Kompresi Citra dari Format BMP ke Format PNG
|
|
|
- Yuliani Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kompresi Citra dari Format BMP ke Format PNG Hendri STMIK TIME, Jl. Merbabu No 32 AA-BB Medan [email protected] Abstrak Pengolahan Citra merupakan suatu bidang ilmu yang semakin berkembang dan penting pada era informasi ini. Citra yang disimpan secara digital membutuhkan kapasitas media penyimpanan dan bandwidth yang relatif besar. Untuk efisiensi ruang penyimpanan dan mengurangi beban transmisi, maka dibutuhkan format kompresi citra digital. Salah satu kompresi citra digital yang bersifat lossless ini adalah Portable Network Graphic (PNG). Hasil uji coba kompresi ke format PNG menunjukkan bahwa file citra dapat dikompresi dengan rasio antara 30% - 70%. Hal ini menunjukkan bahwa format PNG sangat tepat digunakan untuk menyimpan data citra yang dikompres secara lossless dan mendukung kompresi pada tingkat kedalaman warna yang tinggi mencapai 48bit) Kata Kunci : Citra, PNG, Lossless dari garis dan lingkaran serta elemen dasar lainnya yang dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Adapun tujuan dari pengelompokan format citra digital pada komputer ini adalah disesuaikan terhadap penggunaan citra tersebut. Format vector pada prinsipnya cocok untuk digunakan untuk citra yang terdiri dari grafik dan text yang sederhana seperti logo. Sedangkan format raster lebih cocok untuk digunakan untuk gambar natural seperti gambar pemandangan. Citra yang tersimpan pada format vector ataupun raster selalu ditampilkan dalam format raster, seperti pada monitor dan rinter, dengan pengecualian terhadap plotter dan monitor vector. Pada penulisan ini, akan membahas mengenai format citra PNG, yaitu format citra yang terkelompok dalam kelas citra raster. 1. PENDAHULUAN Keterbatasan kapasitas media penyimpanan dan bandwidth pada media transmisi merupakan tantangan yang dihadapi pada hal penyimpanan maupun transmisi data, untuk mengatasi hal tersebut, data yang akan disimpan ataupun dikirim harus dapat dimampatkan (dikompres). Ada beberapa format data citra digital yang umum digunakan. Masing-masing format memberikan kelebihan dan keuntungan masing-masing. Salah satu format citra digital yang umum digunakan di internet adalah format GIF, namum mempunyai keterbatasan dalam kedalaman warna yaitu maksimum 256 warna. Untuk mengantikan penggunaan format GIF diinternet, dikembangkan suatu format citra digital yang baru. Format baru ini diberi nama dengan PNG (Portable Network Graphic). Format ini memiliki atribut-atribut yang terdapat pada GIF dan juga beberapa keunggulan lainnya. Keunggulan dari format PNG antara lain mampu menangani kedalaman warna sampai 48bit, mendukung transparansi dan portable. 2. LANDASAN TEORI Ada dua format utama untuk citra digital pada komputer, yaitu pertama format raster, yang terdiri dari titk-titik berwarna dan disimpan pada array dua dimensi, dan kedua, format vector adalah terdiri 27 Contoh Citra Format Vector Contoh Citra Format Raster Citra raster terdiri dari kumpulan titik-titik yang disebut sebagai picture elements atau sering juga disingkat dengan pixel. Secara umum pixel digunakan untuk menyatakan dimensi dari citra pada komputer seperti 640x480, 800x600. Nilai nilai tersebut menyatakan jumlah pixel pada dimensi panjang dan lebar pada citra tersebut. Selain dimensi panjang dan lebar, citra digital juga memiliki atribut kedalaman warna. Semakin dalam warna sebuah citra digital semakin banyak jumlah warna yang membentuk citra digital tersebut.
