PEMANFAATAN DANA UNIT SIMPAN PINJAM BAGI ANGGOTA KUD MAREM PANTI JEMBER
|
|
|
- Shinta Veronika Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PEMANFAATAN DANA UNIT SIMPAN PINJAM BAGI ANGGOTA KUD MAREM PANTI JEMBER The Benefit Of Funding In The Unit Of Saving And Loan For The Kud Group At The Marem Panti Jember Dewi Utamiyatul Laili¹, Sukidin², Joko Widodo³ Program Studi Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (UNEJ) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan dana unit simpan pinjam bagi anggota KUD Marem Panti Jember tahun 2013.Metode penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive area yaitu KUD Marem Panti Jember.Penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode purposive yaitu subjek penelitian dipilih dan ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan mampu memberikan data dan informasi yang dibutuhkan yang menjadi target dalam penelitian ini yaitu sebanyak 9 subjek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode: wawancara, observasi, dan dokumen.analisis data yang digunakan adalah menelaah data, mereduksi data, menyusun data dalam satuan-satuan, mengkatagorikan data, menentukan keabsahan data, dan menafsirkan data. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan dana simpanan yang dilakukan oleh pihak KUD yaitu untuk menambah modal usaha dan untuk perkembangan koperasi. Sedangkan pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh anggota KUD MAREM meliputi pemenuhan kebutuhan produktif dan pemenuhan kebutuhan konsumtif. Kata kunci: Unit Simpan Pinjam, Kebutuhan Produktif, Kebutuhan Konsumtif Abstract: This research was conducted to know about the usage of the savings and loans fund unit for KUD Marem member Panti Jember in The area determination method used purposive method that is KUD Marem Panti Jember. Wich the research subject was determined intentionally with considering in giving the data and the information needed as the target research. The target research was 9 research subjects. The data collection method is consisted of interviewing, observing, and documenting. The analysis data is used for examining data, deducting data, arranging data in one unit, categorizing data and determining the data validity and interpreting dsta. The result of this research was the usange of savings and loans fund which conducted by KUD member of increasing the venture capital and progressing the coop. Besides the usange of saving and loans fund which was conducted by KUD MAREM member consisted of completing productive needs and completing consummate needs. Key Words: Saving and loans unit, Productive needs, Consummate needs
2 Pendahuluan Unit simpan pinjam merupakan unit usaha koperasi yang bergerak dalam pemupukan simpanan dari para anggotanya untuk dipinjamkan kembali kepada anggotanya yang membutuhkan bantuan modal untuk usahanya. Unit simpan pinjam bertujuan untuk kesejahteraan anggota koperasi khususnya dan untuk kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Menurut Anoraga dan Widiyanti (2003:27) Koperasi Unit Desa khususnya Unit Simpan Pinjam didirikan untuk memberikan kesempatan kepada anggotaanggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga pinjaman yang ringan. Disamping bertujuan untuk kesejahteraan hidup, unit simpan pinjam juga memiliki tujuan finansial yaitu untuk memperoleh keuntungan.dalam rangka memperoleh keuntungan tentu sebuah unit simpan pinjam harus memiliki strategi-strategi untuk mengembangkan usahanya. Upaya mengembangkan usahanya unit simpan pinjam terlebih dahulu menentukan sasaran dan strategi agar dapat membuat landasan untuk rencana pelaksanaannya, karena tanpa adanya sasaran dan strategi yang jelas, rencana pelaksanaan praktis tidak bisa disusun dengan baik. Pada sebuah KUD dalam menjalankan usahanya pasti ada pemanfaatan dana unit simpan pinjam yang bertujuan untuk meningkatkan koperasi yang tujuan akhirnya untuk kesejahteraan anggotanya, begitu juga dengan unit simpan pinjam KUD Marem Panti Jember yang akan penulis teliti. Pemanfaatan simpanan yang diperoleh KUD Marem Panti Jember yang berasal dari anggota digunakan untuk peningkatan modal koperasi yaitu untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam melakukan pinjaman (Subandi, 2011:82). Selain itu, pinjaman yang diterima oleh KUD Marem Panti Jember juga digunakan untuk meningkatkan unit usaha yang ada pada koperasi tersebut. Sehingga indikator yang digunakan dalam pemanfaatan unit simpanan yang dilakukan oleh pihak koperasi adalah peningkatan modal usaha.menurut Rahayu (2010) simpanan yang diterima oleh koperasi yang berasal dari anggota digunakan untuk peningkatan modal dan perkembangankoperasi( 2 LinkId=255141).Jadi, pemfaatan jumlah simpanan yang diperoleh oleh pihak Koperasi Unit Desa (KUD) Marem Panti tersebut bertujuan untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sedangkan untuk pemanfaatan dana pinjaman yang diperoleh anggota KUD Marem Panti Jembersebagian besar digunakan untuk meningkatkan usaha yang dimiliki maupun untuk membuka suatu usaha baru. Sedangkan sisanya digunakan untuk memnuhi kebutuhan konsumtif mereka seperti, memenuhi keperluan sehari-hari serta untuk membiayai sekolah anakanak mereka. Dimana Pinjaman merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjammeminjam antara koperasi dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan (Hendrojogi, 2012:194). Unit simpan pinjam di KUD Marem tumbuh dan berkembang setiap tahunnya. Hal ini terlihat pada pencapaian target alokasi pembiayaan yang tercatat pada laporan keuangan dalam laporan RAT. Petumbuhan unit simpan pinjam di KUD Marem terutama disebabkan oleh prosedurnya yang mudah dan cepat serta jangka waktu