40X E40X SERVICE MANUAL 66T F-11-Y1

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "40X E40X SERVICE MANUAL 66T F-11-Y1"

Transkripsi

1 40X E40X SERVICE MANUAL 66T-897-5F--Y

2 CATATAN Manual ini telah disiapkan oleh Yamaha untuk digunakan oleh dealer Yamaha dan mekanik mereka yang terlatih dalam melakukan prosedur perawatan dan perbaikan perlengkapan Yamaha. Ditulis sesuai kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan dasar konsep mekanik dan kelistrikan, karena tanpa pengetahuan tersebut perawatan atau perbaikan perlengkapan dapat mempengaruhi hasil pekerjaan yang tidak aman atau tidak tepat. Karena Yamaha memiliki kebijakan perbaikan yang terus menerus terhadap produknya, model dapat berbeda dengan rincian, penjelasan dan ilustrasi yang ada di dalam buku ini. Gunakan manual edisi terakhir. Dealer resmi Yamaha akan diberitahukan secara berkala tentang modifikasi dan perubahan spesifikasi dan prosedur yang akan dimasukkan dalam edisi cetakan berikut manual ini. Informasi penting Beberapa informasi penting dibedakan dalam manual ini dengan tanda berikut: Simbol untuk keselamatan anda yang berarti PERHATIAN! HATI-HATI! UNTUK KESELAMATAN ANDA! PERINGATAN Kelalaian mengikuti petunjuk di dalam PERINGATAN dapat mengakibatkan kematian atau cedera berat pada operator mesin, pekerja, orang yang memeriksa atau memperbaiki motor outboard. PERHATIAN PERHATIAN menunjukan tindakan pencegahan yang harus diambil agar terhindar dari kerusakan motor outboard. TIPS menyediakan informasi untuk mempermudah atau memperjelas prosedur kerja. E9.9D,E5D SERVICE MANUAL 00 oleh Yamaha Motor Co.,Ltd. Edisi,Mei 00 Dilindungi hak cipta Penggunaan atau pencetakan ulang tanpa izin tertulis dari Yamaha Motor Co.,Ltd. tidak diperbolehkan Dicetak di Indonesia

3 Daftar Isi Informasi Umum Spesifikasi Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala Sistem Bahan Bakar Power unit Lower unit Braket GEN INFO SPEC CHK ADJ FUEL POWR LOWR BRKT Sistem Kelistrikan Perbaikan Indeks + ELEC TRBL SHTG

4

5 GEN INFO Informasi Umum Menggunakan manual ini... - Format Manual... - Simbol... - Keselamatan kerja Mencegah Kebakaran Ventilasi...-3 Pelindung/Pengaman Part, pelumas, dan sealant...-3 Cara kerja yang baik Membongkar dan Merakit...-4 Identifikasi Model Nomor Seri...-5 Memilih propeller Ukuran propeller...-5 Pemilihan Pemeriksaan sebelum pengiriman Memeriksa sistem bahan bakar Memeriksa oli transmisi...-6 Memeriksa battery (WH, W) Memeriksa tinggi dudukan motor outboard Memeriksa kabel remote control (model remote control) Memeriksa sistem kemudi...-8 Memeriksa gear shift dan kerja throttle Memeriksa switch engine start dan switch lanyard engine stop Memeriksa lubang cooling water pilot Tes jalan Break-in Setelah tes jalan T5F

6 GEN INFO Informasi Umum Menggunakan manual ini Format manual Format manual ini telah didesain untuk membuat prosedur servis mudah dipahami dan dimengerti. Gunakan informasi berikut sebagai panduan melakukan perbaikan efektif dan berkualitas. ① Part ditunjukkan dan diperinci dalam diagram terurai dan dicantumkan dalam daftar komponen. ② Daftar komponen terdiri dari nama part dan jumlahnya, termasuk ukuran baut dan sekrup. ③ Simbol digunakan untuk menunjukkan aspek penting prosedur, seperti grade pelumas dan titik Pelumasan. ④ Spesifikasi momen pengencangan ditampilkan dalam diagram terurai, dengan rincian petunjuk terkait. Beberapa spesifikasi pengencangan tercantum pada gambar sebagai besaran momen atau sudut dalam derajat. ⑤ Prosedur dan ilustrasi terpisah digunakan untuk menjelaskan rincian melepas, memeriksa dan memasang bila dibutuhkan. Untuk prosedur memperbaiki masalah, lihat Bab 9, Perbaikan Masalah. ② ① ③ ④ - ⑤ 66T5F

7 Menggunakan manual ini Simbol Simbol dibawah didesain untuk menunjukkan isi masing-masing bab. Informasi Umum Sistem bahan bakar GEN INFO FUEL Spesifikasi Penyetelan dan pemeriksaan berkala CHK ADJ BRKT Sistem kelistrikan Power unit SPEC Braket POWR ELEC Lower unit Perbaikan LOWR TRBL SHTG + Simbol hingga menunjukkan data spesifikasi. Special tool Oli atau fluida sesuai spesifikasi Spesifikasi putaran mesin Spesifikasi momen penngencangan Ukuran sesuai spesifikasi Spesifikasi besaran kelistrikan (resistan, voltase, arus listrik) Simbol hingga pada diagram gambar menunjukkan grade pelumas dan titik pelumasan. Berikan grease corrosion resistant Berikan oli -stroke motor outboard (Yamaha grease D) Berikan gear oil Berikan grease water resistant (Yamaha grease A) Berikan grease low temperature resistant (Yamaha grease C) Berikan grease molybdenum disulfide Berikan grease injector Simbol hingga pada diagram atau gambar mentunjukkan tipe sealant atau locking agent dan titik pemberiannya. Berikan Gasket Maker Berikan Yamabond No. 4 Berikan LOCTITE 7 (merah) 66T5F Berikan LOCTITE 4 (biru) Berikan LOCTITE 57 Berikan silicon sealant -

8 GEN INFO Informasi Umum Keselamatan kerja Untuk mencegah kecelakaan atau cedera dan untuk menjamin kualitas pekerjaan, ikuti seluruh prosedur keselamatan di bawah ini. Mencegah kebakaran Jauhkan bensin, seluruh produk yang mudah terbakar lainnya dari panas, percikan dan lainnya. Part, pelumas, dan sealant Gunakan part, pelumas, dan sealant Yamaha yang dianjurkan untuk perawatan dan perbaikan outboard motor. Ventilasi Uap bensin dan gas buang lebiih berat dari udara dan sangat beracun. Jika terhisap dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan kematian dalam waktu singkat. Ketika melakukan tes di dalam ruangan (seperti kolam air) pastikan ventilasinya cukup. Dalam kondisi normal, pelumas jangan sampai mencederai kulit. Karenanya perhatikan tindakan pencegahan untuk meminimalisir resiko ketika bekerja dengan pelumas.. Gunakan standar yang baik untuk diri anda dan produk.. Ganti dan cuci segera pakaian yang terkena pelumas. Pelindung diri Lindungi mata anda dengan kacamata pelindung selama bekerja dengan alat bor dan gerinda, atau ketika menggunakan kompresor. Lindungi tangan dan kaki dengan memakai sarung tangan dan sepatu keselamatan jika diperlukan. 3. Hindari kontak dengan kulit. Jangan pernah menyimpan kain bekas oli di saku anda. 4. Cuci tangan dan bagian tubuh lainnya dengan sabun dan air panas setelah terkena pelumas. 5. Untuk melindungi kulit, gunakan krim pelindung sebelum bekerja. 66T5F

9 Keselematan Kerja 6. Siapkan kain bersih untuk membersihkan jika ada yang tumpah, dll. Membongkar dan merakit. Semprotkan debu dan kotoran selama memasang. Cara kerja yang baik Special service tool Menggunakan special service tool yang dianjurkan untuk menghindari kerusakan part. Gunakan special tool dengan benar, sesuai petunjuk yang ada. Momen pengencangan Ikuti spesifikasi momen pengencangan yang ada di dalam manual. Saat mengencangkan mur, baut dan sekrup, kencangkan yang besar terlebih dahulu dan kencangkan mulai dari tengah ke arah luar. Part yang tidak dapat digunakan kembali Gunakan gasket, seal, O-ring, cotter pin, circlip, dll. yang baru ketika memasang atau merakit part. 66T5F. Berikan oli mesin ke permukaan part Yang bergerak sebelum merakit. 3. Pasang bearing sesuai tanda yang ada untuk arah pemasangan yang benar sesuai prosedur pemasangan. Sebagai tambahan, berikan pelumas ke bearing. 4. Berikan sedikit water-resistant grease ke bibir dan sekeliling oil seal sebelum memasang. 5. Periksa part yang bergerak dapat beroperasi normal saat pemasangan. -4

10 GEN INFO Informasi Umum Identifikasi Model Manual ini diperuntukan model berikut. Model 40XWH, 40XW, E40XMH, E40XW Nomor seri Nomor seri motor outboard tertera pada label di bagian port klem braket. Memilih propeller Performa kapal dan motor outboard sangat dipengaruhi oleh ukuran dan tipe of propeller. Propeller sangat mempengaruhi kecepatan kapal, akselerasi, keawetan mesin, bahan bakar, dan pengemudian. Pemilihan yang tidak tepat dapat berakibat buruk pada performa dan merusak mesin. Gunakan informasi berikut sebagai acuan dalam memilih propeller yang tepat untuk kondisi pengoperasian kapal dan motor outboard. Ukuran propeller Ukuran propeller ditunjukkan pada propeller blade, pada ujung propeller boss, di sisi propeller boss. Model Kode model Tinggi transom Nomor Seri Model Start nomor seri Kode model 40XWH 40XW E40XMH 66TK 0084 E40XW -5 Diameter propeller (dalam inch) Propeller pitch (dalam inch) Tipe propeller (tanda propeller)

11 Identifikasi / Memilih propeller / Pemeriksaan pre-delivery Memilih Ketika putaran mesin pada kisaran full throttle (4,500 5,500 rpm), propeller yang tepat adalah dengan performa maksimum antara kecepatan dan konsumsi bahan bakar. Ukuran Propeller (in) Material 0 /4 x 4 - G 0 /4 x 5 - G 0 /4 x 6 - G 0 3/4 x 6 - G 0 3/4 7 - G x 5 - G /8 x 3 - G /4 x 4 - G 3/8 x - G Aluminum PERHATIAN: Gunakan bensin campur. Campuran bensin dan oli dengan rasio 50:. Untuk periode break-in, gunakan campuran 5:. / x 3 - G 5/8 x - G 3/4 x 0 - G 3/4 x - G x - G Memeriksa jumlah gear oil /4 x 8 - G. Periksa jumlah gear oil. /4 x 9 - G Pemeriksaan pre-delivery Agar proses delivery lancar dan eifisien, lakukan pemeriksaan berikut di bawah ini. Memeriksa sistem bahan bakar. Pemeriksaan fuel hose terhubung dengan baik dan fuel tank penuh. Memeriksa battery (WH, W). Pemeriksaan kapasitas, electrolyte, dan specified gravity battery. Kapasitas battery yang dianjurkan: CCA/EN: 430 A 0HR/IEC: 70 Ah Electrolyte specified gravity:.80 pada 0 C (68 F) 66T5F -6

12 GEN INFO Informasi Umum. Periksa kabel positif dan negatif battery kencang. Memeriksa tinggi dudukan motor outboard. Periksa anti-cavitation plate di antara dasar kapal dan maksimum 5 mm ( in). Jika terlalu tinggi, akan timbul rongga dan daya dorongnya berkurang. Demikian halnya dengan putaran mesin akan naik abnormal dan menyebabkan mesin overheat. Jika terlalu rendah, hambatan air akan naik dan menurunkan efisiensi mesin. 3. Periksa tuas shift link posisi netral. Tinggi optimal dipengaruhi oleh kombinasi kapal dan motor outboard. Untuk menentukan tinggi optimal, lakukan tes dengan tinggi yang berbeda.. Periksa klem braket sudah kencang dengan sekrup. Memeriksa kabel remote control (model remote control). Set tuas remote control ke posisi netral dan tuas throttle menutup. PERINGATAN:. Periksa throttle cam posisi menutup penuh dan luruskan bagian tengah cam roller dengan tanda pada throttle cam. -7 Cable joint shift/throttle harus disekrup minimum 8.0 mm (0.3 in). 66T5F

13 Pemeriksaan pre-delivery Memeriksa sistem kemudi. Periksa penyetelan friksi setir. Memeriksa gear shift dan operasi throttle. Periksa gear shift beroperasi dengan lembut ketika tuas remote control atau tuas transmisi dipindahkan dari netral ke gigi maju atau mundur.. Periksa throttle beroperasi lembut ketika throttle grip (model tiller handle) bergerak dari posisi menutup penuh ke posisi membuka penuh. Periksa throttle beroperasi lembut ketika tuas remote control (model remote control) dipindahkan dari posisi maju atau mundur ke posisi membuka penuh. Untuk membesarkan rongga, putar baut ke arah. Untuk membesarkan rongga, putar baut ke arah.. Periksa setir beroperasi lembut. 3. Periksa kabel atau selang tidak terganggu ketika motor outboard dikemudikan. 66T5F -8

14 GEN INFO Informasi Umum Memeriksa switch engine start dan switch engine stop lanyard. Periksa mesin hidup ketika switch engine start diputar ke START.. Periksa mesin mati ketika switch diputar ke OFF. Memeriksa lubang cooling water pilot. Periksa air pendingin keluar dari lubang cooling water pilot. 3. Periksa mesin mati ketika switch engine stop lanyard ditekan atau engine stop lanyard ditarik dari switch S66T3050 Tes jalan. Hidupkan mesin, kemudian periksa gear shift beroperasi dengan lembut.. Periksa putaran idle setelah mesin dipanaskan. 3. Lakukan trolling. 4. Jalankan motor outboard selama jam pada 3,000 rpm atau setengah throttle, kemudian pada jam berikutnya 4,000 rpm atau ¾ throttle. 5. Periksa motor outboard tidak naik saat pindah ke mundur dan air tidak mengalir pada transom. Tes jalan merupakan bagian dari operasi break-in T5F

15 Pemeriksaan sebelum pengiriman Break-in Selama tes jalan, lakukan operasi break-in dalam empat tahap berikut ini.. 0 menit pertama pada putaran idle. 5 menit pada 3,000 rpm atau kurang 3. Satu jam pada 4,000 rpm atau kurang 4. Delapan jam pada 5,000 rpm atau kurang dengan mengulangi operasi throttle membuka penuh selama 5 menit atau kurang Jam Setelah tes jalan. Periksa air di dalam oli transmisi.. Periksa kebocoran bahan bakar pada cowling. 3. Bilas saluran air pendingin dengan air menggunakan flushing kit dengan mesin putaran idle. 66T5F -0

16 GEN INFO Informasi Umum MEMO - 66T5F

17 SPEC Spesifikasi Spesifikasi Umum... - Spesifikasi Perawatan Power unit Lower unit...-5 Kelistrikan...-5 Dimensi...-7 Momen Pengencangan...-9 Spesifikasi momen...-9 Momen Umum T5F

18 SPEC Spesifikasi Spesifikasi Umum Item Dimensi Panjang keseluruhan Lebar keseluruhan Tinggi keseluruhan (S) (L) (X) Tinggi transom (S) (L) (X) Bobot (dengan propeller aluminum) (S) (L) (X) Performa Maximum output Full throttle operating range Konsumsi maximum Putaran mesin idle Power unit Tipe Kuantitas cylinder Total displacement Bore X stroke Rasio kompresi Sistem intake Sistem scavenging Sistem kontrol Unit - 40XWH E40XW mm (in) mm (in),073 (4.) 675 (6.6),073 (4.) 675 (6.6) 40 (5.8) 36 (4.3) 40 (5.8) 36 (4.3) mm (in) mm (in) mm (in),364 (53.7),37 (48.7),364 (53.7),476 (58.) mm (in) mm (in) mm (in) 508 (0.0) 38 (5.0) 508 (0.0) 635 (5.0) kg (lb) kg (lb) kg (lb) kw (hp) rpm L (US gal, Imp gal)/hr rpm cm3 (cu. in) mm (in) Sistem start Sistem bahan bakar System kontrol pengapian Maximum generator output Starting enrichment Busi Sistem pendingin Sistem gas buang Sistem pelumasan Model 40XW E40XMH V, A 74.6 (64.5)7.0 (58.8) 78.0 (7.0) 73.6 (6.3)76. (68.0) 76.7 (69.) 9.4 (40) pada 5,000 rpm 4,500 5,500 0 (5.3, 4.4) pada 5,500 rpm 950,050 -stroke L 703 (4.9) (3.5.76) 6.0 Reed valve Loop charge Tiller Remote Tiller Remote handle control handle control Manual dan elektrik Manual Manual dan elektrik Carburetor CDI, 6.0, 6.0 Choke valve B7HS (NGK), BR7HS (NGK) Air Propeller boss Bensin campur 66T5F

19 Spesifikasi Umum Item Bahan bakar dan oli Tipe bahan bakar Oli mesin Grade oli mesin Rasio campuran bahan bakar Tipe oli transmisi Grade oli transmisi (*) Kuantitas oli transmisi Bracket unit Tilt angle (pada boat transom) Sudut tilt-up Sudut steering Drive unit Posisi gear shift Gear ratio Tipe reduction gear Tipe clutch Tipe propeller shaft Arah propeller (dari belakang) Tanda propeller Kelistrikan Kapasitas minimum Battery(*) CCA/EN 0HR/IEC (*) (*) Unit NMMA API SAE cm3 (US oz, Imp oz) Model 40XW E40XMH 40XWH E40XW Bensin -stroke motor outboard oil TC-W3 50: Hypoid gear oil GL (4.54, 5.7) derajat 8,, 6, 0, 4 derajat derajat F-N-R.00 (6/3) Spiral bevel gear Dog clutch Spline Searah jarum jam G A Ah Sesuai standar API dan SAE CCA: Cold Cranking Ampere EN: European Norm (standar eropa) IEC: International Electrotechnical Commission 66T5F -

20 SPEC Spesifikasi Spesifikasi perawatan Power unit Item Power unit Tekanan kompresi Minimum (*) Cylinder head Warpage limit Unit 40XWH Model 40XW E40XMH E40XW kpa (kgf/cm, psi) 630 (6.3, 9) mm (in) 0. (0.0039) mm (in) mm (in) mm (in) mm (in) ( ) (3.535) 0.08 (0.003) 0.05 (0.000) mm (in) mm (in) mm (in) mm (in) mm (in) ( ) 0 (0.39) ( ) 0.4 (0.0055) ( ) mm (in) mm (in) 0.5 (0.00) 0.50 (0.00) mm (in) mm (in) ( ) ( ) mm (in) ( ) (garis menunjukan posisi mistar) Cylinder Bore size Bore size limit Taper limit Out-of-round limit Piston Diameter piston (D) Titik pengukuran (H) Celah piston-ke-cylinder (Limit) Piston pin boss bore Oversize piston st nd Diameter oversize piston st nd Piston pin Diameter luar (*) Kondisi pengukuran: Temperatur ruang 0 C (68 F), throttle membuka penuh, dengan busi dilepas dari seluruh cylinder. Hanya untuk referensi T5F