2 Kedalaman dari setiap pixel diukur dalam bit, disebut dengan istilah bit per pixel. Untuk menghitung besar kapasitas penyimpanan citra digital dapat menggunakan rumus berikut : Panjang x lebar x kedalaman warna Dengan rumus diatas, ukuran citra digital dengan dimensi 320x240, dengan kedalaman warna 24 bit, adalah: 320 x 240 x 24 = bits Apabila diubah kedalam satuan byte menjadi /8 = bytes, dan dalam satuan kilobytes adalah /1024 = 255 kilobytes. Format Digital disimpan dalam format tertentu. Format citra digital yang paling sederhana adalah format bitmap, yaitu format data citra yang sama dengan format data yang disimpan pada memori komputer waktu menampilkan citra Citra digital mengandung data yang bersifat redundan, yaitu data yang bernilai sama muncul berulang-ulang. Sering kali suatu pixel memiliki nilai yang sama dengan pixel disekelilingnya. Oleh karena itu, citra digital dapat diperkecil ukurannya dengan melakukan kompresi terhadapa citra digital tersebut. Ada beberapa format citra digital yang sering digunakan, antara lain : 1. BMP Merupakan format citra digital yang menyimpan data citra digital tanpa melakukan pemrosesan terhadap citra tersebut. Representasi data citra dalam format ini sama dengan data citra yang digunakan untuk representasi data citra pada memori komputer. 2. GIF (Graphich Interchange Format) Adalah format citra digital yang mendukung kompresi lossless, yaitu kompresi yang tidak menghilangkan informasi citra digital. Format ini tidak mengurangi kualitas citra digital dibandingkan dengan aslinya, namun kekurangan terbesarnya adalah terbatasnya kedalaman warna yang didukung yaitu hanya sampai 256 warna. 3. JPEG ( Joint Picture Expert Group) Adalah format citra digital yang menggunakan kompresi lossy. Citra digital yang disimpan dengan format ini akan mengalami penurunan kualitas bila dibandingkan dengan citra aslinya. Format ini sangat cocok digunakan untuk menyimpan citra fotografi, karena ukuran data yang dihasilkan kecil dan kualitas yang baik untuk penglihatan manusia. 4. PNG (Portable Network Graphic) PNG hampir sama dengan format GIF, bahkan format PNG ini didesain untuk menggantikan format GIF, dengan beberapa peningkatan. Format PNG menggunakan kompresi lossless untuk mengkompresi citra digital. 3. ANALISA DAN PERANCANGAN Proses kompresi ke format PNG terbagi menjadi dua tahap,yaitu tahap filtering dan kemudian diikuti kompresi terhadap hasil dari tahap filtering. Sedangkan untuk proses dekompresi, tahap yang dilalui adalah dekompresi citra dan kemudian filtering terhadap hasil dekompresi 3.1. KOMPRESI Proses kompresi citra BMP ke citra PNG dapat digambarkan sebagai berikut: Filtering Sebelum memasuki proses kompresi data citra, citra akan melewati tahap filtering, dimana data citra akan ditransformasi sedemikian rupa untuk meningkatkan rasio kompresi. Ada 5 tahapan filtering : 1. Filter type 0 : None Pada metode filter 0 (none), data citra tidak dilakukan proses filtering, hanya menambahkan tipe filter pada awal data citra ini. 2. Filter type 1 : Sub Filter ini menghasilkan selisih antara masingmasing byte dan nilai byte dari pixel sebelumnya. Untuk menghitung Sub, gunakan rumus berikut untuk tiap byte pada scanline : Sub(x) = Raw(x) Raw(x-bpp) X bernilai 0 sampai jumlah byte pada scanline kurang 1. Raw() merupakan byte mentah pada posisi byte ke x dalam scanline, dan bpp adalah jumlah bytes perpixel, dibulatkan ke atas. Untuk x<0 maka Raw(x)=0 3. Filter type 2 : Up Untuk menghitung filter Up, digunakan rumus berikut pada setiap byte pada scanline : 28
3 Up(x)=Raw(x) Prior(x) Dimana x berkisar dari 0 sampai jumlah bytes dalam scanline kurang 1, Raw() merupakan byte mentah pada posisi byte ke x dalam scanline, dan Prior() mengacu pada byte yang belum difilter pada scanline sebelumnya. Untuk scanline pertama ataupun citra interlaced, Prior(x) bernilai Filter type 3: Average Filter ini menggunakan dua pixel disekelilingnya (kiri dan atas) untuk memprediksi nilai pixel. Gunakan rumus berikut pada setiap byte pada scanline : Average(x)=Raw(x)-Floor((Raw(xbpp)+Prior(x))/2) Untuk x antara 0 sampai jumlah bytes pada scanline kurang satu. Raw() merujuk pada byte mentah ke x pada scanline. Prior() merujuk kepada bytes yang belum