BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Ade Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fungsi agregasi adalah suatu fungsi yang menerima sebuah koleksi (set atau multiset) nilai sebagai masukan dan mengembalikan sebuah nilai [SIL02]. Beberapa fungsi agregasi yang umumnya dikenal adalah AVG (rata-rata), MIN (minimum), MAX (maksimum), SUM (total), dan COUNT (jumlah). Operator agregasi pada sistem basis data menerima masukan berupa relasi atau atribut dari sebuah relasi dan mengembalikan keluaran sebuah nilai atau relasi summary. Pemrosesan operator agregasi ini biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu mempartisi relasi masukan menjadi beberapa kelompok tuple dengan nilai yang identik untuk satu atau lebih atribut, kemudian menerapkan fungsi agregasi untuk masing-masing kelompok tuple tersebut [BOH06]. Penerapan fungsi agregasi pada basis data memiliki peranan yang cukup penting, terutama pada aplikasi seperti data warehouse yang membutuhkan summary dari keseluruhan data. Saat ini, aplikasi basis data pada dunia nyata, seperti pada bidang keuangan, medis, dan sains, banyak yang membutuhkan pengelolaan aspek waktu dari data yang disimpan. Basis data yang mendukung aspek waktu, di luar waktu yang didefinisikan oleh user (user-defined time), disebut basis data temporal [JEN98]. Aspek temporal yang umumnya didukung oleh basis data temporal adalah valid time yang berkaitan dengan keberlakuan data di dunia nyata dan transaction time yang berkaitan dengan waktu ketika data dicatat pada basis data. Dengan adanya aspek temporal ini, maka pemrosesan fungsi agregasi pada basis data temporal akan menjadi lebih kompleks karena harus memperhatikan dimensi waktu dari data yang disimpan. Biasanya pemrosesan fungsi agregasi terhadap data temporal memerlukan proses tambahan pada saat mempartisi relasi masukan menjadi kelompok tuple, yaitu mengelompokkan data yang memiliki keberlakuan waktu yang sama. Sebenarnya saat ini sudah ada beberapa metode yang dikembangkan untuk memproses fungsi agregasi pada basis data temporal seperti pada [MOT97, KIM99, MOO00, GOV03, TAO04, BOH06]. Namun mereka hanya membahas pemrosesan fungsi agregasi untuk relasi valid-time, yaitu relasi yang hanya mendukung dimensi temporal valid time. Sedangkan untuk relasi bitemporal, yaitu relasi yang mendukung dimensi temporal valid time dan transaction time, belum ada yang membahas. Agar penanganan fungsi agregasi pada basis data temporal yang ada dapat digunakan untuk relasi bitemporal, maka dibutuhkan suatu pengembangan sehingga aspek waktu yang ditangani tidak hanya valid time saja, tetapi juga meliputi transaction time. I-1
2 I-2 Salah satu algoritma yang telah dikembangkan untuk memproses fungsi agregasi untuk relasi valid time adalah aggregation tree [KLI95]. Algoritma ini menggunakan struktur pohon untuk mengelompokkan data yang memiliki keberlakuan waktu yang sama. Setelah pohon dibangun, nilai agregasi dapat dihitung dengan prosedur depth first search. Salah satu kekurangan dari algoritma ini adalah dalam hal penanganan query dengan fungsi agregasi yang mengandung klausa GROUP BY di mana sebelum diproses relasi masukan harus dipartisi terlebih dahulu berdasarkan nilai suatu atribut. Dengan algoritma ini, penanganan jenis query tersebut mengharuskan pembangunan pohon untuk masing-masing kelompok tuple. Agar pemrosesan query dengan GROUP BY tidak perlu membangun sejumlah pohon, dibutuhkan modifikasi terhadap struktur aggregation tree. Untuk memodelkan relasi bitemporal, para ahli telah mengembangkan suatu model konseptual yang disebut dengan bitemporal conceptual data model (BCDM). Ide utama dari BCDM adalah menambahkan aspek temporal ke dalam fakta yang tersimpan pada basis data dengan tetap mempertahankan kesederhanaan model relasional. Setiap tuple pada basis data diberikan timestamp yang berupa himpunan (tt, vt) yang berarti pada status basis data di waktu tt (transaction time), fakta yang tersimpan pada tuple valid di dunia nyata pada waktu vt (valid time). Walaupun strukturnya