III. DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "III. DATA DAN ANALISA PERANCANGAN"

Transkripsi

1 III. DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Aspek Fungsi Produk Rancangan 1. Buku Pop-Up Buku pop up adalah jenis buku atau kartu yang didalamnya terdapat lipatan gambar yang dipotong dan muncul membentuk lapisan tiga dimensi ketika halaman tersebut dibuka. Menurut Ellen G. Kreiger Rubin seorang professional dan pengamat dibidang paper engineering, mengungkapkan bahwa pop up merupakan sebuah ilustrasi yang ketika halaman tersebut dibuka, ditarik, atau diangkat, akan timbul tingkatan dengan kesan tiga dimensi. Sebuah buku The Pop-Up Book Paul Jacson (1996: 7), menjelaskan secara singkat bahwa pop up adalah wujud dimensional struktur dan mekanik yang terbuat dari kertas. Teknik pop up dapat diaplikasikan keberbagai media tiga dimensi atau buku bergambar, selain itu teknik pop up sekarang ini banyak diaplikasikan pada kartu ucapan, lipatan-lipatan buku dengan berbagai jenis dan masih bayak lagi. Selain itu pop up sering sekali dipakai dalam buku cerita anak, buku tersebut mempunyai banyak sekali metode yang dipakai tapi tetap memakai satu dasar yang sama yaitu lipatan dan sikusiku. Pop-up memiliki proses kerja yang sangat panjang dan membutuhkan ketelitian serta perhitungan yang tepat agar dapat menghasilkan sebuah bentuk atau gerakan yang diharapkan. Proses merangkai hingga menjilid (untuk buku) adalah proses yang tidak dapat dilakukan dengan mesin, lain halnya dengan sebuah buku yang dapat dilipatgandakan hanya dengan mesih photocopy, buku yang memiliki komponen pop-up hanya dapat digandakan dengan keterampilan kerja tangan manusia. Melipat, menempel dan merangkai suatu kertas dengan kertas lain membutuhkan 12

2 keterampilan manusia membuat proses pembuatan buku pop-up memerlukan waktu untuk pengerjaannya. Gambar 4. Bentuk Pop-Up Hantu Lucu! Ilustrasi oleh Darek Matthews (Sumber: Buku Pop-Up Junior Dongeng - Erlangga For Kids) Jenis pop-up ada bermacam-macam, beberapa diantaranya adalah pop-up, transformations, tunnel books, volvelles, flaps, pull-tabs, pull downs dan sebagainya. Beberapa buku pop-up menggunakan salah satu jenis, tetapi juga ada yang menggunakan lebih dari satu jenis. Pencipta dan pendesain buku seperti ini dikenal dengan sebutan paper engineering (Robert Sabuda, Frequenty Asked Question, creative Questions, diakses dari Robertsabuda.com). a. Transformations Transformations atau transformasi menunjukan bagian vertikal dan saling menutupi antara bagian atas dan bagian bawah ketika buku atau kartu dibuka dan ditutup. Gambar 5. Bentuk Pop-Up Transformers The Ultimate Pop-up Universe (Sumber: google.com) 13

3 b. Tunnel Tunnel book disebut juga trowongan buku, terdiri dari serangkaian halaman buku yang terikat dan dilihat melalui lubang penutup. Bukaan dari setiap halaman memungkinkan pembaca dapat melihat keseluruhan buku hingga ke belakang gambar dari setiap halaman yang saling melengkapi senhingga membentuk sebuah dimensi. Gambar 6. Bentuk Pop-Up Tunnel Book (Sumber: google.com) c. Volvelles Konstruksi pop-up dengan bagian-bagian yang berputar. Gambar 7. Bentuk Pop-Up Volvelles (Sumber: google.com) 14

4 d. Flaps Ilustrasi kertas yang direkatkan atau dilem pada satu titik. Gambar 8. Bentuk Pop-Up Flaps (Sumber: google.com) e. Pull-Tabs Pull-tab atau tarik tab yaitu sebuah tab kertas geser, pita, atau bentuk yang ditarik dan didorong untuk mengungkapkan gerakan gambar baru. Tab dapat menjadikan objek gambar menjadi bergerak ketika kita menarik atau menggesertab, misalnya penari bergoyang, anjing duduk, robot bergerak dan lain sebagainya. Gambar 9. Bentuk Pop-Up Pull-Tabs (Sumber: google.com) 15

5 Gambar 10. Bentuk Pop-Up Pull Downs (Sumber: google.com) Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pop-up adalah sebuah gaya yang memberikan hiburan melalui gambar dimana ilustrasi bisa berubah, bergerak ataupun timbul ketika kertas atau buku tersebut dibuka dan ditutup. 2. Fungsi Pop-Up Buku pop up memiliki berbagai fungsi yang berguna tergantung pada penempatan fungsi utama dari pop-up tersebut, misalnya buku pop-up pada cerita dongeng anak berfungsi untuk menumbuhkan minat baca anak, memberikan daya imajinasi dan mengembangkan kreatifitas anak. Sedangkan fungsi dalam media promosi saat ini sangat bervariasi penggunaannya, tidak menutup kemungkinan aplikasi teknik pop-up bisa digabungkan kedalam media promosi, tidak hanya sebatas sebagai hiasan dalam kartu ucapan atau buku anak, namun perkembangan teknik pop-up juga bisa sebagai sarana berbagai macam media promosi seperti sarana promosi sebuah perusahaan, misalnya saja sebagai coorperate sebuah perusahaan, panduan tur, panduan sejarah museum, real estate, restaurant, taman nasional, tempat wisata, dan hotel, serta sebagai kartu pos. 16

6 Dari uraian mengenai perkembangan gaya pop-up di atas penulis mencoba meneterapkannya ke dalam media promosi berupa buku pop-up lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk. B. Aspek Estetika Fungsi Produk Rancangan Beberapa aspek estetika dalam penyusunan desain ilustrasi buku pop-up, antara lain: 1. Teknik pop-up Pop-up memiliki banyak teknik yang dikembangkan dan dirangkai akan menghasilkan suatu kesatuan gerak yang indah serta bentuk yang mengejutkan. Berikut teknik pop-up yang digunakan: Single Slit Salah satu bagian pop-up, paling dasar teknik adalah satu celah (single slit). Namun demikian, ini awal yang mudah untuk membuat berbagai bentuk menarik, memberi variasi celah dan lipatan bahwa teknik ini dapat dimasukkan dan bagaimana teknik ini dapat dikombinasikan. Berikut beberapa contoh dari Single Slit: a. Teknik Angle of Crease Gambar 11. Teknik Angle of Crease (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Dalam teknik ini bentuk dari celah tetap tapi sudut dari lipatan berubah, menciptakan berbagai kejutan yang berbeda. 17

