MODUL: PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN IKAN
|
|
|
- Suparman Sudirman Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BDI-T/2/2.3 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR PEMBESARAN IKAN KARPER DI KARAMBA JARING APUNG MODUL: PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN IKAN DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003
2 PEMBESARAN IKAN KARPER DI KARAMBA JARING APUNG MODUL PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN IKAN Penyusun: NUR BAMBANG PRIYO UTOMO Editor: DADANG SHAFRUDIN DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003
3 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan i KATA PENGANTAR Modul Pemanenan dan Pengangkutan Ikan Mas (Cyprinus carpio) ini merupakan salah satu bagian dari modul kompetensi Pembesaran Ikan Karper di KJA : Ikan Mas (Cyprinus carpio). Untuk memahami tentang Pembesaran Ikan Karper di KJA, siswa harus mempelajari tiga judul modul yaitu Penyiapan KJA dan Penebaran Benih; Pengelolaan Pemberian Pakan; Pemanenan dan Pengangkutan Ikan. Dengan mempelajari ketiga modul tersebut siswa diharapkan mempunyai kompetensi dalam pembesaran ikan mas di Karamba Jaring Apung. Modul pemanenan dan pemanenan dan pengangkutan ikan ini sebagai modul ketiga yang harus dipelajari setelah modul penyiapan KJA dan penebaran benih serta modul pengelolaan pemberian pakan. Dalam modul ini akan dipelajari dua unit kegiatan belajar yaitu unit kegiatan belajar pemanenan ikan mas di KJA dan unit kegiatan belajar pengangkutan ikan. Dengan mempelajari modul ini diharapkan siswa mampu melakukan pemanenan ikan mas di KJA dan pengangkutan ikan mas. Penyusun
4 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan ii DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI ii PETA KEDUDUKAN MODUL... iv PERISTILAHAN.... v I. PENDAHULUAN... 1 A. Deskripsi... 1 B. Prasyarat... 1 C. Petunjuk Penggunaan Modul... 1 D. Tujuan Akhir... 3 E. Kompetensi... 4 F. Cek Kemampuan... 5 II. PEMBELAJARAN... 6 A. Rencana Belajar Siswa... 6 B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Pemanenan Ikan Mas (Cyprinus carpio) di KJA... 8 a. Tujuan... 8 b. Uraian Materi... 8 c. Rangkuman d. Tugas e. Tes Formatif f. Kunci Jawaban Formatif g. Lembar Kerja Kegiatan Belajar 2: Mengangkut Ikan Mas a. Tujuan b. Uraian Materi c. Rangkuman d. Tugas e. Tes Formatif... 18
5 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan iii f. Kunci Jawaban Formatif g. Lembar Kerja III. EVALUASI A. Evaluasi Kognitif B. Evaluasi Psikomotorik C. Evaluasi Sikap D. Evaluasi Produk E. Kunci Jawaban IV. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA... 24
6 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan iv PETA KEDUDUKAN MODUL BDI-T/1/1.1: Budidaya Chlorella Budidaya Pakan Alami Air tawar BDI-T/1/1.2: Budidaya Rotifera BDI-T/1/1.3: Budidaya Daphnia BDI-T/1/1.4: Penetasan Artemia BDI-T/2/2.1: Penyiapan KJA dan Penebaran Benih Pembesaran Ikan Karper di KJA BDI-T/2/2.2: Pengelolaan Pemberian Pakan BDI-T/2/2.3: Pemanenan dan Pengangkutan Ikan BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR Pembesaran Ikan Karper di kolam BDI-T/3/3.1: Penyiapan Kolam BDI-T/3/3.2: Penebaran Benih BDI-T/3/3.3: Pengelolaan Pemberian Pakan BDI-T/3/3.4: Pemanenan dan Pengangkutan Ikan BDI-T/21/21.1: Pemeliharaan Induk Budidaya Ikan Hias Neon Tetra Budidaya Ikan Hias Jenis Koki BDI-T/21/21.2: Pemijahan Induk BDI-T/21/21.3: Pemeliharaan Larva Sampai Ukuran Pasar BDI-T/21/21.4: Pemanenan dan Pengangkutan BDI-T/2/2.3: Pemanenan dan Pengangkutan Ikan = Modul yang sedang dipelajari
7 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan v PERISTILAHAN Fluktuasi suhu : Perubahan suhu (turun atau naik). Ikan mas : Termasuk keluarga Cyprinidae dengan nama latin Cyprinus carpio; bentuk badannya memanjang agak pipih, bibirnya lunak dapat disembulkan; hidupnya di air tawar dan dipelihara di kolam-kolam yang tergenang dan di air deras, sawah, karamba dan sebagainya Jaring arad : Suatu alat panen yang digunakan untuk menangkap ikan berupa jaring yang ukuran mata jaringnya disesuaikan dengan ukuran ikan yang dipanen. Karamba Jaring Apung : Tempat pemeliharaan ikan yang berupa kotak dengan bahan utama berupa jaring, yang dilengkapi dengan rangka dan pelampung yang memungkinkan alat ini terapung di permukaan air. Padat penebaran Panjang baku Panjang cagak Pemberokan Pembesaran : Jumlah ikan yang dapat ditanam per satuan luas atau volume air kolam atau wadah pemeliharaan ikan lainnya : Jarak antara ujung mulut sampai pada pangkal ekor ikan : Panjang ikan dari moncong sampai pangkal sirip ekor : Penyimpanan sementara ikan yang akan diangkut atau penyimpanan induk ikan yang akan dipijahkan : Pemeliharaan organisme sampai dewasa
8 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan vi Pendinginan Seser Produksi : Suatu proses penanganan ikan hasil panen yang bertujuan untuk mengawetkan ikan agar selalu dalam keadaan segar dengan memberikan es batu/es curah secara berlapislapis : Alat yang digunakan untuk menangkap benih ikan kerapu dan mempunyai bermacammacam ukuran sesuai dengan ukuran benih yang akan diambil. : Panen tahunan dari spesies yang diinginkan di satu perairan
9 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 1 I. PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul pemanenan dan pengangkutan ikan merupakan modul ketiga dari tiga modul yang harus dipelajari oleh siswa agar dapat mempunyai kompetensi dalam melakukan pembesaran ikan mas di KJA. Pemanenan dan pengangkutan ikan ini merupakan proses akhir dari suatu usaha pembesaran ikan mas di KJA. Dalam modul pemanenan ini dipelajari bagaimana teknik pemanenan dilakukan mencakup penentuan waktu, alat dan cara panen serta penanganan setelah panen. Kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan ikan, mulai dari penetapan cara, penentuan bahan dan alat, pengemasan hingga pelaksanaan pengangkutan. Dengan mempelajari modul ini siswa diharapkan mampu memanen hingga mengangkut ikan mas hasil pembesaran di KJA dengan baik dan benar agar sampai di tangan konsumen tetap dalam keadaan hidup dan sehat atau dengan kerusakan fisik seminimal mungkin. B. Prasyarat Modul ini merupakan salah satu dari 3 modul pembesaran ikan mas di KJA. Untuk menguasai modul ini, sebaiknya siswa telah memahami terlebih dahulu dua modul lainnya yaitu modul penyiapan KJA dan penebaran benih serta modul pengelolaan pemberian pakan. C. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Bagi Siswa a. Modul ini merupakan salah satu modul yang dibutuhkan untuk mencapai kompetensi pembesaran ikan mas di KJA. Modul lain adalah Penyiapan KJA dan penebaran benih. Pengelolaan pemberian pakan.
