Keywords: 5-hydroxymethylfurfural, levulinic acid, sulphuric acid, bentonite.
|
|
|
- Liani Sumadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1
2 2
3 Product of conversion was monitored using thin layer chromatography (TLC) and analized quantitatively using GC and GC-MS. Conversion of 5- hidroxymethylfurfural to levulinic acid using sulphuric acid as a catalyst gave levulinic acid with a concentration % (v/v) at a reaction time 1-15 hours and temperature 90 o C. Conversion using bentonite as a catalyst did not gave levulinic acid. Reaction at temperature 80 o C and 100 o C using sulphuric acid and bentonite did not produced levulinic acid as main products, but several by-products were obtained such as 4-hydroxybenzoic acid-methyl ester, tetrahydro-4h-pyran-4-ol, and mannitol. Keywords: 5-hydroxymethylfurfural, levulinic acid, sulphuric acid, bentonite. I. PENDAHULUAN 5-hidroksimetilfurfural merupakan salah satu bahan kimia penting sebagai bahan dasar pembuatan asam levulinat (Huber et.al, 2006). Asam levulinat banyak disintesis karena berfungsi sebagai zat aditif untuk meningkatkan kualitas bahan bakar. Selain itu, asam levulinat juga digunakan dalam industri kimia lainnya seperti polimer atau sebagai pelarut. Asam levulinat juga dapat diperoleh dari hasil konversi bahanbahan alam seperti selulosa, glukosa dan fruktosa (Lange et.al, 2009). Banyak metoda yang dikembangkan ilmuwan untuk proses konversi 5- hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat. Salah satu metoda yang dikembangkan adalah metoda katalitik. Metoda katalitik pada umumnya membutuhkan katalis yang dapat menurunkan energi aktivasi (Stoker, 2008). Penggunaan katalis untuk konversi 5- hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat telah banyak dilakukan. Sistem katalitik yang digunakan adalah sistem heterogen maupun sistem homogen dengan katalis seperti resin, oksida logam, nafion, senyawa polioksometalat serta asam-asam mineral (Rafiee et.al, 2005). Zhao et al (2007), telah melaporkan konversi glukosa menjadi 5- hidroksimetilfurfural yang merupakan senyawa antara dari asam levulinat menggunakan katalis CrCl 2 dalam medium 1-etil-3-metilimidazolium menghasilkan produk 5- hidroksimetilfurfural sebesar 70%. Selain itu, konversi yang sama tetapi menggunakan medium dimetilasetamida (DMA) dengan penambahan garam halida menghasilkan 5- hidroksimetilfurfural mencapai 80% (Stahlberg et al, 2011). 3
4 Penelitian konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan mengamati reaksi pembentukan asam levulinat belum banyak dilakukan. Pengamatan terhadap reaksi pembentukan asam levulinat dari 5-hidroksimetilfurfural ditujukan agar proses katalitik yang berlangsung tidak terlalu panjang seperti halnya reaksi yang terjadi pada konversi fruktosa atau monosakarida lainnya menjadi asam levulinat. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pada penelitian ini dipelajari studi konversi 5- hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan menggunakan katalis asam sulfat dan bentonit. Asam sulfat merupakan katalis homogen yang banyak digunakan dan tersedia dipasaran dengan harga yang relatif murah. Penggunaan katalis ini akan dibandingkan dengan bentonit yang merupakan katalis heterogen dalam medium air dimana bentonit banyak ditemukan di Indonesia sebagai mineral lempung. II. METODE PENELITIAN 2.1. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain peralatan gelas, spatula, botol vial, labu leher tiga (labu Schlenk), syringe 5 ml dan 10 ml, kromatografi gas Hewlett 5890 Packard Series II, dan kromatografi gas-spektrometer massa Shimadzu QP2010 SE. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yakni, 5- hidroksimetilfurfural, asam levulinat, asam sulfat, bentonit, metanol, etil asetat, plat TLC silika dan akuades Studi konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat Studi konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dilakukan berdasarkan modifikasi prosedur Lenge et.al, 2009 yakni sebagai berikut: s ebanyak 0,15 g 5-hidroksimetilfurfural dimasukkan ke dalam labu leher tiga 100 ml dan diikuti dengan penambahan katalis H 2 SO 4 sebanyak 0,5 ml dan akuades sebagai pelarut sebanyak 5 ml. Labu kemudian ditutup dan dipanaskan pada temperatur 90 o C dengan penangas. Hasil reaksi diambil untuk dimonitor pada waktu 1, 3, 5, 10 dan 15 jam dan dianalisa dengan menggunakan TLC dan kromatografi gas. Reaksi berlangsung ditandai dengan adanya puncak baru yang terdeteksi oleh kromatografi gas (GC) yang 4
5 dibandingkan dengan asam levulinat standar. Hal yang sama dilakukan dengan menggunakan katalis bentonit sebanyak 0,015 g. Untuk pengamatan terhadap pengaruh temperatur maka reaksi dilakukan sama seperti prosedur diatas dengan temperatur yang digunakan yakni 80 dan 100 o C. Salah satu dari reaksi diatas diambil secara random untuk dikonfirmasi dengan menggunakan GC-MS. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukan analisa produk konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat menggunakan GC, terlebih dahulu dilakukan pengukuran standar asam levulinat dan 5-hidroksimetilfurfural. Puncak asam levulinat muncul pada interval waktu retensi sekitar 3,4-3,7 menit. Untuk senyawa 5-hidroksimetilfurfural diperoleh waktu retensi pada daerah sekitar 4,1-4,6 menit. Selanjutnya pengamatan terhadap pembentukan asam levulinat dari reaktan 5-hidroksimetilfurfural dilakukan waktu retensi tersebut (Corma et.al, 2007) Hasil Konversi 5-Hidroksimetilfurfural menjadi Asam Levulinat dengan Katalis Asam Sulfat Konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat dilakukan uji kualitatif dengan KLT. Gambar hasil KLT untuk konversi 5- hidroksimetilfurfural dengan katalis asam sulfat pada waktu 3 jam dan temperatur 90 o C dapat dilihat pada Gambar 1 dengan kromatogram tersaji pada Gambar 2. 5
