KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI"

Transkripsi

1 SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Pengertian Kurikulum Ung-Ung Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran serta cara digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi pertama adalah rencana pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran, segkan kedua adalah cara digunakan pembelajaran. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diberlakukan mulai tahun ajaran 2014/2015 memenuhi kedua dimensi tersebut. 2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan paling fundamental karena perkembangan di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh stimulasi bermakna diberikan sejak usia dini. Awal kehidupan merupakan masa paling tepat dalam memberikan dorongan atau upaya pengembangan agar dapat berkembang secara optimal. Ung Ung Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa PAUD merupakan suatu upaya pembinaan ditujukan kepada sejak lahir sampai usia 6 tahun dilakukan melalui rangsangan pendidikan membantu pertumbuhan perkembangan jasmani rohani agar memiliki kesiapan belajar dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Ung-ung ini mengamanatkan bahwa pendidikan harus dipersiapkan secara terencana bersifat holistik sebagai dasar memasuki pendidikan lebih lanjut. Masa usia dini adalah masa emas perkembangan dimana semua aspek perkembangan dapat mudah distimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh karena itu, pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pengembangan

2 menyeluruh melibatkan aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, perlindungan. Penelitian bahwa masa peka belajar dimulai dari dalam kandungan sampai 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut ahli neurologi, pada saat lahir otak bayi mengandung 100 sampai 200 milyar neuron atau sel syaraf siap melakukan sambungan antar sel. Sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8 sampai 18 tahun. Penelitian lain juga bahwa stimulasi pada usia lahir-3 tahun ini jika didasari pada kasih sa bahkan bisa merangsang 10 trilyun sel otak. Namun demikian, satu bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak, segkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 miliar sel otak. Salah satu upaya dapat dilakukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut adalah program pendidikan terstruktur. Salah satu komponen pendidikan terstruktur adalah kurikulum. B. Karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dirancang karakteristik sebagai berikut: 1. mengoptimalkan perkembangan meliputi: aspek nilai agama moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, seni tercermin dalam keseimbangan kompetensi sikap, pengetahun, keterampilan; 2. menggunakan pembelajaran tematik pendekatan saintifik dalam pemberian rangsangan pendidikan; 3. menggunakan penilaian autentik dalam memantau perkembangan ; 4. memberdayakan peran orang tua dalam proses pembelajaran. C. Tujuan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan mendorong berkembangnya potensi agar memiliki kesiapan menempuh pendidikan selanjutnya. II. KERANGKA DASAR KURIKULUM A. Landasan Filosofis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan sejumlah landasan filosofis memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi agar menjadi manusia Indonesia berkualitas sebagaimana tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan menggunakan landasan filosofis sebagai berikut. -2-

3 1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa membangun kehidupan bangsa masa kini masa mendatang. Pangan ini menjadikan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia beragam prinsip Bhinneka Tunggal Ika, sehingga pendidikan diarahkan membangun kehidupan masa kini, membangun dasar bagi kehidupan bangsa lebih baik di masa depan. Sehubungan itu, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dirancang dapat memberikan pengalaman belajar luas bagi agar mereka bisa memiliki landasan menguasai kompetensi diperlukan bagi kehidupan di masa kini masa depan, serta mengembangkan kean sebagai pewaris budaya bangsa kreatif peduli terhadap permasalahan masyarakat bangsa. 2. Anak adalah pewaris budaya bangsa kreatif. Menurut pangan filosofi ini, prestasi bangsa di big kehidupan di masa lampau adalah sesuatu harus termuat dalam isi kurikulum memberi inspirasi rasa bangga pada. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memposisikan keunggulan budaya menimbulkan rasa bangga tercermin, dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa. 3. Dalam proses pendidikan, usia dini membutuhkan ketelaan, motivasi, pengayoman/perlindungan, pengawasan secara berkesinambungan sebagaimana dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam filosofi: ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. 4. Usia dini adalah masa ketika menghabiskan sebagian besar waktu bermain. Karenanya pembelajaran pada PAUD dilaksan melalui bermain - mengandung prinsip bermain. B. Landasan Sosiologis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan sesuai tuntutan norma-norma berlaku di masyarakat setempat. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat sangat beragam. Satuan PAUD merupakan representasi dari masyarakat beragam baik dari aspek strata sosial-ekonomi, budaya, etnis, agama, kondisi fisik maupun mental. Untuk mengakomodasi keberagaman itu, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan secara inklusif memberi dasar terbentuknya sikap saling menghargai tidak membeda-bedakan. C. Landasan Psiko-Pedagogis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan mengacu pada cara mendidik sebagai individu unik, memiliki kecepatan perkembangan berbeda, belum mencapai masa operasional konkret, karenanya digunakan pendekatan pembelajaran sesuai tahapan perkembangan potensi setiap. -3-

4 D. Landasan Teoritis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan mengacu pada teori pendidikan berbasis standar kurikulum berbasis kompetensi. Pendidikan berbasis standar menetapkan aya standar nasional sebagai kualitas minimal penyelenggaraan pendidikan. Standar tersebut terdiri dari standar tingkat pencapaian perkembangan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan. Proses pengembangan kurikulum secara langsung berlandaskan pada empat standar yakni standar tingkat pencapaian perkembangan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan. Sementara itu, empat standar lainnya dikembangkan lebih lanjut mendukung implementasi kurikulum. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi mengembangkan kean berupa sikap, pengetahuan, keterampilan direfleksikan dalam kebiasaan berpikir bertindak. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menerapkan pembelajaran dalam bentuk pemberian pengalaman belajar langsung kepada dirancang sesuai latar belakang, karakteristik, usia. E. Landasan Yuridis Landasan yuridis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini adalah: 1. Ung-Ung Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Ung-Ung Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 3. Ung-ung Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. III. STRUKTUR KURIKULUM Struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, lama belajar. -4-

5 A. Muatan Kurikulum Muatan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini berisi programprogram pengembangan terdiri dari: 1. Program pengembangan nilai agama moral mencakup perwuju suasana belajar berkembangnya baik bersumber dari nilai agama moral serta bersumber dari kehidupan bermasyarakat dalam konteks bermain. 2. Program pengembangan fisik-motorik mencakup perwuju suasana berkembangnya kematangan kinestetik dalam konteks bermain. 3. Program pengembangan kognitif mencakup perwuju suasana berkembangnya kematangan proses berpikir dalam konteks bermain. 4. Program pengembangan bahasa mencakup perwuju suasana berkembangnya kematangan bahasa dalam konteks bermain. 5. Program pengembangan sosial-emosional mencakup perwuju suasana berkembangnya kepekaan, sikap, keterampilan sosial serta kematangan emosi dalam konteks bermain. 6. Program pengembangan seni mencakup perwuju suasana berkembangnya eksplorasi, ekspresi, apresiasi seni dalam konteks bermain. B. Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan gambaran pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layanan PAUD usia 6 (enam) tahun. Kompetensi Inti mencakup: 1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) kompetensi inti sikap spiritual. 2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) kompetensi inti sikap sosial. 3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) kompetensi inti pengetahuan. 4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) kompetensi inti keterampilan. Uraian tentang kompetensi PAUD dapat dilihat pada tabel di bawah ini: KI-1 KI-2 KI-3 KOMPETENSI INTI Menerima ajaran agama dianutnya Memiliki hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, menghargai toleran kepada orang lain, menyesuaikan diri, tanggungjawab, jujur, rendah hati santun dalam berinteraksi keluarga, pendidik, teman Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik, lingkungan sekitar, agama, teknologi, seni, budaya di rumah, tempat bermain satuan PAUD cara: mengamati indera (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; menalar, mengomunikasikan melalui bermain -5-