10 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 2 b. Modul terdiri dari 2 Kegiatan Belajar dan setiap Kegiatan Belajar memerlukan waktu 5 kali 4 jam pelajaran. c. Kegiatan Belajar tersebut adalah UKB 1 : Pemanenan Ikan Mas di KJA dan UKB 2 : Pengangkutan Ikan Mas d. Setiap Kegiatan Belajar berisi kegiatan teori dan praktek. Landasan teori tentang materi kegiatan dapat dipelajari dalam Lembar Uraian Materi, dan panduan mengenai pelaksanaan praktik dapat dibaca dalam Lembar Kerja. e. Pahami dahulu Lembar Tugas sebelum melaksanakan Lembar Kerja f. Pada lembar lain terdapat Lembar Tes Formatif. Baca dahulu Lembar uraian materi, lalu dilanjutkan dengan mengerjakan soalsoal pada Lembar Tes Formatif. Janganlah melihat Kunci Jawaban sebelum Anda selesai menjawab semua soal Tes Formatif. g. Apabila Anda telah membaca Lembar Uraian Materi, dan mampu menjawab semua soal Test Formatif dengan benar, berarti Anda telah memahami konsep dan landasan teori tentang materi kegiatan belajar yang bersangkutan dengan baik. Sekarang Anda boleh melanjutkan pada bagian Lembar Kerja. h. Diskusikan dengan guru saat anda mengalami kesulitan dalam memahami perintah dan pelaksanaan lembar kerja i. Soal soal pada lembar Evaluasi kognitif adalah instrumen untuk menguji kemampuan kognitif. Kemampuan psikomotorik (keterampilan) dan afektif (sikap) diukur langsung pada saat kegiatan praktik berlangsung. j. Apabila ditemukan istilah istilah yang tidak dimengerti di dalam paket pembelajaran ini, silakan baca Lembar Peristilahan (Glossary).
11 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 3 2. Peran Guru a. Membantu siswa dalam merencanakan kegiatan pemanenan dan pengangkutan ikan. b. Membimbing siswa dalam melaksanakan tugas-tugas kegiatan yang dijelaskan dalam kegiatan belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktik baru dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa menentukan dan mengakses sumber tambahan informasi yang diperlukan untuk belajar e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan. g. Merencanaan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya h. Melaksanakan penilaian i. Menjelaskan kepada siswa tentang sikap, pengetahuan dan ketrampilan dari suatu kompetensi dan merencanakan rencana pembelajaran selanjutnya j. Mencatat pencapaian kemajuan siswa. D. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini serta disediakan alat pemanenan dan pengangkutan ikan mas, siswa mampu memanen dan mengangkut ikan mas dari KJA dengan kriteria ikan mas yang dipanen masih dalam keadaan hidup, tidak cacat, sehat, dan tetap segar selama penangangkutan. Setelah mempelajari modul ini siswa mampu : 1. Memilih cara panen, menentukan waktu pemanenan, memilih dan menentukan alat panen, serta melakukan pemanenan ikan mas dari KJA dengan benar. 2. Melakukan pengangkutan ikan mas hasil panen di KJA dengan benar.
12 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 4 E. Kompetensi Kompetensi : Memanen dan mengangkut ikan mas hasil panen KJA Subkompetensi : Memanen Ikan Mas dari Karamba Jaring Apung Mengepak Ikan Hasil Panen dalam Kantung Plastik Mengangkut Hasil Panen Kriteria unjuk kerja : Pemanenan dilakukan dengan benar melalui penentuan cara panen, waktu panen, dan peralatan panen yang tepat Pengemasan dan transportasi ikan dilakukan dengan benar melalui penentuan metode transportasi, waktu transportasi, dan sarana transportasi yang tepat. Pengetahuan : Metoda dan waktu panen Teknik pemanenan Teknik pengemasan Teknik pengangkutan Ketrampilan : Memilih cara panen Menentukan waktu panen Memilih dan menentukan alat panen Melakukan pemanenan Melakukan pengemasan ikan mas hidup dan pengemasan ikan mas mati Melakukan pengangkutan ikan mas hidup dan ikan mas mati
13 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 5 Sikap : Untuk mencapai kompetensi ini diperlukan sikap yang bersemangat, berpikir kritis, rajin, cekatan, tertib, cepat tanggap, bekerjasama, cermat, teliti, tidak ceroboh dan berdisiplin yang tinggi, terutama menyangkut keselamatan kerja. F. Cek Kemampuan 1. Sebutkan peralatan utama yang dibutuhkan untuk pemanenan ikan mas di KJA 2. Jelaskan mengapa pemanenan dan pengemasan harus dilakukan dengan benar! 3. Terangkan mengapa sebelum dilakukan pemanenan dan pengangkutan ikan mas harus diberok terlebih dahulu! 4. Jelaskan dengan singkat cara mengepak ikan dalam kantung plastik 5. Terangkan cara mengangkut ikan mas hidup dan ikan mas mati hasil panen dari KJA!
14 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 6 II. PEMBELAJARAN A. Rencana Belajar Siswa Kompetensi Sub Kompetensi : Membudidayakan ikan karper di KJA : ikan mas : Memanen dan mengangkut hasil panen Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Pemanenan Ikan Memilih cara panen Menentukan waktu panen Memilih dan menentukan alat panen Melakukan pemanenan Pengukuran panjang berat ikan Pemindahan ikan dari KJA ke wadah penampung Penghitungan volume panen Pengemasan Ikan Memilih cara pengemasan Menentukan waktu pengemasan Memilih dan menentukan alat pengemasan Melakukan pengemasan Pengisian air dalam kantung ikan Penghitungan jumlah ikan per pak Alasan Perubahan Tanda tangan guru
15 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 7 Pengisian oksigen Pengikatan kantung ikan Pengangkutan Ikan Menyusun kantung ikan dalam alat angkut Mengurangi goncangan selama pengangkutan Mempertahankan suhu air kantung ikan selama pengangkutan
16 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 8 B. KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar 1 : Pemanenan Ikan Mas (Cyprinus carpio) di KJA a. Tujuan Siswa mampu memilih cara panen, menentukan waktu pemanenan, memilih dan menentukan alat panen, serta melakukan pemanenan ikan mas di KJA dengan benar b. Uraian Materi Ikan mas yang dipelihara di karamba jaring apung umumnya dipanen pada ukuran 3-5 ekor/kg. Ukuran ini merupakan ukuran yang banyak diminati oleh konsumen. Untuk mencapai ukuran panen tersebut, benih ikan yang berukuran gram per ekor umumnya memerlukan masa pemeliharaan sekitar 3-4 bulan. Pemanenan ikan mas di KJA pada dasarnya diarahkan untuk mendapatkan ikan hasil panen dalam keadaar hidup dengan tingkat kerusakan fisik sesedikit mungkin. sehubungan dengan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu menetapkan saat panen yang tepat, mempersiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan, cara melaksanakan pemanenan panen yang baik. Pertumbuhan ikan mas pada satu tempat bisa berbeda dengan tempat lain bergantung pada kualitas benih dan pakan serta lingkungannya. Oleh karena itu saat panen yang tepat, sebaiknya ditetapkan setelah diketahui ukuran yang dikehendaki tercapai. Untuk itu sebelum panen perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan ikan mas dengan melakukan pengecekan ukuran/beratnya. Caranya adalah pada saat mendekati waktu panen, sejumlah ikan tertentu, misalnya 20 ekor, ditangkap dengan menggunakan serokan, di beberapa tempat. Kemudian ditimbang dan dihitung berat rata-ratanya. Jika berat rata-ratanya
17 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 9 sudah sesuai dengan ukuran yang diinginkan maka pemanenan sudah bisa dilaksanakan, tetapi jika tidak maka masa pemeliharaan harus ditambah. Waktu pelaksanaan panen ikan mas yang tepat adalah pagi atau sore hari di kala suhu air di dalam tambak rendah sehingga ikan mas tidak stress. Sebelum ikan dipanen ikan dalam KJA dipuasakan terlebih dahulu selama satu hari agar dalam pengangkutan nantinya ikan tidak banyak mengeluarkan kotoran. Sesaat menjelang pemanenan peralatan yang diperlukan selama pemanenan dan selama penanganan hasil juga disiapkan. Peralatan tersebut mencakup peralatan untuk menangkap ikan, menampung sementara dan menimbang ikan. Pemanenan ikan dilakukan secara serentak. Dalam pemanenan ada dua kegiatan, yaitu mengumpulkan ikan pada daerah di salah satu tepi/sisi petakan dan melakukan penangkapan ikan. Untuk mengumpulkan ikan digunakan alat bantu bambu. Bambu tersebut diselipkan dibawah kantung jaring dan digerakan mengarah ke salah satu sisi petakan. Akhirnya ikan akan terkumpul di daerah sisi ini. Setelah ikan terkumpul ikan ditangkap dan ditimbang. Penangkapan ikan perlu hati-hati, karena penangkapan yang kasar menyebabkan kerusakan fisik yang akan mengganggu kesehatan dan penampilan ikan, seperti sisik terlepas, sirip terkikis, luka pada bagian kepala dan mulut. Jika ikan terluka maka biasanya ikan tidak tahan diangkut dalam waktu relatif lama.
