Kafe Ideal. Devi J. Tania. Abstrak
|
|
|
- Djaja Darmali
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TEMU ILMIAH IPLBI 05 Kafe Ideal Devi J. Tania Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Tekonologi Bandung. Abstrak Pengaruh gaya hidup dalam perilaku masyarakat modern selalu dikaitkan dengan perkembangan jaman. Berbagai cara dilakukan maupun diciptakan untuk memenuhi atau menjawab akan kebutuhan hidup dari masyarakat modern, salah satu contohnya adalah dengan merebaknya fenomena kafe pada kota-kota besar di Indonesia. Kebutuhan manusia tentang kafe yang diinginkan bias saja berbeda-beda menurut usia, tempat tinggal, jenis kelamin, maupun pekerjaan. Kebutuhan akan kafe yang ideal tidak terlepas dari kebutuhan dasar manusia pada suatu tempat, yaitu merasa aman, nyaman, dan tenang. Artikel ini bertujuan untuk memahami kebutuhan dan manajemen seperti apa yang masyarakat harapkan dalam sebuah kafe. Untuk melihat kemungkinankemungkinan ini, maka dilakukan penelitian mengenai kriteria-kriteria kafe ideal terhadap responden yang tersebar di Indonesia. Metode yang digunakan adalah grounded theory, dengan pengumpulan data secara kuesioner online yang bersifat open-ended. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data teks. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa kebutuhan responden akan kafe ideal berbeda-beda dan dapat dikategorikan dalam rentang usia dan atau pekerjaannya. Kata-kunci :kafe ideal, gaya hidup, fasilitas. Pengantar Perkembangan jaman saat ini secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap gaya hidup dari masyarakat modern. Gaya hidup merupakan cara unik individu untuk mencari tujuan hidup yang kita susun dalam perencanaan hidup untuk menemukan dirinya (Adler, 985). Sedangkan gaya hidup secara umum dapat didefinisikan sebagai cara hidup yang dikenali dari bagaimana orang menggunakan waktu dan melakukan aktivitas mereka yang berkaitan dengan mereka sendiri dan dunia disekitar mereka (Brotoharjoso dkk, 005). Fenomena kafeyang merabak di Indonesia seakan menjawab akan kebutuhan gaya hidup masyarakat modern. Saat ini kafetelah merebak di Indonesia, terutama di sejumlah kota-kota besar. Kafe sendiri berasal dari bahasa Perancis yang berarti kopi atau di Indoneisa disebut juga kedai kopi/coffeeshop yang berarti suatu usaha dibidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan para tamu berbagai variasi menu kopi dan juga makanan kecil dengan pelayanan dalam suasana tidak formal tanpa diikuti suatu aturan pelayanan yang baku (Davis dan Halley 99). Saat ini di Indonesia esensi kafe sebagai warung kopi sedikit mengalami pergeseran,kafetidak hanya terpaku pada kopi saja namun juga menyajikan makanan ataupun minuman kebarat-baratan. Nongkrong di kafe saat ini sedang menjadi trend yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan anak muda, namun mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan, komunitas dan sebagainya. Preferensi masyarakat akan kafe impian tentu berbeda-beda tergantung pada umur, pekerjaan, tempat tinggal dan sebagainya. Kafe yang ideal tidak lepas dari kebutuhan dasar dari masyrakat yaitu tempat yang aman, nyaman, tenang, dan damai.perbedaan keinginan tiap manusia terhadap kafe yang ideal menjadi salah satu hal yang menarik untuk diteliti. Oleh karena itu untuk mendapatkan suatu pemahaman baru mengenai kafe ideal, maka dilakukan suatu penelitian tentang kafe ideal. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 05 E 09
2 Kafe Ideal Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu preferensi masyarakat akan kafe ideal. Metode Metode Pengumpulan Data Menurut Creswell (0), penelitian kualitatif dikelompokkan menjadi lima, yaitu narrative study, ethnography, grounded theory, phenomenology dan case-study. Metode dalam penulisan ini menggunakan metode Grounded Theory. Data-data dikumpulkan dengan cara survei kueisioner online yang berisi pertanyaanpertanyaan bersifat terbuka (open-ended)yang bertujuan untuk mendapatkan suatu hipotesis baru dari pemahaman yang timbul berdasarkan hasil analisis.. Axial Coding adalahtahapan yang dilakukan dengan caramemilih salah satu kategori dan menempatkannya dalam model teoritis.. Selective Coding merupakan pembuatan propositions (or hypotheses) yang dibuat berdasarkan hubungan antar katagori. Karakteristik Responden Secara keseluruhan,responden yang didapat berjumlah 7 orang, yang terdiri dari 5 wanita dan pria dengan berbagai variasi usia dan jenis pekerjaan, dengan responden terbanyak terdapat pada kisaran usia -9 tahun yaitu orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode non probabilistic sampling yaitu dengan teknik accidental sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara mengambil individu yang dapat ditemui atau dijangkau, penggunaan metode ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa individunya bervariasi dengan berbeda-beda karakter. Pada pengumpulan kuesioner online didapatkan data sebanyak 7 responden. PRIA WANITA Pengumpulan data secara online berdasarkan pada pertim-bangan bahwa yang akan menjadi responden adalah masyarakat usia produktif antara remaja hingga dewasa, yang sudah dianggap mempu-nyai pola pikir yang matang dan diharapkan dapat memberikan jawaban yang jelas mengenai apa yang menjadi tujuan penulisan ini. Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan adalah analisis data teks. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui semua hasil jawaban yang diberikan oleh responden tentan kriteria kafeidaman. Tahapan penulisan ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: (Creswell, 0).. Open Coding adalah tahapan yang dilakukan dengan caramembuat kategori atas informasi yang telah didapatkan. Diagram Histogram Karakteristik Jenis Kelamin < Diagram Usia Responden E 050 Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 05
3 Devi Johana Tania Lainnya Ibu ruamh tangga PNS Wirausahawan Mahasiswa Karyawan Swasta Diagram Histogram Karakteristik Pekerjaan Berdasarkan data diatas maka dapat terlihat bahwa kelompok usiaresponden yang mengisi kuesioner sudah sesuai dengan yang diharapkan. Analisis dan Interpretasi 0 Berdasarkan hasilopen coding(lihat diagram ) semua responden,ditemukan 5 kata kunci dan kata kunci yang paling banyak muncul adalah kata kunci mengenai kebutuhan-kebutuhan dasar yang seharusnya terdapat pada kafe, sepertinyaman ( kata kunci), Murah ( kata kunci) dan Enak (0 kata kunci), Bersih (8 kata kunci), Pelayanan yang baik (8 kata kunci). Selain itu ada juga kebutuhan-kebutuhan khusus yang sebaiknya ada dalam sebuah kafe, beberapa diantaranya adalahlayanan Internet ( kata kunci),parkir mudah ( kata kunci), Smoking area ( kata kunci) dan Non smoking area ( kata kunci). Masing-masing kata kunci tersebut digambarkan dalam sebuah diagram batang yang bertujuan untuk melihat frekuensi kriteria masyarakat tentang kafe ideal dari kata kunci yang tertinggi hingga yang terendah Kopi Signature Dish Makanan Ringan Enak Murah Menarik Sofa Tidak Berdesakan Luas Meja Kursi Ergoomis Terjangkau Angkutan Umum Akses Terjangkau Parkir Mudah Sejuk Tidak Penuh dgn Lampu Terang Kenyamanan Termal Pencahayaan Cukup Dingin Tidak Pengap Ruang Belajar Ruang Rapat Banyak Stop Kontak Tempat berdua Tempat beramai-ramai Non Smoking Room Smoking room Internet Musik Akustik Panggung Galeri Live Music Games Pramusaji Menarik Kostum Pelayan Kedaerahan Buka Sampai malam Pelayanan Baik Taman Bermain Dewasa Tidak Full Musik Tema Dapat Melihat Bintang Pinggir Pegunungan Rapi Asri Terbuka Tropis Alami Privat Lingkungan yang Indah Suasana hijau Bersih Tenang Nyaman Santai Menarik Diagram Frekuensi kata kunci dari Kafe Ideal. 5 5 Tabel Representasi dari Kata Kunci Kafe Ideal dengan Jumlah Terbanyak Kata Kunci Kalimat yang diwakili Nyaman - Kafe yang mampu menciptakan suasana nyaman - Kafe yang nyaman dengan pemisahan area merokok - Kafeyang nyaman dengan kenyamanan termal cukup Murah - Kafedengan harga terjangkau - Kafeyang murah bagi mahasiswa Enak - Kafeyang makanan dan minumannya enak Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 05 E 05
4 Kafe Ideal Layanan Internet - Kafeyang memiliki koneksi Wifi - Kafedengan kecepatan internet yang tinggi Setelah berhasil ditemukan beberapa kata kunci, lalu kata kunci tersebut dikategorikan dengan tahapan axial coding. Pengategorian dilakukan dengan cara pengelompokan kata kunci yang memiliki keterdekatan makna atau sifat. Setelah dikategorikan maka dihasilkan sebanyak 8 kategori, adapun 8 kategori tersebut adalah suasana, operasional, hiburan, fasilitas pendukung, fisika bangunan, aksesibilitas, bentuk dan makanan dan minuman. Kategori Kata Kunci Suasana - Menarik (8) - Santai (5) - Nyaman () - Tenang () - Bersih (8) - Suasana hijau () - Lingkungan yang indah () - Privat () - Tropis alami () - Terbuka () - Asri () - Rapi () - Pinggir pegunungan () - Dapat melihat bindang () - Tema (5) - Tidak full musik () - Taman bermain dewasa () Operasional - Pelayanan baik (8) - Buka sampai malam () - Kostum pelayan kedaerahan () - Pramusaji menarik () Hiburan - Game () - Live music (7) - Galeri () - Panggung () - Musik akustik () E 05 Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 05 Fasilitas Pendukung Fisika Bangunan - Internet () - Smoking room () - Non Smoking room () - Tempai beramai-ramai () - Tempat berdua () - Banyak stop kontak () - Ruang rapat () - Ruang belajar () - Tidak pengap () - Dingin () - Pencahayaan cukup () - Kenyamanan termal () - Terang () - Tidak penuh dgn lampu () - Sejuk () Aksesibilitas - Parkir mudah () - Akses terjangkau () - Terjangkau angkutan umum () Bentuk - Meja dan kursi ergonomis () - Luas () - Tidak berdesakan () - Sofa () - Menarik () Makanan dan Minuman - Murah () - Enak (0) - Makanan ringan () - Signature dish () - Kopi () Dengan mengacu pada data diatas, kriteria kafeideal yaitu kafeyang menyajikan suasana yang nyaman dan juga makanan dan minuman yang enak serta murah. Disamping itu, kriteria kafe ideal juga identic dengan adanya fasilitasfasilitas pendukungnya, seperti jaringan internet, adanya permainan, live music, galeri seni, panggung pertunjukan, dan juga pertunjukan musik akustik.