7 Gambar 12. Hasil Teknik Angle of Crease (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) b. Teknik Shape of Slit Gambar 13. Teknik Shape of Slit (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Tidak hanya Angle of Crease, seperti yang ditunjukkan pada teknik sebelumnya, tetapi bentuk celah ini sendiri juga bisa berubah. Ketika dua variabel ini digunakan serta dikombinasikan, kemungkinan bentuk menjadi besar. Ikuti melalui urtannya langkah demi langkah dan kemudian membuat masing-masing variasi yang akan digunakan dengan teknik ini. 18

8 Double Slit Dinamakan Double Slit karena menggunakan dua celah (double slit) atau lebih, bisa juga dengan penggunaan dua teknik yang ada dalam Single Slit dan ditempatkan berdampingan. Kategori teknik yang dipakai hampir sama pada teknik Single Slit, tetapi bentuk-bentuk yang dibuat sangat berbeda. Berikut beberapa contoh dari Double Slit: a. Teknik Angles of Creases Gambar 14. Teknik Angles of Creases (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Dengan teknik ini bentuk dua celah tetap tetapi penempatan lipatan dapat berubah. Gambar 15. Hasil Teknik Angles of Creases (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) 19

9 b. Teknik Shapes of Slits Gambar 16. Teknik Shapes of Slits (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Seperti teknik Angles of Creases dapat berubah begitu juga bentuk Shapes of Slits. Ini hanya sedikit dari banyak kemungkinan dalam pemakaian teknik Shapes of Slits. Gambar 17. Hasil Teknik Shapes of Slits (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) 20

10 c. Teknik Asymmetric Slits Gambar 18. Teknik Asymmetric Slits (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Seperti teknik Asymmetric Slit pada versi Single Slit, bedanya adalah pada teknik ini terdapat dua celah yang ditambahkan. Pola harus digambar terlebih dahulu sebelum memotong, pastikan sudu tepat dan akurat. Gambar 19. Hasil Teknik Asymmetric Slits (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Other Techniques Teknik ini berbeda dari teknik sebelumnya karena penggunaan teknik harus teliti, namun jika berhasil akan menjadi bentuk menarik. Banyak bagian saling melengkapi dengan teknik sebelumnya. Berikut beberapa teknik lainnya: 21

11 a. Teknik Cylinder Gambar 20. Teknik Cylinder (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) Merupakan teknik yang tidak biasa dengan menciptakan lengkungan dalam pop-up. Pembuatan harus dilakukan dengant tepat untuk efek agar dapat bekerja. Gambar 21. Hasil Teknik Cylinder (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) b. Teknik Pivots Gambar 22. Teknik Pivots (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) 22

12 Dari semua teknik pop-up, teknik Pivots paling menarik karena objek dapat bergerak ketika buku dibuka. Teknik ini sering digunakan. Teknik Pivots menarik dan mudah dibuat namun perlu ketelitian dengan bentuk, panjang dan posisi panjang objek, kesalahan kecil akan menyebabkan objek tidak dapat digerakkan. Gambar 23. Hasil Teknik Pivots (Sumber: The Pop-Up Book Paul Jackson) c. Teknik Multiple Layers Gambar 24. Teknik Multiple Layers (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) Teknik ini menggunakan lapisan pada bidang yang sejajar sebagai salah satu dasar bidang untuk menahannya, cara sederhana digunakan untuk mendapatkan efek tiga dimensi. Teknik ini salah satu yang pertama digunakan sebagai teknik dalam pembuatan buku 23

13 pop-up dan merupakan teknik yang paling sederhana. Teknik ini biasanya menggunakan putaran pop-up 90. Gambar 25. Hasil Teknik Muliple Layers (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) d. Teknik Floating Layers Gambar 26. Teknik Floating Layers (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) Teknik dalam mekanisme ini lapisan kertas terapung di atas tumpuan kertas dan sejajar dengan dasar yang dibuka datar. Teknik ini hampir serupa dengan teknik Multiple Layers, tapi perbedaannya adalah jika dibuka sampai 180 permukaan gambar atau bidang dalam teknik pop-up ini akan datar. Gambar 27. Hasil Teknik Floating Layers (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) 24

14 e. Teknik V-Fold Gambar 28. Teknik V-Fold (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) Teknik ini adalah salah satu teknik yang paling umum dan paling berguna. Model menunjukkan dua variasi pada prinsip v-fold yaitu variasi dalam penepatan pengeleman bagaimana memperkuat bidangnya dan pembukaan halaman dengan melewati flap melalui celah agar tidak terjadi kesalahan. Model ini juga menunjukkan bagaimana kekuatan mekanisme v-fold dapat digunakan untuk menarik bukaan halaman dengan cara horisontal dan vertikal. Dinamakan V-Flod berasal dari bentuk kaki yang membentuk huruf V. Ukuran sudut di kedua sisi garis tengah buku tidak penting, tetapi kedua sisi v-flod harus sama. Gambar 29. Teknik V-Fold (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) 25

15 Dimana lipatan pada dasar membentuk seperti V, didepan berdirinya potongan kertas lipatan penyahgahnya terlihat. V-flod sebaiknya diletakan di dekat atas bagian buku, karena ketika buku ditutup lipatan kertas tidak akan terlihat atau keluar. Gambar 30. Hasil Teknik V-Fold (Sumber: Paper Engineer for pop-up books and card Mark Hiner) 2. Putaran pop-up Putaran pop-up dikenal juga istilah 90, 180 dan 360. Pada buku pop-up berupa cerita atau yang memiliki teks panjang cendrung menampilkan pop-up 90 dan 180. Sedangkan pada pop-up 360 lebih sering digunakan untuk buku pop-up yang menampilkan sisi 3 dimensi sebuah ruangan yang dapat dinikmati dari berbagai sudut dan biasanya hanya menampilkan sedikit teks. 3. Tone Warna Menurut Surianto Rustan dalam bukunya berjudul Mendesain Logo (2009: 72), memilih warna yang tepat merupakan proses yang sangat penting dalam mendesain identitas visual. Peranan warna dalam buku popup Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta Resort adalah full color untuk box cover, cover buku dan isi bukunya. Pemakaian format warna tersebut agar pembaca dapat membayangkan gambaran lokasi wisata dan untuk mempermudah penyampaian ilustrasi dalam bentuk warna dan ilustrasi tempat lokasi. Penggunaan tone warna didominasi oleh warna natural karena lokasi wisata merupakan kawasan hijau mangrove. 26

