MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN
|
|
|
- Yanti Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN SEJARAH INDONESIA BAB II INDONESIA MASA PRAAKSARA Dra. Sri Mastuti, P. M. Hum KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2016
2 BAB 2 INDONESIA MASA PRAAKSARA A. KI : Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. B. KD : Menguasai materi Sejarah secara luas dan mendalam C. KKD : Menerangkan corak kehidupan masyarakat praaksara pada masa neolitikum Menganalisis peninggalan budaya praaksara Indonesia Mengidentifikasi tehnologi pertanian pada masa pra aksara Menganalisa hasil budaya pra aksara yang masih berlanjut sampai masa modern D. Materi Nusantara telah dihuni oleh manusia sejak sekitar tahun sejak permulaan jaman holocen. Tentu saja manusia pendukungnya merupakan manusia tingkat awal atau dikenal dengan manusia purba. Pada jaman ini pembentukan gugusan kepulauan nusantara terus terbentuk melalui serangkaian gerakan geologi dan iklim bumi awal. Masa inter glacial yang berlangsung dua kali membuat nusantara tersambung dengan benua Asia sehingga memungkinkan terjadinya migrasi manusai dan hewan dalam jumlah besar. 1. Kebudayaan praaksara Masa Mesolithikum dianggap ebagai masa dimana manusia purba telah hidup berkelompok dan mengasilkan budaya dengan tehnologi yang komplek. Temuan komunitas manusia purban dari masa ini adalah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores. Berdasarkan temuan budaya manusia purba yang hidup masa Mesolithikum bercirikan berburu dan menangkap ikan (food gathering). Beberapa temuan juga telah menunjukkan pola hidup menetap terutama di gua-gua dekat perairan (pantai, sungai atau danau). Penguasaan tehnologi tingkat sederhana terus berkembang dan semakin komplek. Temuan benda budaya dari masa selanjutnya yaitu masa Neolithikum memperlihatkan keberlanjutan tehnologi itu. Pada masa ini pula mulai dikenal tehnologi baru dalam bidang pertanian dan muncul organisasi sosial tingkat sederhana yaitu kelompok masyarakat atau klan. Jejak kehidupan sosial terekam dalam banyak peninggalan budaya pra aksara baik yang bersifat materiil maupun mentifak atau hasil budaya non benda (magi, adat, pamali dll) 1
3 1.1. Kjokkenmoddinger Ciri utama masa Mesolithikum nusantara adalah keberadaan peninggalan kepurbakalaan yang dikenal dengan sebutan Kjokkenmoddinger atau sampah dapur. Situs situs kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang pantai Sumatra Timur Laut antara Langsa di Aceh dan Medan di daerah perbukitan yang jaraknya sekitar km dari garis pantai sekarang. Kemungkinan situs tersebut berada di tepi pantai. Tumpukan sampah dapur yang ditemukan diidentifikasi sebagai fosil kerang dan siput. Tumpukan fosil hewan laut itu mencapai ketinggian beberapa meter dengan lebar beberapa puluh meter, sehingga yang terlihat sekarang berupa bukit karang. Kita akan mengetahui bahwa itu adalah tumpukan sampah apabila dengan teliti dan seksama mengamati materi yang membentuk bukit Kapak genggam (pebble) Kapak genggam (pebble) banyak ditemukan di Sumatra bersama dengan kojkkenmoddinger. Kapak genggam Sumatra berbeda dengan kapak genggam (chooper) dari masa sebelumnya (Palaeolithikum). Kapak Sumatra terbuat dari batu kali yang dibelah, sisiluar dibiarkan sesuai bentuk aslinya sedang sisi dalam (dataran pukul) diupam sesuai kebutuhan Selain kapak genggam (Sumatra) kapak lain yang menjadi cirri khas masa Mesolithikum adalah kapak (genggam) pendek. Kapak ini berbentuk setengah lingkaran dengan cara pembuatan yang sama dengan kapak Sumatra dan tidak diupam (diasah). Sisi yang tajamlah yang dipakai sehingga ada yang berpendapat bahwa benda itu bukan kapak tetapi serpih bilah (flakes) yang biasanya dipakai untuk menguliti binatang buruan yang telah dibunuh Alat-alat dari tulang Penemuan benda-benda purbakala masa Mesolithikum di Jawa didominasi dengan alat-alat dari tulang dan dikenal dengan istilah budaya Sampung (Sampung bone culture). Di Jawa tidak ditemukan kapak batu seperti di Sumatra. Alat-alat tulah yang ditemukan adalah mata panah dan mata tombak. Alat-alat dari tulang banyak ditemukan di gua-gua Besuki Jawa Timur dan Bojonegoro. Situs hunian di Bojonegoro selain berisi alat-alat dari tulang juga terdapat alat-alat serpih yang terbuat dari kerang. 2
4 Kebudayaan tulang tidak hanya dikenal di Jawa, Sulawesi juga menghasilkan budaya alat serpin tersebut. Alat-alat tulang yang kebanyakan adalah mata panah ditemukan di Sulawesi Selatan khususnya daerah Lamoncong dan dikenal dengan kebudayaan Toala. Namun demikian alat tulang dari Sulawesi memiliki perbedaan dengan alat tulang Jawa. Mata panah kebudayaan Toala tidak berbentuk lancip polos tetapi bergerigi dan memiliki panjang dua kali lipat dari mata panah tulang budaya Sampung Kebudayaan Bacson-Hoabinh Kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah penamaan oleh Mme Madeline Colani ahli prasejarah Perancis. Kebudayaan ini terdapat di daerah Tonkin Indo-Cina dengan temuan utama kapak (pebble), kapak pendek dan alat-alat serpih dari tulang. Kapak-kapak yang ditemukan ada yang berbentuk kasar tetapi ada pula yang sudah diupam (dihaluskan). Berdasarkan penelitian lebih lanjut kebudayaan Bacson- Hoabinh merupakan pusat kebudayaan purba Asia Tenggara, dari sinilah kebudayaan itu menyebar ke Indonesia melalui Thailanda dan Malaysia Lukisan gua Pada gua-gua di Maros Sulawesi beberapa diantaranya terdapat lukisan pada bagian langit-langit dan dinding bagian atas gua. Gambae yang dilukiskan adalah binatang sejenis babi hutan, hewan seperti kijang dengan posisi diburu oleh orangorang yang membawa tombak. Ada juga lukisan cap tangan, ii dijumpai di beberapa gua dengan warna merah, kecoklatan Kapak persegi Kapak persegi merupakan bentuk lebih modern dari kapak batu/berimbas/ pebble. Kapak persegi sesuai namanya bentuknya persegi mirip pacul (jaman sekarang) dan terbuat dari batu api, batu kali dan kalsedon. Pada jenis yang lebih awal bentuknya masih kasar dengan dataran pukul (bentukan) terlihat jelas, sedangkan hasil budaya lebih lanjut memperlihatkan bentuk yang halus dan diasah. Perbedaan itu memperlihatkan perkembangan tehnologi pembuatan kapak batu dan kemampuan penguasaan tehnologi pembuatan kapak batu. Wilayah temuan budaya kapak persegi adalah Sumatra, Jawa dan Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan (jumlah sedikit dan tehnologi sangat sederhana). Temuan budaya ini sangat berlimpah terutama di Lahat (Palembang), 3
5 Bogor, Sukabumi, Karawang, dan Tasikmalaya (Jabar), serta daerah Pacitan dan lereng gunung Ijen (Jatim). Banyaknya temuan kapak persegi disertai sampah batuan serpih yang banyak dan batu asahan membuat para peneliti berkesimpulan bahwa daerah itu merupakan bengkel atau pabrik kapak persegi Kapak lonjong Benda budaya ini mendapatkan namanya dari bentuknya lonjong bulat telur. Semua temuan kapak lonjong telah diasah dengan sangat halus sehingga licin. Kapak lonjong kebanyakan terbuat dari batuan beku magma sehingga cenderung berwarna gelap dank eras, namun banyak juga temuan kapak lonjong yang terbuat dari jenis batu yang lain seperli kalsedon. Biasanya kapak lonjong yang terbuat dari batu kalsedon tidak dipakai untuk keperluan sehari-hari tetapi sebagai alat upacara keagamaan. Gambar kapak lonjong ( Kebudayaan kapak lonjong disebut dengan kebudayaan Neolithikum Papua. Sebutan ini berdasarkan banyaknya benda budaya tersebut di temukan di Papua, bahkan benda tersebut masih dibuat dan dipakai oleh sebagian besar orang-orang Papua. Selain Papua budaya kapak lonjong ditemukan di Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa, dan Serawak ( Kalimantan Utara). Kapak lonjong juga ditemukan di Cina, Jepang, Assam, Birma Utara, Formosa, Philipina dan kep Melanesia. Luasnya 4
6 sebaran temuan budaya kapak lonjong memperlihatkan ruang gerak budaya tersebut yang cukup luas Gerabah Tehnik pembuatan gerabah juga telah dikenal pada masa Neolithikum. Seperti halnya kapak batu, temuan benda budaya gerabah juga memiliki dua model. Pertama adalah gerabah yang dibuat dengan sederhana dengan tehnik tatap dan kedua gerabah yang dibuat dengan menggunakan tehnik roda putar sehingga hasilnya lebih bagus dan presisi. Sebagian besar temuan gerabah di satu tempat berasal dari kedua tehnik itu, sehingga disimpulkan bahwa meskipun telah dikenal tehnik roda putar gerabah dengan tehnik tatap tetap diproduksi. Benda budaya gerabah banyak ditemukan di Sumatra berupa pecahan tanpa motif atau dengan dengan hiasan sangat sederhana. Temuan gerabah yang memperlihatkan penguasaan tehnologi yang lebih maju banyak ditemukan di Jawa yaitu pada perbukitan pasir antara Yogyakarta dan Pacitan. Temuan gerabah di daerah ini telah menggunakan tehnik roda putar dan memiliki hiasan berupa garisgaris simetris, cap tali, cap anyaman, dan cap kerang yang ditorehkan pada gerabah ketika masih basah. Di Melolo Sumba ditemukan gerabah berupa periuk belanga yang berisi tulang manusia Benda budaya perunggu Masa neolithikum akhir dikenal pula dengan masa perundagian. Pada masa ini tehnologi yang dikuasai manusia sudah lebih maju dan komplek yaitu dengan dikenalnya tehnik metalurgi atao pengecoran/peleburan logam. Benda budaya masa perundagian adalah kapak corong, nekara, dan moko. Kapak corong ditemukan di Sumatra Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah dan Selatan, pulau Selayar dan Irian dekat danau Sentani. Kapak corong memiliki jenis dan bentuk yang beragam. Ada yang kecil sederhana, polos tanpa hiasan, sampai bentuk yang lebih lebih besar dengan lengkung panjang disertai hiasan simetris yang rumit. Jenis kapak corong dengan bidang lengkung yang panjang disebut candrasa, biasanya benda budaya ini dipenuhi dengan hiasan yang menggambarkan binatang, orang dengan posisi tertentu atau sekedar garis lurus dan lengkung yang simetris. 5
7 Nekara adalah temuan dari masa perundagian yang sangat istimewa. Di Indonesia nekara ditemukan dengan berbagai ukuran, mulai yang kecil dengan diameter sekitar 50 cm sampai yang berukuran besar dengan diameter sekitar 2 m. Nekara ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, pulau Sangean dekat Sumbawa, Roti, Leti, Selayar, kep. Kei dan Alor. Biasanya nekara ditemukan bersama Moko yaitu benda perunggu dengan bentuk seperti nekara tetapi memiliki diameter lebih kecil dan lebih tinggi sehingga memiliki kesan ramping. Baik nekara maupun moko dipenuhi hiasan di seluruh permukaannya (bidang datar dan lengkung). Hiasan pada nekara dan moko berupa hewan baik hewan besar maupun kecil, unggas kebanyakan burung merak atau burung-burung indah lainnya, garis-garis simetris yang berpotongan, pola-pola rumit yang terlihat seperti daun, awan atau air. Pola-pola rumit itu masih dapat kita jumpai pada kain tenun tradisional Bali, Sumabawa dan Timor. Pada bagian atas nekara sering dihiasi dengan hewan katak. Contoh hasil budaya masa Perundagian (a) nekara, (b) kapak corong (c) moko, (d) candrasa (sumber: koedahitam.blogspot.com) 2. System Religi Kepercayaan manusia kepada kekuatan alam mulai ditemukan buktinya pada masa berburu dan mengumpulkan makanan serta semakin komplek pada masa bercocok tanam. Seni lukis pada dinding gua memperlihatkan kegiatan berburu, keberadaan patung dewi kesuburan adalah bukti pengakuan komunitas manusia itu terhadap kekuatan alam. Bekal kubur adalah bukti nyata tentang sikap manusia terhadap kekuatan di luar manusia. Upacara penguburan adalah yang paling mencolok untuk membuktikan keberadaan kepercayaan pada masyarakat pra aksara. Penguburan dilakukan langsung maupun tidak langsung pada tempat yang dianggap sebagai tempat tinggal arwah nenek moyang. Mayat akan dibekali dengan beragam benda keperluan sehari-hari, 6
8 perhiasan (manic-manik) yang dimaksudkan agar perjalanannya ke dunia arwah berjalan lancar. Bukti lain keberadaan kepercayaan diperlihatkan dengan gambar perahu atau kapal. Lukisan perahu atau kapal sangat tegas dilukiskan pada nekara atau moko yang ditemukan di Bali dan Sumbawa. Para ahli kepurbakalaan menyimpulkan bahwa perahu atau kapal tersebut bukan untuk transportasi tetapi merupakan symbol perjalanan ke dunia arwah. Tradisi megalitik juga berkaitan dengan system kepercayaan masyarakat pra aksara. Tradisi megalitik yaitu pendirian bangunan-bangunan besar dari batu menunjukkan keterhubungan dengan kepercayaan bahwa orang yang telah mati masih memiliki keterhubungan dengan yang masih hidup terutama dalam hal kesejahteraan dan kesuburan tanaman. Pendirian bangunan megalit sebagai medium penghormatan dan hubungan kepada yang telah mati. Tradisi megalit merupakan tradisi yang tersebar luas di Asia Tenggara. Tradisi megalitik terbagi dua yaitu megalitik tua ( SM) dan megalitik muda yang berusia kira-kira pada awal millennium. Megalitik muda berkembang pada masa perundagian dengan hasil budaya kubur peti batu (sarkopagus), dolmen semu, arca batu, batu lesung dan bejana batu. Namun demikian dalam penelitian selanjutnya tidak selalu tradisi megalitik berhubungan dengan monument batu besar. Pada tempat dimana daerah tersebut tidak menghasilkan bahan yang dibutuhkan keberadaan benda megalit digantikan dengan batu yang lebih kecil, kayu bahkan tidak ada medium sama sekali, tetapi ritual pemujaan kepada nenek moyang tetap dilakukan. Situs megalitik di Sumatra terdapat di dataran tinggi Pasemah yaitu daerah antara Bukit barisan dan pegunungan Gumai di lereng gunung Dempo. Penelitian atas situs ini dilakukan oleh Tombrink (1870), Engehard (1891), Krom (1918), Westenek (1922) dan Hoven (1927) serta Eerde (1929). Tradisik megalitik Sumatra Selatan ini erat hubungannya dengan cerita rakyat Si Pahit Lidah atau Serunting Sakti. Monument megalitik di Jawa terdapat di Jawa Barat (Kosala, Lebaksebedug, Pasir Angin, Leles, Kuningan, Kampung Muara). Situs Kosala atau dikenal dengan Arca Domas erat kaitannya dengan orang-orang Badui Banten. Bagi orang Badui menhir pada situs Arca Domas merupakan Batara Tunggal pencipta roh dan tempat dimana roh-roh kembali. 7
9 Tradisi megalitik juga ditemukan di Gunung Kidul Yogyakarta berupa komplek kubur peti batu. Di daerah Matesih Surakarta ditemukan situs megalitik yang dikenal dengan nama batukandang yaitu bebatuan besar yang disusun membentuk segi empat atau lingkaran. Di Rembang ditemukan 20 buah batu pelinngih kepala arca hewan (kuda, babi,ikan). Di Jawa Timur monument megalitik berada di Bondowoso yaitu desa Pakauman dengan temuan dolmen yang disebut pandhusa atau makam Cina oleh penduduk setempat. Di Sulawesi bangunan megalitik ditemukan di daerah Besoha, Bada, Napu, Mahapi, Kantewu, dan Gimpu berupa bejana batu berbentuk bulat lonjong. Sementara sarkopagus banyak ditemukan di Bali, Sumbawa Barat, Flores dan Timor. Di daerah ini sarkopagus,masih memiliki fungsi sebagai kubur batu dan diperlakukan sacral, upacara kematian terutama bagi tokoh masyarakat memperlihatkan keberlangsungan kepercayaan masa pra aksara hingga masa kini. 3. System Sosial Manusia purba tinggal di gua-gua tepi sungai, danau atau laut secara berkelompok. Karena kehidupan mereka sangat tergantung pada alam maka gua yang dipilih harus dekat dengan sumber penghidupan mereka, apabila lingkungan sekitar sudah tidak mendukung hidup maka mereka akan berpindah ke tempat lain. Berdasarkan temuan di gua Ulu Leang maros Sulawesi Selatan manusia purba Indonesia telah mengenal bercocok tanam, yaitu dengan ditemukannya fosil tanaman padi dan jewawut. Pembagian kerja telah ditemui dalam masyarakat tersebut. Lukisan gua di Maros disertai temuan alat-alat serpih berupa mata panah dan tombak menunjukkan bahwa perburuan dilakukan secara teratur dan berkelompok. Upaya penjinakan binatang atau memelihara hewan untuk membantu pekerjaan mereka juga telah dilakukan terutama anjing dan babi (situs gua Cakondo). Cara hidup nomaden mulai ditinggalkan ketika manusia mulai menemukan cara budidaya tanaman. Seperti halnya pada masa food gathering pada masa food producting mereka juga memilih menetap di dekat perairan (sungai, danau, laut). Kubah Sangiran membuktikan bahwa wilayah itu telah didiami manusia sepanjang periode pra sejarah Indonesia sejak Mesolithikum sampai masa logam. Temuan alatalat serpih dalam lapisan tanah yang berbeda menunjukkan periode dimana budaya 8
10 tersebut berlangsung. Keberadaannya yang berada di tebing sungai Solo menunjukkan kepurbaan sungai tersebut. Secara perlahan system sosialpun berubah. Dengan menetap perkembangan anggota kelompok menjadi mungkin sehingga dibutuhkan tempat tinggal yang lebih besar. Dengan makin banyaknya anggota masyarakat maka pengelompokan sosial pun mengalami perubahan menuju kea rah system komunal. Makin banyaknya anggota dalam masyarakat memungkinkan munculnya spesialisasi dalam pekerjaan. Situs Punung, Kendenglembu, Wonogiri, adalah contoh situs perbengkelan yaitu dengan ditemukannya alat-alat serpih dalam jumlah besar. Gotong royong adalah cirri kehidupan masa praaksara. Kerjasama ini dilakukan baik oleh kaum laki-laki mauun perempuan. Keberadaan lukisan perburuan dimaros yang memperlihatkan serombongan manusia membawa tombak dan panah sedang memburu babi hutan atau kijang membuktikan bahwa pekerjaan berburu dilakukan bersama-sama dan bergotong royong. Meskipun tidak ada bukti tentang pekerjaan perempuan masa pra aksara, dengan membandingkan informasi pada situs purbakala di Negara lain yang sejaman, terdapat informasi bahwa perempuan dan anak-anak mendapat bagian pekerjaan yang lebih bersifat pemeliharaan, seperti bercocok tanam, mengolah lahan dan memanen, menguliti binatang buruan, membuat gerabah, menganyam atau menenun. Menurut penelitian H. Kern tentang bahasa, pada masa menetap inilah mulai dikenal bahasa karena manusia butuh berkomunikasi. Kern berpendapat bahwa Austronesia yang berkembang di nusantara berasal dari daerah di sekitar Campa, Vietnam dan Kamboja. Pendapatnya ini dikuatkan oleh Heine Geldern melalui penelusuran sebaran beliung persegi. KEPUSTAKAAN Notosusanto, Nugroho Sejarah Nasional Indonesia 1. Jakarta: Balai Pustaka R.P, Soejono dkk (red) Sejarah Nasional Indonesia Zaman Prasejarah di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka R, Soekmono Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1. Yogyakarta: Kanisius 9
MASA BERCOCOK TANAM DAN DAN BERTERNAK a. Kehidupan sosial-ekonomi Manusia Purba pada Masa Bercocok Tanam Kehidupan manusia senantiasa mengalami
MASA BERCOCOK TANAM DAN DAN BERTERNAK a. Kehidupan sosial-ekonomi Manusia Purba pada Masa Bercocok Tanam Kehidupan manusia senantiasa mengalami perkembangan. Perkembangan itu dapat disebabkan karena ada
Hasil Kebudayaan masa Praaksara
Hasil Kebudayaan masa Praaksara 1. Hasil Kebudayaan Paleolithikum Kebudayan paleolithikum merupakan kebudayaan batu, dimana manusia masih mempergunakan peralatan yang terbuat dari batu, serta teknik pembuatanya
Kebudayaan Masyarakat Prasejarah di Indonesia. SMA kelas X Semester 2 Tahun 2008/2009 Artmy Tirta Ikhwanto
Kebudayaan Masyarakat Prasejarah di Indonesia SMA kelas X Semester 2 Tahun 2008/2009 Artmy Tirta Ikhwanto Kebudayaan Masyarakat Prasejarah di Indonesia z Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Pra-aksara
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN SEJARAH INDONESIA
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN SEJARAH INDONESIA BAB I SEJARAH Dra. Sri Mastuti Purwaningsih, M.Hum. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN SEJARAH INDONESIA
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN SEJARAH INDONESIA BAB I SEJARAH Dra. Sri Mastuti Purwaningsih, M.Hum. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.5. Nekara. Arca perunggu. Alat dari besi.
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.5 1. Kebudayaan Bascon Hoa bin adalah kebudayaan yang berasal dari wilayah Vietnam utara kemudian masuk ke Indonesia. Berikut
BAB 1: SEJARAH PRASEJARAH
www.bimbinganalumniui.com 1. Studi tentang kebudayaan adalah suatu studi yang mempelajari... (A) Gagasan-gagasan untuk mewujudkan tindakan dan artefak (B) Kesenian (C) Karya sastra dan cerita rakyat (D)
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 3. PERADABAN AWAL INDONESIALatihan Soal 3.1. Menhir. Waruga. Sarkofagus. Dolmen
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 3. PERADABAN AWAL INDONESIALatihan Soal 3.1 1. Bangunan megalithikum yang berbentuk batu bertingkat berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap nenek moyang disebut...
SOAL PRETEST Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar! 1. Gambar dinding yang tertera pada goa-goa mengambarkan pada jenis binatang yang diburu
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal ,2,3,4, dan 5. 2,3,4,5, dan 1. 3,4,5,1, dan 2.
1. Perhatikan tahapan zaman pra aksara berikut ini! 1. Mesilitikum 2. Neolitikum 3. Megalitikum 4. Paleolitikum 5. Legam SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.1
Zaman Prasejarah. Pengantar
Zaman Prasejarah Pengantar Kebudayaan selalu berubah-ubah, lebih-lebih jika ada sebab dari luar, maka perubahan dalam kebudayaan itu mungkin sangat besar dan luas, sehingga timbul kebudayaan baru Kebudayaan
UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Sejarah
Nama : UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : 7 Waktu : 10.00-11.30 No.Induk : Hari/Tanggal : Senin, 08 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai : 1.
1. CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA
ZAMAN PRASEJARAH DI INDONESIA 1. CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA ZAMAN BATU Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu : 1) Palaeolithikum (Zaman Batu Tua), Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang
MASA PRA AKSARA DI INDONESIA
Pola Kehidupan Manusia Purba Manusia Purba di Indonesia Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia A. Pengertian Apakah kalian sudah pernah membuat peristiwa sejarah? Tentunya setiap manusia sudah membuat
02/10/2012. Cupture 2. Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia. Oleh: Handriyotopo, M.Sn NEOLITIKUM
Cupture 2 Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia Oleh: Handriyotopo, M.Sn NEOLITIKUM 1 Kebudayaan Austronesia yang datang dari Yunan, Sungai Yan-Tse atau Mekong, dari Hindia Belakang telah mengubah
Kebudayaan Ngandong. Di daerah sekitar Ngandong dan Sidorejo dekat Madiun, Jawa Timur, ditemukan
Kebudayaan Ngandong Di daerah sekitar Ngandong dan Sidorejo dekat Madiun, Jawa Timur, ditemukan peralatan-peralatan, seperti : a. Kapak genggam. b. Flake merupakan alat-alat serpih atau alat-alat kecil.
SMA A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA X (SEPULUH) SEJARAH TRADISI SEJARAH MASA PRA AKSARA A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA Tradisi masyarakat Indonesia masa pra-aksara Jejak
BAB I PENDAHULUAN. sangat penting dan berharga. Kebudayaan tersebut dapat menjadi pedoman atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan masyarakat masa lampau merupakan catatan sejarah yang sangat penting dan berharga. Kebudayaan tersebut dapat menjadi pedoman atau pegangan hidup bagi masyarakat
Contoh fosil antara lain fosil manusia, fosil binatang, fosil pepohonan (tumbuhan).
Kehidupan Manusia Pra Aksara Pengertian zaman praaksara Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman Praaksara yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka
Zaman Prasejarah di Indonesia
Zaman Prasejarah di Indonesia 1. CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA ZAMAN BATU Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu : Palaeolithikum (Zaman Batu Tua) Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih
A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
ANA DHAOUD DAROIN A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PRA-AKSARA DI INDONESIA Bila ditinjau dari sistem mata pencahariannya, perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pra-aksara melelui beberapa
PERIODISASI GEOLOGIS Azoikum
Zaman batu Zaman batu Zaman batu Zaman ini berlangsung pada masa pleistosen akhir sekira 600.000 taun. Ciri-Ciri Peralatan yang digunakan terbuat dari batu yang masih sangat kasar. Di Indonesia hasil kebudayaan
Zaman Pra- Aksara masa Food Producing
Zaman Pra- Aksara masa Food Producing Syayyidati Aulia Masa food producing adalah masa dimana manusia purba telah bertempat tinggal menetap dan menghasilkan makanan (mengumpulkan makanan), food producing
BAB I. PENDAHULUAN. Secara kronologis, sejarah Indonesia meliputi masa prasejarah, hindu-budha, masa
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara kronologis, sejarah Indonesia meliputi masa prasejarah, hindu-budha, masa pengaruh islam dan masa pengaruh eropa. Bagian yang menandai masa prasejarah, antara
1. PENDAHULUAN. Kepulauan Indonesia adalah tuan rumah budaya megalitik Austronesia di masa lalu
1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepulauan Indonesia adalah tuan rumah budaya megalitik Austronesia di masa lalu dan sekarang. Bangunan megalitik hampir tersebar di seluruh kepulauan Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. 2003: 13). Megalitik berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Kebudayaan merupakan hasil karya manusia yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beberapa kebudayaan diantaranya dimulai pada masa prasejarah yang
JEJAK MIGRASI PENGHUNI PULAU MISOOL MASA PRASEJARAH
JEJAK MIGRASI PENGHUNI PULAU MISOOL MASA PRASEJARAH Klementin Fairyo (Balai Arkeologi Jayapura) Abstrack Humans and the environment are interrelated and inseparable. Environment provides everything and
SOAL ULANGAN HARIAN 1 SEMESTER 1. SK = 1. Memahami lingkungan kehidupan manusia.
SOAL ULANGAN HARIAN 1 SEMESTER 1 Mata Pelajaran = IPS Kelas = VII Hari, tanggal = Waktu = 60 Menit SK = 1. Memahami lingkungan kehidupan manusia. KD = 1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses
MUNCULNYA MASYARAKAT INDONESIA
MUNCULNYA MASYARAKAT INDONESIA 1. Asal Nama Indonesia 1. Hindia Herodotus (485-425 SM). 2. Nederlandsch Oost Indie Cornelis de Houtman Nederlandsch Indie. 3. Insulinde Edward Douwes Dekker : Multatuli
MODUL 2. Rekam Jejak Peradaban Indonesia
MODUL 2 MODUL 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia i Kata Pengantar Daftar Isi Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang karena kondisi geografis, sosial
KONDISI GEOGRAFIS CHINA
CHINA WILAYAH CINA KONDISI GEOGRAFIS CHINA Dataran tinggi di bagian barat daya China dengan rangkaian pegunungan tinggi yakni Himalaya. Pegunungan ini berbaris melengkung dan membentang dari Hindukush
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA Kompetensi Dasar : Kemampuan menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia Indikator : Mendeskripsikan pengertian manusia purba Mengidentifikasi tokoh-tokoh
BAB I PENDAHULUAN. logam tertentu. Kemampuan ini sangat mengagumkan dan revolusioner. Sehingga
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak berubahnya teknologi batu ke teknologi logam, kehidupan manusia dalam segala aspek sosial, politik, maupun ekonomi menjadi semakin maju (Haryono, 2001: 1).
HANDOUT SEJARAH KEBUDAYAAN BAB I ASAL MULA TIMBULNYA MANUSIA DAN PERADABAN
HANDOUT SEJARAH KEBUDAYAAN BAB I ASAL MULA TIMBULNYA MANUSIA DAN PERADABAN A. Masnusia dan Kebudayaan Prasejarah Secara biologis manusia termasuk golongan mammalia atau binatang menyusui. Kemudian, dari
PRASEJARAH INDONESIA
Tradisi Penguburan Jaman Prasejarah Di Liang Bua dan Gua Harimau E. Wahyu Saptomo Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta PRASEJARAH INDONESIA Prasejarah Indonesia dapat dibagi dua yaitu: - Prasejarah
KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA
Judul KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : I (Satu) Nomor Modul : Sej.I.02 Penulis: Dra. Dwi Hartini Penyunting Materi: Dra. Corry Iriani R., M.Pd. Penyunting Media:
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 5. PERADABAN AWAL INDONESIA DAN DUNIALATIHAN SOAL BAB 5. 1, 2 dan 3. 1, 2 dan 4. 1, 2 dan 5.
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 5. PERADABAN AWAL INDONESIA DAN DUNIALATIHAN SOAL BAB 5 1. Perhatikan hasil budaya masa pra aksara berikut ini! 1. Kjokken moddinger 2. Abris souche roche 3. Flakes
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tinggalan budaya masa lalu sebagai hasil kreativitas merupakan buah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tinggalan budaya masa lalu sebagai hasil kreativitas merupakan buah pikiran yang dapat berbentuk fisik (tangible) dan non-fisik (intangible). Tinggalan fisik
Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia Apabila kita cermati, banyaknya suku bangsa di Indonesia berdampak pada munculnya keberagaman bahasa daerah, dan kebudayaan yang berlaku dalam kehidupan
Manusia Purba Di Indonesia pada Masa Prasejarah
Manusia Purba Di Indonesia pada Masa Prasejarah Masa Prasejarah Indonesia dimulai dengan adanya kehidupan manusia purba yang pada saat itu belum mengenal baca dan tulis. Masa yang juga dikenal dengan nama
Budaya Banten Tingkat Awal
XIX. Budaya Banten Tingkat Awal Penelusuran sejarah kebudayaan manusia sangat diperlukan sebagai rekam jejak untuk mengetahui tingkat peradaan suatu bangsa. Asal usul manusia yang tinggal di wilayah tertentu
BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1. Latar belakang Pengertian Megalitik telah banyak disinggung oleh para ahli sebagai suatu tradisi yang menghasilkan batu-batu besar, mengacu pada etimologinya yaitu mega berarti
Untuk memahami lebih lanjut, kamu juga dapat membaca. Adrian B. Lapian (ed), berukuran kecil, dengan volume otak Indonesia Dalam Arus
yang berada di sekitar bukit dengan kondisi tanah yang datar di depannya. Liang Bua merupakan sebuah temuan manusia modern awal dari akhir masa Pleistosen di Indonesia yang menakjubkan yang diharapkan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMA/MA : Mata Pelajaran : Sejarah Kelas/Semester : X/2 Standar Kompetensi : 2. Menganalisa Peradaban Indonesia dan Dunia Kompetensi Dasar : 2.1. Menganalisa Kehidupan
KRONOLOGIS. Ilmu tentang waktu yang membantu untuk menyusun peristiwa atau kejadian sejarah sesuai urutan waktu terjadinya
No Soal Lingkup Materi MATERI 1,2,3 Peserta didik memahami dan menguasai tentang : Prinsip-prinsip dasar ilmu sejarah (pengetahuan sejarah, ciri-ciri sejarah, unsur-unsur sejarah, konsep waktu, ruang lingkup,
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN WAY KANAN MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LEMBAR SOAL
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN WAY KANAN MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas /
Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya
Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya Secara Umum, Pengertian Seni Kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat dengan menggunakan
LAPORAN PENGAMATAN SITUS MANUSIA PURBA SANGIRAN
LAPORAN PENGAMATAN SITUS MANUSIA PURBA SANGIRAN Disusun Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Wawasan Budaya Nusantara Dosen Pengampu Ranang Agung S., S.Pd., M.Sn. Sartika Devi Putri E.A.A NIM. 14148115 Angga
BAB III ZAMAN PRASEJARAH
79 BAB III ZAMAN PRASEJARAH Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari: A.
Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah. : Ruang Guru SMA N 2 Banguntapan
LAMPIRAN 89 Lampiran 1. Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Nara Sumber : Ibu Sri Tukiyantini, S.Pd.
BAB V PENUTUP. Pemanfaatan gua-gua atau ceruk di sekitar pegunungan karst berasal dari Asia
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Pemanfaatan gua-gua atau ceruk di sekitar pegunungan karst berasal dari Asia Tenggara menjelang akhir plestosen, yang didasarkan akan adanya kebutuhan manusia akan tempat yang
BAB V PENUTUP. Universitas Indonesia
BAB V PENUTUP Manusia prasejarah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam hal ini makanan, telah mengembangkan teknologi pembuatan alat batu. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan mereka untuk dapat bertahan
Lamipran 1. Surat Keterangan Penelitian
Lamipran 1. Surat Keterangan Penelitian 45 Lampiran 2. Silabus Mata Pelajaran Sejarah Kelas X SMA Kristen 1 Salatiga 2012/2012 46 47 48 49 Lampiran 3. Hasil Ulangan Harian Kelas X-3 SMA Kristen 1 Salatiga
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Mata Pelajaran : Sejarah Hari/Tanggal : Jumat, 06 Desember 2013 Kelas/Program : X /(Wajib) Waktu : 90 menit Petunjuk Umum 1 Perhatikan dan ikuti petunjuk
TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA
TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA Nama : Muhammad Bagus Zulmi Kelas : X 4 MIA No : 23 SENI RUPA Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan
BAB 4 PENUTUP. Universitas Indonesia
BAB 4 PENUTUP Tembikar merupakan salah satu tinggalan arkeologi yang penting dalam mempelajari kehidupan manusia masa lalu. Berbagai informasi dapat diperoleh dari artefak berbahan tanah liat ini, mulai
KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA
SEJARAH SEJARAH KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA Standar Kompetensi 2. Standar Menganalisis Kompetensi peradaban I ndonesia dan dunia. Kompetensi 2. Menganalisis Dasar peradaban I ndonesia
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.4. Yunani. Cina. Vietnam. Yunan. Teluk Tonkin
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.4 1. Berdasarkan kesamaan artefak yang ditemukan menurut Prof. H.C Kern nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah...
BAB II KEHIDUPAN PADA MASA PRA AKSARA DI INDONESIA PETA KONSEP. Kata Kunci
BAB II KEHIDUPAN PADA MASA PRA AKSARA DI INDONESIA Setelah mempelajari Bab ini, kalian diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami ciri-ciri kehidupan masyarakat pra aksaran di Indonesia dan peninggalan-peninggalannya.
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Artefak obsidian..., Anton Ferdianto, FIB UI, 2008
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Penelitian Pada awal abad ke 20, Pulau Jawa menjadi pusat penelitian mengenai manusia prasejarah. Kepulauan Indonesia, terutama Pulau Jawa memiliki bukti dan sejarah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan pustaka yang berkaitan dengan topik yang
SIMBOLISME KEPURBAKALAAN MEGALITIK DI WILAYAH PAGAR ALAM, SUMATERA SELATAN
SIMBOLISME KEPURBAKALAAN MEGALITIK DI WILAYAH PAGAR ALAM, SUMATERA SELATAN AGUS ARIS MUNANDAR Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Disampaikan dalam Seminar Nasional
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Standar Kompetensi : Memahami Lingkungan Kehidupan Manusia
70 LAMPIRAN A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP Mata Pelajaran : SMP N 1 Turi : IPS Materi Sejarah Kelas/Semester : VII A / 1 Standar Kompetensi : Memahami Lingkungan Kehidupan Manusia Kompetensi
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN KETERKAITAN ANTARA MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA DENGAN MANUSIA MODERN DALAM FISIK DAN BUDAYA
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN KETERKAITAN ANTARA MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA DENGAN MANUSIA MODERN DALAM FISIK DAN BUDAYA KEGIATAN BELAJAR 9 MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis
B. Kegiatan Pembelajaran KETERKAITAN ANTARA MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA DENGAN MANUSIA MODERN DALAM FISIK DAN BUDAYA
KEGIATAN BELAJAR 9 MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam fisik dan budaya. 4.9 Menyajikan
PERIODE PROTO SEJARAH
PERIODE PROTO SEJARAH A. Manusia Purba dan Perkembangannya Menurut para ahli, keberadaan makhluk hidup di muka bumi ini diperkirakan sudah ada sejak enam juta tahun yang lalu. Adapun mahluk manusia sebagai
Rangkuman Sejarah Persiapan UHBT Kelas 7
Rangkuman Sejarah Persiapan UHBT Kelas 7 Tujuan Belajar Sejarah: Sebagai pedoman hidup Sebagai alat hiburan/tempat rekreasi Untuk mngetahui peristiwa di masa-masa yang lalu I. Zaman-zaman Sebelumnya A.
Instrumen Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah. 1. Bagaimana kondisi pembelajaran sejarah berlangsung?
LAMPIRAN 114 Lampiran 1. Instrumen Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Instrumen Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Nara Sumber : Ibu.
BAB I PENDAHULUAN. kerang, sekam padi, atau pecahan tembikar yang dihaluskan (grog), mempunyai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Sentang adalah sebuah desa yang ada di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara. Beberapa perempuan di Desa Sentang memiliki keahlian dalam membuat
Ragam Hias Tenun Ikat Nusantara
RAGAM HIAS TENUN IKAT NUSANTARA 125 Ragam Hias Tenun Ikat Nusantara A. RINGKASAN Pada bab ini kita akan mempelajari sejarah teknik tenun ikat pada saat mulai dikenal masyarakat Nusantara. Selain itu, akan
ORNAMEN Pengertian ornamen secara umum Istilah ornamen berasal dari kata Ornare (bahasa Latin) yang berarti menghiasisedang dalam bahasa Inggris
ORNAMEN Pengertian ornamen secara umum Istilah ornamen berasal dari kata Ornare (bahasa Latin) yang berarti menghiasisedang dalam bahasa Inggris ornament berarti perhiasan. Secara umum ornament adalah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Wilayah Kerinci secara administratif merupakan salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Wilayah Kerinci secara administratif merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, wilayahnya mencakup daerah di sepanjang aliran sungai Batang Merangin,
Makalah Asal Usul Nenek Moyang Indonesia
Makalah Asal Usul Nenek Moyang Indonesia KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunianyalah, Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik,
SILABUS PEMBELAJARAN
SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Sejarah Kelas/Semester : X/2 Standar : 2. Menganalisis Peradaban dan Dunia 2.1. Menganalisis Kehidupan Awal Masyarakat Kehidupan Awal Masyarakat Teori
WAWASAN BUDAYA NUSANTARA. Disusun Oleh : 1. Levi Alvita Y / Bayu Setyaningrum / Winda Setya M /
WAWASAN BUDAYA NUSANTARA Disusun Oleh : 1. Levi Alvita Y / 14148126 2. Bayu Setyaningrum / 14148127 3. Winda Setya M / 14148128 Institut Seni Indonesia Surakarta 2015/2016 PERGERAKAN MANUSA DISANGIRAN
TUGAS KLIPING IPS KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA MASA PRA-AKSARA
TUGAS KLIPING IPS KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA MASA PRA-AKSARA DIBUAT OLEH : AMANDA SOFI IA 7 6 NAMA : AMANDA SOFI IA KELAS : - MAPEL : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP
SIMBOL SIMBOL KEBUDAYAAN SUKU ASMAT
SIMBOL SIMBOL KEBUDAYAAN SUKU ASMAT MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Komunikasi Lintas Budaya Oleh : Jesicarina (41182037100020) PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS KOMUNKASI
UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB2-10) 1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan b. Semester : 2 c. Kompetensi Dasar :
UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB2-10) 1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan b. Semester : 2 c. Kompetensi Dasar : 3.10 Menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan,
PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN JENIS TANAH. A.Pembentukan Tanah
PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN JENIS TANAH A.Pembentukan Tanah Pada mulanya, permukaan bumi tidaklah berupa tanah seperti sekarang ini. Permukaan bumi di awal terbentuknya hanyalah berupa batuan-batuan
Tingkatan 1 Sejarah Bab 2: Zaman Pra-Sejarah
Tingkatan 1 Sejarah Bab 2: Zaman Pra-Sejarah Soalan Objektif Pilih jawapan yang paling tepat. 1. Tapak Ekskavasi Penemuan Artifak Zaman Alat batu Hoabinh Paleolitik Berdasarkan jadual di atas, ialah 2.
TINGGALAN MEGALITIK DI DESA TUHAHA KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH
TINGGALAN MEGALITIK DI DESA TUHAHA KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH A. Pendahuluan Maluku merupakan propinsi dengan sebaran tinggalan arkeologis yang cukup beragam. Tinggalan budaya ini meliputi
Arsitektur Dayak Kenyah
Arsitektur Dayak Kenyah Propinsi Kalimantan Timur memiliki beragam suku bangsa, demikian pula dengan corak arsitekturnya. Namun kali ini hanya akan dibahas detail satu jenis bangunan adat yaitu lamin (rumah
Penelaahan deskriptif dan grafis rumah tradisional di pemukiman etnik tertentu di Indonesia (2)
Matakuliah : R077 Arsitektur Tradisional Tahun : Sept - 009 Penelaahan deskriptif dan grafis rumah tradisional di pemukiman etnik tertentu di Indonesia () Pertemuan 4 PENGENALAN RUMAH TRADISIONAL SUKU-SUKU
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Nias merupakan salah satu pulau yang kaya dengan peninggalan megalitik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nias merupakan salah satu pulau yang kaya dengan peninggalan megalitik dan peninggalan yang dimaksud masih tetap berdiri tegar diperkampunganperkampungan tradisional
RESUME PENELITIAN PEMUKIMAN KUNO DI KAWASAN CINDAI ALUS, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN
RESUME PENELITIAN PEMUKIMAN KUNO DI KAWASAN CINDAI ALUS, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN SEJARAH PENEMUAN SITUS Keberadaan temuan arkeologis di kawasan Cindai Alus pertama diketahui dari informasi
Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam
Bab 7 Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Potensi Alam Bab ini akan membahas tentang kegiatan ekonomi yang didasarkan pada potensi alam. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat mengenal aktivitas-aktivitas
JEJAK JEJAK BUDAYA PENUTUR AUSTRONESIA DI SUMATERA SELATAN
JEJAK JEJAK BUDAYA PENUTUR AUSTRONESIA DI SUMATERA SELATAN Harry Octavianus Sofian (Balai Arkeologi Palembang) Abstrack Austronesian language speakers migrated to Southeast Asia and Indo-Pacific around
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA DEWA JARA
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA DEWA JARA 4.1. Letak Geografis Sumba Tengah Pulau Sumba terletak di barat-daya propinsi Nusa Tenggara Timur-NTT sekitar 96 km disebelah selatan Pulau Flores, 295 km disebelah
89 Kapata Arkeologi Vol. 1 No. 1 Agustus / Marlyn Salhuteru Masyarakat Maluku Tenggara
pulau Bali ke daerah mereka, maka pasti ada unsur budaya yang dibawa serta pada saat kedatangan mereka, dalam hal ini budaya Hindu-Budha. Berpatokan pada keadaan di atas, dengan menggunakan data sejarah
KISI-KISI SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER 1
KISI-KISI PENILAIAN AKHIR SEMESTER 1 Nama Sekolah : SMA Islam Al-Azhar BSD Alokasi Waktu : 90 menit Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia Jumlah Soal : 50 Kelas / Semester : X / Ganjil Bentuk Soal : Pilihan
BAB I PENDAHULUAN. hubungan dengan daerah-daerah atau bangsa-bangsa lain di luar Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Letak geografis Indonesia yang sangat strategis mengakibatkan adanya hubungan dengan daerah-daerah atau bangsa-bangsa lain di luar Indonesia. Kondisi tersebut sangat
PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 September 2016 s/d 09 September 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 September 2016 s/d 09 September 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 05 September 2016 Senin, 5 September 2016 LAUT CINA SELATAN,
KAJIAN SEJARAH PERBURUAN DI INDONESIA. Dosen Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA
KAJIAN SEJARAH PERBURUAN DI INDONESIA Rizki Kurnia Tohir Fadlan Pramatana E351160106 E351160156 Dosen Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA PROGRAM STUDI KONSERVASI BIODIVERSITAS TROPIKA SEKOLAH PASCASARJANA
BAB I PENDAHULUAN. wujud hasil kebudayaan seperti nilai - nilai, norma-norma, tindakan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keanekaragaman hasil kebudayaan. Keanekaragaman hasil kebudayaan itu bisa dilihat dari wujud hasil kebudayaan
JENIS KOLEKSI KETERANGAN UKURAN SKALA GAMBAR RUANG TRANSISI A. Dimensi obyek = 5m x 2m 1 :1. diorama 1 : 1. Dimensi 1 vitrin B = 1,7 m x 1,2 m 1 : 1
LAMPIRAN JENIS KOLEKSI KETERANGAN UKURAN SKALA GAMBAR RUANG TRANSISI A Gua + Relief Relief bercerita tentang peristiwa sejarah manusia purba (bagamana mereka hidup, bagaimana mereka tinggal, dll) 5m x
Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil
Penerapan ragam hias flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara membatik, menenun,
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Tinjauan pustaka dilakukan untuk dapat memecahkan masalah-masalah yang akan
7 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka dilakukan untuk dapat memecahkan masalah-masalah yang akan diteliti. Dalam penelitian ini diuraikan beberapa konsep yang dapat dijadikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL PENELITIAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka Kajian pustaka merupakan suatu pustaka yang dijadikan pedoman dalam melakukan suatu penelitian yang sering disebut
SOAL UKK SEJARAH KELAS X
SOAL UKK SEJARAH KELAS X 1. Tokoh yang mendapat sebutan sebagai Bapak Ilmu sejarah yang mengarang buku pertama sejarah, yaitu perang Persia adalah. a. Aristoteles d. Herodotus b. Ibnu Khladun e. Socrates