kredit yang fleksibel, sehingga sangat menarik bagi peminjam yang mayoritas tidak menyukai prosedur yang lama dan berbelit-belit walaupun tingkat bunganya sebesar 3% per bulan dengan jumlah pinjaman maksimal yang dapat diperoleh sebesar 65% dari harga jaminan, sedangkan untuk tingkat bunga simpanan sebesar 10% dalam 1 tahun. Keberhasilan koperasi terlihat melalui perkembangan jumlah unit simpan pinjam, jumlah anggota, besarnya aset, dan besarnya sisa hasil usaha. Hal ini merupakan aspek penting dari ukuran keberhasilan koperasi, akan tetapi partisipasi anggota atau keterlibatan langsung anggota dalam menabung, meminjam, dan kesadaran anggota mengikuti pendidikan dan pembinaan koperasi, serta penggunaan pinjaman untuk produktif merupakan faktor pendukung keberhasilan koperasi simpan pinjam, sehingga untuk dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, pihak koperasi maupun anggota harus dapat memanfaatkan dana simpan pinjam yang diperoleh
3 dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan dana unit simpan pinjam merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pihak koperasi maupun anggota dalam mempergunakan dana yang diperoleh dengan sebaik-baiknya guna mencapai kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pemanfaatan utama dana simpanan yang dilakukan oleh pihak koperasi yaitu untuk peningkatan modal koperasi yang bertujuan untuk dapat memenuhi segala pinjaman yang dibutuhkan oleh anggota dan masyarakat. Selain itu juga untuk meningkatkan semua unit usaha yang ada pada koperasi KUD Marem tersebut, sehingga dapat meningkatkan SHU yang diterima oleh anggota yang berujung pada kesejahteraan anggota koperasi tersebut.jadi, dengan adanya pemanfaatan unit simpan pinjam yang dilakukan oleh pihak koperasi maupun oleh anggota, maka dapat memperbaiki kehidupan ekonomi pada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejateraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya di Desa Panti Jember. Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan dalam penelitian ini ialah: Bagaimanakah pemanfaatan dana unit simpan pinjam bagi anggota KUD Marem Panti Jember tahun Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sehingga dalam penelitian ini hanya ingin mengetahui tentang pemanfaatan dana simpan pinjam pada KUD Marem Panti Jember tahun 2013 yang dijabarkan dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata dan bahasa.metode penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive area yaitu pada KUD Marem Panti Jember. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive, subjek penelitian dipilih dan ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan mampu memberikan data dan informasi yang dibutuhkan yang menjadi target dalam penelitian ini sebanyak 9 orang yang terdiri dari 5 subjek penelitian dan 4 informan penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metoden : wawancara, observasi, dan dokumen.analisis 3 data yang digunakan adalah Menelaah data, Mereduksi data, Menyusun data dalam satuan-satuan, Mengkatagorikan data, Menentukan keabsahan data, Menafsirkan data Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Adapun pemanfaatan dana unit simpan pinjam yaitu meliputi pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh pihak koperasi terdiri dari peningkatan modal dan perkembangan koperasi serta pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh pihak yang meminjam terdiri dari kebutuhan produktif dan kebutuhan konsumtif. A. Pemanfaatan Dana Simpanan (Pihak Koperasi) Salah satu pemanfaatan dana simpanan yang dilakukan oleh pihak KUD Marem Panti Jember adalah untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam hal simpan pinjam. Jadi, jumlah pinjaman yang diperoleh KUD MAREM Desa Serut Kecamatan Panti digunakan oleh pihak koperasi untuk perputaran modal dengan cara memenuhi kebutuhan anggota dalam hal meminjam dana pada pihak koperasi tersebut. Berikut merupakan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu pengurus koperasi yang menjadi responden dalam penelitian ini. Jumlah simpanan yang diperoleh pihak koperasi digunakan sepenuhnya untuk menambah modal usaha pada KUD MAREM tersebut yaitu untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam melakukan pinjaman dana pada KUD MAREM, sehingga anggota dapat memperolah pinjaman dengan mudah dan cepat serta jumlah yang maksimal (YH, 43 Th ). Hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa dengan adanya simpanan yang diterima oleh pihak KUD MAREM dapat memperlancar pihak koperasi dalam memenuhi kebutuhan anggota dalam melakukan pinjaman. Sehingga dengan adanya hal tersebut maka tujuan dari KUD MAREM sudah dapat terpenuhi, yaitu meningkatkan
4 kesejahteraan masyarakat dengan memberikan dana pinjaman kepada anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. B. Pemanfaatan Dana Pinjaman oleh Anggota Pinjaman merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara koperasi dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan. Bunga pinjaman di KUD Marem Panti Jember sebesar 3% per bulan dengan jumlah pinjaman maksimal yang dapat diperoleh sebesar 65% dari harga jaminan, meski bunganya besar tetapi masyarakat tidak mengalami keberatan karena di KUD Marem prosedurnya sangat mudah dan cepat serta jangka waktu kredit yang fleksibel sehingga sangat menarik bagi para peminjam yang mayoritas tidak menyukai prosedur yang lama dan berbelit-belit walaupun tingkat bunganya besar. Adapun pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh anggota KUD MAREM adalah untuk kebutuhan produktif yang meliputi membuka usaha baru dan mengambangkan usaha yang telah dimiliki tersebut. Untuk kebutuhan produktif merupakan tujuan utama diberikannya