6 KI-4 diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, karya secara produktif kreatif, serta mencerminkan berakhlak mulia C. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar merupakan tingkat kean dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, pengalaman belajar mengacu pada Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan memperhatikan karakteristik kean awal serta tujuan setiap program pengembangan. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai pengelompokkan kompetensi inti yaitu: 1. Kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1; 2. Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2; 3. Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; 4. Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4. Uraian dari setiap Kompetensi Dasar setiap kompetensi inti adalah sebagai berikut: KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR KI-1. Menerima ajaran agama dianutnya KI-2. Memiliki hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, menghargai toleran kepada orang lain, menyesuaikan diri, jujur, rendah hati santun dalam berinteraksi keluarga, pendidik, teman 1.1. Mempercayai aya Tuhan melalui ciptaan-nya 1.2. Menghargai diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan 2.1. Memiliki mencerminkan hidup sehat 2.2. Memiliki mencerminkan sikap ingin tahu 2.3. Memiliki mencerminkan sikap kreatif 2.4. Memiliki mencerminkan sikap estetis 2.5. Memiliki mencerminkan sikap percaya diri 2.6. Memiliki mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari melatih kedisiplinan 2.7. Memiliki mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) melatih kedisiplinan -6-

7 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik, lingkungan sekitar, agama, teknologi, seni, budaya di rumah, tempat bermain satuan PAUD cara: mengamati indera (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; menalar; mengomunikasikan melalui bermain 2.8. Memiliki mencerminkan kemandirian 2.9. Memiliki mencerminkan sikap peduli mau membantu jika diminta bantuannya 2.10.Memiliki mencerminkan sikap menghargai toleran kepada orang lain 2.11.Memiliki dapat menyesuaikan diri 2.12.Memiliki mencerminkan sikap tanggungjawab 2.13.Memiliki mencerminkan sikap jujur 2.14.Memiliki mencerminkan sikap rendah hati santun kepada orang tua, pendidik, teman 3.1. Mengenal beribadah sehari-hari 3.2. Mengenal baik sebagai cerminan akhlak mulia 3.3. Mengenal anggota tubuh, fungsi, gerakannya pengembangan motorik kasar motorik halus 3.4. Mengetahui cara hidup sehat 3.5. Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari ber kreatif 3.6. Mengenal - disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, ciri-ciri lainnya) 3.7. Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) 3.8. Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batubatuan, dll) 3.9. Mengenal teknologi (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) 3.10.Memahami bahasa membaca) reseptif (menyimak 3.11.Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal non verbal) -7-

8 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR KI-4. diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, karya secara produktif kreatif, serta mencerminkan berakhlak mulia 3.12.Mengenal keaksaraan awal melalui bermain 3.13.Mengenal emosi diri orang lain 3.14.Mengenali kebutuhan, keinginan, minat diri 3.15.Mengenal karya aktivitas seni 4.1. beribadah seharihari tuntunan orang dewasa 4.2. santun sebagai cerminan akhlak mulia 4.3. Menggunakan anggota tubuh pengembangan motorik kasar halus 4.4. Mampu menolong diri sendiri hidup sehat 4.5. Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif 4.6. Menyampaikan tentang apa bagaimana - di sekitar dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, ciri-ciri lainnya) melalui hasil karya 4.7. Menyajikan karya berhubungan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh 4.8. Menyajikan karya berhubungan lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh 4.9. Menggunakan teknologi menyelesaikan tugas nya (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) kean berbahasa reseptif (menyimak membaca) kean berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal non verbal) kean keaksaraan awal dalam bentuk karya -8-

9 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR reaksi emosi diri secara wajar Mengungkapkan kebutuhan, keinginan minat diri cara tepat karya aktivitas seni menggunakan media D. Lama Belajar 1. Lama belajar merupakan keseluruhan waktu memperoleh pengalaman belajar harus diikuti dalam satu minggu, satu semester, satu tahun. Lama belajar pada PAUD dilaksan melalui pembelajaran tatap muka. 2. Kegiatan tatap muka di PAUD lama belajar sebagai berikut. a. kelompok usia lahir sampai 2 (dua) tahun lama belajar paling sedikit 120 menit per minggu; b. kelompok usia 2 (dua) tahun sampai 4 (empat) tahun lama belajar paling sedikit 360 menit per minggu; c. kelompok usia 4 (empat) tahun sampai 6 (enam) tahun lama belajar paling sedikit 900 menit per minggu. 3. Satuan PAUD kelompok usia 4-6 tahun tidak dapat melakukan pembelajaran 900 menit per minggu wajib melaksan pembelajaran 540 menit ditambah 360 menit pengasuhan terprogram. Tabel Struktur Program Pengembangan Lama Belajar PAUD Program Lahir-2 Kompetensi Pengembangan tahun 2-4 tahun 4-6 tahun 1. Nilai agama A. Sikap 120 menit 360 menit 900 menit 900 menit moral Spiritual per minggu per minggu per minggu per minggu 2. Fisik-motorik B. Sikap Sosial terdiri atas 150 menit 3. Kognitif 4. Bahasa 5. Sosial emosional 6. Seni C. Pengetahuan D. Keterampilan 540 menit tatap muka 360 menit pengasuhan terprogram 6 pertemuan per minggu atau 180 menit 5 pertemuan per minggu -9-

10 Pengantar INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI LAHIR-6 TAHUN 1. Indikator pencapaian perkembangan adalah penanda perkembangan spesifik terukur memantau/menilai perkembangan pada usia tertentu. 2. Indikator pencapaian perkembangan merupakan kontinum/rentang perkembangan sejak lahir sampai usia 6 tahun. 3. Indikator pencapaian perkembangan berfungsi memantau perkembangan bukan digunakan secara langsung baik sebagai bahan ajar maupun pembelajaran. 4. Indikator pencapaian perkembangan dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD). 5. Kompetensi Dasar (KD) dirumuskan berdasarkan Kompetensi Inti (KI). 6. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layanan PAUD usia enam tahun dirumuskan secara terpadu dalam bentuk KI Sikap Spiritual, KI Sikap Sosial, KI Pengetahuan, KI Keterampilan. 7. Indikator pencapaian perkembangan KD pada KI Sikap Spiritual KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran KD-KD pada KI Pengetahuan KI Keterampilan. Dengan kata lain, sikap positif akan terbentuk ketika dia memiliki pengetahuan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya /atau unjuk kerja. 8. Indikator pencapaian perkembangan KD pada pengetahuan KD pada keterampilan merupakan satu kesatuan karena pengetahuan keterampilan merupakan dua hal saling berinteraksi. 9. Indikator pencapaian perkembangan disusun berdasarkan kelompok usia sebagai berikut: a. lahir sampai usia 3 bulan; b. usia 3 bulan sampai usia 6 bulan; c. usia 6 bulan sampai usia 9 bulan; d. usia 9 bulan sampai usia 12 bulan; e. usia 12 bulan sampai usia 18 bulan; f. usia 18 bulan sampai usia 2 tahun; g. usia 2 tahun sampai usia 3 tahun; h. usia 3 tahun sampai usia 4 tahun; i. usia 4 tahun sampai usia 5 tahun; j. usia 5 tahun sampai usia 6 tahun. -10-

11 1.1. Mempercayai aya Tuhan melalui ciptaan-nya 1.2. Menghargai diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan 2.1. Memiliki mencerminkan hidup sehat 2.2. Memiliki mencerminkan sikap ingin tahu 2.3. Memiliki Indikator pencapaian perkembangan KD pada KI Sikap Spiritual KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan ketelaan. Dengan kata lain, sikap positif akan terbentuk ketika dia memiliki pengetahuan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya /atau unjuk kerja. Contoh sikap positif itu adalah hidup sehat, jujur, tanggung jawab, peduli, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bekerja sama, menyesuaikan diri, santun. -11-

12 mencerminkan sikap kreatif 2.4. Memiliki mencerminkan sikap estetis 2.5. Memiliki mencerminkan sikap percaya diri 2.6. Memiliki mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari melatih kedisiplinan 2.7. Memiliki Indikator pencapaian perkembangan KD pada KI Sikap Spiritual KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan ketelaan. Dengan kata lain, sikap positif akan terbentuk ketika dia memiliki pengetahuan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya /atau unjuk kerja. Contoh sikap positif itu adalah hidup sehat, jujur, tanggung jawab, peduli, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bekerja sama, menyesuaikan diri, santun. -12-

13 mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) melatih kedisiplinan 2.8. Memiliki mencerminkan kemandirian 2.9. Memiliki mencerminkan sikap peduli mau membantu jika diminta bantuannya Memiliki Indikator pencapaian perkembangan KD pada KI Sikap Spiritual KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan ketelaan. Dengan kata lain, sikap positif akan terbentuk ketika dia memiliki pengetahuan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya /atau unjuk kerja. Contoh sikap positif itu adalah hidup sehat, jujur, tanggung jawab, peduli, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bekerja sama, menyesuaikan diri, santun. -13-

14 mencerminkan sikap menghargai toleran kepada orang lain Memiliki dapat menyesuaikan diri Memiliki mencermink an sikap tanggungjawab Memiliki mencerminkan sikap jujur Memiliki mencerminkan sikap Indikator pencapaian perkembangan KD pada KI Sikap Spiritual KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan ketelaan. Dengan kata lain, sikap positif akan terbentuk ketika dia memiliki pengetahuan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya /atau unjuk kerja. Contoh sikap positif itu adalah hidup sehat, jujur, tanggung jawab, peduli, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bekerja sama, menyesuaikan diri, santun. -14-

15 santun kepada orang tua, pendidik, teman 3.1. Mengenal beribadah sehari-hari 4.1. beribadah sehari-hari tuntunan orang dewasa Anak menjadi tenang pada saat diperdengarkan halhal terkait agama menyanyikan lagu rohani, membacakan ayat-ayat kitab suci, mengucapkan kata-kata bersyukur) meniru ucapan maupun tindakan terkait ibadah agamanya -15- meniru ucapan gerakan terkait ibadah agama nya Meniru ucapan mengucapmelaksa- kan doa-doa nakan ibadah pendek melakukan ibadah sesuai agama dianutnya Mengucapkan doa-doa pendek, melakukan ibadah sesuai agama nya doa sebelum memulai selesai ) Ber sesuai ajaran agama dianutnya tidak bohong, tidak berkelahi) Menyebutkan hari-hari besar agama Menyebutkan tempat ibadah agama lain

16 3.2. Mengenal rasa senang tersenyum bila mendapatkan perlakuan penuh kasih baik sebagai sa (sentuhan lembut) reaksi cerminan sebaliknya menangis) jika mendapatkan akhlak perlakuan tidak menyenang-kan mulia 4.2. santun sebagai cerminan akhlak mulia 3.3. Mengenal anggota Anak mudah merasa nyaman jika berada di lingkungan dikenalnya bersama orang dikenal reaksi refleks meraih Meraih sikap ramah tersenyum terhadap orang-orang baru dikenalnya mengucapkan katakata santun bimbingan mengucapkan maaf, permisi, terima kasih, minta tolong) Meraih -16- sikap sopan kepada setiap orang sikap peduli terhadap orang lain berbagi makanan mainan) Melaku-kan Bersikap sopan peduli melalui perkataan perbuatannya bimbingan mengucapkan maaf, permisi, terima kasih) sikap mau menolong orang tua, pendidik, teman Menceritakan kembali tokoh-tokoh keagamaan nabinabi) Ber sopan peduli melalui perkataan perbuatannya secara spontan mengucapkan maaf, permisi, terima kasih) Mau menolong orang tua, pendidik, teman

17 tubuh, fungsi, gerakannya pengemban gan motorik kasar motorik halus 4.3. Menggunakan anggota tubuh pengemban gan motorik kasar halus menggenggam disentuhkan ke telapak tangan Bergerak mengubah posisi ba ke kanan ke kiri Memainkan jari tangan kaki diberikan kepaya tengkurap dada diangkat kedua tangan me nopang ada di dekatnya duduk tanpa bantuan letaknya lebih jauh berjalan beberapa langkah tanpa bantuan menunjuk kan berjalan berjalan sendiri sambil berjinjit meneng bola ke arah depan memegang -17- berjalan sambil membawa sesuatu ringan melompat di tempat motorik kasar halus seimbang terkontrol lincah berjalan melempar meniti di atas mundur beberapa langkah menangkap bola besar ringan papan lebih lebar melakukan gerakan bergelayutan (berkibar) mendorong menarik menari mengikuti melompat gerakan terkoordinasi secara terkontrol, seimbang, lincah melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam menirukan gerakan teratur senam tarian) melakukan permainan

18 memegang lima jari duduk bantuan memasukkan ke dalam mulut berdiri bantuan bertepuk tangan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain melakukan gerak meneng bola menunjuk kan memegang botol, biskuit) menunjuk kan mengetukngetuk mainan alat tulis membuat coretan menyusun menara tiga balok -18- tidak terlalu berat menarik garis vertikal atau horizontal memasukkan wadah sesuai irama turun dari ketinggian kurang dari 20 cm melakukan gerakan melompat meloncat, berlari secara terkoordinasi Melaku-kan naik turun tangga atau tempat lebih tinggi/ rendah berpegangan meremas lima jari meniru gerakan senam lebih menuang air atau kecil ke dalam wadah tidak tumpah melempar sesuatu secara terarah menangkap bola tepat fisik aturan terampil menggunakan tangan kanan kiri dalam aktivitas mengancing kan baju, menali sepatu, menggambar, menempel menggunting, makan)

19 memegang gelas dua tangan menumpahkan ke wadah memasukkannya kembali -19- membalik halaman buku menyobek kertas melipat kertas sendiri meskipun belum rapi menggunakan gunting tanpa pola melakukan gerakangerakan memasukkan kecil ke dalam botol meronce manik-manik tidak terlalu kecil dgn benang tidak kaku melakukan gerakan antisipasi permainan lempar bola) meneng bola secara terarah menggunting kertas

20 3.4. Mengetahui cara hidup sehat 4.4. Mampu menolong diri sendiri hidup sehat Merasa nyaman kondisi bersih merasa terganggu jika mengalami keadaan tidak bersih seperti berkeringat tertarik melakukan berkaitan hidup bersih -20- meniru hidup bersih sehat memerlukan koordinasi antara otototot kecil/ halus mata serta tangan makan sendok, menumpuk balok) Meniru hidup bersih sehat mengikuti pola garis lurus Ber hidup bersih sehat bantuan memanfaatkan alat permainan di dalam luar ruang menggunakan anggota ba melakukan gerakan halus terkontrol meronce) terbiasa melakukan hidup bersih sehat kebiasaan hidup bersih sehat mandi 2x sehari; memakai baju bersih; membuang sampah pada

21 sehat i bagian tubuh harus dilindungi cara melindungi dari kekerasan, termasuk kekerasan seksual tempatnya) Mampu melindungi diri dari percobaan kekerasan, termasuk kekerasan seksual bullying (misal berteriak /atau berlari) Mampu menjaga keamanan diri dari berbahaya listrik, pisau, pembasmi serangga) -21-

22 3.5. Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari ber kreatif 4.5. Menyelesaikan menerima pembiasaan perawatan hidup bersih sehat saat BAK BAB membiasakan meminta tolong ketika menghadapi masalah menangis ingin mengambil tertentu, ketika lapar haus) menunjuk makanan minuman -22- memilih makanan minuman disukainya Memberikan respons jika akan BAK atau BAB membiasakan meminta tolong bahasa isyarat ketika menghadapi masalah ingin mengambil membiasakan meminta tolong katakata pendek ketika menghadapi masalah ingin mengambil memilih makanan minuman bersih, sehat bergizi bantuan orang tua Meminta tolong jika perlu BAK BAB Memecahkan masalah dihadapi aktif bertanya pada orang terdekatnya membedakan makanan minuman bersih, sehat bergizi bantuan orang tua Menggunakan toilet bantuan Memecahkan masalah dihadapi aktif bertanya pada orangorang di lingkungannya terbiasa mengkonsumsi makanan minuman bersih, sehat bergizi Menggunakan toilet tanpa bantuan Mampu memecahkan masalah dihadapi dibantu oleh orang dewasa Terbiasa mengkonsumsi makanan minuman bersih, sehat, bergizi Menggunakan toilet benar tanpa bantuan Mampu memecahkan sendiri masalah dihadapi