difilter pada scanline sebelumnya, dan bpp adalah jumlah bytes perpixel, dibulatkan ke atas. Untuk x<0 maka Raw(x)=0 untuk scanline pertama ataupun pada citra interlaced, Prior(x) bernilai Filter type 4 : Paeth Filter Paeth() menghitung fungsi linier sederhana dari tiga pixel yang berdekatan(kiri, atas) kemudian memilih nilai pixel yang paling dekat dengan hasil fungsi sebagai predictor. Teknik ini diciptakan oleh Alan W. Paeth. Rumus untuk menghitung filter Paeth() ini adalah sebagai berikut: Paeth(x)=Raw(x)-PaethPredi(Raw(x-bpp), Prior(x), Prior(x-bpp)) Kompresi LZ77 Setelah melewati proses filtering, output dari proses filtering tersebut akan dikompres dengan menggunakan algoritma LZ77. Berikut ini adalah algoritma kompresi LZ77 yang digunakan pada proses kompresi dalam format citra PNG. while (lookaheadbuffer tidak kosong) { ambil pointer ke (position, match) dari match terpanjang dalam windows yang dibandingkan dengan lookaheadbuffer; if (length > MINIMUM_MATCH_LENGTH) { output (length, distance); majukan posisi window sebanyak length; } else { output karakter pertama pada lookaheadbuffer; majukan posisi window 1 karakter; } } Huffman Code Huffman Code adalah sebuah algoritma kompresi data yang bersifat lossless. Ide di belakang algoritma ini adalah menggunakan pola bit yang lebih pendek untuk karakter yang sering muncul pada suatu data. Pola bit ini disebut dengan prefix code. Prefix code didefinisikan dalam bentuk pohon biner, dimana setiap node yang bukan leaf merupakan kode (dilambangkan oleh angka 0 dan 1), dan leaf merupakan simbol (dilambangkan oleh huruf A,B,C dan D). Representasi Huffman Tree dalam bentuk pohon biner dapat dilihat pada gambar dibawah HASIL Perangkat lunak yang dirancang, memiliki dua bagian utama yaitu front-end dan back-end. Bagian front-end berhubungan dengan antar muka
4 perangkat lunak dengan pemakai baik itu dalam bentuk baris perintah (command line) ataupun dalam bentuk grafik (graphical user interface). Bagian back-end berhubungan dengan pemanggilan fungsi-fungsi untuk membaca dan menulis file citra dalam format PNG maupun dalam format BMP. Berikut ini adalah algoritma untuk mengkompresi citra dari format BMP ke dalam format PNG : 1. Buka file input (BMP) dalam modus baca, STOP apabila file input tidak bisa dibuka/dibaca. 2. Baca header file BMP dari file input 3. Periksa apakah signature file input (BMP) sesuai dengan signature file BMP. Jika tidak sesuai, STOP dan cetak pesan kesalahan. 4. Buka file output (PNG) dalam modus penulisan, STOP apabila file output tidak bisa dibuka untuk ditulis 5. Jika file input adalah file citra dengan tipe warna indexed color, baca palet warna dari file input (BMP) 6. Baca data citra file input (BMP) 7. Tutup file input (BMP) 8. Isikan nilai chunk file output (PNG) sesuai dengan nilai yang dibaca dari header file input (BMP) 9. Tuliskan chunk IHDR, PLTE (untuk tipe warna indexed color), phys ke file out-put (PNG) 10. Lakukan kompresi terhadapat data citra file input (BMP) yang telah dibaca, kemudian tuliskan hasilnya ke file output (PNG) 11. Tuliskan trailer pada file otput (PNG) 12. Tutup file output (PNG) Algoritma diatas merupakan algoritma untuk frontend. Algoritma tersebut akan memanggil fungsifungsi yang berada pada lapisan perekat (glue layer) yang akan menghubungkan permintaan atau perintah dari front-end dengan fungsi-fungsi yang berada pada back-end. Berikut dijelaskan mengenai langkah-langkah yang dilakukan pada back-end untuk menuliskan data citra ke dalam format PNG 1. Inisialisasikan struktur data untuk menampung data citra yang akan ditulis dan struktur data (pada penjelasan selanjutnya kedua struktur data ini akan disebut dengan struktur data PNG) untuk menampung informasi mengenai karakteristik citra (kedalaman warna, resolusi, tipe warna). Struktur data diinisialisasikan dengan menggunakan fungsi png_create_write_struct untuk struktur data citra yang akan ditulis dan 30 png_create_info_struct untuk struktur data informasi karakteristik citra yang akan ditulis. Apabila kedua struktur data tersebut tidak bisa diinisialisasi, maka program akan berhenti dengan mengembalikan status kesalahan. 2. Buka dan inisialisasikan file output dengan memanggil fungsi png_init_io. 3. Set tingkat kompresi yang diinginkan dengan menggunakan png_set_compression_level. 