18 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 10 Mengumpulkan ikan ketika panen ikan mas di KJA c. Rangkuman Setelah mencapai ukuran sekitar 3-5 ekor/kg, maka pembudidaya ikan harus sudah mempersiapkan segalanya untuk melakukan pemanenan. Keberhasilan pemanenan ikan mas dipengaruhi oleh waktu panen, alat panen yang digunakan serta cara melakukan pemanenan. d. Tugas 1. Kunjungi tempat tempat budidaya ikan mas di KJA yang sudah siap panen. 2. Amati tempat KJA siap panen a. Lakukan pemeriksaan keadaan bangunan b. Beri penilaian terhadap kondisi peralatan panen yang ada c. Lakukan perbaikan-perbaikan peralatan panen jika ada yang rusak 3. Lakukan pemeriksaan aspek teknis di KJA siap panen a. Lakukan pemeriksaan panjang dan bobot ikan b. Lakukan pemeriksaan kualitas air.
19 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 11 e. Tes Formatif 1. Jelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan pemanenan ikan mas! 2. Sebutkan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk pemanenan ikan mas di KJAQ 3. Jelaskan cara pemanenan ikan mas di KJA! 4. Mengapa cara menangkap ikan mas pada waktu pemanenan tidak boleh dengan cara yang kasar? 5. Jelaskan ukuran konsumsi ikan mas yang banyak diminati konsumen! f. Kunci Jawaban Formatif 1. Faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah waktu panen, alat panen, serta cara melakukan panen. 2. Peralatan yang harus disiapkan mencakup peralatan untuk menangkap ikan, menampung sementara dan menimbang ikan 3. Cara pemanenan ikan, alat yang digunakan adalah tambang atau bambu. Selipkan tambang atau bambu tersebut di bawah net kolam yang akan dipanen. Kemudian bambu atau tambang tersebut digerakan mengarah ketepi. Akhirnya ikan akan terkumpul ditepi net. Setelah ikan berkumpul, ikan tinggal ditangkap dan ditimbang. Penangkapan ikan perlu hati-hati, usahakan ikan jangan sampai terluka. Jika ikan terluka maka biasanya ikan tidak tahan diangkut dalam waktu relatif lama 4. Penangkapan yang kasar dapat menyebabkan kerusakan fisik yang akan mengganggu kesehatan dan penampilan ikan seperti sisik terlepas, sirip terkikis, luka pada bagian kepala dan mulut. Jika ikan terluka maka biasanya ikan tidak tahan diangkut dalam waktu relatif lama. 5. Pemanenan umumnya dilakukan apabila ukuran ikan mas sudah mencapai 3-5 ekor/kg
20 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 12 g. Lembar Kerja Kebutuhan Alat dan Bahan : Alat : Bahan : Timbangan Bambu Ikan mas ukuran konsumsi yang dipelihara di KJA Waring Peralatan aerasi Ember Seser/serokan halus Bak penampungan Keselamatan Kerja : Hati-hati dalam melakukan pemanenan ikan di KJA Langkah Kerja 1. Siapkan alat dan bahan 2. Selipkan bambu tersebut di bawah jaring KJA yang akan dipanen. Kemudian bambu atau tambang tersebut digerakan mengarah ketepi. Akhirnya ikan akan terkumpul ditepi jaring. 3. Setelah ikan berkumpul, ikan tinggal ditangkap dan ditimbang. 4. Siapkan ember atau fiber dengan aerasi untuk menampung ikan hasil panen 5. Lakukan pemanenan sampai ikan dalam KJA habis.
21 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan Kegiatan Belajar 2 : Mengangkut Ikan Mas a. Tujuan pembelajaran Tujuan kegiatan pembelajaran 2 adalah siswa mampu menguasai teknik pengangkutan ikan mas dengan benar. b. Uraian Materi Pengangkutan ikan mas dapat dilakukan dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Pada sistem terbuka media air di dalam wadah dapat kontak langsung dengan udara terbuka diluar wadah sedangkan pada sistem tertutup kontak dengan udara luar tidak terjadi karena media terdapat dalam wadah yang tertutup rapat. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, ke dalam wadah dimasukan gas oksigen murni. Persiapan Pengangkutan 1. Kegiatan pengangkutan terdiri atas kegiatan pengemasan (packing) dan pengangkutan 2. Ikan yang akan dikemas dipuasakan terlebih dahulu dulu sekitar 24 jam 3. Ikan yang akan dikemas ukurannya sebaiknya seragam untuk memudahkan pemasaran 4. Air yang akan digunakan berkualitas baik paling tidak sama dengan media budidaya Pengangkutan Sistem Terbuka Sistem ini biasanya digunakan untuk pengangkutan melalui jalur darat dan jarak yang akan ditempuh relatif dekat. Wadah yang digunakan bervariasi, mulai dari yang sederhana atau bekas pengemasan bahan kimia, seperti ember, jeriken plastik, drum/tong plastik hingga yang didesain khusus untuk pengangkutan, seperti kemplung dan bak fiber glass. Sifat wadah ini umumnya kokoh dan kuat.
