MODUL 2. Rekam Jejak Peradaban Indonesia
|
|
|
- Liana Sutedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL 2
2 MODUL 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia i
3 Kata Pengantar Daftar Isi Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang karena kondisi geografis, sosial budaya, ekonomi dan psikologis tidak berkesempatan mengikuti pendidikan dasar dan menengah di jalur pendidikan formal. Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan mengacu pada kurikulum 2013 pendidikan dasar dan menengah hasil revisi berdasarkan peraturan Mendikbud No.24 tahun Proses adaptasi kurikulum 2013 ke dalam kurikulum pendidikan kesetaraan adalah melalui proses kontekstualisasi dan fungsionalisasi dari masing-masing kompetensi dasar, sehingga peserta didik memahami makna dari setiap kompetensi yang dipelajari. Pembelajaran pendidikan kesetaraan menggunakan prinsip flexible learning sesuai dengan karakteristik peserta didik kesetaraan. Penerapan prinsip pembelajaran tersebut menggunakan sistem pembelajaran modular dimana peserta didik memiliki kebebasan dalam penyelesaian tiap modul yang di sajikan. Konsekuensi dari sistem tersebut adalah perlunya disusun modul pembelajaran pendidikan kesetaraan yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dan melakukan evaluasi ketuntasan secara mandiri. Tahun 2017 Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat mengembangkan modul pembelajaran pendidikan kesetaraan dengan melibatkan pusat kurikulum dan perbukuan kemdikbud, para akademisi, pamong belajar, guru dan tutor pendidikan kesetaraan. Modul pendidikan kesetaraan disediakan mulai paket A tingkat kompetensi 2 (kelas 4 Paket A). Sedangkan untuk peserta didik Paket A usia sekolah, modul tingkat kompetensi 1 (Paket A setara SD kelas 1-3) menggunakan buku pelajaran Sekolah Dasar kelas 1-3, karena mereka masih memerlukan banyak bimbingan guru/tutor dan belum bisa belajar secara mandiri. Kata Pengantar...ii Daftar Isi...iii Petunjuk Penggunaan Modul MODUL 2 MENELUSURI KONSEP SEJARAH... 1 Pengantar Modul... 2 UNIT 1 PENELITIAN MANUSIA PURBA... 3 A. Mengenal Manusia Purba... 3 B. Asal-usul nenek Moyang bangsa Indonesia... 7 C. Kebudayaan zaman praaksara LATIHAN UNIT 2 KEMAJUAN TEKNOLOGI MASYARAKAT PRAAKSARA PENUGASAN PENILAIAN KUNCI JAWABAN Saran Referensi Daftar Pustaka Kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud, para akademisi, pamong belajar, guru, tutor pendidikan kesetaraan dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan modul ini. Jakarta, Desember 2017 Direktur Jenderal Harris Iskandar ii Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia iii
4 REKAM JEJAK PERADABAN INDONESIA Petunjuk Penggunaan Modul 2 Sebelum mempelajari modul ini, bacalah petunjuk penggunaan modul berikut ini : 1. Bacalah dengan seksama tujuan pembelajaran untuk mengetahui apa yang akan diperoleh setelah mempelajari materi ini. 2. Jika Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari setiap materi, sebaiknya berkonsultasi pada tutor. 3. Kerjakan latihan yang terdapat pada akhir uraian materi, diskusikan dengan teman untuk mengetahui kemungkinan jawaban benar. 4. Kerjakan penilaian tanpa melihat kunci jawaban 5. Gunakan kunci jawaban untuk mengetahui mengetahui apakah jawaban Anda benar 6. Jika perolehan skor Anda minimal 70 maka Anda dinyatakan telah menguasai kompetensi pada modul ini dan Anda disilahkan melanjutkan ke modul berikutnya Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari modul ini warga belajar dapat : 1. Menganalisis corak kehidupan manusia purba di Indonesia dan asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia (melanesoid, proto, dan deutro melayu) 2. Menyajikan informasi mengenai corak kehidupan manusia purba dan asal-usul nenek moyang bangsa indonesia (melanesoid, proto, dan deutero melayu) dalam bentuk tulisan 3. Memahami hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini termasuk yang berada di lingkungan sekitar 4. Menyajikan informasi tentang hasil-hasil budaya masyarakat zaman praaksara yang masih bisa ditemukan pada masa kini, termasuk yang berada di lingkungan sekitar iv Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 1
5 Pengantar Modul UNIT PENELITIAN MANUSIA PURBA Modul kedua ini akan membahas tentang (1) peradaban awal Indonesia meliputi mengenal manusia purba, asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia, Corak kehidupan masyarakat, dan (2) hasil budaya masyarakat praaksara Indonesia, meliputi perkembangan teknologi, pola hunian masyarakat praaksara, sistem kepercayaan masyarakat praaksara. Masa Praaksara ialah suatu masa dimana mayoritas masyarakat belum mengenal tulisan, serta dalam pengungkapan sejarah nya masih secara lisan. Ciri-ciri daripada masa ini ialah, belum mengenal tulisan, pengungkapan sejarah dilakukan secara lisan, dan Masa Praaksara sering disebut sebagai tradisi lisan. Dan Masa Praaksara ini sering dikatakan mendahului tradisi tulis/ Masa Aksara. Jejak sejarah dalam tradisi lisan/ Masa Praaksara dapat diikuti dalam sumbersumber sejarah yaitu sebagai berikut Folkor, Mitos, Legenda, Upacaraupacara Adat ( blogspot.co.id/, diakses tanggal 9 Desember 2017 Pk WIB). Kapak lonjong Hasil budaya masyarakat praaksara ini telah mengilhami kehidupan manusia pada masa-masa berikutnya termasuk manusia jaman sekarang. Misalnya, kapak. Waktu jaman batu, bagian mata kapak dibuat lebih tajam. Begitupula ketika jaman logam. Dan sampai sekarang kapak masih digunakan oleh manusia. A. Mengenal Manusia Purba Zaman Pra sejarah adalah suatu zaman dimana manusia belum mengenal tulisan. Manusia yang hidup pada masa praaksara disebut manusia purba. Pada masa ini satu-satunya sumber untuk mengetahui sejarah kebudayaan manusia purba yaitu dengan melihat peninggalanpeninggalan berupa fosil, alat-alat kehidupan, dan fosil tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup dan berkembang pada masa itu. Corak kehidupan manusia purba terbagi dalam dua aspek yaitu aspek social dan aspek ekonomi : 1. Aspek sosial Dalam kehidupan sosialnya, manusia tidak bisa terlepas dari teknologi yang mereka gunakan karena kedua hal tersebut saling mempengaruhi. a. Hidup Nomaden/paleotikum (berburu tingkat sederhana) Aspek sosial yang berlangsung dimulai dengan interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain dengan bahasa yang mereka buat dan mereka mengerti sendiri. Ketika berburu mereka bekerjasama secara kelompok untuk mendapatkan hewan buruan, maka dari itu jumlah orang dalam satu kelompok tidak bisa terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Hal itu diterapkan juga demi keselamatan kelompok mereka ketika mengepung, apalagi jika hewan tersebut memberontak maka fungsi dari setiap orang dalam kelompok tersebut harus diperhatikan. Setelah mereka berhasil menangkap hewan tersebut dan berhasil mendapatkannya, muncul permasalahan baru yaitu bagaimana dengan buruan tersebut yang kala itu memilik ukuran yang besar, seperti gambar perburuan di atas, mereka berkelompok hanya dua orang dan binatang yang mereka dapatkan terlalu besar untuk mereka habiskan sendiri sehingga cara mereka menyimpan makanan adalah dengan cara membawa kembali ke tempat kelompok mereka untuk kemudian dibagi ke anggota kelompok lainnya. Setelah di daerah tersebut sudah tidak ditemukan lagi bahan makanan yang mereka butuhkan maka mereka akan berpindah ke tempat lain yang berdekatan dengan air atau di pinggir sungai. b. Semi sedentair / mesolitikum Kapak Jaman Aksara (Modern) Pada masa ini manusia masih menggantungkan hidupnya pada alam, corak kehidupan yang selalu berpindah-pindah membuat manusia berkeinginan untuk hidup menetap. 2 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 3
6 Namun karena pengetahuan yang masih sederhana, mereka ingin menetap tetapi belum memiliki pengetahuan untuk mengolah bahan makanan yang didapat dan juga untuk membudidayakan tanaman juga belum muncul. Hidup semi sedentair atau setengah menetap, manusia purba mulai hidup menetap di tepi sungai dan di gua-gua. Dalam membuat peralatan yang berbahan batu secara tidak sengaja terjadi gesekan antar batuan tersebut sehingga muncul api. Penemuan api ini sebenarnya dapat membantu memecahkan permasalahan seperti mengurangi makanan yang memiliki rasa kurang enak, apabila tidak dibakar dapat menimbulkan penyakit. Di gua, manusia tidak hanya membuat peralatan yang dibutuhkan tetapi juga mencoba mengkomunikasikan apa yang telah dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam bentuk cap tangan atau lukisan-lukisan di dinding gua, mereka terinspirasi untuk mengggambar tersebut karena kegiatan yang dilakukan ketika itu hanya berburu. c. Sedentair / neolitikum Corak kehidupan sosial yang terkemas dalam hidup sedentair atau hidup menetap di suatu tempat terbentuk karena tantangan-tantangan alam yang dialami manusia dalam masa-masa sebelumnya. Kehidupan di masa bercocok tanam dilakukan secara berkelompok dengan jumlah anggota yang lebih banyak, hal ini berhubungan dengan mata pencaharian mereka yang menerapkan bercocok tanam sehingga hasil produksi padi, umbi-umbian juga banyak. Dalam kegiatan bertani terdapat tenggang waktu antara menanam dengan memanen, waktu tersebut digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi antar manusia, dalam interaksi tersebut terdapat perubahan tempat tinggal. Tempat tinggal yang dibangun secara sederhana seperti di pinggir pantai, menimbulkan tumpukan sampah misalnya kulit kerang akibat kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan mereka, dan akhirnya sampah ini menjadi gunung yang mengeras dan hingga kini tumpukan tersebut masih bisa ditemui di sepanjang pantai Sumatera. Sebelum membangun tempat tinggal, dalam berkelompok mereka telah memilih seorang pemimpin yang bisa melindungi kelompok tersebut termasuk pembagian kerja dan pembentukan tempat tinggal secara sederhana. Pemimpin yang dipilih biasanya lebih tua dan lebih berwibawa, tradisi menghormati yang lebih tua inilah yang nantinya mengakar dan berlanjut hingga pemimpin tersebut meninggal sehingga memunculkan kepercayaan terhadap roh pemimpin yang bisa melindungi kelompok masyarakatnya dari alam yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, bentuk tempat tinggal mereka berkembang menjadi lebih besar dan ditopang oleh tiang-tiang. Selain mendekati daerah sumber air, mereka kadangkala juga memilih tempat yang tinggi seperti gunung dengan tujuan untuk melindungi diri dari binatang-binatang buas sebagai musuh utama mereka. Dalam hal pembagian kerja juga telah berubah, jika perempuan pada masa sebelumnya adalah mengumpulkan makanan maka untuk masa hidup menetap ini lebih banyak waktu mereka yang dihabiskan di rumah untuk merawat rumah yang telah mereka bangun, membuat gerabah, menabur benih di lading. Sedangkan untuk laki-laki lebih banyak pekerjaan yang bertujuan untuk menghasilkan seperti membuka lahan dan membangun rumah. Semua bekerja sesuai dengan perannya masingmasing sehingga terbentuk masyarakat yang gotong royong dan lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan individu. d. Perundagian Populasi masyarakat yang semakin banyak akibat dari terpenuhinya kebutuhan dan semakin meningkatnya sejahtera manusia mendukung sistem sosial yang lebih komplek sehingga muncul desa-desa besar yang merupakan gabungan dari kelompokkelompok kecil untuk membentuk tata kehidupan yang semakin terpimpin dan teratur. dan termasuk kegiatan religi yaitu mulai muncul kepercayaan yang membentuk kultus terhadap nenek moyang. 2. Aspek Ekonomi a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana Alam menjadi penopang hidup utama karena manusia masih sangat bergantung pada alam, baik secara flora maupun faunanya. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka mengandalkan alam dengan cara berburu hewan dan mengumpulkan makanan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkelompok, setelah mereka mendapatkan bahan makanan, mereka mengolahnya dengan sederhana karena tingkat pengetahuan mereka masih rendah. Bukti lain juga terlihat pada alat-alat yang digunakan masih kasar, dan praktis karena tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Mereka hanya memikirkan cara untuk mendapatkan makanan dan bertahan hidup sehingga corak kehidupan berlangsung sangat sederhana. Zaman ini berlangsung kira-kira tahun yang lalu dan manusia yang hidup pada zaman ini antara lain, Meganthropus Paleojavanicus, dan Homo Erectus.Dua hal yang sangat penting dalam hidup berburu dan mengumpulkan makanan adalah dikenalnya api dan alat-alat yang digunakan. 4 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 5
7 b. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut Pada masa ini, manusia sudah tidak mengandalkan secara penuh terhadap alam, karena terlihat dari alat yang dihasilkan sudah memperlihatkan sisi halusnya dan terdapat nilai keindahan atau estetikanya. Masa ini juga disebut juga pasca plestosen, dalam masa ini berkembang tiga tradisi pokok pembuatan alat-alat di Indonesia yang mendukung kegiatan mata pencaharian mereka yaitu tradisi serpih bilah, tradisi alat tulang, tradisi kapak genggam. c. Masa bercocok tanam Kerjasama dan gotong royong sudah dilakukan oleh manusia praaksara saat zaman bercocok tanam. Tampak ada yang memanen, menggembalakan binatang ternak Cara hidup berburu dan mengumpulkan makanan secara bertahap ditinggalkan karena mereka telah mengenal cara hidup baru. Cara hidup baru tersebut adalah bercocok tanam, meskipun cara yang dilakukan masih sangat sederhana tetapimampu memenuhi kebutuhan hidup satu kelompok yang terdiri sekitar orang. Kelompok ini bercocok tanam di suatu tempat, jika sudah panen maka lahan bekas bertani tersebut ditinggalkan dan mencari tempat lain yang dekat dengan sumber air seperti pinggir sungai dan daerah pantai sehingga muncul pernyataan bahwa masyarakat pada masa berburu masih bergantung pada alam. Mereka membuka lahan untuk bertani dengan tebas dan bakar (slash dan burn). Pada masa ini telah terjadi domestifi kasi hewan dan tanaman sehingga tanaman yang mereka tanam lebih bervariasi dan berubah dari food gathering menjadi food producing. Mereka bisa menghasilkan makanan karena dengan cara bertani dan untuk menyimpan hasil pertanian tersebut mereka membuat semacam tempat di bagian atas rumahnya, (seperti atap masa sekarang) digunakan untuk menyimpan bahan makanan sebagai persediaan untuk waktu berikutnya. d. Masa perundagian Masa ini kehidupan manusia dapat dikatakan telah beragam karena banyak terdapat perubahan baik dari system ekonomi, sosial, maupun religi. Manusia sudah mulai mengenal peleburan timah dan biji logam untuk keperluan membuat alat yang lebih canggih. Dalam melakukan pelayaran juga telah diterapkan system berlayar dengan perahu bersayap. B. Asal-usul nenek Moyang bangsa Indonesia Asal usul nenek moyang bangsa Indonesia merupakan salah satu bagian unik yang tidak bisa terlepaskan dari keberadaan kita di nusantara ini. Kita sebagai manusia yang berbudi, sepatutya tak melupakan sejarah dari mana asal mula dan sebab musababnya hingga kita berada di sini, di Indonesia. Nenek moyang yang merupakan cikal bakal keberadaan kita saat ini tentu harus kita kenali, meski hanya dari sekedar pengetahuan.banyak pendapat yang bermunculan terkait dengan dari mana sejatinya asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. Para ahli sejarah saling mengeluarkan argumenya disertai dalih pembenaran dari dugaannya masing-masing. Kendati begitu banyak pendapat tersebut, ada satu pendapat yang nampaknya memiliki bukit dan dasar pemikiran paling kuat. Dan pendapat tersebut berasa dari seorang sejarahwan asal Belanda, yaitu Von Heine Geldern. Berdasarkan penelitiannya Von Heine Geldern berargumen jika asal usul nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Asia Tengah. Diterangkan olehnya bahwa semenjak tahun SM sampai dengan tahun 500 SM (dari zaman batu Neolithikum hingga zaman Perunggu) telah terjadi migrasi penduduk purba dari wilayah Yunan (China Selatan) ke daerah-daerah di Asia bagian Selatan termasuk daerah kepulauan Indonesia. Perpindahan ini terjadi secara besar-besaran diperkirakan karena adanya suatu bencana alam hebat atau adanya perang antar suku bangsa. Daerah kepulauan di Asia bagian selatan ini oleh Geldern dinamai dengan sebutan Austronesia yang berarti pulau selatan (Austro = Selatan, Nesos = Pulau). Austronesia sendiri mencakup wilayah yang amat luas, meliputi pulau-pulau di Malagasi atau Madagaskar (sebelah Selatan) hingga Pulau Paskah(sebelah Timur), dan dari Taiwan (sebelah Utara) hingga Selandia Baru (sebelah Selatan). Pendapat Von Heine Geldern ini dilatarbelakangi oleh penemuan banyak peralatan manusia purba masa lampau yang berupa batu beliung berbentuk persegi di seluruh wilayah Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Peralatan manusia purba ini sama persis dengan peralatan manusia purba di wilayah Asia lainnya seperti Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja terutama di sekitar wilayah Yunan.Pendapat Von Heine Geldern juga didukung oleh hasil penelitian Dr. H. Kern di tahun 1899 yang membahas seputar 113 bahasa daerah di Indonesia. Dari penelitian itu Dr. H. Kern menyimpulkan bahwa ke semua 6 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 7