pinjaman kepada anggota, akan tetapi ada pada seluruh subjek pada penelitian ini yang menggunakan sebagian kecil jumlah pinjaman yang diperoleh tersebut untuk kebutukan konsumtif seperti pemenuhan kebutuhan sehari-hari, untuk biaya sekolah anak, dan lain-lain. Jumlah pinjaman yang digunakan oleh anggota KUD Marem Panti Jember sebagian besar digunakan untuk kebutuhan produktif, pemenuhan kebutuhan produktif tersebut merupakan suatu tujuan utama dari adanya pinjaman yang diberikan oleh pihak KUD kepada anggota yang meliputi peningkatan usaha dan untuk membuka suatu usaha yang baru. Akan tetapi, dalam penggunaan pinjaman yang diterima oleh anggota tidak semua di gunakan untuk kebutuhan produktif saja,ada sebagian kecil dana pinjaman yang digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk memenuhi kebutuhan sekolah 4 anak, dan lain-lain.berikut merupakan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu tokoh masyarakat (Kepala Desa) Desa Serut Kecamatan Panti berkaitan dengan penggunaan pinjaman dalam hal meningkatkan usaha yang dimiliki yang juga menjadi anggota pada KUD tersebut. Saya melakukan pinjaman pada KUD MAREM dalam jumlah yang cukup besar, dan jumlah pinjaman tersebut saya gunakan untuk meningkatkan usaha yang saya miliki yaitu perluasan lahan pertanian yang telah saya miliki. (AR, 45 Th ). Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa dengan adanya peningkatan pada usaha yang dimiliki oleh anggota maupun masyarakat dapat mensejahterakan kehidupan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Hal ini dikarenakan dengan adanya peningkatan usaha yang dimiliki, maka pendapatan yang diterima juga akan mengalami peningkatan. Pembahasan Adanya penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pemanfaatan dana unit simpan pinjam oleh anggota KUD MAREM Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember sudah dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Adanya pemanfaatan dari unit simpan pinjam tersebut diharapkan dapat mensejahterakan kehidupan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Adapun pemanfaatan dana simpanan yang dilakukan oleh pihak KUD adalah untuk menambah modal usaha dan untuk perkembangan koperasi. Sedangkan pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh anggota KUD MAREM meliputi pemenuhan kebutuhan produktif dan pemenuhan kebutuhan konsumtif. Tujuan utama diberikan pinjaman kepada pihak anggota KUD Marem adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam hal produktif, sehingga dalam hal ini pihak KUD melakukan
5 pemantauan dalam hal penggunaan pinjaman yang dilakukan oleh anggota tersebut. Sebelum pihak koperasi memberikan pinjaman kepada anggota, terlebih dahulu pihak koperasi akan melakukan suatu pengamatan/survai terhadap kehidupan para anggota yang hendak melakukan pinjaman tersebut, serta akan digunakan untuk apa saja dana pinjaman yang diperoleh anggota tersebut. 1.1 Pemanfaatan Dana Simpanan oleh Pihak KUD MAREM Pemanfaatan dana simpanan oleh pihak KUD MAREM dilakukan oleh dua usaha yaitu peningkatan modal dan perkembangan koperasi. Peningkatan modal yang dilakukan oleh pihak koperasi dalam hal pemanfaatan simpanan yang diperoleh koperasi adalah untuk dapat memenuhi segala pinjaman yang dilakukan oleh pihak koperasi.sehingga segala kebutuhan anggota dan masyarakat dapat terpenuhi terutama dalam hal melakukan pinjaman pada pihak KUD MAREM Panti Jember. Pada KUD Marem Panti Jember sudah mengalami pengembangan usaha koperasinya yang semula hanya Unit Simpan Pinjam dan Toko Pertanian sekarang bertambah yaitu Pembayaran Listrik dan Pertokoan (Swalayan). Dari sini koperasi dapat memenuhi kebutuhan anggota dan mensejahterakan anggota masyarakat sekitarnya.hal ini bisa dilihat tingkat pengembangan koperasi yang begitu pesat, terutama pada bagian Unit Simpan Pinjam yang bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat disekitarnya. Perkembangan ini menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun, baik itu dari jumlah anggotanya, volume usahanya, sisa hasil usahanya dan masyarakat juga ikut menentukan berkembang atau tidaknya suatu koperasi baik sebagai anggota koperasi ataupun sebagai anggota masyarakat yang berada dalam ruang lingkup koperasi tersebut.hal ini sesuai dengan pendapat Mubyarto (2003:56) yang menjelaskan bahwa suatu koperasi yang dapat memanfaatkan dana dengan sebaik-baiknya maka dapat meningkatkan modal usaha pada koperasi tersebut serta dapat mensejahterakan kehidupan anggota maupun masyarakat pada umumnya. 5 Keberhasilan usaha KUD MAREM Panti Jember adalah suatu kegiatan usaha dengan segala upaya baik pikiran dan tenaga masing-masing personil yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat dilihat melalui perkembangan jumlah unit koperasi, jumlah anggota, besarnya aset, dan besarnya sisa hasil usaha. Hal ini merupakan aspek penting dari ukuran keberhasilan koperasi, akan tetapi partisipasi anggota atau keterlibatan langsung anggota dalam menabung, meminjam, dan kesadaran anggota mengikuti pendidikan dan pembinaan koperasi, serta penggunaan pinjaman untuk produktif merupakan faktor pendukung keberhasilan koperasi yang perlu dipertimbangkan. Pada KUD Marem Panti Jember, pemanfaatan simpanan yang diperoleh koperasi yang berasal dari anggota digunakan untuk peningkatan modal koperasi yaitu untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam melakukan pinjaman. Selain itu, pinjaman yang diterima oleh KUD Marem Panti Jember juga digunakan untuk meningkatkan unit usaha yang ada pada koperasi tersebut.sehingga kebutuhan anggota dapat terpenuhi dalam hal melakukan pinjaman serta dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut Rahayu (2010) simpanan yang diterima oleh koperasi yang berasal dari anggota digunakan untuk peningkatan modal dan perkembangan koperasi ( LinkId=255141). Jadi, pemfaatan jumlah simpanan yang diperoleh oleh pihak Koperasi Unit Desa (KUD) Marem Panti tersebut bertujuan untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. 1.2 Pemanfaatan Dana Pinjaman oleh Anggota KUD MAREM Pinjaman merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara koperasi dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan. Bunga pinjaman di KUD Marem Panti Jember sebesar 3% per bulan dengan jumlah pinjaman maksimal yang dapat
6 diperoleh sebesar 65% dari harga jaminan, meski bunganya besar tetapi masyarakat tidak mengalami keberatan karena di KUD Marem prosedurnya sangat mudah dan cepat serta jangka waktu kredit yang fleksibel sehingga sangat menarik bagi para peminjam yang mayoritas tidak menyukai prosedur yang lama dan berbelit-belit walaupun tingkat bunganya besar. Adapun pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh anggota maupun masyarakat pada KUD MAREM Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember adalah untuk pemenuhan kebutuhan produktif dan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Dimana untuk kebutuhan produktif merupakan suatu pinjaman yang digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja sehingga dapat memperlancar kegiatan produksi misalnya pembelian bahan baku, pembayaran upah, biaya.adapun beberapa kebutuhan produktif yang sering dilakukan oleh anggota KUD MAREM adalah kegiatan pada sektor perdagangan, industri, pertanian, peternakan, dan jasa. Akan tetapi, Untuk sektor usaha yang dilakukan oleh para anggota maupun masyarakat yang telah melakukan pinjaman pada KUD Marem Kecamatan Panti Jember mayoritas digunakan untuk perdagangan dan pertanian. Hal ini disebabkan pada Kecamatan panti kegiatan usaha yang dominan adalah dalam bidang perdagangan dan pertanian. Adanya pinjaman dana yang digunakan untuk kebutuhan produktif anggota KUD Marem Panti Jember dapat mempengaruhi tingkat pendapatan yang diperoleh anggota tersebut. Dimana setelah memperoleh pinjaman, tingkat pendapatn yang diperoleh anggota koperasi mengalami peningkatan yang cukup pesat daripada sebelum melakukan pinjaman. Adapun beberapa kebutuhan konsumtif yang sering dilakukan oleh anggota KUD MAREM adalah untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif, misalnya membeli peralatan rumah tangga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan berbagai macam barang konsumsi lainnya. Dimana pada pemenuhan kebutuhan konsumtif tersebut merupakan suatu kebutuhan utama yang harus dipenuhi, akan tetapi tidak membutuhkan dana yang terlalu besar. 6 Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa segala pemanfaatan dana pinjaman yang dilakukan oleh anggota maupun masyarakat dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan produktif dan pemenuhan kebutuhan konsumtif. Menurut Kasmir (2002:99) yang menjelaskan bahwa Pinjaman konsumtif, yaitu pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif, misalnya membeli peralatan rumah tangga dan berbagai macam barang konsumsi lainnya, sedangkan pinjaman produktif, yaitu pinjaman untuk membiayai kebutuhan modal kerja sehingga dapat memperlancar kegiatan produksi misalnya pembelian bahan baku, pembayaran upah, biaya. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa pemanfaatan dana unit simpan pinjam oleh anggota KUD MAREM Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember sudah sesuai dengan ketentuan serta pemanfaatan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan dana unit simpan pinjam oleh anggota KUD MAREM Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk mensejahterakan kehidupan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sehingga pada pihak KUD MAREM sudah dapat memanfaatkan dana simpanan yang berasal dari anggota maupun masyarakat dengan sebaikbaiknya dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pada KUD tersebut. Sedangkan pada pihak anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya sudah dapat memanfaatkan dana pinjaman yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan yang sudah ditentukan yaitu untuk kebutuhan produktif yaitu untuk membuka suatu usaha baru dan untuk mengembangkan usaha yang telah dimiliki oleh anggota tersebut. Pemenuhan kebutuhan produktif tersebut merupakan suatu tujuan utama
7 7 dari adanya pinjaman yang diberikan oleh pihak KUD Marem Panti Jember kepada anggota.akan tetapi dalam penggunaan pinjaman oleh anggota tidak semua digunakan untuk kebutuhan produktif saja, ada sebagian kecil pinjaman yang diperoleh anggota digunakan untuk kebutuhan konsumtif, seperti keperluan sehari-hari, keperluan sekolah anak, dan lain-lain. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat peneliti berikan kepada pihak KUD MAREM Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember, hendaknya terus meningkatkan modal usaha yaitu dengan memberikan prosedur yang mudah dan bunga yang ringan bagi anggota maupun masyarakat dalam melakukan simpanan maupun pinjaman. Dan bagi pihak Anggota dan masyarakat, hendaknya dapat mempergunakan dana pinjaman yang diperoleh dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan produktif mereka. DAFTAR RUJUKAN Anoraga, P dan Widiyanti, N Dinamika Koperasi. Jakarta: Bina Adiaksara dan Rineka Cipta. Kasmir Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (edisi keenam). Jakarta: Sinar Grafika. Hendrojogi Koperasi Asas-asas, Teori dan Praktek. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Mubyarto Adiaksara dan Rineka Cipta Dinamika Koperasi. Jakarta: Bina Subandi Koperasi Dalam Teori dan Praktek.Jakarta: PT. Rineka Cipta.
ANALISIS PERKEMBANGAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) PADA KUD SIDO MAKMUR KECAMATAN SUMBERSUKO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN BUKU
1 ANALISIS PERKEMBANGAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) PADA KUD SIDO MAKMUR KECAMATAN SUMBERSUKO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN BUKU 2009-2013 Eka Elisa, Sukidin, Hety Mustika Ani Program Studi Pendidikan Ekonomi,
KINERJA ORGANISASI KOPERASI UNIT DESA ORA ET LABORA KECAMATAN PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI
1 KINERJA ORGANISASI KOPERASI UNIT DESA ORA ET LABORA KECAMATAN PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI Ria Agustina, Pudjo Suharso, Hety Mustika Ani Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
ABSTRAK PENDAHULUAN. Hardianti et al., Strategi Pengembangan Usaha...
1 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADA PEDAGANG BAKSO DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER Business Development Strategy On The Meatballs Soap Vendors in the campus Surrounding Jember University Siti Hardianti,
Kata kunci: Modal Kerja dan Omset Penjualan
1 ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA DALAM MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN KOPERASI PADA KP-RI KARYA HUSADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBER TAHUN BUKU 2009-2012 Siti Solaiha *, Drs. Sutrisno Djaja.
ANALISIS PENAMBAHAN MODAL KOPERASI DALAM PENCAPIAN SHU PADA KPRI MANGGALA GUMUKMAS KABUPATEN JEMBER PERIODE
ANALISIS PENAMBAHAN MODAL KOPERASI DALAM PENCAPIAN SHU PADA KPRI MANGGALA GUMUKMAS KABUPATEN JEMBER PERIODE 2010-2012 (THE ANALYSIS OF INCREASING FINANCIAL COOPERATION IN SHU ACHIEVEMENT AT KPRI MANGGALA
Kata Kunci: Perputaran piutang, Rasio Aktivitas, Selisih Hasil Usaha (SHU), Koperasi Unit Desa (KUD)
1 Analisis Tingkat Perputaran Piutang terhadap Perkembangan selisih Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Unit Desa (KUD) Argopuro Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Tahun Buku 2011-2012 Penulis1 (Siti Romsiah),
Pendahuluan. Anom Charisma Munir et al., Pengaruh Partisipasi anggota di Bidang Usaha Trehadap...
1 PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA DI BIDANG USAHA TERHADAP PENERIMAAN SELISIH HASIL USAHA (Studi Kasus pada Anggota Koperasi Swadharma Kabupaten Jember Tahun Buku 2012) Anom Charisma munir, Dra. Retna Ngesti
PEMBERDAYAAN KOPERASI SEKOLAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF MANAJEMEN KOPERASI DI KOPRASI SISWA SMK NEGERI 6 JEMBER TAHUN 2012/2013
1 PEMBERDAYAAN KOPERASI SEKOLAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF MANAJEMEN KOPERASI DI KOPRASI SISWA SMK NEGERI 6 JEMBER TAHUN 2012/2013 Penulis1 (Vivin.Ardiyani), Penulis 2 (Dra. Sri Wahyuni. M. Si ) (Dr. Sukidin,
PENGARUH KEGIATAN USAHA KOPERASI TERHADAP KESEJAHTERAAN ANGGOTA PADA KPRI RINGGIT KECAMATAN KENDIT KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2013
1 PENGARUH KEGIATAN USAHA KOPERASI TERHADAP KESEJAHTERAAN ANGGOTA PADA KPRI RINGGIT KECAMATAN KENDIT KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 213 Abdul Rahman Wahid, Umar Hms, Sri Wahyuni Program Studi Pendidikan Ekonomi
Ririn Nur Baidah et al., Peranan Koperasi Dalam Pemenuhan...
PERANAN KOPERASI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ANGGOTA PADA UNIT SIMPAN PINJAM DAN PERTOKOAN DI KPRI SEJAHTERA RSD dr. SOEBANDI JEMBER The Role Of KPRI Sejahtera RSD dr. Soebandi Jember in Fullfilment Of Members
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan atau usaha tersebut dapat dikatakan mengalami perkembangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan pendapatan dalam suatu kegiatan usaha yang telah dilakukan dalam periode tertentu sangat penting bagi setiap pengusaha atau perusahaan. Salah satu
ANALISIS PENGARUH SIMPANAN WAJIB ANGGOTA DAN PINJAMAN ANGGOTA TERHADAP SISA HASIL USAHA ANGGOTA
ANALISIS PENGARUH SIMPANAN WAJIB ANGGOTA DAN PINJAMAN ANGGOTA TERHADAP SISA HASIL USAHA ANGGOTA (Studi Kasus : Koperasi Perempuan Nuansa Mandiri Kota Semarang Tutup Buku Rapat Anggota Tahun 2016) SKRIPSI
Fadilah et al., Pendapatan Wanita...
1 Pendapatan Wanita yang Berprofesi Sebagai Guru Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pokok Keluarga (Studi Kasus Pada Guru PNS Wanita di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember Tahun 2013) Fike Hikmatul
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Perkoperasian bahwa : Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, Landasan, dan Jenis Koperasi 2.1.1 Pengertian Koperasi Menurut Undang-undang Koperasi tahun 1967 No. 12 tentang Pokokpokok Perkoperasian bahwa : Koperasi Indonesia
POLA PENGATURAN PENDAPATAN PARA PENSIUNAN PG DJATIROTO DI DESA KALIBOTO LOR KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG. Abstrak
1 POLA PENGATURAN PENDAPATAN PARA PENSIUNAN PG DJATIROTO DI DESA KALIBOTO LOR KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG Arsy Qomariatul Azizah, Sukidin, Pudjo Suharso Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Prosedur Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan
Motif Kerja Wanita Sebagai Karyawan Lepas Pabrik Tembakau PT GMIT Klompangan Kecamatan Ajung Kabupaten Jember
1 Motif Kerja Wanita Sebagai Karyawan Lepas Pabrik Tembakau PT GMIT Klompangan Kecamatan Ajung Kabupaten Jember WOMEN S WORKING MOTIF AS A FREELANCER OF TOBACCO FACTORY PT GMIT KLOMPANGAN KECAMATAN AJUNG
BAB II KAJIAN PUSTAKA. pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Bank Menurut Kuncoro (2002:68), Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut kemasyarakat
JURNAL HUKUM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TAX AMNESTY TERHADAP LEMBAGA PERBANKAN DALAM MELAKSANAKAN PRINSIP KEHATI-HATIAN
JURNAL HUKUM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TAX AMNESTY TERHADAP LEMBAGA PERBANKAN DALAM MELAKSANAKAN PRINSIP KEHATI-HATIAN Diajukan oleh: Ardy Raditya Hendrawan N P M : 130511243 Program Studi : Ilmu Hukum Program
PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP PENERIMAAN SHU (SELISIH HASIL USAHA) DI KOPRIMKA (KOPERASI PRIMER KERETA API) ANJASMORO PADA TAHUN 2012
1 PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP PENERIMAAN SHU (SELISIH HASIL USAHA) DI KOPRIMKA (KOPERASI PRIMER KERETA API) ANJASMORO PADA TAHUN 2012 The influence of the participation of members against acceptance
PENGALOKASIAN DANA BANK
PENGALOKASIAN DANA BANK Alokasi Dana : menjual kembali dana yang diperoleh dari penghimpunan dana dalam bentuk simpanan. Wujud dari pengalokasian dana adalah kredit atau aset yang dianggap menguntungkan
Kumalasari, et al., Evaluasi Implementasi Program...
1 EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) BIDANG SIMPAN PINJAM BAGI KELOMPOK PEREMPUAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan
PENGALOKASIAN PENDAPATAN PEDAGANG NASI JAGUNG DI DESA ROWOTENGAH KECAMATAN SUMBERBARU KABUPATEN JEMBER
1 PENGALOKASIAN PENDAPATAN PEDAGANG NASI JAGUNG DI DESA ROWOTENGAH KECAMATAN SUMBERBARU KABUPATEN JEMBER INCOME ALLOCATION OF CORN RICE CULINARY SELLER IN ROWOTENGAH VILLAGE DISTRICT SUMBERBARU JEMBER
PEMANFAATAN KREDIT OLEH PEDAGANG NASI BABEBO DI DEPAN PASAR INDUK BONDOWOSO
1 PEMANFAATAN KREDIT OLEH PEDAGANG NASI BABEBO DI DEPAN PASAR INDUK BONDOWOSO Dzikriyah Rohmah, Sri Kantun, Titin Kartini Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan
Oleh: Made Andri Rismayani I Gusti Ayu Puspawati Ida Bagus Putu Sutama. Bagian Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana
RESTRUKTURISASI KREDIT SEBAGAI UPAYA BANK UNTUK MEMBANTU DEBITUR DALAM MENYELESAIKAN TUNGGAKAN KREDIT DI PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK DENPASAR Oleh: Made Andri Rismayani I Gusti Ayu Puspawati
Tri Dewi Eindrias Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu Administrasi Univеrsitas Brawijaya Malang Еmail: ABSTRACT
ANALISA TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM BERDASARKAN PERATURAN NOMOR: 06/PER/DEP.6/IV/2016 (Studi Pada Koperasi Simpan Pinjam Bahagia Kota Kediri) Tri Dewi Eindrias Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu
BAB II KAJIAN PUSTAKA. penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Prosedur Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk
BAB II LANDASAN TEORI. bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bank Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
ANALISIS PERKEMBANGAN MODAL SENDIRI DAN PEMBERIAN PINJAMAN UNTUK MENINGKATKAN SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI KREDIT CU MANDIRI TEBING TINGGI
ANALISIS PERKEMBANGAN MODAL SENDIRI DAN PEMBERIAN PINJAMAN UNTUK MENINGKATKAN SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI KREDIT CU MANDIRI TEBING TINGGI Oleh: Putri Dewi S1 Akuntansi Pinondang Nainggolan, Parman Tarigan,
ANALISIS AKTIVITAS EKONOMI RUMAH TANGGA BURUH YANG BEKERJA DI PT
1 ANALISIS AKTIVITAS EKONOMI RUMAH TANGGA BURUH YANG BEKERJA DI PT. SEJAHTERA USAHA BERSAMA UNIT JEMBER DI DESA GAMBIRONO KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER Ivon Pawesti Suci, Drs. Pudjo Suharso, M.Si,
Kata-kata kunci : perkembangan omzet penjualan dan anggota produkif.. Abstract
Kasih et al., ANALISIS PERKEMBANGAN OMZET PENJUALAN PADA ANGGOTA ANALISIS PERKEMBANGAN OMZET PENJUALAN PADA ANGGOTA PRODUKTIF KSP ARTHA NIAGA CABANG KENCONG (Studi Kasus Pada Anggota Berusaha Warung Nasi
LANDASAN TEORI. konsumen untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginan dari masing-masing
14 II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan kegiatan yang berhubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi bangsa, karena pada kegiatan tersebut terjadi proses antara produsen dan konsumen
BAB I PENDAHULUAN. kekuatan tersebut adalah sektor negara, swasta dan koperasi. Untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia mempunyai tiga sektor kekuatan ekonomi yang melaksanakan berbagai kegiatan usaha dalam tata kehidupan. Ketiga sektor kekuatan tersebut adalah
BAB I PENDAHULUAN. Lembaga Pembiayaan (financing institution) merupakan badan usaha yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga Pembiayaan (financing institution) merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam Kajian Pustaka ini akan dijelaskan mengenai pengertian-pengertian yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian pustaka Dalam Kajian Pustaka ini akan dijelaskan mengenai pengertian-pengertian yang mendasari dalam prosedur laporan pelaksanaan simpan pinjam yang
PENGARUH TAMBAHAN MODAL DARI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO MASYARAKAT (LKMM) TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO
1 PENGARUH TAMBAHAN MODAL DARI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO MASYARAKAT (LKMM) TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO (Studi Kasus Pada Anggota LKMM Amanah Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember) Siti Munawaroh, Drs. Umar
TUGAS DAN FUNGSI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL
TUGAS DAN FUNGSI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL Oleh Ni Putu Mirah Wulansari Anak Agung Istri Ari Atu Dewi Bagian Hukum Perdata
PENGARUH JENIS KREDIT, SUKU BUNGA, DAN PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BPR NUSAMBA NGUNUT KANTOR CABANG NGADILUWIH
PENGARUH JENIS KREDIT, SUKU BUNGA, DAN PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BPR NUSAMBA NGUNUT KANTOR CABANG NGADILUWIH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN JUMLAH PENYALURAN KREDIT TERHADAP LABA
PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN JUMLAH PENYALURAN KREDIT TERHADAP LABA Luh Puspawati, Wayan Cipta, Ni Nyoman Yulianthini Jurusan Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia Email: [email protected],[email protected],nyoman_yulianthini@
ANALISIS HAMBATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA HOME INDUSTRI KERAJINAN KERAMIK DAN GERABAH DI DUSUN PAGERJURANG, KLATEN, JAWA TENGAH
1 ANALISIS HAMBATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA HOME INDUSTRI KERAJINAN KERAMIK DAN GERABAH DI DUSUN PAGERJURANG, KLATEN, JAWA TENGAH Dina Qoyimah, Sukidin, Umar HMS Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. perbankan, tetapi juga dapat dilakukan melalui Credit Union atau lembaga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pilihan menabung dewasa ini semakin banyak, tidak hanya pada lembaga perbankan, tetapi juga dapat dilakukan melalui Credit Union atau lembaga keuangan yang
BAB I PENDAHULUAN. adalah antara lain, bertambah atau berkurangnya penduduk, dan penemuanpenemuan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang berada dalam tahap membangun dan berkembang. Seiring dengan berjalannya pembangunan nasional, maka kehidupan masyarakatpun
BAB I PENDAHULUAN. yang mencolok agar anak-anak tertarik untuk mengisinya dengan tabungan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada umumnya bank dikenal sebagai sebuah tempat dimana kita menyimpan uang kita, tempat yang sangat identik dengan kata menabung. Orang tua kita selalu mengajari kita
ANALISIS PERKEMBANGAN SELISIH HASIL USAHA (SHU) PADA PRIMKOP DHARMA PUTRA BALAWARA KABUPATEN JEMBER TAHUN
1 ANALISIS PERKEMBANGAN SELISIH HASIL USAHA (SHU) PADA PRIMKOP DHARMA PUTRA BALAWARA KABUPATEN JEMBER TAHUN 2010-2012 Fransiska Desi Marianingtyas, Sri Kantun, Sri Wahyuni Program Studi Pendidikan Ekonomi
ABSTRACT. Key words : Credit, KSP, Income
PERANAN KREDIT SIMPAN PINJAM TERHADAP PENINGKATAN USAHA ANGGOTA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) MOJOPAHIT JAYA DI DESA SARI GALUH KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR THE ROLE OF SAVING AND LOAN CREDIT TO INCREASED
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang. Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Sebagai negara berkembang, Indonesia berusaha untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Mulyadi (2012:5), prosedur adalah urutan kegiatan klerikal yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Prosedur Menurut Mulyadi (2012:5), prosedur adalah urutan kegiatan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih, yang
PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA DALAM PERMODALAN TERHADAP SISA HASIL USAHA Studi Kasus pada KPRI Setia Kawan Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya
PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA DALAM PERMODALAN TERHADAP SISA HASIL USAHA Studi Kasus pada KPRI Setia Kawan Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya N. DEWI ATI QOTUL JANAH 083403134 Jurusan Akuntansi
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERIAN KREDIT DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN ALOKASI DANA BANK (Studi pada PT. Bank Jatim Cabang Batu periode )
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERIAN KREDIT DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN ALOKASI DANA BANK (Studi pada PT. Bank Jatim Cabang Batu periode 2011-2013) Putu Yemima Clay Clarita Darminto Zahroh Z.A. Fakultas Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu Kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder, dan Kebutuhan Tersier. Kebutuhan Primer merupakan kebutuhan
Abstrak. Tanti Ayuk Zunita et al., Pengaruh krredit... Keywords: Micro Credit and Income
1 Pengaruh Kredit Mikro Terhadap Peningkatan Pendapatan Anggota Koperasi Wanita Kartika Candra di Pandaan, Pasuruan Tahun 2012 ( The Effect of Micro Credit to The Increasing of Member's Income Koperasi
Title Tinjauan Atas Analisis Pencatatan Pemberian Kredit Pensiun Pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Kantor Cabang Bandung
Title Tinjauan Atas Analisis Pencatatan Pemberian Kredit Pensiun Pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Kantor Cabang Bandung Creator Tri Setiyo Apriyanto NIM.21307045 Publisher JBPTUNIKOMPP - Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2.1.1 Pengertian UMKM Ada beberapa pengertian UMKM menurut para ahli atau pihak yang langsung berhubungan dengan UMKM, antara lain: 1.