6 Gambar 1. Hasil KLT konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis asam sulfat pada waktu reaksi 3 jam dan temperatur 90 o C Pada Gambar 1 terlihat bahwa Rf noda yang terbentuk dari hasil reaksi mendekati Rf noda asam levulinat standar yakni berkisar antara 0,52-0,68. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa reaksi konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis asam sulfat menghasilkan produk asam levulinat. Data Rf hasil reaksi konversi pada beberapa waktu pengamatan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Nilai Rf hasil KLT konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat pada temperatur reaksi 90 o C Rf Lama Reaksi (jam) F HMF AL HR 1 0,45 0,62 0,62 0,68 3 0,42 0,65 0,5 0,62 5 0,58 0,62 0,45 0, ,45 0,55 0,48 0, ,55 0,62 0,52 0,52 Keterangan : F = Fruktosa AL = Asam Levulinat HMF = 5-hidroksimetilfurfural HR = Hasil Reaksi 6
7 Gambar 2. Kromatogram GC konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis asam sulfat pada waktu 3 jam dan temperatur 90 o C Dari data kromatogram pada Gambar 2 diatas di atas, terlihat bahwa terbentuknya puncak asam levulinat pada waktu retensi 3,4 menit. Sedangkan ketiga puncak lainnya bukan merupakan produk asam levulinat. Puncak lainnya ini merupakan puncak produk samping yang akan ditentukan kemudian dengan menggunakan GC-MS. 3.2 Hasil Reaksi Konversi 5-Hidroksimetilfurfural menjadi Asam Levulinat dengan Katalis Bentonit Konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis bentonit dilakukan uji kualitatif dengan KLT. Gambar hasil KLT untuk konversi 5- hidroksimetilfurfural dengan katalis bentonit pada waktu 10 jam dan temperatur 90 o C dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Hasil KLT konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis bentonit pada waktu reaksi 10 jam dan temperatur 90 o C Hasil KLT dari reaksi konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis bentonit pada waktu reaksi 10 jam dan temperatur 90 o C pada Gambar 3 menunjukkan bahwa reaksi konversi tidak menghasilkan asam levulinat karena nilai Rf nya berbeda dari Rf asam levulinat standar yakni Rf bervariasi dari 0,5 0,92. Selanjutnya dilakukan pengukuran menggunakan GC dengan kromatogram yang dihasilkan tersaji pada Gambar 4. 7
8 Gambar 4. Kromatogram GC konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis bentonit pada waktu 10 jam dan temperatur 90 o C Tidak terbentuknya asam levulinat dari reaksi konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis bentonit diperkuat oleh data GC pada Gambar 4. Kromatogram pada Gambar 4 menunjukkan tidak ada puncak asam levulinat. Hal tersebut dimungkinkan karena sifat keasaman dari bentonit, dimana sifat keasaman bentonit lebih kecil dibandingkan asam sulfat. 3.3 Pengaruh Lama Reaksi Konversi 5-Hidroksimetilfurfural dengan Katalis Asam Sulfat Pengaruh lama reaksi konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis asam sulfat dilakukan dengan berbagai variasi waktu. Konsentrasi yang dihasilkan dari konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Konsentrasi asam levulinat hasil perhitungan dari kromatogram GC Lama Reaksi (jam) Konsentrasi Asam levulinat (% v/v) 1 0, ,479 8
9 5 0, , ,277 Berdasarkan data pada Tabel 2, asam levulinat hasil konversi 5- hidroksimetilfurfural yang dihasilkan memiliki konsentrasi sebesar 0,479 2,277 (% v/v). Data tersebut menunjukkan semakin lama waktu konversi maka konsentrasi produk semakin besar. Pada suatu ketika akan diperoleh suatu keadaan dimana konsentrasi asam levulinat yang dihasilkan akan konstan yang berarti siklus katalitik telah tercapai dan kondisi kesetimbangan telah diperoleh. Rendahnya konsentrasi asam levulinat yang terbentuk dari hasil konversi dimungkinkan karena medium air yang digunakan dapat bertindak sebagai katalis asam, sehingga memungkinkan terjadinya kompetisi katalis yang dapat mempengaruhi pembentukan produk asam levulinat (Shriver et.al, 2006). 3.4 Pengaruh Temperatur Konversi 5-Hidroksimetilfurfural dengan Katalis Asam Sulfat dan Bentonit Konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat dan bentonit dilakukan dengan variasi temperatur yakni 80 o C, 90 o C dan 100 o C. Kromatogram GC hasil konversi 5-hidroksimetilfurfural dengan katalis asam sulfat pada temperatur 80 o C dan 100 o C dapat dilihat pada Gambar 5 dan 6. 9
10 Gambar 5. Kromatogram konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat pada waktu 15 jam dan suhu 80 o C Gambar 6. Kromatogram konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat pada waktu 15 jam dan suhu 100 o C Dari reaksi yang telah dilakukan pada variasi temperatur 80 o C dan 100 o C, tidak ditemukan senyawa asam levulinat hasil konversi, sehingga dapat disimpulkan bahwa 10