21 Spesifikasi Perawatan Item Piston ring Top ring Dimensi B Dimensi T End gap Side clearance Diameter oversize st nd nd piston ring Dimensi B Dimensi T End gap Side clearance Diameter oversize st nd Connecting rod Diameter dalam ujung-kecil Celah sisi ujung-besar Axial play limit ujung-kecil Crankshaft Lebar crankshaft A Lebar crankshaft B Diameter crankpin Runout limit Thermostat Temperatur membuka Temperatur membuka penuh Limit bawah valve membuka Reed valve Limit tinggi valve stopper Limit tekukan valve 66T5F Unit 40XWH Model 40XW E40XMH E40XW mm (in) mm (in) mm (in) mm (in) ( ) ( ) ( ) ( ) mm (in) mm (in) (3.594) (3.693) mm (in) mm (in) mm (in) mm (in) ( ) ( ) ( ) ( ) mm (in) mm (in) (3.594) (3.693) mm (in) mm (in) mm (in) ( ) ( ).0 (0.08) mm (in) mm (in) mm (in) mm (in) ( ) ( ) ( ) 0.03 (0.00) C ( F) C ( F) mm (in) 48 5 (8 6) 60 (40) 3.0 (0.) mm (in) mm (in) ( ) 0. (0.008) -4

22 SPEC Spesifikasi Item Karburator ID tanda Main jet Main air jet Pilot jet Pilot air jet Pilot screw Tinggi pelampung Unit 40XWH 66T0 Model 40XW E40XMH E40XW 66T 66T 66T0 # # # # Putar keluar mm (in) /8 7/ ( ) Unit Model 40XW E40XMH Lower unit Item Gear backlash Pinion-ke-forward gear Pinion-ke-reverse gear Pinion shim Forward gear shim Reverse gear shim 40XWH E40XW mm (in) mm (in) mm mm mm ( ) ( ) 0.0, 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, , 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, , 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, 0.50 Unit Model 40XW E40XMH Kelistrikan Item Sistem pengapian dan kontrol pengapian Waktu pengapian (cylinder #) Celah busi Resistan tutup busi (dengan tipe resister) Resistan ignition coil Primary coil (B/W B) pada 0 C (68 F) Secondary coil (B/W kabel busi) pada 0 C (68 F) CDI unit output peak voltage (B/O B, B/W B) pada cranking (beban) pada,500 rpm (beban) pada 3,500 rpm (beban) -5 derajat derajat mm (in) kω 40XWH E40XW ATDC pada putaran idle BTDC3 pada 5,000 rpm ( ) Ω kω V V V T5F

23 Spesifikasi Perawatan Item Pulser coil output peak voltage (W/R W/B) Cranking (tanpa beban) Cranking (beban),500 rpm (beban) 3,500 rpm (beban) Pulser coil resistance(*) (W/R W/B) Starter motor Tipe Brush Limit panjang Armature Limit commutator undercut Sistem pengisian Sekring Charge coil output peak voltage (positif side: Br negatif side: L) Cranking (tanpa beban) Cranking (beban),500 rpm (beban) 3,500 rpm (beban) Charge coil resistance(br L) Lighting coil output peak voltage(*) (G G) Cranking (tanpa beban),500 rpm (tanpa beban) 3,500 rpm (tanpa beban) Lighting coil resistance(*) (G G) Rectifier output peak voltage (R B),500 rpm (tanpa beban) 3,500 rpm (tanpa beban) (*) Unit 40XWH Model 40XW E40XMH V V V V Ω E40XW Bendix Bendix mm (in) 6.4 (0.5) 6.4 (0.5) mm (in) 0.8 (0.03) 0.8 (0.03) A 0 V V V V Ω V V V Ω V V Hanya untuk referensi. 66T5F -6

24 SPEC Spesifikasi Dimensi Exterior * Hanya model tiller handle

25 Spesifikasi Perawatan Clamp bracket 66T5F -8

26 SPEC Spesifikasi Momen pengencangan Sesuai spesifikasi momen Part yang dikencangkan Ukuran ulir Sistem bahan bakar Intake silencer screw Power unit Baut power unit Mur tombol engine start Baut starter rope guide Baut manual starter roller Baut sheave drum Mur flywheel magnet Baut starter motor Mur terminal motor starter Mur terminal starter relay Baut ignition coil Sekrup rectifier Baut intake manifold st nd Sekrup reed valve Baut cylinder head Baut cylinder head cover Baut exhaust cover Busi Baut crankcase Lower unit Gear oil drain screw Gear oil check screw Baut lower case Cooling water inlet cover screw Mur propeller Baut propeller shaft housing Mur pinion M8 M6 M6 M6 M6 M0 M8 M8 M6 M6 M M6 M8 M6 M6 st nd Momen pengencangan kgf m ft lb M6 M5 st nd st nd st nd N m M0 M0 M5 M6 M8 M 66T5F

27 Momen pengencangan Part yang dikencangkan Bracket unit Mur tiller handle bracket Mur self-locking Mur engine stop lanyard switch Battery lead holder screw Throttle grip screw Mur switch netral Mur atas Baut atas Mur housing Baut penyetelan steering friction Baut case atas Baut exhaust manifold Self-locking nut Mur tilt stopper plate Grease nipple Mur clamp bracket Tilt lever screw Ukuran ulir M0 M0 M6 M5 M8 M8 M0 M8 M8 M8 M M8 M8 M5 Momen pengencangan N m kgf m ft lb Momen umum Tabel ini adalah spesifikasi momen pengencangan standar sesuai standar ulir ISO. Spesifikasi momen pengencangan untuk komponen khusus atau assy. Tercantum di masing-masing bab. Untuk menghindari kerusakan, kencangkan dengan arah menyilang dan bertahap hingga sesuai spesifikasi. Selain spesifikasi perlu menjaga kebersihan ulir dan usahakan kering dan pada suhu ruang. Mur (A) 8 mm 0 mm mm 4 mm 7 mm 66T5F Baut (B) M5 M6 M8 M0 M Spesifikasi momen umum N m kgf mft lb

28 SPEC Spesifikasi MEMO - 66T5F

29 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala Special service tool...3- Tabel interval perawatan Top cowling Memeriksa top cowling Sistem bahan bakar Memeriksa fuel joint dan fuel hoses (fuel joint-ke-carburetor) Memeriksa fuel filter Power unit Memeriksa busi Memeriksa thermostat Menyetel start-in-gear protection Memeriksa saluran air pendingin Sistem Kontrol Menyetel waktu pengapian Menyetel kabel throttle (MH, WH) Menyetel kabel throttle (W) Memeriksa kerja gear shift (MH, WH),,,, Memeriksa kerja gear shift (W) Memeriksa putaran mesin idle Memeriksa waktu pengapian Braket Memeriksa kerja tilt Lower unit...3- Memeriksa jumlah oli transmisi...3- Mengganti oli transmisi...3- Memeriksa lower unit dari kebocoran udara...3- Memeriksa propeller...3- Umum...3- Memeriksa anoda...3- Memeriksa battery...3- Pelumasan motor outboard T5F 3

30 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala Special service tool 3 Timing light Digital tachometer Leakage tester T5F

31 Special service tool / Tabel interval perawatan Tabel interval perawatan 3 Gunakan tabel berikut sebagai acuan umum perawatan. Sesuaikan interval dengan kondisi pengoperasian motor outboard. Awal Perihal Keterangan Anoda (external) Anoda (internal) Battery Saluran air pendingin Top cowling Fuel filter (dapat dibongkar) Sistem bahan bakar Fuel tank (Yamaha portable tank) Oli transmisi Periksa/ganti Periksa/ganti Periksa/charge Bersihkan Periksa Periksa/ganti Titik pelumasan Engine idle speed (model karburator) Propeller dan cotter pin Beri pelumas Shift link/shift cable Thermostat Throttle link/throttle cable/ throttle pick-up timing Water pump Busi 0 jam ( bulan) 50 jam (3 bulan) Setiap 00 jam (6 bulan) 00 jam ( tahun) Ke hal. 3 Periksa Periksa/ bersihkan Ganti Periksa/setel Periksa/ganti Periksa/setel Periksa Periksa/setel Periksa Bersihkan/ setel/ganti Jika beroperasi di air asin, keruh atau berlumpur, mesin harus dibilas dengan air setelah digunakan. 66T5F 3-

32 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala Top cowling 3 Memeriksa fuel filter. Periksa fuel filter element dari kotoran dan periksa fuel filter cup dari kotoran dan retak. Bersihkan cup dengan bensin dan ganti element jika perlu. Memeriksa top cowling. Periksa fitting dengan menekan cowling dengan kedua tangan. S66T300. Periksa lubang water separator drain dari kotoran, bersihkan jika perlu. Pastikan tidak ada bensin yang tumpah saat melepas fuel filter cup. Power unit 3 Memeriksa busi. Lepas tutup busi, kemudian lepas busi.. Bersihkan elektroda dengan pembersih atau sikat kawat, ganti busi jika perlu. Sistem bahan bakar 3 Periksa fuel joint dan fuel hose (fuel joint-ke-carburetor). Periksa konektor fuel hose dan fuel joint dari kebocoran. ganti jika perlu. Periksa juga fuel filter, fuel pump, dan carburetor dari kebocoran atau kerusakan. Ganti jika perlu. 3. Periksa elektroda dari erosi dan endapan karbon atau lainnya, dan juga kerusakan gasket. Ganti busi jika perlu. 4. Periksa celah busi. Setel jika tidak sesuai spesifikasi T5F

33 Top cowling / Sistem bahan bakar / Power unit Spesifikasi busi: B7HS (NGK), BR7HS (NGK) Celah busi : mm ( in) 4. Periksa pembukaan thermostat valve pada temperature sesuai spesifikasi. Ganti jika tidak sesuai spesifikasi Pasang busi, kencangkan dengan tangan, kemudian kencangkan sesuai spesifikasi menggunakan kunci. R T.. Busi: 5 N m (.5 kgf m, 8.4 ft lb) Periksa thermostat. Lepas cover dan thermostat. Temperatur air Valve mengangkat 48 5 C (8 6 F) 0.05 mm (0.000 in) (mulai membuka) di atas 60 C (40 F) Lebih dari 3.0 mm (0. in) 5. Pasang thermostat dan cover, kemudian kencangkan baut cove.. Tahan thermostat di dalam wadah berisi air. 3. Letakan thermometer di dalam air dan panaskan. 66T5F Menyetel pelindung start-in-gear. Set gear shift ke posisi netral. 3-4

34 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala. Kendurkan lock nut, kemudian setel start-in-gear protection dengan menyetel mur sehingga titik pada kabel konektor lurus dengan tanda. Sistem kontrol 3 Menyetel waktu pengapian. Pastikan mesin mati sebelum menyetel waktu pengapian.. Kendurkan kabel throttle atau lepas kabel remote control. 3. Putar flywheel magnet searah jarum jam agar garis ATDC lurus dengan tanda pada manual starter case. 4. Kendurkan locknut. Memeriksa saluran pendingin air. Periksa cover cooling water inlet dan cooling water inlet dari tersumbat. Bersihkan jika perlu. 5. Putar tuas throttle control lever sehingga full-retard screw menempel ke stopper. 6. Setel full-retard screw indikator timing lurus dengan tanda pada flywheel magnet. 7. Kencangkan locknut.. Pasang lower unit di dalam air, kemudian hidupkan mesin. 3. Periksa aliran air pada lubang pilot pendingin air, jika tidak ada aliran, periksa saluran air pendingin di dalam motor outboard. 8. Setel kabel throttle atau kabel remote control. S66T T5F

35 Power unit / Sistem kontrol 9. Geser tuas remote control atau shift lever ke gigi mundur atau maju, kemudian Periksa stopper pada throttle control lever Menempel pada stopper pada throttle cable bracket ketika throttle membuka penuh. 6. Putar throttle grip ke posisi menutup penuh Kendurkan locknut. 0. Hidupkan mesin dan panaskan selama 5 menit.. Periksa waktu pengapian dengan timing light dan, jika perlu, ulangi langkah Tempelkan sekrup full-retard ke stopper, kemudian putar mur penyetelan hingga play kabel throttle sesuai spesifikasi. 9. Kendurkan locknut. Waktu pengapian putaran idle: ATDC Menyetel kabel throttle (MH, WH) Setel kabel throttle, throttle stop screw harus disetel dengan baik.. Kendurkan locknut. Throttle cable free play: mm (0.04 in). Kendurkan throttle-cam-roller sekrup penyetel (ulir kiri). 3. Putar throttle grip ke posisi membuka penuh. 4. Setel mur penyetelankabel throttle hingga center throttle cam roller lurus dengan tanda pada throttle cam. 5. Kencangkan locknut. 66T5F 3-6

36 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala 0. Luruskan center throttle cam roller dengan tanda pada throttle cam, kemudian kencangkan sekrup penyetelan throttle-cam-roller... Periksa center throttle cam roller lurus dengan tanda pada throttle cam ketika throttle grip diputar ke posisi membuka penuh.. Periksa sekrup full-retard menyentuh stopper dan center throttle cam roller lurus dengan tanda pada throttle cam ketika throttle grip diputar ke posisi menutup penuh. 5. Setel posisi joint kabel throttle hingga lubangnya lurus dengan pin pada throttle control lever. 3. Jika perlu, ulangi langkah. Menyetel kabel throttle (W) Setel kabel throttle, throttle stop screw harus disetel dengan baik.. Kendurkan locknut, lepas clip, kemudian lepas joint kabel throttle.. Set remote control lever ke posisi netral. screw (ulir kiri). 3. Kendurkan sekrup penyetelan throttlecam-roller (ulir kiri) 4. Periksa sekrup full-retard menyentuh stopper dan bagian tengah throttle cam roller lurus dengan tanda pada throttle cam. 3-7 PERINGATAN: Joint kabel throttle harus disekrup minimal 8.0 mm (0.3 in). 6. Hubungkan cable joint, pasang clip, kemudian kencangkan locknut. 7. Luruskan center throttle cam roller dengan tanda pada throttle cam, dan kencangkan throttle-cam-roller sekrup penyetelan.. 66T5F

37 Sistem kontrol 8. Periksa stopper pada throttle control lever menyentuh stopper pada throttle throttle cable bracket dan center throttle cam roller lurus dengan tanda pada throttle cam ketika tuas remote control posisi membuka penuh. S66T390. Set gear shift ke posisi netral. 3. Periksa tuas switch netral pada shift lever assy. menekan switch neutral. (WH) 9. Periksa sekrup full-retard screw menempel ke stopper dan center throttle cam roller lurus dengan tanda pada throttle cam ketika tuas remote control posisi menutup penuh. 0. Jika perlu, ulangi step 9. Memeriksa operasi gear shift (MH, WH) Memeriksa operasi gear shift (W). Periksa operasi gear shift saat pindah dari gigi netral ke gigi maju atau mundur. Setel mur jika perlu.. Periksa operasi gear shift ketika perpindahan gigi dari netral ke gigi maju atau mundur. Setel panjang shift cable jika perlu. R. Set gear shift ke posisi netral. N F S66T350 66T5F 3-8 3

38 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala 3. Kendurkan locknut, lepas the clip, kemudian lepas shift cable joint. 4. Set shift lever ke posisi netral. Memeriksa putaran idle. Hidupkan mesin dan panaskan selama 5 menit. 5. Setel posisi shift cable joint hingga lubang lurus dengan set pin. PERINGATAN:. Pasang special service tool ke kabel busi #, kemudian periksa putaran idle. Setel jika tidak sesuai spesifikasi. Digital tachometer: Kabel shift joint harus disekrup minimal 8.0 mm (0.3 in). 6. Hubungkan cable joint, pasang clip, kemudian kencangkan locknut. 7. Periksa operasi perpindahan gigi dan jika perlu, ulangi step 6. Engine idle speed: 950,050 rpm 3. Putar throttle stop screw pada arah atau sehingga putaran mesin sesuai spesifikasi. 8. Periksa tuas switch netral pada shift lever assy. menekan switch netral. (jika dilengkapi) T5F

39 Sistem kontrol / Braket Untuk meningkatkan putaran idle, putar throttle stop screw ke arah. Untuk menurunkan putaran idle, putar throttle stop screw searah. 4. Periksa garis ATDC pada flywheel magnet lurus dengan tanda pada manual starter case. Setel jika tidak sesuai spesifikasi. 4. Jika putaran idle tidak sesuai spesifikasi, setel kabel throttle. Memeriksa waktu pengapian. Hidupkan mesin dan panaskan selama 5 menit.. Pasang special service tool ke kabel busi #, dan periksa putaran mesin idle. 3 Waktu pengapian pada putaran idle: ATDC Braket 3 Memeriksa operasi tilt. Tilt motor outboard ke atas dan bawah beberapa kali dan periksa kisaran pengoperasian. Digital tachometer: Engine idle speed: 950,050 rpm 3. Pasang special service tool ke kabel busi #. S66T3300 Timing light: T5F 3-0

40 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala Lower unit 3 Memeriksa ketinggian gear oil. Turunkan penuh motor outboard.. Lepas check screw, kemudian periksa ketinggian gear oil pada lower case. Jumlah oli sudah tepat jika mengalir keluar saat check screw dilepas. 3. Jika perlu, tambahkan gear oil yang dianjurkan hingga mengalir keluar dari lubang pemeriksaan. 3. Periksa oli dari partikel metal dan perubahan warna, dan viskositasnya. Periksa part internal lower case jika perlu. 4. Pasang gear oil tube atau gear oil pump ke lubang pengurasan dan perlahan isi gear oil hingga mengalir keluar lubang pemeriksaan dan tidak terlihat gelembung udara. Gear oil yang dianjurkan: Hypoid gear oil API: GL-4 SAE: Pasang check screw. Mengganti gear oil. Angkat motor outboard perlahan.. Pasang drain pan pada drain screw, lepas drain screw, kemudian check screw dan biarkan oli mengalir keluar seluruhnya. Gear oil yang dianjurkan: Hypoid gear oil API: GL-4 SAE: 90 Jumlah oli: 430 cm3 (4.54 US oz, 5.7 Imp oz) 5. Pasang check screw dan pasang dengan cepat drain screw. 3-66T5F

41 Lower unit / Umum Memeriksa kebocoran lower unit Umum 3 Memeriksa anoda. Lepas check screw, kemudian pasang special service tool. Leakage tester: Berikan tekanan sesuai spesifikasi untuk memeriksa tekanan terjadi pada lower unit selama 0 detik.. Periksa anoda dan trim tab dari kotoran, grease, atau oli. Bersihkan jika perlu. 3 PERHATIAN: Jangan memberikan oli, grease, atau cat ke anoda atau trim tab, hal ini tidak efektif. PERHATIAN:. Ganti anoda atau trim tab jika terlalu terkikis. Jangan memberi tekanan berlebihan pada lower unit, hal ini dapat merusak oil seal. Memeriksa battery Tutup lubang pemeriksaan dengan kain ketika melepas special service tool dari lower unit.. Periksa jumlah battery electrolyte. Jika di bawah tanda minimum, tambahkan air suling hingga di antara tanda maksimum dan minimum. Holding pressure lower unit: 00 kpa (.0 kgf/cm, 4 psi) 3. Jika tekanan di bawah spesifikasi, periksa oil seal drive shaft dan propeller shaft dari kerusakan. Memeriksa propeller. Periksa propeller blade dan spline dari retak, rusak, atau aus. ganti jika perllu. 66T5F 3-

42 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala. Periksa specific gravity electrolyte. Charge battery jika di bawah spesifikasi. Pelumasan motor outboard. Berikan grease water resistan ke area seperti ditunjukkan. PERINGATAN: Battery electrolyte berbahaya; mengandung asam sulfur beracun dan dapat membakar kulit. Patuhi tindakan pencegahan berikut: Hindari kontak bodi dengan electrolyte Hal ini dapat menyebabkan luka bakar atau luka permanen. Gunakan pelindung mata saat menangani atau bekerja dekat battery. AA S66T300 Penangkal (EXTERNAL): KULIT Cuci dengan air. MATA Bilas dengan air selama 5 menit dan segera lakukan tindakan medis. Penangkal (INTERNAL): Minum air atau susu yang mengandung magnesium, telur atau minyak sayur. Segera lakukan tindakan medis. Battery mudah meledak, karena adanya gas hydrogen. Ikuti tindakan pencegahan berikut: Charge battery di area dengan ventilasi yang cukup. Jauhkan battery dari api, percikan atau sumber panas (contoh; alat las, pemantik api). JANGAN MEROKOK ketika charging atau menangani battery. JAUHKAN BATTERY DAN ELECTROLYTE DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. Battery ada beberapa tipe, prosedur pada manual ini mungkin tidak cocok, karenanya perhatikan manual battery yang tersedia. Lepas kabel negatif battery terlebih dahulu, kemudian kabel positif battery. Electrolyte specific gravity:.80 pada 0 C (68 F) T5F

43 Umum A 3 A Model tiller handle Berikan grease ke grease nipple hingga mengalir dari bushing.. Berikan grease low temperature resistant ke area seperti pada gambar Berikan grease anti korosi ke area seperti ditunjukkan. 66T5F 3-4

44 CHK ADJ Penyetelan dan Pemeriksaan Berkala MEMO T5F

45 FUEL Sistem bahan bakar Special service tool Pemasangan selang Saluran bahan bakar Fuel pump Memeriksa fuel pump Membongkar fuel pump Merakit pump Memeriksa fuel joint Karburator Membongkar karburator Memeriksa karburator Merakit karburator Menyetel throttle stop screw T5F 4

46 FUEL Sistem bahan bakar Special service tool 4 Vacuum/pressure pump gauge set T5F

47 Special service tool / Pemasangan selang Pemasangan selang S66T400 Fuel hose (fuel joint-ke-fuel filter) Fuel hose (fuel filter-ke-fuel pump) Fuel hose (fuel pump-ke-karburator) Pilot water hose 66T5F

48 FUEL Sistem bahan bakar Saluran bahan bakar No Nama part Klem Fuel hose Baut Fuel joint Grommet Fuel hose Fuel hose Baut Fuel pump Gasket Mur Baut Braket Fuel filter assy. Fuel filter element O-ring Cup 4 Jml. 6 Keterangan M6 x 30 mm M6 x 40 mm Tidak dapat digunakan kembali M6 x 4 mm Tidak dapat digunakan kembali 66T5F

49 Saluran bahan bakar 4 4 No Nama part Sekrup Collar Intake silencer O-ring Baut Karburator O-ring Solenoid coil Braket Grommet Spring O-ring Hook Sekrup Baut Grommet Collar 66T5F Jml Keterangan Ø6 x 40 mm Tidak dapat digunakan kembali M8 x 00 mm Tidak dapat digunakan kembali W W W W model model model model Tidak dapat digunakan kembali W model W model W model M6 x 5 mm / W model W model W model 4-4

50 FUEL Sistem bahan bakar Fuel pump No Nama part Sekrup Cover Diaphragm Gasket Fuel pump body assy. Gasket Diaphragm Cover Jml. 3 Keterangan Ø5 x 30 mm Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali 66T5F

51 Fuel pump Memeriksa fuel pump. Pasang drain pan pada sambungan fuel hose, kemudian lepas fuel hose dari fuel pump. 6. Berikan tekanan positif sesuai spesifikasi dan periksa tidak ada kebocoran. Bongkar fuel pump jika perlu.. Hubungkan special service tool ke fuel pump inlet. 3. Tutup fuel pump outlet dengan jari, kemudian berikan tekanan positif sesuai spesifikasi. Periksa tidak ada kebocoran udara. Pasang fuel pump valve ke pump body, dan basahkan bagian dalam fuel pump dengan bensin agar seal tepat. 4 Tekanan sesuai spesifikasi: 50 kpa (0.5 kgf/cm, 7.3 psi) Vacuum/pressure pump gauge set: Tekanan sesuai spesifikasi: 50 kpa (0.5 kgf/cm, 7.3 psi) 4. Berikan tekanan negatif sesuai spesifikasi dan periksa tidak ada kebocoran. Membongkar fuel pump. Membongkar fuel pump.. Periksa diafragma dari sobek atau rusak. Ganti jika perlu. 3. Periksa valve dari bengkok atau rusak. Ganti jika perlu. Periksa juga fuel pump body dari kerusakan. Ganti jika perlu. 4. Bersihkan fuel pump body. Tekanan sesuai spesifikasi: 30 kpa (0.3 kgf/cm, 4.4 psi) 5. Hubungkan special service tool ke fuel pump outlet. 66T5F 4-6

52 FUEL Sistem bahan bakar Merakit fuel pump Bersihkan part dan rendam valve dan diaphragma di dalam bensin sebelum merakit agar pengoperasian fuel pump tepat saat menghidupkan mesin.. Pasang valve pada fuel pump body.. Pasang gasket baru, diaphragma, dan cover. Memeriksa fuel joint. Periksa fuel joint dari retak atau rusak.. Hubungkan special service tool pada outlet fuel joint. 3. Berikan tekanan sesuai spesifikasi untuk memeriksa tekanan terjadi selama 0 detik. Ganti fuel joint jika perlu. Vacuum/pressure pump gauge set: Fuel joint holding pressure: 50 kpa (0.5 kgf/cm, 7.3 psi) Pastikan gasket dan diaphragma terpasang dengan benar T5F

53 Fuel pump / Karburator Karburator 4 4 No Nama part Sekrup Cover Gasket Throttle stop screw Spring Pilot screw Spring Sekrup Washer Sekrup Float chamber O-ring Drain screw Gasket Carburetor body Gasket Carburetor body 66T5F Jml. 4 4 Keterangan Ø4 x 0 mm Tidak dapat digunakan kembali Ø5 x0 mm Ø5 x 5 mm Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali 4-8

54 FUEL Sistem bahan bakar 4 No Nama part Pilot jet Plug Main jet Washer Float pin Float Needle valve Jml. Keterangan 66T5F

55 Karburator Membongkar karburator. Lepas pilot screw. Sebelum membongkar karburator, perhatikan berapa kali pilot screw diputar keluar dari posisi dudukan ke posisi set.. Lepas float chamber, float pin float, dan needle valve.. PERHATIAN: Arahkan semprotan angin ke bawah, agar cairan pembersih tidak mengenai mata anda atau mungkin partikel kecil dari karburator akan menyembur keluar. Jangan membersihkan jet dengan sikat kawat, hal ini dapat menyebabkan diameter jet membesar, yang sangat berpengaruh pada performa. 3. Periksa main jet, pilot jet, dan main nozzle dari kotoran atau residu. Bersihkan jika perlu. 4. Periksa pilot screw dan needle valve dari bengkok atau aus. ganti jika perlu. 4 Lepas float pin sesuai arah tanda panah pada gambar. 3. Lepas jet dan komponen lain. Memeriksa karburator. Periksa saluran udara dan bensin serta jet, dari kotoran dan lainnya. Bersihkan bodi karburator dengan minyak pembersih jika perlu. S6D Periksa pelampung dari kerusakan. Ganti jika perlu.. Semprotkan angin ke seluruh saluran dan jet. 66T5F 4-0

56 FUEL Sistem bahan bakar 6. Ukur tinggi pelampung. Ganti pelampung dan needle valve satu set, jika tidak sesuai spesifikasi. Pasang float pin sesuai arah tanda panah pada gambar. Pasang needle valve pada valve seat ketika memasang pelampung ke bodi karburator. 3. Pasang pilot screw, putar hingga sedikit duduk, kemudian putar kembali sesuai spesifikasi. Pelampung harus menempel pada needle valve, tetapi tidak menekan. Ukur posisi pelampung kebalikan sisi putarannya. Tinggi pelampung : mm ( in) Memasang karburator. Pasang main jet, pilot jet, dan plug ke bodi karburator seperti ditunjukkan. Setel kabel throttle ketika karburator dibongkar atau putaran idle telah disetel. Untuk prosedur penyetelan, lihat Bab 3. Pilot screw setting: 3/8 7/8 putaran 4. Pasang carburetor assy. Menyetel throttle stop screw. Hidupkan mesin dan panaskan hingga 5 menit.. Pasang needle valve, pelampung, dan float pin, seperti pada gambar, dan periksa pelampung beroperasi dengan baik. 4-. Putar throttle stop screw pada arah atau hingga putaran idle sesuai spesifikasi. 66T5F

57 Karburator Untuk menaikkan putaran idle, putar throttle stop screw pada arah. Untuk menurunkan putaran idle, putar throttle stop screw pada arah. 4 Putaran mesin idle: 950,050 r/min 3. Jika putaran mesin idle tidak sesuai spesifikasi, setel kabel throttle. 66T5F 4-

58 FUEL Sistem bahan bakar MEMO T5F

59 POWR Power unit Special service tool Power unit Memeriksa tekanan kompresi Membongkar manual starter Memeriksa spiral spring Memeriksa drive pawl Mengukur starter rope Merakit manual starter Melepas power unit Melepas flywheel magnet Melepas komponen kelistrikan Melepas throttle cam assy Membongkar base assy Merakit base assy Reed valve Melepas reed valve assy Memeriksa reed valve Cylinder head Melepas cylinder head...5- Memeriksa cylinder head...5- Melepas exhaust cover...5- Memeriksa exhaust cover...5- Crankcase Melepas crankcase dan oil seal housing Melepas crankshaft assy Memeriksa cylinder bore Membongkar oil seal housing Memeriksa oil seal housing Merakit oil seal housing Membongkar piston Memeriksa diameter piston Memeriksa celah piston Memeriksa ring piston Memeriksa celah piston ring Memeriksa piston pin boss bore Memeriksa piston pin Membongkar crankshaft Memeriksa crankpin Merakit crankshaft Memeriksa crankshaft Memasang crankshaft bearing Merakit piston Merakit power unit Memasang power unit T5F 5

60 POWR Power unit Special service tool 5 compression gauge Driver rod LS Flywheel holder Bearing separator Flywheel puller Plate C Needle bearing attachment , , Pressure pin C Driver rod L Support T5F

61 Special service tool Pressure pin B baut C Spacer C Washer Bushing-9 (D30) Height ring-640 (H9) Body Bushing- (D35) Flange Pressure plate T5F 5 5-

62 POWR Power unit Press body Bearing pressure C Small end bearing installer T5F

63 Special service tool / Power unit Power unit 5 Memeriksa tekanan kompresi. Hidupkan mesin, panaskan selama 5 menit, kemudian matikan.. Lepas clip dari switch engine stop lanyard. 3. Lepas tutup busi dan seluruh busi, kemudian pasang special service tool ke lubang busi. 5. Jika tekanan kompresi di bawah spesifikasi dan tekanan kompresi masingmasing cylinder tidak sama, tambahkan sedikit oli mesin ke cylinder, kemudian periksa kembali tekanan kompresi. Jika tekanan kompresi bertambah, periksa piston dan piston ring dari aus. Ganti jika perlu. Jika tekanan kompresi tidak bertambah, periksa cylinder head gasket, dan cylinder head. Ganti jika perlu. S66T50 5 Sebelum melepas busi, semprotkan angin ke lubang busi untuk membersihkan debu atau kotoran di dalam cylinder. Compression gauge: Buka penuh throttle, kemudian crank mesin hingga pembacaan compression gauge stabil. Jangan menarik kenob choke ketika memeriksa tekanan kompresi. Minimum tekanan kompresi (data referensi): 630 kpa (6.3 kgf/cm, 9 psi) 66T5F 5-4

64 POWR No Power unit Nama part Power unit Manual starter Collar Grommet Baut Baut Gasket Baut Dowel Apron Baut Baut Baut Jml Keterangan M8 x 5 mm M8 x 35 mm Tidak dapat digunakan kembali M6 x 6 mm M6 x 6 mm M8 x 80 mm M8 x 30 mm 66T5F

65 Power unit 5 5 No Nama part Flywheel magnet Base assy. Baut Link rod Oil seal O-ring Woodruff key Baut Starter pulley Mur Washer Corkainated tube Cover Baut Baut Retainer Pulser coil assy. 66T5F Jml. 4 3 Keterangan M6 x 40 mm Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali M6 x 40 mm Model WH dan W M6 x 6 mm M6 x 5 mm 5-6

66 POWR Power unit 5 No Nama part Charge coil Lighting coil Sekrup Sekrup Jml. 6 5 Keterangan M6 x 5 mm M4 x 6 mm 66T5F

67 Power unit 5 5 No Nama part Starter motor Starter relay Holder Braket Braket Baut Cap Mur Spring washer Starter motor lead Baut Mur Baut Jml. Keterangan M6 x 6 mm M8 x 75 mm M8 x 50 mm Seluruh komponen untuk model WH dan W. 66T5F 5-8

68 POWR Power unit 5 R. T. 3 N m (0.3 kgf m,. ft Ib) R. T. 3 8 N m (0.8 kgf m, 5.9 ft Ib) 5 T. R. 8 N m (0.8 kgf m, 5.9 ft Ib) S66T5050 No Nama part Sekrup Rectifier Mur Grommet Collar Ignition coil # Baut Baut CDI unit Baut Baut Baut Ignition coil # Braket Tutup busi Jml Keterangan Ø5 x 30 mm / model WH dan W Model WH dan W Model WH dan W M6 x mm M6 x 5 mm M6 x 5 mm M6 x 30 mm M6 x 6 mm 66T5F

69 Power unit 5 5 No Nama part Baut Washer Collar Throttle control lever Spring Throttle cam Baut Braket Sekrup Spring Mur Cap 66T5F Jml. Keterangan M8 x 45 mm M6 x 4 mm 5-0

70 POWR Power unit 5 \ No Nama part Manual starter case Spiral spring E-clip Sheave drum Drive pawl Spring Drive plate Baut Spring Spring Baut Collar Baut Washer Collar Roller Engine start button assy. Jml. Keterangan M6 x 6 mm M6 x 35 mm M6 x 5 mm Model WH 66T5F

71 Power unit 5 5 No Nama part Grommet Cover Manual starter handle Damper Starter rope Starter rope guide Start-in-gear protection cable Stopper Spring Spring Holder 66T5F Jml. Keterangan Model MH dan W Model WH dan W 5-

72 POWR Power unit Membongkar manual starter PERINGATAN:. Putar sheave drum searah jarum jam hingga spiral spring bebas. Spiral spring dapat terlempar keluar. Bungkus spiral spring dengan kain, kemudian tarik keluar sheave drum. 4. Lepas spiral spring dari manual starter case. Putar sheave drum sehingga tanda pada permukaan luar sheave drum menghadap ke arah manual starter handle. Pasang starter rope melalui tanda.. PERINGATAN:. Lepas drive plate dan spring.. Spiral spring dapat terlempar. Untuk melepas spring, tutup dengan kain. 5. Lepas starter rope. 6. Lepas drive pawl dan spring. PERINGATAN: Sheave drum dapat terlempar keluar. Tahan sheave drum dengan tangan, kemudian tarik keluar. Pasang obeng minus ke lubang pada sheave drum dan tekan spiral spring sehingga lepas dari sheave drum. Memeriksa spiral spring. Periksa spiral spring dari retak, bengkok, atau rusak. Ganti jika perlu. Memeriksa drive pawl 3. Lepas sheave drum Periksa drive pawl dari retak atau rusak. Ganti jika perlu. 66T5F

73 Power unit Mengukur starter rope. Ukur panjang starter rope. Ganti jika panjang di bawah spesifikasi. Panjang Starter rope:,750 mm (68.9 in) Merakit manual starter. Pasang starter rope ke sheave drum.. Pasang drive pawl dan spring. 3. Pasang manual starter handle. Setelah memutar starter rope pada sheave drum, pasang starter rope pada notch. 5. Pasang spiral spring pada starter case. 5 Pasang outer end spiral spring pada pin starter case. Ikat ujung starter rope seperti pada gambar. Biarkan 7 mm ( in) pada ujung starter rope. 6. Pasang sheave drum ke manual starter case. 4. Lingkari starter rope dua kali keliling sheave drum sesuai arah panah pada gambar. Pasang sheave drum, kemudian set spiral spring dengan memutar sheave drum. 66T5F 5-4

74 POWR Power unit 7. Pasang spring and drive plate. 0. Tarik manual starter handle seluruhnya, kemudian ukur panajang starter rope. Setel jika panajang starter rope tidak sesuai spesifikasi. 8. Putar sheave drum 3 kali searah tanda panah pada gambar, kemudian lepas starter rope dari notch. Panjang starter rope :,400,600 mm ( in). Melepas power unit Dianjurkan untuk mengendurkan mur flywheel magnet sebelum melepas power unit untuk efisiensi kerja.. Lepas konektor engine starter button (model WH). Tahan stopper saat memutar sheave drum seperti pada gambar.. Lepas kabel start-in-gear protection, kemudian lepas manual starter.. 9. Tarik manual starter handle beberapa kali periksa sheave drum berputar lembut dan periksa kekenduran starter rope. Ulangi step 4 8 jika perlu. S66T Lepas intake silencer. 66T5F

75 Power unit 4. Lepas choke link rod. Melepas flywheel magnet. Lepas starter pulley, kemudian kendurkan mur flywheel magnet. 5. Lepas kabel remote control (model remote control) atau kabel throttle (model tiller handle). PERHATIAN: 6. Lepas kabel battery dan konektor switch netral (model WH dan W). Berikan gaya searah tanda panah seperti pada gambar, untuk mencegah flywheel holder dari selip. 7. Lepas cover, kemudian lepas kabel switch engine stop lanyard (model MH dan WH). Flywheel holder: Lepas fuel hose dan pilot water hose. 9. Lepas apron, kemudian lepas power unit dengan melepas baut. 66T5F 5-6

76 POWR Power unit. Lepas flywheel magnet. 3. Lepas kabel starter motor dari starter motor (model WH dan W). 4. Lepas kabel starter relay. 5. Lepas starter motor dan starter relay (model WH dan W). PERHATIAN: Untuk mencegah kerusakan mesin atau tool, sekrup flywheel puller set baut secara merata dan keseluruhan sehingga flywheel puller plate parallel ke flywheel magnet. Berikan gaya ke ujung crankshaft hingga flywheel magnet keluar dari bagian taper crankshaft. Flywheel puller: Lepas Woodruff key. Melepas komponen kelistrikan. Lepas pulser coil dan charge coil coupler, dan lepas konektor lighting coil. (model WH and W). Lepas base assy T5F

77 Power unit 6. Lepas tutup busi dari busi. Merakit base assy.. Berikan grease ke oil seal baru, kemudian pasang ke coil assy. 7. Lepas konektor thermoswitch dan kabel ground, kemudian lepas CDI unit assy... S66T5690 Needle bearing attachment : Driver rod L3 : Pasang O-ring baru. Melepas throttle cam assy.. Lepas throttle cam assy. 5 Membongkar base assy.. Lepas O-ring dan oil seal. 66T5F 5-8

78 POWR Power unit Reed valve No Nama part Intake manifold Reed valve assy. Klem Hose Baut Hose 5 Jml. 8 Keterangan M6 x 35 mm 66T5F

79 Reed valve Melepas reed valve assy.. Lepas hose. Tinggi valve stopper : mm ( in). Lepas baut intake manifold, kemudian lepas intake manifold dan reed valve assy. Memeriksa reed valve. Periksa reed valve dari bengkok, ganti jika di atas spesifikasi. 5 Limit valve bengkok: 0. mm (0.008 in). Ukur tinggi valve stopper ganti jika tidak sesuai spesifikasi. 66T5F 5-0

80 POWR Power unit Cylinder head No Nama part Gasket Cylinder head Thermoswitch Baut Gasket Cover Baut Thermostat Busi Cylinder head cover Baut Gasket Baut Exhaust cover Gasket Pilot water hose Jml Keterangan Tidak dapat digunakan kembali M8 x 70 mm Tidak dapat digunakan kembali M6 x 35 mm M6 x 5 mm Tidak dapat digunakan kembali M6 x 5 mm Tidak dapat digunakan kembali 66T5F

81 Cylinder head Melepas cylinder head. Lepas busi, thermostat cover, dan thermostat.. Lepas baut cylinder head cover. 3. Lepas baut cylinder head dengan urutan seperti pada gambar. Limit kerutan cylinder head: 0. mm (0.004 in) Melepas exhaust cover. Lepas baut exhaust cover dengan urutan seperti pada gambar. PERHATIAN: 5 Jangan menggores atau merusak permukaan antara cylinder head dan cylinder block. Memeriksa cylinder head. Hilangkan endapan karbon dari ruang bakar dan periksa kerusakan atau korosi. Memeriksa exhaust cover. Periksa kerutan cylinder head menggunakan mistar dan thickness gauge pada empat arah seperti pada gambar. Ganti jika di atas spesifikasi. 66T5F. Periksa exhaust cover dari distorsi atau korosi. Ganti jika perlu. 5-

82 POWR Power unit Crankcase No Nama part Crankshaft assy. Anode Sekrup Cylinder block Anode Sekrup Oil seal Oil seal O-ring Oil seal housing Baut Spacer Crankcase Baut Baut Braket Braket 5 Jml. 0 4 Keterangan Ø6 x 0 mm Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali M6 x 0 mm M0 x 55 mm M6 x 30 mm 66T5F

83 Crankcase 5 5 No Nama part Selang Dowel Baut Engine hanger 66T5F Jml. Keterangan M8 x 0 mm 5-4

84 POWR Power unit 5 No Nama part Crank 3 Washer Roller bearing Connecting rod Needle bearing Clip Piston Piston pin Piston ring assy. Crankpin Crank 4 Ball bearing Labyrinth ring Roller bearing Crank Crank Ball bearing Jml Keterangan Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali tidak dapat digunakan kembali 66T5F

85 Crankcase Melepas crankcase dan oil seal housing. Lepas baut crankcase dengan urutan seperti pada gambar. S66T5350 Memeriksa cylinder bore. Ukur cylinder bore (D D6) pada titik Pengukuran,, dan, dan pada arah (D, D3, D5), paralel dengan crankshaft, dan searah (D, D4, D 6 ), dengan sudut yang tepat ke crankshaft. : 0 mm (0.79 in) dari permukaan cylinder block. Las baut, kemudian oil seal housing.. : 5 mm (0.0 in) di atas exhaust port upper edge : 5 mm (0.0 in) di bawah scavenging port lower edge 5 Cylinder bore (D D6): mm ( in). Hitung taper limit. ganti atau rebore cylinder block jila di atas spesifikasi. Melepas crankshaft assy.. Lepas crankshaft assy. Taper limit: D D5 (searah ) D D6 (searah ) 0.08 mm (0.003 in) 3. Hitung limit out-of-round. Ganti atau rebore cylinder block jika di atas spesifikasi. Limit out-of-round: D D (titik pengukuran ) D6 D5 (titik pengukuran ) 0.05 mm (0.000 in) 66T5F 5-6

86 POWR Power unit Membongkar oil seal housing. Lepas O-ring dan oil seal. Needle bearing attachment : Driver rod LS : Pasang O-ring baru. Memeriksa oil seal housing. Periksa oil seal housing dari retak, rusak, atau korosi. Ganti jika perlu. Membongkar piston Merakit oil seal housing. Berikan grease ke oil seal, kemudian pasang ke oil seal housing.. Lepas clip dengan tang, kemudian lepas piston pin.. Pisahkan piston dari connecting rod. 3. Lepas bearing dan washers pada ujung kecil connecting rod. 4. Lepas top ring dan nd piston ring. Memeriksa piston diameter Needle bearing attachment : Driver rod L3 : Ukur diameter luar piston pada titik pengukuran sesuai spesifikasi. Ganti jika tidak sesuai spesifikasi.. Berikan grease ke oil seal, kemudian pasang ke oil seal housing T5F

87 Crankcase. Ratakan piston ring pada cylinder dengan piston crown. Diameter piston: mm ( in) 3. Periksa celah ujung piston ring pada titik pengukuran sesuai spesifikasi. Ganti jika tidak sesuai spesifikasi. Titik pengukuran 0 mm (0.39 in) dari dasar piston skirt Diameter oversize piston: St: mm ( in) nd: mm ( in) Memeriksa celah piston. Hitung celah piston menggunakan diameter luar piston dan spesifikasi cylinder bore. Ganti piston dan piston ring satu set atau cylinder block atau seluruh part, atau rebore cylinder jika tidak sesuai spesifikasi. Celah ujung piston ring: Top ring dan nd piston ring: mm ( in) Titik pengukuran : 0 mm (0.8 in) Celah piston: mm ( in) Memeriksa celah piston ring Memeriksa piston ring. Periksa dimensi piston ring B dan T. Ganti jika tidak sesuai spesifikasi.. Ukur celah piston ring. Ganti piston dan piston ring satu set. S66T5460 Dimensi piston ring: Top ring and nd piston ring : B: mm ( in) T: mm ( in) 66T5F S66T5480 Celah piston ring: Top ring: mm ( in) nd piston ring: mm ( in) 5-8 5

88 POWR Power unit Memeriksa bore boss piston pin. Ukur piston pin boss bore. ganti piston jika tidak sesuai spesifikasi. Piston bore pin boss : mm ( in) Memeriksa piston pin. Ukur diameter piston pin. Ganti jika tidak sesuai spesifikasi. Bearing separator: Pasang plate C antara crank dan crank. Pasang pressure pin C pada ujung crankpin. Diameter piston pin: mm ( in) Membongkar crankshaft. Lepas bearing atas dan bawah. S66T550 Lepas bearing sebelum memulai prosedur ini. Plate C : Pressure pin C : Lepas crankpin dengan menekan pin C dengan press T5F

89 Crankcase PERHATIAN: Tekan Pressure pin C perlahan. Tahan Pressure pin C sejajar dengan press screw spindle. 7. Lepas crankpin antara crank dan 3 dengan menekan pin C menggunakan press. Ketika mengeluarkan crankpin, hati-hati jangan sampai crank terjatuh. Untuk melepas crank 4, ikuti prosedur yang sama. 4. Lepas washer, roller bearing dan connecting rod. 5. Pasang support antara crank dan 3 dengan crank 3 di atas. Pasang pressure pin B pada shaft, dan keluarkan menggunakan press. Pressure pin C harus ditekan lurus ke bawah. Plate C : Pressure pin C : Gunakan bearing separator untuk menggeser inner race dari shaft, kemudian lepas inner race. Support : Pressure pin B : S66T Lepas roller bearing dari inner race.. 66T5F Hati-hati jangan menggores shaft

90 POWR Power unit Memeriksa crankpin. Ukur crankpin diameter. Ganti jika tidak sesuai spesifikasi. PERHATIAN: Crankpin diameter: mm ( in) Merakit crankshaft Hati-hati sehingga crankpin merata pada crank web. Jangan memberikan gaya lebih dari 5 ton. Ikuti prosedur yang sama untuk crank dan crank 4 untuk memasang crankpin menggunakan press. PERHATIAN: Ketika merakit crankshaft, Cuci seluruh komponen dengan minyak tanah (jangan menggunakan bensin). Jangan menggunakan bearing bekas, ganti dengan yang baru. 3. Pasang bushing ke body.. Pasang spacer C ke lubang crankpin pada crank atau 4, Spacer C : Support : Berikan oli mesin ke crankpin dan pasang ke lubang crankpin dengan cara diketuk menggunakan copper hammer, kemudian pasang crankpin dengan press. 5-3 Bushing-9 (D30) : Body : Flange : T5F

91 Crankcase 4. Pasang height ring pada bodi. Hati-hati sehingga spacer C tidak keluar crank, putar crank sehingga crankpin di atas, Kemudian pasang crank pada special service tool. Nomor model pada connecting rod harus menghadap ke atas. 8. Pasang bushing pada pressure plate.. Luruskan slot pada height ring dengan slot pada bodi. Height ring-640 (H9) : Set spacer pada crank (atau crank4). Ketika memasang crank 3 ke pressure plate. Jangan menggunakan bushing. Bushing- (D35) : Pressure plate : Pasang crank (atau crank 3) ke pressure plate. Spacer C : Set crank (atau crank 4) pada special service tool. 7. Pasang washer, roller bearing, dan connecting rod pada crankpin. 66T5F 5-3 5

92 POWR Power unit 0. Luruskan lubang crankpin pada crank (atau crank 3) dengan crankpin terpasang ke crank (atau crank 4) dan pasang pressure plate pada bodi. Berikan oli mesin ke crankpin.. Pasang press body, dan pasang crank (atau crank 3) pada crank pin menggunakan press. Jika ukuran tidak sesuai spesifikasi, pasang crankshaft. Lebar crankshaft : mm ( in) 3. Pasang inner race ke crank meng gunakan press dan bushing. Hati-hati sewaktu press inner race ke shaft. PERHATIAN: Jangan memberikan gaya melebihi 5 ton. Plate C : Bushing-9 (D30) : Bearing pressure C : Press body : Ukur lebar pada crankshaft menggucaliper. Pengkuran harus dilakukan di posisi ke T5F

93 Crankcase 4. Pasang roller bearing ke crank. PERHATIAN: Pastikan pin sisi bearing menghadap crank. Jangan memberikan gaya melebihi 7 ton. Press body : Pasang plate C antara crank dan crank, dan pasang labyrinth ring pada crank 3, sebelum connecting crankshaft assy, 3 dan Pasang plate C antara crank 3 dan crank 4, kemudian pasang pada crankshaft assy. dan. Memeriksa crankshaft. Ukur lebar crankshaft dan. Perbaiki atau bongkar crankshaft jika tidak sesuai spesifikasi... Ukur axial play ujung kecil connecting rod. Ganti bearing dan connecting rod jika di atas spesifikasi. Luruskan tanda pada crank i dan 3. Plate C : Pasang press body pada plate C dan pasang crank ke crank 3 menggunakan press. 66T5F Lebar crankshaft : mm ( in) Lebar crankshaft : mm ( in) Axial play limit ujung kecil connecting rod:.0 mm (0.079 in)

94 POWR Power unit 3. Ukur runout crankshaft. Perbaiki atau bongkar crankshaft jika di atas spesifikasi.. Putar crankshaft dan connecting rod perlahan. Jika tidak dapat berputar, bongkar crankshaft dan setel atau ganti part jika perlu. Merakit piston. Pasang nd piston ring dan top ring pada piston. Crankshaft runout limit : 0.03 mm (0.00 in) Memasang crankshaft bearing. Pasang upper dan lower bearing menggunakan bearing pressure C dan press. Pasang piston ring dengan celah untuk locating pin menghadap ke atas ke arah piston crown.. Pasang needle bearing, washer, piston pin, dan clip baru. Pasang bearing atas sehingga tanda identifikasi menghadap flywheel magnet. Pasang bearing bawah sehingga dowel menghadap flywheel magnet. Bearing pressure C : T5F

95 Crankcase Berikan oli mesin ke piston, piston ring dan bearing sebelum memasang. Luruskan dowel bearing dengan lubang pada cylinder block. Luruskan spacer dan ring dengan groove pada cylinder block. Pastikan piston dan bearing piston pin terpasang di posisi semula. Gunakan small end bearing installer untuk memasang needle bearing. Pastikan tanda atas pada piston crown menghadap flywheel magnet. Small end bearing installer : Merakit power unit. Pasang crankshaft assy. ke cylinder block.. Pasang oil seal housing dan baut, kemudian kencangkan baut dengan tangan. 5 LT 3. Berikan sealant ke permukaan crankcase yang menempel. Jangan memberi sealant pada crankshaft journal. 66T5F 5-36

96 POWR Power unit 4. Pasang crankcase ke cylinder block, kemudian kencangkan baut crankcase sesuai spesifikasi momens dalam dua tahap dan sesuai urutan seperti pada gambar. Berikan LOCTITE 57 ke baut exhaust cover sebelum dipasang. R T.. Baut exhaust cover: st: 6 N m (0.6 kgf m, 4.4 ft lb) nd: N m (. kgf m, 8.9 ft lb) 7. Pasang gasket cylinder head baru, cylinder head, thermoswitch, gasket cylinder head cover, dan cylinder head cover, kemudian kencangkan baut cylinder head sesuai spesifikasi momen dalam dua tahap dan sesuai urutan seperti pada gambar. 8. Pasang baut cylinder head cover kemu, dian kencangkan baut sesuai spesifikasi momen dalam dua tahap. Berikan oli mesin ke baut crankcase sebelum memasang. R T.. Baut crankcase: st: 0 N m (.0 kgf m, 4.8 ft lb) nd: 40 N m (4.0 kgf m, 9.5 ft lb) 5. Kencangkan baut oil seal housing. 6. Pasang gasket baru dan exhaust cover, kemudian kencangkan baut sesuai spesifikasi momen dalam dua tahap dan urutan seperti pada gambar. Berikan LOCTITE 57 ke baut cylinder head dan baut cylinder head cover sebelum memasang. R T.. Baut cylinder head: st: 5 N m (.5 kgf m,. ft lb) nd: 30 N m (3.0 kgf m,. ft lb) Baut cylinder head cover : st: 6 N m (0.6 kgf m, 4.4 ft lb) nd: N m (. kgf m, 8.9 ft lb) 9. Pasang thermostat, gasket baru dan thermostat cover T5F

97 Crankcase 0. Pasang busi, kencangkan dengan tangan, kemudian sesuai spesifikasi momen dengan kunci busi. R T.. Busi: 5 N m (.5 kgf m, 8.4 ft lb). Pasang reed valve assy. dan intake manifold assy. Kemudian kencangkan baut intake manifold sesuai spesifikasi momen dalam dua tahap.. Hubungkan selang. Berikan LOCTITE 57 ke baut power unit sebelum dipasang. R T.. Baut power unit : N m (. kgf m, 5.5 ft lb) 4. Hubungkan fuel hose dan pilot water hose. 5. Hubungkan kabel switch engine stop lanyard (model MH dan WH). R T.. Baut intake manifold : st: 6 N m (0.6 kgf m, 4.4 ft lb) nd: N m (. kgf m, 8.9 ft lb) 3. Pasang throttle cam assy., dan komponen kelistrikan ke power unit. Memasang power unit 6. Hubungkan kabel battery dan konektor switch netral (model WH dan W).. Bersihkan permukaan power unit, dan pasang dowel dan gasket baru.. 7. Pasang Woodruff key dan flywheel magnet.. Pasang power unit, kemudian kencangkan baut power unit mounting sesuai spesifikasi momen. 3. Pasang apron. 66T5F

98 POWR Power unit 8. Kencangkan mur flywheel magnet sesuai spesifikasi momen. PERHATIAN: Berikan gaya searah tanda panah seperti pada gambar, untuk mencegah flywheel holder dari selip. 3. Pasang seluruh part yang dilepas. Berikan oli mesin ke mur flywheel magnet sebelum memasang. Flywheel holder: R T.. Mur flywheel magnet: 57 N m (5.7 kgf m, 5.8 ft lb) 9. Pasang starter pulley. 0. Hubungkan kabel remote control (model remote control) atau kabel throttle (model tiller handle), kemudian setel panjangnya. Untuk prosedur penyetelan, lihat Bab 3.. Pasang manual starter dan kabel start-in gear protection, kemudian setel panjangnya. Untuk prosedur penyetelan, lihat Bab 3.. Hubungkan konektor tombol engine start (model WH) T5F

99 LOWR Lower unit Special service tool Lower unit Melepas lower unit Melepas water pump dan shift rod Memeriksa water pump dan shift rod Propeller shaft housing Melepas propeller shaft housing assy Membongkar propeller shaft assy Membongkar propeller shaft housing Memeriksa propeller shaft housing Memeriksa propeller shaft Merakit propeller shaft assy...6- Merakit propeller shaft housing Drive shaft dan lower case Melepas drive shaft Membongkar drive shaft Membongkar forward gear Membongkar oil seal housing Membongkar lower case Memeriksa pinion dan forward gear Memeriksa bearing Memeriksa drive shaft Memeriksa lower case Merakit oil seal housing Merakit lower case Merakit forward gear Merakit drive shaft Memasang pinion Memasang oil seal housing Memasang propeller shaft housing Memasang water pump dan shift rod Memasang lower unit Shim...6- Shim Memilih pinion shim Memilih forward gear shim Memilih reverse gear shim Backlash Mengukur backlash forward dan reverse gear T5F 6

100 LOWR Lower unit Special service tool 6 Stopper guide plate Driver rod L Bearing separator Ball bearing attachment Stopper guide stand Driver rod LS Bearing puller assy Bearing inner race attachment , , Needle bearing attachment , Drive shaft holder T5F

101 Special service tool Pinion nut holder New: Current: Bearing outer race puller assy Driver rod SL Bearing depth plate Bearing outer race attachment , T5F Driver rod LL Pinion height gauge Pinion height gauge plate B Digital caliper Shimming plate

102 LOWR Lower unit Backlash indicator Center bolt Magnet base plate Dial gauge set Magnet base B Bearing housing puller claw S T5F

103 Special service tool / Lower unit Lower unit No Nama part Lower unit Adjusting screw Gasket Drain screw Baut Locknut seteling nut Dowel Baut Anode Spacer Propeller Washer Washer Propeller nut Cotter pin Trim tab 66T5F Jml. 4 6 Keterangan Tidak dapat digunakan kembali M0 x 40 mm / Model S- dan L-transom M8 x 35 mm Tidak dapat digunakan kembali 6-4

104 LOWR Lower unit 6 No Nama part Baut Baut Cooling water inlet cover Sekrup Mur Extension Dowel Stud bolt Baut Mur Spring washer Washer Jml Keterangan M8 x 5 mm M8 x 65 mm / model S- dan L-transom Ø5 x 8 mm Model X-transom Model X-transom Model X-transom M8 x 70 mm / X-transom model X-transom model X-transom model X-transom model 66T5F

105 Lower unit 6 No Nama part Shift rod Washer O-ring Shift rod housing O-ring Cover Seal Grommet Water tube Grommet Baut Water pump housing pasang cartridge Impeller O-ring Dowel Outer plate cartridge 66T5F Jml. 4 6 Keterangan Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali Model L- dan X-transom Model L- and X-transom models Model L- and X-transom M8 x 30 mm Tidak dapat digunakan kembali 6-6

106 LOWR Lower unit 6 No Nama part Gasket Seal Plate Woodruff key Jml. Keterangan Tidak dapat digunakan kembali 66T5F

107 Lower unit Melepas lower unit. Kuras gear oil.. Pindahkan tuas remote control atau shift lever ke neutral, pasang balok kayu antara plat anti-cavitation dan propeller agar propeller berputar, kemudian lepas mur propeller dan propeller. 5. Kendurkan baut (mur), kemudian lepas lower unit dari upper case. Model X-transom Melepas water pump dan shift rod. Lepas water pump assy. dan shift rod assy. 6 Memeriksa water pump dan shift rod. Periksa water pump housing dari perubahan. Ganti jika perlu. PERINGATAN: WARNING Jangan menahan propeller dengan tangan ketika mengendurkan atau mengencangkan. Lepas kabel battery dari battery dan clip dari switch engine stop lanyard.. Periksa impeller dan pasang cartridge dari retak atau aus. Ganti jika perlu. 3. Periksa Woodruff key dan key-way pada drive shaft dari aus. Ganti jika perlu. Pasang balok kayu antara plat anticavitation dan propeller agar propeller tidak berputar. 3. Beri tanda trim tab di area seperti pada gambar, kemudian lepaskan. 4. Kendurkan locknut, kemudian lepas adjusting nut. 66T5F 4. Periksa shift rod dari retak atau aus. Ganti jika perlu. 6-8

108 LOWR Lower unit Propeller shaft housing No Nama part Shift plunger Dog clutch Cross pin Spring Spring Propeller shaft Reverse gear Reverse gear shim O-ring Ball bearing O-ring Propeller shaft housing Needle bearing Oil seal Baut Washer 6 Jml. Keterangan Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali M8 x 5 mm 66T5F

109 Propeller shaft housing Melepas propeller shaft housing assy.. Lepas baut, kemudian propeller shaft housing assy.. S66T6330 Pasang dua obeng minus antara propeller shaft housing assy. dan lower case untuk mengungkit propeller shaft housing assy. Jika drive shaft housing assy. menempel ke lower case, gunakan special service tool. Lihat Backlash di Bab ini. Bearing separator : Stopper guide plate : Stopper guide stand : Bearing puller assy. : Lepas ball bearing. Membongkar propeller shaft assy.. Lepas spring, kemudian cross pin, dog clutch, spring, dan shift plunger. 6 PERHATIAN: Jangan menggunakan bearing bekas, ganti dengan yang baru. Membongkar propeller shaft housing. Lepas reverse gear. 66T5F Stopper guide plate : Stopper guide stand : Bearing puller assy

110 LOWR Lower unit 3. Lepas oil seal dan needle bearing. Merakit propeller shaft assy.. Pasang dog clutch seperti pada gambar. Needle bearing attachment : Driver rod L3 : Pasang dog clutch dengan tanda F menghadap ke arah shift plunger. Periksa propeller shaft housing. Bersihkan propeller shaft housing menggunakan sikat halus dan cairan pembersih, kemudian periksa retak. Ganti jika perlu.. Periksa teeth dan dog reverse gear dari retak atau aus. Ganti gear jika perlu. Merakit propeller shaft housing. Pasang needle bearing ke propeller shaft housing sesuai spesifikasi. 3. Periksa bearing lubang atau bunyi. Ganti jika perlu. Memeriksa propeller shaft. Periksa propeller shaft dari bengkok atau wear. ganti jika perlu.. Ukur propeller shaft runout. Pasang needle bearing dengan tanda menghadap ke arah oil seal (sisi propeller). Driver rod L3 : Needle bearing attachment Runout limit: 0.0 mm ( in) 3. Periksa dog clutch dan shift plunger dari retak atau aus. Ganti jika perlu. 6- Kedalaman : mm ( in). Berikan grease ke oil seal, kemudian pasang ke propeller shaft housing sesuai spesifikasi. 66T5F

111 Propeller shaft housing Pasang oil seal setengah ke propeller shaft housing, kemudian oil seal lain. Driver rod LS : Ball bearing attachment : Kedalaman : mm ( in) Needle bearing attachment : Pasang shim asli dan ball bearing baru ke reverse gear menggunakan press. 6 PERHATIAN: Tambahkan atau lepas shim, jika perlu mengganti reverse gear, propeller shaft housing, atau lower case. Bearing inner race attachment : Pasang reverse gear assy. ke propeller shaft housing menggunakan press. 66T5F 6-

112 LOWR Lower unit Drive shaft and lower case No Nama part Seal Oil seal housing O-ring Oil seal Washer Drive shaft Forward gear Taper roller bearing assy. Forward gear shim Needle bearing Pinion Mur Lower case Sleeve Pinion gear shim Taper roller bearing assy. 6 Jml. Keterangan Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali Tidak dapat digunakan kembali 66T5F

113 Drive shaft dan lower case Memasang oil seal housing. Berikan grease ke oil seal baru, kemudian pasang ke oil seal housing.. Pasang sleeve, shim semula, dan drive shaft bearing outer race. Ball bearing attachment : Driver rod LS : PERHATIAN: Memasang lower case. Pasang needle bearing ke lower case sesuai spesifikasi kedalaman. Tambahkan atau lepas shim jika perlu, jika mengganti pinion atau lower case. Berikan gear oil ke bagian dalam dan bagian luar sleeve sebelum pemasangan. Pasang sleeve dengan tonjolan menghadap ke depan. Bearing outer race attachment : Driver rod LS : Pasang needle bearing dengan tanda menghadap ke atas. Ketika menggunakan driver rod, Jangan memukul special service tool yang akan memaksa stopper keluar. Driver rod SL : Needle bearing attachment : Bearing depth plate : Kedalaman : mm ( in) 66T5F 6-6 6

114 LOWR Lower unit 3. Pasang shim awal dan taper roller bearing outer race. Memasang drive shaft. Pasang drive shaft bearing baru ke drive shaft menggunakan press. PERHATIAN: Bearing inner race attachment : Tambahkan atau lepas shim jika perlu, jika mengganti forward gear atau lower case. Bearing outer race attachment : Driver rod LL : Memasang pinion. Memasang forward gear, kemudian drive shaft assy., pinion, dan mur pinion, kemudian kencangkan mur sesuai spesifikasi. Memasang forward gear. Pasang taper roller bearing baru ke forward gear menggunakan press. Drive shaft holder 3 : Mur pinion holder : Baru: Saat ini: Needle bearing attachment : R T.. Mur pinion: 74 N m (7.4 kgf m, 54.6 ft lb) Memasang oil seal housing. Pasang O-ring baru, oil seal housing, dan seal T5F

115 Drive shaft dan lower case R T.. Propeller shaft housing baut : 6 N m (.6 kgf m,.8 ft lb) Memasang water pump dan shift rod. Memasang shift rod.. Memasang propeller shaft housing. Memasang washer dan propeller shaft assy. ke propeller shaft housing assy.. Berikan grease ke O-ring baru.. Pasang gasket baru, outer plate cartridge, dan dowel Pasang propeller shaft housing assy. ke lower case, dan kemudian kencangkan baut sesuai spesifikasi. 66T5F 6-8

116 LOWR Lower unit 3. Pasang Woodruff key ke drive shaft. 4. Luruskan groove pada impeller dengan Woodruff key, dan kemudian pasang impeller ke drive shaft. 5. Pasang cartridge ke pump housing, kemudian berikan grease ke bagian dalam cartridge. Ketika memasang pump housing, berikan grease ke bagian dalam housing, dan kemudian putar drive shaft searah jarum jam sambil menekan pump housing. Luruskan tonjolan cover dengan lubang pada pump housing. Memasang lower unit Luruskan tonjolan cartridge dengan lubang pada pump housing.. Set gear shift ke posisi mundur pada lower unit. Pastikan shift rod di posisi mundur.. Sekrup lock nut seluruhnya. 6. Pasang baru O-ring dan pump housing assy. ke lower case, kencangkan baut, dan kemudian pasang seal dan cover. 3. Pasang dua dowel ke lower unit. 4. Pasang lower unit ke upper case, kemudian kencangkan baut dan mur lower case sesuai spesifikasi. 5. Hubungkan shift rod. 6. Pasang trim tab ke posisi awal, dan kemudian kencangkan baut trim tab T5F

117 Drive shaft dan lower case PERINGATAN: X-transom model Jangan menahan propeller dengan tangan ketika mengendurkan atau mengencangkan. Lepas kabel battery dan clip dari switch engine stop lanyard. Pasang balok kayu antara anti-cavitation plate dan propeller agar propeller tidak berputar. Sekrup mur hingga menempel lock nut, dan kemudian kencangkan lock nut. Jika groove pada mur propeller. Jangan meluruskan dengan lubang cotter pin, kencangkan mur hingga lurus. R T.. Baut (mur) lower case : 40 N m (4.0 kgf m, 9.5 ft lb) R T.. 7. Pasang propeller dan mur propeller, dan kemudian kencangkan mur dengan tangan. Pasang balok kayu antara anti-cavitation plate dan propeller agar propeller tidak berputar, dan kemudian kencangkan mur sesuai spesifikasi. 66T5F Mur propeller : 40 N m (4.0 kgf m, 9.5 ft lb) 6 6-0

118 LOWR Lower unit 8. Pasang gear oil tube atau gear oil pump ke lubang pengurasan dan perlahan isi gear oil hingga mengalir keluar, periksa lubang dan tidak terlihat gelembung udara. Gear oil yang dianjurkan: Hypoid gear oil API: GL-4 SAE: 9 0 Jumlah oli: 430 cm 3 (4.54 US oz, 5.7 Imp oz) 9. Pasang check screw dan pasang drain screw dengan cepat. 6-66T5F

119 Drive shaft dan lower case / Shimming Shimming T5F 6-

120 LOWR Lower unit Shimming. Pasang pinion dan mur pinion, kemudian kencangkan mur sesuai spesifikasi. R T. Shimming tidak diperlukan ketika memasang lower case dan part dalam asli. Shimming diperlukan ketika memasang part asli dan lower case baru. Shimming diperlukan ketika mengganti part dalam.. Mur pinion: 74 N m (7.4 kgf m, 54.6 ft lb) 3. Ukur jarak (M3) antara special service tool dan pinion seperti pada gambar. Memilih shim pinion. Pasang special service tool ke drive shaft. Digital caliper : Hitung ketebalan pinion shim (T3) seperti pada contoh gambar di bawah ini. Pilih ketebalan shim (T3) menggunakan spesifikasi pengukuran dan formula perhitungan. Pasang special service tool pada drive sehingga shaft di bagian tengah lubang. Kencangkan wing nut /4 putaran setelah menempel pada plate.. Pinion height gauge plate B : Pinion height gauge : P adalah deviasi dimensi lower case dari standar. Tanda P tercetak pada trim tab permukaan lower case dalam 0.0 mm. Jika tanda P tidak terbaca, anggap P nol dan periksa backlash ketika unit dipasang. Formula perhitungan: Ketebalan shim pinion (T3) = M3.30 P/00 66T5F

121 Shimming Contoh: Jika M3.70 mm dan P is (+5), kemudian T3= (+5)/00 mm = mm = 0.35 mm 5. Pilih pinion shim (T3) sbb. Angka perhitungan pada /00 Angka pembulatan, 3, 4, 5 5 6, 7, 8 8 9, 0 0 Pilih ketebalan shim (T) menggunakan ukuran sesuai spesifikasi dan formula perhitungan. Ketebalan shim yang tersedia : 0.0, 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, dan 0.50 mm contoh: Jika T mm, maka shim pinion 0.35 mm. Jika T mm, maka pinion shim 0.48 mm. Ukur bearing outer race di tiga titik Untuk mendapatkan tinggi rata-rata. Shimming plate : Digital caliper : Hitung ketebalan shim forward gear (T) seperti pada contoh gambar di bawah ini. Memilih forward gear shim. Putar taper roller bearing outer race dua atau tiga kali untuk mendudukkan roller, kemudian ukur tinggi bearing (M) seperti pada gambar. 6 F adalah kemiringan dimensi lower case dari standar. Tanda F tercetak pada permukaan trim tab lower case pada 0.0 mm unit. Jika F tanda tidak terbaca, anggap F nol dan periksa backlash ketika unit dipasang. 66T5F 6-4

122 LOWR Lower unit Formula perhitungan: Ketebalan forward gear shim (T) =.75 + F/00 M Contoh: Jika M.30 mm dan F (+4), kemudian T=.75 + (+4)/00.30 mm = mm = 0.49 mm 3. Pilih shim forward gear (T) sbb. Angka perhitungan pada /00 place Angka pembulatan, 0 3, 4, 5 6, 7, 8 5 9, 0 8 Ketebalan shim yang tersedia : 0.0, 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, dan 0.50 mm Contoh: Jika T 0.49 mm, maka shim forward gear 0.48 mm. Jika T 0.58 mm, maka shim forward gear 0.55 mm. Pilih ketebalan shim (T) menggunakan ukuran sesuai spesifikasi dan formula perhitungan. Ukur bearing housing di tiga titik untuk Mendapatkan tinggi rata-rata. Shimming plate : Digital caliper : Hitung ketebalan shim reverse gear (T) seperti pada contoh gambar di bawah ini. Memilih shim reverse gear. Pasang ball bearing pada propeller shaft housing.. Ukur tinggi bearing housing (M) seperti pada gambar. F adalah kemiringan dimensi lower case dari standar. Tanda F tercetak pada permukaan trim tab lower case pada 0.0 mm unit. Jika F tanda tidak terbaca, anggap F nol dan periksa backlash ketika unit dipasang T5F

123 Shimming / Backlash Formula perhitungan: Ketebalan shim reverse gear (T) = R/00 M Contoh: Jika M mm dan R (+5), kemudian T= (+5)/ mm = mm = 0.3 mm 4. Pilih reverse gear shim (T) sbb. Angka perhitungan pada /00 Angka pembulatan, 3, 4, 5 5 6, 7, 8 8 9, 0 0 Kencangkan center baut sambil memutar drive shaft hingga drive shaft tidak dapat diputar. Bearing housing puller claw S : Stopper guide plate : Center baut : Pasang backlash indicator ke drive shaft (6.0 mm [0.63 in] dalam diameter), kemudian dial gauge ke lower unit. Ketebalan shim yang tersedia : 0.0, 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, dan 0.50 mm Contoh: Jika T 0.3 mm, maka shim reverse gear 0.3 mm. Jika T 0.49 mm, maka shim reverse gear 0.50 mm. Backlash 6 6 Ukur backlash forward dan reverse gear. Lepas water pump assy.. Set tuas ke posisi netral pada lower unit. 3. Pasang special service tool sehingga menekan propeller shaft. Pasang dial gauge so that plunger menempel dengan tanda pada backlash indicator. Backlash indicator : Magnet base plate : Dial gauge set : Magnet base B : T5F 6-6

124 LOWR Lower unit 5. Putar perlahan drive shaft searah jarum jam dan kebalikan arah jarum jam dan ukur backlash ketika drive shaft berhenti di masing masing arah. 9. Putar perlahan drive shaft searah jarum jam dan kebalikan arah jarum jam dan ukur backlash ketika drive shaft berhenti di masing-masing arah. Forward gear backlash: mm ( in) 6. Tambahkan atau lepas shim jika di luar spesifikasi. Backlash forward gear Ketebalan shim Kurang dari Untuk dikurangi 0.9 mm ( in) (0.38 M) 0.53 Lebih dari Untuk ditambahkan 0.56 mm (0.00 in) (M 0.38) 0.53 M: pengukuran Ketebalan shim yang tersedia: 0.0, 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, dan 0.50 mm 7. Lepas special service tool dari propeller shaft. 8. Berikan beban ke reverse gear dengan memasang propeller (tanpa washer dan ), kemudian spacer seperti pada gambar. Backlash reverse gear: mm ( in) 0. Tambahkan atau lepas shim jika di luar spesifikasi. Reverse gear backlash ketebalan shim Kurang dari Untuk dikurangi 0.75 mm (0.095 in) (0.94 M) 0.53 Lebih dari Untuk ditambahkan.3 mm ( in) (M 0.94) 0.53 M: pengukuran Ketebalan shim yang tersedia : 0.0, 0., 0.5, 0.8, 0.30, 0.40, dan 0.50 mm. Lepas special service tool, kemudian pasang water pump assy. Kencangkan propeller mur sambil memutar drive shaft hingga drive shaft tidak dapat diputar T5F

125 BRKT Unit braket Special service tool...7- Tiller handle (MH, WH)...7- Memasang tiller handle Bottom cowling Upper case, steering arm Membongkar upper case Memeriksa upper case Memasang upper case Melepas steering arm Clamp braket, swivel braket...7- Melepas clamp braket Membongkar swivel braket (Tanpa shallow water running device) Membongkar swivel braket (dengan shallow water running device) Memasang swivel braket (tanpa shallow water running device) Memasang swivel braket (dengan shallow water running device) Memasang clamp braket Memasang steering arm Memasang upper case T5F

126 BRKT Unit braket Special service tool 7 Needle bearing attachment Driver rod L T5F

127 Special service tool / Tiller handle (MH, WH) Tiller handle (MH, WH) No Nama part Throttle kabel Switch engine stop lanyard Baut Shift link rod Shift lever Collar Washer Wave washer Collar Baut Mur Washer Self-locking nut Mur Kabel guide Bushing Steering braket 66T5F 7 Jml. Keterangan 7 M6 x 6 mm M6 7-

128 BRKT Unit braket 7 No Nama part Plastic washer Metal washer Wave washer Bushing Tiller handle braket Throttle friction adjuster Throttle grip Sekrup Washer Spring Bushing Throttle shaft Friction piece Baut Mur Sekrup Jml. Keterangan. Ø5 x 0 mm M6 x 0 mm Ø6 x 5 mm 66T5F

129 Tiller handle (MH, WH) Memasang tiller handle. Pasang switch engine stop lanyard ke tiller handle braket. Kencangkan mur sesuai spesifikasi.. Pasang kabel throttle dan ke throttle shaft. Pasang kabel switch engine stop lanyard dan kabel throttle dan seperti pada gambar. Pasang corrugated tube hingga menempel pada tiller handle braket. R T.. R T.. Mur braket tiller handle : 0 N m (.0 kgf m, 7.4 ft lb) Self-locking nut : 4 N m (4. kgf m, 30. ft lb) Mur switch engine stop lanyard: N m (0. kgf m,.5 ft lb) 3. Pasang shift lever ke steering braket. 4. Pasang washer dan bushing ke steering braket. 5. Pasang tiller handle braket ke steering braket, kencangkan mur tiller handle braket sesuai spesifikasi, kemudian kencangkan self-locking nut sesuai spesifikasi. 66T5F 7 7-4

130 BRKT Unit braket Bottom cowling No Nama part Baut Cotter pin Shift lever Braket Bushing Shift rod lever Shift control lever Shift rod Baut Hook Spring Baut Lever Bushing Bushing Wave washer Cowling lock lever 7 Jml. 4 Keterangan. M6 x 5 mm Tidak dapat digunakan kembali M6 x 0 mm M6 x 0 mm 66T5F

131 Bottom cowling 7 No Nama part Bottom cowling Rubber seal Collar Knob choke Grommet Retaining plate Baut Retaining plate Baut Penahan kabel Grommet Baut Baut Braket Switch netral Baut Spring plate 66T5F Jml Keterangan. 7 M6 x 5 mm M6 x 0 mm M6 x 30 mm M6 x 0 mm M6 x 0 mm 7-6

132 BRKT Unit braket Upper case, steering arm No Nama part Mount housing Rubber damper Rubber damper Baut Baut Mur Grease nipple Baut Upper mount Plate Baut Upper case assy. Mur Steering arm Washer Bushing Straight key 7 Jml. 4 3 Keterangan. M0 x 80 mm M0 x 0 mm M8 x 30 mm M8 x 85 mm 66T5F

133 Upper case, steering arm 7 No Nama part Bushing O-ring Bushing Mur Washer Steering hook Baut Rubber seal 66T5F Jml. Keterangan 7 Tidak dapat digunakan kembali W model W model W model M8 x 0 mm 7-8

134 BRKT Unit braket 7 No Nama part Baut Exhaust guide Dowel Gasket Upper case Grommet Rubber seal Circlip Bushing Baut Baut Exhaust manifold Gasket Washer Pipe Rubber seal Jml. 3 Keterangan. M8 x 30 mm Tidak dapat digunakan kembali M8 x 45 mm M8 x 30 mm Tidak dapat digunakan kembali 66T5F

135 Upper case, steering arm Membongkar upper case Memeriksa upper case. Lepas muffler assy. dan gasket dari upper case.. Periksa drive shaft bushing dari aus atau retak. Ganti jika perlu.. Periksa pipa air pendingin dari rusak atau korosi. Ganti jika perlu. 3. Periksa exhaust guide dan exhaust manifold dari kerusakan atau korosi. Ganti jika perlu. Memasang upper case. Memasang drive shaft bushing dan circlip ke upper case.. Lepas exhaust manifold dan pipa pendingin air.. Needle bearing attachment : Driver rod L3 : Lepas circlip dan drive shaft bushing dari upper case.. Pasang gasket baru, pipa pendingin air, exhaust manifold, dan baut, dan kemudian kencangkan baut sesuai spesifikasi. R T.. 66T5F Baut exhaust manifold: N m (. kgf m, 5.5 ft lb) 7-0 7

136 BRKT Unit braket 3. Pasang muffler assy. dengan memasang ujung pipa pendingin air ke lubang joint upper case. 4. Kencangkan baut muffler assy. sesuai spesifikasi. R T.. Baut muffler assy. : N m (. kgf m, 5.5 ft lb) 5. Memasang dudukan atas dan baut ke case atas. R T.. Baut dudukan atas: 7 N m (.7 kgf m, 0.0 ft lb) Melepas steering arm. Lepas steering arm dari swivel braket dengan menarik arm dari braket. 7-66T5F

137 Upper case, steering arm / Clamp braket, swivel braket Clamp braket, swivel braket No Nama part Tilt pin Baut Collar Washer Mur Cap nut Self-locking nut Plate Through tube Clamp braket Washer Bushing Swivel braket Clamp braket Mur Washer Plastic washer 66T5F 7 Jml. Keterangan 7 M8 x 55 mm 7-

138 BRKT Unit braket 7 No Nama part Tilt stopper plate Wave washer Bolt Pin Bushing Pin Circlip Grease nipple Knob Pin Tilt stop pin Mur Spring Jml. Keterangan Dilengkapi shallow water running Dilengkapi shallow water running Dilengkapi shallow water running 66T5F

139 Clamp braket, swivel braket (Tanpa shallow water running) No Nama part Tilt lock rod Tilt lever Sekrup Circlip Tilt lock lever Bushing Spring Pin Pin Tilt lock plate Tilt lock arm Collar 66T5F Jml. Keterangan. 7 Ø5 x 5 mm 7-4

140 BRKT Unit braket (Dengan shallow water running) No Nama part Spring Tilt lock rod Tilt lever Sekrup Collar Circlip Tilt lock lever Bushing Pin Bushing Tilt support bar Spring Pin Pin Tilt lock plate Tilt lock arm Collar Jml. Keterangan Ø5 x 5 mm 66T5F

141 Clamp braket, swivel braket Melepas clamp braket. Lepas tilt pin, kemudian lepas baut clamp braket, mur clamp braket, dan collar.. Lepas mur tilt stopper plate dan baut tilt stopper plate. Memasang swivel braket (tanpa shallow water running device). Pasang tilt lock arm, tilt lock plate, pin, pin, collar, spring ke swivel braket. 3. Lepas cap nut, kemudian self-locking nut dan plate. 4. Lepas through tube, kemudian bongkar clamp braket. 5. Lepas pin, tilt stopper plate, dan bushing. Membongkar swivel braket (tanpa shallow water running device). Lepas tilt lock lever dan tilt lock rod.. Lepas bushing dan collar.. Memasang bushing, dan kemudian memasang tilt lock lever secara terpisah ke swivel braket. 3. Lepas pin, pin, collar, tilt lock plate, tilt lock arm, dan spring. Membongkar swivel braket (Dengan shallow water running). Lepas tilt lock lever, tilt lever spring, tilt lock rod, pin, dan tilt support bar. 7. Lepas bushing dan collar. 3. Lepas pin, pin, collar, tilt lock plate, tilt lock arm, dan spring. 66T5F 7-6

142 BRKT Unit braket 3. Hook tilt lock rod onto tilt lever dan pin, dan kemudian pasang tilt lock lever ke tilt lever seluruhnya. 4. Pasang sekrup ke tilt lever. Setelah pemasangan, periksa tilt lock lever dapat beroperasi dengan baik. R T... Pasang bushing dan dan collar ke swivel braket. 3. memasang tilt support bar dan pin, dan kemudian pasang tilt lock lever secara terpisah ke swivel braket. 4. Kaitkan tilt lock rod pada tilt lever dan pin, hook spring ke tilt lever dan tilt support bar, dan kemudian pasang tilt lock lever ke tilt lever seluruhnya. Tilt lever screw : 4 N m (0.4 kgf m, 3.0 ft lb) Memasang swivel braket (dengan shallow water running). Pasang tilt lock arm, tilt lock plate, pin, pin, collar, spring ke swivel braket T5F

143 Clamp braket, swivel braket R T. 5. Pasang sekrup ke tilt lever kemudian pasang circlip ke pin.. Self-locking nut : 45 N m (4.5 kgf m, 33. ft lb) Mur clamp braket : 8 N m (.8 kgf m, 3.3 ft lb) Memasang steering arm. Pasang washer, bushing, dan straight key ke steering arm.. Pasang swivel braket pada posisi tegak lurus, kemudian pasang steering arm ke swivel braket. Setelah pemasangan, periksa pengoperasian tilt lock lever. R T.. Tilt lever screw: 4 N m (0.4 kgf m, 3.0 ft lb) Memasang clamp braket. Pasang bushing, tilt stopper plate, dan pin ke swivel braket assy... Pasang clamp braket, washer, dan swivel braket, dan kemudian pasang through tube. 3. Pasang plate, kencangkan self-locking nut sesuai spesifikasi, dan kemudian kencangkan cap nut. 3. Pasang bushing, O-ring baru dan bushing ke swivel braket Pasang baut tilt stopper plate dan mur tilt stopper plate, dan kemudian kencangkan mur sesuai spesifikasi. 5. Pasang collar, dan baut clamp braket, dan kemudian kencangkan mur clamp braket sesuai spesifikasi. 66T5F 7-8

144 BRKT Unit braket R T. 4. Berikan water resistant grease ke grease nipple.. Mur lower mounting, : 54 N m (5.4 kgf m, 39.8 ft lb) Berikan grease hingga keluar bushing. Memasang upper case. Pasang baut upper mounting ke swivel braket.. Pasang mur upper mounting. 3. Pasang lower mount housing, baut lower mounting, mur lower mounting, baut lower mounting, mur dan lower mounting, kemudian kencangkan mur dengan tangan. 4. Kencangkan mur lower mounting sesuai spesifikasi, kemudian kencangkan mur lower mounting sesuai spesifikasi T5F

145 ELEC + Sistem Kelistrikan Special service tool Periksa komponen kelistrikan,, Mengukur voltase puncak...8- Mengukur resistan rendah Komponen kelistrikan Tampak atas Tampak sisi kiri Tampak sisi kanan (MH) Tampak sisi kanan (WH) Tampak sisi kanan (W) Wiring diagram (MH) Wiring diagram (WH) Wiring diagram (W) Sistem Ignition dan kontrol ignition Periksa celah pengapian Periksa coil ignition...8- Periksa tutup busi (tipe standar) Periksa tutup busi (tipe resister) Periksa unit CDI Periksa pulser coil Periksa charge coil Periksa thermoswitch Periksa switch engine stop lanyard (MH, WH) Sistem starter Periksa sekring Periksa relay starter Periksa tombol engine start (WH) Periksa switch netral (WH), (W: jika dilengkapi) Periksa choke solenoid (W) Motor starter (WH, W) Melepas starter motor pinion Periksa starter motor pinion Periksa armature Periksa brush Periksa operasi motor starter Sistem Pengisian Periksa rectifier (WH, W) Periksa lighting coil (WH, W) T5F 8

146 ELEC + Sistem kelistrikan Special service tool 8 Ignition tester Digital circuit tester Peak voltage adapter B Test harness (4 pin) Baru: Current: T5F

147 Special service tool / Periksa komponen kelistrikan Mengukur resistan rendah Periksa komponen kelistrikan Mengukur voltase puncak 8 Sebelum perbaikan voltase puncak, periksa seluruh hubungan kelistrikan sudah kencang dan bebas korosi, dan battery terisi penuh V. Kondisi sistem pengapian dapat ditentukan dengan mengukur voltase puncak. Putaran cranking dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti busi lemah atau rusak, atau battery lemah. Jika ada salah satu faktor, voltase puncak menjadi lebih rendah dari spesifikasi. Sebagai tambahan, jika voltase puncak di bawah spesifikasi mesin tidak dapat beroperasi dengan baik. Ketika mengukur resistan 0 Ω atau kurang dengan digital circuit tester, hasil perhitungan tidak dapat akurat karena adanya resistan dalam tester. Untuk mendapatkan hasil yang benar, kurangi resistan internal dari hasil pengukuran yang ditampilkan. Untuk mendapatkan resistan internal digital circuit tester, hubungkan kedua probe dan periksa tampilan. Nilai yang benar = Hasil pengukuran resistan internal DC V S69J800 PERINGATAN: Ketika memeriksa voltase puncak, jangan menyentuh sambungan kabel digital tester. Gunakan adapter voltase puncak dengan digital circuit tester. Ketika mengukur voltase puncak, set selektor pada digital circuit tester ke mode DC voltage. 8 Hubungkan pin positif pada peak voltage adapter ke terminal positif digital circuit tester. 66T5F 8-

148 ELEC + Sistem kelistrikan Komponen kelistrikan 8 Tampak atas Motor starter (WH, W) CDI unit Thermoswitch Switch netral (WH), (W: jika dilengkapi) Switch engine stop lanyard (MH, WH) T5F

149 Komponen kelistrikan Tampak sisi kiri 8 Tombol engine start (WH) Busi Switch netral (WH), (W: jika dilengkapi) Choke solenoid (W) 66T5F 8-4

150 ELEC + Sistem kelistrikan Tampak sisi kanan (MH) Ignition coil CDI unit T5F

151 Komponen kelistrikan Starboard view (WH) 8 Ignition coil Rectifier CDI unit Motor starter Tombol engine start Relay starter Sekring 66T5F 8-6

152 ELEC + Sistem kelistrikan Tampak sisi kanan (W) Ignition coil Rectifier Unit CDI Motor starter Relay starter Sekring T5F

153 Komponen kelistrikan E40XMH Wiring diagram (MH) S66T8060 Thermoswitch CDI unit Lighting coil Charge coil Pulser coil Switch engine stop lanyard Ignition coil Busi 66T5F B : Black Br : Brown G : Green L : Blue P : Pink W : White B/O : Black/orange B/W : Black/white W/B : White/black W/R : White/red 8-8 8

154 ELEC + Sistem kelistrikan Wiring diagram (WH) Thermoswitch Rectifier CDI unit Lighting coil Charge coil Pulser coil Switch netral Tombol engine start Switch engine stop lanyard Battery 8-9 B Br G L Relay starter Motor starter Sekring Ignition coil Busi : Black : Brown : Green : Blue P : Pink R : Red W : White B/O : Black/orange B/W : Black/white W/B : White/black W/R : White/red 66T5F

155 Komponen kelistrikan Wiring diagram (W) 8 Thermoswitch Rectifier CDI unit Lighting coil Charge coil Pulser coil Switch netral (jika dilengkapi) Choke solenoid Battery Relay starter 66T5F B Br G L P Starter motor Fuse Ignition coil busi : Black : Brown : Green : Blue : Pink R : Red W : White B/O : Black/orange B/W : Black/white W/B : White/black W/R : White/red 8-0

156 ELEC + Sistem kelistrikan Sistem Pengapian dan Kontrol Pengapian Periksa ignition coil 8. Lepas tutup busi dari busi. Periksa celah busi. Lepas ignition coil konektor.. Lepas tutup busi dari busi.. Pasang tutup busi ke special service tool. Ignition tester: Crank engine dan perhatikan percikan melalui discharge window spark gap tester. Periksa sistem pengapian jika percikannya lemah. 3. Ukur resistan ignition coil. Ganti jika di luar spesifikasi. Resistan ignition coil : Primary coil: Black/white (B/W) Black (B) Ω pada 0 C (68 F) Secondary coil: Black/white (B/W) kabel busi k Ω pada 0 C (68 F) Periksa tutup busi (tipe standar). Periksa tutup busi dari retak atau rusak. Ganti jika perlu.. Lepas tutup busi dari kabel busi. PERINGATAN: 3. Periksa kabel busi dari kerusakan, retak dan spring tutup busi dari rusak atau korosi. Ganti jika perlu. Jangan menyentuh sambungan pada kabel spark gap tester. Jangan ada percikan keluar tutup busi. Jauhkan gas atau cairan yang mudah terbakar, karena tes ini mengeluarkan percikan api. 8-66T5F

157 Sistem Pengapian dan Kontrol Pengapian Periksa tutup busi (dengan tipe resister) Periksa CDI unit. Lepas tutup busi dari kabel busi dengan memutar tutup kebalikan arah jarum jam.. Ukur output peak voltage unit CDI. Jika di bawah spesifikasi, ukur output voltase puncak pulser coil. Ganti unit CDI jika output voltase puncak pulser coil di bawah spesifikasi.. Ukur resistan tutup busi. Ganti jika di luar spesifikasi. Digital circuit tester: voltase puncak adapter B: Ω K Output voltase puncak unit CDI: Black/orange (B/O) Black (B) Black/white (B/W) Black (B) r/min S69M8080 DC V Dengan beban Cranking,500 3, Resistan tutup busi: k Ω 8 66T5F 8-

158 ELEC + Sistem kelistrikan 3. Ukur output peak voltage charge coil. Ganti charge coil jika di bawah spesifikasi. Periksa pulser coil. Lepas soket unit CDI.. Hubungkan test harness (4 pin) ke pulser coil. 3. Ukur output peak voltage pulser coil. Ganti pulser coil jika di bawah spesifikasi. Digital circuit tester: voltase puncak adapter B: Test harness (4 pin): Baru: Current: Digital circuit tester: Voltase puncak adapter B: Output voltase puncak charge coil: Sisi positif: Brown (Br) Sisi negatif: Blue (L) Test harness (4 pin): Baru: Current: r/min Pulser coil output voltase puncak: White/red (W/R) White/black (W/B) r/min DC V Tanpa Beban Cranking ,500 3, Resistan pulser coil (data referensi): White/red (W/R) White/black (W/B) Ω pada 0 C (68 F) DC V Tanpa Beban Cranking ,500 3, Resistan charge coil (Data referensi): Brown (Br) Blue (L) Ω pada 0 C (68 F) Periksa thermoswitch. Pasang thermoswitch di dalam wadah air dan panaskan. Periksa charge coil. Lepas soket unit CDI.. Hubungkan test harness (4 pin) ke charge coil T5F

159 Sistem pengapian dan sistem kontrol pengapian / Sistem starter. Periksa hubungan switch pada temperatur sesuai spesifikasi. Ganti jika di luar spesifikasi. Posisi switch Warna kabel White (W) Black (B) Clip dilepas Clip dipasang Tombol engine stop ditekan Sistem starter 8 Periksa sekring. Periksa hubungan sekring. Ganti jika tidak ada hubungan. Temperatur Waktu Tidak ada hubungan Ada hubungan Temperatur hubungan thermoswitch : Pink (P) Black (B) : C (83 94 F) : C (40 65 F) Periksa switch engine stop lanyard (MH, WH). Periksa hubungan switch engine stop lanyard. Ganti jika di luar spesifikasi. Periksa relay starter. Hubungkan kabel digital circuit tester ke terminal relay starter.. Hubungkan terminal positif battery ke kabel brown (Br). 3. Hubungkan terminal negatif battery ke kabel black (B). 4. Periksa hubungan antara terminal relay starter. Ganti jika tidak ada hubungan. 5. Periksa tidak ada hubungan antara terminal relay starter setelah melepas terminal battery dari kabel coklat atau hitam. Ganti jika ada hubungan. 8 66T5F 8-4

160 ELEC + Sistem kelistrikan Periksa tombol engine start (WH). Periksa hubungan tombol engine start. Ganti jika tidak ada hubungan. Resistan choke solenoid (data referensi): Blue (L) Black (B) Ω pada 0 C (68 F) Posisi tombol Warna kabel Red (R) Brown (Br) Bebas Ditekan Periksa switch netral (WH), (W: jika dilengkapi). Periksa hubungan switch netral. Ganti jika tidak ada hubungan. Posisi switch Warna kabel Brown (Br) Brown (Br) Bebas Ditekan Periksa choke solenoid (W). Ukur resistan choke solenoid T5F

161 Sistem starter / Motor starter (WH, W) Motor starter (WH, W) No Nama part Cap Clip Pinion stopper Spring Spacer Pinion Spacer Baut Housing Braket Armature Stator Brush holder assy. Pinion stopper set 66T5F 8 Jml. Keterangan

162 ELEC + Sistem kelistrikan Melepas starter motor pinion Periksa armature. Geser pinion stopper ke bawah, kemudian lepas clip... Periksa commutator dari kotoran. Bersihkan dengan amplas 600 dan semprotkan angin jika perlu.. Ukur commutator undercut. Ganti armature jika di bawah spesifikasi. Lepas clip dengan obeng minus. Periksa pinion motor starter. Periksa teeth pinion dari retak atau aus. Ganti jika perlu.. Periksa putarannya. Ganti jika perlu. Commutator undercut limit: 0.8 mm (0.03 in) 3. Periksa hubungan armature. Ganti jika di luar spesifikasi. Putar pinion kebalikan arah jarum jam untuk memeriksa putarannya dan putar searah jarum jam putarannya mengunci. Hubungan armature Segment commutator Hubungan Segment Armature core Tidak ada Tidak ada Segment Armature shaft T5F

163 Starter motor (WH, W) / Sistem charging Periksa brush Sistem charging. Ukur panjang brush. Ganti brush assy. jika di bawah spesifikasi. Periksa rectifier (WH, W) 8. Ukur rectifier output voltase puncak. Jika di bawah spesifikasi, ukur output lighting coil voltase puncak. Ganti rectifier jika output voltase puncak lighting coil di atas spesifikasi. Limit panjang brush: 6.4 mm (0.5 in). Periksa hubungan brush holder assy. Ganti jika di luar spesifikasi. Setelah menghidupkan mesin, lepas kabel output (kabel merah) rectifier ketika mengukur output voltase puncak. Hubungan brush Brush Brush Hubungan Brush Brush Hubungan Brush, Brush, Tidak ada Digital circuit tester: Voltase puncak adapter B: Periksa operasi motor starter setelah memasang ke power unit. r/min DC V 66T5F 8 Rectifier output voltase puncak: Red (R) Black (B) Periksa operasi motor starter Tanpa beban,500 3,

164 ELEC + Sistem kelistrikan Periksa lighting coil (WH, W). Ukur output voltase puncak lighting coil. Ganti lighting coil jika di bawah spesifikasi. Digital circuit tester: Voltase puncak adapter B: Output voltase puncak lighting coil: Green (G) Green (G) r/min DC V Tanpa beban Cranking,500 3, Resistan lighting coil (Data referensi): Green (G) Green (G) Ω pada 0 C (68 F) T5F

165 TRBL SHTG Perbaikan Power unit T5F

166 TRBL SHTG Perbaikan Sebelum perbaikan motor outboard, periksa tekanan kompresi, dudukan dan pemasangan motor outboard, dan operasi manual starter dan switch/tombol engine start. Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi dan battery terisi penuh. Periksa seluruh hubungan kelistrikan sudah kencang dari korosi. Untuk mendiagnosa malfungsi mekanis, gunakan tabel perbaikan untuk masing-masing masalah di dalam bab ini. Dan ketika memeriksa dan merawat motor outboard, lihat bab 3 8 untuk prosedur perawatan. Power unit 9 Gejala : Mesin tidak dapat start, atau sulit start. Manual starter beroperasi normal. Switch/tombol engine start beroperasi normal. Air vent screw pada fuel tank membuka. Sistem starter (WH, W) Periksa operasi motor starter Ya Kondisinya baik? Periksa sistem pengapian atau sistem bahan bakar Tidak Periksa hubungan kabel battery dan terminal positif dari kerusakan dan periksa baut kabel ground tidak kendur atau terlepas. Periksa sekring yang putus Kondisinya baik? Tidak Perbaiki atau ganti kabel battery, kabel ground atau part lainnya. Ya Periksa hubungan relay starter Berlanjut ke halaman berikut 9-66T5F

167 Power unit Tidak Ada hubungan? Ganti relay starter Ya Periksa hubungan switch netral Tidak Ada hubungan? Ganti switch netral Ya Bongkar dan periksa motor starter Sistem pengapian Periksa hubungan switch engine stop lanyard (dengan clip terpasang). Ganti switch engine stop lanyard Ya Ada hubungan? Tidak Periksa kondisi busi Kondisinya baik? Tidak Bersihkan, setel, atau ganti busi Ya Periksa percikan menggunakan Spark gap tester 9 PERINGATAN: Jangan menyentuh sambungan pada kabel spark gap tester. Jangan ada percikan yang keluar dari tutup busi. Jauhkan gas atau cairan yang mudah terbakar, karena tes ini mengeluarkan percikan api. Berlanjut ke halaman berikut 66T5F 9-

168 TRBL SHTG Perbaikan Percikan baik? Ya Periksa sistem bahan bakar Tidak Periksa resistan ignition coil dan kabel dari endapan garam Kondisinya baik? Tidak Ganti atau ganti ignition coil Ya Periksa resistan tutup busi (tipe resister) dan tutup busi dari endapan garam. Kondisinya baik? Tidak Perbaiki atau ganti tutup busi Ya Periksa output charge coil voltase puncak Kondisinya baik? Tidak Ganti charge coil Ya Periksa output voltase puncak pulser coil Kondisinya baik? Tidak Ganti pulser coil Ya Periksa output voltase puncak unit CDI Berlanjut ke halaman berikut T5F

169 Power unit Kondisi baik? Ya Periksa sistem bahan bakar Tidak Ganti unit CDI Sistem bahan bakar Periksa fuel filter dari sumbatan dan selang dari kebocoran Tersumbat atau bocor? Ya Perbaiki atau ganti elemen fuel filter atau selang Tidak Periksa diaphragm fuel pump Retak atau rusak? Ya Ganti diaphragm Tidak Bongkar karburator dan periksa part internal dari tersumbat, kotoran atau aus. Tersumbat, kotoran atau aus.? Ya Bersihkan atau ganti saluran bahan bakar dan udara, jet atau needle valve. Tidak 9 Periksa sistem pengapian 66T5F 9-4

170 TRBL SHTG Perbaikan Gejala : Putaran mesin rendah saat throttle membuka penuh, putaran mesin turun, atau mesin mogok (akselerasi dan deselerasi buruk). Gejala 3: Putaran mesin rendah tidak stabil. Air vent screw pada fuel tank membuka. Periksa kabel throttle dan operasi link. Periksa sistem pengapian dan thermoswitch. Sistem bahan bakar Periksa fuel filter dari sumbatan dan selang dari kebocoran Tersumbat atau bocor? Ya Perbaiki atau ganti elemen fuel filter atau selang Tidak Periksa diaphragm fuel pump Retak atau rusak? Ya Ganti diaphragm Tidak Periksa pengoperasian throttle valve Kondisinya baik? Ya Perbaiki atau ganti karburator Tidak Periksa setting pilot screw Berlanjut ke halaman berikut T5F

171 Power unit Tidak Sesuai spesifikasi? Setel pilot screw Ya Bongkar karburator dan periksa part internal dari tersumbat, kotor atau aus. Tersumbat, kotor atau aus. Ya Bersihkan atau ganti saluran udara dan bahan bakar, jet atau needle valve Tidak Periksa needle valve dan Ganti jika perlu. Gejala 4: Battery hilang power dengan cepat. Periksa jumlah electrolyte dan specific gravity. Periksa sekring. Sistem pengisian (WH, W) Periksa output voltase puncak rectifier Kondisinya baik? Ya Ganti battery dan periksa seluruh perlengkapan kelistrikan pada motor boat Tidak Periksa output voltase puncak lighting coil Kondisinya baik? Tidak Ganti lighting coil 9 Ya Ganti rectifier 66T5F 9-6

172 YAMAHA MOTOR CO., LTD. Dicetak di Indonesia Sep. 0 KBA (D) Dicetak di kertas daur ulang

40X E40X SERVICE MANUAL 66T F-11-Y1

40X E40X SERVICE MANUAL 66T F-11-Y1 40X E40X SERVICE MANUAL 66T-28197-5F-11-Y1 CATATAN Manual ini telah disiapkan oleh Yamaha untuk digunakan oleh dealer Yamaha dan mekanik mereka yang terlatih dalam melakukan prosedur perawatan dan perbaikan

Lebih terperinci

150A L150A 175A 200A L200A

150A L150A 175A 200A L200A 150A L150A 175A 200A L200A SERVICE MANUAL 6G4-28197-5G-11-Y1 CATATAN Manual i telah disiapkan oleh Yamaha untuk digunakan oleh dealer Yamaha dan mekanik mereka yang terlatih dalam melakukan prosedur perawatan

Lebih terperinci

E9.9D E15D SERVICE MANUAL 6B E-11-Y1

E9.9D E15D SERVICE MANUAL 6B E-11-Y1 E9.9D E15D SERVICE MANUAL 6B4-28197-5E-11-Y1 CATATAN Manual ini telah disiapkan oleh Yamaha untuk digunakan oleh dealer Yamaha dan mekanik mereka yang terlatih dalam melakukan prosedur perawatan dan perbaikan

Lebih terperinci

E40G E40J SERVICE MANUAL 6F G-11

E40G E40J SERVICE MANUAL 6F G-11 E40G E40J SERVICE MANUAL 6F6-28197-5G-11 CATATAN Manual ini telah disiapkan oleh Yamaha untuk digunakan oleh dealer Yamaha dan mekanik mereka yang terlatih ketika melakukan prosedur perawatan dan perbaikan

Lebih terperinci

F100B F100C SERVICE MANUAL C D-11

F100B F100C SERVICE MANUAL C D-11 F100B F100C SERVICE MANUAL 290429 60C-28197-5D-11 PERHATIAN Manual ini dipersiapkan Yamaha untuk dapat digunakan oleh dealer Yamaha dan para mekaniknya saat menjalankan prosedur perawatan dan perbaikan

Lebih terperinci

F20C SERVICE MANUAL GAJ SK-11

F20C SERVICE MANUAL GAJ SK-11 F20C SERVICE MANUAL GAJ-2897-SK- PERHATIAN Manual ini sudah disiapkan pada Yamaha untuk digunakan oleh Yamaha dealer dan mekanik terlatih ketika melaksanakan prosedur pemeliharaan dan perbaikan untuk peralatan

Lebih terperinci

CYLINDER HEAD E HP GASKET CARBURETOR INSULATOR HP WASHER, PLAIN 8 X 6 X

CYLINDER HEAD E HP GASKET CARBURETOR INSULATOR HP WASHER, PLAIN 8 X 6 X E - CYLINDER HEAD see E- 0 0 0 0 HP 0 000 HEAD COMP CYLINDER 0 HP 0 000 HOLDER CAMSHAFT. HP 0 000 GUIDE IN VALVE HP 0 000 GUIDE EX VALVE HP 0 000 GASKET CYLINDER HEAD HP 0 000 GASKET CARBURETOR INSULATOR

Lebih terperinci

F(L)225F F(L)250D F(L)300B

F(L)225F F(L)250D F(L)300B F(L)225F F(L)250D F(L)300B SUPPLEMENTARY SERVICE MANUAL 6CE-28197-3P-1X Daftar Isi Supplementary Informasi umum GEN INFO 0 Spesifikasi SPEC 1 Fitur teknik danpenjelasan informasi TECH FEA 2 RIG GING 3

Lebih terperinci

BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION. Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin,

BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION. Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin, BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION 3.1. Tempat Pelaksanaan Tugas Akhir Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin, Politenik Muhammadiyah Yogyakarta. Pelaksanaan dilakukan

Lebih terperinci

Kata pengantar. Informasi tambahan dan informasi terbaru produk dan pelayanan Yamaha tersedia dalam layanan portal.

Kata pengantar. Informasi tambahan dan informasi terbaru produk dan pelayanan Yamaha tersedia dalam layanan portal. Simbol keselamatan ini berarti PERHATIAN! HATI-HATI! PERHATIKAN KESELAMATAN ANDA PERINGATAN Kata pengantar Manual ini dipersiapkan oleh Yamaha khusus bagi dealer dan mekanik terlatih saat melaksanakan

Lebih terperinci

2) Lepaskan baut pemasangan exhaust pipe (pipa knalpot) dan baut/mur pemasangan mufler (knalpot)

2) Lepaskan baut pemasangan exhaust pipe (pipa knalpot) dan baut/mur pemasangan mufler (knalpot) Jurusan : Pendidikan Teknik Otomotif Waktu : 2 x 50 Menit Teknologi Sepeda Motor Judul :Melepas, Memeriksa, & Memasang Piston Sepeda Motor Karisma A. Tujuan 1) Mahasiswa mampu melepas silinder dan torak

Lebih terperinci

1. EMISI GAS BUANG EURO2

1. EMISI GAS BUANG EURO2 1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output

Lebih terperinci

Konstruksi CVT. Parts name

Konstruksi CVT. Parts name Konstruksi CVT C 3 D 4 E 5 6F 7 G B 2 8 H Parts name A 1 A. Crankshaft B. Primary sliding sheave (pulley bergerak) C. Weight / Pemberat D. Secondary fixed sheave(pulley tetap) E. Secondary sliding sheave

Lebih terperinci

AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI

AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI KISI KISI LOMBA KETERAMPILAN SISWA AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI TAHUN 2012 TUGAS A : TUNE UP MOTOR BENSIN WAKTU : 1. Persiapan ( 5 Menit) Tune Up Motor bensin pada kendaran Kijang 7K tahun 2007

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER Di susun oleh : Cahya Hurip B.W 11504244016 Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 2012 Dasar

Lebih terperinci

Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM).

Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM). Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM). Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi

Lebih terperinci

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan

Lebih terperinci

D. LANGKAH KERJA a. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder

D. LANGKAH KERJA a. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder JOB SHEET DASAR TEKNOLOGI A. TUJUAN : Setelah menyelesaikan praktek ini diharapkan siswa dapat : 1. Dapat menjelaskan prosedur tune up 2. Dapat melakukan prosedur tune up dengan benar 3. Dapat melakukan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle 44 BAB IV 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Alur Proses Pada Perawatan Handle start Pemeriksaan awal per-periodik Pengecheckan kebocoran Haandle Indeks Kerusakan Perbaikan Handle Test Ulang Kebocoran

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH. 3.1 Cara Kerja Sisten Starter Pada Kijang Innova. yang diamati pada Toyota Kijang Innova Engine 1 TR-FE masih bekerja

BAB III ANALISIS MASALAH. 3.1 Cara Kerja Sisten Starter Pada Kijang Innova. yang diamati pada Toyota Kijang Innova Engine 1 TR-FE masih bekerja BAB III ANALISIS MASALAH 3.1 Cara Kerja Sisten Starter Pada Kijang Innova Setelah melakukan pengamatan di pada objek cara kerja sistem starter yang diamati pada Toyota Kijang Innova Engine 1 TR-FE masih

Lebih terperinci

Perawatan System C V T

Perawatan System C V T Perawatan System C V T A. Pelumasan Colar pada pulley primer Sebab : Jika tidak ada pelumasan, akselerasi / percepatan tidak halus karena gerakan penyesuai pada primary sheave tidak bekerja dengan baik.

Lebih terperinci

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA Suprihadi Agus Program Studi D III Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Jln. Mataram No. 09 Tegal Telp/Fax (0283) 352000

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH. ditemukan sistem pengisian tidak normal pada saat engine tidak dapat di start

BAB III ANALISIS MASALAH. ditemukan sistem pengisian tidak normal pada saat engine tidak dapat di start BAB III ANALISIS MASALAH A. Tinjauan masalah Umumnya, pengemudi akan menyadari bahwa pada sistem pengisian terjadi gangguan bila lampu tanda pengisian menyala. Sebagai tambahan, sering ditemukan sistem

Lebih terperinci

Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875.

Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875. ABSIC ENGINE Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875. Pada pertengahan era 30-an, Volvo menggunakan engine yang serupa dengan engine Diesel. Yaitu engine

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR TUGAS : ENGINE TUNE UP NO ASPEK PENILAIAN YES NO ACTUAL COMMENT 1 PERSIAPAN 1.1 Periksa semua perlengkapan yang ada 10 0 1.2 Periksa semua instruksi 10 0 1.3 Pilih peralatan pengetesan yang benar 20 0

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. JST/OTO/OTO410/14 Revisi : 02 Tgl : 6 Februari 2014 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. JST/OTO/OTO410/13 Revisi: 03 Tgl: 22 Agustus 2016 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi: Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol udara

Lebih terperinci

BAB II Dasar Teori BAB II DASAR TEORI

BAB II Dasar Teori BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI 2. 1 Sistem Pengapian Sistem pengapian sangat berpengaruh pada suatu kendaraan bermotor, karena berfungsi untuk mengatur proses pembakaran campuran antara bensin dan udara di dalam ruang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KASUS

BAB III ANALISIS KASUS BAB III ANALISIS KASUS A) Tujuan Pemecahan Masalah 1. Untuk mengetahui ketirusan permukaan crankshaft. 2. Untuk mengetahui kebengkokan permukaan crankshaft. 3. Untuk mengetahui apakah bantalannya masih

Lebih terperinci

TOPIK 3 CATERPILLAR NEW SCROLL FUEL SYSTEM

TOPIK 3 CATERPILLAR NEW SCROLL FUEL SYSTEM TOPIK 3 CATERPILLAR NEW SCROLL FUEL SYSTEM PENDAHULUAN Gambar 3.1 Jumlah bahan bakar yang terbakar pada sebuah engine berhubungan langsung dengan jumlah horsepower dan torque yang dihasilkan. Secara umum,

Lebih terperinci

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L 100 546 CC 3.1. Pengertian Bagian utama pada sebuah mesin yang sangat berpengaruh dalam jalannya mesin yang didalamnya terdapat suatu

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500

BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500 S A G E BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500 SG300W GASOLINE GENERATOR O L INE E N G I N SE 168s PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (021) 5903411 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi

Lebih terperinci

Pemindah Gigi Belakang JALANAN

Pemindah Gigi Belakang JALANAN (Indonesian) DM-RD0003-09 Panduan Dealer Pemindah Gigi Belakang JALANAN RD-9000 RD-6800 RD-5800 RD-4700 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING...3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN...4 DAFTAR ALAT YANG AKAN DIGUNAKAN...6

Lebih terperinci

Petunjuk Penggunaan KEAMANAN SPESIFIKASI. EU65is JANGAN GUNAKAN DI DALAM RUMAH JANGAN GUNAKAN DALAM KEADAAN BASAH JANGAN HUBUNGKAN KE METERAN RUMAH

Petunjuk Penggunaan KEAMANAN SPESIFIKASI. EU65is JANGAN GUNAKAN DI DALAM RUMAH JANGAN GUNAKAN DALAM KEADAAN BASAH JANGAN HUBUNGKAN KE METERAN RUMAH KEAMANAN JANGAN GUNAKAN DI DALAM RUMAH JANGAN GUNAKAN DALAM KEADAAN BASAH JANGAN HUBUNGKAN KE METERAN RUMAH Petunjuk Penggunaan 4MZ25601 00x4M-Z25-6000 SPESIFIKASI Di cetak di Indonesia JAUHKAN DARI BARANG

Lebih terperinci

Mesin Penyiang Padi Sawah Bermotor Power Weeder JP-02 / 20

Mesin Penyiang Padi Sawah Bermotor Power Weeder JP-02 / 20 Mesin Penyiang Padi Sawah Bermotor Power Weeder JP-02 / 20 Bacalah buku petunjuk sebelum anda menggunakan mesin penyiang bermotor (power weeder) BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN BADAN PENELITIAN

Lebih terperinci

Konstruksi CVT. Parts name. A. Crankshaft F. Primary drive gear shaft. C. Weight / Pemberat

Konstruksi CVT. Parts name. A. Crankshaft F. Primary drive gear shaft. C. Weight / Pemberat Konstruksi CVT C 3 D 4 E 5 6F 7 G B 2 8 H Parts name A 9I 1 10 J A. Crankshaft F. Primary drive gear shaft B. Primary sliding sheave (pulley bergerak) G. Clutch housing/rumah kopling C. Weight / Pemberat

Lebih terperinci

SISTIM PENGAPIAN. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar pada.

SISTIM PENGAPIAN. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar pada. SISTIM PENGAPIAN Pada motor bensin, campuran bahan bakar dan udara yang dikompresikan di dalam silinder harus untuk menghasilkan tenaga. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Observasi & Studi Literatur. Identifikasi Sistem. Mekanisme Katup. Pengujian Dynotest awal

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Observasi & Studi Literatur. Identifikasi Sistem. Mekanisme Katup. Pengujian Dynotest awal 3.1 Diagram Alir (Flow Chart) BAB III METODE PENELITIAN Mulai Observasi & Studi Literatur Identifikasi Sistem Mekanisme Katup Pengujian Dynotest awal Proses Modifikasi Camshaft Pengujian Dynotest Hasil

Lebih terperinci

Karburator dan Sistem Bahan Bakar

Karburator dan Sistem Bahan Bakar Karburator dan Sistem Bahan Bakar Karburator Spesifikasi : Item Pulsar 180cc Pembuat dan Type Ucal-Mikuni BS29 Identification No. DJ - U3 Idling Speed 1400 +100 VC Screw setting 2.5 +2 turns out Main Jet

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN Portable MZ 07-25, WZ 10-25

BUKU PANDUAN Portable MZ 07-25, WZ 10-25 BUKU PANDUAN Portable MZ 07-5, WZ 10-5 AIR COMPRESSOR PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA AIR COMPRESSOR MANUFACTURER Layanan service : (01) 5903411 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 9001 : 008 PERHATIAN...!

Lebih terperinci

TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION

TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION Tes Jalan Berfungsi untuk memeriksa tingkat kecepatan yang digunakan pada posisi L, 2 atau D saat sistem pengontrolan perpindahkan gigi tidak berfungsi. Lakukan tes

Lebih terperinci

MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING

MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING A. INSTALLATION 1. Pemilihan Lokasi a. Lokasi Harus bersih dan kering dengan lantai yang kuat untuk menyangga beban kompresor

Lebih terperinci

ENGINE TUNE-UP CONVENTIONAL

ENGINE TUNE-UP CONVENTIONAL MODUL PELATIHAN ENGINE TUNE-UP CONVENTIONAL Oleh: Sriyono 132206843 JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2007 Servis Rutin

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50

BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50 BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50 Gbr 4.1 Transmisi Type C50 4.1 MEMBONGKAR TRANSAXLE 1. MELEPAS POROS TUAS PEMINDAH (SELECT LEVER SHAFT ASSEMBLY) DAN PEMILIH (SHIFT) Lepaskan poros tuas pemindah

Lebih terperinci

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic A. PNEUMATIK 1. Prinsip Kerja Peralatan Pneumatik Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply

Lebih terperinci

Ring II mm. Ukuran standar Batas ukuran Hasil pengukuran Diameter journal

Ring II mm. Ukuran standar Batas ukuran Hasil pengukuran Diameter journal Celah antara ring piston dengan - - silinder I II III IV Ring I 0.02 0.02 0.02 0.02 Ring II 0.02 0.02 0.02 0.02 alurnya Gap ring piston - - silinder I II III IV Ring I 0.30 0.20 0.30 0.20 Tebal piston

Lebih terperinci

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball Jobsheet Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball 1. Tujuan Siswa mengenal komponen sistem kemudi Tipe Recirculating Ball Siswa memahami cara kerja sistem kemudi Tipe Recirculating Ball Siswa mampu

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA DENPASAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR

PEMERINTAH KOTA DENPASAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR TUGAS : ENGINE TUNE UP NO ASPEK PENILAIAN YES NO ACTUAL COMMENT 1 PERSIAPAN 1.1 Periksa semua perlengkapan yang ada 10 0 1.2 Periksa semua instruksi 10 0 1.3 Pilih peralatan pengetesan yang benar 20 0

Lebih terperinci

ALAT UKUR & SST (Special Service Tools)

ALAT UKUR & SST (Special Service Tools) ALAT UKUR & SST (Special Service Tools) ALAT ALAT UKUR I. DIAL GAUGE (DIAL INDICATOR) Uraian Dial gauge digunakan untuk mengukur kebengkokan poros, run out, dan backlash. Dengan ketelitian : 0,01 mm Apabila

Lebih terperinci

Letak sensor EFI pada toyota Avanza dan Daihatsu Xenia tak sensor pada Avanza/ Xenia tak Sensor dan Injektor Mesin Avanza/xenia

Letak sensor EFI pada toyota Avanza dan Daihatsu Xenia tak sensor pada Avanza/ Xenia tak Sensor dan Injektor Mesin Avanza/xenia Letak sensor EFI pada toyota Avanza dan Daihatsu Xenia Letak sensor pada Avanza/ Xenia 1. Vacuum switching Valve (EVAP) 2. Sensor Tekanan Absolut Manifold 3. Pompa nahan Bakar 4. Sensor oksigen (sensor

Lebih terperinci

Pemindah Gigi Belakang

Pemindah Gigi Belakang (Indonesian) DM-MBRD001-04 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Pemindah Gigi Belakang SLX RD-M7000 DEORE RD-M6000 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN. PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (021) Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 9001 : 2008

BUKU PANDUAN. PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (021) Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 9001 : 2008 BUKU PANDUAN PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (0) 590 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 900 : 008 DAFTAR ISI CATATAN KATA PEMBUKA... HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN... PERSIAPAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II PENDAHULUAN BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Motor Bakar Bensin Motor bakar bensin adalah mesin untuk membangkitkan tenaga. Motor bakar bensin berfungsi untuk mengubah energi kimia yang diperoleh dari

Lebih terperinci

DASAR-DASAR MESIN & SISTEM BAHAN BAKAR

DASAR-DASAR MESIN & SISTEM BAHAN BAKAR ASTRA HONDA TRAINING CENTRE DASAR-DASAR MESIN & SISTEM BAHAN BAKAR PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I Tujuan Materi : Peserta memahami prinsip kerja motor bakar Peserta memahami perbedaan motor 4 tak dan 2

Lebih terperinci

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i UCAPAN TERIMA KASIH... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR BAGAN... vii DAFTAR NOTASI... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix BAB I PENDAHULUAN... 1

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelang melakukan proses overhoul cylinder head berdasarkan standar dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelang melakukan proses overhoul cylinder head berdasarkan standar dan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion. Setelang melakukan proses overhoul cylinder head berdasarkan standar dan spesifikasi yamaha diperoleh hasil pengukuran dan indentifikasi

Lebih terperinci

MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011

MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011 1 MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011 2 SISTEM KEMUDI Kompetensi : Menjelaskan pengertian prinsip

Lebih terperinci

KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR

KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR JPTM FPTK 2006 KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BAHAN AJAR NO 2 Motor TANGGAL : KOMPETENSI Komponen Utama

Lebih terperinci

Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang

Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang (Indonesian) DM-RD0004-08 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE XTR RD-M9000 DEORE XT RD-M8000 Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING...

Lebih terperinci

telah aus 3) Penggantian Komponen {Discard Task) dan Intervalnya Pekerjaan Penggantian

telah aus 3) Penggantian Komponen {Discard Task) dan Intervalnya Pekerjaan Penggantian nspeksi Interval Sistem 2level.3 dilakukan yang J3 pemeliharaan Pekerjaan 635 d CO CO diatur sudah stop screw tepat yang steering Inspeksi gears mengetahui untuk oli ada/tidaknya tie dan link drag Inspeksi

Lebih terperinci

Lampiran 1 NO. NAMA MEKANIK

Lampiran 1 NO. NAMA MEKANIK 70 Lampiran 1 NO. NAMA MEKANIK Faktor Penyabab masalah 1 2 3 4 5 1 Andri 4 2 1 1 5 2 Denny 4 4 1 4 5 3 Eko 5 3 4 1 4 4 Fahrul 4 4 1 3 5 5 Handi 5 3 3 1 4 6 Hery 4 3 3 1 5 7 Mujilan 4 3 3 1 5 8 Montes 4

Lebih terperinci

Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat

Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat 1. Menurut gambar di bawah ini jaket air (water jacket) ditunjukkan oleh 1 5 7 2 8 9 6 3 4 a. No. 1 b. No. 2 c. No. 3 d. No.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KASUS. Table 3.1 Gangguan Pada Sistem Windshield Wiper. Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara perbaikan. 2. Kontak logam ke logam

BAB III ANALISIS KASUS. Table 3.1 Gangguan Pada Sistem Windshield Wiper. Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara perbaikan. 2. Kontak logam ke logam BAB III ANALISIS KASUS A. Temuan Masalah Bab ini mengemukakan tentang gangguan dan perbaikan tentang windshield wiper dimulai dari pembongkaran, pemeriksaan, penggantian dan pemasangan. Table 3.1 Gangguan

Lebih terperinci

BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA

BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA 9.1. MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL PERIKANAN Mesin penggerak utama harus dalam kondisi yang prima apabila kapal perikanan akan memulai perjalanannya. Konstruksi

Lebih terperinci

Gambar 4.2 Engine stand dan mesin ATV Toyoco G16ADP

Gambar 4.2 Engine stand dan mesin ATV Toyoco G16ADP 49 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Engine Stand ATV Toyoco G16ADP 160 CC Engine stand merupakan sebuah alat bantu stand engine yang digunakan untuk mengkondisikan mesin agar dapat diletakan pada pelat

Lebih terperinci

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion Jobsheet Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion 1. Tujuan Siswa mengenal komponen sistem kemudi Tipe Rack and Pinion Siswa memahami cara kerja sistem kemudi Tipe Rack and Pinion Siswa mampu membongkar

Lebih terperinci

BAB III PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION. Mulai. Pembuatan Engine Stand. Proses Perbaikan. Pengujian Engine Stand.

BAB III PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION. Mulai. Pembuatan Engine Stand. Proses Perbaikan. Pengujian Engine Stand. BAB III PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION 3.1. Tempat Pelaksanaan Tugas Akhir Proses analisis sistem EFI Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.. 3.2. Diagram

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN BAB III METODOLOGI PENGUJIAN Percobaan yang dilakukan adalah percobaan dengan kondisi bukan gas penuh dan pengeraman dilakukan bertahap sehingga menyebabkan putaran mesin menjadi berkurang, sehingga nilai

Lebih terperinci

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR CVT (Continuous Variable Transmission) Modul ini disusun sebagai bahan ajar bagi siswa kelas XI TSM (Teknik Sepeda Motor) Disusun : Gunadi, S. Pd DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

TWIN Tips. Technical & Warranty Information Tips Mengatur Engine Speed Idle. Edisi XIII Juli 2015

TWIN Tips. Technical & Warranty Information Tips Mengatur Engine Speed Idle. Edisi XIII Juli 2015 Daftar Isi Mengatur Engine Speed Idle...hal 1 Penggantian Servo Clutch Model Baru.hal 2 Proses Pemasangan Servo Clutch Model Baru..hal 2 Air di Housing Filter Cartridge adalah Normal..hal 3 Information

Lebih terperinci

DM-ST (Bahasa Indonesia) Panduan Dealer. Tuas kontrol ganda ST-9001 ST-9000 ST-6800 ST-5800 ST-4700 ST-4703

DM-ST (Bahasa Indonesia) Panduan Dealer. Tuas kontrol ganda ST-9001 ST-9000 ST-6800 ST-5800 ST-4700 ST-4703 (Bahasa Indonesia) DM-ST0002-04 Panduan Dealer Tuas kontrol ganda ST-9001 ST-9000 ST-6800 ST-5800 ST-4700 ST-4703 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN... 4 PEMASANGAN... 6 Daftar

Lebih terperinci

BAB III PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN KOMPONEN MESIN XENIA DI KM

BAB III PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN KOMPONEN MESIN XENIA DI KM BAB III PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN KOMPONEN MESIN XENIA DI 10.000 KM DAIHATSU 3.1 Pengertian perawatan mesin Perawatan mesin adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menjaga, memelihara, mempertahankan dan

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN BAB III PROSEDUR PENGUJIAN Pengambilan sampel pelumas yang sudah terpakai secara periodik akan menghasilkan laporan tentang pola kecepatan keausan dan pola kecepatan terjadinya kontaminasi. Jadi sangat

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great BAB IV PEMBAHASAN.. Proses Pengambilan Data Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great Corolla tipe A-FE tahun 99 ini, meliputi beberapa tahapan yakni pengambilan data sebelum dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut ini tabel hasil pemeriksaan dan pengukuran komponen cylinder. Tabel 4.1. Hasil Identifikasi Mekanisme Katup

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut ini tabel hasil pemeriksaan dan pengukuran komponen cylinder. Tabel 4.1. Hasil Identifikasi Mekanisme Katup BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Identifikasi Engine Honda Beat PGM-FI Berikut ini tabel hasil pemeriksaan dan pengukuran komponen cylinder head (mekanisme katup) : Tabel 4.1. Hasil Identifikasi Mekanisme

Lebih terperinci

JOB SHEET (LEMBAR KERJA) : Melaksanakan overhaul kepala silinder

JOB SHEET (LEMBAR KERJA) : Melaksanakan overhaul kepala silinder JOB SHEET (LEMBAR KERJA) Sekolah : SMKN 1 Sintang Program Keahlian : Teknik Sepeda Motor Mata Diklat : (Produktif) Melaksanakan overhaul kepala silinder Kelas/Semester : XI/3 Alokasi Waktu : 20 x 45 Menit

Lebih terperinci

BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR

BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. cutting turbocharger. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan : Proses pengerjaan cutting Turbocharger

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. cutting turbocharger. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan : Proses pengerjaan cutting Turbocharger BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Proses cutting Turbocharger Dalam pengerjaan media pembelajaran dalam sistim Turbocharger, adapun langkah yang dilakukan dalam pengerjaan proses cutting turbocharger. Berikut

Lebih terperinci

BAB III SISTEM PENGHIDUP MULA (STARTING SISTEM)

BAB III SISTEM PENGHIDUP MULA (STARTING SISTEM) BAB III SISTEM PENGHIDUP MULA (STARTING SISTEM) a. Fungsi Starting sistem yang dilengkapkan pada kendaraan bermotor berfungsi untuk memutarkan motor sebelum terjadi proses pembakaran gas campuran udara

Lebih terperinci

SILABUS KURIKULUM KEAHLIAN MOTOR

SILABUS KURIKULUM KEAHLIAN MOTOR SILABUS KURIKULUM KEAHLIAN MOTOR BULAN 4 Materi : Pengenalan alat kerja dan sparepart mesin, dan bongkar pasang mesin peraga. Target : Siswa dapat memahami nama dan fungsi alat kerja, mengenal sparepart

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder

Lebih terperinci

PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM KOPLING

PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM KOPLING SMK KARTANEGARA WATES KAB. KEDIRI SISTEM PEMINDAH TENAGA (SPT) PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM KOPLING 39 PRAKTEK PERAWATAN DAN PERBAIKAN KOPLING ( Toyota Kijang KF 40 ). 1. Memeriksa dan Menyetel Pedal Kopling.

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 125 pada tahun 2005 untuk menggantikan Honda Karisma. Honda Supra X

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 125 pada tahun 2005 untuk menggantikan Honda Karisma. Honda Supra X BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1. HONDA SUPRA X 125 PGM-FI Honda Supra X adalah salah satu merk dagang sepeda motor bebek yang di produksi oleh Astra Honda Motor. Sepeda motor ini diluncurkan

Lebih terperinci

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk HONDA SALES OPERATION TECHNICAL SERVICE DIVISION TRAINING DEVELOPMENT ASTRA HONDA TRAINING CENTRE PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I BONGKAR & PASANG MESIN MENURUNKAN MESIN SEPEDA

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 3 PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN CELAH KATUP

LAPORAN PRAKTIKUM 3 PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN CELAH KATUP LAPORAN PRAKTIKUM 3 PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN CELAH KATUP Tujuan Praktikum : Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa akan dapat memeriksa dan menyetel celah katup. A. Obyek, Alat dan Bahan a) Obyek

Lebih terperinci

BAB IV PROSES OVERHOUL DAN ANALISIS KOMPONEN

BAB IV PROSES OVERHOUL DAN ANALISIS KOMPONEN BAB IV PROSES OVERHOUL DAN ANALISIS KOMPONEN 4.1. Data Sebelum Dilakukan Overhoul. Sebelum melakukan proses overhoul atau pembongkaran mesin, terlebih dahulu melakukan pengujian dan pengambilan data awal

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. JST/OTO/OTO0/06 Revisi: 0 Tgl: Agustus 06 Hal dari 5 I. Kompetensi:. Melepas dan memasang poros nok dengan prosedur yang benar. Menentukan kondisi poros nok II. III. IV. Sub Kompetensi: Setelah selesai

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN DOKUMEN NEGARA UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kompetensi Keahlian : Teknik Sepeda Motor Kode Soal : 1316 Alokasi Waktu

Lebih terperinci

Sistem Transmisi Otomatis

Sistem Transmisi Otomatis Sistem Transmisi Otomatis A. Garis Besar Sistem V-Matic Sistem V-Matic adalah mekanisme otomatis yang mengubah perbandingan gigi tanpa langkah-langkah dan mengubah daya mesin menjadi gaya dorong optimal

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 31 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN Mulai perawatan Pemeriksaan dan penyetelan pada mesin oil sealed rotary vacuum pump model P450 Membongkar dan memperbaiki komponen tersebut

Lebih terperinci

PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN. dilengkapi dengan. Edisi Januari 2004

PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN. dilengkapi dengan. Edisi Januari 2004 PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN T r a k t o r Q U I C K dilengkapi dengan P A R T L I S T Edisi Januari 2004 2 TRAKTOR QUICK TL800 single speed KATA PENGANTAR Pengolahan lahan merupakan salah satu proses

Lebih terperinci

STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering

STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering STEERING Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda-roda depan. Bila roda kemudi diputar, steering column akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear. Steering

Lebih terperinci

1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA

1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA 1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA 1. Centrifugal pumps (pompa sentrifugal) Sifat dari hidrolik ini adalah memindahkan energi pada daun/kipas pompa dengan dasar pembelokan/pengubah aliran (fluid

Lebih terperinci

: Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya(engine. (Engine Tune Up)

: Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya(engine. (Engine Tune Up) SMK MA ARIF SALAM KABUPATEN MAGELANG JOBSHEET (LEMBAR KERJA) KODE : /PMO/VIII/12 Mata Pelajaran : Motor Otomotif (PMO) Guru : Edi Purwanto Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya (Engine Tune

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Menurut Wiranto Arismunandar (1988) Energi diperoleh dengan proses

BAB II DASAR TEORI. Menurut Wiranto Arismunandar (1988) Energi diperoleh dengan proses BAB II DASAR TEORI 2.1. Definisi Motor Bakar Menurut Wiranto Arismunandar (1988) Energi diperoleh dengan proses pembakaran. Ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini mesin kalor dibagi menjadi 2

Lebih terperinci

No. Nama Komponen Fungsi

No. Nama Komponen Fungsi Jobsheet Baterai / Aki PROSEDUR MELEPAS BATERAI 1. Matikan mesin atau putar kunci kontak pada posisi OFF. 2. Buka tutup tempat baterai atau body pada sepeda motor. 3. Kendorkan terminal baterai negatif

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN STUDI PUSTAKA KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK KESIMPULAN. Gambar 3.1. Diagram alir metodologi pengujian

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN STUDI PUSTAKA KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK KESIMPULAN. Gambar 3.1. Diagram alir metodologi pengujian BAB III PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 Diagram alir Metodologi Pengujian STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI DYNO TEST DYNOJET PEMERIKSAAN DAN PENGETESAN MESIN SERVICE MESIN UJI KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK

Lebih terperinci

2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL)

2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL) BAB VII 2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL) Perbaikan bagian atas adalah yang meliputi bagian. atas dari motor Diesel, yaitu seluruh bagian pada kepala silinder (Cylinder head) atau seluruh

Lebih terperinci

PETUNJUK PRAKTIS PEMELIHARAAN RUTIN JALAN

PETUNJUK PRAKTIS PEMELIHARAAN RUTIN JALAN PEMELIHARAAN RUTIN JALAN DAN JEMBATAN PETUNJUK PRAKTIS PEMELIHARAAN RUTIN JALAN UPR. 05 UPR. 05.2 PEMELIHARAAN RUTIN PERALATAN AGUSTUS 1992 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA PEMELIHARAAN

Lebih terperinci