sederhana, namun representasi internal BCDM sulit untuk diimplementasikan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu model representasi yang memungkinkan model konseptual ini dapat diimplementasikan pada sebuah relational database management system (RDBMS). Beberapa model representasi relasi bitemporal baik dengan bentuk relasi 1NF (First Normal Form) maupun N1NF (Non First Normal Form) telah diusulkan, dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing [JEN94]. Pada bentuk 1NF, aspek waktu dilekatkan pada tuple, sedangkan pada bentuk N1NF, aspek waktu dilekatkan pada level atribut. Salah satu permasalahan pada bentuk 1NF adalah redundansi data. Sedangkan pada N1NF, permasalahan muncul karena hingga saat ini RDBMS yang ada hanya melakukan pengelolaan data dalam bentuk 1NF, sehingga bentuk N1NF tidak dapat diimplementasikan secara langsung pada RDBMS. Beberapa bahasa query telah dikembangkan untuk memudahkan perancangan basis data temporal. Bahasa query ini disebut dengan bahasa query temporal. Umumnya bahasa query temporal merupakan pengembangan dari bahasa query relasional dengan menambahkan beberapa keyword dan sintaks untuk query yang membutuhkan penanganan dimensi waktu yang didukung oleh basis data temporal (query temporal). Salah satu bahasa tersebut adalah TSQL2 yang dikembangkan dari bahasa query SQL92. Karena relasi bitemporal pada tugas akhir ini diimplementasikan pada RDBMS, dibutuhkan suatu mekanisme konversi query temporal, dalam hal ini query retrieval yang mengandung fungsi agregasi, menjadi bahasa query relasional, sehingga query temporal terhadap relasi bitemporal dapat diproses.
3 I Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, maka rumusan masalah yang akan dikaji pada tugas akhir ini adalah: 1. Bagaimana fungsi agregasi diterapkan pada data temporal yang memperhatikan aspek temporal dari data, terutama pada relasi bitemporal. 2. Bagaimana mengembangkan lebih lanjut metode pemrosesan fungsi agregasi menggunakan aggregation tree untuk relasi valid-time sehingga dapat digunakan untuk relasi bitemporal. 3. Bagaimana memodifikasi aggregation tree agar dapat menangani query yang mengandung klausa GROUP BY tanpa harus membangun pohon untuk masing-masing kelompok tuple relasi masukan, dan dapat memproses query yang mengandung fungsi agregasi spesifik temporal. 4. Bagaimana melakukan konversi query temporal dengan fungsi agregasi dalam bahasa TSQL2 menjadi bahasa query standar SQL92 untuk mendukung metode pemrosesan agregasi terhadap relasi bitemporal yang disimpan dalam sebuah RDBMS. 1.3 Tujuan Tujuan utama dari tugas akhir ini adalah melakukan analisis penanganan fungsi agregasi pada relasi bitemporal dengan mengembangkan lebih lanjut algoritma aggregation tree. Adapun tujuan lebih rinci yang ingin dicapai pada pelaksanaan tugas akhir ini adalah: 1. Menganalisis penerapan fungsi agregasi pada relasi bitemporal. 2. Memahami metode pemrosesan fungsi agregasi yang telah dikembangkan untuk relasi validtime menggunakan aggregation tree. 3. Melakukan modifikasi terhadap aggregation tree agar dapat menangani query dengan klausa GROUP BY tanpa harus membangun pohon untuk masing-masing kelompok tuple relasi masukan, dan dapat memproses query yang mengandung fungsi agregasi spesifik temporal. 4. Menentukan sebuah metode pemrosesan query temporal dalam bahasa TSQL2 yang mengandung fungsi agregasi terhadap relasi bitemporal yang disimpan pada RDBMS. 5. Membangun sebuah perangkat lunak sebagai antarmuka (middleware) yang dapat memproses masukan query temporal dengan fungsi agregasi terhadap suatu relasi bitemporal yang telah direpresentasikan pada sebuah RDBMS dan kemudian menampilkan hasilnya. 1.4 Batasan Masalah Pelaksanaan tugas akhir ini menggunakan batasan-batasan sebagai berikut: 1. Query yang ditangani adalah query retrieval data dengan operator fungsi agregasi yang tidak mengandung subquery dan operasi himpunan, serta hanya melibatkan sebuah relasi. 2. Kapasitas memory yang digunakan untuk pemrosesan agregasi diasumsikan tidak berhingga.
4 I-4 3. Mengadopsi sintaks query temporal TSQL2, yang dikembangkan berdasarkan BCDM dan merupakan ekstensi dari SQL92 yang banyak digunakan sebagai bahasa query standar oleh RDBMS umumnya. 4. Perangkat lunak hanya spesifik untuk sebuah RDBMS tertentu. 1.5 Metodologi Pelaksanaan tugas akhir ini menggunakan metodologi dengan tahapan sebagai berikut: 1. Studi literatur Pada tahap ini, dipelajari berbagai macam literatur yang terkait dengan topik tugas akhir, seperti literatur yang membahas tentang basis data temporal, model representasi relasi bitemporal pada RDBMS, sintaks query temporal TSQL2 secara umum dan yang terkait dengan fungsi agregasi, serta literatur mengenai pemrosesan fungsi agregasi pada basis data konvensional maupun pada basis data temporal relasi valid-time terutama mengenai aggregation tree. 2. Analisis permasalahan Hal-hal yang dianalisis pada tahap ini meliputi: a. Penerapan fungsi agregasi terhadap data temporal pada relasi bitemporal. b. Penerapan algoritma aggregation tree untuk relasi bitemporal. c. Modifikasi aggregation tree untuk penanganan fungsi agregasi spesifik temporal dan klausa GROUP BY. d. Metode pemrosesan query temporal dengan fungsi agregasi dalam bahasa TSQL2 terhadap relasi bitemporal yang disimpan pada RDBMS. 3. Pembangunan perangkat lunak Tahap ini dapat dibagi menjadi beberapa sub-tahap sebagai berikut: a. Analisis kebutuhan perangkat lunak. b. Perancangan perangkat lunak berdasarkan hasil analisis, termasuk di dalamnya perancangan antarmuka Graphical User Interface (GUI). c. Implementasi perangkat lunak. 4. Pengujian hasil analisis metode pemrosesan fungsi agregasi didasarkan pada hasil query menggunakan perangkat lunak yang telah dibangun. 5. Penarikan kesimpulan berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan. 1.6 Sistematika Pembahasan Buku laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan sistematika pembahasan sebagai berikut: BAB I Berisi pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi, dan sistematika pembahasan buku tugas akhir.
5 I-5 BAB II Berisi dasar teori yang menjelaskan tentang teori-teori terkait pelaksanaan tugas akhir yaitu mengenai basis data temporal, BCDM dengan model representasinya, dan fungsi agregasi termasuk algoritma pemrosesan agregasi yang sudah dikembangkan sebelumnya. BAB III Berisi analisis permasalahan yang meliputi analisis fungsi agregasi pada relasi bitemporal, jenis-jenis query temporal terhadap relasi bitemporal, algoritma pemrosesan agregasi menggunakan aggregation tree termasuk modifikasi yang diperlukan untuk dapat diterapkan pada relasi bitemporal dan menangani fungsi agregasi spesifik temporal dan klausa GROUP BY, serta pemrosesan query temporal terhadap relasi bitemporal yang disimpan dalam RDBMS hingga mendapatkan hasilnya. BAB IV Berisi penjelasan mengenai pembangunan perangkat lunak untuk menguji analisis yang telah dilakukan sebelumnya beserta pengujian yang dilakukan. BAB V Berisi kesimpulan dari pelaksanaan tugas akhir dan saran untuk pengembangan selanjutnya.
