 00. [6] R. Ramaswamy, T. Jin, H. Zhang, Pulse Electric Field Processing, Food Science & Technology, The Ohio State University, 005, http: //fst.osu.edu/pef. [7] U.S. Food & Drug Administration, entre for Food Safety & Applied Nutrition, 000. Kinetic of Microbial Inactivation for Alternative Food Processing Technologies High Voltage Arc Discharge. [8] I.E. Pol et.al., Pulse Electric Field Treatment Enhances the actericidal Action of Nisin Against acilus ereus, Appl & Environmental Microbiology, 66, 48, 000. [9] Efim Oks, Plasma athode Electron Sources, Wiley Vch Verlag GmbH & o. KGaA, Weinheim. ISN: [] ANONIM, Electrical reak-downs Limits for MEMS, EE34/44 Handout, January, 007. [11] ANNA KRAVHENKO and HAKAN ANDAN, Glow Discharge, First published on the web: The text is based on a lecture given by Zoltan Donko, RISSP udapest, at the first Gladnet training course in Antwerp Sept. 007, [1].S. WONG, The Glow Discharge, in Proceedings of 1984 Tropical ollege on Applied Physics, Laser and Plasma Technology, edited by S. Lee, et al, World Scientific Publish o. Pte, Ltd, [13] AHMAD SAUDI SAMOSIR, Studi Penggunaan Penyearah 18 Pulsa Transformator 3 Fasa ke 9 Fasa Hubungan Segi Enem, Telkomnika, Vol 6 No. 1, April 008, 1-3 [14] MARSUD HAMID, IE Standar Laboratorium Sebagai Standar Uji Trafo Daya Tegangan Menengah, MEDIA ELEKTRIK, Volume 4 Nomor, Desember 009. TANYA JAWA Silakhuddin Apakah parameter-parameter yang dikemukakan ini lebih tepat sebagai parameter sumber tegangan ekstraksi, bukan parameter sistem ekstraksi. ambang Siswanto Kalau parameter sumber tegangan ekstraksi saya kira kurang tepat, karena dalam makalah ini yang diperhitungkan termasuk lebar pulsa, kecepatan Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi Akselerator dan Aplikasinya Vol. 15, Oktober 013 :
7 Volume 15, Oktober 013 ISSN parameter penurun tegangan kapasitansi kapasitornya dan parameter lainnya. Rany S. Apa yang terjadi apabila tegangan pada ignitor terjadi penurunan tegangan lebih besar dari 0%. ambang Siswanto Tegangan ignitor akan mempengaruhi terjadinya spot plasma, sedangkan penurunan tegangan yang dimaksud adalah penurunan tegangan kapasitor bank dan jika penurunannya lebih besar dari 0% maka yang terjadi ektraksi/discharge yang berikutnya adalah tidak maksimum. 15
KONSTRUKSI DAN UJI FUNGSI SISTEM EKSTRAKSI BERKAS ELEKTRON
146 ISSN 0216-3128 Bambang Siswanto, dkk KONSTRUKSI DAN UJI FUNGSI SISTEM EKSTRAKSI BERKAS ELEKTRON Bambang Siswanto, Ihwanul Aziz, Anjar A. H., Lely Susita RM. Pusat Sains dan Teknologi Akselerator, BATAN
RANCANGAN SISTEM CATU DAYA SUMBER ELEKTON BERBASIS KATODA PLASMA
Aminus Salam. Budi Santoso, Saefurrachman, Agus Purwadi Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb 55010 Yogyakarta E-mail : [email protected] ABSTRAK. Telah
UJICOBA SISTEM ELEKTRODE SUMBER ELEKTRON BERBASIS KATODE PLASMA
UJICOBA SISTEM EEKTRODE SUMBER EEKTRON Agus Purwadi, Bambang Siswanto, Wirjoadi, ely Susita RM, Widdi Usada PTAPB-BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb 55010 Yogyakarta E-mail : [email protected]
PENENTUAN ARUS SPOT PLASMA DAN ARUS PLASMA LUCUTAN BUSUR PADA SISTEM SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA MENGGUNAKAN TEKNIK KOIL ROGOWSKI
PENENTUAN ARUS SPOT PLASMA DAN ARUS PLASMA LUCUTAN BUSUR PADA SISTEM SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA MENGGUNAKAN TEKNIK KOIL ROGOWSKI DETERMINATION OF PLASMA SPOT CURRENT AND ARC DISCHARGE PLASMA CURRENT
UJI FUNGSI SISTEM ELEKTRODA IGNITOR DAN PENENTUAN MASSA TEREROSI MATERIAL KATODA IGNITOR
30 ISSN 016-318 Lely Susita RM., dkk UJI FUNGSI SISTEM ELEKTRODA IGNITOR DAN PENENTUAN MASSA TEREROSI MATERIAL KATODA IGNITOR Lely Susita R.M., Sudjatmoko, Bambang Siswanto, Agus Purwadi, Ihwanul Aziz