22 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 14 Pada pengangkutan ini, sumber oksigen untuk pernafasan ikan sebagian besar adalah oksigen yang terlarut dalam air, yang lainnya hasil diffusi dari udara pada tekanan udara yang normal. Pada sistim ini perbandingan volume air dengan berat ikan relatif lebih besar dibanding sistem tertutup. Untuk pengangkutan ikan selama 5 jam, paling tidak 5 liter air diperlukan untuk mengangkut 1 kg ikan. Makin lama waktu angkut makin tinggi perbandingan volume air dengan berat ikan. Untuk mengurangi volume air atau untuk meningkatkan lama pengangkutan maka pada sistem terbuka dilakukan upaya-upaya menghambat laju metabolisme dan mencukupi oksigen selama pengangkutan. Upaya menghambat laju metabolisme dilakukan dengan menjaga agar suhu air selama pengengkutan rendah, yaitu dengan melaksanakan pengangkutan itu pada pagi/malam hari atau menambahkan es ke dalam wadah angkut. Sedangkan upaya mencukupi oksigen selama pengangkutan dilakukan dengan cara : a. Melakukan upaya untuk meningkatkan daya diffusi oksigen ke dalam air. Cara sederhana yang dilakukan pedagang adalah dengan memuncratkan air dengan tangan. Pada cara pengangkutan yang lebih modern adalah dengan memasang airator. Dengan alat ini terjadi kontak antara gelembung udara dengan air pada daerah yang lebih luas sehingga terjadi diffusi oksigen yang lebih tinggi. b. Berhenti pada setiap selang waktu tertentu untuk mengganti air. Dengan penggantian air ini, air yang sudah berkurang oksigennya diganti dengan air yang berkualitas lebih baik. Cara ini sekaligus befungsi membuang kotoran ikan atau ammoniak yang meningkat konsentrasinya selama masa pengangkutan, sehingga ikan terhindar dari keracunan gas amonia.
23 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 15 Pengangkutan sistem terbuka Pengangkutan Sistem Tertutup Pada sistem tertutup ke dalam wadah angkut dimasukkan oksigen murni dan tekanan udara lebih tinggi dibanding di luar wadah. Hal ini yang menyebabkan konsentrasi dan kelarutan oksigen di dalam media air cukup tinggi, sehingga perbandingan volume air dengan berat ikan pada sistim tertutup lebih tinggi dibanding sistim terbuka, yang berarti dapat mengurangi ongkos angkut per kg ikan. Dewasa ini hampir semua pedagang ikan mengangkut ikan dengan sistim tertutup, karena dianggap praktis tetapi aman. Bahan utama dalam pengemasan ikan untuk pengangkutan sistem tertutup adalah kantung plastik dan oksigen. Kantung plastik yang tersedia di pasaran berbagai ukuran. Tetapi yang banyak digunakan untuk pengangkutan dalam jumlah yang banyak adalah berukuran lebar 60 cm. Plastik ini dipak dalam bentuk gulungan. Seseorang dapat membelinya per gulung, dalam satuan panjang (meter) atau dalam satuan berat (kg). Untuk keperluan pengemasan, satu kantung diperoleh dengan memotong gulungan plastik ini sepanjang cm. Untuk membentuk kantung ujung plastik ini dilipat dan diikat dengan karet. Untuk pengangkutan selama 5 jam, pada saat pengemasan, kantung plastik di atas diisi air sebanyak 15 liter air dan 10 kg ikan sisanya gas oksigen. Ketika
24 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 16 Selain bahan standar tersebut, untuk meningkatkan lama pengangkutan atau jarak pengangkutan, dapat pula digunakan alat dan bahan lain diantaranya adalah : a. Box styrofoam. Box ini dapat dibeli di pasaran buatan pabrik, atau dibuat sendiri menggunakan bahan lempengan styrofoam. Dengan memasukkan kemasan kantung plastik ke dalam kotak ini maka suhu air di dalam kantung bisa terlindungi dari pengaruh suhu diluar kotak (bisa dipertahankan dingin) b. Es. Es digunakan untuk menjaga agar suhu air didalam wadah pengangkutan tetap dingin. Es digunakan pada pengangkutan yang menggunakan styrofoam, yakni diletakkan di dalam styrofoam, diantara wadah angkut dengab dinding styrofoam. Biasanya es dimasukkan ke dalam kantung plastik agar ketika cair tidak meleleh ke mana-mana. c. Na 2 HPO 4. Bahan kimia ini digunakan untuk mengatasi penurunan ph selama pengangkutan berlangsung. Dosis yang digunakan 1,28 gram per liter d. Zeolit. Zeolit dapat mengatasi peningkatan kandungan ammonia selama pengangkutan Pengemasan tertutup dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Bahan-bahan yang harus disiapkan adalah oksigen murni, kantong plastik, karet, styrofoam, es batu dan lakban buah kantung plastik dijadikan satu kantung 3. Air dimasukkan ke dalam kantong plastik 4. Bahan-bahan lain, seperti Na 2 HPO 4 dimasukkan bilamana perlu 5. Udara yang ada di dalam kantong plastik dibuang dan kemudian dimasukkan oksigen murni ke dalamnya. 6. Kantong plastik kemudian diikat dengan karet dan hindari adanya gelembung udara. 7. Kantong plastik dimasukkan ke dalam styrofoam dengan posisi kantong plastik ditidurkan
25 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan Untuk mempertahankan suhu, dimasukkan es batu yang sudah dibungkus plastik ke dalam styrofoam. c. Rangkuman Pengangkutan ikan mas dapat dilakukan dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka biasanya digunakan untuk pengangkutan melalui jalur darat dan jarak yang akan ditempuh relatif dekat. Sistem pengemasan tertutup merupakan sistem pengemasan yang paling dianggap aman untuk digunakan baik untuk pengangkutan jarak pendek maupun jarak jauh d. Tugas 1. Kunjungi tempat usaha budidaya ikan mas di KJA yang sedang melakukan pemanenan dan pengangkutan 2. Lakukan pengemasan untuk pengangkutan sistem tertutup, mencakup a. Penyediaan bahan dan alat yang diperlukan b. Pelaksanaan pengemasan 3. Lakukan pengangkutan
26 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 18 e. Tes Formatif 1. Jelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan pengangkutan ikan mas! 2. Jelaskan cara pengangkutan ikan mas! 3. Sebutkan bahan utama yang diperlukan untuk pengemasan ikan sistem tertutup! 4. Jelaskan mengapa ikan perlu diberi es dalam pengangkutan? 5. Terangkan secara ringkas dan tepat mengapa pergantian air untuk selang waktu tertentu diperlukan untuk pengangkutan sistem terbuka! f. Kunci Jawaban Formatif 1. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan pengangkutan ikan adalah suhu air, metabolisme ikan, oksigen, jumlah dan ukuran ikan, jarak dan lamanya pengangkutan. 2. Cara pengangutan benih kerapu ada dua yaitu pengangkutan sistem terbuka dan pengangkutan sistem tertutup. 3. Bahan utama dalam pengemasan ikan untuk pengangkutan sistem tertutup adalah kantung plastik dan oksigen 4. Untuk menekan atau membatasi proses metabolisme. 5. Dengan penggantian air ini, air yang sudah berkurang oksigennya diganti dengan air yang berkualitas lebih baik. Cara ini sekaligus befungsi membuang kotoran ikan atau ammoniak yang meningkat konsentrasinya selama masa pengangkutan, sehingga ikan terhindar dari keracunan gas amonia
27 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 19 g. Lembar Kerja Kebutuhan Alat dan Bahan Alat : Bahan : Kantong plastik ikan mas Styrofoam bak plastik/gentong plastik selang oksigen lakban karet gelang timbangan Keselamatan Kerja : Hati-hati dalam melakukan pengemasan ikan ikan Langkah Kerja: 1. Siapkan alat dan bahan 2. Lakukan pengemasan dengan kantong plastik dengan cara 3. Kantong plastik dengan ukuran 150 cm diikat pada bagian tengahnya sehingga terbagi dua bagian, setelah itu bagian yang satu dibalik sehingga plastik nampak terlihat rangkap. 4. Air laut dimasukkan ke dalam kantong plastik sebanyak sepertiga bagian dari volume kantong plastik dengan kepadatan10 kg/kantong. 5. Udara yang ada di dalam kantong plastik dibuang dan kemudian dimasukkan oksigen murni ke dalamnya melalui selang yang yang disambungkan dengan tabung oksigen. 6. Kantong plastik kemudian diikat dengan karet dan hindari adanya gelembung udara. 7. Kantong plastik dimasukkan ke dalam styrofoam dengan posisi kantong plastik ditidurkan 8. Untuk mempertahankan suhu, dimasukkan es batu yang sudah dibungkus plastik ke dalam Styrofoam. 9. Styrofoam dilakban dengan rapi.
