PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ENTITAS ANAK"

Transkripsi

1 Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan Registered Public Accountants Accountants & business advisers PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 Beserta Laporan Auditor Independen

2

3 Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian (Defisiensi Modal) 5 Laporan Arus Kas Konsolidasian 6 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7-50

4

5

6 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010 / 31 Desember Jan 2010 / Catatan 31 Des 2009 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, Piutang usaha - pihak ketiga, bersih setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar nihil pada 31 Des 2011, 31 Des 2010 dan 1 Jan h, Piutang lain-lain - pihak ketiga, bersih setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp pada 31 Des 2011, Rp pada 31 Des 2010 dan Rp pada 1 Jan Persediaan, bersih setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp pada 31 Des 2011, Rp pada 31 Des 2010 dan Rp pada 1 Jan i, Pajak dibayar dimuka 2o, 21a Uang muka Beban dibayar dimuka JUMLAH ASET LANCAR ASET TIDAK LANCAR Investasi jangka panjang, bersih setelah dikurangi cadangan penurunan nilai investasi sebesar Rp pada 31 Des 2011, 31 Des 2010 dan 1 Jan g, Aset pajak tangguhan 2o, 21d Aset tetap, bersih setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp pada 31 Des 2011, Rp pada 31 Des 2010 dan Rp pada 1 Jan j, 2k, 2l, Aset tak berwujud, bersih setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp pada 31 Des 2011, Rp pada 31 Des 2010 dan Rp pada 1 Jan m, Piutang pajak 2o, 21e Uang jaminan Aset dimiliki untuk dijual 2k JUMLAH ASET TIDAK LANCAR ASET DALAM PENGHENTIAN OPERASI 2q, JUMLAH ASET Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini 1

7 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010 / 31 Desember Jan 2010 / Catatan 31 Des 2009 LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL LIABILITAS LANCAR Pinjaman jangka pendek Hutang usaha - pihak ketiga Hutang lain-lain - pihak ketiga Uang muka penjualan Beban masih harus dibayar Hutang pajak 2o, 21b Bagian hutang pembiayaan konsumen yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Pinjaman dari pihak berelasi, jangka pendek JUMLAH LIABILITAS LANCAR LIABILITAS JANGKA PANJANG Hutang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Pinjaman dari pihak-pihak yang berelasi, jangka panjang 2n, 20, Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan 2p, JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG JUMLAH LIABILITAS DEFISIENSI MODAL Modal saham: Nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham. Modal dasar sejumlah saham. Ditempatkan dan disetor penuh saham pada 31 Des 2011 dan saham pada 31 Des 2010 dan 1 Jan Tambahan modal disetor, bersih Komponen ekuitas lainnya 2c ( ) (38.058) Defisit ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Kepentingan non-pengendali 2b, JUMLAH DEFISIENSI MODAL ( ) ( ) ( ) LIABILITAS DALAM PENGHENTIAN OPERASI 2q, JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini 2

8 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN OPERASI YANG DILANJUTKAN Catatan PENJUALAN 2d, BEBAN POKOK PENJUALAN 2d, 27, LABA (RUGI) KOTOR ( ) BEBAN USAHA: Beban penjualan 2d, Beban umum dan administrasi 2d, Jumlah beban usaha RUGI USAHA ( ) ( ) PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN: Pendapatan bunga 2d Beban keuangan 2d ( ) ( ) Keuntungan pelepasan investasi 1c Selisih kurs, bersih 2c, 2d ( ) Laba penjualan aset tetap Realisasi (penyisihan) penurunan nilai persediaan 2i, 2q ( ) Penyisihan penurunan piutang ragu-ragu 2h (52.349) (28.797) Beban klaim 2d ( ) (99.207) Efek penerapan PSAK 50/55 (Revisi 2006) 2g, 19, Penghapusan pinjaman Lainnya ( ) Jumlah pendapatan (beban) lain-lain, bersih ( ) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BADAN ( ) Manfaat (beban) pajak penghasilan badan 2o, 21c Tahun berjalan ( ) ( ) Tangguhan ( ) LABA (RUGI) BERSIH DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN ( ) OPERASI YANG DIHENTIKAN LABA (RUGI) BERSIH DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN 2q, 4 (18.731) ( ) LABA (RUGI) BERSIH DARI SELURUH OPERASI ( ) Pendapatan komprehensif lain, bersih setelah pajak: Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN ( ) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini 3

9 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN (lanjutan) Catatan Laba (rugi) bersih yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk ( ) Kepentingan non-pengendali (30.147) (9.260) ( ) Jumlah laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk ( ) Kepentingan non-pengendali (30.147) (9.260) ( ) Laba (rugi) bersih per saham dari seluruh operasi (Rupiah penuh) 2r 715 (494) Laba (rugi) bersih per saham dari operasi yang dilanjutkan (Rupiah penuh) 2r 715 (492) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini 4

10 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (DEFISIENSI MODAL) Selisih kurs karena penjabaran Modal Tambahan laporan ditempatkan modal keuangan Jumlah sebelum Jumlah dan disetor disetor, dalam mata kepentingan Kepentingan defisiensi Catatan penuh bersih uang asing Defisit non-pengendali non-pengendali modal Saldo per 1 Januari (38.058) ( ) ( ) ( ) Total rugi bersih tahun berjalan ( ) ( ) (9.260) ( ) Pendapatan komprehensif lain Saldo per 31 Desember ( ) ( ) - ( ) Penambahan modal saham Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No 4 (Revisi 2009) ( ) - Perubahan kepemilikan kepentingan non-pengendali atas Entitas Anak ( ) ( ) Total laba (rugi) komprehensif tahun berjalan - - ( ) (30.147) Pendapatan komprehensif lain Saldo per 31 Desember ( ) ( ) ( ) ( ) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini 5

11 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Catatan OPERASI YANG DILANJUTKAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI: Penerimaan dari pelanggan Pembayaran kepada pemasok ( ) ( ) Pembayaran untuk gaji dan upah ( ) ( ) Pembayaran kas untuk biaya operasional ( ) ( ) Kas digunakan untuk operasi ( ) ( ) Penerimaan pajak penghasilan Penerimaan/ (pembayaran) lainnya ( ) Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI: Pembelian aset tetap ( ) ( ) Penerimaan dari pendapatan bunga Penerimaan dari penjualan aset tetap Pembayaran uang muka penjualan aset tetap - ( ) Penerimaan untuk penambahan aset lain-lain Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN: Penerimaan (pembayaran) dari pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman jangka panjang Pembayaran bunga ( ) ( ) Penerimaan atas hutang kepada pihak-pihak yang berelasi Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN ( ) OPERASI YANG DIHENTIKAN Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi ( ) ( ) Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN ( ) ( ) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DARI SELURUH OPERASI ( ) SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS: Penghapusan pinjaman jangka panjang Penambahan modal saham Efek penerapan PSAK 50/55 (Revisi 2006) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini 6

12 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Eratex Djaja Tbk ("Entitas") didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 berdasarkan akta notaris No.7 tanggal 12 Oktober 1972 yang dibuat oleh Koerniatini Karim, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan akta notaris No.79 tanggal 15 Juni 2004 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan nama Entitas dari PT Eratex Djaja Ltd Tbk menjadi PT Eratex Djaja Tbk dan peningkatan modal dasar menjadi sebesar Rp Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C HT TH.2004 tanggal 20 Agustus 2004, dan perubahan terakhir dengan akta No.107 tanggal 23 Agustus 2011 yang dibuat oleh Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan Anggaran Dasar Entitas dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari saham menjadi saham. Pada tanggal 15 September 2011, akta notaris tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Daftar Entitas nomor AHU- AH Entitas bergerak dalam bidang industri tekstil yang terpadu meliputi bidang-bidang pemintalan, penenunan, penyelesaian, pembuatan pakaian jadi serta menjual produknya di dalam maupun luar negeri. Entitas beroperasi secara komersial pada tahun Pabrik berlokasi di Jalan Raya Soekarno-Hatta No. 23, Probolinggo, Jawa Timur. Jumlah karyawan masing-masing orang dan orang pada tanggal 31 Desember 2011 dan Kantor Entitas terdaftar di Jakarta dengan kantor eksekutif di Surabaya dan sebuah cabang di Hong Kong yang pertama kali didirikan pada tahun Pada tanggal 21 Agustus 1990, Entitas telah mencatatkan sebagian sahamnya di bursa efek di Indonesia sesuai dengan surat persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. SI-125/SHM/MK.10/1990 tanggal 14 Juli Sejak tahun 2000, seluruh saham telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. b. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Susunan Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Komite Audit Independen Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris 31 Desember Desember 2010 Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Maniwanen Presiden Komisaris : Adrian Hau Chak Fu Komisaris Independen : Ferenz Cendrawasih Komisaris Independen : Ferenz Cendrawasih Komisaris : Julian Wong Wai Chua Komisaris : Julian Wong Wai Chua Dewan Direksi Dewan Direksi Presiden Direktur : Raj Kumar Presiden Direktur (Pjs) : Surojit Ghosh Direktur : Frankie Ma Ngon Direktur : Frankie Ma Ngon Direktur Non-Afiliasi : Surojit Ghosh Direktur : Chow Chi Keung Direktur Non-Afiliasi : Sujoko Efferin Komite Audit Independen Komite Audit Independen Ketua : Ferenz Cendrawasih Ketua : Ferenz Cendrawasih Anggota : Hempy Ali Anggota : Hempy Ali Anggota : Lea Buntaran Anggota : Lea Buntaran 7

