BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Susanto Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN III. 1 System Dynamics sebagai suatu Metodologi System Dynamics mendesak para pengambil keputusan untuk melihat arena kebijakannya sebagai suatu paradigma atau model yang meyeluruh (world view) (Meadows dalam Myrtveit, 2005). System dynamics tidak saja merupakan sebuah pandangan holistik atas suatu masalah, ia juga merupakan sebuah metodologi. Tujuan utama pemodelan system dynamics ialah meningkatkan pemahaman kita tentang suatu masalah dan mengidentifikasi kebijakan yang sedang berjalan dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil atau output sistem sesuai dengan yang kita inginkan. Sebuah sistem (termasuk system dynamics) memuat sejumlah komponen dan relasi diantara komponen-komponennya. Jenis komponen dan interrelasi-nya membentuk identitas sistem dan cara sistem sistem mencapai tujuannya. Dengan menggambarkan relasinya (grafik 3.1) kita dapat melihat struktur suatu sistem termasuk boundary-nya. X1 X2 Batas Sistem X3 X4 Struktur Sistem Gambar 3. 1 Sebuah sistem System Dynamics difokuskan pada pemahaman antara penyebab dan efek (the causes and effects) yang diekspresikan dengan hubungan antara stok (level) dan flow (rate). Dalam system dynamics dinamika model merupakan fungsi dari kondisi awal model dan struktur dari modelnya. System Dynamics utamanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan identifikasi penyebab dan solusi dari masalah dunia nyata, karena itu amat penting bagi pemodel untuk membangun model yang sesederhana mungkin tanpa melupakan tujuan pembuatan dan kompleksitas dunia nyata yang dimodelkan. Dengan membuat model yang sederhana kita akan lebih mudah meningkatkan
2 32 pemahaman kita tentang sistem nyata yang kita amati. Sebaliknya dengan membuat model yang besar dan kompleks kita akan kehilangan peluang untuk meningkatkan pemahaman. Karena itu sebelum membangun suatu model peneliti disarankan untuk mempelajari problem dengan tingkat pemahaman yang holistik dan tidak spasial. Tujuan utama dari pembuatan system dynamics ialah process oriented (Myrtveit, 2005). Pemahaman process oriented dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan kita melalui simulasi model dengan menjawab pertanyaanpertanyaan kita dan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi. Dengan kata lain, pemodelan system dynamics merupakan proses pembelajaran (learning process) bukan sekedar sebuah model belaka. Tujuan pemodelan system dynamics ialah untuk memahami perilaku sistem ke depan (long term prediction) dan tidak sekedar memahami perilaku historis dan fisik sistem. Metodologi system dynamics, dalam memprediksi masa depan, menekankan pentingnya pemahaman tentang delay, efek samping untuk memahami perilaku sistem lebih baik. Maksud Lingkup Asumsi Hasil Akhir Meningkatkan pemahaman tentang penyebab dan efek-efek yang menghasilkan masalah. Identifikasi solusi dan membangun sejumlah kebijakan untuk mencapai solusi Perspektif holistik, mencakup semua faktor penting yang menyebabkan masalah. Perspektif sistem secara agegrasi dengan menggabungkan eventevent dalam proses simulasi yang berjalan kontinu. Perilaku sistem merupakan fungsi keadaan awal dan struktur sistem. Pemahaman kualitatif sistem dibangun dari sejumlah umpan-balik Berfokus pada pemahaman proses (process oriented) Tabel 3.1 Karakteristik System Dynamics (Myrtveit, 2005) III. 2 Pemodelan System Dynamics Menurut Richardson dan Pugh (1981), dalam membangun sebuah model, replika sistem nyata, kita selalu dihadapkan pada pertanyaan klasik mengenai keabsahan model sebagai replika sistem nyata. Pertanyaan klasik tersebut: a. Apakah suatu model telah baik ditinjau dari tujuan pembuatan dan masalah yang ingin dipecahkan?
3 33 b. Pertanyaan kedua, apakah model konsisten dengan realita (sistem nyata) yang ingin dimodelkan? Langkah-langkah dalam pemodelan system dynamics (Khalid Saeed, 1994) sebagai berikut: Mental Model, Pengalaman, Literatur Mental Model, Pengalaman Bukti Empirik Persepsi Struktur Sistem Data empiris (time series) Perbandingan dan Rekonsiliasi Proses validasi struktur Konseptualisasi Sistem Proses validasi perilaku Perbandingan dan Rekonsiliasi Representasi Struktur Model Formulasi Model Deduksi Prilaku Model Tool diagram dan deskripsi Perlengkapan Komputer Gambar 3.2 Prosedur pemodelan system dynamics menurut Saeed (1994) III.2.1 Proses Pengenalan Masalah Identifikasi masalah dalam sistem yang kita amati perlu diidentifikasi terlebih dahulu, sebelum kita mulai membuat modelnya. Identifikasi masalah biasanya disertai dengan menetapkan struktur dan perilaku fenomena yang kita amati. Pembentukan struktur-perilaku pada tahap ini dipengaruhi oleh literatur, pengalaman yang kemudian membentuk mental model kita. Fase ini melingkupi penetapan jangka waktu simulasi dan boundary model.