28 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 20 III. EVALUASI A. Evaluasi Kognitif 1. Ukuran ikan mas yang dipanen dan siap untuk dipasarkan adalah: a. 10 ekor/kg b. 15 ekor/kg c. 3-5 ekor/kg. 2. Pemanenan ikan mas sebaiknya dilakukan pada waktu: a. siang hari b. pagi hari c. kapan saja 3. Pengangkutan terbuka biasanya dilakukan untuk benih yang akan diangkut dalam: a. jarak dekat b. jarak jauh c. jarak dekat dan jarak jauh 4. Pengangkutan tertutup dapat dilakukan dengan menggunakan: a. keranjang plastik b. kantong plastik c. jerigen 5. Pemberian es batu ditujukan untuk a. menurunkan ph b. mempertahankan ph c. mempertahankan suhu
29 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 21 B. Evaluasi Psikomotorik Lakukanlah pemanenan dan pengangkutan ikan mas sehingga memenuhi kriteria sebagai berikut: No Kriteria (90%) benar Ya Tidak 1. Memanen ikan mas di KJA: Ukuran ikan sudah mencapai ukuran 3-5 ekor/kg Pemanenan dilakukan pada pagi/sore hari Alat panen yang digunakan sudah tepat Teknik pemanenan sudah tepat Ikan tidak ada yang rusak 2. Pengangkutan ikan mas: Pengemasan ikan sudah memperhitungkan kepadatan ikan per wadah Ikan dikemas dengan teknik yang benar Ikan diangkut dengan teknik yang benar Suhu air dapat dipertahankan C Kantong plastik dimasukkan dalam styrofoam Diselipkan kantong berisi es batu didalam styrofoam C. Evaluasi Sikap Sikap a. Teliti dan cermat memanen ikan mas b. Teliti dan cermat dalam pengamatan dan perhitungan hasil panen c. Respon cepat terhadap ikan yang mati di tambak d. Teliti dan cermat dalam pengemasan ikan e. Memiliki inisiatif dalam pemanenan dan pengemasan f. Berpartisifasi aktif dalam kegiatan bersama g. Ada kesungguhan dalam bekerja Penilaian Kurang Cukup Baik
30 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 22 D. Evaluasi produk No Produk akhir a. Tingkat kematian ikan di tambak saat berlangsung pemanenan rendah (0%) b. Tingkat kerusakan ikan rendah (2%) c. Kelangsungan hidup setelah pengangkutan tinggi (100%) Kelulusan Lulus Tidak lulus E. Kunci Jawaban 1. c 2. b 3. a 4. b 5. c
31 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 23 IV. PENUTUP Modul pemanenan dan pengangkutan ikan mas ini merupakan salah satu bagian dari modul kompetensi pembesran ikan mas di KJA. Untuk memahami tentang pembesaran ikan mas di KJA, siswa harus mempelajari tiga judul modul yaitu penyiapan KJA dan penebaran benih; pengelolaan pemberian pakan; pemanenan dan pengangkutan ikan. Setelah mempelajari modul ini serta melakukan semua tugas yang ada, siswa diharapkan menguasai kemampuan memanen dan mengangkut ikan mas dengan baik. Setelah siswa menyelesaikan program seperti yang tercantum dalam modul ini, selanjutnya siswa perlu menyiapkan persyaratan mengikuti uji kompetensi seperti yang telah ditetapkan oleh lembaga pendidikan berwenang untuk mendapatkan sertifikat.
32 Pemanenan dan Pengangkutan Ikan 24 DAFTAR PUSTAKA Anonimus Transportation on Live and Processed Seafood. INFOFISH Technical Handbook 3. Canada. Beveridge, M. Cage aquaculture. Fishing News Book. Ttd. Farnham, Surrey, England. Schmitou, H.R Cage culture : A method of fish production in Indonesia. FRDP, Central Research Institute for Fisheries, Jakarta, Indonesia
MODUL: PEMANENAN DAN PENGEMASAN
BDI-L/1/1.3 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR LAUT PENDEDERAN KERAPU: KERAPU BEBEK MODUL: PEMANENAN DAN PENGEMASAN DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
MODUL: PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN
BDI-T/21.21.4 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA IKAN HIAS JENIS TETRA MODUL: PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
MODUL: PENEBARAN NENER
BDI P/1/1.2 BIDANG BUDIDAYA PERIKANAN PROGRAM KEAHLIAN IKAN AIR PAYAU PEMBESARAN IKAN BANDENG MODUL: PENEBARAN NENER DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
MODUL: BUDIDAYA ROTIFERA
BDI-T/1/1.2 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA PAKAN ALAMI AIR TAWAR MODUL: BUDIDAYA ROTIFERA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
MODUL: PEMELIHARAAN INDUK
BDI L/3/3.1 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR LAUT PENGELOLAAN INDUK KERAPU: KERAPU BEBEK MODUL: PEMELIHARAAN INDUK DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
MODUL: PENETASAN Artemia
BDI-T/1/1.4 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA PAKAN ALAMI MODUL: PENETASAN Artemia DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MODUL: PEMIJAHAN DAN PEMANENAN TELUR
BDI-L/3/3.2 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR LAUT PENGELOLAAN INDUK KERAPU: KERAPU BEBEK MODUL: PEMIJAHAN DAN PEMANENAN TELUR DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
Pengemasan benih ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) pada sarana angkutan udara
Standar Nasional Indonesia Pengemasan benih ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) pada sarana angkutan udara ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii
MODUL: PENYIAPAN KJA DAN PENEBARAN BENIH
BDI-T/2/2.1 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN TAWAR PEMBESARAN IKAN KARPER DI KARAMBA JARING APUNG MODUL: PENYIAPAN KJA DAN PENEBARAN BENIH BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT
MODUL: PEMELIHARAAN LARVA SAMPAI UKURAN PASAR
BDI-T/21/21.3 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA IKAN HIAS JENIS TETRA MODUL: PEMELIHARAAN LARVA SAMPAI UKURAN PASAR DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT
Produksi benih ikan patin jambal (Pangasius djambal) kelas benih sebar
Standar Nasional Indonesia Produksi benih ikan patin jambal (Pangasius djambal) kelas benih sebar ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 17 Januari 2016 di UD.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada 17 Januari 2016 di UD. Populer yang terletak di Jalan Raya Cerme Lor no. 46, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik
MODUL: PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN IKAN BANDENG
BDI-P/1/1.4 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR PAYAU PEMBESARAN IKAN BANDENG MODUL: PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN IKAN BANDENG DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
Deskripsi. METODA PRODUKSI MASSAL BENIH IKAN HIAS MANDARIN (Synchiropus splendidus)
1 Deskripsi METODA PRODUKSI MASSAL BENIH IKAN HIAS MANDARIN (Synchiropus splendidus) Bidang Teknik Invensi Invensi ini berhubungan dengan produksi massal benih ikan hias mandarin (Synchiropus splendidus),
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas benih sebar
SNI : 01-6133 - 1999 Standar Nasional Indonesia Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas benih sebar Daftar Isi Halaman Pendahuluan 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan...1 3 Definisi...1
II. BAHAN DAN METODE
II. BAHAN DAN METODE 2.1 Tahap Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pendahuluan dan utama. Metodologi penelitian sesuai dengan Supriyono, et al. (2010) yaitu tahap pendahuluan
