YODIUM DAN RESPONS AUTOIMUN 1
|
|
|
- Teguh Suharto Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 YODIUM DAN RESPONS AUTOIMUN 1 Johan S. Masjhur 2 ABSTRACT Iodine excess and iodine deficiency may trigger thyroid autoimmune response. Iodine excess exacerbates the thyroid autoimmunity as iodine induced hyperthyroidism which frequently found in iodine deficiency areas, meanwhile the iodine induced hypothyroidism may be found in normal iodine intake areas. This mechanism is mediated through thyrocid toxiety process and increasing thyroglobuline immunogenity. Keywords: iodine, IDD, autoimmune Yodium Berdasarkan data epidemiologik dan hasil perco-baan binatang diketahui bahwa yodium berperan dalam memicu respons autoimun tiroid. Hal terse-but dapat dilihat antara lain dari temuan berikut ini: (i). Terdapat peningkatan infiltrasi limfositik pa-da kelenjar tiroid setelah pemberian garam beryo-dium; (ii). Antibodi antitiroid meningkat pada pasi-en di daerah endemik setelah penyuntikan minyak beryodium atau pemberian larutan KI per oral; dan (iii). Pasien penyakit jantung yang mendapat peng-obatan amiodarone menunjukkan peningkatan titer antibodi antitiroid dan disfungi tiroid baik berupa hipomaupun hipertiroidi. 1 Lebih lanjut Rose (1999) menemukan sel T pasien dengan tiroiditis limfosi-tik khronik berproliferasi bila ada tiroglobulin yang teriodinasi (iodinated thyroglobulin), dan sebalik-nya tidak berproliferasi bila tiroglobulin tidak teriodinasi (non-iodinated thyroglobulin). 2 Di daerah cukup yodium, pemberian minyak beryodium pada struma kecil non-toksik, pada beberapa kasus akan diikuti peningkatan kadar antibodi tiroid dan infil-trasi limfositik di kelenjar tiroid. 3 Diamati pula di daerah dengan asupan yodium tinggi, angka kejadian penyakit Graves dan Hashi-moto ternyata lebih tinggi dibandingkan di daerah dengan asupan yodium render, yang menunjukkan adanya korelasi antara kedua penyakit tersebut de-ngan asupan yodium. 4 Walaupun ada petunjuk lain yang bertentangan. 4,5 umumnya para ahli sependa-pat bahwa pemberian yodium 1 Disajikan dalam Temu Nasional GAKY, Semarang 4-5 Nopember Guru Besar FK Universitas Padjadjaran Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Bandung Vol. 1, No. 1, April 2002 Jurnal GAKY Indonesia (Indonesian Journal of IDD) 29
2 memang dapat me-micu respons imun dan disfungsi tiroid baik pada mereka yang berada di daerah endemik maupun cukup yodium. Patogenesis penyakit tiroid autoimun dan peranan yodium Pada manusia penyakit akibat proses autoimun berjalan sangat lambat, terdapat masa prodromal yang berlangsung lama sehingga tidak diketahui kapan awal dari prosesnya. Selama ini upaya mem-pelajari patogenesis proses autoimun hanya dapat dilakukan melalui percobaan binatang. Penyakit autoimun dapat dikelompokkan menja-di organ specific dan non-organ specific ; pada penyakit autoimun organ specific kelainan terjadi hanya pada organ tertentu atau sistem organ, se-dangkan pada penyakit autoimun non-organ spe-cific kelainan dan sasarannya tidak pada suatu organ. Pada penyakit autoimun organ specific jaringan sasaran umumnya memiliki karakteristik neuroendokrin, salah satu di antaranya adalah ke-lenjar tiroid. Contoh penyakit tiroid autoimun ada-lah tiroiditis Hashimoto, hipotiroidi primer, dan penyakit Graves. Penyakit tiroid autoimun, yang cenderung ber-sifat familial dan lebih sering ditemukan pada wa-nita, merupakan suatu penyakit multifaktorial poli-genik akibat interaksi antara faktor genetik, ling-kungan, dan respons imun; yodium merupakan sa-lah satu faktor lingkungan yang penting dalam proses autoimun tersebut 4. Yodium yang berlebih-an secara tidak langsung mempengaruhi fungsi tiroid dengan memicu dan atau mengakybatkan eksaserbasi reaksi autoimunitas tiroid. Hipertiroidi yang diinduksi oleh yodium (iodine-induced hyper-thyroidism) sering ditemukan di daerah endemic defisiensi yodium setelah suplementasi yodium pada individu yang rentan, umumnya individu dewasa dengan otonomi kelenjar tiroid. Sedangkan hipotiroidi yang diinduksi oleh yodium (iodine-induced hypothyroidism) lebih sering di daerah cukup yodium. 5-7 Berdasarkan percobaan binatang, Drexhage et al. (2000) mengemukakan konsep patogenesis pe-nyakit tiroid autoimun sebagai berikut. 