11 reaksi konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat serta bentonit dipengaruhi oleh temperatur. Produk asam levulinat hanya dapat dihasilkan dari reaksi konversi pada temperatur 90oC seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Reaksi-reaksi kimia yang meliputi sintesis dan konversi merupakan reaksi yang sangat sensitive terhadap temperatur sehingga reaksi konversi 5- hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat sesuai dengan teori ini ( Atkins et.al, 2006). Dari data kromatogram pada konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat menunjukkan adanya beberapa puncak. Salah satu puncak yang terdeteksi merupakan produk utama yakni asam levulinat dan puncak lainnya merupakan produk samping dari proses konversi 5-hidroksimetilfurfural. Untuk mengidentifikasi produk samping yang terbentuk maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan GC-MS. Berdasarkan data GC-MS, tiga puncak yang merupakan produk samping tersebut yakni 4-asam hidroksibenzoat-metil ester, tetrahidro-4h-piran-4-ol, dan mannitol. Data pola fragmentasi hasil pengukuran dengan GC-MS yang dibandingkan dengan data standar fragmentasi untuk molekul yang bersangkutan dapat dilihat pada Gambar 7-9 (Solomons et.al, 2008). Selanjutnya secara keseluruhan hasil konversi dapat dilihat pada skema 1. Gambar 7. Pola fragmentasi 4-asam hidroksibenzoat-metil ester. 11
12 Gambar 8. Pola fragmentasi tetrahidro-4h-piran-4-ol. Gambar 9. Pola fragmentasi mannitol. O O H3C Produk Utama C Air Bentonit/Asam Sulfat OCH3 HO O OH OH OH HO Produk Samping O OH O O HO Asam Levulinat C OH OH Skema 1. Konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dan produk samping yang dibentuknya. 12
13 1V. KESIMPULAN Konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat menghasilkan produk utama asam levulinat dengan konsentrasi sebesar 0,479 2,277 (% v/v) sedangkan konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis bentonit tidak menghasilkan produk utama 5-hidroksimetilfurfural. Suhu berpengaruh terhadap konversi 5-hidroksimetilfurfural menjadi asam levulinat dengan katalis asam sulfat serta bentonit, dimana produk asam levulinat hanya dihasilkan pada temperatur reaksi 90 o C. Konversi 5-hidroksimetilfurfural selain menghasilkan produk utama asam levulinat juga menghasilkan produk samping 4-asam hidroksibenzoat-metil ester, tetrahidro-4h-piran-4-ol, dan mannitol. DAFTAR PUSTAKA Atkins, Overton., Rourke, Weller, Armstrong. (2006). Inorganic Chemistry, 4th Edition. London: Oxford. Corma, A., Iborra, S., Velty, A. (2007). Chemical Routes for The Transformation of Biomass into Chemicals. Chem. Rev, 107, Huber, G. W., Iborra, S., Corma, A. (2006). Synthesis of Transportation Fuels from Biomassa; Chemistry, Catalysts and Engineering. Chem. Rev, 106, Lange, J. P., Van De Graaf, W. D., Haan, R. J. (2009). Conversion of Furfuryl Alcohol Into Ethyl Levulinate Using Solid Acid Catalysis. Cem Sus Chem, 2, Rafiee, E., Shahbazi, F. (2006). One-Spot Synthesis of Dyhidropirimidones Using Silica-Supported Heteropolyacid as An Efficient and Reusable Catalyst: Improved Protocol Conditions for The Biginelli Reaction. Journal of Molecular Catalysis. A: General, 250, Solomons. T.W.G, Fryhle. C.B, 2008, Organic Chemistry 9 th Edition, John Wiley & Sons, Inc, USA. Shriver and Atkins, 2006, Inorganic Chemistry, 4 th Edition, Oxford University Press, UK. Stahlberg, T., Fu, W., Woodley, J., Riisager, A. (2011). Synthesis of 5-13
14 (Hydroxymethyl) furfural in Ionic Liquids: Paving The Way to Renewable Chemicals. Chem Sus Chem, 4, Stoker, M. (2008). Biofuel and Biomassa To Liquid Fuels In The Biorefinery: Catalytic Conversion of Lignocellulosic Biomassa Using Porous Materials. Angew. Chem. Eng. Int. Ed, 47, Zhao, H. B., Holladay, J. E., Brown, H., Zhang, Z. C. (2007). Metal Chlorides in Ionic Liquid Solvents Convert Sugars to 5-Hydroxymethylfurfural. Science, 316,
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam proses delignifikasi jerami padi adalah set neraca analitik, gelas kimia 50 dan 250 ml, ph indikator, gelas ukur 100
TELAAH JEJAK REAKSI KOMPLEKS ISOMERISASI EUGENOL *)
1 TELAAH JEJAK REAKSI KOMPLEKS ISOMERISASI EUGENOL *) Oleh: Asep Kadarohman (Pendidikan Kimia FPMIPA IKIP Bandung) Hardjono Sastrohamidjojo (Kimia FMIPA UGM) M. Muchalal (Kimia FMIPA UGM) Abstrak Cis-isoeugenol,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini bahan bakar transportasi umumnya masih bergantung pada sumber daya fosil. Ketergantungan terhadap energi berbasis fosil dialami hampir di setiap negara termasuk
BAB I PENDAHULUAN. Ketersediaan sumber bahan bakar fosil yang terus menipis mendorong para
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ketersediaan sumber bahan bakar fosil yang terus menipis mendorong para peneliti untuk mengembangkan usaha dalam menanggulangi masalah ini diantaranya menggunakan
Bab III Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian 3.1 Alat dan Bahan Peralatan yang diperlukan pada penelitian ini meliputi seperangkat alat gelas laboratorium kimia (botol semprot, gelas kimia, labu takar, erlenmeyer, corong
Kata kunci: katalis gula, katalis gula-h 2SO 4, etil ester dari minyak jarak pagar.
AKTIVITAS KATALIS GULA (SUGAR CATALYST), KATALIS GULA-H2SO4, DAN KATALIS ASAM SULFAT DALAM SINTESIS ETIL ESTER DARI MINYAK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DAN ETANOL Rizki Wendy Widasari, Sutrisno, dan
MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK PANGAN
MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM KINETIKA ESTERIFIKASI (KIS) Disusun oleh: Dr. Megawati Zunita, S.Si., M.Si. Joanna Nadia, S.T., M.Sc. PROGRAM STUDI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2018
Molekul, Vol. 2. No. 1. Mei, 2007 : REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KACANG TANAH (Arahis hypogea. L) DAN METANOL DENGAN KATALIS KOH
REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KACANG TANAH (Arahis hypogea. L) DAN METANOL DENGAN KATALIS KOH Purwati, Hartiwi Diastuti Program Studi Kimia, Jurusan MIPA Unsoed Purwokerto ABSTRACT Oil and fat as part
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I PENDAHULUAN... 1
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iv vi viii xi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 4 1.3
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian tentang konversi biomassa kulit durian menjadi HMF dalam larutan ZnCl 2 berlangsung selama 7 bulan, Januari-Agustus 2014, yang berlokasi
KINETIKA REAKSI ISOMERISASI EUGENOL
KINETIKA REAKSI ISOMERISASI EUGENOL Oleh: Asep Kadarohman *) M. Muchalal **) Abstrak Kinetika reaksi isomerisasi eugenol telah diteliti. Jejak reaksi, harga tetapan laju reaksi, dan energi aktivasi telah
DAFTAR PUSTAKA. 1. Poedjiadi, A.(1988), Dasar-dasar Biokimia, Yayasan Cendrawasih, 2. MacKinney, G. (1948), The Deterioration of Dried Fruit. IV.
40 DAFTAR PUSTAKA 1. Poedjiadi, A.(1988), Dasar-dasar Biokimia, Yayasan Cendrawasih, Bandung, hal 32-33 2. MacKinney, G. (1948), The Deterioration of Dried Fruit. IV. Spectrophotometric and Polarographic
SINTESIS PESTISIDA FLUSILAZOL. Kampus Unsri Inderalaya Sumatera Selatan 2) Department of Chemistry
SINTESIS PESTISIDA FLUSILAZOL Aldes Lesbani 1), Hitoshi Kondo 2), Yoshinori Yamanoi 2), Hiroshi Nishihara 2) 1) Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sriwijaya Kampus Unsri Inderalaya 30662 Sumatera Selatan
KONVERSI PATI UBI GAJAH (MANIHOT ESCULENTA) MENJADI ASAM LEVULINAT DENGAN KATALIS ASAM SULFAT
ISSN 20850050 KONVERSI PATI UBI GAJAH (MANIHOT ESCULENTA) MENJADI ASAM LEVULINAT DENGAN KATALIS ASAM SULFAT Nina Astarina 1, Amir Awaluddin 2, Saryono 2, Nurhayati 2, Pepi Helza Yanti 2 1 Mahasiswa Pascasarjana
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas kimia (50,100, 250, dan 500 ml), ph indikator, gelas ukur 100 ml, thermometer, kaca arloji,
BAB III METODE PENELITIAN. menjadi 5-Hydroxymethylfurfural dilaksanakan di Laboratorium Riset Kimia
21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian studi pendahuluan reaksi konversi selulosa jerami padi menjadi 5-Hydroxymethylfurfural dilaksanakan di Laboratorium Riset Kimia Universitas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Semakin meningkatnya jumlah penduduk akan mengakibatkan kebutuhan energi juga meningkat. Selama ini, Indonesia sebagai salah satu Negara Agraris besar masih
Sintesis Tris(4-metoksifenil)tolilsilan dengan Teknik Reaksi Kopling Menggunakan Katalis Paladium Tersier Tributil Fosfin
Sintesis Tris(4-metoksifenil)tolilsilan dengan Teknik Reaksi Kopling Menggunakan Katalis Paladium Tersier Tributil Fosfin Aldes Lesbani, Risfidian Mohadi, Eliza Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sriwijaya
Direndam dalam aquades selama sehari semalam Dicuci sampai air cucian cukup bersih
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Bahan katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah zeolit alam yang berasal dari Tasikmalaya Jawa Barat dan phospotungstic acid (HPW, H 3 PW 12 O 40 )
ABSTRAK ABSTRACT. Kata kunci: isopulegol, katalis Cu/ZnBr 2 /γ-al 2 O 3, reaksi katalitik, sitronelal
KIMIA.STUDENTJOURNAL, Vol. 1, No. 2, pp. 215-219, UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Received 26 March 2014, Accepted 26 March 2014, Published online 26 March 2014 REAKSI KATALITIK TERHADAP SITRONELAL MENGGUNAKAN
4006 Sintesis etil 2-(3-oksobutil)siklopentanon-2-karboksilat
NP 4006 Sintesis etil 2-(3-oksobutil)siklopentanon-2-karboksilat CEt + FeCl 3 x 6 H 2 CEt C 8 H 12 3 C 4 H 6 C 12 H 18 4 (156.2) (70.2) (270.3) (226.3) Klasifikasi Tipe reaksi dan penggolongan bahan Adisi
I. PENDAHULUAN. Saat ini biomassa telah banyak menarik perhatian para peneliti. Hal ini
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini biomassa telah banyak menarik perhatian para peneliti. Hal ini dikarenakan sifatnya yang ramah terhadap lingkungan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi
ESTERIFIKASI 2-ISOPROPIL-5-METILSIKLOHEKSANOL (l-mentol) MENGGUNAKAN ASAM PROPIONAT ABSTRAK ABSTRACT
KIMIA.STUDENTJOURNAL, Vol. 1, No. 2, pp. 269-275, UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Received 25 April 2014, Accepted 28 April 2014, Published online 28 April 2014 ESTERIFIKASI 2-ISOPROPIL-5-METILSIKLOHEKSANOL
Lampiran 1. Flowsheet pembuatan dry ethanol
Lampiran 1. Flowsheet pembuatan dry ethanol Etanol p.a Dimasukkan ke dalam beaker glass Ditambahkan natrium sulfat anhidrat secukupnya Ditutup dengan plastik dan karet Digoyang Didiamkan selama 24 jam
HIDRORENGKAH FRAKSI BERAT MINYAK BUMI MENGGUNAKAN KATALIS LEMPUNG TERPILAR ALUMINIUM BERPENGEMBAN NIKEL
HIDRORENGKAH FRAKSI BERAT MINYAK BUMI MENGGUNAKAN KATALIS LEMPUNG TERPILAR ALUMINIUM BERPENGEMBAN NIKEL Adi Darmawan Laboratorium Kimia Anorganik Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Diponegoro Semarang
2015 KONVERSI LIGNOSELULOSA TANDAN PISANG MENJADI 5-HIDROKSIMETIL-2-FURFURAL (HMF) : OPTIMASI KOMPOSISI
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan bahan bakar saat ini masih sangat bergantung pada sumber daya fosil. Sumber energi berbasis fosil masih merupakan sumber energi utama yang digunakan
Kinetika Katalitik Ion-Ion Logam Transisi Pada Reaksi Penguraian Hidrogen Peroksida
43 Kinetika Katalitik Ion-Ion Logam Transisi Pada Reaksi Penguraian Hidrogen Peroksida Catalytic Kinetics o Transition Metal Ions on the Decomposition of Hydrogen Peroxide Muhammad Yudi Jurusan Kimia FMIPA
SINTESIS METIL AMINA FASA CAIR DARI AMONIAK DAN METANOL
SINTESIS METIL AMINA FASA CAIR DARI AMONIAK DAN METANOL M Nasikin dan Irwan M *) Abstrak Secara umum terdapat tiga jenis amina, yaitu monometil amina (MMA), dimetil amina (DMA) dan trimetil amina (TMA).
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan energi untuk beberapa abad ke depan, semakin meningkat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan energi untuk beberapa abad ke depan, semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dunia dan berkembangnya negaranegara maju menuju negara
PENGARUH RASIO ASAM SULFAT TERHADAP ASAM NITRAT PADA SINTESIS NITROBENZENA DALAM CSTR
PENGRUH RSIO SM SULFT TERHDP SM NITRT PD SINTESIS NITROBENZEN DLM CSTR Rudy gustriyanto 1), Lanny Sapei ), Reny Setiawan 3), Gabriella Rosaline 4) 1),),3),4) Teknik Kimia, Universitas Surabaya Jl. Raya
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
22 BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Produksi Furfural Bonggol jagung (corn cobs) yang digunakan dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur 4-5 hari untuk menurunkan kandungan airnya, kemudian
PEMBUATAN BIODIESEL TANPA KATALIS DENGAN AIR DAN METHANOL SUBKRITIS
Skripsi TK - 091383 PEMBUATAN BIODIESEL TANPA KATALIS DENGAN AIR DAN METHANOL SUBKRITIS Oleh : SUHADAK NASRULLAH NRP. 2311 105 002 ALFIN BARIK NRP. 2311 105 003 Dosen Pembimbing : Siti Zullaikah, ST. MT.
BAB I PENDAHULUAN. 1 Prarancangan Pabrik Dietil Eter dari Etanol dengan Proses Dehidrasi Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dietil eter merupakan salah satu bahan kimia yang sangat dibutuhkan dalam industri dan salah satu anggota senyawa eter yang mempunyai kegunaan yang sangat penting.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian konversi lignoselulosa jerami jagung (corn stover) menjadi 5- hidroksimetil-2-furfural (HMF) dalam media ZnCl 2 dengan co-catalyst zeolit,
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS NIKEL(II) DENGAN LIGAN ETILENDIAMINTETRAASETAT (EDTA)
PENULIS : 1. Nur Chamimmah Lailis I,S.Si 2. Dr. rer. nat. Irmina Kris Murwani ALAMAT : JURUSAN KIMIA ITS SURABAYA JUDUL : SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS NIKEL(II) DENGAN LIGAN ETILENDIAMINTETRAASETAT
BAB III METODA PENELITIAN. yang umum digunakan di laboratorium kimia, set alat refluks (labu leher tiga,
24 BAB III METODA PENELITIAN A. Alat dan Bahan 1. Alat Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah semua alat gelas yang umum digunakan di laboratorium kimia, set alat refluks (labu leher tiga,
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan akan sumber bahan bakar semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Akan tetapi cadangan sumber bahan bakar justru
Esterifikasi Asam Lemak Bebas Dari Minyak Goreng Bekas
Valensi Vol. 2 No. 2, Mei 2011 (384 388) ISSN : 1978 8193 Esterifikasi Asam Lemak Bebas Dari Minyak Goreng Bekas Isalmi Aziz, Siti Nurbayti, Badrul Ulum Program Studi Kimia FST UIN Syarif Hidayatullah
4028 Sintesis 1-bromododekana dari 1-dodekanol
4028 Sintesis 1-bromododekana dari 1-dodekanol C 12 H 26 O (186.3) OH H 2 SO 4 konz. (98.1) + HBr (80.9) C 12 H 25 Br (249.2) Br + H 2 O (18.0) Klasifikasi Tipe reaksi dan penggolongan bahan Substitusi
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Kimia Pada Ekstrak Petroleum Eter Kulit Batang Sidaguri (Sida retusa Linn) Oleh: Nohong
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Kimia Pada Ekstrak Petroleum Eter Kulit Batang Sidaguri (Sida retusa Linn) A. Pendahuluan Oleh: Nohong Intisari Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa pada ekstrak
BY SMAN 16 SURABAYA : Sri Utami, S. P LAJU REAKSI KESIMPULAN
BY SMAN 16 SURABAYA : Sri Utami, S. P LAJU REAKSI KESIMPULAN STANDAR KOMPETENSI 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan
Jason Mandela's Lab Report
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK I PERCOBAAN-4 KINETIKA ADSORPSI Disusun Oleh: Nama : Jason Mandela NIM :2014/365675/PA/16132 Partner : - Dwi Ratih Purwaningsih - Krisfian Tata AP - E Devina S - Fajar Sidiq
Preliminary Study of Formic Acid Synthesis from Biomass
Preliminary Study of Formic Acid Synthesis from Biomass Tedi Hudaya 1, Felicia Kristianti 2, andtatang Hernas Soerawidjaja 3 * 1,2 Program Studi Teknik Kimia, FTI, UNPAR, Jalan Ciumbuleuit 94, Bandung
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini akan dibahas tentang sintesis katalis Pt/Zr-MMT dan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini akan dibahas tentang sintesis katalis Pt/Zr-MMT dan uji aktivitas katalis Pt/Zr-MMT serta aplikasinya sebagai katalis dalam konversi sitronelal menjadi mentol
KONVERSI PATI UBI GADUNG (Dioscorea hispida) MENJADI ASAM LEVULINAT
ISSN 85-5 KONVERSI PATI UBI GADUNG (Dioscorea hispida) MENJADI ASAM LEVULINAT Khoirul Akmal *, Amir Awaluddin, Saryono, Nurhayati, Pepi Helza Yanti Mahasiswa Pascasarjana Kima Universitas Riau, Dosen Kimia,
2018 UNIVERSITAS HASANUDDIN
Konversi Etil p-metoksisinamat Isolat dari Kencur Kaempferia galanga L. Menjadi Asam p-metoksisinamat Menggunakan Katalis Basa NaH Murtina*, Firdaus, dan Nunuk Hariani Soekamto Departemen Kimia, Fakultas
STUDI PERBANDINGAN KINETIKA REAKSI HIDROLISIS TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG MAIZENA DENGAN KATALIS ASAM SULFAT
STUDI PERBANDINGAN KINETIKA REAKSI HIDROLISIS TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG MAIZENA DENGAN KATALIS ASAM SULFAT Disusun Sebagai Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Diploma III pada Jurusan Teknik kimia Politeknik
KROMATOGRAFI. Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.
KROMATOGRAFI Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc. Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa memahami pengertian dari kromatografi dan prinsip kerjanya 2. Mahasiswa mengetahui jenis-jenis kromatografi dan pemanfaatannya
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Tahap Sintesis Biodiesel Pada tahap sintesis biodiesel, telah dibuat biodiesel dari minyak sawit, melalui reaksi transesterifikasi. Jenis alkohol yang digunakan adalah metanol,
BROMINASI ASAM SINAMAT di BAWAH BEBERAPA KONDISI REAKSI
BROMINASI ASAM SINAMAT di BAWAH BEBERAPA KONDISI REAKSI ABSTRAK Dalam penelitian ini dilakukan reaksi transformasi ikatan rangkap olefinik dari asam sinamat dalam berbagai kondisi reaksi dengan tujuan
JURNAL REKAYASA PROSES. Pengaruh Suhu pada Esterifikasi Amil Alkohol dengan Asam Asetat Menggunakan Asam Sulfat sebagai Katalisator
28 JURNAL REKAYASA PROSES Volume 10 No.2, 2016, hal.28-33 Journal homepage: http://journal.ugm.ac.id/jrekpros Pengaruh Suhu pada Esterifikasi Amil Alkohol dengan Asam Asetat Menggunakan Asam Sulfat sebagai
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai Juni 2010 di Laboratorium
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai Juni 2010 di Laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Lampung.