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas benih sebar
SNI : 01-6137 - 1999 Standar Nasional Indonesia Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas benih sebar Daftar Isi Halaman Pendahuluan 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan...1 3 Definisi...1
III. METODE PENELITIAN
19 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian telah dilakukan pada bulan November Desember 2013, bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. 3.2 Alat
Pengemasan benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sarana angkutan udara
Standar Nasional Indonesia Pengemasan benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sarana angkutan udara ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli Benih ikan patin siam di
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2011. Benih ikan patin siam di trasportasikan dari hatchery pembenihan Balai Benih Ikan Inovatif (BBII) Provinsi
II. BAHAN DAN METODE 2.1 Tahap Penelitian 2.2 Prosedur Kerja Penelitian Pendahuluan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Selama Pemuasaan
II. BAHAN DAN METODE 2.1 Tahap Penelitian Kegiatan penelitian ini terbagi dalam dua tahap yaitu tahap penelitian pendahuluan dan tahap utama. Penelitian pendahuluan meliputi hasil uji kapasitas serap zeolit,
TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH PADA SISTEM TRANSPORTASI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) TANPA MEDIA AIR 1
TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH PADA SISTEM TRANSPORTASI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) TANPA MEDIA AIR 1 Komariah Tampubolon 1 dan Wida Handini 2 ABSTRAK Penelitian ini mengkaji berbagai
II. BAHAN DAN METODE 2.1 Alat dan Bahan 2.2 Tahap Penelitian
II. BAHAN DAN METODE 2.1 Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah akuarium dengan dimensi 50 x 30 x 30 cm 3 untuk wadah pemeliharaan ikan, DO-meter, termometer, ph-meter, lakban, stoples bervolume 3 L,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga Februari 2013
18 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga Februari 2013 bertempat di Laboratorium Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas
MODUL: PEMIJAHAN INDUK IKAN TETRA
BDI-T/21/21.2 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA IKAN HIAS JENIS TETRA MODUL: PEMIJAHAN INDUK IKAN TETRA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
Pengemasan benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sarana angkutan darat
SNI 7585:2010 Standar Nasional Indonesia Pengemasan benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sarana angkutan darat ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional SNI 7585:2010 Daftar isi Daftar isi...i
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi benih ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas benih sebar
SNI : 01-6483.4-2000 Standar Nasional Indonesia Produksi benih ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas benih sebar DAFTAR ISI Halaman Pendahuluan 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan... 1 3 Definisi... 1
Budidaya Nila Merah. Written by admin Tuesday, 08 March 2011 10:22
Dikenal sebagai nila merah taiwan atau hibrid antara 0. homorum dengan 0. mossombicus yang diberi nama ikan nila merah florida. Ada yang menduga bahwa nila merah merupakan mutan dari ikan mujair. Ikan
MODUL: PENYIAPAN BAK DAN AIR
BDI-L/1/1.1 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR LAUT PENDEDERAN KERAPU: KERAPU BEBEK MODUL: PENYIAPAN BAK DAN AIR DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
V. GAMBARAN UMUM 5.1. Sejarah Perusahaan 5.2. Struktur Organisasi
V. GAMBARAN UMUM 5.1. Sejarah Perusahaan Ben s Fish Farm mulai berdiri pada awal tahun 1996. Ben s Fish Farm merupakan suatu usaha pembenihan larva ikan yang bergerak dalam budidaya ikan konsumsi, terutama
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Keadaan Umum Desa Pabuaran Desa Pabuaran berada di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat. Desa ini merupakan daerah dataran tinggi dengan tingkat
II. BAHAN DAN METODE
II. BAHAN DAN METODE 2.1 Tahap Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pendahuluan dan utama. Pada tahap pendahuluan dilakukan penentuan kemampuan puasa ikan, tingkat konsumsi oksigen,
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Upaya pembangunan pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik, yang tercermin dalam peningkatan pendapatan
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Benih Kodok Lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar
SNI : 02-6730.3-2002 Standar Nasional Indonesia Produksi Benih Kodok Lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar Prakata Standar produksi benih kodok lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar
METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus sampai September 2011 bertempat di
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan bulan Agustus sampai September 2011 bertempat di Laboratorium Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian
Pengemasan benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sarana angkutan udara
SNI 7586:2010 Standar Nasional Indonesia Pengemasan benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sarana angkutan udara ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional SNI 7586:2010 Daftar isi Daftar isi...i
Bab 3. Budidaya pembenihan ikan konsumsi
Bab 3 Budidaya pembenihan ikan konsumsi Nama kelompok : dani andrean isna nur hanifa hadyan nandana maarif maulana nanak cito t putri rosita rendra fitra tania novita Pembenihan ikan konsumsi Jenis-jenis
II. METODELOGI 2.1 Waktu dan Tempat 2.2 Alat dan Bahan 2.3 Tahap Penelitian
II. METODELOGI 2.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2011 di Laboratorium Lingkungan dan Laboratorium Kesehatan Ikan, Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan
USAHA PEMBENIHAN IKAN (salah satu faktor penentu di dalam usaha budidaya ikan)
USAHA PEMBENIHAN IKAN (salah satu faktor penentu di dalam usaha budidaya ikan) Melalui berbagai media komunikasi pemerintah selalu menganjurkan kepada masyarakat untuk makan ikan. Tujuannya adalah untuk
V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Proses pengambilan data yang dilakukan peneliti dalam memperoleh data tentang gambaran umum perusahaan dilakukan dengan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan pemberian file
PENDEDERAN IKAN PATIN DI KOLAM OUTDOOR UNTUK MENGHASILKAN BENIH SIAP TEBAR DI WADUK MALAHAYU, BREBES, JAWA TENGAH
Media Akuakultur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012 PENDEDERAN IKAN PATIN DI KOLAM OUTDOOR UNTUK MENGHASILKAN BENIH SIAP TEBAR DI WADUK MALAHAYU, BREBES, JAWA TENGAH Septyan Andriyanto *), Evi Tahapari **), dan
BAB III BAHAN DAN METODE
BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan pada Bulan April 2013 hingga Mei 2013 bertempat di laboratorium budidaya perikanan Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD.
