Laporan Ekonomi Bulanan
|
|
|
- Budi Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Juli 27 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha Rusman Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna Said X-5 Kav. 2-3 Kuningan Jakarta Selatan
2 Indikator Ekonomi Indikator Nilai PDB Harga Konstan Tahun 2 (Rp Triliun) 1, ,66.6 1, , (1) 2. Pertumbuhan PDB (%) (1) 3. Inflasi (%) (2) 4. Total Ekspor (US$ Milyar) (3) 5. Ekspor Nonmigas (US$ Milyar) (3) 6. Total Impor (US$ Milyar) (3) 7. Impor Nonmigas (US$ Milyar) (3) 8. Neraca Perdagangan (US$ Milyar) (3) 9. Neraca Transaksi Berjalan (US$ Milyar) (1) 1. Cadangan Devisa(US$ Milyar, akhir tahun) (8) 11. Posisi Utang Luar Negeri (US$ Milyar) (7) 12. Rupiah/US$ (Kurs Tengah Bank Indonesia) 8,33 9,355 9,83. 9,2. 9,35 (5) 13.Total Penerimaan Pemerintah (Rp Triliun) *) 14. Total Pengeluaran Pemerintah (Rp Triliun) *) 15. Defisit Anggaran (Rp Triliun) *) 16. Uang Primer (Rp Triliun) (2) 17. Uang Beredar (Rp Triliun) a. Arti Sempit (M1) (4) b. Arti Luas (M2) ,33.5 1,23.2 1, ,452. (4) 18. Dana Pihak Ketiga Perbankan (Rp Triliun) , , ,363.8 (4) 19. Kredit Perbankan (Rp Triliun) (4) 2. Suku Bunga (persen per tahun) a. SBI 1 Bulan (5) b. Deposito 1 Bulan (4) c. Kredit Modal Kerja (4) d. Kredit Investasi (4) 21. Persetujuan Investasi - Domestik (Rp Triliun) (6) - Asing (US$ Billion) (6) 22. IHSG BEJ ,.2 1, , (5) 23. Nilai Kapitalisasi Pasar BEJ (Rp Triliun) (4) Sumber: BPS, BI, dan BEJ 1) Triwulan I 5) Posisi 14 Agustus 27 2) Januari - Juli 27 6) Posisi akhir Mei 27 3) Posisi Akhir Mei 27 7) Posisi akhir Maret 27 4) Posisi akhir Juni 27 8) Posisi akhir Juli 27 *) Dalam APBN 27 Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 2
3 Perkembangan Ekonomi Indonesia Tinjauan Semester I Oleh Sekretariat KADIN Indonesia Juli 27 Meskipun perbaikan investasi masih jauh dari memadai, namun perekonomian Indonesia tetap tumbuh secara berarti dan berada pada jalur yang tepat (on the right track). Stabilitas makro ekonomi dapat terjaga dengan baik, walaupun dalam beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah mengalami sedikit tekanan akibat terjadinya gejolak pada bursa saham Amerika Serikat, yang berpengaruh luas terhadap seluruh pasar finansial dunia temasuk di Indonesia. Tingkat inflasi dapat ditekan dan suku bunga perbankan dapat terus diturunkan hingga BI rate dewasa ini berada pada level 8,25 persen. 8,5 Nilai Tengah Rupiah Terhadap Dollar AS Januari 25 - Juli 27 Rp/US$ 8,7 8,9 9,1 9,3 9,5 9,7 9,9 Selama tahun 26 kurs rupiah mengalami apresiasi sekitar 8,2 persen, dan selama tujuh bulan pertama tahun 27 relatif stabil pada kisaran antara Rp 8.6 Rp 9.2 per dollar AS. Angka inflasi yang melonjak tinggi pada tahun 25 (sebesar 17,1%) turun menjadi 6,6 persen pada tahun 26, dan diharapkan dapat terus terkendalikan selama tahun 27. Meskipun angka inflasi bulan Juli yang mencapai,72 persen jauh lebih tinggi dibandingkan laju inflasi bulan sebelumnya sebesar,23 persen, namun secara keseluruhan angka inflasi ini tidak terlalu berpengaruh pada kestabilan moneter dalam negeri. Relatif tingginya angka inflasi bulan Juli lalu antara lain disebabkan kenaikan harga yang sangat signifikan pada kelompok pengeluaran di sektor pendidikan, rekreasi, dan olah raga yang selama bulan Juli 27 mencapai 2,89 persen, atau memberi andil sebesar,18 persen dari total inflasi bulan Juli. Andil inflasi terbesar disumbangkan oleh kelompok bahan makanan yang mencapai,33 persen meskipun kelompok ini mengalami peningkatan harga yang lebih rendah, yaitu sebesar 1,35 persen. Dengan angka inflasi sebesar,72 persen tersebut, maka selama Januari-Juni 27 ingkat tinflasi di Indonesia mencapai sekitar 2,81 persen, yang lebih rendah dari angka inflasi pada periode yang sama tahun 26, yaitu sebesar 2,87 persen. Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 3
4 Inflasi Kumulatif (%) Kendati mengalami perlambanan dibandingkan kondisi tahun sebelumnya, dicapainya pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen pada tahun 26 bukanlah kinerja yang buruk di tengah belum membaiknya tingkat investasi. Hal ini terutama disebabkan sangat baiknya kinerja ekspor selama tahun 26, yang diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun 27. Dengan nilai ekspor yang mencapai angka US$ 1,7 miliar, maka peningkatan ekspor selama tahun 26 mencapai 17,6 persen. Sehingga dengan nilai impor yang sebesar US$ 61,1 miliar atau naik sekitar 5,9 persen, maka pada tahun 26 neraca perdagangan Indonesia mencapai surplus sebesar US$ 39,6 miliar yang lebih tinggi 41,7 persen terhadap surplus perdagangan pada tahun 25. Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor (US$ Miliar) 1 Ekspor Im por Jan - Juni '6 Jan - Juni '7 January February March April May June July % August September October November December US$ Miliar Perbaikan ekspor terus berlanjut sampai pertengahan tahun 27, walaupun pada dua bulan pertama nilai ekspor per bulan lebih rendah dari nilai ekspor bulan Desember 26. Pada enam bulan pertama tahun 27 nilai ekspor barang mencapai US$ 53,62 miliar atau naik 14,3 persen dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 26, yang tercatat sebesar US$ 46,91 miliar. Dengan nilai impor sebesar US$ 33,66 miliar, maka pada Semester I tahun 27 neraca perdagangan mencatat suplus sebesar US$ 19,96 miliar. Kondisi ini terus meningkatkan cadangan devisa di Bank Indonesia, meskipun pada tahun 26 lalu Indonesia telah melunasi utangnya kepada Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 4
5 IMF. Pada akhir Juli 27 cadangan devisa mencapai US$ 51,88 miliar yang meningkat US$ 8,6 miliar atau 19,82 persen dari posisi cadangan devisa pada akhir tahun 26. Posisi Cadangan Devisa US$ Miliar Jan '6 March '6 May '6 July '6 Sept '6 Nov-6 Jan '7 March '7 May '7 July '7 Cukup baiknya kinerja perekonomian secara keseluruhan telah meningkatkan kredibilitas perekonomian Indonesia di mata investor asing. Pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan yang sangat berarti sehingga indeks harga saham terus mencatat rekor-rekor baru sejak awal tahun 26. Pada 26 April 27 indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah menembus angka 2, sehingga pada akhir Mei 27 IHSG tercatat berada pada level 2.84,32. Angka ini naik sebesar 278,8 poin atau sekitar 15,4 persen terhadap level 1.85,52 pada akhir Desember 26. Pada 24 Juli 27 IHSG mencapai angka tertinggi di level 2.41,1, yang kemudian mengalami penurunan yang signifikan sejalan dengan penurunan indeks bursa saham dunia. Sungguhpun demikian pada akhir Juli 27 IHSG di BEJ berada di posisi 2.348,67 yang mencatatkan kenaikan sebesar poin atau 9,8 persen terhadap IHSG akhir Juni 27 yang berada di posisi 2, Sedangkan selama tahun 26 IHSG mencatat kenaikan sekitar 642,8 poin atau sebesar 55,9 persen, dan kenaikan ini merupakan kenaikan tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan January 25 - Juli Jan-5 6-Apr-5 6-Jul-5 4-Oct-5 9-Jan-6 14-Apr-6 14-Jul-6 13-Oct-6 23-Jan-7 25-Apr-7 26-Jul-7 Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 5
6 Selain karena meningkatnya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia, kenaikan IHSG juga sangat didukung oleh faktor internal dan faktor eksternal. Dari sisi internal, semakin kecilnya tekanan inflasi sejak akhir triwulan I 26 membuat ekspektasi pasar semakin besar terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia. Didukung oleh penurunan inflasi, suku bunga BI rate juga terus mengalami penurunan, meski laju penurunannya semakin lamban setelah mencapai level 9 persen pada bulan Maret 27. Jika pada awal Januari 26 BI rate masih berada pada level 12,75%, dan pada awal Desember 26 berada di level 9,75%, maka pada awal Juli 27 telah berada di level 8,25%, yang terus bertahan sampai awal Agustus 27. Penurunan BI rate ini diharapkan akan semakin efektif mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan, yang pada gilirannya bisa mendorong pergerakan sektor riil. Perkembangan BI Rate (25 - Juli 27) Desember 12.75% 7-Dec 9.75% 5-Juli 8.25% 1-Nov 12.25% 7-Nov 1.25% 7-Juni 8.5% 4 Oktober 11.% 5 Oktober 1.75% 8-May 8.75% 6-Sep 1.% 6-Sep 11.25% 5-Apr 9.% 9 Agustus 8.75% 8 Agustus 11.75% 6 Maret 9.% 5 Juli 8.5% 5 Juli 12.25% 6 Februari 9.25% 6 Juni 12.5% 4 Januari 9.5% 9 Mei 12.5% 5-Apr 12.75% 7 Maret 12.75% 7 Februari 12.75% 9 Januari 12.75% Sumber: Bank Indonesia Perkembangan BI Rate Persen Jul-5 Aug-5 Sep-5 Oct-5 Nov-5 Dec-5 Jan-6 Feb-6 Mar-6 Apr-6 May-6 Jun-6 Jul-6 Aug-6 Sep-6 Oct-6 Nov-6 Dec-6 Jan-7 Feb-7 Mar-7 Apr-7 May-7 Jun-7 Jul-7 Sumber: Bank Indonesia Dalam rangka mendorong peningkatan investasi untuk meningkatkan kegiatan produksi di sektor riil, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Kerjasama ekonomi dengan berbagai negara di dunia ditujukan terutama untuk menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Berbagai kebijakan investasi telah diluncurkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Selaku otoritas moneter, Bank Indonesia bahkan ikut berperan untuk meningkatkan investasi melalui upaya peningkatan ekspansi kredit perbankan. Berkaitan dengan hal tersebut dilakukan relaksasi pada sejumlah aturan kredit oleh Bank Indonesia. Kebijakan yang didukung pemerintah ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalan keluar dari kemandegan yang terjadi di sektor riil. Namun tingkat ekpansi kredit masih jauh dari yang diharapkan. Selama tahun 26 kredit perbankan hanya naik sekitar 14,1%, yaitu dari Rp 689,67 triliun pada akhir tahun 25 menjadi Rp 787,14 triliun pada akhir tahun 26. Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 6
7 Pada enam bulan pertama tahun 27 kenaikan kredit perbankan hanya mencapai 8,62 persen, sehingga posisinya di akhir Juni 27 baru sekitar Rp triliun. 1,6 Perkembangan Kredit dan Dana Perbankan (Rp Triliun) 1,4 1,2 Kredit Dana Rp Triliun 1, June '7 Sementara itu, meskipun perkembangan investasi selama tahun 26 masih jauh dari tingkatan yang dapat meningkatkan kegiatan perekonomian, namun perbaikan yang cukup berarti mulai terlihat pada tahun 27. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa jika selama tahun 26 realisasi investasi PMA dan PMDN masing-masing mencatat penurunan sekitar 32,8 persen dan 32,2 persen, maka pada lima bulan pertama tahun 27 (Januari Mei 27) kedua kelompok investasi ini mencatat kenaikan masing-masing 18,2 persen dan 77,9 persen. Dengan kenaikan sebesar ini, maka terbuka kemungkinan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 27 akan lebih baik dari perkiraan semula. Jika gejolak pasar finansial dunia tidak berlarutlarut, dan pemerintah mampu mengatasi berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh berbagai pengaruh eksternal, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi pada tahun 27 mendekati angka yang ditargetkan pemerintah, yaitu sekitar 6 persen. Persetujuan dan Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (Rp Triliun) 16 Persetujuan Realisasi Jan- Jan-Mei Mei '6 '7 Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 7