5 Fisika Bangunan Bentuk Aksesibilitas Fisika Bsngunan Fasilitas Pendukung Hiburan Operasional Suasana Diagram 5 Frekuensi Kategori Kata Kunci KafeIdeal Tahapan berikutnya adalah selective coding. Tujuan dari tahap ini menjelaskan bagaimana hubungan antar katagori dan kata kunci yang telah dianalisis sebelumnya. Pembagian rentang umur responden dilakukan berdasarkan jenjang karyanya, 8- tahun mahasiswa, -9 tahun karyawan, dan diatas 9 tahun karyawan hingga pensiunan. Aksesibilitas Hiburan Makanan dan Minuman Fasilitas Pendukung -9 Operasional Bentuk 8- Fisika bangunan Suasana <9 Diagram Dendogram Hubungan Kategori dengan Usia 0 Berdasarkan dendogram diatas, dapat dilihat korespondensi antara usia dengan kategori dari kafe ideal menurut persepsi responden. Korespondensi yang ditunjukkan adalah kores-pondensi yang memiliki hubungan kedekatan, namun beberapa variabel tidak memiliki hubungan kedekatan, meskipun begitu dari keseluruhan kategori kafe ideal terhadap usia tetap memiliki keterkaitan. Dari data dendogram diatas, dapat dilihat dari rentang usia 8- tahun (rentang usia mahasiswa) lebih mengarah pada kafe dari segi bentuk dan operasionalnya. Kategori bentuk Devi Johana Tania pada kafe idaman dimaksudkan dengan kenyamanan pengguna dari segi fisik desain bangunan (meja kursi ergonomis, luas, interior menarik dsb), selain itu juga terdapat kategori operasional yang mencakup tentang pengelolaan kafe tersebut, diantaranya adalah buka sampai malam, pelayanan baik dsb. Kategori ini lebih banyak dipilih para mahasiswa dikarenakan kafe yang dapat digunakan sebagai tempat untuk mengerjakan tugas kuliah hingga larut malam, maka dari itu mereka membutuhkan tempat yang luas, interior yang menarik agar tidak membosankan, dan juga jam buka hingga larut malam. Pengguna kafepada rentang usia sampai 9 tahun (rentang usia karyawan dan atau keluarga muda) lebih menginginkan kafedengan akses yang mudah dijangkau (termaksud juga mudah mencari parkir), ketersediaan hiburan (live music), makanan dan minuman, dan juga fasilitas pendukungnya. Hal ini dikarenakan pada rentang usia tersebut kebutuhan mereka berbeda dengan kebutuhan mahasiswa yang akan menghabiskan waktu hingga larut malam di kafe untuk sekedar berbincang ataupun mengerjakan tugas. Pada usia -9 tahun mereka mengunjungi kafe dengan tujuan bertemu klien, melepas penat, hingga berkumpul dengan keluarga. Fasilitas-fasilitas pendukung seperti jaringan internet, ruang rapat sangatlah membantu para pekerja yang ingin berdiskusi secara informal dengan klien mereka di kafe. Bagi keluarga muda yang membawa anak kecil dan ingin menghabiskan waktu di kafe, aksesibilitas menjadi hal penting (mudah medapatkan parkir, lokasi parkir dan bangunan tidak jauh). Pengguna kafe yang ingin melepas penat setelah bekerja lebih menginginkan kafe dengan berbagai hiburan yang ditawarkan seperti live music dan juga makanan dan minuman yang enak dan murah. Pada data responden, pengguna kafe pada rentang usia diatas 9 tahun merupakan kategori dengan profesi karyawan hingga pensiunan, pada kategori usia ini pengguna yang dapat dika-tegorikan sebagai individu yang sudah stabil sehingga kebutuhan-kebutuhan kafe ideal tidak terlalu kompleks seperti para mahasiswa ataupun pengguna dengan rentang Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 05 E 05
6 Kafe Ideal usia -9 tahun. Penguna pada usia ini lebih mem-butuhkan kafe yang unggul dalam suasananya, baik dalam segi kenyamanan termal, pen-cahayaan, dan juga kenyamanan suasananya (privat, suasana hijau, aman, nyaman, bersih dsb), hal ini dapat diasumsikan bahwa pada kategori ini mereka lebih membutuhkan kafe sebagai tempat untuk bersantai dengan suasana-suasana yang ditawarkan. Konsumen. Jakarta: Bagian Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi UI. Creswell, J.W. (0). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications, Inc. Kesimpulan Dari hasil analisa yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa tingkatan usia/profesi dapat ber-pengaruh pada presepsi/harapan masyarakat terhadap kriteria kafe ideal, hal ini dikarenakan oleh kebutuhan-kebutuhan tiap kelompok yang berbeda. Kebutuhan kafe ideal tidak terlepas dari kebutuhan dasar dari manusia dalam merasakan suatu tempat, seperti kenyamanan, keamanan, kebersihan dan sebagainya, namun ada pula kriteria kriteria khusus yang diharapkan masyarakat tentang kafe yang ideal. Kebutuhan usia kelompok mahasiswa lebih mengarah pada kenyamanan fisik dalam kafe agar dapat menggunakan kafe lebih lama. Kebutuhan usia kelompok karyawan lebih mengarah pada hiburan yang ditawarkan agar dapat menggunakan kafe sebagai tempat untuk melepas penat. Sedangkan kebutuhan kafe pada kelompok usia karyawan hingga pensiunan lebih mengarah pada kafe yang nyaman suasananya, hal ini dikarenakan agar mereka dapat merasa rileks/santai ketika berada di kafe. Dari beberapa paparan tentang kafe yang ideal menurut pengelompokan usia dan atau pekerjaan, diharapkan dapat memberikan informasi atau sebagai bahan evaluasi kepada para perancang atau pegusaha tentang kriteria masyarakat akan kafe ideal. Daftar Pustaka Adler, A. (9). Individual Psychology of Alfred Adler. HarperCollins. Brotoharsojo, H., Sjabadhyni, B., Mokoginta, U.A., Wutun, R.P. (005). Psikologi Ekonomi dan E 05 Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 05
Definisi Kebetahan dalam Ranah Arsitektur dan Lingkungan- Perilaku
TEMU ILMIAH IPLBI 04 Definisi Kebetahan dalam Ranah Arsitektur dan Lingkungan- Perilaku Riska Amelia Rachman (), Hanson E. Kusuma () () Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan
Lingkungan Rumah Ideal