8 bahasa daerah tersebut awalnya bersumber pada satu rumpun bahasa, rumpun bahasa yang dinamai bahasa Austronesia. Migrasi manusia purba dari daratan Yunan menurut Geldern bukan hanya terjadi satu kali. Ia menyebut gelombang migrasi terjadi juga di tahun SM (zaman Perunggu). Orangorang purba yang bermigrasi tersebut membawa bentuk-bentuk kebudayaan Perunggu seperti kapak sepatu dan nekara yang berasal dari dataran Dong Son.Berdasarkan bukti sejarah, diketahui bahwa untuk menyeberangi lautan dari daratan Asia Tenggara seperti Malaysia dan sekitarnya, nenek moyang kita menggunakan alat transportasi berupa perahu bercadik. Perahu bercadik sendiri adalah perahun yang memiliki tangkai kayu di kedua sisinya sebagai alat penyeimbang. Dengan bermodalkan perahu bercadik itu, nenek moyang kita mengarungi lautan yang luas untuk sampai ke kepulauan Indonesia dan pulau-pulau lain di Austronesia. Mereka berlayar berkelompok tanpa kenal rasa takut dengan hantaman badai dan ombak yang bisa datang kapan saja. Hal ini tentu membuktikan jika nenek moyang bangsa Indonesia adalah para pemberani dan merupakan pelaut-pelaut berjiwa ksatria. Dan dengan perjalanan penuh rintangan itu, akhirnya nenek moyang kita sampai ke beberapa pulau di Indonesia. Mereka pun secara langsung memperoleh sebutan Melayu Indonesia. 1. Pembagian Bangsa Melayu Indonesia Sebutan Melayu Indonesia bagi orang-orang Austronesia secara umum berlaku untuk semua dari mereka yang menetap di wilayah Nusantara. Akan tetapi, berdasarkan waktu kedatangan, serta daerah yang pertama kali ditempati Bangsa Melayu Indonesia ini dapat dibedakan menjadi 3 sub bangsa yang antara lain bangsa proto melayu, bangsa deutro melayu, dan bangsa primitif. Berikut penjelasan dari masing-masing sub bangsa tersebut: a. Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) Bangsa proto melayu atau Melayu Tua adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang Austronesia yang pertama kali datang ke nusantara pada gelombang pertama (sekitar tahun 1500 SM). Bangsa porto melayu memasuki wilayah Indonesia melalui dua jalur, yaitu (1) Jalur Barat melalui Malaysia Sumatera dan (2) Jalur Utara atau Timur melalui Philipina Sulawesi. Bangsa Melayu Tua ini dianggap memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan manusia purba umumnya pada masa itu. Ini dibuktikan dengan penemuan bukti kebudayaan neolithikum telah berlaku dengan hampir semua peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Hasil kebudayaan zaman neolithikum dari orang-orang Austronesia yang terkenal yaitu kapak persegi. Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di wilayah Indonesia Barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara. Dan perlu diketahui bahwa suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan Proto Melayu ialah suku Dayak dan Toraja. b. Bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda) Bangsa Deutro Melayu atau bangsa melayu muda adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang austronesia yang datang ke nusantara pada gelombang kedatangan kedua, yakni pada kurun waktu SM. Bangsa melayu muda (Deutero Melayu) berhasil melakukan asimilsasi dengan para pendahulunya yang tak lain adalah bangsa melayu tua (proto melayu). Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, diketahui bahwa Bangsa Deutero Melayu masuk ke wilayah nusantara melalui jalur Barat, di mana rute yang mereka tempuh dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Nusantara. Bangsa Melayu Tua juga dianggap mempunyai kebudayaan yang jauh lebih maju dibandingkan pendahulunya, bangsa Proto Melayu. Mereka sudah berhasil membuat barang-barang dari perunggu dan besi, di ana beberapa diantaranya antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara, serta menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak. Suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan bangsa Melayu muda adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis. c. SukuPrimitif sebelum kelompok bangsa Austronesia masuk ke wilayah Nusantara, sudah ada beberapa kelompok manusia purba yang sudah lebih daulu menempati wilayah tersebut. Mereka adalah bangsa-bangsa primitif dengan budaya yang sangat sederhana. Mereka di antaranya adalah manusia pleistosin, suku wedoid, dan suku negroid. 1) Manusia Pleistosin Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas. Demikian juga dengan kebudayaannnya sehingga corak kehidupan manusia purba ini tidak dapat diikuti lagi, kecuali beberapa aspek saja. 2) Suku Wedoid Sisa-sisa suku Wedoid hingga kini masih ada dan dapat kita temukan. Mereka hidup meramu dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan dan memiliki kebudayaan yang sangat sederhana. Suku Sakai di Siak dan Suku Kubu di perbatasan Jambi dan Palembang adalah dua contoh peninggalan suku Wedoid di masa kini 3) Suku negroid Di indonesia sudah tidak terdapat lagi sisa-sisa kehidupan suku negroid. Namun, dipedalaman Malaysia dan Philipina, keturunan suku ini rupanya masih adan yaitusuku Semang di semenanjung Malaysia dan suku Negrito di Philipina merupakan bukti nyatanya. 8 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 9
9 C. Kebudayaan zaman praaksara Pembagian zaman pra sejarah berdasarkan Arkeologi yang merupakan Ilmu kepurbakalaan yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah purbakala manusia berupa bendabenda budaya, artefak untuk menyusun kembali (rekonstruksi) kehidupan manusia dan masyarakat purba. 1. Zaman Batu Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi empat zaman, antara lain: a. Zaman Batu Tua Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam. Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu: Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus) Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis). Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan) b. Zaman Batu Tengah 1) Ciri zaman Mesolithikum a) Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan) b) Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar. c) Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken d) Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah. e) Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores. f) Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang. 2) Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum: a) Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger) b) Bone-Culture (alatkebudayaandaritulang) c) Flakes Culture (kebudayaanalatserpihdariabrissaus Roche) 3) Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua- Melanosoid c. Zaman Batu Muda Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain: Peninggalan zaman Mesolithikum Mondinger (sampah dapur) 10 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 11
10 1) Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, 2) Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa, 3) Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa, Peninggalan zaman Neolithikum 4) Pakaian dari kulit kayu 5) Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda) Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer- Indocina) d. Zaman Batu Besar Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain: 1) Menhir: Tugu batu atau tiang batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat tertentu Berfungsi sebagai tempat pemujaan Roh nenek moyang dan tanda peringatan orang yang telah meninggal dunia. Ditemukan di Sumatra, Sulawesi Tengah, Kalimantan. 2) Dolmen: Meja batu tempat untuk meletakkan sesaji yang akan dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya terdapat kubur batu Ditemukan di Sumatra Barat, Sumbawa. 3) Sarkofagus: Peti jenazah yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal) Sarkofagus yang ditemukan di Bali sampai sekarang tetap dianggap keramat dan memiliki kekuatan magis oleh masyarakat setempat 4) Kubur batu: Peti jenazah yang terdiri dari lempengan batu pipih Ditemukan di daerah kuningan Jawa Barat 5) Punden berundak: Bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang yang dibuat dengan bentuk bertingkat-tingkat. Ditemukan di daerah Lebak Cibedug, Banten 6) Waruga: Kubur batu yang berbentuk kubus dan terbuat dari batu utuh. Ditemukan di Sulawesi Tengah dan Utara 7) Arca: Patung yang menggambarkan manusia maupun binatang Binatang yang dibuat arca antara lain kerbau, gajah, kera Ditemukan di Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur. 2. Zaman Logam Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alatalat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alatalat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Kelebihan teknik bivalve dari a cire perdue adalah dapat digunakan berkali-kali. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas: a. Zaman Perunggu Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan) ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain : 1) Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irian 2) Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera, Jawa-Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti 3) Bejana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera. 4) Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau), Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat) 12 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 13
11 b. Zaman Besi Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alatalat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggusebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 C. Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain: 1) Mata Kapak bertungkai kayu 2) Mata Pisau 3) Mata Sabit 4) Mata Pedang 5) Cangkul Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur) Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah. Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam. Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu. LATIHAN Kerjakanlah soal-soal latihan berikut ini! 1. Lengkapilah tabel cirri-ciri kebudayaan manusia purba berikut ini NO ASPEK CIRI-CIRI I ASPEK SOSIAL 1 Nomaden/mesolithikum 2 Semi Sedentair/ mesolitikum 3 Sedentair /neolitikum 4 Perundagian II ASPEK EKONOMI 1 Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana 2 Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut 3 Masa bercocok tanam 4 Masa perundagian 2. Lengkapilah tabel cirri-ciri kebudayaan zaman praaksara berikut ini NO KEBUDAYAAN ZAMAN PRAAKSARA I ZAMAN BATU 1 Zaman batu tua 2 Zaman batu tengah 3 Zaman batu muda 4 Zaman batu besar II ZAMAN LOGAM 1 Zaman perunggu 2 Zaman besi CIRI-CIRI 14 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 15
12 UNIT KEMAJUAN TEKNOLOGI MASYARAKAT PRAAKSARA Perkembangan teknologi manusia praaksara terhadap perkembangan masa kini Hasil kebudayaan manusia praaksara yang masih ada sampai masa sekarang kebanyakan merupakan hasil budaya masa megalithikum berupa bangunan batu besar. Sebagai contoh punden berundak masa megalithikum masih digunakan dalam masa hindhu budha meskipun terdapat hasil akulturasi budaya hindu budha yakni bangunan candi, contoh candi Borobudur. Masa hindu budha pengaruh bangunan megalithik akan banyak kita temui pada candi-candi hindu budha. Masa sekarang juga masih digunakan yakni susunan bangunan rumah yang terdapat di Bali. Bangunan lain dapat dilihat pada atap menara masjid Kudus. Di desa Onowembo Talemaera, Nias terdapat situs megalit yang masih dipertahankan dalam berbagai ritual yang diselenggarakan penduduk setempat. Terdapat arca menhir yang dikelilingi oleh dolmen. Arca menhir tersebut dibuat untuk mempunyai pengaruh di masyarakat hingga sekarang (Sumartono,2009:19). Di Sumba pembuatan arca menhir sebagai pemujaan nenek moyang tetap berlangsung sampai sekarang. Arca tersebut dibuat sebagai penghormatan atas meninggalnya raja atau penguasa. Pembuatan arca tersebut dimaksudkan agar masyarakat tetap dekat dengan nenek moyang mereka sehingga hubugannnya tidak terputus. Arca-arca batu pada masa Megalithikum berkembang seiring kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda. Penggunaan arca masa sekarang dapat kita jumpai pada masyarakat hindu di Bali. Berbagai macam arca dengan tingkat kegunaannya masih tetap ada sampai sekarang. Selain bangunan-bangunan megalithik, terdapat hasil budaya masa praaksara yang masih berkembang sampai sekarang yakni tembikar. Tembikar pada masa praaksara dapat dilihat masa Neolithikum. Pembuatan tembikar masa neolithikum sudah halus. Meskipun pembuatannya masih sederhana, tetapi hasil yang dibuat sudah dihaluskan. Berdasarkan perkembangannya, tembikar masih tetap digunakan sampai masa sekarang. PENUGASAN Tujuan 1. Warga belajar dapat mengidentifikasi benda-benda peninggalan sejarah 2. Warga belajar memahami manfaat ekonomi benda-benda peninggalan sejarah bagi kehidupan sekarang Media 1. Internet 2. Media cetak Langkah-langkah 1. Buatlah kliping benda atau bangunan peninggalan sejarah (minimal 2 benda/bangunan) 2. Uraikan manfaatnya secara ekonomi bagi kehidupan sekarang masing-masing benda atau bangunan itu PENILAIAN Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Tradisi yang bertahan hingga kini dianggap sebagai kebudayaan asli milik Indonesia? a. Karena ditemukan berupa bukti arkeologi yang mendukung pernyataan diatas b. Turun temurun dan dijaga keasliannya dari nenek moyang terdahulu c. Masih ada bentuk atau wujud dari kebudayaan tersebut d. Kebudayaan tersebut sesuai dengan keadaan alam dan geografis Indonesia e. Tidak ditemukannya kebudayaan tersebut di tempat lain 2. Strata sosial secara sederhana dapat diambil dari beberapa temuan masa praaksara dan dapat dikatakan bahwa penentuan strata tersebut berdasarkan... a. Besar kecilnya dalam berkonstribusi untuk melindungi kelompok tersebut b. Jika masa perundagian dilihat berdasar kekayaan harta yang dimiliki c. Keberaniannya dalam memimpin dan melindungi kelompok d. Jenis kelamin, jika laki-laki berpeluang menjadi seorang pemimpin e. Berdasarkan umur atau yang dianggap sesepuh dalam masyarakat tersebut 3. Sejak kapan manusia praaksara mengenal gerabah? a. Ketika dikenalkan oleh manusia purba imigran b. Sejak mengenal kesenian 16 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 17
13 c. Sejak manusia hidup sedentair d. Sejak zaman epipaleolitik e. Sejak dikenalnya kerajinan keramik dari China 4. Apa tujuan dilakukannya upacara fiest of merit? a. Untuk mengenang para leluhur b. Untuk menyembah pada roh nenek moyang c. Untuk mengadakan upacara penyembahan pada roh leluhur d. Untuk merayakan kelahiran seorang pemimpin e. Untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa kepala suku 5. Penguburan yang dilakukan dengan cara menangin-anginkan lebih dulu jasadnya disebut... a. Penguburan langsung b. Penguburan sekunder c. Penguburan primer d. Penyemayaman sekunder e. Penyemayaman primer 6. Alasan di bawah ini yang tidak mendasari penyembahan nenek moyang adalah... a. Adanya kegiatan pertanian yang teranggu semisal gagal panen b. Emosi keagamaan seseorang yang ingin berhubungan dengan nenek moyang c. Terjadinya bencana-bencana yang disebabkan oleh alam maupun manusia d. Pengakuan atas keberadaan nenek moyang sebagai leluhur yang melindunginya e. Nenek moyang dianggap sebagai pembuka lahan yang ada 7. Penguburan yang meletakkan jasad secara telungkup memiliki arti... a. Sebagai tanda pre natal b. Menyesuaikan dengan bentuk peti mayat c. Menunjukkan ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi kematian d. Peletakkan jasad sesuai dengan status sosial seseorang dalam lingkungan masyarakat e. Menunjukkan kepasrahan pada Tuhan atau nenek moyang yang diyakininya 8. Arah letak situs watu kandang yang terdiri dari batu-batuan menunjukkan bahwa... a. Tata letak dalam sebuah rumah b. Diletakkan sesuai penjuru mata angin c. Membentuk suatu pola nenek moyang mereka d. Menghadap ke arah gunung sewu sebagai tempat teringgi untuk bertemu dengan nenek moyang e. Membentuk pola yang menggambarkan hubungan antara manusia dengan pemimpin mereka 9. Bagaimana bentuk interaksi antara manusia dengan alam ketika zaman pra sejarah? a. Manusia melestarikan alam b. Manusia melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan c. Manusia memanfaatkan alam sesuai dengan kebutuhan d. Manusia memanfaatkan alam untuk kegiatan produktif e. Alam dimanfaatkan lalu ditinggal 10. Fungsi gerabah pada masa perundagian menunjukkan keanekaragaman sosial budaya khususnya dalam bidang spiritual yaitu ditunjukkan dengan... a. Sebagai kendi dalam kehidupan sehari-hari b. Sebagai patung dalam upacara c. Berfungsi sebagai wadah atau tempayan d. Berfungsi untuk wadah untuk mendukung kegiatan sehari-hari e. Menunjukkan tingkat peradaban lebih tinggi dengan gerabah sebagai gogok 11. Dari segi geografis, status sosial masyarakat pada masa perundagian tampak pada sistem penguburannya yaitu ditunjukkan dengan... a. Penguburan sekunder b. Penguburan dengan sistem bekal kubur c. Penguburan primer d. Di wilayah pantai, mayoritas penguburan dilakukan dalam tempayan e. Penguburan yang disertakan perhiasan manik-manik 12. Mengapa pengaruh gerabah tradisi Kalumpang semakin ke selatan semakin berkurang? a. Tergeser oleh barang keramik dari Vietnam dan Cina b. Corak kebudayaan masyarakat yang berbeda c. Kualitas gerabah tradisi Kalumpang kalah dengan gerabah dari daerah lain d. Faktor ketersediaan bahan baku yang tidak memadai e. Lingkungan masyarakat telah mengenal penggunaan keramik dalam kehidupan seharihari 13. Dilihat dari segi sosial, kemajuan teknologi pada masa perundagian mengakibatkan peningkatan pula pada... a. Proses pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari b. Meledaknya populasi penduduk sebagai obyek dari peningkatan teknologi c. Majunya kesenian ukir di beberapa daerah yang mengembangkan pola-pola geometris d. Pemujaan terhadap nenek moyang semakin meningkat dengan dibangunnya candi-candi e. Tingkat kepercayaan pada pengaruh nenek moyang terhadap perjalanan hidup manusia dan lingkungannya 18 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 19
14 14. Mengapa kehidupan manusia praaksara lebih sederhana dibandingkan sekarang? a. Karena manusia mengembangkan pola pikir sehingga berkembang budayanya b. Tingkat berpikir manusia praaksara lebih sederhana daripada sekarang c. Manusia praaksara memiliki visi yang lebih sederhana dibanding saat ini d. Tuhan menciptakan manusia sebagai proses dan membutuhkan waktu e. Karena perkembangan teknologi mengikuti pertumbuhan otak manusia 15. Faktor apa yang menyebabkan budaya sopan santun masih bertahan hingga kini? a. Adanya sumber tertulis maupun tidak tertulis yang menjadi inspirasi untuk bersikap santun terhadap orang tua b. Adanya kebijakan penguasa yang mengharuskan bersikap sopan terhadap atasan dan orang tua c. Adat kebiasaan dan kepercayaan yang menjadi pengikat kuat untuk menjaga tradisi tersebut d. Adanya nilai moral yang ditularkan oleh nenek moyang untuk bersikap sopan pada orang lain e. Adanya aturan yang mengikat warga terutama disekitar daerah pusat kepala suku berada 16. Tanggapan yang diberikan manusia zaman dulu terhadap perubahan yang terjadi diterima sebagai... a. Terbuka b. Magis c. Rasioanal d. Irasional e. Spritual dan magis 17. Persamaan dan kesederhanaan dalam pembangunan rumah masa perundagian menunjukkan bahwa... a. Status sosial yang sama diantara manusia dalam melakukan pemujaan terhadap nenek moyang b. Menunjukkan kebesaran kepala suku sebagai tetua dalam lingkungan sosial masyarakat c. Menunjukkan kesamaan status sosial dalam kehidupan bermasyarakat d. Menunjukkan kemakmuran yang didapatkan masyarakat e. Adat istiadat desa yang tidak boleh ditentang oleh penghuni desa 18. Zaman praaksara yang masyarakatnya tidak mengenal tulisan sehingga sumber sejarah sedikit terkendala. Namun perpindahan dari satu tempat ke tempat lain menyebabkan munculnya lukisan-lukisan dalam gua. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sebenarnya memiliki... a. Jiwa seni tang tinggi b. Konsep kepercayaan, kesadaran meyakini sesuatu menjadi dzat yang yang maha segalanya c. Kemauan dalam berinteraksi dengan lingkungan d. Kesadaran mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya dalam bentuk simbol e. Pemikiran masa depan sehingga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan pengalaman sebelumnya 19. Beberapa contoh interaksi pada masa praaksara adalah sebagai berikut : 1) Domistifikasi beberapa hewan dan tumbuhan 2) Adanya kjokkenmoddinger sebagai hasil interaksi 3) Lukisan-lukisan di dinding gua 4) Penerapan sistem tebas bakar 5) Eksploitasi tanah liat untuk pembuatan gerabah 6) Usaha untuk menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar untuk memupuk kerukunan Contoh interaksi pada masa saat ini : a) Manusia mengendarai sepeda motor b) Masyarakat menggunakan telepon genggam yang dimiliki c) Penerapan rumah hijau pada perkebunan d) Pembangunan perumahan untuk rekreasi di pegunungan e) Pembuangan limbah ternak di sawah Dari perbandingan interaksi yang terjadi dapat ditemukan kegiatan yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan adalah... a. 5, d, 4, b, 2, e b. 2, d, 5, a, 4, c c. 4, d, 5, a, 2, e d. 4, b, 5, d, 2, a e. 2, e, 4, d, 4, c 20 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 21
15 20. Kemajuan kepercayaan manusia praaksara mulai dari masa berburu hingga bercocok tanam mengalamai perkembangan, dibawah ini yang termasuk kepercayaan masa bercocok tanam beserta fungsinya yang benar yaitu... No Benda No Kegunaan 1 Patung a Untuk tempat mayat dengan bentuk kubus ataupun bulat yang menyerupai bentuk rumah 2 Bekal kubur b Pemujaan terhadap nenek moyang dalam bentuk simbolis 3 Waruga c Penyertaan alat-alat yang disenanginya semasa hidup 4 Punden berundak d Sebagai tempat pemujaan dengan konsep batu bersusun menuju ke arah yang lebih tinggi 5 Dolmen e Tempat pemujaan roh nenek moyang 6 Gerabah f Peti mayat yang memiliki tutup 7 Sarkofagus g Sebagai tempat menyimpan sesajen a. 1b, 3a, 5e, 4d, 7e b. 4d, 6g, 7f, 3a, 5e c. 3a, 7b, 2e, 6g, 4c d. 1b, 7f, 6g, 5e, 4a e. 5e, 3a, 4d, 7f, 1c KUNCI JAWABAN Kunci jawaban 1. C 2. C 3. C 4. E 5. B 6. D 7. A 8. D 9. E 10. C 11. D 12. A 13. B 14. B 15. C 16. E 17. A 18. D 19. D 20. B PEDOMAN PENSKORAN Jawaban benar skor 5 Jawaban salah 0 Skor yang diperoleh = Jumlah jawaban benar x 5 22 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia 23
16 Saran Referensi Hasan. Hamid, (2012), Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu Dalam Ide dan Pembelajaran, Bandung: Rizqi. Kuntowijoyo. (1995). Ilmu Pengantar Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya. Sjamsuddin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak. Wineburg, Sam, (2006), Berpikir Historis, Jakarta: Universitas Indonesia Press. Ali. R. Moh Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. diterbitkan pertama kali 1963 oleh Bharata Jakarta. Yogyakarta: LKIS. refox-b&biw=1366&bih=656&tbm=isch&sa =1&ei=D7k rwquilotkvgsqlafo&q=kehidupan+sosial+manusia+purba&oq=kehidupan+sosial+manus ia+purba&gs_l=psy-ab.3..0i24k j c.1.64.psy-ab j0i8i30k1j0i67k1j0i30k1j0i13k1 j0i13i30k1j0i19k- 1j0i8i30i19k wIo0EUMyVc0#imgrc=pJf00mZOshyFFM: Diunduh tgl 9 Desember 2017 Pk WIB refoxb&biw=1366&bih=656&tbm=isch&sa=1&ei=tbgrwqbm KsfbvATa94-QDA&q=kapak+modern&oq=kapak+modern&gs l=psy-ab.3..0j0i8i30k j c.1.64.psy-ab i13k1j0i8i13i30k- 1j0i30k1j0i5i30k1.0. BU6CHvLmIG0#imgrc=pKVzEBl_hmhJoM: Diunduh tgl 9 Desember 2017 Pk WIB Daftar Pustaka 24 Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2
Hasil Kebudayaan masa Praaksara
Hasil Kebudayaan masa Praaksara 1. Hasil Kebudayaan Paleolithikum Kebudayan paleolithikum merupakan kebudayaan batu, dimana manusia masih mempergunakan peralatan yang terbuat dari batu, serta teknik pembuatanya
Kebudayaan Masyarakat Prasejarah di Indonesia. SMA kelas X Semester 2 Tahun 2008/2009 Artmy Tirta Ikhwanto
Kebudayaan Masyarakat Prasejarah di Indonesia SMA kelas X Semester 2 Tahun 2008/2009 Artmy Tirta Ikhwanto Kebudayaan Masyarakat Prasejarah di Indonesia z Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Pra-aksara
MASA BERCOCOK TANAM DAN DAN BERTERNAK a. Kehidupan sosial-ekonomi Manusia Purba pada Masa Bercocok Tanam Kehidupan manusia senantiasa mengalami
MASA BERCOCOK TANAM DAN DAN BERTERNAK a. Kehidupan sosial-ekonomi Manusia Purba pada Masa Bercocok Tanam Kehidupan manusia senantiasa mengalami perkembangan. Perkembangan itu dapat disebabkan karena ada
MASA PRA AKSARA DI INDONESIA
Pola Kehidupan Manusia Purba Manusia Purba di Indonesia Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia A. Pengertian Apakah kalian sudah pernah membuat peristiwa sejarah? Tentunya setiap manusia sudah membuat
UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Sejarah
Nama : UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : 7 Waktu : 10.00-11.30 No.Induk : Hari/Tanggal : Senin, 08 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai : 1.
BAB 1: SEJARAH PRASEJARAH
www.bimbinganalumniui.com 1. Studi tentang kebudayaan adalah suatu studi yang mempelajari... (A) Gagasan-gagasan untuk mewujudkan tindakan dan artefak (B) Kesenian (C) Karya sastra dan cerita rakyat (D)
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.5. Nekara. Arca perunggu. Alat dari besi.