8 Proses autoimun berawal dari terakumulasinya APC (anti-gen presenting cells) pada organ sasaran, yang di-picu oleh berbagai stimulus inflamasi non-spesifik seperti nekrosis sel-sel sasaran oleh virus atau tok-sin, di samping perubahan metabolisme dan per-tumbuhan sel-sel sasaran itu sendiri. Proses auto-imun berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tahap aferen (afferent stage), tahap sentral (central stage), dan tahap eferen (efferent stage). Pada ta-hap aferen terjadi peningkatan presentasi autoanti-gen, diikuti kemudian dengan tahap sentral yang ditandai oleh ekspansi dan maturasi yang berlebih-an dari sel-sel autoreaktif T dan B, serta akhirnya masuk pada tahap eferen yang memperlihatkan pe-ngaruh dari sel-sel autoreaktif T dan B tersebut pada organ/jaringan sasaran. Jaringan sasaran menjadi sangat rentan terhadap pengaruh auto-imun yang disebabkan sel-sel T autoreaktif dan autoantibodi yang terakumulasi dalam jumlah banyak di jaringan sasaran. Akibatnya, terjadi des-truksi jaringan atau hambatan fungsi atau per-tumbuhan, seperti yang terjadi pada tiroiditis Hashimoto dan hipotiroidi primer. Bentuk lainnya adalah rangsangan berlebihan terhadap jaringan sasaran dengan manifestasi berupa penyakit Gra-ves. 8 Pada umumnya, kekurangan yodium akan me-nekan, sedangkan kelebihan yodium akan memacu tiroiditis autoimun pada individu yang rentan. 9 De-ngan kata lain baik kekurangan 30 Jurnal GAKY Indonesia (Indonesian Journal of IDD) Vol. 1, No. 1, April 2002
3 maupun kelebihan asupan yodium akan memberikan dampak terha-dap fungsi maupun morfologi kelenjar tiroid. tiroglobulin yang mengandung yo-dium tinggi (highly iodinated thyroglobulin), seper-ti diuraikan berikut ini. Terdapat bukti-bukti tidak langsung, yang seja-lan dengan hasil percobaan binatang, Sel-sel tiroid yang hiperplastik pada struma aki-bat kekurangan yodium, sangat aktif secara bahwa kele-bihan yodium secara menahun meta-bolik dan sangat rentan terhadap akan memodulasi ekspresi penyakit tiroid autoimun pada individu yang secara genetik rentan. Sebaliknya yodium se-cara de novo tidak akan memicu autoimunitas pada individu normal, terutama bila diberikan dalam waktu singkat. Efek yodium pada individu yang tidak rentan autoimun (non-autoimmune prone) yodium. Ion yo-dida dalam jumlah yang berlebihan dengan cepat akan dioksidasi di dalam tirosit yang hiperplastik oleh enzim TPO, menghasilkan bahan reaktif asam hipoyodat dan radikal oksigen, serta akan merusak membran sel tiroid melalui oksidasi lipid dan pro-tein membran. Efek oksidatif tersebut akan berbeda-beda. Kekurangan yodium akan diper-kuat pada kasus dengan defisiensi mempresipitasi reaksi autoimun ringan selenium, karena selenium merupakan (fisiologis), sedangkan kelebihan yodium akan komponen dari protein yang mengandung merangsang perkembangan timus. 9 Yodium selenocysteine, suatu antioksidan alam yang atau obat-obat yang mengandung yodium penting dari kelompok glutathione dalam dosis farma-kologik dapat menginduksi peroksidase. 9 Yodium yang diberikan dalam tirotoksikosis selintas (transient) atau dosis tinggi pada keadaan defiensi selenium permanen dan/atau hipotiroidi pa-da pasien dan kurang yodium akan menyebabkan dengan atau tanpa penyakit autoimun yg mendasari dan kelainan non-autoimun. 4 Bagaimana mekanisme yodium memodulasi nekrosis hebat tirosit, meningkatkan infiltrasi makrofag, disertai pening-katan transforming growth factor-β (TGF-β) dan fibrosis/atrofi re-aksi autoimun? Berdasarkan percobaan tiroid. 9 Terdapat pula petunjuk bahwa kelebihan binatang, ada dua penjelasan atau mekanisme yang saat ini banyak dianut, yaitu: (1) yodium akan menimbul-kan toksisitas terhadap tirosit; yodium yang berlangsung dalam waktu lama mempunyai efek toksik terhadap tirosit pada individu yang mempunyai bakat autoimun dan (2). peningkatan imunogenisitas (auto-immune-prone). Permukaan sel tiroid : kondisi normal - peroksidase tiroid Yodinasi Tg - ion yodida - H 2O 2 radikal iodida - Tiroglobulin (Tg) 1. yodinasi membran protein kondisi abnormal 2. peroksidasi lipid dari lipid 3. lisis membran sel Vol. 1, No. 1, April 2002 Jurnal GAKY Indonesia (Indonesian Journal of IDD) 31
4 Gambar 1. Skema hipotetik kerusakan sel tiroid akibat yodida Sumber : Sundick et al Terbentuknya epitop imunogenik pada molekul tiroglobulin setelah mendapat yodium dalam jum-lah besar, dapat pula menjelaskan fenomena auto-imun tiroid yang diinduksi oleh yodium (iodine-induced thyroid autoimmunity phenomenon). Tiro-globulin yang mengandung yodium tinggi (highly iodinated) merupakan imunogen yang lebih baik dibandingkan tiroglobulin yang mengandung yo-dium rendah (low iodinated). 9 Menurut Rose (1999) respons imun tersebut bersifat spesifik terhadap tiroglobulin, baik menyangkut respons antibody maupun proliferasi sel T; bahkan munculnya lesi dapat diprediksi melalui adanya antibody tiroglo-bulin spesifik IgG2b. 2 Selain itu ada laporan bahwa yodium secara langsung merangsang sel-sel imun seperti makrofag, sel-sel T, sel-sel dendritik, dan sel-sel B, dan memegang peranan pula dalam perkembangan proses autoimun tiroid. 9 Implikasi klinik Khususnya di daerah defisiensi yodium, program yodisasi dapat menimbulkan efek samping berupa: 1. Hipertiroidi yang diinduksi yodium. Nodul toksik yang terjadi kemungkinan bersifat selintas dengan angka kejadian yang menurun, namun angka kejadian penyakit Graves kemungkinan meningkat se-cara permanen; 2. Hipotiroidi yang diinduksi yo-dium; 3. Autoimunitas yang diinduksi yodium, baik dalam bentuk penyakit Hashimoto maupun Graves; dan 4. Peningkatan angka kejadian karsinoma ti-roid papiler. 10 Di daerah cukup yodium, pemberian yodium akan menimbulkan efek yang berbeda antara lain tergantung pada individu yang bersangkutan mem-punyai kelainan tiroid yang mendasari atau tidak, serta berapa lama dan banyak yang bersangkutan terpapar pada yodium yang berlebihan. Penutup Yodium yang merupakan unsur esensial dalam hormogenesis hormon tiroid, ternyata juga bersifat imunogenik. Terdapat bukti-bukti epidemiologik yang didukung oleh hasil percobaan binatang, yang menunjukkan bahwa yodium berperan dalam proses autoimun tiroid. Temuan-temuan tersebut di atas menimbulkan dilema dalam upaya pencegah-an GAKY. Di satu sisi suplementasi yodium dalam program pencegahan GAKY mutlak harus dilaksa-nakan, di sisi lain harus pula diwaspadai dan dice-gah efek samping yang mungkin terjadi. Namun demikian hendaknya diyakini bahwa manfaat yang diperoleh dari program penanggulangan GAKY jauh melebihi risiko akibat pemberian yodium. Daftar Pustaka 1. Sundick RS, Bagchi N, and Brown TR. Mechanism by which iodine induces autoimmunity. In Drexhage et al. (Eds.) The Thyroid Gland: Environment and Auto-immunity. Elsevier Science Publishers (Biomedical Division) 1990: Rose NR. Linking iodine with autoimmune thyroiditis. Environ Health Perspect 1999;Suppl. 5: Jurnal GAKY Indonesia (Indonesian Journal of IDD) Vol. 1, No. 1, April 2002
5 3. Papanatasiou L. The effect of iodine administration on the development of thyroid autoimmunity in patients with nontoxic goiter. Thyroid 2000;10: Mariotti S, Loviselli A, Cambosu A, et al. The role of iodine in autoimmune thyroid thyroid disease in humans. The Thyroid and Iodine. Stuttgart, Schat-tauer 1996: Roti E and Vagenakis AG. Effect of Excess Iodide : Clinical Aspects. In Braverman LE and Utiger RD (Eds.). Werner and Ingbar s The Thyroid. 6 th edition. Philadelphia JB Lippincott Comp. 1996: Wiersinga WM, Prummel MF, and Strieder TGA. In Peter F, Wiersinga W, Hostalek U (Eds.). The Thyroid and Environment. Stuttgart Schattauer, 2000: stand at the turn of the century? Thyroid 2001;11(5): Drexhage HA, de Wit HJ, and Mooij P. Iodine and thyroid autoimmune disease. In Peter F, Wiersinga W, and Hostalek U (Eds.). The Thyroid and Environ-ment. Stuttgart, Schattauer 2000: Ruwhof C and Drexhage HA. Iodine and thyroid autoimmune disease in animal models. Thyroid 2001;11: Koutras DA. Control of efficiency and results, and adverse effects of excess iodine administration on thyroid function. Ann Endocrinol (Paris) 1996; 57(6): Delange F, de Benoist B, Pretell E, and Dunn JT. Iodine deficiency in the world : Where do we Vol. 1, No. 1, April 2002 Jurnal GAKY Indonesia (Indonesian Journal of IDD) 33
Dr. HAKIMI, SpAK Dr. MELDA DELIANA, SpAK Dr. SISKA MAYASARI LUBIS, SpA DIVISI ENDOKRINOLOGI ANAK FKUSU / RSHAM
Dr. HAKIMI, SpAK Dr. MELDA DELIANA, SpAK Dr. SISKA MAYASARI LUBIS, SpA DIVISI ENDOKRINOLOGI ANAK FKUSU / RSHAM STRUMA PADA ANAK 2 Kelenjar tiroid yang membesar dapat memperlihatkan fungsi: Eutiroidisme
1. PENDAHULUAN. penambah rasa makanan dengan L-Glutamic Acid sebagai komponen asam
1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Monosodium Glutamat (MSG) sudah lama digunakan diseluruh dunia sebagai penambah rasa makanan dengan L-Glutamic Acid sebagai komponen asam amino (Geha et al., 2000), dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit multisistem yang disebabkan kerusakan jaringan akibat deposisi kompleks imun berupa ikatan antibodi dengan komplemen.
LAPORAN KASUS : GAMBARAN SCINTIGRAFI PADA TIROIDITIS OTOIMUN ATROPIKANS
LAPORAN KASUS : GAMBARAN SCINTIGRAFI PADA TIROIDITIS OTOIMUN ATROPIKANS Sianny Suryawati Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya PENDAHULUAN Kelainan inflamasi otoimun pada
BAB I PENDAHULUAN. vulgaris disertai dengan suatu variasi pleomorfik dari lesi, yang terdiri dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akne vulgaris merupakan suatu penyakit dari unit pilosebasea yang dapat sembuh sendiri, terutama dijumpai pada anak remaja. Kebanyakan kasus akne vulgaris disertai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen utama adalah hemoglobin A dengan struktur molekul α 2 β 2.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hemoglobin Darah orang dewasa normal memiliki tiga jenis hemoglobin, dengan komponen utama adalah hemoglobin A dengan struktur molekul α 2 β 2. Hemoglobin minor yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. penelitian yang dilakukan oleh Weir et al. dari Centers for Disease Control and
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekitar 23.500 kasus karsinoma tiroid terdiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. Kejadian penyakit lebih tinggi pada wanita dibanding pria. Sebuah penelitian yang
BAB I PENDAHULUAN. yang terdiri dari dataran tinggi atau pegunungan. Gangguan Akibat. jangka waktu cukup lama (Hetzel, 2005).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gondok Endemik merupakan masalah gizi yang dijumpai hampir diseluruh negara di dunia, baik di negara berkembang termasuk di Indonesia maupun negara maju. Terlebih
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Masalah gizi masyarakat merupakan salah satu. masalah yang sering dialami oleh negara berkembang,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah gizi masyarakat merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium
KARAKTERISTIK PASIEN DISFUNGSI TIROID : STUDI EPIDEMIOLOGI. Characteristics of Patients with Thyroid Dysfunction : An Epidemiological Study
KARAKTERISTIK PASIEN DISFUNGSI TIROID : STUDI EPIDEMIOLOGI Characteristics of Patients with Thyroid Dysfunction : An Epidemiological Study Ika Puspita Asturiningtyas 1, Suryati Kumorowulan 1 1 Balai Litbang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Yodium Yodium ditemui dalam bentuk inorganik (yodida) dan organik dalam jaringan tubuh. Yodium adalah penting untuk reproduksi system disamping untuk produksi hormon tiroid yaitu
BAB I PENDAHULUAN. beragam. Masalah gizi di Indonesia dan di Negara berkembang pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia saat ini menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan beragam. Masalah gizi di Indonesia dan di Negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh
PENDAHULUAN. dibandingkan dengan unggas-unggas lainnya seperti ayam. Fakultas Peternakan
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Itik Cihateup termasuk kedalam jenis unggas air yang memiliki sifat fisiologik terbiasa dengan air dan kemampuan thermoregulasi yang rendah dibandingkan dengan unggas-unggas
Diagnosis dan Tata Laksana Tiroiditis Hashimoto
PANDUAN PRAKTIK KLINIS IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA Diagnosis dan Tata Laksana Tiroiditis Hashimoto IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA 2017 PANDUAN PRAKTIK KLINIS IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA Diagnosis dan Tata
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepar merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia, dengan berat 1.200-1.500 gram. Pada orang dewasa ± 1/50 dari berat badannya sedangkan pada bayi ± 1/18 dari berat
HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN
HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN MASITA FUJIKO Divisi Fetomaternal, Departemen Obgin FK UNHAS/ RS Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar Hipertiroid adalah kondisi klinik dan biokimiawi yang menunjukkan meningkatnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. produksi rantai globin mengalami perubahan kuantitatif. Hal ini dapat menimbulkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Thalassemia Thalassemia merupakan kelainan genetik dimana terjadi mutasi di dalam atau di dekat gen globin yang ditandai dengan tidak ada atau berkurangnya sintesis rantai globin.
Mekanisme Pertahanan Tubuh. Kelompok 7 Rismauzy Marwan Imas Ajeung P Andreas P Girsang
Mekanisme Pertahanan Tubuh Kelompok 7 Rismauzy Marwan Imas Ajeung P Andreas P Girsang Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar
BAB I PENDAHULUAN. (radioimmunoassay) dan IRMA (immunoradiometric assay), atau metode
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelenjar tiroid ialah organ endokrin yang terletak di leher manusia. Fungsinya ialah mengeluarkan hormon tiroid. Antara hormon yang terpenting ialah Thyroxine (T4)
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gangguan pada hepar dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain virus, radikal bebas, maupun autoimun. Salah satu yang banyak dikenal masyarakat adalah
BAB I PENDAHULUAN. sering ditemukan pada wanita usia reproduksi berupa implantasi jaringan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Endometriosis merupakan salah satu penyakit ginekologi yang sering ditemukan pada wanita usia reproduksi berupa implantasi jaringan (sel-sel kelenjar dan
Gangguan Akibat kekurangan Yodium (GAKY)
Gangguan Akibat kekurangan Yodium (GAKY) Kelompok 8 Noer Rafidah Ramli (K 111 11 297) Nur Asizah (K 111 11 298) Ramdani (K 111 11 301) Rahmawati Mustamin (K 111 11 303) Febi Riska (K 111 11) Outline Definisi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 1. Pengertian Gangguan akibat kurang Yodium (GAKY) adalah rangkaian efek kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia. Kekurangan unsur
BAB 1 PENDAHULUAN. Transplantasi ginjal merupakan pilihan pengobatan untuk pasien yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Transplantasi ginjal merupakan pilihan pengobatan untuk pasien yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir, pasien dengan transplantasi ginjal mempunyai harapan
SEL SISTEM IMUN SPESIFIK
SEL SISTEM IMUN SPESIFIK Diana Holidah Bagian Farmasi Klinik dan Komunitas Fakultas Farmasi Universitas Jember Components of the Immune System Nonspecific Specific Humoral Cellular Humoral Cellular complement,
BAB I PENDAHULUAN. GAKY merupakan masalah kesehatan yang telah mendunia. Organisasi. Kesehatan Sedunia (2007), menyatakan GAKY merupakan masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang GAKY merupakan masalah kesehatan yang telah mendunia. Organisasi Kesehatan Sedunia (2007), menyatakan GAKY merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara maju dan
HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN
HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN Dr.Eva Decroli,SpPD-KEMD,FINASIM SUB BAGIAN ENDOKRIN DAN METABOLIK BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNAND/ RS DR. M. DJAMIL PADANG 1 HIPERTIROID sindroma hipermetabolisme
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Mayarakat secara umum harus lebih memberi perhatian dalam pencegahan dan pengobatan berbagai jenis penyakit yang ditimbulkan oleh mikroorganisme patogen seperti
PATOFISIOLOGI DAN IDK DM, TIROID,PARATIROID
PATOFISIOLOGI DAN IDK DM, TIROID,PARATIROID Glukosa Ada dalam makanan, sbg energi dalam sel tubuh. Dicerna dalam usus, diserap sel usus ke pembuluh darah, diedarkan ke sel tubuh. Untuk masuk ke sel dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanpa disadari, fungsi kognitif memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia dan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan oleh manusia. Fungsi kognitif sangat
BAB I PENDAHULUAN. hidup secara tidak langsung menyebabkan manusia terus-menerus dihadapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perubahan pola hidup serta terjadinya penurunan kualitas lingkungan hidup secara tidak langsung menyebabkan manusia terus-menerus dihadapkan pada persoalan
PENDAHULAUAN Latar Belakang
PENDAHULAUAN Latar Belakang Tubuh membutuhkan iodin untuk pembentukan hormon tiroid yaitu tiroksin (T 4 ) dan triiodotironin (T 3 ). Kedua hormon ini sangat berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Neoplasma adalah suatu massa jaringan abnormal yang berproliferasi cepat, tidak terkoordinasi melebihi jaringan normal dan dapat menetap setelah hilangnya rangsang
REAKSI ANTIGEN-ANTIBODI DAN KAITANNYA DENGAN PRINSIP DASAR IMUNISASI. Oleh : Rini Rinelly, (B8A)
REAKSI ANTIGEN-ANTIBODI DAN KAITANNYA DENGAN PRINSIP DASAR IMUNISASI Oleh : Rini Rinelly, 1306377940 (B8A) REAKSI ANTIGEN DAN ANTIBODI Pada sel B dan T terdapat reseptor di permukaannya yang berguna untuk
BAB I PENDAHULUAN. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Gangguan akibat kekurangan iodium adalah sekumpulan gejala yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. kebersihan rumah tangga dan lingkungan, serta meningkatnya pendapatan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kebersihan rumah tangga dan lingkungan, serta meningkatnya pendapatan dan akses ke pelayanan kesehatan
uan Tiroid Saat Hamil ngsung pada lbu Hamil dan Bayinya
Ga uan Tiroid Saat Hamil ngsung pada lbu Hamil dan Bayinya begitu teras0 bank swasta itu kel enj ar t iro i dny a, y ang gejala kekurangan tiroid (hipotiroid) silit dibedakan dengan gejala hanil itu sendiri,
Metabolisme Bilirubin di Hati 1. Pembentukan bilirubin Langkah oksidase pertama adalah biliverdin yang dibentuk dari heme dengan bantuan enzim heme
Metabolisme Bilirubin di Hati 1. Pembentukan bilirubin Langkah oksidase pertama adalah biliverdin yang dibentuk dari heme dengan bantuan enzim heme oksigenase yaitu enzim yang sebagian besar terdapat dalam
BAB I PENDAHULUAN. Seiring proses penuaan mengakibatkan tubuh rentan terhadap penyakit. Integritas
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring proses penuaan mengakibatkan tubuh rentan terhadap penyakit. Integritas sistem imun sangat diperlukan sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap ancaman,
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Serum dan Kuning Telur Hasil AGPT memperlihatkan pembentukan garis presipitasi yang berwarna putih pada pengujian serum dan kuning telur tiga dari sepuluh ekor ayam yang
PENDAHULUAN. Secara alamiah seluruh komponen tubuh setelah mencapai usia dewasa tidak
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara alamiah seluruh komponen tubuh setelah mencapai usia dewasa tidak dapat berkembang lagi, tetapi justru terjadi penurunan fungsi tubuh karena proses penuaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi, epidemiologi dan etiologi hipertiroid Penyakit hipertiroidism merupakan bentuk tiroktoksikosis yang paling sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Dapat terjadi
SISTEM IMUN SPESIFIK. Lisa Andina, S.Farm, Apt.
SISTEM IMUN SPESIFIK Lisa Andina, S.Farm, Apt. PENDAHULUAN Sistem imun spesifik adalah suatu sistem yang dapat mengenali suatu substansi asing yang masuk ke dalam tubuh dan dapat memacu perkembangan respon
BAB I PENDAHULUAN. dari tiga masalah gizi utama di Indonesia. GAKY merupakan masalah. kelenjar gondok, kekurangan yodium dapat mempengaruhi kecerdasan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY) adalah salah satu dari tiga masalah gizi utama di Indonesia. GAKY merupakan masalah kesehatan yang masih membutuhkan
BAB V PEMBAHASAN. STZ merupakan bahan toksik yang dapat merusak sel ß pankreas secara langsung.
BAB V PEMBAHASAN STZ merupakan bahan toksik yang dapat merusak sel ß pankreas secara langsung. Mekanisme diabetogenik STZ adalah alkilasi DNA oleh STZ melalui gugus nitroourea yang mengakibatkan kerusakan
IMUNITAS HUMORAL DAN SELULER
BAB 8 IMUNITAS HUMORAL DAN SELULER 8.1. PENDAHULUAN Ada dua cabang imunitas perolehan (acquired immunity) yang mempunyai pendukung dan maksud yang berbeda, tetapi dengan tujuan umum yang sama, yaitu mengeliminasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Penurunan jumlah ookista dalam feses merupakan salah satu indikator bahwa zat yang diberikan dapat berfungsi sebagai koksidiostat. Rataan jumlah ookista pada feses ayam berdasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Proses menjadi tua merupakan suatu proses menghilangnya secara bertahap
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Proses menjadi tua merupakan suatu proses menghilangnya secara bertahap kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri, mempertahankan struktur dan fungsi normalnya
BAB VI PEMBAHASAN. Analisis jumlah limfosit T CD4+ pada penelitian ini dijadikan baseline yang juga
54 BAB VI PEMBAHASAN Analisis jumlah limfosit T CD4+ pada penelitian ini dijadikan baseline yang juga berperan sebagai Immunological recovery pada saat memulai terapi ARV sehingga dapat memaksimalkan respon
BAB I PENDAHULUAN. hipopigmentasi berwarna putih susu berbatas tegas. Vitiligo mengenai sekitar 0,5-1% dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Vitiligo adalah kelainan pigmentasi kulit yang didapat, ditandai dengan adanya makula hipopigmentasi berwarna putih susu berbatas tegas. Vitiligo mengenai sekitar 0,5-1%
I. PENDAHULUAN. Parasetamol merupakan obat antipiretik dan analgetik yang telah lama
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Parasetamol merupakan obat antipiretik dan analgetik yang telah lama digunakan di dunia. Parasetamol merupakan obat yang efektif, sederhana dan dianggap paling aman sebagai
DIABETES MELLITUS I. DEFINISI DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen
DIABETES MELLITUS I. DEFINISI DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat.
BAB 1 PENDAHULUAN. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) masih merupakan. masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) masih merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius. Berdasarkan data world health
BAB I PENDAHULUAN. bahwa prevalensi alergi terus meningkat mencapai 30-40% populasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang World Allergy Organization (WAO) tahun 2011 mengemukakan bahwa prevalensi alergi terus meningkat mencapai 30-40% populasi dunia. 1 World Health Organization (WHO) memperkirakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam kehidupan, manusia menghabiskan sebagian besar waktu sadar mereka (kurang lebih 85-90%) untuk beraktivitas (Gibney et al., 2009). Menurut World Health
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Istilah atopik pertama kali diperkenalkan oleh Coca (1923), yaitu istilah yang dipakai untuk sekelompok penyakit pada individu yang mempunyai riwayat alergi/hipersensitivitas
Gambar 2.1. Perkembangan Kelenjar Tiroid (Djokomoeljanto, 2001)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kelenjar Tiroid 2.1.1 Embriologi Kelenjar tiroid berasal dari evaginasi epitelium farings. Evaginasi ini berjalan turun dari dasar lidah ke daerah leher sampai akhirnya mencapai
BAB I PENDAHULUAN. orangtua kepada anaknya sejak masih dalam kandungan. Talasemia terjadi akibat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Talasemia merupakan penyakit bawaan yang diturunkan dari salah satu orangtua kepada anaknya sejak masih dalam kandungan. Talasemia terjadi akibat perubahan atau kelainan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) merupakan salah satu spesies ikan laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Harga jualnya, dalam kondisi hidup, di Indonesia
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Histopatologi Bursa Fabricius
19 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Histopatologi Bursa Fabricius Hasil pengamatan histopatologi bursa Fabricius yang diberi formula ekstrak tanaman obat memperlihatkan beberapa perubahan umum seperti adanya
Pembimbing II : dr. Rita Tjokropranoto, M.Sc.
ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGGINYA PREVALENSI GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMAHAI, KECAMATAN AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU, TAHUN
BAB I PENDAHULUAN. Monosodium glutamate (MSG) adalah garam natrium dari asam. glutamat (glutamic acid). MSG telah dikonsumsi secara luas di seluruh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Monosodium glutamate (MSG) adalah garam natrium dari asam glutamat (glutamic acid). MSG telah dikonsumsi secara luas di seluruh dunia sebagai penambah rasa makanan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati berupa hambatan aliran udara yang progresif, ditandai dengan inflamasi
BAB 1 PENDAHULUAN. mukosa rongga mulut. Beberapa merupakan penyakit infeksius seperti sifilis,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejumlah penyakit penting dan serius dapat bermanifestasi sebagai ulser di mukosa rongga mulut. Beberapa merupakan penyakit infeksius seperti sifilis, tuberkulosis,
AUTOIMUNITAS. Apabila terdapat ganggguan autoimunitas, maka terjadi ketidak seimbangan sistem imun dimana sel T dan sel B dapat menjadi
AUTOIMUNITAS Autoimunitas dan penyakit autoimun sebenarnya merupakan dua istilah yang berbeda. Autoimunitas merupakan suatu keadaan dimana sel limfosit tiba-tiba aktif sendiri. Autoimunitas adalah kegagalan
BAB I PENDAHULUAN. Anemia hemolitik otoimun (autoimmune hemolytic anemia /AIHA)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Anemia hemolitik otoimun (autoimmune hemolytic anemia /AIHA) merupakan salah satu penyakit otoimun di bagian hematologi. AIHA tergolong penyakit yang jarang, akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk melawan segala macam organisme pengganggu atau toksin yang cenderung merusak jaringan dan organ tubuh. Kemampuan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan, manusia amat tergantung kepada alam sekeliling. Yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan, manusia amat tergantung kepada alam sekeliling. Yang paling mendasar manusia memerlukan oksigen, air serta sumber bahan makanan yang disediakan alam.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. lemak, dan protein. World health organization (WHO) memperkirakan prevalensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Diabetes mellitus (DM) secara etiologi berasal dari serangkaian kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin dan
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME ZUHRIAL ZUBIR
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME ZUHRIAL ZUBIR PENDAHULUAN Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit yg disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) HIV : HIV-1 : penyebab
BAB I PENDAHULUAN. Kanker merupakan suatu proses proliferasi sel di dalam tubuh yang tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kanker merupakan suatu proses proliferasi sel di dalam tubuh yang tidak terkendali. Di perkirakan setiap tahun 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6
BAB I PENDAHULUAN. Deksametason merupakan salah satu obat golongan glukokortikoid sintetik
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Deksametason merupakan salah satu obat golongan glukokortikoid sintetik dengan kerja lama. Deksametason (16 alpha methyl, 9 alpha fluoro-prednisolone) dihasilkan
BAB I PENDAHULUAN. kedokteran kortikosteroid mulai dikenal sekitar tahun 1950, dan preparat
BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Kortikosteroid bukan merupakan obat baru bagi masyarakat. Di dunia kedokteran kortikosteroid mulai dikenal sekitar tahun 1950, dan preparat kortikosteroid mulai berkembang
BAB 1 PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, yang mengakibatkan kelainan signifikan dan gangguan pada
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Autisme adalah gangguan perkembangan yang biasanya didiagnosis awal pada masa kanak-kanak, yang mengakibatkan kelainan signifikan dan gangguan pada interaksi sosial,
IMUNOHIPER-REAKTIF (AUTOIMUN) Anastasia S.P., M.Si., Apt.
IMUNOHIPER-REAKTIF (AUTOIMUN) Anastasia S.P., M.Si., Apt. OUTLINE PRESENTASI 1. Defenisi 2. Toleransi Sistem Imun 3. Faktor Penyebab 4. Mekanisme Terjadinya Autoimun 5. Mekanisme Kerusakan Jaringan 6.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia. Masalah yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia. Masalah yang ditimbulkan cukup serius dengan spektrum
ANALISIS UPTAKE TIROID MENGGUNAKAN TEKNIK ROI (REGION OF INTEREST) PADA PASIEN HIPERTIROID
ANALISIS UPTAKE TIROID MENGGUNAKAN TEKNIK ROI (REGION OF INTEREST) PADA PASIEN HIPERTIROID Arizola Septi Vandria 1, Dian Milvita 1, Fadil Nazir 2 1 Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Andalas, Padang, Indonesia
BAB 5 PEMBAHASAN. Telah dilakukan penelitian terhadap 100 penderita stroke iskemik fase akut,
lxxiii BAB 5 PEMBAHASAN Telah dilakukan penelitian terhadap 100 penderita stroke iskemik fase akut, setelah dialokasikan secara acak 50 penderita masuk kedalam kelompok perlakuan dan 50 penderita lainnya
BAB I PENDAHULUAN. penyakit beragam (Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2011). Manifestasi klinis SLE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit inflamasi autoimun kronis yang belum jelas penyebabnya dengan gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan
I. PENDAHULUAN. progresif. Proses ini dikenal dengan nama menua atau penuaan (aging). Ada
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring bertambahnya usia, daya fungsi makhluk hidup akan menurun secara progresif. Proses ini dikenal dengan nama menua atau penuaan (aging). Ada beberapa faktor yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Upaya pencegahan dan pengobatan berbagai jenis penyakit yang ditimbulkan oleh mikroorganisme patogen seperti virus dan bakteri sangat perlu mendapat perhatian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepsis merupakan kondisi yang masih menjadi masalah kesehatan dunia karena pengobatannya yang sulit sehingga angka kematiannya cukup tinggi. Penelitian yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. Vitiligo merupakan penyakit yang tidak hanya dapat menyebabkan gangguan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vitiligo merupakan penyakit yang tidak hanya dapat menyebabkan gangguan secara kosmetik tapi juga dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan diri seseorang. Vitiligo
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inflamasi kronik memiliki peranan penting dalam patogenesis terjadinya kanker. Salah satu penyakit inflamasi kronik adalah Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang dipicu
BAB I PENDAHULUAN. Olahraga sepatu roda (inline skating) merupakan olahraga yang. membutuhkan keseimbangan antara kelincahan, kekuatan, kecepatan,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga sepatu roda (inline skating) merupakan olahraga yang membutuhkan keseimbangan antara kelincahan, kekuatan, kecepatan, ketahanan dan koordinasi (de
BAB 1 PENDAHULUAN. makhluk hidup, yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Makanan penting
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan dan minuman merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Makanan penting untuk pertumbuhan maupun untuk
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kelenjar Tiroid 2.1.1 Embriologi Kelenjar tiroid berasal dari evaginasi epitelium farings. Evaginasi ini berjalan turun dari dasar lidah ke daerah leher sampai akhirnya mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN. membuat kadar kolesterol darah sangat sulit dikendalikan dan dapat menimbulkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pola makan modern yang banyak mengandung kolesterol, disertai intensitas makan yang tinggi, stres yang menekan sepanjang hari, obesitas dan merokok serta aktivitas
BAB I PENDAHULUAN. tingginya penyakit infeksi seperti thypus abdominalis, TBC dan diare, di sisi lain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia saat ini terjadi transisi epidemiologi yakni di satu sisi masih tingginya penyakit infeksi seperti thypus abdominalis, TBC dan diare, di sisi lain mulai meningkatnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh tidak seluruhnya dapat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Penelitian Pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa mencit yang terpapar 2-ME
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa mencit yang terpapar 2-ME Telah dilakukan penelitian pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa