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Lingkungan Rumah Ideal Aria Adrian Program Studi Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),ITB. Abstrak Rumah membuat penghuninya
Pentingnya Ruang Terbuka di dalam Kota
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Pentingnya Ruang Terbuka di dalam Kota Hindra K. P. Handana Mahasiswa Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
Persepsi Pengguna terhadap Kualitas Pencahayaan di Meja Kerja
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Persepsi Pengguna terhadap Kualitas Pencahayaan di Meja Kerja Rizky A. Achsani Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Kualitas pencahayaan
Korespondensi antara Kriteria Tempat Kerja Alternatif Impian terhadap Profesi Pekerja
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Korespondensi antara Kriteria Tempat Kerja Alternatif Impian terhadap Profesi Pekerja Fauzan A. Agirachman (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK,
Ruang Hobi Ideal. Dimas Nurhariyadi. Abstrak
TEMU ILMIAH IPLBI 20 Ruang Hobi Ideal Dimas Nurhariyadi Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Aktivitas hobi membutuhkan ruang yang baik untuk memaksimalkan kegiatan
Kriteria Ruang Publik untuk Masyarakat Usia Dewasa Awal
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Kriteria Ruang Publik untuk Masyarakat Usia Dewasa Awal Ardian Hario Wibowo Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
Alternatif Pemilihan Kawasan Pusat Olahraga di Kota Bandung
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Alternatif Pemilihan Kawasan Pusat Olahraga di Kota Bandung Riana V. Gunawan Program Studi Magister Rancang Kota/Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut
Persepsi Penilaian dan Keinginan Pengunjung terhadap Pasar Dadakan Sunday Morning (Sunmor) di Kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada, D.
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Persepsi Penilaian dan Keinginan Pengunjung terhadap Pasar Dadakan Sunday (Sunmor) di Kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada, D.I Yogyakarta Puja Kurniawan Program Studi Magister
Analisis Faktor-faktor Penyebab Membeli Apartemen
TEMU ILMIAH IPLBI 05 Analisis Faktor-faktor Penyebab Membeli Apartemen Andrie I. Kartamihardja Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Apartemen merupakan salah satu
Rumah Impian Mahasiswa
TEMU ILMIAH IPLBI 2013 Rumah Impian Mahasiswa R. Kartika Abdassah (1), Gustav Anandhita (2), Mega Sesotyaningtyas (3) (1) Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan
Preferensi Masyarakat dalam Memilih Karakteristik Taman Kota Berdasarkan Motivasi Kegiatan
TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Preferensi Masyarakat dalam Memilih Karakteristik Taman Kota Berdasarkan Motivasi Kegiatan Ivan Danny Dwiputra (1), Nissa Aulia Ardiani (2) [email protected] (1) Program Studi
Kriteria Fasilitas Olahraga Ideal bagi Masyarakat Perkotaan
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Kriteria Fasilitas Olahraga Ideal bagi Masyarakat Perkotaan Medhiansyah P. Prawira Program Studi Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Berolahraga merupakan aktivitas
Persepsi Kriteria Kenyamanan Rumah Tinggal
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Persepsi Kriteria Kenyamanan Rumah Tinggal Aulia Fikriarini Muchlis (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Program Studi Doktor Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung (2) Kelompok
Respon Masyarakat terhadap Konsep Perumahan Berbasis Agama: Perumahan Islami
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Respon Masyarakat terhadap Konsep Perumahan Berbasis Agama: Perumahan Islami Nurul Aini Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Pemilihan kepemilikan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebetahan di Kafe: Perbedaan Preferensi Gender dan Motivasi
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebetahan di Kafe: Perbedaan Preferensi Gender dan Motivasi Nisa Farasa (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur,
Kebutuhan Area Transisi bagi Pejalan Kakidi Kawasan Pusat Kota Bandung
TEMU ILMIAH IPLBI 05 Kebutuhan Area Transisi bagi Pejalan Kakidi Kawasan Pusat Kota Bandung Witanti N. Utami Program Studi Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Ekspektasi Wisatawan dalam Memilih Penginapan sesuai Anggaran
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Ekspektasi Wisatawan dalam Memilih Penginapan sesuai Anggaran Maulani Faradina Salilana, Aldissain Jurizat Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak
Kajian Angkutan Umum yang Baik terkait Korespondensi Lokasi Tempat Tinggal dan Profesi Komuter
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Kajian Angkutan Umum yang Baik terkait Korespondensi Lokasi Tempat Tinggal dan Profesi Komuter Salwa B. Gustina Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka habis hanya untuk bekerja dan belajar sehingga
Tingkat Kenyamanan Taman Kota sebagai Ruang Interaksi- Masyarakat Perkotaan
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Tingkat Kenyamanan Taman Kota sebagai Ruang Interaksi- Masyarakat Perkotaan Hari H. Siregar (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Mahasiswa Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan
Persepsi Masyarakat dalam Penerapan Rumah Hemat Energi
TEMU ILMIAH IPLBI 06 Persepsi Masyarakat dalam Penerapan Rumah Hemat Energi Tri Amartha Wiranata Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung Abstrak Saat ini, isu penggunaan energi
Studi Preferensi dalam Pemilihan Apartemen Ideal