4 34 Pola referensi (reference mode) Pola referensi dihasilkan dari pola historis yang menggambarkan perilaku persoalan (problem behaviour). Dalam tahap ini kita juga bisa mempelajari reference mode dari moel system dynamics yang telah ada sebelumnya dan mengembangkannya sesuai dengan tujuan pembuatan model. Pola referensi ini merupakan gambaran perubahan variabel-variabel penting dan variabel lain yang terkait, dari waktu ke waktu. Hipotesa Dinamik Hipotesa dinamik merupakan proses iterasi (berulang) dari kombinasi hipotesa awal dan interaksi sistem sesuai yang sesuai dengan hasil yang kita dapat pada tahap reference mode. Hipotesa dinamik juga mengandung perbandingan dengan bukti empiris dan reformulasi akan diperlukan untuk sampai pada suatu hipotesa yang logis dan sahih sesuai data empirik. Batas Model Dinamika sebuah sistem dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhinya dinamakan faktor endogenous dan merupakan variabel yang penting dalam menganalisa sistem. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi sistem dinamakan faktor exogenous. Karena itu penentuan batas model perlu ditentukan terlebih dahulu dengan jelas agar kita mudah mendefinisikan faktor endogenous dan exogenous model. Batas model ini membantu kita untuk memisahkan proses-proses yang menyebabkan adanya kencenderungan internal yang diungkapkan dalam pola referensi dari prosesproses yang merepresentasikan pengaruh-pengaruh eksogen, yaitu pengaruh yang berasal dari luar sistem. Waktu Simulasi Setelah batas model ditetapkan bersamaan dengan penetapan variabel exogenous dan endogenous-nya, pemodel harus menetapkan dengan cermat jangka waktu simulasi model. Jangka waktu simulasi amat penting untuk mendapatkan dinamika perubahan yang dibawa oleh interaksi diantara faktor internal dan eksternal model. Jika waktu simulasi tidak cermat, bisa saja interaksi dalam model tidak teramati dengan baik.
5 35 III.2.2 Konseptualisasi Sistem Pada fase ini kita mulai untuk membangun struktur feedback sistem yang kita amati. Pemahaman struktur umpan-balik ini penting karena struktur inilah yang membangun dinamika model yang kita buat. Kita juga harus membangun struktur informasi, menguji validitas model dan rancangan untuk melakukan eksplorasi kebijakan. Dalam tahap ini kita mulai menggambarkan sistem dalam fase kualitatif yaitu membangun diagram causal loop. Dan mengembangkan diagram causal loop ke dalam diagram alir (flow diagram) komputer. III.2.3 Formulasi Model Fase ini termasuk tahap pembangunan model yang bersifat kuantitatif. Yaitu melengkapi model yang kita buat dengan persamaan-persamaan matematika yang menghubungkan antara variabel satu dengan variabel lainnya dalam bahasa program simulasi yang kita gunakan. Proses kuantitatif ini memungkinkan model kita untuk melakukan simulasi untuk menentukan perilaku dinamis yang sesuai dengan konseptualisasi yang kita lakukan sebelumnya. Menurut Richardson (2008) ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam menulis persamaan model: Parameter yang dikenal (Recognizable parameters) Menggunakan parameter yang mudah dimengerti atau sudah dikenal luas. Persamaan yang handal (Robust equation forms) Menggunakan persamaan yang handal dalam artian mampu menjelaskan dinamika model dalam keadaan ekstrim. Fase relasi (Phase relations) Membangun relasi yang jelas antara persamaan dalam model. Richardson s Rule: Menggunakan persamaan matematika yang sesederhana mungkin. Dalam pandangan Richardson (2008) persamaan matematika yang kompleks dan berlebihan akan mengurangi tingkat konfidensi model.
6 36 Prinsip-prinsip untuk membuat model dinamik menurut Sterman (1981): keadaan yang diinginkan dan keadaan yang terjadi harus secara eksplisit dinyatakan dan dibedakan di dalam model; adanya struktur stok dan aliran dalam kehidupan nyata harus dapat direpresentasikan di dalam model: aliran yang secara konseptual berlainan cirinya harus secara tegas dibedakan di dalam menanganinya; hanya informasi yang benar-benar tersedia bagi aktor-aktor di dalam sistem yang harus digunakan dalam pemodelan keputusan-keputusannya; struktur kaidah pembuatan keputusan di dalam model haruslah sesuai (cocok) dengan praktek-praktek manajerial; dan model haruslah robust dalam kondisi-kondisi ekstrim. Struktur dasar dalam pemodelan system dynamics yaitu: State Variabel, variabel ini sering dinamakan level atau stock, yang berfungsi sebagai media storage perubahan yang terjadi dalam simulasi model. Variabel ini sangat penting karena perubahan-perubahan variabel lain diakumulasikan dalam variabel ini. Level pada suatu loop hanya bisa didahului oleh rate, tetapi bisa diikuti oleh auxiliary atau rate. Persamaan rate atau flow, menggambarkan aliran materi atau informasi yang ada dalam model. menggambarkan aliran materi atau informasi yang ada dalam model. Nilainya dipengaruhi oleh informasi-informasi atau materi yang melaluinya. Persamaan auxiliary, sesuai dengan namanya persamaan ini berfungsi sebagai persamaan bantu dalam merumuskan persamaan rate, yang digunakan untuk mendefinisikan faktor-faktor yang menentukan persamaan rate secara terpisah. Persamaan sisipan (supplementary). Untuk mempermudah pemahaman tentang model, kita juga dapat mencantumkan persamaan sisipan yang dipergunakan untuk mempermudah pembacaan model. Persamaan nilai awal (initial value), variabel level harus ditentuksn terlebih dahulu nilai initial-nya agar dapat disimulasikan.terkadang nilai awal rate
7 37 harus terlebih dahulu ditentukan sebelum siklus pertama perhitungan persamaan model dilakukan. Aliran material, yaitu aliran benda fisik dari suatu variabel ke variabel lain yang perpindahannya per waktu dinyatakan dalam persamaan rate. Aliran informasi, yaitu suatu struktur yang berperan dalam fungsi-fungsi keputusan yang tidak mempengaruhi variabel secara langsung. III.2.4 Pengujian dan Pengembangan Model a. Pengujian Model Untuk mengetahui kesahihan model sebagai replika sistem nyata, perlu dilakukan pengujian model. Uji model dilakukan dengan membandingkan perilaku model dengan perilaku sistem yang sebenarnya yang direpresentasikan oleh data empirik di lapangan. Jika perbandingan hasil simulasi model mempunyai kesesuaian dengan data empirik, maka model dapat dinyataakan sebagai replika sistem nyata yang baik atau valid. Validasi ialah proses untuk menguji konfidensi struktur dan perilaku model sebagai suatu representasi sistem nyata yang dapat dipercaya. Validasi diperlukan dalam upaya untuk membandingkannya dengan pola referensi dan secara terusmenerus memodifikasi dan memperbaiki struktur model. Suatu model secara struktur dapat dikatakan valid jika model tidak hanya dapat membuat reproduksi perilaku sistem, akan tetapi juga dapat mengungkapkan bagaimana sistem bekerja dalam menghasilkan perilaku tersebut. Oleh karena itu model dapat dikatakan baik jika model dapat menambah pemahaman terhadap perilaku sistem yang dimaksud, mudah dikomunikasikan dan dapat menolong perbaikan pada sistem tersebut. Bila ada korespondensi antara model dan sistem nyata, makamodel yang dibuat dapat diterima sebagai suatu representasi persoalan yang sahih dan dapat digunakan untuk analisis kebijakan. Validasi model dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu: Validasi melalui komparasi grafik hasil simulasi dengan data statistik; Validasi jenis ini ditampilkan dengan menyatukan representasi data empirik dan data hasil simulasi dalam satu grafik.
