IMPLEMENTASI PEMISAHAN TRAFIK IIX DAN INTERNASIONAL DENGAN OPTIMASI BANDWIDTH
|
|
|
- Bambang Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Techno Nusa Mandiri Vol. IX No.1, Maret 2013 IMPLEMENTASI PEMISAHAN TRAFIK IIX DAN INTERNASIONAL DENGAN OPTIMASI BANDWIDTH Herman Kuswanto Program Studi Manajemen Informatika Akademik Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI) Jl. RS. Fatmawati No.24 Jakarta Selatan ABSTRACT In line with the development of information technology very rapidly, the intensity of use of the Internet network through a transmission cable and wirelesss increased even very dense. As a result felt semangkin slow internet connection due to the limited bandwidth available. To address these problems required an increase in quality of service (quality of services / QOS). One way to improve the quality of service (QOS), Internet usage is by separating the connection based on the goals that will be accessed by the user whether or International IIX connections, while providing bandwidth sharing with different limits according to user needs. To deal with this problem we need a separate tool or application to connect at the same time melakuakan International IIX and bandwidth allocation more efficient use of bandwidth in order to simplify network management and Internet in particular is connected to a LAN. Tool or application that can support the function of the separation of traffic and bandwidth sharing is a router, Mikrotik Router Os is one of the operating systems that provide separation of traffic and bandwidth sharing. On Mikrotik Router Os will be implemented separation IIX and International traffic with bandwidth sharing, in this study proved to be dealing with the problem by splitting the traffic bandwidth IIX and International. Keywords: MikroTik Router Os, the Quality of Services (QOS), Traffic IIX. I. Pendahuluan Perkembangan teknologi khususnya komputer dalam beberapa tahun terakhir ini sangat pesat. Bahkan kini jaringan komputer global sangat dibutuhkan dan sudah menjadi keharusan bagi setiap organisasi perusahaan atau institusi, sejalan dengan itu yang kini menjadi populer dan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebuah perusahaan atau institusi adalah internet. Perkembangan pemakaian internet yang meningkat pesat ini menyebabkan permintaan akan mutu layanan QoS (Quality of Services) yang harus di tingkatkan. Tidak hanya terkoneksi dengan internet tapi faktor kecepatan konektivitas menjadi faktor penting dalam penggunaan internet saat ini. Mikrotik adalah salah satu vendor hardware dan software yang menyediakan perangkat untuk router, salah satunya adalah Mikrotik RouterOs, yaitu sistem operasi khusus yang didesain untuk router. Fitur yang disediakan dalam Mikrotik RouterOs sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil. Berdasarkan penelitian ini Mirotik Router OS sudah terbukti handal dan fleksibel untuk dijadikan sebagai pemisah trafik IIX dan Internasional dengan optimasi bandwidth, untuk penggunaannya bandwidth akan lebih terkontrol, dan performa jaringan lebih stabil karena pemakaian bandwidth tidak akan habis terpakai untuk akses ke server IIX atau Internasional saja tetapi sesuai dengan kebutuhan dan terbagi rata pemakaian bandwitdh yang ada. II. Kajian Literatur 2.1. Router Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui 120
2 Vol. IX No.1, Maret 2013 Techno Nusa Mandiri paket IP dari sistem ke sistem lain. Proses routing dilakukan secara hop by hop. IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan.router bekerja pada layer tiga (3) OSI (Open System Interconnection) yang sering digunakan untuk melakukan segementasi pada jaringan LAN. Fungsi dari Router adalah sebagai berikut: 1. Membaca alamat logika atau ip address source dan destination untuk menentukan routing dari suatu LAN ke LAN lainnya. 2. Menyimpan routing table untuk menentukan rute terbaik antara LAN ke WAN. 3. Perangkat di layer 3 OSI Layer. 4. Bisa berupa box atau sebuah OS yang menjalankan sebuah daemon routing Indonesia Internet Exchange (IIX) Indonesia Internet Exchange atau (IIX) merupakan tempat terhubungnya berbagai ISP, penyedia layanan internet di Indonesia. Berdasarkan arti kata exchange berarti pertukaran sedangkan internet adalah kependekan dari Interconnection Networking. Dengan adanya IIX sambungan internet yang ada di Indonesia tidak harus berputar-putar melalui jalur yang ada di luar negeri dulu, baru kembali lagi ke Indonesia. Konsep penggabungan jalur berbagai ISP ke dalam suatu wadah dalam satu negara yang ada di Indonesia ini, merupakan yang pertama kali di dunia. Tujuan IIX adalah membentuk jaringan interkoneksi nasional yang memiliki kemampuan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, untuk digunakan oleh setiap ISP yang memiliki ijin beroperasi di Indonesia. ISP yang tersambung ke IIX tanpa biaya lebar pita, hanya biaya sambungan fisik sepeti serat optik, jalur nirkabel ataupun sewaan, yang berbeda-beda. Cukup murah bagi ISP yang berada di Jakarta tetapi mahal bagi ISP yang ada di luar Jakarta, apalagi di luar Jawa, karena biaya sambungan fisiknya saja jauh lebih mahal daripada sambungan internasional termasuk kapasitas lebar pita langsung melalui satelit ke luar negeri. IIX menjadi sebuah solusi atas keterbatasan infrastruktur isi dalam negeri yang seolah-olah terpisah dengan isi global. Dengan adanya IIX maka koneksi internet di Indonesia menjadi lebih murah Bandwidth Bandwidth adalah banyaknya data dalam satuan bits per second yang dapat ditransmisikan lewat sebuah medium jaringan dalam satu satuan waktu (Tanenbaum, 2003). Bandwidth yang dimaksud pembuatan sistem ini adalah digital bandwidth. Secara umum bandwidth dapat diandaikan sebagai sebuah pipa air yang memiliki diameter tertentu, semakin besar bandwidth semakin besar pula diameter pipa tersebut sehingga volume air (data dalam arti sebenarnya) yang dapat dilewatkan dalam satu saat. Alokasi atau reservasi bandwidth adalah sebuah proses menentukan jatah bandwidth kepada pemakai dan aplikasi dalam sebuah jaringan. Termasuk didalamnya menentukan prioritas terhadap berbagai jenis aliran data berdasarkan seberapa penting atau krusial dan delay-sensitive aliran data tersebut. Hal ini memungkinkan penggunaan bandwidth yang tersedia secara efisien, dan apabila sewaktu-waktu jaringan menjadi lambat, aliran data yang memiliki prioritas yang lebih rendah dapat dihentikan, sehingga aplikasi yang penting dapat