BAB II LANDASAN TEORI
9 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan mengenai pengaruh faktor suku bunga kredit, dana pihak ketiga, nilai tukar
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Pembiayaan dalam dunia usaha sangat dibutuhkan dalam mendukung keberlangsungan suatu usaha yang dijalankan. Dari suatu usaha yang memerlukan pembiayaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan perekonomian dan bisnis di dunia sangat ini berlangsung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian dan bisnis di dunia sangat ini berlangsung dengan pesat. Hal ini juga ditunjukkan dengan semakin banyaknya bank yang bermunculan di
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI UNIT DESA AMERTHA BUANA BERDASARKAN PSAK NO. 27
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI UNIT DESA AMERTHA BUANA BERDASARKAN PSAK NO. 27 Ni Putu Sastrawati Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja,
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan nasional suatu bangsa mencakup di dalamnya
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional suatu bangsa mencakup di dalamnya pembangunan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi diperlukan peran serta lembaga keuangan untuk membiayai,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perekonomian sekarang ini, dimana setiap perusahaan baik itu yang bergerak dibidang industri perdagangan maupun jasa dituntut tidak hanya bertahan tetapi juga
BAB I PENDAHULUAN. sektor tersebut mempunyai andil dalam menambah devisa negara dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia mempunyai 9 (sembilan) sektor perekonomian. Kesembilan sektor tersebut mempunyai andil dalam menambah devisa negara dan kesembilan sektor tersebut antara
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DARI TAHUN PADA KOPERASI KARTIKA D-10/GABUNGAN AJEN KOREM 074/WARASTRATAMA SURAKARTA
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DARI TAHUN 2013-2015 PADA KOPERASI KARTIKA D-10/GABUNGAN AJEN KOREM 074/WARASTRATAMA SURAKARTA Oleh: Budi Joko Santosa Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Batik Surakarta ABSTRACT
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 1 EdisiFebruari 2018 ( )
ANALISIS ASPEK-ASPEK PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM PADA KUD KARYA MUKTI DESA KARYA HARAPAN MUKTI KECAMATAN PELEPAT ILIR KABUPATEN BUNGO ----------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bank adalah lembaga financial intermediary yang berfungsi sebagai perantara keuangan antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana serta sebagai
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Deposito 1. Pengertian Deposito Secara umum, deposito diartikan sebagai simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Sejarah Koperasi Di Indonesia Credit Union atau dikenal sebagai koperasi kredit ada di Indonesia sejak tahun 1970an dan mempunyai peranan penting dalam
Sistem Hutang Piutang pada Masyarakat Miskin di Desa Pikatan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo
Sistem Hutang Piutang pada Masyarakat Miskin di Desa Pikatan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo SKRIPSI Oleh Wilda Maghfiro NIM 090210301032 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 33 ayat (1) menyatakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Koperasi 2.1.1 Pengertian Koperasi Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan
TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT NASABAH UPKD DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi di Desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma)
TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT NASABAH UPKD DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi di Desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma) Maryono Abstract This research aimed to know the rate
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI SEJAHTERA BUSUNGBIU TAHUN 2016
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI SEJAHTERA BUSUNGBIU TAHUN 2016 Luh Diana Puspitayani Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha
BAB IV GAMBARAN UMUM. tersebut bisa dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Terlampir
BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Koperasi di Kabupaten Bantul dari tahun 2011 2015 perkembangannya cenderung berfluktuatif dari segi jumlah, modal sendiri, modal luar, volume usaha
EVALUASI PENGAWASAN KREDIT MODAL KERJA SEBAGAI UPAYA MENEKAN TUNGGAKAN KREDIT
EVALUASI PENGAWASAN KREDIT MODAL KERJA SEBAGAI UPAYA MENEKAN TUNGGAKAN KREDIT (Studi pada Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Tugu Artha Kota Malang Periode 2009-2011) Femia Yuni Pratiwi Darminto
II. LANDASAN TEORI. atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.
II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bank Bank adalah salah satu badan financial yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. ilmu tersendiri yang mempunyai manfaat yang besar dan berarti dalam proses
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Pembangunan Pertanian Dalam memacu pertumbuhan ekonomi sektor pertanian disebutkan sebagai prasyarat bagi pengembangan dan pertumbuhan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian, Fungsi,Jenis dan Sumber Dana Bank. rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian, Fungsi,Jenis dan Sumber Dana Bank a) Pengertian Bank Menurut Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun
BAB II KAJIAN PUSTAKA. (Mulyadi, 2010:5). Prosedur adalah suatu urutan pekerjaan klerikal
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Prosedur pengertian prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang
KREDIT. Menyalurkan dana masyarakat (deposito, tabungan, giro) dalam bentuk kredit kepada dunia usaha.
KREDIT PENGERTIAN Pengertian kredit menurut undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan adalah : penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan kesepakatan
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KEUANGAN BERDASARKAN MODEL POLYA SISWA SMK NEGERI 6 JEMBER
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KEUANGAN BERDASARKAN MODEL POLYA SISWA SMK NEGERI 6 JEMBER Masrurotullaily 30, Hobri 31, Suharto 32 Abstract.Polya Model is one of the problem solving model
THE EFFECT OF SULPHUR MINERS INCOME TO THE FAMILY NEEDS FULFILLMENT (Case Study In Crater Ijen Banyuwangi Regency)
1 PENGARUH PENDAPATAN PENAMBANG BELERANG TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK KELUARGA (Studi Kasus Pada Penambang Belerang Di Kawah Ijen Kabupaten Banyuwangi THE EFFECT OF SULPHUR MINERS INCOME TO THE FAMILY
BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk simpanan dan penyaluran dana ke masyarakat dalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Lembaga keuangan perbankan memiliki fungsi yang penting dalam perekonomian suatu negara. Fungsi tersebut adalah fungsi intermediasi keuangan, artinya bank sebagai lembaga
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perubahan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat dan hal tersebut disebabkan oleh perubahan kebijakan pemerintah yang