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Studi Preferensi dalam Pemilihan Apartemen Ideal R. Muhammad Amanda Catalonia Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
Kepentingan Ruang Terbuka di dalam Kota
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Kepentingan Ruang Terbuka di dalam Kota Hindra K. P. Handana Mahasiswa Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
Peran Panca Indra dalam Pengalaman Ruang
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Peran Panca Indra dalam Pengalaman Ruang Annisa Safira Riska Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, ITB. Abstrak Merasakan ruang merupakan sebuah kegiatan yang dialami manusia
Kegiatan Joging dan Tempat-Tempat Aktivitas Joging di Lingkungan Kota
TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Kegiatan Joging dan Tempat-Tempat Aktivitas Joging di Lingkungan Kota Dicko Quando Armas (1), Tubagus M. Aziz Soelaiman (2) [email protected] (1) Program Studi Magister
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Suatu Kota Menurut Tanggapan Masyarakat Studi Kasus : Kota Bandung, Jawa Barat
TEMU ILMIAH IPLBI 06 Faktor Faktor yang Mempengaruhi Suatu Kota Menurut Tanggapan Masyarakat Studi Kasus : Kota Bandung, Jawa Barat Nurul Sucya Karya Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut
Studi Persepsi Masyarakat tentang Museum Ideal
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Studi Persepsi Masyarakat tentang Museum Ideal Angela U. Paramitasari Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Museum yang memiliki kriteria
Korespondensi antara Faktor Penyebab Kemacetan dan Solusinya
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Korespondensi antara Faktor Penyebab Kemacetan dan Solusinya Alfiani Rahmawati Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Kelompok Keilmuan Perancangan Arsitektur, Institut Teknologi
Tingkat Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Jalan Asia Afrika, Bandung
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Tingkat Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Jalan Asia Afrika, Bandung Enggar Septika D. Program Magister, Jurusan Rancang Kota, Fakultas Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan
BAB I PENDAHULUAN. banyak cafe yang menawarkan konsep one stop shopping pengunjung dapat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka
Moda Transportasi yang Efektif dan Efisien bagi Mahasiswa ITB
TEMU ILMIAH IPLBI 06 Moda Transportasi yang Efektif dan Efisien bagi Mahasiswa ITB Febby Nugrayolanda Program Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Intensitas penggunaan angkutan
Persepsi Masyarakat terhadap Konsep Bangunan Pintar sebagai Usaha Penghematan Energi
TEMU ILMIAH IPLBI 206 Persepsi Masyarakat terhadap Konsep Bangunan Pintar sebagai Usaha Penghematan Energi Bayu Andika Putra Program Studi Magister Arsitektur, Rancang Kota, Lansekap dan Program Doktoral
Persepsi dan Harapan Masyarakat Kota terhadap Keberadaan Permukiman Padat
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Persepsi dan Harapan Masyarakat Kota terhadap Keberadaan Permukiman Padat Stirena Rossy Tamariska Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. Abstrak Permukiman
Persepsi Masyarakat terhadap Permukiman Bantaran Sungai
TEMU ILMIAH IPLBI 0 Persepsi Masyarakat terhadap Permukiman Bantaran Sungai Binar T. Cesarin (), Chorina Ginting () () Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Karakteristik Fisik-Sosial dan Kriteria Kamar yang Membuat Betah
TEMU ILMIAH IPLBI 206 Karakteristik Fisik-Sosial dan Kriteria Kamar yang Membuat Betah Riska Amelia Rachman (), Hanson E. Kusuma (2) () Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa (2)
Kriteria Ruang yang Mendukung Motivasi Membaca
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Kriteria Ruang yang Mendukung Motivasi Membaca Angela C. Tampubolon (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung. (2) Kelompok
Penilaian Masyarakat terhadap Penggunaan Material Bambu pada Bangunan
TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Penilaian Masyarakat terhadap Penggunaan Material Bambu pada Bangunan Gilang I. Noegraha (1), Siti Aisyah Damiati (2), Rakhmat Fitranto (3). (1) Program Studi Magister Arsitektur,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mahasiswa merupakan istilah bagi orang-orang yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, baik itu pada jenjang diploma, sarjana, magister, maupun doktor.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Little Wings adalah sebuah book cafe yang menggunakan konsep klasik kolonial sehingga memberikan nuansa girly seperti rumah Barbie. Cafe unik ini ada
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Cafe merupakan suatu tipe restoran yang biasa menyediakan tempat duduk di dalam dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cafe merupakan suatu tipe restoran yang biasa menyediakan tempat duduk di dalam dan di luar ruangan. Cafe tidak menyajikan makanan berat namun lebih berfokus pada menu
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Kebetahan di Kafe: Motivasi dan Preferensi Gender
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Faktor Dominan yang Mempengaruhi Kebetahan di Kafe: Motivasi dan Preferensi Gender Nisa Farasa (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur,
BAB 1 PENDAHULUAN. sesuai dengan perkembangan jaman cafe telah memiliki banyak konsep.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era modern ini, bisnis cafe merupakan suatu bisnis yang menjanjikan. Pada awalnya cafe hanya berfungsi sebagai kedai kopi, tetapi sesuai dengan perkembangan
Bab I PENDAHULUAN. perkembangan industri jasa dirasakan cukup dibutuhkan oleh masyarakat luas.
1 Bab I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan industri jasa sangatlah pesat di negara-negara maju begitu pula halnya dengan Indonesia. Perkembangan dan peranan industri jasa yang makin besar didorong
Preferensi Pasangan Berlibur Terhadap Jenis Penginapan dan Keadaan Interior
TEMU ILMIAH IPLBI 2014 Preferensi Pasangan Berlibur Terhadap Jenis Penginapan dan Keadaan Interior Devi Hanurani S (1), Hanson E. Kusuma (2) (1)Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, ITB (2)Kelompok
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini rutinitas kegiatan masyarakat meningkat, dapat dilihat dari semakin padatnya kegiatan yang dilakukan setiap harinya. Hal ini dapat menyebabkan mudahnya masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah pula aneka ragam kebutuhan barang dan jasa untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin bertambah berdampak pada semakin bertambah pula aneka ragam kebutuhan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Atribut-Atribut yang di anggap penting oleh konsumen dari sebuah Cafe. Penyajian makanan yang menarik Penyajian minuman yang menarik Kualitas makanan dan minuman
BAB I PENDAHULUAN. bisnis untuk bisa tetap eksis di bidang usahanya. Secara umum tujuan dari pelaku
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini ketatnya persaingan pasar dan tingginya pertumbuhan jumlah bisnis di Indonesia setiap tahun tentu menuntut para pelaku bisnis
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Hasil Segmentasi, Targeting dan Positioning dari Dios Game Center : Segmentasi a. Jenis Kelamin : Pria dan Wanita. b. Usia : 15 tahun - 25 tahun. c. Status
Identifikasi Ragam Aktivitas Outdoor : Karakteristik Pedestrian Mall di Jalan Dalem Kaum, Bandung
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Identifikasi Ragam Aktivitas Outdoor : Karakteristik Pedestrian Mall di Jalan Dalem Kaum, Bandung Devi Johana Tania, Witanti Nur Utami Program Studi Magister Rancang Kota, Sekolah
Penilaian Jalur Pedestrian oleh Masyarakat Urban dan Kriteria Jalur Pedestrian yang Ideal Menurut Masyarakat
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Penilaian Jalur Pedestrian oleh Masyarakat Urban dan Kriteria Jalur Pedestrian yang Ideal Menurut Masyarakat Irfan Diansya Program Studi Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur,
Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Persepsi Publik terhadap Kawasan Bersejarah
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Persepsi Publik terhadap Kawasan Bersejarah Astri Isnaini Dewi (1), Hanson E. Kusuma (2) (1) Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut
Keluhan dan Harapan Masyarakat terhadap Karakteristik Toilet Umum di Indonesia
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Keluhan dan Harapan Masyarakat terhadap Karakteristik Toilet Umum di Indonesia Anastasia Astrid Ronauly Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan bisnis di era modern seperti sekarang ini berkembang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis di era modern seperti sekarang ini berkembang sangat pesat dan mengalami perubahan yang berkesinambungan. Seiring dengan perkembangan itu
Kuesioner. I. Profil Responden. 1. Jenis Kelamin a. Pria b. Wanita. 2. Usia Anda: a. <20 tahun b tahun c tahun d.
Kuesioner Bapak / Ibu yang terhormat kami mahasiswa tingkat akhir dari MM Universitas Bina Nusantara yang sedang melakukan penelitian mengenai restoran bernama O-Spot, kami berharap Bapak / Ibu bersedia
Persepsi Masyarakat terhadap Suasana pada Bangunan Kolonial yang Berfungsi sebagai Fasilitas Publik
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Persepsi Masyarakat terhadap Suasana pada Bangunan Kolonial yang Berfungsi sebagai Fasilitas Publik Emmelia Tricia Herliana (1) Himasari Hanan (2) (1) Mahasiswa Program Doktor Arsitektur,
Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS STRATEGI BISNIS KELUARGA PADA KEDAI KOPI MASSA KOK TONG DI PEMATANGSIANTAR DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS
Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS STRATEGI BISNIS KELUARGA PADA KEDAI KOPI MASSA KOK TONG DI PEMATANGSIANTAR DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN 1. Daftar pertanyaan untuk informan kunci (pemilik)
BAB V PENUTUP. kekuatan dan kelemahan Javapuccino cafe sebagai berikut : a. Lokasi yang letaknya cukup strategis. Jauh dari kebisingan.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 1. Untuk menganalisa lingkungan perusahaan, akan dibagi menjadi lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal menggunakan pendekatan value chain analysis sedangkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karaoke adalah satu bentuk nyanyian yang mengeluarkan suara dalam bentuk minus one seperti yang terdapat dalam video karaoke. Sekarang ini karaokecukup canggih, dan
KUESIONER L1-2. (Ferda) Berilah tanda ( ) pada jawaban yang sesuai dengan pilihan anda atas pertanyaanpertanyaan mengenai restoran berikut ini :
L1-2 KUESIONER Saya mengharap ketersediaan dan kerja sama anda untuk mengisi kuesioner yang telah saya susun ini, saya mengharap anda dapat mengisinya dengan sejujurjujurnya dan sebaik yang anda dapat.
Bab 1. Pendahuluan. masyarakat global yang berdampak terhadap gaya hidup seseorang. termasuk dalam memenuhi kebutuhan hiburan. Rutinitas yang cukup
1 Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Dinamika perkembangan zaman telah mengubah dimensi masyarakat global yang berdampak terhadap gaya hidup seseorang termasuk dalam memenuhi kebutuhan hiburan.
BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah bidang bisnis food and beverage. Salah satu kebutuhan primer
1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN Perkembangan jaman yang semakin maju dan berkembang berdampak pada perkembangan jenis usaha dan bisnis yang semakin berkembang salah satunya adalah bidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan suatu negara dapat tercermin dari perkembangan sektorsektor yang ada di dalamnya, baik di sektor ekonomi, politik, sosial, pariwisata, budaya, dan sebagainya.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perencanaan Furnitur dan Aksesoris
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan Furnitur dan Aksesoris Di era moderenisasi ini Kopi menjadi bagian dari Gaya Hidup manusia. Kepenatan dan kesibukan dalam pekerjaan membuat kita jenuh dan
POLA PEMANFAATAN DAN PELAYANAN ALUN-ALUN KOTA PATI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG TUGAS AKHIR TKPA 244
POLA PEMANFAATAN DAN PELAYANAN ALUN-ALUN KOTA PATI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG TUGAS AKHIR TKPA 244 Oleh : INDRA KUMALA SULISTIYANI L2D 303 292 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS
Pemahaman Masyarakat Mengenai Dampak Pembangunan HunianTerkait Global Warming dan Penerapan Green Building
TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Pemahaman Masyarakat Mengenai Dampak Pembangunan HunianTerkait Global Warming dan Penerapan Green Building Try Ramadhan [email protected] Program Studi Magister Arsitektur,
Preferensi Pejalan Kaki terkait Kondisi Lingkungan untuk Menciptakan Kenyamanan Termal di Jalan Rajawali Surabaya
TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Preferensi Pejalan Kaki terkait Kondisi Lingkungan untuk Menciptakan Kenyamanan Termal di Jalan Rajawali Surabaya Dini Faza Illiyin (1), Rea Risky Alprianti (2) [email protected]
PERANCANGAN INTERIOR FAMILY KARAOKE PROPOSAL PENGAJUAN TEMA TUGAS AKHIR
PERANCANGAN INTERIOR FAMILY KARAOKE PROPOSAL PENGAJUAN TEMA TUGAS AKHIR Oleh: Arianoo Ivan Setiawan 1501175911 School of Design Interior Design Department Universitas Bina Nusantara Jakarta 2015 BAB 1
BAB I PENDAHULUAN. faktor yang sangat penting dalam bidang dagang atau apapun untuk memperkuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan bisnis yang semakin pesat, pemasaran merupakan faktor yang sangat penting dalam bidang dagang atau apapun untuk memperkuat usaha yang kita
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Roemah Kopi adalah sebuah cafe yang menggunakan konsep etnik Indonesia sehingga memberikan nuansa yang berbeda dan ini bisa menjadi daya tarik bagi
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Coffee Shop diperoleh dari hasil pengolahan kuesioner pendahuluan sebagai berikut: Tabel 6.1 Faktor-Faktor
Daya Tarik dan Karakteristik Taman Idaman pada Rumah
TEMU ILMIAH IPLBI 05 Daya Tarik dan Karakteristik Taman Idaman pada Rumah Syndi O. Dewi Surya Abstrak Taman di dalam rumah sebagai salah satu bentuk RTH privat memberikan kontribusi dalam pemenuhan RTH
1 PENDAHULUAN. Latar belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar belakang Di Indonesia, kopi menjadi komoditas perkebunan yang sangat digemari oleh penduduk. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan konsumsi kopi di Indonesia secara keseluruhan.
BAB I PENDAHULUAN ,68% ,61% ,89% ,8% ,2%
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Semakin majunya perkembangan zaman dan teknologi, gaya hidup masyarakat sekarang mulai berangsur angsur berubah mengikuti perubahan zaman. Banyaknya tempat
Preferensi Masyarakat tentang Tipologi Sekolah yang Meningkatkan Semangat dan Minat Belajar Siswa
TEMU ILMIAH IPLBI 2017 Preferensi Masyarakat tentang Tipologi Sekolah yang Meningkatkan Semangat dan Minat Belajar Siswa Yudhistira Kusuma (1), Suhendri (2) (1) Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK,
BAB I PENDAHULUAN. dimiliki kota ini, kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, kota pariwisata dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Yogyakarta adalah kota dengan berbagai predikat, banyak julukan yang dimiliki kota ini, kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, kota pariwisata dan daerah
Rumah Baca sebagai Representasi Pemikiran Arsitektur Achmad Tardiyana
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Rumah Baca sebagai Representasi Pemikiran Arsitektur Achmad Tardiyana Imam Adlin Sinaga, Nurul Aini, Jeumpa Kemalasari Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi
80 Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN 80 81 LAMPIRAN A KUESIONER 82 KUESIONER PERILAKU MEMBELI DI CAFÉ COFFELET IDENTITAS RESPONDEN Nomor Responden :... (Diisi peneliti) Usia :... Tahun Jenis Kelamin :... Pendidikan :... Uang Saku
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Dewasa ini rutinitas manusia yang meningkat ditandai dengan padatnya aktivitas sehari-hari mampu membuat suasana penat dalam pekerjaan. Banyak orang yang
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Penelitian ini dilakukan untuk melihat perilaku konsumen yang melakukan aktivitas pembelian di DKI Jakarta khususnya. Aktivitas pembelian yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri kuliner di Indonesia, merupakan sektor yang strategis bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Kuliner bukan lagi produk konsumsi untuk memenuhi kebutuhan biologis
Kuesioner Penelitian
Kuesioner Penelitian Responden yang terhormat, Saya adalah mahasiswa program studi Administrasi Bisnis Fisip Universitas Sumatera Utara yang sedang menyusun penelitian berjudul Pengaruh Store Atmosphere
Ketertarikan Publik terhadap Keberadaan Creative Space
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Ketertarikan Publik terhadap Keberadaan Creative Space Putu Rahayu Sitha Dewi Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
BAB I PENDAHULUAN. Strategi pemasaran yang tepat merupakan kekuatan bagi. perusahaan dalam berhadapan langsung dengan konsumen untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Orang yang terlibat dalam bidang pemasaran menjadi ujung tombak dalam berhadapan langsung dengan konsumen, baik dalam usaha menawarkan barang yang dihasilkan
BAB I PENDAHULUAN. warung kopi modern sekelas Starbucks. Kebiasaan minum kopi dan. pertandingan sepak bola dunia, ruang pertemuan, live music dan lain
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Warung kopi adalah tempat yang mudah dijumpai hampir di seluruh wilayah belahan dunia, mulai dari warung kopi tradisional sampai kepada warung kopi modern
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Gambar 1.1 Suasana Little White Cafe
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Little White Cafe yang berlokasi di Jl. Lodaya No. 11A Bandung adalah rumah tinggal yang beralih fungsi menjadi cafe sejak 2011 didirikan oleh Bapak
Kota Impian: Perspektif Keinginan Masyarakat
TEMU ILMIAH IPLBI 2013 Kota Impian: Perspektif Keinginan Masyarakat Ita Roihanah (1), Nurfadhilah Aslim (2), Christy Vidiyanti (3), Hibatullah Hindami (4) (1) Mahasiswa Magister, Sekolah, Perencanaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan jaman yang semakin maju menyebabkan gaya hidup masyarakat meningkat. Meningkatnya gaya hidup menyebabkan beberapa hal, misalnya semakin banyaknya
BAB I PEND AHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Jika berbicara tentang Aceh tentunya salah satu khas dan terkenal yaitu
BAB I PEND AHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jika berbicara tentang Aceh tentunya salah satu khas dan terkenal yaitu cita rasa kopinya. Kopi tradisional Aceh memiliki cita rasa yang khas dengan aroma
Citra Kota Bandung: Persepsi Mahasiswa Arsitektur terhadap Elemen Kota
TEMU ILMIAH IPLBI 2013 Citra Kota Bandung: Persepsi Mahasiswa Arsitektur terhadap Elemen Kota Riska Amelia Rachman (1), Rizki Fitria Madina (2), Sudarman (3) (1) Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK,
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan jaman di era globalisasi ini menuntut aktivitas-aktivitas sosial yang
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan jaman di era globalisasi ini menuntut aktivitas-aktivitas sosial yang semakin bervariasi. Terkadang orang ingin bertemu di tempat yang tidak hanya menyenangkan,
BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah cafe and resto.saat ini sudah banyak produsen cafe and
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Di masa kini ada berbagai macam bisnis yang bisa menjadi peluang usaha salah satunya adalah cafe and resto.saat ini sudah banyak produsen cafe and resto yang
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Rumah Makan Waroeng Steak & Shake
31 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Rumah Makan Waroeng Steak & Shake 4.1.1 Sejarah Rumah Makan Waroeng Steak and Shake Rumah Makan Waroeng Steak & Shake didirikan oleh pasangan suami-istri
KORELASI TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN ELEMEN KOTA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT INDONESIA
KORELASI TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN ELEMEN KOTA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT INDONESIA 1 Ita Roihanah Abstrak Kota sebagai tempat berhuni dan bermukim, menjadi bagian paling intim dengan kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh suatu perusahaan untuk mencari keuntungan atau nilai tambah. Saat ini perkembangan bisnis