KELARUTAN SEBAGAI FUNGSI TEMPERATUR
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA FISIKA KELARUTAN SEBAGAI FUNGSI TEMPERATUR Disusun oleh : 1. Juliana Sari Moelyono 6103008075 2. Hendra Setiawan 6103008098 3. Ivana Halingkar 6103008103 4. Lita Kuncoro 6103008104
Lampiran 1. Surat Keterangan Identifikasi Spons
Lampiran 1. Surat Keterangan Identifikasi Spons 96 97 98 Lampiran 2. Pembuatan Larutan untuk Uji Toksisitas terhadap Larva Artemia salina Leach A. Membuat Larutan Stok Diambil 20 mg sampel kemudian dilarutkan
Info Artikel. Indonesian Journal of Chemical Science
Indo. J. Chem. Sci. 2 (3) (2013) Indonesian Journal of Chemical Science http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs UJI AKTIVITAS KATALIS Zn2+-ZEOLIT BETA PADA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI R-(+)-SITRONELAL
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimulai dari bulan April 2010 sampai dengan bulan Januari
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dimulai dari bulan April 2010 sampai dengan bulan Januari 2011. Penelitian ini sebagian besar dilakukan di Laboratorium Riset Jurusan Pendidikan
Bab IV Hasil dan Pembahasan. IV.2.1 Proses transesterifikasi minyak jarak (minyak kastor)
23 Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Penyiapan Sampel Kualitas minyak kastor yang digunakan sangat mempengaruhi pelaksanaan reaksi transesterifikasi. Parameter kualitas minyak kastor yang dapat menjadi
STUDI SPEKTROSKOPI UV-VIS DAN INFRAMERAH SENYAWA KOMPLEKS INTI GANDA Cu-EDTA
PENULIS : 1. Sus Indrayanah, S.Si 2. Dr. rer. nat. Irmina Kris Murwani ALAMAT : JURUSAN KIMIA ITS SURABAYA JUDUL : STUDI SPEKTROSKOPI UV-VIS DAN INFRAMERAH SENYAWA KOMPLEKS INTI GANDA Cu-EDTA Abstrak :
PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN BAHAN BAKU ETANOL DAN KATALIS ZEOLIT DENGAN METODE ADSORBSI REAKSI
PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN BAHAN BAKU ETANOL DAN KATALIS ZEOLIT DENGAN METODE ADSORBSI REAKSI Ananta Kharismadi (2306100112) Agy Yogha Pradana (2306100114) Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Achmad Roesyadi,
ZAHRA NURI NADA YUDHO JATI PRASETYO
SKRIPSI TK091383 PEMBUATAN HIDROGEN DARI GLISEROL DENGAN KATALIS KARBON AKTIF DAN Ni/HZSM-5 DENGAN METODE PEMANASAN KONVENSIONAL ZAHRA NURI NADA 2310100031 YUDHO JATI PRASETYO 2310100070 Dosen Pembimbing:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Analisis Kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Analisis Kuantitatif Departemen Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Depok, pada
PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF TERHADAP REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KEMIRI SUNAN (Aleurites trisperma) YANG SUDAH DIPERLAKUKAN DENGAN KITOSAN
Tugas Akhir / 28 Januari 2014 PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF TERHADAP REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KEMIRI SUNAN (Aleurites trisperma) YANG SUDAH DIPERLAKUKAN DENGAN KITOSAN IBNU MUHARIAWAN R. / 1409100046
STUDI PRODUKSI ASAM LEVULINAT DARI PATI UBI GAJAH (Manihot esculenta) MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT
STUDI PRODUKSI ASAM LEVULINAT DARI PATI UBI GAJAH (Manihot esculenta) MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT Wisnu Aditya, Amir Awaluddin, Saryono Mahasiswa Program Studi S1 Kimia Bidang Kimia Anorganik Jurusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu permasalahan nasional dewasa ini dan semakin dirasakan pada masa mendatang adalah masalah energi. Perkembangan teknologi, industri dan transportasi yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agustus 2011 di laboratorium Riset Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2011 di laboratorium Riset Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Penelitian Katalis umumnya diartikan sebagai bahan yang dapat mempercepat suatu reaksi kimia menjadi produk. Hal ini perlu diketahui karena, pada dasarnya
PENGARUH SUHU PADA PROSES ESTERIFIKASI SORBITOL DENGAN ASAM OLEAT MENGGUNAKAN KATALIS ASAM p-toluene sulfonate
PENGARUH SUHU PADA PROSES ESTERIFIKASI SORBITOL DENGAN ASAM OLEAT MENGGUNAKAN KATALIS ASAM p-toluene sulfonate Lik Anah Pusat Penelitian Kimia LIPI Jalan Cisitu Sangkuriang, Bandung 40135 Telp. : (022)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Percobaan 1.3. Manfaat Percobaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring sedang berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang perindustrian di Indonesia, beragam industri terus melakukan inovasi dan perkembangan
1.3 Tujuan Percobaan Tujuan pada percobaan ini adalah mengetahui proses pembuatan amil asetat dari reaksi antara alkohol primer dan asam karboksilat
1.1 Latar Belakang Senyawa ester hasil kondensasi dari asam asetat dengan 1-pentanol akan menghasilkan senyawa amil asetat.padahal ester dibentuk dari isomer pentanol yang lain (amil alkohol) atau campuran
4019 Sintesis metil asetamidostearat dari metil oleat
NP 4019 Sintesis metil asetamidostearat dari metil oleat C 19 H 36 2 (296.5) 10 9 SnCl 4 H 2 Me (260.5) + H 3 C C N C 2 H 3 N (41.1) NH + 10 10 9 9 Me Me C 21 H 41 N 3 (355.6) NH Klasifikasi Tipe reaksi
PERENGKAHAN PRODUK CAIR BATUBARA DENGAN KATALIS Ni/ZEOLIT
PERENGKAHAN PRODUK CAIR BATUBARA DENGAN KATALIS Ni/ZEOLIT Linda Suyati 1, Bambang Setiaji 2 dan Triyono 2 1) Laboratorium Kimia Fisik Jurusan Kimia FMIPA UNDIP, Semarang 2) Laboratorium Kimia Fisik Jurusan
ANALISIS KADAR METANOL DAN ETANOL DALAM MINUMAN BERALKOHOL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS. Abstrak