4. Tuliskan header (chunk IHDR) ke struktur data PNG, fungsi yang digunakan adalah png_set_ihdr. 5. Panggil fungsi png_set_filter untuk menentukan tipe filter yang akan digunakan pada proses kompresi. 6. Jika tipe warna indexed color, maka tuliskan informasi palet warna(chunk PLTE) ke struktur data PNG dengan fungsi png_set_plte 7. Pangil fungsi png_set_phys untuk menuliskan chunk phys ke struktur data PNG. 8. Tuliskan struktur data PNG ke file output dengan memanggil fungsi png_write_info 9. Encode citra input ke dalam format PNG dengan fungsi png_write_image dan akhiri dengan menuliskan trailer (chunk IEND) ke file output menggunakan fungsi png_write_end. 10. Bebaskan memory yang telah digunakan dengan menghapus struktur data PNG dengan memanggil png_destroy_write_struct. Tampilan antar muka untuk kompresi citra ke format PNG adalah seperti yang dibawah ini. 7. KESIMPULAN Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Kompresi yang digunakan pada format PNG merupakan kompresi lossless, dimana citra
5 yang dikompres dengan format PNG dapat dikembalikan sama persis dengan data citra asli sebelum dikompres. 2. Penggunaan tipe filter yang berbeda akan menghasilkan rasio kompresi yang berbeda. Dari hasil percobaan, filter Paeth secara umum memberikan rasio kompresi yang lebih tinggi dibandingkan tipe filter lainnya (none, sub, up, average). 3. Dukungan kedalaman warna pada format PNG maksimum 48 bit perpixel memberikan kemampuan untuk menyimpan citra fotografi secara lossless dengan rasio kompresi yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA G. Randers Pehrson, et. AI., Portable Network Graphic(PNG) Specification Version 1.2, PNG Development Group, 1999 Hadi R, Pemrograman Windows API dengan Microsoft Visual Basic, PT Elex Media Komputindo, Jakarta Huffman, David A., Method For The Construction Of Minimun Redundancy Codes Roelofs, Greg, PNG The Definitive Guide, Greg Roelofs 31
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Citra Digital Citra digital adalah citra yang terdiri dari sinyal-sinyal frekuensi elektromagnetis yang sudah di-sampling sehingga dapat ditentukan ukuran titik gambar tersebut
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra merupakan representasi digital dari objek gambar, yang tidak lepas dari kebutuhan manusia. Pada umumnya representasi citra membutuhkan memori yang cukup besar,
BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I. PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang Masalah Citra adalah gambar yang berada pada bidang dua dimensi. Agar dapat diproses lebih lanjut, sebuah citra disimpan di dalam bentuk digital. Ukuran citra digital
PEMAMPATAN CITRA (IMA
PEMAMPATAN CITRA (IMAGE COMPRESSION) PENGERTIAN Kompresi Citra adalah aplikasi kompresi data yang dilakukan terhadap citra digital dengan tujuan untuk mengurangi redundansi dari data-data yang terdapat
artifak / gambar dua dimensi yang memiliki kemiripan tampilan dengan sebuah subjek. - wikipedia
! image image / graphic? artifak / gambar dua dimensi yang memiliki kemiripan tampilan dengan sebuah subjek. - wikipedia dari sisi engineering? pixel? pixel pixel = picture element satuan terkecil pada
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kompresi File Pada dasarnya semua data itu merupakan rangkaian bit 0 dan 1. Yang membedakan antara suatu data tertentu dengan data yang lain adalah ukuran dari rangkaian bit dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan suatu informasi pada saat sekarang ini berkembang sangat pesat dan memberikan peran yang sangat penting untuk menjalin pertukaran informasi yang cepat.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peningkatan teknologi komputer memberikan banyak manfaat bagi manusia di berbagai aspek kehidupan, salah satu manfaatnya yaitu untuk menyimpan data, baik data berupa
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Setelah membaca bab ini maka pembaca akan memahami pengertian tentang kompresi, pengolahan citra, kompresi data, Teknik kompresi, Kompresi citra. 2.1 Defenisi Data Data adalah
Gambar (image) merupakan suatu representasi spatial dari suatu obyek, dalam pandangan 2D atau 3D.
MULTIMEDIA IMAGE ARIF BUDIANTO H1L012074 GANANG NUGROHO AJI H1L012035 HADI PURNOMO H1L013007 DITA ZENITHA ZAIN H1L013031 MUTHIA ATHAYA H1L013030 SARDO SAMUEL ERICK LIMBONG H1L013041 AISYAH FATHIA P H1L014002
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer semakin pesat dewasa ini, sehingga sangat membantu manusia dalam mengolah data untuk mendapatkan informasi. Aktivitas yang dulunya dilakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang pembuatan tugas akhir, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan metodologi penelitian serta sistematika penulisan dari
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi ternyata berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan yang lain. Semuanya merupakan informasi yang sangat penting. Oleh karena
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra adalah gambar bidang dua dimensi yang juga merupakan keluaran data. Artinya suatu data atau informasi tidak hanya direpresentasikan dalam bentuk teks, namun juga
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra (image) adalah kombinasi antara titik, garis, bidang, dan warna untuk menciptakan suatu imitasi dari suatu obyek, biasanya obyek fisik atau manusia. Citra dapat
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan membahas landasan atas teori-teori ilmiah untuk mendukung penelitian ini. Teori-teori yang dibahas mengenai pengertian citra, kompresi citra, algoritma dan jenisnya,
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT Sutardi Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kampus Hijau Bumi Tridarma
PENERAPAN METODE HUFFMAN DALAM PEMAMPATAN CITRA DIGITAL
PENERPN MEODE HUFFMN DLM PEMMPN CIR DIGIL Edy Victor Haryanto Universitas Potensi Utama, Jl. K.L. os Sudarso Km. 6,5 No. 3 j Mulia Medan [email protected], [email protected] abstrak Citra adalah
1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Jumlah pengguna komputer semakin meningkat. Peningkatan jumlah pengguna komputer mengakibatkan penggunaan data digital juga semakin meningkat. Salah satu media
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi laptop yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor AMD Turion 64 X2 Dual Core 1,66 Ghz
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian 1. Spesifikasi laptop yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Processor AMD Turion 64 X2 Dual Core
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP Syahfitri Kartika Lidya 1) Mohammad Andri Budiman 2) Romi Fadillah Rahmat 3) Jurusan Teknologi Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kompresi 2.1.1 Sejarah kompresi Kompresi data merupakan cabang ilmu komputer yang bersumber dari Teori Informasi. Teori Informasi sendiri adalah salah satu cabang Matematika yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas landasan teori yang bersifat ilmiah untuk mendukung penulisan penelitian ini. Teori-teori yang dibahas mengenai pengertian citra, jenis-jenis citra digital, metode
BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION. Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode
BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION 3.1 Kompresi Data Definisi 3.1 Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode untuk menghemat kebutuhan tempat
Sistem Multimedia. Image. Donny Reza, S.Kom
Sistem Multimedia Image Donny Reza, S.Kom Image/Citra Image: representasi grafis dan visual dari suatu informasi yang dapat ditampilkan dalam layar komputer atau dicetak Berbagai bentuk image: Foto Gambar
KOMPRESI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL CODING
KOMPRESI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL CODING Abdul Halim Hasugian Dosen Tetap Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan www.stmik-budidarma.ac.id//email:[email protected]
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini penulis memaparkan teori-teori ilmiah yang didapat dari metode pencarian fakta yang digunakan untuk mendukung penulisan skripsi ini dan sebagai dasar pengembangan sistem
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat, sangat berperan penting dalam pertukaran informasi yang cepat. Pada pengiriman informasi dalam bentuk citra masih mengalami kendala,
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER Dwi Indah Sari (12110425) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Stmik Budidarma
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
50 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Jalannya Uji Coba Uji coba dilakukan terhadap beberapa file dengan ektensi dan ukuran berbeda untuk melihat hasil kompresi dari aplikasi yang telah selesai dirancang.
PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE. Irwan Munandar
PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE I. Pendahuluan Irwan Munandar Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah Keterbatasan komputer
Penerapan Algoritma Huffman dalam Kompresi Gambar Digital
Penerapan Algoritma Huffman dalam Kompresi Gambar Digital David Theosaksomo 13515131 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.
CEG4B3 Randy E. Saputra, ST. MT. Jenis Graphics Multimedia Bitmap Graphics Lebih cocok untuk citra foto yang membutuhkan variasi warna yang kompleks Vector Graphics Lebih cocok untuk ilustrasi yang membutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang pembuatan tugas akhir, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan metodologi penelitian serta sistematika penulisan dari
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di era komputerisasi ini sudah banyak dikembangkan aplikasi perangkat lunak maupun perangkat keras untuk menghasilkan citra dalam bentuk data. Sebut saja kamera digital,
SISTEM ANALISA PERBANDINGAN UKURAN HASIL KOMPRESI WINZIP DENGAN 7-ZIP MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING
SISTEM ANALISA PERBANDINGAN UKURAN HASIL KOMPRESI WINZIP DENGAN 7-ZIP MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING Pandi Barita Simangunsong Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan membahas landasan atas teori-teori ilmiah untuk mendukung penelitian ini. Teori-teori yang dibahas mengenai pengertian citra, kompresi citra, algoritma dan jenisnya,
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Pesan terkadang mengandung sebuah informasi yang sangat penting yang harus dijaga kerahasiaannya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
Aplikasi Penggambar Pohon Biner Huffman Untuk Data Teks
Aplikasi Penggambar Pohon Biner Huffman Untuk Data Teks Fandi Susanto STMIK MDP Palembang [email protected] Abstrak: Di dalam dunia komputer, semua informasi, baik berupa tulisan, gambar ataupun suara
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Segmentasi citra (image segmentation) merupakan langkah awal pada proses analisa citra yang bertujuan untuk mengambil informasi yang terdapat di dalam suatu citra.
Kompresi. Definisi Kompresi
1 Kompresi Bahan Kuliah : Sistem Multimedia PS TI Undip Gasal 2011/2012 2 Definisi Kompresi Memampatkan/mengecilkan ukuran Proses mengkodekan informasi menggunakan bit yang lain yang lebih rendah daripada
KERANGKA BANGUN MULTIMEDIA
Materi 1. Konsep dasar, pembuatan dan aplikasi multimedia 2. Organisasi pengembang multimedia 3. Perangkat pembuatan aplikasi multimedia 4. Kerangka bangun multimedia 5. Metodologi pengembangan multimedia
BAB II TEORI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
BAB II TEORI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL 2.1 Citra Secara harafiah, citra adalah representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi pada bidang dari suatu objek. Ditinjau dari sudut pandang matematis,
Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data
Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data Patrick Lumban Tobing NIM 13510013 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA TRANSFORMASI WASH - HADAMARD
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA TRANSFORMASI WASH - HADAMARD Inra Marta Batubara Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budidarma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS METODE HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA CITRA DAN TEKS PADA APLIKASI KOMPRESI DATA Shelly Arysanti
KOMPRESI DATA DAN TEKS. By : Nurul Adhayanti
KOMPRESI DATA DAN TEKS By : Nurul Adhayanti KOMPRESI DATA DAN TEKS KOMPRESI DATA Kompresi berarti memampatkan/mengecilkan ukuran Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing
Teknik Pembangkitan Kode Huffman
Teknik Pembangkitan Kode Huffman Muhammad Riza Putra Program Studi Teknik Informatika ITB, Bandung 012, email: [email protected] Abstrak Makalah ini membahas suatu teknik dalam pembangkitan kode Huffman
Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra
249 Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra Ahmad Jalaluddin 1, Yuliana Melita 2 1) Univers itas Islam Lamongan 2) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya [email protected], [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Data Compression 2.1.1 Data Menurut Oxford ( 2010 ),Data dapat diartikan suatu kumpulan angka, karakter, gambar yang sebelumnya tidak memiliki arti apa-apa hingga diproses
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Digital Citra adalah suatu representasi, kemiripan atau imitasi dari suatu objek atau benda, misal: foto seseorang mewakili entitas dirinya sendiri di depan kamera. Sedangkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Digital Citra digital dapat didefenisikan sebagai fungsi f(x,y), berukuran M baris dan N kolom, dengan x dan y adalah koordinat spasial dan amplitudo f di titik kordinat
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
JURNAL IT STMIK HANDAYANI
VOLUME 5, DESEMBER 04 Sitti Zuhriyah Sistem Komputer, STMIK Handayani Makassar [email protected] Abstrak Di dalam dunia komputer, semua informasi, baik berupa tulisan, gambar ataupun suara semuanya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menjadi peran yang sangat penting untuk pertukaran informasi yang cepat. Kecepatan pengiriman informasi dalam
Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : 640 x 480 = 4800 karakter 8 x 8
Kompresi Data Contoh : (1) Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : Data Teks 1 karakter = 2 bytes (termasuk karakter ASCII Extended) Setiap karakter ditampilkan dalam 8 x
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kompresi data adalah suatu proses untuk mengubah sebuah input data stream (stream sumber atau data mentah asli) ke dalam aliran data yang lain yang berupa output
ANALISA DAN PERBANDINGAN ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING DAN ALGORITMA LZW ( LEMPEL ZIV WECH ) DALAM PEMAMPATAN TEKS
ANALISA DAN PERBANDINGAN ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING DAN ALGORITMA LZW ( LEMPEL ZIV WECH ) DALAM PEMAMPATAN TEKS Indra Sahputra Harahap (12110809) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Stmik Budidarma
Algoritma Huffman dan Kompresi Data
Algoritma Huffman dan Kompresi Data David Soendoro ~ NIM 13507086 Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, email: [email protected] Abstract Algoritma Huffman merupakan salah satu algoritma
PEMAMPATAN DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODA RUN-LENGTH
PEMAMPATAN DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODA RUN-LENGTH Oleh : Yustini & Hadria Octavia Jurusan Teknik Elektro Politenik Negeri Padang ABSTRACT Data compression can be very effective when we used and store
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pendahuluan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pendahuluan Kompresi data adalah proses pengkodean (encoding) informasi dengan menggunakan bit yang lebih sedikit dibandingkan dengan kode yang sebelumnya dipakai dengan menggunakan
Interactive Broadcasting
Modul ke: Interactive Broadcasting Format Dokument Fakultas Ilmu Komunikasi Bagus Rizki Novagyatna S.Ikom Program Studi Broadcasting www.mercubuana.ac.id Introduksi Pengertian berbagai format file Dalam
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang File citra sebagai salah satu bentuk data digital saat ini banyak dipakai untuk menyimpan photo, gambar, ataupun hasil karya dalam format digital. Bila file-file tersebut
Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 26 A-5 Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman Tri Rahmah Silviani, Ayu Arfiana Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Email:
PEMAMPATAN TATA TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE HUFFMAN MENGGUNAKAN PANJANG SIMBOL BERVARIASI
PEMAMPATAN TATA TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE HUFFMAN MENGGUNAKAN PANJANG SIMBOL BERVARIASI Tri Yoga Septianto 1, Waru Djuiatno, S.T., M.T. 2, dan Adharul Muttaqin S.T. M.T. 1 Mahasisawa Teknik
Penerapan Kohonen Self Organized Map Dalam Kuantisasi Vektor Pada Kompresi Citra Bitmap 24 Bit
Penerapan Kohonen Self Organized Map Dalam Kuantisasi Vektor Pada Kompresi Citra Bitmap 24 Bit Gadis Fransiska Yulianti Tae, Sri Suwarno, Widi Hapsari Fakultas Teknologi Informasi, Program Studi Teknik
Interaksi Manusia dan Komputer
Interaksi Manusia dan Komputer Tim Dosen IMK THE USER INTERFACE (UI) DESIGN PROCESS Web-Based User Interface 1 Atribut Bagaimana mendesain antarmuka sistem berbasis web untuk membangun website dengan halaman
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Pembuatan sistem ini adalah bertujuan membuat aplikasi pengkompresian file. Sistem yang dapat memampatkan ukuran file dengan maksimal sesuai dengan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Dalam ilmu komputer, pemampatan data atau kompresi data adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga
KOMPRESI CITRA. lain. Proses mengubah citra ke bentuk digital bisa dilakukan dengan beberapa perangkat,
KOMPRESI CITRA Dalam kesempatan ini saya mencoba untuk menjelaskan apa itu kompresi citra dan bagaimana cara-cara format citra dengan menggunakan BMP, PNG, JPEG, GIF, dan TIFF. Kompresi citra itu adalah
MKB3383 -TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Kompresi Citra. Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Genap, 2016/2017
MKB3383 -TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Kompresi Citra Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Genap, 2016/2017 Latar Belakang 2 Latar Belakang Seringkali representasi citra yang besar membutuhkan memori yang besar Contoh
Kata kunci: pohon biner, metode Huffman, metode Kanonik Huffman, encoding, decoding.
ALGORITMA HUFFMAN KANONIK UNTUK KOMPRESI TEKS SMS Moch Ginanjar Busiri 13513041 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Implementasi Metode HUFFMAN Sebagai Teknik Kompresi Citra
Jurnal Elektro ELEK Vol. 2, No. 2, Oktober 2011 ISSN: 2086-8944 Implementasi Metode HUFFMAN Sebagai eknik Kompresi Citra Irmalia Suryani Faradisa dan Bara Firmana Budiono Jurusan eknik Elektro, Institut
IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING UNTUK PERANCANGANAPLIKASI KOMPRESI DAN DEKOMPRESI FILE CITRA
IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING UNTUK PERANCANGANAPLIKASI KOMPRESI DAN DEKOMPRESI FILE CITRA Cut Try Utari Program Studi Magister Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Informatika
Penyandian (Encoding) dan Penguraian Sandi (Decoding) Menggunakan Huffman Coding
Penyandian (Encoding) dan Penguraian Sandi (Decoding) Menggunakan Huffman Coding Nama : Irwan Kurniawan NIM : 135 06 090 1) Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10,
TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI ALGORITMA METODE HUFFMAN PADA KOMPRESI CITRA
TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI ALGORITMA METODE HUFFMAN PADA KOMPRESI CITRA Disusun sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
Kompresi Data dengan Kode Huffman dan Variasinya
Kompresi Data dengan Kode Huffman dan Variasinya I.Y.B. Aditya Eka Prabawa W. Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, Bandung 40116, email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas
Penggunaan Kode Huffman dan Kode Aritmatik pada Entropy Coding
Penggunaan Kode Huffman dan Kode Aritmatik pada Entropy Coding Wisnu Adityo NIM:13506029 Program Studi Teknik Informatika ITB, Jalan Ganesha no 10 Bandung, email : [email protected] Abstrak Pada
BAB 2. LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Huffman Algortima Huffman adalah algoritma yang dikembangkan oleh David A. Huffman pada jurnal yang ditulisnya sebagai prasyarat kelulusannya di MIT. Konsep dasar dari
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan permasalahan yang ada pada sistem di mana aplikasi dibangun yang meliputi perangkat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menjadi peran yang sangat penting untuk pertukaran informasi yang cepat. Kecepatan pengiriman informasi dalam bentuk
Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra
Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra Alvin Andhika Zulen (3507037) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No 0 Bandung,
APLIKASI PENGAMANAN DATA TEKS PADA CITRA BITMAP DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB)
APLIKASI PENGAMANAN DATA TEKS PADA CITRA BITMAP DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) Mesran dan Darmawati (0911319) Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang
APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK
APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK Azanuddin Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan www.stmik-budidarma.ac.id//email:[email protected]
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Kondisi pengolahan data yang telah dijabarkan sebelumnya pada bab 1 (satu) memiliki keterkaitan terhadap permasalahan yang teridentifikasi. Yaitu permasalahan terkait desain
BAB I PENDAHULUAN. media penyimpanan yang mengalami perkembangan adalah flashdisk. Flashdisk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan media penyimpanan data kian meningkat. Salah satu contoh media penyimpanan yang mengalami perkembangan adalah flashdisk. Flashdisk pertama kali dikomersilkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI. Pengertian File Teks File teks merupakan file yang berisi informasi-informasi dalam bentuk teks. Data yang berasal dari dokumen pengolah kata, angka yang digunakan dalam perhitungan,
TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT
TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT Teknik Elektro Unibraw Kompresi Memampatkan / mengecilkan raw data Kompresi Multimedia: memampatan raw data multimedia Kompresi multimedia adalah mutlak mengingat ukuran raw
TEKSTUR, GAMBAR, DAN IMAGE ADJUSTMENT
TEKSTUR, GAMBAR, DAN IMAGE ADJUSTMENT Prodi D3 Manajemen Informatika WIU RHN TFN RYD Teksture Tekstur adalah 1. Kualitas tertentu suatu permukaan yang timbul sebagai akibat dari struktur 3 dimensi 2. Merupakan
BAB II LANDASAN TEORI. Kompresi data atau pemampatan data adalah suatu proses pengubahan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kompresi Kompresi data atau pemampatan data adalah suatu proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode untuk menghemat kebutuhan tempat penyimpanan data dan waktu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan
Pengertian Data datum
Data dan Informasi Pengertian Data Data berasal dari kata datum yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan. Menurut Gordon B. Davis data sebagai bahan mentah dari informasi, yang dirumuskan sebagai
MULTIMEDIA system. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series
MULTIMEDIA system Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Kompresi data teks (Huffman coding, RLE coding, LZW coding, arithmetic coding Representasi dan kompresi data suara dan audio Representasi dan