BAB III ANALISIS PERMASALAHAN
BAB III ANALISIS PERMASALAHAN Hal-hal yang dianalisis pada bab ini meliputi: 1. Aspek waktu yang akan digunakan. 2. Fungsi agregasi pada relasi bitemporal. 3. Jenis query retrieval yang mengandung fungsi
PENERAPAN AGGREGATION TREE UNTUK PENANGANAN FUNGSI AGREGASI PADA RELASI BITEMPORAL
PENERAPAN AGGREGATION TREE UNTUK PENANGANAN FUNGSI AGREGASI PADA RELASI BITEMPORAL LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana oleh : Nurkholis Madjid / NIM 13503047 PROGRAM STUDI
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Basis Data Temporal Aspek Waktu
BAB II DASAR TEORI Dasar teori yang akan diuraikan dalam bab ini mencakup empat hal utama yang menjadi fokus tugas akhir, yaitu konsep basis data temporal, Bitemporal Conceptual Data Model (BCDM), operasi
BAB 1 PENDAHULUAN. Seorang Database Designer sering kali diharuskan untuk membuat model schema
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seorang Database Designer sering kali diharuskan untuk membuat model schema dari model konseptual yang ditangkap dari analisa lingkungan basis data yang akan berjalan.
PERTEMUAN 5 PENGGUNAAN FUNGSI GROUP
PERTEMUAN 5 PENGGUNAAN FUNGSI GROUP Tujuan Pembelajaran : Mengidentifikasi Fungsi Group yang tersedia Menggambarkan Penggunaan dari Fungsi Group Mengelompokkan data dengan Klausa GROUP BY Meng-include
Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai
Basis Data Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai Duplikasi data Data yg sama terletak pada
Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data
Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan proses belajar mengenai Pengenalan SQL, mahasiswa dapat mendefinisikan dan memanipulasi sistem basis data menggunakan bahasa SQL dengan tepat Tujuan Pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang I-1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Suatu pekerjaan yang tidak dijadwalkan dengan baik akan memberikan hasil yang mungkin tidak seoptimal pekerjaan yang dijadwalkan dengan baik. Sebagai contoh adalah
Basis Data. Bagian IV SQL (2) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan
Basis Data Bagian IV SQL (2) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Fungsi Agregasi Fungsi agregasi digunakan untuk melakukan operasi pada kelompok-kelompok baris data. Fungsi ini
MODUL IV FUNGSI AGREGAT
MODUL IV FUNGSI AGREGAT A. TUJUAN Memahami fungsi-fungsi agregat dan penggunaannya. Memahami operasi pengelompokan data. Mampu menyelesaikan kasus-kasus yang melibatkan penggunaan fungsifungsi agregat.
PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA
Latar Belakang PENDAHULUAN Analisis data historis dan pengolahan data multidimensi bukan merupakan hal yang baru untuk mendukung suatu pengambilan keputusan. Namun perubahan objek data yang dicatat, membuat
Oracle Academic Initiative
Oracle Academic Initiative Oracle9i Introduction to SQL Oleh: Tessy Badriyah, SKom.MT Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya BAB 6 : Aggregate Data dg Fungsi
BAB 1 PENDAHULUAN. penting dan digunakan di hampir setiap area dari keseluruhan cabang ilmu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era sekarang ini, teknologi penerapan sistem basis data sudah berkembang dengan sangat pesat. Sistem basis data merupakan salah satu komponen yang penting dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi selalu dituntut untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan di segala bidang kehidupan yang semakin lama semakin meningkat dan
BAB 2 LANDASAN TEORI. pengolahan data, pengolahan gambar, pengolahan angka, dan lainnya.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Aplikasi Aplikasi merupakan komponen atau perangkat lunak pendukung sistem operasi yang bisa digunakan untuk keperluan membantu kerja manusia sehari-hari seperti pengolahan
BAB III METODOLOGI 3.1. Prosedur Penelitian Identifikasi Masalah
BAB III METODOLOGI Dalam penelitian ini metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektik, valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Maka
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Teknik Struktur Data dan Data Mining merupakan salah satu ilmu komputer yang penting dan menarik perhatian teori informatika. Saat ini teknik ini sudah
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG
M O D U L S Q L SISTEM BASIS DATA 2 Disusun oleh : Siti Yuliyanti, ST SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG Jl. Brigjen Katamso No.92 Km 2.5 Tanjungpinang Kepulauan Riau November 24, 2010 SQL
BAB II LANDASAN TEORI. seorang pimpinan atau manajer didalam organisasi untuk mencapai tujuan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Payment Management Control. Manajemen merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan atau manajer didalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem database yang digunakan oleh manusia hanya mampu menangani data yang bersifat pasti (crisp), begitu pula pada query yang menggunakan bahasa Structured Query
MODUL 3. View PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE
MODUL 3 View PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE Tujuan Pembelajaran : Memahami definisi View Dapat membuat View Dapat Memanggil data melalui View Merubah definisi
PENGERTIAN DATABASE MySQL
PENGERTIAN DATABASE MySQL RAHMAT AMIN [email protected] Abstrak Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman dan kompleksnya kehidupan, maka manusia menginginkan tersedianya informasi yang tepat dan akurat dalam mengambil keputusan.
Basis Data. Bab 1. Sistem File dan Basis Data. Sistem Basis Data : Perancangan, Implementasi dan Manajemen
Bab 1 Sistem File dan Sistem : Perancangan, Implementasi dan Manajemen Pengenalan Konsep Utama Data dan informasi Data - Fakta belum terolah Informasi - Data telah diproses Manajemen data Basis data Metadata
Structured Query Language
Structured Query Language DML (Data Manipulation Language) 31 Mei 2006 2006, M. Ramadhan 1 Pendahuluan Yang akan dibahas: Data Manipulation Language (DML) Pernyataan SQL untuk: Menemukan kembali data dalam
Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu teknologi informasi berbasis komputer yang digunakan untuk memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan
Data Warehousing dan Decision Support
Bab 9 Data Warehousing dan Decision Support POKOK BAHASAN: Hubungan antara Data Warehouse dan Decision Support Model Data Multidimensi Online Analytical Processing (OLAP) Arsitektur Data Warehouse Implementasi
BASIS DATA MODEL BASIS DATA
BASIS DATA MODEL BASIS DATA APA ITU MODEL BASIS DATA? Model database menunjukkan struktur logis dari suatu basis data, termasuk hubungan dan batasan yang menentukan bagaimana data dapat disimpan dan diakses.
BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model)
BAB II PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA Bab ini akan membahas lebih lanjut mengenai arsitektur sistem basis data dan pengembangan sistem basis data. Sistem basis data tidak berdiri sendiri, tetapi selalu
SQL Server merupakan program yang dirancang khusus untuk berkomunikasi dengan database relasional guna mendukung aplikasi dengan arsitektur
MANAJEMEN DATABASE SQL Server merupakan program yang dirancang khusus untuk berkomunikasi dengan database relasional guna mendukung aplikasi dengan arsitektur client-server. Konsep penerapannya adalah
TUGAS DATA WAREHOUSE & DATA MINING OLAP, OPERASI OLAP & MOLAP
TUGAS DATA WAREHOUSE & DATA MINING OLAP, OPERASI OLAP & MOLAP OLEH: VIVIAN WIJAYA (15 62 003) JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS ATMA JAYA MAKASSAR 2017 OLAP, OPERASI OLAP
1. Definisi Basis Data 2. Elemen Basis Data. 3. Model Basis Data 4. Terminologi dalam Basis Data
PENJELASAN UMUM MATA KULIAH Kode Mata Kuliah : MKB-36422 Mata Kuliah : Komputer Terapan 3 Semester : 3 (Tiga) S K S : 3 (Tiga) Jam per minggu : 5 (Lima) Program Studi : D4 Akuntansi Manajerial Jurusan
Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau
DATA BASE Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efisien. Sebagai contoh
1. Mahasiswa mampu mengenal dan memahami Bahasa Pemrograman MySQL 2. Mahasiswa mampu mengimplementasikan DDL dan DML.
A. TUJUAN 1. Mahasiswa mampu mengenal dan memahami Bahasa Pemrograman MySQL 2. Mahasiswa mampu mengimplementasikan DDL dan DML. B. ALAT DAN BAHAN 1. Personal komputer. 2. Aplikasi MySQL. C. TEORI SINGKAT
PERSYARATAN PRODUK. 1.1 Pendahuluan Latar Belakang Tujuan
BAB 1 PERSYARATAN PRODUK Bab ini membahas mengenai hal umum dari produk yang dibuat, meliputi tujuan, ruang lingkup proyek, perspektif produk, fungsi produk dan hal umum yang lainnya. 1.1 Pendahuluan Hal
«Pengenalan Database Temporal:
«Pengenalan Database Temporal: Database temporal merupakan database non-relational yang terintegrasi dengan aspek waktu, misalnya model data temporal dan versi temporal dari bahasa query terstruktur. Lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kemiskinan merupakan hal yang sangat kompleks. Di wilayah Kecamatan Bantul, seorang warga disebut sebagai keluarga miskin berdasarkan beberapa aspek seperti
PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI
PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis manajemen file tradisional. Perkembangan komputer
PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN DATA LANJUT
PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN DATA LANJUT Pendahuluan Kebutuhan pengambilan data seringkali tidak hanya menampilkan field-field yang terdapat pada sebuah tabel. Adakalanya dibutuhkan kalkulasi dari field-field
Model dan Aljabar Relasional. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:
Model dan Aljabar Relasional Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Email: rima@[email protected] Wa: 087731680017 RECORD BASED DATA MODEL Model Hierarkikal Model Jaringan Model Relasional Struktur Hirarki
BAB 1 PENDAHULUAN. menyimpan data di dalam relasi-relasi. mengontrol akses ke basis data, dibuatlah suatu sistem piranti lunak yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini membuat kebutuhan suatu sistem penyimpanan data yang baik semakin meningkat. Dahulu data disimpan dalam bentuk file-file yang terpisah
DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..
DAFTAR ISI RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR.... UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI.. DAFTAR GAMBAR..... DAFTAR TABEL.. DAFTAR SIMBOL.... Hal. i ii iv vii ix x BAB I
Basis Data Relational
Basis Data Relational Kebanyakan model yang digunakan adalah Model basis data relasional dengan menggunakan Relational Database Management System (RDBMS). RDBMS menyediakan layanan pengorganisasian data
Program permainan (game) merupakan salah satu implementasi dari. bidang ilmu komputer. Perkembangan permainan pada masa kini sudah sangat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Program permainan (game) merupakan salah satu implementasi dari bidang ilmu komputer. Perkembangan permainan pada masa kini sudah sangat pesat dan telah menjadi
Database Systems: Lab. Actvity 3: Fungsi-Fungsi MySql Advance. Pendahuluan. Pendahuluan
1 Database Systems: Lab. Actvity 3: Fungsi-Fungsi MySql Advance Agenda. Pendahuluan Fungsi Having Fungsi SubSelect 2 Pendahuluan Pendahuluan Merealisasikan pemodelan data konseptual menggunakan tipe tabel
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa perangkat lunak merupakan kegiatan analisis, desain, konstruksi, verifikasi dan manajemen kesatuan teknik yang dikerjakan dalam suatu kerangka
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan
6/26/2011. Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. Menurut Vidette Poe
Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi subjek,terintegrasi,time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan management
BAB III ANALISIS. III.1 Gambaran Global MMORPG
BAB III ANALISIS Bab ini mengemukakan analisis yang dilakukan terhadap MMORPG. Analisis yang dilakukan adalah analisis karakteristik fungsional, analisis karakteristik non fungsional. Setelah itu, akan
MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI UNTUK UKM Berlia Setiawan 1, Kodrat Imam Satoto 2, Adian Fatchurrohim 2
MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI UNTUK UKM Berlia Setiawan 1, Kodrat Imam Satoto 2, Adian Fatchurrohim 2 Abstrak - Sistem Informasi pada masa kini memiliki peranan yang penting terhadap
BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi sudah merupakan satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi merupakan suatu kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada saat ini data atau informasi sangatlah penting bagi suatu perusahaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini data atau informasi sangatlah penting bagi suatu perusahaan, tidak peduli ukuran dari bentuk perusahaan tersebut. Namun semakin besar perusahaan
MINGGU XI : SQL SERVER
MINGGU XI : SQL SERVER Kompetensi Khusus - Setelah mengikuti perkuliahan ini mampu mengelola data dalam SQL Server melalui C# Persyaratan Khusus - Telah mengambil mata kuliah Sistem Basis Data atau Perancangan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Dalam membangun aplikasi ini, terdapat teori-teori ilmu terkait yang digunakan untuk membantu penelitian serta menyelesaikan permasalahan yang ada berkaitan dengan sistem yang akan
MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Graf adalah suatu himpunan simpul yang dihubungkan dengan busurbusur. Pada sebuah graf hubungan antar simpul yang dihubungkan oleh busur memiliki sebuah keterkaitan.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini kebutuhan penggunaan teknologi informasi dalam semua bidang semakin meningkat, terutama pada bidang Ilmu Komputer. Salah satunya adalah penggunaan komputer
BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan Dinas Kesehatan kota Medan harus sering melakukan sosialisasi
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Banyaknya jenis penyakit yang menyerang balita dalam masa terakhir ini menyebabkan Dinas Kesehatan kota Medan harus sering melakukan sosialisasi mengenai jenis penyakit
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
xi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini membuat perubahan perilaku dalam pencarian informasi yang berdampak bagi lembagalembaga yang bergerak
BAB 4 METODOLOGI. Pengembangan sistem..., Niken Ayu Damayanti, FKM UI, Universitas Indonesia
BAB 4 METODOLOGI Metode yang dipakai dalam Pengembangan Sistem Informasi Program Imunisasi di Puskesmas Kelapa Dua Kabupaten Tangerang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, telaah
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Dalam merancang sistem perlu dikaji tentang konsep dan definisi dari sistem. Menurut Davis (1984: 68) sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian saling
Model Relasional Basis Data
Modul ke: 03 Sabar Fakultas ILMU KOMPUTER Model Relasional Basis Data Mata Kuliah: Basis Data Rudiarto, S.Kom., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika Materi Yang Akan Disampaikan Pengertian Keuntungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Menurut Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc; 2011:1. Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pada umumnya membuat sebuah task list masih dibuat dengan cara manual, yaitu mencatatkan daftar tugas yang akan kita lakukan pada sebuah kertas. Pengecekan waktu juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan yang memiliki jasa pengiriman barang yang bergerak di dalam kota mempunyai beberapa masalah. Salah satu analisis yang bisa dilakukan adalah
PEMROSESAN QUERY. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom
PEMROSESAN QUERY Gentisya Tri Mardiani, S.Kom Pendahuluan Pemrosesan terhadap query di dalam suatu basis data dilakukan dengan menggunakan bahasa query (query language) Bahasa query formal basis data relasional
KATA PENGANTAR. Maha Esa, yang telah berkenan memelihara dan membimbing penulis, sehingga
KATA PENGANTAR Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memelihara dan membimbing penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan pengerjaan dan penyusunan
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Pendahuluan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Pendahuluan Dalam kegiatan manusia sehari-hari, terutama dalam kegiatan transaksi, seperti transaksi perbankan, rekam medis, transaksi jual beli dan transaksi lainnya harus dicatat
BAB 1 I PENDAHULUAN. terbarukan untuk mengelola dan mengolah data tersebut. Perkembangan database
BAB 1 I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat dengan data yang berjumlah cukup besar dan juga semakin dibutuhkannya sebuah pengembangan terbarukan untuk mengelola
@Tessy Badriyah, SKom. MT. PERTEMUAN 12 VIEW
PERTEMUAN 12 VIEW Tujuan Pembelajaran : Memahami definisi View Dapat membuat View Dapat Memanggil data melalui View Merubah definisi View Insert, Update, dan Delete data melalui View Menghapus (drop) view
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. ditujukan untuk menangani pencarian spesifikasi komputer yang sesuai dengan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III. Analisis Masalah Sistem yang dibuat pada studi kasus pemilihan spesifikasi komputer ini, ditujukan untuk menangani pencarian spesifikasi komputer yang sesuai
Abstrak BAB I PENDAHULUAN
Abstrak Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, khususnya dalam bidang komputer sangat membantu manusia dalam melakukan pekerjaan sehingga mendapatkan hasil
Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya,
BASIS DATA Aljabar Relasional Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Email : [email protected] Pendahuluan Pemrosesan terhadap query di dalam suatu system basis data dilakukan dengan menggunakan
Praktikum Basis Data 2. BAB 1 : Pendahuluan
BAB 1 : Pendahuluan 1.1. Sasaran Memahami fitur-fitur Oracle9i Dapat menjelaskan aspek teori maupun fisik dari database relasional Menggambarkan Implementasi Oracle pada RDBMS dan ORDBMS 1.2. Oracle9i
BAB I PENDAHULUAN. media penyimpanan data yang memiliki ukuran hingga ratusan gigabyte bahkan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer dewasa ini memungkinkan disimpannya data dalam bentuk file dalam jumlah yang besar karena adanya media penyimpanan data yang memiliki
BAB II LANDASAN TEORI. Teori teori yang digunakan sebagai landasan dalam desain dan. implementasi dari sistem ini adalah sebagai berikut :
BAB II LANDASAN TEORI Teori teori yang digunakan sebagai landasan dalam desain dan implementasi dari sistem ini adalah sebagai berikut : 2.1. Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Situs jejaring sosial merupakan gaya hidup sosial baru yang muncul seiring berkembangnya internet. Gaya hidup baru tersebut memiliki ruang lingkup yang lebih luas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, informasi merupakan suatu hal yang memegang peranan yang sangat penting di dalam kehidupan manusia. Di setiap aspek kehidupan manusia, baik dalam bisnis,
Nama_ kab. Kode_ prop. Kode_ kab. The_ geom. Nama_ prop. Gid Lintang Bujur Date Month Time Noaa 110, ,
Analisis dan Kueri Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap hotspot dari aspek spasial dan aspek temporalnya dengan menggunakan kueri sederhana yang diterapkan pada model data yang telah dibuat. Contoh-contoh
dengan harga jual yang lebih rendah. Sedangkan diskon atau potongan harga adalah pengurangan harga langsung dari suatu produk yang dilakukan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah CV. Amigo Mangesthi Utomo merupakan sebuah perusahaan perseorangan yang bergerak dalam bidang retail sepatu dan pakaian sejak tahun 1976. Pada tahun 2013,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang sangat pesat. Seluruh perusahaan dan instansi di seluruh dunia telah memanfaatkan teknologi jaringan
BAB IV PEMBAHASAN. A. Aplikasi Fuzzy Logic untuk Menilai Kolektibilitas Anggota Sebagai. Pertimbangan Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit
BAB IV PEMBAHASAN A. Aplikasi Fuzzy Logic untuk Menilai Kolektibilitas Anggota Sebagai Pertimbangan Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit Aplikasi fuzzy logic untuk pengambilan keputusan pemberian kredit
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1. BAB 1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Database merupakan komponen yang sangat penting dalam pembangunan aplikasi berbasis teknologi informasi. Dalam berbagai jenis aplikasi, database digunakan
Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL
Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian model data relasional, istilah-istilah dalam model data relasional, jenis-jenis kunci relasional,
ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA
BAB I ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. 1.1 LEVEL ARSITEKTUR BASIS DATA Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi
DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP)
DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP) Overview Data Warehouse dan OLAP merupakan elemen penting yang mendukung decision support. Terutama bagi perusahaan perusahaan besar dengan database
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memberikan berbagai kemudahan bagi manusia di segala bidang kehidupan. Kemajuan teknologi informasi pada saat ini
BAB 1 PENDAHULUAN. sangat luas. Sistem navigasi kendaraan, sistem komunikasi satelit di luar angkasa,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu matematika dalam kehidupan manusia memiliki lingkup penerapan yang sangat luas. Sistem navigasi kendaraan, sistem komunikasi satelit di luar angkasa, peramalan
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Perumusan masalah
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Informasi telah menjadi kebutuhan primer pada kehidupan saat ini. Informasi seakan-akan menjadi mata uang baru yang membuat akurasi menjadi sangat penting ketika mencari