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas induk pokok (Parent Stock)
SNI : 01-6135 - 1999 Standar Nasional Indonesia Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas induk pokok (Parent Stock) Daftar Isi Halaman Pendahuluan 1 Ruang lingkup... 1 2
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Benur Udang Vannamei dan Pengemasan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Persiapan Benur Udang Vannamei dan Pengemasan Benur udang vannamei yang digunakan dalam penelitian berasal dari Balai Benih Air Payau (BBAP) Situbondo menggunakan transportasi
Modul Praktikum Plankton Budidaya Daphnia sp. Tim Asisten Laboratorium Planktonologi FPIK UNPAD
2014 Modul Praktikum Plankton Budidaya Daphnia sp. Tim Asisten Laboratorium Planktonologi FPIK UNPAD I. Pendahuluan Daphnia adalah jenis zooplankton yang hidup di air tawar yang mendiami kolam-kolam, sawah,
BAB 3 METODE PENELITIAN. Usman beralamat di GG. Nusantara 1-3 Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di HatcheryUD. Populer milik Bapak Haji Usman beralamat di GG. Nusantara 1-3 Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dan di
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI 7.1 Penggunaan Input Produksi Pembenihan Ikan Patin Secara umum input yang digunakan dalam pembenihan ikan patin di Kota Metro dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabel
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan Bulan Januari sampai Maret 2012 bertempat di
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan Bulan Januari sampai Maret 2012 bertempat di Laboratorium Basah Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. B.
MODUL: PEMELIHARAAN LARVA SAMPAI BENIH
BDI-L/1/1.2 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR LAUT PENDEDERAN KERAPU: KERAPU BEBEK MODUL: PEMELIHARAAN LARVA SAMPAI BENIH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk pokok (Parent Stock)
SNI : 01 6131 1999 Standar Nasional Indonesia Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk pokok (Parent Stock) Daftar Isi Pendahuluan Halaman 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan...1
VI HASIL DAN PEMBAHASAN
VI HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Saluran dan Lembaga Tataniaga Dalam menjalankan kegiatan tataniaga, diperlukannya saluran tataniaga yang saling tergantung dimana terdiri dari sub-sub sistem atau fungsi-fungsi
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Total Amonia Nitrogen (TAN) Konsentrasi total amonia nitrogen (TAN) diukur setiap 48 jam dari jam ke-0 hingga jam ke-120. Peningkatan konsentrasi TAN terjadi pada
LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS BUDIDAYA IKAN MAS : IMADUDIN ATHIF N.I.M :
LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS BUDIDAYA IKAN MAS NAMA KELAS : IMADUDIN ATHIF : S1-SI-02 N.I.M : 11.12.5452 KELOMPOK : G STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat
Penanganan induk udang windu, Penaeus monodon (Fabricius, 1798) di penampungan
Standar Nasional Indonesia Penanganan induk udang windu, Penaeus monodon (Fabricius, 1798) di penampungan ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup...
MODUL: PENYIAPAN TAMBAK
BDI-P/1/1.1 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR PAYAU PEMBESARAN IKAN BANDENG MODUL: PENYIAPAN TAMBAK DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
CARA PENANGKAPAN IKAN HIAS YA NG RA MA H LINGKUNGA N
CARA PENANGKAPAN IKAN HIAS YA NG RA MA H LINGKUNGA N Pendahuluan Ekosistem terumbu karang merupakan gantungan hidup bagi masyarakat Kelurahan Pulau Panggang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
AQUACULTURE POND BOTTOM SOIL QUALITY MANAGEMENT
UNDERSTANDING POND AQUACULTURE POND BOTTOM SOIL QUALITY MANAGEMENT Soil Profile Soil Triangle Clear plastic liner tube & sediment removal tool Sediment Sampler Soil acidity tester Food web in Aquaculture
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi benih ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar
SNI : 01-6485.3-2000 Standar Nasional Indonesia Produksi benih ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar DAFTAR ISI Pendahuluan 1. Ruang Lingkup... 1 2. Acuan... 1 3. Definisi... 1 4. Istilah...
V. GAMBARAN UMUM 5.1 Sejarah Perusahaan 5.2 Lokasi
V. GAMBARAN UMUM 5.1 Sejarah Perusahaan Arifin Fish Farm merupakan suatu usaha budidaya ikan hias air tawar khususnya ikan Black Ghost, Ctenopoma acutirostre, dan Patin (Pangasius sutchi). Usaha yang telah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. larva. Kolam pemijahan yang digunakan yaitu terbuat dari tembok sehingga
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Persiapan Kolam Pemijahan Kolam pemijahan dibuat terpisah dengan kolam penetasan dan perawatan larva. Kolam pemijahan yang digunakan yaitu terbuat dari tembok sehingga mudah
II. METODOLOGI. a) b) Gambar 1 a) Ikan nilem hijau ; b) ikan nilem were.
II. METODOLOGI 2.1 Materi Uji Sumber genetik yang digunakan adalah ikan nilem hijau dan ikan nilem were. Induk ikan nilem hijau diperoleh dari wilayah Bogor (Jawa Barat) berjumlah 11 ekor dengan bobot
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar
SNI : 01-6484.4-2000 Standar Nasional Indonesia Produksi benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar Prakata Standar produksi benih ikan lele dumbo kelas benih sebar diterbitkan
BAHAN DAN METODE. 3.1 Waktu dan tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2009 di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi.
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2009 di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi. 3.2 Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Teknik Pemijahan ikan lele sangkuriang dilakukan yaitu dengan memelihara induk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pemeliharaan Induk Teknik Pemijahan ikan lele sangkuriang dilakukan yaitu dengan memelihara induk terlebih dahulu di kolam pemeliharaan induk yang ada di BBII. Induk dipelihara
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Benih Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar
SNI : 01-6141 - 1999 Standar Nasional Indonesia Produksi Benih Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar Daftar isi Pendahuluan Halaman 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan... 1 3 Definisi...
BUDIDAYA LELE DENGAN SISTEM BIOFLOK. drh. Adil Harahap dokadil.wordpress.com
BUDIDAYA LELE DENGAN SISTEM BIOFLOK drh. Adil Harahap dokadil.wordpress.com BUDIDAYA LELE DENGAN SISTEM BIOFLOK WADAH BENIH AIR PERLAKUAN BIOFLOK PAKAN BOBOT WADAH / KOLAM WADAH / KOLAM Syarat wadah: Tidak
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Februari sampai dengan 17
III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Februari sampai dengan 17 Maret 2014, bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan Program Studi Budidaya Perairan
MODUL: PEMELIHARAAN INDUK IKAN TETRA
BDI-T/21/21.1 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA IKAN HIAS JENIS TETRA MODUL: PEMELIHARAAN INDUK IKAN TETRA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
VII. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL
VII. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL Pada penelitian ini dilakukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui kelayakan pengusahaan ikan lele, serta untuk mengetahui apakah usaha yang dilakukan pada kelompok
VI. ANALISIS ASPEK-ASPEK NON FINANSIAL
VI. ANALISIS ASPEK-ASPEK NON FINANSIAL 6.1. Aspek Pasar Pasar merupakan suatu sekelompok orang yang diorganisasikan untuk melakukan tawar-manawar, sehingga dengan demikian terbentuk harga (Umar 2007).
BAB III BAHAN DAN METODE
BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PT. Peta Akuarium, Jl. Peta No. 83, Bandung, Jawa Barat 40232, selama 20 hari pada bulan Maret April 2013. 3.2 Alat dan
KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26/KEPMEN-KP/2016 TENTANG
KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26/KEPMEN-KP/2016 TENTANG PELEPASAN IKAN KELABAU (OSTEOCHILUS MELANOPLEURUS) HASIL DOMESTIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
Morfologi ikan jambal siam mempunyai badan memanjang dan pipih, punggung berduri dan bersirip tambahan serta terdapat garis lengkung mulai
"4 - a II. TINJAUAN PUSTAKA 2A. \kan Jamba\S\an\ {Pangasius hypophthalmusf) Ikan jambal slam {Pangasius hypophthalmus F) merupakan ikan ekonomis tinggi, karena dagingnya mempunyai citarasa yang khas dan
BAHAN DAN METODE. Percobaan 1. Pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor pada tiga genotipe ikan nila sampai tahap pendederan.
12 BAHAN DAN METODE Tempat dan waktu Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan dan Genetika dan kolam percobaan pada Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, Jl. Raya 2 Sukamandi,
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi induk ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas induk pokok (Parent Stock)
SNI : 01-6483.3-2000 Standar Nasional Indonesia Produksi induk ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas induk pokok (Parent Stock) DAFTAR ISI Halaman Pendahuluan 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan... 1
3 METODOLOGI. 3.3 Tahap dan Prosedur Penelitian Penelitian ini terdiri dari persiapan penelitian, penelitian pendahuluan, dan penelitian utama.
3 METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2011 bertempat di Laboratorium Bahan Baku Hasil Perairan, Departemen Teknologi Hasil Perairan dan Laboratorium
MODUL: BUDIDAYA Chlorella
BDI-P/6/6.1 BIDANG BUDIDAYA IKAN PROGRAM KEAHLIAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BUDIDAYA PAKAN ALAMI AIR TAWAR MODUL: BUDIDAYA Chlorella DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
STUDI TEKNIK PENANGANAN IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO-L) HIDUP DALAM WADAH TANPA AIR
STUDI TEKNIK PENANGANAN IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO-L) HIDUP DALAM WADAH TANPA AIR Satria Wati Pade, I Ketut Suwetja, Feny Mentang Pascasarjana Prodi Ilmu Pangan, UNSRAT, Manado [email protected] ABSTRAK
II. METODOLOGI 2.1 Waktu dan Tempat 2.2 Tahap Penelitian 2.3 Alat dan Bahan Alat dan Bahan untuk Penentuan Kemampuan Puasa Ikan
II. METODOLOGI 2.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2010. Lokasi penelitian bertempat di Laboratorium Basah bagian Lingkungan. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Purwodadi Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik RT 01 RW 01 selama 28 hari pada bulan Desember 2016 Januari 2017
SNI : Standar Nasional Indonesia. Produksi Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok (Parent Stock)
SNI : 01-6139 - 1999 Standar Nasional Indonesia Produksi Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok (Parent Stock) Daftar Isi Pendahuluan Halaman 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan...
WADAH BUDIDAYA IKAN (WBI) ADI SUCIPTO
KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA IKAN (WBI) ADI SUCIPTO [email protected]@gmail BALAI BUDIDAYA AIR TAWAR SUKABUMI BALAI BUDIDAYA AIR TAWAR SUKABUMI 2005 PENGANTAR AQUACULTURE PASAR PANEN TOTAL/SEBAGIAN KAT
BAB III BAHAN DAN METODE
BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor Sumedang, Jawa Barat. Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PEMIJAHAN, PENETASAN TELUR DAN PERAWATAN LARVA Pemijahan merupakan proses perkawinan antara induk jantan dengan induk betina. Pembuahan ikan dilakukan di luar tubuh. Masing-masing
VI IDENTIFIKASI RISIKO PERUSAHAAN
VI IDENTIFIKASI RISIKO PERUSAHAAN 6.1 Sumber-sumber Risiko pada Usaha Pemasaran Benih Ikan Patin PT Mitra Mina Nusantara (PT MMN) dalam menjalankan kegiatan usahanya menghadapi risiko operasional. Risiko
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Balai Riset Ikan Hias Depok. Penelitian berlangsung pada tanggal 15 Agustus hingga 5 Oktober 2012. Penelitian diawali
Bisnis Budidaya Ikan Bawal
Bisnis Budidaya Ikan Bawal Nama : Anung Aninditha Nim : 10.11.3944 Kelas : S1.TI.2F STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 ABSTRAK Ikan bawal merupakan jenis ikan yang cukup poluper di pasar ikan konsumsi. Selain
Pematangan Gonad di kolam tanah
Budidaya ikan patin (Pangasius hypopthalmus) mulai berkemang pada tahun 1985. Tidak seperti ikan mas dan ikan nila, pembenihan Patin Siam agak sulit. Karena ikan ini tidak bisa memijah secara alami. Pemijahan
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Parameter Air sebagai Tempat Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Kualitas air merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan nila.
KARYA ILMIAH KULIAH LINGKUNGAN BISNIS. Oleh: Nama : Fandhi Achmad Permana NIM : Kelas : 11-S1TI-11 Judul : Bisnis Budidaya Ikan Nila
KARYA ILMIAH KULIAH LINGKUNGAN BISNIS Oleh: Nama : Fandhi Achmad Permana NIM : 11.11.5412 Kelas : 11-S1TI-11 Judul : Bisnis Budidaya Ikan Nila STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 / 2012 BISNIS BUDIDAYA IKAN NILA
PEMBESARAN BANDENG DI KERAMBA JARING APUNG (KJA)
PEMBESARAN BANDENG DI KERAMBA JARING APUNG (KJA) Usaha pembesaran bandeng banyak diminati oleh orang dan budidaya pun tergolong cukup mudah terutama di keramba jaring apung (KJA). Kemudahan budidaya bandeng
Ikan segar - Bagian 3: Penanganan dan pengolahan
Standar Nasional Indonesia Ikan segar - Bagian 3: Penanganan dan pengolahan ICS 67.120.30 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif...
bio.unsoed.ac.id di alternatif usaha budidaya ikan air tawar. Pemeliharaan ikan di sungai memiliki BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA DI PERAIRAN MENGALIR
BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA DI PERAIRAN MENGALIR Oleh: Dr. Endang Widyastuti, M.S. Fakultas Biologi Unsoed PENDAHULUAN Ikan merupakan salah satu sumberdaya hayati yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan
BAB III BAHAN DAN METODE
BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Hatchery Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan April sampai Mei 2013. Tahapan yang
Ikan patin jambal (Pangasius djambal) Bagian 5: Produksi kelas pembesaran di kolam
Standar Nasional Indonesia Ikan patin jambal (Pangasius djambal) Bagian 5: Produksi kelas pembesaran di kolam ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup...1
BAB I PENDAHULUAN. berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesadaran masyarakat akan konsumsi ikan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk masyarakat Indonesia karena
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
KULIAH LINGKUNGAN BISNIS Usaha Pembenihan Ikan Bawal Di susun oleh: Nama : Lisman Prihadi NIM : 10.11.4493 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010 / 2011 PENDAHULUAN Latar Belakang Ikan bawal merupakan salah satu
Produksi ikan patin pasupati (Pangasius sp.) kelas pembesaran di kolam
Standar Nasional Indonesia Produksi ikan patin pasupati (Pangasius sp.) kelas pembesaran di kolam ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup... 1 2