13 1. UMUM (lanjutan) b. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit (lanjutan) Perincian gaji dan tunjangan untuk Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: 2011 Dewan Komisaris Dewan Direksi Perincian gaji dan tunjangan untuk Komite Audit untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: 2011 Komite Audit c. Entitas Anak Konsolidasi Entitas Anak dan persentase kepemilikan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Entitas Anak Domisili Jenis usaha kepemilikan operasi PT Asiatex Garmindo Jakarta Industri pembuatan pakaian jadi terpadu 95,15% 1999 PT Eratex (Hongkong) Ltd Hongkong Perdagangan umum 100% 2005 PT Eratex Garment Jakarta Industri pembuatan pakaian jadi terpadu 99% Pra-operasi Konsolidasi Entitas Anak dan persentase kepemilikan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Entitas Anak Domisili Jenis usaha kepemilikan operasi PT Asiatex Garmindo Jakarta Industri pembuatan pakaian jadi terpadu 93,55% 1999 ASA Partners Holdings Ltd British Virgin Islands Sub Induk Entitas 100% 2000 PT Eratex (Hongkong) Ltd Hongkong Perdagangan umum 100% 2005 PT Eratex Garment Jakarta Industri pembuatan pakaian jadi terpadu 99% Pra-operasi Jumlah aset Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: 31 Des Des Rp Rp US$ US$ PT Asiatex Garmindo ASA Partners Holdings Ltd PT Eratex (Hongkong) Ltd PT Eratex Garment PT Asiatex Garmindo dan PT Eratex Garment saat ini tidak melakukan aktivitas usaha. Berdasarkan Akta no 145 tanggal 29 November 2011 yang memuat keputusan rapat perubahan anggaran dasar PT Asiatex Garmindo (Entitas Anak), Rapat Umum Pemegang Saham telah menyetujui konversi hutang Entitas Anak pada PT Eratex Djaja Tbk (Entitas) sebesar Rp menjadi modal saham. Atas perubahan tersebut, maka modal yang ditempatkan dan disetor penuh telah ditingkatkan menjadi Rp terdiri dari lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham. Pada tahun 2010, modal yang disetor dan ditempatkan penuh sebesar Rp terdiri dari lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham. 8

14 1. UMUM (lanjutan) c. Entitas Anak (lanjutan) Berdasarkan Certificate of Dissolution (section 208), pada tanggal 14 Desember 2011 ASA Partners Holdings Ltd (Entitas Anak) dinyatakan dibubarkan. Atas pembubaran tersebut, Entitas mencatat keuntungan pelepasan investasi sebesar Rp dan menghapus piutang Entitas Anak sebesar Rp IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING Ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan secara konsisten dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK) yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK) serta peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Seperti diungkapkan dalam catatan secara khusus dibagian selanjutnya dalam laporan ini, beberapa standar akuntansi telah direvisi dan diterbitkan, yang ditetapkan efektif tanggal 1 Januari Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian tersebut adalah mata uang Rupiah dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode langsung sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-06/PM/2000 tertanggal 13 Maret b. Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Entitas dan Entitas Anak. Sejak tanggal 1 Januari 2011 Efektif tanggal 1 Januari 2011, Entitas menerapkan secara retrospektif PSAK No. 4 (Revisi 2009), "Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri", kecuali beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif: - Rugi Entitas Anak yang menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan non-pengendali ("KNP"); - Kehilangan pengendalian pada Entitas Anak; - Perubahan kepemilikan pada Entitas Anak yang mengakibatkan hilangnya pengendalian; - Hak suara potensial dalam menentukan keberadaan pengendalian; - Konsolidasi atas Entitas Anak yang memiliki pembatasan jangka panjang. PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok Entitas yang berada dalam pengendalian suatu Entitas Induk, dan akuntansi untuk investasi pada Entitas Anak, pengendalian bersama Entitas dan Entitas Asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan PSAK No. 4 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap pelaporan keuangan berikut pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian. Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar Entitas telah dieliminasi. Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Entitas memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Entitas Induk kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Entitas memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan suara Entitas. 9

15 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) Pengendalian juga ada ketika Entitas Induk memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu Entitas jika terdapat: - Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain; - Kekuasaan yang mengatur kebijakan keuangan dan operasional Entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; - Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan Entitas melalui direksi atau organ tersebut; atau; - Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan Entitas melalui direksi atau organ tersebut. Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit. Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Entitas: - Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill ) dan liabilitas Entitas Anak; - Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; - Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran yang dicatat di ekuitas, bila ada; - Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; - Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; - Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif; dan - Mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain ke laporan laba rugi komprehensif, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba. KNP mencerminkan bagian atas laba (rugi) komprehensif dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung kepada Entitas, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk. Sebelum tanggal 1 Januari 2011 Bagian pemilikan pemegang saham minoritas atas aset neto dan laba (rugi) neto dari Entitas Anak yang dikonsolidasi sebelumnya disajikan sebagai "hak minoritas atas aset neto Entitas Anak" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan sebagai "hak minoritas atas laba (rugi) neto Entitas Anak" dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang saham minoritas pada suatu Entitas Anak dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor Entitas Anak tersebut. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas dibebankan kepada Entitas sebagai pemegang saham mayoritas, kecuali pemegang saham minoritas memiliki kepentingan jangka panjang lainnya pada Entitas Anak terkait atau terdapat kewajiban yang mengikat pemegang saham minoritas untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi kewajibannya. Apabila pada periode selanjutnya Entitas Anak melaporkan laba, maka laba tersebut harus dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas, dalam hal ini, Entitas, sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang sebelumnya dibebankan kepada Entitas dapat dipulihkan. c. Penjabaran mata uang asing Transaksi dan saldo Entitas menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan. 10

16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas dalam mata uang asing dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan, termasuk keuntungan atau kerugian sehubungan dengan kontrak valuta berjangka. Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: 31 Des Dollar Amerika/Rupiah (penuh) EURO/Rupiah (penuh) Dollar Hongkong/Rupiah (penuh) Dollar Singapura/Rupiah (penuh) Penjabaran laporan keuangan Entitas Anak di luar negeri Laporan keuangan Entitas Anak di luar negeri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan cara sebagai berikut: Aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal laporan posisi keuangan. Akun-akun laba rugi komprehensif dijabarkan dengan menggunakan rata-rata tertimbang dari kurs tengah setiap akhir bulan yang berlaku sepanjang tahun yang bersangkutan. Ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis. Selisih yang timbul akibat penjabaran tersebut dicatat sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham melalui akun "Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing". d. Pengakuan pendapatan dan beban 31 Des Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Entitas dan Entitas Anak dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan pendapatan. Penjualan barang Pendapatan diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan telah dipindahkan kepada pembeli. Penjualan jasa Pendapatan diakui sesuai dengan tahap penyelesaian transaksi tersebut pada tanggal laporan posisi keuangan, dan tidak terdapat ketidakpastian yang signifikan mengenai penerimaan pendapatan atau biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut. Bunga Pendapatan diakui atas dasar proporsi waktu yang memperhitungkan hasil efektif aset tersebut kecuali kolektibilitas diragukan. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). e. Kas dan setara kas Kas dan bank, serta deposito jangka pendek yang dimiliki hingga jatuh tempo, dicatat sebesar nilai perolehannya. Kas dan setara kas didefinisikan sebagai saldo kas dan bank, deposito dan investasi jangka pendek yang sangat likuid dan dengan segera dapat dijadikan kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan. 11

17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) f. Investasi Deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan, atau telah ditentukan penggunaannya dan deposito jangka pendek yang jangka waktunya lebih dari tiga bulan disajikan sebagai investasi jangka pendek dan dicatat sebesar nilai nominal. g. Instrumen keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2010, Entitas dan Entitas Anak telah menerapkan PSAK 50 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan", dan PSAK 55 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran", yang menggantikan PSAK 50, "Akuntansi Investasi Efek Tertentu" dan PSAK 55 (Revisi 1999), "Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai". PSAK 50 (Revisi 2006), berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan mengidentifikasikan informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut. PSAK 55 (Revisi 2006) mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan dan beberapa kontrak pembelian atau penjualan item non-keuangan. PSAK ini, antara lain, menyediakan definisi dan karakteristik derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai. Aset keuangan Pengakuan awal Aset keuangan dalam lingkup PSAK 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, mana yang sesuai. Entitas dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan diperlukan, mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode keuangan. Aset keuangan Entitas dan Entitas Anak meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lainnya, instrumen keuangan yang tidak memiliki kuotasi, dan aset keuangan lancar dan tidak lancar lainnya. Pengukuran setelah pengakuan awal Entitas dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pinjaman dan piutang. Klasifikasi ini bergantung kepada tujuan akuisisi aset keuangan tersebut dan ditentukan pada saat pengakuan awal. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. 12

18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) g. Instrumen keuangan (lanjutan) Liabilitas keuangan Pengakuan awal Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 55 (Revisi 2006) dapat dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif, pinjaman dan hutang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Entitas dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan pada pengakuan awal diakui sebesar nilai wajarnya. Dalam hal liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan liabilitas keuangan tersebut. Liabilitas keuangan Entitas dan Entitas Anak meliputi hutang usaha dan hutang lainnya, beban yang masih harus dibayar, pinjaman jangka panjang, pinjaman dari pihak berelasi, dan liabilitas keuangan lancar dan tidak lancar lainnya. Pengukuran setelah pengakuan awal Entitas dan Entitas Anak mengklasifikasikan liabilitas keuangannya dalam kategori pinjaman dan hutang. Pinjaman dan hutang Setelah pengakuan awal, pinjaman dan hutang yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi. Saling hapus dari instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Penurunan nilai dari aset keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan Entitas dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. 13

19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) g. Instrumen keuangan (lanjutan) Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Entitas dan Entitas Anak pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika Entitas dan Entitas Anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka mereka memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut (jika pinjaman yang diberikan dan piutang yang memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif terkini). Nilai tercatat aset tersebut berkurang melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga tetap diakui berdasarkan nilai tercatat yang telah dikurangi penyisihan, berdasarkan suku bunga efektif aset tersebut. Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan penyisihan terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan pemulihan di masa depan yang realistik dan semua jaminan telah terealisasi atau telah dialihkan kepada Entitas dan Entitas Anak. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan akun penyisihan. Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Entitas dan Entitas Anak telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian pass-through ; dan baik (a) Entitas dan Entitas Anak telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Entitas dan Entitas Anak secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substantial, atau modifikasi secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. 14