8 38 Validasi dengan uji statistik (Theil Statistics). Dalam uji statistik, standar yang digunakan untuk mengukur kesalahan adalah rataan kuadrat kesalahan (mean square error; MSE), yang dinyatakan dengan persamaan berikut (Sterman, 1984) : n MSE = 1/n [(S t A t )/A t ] 2 n=1.. (3.1) dimana: MSE = Mean Square Error; St = nilai simulasi pada waktu t; At = nilai aktual pada waktu t; n = jumlah pengamatan (t = 1,, n); Semakin rendah nilai MSE menunjukan tingkat kesalahan yang kecil, dan demikian sebaliknya. Penafsiran kesalahan-kesalahan hasil simulasi dipresentasikan dengan Root Mean Square Percent Error (RMSPE), yang dinyatakan dengan persamaan berikut : RMSPE = 1/n [(S t A t )/A t ] 2 n n=1.... (3.2) Kesalahan-kesalahan yang termaktub dalam MSE dapat disusun dalam 3 jenis kesalahan. Uji statistik Theil didasarkan pada perhitungan bahwa error dalam model merupakan proporsi ketidaksamaan bias (Um), ketidaksamaan varian (Us) dan ketidaksamaan kovarian (Uc). Dalam meningkatkan kepercayaan terhadap model, model yang ideal seharusnya memiliki kesalahan yang sangat kecil dan terkonsentrasi pada U C dan U S. Namun dari semua uji statistik dimaksud, penentuan signifikansi dan tingkat tolerasinya bergantung pada tujuan model dibuat dan karakteristik datanya.
9 39 Persamaan-persamaan ketidaksamaan tersebut diuraikan di bawah ini : U M = ( Ŝ Ā) 2 n 1/n [ S t A t ] 2 n=1.. (3.3) U S = ( S S S A ) 2 n 1/n [ S t A t ] 2 n=1.. (3.4) U C = 2 ( 1 r) S S. S A n 1/n [ S t A t ] 2 n=1 U M + U S + U C = 1.. (3.5).. (3.6) Dimana : Nilai dari masing-masing besaran di atas diberikan oleh persamaanpersamaan berikut ini: Ŝ = 1/n S t.. (3.7) Â = 1/n A t.. (3.8) S S = 1/n [ S t Ŝ ] 2.. (3.9) S A = 1/n [ A t Ā ] 2.. (3.10) r = 1/n [ S t Ŝ ] 2 [ A t Ā ] 2 S S.S A.. (3.11)
10 40 dimana: UM = proporsi MSE karena bias US = proporsi MSE karena varian UC = proporsi MSE karena kovarian Ŝ = rata-rata nilai simulasi  = rata-rata nilai aktual St = nilai simulasi pada waktu t At = nilai aktual pada waktu t SS = standar deviasi nilai simulasi SA = standar deviasi nilai aktual n = jumlah pengamatan (t = 1,, n) Hasil uji ketidaksamaan Theil menjelaskan hal-hal sebagai berikut: a. Kesalahan karena bias diindikasikan dengan nilai U M yang besar, sementara nilai U S dan U C kecil. Kesalahan karena bias dianggap berpotensi serius dan biasanya merupakan kesalahan dalam mengestimasi parameter. Kesalahan ini dikategorikan sebagai kesalahan sistematis antara model dengan kenyataan. b. Kesalahan karena ketidaksamaan varian yang besar juga termasuk kesalahan sistematis. Terdapat dua kasus kesalahan yang tergolong dalam kelompok ini, yaitu: Jika nilai U S mendominasi kesalahan, dengan nilai U M dan U C kecil, berarti terdapat rata-rata yang sama dan korelasi yang tinggi, tetapi jarak varian rata-ratanya berbeda. Keadaan ini menunjukkan nilai simulasi dan nilai aktual yang mempunyai kecenderungan berbeda. Jika U S besar, tetapi memiliki rata-rata yang sama (U M = 0) dan U C kecil, berarti kesalahan terjadi karena gangguan acak (random noise) atau nilai aktual mempunyai siklus yang berbeda dengan nilai simulasi. Interpretasi atas kesalahan ini sangat ditentukan oleh tujuan membuat model. Jika model dibuat untuk menyelidiki pola siklus sistem, maka kesalahan ini dapat dikategorikan sebagai kesalahan sistematis. Akan
11 41 tetapi apabila tujuan membuat model untuk menganalisa perilaku jangka panjang, maka kesalahan ini tidak penting dan tidak bersifat sistematis. Kesalahan karena ketidaksamaan kovarian yang diindikasikan dengan nilai U C yang besar, sedangkan nilai U M dan U S kecil. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tiap-tiap titik (point by point) antara simulasi dengan hasil aktual tidak sama meskipun model dapat dikatakan memiliki nilai rata-rata dan kecenderungan yang sama dengan nilai aktualnya. Nilai U C yang besar merupakan indikasi terjadinya gangguan (noise) pada pola siklus (cyclical modes) pada data historis yang tidak dapat ditangkap oleh model. Kesalahan ini pada umumya bukan merupakan kesalahan sistematis. Proses validasi harus pula dilengkapi dengan proses-proses pengujian validasi struktur dan perilaku. Selengkapnya pengujian-pengujian yang dapat dilakukan dalam suatu proses pemodelan system dynamics dapat dinyatakan dalam tabel dibawah ini. Tabel 3.2 Pengujian-pengujian dalam System Dynamics Uraian Pengujian Proses pengujian struktur model Pengujian Perilaku Model Tipe Pengujian Verifikasi Struktur Verifikasi Paramater Kondisi Ekstrim Kecukupan Bts (Struktur) Konsistensi Dimensional Reproduksi Perilaku Anomali Perilaku Pertanyaan selama pengujian model Apakah struktur model konsisten dengan pengetahuan deskriptif yang relevan tentang sistem? Apakah parameter-parameter konsisten dengan pengetahuan deskriptif dan numerik mengenai sistem? Apakah masing-masing persamaan masuk akal kendati inputnya memiliki nilai-nilai ekstrim? Apakah konsep-konsep yang penting menyangkut persoalan telah tercakup (endogenus) dengan model? Apakah masing-masing persamaan konsisten secara dimensional tanpa menggunakan parameter-parameter yang tidak ada di dunia nyata? Apakah model secara endogenus membangkitkan gejala-gejala dari persoalan, mode-mode perilaku, frekuensi, dan karakteristik lain dari perilaku sistem ril? Apakah perilaku abnormal muncul jika suatu asumsi model ditiadakan?
