CONTEMPORARY MODELS OF DEVELOPMENT AND UNDERDEVELOPMENT
|
|
|
- Yanti Sudirman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 CONTEMPORARY MODELS OF DEVELOPMENT AND UNDERDEVELOPMENT
2 Underdevelopment sebagai Kegagalan Koordinasi
3 Banyak teori pembangunan ekonomi yang lebih baru menjadi berpengaruh tahun 90-an dan di tahun awal abad 21 telah ditekankan complementarities antara beberapa kondisi yang diperlukan untuk pembangunan yang sukses Complementarities: tindakan yang diambil agen ekonomi yang meningkatkan insentif agen lain melakukan hal yang sama Model pembangunan yang menekankan complementarities berhubungan dengan beberapa model yang digunakan pada pendekatan pertumbuhan endogen, tetapi pendekatan kegagalan koordinasi berubah relatif independen dan menawarkan pandangan yang signifian dan berbeda Coordination failure: pernyataan kepentingan dimana ketidakmampuan agen mengkoordinasi perilaku mereka sehingga semua agen worse-off
4 Kerangka kerja untuk menganalisis teknologi batas di negara maju juga dapat digunakan dalam menganalisis middle-income trap Middle-income Trap: Kondisi dimana perekonomian memulai pembangunan untuk mencapai status middle-income tetapi secara kronis tidak mampu berlanjut ke status high-income. Seringkali berhubungan dengan kapasitas yang rendah untuk inovasi asli atau untuk penyerapan teknologi canggih, dan mungkin dikumpulkan oleh kesenjangan yang tinggi
5 Contoh lain adalah pengembangan daerah pedesaan pada komersialisasi pertanian Misal oetani tahu spesialisasi adalah salah satu sumber produktivitas tinggi, tetapi spesialisasi hanya jika dpat diperdagangan dengan barang atau jasa lain yang dibutuhkan Sehingga diperlukan perantara, tanpa perantara yang memadai petani hanya memiliki sedikit insentif untuk spesialisasi, sehingga terjadi underdevelopment trap Underdevelopment Trap: perangkap kemiskinan pada tingkat daerah atau nasional dimana underdevelopment cenderung perpetuate sendiri sepanjang waktu
6 Pemerintah secara umum memperburuk underdevelopment dibanding memfasilitasi pembangunan, banyak ahli pembangunan melihat secara aktif kasus dimana kebijakan pemerintah masih dapat membantu mendorong perekonomian menuju self-sustaining Deep Intervention: kebijakan pemerintah yang dapat memindahkan perekonomian menuju ekuilibrium atau tingkat pertumbuhan permanen yang lebih tinggi sehingga dapat self-sustaining, sehingga kebijakan tersebut tidak lagi diberlakukan karena ekuilibrium yang lebih baik akan hadir tanpa intervensi lebih lanjut
7 Dibanyak negara, complementarities tidak ada. Contohnya di pasar persaingan, ketika ada kelebihan permintaan, ada counterpressure agar harga naik, mengembalikan equilibrium Kapanpun congestion mungkin ada, ada counterpressure yang sangat kuat Congestion: Tindakan yang diambil oleh satu agen ekonomi yang menurunkan insentif bagi agen lain untuk mengambil tindakan yang sama
8 Masalah koordinasi diilustrasikan dengan where-to-meet dilemma yang sedikit berbeda dengan prisoners dilemma Where-to-meet dilemma: situasi dimana semua pihak akan better-off bila bekerjasama dibanding bersaing tetapi kekurangan informasi untuk melakukannya Prisoners dilemma: situasi dimana semua pihak akan better-off bila bekerjasama dibanding bersaing tetapi bila bekerjasama, tiap satu pihak akan memperoleh sebagian besar dengan mencurangi
9 Multiple Equilibria: Sebuah Pendekatan melalui Diagram
10 Privately rational decision Multiple Equilibria Figure E3 Privately rational decision function E2 Y1 E1 D1 D2 D3 Expected decision by other agents
11 Multiple Equlibria: kondisi dimana ada lebih dari satu ekuilibrium dan terkadang diberi peringkat. Equilibria tersebut terkadang diberi peringkat, tetapi pasar yang tidak dibantu tidak akan menggerakkan perekonomian menuju hasil yang diinginkan Salah satu agen ekonomi melakukan yang terbaik untuknya, menyerahkan apa ekspektasi mereka untuk agen lain, yang mana cocok dengan yang dilakukan agen lain Ketika garis fungsi (S-shape) memotong garis 45 derajat, nilai sumbu x sama dengan sumbu y, misalnya tingkat ekspektasi investasi sama dengan tingkat investasi yang terbaik bagi semua agen (profit max)
12 D1 dan D3 adalah equilibria yang stabil karena jika ekspektasi sedikit berubah keatas atau kebawah, perusahaan akan menyesuaikan perilaku mereka D2 tidak stabil karena jika ekspektasinya rendah akan berada di D1 dn jika tinggi berad di D3 Secara umum, nilai dari beragam equlibria tidak sama situasi dimana satu orang atau lebih mungkin membuat better-off tanpa membuat yang lain worse-off disebut Pareto Improvement
13 Memulai Pembangunan Ekonomi: The Big Push
14 Asumsi The Big Push Factors Hanya ada 1 faktor produksi, Labor (L) Factor Payments Pasar tenaga kerja memiliki 2 sektor, sektor tradisional (W1) dan sektor modern (W>1) Technology Ada N tipe produk, tiap unit diproduksi oleh F pekerja
15 Asumsi The Big Push Domestic Demand Tiap unit menerima bagian konsumsi dari pendapatan nasional yang konstan dan sama International Supply and Demand Perekonomian tertutup Market Structure Perfect competition pada sektor tradisional dan 1 perusahaan sektor modern dapat masuk ke semua pasar Pembatasan ini adalah konsekuensi dari increasing return to scale
16 Q The Big Push Figure Modernsector Production function W3 W2 W1 Q2 B Traditionalsector Production function Q1 A 0 F L/N Labor L
17 Kondisi Multiple Equilibria Fungsi produksi digambarkan oleh 2 tipe perusahaan dari banyak industri. Produsen tradisional menggunakan teknik linier dengan slope 1, tiap pekerja memproduksi 1 unit output. Perusahaan modern membutuhkan F pekerja untuk memproduksi apapun setelah itu memiliki teknik linier dengan slope 1/c > 1 Ketika garis upah di W1, dengan upah modern yang relatif rendah dan pendapatan melebihi biaya, perusahaan modern akan membayar biaya tetap F dan memasuki pasar Ketika garis upah di W2, perusahaan tidak akan memasuki pasar karena akan mengalami kerugian
18 Kasus lain dimana Big Push mungkin diperlukan Intertemporal Effects Meskipun upah rta-rata industri adalah 1, multiple equilibria dapat terjadi jika investasi harus diterima pada periode saat ini untuk mendapatkan proses produksi yang lebih efisien di periode berikutnya Urbanization Effects Jika beberapa industri rumah tradisional berada di pedesaan dan pabrik yang increasing return to scale berada di perkotaan, permintaan masyarakat kota mungkin terkonsentrasi pada barang dari pabrik Jika ini terjadi, dibutuhkan Big Push untuk urbanisasi agar mencapai industrialisasi
19 Kasus lain dimana Big Push mungkin diperlukan Infrastructure Effects Keberadaan infrastruktur membantu perusahaan invetasi menurunkan biayanya sendiri dan secara tidak langsung menurunkan biaya perusahaan lain Ketika satu sektor produk diindustrialisasi, akan meningkatkan ukuran pasar untuk menggunakan jasa infrastruktur yang juga akan digunakan oleh sektor lain Training Effects Ada underinvestment pada fasilitas latihan karena wirausahawan tahu bahwa pekerja yang mereka latih mungkin pergi ke pesang yang menawarkan gaji lebih tinggi yang tidak perlu membayar biaya latihan ini Hanya sedikit permintaan pekerja untuk latihan karena mereka tidak tahu keahlian apa yang didapat
20 Mengapa masalah tidak dapat diselesaikan oleh seorang Super-Entrepreneur Mungkin ada kegagalan pasar modal Mungkin ada Agency Cost dan Asymmetric Information Agency Costs: Biaya-biaya mengawasi manager dan pegawai lain serta mendesain dan mengimplementasikan skema untuk meyakinkan kepatuhan atau menyediakan insentif untuk mengikuti keinginan atasan Asymmetric Information: Situasi dimana satu pihak untuk suatu transaksi potensial mendapat informasi lebih dibanding pihak lain Mungkin ada kegagalan komunikasi Ada batas pengetahuan
21 Lebih Jauh tentang Multiple Equilibria
22 Inefficient Advantages of Incumbency Ketika perusahaan modern masuk, mereka memiliki keuntungan dengan output banyak dan biaya rata-rata rendah Perusahan dengan teknik lama memiliki keuntungan dibanding perusahaan dengan teknik baru yang memulai dengan dasar pelanggan kecil dan biaya tetap besar Behavior and Norms Pergerakan menuju equilibrium yang lebih baik sangatlah sulit ketika menyertakan banyak indvidu yang mengubah perilakunya dari rent seeking menjadi kejujuran dan nilai membangun reputasi menjadi memperoleh hasil kerjasama
23 Linkages Hubungan antara perusahaan berdasarkan penjualan Hubungan ke belakang: perusahaan membeli barang dari perusahaan lain untuk digunakan sebagai input Hubungan ke depan: perusahaan menjual ke perusahaan lain Inequality, Multiple Equilibria, and Growth Pekerjaan penting lain telah dilakukan pada pertumbuhan dan multiple equilibria menempatkan dampak kesenjangan pada pertumbuhan Pandangan tradisional, kesenjangan mungkin meningkatkan pertumbuhan karena tabungan orang kaya lebih tinggi dibanding orang miskin
24 Teori O-ring tentang Pembangunan Ekonomi, Michael Kremer
25 O-ring Model Fitur kunci model O-ring adalah caranya memodelkan produksi dengan complementarities yang kuat antar input Misalkan proses produksi dipecah menjadi n tugas. Ada banyak cara menyelesaikan tugas tersebut dan membutuhkan tingkat keahlian q, dimana 0 < q < 1. semakin tinggi keahlian, semakin tinggi kemungkinan tugas selesai Fungsi produksi diasumsikan: output given dengan pengganda nilai q untuk tiap n tugas, kemudian dikali dengan B (tergantung karakteristik perusahaan). Misalkan ada 2 pekerja tiap perusahaan. Fungsi produksi O-ring BF(qiqj) = qiqj (4.1)
26 O-ring Model Untuk mempermudah misalkan B = 1, dan ada 3 asumsi lain: Perusahaan risk-neutral, pasar tenaga kerja kompetitif, penawaran tenaga kerja inelastis Selanjutnya misalkan perekonomian memiliki 2 pekerja high-skill (qh) dan 2 pekerja low-skill (ql). Keempat pekerja diatur sesuai pasangan atau tidak berpasangan menurut keahlian. Total output akan selalu lebih tinggi pada skema pasangan menurut keahlian qh^2 + ql^2 > 2qHqL (4.2) Maka perusahaan yang memulai dengan pekerja berkeahian tinggi dapat dengan mudah menambah pekerja berkeahlian tinggi dan akan menguntungkan Setip perusahaan ingin mempekerjakan pekerja berkeahlian tinggi, tetapi pekerja akan tertarik memiliki tim dengan pekerja berkeahlian tinggi juga
27 Implikasi Teori O-ring Perusahaan-perusahaan cenderung mempekerjakan pegawai dengan keahlian yang sama untuk variasi tugas mereka Pekerja menampilkan tugas yang sama yang menghasilkan upah yang lebih tinggi pada perusahaan high-skill dibanding low-skill Karena upah meningkat sebesar q setiap kenaikan, upah akan secara proporsional lebih tinggi di negara maju dibanding yang akan diprediksi dari standar ukuran keahlian Jika pekerja dapan meningkatkan tingkat keahlian mereka dan membuat investasi semacam itu, serta jika ada ketertarikan melakukannya, mereka akan mempertimbangkan tingkat investasi human capital yang dibuat oleh pekerja lain sebagai komponen keputusan mereka akan seberapa besar keahlian yang diperoleh
28 Implikasi Teori O-ring Siapapun dapat tertangkap dalam perangkap kualitas-produksirendah yag luas Efek-efek O-ring membesarkan dampak dari sumbatan produksi lokal karena sumbatan tersebut memiliki efek pengganda pada produksi lain Sumbatan juga mengurangi insentif bagi pekerja untuk berinvestasi pada keahlian dengan menurunkan ekspektasi return pada keahlian tersebut
29 Pembangunan Ekonomi sebagai Self-Discovery
30 Sebelum mengetahui apa keunggulan komparatifnya, tiap negara harus belajar kegiatan spesialisasi apa yang paling menguntungkan Setiap kegiatan yang menguntungkan akan bernilai hanya sebagian, karena biasanya dapat diimitasikan dan membawa potensi keuntungan dari penemunya Karena information externality ini inovator tidak menghasilkan return penuh dari pencarian mereka akan kegiatan yang menguntungkan, akan ada sedikit sekali pencarian keunggulan komparatif negara (selfdiscovery) Information Externality: Spillover informasi dari satu agen ke yang lain, tanpa perantara. Merefleksikan karakteristik informasi publik yang baik
31 Kerangka Kerja Diagnotik Pertumbuhan Hausmann-Rodrik-Velasco (HRV)
32 HRV Growth Diagnostics Decision Tree Figure Low Return to Economic Activity Possible Causes Low Social Returns Low Appropriability High Cost of Finance Poor Geography Bad Infrastrcture Gov t Failures Market Failures Bad International Finance Bad Local Finance Low Human Capital Micro risks: Property Rights, Corruption, Taxes Macro risks: Financial, Monetary, Fiscal Instability Information Externalities Self- Discovery Coordination Externelities Low Domestic Saving Poor Intermediation
33 Ricardo Hausmann, Dani Rodrik dan Andres Velasco mengusulkan growth diagnostics decision tree framework agar menghilangkan sebagian besar hambatan negara pada pertumbuhan ekonomi Growth Diagnostics: Kerangka kerja keputusan untuk mengidentifikasi hambatan yang mengikat dari suatu negara pada pertumbuhan ekonomi HRV menjelaskan bahwa mentargetkan sebagian bear hambata memiliki keunggulan penting diatas pendekatan lain untuk pemilihan kebijakan
34 Pada tahap pertama pohon tersebut analis mencari untuk membagi negara untuk masalah utama rate of return yang rendah dan biaya keuangan yang tinggi Return yang rendah kepada investor mungkin akibat ada return sosial yang rendah untuk kegiatan ekonomi Social Returns: Keuntungan sebuah investasi pada biaya dan manfaat yang dihitung dari perspektif seluruh masyarakat
35 Return sosial yang rendah mungkin disebabkan oleh satu dari tiga hal berikut: Poor geography Low human capital Setiap negara berkembang harus menyediakan infrastruktur vital yang dibutuhkan untuk mencapai perekonomian modern yang berkelanjutan
36 TERIMAKASIH
Pertemuan 7-8 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan
BAGIAN 1 Prinsip & Konsep Pertemuan 7-8 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan Berdasarkan pengalaman selama lebih dari setengah abad dengan mencoba mendorong pembangunan modern, kita telah
TINJAUAN PUSTAKA. Pembangunan secara tradisional diartikan sebagai kapasitas dari sebuah
16 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Teori Ekonomi Pembangunan Pembangunan secara tradisional diartikan sebagai kapasitas dari sebuah perekonomian nasional yang kondisi-kondisi ekonomi awalnya kurang lebih bersifat
PENGANTAR ILMU EKONOMI
HANDOUT MATA KULIAH PENGANTAR ILMU EKONOMI, SE., M.Si. Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Padjadjaran HANDOUT 8 FAKTOR PRODUKSI 1 Hand out #6# Unit Bisnis pada umumnya
BAB 3 Pendapatan Nasional : Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya
BAB 3 Pendapatan Nasional : Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya Tutorial PowerPoint untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke-6 N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian 1 Model ini sangat sederhana
PEMBAHASAN UTS GENAP 2015/2016 TEORI EKONOMI MAKRO 1
PEMBAHASAN UTS GENAP 2015/2016 TEORI EKONOMI MAKRO 1 1. Para ekonom menggunakan beberapa variabel makroekonomi untuk mengukur prestasi seuah perekonomian. Tiga variable yang utama adalah real GDP, inflation
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perdagangan Antarnegara Tingkat perekonomian yang paling maju ialah perekonomian terbuka, di mana dalam perekonomian terbuka ini selain sektor rumah tangga, sektor perusahaan,
Mekanisme transmisi. Angelina Ika Rahutami 2011
Mekanisme transmisi Angelina Ika Rahutami 2011 the transmission mechanism Seluruh model makroekonometrik mengandung penjelasan kuantitatif yang menunjukkan bagaimana perubahan variabel nominal membawa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kesenjangan Ekonomi Antar Wilayah Sjafrizal (2008) menyatakan kesenjangan ekonomi antar wilayah merupakan aspek yang umum terjadi dalam kegiatan pembangunan
BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Modal dan Strukur Modal
BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori 1. Pengertian Modal dan Strukur Modal a. Pengertian Modal Menurut Munawir (2001) dalam Prabansari dan Kusuma (2005), modal adalah hak atau bagian yang dimiliki perusahaan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. ilmu tersendiri yang mempunyai manfaat yang besar dan berarti dalam proses
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Pembangunan Pertanian Dalam memacu pertumbuhan ekonomi sektor pertanian disebutkan sebagai prasyarat bagi pengembangan dan pertumbuhan
KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS
III. KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS 3.1. Teori Perdagangan Internasional Teori tentang perdagangan internasional telah mengalami perkembangan yang sangat maju, yaitu dimulai dengan teori klasik tentang keunggulan
Analisa dan Diskusi. Neraca gas bumi
BAB IV Analisa dan Diskusi IV.1 Neraca gas bumi Kajian tentang permintaan dan penyediaan gas bumi memperlihatkan bahwa terjadi kekurangan gas. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan yang tidak mampu
MASALAH-MASALAH DASAR DALAM ORGANISASI EKONOMI BAB 3. 1 Chapter 3 Masalah Dasar Organisasi Ekonomi Navik Istikomah
MASALAH-MASALAH DASAR DALAM ORGANISASI EKONOMI BAB 3 1 Tiga Masalah Pokok Organisasi Ekonomi 1. Komoditi apa (what) yang harus diproduksi, dan berapa? Karena sumber daya bersifat langka atau terbatas (konsep
Keseimbangan di Pasar Uang
Keseimbangan di Pasar Uang Motivasi Memiliki Uang Motivasi spekulasi Motivasi transaksi Motivasi berjaga-jaga Kelembagaan Pasar Dibutuhkan untuk membantu interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi Memiliki
Oleh : Erick E Abednego 11/315703/EK/18501
Oleh : Erick E Abednego 11/315703/EK/18501 Pemerintah memegang peranan penting dalam pembangunan. Mengetahui hubungan antara pemerintah dan pasar dalam proses pembangunan ekonomi melalui kebijakan kebijakan.
Peranan Pasar Modal Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia
Peranan Pasar Modal Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia (Lomba Karya Tulis Ilmiah Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Akuntansi FPIPS 2007) Pengertian Pembangunan Ekonomi Perubahan
STRUKTUR UPAH [OPISSEN YUDISYUS ESDM ILMU EKONOMI]
STRUKTUR UPAH Ketimpangan upah mencerminkan dua "fundamental" dari pasar tenaga kerja. Pertama, terdapat perbedaan produktivitas di kalangan pekerja. Semakin besar perbedaan produktivitas, semakin merata
PENDAPATAN NASIONAL. Andri Wijanarko,SE,ME. 1
PENDAPATAN NASIONAL Andri Wijanarko,SE,ME [email protected] 1 Output Nasional 2 Output Nasional (#1) Merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya yang ada dalam perekonomian untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. industri mikro, industri kecil, home industry, home production, dan lain
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Industri Rumah Tangga Industri rumah tangga banyak diistilahkan dengan berbagai frase seperti industri mikro, industri kecil, home industry, home production, dan lain sebagainya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Usaha Kecil Menengah Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000
EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )
EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 ) Dosen: 1. Dr. Ir. Aceng Hidiayat MT (Koordinator) 2. Dessy Rachmawatie SPt, MSi 3. Prima Gandhi SP, MSi KULIAH 5 : Teori Ekonomi Politik Keynessian
BAB 5 KESIMPULAN DAN PENUTUP
92 BAB 5 KESIMPULAN DAN PENUTUP First of all, human capital is considered one of the major factors in explaining a countries remarkable economic growth - Jong-Wha Lee - 5.1 Kesimpulan Dari penelitian ini,
teori distribusi neoklasik
BAB 3 Pendapatan Nasional : Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya Tutorial PowerPoint untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke-6 N. Gregory Mankiw Model ini sangat sederhana namun kuat, dibangun antara
BAB I PENDAHULUAN. fiskal maupun moneter. Pada skala mikro, rumah tangga/masyarakat misalnya,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara umum angka inflasi yang menggambarkan kecenderungan umum tentang perkembangan harga dan perubahan nilai dapat dipakai sebagai informasi dasar dalam pengambilan
PARADIGMA PERTUMBUHAN
PARADIGMA PERTUMBUHAN PERTUMBUHAN SEIMBANG (BALANCED GROWTH): The synchronised application of capital to a wide range of different industries - Nafziger (1990, p. 85) Dua Versi Pendapat Suatu usaha minimum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping tetap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Pembangunan Ekonomi Pembangunan menurut Todaro dan Smith (2006) merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas
Manajemen startegik Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng
1 Manajemen startegik Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng 5. MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI STRATEGI TINGKAT FUNGSIONAL 1. Strategi Functional Level adalah: Upaya untuk meningkalkan efektivitas
Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur
XII Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur Globalisasi ekonomi menuntut produk Jawa Timur mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain, baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Kurang
BAB I PENDAHULUAN. pada kepemilikan aktiva berwujud, tetapi lebih pada inovasi, sistem informasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dalam bidang ekonomi membawa dampak perubahan yang cukup signifikan terhadap pengelolaan suatu bisnis dan penentuan strategi bersaing. Para pelaku bisnis
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, yang
17 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan dengan pemanfaatan kemajuan
Pengantar Ekonomi Mikro
Modul ke: 06 Pusat Pengantar Ekonomi Mikro Teori Perilaku Produsen Bahan Ajar dan E-learning TEORI PERILAKU PRODUSEN (Analisis Jangka Pendek) 2 Basic Concept Inputs Production Process Outputs Produksi
Variabel, Masalah dan Kebijakan Ekonomi
Variabel, Masalah dan Kebijakan Ekonomi Putri Irene Kanny Pokok bahasan pertemuan ke-2 Variabel ekonomi Masalah dasar ekonomi Tujuan dan kebijakan Ekonomi Bentuk-bentuk kebijakan makroekonomi Sifat-sifat
BAB VI INFLATION, MONEY GROWTH & BUDGET DEFICIT
BAB VI INFLATION, MONEY GROWTH & BUDGET DEFICIT A. INFLASI Adalah kecederungan tingkat perubahan harga secara terus menerus, sementara tingkat harga adalah akumulasi dari inflasi inflasi terdahulu. π =
Bab 2. By Rini Setyo W, SE.MM 1
Bab 2 By Rini Setyo W, SE.MM 1 Figure 1 The Circular-Flow Diagram Revenue Goods and services sold MARKETS FOR GOODS AND SERVICES Firms sell Households buy Spending Goods and services bought FIRMS Produce
SUSTAINABLE DEVELOPMENT THROUGH GREEN ECONOMY AND GREEN JOBS
SUSTAINABLE DEVELOPMENT THROUGH GREEN ECONOMY AND GREEN JOBS BY : SHINTA WIDJAJA KAMDANI JAKARTA, FEBRUARY 24 TH 2015 APAKAH ITU EKONOMI HIJAU? Ekonomi Hijau : - Peningkatan kualitas hidup & kesetaraan
Pasar Persaingan Sempurna(Perfect Competition)
Pasar Persaingan Sempurna(Perfect Competition) PertemuanVII Tujuan Memahami definisi (perfect competition) Menjelaskan bagaimana perusahaan mengambil keputusan dan mengapa terjadi pemberhentian kerja dan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LABUHAN BATU
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LABUHAN BATU GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Nama Mata Kuliah / Kode Mata Kuliah : PENGANTAR EKONOMI MIKRO / MKKK 203 3 SKS Deskripsi Singkat : Mata Kuliah Keahlian
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. sehingga terjamin mutu teknisnya. Penetapan mutu pada karet remah (crumb
13 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1. Definisi Karet Remah (crumb rubber) Karet remah (crumb rubber) adalah karet alam yang dibuat secara khusus sehingga terjamin mutu teknisnya. Penetapan
BAB III METODOLOGI. Sudah banyak sekali penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi dari DMU,
BAB III METODOLOGI III. 1 Metode Pengukuran Efisiensi Perbankan Sudah banyak sekali penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi dari DMU, hal ini terbukti dari jumlah penelitian yang berjumlah
Mengidentifikasi pemegang kepentingan utama yang terkait dalam bisnis.
BAB 1 Merencanakan Bisnis SASARAN PEMBELAJARAN : Mengidentifikasi pemegang kepentingan utama yang terkait dalam bisnis. Menjelaskan fungsi-fungsi utama bisnis Menjelaskan bagaimana membuat rencana bisnis
Materi Minggu 4. Teori Perdagangan Internasional (Teori Modern)
E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 24 Materi Minggu 4 Teori Perdagangan Internasional (Teori Modern) 4.1. Proportional Factor Theory El Hecksher Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kaum klasik menerangkan
VIII. KESIMPULAN, IMPLIKASI KEBIJAKAN DAN SARAN. produktivitas tenaga kerja di semua sektor.
VIII. KESIMPULAN, IMPLIKASI KEBIJAKAN DAN SARAN 8.1. Kesimpulan 1. Dalam jangka pendek peningkatan pendidikan efektif dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja pertanian dibanding dengan sektor industri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Dewasa ini perhatian para ahli ekonomi terhadap masalah pembangunan ekonomi di setiap negara sangat besar sekali, karena
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai peranan investasi pemerintah total dan menurut jenis yang dibelanjakan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia
Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI
1 Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami hubungan nilai variable permintaan agregat (keynessian), pendapatan nasional keseimbangan dan sistem keuangan.
PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN
PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN 1. Pengertian manajemen keuangan 2. Tujuan manajemen keuangan 3. Fungsi manajemen keuangan 4. Teori keagenan 5. Teori asimetri informasi Muniya Alteza Pengertian Manajemen
2 Masalah Ekonomi: Kelangkaan dan Pilihan
Ekonomi Mikro. program pascasarjana Unlam 2 Masalah Ekonomi: Kelangkaan dan Pilihan KELANGKAAN, PILIHAN, DAN BIAYA OPORTUNITAS 1 Kebutuhan manusia bersifat tak terbatas, namun sumber daya yang tersedia
Modal Insani (Human Capital) dan Pembangunan Ekonomi
Modal Insani (Human Capital) dan Pembangunan Ekonomi Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Guru Besar FEB Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada acara University
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Dalam melakukan penelitian ini diambil acuan dari penelitian terdahulu oleh Ulviani (2010) yang berjudul : Analisis Pengaruh Nilai Output dan Tingkat Upah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini dunia usaha sangat tergantung sekali dengan masalah pendanaan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini dunia usaha sangat tergantung sekali dengan masalah pendanaan, beberapa pakar sepakat bahwa untuk keluar dari krisis ekonomi ini sektor riil harus digerakkan
Program Peningkatan Kemampuan Pemasok secara Efektif Nike 1. Apa persoalan yang perlu diselesaikan?
Studi Kasus dalam merancang intervensi tingkat perusahaan mempromosikan produktivitas dan kondisi kerja di UKM Program Peningkatan Kemampuan Pemasok secara Efektif Nike 1. Apa persoalan yang perlu diselesaikan?
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoritis 3.1.1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Berbagai model pertumbuhan ekonomi telah banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi. Teori pertumbuhan yang dikembangkan dimaksudkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau pemasaran hasil pertanian. Padahal pengertian agribisnis tersebut masih jauh dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Agribisnis Sering ditemukan bahwa agribisnis diartikan secara sempit, yaitu perdagangan atau pemasaran hasil pertanian. Padahal pengertian agribisnis tersebut masih
I. PENDAHULUAN. daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menilai keberhasilan pembangunan dan upaya memperkuat daya saing ekonomi daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini dikarenakan
RELEVANT INFORMATION AND DECISION MAKING: MARKETING DECISION
RELEVANT INFORMATION AND DECISION MAKING: MARKETING DECISION Definisi relevan: Informasi Relevan adalah peramalan pendapatan dan biaya yang akan datang di antara beberapa alternatif berbeda. Accuracy and
Model Keseimbangan Pengeluaran Dua Sektor
4. Model Keseimbangan Pengeluaran Dua Sektor Mengapa Anda Perlu Tahu Ketika seseorang bekerja pada perusahaan atau pemerintah maka dia akan mendapatkan gaji. Tentu, gaji yang didapatkan perlu dipotong
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi. Pada awal pembangunan ekonomi suatu negara, umumnya perencanaan
25 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Pada awal pembangunan ekonomi suatu negara, umumnya perencanaan pembangunan ekonomi lebih berorientasi pada masalah pertumbuhan
KEBIJAKAN HARGA. Kebijakan Yang Mempengaruhi Insentif Bagi Produsen : Kebijakan Harga_2. Julian Adam Ridjal, SP., MP.
KEBIJAKAN HARGA Kebijakan Yang Mempengaruhi Insentif Bagi Produsen : Kebijakan Harga_2 Julian Adam Ridjal, SP., MP. Disampaikan pada Kuliah Kebijakan dan Peraturan Bidang Pertanian EMPAT KOMPONEN KERANGKA
Penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak Sebagai Instrument Fiskal Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2015
Penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak Sebagai Instrument Fiskal Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2015 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara I. Pendahuluan Pemerintah
I. TINJAUAN PUSTAKA. A. Lahan Sawah. memberikan manfaat yang bersifat individual bagi pemiliknya, juga memberikan
I. TINJAUAN PUSTAKA A. Lahan Sawah Lahan sawah dapat dianggap sebagai barang publik, karena selain memberikan manfaat yang bersifat individual bagi pemiliknya, juga memberikan manfaat yang bersifat sosial.
THE COST OF PRODUCTION
1 THE COST OF PRODUCTION Apa Biaya itu? 2 Total cost jumlah yang harus dibayarkan oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan input (faktor produksi Cost of raw material Cost of labour Cost of overhead Total
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total (pertumbuhan ekonomi) di suatu negara dengan memperhitungkan adanya pertambahan jumlah penduduk,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam. perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
I. PENDAHULUAN. membangun infrastruktur dan fasilitas pelayanan umum. pasar yang tidak sempurna, serta eksternalitas dari kegiatan ekonomi.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan yang dilakukan oleh setiap pemerintahan terutama ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan distribusi pendapatan, membuka kesempatan kerja,
KAJIAN PELUANG INVESTASI PABRIKASI KECAP DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN Oleh : Refius Pradipta S * BAB I PENDAHULUAN
KAJIAN PELUANG INVESTASI PABRIKASI KECAP DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2008 Oleh : Refius Pradipta S * Abstract The aim of this research is to analyze suitable natural phosphate manure production in Sawangan
PENDAHULUAN BAB ILMU EKONOMI 1.2. PENGERTIAN EKONOMI MIKRO
Teori Ekonomi Mikro PENDAHULUAN BAB 1 1.1 ILMU EKONOMI Secara umum ilmu ekonomi atau ekonomika dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan adanya alat-alat
BAB I PENDAHULUAN. (shareholder) dengan jalan memaksimalkan kekayaan pemilik.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pemilik perusahaan kadang kala mengalami keterbatasan dalam pengelolaan perusahaan, oleh karena itu pemilik pada sebagian perusahaan menyerahkan tanggung jawab
Kuliah IV-Analisis Perilaku Produsen: Konsep Produksi
Outline Kuliah IV-Analisis Perilaku Produsen: Konsep Produksi DIE-FEUI March 4, 2013 Outline 1 Definisi Produksi SR vs LR Ilustrasi 2 Ukuran Produktivitas 3 Q, AP dan MP Antara AP dan MP Peran Perubahan
Eksternalitas & Barang Publik
Eksternalitas & Barang Publik Rus an Nasrudin Kuliah ke-13 May 21, 2013 Rus an Nasrudin (Kuliah ke-13) Eksternalitas & Barang Publik May 21, 2013 1 / 21 Outline 1 Pendahuluan 2 Definisi Eksternalitas 3
I. PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki karakter perekonomian yang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara berkembang memiliki karakter perekonomian yang tidak berbeda jauh dengan negara sedang berkembang lainnya. Tujuan pencapaian tingkat
Pertanyaan: Isi semua kolom tersebut (sertakan perhitungannya di bawah tabel)
Tugas PIE Makro 1. Diketahui: C = 50 + 0,8 Yd S = - 50 + 0,2 Yd I = 40 Pendapatan Nasional Konsumsi RT Tabungan RT Investasi Pengeluaran Agregat 0 150 200 450 600 750 Pertanyaan: Isi semua kolom tersebut
Oleh: Inayah B
ANALISIS PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED DAN PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
TRANSFORMASI STRUKTURAL PEREKONOMIAN INDONESIA BY : DIANA MA RIFAH
TRANSFORMASI STRUKTURAL PEREKONOMIAN INDONESIA BY : DIANA MA RIFAH DEFINISI Secara umum transformasi struktural berarti suatu proses perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian ke sektor industri
BAB I PENDAHULUAN. saing yang lebih tinggi, dan pertumbuhan inovasi yang luar biasa mendorong
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perekonomian dunia berkembang dengan begitu pesatnya, yang antara lain ditandai dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, tingkat daya saing
PENDAHULUAN. Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada. saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Namun dalam dunia yang sebenarnya
Paradigma Pertumbuhan
Paradigma Pertumbuhan Sir Roy Harrod (1900 1978) Evsey Domar (1914 1997) John Maynard Keynes (1883 1946) Model Pertumbuhan Harrod Domar Roy Harrod (1939) Evsey Domar (1946) John Maynard Keynes Tingkat
BAB I PENDAHULUAN. dipicu oleh fenomena gagal bayar subprime mortgage bertransformasi menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Krisis finansial tercatat banyak terjadi hingga tahun 2013. Krisis tersebut menimpa perusahaan, baik di negara berkembang maupun negara maju. Kegagalan menjaga likuiditas
Hubungan antara Inflasi dan Jumlah Uang Beredar
Hubungan antara Inflasi dan Jumlah Uang Beredar Paper ini mengulas hubungan antara inflasi dan jumlah uang beredar. Bagian pertama mengulas teori yang menjadi dasar paper ini, yaitu teori kuantitas uang
NEW KEYNESIAN ECONOMICS (Romer Chapter 6 Part C) Bahan Kuliah Makroekonomi Lanjutan Sekolah Pascasarjana IPB Dosen: Prof. Bambang Juanda, Ph.D.
NEW KEYNESIAN ECONOMICS (Romer Chapter 6 art C) Bahan Kuliah Makroekonomi Lanjutan Sekolah ascasarjana IB Dosen: rof. Bambang Juanda, h.d. endahuluan erbedaan utama antara teori ekonomi New Classical dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Pendapatan
Bab 1 Pengantar: Peran, Sejarah, dan Tujuan Akuntansi Manajemen
Bab 1 Pengantar: Peran, Sejarah, dan Tujuan Akuntansi Manajemen Tujuan Belajar Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu : 1. Menjelaskan kebutuhan akan informasi akuntansi manajemen 2. Menjelaskan
Materi 8 Ekonomi Mikro
Materi 8 Ekonomi Mikro Pasar Persaingan Sempurna Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami metode dan model pasar persaingan sempurna dalam : Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna,
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Mata Kuliah : Konsep E-Business Kode Mata Kuliah/SKS : 410103100 / 3 SKS Mata Kuliah Prasyarat : - Diskripsi Mata Kuliah
GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Jurusan Manajemen/Akuntansi - Program Studi S1 Manajemen/Akuntansi Fakutas Ekonomi Universitas Gunadarma
GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Jurusan Manajemen/Akuntansi - Program Studi S1 Manajemen/Akuntansi Fakutas Ekonomi Universitas Gunadarma Nama Mata Kuliah/Kode Koordinator Deskripsi Singkat : Pengantar
Keseimbangan Umum. Rus an Nasrudin. Mei Kuliah XII-2. Rus an Nasrudin (Kuliah XII-2) Keseimbangan Umum Mei / 20
Keseimbangan Umum Rus an Nasrudin Kuliah XII-2 Mei 2013 Rus an Nasrudin (Kuliah XII-2) Keseimbangan Umum Mei 2013 1 / 20 Outline 1 Pendahuluan 2 Konsep Keseimbangan Umum 3 Permintaan dan Penawaran dalam