RANCANGAN SISTEM CATU DAYA DC 2 kv/2 A UNTUK KATODA SUMBER ION SIKLOTRON 13 MeV BERBASIS TRANSFORMATOR
RANCANGAN SISTEM CATU DAYA DC 2 kv/2 A UNTUK KATODA SUMBER ION SIKLOTRON 13 MeV BERBASIS TRANSFORMATOR Heri Sudarmanto, Untung Margono -BATAN, Babarsari, Yogyakarta 55281 E-mail: [email protected] ABSTRAK
ANALISA UJI TRANSFORMATOR 350 V/20 A UNTUK CATU DAYA NITRIDASI PLASMA DOUBLE CHAMBER
244 ISSN 0216-3128 Saefurrochman., dkk. ANALISA UJI TRANSFORMATOR 350 V/20 A UNTUK CATU DAYA NITRIDASI PLASMA DOUBLE CHAMBER Saefurrochman dan Suprapto Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan-BATAN,
UJI FUNGSI SISTEM PEMAYAR MESIN BERKAS ELEKTRON 300 KEV/20 MA
UJI FUNGSI SISTEM PEMAYAR MESIN BERKAS ELEKTRON 300 KEV/20 MA Rany Saptaaji, Sukaryono, Suhartono dan Sumaryadi, BATAN Jl. Babarsari POB 6101 Ykbb, Telp. (0274) 488435, Yogyakarta 55281 ABSTRAK UJI FUNGSI
RANCANGAN SISTEM CATU DAYA PLASMA IRADIATOR ELEKTON PULSA
Aminus Salam, dkk. SSN 6-38 ANANGAN SSTEM ATU DAYA PLASMA ADATO ELEKTON PULSA Aminus Salam, Budi Santoso, Saefurrachman PSTA - BATAN, Jl Babarsari Yogyakarta [email protected] ABSTAK ANANGAN SSTEM
RANCANG BANGUN TRANSFORMATOR 7,2 V/200 A SEBAGAI CATU DAYA FILAMEN TABUNG TRIODA ITK 15-2 PADA GENERATOR COCKCROFT WALTON MBE LATEKS 300keV/20 ma
RANCANG BANGUN TRANSFORMATOR 7,2 V/200 A SEBAGAI CATU DAYA FILAMEN TABUNG TRIODA ITK 15-2 PADA GENERATOR COCKCROFT WALTON MBE LATEKS 300keV/20 ma Untung Margono dan Heri Sudarmanto -BATAN, Yogyakarta Email
ANALISIS SIMULASI LINTASAN BERKAS ELEKTRON PADA IRADIATOR ELEKTRON PULSA (IEP) DENGAN VARASI GEOMETRI ELEKTRODA PEMFOKUS MENGGUNAKAN SOFTWARE
ANALISIS SIMULASI LINTASAN BERKAS ELEKTRON PADA IRADIATOR ELEKTRON PULSA (IEP) DENGAN VARASI GEOMETRI ELEKTRODA PEMFOKUS MENGGUNAKAN SOFTWARE SIMION 8.1 Arum Sekar 1, Suprapto 2, Fuad Anwar 3 1 Universitas
RANCANGAN AWAL CATU DAYA PEMERCEPAT SUMBER ELEKTRON BERBASIS KATODA PLASMA
Suyamto, dkk. ISSN 0216-3128 41 RANANGAN AWAL ATU DAYA PEMEREPAT SUMBER ELEKTRON BERBASIS KATODA PLASMA Suyamto, Suprapto, Widdi Usada dan Saefurrochman Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan-BATAN
RANCANGAN TRANSFORMATOR 625 VA TERISOLASI PADA TEGANGAN TINGGI 300 KV UNTUK CATU DAYA FILAMEN SUMBER ELEKTRON MBE LATEKS
Volume 13, Januari 2012 ISSN 1411-1349 RANCANGAN TRANSFORMATOR 625 VA TERISOLASI PADA TEGANGAN TINGGI 300 KV UNTUK CATU DAYA FILAMEN SUMBER ELEKTRON MBE LATEKS Sutadi, Saefurrochman, Suprapto Pusat Teknologi
PERHITUNGAN KERAPATAN ION NITROGEN PADA PEMBENTUKAN FeN DALAM PROSES NITRIDASI PLASMA
Perhitungan Kerapatan Ion Nitrogen Pada Pembentukan FeN Dalam Proses Nitridasi Plasma (Widdi Usada) PERHITUNGAN KERAPATAN ION NITROGEN PADA PEMBENTUKAN FeN DALAM PROSES NITRIDASI PLASMA Widdi Usada Pusat
RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG (RECTIFIER) OLEH: SRI SUPATMI,S.KOM
RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG (RECTIFIER) OLEH: SRI SUPATMI,S.KOM RANGKAIAN PENYEARAH (RECTIFIER) Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (alternating
OPTIMASI ARUS BERKAS ELEKTRON DAN PENENTUAN HARGA PARAMETER DALAM BEJANA GENERATOR PLASMA
Optimasi Arus Berkas Elektron dan Penentuan Harga Parameter Dalam Bejana Generator Plasma (Agus Purwadi) OPTIMASI ARUS BERKAS ELEKTRON DAN PENENTUAN HARGA PARAMETER DALAM BEJANA GENERATOR PLASMA ELECTRON
ISSN Cetak ISSN Online Analisis Perilaku Superkapasitor Susunan Sebagai Pengganti Baterai
Analisis Perilaku Superkapasitor Susunan Sebagai Pengganti Baterai Arman Sani Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA e-mail:
ANALYSIS OF THE FUNCTIONAL TEST OF IGNITOR ELECTRODE SYSTEM FOR A PLASMA CATHODE ELECTRON SOURCE
ANALISIS UJI FUNGSI SISTEM ELEKTRODE IGNITOR UNTUK SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA ANALYSIS OF THE FUNCTIONAL TEST OF IGNITOR ELECTRODE SYSTEM FOR A PLASMA CATHODE ELECTRON SOURCE Lely Susita R.M., Sudjatmoko,
RANCANG BANGUN TEGANGAN TINGGI DC DAN PEMBALIK PULSA PADA SISTEM PENCACAH NUKLIR DELAPAN DETEKTOR
SEMINAR NASIONAL V YOGYAKARTA, 5 NOVEMBER 2009 RANCANG BANGUN TEGANGAN TINGGI DC DAN PEMBALIK PULSA PADA SISTEM PENCACAH NUKLIR DELAPAN DETEKTOR NOGROHO TRI SANYOTO, SUDIONO, SAYYID KHUSUMO LELONO Sekolah
KONSTRUKSI DAN UJI FUNGSI SISTEM DETEKSI BERKAS ELEKTRON
Bambang Siswanto, dkk. ISSN 0216-3128 121 KONSTRUKSI DAN UJI FUNGSI SISTEM DETEKSI BERKAS ELEKTRON Bambang Siswanto, Lely Susita RM, Agus Purwadi, Sudjatmoko Pusat Sains dan Teknologi Akselerator BATAN
Pengukuran RESISTIVITAS batuan.
Pengukuran RESISTIVITAS batuan. Resistivitas adalah kemampuan suatu bahan atau medium menghambat arus listrik. Pengukuran resistivitas batuan merupakan metode AKTIF, yaitu pengukuran dengan memberikan
Rancangan Awal Prototipe Miniatur Pembangkit Tegangan Tinggi Searah Tiga Tingkat dengan Modifikasi Rangkaian Pengali Cockroft-Walton
Rancangan Awal Prototipe Miniatur Pembangkit Tegangan Tinggi Searah Tiga Tingkat dengan Modifikasi Rangkaian Pengali Cockroft-Walton Waluyo 1, Syahrial 2, Sigit Nugraha 3, Yudhi Permana JR 4 Program Studi
KAJIAN KETEBALAN TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN DIELEKTRIK KAPASITOR PLAT SEJAJAR. Jumingin 1, Susi Setiawati 2
KAJIAN KETEBALAN TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN DIELEKTRIK KAPASITOR PLAT SEJAJAR Jumingin 1, Susi Setiawati 2 e-mail: [email protected] 1 Dosen Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang 2
PEMILIHAN JENIS MATERIAL ELEKTRODA SUMBER ELEKTRON KATODA PLASMA
Lely Susita R.M., Sudjatmoko, B.A. Tjipto Sujitno, Bambang Siswanto, Wirjoadi Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb 55010 Yogyakarta E-mail : [email protected]
DESAIN SISTEM PENDINGIN TRANSFORMATOR FREKUENSI TINGGI PADA MESIN BERKAS ELEKTRON 300 kev/20 ma
DESAIN SISTEM PENDINGIN TRANSFORMATOR FREKUENSI TINGGI PADA MESIN BERKAS ELEKTRON 300 kev/20 ma Mukhammad Cholil, Suprapto, Suyamto Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan-BATAN Jl. Babarsari Kotak
DIODA DAYA (Power Diode)
DIODA DAYA (Power Diode) [email protected] TEKNIK ELEKTRO (D-3) UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI Dioda Daya Vs Dioda Sinyal 15A 30A 50A 80A 160A 400A 1000A Perbedaan dioda daya dibandingkan dioda sinyal pn-junction
SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE
SEMIKONDUKTOR Komponen Semikonduktor Di dunia listrik dan elektronika dikenal bahan yang tidak bisa mengalirkan listrik (isolator) dan bahan yang bisa mengalirkan listrik (konduktor). Gbr. 1. Tingkatan
RANCANGAN AWAL PERISAI RADIASI MESIN BERKAS ELEKTRON DUET
RANCANGAN AWAL PERISAI RADIASI MESIN BERKAS ELEKTRON DUET Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb Yogyakarta 55281 Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. energi pun meningkat dengan tajam,salah satunya kebutuhan akan energi listrik di tanah air.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya sektor perindustrian di Indonesia, maka kebutuhan akan energi pun meningkat dengan tajam,salah satunya kebutuhan akan energi listrik di
PENGUJIAN HARMONISA DAN UPAYA PENGURANGAN GANGGUAN HARMONISA PADA LAMPU HEMAT ENERGI
JETri, Volume 4, Nomor 1, Agustus 004, Halaman 53-64, ISSN 141-037 PENGUJIAN HARMONISA DAN UPAYA PENGURANGAN GANGGUAN HARMONISA PADA LAMPU HEMAT ENERGI Liem Ek Bien & Sudarno* Dosen Jurusan Teknik Elektro
STUDI PENGGUNAAN PENYEARAH 18 PULSA DENGAN TRANSFORMATOR 3 FASA KE 9 FASA HUBUNGAN SEGIENAM
ISSN: 1693-693 21 STUDI PENGGUNAAN PENYEARAH 18 PULSA DENGAN TRANSFORMATOR 3 FASA KE 9 FASA HUBUNGAN SEGIENAM Ahmad Saudi Samosir Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung Gedung H-FT
RANCANGAN SISTEM DETEKSI ARUS LUCUTAN PLASMA PULSA
PLASMA PULSA Wirjoadi, Bambang Siswanto, Lely Susita RM, Sudjatmoko Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 611 Ykbb 551 Yogyakarta E-mail : [email protected] ABSTRAK.
SIMULASI PENGARUH DAYA TERDISIPASI TERHADAP SISTEM PENDINGIN PADA BEJANA TEKAN MBE LATEKS
SISTEM PENDINGIN PADA BEJANA TEKAN MBE LATEKS Emy Mulyani, Suprapto, Sutadi Pusat Teknologi Akselerator Proses Bahan, BATAN ABSTRAK SISTEM PENDINGIN PADA BEJANA TEKAN MBE LATEKS. Simulasi pengaruh daya
IDENTIFIKASI ARUS BERKAS ELEKTRON PADA PRA KOMISIONING MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) LATEKS
IDENTIFIKASI ARUS BERKAS ELEKTRON PADA PRA KOMISIONING MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) LATEKS Sukaryono, Rany Saptaaji, Suhartono, Heri Sudarmanto -BATAN, Yogyakarta Email : [email protected] ABSTRAK IDENTIFIKASI
Adaptor. Rate This PRINSIP DASAR POWER SUPPLY UMUM
Adaptor Rate This Alat-alat elektronika yang kita gunakan hampir semuanya membutuhkan sumber energi listrik untuk bekerja. Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current)
Perancangan Dan Realisasi Converter Satu Fasa untuk Baterai Menjalankan Motor AC 1 Fasa 125 Watt
Jurnal Reka Elkomika 2337-439X Januari 2016 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Teknik Elektro Itenas Vol.4 No.1 Perancangan Dan Realisasi Converter Satu Fasa untuk Baterai Menjalankan Motor AC 1
KOMPONEN PASIF. TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016. Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Universitas Telkom 1
TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016 Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom Bandung 2015 KOMPONEN PASIF Disusun oleh: Duddy Soegiarto, ST.,MT [email protected] Rini Handayani,
RANCANG BANGUN SISTEM RF UNTUK SUMBER ION GENERATOR NEUTRON SAMES J-25
Taufik, dkk. ISSN 016-318 7 RANCANG BANGUN SISTEM RF UNTUK SUMBER ION GENERATOR NEUTRON SAMES J-5 Taufik, Slamet Santosa Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan BATAN ABSTRAK RANCANG BANGUN SISTEM
I D. Gambar 1. Karakteristik Dioda
KEGIATAN BELAJAR 1 A. Tujuan a. Mahasiswa diharapkan dapat memahami karakteristik switching dari dioda b. Mahasiswa diharapkan dapat menggambarkan kurva karakteristik v-i diode c. Mahasiswa diharapkan
Politeknik Negeri Bandung
LAPORAN PRAKTIKUM 6 CLIPPER Anggota Kelompok Kelas Jurusan Program Studi : 1. M. Ridwan Al Idrus 2. Zuhud Islam Shofari : 1A TEL : Teknik Elektro : D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Bandung 2017
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapasitor Kapasitor banyak digunakan dalam sirkuit elektronik dan mengerjakan berbagai fungsi. Pada dasarnya kapasitor merupakan alat penyimpan muatan listrik yang dibentuk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Perancangan Dan Pembuatan Mesin preheat pengelasan gesek dua buah logam berbeda jenis yang telah selesai dibuat dan siap untuk dilakukan pengujian dengan beberapa
BAB I PENDAHULUAN. Terjadinya kegagalan alat-alat listrik yang bertegangan tinggi ketika dipakai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Terjadinya kegagalan alat-alat listrik yang bertegangan tinggi ketika dipakai disebabkan oleh kegagalan isolasi dalam menjalankan fungsinya sebagai isolator tegangan
Adaptor/catu daya/ Power Supply
Adaptor/catu daya/ merupakan sumber tegangan DC. Sumber tegangan DC ini dibutuhkan oleh berbagai macam rangkaian elektronika untuk dapat dioperasikan. Rangkaian inti dari catu daya / Power Supply ini adalah
EKSPERIMEN UJI PADA DAYA TINGGI DARI HEAD SUMBER ION UNTUK SIKLOTRON
EKSPERIMEN UJI PADA DAYA TINGGI DARI HEAD SUMBER ION UNTUK SIKLOTRON Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, BATAN Jln. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb Yogyakarta 55281 Email: [email protected] ABSTRAK
VERONICA ERNITA K. ST., MT. Pertemuan ke - 5
VERONICA ERNITA K. ST., MT Pertemuan ke - 5 DIODA SEMIKONDUKTOR Resistor merupakan sebuah piranti linear karena grafik arus terhadap tegangan merupakan garis lurus. Berbeda dengan dioda. Dioda merupakan
Desain Konverter DC/DC Zero Voltage Switching dengan Perbaikan Faktor Daya sebagai Charger Baterai untuk Kendaraan Listrik
Desain Konverter DC/DC Zero Voltage Switching dengan Perbaikan Faktor Daya sebagai Charger Baterai untuk Kendaraan Listrik BAGUS PRAHORO TRISTANTIO, MOCHAMAD ASHARI, SOEDIBJO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO, FAKULTAS
REALISASI KONVERTER DC-DC TIPE PUSH-PULL BERBASIS IC TL494 DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN
REALISASI KONVERTER DC-DC TIPE PUSH-PULL BERBASIS IC TL9 DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN Argianka Satrio Putra *), Trias Andromeda, and Agung Warsito Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Jl. Prof.
Pengembangan isolator tegangan tinggi yang cocok untuk daerah tropis
1 DESKRIPSI RISET I Pengembangan isolator tegangan tinggi yang cocok untuk daerah tropis 1.1 Deskripsi singkat Isolator memegang peranan penting dalam menunjang keandalan sistem ketenagalistrikan. Kegagalan
MEMPERSEMBAHKAN. Kelompok. Achmad Ferdiyan R Anne Farida R U ( ) ( )
MEMPERSEMBAHKAN Kelompok Achmad Ferdiyan R Anne Farida R U (0602421) (0605860) Problem 1 : Pengisian kapasitor Problem 2 : Kapasitor disusun seri dan paralel Problem 3 : Pengaruh hambatan terhadap waktu
BAB III. PERANCANGAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA (COS φ) DAN PERHITUNGAN KOMPENSASI DAYA REAKTIF
BAB III PERANCANGAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA (COS φ) DAN PERHITUNGAN KOMPENSASI DAYA REAKTIF 3.1. Perancangan Perbaikan Faktor Daya ( Power Factor Correction ) Seperti diuraikan pada bab terdahulu, Faktor
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK ARUS DAN TEGANGAN TINGGI
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK ARUS DAN TEGANGAN TINGGI LABORATORIUM TEGANGAN TINGGI DAN PENGUKURAN LISTRIK DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA MODUL 1 PENGANTAR TEKNIK ARUS DAN TEGANGAN TINGGI Tegangan
PENGENALAN KOMPONEN DAN ALAT UKUR : KOMPONEN PASIF
Besarnya daya pada resistor adalah P= VI. (1.5) 2 P= I R (1.6) Tabel 1.2 Tabel Hasil Susunan Resistor No Kombinasi resistor 1 R1, R2, R3 2 R4, R5, R6 3 R7, R8, R9 Serial Pararel Serial - Pararel Teori
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: B-97
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: 2301-9271 B-97 Evaluasi Harmonisa dan Perencanaan Filter Pasif pada Sisi Tegangan 20 Akibat Penambahan Beban pada Sistem Kelistrikan Pabrik Semen Tuban
PERANCANGAN SISTEM DETEKSI ELEKTRON PADA IRADIATOR ELEKTRON PULSA
16 ISSN 016-318 Anjar Anggraini H., dkk PERANCANGAN SISTEM DETEKSI ELEKTRON PADA IRADIATOR ELEKTRON PULSA Anjar Anggraini H., Agus Purwadi, Lely Susita R.M., Bambang Siswanto dan Agus Wijayanto Pusat Sains
KARAKTERISTIK DIODA, PENYEARAH DAN FILTER
PERCOBAAN I KARAKTERISTIK DIODA, PENYEARAH DAN FILTER 1. Tujuan 1. Memahami karakteristik dioda biasa dan dioda zener 2. Memahami pengunaan dioda-dioda tersebut 3. Mempelajari macam-macam filter yang biasa
PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS MEDIA ISOLASI UDARA DAN MEDIA ISOLASI MINYAK TRAFO MENGGUNAKAN ELEKTRODA BIDANG
PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS MEDIA ISOLASI UDARA DAN MEDIA ISOLASI MINYAK TRAFO MENGGUNAKAN ELEKTRODA BIDANG Zainal Abidin Teknik Elektro Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau [email protected]
DESAIN DAN PERAKITAN ALAT KONTROL TEMPERATUR UNTUK PERALATAN NITRIDASI PLASMA ABSTRAK ABSTRACT
DESAIN DAN PERAKITAN ALAT KONTROL TEMPERATUR UNTUK PERALATAN NITRIDASI PLASMA Rohmad Salam Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir ABSTRAK DESAIN DAN PERAKITAN ALAT KONTROL TEMPERATUR UNTUK PERALATAN NITRIDASI
SIMULASI SISTEM INTERLOCK PENGAMAN OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) DENGAN PERANGKAT LUNAK BASCOM 8051
SIMULASI SISTEM INTERLOCK PENGAMAN OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) DENGAN PERANGKAT LUNAK BASCOM 8051 SUKARMAN, MUHTADAN Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta
RANCANG BANGUN INVERTER PENGUBAH TEGANGAN DC 5 VOLT KE TEGANGAN AC 220 VOLT 50 HZ MENGGUNAKAN POWER BANK 2 AMPERE
SKRIPSI RANCANG BANGUN INVERTER PENGUBAH TEGANGAN DC 5 VOLT KE TEGANGAN AC 220 VOLT 50 HZ MENGGUNAKAN POWER BANK 2 AMPERE MIFTACHUL FALACH NIM. 201252022 DOSEN PEMBIMBING Solekhan, ST., MT. Noor Yulita
NOPTIN HARPAWI NRP Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, MT Ir. Sjamsjul Anam, MT
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN MINI CAPACITOR BANK TERHADAP KUALITAS LISTRIK DI RUMAH TANGGA SERTA PERANCANGAN FILTER AKTIF MENGGUNAKAN KONTROLER PI SEBAGAI PELINDUNG KAPASITOR DARI HARMONISA NOPTIN HARPAWI
Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen
Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen Elektronik 2. Kompetensi Dasar : Memahami komponen dasar elektronika B. Pokok Bahasan : Komponen Dasar Elektronika
TEORI DASAR. 2.1 Pengertian
TEORI DASAR 2.1 Pengertian Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda merupakan jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Karena
TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem kontrol (control system) Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan, memerintah dan mengatur keadaan dari suatu sistem. [1] Sistem kontrol terbagi
Latihan soal-soal PENGHANTAR
Latihan soal-soal PENGHNTR 1 1. Isilah tabel berikut untuk kawat tembaga : Ø (mm) (mm) R untuk 100m (Ω) 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 ρ tembaga = 0,0175 Ωmm 2 /m 2. Pada rangkaian gambar di bawah ini,
OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) PTAPB BATAN TIPE BA 350 kev / 10 ma
OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) PTAPB BATAN TIPE BA 350 kev / 10 ma A. PENDAHULUAN Pada umumnya suatu instrumen atau alat (instalasi nuklir) yang dibuat dengan didesain atau direncanakan untuk dapat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Catu Daya / power supply Power supply adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memberikan tegangan listrik yang dibutuhkan oleh suatu rangkaian elektronika. Dalam
Auto Charger System Berbasis Solar Cell pada Robot Management Sampah
Auto Charger System Berbasis Solar Cell pada Robot Management Sampah Mudeng, Vicky Vendy Hengki. 1, Eka Maulana, ST., MT., M.Eng. 2, Ponco Siwindarto, Ir., MS. 2 1 Mahasiswa Teknik Elektro Univ. Brawijaya,
Monitoring Kinerja Baterai Berbasis Timbal untuk Sistem Photovoltaic
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Monitoring Kinerja Baterai Berbasis Timbal untuk Sistem Photovoltaic Alief Prisma Bayu Segara, Dedet Candra Riawan, dan Heri Suryoatmojo Jurusan Teknik
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR Imron Ridzki 1 Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan eksitasi terhadap daya reaktif generator pada unit pembangkitan.
PERANCANGAN DAN REALISASI INVERTER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA168
PERANCANGAN DAN REALISASI INVERTER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA168 Disusun Oleh : Daniel Wahyu Wicaksono (0922036) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg.
BAB 1 PENDAHULUAN. pada gelombang listrik dari pada peralatan yang dimaksudkan ialah X-Ray (sinar-
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Perkembangan teknologi sangat cepat pertumbuhannya dari suatu negara, perkembangan tersebut hampir menyeluruh disegala bidang terutama dibidang kelistrikan. Sejak berkembangnya
ANALISIS KARAKTERISTIK TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK TRAFO NYNNAS DAN APPAR TERHADAP SUHU
ANALISIS KARAKTERISTIK TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK TRAFO NYNNAS DAN APPAR TERHADAP SUHU Tugas Akhir Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana S-1 Oleh : EVITA KRISTIANAH SIHOMBING 102
Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor
- 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor Missa Lamsani Hal 1 SAP Pengelompokan bahan-bahan elektrik dari sifat-sifat listriknya. Pengertian resistivitas dan nilai resistivitas bahan listrik : konduktor,
RANCANGAN VOLTMETER DIGITAL MENGGUNAAN ICL7107 DAN ANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 UNTUK ALAT PERCOBAAN EFEK FOTOLISTRIK. Proyek Akhir
RANCANGAN VOLTMETER DIGITAL MENGGUNAAN ICL7107 DAN ANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 UNTUK ALAT PERCOBAAN EFEK FOTOLISTRIK Proyek Akhir Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari
PENGGUNAAN TEKNOLOGI MPPT (MAXIMUM POWER POINT TRACKER) PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN (PLTB)
PENGGUNAAN TEKNOLOGI MPPT (MAXIMUM POWER POINT TRACKER) PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN (PLTB) Machmud Effendy *) Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang
STUDI DISTRIBUSI TEGANGAN DAN ARUS BOCOR PADA ISOLATOR RANTAI DENGAN PEMBASAHAN
STUDI DISTRIBUSI TEGANGAN DAN ARUS BOCOR PADA ISOLATOR RANTAI DENGAN PEMBASAHAN Riza Aryanto. 1, Moch. Dhofir, Drs., Ir., MT. 2, Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D. 3 ¹Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, ² ³Dosen
PENGAWETAN. Pengawetan Termal Pengawetan Non Thermal. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Pengolahan Non Thermal 1. Pengolahan Non Thermal
Pengolahan Non Thermal PENGAWETAN Pengawetan Termal Pengawetan Non Thermal Tujuan Pengolahan Pangan Termal Mematikan bakteri patogen & organisme pembusuk Merubah tekstur, warna, rasa Meningkatkan daya
ABSTRAK. kontrol pada gardu induk 150 kv UPT Semarang. lainnya seperti panel-pane
Makalah Seminar Kerja Praktek SISTEM CATU DAYA SEARAH ( DC POWER ) PADA GARDU INDUK 150 KV SRONDOL PT PLN (PERSERO) UPT SEMARANG Oleh : Guspan Hidi Susilo L2F 008 041 Jurusan Teknikk Elektro, Fakultas
INOVASI ALAT PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK
INOVASI ALAT PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK SUJATNO, WIRANTO BUDI SANTOSO PRPN-BATAN Kawasan Puspiptek Serpong Abstrak INOVASI ALAT PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI
III. METODE PENELITIAN. dilakukan, pembuatan sampel mentah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi
24 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian dilakukan dibeberapa tempat berbeda berdasarkan proses kegiatan yang dilakukan, pembuatan sampel mentah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi
Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar
Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No. 2, Mei 2010 57 Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar Isdiyarto Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Semarang
MODUL 1 PRINSIP DASAR LISTRIK
MODUL 1 PINSIP DASA LISTIK 1.Dua Bentuk Arus Listrik Penghasil Energi Listrik o o Arus listrik bolak-balik ( AC; alternating current) Diproduksi oleh sumber tegangan/generator AC Arus searah (DC; direct
ABSTRAK Kata Kunci :
ABSTRAK Transformator 3 pada GI Pesanggaran mendapat penambahan 4 blok pembangkit dengan daya maksimum sebesar 60 MW daya dari keempat blok pembangkit tersebut digunakan untuk mensuplai beban penyulang
DAN RANGKAIAN AC A B A. Gambar 4.1 Berbagai bentuk isyarat penting pada sistem elektronika
+ 4 KAPASITOR, INDUKTOR DAN RANGKAIAN A 4. Bentuk Gelombang lsyarat (signal) Isyarat adalah merupakan informasi dalam bentuk perubahan arus atau tegangan. Perubahan bentuk isyarat terhadap fungsi waktu
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA) 1. Komponen elektronik yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang lewat dinamakan A. Kapasitor D. Transistor B. Induktor
BAB III PERANCANGAN. pembuatan tugas akhir. Maka untuk memenuhi syarat tersebut, penulis mencoba
BAB III PERANCANGAN 3.1 Tujuan Perancangan Sebagai tahap akhir dalam perkuliahan yang mana setiap mahasiswa wajib memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti sidang yudisium yaitu dengan pembuatan tugas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Konstanta dielektrik adalah perbandingan nilai kapasitansi kapasitor pada bahan dielektrik dengan nilai kapasitansi di ruang hampa. Konstanta dielektrik atau permitivitas
KOORDINASI PROTEKSI ARESTER PCB DAN DIODA ZENER DENGAN ELEMEN DEKOPLING PADA PERALATAN LISTRIK JURNAL SKRIPSI
KOORDINASI PROTEKSI ARESTER PCB DAN DIODA ZENER DENGAN ELEMEN DEKOPLING PADA PERALATAN LISTRIK JURNAL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun oleh: RESI RATNASARI
DAMPAK PEMBERIAN IMPULS ARUS TERHADAP KETAHANAN ARRESTER TEGANGAN RENDAH
DAMPAK PEMBERIAN IMPULS ARUS TERHADAP KETAHANAN ARRESTER TEGANGAN RENDAH Diah Suwarti Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta Jln. Babarsari No 1, Sleman, Yogyakarta [email protected] Intisari Arester
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA DESAIN FILTER HARMONIK GENERATOR INDUKSI 3 FASE SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF DI DAERAH TERPENCIL.
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA DESAIN FILTER HARMONIK GENERATOR INDUKSI 3 FASE SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF DI DAERAH TERPENCIL Oleh : Agus Supardi, ST.MT Aris Budiman, ST.MT Dibiayai oleh Koordinasi
BAB III TEGANGAN GAGAL DAN PENGARUH KELEMBABAN UDARA
BAB III TEGANGAN GAGAL DAN PENGARUH KELEMBABAN UDARA 3.1. Pendahuluan Setiap bahan isolasi mempunyai kemampuan menahan tegangan yang terbatas. Keterbatasan kemampuan tegangan ini karena bahan isolasi bukanlah
ANALISIS TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X
ABSTRAK ANALISIS TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X Sujatno, Sigit Bachtiar PRPN-BATAN Kawasan Puspiptek - Serpong ANALISIS TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X, Telah dilakukan analisis terhadap tegangan
DASAR TEORI. Kata kunci: Kabel Single core, Kabel Three core, Rugi Daya, Transmisi. I. PENDAHULUAN
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA KABEL TANAH SINGLE CORE DENGAN KABEL LAUT THREE CORE 150 KV JAWA MADURA Nurlita Chandra Mukti 1, Mahfudz Shidiq, Ir., MT. 2, Soemarwanto, Ir., MT. 3 ¹Mahasiswa Teknik
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan permintaan energi dalam kurun waktu menurut
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan permintaan energi dalam kurun waktu 2011-2030 menurut skenario BAU (Business As Usual) meningkat seperti pada gambar 1.1. Dalam gambar tersebut diperlihatkan
LUQMAN KUMARA Dosen Pembimbing :
Efek Polaritas dan Fenomena Stres Tegangan Sebelum Kegagalan Isolasi pada Sela Udara Jarum-Plat LUQMAN KUMARA 2205 100 129 Dosen Pembimbing : Dr.Eng I Made Yulistya Negara, ST,M.Sc IG Ngurah Satriyadi
PLASMA OZONIZER 20 W TERKENDALI SEDERHANA UNTUK PENYIMPANAN BUAH DAN SAYUR
Widdi Usada, dkk. ISSN 0216 3128 39 PLASMA OZONIZER 20 W TERKENDALI SEDERHANA UNTUK PENYIMPANAN BUAH DAN SAYUR Widdi Usada, Suryadi, Agus Purwadi,Isyuniarto dan Mintolo P3TM BATAN ABSTRAK PLASMA OZONIZER