12 42 Pengujian Implikasi Kebijakan Family Member Perilaku Mengejutkan Kebijakan Ekstrim Kecukupan Batas (Perilaku) Sensitivitas Perilaku Karakter Statistika Perbaikan Sistem Prediksi Perilaku Kecukupan Batas (Kebijakan) Sensitivitas Kebijakan Dapatkah model mereproduksi perilaku dari contoh-contoh sistem lain dalam kelas yang sama seperti model (mis.: dapatkah sebuah model perkotaan membangkitkan perilaku kota New York, Dallas, Carson City, dan Calcutta bilamana diberi parameter masing-masing kota tersebut)? Apakah model menunjukkan adanya suatu mode perilaku yang sebelumnya tidak dikenali dalam sistem ril? Apakah model berperilaku sebagaimana mestinya bila dihadapkan pada kebijakan-kebijakan ekstrim atau input-input pengujian? Apakah perilaku model sensitif terhadap penambahan atau perubahan struktur untuk mewakili teori-teori alternatif yang dapat dapat diterima? Apakah perilaku model sensitif terhadap variasivariasi yang dapat diterima dalam parameterparameternya? Apakah output model memiliki karakter statistika yang sama dengan output dari sistem ril? Apakah kinerja sistem ril meningkat melalui penggunaan model? Apakah model dengan benar menjabarkan hasilhasil dari kebijakan yang baru? Apakah rekomendasi kebijakan sensitif terhadap penambahan atau pengubahan struktur untuk merepresentasikan teori-teori alternatif yang dapat diterima? Apakah rekomendasi-rekomendasi kebijakan sensitif dengan variasi-variasi yang masuk akal dalam parameter-parameternya? Dikutip dari Taufik (2008, Sumber: Diadaptasi dari Sterman (1984)) b. Pengembangan Model Dalam tahapan-tahapan awal pemodelan sampai dengan pengujian model (dalam tiap tahapannya) mungkin saja dilakukan perubahan struktur model, baik dengan melakukan penambahan atau pengurangan struktur model. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk memperoleh suatu model yang sesuai dengan sistem yang sebenarnya, atau sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai, dan dapat dimengerti dengan baik. Pengembangan model dapat dilakukan dengan menambah/mengurangi variabel, menambah/mengurangi umpan-balik, atau memperkecil/memperluas boundary model. Pengembangan model pada peinsipnya ditujukan untuk process oriented, yaitu meningkatkan pemahaman tentang struktur sistem nyata yang kita amati.
13 43 III.2.5 Analisis Kebijakan dan Penggunaan Model Menurut Tasrif (2005) analisa kebijakan ialah menggunakan model untuk melacak kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan efek perubahan perilaku sistem nyata sesuai dengan yang diinginkan (menanggulangi/ memperbaiki perilaku sistem yang tidak diinginkan atau mewujudkan perilaku sistem yang diinginkan). Analisa kebijakan mencakup 1) apa kebijakannya, mengapa 2) besaran dan 3) kapan kebijakan diterapkan (Tasrif, 2005). Analisis lebih mendalam dapat dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan dampak dari berbagai kebijakan yang dipilih. Penyusunan alternatif kebijakan merupakan tindakan atau kombinasi dari dua jenis intervensi terhadap model yaitu perubahan parameter (nilai konstanta atau besaran variabel) dan perubahan struktural (yang mencakup bentuk dan variasi persamaan variabel model). a. Perubahan Parameter Perubahan parameter menurut Tasrif (2005) mengandung perubahan parameterparameter kebijakan yang sensitif dalam suatu model yang mengindikasikan titiktitik pengungkit (leverage points) dalam sistem nyata, tempat suatu perubahan dapat dilakukan dalam sistem nyata yang akan mengubah (memperbaiki) perilaku sistem. Menguji sensitivitas model terhadap suatu nilai parameter kebijakan merupakan uji sensitivitas sistem yang sebenarnya dalam kaitannya dengan perubahan kebijakan. Di dalam model terdapat sejumlah parameter yang dikategorikan sebagai parameter kebijakan, yaitu sejumlah nilai yang berada di bawah kendali para pengambil kebijakan dalam sistem nyata. b. Perubahan Struktural Perubahan struktur dalam model mencakup penambahan/pengurangan struktur umpan balik dalam model. Perubahan struktur ini menandakan adanya perubahan kaidah keputusan. Perubahan struktur juga dapat dimaksudkan untuk mengubah arah model ke arah yang diinginkan (desired state). Dengan kata lain perubahan struktur ditujukan untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai pengaruh keputusan-keputusan terhadap hasil simulasi model.