20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) h. Piutang usaha Piutang usaha diakui dan disajikan sebesar nilai faktur dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang. Penyisihan penurunan nilai piutang dibuat apabila terdapat kemungkinan besar bahwa piutang tersebut tidak dapat diterima seluruhnya. Penghapusan piutang dicatat pada saat piutang tersebut benar-benar tidak dapat ditagih. i. Persediaan Persediaan dinyatakan menurut nilai yang terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang sekarang. Termasuk dalam nilai persediaan barang jadi dan barang dalam proses adalah bahan baku, upah langsung dan beban overhead pabrik tetap maupun variabel. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiaran biaya untuk menyelesaikan dan menjual barang jadi yang dihasilkan. Penyisihan penurunan nilai persediaan ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir periode. j. Sewa Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (Revisi 2007), "Sewa" menggantikan PSAK No. 30 (1990). Berdasarkan PSAK No. 30 (2007), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Entitas mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Entitas akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Entitas mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa. k. Aset tetap Per 1 Januari 2009, Entitas telah menerapkan PSAK No. 16 "Aset Tetap" (Revisi 2007) sebagaimana ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Entitas telah menetapkan model biaya terhadap pengelolaan aset tetapnya. Aset tetap, kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor 25 tahun 15 tahun 10 tahun 10 tahun 15

21 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) k. Aset tetap (lanjutan) Beban perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke perhitungan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya bebanbeban tersebut, sedangkan beban-beban yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak lagi digunakan diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual. Aset tetap dalam konstruksi merupakan akumulasi dari biaya-biaya pembelian bahan dan peralatan serta biaya konstruksi lainnya hingga aset tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Biaya-biaya ini dipindahkan ke akun aset tetap pada saat pekerjaan selesai dan aset tersebut siap untuk digunakan. l. Penurunan nilai aset Setiap tanggal laporan posisi keuangan, Entitas dan Entitas Anak menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset. Aset tetap dan aset lain-lain, termasuk aset tak berwujud ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai aset. Dalam rangka menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. m. Aset tak berwujud Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah dikapitalisasi dan diamortisasi selama dua puluh tahun. Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian software dikapitalisasi dan diamortisasi selama sepuluh tahun. Setiap tanggal laporan posisi keuangan, Entitas dan Entitas Anak meninjau kembali untuk meyakinkan apakah terdapat indikasi penurunan nilai aset. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset, maka nilai yang dapat diperoleh kembali akan diestimasi. n. Pihak-pihak berelasi Entitas dalam melakukan usahanya melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi". PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian. Suatu pihak dianggap berelasi dengan Entitas dan Entitas Anak jika: a Langsung atau tidak langsung melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan Entitas dan Entitas Anak; (ii) memiliki kepentingan dalam Entitas dan Entitas Anak yang memberikan pengaruh signifikan atas Entitas dan Entitas Anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Entitas dan Entitas Anak; b Suatu pihak yang berelasi dengan Entitas dan Entitas Anak c Suatu pihak adalah ventura bersama dimana Entitas dan Entitas Anak sebagai venture d Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Entitas dan Entitas Anak atau Induk e Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); 16

22 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) n. Pihak-pihak berelasi (lanjutan) Suatu pihak dianggap berelasi dengan Entitas dan Entitas Anak jika: (lanjutan) f Suatu pihak adalah Entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa Entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau g Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Entitas dan Entitas Anak atau Entitas lain yang terkait dengan Entitas dan Entitas Anak. Seluruh transaksi dan saldo material dengan pihak-pihak yang berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. o. Perpajakan Berdasarkan PSAK No. 46 beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan dan dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas dilunasi, yaitu dengan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Amandemen atas liabilitas perpajakan dicatat ketika ketetapan pajak diterima atau, jika keberatan diajukan oleh Entitas, ketika hasil dari keberatan tersebut telah ditentukan. Peraturan perpajakan Indonesia tidak mengenal konsep pajak konsolidasi. Sedangkan saldo pajak dalam laporan keuangan konsolidasian merupakan gabungan dari posisi saldo pajak Entitas dan Entitas Anak. p. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Entitas mengakui liabilitas imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret Sebelum 1 Januari 2005, Entitas mengakui liabilitas imbalan kerja karyawan berdasarkan penilaian aktuaris sesuai dengan PSAK No. 24, "Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun", yang diterbitkan pada tahun Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), "Imbalan Kerja", beban imbalan kerja yang harus disediakan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuaris berdasarkan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian koreksi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui untuk masing-masing karyawan pada akhir periode sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini liabilitas manfaat pasti (defined benefit obligation) dan 10% dari nilai wajar aset program (fair value of plan assets). Keuntungan dan kerugian ini diakui menggunakan metode garis lurus (straight-line method) atas rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya, beban jasa lalu (past service costs) atas liabilitas manfaat pasti atau perubahan dari liabilitas imbalan pasti dari program yang telah ada diamortisasi selama sisa periode sampai imbalan tersebut menjadi hak. 17

23 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) q. Operasi yang dihentikan Penghentian operasi untuk jangka waktu yang tidak ditentukan serta tidak diketahuinya rencana masa depan komponen Entitas untuk melanjutkan kegiatannya di bidang industri textile karena ketidakmampuan bersaing di pasar internasional maupun pasar lokal, meningkatnya beban transportasi, harga minyak serta bahan dasar kapas, dimana kegiatan divisi Entitas tersebut dapat dipisahkan secara operasional dan untuk tujuan penyusunan laporan keuangan dalam kegiatan Entitas dan Entitas Anak secara keseluruhan, harus dihitung sesuai dengan PSAK No. 58 (Revisi 2009) mengenai "Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan". PSAK No.58 (Revisi 2009) mengharuskan laporan keuangan untuk periode dimana terdapat rencana untuk pelepasan atau terjadinya pelepasan secara aktual (peristiwa pengungkapan awal) harus termasuk dalam informasi yang berkaitan dengan operasi yang dihentikan. Dalam rangka pengungkapan pengukuran aset, liabilitas, pendapatan, beban, laba, rugi dan arus kas atas operasi yang dihentikan sesuai dengan PSAK ini bahwa unsur-unsur laporan keuangan tersebut dapat dikaitkan secara langsung pada operasi yang dihentikan, jika unsur-unsur tersebut akan dilepaskan, ditinggalkan, dijual atau dieliminasi pada saat penghentian operasi tersebut terselesaikan. Akan tetapi unsur-unsur yang akan dilanjutkan setelah penghentian tersebut, tidak dapat dimasukkan sebagai operasi yang dihentikan. r. Dasar perhitungan laba per saham Sesuai dengan PSAK No. 56, "Laba per Saham", laba (rugi) dari aktivitas normal per saham dan laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) masing-masing dengan jumlah rata-rata tertimbang lembar saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungan laba per saham masing-masing didasarkan atas saham untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 dan saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember s. Informasi segmen Sesuai PSAK No. 5 (Revisi 2009), "Segmen Operasi", segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain. Pendapatan segmen, laba (rugi) usaha segmen, laba (rugi) bersih segmen dan aset segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi dalam kelompok Entitas dieliminasi dalam proses konsolidasi. t. Perubahan kebijakan akuntansi Berikut ini adalah standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 dan relevan dengan Entitas dan Entitas Anak: - PSAK No. 1 (Revisi 2009), "Penyajian Laporan Keuangan". - PSAK No. 2 (Revisi 2009), "Laporan Arus Kas". - PSAK No. 3 (Revisi 2010), "Laporan Keuangan Interim". - PSAK No. 4 (Revisi 2009), "Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri". - PSAK No. 5 (Revisi 2009), "Segmen Operasi". - PSAK No. 7 (Revisi 2010), "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi". - PSAK No. 8 (Revisi 2010), "Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan". - PSAK No. 19 (Revisi 2010), "Aset Tak Berwujud". - PSAK No. 23 (Revisi 2010), "Pendapatan". - PSAK No. 25 (Revisi 2009), "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan". 18

24 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) t. Perubahan kebijakan akuntansi - PSAK No. 48 (Revisi 2009), "Penurunan nilai Aset". - PSAK No. 58 (Revisi 2009), "Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan". - ISAK No. 14 (Revisi 2010), "Aset Tak Berwujud". - ISAK No. 17, "Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai". Dampak dari perubahan kebijakan akuntansi Entitas dan Entitas Anak sehubungan dengan implementasi dari standar akuntansi baru diatas tidak signifikan kecuali untuk area berikut ini: Penyajian Laporan Keuangan Entitas dan Entitas Anak mengimplementasikan PSAK No 1 (Revisi 2009), "Penyajian Laporan Keuangan", yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari Perubahan signifikan dari standar akuntansi tersebut terhadap Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: - - Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian, laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian (defisiensi modal), laporan arus kas konsolidasian dan catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Sedangkan sebelumnya, laporan keuangan konsolidasian terdiri dari neraca konsolidasian, laporan laba rugi konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian (defisiensi modal), laporan arus kas konsolidasian dan catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Kepentingan non-pengendali sebagai bagian ekuitas, dimana sebelumnya hak minoritas disajikan terpisah diantara liabilitas dan ekuitas. 19

25 3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Pertimbangan Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas seperti diungkapkan pada Catatan 2.g. Pajak penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Estimasi dan asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Entitas mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Entitas. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Pensiun dan imbalan kerja Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Entitas bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain: tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Entitas langsung diakui dalam laba (rugi) komprehensif pada saat terjadinya. Sementara Entitas berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Entitas dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas liabilitas (aset) diestimasi atas imbalan kerja Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp , 31 Desember 2010 sebesar Rp dan 1 Januari 2010 sebesar Rp (Catatan 22). Penyusutan aset tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 10 sampai dengan 25 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Entitas menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp , 31 Desember 2010 sebesar Rp dan 1 Januari 2010 sebesar Rp (Catatan 12). Instrumen keuangan Entitas mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Entitas menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba (rugi) komprehensif Entitas. Nilai tercatat dari liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar US$ atau setara dengan Rp , 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010 sebesar nihil (Catatan 19). 20