tetap berjalan dengan lancar. Manajemen bandwidth (atau traffic shaping ) menggambarkan kreasi dan pelaksanaan kebijakan jaringan untuk memastikan performa jaringan yang adil dan memuaskan. Itu menjadi alat yang digunakan untuk memastikan bandwidth yang cukup yang sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan trafik dari misi penting dan aplikasi yang sensitif terhadap waktu seperti ERP, suara dan video dan mencegah persaingan antara aplikasi ini dengan trafik prioritas lebih rendah untuk sumber jaringan terbatas. Tipikalnya ini akan melibatkan pengenalan alat hardware baru pada sebuah jaringan untuk mengukur dan mengontrol jumlah dan prioritas trafik pada link jaringan (Beer, 2003). Manajemen bandwidth menjadi hal yang mutlak diperlukan bagi jaringan multi layanan, semakin banyak dan bervariasinya aplikasi yang dapat dilayani oleh suatu jaringan berpengaruh pada penggunaan link dalam jaringan tersebut. Link-link yang ada harus mampu menangani kebutuhan user akan aplikasi tesebut bahkan dalam keadaan kongesti sekalipun, harus ada suatu jaminan bahwa link tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya walaupun terjadi ledakan permintaan aplikasi (Floyd, 1995). Manajemen bandwidth sangat dibutuhkan untuk mengurangi penurunan performansi jaringan tanpa menambah biaya (atau bandwidth) MikroTik Router OS MikroTik Router OS merupakan sistem operasi yang dirancang khusus untuk network router (Moch.Linto Herlambang dan 121
3 Techno Nusa Mandiri Vol. IX No.1, Maret 2013 Azis Catur.L, 2008). Mikrotik Router OS dikembangkan dari kernel sistim operasi linux. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. III. Metode Penelitian 3.1. Studi Kepustakaan Mempelajari literatur tentang teori dasar yang mendukung penelitian ini yaitu tentang konfigurasi router/gateway internet, pemisahan trafik IIX dan Internasional, dan optimasi bandwidth Analisis dan Perancangan Sistem Pada tahap ini dilakukan analisa kebutuhan sistem yang akan dibuat dan menjadi dasar untuk perancangan sistem, seperti besarnya kapasitas bandwidth yang tersedia, jumlah client serta proporsi alokasi bandwidth untuk masing-masing client, topologi jaringan, serta sistem operasi yang digunakan Implementasi Pada tahap ini dilakukan pembuatan sistem pemisahan trafik IIX dan Internasional dengan optimasi bandwidth sesuai dengan analisis dan perancangan sistem. Pada tahap implementasi ini langkah-langkah yang dilakukan adalah: 1. Instalasi dan konfigurasi router/gateway (sistem operasi yang digunakan adalah MikroTik RouterOS). 2. Konfigurasi mangle untuk memfilter paket IIX dan Internasional. 3. Konfigurasi bandwidth simple queue. 4. Konfigurasi tool graphing Pengujian Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem apakah berjalan sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu: 1. Pengaturan pemisahan trafik IIX dan Internasional menggunakan mangle dan address list, dan optimasi bandwidth dengan menggunakan simple queue. 2. Menganalisa hasilnya yaitu menggunakan tool monitoring bandwidth MikroTik RouterOS dengan simple queue statistics, graphing dan tool optional pengukuran bandwidth yang ada di internet yaitu bandwidth meter pada web Ada tiga monitoring yang dilakukan disini yaitu: a. Memantau penggunaan trafik IIX dan Internasional. b. Memantau total penggunaan bandwidth untuk masing-masing client. c. Memantau aktifitas penggunaan bandwidth tiap-tiap client sesuai dengan rancangan percobaan. IV. Pembahasan 4.1. Rancangan Percobaan Topologi MikroTik sebagai pemisah trafik IIX dan Internasional dengan optimasi bandwidth dapat dilihat pada gambar 1. ISP/Internet Laptop Siswa/Guru /24 Interface Publik Modem /24 Gateway : DNS1 : DNS2 : Interface Lokal /22 Mikrotik Router Os Pemisah Trafik IIX dan Internasional Dengan Bandwidth control AP Ruang Guru Switch Ruang Guru Switch Lab Akutansi Switch Perpustakaan Switch Lab KKPI Switch Lab Multimedia ` AP Perpustakaan ` AP Lab Akutansi ` AP Lab KKPI ` AP Lab Multimedia Interface Hotspot / / / / / / 24 ` / / / / /22 Gambar 1 Topologi Jaringan Percobaan 122
4 Vol. IX No.1, Maret 2013 Techno Nusa Mandiri 4.2. Prinsip Kerja Pemisahan Trafik IIX dan Internasional Dengan Optimasi Bandwidth Dalam meningkatkan kualitas pelayanan (Quality of Service) menggunakan pembatasan (limit) akses pada jaringan sangat diperlukan, terutama untuk menentukan prioritas yang lebih didahulukan dan yang lebih penting. Prinsip kerja dari implementasi ini adalah dengan memisahkan paket data yang menuju dan berasal dari jalur IIX dan Internasional, pemisahan dilakukan dengan membuat filter berdasarkan alamat IP address list Open IXP yang dapat didownload secara otomatis oleh router dari rsc.jika alamat IP tujuan yang diakses client berada pada jalur lokal maka akan diberikan limit lebih besar daripada IP tujuan jalur internasional. Hasil dari penelitian ini adalah perbedaan limit untuk akses internet ke server IIX dan Internasional sehingga performa jaringan menjadi lebih stabil Konfigurasi Mikrotik Sebagai Pemisah Trafik IIX dan Internasional dengan Optimasi Bandwidth a. konfigurasi mangle untuk menandai paket yang melalui router, beserta penjelasannya. 1. /ip firewall mangle> add chain=prerouting in-interface=lokal dst-address-list=nice action=markconnection new-connection-mark=conn-iix passthrough=yes 2. /ip firewall mangle> add chain=prerouting connectionmark=conn-iix action=mark-packet newpacket-mark=paket-iix passthrough=no 3. /ip firewall mangle> add chain=prerouting in-interface=lokal dst-address-list=!nice action=markconnection new-connection-mark=conn-intl passthrough=yes 4. /ip firewall mangle> add chain=prerouting connectionmark=conn-intl action=mark-packet newpacket-mark=paket-intl passthrough=no Keterangan : 1. Menandai koneksi yang menuju ke IIX (nice address lists Open IXP). 2. Menandai koneksi pada rule nomer 1 sebagai paket IIX. 3. Menandai koneksi selain yang menuju IIX (nice address lists Open IXP) 4. Menandai koneksi pada rule nomer 3 sebagai paket Internasional b. Konfigurasi Rule Queue untuk memberikan limit bandwidth yang berbeda ke koneksi IIX dan internasional, beserta penjelasannya. 