23 masalah sehari-hari secara kreatif sehari-hari memenuhi kebutuhan dasar makan, minum, main, BAB/BAK, tidur) memiliki inisiatif berusaha melakukan tertentu, ketika lapar haus) tertentu, ketika lapar haus) Mengerjakan suatu dalam waktu pendek secara berulang bantuan menyusun balok lalu dirobohkan) mencoba menyelesaikan bantuan usaha menyelesaikan secara mandiri Melanjutkan sampai selesai Menyelesaikan tugas meskipun menghadapi kesulitan 3.6. Mengenal di sekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, ciri-ciri lainnya) 4.6. Menyampaikan tentang apa bagaimana merespons terhadap - ada di sekitarnya meraih disekitarnya meraih berwana terang) Mengamati di sekitar indera menjatuh kan, mencari asal suara, memainkan warna ukuran) i ada di sekitarnya menunjuk nama warna ) menyebutkan nama tertentu di sekitarnya sebagai objek disukai tidak disukainya -23- memilih - dikenalnya membedakan berdasarkan warna, bentuk membedakan berdasarkan, bentuk ukuran besarkecil, panjangpendek) mengelompokkan berdasarkan ukuran besar-kecil, panjang- mengelompokkan di lingkungannya berdasarkan ukuran, pola, fungsi, sifat, suara, tekstur, fungsi, ciri-ciri

24 di sekitar dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, ciri-ciri lainnya) melalui hasil karya gambar sesuai perintah menyusun merobohkan -24- fungsi beberapa gerakan maupun ucapan melakukan perintah meletakkan satu pada satu tempat meletak kan berjajar memasangkan sesuai pasangannya menyusun 3-5 secara pendek, tebal-tipis berat-ringan) memasangkan pasangannya mengurutkan lainnya menghubungkan satu lain menghubungkan nama tulisan

25 - berurutan berdasarkan ukuran dari terpendek sampai terpanjang, terkecilterbesar memegang meraba tekstur sifat -25- menyusun secara acak menunjuk bentukbentuk dikenalnya bentuk geometri (segitiga, persegi, lingkaran) berdasarkan bentuk, ukuran, warna melalui mengelompokkan melalui aktivitas menjodohkan, menjiplak, meniru) berdasarkan lima seriasi atau lebih, bentuk, ukuran, warna, atau jumlah melalui mengurutkan

26 3.7. Mengenal Mendengar lingkungan suara-suara sosial ada (keluarga, distimulasiteman, kan kepada tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) 4.7. Menyajikan karya berhubungan Senang memainkan mengamati tangannya sendiri Tersenyum pada orangorang dikenalnya Senang Merespons memperhatikan namanya ketika wajahnya di dipanggil cermin Menolak/ menangis ketika digendong Menunjuk anggota tubuh bila ditanya Merespons Memilih panggilan orang atau ajakan bermain disukai -26- konsep besar-kecil, panjangpendek melalui membandingkan konsep banyaksedikit, berat-ringan, lama sebentar melalui membandingkan konsep besar-kecil, banyaksedikit, panjangpendek, berat-ringan tinggi-rendah melalui membanding kan Menyebut Menyebut Menyebut Menyebut nama diri nama anggota nama diri nama orang tua keluarga lain jenis kelamin anggota teman keluarga lain, teman, jenis kelamin mereka Menjadikan figur lain selain orang tua sebagai ketertarikan bermain Menunjuk- Menyebut kan keter- tempat di tarikan lingkungan bermain sekitarnya konsep besarkecil, banyaksedikit, panjangpendek, berat-ringan, tinggi-rendah mengukur menggunakan alat ukur tidak baku Menyebutkan nama anggota keluarga teman serta ciri-ciri khusus mereka secara lebih rinci (warna kulit, warna rambut, jenis rambut, dll) Menjelaskan lingkungan sekitarnya secara

27 lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh Melihat orang-orang ada di sekitar orang tidak dikenalnya Membedakan wajah dikenal tidak dikenal orangorang dikenalnya Bermain ada disekitar nya ketertarikan pada disekitarnya sumber rasa aman Bermain teman sebaya lain tempat tinggalnya tertarik pada peran pekerjaan orang-orang ada di sekitar dalam kelompok kecil tempat sering dikunjungi di sekitar rumah (warung tempat ibadah) Menyebut peran-peran pekerjaan orang-orang ada di sekitarnya Menyebutkan arah ke tempat sering dikunjungi pada radius lebih jauh (pasar, taman bermain) Menyebut kan mengetahui perlengkapan/atribut berhubungan pekerjaan orang-orang ada di sekitarnya Menyebutkan arah ke tempat sering dikunjungi alat transportasi digunakan Menyebutkan peran-peran pekerjaan termasuk didalamnya perlengkapan /atribut tugas-tugas dilakukan dalam pekerjaan tersebut -27-

28 3.8. Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batubatuan, dll) 4.8. Menyajikan karya berhubungan lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batubatuan, dll) Menyentuh - ada di lingkungan alam di stimulasikan Menggenggam ada di lingkungan alam dapat dijangkau Ketertarikan pada lingkungan alam (hewan peliharaan) Bermain ada di lingkungan alam (hewan peliharaan) keterlibatan lingkungan alam (meniru suara/gerak hewan secara ) Menunjuk ke - ingin dimainkan Bermain - di lingkungan alam bermain air, pasir) Menanya tentang - ada di sekitarnya Menyebutkan aturan Menun-juk - alam/ makhluk hidup dikenal-nya karya berhubung-an lingkungan alam melalui menempel kepedulian terhadap peraturan Menyebutkan ada di sekitarnya karya berhubungan - ada di lingkungan alam melalui menggambar Mengikuti aturan Menunjuk nama kegunaan - alam Mengungkapkan hasil karya dibuatnya secara berhubung an - ada di lingkungan alam Membuat mengikuti aturan Menceritakan peristiwaperistiwa alam melakukan percobaan Mengungkapkan hasil karya dibuatnya secara lengkap/ utuh berhubungan - ada di lingkungan alam -28-

29 dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh proses perkembang- Menceritakan perkembangbiakan makhluk biakan makhluk hidup hidup kupu-kupu, ayam, katak) 3.9. Mengenal teknologi (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) 4.9. Menggunakan teknologi menyelesaikan tugas nya (peralatan Tertarik pada menimbul kan bunyi Menggunakan mainan bersuara Berusaha memegang menghasilkan bunyi Tertarik menggunakan menimbulkan bunyi Menirukan gerakan orang lain seperti memasukkan ke dalam wadah -29- menggunakan (seperti peralatan makan, mandi, bermain) sesuai fungsinya Terlibat dalam Mengamati cara kerja - teknologi seder hana Mengetahui teknologi Menyebutkan nama - teknologi gunting, sekop, palu, cangkul, pisau, gunting kuku, sikat gigi, sendok, pembuka tutup botol, spons, roda pada kendaraan) Mengelompokkan Menggunakan cara penggunaan - teknologi gunting, sekop, palu, cangkul, pisau, gunting kuku, sikat gigi, sendok pembuka tutup botol, spons, roda pada kendaraan) Mengenali bahan- menggunakan alat teknologi sesuai fungsinya secara aman bertanggung jawab. Membuat alat-alat