ANALISIS KADAR METANOL DAN ETANOL DALAM MINUMAN BERALKOHOL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS Amalia Choirni, Atik Setiani, Erlangga Fitra, Ikhsan Fadhilah, Sri Lestari, Tri Budi Kelompok 12 Jurusan Kimia Fakultas
II. METODOLOGI C. BAHAN DAN ALAT
II. METODOLOGI C. BAHAN DAN ALAT Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah pati sagu (Metroxylon sp.) yang diperoleh dari industri pati sagu rakyat di daerah Cimahpar, Bogor. Khamir yang digunakan
Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 3: Oksida-oksida sulfur (SO X ) Seksi 2: Cara uji dengan metoda netralisasi titrimetri
Standar Nasional Indonesia Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 3: Oksida-oksida sulfur (SO X ) Seksi 2: Cara uji dengan metoda netralisasi titrimetri ICS 13.040.40 Badan Standardisasi Nasional
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI-2051) PERCOBAAN 3 PEMISAHAN SENYAWA ORGANIK : Ekstraksi dan Isolasi Kafein Dari Daun Teh Serta Uji Alkaloid
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI-2051) PERCOBAAN 3 PEMISAHAN SENYAWA ORGANIK : Ekstraksi dan Isolasi Kafein Dari Daun Teh Serta Uji Alkaloid Tanggal Praktikum : Kamis, 02 Oktober 2014 Tanggal Pengumpulan:
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Menipisnya cadangan minyak bumi, masalah lingkungan yang terus memburuk (global warming), dan ketidakstabilan energi menyebabkan manusia harus mencari
Bab III Metoda, Peralatan, dan Bahan
Bab III Metoda, Peralatan, dan Bahan III.1 Metodologi Penelitian Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini secara garis besar meliputi beberapa tahap, yaitu penyiapan aditif penurun titik tuang,
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.8. Latar Belakang Indonesia mulai tahun 2007 dicatat sebagai produsen minyak nabati terbesar di dunia, mengungguli Malaysia, dengan proyeksi produksi minimal 17 juta ton/tahun di areal
PRODUKSI BIO-ETANOL DARI DAGING BUAH SALAK ( Salacca zalacca ) PRODUCTION OF BIO-ETHANOL FROM FLESH OF SALAK FRUIT ( Salacca zalacca )
PRODUKSI BIO-ETANOL DARI DAGING BUAH SALAK ( Salacca zalacca ) Raymond Thamrin 1), Max J.R. Runtuwene 2), Meiske S. Sangi 2) 1) Mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115
PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI SEKAM PADI
PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI SEKAM PADI Endang Mastuti W. Jurusan Teknik Kimia-FakultasTeknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Abstract: Rice husk is one of the agricultural waste containing cellulose.
DEGRADASI GLISEROL MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO
DEGRADASI GLISEROL MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Abstrak Sumber energi alternatif sangat diperlukan seiring terus meningkatnya penggunaan minyak bumi. Salah satu sumber energi yang memungkinkan untuk dikembangkan
Bab IV Hasil dan Pembahasan
19 Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Sintesis Biodiesel Minyak jelantah semula bewarna coklat pekat, berbau amis dan bercampur dengan partikel sisa penggorengan. Sebanyak empat liter minyak jelantah mula-mula
ABSTRAK. POTENSI BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica) SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL
ABSTRAK POTENSI BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica) SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL Produksi minyak bumi mengalami penurunan berbanding terbalik dengan penggunaannya yang semakin meningkat setiap
PHARMACY, Vol.06 No. 02 Agustus 2009 ISSN ANALISIS KUALITATIF PARASETAMOL PADA SEDIAAN JAMU SERBUK PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PURWOKERTO
ANALISIS KUALITATIF PARASETAMOL PADA SEDIAAN JAMU SERBUK PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PURWOKERTO Muhammad Irfan Firdaus*, Pri Iswati Utami * Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. Raya
Lampiran 1 Bagan alir penelitian
LAMPIRAN Lampiran 1 Bagan alir penelitian Ampas Tebu Pencirian: Analisis Komposisi Kimia (Proksimat) Pencirian Selulosa: Densitas, Viskositas, DP, dan BM Preparasi Ampas Tebu Modifikasi Asetilasi (Cequeira
MENYARING DAN MENDEKANTASI
MENYARING DAN MENDEKANTASI MENYARING - Menyaring adalah suatu proses dimana partikelpartikel dipisahkan dari cairan dengan melewatkan cairan melalui bahan permeabel (kertas saring,dll). - Endapan : suatu
Studi Katalisis Heterogen Menggunakan Penyangga Padatan Silika Sebagai Alternatif Katalisis Homogen Pada Nitrasi Eugenol
Studi Katalisis Heterogen Menggunakan Penyangga Padatan Silika Sebagai Alternatif Katalisis Homogen Pada Nitrasi Eugenol Fikri Sultoni 1, Widajanti Wibowo 2, Antonius Herry Cahyana. 3 1,2,3 Departemen
BioLink Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan PENGARUH KONSENTRASI BASA TERHADAP PRODUK HIDROLISIS ESTER
BioLink Vol. 1 (2) Januari 2015 p-issn: 2356-458X e-issn: 2550-1305 BioLink Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/biolink PENGARUH KONSENTRASI BASA
PEMBUATAN ETIL ASETAT MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI
PEMBUATAN ETIL ASETAT MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI TUJUAN Mempelajari pengaruh konsentrasi katalisator asam sulfat dalam pembuatan etil asetat melalui reaksi esterifikasi DASAR TEORI Ester diturunkan dari
UJI PERFORMA KATALISATOR RESIN PENUKAR ION UNTUK PENGOLAHAN HASIL SAMPING PEMBUATAN BIODIESEL MENJADI TRIACETIN
UJI PERFORMA KATALISATOR RESIN PENUKAR ION UNTUK PENGOLAHAN HASIL SAMPING PEMBUATAN BIODIESEL MENJADI TRIACETIN Nuryoto [1], Hary Sulistyo [2], Suprihastuti Sri Rahayu [2], dan Sutijan [2] [1] Jurusan