1. /queue simple> add name=client2-iix targetaddresses= /22 dstaddress= /0 interface=all parent=parent-lokal packet-marks=packetiix priority=2 limit-at=128000/ max-limit=256000/ /queue simple> add name=client2-int targetaddresses= /22 dstaddress= /0 interface=all parent=parent-lokal packet-marks=packetintl priority=3 limit-at=64000/ maxlimit=128000/ Keterangan : 1. Pada rule nomer 1 membatasi bandwidth IIX untuk client2 dengan IP Address dengan minimal upload 128 kbps, maksimal upload 256 kbps dan minimal download 256 kbps, maksimal download 300 kbps, dengan priority Pada rule nomer 2 membatasi bandwidth internasional untuk client2 dengan IP address dengan minimal upload 64 kbps, maksimal upload 128 kbps dan minimal download 128 kbps, maksimal download 200 kbps, dengan priority Hasil Implementasi Pemisahan Trafik IIX dan Internasional Dengan Optimasi Bandwidth 1. Evaluasi Pemisahkan Paket Data yang Menuju dan Berasal dari Jalur IIX dan Internasional berdasarkan address List IIX Dalam skenario ini paket data akan di pisahkan berdasarkan alamat IP tujuan client saat mengakses intrnet. Pengamatan dilakukan pada client2 dan client3. Analisis: Berdasarkan gambar 2 pemisahan trafik IIX dan Interasional pada client2 dan client3 sudah berjalan dengan baik, setiap client yang melakukan browsing akan difilter pada mangle yang telah di buat, apakah termasuk IP dalam daftar address list IIX atau tidak, jika termasuk dalam address list IIX akan di tandai sebagai connections conn-iix dan jika tidak termasuk akan ditandai sebagai connections conn-intl. 123
5 Techno Nusa Mandiri Vol. IX No.1, Maret 2013 Gambar 2 Monitoring pemisahan trafik IIX dan Internasional pada client2 dan client3 dituju akan langsung di filter apakah termasuk alamat IIX atau Internasional, pada client dengan IP alamat web yang dituju adalah dengan IP :80 ditandai sebagai connections-mark conn-iix jika IP tersebut dicek pada web browser akan menampilkan webseite begitu juga pada client dengan IP alamat web yang di tuju adalah dengan IP :80 ditandai sebagai connections-mark conn-intl jika dicek padweb browser akan menampilkan website dari hasil tersebut membuktikan bahwa pemisahan paket data yang menuju dan berasal dari jalur IIX dan Internasional berjalan dengan baik. Gambar 3 Monitoring IP tujuan pada client2 dan client3 Dari hasil yang diperoleh (gambar 3) dapat dianalisa bahwa ketika masing-masing client melakukan browsing, alamat web yang 2. Evaluasi Pembatasan Bandwidth Download dan Upload untuk Trafik IIX dan Trafik Internasional Dalam skenario ini bandwidth dialokasikan berdasarkan pada alamat IP tujuan, dipilihnya IP untuk pemisahan bandwidth trafik IIX dan Internasional karena IP dikenal dan digunakan secara luas diseluruh dunia sebagai protokol pada internet. Pada skenario ini hanya diambil dua sampel yaitu client2 dan client3. Masing-masing client dialokasikan bandwidth sesuai dengan sekenario, kemudian masing-masing client membangkitkan trafik maksimal dari kapasitas bandwidth yang telah ditetapkan. Untuk memantau konsumsi bandwidth downlink, uplink trafik IIX dan Internasional masing-masing client tersebut dapat digunakan 124
6 Vol. IX No.1, Maret 2013 Techno Nusa Mandiri dengan tiga tool yaitu, yang pertama untuk memantau besarnya bandwidth secara real time digunakan simple queue statistics, yang kedua untuk memantau akumulasi konsumsi bandwidth digunakan tool graphing yang direfresh secara otomatis setiap 5 menit sekali oleh sistem dan grafik trafiknya dapat dilihat melalui web browser pada client, dan yang ketiga menggunakan web bandwidth meter dari website speedtest.net ( untuk mengetahui jumlah bandwidth yang ditrima oleh client. Pada pengujian bandwidth trafik IIX dan Intrnasional menggunakan website speedtest.net penulis menggunakan tiga server dari Indonesia yaitu dari Jakarta, Surabaya dan Balikpapan, dan tiga server dari luar Negeri masing-masing Singapore, Bangkok dan Hongkong. Analisis: a. Pembatasan Bandwidth Trafik IIX 1) Pengamatan pada simple queue statistics. Gambar 4 Monitoring simple queue statistics pada pemakaian sendiri bandwidth Trafik IIX pada client2 Gambar 5 Monitoring simple queue statistics pada pemakaian sendiri bandwidth trafik IIX pada client3 125
7 Techno Nusa Mandiri Vol. IX No.1, Maret 2013 Dari data yang didapat (gambar 4), pada saat pemakaian sendiri bandwidth trafik IIX pada client2 diperoleh rate trafik download sebesar 297,9 kbps dan upload sebesar 51,6 kbps dan pada client3 (gambar 5) diperoleh rate trafik download sebesar 291,5 kbps dan upload sebesar 11,5 kbps. Sedangkan pada saat pemakaian bersama (gambar 6) diperoleh bandwidth trafik IIX pada client2 rate trafik download sebesar 233,9 kbps dan upload sebesar 6,5 kbps dan pada client3 diperoleh rate trafik download sebesar 264,5 kbps dan upload sebesar 4,3 kbps. Gambar 6 Monitoring simple queue statistics pada pemakaian bersama bandwidth trafik IIX oleh client2 dan client3 Berdasarkan data tersebut dari sisi pembatasan bandwidth trafik IIX untuk client2 dan client3, maka pada penerapan skenario ini berdasarkan data real time simple queue statistics maksimum limit yang dapat dicapai pada client2 dan client3 masih mengikuti rule yang telah ditetapkan pada simple queue. 2) Pengamatan Pada Grafik traffic IIX Gambar 7 Grafik trafik IIX client2 126
8 Vol. IX No.1, Maret 2013 Techno Nusa Mandiri Gambar 8 Grafik trafik IIX client3 Berdasarkan data grafik traffic IIX (gambar 7 dan 8), dapat dilihat bahwa maksimum download (max in) yang dapat dicapai oleh client2 adalah sebesar 287,54 Kb dan maksimum upload (max out) 86,63 Kb, sedangkan pada client3 maksimum download (max in) yang dicapai adalah 288,40 Kb dan maksimum upload (max out) 60,38 Kb. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pemakaian bandwidth pada client2 dan client3 tidak melebihi dari script simple queue. Data pada grafik traffic merupakan data akumulasi konsumsi bandwidth dari masingmasing client, jadi rata-rata pemakaian bandwidthnya secara umum masih tetap dibawah rule maksimum yang telah ditetapkan. 3) Pengamatan Menggunakan Web Bandwidth meter Tabel 1 Hasil Pengujian Speedtest Server IIX 2 dan 3 Trafik Server IIX Jakarta Surabaya Balikpapan 2 Download 300 Kb/s 280 Kb/s 240 Kb/s Upload 180 Kb/s 190 Kb/s 220 Kb/s 3 Download 300 Kb/s 300 Kb/s 290 Kb/s Upload 220 Kb/s 250 Kb/s 130 Kb/s Sumber : Pada table 1 menunjukkan bahwa pembatasan koneksi trafik IIX bekerja dengan baik, dibuktikan dari kecepatan akses download dan upload dari hasil pengujian ke server lokal (IIX) tidak dapat melebihi dari batas kecepatan yang telah ditentukan. Dari hasil speedtest di atas dapat disimpulkan bahwa pengujian ke server IIX akan mendapatkan bandwidth download maksimal sebesar 300 kbps dan upload maksimal sebesar 250 kbps. b. Pembatasan Bandwidth Trafik Internasional 1) Pengamatan pada simple queue statistics Berdasarkan gambar 9 dan gambar 10 dapat dilihat, saat pemakaian sendiri bandwidth trafik Internasional pada client2 diperoleh rate trafik download sebesar 199,5 kbps dan upload sebesar 13,6 kbps dan pada client3 diperoleh rate trafik download sebesar 193,1 kbps dan upload sebesar 23,5 kbps. 127