14 44 Struktur umpan-balik dalam pemodelan system dynamics seringkali digunakan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang kompleksitas sistem amatan. Umpan-balik timbul jika efek variabel satu ke variabel lainnya ditransfer ke variabel asal. Ini biasanya menghasilkan efek-efek yang sering tidak disadari oleh pengambil kebijakan. Karena itu banyak pakar menyatakan bahwa struktur umpan balik merupakan salah satu keunggulan system dynamics khususnya dalam memahami rangkaian halus (coupling subtle) yang bekerja dalam sistem nyata. c. Hasil Akhir Analisis Kebijakan Hasil akhir analisa kebijakan ialah menyusun rekomendasi kebijakan yang didasarkan atas hasil simulasi dengan berbagai perubahan (parameter dan struktural) yang dibuat pemodel. Hasil analisa kebijakan juga mencakup bagaimana keadaan aktual kini dan berbagai intervensi kebijakan membawa perubahan sistem di masa datang. Menurut Richardson dan Pugh (1981), rekomendasi kebijakan dianggap memiliki kekuatan yang memadai jika kebijakan tersebut dianggap sebagai kebijakan terbaik meskipun dilakukan sejumlah perubahan dalam parameter model sewaktu menghadapi kondisi exogenus yang berbeda. Dalam pandangan Sterman (2000) tidak ada model yang benar-benar sesuai dengan sistem sebenarnya (Sterman, 2002) karena itu, kekuatan rekomendasi merupakan hal vital dalam mengusulkan suatu rekomendasi kebijakan. Kemampuan kebijakan dapat dilihat dari kemungkinan pelaksanaan kebijakan itu dalam dunia nyata. Jika perubahan parameter dan struktur dimungkinkan dalam dunia nyata, maka semakin besar kekuatan rekomendasi kebijakan itu sendiri.
BAB III METODOLOGI SYSTEM DYNAMICS
BAB III METODOLOGI SYSTEM DYNAMICS Dalam penelitian ini, analisis keandalan ketersediaan air baku Sungai Cikapundung Hulu dilakukan dengan menggunakan metoda system dynamics. Penggunaan system dynamics
Bab V Validasi Model
Bab V Validasi Model 5.1 Pengujian Model Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengujian model sistem dinamik menyangkut tiga aspek yaitu : (1) pengujian struktur model; (2) pengujian perilaku model;
BAB IV KONSEPTUALISASI DAN METODE SYSTEM DYNAMICS
BAB IV KONSEPTUALISASI DAN METODE SYSTEM DYNAMICS IV.1 Pendekatan System Dynamics Saswinadi Sasmojo menyatakan bahwa yang dimaksud dengan suatu sistem adalah fenomena yang telah terdefinisi strukturnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Research and Development/R&D) melalui pendekatan sistem dinamis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) melalui pendekatan sistem dinamis (dynamics system). Metode
BAB V MODEL DINAMIKA KOTA TANGERANG
BAB V MODEL DINAMIKA KOTA TANGERANG V.1 Kerangka Kerja Pemodelan Untuk pemodelan yang dilakukan dalam tesis ini, kerangka kerja yang dilakukan adalah dengan mengacu kepada pendekatan pemodelan yang telah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. simulasi komputer yang diawali dengan membuat model operasional sistem sesuai dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penulisan ini dilakukan dengan menggunakan metoda System Dynamics yaitu sebuah simulasi komputer yang diawali dengan membuat model operasional sistem
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian Penelitian ini secara garis besar mencoba menjelaskan langkah-langkah dalam mengevaluasi tingkat kecelakaan kerja yang bersumber dari bahaya unsafe condition
KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA. Kerangka Berpikir
KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA Kerangka Berpikir Pentingnya peran Puskesmas dalam peningkatan kesehatan penduduk di wilayahnya saat ini menghadapi berbagai tantangan baik berupa kendala internal yakni
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Indonesia memiliki potensi bahan baku industri agro, berupa buah buahan tropis yang cukup melimpah. Namun selama ini ekspor yang dilakukan masih banyak dalam bentuk buah segar
3. METODOLOGI PENELITIAN
20 3. METODOLOGI PENELITIAN Kerangka Pemikiran Penelitian Pengembangan agroindustri udang merupakan hal yang sangat penting dalam siklus rantai komoditas udang. Pentingnya keberadaan agroindustri udang
DAFTAR ISI. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Masalah Ruang Lingkup Penelitian Data yang Diperlukan...
9 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...iii LEMBAR PERNYATAAN... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR
BAB III SIMULASI Definisi Simulasi Tahapan Simulasi
BAB III SIMULASI 3. 1. Definisi Simulasi Simulasi adalah proses merancang model dari suatu sistem yang sebenarnya, mengadakan percobaan-percobaan terhadap model tersebut dan mengevaluasi hasil percobaan
Hanif Fakhrurroja, MT
Pertemuan 2 Model-Model Riset Operasional Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Pendahuluan Pendahuluan Model Dalam Riset Operasional Sebuah model keputusan
3.3. PENGEMBANGAN MODEL
Selain teknologi pemupukan dan OPT, mekanisasi merupakan teknologi maju yang tidak kalah penting, terutama dalam peningkatan kapasitas kerja dan menurunkan susut hasil. Urbanisasi dan industrialisasi mengakibatkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perkiraan Perkiraan adalah prediksi dari suatu variabel yang didasarkan pada nilai-nilai lampau yang diketahui dari variabel tersebut atau dari variabel lain yang berhubungan.
14. VALIDASI MODEL.
14. VALIDASI MODEL [email protected] 1 1. KE-KOMPLEKS-AN MODEL Fungsi sejumlah variabel yang secara eksplisit dimasukkan kedalam struktur model dan ketepatan nilai yang berkaitan dengan setiap variabel
Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM
Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Pendahuluan 0 Salah satu dasar utama untuk mengembangkan model adalah guna menemukan peubah-peubah apa yang penting
BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi terdiri dari input, proses, dan output, seperti yang terlihat pada
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Sistem Informasi Sebelum merancang sistem perlu dikaji konsep dan definisi dari sistem.. Sistem informasi terdiri dari input, proses, dan output, seperti yang terlihat
VIII. DAMPAK PERUBAHAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI
VIII. DAMPAK PERUBAHAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI Bagian ini akan menganalisis hasil melakukan simulasi, yaitu melakukan perubahan-perubahan pada satu atau beberapa
Analisis Model dan Simulasi. Hanna Lestari, M.Eng
Analisis Model dan Simulasi Hanna Lestari, M.Eng Simulasi dan Pemodelan Klasifikasi Model preskriptif deskriptif diskret kontinu probabilistik deterministik statik dinamik loop terbuka - tertutup Simulasi
III METODE PENELITIAN
42 III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di daerah Cilegon serta kawasan industri di Cilegon (Kawasan Industri Estate Cilegon, KIEC). Jenis industri di daerah tersebut adalah
Sistem, Model dan Simulasi
Sistem, Model dan Simulasi Sistem dan model Sistem merupakan kumpulan elemen ng bekerja bersama untuk mencapai tujuan ng diharapkan. Karakteristik atau ciri-ciri system : Sistem terdiri dari berbagai elemen
BAB III KALMAN FILTER DISKRIT. Kalman Filter adalah rangkaian teknik perhitungan matematika (algoritma)
BAB III KALMAN FILTER DISKRIT 3.1 Pendahuluan Kalman Filter adalah rangkaian teknik perhitungan matematika (algoritma) yang memberikan perhitungan efisien dalam mengestimasi state proses, yaitu dengan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 \ BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi-informasi faktual yang diperoleh berdasarkan hasil observasi maupun penelitian sangatlah beragam. Informasi yang dirangkum sedemikian rupa disebut dengan
3. METODE PENELITIAN 3.1. Penentuan Waktu dan Lokasi 3.2. Jenis Penelitian 3.3. Teknik Pengambilan Sampel
3. METODE PENELITIAN 3.1. Penentuan Waktu dan Lokasi Penelitian dilaksanakan pada 12 Februari 2016 hingga13 April 2016 di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Pemilihan lokasi dilakukan
Paramita Anggraini ( ) Pembimbing : Dr.Ir. Sri Gunani Partiwi. Co Pembimbing : Prof.Dr.Ir. Budisantoso Wirjodirdjo, M.
ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM PENYELARASAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN DUNIA INDUSTRI (STUDI KASUS : SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 5 (SMKN 5) DAN INDUSTRI MANUFAKTUR) JURUSAN
Model System Dinamics
System Thinking / System Dinamics (Perbedaan SD dan MP, Causal Loop, Konsep Stok dan Flow) Perbedaan system dinamics (SD) dan mathematical programming (MP) Perbedaan MP dan SD berdasarkan : 1. Tujuan :
BAB II MODEL Fungsi Model
BAB II MODEL Model adalah representasi dari suatu objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang lain dengan entitasnya. Model berisi informasi-informasi tentang suatu sistem yang dibuat dengan tujuan untuk
TEKNIK SIMULASI. Nova Nur Hidayati TI 5F
TEKNIK SIMULASI Nova Nur Hidayati TI 5F 10530982 PENDAHULUAN TUJUAN MEMPELAJARI SIMULASI Melalui kuliah ini diharapkan kita dapat mempelajari suatu sistem dengan memanfaatkan komputer untuk meniru (to
Sistem Penunjang Keputusan, Pertemuan Ke-2
Sistem. SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN : MODEL DAN PENDUKUNG DSS, GDSS, EIS, dan ES melibatkan satu istilah: sistem. Sistem adalah kumpulan dari obyek-obyek seperti orang, resources, konsep, dan prosedur
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini, terlihat perkembangan penelitian yang pesat pada berbagai bidang ilmu komputer, dan penggunaan ilmu komputer pada kendaraan telah mencapai
KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN
KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN A. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang berarti sejauh mana ketetpatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Djaali
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1. Pengertian Peramalan Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau kondisi yang diperkirakan
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel harga saham (Y)
54 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. 1. Statistik Deskriptif Hasil statistik deskriptif terhadap variabel penelitian disajikan pada tabel berikut ini : Tabel 4 Des criptive Statistics Mean Std. Deviation
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2016. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten
Hanif Fakhrurroja, MT
Pertemuan 3 Sistem Informasi Manajemen Komputer: Pengertian Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Latar Belakang Latar
BAB III METODE PENELITIAN. B. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
18 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain survei, yaitu mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. B. Populasi,
6/15/2015. Simulasi dan Pemodelan. Keuntungan dan Kerugian. Elemen Analisis Simulasi. Formulasi Masalah. dan Simulasi
Simulasi dan Pemodelan Analisis lii Model dan Simulasi Klasifikasi Model preskriptif deskriptif diskret kontinu probabilistik deterministik statik dinamik loop terbuka - tertutup Hanna Lestari, M.Eng Simulasi
BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Model Model adalah pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan (Departemen P dan K, 1984:
BAB I PENDAHULUAN. Peramalan keadaan pada suatu waktu merupakan hal penting. Hal itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peramalan keadaan pada suatu waktu merupakan hal penting. Hal itu dikarenakan peramalan dapat digunakan sebagai rujukan dalam menentukan tindakan yang akan
Bab IV. Metode dan Model Penelitian
Bab IV Metode dan Model Penelitian 4.1 Spesifikasi Model Sesuai dengan tinjauan literatur, hal yang akan diteliti adalah pengaruh real exchange rate, pertumbuhan ekonomi domestik, pertumbuhan ekonomi Jepang,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 21 Konsep Dasar Statistika Statistika merupakan cara-cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan, menyusun atau mengatur, menyajikan, menganalisis dan memberi interpretasi terhadap
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Total Quality Tools Di Proses Industri Ada beberapa pakar yang memiliki pendapat tersensiri tentang TQM, salah satunya Tobin (1990) yang mendefinisikan TQM sebagai usaha terintegrasi
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma Penelitian Paradigma penelitian menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta kriteria penulisan sebagai landasan untuk menjawab permaslahan peneitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan Agustus 2016