30 rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) Memahami bahasa reseptif (menyimak Merespons semua suara diperdengarkan Merespons suara orang dikenal cara reaksi melalui ekspresi wajah Menggerakkan mata kearah objek Menganggukkan/ menggeleng kan kepala ketika -30- i teknologi ada di rumah seperti meng- lingkung- an gelindingkan sekitarnya bola ke depan belakang bimbingan Menjawab pertanyaan kalimat Menjawab pertanyaan tehnologi ada di rumah lingkungan sekitarnya Membedakan perintah, pertanyaan, ajakan bahan pembuatan tehnologi Menceritakan kembali apa didengar teknologi balingbaling, pesawatpesawatan, keretakeretaapian, mobilmobilan, teleponteleponan benang) proses kerja sesuai prosedurnya membuat teh dimulai dari menyediakan air panas, teh, gula, gelas) Menceritakan kembali apa didengar kosakata

31 membaca) kean berbahasa reseptif (menyimak membaca) tampak tenang ketika diperdengar kan lagu, musik Merespons intonasi suara menatap wajah orang mengajak bicara gerak tubuh ketika diajak berbicara, misalnya menggerakkan tangan kaki ketika mendengar suara akrab didengar Menirukan bunyi didengar terdiri diperlihat kan diberikan pertanyaan Menirukan Menirukan bunyi kata-kata didengar pendek mudah -31- Melaksan satu perintah Memahami bahasa ekspresif (mengung- ketertarikan pada suara- Menggunakan katakata pendek mudah Melaksan dua perintah Menggunakan kalimat pendek Melaksan tiga atau lebih perintah Menggunakan kalimat pendek kosakata terbatas Melaksan perintah sesuai aturan disampaikan aturan makan bersama) Menggunakan kalimat pendek lebih Melaksan perintah lebih kompleks sesuai aturan disampaikan aturan melakukan memasak ikan) Mengungkapkan keinginan, perasaan,

32 kapkan bahasa secara verbal non verbal) kean berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal non verbal) Bereaksi terhadap kejadian ada di sekitarnya sesuai stimulus ada/terjadi suara didengar ketertarikan pada gambar berwarna Mengeluarkan macam bunyi/ suara bayi sesuai stimulus dilakukan dari 1 suku kata secara berulang Meraih buku/ gambar diperlihatkan Mengeluarkan macam bunyi (tertawa saat senang, sesuai stimulus dilakukan) terdiri dari 2 suku kata Memegang buku bergambar diajarkan ketertarikan ketika dibacakan buku cerita Merespons pertanyaan diajukan suku kata terbatas -32- mengungkapkan keinginannya Berbicara dua kata atau lebih tentang atau tindakan tertentu kosakata terbatas menyata-kan apa dilihat dirasa Membuka halaman buku Berbicara dua kata atau lebih tentang atau tindakan tertentu nada sesuai tujuan nada tanya, kosakata lebih banyak menyatakan apa dilihat dirasa Menyukai dibacakan buku sama berulangulang seperti seg membaca buku Berbicara kalimat nada sesuai tujuan bertanya memberi pendapat) berinteraksi atau orang dewasa menyatakan apa dilihat dirasa Menceritakan gambar ada dalam buku Berbicara sesuai kebutuhan (kapan harus bertanya, berpendapat) pendapat kalimat dalam berkomunikasi atau orang dewasa senang membaca buku terhadap buku-buku dikenali Menjawab pertanyaan gerakan tubuh (mengangguk menggeleng) Mengungkapkan perasaan, ide pilihan kata sesuai ketika berkomuni kasi

33 3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain 4.12 kean keaksaraan awal dalam bentuk karya Mengucapkan kata pertama (mama, papa, dada) sesuai contoh Memegang buku tidak terbalik Mengucapkan kata mam keinginan saya ingin makan Membuat coretan bebas Mengucapkan kata lebih jelas susu minta minum susu) Membuat garis-garis tidak beraturan memberitahu) Mengucapkan kalimat adik minum susu) Membuat garis lengkung lingkaran Meng-gambar garis-garis hori sontal vertikal Mengucapkan kalimat sesuai tujuan (kalimat tanya, per nyataan) Mencoret bentuk (zig zag, garis, lengkung, dll) Menunjuk berdasarkan simbol huruf dikenali-nya Bertanya menggunakan lebih dari 2 kata kata tanya seperti: apa, mengapa, bagaimana, dimana Menulis huruf-huruf dicontohkan cara meniru Menceritakan kembali isi cerita secara bentukbentuk simbol (pra menulis) Mencerita- Membuat kan isi buku gambar walaupun tidak sama beberapa tulisan coretan/ tulisan bahasa sudah diungkapkan berbentuk huruf/kata -33-

34 3.13. Mengenal emosi diri menerima orang stimulasi dari lain situasi baru reaksi emosi diri secara wajar merespon situasi baru beradaptasi situasi baru orang lain di sekitarnya menerima keberadaan orang lain ada di sekitarnya Menyebut urutan angka-angka secara acak 1-3 memilih orang tertentu merasa cemas ketika dipisahkan orang dekatnya Membi- lang secara urut 1-5 mencari figur di luar orang terdekatnya membangun kedekatan orang lain Membilang secara urut 1-10 melakukan aktivitas keseharian lain Menghubungkan - konkret lambang bilangan 1-10 Menjalin pertemanan lain Menulis huruf-huruf dari namanya sendiri Menyebutkan angka bila diperlihatkan lambang bilangannya Menyebutkan jumlah cara menghitung Beradaptasi secara wajar dalam situasi baru reaksi reaksi Bereaksi ketika ada hal Mengungkapkan secara tegas Mempertahankan haknya Mempertahan kan hakhaknya -34-

35 mempertahankan haknya mempertahan kan haknya tidak sesuai, misal: marah saat orang lain mengambil mainan nya kebutuhan keinginan secara verbal fisik melindungi diri bantuan orang lain, misal: meminta bantuan pada orang dewasa melindungi diri Mengenali kebutuhan, keinginan, minat diri Mengungkapkan kebutuhan, keinginan, minat diri cara tepat Memang wajah orang berinteraksi nya Tersenyum pada semua orang merespons pada orangorang mengajak bermain atau berbicara Tersenyum pada orang dikenalnya tertarik pada di sekitarnya Memilih orang terdekat paling disukai Tertarik pada semua / mainan baru dilihatnya keinginannya bermain semua menarik hatinya mempunyai perasaan memiliki keinginan kuat memiliki tanpa tantrum/ mengamuk/ berontak Membedakan disukai tidak Memilih ingin digunakannya pakaian, mainan) Memilih disukainya sesuai kebutuhan atau keinginan secara lisan atau isyarat Memilih satu macam dari 2-3 pilihan tersedia mainan, makanan, pakaian) Memilih satu dari / disediakan Memilih satu macam dari 3 atau lebih pilihan tersedia Memilih / paling sesuai dibutuhkan dari beberapa pilihan ada -35-

36 3.15. Mengenal karya aktivitas seni (*) karya aktivitas seni menggunakan media Merespons stimulus diberikan misal: berwarna berbunyi Senang membuat bunyi cara memukul di sekitarnya Menggerakkan tangan anggota tubuh mengikuti irama musik didengar atau dilihatnya tertarik melakukan seni seperti seni musik, gerak, tari aktivitas seni (misal menggerakkan tubuh ketika mendengar musik, menggambar mencoret, bernyanyi) aktivitas seni (misal menggerakkan tubuh ketika mendengar musik, menggambar lengkung garis lurus, bernyanyi) aktivitas seni lebih teratur sesuai aturan/ karakteristiknya Menghargai penampilan karya seni lain bimbingan (misal bertepuk tangan memuji) Menghargai penampilan karya seni lain (misal bertepuk tangan memuji) Menampil kan karya seni di depan atau orang lain Membuat karya seni sesuai kreativitasnya misal seni musik, visual, gerak tari dihasilkannya -36-

37 dihasilkan orang lain Catatan: 1. Makna kata menulis, bukan diterjemahkan sebagai stimulasi mengarah kepada pemaksaan calistung. 2. Tanda (*) terkait indikator kesadaran seni, tidak diterjemahkan bahwa semua harus menyukai semua jenis seni (stimulasi dapat dilakukan berdasarkan minat bakat ). MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, TTD. MOHAMMAD NUH -37-

INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI LAHIR-6 TAHUN

INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI LAHIR-6 TAHUN Pengantar INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI LAHIR-6 TAHUN 1. Indikator pencapaian perkembangan adalah penanda perkembangan spesifik terukur memantau/menilai perkembangan pada usia tertentu.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

KEMENDIKBUD. Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum.

KEMENDIKBUD. Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum. No.1679, 2014 KEMENDIKBUD. Pendidikan Anak Usia Dini. 2013. Kurikulum. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Lebih terperinci

2-3. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 2-3 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

2-3. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 2-3 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 2-3 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 2-3 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS TK

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS TK SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS TK BAB II STRUKTUR KURIKULUM PAUD HERMAN RUSMAYADI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat sebelum pelaksanaan pembelajaran Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik

Lebih terperinci

3-4. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

3-4. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 3-4 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ANAK. IKA BUDI MARYATUN, M.Pd. Dosen Pada Prodi PG-PAUD FIP UNY. (Adapted From NEST Dok)

PERKEMBANGAN ANAK. IKA BUDI MARYATUN, M.Pd. Dosen Pada Prodi PG-PAUD FIP UNY. (Adapted From NEST Dok) PERKEMBANGAN ANAK IKA BUDI MARYATUN, M.Pd Dosen Pada Prodi PG-PAUD FIP UNY (Adapted From NEST Dok) PERKEMBANGAN SEPERTI APA YANG DIHARAPKAN PADA ANAK- ANAK ANDA? APAKAHYANG DIMAKSUD PERTUMBUHAN? Proses

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II 1. Berlari sambil melompat (D.3.20). 2. Meniru gerakan binatang/senam fantasi (D.3.23) 3. Berdiri dengan tumit di atas satu kaki selama 10 detik (D.3.19). 4. Mereyap dan merangkak lurus ke depan (D.3.22).

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER I

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER I SEMESTER I 1. Berjalan maju pada garis lurus (D.3.15). 2. Berjalan mundur dan ke samping (D.3.16). 3. Menirukan berbagai gerakan binatang atau senam 4. Merayap dan merangkak lurus ke depan (D.3.22). Manusia

Lebih terperinci

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 0-1 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 0-1 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 -1 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 0-1 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK B SEMESTER I. LATAR BELAKANG Manusia diciptakan Tuhan unik :

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK B SEMESTER I. LATAR BELAKANG Manusia diciptakan Tuhan unik : TK B SEMESTER I 1. Berjalan mundur dan ke samping pada garis lurus sejauh 2-3 m sambil membawa beban (D.3.16). 2. Berjalan maju pada garis lurus (D.3.15). 3. Menangkap, melempar bola dan bola kecil dengan

Lebih terperinci

KB PAUD JATENG TERPADU RENCANA PROGRAM SEMESTER (PROMES) KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KB-A (USIA 2 3 TAHUN)

KB PAUD JATENG TERPADU RENCANA PROGRAM SEMESTER (PROMES) KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KB-A (USIA 2 3 TAHUN) KB PAUD JATENG TERPADU RENCANA PROGRAM (PROMES) KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KB-A (USIA 2 3 TAHUN) 1 & 2 TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018 YAYASAN PENGELOLA PENDIDIKAN BERMAIN KB PAUD JATENG TERPADU

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI STANDAR ISI TENTANG TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK

Lebih terperinci

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 -2 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK RA YKUI BABAKSARI DUKUN GRESIK IDENTITAS ANAK DIDIK

LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK RA YKUI BABAKSARI DUKUN GRESIK IDENTITAS ANAK DIDIK R A YKUI LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK DUKUN GRESIK IDENTITAS ANAK DIDIK Nama Nomor Induk Alamat :. :. :.. DUKUN GRESIK www.raykuibabaksari.sch.id Alamat : Jl. Utara Bengawan Solo Desa Babaksari Gresik

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK KELAS I

SILABUS TEMATIK KELAS I SILABUS TEMATIK KELAS I Satuan Pendidikan Kelas Kompetensi Inti : SD/MI : I (satu) KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,

Lebih terperinci

TINJAUAN TERHADAP KURIKULUM 2013 DAN SARAN IMPLEMENTASINYA DI SATUAN PAUD KELOMPOK BERMAIN

TINJAUAN TERHADAP KURIKULUM 2013 DAN SARAN IMPLEMENTASINYA DI SATUAN PAUD KELOMPOK BERMAIN TINJAUAN TERHADAP KURIKULUM 2013 DAN SARAN IMPLEMENTASINYA DI SATUAN PAUD KELOMPOK BERMAIN Makalah disampaikan pada Workshop Pengembangan PAUD Bandung, 29 Juli 2 Agustus 2015 Muhammad Safri Fungsional

Lebih terperinci

AKTIVITAS PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS

AKTIVITAS PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS AKTIVITAS PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS (Disampaikan Pada Pelatihan Kader PAUD Se-Kelurahan Sidoagung Godean Sleman) Oleh: Lismadiana [email protected] FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Lebih terperinci

MEMAHAMI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK BAGI PENGEMBANGAN ASPEK SENI ANAK USIA DINI Oleh: Nelva Rolina

MEMAHAMI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK BAGI PENGEMBANGAN ASPEK SENI ANAK USIA DINI Oleh: Nelva Rolina MEMAHAMI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK BAGI PENGEMBANGAN ASPEK SENI ANAK USIA DINI Oleh: Nelva Rolina PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini yang menjadi pondasi bagi pendidikan selanjutnya sudah seharusnya

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 28 November 2012 SILABUS Kelas I Tema 2 : Kegemaranku Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012 SILABUS KELAS: 1 TEMA: KEGEMARANKU KOMPETENSI DASAR INDIKATOR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Orangtua berharap anaknya bisa mendapat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP Kelas 1 Tema : Kegemaranku Satuan Pendidikan :... Kelas / Semester : I (Satu) / 1 Tema / Topik : KEGEMARANKU Petemuan ke : 1 : 1 Hari A. KOMPETENSI INTI 1. Menerima

Lebih terperinci

4-5. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 4-5 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

4-5. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 4-5 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 4-5 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 4-5 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

SILABUS KELAS: I (satu)

SILABUS KELAS: I (satu) Format Silabus Edisi 04-03-2013 SILABUS KELAS: I (satu) Format Silabus Edisi 04-03-2013 Satuan Pendidikan : SD Kompetensi Inti* KI 1: Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Memiliki

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK B SEMESTER II. LATAR BELAKANG Pekerjaan penting untuk mendapatkan penghasilan memenuhi kebutuhan seharihari.

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK B SEMESTER II. LATAR BELAKANG Pekerjaan penting untuk mendapatkan penghasilan memenuhi kebutuhan seharihari. 1. Memanjat, bergantung, dan berayun (D.3.18). 2. Senam fantasi bentuk meniru (D.3.24). 3. Melambangkan dan menangkap bola (D.2.1). 4. Menendang bola ke depan dan ke belakang (D.3.21). 5. Berlari sambil

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Buku Deteksi dan Stimulasi Perkembangan Anak Usia 0-36 bulan ini dikembangkan oleh peneliti untuk dijadikan pedoman bagi kader posyandu dalam rangka mengamati perkembangan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian dan pelaporan perkembangan anak usia dini merupakan bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan pendidikan anak usia dini. Penilaian dan pelaporan memiliki

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBELAJARAN. C. Prinsip Prinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai berikut.

PEDOMAN PEMBELAJARAN. C. Prinsip Prinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai berikut. SALINAN LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PEDOMAN PEMBELAJARAN I. PENDAHULUAN Pendekatan pembelajaran

Lebih terperinci

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia Rentang Perkembangan Manusia UMBY 1. Neonatus (lahir 28 hari) Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan. 2. Bayi (1

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

Tim Dosen Pengembangan Interaksi dan Komunikasi Anak Autis

Tim Dosen Pengembangan Interaksi dan Komunikasi Anak Autis PROGRAM PEMBELAJARAN BAGI ANAK AUTISTIK Tim Dosen Pengembangan Interaksi dan Komunikasi Anak Autis MEMILIH PROGRAM PEMBELAJARAN Program Penilaian Kemampuan Memilih Program untuk memulai pembelajaran Saatnya

Lebih terperinci

Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini

Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kompleks Perkantoran Kemdikbud, Gedung E, Lantai

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Masing-masing anak memiliki bakat dan potensi yang telah dibawanya dari

PENDAHULUAN. Masing-masing anak memiliki bakat dan potensi yang telah dibawanya dari 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak sebagai individu yang unik memiliki karakteristik yang berbedabeda. Masing-masing anak memiliki bakat dan potensi yang telah dibawanya dari sejak lahir. Masa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu

BAB I PENDAHULUAN. pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang mendasar melalui pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu hendaknya pendidikan bagi

Lebih terperinci

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam menjabarkan kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya. Perkembangan anak terjadi melalui beberapa tahapan dan setiap

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya. Perkembangan anak terjadi melalui beberapa tahapan dan setiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Perkembangan anak terjadi melalui beberapa tahapan dan setiap tahapan mempunyai ciri

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PLPG 2017 MATERI PEDAGOGIK GURU KELAS PAUD/TK BAB. IV KURIKULUM 2013 PAUD

SUMBER BELAJAR PLPG 2017 MATERI PEDAGOGIK GURU KELAS PAUD/TK BAB. IV KURIKULUM 2013 PAUD SUMBER BELAJAR PLPG 2017 MATERI PEDAGOGIK GURU KELAS PAUD/TK BAB. IV KURIKULUM 2013 PAUD KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 BAB. IV KURIKULUM 2013

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya 4 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data Perkembangan Balita Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya mengetahui sekelumit pertumbuhan fisik dan sisi psikologinya. Ada beberapa aspek

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SDLB Fatmawati Kelas/ Semester : I/I Tema/ Subtema/ PB : Diriku (1)/ Aku dan Teman Baruku (1)/ 1 Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan (9 x 30 Menit) A. Kompetensi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 1 : Bermain di Lingkungan Rumah Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

KOMPETENSI PENDIDIK (GURU PAUD, GURU PENDAMPING, GURU PENDAMPING MUDA) 1 KOMPETENSI GURU PAUD

KOMPETENSI PENDIDIK (GURU PAUD, GURU PENDAMPING, GURU PENDAMPING MUDA) 1 KOMPETENSI GURU PAUD LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KOMPETENSI PENDIDIK (GURU PAUD, GURU PENDAMPING, GURU

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK PENGABDIAN MASYARAKAT MAHASISWA PROGRAM D-IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATRA UTARA T.A. 2007/2008 P E R T UMB UH AN Pertumbuhan PERTAMBAHAN

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 4 : Tugasku Dalam Kehidupan Sosial Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

Workshop Peningkatan Kualitas Tenaga Kependidikan bagi Guru RA. Hotel Bifa Yogyakarta 15 Maret 2011

Workshop Peningkatan Kualitas Tenaga Kependidikan bagi Guru RA. Hotel Bifa Yogyakarta 15 Maret 2011 Workshop Peningkatan Kualitas Tenaga Kependidikan bagi Guru RA Hotel Bifa Yogyakarta 15 Maret 2011 1 PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Oleh: Arumi Savitri Fatimaningrum 2 PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PENDAHULUAN 3 Definisi

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI

KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI KELAS I KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Hakikat pendidikan anak usia dini, secara alamiah, perkembangan anak berbeda-beda, baik intelegensi, bakat, minat, kreativitas, kematang emosi, kepribadian,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 5 : 1 x Pertemuan (6 x 35

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia yang tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN UNTUK KELOMPOK USIA 4-5

CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN UNTUK KELOMPOK USIA 4-5 CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN UNTUK KELOMPOK USIA 4-5 TAHUN 1. Menyusun silabi yang diturunkan dari indikator kompetensi NO INDIKATOR KOMPETENSI SILABI- KONSEP/MATERI 1. Agama dan Moral Menyanyikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Anak merupakan potensi sumber daya manusia serta penerus cita-cita perjuangan bangsa

BAB I PENDAHULUAN. Anak merupakan potensi sumber daya manusia serta penerus cita-cita perjuangan bangsa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak merupakan potensi sumber daya manusia serta penerus cita-cita perjuangan bangsa dan dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut anak perlu mendapat pembinaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terhadap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak seolah-olah tidak

BAB I PENDAHULUAN. terhadap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak seolah-olah tidak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak memiliki karakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, anak

Lebih terperinci

Lampiran 1 Kuesioner kompetensi perkembangan anak usia tahun NO INDIKATOR KOGNITIF TES PERBUATAN PENILAIAN

Lampiran 1 Kuesioner kompetensi perkembangan anak usia tahun NO INDIKATOR KOGNITIF TES PERBUATAN PENILAIAN Lampiran Kuesioner kompetensi perkembangan anak usia 2.5 3.4 tahun NO INDIKATOR KOGNITIF TES PERBUATAN PENILAIAN. Menyebutkan 4 warna Sebutkan warna-warna yang kamu ketahui? 2. Menjodohkan warna-warna

Lebih terperinci

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS 2 SEMESTER I 17 PERHITUNGAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM Nama Sekolah : SD/MI... Kelas/semester : II (Dua)/ 1 (satu)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. mampu berkompetensi baik secara akademik maupun non akademik. Memenuhi kebutuhan pendidikan yang mampu mengembangkan akademik

I. PENDAHULUAN. mampu berkompetensi baik secara akademik maupun non akademik. Memenuhi kebutuhan pendidikan yang mampu mengembangkan akademik I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat di zaman globalisasi sekarang ini membutuhkan manusia yang mampu berkompetensi baik secara akademik maupun non akademik. Memenuhi kebutuhan pendidikan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pembinaan yang ditujukan kepada

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pembinaan yang ditujukan kepada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang UU No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir hingga usia

Lebih terperinci

1. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA SD/MI

1. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA SD/MI SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 24 TAHUN 2016 TENTANG KOMPETENSI INTI DAN PELAJARAN PADA KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH 1. KOMPETENSI INTI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 3 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 MOTORIK KASAR 2.1.1 Motorik Kasar Untuk merangsang motorik kasar anak menurut Sujiono, dkk, (2008) dapat di lakukan seperti melatih anak untuk meloncat, memanjat,berlari, berjinjit,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu

I. PENDAHULUAN. pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pedidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang mendasar melalui pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu hendaknya pendidikan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 28 November 2012 SILABUS Kelas I Tema 4: Keluargaku Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012 JARINGAN INDIKATOR PPKn Menunjukkan perilaku baik (jujur, disiplin,

Lebih terperinci

PROGRAM EVALUASI. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Semester : Ganjil Kelas : I (Satu) Tahun Pelajaran : 2011/2012

PROGRAM EVALUASI. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Semester : Ganjil Kelas : I (Satu) Tahun Pelajaran : 2011/2012 PROGRAM EVALUASI Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Semester : Ganjil Kelas : I (Satu) Tahun Pelajaran : 2011/2012 No. Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Hidup rukun 1. a. Perbedaan

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK KELAS II

SILABUS TEMATIK KELAS II SILABUS TEMATIK KELAS II Satuan Pendidikan Kelas Kompetensi Inti : SD/MI : II (Dua) KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,

Lebih terperinci

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) UNTUK ANAK USIA DINI

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) UNTUK ANAK USIA DINI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) UNTUK ANAK USIA DINI OLEH RAHAYU DWI UTAMI,SE.,S.Pd.,M.Pd. Anak adalah anugerah dari sang maha pencipta yang dititipkan oleh Tuhan YME sebagai amanah yang tidak