16 4. Tipografi Menurut Danton Sihombing dalam bukunya Tipografi Dalam Desain Grafis (2001), tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual pokok dan efektif. Lewat kandungan nilai fungsional dan estetikanya, huruf memiliki potensi untuk menerjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk visual. Tipografi berdasarkan buku What Is Typography? penulis David Jury (2006) menjelaskan bahwa tipografi yang baik harus dapat menyampaikan fungsi keterbacaan dan kesan visual. Tipografi juga merupakan elemen pendukung untuk memaksimalkan fungsi keterbacaan sebuah buku, maka pemilihan huruf harus memeperhatikan legability (mudah dibaca), readibility (dapat dibaca), visibility (mudah dilihat) dan clearity (harus jelas) Pada Perancangan Buku Pop-Up Sebagai Media Promosi Taman Wisata Alam Angke Kapuk tipografi memiliki peran penting dalam perancangan buku pop-up Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta Resort, karena dapat menyampaikan informasi secara tertulis kepada para pembaca. 5. Layout Menurut Amborse dan Haris (2005: 160) dalam bukunya yang berjudul Layout, layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan ke dalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut menejemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan. 27

17 Dalam buku Layout, Dasar dan Penerapannya oleh Surianto Rustan (2009: 74-75), pada dasarnya layout dapat dijabarkan sebagai tata letak elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep atau pesan yang dibawanya, dan terdapat elemen layout yang terbagi enjadi tiga yaitu, elemen teks, elemen visual dan invisible element, juga terdapat prinsip layout, dijabarkan dalam prinsipprinsip sebuah layout adalah: a. Sequence (urutan) Membuat prioritas dan mengurutkan dari yang harus dibaca pertama sampai bagian akhir yang dapat dibaca. b. Emphasis (penekanan) Memberikan penekanan dalam layout agar memberikan kesan yang paling kuat sehingga menjadi pusat perhatian (point of interest). Emphasis dapat diciptakan dengan berbagai cara, antara lain: 1. Memberi ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan elemenelemen layout lainnya pada halaman tersebut. 2. Warna yang kontras/berbeda sendiri dengan latar belakang dan elemen lainnya. 3. Letakkan di posisi yang strategis atau menarik perhatian. 4. Menggunakan bentuk atau style yang berbeda dengan sekitarnya. c. Balance (keseimbangan) Pembagian berat yang merata pada satu bidang layout. d. Unity (kesatuan) Semua elemen harus saling berkaitan dan disusun secara tepat. Kesatuan juga mencakup selarasnya elemen-elemen yang terlihat fisik dan pesan yang ingin disampaikan dalam konsepnya. 6. Keseimbangan Menurut Vinsensius Sitepu dalam bukunya berjudul Panduan Mengenal Desain Grafis keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan 28

18 antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal. Keseimbangan formal menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis Prinsip keseimbangan diterapkan dalam karya ini adalah keseimbangan informal agar buku terlihat dinamis dan natural. Prinsip keseimbangan juga dipertimbangkan sebagai acuan penataan ilustrasi dan teks untuk menciptakan suatu keseimbangan yang tepat dengan teknik pop-up. 7. Kombinasi Terdapat penggabungan beberapa elemen seperti tipografi, warna, bentuk dan ukuran. Dalam penerapan karya ini menggabungkan peragaman warna dengan kondisi lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk yang menghasilkan kesatuan yang menarik dan selaras. 8. Kesatuan Menurut Vinsensius Sitepu dalam bukunya berjudul Panduan Mengenal Desain Grafis, kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yangmerupakan isi pokok dari komposisi. Kesatuan adalah hubungan antar bagian bagian secara menyeluruh dari unsur unsur visual pada karya seni sebagai satu kesatuan yang utuh. Kesatuan diperlukan dalam suatu karya grafis yang mungkin terdiri dari beberapa elemen didalamnya. Dalam pembuaatan karya ini prinsip kesatuan digunakan sebagai pengabungan elemen elemen yang ada saling mendukung antra gambar dan teks sehingga diperoleh titik fokus yang dituju. 29

19 C. Aspek Teknis Produk Rancangan Berikut tabel data teknis produk perancangan untuk Perancangan Buku Pop-Up Sebagai Media Promosi Taman Wisata Alam Angke Kapuk : NO. RINCIAN DATA 1. Data objek perancangan Situasi dan kondisi lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk Situasi lokasi wisata Pengunjung yang datang Kondisi lokasi wisata Media promosi lokasi wisata Lokasi / setting tempat Lokasi tempat dibuat sesuai dengan situasi dan kondisi lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk dengan menekankan kawasan hijau dari lokasi wisata. DATA YANG BERKAITAN DENGAN PERANCANGAN Data yang dikumpulkan dalam menentukan beberapa hal, yaitu: Bagaimana setting latar buku sesuai dengan keadaan lokasi wisata? Apa saja spot menarik dari lokasi wisata? Bagaimana menentukan dan mengkombinasikan kedala teknik pop-up? Bagaimana penyebaran media promosi Taman Wisata Alam Angke Kapuk? 2. Data teknologi dan material yang digunakan dalam perancangan buku pop-up Data yang digunakan berfungsi untuk: Memilih dan menetukan material yang akan digunakan selama proses perancangan buku pop-up berlangsung Memperkirakan bahan-bahan yang 30

20 Data Pengumpulan data berupa photo spot menarik di Taman Wisata Alam Angke (menggunakan kamera hand phone) cocok untuk dijadikan material buku pop-up yang kuat Menentukan biyaya produksi dar perancangan buku pop-up Mengetahui media pendukung promosi yang dipakai dalam proses perancangan buku pop-up Sketsa Sketsa hasil pengumpulan data lokasi wisata Art paper 80 gsm Ukuran kertas A5 Pensil warna Faber Castel Basic Color Penghapus Faber Castel White Dummy Hasil sketsa dibentuk white dummy Kertas Ivory 250 gsm Kertas Art Karton 250 gsm Ukuran Kertas A3+ Cutting board paper Penggaris Cutter Gunting Double tip 31