26 4. OPERASI YANG DIHENTIKAN Berdasarkan "Circular Resolutions in Lieu of Board of Commissioners Meeting" PT Eratex Djaja Tbk tanggal 14 Juli 2008, memberikan kuasa kepada Presiden Direktur Entitas untuk menutup operasional divisi textile dan menyatakan pengumuman atau pernyataan mengenai penutupan tersebut. Divisi textile telah dihentikan seluruh kegiatannya untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, sehubungan memburuknya kondisi usaha dan prospek usaha di masa yang akan datang dan mempertimbangkan kerugian yang dialami dalam kegiatan operasional divisi textile yang mengarah pada kerugian operasional Entitas secara keseluruhan. Kegiatan divisi textile secara resmi dihentikan pada bulan Agustus Kelompok utama aset dan liabilitas dari operasi yang dihentikan adalah sebagai berikut: ASET Piutang usaha - pihak ketiga, bersih (Catatan 6) - - Piutang lain-lain - pihak ketiga, bersih (Catatan 7) Persediaan, bersih (Catatan 8) Aset pajak tangguhan (Catatan 21d) Aset tetap, bersih (Catatan 12) Aset tak berwujud, bersih (Catatan 13) Uang jaminan Jumlah LIABILITAS Hutang usaha - pihak ketiga (Catatan 15) Hutang lain-lain - pihak ketiga (Catatan 16) Jumlah HASIL USAHA Beban usaha (Catatan 30) - (26.401) Rugi usaha - (26.401) Pendapatan (beban) lain-lain Pendapatan bunga Laba selisih kurs, bersih Laba penjualan aset tetap Penyisihan penurunan nilai piutang (25.440) (8.155) Lainnya, bersih - (20.000) Pendapatan lain-lain, bersih (18.731) Laba sebelum pajak penghasilan (18.731) Beban pajak penghasilan tangguhan - ( ) Laba (rugi) bersih (18.731) ( ) 21

27 5. KAS DAN SETARA KAS Kas Setara kas - pihak ketiga: Rupiah: The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Central Asia Tbk US Dollar: The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Lainnya 107 PT Bank DBS Indonesia Euro: The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd HK Dollar: The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd Jumlah saldo setara kas Jumlah saldo kas dan setara kas Tidak terdapat saldo kas dan setara kas kepada pihak-pihak yang berelasi. 6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA Akun ini merupakan piutang kepada pihak ketiga yang terdiri dari: Penjualan ekspor Penjualan lokal Jumlah piutang usaha - pihak ketiga Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai piutang - - Jumlah piutang usaha - pihak ketiga, bersih Operasi yang dihentikan Penjualan lokal Jumlah piutang usaha - pihak ketiga Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai piutang ( ) ( ) Jumlah piutang usaha - pihak ketiga, bersih (Catatan 4)

28 6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan) Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut: Pelanggan ekspor PT Dwi Putra Sakti Pelanggan lainnya (masing-masing di bawah Rp ) Jumlah Operasi yang dihentikan Mr. Deddy Pelanggan lainnya (masing-masing di bawah Rp ) Jumlah (Catatan 4) Penggolongan umur piutang usaha - pihak ketiga dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut: Kurang dari 1 bulan kurang dari 3 bulan kurang dari 6 bulan Jumlah Operasi yang dihentikan 1 - kurang dari 3 bulan kurang dari 6 bulan - - Lebih dari 12 bulan Jumlah (Catatan 4) Penggolongan piutang usaha kepada pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah Mata uang asing Jumlah Operasi yang dihentikan Rupiah Jumlah (Catatan 4)

29 6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan) Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut: Operasi yang dihentikan Saldo awal tahun Ditambah: Penyisihan tahun berjalan Dikurangi: Pelunasan piutang - - Saldo pada akhir tahun (Catatan 4) Pada tanggal 31 Desember 2011, piutang tidak dijaminkan untuk pinjaman apapun. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2010 piutang digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank (Catatan 19). Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha di kemudian hari. 7. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA Akun ini terdiri dari: Uang muka sementara Lainnya Jumlah piutang lain-lain - pihak ketiga Dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang: Saldo awal tahun Ditambah: Penyisihan tahun berjalan Ditambah (dikurangi): Revaluasi kurs (13.902) Saldo akhir tahun Jumlah piutang lain-lain - pihak ketiga, bersih Operasi yang dihentikan Lainnya Jumlah piutang lain-lain - pihak ketiga Saldo awal tahun - - Ditambah: Penyisihan tahun berjalan Dikurangi: Penghapusan piutang - - Saldo akhir tahun Jumlah piutang lain-lain - pihak ketiga (Catatan 4) Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang lain-lain di kemudian hari. 24

30 8. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari: Barang jadi Barang dalam proses Bahan baku Bahan pembantu dan suku cadang Barang dalam perjalanan Jumlah persediaan Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai ( ) ( ) Jumlah persediaan, bersih Operasi yang dihentikan Bahan pembantu dan suku cadang Jumlah persediaan Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai ( ) ( ) Jumlah persediaan, bersih (Catatan 4) Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun Ditambah: Penyisihan tahun berjalan Dikurangi: Realisasi ( ) - Saldo akhir tahun Operasi yang dihentikan Saldo awal tahun Ditambah: Penyisihan tahun berjalan - - Dikurangi: Realisasi - - Saldo pada akhir tahun (Catatan 4) Rincian penyisihan penurunan nilai persediaan pada tanggal laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: Bahan baku Barang jadi Jumlah penyisihan penurunan nilai persediaan Operasi yang dihentikan Bahan pembantu dan suku cadang Jumlah penyisihan penurunan nilai persediaan (Catatan 4)

31 8. PERSEDIAAN (lanjutan) Persediaan pada tanggal 31 Desember 2011 telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 38 Milyar (Rupiah penuh) pada tahun 2011 dan Rp 35 Milyar (Rupiah penuh) pada tahun Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul. Pada tanggal 31 Desember 2011, persediaan tidak dijaminkan untuk pinjaman apapun. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2010, persediaan masih dijaminkan untuk pinjaman bank (Catatan 19). Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan adalah cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas penurunan nilai persediaan. 9. UANG MUKA Akun ini terdiri dari: Bahan baku dan bahan penolong Mesin Lain-lain Jumlah uang muka BEBAN DIBAYAR DIMUKA Akun ini terdiri dari: Asuransi Lain-lain Jumlah beban dibayar dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Saldo investasi jangka panjang pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Investasi dengan metode biaya PT Pasifik Marketama (kurang dari 20%) Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai investasi ( ) ( ) Jumlah investasi jangka panjang - - Entitas memiliki saham pada PT Pasifik Marketama, Entitas yang bergerak dalam bidang penjualan produk pakaian jadi. 26

32 12. ASET TETAP Saldo Reklasifikasi/ Saldo 1 Jan 2011 Penambahan Pelepasan koreksi 31 Des 2011 Perubahan dalam tahun 2011 Nilai perolehan Kepemilikan langsung: Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Sub jumlah Jumlah nilai perolehan Akumulasi penyusutan Kepemilikan langsung: Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku Operasi yang dihentikan Saldo Reklasifikasi/ Saldo 1 Jan 2011 Penambahan Pelepasan koreksi 31 Des 2011 Perubahan dalam tahun 2011 Nilai perolehan Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Sub jumlah Jumlah nilai perolehan Akumulasi penyusutan Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku (Catatan 4)

33 12. ASET TETAP (lanjutan) Saldo Reklasifikasi/ Saldo 1 Jan 2010 Penambahan Pelepasan koreksi 31 Des 2010 Perubahan dalam tahun 2010 Nilai perolehan Kepemilikan langsung : Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Sub jumlah Jumlah nilai perolehan Akumulasi penyusutan Kepemilikan langsung: Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku Operasi yang dihentikan Saldo Reklasifikasi/ Saldo 1 Jan 2010 Penambahan Pelepasan koreksi 31 Des 2010 Perubahan dalam tahun 2010 Nilai perolehan Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Sub jumlah Jumlah nilai perolehan Akumulasi penyusutan Tanah Bangunan dan sarana Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabot dan perlengkapan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku (Catatan 4)

34 12. ASET TETAP (lanjutan) Pelepasan merupakan penjualan aset tetap dengan rincian sebagai berikut: Nilai buku pelepasan Harga jual Laba atas pelepasan aset tetap Operasi yang dihentikan Nilai buku pelepasan Harga jual Rugi atas pelepasan aset tetap (Catatan 4) Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp dan Rp dengan alokasi sebagai berikut: Beban pokok penjualan Beban umum dan administrasi Jumlah Aset tetap pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 75 Milyar (Rupiah penuh) pada tahun 2011 dan Rp 84 Milyar (Rupiah penuh) pada tahun Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul. Aset tetap tanah dan bangunan pabrik dijaminkan untuk pinjaman jangka panjang pada PT Ungaran Sari Garment (pihak berelasi) (Catatan 20). 13. ASET TAK BERWUJUD Akun ini terdiri dari: Nilai Perolehan Software Hak atas tanah Jumlah nilai perolehan Akumulasi amortisasi Software Hak atas tanah Jumlah akumulasi amortisasi Nilai buku

35 13. ASET TAK BERWUJUD (lanjutan) Operasi yang dihentikan Nilai Perolehan Hak atas tanah Jumlah nilai perolehan Akumulasi amortisasi Hak atas tanah Jumlah akumulasi amortisasi Nilai buku (Catatan 4) PINJAMAN JANGKA PENDEK Akun ini terdiri dari: The Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd Gillespie International Limited PT Bank DBS Indonesia Jumlah pinjaman jangka pendek PT Bank DBS Indonesia Pada tahun 2006, PT Bank DBS Indonesia memberikan fasilitas pembiayaan perdagangan dengan plafon sebesar US$ 6.000, saldo pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar US$ atau setara dengan Rp Entitas juga memperoleh fasilitas revolving loan dari PT Bank DBS Indonesia dengan plafon US$ 3.000, saldo pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar US$ 349 atau setara dengan Rp Tingkat bunga pinjaman PT Bank DBS Indonesia berkisar 8%. Pada tanggal 28 Juni 2011, PT Bank DBS Indonesia telah mengalihkan seluruh pinjaman, termasuk semua hak, kepentingan, dan setiap manfaat yang timbul kepada The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited dengan nilai pokok terhutang US$ dan beban bunga terhutang US$ 783, sehingga jumlah pinjaman yang dialihkan sebesar US$ The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Jakarta ("HSBC") memberikan fasilitas pembiayaan untuk perdagangan dan modal kerja yang kemudian memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit pada tanggal 25 Juni Perpanjangan atas restrukturisasi fasilitas kredit tersebut tercatat dalam Amendment to Corporate Facility Agreement No: JAK/110197/U/ yang berlaku sampai 31 Mei 2011 untuk peninjauan kembali atas fasilitas yang diberikan HSBC. Dalam Amendment atas restrukturisasi fasilitas kredit No: JAK/110197/U/110223, Entitas memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek sebagai berikut: - Overdraft I dengan plafon US$ 600 dengan tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku dikurangi 7,75%. - Overdraft III dengan plafon US$ 700 dengan tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku dikurangi 5%. - Combined Limit (CBL) I dengan plafon US$ dengan tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku dikurangi 5%. - Exposure Risk Limit dengan plafon US$ Irregular Installment Loan 4 dengan plafon US$ dengan tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku dikurangi 5%. 30

