«Pengenalan Database Temporal:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "«Pengenalan Database Temporal:"

Transkripsi

1 «Pengenalan Database Temporal: Database temporal merupakan database non-relational yang terintegrasi dengan aspek waktu, misalnya model data temporal dan versi temporal dari bahasa query terstruktur. Lebih spesifik lagi aspek temporalnya biasa sudah termasuk waktu yang valid dan waktu transaksi. Atribut-atribut ini muncul bersamaan pada form data bitemporal. Waktu yang valid ditunjukkan dengan periode waktu kejadian yang sama dengan waktu pada dunia sebenarnya Waktu transaksi adalah periode waktu saat menyimpan suatu kejadian ke database Data bitemporal mengkombinasikan waktu valid dan waktu transaksi Keterangan: kedua periode waktu tidak harus sama untuk suatu kejadian yang sama. Misalkan kita menyimpan databse pada database temporal pada abad ke 18. Waktu yang valid adalah diantara 1701 dan Sedangkan waktu transaksi dihitung pada saat kita memasukan suatu kejadian ke dalam databse, contoh 21 Januari «Mengapa Kita Butuh Database Temporal: Sejak dua decade terakhir, model data relational sudah menjadi sangat popular karena simpel dan memiliki fondasi matematis yang solid. Namun, model data relational seperti yang dikatakan Codd[Cod70] tidak menyimpan address dari dimensi temporal suatu data. Data yang seharusnya dibedakan dari waktunya tetap diperlakukan sama dengan data lainnya. Hal ini tidak memenuhi aplikasi yang harus membedakan nilai data pada waktu lampau, saat ini, dan/atau data pada masa depan padahal dikehidupan nyata kita akan sering berurusan dengan data seperti ini. Kenyataannya, kebanyakan aplikasi membutuhkan data temporal untuk keperluan tertentu. «Tujuan Utama dari Database Temporal: Mengidentifikasi tipe data yang cocok dengan waktu Mencegah hilang/berubahnya deskripsi suatu objek tertentu Menyediakan aljabar query untuk mengatasi data temporal Tetap compatible dengan database lama yang tidak menggunakan data temporal «Apa yang Dapat Kita Lakukan dengan Database Temporal: Mudah dalam mengerjakan data temporal Merecord setiap perubahan data dengan baik sekali Setiap pendeskripsian objek dapat didefinisikan tanpa ada perubahan yang tidak diinginkan Memiliki model relational untuk mendeskripsikan data temporal Memiliki aljabar query untuk mengatasi data temporal

2 Tetap mampu mengatasi data static (tanpa dimensi waktu) pada database temporal Aljabar database yang lama tetap dapat berjalan di database temporal Aljabar query yang baru untuk mengkontrol dimensi waktu mirip dengan aljabar database yang lama «Solusi lain tentang Database Temporal: Menambahkan waktu valid Menambahkan waktu transaksi Menambahkan kedua hal di atas Pendekatan lainnya Post 2 (23 Juni 2009) Untuk memperjelas pengertian mengenai database temporal, maka saya akan memasukan sebuah contoh yang membandingkan penanganan suatu kasus bila dibuat database secara biasa dan dengan database menggunakan database temporal. Contoh kasus yang diambil berasal dari biografi singkat tokoh buatan bernama Joel Wahyudi. Joel Wahyudi lahir pada tanggal 3 April 1975 di rumah sakit Medicine County, sebagai anak dari Hendro Wahyudi dan Irma Wahyudi yang bertempat tinggal di Smallville. Hendro Wahyudi dengan bangga mendaftarkan kelahiran anak pertamanya tanggal 4 April 1975 di kota Smallville. Joel tumbuh besar menjadi seorang pelajar cemerlang dan lulus dengan sangat baik pada tahun Setelah kelulusan, ia pergi untuk hidup sendiri di kota Bigtown. Meski Joel pindah pada tanggal 26 Agustus 1994, ia lupa untuk mendaftarkan perubahan alamatnya secara resmi. Hingga akhirnya pada akhir musim, ibunya mengingatkan Joel untuk mendaftarkan kepindahannya, yang kemudian ia lakukan beberapa hari setelahnya yaitu pada 27 Desember Meskipun Joel memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, namun kisahnya berakhir dengan tragis. Joel Wahyudi mengalami kecelakaan tertabrak truk pada 1 April Yang pada hari itu juga langsung dilaporkan berita kematiannya secara resmi. «Menggunakan Database Standar: Untuk menyimpan kehidupan Joel Wahyudi di sebuah (non-temporal) tabel database, kita menggunakan table Person(Name,Address). Untuk memudahkan, Name kita buat menjadi primary key dari tabel Person. Ayah Joel secara resmi melaporkan kelahiran anaknya pada 4 April Hal ini berarti pada sebuah kantor di Smallville, dimasukan data berikut ke database pada tanggal saat itu: Person(Joel Wahyudi,Smallville). Perhatikan bahwa tanggalnya sendiri tidak dimasukan ke database. Setelah lulus kemudian Joel pindah, namun ia lupa mendaftarkan alamat barunya. Data milik Joel pada database tidak berubah sampai 27 Desember 1994, yaitu ketika akhirnya ia mendaftar ke kantor di Bigtown. Kantor di Bigtown mengupdate alamatnya di database. Tabel Person saat ini berisi Person(Joel Wahyudi,Bigtown). Perhatikan bahwa informasi alamat Joel di Smallville

3 telah ditimpa. Maka tidak ada cara untuk mengakes informasi yang hilang tersebut melalui database. Setiap kantor yang mengakses databse pada 28 Desember 1994 akan mendapatkan Joel tinggal di Bigtown. Secara teknis: jika sebuah komputer melakukan query SELECT ADDRESS FORM PERSON WHERE NAME= Joel Wahyudi pada 26 Desember 1994, menghasilkan: Smallville. Menjalankan query yang sama pada 2 hari selanjutnya menghasilkan Bigtown. Sampai dengan kematian trgaisnya, database akan menyatakan Joel tinggal di Bigtown. Pada 1 April 2001 akhirnya petugas menghapus Joel Wahyudi dari databse. Maka pemanggilan query di atas tidak akan menghasilkan hasil apapun. Tanggal Yang terjadi di dunia nyata Perubahan di Database Tampilan di Database 3 April April Agustus Desember Desember April 2001 Kelahiran Joel Hendro melaporakan kelahiran anaknya ke kantor secara resmi Setelah kelulusan, Joel pindah ke Bigtown, namun lupa untuk meregristasikan alamat barunya Tidak ada Joel mendaftarkan alamat barunya Joel meninggal Tidak ada Inserted:Person(Joel Wahyudi, Smallville) Tidak ada Tidak ada Updated:Person(Joel Wahyudi, Bigtown) Deleted:Person(Joel Wahyudi) Tidak ada Person dengan nama Joel Wahyudi Joel Wahyudi tinggal di Smallville Joel Wahyudi tinggal di Smallville Joel Wahyudi tinggal di Smallville Joel Wahyudi tinggal di Bigtown Post 3 (1 July 2009) «Menggunakan Database Temporal dengan Waktu yang Valid: Waktu yang valid (valid time) yang berarti waktu sebernarnya di dunia nyata. Pad contoh di atas, tabel Person mendapat dua fields tambahan, yaitu Valid-From dan Valid-To, yang menjelaskan kapan Address seseorang berlaku di dunia nyata. Pada 4 April 1975, Hendro dengan bangga mendaftarkan kelahiran anak pertamanya. Maka petugas akan memasukkan data tersebut ke database yang menjelaskan Joel bertempat tinggal di Smallville sejak 3 April. Perlu diketahui meski data dimasukkan pada 4 April, namun database menjelaskan bahwa informasi tersebut berlaku sejak tanggal 3. Petugas belum mengetahui apakah atau kapan Joel akan berpindah ke tempat lain, sehingga pada field Valid-To di database diisi dengan infinity ( ). Pemasukkan data ke basisdata berupa: Person(Joel Wahyudi, Smallville, 3-Apr-1975, ). Pada tanggal 27 Desember 1994, Joel melaporkan alamat barunya di Bigtown yang sudah ia tinggali sejak 26 Agustus Petugas di kantor Bigtown tidak merubah alamat milik Joel di database. Sang petugas menambahkan yang baru: Person (Joel Wahyudi, Big Town, 26-Aug-1994, ). Masukan data milik Joel sebelumnya (Joel Wahyudi, Smallville, 3-Apr-1975, ) kemudian diupdate (tidak dihapus!). karena diketahui Joel sudah tidak tinggal di Tidak ada Person dengan nama Joel Wahyudi

4 Smallville pada 26 Agustus 1994, maka kolom Valid-To dapat terisi. Database kemudian memiliki dua buah entry milik Joel Person(Joel Wahyudi, Smallville, 3-Apr-1975, 26-Aug-1994). Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 26-Aug-1994, ). Saat Joel meninggal, database diupdate sekali lagi. Entry terbaru akan diupdate menyatakan bahwa Joel tidak tinggal di Bigtown lagi. Tidak ada entry yang ditambahkan karena tidak pernah dilaporkan surge sebagai alamat baru. Maka database sekarang akan seperti ini Person(Joel Wahyudi, Smallville, 3-Apr-1975, 26-Aug-1994). Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 26-Aug-1994, 1-Apr-2001). «Menggunakan Database Temporal dengan Waktu Transaksi: Waktu transaksi adalah penggunaan database temporal menggunakan waktu pada saat transaksi dilakukan. Dengan ini kita dapat menggunakan queri-queri yang menampilkan status database pada waktu tertentu. Maka ada dua tambahan kolom di tabel Person: Transaction-From dan Transaction-To. Transaction-From merupakan waktu saat transaksi dilakukan, sedangkan Transaction-To adalah waktu transaksi dibatalkan (atau menggunakan tak terhingga jikan belum akan dibatalkan). Apakah yang akan terjadi jika alamat seseorang yang ada di database merupakan alamat yang salah? Anggap seorang petugas secara tidak sengaja memasukkan alamat atau tanggal yang salah? Atau, anggap orang yang memasukkan data berbohong ketika memberi informasi untuk keperluan tertentu. Setelah mengetahui data yang benar, maka petugas harus kembali mengupdate database tersebut. Sebagai contoh, dari 1 Juni 1995 hingga 3 September 2000 Joel Wahyudi pindah ke Beachy. Namun untuk menghindari membayar pajak kota Beachy yang sangat mahal, Joel tidak pernah melapor ke yang berwewenang. Akhirnya, hal tersebut terungkap pada 2 Februari 2001 saat ada pengecekan pembayaran pajak, bahwa dia sebenarnya tinggal di Beachy selama ini, maka para petugas mengupdate database menjadi seperti ini: Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 26-Aug-1994, 1-Jun-1995). Person(Joel Wahyudi, Beachy, 1-Jun-1995, 3-Sep-2000). Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 3-Sep-2000, 1-Apr-2001). Maka 2 data yang sudah ada di update, dan sebuah data baru dimasukkan menyimpan keberadaannya di Beachy. Bagaimanapun, hal ini tidak meninggalkan catatan di database yang menyatakan Joel tinggal di Bigtown dari 1 Juni 1995 hingga 3 September 2000, yang mungkin sangat penting untuk alasan mengaudit data (atau untuk menjadi bukti pada investigasi kantor pajak). Di sini kita dapat melihat waktu transaksinya. Kita harus menyimpan setiap data ketika dimasukkan dan ketika dibatalkan. Maka dari itu, kita memperoleh data seperti berikut: Person(Joel Wahyudi, Smallville, 3-Apr-1975,, 4-Apr-1975, 27-Dec-1994). Person(Joel Wahyudi, Smallville, 3-Apr-1975, 26-Aug-1994, 27-Dec-1994, ). Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 26-Aug-1994,, 27-Dec-1994, 2-Feb-2001 ). Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 26-Aug-1994, 1-Jun-1995, 2-Feb-2001, ). Person(Joel Wahyudi, Beachy, 1-Jun-1995, 3-Sep-2000, 2-Feb-2001, ). Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 3-Sep-2000,, 2-Feb-2001, 1-Apr-2001 ).

5 Person(Joel Wahyudi, Bigtown, 3-Sep-2000, 1-Apr-2001, 1-Apr-2001, ). Jadi, kita tidak hanya menyimpan apa yang terjadi di waktu yang berbeda, tetapi kita juga menyimpan data yang berubah secara resmi pada waktu yang berbeda. Permasalah utama pada database dengan waktu transaksi adalah saat mengembangkan queri-queri temporal dibawah penggunaan skemanya. Untuk mencapai pengarsipan data yang sempurna, sangat penting untuk menyimpan data dibawah skema awal ketika database dibuat. Namun, sesimpel apapun queri temporal, riwayat sebuah atributnya tetap butuh ditulis manual di setiap versi skemanya, dan mungkin ratusan kasus seperti pada kasus MediaWiki ( Proses ini membutuhkan usaha yang sangat besar dari pengguna untuk merapihkan database tersebut. Penyelesaian umumnya dilakukan dengan menyediakan penulis queri secara otomatis. Post 4 (24 July 2009) Sebelum melanjutkan ke topik selanjutnya, perlu diingat satu konsep penting tentang ke presisian waktu yang di simpan di database temporal. Konsep ke presisian dari sebuah database temporal disebut granularity of the time (serpihan waktu). Granularity merupakan unit terkecil durasi waktu yang disimpan pada database temporal kita. Contoh serpihan waktunya yaitu satu hari, satu jam, atau satu detik. «Konsep Utama dalam Memahami Database Temporal Telah kita ketahui dua tipe waktu utama dalam konsep database temporal, yaitu waktu transaksi (transaction time) dan waktu yang valid (valid time), memungkinkan 3 bentuk database temporal : Historical, Rollback, dan Bitemporal. Sebuah database temporal historical dapatmensuport valid time, tapi tidak dapat menggunakan transaction time. Tipe kedua yaitu rollback database, database ini kebalikannya dari database historical, yaitu menggunakan transaction time dan tidak dapat menggunakan valid time. Rollback database sangat berguna dalam data recovery setelah jika terdapat kerusakan pada temporal database. Sebuah database rollback juga diperlukan jika database tidak di proteksi untuk menjaga keamanan data. Sehingga saat ini pada pasar tingkat dunia, minimal biasanya menyediakan beberapa fitur rollback. Temporal database yang sebenarnya adalah database bitemporal. Database ini mensuport keduanya, yaitu transaction time dan valid time, sehingga menghasilkan kombinasi bentuk database historical dan rollback. Database bitemporal mampu mengatasi permasalahan dimensi waktu; dalam tingkat DBMS yaitu transaction time, dalam tingkat data yaitu valid time, dan dalam tingkat user menggunakan user-defined time. «Tujuan Utama bagi Database Temporal Kemampuan Query Salah satu faktor terpenting dalam menggunakan database yang mensuport dimensi temporal, yaitu kemampuan untuk menjalankan data dengan query. Saat ini yang umum digunakan untuk database conventional (relational) adalah Structured Query Language atau yang biasa kenal dengan SQL. SQL sudah menjadi bahasa standar di industri untuk Relational Database Management Systems (RDBMS) karena kemudahan dalam menggunakannya yang sintaksnya mirip dengan bahasa Inggris

6 langsung. SQL termasuk user friendly dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Bagaimanapun penambahan element temporal ini meningkatkan kompleksitas query pada data temporal. Dengan penambahan elemen time, dalam kemampuannya saat ini SQL tidak dapat memproses query query tersebut seperti biasanya pada kondisi database klasik (relational). Bahasa query yang baru atau perluasan dari SQL sangat diperlukan di sini. Perlu diketahui, salah satu permasalahan terbesar yang diteliti saat-saat ini adalah di bagian temporal database. Hari-hari ini, tidak sedikit bahasa-bahasa dan perluasan bahasa-bahasa query yang mengajukan dan membahas topik ini. Topik ini cukup memerlukan perhatian khusus, dan salah satu contohnya akan diberikan berikut ini. Bahasa query temporal yang baru harus dapat mensuport kemampuan SQL tanpa mengurangi kemampuan sebelumnya. SQL sudah memberi bantuan yang sangat besar dan mendominasi RDBMS saat ini karena, seperti yang kita ketahui sebelumnya, SQL cocok untuk banyak keperluan bisnis dan merupakan bahasa yang user friendly. Salah satu bahasa query yang paling diharapkan adalah bahasa query yang mensuport dimensi waktu dan tetap memungkinkan user memasukan query tanpa menetapkan dimensi waktunya (hal tersebut menhindari biaya lebih). Dan bahasa tersebut bukanlah sebuah bahasa yang baru, melainkan perluasan dari bahasa SQL. Satu contoh yang paling menarik adalah TSQL. TSQL yang merupakan Temporal Structured Query Language dapat berjalan tanpa harus memasukkan kriteria waktu. Karena demikian, ketentuan-ketentuan utama dari query TSQL masih sama dengan ketentuan-ketentuan di SQL: yaitu SELECT dan FORM. Jika perlu juga terdapat WHERE, GROUP BY, HAVING, dan ORDER BY. Kriteria tambahan pada TSQL dapat berupa WHEN atau WHILE. Kedua nama query tersebut bermaksud menjelaskan perbedaan kondisi waktu. Klausa WHEN menjelaskan perincian sepotong waktu untuk data yang valid atau tidak valid tergantung hasil yang diinginkan. Saat ini, pengajuan untuk menambahkan TSQL ke ANSI dan ISO milik SQL standar sedang dipertimbangkan oleh pihak-pihak yang mengaudit. Post 5 (8 Agustus 2009) Setelah membahas teori-teori mengenai database temporal, pada bagian terakhir ini saya akan menggabungkan bagian teori dengan bagian praktiknya langsung mengenai database temporal. Di sini,akan dijelaskan mengenai beberapa tipe bisnis yang dapat mendapat keuntungan lebih dengan bantuan database temporal. «Data Warehouse Data warehouse atau pergudangan data bukan merupakan bisnis per se (bukan bisnis itu sendiri, tapi mengambil dari bisnis lain). Data warehouse ini merupakan usaha yang sangat luas, yaitu bisnis yang diperuntukan menyimpan seluruh informasi dari beberapa perusahaan. Data warehouse terbukti sangat berguna sebagai tempat penyimpanan informasi yang dikumpulkan dengan tools data mining dan digunakan untuk sumber informasi. Seperti yang sudah kita ketahui, elemen waktu sangat penting untuk berbagai bisnis, dan dalam sebuah data warehouse dimensi waktu dapat disimpan dan digunakan dalam peng query an data. Sebenarnya apa yang data warehouse lakukan dengan adanya database temporal? Menurut Ralph Kimball, setiap data warehouse memiliki dimensi waktu yang membuat setiap data warehouse menjadi database warehouse [Kimball

7 1997+,*Snodgrass Dimensi waktu adalah unik dan merupakan dimensi yang kuat dalam setiap kumpulan data dan usaha data warehouse *Kimball «Laboratorium Ilmiah Jenis bisnis yang kedua adalah lab ilmiah (scientific laboratory). Setiap lab tentu melakukan banyak uji coba dan banyak versi untuk percobaan yang sama, dan setiap percobaan sering kali melibatkan urutan waktu yang sangat teliti. Agar informasinya tidak ada yang hilang, tentunya harus disimpan dalam sebuah database. Karena elemen waktu di test ini jelas tidak bisa dihilangkan, sehingga informasi yang disimpan di sini harus disimpan dalam database temporal. Satu keuntungan dalam menyimpan informasi ujicoba ilmiah pada temporal database yang mendukung bahasa query temporal adalah, sebuah pola baru dan pengetahuan baru dapat digali dari basis data [Loomis 1997]. «Sales dan Marketing Kedua bisnis ini sangat berkantung pada temporal database, karena keberhasilan sales dan marketing sangat bergantung pada waktu yang tepat. Waktu untuk pendekatan dengan pelanggan dan kapan untuk mengiklankan di lokasi tertentu sangat diperlukan, dan kemampuan untuk meramalkan informasi ini jauh lebih baik disediakan database temporal daripada database klasik biasa. «Multimedia Jenis bisnis yang terakhir adalah multimedia. Multimedia merupakan salah satu area bisnis yang paling cepat berkembang saat ini, terutama melalui jalus internet. Seseorang saat ini dengan mudah menonton film dari internet, dimana gambar video tersebut sudah tersimpan di database multimedia yang harus disinkronisasikan dengan data audio yang mungkin berada di database yang sama atau berbeda. Pengsinkronisasian ini, seperti kata tersebut sendiri, jelas melibatkan elemen waktu. Karen multimedia berbasis waktu, sinkronisasi sangat di butuhkan. Jika diimplementasikan dengan baik, maka komponen-komponen media tersebut akan ditampilkan dengan ketepatan dari sinkronisasi yang baik*david+. Objekobjek multimedia memiliki relasi dan ruang temporary yang harus dijaga saat ditampilkan beberapa data memiliki batasan waktu nyata (real time) saat menyampaian ke stasiun clien*ozsu+. Karena itu, database untuk multimedia, seperti data warehouse, merupakan instance dari database temporal juga. Sebagai penutup, akan dibahas sedikit mengenai database temporal di masa mendatang. Dengan meningkatnya persaingan di lingkungan bisnis, pengetahuan akan informasi antar organisasi menjadi sumber yang berharga. Salah satu elemen kunci dari informasi ini adalah dimensi waktu. Untuk mendapatkan informasis ini, dalam bisnis harus digunakan database temporal. Dalam menerapkan kemampuan menyimpan variable waktu pada bisnis yang ada, akan terdapat dua hal yang berpengaruh. Pertama, kebanyakan produsen basis data komersial akan berlombalomba memasukkan kemampuan temporal data di produk basis data mereka. Kedua, extension temporal database akan dimasukkan ke ANSI dan ISO SQL standar yang sudah ada. Hal ini akan memungkinkan pengguna untuk mengambil keuntungan dari fitur temporal baru pada produk database yang biasa mereka gunakan. Pada titik ini, sebagian besar dari produsen database komersil akan menggunakan database temporal. Hal ini memungkinkan pengetahuan akan informasi yang lebih lengkap dan lebih baik dapat disimpan dan diambil dari

8 database temporal, yang membuat bisnis-bisnis beralih menggunakan temporal database untuk bersaing dengan bisnis lainnya.

9 Pengertian Basis Data Relasional Basis Data relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data. Contoh Tabel dan keterhubungannya : MHS NPM Nama Alamat Nurhayati Jakarta Astuti Jakarta Budi Depok Prananingrum Bogor Pipit Bekasi Quraish Bogor MKUL KDMK MTKULIAH SKS KK021 P. Basis Data 2 KD132 SIM 3 KU122 Pancasila 2 NILAI NPM KDMK MID FINAL KK KD KK KU KU KD KD

10 Keuntungan Basis Data Relasional 1. Bentuknya sederhana 2. Mudah melakukan berbagai operasi data Istilah dalam Basis Data Relasional : Relasi : Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. Atribut : Kolom pada sebuah relasi Tupel : Baris pada sebuah relasi Domain : Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut Derajat (degree): Jumlah atribut dalam sebuah relasi Cardinality : Jumlah tupel dalam sebuah relasi Relational Key Super key : Satu atribut/kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel di dalam relasi

11 Candidate key : Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik Primary key : Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tupel secara unik dalam relasi Alternate key : Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key Foreign key : Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa Relational Integrity Rules 1. Null Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut

12 2. Entity Integrity Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null. 3. Referential Integrity Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan. Bahasa Pada Basis data Relational Menggunakan bahasa query à pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi Terbagi 2 : 1. Bahasa Formal Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis. Contoh: Aljabar relasional Kalkulus relasional Aljabar Relasional Bahasa query prosedural à pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya.

13 Kalkulus Relasional Bahasa query non-prosedural à pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Terbagi 2 : (1) Kalkulus Relasional Tupel (2) Kalkulus Relasional Domain 2. Bahasa Komersial Bahasa Query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly). Contoh : QUEL Berbasis pada bahasa kalkulus relasional QBE Berbasis pada bahasa kalkulus relasional SQL Berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional Contoh-contoh Basis Data Relasional :

14 - DB2 à IBM - ORACLE à Oracle - SYBASE à Powersoft - INFORMIX à Informix - Microsoft Access à Microsoft

Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL

Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian model data relasional, istilah-istilah dalam model data relasional, jenis-jenis kunci relasional,

Lebih terperinci

MODEL DATA RELASIONAL

MODEL DATA RELASIONAL MODEL DATA RELASIONAL Ditemukan oleh E.F. Codd. Pengertian Model Data Relasional Model Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom

Lebih terperinci

MODEL DATA RELASIONAL

MODEL DATA RELASIONAL MODEL DATA RELASIONAL PENGERTIAN BASIS DATA RELASIONAL Pada model relasional, basis data akan "disebar" atau dipilah-pilah ke dalam berbagai tabel dua dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar

Lebih terperinci

Model Relasional Basis Data

Model Relasional Basis Data Modul ke: 03 Sabar Fakultas ILMU KOMPUTER Model Relasional Basis Data Mata Kuliah: Basis Data Rudiarto, S.Kom., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika Materi Yang Akan Disampaikan Pengertian Keuntungan

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. SISTEM BASIS DATA 1 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 4 SBD 1 Model Data Relasional (Bagian 2) Relasional Keys. Relasional Integrity Rules. Bahasa pada Model Relasional. Relasional Keys Super Key

Lebih terperinci

Pertemuan Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan

Pertemuan Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan Pertemuan 2 1. Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur

Lebih terperinci

Model Relasional. Basis Data. Pengertian

Model Relasional. Basis Data. Pengertian Model Relasional Basis Data Materi Yang Akan Disampaikan Pengertian 3 MODEL DATABASE Istilah dalam Basis Data Relasional Relational Key Di Model Relational Bahasa pada Model Data Relasional Bahasa Query

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA II S A N T I W I D I A N T I

SISTEM BASIS DATA II S A N T I W I D I A N T I SISTEM BASIS DATA II S A N T I W I D I A N T I SISTEM Definisi sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama

Lebih terperinci

Pertemuan 2 dan 3 : Tujuan Instruksional Khusus :

Pertemuan 2 dan 3 : Tujuan Instruksional Khusus : 1 Pertemuan 2 dan 3 : MODEL DATA RELASIONAL Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian model data relasional, istilah-istilah dalam model data relasional, jenis- jenis kunci

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 1 - SBD 2 Pendahuluan Pengenalan Secara Umum Materi Sistem Basis Data 2 (SAP). Review Pengantar Model Data Relasional (MDR). Keuntungan Penggunaan

Lebih terperinci

Modul Praktikum Basis Data 4 Relasi Table

Modul Praktikum Basis Data 4 Relasi Table Modul Praktikum Basis Data 4 Relasi Table Pokok Bahasan Membuat hubungan beberapa table. Edit Relational Menghapus relational Melakukan pengolahan data dari table yang terintegrasi dalam ERD. Studi Kasus

Lebih terperinci

Model data. Gambar Model-model Data

Model data. Gambar Model-model Data Model data Sekumpulan konsep-konsep untuk menerangkan data, hubungan-hubungan antara data dan batasan-batasan data yang terintegrasi di dalam suatu organisasi. Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan

Lebih terperinci

Pertemuan 10. Bahasa Query Terapan

Pertemuan 10. Bahasa Query Terapan Pertemuan 10 Bahasa Query Terapan Structured Query Language (SQL) SQL merupakan bahasa query terapan yang banyak digunakan oleh berbagai DBMS, diterapkan dalam berbagai development tools dan program aplikasi

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMERSIAL

BAHASA QUERY KOMERSIAL Pertemuan 10 BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. SISTEM BASIS DATA 1 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 3 SBD 1 Model Data Relasional (Bagian 1) Pengertian Model Relasional. Contoh Tabel-Tabel Keterhubungan Model Relasional. Keuntungan dan Kerugian

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMERSIAL

BAHASA QUERY KOMERSIAL Pertemuan 9 BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan R.F.

Lebih terperinci

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS Materi 1. Era Informasi 2. Strategi dan Peluang Yang Kompetitif 3. Database dan Database Warehouse 4. Desain Database 5. Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas 6. E-Commerce DESAIN DATABASE Pertemuan

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PERTEMUAN 3 & 4 MODEL DATA RELASIONAL SAP Pengertian model relasional, contoh tabel tabel dan keterhubungannya Keuntungan model relasional Istilah istilah

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS Minggu Pokok Bahasan ke dan TIU 1. 1. PENGENALAN BASIS DATA Basis Data Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar 1.1 Perbedaan sistem file tradisional dengan sistem file basis data dan keterbatasannya 1.2

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Perancangan Basis Data Bobot Mata Kuliah : 3 Sks GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Deskripsi Mata Kuliah : Proses perancangan basis data, pendefisian kebutuhan data, representasi

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Pertemuan / Minggu Pokok Bahasan / Tujuan Instruksional Umum (TIU) Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar / Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Tehnik Pembelajaran Media Pembelajaran Evaluasi Referensi 1

Lebih terperinci

Model dan Aljabar Relasional. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

Model dan Aljabar Relasional. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom   Wa: Model dan Aljabar Relasional Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Email: rima@[email protected] Wa: 087731680017 RECORD BASED DATA MODEL Model Hierarkikal Model Jaringan Model Relasional Struktur Hirarki

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN

RENCANA PEMBELAJARAN Disusun Oleh Diperiksa Oleh Disetujui Oleh Tanggal Berlaku Megawaty, M.Kom A. Haidar Mirza, S.T., M.Kom M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D. Mata Kuliah : Praktikkum Basis Data Semester : 3 Kode : Sks

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR BASIS DATA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER (D3) KODE: IT014318

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR BASIS DATA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER (D3) KODE: IT014318 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR BASIS DATA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER (D3) KODE: IT0438 Minggu PENDAHULUAN Tentang Matakuliah Pengantar Basis

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMERSIAL

BAHASA QUERY KOMERSIAL Pertemuan 9 BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan R.F.

Lebih terperinci

Pemodelan Database. Model Data Relational. Adri Priadana ilkomadri.com

Pemodelan Database. Model Data Relational. Adri Priadana ilkomadri.com Pemodelan Database Model Data Relational Adri Priadana ilkomadri.com Model Data Menyatakan hubungan antardata dalam database Ada tiga macam model data dasar Hierarkis Jaringan Relasional Model Hierarkis

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Perancangan Basis Data Kode Mata Kuliah : MI 026 Bobot Kredit : 3 SKS Semester Penempatan : III Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya Mata

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN

RENCANA PEMBELAJARAN ISO 91 : 28 Written by Checked by Approved by valid date Megawaty. M.Kom A. Haidar Mirza, S.T., M.Kom M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D. Subject : Basis Data Semester : 3 Code : Credit : 2 credit

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG M O D U L S Q L SISTEM BASIS DATA 2 Disusun oleh : Siti Yuliyanti, ST SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG Jl. Brigjen Katamso No.92 Km 2.5 Tanjungpinang Kepulauan Riau November 24, 2010 SQL

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) Jenis SQL 1. Interactive langsung dapat dioperasikan 2. Embedded disisipkan ke dalam sebuah program

STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) Jenis SQL 1. Interactive langsung dapat dioperasikan 2. Embedded disisipkan ke dalam sebuah program STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) Diterapkan pada : Informix, AS-400 Dbase IV, Access, Visual Basic Jenis SQL 1. Interactive langsung dapat dioperasikan 2. Embedded disisipkan ke dalam sebuah program

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAA KOMPUTER JAKARTA S SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata : Sistem Basis Data Kode Mata : MI - 16303 Jurusan / Jenjang : S1 SISTEM INFORMASI Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L )

STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) STMIK JAKARTA STI&K 2011 STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) Diterapkan pada : Informix, AS-400 Dbase IV, Access, Visual Basic Jenis SQL 1. Interactive : langsung dapat dioperasikan 2. Embedded : disisipkan

Lebih terperinci

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM ANALISA & PERANCANGAN SISTEM Database Design Mulyadi, S.Kom, M.S.I Conventional Files versus the Database 14-2 File Kumpulan record-record sejenis. File tidak terkait satu sama lain kecuali dalam kode

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) Pengelompokan Statement SQL 1. Data Definition Language ( DDL )

STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) Pengelompokan Statement SQL 1. Data Definition Language ( DDL ) STRUCTURE QUERY LANGUAGE ( S Q L ) SQL dapat diterapkan pada beberapa software diantaranya adalah : Dbase IV, Informix, AS-400, Access. Jenis SQL 1. Interactive ; langsung dapat dioperasikan. 2. Embedded

Lebih terperinci

-DATABASE (BASIS DATA)- Nama : Novriansyah Kelas : 2.DB.10 NPM : Dosen : Leli Safitri

-DATABASE (BASIS DATA)- Nama : Novriansyah Kelas : 2.DB.10 NPM : Dosen : Leli Safitri -DATABASE (BASIS DATA)- Nama : Novriansyah Kelas : 2.DB.10 NPM : 33109332 Dosen : Leli Safitri PROGRAM DIPLOMA MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA

Lebih terperinci

Satuan Acara Perkuliahan

Satuan Acara Perkuliahan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah : Sistem Basis Data Kode Mata Kuliah / SKS: KK-1057 / 3 SKS Semester : Ganjil / Genap Dosen : Dini Yuristia, S.T. Hari, jam, ruang : Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah

Lebih terperinci

P7 Perancangan Database

P7 Perancangan Database P7 Perancangan Database SQ http://sidiq.mercubuana-yogya.ac.id Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta Tujuan Mahasiswa mengetahui & memahami konsep

Lebih terperinci

INTEGRITAS BASIS DATA. OLEH : Slamet Sn Wibowo Wicaksono

INTEGRITAS BASIS DATA. OLEH : Slamet Sn Wibowo Wicaksono INTEGRITAS BASIS DATA OLEH : Slamet Sn Wibowo Wicaksono Integrity Constraint (Batasan Integritas) Constraint (batasan) merupakan aturan yang diberikan pada suatu tabel agar data yang dimasukkan terjamin

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMERSIAL

BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan R.F. Boyce mengembangkan

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMPLEKS

BAHASA QUERY KOMPLEKS BAHASA QUERY KOMPLEKS BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan R.F. Boyce mengembangkan

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 3. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 3. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi SISTEM BASIS DATA 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Pertemuan 3 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2017 BASIS DATA RELASIONAL Edgar Frank Codd mekanisme untuk

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG IBM San Jose Research Laboratory.

LATAR BELAKANG IBM San Jose Research Laboratory. SQL LATAR BELAKANG SQL merupakan bahasa basis data relasional standard. Terdapat macam-macam versi SQL. Versi aslinya pertama kali dikembangkan oleh IBM San Jose Research Laboratory. 2 LATAR BELAKANG Bahasa

Lebih terperinci

System Technology Database 1. 2 Model Relational. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.

System Technology Database 1. 2 Model Relational. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress. System Technology Database 1 2 Model Relational Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Model Relasional Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, Anda

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMERSIAL

BAHASA QUERY KOMERSIAL Pertemuan 10 BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)

Lebih terperinci

MODUL V DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 1

MODUL V DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 1 MODUL V DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 1 Tujuan : Praktikan dapat memahami dan mengisi tabel dalam database Praktikan dapat memahami dan memanipulasi data dalam database Tugas Pendahuluan Apa yang anda

Lebih terperinci

INTERNET PROGRAMMING DATABASE

INTERNET PROGRAMMING DATABASE INTERNET PROGRAMMING DATABASE Muhmmad Zen Samsono Hadi, ST. MSc. [email protected] POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA Bahasan Sistem Database ER Diagram Database MySQL Internet Application Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB 3 MODEL RELASIONAL

BAB 3 MODEL RELASIONAL BAB 3 MODEL RELASIONAL Mengapa perlu mempelajari Model Relasional? Model basis data yang paling banyak digunakan o Vendors : IBM, Informix, Microsoft, Oracle, Sybase, dll. o Yang menjadi saingan berat

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA KODE : TI11. C228 / 4 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA KODE : TI11. C228 / 4 SKS Pertemuan ke Pokok Bahasan dan TIU 1. 1. PENGANTAR BASIS DATA konsep yang terdapat di dalam basis data Sub Pokok Bahasan dan TIK 1.1. Ruang lingkup mengenai mata kuliah yang diajarkan 1.2. Perbedaan sistem

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER D3 BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER D3 BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS GUNADARMA RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER D3 BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS GUNADARMA Tanggal Penyusunan 15/08/2016 Tanggal revisi 25/02/2017 Fakultas Program D3 Bisnis Kewirausahaan

Lebih terperinci

PERANCANGAN BASIS DATA

PERANCANGAN BASIS DATA BAB IV PERANCANGAN BASIS DATA Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat dimanipulasi (diolah) menggunakan perangkat lunak (program aplikasi)

Lebih terperinci

Basis data (Database) adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi.

Basis data (Database) adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi. PENGENALAN BASIS DATA Basis data (Database) adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi. DBMS (Data Base Management System) adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fungsi agregasi adalah suatu fungsi yang menerima sebuah koleksi (set atau multiset) nilai sebagai masukan dan mengembalikan sebuah nilai [SIL02]. Beberapa fungsi agregasi

Lebih terperinci

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom MEMAHAMI KONSEP DATABASE Oleh : Yuhefizar, S.Kom Database Management System(DBMS) merupakan paket program (Software) yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan dan

Lebih terperinci

Riyanto

Riyanto SQL (Structured Query Language) Riyanto [email protected] http://www.masto.co.cc Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan

Lebih terperinci

BASIS DATA I/2011-GANJIL MODEL RELASIONAL. Oleh Team Teaching Database. 12 Oktober 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1

BASIS DATA I/2011-GANJIL MODEL RELASIONAL. Oleh Team Teaching Database. 12 Oktober 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1 BASIS DATA I/2011-GANJIL MODEL RELASIONAL Oleh Team Teaching Database 12 Oktober 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1 Konsep-Konsep Model Relasional Model relasional berdasarkan pada konsep relasi dalam matematika

Lebih terperinci

PERTEMUAN 2 DBMS & PERANCANGAN BASIS DATA

PERTEMUAN 2 DBMS & PERANCANGAN BASIS DATA PERTEMUAN 2 DBMS & PERANCANGAN BASIS DATA Jum at, 30 Sept. 2016 DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS) DBMS adalah perangkat lunak yang memungkinkan pemakai untuk mendefinisikan, mengelola, dan mengontrol akses

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Sistem Basis Data : IT012248 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1. Pengantar Basis Data Mahasiswa dapat me-ngerti dan memahami

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS PERMASALAHAN

BAB III ANALISIS PERMASALAHAN BAB III ANALISIS PERMASALAHAN Hal-hal yang dianalisis pada bab ini meliputi: 1. Aspek waktu yang akan digunakan. 2. Fungsi agregasi pada relasi bitemporal. 3. Jenis query retrieval yang mengandung fungsi

Lebih terperinci

Basis Data Relational

Basis Data Relational Basis Data Relational Kebanyakan model yang digunakan adalah Model basis data relasional dengan menggunakan Relational Database Management System (RDBMS). RDBMS menyediakan layanan pengorganisasian data

Lebih terperinci

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional. Pertemuan 4-5-6 Transformasi ER-MODEL INDIKATOR 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional. URAIAN MATERI PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk

Lebih terperinci

Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data

Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan proses belajar mengenai Pengenalan SQL, mahasiswa dapat mendefinisikan dan memanipulasi sistem basis data menggunakan bahasa SQL dengan tepat Tujuan Pembelajaran

Lebih terperinci

Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language (DML) Modul ke: Data Manipulation Language (DML) Pemrograman Basis Data & SQL Fakultas FASILKOM Alen Boby Hartanto, S.Kom,M.M. Program Studi Sistem Informasi Data Manipulation Language DML (Data Manipulation

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) :

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) : SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) : BAB III : Basis Data Relasional Pengertian : Pada model relasional, basis data disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri atas baris (record) dan kolom (field).pertemuan

Lebih terperinci

POKOK BAHASAN: TUJUAN PEMBELAJARAN:

POKOK BAHASAN: TUJUAN PEMBELAJARAN: BAB 7 PENGANTAR PERANGKAT LUNAK BASIS DATA POKOK BAHASAN: Pengantar Dasar Basis Data Pengenalan Tabel, Relasi, ER Diagram Pengenalan SQL Query Pengenalan Microsoft Access Pembuatan Tabel, Form dan Report

Lebih terperinci

Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai

Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai Basis Data Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai Duplikasi data Data yg sama terletak pada

Lebih terperinci

dalam aljabar relasi kita menggunakan operasi-operasi dasar yang digunakan dalam memanipulasi database, berikut beberapa operasi dasarnya

dalam aljabar relasi kita menggunakan operasi-operasi dasar yang digunakan dalam memanipulasi database, berikut beberapa operasi dasarnya Alajabar Relasi Materi 4 Aljabar relasi merupakan operasi-operasi yang memanipulasi suatu data untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. dalam aljabar relasi kita menggunakan operasi-operasi dasar yang

Lebih terperinci

Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya,

Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, BASIS DATA Aljabar Relasional Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Email : [email protected] Pendahuluan Pemrosesan terhadap query di dalam suatu system basis data dilakukan dengan menggunakan

Lebih terperinci

Model Data Dalam SBD

Model Data Dalam SBD Model Data Dalam SBD Sistem Basis Data ( FE UDINUS ) Model Data : sekumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan antar data, semantik dan batasan data. Model data biasanya digunakan

Lebih terperinci

Sejarah(1) Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Definisi SQL

Sejarah(1) Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Definisi SQL Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Tahun 1987, American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO) membuat standar untuk SQL Tahun 1992, dibentuk versi baru

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)

Lebih terperinci

Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Nama Mahasiswa NIM Kelas Memahami basis data relasional. Basis Data Relasional 1. Definisi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. pengolahan data, pengolahan gambar, pengolahan angka, dan lainnya.

BAB 2 LANDASAN TEORI. pengolahan data, pengolahan gambar, pengolahan angka, dan lainnya. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Aplikasi Aplikasi merupakan komponen atau perangkat lunak pendukung sistem operasi yang bisa digunakan untuk keperluan membantu kerja manusia sehari-hari seperti pengolahan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. seorang pimpinan atau manajer didalam organisasi untuk mencapai tujuan

BAB II LANDASAN TEORI. seorang pimpinan atau manajer didalam organisasi untuk mencapai tujuan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Payment Management Control. Manajemen merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan atau manajer didalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Kegiatan

Lebih terperinci

System Technology Database 1. Struktur Dasar SQL. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.

System Technology Database 1. Struktur Dasar SQL. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress. System Technology Database 1 6 Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Orang yang gagal selalu mencari jalan untuk menghindari kesulitan, sementara orang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI

PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis manajemen file tradisional. Perkembangan komputer

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data 2. BAB 1 : Pendahuluan

Praktikum Basis Data 2. BAB 1 : Pendahuluan BAB 1 : Pendahuluan 1.1. Sasaran Memahami fitur-fitur Oracle9i Dapat menjelaskan aspek teori maupun fisik dari database relasional Menggambarkan Implementasi Oracle pada RDBMS dan ORDBMS 1.2. Oracle9i

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.

Lebih terperinci

PENGERTIAN DATABASE MySQL

PENGERTIAN DATABASE MySQL PENGERTIAN DATABASE MySQL RAHMAT AMIN [email protected] Abstrak Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai

Lebih terperinci

Database Systems: Ch. 3: The Relational Model. History of The Relational Model. Learning Objectives

Database Systems: Ch. 3: The Relational Model. History of The Relational Model. Learning Objectives 1 Database Systems: Thomas Connolly, Carolyn Begg, Database System, A Practical Approach to Design Implementation and Management, 4 th Edition, Addison Wesley History of The Relational Model Terminology

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sistem yang digunakan untuk menggambarkan aliran data secara keseluruhan

BAB III METODE PENELITIAN. sistem yang digunakan untuk menggambarkan aliran data secara keseluruhan 30 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada tugas akhir ini mencakup beberapa tahapan pengerjaan antara lain : 3.1. Perancangan Sistem Perancangan sistem pada penelitian tugas akhir ini terdiri

Lebih terperinci

MANAJEMEN DATABASE. Modul XII

MANAJEMEN DATABASE. Modul XII MANAJEMEN DATABASE Modul XII Pembahasan Menjelaskan pengertian database dan hubungannya dengan data dan informasi Menjelaskan Manajemen file dengan manajemen database Menjelaskan pengintegrasian data dan

Lebih terperinci

Pemrograman Basis Data dan SQL

Pemrograman Basis Data dan SQL Pemrograman Basis Data dan SQL Genap 2015-2016 Alen Boby Hartanto, S alen.boby@mercubua INTRO omata Kuliah : Pemrograman Sistem Basis Data dan SQL osks : 3 ojenis : Mata Kuliah Wajib opertemuan : 14 Pertemuan

Lebih terperinci

Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database. Author : Minarni, S.Kom.,MM Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database Author : Minarni, S.Kom.,MM Buatlah 3 buah file/ tabel 2 diantara 3 file tersebut berhubungan, misal tabel A berhubungan dengan tabel B,

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM DATABASE

PERANCANGAN SISTEM DATABASE PERANCANGAN SISTEM DATABASE 1. PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan sistem

Lebih terperinci

BAB III MODEL DATA RELASIONAL DAN ALJABAR RELASIONAL

BAB III MODEL DATA RELASIONAL DAN ALJABAR RELASIONAL BAB III MODEL DATA RELASIONAL DAN ALJABAR RELASIONAL Model data relasional diperkenankan oleh Codd pada tahun 1970. Didasarkan pada suatu struktur data yang sederhana dan seragam (uniform), yaitu : Relasi

Lebih terperinci

Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel

Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel Sistem Basis Data 1 Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel 2 SQL SQL (Structured Query Language) Bahasa standar yang

Lebih terperinci

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Basis Data DATABASE Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series BASIS DATA INFOR MASI Pertanyaan?? Apa itu basis data? Markas / gudang, tempat berkumpul Apa itu data? Fakta yang mewakili suatu objek seperti

Lebih terperinci

Pendahuluan. Tujuan MODUL

Pendahuluan. Tujuan MODUL DATABASE Satrio Agung W, Ari Kusyanti dan Mahendra Data Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Email : [email protected] Pendahuluan Model relasional berdasar pada konsep relasi

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 2

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 2 PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 2 PERTEMUAN 1 Pengantar Basis Data PENDAHULUAN Teknologi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158) Teknologi adalah ; 1) Metode ilmiah untuk mencapai

Lebih terperinci

Sistem Basis Data 1. Pertemuan 5 dan 6 Aljabar Relasional dan SQL Rogayah, ST.,MMSI Untuk 3DB01 dan 3DB04

Sistem Basis Data 1. Pertemuan 5 dan 6 Aljabar Relasional dan SQL Rogayah, ST.,MMSI Untuk 3DB01 dan 3DB04 Sistem Basis Data 1 Pertemuan 5 dan 6 Aljabar Relasional dan SQL Rogayah, ST.,MMSI Untuk 3DB01 dan 3DB04 Bahasa Pada Model data Relasional Menggunakan bahasa query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Kebutuhan Hardware dan Software Untuk mengimplementasikan rancangan basis data yang telah dibuat, diperlukan unit hardware dan software dengan spesifikasi

Lebih terperinci

PERTEMUAN 1. Pengantar Basis Data

PERTEMUAN 1. Pengantar Basis Data PERTEMUAN 1 Pengantar Basis Data Apa itu : KONSEP TEKNOLOGI INFORMASI Konsep Menurut : Bahri (2008) Suatu artian yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri yang sama. Orang yang memiliki konsep mampu

Lebih terperinci

PENGANTAR BASIS DATA

PENGANTAR BASIS DATA PENGANTAR BASIS DATA Obyektif : 1. Menjelaskan perbedaan antara file tradisional dan file manajemen basis data 2. Menjelaskan keuntungan dan kerugian apabila menggunakan file manajemen basis data 3. Memahami

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN(SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN(SAP) Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Kredit Semester Penempatan : Kedudukan Mata Kuliah : SATUAN ACARA PERKULIAHAN(SAP) : SISTEM BASIS DATA : TI029 : 3 SKS Mata Kuliah Prasyarat : - Penanggung Jawab

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 3 SKS

SISTEM BASIS DATA 3 SKS SISTEM BASIS DATA 3 SKS Oleh : Darmin, S.Kom [email protected] Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal LOGO Model Data Relasional Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa dapat mengerti dan memahami

Lebih terperinci

MODEL RELASIONAL. Alif Finandhita, S.Kom

MODEL RELASIONAL. Alif Finandhita, S.Kom MODEL RELASIONAL Alif Finandhita, S.Kom E. F. Codd A Relational Model of Data for large shared data bank 1970 Model relasional merupakan teori formal yang mendasari sistem relasional, adalah suatu cara

Lebih terperinci

BASISDATA. Basis Data Secara Umum

BASISDATA. Basis Data Secara Umum BASISDATA Basis Data Secara Umum Basis data merupakan kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Definisi ini merujuk pada perkembangan dunia hardware

Lebih terperinci

BAB 4 ALJABAR RELASIONAL

BAB 4 ALJABAR RELASIONAL BAB 4 ALJABAR RELASIONAL Bahasa Query Relasional (Relational Query Language) Bahasa Query : memungkinkan manipulasi dan pemanggilan data dari suatu basis data. Model Relasional mendukung kesederhanaan,

Lebih terperinci