21 Lem Pulpen mati (untuk pelipatan pop-up) Dummy Notebook HP Pro Book Software Adobe Ilustrator CS4 Wacom Kertas Splendorgel 250 gsm Ukuran A3+ Cutting board paper Penggaris Cutter Gunting Double tip Lem Pulpen mati (untuk pelipatan pop-up) Pop-up isi Notebook HP Pro Book Software Adobe Ilustrator CS4 Wacom Kertas Splendorgel 250 gsm Ukuran A3+ 32

22 Cutting board paper Penggaris Cutter Gunting Double tip Lem Pulpen mati (untuk pelipatan pop-up) Cover Book Pop-up Notebook HP Pro Book Software Adobe Ilustrator CS4 Kertas Art Paper 150 gsm Ukuran A3 Laminasi Dof Duplek 3 mm Packaging Cover Book Popup Notebook HP Pro Book Software Adobe Ilustrator CS4 Kertas Art Paper 150 gsm Ukuran A2 Laminasi Dof Duplek 3 mm 33

23 3. Alur Cerita Halaman 1-2 menggambarkan suasana gerbang masuk, menjelaskan harga tiket dan jam kerja lokasi dari lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk Halaman 3-4 menggambarkan dan memberikan keterangan mengenai denah lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk Halaman 5-6 menggambarkan mesjid yang terletak diatas danau lokasi wisata serta bangunannya yang khas. Halaman 7-8 menggambarkan suasana penanaman mangrove dan papan nama, serta informasi biaya yang ditarifkan lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk Halaman 9-10 menggambarkan area Data yang sebagai penunjang alur cerita: Apa saja elemen yang akan dibentuk kedalam teknik pop-up? Bagaimana penyesuaian teknik popup dengan ilustrasi buku? Bagaimana keseimbangan dan kekuatan pop-up? 34

24 penginapan dengan sensasi menginap diatas air dengan pondok yang terbuat dari kayu Halaman menggambarkan suasana jalan setapak Taman Wisata Alam Angke Kapuk yang asri, alami, rimbun dan sejuk Halaman menggambarkan bangunan pengamat burung yang terdapat di lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk Halaman menggambarkan kantin yang terdapat di lokasi Taman Wisata Alam Angke Kapuk bernama Waroeng Kopi Mangrove Halaman menggambarkan suasana senja ketika berada di Taman Wisata Alam Angke Kapuk Halaman menggambarkan suasana malam hari 35

25 ketika berada di Taman Wisata Alam Angke Kapuk 4. Teknik pop-up: V-fold kontruksi teknik pop-up dengan lipatan seperti huruf V atau /\ Dalam perancangan buku pop-up, diperlukan teknik yang baik dan tepat, karena jika tidak ada perancangan atau pembuatan dummy yang baik dan benar hasilnya tidak akan tepat. Multiple Layers membuat dua potongan dan direkatkan pada bagian halaman buku Floating Layers membuat dua potongan untuk merekatkan pada bagian tepi teknik, hampir sama dengan teknik multiple layers bedanya ketika buku di buka sampai

26 permukaan gambar atau bidang dalam teknik pop-up ini akan datar, jika digabungkan dapat menghasilkan pop-up tunnel (trowongan) Serial dengan menggabungkan dan melipat beberapa objek, digunting dan direkatkan pada bagian buku, menghasilkan objek pop-up yang berantai Spiral dengan membuat pola spiral dan pada bagian ujungnya di rekatkan ke bagian halam buku. 37

27 5. Putaran Pop-Up Putaran pop-up yang digunakan 180 sesuai dengan standar buku 6. Finishing Pop-Up Teknik Penjilidan Buku Pop- Up Buku pop-up dijilid secara manual dan dilem tiap lembar buku agar lebih kuat Kenyamanan saat membaca buku pop-up serta lebih leluasa mengamati bidang buku Memberikan kesan mewah, natural dan vintage untuk tampilan luar buku bertujuan membuat orang tertarik untuk membacanya Teknik Cetak Cover Buku Pop-Up Cover buku dicetak hard cover melalui digital printing dengan ukuran A3 dan disambung dengan laminasi doff, juga penambahan lesser cutting pada bagian logo buku pop-up Teknik Cetak Packaging Cover Buku Pop-Up Packaging dicetak hard cover melalui digital printing dengan ukuran A2 dengan laminasi doff 38

28 D. Aspek Ekonomi Produk Perancangan Biaya produk dengan material dan finishing disesuaikan dengan estimasi pengerjaan buku pop-up mulai dari tahap pembuatan teknik pop-up, hingga pameran karya. Biaya yang dikeluarkan selama Perancangan Buku Pop-Up Sebagai Media Promosi Taman Wisata Alam Angke Kapuk (sebagaimana terlampir). 39

KEPUSTAKAAN SUMBER BUKU SUMBER WEBSITE

KEPUSTAKAAN SUMBER BUKU SUMBER WEBSITE KEPUSTAKAAN SUMBER BUKU Amborse & Haris. 2005. Layout. UK : AVA Publishing SA. Avella, Nataline. 2003. Paper Engineering. UK : Rotovision. Dungworth, Richard & Ray Gibson. 2005. Kreasi Pop-Up. Jakarta

Lebih terperinci

V. PAMERAN. A. Desain Final 1. Box Cover Pop-Up Book

V. PAMERAN. A. Desain Final 1. Box Cover Pop-Up Book V. PAMERAN A. Desain Final 1. Box Cover Pop-Up Book Dengan dijilid hardcover pewarnaan box cover disesuaikan dengan penggunaan warna dan elemen pada cover book, penggunaan warna kuning memberikan kesan

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN A. DATA MENGENAI ASPEK FUNGSI DARI PRODUK RANCANGAN 1. Sejarah Pop-Up Book Jika dilihat dari sejarah perkembangannya, pop-up diawali dengan kontruksi yang masih sederhana,

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Sebuah buku materi pendidikan yang bersifat akademis umumnya berupa buku formal yang dibuka halaman per halaman. Begitu juga dengan buku teoriteori tentang tipografi,

Lebih terperinci

II. METODE PERANCANGAN

II. METODE PERANCANGAN II. METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS 1. Ulasan Karya Sejenis Untuk referensi konsep proses perancangan buku ilustrasi pop-up saya jadikan panduan adalah contoh desain Majalah Best Of Superbus (2010)

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan Penulis akan merancang buku dongeng interaktif dengan mengangkat cerita-cerita dongeng yang ada di Indonesia, seperti Kera dan Ayam, Si Kancil, Timun

Lebih terperinci

BAB IV VISUALISASI KARYA. A. Visualisasi Rancangan Buku Pop-Up

BAB IV VISUALISASI KARYA. A. Visualisasi Rancangan Buku Pop-Up digilib.uns.ac.id BAB IV VISUALISASI KARYA A. Visualisasi Rancangan Buku Pop-Up 1. Thumbnail Thumbnail adalah cara me-layout gambar yang sudah disketsa kasar secara manual dengan menggunakan pensil kayu

Lebih terperinci

Gambar 6. Proses Permainan Interaktif Saat di Buka Sumber : Ferdiansyah Choirull Zein

Gambar 6. Proses Permainan Interaktif Saat di Buka Sumber : Ferdiansyah Choirull Zein BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Tampilan Permainan Interaktif 1. Format Ukuran Papan Permainan Format ukuran yang digunakan penulis adalah 43cm x 43cm dengan ketebalan papan adalah 3mm. Dengan ukuran

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Pada perancangan desain peta dan buku wisata diperlukan keterkaitan antara rancangan produk dengan lingkungan disekitarnya. Hasil rancangan produk

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Gerlach & Ely dalam Arsyad (2007: 3)

BAB II KAJIAN TEORI. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Gerlach & Ely dalam Arsyad (2007: 3) BAB II KAJIAN TEORI A. Media Pembelajaran 1. Pengertian Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Gerlach & Ely dalam Arsyad (2007: 3)

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL 3.1 Tujuan Komunikasi Dalam perancangan media berupa kartu edukasi atau flashcard origami seri hewan ini, penulis mencoba menjabarkan tujuan dari perancangan kartu edukasi

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI. A. Kerangka Berfikir Studi. Fenomena

BAB II METODOLOGI. A. Kerangka Berfikir Studi. Fenomena BAB II METODOLOGI A. Kerangka Berfikir Studi Fenomena Anak-anak senang ketika banjir datang. Peringatan dari orang lain atau orang tua yang di acuhkan. Anak-anak suka bermain secara berkelompok maupun

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku Pengertian buku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Kamus Oxford (Oxford Dictionary),

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 1.1 Teknis Media Teknik perancangan media utama dan media pendukung menggunakan ilustrasi yang sederhana dengan warna-warna cerah dan memiliki kesan ceria. Media utama berupa

Lebih terperinci

II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas (State Of The Art) Jenis karya seperti buku ilustrasi bergambar khusus anak sudah ada sebelumnya, bahkan sudah banyak yang memproduksinya. Banyak juga rupa, bentuk

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Perancangan Pada perancangan buku cerita anak ini memiliki konsep yang Beragam yaitu adanya bermacam jenis bentuk, pola, warna, teks mencakup cara penggambaran karakter

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Layout

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Layout BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Layout Dalam buku Layout Dasar dan Penerapannya yang ditulis oleh Surianto Rustan, S.Sn (2009:0)Layout merupakan sebagai tata letak elemen-elemen desain

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN / KOMUNITAS Dari hasil rancangan Kampanye Hemat Kertas Demi Hutan Indonesia di harapkan dapat berpengaruh besar bagi target audience yaitu seluruh pihak

Lebih terperinci

BAB IV. Teknis Produksi Media

BAB IV. Teknis Produksi Media BAB IV Teknis Produksi Media 1.1 Proses Perancangan Buku Pop Up a. Proses Kerja Dalam perancangan buku Pop Up, pertama kali langkah yang dilakukan adalah menentukan tema yang diambil dari permasalahan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan 5.1.1 Konsep Tema Perancangan Pada perancangan Desain Label Kemasan Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Susu Kacang Kedelai Milky Soya akan dirancang

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Namestyle Buku Gbr. 3 Namestyle pada buku pengetahuan ini menggunakan font dekoratif dengan warna kuning untuk memberikan suatu peringatan secara tidak langsung, kemudian

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Spesifikasi 5.1.1 Ukuran Buku 5.1.2 Material Ukuran buku adalah 21 cm x 26 cm Berjumlah 6 serial judul yang terdiri dari : 1. Seri Pulau Sumatera 2. Seri pulau Jawa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB III METODE PENCIPTAAN BAB III METODE PENCIPTAAN A. Metode Perencanaan Karya 1. Ide Gagasan Ide awal penciptaan karya bermula ketika penulis melihat perkembangan cerita bergambar ciptaan luar negeri yang semakin menarik. Mengisahkan

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Komunikasi Visual. Menurut Jessica Helfand dalam situs

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Komunikasi Visual. Menurut Jessica Helfand dalam situs BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Desain Komunikasi Visual Menurut Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.org, Desain Komunikasi Visual merupakan kombinasi kompleks rata-rata dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK 4.1 PERANAN PRAKTIKAN CV. AKSEN GRAPHIC STUDIO memberikan kebebasan dalam mengembangkan peng-aplikasian ilmu desain yang telah diterima praktikan di universitas untuk dapat dipraktekkan

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Buku. Dalam buku New Book Design yang ditulis oleh Roger Fawcett

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Buku. Dalam buku New Book Design yang ditulis oleh Roger Fawcett 14 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1. Teori Desain Buku Dalam buku New Book Design yang ditulis oleh Roger Fawcett Tang, faktor faktor yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah buku adalah

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Konsep Media Konsep media pada perancangan kartu edukasi atau flashcard origami seri hewan yang berukuran 17,6cm x 25cm x 0,2 cm yaitu dengan membuat layout yang menarik

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Perancangan sign system dan media informasi pada Museum Geologi Bandung dibuat dengan dilatarbelakangi oleh data-data yang nyata

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi 16 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Publikasi Timothy Samara (2005:10) menyatakan publikasi merupakan sebuah perluasan aplikasi dari dua unsur yaitu teks dan gambar. Perluasan aplikasi

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. 1 Merencanakan Konsep Design. diwujudkan ke dalam buku yang kemudian dari situlah menjadi. 2 Membuat Sketsa Layout

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. 1 Merencanakan Konsep Design. diwujudkan ke dalam buku yang kemudian dari situlah menjadi. 2 Membuat Sketsa Layout 51 BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1. Proses Perancangan Buku 1 Merencanakan Konsep Design Proses perancangan buku ini berawal dari pengembangan konsep desain yang mencakup informasi apa saja yang akan

Lebih terperinci

III. DATA PERANCANGAN A. Kelompok Data berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Rancangan Media cetak adalah sebuah media yang memiliki fungsi sebagai penyampaian informasi yang memiliki manfaat dan terkait

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Buku adalah lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong.