36 14. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (lanjutan) Berdasarkan Transfer Notice Letter tertanggal 14 November 2011, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited telah mengalihkan pinjaman sebesar US$ dan US$ (yang diambil alih dari PT Bank DBS Indonesia), termasuk semua hak, kepentingan, dan setiap manfaat yang timbul kepada Gillespie International Limited. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited masih memberikan fasilitas kredit pada Entitas yang semuanya dijamin oleh PT Ungaran Sari Garments sesuai Agreement Jaminan dan Kesanggupan Penggantian Kerugian (Jumlah Terbatas) tertanggal 20 Juni Berdasarkan Agreement di atas, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited memberikan limit fasilitas kredit kepada Entitas sampai jumlah maksimum US$ Atas Credit Facility Agreement No JAK/110288/U/ dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, PT Citra Abadi Sejati dan PT Ungaran Sari Garments mengajukan permohonan pengalihan sementara fasilitas modal kerja Combined Limit atas Agreement tersebut senilai US$ kepada Entitas. Penggunaan fasilitas ini oleh Entitas juga dijamin dengan Agreement Jaminan dan Kesanggupan Penggantian Kerugian di atas. Tingkat suku bunga pinjaman atas fasilitas kredit baru tersebut sebesar tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku dikurangi 5%. Tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku yang ditetapkan HSBC sebesar 10,65% per tahun, tetapi dapat berubah sesuai dengan kebijakan HSBC. Gillespie International Limited Atas pengalihan kredit dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited dengan total nilai sebesar US$ , Gillespie International Limited membuat Perjanjian Utama Restrukturisasi Hutang dengan Entitas yang ditandatangani pada tanggal 24 November Dalam Perjanjian Utama Restrukturisasi Hutang tersebut, Entitas memperoleh fasilitas sebagai berikut : - Gillespie International Limited memberikan penghapusan pinjaman sejumlah US$ Pinjaman porsi A sebesar US$ dengan tingkat bunga LIBOR+3%. Jangka waktu pinjaman selama 6 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 November Jaminan pinjaman porsi A : a Hak tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik di Jl.Soekarno Hatta no 23 Probolinggo, Jawa Timur - Indonesia, dengan sertifikat HGB No 1 / Curahgrinting dan HGB No 1 / Kanigaran senilai US$ atas nama PT Eratex Djaja Tbk. b Jaminan fiducia atas Mesin dan Peralatan seperti yang tercantum dalam daftar Fix Asset peminjam dalam Laporan Tahunan Diaudit tanggal 31 Desember 2010 senilai US$ Pinjaman porsi B sebesar US$ (convertible loan) tanpa bunga. Jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 November Pinjaman porsi C sebesar US$ (convertible loan) tanpa bunga. Jangka waktu pinjaman selama 5 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2016 (Catatan 19). Saldo pinjaman jangka pendek Gillespie International Limited pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masingmasing sebesar US$ atau setara dengan Rp dan nihil. Pada tanggal 14 Desember 2011, Gillespie mengadakan Perjanjian Jual Beli terkait pinjaman porsi A Entitas dengan PT Ungaran Sari Garments (Catatan 20). Tidak ada jaminan yang diberikan Entitas atas pinjaman porsi B dan porsi C. 31

37 15. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA Akun ini merupakan hutang sehubungan dengan pembelian bahan baku dan pembantu dengan rincian sebagai berikut: Giro mundur Pemasok dalam negeri Pemasok luar negeri Jumlah hutang usaha - pihak ketiga Operasi yang dihentikan Pemasok dalam negeri Jumlah hutang usaha - pihak ketiga (Catatan 4) Rincian hutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut: Winnitex Investment Co Ltd Sierradale Pte Ltd Far East Lai Tak YKK Zipper Indonesia Coats Rejo Indonesia China Dyeing CV. Surya Jaya Avery Dennisson SML Jakarta Perfecta (HK) Ltd Brothers Machine Duerkopp China MS Abadi etc Surya Sinar Indah Suntex Co Ltd Pemasok lainnya (masing-masing dibawah Rp ) Jumlah Operasi yang dihentikan Pemasok lainnya (masing-masing dibawah Rp ) Jumlah (Catatan 4) Penggolongan hutang usaha kepada pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah Mata uang asing Jumlah

38 15. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan) Penggolongan hutang usaha kepada pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: (lanjutan) Operasi yang dihentikan Rupiah Jumlah (Catatan 4) Tidak ada jaminan yang diberikan Entitas atas hutang usaha kepada pihak ketiga. 16. HUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA Titipan sementara Dividen Lainnya Jumlah hutang lain-lain - pihak ketiga Operasi yang dihentikan Lainnya Jumlah hutang lain-lain - pihak ketiga (Catatan 4) BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR Upah dan tunjangan Beban bunga Asuransi Beban maklon Lainnya Jumlah beban masih harus dibayar HUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Jumlah pembiayaan Dikurangi : beban bunga (29.587) (3.253) Nilai pembiayaan saat ini Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang, bersih Entitas memperoleh pinjaman dari PT Astra Sedaya Finance untuk pembelian kendaraan sebesar Rp dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 5,6% per tahun. Pembiayaan ini akan habis pada September

39 19. PINJAMAN JANGKA PANJANG Gillespie International Limited Nilai tercatat (US$ 7.000) Dikurangi: biaya diskonto yang belum diamortisasi (US$ 962) ( ) - Nilai wajar (US$ 6.038) The Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd Jumlah pinjaman The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Entitas memperoleh pinjaman berdasarkan perjanjian kredit dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Jakarta. Pada tahun 2006 Entitas mengadakan perjanjian dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Jakarta ("HSBC") untuk penjadwalan kembali pembayaran Club Deal Loan kepada HSBC dan untuk memasukkan PT Eratex Garment, Entitas Anak sebagai peminjam baru. Entitas memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit pada tanggal 25 Juni 2010 dan perpanjangan atas restrukturisasi fasilitas kredit tersebut tercatat dalam Amendment to Corporate Facility Agreement No: JAK/110197/U/ dengan jumlah sebesar US$ Pinjaman ini telah dialihkan pada Gillespie International Limited pada tanggal 14 November Saldo pinjaman HSBC pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar nihil dan US$ atau setara dengan Rp Gillespie International Limited Gillespie International Limited memberikan pinjaman jangka panjang porsi C sebesar US$ yang akan jatuh tempo pada 20 November Berdasarkan jadwal pembayaran, pinjaman porsi C di atas mulai diangsur pada tanggal 20 November 2014 sebesar US$ 1.000, maka tidak ada bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun serta tidak dibebani bunga. Empat kali angsuran selanjutnya dibayar tiap 6 bulan sekali, masing-masing sebesar US$ Saldo pinjaman jangka panjang Gillespie International Limited pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masingmasing sebesar US$ atau setara dengan Rp (setelah dikurangi biaya diskonto yang belum diamortisasi) dan nihil. Asumsi atas biaya diskonto yang digunakan didasarkan pada pinjaman yang sejenis, yaitu pinjaman porsi A yang telah diambil alih oleh PT Ungaran Sari Garments. Tingkat bunga diskonto yang digunakan sebesar LIBOR+3%. Tidak ada jaminan yang diberikan Entitas atas pinjaman porsi C. 34

40 20. PINJAMAN DARI PIHAK-PIHAK YANG BERELASI Pinjaman jangka pendek: PT Buana Indah Garments Sub jumlah Pinjaman jangka panjang: PT Ungaran Sari Garments PT Buana Indah Garments Eastern Cotton Mills Ltd Genaire Enterprises Inc Direktur Sub jumlah Jumlah pinjaman Pada tahun 2010, Entitas memiliki pinjaman dari pemegang saham, yaitu Eastern Cotton Mills Ltd dan Genaire Enterprises Inc dengan jumlah masing-masing sebesar US$ dan US$ Eastern Cotton Mills Ltd dan Genaire Enterprises Inc menjual pinjamannya kepada Radmet Concept Investment Limited berdasarkan Sale and Purchase and Assignment Agreement tertanggal 15 Juni Pinjaman yang dijual kepada Radmet Concept Investment Limited terdiri dari: - Pinjaman Eastern Cotton Mills Ltd sebesar US$ Pinjaman Genaire Enterprises Inc sebesar US$ Berdasarkan Akta no 107 tanggal 23 Agustus 2011, Rapat Umum Pemegang Saham Entitas menyetujui konversi hutang pada Radmet Concept Investment Limited sebesar US$ atau setara dengan Rp menjadi modal saham (Catatan 24). PT Ungaran Sari Garments Pada tanggal 14 Desember 2011, PT Ungaran Sari Garments mengambil alih pinjaman porsi A Entitas pada Gillespie International Limited. Atas pengalihan pinjaman tersebut, Entitas menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Ungaran Sari Garments pada tanggal 27 Desember Dalam perjanjian tersebut, Entitas memperoleh pinjaman sebesar US$ dengan tingkat bunga LIBOR+3%. Jangka waktu pinjaman selama 6 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 November Sesuai jadwal pembayaran, angsuran dibayar per tahun dan dimulai pada 30 November 2013 dengan nilai angsuran tiap tahunnya sebesar US$ Jaminan atas pinjaman ini berupa: - Hak tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik di Jl. Soekarno Hatta No 23 Probolinggo, Jawa Timur - Indonesia, dengan sertifikat HGB No 1 / Curahgrinting dan HGB No 1 / Kanigaran senilai US$ atas nama PT Eratex Djaja Tbk. Saldo pinjaman jangka panjang PT Ungaran Sari Garments pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar US$ atau setara dengan Rp dan nihil. PT Buana Indah Garments Pinjaman jangka pendek: Pada tanggal 21 Desember 2011, PT Buana Indah Garments memberikan pinjaman sebesar US$ 700 dengan tingkat bunga sebesar 4,5%. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada 20 Februari Saldo pinjaman jangka pendek PT Buana Indah Garments pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar US$ 700 atau setara dengan Rp dan nihil. 35

41 20. PINJAMAN DARI PIHAK-PIHAK YANG BERELASI PT Buana Indah Garments (lanjutan) Pinjaman jangka panjang: Entitas juga memperoleh pinjaman jangka panjang dari PT Buana Indah Garments berdasarkan Loan Agreement tertanggal 30 November Pinjaman sebesar Rp dengan tingkat bunga sebesar 8%. Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun dan akan jatuh tempo pada 29 November Saldo pinjaman jangka panjang PT Buana Indah Garments pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp dan nihil. Tidak ada jaminan yang diberikan Entitas atas pinjaman di atas. 21. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka Pajak Pertambahan Nilai Jumlah pajak dibayar dimuka b. Hutang pajak Pajak Penghasilan pasal Pajak Penghasilan pasal 23/ Pajak Penghasilan pasal 4 (2) Entitas Anak: PT Asiatex Garmindo Pajak Pertambahan Nilai PT Eratex (Hongkong) Ltd Pajak penghasilan Jumlah hutang pajak c. Pajak penghasilan badan Beban pajak penghasilan tahun berjalan: Entitas Anak ( ) ( ) Sub jumlah ( ) ( ) Manfaat/(beban) pajak tangguhan: Entitas ( ) Sub jumlah ( ) Jumlah manfaat/(beban) pajak penghasilan badan ( )

42 21. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Pajak penghasilan badan (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan badan sebagaimana ditunjukkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan penghitungan pajak penghasilan Entitas serta piutang (lebih bayar) pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut: Laba (rugi) konsolidasian sebelum pajak penghasilan badan ( ) Ditambah (dikurangi) : Laba Entitas Anak ( ) ( ) Pendapatan komprehensif Laba (rugi) Entitas sebelum pajak penghasilan badan ( ) Perbedaan tetap: Perjamuan, hadiah dan sumbangan Perjalanan Beban kendaraan Tunjangan Pendapatan bunga deposito dan jasa giro yang yang dikenai pajak penghasilan final ( ) (8.028) Keuntungan pelepasan investasi ( ) - Lain-lain Jumlah perbedaan tetap Perbedaan temporer: Penyusutan aset tetap ( ) ( ) Penyisihan (realisasi) penurunan nilai piutang Amortisasi aset tak berwujud Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Penyisihan (realisasi) penurunan nilai persediaan ( ) Efek penerapan PSAK 50/55 (Revisi 2006) ( ) - Beban keuangan Jumlah perbedaan temporer ( ) Jumlah laba kena pajak (rugi fiskal) ( ) Jumlah rugi fiskal yang dapat dikompensasi Pajak penghasilan badan - - Pajak penghasilan badan dibayar dimuka: Pajak penghasilan badan pasal Pajak penghasilan badan pasal Lebih bayar pajak penghasilan badan

43 21. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan Aset pajak tangguhan - Entitas: Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Penyisihan penurunan nilai piutang Penyisihan investasi Penyisihan penurunan nilai persediaan Jumlah aset pajak tangguhan Liabilitas pajak tangguhan - Entitas: Aset tetap ( ) ( ) Aset tak berwujud ( ) ( ) Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar ( ) - Jumlah aset pajak tangguhan, bersih Operasi yang dihentikan Aset pajak tangguhan, bersih (Catatan 3) e. Piutang pajak Saldo piutang pajak pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Lebih bayar pajak penghasilan badan tahun tahun Jumlah piutang pajak Entitas Jumlah piutang pajak, Entitas Anak Jumlah piutang pajak konsolidasian f. Ketetapan pajak Pada tahun 2011, Entitas menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penghasilan pasal 21 dan Pajak Penghasilan pasal 23 dengan jumlah keseluruhan Rp Selain itu, Entitas juga menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Penghasilan tanggal 16 Juni 2011 dan dinyatakan lebih bayar untuk tahun 2009 sebesar Rp Atas SKPLB yang diterima, Entitas mengajukan permohonan pemindahbukuan untuk SKPKB di atas dan sisanya sebesar Rp telah diterima Entitas pada tanggal 5 Agustus Pada tahun 2010, PT Asiatex Garmindo, Entitas Anak menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak, antara lain Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai tanggal 29 Agustus 2010 dan dinyatakan kurang bayar untuk tahun 2007 sebesar Rp ; Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan pasal 23 tanggal 29 Agustus 2010 dan dinyatakan kurang bayar untuk tahun 2007 sebesar Rp ; serta Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan pasal 26 tanggal 29 Agustus 2010 dan dinyatakan kurang bayar untuk tahun 2007 sebesar Rp Pada tahun 2011, PT Asiatex Garmindo, Entitas Anak menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak, antara lain Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan pasal 23 tanggal 16 Maret 2011 dan dinyatakan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 untuk tahun 2009 sebesar Rp dan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai tanggal 16 Maret 2011 dan dinyatakan kurang bayar untuk tahun 2009 sebesar Rp

44 22. LIABILITAS DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN Entitas memberi imbalan kerja bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, yaitu 55 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 dengan metode Projected Unit Credit. Imbalan kerja ini tidak didanai. Tabel berikut di bawah ini menyajikan unsur-unsur beban imbalan kerja bersih dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan liabilitas imbalan kerja bersih dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan laporan aktuaris independen, PT Bumi Dharma Aktuaria, tertanggal 13 Januari a. Beban imbalan kerja bersih Beban jasa kini Beban bunga Kerugian (keuntungan) aktuarial ( ) ( ) Beban imbalan kerja bersih b. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Nilai kini liabilitas imbalan kerja yang telah menjadi hak Keuntungan/(kerugian) aktuarial yang belum diakui ( ) ( ) Jumlah liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Mutasi liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun Penambahan: Beban tahun berjalan Pengurangan: Penggunaan cadangan tahun berjalan ( ) ( ) Saldo akhir tahun Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut: Usia pensiun normal Tingkat bunga per tahun 7% 9,5% Tingkat kenaikan gaji per tahun 5% 8% Tingkat mortalitas TMI-2000 TMI

45 23. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI Merupakan kepentingan non-pengendali sehubungan dengan investasi pada Entitas Anak yaitu PT Asiatex Garmindo dan PT Eratex Garment: Modal saham Akumulasi rugi ( ) ( ) Jumlah kepentingan non-pengendali atas aset bersih Entitas Anak MODAL SAHAM Berdasarkan akta notaris No. 79 tanggal 15 Juni 2004 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta, modal dasar Entitas telah ditingkatkan menjadi Rp terdiri dari saham dengan nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham. Berdasarkan akta notaris No. 107 tanggal 23 Agustus 2011 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta, Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui konversi pinjaman Entitas kepada Radmet Concept Investment Limited sebesar US$ atau setara dengan Rp menjadi modal saham. Atas perubahan tersebut, maka modal yang ditempatkan dan disetor penuh telah ditingkatkan menjadi Rp terdiri dari lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham. Pada tahun 2010, modal yang disetor dan ditempatkan penuh sebesar Rp terdiri dari lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh) per saham. Komposisi pemegang saham Entitas diatas 5% pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Jumlah Persentase Pemegang saham Saham kepemilikan Jumlah Radmet Concept Investment Limited ,86% PT Buana Indah Garments ,20% South Indonesian Hodings Ltd ,11% PT Wakala Korpora Indonesia ,18% Masyarakat ,66% Jumlah ,00% Komposisi pemegang saham Entitas diatas 5% pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Pemegang saham Jumlah Persentase Saham kepemilikan Jumlah Eastern Cotton Mills Ltd ,00% South Indonesian Hodings Ltd ,50% PT Wakala Korpora Indonesia ,69% Masyarakat ,81% Jumlah ,00% TAMBAHAN MODAL DISETOR, BERSIH Merupakan saldo selisih antara nilai nominal saham dengan nilai jual saham kepada masyarakat, setelah dikurangi jumlah yang dipindahkan ke modal saham pada tahun 1994 sebesar Rp

46 26. PENDAPATAN Pihak ketiga: Ekspor Lokal Jumlah pendapatan Pada tahun 2011, transaksi penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih sebesar Rp kepada Ann Taylor, Rp kepada Polo Ralph Laurent dan Rp kepada VF Europe. Pada tahun 2010, transaksi penjualan yang melebihi 10% dari penjualan bersih sebesar Rp kepada Ann Taylor, Rp kepada Esprit Europe dan Rp kepada Philips Van Heusen. 27. BEBAN POKOK PENJUALAN Pemakaian bahan baku Upah langsung Beban pabrikasi (Catatan 28) Persediaan barang dalam proses: Saldo awal Saldo akhir ( ) ( ) 156) Beban pokok produksi Persediaan barang jadi: Saldo awal Saldo akhir ( ) ( ) Penyisihan penurunan nilai persediaan Lain-lain - ( ) Jumlah beban pokok penjualan Pada tahun 2011 dan 2010, tidak terdapat transaksi pembelian yang melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih. 28. BEBAN PABRIKASI Gaji Air dan listrik Bongkar muat Bahan bakar dan batu bara Penyusutan dan amortisasi Perbaikan dan pemeliharaan Transportasi Beban maklon Suku cadang Bahan pembantu Lain-lain Jumlah beban pabrikasi

47 29. BEBAN PENJUALAN Angkutan Bongkar muat Transportasi Beban bank Lain-lain Jumlah beban penjualan BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Gaji dan upah Beban profesional Imbalan kerja karyawan Komunikasi Penyusutan dan amortisasi Sewa Perjalanan Asuransi Beban bank Lain-lain Jumlah beban umum dan administrasi Operasi yang dihentikan Amortisasi Lain-lain Jumlah beban umum dan administrasi (Catatan 4) SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK -PIHAK YANG BERELASI Entitas, dalam melakukan usahanya, melakukan beberapa transaksi usaha dengan pihak-pihak yang berelasi yang meliputi transaksi penjualan dan pembelian yang diselenggarakan dengan syarat-syarat dan kondisi seperti lazimnya transaksi normal. Sifat keterkaitan dengan pihak-pihak yang berelasi pada umumnya karena merupakan entitas sepengendali atau entitas asosiasi. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: PT Buana Indah Garments PT Ungaran Sari Garments Pihak-pihak berelasi Sifat hubungan Pemegang saham dan anggota manajemen kunci yang sama dengan Entitas Anggota manajemen kunci yang sama dengan Entitas Transaksi dengan pihak-pihak berelasi menggunakan kebijakan harga dan syarat transaksi yang disepakati oleh para pihak. 42

48 31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK -PIHAK YANG BERELASI (lanjutan) Saldo material dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pinjaman jangka pendek PT Buana Indah Garments Pinjaman jangka panjang PT Ungaran Sari Garments PT Buana Indah Garments Jumlah Persentase terhadap jumlah liabilitas 29,93% 0% tidak terdapat transaksi penjualan dan pembelian kepada pihak-pihak yang berelasi. 32. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2011, Entitas dan Entitas Anak mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut: Mata Uang Asing Rupiah (dalam ribuan) Aset: Kas dan setara kas US$ EURO HKD Piutang usaha - pihak ketiga US$ SGD Piutang lain-lain - pihak ketiga US$ Uang muka US$ EURO Beban dibayar dimuka US$ HKD Uang jaminan HKD Jumlah aset Liabilitas: Pinjaman jangka pendek US$ Hutang usaha - pihak ketiga US$ EURO HKD Hutang lain-lain US$ Beban yang masih harus dibayar US$ Pinjaman jangka panjang US$ Pinjaman dari pihak-pihak yang berelasi US$ Jumlah liabilitas Jumlah bersih liabilitas melebihi aset ( ) 43

49 32. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2010, Entitas dan Entitas Anak mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut: Mata Uang Asing Rupiah (dalam ribuan) Aset: Kas dan setara kas US$ EURO HKD Piutang usaha - pihak ketiga US$ EURO SGD Piutang lain-lain - pihak ketiga US$ EURO Uang muka US$ EURO Piutang pajak HKD Beban dibayar dimuka US$ Uang jaminan HKD Jumlah aset Liabilitas: Pinjaman bank - jangka pendek US$ EURO HKD Hutang usaha - pihak ketiga US$ EURO HKD Hutang lain-lain US$ Beban yang masih harus dibayar US$ HKD Pinjaman dari pihak-pihak yang berelasi US$ Pinjaman jangka panjang US$ Jumlah liabilitas Jumlah bersih liabilitas melebihi aset ( ) 33. INFORMASI SEGMEN Bidang usaha: PT Eratex Djaja Tbk adalah Induk Entitas yang bergerak dalam bidang industri pakaian jadi terpadu meliputi bidang-bidang pembuatan pakaian jadi dan proses pakaian jadi lainnya. PT Asiatex Garmindo dan PT Eratex Garment adalah Entitas Anak yang tidak memiliki kegiatan usaha selama periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan PT Eratex (Hongkong) Ltd adalah Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perdagangan umum. ASA Partners Holdings Ltd adalah Entitas Anak yang telah dibubarkan pada tanggal 14 Desember 2011 (Catatan 1.c). 44

50 33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Pendapatan - berdasarkan Entitas: PT Eratex Djaja Tbk PT Eratex (Hongkong) Ltd Jumlah Eliminasi - - Jumlah Operasi yang dihentikan PT Eratex Djaja Tbk - - Jumlah - - Pendapatan - berdasarkan daerah geografis: Ekspor Lokal Jumlah Eliminasi - - Jumlah Operasi yang dihentikan Lokal - - Jumlah - - Pendapatan - menurut jenis produk: Pakaian jadi Lain-lain Jumlah Eliminasi - - Jumlah Operasi yang dihentikan Tekstil - - Jumlah - - Laba (rugi) usaha berdasarkan Entitas: PT Eratex Djaja Tbk ( ) ( ) PT Asiatex Garmindo ( ) ( ) PT Eratex (Hongkong) Ltd Jumlah ( ) ( ) Eliminasi ( ) ( ) Jumlah ( ) ( ) Operasi yang dihentikan PT Eratex Djaja Tbk - (26.401) Jumlah - (26.401) 45

51 33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Laba (rugi) usaha menurut jenis produk: Pakaian jadi ( ) ( ) Lain-lain Jumlah ( ) ( ) Eliminasi ( ) ( ) Jumlah ( ) ( ) Operasi yang dihentikan Tekstil - (26.401) Jumlah - (26.401) Laba (rugi) bersih berdasarkan Entitas: PT Eratex Djaja Tbk ( ) PT Asiatex Garmindo ( ) PT Eratex (Hongkong) Ltd PT Eratex Garment (39.898) Sub jumlah ( ) Eliminasi ( ) ( ) Jumlah ( ) Operasi yang dihentikan PT Eratex Djaja Tbk (18.731) ( ) Jumlah (18.731) ( ) Laba (rugi) bersih menurut jenis produk: Pakaian jadi ( ) Lain-lain Jumlah ( ) Eliminasi ( ) ( ) Jumlah ( ) Operasi yang dihentikan Tekstil (18.731) ( ) Jumlah (18.731) ( ) Aset berdasarkan Entitas: PT Eratex Djaja Tbk PT Asiatex Garmindo ASA Partner Holdings PT Eratex (Hongkong) Ltd PT Eratex Garment Jumlah Eliminasi ( ) ( ) Jumlah Operasi yang dihentikan PT Eratex Djaja Tbk Jumlah

52 33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Aset menurut jenis produk: Pakaian jadi Lain-lain Jumlah Eliminasi ( ) ( ) Jumlah Tekstil Jumlah MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Entitas adalah risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko mata uang dan risiko suku bunga. Entitas mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas dengan menggunakan manajemen risiko. a. Risiko suku bunga Risiko suku bunga atas arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Dibandingkan dengan risiko yang lain, risiko ini tidak terlalu mempengaruhi kinerja arus kas Entitas karena fluktuasi suku bunga pinjaman relatif kecil. b. Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Entitas akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana untuk memenuhi komitmennya. Entitas mengelola risiko ini dengan cara melakukan perencanaan dan evaluasi terhadap arus kas dan setara kas secara rutin, komprehensif dan teliti. Selain itu, Entitas juga selalu menjaga komunikasi dengan pihak bank kreditor, agar selalu dapat memberikan support atau dukungan apabila risiko likuiditas ini secara tiba-tiba meningkat drastis. c. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko dimana Entitas mengalami kerugian dikarenakan adanya pelanggan yang gagal memenuhi kewajiban atas pelunasan hutang mereka terhadap Entitas. Sekitar 94% dari total penjualan saat ini, metode pembayarannya dilakukan secara NON L/C atau penjualan secara kredit dengan term of payment antara 30 hari sampai dengan 45 hari setelah shipment. Entitas mengelola risiko kredit tersebut dengan cara melakukan pemilihan buyer secara lebih selektif (pemilihan buyer yang memiliki kredibilitas pembayaran yang baik) dan melakukan kontrol yang sangat ketat terhadap piutang yang telah jatuh tempo. Instrumen keuangan Entitas yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha. d. Risiko mata uang Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing. Disamping masalah nilai penjualan, risiko ini juga mengakibatkan terganggunya arus kas Entitas jika nilai rupiah terlalu kuat atau terapresiasi atas beberapa mata uang, terutama US Dollar. Entitas mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap nilai tukar mata uang secara intensif, sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat seperti mendapatkan fasilitas lindung nilai dari bank bila diperlukan. 96,5% dari penjualan Entitas adalah dalam mata uang asing, sedangkan 35% biayanya dalam Rupiah, sehingga lindung nilai terhadap mata uang asing menjadi prioritas bagi Entitas. Bank kreditur telah mendukung dengan memberikan fasilitas kontrak derivatif berupa Exposure Risk Limit Facility (Catatan 14). 47

53 35. INSTRUMEN KEUANGAN Entitas dan Entitas Anak memiliki berbagai aset keuangan seperti piutang usaha dan non-usaha serta kas dan setara kas, yang timbul secara langsung dari kegiatan usaha Entitas dan Entitas Anak. Liabilitas keuangan pokok Entitas dan Entitas Anak terdiri dari hutang jangka panjang, hutang usaha dan non-usaha. Tujuan utama dari liabilitas keuangan tersebut adalah untuk membiayai kegiatan usaha Entitas dan Entitas Anak. Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2011: 31 Desember 2011 Nilai tercatat Nilai wajar Aset keuangan Pinjaman yang diberikan dan piutang Kas dan setara kas Piutang usaha Aset keuangan lancar lainnya Jumlah aset keuangan Liabilitas keuangan Pinjaman dan hutang Pinjaman jangka pendek Hutang usaha Beban masih harus dibayar Pinjaman jangka panjang Pinjaman kepada pihak-pihak yang berelasi Liabilitas keuangan lancar lainnya Jumlah liabilitas keuangan RENCANA MANAJEMEN Kinerja keuangan Entitas pada akhir 31 Desember 2011 meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penjualan meningkat sebesar 11% bila dibandingkan tahun 2010, biaya-biaya operasional berkurang menjadi 87,4% dari penjualan dibandingkan 105,6% di tahun 2010, sehingga menghasilkan margin laba kotor pada tahun 2011 menjadi 12,6% bila dibandingkan dengan rugi kotor sebesar 5,6% di tahun Entitas juga telah mengurangi biaya tetap untuk administrasi overhead menjadi 8,1% di tahun 2011 dari 10,6% di tahun Selama semester pertama pada tahun 2011, Entitas menghadapi kesulitan keuangan untuk mendapatkan fasilitas perdagangan yang cukup dan tepat waktu untuk mengerjakan order. Penundaan untuk mendatangkan bahan baku di pabrik secara tepat waktu menyebabkan keterlambatan pengiriman dan sebagai konsekuensinya menerima klaim beban pengiriman melalui udara dari pembeli. Hal ini berdampak buruk terhadap operasional perusahaan pada semester 1 dan menghabiskan kontribusi yang dihasilkan dari volume penjualan yang tinggi. Kepemilikan dan manajemen Entitas berubah pada semester ke 2 tahun 2011 dan manajemen baru memulai usahanya untuk mendorong dan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap Entitas. Manajemen baru juga dapat memberikan jaminan untuk penyediaan fasilitas perdagangan yang memadai dari pihak perbankan dan juga memberikan tambahan pinjaman jangka pendek kapanpun dibutuhkan agar memastikan pemenuhan pengerjaan order pelanggan terpenuhi. Pada kwartal terakhir 2011, terlihat adanya peningkatan penjualan serta laba operasi. Penggunaan kapasitas produksi mulai mencapai puncaknya sejak bulan November 2011 dan seterusnya. Kemampuan bisnis dan pendekatan yang fokus dari manajemen baru membantu dalam meminimalkan kerugian operasional dan sebagai hasilnya laba mulai menunjukkan peningkatan menjelang akhir tahun. 48

54 36. RENCANA MANAJEMEN (lanjutan) Faktor lain yang mempengaruhi kinerja keuangan pada tahun 2011 adalah penurunan nilai USD karena Rupiah terus menguat sampai kuartal ketiga tahun 2011 dan menyentuh level Rp /USD dibandingkan dengan tahun 2010 pada level Rp / USD. Kinerja pada 3 kuartal tahun 2011 dipengaruhi oleh hal ini karena Entitas memperoleh lebih dari 98% pendapatannya dalam mata uang asing dan membayar lebih dari 25% biayanya dalam Rupiah. Akan tetapi, USD meningkat lagi pada kuartal keempat tahun 2011 dan mencapai level Rp 9.070/USD yang meningkatkan kinerja pada kuartal ini. Rata-rata nilai tukar Rupiah sebesar Rp 8.770/USD pada tahun 2011 dan Rp 9.080/USD di tahun Tahun 2011, Entitas memperoleh penghapusan pinjaman sebesar Rp 90,5 miliar, yang mana hal ini membantu meningkatkan kinerja keuangan Entitas. Penghapusan hutang ini dibukukan sebagai keuntungan dalam laporan keuangan tahun 2011 dan hal ini membantu dalam mengurangi akumulasi kerugian Entitas. Entitas juga memperoleh kenaikan pembiayaan jangka pendek dari bank untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang membantu meningkatkan volume penjualan selama kuartal keempat tahun Manajemen baru telah berhasil meyakinkan pelanggan untuk meningkatkan bisnis dengan Entitas, mendapatkan fasilitas kredit yang cukup pada harga pasar, dan mengatur restrukturisasi hutang yang sangat dibutuhkan oleh Entitas, yang akan memberikan dampak yang sangat positif pada kinerja bisnis Entitas di masa yang akan datang. Manajemen Entitas mempunyai rencana tindakan di bawah ini untuk tahun 2012 : 1 Memperluas kapasitas produksi untuk mencapai tingkat skala ekonomis yang optimal. 2 Kenaikan kapasitas produksi harus selaras dengan komitmen ketersediaan volume pesanan jangka panjang. 3 Memperluas basis pelanggan dengan menjangkau pelanggan baru dari Amerika Serikat dan mengembangkan lebih banyak pelanggan lokal. 4 Meningkatkan bauran produk yang menghasilkan marjin pesanan yang tinggi. 5 Mengganti mesin-mesin lama dengan teknologi terbaru untuk mengurangi biaya-biaya operasional dan menerima "high end order " yang hanya dapat diproduksi dengan teknologi baru tersebut. 6 Otomasi area padat karya dengan investasi strategis pada otomasi mesin-mesin. 7 Mempekerjakan tenaga kerja yang kompeten untuk mendukung perluasan serta keunggulan membawa dalam operasional Entitas. 8 Mengurangi biaya-biaya utilitas dengan berinvestasi pada proyek-proyek yang menggunakan bahan bakar yang lebih murah. Manajemen mengantisipasi pertumbuhan bisnis yang baik untuk tahun 2012 dikarenakan pemegang saham pengendali yang baru memberikan dukungan berupa tehnik, pemasaran dan ketersediaan finansial bagi Entitas. 37. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Berikut ini ikhtisar Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), yang relevan terhadap Entitas, sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian Entitas tetapi belum efektif adalah sebagai berikut: Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: a. b. c. d. e. f. PSAK No. 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. PSAK No. 13 (Revisi 2011) Properti Investasi PSAK No. 16 (Revisi 2011) Aset Tetap PSAK No. 18 (Revisi 2010) Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK No. 24 (Revisi 2010) Imbalan Kerja PSAK No. 26 (Revisi 2011) Biaya Pinjaman 49

55 37. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan) Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012 (lanjutan): g. h. i. j. k. l. m. n. o. PSAK No. 30 (Revisi 2011) Sewa PSAK No. 46 (Revisi 2010) Akuntansi Pajak Penghasilan PSAK No. 50 (Revisi 2010) Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK No. 53 (Revisi 2010) Pembayaran Berbasis Saham PSAK No. 55 (Revisi 2011) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK No. 56 (Revisi 2011) Laba per Saham PSAK No. 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan ISAK No. 15 PSAK No Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya ISAK No. 20, Pajak penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham Entitas sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar, Interpretasi dan Pencabutan Standar yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasiannya. 38. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Manajemen Entitas bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 17 Februari

PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan Registered Public Accountants Accountants & business advisers PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang

Lebih terperinci

PT ERATEX DJAJA Tbk dan Entitas Anak

PT ERATEX DJAJA Tbk dan Entitas Anak PT ERATEX DJAJA Tbk dan Entitas Anak LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (tidak diaudit) Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2013 dan 2012 dan pada tanggal 31 Desember 2012

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2012 Dan 2011 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 PT SUGIH ENERGY Tbk

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 Daftar Isi Halaman Laporan

Lebih terperinci

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 dan 31 Maret 2011 (tidak

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 Daftar Isi Halaman Laporan

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 (Audited)

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE TIGA BULAN DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT)

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi Laporan

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Lebih terperinci

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen PT. NUSANTARA INTI CORPORA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 Beserta Laporan Auditor Independen DAFTAR ISI Halaman I.

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember 2017 beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi

Lebih terperinci

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah ) 1 UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Surya Toto Indonesia Tbk. ("Perusahaan") didirikan tanggal 11 Juli 1977 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1, tahun 1967 berdasarkan akte yang dibuat

Lebih terperinci

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014 PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET 31 Desember 31 Desember

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian...4-5

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian...4-5 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 1 JANUARI 2010/ 31 DESEMBER 2009 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi

Lebih terperinci

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun yang Berakhir Pada

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014

Lebih terperinci

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen

Lebih terperinci

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT )

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi

Lebih terperinci

Catatan 31 Maret Maret 2010

Catatan 31 Maret Maret 2010 NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang

Lebih terperinci

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Catatan 30 JUNI 2012 31 DESEMBER 2011 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 4 9.315.350.590 15.243.524.140 Piutang usaha 5,12,21 Pihak

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2011) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk Dan ANAK PERUSAHAAN

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk Dan ANAK PERUSAHAAN PT SIDOMULYO SELARAS Tbk Dan ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2012 dan 2011 Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun yang Berakhir Pada

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT ALKINDO NARATAMA TBK ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011 Dengan Angka Perbandingan Tahun 2010 Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Lebih terperinci

PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL

PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)

Lebih terperinci

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman

Lebih terperinci

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET

Lebih terperinci

P.T. METRODATA ELECTRONICS Tbk DAN ENTITAS ANAK

P.T. METRODATA ELECTRONICS Tbk DAN ENTITAS ANAK P.T. METRODATA ELECTRONICS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2014 DAN 2013 P.T. METRODATA

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...

Lebih terperinci

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 30 September 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) dan untuk periode enam bulan yang berakhir

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2014 DAN 2013 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited)

Lebih terperinci

PT MAHAKA RADIO INTEGRA TBK. (D/H PT GENTA SABDA NUSANTARA) DAN ENTITAS ANAK

PT MAHAKA RADIO INTEGRA TBK. (D/H PT GENTA SABDA NUSANTARA) DAN ENTITAS ANAK PT MAHAKA RADIO INTEGRA TBK. (D/H PT GENTA SABDA NUSANTARA) DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2016 (TIDAK DIAUDIT) PT MAHAKA RADIO

Lebih terperinci

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7 PT ALKINDO NARATAMA Tbk dan ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Desember 2011, 2010 Dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER

Lebih terperinci

Jumlah aset lancar

Jumlah aset lancar LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 3.290.851.940 3.950.247.926

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e,2h,4 3.481.123.418 22.905.396.860 Dana yang dibatasi penggunaannya 2e,2i,5 38.299.113.429 43.658.804.298 Piutang usaha 2e,6 Pihak

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan keuangan konsolidasian Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4 Laporan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited) dan Laporan Keuangan

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 Daftar Isi Halaman

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi

Lebih terperinci

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2015 DAN 31 DESEMBER 2014 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2015 DAN 2014 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012

Lebih terperinci

PT PANASIA INDO RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT PANASIA INDO RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Catatan 30 SEPTEMBER 2012 31 DESEMBER 2011 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 4 5.255.573.011 15.243.524.140 Piutang usaha

Lebih terperinci

PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ENTITAS ANAK PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN PERIODE TIGA BULAN YANG

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT 2013 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) (Mata Uang Indonesia)

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL

Lebih terperinci

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM 30 JUNI 2011 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2010 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Desember 2011, 2010 Dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Dan Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci