KATA PENGANTAR. Om Swastyastu,
|
|
|
- Ade Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA 2012
2 i KATA PENGANTAR Om Swastyastu, Puja pangastuti angayubagia saya haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, atas asung kertha wara nugraha-nya, penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2011 telah dapat diselesaikan tepat waktu, untuk disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana dalam rangka memenuhi ketentuan pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas pembantuan. Untuk itu, setiap pemerintah daerah harus dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan yang diberikan, baik urusan wajib maupun urusan pilihan berdasarkan asas-asas kepemerintahan yang baik dalam rangka mewujudkan good governance dan clean goverment. Sejalan dengan hal tersebut, maka pelaksanaan pembangunan daerah harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 16 Pebruari 2011 kami telah dilantik sebagai pasangan Bupati/Wakil Bupati Jembrana untuk masa bakti Selanjutnya, berbagai program pembangunan selama lima tahun kedepan telah dirumuskan sesuai Visi dan Misi kami sebagai Kepala Daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Jembrana yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana tahun
3 ii Penyusunan LKPJ Bupati Jembrana Tahun 2011 telah mengacu pada ketentuan PP Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat dan memuat gambaran penyelenggaraan berbagai Program dan Kegiatan selama tahun 2011 secara jelas dan terukur. Segala apa yang telah dicapai pada tahun 2011 ini, merupakan pencapaian awal dari target dan sasaran pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana Tahun Tentunya hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pembangunan ditahun-tahun berikutnya. Secara umum laporan ini memuat dasar hukum, kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah, kebijakan pemerintah daerah, penyelenggaraan urusan wajib dan urusan pilihan, penyelenggaraan tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan Kabupaten Jembrana, di mana pelaksanaan masing-masing urusan dijelaskan menurut program dan kegiatan, jumlah anggaran dan realisasi, serta permasalahan dan solusi yang secara keseluruhan diuraikan berdasarkan data dan kenyataan yang ada. Semoga Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2011 ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jembrana dalam rangka memberikan pandangan, catatan maupun saran untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Jembrana pada tahun-tahun berikutnya. Om Santhi, Santhi, Santhi, Om. Negara, 27 Pebruari 2011 BUPATI JEMBRANA I PUTU ARTHA
4 Daftar Isi iii Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel BAB I BAB II BAB III BAB IV DAFTAR ISI PENDAHULUAN A. Dasar Hukum... B. Gambaran Umum Daerah Kondisi Geografis Daerah Gambaran Umum Demografis Kondisi Ekonomi... a. Potensi Unggulan Daerah... b. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB... c. Index Pembangunan Manusia (IPM)... KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH A. Visi dan Misi... B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah... C. Prioritas Daerah... KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH A. Pengelolaan Pendapatan Daerah Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah Target dan Realisasi Pendapatan Daerah... B. Pengelolaan Belanja Daerah Kebijakan Umum Keuangan Daerah Target Dan Realisasi Belanja... PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH A. Prioritas Urusan Wajib Yang Dilaksanakan Pendidikan Kesehatan Lingkungan Hidup Pekerjaan umum Penataan Ruang Perencanaan Pembangunan Perumahan Kepemudaan dan Olah Raga Penanaman Modal Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kependudukan dan Catatan Sipil Ketenagakerjaan Ketahanan Pangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera... i iii v
5 Daftar Isi iv BAB V BAB VI 16. Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pertanahan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sosial Kebudayaan Statistik Kearsipan Perpustakaan... B. Prioritas Urusan Pilihan Yang Dilaksanakan Kelautan danperikanan Pertanian Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Pariwisata Industri Perdagangan Ketransmigrasian... PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN (TP) A. Tugas Pembantuan Yang Diterima... B. Tugas Pembantuan yang Diberikan... TUGAS UMUM PEMERINTAHAN A. Kerjasama Antar Daerah... B. Kerjasama Dengan Pihak Ketiga... C. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Di Daerah... D. Pembinaan Batas Wilayah... E. Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana... F. Pengelolaan Kawasan Khusus... G. Penyelenggaraan Ketenteraman Dan Ketertiban Umum BAB VII PENUTUP
6 Daftar Tabel v DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.1 Luas Wilayah Kabupaten/Kota se-provinsi Bali Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Jembrana tahun Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Jembrana Komposisi Penduduk Kabupaten Jembrana Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun Jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Jembrana Tahun Struktur Usia Penduduk Kabupaten Jembrana Tahun Luas Lahan Kabupaten Jembrana Menurut Pengunaannya Produksi Padi di Kabupaten Jembrana Produksi Semangka di Kabupaten Jembrana Produksi Komoditas Perkebunan di Kabupaten Jembrana Populasi Ternak di Kabupaten Jembrana Produksi Perikanan di Kabupaten Jembrana Perkembangan Jumlah Industri Kecil Rumah Tangga Perkembangan Unit Usaha, Tenaga Kerja dan Investasi Sektor Industri Jumlah (Formal dan Nonformal) Perkembangan Perdagangan Dan Penyerapan Tenaga Kerja Objek Daya Tarik Wisata Khusus (ODTWK) Daftar Objek Wisata Di Kabupaten Jembrana Kunjungan Wisatawan di Kab. Jembrana Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Jembrana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Jembrana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan PDRB Perkapita Kabupaten Jembrana Atas Dasar Harga Konstan Dan Atas Dasar Harga Berlaku Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat IPM tingkat Provinsi dan Nasional Tabel 3.1 Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Target dan Realisasi Dana Perimbangan Target dan Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Target dan Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) Target dan Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Target dan Realisasi Dana Penyesuaian Target dan Realisasi Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Target dan Realisasi Belanja Daerah... 44
7 Daftar Tabel vi 3.10 Realisasi Silpa Ringkasan Perhitungan APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun Tabel 4.1 Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Urusan Wajib dan Pilihan Anggaran dan Realisasi Belanja Per-Urusan Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pendidikan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Tahun Capaian Angka Partisipasi APK, Angka Partisipasi Murni dan DO (APM) SD/SDLB/Mi Angka Partisipasi APK dan angka Partisipasi Murni dan DO (APM) SMP/MTs Capaian APK/APM SMA/SMK/MA Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D Alokasi dan Realisasi Anggaran Kantor Diklat Tahun Capaian Standar Pelayanan Minimal Urusan Kesehatan Tahun Anggaran Urusan Kesehatan Yang Dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Tahun Hasil Pengawasan Kualitas Air Cakupan KK yang memiliki Jamban Keluarga Cakupan Tempat Pengelolaan Sampah Cakupan TempatPembuangan Air Limbah Cakupan KK yang memiliki Rumah Hasil Pengawasan dan Pembinaan Tempat-Tempat Umum Hasil Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan dan Minuman Hasil Inventarisasi Pengawasan dan Klasifikasi Jasa Boga Hasil Inventarisasi Pengawasan Lokasi Makanan Jajanan/TPM Hasil Pengambilan sample Air, Makanan, 77 Minuman dan Usap Dubur Kegiatan survey PHBS Hasil survey PHBS Capaian Indikator Kinerja Program Kesehatan Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran UPT JKJ Tabel Realisasi Capaian JKBM Dalam Tahun Data Pegawai berdasarkan Pangkat dan Golongan RSU Negara Data Pegawai berdasarkan jumlah dan Kualifikasi Pendidikan Data Pejabat Struktural dan Kualifikasi Pendidikan Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja RSU Negara Alokasi dan Realisasi Anggaran RSU Negara Tahun Pendapatan RSU Negara Hasil Kegiatan RSU Negara
8 Daftar Tabel vii 4.34 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Lingkungan Hidup Tahun Sarana Prasarana Persampahan Volume Penanganan Sampah di Kabupaten Jembrana Nama Taman dan Hutan Kota yang ada di Kabupaten Jembrana Kebutuhan Tenaga di KLHKP Kabupaten Jembrana Kebutuhan Prasarana dan Sarana Persampahan Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pekerjaan Umum Tahun Panjang Jalan Menurut Status di Kabupaten Jembrana Panjang Jalan Kabupaten Dalam Kondisi Baik Panjang Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Tata Ruang Pada Dinas Pekerjaan Umum Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Tata Ruang pada Bappeda dan Penanaman Modal Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perencanaan Pembangunan Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perumahan Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kepemudaan dan Olahraga Tahun Kontingen Jembrana yang mengikuti Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi Tahun Hasil Perolehan Medali Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi Tahun Peringkat Perolehan Medali Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi Tahun Alokasi dan realisasi anggaran urusan Penanaman Modal Tahun Alokasi dan Reaalisasi Anggaran Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun Perkembangan Koperasi di Jembrana Data Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Formal) Kabupaten Jembrana Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun Standar Pelayanan Minimal Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Hasil pelaksanaan perekaman (enrollment) e-ktp Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Ketenagakerjaan Tahun Perkembangan Upah Minimum Kabupaten Jembrana Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Ketahanan Pangan Tahun
9 Daftar Tabel viii 4.62 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun Data Kelompok Perempuan Di Kabupaten Jembrana Capaian Kinerja Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Anggaran Penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana Dan Keluarga Sejahtera Tahun Hasil Pelaksanaan Lomba-Lomba Keluarga Berencana Tahun Prevalensi Jumlah Peserta KB di Kabupaten Jembrana Data Perkembangan Penggunaan Alat Kontrasepsi Data kelompok-kelompok KB Alokasi Anggaran Urusan Perhubungan Tahun Capaian Indikator Kinerja Program Bidang Perhubungan Persentase Realisasi Uji Kendaraan Bermotor Alokasi Anggaran Urusan Komunikasi dan 197 Informatika Tahun Capaian Indikator Kinerja Urusan Komunikasi dan Informatika Capaian Program Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah daerah Frekuensi sosialisasi pembangunan dan kebijakan Pemkab Pemeliharaan Jaringan Internet (J-Net) Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pertanahan Tahun Alih Fungsi Lahan Di Kabupaten Jembrana Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri Alokasi dan Realisasi Anggaran Penyusunan LPPD dan LKPJ Alokasi dan Realisasi Anggaran Penataan Peraturan Perundang-Undangan Alokasi dan Realisasi Anggaran Inspektorat Daerah Tahun Hasil Kegiatan Pemeriksaan Reguler Tahun Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Reguler Tahun Hasil Kegiatan GDN Tahun Hasil Kegiatan Monev Tahun Nilai Aset Pemerintah Kabupaten Jembrana Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran program Pendapatan Daerah Alokasi dan Realisasi Anggaran Administrasi Keuangan Daerah Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Penataan Organisasi Perubahan Organisasi (SKPD) Pemkab Jembrana Alokasi dan Realisasi Anggaran Kepegawaian Tahun Jumlah Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kabupaten Jembrana Tahun Jumlah Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kabupaten Jembrana Menurut Tingkat Pendidikan
10 Daftar Tabel ix 4.96 Jumlah PNS Menurut Golongan Tahun Jumlah Pejabat Struktural Jumlah Pejabat Fungsional Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Perkembangan Pokmas di Kabupaten Jembrana Hasil Pelaksanaan Gotong Royong Masyarakat Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Musdes Angka Kemiskinan Kabupaten Jembrana Klasifikasi Posyandu di Kabupaten Jembrana Perkembangan Tertib Administrasi Desa/Kelurahan Perkembangan Alokasi ADD dan Bagi Hasil Pajak Jumlah BUMDes di Kabupaten Jembrana Alokasi dan Realisasi Program/Kegiatan Urusan Sosial Tahun Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Urusan Sosial Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kebudayaan Tahun Perolehan Kejuaraan Masing-Masing Kecamatan UDG Kabupaten Jembrana Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Statistik Tahun Alokasi dan realisasi Anggaran Urusan Kearsipan Tahun Sarana dan Prasarana Urusan Kearsipan Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perpustakaan Tahun Capaian Kinerja Pelayanan Perpustakaan Daerah Sarana dan Prasana Urusan Perpustakaan Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kelautan dan Perikanan Tahun Produksi Sektor Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Jembrana (dalam Kg) Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pertanian Tahun Perkembangan Komoditas Padi Perkembangan Populasi Ternak Produksi Komoditas Perkebunan Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kehutanan Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pariwisata Tahun Alokasi dan Realsiasi Anggaran Urusan Industri Tahun Perkembangan Jumlah Industri di Jembrana Industri Kecil Rumah Tangga Data Perkembangan Industri Menengah Dasar Perkrembangan Unit Usaha, Penyerapan Tenaga Kerja dan Investasi Sektor Industri Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perdagangan Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Transmigrasi Tahun
11 Daftar Tabel x Tabel 5.1 Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Tanaman Pangan Tahun Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Perkebunan Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pelaksana TP pada Dinas Kesehatan dan Kesos Jumlah Pegawai Berdasarkan Pangkat/Golongan Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural Tabel 6.1 Kegiatan Patroli Gangguan Trantibum dan Penegakan PERDA Tahun Data Pelanggaran PERDA di Kabupaten JembranaTahun Penagggulangan Musibah Kebakaran di Kabupaten Jembrana Tahun Alokasi dan Realsiasi Anggaran Satuan Polisi Pamong Praja Tahun
12 Bab I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang- Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, mengamanatkan bahwa pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu, melalui otonomi yang luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejalan dengan penyelenggaraan otonomi daerah maka pelaksanaan pembangunan daerah harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah telah disusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jembrana tahun yang telah disahkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 13 Tahun 2006 yang dijabarkan lebih lanjut kedalam perencanaan lima tahunan berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tahun 2011 merupakan tahun awal bagi kepemimpinan I Putu Artha, SE., MM dan I Made Kembang Hartawan, SE., MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jembrana periode Dengan demikian LPPD tahun 2011 merupakan capaian awal dari target dan sasaran pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana Tahun , yang nantinya akan dijadikan tolok ukur perbaikan penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun kedepan.
13 Bab I Pendahuluan 2 Penyelenggaraan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Jembrana Tahun 2011 dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2011 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2011, dan telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 10 tahun 2011 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana tahun Berdasarkan pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dinyatakan bahwa Kepala Daerah mempunyai kewajiban untuk menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepada DPRD, serta menginformasikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. Dalam rangka memenuhi kewajiban konstitusional tersebut, maka setiap akhir tahun anggaran disusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jembrana yang menggambarkan perkembangan pelaksanaan pembangunan disuatu daerah, dimana didalamnya tertuang Visi, Misi, maupun strategi dan arah kebijakan suatu daerah yang dijabarkan dalam berbagai program dan kegiatan yang terukur sesuai urusan yang dilaksanakan. LKPJ disampaikan kepada DPRD Kabupaten Jembrana dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah sehingga adanya check and balances yang lebih seimbang antara DPRD dan Pemerintah Daerah. A. DASAR HUKUM Selanjutnya untuk memberikan dasar pijakan yang jelas, Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2011 ini mengacu dan berpedoman pada landasan hukum sebagai berikut : 1) Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur ;
14 Bab I Pendahuluan 3 2) Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara 3851); 3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ; 4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 5) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 6) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ; 7) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ; 8) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 Tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137) ; 9) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578) ; 10) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung
15 Bab I Pendahuluan 4 Jawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Masyarakat; 11) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah, Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) ; 12) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah ; 13) Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jembrana Tahun ; 14) Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jembrana ; 15) Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana ; 16) Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2011, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran ) Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana tahun ; 18) Peraturan Bupati Jembrana Nomor 19 tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jembrana Tahun 2011 ; 19) Peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2010 Tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 34 tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2010.
16 Bab I Pendahuluan 5 B. GAMBARAN UMUM DAERAH 1. Kondisi Geografis Daerah Kabupaten Jembrana sebagai salah satu dari 9 (sembilan) Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bali, secara geografis terletak di ujung barat Pulau Bali membujur dari barat ke timur tepatnya terletak pada posisi 8 o o Lintang Selatan dan 114 o o Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Jembrana secara keseluruhan seluas 841,80 Km2 atau sebesar 14,93% dari luas Pulau Bali yang terbagi menjadi lima Kecamatan yaitu Kecamatan Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan. Batas-batas wilayah Kabupaten Jembrana adalah: a. Sebelah Utara adalah Pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Buleleng b. Sebelah Timur adalah Kabupaten Tabanan c. Sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia. d. Sebelah Barat adalah Selat Bali Relief dan Topografi Daerah Jembrana digambarkan dengan membentangnya pegunungan disebelah utara yang memanjang dari Barat ke Timar. Diantara pegunungan tersebut terdapat beberapa gunung antara lain Gunung Merbuk (1386 m), Gunung Mesehe (1300 m), Gunung Klatakan (698 m), Gunung Musi (1224 m), dan Gunung Patas (1414 m) serta beberapa Gunung lainnya. Dari gunung-gunung tersebut tidak terdapat gunung berapi. Secara geografis Kabupaten Jembrana merupakan pintu masuk maupun keluar pulau Bali, melalui pelabuhan Gilimanuk, angkutan barang, wisata, penumpang umum dan jasa dari Pulau Jawa akan melewati Kab. Jembrana menuju ke Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Karangasem di sebelah Utara, dan angkutan menuju Kabupaten Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar dan Kab. Klungkung di bagian selatan dan selanjutnya menuju penyeberangan Padang Bai dengan tujuan Propinsi NTB. Dengan demikian Jembrana merupakan jalur
17 Bab I Pendahuluan 6 penghubung utama segala aktivitas antar kota-kota di pulau Jawa dengan pulau Bali, NTB dan NTT melalui jalur darat. Tabel 1.1 Luas Wilayah Kabupaten/Kota se-provinsi Bali No. Luas Wilayah Km2 % 1 Jembrana 84,180 14,93 2 Buleleng 1.365,88 24,23 3 Karangasem 839,54 14,89 4 Tabanan 839,33 14,89 5 Bangli 520,81 9,24 6 Badung 418,52 7,42 7 Gianyar 368,00 6,53 8 Klungkung 315,00 5,59 9 Kota Denpasar 127,78 2,27 Porvinsi Bali 5.636,66 100,00 L UAS WIL AY AH P R OVINS I B AL I Jembrana K arangas em B angli Gianyar K ota Denpas ar 7,42% 9,24% 6,53% 5,59% 2,27% 14,89% 14,89% B uleleng Tabanan B adung K lungkung 14,93% 24,23% Dengan luasan daerah yang demikian merupakan potensi yang sangat baik khususnya disektor pertanian maupun sektor-sektor lain seperti perkebunan, perikanan, industri maupun perdagangan. Dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana yang terluas adalah Kecamatan Mendoyo dengan rincian luas masing-masing Kecamatan, yaitu sebagai berikut : L UAS L UAS WIL AYAH P E R P ekutatan K E C AMAT AN Melaya 15,40% 23,42% a. Kecamatan Melaya seluas 197,19 km 2 b. Kecamatan Negara seluas 126,50 km 2 Mendoyo 34,98% J embrana 11,16% Negara 15,03% c. Kecamatan Mendoyo seluas 294,49 km 2 d. Kecamatan Pekutatan seluas 129,65 km 2 e. Kecamatan Jembrana seluas 93,97 km 2 Total Luas 841,80 km 2
18 Bab I Pendahuluan 7 2. Gambaran Umum Demografi Kecamatan, Secara administrasi Kabupaten Jembrana dibagi atas 5 (lima) wilayah 51 Desa/Kelurahan dengan 207 Banjar (Dusun) dan 43 Lingkungan. Di samping Desa dinas, Kabupaten Jembrana juga memiliki Desa Pekraman sebanyak 64 buah dengan Banjar Adat sebanyak 281 buah. Tabel 1.2 Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Jembrana tahun 2011 No. Pembagian Wilayah Administrasi Jumlah 1 Jumlah Kecamatan 5 2 Jumlah Desa/Kelurahan 41/10 3 Jumlah Dusun/Lingkungan 207/43 4 Jumlah Desa Adat ( Desa Pakraman ) 64 5 Jumlah Banjar Adat Jumlah Rumah Tangga/KK Jumlah Penduduk Kepadatan Per Km2 370,12 org/km2 8 Luas Wilayah 841,80 Km2 9 Perbandingan Laki : Perempuan ( Sex ratio) 99,81 Jumlah penduduk Kabupaten Jembrana hasil survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2006 adalah jiwa terdiri dari laki-laki jiwa, Perempuan jiwa. Sedangkan pada akhir tahun 2011 berdasarkan laporan kepedudukan database SIAK per 31 Desember 2011, jumlah penduduk Kabupaten Jembrana adalah sebesar jiwa terdiri dari laki-laki jiwa, perempuan Jiwa meningkat sebesar 1,21% dibandingkan tahun Tabel 1.3 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Jembrana No Tahun Jumlah Penduduk Kenaikan % , , , , , , , , , ,21 Data SIAK Kab.Jembrana per 31 Desember 2011
19 Bab I Pendahuluan 8 Perbandingan penduduk laki-laki dengan perempuan (Sex Ratio) di Kabupaten Jembrana pada akhir tahun 2011 mencapai 99,81% yang berarti bahwa setiap 998 orang laki-laki bisa dipasangkan dengan 1000 orang perempuan atau perbandingan hampir 1 berbanding 1, sebagaimana terlihat pada tabel berikut : Tabel 1.4 Komposisi Penduduk Kabupaten Jembrana Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2011 No KECAMATAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % 1 NEGARA ,95 2 MENDOYO ,85 3 PEKUTATAN ,34 4 MELAYA ,26 5 JEMBRANA ,55 TOTAL ,81 Data SIAK per 31 Desember 2011 Angka sex ratio diatas 100% (perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki) terdapat di dua kecamatan yaitu (di Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya) sedangkan Kecamatan Mendoyo, Pekutatan dan Jembrana memiliki angka sex ratio dibawah seratus. Tabel 1.5 Jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Jembrana Tahun 2011 No KECAMATAN JUMLAH KK 1 NEGARA MENDOYO PEKUTATAN MELAYA JEMBRANA TOTAL Data SIAK per 31 Desember 2011 Kepadatan penduduk dapat dilihat melalui beberapa batasan, diantaranya adalah kepadatan yang dipandang melalui batasan wilayah (kepadatan perluasan wilayah) dan kepadatan pada scope yang lebih kecil yaitu pada batasan rumah tangga. Wilayah Kabupaten Jembrana seluas 841,80 km2 sehingga kepadatan penduduk Kabupaten Jembrana perluas wilayah adalah sebesar 370,13 jiwa/km2. Jumlah penduduk tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Negara yang mencapai
20 Bab I Pendahuluan 9 28,64 % dengan kepadatan 705,33 orang/km2 atau hampir dua kali lipat kepadatan kabupaten, sedangkan jumlah penduduk terendah ada di Kecamatan Pekutatan hanya 9,87 % dengan kepadatan 237,24 orang/km2. Sedangkan kepadatan yang diperoleh dengan membandingkan jumlah penduduk dengan banyaknya rumah tangga diperoleh gambaran bahwa jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Jembrana pada akhir tahun 2011 sebanyak KK sehingga dengan jumlah penduduk sebesar jiwa, dalam satu keluarga rata-rata terdiri dari 3 orang s/d 4 orang anggota keluarga. Tabel 1.6 Struktur Usia Penduduk Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Struktur Usia Laki-Laki Perempuan Jumlah > Jumlah Sumber data : SIAK Kabupaten Jembrana per 31 Desember 2011 Dilihat dari tabel diatas, jumlah penduduk usia produktif di Kabupaten Jembrana pada usia 16 s/d mencapai 64 tahun cukup tinggi sebanyak orang 61,82%, dan ini merupakan potensi Sumber Daya Manusia untuk pembangunan di Kabupaten Jembrana sehingga memerlukan pengelolaan yang baik agar betul-betul mejadi sumber daya yang produktif dan bermanfaat bagi pembangunan khususnya di Kabupaten Jembrana.
21 Bab I Pendahuluan Kondisi Ekonomi a. Potensi Unggulan Daerah Pertanian Pertanian di Kabupaten Jembrana merupakan sektor yang masih mendominasi struktur ekonomi Kabupaten Jembrana dan secara umum Kabupaten Jembrana merupakan wilayah penghasil tanaman pangan dengan berbagai komoditas unggul serta penghasil tanaman hortikultura dengan kualitas eksport sehingga memiliki potensi sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Untuk itu sektor pertanian terus dikembangkan sesuai dengan kondisi geografis serta memperhatikan jaringan irigasi di masing-masing wilayah. Tabel 1.7 Luas Lahan Kabupaten Jembrana Menurut Pengunaannya Kecamatan/District Penggunaan Lahan (Land Utilization) Melaya Negara Jembrana Mendoyo Pekutatan Jumlah (Ha) A Lahan Sawah/Paddy Wet Field Pengairan Teknis Pengairan Setengah Teknis Pengairan Sederhana Pengairan Tradisional Tadah Hujan Pasang Surut Lebak Polder dan Lainnya B Lahan Pertanian Bukan Sawah Tegal/Kebun Ladang/Huma Perkebunan Hutan Rakyat Tambak Kolam/Tebat/Empang Padang Penggembalaan/Rumput usahakan Sementara Tidak Diusahakan Lain-Lain C Lahan Bukan Pertanian Rumah/Bangunan dan Halaman, Rawa Hutan Negara Rawa-Rawa Lainnya JUMLAH Sumber : Jembrana dalam angka 2011-BPS Kab.Jembrana
22 Bab I Pendahuluan 11 Pertanian dalam arti luas sebagai sektor yang mendominasi struktur ekonomi memerlukan upaya-upaya yang lebih intensif guna mempertahankan produksi pertanian melalui pola intensifikasi untuk mencapai predikat swasembada pangan khususnya beras. Hal ini didukung oleh luasan areal yang potensial untuk pengembangan komoditas pertanian seluas Ha atau 38,85 % dari luas wilayah Kabupaten ( Ha) terdiri dari lahan sawah Ha dan lahan pertanian Non-sawah seluas Ha. Adapun komoditas tanaman pangan yang merupakan kebutuhan utama yang sangat potensial dikembangkan di Kabupaten Jembrana terdiri dari padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar dan ubi kayu. Tabel 1.8 Produksi Padi di Kabupaten Jembrana Tahun Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton) ,854 9, , ,449 9, , ,380 9, , , , , , , ,45 Selain itu, komoditas hortikultura juga dikembangkan yang terdiri dari komoditas sayuran dan buah-buahan semusim, buah-buahan dan sayuran tahunan, biofarmaka (tanaman obat) dan tanaman hias. Untuk jenis komoditas hortikultura tanaman semangka merupakan tanaman unggulan hortikultura di Kabupaten Jembrana yang setiap tahun terus dikembangkan dan telah mampu memenuhi kebutuhan lokal, regional dan nasional. Tabel 1.9 Produksi Semangka di Kabupaten Jembrana Tahun Luas Tanam (ha) Luas Panen (ha) Rata2 Produksi (Kw/ha) Produksi (Ton) , , , , , ,
23 Bab I Pendahuluan 12 Pengembangan komoditas sektor perkebunan unggulan di Kabupaten Jembrana adalah Komoditi Kakao. Selain itu terdapat beberapa jenis tanaman yang juga dibina dan dikembangkan antara lain Kelapa Dalam, Kelapa Genjah, Kopi Robusta, Cengkeh, Panili. Tabel 1.10 Produksi Komoditas Perkebunan di Kabupaten Jembrana No. Komoditas Produksi (TON) Kakao 3.260, , , , , ,38 2. Kelapa Dalam , , , , , ,32 3. Kelapa Genjah 182,99 152,95 201,96 209,93 209,93 295,99 4. Kopi Robusta 264,40 274,02 265,01 278,60 278,60 267,41 5. Cengkeh 462,45 937,32 920,14 648,37 648,37 75, Panili 3,42 8,73 8,41 10,48 10,48 40,19 Peternakan merupakan satu subsektor pertanian yang banyak dikerjakan oleh penduduk dikabupaten Jembrana meliputi ternak Sapi, kerbau, babi, kambing, Kuda,unggas dan lainnya. Daerah potensial sebagai kawasan peternakan di Kabupaten Jembrana berkisar km2 atau sekitar 44,94% dari luas Wilayah Kabupaten Jembrana. Tabel 1.11 Populasi Ternak di Kabupaten Jembrana No. Jenis Ternak Populasi Ternak (Ekor) Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Babi Ayam Pedaging Ayam Petelur Ayam Buras Itik Aneka Ternak Perikanan Potensi Perikanan di Kabupaten Jembrana cukup besar mengingat Kabupaten Jembrana memiliki pantai yang cukup luas dan sebagian besar masyarakat pesisir
24 Bab I Pendahuluan 13 pantai berprofesi sebagai nelayan. Kabupaten Jembrana memiliki garis pantai sebagai wilayah pesisir sepanjang 83 kilometer terbentang dari Desa Pengeragoan sampai di Kelurahan Gilimanuk. Sedangkan luas wilayah laut yang menjadi tanggung jawab pengelolaan diperkirakan luasnya mencapai 604,24 kilometer persegi. Dari 51 Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Jembrana, 24 desa diantaranya merupakan desa pesisir menjadi binaan bidang perikanan dan kelautan karena sebagian penduduknya bermata-pencaharian sebagai nelayan, petani ikan, pedagang dan pengolah ikan. Potensi perikanan budidaya yang ada di Kabupaten Jembrana terdiri dari budidaya laut, budidaya air payau dan budidaya air tawar dengan perkembangan produksi sebagai berikut : No Tahun Tabel 1.12 Produksi Perikanan di Kabupaten Jembrana Perikanan Laut (Kg) Perikanan Darat (Kg) Kolam Budiday Perairan Kolam Air Penangkapan Tambak Air a Umum Tenang Deras Salura n Irigasi Mina Padi Jumlah Industri Dengan kebijakan pengembangan industri kecil dan menengah melalui pemberian kemudahan dalam akses produksi, distribusi dan pemasaran dengan program pembinaan dan pengembangan industri. Area industrialisasi di Kabupaten Jembrana masih terbuka bagi investor, kondisi tersebut dapat ditunjukan adanya kawasan industri yang berkembang di Pengambengan, sektor industri yang berpotensi untuk dikembangkan adalah industri perikanan dan kerajinan, selain industri tersebut pengembangan industri agrobisnis di Kabupaten Jembrana menunjukan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.
25 Bab I Pendahuluan 14 Tabel 1.13 Perkembangan Jumlah Industri Kecil Rumah Tangga NO TAHUN UNIT USAHA TENAGA KERJA (Orang) INVESTASI (Rp.MIL) Tabel 1.14 Perkembangan Unit Usaha, Tenaga Kerja dan Investasi Sektor Industri Tahun Jumlah Naik / Turun Jumlah Naik / Turun Nilai Investasi Naik / Turun Unit Tenaga (Rp.) usaha Jumlah % Kerja Jumlah % Jumlah % ,813 10,006 30,542,764, ,469 (1,344.00) (27.924) 10, ,170,009,000 2,627,245, ,325 1, ,038 1, ,976,276,000 4,806,267, , , ,117,128,000 5,140,852, , , ,432,296,000 13,315,168, , , ,315,886,000 3,883,590, , , ,582,721,000 1,266,835, Rata-rata ,173,326, Pembangunan sektor Industri Kabupaten Jembrana senantiasa diarahkan dan disesuaikan dengan kebijakan pembangunan umum Kabupaten Jembrana maupun kebijakan pembangunan industri nasional sehingga terjadi sinergi dalam mewujudkan tujuan pembangunan ekonomi dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kebijakan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memajukan pembangunan sektor industri adalah mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha produktif di masyarakat, termasuk usaha industri yang mengolah hasilhasil pertanian dalam arti luas dengan penumbuhan dan pengembangan industri kecil maupun menengah. Perdagangan Sektor Perdagangan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi paling besar dalam perekonomian baik secara nasional maupun di daerah. Tantangan yang semakin besar disektor pertanian dengan semakin sempitnya lahan, sebagian besar masyarakat cenderung memilih sektor perdagangan untuk sumber ekonomi. Hal ini sangat didukung dengan semakin
26 Bab I Pendahuluan 15 berkembangnya sarana dan prasarana dan infrastruktur wilayah, kemajuan teknologi, jumlah penduduk yang semakin meningkat dengan mobilitas semakin tinggi sangat mendukung untuk pengembangan sektor perdagangan. yang Semakin berkembangnya sektor perdagangan di Kabupaten Jembrana dapat dilihat dari perkembangan jumlah pedagang yang seiring dengan penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat dari tahun ketahun. Perkembangan perekonomian khususnya perubahan pola konsumsi masyarakat juga membuat struktur ekonomi sedikit demi sedikit bergeser dari primer kearah tersier. Hal ini tampak jelas dari kontribusi masing-masing sektor dalam membentuk PDRB Jembrana. Sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mempunyai keterkaitan dengan pola konsumsi masyarakat mempunyai kontribusi yang lambat laun menyamai sektor pertanian dimana sektor perdagangan hanya terpaut sedikit dengan sektor pertanian. sebesar Sampai dengan tahun 2011 jumlah pedagang formal/non formal meningkat 1,68% dibandingkan tahun 2010, dengan penyerapan tenaga kerja meningkat sebesar 3,17%. Tabel 1.15 Jumlah (Formal dan Nonformal) Perkembangan Perdagangan Dan Penyerapan Tenaga Kerja NO TAHUN JUMLAH PEDAGANG PENYERAPAN TENAGA KERJA FORMAL NON FORMAL FORMAL NON FORMAL ,179 6,043 6,947 8, ,328 6,285 7,395 9, ,536 6,504 8,075 9, ,720 6,727 8,649 10, Pengembangan sektor perdagangan khususnya perdagangan dalam negeri bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa dalam rangka menunjang peningkatan produksi dan daya saing, menjaga stabilitas harga diarahkan pada tingkat yang wajar bagi produsen dan terjangkau oleh masyarakat.
27 Bab I Pendahuluan 16 Pariwisata Objek dan daya tarik pariwisata di Kabupaten Jembrana yang dapat menarik pangsa pasar sebenarnya cukup banyak, namun belum optimal dikembangkan. Keindahan alam dan pantai yang masih alami, Taman Nasional Bali Barat, bangunan-bangunan yang suci dan berbagai atraksi budaya yang dapat dijumpai diseluruh wilayah Kabupaten Jembrana merupakan potensi yang cukup besar bagi perkembangan wisata di Kabupaten ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi Kabupaten Jembrana memang sangat kecil, namun demikian Kabupaten Jembrana mempunyai berbagai objek daya tarik wisata yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat antara lain sebagai berikut : Tabel 1.16 Objek Daya Tarik Wisata Khusus (ODTWK) NO NAMA ODTWK DESA/KELURAHAN KECAMATAN 1 ODTWK Palasari Blimbing Sari Melaya Ekasari Melaya 2 ODTWK Gilimanuk Gilimanuk Melaya Tabel 1.17 Daftar Objek Wisata Di Kabupaten Jembrana NO NAMA OBYEK WISATA DESA/KELURAHAN KECAMATAN 1 Bunut Bolong Manggissari Pekutatan 2 Pantai Medewi Medewi Pekutatan 3 Delodbrawah Delodbrawah Mendoyo 4 Rambut Siwi Yeh Embang Kangin Mendoyo 5 Pantai Baluk Rening Baluk Jembrana 6 Perancak Perancak Negara 7 Pantai Candikusuma Candikusuma Melaya 8 Bendungan Palasari Ekasari Melaya 9 Teluk Gilimanuk Gilimanuk Melaya 10 Museum Manusia Purba Gilimanuk Melaya 11 Pantai Pekutatan Pekutatan Pekutatan 12 Pantai Pengeragoan Pengeragoan Pekutatan 13 Pantai Gumbrih Gumbrih Pekutatan 14 Sangkaragung Sangkaragung Jembrana 14 Rest Area Rambut Siwi Yeh Embang Kangin Mendoyo
28 Bab I Pendahuluan 17 Pembangunan Sektor Pariwisata yang ada di Kabupaten Jembrana masih relatif rendah apabila dibandingkan dengan kabupaten lain di pulau Bali. Hal ini patut dimaklumi mengingat Kabupaten Jembrana dari segi geografis cukup jauh dari pusat-pusat wisata yang sudah dikenal dan kurang fasilitas wisata yang memadai. Tabel 1.18 Kunjungan Wisatawan di Kab. Jembrana No. Tahun Wisman(orang) Wisnu(orang) Jumlah Naik/Turun % , , , , , ,99 Namun demikian pada tahun 2011 kunjungan wisatawan baik Wisatawan Mancanegara maupun Wisatawan Nusantara senantiasa mengalami peningkatan sebesar 0,99 % apabila dibandingkan dengan tahun 2010 sebagaimana terlihat pada tabel diatas. b. Pertumbuhan Ekonomi / PDRB Struktur perekonomian Kabupaten Jembrana berdasarkan indikator distribusi persentase nilai tambah bruto sektoral, meliputi 9 sektor yaitu Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas dan Air Bersih; Bangunan; Perdagangan, Hotel dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; serta Jasa-jasa. Dari ke-9 sektor tersebut dikelompokkan menjadi Sektor Primer (Pertanian, Pertambangan dan Penggalian), Sektor Sekunder (Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Bersih, Bangunan), Sektor Tersier (Perdagangan, Hotel dan Restoran, Pengangkutan dan Komunikasi, Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, serta Jasa-jasa). Pertumbuhan ekonomi ditunjukkan oleh pertumbuhan PDRB yang ukurannya terdiri dari PDRB atas dasar harga berlaku maupun harga konstan. PDRB dapat
29 Bab I Pendahuluan 18 dipakai untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu daerah, secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan produksi yang terjadi di suatu daerah. Perkembangan PDRB Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : Tabel 1.19 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Jembrana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku No Lapangan Usaha/ Industrial Origin Pertanian/Agriculture , , , , ,21 2 Penggalian/Quarrying , , , , ,84 3 Industri/Manufacturing , , , , ,61 4 Listrik dan air minum/electric city and watter supply , , , , ,73 5 Bangunan/construction , , , , , Perdagangan,hotel dan restauran/trade,hotel and restaurant , , , , ,40 Pengangkutan dan Komunikasi/transportation and communication , , , , ,18 Perbangkan & Lembaga Keuangan lainnya/ Banking and other financial ,91 8 intemediaries , , , ,19 9 Jasa- jasa /Services , , , , ,59 Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product Sumber : Jembrana dalam angka 2011-BPS Kab.Jembrana No , , , , ,38 Tabel 1.20 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Jembrana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Lapangan Usaha/ Industrial Origin Pertanian/Agriculture , , , , ,35 2 Penggalian/Quarrying 5.747, , , , ,33 3 Industri/Manufacturing , , , , ,37 4 Listrik dan air minum/electric city and watter supply , , , , ,39 5 Bangunan/construction , , , , ,77 6 Perdagangan,hotel dan restauran/trade,hotel and restaurant , , , , ,92
30 Bab I Pendahuluan 19 No Lapangan Usaha/ Industrial Origin Pengangkutan dan Komunikasi/transportation and communication , , , , ,18 Perbangkan & Lembaga Keuangan lainnya/ Banking and other financial ,71 8 intemediaries , , , ,18 9 Jasa- jasa /Services , , , , ,67 Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product Sumber : Jembrana dalam angka 2011-BPS Kab.Jembrana , , , , ,69 Berdasarkan tabel tersebut, kontribusi dibidang pertanian masih dominan menyusul bidang perdagangan, hotel serta bidang pengangkutan. Keadaan ini merupakan salah satu indikator bahwa Kabupaten Jembrana merupakan daerah agraris dan sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian dalam arti luas, namun demikian terlihat sedikit demi sedikit adanya pergeseran struktur ekonomi dimana sektor pertanian mengalami penurunan 0,16 persen. Walaupun demikian, secara umum PDRB Kabupaten Jembrana setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Rincian Description 1. Nilai Absolut /Absolute Value Tabel 1.21 PDRB Perkapita Kabupaten Jembrana Atas Dasar Harga Konstan Dan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun PDRB Perkapita Harga Berlaku GRDP Perkapita at Current Market , , , , ,38 Price (Rp.) PDRB Perkapita Harga Konstan GRDP Perkapita at Konstan Market , , , , ,33 Price (Rp.) 2. Indeks Berantai/Moving Index PDRB Perkapita Harga Berlaku GRDP Perkapita at Current Market 107,87 109,83 115,51 112,10 108,90 Price (%) PDRB Perkapita Harga Konstan GRDP Perkapita at Konstan Market Price (%) 103,32 103,90 103,88 103,68 103,55 Sumber : Jembrana dalam angka 2011-BPS Kab.Jembrana
31 Bab I Pendahuluan 20 Selisih antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk merupakan cerminan dari kenaikan taraf hidup masyarakat. Berdasarkan pada tabel diatas terlihat bahwa PDRB perkapita menunjukkan angka peningkatan yang cukup besar yaitu 8,39% dari Rp ,19 menjadi Rp ,73. Namun demikian hal ini tidak sepenuhnya mampu mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Hal ini didasari antara lain karena PDRB hanya mengacu pada aspek ekonomi sedangkan kesejahteraan mencakup aspek ekonomi maupun non-ekonomi. Selain itu, pertumbuhan PDRB yang tinggi belum tentu menjamin distribusi pendapatan relatif merata dikalangan penerima pendapatan, karena pada prakteknya tidak semua faktor produksi khusunya SDM memiliki akses yang sama untuk terlibat langsung dalam aktifitas sama. C. Indek Pembangunan Manusia (IPM) Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan suatu proses berjenjang dalam jangka panjang dan berbagai faktor sosial ekonomi memberikan andil didalamnya. Untuk membandingkan tingkat perkembangan pembangunan manusia pada setiap daerah, telah dirumuskan berbagai indikator sebagai tolok ukur pembanding pembangunan SDM. Indek Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) merupakan salah satu indikator atau alat ukur keberhasilan pembangunan disuatu daerah pada suatu waktu dan bisa digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk melihat apakah arah pembangunan yang telah dilakukan sesuai dengan yang ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut, arah pembangunan di Kabupaten Jembrana pada dasarnya telah menunjukkan hasil positif dengan terus adanya peningkatan angka IPM. IPM Kabupaten Jembrana setiap tahun mengalami peningkatan. Namun untuk peringkat IPM yang mengalami peningkatan pada tahun 2008 dari peringkat lima menjadi empat, pada tahun 2010 Kabupaten Jembrana kembali berada pada peringkat kelima dari 9 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bali.
32 Bab I Pendahuluan 21 No Kabupaten Regency Tabel 1.22 Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat IPM tingkat Provinsi dan Nasional IPM Ranking Nasional Ranking Provinsi IPM Ranking Nasional Ranking Provinsi IPM Ranking Provinsi 1 Jembrana 71, , , , Tabanan 73, , , , Badung 73, , , , Gianyar 71, , , , Kelungkung 69, , , , Bangli 69, , , , Karangasem 65, , , , Buleleng 69, , , , Denpasar 76, , , ,94 1 BALI 70, , ,92-72,28 - Sumber : Jembrana dalam angka 2011-BPS Kab.Jembrana IPM Ranking Provinsi Walaupun peringkat IPM pada tahun 2010 mengalami penurunan, namun angka IPM Kabupaten Jembrana tetap mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Dengan mengusung semangat perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tahun 2011 diharapkan peringkat IPM Kabupaten Jembrana akan mengalami peningkatan.
33 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 22 BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH A. Visi Dan Misi Daerah Sesuai dengan amanat Permendagri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah disebutkan bahwa strategi adalah langkah langkah berisikan program program indikatif untuk mewujudkan Visi dan Misi Bupati Kabupaten Jembrana Tahun Sedangkan Arah Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil pemerintah daerah untuk mencapai tujuan pembangunan daerah sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Jembrana Tahun , yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana tahun VISI Perumusan Visi Kabupaten Jembrana mencerminkan apa yang ingin dicapai, memberikan arah dan fokus strategi yang jelas, mampu menjadi perekat komponen Kabupaten Jembrana, memiliki orientasi masa depan, mampu menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dan mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi. Berdasarkan potensi permasalahan, tantangan, serta keterbatasan yang ada, maka Bupati menetapkan Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Jembrana sebagai Penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jembrana Tahun sebagai berikut: Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Jembrana melalui Peningkatan Perekonomian dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia yang Dilandasi Semangat Kebersamaan, Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat. 2. MISI Dalam mewujukan Visi Kabupaten Jembrana ditetapkan 5 (lima) buah Misi sebagai berikut:
34 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah Mewujudkan pemerintah yang bersih dan akuntabel, melalui penyelenggaraan pemerintahan yang aspiratif, partisipasif dan transparan. 2. Meningkatkan perekonomian daerah melalui optimalisasi potensi basis dan pemberdayaan masyarakat. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar lainnya. 4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana publik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. 5. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban umum dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Penjelasan dari masing-masing Misi Kabupaten Jembrana tahun adalah sebagai berikut : 1. Mewujudkan pemerintah yang bersih dan akuntabel, melalui penyelenggaraan pemerintahan yang aspiratif, partisipatif dan transparan. Pemerintahan yang bersih dan akuntabel menggambarkan bahwa setiap unsur aparatur pemerintah menyadari setiap tugas dan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat, sehingga tertanam dalam pribadi masing masing untuk bertindak jujur dan bertanggung jawab, dengan memberikan pelayanan yang profesional, yang pada akhirnya dapat mewujudkan kepuasan pada masyarakat. Aspiratif, partisipasif dan transparan, mempunyai makna bahwa pemerintah harus peka terhadap keinginan masyarakat, dan proses penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan demokratis, diikuti pelaksanaan yang transparan/terbuka. 2. Meningkatkan perekonomian daerah melalui optimalisasi potensi basis dan pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jembrana, titik utama perhatian kita adalah dengan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat dengan mengutamakan pertumbuhan sektor pertanian, perikanan
35 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 24 dan kelautan sebagai basis ekonomi masyarakat, tanpa harus meninggalkan sektor-sektor yang lain. Pemberdayaan masyarakat mempunyai makna bahwa antara pemerintah dan masyarakat terjadi suatu hubungan yang positif dalam arti bahwa masyarakat ikut berperan aktif dalam pembangunan ekonomi, sehingga masyarakat tidak hanya sebagai obyek pembangunan, namun sekaligus sebagai subyek/pelaku pembangunan. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar lainnya. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas pendidikan. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan memanfaatkan teknologi modern, serta meningkatkan aksesibilitas dalam bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar lainnya dalam menyiapkan generasi penerus yang cerdas, terampil, mandiri dan berwawasan, sehingga mampu mengahadapi perubahan serta perkembangan kemajuan zaman. 4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana publik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Tersedianya sarana dan prasarana publik baik secara kuantitas maupun kualitas yang baik, seperti prasarana jalan, jembatan, irigasi, dan lain-lainnya. Peningkatan ketersediaan infrastruktur akan dapat mempercepat proses pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas layanan masyarakat. 5. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban umum dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas di antaranya adalah terpenuhinya rasa aman, damai, dan tentram dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui penegakkan peraturan dan adanya kepastian hukum. Dengan demikian suasana kehidupan masyarakat yang saling menghargai, toleransi dan saling menjaga kerukunan diharapkan dapat terwujud.
36 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 25 B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah Kebijakan Umum merupakan kebijakan pemerintah daerah secara umum. Pernyusunan Kebijakan Umum diperlukan untuk menyelaraskan perencanaan daerah dengan potensi sumber daya yang ada, sehingga akan terwujud pembangunan yang efisien, efektif dan berhasil guna. Kebijakan umum disusun sebagai bagian dari strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran dalam mewujudkan Visi dan Misi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, layanan publik dan daya saing sebagaimana amanat otonomi daerah, serta meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam mewujudkan harmonisasi kehidupan serta mewujudkan supremasi hukum dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kebijakan merupakan pedoman pelaksanaan serta tindakan-tindakan tertentu yang mengandung persepsi dan tekanan khusus yang diperlukan dalam mencapai tujuan dan sasaran. Perumusan kebijakan tidak lepas dari penilaian keterkaitan antara visi, misi dan isu-isu strategis yang telah ditentukan. Arah kebijakan umum pembangunan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk jangka menengah merupakan acuan bagi SKPD merumuskan program SKPD dan program lintas SKPD guna mencapai kinerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dengan memperhatikan Visi dan Misi Kepala Daerah dan mencermati gambaran umum daerah, maka Pemerintah Kabupaten Jembrana perlu menetapkan arah kebijakan umum dan program pembangunan. Adapun arah kebijakan umum Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. a. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang meliputi pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui kepesertaan Kabupaten Jembrana terhadap program JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara), dengan skema pelayanan kesehatan yang lebih luas dan berkualitas, serta berlaku di seluruh rumah Sakit Pemerintah yang ada di Provinsi Bali.
37 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 26 b. Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan, lewat program bebas SPP dan biaya pendidikan, serta pemberian beasiswa secara adil dan merata bagi setiap warga masyarakat Jembrana yang berprestasi dan tidak mampu, sehingga tercipta pendidikan yang merata, terjangkau dan lebih berkualitas. 2. Peningkatan daya saing ekonomi a. Membuka peluang berusaha yang seluas-luasnya kepada setiap warga masyarakat Jembrana, lewat program UMKM, Koperasi dan usaha-usaha non formal lainnya, dengan memberikan bantuan modal tanpa anggunan dan tanpa bunga, serta menjamin ketersediaan pasar, baik pasar lokal, domestik maupun internasional. b. Membuka peluang dan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat Jembrana, lewat program padat karya, pola pemagangan serta pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri secara legal dan bertanggung jawab, lewat kerjasama antar negara/daerah dengan payung hukum yang jelas dan saling menguntungkan di bawah pengawasan Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja RI. c. Optimalisasi sumberdaya pertanian, perikanan dan peternakan, lewat program pertanian terpadu, dengan pelaku utama para petani, nelayan dan peternak tradisional, sehingga terbangun sinergi positif antara petani dengan pengusaha dan pasar serta lembaga perbankan sebagai penyedia modal. 3. Pengembangan Tata Ruang dan Lingkungan Lestari a. Pengembangan infrastruktur, diantaranya pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, dan irigasi seiring dengan penataan kota melalui pembangunan trotoar, ruang publik dan infrastruktur niaga dan jasa. b. Pemeliharaan lingkungan lestari, yaitu pembangunan ruang terbuka hijau, pencegahan dan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan. 4. Mewujudkan pemerintahan yang baik dan bebas korupsi a. Membebaskan PNS termasuk para guru dan perilaku politik praktis dan mengembalikan kesejatian PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten
38 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 27 Jembrana kepada fungsi kepamong-prajaan, dengan memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk berkarya dan mengembangkan karier sesuai peraturan perundang-undangan yang ada secara bertanggung jawab, berkeadilan dan terbebas dari rasa takut/ tekanan, serta menjamin kenyaman kerja para Guru pendidik di dalam melahirkan generasi-generasi yang cerdas, unggul di Kabupaten Jembrana. b. Mengajak seluruh komponen dan potensi masyarakat di Kabupaten Jembrana termasuk kaum perempuan, pemuda, mahasiswa dan pelajar, untuk bersama-sama melakukan perbaikan di segala bidang, sehingga terbangun kemandirian bagi setiap warga masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan secara bertanggung jawab dan berhasil guna, baik bagi diri sendiri, keluarga, nusa dan bangsa, berdasarkan nilai-nilai adat, budaya dan kemulyaan agama, yang didukung oleh infrastruktur yang berkualitas serta pemerintahan yang terbebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). 5. Pembangunan Politik, Hukum dan HAM a. Pembangunan politik dan kesadaran berdemokrasi, diantaranya pembinaan partai politik, dan peningkatan kesadaran masyarakat serta membangun iklim demokrasi yang sehat. b. Penegakan Hukum dan HAM, diantaranya pemberdayaan masyarakat dalam pemahaman Hukum dan HAM, penegakan peraturan, pencegahan dan penindakan KKN. c. Pemantapan legislasi daerah, diantaranya pengembangan dan penyempurnaan materi peraturan daerah, sosialisasi dan peningkatan koordinasi serta kerjasama dengan lembaga legislatif. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah. Sesuai dengan tema pembangunan tahun 2011, ekonomi daerah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi yang direncanakan sebesar 4,90 %, dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur serta dengan terjaganya stabilitas ekonomi.
39 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 28 Untuk dapat tercapainya laju pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2011 sebesar 4,90 %, maka target PDRB Kabupaten Jembrana atas dasar harga berlaku direncanakan sebesar Rp ,96 (juta). Disamping itu, seluruh sektor ekonomi harus didorong terutama dengan meningkatkan investasi, ekspor, perdagangan dan mendorong peningkatan sektor industri pengolahan, revitalisasi pertanian dan menggerakkan UMKM. Peningkatan investasi dan ekspor didorong dengan meningkatkan daya tarik investasi dengan memberikan berbagai kemudahan, mengurangi hambatan prosedur perijinan, meningkatkan kepastian hukum termasuk terhadap peraturan-peraturan daerah yang dirasakan menghambat serta diversifikasi pasar ekspor, mendorong komoditi non migas yang bernilai tambah tinggi. Daya saing industri pengolahan non migas ditingkatkan antara lain dengan pengembangan fasilitas industri hilir komoditi primer dan penggunaan produksi dalam negeri. Investasi juga akan didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UMKM pada sumber daya produktivitas. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur. Untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, maka tingkat inflasi diupayakan dapat dikendalikan sehingga tidak mencapai angka diatas 6,00 persen. Struktur perekonomian Kabupaten Jembrana masih didominasi oleh peran sektor tersier, dimana pada tahun 2011 diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Jembrana sebesar 57,48 %, yang meliputi sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, sektor keuangan dan jasa-jasa. Disamping itu sektor primer diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 26,38 %, dimana sumbangan dari sektor pertanian masih memberikan sumbangan yang terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya, sedangkan sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri, listrik, gas dan air bersih serta bangunan diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 16,14 %.
40 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 29 Kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan terus didorong. Perbaikan iklim ketenagakerjaan akan ditingkatkan dengan memberikan perhatian pada penempatan, perlindungan dan pembiayaan tenaga kerja keluar negeri. Pembangunan pertanian dan pembangunan perdesaan didorong melalui peningkatan produksi pangan, produktifitas pertanian secara luas, diversifikasi ekonomi pedesaan. Upaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin juga akan didorong oleh berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang pro rakyat miskin, memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat, serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar. Arah Kebijakan Keuangan Daerah. Menyadari akan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif kecil, maka Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mengoptimalkan penerapan pola intensifikasi maupun ektensifikasi terhadap sumber-sumber pendapatan. Demikian pula terhadap sumber-sumber pendapatan yang bersumber dari pemerintah atasan maupun pusat telah dimanfaatkan sebagai motorisator pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan pembangunan daerah. Dalam upaya meningkatkan pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang, stabilitas perekonomian adalah merupakan salah satu prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan, serta dapat memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi, oleh karenanya stabilitas ekonomi makro akan dapat dicapai apabila hubungan variabel ekonomi makro yang utama berada dalam keseimbangan, neraca pembayaran, penerimaan dan pengeluaran fiskal, serta tabungan dan investasi Perekonomian yang tidak stabil akan dapat menimbulkan biaya yang tinggi bagi perekonomian dan akan menyulitkan masyarakat, baik swasta maupun rumah tangga. Tingkat investasi yang rendah akan menurunkan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan adanya fluktuasi yang tinggi dalam pertumbuhan
41 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 30 produksi, hal ini sangat berpengaruh terhadap tenaga kerja menganggur. Inflasi yang tinggi akan merupakan beban yang sangat berat dan sangat dirasakan oleh penduduk miskin, dimana daya beli masyarakat akan semakin rendah. Mengingat pentingnya stabilitas ekonomi makro bagi kelancaran dan pencapaian sasaran Pembangunan Daerah, maka untuk menjaga stabilitas perekonomian dan mencegah timbulnya fluktuasi yang berlebihan, maka pemerintah berupaya untuk terus menciptakan dan memantapkan stabilitas ekonomi makro. Kebijakan keuangan diarahkan pada : a. Menyeimbangkan antara peningkatan alokasi anggaran dengan upaya untuk memantapkan kesinambungan anggaran melalui peningkatan penerimaan daerah untuk dapat menaikkan belanja daerah, dengan harapan penurunan defisit anggaran secara bertahap. b. Peningkatan penerimaan daerah terutama ditempuh melalui reformasi kebijakan dan administrasi perpajakan dan sumber-sumber penerimaan daerah yang sah lainnya. c. Peningkatan efektivitas dan efisiensi pengeluaran daerah ditempuh melalui mempertajam pengalokasian anggaran agar lebih terarah dan tepat sasaran. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah terutama yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), ditempuh melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi, dimana Intensifikasi diarahkan pada peningkatan penyuluhan, pendataan potensi, perubahan tarif, peningkatan SDM, perbaikan system, koordinasi dan pengadaan sarana dan prasarana yang diperlukan. Sedangkan kegiatan Ekstensifikasi diarahkan pada inovasi terhadap sumber-sumber PAD baru atau diversifikasi sumber-sumber penerimaan lainnya. Sumber Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pasal 3 huruf a UU No. 25 Tahun 1999 merupakan sumber keuangan yang digali dari dalam wilayah yang bersangkutan yang terdiri dari Hasil Pajak Daerah, Hasil Retribusi Daerah,
42 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 31 Bagian Laba Usaha milik Daerah serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Sedangkan pendapatan daerah yang diperoleh dari Dana Perimbangan terdiri dari : Bagi hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK) Bagi hasil Pajak dan Bantuan Keuangan pemerintah Propinsi/Kabupaten/ Kota. Sasaran strategi dalam pengelolaan pendapatan daerah adalah optimalisasi pendapatan daerah baik yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun Dana Perimbangan sebagai cerminan indikator kinerja pengelolaan pendapatan daerah. Arah Kebijakan Penerimaan Pembiayaan Daerah Dalam upaya memperlancar penerimaan pembiayaan daerah ditempuh dengan meningkatkan pembinaan, monitoring dan intensifikasi terhadap sasaran-sasaran kelompok yang mengelola kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif, serta melaksanakan ektensifikasi terhadap potensi yang belum dikembangkan. Arah Kebijakan Belanja Daerah Dana adalah merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses manajemen pemerintahan, oleh karena itu terhadap kegiatan-kegiatan yang diprogramkan mendapat perhatian yang serius namun bukan pada berapa jumlah atau berapa persen dana yang dialokasikan, tapi bagaimana pemanfaatan dana tersebut. Oleh karenanya langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk menjamin kualitas dan kuantitas barang maka dibuat standar satuan harga barang, dan menggunakan Standar Satuan Harga Dinamis yang diadakan perubahan setiap triwulan sesuai dengan perkembangan harga pasar. Terhadap pelaksanaan proyek/kegiatan Pemerintah Kabupaten Jembrana menerapkan pola OE (Owner Estimate), dimana anggaran yang tertuang pada APBD tidak menjadi standar mutlak, melainkan mengacu juga pada OE yang dibuat oleh Konsultan Independen. Dengan menerapkan pola OE pada kegiatan fisik, maka efisiensi dan pengawasan mutu proyek dapat dilaksanakan secara optimal.
43 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 32 Arah Kebijakan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan untuk mempertahankan harga hasil bumi pada saat panen raya khususnya pertanian, maka upaya yang ditempuh pemerintah daerah adalah dengan memberikan dana talangan kepada para petani dan mengembangkan program dana bergulir kepada kelompok-kelompok usaha yang ada dimasyarakat. C. PRIORITAS DAERAH Program prioritas diartikan sebagai penjabaran pelaksanaan Visi dan Misi yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan program dan kegiatan Bupati Jembrana 5 (lima) tahun kedepan. Penetapan program prioritas mencerminkan urgensi permasalahan yang hendak diselesaikan tanpa mengabaikan penyelesaian permasalahan lainnya. Secara umum untuk tahun prioritas pembangunan daerah sebagaimana telah dirumuskan dalam RPJMD Kabupaten Jembrana Tahun dengan mempertimbangkan subtansi program program yang sudah berjalan pada periode sebelumnya, maka disusun 5 (lima) program prioritas untuk 5 (lima) tahun kedepan sebagai berikut : 1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana melalui peningkatan derajat kesehatan dan peningkatan kualitas di bidang pendidikan. 2. Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kabupaten Jembrana melalui pembelian ruang yang lebih luas dalam berusaha lewat program UMKM, koperasi dan usaha non formal lainnya, membuka dan mendidik tenaga terampil untuk mengisi lapangan kerja dan optimalisasi sumber daya alam yang dimiliki untuk menambah nilai ekonomis. 3. Pengembangan Tata Ruang dan Lingkungan Lestari melalui peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur serta pelestarian lingkungan yang berwawasan Tri Hita Karana. 4. Mewujudkan Pemeritahan yang baik dan bebas korupsi melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Aparatur secara profesional serta mengajak segenap
44 Bab II Kebijakan Pemerintah Daerah 33 komponen masyarakat dalam melaksanakan kontrol terhadap penyelenggara pemerintahan. 5. Pembangunan Politik, Hukum dan HAM melalui pemberdayaan masyarakat terhadap pemahaman Hukum dan HAM, penegakan peraturan perundangan serta pencegahan dan penindakan KKN. Periode dalam penyusunan program pembangunan Tahun yang tertuang dalam dokumen RPJMD mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang terdiri dari 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Urusan Pemerintahan adalah fungsi fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat. Sedangkan dalam alokasi dan kebijakan penganggaran yang terkait dengan penyelenggaraan urusan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang kemudian direvisi dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.
45 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 34 BAB III KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Pengelolaan Keuangan Daerah merupakan rangkaian siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang pelaksanaannya dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan/pemeriksaan sampai dengan pertanggung jawaban yang ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2011 telah ditetapkan tepat waktu dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2011, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran A. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Untuk memantapkan stabilitas ekonomi makro, kebijakan ekonomi makro melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi dengan baik, harus didukung oleh kebijakan reformasi struktural, yang ditujukan untuik memperkuat dan memperbaiki fungsi pasar-pasar, seperti pasar modal dan uang, pasar tenaga kerja serta pasar barang dan jasa, serta sektor-sektor lainnya. Sesuai dengan pasal 157 UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan pasal 5 UU Nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pendapatan daerah terdiri atas : a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu ; (1) Hasil Pajak Daerah, (2) Hasil Retribusi Daerah, (3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan (4) Lainlain PAD yang syah. b. Dana Perimbangan. c. Lain-Lain Pendapatan daerah yang Syah.
46 35 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam rangka pelaksanaan otonomi Daerah sesuai ketentuan Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, untuk meningkatkan penerimaan Daerah, maka perlu adanya usaha untuk meningkatkan Penerimaan Daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang di pisahkan yaitu laba atas penyertaan Modal pada perusahaan Milik Daerah/BUMD serta lain-lain PAD yang sah, serta penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang merupakan penopang bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Daerah. 1. Intensifikasi dan Ektensifikasi Intensifikasi pengelolaan Pendapatan Daerah dilakukan dengan kegiatan penekanan pada peningkatan intensitas pemungutan PAD melalui pendekatan persuasif dan edukatif kepada wajib pajak dan retribusi daerah, baik dalam bentuk pemungutan pajak dan retribusi terhutang pada tahun berjalan, serta tunggakan tahun yang lalu. Sedangkan untuk meningkatkan kesadaran para wajib pajak dan retribusi mematuhi kewajibannya membayar pajak, juga telah diadakan pembinaan secara rutin oleh para petugas pungut dari Dinas teknis pengelola PAD pada saat melakukan pemungutan/penagihan pajak. Ektensifikasi pengelolaan pendapatan daerah yang sudah dilakukan dengan cara mendata obyek dan wajib pajak yang belum didata dan juga dengan melakukan pendataan ulang terhadap obyek pajak dan wajib pajak yang mengalami perubahan. Dengan melakukan pendataan tersebut diharapkan dapat mengetahui potensi PAD baik secara kuantitatif maupun kualitatif antara lain dengan cara meningkatkan serta menggali potensi Wajib Pajak yang ada di wilayah. Disamping itu sebagai bentuk ektensifikasi terhadap pendapatan daerah, pada tahun 2011 telah ditetapkan beberapa Peraturan Daerah sebagai dasar hukum Pendapatan Asli Daerah yaitu : - Perda 1 Tahun 2011 tentang Pajak Air tanah - Perda 2 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan - Perda 3 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel - Perda 4 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir
47 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 36 - Perda 5 Tahun 2011 tentang Pajak reklame - Perda 6 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanahdan Bangunan - Perda 7 Tahun 2011 tentang Pajak Sarang Burung Walet - Perda 8 Tahun 2011 tentang Pajak mineral Bukan Logam dan Batuan - Perda 12 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan - Perda 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum - Perda 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha Dalam melaksanakan pemungutan Pendapatan Asli Daerah juga telah dilakukan upaya-upaya untuk dapat mengintensifkan penerimaan daerah melalui kegiatan sebagai berikut : a. Menggali potensi yang ada dan mewujudkan Peraturan Perundang-Undangan serta kebijakan teknis di bidang Pendapatan Asli Daerah sebagai dasar hukum pemungutan; b. Mengadakan sosialisasi dan penyuluhan kepada wajib pajak / masyarakat akan pentingnya penerimaan pajak daerah untuk pembangunan Jembrana; c. Meningkatkan kemampuan sumber daya aparatur dibidang pendapatan melalui bintek secara bertahap; d. Menyiapkan/membangun/mengadakan sarana pendukung serta melakukan penggantian terhadap sarana prasarana yang melampaui umur teknis dan ekonomis secara bertahap sesuai dengan anggaran; e. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat wajib pajak dan wajib lainnya; f. Mengadakan penagihan terhadap penunggak pajak dengan melakukan penertiban obyek pajak dan obyek retribusi serta mengadakan penagihan langsung kepada subyek pajak dan subyek retribusi. Adapun jenis-jenis sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : A. Pajak Daerah terdiri dari : 1. Pajak Hotel.
48 37 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 2. Pajak Restoran. 3. Pajak Hiburan. 4. Pajak Reklame. 5. Pajak Penerangan Jalan Umum PLN. 6. Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian C. 7. Pajak Parkir. 8. Pajak Sarang Burung Walet 9. Pajak Air Tanah 10.Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) B. Retribusi Daerah terdiri dari : 1. Retribusi Pelayanan Kesehatan. 2. Retribusi Pelayanan Persampahan/kebersihan. 3. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Catatan Sipil. 4. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. 5. Retribusi Pelayanan Pasar. 6. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. 7. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 8. Retribusi Terminal. 9. Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI ). 10. Retribusi Rumah potong hewan. 11. Retribusi Penyediaan dan atau Penyedotan Kakus. 12. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. 13. Retribusi Ijin mendirikan Bangunan ( IMB ). 14. Retribusi Surat ijin usaha Jasa Kontruksi (SIUJK). 15. Retribusi Ijin Prinsip. 16. Retribusi Ijin gangguan keamanan (HO). 17. Retribusi Ijin Trayek. 18. Retribusi Ijin Pengelola Tower. 19. Retribusi Ijin usaha Perikanan. 20. Retribusi Ijin Penebangan Kayu Rakyat (IKPR).
49 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah Retribusi Ijin usaha dan Tanda Daftar usaha Pengilingan Padi, Huller dan Penyosohan Beras. 22. Retribusi Nomor Kode Tenaga Tehnik/NKTT. 23. Retribusi Ijin Kursus-kursus. 24. Retrubusi Ijin Usaha Industri. 25. Retribusi Ijin SPP Industri Rumah Tangga. C. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan yaitu bagian Laba atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik Daerah/BUMD ( PT. Bank Pembangunan Daerah Bali). D. Lain-lain PAD yang Sah terdiri dari : 1. Penerimaan Jasa Giro. 2. Bunga Deposito. 3. Lain-lain PAD. 2. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Jembrana sampai dengan tahun 2011 adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Target dan Realisasi Pendapatan Daerah REALISASI No. TAHUN TARGET (Rp) Rp. % , ,18 102,45% PENINGKATAN REALISASI , ,79 99,99% ,61 43, , ,63 103,72% ,84 17, , ,95 101,96% ,32 11, , ,17 105,17% ,22 4, , ,71 100,46% ,54 2,40 7 * , ,45 101,39% ,74 16,05 *Realisasi sebelum audit BPK Pada tahun 2011 Realisasi Pendapatan Daerah meningkat sebesar Rp ,74 atau 16,05% dibandingkan anggaran tahun sebelumnya terdiri dari kenaikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, maupun lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebagai berikut : %
50 39 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tabel 3.2 Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) REALISASI PENINGKATAN REALISASI No. TAHUN TARGET (Rp) Rp. % Rp % , ,18 94, , ,64 99, ,46 28, , ,72 108, ,08 32, , ,05 108, ,33 25, , ,41 163, ,36 59, , ,32 104, ,91 1,26 7 * , ,17 111, ,85 17,88 *Realisasi sebelum audit BPK Realisasi Pendapatan Asli Daerah Pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp ,85 atau sebesar 17,88% apabila dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya. Adanya peningkatan PAD yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2010 sejalan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka ektensifikasi maupun intensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. b. Dana Perimbangan. Penerimaan Dana Perimbangan tahun 2011 meningkat sebesar Rp ,00 atau 6,56% dibandingkan anggaran tahun 2010 yaitu sebagai berikut : No. TAHUN TARGET (Rp) Tabel 3.3 Target dan Realisasi Dana Perimbangan REALISASI KENAIKAN/PENURUNAN Rp. % Rp % , ,00 102, , ,00 100, ,00 53, , ,00 100, ,00 14, , ,00 101, ,00 12, , ,00 100, ,00 0, , ,00 100, ,00 4,02 7 * , ,00 99, ,00 6,56 *Realisasi sebelum audit BPK
51 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 40 Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dana penyesuaian sebagai berikut : b.1. Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Tabel 3.4 Target dan Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak No. TAHUN TARGET (Rp) REALISASI , ,00 103,06 KENAIKAN/PENURUNAN Rp. % Rp % , ,00 134, ,00 5, , ,00 109, ,00 22, , ,00 111, ,00 21, , ,00 108, ,00 11, , ,00 108, ,00 7,58 7 * , ,00 105, ,00-24,26 *Realisasi sebelum audit BPK Dana bagi hasil Pajak/bukan pajak pada tahun 2011 menurun sebesar Rp ,00 atau 24,26% dibandingkan anggaran tahun Hal ini disebabkan karena tahun 2011 Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah dialihkan kepada Daerah sehingga dana bagi hasil pajak/bukan pajak untuk tahun 2011 mengalami penurunan. b.2 Dana Alokasi Umum (DAU) No. TAHUN TARGET (Rp) Tabel 3.5 Target dan Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) REALISASI , ,00 100,00 KENAIKAN/PENURUNAN Rp. % Rp % , ,00 100, ,00 62, , ,00 100, ,00 9, , ,00 100, ,00 9, , ,00 100, ,00 0, , ,00 100, ,00 0,72 7 * , ,00 100, ,00 10,03 *Realisasi sebelum audit BPK
52 41 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2011 meningkat cukup signifikan yaitu sebesar Rp ,00 atau meningkat sebesar 10,03% dibandingkan anggaran tahun b.3 Dana Alokasi Khusus (DAK) Tabel 3.6 Target dan Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) REALISASI KENAIKAN/PENURUNAN No. TAHUN TARGET (Rp) Rp. % Rp % , ,00 100, , ,00 100, ,00 99, , ,00 100, ,00 68, , ,00 100, ,00 17, , ,00 100, ,00 3, , ,00 100, ,00-33,10 7 * , ,00 100, ,00 2,21 *Realisasi sebelum audit BPK Dana alokasi khusus (DAK) tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar Rp ,00 atau 2,21% dari anggaran tahun sebelumnya. Namun demikian Alokasi DAK yang diterima masih lebih kecil dari DAK yang diterima pada tahun 2007, 2008 dan 2009 dengan alokasi DAK tertinggi diterima pada tahun b.4 Dana Penyesuaian. No. TAHUN TARGET (Rp) Tabel 3.7 Target dan Realisasi Dana Penyesuaian REALISASI KENAIKAN/PENURUNAN Rp. % Rp % , ,00 96, * , ,00 95, ,00 5,28 *Realisasi sebelum audit BPK Pada tahun 2011 terdapat dana penyesuaian pada APBD Kabupaten Jembrana mengalami peningkatan sebesar ,00 atau sebesar 5,28% dibandingkan tahun 2010.
53 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 42 C. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Syah No. Tabel 3.8 Target dan Realisasi Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah TAHU N TARGET (Rp) REALISASI PENINGKATAN REALISASI Rp. % Rp % , ,00 106, , ,00 98, ,00-2, , ,00 130, ,00 37, , ,00 106, ,00 4, , ,00 116, ,00 14, , ,39 99, ,61-7,52 7 * , ,28 103, ,89 84,85 *Realisasi sebelum audit BPK Lain-lain pendapatan daerah yang sah pada APBD Kabupaten Jembrana tahun 2011 terdiri dari pendapatan dana bagi hasil pajak provinsi dan pemerintah daerah lainnya dan bantuan keuangan dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar Rp ,89 atau mencapai 84,85%. 3. Permasalahan dan solusi. Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pendapatan daerah adalah; a. Belum terbentuknya sistem yang terintegrasi dalam pengelolaan pendapatan daerah. b. Kurang tertibnya Administrasi pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah c. Kemampuan SDM masih perlu ditingkatkan. Dari permasalahan tersebut, akan diambil langkah langkah solusi sebagai berikut : a. Penyempurnaan sistem dan prosedur pengelolaan pendapatan dengan melakukan Pendataan yang sifatnya menyeluruh dalam rangka penerapan sistem informasi pendapatan daerah. b. Melakukan pemantauan kepada petugas pungut, baik terhadap pencatatan (Administrasi), maupun pungutan (penerimaan) sehingga penerimaan PAD lebih meningkat.
54 43 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah c. Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia melalui latihan-latihan dan bimbingan teknis. B. PENGELOLAAN BELANJA DAERAH 1. Kebijakan Umum Keuangan Daerah. Menyadari akan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif kecil, maka Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mengoptimalkan penerapan pola intensifikasi maupun ektensifikasi terhadap sumber-sumber pendapatan. Demikian pula terhadap sumber-sumber pendapatan yang bersumber dari pemerintah atasan maupun pusat telah dimanfaatkan sebagai motorisator pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan pembangunan daerah. Dalam upaya meningkatkan pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang, stabilitas perekonomian adalah merupakan salah satu prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan, serta dapat memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi, oleh karenanya stabilitas ekonomi makro akan dapat dicapai apabila hubungan variabel ekonomi makro yang utama berada dalam keseimbangan, neraca pembayaran, penerimaan dan pengeluaran fiskal, serta tabungan dan investasi perekonomian yang tidak stabil akan dapat menimbulkan biaya yang tinggi bagi perekonomian dan akan menyulitkan masyarakat, baik swasta maupun rumah tangga. Tingkat investasi yang rendah akan menurunkan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan adanya fluktuasi yang tinggi dalam pertumbuhan produksi, hal ini sangat berpengaruh terhadap tenaga kerja menganggur. Inflasi yang tinggi akan merupakan beban yang sangat berat dan sangat dirasakan oleh penduduk miskin, dimana daya beli masyarakat akan semakin rendah. Sehubungan dengan hal tersebut maka kebijakan keuangan diarahkan pada : a. Menyeimbangkan antara peningkatan alokasi anggaran dengan upaya untuk memantapkan kesinambungan anggaran melalui peningkatan penerimaan daerah
55 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 44 untuk dapat menaikkan belanja daerah, dengan harapan anggaran secara bertahap. penurunan defisit b. Peningkatan penerimaan daerah terutama ditempuh melalui reformasi kebijakan dan administrasi perpajakan dan sumber-sumber penerimaan daerah yang sah lainnya; c. Peningkatan efektivitas dan efisiensi pengeluaran daerah ditempuh melalui mempertajam pengalokasian anggaran agar lebih terarah dan tepat sasaran. 2. TARGET DAN REALISASI BELANJA Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Jembrana dari tahun ketahun senantiasa mengalami peningkatan dimana pada tahun 2011 anggaran belanja daerah realisasinya meningkat sebesar Rp ,35 atau meningkat sebesar 10,18% dibandingkan tahun Sedangkan realisasi belanja mencapai 88,85%, menurun dibandingkan realisasi tahun 2010 dimana realisasinya sebesar 90,07%. Penurunan ini disebabkan disamping karena adanya efisiensi penggunaan anggaran juga karena dalam pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan lebih berhati-hati agar sesuai dengan ketentuan perundangan, agar opini BPK selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Tabel 3.9 Target dan Realisasi Belanja Daerah REALISASI KENAIKAN/PENURUNAN No. TAHUN ANGGARAN Rp. % Rp % , ,00 92, , ,50 89, ,50 45, , ,00 91, ,50 18, , ,00 89, ,00 13, , ,71 93, ,71 7, , ,41 90, ,70 3,58 7 * , ,76 88, ,35 10,18 *Realisasi sebelum audit BPK Berdasarkan hasil perhitungan APBD, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) pada tahun 2011 adalah sebagai berikut :
56 45 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah Tabel 3.10 Realisasi Silpa No TAHUN REALISASI Kenaikan/Penurunan % , , ,29 61, , ,63 34, , ,95 23, , ,54-2, , ,70-13,091 7 * , ,69 36,892 *Realisasi sebelum audit BPK SiLPA pada tahun 2011 mencapai Rp ,43 mengalami kenaikan sebesar Rp ,69% atau meningkat 36,892% apabila dibandingkat tahun Gambaran umum terhadap Ringkasan Laporan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011, sebelum dilakukan pemeriksaan Laporan Keuangan Daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan adalah sebagai berikut : Tabel 3.11 Ringkasan Perhitungan APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun 2006 U R A I A N ANGGARAN REALISASI % A. PENDAPATAN DAERAH , ,45 101,39 1. PENDAPATAN ASLI DAERAH , ,17 111,80 Pajak Daerah , ,25 99,48 Retribusi Daerah , ,33 86,87 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan , ,94 100,00 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah , ,65 125,83 2. DANA PERIMBANGAN , ,00 99,9 Dana Bagi Hasil Pajak/bukan pajak , ,00 105,36 Dana Alokasi Umum , ,00 100,00 Dana Alokasi Khusus , ,00 100,00 Dana Penyesuaian , ,00 95,89 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SYAH , ,28 103,82 Pendapatan Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerntah daerah lainnya , ,28 105,89 Dana penyesuaian dan otonomi khusus , ,00 100,00 Bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya , ,00 100,00 Restitusi Pajak Jumlah Pendapatan , ,45 101,39
57 Bab II I Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah 46 U R A I A N ANGGARAN REALISASI % B. BELANJA DAERAH , ,76 88,85 BELANJA TIDAK LANGSUNG , ,36 93,29 Belanja Pegawai , ,00 93,01 Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah , ,00 99,60 Belanja Bantuan Sosial , ,00 87,14 Belanja Bagi hasil kepada provinsi/kab/kota dan Pemerintah desa , , Belanja Bantuan keuangan kepada Provinsi/ Kabupaten/kota/pemerintahan desa dan Parpol , ,97 98,93 Belanja Tidak Terduga , ,00 46,16 BELANJA LANGSUNG , ,40 81,49 Belanja pegawai , ,00 89,34 Belanja BArang dan JAsa , ,40 89,67 Belanja Modal , ,00 70,04 JUMLAH BELANJA , ,76 88,85 SURPLUS (DEFISIT) ( ,74) ,69 36,95 C. PEMBIAYAAN , ,74 98,02 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH SiLPA Tahun Anggaran Sebelumnya , ,74 100,00 Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaankembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah Penerimaan dana talangan , ,00 100,00 Dana Bergulir ,00-0,00 Jumlah Penerimaan Pembiayaan , ,74 98,02 PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH , ,00 79,01 Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah ,00-0,00 Pembaayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah ,00-0,00 Pengeluaran Dana Talangan , ,00 100,00 Jumlah Pengeluaran Pembiayaan , ,00 79,01 Pembiayaan Netto , ,74 100,17 SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SiLPA) TAHUN BERKENAN ,43 - Alokasi Anggaran untuk belanja pegawai terhadap total Anggaran Belanja Daerah pada tahun 2011 sebesar ,01 masing-masing terdapat pada Belanja Langsung sebesar Rp ,00 dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp ,01 atau mencapai 54,80% dari total anggaran Belanja Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi anggaran daerah tahun 2011 sebagian besar masih dipergunakan untuk Belanja Aparatur/Pegawai.
58 47 BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, terdapat 34 urusan yang didesentralisasikan kepada Pemerintah Kabupaten yang terdiri dari 26 Urusan Wajib dan 6 Urusan Pilihan. Untuk melaksanakan ke-34 urusan tersebut dibentuk Satuan Kerja Perangkat Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organsasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, 7 (tujuh) Dinas Daerah, 1 (satu) Badan, 1 (satu) Inspektorat, 7 (Tujuh) Kantor, 1 (Satu) RSU, Satuan Polisi Pamong Praja, 5 (lima) Kecamatan dan 10 (sepuluh Kelurahan). Adapun SKPD penyelenggara Urusan Wajib dan Urusan Pilihan di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Urusan Wajib dan Pilihan No Urusan SKPD Penyelenggara Urusan Urusan Wajib 1 Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan, Ktr Diklat 2 Kesehatan Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, RSU 3 Lingkungan hidup Kantor Lingkungan Hidup 4 Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum 5 Pentaan ruang Dinas Pekerjaan Umum 6 Perencanan pembangunan Bappeda dan Penanaman Modal 7 Perumahan Dinas Pekerjaan Umum 8 Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan 9 Penanamn Modal Bappeda dan Penanaman Modal 10 Koperasi dan Ussaha Kecil Menengah Dinas Perindutrian, Perdagangan dan Koperasi 19 Kependudukan da catatan sipil Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Ketenagakerjan dan Transmigrasi 12 Ketenagakaerjaan Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Ketenagakerjan dan Transmigrasi 13 Ketahan pangan Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan 14 Anak Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana 15 Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
59 48 No Urusan SKPD Penyelenggara Urusan 16 Perhubungan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi 17 Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi 18 Pertanahan Sekretariat Daerah 19 Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri Kantor Kesatan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Camat, Kelurahan, Ktr 20 Administrasi Keuangan Daerah Perijinan, Sat-Pol PP. 21 Pemberdayaan Masyarakat Desa Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 22 Sosial Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial 23 Kebudayaaan Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan 24 Statistik Bappeda dan Penanaman Modal 25 Kearsipan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah 26 Perpustakaan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Urusan Pilihan 1 Kelautan dan Perikanan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan 2 Pertanian Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan 3 Kehutanan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan 4 Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Pekerjaan Umum 5 Pariwisata Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan 6 Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi 7 Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi 8 Transmigrasi Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Ketenagakerjan dan Transmigrasi Besaran Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Jembrana yang dialokasikan pada masing-masing urusan, realisasinya adalah sebagai berikut : No A. Urusan Wajib URUSAN Tabel 4.2 Anggaran dan Realisasi Belanja Per-Urusan Tahun 2011 Belanja Tidak Langsung ANGGARAN REALISASI Belanja Langsung Total Belanja Total Realisasi % 1 Pendidikan , , , ,00 80,37 2 Kesehatan , , , ,40 90,81 3 Lingkungan hidup , , , ,00 89,89 4 Pekerjaan Umum , , , ,00 98,46 5 Pentaan ruang 0, , , ,00 87,18 6 Perencanan pembangunan , , , ,00 89,29 7 Perumahan 0, , ,00 0,00 0,00 8 Kepemudaan dan Olahraga 0, , , ,00 71,41 9 Penanamn Modal 0, , , ,00 98,72 10 Koperasi dan Usaha Kecil , , , ,00 84,81
60 49 No Menengah URUSAN Belanja Tidak Langsung ANGGARAN REALISASI Belanja Langsung Total Belanja Total Realisasi % 11 Kependudukan dan catatan sipil , , , ,00 92,84 12 Ketenagakaerjaan 0, , , ,00 22,00 13 Ketahanan pangan 0, , , ,00 97,23 14 Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak , , , ,00 91,13 15 Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 0, , , ,00 100,00 16 Perhubungan , , , ,00 91,31 17 Komunikasi dan Informatika 0, , , ,00 88,06 18 Pertanahan 0, , , ,00 58,99 19 Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri , , , ,00 82,24 20 Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah , , , ,36 92,06 21 Pemberdayaan Masyarakat Desa , , , ,00 88,71 22 Sosial 0, , , ,00 98,66 23 Kebudayaaan 0, , , ,00 90,30 24 Statistik 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Kearsipan 0, , , ,00 81,09 26 Perpustakaan , , , ,00 87,87 B. Urusan Pilihan 1 Kelautan dan Perikanan 0, , , ,00 74,78 2 Pertanian , , , ,00 89,78 3 Kehutanan 0, , , ,00 98,93 Energi dan Sumber Daya 4 Mineral 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 5 Pariwisata 0, , , ,00 80,71 6 Perdagangan 0, , , ,00 94,08 7 Industri 0, , , ,00 90,42 8 Transmigrasi 0, , , ,00 3,02 Jumlah , , , ,00 87,32 TOTAL BELANJA , , , ,76 88,86
61 50 Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan Pendidikan di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 adalah sebesar Rp ,00 atau sebesar 26,55% dari total belanja daerah. Hal ini sudah memenuhi ketentuan perundangundangan disektor pendidikan yang mengamanatkan alokasi anggaran bidang pendidikan minimal sebesar 20%. Demikian pula pada sektor kesehatan, anggaran yang dialokasikan pada tahun 2011 juga cukup tinggi yaitu sebesar Rp ,95 atau mencapai 10,61% dari total belanja daerah. Sedangkan dari anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan urusan pilihan, sektor pertanian adalah yang paling besar. Hal ini mengingat sektor pertanian merupakan sektor unggulan dimana sebagian besar penduduk Jembrana bekerja disektor ini. Secara keseluruhan alokasi anggaran belanja daerah Kabupaten Jembrana tahun 2011 untuk penyelenggaraan urusan wajib dan urusan pilihan adalah sebesar Rp ,71 dan terealisasi sebesar Rp ,76 atau sebesar 88,86%. A. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. PENDIDIKAN Pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian maka diharapkan segenap masyarakat Kabupaten Jembrana memiliki pendidikan minimal tingkat SLTA. Pendidikan di Kabupaten Jembrana merupakan program prioritas yang dilaksanakan dengan kebijakan yang diambil Pemerintah Daerah untuk membebaskan siswa SD,SLTP dan SLTA dari biaya pendidikan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersekolah, pemerintah Kabupaten Jembrana mengeluarkan kebijakan dibidang pendidikan dengan memberikan subsidi biaya pendidikan dari tingkat dasar, menengah sampai dengan perguruan tinggi berupa bantuan beasiswa pendidikan.
62 51 Sedangkan untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan program dalam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan di Jembrana, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menetapkan 3 (tiga) produk hukum daerah di sektor pendidikan yaitu : 1. Perda No 10 th 2006 tentang Subsidi Biaya Pendidikan 2. Perda 14 tahun 2006 tentang Pemberian Beasiswa 3.Perda No 15 tahun 2006 tentang Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun Urusan Pendidikan di Kabupaten Jembrana dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan serta SKPD Kantor Diklat Kabupaten Jembrana dengan program dan kegiatan masing-masing sebagai berikut : 1.1 Program dan Kegiatan Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang terdiri dari 9 kegiatan : a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat b. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor c. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan d. Penyediaan Alat Tulis Kantor e. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan f. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor g. Penyediaan Makanan dan Minuman h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah i. Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur yang terdiri dari 1 kegiatan yaitu Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 3. Program Wajib Belajar 9 Tahun, yang terdiri dari 10 kegiatan yaitu : a. Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah dan pengadaan Mebeulair b. Rehabilitasi sedang/berat Taman,Lapangan Upacara dan Fasilitas parkir c. Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah Jenjang SD/SDLB Negeri/Swasta, SMP Negeri/swasta d. Lomba-lomba Pendidikan
63 52 e. Penyelenggaraan Operasional Sekolah TK. f. Rehabilitasi Bangunan Sekolah dan Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan g. Peningkatan Saran dan Prasarana dan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar h. Kegiatan Lomba-lomba Olimpiade Mata Pelajaran i. Peningkatan Sarana Prasarana dan Kualitas Pendidikan Sekolah Menengah Pertama y. Pendampingan BOS Provinsi untuk SD dan SMP. 4. Program Pendidikan Menengah yang terdiri dari 5 kegiatan antara lain : a. Pembangunan Gedung Sekolah b. Pengadaan Alat Praktek dan Peraga Siswa c. Kegiatan Pembinaan Olimpiade Mata Pelajaran d. Kegiatan Lomba-Lomba Pendidikan e. Penyelenggaraan Bantuan Operasional Pendidikan SMP,SMA/SMK 5. Program Pendidikan Non Formal yang terdiri dari 4 kegiatan antara lain : a. Jambore PTK PNF b. Hari Anak Nasional c. Hari Aksara Internasional d. Gebyar PAUD. 6. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terdiri dari 3 kegiatan antara lain : a. Pendidikan Lanjutan Bagi Pendidik Untuk Memenuhi Standar Kualifikasi b. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah SMP,SMA dan SMK c. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah SD 7. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan yang terdiri dari 2 kegiatan : a. ISO/SNI b. Pengembangan Kurikulum Pemenuhan SPM 8. Program Wajib Belajar 12 Tahun yang terdiri dari 7 kegiatan antara lain : a. Peningkatan Sarana Prasarana dan Kualitas pendidikan b. Lomba Lomba bidang pendidikan c. Rehabilitasi Gedung Sekolah
64 53 d. Pembangunan Gedung Sekolah e. Pengadaan Meubeleur f. Pemantapan dan Try Out Ujian Akhir SMP,SMA dan SMK g. Ujian Akhir SMP,SMA dan SMK Selain Program dan kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan formal yang dilaksanakan oleh Dinas Dikporaparbud dalam rangka peningkatan keterampilan bagi masyarakat umum dan aparatur juga dilaksanakan berbagai program kegiatan pendidikan dan latihan dengan SKPD pelaksana Kantor Diklat Kabupaten Jembrana. Adapun Program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Program Administrasi Pelayanan Perkantoran 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Pendidikan Non Formal 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 1.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Realisasi Program Pendidikan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut: No Tabel 4.3 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pendidikan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Tahun 2011 Program/Kegiatan Anggaran Realilsasi Dana Fisik % Keu(%) 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat b. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor c. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan d. Penyediaan Alat Tulis Kantor e. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan f. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan kantor g. Penyediaan Makanan dan Minuman h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah i. Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi ,95 99,99 93,44 53,91 90,37 78,368 85,18 94, ,95 99,99 93,44 53,91 90,37 78,36 85,18 94,54
65 54 No Program/Kegiatan 2 Program Wajib Belajar 9 Tahun a. Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah dan pengadaan meubelair b. Rehabilitasi sedang /berat Taman,Lapangan Upacara dan fasilitasi parkir c. Penyediaan bantuan operasional sekolah jenjang SD/SDLB Negeri/Swasta,SMP Negeri/Swasta d. Lomba-lomba Pendidikan e. Penyelenggaraan Operasional sekolqah TK f. Rehabilitasi bangunan sekolah dan peningkatan saran dan prasarana pendidikan g. Peningkatan sarana dan prasarana dan kualitas Pendidikan sekolah Dasar h. Kegiatan lomba-lomba Olimpiade Mata Pelajaran i. Peningkatan sarana prasarana dan kualitas Pendidikan sekolah Menengah Pertama y. Pendampingan BOS Provinsi untuk SD dan SMP 3 Program Pendidikan Menengah a. Pembangunan Gedung sekolah b. Pengadaan Alat-alat praktek dan peraga c. Kegiatan pembinaan olimpiade mata pelajaran d. Kegiatan lomba-lomba Pendidikan e. Penyelenggaraan Bantuan Operasional Pendidikan SMP,SMA/SMK 4 Program Pendidikan Non Formal a.jambore PTK PNF b.hari Aksara Internasional c. Hari Anak Nasional d.gebyar PAUD 5 Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Pendidikan lanjutan bagi pendidik untuk memenuhi standar kualifikasi b. Penilaian kinerja kepala sekolah SMP, SMA dan SMK c. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah SD 6 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan a. ISO/SNI b. Pengembangan kurikulum pemenuhan SPM 7 Program Pendidikan 12 tahun a. Peningkatan sarana, prasarana, dan kualitas pendidikan b. Rehabilitasi Gedung Sekolah c. Pembangunan Gedung Sekolah d. Pengadaan Meubelair e. Lomba-lomba bidang Pendidikan f. Pemantapan dan try out ujian akhir SMP,SMA,SMK g. Ujian Akhir SMP,SMA,SMK Anggaran Realilsasi Dana Fisik % Keu(%) ,20 99,23 98,30 52,94 91,01 19, , ,92 21,05 40,16 83,12 85,85 91, , ,77 51, ,55 79,36 97,96 86,04 58,39 93,57 98,09 0
66 55 Dari anggaran yang dialokasikan untuk mendukung program dan kegiatan pada Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Program Wajib Belajar sembilan tahun. Kegiatan Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah dan pengadaan meubelair terdapat dana luncuran dari pusat yaitu Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) sebesar Rp ,00 dengan realisasi anggaran sebesar Rp atau 95,20 % dana tersebut adalah untuk rehab sedang/berat 11 sekolah dasar dengan capaian kinerja kegiatan sebesar 100%, dimana luncuran dana tersebut masuk ke APBD Perubahan tahun Untuk rehabilitasi sedang/berat taman, lapangan upacara, dan fasilitas parkir dengan alokasi anggaran sebesar Rp ,00 dengan realisasi anggaran sebesar Rp ,00 atau 99,23% dengan tingkat capaian kinerja 100% adalah untuk pagar alas 4 Sekolah dasar prasarana pendidikan yang bersumber dari silpa DAK Tahun 2010 yang tidak bisa dialokasikan di tahun 2010 sebesar Rp ,00 dan dapat direalisasikan tahun 2011 sebesar Rp , adalah untuk rehab 8 SMP dan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan (alat pembelajaran TIK) untuk sekolah dasar. Sedangkan pengadaan buku pelajaran tidak bisa dilaksanakan karena gagal tender, sehingga ada dana yang tidak dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 (80,64%). Untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana dan kualitas pendidikan sekolah dasar dan kegiatan peningkatan sarana prasarana dan kualitas pendidikan sekolah menengah pertama yang bersumber dari dana DAK tahun 2011, dianggarkan masing masing sebesar Rp dan Rp tidak dapat dilaksanakan/direalisasikan karena petunjuk teknis DAK dari pemerintah pusat datangnya Bulan September 2011, sehingga kegiatan tidak bisa dilaksanakan dan dianggarkan kembali tahun 2012 (silpa terikat DAK th 2012).
67 56 Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan diluar kegiatan fisik seperti penyediaan bantuan bantuan operasional sekolah jenjang SD/SDLB Negeri/Swasta, SMP Negeri/Swasta untuk 210 sekolah (anggaran dari pemerintah pusat) dipergunakan untuk kegiatan kegiatan untuk menunjang kegiatan sekolah dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau 98,30%, kegiatan lombalomba pendidikan dianggarkan sebesar Rp dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau 91,01% terjadi penghematan anggaran sebesar Rp ,00 atau 8,99%. Untuk peningkatan operasional sekolah TK, pemerintah daerah melalui Dinas Dikporaparbud melaksanakan kegiatan penyelenggaraan operasional sekolah untuk membiayai kegiatan-kegiatan sekolah di tingkat TK untuk 39 sekolah, dan untuk meningkatkan prestasi siswa di bidang mata pelajaran maka Dinas Dikporaparbud telah melaksanakan kegiatan lomba-lomba olimpiade mata pelajaran yang diikuti oleh 12 orang dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp dengan realisasi sebesar Rp atau 56%. Terdapat penghematan anggaran sebesar Rp ,00 (44,00%) dengan tingkat capaian kinerja 100%. Sedangkan untuk dana pendampingan Biaya Operasional Pendidikan Provinsi Bali untuk SD dan SMP dianggarkan sebesar Rp ,00 tidak dapat direalisasikan karena kegiatannya tidak dirinci (gelondongan), sehingga harus dilaksanakan menunggu perubahan anggaran, dan setelah perubahan berjalan proses keuangan dengan menggunakan Tambahan Uang Persediaan (TUP) yang akan diselesaikan dengan GU Nihil, sehingga harus ada SPJ dalam waktu kurang lebih 3 (tiga) hari. Karena waktu yang sangat singkat para Kepala Sekolah tidak bersedia membuat SPJ dalam waktu tersebut sehingga disepakati untuk diluncurkan pada tahun Program Pendidikan Menengah. Kegiatan pembangunan gedung sekolah dengan rencana pembangunan SMK Kesehatan yang dianggarkan sebesar Rp yang rencananya
68 57 akan dibangun di Kecamatan Melaya tidak dapat dilaksanakan karena belum adanya pembebasan tanah dari Pemerintah Provinsi Bali (masih dalam proses), namun kegiatan pembangunan gedung sekolah untuk SMK IV (Kesehatan) ini kembali dianggarkan pada anggaran tahun Sedangkan untuk meningkatkan kompetensi siswa terutama siswa SMK, pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Dikporaparbud melaksanakan kegiatan pengadaan alat-alat peraga/praktek siswa yang dianggarkan sebesar Rp ,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 (84,92%) ada penghematan anggaran sebesar Rp ,00 (15,08%). Dalam Program Pendidikan Menengah juga dilaksanakan kegiatankegiatan yang memberikan motivasi siswa dan prestasi di bidang mata pelajaran seperti kegiatan Pembinaan Olimpiade Mata Pelajaran dimana dianggarkan sebesar Rp dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 atau 21,05%, kegiatan lomba-lomba pendidikan dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau 40,16%. Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan operasional pendidikan di SMP, SMA dan SMK melalui kegiatan Penyelenggaraan Bantuan Operasional Pendidikan SMP, SMA dan SMK dianggarkan sebesar Rp ,00 dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 atau 83,12%. 3. Program Pendidikan Non Formal Untuk mendukung Program Pendidikan Non Formal berbagai kegiatan telah dilaksanakan pada tahun 2011 antara lain adalah kegiatan Jambore PTK PNF dimana untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,- atau 85,85% dengan tingkat capaian kinerja 100% dari segi anggaran ada penghematan sebesar Rp (14,15%) karena belanja akomodasi di tanggung Provinsi Bali. Sedangkan untuk kegiatan Hari Anak Nasional dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi Rp.0,00 karena kegiatan bersamaan dengan kegiatan Gebyar PAUD dan pelaksanaan kegiatan Hari Anak Nasional biaya sudah di tanggung pihak Provinsi Bali sehingga anggaran tidak dipergunakan.
69 58 Kegiatan Aksara Internasional dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau 91,12%, sedangkan kegiatan Gebyar PAUD dianggarkan sebesar Rp dapat direalisasikan sebesar Rp atau 20,50% kegiatan tersebut dapat diefisiensikan mengingat sebagian dana sudah ditanggung Provinsi Bali, sehingga tidak dobel penggunaan anggaran. 4. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan berbagai kegiatan telah dilaksanakan pada tahun 2011, antara lain ; a. Kegiatan pendidikan lanjutan bagi pendidik untuk memenuhi standar kualifikasi yang dianggarkan sebesar Rp ,- tidak dapat direalisasikan karena semua guru yang melanjutkan ke S1 tidak memiliki ijin belajar (ijin belajar tidak dikeluarkan), sehingga mereka melanjutkan dengan biaya sendiri. Sisa anggaran menjadi silpa. b. Kegiatan penilaian kinerja Kepala Sekolah dianggarkan sebesar Rp adalah untuk penilaian kepala sekolah SMP, SMA dan SMK oleh Tim Penilai Kabupaten dapat direalisasikan sebesar Rp atau 96,77% dapat di efisiensi sebesar Rp atau 3,23%. c. Kegiatan penilaian Kinerja Kepala Sekolah SD dianggarkan sebesar Rp ,00 dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 atau 51,65% kegiatan ini adalah untuk menilai kinerja Kepala Sekolah SD dengan jumlah Kepala Sekolah yang dinilai sebanyak 184 orang dengan sumber daya yang ada sebanyak 25 orang dan capaian kinerja 100%. Program ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain pendidikan lanjutan bagi tenaga pendidik untuk memenuhi standar kualifikasi, penilaian kinerja Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK, dan penilaian kinerja Kepala Sekolah SD.
70 59 Jumlah guru yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S1/DIV pada tahun 2011 adalah sebanyak orang dari guru yang ada di Kabupaten Jembrana. Jadi, prosentase guru yang telah memenuhi kualifikasi adalah sebanyak 100% atau seluruh guru di Kabupaten Jembrana telah memenuhi kualifikasi S1/D-IV. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Jembrana. 5. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Dalam mendukung Program Manajemen Pelayanan Pendidikan kegiatan yang dilaksanakan adalah ; a. Kegiatan ISO/SNI di anggarkan pada anggaran perubahan tahun 2011 sebesar Rp tidak dapat direalisasikan karena konsultan yang akan melaksanakan kegiatan tersebut belum siap dilaksanakan mengingat waktu yang terlalu pendek, dan kegiatan ini adalah tititpan dari bagian Hukum Organisasi Tatalaksana Setda Kab. Jembrana, b. sedangkan untuk kegiatan pengembangan kurikulum pemenuhan SPM dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp atau 84,55% dapat diefisien sebesar Rp ,00 kegiatan ini digunakan adalah untuk mendukung administrasi kegiatan (cetak/penggandaan, BBM dan konsumsi). 6. Program Wajib Belajar 12 Tahun Program Wajib Belajar 12 Tahun didukung dengan 6 (enam ) kegiatan antara lain : a. Kegiatan sarana prasarana dan kualitas pendidikan adalah untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dengan pengadaan LCD, komputer dan printer untuk SMPN, SMAN dan SMKN dengan anggaran yang dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan penyerapan/realisasi dana sebesar Rp ,00 atau realisasi keuangan sebesar 79,36%.
71 60 b. Kegiatan Lomba-Lomba Bidang Pendidikan dilaksanakan dengan pagu anggaran sebesar Rp dengan tingkat penyerapan/realisasi dana sebesar Rp atau realisasi keuangan sebesar 93,57%. c. Kegiatan Rehabilitasi Gedung Sekolah untuk rehab SMK1, SMA1 Mendoyo, dan SMPN 1 Melaya dengan anggaran yang dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan tingkat penyerapan/realisasi dana sebesar Rp ,00 adanya penghematan anggaran sebesar Rp d. Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah dianggarkan sebesar Rp untuk pembelian tanah SMPN 6 Negara, pembangunan ruang perpustakaan dan RPL SMKN 3 Negara, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), pembangunan kantor dan ruang Guru SMAN 2 Mendoyo, pembangunan kantor SMPN 5 Mendoyo, dengan tingkat penyerapan/realisasi anggaran sebesar Rp ,00 atau 86,04%. e. Kegiatan Pematangan dan Try Out Ujian Akhir SMP, SMA, SMK dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menghadapi ujuan akhir dimana untuk mendukung kegiatan tersebut dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan tingkat penyerapan/realisasi dana sebesar Rp ,00 atau 98,09 dengan tingkat capaian hasil kegiatan 100%. f. Kegiatan Ujian Akhir SMP, SMA, SMK dianggarkan sebesar Rp ,00 adalah untuk kegiatan memonitoring ujian akhir ke sekolah-sekolah dibantu untuk pembelian BBM melalui Subbag Umum Dinas, sehingga dana yang dianggarkan pada kegiatan tersebut tidak dipergunakan sehingga terjadi silpa tahun Keberhasilan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 dapat dilihat dari capaian terhadap indikator pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut : 1. Angka Partisipasi APK dan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/SDLB/Mi tahun 2010 hingga tahun 2011 adalah sebagai berikut :
72 61 Tabel 4.4 Capaian Angka Partisipasi APK dan angka Partisipasi Murni dan DO (APM) SD/SDLB/Mi Angka Tahun APK APM Putus Sekolah (DO) ,55 113,94 98,50 98,43 melanjutkan 99,20% 99,91% 0,02 0,00 2. Angka Partisipasi APK dan Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs tahun 2010 sampai dengan 2011 adalah sbb: Tabel 4.5 Angka Partisipasi APK dan angka Partisipasi Murni dan DO (APM) SMP/MTs Tahun APK APM Angka Kelulusan Putus Sekolah(DO) ,50 116,98 90,00 93,85 100% 100% 0,03 0,02 3. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA tahun 2010 hingga tahun 2011 disajikan dalam tabel 3 berikut : Tabel 4.6 Capaian APK/APM SMA/SMK/MA Tahun APK APM Angka Kelulusan Putus Sekolah(DO) ,00 98,07 75,60 74,96 99, ,03 4. Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA tahun 2010 dan tahun Tahun Tabel 4.7 Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA AM dari SD/MI ke AM dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA SMP/MTs 99,20% 99,91% 99,46% 99,69% 5. Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D4 tahun 2010 dan tahun Tahun Tabel 4.8 Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D4 Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D4 88,69% 100%
73 62 Sedangkan alokasi dan realisasi anggaran yang dilaksanakan oleh Kantor Pendidikan dan Latihan Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : Tabel 4.9 Alokasi dan Realisasi Anggaran Kantor Diklat Tahun 2011 NO URAIAN Pagu Anggaran Realisasi % I II Belanja Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan jasa surat menyurat ,00 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik ,72 3 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor ,24 4 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional ,28 5 Penyediaan jasa kebersihan kantor ,42 6 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja ,20 7 Penyediaan alat tulis kantor ,56 8 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan ,81 9 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor ,98 10 Penyediaan peralatan dan perlengkapan Kantor ,43 11 Penyediaan peralatan rumah tangga Penyediaan bahan logistik kantor ,46 13 Penyediaan makanan dan minuman Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah ,38 15 Penyediaan jasa tenaga administrasi ,74 III Jumlah II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pembangunan gedung kantor ,82 2 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor ,79 3 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional ,38 4 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor ,17 IV Jumlah III Program Pendidikan Non Formal 1 Diklat menjahit Diklat meubeler ,97
74 63 NO URAIAN Pagu Anggaran Realisasi % 3 Diklat pengolahan hasil pertanian ,74 4 Diklat tata rias ,25 5 Diklat komputer ,05 6 Diklat las ,21 7 Diklat otomotive ,22 8 Diklat serati banten ,96 9 Diklat bahasa inggris ,41 V Jumlah IV Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 1 Pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi calon PNS Daerah ,68 2 Diklat pengadaan barang dan jasa ,83 3 Diklat pengelolaankeuangan berbasis IT ,89 4 Diklat training needs assessment (TNA) ,31 5 Diklat analisis jabatan/kinerja daerah ,27 6 Diklat TOT WI substansi kajian KTI, prilaku dan akuntansi Pim IV ,07 7 Diklat manajemen kepala sekolah ,10 Jumlah V Total Anggaran I+II+III+IV+V ,09 Dari anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan Diklat baik itu untuk masyarakat umum maupun aparatur (PNS) dilaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Program Administrasi Pelayanan Perkantoran Program ini terdiri dari dari 15 kegiatan yaitu kegiatan penyediaan jasa surat menyurat, penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan Kantor, penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas, penyediaan jasa kebersihan kantor, penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja, penyediaan alat tulis kantor, penyediaan barang cetakan dan penggandaan, penyediaan komponen
75 64 instalasi listrik/penerangan bangunan kantor, penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor, penyediaan peralatan rumah tangga, penyediaan bahan logistik kantor, penyediaan makanan dan minuman, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah dan penyediaan jasa tenaga administrasi. 2. Program Peningkatan Saranan dan Prasarana Aparatur Program ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu pembangunan gedung kantor, pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor, pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional dan pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor. 3. Program Pendidikan Non Formal Pada program ini dilaksanakan pendidikan dan latihan bagi masyarakat umum berupa diklat menjahit, diklat meubelair, diklat pengolahan hasil pertanian, diklat tata rias, diklat komputer, diklat las, diklat otomotif, diklat serati banten dan diklat Bahasa Inggris 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur Pemerintah Daerah dalam hal ini para Pegawai Negeri Sipil agar dalam melakasanakan tugas-tugasnya menjadi semakin baik. Kegiatan pendidikan dan latihan yang dilaksanakan yaitu diklat dan pelatihan prajabatan bagi calon PNS Daerah, diklat pengadaan barang dan jasa, diklat pengelolaan keuangan daerah berbasis IT, diklat manajemen sekolah, diklat MOT/TOC, diklat TOT widyaiswara, diklat manajemen kepala sekolah. 1.3 Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan pendidikan adalah sebagai berikut : 1. Dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan angka partisipasi kasar dan angka partisipasi murni masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk memahami bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari peningkatan kualitas pendidikan.
76 65 Pada tahun 2011 tercatat angka putus sekolah pada tingkat SD/Mi adalah sebesar 0,00%, pada tingkat SMP/MTs sebesar 0,02% dan pada tingkat SMA/SMK/MA sebesar 0,03% 2. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama pada rehab sedang/berat dan penambahan dan pembangunan ruang kelas baru yang bersumber dari dana dekonsentrasi mengalami kendala pengelolaan yang mana belum bisa dikelola secara swakelola sehingga memerlukan sumber daya dalam pengawasan lebih banyak untuk bisa mengawasi pelaksanaannya secara optimal. Disamping itu terkadang didalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) juknis sering datang terlambat sehingga proses kegiatan yang telah direncanakan sering terlambat terutama untuk dana pembangunan dan rehab bangunan sekolah. Solusi yang diambil dalam mengatasi permasalahan diatas adalah sebagai berikut : 1. Pemberian Bantuan beasiswa pendidikan adalah bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang selama ini diberikan kepada siswa dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK sampai ke Perguruan Tinggi sekaligus untuk dapat menumbuhkan minat bersekolah, tetapi masih perlu untuk pendataan terutama bagi siswa yang berada pada keluarga miskin dan kurang mampu. 2. Untuk pelaksanaan pekerjaan fisik dekonsentrasi agar bisa diswakelolakan memerlukan pendekatan dengan Daerah Provinsi dengan mengadakan permohonan untuk bisa dilaksanakan secara swakelola dan untuk Dana DAK supaya lebih sering berkoordinasi dengan pemerintah pusat supaya dalam menurunkan juknis pengelolaan dana DAK supaya bisa lebih awal sehingga kegiatan pembangunan pendidikan bisa lebih awal dilaksanakan.
77 66 2. KESEHATAN Berdasarkan Visi Kabupaten Jembrana khususnya pada indikator terwujudnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui peningkatan perekonomian dan profesionalisme sumber daya manusia, seperti yang dicanangkan dalam misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas pelayanan bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar lainnya, maka sasaran pembangunan kesehatan tercermin dari meningkatnya umur harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi di masyarakat, menurunnya angka kematian ibu dan menurunnya prevalensi kurang gizi pada anak balita. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan masyarakat yang merata dan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan keterjangkauan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sebagai perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan kesehatan telah mengambil langkah-langkah nyata melalui berbagai program dan kegiatan di bidang kesehatan. Untuk melanjutkan kebijakan Pemerintah Daerah sebagai wujud nyata akan kepedulian Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kesehatan masyarakat adalah dengan : 1. Memberikan pelayanan Jaminan Kesehatan kepada masyarakat Jembrana. Sampai dengan Bulan September 2011, pelayanan Jaminan Kesehatan masih dilaksanakan oleh (UPT JKJ). Selanjutnya dalam rangka perluasan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana mengikuti Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang mulai dilaksanakan Bulan Oktober Sistem dan prosedur dibenahi dengan mengoptimalkan peran IT di Puskesmas, RSU Negara maupun pelayanan praktik swasta. 3. Senantiasa melaksanakan koordinasi dengan Gubernur dan perangkat pemerintah Provinsi Bali termasuk DPRD Provinsi Bali untuk membahas penyempurnaan sistem pelayanan kesehatan dan jaminan pembiayaan
78 67 pelayanan kesehatan di Kabupaten Jembrana yang menjadi bagian dari Provinsi Bali, dengan mengakomodir sistem JKBM dan sistem yang telah digunakan Jaminan Kesehatan Jembrana. 4. Telah membuat Nota Kesepakatan antara Pemkab Jembrana dengan Direktur RSUP Sanglah Denpasar tentang rujukan masyarakat Jembrana yang sakit untuk berobat di RSUP Sanglah Denpasar. 2.1 Program dan Kegiatan. Program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : a) Program pelayanan administrasi perkantoran terdiri dari kegiatan yaitu : 1) Penyediaan jasa surat menyurat. 2) Penyediaan jasa administrasi keuangan. 3) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja. 4) Penyediaan alat tulis kantor. 5) Penyediaan barang cetak dan penggandaan. 6) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor. 7) Penyediaan makanan dan minuman. 8) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah. b) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, yang dijabarkan dalam beberapa kegiatan yaitu : 1) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor. 2) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional. c) Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan terdiri dari kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. d) Program Upaya Kesehatan Masyarakat, meliputi kegiatan : a) Kegiatan pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas dan Jaringannya. b) Kegiatan penyelenggaraan pencegahan pemberantasan penyakit menular, wabah dan kesehatan lingkungan. c) Kegiatan peningkatan gizi masyarakat.
79 68 d) Kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat. e) Kegiatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan. e) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan dengan kegiatan evaluasi dan pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan yaitu pemeliharaan sertifikasi ISO Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dalam pelaksanaannya urusan kesehatan ditetapkan dengan tolok ukur kinerja pelayanan kesehatan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten Kota, dengan jumlah 22 (dua puluh dua) tolok ukur keberhasilan. Adapun capaian Indikator Kinerja SPM Kesehatan di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : Tabel 4.10 Capaian Standar Pelayanan Minimal Urusan Kesehatan Tahun 2011 No. INDIKATOR HASIL 1. Kunjungan Bumil K4 89,64 % 2. Komplikasi Kebidanan yang ditangani 100,00 % 3. Persalinan Ditolong Nakes yg memiliki Kompetensi Kebidanan 100,00 % 4. Pelayanan Nifas. 98,66 % 5. Neonatus dengan Komplikasi yg ditangani 100,00 % 6. Kunjungan Bayi 99,07 % 7. Desa / Kelurahan Universal Child Immunization ( UCI ) 100,00 % 8. Pelayanan Anak Balita 97,69 % 9. Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak usia 6 24 bulan Keluarga Miskin 100,00 % 10. Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan 100,00 % 11. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan setingkat 6,51 % 12. Peserta KB Aktif 88,79 % 13. Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Acute Flacid Paralysis ( AFP ) 100,00 % 14. Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit -Penemuan Penderita Pneumonia Balita 7,25 % 15. Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Penemuan Pasien baru TB BTA Positif. 50,26 % 16. Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Penderita DBD yang ditangani 100,00 % 17. Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Penemuan Penderita Diare 12,53 % 18. Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin 99,11 % 19. Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin 100,00 % 20. Pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota 73,68 % 21. Desa / Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan Epidemiologi < 24 jam. 100,00 % 22. Desa Siaga Aktif 100,00 %
80 69 Sedangkan realisasi anggaran untuk melaksanakan program dan kegiatan pada urusan kesehatan baik fisik maupun keuangan oleh Dinas Kesehatan dan Kesos adalah sebagai berikut : Tabel 4.11 Anggaran Urusan Kesehatan Yang Dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Tahun 2011 REALISASI NO. URAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN ANGGARAN FISIK Keuangan ( % ) (RP) % A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran ,00 95, ,00 81,85 1. Penyedian Jasa Surat Menyurat ,00 98, ,00 98,18% 2. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan ,00 83, ,00 63,75% 3. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja ,00 100, ,00 93,60% 4. Penyediaan Alat tulis kantor ,00 100, ,00 69,61% 5. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan ,00 100, ,00 100,00% 6. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor ,00 100, ,00 73,92% 7. Penyediaan Makanan dan Minuman ,00 85, ,00 85,71% 8. Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke luar daerah ,00 98, ,00 70,07% B. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana ,00 95, ,23 Aparatur 1. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung ,00 91, ,00 90,50% Kantor 2. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas / ,00 100, ,00 97,97% Operasional C. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan , ,00 100,00 1. Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan , ,00 100,00% D. Program Upaya Kesehatan Masyarakat , ,00 96,99 1. Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan ,89 2. Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana ,00 100, ,00 92,16% dan Prasarana Puskesmas dan Jaringannya. 2. Penyelenggaraan Pencegahan dan ,00 100, ,00 99,79% Pemberantasan Penyakit Menular, Wabah dan Kesehatan Lingkungan. 3. Perbaikan Gizi Masyarakat ,00 100, ,00 93,35% 4. Peningkatan Kesehatan Masyarakat ,00 100, ,00 98,39% 5. Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan ,00 99, ,00 99,18% 6. Peningkatan Puskesmas dan Pengadaan Obatobatan , , % E. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan ,00 0 0, Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan , ,00% Kesehatan D. Program Pelayanan dan Rehabilitasi , , % Kesejahteraan Sosial 1. Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial , , % Jumlah , ,09
81 70 1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan dengan Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. Hasil-hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut : Melaksanakan pengadaan obat generik sesuai kebutuhan : 1 paket. Melakukan penyimpanan dan pengeluaran obat sesuai prosedur FIFO Mengambil obat buffer stock ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali : 4 kali. Melaksanakan pendistribusian obat ke unit pelayanan kesehatan sesuai permintaan atau kebutuhan : 72 kali. Melakukan pembinaan pemeliharaan mutu obat dan monitoring ketersediaan obat di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu Pembina : 72 kali. Menyusun rencana kebutuhan obat dan melaporkan persediaan dan penggunaan obat dalam satu tahun. 2. Program Upaya Kesehatan. a. Kegiatan Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan Jaringannya. Pada tahun 2011 kegiatan yang dilaksanakan berupa : 1) Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan (Program UPT JKJ), 2) Pengadaan bahan obat obatan generik dan pengadaan obat program, 3) Pengadaan meubelair, 4) Pengadaan pembangunan gedung Kantor Puskesmas Gumbrih dan Yeh Embang, 5) Pembangunan rumah paramedis Gumbrih dan Yeh Embang dan pengadaan alat-alat kedokteran. b. Kegiatan Penyelenggaraan Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular dan Wabah, meliputi : Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD). - Melakukan kewaspadaan dini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Jembrana dengan koordinasi Camat. - Melakukan pengendalian vektor dewasa secara rutin dengan fogging (pengasapan) di daerah daerah potensial dan endemis berkembangnya kasus DBD.
82 71 o Jumlah penyemprotan sebanyak 240 kali. o Jumlah penderita yang ditanggulangi : 59 orang. o Angka insiden penyakit : 0,0 % dengan CFR : 0 %. Pencegahan dan Pemberantasan HIV/AIDS meliputi : - Pembinaan dan sosialisasi di SMP dan SMA : 12 kali - Penyuluhan pada PKK/Dharma Wanita : 9 kali. - Penyuluhan pada Sekaa Taruna : 9 kali. - Penanganan terhadap penderita ODHA : 73 orang. - Pemeriksaan donor darah : 100 orang. Pencegahan dan Pemberantasan Malaria, melalui tahapan-tahapan : 1) Penemuan Penderita. Melakukan kegiatan penemuan penderita klinis melalui Active Case Detection (ACD) melalui kunjungan Juru Malaria Desa dari rumah ke rumah dengan hasil sediaan Darah ACD diperiksa : SD, sediaan Darah ACD Positif ( + ) : 191 SD (6,37 %). Melakukan kegiatan penemuan penderita klinis melalui Pasive Case Detection (PCD) terhadap tersangka penderita malaria yang datang ke tempat pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, Rumah Sakit Negeri dan Swasta dengan hasil sediaan Darah PCD diperiksa : 369 SD, sediaan Darah PCD Positif ( + ) : 53 SD (14,36 %). 2) Pengobatan Penderita, yang meliputi : o Pengobatan penderita malaria klinis, yang diberikan berdasarkan konfirmasi laboratorium. Jumlah penderita yang ditemukan 15 orang dan yang diobati 15 Orang (100 %). o Pengobatan radikal, pengobatan ini bertujuan untuk membasmi semua stadium parasit malaria pada manusia. 3) Surveilans. Kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, teratur dan sistematis dalam pengumpulan, pengolahan dan analisis data malaria untuk menghasilkan informasi yang akurat yang dapat disebarkan dan
83 72 digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat disesuaikan dengan kondisi setempat. 4) Pengendalian Vektor. Upaya mengendalikan vektor untuk menurunkan populasi, mencegah gigitan, mencegah nyamuk menjadi infektif atau mengubah lingkungan sehingga tidak cocok untuk tempat tempat perindukan (berkembang biak). Kegiatan ini telah dilakukan dengan cara : o Larvaciding, dilakukan pada lagoon-lagoon yang ada di pinggir pantai yang tersebar dari Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan sampai Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya yang luasnya ± m². Jumlah kegiatan yang dilakukan selama tahun 2011 sebanyak 96 kali. o Membersihkan tempat perindukan vektor, yang dilakukan untuk membersihkan lumut dan gulma sehari sebelum kegiatan larvaciding/oilling. o Melaksanakan penebaran ikan pemakan jentik nyamuk pada tempat perindukan potensial. Pencegahan dan Pemberantasan TBC, meliputi : 1) Penemuan penderita, yang dilakukan secara pasif pada penderita yang datang berkunjung ke unit pelayanan kesehatan dengan hasil sebagai berikut : - Penderita TB BTA (+) : 108 orang, (56.25 %) dari target 180 orang. - Penderita TB BTA (-) Rontgen Positif : 34orang. - Penderita TB ekstra Paru : 8 orang. - Penderita TB Kambuh : 1orang. - Penderita TB Anak : 0 orang. 2) Pengobatan penderita dan pengawasan minum obat, yang bertujuan untuk menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mencegah kekambuhan dan menurunkan tingkat penularan.
84 73 Penderita TB BTA (+) yang berobat pada tahun 2011 sebanyak 108 orang dan dinyatakan sembuh dalam pengobatan pada tahun 2011 sebanyak 83 orang (84,69%). Pencegahan dan Pemberantasan Kusta. Penemuan penderita, yang dilakukan secara aktif untuk menjaring tersangka penderita kusta oleh petugas kesehatan setelah mendapat informasi dari masyarakat atau kader kesehatan. Sedangkan penemuan secara pasif dilakukan kepada mereka yang berkunjung ke sarana kesehatan. Pada tahun 2011 tidak ditemukan kasus baru. Imunisasi. 1) Imunisasi rutin kepada bayi, untuk memberikan kekebalan bagi bayi terhadap beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksinasi yang diberikan seperti BCG, DPT, Hepatitis B, TT, DT, Polio dan Campak. Hasil kegiatan Imunisasi rutin tahun 2011 dari sasaran bayi adalah sebagai berikut : - BCG : bayi ( 108,5 % ) - Polio 1 : bayi ( 120,9 % ) - Polio 2 : bayi ( 109,5 % ) - Polio 3 : bayi ( 107,10 % ) - Polio 4 : bayi ( 107,7 % ) - Campak : bayi ( 111,0 % ) - Hepatitis B < 7 hari : bayi ( 106,3 % ) - DPT - HB 1 : bayi ( 107,6 % ) - DPT - HB 2 : bayi ( 105,9 % ) - DPT - HB 3 : bayi ( 106,9 % ) Hasil kegiatan imunisasi ibu hamil dari sasaran bumil TT.5 : bumil (101,5%)
85 74 2) BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), untuk memberikan kekebalan ulang pada anak sekolah terhadap penyakit tertentu seperti campak, dipteri dan tetanus yang rutin dilakukan setiap tahun. Pemberian imunisasi dengan sasaran imunisasi DT untuk siswa Sekolah Dasar kelas 1. Imunisasi TT untuk siswa Sekolah Dasar kelas 2 dan 3. Dalam tahun 2011, pelaksanaan Imunisasi Campak dilaksanakan pada Bulan Agustus dan Imunisasi DT dan TT dilaksanakan Bulan Nopember. Hasil kegiatan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) adalah sebagai berikut : - DT : siswa (100,00 %) dari sasaran siswa. - TT : siswa (100 %) dari sasaran siswa. - Campak : siswa (99,77 %) dari sasaran siswa. Pengawasan Kualitas Air. Melakukan pembinaan kepada para sanitarian di masing-masing Puskesmas di Kabupaten Jembrana dan melakukan pengawasan kualitas air melalui pengambilan sampel pada sarana air bersih. Tabel 4.12 Hasil Pengawasan Kualitas Air Sarana Air Bersih Puskesmas Pemilik Pengguna SAB Hasil Pemeriksaan ( KK ) ( KK ) Diperiksa R S T AT Gilimanuk Melaya Kaliakah Dangin TA Mendoyo Pekutatan Jumlah Penyehatan Lingkungan Pemukiman Melakukan pengawasan dan pembinaan dengan sasaran kepemilikan fasilitas sanitasi/kesehatan lingkungan di rumah pemukiman dengan hasil sebagai berikut :
86 75 Tabel 4.13 Cakupan KK yang memiliki Jamban Keluarga Jamban Keluarga Wilayah KK memiliki KK Pemakai KK diperiksa Memenuhi syarat Kota Desa Jumlah Cakupan penggunaan Jamban Keluarga di Kabupaten Jembrana sebanyak KK (81,08%) Tabel 4.14 Cakupan Tempat Pengelolaan Sampah Tempat Pengelolaan Sampah Wilayah KK memiliki KK Pemakai KK diperiksa Memenuhi syarat Kota Desa Jumlah Cakupan penggunaan tempat pengelolaan Sampah di Kabupaten Jembrana sebanyak Wilayah Tabel 4.15 Cakupan TempatPembuangan Air Limbah Tempat Pembuangan Air Limbah Memenuhi syarat KK memiliki KK Pemakai KK diperiksa Kota Desa Jumlah Cakupan Sarana Pembuangan Air Limbah di Kabupaten Jembrana sebanyak KK Tabel 4.16 Cakupan KK yang memiliki Rumah Yang memeiliki Rumah Cakupan yang Jumlah Rumah Rumah diperiksa Memenuhi Syarat memenuhi syarat ,2 Cakupan KK yang memiliki rumah KK. Penyehatan Tempat Tempat Umum. Melakukan Kegiatan Pengawasan dan Pembinaan Penyehatan Tempat Tempat Umum, dengan hasil sebagai berikut :
87 76 Tabel 4.17 Hasil Pengawasan dan Pembinaan Tempat-Tempat Umum Diawasi TTU yg.ada / terdaftar Diperiksa Memenuhi syarat Tidak Memenuhi syarat (97,80 %) 12 ( 2,20 % ) Penyehatan Tempat Makanan dan Minuman. Melakukan Inventarisasi dan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan dan Minuman, dengan hasil sebagai berikut : Tabel 4.18 Hasil Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan dan Minuman Restoran / Rumah Makan No Puskesmas Diperiksa Terdaftar Grade A Grade B Grade C Grade D 1. Gilimanuk Melaya Kaliakah Dangitukadaya Mendoyo Pekutatan Jumlah Tabel 4.19 Hasil Inventarisasi Pengawasan dan Klasifikasi Jasa Boga Jasa Boga No. Puskesmas Diperiksa Terdaftar Grade A1 Grade A2 Grade A3 Grade B Grade C 1. Gilimanuk Melaya Kaliakah Dangin Tukadaya Mendoyo Pekutatan Jumlah Tabel 4.20 Hasil Inventarisasi Pengawasan Lokasi Makanan Jajanan/TPM Pedagang Makanan Jajanan Puskesmas Jumlah yang ada Diperiksa Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Gilimanuk Melaya Kaliakah Dangintukadaya Mendoyo Pekutatan Jumlah
88 77 Tabel 4.21 Hasil Pengambilan sample Air, Makanan dan Minuman dan Usap Dubur Pemeriksaan Sampel Puskesmas Air (bakteri/kimia) Makanan Usap Dubur Jumlah MS Jumlah MS Jumlah MS Gilimanuk Melaya Kaliakah Dangin Tukadaya Mendoyo Pekutatan Jumlah c. Kegiatan Perbaikan Gizi dan Masyarakat. Kegiatan yang dilakukan dalam tahun 2011 terdiri dari : Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi. 1) Hasil pelacakan kasus gizi buruk dijumpai 2 kasus 2) Hasil pemantauan status gizi balita antara lain ; - Balita kurang gizi (gizi buruk + gizi kurang) : 367 anak (3,04%) dari target 4,5 %. - Balita gizi buruk (lama + baru) berdasarkan BB/TB : 2 anak (0,01%) dari target 1,00 %. 3) Hasil Pemantauan Pertumbuhan Balita, meliputi : - Jumlah balita yang ada ( S ) : orang. - Jumlah balita punya KMS dan terdaftar ( K ) : orang. - Jumlah balita yang ditimbang ( D ) : orang. - Jumlah balita yang naik BB-nya ( N ) : orang. - Partisipasi masyarakat (D/S) : 67,83 % dari target 80 %. - Liputan program ( K/S ) : 99,68 % dari target 100 %. Penanggulangan Kekurangan Vitamin A Balita yang mendapat Vitamin A sebanyak anak (95,08 %) dari balita anak dari target 100 %. Penanggulangan Anemia. 1) Ibu hamil yang mendapat Fe I sebanyak orang (101,49%) dari sasaran ibu hamil orang dari target 100 %.
89 78 2) Ibu hamil yang mendapat Fe III sebanyak orang (93,23%) dari sasaran ibu hamil orang dari target 90 %. Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Hasil pemantauan pola konsumsi masyarakat pada Desa/Kelurahan yang dipakai sebagai sampel melalui SD diperoleh hasil 16 Desa (53,33 %) dari 30 Desa/Kelurahan yang ada dengan katagori baik. d. Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat. 1) Usaha Kesehatan Sekolah, dengan kegiatan yang dilakukan meliputi : Pendidikan kesehatan. - Melakukan pemeriksaan siswa oleh Guru UKS dan tenaga kesehatan : TK = 68 %, SD = 91 %, SMP = 67 % dan SMA = 61 % dari target yang ditetapkan sebesar 100 %. - Siswa yang mengonsumsi makanan sehat baik di kantin maupun di rumah : 68 % dari target 80 %. - Siswa yang memahami tentang perilaku hidup bersih dan sehat : 72 % dari target 80 %. - Semua sekolah melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan bebas jentik : 86% dari target 100%. Pelayanan Kesehatan, dengan kegiatan antara lain : - Sekolah mengisi Kartu Menuju Sehat ( KMS ) : 45 % dari target 100 %. - Guru memberikan pertolongan kepada anak didik yang mengalami luka dengan obat P3K : 92 % dari target 100%. - Merujuk peserta didik yang mengalami sakit ke puskesmas pembantu, puskesmas terdekat dengan JKJ : 100 %. - Dengan bekerja sama petugas puskesmas melaksanakan program imunisasi untuk anak sekolah (BIAS) setiap 1 tahun : 100 % dan melaksanakan program UKGS setiap 6 bulan : 73 %. Lingkungan Sehat, dengan kegiatan antara lain :
90 79 - Melakukan kebersihan di lingkungan sekolah sebelum pelajaran dimulai : 90% dan melakukan kebersihan lingkungan lingkungan setelah jam pelajaran : 74 %. - Fasilitas Sanitasi, melalui kegiatan pelayanan air bersih : 84% dari target > 90%, kamar mandi/wc : 90% dari target 100%, pembuangan sampah : 67% dari target 80 %, pembuangan air limbah : 42% dari target 70%, tempat cuci tangan : 58% dari target 70%, sekolah bebas jentik nyamuk : 92% dari target 100%. Kegiatan Penunjang lainnya, antara lain : a) Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Provinsi Bali dan Nasional - TK. Negeri Tegal Cangkring sebagai duta Provinsi Bali di Tingkat Nasional hasil menjadi juara (10 besar). - TK. Asah Duren Kecamatan Pekutatan sebagai Duta Kabupaten Jembrana di Provinsi Bali mendapat urutan harapan 6. b) Lomba sekolah sehat UKS Tingkat SD, SMP dan SMU/SMK : - SD Negeri 3 Baler Bale Agung Kecamatan Negara juara I di Kab.Jembrana juara 3 di Tingkat provinsi Bali - SMPN.3 Melaya Kec.Melaya juara 1 Kab.Jembrana juara harapan 3 di Tingkat Provinsi Bali - SMKN 1 Negara Kecamatan Negara sebagai Juara 1 Kab. Jembrana juara harapan 2 di Tingkat provinsi Bali c) Lomba Kantin Sehat, SDN 3 Baler Bale Agung Kec. Negara juara harapan 2 di tingkat Provinsi Bali d) Lomba Kader Kesehatan Remaja ( KKR) dan dokter kecil: - SMPN 2 Negara Kecamatan Negara juara harapan 3 Provinsi Bali - SDN 3 Baler Bale Agung Kecamatan Negara juara harapan 4 tingkat Provinsi Bali 2) Kesehatan Anak. Melaksanakan sosialisasi anti kekerasan terhadap anak di sekolah : 80 Orang.
91 80 Melaksanakan pembinaan kesehatan anak di puskesmas : 6 puskesmas. Melaksanakan deteksi tumbuh kembang anak : anak dari jumlah TK yang ada. 3) Kesehatan Remaja. Melaksanakan pertemuan desiminasi dan informasi dengan remaja : 3 sekolah (220 orang), melaksanakan pembinaan pada pemegang program kesehatan remaja di kecamatan : 5 kecamatan, dan melaksanakan pembinaan pada pemegang program kesehatan remaja : 12 desa. 4) Pelayanan Kesehatan Ibu. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain pemetaan ibu hamil : 51 desa, sweeping ibu hamil : 51 desa, Pembinaan KIA ke Puskesmas : 6 Puskesmas, Pelacakan Kematian Ibu / Audit Maternal dan Perinatal : 5 kasus, Rujukan Bumil, Bulin dan Nifas Resti : 84 kasus. Hasil Capaian : Angka Kematian Ibu : 110,01 / KH ( 5 kasus) dan Pesalinan yang ditolong oleh Nakes : 103,14 % 5) Pelayanan Kesehatan Usila. Pendataan Usila : - Jumlah Usila usia > 60 thn. : Orang. - Jumlah Usila usia thn : Orang Pembinaan Usila : - Usila yang dibina : orang. - Posyandu yang aktif : 66 buah. - Usila IMT lebih : 240 orang. - Usila IMT kurang : 12 orang. - Kemandirian c : 2007 orang. - Kemandirian B : orang. - Tensi darah tinggi : 263 orang. - Diabetes Melitus ( DM ) : 102 orang. 6) Peningkatan Tanaman Obat Keluarga ( TOGA ). Pembinaan Kader TOGA.
92 81 Jumlah Kader TOGA yang dibina sebanyak 663 orang yang tersebar di 51 Desa se-kabupaten Jembrana. Evaluasi atau Penilaian TOGA Dari hasil pembinaan terhadap Kader TOGA dapat ditetapkan tingkat perkembangan TOGA sebagai berikut : o Tingkat Pratama : 4 (1,22 %)buah. o Tingkat Madya : 93(28,35 %) buah. o Tingkat Purnama : 197( 60,06) buah. o Tingkat Mandiri : 34 ( 10,37) Buah. 7) Peningkatan Kesehatan Posyandu. Revitalisasi Posyandu, untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu dengan melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya kader aktif sebagai penggerak posyandu. Pembinaan Posyandu, agar Posyandu mampu melakukan berbagai kegiatannya dan melakukan pembinaan administrasi Posyandu. Posyandu yang dibina sebanyak 37 buah. Menetapkan tingkat Perkembangan Posyandu, untuk mengetahui perkembangan Posyandu. Hasil telaahan terhadap 328 Posyandu yang ada ditetapkan tingkat kemandirian Posyandu, sebagai berikut : Posyandu Pratama : 4 buah, Posyandu Madya : 93 buah, Posyandu Purnama : 197 buah, Posyandu Mandiri : 34 buah. 8) Peran Serta Masyarakat ( PSM ). Melaksanakan survey PHBS Pelaksanaan survey PHBS dilaksanakan berdasarkan pendekataan kuantitatif dengan menggunakan teknik survey cepat yang dilakukan pada bulan Nopember Jumlah sampel yang disasar di tiap Kecamatan sebanyak 210 RT yang terhimpun dalam 30 kluster. Pelaksanaan survey PHBS bekerja sama dengan PKK Kabupaten Jembrana yang dikaitkan dengan pelaksanaan KKP PKK KB Kes.
93 82 Tabel 4.22 Kegiatan survey PHBS Jumlah No. Kecamatan Desa kluster Jumlah RT 1. Melaya Warnasari Negara Brangbang Jembrana Yehkuning Mendoyo Dlod Berawah Pekutatan Pekutatan Jumlah Kab. 5 Desa Tabel 4.23 Hasil survey PHBS Indikator Capaian INDIKATOR RUMAH TANGGA : 1. Prosentase Rumah Tangga Sehat ( 10 indikator ) 76,91 % 2. Prosentase Rumah Tangga Sehat (Indikator Terpilih) 26,99 % 3. Prosentase Rumah Tangga Sehat ( GHS ) 26,99 % INDIKATOR PERILAKU SEHAT : 1. Prosentase Rumah Tangga yang memperoleh Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan. 100,00 % 2. Prosentase Rumah Tangga dengan diberi ASI Eksklusif. 72,75 % 3. Prosentase Rumah Tangga bayi dan balita yang ditimbang tiap bulan. 77,78% 4. Prosentase Rumah Tangga yang tidak merokok di dalam rumah. 87,55 % 5. Prosentase Rumah Tangga yang melakukan aktivitas fisik setiap hari. 99,68 % 6. Prosentase Rumah Tangga yang makan sayur dan buah. 98,97 % 7. Prosentase Rumah Tangga yang mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. 99,64 % INDIKATOR LINGKUNGAN SEHAT : 1. Prosentase Rumah Tangga yang melakukan pemberantasan jentik di rumah. 98,20 % 2. Prosentase Rumah Tangga tersedia jamban 97,24 % 3. Prosentase Rumah Tangga yang tersedia air bersih. 100,00 % Melaksanakan Promosi Kesehatan. Hasil penyuluhan di dalam gedung : Jumlah desa dan puskesmas yang disuluh : 51 Desa/6 Puskesmas dengan frekwensi penyuluhan 435 kali dengan jumlah sasaran orangper tahun. Hasil penyuluhan di luar gedung : Jumlah desa yang disuluh : 51 Desa dengan frekwensi penyuluhan kali dengan jumlah sasaran orang.
94 83 e. Kegiatan Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan. Realiasi Kegiatan yang dilakukan meliputi : 1. Tersusunnya kebijakan dan konsep pengelolaan program pendukung desentralisasi 2. Meningkatnya mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Puskesmas 3. Menurunnya angka kesakitan dan kematian 4. Tersusunnya perbaikan prosedur pengelolaan rogram dan managemen Puskesmas 5. Meningkatnya pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan Pukesmas oleh masyarakat 6. Meningkatnya mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan 7. Terjangkaunya pelayanan Kesehatan masyarakat di daerah khusus dan rawan kesehatan Hasil Kegiatan Meliputi : 1. Jumlah pelayanan P3K sebanyak : 120 Kali 2. Pembinaan ke Puskesmas : 24 Kali 3. Jumlah rujukan kasus jiwa ke RSJ Bangli sebanyak 32 Kali 4. Jumlah penjaringan kasus kesehatan : 12 Kali 5. Pengawasan bidan praktik swasta : 2 Kali 6. Pengawasan dokter praktik swasta : 2 Kali 7. Pengawasan sarana kesehatan swasta: 2 Kali 8. Penilaian lapangan tenaga kesehatan teladan sebanyak 1 kali 9. Bimbingan teknis Napza ke sekolah sebanyak 12 Kali 3. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan dengan Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan kesehatan. Berupa pemeliharaan sertifikasi ISO dalam tahun 2011 telah dianggarakan biaya untuk program standarisasi ISO melalui DPA Secara umum program/kegiatan pada urusan kesehatan telah dapat direalisasikan namun adakegiatan yang tidak dapat direalisasikan yaitu kegiatan evaluasi dan
95 84 pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan untuk pemeliharaan sertifikasi ISO tidak dapat dilaksanakan dengan jumlah anggaran Rp ,- Hal ini disebabkan adanya perubahan SOTK yang baru ke standar ISI sehingga kegiatan untuk pembinaan Tim Auditor tidak dapat dilaksanakan. Indikator yang digunakan untuk mengukur pelaksanaan program dibidang kesehatan adalah sebagai berikut : Tabel 4.24 Capaian Indikator Kinerja Program Kesehatan Tahun 2011 Indikator program Satuan Tahun 2011 Tahun Target Realisasi % 2010 a. Angka Kematian Bayi (AKB) KH 15 14, b. Angka Kematian Ibu (AKI) KH , ,61 c. Umur harapan hidup Thn 71 71, ,73 d. Prevalensi Gizi Buruk % 10 0, ,02 Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR), Angka Kematian Ibu melahirkan (Maternal Mortality Rate /MMR), dan umur harapan hidup saat lahir (Life Expectancy at Birth) adalah indikator program utama yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan masyarakat. Indikator ini disepakati sebagai indikator strategis yang secara umum dianggap dapat menggambarkan tingkat keberhasilan program di bidang kesehatan di samping indikator program lain yang lebih bersifat sebagai indikator masukan, proses, maupun indikator keluaran. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah indikator yang paling peka karena bayi merupakan kelompok umur yang paling rentan terhadap berbagai macam penyakit. Uraian ringkas atas pencapaian ketiga indikator utama tersebut adalah sebagai berikut : 1. Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Jembrana menunjukkan pencapaian yang cukup baik. Pada tahun 2011 tercatat jumlah kematian bayi adalah 64 bayi per kelahiran hidup atau 14,08 per 1000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih cukup rendah dibandingkan dengan target nasional yaitu 40 per 1000 kelahiran hidup dan target Provinsi Bali yaitu 15 per 1000 kelahiran hidup. 2. Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Jembrana juga masih menunjukkan cakupan yang cukup berarti.
96 85 Pada tahun 2011 hanya tercatat 5 orang per persalinan atau 110,01 per persalinan. Angka tersebut juga masih cukup rendah dibandingkan dengan target nasional yaitu 150 per persalinan dan target Provinsi Bali yaitu 100 per kelahiran hidup. 3. Angka Umur Harapan Hidup di Kabupaten Jembrana juga menunjukkan cakupan yang berarti. Pada tahun 2011 tingkat umur harapan hidup diperkirakan telah mencapai 71,75 tahun dari tahun sebelumnya yang mencapai 71,73 tahun. Penyelenggaraan ProgramJaminan Kesehatan Jembrana 1. Jaminan Kesehatan Jembrana (Pelaksanaannya Hanya Sampai dengan Bulan September 2011) Dalam melaksanakan wujud nyata dari kepedulian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana yang pada awalnya membentuk Bapel JKJ (Tahun 2002) yang selanjutnya diganti nama menjadi Bapel Jamsosda (Tahun 2006). Karena muncul permasalahan terkait dengan pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangannya, maka Bapel Jamsosda pun akhirnya dilebur menjadi UPT Jaminan Kesehatan Jembrana yang struktur Organisasinya dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Nomor : 41 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Jaminan Kesehatan Jembrana (UPT JKJ) yang bernaung di bawah Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Jembrana. Sebagai tindak lanjut operasionalnya terbit Peraturan Bupati Nomor : 42 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang Standar Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Jaminan Kesehatan Jembrana (UPT JKJ). Anggaran Kegiatan UPT JKJ Sesuai dengan Anggaran DPA Dinas Kesehatan dan Kesos Kabupaten Jembrana Tahun 2011, dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Anggaran Kegiatan sesuai dengan DPA sejumlah Rp ,- (Delapan milyard seratus enam puluh satu juta delapan ratus dua puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh lima rupiah).
97 86 Tabel 4.25 Alokasi dan Realisasi Anggaran UPT JKJ Anggaran Realisasi Tahun Uraian (Rp) (Rp) Silpa (Rp.) 2011 Belanja Langsung , Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Bahan Pakai Habis Belanja Jasa Kantor Belanja Perawtn Kend bermotor Belanja Cetak dan Penggandaan Belanja Makanan dan Minuman Belanja perjalanan Luar daerah Belanja Perawatab Peralatan Belanja Jasa Jaminan sosial daerah Realisasi pelaksanaan kegiatan UPT JKJ Tahun 2011 sebagai berikut : a) Kunjungan Pasien Rawat Jalan ( PPK-1 ) : Kunjungan pasien ke dokter swasta : orang. jumlah Klaim (Rp) : ,- pajak (Rp) : ,- Total (Rp) : ,- Kunjungan pasien ke dokter gigi swasta : orang. Jumlah Klaim (Rp) : ,- Pajak (Rp) : ,- Total (Rp) : ,- Kunjungan pasien ke bidan swasta : orang. Jumlah Klaim (Rp) : ,- Pajak (Rp) : ,- Total Klaim (Rp) : ,- b) Kunjungan Pasien Rawat Darurat, Rawat jalan dan Rawat Inapke RSUP sanglah sisa klaim 2010 dan pasien masuk 2010 keluar Januari 2011 : Kunjungan pasien Rawat darurat : orang. Kunjungan pasien Rawat Jalan : 6 Orang Kunjungan Rawat Inap : 10 Orang
98 87 c) Kunjungan Pasien Rawat Inap sisa klaim 2010 ( PPK-3 ) : Kunjungan Pasien Rawat Inap ke RSU Negara : orang. Kunjungan pasien Rawat Inap ke Puskesmas Perawatan Pekutatan dan Gilimanuk sisa Klaim 2010 : 29 orang. Kunjungan pasien Rawat Inap Rujukan ke Rumah Sakit Pusat Sanglah : 15 Orang. d) Pembayaran Kekurangan Klaim Tahun 2010 RSUP Sanglah : Rp ,- e) Pembayaran Kekurangan Klaim Januari Tahun 2011 RSUP Sanglah(SK Bupati No.1339/Dikes.Kesos/2011 : Rp ,- Tanggal 23 Desember 2011 f) Pembayaran Klaim Dokter Swasta dan Bidan Swasta Desember 2010 : Rp ,- g) Pembayaran Kekurangan Klaim Pusk se Kab.Jembrana Desember 2010 : Rp ,- h) Pembayaran kekurangan Klaim Nita Klinik Desember 2010 : Rp ,- i) Pembayaran Kekurangan Klaim RSUN s/d Desember 2010 : Rp.3, ,- UPT JKJ. Dalam melaksanakan kegiatannya mengalami beberapa kendala antara lain: - UPT. JKJ masih dibebani pembayaran hutang (kekurangan klaim Bapel Jamsosda Tahun 2010) sesuai dengan Laporan hasil Pemeriksaan BPKP (Lap- 1999/PW22/3/2011) tanggal 22 Maret UPT JKJ merupakan organisasi baru, maka dalam melaksanakan kegiatannya masih sangat tergantung kebijakan Kepala Dinas terutama terkait sosialisasi kepada masyarakat. Untuk melunasi sisa klaim Bapel Jamsosda Tahun 2010 sesuai dengan hasil temuan BPKP, maka hal tersebut di usulkan dalam perubahan anggaran UPT JKJ Untuk bisa merealisasikan Pembayaran sisa Klaim Bapel Jamsosda Tahun 2010 dan pasien rawat jalan s/d Januari 2011 hal tersebut dapat dilaksanakan.
99 88 Sedangkan pelaksanaan sosialisasi UPT JKJ bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi ke masing-masing Kecamatan, serta Desa/Kelurahan untuk diteruskan ke khalayak sehingga program UPT JKJ dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, untuk melanjutkan program upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat setelah UPT JKJ tidak diberlakukan lagi maka Pemerintah Kabupaten Jembrana melanjutkan pelayanan dengan bergabung ke Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) per-tanggal 31 Oktober Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) UPT JKJ melaksanakan kegiatannya hanya sampai dengan Bulan september 2011 tepatnya 30 September 2011, dikarenakan Pemerintah Daerah mengambil kebijakan untuk pelayanan kesehatan bergabung dengan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM ) per Tanggal 1 Oktober Namun UPT JKJ tetap melaksanakan tugas-tugas sosialisasi terkait dengan pelaksanaan JKBM sampai dengan diperdakan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru yaitu Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kabupaten Jembrana yang mulai berlaku 1 Januari UPT JKJ tidak lagi muncul dalam SOTK baru, berarti secara otomatis UPT JKJ berakhir 31 Desember Mulai 1 Oktober 2011 Pelayanan Kesehatan Masyarakat dilanjutkan oleh program JKBM. Ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Pemerintah Pemerintah Propinsi Bali. Yang menjadi dasar Hukum kerjasama adalah Kesepakatan bersama antara Gubernur Bali dengan Bupati Jembrana sesuai MoU Nomor : 075/30/KB/B.Pem/IX/2011 dari pihak Provinsi dan Nomor : 415.4/006/KB/Pem/2011 dari Kabupaten Jembrana. Tentang Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara, yang isinya pelaksanaan pelayanan terhadap masyarakat Bali yang memiliki KTP Bali dengan layanan yang diberikan adalah rawat jalan Tk. I, rawat inap Tk I, dan rawat jalan Tk. I lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan (rujukan) dan gawat darurat sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Bali Mandara yang telah ditetapkan.
100 89 Pelaksananya adalah puskesmas dengan jaringannya termasuk layanan rujukan Tk I dan rujukan tingkat lanjutan ke Rumah Sakit Umum Pusat. Pendanaan program JKBM merupakan dana sharing antara Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana. Jumlah dana yang disediakan selama tiga bulan yaitu Oktober 2011 s/d Desember 2011 sejumlah : Provinsi Rp ,00 dan kabupaten sejumlah Rp ,00 sehinggga jumlah Total ,-. Dana tersebut dipilah untuk RSU Negara sebesar 85% dan untuk puskesmas serta jaringannya sebesar 15%. Khusus untuk puskesmas dan jaringannya pagu dana selama tiga bulan dalam tahun 2011 sejumlah Rp ,00. Realisasi Program JKBM selama 3 bulan (Oktober s/d Desember 2011) di Kabupaten Jembrana, yang dilayani oleh puskesmas dan jaringannya adalah sebagai berikut : - Jumlah Pasien Total 6 Puskesmas : Pasien - Jumlah Klaim Total 6 Puskesmas : Rp ,00 Tabel Tabel Realisasi Capaian JKBM Dalam Tahun 2011 Bulan No Puskesmas Oktober Nopember Desember Total Pasien Keu Pasien Keu Pasien Keu Pasien Keu 1 Pekutatan Mendoyo Dangin Tukadaya 4 Kaliakah Melaya Gilimanuk Jumlah Adapun permasalahan yang dihadapi dan solusi yang diambil pada setiap pelaksanaan program adalah sebagai berikut : 1. Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan dengan Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan tidak ditemui kendala yang berarti. 2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat, a) Kegiatan Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan Jaringannya tidak ditemukan kendala yang berarti.
101 90 b) Kegiatan Penyelenggaraan Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular dan Wabah. Permasalahan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk. Solusi yang dilakukan dengan melaksanakan penyuluhan dengan melibatkan lintas program dengan melibatkan peranan tenaga outdoor di posdayandu. Permasalahan dalam Pencegahan dan Pemberantasan HIV/AIDS antara lain : - Kurangnya kesadaran kelompok resiko tinggi untuk melakukan VCT - Belum adanya kesamaan persepsi stakeholders dalam upaya penanganan HIV/AIDS. - Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap masalah HIV/AIDS. - Adanya stigma dimasyarakat yang dapat menghambat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. - Kurangnya kesadaran kelompok resiko tinggi untuk melakukan save sex dengan menggunakan kondom. Solusi yang ditempuh : - Melakukan pertemuan dengan para stakeholders yang menangani HIV/AIDS untuk penyamaan persepsi. - Mengoptimalkan kinerja para outreach/penjangkau lapangan untuk sosialisasi upaya-upaya penanggulangan HIV/AIDS. - Mengoptimalkan peranan konselor profesional untuk mendorong klien mau melakukan VCT dan pendampingan ODHA. Permasalahan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Malaria antara lain: - adanya migrasi penduduk dari luar Jembrana atau luar Bali yang berasal dari daerah endemis malaria ke Kabupaten Jembrana - masih rendahnya pemahaman dan peran serta masyarakat dalam upaya pemberantas penyakit malaria sehingga menyulitkan untuk penanganan malaria secara menyeluruh.
102 91 Solusi yang ditempuh : - Mengaktifkan surveilans migrasi dengan koordinasi dari tingkat Kecamatan sampai ke-desa agar segera melaporkan ke-puskesmas terdekat bila ada penduduk pendatang yang berasal dari daerah endemis malaria. - Melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat dan bekerja sama dengan petugas outdoor yang tersebar di masing-masing dusun agar dapat menyebarkan informasi yang benar tentang penyakit malaria. Permasalahan Pencegahan dan Pemberantasan TBC adalah Penemuan penderita TBC BTA+ masih rendah karena promosi/penyuluhan ke masyarakat masih terbatas. Solusi yang ditempuh dengan melakukan penjaringan tersangka penderita TBC bekerjasama dengan Rumah Sakit baik pemerintah maupun swasta yang ada dan memaksimalkan peran petugas outdoor untuk meningkatkan penemuan penderita. Permasalahan pencegahan dan pemberantasan kusta, adanya beberapa penderita yang tidak mau minum obat sampai tuntas dengan berbagai alasan meskipun sudah dilakukan pendekatan oleh petugas kesehatan. Solusinya dengan elakukan pengawasan yang lebih intensif ke lokasi penderita. Permasalahan pelaksanaan Imunisasi : - Masih ada anak sekolah yang tidak mau diimunisasi karena rasa takut dan sakit - Belum semua desa yang ada di Kabupaten Jembrana mencapai UCI (98,04 %) karena tingginya mobilitas penduduk Solusi yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan adalah : - Memberikan pengertian kepada anak-anak sekolah dan para guru serta orang tua/wali murid tentang pentingnya imunisasi - Melakukan pendekatan kepada aparat Desa/Kelurahan untuk memberi pengertian kepada masyarakatnya.
103 92 Kendala pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Pemukiman : - Partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi pencemaran lingkungan masih rendah. - Masih rendahnya anggaran untuk operasional dan pembangunan fisik sarana kesehatan lingkungan Solusi : - Melakukan penyuluhan dan pembinaan ke rumah-rumah atau berkelompok. - Pemberian bantuan sarana kesehatan lingkungan diprioritaskan kepada keluarga yang tidak mampu. Kendala Penyehatan Tempat Tempat Umum adalah minimnya sarana kesehatan lingkungan berupa tempat penampungan sampah pada tempattempat umum seperti di Pasar Desa dan Kawasan Pariwisata yang menyebabkan menumpuk dan berserakannya sampah-sampah. Solusinya dengan melakukan penambahan tempat penampungan sampah, baik secara swadaya maupun bantuan dari pemerintah. Permasalahan Penyehatan Makanan dan Waslit Air. - Masih ditemukan bahan makanan seperti ikan kering yang mengandung formalin yang dijual di pasaran. - Masih ditemukan air minum yang mengandung bakteriologi Coli Solusi : - Melakukan pemusnahan/tidak memperjual belikan ikan kering yang saat diperiksa positif mengandung zat kimia formalin. - Melarang mengorder ikan kering yang berasal dari Perusahaan ikan kering dari Jawa. - Melakukan kaporitisasi pada sumur yang masih mengandung bakteri Coli tersebut. c) Kegiatan Peningkatan Gizi Masyarakat. 1) Permasalahan Peningkatan Gizi Masyarakat :
104 93 - Dari hasil pemantauan di Posyandu animo masyarakat yang datang ke posyandu untuk melaksanakan kegiatan penimbangan masih kurang. - Pemakaian Garam Beryodium untuk di konsumsi oleh masyarakat masih rendah. - Kurangnya anggaran yang disediakan dari APBD II. Solusi yang ditempuh : - Memberikan penyuluhan lewat Posyandu kepada ibu balita, dan ibu hamil serta kader posyandu akan pentingnya kesehatan. - Melakukan sosialisasi pemakaian garam beryodium di masyarakat. - Memanfaatkan anggaran Dekonsentrasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. 2) Usaha Kesehatan Sekolah. Dari hasil pembinaan/pengawasan di lapangan oleh petugas, kendala yang dihadapi antara lain: - Masih kurangnya tenaga karena dalam melaksanakan tugas 1 (satu) orang petugas Puskesmas membina 2 4 SD/MI dan dalam pelaksanaannya terkadang berbenturan dengan kegiatan Puskesmas lainnya seperti Posyandu, pengobatan dan program kesehatan lainnya. - Pada saat pembinaan lanjutan, seringkali saran yang diberikan petugas Puskesmas dan Pengawas tidak ditindak lanjuti oleh sekolah. - Jarak antara sekolah dengan tempat kerja jauh sehingga menyita waktu dalam perjalanan. - Petugas yang melaksanakan cuti tahunan, bersalin, sakit atau lainnya, tidak dapat melaksanakan pembinaan ke sekolah sesuai jadwal. Solusi yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan adalah sebagai berikut : - Kegiatan UKS terpadu dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan posyandu dan sekolah yang menjadi binaannya. - Jika saran-saran diberikan oleh Petugas Puskesmas sebanyak 3 (tiga) kali tidak ditindak lanjuti maka Dinas Kesehatan dan Kesos
105 94 bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata akan langsung memantau ke lapangan. - Petugas Puskesmas dapat langsung melaksanakan UKS terpadu ke sekolah dengan membawa surat tugas dari Kepala Puskesmas. Dan setelah selesai pembinaan UKS lanjut kembali ke Puskesmas untuk melaksanakan tugas rutinnya. - Petugas yang mengambil cuti tahunan, cuti melahirkan, cuti sakit atau lainnya, melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas untuk mencari petugas pengganti sehingga kegiatan UKS terpadu dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. 3) Kesehatan Anak. Kendala yang dihadapi : - Rendahnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan MTBS/MTBM. - Rendahnya kemampuan tenaga guru dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak. Solusi : - Melaksanakan pendidikan dan pelatihan MTBS/MTBM - Melaksanakan pendidikan dan pelatihan Stimulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang anak. 4) Kesehatan Remaja. Kendala yang dihadapi yaitu adanya faktor ketidak tahuan remaja karena kurang mendapat informasi yang jelas dan benar mengenai kesehatan remaja. Solusinya dengan memberikan pelayanan dan konseling kepada remaja oleh petugas Puskesmas. 5) Pelayanan Kesehatan Ibu. Kendala yang dihadapi : - Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu. - Masih rendahnya kemampuan tenaga kesehatan.
106 95 Solusi : - Melaksanakan Diklat tenaga Bidan ( Poned, Bidan Poskesdes ). - Meningkatkan Audit Maternal Perinatal dan tindak lanjut. - Pemantapan Distrik Team Problem Solving. - Membentuk Desa Siaga. - Penyuluhan kesehatan ibu ke masyarakat. 6) Gerakan Sayang Ibu. Kendala yang dihadapi : - Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu. - Masih rendahnya kemampuan tenaga kesehatan. Solusi : - Melaksanakan Diklat tenaga Bidan ( Poned, Bidan Poskesdes ). - Meningkatkan Audit Maternal Perinatal dan tindak lanjut. - Pemantapan Distrik Team Problem Solving. - Membentuk Desa Siaga. - Penyuluhan kesehatan ibu ke masyarakat. 7) Pelayanan Kesehatan Usila. Kendala yang dihadapi adalah pelaksanaan Kegiatan Posyandu Usila adalh belum optimal karena belum banyak dikenal dan kurangnya kemampuan kader dan biaya operasional. Solusi yang ditempuh dengan melakukan sosialisasi tentang Posyandu Usila di masyarakat dan melakukan pembinaan kepada kader yang ada. 8) Peningkatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA ) tidak ditemui kendala yang berarti. 9) Peningkatan Kesehatan Posyandu, permasalahannya adalah : - Anggaran untuk operasional Posyandu masih terbatas sehingga pelaksanaan yang dilakukan kurang maksimal. - Tingkat kehadiran Balita untuk datang ke Posyandu masih rendah, terutama diperkotaan.
107 96 - Sarana pendukung seperti sepeda motor atau mobil untuk operasional Posyandu tidak tersedia. Solusi yang ditempuh : - Memanfaatkan anggaran dari kegiatan lain. - Memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan arti pentingnya masalah agar bersedia berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. - Memanfaatkan kendaraan yang pribadi. 10) Peran Serta Masyakarat ( PSM ). Kendala yang dihadapi : - Implementasi PHBS masih sulit dilihat hasil nyatanya mengingat harus adanya perubahan perilaku manusia. - Sarana penyuluhan luar gedung dan dalam gedung belum memadai. - Kompetensi tenaga penyuluh kesehatan di Puskesmas kurang memadai. Solusi yang dilakukan : - Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dilaksanakan secara lintas program dan lintas sektor dengan menitipkan pesan atau materi untuk disampaikan kepada masyarakat. - Melaksanakan pelatihan teknis dengan melibatkan lintas program untuk pendalaman materi dalam satu kesempatan pelatihan atau pertemuan. - Pengusulkan sarana penyuluhan melalui dana DIPA Dinas Kesehatan Provinsi Bali disamping memanfaatkan sarana yang ada secara efektif. d) Kegiatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan tidak ditemukan kendala yang berarti.
108 97 Penyelenggaran Urusan Kesehatan oleh RSU Negara Rumah Sakit Umum Negara sebagai Badan Layanan Umum, maka sejak bulan Oktober tahun 2008 RSU Negara menjadi BLU bertahap kemudian sejak bulan Januari tahun 2012 RSU Negara menjadi BLU penuh. Luas areal Rumah Sakit Umum Negara Kabupaten Jembrana merupakan areal yang kurang ideal untuk pengembangan Rumah Sakit masa depan. Diperlukan paling sedikit luas areal ± 4,5 hektar untuk membangun rumah sakit yang dianggap ideal dan yang mampu bersaing dan mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Sebanyak 80% luas areal itu telah menjadi bangunan gedung sehingga terasa kurangnya areal hijau untuk taman dan areal untuk parkir kendaraan. Tahun 2012 ini telah direncanakan pengembangan dengan pembebasan lahan di sebelah barat ruang paviliun yang direncanakan untuk instalasi pemulasaran jenasah, instalasi genset, dapur, laundry, incinerator, dll Sarana pelayanan di Rumah Sakit Umum Negara Kabupaten Jembrana meliputi sarana rawat jalan dengan 4 buah poliklinik spesialis dasar (Bedah, Anak, Interna dan Kebidanan) serta poliklinik-poliklinik lain seperti THT, rehabilitasi Medik, Gigi, Umum, Saraf, Sarana Penunjang Medis yang dimiliki adalah sarana radiologi/rontgen, gizi, farmasi dan laboratorium. Sarana Rawat Inap yang dimiliki mempunyai kapasitas 124 tempat tidur yang tersebar di bangsal-bangsal Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, dan ruang Paviliun serta bangsal Flamboyan yang khusus diperuntukan bagi pasien kelas III yang mulai difungsikan pada tanggal 4 Pebruari tahun Peralatan-peralatan kedokteran dan sarana penunjang lainnya banyak yang masih harus ditingkatkan jika dibandingkan dengan Standar Rumah Sakit. Dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengadaan dan pemeliharaan peralatan medis tersebut. Kondisi bangunan gedung sebagian dalam keadaan kurang layak huni dan memerlukan perawatan dan renovasi yang cukup besar dan secara terus menerus. Sementara itu dana subsidi untuk pemeliharaan semakin berkurang dan harga barang-barang semakin meningkat dengan amat cepat.
109 98 RSU Negara sudah membuat perencanaan Master Plan rumah sakit yang mana nantinya pembangunan dan pengembangan rumah sakit akan dilakukan berdasarkan master plan tersebut. Pengembangan rumah sakit sesuai dengan master plan mulai dilaksanakan tahun 2012 ini. Pola tarif yang berlaku di rumah sakit masih dibawah unit cost, sehingga semakin tinggi tingkat hunian maka subsidi rumah sakit menjadi semakin besar. Pola tariff baru yang mendekati unit cost rencananya akan diberlakukan di triwulan 1 tahun 2012 setelah dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Untuk itu maka guna pengembangan investasi dan belanja modal rumah sakit masih memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk pengadaannya. Jenis-jenis pelayanan kesehatan yang disediakan di RSU Negara adalah : a. Poliklinik Umum Unit pelayanan yang menangani kasus-kasus untuk konsultasi rawat jalan. Memiliki unit layanan konsultasi dokter umum dan dilengkapi ruang pemeriksaan dan peralatan. Unit ini ditangani oleh satu orang dokter umum dan dua orang perawat b. Poliklinik Kebidanan dan KB Unit pelayanan ini menangani pemeriksaan untuk konsultasi rawat jalan kebidanan dan Keluarga Berencana, pemeriksaan kehamilan dan post melahirkan.poliklinik ini dilengkapi meja Gynecologi standart dan USG, yang ditangani oleh satu orang dokter spesialis Gynecologi dan dua orang bidan. c. Poliklinik Gigi Unit pelayanan yang menangani pemeriksaan dan perawatan gigi dengan jenisjenis pelayanan seperti : ekstraksi gigi, pembersihan plak dan karang gigi, penambalan gigi dan pemeliharaan gigi. Unit ini dilengkapi dengan dua dental unit yang ditangani oleh dua orang dokter gigi dan dua orang perawat gigi. d.. Poliklinik Bedah Unit pelayanan ini menangani pemeriksaan untuk konsultasi rawat jalan bedah dengan jenis-jenis pelayanan antara lain : rawat luka, pasang/buka kateter, perawatan post operasi. Unit ini dilengkapi Viewer Box (lampu baca rontgen)
110 99 dan ditangani oleh satu orang dokter umum, satu orang dokter spesialis bedah umum dan tiga orang perawat. e. Poliklinik Syaraf Unit pelayanan ini menangani kasus-kasus penyakit syaraf, unit ini ditangani oleh satu orang dokter umum, satu orang dokter spesialis syaraf dan dua orang perawat. f. Poliklinik Penyakit Dalam. Unit pelayanan ini menangani kasus-kasus internis, dimana unit ini dilengkapi dengan ruang pemeriksaan, peralatan ECG dan Viewer Box (lampu baca rontgen) serta ditangani satu orang dokter spesialis penyakit dalam, satu orang dokter umum dan tiga orang perawat. g. Poliklinik Anak Unit pelayanan ini menangani konsultasi dan pemeriksaan pada bayi, balita dan anak (dibawah usia 12 tahun). Poliklinik ini ditangani oleh satu orang dokter spesialis anak, dokter umum dan dua orang perawat. h. Poliklinik THT Unit pelayanan ini dilayani oleh satu orang dokter spesialis THT dan dua orang perawat. i. Instalasi Gawat Darurat 24 jam Unit pelayanan ini menangani kasus-kasus yang bersifat kegawat daruratan, yang terdiri dari kasus darurat bedah dan darurat non bedah. Unit ini dalam satu kali shift jaga ditangani oleh satu orang dokter umum dan tiga orang perawat. Unit ini terdiri dari dua ruangan yakni ruang penanganan pasien dan ruang bedah minor. j. Apotek Pelayanan yang diberikan oleh apotek Rumah Sakit Umum Negara berupa penyediaan obat-obatan dan alat-alat kesehatan bagi pasien rawat jalan dan rawat inap, sekaligus pelayanan obat-obatan bagi masyarakat luas. Unit ini buka 24 jam yang ditangani oleh satu orang Apoteker, satu orang S1 Farmasi, satu orang AKFAR dan 4 orang asisten apoteker serta 4 orang staf.
111 100 k. Laboratorium Instalasi ini merupakan penunjang dalam upaya menentukan diagnose penyakit pasien secara tepat dan akurat. Tindakan atau treatment medis yang akan diberikan kepada pasien sangat mempertimbangkan hasil laboratorium yang diperoleh. Jenis-jenis pemeriksaan laboratorium yang dapat dilaksanakan di RSU Negara terdiri dari : pemeriksaan kimia klinik dan pemeriksaan rutin. Unit ini ditangani oleh satu orang Dokter Spesialis Patologi Klinik, satu orang analis dan empat orang pembantu analis serta satu orang staf, unit ini buka 2 shift (pagi dan sore). l. Instalasi Radiologi Unit ini memberikan pelayanan radiology, khususnya untuk pemeriksaan rontgent dan USG. Unit ini ditangani oleh satu orang dokter spesialis radiology, empat orang tenaga AKPRO dan satu orang staf administrasi. m. Instalasi Bedah Sentral Unit ini ditangani oleh lima orang dokter spesialis bedah umum, dua orang spesialis gynekologi, dua orang spesialis anasthesi, empat orang anathesi dan lima orang perawat. n. Instalasi Gizi Instalasi Gizi RSU Negara menangani gizi untuk pasien rawat inap (pengadaan makanan pasien) serta menangani konsultasi rawat jalan. Unit ini ditangani oleh tiga orang tenaga gizi dan 6 orang staf. o. Rehabilitasi medik Unit Rehabilitasi medik memberikan pelayanan therapi medik kepada pasien yang membutuhkan, unit ini dilayani oleh dua orang fisiotherapi. p. Ambulance Unit bergerak ini memberikan pelayanan kegawat daruratan, pelayanan ambulance jenasah dan referal pasien. Sarana yang ada adalah satu ambulance jenasah, empat ambulance pasien yang ditangani lima orang sopir.
112 101 q. Pelayanan rawat Inap Pelayanan rawat inap memegang peranan penting dalam menunjukan kemampuan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh sebuah rumah sakit, dengan kapasitas 124 tempat tidur, pelayanan rawat inap diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang prima. VISI RSU Negara adalah Menjadi Rumah Sakit Mandiri dan Memuaskan Visi ini perlu ditanamkan pada setiap unsur organisasi sehingga menjadi visi bersama (shared vision) yang pada gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakkan segala sumber daya instansi. Sedangkan MISI RSU Negara adalah : a. Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan Sejahtera. b. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima. c. Mewujudkan lingkungan Rumah Sakit yang bersih dan tertib. d. Mewujudkan kemandirian Rumah Sakit dengan prinsip otonomi dalam pengelolaan. Guna mewujudkan VISI dan MISI tersebut, RSU Negara menerapkan MOTTO yaitu SERASI yang berarti : S : Segera artinya Pelayanan yang tanggap, cepat, bermutu dan professional. E : Efektif artinya Memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur tetap Rumah Sakit Umum Negara. R : Ramah artinya Pelayanan secara tulus dengan sapa, salam dan senyum. A : Aman Pelayanan yang memberikan rasa aman secara fisik, mental dan emosional. S : Simpatik artinya Pelayanan diberikan dengan rasa empati. I : Indah artinya Pelayanan dengan lingkungan yang asri, bersih dan tertib. Program dan Kegiatan Yang dilaksanakan Oleh RSU Negara 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik c. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor. d. Penyediaan jasa administrasi keuangan
113 102 e. Penyediaan Alat Tulis Kantor. f. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan. g. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor. h. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor i. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang - undangan. j. Penyediaan makanan dan minuman. k. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah. l. Penyediaan jasa tenaga administrasi. 2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat a. Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan. b. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. c. Peningkatan Pelayanan SIM RS dan RM-RS 3. Program Pengembangan Lingkungan Sehat Pengembangan Lingkungan Sehat. 4. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan a. Audit Rumah Sakit b. Penyelenggaraan Akreditasi Rumah Sakit 5. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana RS a. Pengembangan Ruang Gawat Darurat b. Pengadaan Alat - alat Kesehatan Rumah Sakit c. Pengadaan Obat-obatan Rumah Sakit d. Pengadaan Meubelair Rumah Sakit. e. Pengadaan Perlengkapan Rumah Tangga Rumah Sakit. f. Pengadaan Bahan-bahan Logistik Rumah Sakit. g. Pengadaan Peralatan Medik IGD. 6. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit a. Pemeliharaan rutin/berkala Rumah Sakit. b. Pemeliharaan rutin/berkala Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. c. Pemeliharaan rutin/berkala Alat alat kesehatan Rumah Sakit. d. Pemeliharaan rutin/berkala meubelair Rumah Sakit.
114 103 e. Pemeliharaan rutin/berkala Perlengkapan Rumah Sakit. f. Pemeliharaan rutin/berkala Kendaraan Dinas Oprasional. 7. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan a. Kemitraan pengobatan bagi Pasien kurang mampu b. Kemitraan Asuransi Kesehatan 8. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak 9. Program Pelayanan Kesehatan Pada BLUD Rumah Sakit a. Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit b. Pendukung Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit Jumlah Pegawai Pada RSU Negara berdasarkan pangkat/golongan, kulifikasi pendidikan maupun jabatannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.27 Data Pegawai berdasarkan Pangkat dan Golongan RSU Negara NO PANGKAT/GOLONGAN JUMLAH Pembina Utama Muda/IV c. Pembina Tk 1/IV b. Pembina/IV a. Penata Tk 1/III.d Penata/III.c. Penata Muda Tk1/III.b. Penata Muda/III.a Pengatur Tk 1/II.d. Pengatur/II.c. Pengatur Muda Tk 1/II.b. Pengatur Muda/II.a. Juru Tk 1/I.d. Juru/I.c. Juru Muda Tk 1/I.b. Juru Muda/I.a. Tabel 4.28 Data Pegawai berdasarkan jumlah dan Kualifikasi Pendidikan No Jenis Ketenagaan PNS Non PNS Jumlah I Medis dr. Sp. Anak dr. Sp. Penyakit Dalam dr. Sp. Radiologi
115 104 No Jenis Ketenagaan PNS Non PNS Jumlah dr. Sp. Bedah dr. Sp. Obgyn dr. Sp. Syaraf dr. Sp. Patologi Klinis dr. Sp. Anestesi dr. Sp. THT Dokter Umum Dokter Gigi J u m l a h II III IV Paramedis Keperawatan S1 Keperawatan D3 Keperawatan D3 Kebidanan D3 Anestesi D1 Kebidanan SPK PKC SPKA/C D3 Kesehatan Gigi SPRG J u m l a h Paramedis Non Keperawatan S1 Farmasi S1 Kes. Masyarakat D3 Gizi D 3 Fisioterafi D3 Analis Kesehatan D3 Elektro Medik D3 Radiologi D3 Rekam Medik SPPH SMF SAA SMAK Pekarya Kesehatan SPAG Jumlah Non Medis Magister Kesehatan S1 Ekonomi S1 Hukum S1 Teknik S1 Sos. Pol D3 Manajemen D1 Pariwisata
116 105 No Jenis Ketenagaan PNS Non PNS Jumlah 8 SMA STM SMEA SMP SD J u m l a h T O T A L Tabel 4.29 Data Pejabat Struktural dan Kualifikasi Pendidikan NO URAIAN PENDIDIKAN 1 Direktur RSU Negara S2 (Master Public Policy and Management) 2 Kepala Bagian Tata Usaha : a) Ka.Su Bag Umum : b) Ka.Su Bag Keuangan c) Ka.Su Bag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan 3 Kepala Bidang Pelayanan Medik a. Ka.sie Ranjal Ranap Rasip b. Ka.sie Keperawatan Mutu, Sertifikasi Rekam Medis,SIM dan Humas 4 Kepala Bidang Penunjang Medik Gede Santabudi Samba, SKM,M.Kes a. Ka.sie Logistik b. Ka.sie Diagnostik 5 Kepala Bidang Penunjang Non Medik a. Ka.sie Sarana dan Prasarana b.ka.sie Kesehatan Lingkungan S1 (Sarjana Sosial Politik) S1 (Sarjana Hukum) S1 (Sarjana Ekonomi) S2 (Manajemen Kesehatan Masyarakat) S1 (Dokter Umum) S1 (Sarjana Kesehatan Masyarakat) S1(Sarjana Keperawatan) S2 (Manajemen Asuransi Kesehatan S1 (Manajemen Asuransi Kesehatan ) S1(Sarjana Kesehatan Masyarakat) S1 (Sarjana Teknologi) S1 (Sarjana Sosial) S1 (Sarjana Kesehatan Masyarakat) Gambaran anggaran belanja dan anggaran pendapatan RSU Negara dari tahun ke tahun untuk melihat tingkat efisiensi pembiayaan dapat dibaca dalam tabel. Tabel 4.30 Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja RSU Negara Tahun Realisasi Pendapatan Anggaran Belanja (cost of recovery) Cost of recovery (%) No , , , ,68 28,78
117 106 Cost of Tahun Realisasi Pendapatan Anggaran Belanja No recovery (%) , , ,27 54, , ,40 47,17 Dari tabel di atas dapat diketahui besarnya Anggaran Pendapatan dari tahun 2007 ke tahun 2011 mengalami peningkatan. Target pendapatan BLU RSU Negara tahun 2011 sebesar Rp ,- sedangkan realisasi pendapatan adalah Rp ,36. Hal ini disebabkan karena adanya pengembalian piutang dari JKJ sebesar Rp ,- dengan rincian piutang rawat jalan Rp. 605,910,512,- piutang rawat inap sebesar Rp. 636,317,327, dan piutang farmasi sebesar Rp ,-. Sedangkan untuk Belanja langsung pada RSU Negara pada tahun 2011 sebesar Rp ,96 terdiri atas 4 program dan 6 kegiatan sebagai berikkut : Tabel 4.31 Alokasi dan Realisasi Anggaran RSU Negara Tahun 2011 No PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN 1 FISIK (%) REALISASI KEU Rp. % Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD Rumah Sakit Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit , Pendukung Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit , , Program Upaya Kesehatan Masyarakat Kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan , , Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran , , Program Pengadaan Peningkatan Sarana dan 4 Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata Pengembangan Ruang Gawat Darurat , , Pengembangan Peralatan Medik , , Program Pelayanan Kesehatan Pada BLUD Rumah Sakit a. Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit Sasaran kegiatan Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit adalah terwujudnya pelayanan kesehatan pada BLUD Rumah Sakit Umum Negara. Anggaran untuk kegiatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD Rumah Sakit
118 107 adalah sebesar Rp , dengan realisasi sebesar Rp ,80 (102.80%). Terjadi kelebihan realisasi sebesar Rp ,84 (2.80%). Kelebihan ini terjadi pada belanja bahan obatobatan dan di belanja bahan dan alat percontohan/pelatihan/praktek/ kedokteran yang keduanya melebihi pagu. b. Pendukung Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit Sasaran kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit adalah tersedianya penunjang pelayanan kesehatan di RSU Negara. Anggaran untuk kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan BLUD Rumah Sakit adalah sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 (72.80%). Sisa anggaran sebesar Rp ,00 (27.20%). 2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan satu Kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan Sasaran kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan adalah meningkatnya pemulihan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,60 (93.45%). 3. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran Sasaran kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran adalah tersedianya jasa administrasi perkantoran. Anggaran untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 (94.80%). 4. Program Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata a. Pengembangan Ruang Gawat Darurat Sasaran kegiatan Pengembangan Ruang Gawat Darurat adalah adanya pengembangan ruang gawat darurat di Rumah Sakit Umum Negara. Anggaran untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 (97.44%). b. Pengembangan Peralatan Medik
119 108 Sasaran kegiatan Pengembangan Peralatan Medik adalah tersedianya peralatan medik untuk menunjang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Negara. Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 (97.72%). Perkembangang pendapatan daerah RSU Negara dari tahun-ketahun adalah sebagai berikut : Tabel 4.32 Pendapatan RSU Negara NO TAHUN PENDAPATAN , , , , , ,36 Target pendapatan : Rp ,- dengan Realisasi Pendapatan Rp ,36 atau pencapaian target sebesar 112,73 %. Hal ini disebabkan karena Klaim JKJ tahun 2010 telah rincian rawat jalan sebesar Rp dibayar sebesar Rp ,- dengan Rp ,- rawat inap Rp ,- dan farmasi Dari berbagai program kegiatan yang dilaksanakan oleh RSU Negara dicapai hasilhasil sebagai berikut : Tabel 4.33 Hasil Kegiatan RSU Negara NO INDIKATOR Kunj. Rawat Jalan Kunj. Rawat Inap Kunjungan UGD BOR 56,71 61,01 62,02 82,20 59,19 4 LOS 3,72 3,35 3, ,51 5 BTO 58,57 69,14 75,11 74,25 62,26 6 TOI 2,59 2,05 1,68 0,87 2,40 7 GDR 43,07 37,75 47,08 46,75 52,03 8 NDR 22,12 17,36 24,90 26,93 31,29
120 109 Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa jumlah kunjungan pasien dari tahun ke tahun memiliki fluktuasi dengan rata-rata pencapaian yang berbeda. Pencapaian nilai BOR (Bed Occupancy Rate) atau rata rata tempat tidur terisi dalam satu. Pencapaian BOR yang tinggi terjadi tahun 2010, yaitu pencapaian BOR 82,20%, namun pada tahun 2011 mengalami penurunan. Selain BOR kualitas pelayanan rumah sakit juga dapat dulihat dati LOS (Length of stay) merupakan rata-rata lamanya pasien dirawat. LOS di tahun 2011 mencapai 3,51 memberikan gambaran bahwa rata rata pasien dirawat di RSU Negara berkisar 3 sampai 4 hari. BTO (Bed Turn Over) atau Angka Perputaran tempat Tidur adalah frekwensi pemakaian tempat tidur pada satu periode. Tahun 2011 BTO mencapai 62,26. Kualitas pelayanan yang lain dapat dilihat dari nilai GDR (Gross Death Rate = angka kematian kasar pasien yang dirawat <48jam) untuk tahun 2011 adalah 52,02 dan NDR (Net Death Rate = angka kematian di RS sesudah dirawat > 48 jam) tahun 2011 adalah 31,29. Sekalipun kenaikan GDR dan NDR ditahun 2011 mengalami peningkatan yang tidak signifikan dibandingkan dengan tahun 2010, namun tetap merupakan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSU Negara. 2.3 Permasalahan dan Solusi Kualitas SDM a. Jumlah SDM belum memadai. Terdapat beberapa kepala seksi yang tidak memiliki staf, kurangnya tenaga administrasi yang mahir komputer sehingga tenaga administrasi di masing-masing ruangan yang khusus meng-entry data tindakan pelayanan pasien rawat inap belum ada, sehingga berdampak pada SIM RS dan billing sistem RSU Negara. Dokter spesialis yang ada belum lengkap sehingga pasien yang membutuhkan pelayanan spesilistik tertentu (mata, kulitkelamin, jantung) harus dirujuk. Solusi yang telah dilakukan adalah mengadakan tenaga outsorching walaupun masih terbatas sesuai kemampuan keuangan Rumah Sakit.
121 110 Tingkat keterampilan staf belum merata. Solusinya dengan memberikan kesempatan kepada karyawan RSU Negara untuk mengikuti pelatihan/bimbingan teknis baik dengan biaya rumah sakit maupun biaya sendiri. b. Sarana dan prasarana. Lahan rumah sakit yang sempit untuk pengembangan pelayanan. RSU Negara sudah mengajukan proposal ke Pemkab Jembrana untuk dibantu pembebasan lahan seluas 81,78 are yang berada di belakang ruang Paviliun, lahan tersebut rencananya untuk pengembangan RSU Negara seperti pengembangan VIP, dapur, laundry, incenerator, IPAL, ruang pemulasaran Jenasah serta sarana parkir yang saat ini kurang memadai. Solusinya dengan mengajukan proposal ke Pemkab Jembrana. Sarana dan prasarana belum mencukupi disebabkan karena subsidi daerah/pusat masih kurang. Solusinya dengan mengadakan KSO/Kerjasama dengan pihak ketiga. Beberapa bangunan gedung RS sudah tua. Solusinya dengan melakukan pemeliharaan rutin/berkala Rumah Sakit. Sebagian alat sudah tua dan masih sewa. Solusinya dengan mengajukan permohonan bantuan ke Pemkab Jembrana. Pelaksanaan kalibrasi alat dan swab ruangan belum kontinyu. Solusinya dengan melakukan kalibrasi alat secara kontinyu. c. Keuangan Belum tersedianya SIM Keuangan yang memadai. Kurangnya tenaga akuntansi yang bersertifikat. Belum dipahaminya peraturan keuangan dan pengadaan barang BLU secara utuh. Sistem remunerasi yang belum merata.
122 LINGKUNGAN HIDUP Pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat luas sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidupnya. Disamping menimbulkan dampak positif tetapi juga berbagai dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Untuk menghindari malapetaka yang siap mengancam eksistensi kehidupan manusia dengan terjadinya kerusakan lingkungan, maka tidak ada pilihan lain kecuali pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat harus mampu menjaga dan melestarikan lingkungan alamnya dari dampak negatif aktifitas kehidupan tersebut. Undang Undang nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan dikuatkan dengan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, memiliki peran yang sangat strategis di dalam melakukan regulasi dibidang lingkungan hidup. Undang Undang itu menyebutkan bahwa setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Disamping itu juga telah ditetapkan bahwa pemerintah berkewajiban untuk mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup Program dan Kegiatan Dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan hidup sesuai dengan Keputusan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jembrana Nomor : 620/972/LHKP tanggal 22 Oktober 2010 tentang Rencana Strategis Kantor LHKP dengan sasaran meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan kebersihan di Kabupaten Jembrana telah diselenggarakan berbagai Program dan Kegiatan Tahun 2011 antara lain : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, yang terdiri dari kegiatan: a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat b. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor
123 112 c. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja d. Penyediaan Alat Tulis Kantor e. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan f. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor g. Penyediaan Makanan dan Minuman h. Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah i. Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, yang terdiri dari satu Kegiatan: a. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 3. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, yang terdiri dari Kegiatan : a. Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan b. Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan 4. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan, terdiri dari Kegiatan : a. Pemantauan Kualitas Lingkungan b. Peningkatan Peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup c. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan hidup 5. Program Peningkatan Pengendalian Polusi, yang terdiri dari satu kegiatan: a. Pembangunan Tempat Pembuangan Benda Padat/Cair yang Menimbulkan Polusi. 6. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, yang terdiri dari Kegiatan : a. Penataan RTH b. Pemeliharaan RTH 3.5. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan Realisasi Anggaran penyelenggaraan Urusan Pekerjaan pada Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut :
124 113 Tabel 4.34 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2011 No ProgramKegiatan Anggaran Realisasi Dana Fisik Keu 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang terdiri dari kegiatan : 951,804, ,413,555 95, Penyediaan Jasa Surat Menyurat 3,600,000 3,600, Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja 8,000,000 6,139, Penyediaan Alat Tulis Kantor 36,882,000 32,657, Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 52,342,000 36,231, Penyediaan makanan dan Minuman 7,500,000 6,856, Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 56,880,000 53,685, Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi 703,800, ,720, Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor 55,200,000 50,325, Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 27,600,000 24,200, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur yang terdiri dari kegiatan 1,116,471, ,322, Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas/ 1,116,471, ,322, Operasional 3 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan 277,900, ,389, ,50 Persampahan yang teridir dari kegiatan : - Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan 205,900, ,489, Persampahan - Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana 72,000,000 68,900, dan sarana Persampahan 4 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan 1,207,533,460 1,130,336, ,83 Lingkungan yang terdiri dari kegiatan : - Pemantauan Kualitas Lingkungan 873,950, ,300, Peningkatan Peran Serta Masyarkat dalam 107,000, ,120, Pengendalian Lingkungan Hidup - Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan 226,583, ,916, ,50 Lingkungan Hidup 5 Program Peningkatan Pengendalian Polusi yang terdiri 98,500,000 93,910, ,35 kegiatan : - Pembuangan tempat pembuangan benda padat/cair 98,500,000 93,910, ,35 yang menimbulkan pousi 6 Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau yang 578,960, ,575, ,01 terdiri dari kegiatan : - Penataan RTH 250,000, ,200, Pemeliharaan RTH 328,960, ,376, J u m l a h : 4,231,169,210 3,834,947,035 99,27 90,64 Adapun hasil pencapaian kinerja dari masing-masing Program/Kegiatan pada Kantor LHKP adalah sebagai berikut :
125 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan semua kegiatannya adalah diperuntukkan untuk menunjang semua program dan kegiatan pada Kantor LHKP Kabupaten Jembrana. Adapun pencapaian keuangan dapat terealisasikan 87,69% dengan pencapaian kinerja fisik mencapai 95,62%. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan kegiatannya diperuntukkan untuk menunjang kegiatan operasional lapangan, pembelian suku cadang dan servis kendaraan dinas, operasional kendaraan dinas baik untuk pengangkutan sampah, monitoring/supervisi, rapat-rapat dinas dan konsultasi serta koordinasi. Adapun pencapaian keuangan dapat terealisasikan 100,00 % dengan pencapaian kinerja fisik mencapai 100,00 %. 3. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dengan kegiatannya diperuntukkan untuk pembelian peralatan kebersihan dan bahan pembersih, pembelian suku cadang peralatan kerja lapangan, pembelian gerobak sampah dan tong sampah, pembuatan sumur pantau dan pembelian pakaian kerja lapangan. Adapun pencapaian keuangan dapat terealisasikan 95,50,00 % dengan pencapaian kinerja fisik mencapai 100,00 %. Dalam Kinerja Pengembangan Pengelolaan Persampahan, perubahan jumlah penduduk dan kecendrungan pola hidup yang konsumtif memberikan dampak terhadap produksi sampah baik volume, jenis maupun karakteristik sampah. Untuk itu perlu pengelolaan sampah secara komperhensif, terpadu dari hulu ke hilir agar dapat memberikan manfaat secara ekonomi dan tidak mengganggu kesehatan masyarakat. Berbagai produk hukum dalam rangka melindungi dan menjaga lingkungan serta penanganan kebersihan/persampahan telah dibentuk antara lain : a. Peraturan Daerah No 5 Tahun 2007 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum b. Peraturan Bupati Jembrana No 38 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Jembrana
126 115 c. Instruksi Bupati Jembrana No 9 Tahun 2007 tentang Pemasyarakatan Budaya Bersih, Lestari dan Indah d. Peraturan Bupati Jembrana No 07 Tahun 2008 tentang Penyewaan/Penggunaan Truk Tangki Sedot Tinja Milik Pemerintah Kabupaten Jembrana e. Dalam rangka pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menetapkan Perda No 8 tahun 1999 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Retribusi sampah dalam Tahun 2011 telah terpungut sebesar Rp ,- Pengelolaan sampah di Kabupaten Jembrana dilakukan secara swadaya dan swakelola yaitu secara swadaya dilakukan terhadap sebagian sampah rumah tangga yang ada di Kelurahan/Desa melalui sistim TAKAKURA dan dibeberapa Sekolah Dasar, SMP dan SMA sampah organik sudah dapat dijadikan kompos. Pengelolaan sampah secara swakelola dilakukan oleh tenaga kebersihan Kantor LHKP Kabupaten Jembrana dengan melakukan pengambilan sampah di TPS dan seterusnya diangkut ke TPA. Untuk saat ini sampah yang kita tangani masih sebagian besar berasal dari sampah wilayah perkotaan, pasar, sekolah-sekolah dan terminal (kurang lebihnya 150 m 3 perhari) dimana pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut : a. Sampah rumah tangga diambil dan diangkut ke TPS oleh tenaga yang ditetapkan dan diupah oleh Desa/Kelurahan. b. Sampah rumah makan/ruko dan industri sebagian ditangani sendiri oleh pemilik dan sebagian diambil oleh tenaga kebersihan yang melewati rumah makan/ruko yang dimaksud. c. Sampah perkantoran dan sekolah sekolah ditangani secara swadaya oleh tenaga kebersihan intern dan sampahnya ditempatkan pada tong-tong sampah dan atau amrol yang telah disiapkan dan selanjutnya diambil oleh tenaga kebersihan. d. Sampah pasar sepenuhnya ditangani oleh tenaga kebersihan mulai dari kegiatan menyapu sampai pengangkutan ke TPA.
127 116 Untuk mendukung penyelenggaraan program dan kegiatan penanganan sampah, sarana prasarana persampahan yang dimiliki Pemerintah Daerah dari Tahun 2005 sampai dengan 2011 adalah sebagai berikut. No Uraian Tong Sampah TPS Tertutup TPS Terbuka Gerobak Kontainer Truk/ Roda 4 - Dam Truk - Amrol - Tangki - Kijang - Toyota Hilux Alat Berat TPA - Peh - Melaya Keterangan : * Rusak Berat Tabel 4.35 Sarana Prasarana Persampahan Tahun Ha 1 Ha Himbauan pemilahan sampah dalam katagori sampah organik dan anorganik sudah dilakukan secara terus menerus namun dalam pelaksanaannya masih sangat sulit walaupun sesungguhnya tong sampah dan TPS sudah disiapkan secara terpisah, kecuali pemilahan sampah disekolah sudah terlaksanakan cukup baik. Sedangkan sampah berbahaya seperti sampah rumah sakit sudah ditangani secara swadaya menggunakan alat incinerator, namun alat dimaksud pada tahun 2011 sudah mengalami kerusakan. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dilaksanakan pula sosialisasi atas terbitnya Undang-Undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Undang-Undang Republik Indonesia No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan lain-lain tentang persampahan yang dilakukan melalui pertemuan-pertemuan/tatap muka dengan masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, aparat desa/kelurahan, kecamatan dan pegawai pada saat Jml * 1 1
128 117 Apel Koordinasi, disamping juga melalui media masa dan selebaran berupa Surat Edaran Bupati. Tahun Tabel 3.36 Volume Penanganan Sampah di Kabupaten Jembrana Volume Sampah Volume Sampah yang ditangani Volume Sampah Yang Belum ditangani M 3 M 3 % M 3 % , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,364 77,08 68,505 22,92 4. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan dengan kegiatannya diperuntukkan untuk pengadaan mobil arm roll, kontainer, pengadaan gerobak sampah dan tong sampah, pengadaan alat-alat laboratorium lingkungan, belanja bibit tanaman dan pembuatan jalan setapak sempadan sungai. Adapun Pencapaian Keuangan dapat terealisasikan 94,83 % dengan Pencapaian Kinerja Fisik mencapai 100,00 %. 5. Program Peningkatan Pengendalian Polusi Program Peningkatan Pengendalian Polusi dengan kegiatannya diperuntukkan untuk pembuatan WWG. Adapun pencapaian keuangan dapat terealisasikan 95,35 % dengan pencapaian kinerja fisik mencapai 100,00 %. Kinerja peningkatan pengendalian polusi, secara umum kondisi lingkungan di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana telah mengalami polusi, utamanya terjadinya polusi di pesisir air laut dibeberapa pantai khususnya di Pengambengan Kecamatan Negara dan potensi polusi rawan pencemaran terjadi di daerah sungai, daerah industri dan lokasi tempat pembuangan sampah.
129 118 Mengantisipasi hal terebut dilaksanakan kegiatan antara lain kegiatan kali bersih, kegiatan koordinasi penilaian kota sehat/adipura, pemantauan kualitas lingkungan, pengkajian dampak lingkungan, pembuatan kolam mindi dan sumur pantau di TPA Peh, penanaman tanaman penghijauan dan perindangan, koordinasi pelaksanaan prokasih/superkasih dan kegiatan pendataan dan pengawasan perusahaan wajib UKL dan UPL serta kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan. Perusahaan besar berpotensi menimbulkan polusi baik polusi udara, tanah maupun air hingga diperlukan pengawasan dari pemerintah terhadap perusahaan yang ada. Mengatasi hal tersebut dilaksanakan upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dan perusahaan untuk menjaga lingkungan perairan agar tidak memanfaatkan badan perairan sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah industri, dilakukannya penanaman pohon disepanjang daerah aliran sungai (DAS) dan sempadan pantai sebagai upaya pemulihan daya tangkapan air dan polusi udara serta penertiban aturan Rencana Umum Tata Ruang Daerah (RUTRD) yang berlaku untuk mengantisipasi pembangunan yang melanggar aturan terutama sempadan pantai. Di Kabupaten Jembrana sampai dengan 2011 terdapat 4 (empat) perusahaan yang wajib melaksanakan Amdal dan seluruhnya sudah mendapatkan pengawasan. 6. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, dengan kegiatannya diperuntukkan untuk perencanaan DED Landscape Ruas Jalan Utama Kota Negara, perencanaan DED Landscape Civic Centre, perencanaan DED Landscape Batas Kota Negara, Penataan Elemen Landscape Lapangan Umum Negara, belanja bahan baku bangunan, belanja peralatan Kebersihan dan bahan pembersih, belanja jasa servis mesin dan suku cadang peralatan lingkungan hidup dan pengadaan tanaman. Adapun pencapaian keuangan dapat terealisasikan 96,01 % dengan pencapaian kinerja fisik mencapai 100,00 %.
130 119 Kinerja Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, kususnya keberadaan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Jembrana merupakan salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini dan itu menjadi paru-paru kota. Dimana pada ruang publik terbuka, warga dapat bersosialisasi melalui berbagai kegiatan seperti olahraga, rekreasi, dan lainnya. Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kabupaten Jembrana salah satunya adalah Taman Pecangakan. Taman ini merupakan salah satu taman yang sering didatangi oleh masyarakat baik pagi, siang maupun malam hari. Taman ini sering dipadati masyarakat karena banyak orang mengatakan bahwa tempat ini asri, sejuk dan tenang dibandingkan dengan ruang publik terbuka lainnya sehingga orang senang datang untuk menikmati sejuknya tanaman yang ada ditaman ini. Taman Kota dan Hutan Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana antara lain sebagai berikut : Tabel 4.37 Nama Taman dan Hutan Kota yang ada di Kabupaten Jembrana NO URAIAN LOKASI LUAS (ha) 1 Taman Pecangakan Depan Kantor Bupati Jembrana, 2,25 Jln. Sudirman - Kel. Dauhwaru 2 Taman Kantor Bupati Jembrana Jln. Surapati - Kel. Dauhwaru 1,46 3 Taman Pura Jagatnatha Jln. Sudirman - Kel. Dauhwaru 3,00 4 Taman Makam Pahlawan Jln. Pahlawan - Kel. Pendem 0,50 5 Hutan kota Udayana Jln. Udayana - Kel. Br. Tengah 0,40 6 Hutan Kota Sudirman Jln. Sudirman - Kel. Pendem 0,34 7 Taman Telajakan Gajah Mada Pintu masuk Kota Negara Timur Sebual 0,40 8 Taman Gelung Kori Kelurahan Gilimanuk 0,50 9 Taman Tapal BatasTimur Yeh Leh - Desa Pengragoan 0,58 Jl. Udayana 0,14 Jl. Sudirman 0,11 Jl. Surapati 1,46 10 Taman Median / Bulevard Jl. Hasannudin 0,27 Jl. Ngurah Rai 0,89 Jl. Pahlawan 0,18 Jl. Gatot Subroto 0,06
131 120 Mengingat begitu pentingnya keberadaan Ruang Terbuka Hijau dan dalam rangka menjaga keberadaannya dilaksanakan kegiatan Penataan dan Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau untuk menjaga kelestarian dan peruntukannya sebagai paru paru Kota. No. Tabel 4.38 Kebutuhan Tenaga di KLHKP Kabupaten Jembrana Kebutuhan Tenaga / SDM Belum Instansi Formasi Terisi Terisi.1. Kepala Kantor / Tata Usaha Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan 3. Kebersihan Angkut Sampah / Tukang Sapu *) **) 4. Pertamanan K L H K P. Kabupaten Jembrana *) Terjadi Rangkap Tugas di Staf Lingkungan Hidup dan Laboratorium Lingkungan **) Termasuk Tenaga Out Sourching sebanyak 24 orang. No *) Rusak berat. Tong Sampah TPS Tertutup TPS Terbuka Gerobak Kontainer Truk / Roda 4 - Dam Truk - Amrol - Tangki - Kijang Alat Berat TPA - Peh - Melaya Tabel 4.39 Kebutuhan Prasarana dan Sarana Persampahan Uraian Jumlah Prasarana dan Sarana Dibutuhkan Dimiliki Kekurangan Ha 4 Ha Ha 1 Ha *) 3 Ha 3 Ha
132 121 Indikator kinerja untuk penyelengaraan urusan Lingkungan Hidup di Kabupaten Jembrana dapat dilihat dari penanganan sampah yang mengalami peningkatan setiap tahun rata-rata 2,08 %, pengawasan pelaksanaan Amdal yang mencapai 100 % yaitu 4 perusahaan yang wajib Amdal seluruhnya telah terpenuhi, serta penegakan hukum kasus-kasus lingkungan yang sudah mencapai 100 % Permasalahan dan Solusi Permasalahan/hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan Pogram dan Kegiatan yang dijumpai adalah sebagai berikut : a. Terjadi rangkap dalam hal pengawasan pekerjaan b. Kompleknya rencana/desain terutama yang menyangkut pertamanan c. Untuk Pembuatan Jalan Setapak Sempadan Sungai pelaksanaanya terpengaruh oleh faktor hujan d. Kurangnya SDM dan prasarana kerja dan dana e. Pengelolaan sampah masih menggunakan sistim open dumping Solusi yang ditempuh untuk mengatasi masalah yang timbul, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : a. Perubahan anggaran utamanya pada Kantor LHKP sudah dapat diselesaikan pada bulan Agustus hingga kegiatan bisa terlaksanakan dengan semaksimal mungkin, sehingga realisasi fisiknya bisa mencapai 100 persen b. Mempercepat kinerja pelaksanaan di lapangan c. Mencari masukan dengan pihak terkait untuk kesempurnaan desain d. Kegiatan yang pekerjaannya dibatasi oleh air dilakukan menggunakan pompa untuk menguras air dan dengan sistim lembur e. Menyiasati dengan meminjam pada pihak-pihak yang terkait dan mengangkat Tenaga Out Sourcing f. Secara bertahap pengelolaan sampah dengan sistim Sanitary Land Fill. 4. PEKERJAAN UMUM 4.1. Program dan Kegiatan
133 122 Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada urusan Pekerjaan Umum adalah sebagai berikut : 1. Program Peningkatan sarana dan sarana aparatur terdiri dari 3 kegiatan : - Pembangunan Rumah Jabatan. - Pembangunan Gedung Kantor. - Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional. 2. Program Pembangunan Saluran Drainase/gorong-gorong dengan Kegiatan - Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong - Rehabilitasi dan pemeliharaan trotoar 3. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan dengan Kegiatan. - Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan 4. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya dengan Kegiatan - Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi. 5. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah dengan Kegiatan - Pembangunan sarana dan prasarana air bersih. 6. Program Pengendalian Banjir dengan Kegiatan - Peningkatan Partisifasi Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir. 7. Program Pembangunan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh dengan Kegiatan - Pembangunan/Peningkatan Infrastruktur. 8. Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan dengan Kegiatan - Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan perdesaan 4.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Realisasi anggaran yang tersedia untuk penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum secara fisik kegiatan dan keuangan adalah sebagai berikut : No Tabel 4.40 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pekerjaan Umum Tahun 2011 Progarm / Kegiatan Pagu Anggaran ( Rp ) Fisik Realisasi Keuangan
134 Program Peningkatan Sarana dan Prasana Aparatur - Pembangunan Rumah Jabatan. - Pembangunan Gedung Kantor. Program Pembangunan Saluran Draenase Gorong gorong. - Pembangunan Saluran Draenase Gorong gorong. - Rehab / Pemeliharaan Trotoar. Program Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Rawa dan jaringan Pengairan lainnya. - Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Program Pembangunan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah - Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Program Pengendalian Banjir - Peningkatan Partisifasi Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir Program Pembangunan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh - Pembangunan / Peningkatan Infrastruktur Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan - Pembangunan Fasilitas Umum Pedesaan % Jumlah ( Rp ) % ,78 97,58 99,32 99,40 99,59 98,84 99,21 98,85 97,53 98,30 Hasil-hasil pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahun 2011 adalah sebagai berikut : 1. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan Kegiatan Pembangunan Rumah Jabatan, satu paket telah terealisasi 100 %, terdiri dari Pembangunan rumah Jabatan Bupati Jembrana Tahap II dan kegiatan Pembangunan Gedung Kantor satu paket telah terealisasi 100 % terdiri dari Pembangunan Kantor Lurah Dauhwaru Tahap II. 2. Program Pembangunan Saluran Drainase/gorong-gorong dengan Kegiatan Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong terdiri dari : - Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar Kecamatan Melaya 1 paket terealisasi 100 %.
135 124 - Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar Kecamatan Mendoyo 1 paket terealisasi 100 %. - Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar Kecamatan Pekutatan 1 paket terealisasi 100 %. - Pembuatan Saluran Drainase di Desa Delod Berawah Kecamatan Mendoyo1 paket terealisasi 100 %. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Trotoar terdiri dari Rehabilitasi dan Pemeliharaan Trotoar di 2 Kecamatan (Kecamatan Negara dan Jembrana ) 2 paket kegiatan, terealisasi 100 % 3. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan terdiri dari Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan di 5 Kecamatan (Melaya, Negara,Jembrana Mendoyo dan Pekutatan) sepanjang 44,5 km Hotmix dan 11 Km Lapen dapat terealisasi 100 %. 4. Program Pembangunan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya terdiri dari Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi tersebar di 5 Kecamatan (Pekutatan,Mendoyo,Jembrana,Negara dan Melaya). 13 Paket terealisasi 100 % terdiri dari : - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Paswar Sombang, 1 (satu) Paket - Perkuatan Sayap Bendung Banyubiru II, 1 (satu) Paket - Perbaikan Pintu air Banyubiru III, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Br.Tengah, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Berangbang, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Telepus, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Medewi, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pangyangan, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Yeh Buah, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pangkung Medahan, I (satu) Paket - Perbaikan Pintu Air,Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rehab Rumah Jaga Bendung Pertanahan, 1 (satu) Paket - Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pecelengan, 1 (satu) Paket
136 125 - Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan irigasi Tegalgintungan II, 1 (satu) Paket 5. Program Pembangunan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah terdiri dari Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih tersebar di 4 (empat) Kecamatan (Melaya, Negara, Jembrana dan Mendoyo) meliputi : - Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih di Kecamatan Jembrana 1 (satu) paket terealisasi 100 %. - Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih di Kecamatan Mendoyo 1 (satu) paket terealisasi 100 %. - Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih di Kecamatan Negara 1 (satu) paket terealisasi 100 %. - Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih di Kecamatan Melaya 1 (satu) paket terealisasi 100 %. 6. Program Pengendalian Banjir dengan Kegiatan Peningkatan Partisifasi Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir yang terdiri dari Pembuatan Saluran Drainase Penanggulangan Banjir Dalam Kota 1 (satu) Paket terealisasi 100 %. 7. Program Pembangunan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh dengan Kegiatan Pembangunan / Peningkatan Infrastruktur yang terdiri dari : - Pembuatan papan panjat tebing dan Rehabilitasi Gedung PERTINA Kabupaten Jembrana 1 (satu) paket terealisasi 100 %. - Rehabilitasi Lapangan Tembak GOR Kresna Jvara 1 paket terealisasi 100 %. - Rehabilitasi Lapangan Basket Dauhwaru 1 paket terealisasi 100 %. 8. Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan dengan Kegiatan Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Perdesaan yang terdiri dari : - Rehab / Pemeliharaan jalan Medewi Pk. Slepe 1 (satu) Paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan di Kelurahan Sangkaragung 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan di Desa Batuagung 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan Menuju Pura Batur Sari 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan Pangkung Gayung 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan Berawantangi Sarikuning 1 (satu) paket.
137 126 - Rehab / Pemeliharaan jalan di Desa Tuwed 1 (satu) Paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan Taman - Pekutatan 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan Parikesit 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan B.B. Agung Sp. Berangbang 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan Berawantangi - KUD 1 (satu) paket. - Rehab / Pemeliharaan jalan di Lingk. Mertasari 1 (satu) paket. Sarana prasarana publik khususnya jalan merupakan sarana vital dalam mendukung aktivitas perekonomian disuatu wilayah. Kemudahan akses yang ditimbulkan oleh ketersediaan jalan akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan perekonomian. Tabel 4.41 Panjang Jalan Menurut Status di Kabupaten Jembrana Jalan No Tahun Jalan Nasional Jalan Provinsi Kabupaten Panjang Jalan ,270 28, , , ,270 28, , , ,320 30, , , ,320 30, , , ,320 30, , , ,320 30, , ,213 Berdasarkan tabel diatas, panjang jalan Kabupaten mencapai 90,24% dari panjang seluruh jalan yang ada di Kabupaten Jembrana. Dari program yang dilaksanakan sampai dengan tahun 2011 kondisi jalan kabupaten yang sudah dalam keadaan baik mencapai 83,66% yaitu sepanjang 787,244 Km dari 941,023 Km jalan Kabupaten. No. Tahun Tabel 4.42 Panjang Jalan Kabupaten Dalam Kondisi Baik Panjang Jalan Jalan Dalam Seluruhnya Kondisi Baik Persentase ,995 Km. 406,709 Km. 48,10%
138 127 No. Tahun Panjang Jalan Seluruhnya Jalan Dalam Kondisi Baik Persentase ,585 Km. 767,073 Km. 82,96% ,585 Km. 767,073 Km. 82,96% ,585 Km. 818,673 Km. 88,54% ,585 Km. 818,696 Km 88,55% ,023 Km 787,244 Km 83,66% Demikian juga tidak kalah penting dalam bidang pengairan, oleh karena tersedianya dan terpeliharanya saluran irigasi yang baik akan dapat mengalirkan air ke daerah-daerah atau lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian, perikanan dan perkebunan, sehingga para petani dapat melaksanakan pekerjaan secara rutin mengolah tanahnya untuk memperoleh penghasilan, serta tetap berupaya untuk meningkatkan produksinya. Melalui program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, kondisi sarana irigasi di Kabupaten Jembrana dapat terpelihara dengan baik. Sampai dengan tahun 2011, kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : Tabel 4.43 Panjang Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik Irigasi Dalam No. Tahun Panjang Irigasi(Km) Kondisi Baik (Km) Persentase (%) , , , , , , ,27 38, Permasalahan dan Solusi
139 128 Permasalahan dan kendala utama yang dihadapi berkaitan dengan peningkatan kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana adalah : - Terjadinya ketidaksesuaian gambar rencana dari beberapa kegiatan dengan kondisi di lapangan. - Terjadinya rangkap dalam hal pengawasan pekerjaan. - Keberadaan dari jasa pelaksanaan bangunan yang kadang tidak sesuai dengan pengajuan pendaftaran penawaran. - Kurangnya waktu pelaksanaan terutama pada akhir tahun. - Terbatasnya anggaran yang menyebabkan tertundanya pekerjaan. - Musim hujan yang berkepanjangan menyebabkan turunnya kwalitas hasil pekerjaan. Dari beberapa permasalahan tersebut hal hal yang perlu dilakukan : - Untuk Pemkab. Jembrana diperlukan rumusan road map tahun kedepan dan memantapkan kebersamaan dalam membangun Jembrana. - Pada permasalahan Pembangunan Infrastruktur Perkotaan di tempuh dengan arah kebijakan, fokus dan kegiatan prioritas seperti perbaikan jalan, jembatan dan drainase perkotaan, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum. - Pada permasalahan pembangunan infrastruktur pedesaan di tempuh dengan arah kebijakan, fokus dan kegiatan prioritas seperti pembangunan jalan, jaringan air bersih, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum seperti sarana olah raga, balai desa dan lain sebagainya, melakukan review desain dengan tetap berpatokan pada anggaran yang tersedia, membuat sistem perengkingan (skala preoritas) berdasarkan kajian teknis, memberikan penilaian kinerja terhadap penyediaan jasa sebagai bahan rekomendasi untuk pengambilan pekerjaan berikutnya, melakukan rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan (harian/mingguan) untuk lebih menekankan kualitas pengawasan daripada kuantitas pengawasan.
140 TATA RUANG 5.1 Program dan Kegiatan Penyelenggaraan urusan Penataan Ruang dilaksanakan oleh dua SKPD yaitu Bappeda dan PM yang melaksanakan Program perencanaan tata ruang terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang RTRW. SKPD yang melaksanakan secara teknis urusan penataan ruang adalah Dinas Pekerjaan Umum dengan Program dan Kegiatan yang dilaksanakan Program Perencanaan Tata Ruang yang kegiatannya meliputi : - Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. - Revisi Tata Ruang. - Kegiatan Rutin Melayani Permohonan Perijinan. 5.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Realisasi Pelaksanaan program dan kegiatan pada Dinas Pekerjaan Umum adalah sebagai berikut : Tabel 4.44 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Tata Ruang Pada Dinas Pekerjaan Umum Realisasi Anggaran No Prongarm / Kegiatan ( Rp ) 1 Program Perencanaan Tata Ruang. - Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. - Revisi Rencana Tata Ruang Fisik % Keuangan Jumlah ( Rp ) % ,66 Jumlah , ,18 Sedangkan realisasi pelaksanan program dan kegiatan pada Bappeda dan PM adalah sebagai berikut : Tabel 4.45 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Tata Ruang pada Bappeda dan PM Realisasi No Kegiatan Anggaran Fisik Keuangan (Rp) ( % ) (% ) 1 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang RTRW ,- 100 Rp ,00%
141 130 1). Meningkatnya Ketersediaan Dokumen RTRW Sasaran meningkatnya ketersediaan dokumen RTRW dicapai melalui Program Perencanaan Tata Ruang, dengan Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang RTRW Kabupaten Jembrana. Indikator kinerja utama dari sasaran adalah meningkatnya ketersediaan dokumen RTRW adalah prosentase ketersediaan dokumen RTRW. Kegiatan Penyusunan Raperda tentang RTRW pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (77,00%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,00 (23%). Untuk melaksanakan kegiatan Penyusunan Raperda tentang RTRW dibutuhkan tenaga administrasi, dan Tim Perencana. Rencana tenaga adminisrasi 2 orang, realisasi 2 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Penyusunan Raperda tentang RTRW adalah buku laporan akhir yang terdiri atas Dokumen materi teknis dan Raperda RTRWK Jembrana rencana 10 buah realisasi 10 buah, serta album peta rencana 8 buah, realissai 8 buah sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 10 keping, realisasi 10 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Hasil kegiatan adalah rancangan RTRW, rencana 1 buah, realisasi 1 buah, capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan Penyusunan Raperda tentang RTRW bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi PT. Warta Bhakti Mandala, Denpasar. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00, tenaga 1 tim koordinas dan 1 tim tenaga ahli, dan alat. Hasil dari Penyusunan Raperda tentang RTRW adalah draft dokumen Raperda RTRWK Jembrana beserta Materi Teknisnya yang telah mendapat persetujuan BKPRN untuk siap dibahas oleh DPRD Kab. Jembrana, rencana 1 draf, realisasi 1 draft. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan Penyusunan Raperda tentang RTRW adalah kerjasama yang baik antara panitia, BKPRD, BKPRN dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
142 Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang ada dalam pelaksanaan urusan penataan ruang adalah : a. Pembangunan di wilayah Kabupaten Jembrana lebih memprioritaskan kepada pembangunan fisik yang lebih menekankan pada fungsi ekonomi daripada fungsi ekologis dan kelestarian lingkungan. b. Pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh masyarakat masih tidak sesuai dengan peruntukan dan fungsi ruang yang telah diatur dalam rencana tata ruang. c. Perencanaan tata ruang beserta hirarki turunanya yang diatur secara detail dan keabsahan legalitasnya masih belum presentatif disebabkan terjadi proses perubahan mekanisme dalam proses penyelenggaraan tata ruang. Solusi yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah : a. Proses dan penyusunan tata ruang dalam penyelenggaraan atata ruang disusun sesuai dengan hirarkinya sampai dengan rencana rinci tata ruang, guna memudahkan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang di Kabupaten Jembrana. b. Mengadakan sosialisasi dan mediasi kepada semua pihak bersama masyarakat yang terlibat dan terkait dalam tindakan pemenuhan kebutuhan ruang, baik secara peruntukan, pemanfaatan ruang serta sanksi menjadi konsekuensi dan komitmen bersama-sama dalam menyelenggarakan tata ruang di Kabupaten Jembrana. 6. PERENCANAAN PEMBANGUNAN 6.1. Program dan Kegiatan Pada Tahun 2011 Bappeda dan PM melaksanakan Urusan Perencanaan Pembangunan melalui 4 (empat) Program Perencanaan Pembangunan dengan kegiatan kegiatan yang terdiri dari : 1. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah. Program ini dilaksanakan melalui 1 (satu) kegiatan yaitu Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana.
143 Program Perencanaan Pembangunan Daerah Program ini dilaksanakan melalui 3 (tiga) kegiatan yaitu kegiatan : Penyelenggaraan Musrenbang RKPD dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah. Koordinasi Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah. Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 3. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Program ini dilaksanakan melalui 3 (tiga) kegiatan yaitu kegiatan : Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Penyusunan Masterplan Penanggulangan Kemiskinan Survey Potensi Lahan Pertanian 4. Program Perencanaan Sosial Budaya Program ini dilaksanakan melalui 2 (dua) kegiatan yaitu kegiatan : Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Pembangunan keanekaragaman budaya. Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Jembrana Tahun Perencanaan merupakan tahapan awal dari sebuah proses kegiatan agar sebuah program dan kegiatan yang dilakukan dapat terwujud dengan maksimal. Sesuai dengan amanat Undang-Undang tentang Keuangan Negara dan Sistem Perencanaan Daerah, pemerintah daerah diwajibkan untuk menyusun rencana pembangunan yang menjadi acuan dan pedoman bagian satuan kerja perangkat daerah untuk menyusun kegiatan dan anggaran Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dalam rangka proses penyusunan perencanaan pembangunan di Kabupaten Jembrana, tentunya didukung pula dengan alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Jembrana sebagai berikut :
144 133 Tabel 4.46 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perencanaan Pembangunan Tahun 2011 No Uraian Kegiatan Anggaran Reaalisasi Keuangan % Fisik 1 Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis , ,- 100 % 100 % Aparat Perencana 2 Penyelenggaraan Musrenbang RKPD dan , ,- 91,28 % 100 % Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah. 3 Koordinasi Penyusunan Laporan Kinerja , ,- 81,80 % 100 % Pemerintah Daerah. 4 Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan , ,- 66,01 % 100% Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 5 Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat , ,- 42,66% 43.,41 % 6. Penyusunan Masterplan Penanggulangan Kemiskinan , ,- 97,16 % 100% 7 Survey Potensi Lahan Pertanian , ,- 85,79 % 100% 8 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan , ,- 87,87 % 100 % Pelaksanaan Pembangunan keanekaragaman budaya. 9 Koordinasi Penanggulangan kemiskinan Kabupaten Jembrana Tahun , ,- 74,46 % 94,44 % 1. Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana Dalam rangka untuk meningkatnya Kelembagaan Perencanaan persentase peningkatan Kapasitas Pembangunan Daerah dilakukan melalui Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah. Untuk menunjang Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah dilakukan melalui Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana. Bentuk pekerjaan pada Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana adalah Diklat Peningkatan Kemampuan Aparat Perencana Di Bidang Penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Diklat Peningkatan Kemampuan Aparat Perencana di Bidang Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dilaksanakan dari tanggal, 21 s/d 22 Pebruari 2011 bertempat di Kantor Diklatda Kabupaten Jembrana. Peserta Diklat sebanyak rencana 100 Orang realisasi 100 Orang (100%) dan petugas-petugas Renstra pada masing-masing SKPD sebanyak 2 (dua) orang, Nara sumber sebanyak 2 Orang berasal dari Dirjen Bangda Kementrian Dalam Negeri.
145 134 Sumber dana pembiayaan Diklat Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana di bidang penyusunan renstra dari APBD Kabupaten Jembrana TA tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bappeda dan PM, Kabupaten Jembrana TA sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- Adapun tujuan dilaksanakannya Diklat adalah sebagai berikut : - Memberikan bekal pengetahuan dalam penyusunan Renstra SKPD bagi aparat perencana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana. - Menambah jumlah aparat perencana yang menguasai materi penyusunan Renstra. - Menyamakan persepsi tentang materi penyusunan Renstra sesuai dengan amanat Permendagri 54 Tahun Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah dilaksanakan secara berjenjang setiap tahun untuk merencanakan program dan kegiatan tahun berikutnya sbb : a. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan pada Bulan Januari s/d Pebruari setiap tahun. Dilaksanakan disesuaikan dengan rencana dan kondisi Desa/Kelurahan. Difasilitasi oleh Bappeda berkoordinasi dengan Kantor Pembangunan Masyarakat Desa untuk menghasilkan Rencana Kerja Pemerintahan Desa/Kelurahan dan usulan ke Musrenbang Tk Kecamatan. b. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan pada Bulan Februari Maret setiap tahun. Difasilitasi oleh Bappeda berkoordinasi dengan Kantor Pembangunan Masyarakat Desa untuk menghasilkan Rencana Kerja Pemerintah Kecamatan dan Usulan ke Musrenbang Tk Kabupaten. Tahapannya melalui Musrenbang Kecamatan Melaya tanggal 10 Maret 2011, Kecamatan Negara tanggal 9 Maret 2011, Kecamatan Jembrana tanggal 1 Maret 2011, Kecamatan Mendoyo tanggal 11 Maret 2011 dan Kecamatan Pekutatan tanggal, 8 Maret c. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bulan Maret setiap tahun. Dilaksanakan Untuk mengasilkan Rancangan Rencana Kerja
146 135 Pemerintah Daerah (RKPD) yang memuat rancangan Kerangka Ekonomi Daerah, prioritas pembangunan dan kewajiban daerah, rencana kerja yang terukur dan pendanaannya. Untuk menghasilkan Rencana Kerja (Renja) SKPD berdasarkan prioritas menurut sumber pendanaan dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBDN dibentuk Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) yang dikoordinir oleh Bappeda. d. Penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). e. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Propinsi Bali dilaksanakn Bulan Mei tiap tahun. f. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional setiap Bulan Mei. g. Penyusunan Rancana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Bulan Mei-Juni setiap tahun. h. Penyusunan Kebijakan Umum APBD ( KUA ) serta PPAS Bulan Juni setiap tahun. Rancangan KUA dan PPAS yang telah disiapkan TAPD ( Sekda ) kepada Bupati paling lambat Minggu pertama bulan Juni. Rancangan KUA dan PPAS disampaikan Bupati kepada DPRD paling lambat pertengahan bulan Juni, untuk dievaluasi oleh Panitia Anggaran DPRD bersama TPAD. Nota Kesepakatan KUA dan PPAS paling lambat akhir bulan Juli. Untuk menyusun Nota Kesepakatan KUA dan PPAS sebagai acuan penyusunan RKA SKPD i. Nota Kesepakatan KUA dan PPAS bersama DPRD (Panitia Anggaran) paling lambat akhir bulan Juli. j. Penyusunan Ranperda APBD dan Ranperbup tentang penjabaran APBD, paling lambat tanggal 31 Desember setiap tahun anggaran. k. Penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUAPBD) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD paling lambat minggu pertama Bulan Agustus. l. Penyusunan RKA dan DPA dalam rangka Perubahan APBD (DPPA Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran), paling lambat minggu ketiga Bulan Agustus. RKA-SKPD yang telah melewati Verifikasi TAPD masuk ke Bagian Keuangan sebagai bahan input penyusunan Ranpeda APBD dan Ranperbup
147 136 tentang penjabaran APBD. Bupati menyampaikan Ranperda APBD kepada DPRD untuk penyempurnaan selama 7 (tujuh) hari kerja pada Bulan Oktober, hasil penyempurnaan evaluasi ditetapkan dengan keputusan pimpinan DPRD dan disampaikan kepada Gubernur paling lama 3 hari kerja, setelah evaluasi oleh Gubernur ditetapkan menjadi Perda APBD pada akhir 31 Desember m. Pembahasan dan Penetapan Perubahan APBD paling lambat Bulan September (tiga bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir). 3. Koordinasi Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LAKIP) Tahun Koodinasi Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LAKIP Kabupaten) Tahun Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah dilaksanakan setiap tahun dan secara bertahap mulai dari ; a. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan SKPD, dan Rencana Kerja tahunan Pemerintah Daerah Kab.Jembrana. b. Penyusunan Indikator Kinerja Utama SKPD dan Indikator Kinerja Pemerintah Kabupaten Jembrana. c. Penyusunan Lakip SKPD. d. Penyampaian Bahan Kontribusi untuk Lakip Pemerintah Kabupaten Jembrana bulan Pebruari setiap tahun. e. Penyampaian laporan Capaian Kinerja Oleh SKPD. f. Penyusunan Lakip Pemerintah Daerah Kab. Jembrana Bulan Maret dan sampai di Menpan dan Bappenas paling lambat 31 Maret setiap tahun. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Januari dimulai dari pembuatan Lakip SKPD dan atau Pejabat Eselon II sampai pertengahan Pebruari dan Penyusunan Lakip Pemerintah Daerah (Lakip Kabupaten) berdasarkan bahan kontribusi LAKIP dari SKPD dengan batas waktunya sampai akhir Maret dan disampaikan ke Menpan dan Bappenas paling lambat 31 Maret. Rencana 100 buah buku LAKIP Kabupaten, realisasi 100 buah buku (100%), rencana 50 buah buku LAKIP Bappeda dan PM realisasi 50 buah buku
148 137 (100%). Alokasi dana untuk penyusunan capaian kinerja sebesar Rp ,00 realisasi Rp ,00 (81,80%) sisa anggaran Rp ,00. Dengan demikian, maka terjadi penghematan anggran sebesar Rp ,00(18,20%) 4. Monitoring, evaluasi, pengendalian dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Kegiatan pemantauan dan Evaluasi dimaksudkan untuk mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul maupun yang akan timbul sehingga dapat diambil tindakan sedini mungkin. Sasaran kegiatan monitoring, evaluasi adalan kegiatan APBD Kab. Jembrana dan kegiatan Tugas Pembantuan (Dana APBN). Jumlah Kegiatan di masing-masing SKPD tiap tahun bervariasi dan sesuai dengan jumlah SKPD yang ada yaitu Dinas, Badan, Kantor, Bagian, Kecamatan dan Kelurahan/Desa. Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan dilaksanakan secara berkala yaitu setiap bulan, tiaptriwulan dan Akhir tahun. Lokasi Kegiatan Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan adalah kegiatan di masing-masing SKPD dan Bagian di Wilayah Kabupaten Jembarana. Sasaran kegiatan monitoring, evaluasi adalan kegiatan APBD Kab. Jembrana dan kegiatan Tugas Pembantuan (Dana APBN) dengan hasil pada tahun 2011 = 65 Sasaran Pembangunan dari 34 SKPD dan 8 Bagian. Dalam APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2011 alokasi dana untuk Monev sebesar Rp ,00. Realisasi Rp ,- sisa Capaian rencana pencetakan buku 150 buah, realisasi 0 buah. 5. Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Indikator kinerja utama sasaran meningkatnya persentase ketersediaan dokumen perencanaan ekonomi adalah Prosentase Desa Pekraman yang mendapatkan
149 138 Pembinaan Program Kemitraan Replikasi P2KP. Keluaran dari Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat adalah Jumlah Desa Pekraman yang terfasilitasi dalam penyaluran bantuan bedah rumah dan dana bergulir melalui program kemitraan Replikasi P2KP. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Perencanaan Sosial Budaya dengan kegiatan Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat, Input dari kegiatan ini adalah dana yang dialokasikan sebesar Rp ,-, dengan realisasi keuangan sebesar Rp ,- (42,66 %) sehingga terdapat silpa sebesar Rp (57,34%). Hasil dari kegiatan adalah Laporan kegiatan pembianan. Faktor faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan ini adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD / Instansi lain dalam penyediaan data. 6. Penyusunan Masterplan Penanggulangan Kemiskinan Sasaran tersedianya data kemiskinan di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Indikator kinerja utama dari sasaran adalah tersedianya data KK Miskin di 2 (dua) Kecamatan yaitu Jembrana dan Negara yang dipergunakan untuk perencanaan penurunan keluarga miskin di Kab. Jembrana yang sesuai dengan PP No 15 tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan. Pengkajian difokuskan pada dua kecamatan tersebut karena berdasarkan data dimana keluarga miskin di Kec. Negara dan Jembrana adalah tertinggi dibandingkan dengan tiga kecamatan lainnya yaitu Mendoyo, Melaya dan Pekutatan. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program perencanaan pembangunan ekonomi. Kegiatan penyusunan masterplan penanggulangan kemiskinan pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (95,2%). Dengan demikian dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,00 (4,8%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga entry data, tenaga surveyor dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga entry data 2 orang realisasi 2 orang, rencana rencana
150 139 tenaga surveyor 8 orang realisasi 8 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan penyusunan masterplan penanggulangan kemiskinan adalah buku yang berisikan data-data indikator penentuan kemiskinan pada bidang kemiskinan dan ketenagakerjaan, kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur Dasar dan Ketahanan Pangan di Kecamatan Negara dan Kec. Jembrana, dan dilengkapi dengan penyusunan progran aplikasi spasial (SIG) yang memuat data indikator kemiskinan (sesuai ketentuan yang berlaku secara nasional) yaitu data bidang Kemiskinan dan Ketenagakerjaan (Jumlah KK Miskin), Kesehatan (Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu, Prev.Kekurangan Gisi), Pendidikan (Angka partisipasi kasar, Angka partisipasi murni, Angka putus sekolah), Infrastruktur Dasar (Rasio Elektrifikasi, Akses air minum layak), Ketahanan Pangan (Produksi perkapita). Buku hasil kajian rencana 20 buah realisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 5 keping, realisasi 5 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi PT. Surveyor Indonesia, Cabang Surabaya. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00. Hasil dari kegiatan direncanakan 20 buku laporan akhir realisasi 20 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 5 keping realisasi 5 keping. Hasil ini berisi data indikator kemiskinan (sesuai ketentuan yang berlaku secara nasional) yaitu data bidang Kemiskinan dan Ketenagakerjaan (Jumlah KK Miskin), Kesehatan (Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu, Prev.Kekurangan Gisi), Pendidikan (Angka partisipasi kasar, Angka partisipasi murni, Angka putus sekolah), Infrastruktur Dasar (Rasio Elektrifikasi, Akses air minum layak), Ketahanan Pangan (Produksi perkapita) yang dilengkapi dengan program aplikasi untuk mempermudah pencarian data yang dibutuhkan. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan penyusunan masterplan penanggulangan kemiskinan adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/instansi lain dalam hal penyediaan data dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
151 Survey Potensi Lahan Pertanian Sasaran jumlah wilayah Desa/Kelurahan pada Kecamatan Melaya dan Negara yang dianalisis kelayakan ekonominya pada aspek Pertanian dalam arti luas. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Perencanaan Pembangunan Ekonomi. Kegiatan Survey potensi lahan pertanian dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- realisasi sebesar Rp (85,79%), dengan demikian maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp (14,21%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga administrasi, Tenaga surveyor dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga adminisrasi 1 orang realisasi 1 orang, rencana rencana tenaga surveyor 8 orang realisasi 8 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Survey Potensi Lahan Pertanian adalah buku Laporan Survey Potensi Lahan Pertanian di Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya di Kabupaten Jembrana. Buku hasil kajian rencana 100 buah realisasi 100 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 5 keping, realisasi 5 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi CV. Permata Konsultan, Denpasar Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,- Hasil dari kegiatan direncanakan 100 buku realisasi 100 buah. Hasil ini berisi Jumlah potensi Ekonomi Basis (Pertanian dalam arti luas) yang Potensi alam untuk dikembangkan pada masing masing desa kelurahan pada Kecamatan Melaya dan Negara. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan penyusunan Laporan Survey Potensi Lahan Pertanian adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/Instansi lain dalam hal penyediaan data dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 8. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan pelaksanaan pembangunan keaneka ragaman budaya
152 141 Sasaran meningkatnya ketersediaan dokumen perencanaan sosial budaya dilakukan melalui kegiatan monitoring evaluasi pengendalian dan pelaporan pelaksanaan pengembangan keanekaragaman budaya. Indikator kinerja utama dari sasaran meningkatnya ketersediaan dokumen perencanaan sosial budaya adalah adalah jumlah kegiatan CBD, P2KP dan ND yang di monitoring dan evaluasi dikabupaten untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Perencanaan Sosial Budaya dengan kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan keanekaragaman budaya. Input dari kegiatan ini adalah dana yang dialokasikan sebesar Rp ,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp ,- (87,87%) sehingga terdapat silpa sebagai efisiensi sebesar Rp ,- (12,13%). Hasil dari kegiatan adalah Jumlah Administrasi kegiatan CBD, P2KP dan ND di Kabupaten Jembrana 9. Koordinasi Penanggulangan kemiskinan Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Sasaran koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Jembrana tahun 2011 adalah mengetahui prosentase keluarga miskin yang tertanggulangi sebanyak (40%). Indikator kinerja utama adalah Jumlah RTM yang tertanggulangi dikabupaten untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Perencanaan Sosial Budaya dengan kegiatan koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Jembrana tahun Input dari kegiatan ini adalah dana yang dialokasikan sebesar Rp ,- terealisasi sebesar ,- (74,46 %) sehingga terdapat silpa sebagai efisiensi dari biaya makanan dan minuman rapat serta perjalanan dinas sebesar Rp ,- ( 25,54 % ). Hasil dari kegiatan adalah berkurangnya KK miskin di Kabupaten Jembrana. Faktor faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan ini adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/Instansi lain dalam penyediaan data Permasalahan dan Solusi Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan dari tingkat Desa/Kelurahan sampai Musrenbang pembangunan Nasional serta penyusunan Rancangan KUA dan PPAS
153 142 dapat dilaksanakan sesuai petunjuk pemerintah pusat sehingga Perda APBD dan Perbub tentang penjabaran APBD dapat diselesaikan pada akhir tahun. APBD tahun 2011 dapat dilaksanakan mulai tanggal 4 Januari 2011, walaupun demikian yang menjadi kendala yaitu Usulan program dan kegiatan baik dari Desa/Kelurahan, Kecamatan maupun SKPD sebagian tidak bisa di laksanakan karena Jumlah Usulan yang banyak dan anggaran yang terbatas. Penyusunan Laporan Kinerja pemerintah Daerah tidak mengalami hambatan karena Tim Penyusunan LAKIP dapat bekerja dengan baik. SKPD dapat menyampaikan kontribusi Lakip dan capaian kinerja dengan lengkap. Monitoring Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Perencanaan Pembangunan, sering terlambat karena data dilapangan sering berbeda dengan laporan yang disampaikan oleh SKPD. 7. PERUMAHAN 7.1 Program dan Kegiatan Program Lingkungan Sehat Perumahan dengan kegiatan penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin. 7.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan kegiatan No Tabel 4.47 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perumahan Prongarm / Kegiatan Anggaran ( Rp ) Fisik % Realisasi Keuangan Jumlah ( Rp ) % 1 Program Lingkungan Sehat Perumahan : - Penyediaan Sarana Air Bersih Dan Sanitasi dasar terutama Bagi Masyarakat Miskin Jumlah Alokasi Anggaran untuk Program Lingkungan sehat Perumahan dengan Kegiatan Penyediaan dan Sanitasi Dasar Terutama Bagi Masyarakat Miskin sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp. 0 atau sebesar 0 %, karena Kegiatan IPAL dan MCK Plus ++ tidak dilaksanakan karena calon lokasi Penerimaan Proyek dalam hal ini kelompok masyarakat tidak mampu memenuhi persyaratan/administrasi yang telah disosialisasikan justru pada saat akhir tahun anggaran.
154 Permasalahan dan Solusi Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan perumahan yang sehat dan bersih, solusi yang diambil bekerja dengan unsur terkait untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang budaya hidup bersih. 8. KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA 8.1. Program dan Kegiatan Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan kepemudaan dan olahraga adalah sebagai berikut : 1. Program peningkatan peran serta kepemudaan terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu: a. Napak tilas jejak pahlawan. b. Fasilitasi peningkatan peran serta kepemudaan. 2. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga terdiri dari 4 (empat) kegiatan yaitu : a. Penyelenggaraan kompetisi olahraga b. Pekan olahraga pelajar c. Olimpiade olahraga siswa nasional d. Lomba-lomba olahraga 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga terdiri dari 1(satu) kegiatan yaitu Pengadaan sarana prasarana olahraga 8.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi anggaran pada Urusan Kepemudaan dan olahraga dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.48 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kepemudaan dan Olahraga Tahun 2011 No Program/kegiatan Anggaran 1 2 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan a. Napak Tilas Jejak Pahlawan b. Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Realilsasi Dana Fisik % Keu(%) ,00 100,00 98,13 48,05
155 144 No Program/kegiatan Anggaran 3 Olahraga a. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga b. Pekan Olahraga Pelajar c. Olimpiade Olahraga siswa Nasional d. Lomba-lomba Olahraga Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga a. Pengadaan sarana prasarana olahraga Realilsasi Dana Fisik % Keu(%) ,00 100,00 100,00 100,00 100,00 25,74 84,74 42,77 79,72 99,74 Capaian kegiatan fisik dan realisasi keuangan yang telah dilaksanakan yaitu : 1. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan yang terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu : a. Kegiatan Napak Tilas Jejak Pahlawan yang di ikuti oleh 220 orang peserta dengan anggaran sebesar Rp ,00 dengan tingkat penyerapan/realisasi dana sebesar Rp atau sudah terealisasi sebesar 98,13% terjadi penghematan sebesar Rp ,00 (1,87%). b. Kegiatan fasilitasi peningkatan peran serta kepemudaan diikuti oleh 63 peserta dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp ,00 dengan tingkat penyerapan/realisasi dana sebesar Rp ,00 atau (48,05%). 2. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga terdiri dari 4 (empat) kegiatan yaitu : a. Kegiatan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga merupakan kegiatan/even olahraga setiap tahun dengan 17 cabang olahraga yang dilaksanakan dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp ,00 dengan serapan/realisasi anggaran sebesar Rp ,00 atau 25,74% b. Kegiatan Pekan Olahraga Pelajar dilaksanakan dengan sasaran kegiatan adalah olahragawan/wati di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA yang diikuti oleh 250 pelajar dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau 84,74%.
156 145 c. Kegiatan Olahraga Siswa Nasional (O2SN) adalah kegiatan lomba olahraga yang lolos kejuaraan di tingkat provinsi dan Nasional dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan serapan anggaran sebesar Rp ,00 atau 42,77% dikarenakan siswa yang lolos ke tingkat nasional tidak memenuhi besaran anggaran yang dibutuhkan. d. Kegiatan Lomba-Lomba Olahraga, kegiatan ini adalah untuk organisasi, karyawan/wati, pelajar dengan pelaksanaan beberapa lomba olahraga dengan jumlah anggaran yang tersedia sebesar Rp ,00 dengan tingkat serapan/realisasi adalah sebesar Rp ,00 atau 79,72% terjadi penghematan anggaran sebesar Rp ,00 (20,28%). 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga, program ini didukung oleh 1 (satu) kegiatan yang diusulkan pada anggaran perubahan tahun 2011, dengan kegiatan pengadaan sarana prasarana olahraga untuk pembelian alat-alat olahraga (alat fitness) dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau (99,74%). Terjadi penghematan anggaran sebesar Rp ,00. Penyelenggaraan program peningkatan peran serta kepemudaan dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan jiwa nasionalisme pemuda melalui kegiatan napak tilas jejak pahlawan dengan jumlah peserta ( pasukan ) 220 orang terdiri dari unsur pelajar tingkat SMA/SMK/Putra Putri, OSIS,OKP, masyarakat dan IPSI. Fasilitas peningkatan peran serta kepemudaan dilaksanakan dengan kegiatan pemuda pelopor, Bakti pemuda antar Provinsi (BPAP) dan kelompok usaha Pemuda produktif dengan mengirimkan 63 orang ke tingkat Provinsi Bali. Penyelenggaraan Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga di Kabupaten Jembrana melalui keikutsertaan dalam berbagai event olahraga ditingkat provinsi maupun ke tingkat nasional berupa Pekan Pelajar dimana pada tahun 2011 Kabupaten Jembrana mengirimkan 200 orang yang terdiri dari atlet maupun pelatih untuk mengikuti Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi.
157 146 Tabel 4.49 Kontingen Jembrana yang mengikuti Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi Tahun 2011 Atlet Pelatih/Official NO Cabor Putra Putri Putra Putri Jumlah 1 Atletik Pencak silat Bola Basket Bola Voly Sepak Bola Sepak Takraw Tenis Meja Tenis Lapangan Bulu Tangkis Catur Senam Renang Voli Pasir Judo Panjat Tebing Karate Official Jumlah sebagai berikut : Prestasi yang diraih Kabupaten Jembrana pada ajang tersebut adalah Tabel 4.50 Hasil Perolehan Medali Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi Tahun 2011 Medali NO Cabor SD SMP SMA Jumlah ems prk prg ems prk prg ems prk prg ems prk prg 1 Atletik Pencak silat Bola Basket Bola Voly Sepak Bola Sepak Takraw Tenis Meja Tenis Lapangan Bulu Tangkis Catur Senam Renang Voli Pasir Judo Panjat Tebing Karate Jumlah
158 147 Tabel 4.51 Peringkat Perolehan Medali Pekan Pelajar di Tingkat Provinsi Tahun 2011 NO KABUPATEN/KOTA EMAS PERAK PERUNGGU PERINGKAT 1 Denpasar I 2 Badung II 3 Buleleng IV 4 Gianyar III 5 Tabanan VIII 6 Jembrana VII 7 Bangli VI 8 Klungkung V 9 Karangasem IX 8.3 Permasalahan dan Solusi Penyelenggaraan urusan telah dapat dilaksanakan dengan baik tanpa kendala yang berarti. 9. PENANAMAN MODAL Dengan pelaksanaan otonomi daerah, maka Pemerintah Daerah dituntut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang salah satunya dilaksanakan melalui peningkatan investasi di Kabupaten Jembrana. Untuk menumbuhkan minat investasi perlu didukung dengan memantapkan sistem administrasi pemerintah dan pembangunan yang efektif dan efisien dengan tujuan terciptanya lingkungan yang kondusif. 9.1 Program dan Kegiatan Kegiatan Urusan Penanaman Modal di Kabupaten Jembrana dilaksanakan melalui Program Penyiapan Potensi Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Daerah yang terdiri dari 5 ( lima ) kegiatan yaitu : 1. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Usaha Water Treatmen (Megumi) 2. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Usaha Hotel Jimbarwana 3. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Kegiatan Bantuan Dana Bergulir Pemkab Jembrana 4. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Sarana Berkelanjutan Usaha Pabrik Kakao 5. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Sarana Berkelanjutan Usaha Pabrik Kompos.
159 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Penanaman Modal dilaksanakan oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Jembrana yang melaksanakan tiga kegiatan yang seluruhnya telah dapat dituntaskan sesuai target. Adapun realisasi anggaran pelaksanaan program dan kegiatan urusan Penanaman Modal adalah sebagai berikut : Tabel 4.52 Alokasi dan realisasi anggaran urusan Penanaman Modal Tahun 2011 No. Kegiatan Angaran 1 Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Usaha Water Treatmen (Megumi) 2 Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Usaha Hotel Jimbarwana 3 Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Kegiatan Bantuan Dana Bergulir Pemkab Jembrana Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Sarana 4 Berkelanjutan Usaha Pabrik Kakao 5 Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Sarana Berkelanjutan Usaha Pabrik Kompos Realisasi Fisik(% ) Keu.(Rp) % , ,- 98, , ,- 97, , ,- 99, , ,- 98, , ,- 99,67 1. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Usaha Water Treatmen (Megumi). Sasaran rencana keberlanjutan usaha water treatment Megumi yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan sebagai Potensi Ekonomi Daerah. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui Program Penyiapan Potensi Sumber daya dan Prasarana Daerah. Kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Usaha Water Treatment Megumi dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- realisasi sebesar Rp (98,34%). dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp (1,66%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga Ahli Finansial, Tenaga Ahli Pemasaran, Tenaga Ahli Teknik Produksi, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Rencana Keberlanjut Usaha Water Treatment Megumi adalah buku Laporan Kajian
160 149 Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Usaha Water Treatment Megumi di Kabupaten Jembrana. Buku hasil kajian rencana 20 buah realisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 20 keping, realisasi 20 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini dilakukan dengan swakelola, bekerjasama dengan Tim ahli dari Universitas Udayana Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,-. Hasil kegiatan direncanakan 20 buku terealisasi 20 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 20 keping terealisasi 20 keping. Hasil ini berisi jumlah kajian evaluasi kinerja dan saran rencana keberlanjutan usaha Water Treatment yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan kajian evaluasi kinerja dan saran rencana keberlanjutan usaha water treatment adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/ instansi lain dalam hal penyediaan data dan pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 2. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Usaha Hotel Jimbarwana. Sasaran rencana keberlanjutan usaha Hotel Jimbarwana yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan sebagai potensi Ekonomi Daerah, untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Penyiapan Potensi Sumber daya dan Prasarana Daerah. Kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Usaha Hotel Jimbarwana dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- realisasi sebesar ,- ( 97,70 % ). Dengan demikian, dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,- (2,30 %). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga Ahli Finansial, Tenaga Ahli Pemasaran, Tenaga Ahli Teknik Produksi, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Rencana Keberlanjut Usaha Hotel Jimbarwana adalah buku Laporan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran
161 150 Rencana Keberlanjutan Usaha Hotel Jimbarwana di Kabupaten Jembrana. Buku hasil kajian direncanakan 20 buah terealisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 20 keping, realisasi 20 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini dilakukan dengan Swakelola, bekerjasama dengan Tim ahli dari Persekutuan Tasnim Aliwijanarka Input dari kegiatan ini adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,-. Hasil dari kegiatan direncanakan 20 buku realisasi 20 buah buku, serta berupa CD sebanyak 20 keping realisasi 20 keping. Hasil ini berisi Jumlah Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan usaha Hotel Jimbarwana yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan usaha Hotel Jimbarwana adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/instansi lain dalam hal penyediaan data. Pihak ketiga telah dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 3. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Rencana Berkelanjutan Kegiatan Bantuan Dana Bergulir Pemkab Jembrana. Sasaran rencana keberlanjutan Kegiatan Bantuan Dana Bergulir di Pemkab Jembrana yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan sebagai potensi ekonomi daerah. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Penyiapan Potensi Sumber daya dan Prasarana Daerah. Kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Kegiatan Bantuan Dana Bergulir di Pemkab Jembrana dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- realisasi sebesar Rp ,- (99,77%). Dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,-(0,2%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga Ahli Finansial, Tenaga Ahli Pemasaran, Tenaga Ahli Teknik Produksi, Tenaga Ahli Lingkungan Sosbud, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Rencana Keberlanjut Kegiatan Bantuan Dana Bergulir di Pemkab Jembrana adalah buku Laporan
162 151 Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Kegiatan Bantuan Dana Bergulir di Kabupaten Jembrana. Buku hasil kajian rencana 20 buah realisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 20 keping, realisasi 20 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini dilakukan dengan Swakelola, bekerjasama dengan Tim ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Warmadewa. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,-. Hasil dari kegiatan direncanakan 20 buku realisasi 20 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 20 keping realisasi 20 keping. Hasil ini berisi Jumlah Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan Kegiatan Bantuan dana bergulir yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan Bantuan Dana Bergulir di Pemkab Jembrana adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/instansi lain dalam hal penyediaan data Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 4. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Sarana Berkelanjutan Usaha Pabrik Kakao Sasaran rencana keberlanjutan usaha pabrik Kakao yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan sebagai potensi Ekonomi Daerah, untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Penyiapan Potensi Sumber daya dan Prasarana Daerah. Kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Usaha Pabrik Kakao dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- realisasi sebesar Rp ,- (98.03%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,- (1,97%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga Ahli Finansial, Tenaga Ahli Pemasaran, Tenaga Ahli Teknik Produksi, Tenaga Ahli lingkungan Sosbud, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Rencana Keberlanjut Usaha Pabrik Kakao adalah buku Laporan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran
163 152 Rencana Keberlanjutan Usaha Pabrik Kakao di Kabupaten Jembrana. Buku hasil kajian rencana 20 buah realisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 20 keping, realisasi 20 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini dilakukan dengan swakelola bekerjasama dengan Tim ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Warmadewa, Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,-. Hasil dari kegiatan direncanakan 20 buku realisasi 20 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 20 keping realisasi 20 keping. Hasil ini berisi Jumlah Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan usaha Pabrik Kakao yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan usaha Pabrik Kakao adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/instansi lain dalam hal penyediaan data dan Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 5. Kajian Evaluasi Kinerja Dan Saran Sarana Berkelanjutan Usaha Pabrik Kompos. Sasaran rencana keberlanjutan usaha pabrik Kompos yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan sebagai potensi Ekonomi Daerah, untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program Penyiapan Potensi Sumber daya dan Prasarana Daerah. Kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Usaha Pabrik Kompos dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- realisasi sebesar Rp (99,67%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,- (0,33%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga Ahli Finansial, Tenaga Ahli Pemasaran, Tenaga Ahli Teknik Produksi, Tenaga Ahli lingkungan Sosbud, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan Rencana Keberlanjutan usaha pabrik kompos adalah buku Laporan Kajian Evaluasi Kinerja dan Saran Rencana Keberlanjutan Usaha Pabrik Kompos di Kabupaten
164 153 Jembrana. Buku hasil kajian rencana 20 buah realisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 20 keping, realisasi 20 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini dilakukan dengan swakelola, bekerjasama dengan Tim ahli dari Persekutuan Tiasnim Aliwijanarka Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,-. Hasil dari kegiatan direncanakan 20 buku realisasi 20 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 20 keping realisasi 20 keping. Hasil ini berisi Jumlah Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan usaha Pabrik Kompos yang tersusun sebagai bahan kebijakan dan perencanaan. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan Kajian Evaluasi Kinerja dan saran rencana Keberlanjutan usaha Pabrik Kompos adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/ instansi lain dalam hal penyediaan data dan Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 9.3 Permasalahan dan Solusi. a. Permasalahan Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan dan pelayanan penanaman modal adalah : 1. Masih kurangnya kegiatan-kegiatan yang bersifat promosi, negosiasi, penyebar luasan informasi potensi penanaman modal baik pada event nasional maupun internasional dan kegiatan-kegiatan yang bersifat penciptaan iklim penanaman modal yang kondusif, hal ini terkait dengan keterbatasan anggaran. 2. Unit organisasi penanganan Penanaman Modal di Kabupaten Jembrana, masih pada level eselon III/b di bawah Bappeda dan PM, hal ini menjadi kendala pelaksanaan optimalisasi urusan penanaman modal di Kabupaten Jembrana, mengingat Penanaman Modal adalah motor penggerak utama dalam pembangunan perekonomian suatu daerah. b. Solusi Solusi yang diperlukan dalam meningkatkan realisasi penanam modal adalah :
165 Perlu ditingkatkan alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Jembrana atau dana Pemerintah lainnya untuk aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk menarik investasi. 2. Perda No. 3 Tahun 2008 tentang, Pembentukan organisasi dan Tata kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana, perlu di kaji ulang, terutama dalam hal unit kerja yang menangani urusan Penanaman Modal. 10. KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH Dalam rangka mensukseskan Program Pemerintah khususnya dalam Peningkatan ekonomi masyarakat dapat diwujudkan melalui pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (K-UMKM). Dengan Pengembangan dan pemberdayaan K-UMKM diharapkan mampu memotivasi dan memfasilitasi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di masyarakat. Melalui lembaga koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, masyarakat akan mudah dapat mengakses permodalan, informasi, pengetahuan dan keterampilan baik teknis, Sosial maupun ekonomis. Koperasi didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan. Sedangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah didefinisikan sebagai berikut : a. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki : - Kekayaan bersih (asset) max. Rp ,- (tidak termasuk tanah dan bangunan) - Omzet max. Rp ,- per tahun. b. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilalukan oleh orang perorangan dan / atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang memiliki :
166 155 - Asset antara Rp ,- s/d Rp ,- (non tanah dan bangunan ). - Omzet Rp ,- s/d Rp ,- per tahun. c. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang memiliki : - Asset antara Rp ,- s/d Rp ,- (non tanah dan bangunan) - Omzet antara Rp ,- s/d Rp ,- Berbagai peraturan perundangan yang dijadikan landasan dalam pengembangan Kuperasi dan UMKM, baik yang dibentuk oleh pusat maupun daerah adalah sebagai berikut : 1. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. 2. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi. 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1997 tentang Kemitraan. 6. Keputusan Presiden Republik Indoensia Nomor 127 Tahun 2001 tentang Bidang/Jenis Usaha yang di Cadangkan untuk Usaha Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang terbuka Untuk Usaha Menengah Atau Besar Dengan Syarat Kemitraan. 7. Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan Dan membudayakan Kewirausahaan.
167 Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1998 tentang Peningkatan Pembinaan dan Pengembangan Perkoperasian. 9. Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan UKM RI Nomor 23/PER/M.KUKM/XI/2005 tentang Penumbuhan dan Pengembangan Sentra Usaha Kecil dan Menengah. 10. Peraturan Menteri Negara Dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 15/PER/M.KUKM/XII/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 19/PER/M.KUKM/XI/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi. 11. Peraturan Menteri Negara Dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 14/PER/M.KUKM/XII/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20/PER/M/KUKM/XI/2008 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi. 12. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM RI Nomor 32.1/KEP/M.KUKM/IV/2003, tentang Juknis Business Development Services (BDS). 13. Peraturan Bupati Jembrana Nomor 10 Tahun 2006 tanggal 5 Mei 2006 Tentang Pemberian Modal Kerja (Dana Talangan) Kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Dalam Rangka Pembelian Gabah Petani Dan Penyaluran Beras Kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana. 14. Keputusan Bupati Jembrana Nomor 187/Perindagkop/2011 Tanggal 11 Maret 2011 tentang Pemberian Modal Kerja (Dana Talangan) Kepada Koperasi Unit Desa (KUD) dalam rangka Pembelian Gabah Petani dan Penyaluran Beras Kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana. 15. Keputusan Bupati Jembrana Nomor 186/Disperindagkop/2011 Tahun 2011 Tanggal 11 Maret 2011 Tentang Penetapan Koperasi Unit Desa (KUD) Sebagai Penerima Modal Kerja (Dana Talangan) dalam Rangka Pembelian Gabah Petani dan Penyaluran Beras Untuk Pasar dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana Tahun 2011.
168 Program dan Kegiatan Pada tahun 2011 dilaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Program ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan koperasi berprestasi, Koperasi berkualitas, Kesehatan Koperasi, Koperasi aktif berdasarkan prinsipprinsip dan jati diri koperasi. Adapun kegiatan tersebut menyangkut Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi : - Lomba Koperasi dalam rangka HUT Koperasi ke 64 - Kegiatan Pemeringkatan Koperasi - Kegiatan Audit Koperasi - Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi - Transplantasi (study banding) bagi Koperasi Berprestasi tingkat Kabupaten ke Yogyakarta 2. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar mampu mengelola usahanya dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang mampu bersaing baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitas sesuai permintaan pasar serta mampu menyerap tenaga kerja lokal. Adapun kegiatan ini menyangkut : - Peningkatan Jaringan Kerjasama antar Lembaga Bintek peningkatan usaha UMKM pada kelompok usaha produktif/sentra UMKM Pendampingan dalam mengakses permodalan dengan lembaga keuangan Peningkatan akses pemasaran produk UMKM dengan pengusaha menengah - Penyelenggaraan Pembinaan Industri Rumah Tangga, Industri Kecil dan Menengah
169 158 Bintek Peningkatan Kualitas Produk UMKM dan terwujudnya showroom atau outlet produk Jembrana Pendampingan Pengembangan dan Pemasaran Produk Penyelenggaraan Promosi Produk UMKM - Penyelenggaraan promosi produk usaha mikro kecil dan menengah Pameran di luar daerah provinsi dan Promosi produk UMKM di dalam daerah Provinsi 10.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dari program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dialokasikan anggaran pada APBD dengan rincian sebagai berikut : No A Tabel 4.53 Alokasi dan Reaalisasi Anggaran Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2011 Program/Kegiatan Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah. Kegiatan : Peningkatan Jaringan Kerja sama antar Lembaga Kegiatan : Penyelenggaraan Pembinaan Industri Rumah Tangga, Industri Kecil dan Industri Menengah Kegiatan : Penyelenggaraan Promosi Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah Anggaran ( Rp ) Realisasi Fisik 100 % 95 % 100 % Realisasi Keuangan Capaian ( % ) 100 % 92 % 90 % B Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. Kegiatan : Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berperstasi Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan jaringan kerja sama Usaha Koperasi % % % % % % DPA di Bidang Koperasi terdiri dari 2 Program dan 5 kegiatan, dengan total anggaran sebesar Rp (Tiga ratus enam puluh juta seratus delapan puluh ribu rupiah ). Dari anggaran tersebut hanya dapat direalisasikan sebesar Rp , (Tiga ratus empat puluh sembilan juta tiga ratus empat puluh sembilan ribu lima ratus rupiah ) atau hanya sebesar 96% dari total anggaran. Realisasi tersebut dipergunakan antara lain untuk :
170 159 A. Program Pengembangan Sistim pendukung usaha bagi usaha Mikro kecil Menengah terdiri dari 3 (tiga) Kegiatan Yaitu : 1. Kegiatan Peningkatan Jaringan kerjaama antar lembaga dengan realisasi keuangan sebesar Rp (Sepuluh juta) dari anggaraan sebesar Rp (sepuluh juta) atau 100% dari total anggaran. Penggunaan anggaran ini adalan untuk pembayaraan Belanja Pengawai sebanayak 10 orang, yaitu untuk pembayaran Honorarium instruktur peningkatan usaha UMKM, dan Belanja Transportasi dan Akomudasi peserta sebanyak 50 orang dan pembimbing sebanyak 25 orang, Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalan untuk terwujudnya peningkatan permodalan UMKM dan Pemasaran Produk UMKM KUKM. 2. Kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Industri rumah tangga, industri kecil dan industri menengah. Realisasi keuangan untuk kegiatan ini sebesar Rp , (Tiga puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah) dari jumlah anggaran sebesar Rp , (Empat puluh juta rupiah) atau sebesar 95 % dari total anggaran. Peruntukan anggaran ini adalah digunakan untuk Belanja Pegawai yaitu untuk pembayaran honorarium instruktur sebanyak 2 orang, dan belanja bahan dan material. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UKM dan pemasaran produk UMKM. 3. Kegiatan penyelenggaraan promosi produk usaha mikro kecil menengah. Relaisasi untuk kegiatan ini sebesar Rp (Enam puluh Dua Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah). Dari Anggaran Rp ,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) atau sebesar 90% dari total anggaran. Peruntukkan penggunaan anggaran ini adalah digunakan untuk Belanja Transportasi Akomodasi 6 KUKM, Belanja Sewa Rumah Gedung/Kantor/ Tempat untuk Sewa Tempat Pameran sebanyak 2 paket yang bertujuan untuk penyelenggaraan pameran produk-produk UMKM dalam rangka peningkatan kualitas dan pemasaran produk UMKM.
171 160 B. Program Peningkatan Kualitas Koperasi, terdiri dari 2 (dua ) kegiatan yaitu : 1. Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi. Realiasasi utnuk kegiatan ini sebesar Rp , (Seratus enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Empat Sembilan Juta Lima Ratus Juta Rupiah ) dari Total Anggaran sebesar Rp , (Seratus Tujuh Puluh Juta Seratus Depan Puluh Ribu Rupiah ) atau sebesar 99% dari Total Anggaran. Peruntukan penggunaan anggaran ini adalah digunakan untuk pembayaran Belanja Jasa Kantor untuk Biaya Pemeringkatan Koperasi sebanyak 28 Koperasi serta pemberian hadiah dan Belanja Cetak dan Penggandaan. Kegiatan ini bertujuan untuk Peningkatan Kualitas Kelambagaan Koperasi guna terwujudnya koperasi yang berprestasi dan berkualitas. Prestasi di Bidang Koperasi tahun 2011 antara lain : o Juara I (Pertama) Koperasi Produsen Tingkat Provinsi Bali untuk KUD Surya Merta, Desa Gumbrih, Kec. Pekutatan. o Juara I (Pertama) Lomba Tangkas Terampil Koperasi Tingkat Provinsi Bali yang diwakili oleh Siswa-Siswi SMK Negeri 1 Negara. o Penghargaan Koperasi Award dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia kepada KUD Surya Merta, Desa Gumbrih, Kec. Pekutatan. 2. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi. Realisasi Keuangan ini sebsar Rp , (Tujuh Puluh Juta Rupiah) dari anggaran Rp (Tujuh Puluh Juta Rupiah) atau Tepatnya 100% dari Total Anggaran. Peruntukan penggunaan anggaran ini adalah digunakan untuk Belanja Jasa Kantor untuk Belanja Transpostasi dan Akomodasi peserta study Banding atau transplantasi bagi koperasi berprestasi tingkat Kabupaten Ke Jogyakarta sebanyak 30 orang. Yang bertujuan untuk pengembangan usaha dan kemitraan koperasi peningkatan volume usaha KUKM dan terjalinnya kemitraan KUKM dengang pengusaha pihak swasta.
172 161 Program inovatif Pemerintah Kabupaten Jembrana berupa pemberian bantuan dana talangan kepada Koperasi Unit Desa (KUD) senilai Rp ,- untuk pembelian gabah petani dan penyediaan serta penyaluran beras kepada PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana tahun 2011, telah dapat berjalan dengan baik dan berorientasi pada konsep Tri Sukses yaitu sukses realisasi, sukses pemanfaatan/penggunaan dan sukses pengembalian. Dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan koperasi tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mampu mengakses bantuan penguatan modal dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, berupa : o Bansos untuk 4 Rp ,-...= Rp ,- o Bantuan sarana prasarana pupuk untuk ,-...= Rp ,- o Bantuan untuk Pedagang Kaki Lima untuk 1 koperasi senilai... = Rp ,- o Bantuan untuk jaringan pemasaran (UKM Mart) 1 koperasi senilai...= Rp ,- o Bantuan Pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk 3 Koperasi senilai...= Rp ,- Total = Rp ,- Berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk lebih memberdayakan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (K-UMKM) sehingga mampu memotivasi dan memfasilitasi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di masyarakat, menciptakan kemandirian masyarakat dalam berusaha, menciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan Jumlah Koperasi di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : No 1 2 KUD KSU Tabel 4.54 Perkembangan Koperasi di Jembrana Jenis-Jenis Koperasi Jumlah
173 162 No Jenis-Jenis Koperasi KSP Koperasi Jasa Koppas Koppontren Kop.Pertanian Kop.Perkebunan Kop.Ternak Kop.Nelayan Kopwan KPN Kopkar Kop.Kopti Kop.Pedagang Kaki Lima Kop.Lainnya Kop.Sekunder Kp.Veteran Kop.Angkatan Darat Kop.Kepilisian Kp.Wredatama Kop.Pegawai Telkom Jumlah Kop.Pepabri Jumlah Koperasi Jumlah Kopeasi Aktif Sedangkan jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah sebagai berikut : Tabel 4.55 Data Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Formal) Kabupaten Jembrana Tahun 2011 SEKTOR UMKM NO KECAMATAN PERDAGANGAN INDUSTRI INDUSTRI NON ANEKA JUMLAH PERTANIAN PERTANIAN USAHA UMKM I MELAYA II NEGARA III JEMBRANA IV MENDOYO V PEKUTATAN JUMLAH SEKTOR
174 Permasalahan dan Solusi Dalam upaya mencapai sasaran masih ditemukan adanya permasalahan sebagai berikut : a. Sektor Koperasi Kualifikasi Koperasi yang telah terbentuk perkembangannya relatif Belum optimal. Dengan Jumlah Koperasi yang semakin banyak menyebabkan terjadinya persaingan yang kurang sehat diantara Koperasi sehingga berdampak buruk bagi perkembangan Koperasi kedepan secara kualitatif. Kemitraan Koperasi dengan Perusahaan swasta, BUMN ataupun dengan Bank masih sangat rendah (sedikit), hal ini disebabkan karena Koperasi kesulitan dalam memenuhi persyaratan teknis Bank (tidak Bankable). Terbatasnya sarana prasarana yang memadai untuk menunjang operasional aparat pembina. Masih rendahnya tingkat kemampuan SDM dalam mengelola Koperasi. b. Sektor UMKM Rendahnya alokasi permodalan BUMN pada UMKM di Kabupaten Jembrana sebagai akibat dari tingginya tunggakan kredit yang ada. Sebagian Besar UMKM belum mampu menyediakan jaminan kredit kepada Bank maupun BUMN. Terbatasnya dukungan dana untuk pengembangan sentra dan bantuan sarana dan prasarana kepada UMKM. Fasilitas untuk promosi, permodalan dan penyesuaian HAKI produk UMKM sangat terbatas sehingga sebagian besar UMKM belum memperoleh kesempatan. Rendahnya tingkat kewirausahaan (enterpreneurship) pengelola UMKM. Terbatasnya dana pembinaan untuk pemberdayaan UMKM di daerah.
175 164 Langkah-langkah Pemecahan Masalah (Solusi) : a. Sektor Koperasi Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait dan pihak perbankan melalui fasilitas pemberian kredit (permodalan) disamping pembinaan dan pendampingan kepada Gerakan Koperasi secara rutin dan berkelanjutan. Perlu adanya rasionalisasi pembentukan Koperasi sehingga penyebarannya merata di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Memfasilitasi Gerakan Koperasi untuk mengadakan kemitraan dan kerjasama dengan pihak ketiga (BUMN, Perbankan maupun antar Koperasi). Mohon dukungan pemerintah daerah untuk pengadaan sarana dan prasarana yang memadai. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan pada gerakan Koperasi tentang Kelembagaan dan Manajemen Usaha Pengelolaan Koperasi. b. Sektor UMKM Melaksanakan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM yang telah akses bantuan kredit BUMN/perbankan, sehingga dapat terwujud Tri Sukses (Sukses Realisasi, Pemanfaatan dan Pengembalian). Memotivasi UMKM dalam mengembangan usaha secara baik dan mantap, sehingga mampu memenuhi persyaratan Fiesible dan Bankible. Mengkoordinasikan kegiatan pembinaan PKM secara terpadu baik vertikal maupun horizontal. Meningkatkan dukungan dalam rangka memfasilitasi kebutuhan UMKM sehingga mampu meningkatkan volume usaha dan pelayanan melalui koordinasi lintas sektoral. Memberikan bimbingan dan pelatihan tentang kelembagaan, usaha serta semangat interpreneurship kepada UMKM. Perlu dukungan pembiayaan dari pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan UMKM.
176 KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL Penduduk adalah merupakan bagian integral dalam proses kegiatan pemerintahan dan pembangunan, oleh karenanya penduduk tidak dapat hanya dilihat sebagai obyek, tetapi juga diperlakukan sebagai subyek yang harus dibina dan dikerahkan secara efektif, sehingga benar-benar menjadi modal yang besar dan menguntungkan bagi proses kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Dalam rangka pembinaan dan pengarahan penduduk agar dapat dilaksanakan secara efektif maka diperlukan adanya data penduduk yang valid dan lengkap cakupannya. Data penduduk yang valid adalah data penduduk yang secara riil menggambarkan kondisi yang sesungguhnya dilapangan. Untuk itu kepemilikan dokumen kependudukan menjadi sesuatu yang harus dilakukan secara sinergi antara pemerintah dan masyarakat 11.1 Program dan Kegiatan. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kependudukan dan catatan sipil pada tahun 2011 telah dilaksanakan melalui program program Penataan Administrasi Kependudukan dengan 4 ( empat ) buah kegiatan yaitu: Peningkatan Pelayanan Publik dalam bidang Kependudukan, Sosialisasi Kebijakan Kependudukan, Pengendalian Mobilitas Penduduk dan Penerapan E-KTP Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tabel 4.56 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2011 Program/Kegiatan Program Penataan Administrasi Kependudukan : a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Publik dalam bidang kependudukan. b. Sosialisasi kebijakan kependudukan c. Pengendalian Mobilitas Penduduk d. Penerapan E-KTP Jumlah Pagu ( Rp ) , , , , , ,- Realisasi Fisik(%) Keu ( Rp ) % , , , , ,- 89,63 88,16 99,79 51, Program penataan Administrasi Perkantoran a. Penyediaan jasa surat menyurat b. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor c. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional , , , , , , ,
177 166 Program/Kegiatan d. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja e. Penyediaan Alat Tulis Kantor f. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan g. Penyedian bahan logistik kantor h. Penyedian makan dan minum i. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah. Program Peningkatan Sarana dan prasarana Aparatur a. Pengadaan kendaraan dinas/ Operasional b. Pengadaan perlengkapan gedung dan kantor c. Pengadaan mebeleur Program Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan iktisar realisasi kinerja SKPD a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan iktisar realisasi kinerja SKPD Jumlah Pagu ( Rp ) , , , , , , , , , , , ,- Realisasi Fisik(%) Keu ( Rp ) % , , , , , , , , , , Anggaran yang disediakan untuk urusan Kependudukan dan Catatan Sipil untuk kegiatan Peningkatan Pelayanan Publik dalam bidang Kependudukan adalah diperuntukkan untuk pengadaan 2 unit Komputer PC, 1 unit Laptop/ Notebook dan masing-masing 1 unit Kamera, Printer dan scanner,ribbon Printer Sedangkan untuk pencetakan blanko akta catatan sipil sebanyak lembar. Pada kegiatan sosialisasi kebijakan kependudukan jumlah kelurahan/desa yang diberi penyuluhan sebanyak : 41 desa dan 10 Kelurahan, kegitan penerapan E- KTP digunakan untuk sosialisasi para kelian dinas ke masyarakat untuk merekam data di kecamatan masing-masing. kegiatan Pengendalian Mobilitas Penduduk digunakan untuk pengendalian penduduk yang masuk Bali melalui pelabuhan Gilimanuk di Pos KTP Gilimanuk dengan sasaran penduduk yang tidak membawa identitas diri/ktp dan telah terdeteksi sebanyak orang penduduk yang tidak membawa identitas diri/ktp. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dibidang kependudukan, Pemerintah Kabupaten Jembrana tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dan terus memotivasi masyarakat untuk melengkapi diri dengan identitas kependudukan dan akta-akta pencatatan sipil dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Pelayanan KK, KTP, Akta-Akta Catatan Sipil dan Surat Keterangan tidak dipungut biaya cetak/gratis.
178 Memberikan pelayanan mobile kedesa-desa/kelurahan 3. Memberikan santunan kematian kepada penduduk yang meninggal dunia memiliki KTP Kabupaten Jembrana. Capaian kinerja urusan kependudukan dan catatan sipil pada tahun 2011 adalah sebagai berikut : - Penduduk wajib KTP yang Sudah mempunyai KTP = (81,09 % dari wajib KTP) - Jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran = (19,10%) - Kartu KK yang telah di cetak = KK - Jumlah Penduduk yang memiliki Akte Perkawinan = (11,69%) - Jumlah Akte kematian yang diterbitkan = Jumlah Akte Perceraian yang diterbitkan = 126 (0,04%) Berdasarkan SK Bupati No.750/DKCTT/2009 Tgl. 28 Juli 2009 tetang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendaftaran Penduduk dan pencatatan Sipil di Kabupaten Jembrana telah ditetapkan SPM pada urusan Kependudukan dan Capil Kepemilikan KTP sebgaia berikut : Tabel 4.57 Standar Pelayanan Minimal Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil No Spesifikasi Jenis Pelayanan Waktu Biaya 1 Pencatatan Biodata Penduduk WNI 3 hari - 2 Pencatatan WNI yang datang dari luar negeri karena pindah 3 hari - 3 Pencatatan bagi WNA yang memiliki ijin tinggal terbatas 3 hari - 4 Pencatatan bagi WNA yang memiliki ijin tinggal tetap 3 hari - 5 Penerbitan KK Baru (WNI) 3 hari - 6 Penerbitan KK Baru (WNA) 3 hari - 7 Penerbitan KK dengan penambahan anggota keluarga (Anak) 3 hari - 8 Penerbitan KK karena penambahan anggota keluarga untuk menumpang kedalam KK 3 hari - 9 Penerbitan KK karena penambahan anggota keluarga bagi orang asing yg memiliki ijin tetap untuk menumpang kedalam KK WNI atau orang asing 3 hari - 10 Penerbitan KK karena pengurrangan anggota keluarga dalam KK 3 hari - 11 Penerbitan KK karena hilang atau rusak 3 hari - 12 Penerbitan KTP Baru 3 hari - 13 Penerbitan KTP bagi orang asing yang memiliki ijin tinggal tetap 3 hari - 14 Penerbitan KTP karena hilang atau rusak 3 hari - 15 penerbitan KTP karena pindah datang 3 hari - 16 Penerbitan KTP karena perpanjangan 3 hari - 17 penerbitan KTP karena perubahan data 3 hari - 18 Surat keterangan pindah (antar kabupaten/kota dan antar propinsi dalam wilayah NKRI) 3 hari -
179 168 No Spesifikasi Jenis Pelayanan Waktu Biaya 19 Surat keterangan pindah keluar negeri 3 hari - 20 Laporan WNI yang datang dari luar negeri 3 hari - 21 Pencatatan Kelahiran (kurang/sampai dengan 60 hari) 3 hari - 22 Pencatatan Kelahiran (60 hari-1 Th) 3 hari - 23 Pencatatan Kelahiran (lebih dari 1 tahun) 3 hari - 24 Pencatatan perkawinan 3 hari - 25 Pencatatan pembatalan perkawinan 3 hari - 26 Pencatatan Perceraian 3 hari Rp Pencatatan Pembatalan perceraian 3 hari - 28 Pencatatan Kematian 3 hari - 29 Pencatatan Pengangkatan anak 3 hari Rp Pencatatan Pengakuan anak 3 hari Rp Pencatatan Pengesahan anak 3 hari Rp Pencatatan Perubahan nama 3 hari Rp Pencatatan Perubahan status kewarganegaraan 3 hari - 34 Pencatatan Peristiwa penting lainnya 3 hari - Sedangkan sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor /4141/SJ tanggal 13 Oktober 2010 perihal Penerbitan NIK dan Persiapan e-ktp tahun 2011, Kabupaten Jembrana ditunjuk sebagai salah satu Kabupaten dari 329 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang melaksanakan program pemutakhiran data penduduk dan program penerbitan nomor induk kependudukan (NIK) tahun Pada Tahun 2011 sebagai salah satu Kabupaten dari 197 Kabupaten/Kota di Indonesia yang melaksanakan penerapan KTP elektronik (E-KTP). Hasil pelaksanaan perekaman (enrollment) e-ktp di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : No Kecamatan KK (Orang) Tabel 4.58 Hasil pelaksanaan perekaman (enrollment) e-ktp Wajib KTP (orang) Hasil enrollment (orang) % Jml Dukungan Alat 1 Pekutatan , Mendoyo , Jembrana , Negara , Melaya ,37 3 Jumlah ,86 15
180 Permasalahan dan Solusi. Permasalahan yang dihadapi : Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan kependudukan dan catatan sipil antara lain Luasnya wilayah operasi pembinaan kependudukan serta jumlah SDM yang terbatas, data base kependudukan yang masih perlu disempurnakan, mobilitas penduduk pendatang masih cukup tinggi, masih dijumpai KTP yang telah habis masa berlakunya tetapi tidak diperpanjang, kelengkapan persyaratan administrasi dari pemohon akte capil sering tidak lengkap, masih terjadi kesalahan dalam penulisan data permohonan akte catatan sipil akibatnya menyulitkan pemerosesan lebih lanjut, kesadaran masyarakat untuk membuat dan menyesuaikan data keluarga ke dalam kartu keluarga (KK) terhadap kejadian vital (lahir, mati, datang dan pindah) masih perlu ditingkatkan, kesadaran masyarakat untuk melengkapi diri dengan KTP masih perlu ditingkatkan, kesadaran tentang tertib administrasi kependudukan perlu ditingkatkan lagi dan kesadaran masyarakat tentang kepemilikan akte catatan sipil masih perlu ditingkatkan, baru mencari akte catatan sipil saat diperlukan. Solusi Pemecahan Permasalahan : Melakukan razia terhadap penduduk pendatang dengan melibatkan petugas terkait serta aparat tingkat Banjar/lingkungan, desa/kelurahan serta tokoh masyarakat, mengingatkan kepada masyarakat untuk segera memperpanjang masa berlaku KTP jika telah habis masa berlakunya, melakukan penyuluhan akta catatan sipil secara periodik, menyebarkan informasi tentang persyaratan yang diperlukan tentang pembuatan akte catatan sipil ke desa/lurah, memberikan subsidi terhadap pembuatan akte kelahiran, melakukan pembinaan Administrasi kependudukan melalui Kades/Lurah, Kadus/Kaling, memotivasi masyarakat untuk membuat dan menyesuaikan data KK, melakukan pembinaan administrasi kependudukan, pemberian subsidi terhadap pembuatan KTP, memotivasi masyarakat agar melengkapi administrasi kependudukanya dengan pemberian asuransi jiwa kepada pemilik KTP, melaksanakan penertiban penduduk dan Razia KTP di Desa/Kelurahan dengan melibatkan POL.PP, aparat Kecamatan, Desa serta Kelurahan.
181 KETENAGAKERJAAN Dalam teori ekonomi makro variabel tenaga kerja merupakan variabel yang sangat penting dalam mengukur tingkat out put suatu perekonomian. Jembrana yang merupakan bagian dari Bali masalah ketenagakerjaan merupakan masalah yang pelik. Apalagi pasar tenaga kerja di Bali diperkirakan akan semakin terintegrasi dimasa mendatang. Jembrana merupakan wilayah yang sangat mudah dijangkau karena berada paling barat yang sangat dekat dengan pulau Jawa. Akibatnya jelas arus urbanisasi atau migrasi menjadi tidak dapat dihindari. Hal ini tentu akan menyebabkan persaingan yang semakin meningkat disektor tenaga kerja. Meningkatnya angkatan kerja yang tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja baru, akan menyebabkan bertambahnya pengangguran, sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat, akibat rendahnya pendapatan berimbas pada menurunnya daya beli, menurunnya daya beli berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan fisik minimum sesuai dengan standar kebutuhan hidup yang layak sebagaimana yang telah diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : Per-17/Men/VIII/2005. Pemerintah Kabupaten Jembrana disektor ketenagakerjaan tetap mengambil langkah-langkah perluasan lapangan kerja dan kesempatan kerja dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga ketenagakerjaan yang ada, meningkatkan keterampilan masyarakat untuk mengembangkan semangat kewirausahaan yang pada akhirnya meningkatkan lapangan kerja, serta menjaga hubungan industrial yang lebih harmonis antara Pemerintah, Buruh/tenaga kerja dan Pengusaha. Penyelenggarakan ketenagakerjaan didukung oleh peraturan perundang undangan seperti : UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, UU No.1992 tentang Jamsostek, UU No.21 tahun 2000 tentang Serikat OPekerja dan Serikat Buruh, UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
182 Program dan Kegiatan. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang ketenagakerjaan pada tahun 2011 telah dilaksanakan melalui program Peningkatan Kesempatan Kerja dengan kegiatan Penyiapan Tenaga Kerja Siap Pakai Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dari anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan urusan ketenagakerjaaan pada tahun 2011, dilaksanakan untuk melaksanakan program dan kegiatan dengan realisasi sebagai berikut : Tabel 4.59 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Ketenagakerjaan Tahun 2011 Porgram/Kegiatan 1. Program Peningkatan Kesempatan Kerja dengan Kegiatan - Penyebaran informasi bursa tenaga kerja. - Penyiapan Tenaga Kerja Siap Pakai. Jumlah Pagu ( Rp ) , , ,- Fisik( %) Realisasi Keu( Rp ) % , , ,53 2. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan - Sosialisasi berbagai peraturan ketenaga kerjaan. - Fasilitasi penyelesaian dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan - Peningkatan pengawasan perlindungan dan penegak hukum dan K , , , , , , ,- 76, ,92 Anggaran yang disediakan untuk urusan Ketenagakerjaan adalah untuk Kegiatan penyebaran informasi bursa tenaga kerja berupa leaflet dan brosur lowongan pekerjaan, kegiatan penyiapan tenaga kerja siap pakai adalah memberikan pembinaan pada calon tenaga kerja, kegaiatan sosialisasi peraturan ketenaga kerjaan dan peningkatan pengawasan perlindungan penegak hukum dan K3 adalah memberikan pembinaan ke perusahaan-perusahaan berkaitan dengan ketenagakerjaan dan K3. Sedangkan kegiatan fasilitasi penyelesaian dan pengembangan lembaga ketenaga kerjaan adalah memfasilitasi adanya permasalahan hubungan tenaga kerja dan perusahaan. Adapun perkembangan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan perbandingannya dengan Upah Minimum Propinsi (UMP) adalah sebagai berikut :
183 172 Tabel 4.60 Perkembangan Upah Minimum Kabupaten Jembrana No Tahun UMK Pertumbuhan UMP , , , , , Kinerja penyelenggaraan urusan ketenagakerjaan dapat dilihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja yang menunjukkan rasio antara banyaknya angkatan kerja dengan penduduk usia kerja di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 sebesar 72,25% Permasalahan dan Solusi. Permasalahan yang dihadapi : Pada bidang penempatan tenaga kerja permasalahan yang dihadapi adalah masih banyaknya pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja, Job order pemagangan dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri masih ditentukan oleh pihak penerima, sistim pelaksanaan seleksi pemagangan ke luar negeri sangat ketat dan selektif. Sedangkan permasalahan yang dihadapi pada bidang hubungan industrial dan pengawasan adalah kurangnya dukungan dana yang dimiliki Sekretariat LKS tripartit sehingga untuk melakukan inventarisasi permasalahan ke lapangan sangat terbatas, rendahnya penyerapan perusahaan tentang peraturan perundang undangan ketenagakerjaan, masih ada perusahaan yang belum memiliki peraturan perusahaan, masih ada pemikiran dalam perusahaan bahwa keberadaan LKS Tripartit belum dianggap penting, masih banyak perusahaan yang belum menyertakan karyawannya dalam program Jamsostek, masih banyak perusahaan yang belum membuat laporan keadaan tenaga kerjanya (Wajib Lapor Ketenagakerjaan), masih banyak tenaga kerja belum mengerti dan memahami hak dan kewajiban normatif berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Ketenagakerjaan.
184 173 Solusi Pemecahan Permasalahan : Untuk menanggulangi permasalahan dalam bidang penempatan tenaga kerja dilakukan antara lain berkoordinasi dengan pihak penerima tenaga kerja agar dapat ditentukan kepastian jumlah calon pemagangan dan tenaga kerja yang dibutuhkan, menghimbau kepada calon tenaga kerja yang akan magang ke luar negeri untuk mempersiapkan fisik dan mental sejak dini. Sedangkan penanggulangan permasalahan dalam hubungan industrial adalah dengan melakukan mediasi perselisihan bekerjasama dengan pihak perusahaan, melakukan pembinaan secara intensif setiap kali kunjungan ke perusahaan, menyampaikan pentingnya hubungan Industrial Pancasila setiap kali ada kesempatan dalam kunjungan keperusahaan, melakukan inventarisasi permasalahan ketenagakerjaan di lapangan kasus per kasus, memberikan bahan bahan peraturan tentang ketenagakerjaan setiap kali melakukan sosialisasi, memberikan pemahaman lewat sosialisasi pentingnya Lembaga LKS Tripartit bagi perusahaan, melakukan monitoring terhadap perusahaan yang belum memenuhi ketentuan yang tertuang dalam Jamsostek, melaksanakan pembinaan tentang teknis pembuatan Peraturan Perusahaan dan Laporan Ketenagakerjaan serta pembinaan dan pengawasan tentang pelaksanaan upah di perusahaan, memberikan teguran bagi perusahaan yang melakukan pelanggaran normatif ketenagakerjaan, melaksanakan penyuluhan ketenagakerjaan, mengadakan sosialisasi kebutuhan hidup layak kepada perusahaan dan mengadakan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan pekerja tentang kebutuhan hidup layak. 13. KETAHANAN PANGAN Upaya penciptaan iklim pendorong bagi tumbuhnya kemampuan diri masyarakat untuk menumbuh kembangkan kesadaran, kemauan dan kemampuan berinisiatif, berkreasi kegotong-royongan dalam pembangunan, dipolakan secara partisipatif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelestariannya adalah dari, oleh dan untuk masyarakat (DOUM).
185 174 Ketahanan Pangan dikemas kedalam suatu program-program dan kegiatankegiatan yang lebih banyak bersifat pembelajaran dan pengembangan partisipasi masyarakat, dimana Pemerintah hanya sebagai fasilitator dan dinamisator, yang berdampak kepada semakin meningkatnya kemandirian masyarakat dalam pengelolaan bahan pangan lokal. Sasaran yang ditetapkan oleh Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sebagai penjabaran dari tujuan Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa pada urusan ketahanan pangan adalah sebagai berikut : a. Terwujudnya peningkatan hasil/produksi pangan lokal secara mantap dan dinamis. b. Terwujudnya distribusi hasil pangan secara lancar, adil dan merata sepanjang waktu. c. Terwujudnya peningkatan ketersediaan konsumsi pangan lokal secara aman dan terjangkau. Kebijakan merupakan ketentuan-ketentuan dari Kepala Kantor yang akan dijadikan pedoman dan petunjuk bagi setiap kegiatan pada Kantor PMD. Setiap tahun dalam Perencanaan Strategik ditetapkan sebuah kebijakan Kantor PMD Kabupaten Jembrana sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Kebijakan untuk mencapai sasaran ditempuh melalui urusan ketahanan pangan yaitu : a. Meningkatkan hasil/produksi pangan lokal secara mantap dan dinamis. b. Membuat sistem distribusi hasil pangan secara lancar, adil dan merata sepanjang waktu. c. Meningkatkan ketersediaan konsumsi pangan lokal secara aman dan terjangkau Program dan Kegiatan Beberapa program dan paket kegiatan yang dilaksanakan dalam urusan ketahanan pangan dengan dukungan dana APBD II, adalah sebagai berikut: 1. Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan Kegiatan Pemantauan Data Harga, Distribusi dan Cadangan Pangan 2. Program Diversifikasi Pangan dan Gizi, terdiri dari kegiatan :
186 175 a. Kegiatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga b. Kegiatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi 3. Program Pengembangan dan Pemantapan Kelembagaan dengan Kegiatan Semiloka Dewan Ketahanan Pangan 13.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan NO. Tabel 4.61 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Ketahanan Pangan Tahun 2011 Program/Kegiatan 1 Peningkatan Ketahanan Pangan ANGGARAN REALISASI DANA FISIK (%) KEU. (%) Kegiatan Pemantauan data harga, distribusi dan cadangan pangan ,6 2 Diversifikasi Pangan dan Gizi Kegiatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga Kegiatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi ,4 3 Pengembangan dan Pemantapan Kelembagaan Kegiatan Semiloka Dewan Ketahanan Pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemantauan data harga, distribusi dan cadangan pangan di Kabupaten Jembrana didukung dengan dana APBD II sebesar Rp ,- (Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan realisasi sampai bulan Desember 2011 sebesar 95.84% atau sebesar Rp ,- (Delapan Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu Rupiah), dengan realisasi fisik 100%. Bentuk kegiatan ini yaitu pemantauan harga, distribusi cadangan pangan dengan cara menunjuk Petugas yang bertugas dalam mencari informasi harga di pasar (Petugas Informasi Pasar/PIP). Petugas Informasi Pasar bertugas setiap bulan untuk mengumpulkan daftar harga di masing masing pasar se-kabupaten Jembrana yang selanjutnya akan direkap untuk menjadi lapaoran data harga. Adapun hasil kegiatan yaitu Tersedianya data harga, distribusi dan cadangan pangan di Kabupaten Jembrana. 2. Program Diversifikasi Pangan dan Gizi a. Kegiatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga di Kabupaten Jembrana didukung dengan dana APBD II sebesar Rp ,- (Delapan Belas Juta Dua Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan realisasi sampai dengan bulan
187 176 Desember 2011 adalah 97.26% atau sebesar Rp ,- (Tujuh Belas Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah), dengan realisasi fisik 100%. Bentuk kegiatan ini yaitu dengan membentuk demplot UPGK percontohan di masing masing kecamatan yang selanjutnya akan dilaksanakan pembinaan dan sosilaisasi. Keluaran dari kegiatan ini adalah terlaksananya pembinaan UPGK dengan hasil tersedianya kecukupan pangan dan gizi di tingkat keluarga. b. Kegiatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi di Kabupaten Jembrana didukung dengan dana APBD II sebesar Rp ,- (Sembilan Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Ribu Seratus Rupiah) dengan realisasi sampai dengan bulan Desember 2011 adalah 96.41% atau sebesar Rp ,- (Delapan Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Seratus Rupiah), dengan realisasi fisik 100%. Bentuk kegiatan ini yaitu bimbingan teknis bagi petugas penyuluh lapangan (PPL) dan paramedik, dengan total peserta sebanyak 40 orang. 3. Program Pengembangan dan Pemantapan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan adalah Semiloka Dewan Ketahanan Pangan di Kabupaten Jembrana didukung dengan dana APBD II sebesar Rp ,- (Dua Puluh Tiga Juta Lima Ribu Rupiah) dengan realisasi sampai dengan bulan Desember 2011 adalah % atau sebesar Rp ,- (Dua Puluh Tiga Juta Lima Ribu Rupiah), dengan realisasi fisik 100%. Bentuk kegiatan yaitu pembinaan, rapat koordinasi dan bimbingan teknis bagi tim Dewan Ketahanan Pangan. Hasil kegiatan ini yaitu terbentuknya Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Jembrana Tahun Permasalahan dan Solusi Permasalahan pelaksanaan Program Peningkatan Ketahanan Pangan adalah Belum mantapnya koordinasi antara pelaku dalam mata rantai sistem ketahanan pangan di tingkat lapangan. Solusinya adalah dilaksanakannya penyuluhan penyuluhan dan lomba untuk meningkatkan pengetahuan dalam pemanfaatan sumber pangan alternatif.
188 177 Permasalahan Program Diversifikasi pangan dan gizi keluarga adalah kesadaran masyarakat untuk pemanfaatan lahan pekarangan/lahan Kosong belum optimal dan belum adanya anggaran untuk pemantauan dan analisis konsumsi pangan. Solusinya dilaksanakannya penyuluhan penyuluhan dan rapat rapat koordinasi stakeholder sistem ketahanan pangan di tingkat lapangan dan Kabupaten, dan dilaksanakan koordinasi anggaran antar stakeholder dalam rangka pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan Permasalahan program pengembangan dan pemantapan kelembagaan adalah belum mantapnya koordinasi dan kerjasama antar dinas/instansi yang terlibat dalam TiM Pokja DKP. Solusi dilaksanakan sosialisasi tentang peran dan fungsi dai tim dewan ketahanan pangan serta lebih sering mengadakan Bimbingan teknis. 14. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Permasalahan gender yang akhir akhir ini makin mencuat diwacanakan berbagai media seperti adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya menempatkan kaum perempuan dan anak pada posisi yang lemah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Jembrana telah melakukan upaya untuk dapat menyetarakan posisi antara laki-laki dan perempuan melaui berbagai program kegiatan Program dan Kegiatan Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dalam bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2011 telah dilaksanakan melalui berbagai program dan kegiatan antara lain : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang terdiri dari kegiatan penyediaan jasa surat menyurat, penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor, penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas operasional, penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja, penyediaan alat tulis kantor,penyediaan barang cetakan dan penggandaan, penyediaan bahan logistik kantor, penyediaan makanan dan minuman dan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah.
189 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu pengadaan perlengkapan gedung kantor. 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar kinerja SKPD. 4. Program Penguatan Kelembagaan dan Pengarasutaman Gender dan Anak yang terdiri peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak dan workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan Realiasasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Besar alokasi anggaran dan realisasi program dan kegiatan urusan wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2011 sebagai berikut : No. Tabel 4.62 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2011 Program/Kegiatan 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran - penyediaan jasa surat menyurat - penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor - penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas operasional - penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja - penyediaan alat tulis kantor - Penyediaan barang cetakan dan penggandaan - Penyediaan bahan logistik kantor - Penyediaan makanan dan minuman - Rapat rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Anggaran (Rp.) Realisasi Dana (Rp.) Fisik (%) Keu (%) ,67 99,46 97,21 72,90 98, ,64 61,03 93,85 99,67 99,46 97,21 72,90 98, ,64 61,03 93,85 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - pengadaan perlengkapan gedung kantor Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan - penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar kinerja SKPD 4. Program Penguatan Kelembagaan dan Pengarasutaman Gender dan Anak - peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak - workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan ,68 63,
190 179 Dari empat program dan tiga belas kegiatan yang dialokasikan untuk belanja langsung pada urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak secara fisik kegiatan telah dapat dituntaskan seluruhnya denga realisasi anggaran rata-rata sudah diatas 90%, dengan hasil-hasil sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang terdiri dari kegiatan penyediaan jasa surat menyurat berupa pembelian meterai (300 lembar) dan perangko (24 lembar), penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor berupa sewa kendaraan roda empat untuk eselon III, penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas operasional berupa 1 unit kendaraan roda empat dan 51 unit kendaraan roda dua, penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja berupa service komputer, service notebook dan service LCD, penyediaan alat tulis kantor berupa pembelian 44 jenis ATK, penyediaan barang cetakan dan penggandaan berupa 10 jenis barang cetakan dan lembar foto copy, penyediaan bahan logistik kantor berupa pembelian baterai 168 buah, liter BBM dan 232 liter pelumas, penyediaan makanan dan minuman berupa pembelian snack dan nasi kotak dan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah berupa perjalan dinas keluar daerah kabupaten dan keluar daerah propinsi. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu pengadaan perlengkapan gedung kantor berupa pembelian 1 buah kamera yang sangat bermanfaat untuk mendokumentasikan berbagai aktifitas kantor. 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar kinerja SKPD. Penyusunan laporan merupakan bagian yang sangat vital dalam setiap proses kegiatan sehingga kualitas laporan yang baik harus mencerminkan kondisi sesungguhnya. 4. Program Penguatan Kelembagaan dan Pengarasutaman Gender dan Anak yang terdiri peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak berupa :
191 180 - Kegiatan pelaksanaan lomba tokoh perempuan yang diwakili oleh Ni Wayan Wartini, S.Pd dari Kecamatan Pekutatan ke tingkat Propinsi. - Kegiatan pelaksanaan hari kartini dengan mengadakan lomba tata rias wajah dan rambut, lomba kebersihan, kenyamanan dan kerapian kantor, lomba tenis meja, gerak jalan santai. - Kegiatan WHDI dengan kegiatan ngaturang penganyar mengikuti kegiatan pemkab, mengikuti Musda yang diadakan di Propinsi Bali dan mengikuti kegiatan GOW Kabupaten Jembrana. - Kegiatan Pelaksanaan lomba P2WKSS Rosela yang diwakili oleh Kelurahan BB Agung Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana dengan memperoleh Juara III tingkat Propinsi Bali. - Pelaksanaan Kegiatan GOW dengan kegiatan pelaksanaan perayaan Hari Ibu. - Pelaksanaan Kegiatan Penilaian GSI tingkat Propinsi yang diwakili oleh Kecamatan Jembrana dan mendapat juara II tingkat Propinsi Bali, dan - Workshop peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan berupa mengikuti workshop yang diadakan oleh Inersia dan Mitra Gender di Jakarta dan di Bandung yang diikuti oleh 35 orang dari Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Jembrana. Keberadaan organisasi perempuan mempunyai peran penting dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan, sehingga keberadaannnya perlu mendapat dalam pembinaan yang intensif. Tabel 4.63 Data Kelompok Perempuan Di Kabupaten Jembrana Uraian Jumlah (Orang) KKG KPA PP Pokja GSI-B Standar pelayanan minimal pada urusan ini mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera di
192 181 Kabupaten/Kota berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, untuk Kabupaten Jembrana capaian Standar Pelayanan Minimal sebagai berikut : 1. Penanganan pengaduan/korban kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan indikator cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu sudah tercapai 100%. 2. Penegakan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan dengan indikator cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang medapatkan bantuan hukum sudah tercapai 100%. Sedangkan capaian indikator kinerja urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah sebagai berikut : Tabel 4.64 Capaian Kinerja Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun NO Uraian Rumusan Pekerja perempuan di lembaga Partisipasi perempuan di pemerintah 1,33% lembaga pemerintah Jumlah pekerja perempuan ,25% 2 Pekerja perempuan di lembaga Partisipasi perempuan di Swasta 11,08% lembaga swasta Jumlah pekerja perempuan ,47% Angka melek huruf perempuan usia 15th keatas Partisipasi angkatan kerja perempuan Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan Jumlah anak perempuan usia > yg melek huruf 85,79% 85,84% Jumlah anak perempuan usia > tahun Jumlah partisipasi angkatan kerja perempuan 87,22% 88,20% Jumlah angkatan kerja perempuan Jumlah Pengaduan yang terselesaikan 100,00 100% % Jumlah Pengaduan Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi adalah : 1. Belum optimalnya lembaga perlindungan anak di Jembrana. 2. Belum optimalnya kegiatan organisasi perempuan yang ada, belum optimalnya fungsi Kesekretariatan Satgas GSI-B Tingkat Kecamatan dan Desa dan kurangnya peran serta masyarakat dalam kegiatan GSI- Bayi Baru Lahir.
193 Belum tersedianya dana untuk visum KDRT dan ruang konseling Solusi Pemecahan Permasalahan dengan memberikan, memantapkan koordinasi dengan instansi terkait, melaksanakan pendataan organisasi perempuan yang ada dengan pertemuan secara rutin, memantapkan kordinasi dengan instansi terkait, mendorong meningkatkan fungsi kesekretariatan Satgas GSI-B Tingkat Kecamatan dan Desa. 15 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA Pembangunan keluarga sejahtera melalui Program Keluarga Berencana tahun 2011 yang dilaksanakan di Kabupaten Jembrana selama ini meliputi; berbagai aspek kehidupan berfokus pada upaya peningkatan kualitas dan pengendalian kuantitas penduduk. Upaya peningkatan kualitas penduduk melalui bidang pendidikan, agama, kesejahteraan sosial, kepemudaan, olahraga dan lainlain, sedangkan upaya pengendalian kuantitas penduduk meliputi : keadaan jumlah, struktur, kepadatan dan pertumbuhan penduduk dilaksanakan melalui mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan program keluarga berencana Program dan Kegiatan Pemerintah Kabupaten Jembrana dari tahun 2011 untuk program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang bersumber dari DAK dan APBD kabupaten Jembrana ; dengan program sebagai berikut: 1. Program Keluarga Berencana yang terdiri dari satu kegiatan yaitu Pelayanan KIE 2. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam bentuk KB/KR yang mandiri dengan satu kegiatan yaitu fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB denagn satu kegiatan yaitu fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB. 3. Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dengan satu kegiatan yaitu Pengumpulan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.
194 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Penyelenggaraan program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera di Kabupaten Jembrana didukung dengan APBD kabupaten Jembrana dengan realisasi fisik dan keuangan sebagai berikut : Tabel 4.65 Anggaran Penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana Dan Keluarga Sejahtera Tahun 2011 Realisasi No Program Anggaran Fisik % Keuangan (Rp.) % 1 Keluarga berencana Pembinaan peran serta masyaraat dalam bentuk KB/KR yang mandiri Pengembangan bahan informasi tetang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak Program Keluarga Berencana yang terdiri dari satu kegiatan yaitu Pelayanan KIE bertujuan untuk meningkatkan kesertaan ber-kb dengan sasaran pasangan usia subur. Hasil pelaksanaan kegiatan berupa belanja publikasi 15 buah benner, 18 spanduk dan 10 umbul-umbul. 2. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam bentuk KB/KR yang mandiri terdiri dari satu kegiatan yaitu fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB. Dalam kegiatan ini diberikan biaya operasional kepada 304 kelompok KB, 51 Desa untuk PPKBD yang masing-masing kelompok menerima Rp ,-. 3. Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dengan satu kegiatan yaitu pengumpulan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak. Pada program ini diberikan biaya operasional kepada kelompok catur bina yaitu 274 kelompok Bina Keluarga Balita, 6 kelompok Bina Keluarga Remaja, 6 kelompok Bina Keluarga Lansia dan 5 kelompok Bina Lingkungan Keluarga yang masing-masing menerima Rp ,- untuk dipergunakan sebagai biaya operasional kelompok.
195 184 Dari program di atas, diadakan lomba-lomba dengan hasil sebagai berikut. : Tabel 4.66 Hasil Pelaksanaan Lomba-Lomba Keluarga Berencana Tahun 2011 NO JENIS LOMBA NAMA ALAMAT TINGKAT TINGKAT KABUPATEN PROVINSI 1 Lomba Bidan Ni Komang Ayu Yuliari,SST Desa Mendoyo Dauh Juara I Juara I Praktek Swasta Tukad Ni Ketut Tri Ernawati Kelurahan Dauh Waru Juara II - Ni Ketut Sumari Desa Pengeragoan Juara III - 2 Lomba Institusi Sugito Desa Melaya Juara I - Masyarakat I Wayan Balik Kari, SS Desa Pengeragoan Juara II - Pedesaan I Ketut Rai Astawa Desa Dangin Tukadaya Juara III - 3 Lomba Petugas Lapangan Keluarga Berencana 4 Lomba Kelompok Bina Keluarga Balita I Ketut Armita, SH. Kecamatan Jembrana Juara I Juara I I Putu Suarnita, SH. Kecamatan Mendoyo Juara II - I Nyoman Sutama Kecamatan Negara Juara III - BKB Giri Usada Desa Yehsumbul Juara I - BKB Darma Husada Desa Kaliakah Juara II - BKB Kembang Sari Desa Batuagung Juara III 5 Lomba Kelompok UPPKS Menuh Kelurahan Juara I Juara III Usaha Peningkatan Pendapatan UPPKS Dwi Putra Sentana Sangkaragung Desa Pekutatan Juara II - Keluarga Sejahtera UPPKS Mekar Sari Desa Pergung Juara III - 6 Lomba Keluarga Made Dharma, SE dengan Ni Desa Mendoyo Dauh Juara I Juara II Harmonis Sejahtera Made Laba Tukad I Wayan Watra Unaya dengan Desa Pulukan Juara II - Ni Luh Putu Suarni, SH Ir. I Ketut Suastika Yasa Desa Perancak Juara III - dengan Ni Made Srianti, SH 7 Lomba Pasangan KB I Ketut Widastra, BA dengan Ni Desa Warnasari Juara I Juara I Lestari Kategori 10 tahun Putu Suryani I Wayan Diarta dengan I Gusti Desa Budeng Juara II - Ayu Komang Kendran I Nengah Sarya dengan Ni Desa Asahduren Juara III Komang Adiani 8 Lomba Pasangan KB I Putu Yasa dengan Ni Putu Desa Batuagung Juara I Juara II Lestari Kategori 15 tahun Luwih I Kayan Suandiasa dengan Ni Desa Medewi Juara II - Made Suryati I Made Suitra dengan Sayu Desa Yehsumbul Juara III - Namayanti 9 Lomba Pasangan KB I Ketut Nitra dengan Ni Ketut Desa Mendoyo Dangin Juara I - Lestari Kategori 20 tahun Meli I Ketut Wiguna dengan Regina Tukad Desa Melaya Juara II - Salwey I Made Rai Yasa dengan Ni Desa Gumbrih Juara III - Wayan Sudiasih 10 Lomba Duta Made Dwi Puja Setiawan Kabupaten Jembrana - Juara II Mahasiswa 11 Lomba Karya Tulis PIK Remaja SMA I Pekutatan Pekutatan - Juara III 12 Lomba Membuat Poster Tingkat Mahasiswa Kabupaten Jembrana - Juara II dan III Tingkat SMA SMA I Pekeutatan - Juara III
196 185 Capaian kinerja penyelenggaraan urusan Keluarga Berencana dapat dilihat dari Data Prevalensi Jumlah Peserta KB di Kabupaten Jembrana dari tahun 2006 s/d 2011 sebagai berikut : No 1 2 Uraian Jumlah peserta KB Aktif Jumlah Pasang an Usia Subur Tabel 4.67 Prevalensi Jumlah Peserta KB di Kabupaten Jembrana Tahun % % % % % % thd Jml thd Jml thd Jml thd Jml thd Jml thd Jml PUS PUS PUS PUS PUS PUS 43, , , , , ,800 51,667 52,492 52,985 53,737 54,856 56,121 88,740 Dari tabel di atas dapat dilihat adanya peningkatan jumlah peserta KB dan jumlah pasangan usia subur. Hal ini mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB cukup tinggi yang ditunjukkan tabel pravelensi jumlah peserta KB yang senantiasa mengalami peningkatan setiap tahunnya rata-rata sebesar 1,4 %. Demikian pula terhadap pemakaian alat kontrasepsi yang senantiasa mengalami peningkatan setiap tahun rata-rata sebesar 3,2% mengindikasikan tingkat kesadaran masyarakat atas keikutsertaan program KB. No Uraian Tabel 4.68 Data Perkembangan Penggunaan Alat Kontrasepsi Tahun IUD 14,179 14,017 13,532 13,545 13, MOW MOP KONDOM , IMPLANT 1,476 1,603 1,801 2,126 2, SUNTIKAN 21,400 22,594 24,345 25,477 25, PIL 4,513 4,541 4,743 4,700 4, Jumlah 43,050 44,240 46,037 47,756 48,
197 No Uraian BKB (Bina Keluarga Balita) BKR (Bina Keluarga Remaja) BKL (Bina Keluarga Lansia) BLK(Bina Lingkungan Keluarga) UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Tabel.69 Data kelompok-kelompok KB Tahun Jumlah Kegiatan pembinaan KB disusun untuk menumbuh kembangkan kelompokkelompok KB melalui pelaksanaan pembinaan-pembinaan terhadap kelompok yang ada. Kelompok-kelompok KB di kabupaten Jembrana setiap tahun juga mengalami peningkatan cukup pesat. Berdasarkan capaian terhadap indikator-indikator di atas menunjukkan bahwa berbagai pelaksanaan sosialisasi terhadap program KB kepada masyarakat telah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB. Namun demikian, pengendalian pertumbuhan populasi penduduk tidak sematamata dapat diukur dari keberhasilan penyelenggaraan KB mengingat faktor migrasi sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk di suatu daerah. Capaian kinerja urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dapat dilihat dari capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kabupaten/Kota, berdasarkan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Nomor 55/HK-010/B5/2010. Untuk Kabupaten Jembrana capaian Standar Pelayanan Minimal adalah sebagai berikut: 1. Cakupan Pasangan Usia Subur yang isterinya dibawah usia 20 tahun 1,87%. 2. Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB aktif 88,74%. 3. Cakupa Pasangan Usia Subur yang ingin ber-kb tidak terpenuhi (Unmet Need) 2,38%. 4. Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-kb 79,93%.
198 Cakupan PUS Peserta KB Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-kb 87,9% 6. Ratio Petugas Lapangan Keluarga Berencana/Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB/PKB) 1 Petugas di setiap 2 (dua) desa/kelurahan mencapai 145% (2 desa x 37 orang /51 desa x 100). 7. Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) 1 (satu) petugas di setiap desa/kelurahan 100%. 8. Cakupan penyediaan alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat 100% setiap tahun 9. Cakupan penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap desa/kelurahan 100% setiap tahun Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi antara lain : 1. Masih rendahnya partisipasi pria dalam ber KB, 2. Masih adanya PUS Unmetneed, dan PUS Muda. 3. Masih kurang pengadaan Alat Permainan Educatif (APE) Solusi yang ditempuh dalam mengatasi permasalahan antara lain melakukan sosialisasi alat kontrasepsi, melakukan KIE dan Pelayanan KB dan melakukan KIE tentang KRR kepada Remaja. 16. PERHUBUNGAN Pembangunan bidang perhubungan untuk penyelenggaraan transportasi merupakan sarana dan prasarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar sektor perekonomian disamping sebagai penunjang dan penggerak bagi pertumbuhan serta perkembangan suatu wilayah dengan wilayah lainnya baik eksternal maupun internal yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat. Menyadari besarnya pengaruh transportasi terhadap pertumbuhan perekonomian di daerah Kabupaten Jembrana dalam rangka memperlancar mobilitas orang, barang dan jasa maka diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai, untuk menumbuh kembangkan kegiatan ekonomi, sosial budaya dan kegiatan lainnya.