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Buku adalah lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong. BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku 4.1.1 Buku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Buku adalah lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford Dictionary : Book is

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam

BAB III LANDASAN TEORI. gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam 8 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Teori Desain Grafis Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis,

Lebih terperinci

BAB V STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB V STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB V STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL A. Strategi Perancangan 1.Strategi Komunikasi Strategi komunikasi menentukan perancangan atau rencana agar mencapai suatu tujuan, maka strategi komunikasi yang

Lebih terperinci

mempertimbangkan hasil akhir. Bermain dilakukan secara suka rela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar kewajiban. ( Perkembangan Anak Jilid 1,

mempertimbangkan hasil akhir. Bermain dilakukan secara suka rela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar kewajiban. ( Perkembangan Anak Jilid 1, BAB I Pendahuluan 1. 1 Latar Belakang Selain keluarga, sekolah dan mainan, buku bacaan merupakan salah satu hal yang melingkupi kehidupan anak-anak. Secara psikologis, membaca merupakan salah satu bentuk

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Target audiens dalam publikasi buku ini difokuskan untuk ibu yang mempunyai anak usia 3-8 tahun. Mengapa ditargetkan untuk ibu yang mempunyai anak usia 3-8 tahun?

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN / KOMUNITAS Dewasa ini komik merupakan salah satu media komunikasi yang sedang populer. Selain karena mudah dipahami, komik juga media yang menarik untuk

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI BERGAYA POP-UP SEBAGAI PENGENALAN PERMAINAN BAMBU TRADISIONAL JAWA BARAT

TUGAS AKHIR PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI BERGAYA POP-UP SEBAGAI PENGENALAN PERMAINAN BAMBU TRADISIONAL JAWA BARAT TUGAS AKHIR PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI BERGAYA POP-UP SEBAGAI PENGENALAN PERMAINAN BAMBU TRADISIONAL JAWA BARAT Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Strata Satu (S1) Oleh : Reza

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Website

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Website BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Website Kriteria website yang baik adalah Usability Menurut Jacob Nielsen, usability melibatkan pertanyaan dapatkah user menemukan cara untuk menggunakan

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. akan berbentuk selongsong yang tebal dan mewah. desain buku dipengaruhi dan harus diperhatikan pada:

BAB 4 KONSEP DESAIN. akan berbentuk selongsong yang tebal dan mewah. desain buku dipengaruhi dan harus diperhatikan pada: BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Desain Buku Publikasi buku merupakan salah satu industri yang berkembang saat ini, begitupun juga penerbit-penerbit baru yang bermunculan dan mengeluarkan

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Konsep Media Dalam pembuatan media promosi baik dalam media utama maupun pendukung pada perancangan media promosi ini cenderung menggunakan warna putih dan hijau. Penggunaan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP. Perancangan photobook ini bertemakan sosial, yang berjudul Ruang. Perancangan photobook ini menggunakan teknik

BAB V KONSEP. Perancangan photobook ini bertemakan sosial, yang berjudul Ruang. Perancangan photobook ini menggunakan teknik BAB V KONSEP 5.1 Konsep Kreatif Perancangan Perancangan photobook ini bertemakan sosial, yang berjudul Ruang Publik Ibukota Jakarta. 5.1.1 Tema Secara Global Human Interest Perancangan photobook ini menggunakan

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Setelah mengetahui bahwa PT. Earth Color tidak memiliki Graphic Standard Manual, Penulis melakukan riset dan menanyakan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Ide / Gagasan Perancangan 1. Ide Perancangan Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan dalam pemilihan studi, ditemukan beberapa hal yang menarik, bahwa dalam perkembangan

Lebih terperinci

Bab V Konsep Perancangan

Bab V Konsep Perancangan Bab V Konsep Perancangan 1.1. Konsep rancangan buku 1.1.1. Judul rancangan buku Judul dari buku ini adalah It s Free Day. Bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, menjadi Ini Hari Bebas. Adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Layout. Layout menurut Gavin Amborse & Paul Harris, (London 2005)

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Layout. Layout menurut Gavin Amborse & Paul Harris, (London 2005) BAB 4 KONSEP 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Layout Layout menurut Gavin Amborse & Paul Harris, (London 2005) adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN Definisi Buku

BAB 4 KONSEP DESAIN Definisi Buku BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1. Definisi Buku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, buku adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford Dictionary, buku adalah hasil

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan BAB V KONSEP PERANCANGAN A. Ide dan Gagasan Perancangan Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan media promosi, sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI. A. Tujuan dan Manfaat Perancangan. 1. Tujuan Perancangan

BAB II METODOLOGI. A. Tujuan dan Manfaat Perancangan. 1. Tujuan Perancangan BAB II METODOLOGI A. Tujuan dan Manfaat Perancangan 1. Tujuan Perancangan Tujuan Perancangan Buku adalah menyampaikan kepada pembaca tentang tahapan-tahapan membuat ilustrasi karakter mecha dari tahapan

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. diproduksi dalam format elektronik biasa disebut dengan e-book.

BAB 4 KONSEP DESAIN. diproduksi dalam format elektronik biasa disebut dengan e-book. BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori/Metode 4.1.1 Teori Buku Buku adalah sebuah tulisan yang dituangkan di atas media seperti lembaran kertas, perkamen, atau variasi media lainnya, yang diikat sedemikian

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN BAB III KONSEP PERANCANGAN A. Konsep Kreatif 1. Tujuan Kreatif Merancang buku mengenai street art antara tradisi dan modernisasi di kota Yogyakarta dalam bentuk visual (fotografi) yang menarik sehingga

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku 1 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku Buku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford Dictionary, buku

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku Buku 4.2 Definisi Publikasi 4.3 Landasan Teori Teori Layout Grid Systems

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku Buku 4.2 Definisi Publikasi 4.3 Landasan Teori Teori Layout Grid Systems BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku 4.1.1 Buku Buku Menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford Dictionary, buku adalah hasil

Lebih terperinci

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Perancangan & Teknik Perwujudan Karya a. Strategi Desain Media yang digunakan dalam media promosi pada Angel eyes Clothing adalah media yang sesuai kebutuhan dan benar-benar