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SEKOLAH DASAR Kelas / semester : 1 / 2 Tema / topik : Lingkungan bersih dan sehat Petemuan ke : 1 Semester : 2 (dua) Alokasi waktu : 1 Hari A.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 1 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

DIRJEN PMPTK DEPDIKNAS.R.I YAYASAN PENGEMBANGAN PEREMPUAN DAN ANAK AMRIHSAE

DIRJEN PMPTK DEPDIKNAS.R.I YAYASAN PENGEMBANGAN PEREMPUAN DAN ANAK AMRIHSAE APE SESUAI DENGAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN OLEH : Ana, M.Pd. PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF SKM (SEDERHANA, KREATIF DAN MANDIRI) BAGI TUTOR PAUD DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA (Suatu Upaya

Lebih terperinci

Diri Sendiri 3 Minggu Mengenal diriku Mengenal tubuhku Kesukaanku

Diri Sendiri 3 Minggu Mengenal diriku Mengenal tubuhku Kesukaanku RKM PEMBELAJARAN KELOMPOK 2-4 Tahun Pembiasaan Mengucapkan doa sebelum dan sesudah makan Menyanyi lagu Doa Menyanyi lagu Aku Punya Tangan dan Kaki Menyanyi lagu Tuhan Maha Esa Mencuci tangan sebelum dan

Lebih terperinci

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? ASPEK YANG DISUKAI ANAK YANG BISA KITA AJARKAN FISIK Sangat Aktif. Bisa jalan, lari, lompat 2 kaki, bertumpu, dan manjat. Bisa corat-coret, bekerja dengan 3-4

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Nama Sekolah : SD Negeri 1 Pagerpelah Kelas/Semester : 2 / 1 Tema : Kasih Sayang Alokasi Waktu : 2 Minggu Pelaksanaan : Minggu ke-1 s.d. 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik A. Kompetensi Dasar Mengenal

Lebih terperinci

KURIKULUM 2013 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 8 : BUMI DAN ALAM SEMESTA. Nama Sekolah Kelas / Semester : III (Tiga) / 2

KURIKULUM 2013 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 8 : BUMI DAN ALAM SEMESTA. Nama Sekolah Kelas / Semester : III (Tiga) / 2 KURIKULUM 2013 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 8 : BUMI DAN ALAM SEMESTA Nama Sekolah Kelas / Semester : III (Tiga) / 2 : Nama Guru NIP / NIK : : 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkembang secara optimal. Berikut pernyataan tentang pendidikan anak usia

BAB I PENDAHULUAN. berkembang secara optimal. Berikut pernyataan tentang pendidikan anak usia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan awal yang akan sangat berpengaruh terhadap pendidikan selanjutnya, tujuan dari pendidikan anak usia dini

Lebih terperinci

STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK UNTUK MENCAPAI TUMBUH KEMBANG YANG OPTIMAL

STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK UNTUK MENCAPAI TUMBUH KEMBANG YANG OPTIMAL STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK UNTUK MENCAPAI TUMBUH KEMBANG YANG OPTIMAL Oleh: dr. Nia Kania, SpA., MKes PENDAHULUAN Memiliki anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan setiap orang tua. 1

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN BAGI GURU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN

BUKU PANDUAN BAGI GURU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN BUKU PANDUAN BAGI GURU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN Perkembangan Motororik Halus Anak CATATAN: PENDAHULUAN Proses tumbuh kembang kemampuan gerak seseorang anak disebut

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 1 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Anak sebagai makhluk individu yang unik dan memiliki karakteristik yang

BAB I PENDAHULUAN. Anak sebagai makhluk individu yang unik dan memiliki karakteristik yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak sebagai makhluk individu yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setiap anak selalu memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK. Satuan Pendidikan : SD/ MI Kelas/ Semester : I/ 1 : Diri Sendiri

SILABUS TEMATIK. Satuan Pendidikan : SD/ MI Kelas/ Semester : I/ 1 : Diri Sendiri SILABUS TEMATIK Satuan Pendidikan : SD/ MI Kelas/ Semester : I/ 1 Tema : Diri Sendiri Kompetensi Dasar Mendengarkan 1.1 Membedakan berbagai bunyi bahasa Indikator 1.1.1Mengenal bunyi bahasa (a, i, m, n)

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 3 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS 1 Semester 1 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPS

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP Kelas 1 Tema : Pengalamanku Satuan Pendidikan :... Kelas / Semester : I (Satu) / 2 Tema / Topik : Pengalamanku Petemuan ke : 1 Alokasi Waktu : 1 Hari A. KOMPETENSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu jenjang pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan setiap kemampuan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang. Gerakan yang menggunakan yaitu otot-otot halus atau sebagian anggota

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang. Gerakan yang menggunakan yaitu otot-otot halus atau sebagian anggota 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini adalah anak usia nol sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini merupakan individu usia 0-6 tahun yang mempunyai karakteristik unik. Pada usia tersebut anak sedang menjalani pertumbuhan dan perkembangan yang

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK KELAS II : Keselamatan di Rumah dan di Perjalanan : Aturan Keselamatan di Rumah Alokasi Sumber.

SILABUS TEMATIK KELAS II : Keselamatan di Rumah dan di Perjalanan : Aturan Keselamatan di Rumah Alokasi Sumber. Tema 8 Subtema 1 Mata PPKn Bahasa Indonesia SILABUS TEMATIK KELAS II : Keselamatan di Rumah dan di Perjalanan : Aturan Keselamatan di Rumah 3.2 Memahami tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 28 November 2012 SILABUS Kelas I Tema 8 : Peristiwa Alam Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012 TEMA KELAS I Peristiwa Alam KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KEGIATAN

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 1 : Bermain di Lingkungan Rumah Pembelajaran Ke : 3 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP Kelas II Semester 1 Tema 1 : Hidup Rukun Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 1 : Hidup Rukun Sub Tema 1 : Hidup Rukun di Rumah Pembelajaran Ke

Lebih terperinci

Manfaat Deteksi Dini. Tumbuh Kembang Anak SERI BACAAN ORANG TUA

Manfaat Deteksi Dini. Tumbuh Kembang Anak SERI BACAAN ORANG TUA 03 SERI BACAAN ORANG TUA Manfaat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan

Lebih terperinci

PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 1. Arah atau Sasaran Kurikulum PAUD Kurikulum diarahkan pada pencapaian perkembangan sesuai dengan tingkatan

PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 1. Arah atau Sasaran Kurikulum PAUD Kurikulum diarahkan pada pencapaian perkembangan sesuai dengan tingkatan PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 1. Arah atau Sasaran Kurikulum PAUD Kurikulum diarahkan pada pencapaian perkembangan sesuai dengan tingkatan pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan standar perkembangan

Lebih terperinci

KEGIATAN LATIHAN GERAK DAN LAGU (JERUK BALI) UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI

KEGIATAN LATIHAN GERAK DAN LAGU (JERUK BALI) UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI KEGIATAN LATIHAN GERAK DAN LAGU (JERUK BALI) UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI Oleh: Ni Kadek Nelly Paspiani, S.Pd TK Negeri Pembina Kotabaru, [email protected] Abstrak

Lebih terperinci

Tinjauan Mata Kuliah Masa TK : perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung sangat cepat. Perkembangan Motorik Perkembangan motorik identik denga

Tinjauan Mata Kuliah Masa TK : perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung sangat cepat. Perkembangan Motorik Perkembangan motorik identik denga Metode Pengembangan Fisik Drs. Rumpis Agus Sudarko, M.S. FIK-UNY Tinjauan Mata Kuliah Masa TK : perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung sangat cepat. Perkembangan Motorik Perkembangan motorik

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PAUD ISLAM TERPADU MUTIARA HATI BABAGAN KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG

BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PAUD ISLAM TERPADU MUTIARA HATI BABAGAN KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PAUD ISLAM TERPADU MUTIARA HATI BABAGAN KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG Data yang telah tersusun dari Bab III tentang model pembelajaran pendidikan

Lebih terperinci