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek, Subjek, Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan Agustus 2016 bertempat di Power Plant II, Utilities-Production, RU V Balikpapan,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Memodelkan Antrian Analisis atas sistem antrian serta penentuan tingkat kapasitas (teller) yang optimal (seimbang antara kebutuhan nasabah dengan kapasitas perusahaan)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah-Langkah Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Langkah-Langkah Penelitian Untuk mencapai maksud dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan kemudian disusun metodologi penelitian yang terdiri dari langkah-langkah
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Classroom Action Research)
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Classroom Action Research) Oleh Elah Nurlaelah dan Siti Fatimah JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1 PENELITIAN TINDAKAN KELAS I. KONSEP DASAR PTK
BAB 4 VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL
BAB 4 VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL 1.1 Verifikasi Model Verifikasi model diperlukan untuk mengetahui apakah model telah dikodekan dengan benar dan konsisten. Berbeda dengan validasi, tes ini tidak memerlukan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna pendekatan yang nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah. Adapun metode
Pertemuan 10. Pengembangan Model SPK
Pertemuan 10 Pengembangan Model SPK Konsel Model Secara umum model digunakan untuk memberikan gambaran, memberikan penjelasan dan memberikan perkiraan dari realitas yg diselidiki. Karakteristik model yg
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendahuluan Metode penelitian berkaitan erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. yang tepat. Sistem data mining mampu memberikan informasi yang tepat dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Sistem data mining akan lebih efektif dan efisiensi dengan komputerisasi yang tepat. Sistem data mining mampu memberikan informasi yang
SIMULASI DAMPAK MULTIKOLINEARITAS PADA KONDISI PENYIMPANGAN ASUMSI NORMALITAS
SIMULASI DAMPAK MULTIKOLINEARITAS PADA KONDISI PENYIMPANGAN ASUMSI NORMALITAS Joko Sungkono 1, Th. Kriswianti Nugrahaningsih 2 Abstract: Terdapat empat asumsi klasik dalam regresi diantaranya asumsi normalitas.
Hanif Fakhrurroja, MT
Pertemuan 11: Pengembangan Sistem Informasi Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Metodologi Pengembangan Sistem System Development Life Cycle (SDLC)
SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS)
SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS) Mahasiswa mampu melakukan perencanaan untuk memastikan kelancaran operasi rantai pasok 1. Peramalan dalam organisasi 2. Pola permintaan 3. Metode peramalan
BAB III METODE PENELITIAN. merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yang merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yang akan datang. Ramalan adalah situasi dan kondisi yang diperkirakan akan terjadi
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengertian Peramalan Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ramalan adalah situasi dan kondisi yang diperkirakan akan
BAB IV KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN
BAB IV KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Suatu alat ukur selayaknya memiliki ketepatan, keakuratan dan konsistensi sesuai dengan apa yang akan diukurnya. Tidak terkecuali
KECENDERUNGAN REKLAMASI WILAYAH PANTAI DENGAN PENDEKATAN MODEL DINAMIK
KECENDERUNGAN REKLAMASI WILAYAH PANTAI DENGAN PENDEKATAN MODEL DINAMIK Lestario Widodo Peneliti di Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan Abstract
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Peramalan Peramalan (forecasting) adalah kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. Sedangkan
TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET
TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET 1) Benny Santoso 2) Liliana 3) Imelda Yapitro Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya Raya Kalirungkut Surabaya 60293 (031) 298 1395 email
BAB IV METODE PENELITIAN. komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian Rancangan penelitian merupakan suatu rencana yang terstruktur dan komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang
BAB I KONTEK PENELITIAN
BAB I KONTEK PENELITIAN Pembahasan bagian ini menempatkan kegiatan penelitian ke dalam beberapa aspek penelitian. Aspek pertama akan membahas penelitian yang bersifat positif dan ilmiah dan diproses untuk
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Dinamik
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Dinamik Sistem dinamik didefinisikan sebagai sebuah bidang untuk memahami bagaimana sesuatu berubah menurut waktu (Forester, 1999 dalam Purnomo 2005). Sistem dinamik merupakan
PENGEMBANGAN MODEL SISTEM DINAMIS DI PT UTAMA RASA SEJAHTERA (La Viola!) Jakarta Selatan
PENGEMBANGAN MODEL SISTEM DINAMIS DI PT UTAMA RASA SEJAHTERA (La Viola!) Jakarta Selatan SKRIPSI Oleh : Gianisa Dara Ayunda 1100010816 Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Jurusan Manajemen Universitas Bina Nusantara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan 3.1.1 Objek Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 29), objek penelitian adalah: Objek penelitian adalah variabel penelitian yaitu sesuatu
Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia DEFINISI MODEL (1) Model adalah representasi sederhana dari sesuatu yang nyata. Model adalah penyederhanaan dari sistem yang akan dipelajari. Model
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan satu definisi variabel operasional yaitu ratarata temperatur bumi periode tahun 1880 sampai dengan tahun 2012. 3.2 Jenis dan
METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Lokasi Penelitian
METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di KPH Banten Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten, Propinsi Banten. KBM Wilayah II Bogor, dan Industri pengolahan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pergerakan Harga Saham Pergerakan harga harian indeks LQ45 dan lima saham perbankan yang termasuk dalam kelompok LQ45 selama periode penelitian ditampilkan dalam bentuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Blanchard (2000) mendefinisikan sistem sebagai sekumpulan dari elemen-elemen yang mempunyai fungsi bersama untuk mencapai suatu tujuan (Miftahol, 2009). Sedangkan Law (2004)
DATA TIME SERIES DAN PROYEKSI. ADIWAN ARITENANG, PhD PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITB
DATA TIME SERIES DAN PROYEKSI ADIWAN ARITENANG, PhD PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITB OUTLINE PENGANTAR DATA TIME SERIES TEKNIK STATISTIKA UNTUK PERAMALAN/PROYEKSI SISTEM DINAMIS UNTUK PROYEKSI PENGANTAR
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung yang meliputi area tangkapan (catchment area) seluas 142,11 Km2 atau 14.211 Ha (Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air
III. METODOLOGI PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Jalaludin
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Jalaludin Rahmat (000:4), Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk
II. TINJAUAN PUSTAKA. Analisis ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) umumnya
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stasioner Analisis ARIMA Autoregressive Integrated Moving Average umumnya mengasumsikan bahwa proses umum dari time series adalah stasioner. Tujuan proses stasioner adalah rata-rata,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data, baik data yang bersifat data sekunder maupun data primer, dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2013).
BAB III METODE PENELITIAN. seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian,
26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Yang menjadi obyek penelitian adalah para konsumen yang membeli produk seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pemecahan masalah dalam penelitian ini diawali dengan studi literatur yang mencakup kajian teori, penelitian empiris sebelumnya dan model yang relevan dengan masalah penelitian.
commit to user 32 BAB III METODE PENELITAN
BAB III METODE PENELITAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan sebagai penelitian oleh peneliti adalah kelas IX A SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta pada tahun
III. METODOLOGI PENELITIAN
24 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Perusahaan PT XYZ mempunyai visi dan misi yang digunakan untuk pedoman dalam menjalankan mekanisme kerja. Perusahaan PT XYZ mempunyai bagian
Sistem Pendukung Keputusan / Decision Support System
Sistem Pendukung Keputusan / Decision Support System Pengambilan Keputusan, Sistem, Pemodelan dan Dukungan Oleh : Imam Cholissodin S.Si., M.Kom Content 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengambilan Keputusan Proses
Bab II Tinjauan Literatur
Bab II Tinjauan Literatur 2.1 Sistem Transportasi Transportasi adalah proses pergerakan orang dan/atau barang dari satu lokasi lain. Transportasi bukan tujuan akhir, tetapi merupakan turunan permintaan
VIII Sistem Kendali Proses 7.1
VIII Sistem Kendali Proses 7.1 Pengantar ke Proses 1. Tentang apakah pengendalian proses itu? - Mengenai mengoperasikan sebuah proses sedemikian rupa hingga karakteristik proses yang penting dapat dijaga
BAB 1 SISTEM DAN MODEL
BAB 1 SISTEM DAN MODEL Sistem dan Eksperimen Konsep dari sistem dapat didefinisikan dalam beberapa cara yang berbeda. Disini kita akan menggunakan ini untuk menyatakan sebuah objek atau koleksi dari objek-objek
V. EVALUASI MODEL. BAB V membahas hasil pendugaan, pengujian dan validasi model.
V. EVALUASI MODEL BAB V membahas hasil pendugaan, pengujian dan validasi model. Pembahasan dibedakan untuk masing-masing blok, yang terdiri dari: (1) blok makroekonomi, (2) blok deforestasi, dan (3) blok
BAB 2 LANDASAN TEORI
14 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Analisis Regresi Kata regresi (regression) diperkenalkan pertama kali oleh Francis Dalton pada tahun 1886. Menurut Dalton, analisis regresi berkenaan dengan studi
Perkuliahan. Pemodelan dan Simulasi (FI-476 )
Perkuliahan Pemodelan dan Simulasi (FI-476 ) Topik hari ini (minggu 1): Silabus Pendahuluan Silabus Identitas Mata Kuliah Nama/Kode : Pemodelan dan Simulasi / Fi 476 Jumlah SKS Semester Kelompok : 3 SKS
mengungkap kebenaran empirik, yaitu dipakai? Selanjutnya, untuk menentukan yang efektif? Hal ini sangat tergantung diteliti, dan berbagai alternatif
PENGANTAR Pertanyaan yang perlu dikemukakan dalam mengungkap kebenaran empirik, yaitu pendekatan dan metode penelitian apa yang dipakai? Selanjutnya, untuk menentukan pendekatan dan metode penelitian mana
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manfaat Peramalan Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suatu dugaan atau perkiraan tentang terjadinya suatu keadaan dimasa depan, tetapi dengan menggunakan metode metode tertentu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Secara sederhana, ekonometrika berarti pengukuran indikator ekonomi. Meskipun pengukuran secara kuantitatif terhadap konsep konsep ekonomi seperti produk domestik
PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur
PENGAMATAN mengidentifikasi minat bidang penelitian DEFINISI MASALAH menentukan masalah penelitian KERANGKA TEORITIS mengidentifikasi dan menguraikan variabel dgn jelas PENYUSUN- AN HIPOTE- SIS DESAIN
LABORATORIUM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN INTELIGENSIA BISNIS
LABORATORIUM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN INTELIGENSIA BISNIS Latar Belakang Pelayanan terpusat di satu tempat Antrian pemohon SIM yg cukup panjang (bottleneck) Loket berjauhan Sumber daya terbatas Lamanya
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA. Structural equation modeling, yang dalam buku ini untuk selanjutnya akan disebut SEM, adalah suatu teknik modeling statistik yang bersifat sangat cross-sectional,