199 188 Pembangunan bidang perhubungan di wilayah Kabupaten Jembrana diarahkan pada pengembangan secara terpadu antar inter transportasi darat dan antar transportasi jalan dengan angkutan penyebrangan untuk meningkatkan aksebilitas transportasi, sehingga mampu mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi serta upaya pemerataan pembangunan pada sektor lainnya. Selanjutnya, pembangunan transportasi diarahkan guna mendorong pemerataan pembangunan dan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat dengan biaya yang terjangkau serta membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan terpencil, serta menata kembali pengelolaan sistem transportasi antar dan inter moda (jenis angkutan) maupun sirkulasinya yang disesuaikan dengan fungsi jaringan jalan, baik di kota maupun pedesaan. Demikian pula dalam mengembangkan sistem angkutan umum dalam upaya mengembangkan sistem insentif untuk pengguna angkutan umum dan meningkatkan pelayanan angkutan umum sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi penggunaan badan jalan terutama di daerah perkotaan, sehingga kinerja pelayanan jalan dapat ditingkatkan. Dasar hukum pelaksanaan urusan perhubungan di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : 1. UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 2. PP. No. 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. 3. Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 71 Tahun 1993 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor. 4. Perda Kabupaten Jembrana No. 8 Tahun 2005 tentang perubahan Atas Peraturan Daerah Kab. Jembrana Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Program dan Kegiatan. Transportasi memegang peranan yang sangat strategis dalam memperlancar sektor perekonomian dengan tujuan untuk mewujudkan lalu lintas angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib, teratur, nyaman dan efisien serta mampu untuk memadukan transportasi lainnya, menjangkau seluruh pelosok
200 189 daratan guna menunjang pemerataan dan stabilitas sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan nasional. Untuk mewujudkan transportasi tersebut perlu adanya sarana prasarana yang memadai. Pemerintah daerah Kabupaten Jembrana sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, berkewajiban untuk melancarkan jalannya pemerintahan dan pembangunan sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang salah aspeknya adalah pembangunan di bidang transportasi. Untuk menunjang kegiatan dimaksud, berbagai program dan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana yang telah dilaksanakan tahun 2011 adalah sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 3. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 4. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ 5. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan 6. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas 16.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Perhubungan di Kabupaten Jembrana dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jembrana. Dari enam program yang dilaksanakan, telah dapat dituntaskan dengan baik sesuai dengan target dan perencanaan dimana realisasi pelaksanaan kegiatan baik secara fisik maupun keuangannya rata-rata diatas 90 %, sebagaimana terlihat pada tabel berikut : Tabel 4.70 Alokasi Anggaran Urusan Perhubungan Tahun 2011 No Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Fisik (%) Keu (Rp) % 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 749,504, ,340, Penyediaan Surat Menyurat Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Peyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
201 190 No Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Fisik (%) Keu (Rp) % - Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan Bahan Logistik Kantor Penyediaan Makanan dan Minuman Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan - Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD 3 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan - Peningkatan sarana Prasarana Lalu Lintas Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana 237,600, ,985, dan Fasilitas LLAJ - Rehabiitasi/Pemeliharaan Prasarana Balai Pengujian Kendaraan Bermotor - Rehabilitasi/Pemeliharaan Terminal/Pelabuhan Rehabilitasi/Pemeliharaan Traffic Light dan Warning Light Program Peningkatan Pelayanan Angkutan 529,391, ,020, Pengendalian Disiplin Pengoperasian Angkutan Umum di Jalan Raya - Kegiatan Penciptaan Disiplin dan Pemeliharaan Kebersihan Di Lingkungan Terminal - Kegiatan Penciptaan Pelayanan Cepat, Tepat, Murah dan Mudah - Fasilitasi Perijinan di Bidang Perhubungan Sosialisasi/Penyuluhan Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan - Kegiatan Pemilihan dan Pemberian Penghargaan Sopir/Juru Mudik/Awak Kendaraan Angkutan Teladan Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas 74,680, ,078, Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas Pengadaan Marka Jalan Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan memiliki 1 (satu) kegiatan yaitu Peningkatan Sarana dan Prasarana Lalu Lintas yang bersumber dari dana DAK sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp (99,05%) yang digunakan untuk pengadaan rambu-rambu lalu lintas sebanyak 32 buah dan pagar pengaman jalan sepanjang 200 meter yang ditempatkan di 5 Kecamatan di Kabupaten Jembrana untuk keamanan dan kelancaran transportasi lalu lintas.
202 191 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ memiliki 4 kegiatan yaitu: 1. Rehabilitasi/pemeliharaan prasarana balai pengujian kendaraan bermotor Pada tahun 2011 dilaksanakan pembuatan gorong-gorong/drainase depan pintu masuk lokasi pengujian kendaraan bermotor dengan anggaran sebesar Rp ,- dan realisasi sebesar Rp ,- (95,66%) dengan manfaat untuk kelancaraan drainasi di pengujian kendaraan bermotor. 2. Rehabilitasi/pemeliharaan terminal/pelabuhan Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (94,33%) yang dimanfaatkan untuk rehab got/drainase Terminal Negara sehingga saluran air yang terdapat di terminal menjadi lancer yang berpengaruh pada kebersihan dan kenyamanan di lingkungan terminal. 3. Rehabilitasi/pemeliharaan halte Halte yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana adalah sebanyak 9 unit dengan anggaran awal sebesar Rp ,-. Anggaran tersebut dialihkan ke kegiatan lainnya karena halte tersebut telah dipelihara oleh pihak ketiga berupa bantuan dari PT. Telkomsel. 4. Rehabilitasi/pemeliharaan traffic light dan warning light Untuk tahun 2011 terdapat anggaran sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (99,61%) untuk penggantian suku cadang serta perawatan jaringan instalasi untuk 7 unit traffic light dan 22 unit warning light yang tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Jembrana. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan memiliki 6 kegiatan yaiu : 1. Pengendalian disiplin pengoperasian angkutan umum di jalan raya. Anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (93,60%) untuk mendukung pelaksanaan Wahana Tata Nugraha (WTN) yang pada tahun 2011 diikuti sebanyak 1 kali dengan hasil diperolehnya Plakat Wahana Tata Nugraha oleh Kabupaten Jembrana.
203 Kegiatan penciptaan disiplin dan pemeliharaan kebersihan di lingkungan terminal. Untuk tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (95.78%) untuk belanja keperluan kebersihan di terminal, pembiayaan tenaga outsourching sebanyak 17 orang, serta terdapat pemeliharaan pos lalu lintas di Kaliakah. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terciptanya kebersihan dan kenyamanan di lingkungan terminal serta lancarnya pelaksanaan ketertiban lalu lintas. 3. Kegiatan penciptaan pelayanan cepat, tepat, murah dan mudah Anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2011 sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (99,54%) untuk belanja pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor bus yaitu untuk belanja jok, korden, AC beserta kelengkapan bus yang menunjang operasional pelayanan angkutan sehingga terciptanya kenyamanan dalam berkendaraan yang meningkatkan pelayanan angkutan. 4. Fasilitasi perijinan di bidang perhubungan Anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2011 sebesar RP ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (99,78%) untuk belanja bahan/material serta cetak dan penggandaan yang mendukung kegiatan pengujian kendaraan bermotor. Untuk Tahun 2011 terdapat target wajib uji sebesar 6947 unit dan yang telah terealisasi adalah sebesar 6706 unit (96,53%). 5. Sosialisasi/penyuluhan ketertiban lalu lintas dan angkutan Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (99,46%) untuk belanja BBM, pengadaan blangko pelanggaran lalu lintas, blangko-blangko untuk mendukung pembuatan dokumen/sertifikat pas kecil kapal serta pengadaan HF/FM (Handy Talkie). Manfaat kegiatan ini adalah terciptanya ketertiban lalu lintas dan angkutan melalui kegiatan pengawasan dan pengendalian (wasdal) seperti yang diadakan pada saat HUT Kota Negara, Natal dan Tahun Baru, wasdal gabungan serta pengawasan dan pengendalian di jalan-jalan kabupaten.
204 Kegiatan pemilihan dan pemberian penghargaan sopir/juru mudik/awak kendaraan angkutan teladan Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (83,33%) untuk mendukung kegiatan Awak Kendaraan Angkutan Umum Teladan (AKUT) yang dilaksanakan setiap tahunnya melalui pengiriman supir/juru mudi/awak kendaraan angkutan teladan yang mewakili Kabupaten Jembrana. Program pengendalian dan pengamanan lalu lintas memiliki 2 kegiatan yaitu: 1. Pengadaan rambu-rambu lalu lintas Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (98,62%) untuk belanja pengadaan ramburambu lalu lintas serta pengadaan rambu papan nama jalan. Untuk tahun 2011 terdapat 95 buah rambu dan papan nama jalan yang telah dipasang di 5 Kecamatan di Kabupaten Jembrana untuk mendukung keamanan dan kelancaran transportasi lalu lintas. 2. Pengadaan marka jalan Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (99,86%) untuk pembuatan marka jalan sepanjang 247 m2 yang ditempatkan di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, dan Negara. Kagiatan ini bermanfaat untuk mendukung keamanan dan kelancaran transportasi lalu lintas. Realisasi pelaksanaan program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana fasilitas LLAJ adalah seperti tabel berikut : Tabel 4.71 Capaian Indikator Kinerja Program Bidang Perhubungan Indikator Program Satuan Tahun 2010 Target Realisasi % 1 Jumlah Rambu-rambu Lalu Lintas yang Diadakan buah Jumlah Pagar Pengaman Jalan yang Diadakan m² Jumlah Terminal yang Dipelihara Unit Jumlah Halte yang Dipelihara Unit Jumlah APILL (Traffic Light, Warning Light, dan Unit Counter Down) yang Dipelihara 6 Panjang Marka Jalan yang Terpasang m²
205 194 Pengujian kendaraan bermotor adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan. Untuk memenuhi standar agar kendaraan bermotor memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, maka setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib melewati proses pengujian kendaraan bermotor. Berkenaan dengan hal tersebut, untuk pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor yang sesuai standar harus tersedia fasilitas yang memadai baik administrasi maupun fasilitas teknis seperti gedung dan alat uji mekanis. No Tabel 4.72 Persentase Realisasi Uji Kendaraan Bermotor Uraian Tahun Wajib Uji Realisasi % , , , , , ,53 Pada tahun 2011 persentase realisasi uji kendaraan bermotor mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun Namum demikian tetap perlu mendapat perhatian dan upaya-upaya yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran pemilik kendaraan untuk melaksanakan uji kendaraan yang dimilikinya Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam bidang Perhubungan adalah sebagai berikut : 1. Terbatasnya Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi memadai sebagai tenaga teknis di bidang perhubungan.
206 Terbatasnya tenaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) saat ini yang tersedia hanya 1 orang) di bidang perhubungan, khususnya penyidikan terhadap pelanggaran UU lalu lintas, sehingga pelaksanaan sidang di tempat operasi belum dapat berjalan secara optimal. 3. Kurang tertib dan disiplinnya masyarakat dalam berlalu lintas. 4. Masih kurangnya kesadaran masyarakat terutama pemilik kendaraan bermotor wajib uji untuk menguji/kir secara berkala kendaraannya. 5. Kurangnya kesadaran masyarakat terutama pemilik kendaraan angkutan untuk mencari ijin trayek dan usaha ijin angkutan. 6. Terbatasnya sarana dan prasarana di bidang perhubungan Solusi yang diambil dalam rangka mengatasi permasalahan antara lain : 1. Mengusulkan peningkatan SDM melalui kegiatan Diklat teknis di bidang Perhubungan. 2. Mengadakan Sosialisasi kepada masyarakat, pengusaha/pemilik kendaraan dan para sopir angkutan umum guna meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mereka untuk mematuhi aturan lalu lintas dan angkutan jalan. 3. Mengadakan Sosialisasi kepada pengusaha/pemilik kendaraan bermotor wajib uji untuk mematuhi aturan lalu lintas dan angkutan jalan serta melakukan pengujian kendaraannya tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. 4. Melakukan pendataan kendaraan bermotor serta data lainnya melalui survey serta mencari sumber yang kompeten di Kantor Samsat, Polres Jembrana dan Badan Statistik, sehingga data yang dibutuhkan menjadi akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan.
207 KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Di era otonomi daerah (OTDA ) dan globalisasi informasi yang semakin pesat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana terus berusaha dan berupaya melakukan terobosan untuk lebih meningkatkan layanan informasi kepada masyarakat melalui media yang dimiliki. Guna menjalankan tugas dan fungsinya, dalam upaya menumbuhkan motivasi masyarakat, maka pemerintah bersama lembaga-lembaga sosial masyarakat yang ada memberikan pelayanan informasi atau sosialisasi tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten sehingga masyarakat dapat berpartisipasi untuk mencapai hasil pembangunan yang optimal. Hal-hal mendasar yang menjadi tuntutan masyarakat dari segi informasi dan komunikasi pada saat ini adalah adanya akses informasi yang cepat,akurat dan mudah dijangkau terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik serta tersalurnya aspirasi masyarakat melalui dialog-dialog publik yang difasilitasi pemerintah maupun lembaga-lembaga masyarakat lainnya. Dengan demikian langkah-langkah untuk menuju penerapan Electronic Government ( E-gov ) merupakan langkah strategis dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan mengembangkan sistim informasi, manajemen terpadu di antara unit kerja pemeritah Program dan Kegiatan Keberhasilan pembangunan bidang Komunikasi dan Informatika dapat diukur melalui beberapa program/kegiatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana yang telah dilaksanakan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa b. Program Kerjasama informasi dengan mass media RealisasiPelaksanaan Program dan Kegiatan Berbagai Program dan kegiatan di bidang Komunikasi dan Informatika yang dilaksanakan di Kabupaten Jembrana tahun 2011 telah dapat dilaksanakan dengan baik secara fisik maupun keuangannya rata-rata di atas 70 %
208 197 Tabel 4.73 Alokasi Anggaran Urusan Komunikasi dan Informatika Tahun 2011 No Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Fisik (%) Keu (Rp) % 1 Program Pengembangan Komunikasi, Informasi 881,695, ,225, dan Media Massa - Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi - Pembinaan dan pengembangan sumberdaya komunikasi dan informasi - Pengadaan alat studio dan komunikasi Pengkajian dan pengembangan system informasi Sosialisasi pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah 2 Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media 953,492, ,436, Penyebarluasan informasi pembangunan daerah Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah TOTAL 1,835,187, ,621,662, Program yang dilaksanakan untuk mendukung urusan komunikasi dan informatika terdapat 2 program dan 7 kegiatan, yaitu : A. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa memiliki 5 (lima) kegiatan yaitu: 1. Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (98,88%) yang dialokasikan untuk pengadaan pulsa untuk internet, update website, pemeliharaan tower radio, perawatan jaringan intranet, pemasangan fiber optic serta pengadaan modem sms broadcast. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah memberikan pelayanan jaringan baik intranet maupun internet kepada PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Jembrana dan publik. 2. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya komunikasi dan informasi Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp dengan realisasi sebesar 0%. Kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan disebabkan oleh menunggu struktur organisasi yang baru dan akan
209 198 dianggarkan kembali untuk tahun Kegiatan ini dialokasikan untuk belanja audit ISO. 3. Pengadaan alat studio dan komunikasi Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (38,07%). Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan peralatan keperluan radio siaran berupa pengadaan PC dan Notebook dengan maksud untuk mempersiapkan bahan-bahan siaran seperti lagu dan materi siaran lainnya. 4. Pengkajian dan pengembangan sistem informasi Kegiatan ini merupakan pengadaan sistem informasi perencanaan, akuntansi dan pelaporan serta tidak dilaksanakan atau dialihkan penganggarannya untuk alokasi kegiatan prioritas lainnya pada anggaran perubahan 2011 dikarenakan akan adanya perubahan struktur organisasi di tahun berikutnya sehingga diperlukan adaptasi dalam hal pelaksanaann sistem informasi untuk itulah masih dipertahankan penggunaan sistem informasi yang sebelumnya. 5. Sosialisasi pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (99,77%) untuk pementasan hiburan rakyat, pengadaan materi sosialisasi, pengadaan baliho, spanduk, cetak bahan informasi dan pembuatan profil kebijakan pemerintah Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Jembrana. B. Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media memiliki 2 kegiatan yaitu: 1. Penyebarluasan informasi pembangunan daerah Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (43,44%) untuk operasional MCAP dengan maksud untuk memberikan pelayanan internet kepada sekolah-sekolah,kegiatan organisasi siswa seperti Pramuka dan lainlain.
210 Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini adaah sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (94,42%) untuk pelaksanaan publikasi dan dokumentasi kegiatan Pemkab serta pengadaan sarana pendukung kegiatan seperti kamera foto. Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah dilakukan dengan penyebarluasan berita melalui media cetak (Bali Post, DenPost, Warta Bali, Fajar Bali, Radar Jembrana, Nusa Bali dan Bali Tribun) dan elaktronik seperti radio (Gema Satria Mandiri, Suara Bahana, Gelegar Jembrana, Suara Negara, Star FM) dan Televisi (Bali TV, MNC TV, Dewata TV, TVRI Bali). Dengan dukungan anggaran sebagaimana terlihat pada tabel di atas, program dan kegiatan telah dapat dilaksanakan dengan pencapaian terhadap indikator program sebagai berikut : Tabel 4.74 Capaian Indikator Kinerja Urusan Komunikasi dan Informatika No. Indikator program/kegiatan Satuan Target Realisasi % 1. Terlaksananya penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah melalui media elektronik ( radio, dan TV ) Buah/Sta siun Terlaksananya penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah melalui media luar ruang (baliho) 3. Terlaksananya penyebarluasan informai penyelenggaraan pemerintah daerah melalui spanduk 4. Terlaksananya penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah melalui siaran keliling/mobil koling 5. Terlaksananya penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah melalui dokumentasi kegiatan pembangunan dalam bentuk foto 6. Peningkatan kualitas pelayanan penyebaran informasi dan komunikasi melalui media baru melalui internet service seperti website ( dan akses intranet melalui Jimbarwana Network/J-Net ( SMS Centre, Telecenter (pemberdayaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi Buah Buah Kali Lembar Buah Pelayanan peliputan yaitu meliput semua kegiatan Pimpinan Daerah dan SKPD yang bersifat sosialisasi/kebijakan daerah/kabupaten kepada masyarakat maupun prestasi yang diraih sebagai hasil dari pelaksanaan pembangunan dan hasil
211 200 peliputan tersebut dibuatkan press release untuk diinformasikan kepada wartawan sehingga bisa dipublikasikan melalui media cetak dan elektronik, sebagai berikut: Tabel 4.75 Capaian Program Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah daerah Tolok Ukur Target Capaian (%) SDM 9 orang 9 orang 100% Media TV 4 bh 4 bh 100% Media Radio 5 bh 5 bh 100% Media Koran 7 bh 7 bh 100% Media Majalah 1 bh 1 bh 100% Selain melalui media masa, sosialisasi pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah juga dilakukan dengan menggunakan media luar berupa balihoo, leaflet, poster, stiker dan penyebaran profil pembangunan serta melakukan maupun mengikuti kegiatan pamaeran baik dalam daerah maupun luar daerah. Pencapaian target kinerja dapat dilihat melalui jumlah/frekuensi sosialisasi pembangunan dan kebijakan pemkab yang dilaksanakan sebagai berikut : Tabel 4.76 Frekuensi sosialisasi pembangunan dan kebijakan Pemkab. Tolok Ukur Target Capaian (%) SDM 31 orang 31 orang 100% Jumlah/frekuensi sosialisasi 5 kcmtn 5 kcmtn 100% Jumlah Pelaksanaan pameran IT 2 kali 1 kali 50% Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi yaitu pemeliharaan J-net secara berkesinambungan agar semua fasilitas internet akses, baik di desa/kelurahan, sekolah, kantor kecamatan maupun kantor kabupaten dapat berfungsi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan tersebut dapat lebih efisien dan efektif. Selain itu up-date data dalam web dilakukan secara terus menerus sehingga informasi yang ditampilkan selalu up to date, sebagai berikut :
212 201 Tabel 4.77 Pemeliharaan Jaringan Internet (J-Net) Tolok Ukur Target Capaian (%) SDM 5 orang 5 orang 100% Jumlah Internet Service 12 bulan 12 bulan 100% Jumlah Lokal Area Network yg dipelihara 1 unit 1 unit 100% Jumlah Media Informasi web-site yang terupdate 1 buah 1 buah 100% 17.3 Permasalahan dan Solusi Secara umum pencapaian sasaran tersebut telah berhasil dengan baik karena adanya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya IPTEK dalan era globalisasi sangat tinggi namun demikian masih terdapat kendala masalah anatara lain: a. Terbatasnya kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang memadai sebagai tenaga teknis di bidang infokom b. Terbatasnya jumlah SDM dibandingkan dengan lingkup tupoksi serta masih ada tenaga IT yang diperbantukan di Kecamatan c. Terbatasnya sarana dan prasarana operasional infokom yang memadai, seperti mobil unit siaran keliling untuk penyebarluasan informasi melalui multimedia, serta sarana yang lain untuk medukung kelancaran tugas infokom d. Belum optimalnya dukungan lembaga desa maupun sekolah dalam pelaksanaan tugas di bidang informatika e. Belum tersedianya sarana dan prasarna yang memadai untuk mengakomodasi kepentingan para wartawan sebagai partner pemerintah dalam mempublikasikan hasil-hasil pembangunan f. Belum tersedianya ruangan telepon kedaruratan atau call centre dan petugas yang menjaganya selama 24 jam. Solusi yang ditempuh untuk mengatasi masalah yang ada antara lain : a. Mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada, dengan segala keterbatasannya serta sarana lain yang mendukung untuk kelancaran pelaksanaan tugas
213 202 b. Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat selain sosialisasi dan publikasi hasil pembangunan serta kebijalan Pemkab bahwa pentingnya memiliki ijin-ijin, agar terwujudnya ketertiban secara umum, baik administrasi maupun non administrasi c. Melakukan pengawasan di lapangan serta mengadakan bimbingan atau penyuluhan kepada masyarakat termasuk sekolah-sekolah agar mematuhi aturan berlalulintas yang baik, tertib dan disiplin dengan berkoordinasi dengan instansi terkait. d. Mengoptimalkan tenaga teknis yang terampil di berbagai bidang multimedia. 18. PERTANAHAN Kewenangan bidang pertanahan adalah kewenangan untuk menentukan, mengatur dan menyelenggarakan hal-hal mengenai tanah. Menurut ketentuan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang merupakan landasan politik dari hukum Agraria di Indonesia, kewenangan bidang pertanahan pada asasnya merupakan urusan Pemerintah Pusat, yang pelaksanaannya di daerah menggunakan asas medebewind. Setelah keluarnya UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah terjadi perubahan dalam sistem pemerintahan di Indonesia, dengan memberikan kewenangan yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab kepada Daerah. Setelah keluarnya UU tersebut telah terjadi penafsiran yang berbeda tentang kewenangan bidang pertanahan. Pasal 10 ayat (5) UU No.32 Tahun 2004 mendefinisikan tentang kewenangan bidang pertanahan, adalah sebagai urusan-urusan lain yang kewenangannya ada pada Pemerintah Pusat yang pelaksanaannya dapat diserahkan kepada Pemerintah Daerah sebagai urusan yang bersifat wajib. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten di bidang pertanahan yaitu : 1. pemberian ijin lokasi 2. pengadaan tanah untuk kepentingan umum.
214 penyelesaian sengketa tanah garapan 4. penyelesaian masalah ganti kerugian dan santunan tanah untuk pembangunan 5. penetapan subjek dan objek retribusi tanah serta ganti kerugian tanah kelebihan maksimum dan tanah absentee 6. penetapan tanah ulayat 7. pemanfaatan dan penyelesaian masalah tanah kosong 8. ijin membuka tanah, dan perencanaan penggunaan tanah wilayah kabupaten Program dan Kegiatan Urusan Pertanahan menyelenggarakan satu Program yaitu Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah, dengan kegiatan penataan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Adapun alokasi anggaran untuk Kegiatan penatan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah diperuntukkan untuk membiayai pensertifikatan tanah aset daerah dan biaya honor tim teknis dengan rincian realiasi sebagai berikut : 1. Biaya Pembuatan sertifikat Tanah Aset Daerah dengan realisasi anggaran sebesar Rp ,-. 2. Biaya Honor Tim Teknis dengan realiasi anggaran 100%. Tabel 4.78 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pertanahan Tahun 2011 No Program/Kegiatan Anggaran 1 Program Penataan, Penguasaan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah Kegiatan Penataan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah Realisasi Dana Fsisk (%) Keu (%) % 60,34% Kegiatan penataan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dianggarkan sebesar Rp ,- realisasinya sebesar Rp ,- atau 60,34 % sedangkan realisasi fisik belum dapat dituntaskan seluruhnya sebagai berikut : 1. Adanya kendala administrasi yang dianggap belum lengkap oleh BPN, sehingga proses pensertifikatan terhambat karena semua dokumen dikembalikan oleh BPN
215 Proses administrasi yang sudah dilaksanakan berupa pendaftaran sebanyak 27 dokumen harus berkoordinasi dengan BPN Provinsi yang hingga saat ini prosesnya masih berjalan 3. Untuk proses administrasi pensertifikatan tanah yang ada di Kecamatan Mendoyo sebanyak 31 bidang tanah telah didaftarkan di BPN untuk Pendaftaran Pertimbangan Teknis (ASPEK) dan sebanyak 15 bidang tanah telah keluar Pertimbangan Teknisnya (ASPEK) 4. Untuk proses administrasi pensertifikatan tanah yang ada di Kecamatan Negara sebanyak 22 bidang tanah dari 36 bidang tanah yang ada di Kecamatan Negara telah didaftarkan untuk Pendaftaran Pertimbangan Teknis (ASPEK) 5. Karena masih berjalannya proses administrasi di BPN Kabupaten Jembrana dan Provinsi Bali sehingga anggaran penataan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dianggarkan sebesar Rp ,- tidak bisa terealisasi 100 %. Dalam rangka penyelenggaraan kewenangan Pemerintah Daerah dalam hal perencanaan penggunaan tanah wilayah kabupaten, pemerintah daerah telah memproses permohonan alih fungsi peruntukan lahan yang diajukan oleh masyarakat dan berwenang untuk mengeluarkan rekomendasi apakah diperkenankan permohonan alih fungsi lahannya atau tidak. Tabel 4.79 Alih Fungsi Lahan Di Kabupaten Jembrana No Tahun Permohonan Disetujui Bidang Luas (m2) Bidang Luas (m2) % (Luas) , ,44 Pada tahun 2011 pemerintah daerah telah mengeluarkan rekomendasi permohonan alih fungsi lahan persawahan/perkebunan menjadi pemukiman sebanyak 35 bidang/lokasi dengan luas m 2, sedangkan 1 (satu) bidang/lokasi seluas m 2 tidak disetujui permohonannya karena tidak sesuai
216 205 dengan peruntukan tata ruang wilayah. Dengan demikian pada tahun 2011 terjadi peningkatan alih fungsi lahan yang cukup tinggi apabila dibandingkan tahun 2010 seluas m2 atau meningkat 78,76% dari tahun Selain kegiatan tersebut di atas, pada tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Jembrana juga menerima pendelegasian wewenang dari Pemerintah Provinsi terkait dengan pengelolaan asset provinsi yang ada di Kabupaten Jembrana berupa pengelolaan Tanah Dana Bukti Pecatu Graha. Hal ini sesuai dengan surat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor 593/6529/PA.Aset tanggal 16 Desember 2011 perihal Optimalisasi Pemanfaatan Tanah Dana Bukti/Tanah Aset Pemerintah Provinsi Bali. Keberadaan Tanah Dana Bukti yang merupakan aset Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana sebanyak 153 bidang tanah dengan total luas m2. Yang telah diterbitkan SIM (Surat Ijin Menggarap) sebanyak 131 bidang sedangkan sisanya tidak ada penggarap karena merupakan tanah yang tidak produktif (berada di rawa-rawa dan tepi sungai). Terhadap pengelolaan tanah aset provinsi ini dikenakan retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sesuai Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, dengan proporsi pembagian 60% untuk Provinsi dan 40% untuk Kabupaten Permasalahan dan Solusi Permasalahan disektor pertanahan adalah masih kecilnya kewenangan pemerintah daerah terkait dengan masalah pertanahan. Solusinya adalah meningkatkan koordinasi dengan pihak BPN dalam setiap pelaksanaan kegiatan terkait masalah pertanahan. 19. KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI 19.1 Program dan Kegiatan Dalam Tahun 2011 terdapat 7 Program dan 19 Kegiatan yang diselenggarakan pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yaitu : Progam : 1. Program pelayanan administrasi perkantoran terdiri dari 11 kegiatan yaitu Jasa Surat Menyurat, Penyediaan Jasa Pendataan dan Perlengkapan Kantor, Jasa
217 206 Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas/Operasional, Jasa Administrasi Keuangan, Jasa Perbaikan Peralatan Kerja, Penyediaan ATK, Penyediaan Barang Cetak dan Penggadaan, Peralatan dan Perlengkapan Kantor, Penyediaan Bahan Logistik Kantor, Penyediaan Makanan dan Minum, Rapat-rapat Koordinasi dan Koordinasi ke luar Daerah. 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur terdiri dari kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional. 3. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal a. Peningkatan Kerjasama Tim Komunitas Intelijen Daerah. b. Peningkatan Kerjasama Informasi dengan masyarakat. 4. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan dengan kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam kehidupan beragama. 5. Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan dengan kegiatan Pembinaan Dasar dan Pembinaan Linmas 6. Program Pendidikan Politik Masyarakat dengan kegiatan : a. Peningkatan wawasan kebangsaan, Bela Negara dan Diskusi Politik b. Pemutakhiran data insprastruktur daerah (parpol, ormas, LSM dan Forum) c. Fasilitasi kelancaran pemilihan Kepala Desa dan pemilihan Kepala Dusun 7. Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Bencana Alam dengan kegiatan Sosialisasi Kesiagaan dan Penanggulangan Bencana Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tabel 4.80 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri No Program / Kegiatan Anggaran (Rp.) Realisasi Fisik Keuangan/ Rp % 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran - Jasa Surat Menyurat % ,24 - Penyediaan Jasa Pendataan dan Perleng kapan Kantor % ,46 - Jasa Pemeliharaan & Perijinan Kendaraan % ,53 Dinas / Operasional - Jasa Administrasi Keuangan % ,94 - Jasa Perbaikan Peralatan Kerja % ,76 - Penyediaan ATK % ,02 - Penyediaan Barang Cetak & Penggan daan % ,58 - Peralatan & Perlengkapan Kantor % ,57
218 207 No Program / Kegiatan Anggaran Realisasi (Rp.) Fisik Keuangan/ Rp % - Penyediaan Bahan Logistik Kantor % ,92 - Penyediaan Makanan & Minum % ,80 - Rapat-rapat Koordinasi & Koordinasi ke luar % ,84 Daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana - Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional % ,55 3. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal - Peningkatan Kerjasama tim komunitas intelijen % ,89 daerah - Peningkatan kerjasama dengan masyarakat % ,75 4. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan - Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama % ,38 5. Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan - Pembinaan dasar dan pemberdayaan Linmas % ,78 6. Program Pendidikan Politik Masyarakat - Peningkatan wawasan kebangsaan, bela negara dan diskusi politik - Pemutahiran data insprastruktur daerah (parpol, ormas, LSM dan forum). - Pasilitasi kelancaran pemilihan Kepala Desa dan Pilkadus/Pilkaling 7. Program Pencegahan Dini dan Penang - gulangan Bencana Alam - Sosialisasi kesiagaan dan penanggu -langan bencana alam % , % , % ,27 Adapun program pelayanan administrasi perkantoran terdiri dari 11 kegiatan yaitu sebagai berikut : 1. Kegiatan Jasa Surat Menyurat Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 89,24 % yang berarti leih kecil sebesar Rp atau 10,76 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Penyediaan Jasa Pendataan dan Perlengkapan Kantor Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 99,46 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 0,54 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp
219 Kegiatan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas/Operasional Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 10,53% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 89,47% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Jasa Administrasi Keuangan Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 48,76 yang berarti lebih kecil dari sebesar Rp atau 51,24% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 96,02% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 3,98% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan. Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 72,58% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 27,42% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 74,57 yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 25,43% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp
220 Kegiatan Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor. Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 85,92% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 14,71% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Penyediaan Makanan dan Minuman Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 62,80% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 37,20% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Koordinasi ke luar Daerah Realisasi kegiatan ini sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 67,84% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 32,16% dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Pencapaian target kinerja dari Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur sebesar Rp atau tercapai sebesar 50,55 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 49,45 dari anggaran yang disediakan dalam APBD. Adapun Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur terdiri dari 1 kegiatan yaitu sebagai berikut : 1. Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional. Realisasi sampai dengan akhir tahun 2011 mencapai sebesar atau 50,55 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 49,45 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Pencapaian target kinerja dari Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal sebesar Rp atau tercapai sebesar 84,65% yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 15,44 % dari jumlah anggaran yang disediakan dalam APBD.
221 210 Adapun Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal terdiri dari 2 kegiatan yaitu sebagai berikut : 1. kegiatan peningkatan kerjasama Tim Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), realisasinya sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 82,89 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 17,11 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp kegiatan peningkatan kerjasama dengan masyarakat. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 93,75 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 6,25 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Pencapai target kinerja dari Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan sebesar Rp atau tercapai sebesar 93,38 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 6,62 % dari anggaran yang disediakan dalam APBD. Program ini terdiri dari 1 kegiatan yaitu Kegiatan Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 93,38 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 6,62 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Pencapaian target kinerja dari Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan sebesar Rp atau tercapai sebesar 61,78 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 38,22 % dari anggaran yang disediakan dalam APBD. Program ini terdiri dari 1 kegiatan yaitu Kegiatan Pembinaan Dasar dan Pemberdayaan Linmas. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar atau 61,78 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 38,22 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Pencapaian target kinerja dari Program Pendidikan Politik masyarakat sebesar Rp atau tercapai sebesar 39,91 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 60,09 % dari anggaran yang disediakan dalam APBD. Program ini terdiri dari 3 kegiatan, yaitu :
222 Kegiatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Diskusi Politik. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 67,69 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 32,21 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Pemutakhiran Data Infrastruktur Daerah. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 30,04 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 69,96 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Kegiatan Fasilitasi Kelancaran Pemilihan Kepala Desa dan Pilkadus/Pilkaling. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp. 0 atau 0 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 100 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp ( fisik dari kegiatan ini telah dilaksanakan 100 % yaitu dalam tahun 2011 ini hanya ada 6 kali pemilihan kepala dusun ). Pencapaian target kinerja dari Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Bencana Alam sebesar Rp atau tercapai sebesar 47,27 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 52,73 % dari anggaran yang disediakan dalam APBD. Program ini terdiri dari 1 kegiatan yaitu Kegiatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Diskusi Politik. Realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp atau 47,27 % yang berarti lebih kecil sebesar Rp atau 52,73 % dari jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi Rasa Nasionalisme dan Kebangsaan di sebagian masyarakat masih kurang sehingga banyak kita temukan isu isu seperti terorisme, munculnya kelompok kelompok yang mengarah ke disintregrasi bangsa, kekerasan dan lain lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut perlu kiranya dilakukan langkah langkah strategis seperti di bidang pemahaman berbangsa dan bernegara, wawasan kebangsaan, mengamalkan Pancasila seutuhnya dan secara konprehensif serta memahami UUD 1945.
223 OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN Otonomi Daerah Otonomi daerah di Kabupaten Jembrana sejalan dengan Undang-undang Nomor : 32 tahun 2004 dilaksanakan melalui penataaan dan penyelenggaraan urusan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah baik itu berupa urusan wajib maupun urusan pilihan. Pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga segala proses dan hasil-hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Untuk melaksanakan UU Nomor 32 tahun 2004 ketentuan pasal 14 ayat 3 terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, Pemerintah mendesentralisasikan berbagai urusan pemerintahan dengan menetapkan PP Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana telah menetapkan Perda Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana. Keseluruhan urusan pemerintahan yang sudah diserahkan kepada daerah yang terdiri dari 26 urusan wajib dan 8 urusan telah dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana melalui SKPD-SKPD dengan ditetapkannya Perda Nomor 3 tahun Terhadap penyelenggaraan kegiatan berkenaan dengan urusan-urusan yang dilaksanakan oleh daerah, setiap tahunnya dilaksanakan evaluasi untuk mengetahui perkembangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Berkenaan dengan itu dilaksanakan program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan kegiatan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dan penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Kepala Daerah, dengan alokasi dan realisasi anggaran sebagai berikut :
224 213 No 1 2. Tabel 4.81 Alokasi dan Realisasi Anggaran Penyusunan LPPD dan LKPJ Program/Kegiatan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan capaian Kinerja dan Keuangan - Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar relisasi kinerja SKPD Program Penataan Daerah Otonomi Baru -Pengembangan Data dan Informasi Unsur Rupabumi Anggaran ( RP ) , ,00 Fisik (%) Realisasi Keuangan (Rp) (%) 99,38 94,18 1. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. Dari anggaran yang tersedia untuk program ini telah dapat dituntaskan 2 (dua) paket kegiatan berupa : 1. Penyusunan LPPD tahun 2010 sebanyak 60 buku 2. Penyusunan LKPJ tahun 2010 sebanyak 60 buku Penyusunan LPPD dan LKPJ Bupati Jembrana Tahun 2010 telah dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Masyarakat, yaitu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran 2010 berakhir. LPPD tahun 2010 disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada tanggal 31 Maret 2011 sedangkan LKPJ Bupati Jembrana Tahun 2010 disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana tanggal 23 Maret Terhadap LKPJ yang disampaikan kepada DPRD Kabupaten Jembrana telah dilaksanakan proses pembahasan secara Internal oleh DPRD dan selanjutnya dihasilkan rekomendasi DPRD kepada Bupati selaku eksekutif untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Jembrana. Sedangkan LPPD yang disampaikan kepada Pemerintah melalui Gubernur dilaksanakan evaluasi oleh Tim Provinsi untuk mengetahui kinerja daerah pada
225 214 level propinsi maupun nasional. Berdasarkan Kepmendagri Nomor : Tahun 2011, penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jembrana adalah peringkat 32 secara Nasional dan Peringkat 3 di Provinsi Bali dibawah Buleleng dan Klungkung dengan status Kinerja Tinggi. 2. Program Penataan Daerah Otonomi Baru Dari program ini dilaksanakan kegiatan Pengembangan Data dan Informasi Unsur Rupabumi. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor /3832/SE tanggal 30 Oktober 2009 Perihal Pembentukan Panitia Nama Rupabumi di Daerah yang ditegaskan kembali dengan Surat Sekjen Depdagri Nomor : 900/2917/SE tgl. 20 Juli 2010 perihal Dukungan Alokasi Dana, menyebutkan bahwa daerah agar segera membentuk Panitia Pembakuan Nama Rupabumi dan Mengalokasikan Anggaran untuk melaksanakan kegiatan Pembakuan Nama Rupa Bumi. Sebagai tindak lanjut surat Edaran Mendagri tersebut, Sekretaris Daerah Propinsi Bali mengeluarkan Surat Nomor : 120/6430/B.Pem tanggal 25 Oktober 2010 perihal Identifikasi, Inventarisasi/pendataan Nama Rupabumi yang menegaskan bahwa kegiatan Pembakuan Nama Rupabumi yang dilaksanakan di Propinsi Bali adalah Pembakuan Nama-Nama Rupabumi berupa sungai-sungai di wilayah Propinsi Bali, sehingga dengan demikian pelaksanaan kegiatan Pembakuan Rupabumi yang dilakukan di Kabupaten Jembrana adalah Pembakuan Nama-Nama Rupabumi Berupa Sungai yang ada di Wilayah Kabupaten Jembrana. Untuk melaksanakan kegiatan ini dibentuk Panitia berdasarkan SK Bupati Jembrana Nomor 492/Pem/2011 tanggal 5 Mei 2011 tentang Pembentukan Panitia Pembakuan Nama Rupabumi Kabupaten Jembrana Tahun 2011 yang keanggotaannya terdiri dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal (Kantor Statistik, Kantor Pertanahan, Kodim 1617 Jembrana, Koramil) dan kecamatan se-kabupaten Jembrana. Panitia ini melaksanakan tugas untuk melakukan inventarisasi sungai dan pangkung (aliran air berbentuk sungai kecil) berikut sejarah nama namanya, serta mengusulkan kepada Tim Nasional melalui Panitia
226 215 Provinsi. Hasil inventarisasi telah disampakian kepada Provinsi berdasarkan surat Nomor 120/5611/Pem tanggal 21 Nopember 2011 perihal Hasil Identifikasi, Inventarisasi/Pendataan Nama Rupabumi. Permasalahan penyelenggaraan otonomi daerah adalah masih seputar minusnya sumber daya alam ataupun potensi yang dimiliki pemerintah daerah serta terbatasnya sumber daya manusia berkualitas sehingga ketergantungan pemerintah daerah terhadap DAU dari pemerintah pusat sangat tinggi. Mengatasi permasalahan tersebut pembangunan sumber daya manusia menjadi priorotas pembangunan di Kabupten Jembrana antara lain dibidang pendidikan dan kesehatan Pemerintahan Umum Bidang Hukum Urusan wajib yang dilaksankana bidang Pemerintahan Umum pada Bagian Hukum, Organisasi dan Tatalaksana sesuai dengan misi 5 (lima) tahun terakhir memiliki Visi, salah satunya yaitu mewujudkan peningkatan pelaksanaan tertib hukum dan HAM, organisasi dan tatalaksana dengan tujuan meningkatkan kehidupan supremasi hukum dan HAM serta mewujudkan organisasi pemerintahan Kabupaten Jembrana efektif dan efisien, adapun sasaran yang ingin dicapai yaitu meningkatnya kehidupan supremasi hukum dan HAM dan terwujudnya organisasi pemerintahan Kabupaten Jembrana yang efektif dan efisien. Dalam merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka ditempuh melalui pengambilan kebijakan yaitu pertama dengan mengambil kebijakan meningkatkan kajian produk hukum dan HAM serta peningkatan pelaksanaan supremasi hukum dan HAM dan yang kedua pengambilan kebijakan dengan meningkatkan penataan organisasi. Untuk mencapai tujuan dan sasaran serta kebijakan yang telah ditetapkan, maka dijabarkan dalam program dan kegiatan, di bidang hukum dilaksanakan Program penataan peraturan perundang-undangan dengan alokasi dan realisasi anggaran sebagai berikut :
227 216 Table 4.82 Alokasi dan Realisasi Anggaran Penataan Peraturan Perundang-Undangan No Program/Kegiatan Anggaran 1. a. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan Kegiatan Kajian Peraturan Perundang-undangan Daerah Terhadap Peraturan Perundang-undangan yang baru, lebih tinggi dan keserasian antar peraturan Perundang-undangan /RANHAM Realisasi Fisik Keuangan % % b. Kegiatan Penyusunan Produk HUkum Daerah % c. Kegiatan Penyelesaian dan Pelayanan bantuan masalahmasalah % Hukum d. Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan % a. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Kegiatan Orientasi Sumber Daya Manusia Aparatur tentang % Penegakan produk Hukum dan yustisi b. Kegiatan Orientasi Sumber Daya Manusia Aparatur tentang % Perancangan Produk Hukum Daerah dan Kerjasama Daerah c. Penyuluhan dan Pembinaan Desa Sadar Hukum % d. Sosialisasi Produk Hukum dan Perundang-undangan % Dari Program yang dilaksanakan dibidang hukum, dilaksanakan beberapa kegiatan dengan hasil-hasil sebagai berikut : a. Kegiatan Kajian Peraturan Perundang-undangan Daerah Terhadap Peraturan Perundang-undangan yang baru, lebih tinggi dan keserasian antar peraturan Perundang-undangan Daerah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh suatu Panitia yaitu Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Pemerintah Kabupaten Jembrana yang dalam tahun 2010 telah mengadakan pergantian Pengurus baru 5 (lima) tahun yang akan datang masa bhakti 2010 s.d 2015 dengan suatu Keputusan Bupati Nomor 331 / HOT / 2010 sejak tanggal 30 Maret 2010 yang beranggotakan dari unsur Kantor Rutan Kabupaten Jembrana, Departemen Agama Kabupaten Jembrana, BPN Kabupaten Jembrana Pemerintah Daerah, LSM dan Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Jembrana, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama dengan program utama yaitu : 1. Pembentukan dan penguatan instituisi Pelaksanaan RANHAM; 2. Persiapan harmonisasi Perda dan Peraturan lainnya yang berlaku di daerah; 3. Diseminasi dan pendidikan Hak Asasi Manusia; 4. Penerapan norma dan standar Hak Asasi Manusia;
228 Pelayanan komunikasi masyarakat; 6. Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan. Dapat dilaporkan bahwa dalam kegiatan pengkajian Peraturan Perundang-undangan Daerah Terhadap Peraturan Perundang-undangan yang baru, lebih tinggi dan keserasian antar peraturan Perundang-undangan Daerah, telah diadakannya harmonisasi Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sesuai amanat Undang-Undang 28 Tahun Dalam tahun 2011 telah diharmonisasi Rancangan Perda Retribusi ijin tertentu, yang meliputi Ijin Mendirikan Bangunan, tempat Penjualan Minuman Beralkohol, Ijin Trayek, ijin ganguan (HO), Ijin Usaha Perikanan. Pada kegiatan Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan, Panitia RANHAM memberikan masukan dalam pembahasan Rancangan Perda tersebut, supaya tidak bertentangan dengan Peraturan yang lebih tinggi, mengacu pada kepentingan umum dan Hak Asasi Manusia. b. Kegiatan Penyusunan Produk Hukum Kegiatan penyusunan produk hukum yang meliputi Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, Keputusan Bupati dan Instruksi Bupati, pada Tahun 2011 telah terbentuk dan melalui proses pengkajian sebanyak 1451 produk hukum dengan perincian : - 16 Peraturan Daerah - 80 Peraturan Bupati Keputusan Bupati; dan - 4 Instruksi Bupati Dalam hal penyusunan Peraturan Daerah pada tahun 2011 sesuai dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 7 Tahun 2011 tentang Program Legislasi Daerah Pemerintah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 telah diajukan Ranperda tentang Pajak Daerah ke DPRD sebanyak 14 (empatbelas) Ranperda, diantaranya 3 (tiga) buah inisiatif DPRD serta 5 (lima) Ranperda diluar Prolegda Tahun Dari 19 Ranperda yang diajukan, diantaranya 8 Ranperda telah dibahas di DPRD dan menunggu Proses lebih lanjut, 1 Ranperda inisiatif DPRD, 5 Ranperda akan ditunda dan direncanakan pada prolegda Tahun 2012.
229 218 Sedangkan yang telah ditetapkan dan diundangkan sebanyak 5 (lima) Ranperda yaitu Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha, Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, RPJMD Kabupaten Jembrana Tahun Ranperda-Ranperda yang telah mendapat persetujuan DPRD dan telah ditetapkan menjadi Perda pada tahun 2011 adalah sebagai berikut : - Perda 1 Tahun 2011 tentang Pajak Air tanah - Perda 2 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan - Perda 3 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel - Perda 4 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir - Perda 5 Tahun 2011 tentang Pajak reklame - Perda 6 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanahdan Bangunan - Perda 7 Tahun 2011 tentang Pajak Sarang Burung Walet - Perda 8 Tahun 2011 tentang Pajak mineral Bukan Logam dan Batuan - Perda 9 Tahun 2011 tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran Perda 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran Perda 11 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana Tahun Perda 12 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan - Perda 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum - Perda 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha - Perda 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana - Perda 16 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2012.
230 219 c. Kegiatan Penyelesaian dan Pelayanan Bantuan Masalah-masalah Hukum dan HAM. Kegiatan penyelesaian dan pelayanan bantuan masalah-masalah hukum dan HAM untuk tahun 2011, yaitu fasilitasi penunjukan Pengacara/Advokat dengan Surat Kuasa Khusus, untuk mewakili tergugat maupun penggugat dalam suatu perkara di Pengadilan atas suatu Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam hal ini Bupati Jembrana antara lain : - Penyelesaian perkara gugatan perdata motel nusantara I dan II Gilimanuk dalam putusan Mahkamah Agung No 552/PDT/2008 yang sudah incracht, pada tanggal 6 Desember 2011 sudah dilaksankan Eksekusi terhadap Putusan Mahkamah Agung tersebut dengan Berita Acara Panitera Pengadilan Negeri Negara Nomor 07/Pdt.Eks/2010/PN.NGR. - Penyelesaian Perkara Gugatan Perdata SD 2 Banjar Tengah dan untuk mewakili Proses Persidangan Pemerintah Kabupaten Jembrana menunjuk Jaksa Pengacara Negara. Pada tahun 2011 Proses persidangan sampai pada agenda sidang mediasi, dan belum ada keputusan/hasil sidang mediasi. Selain fasilitasi Pengacara/Advokasi juga melaksanakan fasilitasi dalam hal menyampaikan surat panggilan Kepolisian/Kejaksaan maupun di Pengadilan kepada PNS sebagai saksi dan memberikan keterangan yang terkait dengan : - Pelaksanaan DAK Pendidikan Tahun 2010 Pada Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga, Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Jembrana - Pengadaan Peralatan Studio Jimbarwana TV - Dugaan Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan SD dan SMP Tahun 2010 di Jembrana - Sehubungan dengan Tunjangan Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan Tahun Sehubungan dengan Proyek telepon PABX Kabupaten Jembrana - Adanya Program Percepatan Pendaftaran Tanah (PRONA) Tahun Anggaran 2010 Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Jembrana di Desa Pengambengan
231 220 - Sehubungan dengan tunjangan lauk-pauk di Pemerintah Kabupaten Jembrana. - Adanya dugaan Penyunatan Uang Lauk Pauk PNS Daerah Kabupaten Jembrana. - Pelaksanaan Program nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) mandiri di Kabupaten Jembrana. - Kegiatan pekerjaan Program Sanitasi masyarakat(sanimas) tahun 2010 di Lingkungan Terusan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. - Proses/prosedur Tukar Guling terhadap Aset-aset Pemerintah Kabupaten Jembrana. Pengawasan Pemerintahan Daerah Dalam manajemen pemerintahan modern, fungsi pengawasan harus berjalan secara seimbang, serasi dan selaras serta saling mendukung fungsi manajemen lainnya yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Pengawasan mempunyai tujuan yang menjamin agar pelaksanaan suatu kegiatan dapat dicapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan juga dilaksanakan untuk mendeteksi sedini mungkin serta menekan sekecil mungkin terjadinya penyimpangan, penyelewengan, pemborosan, kekeliruan dalam pelaksanaan suatu kegiatan pemerintahan dan pembangunan, sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, efektif, transparan dan akuntabel. Seirama dengan dinamika dan perubahan paradigma baru Birokrasi Pemerintahan Daerah, pengawasan juga sangat berperan dalam rangka mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta terwujudnya Good Governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat, pada tahun 2011 Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana telah menetapkan Rencana Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).
232 221 (1).Visi dalam suatu gambaran menantang tentang masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh Instansi Pemerintah. Atas dasar Tupoksi yang diemban Inspektorat Kabupaten Jembrana, maka ditetapkan Visi yaitu ; TERWUJUDNYA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN JEMBRANA YANG BAIK. Penjelasan dari masing-masing Visi adalah sebagai berikut : Terwujudnya Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Jembrana yang baik, dimaksudkan adalah Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang mentaati Asas Umum Pemerintahan Negara yang baik. Asas Asas Umum Pemerintahan Negara adalah asas yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatuhan dan norma hukum untuk mewujudkan penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN. (2). Misi Setelah ditetapkan Visi, maka untuk merealisir tercapainya Visi ditetapkan Misi yaitu : a. Mewujudkan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat yang berdaya guna, berhasil guna, ekonomis, transparan dan akuntabel. Mewujudkan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat yang berdaya guna, berhasil guna, ekonomis, transparan dan akuntabel, adalah dengan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pengawasan aparatur pemerintah, melalui koordinasi dan sinergi pengawasan internal, eksternal dan pengawasan masyarakat, untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance). b. Mewujudkan aparatur yang bersih, berwibawa dan bertanggung jawab melalui pengawasan. Mewujudkan aparatur yang bersih, berwibawa dan bertanggung jawab adalah menyelenggarakan pengawasan melekat pada setiap tingkatan birokrasi, sehingga dapat terselenggaranya budaya kerja aparatur yang bermoral, professional, produktif dan bertanggung jawab.
233 222 Program dan realisasi kegiatan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Jembrana tahun 2011 adalah sebagai berikut : Tabel 4.83 Alokasi dan Realisasi Anggaran Inspektorat Daerah Tahun 2011 NO URAIAN BIAYA (Rp.) REALISASI KEU (Rp.) % FISIK % 1 Program Administrasi Pelayanan Perkantoran Penyediaan jasa surat menyurat ,28 78,28 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja ,41 99,41 Penyediaan alat tulis kantor ,15 98,15 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan ,47 99,47 Penyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor ,98 94,98 Penyediaan makanan dan minuman ,75 96,75 Rapat rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah ,61 90,61 Penyediaan jasa tenaga administrasi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pemeliharaan rutin/ berkala Kendaraan Dinas/ operasional ,19 99,19 3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pendidikan dan Pelatihan Formal ,00 48,00 4 Program Peningkatan Pengembangan sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Reviu Laporan Keuangan ,34 96,34 Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) dan LAKIP ,76 96,76 5 Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Kebijakan Kepala Daerah Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala ,85 90,85 Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemerintah ,06 79,06 Daerah termasuk Masyarakat Tindak Lanjut hasil Temuan Pengawsan ,97 85,97 Pengawasan Pelaksanaan Gerakan Disiplin Nasional ,01 71,01 Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan ,53 97,53 Pembangunan Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Inpres No ,80 98,80 5 Tahun 2004 Orientasi Sistem Pengendalian Internal ,92 91,92 Bimbingan Teknis Lingkungan Pengendalian ,65 92,65 JUMLAH ,86 91,86 Dengan meningkatkan pengawasan/pemeriksaan yang sasarannya adalah meningkatnya kualitas pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat serta peningkatan kualitas SDM Aparatur Pemerintah Daerah, diharapkan dapat menekan sekecil mungkin terjadinya hambatan pelaksanaan Tupoksi, hambatan pelaksanaan kegiatan, penyalahgunaan wewenang, kebocoran
234 223 dan pemborosan keuangan daerah dan sejenisnya yang pada akhirnya akan menurunkan citra Pemerintah Daerah di mata masyarakat. Pelaksanaan pengawasan/pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Jembrana sebagaimana Tupoksi yang diemban, diharapkan memberikan sumbangan berarti dalam penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (Good Governance) di Kabupaten Jembrana. Adapun Hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Kebijakan Kepala Daerah. a. Pemeriksaan Reguler Kegiatan Pemeriksaan Rutin / Reguler dilaksanakan pada 63 obyek di Kabupaten Jembrana Tahun 2011, meliputi : NO Tabel Hasil Kegiatan Pemeriksaan Reguler TAhun 2011 BULAN RENCANA KEGIATAN PEMERIKSAAN RUTIN/REGULER Januari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kab. Jembrana - SDN. 4 Pendem - SDN. 1 Gilimanuk - SDN. 2 Gilimanuk 2 Pebruari SDN. 1 Manggissari - Kantor Prebekel Manggissari - Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan - Kantor Prebekel Perancak 3 Maret SDN. 1 Tegalcangkring - SDN. 3 Tegalcangkring - SMPN. 3 Negara - SDN. 1 Batuagung - SMPN. 5 Melaya - SDN. 1 Ekasari 4 April SDN. 3 Yehembang - Kantor Prebekel Desa Yehembang - Bagian Pemerintahan - SDN. 3 Manistutu - SDN. 4 Manistutu 5 Mei SDN. 1 Delodberawah - Kantor Prebekel Delodberawah - Bagian Ekbang Sosbud - SDN. 1 Tuwed - SMPN. 2 Melaya 6 Juni SDN. 2 Yehembang Kangin - Kantor Prebekel Yehembang Kangin - Bagian Pendapatan REALISASI
235 224 NO BULAN RENCANA KEGIATAN PEMERIKSAAN RUTIN/REGULER 2011 REALISASI - SDN. 1 Kaliakah - SDN. 2 Kaliakah Juli SDN. 1 Asahduren - Kantor Prebekel Desa Asahduren - SDN. 2 Batuagung - SDN. 3 Batuagung - Puskesmas Kaliakah Agustus SDN. 1 Mendoyo Danging Tukad - SDN. 2 Mendoyo Danging Tukad - SDN. 6 Yeh Kuning - SDN. 1 Yeh Kuning - SDN. 2 Tegalbadeng Timur - SDN. 1 Tegalbadeng Barat September SDN. 2 Pengeragoan - Kantor Prebekel Desa Pengeragoan - Lurah Loloan Timur - SMKN. 1 Negara - SMPN. 1 Melaya - SDN. 4 Melaya Oktober Kantor Prebekel Desa Yehembang Kauh - SDN. 2 Yehembang Kauh - SDN. 5 Pendem - SDN. 6 Pendem - SDN. 1 Lelateng - SDN. 1 Banjar Tengah Nopember SDN. 1 Pengeragoan - SDN. 3 Pengeragoan - SDN. 1 Pendem - SDN. 2 Pendem - SDN. 1 B.B.Agung - SDN. 2 B.B.Agung Desember SMPN. 2 Mendoyo - SMPN. 4 Mendoyo - SDN. 3 Pendem - SDN. 2 Sangkaragung - Perusahaan Daerah Kabupaten Jembrana JUMLAH 63 Berdasarkan tabel di atas, hasil pemeriksaan rutin/reguler pada Tahun 2011 yang telah dituangkan dalam Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) telah diadakan pemeriksaan sebanyak 63 (enam puluh tiga) Unit Kerja yang telah terhimpun kedalam 63 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Dari hasil pemeriksaan reguler ditemukan 522 pelanggaran prosedur dan tata kerja, ketentuan yang berlaku, hambatan, kelancaran tupoksi/kegiatan,
236 225 kelemahan administrasi dan penyimpangan keuangan telah ditindaklanjuti tuntas (100%). Dana yang disediakan untuk pemeriksaan rutin Rp ,00 dengan realisasi Rp ,00 (90,85%) sehingga dapat dihemat biaya sebesar Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat terlaksana 100%. b. Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Reguler. Tabel 4.85 Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Reguler Tahun 2011 NO Pemeriksaan Temuan Selesai Tindak Lanjut Dalam Proses 1. Inspektorat Kabupaten Jembrana Belum Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Tahun 2011 dari 522 temuan telah ditindaklanjuti tuntas. Temuan temuan yang ada berupa pelanggaran prosedur dan tata kerja, ketentuan yang berlaku, hambatan, kelancaran tupoksi/kegiatan, kelemahan administrasi keuangan dan penyimpangan keuangan telah ditindaklanjuti tuntas. Dana yang disediakan untuk kegiatan tindak lanjut hasil pengawasan Rp ,00 berupa uang operasional tim dengan realisasi Rp ,00, (85,97%) sehingga dapat dihemat biaya sebesar Rp ,00. Sedangkan kegiatan secara fisik dapat terlaksana (100%). Dari hasil evaluasi dan analisis tersebut diatas, diperoleh pencapaian sasaran meningkatnya kualitas pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat 100% dikategorikan berhasil. c. Kegiatan Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Tabel 4.86 Hasil Kegiatan GDN Tahun 2011 NO BULAN KEGIATAN REALISASI 1 12 Januari Sidak GDN di Pasar Kecamatan Melaya, Negara, 1 LHP Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan 2 31 Januari Sidak GDN di SKPD pada saat mulai Apel Pagi 1 LHP 3 11 Pebruari Sidak GDN di Kantor Camat, Lurah dan Puskesmas 1 LHP 4 28 Pebruari Sidak GDN di Bappeda dan PM Dinas, Kantor, Bagian dan Sekretariat DPRD 1 LHP
237 226 NO BULAN KEGIATAN REALISASI 5 9 Maret Sidak GDN di lingkungan Kantor Bupati di pintu Utara, 1 LHP pintu Selatan dan Pura Niti Praja 6 11 Maret Sidak GDN di Bappeda dan PM Dinas, Kantor, Bagian dan 1 LHP Sekretariat DPRD 7 5 April Sidak GDN di Bappeda dan PM Dinas, Kantor, Bagian dan 1 LHP Sekretariat DPRD 8 13 April Sidak GDN di SMPN, SMAN dan SMKN 1 LHP 9 29 April Sidak dilakukan di ruang ruang. Mengetahui Pegawai 1 LHP yang tidak ikut Olahraga 10 9 Mei Sidak GDN di Bappeda dan PM Dinas, Kantor, Bagian dan 1 LHP Sekretariat DPRD Mei Sidak GDN di Bappeda dan PM Dinas, Kantor, Bagian 1 LHP - Jam : Wita - Jam : Wita - Jam : Wita Mei Sidak ke ruang ruang pada saat Apel hari Kebangkitan 1 LHP Nasional 13 6 Juni Sidak di Pintu Utara dan Selatan Jam s/d Jam LHP wita dan Jam wita Juni Sidak pada Cantor Desa di Kabupaten Jembrana jam 1 LHP wita Juli Sidak GDN di 29 Desa se-kabupaten Jembrana 1 LHP Agustus Sidak GDN di SMPN, SMAN dan SMKN di Kabupaten 1 LHP Jembrana 17 5 September Sidak GDN di Dinas Badan, Kantor, Bagian, Perusda dan 1 LHP PDAM 18 9 September Sidak GDN pada Camat, Puskesmas dan Kantor Lurah se- 1 LHP Kabupaten Jembrana September Sidak GDN di Dinas Badan, Kantor, Bagian, Perusda dan 1 LHP PDAM Oktober Sidak GDN pada Puskesmas dan Puskesmas Pembantu 1 LHP di Kabupaten Jembrana Oktober Sidak GDN di SMPN, SMAN dan SMKN di Kabupaten 1 LHP Jembrana Oktober Sidak GDN di 22 SDN di Kabupaten Jembrana 1 LHP Oktober Sidak GDN di 19 SDN di Kabupaten Jembrana 1 LHP 24 8 Nopember Sidak GDN di 18 SDN di Kabupaten Jembrana 1 LHP Nopember Sidak GDN di 16 SDN di Kabupaten Jembrana 1 LHP Nopember Sidak GDN di Dinas Badan, Kantor, Bagian, Perusda dan 1 LHP PDAM Desember Sidak GDN di 20 SDN di Kabupaten Jembrana 1 LHP Desember Sidak GDN pada Camat, Lurah dan Puskesmas 1 LHP Desember Sidak GDN pada 13 Pustu di Kabupaten Jembrana 1 LHP Desember Sidak GDN di Bappeda, Dinas, Kantor, Bagian dan Sekretariat DPRD 1 LHP JUMLAH 30 LHP
238 227 Hasil pelaksanaan GDN adalah sebagai berikut : 1. Kehadiran Pegawai pada Tahun 2011 adalah sebesar 74,38% 2. Ketidakhadiran Pegawai Pemkab Jembrana selama Tahun 2011 adalah 25,59%. 3. Ketidakhadiran Pegawai karena tanpa keterangan dilihat dari per bulan selama Tahun 2011 adalah bersifat fluktuatif artinya kehadiran masih naik turun yang jika direkapitulasi per tahun rata rata tanpa keterangan adalah 0,37%. Jadi pada prinsipnya tingkat kedisiplinan PNS di Kabupaten Jembrana selama Tahun 2011 secara umum adalah baik, karena jika dilihat dari prosentase rata rata tanpa keterangan (TK) sangat kecil. Dalam keberhasilan pencapaian kegiatan ini ditetapkan kegiatan pemeriksaan disiplin/sidak GDN secara rutin terhadap aparatur pada unitunit kerja lingkup Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan dana yang disediakan Rp ,00 berupa uang operasional dengan realisasi Rp ,00 (71,01%) sehingga dapat dihemat biaya sebesar Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat terlaksana 100%. d. Kegiatan Pemeriksaan Khusus/Kasus Kegiatan yang ditetapkan untuk mensukseskan program ini adalah pemeriksaan khusus/kasus aparatur Pemerintahan Kabupaten Jembrana dan atau personil Pejabat Non Pemerintah yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah atas dasar perintah atasan atau pengaduan masyarakat, pelaksanaan kegiatan yang berkisar pelanggaran PP 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS, sedangkan pengaduan masyarakat sifatnya bervariasi. Capaian target kinerja 67 kasus, sehingga capaian kinerja 67/72 x 100% = 93,05%, yang meliputi : - Pemeriksaan kasus Aparatur (Disiplin PNS/Aparatur) 33 kasus - Pengawasan pengaduan masyarakat 34 kasus. Kasus kasus Aparatur hanya berkisar pelanggaran PP 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS, sedangkan kasus kasus pengaduan masyarakat bersifat variasi pemeriksaan khusus dapat terselesaikan dengan
239 228 baik dan tidak ada yang tertinggal dan laporannya telah disampaikan kepada Bapak Bupati Jembrana. Dana yang disediakan untuk kegiatan pemeriksaan khusus kasus Rp ,00 dengan realisasi Rp ,00 (79,06%) sehingga dapat dihemat biaya sebesar Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat berjalan 100%. e. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan, dilaksanakan setiap bulan, meliputi : Tabel 4.87 Hasil Kegiatan Monev Tahun 2011 NO BULAN KEGIATAN MONITORING REALISASI 1 Januari Laporan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan No.700/201/ITKAB, Tanggal 9 Maret Pebruari No. 700/284/ITKAB, Tanggal 31 Maret Maret No. 700/377/ITKAB, Tanggal 19 April April No. 700/473/ITKAB, Tanggal 20 Mei Mei No. 700/568/ITKAB, Tanggal 20 Juni Juni No. 700/676/ITKAB, Tanggal 25 Juli Juli No. 700/797/ITKAB, Tanggal 25 Agustus Agustus No. 700/854/ITKAB, Tanggal 22 September September No. 700/921/ITKAB, Tanggal 24 Oktober Oktober No. 700/1013/ITKAB, Tanggal 22 Nopember Nopember No. 700/1121/ITKAB, Tanggal 21 Desember Desember No. 700/1175/ITKAB, - Tanggal 30 Desember 2011 JUMLAH Paket Berdasarkan hasil laporan Kormonev APBD Kabupaten Jembrana selama periode 1 (satu) Tahun Anggaran 2011 disusun bertujuan untuk mengetahui beberapa hal antara lain :
240 Memantau perkembangan pelaksanaan pembangunan tiap bulan dari masing-masing SKPD khususnya belanja pembangunan. 2. Mengetahui penyerapan plafon anggaran dari masing-masing kegiatan tiap bulannya. 3. Mengetahui permasalahan yang dihadapi dari masing-masing kegiatan baik kendala administrasi keuangan maupun teknik pelaksanaan. Adapun ruang lingkup Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan pada Tahun Anggaran 2011 sampai periode Desember 2011, 676 kegiatan dengan nilai pagu Rp ,71 terdiri dari Belanja Langsung Rp ,91 dan Belanja Tidak Langsung Rp ,80 dengan realisasi akhir Desember Rp ,00, prosentase tingkat pencapaian fisik berkisar antara 79,76% dan prosentase anggaran berkisar antara 56,82%. Dana yang disediakan untuk kegiatan Kormonev Rp ,00 dengan realisasi Rp ,00 (97,53%) sehingga dapat dihemat biaya Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat terlaksana 100%. f. Kegiatan Monitoring Inpres No. 5 Tahun 2004 Kegiatan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2004 dan Kegiatan Kormonev Pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2004 yang melibatkan 27 orang personil dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp ,00 berupa Honor Tim dengan realisasi keuangan sebesar Rp ,00 (98,80%) sehingga dapat dihemat biaya Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%, yakni 2 Laporan Semesteran. g. Kegiatan Bintek-Bintek, meliputi : (1). Kegiatan Orientasi Sistem Pengendalian Internal dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp ,00 berupa biaya orientasi SKPD dengan realisasi sebesar Rp ,00 (91,92%) sehingga dapat dihemat biaya sebesar Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%.
241 230 (2). Kegiatan Bimbingan Teknis Lingkungan Pengendalian dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp ,00 berupa biaya bimbingan teknis bagi PPTK di SKPD. Realisasi keuangan sebesar Rp ,00 (92,65%) sehingga dapat dihemat biaya sebesar Rp ,00 sedangkan kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%. 2. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan keuangan a. Review Laporan Keuangan, meliputi : Kegiatan Reviu Laporan Keuangan Realisasi Pencapaian Kinerja Keuangan mencapai Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (100%) sedangkan kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%. b. Evaluasi LPPD dan LAKIP Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan LAKIP dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp ,00 dengan realisasi keuangan sebesar Rp ,00 (96,76%) sedangkan kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%. Berdasarkan atas Program Kegiatan dan Pencapaian sasaran/ kegiatan secara umum Laporan Inspektorat Kabupaten Jembrana telah berhasil mencapai sasarannya. Adapun faktor - faktor utama penyebab keberhasilan adalah : (1) Adanya komitmen pimpinan, dalam hal ini adalah Kepala Daerah yang sangat mendukung fungsi pengawasan dalam birokrasi Pemerintahan Daerah, dimana disiapkan dana yang memadai sehingga pelaksanaan tugas pemeriksaan dapat berjalan lebih lancar. (2) Terjadinya hubungan koordinasi yang mantap dan harmonis dengan para pimpinan unit kerja, yang memberikan dukungan yang memadai terhadap kepentingan fungsi pengawasan dalam unit organisasi yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan/ umpan balik untuk perbaikan, perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan sehingga dapat ditindaklanjuti tepat waktu. Permasalahan dan kendala lain yang dihadapi berkaitan dengan peningkatan Kinerja Inspektorat Kabupaten Jembrana dalam Tahun 2011 adalah kurangnya
242 231 Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, terutama dari sisi Disiplin Ilmu Aparatur yang dibutuhkan (di bidang Akuntansi, Teknik Sipil dan Arsitek). Di dalam mengantisipasi dan meminimalkan kendala dan permasalahan yang dihadapi, maka strategi pemecahan yang digunakan dimasa mendatang adalah : (1) Di Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia, disamping memohon tambahan SDM yang kompeten di bidang akuntansi dan teknik sipil/arsitek, juga secara bertahap mengadakan sinergi pengawasan dengan aparat fungsional pemerintah. (2) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dengan memanfaatkan faktor pendukung keberhasilan kinerja serta menekan sekecil mungkin faktor penghambat, dengan sasaran hasil hasil pengawasan yang dapat ditindaklanjuti secara tuntas. Pengelolaan Aset Daerah Dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah sesuai dengan ketentuan Undang Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan untuk tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah khususnya Kabupaten Jembrana harus dipahami secara menyeluruh dan sistematis. Pemahaman yang sistemis itu dititikberatkan kepada metode manajemen yang mengikuti standar yang lazim berlaku dalam organisasi manapun bilamana berkaitan dengan masalah pengelolaan barang milik daerah/kekayaan daerah. Dalam pengelolaan barang milik daerah ini mencakup kegiatan antara lain : - Perencanaan kebutuhan dan penganggaran - Pengadaan - Penerimaan, penyimpanan dan penyaluran - Penggunaan - Penatausahaan - Pemanfaatan - Pengamanan dan pemeliharaan - Penilaian - Penghapusan
243 232 - Pemindahtanganan - Pembinaan, pengawasan dan pengendalian - Pembiayaan - Tuntutan ganti rugi Dalam pandangan ini, seluruh barang/kekayaan milik daerah harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat di Daerah yang bersangkutan, Namun harus kita sadari juga bahwa semua barang dan kekayaan Daerah tersebut adalah merupakan milik Negara yang aturan perolehan, pengelolaan serta penghapusannya harus mengikuti standar yang bersifat nasional. Dalam inventarisasi barang milik daerah dengan melakukan pendataan,pencatatan dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. Barang milik daerah itu adalah barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Barang yang dimaksud meliputi : a. Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau sejenis. b. Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak. c. Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undang undang atau d. Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap. Tabel 4.88 Nilai Aset Pemerintah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 NO URAIAN Per 1 Januari 2011 Penambahan Pengurangan KlasifikasiAset Per 31 Desember Tanah , , , ,00 2 PeralatandanMesin , , , ,00 3 GedungdanBangunan , , , ,00 4 Jalan, Irigasidan Jaringan , , ,00 5 AsetTetapLainnya , , , ,00 TOTAL , , , ,00 Keteragan : Keadaan sebelum audit BPK
244 233 Bantuan Sosial Masyarakat Dalam rangka meningkatkan keberadaan organisasi-organisasi masyarakat agar lebih berperan aktif dalam pembangunan, pemerintah daerah senantiasa memberikan bantuan kepada organasiasi maupun kelompok masyarakat baik itu berupa hibah maupun dana bantuan sosial, dengan realisasi sebagai berikut : 1. Belanja Hibah Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/Organisasi Swasta dialokasikan dana sebesar Rp ,00 yang diperuntukkan kepada 22 lembaga, termasuk dana Bos dan untuk operasional SMA/SMK Swasta, dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau sebesar 99,61% 2. Belanja Bantuan Sosial Bantuan Sosial, merupakan bantuan yang diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Jembrana yang merupakan stimulan dan bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi dan sosial budaya yang diwujudkan dengan tingginya swadaya masyarakat. Dalam DPA Belanja Tidak Langsung pada Bagian Ekbangsosbud Setda Kabupaten Jembrana untuk Belanja Bantuan Sosial dialokasikan dana sebesar Rp ,00 (Tujuh belas milyar empat ratus empat juta empat ratus lima ribu rupiah), dengan realisasi sebesar Rp ,00 atau sebesar 87,08%, yang digunakan untuk: a. Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan sebesar Rp ,00 Bantuan Sosial organisasi kemasyarakatan dalam bentuk Bantuan Dana kepada yayasan-yayasan dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang ada baik di Kabupaten Jembrana atau di luar Kabupaten Jembrana yang terealisasi sebesar Rp ,00 atau sebesar 68,29% b. Bantuan Sosial kepada Kelompok Masyarakat sebesar Rp ,00 Bantuan Dana Sosial Kepada Kelompok Masyarakat diperuntukkan kepada Tempat ibadah/pura, Bantuan Dana Keagamaan, Bantuan Dana Kesenian dan Bantuan Dana untuk Kelompok Masyarakat Lainnya, dengan realisasi anggaran sebesar Rp ,00 atau sebesar 96,05%.
245 234 c. Bantuan Sosial kepada Anggota Masyarakat sebesar Rp ,00 Untuk Bantuan Sosial Kepada Anggota Masyarakat diperuntukkan kepada Sulinggih, Pemangku dan Anggota Veteran yang meninggal dunia, Anggota masyarakat penyandang masalah sosial, sakit atau korban bencana, santunan kepada anggota veteran setiap tanggal 17 Agustus dan santunan kematian untuk KTP yang tidak diasuransikan. Pada Bantuan Sosial kepada Anggota Masyarakat dapat direalisasikan anggaran sebesar Rp ,00 atau sebesar 74,24% 20.3 Administrasi Keuangan Daerah Pengelolaan keuangan daerah diarahkan untuk meningkatkan tertib administrasi keuangan agar memenuhi asas-asas transparansi dan akuntabilitas baik pada pendapatan daerah maupun belanja daerah yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan opini BPK terhadap laporan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pada tahun 2010 opini BPK terhadap Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah adalah Tidak Wajar, sedangkan pada tahun 2011 dengan berbagai upaya perbaikan terhadap system pengelolaan keuangan daerah diharapkan akan mempu meningkatkan opini BPK. Dalam pengelolaan pendapatan daerah, Pemerintah daerah senantiasa untuk meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli daerah melalui intensifikasi maupun ektensifikasi pendapatan asli daerah. Dalam rangka pelayanan masyarakat di bidang pajak daerah dan pajak non daerah telah dilaksanakan melalui berbagai program dan kegiatan yaitu : 1. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah yang terdiri dari 7 kegiatan yaitu: a. Penyebaran surat ketetapan pajak sementara (SKPS) pajak Hotel dan Restoran b. Penyusunan rancangan peraturan Daerah tentang pajak Daerah dan retribusi c. Gebyar PBB d. Intensifikasi dan Ekstensifikasi sumber sumber pendapatan daerah e. Sosialisasi PBB
246 235 f. Orientasi perpajakan g. Penyusunan pelaporan bulanan PAD dan PBB 2. Program pelayanan administrasi perkantoran terdiri dari satu kegiatan yaitu Penyediaan Jasa administrasi keuangan 3. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan dua kegiatan yaitu: a. Pengadaan peralatan gedung kantor b. Pengadaan mobelaer Besar alokasi Anggaran dan realisasi program dan kegiatan urusan wajib bagian pendapatan Tahun 2011 sebagai berikut : Tabel 4.89 Alokasi dan Realisasi Anggaran program Pendapatan Daerah No Uraian ANGGARAN (Rp.) KEU % I Program Peningkatan dan Pengembangan Keuangan Daerah 1 Penyebaran SKPS Pajak Hotel dan Restoran Penyusunan Rancangan Peraturan Daerag Tentang Pajak Daerah dan Retribusi 3 Gebnyar PBB Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan Daerah Sosialisasi PBB Orientasi Perpajakan Penyusunan Pelaporan Bulanan PAD dan PBB II Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan III Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Mobeleur Total Anggaran berikut : Hasil-hasil yang dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah sebagai 1. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah a. Kegiatan penyebaran SKPS Pajak Hotel dan Restoran yaitu: Belanja BBM untuk menyebarkan SKPS dan SKP rampung di lima Kecamatan, belanja cetak dan penggandaan, cetak nota penjualan 40
247 236 buku, DPD II/20; 197 buku, belanja makan minum, snack 90 kotak untuk lima kecamatan, nasi kotak 90 kotak. b. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah dan retribusi berupa Kerja sama penyusunan PraDraft ranperda retribusi daerah 1 paket, kerjasama penyusunan naskah akademik ranperda retribusi daerah 1 paket dan pemeliharaan sistem aplikasi PBB, BPHTB 1 paket c. Gebyar PBB Berupa pembelian ATK, hadian lomba, BBM, belanja penggandaan, belanja makan minum. d. Intensifikasi dan Ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan Daerah. Berupa pembelian ATK, BBM, cetak penggandaan, belanja makan minum. e. Kegiatan Sosialisasi PBB Berupa belanja BBM di lima kecamatan, Cetak belangko SSPD BPHTB 1 Th, KPPBB 55 1 F.R4 300 buku, pembuatan sepanduk ajakan membayar pajak 5 buah, belanja perjalanan dinas ke luar daerah 1 Th. f. Kegiatan Orientasi Perpajakan Berupa pembelian ATK, belanja transportasi dan akomodasi, belanja dekorasi pembuatan sepanduk, cetak dan penggandaan cetak sertifikat, fotocopy materi, belanja makan minum, konsumsi peserta. g. Penyusunan pelaporan bulanan PAD Dan PBB Berupa pembelian ATK, pembelian belangko dan materai, cetak penggandaan, cetak leaflet lembar. 2. Program pelayanan administrasi perkantoran dengan kegiatan Penyediaan Jasa administrasi keuangan untuk mendukung pelaksanaan adminsitrasi pengelolaan pendapatan daerah. 3. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur a. Pengadaan peralatan gedung kantor Berupa honorarium panitia pengadaan barang dan jasa, belanja barang yang akan di serahkan kepada masyarakat/pihak ketiga, belanja modal pengadaan komputer.
248 237 b. Pengadaan mobeleur Berupa pembelian almari 4 pintu 1 buah, almari arsip 2 buah, meja kerja setengah biro 5 buah, meja kerja 1 biro 2 buah, meja kerja KDH/WKDH 2 buah, meja rapat 1 buah, kursi kerja staf 5 buah, kursi kerja eselon IV 3 buah, kursi kerja eselon III 1 buah, kursi kerja eselon II 2 buah, pembelian rak 1 paket. Sedangkan dalam rangka pengelolaan terhadap belanja daerah dan tertib mewujudkan tertib administrasi keuangan daerah pada Bagian Keuangan Setda Kabupaten Jembrana dilaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut : Program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Program pelayanan administrasi perkantoran dengan kegiatan penyediaan alat tulis kantor. 2. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan dengan satu kegiatan penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran. 3. Program peningkatan dan pengembangan pengelola keuangan Daerah : a. Penyusunan rancangan peraturan Kepala Daerah tentang APBD. b. Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD. c. Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang perubahan APBD. d. Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD. e. Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. f. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD g. Pemeliharaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. h. Pemeliharaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan SKPD (SIADINDA) 4. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan kabupaten/kota dengan satu kegiatan pembinaan penatausahaan keuangan daerah.
249 238 Tabel 4.90 Alokasi dan Realisasi Anggaran Administrasi Keuangan Daerah Tahun 2011 No Uraian Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Fisik (%) Keu (RP) % A. Program pelayanan administrasi perkantoran 1 Belanja Alat Tulis Kantor ,00 100& ,00 96,81 B. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja 1 Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran ,00 100% ,00 94,95 Program peningkatan dan pengembangan C. pengelola keuangan Daerah 1 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD ,00 100% , Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah Tentang Penjabaran APBD ,00 100% ,00 94,76 3 Penyusunan rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD ,00 100% ,00 99,14 4 Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah Tentang Penjabaran Perubahan APBD ,00 100% ,00 94,59 5 Penyusunan rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD ,00 100% ,00 96,46 6 Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD ,00 100% ,00 96,48 7 Pemeliharaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIMAKDA) ,00 100% ,00 99,63 8 Pemeliharaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan SKPD (SIADINDA) ,00 100% ,00 99,78 E. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Daereah 1 Pembinaan Penatausahaan Keuangan Daerah ,00 100% ,00 92, Perangkat Daerah Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah membawa perubahan yang mendasar dalam sistem penyelenggaraan Pemerintahan dengan memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah sesuai dengan kewenangannya. Perubahan dalam sistem penyelenggaraan Pemerintahan membawa pula perubahan pada pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah, sehingga dengan prinsip otonomi daerah tersebut penyusunan perangkat daerah dapat disesuaikan menurut kebutuhan daerah.
250 239 Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam membentuk perangkat daerah mengacu kepada miskin struktur kaya fungsi, dalam artian struktur organisasi yang dibentuk agar dapat lebih efektif dan efisien dan sesuai dengan kebutuhan daerah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana beberapa kali mengalami perubahan yang sebelumnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2003 ditetapkan Perda Nomor 10 tahun 2003 dicabut dan diganti dengan Perda Nomor 2 tahun 2006 tentang Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana yang terdiri dari 7 Dinas, 2 Badan, 1 Kantor, Satuan Polisi Pamong Praja, Sekretariat Daerah yang terdiri dari 2 asisten dan 8 bagian, Sekretariat Dewan, Kecamatan dan Kelurahan. Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003, diperlukan adanya penyesuaian-penyesuaian sehingga Struktur Organisasi yang dibentuk berdasarkan Perda Nomor 10 tahun 2003 direvisi dengan Perda Nomor 3 tahun 2008 tentang Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana. Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana diatur dalam Perda ini terdiri dari 1 Badan, 1 Inspektorat, 7 Dinas, 7 Kantor, 1 Satuan Polisi Pamong Praja, Sekretariat Daerah yang terdiri dari 2 asisten dan 8 bagian, Sekretariat Dewan, Kecamatan dan Kelurahan. Setelah pemberlakuan Perda Nomor 3 tahun 2008 kurang lebih 2 (dua) tahun dari hasil evaluasi dan masukan dari beberapa SKPD, bahwa dalam melakukan konsultasi, koordinasi dan melaksanakan program pemerintah provinsi maupaun pemerintah pusat kurang berjalan harmonis. Hal ini disebabkan beberapa lembaga yang ada di pusat tidak dibentuk/terakomodasi di Kabupaten dan nomenklatur SKPD kurang sinkron dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dalam rangka mengoptimalkan perangkat daerah yang ada agar dapat melaksankan tugas dan fungsinya dilaksanakan Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur dengan Alokasi dan Realisasi Anggaran sebagai berikut :
251 240 Table 4.91 Alokasi dan Realisasi Anggaran Penataan Organisasi No Program/Kegiatan Anggaran 1. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Kegiatan Penyusunan Pedoman dan Petunjuk Pembinaan, Penataan Organisasi, Penataan Sistem, Metode dan Prosedur Kerja dalam Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana 2. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan Kegiatan ISO 9001 : 2000 Realisasi Fisik Keuangan % % % - 0% Dari Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur dilaksanakan kegiatan Kegiatan Penyusunan Pedoman dan Petunjuk Pembinaan, Penataan Organisasi, Penataan Sistem, Metode dan Prosedur Kerja dalam Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini dilakukan melalui pelaksanaan Evaluasi Kelembagaan. a. Melaksanakan Evaluasi Kelembagaan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam membentuk perangkat daerah mengacu kepada prinsip miskin struktur kaya fungsi, dalam artian struktur organisasi yang dibentuk agar dapat lebih efektif dan efisien, serta sesuai dengan karakteristik daerah. Perubahan Struktur Organisasi dimulai dari tahun 2000, 2003, 2006, 2008 dan terakhir tahun 2011 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun Adapun mengenai perubahan kelembagaan 5 lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2005 s/d 2010 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2006 mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan penyesuaian kelembagaan dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun Dengan berdasarkan pertimbangan hubungan koordinasi, konsultasi dan keharmonisan pelaksanaan program Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, maka dilakukan revisi kembali dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 yang secara efektif dilaksanakan Tahun 2012.
252 241 berikut : Untuk lebih jelasnya perubahan dimaksud dijabarkan dalam tabel sebagai Tabel 4.92 Perubahan Organisasi (SKPD) Pemkab Jembrana TAHUN 2000 Tahun 2003 Tahun 2006 Tahun 2008 Tahun 2011 A Setkretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekeretariat Daerah Sekretariat Sekretariat Daerah, Daerah, B Setkretariat DPRD Setkretariat DPRD Setkretariat DPRD Setkretariat DPRD Setkretariat DPRD C Dinas Daerah (9 Dinas) Dinas Daerah (7 Dinas) Dinas Daerah (7 Dinas) Dinas Daerah (7 Dinas) D Lembaga Teknis Lembaga Teknis Lembaga Teknis Lembaga Teknis Daerah Daerah Daerah Daerah BADAN : (2 Badan) BADAN : (2 Badan) BADAN : (2 Badan) BADAN : (1 Badan) Inspektorat Dinas Daerah (10 Dinas) Lembaga Teknis Daerah BADAN : (3 Badan) Inspektorat KANTOR : (9 KANTOR : (2 Kantor) KANTOR : (1 Kantor) KANTOR : (7 KANTOR : (6 Kantor) Kantor) Kantor) E RSU RSU RSU RSU RSU F Kecamatan (4) Kecamatan (4) Kecamatan (5 5 KECAMATAN 5 KECAMATAN Kecamatan) G Kelurahan (9) Kelurahan (9) Kelurahan (10 10 KELURAHAN 10 KELURAHAN Kelurahan) H Puskesmas (6) Puskesmas (6) I J Kadis Pend.Nasional (4) Gudang Farmasi Kadis Pend.Nasional(4) K BLK Usaha Kecil BLK Menengah L SKB SKB M UPT Dinas Pendidikan Nas. UPT Dinas Dikbudpar UPT Dinas Dikbudpar STAF AHLI UPT Dinas Dikporaparbud Kecamatan UPT. Balai Benih/Bibit Pertanian, Perkebunan dan Peternakan STAF AHLI b. Melaksanakan Rasionalisasi Pegawai Pelaksanaan Rasionalisasi pegawai dilakukan bertujuan untuk mengefektifkan pelaksanaan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) SKPD, sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dan pelaksanaan mutasi pegawai. Pelaksanaan Rasionalisasi yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati
253 242 Nomor 318/HOT/2008 tentang Penetapan Rasionalisasi Pegawai pada Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas, Badan, Kantor dan Satuan Pol. PP Kabupaten Jembrana, dimana penyusunan Rasionalisasi Pegawai dengan mempertimbangkan beban tugas, jabatan, kelembagaan, sarana dan prasarana serta wilayah. Untuk mendapatkan kajian akademis terhadap rasionalisasi dimaksud yang merupakan pelaksanaan dari analisis beban kerja dilakukan kerjasama dengan universitas Airlangga Surabaya pada Tahun Dalam mengefektifkan pelaksanaan tugas dan pengawasan terhadap pelaksanaan Tupoksi di masing-masing SKPD sampai ke tingkat staf, dilakukan penjabaran/pembagian tugas kepada seluruh staf di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan menempel di atas meja yang dilengkapi dengan papan nama serta foto pegawai. Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2011 tentang Pedoman Perhitungan Jumlah Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil untuk Daerah, maka Rasionalisasi dalam menentukan kebutuhan pegawai di masing-masing SKPD akan disesuaikan. Pelaksanaan penyesuaian dengan Permen PAN dan RB tersebut sudah dilakukan untuk menindaklanjuti adanya kebijakan pusat terkait dengan moratorium PNS dan hasilnya sudah di kirim ke BKN oleh Bagian Kepegawaian Setda. Kabupaten Jembrana. c. Sertifikasi ISO/SNI 9001:2001 ISO/SNI 9001:2001 merupakan standar pelayanan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, baik itu standar biaya, mutu dan waktu, sehingga masyarakat merasa adil untuk dilayani. Pelaksanaan kegiatan Sertifikasi ISO/SNI 9001:2001 dilakukan mulai tahun 2006 dengan tujuan untuk menyusun Standar Oprasional dan Prosedur Kerja (SOP) yang menyangkut standar kerja, standar biaya, standar mutu dan standar waktu. Adapun SKPD yang telah mendapat sertifikat ISO/SNI 9001:2001 yaitu Kantor Pelayanan Perijinan; Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi; Dinas Pendidikan, Pemuda Olah raga, Pariwisata dan Kebudayaan; Dinas
254 243 Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial; Inspektorat; Sekretariat Daerah; dan 4 Kecamatan. Dengan SOP yang dibentuk sesuai standar ISO/SNI 9001 : 2001, maka dalam memberikan pelayanan akan lebih memiliki kejelasan dan kepastian mengenai prosedur, standar waktu penyelesaian, persyaratan dan standar biaya. Sehubungan dengan adanya perubahan versi setandar ISO 9001 : 2001 ke versi 2001 : 2008 dan perubahan Peraturan Daerah tentang kelembagaan, maka kegiatan audit eksternal tidak dapat dilakukan di tahun 2011 dan akan dilaksanakan di tahun 2012 dengan pertimbangan efesiensi anggaran Kepegawaian Dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan daerah di bidang kepegawaian, dikelola oleh Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah. Secara konkrit dan operasional, arah kebijakan umum pembangunan kabupaten di bidang kepegawaian dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan pokok selama tahun 2011 sebagai berikut : 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan satu kegiatan Penyediaan jasa tenaga administrasi 2) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan kegiatan : a. Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Aparatur. b. Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan. c. Pendidikan dan pelatihan struktural bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah. 3) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur, dengan 13 kegiatan yaitu: a. Penyelesaian Karpeg, Karis/Karsu dan Taspen b. Pemberian penghargaan bagi PNS yang berprestasi dan penghargaan Satya Lencana c. Proses Penanganan Kasus-Kasus Pelanggaran Disiplin PNS d. Penyusunan Formasi e. Penataan pegawai dalam jabatan dan staf f. Pelaksanaan kenaikan pangkat g. Penataan pensiunan PNS
255 244 h. Pengembangan system kepegawaian i. Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan j. Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas k. Seleksi Penerimaan Calon PNS l. Orientasi SDM Aparatur tentang Manajemen Kepegawaian m. Orientasi SDM Aparatur tentang Mindseting Pada tahun 2011 alokasi dan realisasi anggaran untuk pelaksanaan urusan kepegawaian adalah sebagai berikut : No Tabel 4.93 Alokasi dan Realisasi Anggaran Kepegawaian Tahun 2011 Program/Kegiatan PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN a. Penyediaan jasa tenaga administrasi PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN APARATUR a. Penyelesaian Karpeg, Karis/Karsu dan Taspen b. Pemberian penghargaan bagi PNS yang berprestasi dan penghargaan Satya Lencana c. Proses Penanganan Kasus-Kasus Pelanggaran Disiplin PNS d. Penyusunan Formasi e. Penataan pegawai dalam jabatan dan staf f. Pelaksanaan kenaikan pangkat g. Penataan pensiunan PNS h. Pengembangan system kepegawaian i. Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan j. Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas k. Seleksi Penerimaan Calon PNS l. Orientasi SDM Aparatur tentang Manajemen Kepegawaian m. Orientasi SDM Aparatur tentang Mindseting PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBERDAYA APARATUR a. Pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi aparatur b. Sosialisasi peraturan perundang-undangan c. Pendidikan dan pelatihan struktural bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah Anggaran ( Rp ) 599,943, ,943,770 1,419,952,550 24,754,105 90,930,800 5,361,780 25,113,300 69,890,644 30,272, ,311,850 75,829,595 6,963, ,000, ,705,225 41,460,000 29,359,500 1,032,127, ,545,544 11,919,80 572,662,500 Realisasi Keuangan (Rp) % Fisik % 547,313, ,313, ,978,375 21,972,105 70,699,800 5,361,780 17,722,050 42,440,644 26,446, ,969,850 55,049,595 6,963, ,300,800 28,052, ,076, ,029,044 7,890, ,157, JUMLAH 3,052,024,164 2,206,368,
256 245 Dengan dukungan anggaran tersebut program dan kegiatan telah dapat dilaksanakan dengan baik yang dapat dilihat dari capaian terhadap indikator kinerja dibidang kepegawaian antara lain peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, pembinaan dan pengembangan aparatur, pengelolaan data kepegawaian maupun peningkatan prosentase pelayanan administrasi kepegawaian. Sasaran yang hendak dicapai dari pelaksanaan, program kegiatan dan anggaran urusan kepegawaian selama tahun 2011 sebagai berikut : 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan Penyediaan jasa tenaga administrasi capaian hasilnya adalah terpenuhinya kebutuhan tenaga khusus yang dibutuhkan oleh masing masing SKPD melalui pola out sourching. 2) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan kegiatan : 1. Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Aparatur dengan hasilnya adalah : a. Meningkatnya kompetensi manajerial PNS untuk bahan pertimbangan dalam pengembangan karir. b. Meningkatnya kompetensi peserta diklat dalam tugas sesuai dengan bidangnya untuk meningkatkan kinerja. Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur Daerah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana setiap tahun telah dialokasikan dana dalam APBD Kabupaten Jembrana yang dalam penjabarannya digunakan untuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut : Pelaksanaan Diklat Teknis Fungsional/Lokakarya/Seminar dan Sosialisasi sebanyak 38 orang. Test TPA/Psikotest CPNS, test toefl dan test kompetensi Guru sebanyak 3 orang. 2. Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan dengan hasilnya adalah : Meningkatnya kemampuan PNS untuk memahami peraturan perundangundangan. 3. Pendidikan dan pelatihan struktural bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah dengan hasilnya adalah :
257 246 Meningkatnya kompetensi manajerial PNS untuk bahan pertimbangan dalam pengembangan karir. Sampai dengan tahun 2011, Pegawai Negeri Sipil yang telah mengikuti Diklat Penjenjangan sebagai salah satu syarat untuk menduduki jabatan struktural sebanyak 539 orang, yang terdiri dari : - Diklatpim IV ( Sepada, Sepala, Adum, Adumla ) : 40 orang. - Diklatpim II ( Spamen ) : 1 orang 3) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur, dengan 13 kegiatan yaitu: 1. Penyelesaian Karpeg, Karis/Karsu dan Taspen dengan hasil tersedianya Karpeg, Karis/Karsu tepat waktu 2. Pemberian Penghargaan Bagi PNS yang Berprestasi dan Penghargaan Satya Lencana dengan hasil : Pemberian penganugerahan penghargaan kepada PNS yang memenuhi syarat guna memotivasi peningkatan prestasi dan kinerja pegawai, Untuk mendorong dan meningkatkan prestasi kerja serta untuk memupuk kesetiaan terhadap Negara maka kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah menunjukkan kesetiaan atau telah menunjukkan prestasi kerja diberikan penghargaan oleh Pemerintah. Penghargaan tersebut dapat berupa tanda jasa, penghargaan dan uang. Setiap tahun Pemerintah Kabupaten Jembrana telah memberikan Penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana berupa : a) Pemberian Penghargaan Setiap tahun anggaran dalam rangka untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maka kepada Pegawai Negeri Sipil yang berprestasi diberikan Penghargaan. Untuk tahun 2011 telah diberikan Penghargaan kepada 3 orang Pegawai Negeri Sipil yang memiliki prestasi tingkat Propinsi dengan mendapatkan tanda penghargaan dan uang penghargaan, kepada 3 orang tenaga medis yaitu : - 1 orang Juara I Tenaga Bidan dengan mendapat uang sebesar Rp ,00.
258 247-1 orang Juara I Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dengan mendapat uang sebesar Rp ,00-1 orang Juara II Tenaga Nutrisi dengan mendapat uang sebesar Rp ,00 Penghargaan juga diberikan untuk PNS dan CPNS berdasarkan jam kerja terbaik dan menunjukkan disiplin, dedikasi, loyalitas dan kinerja yang baik dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember Tahun 2011 sebanyak 57 orang, yang masing-masing orang diberikan uang penghargaan sebesar Rp ,00. b). Pemberian Satya Lencana Karya Satya Setiap tahun Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana telah memproses usul pemberian Penghargaan Satya Lencana Karya Satya untuk masa kerja 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Usul tersebut kemudian dikirimkan ke Departemen Dalam Negeri Jakarta untuk dapat diproses dan diterbitkan Piagam Penghargaan Satya Lencana Karya Satya. Untuk tahun 2011 telah diusulkan sebanyak 477 orang untuk memperoleh Satya Lencana Karya Satya. Namun sampai akhir Tahun 2011 dari usulan tersebut belum ada yang turun. 3. Proses Penanganan Kasus-Kasus Pelanggaran Disiplin PNS Tersedianya keputusan Bupati tentang pelanggaran disiplin PNS yang telah mendapat rekomendasi dari Inspektorat untuk penegakan disiplin sesuai dengan peraturan kepegawaian kepada PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Dalam rangka menegakkan disiplin Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, maka proses pemberian hukuman kepada Pegawai Negeri Sipil yang melanggar disiplin sesuai dengan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang telah diganti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang memuat tentang larangan dan kewajiban Pegawai Negeri Sipil yang harus ditaati.
259 248 Hukuman Disiplin adalah merupakan pembinaan yang dilakukan kepada Pegawai Negeri Sipil yang melanggar dengan tujuan untuk memperbaiki dan mendidik. Untuk melaksanakan pengawasan melekat (Waskat) dalam rangka penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah membentuk sistem kontrol bagi para Pegawai yang berkantor di Komplek Kantor Bupati Jembrana dengan membuat surat ijin keluar masuk kantor yang diketahui Kepala Unit Kerjanya dan dilaporkan kepada petugas yang berjaga di pintu keluar masuk Kantor Bupati Jembrana. Sedangkan pelaksanaan absensi kerja Pegawai dengan menggunakan Mesin Absen Hand Key, sehingga kehadiran Pegawai tidak dapat dimanipulasi karena menggunakan akses sidik jari. Untuk pengawasan dalam jam kerja dilaksanakan sidak pada jam kerja serta mulai tahun 2011 absensi telah menggunakan KTP SIAK. 4. Penyusunan Formasi Terseleksinya berkas pegawai honorer yang akan diangkat menjadi CPNS, agar berkas para pegawai honorer untuk dikirim ke BKN baik Jakarta maupun Regional sebagai syarat untuk diangkat menjadi CPNS 5. Penataan Pegawai Dalam Jabatan dan Staf Terlaksananya monitoring dan evaluasi pembinaan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mendapatkan masukan tentang permasalahan dalam pelaksanaan tugas pada SKPD, sebagai bahan kajian untuk diteruskan kepada Pimpinan. Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana menghimpun semua data-data kepegawaian bagi semua pegawai yang bekerja pada Pemerintah Kabupaten Jembrana berdasarkan Struktur Organisasi Kelembagaan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah terbentuk sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana.
260 249 Jumlah Sumber Daya Aparatur pada Pemerintah Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut : Tabel 4.94 Jumlah Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 No JENIS PEGAWAI JUMLAH Laki-laki Perempuan Total 1 Pegawai Negeri Sipil Calon Pegawai Negeri Sipil Sekretaris Desa (PNS) Pegawai Honor Daerah Jumlah total Berdasarkan kualifikasi pendidikan, sebagian besar PNS yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Jembrana berpendidikan S1 (45,20%) dan di urutan kedua berpendidikan SLTA (28,86%). Namun demikian potensi SDM aparatur tersebut belum sepenuhnya dapat mengisi kompetensi teknis yang dibutuhkan. Hal ini dimungkinkan karena pembinaan karir PNS belum sepenuhnya didukung sistem karir dan prestasi kerja, selain hal tersebut masih terdapat kesenjangan antara latar belakang pendidikan, keahlian dan kecakapan kerja dengan tugas yang dikelola. Namun demikian peningkatan kapasitas sumber daya aparatur secara terus menerus mengalami peningkatan khususnya PNS yang berpendidikan S2 sudah ada sebanyak 111 orang dan S3 1 orang. Hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana senantiasa memberikan kesempatan kepada PNS untuk meningkatkan pendidikannya kejenjang lebih tinggi dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Tabel 4.95 Jumlah Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kabupaten Jembrana Menurut Tingkat Pendidikan No PENDIDIKAN JUMLAH Laki-laki Perempuan Total 1 SD SMP SMA DI
261 250 No PENDIDIKAN JUMLAH Laki-laki Perempuan Total 5 DII DIII DIV S S S JUMLAH TOTAL Berdasarkan golongannya, PNS golongan IV pada Pemerintah Kabupaten Jembrana menempati posisi jumlah tertinggi, hal ini disebabkan karena sebagian besar PNS Golongan IV tersebut adalah pejabat fungsional seperti fungsional guru, pengawas sekolah, dokter, serta pejabat struktural eselon III ke atas. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa gol IV pada hakekatnya dilihat dari tugas pokok dan fungsi SKPD Kabupaten Jembrana sudah mencukupi. Sedangkan pegawai golongan I dan II sedikit namun dipandang masih dibutuhkan. jumlahnya lebih Tabel 4.96 Jumlah PNS Menurut Golongan Tahun 2011 No GOLONGAN JUMLAH L P TOTAL 1 Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV No JUMLAH JENIS KEPEGAWAIAN Tabel 4.97 Jumlah Pejabat Struktural JUMLAH L P TOTAL 1 Eselon II.a Eselon II.b Eselon III.a Eselon III.b Eselon IV.a Eselon IV.b Eselon V.a JUMLAH
262 251 Tabel 4.98 Jumlah Pejabat Fungsional NO JABATAN FUNGSIONAL JUMLAH L P TOTAL 1 Apoteker Arsiparis Asisten Apoteker Auditor Bidan Dokter Gigi Dokter Fisioterapis Guru Instruktur Nutrisionis Pengawas Benih Tanaman Pengawas Sekolah Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Penyuluh Kehutanan Penyuluh Keluarga Berencana Penyuluh Kesehatan Masyarakat Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Penyuluh Pertanian Perawat Perawat Gigi Perencana Pranata Laboratorium Kesehatan Pustakawan Radiografer Sanitarian Widyaiswara JUMLAH Pelaksanaan Kenaikan Pangkat. Hasil pelaksanaan kegiatan berupa terpenuhinya SK kenaikan pangkat, bagi PNS yang memenuhi syarat. Pada tahun 2011 ini ada sebanyak 829 Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana telah diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang dibagi menjadi 2 (dua) periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil yaitu Periode 1 April sebanyak 461 orang dan Periode 1 Oktober sebanyak 368 orang.
263 Penataan Pensiunan PNS. Hasil kegiatan berupa terbitnya SK pensiun tepat waktu untuk menghindari keterlambatan pengamprahan gaji pensiun. Pada tahun 2011, jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah memasuki masa pensiun sebanyak 231 orang, yang terdiri dari Pensiun Batas Usia, Pensiun Janda/Duda dan Pensiun Muda. 8. Pengembangan Sistem Kepegawaian Hasil kegiatan berupa terbangunnya SIMPEG dengan data kepegawaian yang akurat, untuk meningkatkan pelayanan administrasi bagi PNS Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui sistem komputerisasi melalui Sistem Manajemen Administrasi Kepegawaian (SIMPEG), 9. Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan Hasil kegiatan berupa tersedianya rekomendasi pertimbangan pengangkatan pejabat yang obyektif untuk menduduki jabatan, agar sesuai dengan kompetensi jabatan yang dibutuhkan dan ketentuan yang berlaku. 10. Pemberian Bantuan Tugas Belajar dan Ikatan Dinas Kegiatan ini tidak dilaksanakan sehubungan dengan tidak ada pegawai yang tugas belajar. 11. Seleksi Penerimaan Calon PNS dengan hasil : Kegiatan ini tidak dilaksanakan sehubungan dengan adanya moratorium PNS. ppda tahun 2011, sebagai tindak lanjut dari Surat Menpan dan RB Nomor 111.F/M.PAN-RB/07/2010 tanggal 21 Juli 2010 tentang Persetujuan Tambahan Formasi dan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002, maka ditetapkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan CPNS dari pelamar
264 253 umum yang mengatur mulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, penetapan kelulusan, permintaan Nomor Identitas Pegawai, sampai dengan pengangkatan menjadi CPNS. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka untuk tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Jembrana hanya melanjutkan proses penerimaan CPNS pada Tahun Orientasi SDM Aparatur tentang Manajemen Kepegawaian dengan hasil Meningkatnya pemahaman aparatur tentang manajemen kepegawaian 13. Orientasi SDM Aparatur tentang Mindseting dengan hasil Meningkatnya SDM aparatur terhadap pola pikir dalam melaksanakan tugas. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan kepegawaian antara lain masih lambatnya proses administrasi kepegawaian karena disamping melibatkan instansi lain seperti Badan Kepegawaian Negara, Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian PAN dan RB dan juga Sekretariat Negara, juga karena kewenangan Bagian Kepegawaian terbatas (tidak merupakan SKPD) sehingga proses penyelesaian administrasi kepegawaian seperti kenaikan pangkat, pengangkatan CPNS, pensiun PNS, penyelesaian Karpeg, Karis/Karsu sering tidak tepat waktu, disamping itu juga mengingat SDM pengelola kepegawaian yang terbatas, data base kepegawaian yang masih belum lengkap, masih kurangnya kesadaran PNS untuk melengkapi data PNS, masih banyak yang melengkapi data saat diperlukan saja, serta masih banyaknya peraturan perundang-undangan dibidang kepegawaian yang belum dipahami oleh pengelola kepegawaian. Terhadap permasalahan tersebut solusi yang diambil adalah melakukan sosialisasi terhadap peraturan perundang-undangan dibidang kepegawaian secara berkala khususnya terhadap PNS pengelola kepegawaian dengan melibatkan pihak BKN selaku instansi Pembina bidang kepegawaian, secara berkelanjutan melengkapi data kepegawaian agar dapat tersaji dalam Sistem Informasi Kepegawaian yang lengkap dan akurat serta secara berkala melaksanakan diklat teknis khususnya bidang kepegawaian sehingga proses administrasi kepegawaian dapat diselesaiakan tepat waktu.
265 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Sejalan dengan paradigma Desentralisasi dan Otonomi Desa sebagaimana diamanatkan dalam UU. No. 32 Tahun 2004 dan PP. No. 72 Tahun 2005 adalah dimaksudkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan dan pemberian pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa itu sendiri. Secara konsepsional pemberdayaan masyarakat mengandung dua substansi pokok yakni ; pemberian kekuasaan atau kewenangan kepada masyarakat agar memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan untuk membangun diri dan lingkungannya (to give power/authority), dan meningkatkan kemampuan atau daya beli masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi diri dan lingkungannya secara optimal (to give ability/anable). Kebijakan pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam seluruh aspek kehidupannya, agar masyarakat mampu memperoleh dan memanfaatkan hak-haknya meliputi bidang ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan. Sedangkan sasaran pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan pembangunan yang bertumpu pada partisipasi masyarakat, disertai dengan meningkatnya kapasitas Pemerintahan Desa sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan Desa/Kelurahan hal-hal krusial yang perlu terus dilakukan penguatan baik dari segi kelembagaan, SDM, manajemen/leadership maupun administrasi pemerintahan desa/kelurahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) yaitu taat asas, transparan, akuntabel, parisipatif, efisien dan efektif. Pemerintahan Kabupaten Jembrana dalam upaya mewujudkan visi Masyarakat yang Sejahtera menempatkan pemerintahan desa/kelurahan pada posisi yang sangat strategis. Dalam konteks paradigma desentralisasi pemerintahan desa (bahkan kelurahan dalam hal tertentu) telah menetapkan kebijakan dan strategi untuk terus mendorong terwujudnya otonomi desa yang semakin nyata dan
266 255 bertanggung jawab disertai dengan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan secara konsisten dan gradual sesuai dengan kemampuan daerah maupun kesiapan masyarakat /desa itu sendiri. Pemberdayaan masyarakat dikemas kedalam suatu program-program dan kegiatan-kegiatan yang lebih banyak bersifat pembelajaran dan pengembangan partisipasi masyarakat, dimana pemerintah hanya sebagai fasilitator dan dinamisator, yang berdampak kepada semakin meningkatnya kemandirian masyarakat. Sasaran yang ditetapkan oleh Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sebagai penjabaran dari tujuan Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa adalah sebagai berikut : 1. Terwujudnya peningkatan pengembangan lembaga ekonomi perdesaan yang mantap dan mandiri. 2. Terwujudnya peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan. 3. Terwujudnya peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa. 4. Terwujudnya kelembagaan dan manajemen pemerintahan desa yang baik. 5. Terwujudnya pengembangan kelembagaan masyarakat desa yang dinamis dan mandiri. 6. Terwujudnya aparatur pemerintah desa yang profesional dan pelayanan prima. 7. Terwujudnya pengelolaan kekayaan dan keuangan desa secara transparant dan akuntabel. 8. Terwujudnya sistem administrasi desa yang modern. 9. Terwujudnya manajemen pelayanan administrasi perkantoran yang prima Kebijakan merupakan ketentuan-ketentuan dari Kepala Kantor yang akan dijadikan pedoman dan petunjuk bagi setiap kegiatan pada Kantor PMD. Setiap tahun dalam Perencanaan Strategis ditetapkan sebuah kebijakan Kantor PMD Kabupaten Jembrana sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Kebijakan untuk mencapai sasaran ditempuh melalui : 1. Meningkatkan pengembangan lembaga ekonomi perdesaan. 2. Peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan.
267 Meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam membangun desa. 4. Meningkatkan peran kelembagaan dan manajemen pemerintahan desa. 5. Meningkatkan kualitas aparatur pemerintah desa. 6. Mewujudkan pengelolaan kekayaan dan keuangan desa secara transparant dan akuntabel. 7. Meningkatkan sistem administrasi desa yang modern. 8. Meningkatkan sistem pelayanan administrasi yang prima 21.1 Program dan Kegiatan Beberapa program dan paket kegiatan yang dilaksanakan dalam urusan pemberdayaan masyarakat dan desa dengan dukungan dana APBD II, adalah sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Kegiatan Penyediaan jasa surat menyurat b. Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional c. Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja d. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor e. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan f. Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor g. Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor h. Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman i. Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke luar Daerah 2. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur dengan Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 3. Program Peningkatan Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD 4. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan, terdiri dari kegiatan : a. Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Masyarakat b. Kegiatan Pembinaan Kelas Pokmas
268 Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa a. Kagiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa b. Kegiatan Pemberian Stimulan Pembangunan Desa c. Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu d. Kegiatan Perlombaan Desa/Kelurahan e. Kegiatan PAP-P2SPP f. Kegiatan Posyandu 6. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa a. Kegiatan Fasilitasi Penyusunan dan Evaluasi APBDes b. Kegiatan Pemilihan Perbekel c. Kegiatan Pembinaan Administrasi Desa/Kelurahan d. Kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Penggunaan DAU Desa e. Kegiatan Bintek Tata Kelola Keuangan dan Aset Desa untuk sekretaris Bendahara desa f. Kegiatan Penggandaan buku agenda, biodata pemerintah Desa/Kelurahan dan perangkat desa serta kumpulan peraturan tentang desa/kelurahan g. Kegiatan pembinaan penyusunan profil desa/kelurahan 7. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan a. Kegiatan Pembinaan BUMDes b. Kegiatan Pembinaan dan pengembangan usaha pokmas dan lembaga ekonomi perdesaan 21.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi Anggaran untuk Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa adalah sebagai berikut : Tabel 4.99 Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa NO. Program/Kegiatan Anggaran A Pelayanan Administrasi Perkantoran Realisasi Rupiah Fisik(%) Keu(%) 1 Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional ,81
269 258 NO. Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Rupiah Fisik(%) Keu(%) 3 Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja ,03 4 Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke luar Daerah B Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur 1 Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional C Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 1 Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD D Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 1 Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Masyarakat Kegiatan Penilaian Kelas Pokmas E Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa 1 Kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam Membangun Desa ,9 2 Kegiatan Pemberian Stimulan Pembangunan Desa Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu ,3 4 Kegiatan Perlombaan Desa/Kelurahan ,4 5 Kegiatan PAP-P2SPP Kegiatan Pembinaan Posyandu F. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa 1 Kegiatan Fasilitasi Penyusunan dan Evaluasi APBDes Kegiatan Pemilihan Perbekel Kegiatan Pembinaan Administrasi Desa/Kelurahan Kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Penggunaan DAU Desa Kegiatan Bintek tata kelola keuangan dan aset desa untuk sekretaris dan bendahara desa Kegiatan Pengadaan buku agenda, biodata pemerintah desa/kelurahan dan perangkat desa serta kumpulan peraturan tentang desa/kelurahan Kegiatan pembinaan penyusunan profil desa/kelurahan G. Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan 1 Kegiatan Pembinaan BUMDes ,44 2 Kegiatan Pembinaan dan pengembangan usaha pokmas dan lembaga ekonomi perdesaan
270 259 A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program ini terdiri dari 9 kegiatan antara lain Penyediaan jasa surat menyurat, Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional, Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja, Kegiatan Penyediaan Alat Tulis, Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor, Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor, Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman, dan Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke luar Daerah. Seluruh kegiatan telah dapat dilaksanakan sesuai target dan kebutuhan administrasi kantor dapat dipenuhi. B. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Terdiri dari Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional untuk memenuhi sarana mobilitas kantor dan kelancaran tugas-tugas kedinasan C. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan terdiri dari Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD telah dapat direalisasikan sesuai target berupa penyusunan laporan-laporan dari setiap kegiatan yang dilaksanakan dengan tepat waktu. D. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 1. Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Masyarakat di Kabupaten Jembrana. Sasaran utama kegiatan ini yaitu meningkatnya keberdayaan kelembagaan usaha dan sosial ekonomi masyarakat dengan Indikator Kinerja Utama sasaran ini adalah Desiminasi terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan target 5 kelompok dan terealisasi 5 kelompok (100%). Bentuk kegiatan yaitu pembinaan terhadap kelompok pelaksanan TGG serta penilaian lomba kelompok pelaksanan TTG. Adapun realisasi dari kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Masyarakat di Kabupaten Jembrana yaitu adanya kelompok Teknologi Tepat Guna yang mengikuti lomba TTG tingkat Provinsi dengan hasil pada tahun 2011 lomba TTG tingkat
271 260 Kabupaten juara I Kelompok Galang Kangin, Banjar Adnyasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya dan berhak mewakili Kabupaten Jembrana lomba TTG Tingkat Provinsi Tahun Kegiatan Penilaian Kelas Pokmas Bentuk kegiatan yaitu pembinaan terhadap kelompok masyarakat serta penilaian kelompok. Dalam rangka mendorong usaha masyarakat dilakukan melalui Pemberdayaan Kelompok Masyarakat, khsusnya kelompok keluarga miskin antara lain dengan memberikan fasilitasi pembinaan manajemen, akses permodalan usaha, teknologi dan pasar, dimana dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan jumlah pokmas sebesar 724 Pokmas (43,3%) yang semula sebanyak pada tahun 2005 berkembang menjadi pada tahun 2011 dengan keragaan pokmas sebagai berikut : Tabel Perkembangan Pokmas di Kabupaten Jembrana No Uraian Pokmas Pemula Pokmas Lanjut Pokmas Madya Pokmas utama Jumlah E. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 1. Kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa di Kabupaten Jembrana. Kegiatan yang dilaksanakan dengan membangun Gerakan Gotong Royong di masing-masing Desa/Kelurahan yang pelaksanaannya setiap minggu I (pertama) setiap bulannya sebagai upaya untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur dan semangat Gotong masyarakat yang sudah mulai berkurang. Sejak tahun pertama dilaksanakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat sampai tahun 2011 partisipasi masyarakat terus bertambah, baik dari kehadiran dan hasil lapangan dimana setiap tahunnya jumlah
272 261 Desa/Kelurahan sebagai predikat Desa/Kelurahan Gotong Royong (mendapat bendera putih) terus meningkat, pada Tahun 2007 jumlah desa/kelurahan yang mendapat bendera putih sebanyak 34 dan pada tahun 2011 naik menjadi 43 Desa/Kelurahan atau terjadi peningkatan sebanyak 9 Desa/Kelurahan (26%), seperti tabel berikut : Tabel Hasil Pelaksanaan Gotong Royong Masyarakat No Uraian Bendera Putih Bendera Merah Bedera Hitam Jumlah Desa/Kel Keterangan : bendera putih : desa/kelurahan gotong royong bendera merah : desa/kelurahan harapan bendera hitam : desa/kelurahan binaan Kegiatan Pemberian Stimulan Pembangunan Desa Kegiatan PPK (PNPM-MP) sebagai wahana pembelajaran pembangunan partisipatif dengan menerapkan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat (DOUM) mulai dari penggalian gagasan, perencanaan, melaksanakan/ merealisasikan sampai dengan pelestariannya yang ditunjukan dengan peningkatan partisipasi masyarakat, dimana dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan jumlah pelaksanaan MAD sebesar 9 kali (25%) yang semula sebanyak 36 kali pada tahun 2005 berkembang menjadi 45 kali pada tahun Untuk jumlah pelaku PNPM MP selama lima tahun terakhir terjadi penambahan 51 orang (44%) yang semula sebanyak 114 orang pada tahun 2005 menjadi 165 orang pada 2011, sedangkan dilihat dari partisipasi masyarakat dalam mengikuti musyawarah terjadi peningkatan sebanyak orang (22,6%) yang semula orang pada tahun 2005 bertambah menjadi orang pada tahun 2011, seperti pada tabel berikut :
273 262 TAHUN Tabel Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Musdes Musdes (kali) Musy. Antar Desa (kali) Pelaku (orang) Masyarakat yg Terlibat (orang) NO Selain itu juga untuk tahun 2011, hasil kegiatan yang dicapai yaitu meningkatnya peran Kader Pemberdyaan Masyarakat Desa (KPMD) dan Pendamping Lokal (PL) di Kabupaten Jembrana sebanyak orang KPMD dan 5 orang PL. 3. Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu. Seiring dengan inovasi dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jembrana jumlah KK miskin yang ada di Kabupaten Jembrana terus dapat diturunkan sejak Tahun 2005 yang semula KK atau jiwa, sampai dengan akhir Tahun 2010 telah dapat diturunkan menjadi KK, seperti pada tabel berikut: Tabel Angka Kemiskinan Kabupaten Jembrana JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PENDUDUK NO KECAMATAN MISKIN PROSENTASE KK ORANG KK ORANG KK ORANG 1 JUMLAH TAHUN , ,65 2 JUMLAH TAHUN , ,956 3,943 11, JUMLAH TAHUN , ,729 5,727 17, JUMLAH TAHUN , ,218 5,386 17, JUMLAH TAHUN , ,184 6,502 21, JUMLAH TAHUN , ,403 6,999 23, Dilihat dari table diatas Kabupaten Jembrana telah mampu menurunkan jumlah KK dan penduduk miskin dari tahun 2005 sampai dengan akhir tahun 2010 sebesar KK dan jiwa.
274 Kegiatan Perlombaan Desa/Kelurahan Kabupaten Jembrana setiap tahunnya selalu mengadakan Perlombaan Desa/Kelurahan, selain itu untuk menambah wawasan dan pengetahuan juga untuk meningkatkan kinerja Desa/Kelurahan, dengan hasil pada Tahun 2011 mengikuti lomba Desa Tingkat Provinsi diwakili oleh desa Yeh Sumbul, memperoleh Juara II dan lomba Kelurahan Tingkat Provinsi diwakili oleh Kelurahan Pendem, memperoleh Juara VII. 5. Kegiatan PAP-P2SPP Bentuk dan hasil kegiatan PAP-P2SPP tahun 2011 yaitu: Terlaksananya pelatihan (PJOK, BKAD dan Setrawan) Terlaksananya pelatihan bagi tenaga pelatih masyarakat Terlaksananya orientasi lapangan di Kecamatan Sentalo Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Terlaksananya monev kegiatan se kabupaten jembrana Diterbitkannya Petunjuk Operasional PNPM Integrasi Terlaksananya Rakor dengan pelaku PNPM di Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan Terlaksananya workshop PNPM Integrasi Terlaksananya perjalanan dinas dalam rangka rakornas PNPM, Bintek SAI, Konsultasi dan Rekonsiliasi laporan SAI. 6. Kegiatan Pembinaan Posyandu. Bentuk kegiatan yaitu pembinaan dan bimbingan teknis bagi kader posyandu. Perkembangan posyandu posyandu sampai tahun 2011 seperti pada tabel berikut : Tabel Klasifikasi Posyandu di Kabupaten Jembrana No Uraian Posyandu Pratama Posyanadu Madya Posyandu Purnama Posyandu Mandiri JUMLAH
275 264 F. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa 1. Kegiatan Fasilitasi Penyusunan dan Evaluasi APBDes Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman pengelolaan Keuangan Desa dilakukan fasilitasi dan monitoring secara intensif kepada seluruh desa di Kabupaten Jembrana sehingga seluruh desa di Kabupaten Jembrana. Proses penyusunannya diawali dengan pembuatan RPJMDesa, ditindaklanjuti dengan RKPDesa kemudian Perhitungan anggaran dan dituangkan dalam Peraturan Desa tentang APBDesa. Bentuk kegiatan berupa pembinaan yang dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam setahun ke masing masing Desa se Kabupaten Jembrana 2. Kegiatan Pemilihan Perbekel di Kabupaten Jembrana tidak terealisasi karena pada tahun 2011 tidak ada pergantian perbekel. 3. Kegiatan Pembinaan Administrasi Desa/Kelurahan. Kegiatan yang telah dilaksanakan terkait pembinaan Administrasi Desa sesuai dengan permendagri Nomor 32 tahun 2006 tentang pedoman administrasi Desa dan sesuai dengan permendagri Nomor 34 tahun 2007 tentang pedoman administrasi kelurahan telah kita laksanakan dengan membentuk Tim Monitoring dan evaluasi Administrasi Desa/Kelurahan, yang pelaksanaannya dilaksanakan setiap tahun dengan sasaran seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana. Tabel Perkembangan Tertib Administrasi Desa/Kelurahan TERTIB ADMINISTRASI NO TAHUN BELUM TAHAP JUMLAH LENGKAP MELENGKAPI LENGKAP Kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Penggunaan DAU Desa Bentuk kegiatan berupa pembinaan yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun. Sejak tahun 2007 pemerintah Kabupaten Jembrana telah
276 265 menganggarkan Dana Alokasi Umum desa yang merupakan bagian dari hasil pajak, bagi hasil retribusi dan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan Daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota dimana untuk Desa paling sedikit 10%(sepuluh persen) atau yang biasa disebut Alokasi Dana Desa (ADD) yang dialokasikan dengan tujuan keadilan dan pemerataan kemampuan keuangan Desa untuk membiayai kebutuhannya. Tabel Perkembangan Alokasi ADD dan Bagi Hasil Pajak NO TAHUN ADD BAGI HASIL PAJAK ,243,345, ,638, ,243,345, ,638, ,088,445, ,638, ,830,000, ,638, ,974,507,853 5,039,983, Kegiatan Bintek Tata Kelola Keuangan dan Aset Desa berupa bimbingan teknis bagi Sekretaris dan Bendahara Desa. 6. Kegiatan Pengadaan Buku Agenda, Biodata Pemdes/Kel. Dan Perangkat Desa serta Kumpulan Peraturan Perundangan tentang Desa/Kelurahan di Kabupaten Jembrana. 7. Kegiatan Pembinaan Penyusunan Profil Desa/Kelurahan berupa pembinaan penyusunan profil desa/kelurahan. G. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan 1. Kegiatan Pembinaan BUMDes Dengan melakukan pembinaan intensif manajemen BUMDes diharapkan Tabel Jumlah BUMDes di Kabupaten Jembrana No Tahun Jumlah Desa Jumlah BUMDES dan kontinu untuk pemantapan % 95,2% 95,2% 95,2% 95,2 % 95,2%
277 Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kelompok Ekonomi Masyarakat dan Lembaga Ekonomi Pedesaan tidak terealisasi karena belum ada aturan/regulasi tentang penggunaan Dana Bergulir 21.3 Permasalahan dan Solusi Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Permasalahannya antara lain : 1. Pengetahuan dan Keterampilan pemanfaatan TTG yang telah diberikan kepada masyarakat belum sepenuhnya diterapkan dalam pngelolaan usaha, sehingga nilai tambah yang didapatkan belum optimal 2. TTG yang diterapkan oleh Pokmas belum sepenuhnya merupakan rekayasa murni Pokmas (merekayasa yang sudah ada) sehingga produk yang dihasilkan memiliki spesifikasi yang hampir sama sehingga daya saingnya kurang optimal. Solusinya : 1. Rekayasa sosial dan perancangan bangunan teknologi melalui lomba Pokmas pelaksana TTG, Desiminasi TTG dan Pembinaan pembinaan 2. Melibatkan Pokmas Berprestasi dalam Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional agar lebih banyak mendapatkan informasi dan perbandingan inovasi TTG untuk mendorong rekayasa TTG spesifik lokasi. Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu Permasalahannya adalah Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi Posyandu baik di tingkat Kabupaten dan Kecamatan belum berjalan secara bersinergi. Solusinya dengan melakukan Koordinasi lintas sektoral dan lintas pelaku dalam upaya pemantapan sistem layanan Posyandu, baik ditingkat banjar/lingkungan, Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten. Kegiatan Pembentukan Percontohan BUMDes Permasalahannya adalah Belum maksimalnya pembinaan lembaga BUMDes dan BUMDes yang telah terbentuk sebagian besar masih memiliki modal kerja yang terbatas dan kegiatan usaha berupa simpan pinjam. Solusinya antara lain : 1. Memberikan fasilitasi berupa rekomendasi untuk mendapatkan permodalan dari pihak perbankan maupun sumber sumber permodalan lainnya yang tidak memberatkan.
278 Sesuai amanat Pasal 23 Perda Nomor 21 Tahun 2001, modal BUMDes diupayakan dari penyertaan Desa dari kekayaan yang dipisahkan, berupa penyertaan modal dari ADD, menggiatkan tabungan masyarakat, pinjaman, kerjasama bagi hasil dengan pihak lain. 3. Melakukan bintek pengelolaan, pembinaan dan pengawasan menajemen, administrasi dan usaha secara berkala serta berkesinambungan. Kegiatan Pemberian Stimulan Pembangunan Desa Permasalahannya adalah sebagai berikut : 1. Penyediaan anggaran untuk mengurangi pencapaian angka kemiskinan terbatas. 2. Masih tendahnya tingkat koordinasi pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat di tingkat Desa/Kelurahan dari perencanaan sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan Desa. 3. Kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi swadaya dalam membangun desa masih relatif rendah Solusi yang ditempuh : 1. Mensyaratkan pelibatan Gakin dalam setiap kegiatan penanggulangan kemiskinan di lapangan, sehingga pelaksanaan kegiatan tepat sasaran 2. Melakukan Pemantauan/Monitoring kegiatan oleh tim koordinasi kabupaten secara berkala untuk memberikan solusi dan arahan teknis sesuai dengan masalah dan kendala yang dihadapi di lapangan. Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu Permasalahannya adalah : 1. Kecilnya sumber pendanaan yang ada untuk alokasi penanggulangan kemiskinan. 2. Rendahnya komitmen masyarakat dalam membantu rumah tangga miskin terbukti masih adanya kecemburuan social terhadap pelaksanaan program yang memihak Rumah Tangga Miskin 3. Rendahnya pengetahuan, keterampilan dan jira kewirausahaan di kalangan KK Miskin Solusinya antara lain : 1. Pemantapan Inklusi sosial kepada semua pihak terutama terhadap tokoh tokoh
279 268 masyarakat untuk meminimalisir adanya kecemburuan sosial terhadap program penanggulangan kemiskinan. 2. Perlu adanya keterpaduan program penanggulangan kemiskinan yang di implementasikan kedalam dana cost sharring baik ditingkat pusat, provinsi maupun ditingkat Kabupaten. 3. Membimbing dan pendampingan terhadap KK Miskin oleh Tim Posyandu secara berkelanjutan Kegiatan Gerakan Gotong Royong Masyarakat Permasalahannya adalah Tingkat kesadaran masyarakat untuk bergotong royong Belum maksimal baik dari hasil kegiatan maupun kehadiran di lokasi kegiatan dan Secara fisik gotong royong sebagian besar masih terbatas pada pembersihan jalan dan Belum menyentuh permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Solusi yang ditempuh anta lain melakukan monitoring pelaksanaan gotong royong dangan membentuk Tim Pemantauan, Evaluasi Gotong Royong Tingkat Kabupaten secara berkala setiap bulan, melakukan pembinaan ke-desa/kelurahan untuk memantapkan pelaksanaan gotong royong. Kegiatan Perlombaan Desa/Kelurahan Permasalahannya adalah Pemahaman perangkat desa dalam menata administrasi desa masih relatif rendah dan Pengisian profil desa/kelurahan yang merefleksikan potensi dan perkembangan pembangunan belum dilaksanakan secara akurat, tertib dan berkesinambungan. Solusinya adalah dilakukan pembinaan pengisian buku administrasi desa/kelurahan dan dilakukan bintek profil desa/kelurahan. Kegiatan Fasilitasi Penyusunan dan Evaluasi APBDes Permasalahannya adalah Rendahnya kemampuan pemerintahan desa dalam menyusun APBDes. Solusinya dilakukan Desk bimbingan dan evaluasi rancangan APBDes. Kegiatan Pemilihan Perbekel Permasalahannya adalah Kurang sosialisasi terhadap masyarakat, pada saat pemilihan masih banyak masyarakat kurang paham terhadap sistem pemilihan terkait mencoblos, musyawarah atau e-voting. Solusinya dilakukan bimbingan, fasilitasi, sosialisasi dan bantuan kepada Desa yang melakukan pemilihan Perbekel.
280 269 Kegiatan Pembinaan Administrasi Desa/Kelurahan permasalahannya Administrasi desa Belum tertib, Laporan administrasi desa setiap bulan tidak tepat waktu. Solusinya adalah melakukan monitoring dan Pembinaan pengisian administrasi desa secara berkala dan memberikan bantuan buku buku administrasi Desa. Kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Penggunaan DAU Desa Permasalahannya masih ada desa yang melaksanakan kegiatan tidak mengacu kepada APBDes dan Volume kegiatan tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Solusinya melakukan Monitoring dan Pembinaan langsung kelapangan terhadap pemanfaatan/kegiatan yang dibiayai DAU Desa dan bintek pemanfaatan DAU Desa kepada perangkat Desa,BPD dan LPM. 22. SOSIAL Program dan Kegiatan. Program yang dilaksanakan pada urusan sosial yaitu program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial dengan kegiatan Kesejahteraan Sosial Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pelayanan dan Rehabilitasi Urusan Sosial dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Kesejahateraan Sosial Kabupaten Jembrana, menyelenggarakan satu program dilaksanakan dengan baik sesuai target yang direncanakan. yang telah dapat Adapun Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan baik fisik maupun keuangan adalah sebagai berikut : Tabel Alokasi dan Realisasi Program/Kegiatan Urusan Sosial Tahun 2011 NO. URAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN ANGGARAN REALISASI FISIK ( % ) KEUANGAN (Rp) % 1. Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan ,00 98, ,00 98,66 % Sosial Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial ,00 98, ,66 % Hasil-hasil pelaksanaan kegiatan Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial adalah sebagai berikut :
281 Pemulangan Orang Terlantar ke Daerah asalnya : 71 Orang ( 59,27 % ) dari target 120 Orang. 2. Pembinaan dan Pemulangan WTS/Gepeng : 79 Org (79,00%) dari target 100 org. 3. Tatap muka dan pemberian bingkisan kepada Anggota Veteran dan Pejuang Kemerdekaan : 300 Orang ( 100,00 % ) dari target 300 Orang. 4. Sosialisasi Program Raskin : 80 Orang ( 100 % ). 5. Pemberian Bantuan Paket Kebutuhan Pokok bagi Penduduk Miskin Lanjut Usia/Jompo : Paket (100 %) Dalam pelaksanaan Kegiatan Kesejahteraan sosial juga telah ditetapkan standar sebagai tolok ukur kinerja dengan jumlah 6 Tolok ukur sesuai dengan Peraturan Mentri Sosial Nomor : 129/HUK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Sosial di Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota. Hasil pelaksanaan Kegiatan Bidang Sosial dalam tahun 2011 dapat ditunjukkan melalui pencapaian Standar Pelayanan Minimal sebagai berikut : Tabel Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Urusan Sosial Tahun 2011 No. INDIKATOR HASIL 1. Pahlawan / Perintis Kemerdekaan : a. Persentase Pahlawan / Perintis Kemerdekaan (Janda/ duda) mendapat pelayanan 100 % b. Kabupaten / Kota mempunyai TMP/TP / PK memadai dan terpelihara 100 % 2. Pelayanan Kesejahteraan Sosial Lansia : a. Persentase Lansia Terlantar mendapat pelayanan 100 % 3. Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat (PACA) : a. Persentase Paca yang dilayani 100 % b. Minimal 1 LSM yang menangani Paca di setiap Kab/ Kota 100 % 4. Pemberdayaan Keluarga Miskin : a. Persentase Keluarga Miskin yang dilayani 100 % 5. Pemberdayaan Potensi Kesejahteraan Sosial : a. Pembentukan Wahana Karang Taruna di setiap Desa / Kelurahan 100 % b. Persentase KT yang melaksanakan usaha Kesejahteraan Sosial 100 % 6. ORSOS / LSM / Organisasi Profesi : a. Persentase Orsos /LSM / Organisasi Profesi yang mendapat Bimsos 100 % b. Kab / Kota yang memiliki lebih dari 5 Orsos / LSM / Organisasi Profesi yang melaksanakan Usaha Kesos 100 %
282 Permasalahan dan Solusi. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial di Kabupaten Jembrana dalam tahun 2011 antara lain adanya pendatang dari luar daerah dengan pelbagai kasus PMKS sulit untuk dapat diatasi secara tuntas. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, bersamasama dengan trantib Kabupaten Jembrana memberikan penyuluhan-penyuluhan dan bimbingan sosial dalam upaya menyadarkan dan menumbuhkan potensi mereka (PMKS) sehingga kasus-kasus PMKS kedepan dapat ditekan seminimal mungkin. 23. URUSAN KEBUDAYAAN 23.1 Program dan Kegiatan Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada urusan Kebudayaan adalah sebagai berikut : 1. Program Pengembangan Nilai Budaya (1 kegiatan) 2. Program Pengelolaan Keragaman Budaya (4 kegiatan) Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi yang dialokasikan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan pada urusan Kebudayaan dapat dilihat pada tabel berikut : 1 Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kebudayaan Tahun 2011 No Kegiatan Anggaran Program Pengembangan Nilai Budaya - Pelestarian dan Aktualisasi adat dan Budaya Daerah Realisasi Fisik Keuangan % 100% ,76 2 Program Pengelolaan Keragaman Budaya - Fasilitasi Perkembangan keragaman budaya daerah - Fasilitasi penyelenggaraan festival budaya daerah - Pekan Seni Pelajar - Perkembangan Lembaga-Lembaga adat melalui lomba ke tingkat propinsi (lomba desa pekraman, subak-subak) % 100% 100% 100% ,81 97,23 87,59 93,30 Dari program yang dilaksanakan pada urusan Kebudayaan dapat diselenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
283 Program Pengembangan Nilai Budaya Kegiatan pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah dilaksanakan melalui pelaksanaan lomba Utsawa secara berjenjang mulai Kabupaten dan Peovinsi. Dharma Gita (UDG) yang dilaksanakan UDK Kabupaten Jembrana dilaksanakan tanggal 22 November 2011 bertempat di wantilan Pura Jagat Natha, Madya Mandala Pura Jagatnatha Kabupaten Jembrana dan SMAN 1 Negara. Cabang-cabang seni yang diikuti meliputi Kidung, Kekawin, Palawakya, Sloka, Gaguritan, Dharma Wacana, Dharma Widya anakanak, remaja, dewasa dan Menghafal sloka. Kepada para juara I,II dan III Utsawa Dharma Gita Tingkat Kabupaten Jembrana diberikan hadiah uang dan piagam, yang diterima langsung oleh para juara setelah pelaksanaan Utsawa berakhir. Untuk perolehan kejuaraan masing-masing kecamatan dapat dilihat dalam tabel berikut : No Tabel Perolehan Kejuaraan Masing-Masing Kecamatan UDG Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Kejuaraan Cabang Lomba Kidung anak-anak Kidung remaja Kidung Dewasa Geguritan Anak Putra Geguritan Anak Putri Geguritan Remaja Putra Gegurutan Remaja Putri Seloka Remaja Putra Seloka Remaja Putri Menghafal seloka remaja Menghafal seloka Dewasa Kekawin Remaja Putra Kekawin Remaja Putri Kekawin Dewasa Putra Kekawin Dewasa Putri Palawakya Remaja Putra Palawakya Remaja Putri Palawakya Dewasa Putra Palawakya Dewasa Putri Dharma Wacana Remaja Pa Dharma Wacana Remaja Pi Dharma Wacana Dewasa Pa Dharma Wacana Dewasa Pi Pktn Mdy Jbr Ngr Mly I II III II I III I III III I III III I I II III III I I II III III III II I II III I II II I I III II I I II I II I I II III II II II I III II II I II II III II I II III III III I I II
284 273 No Cabang Lomba Dharma Widya SD Dharma Widya SMP Dharma Widya SMA EMAS PERAK PERUNGGU JUMLAH Kejuaraan Pktn Mdy Jbr Ngr Mly III I II III II I I II III Utsawa dharma Gita di Tingkat Provinsi, Kabupaten Jembrana tidak mengikutinya karena dalam seleksi oleh Provinsi, Kabupaten Jembrana tidak lolos seleksi untuk maju ke tingkat Nasional. 2. Program Pengelolaan Keragaman Budaya 1. Kegiatan Fasilitasi Perkembangan Keragaman Budaya Daerah adalah untuk Parade Budaya dan Kesenian HUT Kota Negara dengan pelaksanaan pentas seni dan Parade Budaya Kabupaten Jembrana yang dilaksanakan mulai tanggal 19 Juni 2011 sampai 2 September Sebagai puncak kegiatan adalah Kegiatan Parade Budaya Nusantara tanggal 1 Septrember 2011 yang dihadiri oleh Kabupaten/Kota sebali, dan sebagian dari luar bali. 2. Kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Festival Budaya Daerah adalah untuk Pesta Kesenian Propinsi Bali, dimana Kabupaten Jembrana ikut berparisipasi di dalam PKB di Provinsi Bali, dengan melibatkan/mengirim sekaa/sanggar kesenian Kab. Jembrana. 3. Kegiatan Pekan Seni Pelajar merupakan kegiatan yang memberikan peluang kepada pelajar untuk ikut berkreasi di bidang seni yang dilombakan di Provinsi Bali. 4. Kegiatan Pemberdayaan Lembaga-Lembaga Adat melalui lomba ke tingkat Propinsi (lomba desa pekraman, subak-subak) yang mendapatkan juara di tingkat Kabupaten adalah : a. Lomba Subak - Subak Sawe Dangin Tukadaya Kec Jembrana Juara I - Subak Pangkung Serangsang Kec. Pekutatan Juara II - Subak Pangkung Jajung Kec. Negara Juara III
285 274 b. Lomba Subak Abian - Subak Abian Padmasari Kec. Melaya juara I - Subak Abian Wijasari Kec. Mendoyo juara II - Subak Abian Sari Merta Kec. Jembrana Juara III c. Lomba Desa Pekraman - Desa Pakraman Yeh Sumbul Kec. Mendoyo Juara I - Desa Pakraman Berangbang, Kec. Negara Juara II - Desa Pakraman Manistutu Kec. Melaya Juara III 23.3 Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kebudayaan adalah kurangnya dukungan SDM yang mengerti dan mampu dalam bidang ini sehingga tumbuh kembangnya masih tertinggal dengan daerah lainnya di Bali. Solusi yang diambil dengan melakukan pembinaan yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan status kebudayaan di Kabupaten Jembrana sehingga hasil dari pembinaan itu dapat merangsang perkembangan dan dapat ditampilkan dalam event-event budaya baik yang sifatnya kenusantaraan maupun pertukaran budaya. 24. STATISTIK 24.1 Program dan Kegiatan Urusan statistik dilaksanakan Oleh Bidang bidang yang ada pada Badan Perencanaan Pembangunan dan Penanaman Modal Kabupaten Jembrana. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2011 adalah program pengembangan data/informasi terdiri dari 6 ( enam ) kegiatan sebagai berikut : 1. Penyusunan dan pengumpulan/data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan. 2. Penyusunan dan analisis data/informasi perencanaan pembangunan ekonomi 3. Penyusunan profil daerah 4. Kajian kepuasan pelayanan public 5. Kajian potensi ketenaga kerjaan kabupaten jembrana 6. Kajian jakstrada dan ARD IPTEKS
286 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Realisasi pelaksanan program dan kegiatan adalah sebagai berikut : Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Statistik Tahun 2011 Realisasi No Kegiatan Anggaran Fisik (% ) Keuangan (Rp) ( % ) 1 Penyusunan dan pengumpulan/data informasi kebutuhan penyusunan dokumen , ,- 91, 79 %, perencanaan. 2 Penyusunan dan analisis data/informasi perencanaan pembangunan ekonomi , ,- 96,03% 3 Penyusunan profil daerah , ,- 97,10% 4 Kajian kepuasan pelayanan public , ,- 91,06% 5 Kajian potensi ketenaga kerjaan kabupaten , ,- 83,15% jembrana 6 Kajian jakstrada dan ARD IPTEKS , ,- 79,29% 1. Penyusunan dan Pengumpulan/Data Informasi Kebutuhan Penyusunan Dokumen Perencanaan Sasaran tersedianya data kondisi jalan di Kabupaten Jembrana, Indikator kinerja utama dari sasaran adalah terdatanya fasilitas jalan yang utama dipergunakan untuk perencanaan pembangunan. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program pengembangan data / informasi. Kegiatan penyusunan dan pengumpulan/data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (91,79%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,00 (8,21%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga administrasi, Tenaga surveyor dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga adminisrasi 1 orang realisasi 1 orang, rencana rencana tenaga surveyor 8 orang realisasi 8 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan penyusunan dan pengumpulan/data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan adalah buku data kondisi jalan di
287 276 Kabupaten Jembrana, yang dilengkapi dengan penyusunuan progran aplikasi spasial (SIG). Buku hasil kajian rencana 30 buah realisasi 30 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 5 keping, realisasi 5 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi PT. Wahana Prakarsa Utama, Malang. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00. Hasil dari kegiatan direncanakan 30 buku realisasi 30 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 5 keping realisasi 5 keping. Hasil ini berisi data potensi jalan Kabupaten Jembrana terkompilasi kedalam buku yang dilengkapi dengan program aplikasi untuk mempermudah pencarian data jalan yang dibutuhkan dan kebutuhan perencanaan pembangunan kedepan. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan penyusunan dan pengumpulan/data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/ instansi lain dalam 2. Penyusunan dan Analisis Data/Informasi Perencanaan Pembangunan Ekonomi Sasaran tersedianya dokumen Kajian Lingkkungan Hidup Strategis Kabupaten Jembrana, Indikator kinerja utama dari sasaran adalah analisis aspek-aspek terkait dengan lingkungan hidup strategis sebagai dokumen pendukung Raperda RTRWK Jembrana Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program pengembangan data/informasi. Kegiatan Penyusunuan dan Analisis Data/Informasi Perencanaan Pembangunan Ekonomi pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (96.03%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp (3.97%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga administrasi, Tenaga surveyor dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga adminisrasi 2 orang realisasi 2 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Penyusunuan dan Analisis
288 277 Data/Informasi Perencanaan Pembangunan Ekonomi adalah Dokumen KLHS, yang dipergunakan untuk mendukung Raperda RTRWK Jembrana. Buku hasil kajian rencana 20 buah realisasi 20 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 5 keping, realisasi 5 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi CV. Dana Sularsa Cipta, Denpasar. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00. Hasil dari kegiatan direncanakan 20 buku realisasi 20 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 5 keping realisasi 5 keping. Hasil ini berisi telaah kebijakan, perncana dan program terhadap rona lingkungan, pengaruh dan keberlanjutan serta pemantauan lingkungan. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan penyusunan dan pengumpulan/data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/ instansi/steakholder terkait dalam hal diskusi/pembahasan penyempurnaan hasil kajian dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 3. Tersedianya Profile Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Sasaran tersedianya profile daerah Kabupaten Jembrana tahun 2011, Indikator kinerja utama sasaran adalah tambahan jumlah data/ informasi yang dimuat dalam profile daerah Kabupaten Jembrana tahun 2011 dan inovasi pencarian data dalam buku melalui index data yang siap digunakan dalam perencanaan pembanggunan. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program pengembangan data/informasi. Kegiatan Penyusunan Penyusunan Profile Daerah pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (97,1%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,00 (2,9%). Untuk melaksanakan kegiatan Penyusunan Penyusunan Profile Daerah dibutuhkan tenaga administrasi, tenaga teknis/entry data Tenaga surveyor dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga adminisrasi 1 orang, rencana tenaga entry data 3 orang,
289 278 realisasi 3 orang, rencana tenaga surveyor 7 orang realisasi 7 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan Penyusunan Penyusunan Profile Daerah adalah buku laporan akhir berupa Buku Profil Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 rencana 80 buah realisasi 80 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 10 keping, realisasi 10 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan Kegiatan Penyusunan Penyusunan Profile Daerah bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi CV. Imaji Konsultan, Surabaya. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00, dan 1 tim tenaga ahli. Hasil dari kegiatan direncanakan 100 buku profile realisasi 80 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 10 keping realisasi 10 keping. Hasil ini berisi seluruh data potensi daerah kabupaten jembrana terkompilasi kedalam buku yang dilengkapi dengan data index untuk mempermudah menemukan data yang dibutuhkan. Faktor-faktor yang mendoronng keberhasilan kegiatan Kegiatan Penyusunan Penyusunan Profile Daerah adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/ instansi lain dalam hal penyediaan data dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 4. Kajian Kepuasan Pelayanan Publik Sasaran tersedianya buku kajian kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana, Indikator kinerja utama dari sasaran adalah rekomendasi pelaksanaan layanan publik di kabupaten jembrana. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program pengembangan data / informasi. Kegiatan kajian kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (91,05%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp (8,95%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga administrasi, tenaga surveyor, tenaga entry data dan Tim Tenaga Ahli.
290 279 Rencana tenaga adminisrasi 1 orang realisasi 1 orang, rencana tenaga surveyor 3 org realisasi 3 orang, rencana tenaga entry data 2 org realisasi 2 orang capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan kajian kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana adalah buku kajian kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana, yang dipergunakan untuk mendukung rencana peningkatan pelayanan publik di Jembrana. Buku hasil kajian rencana 45 buah realisasi 45 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 25 keping, realisasi 25 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi CV. Nandacon Prima Denpasar. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00. Hasil dari kegiatan direncanakan 45 buku realisasi 45 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 25 keping realisasi 25 keping. Hasil ini berisi analisis dan rekomendasi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Jembrana Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan kajian kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/istansi lain terkait dalam hal penyediaan data dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 5. Kajian Potensi Ketenaga Kerjaan Kabupaten Jembrana Sasaran tersedianya buku kajian potensi ketenagakerjaan Kabupaten Jembrana tahun 2011, dengan indikator kinerja utama dari sasaran adalah tersedianya data seluruh tenaga kerja yang ada di Kab. Jembrana beserta hasil analisis masalah ketenagakerjaan, lapangan kerja dan upaya penurunan angka pengangguran. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program pengembangan data/informasi. Kegiatan kajian potensi ketenagakerjaan Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (83,14%).
291 280 Dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp ,00 (16,68%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga administrasi, tenaga surveyor, tenaga entry data dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga adminisrasi 1 orang realisasi 1 orang, rencana tenaga surveyor 2 org realisasi 2 orang, rencana tenaga entry data 2 org realisasi 2 orang, capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan potensi ketenagakerjaan Kabupaten Jembrana adalah buku potensi ketenaga kerjaan di Kabupaten Jembrana, yang dipergunakan untuk memberikan data tenaga kerja dan analisis penanggulangan pengangguran melalui rekomendasi upaya yang dapat dilakukan untuk penyediaan lapangan kerja di Kabupaten Jembrana. Buku hasil kajian rencana 100 buah realisasi 15 buah, sehingga capaian kinerja 15%. CD rencana 5 keping, realisasi 5 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi PT. Ganeshaglobal Sarana, Denpasar. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00. Hasil dari kegiatan direncanakan 100 buku realisasi 15 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 5 keping realisasi 5 keping. Hasil ini berisi data tenaga kerja dan analisis penanggulangan pengangguran melalui rekomendasi upaya yang dapat dilakukan untuk penyediaan lapangan kerja di Kabupaten Jembrana Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan kajian potensi ketenagakerjaan Kabupaten Jembrana adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/istansi lain terkait dalam hal penyediaan data dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 6. Kajian Jaksrada dan ARD Ipteks Sasaran tersedianya buku kajian jakstrada dan ARD ipteks, Indikator kinerja utama dari sasaran adalah rumusan arah kebijakan, prioritas dan kerangka kebijakan pemerintah daerah Kab. Jembrana serta agenda riset daerah di bidang iptek.
292 281 Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui program pengembangan data / informasi. Kegiatan kajian jakstrada dan ARD ipteks pada tahun 2011 dialokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 (79,3%), dengan demikian, maka dapat dihemat anggaran sebesar Rp (20,7%). Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga administrasi, tenaga surveyor, tenaga entry data dan Tim Tenaga Ahli. Rencana tenaga adminisrasi 1 orang realisasi 1 orang, rencana tenaga surveyor 2 org realisasi 2 orang, rencana tenaga entry data 2 org realisasi 2 orang capaian kinerja 100%, rencana Tim yang bekerja sebanyak 1 tim, realisasi 1 tim, sehingga capaian kinerja 100%. Keluaran dari kegiatan kajian jakstrada dan ARD ipteks adalah buku kajian kajian jakstrada dan ARD ipteks di Kabupaten Jembrana, yang dipergunakan untuk merumuskan arah kebijakan dan prioritas kebijakan Pemkab. Jembrana di bidang iptek. Buku hasil kajian rencana 24 buah realisasi 24 buah, sehingga capaian kinerja 100%. CD rencana 14 keping, realisasi 14 keping, sehingga capaian kinerja 100%. Proses pengerjaan kegiatan ini bekerjasama dengan penyedia jasa konsultansi CV. Nandacon Prima Denpasar. Input dari kegiatan adalah dana yang dialokasikan pada APBD sebesar Rp ,00. Hasil dari kegiatan direncanakan 24 buku realisasi 24 buah buku, serta hasil berupa CD sebanyak 14 keping realisasi 14 keping. Hasil ini berisi analisis dan rumusan arah kebijakan dan prioritas dan agenda riset dibidang iptek di kabupaten jembrana. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan kegiatan kajian kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana adalah kerjasama yang baik antara bidang, SKPD/instansi lain terkait dalam hal penyediaan data dan pihak penyedia jasa. Pihak ketiga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan urusan statistik yaitu data yang didapatkan dari sumber yang tersedia sering kurang lengkap dan kurang
293 282 akurat, sebagai akibat lemahnya administrasi dimasing-masing SKPD yang menangani. 25. KEARSIPAN Program dan Kegiatan. Program kearsipan pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Jembrana yang dilaksanakan dalam tahun anggaran 2011 adalah sebagai berikut : A. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi dengan Kegiatan Bintek Pengelolaan Kearsipan berupa : 1. Bintek Kearsipan terhadap petugas pemegang Buku Agenda disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) se Kabupaten Jembrana. 2. Pembinaan sistim kearsipan di setiap Desa di Wiayah Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana, Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Pekutatan dalam rangka Pelaksanaan Program Arsip Masuk Desa sesuai dengan Keputusan Kepala Arsip Nasional RI No. 14 Tahun Capaian pelaksanaan program dan kegiatan ini adalah : a. Terlaksananya Kegiatan Bintek Pengelolaan Kearsipan b. Terwujudnya Tata Kearsipan yang lebih baik B. Program Penyelamatan dan Pelestarian dokumen / arsip Daerah Program ini dilaksanakan dalam upaya penyelamatan terhadap arsip daerah yang telah diserahkan kepada unit pengolah kearsipan yaitu di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Jembrana dengan kegiatan : a. Pengadaan Sarana Pengolahan dan Penyimpanan Arsip yang berupa pengadaan sarana penyimpanan arsip. b. Pengadaan Sarana Pengolahan Arsip Dinamis berupa rak katalog arsip Capaian pelaksanaan program dan kegiatan ini adalah : a. Terlaksananya Kegiatan Pengadaan sarana pengolahan dan Penyimpanan Arsip. b. Terwujudnya penyelamatan arsip Daerah
294 283 c. Terpeliharanya Arsip Daerah d. Terwujudnya Tata Kearsipan yang lebih baik C. Program Pemeliharaan Rutin/ Berkala sarana dan Prasarana Kearsipan Program ini dilaksanakan dalam rangka pengadaan sarana pendukung pengelolaan kearsipan dengan kegiatan Pemeliharaan rutin/ berkala sarana pengolahan dan penyimpanan arsip berupa pembelian 1 buah vacume cleaner. Capaian pelaksanaan program dan kegiatan ini adalah : a. Terlaksananya Kegiatan Pemeliharaan rutin/ berkala sarana pengolahan dan penyimpanan arsip b. Terwujudnya penyelamatan arsip Daerah c. Terpeliharanya Arsip Daerah Disamping hal tersebut diatas juga dilaksanakan beberapa kegiatan rutin seperti: - Penerimaan Penyerahan Arsip Inaktif dari Dinas Instansi Lingkup. Pemkab. Jembrana - Pengelolaan dan pemeliharaan arsip secara berkala. - Penyusunan Data Kabupaten Jembrana. - Penelusuran Arsip 25.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan Realisasi Anggaran pada Seksi Arsip dan Dokumentasi, Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2011 adalah sebagai berikut. No 1. Tabel Alokasi dan realisasi Anggaran Urusan Kearsipan Tahun 2011 Program / Kegiatan Program : Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Kegiatan : Bintek Pengelolaan Kearsipan Alokasi Anggaran (Rp) Realisasi Keu (Rp.) Fisik (%) Keu (%) ,29 % 2 Program : Program Penyelamatan dan Pelestarian dokumen / arsip Daerah Kegiatan : ,61 %
295 284 No Program / Kegiatan Pengadaan sarana pengolahan dan Penyimpanan Arsip Alokasi Anggaran (Rp) Realisasi Keu (Rp.) Fisik (%) Keu (%) 3 Program : Program Pemeliharaan Rutin/ Berkala sarana dan Prasarana Kearsipan Kegiatan : Pemeliharaan rutin/ berkala sarana pengolahan dan penyimpanan arsip ,97 % Hasil dan manfaat dari kegiatan tersebut diatas adalah sebagai berikut : 1. Kegiatan Bintek Pengelolaan Kearsipan Bintek Pengelolaan Kearsipan dilaksanakan terhadap pemegang buku agenda di setiap SKPD sebanyak 2 orang dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 100 orang. Dari bintek ini diharapkan terjadinya peningkatan SDM SKPD dalam pengelolaan kearsipan secara menyeluruh, terutama dalam pengelolaan arsip dinamis di masing-masing SKPD dapat dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku. 2. Kegiatan Pengadaan Sarana Pengolahan dan Penyimpanan Arsip Pengadaan Sarana Pengolahan dan Penyimpanan Arsip dilaksanakan dalam upaya untuk melengkapi sarana yang diperlukan dalam pengelolaan kearsipan baik itu pengelolaan arsip dinamis aktif maupun arsip inaktif. Sarana Pengolahan dan Penyimpanan Arsip yang diadakan dalam anggaran tahun 2011 adalah Box File Arsip sebanyak 200 buah, Kertas Samson Craf sebanyak 200 buah, Tikler File sebanyak 1 buah yang digunakan dalam proses pengelolaan arsip inaktif dan Rak Katalog Arsip sebanyak 1 buah yang digunakan untuk sarana pengelolaan arsip dinamis. 3. Kegiatan Pemeliharaan rutin/ berkala sarana pengolahan dan penyimpanan arsip Pemeliharaan rutin/ berkala sarana pengolahan dan penyimpanan arsip dilaksanakan dalam upaya pemeliharaan terhadap arsip inaktif yang telah diserahkan oleh masing-masing SKPD ke unit vertikal yaitu pada Kantor
296 285 Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Jembrana. Jenis sarana yang diadakan berupa Vacume Cleaner 1 buah dan Meja Pengolahan Arsip. Sarana dan Prasarana pengelolaan Kearsipan yang dimiliki Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Jembrana sampai saat ini masih cukup memadai yang berupa : Tabel Sarana dan Prasarana Urusan Kearsipan No Nama Barang Jumlah Keterangan 1 Rak Arsip ( Depo Arsip ) 2 Buah Baik 2 Filing Kabinet 1 Buah Baik 3 Meja Kerja 3 Buah Baik 4 Komputer 2 Buah Baik 5 Box Arsip Buah Baik 6 Kertas samson Kraf Lembar Baik 7 Meja Pemilahan arsip 1 Buah Baik 8 Rak Katalog Arsip 1 Buah Baik 25.3 Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program kearsipan adalah : 1. Terbatasnya jumlah petugas kearsipan 2. Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) petugas Kearsipan 3. Belum adanya Jabatan Fungsional Kearsipan/Arsiparis. Solusi yang memungkinkan untuk dilaksanakan dalam mengatasi permasalahan tersebut diatas adalah : 1. Menempatkan petugas petugas yang sudah pernah mengikuti Diklat Kearsipan tingkat Keahlian di seksi Data dan Perpustakaan yang nantinya khusus bertugas untuk mengelola arsip Daerah. 2. Secara berkala dilakukan Diklat maupun Bimtek Kearsipan dalam rangka memantapkan pelaksanaan tugas-tugas dengan koordinasi Badan Perpustakaan dan Arsip Propinsi Bali, disamping sebagai persiapan pengisian jabatan Fungsional Kearsipan.
297 PERPUSTAKAAN Program dan Kegiatan Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana selama tahun 2011 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan yang terdiri dari satu kegiatan yaitu : 1) Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Daerah (Pengadaan Bukubuku Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana). Disamping Kegiatan tersebut, juga dilaksanakan kegiatan rutin berupa : - Pengolahan Buku buku Perpustakaan - Pemeliharaan koleksi Perpustakaan - Pelayanan pembuatan kartu anggota Perpustakaan - Peminjaman buku- buku Perpustakaan - Pembinaan perpustakaan Desa / Kelurahan dan sekolah - Pelayanan Perpustakaan Keliling - Sosialisasi pengembangan budaya baca dan pemasyarakatan Perpustakaan - Pelayanan internet gratis b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah Program ini dilaksanakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang ada di Perpustakaan umum Daerah Kabupaten Jembrana guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat dengan kegiatan : 1) Pengadaan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah (Rak Buku, Meja Baca dan Kursi) Capaian pelaksanaan program dan kegiatan ini adalah : - Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana Perpustakaan Umum Daerah - Meningkatnya kualitas pelayanan Perpustakaan terhadap masyarakat Realisasi Pelaksasnaan Program dan Kegiatan Alokasi dan Realisasi Anggaran pada urusan Perpustakaan adalah sebagai berikut :
298 287 No 1 2 Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perpustakaan Tahun 2011 Program / Kegiatan Program : Program Pengembangan budaya baca dan Pembinaan Perpustakaan Kegiatan : - Kegiatan Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah Program : Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah Kegiatan : - Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah Anggaran ( Rp ) Realisasi Fisik ( %) Keu ( Rp ) ( % ) 100 % 100% ,55 % 90,58% a. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 1) Penyediaan Bahan Perpustakaan Umum Daerah (Pengadaan Buku-buku Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana). Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya untuk melengkapi koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana, yang disesuaikan dengan perkembangan informasi dalam rangka menindak lanjuti saran serta masukan dari pengguna jasa perpustakaan dalam bentuk kesan dan pesan yang dimuat pada buku pengunjung perpustakaan. 2) Pengolahan buku- buku Perpustakaan Buku-buku sebelum dipinjamkan perlu dikelola terlebih dahulu, adapun tahapan pengelolaan adalah sebagai berikut ; - Didata pada buku Induk / buku inventaris - Dicap kepemilikan - Diklasifikasi dengan system DDC - Dibuatkan Kartu buku, Kantong buku dan kartu tanggal kembali - Didata pada program Simda/pembuatan barcode (baris berkode) - Dibuatkan catalog : Katalog judul, katalog pengarang, katalog subyek dan katalog shelflist - Buku siap dilayankan/dipinjamkan
299 288 3) Pemeliharaan koleksi Perpustakaan Koleksi perpustakaan meliputi : buku, Koran, Majalah, dan Brosur untuk memudahkan pengunjung didalam mencari buku, majalah maupun Koran yang diperlukan, perlu disusun dengan baik dan buku- buku perlu disusun didalam rak sesuai dengan golongan/klasifikasi. Disamping itu perlu dijaga kebersihan dan keutuhannya. 4) Pelayanan Pembuatan Kartu Anggota Perpustakaan Dilaksanakan dengan sistem jemput bola yaitu dibuatkan kartu anggota Perpustakaan sejumlah pegawai yang ada pada masing- masing SKPD, di samping pelayanan kartu anggota dari masyarakat umum. 5) Peminjaman buku-buku Perpustakaan Ketersediaan dan keragaman buku perpustakaan sangat penting untuk memenuhi minat baca masyarakat sampai saat ini jumlah buku yang ada pada Perpustakaan sejumlah judul dengan eksemplar dibandingkan dengan jumlah pengunjung sampai saat ini mencapai orang setahun dengan rata- rata 701 orang perbulan dari masyarakat, pelajar, maupun mahasiswa semua terlayani dengan baik. No Tahun Tabel Capaian Kinerja Pelayanan Perpustakaan Daerah Jumlah koleksi judul buku Jumlah Buku Jumlah yg tersedia di Yang Tersedia di Kunjungan Perpustakaan Perpustakaan Perpustakaan ) Pembinaan Perpustakaan Sekolah Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan peranan perpustakaan sekolah yang dapat bermanfaat sebagai sarana membangun minat baca warga sekolah pada khususnya, apabila didukung oleh ruang atau gedung perpustakaan serta jumlah koleksi yang cukup memadai serta pelayanan
300 289 yang prima untuk mendorong minat baca peserta didik dengan meningkatkan sumberdaya perpustakaan sekolah. 7) Pembinaan Perpustakaan Desa/Kelurahan Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya menumbuh kembangkan perpustakaan yang ada di desa dalam upaya meningkatkan minat baca bagi masyarakat. 8) Kegiatan Perpustakaan Keliling Dalam rangka peningkatan minat baca sebagai upaya pengembangan bakat dan wawasan dikalangan generasi muda khususnya siswa- siswi anak didik, masyarakat dilaksanakan kegiatan pelayanan publik melalui Mobil Perpustakaan Keliling dengan sasaran sekolah ( SMP Negeri/ Swasta, SMA/ SMK Negeri / Swasta, Desa/ Kelurahan ) dengan menyediakan buku sejumlah 671 judul 1342 sksemplar. 9) Pelayanan Internet Gratis Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan jasa pelayanan elektronik dibidang informasi kepada pengguna jasa Perpustakaan sesuai dengan perkembangan jaman yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan Perpustakaan dan menambah jasa pelayanan di Perpustakaan umum Kabupaten Jembrana. b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah Program ini dilaksanakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang ada di Perpustakaan umum Daerah Kabupaten jembrana guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat dengan kegiatan : 1. Pengadaan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah(Rak Buku, Meja Baca dan Kursi) Capaian pelaksanaan program dan kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah sarana dan prasarana Perpustakaan Umum Daerah. Sarana dan Prasarana pengelolaan Perpustakaan yang dimiliki Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Jembrana sampai saat ini masih cukup memadai yang berupa :
301 290 Tabel Sarana dan Prasana Urusan Perpustakaan No Sarana dan Prasarana Baik Rusak Rusak Ringan Berat Jumlah 1 Buku Koleksi Perpustakaan Eks Eks 2 Komputer 8 unit - 1 unit 9 unit 3 Rak Buku Besar 12 buah buah 4 Rak Buku Kecil 1 buah buah 5 Rak buku Besi 1 buah 1 buah 6 Rak Kaca Panjang 1 buah 1 buah 7 Rak Penitipan Tas 1 buah 1 buah 8 Rak Katalog 4 buah buah 9 Rak Majalah 1 buah buah 10 Meja Baca 6 buah buah 11 Meja kerja 3 buah 3 buah 12 Kursi kerja 4 buah 4 buah 13 Meja Sirkulasi 1 buah buah 14 Kursi baca 16 buah buah 15 Kursi Chitose 10 buah 10 buah 16 Lemari Kaca 1 buah buah 17 Gantungan Surat kabar 3 buah buah 18 Mesin Ketik 1 buah - 1 buah 2 buah 19 Rak Etalase 2 buah 2 buah Permasalahan dan Solusi Melihat kondisi dan situasi yang ada saat ini, maka permasalahan yang dihadapi dalam hal pengembangan Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana adalah : 1. Masih kurangnya kemampuan aparatur yang bertugas dalam pengelolaan Perpustakaan, sehingga perlu dilaksanakan bimbingan teknis dan juga adanya petugas fungsional pustakawan. 2. Rendahnya minat baca bagi masyarakat umum, dengan indikator masih sedikitnya kunjungan ke perpustakaan umum, sehingga perlu ditingkatkan kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya budaya baca dan gemar membaca. 3. Masih terbatasnya sarana Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana termasuk gedung kantor yang kurang representative sehingga kurang menarik bagi pengguna jasa Perpustakaan dan kedepan diharapkan Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Jembrana memiliki kantor tersendiri dan mudah dijangkau oleh masyarakat umum.
302 291 B. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. KELAUTAN DAN PERIKANAN 1.1 Program dan Kegiatan Program dan kegiatan yang diselengarakan pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah sebagai berikut : 1. Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan, dengan Kegiatan Penyediaan/Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan terdiri dari belanja untuk pengadaan 1 unit teropong (night vision digital), 16 unit life jacket, 1 paket alat komunikasi pengawasan perikanan dan kelautan, dan pembangunan pos pengawasan perikanan dan kelautan (70 M2). 2. Program Pengembangan Budidaya Perikanan dilaksanakan melalui Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya, terdiri dari biaya untuk pembangunan jalan produksi sepanjang 471 meter dan rehabilitasi saluran primer tambak sepanjang meter yang berlokasi di Kecamatan Negara. 3. Program Pengembangan Perikanan Tangkap dilaksanakan melaui kegiatan : a. Pemeliharaan Rutin/Berkala Tempat Pelelangan Ikan terdiri dari biaya untuk pengadaan 1 paket peralatan kebersihan dan bahan pembersih TPI Pengambengan, biaya bakar minyak/gas dan pelumas 5 unit kapal ikan milik Pemkab. Jembrana, biaya perawatan dan service 4 unit kapal ikan Pemkab. Jembrana, pengadaan 1 unit pompa air dan perlengkapannya, pengadaan 1 unit mesin tik, 5 buah kalkulator, 1 unit komputer/pc, 1 unit printer dan 1 unit UPS/stabilizer untuk menunjang kegiatan pada TPI Pengambengan. b. Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap terdiri dari biaya untuk penggantian 1 paket mesin dan suku cadang kapal ikan milik Pemkab Jembrana, pengadaan 2 unit mesin tempel (out boat), 44 unit mesin tempel (as panjang), 3 unit mesin penghancur dan pemisah tulang ikan dengan dagingnya, dan pengadaan 4 unit timbangan digital, pembangunan goronggorong di TPI Pengambengan.
303 Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Perikanan, dilaksanakan melalui kegiatan : a. Penyediaan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Perikanan terdiri dari biaya untuk pengadaan 5 unit sepeda motor untuk Penyuluh, 1 unit laptop/notebook, 1 unit komputer PC dan pengadaan 1 unit megaphone. b. Penyediaan Sarana Statistik Perikanan terdiri dari biaya untuk pengadaan 3 unit sepeda motor, 1 unit printer laser jet, 1 unit eksternal disk dan 1 unit kamera digital. 5. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan, dilaksanakan melalui Kegiatan Penyediaan dan Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pengolahan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan terdiri dari belanja untuk pengadaan instalasi listrik (cold storage dan pabrik es) dan belanja penggantian mesin dan suku cadang cold storage yang berlokasi di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. 1.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Realisasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan Kelautan dan Perikanan adalah sebagai berikut : Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kelautan dan Perikanan Tahun 2011 Program / Kegiatan 1. Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan Kegiatan Penyediaan/Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (DAK dan Pendampingan) 2. Program Pengembangan Budidaya Perikanan Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya (DAK dan Pendampingan) 3. Program Pengembangan Perikanan Tangkap Kegiatan Pemeliharaan Rutin/berkala Tempat Pelelangan Ikan Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap (DAK dan Pendampingan) 4. Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Perikanan Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Perikanan (DAK dan Pendampingan) Kegiatan Penyediaan Sarana Statistik Perikanan (DAK dan Pendampingan) Alokasi Anggaran Realisasi Fisik % Keuangan % , , , , ,00 32,00 91,71 98, ,90 31,16 81,42 92,34
304 293 Program / Kegiatan 5. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (DAK dan Pendampingan) Alokasi Anggaran Realisasi Fisik % Keuangan % , ,56 Hasil-hasil yang dicapai dari anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan program dan kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dengan Kegiatan Penyediaan/ Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk meningkatkan intensitas pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan melalui penyediaan sarana dan prasarana pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. 2. Pelaksanaan Program Pengembangan Budidaya Perikanan melalui Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya dengan hasil berupa pembangunan jalan produksi dan rehabilitasi saluran primer tambak sebagai sarana dan prasarana perikanan budidaya. 3. Melalui pelaksanaan Program Pengembangan Perikanan Tangkap dengan Kegiatan Pemeliharaan Rutin/berkala Tempat Pelelangan Ikan bertujuan untuk tetap terpeliharanya dan terawatnya kapal ikan milik Pemkab. Jembrana. Selanjutnya dengan pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap bertujuan mendukung proses peningkatan produktivitas dan produksi nelayan serta memperlancar kegiatan operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang sepanjang tahun permintaan pasar terus meningkat. 4. Pelaksanaan Program Penyediaan Saranan dan Prasarana Penyuluhan dengan kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Perikanan bertujuan untuk tersedianya sarana dan prasarana penyuluhan perikanan. Selanjutnya melalui Kegiatan Penyediaan Sarana Statistik Perikanan bertujuan untuk tersedianya sarana statistik perikanan berupa dokumen data statistik perikanan.
305 Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan melalui Kegiatan Penyediaan dan Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pengolahan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan dilaksanakan dengan hasil untuk terawatnya mesin cold storage dan tersedianya instalasi listrik pada pabrik es dan cold storage bertujuan untuk meningkatkan mutu produksi hasil perikanan sehingga mampu bersaing dipasaran, disamping itu adanya kontribusi PAD untuk Pemkab Jembrana. Dengan dukungan anggaran tersebut, program dan kegiatan telah dapat dilaksanakan dengan baik yang dapat dilihat dari capaian terhadap indikator kinerja pada Urusan Perikanan dan Kelautan antara lain : No Tahun Tabel Produksi Sektor Kelautan dan Perikanan 5 (lima) Tahun Terakhir di Kabupaten Jembrana (dalam Kg) Perikanan Laut Penangkapan Budidaya Perairan Umum Tambak Perikanan Darat Kolam Air Tenang Kolam Air Deras Saluran Irigasi Mina Padi Jumlah Permasalahan dan Solusi Permasalahan : Secara teknis permasalahan yang sering muncul adalah sebagai berikut : 1. Masih terjadi pendaratan ikan secara liar. 2. Terjadinya penurunan produksi tambak disebabkan oleh beberapa faktor antara lain terjadinya serangan hama penyakit yang diduga disebabkan oleh kualitas air yang dipakai media pemeliharaan rendah, hal ini disebabkan karena saluran irigasi yang ada kurang refresentatif. 3. Kolam yang ada di BBI terlalu luas sehingga menyulitkan dalam operasional.
306 295 Solusi : 1. Diupayakan ke depan dibangunnya pos timbang untuk tertibnya pendaratan ikan 2. Diupayakan rehabilitasi saluran irigasi sehingga memperlancar pasokan keluar masuk air dari saluran tambak. 3. Perlu dibangun penyekat untuk mempermudah dan memperlancar operasional kolam. 2. PERTANIAN 2.1 Program dan Kegiatan Berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan yang terkait urusan pertanian pada tahun 2011 meliputi 7 program dengan 20 kegiatan yang dibiayai oleh APBD yang terdiri dari : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran - Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat - Kegiatan Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor - Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional - Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor - Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja - Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor - Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan - Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor - Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman - Kegiatan Penyediaan Rapat-rapat koordinasi Keluar Daerah - Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi 2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan : - Kegiatan DAK Pertanian untuk Pembenihan, Ketahahan Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan - Kegiatan Pengembangan Balai Benih/Bibit Pertanian Terpadu - Kegiatan Pengembangan Kawasan Penggunaan Pupuk Organik
307 Progran Peningkatan Kesejahteraan Petani : - Kegiatan Pekan Nasional KTNA XIII di Kabupaten Kutai Kerta Negara Kalimantan Timur 4. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan : - Kegiatan Demonstrasi Pengembangan Tanaman Tembakau - Kegiatan Demonstrasi Pengembangan Kawasan Konservasi Penyangga Terhadap Lahan Tembakau 5. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan : - Kegiatan Gerakan Serentak Pengendalian Hama PBK Kakao (Gertak Dal PBK Kakao) 6. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak : - Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak. 7. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan : - Kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan. 2.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan baik secara fisik maupun keuangan adalah sebagai berikut : No. Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pertanian Tahun 2011 Program/Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi Anggaran Dana (Rp) 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran - Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat ,75 93,61 - Kegiatan Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan ,00 100,00 Kantor - Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan ,76 91,91 Kendaraan Dinas Operasional - Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor ,00 87,24 - Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja ,25 64,25 - Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor ,00 87,02 - Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan ,60 79,46 - Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor ,00 99,99 - Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman ,08 96,69 - Kegiatan Penyediaan Rapat-rapat koordinasi Keluar ,87 99,87 Daerah - Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi ,00 100,00 Fisik (%) Keu (%)
308 297 No. Program/Kegiatan 2 Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan - Kegiatan DAK Pertanian untuk Pembenihan, Ketahahan Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan - Kegiatan Pengembangan Balai Benih/Bibit Pertanian Terpadu - Kegiatan Pengenbangan Kawasan Penggunaan Pupuk Organik 3 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani - Kegiatan Pekan Nasional KTNA XIII di Kabupaten Kutai Kerta Negara Kalimantan Timur 4 Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan - Kegiatan Demonstrasi Pengembangan Tanaman Tembakau - Kegiatan Demonstrasi Pengembangan Kawasan Konservasi Penyangga Terhadap Lahan Tembakau 5 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan -Kegiatan Gerakan Serentak Pengendalian Hama PBK Kakao (Gertak Dal PBK Kakao) 6 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak - Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak. 7 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Anggaran (Rp) Realisasi Anggaran Fisik Dana (Rp) (%) Keu (%) , , , , , , , ,96 91,30 - Kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan ,44 Dari 7 Program dan 20 Kegiatan pada tahun 2011 seperti tersebut di atas, semua kegiatan telah berhasil dilaksanakan dengan realisasi/capaian berupa terlaksananya rehabilitasi m3 Jalan Usaha Tani (JUT) dan m3 Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT), tersedianya 16 unit Pompa Air, terlaksananya perbanyakan benih padi unggul, tersedianya pakan untuk sapi betina, induk dan kereman, tersedianya benih ikan unggul, terlaksananya pengolahan kakao primer, tersedianya biogas, berkembangnya sistiem pertanian terpadu/terintegrasi, tersedianya pupuk organik padat dan cair untuk meningkatkan ketersediaan humus dan kebusuran tanah pada lahan sawah, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KTNA dan Pendamping, tersedianya saprodi demplot tembakau 1 paket untuk terpeliharanya demplot pengembangan tanaman tembakau seluas 2 Ha, tersedianya saprodi demplot konservasi tanaman tembakau 1 paket untuk terpeliharanya kawasan yang berfungsi konservasi seluas 50 Ha dan terpeliharanya
309 298 demplot tembakau seluas 1,5 Ha, terlaksananya Gerakan Serentak Pengendalian Hama PBK Kakao sebanyak 5 Kelompok Subak Abian, meningkatnya hasil produksi dan kualitas kakao, tersedianya 1 paket vaksin dan obat-obatan pencegahan penyakit menular ternak, tersedianya buah ear tag, mendukung pengembangan agribisnis peternakan. hewan untuk dalam Program/kegiatan tersebut di atas sebagaian besar diarahkan untuk komoditas padi karena beras merupakan kebutuhan pokok. Selama lima tahun terakhir ( ) perkembangan komoditas padi masih mampu untuk memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Jembrana seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini. No. Tahun Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Tabel Perkembangan Komoditas Padi Rata-rata Produksi (Kw/Ha) 60,05 61,46 64,34 53,15 53,09 Produksi (Ton) , , , , ,45 Keterangan Gabah Kering Giling (GKG) Pada tahun 2011 terjadi penurunan produksi padi yang diakibatkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti wereng, tungro, penggerek batang dan penggerek buah. Selain itu, secara teknis akibat dari pemberian pupuk yang belum berimbang serta pada saat panen terjadi curah hujan yang tinggi. Selain diarahkan untuk komoditas padi, dengan dukungan anggaran tersebut, program dan kegiatan telah dapat dilaksanakan dengan hasil yang dapat dilihat dari capaian terhadap indikator kinerja pada sektor Peternakan dan Perkebunan masingmasing sebagai berikut : Tabel Perkembangan Populasi Ternak No. Jenis Ternak Populasi Ternak (Ekor) Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing
310 299 No. Jenis Ternak Populasi Ternak (Ekor) Babi Ayam Pedaging Ayam Petelur Ayam Buras Itik Aneka Ternak Tabel Produksi Komoditas Perkebunan No. Jenis Komoditi Produksi (Ton) Kakao 2.932, , , , ,38 2. Kelapa Dalam , , , , ,32 3. Kelapa Genjah 152,95 201,96 209,93 234,43 295,99 4. Kopi Robusta 274,02 265,01 278,60 290,45 267,41 5. Cengkeh 937,32 920,14 648,37 686,53 75,02 6. Panili 8,73 8,41 10,48 41,57 40, Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan pertanian adalah sebagai berikut : 1. Menurunnya debit air irigasi dan sebagian besar jaringan irigasi Subak yang dalam keadaan rusak. 2. Masih banyaknya Jalan Usaha Tani (JUT) yang rusak/jalan tanah. 3. Terjadinya alih fungsi lahan pertanian (sawah) menjadi non pertanian; 4. Masih tingginya konsumsi beras dan masih rendahnya diversifikasi pangan, sehingga gizi kurang berimbang. 5. Adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Solusi : 1. Pemanfaatan air secara efisien dengan pola tanam yang bergilir dan pembangunan/ Usaha Tani (JITUT); rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT), Jaringan Irigasi Tingkat 2. Membuat berbagai kebijakan inovasi dibidang pertanian seperti Pemberian Dana Talangan, berbagai bantuan sarana/prasaran pertanian, subsidi pupuk dan bantuan benih;
311 Melaksanaan pembinaan dan pameran dengan membuat menu dengan gizi yang berimbang dan makan non beras yang puncaknya disajikan pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS); 4. Memohon dana (diamprah) sesuai dengan dana yang dibutuhkan untuk membiaya kegiatan dimaksud. 5. Melaksanakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) melalui prinsip PHT (pergiliran varietas, pola tanam, penggunaan pestisida secara bijaksana) 3. KEHUTANAN 3.1 Program dan Kegiatan Program dan kegiatan yang diselengarakan pada urusan Kehutanan pada tahun 2011 sebagai berikut : 1. Program Pemanfaatan Sumberdaya Hutan, dengan kegiatan : Pembangunan Pengelolaan Hutan Desa terdiri dari belanja untuk upah tenaga kerja/buruh, penggambaran peta digital pembangunan hutan desa, sosialisasi dan pembahasan usulan hutan desa. Pembinaan Peredaran Hasil Hutan dari belanja untuk pengganti transportasi anggota tim pembina peredaran hasil hutan. 2. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan dilaksanakan melalui Kegiatan DAK Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Capaian Program (output) kegiatan ini yaitu terjadinya penurunan degradasi hutan dan lahan di Kabupaten Jembrana. Untuk mendukung kegiatan ini maka masukan (input) yang dibutuhkan yaitu tersedianya dana DAK Kehutanan dan Pendampingan, masyarakat dan aparat. Adapun keluaran (output) yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu tersusunnya Rancangan Teknis Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan penanaman tanaman kayu-kayuan sebagai rehabilitasi lahan. Pada akhirnya nanti hasil (outcome) dari kegiatan tersebut yaitu terpeliharanya pelestarian lingkungan, meningkatnya kesadaran masyarakat dan menjaga kelestarian Hutan dan Lahan.
312 301 Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dilaksanakan di Luar Kawasan Hutan/Pembagunan Hutan Rakyat. 3. Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Hutan dilaksanakan melalui Kegiatan Operasi Terpadu Penanggulangan Keamanan Hutan Bali Barat terdiri dari belanja untuk pengganti transportasi anggota tim Operasi Terpadu Penanggulangan Keamanan Hutan Bali Barat dalam menangani kasus-kasus. 3.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi anggaran Urusan Kehutanan adalah sebagai berikut : Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Kehutanan Tahun 2011 No. Program/ Kegiatan Jumlah Pagu 1. Program Pemanfaatan Sumberdaya Hutan - Kegiatan Pembangunan Pengelolaan Hutan Desa - Kegiatan Pembinaan Peredaran Hasil Hutan 2. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan - Kegiatan DAK Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan 3. Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Hutan - Kegiatan Operasi Terpadu Penanggulangan Keamanan Hutan Bali Barat Realisasi Fisik % Keuangan (Rp) % ,63 93, , , ,23 Dari alokasi anggaran tersebut diatas, semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rancangan dengan mengacu pada Rencana Teknik Tahunan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTTRHL) dengan luas lahan yang direhabilitasi di luar kawasan hutan melalui Pembangunan Hutan Rakyat (Pengkayaan Vegetatif). Kegiatan Pengkayaan Hutan rakyat direncanakan seluas 400 Ha dengan jumlah bibit sebanyak batang pada lahan milik masyarakat yang termasuk dalam kategori Potensial kritis yang tersebar di 5 (empat) lokasi yaitu : 1) Dusun Petanahan Desa Batuagung Kecamatan Jembrana seluas 100 Ha terdiri atas tanaman kayu-kayuan jenis Jati (Tectona grandis) sebanyak batang 2) Dusun Pancaseming Desa Batuagung Kecamatan Jembrana seluas 50 Ha terdiri atas tanaman tanaman kayu-kayuan jenis Jati (Tectona grandis) sebanyak batang
313 302 3) Dusun Bungbungan Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo seluas 50 Ha terdiri atas tanaman kayu-kayuan jenis Jati (Tectona grandis) sebanyak batang 4) Lingkungan Munduk Anyar Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo seluas 150 Ha terdiri atas tanaman kayu-kayuan jenis Jati (Tectona grandis) sebanyak batang. 5) Dusun Pengeragoan Dauh Tukad Desa Pengeragoan Kecamatan Pekutatan seluas 100 Ha terdiri atas tanaman kayu-kayuan jenis Jati (Tectona grandis) sebanyak batang Berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Independen yang dilaksanakan oleh PT. Surveyor Indonesia (Persero) diperoleh rata-rata prosentase tumbuh pada tanaman hutan rakyat pada 5 (lima) lokasi sebesar 78,42 %. Sedangkan persentase sehat pada tanaman hutan rakyat pada 5 (lima) lokasi sebesar 94,42 %. Dalam rangka perbaikan-perbaikan penyelenggaraan program dan kegiatan di tahun-tahun mendatang perlu disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1. Jumlah personil yang terlibat langsung dalam penanganan masalah kehutanan masih kurang memadai dan pada Tahun 2011 ini, 3 orang staf Kehutanan yang terdiri atas 2 tenaga teknis dan 1 orang tenaga administrasi akan memasuki masa pensiun, sehingga perlu kiranya segera dipenuhi kebutuhan staf teknis Kehutanan dan staf administrasi pada Bidang Kehutanan. 2. Sejak tahun 2009 ini juga telah dibentuk UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Barat yang merupakan UPT dari Dinas Kehutanan Propinsi Bali, sehingga untuk mensukseskan pembangunan Kehutanan khususnya di Dalam Kawasan Hutan akan diintensifkan dan optimalkan kerjasama dan koordinasi dengan KPH. 3.3 Permasalahan dan Solusi Permasalahan Kehutanan yang dihadapi di tahun 2010 secara umum adalah sebagai berikut : 1. Terbatasnya personil pada Bidang Kehutanan dibanding dengan volume pekerjaan, yang mana beberapa orang akan memasuki masa pensiun. 2. Masih adanya ancaman gangguan keamanan hutan yang sangat mengkhawatirkan terjadinya peningkatan degradasi hutan.
314 Belum terfasilitasi sarana secara maksimal proses penanganan berbagai kasus Tindak Pidana Kehutanan. 4. Belum adanya dukungan personil, sarana dan prasarana yang memadai dalam rangka pengamanan hutan. 5. Adanya beberapa perubahan bentang alam, sehingga batas kawasan hutan menjadi kurang mantap/kurang jelas antara tanah Negara dengan lahan milik. 6. Pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan tidak terlepas dari intensitas curah hujan. Sehubungan dengan adanya isu Global Warming (pemanasan global) diseluruh dunia termasuk Indonesia maka prakiraan adanya intensitas curah hujan sangat sulit untuk dilakukan sehingga sangat berpengaruh terhadap tata waktu pelaksanaan kegiatan khususnya Penanaman. Menyadari adanya permasalahan seperti tersebut, maka diperlukan solusi antara lain : 1. Perlu segera diadakan penambahan personil pada Bidang Kehutanan baik tenaga teknis maupun administrasi. 2. Diperlukan adanya peran yang terbina secara pro aktif dari berbagai pihak, utamanya masyarakat Desa Pakraman yang berbatasan langsung dengan kawasan Hutan untuk ikut bersama-sama peduli dalam menjaga gangguan keamanan hutan. 3. Demi kelancaran dan tertibnya proses penanganan kasus Tindak Pidana Kehutanan, maka diperlukan kerjasama/koordinasi yang lebih mantap, dana pendukung untuk pengangkutan/pengamanan Barang Bukti serta untuk biaya pendukung lainnya. 4. Dalam memaksimalkan upaya pengamanan hutan, sangat diperlukan jumlah personil/petugas yang memadai sesuai dengan luasan hutan yang ada. 5. Melalui kerjasama dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VIII, maka perlu segera dimantapkan kawasan hutan terutama pada Tapal Batas Hutan yang telah rusak maupun yang telah bergeser dari tempat semula, karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
315 Menindaklanjuti kondisi pada saat ini dimana tidak menentunya faktor iklim sehingga sangat berpengaruh terhadap intensitas curah hujan yang tinggi maka jauh-jauh sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan koordinasi yang intensif dengan Badan Metereologi sehingga perkiraan waktu curah hujan yang tinggi dapat diketahui. 4. ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 4.1 Program dan Kegiatan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin berupa Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan dengan kegiatan berupa Pengawasan terhadap Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan Galian Golongan C Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi anggaran untuk Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan dengan Kegiatan Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pertambangan galian golongan C tidak dianggarkan secara khusus karena dilaksanakan dengan bantuan dana BBM dari kegiatan rutin Permasalahan dan Solusi Permasalahan dan kendala yang dihadapi pada Bidang Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral di Kabupaten Jembrana antara lain : - Dalam Tata Ruang tidak adanya kawasan pertambangan dikarenakan kawasan yang mempunyai potensi bahan tambang terutama galian golongan C sangat kecil, tersebar pada kawasan budidaya mineral seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. - Bahan tambang galian golongan C terdapat pada alur sungai, namun pada alur sungai banyak terdapat bangunan fasilitas umum seperti jembatan, bendungan dan tanggul tebing sungai, sehingga sangat membahayakan apabila galian golongan C dieksploitasi terutama dari segi keselamatan bangunan dan bahaya longsor pada sempadan sungai.
316 305 - Kebutuhan masyarakat akan bahan galian golongan C sangat diperlukan sebagai bahan bangunan. - Belum tersedianya tenaga (Sumber Daya Manusia) yang mempunyai keahlian dibidang Pertambangan dan Energi. Dari permasalahan tersebut, maka beberapa solusi yang diperlukan antara lain : - Untuk memenuhi kebutuhan bahan galian golongan C bagi masyarakat sebaiknya didatangkan dari luar Kabupaten Jembrana. - Perlu pemahaman kepada masyarakat agar ketergantungan pada bahan galian golongan C dapat dikurangi dengan menggunakan sistem kontruksi bangunan dengan mengurangi pemanfaatan bahan galian golongan C. - Mengadakan koordinasi dengan yang terkait dalam pengawasan dan penertiban kegiatan pertambangan galian golongan C untuk keselamatan fasilitas umum yang ada pada alur sungai dan menjaga kelestarian sempadan sungai dan sumber sumber air. - Mengadakan formasi untuk tenaga yang mempunyai latar belakang keahlian Pertambangan dan Energi untuk penanganan dan pengembangan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral. - Mengadakan sarana prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang semakin meningkat. 5. PARIWISATA 5.1 Program dan Kegiatan Urusan Pariwisata dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana dengan Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada urusan Pariwisata adalah sebagai berikut : 1. Program Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata, terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu : a. Kegiatan Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata b. Kegiatan Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan di luar negeri
317 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri dari 2 (dua) Kegiatan yaitu: a. Kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata b. Kegiatan Pengembangan Jenis dan Paket Wisata Unggulan 5.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan pada urusan Pariwisata dapat dilihat pada table berikut: Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Pariwisata Tahun 2011 No Kegiatan Anggaran Realisasi 1 Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata - Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata - Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di dalam dan di luar Negeri Fisik Keuangan % 100% 100% ,47 50,00 2 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata - Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata - Pengembangan Jenis dan Paket Wisata Unggulan % 100% ,48 99,22 Dari pelaksanaan program/kegiatan bidang pariwisata tahun 2011 telah dicapai beberapa hasil yang terkait dengan Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, diantaranya adalah berupa penataan dan pemeliharaan sarana prasarana kepariwisataan seperti sepeda air dan kolam renang rekreasi. Kegiatan lainnya adalah berupa pelaksanaan Lomba Mekepung Bupati Cup dan Jembrana Cup. Program pengembangan pemasran hasilnya berupa terpilihnya Duta Wisata (Jegeg Bagus Bali 2011), terlaksananya kerjasama penerbitan artikel kepariwisataan pada media cetak, dan terlaksananya promosi pariwisata dalam bentuk pementasan kesenian daerah. Selain program/kegiatan tersebut diatas, pada tahun 2011 bidang Pariwisata juga melaksanakan kegiatan lainnya melalui kerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan para pelaku industry pariwisata seperti : Penyuluhan kepariwisataan dan sadar wisata kepada tokoh-tokoh masyarakat, pelajar, dan
318 307 pedagang acung, lokakarya pengembangan kepariwisataan daerah dan ikut serta dalam pelaksanaan promosi pariwisata ke luar negeri. Manfaat yang didapat dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan kepariwisataan dan mulai berkembangnya dan dikenalnya obyek wisata dan daya tarik wisata Kabupaten Jembrana, serta meningkatnya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jembrana yang tentunya berdampak pada peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat dan daerah. 5.3 Permasalahan dan Solusi Kurangnya dikenalnya Kabupaten Jembrana sebagai salah satu destinasi wisata di Bali dibandingkan dengan Kabupaten lainnya yang telah maju kepariwisataannya turut mempengaruhi kecilnya minat wisatawan untuk berkunjung, disamping juga faktor jarak tempuh dari airport serta fasilitas penunjang kepariwisataan. Selain itu masih terbatasnya kemampuan SDM kepariwisataan juga merupakan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan sektor pariwisata. Solusinya adalah dalam program kepariwisataan telah diupayakan untuk mendapatkan solusi terhadap berbagai permasalahan tersebut seperti pelaksanaan kerjasama promosi pariwisata dengan para pelaku pariwisata di dalam dan luar daerah. Penataan dan pemeliharaan obyek dan daya tarik wisata, menggali potensi kepariwisataan dan pengembangan daya tarik wisata yang baru, serta terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi SDM kepariwisataan. 6. INDUSTRI Menurut UU No. 5 Tahun 1984, tentang Perindustrian, Perindustrian didefinisikan sebagai tatanan dan segala kegiatan yang bertalian dengan kegiatan industri. Sedangkan industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan setengah jadi atau bahan jadi yang memiliki nilai lebih tinggi dalam penggunaannya termasuk rancang bangun dan perekayasaan industri.
319 308 Berbagai landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan urusan Perindustrian adalah sebagai berikut : 1. UU No. 3 Tahun 1982, tentang wajib daftar perusahaan. 2. UU No. 5 Tahun 1984, tentang Perindustrian. 3. Kepmenprin No. 6 Tahun 1994, tentang ketentuan pengaturan bengkel umum kendaraan bermotor. 4. PP No. 13 tahun 1995 tentang Izin Usaha Industri. 5. Kepmenprin No. 148 Tahun 1995, tentang penetapan jenis dan komoditi industri yang proses produksinya tidak merusak lingkungan hidup. 6. UU No. 23 Tahun 1997, tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 7. PP No. 27 Tahun 1999, tentang Amdal 8. Kepmenprin No. 651 Tahun 2004, tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya. 9. Perpres No. 36 Tahun 2010, tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan bidang Usaha yang Terbuka dengan persyaratan dibidang Penanaman Modal. 10. UU No. 25 Tahun 2007, tentang Penanaman Modal. 11. PP No. 20 Tahun 2008, tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 12. PP No. 24 Tahun 2009, tentang Kawasan Industri. 13. Permenprin No. 41 Tahun 2009, tentang Ketentuan dan Tata cara pemberian izin usaha indutri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. 14. Perbub Kabupaten Jembrana No. 16 Tahun 2008, tentang Perindustrian dan Perbub No. 34 Tahun 2008 tentag Pembahasan atas Perbub No. 16 Tahun 2008 tentang Perindustrian. 6.1 Program dan Kegiatan Yang Dilaksanakan Sebagai daerah agraris, Kabupaten Jembrana memiliki potensi yang sangat besar dibidang penyediaan produk-produk hasil pertanian, baik untuk masyarakat Jembrana sendiri maupun masyarakat di luar Jembrana. Akan tetapi secara ekonomis potensi ini belum diikuti oleh pencapaian nilai tambah yang memadai. Bahkan pada suatu kondisi sering terjadi kerugian akibat tidak optimalnya penyerapan pasar terhadap produk-produk yang dihasilkan. Berdasarkan kondisi
320 309 tersebut dikembangkan kegiatan-kegiatan industri maupun kegiatan produktif lain sebagai sebuah solusi untuk mengatasi persoalan ekonomi masyarakat Jembrana. Kebijakan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memajukan pembangunan sektor industri adalah mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha produktif di Masyarakat, termasuk usaha industri yang mengolah hasil-hasil pertanian dalam arti luas, industri yang memiliki keterpaduan antara sektor hulu dan hilir serta industri yang mampu menstimulasi bertumbuh kembangnya sektor ekonomi lainnya. Disamping itu juga dilakukan upaya pemberdayaan industri-industri yang telah ada menjadi industri yang lebih kuat, mandiri dan berdaya saing, sehingga peran serta industri sebagai salah satu penyangga pembangunan bidang ekonomi maupun penyedia lapangan kerja semakin dapat diandalkan. Untuk mendukung kebijakan dibidang pembangunan sektor industri di Kabupaten Jembrana maka dirancang program/kegiatan yang pada prinsipnya terfokus/bermuara pada upaya penumbuh dan pengembangan industri. Program dan kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Program Pengembangan IKM, Kegiatan Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah terhadap pemanfaatan Sumber daya. Sumber Dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jembrana dengan Pagu Anggaran sebesar Rp ,- (Dua puluh lima juta rupiah). Kegiatan ini terdiri dari 4 (empat ) Sub. Kegiatan yaitu : a. Bintek Pembuatan MOCAF (Modified Casava Flour) atau tepung ketela pohon modifikasi. b. Bintek Pembuatan Mie Instant berbahan dasar Tepung MOCAF. c. Bintek Pembuatan Kripik Singkong rasa Gadung. d. Bintek Pengolahan Kue berbahan Tepung Casava (MOCAF). Manfaat yang diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah terolahnya produk hasil pertanian (Casava) menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan dapat dijadikan sebagai salah satu peluang usaha masyarakat.
321 Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri, Kegiatan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri. Sumber Dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jembrana dengan Pagu Anggaran sebesar Rp ,- (Seratus juta rupiah). Kegiatan ini diarahkan pada upaya pemanfaatan teknologi dibidang produksi (pengolahan pangan) maupun industri kerajinan, dengan demikian diharapkan akan terjadi peningkatan mutu, produktivitas/efisiensi maupun diversifikasi produk industri. Sub. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari 2 (dua) yaitu : a. Pemanfaatan Bioteknologi untuk pengolahan Whey tahu (air tahu) menjadi Nata de Soya. b. Bintek Modifikasi Furniture. Outcome dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan kapasitas, kualitas dan utilitas teknologi yang diterapkan pada sektor industri di Kabupaten Jembrana. 3. Program Pengembangan Sentra-sentra industri potensial. Sumber Dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jembrana dengan Pagu Anggaran sebesar Rp ,- ( Seratus tujuh puluh empat juta dua belas ribu lima ratus rupiah) terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu : Kegiatan penyediaan informasi yang dapat diakses Masyarakat. Peningkatan produktivitas Sentra. Kegiatan pertama terfokus pada upaya penyediaan informasi yang dapat dijadikan sarana komunikasi antara perajin dengan masyarakat (calon konsumen) yang terdiri dari : Pembuatan Katalog Produk Industri Unggulan Kabupaten Jembrana. Mapping Industri Unggulan Kabupaten Jembrana. Dengan kedua sarana informasi ini diharapkan mampu mengkomunikasikan keberadaan usaha industri Kabupaten Jembrana baik lokasi, jenis produk, harga, disain maupun informasi lain yang diperlukan untuk memasaran/promosi produk.
322 311 Kegiatan kedua, berupa kegiatan Bimbingan Teknis produksi pembuatan motif (disain) Tenun Cagcag dan Tenun ATBM yang peruntukannya adalah kepada Perajin tenun di Kabupaten Jembrana. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu membuat disain motif tenunan yang lebih baik, menarik, dinamis dan sesuai selera konsumen. 6.2 Realisiasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Hasil yang diharapkan dari program/kegiatan yang dirancang tahun 2011 ini adalah meningkatnya daya saing industri Kabupaten Jembrana sehingga semakin dapat diandalkan sebagai penopang perekonomian masyarakat. Adapun alokasi program dan kegiatan serta realisasinya pada bidang perindustrian tahun 2011 dapat dillihat pada tabel sebagai berikut: No. Tabel Alokasi dan RealisasiAnggaran Urusan Industri Tahun 2011 Realisasi 15 Desember 2011 Anggaran Program / Kegiatan Fisik Keuangan Capaian (Rp.) (%) (Rp.) (%) 1 Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah. Kegiatan Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah terhadap pemanfaatan sumber daya. 25,000, ,700, ,80 2 Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri 100,000, ,221, ,22 3 Program Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat 3.1 Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat 60,000, ,650, , Peningkatan Produktivitas Sentra Industri 115,732, ,362, ,82
323 Program Pengembangan IKM dengan Kegiatan Fasilitasi bagi IKM terhadap pemanfaatan Sumber daya secara fisik dapat direalisasikan 100 % dan keuangan terealisasi 87 % (Rp ,00) dari pagu 100% sebesar Rp ,00 (dua puluh lima juta rupiah). Terdapat sisa anggaran sebesar Rp ,00 (tiga juta tiga ratus ribu rupiah) yang merupakan efesiensi dari Sub. Kegiatan pembuatan MCF dan Pembuatan Mie Instant. Bentuk Kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut : Bintek Pembuatan MOCAF (Modified Casava Flour) atau tepung ketela pohon modifikasi. Bintek Pembuatan Mie Instant berbahan dasar Tepung MOCAF. Bintek Pembuatan Kripik Singkong rasa Gadung. Bintek Pengolahan Kue berbahan Tepung Casava (MOCAF). 2. Program Peningkatan Teknologi Industri, dengan kegiatan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri secara fisik kegiatan ini dapat direalisasikan sebesar 78 %, karena dari 9 (sembilan) Sub. Kegiatan yang direncanakan 2 (dua) diantaranya tidak terlaksana yaitu : a. Sub. Kegiatan Belanja Jasa Pengumuman Lelang yang mana rencananya Pabrik Coklat Sekunder di Melaya, tetapi karena pabrik bersangkutan masih dalam kajian untuk menentukan dilanjutkan atau tidak operasionalnya, dan hasil kajian sampai akhir tahun 2011 belum selesai maka Sub. Kegiatan ini tidak terlaksana. b. Sub. Kegiatan Magang Furniture, Sub. Kegiatan ini tidak dilaksanakan karena transformasi/penyerapan teknik modifikasi furniture sudah dapat dilakukan secara maksimal pada saat pelaksanaan Bintek Modifikasi Furniture di Kabupaten Jembrana. Sedangkan dari sisi keuangan, kegiatan ini terealisasi sebesar 76 % (Rp ) dari Pagu Anggaran keseluruhan sebesar Rp ,00 (Seratus Juta Rupiah). Hal ini disebabkan karena adanya Sub. Kegiatan yang tidak terlaksana dengan dana sebesar Rp ,00 (18%) dan efisiensi dana Kegiatan sebesar Rp ,00 (5,6 %).
324 313 Bentuk Kegiatan yang dilaksanakan Pemanfaatan Bioteknologi untuk pengolahan Whey tahu (air tahu) menjadi Nata de Soya yaitu dengan melaksanakan Bintek Modifikasi Furniture. 3. Program Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial. Program ini terdiri dari 2 (dua) Kegiatan yaitu : a. Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat, dan b. Peningkatan Produktivitas Sentra. Untuk kegiatan Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat secara fisik kegiatan ini terealisasi seluruhnya atau 100 % dan keuangan sebesar 99 % (Rp ,00) dari Pagu anggaran Rp ,00. Kegiatan Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat sebagai berikut : a. Mapping Industri Unggulan di Kecamatan Melaya, Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Pekutatan. b. Publikasi Potensi Industri Kecil dan Kerajinan Kabupaten Jembrana lewat Media Massa. c. Katalog Produk Industri Unggulan Kabupaten Jembrana. Bentuk Kegiatan Peningkatan Produktivitas Sentra sebagai berikut : a. Bintek Tenun Cagcag b. Bintek Tenun ATBM c. Buku Profil Sentra Unggulan Kabupaten Jembrana d. Contoh Kemasan Produk Camilan Capaian Kinerja pembangunan Industri di Kabupaten Jembrana dapat dilihat dari data-data terkait dengan sektor industri sebagai berikut : Tabel Perkembangan Jumlah Industri di Jembrana Industri Kecil Rumah Tangga NO TAHUN UNIT USAHA TENAGA KERJA (Orang) INVESTASI (Rp.MIL)
325 314 Tabel Data Perkembangan Industri Menengah Dasar NO TAHUN UNIT USAHA TENAGA KERJA (Orang) INVESTASI (Rp.Mil) Tahun Tabel Perkrembangan Unit Usaha, Penyerapan Tenaga Kerja dan Investasi Sektor Industri Jumlah Naik / Turun Jumlah Naik / Turun Nilai Investasi Naik / Turun Unit Tenaga Jumlah % Jumlah % (Rp.) Jumlah % usaha Kerja ,813 10,006 30,542,764, ,469 (1,344.00) (27.924) 10, ,170,009,000 2,627,245, ,325 1, ,038 1, ,976,276,000 4,806,267, , , ,117,128,000 5,140,852, , , ,432,296,000 13,315,168, , , ,315,886,000 3,883,590, , , ,582,721,000 1,266,835, Rata-rata ,173,326, Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa terjadi perkembangan dan peningkatan terhadap jumlah industri kecil rumah tangga yang berimplikasi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dan investasi di Kabupaten Jembrana. Hal ini tentu menunjukkan bahwa program-program yang dilaksanakan pada urusan Industri sudah menunjukkan hasil yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan masyarakat untuk berwirausaha. 6.3 Permasalahan dan Solusi. Pada prinsipnya permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan perindustrian terdiri dari 2 (dua) aspek yaitu Internal (Aparatur) dan Eksternal (Lingkungan Global). Permasalahan dari aspek Internal antara lain :
326 315 a. Kurang memadainya Sumber Daya Manusia dari segi kualitas maupun kuantitas. b. Kurang memadainya sarana dan prasarana pembinaan. Sedangkan dari aspek eksternal, permasalahan yang dihadapi adalah : a. Ketatnya tingkat persaingan pasar. b. Dinamisnya selera konsumen. c. Tingginya cost produksi. d. Maraknya Black Market. e. Kurang kondusifnya iklim usaha. Adapun solusi yang ditempuh antara lain : a. Melaksanakan diklat SDM aparatur dan dunia usaha secara berkala. b. Meningkatkan daya saing industri melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi. c. Mengembangkan kreatifitas untuk menciptakan disain-disain produk baru yang sulit dijiplak. d. Melindungi karya cipta melalui HKI. e. Penerapan strategi OVOP dan f. Pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah 7. PERDAGANGAN Dalam melaksanakan urusan perdagangan di Kabupaten Jembrana tetap berpedoman kepada aturan perundang-undangan yang berlaku. Berbagai peraturan yang dijadikan acuan antara lain : a. UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Peraturan Pelaksanaannya b. UU Nomor 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan c. UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen d. Perpres Nomor 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. e. Peraturan Keputusan Menperindag RI No.634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang Beredar dan atau Jasa yang Beredar di Pasar
327 316 f. Permendag No.10/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha PErwakilan Perusahaan Perdagangan Asing g. Permendag No.11/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Agen atau Distributor Barang dan atau Jasa. h. Permendag No.13/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung. i. Permendag No.14/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Surat Izin Usaha Jasa Survey j. Permendag No.16/M-DAG/PER/3/2006 tentang Penataan dan Pembinaan Pergudangan k. Permendag No.33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti l. Permendag No.36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan m. Permendag No.37/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan n. Permendag No.31/M-DAG/PER/3/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba o. Permendag No.53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. p. Permendag No.28/M-DAG/PER/6/2009 tentang Ketentuan Pelayanan Perijinan Ekspor dan Impor dengan Sistem Elektronik melalui Inatrade dalam Kerangka Indonesia National Single Windows. q. Permendag No.45/M-DAG/PER/9/2009 tentang Angka Pengenal Importir (API) r. Permendag No.07/M-DAG/PER/2/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 21/M-DEG/PER/6/2008 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian s. Perda Kabupaten Jembrana Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pengwasan dan Pengendalian Mikol
328 317 t. Perbup Jembrana Nomor 9 tahun 2008 tentang Biaya Administrasi Surat Izin Usaha Perdagangan, Tanda Daftar Perusahaan dan Tanda Daftar Gudang. 7.1 Program dan Kegiatan Bidang Perdagangan merupakan salah satu bidang dibawah Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi yang pada tahun 2011 telah melaksanakan 2 Program yang terdiri dari 3 kegiatan terinci sebagai berikut : 1. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Program ini terdiri dari 1 Kegiatan yaitu Kegiatan Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa. Kegiatan tersebut didanai oleh APBD dengan nomor rekening sebesar Rp ,- (Dua Puluh Juta Rupiah). Adapun bentuk kegiatan dari program tersebut adalah sebagai berikut: a. Bekerjasama dengan Kantor UPTD Metereologi Provinsi Bali melakukan kegiatan Peningkatan Legalitas Alat UTTP dan Jumlah Barang Dalam Keadaan Tertutup (BDKT) yang diawasi berupa Tera Ulang Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) di Kabupaten Jembrana (5 Kecamatan). b. Pengawasan terhadap penjualan dan peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Jembrana. Kegiatan tersebut meliputi Pembinaan dan Pengawasan terhadap Penjualan Minuman Beralkohol di Kawasan Wisata, Warung Tradisional, Super Market, Hotel dan Restaurant yang tersebar di 5 Kecamatan se Kabupaten Jembrana. Dari kegiatan tersebut diharapkan tingkat kerawanan dan ketertiban masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin dan juga menhindari adanya peredaran Minuman Beralkohol yang illegal/palsu. c. Pengawasan Terhadap Penjualan dan Peredaran Barang di Pasar. Kegiatan tersebut meliputi antara lain : Pengawasan peredaran barang/makanan kadaluarsa, Barang Melamin berformalin, barang palsu, kosmetik yang mengandung mercury, obat-
329 318 obatan illegal, Makanan berformalin dan lain-lainnya. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk melindungi konsumen sebagaimana ketentuan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dari kegiatan diharapkan para pihak distributor semakin meningkat kesadaran untuk menarik kembali barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan dimaksud. Pengawasan terhadap peredaran dan pendistribusian barang-barang bersubsidi termasuk pupuk, gula pasir, dan bahan bakar minyak (BBM) sangat penting untuk dilaksanakan,dan dari pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan adanya kelancaran arus distribusi barang-barang dan ketersediaan barang yang stabil serta harga sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Tahun 2011 ini telah ditemukan beberapa kasus, antara lain Peredaran merica butiran palsu yang dibuat dari tepung beras dan pakan ternak palsu yang dicampur dengan serbuk gergaji, tetapi semua kejadian itu dapat dideteksi secara cepat sehingga rantai peredarannya bisa diputus dengan segera. 2. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri Program ini terdiri dari 2 Kegiatan yaitu Kegiatan Promosi Produk Jembrana serta Monitoring dan Publikasi Harga. Kegiatan kegiatan tersebut didanai juga oleh APBD dengan nomor rekening sebesar Rp ,- (Empat Ratus Enam Belas Ribu Empat Ratus Sembilan Ribu Lima Ratus Rupiah) untuk Kegiatan Promosi Produk Jembrana, serta nomor sebesar Rp ,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) untuk Kegiatan Monitoring dan Publikasi Harga. Adapun bentuk kegiatan dari program tersebut adalah sebagai berikut : a. Promosi Produk Jembrana Terdiri dari : Pameran Dalam rangka pemasaran hasil produksi pengusaha kecil dan menengah, Bidang Perdagangan telah menginformasikan dan memfasilitasi para
330 319 pengerajin untuk mengikuti kegiatan pameran di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional sehingga nantinya diharapkan terjadi kontak dagang antara penjual dengan para pembeli baik dari dalam maupun luar negeri. Adapun kegiatan pameran yang telah diikuti pada tahun 2011 ini yaitu : 1. Pameran Inacraft di Jakarta 2. Pameran Batam Expo di Batam, Kepulauan Riau 3. Pameran Gebyar Koperasi, UMKM dan Produk Unggulan Daerah Lainnya di Yogyakarta 4. Pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) di Denpasar 5. Pameran dalam rangka HUT Kota Negara ke-116 Pusat Informasi Produk Jembrana. Bidang Perdagangan memiliki 2 tenaga kontrak yang sebagai petugas di PIPJ (Pusat Informasi Produk Jembrana) yang didanai oleh APBD. Mereka mempunyai tugas utama untuk memberikan informasi kepada masyarakat/tamu yang meminta informasi tentang produk Jembrana. Apabila ada kegiatan kunjungan kerja dari luar daerah atau kegiatan kegiatan seminar di Area Gedung Kesenian Bung Karno, mereka akan stand by di Ruang Pameran Gedung Kesenian Bung Karno. Pasar Lelang di Denpasar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memfasilitasi petani/pengusaha yang ada untuk dapat mempromosikan produk yang dihasilkan, sehingga dari kegiatan tersebut diharapkan akan terjadi transaksi/kontak dagang antara pembeli dan penjual. b. Monitoring dan Publikasi Harga Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pemantauan Harga Barang Kebutuhan Pokok dan barang penting laiinya. Pendataan dilakukan 2 x seminggu di Pasar Negara dan di Pasar Melaya. Data harga yang didapat tersebut di kirimkan ke Radio untuk disiarkan supaya masyarakat Kabupaten Jembrana bisa mengetahui harga harga di pasar Negara dan pasar Melaya.
331 320 Selain itu data tersebut dikirimkan juga ke Kabupaten Kabupaten di seluruh Bali sebagai sarana tukar informasi. Selain rincian tugas tugas tersebut, tahun 2011 ini juga telah dilaksanakan kegiatan lain yang tidak dianggarkan dalam APBD 2011 dan tidak tercantum dalam DPA Bidang Perdagangan, yaitu Kegiatan Sosialisasi dan Pengawasan perijinan dilakukan untuk memantau serta mensosialisasikan perlunya kepemilikan Dokumen perijinan yang berupa Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Tanda Daftar Gudang (TDG). Selain itu, Bidang Perdagangan termasuk salah satu anggota tim perijinan yang bertugas untuk melakukan survey lapangan dan memberikan rekomendasi pada pembuatan izin yang berkaitan dengan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Tanda Daftar Gudang (TDG). 7.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dari program dan kegiatan yang dicanangkan pada urusan perdagangan dialokasikan anggaran pada APBD dengan realisasi sebagai berikut : Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Perdagangan Tahun 2011 NO INDIKATOR KINERJA SATUAN I. II. PROGRAM PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PENGAMANAN PERDAGANGAN Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa PROGRAM PENINGKATAN EFISIENSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI TARGET/ ANGGARAN REALISASI % Rupiah ,80% 1. Promosi Produk Jembrana Rupiah ,78% 2. Monitoring dan Publikasi Harga Rupiah ,00% TOTAL Rupiah ,35% DPA di Bidang Perdagangan terdiri dari 2 Program dan 3 Kegiatan, dengan total anggaran sebesar Rp (Empat Ratus Empat Puluh Satu Juta Dua Ratus Sembilan Ribu Lima Ratus Rupiah).
332 321 Dari anggaran tersebut hanya dapat direalisasikan sebesar Rp ,- (Empat Ratus Sebelas Juta Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah) atau hanya sebesar 93,35% dari total anggaran. Realisasi tersebut diperuntukkan antara lain untuk : a. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Hanya ada 1 kegiatan yang termasuk dalam Program ini, yaitu Kegiatan Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa dengan realisasi keuangan sebesar Rp ,- ( Enam Belas Juta Lima Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah) dari anggaran Rp ,- (Dua Puluh Juta Rupiah) atau sebesar 82,80% dari total anggaran. Peruntukan penggunaan anggaran ini adalah digunakan untuk Pembayaran Uang Lembur PNS, Belanja Bahan Percontohan (Sampel Produk), Uang Jasa Pihak ke-3 tim MIKOL dari Kepolisian, dan Uji Laboratorium. Untuk persentase realisasinya tidak mencapai 100% dikarenakan, ada beberapa sub kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu pembelian Bahan Percontohan dan Uji Laboratorium karena belum ada MoU dengan Laboratorium yang sanggup melakukan tes untuk Sampel bahan yang akan diuji. Sehingga dana yang telah dianggarkan tidak dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. b. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri Ada 2 Kegiatan yang termasuk dalam Program ini, yaitu : Kegiatan Promosi Produk Jembrana. Realisasi keuangan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Empat Ratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) dari anggaran Rp ,- (Empat Ratus Enam Belas Juta Empat Ratus Sembilan Ribu Lima Ratus Rupiah) atau sebesar 96,31% dari total anggaran. Peruntukan penggunaan anggaran ini adalah digunakan untuk Biaya Keikutsertaan Pameran beserta biaya biaya penunjang pameran yang lainnya, uang jasa untuk 2 orang Petugas PIPJ, dan biaya modal
333 322 pengadaan Printer Multifungsi. Untuk persentase realisasinya tidak mencapai 100% dikarenakan ada efisiensi yang dapat dilakukan dalam pendanaan kegiatan tersebut. Kegiatan Monitoring dan Publikasi Harga. Realisasi keuangan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) dari anggaran Rp ,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) atau tepat 100% dari total anggaran. Peruntukan penggunaan anggaran ini adalah digunakan untuk Biaya Penyiaran Harga Bahan Pokok dan Barang strategis di radio yang telah ditunjuk. 7.3 Permasalahan dan Solusi Disamping adanya faktor pendukung keberhasilan sebagaimana telah diuraikan di atas. dalam usaha pencapaian sasaran juga ditemui beberapa permasalahan antara lain : a) Kurangnya kesadaran masyarakat akan perlunya kepemilikan SIUP dan TDP. b) Adanya peraturan pusat yang menyatakan bahwa untuk pengurusan perizinan yaitu SIUP/TDP dikenakan biaya Rp 0,- (Nol rupiah) itu menyebabkan pemenuhan PAD dari sektor perijinan SIUP/TDP tidak bisa mencapai target. c) Rendahnya kuantitas dan kualifikasi SDM aparat pembina dan pengusaha industri dan perdagangan. d) Terlalu seringnya terjadinya mutasi pegawai sehingga seseorang sudah memiliki keahlian dipindahkan ke instansi yang lain. e) Masih adanya para pengusaha yang tidak melakukan perpanjangan/ pembaharuan SIUP/TDP dengan alasan karena kegiatan usahanya tidak aktif dan sebagian lagi pemiliknya tidak ada ditempat. f) Rendahnya wawasan pelaku usaha UKM terhadap promosi. g) Terbatasnya prasarana dan sarana operasional aparat pembina termasuk sarana transportasi roda 4. h) Terbatasnya sarana dan prasarana kemetrologian serta tenaga tekhnis kemetrologian yang tersedia.
334 323 Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut maka diperlukan upayaupaya pemecahannya sebagai berikut : a) Sosialisasi perlunya kepemilikan SIUP dan TDP kepada para pelaku usaha. b) Melakukan Pelatihan dan bimbingan tekhnis peningkatan SDM bagi UKM maupun Pembina/Aparat. c) Melakukan pembinaan secara terus menerus antara lain pengurusan perijinan dan promosi produk. d) Mengikuti Pameran/Promosi Produk Unggualan Daerah ke even-even Nasional maupun regional. e) Penerapan Right Man on the Right Place, yaitu penetapan pegawai sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki dan dibutuhkan. 8. TRANSMIGRASI Pengaruh laju pertumbuhan penduduk yang tidak merata disalah satu daerah akan menimbulkan stagnasi pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan oleh persainagan yang sangat ketat didaerah yang wilayahnya sempit dengan jumlah penduduk yang cukup padat dimana sangat kecilnya peluang kerja serta sangat sempitnya lahan garapan. Oleh karena itu perlu adanya terobosan untuk membuka lapangan kerja baru melalui program Transmigrasi regional. 8.1 Program dan Kegiatan Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait program transmigrasi pada tahun 2011 dilaksanakan kegiatan Transmigrasi regional. 8.2 RealisasiPelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi dan realisasi anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan pada urusan Transmigrasi dapat dilihat pada table berikut: Tabel Alokasi dan Realisasi Anggaran Urusan Transmigrasi Tahun 2011 No Kegiatan Anggaran Realisasi Fisik Keuangan % 1 Program Transmigrasi Regional - Penyuluhan Transmigrasi regional ,- 3% ,02%
335 324 Dari anggaran yang tersedia sedianya dipergunakan untuk kegiatan pennjauan lokasi transmigrasi dan penyebaran informasi berupa leaflet dan brosur tentang tranmigrasi namun belum dapat dilaksanakan. Dari anggaran yang telah direalisasikan pada urusan Transmigrasi dipergunakan untuk kegiatan administrasi kantor. 8.3 Permasalahan dan Solusi Permasalahan yang dihadapi adalah untuk pelaksanaan transmigrasi tahun 2011 belum dapat dilaksanakan karena program transmigrasi sepenuhnya dilaksanakan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang kuotanya ditentukan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, kemudian baru dialokasikan kepada Kabupaten/Kota. Solusi yang ditempuh adalah dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali dalam rangka penempatan transmigrasi, mengajukan daftar animo calon transmigrasi ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI di Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali di Denpasar.
336 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 325 BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN ( TP ) A. TUGAS PEMBANTUAN ( TP ) YANG DITERIMA Tugas Pembantuan sebagai salah satu azas penyelenggaraan pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia diselenggarakan karena tidak semua wewenang dan tugas pemerintahan dapat didesentralisasikan dan diotonomkan kepada daerah. Pemberian Tugas Pembantuan kepada daerah dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan umum. Sedangkan tujuannya adalah untuk memperlancar pelaksanaan tugas dan penyelesaian permasalahan serta membantu penyelenggaraan pemerintahan dan pengembangan pembangunan daerah. Sebagai konsekuensi penyelenggaraan tugas pembantuan ini, pemerintah pusat sebagai pemberi tugas mengalokasikan anggaran serta pedoman pelaksanaannya dari masing masing Kementerian/Lembaga/Departemen/Direktorat Jenderal (Ditjen) melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Bendahara Umum Negara) berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Satuan Kerja (Satker) Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di daerah, demikian pula pemerintah daerah berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan pelaksanaannya kepada pemberi tugas pembantuan. Dasar hukum penyelenggaraan tugas pembantuan adalah sebagai berikut : 1. Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.
337 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten / Kota. Pada Tahun Anggaran 2011 Pemerintah Kabupaten Jembrana menerima pelaksanaan tugas pembantuan dari 5 (lima) Kementerian yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Kesehatan. Tugas Pembantuan ini dilaksanakan oleh 4 (Empat) SKPD yaitu Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan ( PKL ) Kabupaten Jembrana, Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Kabupaten Jembrana, Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi serta Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial. 1. Tugas Pembantuan Yang diterima oleh Dinas Pertanian, Kelautan dan Kehutanan Kabupaten Jembrana. Dinas Pertanian, Kelautan dan kehutanan menerima Tugas Pembantuan dari 2 (dua) Kementerian yaitu Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 1.1 Dasar Hukum Dasar Hukum pelaksanaan Tugas pembantuan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Perkebunan dan Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air adalah sebagai berikut : a. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan : 1) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2011 Nomor: 1909/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2010, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,-. 2) Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2011.
338 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 327 3) Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 653/Kpts/Ku.410/1/2011 tentang Penetapan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Penandatangan Surat Perintah Membayar (PP-SPM), Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan Dana Tugas Pembantuan Pada SKPD Dinas/Badan/Kantor Yang Membidangi Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun Anggaran b. Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air : 1) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2011 Nomor : 1909/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2010, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,- 2) Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Tahun Anggaran ) Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2368/Kpts/OT.160/5/2011 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor 562/Kpts/KU.410/1/2011 tentang Penetapan Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM), Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2011 Pada SKPD Dinas/Badan/Kantor Yang Membidangi Prasarana dan Sarana Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. c. Direktorat Jenderal Perkebunan : 1) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2011 Nomor : 1909/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2011, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,- 2) Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Pembangunan Perkebunan Program Peningkatan Produksi,Produkivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan Tahun 2011, Dinas Pertanian Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan.
339 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 328 3) Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 2342/Kpts/OT.160/5/2011 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor 807/Kpts/KU.410/2/2011 tentang Penetapan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PP-SPM), Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan Dana Tugas Pembantuan pada SKPD Dinas/Badan/Kantor yang Membidangi Perkebunan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun Anggaran d. Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dengan dasar hukum sebagai berikut : 1) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2011 Nomor : 0627/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2011, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,- 2) Kertas Kerja RKA-KL Rincian Belanja Satuan Kerja Tahun Anggaran 2011 Satuan Kerja Tugas Pembantuan Kabupaten Jembrana Provinsi Bali Kode Satker , Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP). 3) Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor KEP.97/MEN/KEU/KU.611/2011 tentang Perubahan Kedua Puluh Dua Atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.139/MEN/KEU.611/2010 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) dan Pengangkatan Bendahara Pengeluaran Pada Satuan Kerja Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota Dana Tugas Pembantuan Lingkup Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran ) Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Nomor : 49/TP/VI/KAN/PKL/2011 tentang Perubahan Atas Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Nomor
340 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan /TP/III/KAN/PKL/2011 tentang Penunjukan Penanggung Jawab Pengelola Keuangan, Pengelola SAI dan Pengelola SABMN Satker Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran Instansi Pemberi Tugas Pembantuan. Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Pertanian, dengan program dan kegiatan dilaksanakan di melalui 3 (tiga) Direktorat Jenderal yaitu : - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian - Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Program dan Kegiatan Program dan Kegiatan tugas pembantuan dari Kementerian Pertanian yang dialokasikan kepada Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan adalah sebagai berikut: a. Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan : - Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. - Pengelolaan Produksi Tanaman Serelia. - Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan. - Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan. - Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan. b. Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu :
341 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pengelolan Air Irigasi untuk Pertanian. - Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian. - Pengelolaan Sistem Penyediaan dan Pengawasan Alat Mesin Pertanian. - Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. - Fasilitas Pupuk dan Pestisida. - Pelayanan Pembiayaan Pertanian dan Pengembangan Usaha Agrobisnis Perdesaan (Puap) c. Program dan Kegiatan Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Perkebunan yang diberikan kepada Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan adalah Program Peningkatan Produksi,Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah : - Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar. - Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Perkebunan. d. Program dan Kegiatan tugas pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) yang diberikan kepada Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan adalah sebagai berikut : 1. Program : Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan. 2. Kegiatan : - Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan. - Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen P2HP Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan : Realisasi Pelaksanaan Progrram dan Kegiatan Tugas Pembantuan dapat dilihat pada tabel berikut : a. Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan :
342 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 331 Tabel 5.1 Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Tanaman Pangan Tahun 2011 Realisasi Program/Kegiatan Jumlah Pagu Fisik % Keu (Rp) % Program Peningkatan Produksi,Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Pengelolaan Produksi Tanaman Serelia. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan. Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan ,60 J U M L A H , ,27 99,47 99,23 99,97 Tugas Pembantuan dari Kementerian Pertanian Ditjen Tanaman Pangan yang dialokasikan kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, pada tahun anggaran 2011 dialokasikan dana sebesar Rp ,00 untuk 1 (satu) Program dalam 1 DIPA yaitu : 1. Program Peningkatan Produksi,Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Sasaran yang ingin dicapai adalah terlaksananya SLPTT Komoditas Serelia, meningkatnya pupuk organik, terlaksananya SL-PTT, pelatihan, Koordinasi,Pembinaan,Pengawasan dan Monitoring kegiatan peningkatan produksi dan produktivitas melalui indikator tertibnya administrasi kegiatan terlaksananya kegiatan dan hingga akhir bulan Desember tahun 2011 dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 dengan realisasi fisik 100% dan keuangan 99,14 %. b. Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Alokasi dan Realisasi Anggaran baik fisik maupun keuangan adalah sebagai berikut :
343 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 332 Tabel 5.2 Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Realisasi Program/Kegiatan Jumlah Pagu Fisik % Keu(Rp) % Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian. Pengelolan Air Irigasi untuk Pertanian. Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian. Pengelolaan Sistem Penyediaan dan Pengawasan Alat Mesin Pertanian Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. Fasilitas Pupuk dan Pestisida. Pelayanan Pembiayaan Pertanian dan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (Puap) , ,66 38,94 62,22 J U M L A H ,15 Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian-Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana. Pada tahun anggaran 2011 dialokasikan dana sebesar Rp , 00 untuk 1 ( satu ) Program dalam 1 DIPA yaitu : 1) Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian, sasaran yang ingin dicapai adalah terlaksananya kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air dengan indikator keluarannya adalah : Tersedianya pengembangan sumber air alternatif skala kecil. Tersedianya optimasi pemanfaatan air irigasi Tersediannya pengembangan konservasi air, Hingga akhir bulan Desember tahun 2011 dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 dengan realisasi fisik 100% dan keuangan 86,15 %. c. Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Perkebunan : Alokasi dan Realisasi Anggaran baik fisik maupun keuangan adalah sebagai berikut :
344 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 333 Tabel 5.3 Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Perkebunan Program/Kegiatan Program Peningkatan Produksi,Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan. - Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar. - Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Perkebunan. Jumlah Pagu Realisasi Fisik % Keu (Rp) % ,83 93,36 J U M L A H ,65 Pemerintah Pusat melalui Satuan Kerja Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, pada tahun anggaran 2011 dialokasikan dana sebesar Rp ,00 untuk 1 (satu) Program dalam 1 DIPA yaitu : Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan, sasaran kegiatan yang ingin dicapai adalah meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman perkebunan (kakao) dengan indikator keluarannya adalah : - Terlaksananya peremajaan kakao seluas 300 Ha - Terlaksananya intensifikasi kakao seluas 600 Ha - Terwujudnya pembangunan 2 unit UPH (Unit Pengolahan Hasil) kakao fermentasi - Terwujudnya peningkatan produksi dan produktivitas kakao - Meningkatnya kemampuan teknis petani dalam mengelola kebun kakao sesuai standart teknis budidaya perkebunan. - Meningkatnya kemampuan 20 orang petani dalam mengelola produksi pasca panen sesuai SNI - Tersedianya rekomendasi pemupukan yang spesifik di lokasi gerakan untuk digunakan oleh para petani - Tersedianya sistim data base budidaya kakao dengan menggunakan metodologi intensifikasi dan identifikasi tanaman kakao.
345 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 334 Hingga akhir bulan Desember tahun 2011 dapat direalisasikan sebesar Rp ,00 dengan realisasi fisik 100% dan keuangan 98,65 %. d. Tugas Pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) : Tabel 5.4 Alokasi dan Realisasi Anggaran TP Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Realisasi Uraian Kegiatan Jumlah Pagu Fisik Keuangan % (Rp) % Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan ,27 Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen P2HP ,34. J U M L A H ,34 Pemerintah Kabupaten Jembrana menerima Tugas Pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, pada tahun anggaran 2011 dialokasikan dana sebesar Rp ,00 untuk Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan, sasaran program yang ingin dicapai adalah meningkatnya produk olahan bernilai tambah, jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, investasi, distribusi dan akses pasar hasil perikanan. Keluaran (output) Kegiatan Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan adalah tersedianya sarana dan prasarana pemasaran dalam negeri hasil perikanan, melaui indikator kinerja kegiatan : 1). Jumlah pelelangan ikan dan pasar ikan yang dibina dan dikembangkan agar dapat berfungsi sesuai standar, 2). Jumlah lokasi pelaksanaan promosi dan kerjasama pemasaran hasil perikanan dalam negeri melalui Gemarikan.
346 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 335 Selanjutnya keluaran (output) Kegiatan Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen P2HP adalah tersedianya dokumen perencanaan dan pelaporan, melaui indikator kinerja kegiatan : 1). Terlaksananya seluruh perencanaan, pelaporan dan publikasi secara terintegrasi, akuntabel dan tepat waktu berdasarkan data yang terkini dan akurat di lingkungan Ditjen P2HP. 2). Terlaksananya dukungan teknis inovasi teknologi pengolahan, metode pengujian dan monitoring hasil perikanan yang siap diimplementasikan. 3). Terbayarnya gaji dan terlaksananya operasional perkantoran di lingkungan Ditjen P2HP. Hingga akhir bulan Desember tahun 2011, Program/Kegiatan ini dapat dilaksanakan atau direalisasikan sebesar Rp ,00 dengan realisasi fisik 100 % dan keuangan 94,34 %. Kegiatan ini berupa Pembangunan Los Pasar Ikan yang berlokasi di Pasar Umum Negara Kecamatan Jembrana dengan nilai kontrak sebesar Rp ,00 yang dilaksanakan oleh CV. PANCA KARYA UTAMA Sumber dan Jumlah Anggaran Yang Digunakan. a. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Sumber Dana Satker ( ) berasal dari Rupiah Murni pada DIPA TA.2011 Nomor: 1909/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2010, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,00 (satu milyard empat ratus tujuh puluh satu juta enam ratus empat puluh tiga ribu rupiah). b. Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Sumber Dana Satker ( ) berasal dari Rupiah Murni pada DIPA TA Nomor : 1909/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2010, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,00 (satu milyard dua ratus tujuh belas juta rupiah). c. Direktorat Jenderal Perkebunan Sumber Dana Satker ( ) berasal dari Rupiah Murni pada DIPA
347 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 336 TA.2011 Nomor : 1909/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2010, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,00 (dua milyard delapan puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh delapan ribu rupiah). d. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP). Sumber Dana Satker ( ) berasal dari Rupiah Murni pada DIPA TA Nomor : 0627/ /20/2011 tanggal 20 Desember 2010, dengan pagu anggaran sebesar Rp ,- (empat ratus tiga puluh enam juta tiga ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) Satuan Kerja Perngkat Daerah (SKPD) Yang Menangani. SKPD di Kabupaten Jembrana yang melaksanakan tugas pembantuan adalah Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional. a. Pelaksana Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berjumlah 6 orang pegawai sebagai pengelola, yang terdiri dari : 3 orang petugas pelaksana teknis kegiatan,1 Orang Bendahara, 1 orang Pejabat Pembuat Komitmen dan 1 Orang kuasa Pengguna Anggaran dengan Kualifikasi Pendidikan S2 1 Orang, S1 sebanyak 3 Orang, SMA sebanyak 2 Orang. Pangkat dan Golongan Golongan IV sebanyak 2 Orang, Golongan III sebanyak 4 Orang. Pejabat Struktural Eselon II sebanyak 1 Orang, Eselon III sebanyak 1 Orang dan Eselon IV sebanyak 1 orang. b. Pelaksana Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan lahan dan Air adalah sebanyak 5 orang pegawai, yang terdiri dari 1 orang petugas pelaksana teknis kegiatan, 1 orang pembuata laporan, 1 Orang Bendahara, 1 orang Pejabat Pembuat Komitmen dan 1 Orang kuasa Pengguna Anggaran dengan kualifikasi pendidikan S2 1 Orang, S1 3 Orang SMA 1 Orang. Jumlah Golongan IV 2 Orang, Golongan III 3 Orang. Jumlah Pejabat Struktural Eselon II 1 Orang, Eselon III 1 Orang dan Eselon IV 1 Orang.
348 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 337 c. Jumlah pegawai yang dilibatkan untuk melaksanakan Tugas Pembantuan Yang Diberikan Oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sebanyak 8 orang dengan kualifikasi pendidikan S2 sebanyak 2 orang, S1 3 orang, SLTA 4 orang. Pangkat dan Golongan Pembina Utama Muda (IV/c) 1 orang, Pembina (IV/a) 2 orang, Penata Tingkat I (III/d) 2 orang, Penata Muda Tingkat I (III/b) 3 orang dan Penata Muda (III/a) 1 orang. Jumlah pejabat struktural eselon II-b 1 orang, eselon III-b 1 orang dan eselon IV-a 1 orang. d. Jumlah Pegawai yang dilibatkan untuk melaksanakan Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) adalah sebanyak 8 orang dengan kualifikasi pendidikan S2 sebanyak 2 orang, S1 sebanyak 2 orang dan SLTA sebanyak 4 orang. Pangkat dan Golongan Pembina (IV/a) sebanyak 3 orang, Penata Tk.I (III/d) 2 orang, Penata Muda Tk. I (III/b) 2 orang dan Penata Muda (III/a) 1 orang. Jumlah Pejabat Struktural Eselon II-b sebanyak 1 orang, eselon III-a 1 orang, eselon III-b 1 orang dan IV-a sebanyak 1 orang Sarana dan Prasarana Secara umum kondisi dan jumlah sarana prasarana yang digunakan untuk melaksanakan tugas pembantuan di Kabupaten Jembrna sudah cukup memadai, dan dalam kondisi yang baik sehingga tidak menimbulkan persoalan, yaitu sebagai berikut : a. Pelaksanaan Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan didukung dengan fasilitas Telekomunikasi (Line telepone, Fax dan Internet), Komputer PC (desktop) sebanyak 2 Unit, Note Book sebanyak 2 Unit, Printer sebanyak 2 Unit, Kendaraan Roda 2 sebanyak 3 Unit, dengan kondisi baik. b. Pelaksanaan Tugas Pembantuan Oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan sarana Pertanian dengan fasilitas Telekomunikasi (Line telepone, Fax dan Internet), Komputer PC (desktop) sebanyak 3 Unit, Note Book sebanyak 2 Unit, Printer sebanyak 4 Unit, Kendaraan Roda 2 sebanyak 5 Unit yang semuanya dalam kondisi baik.
349 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 338 c. Pelaksanaan Tugas Pembantuan Yang Diberikan oleh Ditjen Perkebunan didukung fasilitas fasilitas yang cukup memadai dengan kondisi yang baik berupa telekomunikasi telepon dan internet, Komputer, laptop dan printer, kendaraan roda 2 sebanyak 3 unit, dengan kondisi baik. d. Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) dilengkapi dengan sarana Telekomunikasi (Line telepone, Fax dan Internet), Komputer PC (desktop) sebanyak 2 Unit, Printer sebanyak 2 Unit, Kendaraan Roda 2 sebanyak 2 Unit, dan semuanya dalam kondisi baik Permasalahan dan Solusi a. Tugas Pembantuan yang diberikan Oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, permasalahannya adalah sebagai berikut : 1. Lambatnya realisasi kegiatan disebabkan karena seringnya pergantian/revisi pengelolaan keuangan daerah 2. Bantuan bibit/benih padi dalam rangka pelaksanaan SL-PTT padi/kedelai realisasinya tidak sesuai jadwal tanam 3. Perkembangan serangan hama dan penyakit yang cukup pesat sehingga mempengaruhi keberhasilan kegiatan Solusi : 1. Melaksanakan koordinasi dengan Pusat (Kementerian Pertanian) untuk mempercepat proses penetapan pengelola keuangan. 2. Menyesuaikan antara jadwal tanam dengan realisasi bantuan benih. 3. Melaksanakan pengamatan intensif dan menyelenggarakan pengendalian hama dan penyakit secara masal b. Pelaksanaan Tugas Pembantuan Oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan lahan dan Air, permasalahannya adalah sebagai berikut : Beberapa kegiatan tidak bisa dilaksanakan yaitu Kegiatan Pembangunan Sumur Resapan untuk Peternakan karena kelompok tani tidak ada minat dan tidak sanggup untuk melaksanakannya setelah diadakan sosialisasi.
350 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 339 Solusi : 1. Sisa Anggaran di setor ke Kas Negara 2. Untuk kegiatan Sumur resapan dilakukan lebih banyak koordinasi ke Pusat sehingga untuk tahun-tahun selanjutnya kegiatan yang dialokasikan ke Kabupaten agar disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. c. Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan permasalahannya adalah : 1. Adanya serangan hama penyakit sehingga menurunnya produksi. 2. Iklim yang ekstrim sehingga menurunnya produksi. 3. Tidak tersedianya biaya perencanaan dalam POK sehingga lambatnya pelelangan. Solusi : 1. Pengendalian hama penyakit secara rutin 2. Mengadakan pembinaan secara intensif kepada kelompok tani untuk memberikan pemahaman yang lebih baik dampak pengaruh faktor iklim. 3. Agar dicantumkan biaya perencanaan/design di POK 4. Sedikit mungkin adanya mutasi pegawai di awal tahun. d. Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP). Permasalahan yang dihadapi adalah dalam pelaksanaan kegiatan tidak ada permasalahan karena hambatan yang ada dikoordinasikan dengan pemberi tugas atau instansi terkait Hal-Hal Lain Yang Perlu Dilaporkan. Realisasi pelaksanaan tugas pembantuan yang kecil sebagian besar diakibatkan oleh lambatnya turun DIPA atau Petunjuk-petunjuk pelaksanaan dari pemerintah. Segala bentuk petunjuk operasionalnya harus menunggu dari pusat disamping karena terdesak waktu berakhirnya tahun anggaran. Dengan demikian diharapkan kedepan hendaknya lebih tepat apabila dana-dana Tugas pembantuan dialokasikan dengan model DAK, agar pelaksanaanya lebih cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan daerah.
351 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 340 Agar program-program yang dilaksanakan sesuai dengan harapan dan hasil yang maksimal untuk pelaksanaan tugas pembantuan ditahun-tahun berikutnya maka perlu dipertimbangkan adanya dana pendamping sebagai insentif bagi petani. 2. Tugas Pembantuan Yang diterima oleh Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. 2.1 Dasar Hukum : a. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008, b. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran di Lingkungan Departemen Dalam Negeri, d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintahan Pusat, e. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2007 tentang Bagan Akun Standar, f. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.07/2009 tentang Pedoman Pendanaan Urusan Bersama Pusat dan Daerah untuk Penanggulngan Kemiskinan, g. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 tahun 2004 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Departemen Dalam Negeri. 2.2 Instansi Pemberi Urusan Bersama (Tugas Pembantuan) Instansi pemberi Urusan Bersama (Tugas Pembantuan) yaitu Kantor Ditjen PMD Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. 2.3 Program dan Kegiatan Yang Diberikan Program yang diberikan meliputi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) dan Program Pengembangan Sistem Pembangunan Partisipatif (P2SPP). Kegiatan yang diberikan peningkatan kemandirian masyarakat perdesaan.
352 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan PNPM dengan alokasi anggaran sebesar Rp ,- terdiri dari : a. BLM sebesar Rp ,- Kegiatan terdiri dari : - Simpan Pinjam Khusus Perempuan Rp ,- - Pendidikan Rp ,- - Sarana Prasarana Rp ,- b. DOK Pelatihan Masyarakat Rp ,- Kegiatan terdiri dari : - Pelatihan KPMD - Pelatihan TPU - Pelatihan Tim Verifikasi - Pelatihan Prebekel, LPM, BPD - Pelatihan UPK, BP UPK, TPK, BKAD - Pelatihan Tim Monitoring Desa - Pelatihan Tim Pemelihara Kegiatan c. DOK Perencanaan Rp ,- Kegiatan terdiri dari : - MAD Perencanaan - Insentip KPMD dan PL - MAD Penetapan Usulan - MAD Pendanaan - Rapat Koordinasi - Administrasi Kegiatan Rp ,- - Peningkatan Kapasitas Aparat Pemerintah Rp ,- - Pembinaan dan pengawasan PNPM-MP Rp ,- Oleh Inspektorat Kabupaten d. DOK RBM Rp ,- P2SPP dengan alokasi anggaran Rp ,- Terdiri dari :
353 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 342 1) BLM Rp ,- Kegiatan terdiri dari : - Simpan Pinjam Khusus Perempuan Rp ,- - Pendidikan Rp ,- - Kesehatan Rp ,- - Sarana Prasarana Rp ,- 2) BLM DOK P2SPP Rp ,- - Pelatihan KPMD - Peningkatan Kapasitas Pelaku Kecamatan - Lokakarya di Tingkat Kecamatan - Pelatihan Pengintegrasian Pemerintahan Desa - Pelatihan Perumusan Deraf Musrenbang Pengintegrasian - Penataan Kelembagaan - Penguatan Pengembangan Kelompok 2.5 Sumber dan Jumlah Anggaran yang digunakan Sumber anggaran berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten dengan alokasi masing-masing yaitu dari APBN sebesar Rp ,- dari APBD I sebesar Rp ,- dan dari APBD II Rp ,-. Total Jumlah anggaran sebesar Rp Realisasi masing-masing yaitu APBN sebesar Rp ,- APBD I sebesar Rp ,- dan APBD II sebesar Rp ,-. Total Jumlah Realisasi sebesar Rp ,- 2.6 Satuan Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Tugas Pembantuan. Pelaksana Tugas Pembantuan adalah Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jembrana. 2.7 Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional Jumlah Pegawai yang menangani urusan sebanyak 9 Orang dengan Kualifikasi Pendidikan SMA 2 Orang, S1 5 Orang, S2 2 Orang, Pangkat dan Golongan masing-masing terdiri dari Gol. II/a (Pengatur Muda), 1 Orang, Gol. III/a
354 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 343 (Penata Muda) : 2 Orang, Gol. III/b (Penata Muda Tk. I) : 3 Orang, Gol. III/c (Penata) : 1 Orang, Gol. III/d (Penata Tk. I ) : 2 Orang, Gol. IV/b (Pembina Tk. I) : 1 Orang. 2.8 Kondisi Sarana dan Prasarana yang digunakan Sarana dan prasarana yang ada cukup memadai dengan kondisi yang baik Untuk sarana mobilitas berupa Kendaraan Roda 4 : 2 Unit (kondisi baik), Kendaraan Roda 2 : 2 Unit (kondisi baik). 2.9 Permasalahan dan solusi a. Permasalahan : - Penyerapan anggaran pelaksanaan kegiatan RBM tidak maksimal karena disebabkan adanya dana luncuran dari tahun Rendahnya tingkat koordinasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dari perencanaan sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan fisik. - Kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi swadaya dalam membangun desa masih relatif rendah. b. Solusi : - Sudah diupayakan oleh pelaku di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten untuk penyelesaian pekerjaan agar tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. - Memantapkan komitmen bahwa untuk keseluruhan kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan agar melibatkan Gakin sehingga pelaksanaan kegiatan tepat sasaran. 3. Tugas Pembantuan Yang Diterima Oleh Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana Dasar Hukum 1. Surat Pengesahan DIPA Pelaksanaan Tahun Anggaran 2011 oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Nomor : 0785 / /20/ 2011 tanggal 30 Desember 2010
355 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Dengan dasar SK. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 288/MEN/XII/2010 mengangkat KPA/Pejabat Penguji SPM/ Bendahara Penerima dan Bendahara Pengeluaran Instansi Pemberi Tugas Pembantuan Instansi yang memberikan Tugas Pembantuan adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. 3.3 Program dan Kegiatan Program dan Kegiatan untuk Tahun Anggaran 2011 yaitu sebagai berikut : 1. Nama Program : Program Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas 2. Nama Kegiatan Tenaga Kerja 3. Jumlah Sub : Pengembangan Standarisasi dan Produktivitas ompetensi Kegiatan : Kerja dan Program Lattas 2 Sub Kegiatan 3.4 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas dengan target 10 Paket kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp ,-. Realisasai Fisik 100 % dan keuangan Rp ,- Kegiatan yang sudah dilaksanakan terdiri dari Pelatihan berbasis kompetensi 10 Paket. 3.5 Sumber dan Jumlah Anggaran yang digunakan Jumlah pagu anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- 3.6 Satuan Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Tugas Pembantuan. Dinas Kependudukan, Catatan Sipil Tenaga Kerja dan Transmigrasi dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana 3.7 Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana Memiliki 56 orang pegawai yang teridiri dari 14 orang pejabat Struktural dan 42 orang staf dengan komposisi sebagai berikut :
356 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kualifikasi Pendidikan S 2 : 2 orang S 1 : 18 orang Diploma : 2 orang SMA : 20 orang 2. Pangkat dan Golongan : Golongan IV : 5 orang Golongan III : 27 orang Golongan II : 26 orang 3. Pejabat Struktural Eselon II : 1 orang Eselon III : 4 orang Eselon IV : 9 orang 3.8 Kondisi Sarana dan Prasarana yang digunakan Sebagai fasilitas pendukung untuk melaksanakan kegiatannya telah memiliki sarana dan prasarana sebagai berikut : 1. Gedung Kantor 2. Komputer 3. Printer 4. Telekomunikasi 5. Kendaraan roda dua 6. Kendaraan roda empat 7. Laptop 3.9 Permasalahan Realisasi anggaran di semester pertama sangat minim/kecil karena ada revisi SK. Pembentukan Pengelola dana Tugas Pembantuan. 4. Tugas Pembantuan Yang Diterima Oleh Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Jembrana. Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam urusan kesehatan melaksanakan tugas pembantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui departemen kesehatan
357 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 346 Republik Indonesia, hal ini bertujuan untuk peningkatan akses serta pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Program kesehatan dimaksud yaitu upaya pelayanan kesehatan, dengan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Ppersalinan (Jampersal) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). 4.1 Dasar Hukum Tugas pembantuan yang meliputi Jamkesmas, Jampersal dan BOK tersebut di dasari oleh peraturan mentri dan Dirjen, Dalam hal ini mentri kesehatan dan direktur jendral bina gizi dan kesehatan ibu dan anak. Adapun peraturanya adalah sebagai berikut : - Permenkes Nomor 631/MENKES/PER/III/2011 Tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan - Permenkes nomor 1097/menkes/per/VI/2011 tentang petunjuik teknispelayanan kesehatan dasar Jamkesmas. - Peratusran Dirjen bina gizi dan kesehatan ibu dan anak Nomor : HK.03.05/BI.3/607/2011 tentang petunjuk pelaksanaan Pengelolaan keuangan Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK) - Keputusan bupati jembrana : 293/Diskes.ksos/2011 tentang pembentukan tim koordinasi kegiatan jaminan persalinan, jaminan kesehatan masyarakat dan bantuan oprasional kesehatan di tingkat kabupaten jembrana tahun Instansi pemberi tugas Pembantuan. Dalam pelaksanaan program pembantuan instansi yang memberi tugas adalah instansi departemen kesehatan, melalui Kementerian kesehatan dan direktur jendral bina gizi dan kesehatan ibu dan anak. Pusat (Jakarta). 4.3 Program dan kegiatan yang diterima a. Program jaminan persalinan yang dicanangkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, memberikan bantuan kepada setiap ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya baik k1 s/d k4 artinya pemeriksaan kehamilan diberikan layanan gratis oleh program Jampersal sebanyak 4 (empat) kali selama kehamilan).
358 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 347 Persalinan bagi setiap ibu hamil yang melahirkan ditanggung oleh program jaminan persalinan termasuk sampai masa nifas artinya ibu hamil dari saat melahirkan sampai dengan 42 hari untuk pemeriksaannya ditanggung Jampersal pada institusi kesehatan pemerintah yaitu puskesmas dan jaringannya, termasuk layanan rujukan ke rumah sakit umum pemerintah. Untuk di Kabupaten Jembrana program Jampersal baru dapat dilaksanakan pada tahun 2011 oleh semua puskesmas dan jaringannya di kabupaten Jembrana. b. Jaminan kesehatan Jaminan kesehatan diberikan kepada semua masyarakat peserta jaminan kesehatan masyarakat beserta keluarganya, termasuk masyarakat miskin yang tercantum dalam keputusan bupati (yang tercantum dalam buku merah kk miskin ) selain itu gelandangan dan pengemis serta orang gila bias ditanggung oleh Jamkesmas. Bila masyarakat yang tersebut diatas belum mendapat kartu Jamkesmas dapat dibuatkan surat keterangan oleh yang berwenang. Pelayanan terhadap peserta Jamkesmas yaitu diberikan layanandi institusi pemerintah yaitu puskesmas beserta jaringannya termasuk rujukan ke institusi rumah sakit umum pemerintah. c. Bantuan oprasional kesehatan Bantuan operasional kesehatan yang disebut BOK diberikan oleh Kementerian yaitu untuk menunjang program program pemerintah pusat dikabupaten kota,sehingga program luncuran oleh pusat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai dengan harapan, serta tujuan akhir angka kematian ibu, angka kematian bayi dapat ditekan serendah mungkin. Pembiayaan operasional kesehatan dapat dipakai untuk kegiatan preventif dan promotif. 4.4 Realisasi pelaksanaan program Dalam pelaksanaan program Jampersal, Jamkesmas dan BOK telah dapat dilaksanakan walaupun belum sempurna karena merupakan program pembantuan yang baru terutama Jampersal dan BOK.
359 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 348 Jaminan persalinan (Jampersal) telah dimanfaatkan oleh masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan, dengan kunjungan k1 sebanyak 162 kunjungan, k4 sebanyak 33 kunjungan, kf 1 sebanyak 7 kunjungan, serta persalinan normal yang mendapat pelayanan Jampersal sebanyak 163 ibu melahirkan. Dana yang di sediakan untuk jaminan persalinan sebesar Rp ,- dalam pelaksanaan program Jampersal Dinas Kesehatan juga menggandeng bidang praktek swasta. Sampai saat ini bidang yang ikut melayani ibu melahirkan dengan program Jampersal sebanyak 48 orang. 4.5 Sumber dan jumblah anggaran yang di gunakan. Sumberdana Program bersumber dari DIPA Kementerian kesehatan yang di sebar ke kabupaten kota. Jumlah anggaran dari masing masing kegiatan andalah : Jamkesmas : Rp ,- dengan realisasi Rp ,- Jampersal : Rp ,- dengan realisasi Rp ,- BOK : Rp ,- dengan realisasi Rp ,- 4.6 Jumlah pegawai dan pejabat Struktural Pengelola. Jumlah pegawai yang menangani pelaksanaan tugas pembantuan adalah sebagai berikut : Tabel 5.5 Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pelaksana TP pada Dinas Kesehatan dan Kesos NO PENDIDIKAN JUMLAH 1 S1 Dengan Pasca 6 orang 2 S1 5 orang 3 DIII 1 orang 4 DI 1 0rang 5 SMA 1 orang Jumlah 14 orang Tabel 5.6 Jumlah Pegawai Berdasarkan Pangkat/Golongan NO Pangkat Jumlah 1 Gol IV 6 orang 2 III 7 orang 3 II 1 orang
360 Bab V Penyelenggaraan Tugas Pembantuan 349 Tabel 5.7 Jumlah Pegawain Berdasarkan Jabatan Struktural NO Eselon Jumlah 1 IIa 1 orang 2 IIb 1 orang 3 IIa 1 orang 4 IIIb 3 orang 4.7 Kondisi Sarana dan Prasarana yang digunakan Untuk melaksanakan program Jampersal, Jamkesmas dan BOK Sarana yang Dimanfaatkan termasuk Puskesmas dan jaringannya (yaitu 6 Puskesmas dan 5 Pustu Pembina masih layak dimanfaatkan untuk sarana pelaksanaan.) 4.8 Permasalahan dan solusi Yang menjadi permasalahan adalah untuk dana BOK juklak juknis baru datang sekitar pertengahan tahun sehingga pelaksanaan oktober baru bias dimulai hal ini menyebabkan rendahnya serapan dan tugas pembantuan. Langkah-langkah yang diambil agar program dapat berjalan yaitu memberdayakan sumber daya yang ada baik di kabupaten (dinas kesehatan) maupun puskesmas sehingga dengan sisa waktu tersebut program dapat dilaksanakan. B. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Dari Pemerintah Provinsi Kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa dan Dari Pemerintah Kabupaten/Kota Kepada Pemerintah Desa, maka Pemerintah Kabupaten Jembrana dapat memberikan Tugas Pembantuan kepada Desa. Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Jembrana belum memberikan Tugas Pembantuan kepada Desa karena kondisi keuangan daerah yang dituangkan dalam APBD Kabupaten Jembrana masih mengalami keterbatasan.
361 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 350 BAB VI TUGAS UMUM PEMERINTAHAN A. KERJASAMA ANTAR DAERAH 1. Kerjasama dengan Provinsi Bali Kerjasama antara Pemprov Bali dengan Pemkab Jembrana dilaksanakan dua kerjasama yaitu disektor pertanian dan kesehatan. a. Kerjasama disektor Pertanian dilaksanakan dengan dasar adanya perjanjian kerjasama Nomor 075/34/KB/8-Pem/XII/2011 dan Nomor 415/014/PSK/Pem/2011. Perjanjian kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang untuk Kabupaten Jembrana ditargetkan sebesar ton gabah kering giling (GKG). Secara teknis perjanjian kerjasama ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali dengan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana. Perjanjian ini berlangsung selama 4 (empat) tahun terhitung sejak perjanjian ditandatangani tanggal 12 Desember dengan ketentuan setiap satu tahun akan dievaluasi kembali. Kegiatan ini dibiayai dari APBN dan APBD Provinsi melalui kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. b. Kerja sama yang kedua merupakan kerja sama dalam bidang kesehatan, yaitu tentang JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Pelayanan Kesehatan bergabung dengan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM ) dimulai sejak Tanggal 1 Oktober Secara Teknis kerjasama ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Jembrana. Ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Pemerintah Pemerintah Propinsi Bali. Yang menjadi dasar Hukum kerjasama adalah Kesepakatan bersama antara Gubernur Bali dengan Bupati Jembrana sesuai MoU Nomor : 075/30/KB/B.Pem/IX/2011 dari pihak Provinsi dan Nomor : 415.4/006/KB/Pem/2011 dari Kabupaten Jembrana.
362 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 351 Tentang Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara, yang isinya Pelaksanaan Pelayanan terhadap Masyarakat Bali yang memiliki KTP Bali dengan layanan yang diberikan adalah Rawat Jalan Tk. I, Rawat Inap Tk I, dan Rawat Jalan Tk. I Lanjutan, Rawat Inap Tingkat Lanjutan (Rujukan) dan Gawat Darurat sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Bali Mandara yang telah ditetapkan. Unit pelaksana pelayanan kesehatan JKBM adalah RSU, Puskesmas dengan Jaringannya termasuk layanan Rujukan Tk I dan Rujukan Tingkat Lanjutan ke Rumah Sakit Umum Pusat. B. KERJASAMA DAERAH DENGAN PIHAK KETIGA 1. Kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dasar hukum yang digunakan adalah Kesepakatan Bersama Nomor : 180.1/694/Hubkominfo/2011 dan Nomor : 34/KB/BPPT-Pemkab. Jembrana/06/2011. Bidang Kerjasama adalah Pengkajian, Penerapan dan Pemasyarakatan Teknologi Untuk Mendukung Pembangunan Daerah Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi : a. Pengkajian kebijakan teknologi yang meliputi inovasi, difusi, daya saing dan audit teknologi; b. Pengkajian dan penerapan teknologi agroindustri dan bioteknologi; c. Pengkajian dan penerapan teknologi pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan; d. Pengkajian dan penerapan teknologi industri rancang bangun dan rekayasa; e. Pengkajian dan penerapan teknologi informasi, energi dan material. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga adalah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Informasi, Seksi Teknologi dan Pelayanan Informasi. Jumlah Pegawai Dinas Hubkominfo Kab. Jembrana yang menangani langsung kerjasama ini berjumlah 3 orang dengan keterangan sebagai berikut: a. Kepala Dinas a) Kualifikasi Pendidikan : Magister / S2 b) Pangkat/Golongan : Pembina Utama Muda (IV/c)
363 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 352 b. Kabid. Komunikasi dan Informatika a) Kualifikasi Pendidikan : Sarjana / S1 b) Pangkat/Golongan : Pembina (IV/a) c. Kasi. Teknologi dan Pelayanan Informasin a) Kualifikasi Pendidikan : Sarjana / S1 b) Pangkat/Golongan : Penata (III/c) Jangka Waktu Kerjasama adalah selama 5 tahun. Adapun Permasalahan dan Solusi yang didapat adalah belum tersedianya dana untuk peralatan kegiatan sehingga tetap melakukan koordinasi dengan pihak BPPT 2. Kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Denpasar. Dilaksanakan dua jenis kegiatan kerjasama yaitu kegiatan dibidang Pengembangan dan Pemberdayaan UKM dan di Bidang Pariwisata. a. Kerjasama dibidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sektor Riil dan UKM di Kabupaten Jembrana dilaksanakan berdasarkan MoU Nomor : 13/84/DKBU/TPPPkU/Dpr (dari pihak Bank Indonesia) dan Nomor 415.4/001/KB/Pem/2011 (dari Pihak Pemerintah Kabupaten Jembrana). Nama kegiatan dalam kerjasama adalah Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Daerah melalui pembangunan sektor Riil dan UKM. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Kerjasama adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana. Sumber dan Jumlah Anggaran kegiatan yang dikerjasamakan adalah dari Bank Indonesia sebesar Rp ,- (lima puluh juta rupiah) dengan jangka waktu pelaksanaan kerjasama selama 12 (dua belas tahun). Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pengembangan Usaha Tenun Kelompok Mekar Sari Kelurahan Dauhwaru. b. Dalam rangka pengembangan Destinasi Pariwisata Tahun 2011 dilakukan kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Denpasar tentang Pelaksanaan Program Bank Indonesia Social Responsibility (BSR). Dasar Hukum pelaksanaan kerjasama adalah MoU Nomor 13/29/DPSHM/Dpr dari pihak BI dan Nomor 415.4/012/PKS/Pem/2011 tanggal 16 Desember 2011.
364 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 353 Bidang Kerjasama dibidang destinasi pariwisata ini secara teknis dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Budaya Kabupaten Jembrana dengan Jangka waktu pelaksanaan kerjasama ini adalah selama satu tahun. Jumlah pegawai yang menangani kerjasama ini adalah sebanyak 11 orang dengan kualifikasi pendidikan S2 1 orang, S1 3 orang, D3 2 orang, SMA/SMEA 5 orang. Pangkat dan golongan masing-masing yaitu Gol. IV 1 orang, Goll III 5 orang dan Gol. II 1 orang. Pemasalahan pelaksanaan kegiatan adalah terbatasnya Sumber Daya Manusia dan Anggaran (Dana). Solusinya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan serta mengupayakan sharing dana dari pihak-pihak yang bekerja sama. 3. Kerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) se-kabupaten Jembrana Dasar Hukum pelaksanaan kerjasama adalah adanya MoU Nomor 415.4/001/PKS/Pem/2011 dari pihak Pemkab Jembrana dan Nomor 02/Koord. KUD/I/2011 dari pihak KUD. Bidang Kerjasama adalah disektor pertanian dengan nama kegiatan pengelolaan Dana Talangan untuk Pembelian Gabah Petani dan Penyaluran Beras kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melaksanakan kerjasama adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana pada Bidang Koperasi. Sumber dan Jumlah anggaran adalah APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp ,- (lima milyard rupiah) berupa dana talangan yang dipergunakan untuk pembelian gabah petani se-kabupaten Jembrana. Jangka waktu pelaksanaan kerjasama selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang kembali, dimana kerjasama ini telah dilaksanakan sejak tahun Hasil-hasil yang dicapai adalah tetap terjaganya harga gabah diatas harga standar pemerintah. 4. Kerja Sama dengan PT. PLN (Persero) Distribusi Area Bali Utara Kerjasama ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kerjsama Nomor 415.4/011/PKS/Pem/2011. Kerjasama ini terkait dengan pemungutan dan penyetoran pajak penerangan jalan (PPJ) dan pembayaran rekening listrik oleh
365 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 354 Pemerintah Kabupaten Jembrana. SKPD yang secara teknis menangani kerjasama ini adalah Bagian Pendapatan Setda Kabupaten Jembrana. Hasil yang telah dicapai antara lain terjaminnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah, kelancaran pelunasan rekening listrik Pemerintah Kabupaten Jembrana kepada PLN, dan meningkatnya efisiensi pembayaran rekening listrik Pemerintah Kabupaten Jembrana. Permasalahan yang ada terkait dengan kerjasama ini yaitu terdapat banyak PJU swadaya yang sangat merugikan Negara. Untuk mengatasi masalah ini dilakukan adalah dengan cara penertiban PJU. 5. Kerja Sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Jembrana Kerjasama dilaksanakan berdasarkan Surat Pejanjian Kerjasama Nomor 415.4/009/PKS/Pem/2011 antara Bupati Jembrana dengan Direktur PDAM Jembrana. Kerja sama ini terkait dengan pemungutan dan penyetoran retribusi pelayanan persampahan/kebersihan dalam wilayah Kabupaten Jembrana. SKPD yang secara teknis menangani kerjasama ini adalah Bagian Pendapatan Setda Kabupaten Jembrana. Hasil pelaksanaan kerjasama yaitu terjaminnya kelancaran penerimaan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Jembrana yang berasal dari retribusi pelayanan persampahan/kebersihan serta untuk melakukan pengawasan dan penertiban dalam pengelolaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. Permasalahan yang ada terkait dengan kerjasama ini yaitu kurang lancarnya penerimaan PAD Pemerintah Kabupaten Jembrana yang berasal dari retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. Masalah ini diatasi dengan pengawasan dan penertiban pengelolaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. 6. Kerja Sama dengan Perusahaan Daerah Kabupaten Jembrana Kerjasama dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Nomor /PKS/Pem 2011 antara Bupati Jembrana dengan Direktur Perusda Kabupaten Jembrana. Kerja sama ini terkait dengan pemungutan dan penyetoran retribusi parkir, retribusi terminal dan retribusi pelayanan pasar di wilayah Kabupaten Jembrana. SKPD yang secara teknis menangani kerjasama ini adalah Bagian Pendapatan Setda Kabupaten Jembrana.
366 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 355 Hasil-hasil kerjasama yaitu kelanjaran penerimaan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Jembrana yang berasal dari retribusi parkir, retribusi terminal dan retribusi pelayanan pasar serta dapat diawasinya dan ditertibkannya pengelolaan retribusi parkir, retribusi terminal dan retribusi pelayanan pasar. Permasalahan yang ada terkait dengan pelaksanaan kerjasama ini yaitu kurang lancarnya penerimaan PAD Pemerintah Kabupaten Jembrana yang berasal dari retribusi parkir, retribusi terminal dan retribusi pelayanan pasar. Solusi yang dilakukan adalah pengawasan dan penertiban dalam pengelolaan retribusi parkir, retribusi terminal dan retribusi pelayanan pasar. 3. Kerjasama dengan WHDI Kabupaten Jembrana Kerjasama dilaksanakan dengan dasar hukum perjanjian (MoU) antara Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dan WHDI nomor 25/PPKB/2011 dan Nomor 50/Skr/WHDI/Kab.J/2011 dengan nama kegiatan Kelurga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga. Kerjasama dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun denga hasil meningkatnya peran fungsi WHDI di Tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa dalam menyelenggarakan 10 program PKK dan KB. C. KOORDINASI DENGAN INSTANSI VERTIKAL DI DAERAH 1. Kebijakan dan Kegiatan Untuk menumbuhkan pelaksanaan kegiatan yang serasi dan selaras antara berbagai komponen Pemerintahan Daerah dalam menyelenggarakan kebijakan Pemerintah Daerah, maka koordinasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah perlu dilaksanakan dengan mantap dan berkelanjutan. Tahun 2011 kegiatan koordinasi pemerintahan ini dilaksanakan melalui rapat-rapat koordinasi, rapat kerja dan pendekatan secara informal. Rapat koordinasi antara Kepala Daerah dengan Kepala Instansi Vertikal yang ada di daerah dilaksanakan secara berkala atau pada saat-saat ada tertentu yang memerlukan koordinasi intensif antar instansi di wilayah Kabupaten Jembrana.
367 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 356 Di samping melalui rapat-rapat tersebut, maka koordinasi secara langsung tetap dilaksanakan baik secara vertikal maupun horizontal setiap saat dengan mengadakan komunikasi langsung, melalui sarana telekomunikasi dan surat menyurat serta laporan-laporan, baik antar Dinas/Instansi maupun dengan pimpinan. Dengan adanya koordinasi yang baik tersebut, walaupun diakui masih adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya, maka kegiatan pemerintahan dapat berjalan dengan tertib dan lancar sejalan dengan kebijakan yang telah digariskan. Materi yang dibahas dalam forum koordinasi ini menyangkut Kondisi dan situasi di daerah menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan ketertiban. Materi setiap bulannya meliputi isu aktual yang terjadi setiap bulan. Sedangkan Instansi yang terlibat dalam kegiatan koordinasi di Kabupaten Jembrana adalah Kodim, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Kepolisian, BPS, Taman Nasional Bali Barat (TNNB), PT.ASDP Gilimanuk, BPN Kabupaten Jembrana dan Kantor Departemen Agama Kabupaten Jembrana. 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan. Adapun hasil dan manfaat pelaksanaan koordinasi ini adalah untuk memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan di daerah serta apabila ada permasalahan-permasalahan di daerah baik itu mengenai masalah politik, sosial, maupun kemananan ketertiban dapat segera tertangani. Sedangkan sumber anggaran berasal dari APBD Kabupaten Jembrana yang besarnya tertuang dalam program dan kegiatan dimasingmasing satuan kerja perangkat daerah yang secara teknis menangani kegiatan koordinasi tersebut. 3. Permasalahan dan Solusi Hasil-hasil pelaksanaan koordinasi sudah dapat ditindaklanjuti yang secara teknis dilaksanakan oleh Insatansi yang terkait, tanpa ada permasalahan.
368 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 357 D. PEMBINAAN BATAS WILAYAH 1. Batas Wilayah Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi. Kabupaten Jembrana merupakan salah satu Kabupaten dari 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Provinsi Bali dengan luas wilayah 841,80 Km². Batasbatas wilayah Daerah Kabupaten Jembrana yaitu : Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tabanan Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia Sebelah barat berbatasan dengan selat Bali Batas-batas Daerah Kabupaten Jembrana dengan Kabupaten Tabanan menggunakan batas alam berupa sungai yaitu Sungai Yeh Leh sedangkan dengan Kabupaten Buleleng dibatasi oleh pegunungan. Sampai dengan tahun 2011 belum ada persoalan-persoalan atau sengketa yang muncul terkait dengan batas wilayah baik itu antar kabupaten, antar kecamatan, maupun antar desa/kelurahan diwilayah Kabupaten Jembrana. Namun demikian khusus mengenai batas Daerah antara Kabupaten Jembrana dengan Kabupaten Buleleng dan dengan Kabupaten Tabanan masih perlu mendapat pengkajian lebih lanjut untuk menentukan batas daerah yang ada sekarang untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang timbul dikemudian hari terkait dengan sumber-sumber alam yang ada disekitar perbatasan tersebut. Demikian pula mengenai batas-batas wilayah antar kecamatan di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 ini juga belum pernah ada permasalahan karena sudah ada batas-batas yang jelas antara satu kecamatan dengan kecamatan lain. Sebagian besar batas kecamatan menggunakan batas alam berupa sungai yaitu antara Kecamatan Melaya dengan Kecamatan Negara yang dibatasi oleh Sungai Tukadaya, Kecamatan Negara dengan Kecamatan Jembrana dibatasi Sungai Ijogading dan Kecamatan Mendoyo dengan Kecamatan Pekutatan dibatasi oleh Sengai Yeh Satang.
369 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 358 Batas wilayah Kecamatan di Kabupaten Jembrana seluruhnya telah dapat dituntaskan yang pelaksanaannya bekerja sama dengan TOP DAM IX Udayana dan telah dibuatkan berita Acara Penetapan dan Penegasan Batas Daerah. Sedangkan untuk batas Desa/Kelurahan, yang telah dituntaskan dan dibuatkan berita acara penetapan batas daerah adalah antara Desa Mendoyo Dangintukad Kecamatan Mendoyo dengan Desa Yehkuning Kecamatan Jembrana. Untuk batas wilayah antar desa/kelurahan perlu mendapat perhatian mengingat masing banyak wilayah Desa/Kelurahan belum mempunyai batasbatas wilayah administratif yang jelas. Meskipun sampai dengan tahun 2011 belum ada permasalahan yang timbul namun kedepan perlu dipikirkan dibuatkannya sebuah landasan hukum untuk menentukan batas wilayah administratif suatu desa/kelurahan. Pada tahun 2011 tidak dilaksanakan program dan kegiatan khusus untuk melakukan pembinaan batas wilayah, namun kegiatan-kegiatan yang bersifat rutin seperti pemantauan wilayah dalam rangka antisipasi permasalahan yang mungkin timbul tetap dilaksanaan. 2. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Pembinaan Batas Wilayah Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Pembinaan Batas Wilayah adalah Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana. 3. Jumlah Pegawai, Kwalifikasi Pendidikan, Pangkat/Golongan Pelaksanaan pembinaan batas wilayah merupakan tugas pokok dan fungsi dari Bagian Pemerintahan khususnya sub bagian Otonomi Daerah yang didukung dengan jumlah pegawai sebanyak 4 orang, dengan Kualifikasi Pendidikan S2 sebanyak 2 orang, S1 : 1 orang dan SLTA sebanyak 1 orang. Pangkat/Golongan IV/b sebanyak 1 orang, III/d : 1 orang, III/c : 1 orang dan Golongan II/b sebanyak 1 orang. Jumlah Pejabat Struktural sebanyak 2 orang terdiri dari pejabat Eselon III-a (Kepala Bagian) 1 orang, dan eselon IV-a (Kasubag) sebanyak 1 orang, sedangkan pejabat fungsional tidak ada.
370 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 359 E. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA Bencana adalah Peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia atau oleh keduanya seperti tanah longsor yang terjadi diwilayah Kecamatan Mendoyo, Kec. Jembrana, Kec. Negara dan Kec. Melaya Kabupaten Jembrana. Tanah longsor ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal dan pembabatan hutan yang mengakibatkan rusaknya lingkungan, pemukiman dan infrastruktur lainya. Status bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana bersifat Kabupaten/Kota. Dalam kurun waktu Bulan Januari sampai dengan Bulan Desember 2011 di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana tidak terjadi bencana yang dapat mengakibatkan kerugian material dan immaterial, namun di Bulan Desember 2011 diwilayah Kabupaten Jembrana tepatnya di perairan Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana oleh pelayan setempat ditemukan dua orang korban yang di duga para imigran yang perahunya pecah di perairan Kabupaten Trenggalek, Jawa Tengah dan jenasahnya telah dibawa ke RSUP Sanglah dan RSU Negara. Dalam tahun 2011 penanggulangan dan pencegahan bencana di sediakan anggaran sebesar Rp ,-. Dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten Jembrana tahun 2011 dan dana tersebut telah di realisasikan sebesar Rp ,- untuk kegiatan sosialisasi kesiagaan dan penanggulangan bencana alam. Segala upaya dan kegiatan yang dilakukan meliputi pencegahan mitigasi dan kesiapsiagaan pada saat sebelum terjadinya bencana serta penyelamatan pada saat terjadinya bencana, rehabilitasi dan rekontruksi pada saat dan setelah terjadinya bencana. Pada saat pencegahan, strategi yang ditempuh mengutamakan upaya preventif sehingga kerusakan dan korban jiwa dapat di minimalkan jika terjadi bencana. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah: 1. Pemantauan dan penyebar luasan informasi potensi bencana alam, Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemantauan dan monitoring kewilayah-wilayah rawan bencana di Kabupaten Jembrana seperti Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Jembrana, Negara, Melaya.
371 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 360 Sedangkan penyebar luasan informasi potensi bencana alam dilaksanakan dengan mengadakan sosialisasi penanggulangan bencana kepada tokoh-tokoh masyarakat dan kasi Trantib dimasing-masing desa/kelurahan pada bulan September 2011 dimasing masing Kecamatan se-kabupaten Jembrana. Peserta sosialisasi penanggulangan bencana diikuti 500 orang terdiri dari 1 orang kasi trantib, anggota linmas dan 5 orang tokoh masyarakat dimasing masing desa/kelurahan se-kabupaten Jembrana dilaksanakan dimasing masing Kecamatan. 2. Simulasi/study banding pelayan dan penyelamatan korban bencana alam, kegiatan ini tidak dilasanakan dengan perimbangan situasi dan kondisi wilayah serta tingkat efektif dan efisien belum urgen dilaksanakan. 3. Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan melalui pembentukan satuan keamanan dilingkungan masyarakat dengan menyiapkan tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan masing masing desa/kelurahan se-kabupaten Jembrana sebanyak orang anggota linmas. Keberadaan anggota linmas sebanyak orang diberikan sosialisasi kesiap siagaan dan penanggulangan bencana tempatnya dimasing- masing desa/kelurahan se-kabupaten Jembrana pada Bulan Oktober 2011 dengan materi memahami berbagai potensi bencana di Kabupaten Jembrana, pertolongan pertama pada saat darurat. Sebagai nara sumber dari BMKG Jembrana, PMI Jembrana, Polres Jembrana dan badan SAR. Permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian nilai akhir kerja sasaran adalah terbatasnya dukungan dana, sarana dan prasarana sehingga program dan kegiatan belum dapat menjangkau sasaran secara memadai. Sebagi upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menyusun skala prioritas kegiatan. Bencana yang diperkirakan mungkin terjadi di Kabupaten Jembrana antara lain kekeringan, pembabatan hutan, angin puting beliung, banjir bandang, tanah longsor, abrasi pantai, gempa bumi dan sebagainya. Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana di Kabupaten Jembrana telah diambil langkah langkah sebagai berikut :
372 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 361 a. Meningkatkan peran tokoh agama dan lembaga sosial keagamaan melalui pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengadakan untuk menghadiri dan mengamati situasi konflik SARA. b. Meningkatkan peran serta masyarakat aspek kamtibmas dengan menciptakan komitmen antara masyarakat dengan pemerintah melalui Sat. Linmas Inti. c. Pemantauan dan Penyebarluasan informasi potensi bencana alam. d. Simulasi penanganan bencana study banding pelayanan dan penyelamatan korban bencana alam. Memberikan informasi dini tentang perubahan cuaca/iklim atau situasi tertentu yang diduga akan mengakibatkan bencana. e. Menginventarisasi potensi serta kemampuan aparat dan masyarakat dalam upaya penanganan bencana seperti mengaktifkan tim satlak PBP, meningkatkan serta kerjasama antara lembaga LSM/Swadaya masyarakat lainnya. f. Menginventarisasi sekaligus menyiapkan kelengkapan bahan, alat-alat penanganan bencana (sarana prasarana pendukung lainnya). g. Pemerintah menginstrusikan kepada para perangkat daerah untuk mengambil langkah langkah secara dini dalam penanganan bencana. F. PENGELOLAAN KAWASAN KHUSUS Di Kabupaten Jembrana tidak memiliki Kawasan Khusus sehingga pada tahun anggaran 2011 tidak ada program dan kegiatan yang dilaksanakan untuk pengelolaan kawasan khusus. G. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM 1. Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kabupaten Jembrana Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana telah melaksanakan program dan kegiatan dalam rangka memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah serta Keputusan Kepala Daerah.
373 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 362 Selama tahun 2011 di Kabupaten Jembrana situasi kemanan dan ketertiban relatif kondusif dan tidak pernah terjadi konflik berbasis Sara, anarkisme, separatisme dan lain-lainnya. Namun antisipasi dan kewaspadaan terhadap gangguan tersebut tetap dipantau perkembangannya melalui kegiatan patroli trantibum, pembinaan dan termasuk penegakan Peraturan Daerah yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Sebagai Kabupaten yang terletak diujung barat Pulau Bali sekaligus juga merupakan pintu gerbang Bali Barat, mobilitas penduduk pendatang menjadi sangat tinggi, sehingga diperlukan regulasi pemerintah sejalan dengan otonomi daerah yang memberikan keleluasaan daerah untuk berinovasi dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat (basic cervise) dan menggali sektor unggulan (core competention) yang dilandasi pendekatan kesejahteraan (wellfare) yang berkeadilan, serta sebagaimana kita mampu menciptakan ketentraman dan ketertiban (low and order) pada lingkungan masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman, terlindungi yang akhirnya kondisi kondusif secara umum dapat dicapai. 2. SKPD yang menangani Ketentraman dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana serta berpedoman dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 58 Tahun 2008 yang mengatur tentang Rincian Tugas Pokok Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana berpedoman dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 58 Tahun 2008, sebagai berikut : Tugas Pokok Memelihara dan Menyelenggarakan Ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati serta penanggulangan kebakaran.
374 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 363 Fungsi Dalam melaksanakan tugas pokok seperti tersebut diatas, Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana menyelenggarakan fungsi : a. Menyusun Program dalam melaksanakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah, dan Peraturan Bupati. b. Pelaksanaan Kebijakan Pemeliharaan dan Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum, penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati serta Penanggulangan Kebakaran. c. Pelaksanaan Koordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati dengan aparat Kepolisian Negara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan atau Aparatur lainnya. d. Pengawasan terhadap masyarakat agar mengetahui serta mentaati Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana, ditetapkan Visi Organisasi sebagai berikut : Mewujudkan Jembrana yang Aman, Damai, dan Patuh pada Peraturan yang berlaku. Melalui visi oraganisasi ini semua jajaran Aparatur pada Satuan Polisi Pamong Praja diharapkan mampu berbaur dengan masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan mampu menciptakan ketertiban dan keamanan dimasyarakat, dengan tetap mendorong masyarakat untuk patuh dan mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga diharapkan tercipta masyarakat yang Madani Untuk mewujudkan visinya tersebut Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana menetapkan 3 (tiga) misi yang diuraikan sebagai berikut : a. Menjaga dan memelihara stabilitas daerah yang kondusif melalui penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, penegakan Perda dan Peraturan perundang-undangan lainnya.
375 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 364 b. Mengadakan pengawasan dan penyidikan terhadap pelanggaran peraturan daerah dan Peraturan Bupati serta koordinasi dengan aparat Kepolisian Negara dan aparatur lainnya. c. Melaksanakan Fungsi Penanggulangan Pemadam Kebakaran Penjabaran Misi dalam bentuk rencana kegiatan yang lebih realistis akan tampak pada penataan tujuan. Adapun tujuan yang telah dirumuskan untuk dilaksanakan dalam tahun 2011 adalah sebagai berikut : a. Menjaga ketentraman dan ketertiban umum b. Meningkatkan Pengawasan dan Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati c. Meningkatkan Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Musibah Kebakaran Dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka diperlukan penjabaran yang lebih terinci dalam bentuk sasaran yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun khususnya tahun 2011, yakni : 1. Terwujudnya Jembrana yang Aman, Tertib dan Tentram Polisi Pamong Praja adalah aparatur Pemerintah Daerah yang melaksanakan Tugas Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan Ketentraman dan Ketertiban Umum, Menegakkan Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah. Ketentraman dan Ketertiban Umum adalah suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan tentram, tertib dan teratur. Dalam melaksanakan kegiatan menjaga dan memelihara stabilitas keamanan daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana melakukan kegiatan, yaitu : a. Kegiatan Patroli Gangguan Trantibum, yang meliputi kegiatan Pemantauan Wilayah, Pengawasan terhadap Pelanggaran Perda dan Penanganan Gangguan Trantibum.
376 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 365 b. Kegiatan Penegakan PERDA, yang meliputi kegiatan Operasi Penertiban Pelanggaran Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati Jembrana. c. Kegiatan Pengamanan dan Pengawalan Pejabat Negara di Daerah. Tabel 6.1 Kegiatan Patroli Gangguan Trantibum dan Penegakan PERDA Tahun 2011 NO JENIS KEGIATAN JUMLAH KEGIATAN (kali) JUMLAH PELANG GARAN KETERANGAN 1. Patroli Gangguan Trantibum Pemantauan dan Pengawasan 2. - Penanganan Orang Terlantar dan Orang Gila Diserahkan kepada Dinas Kesehatan dan Kessos Kab. Jembrana - Penanganan PKL 2 18 Dibina Penegakan PERDA, Peraturan Bupati dan Kep. Bupati Jembrana - Penertiban Kependudukan Diserahkan kepada PPNS untuk proses penyidikan - Penertiban WTS Penertiban Trantibum ( PKL, Gepeng 2 3 Dibina/dipulangkan dan Orgil ) - Penertiban Galian C / Pasir Laut Diserahkan kepada PPNS untuk proses penyidikan - Penertiban IMB 2 - Dibina - Penertiban Reklame dan Atribut Parpol 19 - Diturunkan dan Barang temuan dikumpulkan di Kantor Satpol.PP - Penertiban Minuman beralkohol 6 - Penanganan diserahkan kepada instansi terkait 2. Terwujudnya Masyarakat Jembrana yang taat dan patuh terhadap peraturan dan perudang-undangan yang berlaku. Dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan yaitu untuk mewujudkan masyarakat Jembrana yang taat dan patuh terhadap Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku, aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana berupaya semaksimal mungkin untuk mengadakan penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat tentang Peraturan Daerah/ Peraturan Bupati yang harus diketahui, dimengerti dan dilaksanakan, supaya penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik dan lancar. Selain mengadakan sosialisasi, Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten
377 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 366 Jembrana juga mengadakan kegiatan penegakan supremasi hukum, yaitu Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung kedua hal tersebut diatas adalah sosialisasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, dan Penyidikan terhadap Pelanggar Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati yaitu Pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan, dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan b. Pemeriksaan pelanggar untuk dimintai keterangan c. Pengamanan benda dan identitas sebagai barang bukti d. Pemeriksaan surat-surat identitas e. Pemeriksaan saksi f. Pemeriksaan di tempat kejadian g. Pelaksanaan putusan pengadilan h. Pelaksanaan tindakan lain sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang ini. Ketentraman dan ketertiban umum merupakan keadaan yang diinginkan oleh semua pihak, sehingga memerlukan adanya Peraturan Daerah yang dapat menjamin kepastian hukum, sehingga penegakan Peraturan Daerah tersebut tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada dimasyarakat. Dalam penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat, harus dibarengi dengan menegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, hal ini sangat penting dilaksanakan mengingat perkembangan penduduk baik jumlah maupun kualitas didalam suatu daerah terus meningkat dan berkembang, untuk mengatur semuanya ini penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati wajib dilaksanakan. Satuan Polisi Pamong Praja khususnya seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil memiliki kewenangan menertibkan dan menindak warga masyarakat atau Badan Hukum dan Aparatur yang mengganggu ketentraman dan Ketertiban umum. Melaksanakan penertiban terhadap masyarakat atau
378 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 367 Badan Hukum yang melakukan pelanggaran atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHP), didalam beberapa pasalnya menyebutkan keberadaan PPNS yaitu Pejabat PNS tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan. Kegiatan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Bupati yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembarana yang telah melaksanakan penyidikan dan melanjutkan ke Pengadilan Negeri sebanyak 215 orang, dengan jumlah BAP 120 BAP dengan data pelanggaran sebagai berikut : orang melanggar Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1996 Tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dalam Kerangka System Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) di Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana; - 7 orang melanggar Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2003 Tentang Pajak Pengambilan dan Pengolahan Galian Golongan C; NO Tabel 6.2 Data Pelanggaran PERDA di Kabupaten JembranaTahun 2011 JUMLAH JUMLAH PERDA BAP TERSANGKA 1. Nomor 11 Tahun 1996, tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dalam Kerangka Sistim Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) di Kabupaten Jembrana 2. Nomor 9 Tahun 2006, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pelacuran di Kabupaten Jembrana 3. Nomor 5 Tahun 2007, tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum di Kabupaten Jembrana 4. Nomor 4 Tahun 2003, tentang Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Gol. C di Kab. Jembrana 5. Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol J U M L A H
379 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan Terwujudnya masyarakat Jembrana yang dapat berpartisipasi dalam penanggulangan bencana kebakaran. Didalam mengantisipasi, mencegah,menghindari dan mengatasi terjadinya musibah kebakaran dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Jembrana agar selalu waspada dan menyiapkan beberapa upaya preventif dengan tindakan awal yang dapat mengatasi meluasnya musibah kebakaran yang terjadi, seperti himbauan kepada masyarakat. Dalam rangka penanggulangan kejadian kebakaran di Kabupaten Jembrana pemadam kebakaran yang berada satu SKPD dengan satuan Polisi Pamong Praja telah berhasil menanggulangi kebakaran sebanyak 21 kejadian di seluruh Wilayah Kabupaten Jembrana antara lain Kecamatan Melaya sebanyak 5 kasus, Kecamatan Jembrana 5 kasus, Kecamatan Negara 4 kasus, Kecamatan Mendoyo 4 kasus dan Kecamatan Pekutatan sebanyak 3 kasus sebagai berikut : Tabel 6.3 Penagggulangan Musibah Kebakaran di Kabupaten Jembrana Tahun 2011 NO. 1. TGL. JENIS PEMILIK KEJADIAN KEBAKARAN Mobil Slamet Pujianto ALAMAT Desa Tuwed, Kec. Melaya. KERUGIAN (Rp) , Lampu Mercury Pemkab Terminal Negara Jembrana Rumah I Kt. Neken Kel. BB Agung, Kec. Negara Rumah Pak Suinaya Desa Candikusuma, Kec. Melaya , Rumah I Pt. Ardana Kel. Dauhwaru, Kec. Jembrana Mobil Pak Retes Desa Baluk, Kec. Negara , Kantor Seacorm Kel. Loloan Timur, Kec. Jembrana Mobil M.Ropix Jawa Rumah I Pt. Putra Desa Melaya, Kec. Melaya Pelinggih Keluarga Pasek Toh Jiwa Kel. Pendem, Kec. Jembrana Rumah Rudianto Kel. Lelateng, Kec. Negara , Beringin - Lap. Pergung, Kec. Mendoyo Gudang Kayu I Kt. Sentana Ds. Yehembang, Kec. Mendoyo , Gudang Kayu I Pt.Gd. Arnaya Kel. Tegalcangkring, Kec. Mendoyo , Pelinggih I Wyn Muliawan Ds Tuwed, Kec. Melaya , Rumah Dw Pt. Wardana Ds Yehembang, Kec. Mendoyo -
380 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 369 NO. TGL. JENIS KERUGIAN PEMILIK ALAMAT KEJADIAN KEBAKARAN (Rp) Rumah I Nym. Tama Ds. Pekutatan, Kec. Pekutatan Mobil Box I Km. Ds. Pengeragoan Kec. - Muliartawan Pekutatan Rumah Nurhuda Kel. Pendem, Kec. Jembrana , Ruko I Wyn. Sudiana Ds. Asah Duren, Kec. Pekutatan Dapur I Pt. Ardika Ds Dangintukadaya Kec. Jembrana 3. Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 80 orang, Tenaga Outsourcing sebanyak 60 orang dan Tenaga Honor/Harian sebanyak 3 orang, sehingga total jumlah SDM yang dimiliki sebanyak 143 orang. Sedangkan komposisi pendidikan pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana khususnya Pegawai Negeri Sipil terdiri atas Sarjana Strata I, sebanyak 6 orang, Sarjana Muda sebanyak 3 orang,slta sebanyak 58 orang, SLTP sebanyak 10 orang, SD sebanyak 3 orang. Pangkat dan Golongan terdiri dari Pembina (IV/a) sebanyak 1 orang, Penata Tk.I (III/d) sebanyak 2 orang, Penata (III/c) sebanyak 5 orang, Penata Muda Tk.I (III/b) sebanyak orang 4 orang, Penata Muda (III/a) sebanyak 2 orang, Pengatur Tk.I (II/d) sebanyak 2 orang, Pengatur (II/c) sebanyak 1 orang, Pengatur Muda Tk.I (II/b) sebanyak 50 orang, Pengatur Muda (II/a) sebanyak 2 orang, Juru Tk.I (I/d) sebanyak 7 orang, Juru Muda Tk.I (I/b) sebanyak 3 orang, Juru Muda (I/a) sebanyak 1 orang. 4. Penanggulangan dan Kendalanya Dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsinya, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana menemukan beberapa kendala yang dapat menghambat antara lain : 1. Dalam hal penegakkan Perda, masih adanya banyak Perda yang memuat sanksi kurungan 6 (enam) bulan sedangkan untuk tindak pidana ringan sanksinya seharusnya maksimal 3 (tiga) bulan, sehingga Pengadilan tidak bisa menyidangkan pelanggar Perda dengan pemberkasan secara Tipiring.
381 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan Armada/Mobil Pemadam Kebakaran kondisinya banyak yang rusak berat sehingga sering dalam penanggulangan bencana kebakaran mengalami hambatan secara teknis. 3. Masih kurangnya personil/anggota Satuan Polisi Pamong Praja, yang seharusnya dibutuhkan sebanyak 1 (satu) satuan setingkat Kompi (SSK) sekitar 150 orang, namun yang ada sekarang baru sebanyak 98 orang. Untuk pemecahan permasalahan tersebut diatas kami tetap memaksimalkan partisipasi pegawai untuk meningkatkan koordinasi dan berkerjasama dengan pihak luar sehingga potensi yang ada dapat diberdayakan secara maksimal. Disamping itu kami juga akan mengusulkan : 1. Dalam penegakkan Perda supaya Perda yang memuat sanksi hukuman lebih dari 3 (tiga) bulan dapat direvisi sehingga dapat digunakan pemberkasan secara Tipiring. 2. Mobil Pemadam Kebakaran yang rusak berat dapat secara bertahap diganti disesuaikan dengan anggaran yang ada. 3. Menambah personil Pol.PP sehingga sesuai dengan kebutuhan. 5. Keikutsertaan Aparat Keamanan dalam Penanggulangan Masih banyaknya pelanggaran Perda yang terjadi di Kabupaten Jembrana seperti Perda Kependudukan, PKL, Tata Ruang, Galian C dan Minuman Keras serta Perda-Perda lainnya yang disertai dengan permasalahan komplek dan lintas sektoral juga merupakan hambatan yang perlu dicarikan solusi pemecahannya, dimana antara lain dengan membentuk Tim Yustisi. Dalam Tim Yustisi memasukan unsur aparat keamanan setempat, dan melakukan koordinasi secara terus menerus dan berkesinambungan terhadap kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan ketentraman dan ketertiban umum. 6. Sumber Dana dan Jumlah Anggaran Salah satu aspek penting dalam menunjang pencapaian Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana adalah Dana. Jumlah Dana yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten untuk Tahun Anggaran 2011, yang terdiri dari dari Belanja
382 Bab VI Tugas Umum Pemerintahan 371 Tidak Langsung sebesar Rp ,00 dan Belanja Langsung sebesar Rp ,00 dengan realisasinya dapat dilihat pada tabel berikut : No Tabel 6.4 Alokasi dan Realsiasi Anggaran Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2011 URAIAN ANGGARAN (Rp.) JUMLAH (Rp.) REALISASI % SILPA (Rp.) 1 Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa surat menyurat % % Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor % % Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan % % kendaraan dinas / operasional Penyediaan Jasa administrasi keuangan % - 0 % Penyediaan Jasa perbaikan peralatan kerja % % Penyediaan alat tulis kantor % % Penyediaan Barang Cetak dan penggandaan % % Penyediaan bahan logistik kantor % % Penyediaan makanan dan minuman % % Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah % % Penyediaan Jasa tenaga administrasi % % 2 Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas/operasional Penegakan Peraturan Perundang-undangan Penyidikan Pelanggaran Peraturan Perundang - undangan Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan Peraturan Daerah 3 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Peningkatan kesamaptaan jasmani, peran serta dan fungsi aparatur polisi pamong praja % % % - 0 % % % % % %
383 Bab VII Penutup 372 BAB VII P E N U T U P Demikian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2011 ini disusun sebagai gambaran tentang pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Daerah di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 yang dilaksanakan melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan. Apa yang telah dicapai pada tahun ini, tentunya masih perlu untuk ditingkatkan kembali agar apa yang menjadi target dan sasaran pembangunan dalam empat tahun mendatang sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Jembrana tahun dapat dicapai dan dilaksanakan. Terhadap berbagai kekurangan, kelemahan dan permasalahan yang ada dalam pelaksanaan pembangunan tahun ini tentu akan dilakukan evaluasi untuk dapat dijadikan acuan bagi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada tahun-tahun mendatang. Semoga Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2011 ini dapat dijadikan bahan evaluasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan memberikan rekomendasi serta catatan-catatan untuk penyempurnaan dan perbaikan pembangunan kedepan di Kabupaten Jembrana guna mewujudkan masyarakat Jembrana yang sejahtera.
DAFTAR TABEL. Halaman
v DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.1 Luas Wilayah Kabupaten/Kota se-provinsi Bali... 6 1.2 Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Jembrana tahun 2011...... 7 1.3 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Jembrana...
Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 12
BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Konsekuensi logis sebagai negara kesatuan
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lombok Utara tentang
BAB I PENDAHULUAN I - 1 A. VISI DAN MISI II - 3 B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH II - 5 C. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH II - 13
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR HAL i iv vi vii BAB I PENDAHULUAN I - 1 1.1 DASAR HUKUM I - 4 1.2 GAMBARAN UMUM DAERAH I - 3 1. Kondisi Geografis Daerah I - 5 2. Batas Administrasi
BUPATI LAMANDAU, Ir. MARUKAN
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Lamandau tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2013 dapat
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iii x xi BAB I PENDAHULUAN... I - 1 A. Dasar Hukum... I - 1 B. Gambaran Umum Daerah... I - 4 1. Kondisi Geografis Daerah...
KATA PENGANTAR P. Negara, November 2011 BAPPEDA DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN JEMBRANA KEPALA,
KATA PENGANTAR P uji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atas berkat dan rahmat-nya buku Profil Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 dapat disusun. Penyusunan
DAFTAR ISI PENGANTAR... I DAFTAR ISI... II DAFTAR TABEL... V DAFTAR GAMBAR... VI BAB I PENDAHULUAN... I-1
DAFTAR ISI PENGANTAR... I DAFTAR ISI... II DAFTAR TABEL... V DAFTAR GAMBAR... VI BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. LATAR BELAKANG... I-1 1.2. DASAR HUKUM... I-1 1.3. GAMBARAN UMUM JAWA BARAT... I-4 1.3.1.
D A F T A R I S I Halaman
D A F T A R I S I Halaman B A B I PENDAHULUAN I-1 1.1 Latar Belakang I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan I-2 1.3 Hubungan RPJM dengan Dokumen Perencanaan Lainnya I-3 1.4 Sistematika Penulisan I-7 1.5 Maksud
BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM
BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Daerah telah diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut
DAFTAR ISI PENGANTAR
DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum B. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi 3. Status Pembangunan Manusia 4. Kondisi Ekonomi a. Potensi Unggulan
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-3 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4
PENETAPAN KINERJA TINGKAT PEMERINTAH
PENETAPAN KINERJA TINGKAT PEMERINTAH KABUPATEN TAHUN : 2012 : PENAJAM PASER UTARA SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET Dituntaskannya program wajib belajar dua belas tahun pada seluruh siswa Persentase
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sleman Akhir Masa Jabatan Tahun DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL Tabel 1.1. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Sleman... 2 Tabel 1.2. Ketinggian Wilayah Kabupaten Sleman... 3 Tabel 1.3. Jumlah Penduduk Kabupaten Sleman Menurut Jenis Kelamin, Kepadatan
DAFTAR ISI. Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi
DAFTAR ISI Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-4 1.3. Hubungan RPJMD dengan
BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH
BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : bahwa
BAB I PENDAHULUAN...I.
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GRAFIK... x DAFTAR GAMBAR... xi BAB I PENDAHULUAN... I. 1 1.1 Latar Belakang... I. 1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I. 9 1.3 Hubungan RKPD dan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN
DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR GRAFIK... xiii BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-5
DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17
DAFTAR TABEL Taks Halaman Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17 Tabel 2.2 Posisi dan Tinggi Wilayah Diatas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kecamatan di Kabupaten Mamasa... 26 Tabel
Daftar Isi. KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vii
Daftar Isi KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vii BAB. I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Dasar Hukum... I-1 1.2. Gambaran Umum Wilayah... I-2 1.2.1. Kondisi Geografis Daerah... I-2 1.2.2. Topografi...
DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2010-2015 DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.... DAFTAR GAMBAR....
8.1. Keuangan Daerah APBD
S alah satu aspek pembangunan yang mendasar dan strategis adalah pembangunan aspek ekonomi, baik pembangunan ekonomi pada tatanan mikro maupun makro. Secara mikro, pembangunan ekonomi lebih menekankan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBA TENGAH NOMOR: 3 TAHUN 2008 TENTANG URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN KABUPATEN SUMBA TENGAH
PERATURAN DAERAH NOMOR: 3 TAHUN 2008 TENTANG URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBA TENGAH, Menimbang : a. bahwa dalam rangka memantapkan implementasi
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015 Oleh: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MALANG Malang, 30 Mei 2014 Pendahuluan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2011-2015 Diperbanyak oleh: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
1. Penyempurnaan Database 2. Penyempurnaan Aplikasi
1. Penyempurnaan Database 2. Penyempurnaan Aplikasi 1. Penyempurnaan Database Struktur Database Existing SIPD A. Data Umum 1. Demografi 2. Geografi 3. Pemerintahan B. Sosial Budaya 1. Kesehatan 2. Pendidikan,
IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU
IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU 4.1 Kondisi Geografis Secara geografis Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut China Selatan, berada antara 1 0 15 LS dan 4 0 45 LU atau antara
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN
DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum 1. Kondisi Geografis dan Demografis... 4 2. Perkembangan Indikator Pembangunan Jawa Barat...
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... v BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. Dasar Hukum... 7 B. Gambaran Umum Daerah
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... v BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. Dasar Hukum... 7 B. Gambaran Umum Daerah... 9 1. Kondisi Geografis Daerah... 10 2. Gambaran Umum Demografis... 13 3. Kondisi
KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb
KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb S egala puji bagi Alloh SWT, yang senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga seluruh rangkaian proses penyusunan Laporan Keterangan
DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum Daerah... 6
DAFTAR ISI Halaman BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum Daerah... 6 BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH... 10 A. Visi dan Misi... 10 B. Strategi dan Kebijakan Daerah... 11 1. Isu
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. DIY. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 07 44' 04" ' 27"
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kabupaten Bantul terletak di sebelah selatan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 7 TAHUN 2008 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 7 TAHUN TAHUN 2004 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 7 TAHUN 2008 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 7 TAHUN 20088 TAHUN 2004 TENTANG URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN PEMERINTAHAN
DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
D A F T A R I S I Halaman DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... (i) (ii) (viii) PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu dari delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis terletak antara 116-117
PENDAHULUAN. Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan yang dititikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berimplikasi pada pemusatan perhatian pembangunan pada sektor-sektor pembangunan yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan
4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR
4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR 4.1 Kondisi Fisik Wilayah Beberapa gambaran umum dari kondisi fisik Kabupaten Blitar yang merupakan wilayah studi adalah kondisi geografis, kondisi topografi, dan iklim.
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah
35 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Provinsi Lampung Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah Provinsi Lampung adalah 3,46 juta km 2 (1,81 persen dari
RENCANA KINERJA TAHUNAN
KABUPATEN : PENAJAM PASER UTARA TAHUN : 2010 RENCANA KINERJA TAHUNAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET Persentase Angka Partisipasi Sekolah (APM) SD/ MI 92 Persen Dituntaskannya program wajib
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Geografi Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Selatan terletak di ujung selatan Pulau Sumatera
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
WALIKOTA TANGERANG Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kota Tangerang Tahun 2012 Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan kepada
GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan
BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N
BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena pada tanggal 30 Desember 2013 Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2013 tentang
Rencana Kerja P emerintah Daerah Kabupaten Barru Tahun 2015 DAFTAR ISI
Rencana Kerja P emerintah Daerah Kabupaten Barru Tahun 2015 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... 3 1.3 Hubungan Antar Dokumen Perencanaan... 5 1.4 Sistematika
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Statistik Daerah Kecamatan Air Dikit 214 Halaman ii STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Nomor ISSN : - Nomor Publikasi
DAFTAR ISI PENGANTAR
DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Dasar Hukum 1.3. Gambaran Umum 1.3.1. Kondisi Geografis Daerah 1.3.2. Gambaran Umum Demografis 1.3.3.
PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA SEMARANG TAHUN
PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA SEMARANG TAHUN 2010 2015 PEMERINTAH KOTA SEMARANG TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG
REKAPITULASI REALISASI PER PROGRAM BELANJA LANGSUNG APBD KABUPATEN JEMBRANA TAHUN ANGGARAN 2014
REKAPITULASI REALISASI PER PROGRAM BELANJA LANGSUNG APBD KABUPATEN JEMBRANA TAHUN ANGGARAN 2014 BULAN : NOPEMBER 2014 NO 1 DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA OLAHRAGA, PARIWISATA DAN 46.877.699.625,00 82,74 20.845.634.092,00
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan pada Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
No. 1, 2009 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2015 merupakan tahun keempat pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2011-2016.
DAFTAR ISI. Daftar Isi... Daftar Tabel...
DAFTAR ISI Daftar Isi... Daftar Tabel... ii iv BAB I Pendahuluan... 1 A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum Daerah... 2 1. Kondisi Geografis Daerah... 2 2. Gambaran Umum Demografis... 4 3. Kondisi Ekonomi...
PENGUKURAN KINERJA (3) 64,65 Persen. 53,87 Persen
PENGUKURAN KINERJA KABUPATEN : PENAJAM PASER UTARA TAHUN : 2010 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI % Dituntaskannya program wajib belajar dua belas tahun pada seluruh siswa Persentase
DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI DAFTAR ISI...... i DAFTAR TABEL...... iii DAFTAR GAMBAR...... viii BAB I PENDAHULUAN... 2 1.1 Latar Belakang... 3 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... 5 1.3 Hubungann antara Dokumen RPJMD dengan Dokumen
DAFTAR ISI. A. Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanggamus B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja C. Realisasi anggaran...
DAFTAR ISI HALAMAN BAB 1 A. Latar Belakang... 1 B. Maksud dan Tujuan... 2 C. Sejarah Singkat Kabupaten Tanggamus... 3 D. Gambaran Umum Daerah... 4 E. Sistematika Penyajian... 20 BAB 2 A. Instrumen Pendukung
BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1
BAB I PENDAHULUAN Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara.
BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N
BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena pada tanggal 29 Desember 2016 Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 5 TAHUN 2008 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 5 5TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
A. Gambaran Umum Daerah
Pemerintah Kota Bandung BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Daerah K ota Bandung terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat, terletak di antara 107º Bujur Timur dan 6,55 º
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Lokasi Penelitian 1. Geografis Secara astronomis Kabupaten Bolaang Mongondow terletak antara Lintang Utara dan antara Bujur Timur. Berdasarkan posisi geografisnya,
BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH
BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU, Menimbang
DAFTAR ISI PENGANTAR
DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang II. Dasar Hukum III. Gambaran Umum 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Gambaran Umum Demografis 3. Kondisi Ekonomi BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN
Tabel 5.1 Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator Sasaran dan Target Sasaran Visi : "Bali Mandara Jilid 2", Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera
Tabel 5.1 Visi, Misi, Tujuan,, Indikator dan Target Visi : " Mandara Jilid 2", yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera No 1 Misi Mewujudkan yang Berbudaya, Metaksu, Dinamis, Maju dan Modern Tujuan Meningkatkan
2.25. Jumlah Anak Balita Hidup dan Jumlah Kasus Kematian Balita di 32 KecamatanTahun II-42 Tabel Jumlah kasus kematian ibu hamil,
LAMPRIAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2014-2019 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA PAGAR ALAM TAHUN 2018
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA PAGAR ALAM TAHUN 2018 PEMERINTAH KOTA PAGAR ALAM TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pagar Alam Tahun 2018 disusun dengan mengacu
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017
GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, yang bertanda tangan di bawah
5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
27 Secara rinci indikator-indikator penilaian pada penetapan sentra pengembangan komoditas unggulan dapat dijelaskan sebagai berikut: Lokasi/jarak ekonomi: Jarak yang dimaksud disini adalah jarak produksi
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013 TANJUNGPANDAN, MARET 2014 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat
RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN
Lampiran IIa Peraturan Daerah Nomor : 14 TAHUN 2016 Tanggal : 29 Desember 2016 PEMERINTAH KABUPATEN BANGLI RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2017 KODE 1.01.01 Dinas
BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara
BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kondisi Fisik Daerah Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 7.33-8.12 Lintang Selatan dan antara 110.00-110.50 Bujur
DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
D A F T A R I S I Halaman DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... (i) (ii) (viii) PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan BAB I PENDAHULUAN. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013 I - 1
BAB I PENDAHULUAN Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013 I - 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang erselenggaranya Tata Pemerintahan yang baik good governance merupakan prasyarat
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xi BAB I PENDAHULUAN
D A F T A R I S I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL.... ix DAFTAR GAMBAR.... xi BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG... I 1 B. DASAR HUKUM... I 1 C. GAMBARAN UMUM DAERAH...
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
i DAFTAR ISI PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL i ii viii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Dasar Hukum 3 1.3 Hubungan Antar Dokumen 4 1.4 Sistimatika Dokumen
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA B U P A T I WAKIL BUPATI
LAMPIRAN I : PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA B U P A T I WAKIL BUPATI DPRD DAERAH STAF AHLI Keterangan : INSPEKTORAT BAPPEDA : Garis Hubungan Kemitraan SATUAN POLISI PAMONG PRAJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH
- 1 - BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BOYOLALI
- 1 - BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOYOLALI, Menimbang
PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS
PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Tomoni memiliki luas wilayah 230,09 km2 atau sekitar 3,31 persen dari total luas wilayah Kabupaten Luwu Timur. Kecamatan yang terletak di sebelah
KATA PENGANTAR H. DJOHAN SJAMSU, SH PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, hanya karena Ijin dan RahmatNya, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2015 ini dapat diselesaikan. RKPD Tahun 2015 ini disusun
WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH
[[ SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang :
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LD 38 2008 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Seluma Kabupaten Seluma merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3
PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN JEMBRANA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a.
BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG
Menimbang : a. BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT
PEMERINTAH KABUPATEN POSO
1 PEMERINTAH KABUPATEN POSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN POSO NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI POSO, Menimbang Mengingat : a. bahwa
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Kondisi Fisik Kecamatan Berbah 1. Lokasi Kecamatan Berbah Kecamatan Berbah secara administratif menjadi wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa