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.5 1. Kebudayaan Bascon Hoa bin adalah kebudayaan yang berasal dari wilayah Vietnam utara kemudian masuk ke Indonesia. Berikut
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 3. PERADABAN AWAL INDONESIALatihan Soal 3.1. Menhir. Waruga. Sarkofagus. Dolmen
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 3. PERADABAN AWAL INDONESIALatihan Soal 3.1 1. Bangunan megalithikum yang berbentuk batu bertingkat berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap nenek moyang disebut...
1. CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA
ZAMAN PRASEJARAH DI INDONESIA 1. CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA ZAMAN BATU Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu : 1) Palaeolithikum (Zaman Batu Tua), Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang
02/10/2012. Cupture 2. Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia. Oleh: Handriyotopo, M.Sn NEOLITIKUM
Cupture 2 Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia Oleh: Handriyotopo, M.Sn NEOLITIKUM 1 Kebudayaan Austronesia yang datang dari Yunan, Sungai Yan-Tse atau Mekong, dari Hindia Belakang telah mengubah
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal ,2,3,4, dan 5. 2,3,4,5, dan 1. 3,4,5,1, dan 2.
1. Perhatikan tahapan zaman pra aksara berikut ini! 1. Mesilitikum 2. Neolitikum 3. Megalitikum 4. Paleolitikum 5. Legam SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.1
A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
ANA DHAOUD DAROIN A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PRA-AKSARA DI INDONESIA Bila ditinjau dari sistem mata pencahariannya, perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pra-aksara melelui beberapa
Zaman Prasejarah. Pengantar
Zaman Prasejarah Pengantar Kebudayaan selalu berubah-ubah, lebih-lebih jika ada sebab dari luar, maka perubahan dalam kebudayaan itu mungkin sangat besar dan luas, sehingga timbul kebudayaan baru Kebudayaan
Zaman Prasejarah di Indonesia
Zaman Prasejarah di Indonesia 1. CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA ZAMAN BATU Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu : Palaeolithikum (Zaman Batu Tua) Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih
SMA A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA X (SEPULUH) SEJARAH TRADISI SEJARAH MASA PRA AKSARA A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA Tradisi masyarakat Indonesia masa pra-aksara Jejak
Zaman Pra- Aksara masa Food Producing
Zaman Pra- Aksara masa Food Producing Syayyidati Aulia Masa food producing adalah masa dimana manusia purba telah bertempat tinggal menetap dan menghasilkan makanan (mengumpulkan makanan), food producing
SOAL PRETEST Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar! 1. Gambar dinding yang tertera pada goa-goa mengambarkan pada jenis binatang yang diburu
Contoh fosil antara lain fosil manusia, fosil binatang, fosil pepohonan (tumbuhan).
Kehidupan Manusia Pra Aksara Pengertian zaman praaksara Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman Praaksara yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 5. PERADABAN AWAL INDONESIA DAN DUNIALATIHAN SOAL BAB 5. 1, 2 dan 3. 1, 2 dan 4. 1, 2 dan 5.
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 5. PERADABAN AWAL INDONESIA DAN DUNIALATIHAN SOAL BAB 5 1. Perhatikan hasil budaya masa pra aksara berikut ini! 1. Kjokken moddinger 2. Abris souche roche 3. Flakes
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.4. Yunani. Cina. Vietnam. Yunan. Teluk Tonkin
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.4 1. Berdasarkan kesamaan artefak yang ditemukan menurut Prof. H.C Kern nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah...
Manusia Purba Di Indonesia pada Masa Prasejarah
Manusia Purba Di Indonesia pada Masa Prasejarah Masa Prasejarah Indonesia dimulai dengan adanya kehidupan manusia purba yang pada saat itu belum mengenal baca dan tulis. Masa yang juga dikenal dengan nama
BAB I PENDAHULUAN. sangat penting dan berharga. Kebudayaan tersebut dapat menjadi pedoman atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan masyarakat masa lampau merupakan catatan sejarah yang sangat penting dan berharga. Kebudayaan tersebut dapat menjadi pedoman atau pegangan hidup bagi masyarakat
BAB III ZAMAN PRASEJARAH
79 BAB III ZAMAN PRASEJARAH Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari: A.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMA/MA : Mata Pelajaran : Sejarah Kelas/Semester : X/2 Standar Kompetensi : 2. Menganalisa Peradaban Indonesia dan Dunia Kompetensi Dasar : 2.1. Menganalisa Kehidupan
MUNCULNYA MASYARAKAT INDONESIA
MUNCULNYA MASYARAKAT INDONESIA 1. Asal Nama Indonesia 1. Hindia Herodotus (485-425 SM). 2. Nederlandsch Oost Indie Cornelis de Houtman Nederlandsch Indie. 3. Insulinde Edward Douwes Dekker : Multatuli
KRONOLOGIS. Ilmu tentang waktu yang membantu untuk menyusun peristiwa atau kejadian sejarah sesuai urutan waktu terjadinya
No Soal Lingkup Materi MATERI 1,2,3 Peserta didik memahami dan menguasai tentang : Prinsip-prinsip dasar ilmu sejarah (pengetahuan sejarah, ciri-ciri sejarah, unsur-unsur sejarah, konsep waktu, ruang lingkup,
Kebudayaan Ngandong. Di daerah sekitar Ngandong dan Sidorejo dekat Madiun, Jawa Timur, ditemukan
Kebudayaan Ngandong Di daerah sekitar Ngandong dan Sidorejo dekat Madiun, Jawa Timur, ditemukan peralatan-peralatan, seperti : a. Kapak genggam. b. Flake merupakan alat-alat serpih atau alat-alat kecil.
TUGAS KLIPING IPS KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA MASA PRA-AKSARA
TUGAS KLIPING IPS KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA MASA PRA-AKSARA DIBUAT OLEH : AMANDA SOFI IA 7 6 NAMA : AMANDA SOFI IA KELAS : - MAPEL : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP
PERIODISASI GEOLOGIS Azoikum
Zaman batu Zaman batu Zaman batu Zaman ini berlangsung pada masa pleistosen akhir sekira 600.000 taun. Ciri-Ciri Peralatan yang digunakan terbuat dari batu yang masih sangat kasar. Di Indonesia hasil kebudayaan
HANDOUT SEJARAH KEBUDAYAAN BAB I ASAL MULA TIMBULNYA MANUSIA DAN PERADABAN
HANDOUT SEJARAH KEBUDAYAAN BAB I ASAL MULA TIMBULNYA MANUSIA DAN PERADABAN A. Masnusia dan Kebudayaan Prasejarah Secara biologis manusia termasuk golongan mammalia atau binatang menyusui. Kemudian, dari
KISI-KISI SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER 1
KISI-KISI PENILAIAN AKHIR SEMESTER 1 Nama Sekolah : SMA Islam Al-Azhar BSD Alokasi Waktu : 90 menit Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia Jumlah Soal : 50 Kelas / Semester : X / Ganjil Bentuk Soal : Pilihan
Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia Apabila kita cermati, banyaknya suku bangsa di Indonesia berdampak pada munculnya keberagaman bahasa daerah, dan kebudayaan yang berlaku dalam kehidupan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1. Latar belakang Pengertian Megalitik telah banyak disinggung oleh para ahli sebagai suatu tradisi yang menghasilkan batu-batu besar, mengacu pada etimologinya yaitu mega berarti
SOAL ULANGAN HARIAN 1 SEMESTER 1. SK = 1. Memahami lingkungan kehidupan manusia.
SOAL ULANGAN HARIAN 1 SEMESTER 1 Mata Pelajaran = IPS Kelas = VII Hari, tanggal = Waktu = 60 Menit SK = 1. Memahami lingkungan kehidupan manusia. KD = 1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Mata Pelajaran : Sejarah Hari/Tanggal : Jumat, 06 Desember 2013 Kelas/Program : X /(Wajib) Waktu : 90 menit Petunjuk Umum 1 Perhatikan dan ikuti petunjuk
Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah. : Ruang Guru SMA N 2 Banguntapan
LAMPIRAN 89 Lampiran 1. Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Nara Sumber : Ibu Sri Tukiyantini, S.Pd.
Instrumen Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah. 1. Bagaimana kondisi pembelajaran sejarah berlangsung?
LAMPIRAN 114 Lampiran 1. Instrumen Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Instrumen Wawancara Pelaksanaan Pembelajaran dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah Nara Sumber : Ibu.
MODUL 3. Napak Tilas Manusia Indonesia
MODUL 3 MODUL 3 Napak Tilas Manusia Indonesia i Kata Pengantar Daftar Isi Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang karena kondisi geografis, sosial budaya,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tinggalan budaya masa lalu sebagai hasil kreativitas merupakan buah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tinggalan budaya masa lalu sebagai hasil kreativitas merupakan buah pikiran yang dapat berbentuk fisik (tangible) dan non-fisik (intangible). Tinggalan fisik
BAB II KEHIDUPAN PADA MASA PRA AKSARA DI INDONESIA PETA KONSEP. Kata Kunci
BAB II KEHIDUPAN PADA MASA PRA AKSARA DI INDONESIA Setelah mempelajari Bab ini, kalian diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami ciri-ciri kehidupan masyarakat pra aksaran di Indonesia dan peninggalan-peninggalannya.
KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA
Judul KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : I (Satu) Nomor Modul : Sej.I.02 Penulis: Dra. Dwi Hartini Penyunting Materi: Dra. Corry Iriani R., M.Pd. Penyunting Media:
MENGENAL NIAS SEBELUM KEKRISTENAN
CROSS AND ADU MENGENAL NIAS SEBELUM KEKRISTENAN Sudah siap membahas Kondisi Ono Niha sebelum Kekristenan? KATANYA: BERASAL DARI TETEHOLI ANA A YANG DITURUNKAN DI GOMO SIHAYA-HAYA, DAN KEMUDIAN MENYEBAR
SOAL UKK SEJARAH KELAS X
SOAL UKK SEJARAH KELAS X 1. Tokoh yang mendapat sebutan sebagai Bapak Ilmu sejarah yang mengarang buku pertama sejarah, yaitu perang Persia adalah. a. Aristoteles d. Herodotus b. Ibnu Khladun e. Socrates
Makalah Asal Usul Nenek Moyang Indonesia
Makalah Asal Usul Nenek Moyang Indonesia KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunianyalah, Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik,
LAPORAN PENGAMATAN SITUS MANUSIA PURBA SANGIRAN
LAPORAN PENGAMATAN SITUS MANUSIA PURBA SANGIRAN Disusun Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Wawasan Budaya Nusantara Dosen Pengampu Ranang Agung S., S.Pd., M.Sn. Sartika Devi Putri E.A.A NIM. 14148115 Angga
KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA
SEJARAH SEJARAH KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA Standar Kompetensi 2. Standar Menganalisis Kompetensi peradaban I ndonesia dan dunia. Kompetensi 2. Menganalisis Dasar peradaban I ndonesia
Rangkuman Sejarah Persiapan UHBT Kelas 7
Rangkuman Sejarah Persiapan UHBT Kelas 7 Tujuan Belajar Sejarah: Sebagai pedoman hidup Sebagai alat hiburan/tempat rekreasi Untuk mngetahui peristiwa di masa-masa yang lalu I. Zaman-zaman Sebelumnya A.
MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN SEJARAH INDONESIA BAB II INDONESIA MASA PRAAKSARA Dra. Sri Mastuti, P. M. Hum KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Wilayah Kerinci secara administratif merupakan salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Wilayah Kerinci secara administratif merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, wilayahnya mencakup daerah di sepanjang aliran sungai Batang Merangin,
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN WAY KANAN MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LEMBAR SOAL
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN WAY KANAN MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas /
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA Kompetensi Dasar : Kemampuan menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia Indikator : Mendeskripsikan pengertian manusia purba Mengidentifikasi tokoh-tokoh
UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB2-10) 1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan b. Semester : 2 c. Kompetensi Dasar :
UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB2-10) 1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan b. Semester : 2 c. Kompetensi Dasar : 3.10 Menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan,
BAB V PENUTUP. Pemanfaatan gua-gua atau ceruk di sekitar pegunungan karst berasal dari Asia
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Pemanfaatan gua-gua atau ceruk di sekitar pegunungan karst berasal dari Asia Tenggara menjelang akhir plestosen, yang didasarkan akan adanya kebutuhan manusia akan tempat yang
KONDISI GEOGRAFIS CHINA
CHINA WILAYAH CINA KONDISI GEOGRAFIS CHINA Dataran tinggi di bagian barat daya China dengan rangkaian pegunungan tinggi yakni Himalaya. Pegunungan ini berbaris melengkung dan membentang dari Hindukush
BAB I PENDAHULUAN. logam tertentu. Kemampuan ini sangat mengagumkan dan revolusioner. Sehingga
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak berubahnya teknologi batu ke teknologi logam, kehidupan manusia dalam segala aspek sosial, politik, maupun ekonomi menjadi semakin maju (Haryono, 2001: 1).
PRASEJARAH INDONESIA
Tradisi Penguburan Jaman Prasejarah Di Liang Bua dan Gua Harimau E. Wahyu Saptomo Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta PRASEJARAH INDONESIA Prasejarah Indonesia dapat dibagi dua yaitu: - Prasejarah
TINGKATAN II MODUL TEMA 3
TINGKATAN II MODUL TEMA 3 TINGKATAN II MODUL TEMA 3 Peralatan Rumah Tangga i Kata Pengantar Daftar Isi Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang karena
Pengertian. Ragam hias. Teknik. Pada pelajaran Bab 4, peserta didik diharapkan peduli dan melakukan aktivitas berkesenian,
Bab 4 Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu Alur Pembelajaran Pengertian Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu Ragam hias Teknik Menggambar Ragam Hias Ukiran Melukis Ragam Hias di Atas Bahan Kayu Pada
Kajian Perhiasan Tradisional
Kajian Perhiasan Tradisional Oleh : Kiki Indrianti Program Studi Kriya Tekstil dan Mode, Universitas Telkom ABSTRAK Kekayaan budaya Indonesia sangat berlimpah dan beragam macam. Dengan keanekaragaman budaya
Pola pemukiman berdasarkan kultur penduduk
Pola Pemukiman Terpusat Pola Pemukiman Linier Pola pemukiman berdasarkan kultur penduduk Adanya pemukiman penduduk di dataran rendah dan dataran tinggi sangat berkaitan dengan perbedaan potensi fisik dan
TEORI-TEORI TENTANG KEBERADAAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA
TEORI-TEORI TENTANG KEBERADAAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA Oleh : Drs. Marmayadi Drs.Didik Paranto SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA TEORI-TEORI TENTANG KEBERADAAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA Definisi manusia Purba
I.PENDAHULUAN. provinsi di Indonesia. Sebagai bagian dari Indonesia, Lampung tak kalah
1 I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki ragam budaya dan nilai tradisi yang tinggi, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai macam peninggalan yang ditemukan dari berbagai provinsi
B. Kegiatan Pembelajaran KETERKAITAN ANTARA MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA DENGAN MANUSIA MODERN DALAM FISIK DAN BUDAYA
KEGIATAN BELAJAR 9 MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam fisik dan budaya. 4.9 Menyajikan
Lampiran RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER. (RPPB) : SMA Harapan Bangsa Temanggung. Tahun Pelajaran : 2012 / 2013 (SIKLUS I)
Lampiran 44 Lampiran RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER Nama Sekolah MataPelajaran Tingkat Pendidikan Kelas / Semester (RPPB) : SMA Harapan Bangsa Temanggung : Sejarah : SMA : X / II Tahun
Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya
Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya Secara Umum, Pengertian Seni Kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. wujud hasil kebudayaan seperti nilai - nilai, norma-norma, tindakan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keanekaragaman hasil kebudayaan. Keanekaragaman hasil kebudayaan itu bisa dilihat dari wujud hasil kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN. 2003: 13). Megalitik berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Kebudayaan merupakan hasil karya manusia yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beberapa kebudayaan diantaranya dimulai pada masa prasejarah yang
BAB I PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT
MATERI PELAJARAN: IPS SD KELAS 4 SEMESTER I BAB I PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT A. Peninggalan Sejarah Sejarah adalah cerita tentang kehidupan yang benar-benar terjadi di masa lalu. Sedangkan
Untuk memahami lebih lanjut, kamu juga dapat membaca. Adrian B. Lapian (ed), berukuran kecil, dengan volume otak Indonesia Dalam Arus
yang berada di sekitar bukit dengan kondisi tanah yang datar di depannya. Liang Bua merupakan sebuah temuan manusia modern awal dari akhir masa Pleistosen di Indonesia yang menakjubkan yang diharapkan
KUMPULAN BENDA-BENDA KOLEKSI BERDASARKAN JAMAN/MASA DARI MUSEUM BULELENG
KUMPULAN BENDA-BENDA KOLEKSI BERDASARKAN JAMAN/MASA DARI MUSEUM BULELENG BENDA-BENDA YANG BERUSIA ABAD KE 10 14 MASEHI 1. BATU PIPISAN Batu Pipisan berkaki ini menyerupai meja dalam ukuran kecil berfungsi
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Standar Kompetensi : Memahami Lingkungan Kehidupan Manusia
70 LAMPIRAN A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP Mata Pelajaran : SMP N 1 Turi : IPS Materi Sejarah Kelas/Semester : VII A / 1 Standar Kompetensi : Memahami Lingkungan Kehidupan Manusia Kompetensi
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN KETERKAITAN ANTARA MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA DENGAN MANUSIA MODERN DALAM FISIK DAN BUDAYA
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN KETERKAITAN ANTARA MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA DENGAN MANUSIA MODERN DALAM FISIK DAN BUDAYA KEGIATAN BELAJAR 9 MANUSIA PURBA INDONESIA DAN DUNIA Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis
BAB I PENDAHULUAN. kerang, sekam padi, atau pecahan tembikar yang dihaluskan (grog), mempunyai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Sentang adalah sebuah desa yang ada di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara. Beberapa perempuan di Desa Sentang memiliki keahlian dalam membuat
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pada masa lalu, wilayah nusantara merupakan jalur perdagangan asing
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada masa lalu, wilayah nusantara merupakan jalur perdagangan asing yang sangat strategis, yang terletak di tengah-tengah jalur perdagangan yang menghubungkan antara
JEJAK MIGRASI PENGHUNI PULAU MISOOL MASA PRASEJARAH
JEJAK MIGRASI PENGHUNI PULAU MISOOL MASA PRASEJARAH Klementin Fairyo (Balai Arkeologi Jayapura) Abstrack Humans and the environment are interrelated and inseparable. Environment provides everything and
DAN PEMBAHASAN. untuk SMA/MA
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN SEJARAH INDONESIA untuk SMA/MA Kelas X 7 Nama Sekolah : Menuju Pembelajaran Tuntas Diterbitkan oleh CV Sindunata Jl. Diponegoro No. 123 Kartasura, Sukoharjo 57166 Telp. (0271)
PEMETAAN STANDAR ISI
PEMETAAN STANDAR ISI MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER : SEJARAH : X / I STANDART KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR THP INDIKATOR THP MATERI POKOK 1. Memahami prinsip dasar ilmu 1.1 Menjelaskan pengertian dan
BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki lingkungan geografis. Dari lingkungan geografis itulah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kekompleksitasan Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki lingkungan geografis. Dari lingkungan geografis itulah membuat Indonesia menjadi
WAWASAN BUDAYA NUSANTARA. Disusun Oleh : 1. Levi Alvita Y / Bayu Setyaningrum / Winda Setya M /
WAWASAN BUDAYA NUSANTARA Disusun Oleh : 1. Levi Alvita Y / 14148126 2. Bayu Setyaningrum / 14148127 3. Winda Setya M / 14148128 Institut Seni Indonesia Surakarta 2015/2016 PERGERAKAN MANUSA DISANGIRAN
1. PENDAHULUAN. Kepulauan Indonesia adalah tuan rumah budaya megalitik Austronesia di masa lalu
1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepulauan Indonesia adalah tuan rumah budaya megalitik Austronesia di masa lalu dan sekarang. Bangunan megalitik hampir tersebar di seluruh kepulauan Indonesia,
Contoh Soal Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas 8 SMP/MTs
Contoh Soal Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas 8 SMP/MTs Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar 1. Tekanan ke atas dari magma, gerak lempeng, dan energi yang terkumpul dapat
Institut Teknologi Sumatera Lampung Selatan, 2018 Pengenalan Lingkungan dan Potensi Daerah (Sumatera)
Sub Topik: - Alur Persebaran Manusia di Pulau Sumatera - Suku-suku di Pulau Sumatera - Dinamika Peradaban di Pulau Sumatera Institut Teknologi Sumatera Lampung Selatan, 2018 Pengenalan Lingkungan dan Potensi
BAB I PENDAHULUAN. Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ternyata tidak
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ternyata tidak semata-mata mengakibatkan permusuhan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya, melainkan
Coon: Paleomongolid (kecoklatan) = Mongolid asli (kuning) + Weddid (hitam) Howells: keturunan 3 ras = hitam, kuning dan putih.
Coon: Paleomongolid (kecoklatan) = Mongolid asli (kuning) + Weddid (hitam) Howells: keturunan 3 ras = hitam, kuning dan putih. Ras putih di Iran pindah ke Asia Timur: menyeberang ke Jepang jadi bangsa
INTRODUCTION: INTERNATIONAL RELATIONS IN SOUTHEAST ASIA
INTRODUCTION: INTERNATIONAL RELATIONS IN SOUTHEAST ASIA by: Dewi Triwahyuni INTERNATIONAL RELATIONS DEPARTMENT COMPUTER UNIVERSITY OF INDONESIA (UNIKOM) BANDUNG 2013 1 SOUTHEAST ASIA (SEA) 2 POSISI GEOGRAFIS
Budaya Banten Tingkat Awal
XIX. Budaya Banten Tingkat Awal Penelusuran sejarah kebudayaan manusia sangat diperlukan sebagai rekam jejak untuk mengetahui tingkat peradaan suatu bangsa. Asal usul manusia yang tinggal di wilayah tertentu
I. PENDAHULUAN. Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi wisata
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan dan diupayakan menjadi daya tarik wisata daerah. Potensi wisata tersebut
I.PENDAHULUAN. kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah berupa folklor yang hidup dalam masyarakat.
I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah Negara kepulauan, yang memiliki berbagai macam suku bangsa yang kaya akan kebudayaan serta adat istiadat, bahasa, kepercayaan, keyakinan dan kebiasaan
Mengenal Jenis, Bentuk, dan Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa Tradisional Daerah Setempat
Mengenal Jenis, Bentuk, dan Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa Tradisional Daerah Setempat : Umi Faradillah, S.Pd Standar Kompetensi Mengapresiasi Karya Seni Rupa Kompetensi Dasar 1. Mengidentifikasi jenis
: Restu Gunawan, Sardiman AM, Amurwani Dwi L., Mestika Zed, Wahdini Purba, Wasino, dan Agus Mulyana.
Hak Cipta 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka
BAB I PENDAHULUAN. Sejarah dalam bahasa Indonesia merupakan peristiwa yang benar-benar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejarah dalam bahasa Indonesia merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi rajaraja yang memerintah.
II. UNSUR GEOGRAFI DAN PENDUDUK DI KAWASAN ASIA TENGGARA
II. UNSUR GEOGRAFI DAN PENDUDUK DI KAWASAN ASIA TENGGARA A. Pengertian Interprestasi Peta Unsur geografis adalah keadaan alam di muka bumi yang membentuk lingkungan geografis adalah bentang alam, letak,
S I L A B U S SATUAN PENDIDIKAN : MAN KOTO BARU SOLOK KELAS / SEMESTER : X / 1
S I L A B U S SATUAN PENDIDIKAN : MAN KOTO BARU SOLOK MATA PELAJARAN : SEJARAH INDONESIA KELAS / SEMESTER : X / 1 KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati
SIMBOL SIMBOL KEBUDAYAAN SUKU ASMAT
SIMBOL SIMBOL KEBUDAYAAN SUKU ASMAT MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Komunikasi Lintas Budaya Oleh : Jesicarina (41182037100020) PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS KOMUNKASI
SEJARAH PROBLEM SET SUPERINTENSIF SBMPTN 2016 PEMBAHASAN
PEMBAHASAN PROBLEM SET SEJARAH SUPERINTENSIF SBMPTN 2016 1. Jawaban : B Pengertian sejarah secara negatif menurut Kuntowijoyo adalah, 1. Sejarah bukan sastra, sejarah berbeda dengan sastra, sastra biasanya
Lamipran 1. Surat Keterangan Penelitian
Lamipran 1. Surat Keterangan Penelitian 45 Lampiran 2. Silabus Mata Pelajaran Sejarah Kelas X SMA Kristen 1 Salatiga 2012/2012 46 47 48 49 Lampiran 3. Hasil Ulangan Harian Kelas X-3 SMA Kristen 1 Salatiga
WAWASAN BUDAYA NUSANTARA OBSERVASI SANGIRAN. Dosen Pengampu : Ranang Agung S., S.Pd., M.Sn.
WAWASAN BUDAYA NUSANTARA OBSERVASI SANGIRAN Dosen Pengampu : Ranang Agung S., S.Pd., M.Sn. Oleh: Muhammad Faried (14148116) Alim Yuli Aysa (14148137) Jurusan Seni Media Rekam Fakultas Seni Rupa dan Desain
BAB I PENDAHULUAN. Dalam periodesasinya disebut seni prasejarah indonesia. Seni prasejarah disebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa perkembangan seni rupa Indonesia dimulai sejak zaman prasejarah. Dalam periodesasinya disebut seni prasejarah indonesia. Seni prasejarah disebut juga seni primitif.
SENI KRIYA. Drs. Hery Santosa, M. Sn. DRS. TAPIP BAHTIAR, M.Ds. APRESIASI KARYA SENI KRIYA NUSANTARA. tbahtiarapresiasisenikriya'2008 1
SENI KRIYA APRESIASI KARYA SENI KRIYA NUSANTARA Drs. Hery Santosa, M. Sn. DRS. TAPIP BAHTIAR, M.Ds. tbahtiarapresiasisenikriya'2008 1 SKEDUL PEMBELAJARAN Apersepsi Strategi belajaran Teori seni kriya Konsep