Lebih terperinci

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

BAB IV PEMECAHAN MASALAH BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1 Konsep Komunikasi Konsep komunikasi yang akan digunakan dalam perancangan coffee table book tentang kesenian Lais yang berasal dari Kampung Sayang, Desa Cisayad, Kabupaten

Lebih terperinci

BAB V HASIL PEMBAHASAN DESAIN. Ukuran buku adalah 21 cm x 26.5 cm. Berjumlah 1 buku berisi 12 halaman. : Hard cover (Fancy Paper Laminating Doff)

BAB V HASIL PEMBAHASAN DESAIN. Ukuran buku adalah 21 cm x 26.5 cm. Berjumlah 1 buku berisi 12 halaman. : Hard cover (Fancy Paper Laminating Doff) 36 BAB V HASIL PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Format Teknis Buku 5.1.1 Ukuran Buku Ukuran buku adalah 21 cm x 26.5 cm Berjumlah 1 buku berisi 12 halaman 5.1.2 Material Cover Isi : Hard cover (Fancy Paper Laminating

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB IV KONSEP DESAIN BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Branding Menurut Alina Wheeler dalam buku Designing Brand Identity, Brand adalah janji, ide besar dan harapan yang mengesampingkan setiap pemikiran konsumen

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN BAB IV TEKNIS PERANCANGAN 4.1 Jenis Komik Berdasarkan data perancangan yang telah terkumpul, baik data yang berupa data primer maupun data sekunder maka penulis menyimpulkan bahwa penyampaian informasi

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP DESAIN. kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford

BAB IV KONSEP DESAIN. kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori dan Metode 4.1.1 Definisi Buku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buku adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negeri yang memiliki kekayaan alam berupa tumbuh-tumbuhan yang berlimpah ruah, karena tanah di Indonesia yang subur sehingga banyak tanaman

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Teknis Buku 5.1.1 Jenis Cover Jenis Cover yang digunakan adalah hard cover dengan menggunakan kertas dengan gramatur yang lebih tebal dan di-laminating doff tipis,

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN BAB III KONSEP PERANCANGAN 3.1 Analisis SWOT Strength : Minimnya Komik Edukatif yang bersifat Nasionalis untuk kalangan Remaja Weakness : Rendahnya minat belajar para Remaja Oportunities : Komik berfungsi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DATA. 4.1 Papertoys. 4.2 Sketchbook. 4.3 Teknik Penggambaran

BAB IV ANALISA DATA. 4.1 Papertoys. 4.2 Sketchbook. 4.3 Teknik Penggambaran BAB IV ANALISA DATA 4.1 Papertoys Berdasarkan data sebelumnya, papertoys merupakan salah satu media yang digunakan untuk cara mengingat kembali tentang superhero - superhero indonesia sekaligus untuk melestarikan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS 1. Komunitas Pengguna Kursi goyang berbahan kardus, dengan menggunakan material utamanya adalah kardus yang dipesan khusus agar kursi goyang ini

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Format Teknik Buku 5.1.1 Jenis Cover Ada dua jenis cover yang dipakai. Pada edisi special jenis cover yang digunakan adalah hardcover dan edisi terbitan biasa menggunakan

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN BAB III KONSEP PERANCANGAN 3.1 Strategi Perancangan 3.1.1 Strategi Komunikasi Menurut Laswell komunikasi meliputi lima unsur yakni komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. komunikasi merupakan proses

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL 3.1 Strategi Perancangan Permasalahan yang ditemukan penulis setelah melakukan penelitian adalah mengenai kurangnya perhatian pengelola terhadap media informasi berupa

Lebih terperinci

BAB IV Konsep Perancangan

BAB IV Konsep Perancangan BAB IV Konsep Perancangan A. Ide / Gagasan Perancangan 1. Ide Desain Pada Tugas Akhir saya, saya ingin membuat buku tutorial fotografi produk. Buku ini merupakan sebuah buku yang memuat berbagai info teknik

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori 17 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Brand Identity Membuat identitas brand adalah salah satu kegiatan branding. Menurut Alina Wheeler di dalam bukunya Designing Brand Identity, sebuah

Lebih terperinci

Bahasa visual untuk prod media cetak.

Bahasa visual untuk prod media cetak. Bahasa visual untuk prod media cetak http://ramakertamukti.wordpress.com Apa yang dibutuhkan Graphic Design menggunakan Bahasa Visual Graphic Design adalah ilmu yang mempelajari tentang media untuk menyampaikan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Rancangan packaging pop up ini memiliki keterkaitan dengan lingkungan hidup. Dimana bahan utama untuk pembuatan kemasan adalah kertas. Oleh karena itu untuk

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP DESAIN. Camera Angle ( Sudut Pengambilan Gambar )

BAB IV KONSEP DESAIN. Camera Angle ( Sudut Pengambilan Gambar ) BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Fotografi Camera Angle ( Sudut Pengambilan Gambar ) Dalam buku Basic Lighting for Beauty yang ditulis oleh Adimodel menjelaskan bahwa agar foto yang

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS MEDIA PRODUKSI

BAB IV TEKNIS MEDIA PRODUKSI BAB IV TEKNIS MEDIA PRODUKSI 4.1. Pra Produksi Dalam proses produksi media dilakukan melalui beberapa tahap yaitu : a. Tahap Sketsa Awal Sketsa awal adalah proses pencarian bentuk pertama dari visual media

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Format Teknis Buku 5.1.1 Ukuran Buku Ukuran buku adalah 21 X 20 cm. Dengan alasan dari segi efisiensi, buku ini dicetak dengan ukuran yang efisien, secara fungsional

Lebih terperinci

Tipografi Aplikatif DASAR DASAR DESAIN DALAM TIPOGRAFI. Ir. Kamil Rusdi Abdullah, M.Si. Modul ke: Fakultas FAKULTAS DESAIN DAN SENI KRATIF

Tipografi Aplikatif DASAR DASAR DESAIN DALAM TIPOGRAFI. Ir. Kamil Rusdi Abdullah, M.Si. Modul ke: Fakultas FAKULTAS DESAIN DAN SENI KRATIF Modul ke: 11 DASAR DASAR DESAIN DALAM TIPOGRAFI Fakultas FAKULTAS DESAIN DAN SENI KRATIF Program Studi DESAIN PRODUK Ir. Kamil Rusdi Abdullah, M.Si Anatomi Paragraf Sesungguhnya desain itu sebagai proses

Lebih terperinci

KONSEP PERANCANGAN. tersebut, sehingga nantinya tidak keluar dari tujuan perancangan.

KONSEP PERANCANGAN. tersebut, sehingga nantinya tidak keluar dari tujuan perancangan. IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Konsep Dasar Perancangan Sebuah konsep adalah ide utama suatu desain untuk mengkomunikasikan suatu strategi desain secara visual (Marianne & Sandra, 2007: 194). Konsep akan menggambarkan

Lebih terperinci

BAB IV PRODUKSI MEDIA

BAB IV PRODUKSI MEDIA BAB IV PRODUKSI MEDIA 4.1. Gambaran Media Produksi Berdasarkan dari pengamatan penulis, selama ini industri tersebut belum menggunakan media komunikasi yang memadai yang dilakukan oleh pemilik industri

Lebih terperinci

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI IV.1 Pra Produksi Sebelum memasuki tahap produksi, tahapan yang dilalui dalam suatu perancangan media yaitu : IV.1.1 Sketsa Yaitu proses awal dari sebuah perancangan yang

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN III.1 Pendekatan Komunikasi Strategi dalam pendekatan komunikasi wisata Pantai Gedambaan ini dibuat dengan komunikasi

Lebih terperinci

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI 4.1 Proses Perancangan Buku Informasi Proses pembuatan buku Informasi ini dimulai dari pengembangan Konsep isi berupa storyline yang mencakup informasi apa saja yang akan

Lebih terperinci

Bab 3 Metode dan Perancangan

Bab 3 Metode dan Perancangan Bab 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Penelitian Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode linear strategy. Gambar 3.1 linear strategy (Sarwono, 2007). Pada Gambar

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa 21 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Brand Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa brand identity adalah ekspresi secara visual dan verbal dari sebuah

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori/Metode 4.1.1 Book Design Proccess Menurut buku Indie Publishing oleh Ellen Lupton, dalam membuat suatu buku, ada beberapa hal dibawah ini yang harus kita perhatikan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN Dalam proses perancangan desain gerobak kopi keliling renceng sepeda ini, digunakan metode yang merujuk pada konsep perancangan. Sebuah konsep dalam proses perancangan dirasa

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Dalam pemilihan material yang akan digunakan untuk membuat sebuah rak, perlu memperhatikan juga unsur kelestarian bagi lingkungan. Penggunaan kayu

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Proses Analisa Produksi Media Dalam proses analisa produksi media, penulis lebih menganalis melalui wawancara, brainstorming dan mind mapping. Hasil akhir dari langkah

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Dapat memberikan identitas bagi komunitas atau untuk unit tertentu terhadap orang yang memakai kaos tersebut. Seperti, kominutas sepeda dengan nama BIKE

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI. 2.1 Identifikasi Masalah. 2.2 Rumusan Malasah. 2.3 Batasan dan Ruang Lingkup Masalah

BAB II METODOLOGI. 2.1 Identifikasi Masalah. 2.2 Rumusan Malasah. 2.3 Batasan dan Ruang Lingkup Masalah BAB II METODOLOGI 2.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan buku biografi tentang grup musik legendaris yang beredar

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Umumnya buku dijadikan sebagai media baca dan bahan ajar di lingkungan belajar salah satunya sekolah. Namun buku tidak hanya terdapat di lingkungan

Lebih terperinci

KONSEP PERANCANGAN. A. Tataran Lingkungan / Komunitas

KONSEP PERANCANGAN. A. Tataran Lingkungan / Komunitas IV. KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan / Komunitas Dari hasil rancangan booklet sebagai media informasi Bahaya Gadget Bagi Anak yang betemakan Creative Fun Hour ini di harapkan dapat berpengaruh

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku Buku

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku Buku BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Definisi Buku 4.1.1 Buku Buku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford Dictionary,

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Rancangan Dari data yang Penulis dapatkan, yaitu Mencari media apa saja yang terdapatkan. Selain mendapatkan Media

Lebih terperinci

BAB VI ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB VI ULASAN KARYA PERANCANGAN BAB VI ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Karya Perancangan 1. Cover Buku Gambar 65 Rancangan Bagian Luar Cover Rancangan soft cover buku bagian luar terdiri dari bagian depan buku dan bagian belakang buku. Ukuran

Lebih terperinci

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PUBLIKASI BUKU SEJARAH YANG TERSIMPAN DALAM MUSEUM FATAHILLAH

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PUBLIKASI BUKU SEJARAH YANG TERSIMPAN DALAM MUSEUM FATAHILLAH PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PUBLIKASI BUKU SEJARAH YANG TERSIMPAN DALAM MUSEUM FATAHILLAH Hermanto Universitas Bina Nusantara, Jln. H.Sulaiman No.63, 085218435957, [email protected] ABSTRAK Untung

Lebih terperinci

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PERMAINAN PAPAN HARTA TERPENDAM"

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PERMAINAN PAPAN HARTA TERPENDAM PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PERMAINAN PAPAN HARTA TERPENDAM" Ben Hardy Kos Pisang Ijo, Jln. K.H Syahdan no. 16B, 081245787711, [email protected] Satya Yudha Azwir S.Sn ABSTRAK TUJUAN PENELITIAN

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan Konsep dasar desain kemasan toko cemilan Abang None adalah dengan membuat packaging untuk produk makanan khas betawi cemilan Abang None yang terlanjur

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 FORMAT TEKNIK BUKU 5.1.1 Ukuran Buku Ukuran buku adalah 17.7 cm X 21.6 cm. Bentuk buku tidak terlalu besar agar sesuai untuk keperluan handcarry. Bentuknya yang hampir

Lebih terperinci

BAB IV PENGALAMAN KERJA PRAKTIK

BAB IV PENGALAMAN KERJA PRAKTIK BAB IV PENGALAMAN KERJA PRAKTIK 4.1 Keterlibatan Penulis dalam Proyek kreatif Selama melaksanakan praktik kerja di PT. Emtres Indonesia, penulis berusaha menerapkan ilmu-ilmu yang penulis pelajari diperkuliahan.

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Proses Perancangan Buku Pop Up a. Proses Kerja Proses awal perancangan buku Pop Up ini berawal dari penentuan tema yang diambil dari permasalahan yang ada di masyarakat

Lebih terperinci

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. METODE/TEKNIK PENCIPTAAN 1. Persiapan Dalam hal persiapan ini, penulis mencoba mengamati berbagai teori dan teknik yang didapat untuk membuat karyanya tersebut.

Lebih terperinci