8 Persetujuan dan Realisasi Penanaman Modal Asing (US$ Miliar) Jan-M ei '6 Jan-M ei '7 Persetujuan Realisasi This report is for use by professional and business investors only and has been prepared for information purposes and is not an offer to sell or a solicitation to buy any institution. The information herein was obtained or derived from sources that we believe are reliable, but whilst all reasonable care has been taken to ensure This report is for use by professional and business investors only and has been prepared for information purposes and is not an offer to sell or a solicitation to buy that stated facts are accurate and opinions fair and reasonable, we do not represent that it is accurate or complete and it should not be relied upon as such. All opinions and estimates included in this report constitute our judgment as of this date and are subject to change without notice. This document is for the information of clients only and must not be copied, reproduced or mare available to others. Laporan Ekonomi Bulan Juli 27 Kamar Dagang dan Industri Indonesia 8
Laporan Ekonomi Bulanan
Laporan Ekonomi Bulanan Edisi Juli 2005 Diterbitkan oleh Sekretariat Kadin Indonesia Kerjasama KADIN Indonesia dan JETRO JETRO Expert: Yojiro OGAWA Indikator Ekonomi Indikator 2000 2001 2002 2003 2004
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Desember 2006 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha DR. Tulus Tambunan Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna
Laporan Ekonomi Bulanan
Laporan Ekonomi Bulanan Maret 2006 Diterbitkan oleh Sekretariat Kadin Indonesia Kerjasama KADIN Indonesia dan JETRO JETRO Expert: Yojiro OGAWA Indikator Ekonomi Indikator 2002 2003 2004 2005 2006 1. Nilai
Laporan Ekonomi Bulanan
Laporan Ekonomi Bulanan Edisi Januari 2006 Diterbitkan oleh Sekretariat Kadin Indonesia Kerjasama KADIN Indonesia dan JETRO JETRO Expert: Yojiro OGAWA INDIKATOR EKONOMI Indikator 2001 2002 2003 2004 2005
KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA. Laporan Ekonomi Bulanan. Mei 2006
KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA Laporan Ekonomi Bulanan Mei 2006 Diterbitkan oleh Sekretariat Kadin Indonesia Kerjasama KADIN Indonesia dan JETRO Yojiro OGAWA Shoji MAEDA Erna Zetha Tulus Tambunan
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Juli 2006 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha DR. Tulus Tambunan Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Oktober 2007 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha Rusman Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna Said X-5
Laporan Ekonomi Bulanan
Laporan Ekonomi Bulanan Edisi November 2005 Diterbitkan oleh Sekretariat Kadin ndonesia Kerjasama KADN ndonesia dan JETRO JETRO Expert: Yojiro OGAWA ndikator Ekonomi ndikator 2001 2002 2003 2004 2005 1.
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan September 2007 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha Rusman Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna Said
Kondisi Perekonomian Indonesia
KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA Kondisi Perekonomian Indonesia Tim Ekonomi Kadin Indonesia 1. Kondisi perekonomian dunia dikhawatirkan akan benar-benar menuju jurang resesi jika tidak segera dilakukan
Laporan Ekonomi Bulanan
Laporan Ekonomi Bulanan Juni 2006 Diterbitkan oleh Sekretariat Kadin Indonesia Oleh Yojiro Ogawa Shoji Maeda Erna Zetha Tulus Tambunan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sekretariat: Menara Kadin Lt.
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Januari 2007 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha DR. Tulus Tambunan Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Agustus 2006 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha DR. Tulus Tambunan Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna
Laporan Ekonomi Bulanan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Laporan Ekonomi Bulanan Maret 27 Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia oleh Erna Zetha dan DR. Tulus Tambunan Menara Kadin Indonesia 29 th Floor Jl. HR. Rasuna
PERKEMBANGAN DAN VOLATILITAS NILAI TUKAR RUPIAH
PERKEMBANGAN DAN VOLATILITAS NILAI TUKAR RUPIAH Asumsi nilai tukar rupiah terhadap US$ merupakan salah satu indikator makro penting dalam penyusunan APBN. Nilai tukar rupiah terhadap US$ sangat berpengaruh
Economic Update. Exhibit 1. Kontribusi Lapangan Usaha Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Exhibit 2. Kontribusi Penggunaan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Highlights PDB Indonesia Triwulan I 2010 Tumbuh +5,7% YoY Laju Inflasi April 2010 Meningkat Pertumbuhan Impor Lebih Cepat Dari Ekspor Maret 2010 BI Rate Tetap Pada Level 6,5% Ratna Lim [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini, perekonomian Indonesia diliput banyak masalah. Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini, perekonomian Indonesia diliput banyak masalah. Permasalahan tersebut muncul dari faktor internal maupun faktor eksternal. Namun saat ini, permasalahan
Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011
Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Nomor. 30/AN/B.AN/2010 0 Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR-RI Analisis Asumsi Makro Ekonomi
MACROECONOMIC REPORT JUNI, 2014
INFLASI BULAN MEI TERCATAT 0,1% Pada bulan Mei 2014, laju inflasi tercatat sebesar 0,1%. Faktor pendukung inflasi karena harga makanan jadi dan minuman yang meningkat. Inflasi tahun kalender sebesar 1,56%,
BAB I PENDAHULUAN. banyak diminati oleh para investor karena saham tersebut sangat liquid. Sahamsaham
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pasar modal di Indonesia, ada beberapa kelompok saham yang paling banyak diminati oleh para investor karena saham tersebut sangat liquid. Sahamsaham tersebut
Kinerja CARLISYA PRO SAFE
29-Jan-16 NAV: (netto) vs per December 2015 () 5.15% 6.92% Total Dana Kelolaan 395,930,218.07 10 0-100% Kinerja - Inflasi (Jan 2016) 0.51% Deskripsi Jan-16 YoY - Inflasi (YoY) 4.14% - BI Rate 7.25% Yield
TINJAUAN EKONOMI Januari 2010
TINJAUAN EKONOMI Januari 2 Cadangan Devisa Sumber : Bank Indonesia dan Data Olahan Erdikha Awal Tahun 2, BI rate inline dengan konsensusnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan
Kinerja CARLISYA PRO MIXED
29-Jan-16 NAV: 1,707.101 Total Dana Kelolaan 12,072,920,562.29 - Pasar Uang 0-90% - Deposito Syariah - Efek Pendapatan Tetap 10-90% - Syariah - Efek Ekuitas 10-90% - Ekuitas Syariah 12.37% 48.71% 38.92%
BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Perkembangan Inflasi di Indonesia Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang, dimana adanya perubahan tingkat inflasi sangat berpengaruh terhadap stabilitas
Pelemahan Rupiah: Haruskah Kita Panik? Mohammad Indra Maulana (Alumni FEB UGM)
Pelemahan Rupiah: Haruskah Kita Panik? Mohammad Indra Maulana (Alumni FEB UGM) 12/14/2014 Pertanyaan 1: Benarkah selalu melemah selama Desember? 12/14/2014 M. Indra Maulana 2 Nilai tukar Rupiah saat ini
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN I. Ekonomi Dunia Pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dunia. Sejak tahun 2004, ekonomi dunia tumbuh tinggi
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA 4.1 Perkembangan Laju Inflasi di Indonesia Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain faktor-faktor lainnya seperti
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN JANUARI 2002
REPUBLIK INDONESIA PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN JANUARI 2002 Posisi uang primer pada akhir Januari 2002 menurun menjadi Rp 116,5 triliun atau 8,8% lebih rendah dibandingkan akhir bulan
BAB I PENDAHULUAN. perekonomian di Indonesia. Fluktuasi kurs rupiah yang. faktor non ekonomi. Banyak kalangan maupun Bank Indonesia sendiri yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada saat krisis keuangan global beberapa tahun belakan ini kurs, inflasi, suku bunga dan jumlah uang beredar seolah tidak lepas dari masalah perekonomian di Indonesia.
Kinerja CARLISYA PRO FIXED
29-Jan-16 NAV: Total Dana Kelolaan 1,728,431,985.66 Pasar Uang 0-80% Deposito Syariah 6.12% 93.88% Infrastruktur 87.50% Disetahunkaluncuran Sejak pe- Deskripsi Jan-16 YoY Keuangan 12.50% Yield 0.64% 7.66%
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Sejak pertengahan tahun 2006, kondisi ekonomi membaik dari ketidakstabilan ekonomi tahun 2005 dan penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter yang
BAB II PROSES PEMULIHAN EKONOMI TAHUN 2003
BAB II PROSES PEMULIHAN EKONOMI TAHUN 23 Secara ringkas stabilitas moneter dalam tahun 23 tetap terkendali, seperti tercermin dari menguatnya nilai tukar rupiah; menurunnya laju inflasi dan suku bunga;
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN APRIL 2002
REPUBLIK INDONESIA PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN APRIL 2002 Pada bulan April 2002 pemerintah berhasil menjadwal ulang cicilan pokok dan bunga utang luar negeri pemerintah dalam Paris Club
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Perkembangan ekonomi makro bulan Oktober 2004 hingga bulan Juli 2008 dapat diringkas sebagai berikut. Pertama, stabilitas ekonomi tetap terjaga
Kinerja CENTURY PRO FIXED
29-Jan-16 NAV: Total Dana Kelolaan 3,058,893,148.56 - Keuangan - Infrastruktur 0-80% AAA A - 66.33% 15.52% 18.15% - Inflasi (Jan 2016) - Inflasi (YoY) - BI Rate 0.51% 4.14% 7.25% Kinerja Sejak pe- Deskripsi
LAPORAN PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN TRIWULAN I/2001 DAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2001
REPUBLIK INDONESIA LAPORAN PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN TRIWULAN I/2001 DAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2001 Dalam tahun 2000 pemulihan ekonomi terus berlangsung. Namun memasuki tahun
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV - 2009 263 ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV - 2009 Tim Penulis
BAB I PENDAHULUAN. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan dibutuhkan untuk menunjang kegiatan usaha di Indonesia, hal ini terlihat dari besarnya
BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2004
BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 24 Kondisi ekonomi menjelang akhir tahun 24 dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, sejak memasuki tahun 22 stabilitas moneter membaik yang tercermin dari stabil dan
Tinjauan Ekonomi Desember 2009
Tinjauan Ekonomi Desember 2009 Akhir Tahun 2009, BI rate tetap 6,50% Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia akhirnya menetapkan untuk mempertahankan BI rate sebesar 6,50%, menurut Dewan Gubernur Bank Indonesia
MACROECONOMIC REPORT JULI, 2014
INFLASI BULAN JUNI TERCATAT 0,43% Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi pada bulan Juni 2014 mencapai 0,43%. Inflasi Juni lebih tinggi dari Mei 2014 yang sebesar 0,16%. Inflasi secara berurutan
BAB I PENDAHULUAN. Inflasi merupakan suatu isu yang tak pernah basi dalam sejarah panjang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Inflasi merupakan suatu isu yang tak pernah basi dalam sejarah panjang ekonomi dunia, dia selalu menjadi buah bibir. Berbagai studi dan riset dilakukan untuk
1. Tinjauan Umum
1. Tinjauan Umum Perekonomian Indonesia dalam triwulan III-2005 menunjukkan kinerja yang tidak sebaik perkiraan semula, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan lebih rendah sementara tekanan terhadap
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK PROSPEK DAN RISIKO KEBIJAKAN BANK INDONESIA 2 2 PERTUMBUHAN EKONOMI DUNIA TERUS MEMBAIK SESUAI PERKIRAAN... OUTLOOK
I. PENDAHULUAN. Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia. Manusia melakukan kegiatan konsumsi berarti mereka juga melakukan pengeluaran. Pengeluaran untuk
LAPORAN KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND
LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND 10-Mar-2004 Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar uang. Pasar Uang 100% Deposito
LAPORAN KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND
LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND 10-Mar-2004 Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar uang. Pasar Uang 100.00% Deposito
LAPORAN PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN TRIWULAN II/2001 DAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2001
REPUBLIK INDONESIA LAPORAN PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN TRIWULAN II/2001 DAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2001 Dalam triwulan II/2001 proses pemulihan ekonomi masih diliputi oleh ketidakpastian.
BAB I PENDAHULAN. yang sedang berkembang (emerging market), kondisi makro ekonomi
BAB I PENDAHULAN A. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi ini pasar modal merupakan instrumen penting dalam perekonomian suatu negara. Pasar modal yang ada di Indonesia merupakan pasar yang sedang
ASUMSI NILAI TUKAR, INFLASI DAN SUKU BUNGA SBI/SPN APBN 2012
ASUMSI NILAI TUKAR, INFLASI DAN SUKU BUNGA SBI/SPN APBN 2012 A. Nilai Tukar Realisasi rata-rata nilai tukar Rupiah dalam tahun 2010 mencapai Rp9.087/US$, menguat dari asumsinya dalam APBN-P sebesar rata-rata
PERKEMBANGAN EKONOMI, KETENAGAKERJAAN, DAN KEMISKINAN
PERKEMBANGAN EKONOMI, KETENAGAKERJAAN, DAN KEMISKINAN PERKEMBANGAN EKONOMI, KETENAGAKERJAAN DAN KEMISKINAN Kinerja perekonomian Indonesia masih terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa triwulan
BAB I PENDAHULUAN. yang dialami sebagian besar emiten, penurunan aktivitas dan nilai transaksi, serta kesulitan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi menyebabkan kondisi pasar modal menurun, karena penurunan laba yang dialami sebagian besar emiten, penurunan aktivitas dan nilai transaksi, serta
BAB I PENDAHULUAN. ekonomi makro, maka dari itu kondisi ekonomi makro yang stabil dan baik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kondisi pasar modal yang mengalami pasang surut memberikan tanda bahwa kegiatan di pasar modal memiliki hubungan yang erat dengan keadaan ekonomi makro, maka
BAB I PENDAHULUAN. makro adalah pandangan bahwa sistem pasar bebas tidak dapat mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan perekonomian setiap negara tidak selalu stabil, tetapi berubahubah akibat berbagai masalah ekonomi yang timbul. Salah satu aspek penting dari kegiatan
I. PENDAHULUAN. nasional sangatlah diperlukan untuk mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia sebagai negara berkembang masih memiliki tingkat kesejahteraan penduduk yang relatif rendah. Oleh karena itu kebutuhan akan pembangunan nasional sangatlah diperlukan
I. PENDAHULUAN. Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana tertentu yang ditanamkan pada periode waktu tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan pembayaran di kemudian
Realisasi Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBNP 2015
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2015 Asumsi Dasar Ekonomi Makro Tahun 2015 Indikator a. Pertumbuhan ekonomi (%, yoy) 5,7 4,7 *) b. Inflasi (%, yoy) 5,0 3,35
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN SEPTEMBER 2001
REPUBLIK INDONESIA PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN SEPTEMBER 2001 World Economic Report, September 2001, memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2001 hanya mencapai 2,6% antara lain
LAPORAN KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND
LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar uang. 10-Mar-2004 Pasar Uang 100% Obligasi
CENTURY PRO MIXED Dana Investasi Campuran
29-Jan-16 NAV: 1,949.507 Total Dana Kelolaan 3,914,904,953.34 Pasar Uang 0-90% Ekuitas 77.38% Efek Pendapatan Tetap 10-90% Obligasi 12.93% Efek Ekuitas 10-90% Pasar Uang 8.82% 0.87% Keuangan A Deskripsi
Investment Outlook Desember 2016
Unit Link Investment Outlook Desember 2016 Berdasarkan data November 2016 Investment Division Agenda 1 Investment Issues 2 Allianz Fund Performance & Forecast 1 1 Investment Issues 2 Allianz Fund Performance
Kinerja CARLISYA PRO SAFE
29-Jan-16 NAV: Peserta mempunyai kebebasan untuk memilih penempatan Dana Investasinya pada portfolio investasi Syariah yang disediakan pihak perusahaan. (netto) vs per December 2015 () 5.15% 6.92% Total
I. PENDAHULUAN. Investasi merupakan suatu daya tarik bagi para investor karena dengan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi merupakan suatu daya tarik bagi para investor karena dengan berinvestasi seorang investor dihadapkan pada dua hal yaitu return (imbal hasil) dan risiko. Dalam
TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER
TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER 1 1 2 3 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jan-12 Mar-12 May-12 Jul-12 Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13 May-13 Jul-13 Sep-13 Nov-13 Jan-14 Mar-14 May-14 Jul-14 Sep-14 Nov-14 Jan-15 35.0 30.0
CARLINK PRO FLEXY Dana Investasi Berimbang
29-Jan-16 NAV: 1,145.077 4 3 2 1 37.15% Total Dana Kelolaan 42,795,065,335.11 - Pasar Uang 0-20% - Pasar Uang - Efek Ekuitas 80-100% - Ekuitas 19.04% 80.96% -1-2 -7.29% -16.92% Sejak pe- Deskripsi Jan-16
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan depresiasi. Ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia juga telah
BAB 34 KERANGKA EKONOMI MAKRO
BAB 34 KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Kerangka ekonomi makro dan pembiayaan pembangunan memberikan gambaran mengenai kemajuan ekonomi yang akan dicapai dalam tahun 2004 2009, berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. di Amerika Serikat merupakan topik pembicaraan yang menarik hampir di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurunnya nilai indeks bursa saham global dan krisis finansial di Amerika Serikat merupakan topik pembicaraan yang menarik hampir di seluruh media massa dan dibahas
LAPORAN KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND
LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND 10-Mar-2004 Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar uang. Pasar Uang 100% Obligasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan yang semakin pesat sejak krisis ekonomi global pada tahun 1998 yang tidak hanya melanda di negara
BAB I PENDAHULUAN. saat ini. Sekalipun pengaruh aktifitas ekonomi Indonesia tidak besar terhadap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Small open economic, merupakan gambaran bagi perekonomian Indonesia saat ini. Sekalipun pengaruh aktifitas ekonomi Indonesia tidak besar terhadap perekonomian dunia,
BAB I PENDAHULUAN. BI Rate yang diumumkan kepada publik mencerminkan stance kebijakan moneter
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BI Rate yang diumumkan kepada publik mencerminkan stance kebijakan moneter Bank Indonesia selaku otoritas moneter. BI Rate merupakan instrumen kebijakan utama untuk
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang sedang aktif
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang sedang aktif melaksanakan pembangunan. Dalam melaksanakan pembangunan sudah tentu membutuhkan dana yang
MACROECONOMIC REPORT AGUSTUS, 2014
INFLASI BULAN JULI TERCATAT 0,93 % Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada beberapa andil penyebab inflasi bulan Juli yang mencapai 0,93%. BPS menyatakan angka tersebut lebih tinggi jika dibandingakan
INDONESIA PADA GUBERNUR BANK PANITIA ANGGARAN SEMESTER
PANDANGAN GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT KERJA PANITIA ANGGARAN DPR RI MENGENAI LAPORAN SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II APBN TA 2006 2006 Anggota Dewan yang terhormat, 1. Pertama-tama perkenankanlah
BAB I PENDAHULUAN. kali lelang SBI tidak lagi diinterpretasikan oleh stakeholders sebagai sinyal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Respon (stance) kebijakan moneter ditetapkan untuk menjamin agar pergerakan inflasi dan ekonomi ke depan tetap berada pada jalur pencapaian sasaran inflasi
ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III
ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran,Triwulan III - 2005 135 ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III - 2005 Tim Penulis
Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengaruhi
Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengaruhi wa April Pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami akselerasi pada April. Posisi M2 tercatat sebesar Rp5.042,1