9 Techno Nusa Mandiri Vol. IX No.1, Maret 2013 Gambar 9 Monitoring simple queue statistics pada pemakaian sendiri bandwidth Trafik Internasional oleh client2 Sedangkan pada saat pemakaian bandwidth bersama (gambar 11) diperoleh bandwidth trafik Internasional pada client2 rate trafik download sebesar 125,9 kbps dan upload sebesar 16,3 kbps dan pada client3 diperoleh rate trafik download sebesar 125,8 kbps dan upload sebesar 9,1 kbps. Gambar 11 Monitoring simple queue statistics pada pemakaian bersama bandwidth Trafik Internasional oleh client2 dan client3 128
10 Vol. IX No.1, Maret 2013 Techno Nusa Mandiri Berdasarkan data di atas dari sisi pembatasan bandwidth trafik Internasional untuk client2 dan client3, maka pada penerapan skenario ini berdasarkan data real time simple queue statistics maksimum limit yang dapat dicapai pada client2 dan client3 masih mengikuti rule yang telah ditetapkan pada simple queue. 2) Pengamatan Pada Grafik Traffic Internasional Berdasarkan data grafik traffic Internasional (gambar 12 dan gambar 13), dapat dilihat juga bahwa maksimum download (max in) yang dapat dicapai oleh client2 adalah sebesar 197,84 Kb dan maksimum upload (max out) 84,15 Kb, sedangkan client3 bandwidth maksimum download (max in) yang digunakan adalah sebesar 136,76 Kb dan maksimum upload (max out) 17,32 Kb, dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pada penggunaan pembatasan trafik Internasional, penggunaannya tidak melebihi dari rule yang telah ditetapkan. Gambar 12 Grafik trafik Internasional client2 Gambar 13 Grafik trafik Internasional client3 3) Pengamatan Menggunakan Web Bandwidth meter 129
11 Techno Nusa Mandiri Vol. IX No.1, Maret Tabel 2. Hasil Pengujian Speedtest Pada Server Internasional 2 dan 3 Trafik Server Internasional Singapore Bangkok Hongkong Download 190 Kb/s 190 Kb/s 200 Kb/s Upload 110 Kb/s 90Kb/s 100 Kb/s 3 Download 190 Kb/s 190 Kb/s 200 Kb/s Upload 110 Kb/s 90 Kb/s 120 Kb/s Sumber : Pada tabel 2 menunjukkan bahwa pembatasan koneksi trafik Internasional juga dapat bekerja dengan baik sama seperti pada pembatasan koneksi trafik IIX, dibuktikan dari kecepatan akses download dan upload dari hasil pengujian ke server Internasional tidak dapat melebihi dari batas kecepatan yang telah ditentukan. Dari hasil speedtest di atas dapat disimpulkan bahwa pengujian ke server Internasional akan mendapatkan bandwidth download maksimal sebesar 200 kbps dan upload maksimal sebesar 120 kbps. Berdasarkan hasil pengamatan implementasi pemisahan trafik IIX dan Internasional dengan pembatasan bandwidth Download dan Upload menggunakan simple queue statistics, grafik traffic dan pengukuran dengan web bandwidth meter, dapat disimpulkan bahwa. 1. Pada pengamatan menggunakan simple queue statistics, dapat dianalisa bahwa ketika masing-masing client memakai bandwidth secara sendiri, maka kedua client tersebut dapat menggunakan bandwidth secara maksimum atau mendekati batas bandwidth MIR (Maksimum Information Rate). Namun pada saat kedua client tersebut sama-sama menggunakan bandwidth maka troughput masing-masing client turun sesuai dengan setting limit-at nya, limit-at disini berarti jumlah data yang dijamin atau client mendapatkan bandwidth CIR (Commited Information Rate). Bandwidth CIR akan selalu diperoleh oleh client apabila nilai lalu-lintas datanya tidak melebihi nilai limit-at nya. Jadi pada saat link penuh masing-masing client hanya memperoleh bandwidth sesuai dengan setting limit-at nya. 2. Data pada pengamatan grafik traffic merupakan data akumulasi konsumsi bandwidth dari masing-masing client yang direfres setiap 5 menit sekali oleh sistem dan grafik trafiknya dapat dilihat melalui web browser pada client, hasil pengamatan pada client menunjukan rata-rata pemakaian bandwidthnya secara umum masih tetap dibawah rule maksimum yang telah ditetapkan. Kebocoran bandwidth biasanya terjadi apabila client melakukan aktifitas internet yang sangat padat misalnya browsing atau download secara terus menerus, tetapi apabila browsing atau download ada jeda waktu pada saat aksesnya kebocoran bandwidth jarang terjadi. Dan kebocoran bandwidth tidak berkaitan dengan pemakaian software download misalnya: software download manager atau software-software p2p lainnya. 3. Pada pengamatan menggunakan web bandwidth meter pada pengujian ke server IIX ataupun server Internasional client2 dan client3 hasilnya tidak sama persis antara satu server ke server lain karena adanya banyak faktor yang menentukan kestabilan bandwidth seperti, jarak, beban server, dan kondisi jaringan. Faktor-faktor yang menentukan kestabilan bandwidth antara lain. a. Untuk pengguna ISP dengan sistem bandwidth sharing kemungkinan pada siang hari akan lebih lambat daripada waktu pagi hari. Karena pengguna internet pada waktu jam sibuk lebih banyak daripada saat pagi hari atau jam istirahat. b. Kondisi komputer client jika terdapat virus, spyware, adware atau trojan dapat menyebabkan lambatnya koneksi pada jaringan, karena tanpa diketahui program perusak tersebut dapat menggunakan koneksi internet dan mengakibatkan jaringan internet menjadi lambat. V. Kesimpulan Berdasarkan simulasi dan analisa diperoleh kesimpulan sebagai berikut: a. Pemisahan bandwidth untuk koneksi ke IIX (Indonesia Internet Exchange) dan internasional menggunakan MikroTik 130
12 Vol. IX No.1, Maret 2013 Techno Nusa Mandiri RouterOS ini menggunakan metode dengan mengelompokkan paket data berdasarkan address lists IIX yaitu daftar alamat IP yang termasuk dalam IIX dan OpenIXP. Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: nice.rsc. File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia dan merupakan data yang telah di optimasi untuk menghilangkan duplikat entry dan tumpang tindih subnet. b. Pada implementasi bandwidth control jenis simple queue pada skenario berdasarkan IP address list IIX, telah diatur bandwidth apabila resource bandwidth sedang full atau dengan kata lain tidak ada bandwidth idle maka client hanya mendapat bandwidth CIR (Commited Information Rate). Bandwidth CIR akan selalu diperoleh oleh client apabila nilai lalu-lintas datanya tidak melebihi nilai limit-at nya. Sedangkan apabila dalam jaringan ada bandwidth yang tidak terpakai maka client akan mendapatkan bandwidth masksimum sesuai dengan yang telah dialokasikan atau mendekati bandwidth MIR (Maksimum Information Rate). Hal ini terbukti dari hasil penelitian dimana ketika salah satu client sedang idle time, maka client yang lainnya dapat menggunakan bandwidth maksimum sesuai dengan setting max-limit nya pada simple queue, tetapi pada saat kedua client sama-sama menggunakan bandwidth maka masing-masing client throughputnya akan turun atau hanya mendapat bandwidth sesuai dengan nilai pada setting limit-at nya. c. Penggunaan metode Hierarchical Token Bucket (HTB) pada pemisahan bandwidth IIX dan Internasional terbukti bisa mengontrol antara penggunaan bandwidth IIX dan Internasional. Daftar Pustaka Beer, B. (2003). Bandwidth Management, OARtech/OhioLINK White Paper, Ohio Northern University, per. Herlambang, Moch. Linto dan L Aziz,Catur Panduan Lengkap Menguasai Router Masa Depan Menggunakan Mikrotik Router OS. Andi Offset.Yogyakarta. MikroTik RouterOS v2.9 Reference Manual. Document Revision 3.40, September 26, Mikrotik, RouterOS and RouterBOARD are trademarks of Mikrotikls SIA. 9/refman2.9.pdf>11 Nopember MikroTik RouterOS v3.0 Reference Manual. Document Revision 3.92, February 11, Mikrotik, RouterOS and RouterBOARD are trademarks of Mikrotikls SIA. < 3.0/refman3.0.pdf> 11 Nopember Mikrotik, Manual:Queue. < al:queue> 22 Nopember Tanenbaum, S, Andrew Computer Networks 4th Edition. Prentice Hall. nternet_exchange. 131
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PEMISAHAN TRAFIK IIX DAN INTERNASIONAL MENGGUNAKAN MIKROTIK. Naskah Publikasi
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PEMISAHAN TRAFIK IIX DAN INTERNASIONAL MENGGUNAKAN MIKROTIK Naskah Publikasi disusun oleh Adhiana Tri Setyaningrum 05.11.0749 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Implementasi Jaringan Virtual Private Network (VPN) Menggunakan Protokol EoIP
Vol. 19, No. 1, January 2017 Implementasi Jaringan Virtual Private Network (VPN) Menggunakan Protokol EoIP Herman Kuswanto Teknik Informatika STMIK Nusa Mandiri Jl. Damai No.8 Warung Jati Barat (Margasatwa)
BAB III LANDASAN TEORI. Jaringan computer merupakan sekelompok computer otonom yang saling
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Jaringan Komputer Jaringan computer merupakan sekelompok computer otonom yang saling dihubungkan satu sama lainnya, menggunakan suatu media dan protocol komunikasi
GRAPHING. 1. Hasil konfigurasi Interface: 2. Hasil konfigurasi IP address: 3. Hasil konfigurasi IP Gateway: 4. Hasil konfigurasi IP DNS:
GRAPHING A. DESKRIPSI Sebagai administrator jaringan tentunya anda ingin tahu apakah trafik yang berjalan di jaringan sudah sesuai dengan semestinya. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah menggunakan
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGUNAKAN METODE QUEUE TREE PADA PT. TUMBUH SELARAS ALAM
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGUNAKAN METODE QUEUE TREE PADA PT. TUMBUH SELARAS ALAM Burhanuddin Program Studi S1 Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Manajemen Bandwidth
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Manajemen Bandwidth Nama : Ria Permata Sari NIM : 1107020 Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2013
Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)
Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang) Sindung Hadwi Widi Sasono, Thomas Agung Setiawan, Lutfi Nur Niswati Jurusan
PRATIKUM INSTALASI & JARKOM [Manajemen Bandwidth]
PRATIKUM INSTALASI & JARKOM [Manajemen Bandwidth] Oleh : DHIYA ULHAQ 1102647 / 2011 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013 A. TUJUAN 1. Dengan mengikuti
Pengelolaan Jaringan Internet Menggunakan Mikrotik Pada Sekolah Smp Dr Wahidin Sudirohusodo
Pengelolaan Jaringan Internet Menggunakan Mikrotik Pada Sekolah Smp Dr Wahidin Sudirohusodo Octara Pribadi STMIK TIME Medan Jalan Merbabu No. 32 AA BB Telp. 061 456 1932, Email : [email protected]
Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)
Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang) Sindung Hadwi Widi Sasono, Thomas Agung Setiawan, Lutfi Nur Niswati Jurusan
Bab 4 Hasil dan Pembahasan
29 Bab 4 Hasil dan Pembahasan Metode load balance yang digunakan sebelum penelitian yaitu dengan NTH load balance yang menggunakan 2 jaringan yaitu 2 jaringan Telkom Speedy. Pada NTH load balance 2 jalur
BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN 4.1 Implementasi Implementasi adalah suatu pelaksanaan atau penerapan perancangan aplikasi yang disusun secara matang dan terperinci. Biasanya dilakukan implementasi
Bab 4 Hasil dan Pembahasan
Bab 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil Sistem Jaringan Pada tahap implementasi sistem, dilakukan semua konfigurasi perangkat keras untuk membangun jaringan manajemen bandwidth didukung dengan akses data
BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Mikrotik sebagai Gateway Mikrotik sebagai gateway merupakan salah satu bentuk implementasi yang paling banyak di pakai. Tujuannya agar client, semisal dengan IP 192.168.199.3/24 dan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Router Wireless PROLiNK WNR1004 Mikrotik RouterBoard Mikrotik RouterBoard 450G Kabel UTP dan konektor RJ45
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi System 4.1.1 Perangkat Keras Router Wireless PROLiNK WNR1004 Mikrotik RouterBoard Mikrotik RouterBoard 450G Kabel UTP dan konektor RJ45 4.1.2 Perangkat Lunak
PEMANFAATAN MIKROTIK SEBAGAI MANAJEMEN USER. Eko Riyanto. Program Studi Strata-1 Teknik Informatika STMIK HIMSYA Semarang
PEMANFAATAN MIKROTIK SEBAGAI MANAJEMEN USER Eko Riyanto Program Studi Strata-1 Teknik Informatika STMIK HIMSYA Semarang [email protected] Abstrak MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
47 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Spesifikasi Sistem 4.1.1. Perangkat Keras Perangkat keras atau hardware terpenting yang dipakai untuk membuat perubahan pada topologi jaringan SMA St. Kristoforus
PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec
BAB 4. PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan menjelaskan tahap perancangan sistem Virtual Private Network (VPN) site-to-site berbasis L2TP ( Layer 2 Tunneling Protocol) dan IPSec (Internet Protocol Security),
Edi Sumarno Pembimbing 1: Jatmiko,Ir, MT. Pembimbing 2: Irma Yuliana,ST,MM.
MENEJEMENT BANDWIDTH MENGGUNAKAN QUEUE TREE (Studi Kasus SMK NEGERI 1 KEDAWUNG) MAKALAH Disusun Sebagai Salah Satu Sarat Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Pada Jurusan Teknik Informatika Fakultas Komunikasi
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Skenario Uji Coba Dengan rancangan jaringan yang telah dibuat, perlu dilakukan uji coba untuk membuktikan bahwa rancangan load balancing dan failover tersebut dapat berjalan
PEMBANGUNAN BANDWIDTH MANAGEMENT DENGAN METODE QUEUE TREE HTB DAN PCQ PADA MIKROTIK ROUTERBOARD. (Studi Kasus : SMA Kristen 1 Salatiga) Artikel Ilmiah
PEMBANGUNAN BANDWIDTH MANAGEMENT DENGAN METODE QUEUE TREE HTB DAN PCQ PADA MIKROTIK ROUTERBOARD (Studi Kasus : SMA Kristen 1 Salatiga) Artikel Ilmiah Peneliti : Sakti Henggar Pradesa (672011194) Wiwin
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Internet (Interconnection Network) merupakan jaringan komputer internasional. Jaringan ini terbentuk dari jaringan jaringan lokal yang saling terhubung dan menggunakan
BAB 4 PERANCANGAN SISTEM DAN UJI COBA
78 BAB 4 PERANCANGAN SISTEM DAN UJI COBA 4.1 Perancangan 4.1.1 Topologi Gambar 4.1 Usulan Perancangan Topologi Baru Pada usulan perancangan topologi jaringan baru pada PT. PROMEXX Inti Corporatama, sebelum
Penerapan Virtual Routing Forwarding dan Route Leaking untuk Routing IP Address dan Subnet yang sama pada Mikrotik di STMIK Musirawas Lubuklinggau
Penerapan Virtual Routing Forwarding dan Route Leaking untuk Routing IP Address dan Subnet yang sama pada Mikrotik di STMIK Musirawas Lubuklinggau STMIK MUSIRAWAS LUBUKLINGGAU, Jln. Besar H.M. Soeharto
BAB III METODE PENGEMBANGAN
BAB III METODE PENGEMBANGAN di bawah. 3.1. Perancangan Sistem dan Blok Diagram Sistem Perancangan sistem yang digunakan dapat dijelaskan dengan blok diagram Gambar 3.1 PERANCANGAN PENERAPAN PERSIAPAN DATA
BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metodologi Gambar 3.1 Kerangka Metodologi 47 48 Dari kerangka yang telah dibuat, dapat dilihat bahwa metodologi dimulai dengan melakukan analisa sistem yang sedang berjalan yaitu melihat
ANALISIS INSTALASI JARINGAN MIKROTIK DI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI JAWA TENGAH. Abdulloh Aziez Anshori
ANALISIS INSTALASI JARINGAN MIKROTIK DI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI JAWA TENGAH Abdulloh Aziez Anshori Teknik Informatika Dian Nuswantoro Abstrak : Router adalah salah satu komponen pada jaringan
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Dalam sistem perancangan ini awal mula dibuat perancangan topologi jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. penggunaan bandwidth. Solusi yang sering dilakukan adalah
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Analisis Kebutuhan Sering kali permasalahan dalam sebuah jaringan computer adalah proses pengiriman data lambat, rusak, dan tidak sampai ke tujuan. Permasalahan muncul
Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management
Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management Artikel ini melanjutkan dari artikel sebelumnya mengenai instalasi mikrotik. Dalam artikel ini akan coba dijelaskan mengenai bagaimana mensetting
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Biaya yang harus dikeluarkan untuk berlangganan jalur koneksi internet melalu ISP (Internet Service Provider) yang relatif mahal untuk pengusaha Warnet karena sebagian
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan arus informasi semakin maju akhir-akhir ini dan semakin menuntut kecepatan dari suatu jaringan yang digunakan. Jaringan komputer merupakan solusi yang
BAB IV PEMBAHASAN. mengeluh karena koneksi yang lambat di salah satu pc client. Hal ini dikarenakan
44 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Kebutuhan akses internet sangat berperan dalam produktifitas kineja pegawai dalam melakukan pekerjaan, namun sering dijumpai pegawai yang mengeluh karena koneksi
BAB I PENDAHULUAN. Di masa sekarang ini, internet sangat berperan besar. Internet digunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Di masa sekarang ini, internet sangat berperan besar. Internet digunakan untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan, atau bahkan untuk chatting. Bagi perusahaan
Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :
51 Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Dikarenakan biaya, waktu dan tempat yang tidak memungkinkan untuk dapat mengimplementasikan perancangan penulis secara langsung, maka penulis mensimulasikan jaringan
Pengembangan PC Router Mikrotik untuk Manajemen Jaringan Internet pada Laboratorium Komputer Fakultas Teknik UHAMKA.
Pengembangan PC Router Mikrotik untuk Manajemen Jaringan Internet pada Laboratorium Komputer Fakultas Teknik UHAMKA Naskah Publikasi Disusun Oleh : ARIF BUDI SANTOSO 0703015017 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
Mengenal Mikrotik Router
Mengenal Mikrotik Router Dhimas Pradipta [email protected] Abstrak Mikrotik router merupakan sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router
- Bandwidth Management - Simple Queue vs Queue Tree. by: Novan Chris Citraweb Nusa Infomedia, Indonesia
- Bandwidth Management - Simple Queue vs Queue Tree by: Novan Chris Citraweb Nusa Infomedia, Indonesia www.mikrotik.co.id Novan Chris Work for Citraweb / Citranet Mikrotik Distributor & Training Center
TEKNIK MARK PACKET DAN MARK CONNECTION UNTUK MANAJEMEN BANDWITH DENGAN PENDEKATAN TOP-DOWN
TEKNIK MARK PACKET DAN MARK CONNECTION UNTUK MANAJEMEN BANDWITH DENGAN PENDEKATAN TOP-DOWN Sandy Kosasi STMIK Pontianak Jl. Merdeka No. 372 Pontianak, Kalimantan Barat e-mail: [email protected] dan
SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA DENGAN METODE MANAJEMEN BANDWITH
SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA DENGAN METODE MANAJEMEN BANDWITH Aidil Fitri Saputra Aldhi Febriansyah Dwi Rahmanto Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang Abstrak Suatu serangan yang ada
Perancangan dan Pembuatan Pemantauan Lalulintas Jaringan dan Manajer Bandwidth Berbasis Mikrotik RouterOS : Studi Kasus PT Arumindo Karya Utama
Perancangan dan Pembuatan Pemantauan Lalulintas Jaringan dan Manajer Bandwidth Berbasis Mikrotik RouterOS : Studi Kasus PT Arumindo Karya Utama Harry Muttaqien 1 dan Abdusy Syarif 2 Jurusan Teknik Informatika,
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi sistem Dalam membangun jaringan pada PT. BERKAH KARYA MANDIRI dibutuhkan beberapa pendukung baik perangkat keras maupun perangkat lunak. 4.1.1 Spesifikasi
Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Hierarchical Token Bucket (HTB) Pada Jaringan LAN PT.Waskita Beton Precast Plant Karawang
1 Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Hierarchical Token Bucket (HTB) Pada Jaringan LAN PT.Waskita Beton Precast Plant Karawang Muhamad Wisnuazi Zamuswara Konsentrasi Teknik Komputer dan Jaringan Politeknik
BAB III IMPLEMENTASI DAN PERFORMANSI
32 BAB III IMPLEMENTASI DAN PERFORMANSI 3.1 Mekanisme Analisis QoS (Quality of Service) Jaringan ASTInet Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai mekanisme analisis QoS (Quality of Service) di Head Office
ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT
ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK Oleh : JB. Praharto ABSTRACT Sistem yang digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan. Perangkat yang berfungsi dalam komunikasi WAN atau menghubungkan dua network
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... iii PRAKATA... iv ABSTRACT... vi INTISARI... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang...
BAB 1 PENDAHULUAN. layanan internet bahkan sudah mulai merambah ke daerah-daerah. Ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi pada masa kini telah mengalami kemajuan yang pesat, bahkan telah mengalami pertumbuhan secara eksponensial. Internet yang menjadi
MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN WEBHTB PADA PT BHANDA GHARA REKSA (PERSERO) CABANG PALEMBANG
MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN WEBHTB PADA PT BHANDA GHARA REKSA (PERSERO) CABANG PALEMBANG Agus Rochman Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang Abstrak Dalam PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero)
IMPLEMENTASI PENGATURAN DAN PRIORITAS BANDWIDTH DENGAN HIERARCHICAL TOKEN BUCKET BERBASISKAN GUI PADA LINUX SERVER CLEAROS
Jurnal Teknik Komputer Unikom Komputika Volume 2, No.1-2013 IMPLEMENTASI PENGATURAN DAN PRIORITAS BANDWIDTH DENGAN HIERARCHICAL TOKEN BUCKET BERBASISKAN GUI PADA LINUX SERVER CLEAROS Sukmajati Prayoga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laboratorium-Informatika menyediakan fasilitas pendukung untuk kegiatan belajar mahasiswa. Laboratorium-Informatika memiliki beberapa macam perangkat jaringan yang
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCE DUA ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK DENGAN METODE ROUND ROBIN. Naskah Publikasi
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCE DUA ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK DENGAN METODE ROUND ROBIN Naskah Publikasi disusun oleh Agus Heriyanto 05.11.0727 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Memisahkan Bandwith local dan internasional dengan Mikrotik
Memisahkan Bandwith local dan internasional dengan Mikrotik Kita asumsikan untuk konfigurasi dasar mikrotik sudah dilakukan. Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Disini kita akan membuat 2 connection
BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. untuk membuat WAN menggunakan teknologi Frame Relay sebagai pemecahan
BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI 4.1 Perancangan Jaringan Berdasarkan usulan pemecahan masalah yang telah diajukan, telah diputuskan untuk membuat WAN menggunakan teknologi Frame Relay sebagai pemecahan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Jenis-Jenis Jaringan Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN) secara umum adalah jaringan privat yang menghubungkan perkantoran, gedung atau kampus.
BAB 3 METODOLOGI. Melakukan Survey. Mengidentifikasi Masalah & Menganalisis Kebutuhan User. Perancangan Jaringan Hotspot
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Kerangka Berpikir Melakukan Survey Mengidentifikasi Masalah & Menganalisis Kebutuhan User Perancangan Jaringan Hotspot Perancangan Sistem Bandwidth Management Melakukan Uji Coba dan
BAB III LANDASAN TEORI. MikroTikls atau yang lebih di kenal dengan Mikrotik didirikan tahun 1995
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Mikrotik MikroTikls atau yang lebih di kenal dengan Mikrotik didirikan tahun 1995 bertujuan mengembangkan sistem ISP dengan wireless. Mikrotik saat ini telah mendukung
Pemanfaatan Graphic Tools pada Sistem Operasi MikroTik untuk Menganalisa Bandwith Kustanto 4)
ISSN : 1693 1173 Pemanfaatan Graphic Tools pada Sistem Operasi MikroTik untuk Menganalisa Bandwith Kustanto 4) e-mail : [email protected] Abstrak Graphic adalah tool pada MikroTik operating system
ANALISIS DAN PERANCANGAN MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) PADA PERUM BULOG
ANALISIS DAN PERANCANGAN MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) PADA PERUM BULOG Lazuardi Nurfaiz Adli, Emiraldy Brama Alecxa, Andy Afrizal Abstrak Tujuan penelitian ialah mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah studi kepustakaan, percobaan dan analisis. 3.1.1. Studi Kepustakaan Studi literatur dalam
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB 5. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 5.1. Implementasi Pada bab 5 ini akan dibahas mengenai implementasi dan pengujian terhadap firewall yang telah dibuat pada perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
1. Pendahuluan 2. Kajian Pustaka
1. Pendahuluan Manajemen bandwidth menentukan bagaimana kualitas dari layanan internet suatu jaringan, sehingga manajemen bandwidth yang diterapkan harus sesuai dengan kebutuhan dan keadaan suatu jaringan.
LAPORAN PRATIKUM INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER
LAPORAN PRATIKUM INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER Laporan 10 (jobsheet 10 ) Topik : Manajemen Bandwidth Judul : Queue Simple dan Queue Tree Oleh DESI NILAWATI 1102636 PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional. Kategori: Fitur & Penggunaan. Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:
username password daftar lupa password login Keranjang Belanja Detail barang, Rp,- Belum termasuk PPN Artikel Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional Halaman Muka Produk Lisensi (tanpa
BANDWIDTH CONTROLLER MENGATUR TRAFIK DATA DIDALAM JARINGAN
BANDWIDTH CONTROLLER MENGATUR TRAFIK DATA DIDALAM JARINGAN Feature Mengatur download dan upload computer lain untuk data trafik. Prioritas bagi computer atau beberapa computer untuk mengaccess data pada
ANALISIS PENGEMBANGAN BANDWIDTH PADA JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN PENDETEKSIAN JENIS KONEKSI
ANALISIS PENGEMBANGAN BANDWIDTH PADA JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN PENDETEKSIAN JENIS KONEKSI Guruh Aryotejo 1), Daniel Yeri Kristiyanto 2), Santi Widiastuti 3) 1) Prodi Manajemen Informatika Sekolah Tinggi
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 PERALATAN YANG DIBUTUHKAN Pada tahap ini dilakukan implementasi sistem yang meliputi spesifikasi sistem untuk perangkat keras dan perangkat lunak pada sistem jaringan
BAB 3 METODOLOGI Metode Penelitian
BAB 3 METODOLOGI 3.1. Metode Penelitian Di dalam penelitian ini telah dilakukan observasi untuk mengetahui masalah ataupun keluhan yang dihadapi oleh customer maupun PT. Legreen itu sendiri. Berikut adalah
Implementasi Manajemen Trafik dan Bandwidth Internet dengan IPCop
Implementasi Manajemen Trafik dan Bandwidth Internet dengan IPCop Tengku Ahmad Riza Fakultas Elektro dan Komunikasi Institut Teknologi Telkom, Bandung [email protected] Yon Sigit Eryzebuan Jurusan Teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir disetiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi dalam perusahaan tersebut.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDWIDTH INTERNET DENGAN IPCOP
IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDWIDTH INTERNET DENGAN IPCOP Tengku Ahmad Riza, Yon Sigit Eryzebuan, dan Umar Ali Ahmad Fakultas Elektro dan Komunikasi Institut Teknologi Telkom, Bandung Program
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat, terutama pada jaringan internet (interconnection networking)
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1. Rancangan Topologi 4.1.1. Topologi Jaringan Pada Bagian Umum dan Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Desain topologi jaringan komputer yang digunakan
Ketika Winbox sudah diunduh, hal yang pertama dilakukan adalah membuka. utility hingga tampil gambar seperti di bawah ini:
Prosedur Menjalankan Program Winbox Ketika Winbox sudah diunduh, hal yang pertama dilakukan adalah membuka utility hingga tampil gambar seperti di bawah ini: Gambar 1 Tampilan Login Winbox Sebagai langkah
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Konfigurasi Router di Winbox Dari 5 ethernet yang ada pada mikrotik routerboard 450 yang digunakan pada perancangan jaringan warnet sanjaya.net ini yang digunakan
ANALISIS JARINGAN KOMPUTER DAN OPTIMALISASI PENGELOLAAAN BANDWIDTH PADA PT ARMANANTA EKA PUTRA
ANALISIS JARINGAN KOMPUTER DAN OPTIMALISASI PENGELOLAAAN BANDWIDTH PADA PT ARMANANTA EKA PUTRA Penulis : Alexander Bayu Candra 1401132520 Christopher 1401133952 Samuel Ferdy Saputra 1401133681 Dosen Pembimbing:
ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN DAN MANAJEMEN BANDWIDTH PADA PT.TRIDAYA ADICIPTA
ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN DAN MANAJEMEN BANDWIDTH PADA PT.TRIDAYA ADICIPTA Ferdinand, Johannes, Mulia Sastra, Rudi Tjiptadi Universitas Bina Nusantara, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27. Kebon Jeruk Jakarta
APLIKASI MANAJEMEN BANDWIDTH PADA USB TETHERING ANDROID MENGGUNAKAN MIKROTIK
Jurnal Penelitian Ilmu Komputer, System Embedded & Logic 3(2) : 64-70 (2015) APLIKASI MANAJEMEN BANDWIDTH PADA USB TETHERING ANDROID MENGGUNAKAN MIKROTIK Asep Jayadi, Dadan Irwan, Harum Argyawati Teknik
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Pengujian dan pengamatan yang dilakukan penulis merupakan pengujian dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara keseluruhan yang telah
Parasian Silitonga 1, Irene Sri Morina 2 Fakultas Ilmu Komputer Unika St. Thomas S.U 1 RSUP Haji Adam Malik Medan 2
Analisis QoS (Quality of Service) Jaringan Kampus dengan Menggunakan Microtic Routerboard (Studi Kasus : Fakultas Ilmu Komputer Unika Santo Thomas S.U) Parasian Silitonga 1, Irene Sri Morina 2 Fakultas
LOAD BALANCE DAN PEMBAGIAN BANWIDTHPADA JARINGAN LAN MENGGUNAKANMIKROTIK ROUTER BOARD RB 750
LOAD BALANCE DAN PEMBAGIAN BANWIDTHPADA JARINGAN LAN MENGGUNAKANMIKROTIK ROUTER BOARD RB 750 Mohd. Siddik #1,Yopi Hendro #2 Zulfian Azmi #3 # Program Studi Sistem Informasi, STMIK Triguna Dharma Jl. A.
Gambar 1 Rancangan Penelitian.
Prosedur Menjalankan Program Desain Sistem Internet Gambar 1 Rancangan Penelitian. User end device seperti laptop atau komputer akan mengirimkan request menuju ke server melalui beberapa proses. Pengiriman
Sistem Manajemen Bandwidth dengan Prioritas Alamat IP Client
Sistem Manajemen Bandwidth dengan Prioritas Alamat IP Client Yoga Saniya, Wahyu Adi Priyono, Rusmi Ambarwati Abstract Bandwidth management system using HTB (Hierarchical Tocken Bucket) with queuing technique
BAB 1 PENDAHULUAN. pendidikan, bahkan di bidang bisnis sekalipun. Dimana banyak perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, jaringan komputer saat ini sangat dibutuhkan untuk menghubungkan berbagai instansi baik di bidang pemerintahan, pendidikan,
ANALISIS, PERANCANGAN, IMPLEMENTASI JARINGAN HOTSPOT DAN BANDWIDTH MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTEROS PADA WARNET CELLVINET 2
ANALISIS, PERANCANGAN, IMPLEMENTASI JARINGAN HOTSPOT DAN BANDWIDTH MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTEROS PADA WARNET CELLVINET 2 Gabriello Melvin, Alexander Atmadja, Elsa Junitasari, Rudi Tjiptadi
BAB I PENDAHULUAN. mengakses internet selama 6 jam dengan biaya Rp ,- dan Paket 2
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di jaman yang semakin modern ini internet sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari-hari. Namun untuk melakukan akses internet tidak murah
BAB I PENDAHULUAN. harinya menggunakan media komputer. Sehingga banyak data yang disebar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Data mempunyai peranan yang sangat penting bagi orang yang setiap harinya menggunakan media komputer. Sehingga banyak data yang disebar melalui media jaringan
MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HIERARCHICAL TOKEN BUCKET MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK
MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HIERARCHICAL TOKEN BUCKET MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK Sihombing, R. Poltak, Fadhillah, Rizki. School of Computer Science Jurusan Teknik Informatika Binus University Jl.
1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka
1. Pendahuluan Perkembangan layanan komunikasi data saat ini sangatlah cepat. Layanan komunikasi yang ada tidak hanya digunakan secara individual tetapi juga digunakan secara massal dan hampir serentak
BAB I PENDAHULUAN. pada layer Network, layer ketiga dari tujuh OSI (Open System Interconnection)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebuah router merupakan sebuah perangkat keras yang bekerja pada layer Network, layer ketiga dari tujuh OSI (Open System Interconnection) layer yang ada. Fungsi router
MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN SIMPLE QUEUE PADA MIKROTIK DI SMK PGRI 1 KOTA KEDIRI
MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN SIMPLE QUEUE PADA MIKROTIK DI SMK PGRI 1 KOTA KEDIRI Agus Prawito 1 dan Fatkur Rhohman 2 1. Dosen Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Nusantara
Contoh /Cuplikan : Modul Kursus Online. Mikrotik RouterOS
Contoh /Cuplikan : Modul Kursus Online Mikrotik RouterOS Kurusetra Computer www.kurusetra.web.id Email: [email protected] SMS/Whatsapp/Telp: 085 736 167 850 Queue Tree (HTB) Queue Tree cocok digunakan
BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan
BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI 4.1 Perancangan Jaringan 4.1.1 Usulan Perancangan Jaringan Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan teknologi Frame Relay. Daripada menghubungkan
RANCANGAN LOAD BALANCING DAN FAILOVER MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS BERDASARKAN MULTIHOMED GATEWAY PADA WARUNG INTERNET DIGA
RANCANGAN LOAD BALANCING DAN FAILOVER MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS BERDASARKAN MULTIHOMED GATEWAY PADA WARUNG INTERNET DIGA ARIS SANTOSO 43A87006110472 GINANJAR WILUJENG 43A87006110230 SEKOLAH TINGGI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian mengenai perencanaan internet protocol virtual private network (IP VPN) dan network management untuk efisiensi koneksi internet dengan sistem intranet menggunakan
BAB 2 LANDASAN TEORI. melakukan pengiriman dan penerimaan (meski path itu berupa wireless). (Tittel,
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Topologi Topologi adalah tipe-tipe physical path yang menghubungkan unit yang melakukan pengiriman dan penerimaan (meski path itu berupa wireless). (Tittel, 2002:50). Topologi
ABSTRAK. Kata kunci: Wireless, Hotspot, MAC Address, Managemen Kuota, Mikrotik, User Manager. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan internet yang terus berkembang menyebabkan pertukaran informasi ikut berkembang, sehingga pertukaran informasi maupun transaksi informasi dapat diakses dimana
DAFTAR ISI. ABSTRAK...vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI...ix. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK....vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI....ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah...
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Topologi Jaringan Hotspot Perancangan arsitektur jaringan hotspot secara fisik dapat dilihat seperti Gambar 3.1. Gambar 3.1 Skema rancangan jaringan
BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informatika dan telekomunikasi saat ini bergerak semakin pesat. Keduanya saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan. Saat ini, kebutuhan akan
ANALISIS, PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN WLAN BERBASIS ROUTER MIKROTIK PADA PT. LE-GREEN
ANALISIS, PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN WLAN BERBASIS ROUTER MIKROTIK PADA PT. LE-GREEN Pierre Arthur Daniel Jurusan Teknik Informatika, School of Computer Science, Binus University Jl. Kebon Jeruk
