BAB III LANDASAN TEORI
|
|
|
- Vera Muljana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 12 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Klasifikasi Menurut PBworks (2007) klasifikasi adalah proses untuk menemukan model atau fungsi yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas data, dengan tujuan untuk dapat memperkirakan kelas dari suatu objek yang belum diketahui labelnya. Model ini sendiri bisa berupa aturan jika-maka, berupa decision tree, formula matematis atau neural network. Decision tree adalah salah satu metode klasifikasi yang paling popular karena mudah diinterpretasi. Contoh decision tree dapat dilihat pada gambar berikut. Berat overweight average thin Jenis Kelamin Tidak Tidak perempuan laki-laki Ya Usia muda tua Tidak Ya Gambar 3.1. Decision Tree Pada Klasifikasi Penderita Hipertensi Sumber : Permana (2011)
2 Gambar di atas merupakan salah satu kasus decision tree pada klasifikasi penderita hipertensi, dimana setiap percabangan menyatakan kondisi yang harus dipenuhi dan tiap ujung pohon menyatakan kelas data. Sehingga, didapatkan kesimpulan bahwa yang rentan terkena penyakit hipertensi adalah orang yang memiliki kelebihan berat badan (overweight) dan berjenis kelamin perempuan atau orang dengan kelebihan berat badan, laki-laki dan berusia lanjut/tua. Proses klasifikasi biasanya dibagi menjadi dua fase : learning dan test. Pada fase learning, sebagian data yang telah diketahui kelas datanya digunakan untuk membentuk model perkiraan. Pada fase test, model yang sudah terbentuk diuji dengan sebagian data lainnya untuk mengetahui akurasi dari model tersebut. Bila akurasi mencakupi, model ini dapat dipakai untuk memprediksi kelas data yang belum diketahui (PBwork, 2007). 3.2 Probabilitas Teori probabilitas adalah cabang matematika yang berusaha menggambarkan atau memodelkan change behavior, digunakan sebagai model untuk keadaan dengan hasil (outcome) yang terjadi secara acak (random). Secara umum, keadaan demikian disebut eksperimen dan himpunan semua hasil yang mungkin disebut ruang sampel (Ω) (Subanar, 2013) Definisi probabilitas Menurut Bain dan Engelhardt (1992), misalya S menunjukkan ruang sampel eksperimen dan A merupakan elemen dari S. Probabilitas P(A) adalah sebuah fungsi dengan dominan A dan daerah hasil [0,1] yang memenuhi sifat-sifat sebagai berikut: 0 P(A) 1 untuk setiap A, P(S) = 1, A 1, A 2, A 3,... adalah barisan kejadian yang saling asing maka berlaku :...(3.1) 13
3 3.2.2.Probabilitas bersyarat Menurut Bain dan Engelhardt (1992), probabilitas bersyarat dari suatu kejadian A, dengan diberikan kejadian B didefinisikan sebagai berikut: Jika P(B) 0. ( ) = ( ) ( ),...(3.2) 3.3 Harga Harapan Menurut Bain dan Engelhardt (1992), jika Y merupakan variabel random kontinu dengan fungsi densitas f(y), maka harga harapan dari Y didefinisikan sebagai: ( ) = ( )...(3.3) Jika nilai integral tersebut konvergen secara absolut. dikatakan bahwa nilai E(Y) tidak ada. Jika tidak, maka 3.4 Uji Hipotesa Uji hipotesis merupakan bagian yang sangat penting dalam statistik inferens. Hipotesis yang bersifat statistik sebetulnya dapat diartikan sebagai suatu asumsi mengenai parameter fungsi frekuensi variabel random. Uji hipotesis merupakan suatu prosedur untuk menentukan apakah suatu hipotesis gagal ditolak atau ditolak (Levin dan Rubin, 1998). Hipotesis yang digunakan untuk melakukan pengujian adalah hipotesis nol (H 0 ) dan hipotesis alternatif (H 1 ). Hipotesis nol merupakan hipotesis yang akan diuji dan nantinya sebagai dasar argumen, namun belum terbukti. Hipotesis alternatif merupakan pernyataan berupa apa yang uji hipotesis statistik munculkan dimana hipotesis alternatif akan diterima jika hasil eksperimen menolah H 0. Hasil uji hipotesis ini dinyatakan dalam tingkat signifikansi. Signifikansi merupakan istilah statitik untuk menyatakan seberapa yakin hubungan atau perbedaan yang ada antar variabel. Apabila uji hipotesis menunjukkan hasil gagal menolak hipotesis nol, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang diuji terhadap hipotesis yang ada. Jika uji hipotesis gagal menolak hipotesis 14
4 alternatif maka terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang diuji dengan hipotesis, sehingga hipotesis alternatif diambil sebagai kesimpulan dari hasil uji hipotesis. Dalam uji hipotesis terdapat dua jenis kesalahan yang mungkin terjadi. Kesalahan tipe I (α) adalah kesalahan yang terjadi ketika menolak hipotesis nol, dimana hipotesis tersebut benar. Sedangkan kesalahan tipe II (β) adalah kesalahan yang terjadi ketika gagal menolak hipotesis nol, dimana hipotesis tersebut salah. Kebenaran Tabel 3.1 Uji Hipotesa Keputusan Menolak Gagal menolak Kesalahan tipe Keputusan yang I benar Keputusan kesalahan tipe II yang benar Pada uji hipotesis terdapat dua jenis, yaitu uji satu arah dan uji dua arah. Pada uji satu arah, nilai-nilai yang ada ketika menolak hipotesis nol berada seluruhnya di satu arah distribusi probabilitas. Sementara uji dua arah, nilai-nilai yang ada ketika menolak hipotesis nol berada seluruhnya di kedua arah distribusi probabilitas. Hal ini dapat dilihat melalui gambar 3.2 : Uji satu arah Uji dua arah H 0 μ = μ 0 H 1 μ > μ 0 (atau H 1 : μ < μ 0 ) H 0 μ = μ 0 H 1 μ μ 0 15
5 Gambar 3.2 Uji Hipotesis Pada Nilai α tertentu 3.5 Significant Level dan P- value Significant level (α) merupakan probabilitas tertentu menolak hipotesis nol ketika hipotesis tersebut benar. Tingkat signifikansi adalah kesalahan tipe I yang ditentukan oleh peneliti yang berhubungan dengan konsekuensi terjadinya kesalahan. Tingkat signifikansi yang paling sering digunakan adalah 0,05 (5%). Nilai probabilitas (p-value) dari uji hipotesis statistik adalah probabilitas dimana sampe yang diambil dari populasi untuk diuji memberikan asumsi untuk gagal menolak hipotesis nol. Dalam hal ini apabila p-value < α, maka uji hipotesis menunjukkan menolak hipotesis nol, dan sebaliknya. Apabila p-value > α, maka uji hipotesis menunjukkan gagal menolak hipotesis nol. Hal ini menunjukkan, p-value yang semakin mendekati nilai nol, maka akan semakin cenderung menolak hipotesis nol. Demikian pula sebaliknya, p-value yang semakin mendekati angka satu, maka semakin cenderung gagal menolak hipotesis nol. 3.6 Metode CHAID Pada tahun 1980 metode Chi-squared Automatic Interaction Detection (CHAID) pertama kali diperkenalkan oleh Dr. G. V. Kass pada sebuah artikel yang berjudul An exploratory Technique for investigating Large Quantities of Categorical Data di dalam buku Applied Statistics. Awalnya teknik tersebut 16
6 lebih dikenal sebagai Automatic Interaction Detection (AID). Metode CHAID merupakan penurunan dari Automatic Interaction Detection (AID) yang dirancang untuk menyelediki struktur keterkaitan antar variabel depenen kategorik dengan variabel-variabel independen kategorik diperkenalkan pertama kali oleh Dr. G.V. Kass (1980). Metode CHAID merupakan sautu teknik interatif yang menguji satu-persatu variabel independen yang digunakan dalam klasifikasi, dan menyusunnya berdasarkan pada tingkat signifikansi statsitik chi-square terhadap variabel dependennya (Gallagher, 2000). Menurut Lehmann dan Eherler (2001) dalam Muhammad Muhajir (2014), CHAID adalah sebuah metode untuk mengklasifikasikan data kategori yang tujuan dari prosedurnya adalah untuk membagi rangkaian data menjadi subgrup-subgrup berdasarkan pada variabel dependennya. Hasil dari pengklasifikasian dalam CHAID akan ditampilkan dalam sebuah diagram pohon. CHAID digunakan untuk membentuk segmentasi yang membagi sebuah sampel menjadi dua atau lebih kelompok yang berbeda berdasarkan sebuah kriteria tertentu. Hal ini kemudian diteruskan dengan membagi kelompokkelompok tersebut menjadi kelompok yang lebih kecil berdasarkan variabelvariabel independen yang lain. Proses tersebut terus berlanjut sampai tidak ditemukan lagi variabel-variabel independen yang signifikan secara statistik (Kunto dan Hasana, 2006). Metode CHAID secara keseluruhan bekerja untuk menduga sebuah variabel tunggal, disebut variabel dependen, yang didasarkan pada sejumlah variabel-variabel yang lain, disebut sebagai variabel independen Algoritma CHAID Algoritma CHAID digunakan untuk melakukan pemisahan dan penggabungan kategori-kategori dalam variabel yang dipakai dalam analisisnya. Secara garis besar algoritma ini dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu penggabungan (merging), pemisahan (splitting), dan penghentian (stopping). Diagram pohon dimulai dari root node (node akar) melalui tiga tahap tersebut pada setiap node yang terbentuk dan secar berulang. 17
7 a) Penggabungan (merging) Tahap pertama dalam algoritma CHAID adalah penggabungan (merging). Pada tahap ini akan diperiksa signifikansi dari masing-masing kategori variabel independen terhadap variabel dependen. Tahap penggabungan untuk setiap variabel independen dalam menggabungkan kategori-kategori nonsignifikan adalah sebagai berikut : 1) Bentuk tabel kontigensi dua arah untuk masing-masing variabel independen dengan variabel dependennya. 2) Hitung statistik chi-square untuk setiap pasang kategori yang dapat dipilih sebuah sub tabel kontigesnsi 2 x J yang dibentuk oleh sepasang kategori tersebut dengan variabel dependennya yang mempunyai sebanyak J kategori. Langkah uji chi-square adalah sebagai berikut : Misalnya sebuah variabel independen X i adalah variabel monotonik dengan a kategori, dimana i = 1,2,...a. Variabel dependen Y memiliki b kategori. Untuk mengetahui kategori variabel independen mana yang tidak signifikan dipasangkan masing-masing kategori pada variabel independen dengan variabel dependen. Banyaknya pasangan yang mungkin adalah kombinasi b dari a. 3) Untuk masing-masing nilai chi-square berpasangan, hitung p-value berpasangan bersamaan. Diantara pasangan-pasangan yang tidak signifikan, gabungkan sebuah pasangan kategori yang paling mirip (yaitu pasangan yang mempunyai nilai chi-square berpasangan terkecil dan p- value terbesar) menjadi sebuah kategori tunggal, kemudian dilanjutkan kelangkah nomor 4. Misalnya dari ilustrasi tersebut juga terdapat pasangan dengan p-value lebih besar dari taraf signifikansinya, maka pasangan tersebut akan digabungkan. Misalnya pasangan kategori X 1 dan X 2 pada tidak signifikan, maka pasangan tersebut akan digabungkan menjadi satu variabel baru yaitu X 1,2. 4) Periksa kembali kesignifikansian kategori baru setelah digabung dengan kategori lainnya dalam variabel independen. Jika masih ada pasangan 18
8 yang belum signifikan, ulangi langkah 3. Jika semua sudah signifikan lanjutkan langkah berikutnya. Misalnya pada ilustrasi sebelumnya didapat gabungan variabel baru X 1,2. Variabel tersebut akan dipasangkan vengan variabel lainnya misalnya X 3, X 4,...X a kemudian dilihat apakah pasangan tersebut sudah signifikan, ketika semua sudah signifikan bisa dilanjutkan ke langkah 5. Namun jika masih ada yang belum signifikan kembali ke langkah 3. 5) Hitung p-value terkoreksi Bonferroni didasarkan pada tabel yang telah digabung. b) Pemisahan (splitting) Tahap pemisahan memilih variabel independen yang mana yang akan digunakan sebagai pemisah node yang terbaik. Pemilihan dikerjakan dengan membandingkan p-value (dari tahap merging) pada setiap variabel independen. Langkah pemisahan adalah sebagi berikut : 1) Pilih variabel independen yang memiliki p-value terkecil (paling signifikan) yang akan digunakan sebagai pemisah node. 2) Jika p-value kurang dari sama dengan tingkat spesifikasi alpha, pemisah node menggunakan variabel independen ini. Jika tidak ada variabel independen dengan nilai p-value yang signifikan, tidak dilakukan pemisahan dan node ditentukan sebagai terminal node (node akhir). c) Penghentian (stopping) Ulangi langkah penggabungan untuk subkelompok berikutnya, tahap penghentian dilakukan jika proses pertumbuhan pohon harus dihentikan sesuai dengan peraturan pemberhentian di bawah ini : 1) Tidak ada lagi variabel independen yang signifikan menunjukkan perbedaan terhadap variabel dependen. 2) Jika pohon sekarang mencapai batas nilai maksimum pohon dari spesifikasi, maka proses pertumbuhan akan berhenti. Misalkan ditetapkan batas kedalaman pertumbuhan pohon klasisfikasi adalah 4, ketika pertumbuhan pohon sudah mencapai kedalaman 4 maka pertumbuhan pohon klasifikasi dihentikan. 19
9 3) Jika ukuran dari child node kurang dari nilai ukuran child node minimum spesifikasi, atau berisi pengamtan-pengamatan dengan banyak yang terlalu sedikit maka node adalah 50, ketika pemisahan menghasilkan ukuran child node kurang dari 50, maka node tersebut tidak akan dipecah Variabel-variabel dalam analisis CHAID Variabel dependen dan independen dalam analisis CHAID adalah variabel kategorik. Menurut Gallagher (2000), CHAID akan membedakan variabelvariabel independen kategorik menjadi tiga bentuk yang berbeda, yaitu : a) Monotonik, yaitu variabel independen yang kategori di dalamnya dapat dikombinasikan atau digabungkan oleh CHAID hanya jika keduanya berdekatan satu sama lain atau mengikuti urutan aslinya (data ordinal). Contohnya : Usia atau Pendapatan. b) Bebas, yaitu variabel independen yang kategori di dalamnya dapat dikombinasikan atau digabungkan ketika keduanya berdekatan ataupun tidak (data nominal). Contohnya : Pekerjaan, Kelompok etnik, dan Area geografis. c) Mengambang (float), yaitu variabel independen yang kategori di dalamnya dapat diperlakukan seperti monotonik kecuali untuk kategori yang missing value, yang dapat berkombinasi dengan kategori manapun Uji chi-square (χ 2 ) Uji chi-square untuk mengetahui independensi yaitu apakah ada hubungan antara dua variabel tertentu atau tidak pada tiap levelnya. Misal suatu variabel pertama memiliki p kategori yaitu X 1, X 2,...X p dan variabel kedua memiliki l kategori yaitu Y 1, Y 2,...Y l. 20
10 Variabel Y Variabel X Tabel 3.2 Struktur Data Uji Chi-Square l Jumlah 1 n11 n12 n1j n1 2 n12 n22 n2j n2 k n1i ni2 nij ni Sumber : Haryatmi, S. (1986) Jumlah n 1 n 2 n j n Keterangan : n 11 = Banyaknya pengamatan dengan sifat X 1 dan Y 1 n i = Banyaknya pengamatan dengan sifat X i, i = 1,...k n j = Banyaknya pengamatan dengan sifat Y, j = 1,...l = =...(3.4) Ada kejadian Y 1, Y 2,... Y l masing-masing dengan probabilitas p i1, p i2,... p iq. Probablitas kejadian X i dan Y j dalam populasi adalah p ij seperti pada tabel 3.2 di bawah ini : Tabel 3.3 Probabilitas untuk Populasi Kejadian 2 Kejadian 1 1 P11 P12 P1j P1 2 P12 P22 P2j P l Jumlah k P1i P2i Pij Pi Jumlah P 1 P 2 P j Sumber : Haryatmi, S.(1986) Keterangan : p ij p i p j = probabilitas kejadian irisan antara kejadian i dan kejadian j = probabilitas total pada kejadian ke- k = probabilitas total pada kejadian ke- l Oleh karena p 1, p 2,..., p j tidak diketahui besarnya, maka dicari harga penduganya, yaitu : 21
11 =...(3.5) Sehingga harga harapan untuk masing-masing sel adalah : = = ; i =1,... k dan j = 1,... l...(3.6) Statistik yang digunakan dalam alat uji hipotesis adalah : = ; O ij = n ij ; i = 1,... k dan j = 1,... l...(3.7) Berikut adalah langkah-langkah dalam uji hipotesis tersebut : a) Menulisakan hipotesis H 0 P ij = P i P j (tidak terdapat hubungan antara baris dan kolom / independen) H 1 P ij P i P j (terdapat hubungan antara baris dan kolom / dependen) b) Menentukan daerah penolakan, yaitu χ 2 > χ 2 0,05;(p-1)(q-1) atau p-value < α c) Statistik Uji : = d) Mengambil kesimpulan 1) Apabila χ 2 masuk daerah penolakan, maka H 0 ditolak 2) Apabila χ 2 tidak masuk daerah penolakan, maka H 0 gagal ditolak Uji Tschuprow s T Tschuprow s T adalah kriteria ukuran asosiasi antar dua variabel nominal, yang memberikan nilai antara 0 dan 1. Kriteria ini menghasilkan minimal dua kelompok yang menunjukkan bahwa jumlah kelompok adalah persis sama dengan jumlah nilai kelas. Salah satu kriteria ukuran asosiasi di antara dua variabel dinyatakan melalui koefisien asosiasi T (Tschuprow s T). Secara umum, hal tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut (Tschuprow, 1939): = ( )( )...(3.8) dimana : =...(3.9) 22
12 dengan : φ = ukuran asosiasi phi n = ukuran sampel k = banyaknya baris l = banyaknya kolom χ 2 = nilai chi-square hitung Koreksi Bonferroni (Bonferroni Correction) Koreksi Bonferroni adalah suatu proses koreksi yang digunakan ketika beberapa uji statistik untuk kebebasan atau ketidakbebasan dilakukan secara bersamaan (Sharp et al., 2002 dalam Yohanes dan Siti). Koreksi Bonferroni biasanya digunakan dalam perbandingan berganda. Jika terdapat variabel independen memiliki l kategori dan dikurangi menjadi k kategori pada langkah penggabungan, maka perkalian Bonferroni adalah banyaknya cara yang yang mungkin dimana l kategori dapat digabungkan menjadi k kategori. Nilai k berada diantara 1 sampai l atau dinotasikan sebagai (1 k l). Dengan demikian nilai p-value dari uji chi-square yang baru merupakan perkalian nilai α dengan pengali Bonferroni (Kass, 1980). Pengali Bonferroni untuk masing-masing tipe variabel-variabel independen adalah berbeda. Gallagher (2000) dalam Hero (2011) menyebutkan bahwa pengali Bonferroni untuk masing-masing jenis variabel-variabel independen adalah sebagai berikut : 1) Variabel independen monotonik (ordinal) dimana : M = pengali Bonferroni l = kategori variabel independen awal = 1 1 k = kategori variabel independen setelah penggabungan 2) Variabel independen bebas (nominal) = ( 1) ( )!( )! 3) Variabel independen mengambang (float)...(3.10)...(3.8) 23
13 = (3.9) Melakukan Proses I-CHAID dengan Tschuprow s T ada lima langkah, sebagai berikut : Untuk tiap variabel independen, X 1, X 2,...X k dan variabel dependen Y 1. Bentuk tabel kontigensi dua arah dengan variabel dependennya berdasarkan Tschuprow s T. 2. Hitung statistik Tschuprow s T untuk setiap pasangan kategori yang dapat dipilih untuk digabung menjadi satu, untuk menguji kebebasannya dalam sebuah sub tabel kontigensi 3 x 2 atau minimal dua kelompok yang menunjukkan adalah persis sama dengan jumlah nilai kelas. 3. Hitung p-value terkoreksi Bonferroni didasarkan pada tabel yang telah digabung. 4. Pilihlah variabel independen terbaik, yaitu variabel independen dengan nilai p-value yang terendah, dan kemudian melakukan pembagian kelompok dengan variabel independen ini (yaitu gunakan masing-masing kategorikategori variabel independen tersebut, yang telah digabung secara optimal, untuk menentukan sub pembagian dari kelompok induk menjadi sub kelompok yang baru). Jika tidak ada variabel independen dengan nilai p- value yang signifikan, jangan memulai pembagian kelompok tersebut. 5. Kembali ke langkah nomor 1 unutk menganalisis sub kelompok berikutnya. Hentikan ketika semua sub kelompok telah dianalisis dan juga telah berisi pengamatan-pengamatan dengan jumlah yang terlalu sedikit Diagram Pohon Klasifikasi I-CHAID (I-CHAID Clasifisation Tree) Hasil pembentukan segmen dalam CHAID akan ditampilkan dalam sebuah diagram pohon klasifikasi CHAID yang ditunjukkan pada gambar 3.3 Diagram CHAID dipikirkan sebagai batang pohon (tree trunk) dengan membagi (spit) menjadi lebih kecil berupa cabang-cabang (branches). 24
14 Gambar 3.3 Pohon Klasifikasi Dalam Metode I-CHAID dimana n Y=i n Y=i,X=j : banyaknya pengamatan variabel dependen kategori ke-i : banyaknya pengamatan variabel dependen kategori ke-i dan variabel independen kategori ke-j Menurut Myers dalam (Kunto dan Hasana, 2006), diagram pohon CHAID mengikuti aturan dari atas ke bawah (Top-down stopping rule), dimana diagram pohon disusun mulai dari kelompok induk (parent node), berlanjut dibawahnya sub kelompok (child node) yang berturut-turut dari hasil pembagian kelompok induk berdasarkan kriteria tertentu. Tiap-tiap node dari diagram pohon ini menggambarkan sub kelompok dari sampel yang diteliti. Setiap node akan berisi keseluruhan sampel dan frekuensi absolut n untuk tiap kategori yang disusun di atasnya. Pada pohon klasifikasi CHAID terdapat istilah kedalaman (depth) yang berarti banyaknya tingkatan node-node sub kelompok sampai ke bawah pada node sub kelompok yang terakhir. Pada kedalaman pertama, sampel dibagi oleh Xi sebagai variabel independen berdasarkan uji chi-square. Tiap node berisi informasi tentang frekuensi variabel Y, sebagai variabel dependen, yang merupakan bagian dari sub kelompok yang dihasilkan berdasarkan kategori yang 25
15 disebutkan (X1). Pada kedalaman ke-2 (node X2 dan X3) merupakan pembagian dari X1 (untuk node ke-1 dan ke-2). Dengan cara yang sama, sampel selanjutnya dibagi oleh variabel penjelas yang lain, yaitu X2 dan X, dan selanjutnya menjadi sub kelompok pada node ke-4, 5, 6, dan 7 (Lehmann dan Eherler, 2001). Selain itu, pada masing-masing node juga ditampilkan presentase responden untuk setiap kategori dari variabel dependen, dan juga ditunjukkan jumlah total reponden untuk masing-masing node. Hasil akhir dari proses membangun pohon adalah memiliki serangkaian kelompok yang berbeda secara maksimal satu sama lain pada variabel dependen Akurasi Akurasi adalah nilai derajat kedekatan dari pengukuran kuantitas untuk nilai sebenarnya (true). Nilai akurasi didapatkan dari hasil rule yang dihasilkan dari perhitungan decision tree kemudian di uji coba kan pada data testing dan menghasilkan derajat keakuratan dari rule tersebut setelah di uji coba kan pada data testing. Tingkat akurasi diperoleh dengan perhitungan sesuai dengan persamaan di bawah (Ramdhany dkk, 2006). = 100%...(3.11) 26
16 Langkah-langkah pada algoritma I-CHAID dapat digambarkan pada diagram air pada gambar 3.2. Data Menentukan variabel dependen dan variabel independen Pemeriksaan kategori variabel independen yang tidak signifikan dengan membentuk pasangan kategori variabel independen dan diuji kesignifikansiannya dengan variabel dependen menggunakan uji Tschuprow s T Penggabungan pasangan variabel yang tidak signifikan Pemeriksaan kesignifikansian kategori variabel baru setelah signifikan Semua kategori dari masing-masing variabel independen signifikan Tidak Ya Koreksi Bonferroni Bagi data dengan variabel independen yang paling signifikan Pemeriksaan subkelompok dengan variabel independen sisa Semua subkelompok signifikan Tidak Ya Tahap stoping Penarikan kesimpulan segmentasi Selesai Gambar 3.4 Diagram alur algoritma I-CHAID 27
BAB III METODE CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION
BAB III METODE CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION 3.1 Analisis CHAID Metode CHAID pertama kali diperkenalkan G. V. Kass 1980, metode CHAID merupakan teknik yang lebih awal dikenal sebagai Automatic
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Klasifikasi Klasifikasi merupakan proses untuk menemukan model atau fungsi yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas data, dengan tujuan untuk
BAB III METODE CHAID EXHAUSTIVE
BAB III METODE CHAID EXHAUSTIVE 31 CHAID Exhaustive Metode CHAID Exhaustive dikemukakan oleh D Biggs et al (1991) yang merupakan evaluasi dari metode sebelumnya yaitu CHAID (Kass, 1980) untuk penyesuaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, )
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889-1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan umumnya berarti daya upaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep-konsep dasar pada QUEST dan CHAID, algoritma QUEST, algoritma
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas pengertian metode klasifikasi berstruktur pohon, konsep-konsep dasar pada QUEST dan CHAID, algoritma QUEST, algoritma CHAID, keakuratan dan kesalahan dalam
ANALISIS CHAID SEBAGAI ALAT BANTU STATISTIKA UNTUK SEGMENTASI PASAR (Studi Kasus pada Koperasi Syari ah Al-Hidayah)
ANALISIS CHAID SEBAGAI ALAT BANTU STATISTIKA UNTUK SEGMENTASI PASAR (Studi Kasus pada Koperasi Syari ah Al-Hidayah) Yohanes Sondang Kunto Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra, Surabaya
Faktor-Faktor Yang Mem pengaruhi Waktu Penyusunan Tugas Akhir Mahasiswa S1 (Studi Kasus : Mahasiswa FMIPA Unsyiah)
Jurnal Gradien Vol. 10 No.2 Juli 2014 : 1000-1004 Faktor-Faktor Yang Mem pengaruhi Waktu Penyusunan Tugas Akhir Mahasiswa S1 (Studi Kasus : Mahasiswa FMIPA Unsyiah) Nany Salwa 1, Fitriana A.R 1 dan Sri
Klasifikasi Variabel Penentu Kelulusan Mahasiswa FMIPA Unpatti Menggunakan Metode CHAID
Statistika, Vol. 15 No. 1, 1 6 Mei 2015 Klasifikasi Variabel Penentu Kelulusan Mahasiswa FMIPA Unpatti Menggunakan Metode CHAID Ferry kondo lembang 1, Meiga Fendjalang 2 1,2Jurusan Matematika Fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) adalah merupakan suatu kasus khusus dari algoritma pendeteksian interaksi otomatis yang biasa disebut
ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman Online di:
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 383-392 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PREEKLAMPSIA
METODE QUEST DAN CHAID PADA KLASIFIKASI KARAKTERISTIK NASABAH KREDIT
E-Jurnal Matematika Vol. 4 (4), November 2015, pp. 163-168 ISSN: 2303-1751 METODE QUEST DAN CHAID PADA KLASIFIKASI KARAKTERISTIK NASABAH KREDIT Nur Faiza 1, I Wayan Sumarjaya 2, I Gusti Ayu Made Srinadi
ANALISIS CHAID UNTUK IDENTIFIKASI KETEPATAN WAKTU LULUS BERDASARKAN KARAKTERISTIK MAHASISWA
Xplore, 2013, Vol. 2(1):e10(1-5) c 2013 Departemen Statistika FMIPA IPB ANALISIS CHAID UNTUK IDENTIFIKASI KETEPATAN WAKTU LULUS BERDASARKAN KARAKTERISTIK MAHASISWA Rindy Anggun Pertiwi, Indahwati, Farit
ANALISIS WAKTU KELULUSAN MAHASISWA DENGAN METODE CHAID (STUDI KASUS: FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA)
ANALISIS WAKTU KELULUSAN MAHASISWA DENGAN METODE CHAID (STUDI KASUS: FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA) IDA AYU SRI PADMINI 1, NI LUH PUTU SUCIPTAWATI 2, MADE SUSILAWATI 3 1,2,3, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA,
KLASIFIKASI DENGAN METODE CHAID (CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) DAN PENERAPANNYA PADA KLASIFIKASI ALUMNI FMIPA UNY SKRIPSI
KLASIFIKASI DENGAN METODE CHAID (CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) DAN PENERAPANNYA PADA KLASIFIKASI ALUMNI FMIPA UNY SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Pemilih Partai Politik
3 TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Pemilih Agustino (2009) menyebutkan terdapat tiga pendekatan teori yang sering digunakan oleh banyak ahli politik untuk memahami perilaku pemilih diantaranya pendekatan sosiologis,
KLASIFIKASI STATUS KERJA PADA ANGKATAN KERJA KOTA SEMARANG TAHUN 2014 MENGGUNAKAN METODE CHAID DAN CART
KLASIFIKASI STATUS KERJA PADA ANGKATAN KERJA KOTA SEMARANG TAHUN 2014 MENGGUNAKAN METODE CHAID DAN CART SKRIPSI Disusun Oleh : NOVIE ERISKA ARITONANG 24010211140081 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN
METODE KAJIAN Pengumpulan Data
35 III. METODE KAJIAN 3.1. Pengumpulan Data 3.1.1. Lokasi dan Waktu Lokasi pelaksanaan penelitian tugas akhir ini dilaksanakan pada empat klinik kesehatan sebagaimana terlihat pada Tabel. Waktu penelitian
PENERAPAN METODE CHAID DAN REGRESI LOGISTIK DALAM ANALISIS SEGMENTASI PASAR KONSUMEN AQUA DIMAS FAJAR AIRLANGGA
PENERAPAN METODE CHAID DAN REGRESI LOGISTIK DALAM ANALISIS SEGMENTASI PASAR KONSUMEN AQUA DIMAS FAJAR AIRLANGGA DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES MELITUS DENGAN METODE CHAID (CHI SQUARE AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) DAN CART (CLASSIFICATION AND REGRESSION TREE)
Surabaya, 3 Juli 2013 Seminar Hasil Tugas Akhir KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES MELITUS DENGAN METODE (CHI SQUARE AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) DAN (CLASSIFICATION AND REGRESSION TREE) Dosen Pembimbing
KLASIFIKASI STATUS KERJA PADA ANGKATAN KERJA KOTA SEMARANG TAHUN 2014 MENGGUNAKAN METODE CHAID DAN CART
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016, Halaman 183-192 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian KLASIFIKASI STATUS KERJA PADA ANGKATAN KERJA KOTA SEMARANG TAHUN
ABSTRAK ABSTRACT. sektor perusahaan jasa seperti Baitul Mal Wa Tamwil (BMT). Persaingan antar. Pendahuluan Globalisasi di Indonesia,
METODE IMPROVED CHAID (CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) PADA ANALISIS KREDIT MACET BMT (BAITUL MAL WA TAMWIL) Muhammad Muhajir Program Studi Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Jalan
PEMBENTUKAN POHON KLASIFIKASI DENGAN METODE CHAID
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No. 1 (2013), hal 45 50. PEMBENTUKAN POHON KLASIFIKASI DENGAN METODE CHAID Yustisia Wirania, Muhlasah Novitasari Mara, Dadan Kusnandar INTISARI
ANALISIS KARAKTERISTIK PENGGUNA GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION MENGGUNAKAN METODE CHI-SQUARE AUTOMATIC INTERACTION DETECTION
ANALISIS KARAKTERISTIK PENGGUNA GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION MENGGUNAKAN METODE CHI-SQUARE AUTOMATIC INTERACTION DETECTION Naimah Rangkuti 1, Fitria Virgantari, Kurniati Program Studi Matematika
ANALISIS KEPUASAN PESERTA KURSUS KOMPUTER MENGGUNAKAN METODE CHAID BERBASIS KOMPUTER
ANALISIS KEPUASAN PESERTA KURSUS KOMPUTER MENGGUNAKAN METODE CHAID BERBASIS KOMPUTER RONITA BINUS UNIVERSITTY, Jakarta, Indonesia, 11530 Abstrak Kesuksesan selalu menjadi tujuan sebuah perusahaan, begitu
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA PASCASARJANA IPB BERHENTI STUDI MENGGUNAKAN ANALISIS CHAID DAN REGRESI LOGISTIK
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA PASCASARJANA IPB BERHENTI STUDI MENGGUNAKAN ANALISIS CHAID DAN REGRESI LOGISTIK Mohamad Jajuli Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
III. METODE PELAKSANAAN
III. METODE PELAKSANAAN A. Kerangka Pemikiran Konseptual Kepuasan konsumen ditentukan oleh dua sisi yaitu harapan yang dimiliki konsumen terhadap sebuah produk atau layanan dan kinerja produk atau layanan
Implementasi Metode Chi-Squared Automatic Interaction Detection pada Klasifikasi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa FMIPA UNIROW
Implementasi Metode Chi-Squared Automatic Interaction Detection pada Klasifikasi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa FMIPA UNIROW Kresna Oktafianto Program Studi Matematika FMIPA Universitas Ronggolawe
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Metode statistik non parametrik atau sering juga disebut metode bebas sebaran
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Statistik non Parametrik Metode statistik non parametrik atau sering juga disebut metode bebas sebaran (distribution free) adalah test yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat
SEGMENTASI PASAR MENGGUNAKAN METODE CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION (CHAID) (Studi Kasus di PD. BPR-BKK Purwokerto Utara)
SEGMENTASI PASAR MENGGUNAKAN METODE CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION (CHAID) (Studi Kasus di PD. BPR-BKK Purwokerto Utara) SKRIPSI Oleh : Nu man Ardhi Nugraha J2E 004 238 PROGRAM STUDI STATISTIKA
ANALISIS DAYA TAHAN MAHASISWA DALAM MELANJUTKAN STUDI DENGAN CHI-SQUARED AUTOMATATIC INTERACTION DETECTION
ANALISIS DAYA TAHAN MAHASISWA DALAM MELANJUTKAN STUDI DENGAN CHI-SQUARED AUTOMATATIC INTERACTION DETECTION Lely Kurnia Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Batusangkar Jl.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring digulirkannya sistem perbankan syariah pada pertengahan tahun 1990-an di Indonesia, beberapa Lembaga Keuangan Syariah (LKS) tumbuh dan berkembang pesat di
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yang mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Statistik Non Parametrik Tes statistik non parametrik adalah test yang modelnya tidak menetapakan syaratsyaratnya yang mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk
SEGMENTASI DAN PREFERENSI KONSUMEN SIGARET KRETEK MESIN Low Tar Low Nicotine (LTLN) DENGAN ANALISIS CHAID
Seminar Nasional Statistika IX Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 7 November 009 SEGMENTASI DAN PREFERENSI KONSUMEN SIGARET KRETEK MESIN Low Tar Low Nicotine (LTLN) DENGAN ANALISIS CHAID Dwi Endah Kusrini,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Data Mining 2.1.1 Pengertian Data Mining Dengan semakin besarnya jumlah data dan kebutuhan akan analisis data yang akurat maka dibutuhkan metode analisis yang tepat. Data mining
Amalia Maharani, Dewi Retno Sari Saputro, dan Bowo Winarno Program Studi Matematika FMIPA UNS
PENERAPAN POHON KLASIFIKASI BINER DENGAN ALGORITME QUICK, UNBIASED, EFFICIENT STATISTICAL TREE (QUEST ) PADA DATA MAHASISWA TRANSFER UNIVERSITAS SEBELAS MARET Amalia Maharani, Dewi Retno Sari Saputro,
ANALISIS IPK MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI IPB DENGAN PENDEKATAN METODE CHAID FERRY ANTONI MS
ANALISIS IPK MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI IPB DENGAN PENDEKATAN METODE CHAID FERRY ANTONI MS DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012
UJI INDEPENDEN ANTARA DUA FAKTOR
UJI INDEPENDEN ANTARA DUA FAKTOR Banyak data hasil pengamatan yang dapat digolongkan kedalam beberapa factor, karakteristik atau atribut dengan tiap factor atau atribut teridiri dari beberapa klasifikasi,
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Uji Hipotesis
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian hipotesis, metode klasifikasi berstruktur pohon, metode-metode statistika yang menjadi dasar pada metode QUEST, dan algoritme QUEST..1
Klasifikasi Penderita Diabetes Melitus dengan Metode CHAID (Chi-Squared Automatic Interaction Detection) dan CART (Classification and Regression Tree)
Klasifikasi Penderita Diabetes Melitus dengan Metode CHAID (Chi-Squared Automatic Interaction Detection) dan CART (Classification and Regression Tree) Ria Dhea Layla N.K (1), Brodjol Sutijo Suprih U. (2),
BAB III REGRESI LOGISTIK BINER DAN CLASSIFICATION AND REGRESSION TREES (CART) Odds Ratio
21 BAB III REGRESI LOGISTIK BINER DAN CLASSIFICATION AND REGRESSION TREES (CART) 3.1 Regresi Logistik Biner Regresi logistik berguna untuk meramalkan ada atau tidaknya karakteristik berdasarkan prediksi
UJI CHI SQUARE. (Uji data kategorik)
UJI CHI SQUAR (Uji data kategorik) A. Pendahuluan Uji statistik nonparametrik ialah suatu uji statistik yang tidak memerlukan adanya asumsi-asumsi mengenai sebaran data populasinya (belum diketahui sebaran
PEMODELAN PREFERENSI PENGAJUAN KREDIT USAHA MIKRO (KUM) DI BANK X OLEH PEMILIK USAHA MIKRO DI SURABAYA DENGAN METODE CHAID
PEMODELAN PREFERENSI PENGAJUAN KREDIT USAHA MIKRO (KUM) DI BANK X OLEH PEMILIK USAHA MIKRO DI SURABAYA DENGAN METODE CHAID Niken Ariestanti, Kestrilia Rega Prilianti Departemen MIPA Universitas Surabaya
Statistik Dasar. 1. Pendahuluan Persamaan Statistika Dalam Penelitian. 2. Penyusunan Data Dan Penyajian Data
Statistik Dasar 1. Pendahuluan Persamaan Statistika Dalam Penelitian 2. Penyusunan Data Dan Penyajian Data 3. Ukuran Tendensi Sentral, Ukuran Penyimpangan 4. Momen Kemiringan 5. Distribusi Normal t Dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Data Data adalah bentuk jamak dari datum, yang dapat diartikan sebagai informasi yang diterima yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau dalam bentuk lisan dan tulisan
PENERAPAN METODE CHAID (CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) DAN EXHAUSTIVE CHAID PADA KLASIFIKASI PRODUKSI JAGUNG DI PULAU JAWA
PENERAPAN METODE CHAID (CHI-SQUARED AUTOMATIC INTERACTION DETECTION) DAN EXHAUSTIVE CHAID PADA KLASIFIKASI PRODUKSI JAGUNG DI PULAU JAWA Anas Tohari, Yuliana Susanti, dan Tri Atmojo Kusmayadi Program Studi
BAB III METODE POHON KLASIFIKASI QUEST
BAB III METODE POHON KLASIFIKASI QUEST 3.1 Metode Berstruktur Pohon Istilah pohon dalam matematika dikenal dalam teori graf. Pertama kali konsep pohon digunakan oleh Gustav Kirchhoff (184-1887) dalam bidang
BAB II LANDASAN TEORI. landasan pembahasan pada bab selanjutnya. Pengertian-pengertian dasar yang di
5 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas pengertian-pengertian dasar yang digunakan sebagai landasan pembahasan pada bab selanjutnya. Pengertian-pengertian dasar yang di bahas adalah sebagai berikut: A.
Modul IV KLASIFIKASI
LABORATORIUM DATA MINING JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Modul IV KLASIFIKASI TUJUAN PRAKTIKUM Setelah mengikuti praktikum modul ini diharapkan: 1. Mahasiswa
PROSIDING ISBN :
APLIKASI METODE CHAID DALAM MENGANALISIS KETERKAITAN FAKTOR RISIKO LAMA PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA (Studi Kasus di Jurusan Matematika FMIPA Universitas Sriwijaya) Dian Cahyawati S., Susi Yohana, Putera
PENYAJIAN DATA DUA VARIABEL ATAU LEBIH. Disiapkan untuk Materi Perkuliahan Statistik Sosial Program Sarjana Departemen Ilmu Administrasi
+ PENYAJIAN DATA DUA VARIABEL ATAU LEBIH Disiapkan untuk Materi Perkuliahan Statistik Sosial Program Sarjana Departemen Ilmu Administrasi + 2 Tabel Silang Kekuatan Hubungan Dua variabel Nilai pengamatan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Metode Statistik Nonparametrik Metode statistik nonparametrik adalah metode yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Decision Tree Definisi Decision tree adalah sebuah diagram alir yang berbentuk seperti struktur pohon yang mana setiap internal node menyatakan pengujian terhadap suatu atribut,
Mata Kuliah: Statistik Inferensial
UJI CHI-KUADRAT Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP Email: [email protected] 1 Uji chi-kuadrat Uji Chi-Kuadrat untuk Keselarasan Uji Chi-Kuadrat untuk uji Kenormalan Uji Chi-Kuadrat untuk uji Independensi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan desain penelitian Jenis penelitian menurut pendekatannya adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal
BAB 2 LANDASAN TEORI
19 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Metode Analisis Data 2.1.1. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang membuktikan bahwa apa yang diamati peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam dunia
IDENTIFIKASI INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENCIRI AKREDITASI SMP DAN MTS DENGAN METODE CHAID DAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL FAHMI SALAM AHMAD
IDENTIFIKASI INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENCIRI AKREDITASI SMP DAN MTS DENGAN METODE CHAID DAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL FAHMI SALAM AHMAD DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Tes Statistik Non Parametrik adalah test yang modelnya tidak menetapkan syaratsyaratnya
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Statistik Non Parametrik Tes Statistik Non Parametrik adalah test yang modelnya tidak menetapkan syaratsyaratnya mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk sampel
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penentuan dosen pembimbing tugas akhir masih dilakukan secara manual di Jurusan Teknik Informatika UMM yang hanya mengandalkan pengetahuan personal tentang spesialisasi
TINJAUAN PUSTAKA Analisis Gerombol
3 TINJAUAN PUSTAKA Analisis Gerombol Analisis gerombol merupakan analisis statistika peubah ganda yang digunakan untuk menggerombolkan n buah obyek. Obyek-obyek tersebut mempunyai p buah peubah. Penggerombolannya
BAB ΙΙ LANDASAN TEORI
7 BAB ΙΙ LANDASAN TEORI Berubahnya nilai suatu variabel tidak selalu terjadi dengan sendirinya, bisa saja berubahnya nilai suatu variabel disebabkan oleh adanya perubahan nilai pada variabel lain yang
BAB I PENDAHULUAN. atau benda ke dalam golongan atau pola-pola tertentu berdasarkan kesamaan ciri.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Klasifikasi merupakan pengelompokan secara sistematis pada suatu objek atau benda ke dalam golongan atau pola-pola tertentu berdasarkan kesamaan ciri. Masalah klasifikasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Distribusi Normal Salah satu distribusi frekuensi yang paling penting dalam statistika adalah distribusi normal. Distribusi normal berupa kurva berbentuk lonceng setangkup yang
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional yaitu penelitian terhadap variabel-variabel yang termasuk
BAB I PENDAHULUAN. ada tiga, yaitu association rules, classification dan clustering.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Data mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa informasi yang selama ini tidak diketahui secara manual dari suatu basis data. Informasi yang
SEGMENTASI NASABAH DALAM PENGEMBALIAN KREDIT DENGAN METODE CHAID HANIF AKBAR
SEGMENTASI NASABAH DALAM PENGEMBALIAN KREDIT DENGAN METODE CHAID HANIF AKBAR DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013 PERNYATAAN MENGENAI
Nanparametrik_Korelasi_M.Jain uri, M.Pd 1
Nanparametrik_Korelasi_MJain uri, MPd 1 Pengertian Pada penelitian yang ingin mengetahui ada tidaknya hubungan di antara variabel yang diamati, atau ingin mengetahui seberapa besar derajat keeratan hubungan
TINJAUAN PUSTAKA. ruang sampel dan dilambangkan dengan huruf S. Ruang sampel beranggotakan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Percobaan dan Ruang Sampel Menurut Walpole (1995), istilah percobaan digunakan untuk sembarang proses yang dapat membangkitkan data. Himpunan semua hasil suatu percobaan disebut
BAB 2 LANDASAN TEORI
14 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Analisis Regresi Kata regresi (regression) diperkenalkan pertama kali oleh Francis Dalton pada tahun 1886. Menurut Dalton, analisis regresi berkenaan dengan studi
BAB V PENGANTAR PROBABILITAS
BAB V PENGANTAR PROBABILITAS Istilah probabilitas atau peluang merupakan ukuran untuk terjadi atau tidak terjadinya sesuatu peristiwa. Ukuran ini merupakan acuan dasar dalam teori statistika. 1. Beberapa
BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN
BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN Istilah nonparametrik pertama kali digunakan oleh Wolfowitz, pada tahun 94. Metode statistik nonparametrik merupakan metode statistik yang dapat
PENERAPAN MODEL REGRESI LOGISTIK BINER DAN METODE CHAID DALAM KLASIFIKASI KREDIT KONSUMTIF MALA SEPTIANI
PENERAPAN MODEL REGRESI LOGISTIK BINER DAN METODE CHAID DALAM KLASIFIKASI KREDIT KONSUMTIF MALA SEPTIANI DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
Analisis Data kategorik tidak berpasangan skala pengukuran numerik
Analisis Data kategorik tidak berpasangan skala pengukuran numerik Uji t dengan 2 kelompok Uji t Tidak Berpasangan Uji t dikembangkan oleh William Sealy Gosset. Dalam artikel publikasinya, ia menggunakan
Resume Regresi Linear dan Korelasi
Rendy Dwi Ardiansyah Putra 7410040018 / 2 D4 IT A Statistika Resume Regresi Linear dan Korelasi 1. Regresi Linear Regresi linear merupakan suatu metode analisis statistik yang mempelajari pola hubungan
STATISTIKA. Statistika pengkuantifikasian (pengkuantitatifan) hasil-hasil pengamatan terhadap kejadian, keberadaan, sifat/karakterisitik, tempat, dll.
STATISTIKA Statistika pengkuantifikasian (pengkuantitatifan) hasil-hasil pengamatan terhadap kejadian, keberadaan, sifat/karakterisitik, tempat, dll. Statistika deskriptif: pencatatan dan peringkasan hasil
PERFORMANSI MODEL-MODEL CREDIT SCORING PADA DATA DEBITUR KREDIT PRODUKTIF PT. BANK X
PERFORMANSI MODEL-MODEL CREDIT SCORING PADA DATA DEBITUR KREDIT PRODUKTIF PT. BANK X Astri Afrilia Universitas Padjadjaran Program Pendidikan Magister Program Studi Statistika Terapan, Konsentrasi Statistika
BAB II KAJIAN PUSTAKA
4 BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada sub bab ini akan diberikan beberapa definisi dan teori yang mendukung rancangan Sequential Probability Ratio Test (SPRT) yaitu percobaan dan ruang sampel, peubah acak dan fungsi
BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Sutama (2015:43) penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Sutama (2015:43) penelitian kuantitatif antara lain berhubungan erat dengan kontruksi
HASIL DAN PEMBAHASAN. Setiap tahapan di dalam penelitian ini akan ditunjukkan di dalam Tabel 2.
6 tahap ini, pola yang telah ditemukan dipresentasikan ke pengguna dengan teknik visualisasi agar pengguna dapat memahaminya. Deskripsi aturan klasifikasi akan dipresentasikan dalam bentuk aturan logika
Uji chi-kuadrat merupakan pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi sampel yang benar-benar terjadi (selanjutnya disebut dengan
Uji chi-kuadrat merupakan pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi sampel yang benar-benar terjadi (selanjutnya disebut dengan frekuensi observasi, dilambangkan dengan fo ) dengan frekuensi
BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut
PEMBENTUKAN POHON KLASIFIKASI BINER DENGAN ALGORITMA QUEST SKRIPSI SARJANA MATEMATIKA. Oleh: YONA MALANI
PEMBENTUKAN POHON KLASIFIKASI BINER DENGAN ALGORITMA QUEST SKRIPSI SARJANA MATEMATIKA Oleh: YONA MALANI 07 134 032 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
STATISTIKA SOSIAL. Uji Chi Square MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh 09
MODUL PRKULIAHAN STATISTIKA SOSIAL Uji Chi Square Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh FIKOM MARcomm 09 Kode MK? Hani Yuniani, M.Ikom Abstract UJI beda untuk mendapat hubungan keeratan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara).
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih
MAKALAH UJI PERLUASAN MEDIAN
MAKALAH UJI PERLUASAN MEDIAN Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengolahan Data Penelitian Dosen Pengampu : Dr. Nur Karomah Dwidayati, M.Si. Oleh: Sulis Rinawati (0401516042) Retno Indarwati (0401516049)
Pengujian Chi-Square Untuk Asosiasi
Pengujian Chi-Square Untuk Asosiasi Kita dapat melakukan pengujian Chi-square untuk asosiasi (tidak independensi) pada klasifikasi two ways. Menggunakan prosedur ini untuk menguji jika probabilitas item-item
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.
Hubungan antara variabel-variabel dalam contoh tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis yang disebut persamaan regresi.
KORELASI LINIER ANTARA 2 VARIABEL Korelasi Hubungan antara beberapa variabel Contoh 1. Apakah siswa yang pandai dalam mat pandai pula dalam físika 2.Apakah tes masuk suatu sekolah menggambarkan sekolah
ANALISIS REGRESI LOGISTIK UNTUK MENGETAHUI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI KEDATANGAN PELANGGAN DI PUSAT PERBELANJAAN X
ANALISIS REGRESI LOGISTIK UNTUK MENGETAHUI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI KEDATANGAN PELANGGAN DI PUSAT PERBELANJAAN X Erna Hayati Fakultas Ekonomi Universitas Islam Lamongan ABSTRAKSI Kepuasan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Analisis Regresi Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor (variabel independent) dengan variabel outcome (variabel dependen) untuk
BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Uji Kecukupan Sampel Dalam melakukan penelitian ini yang berhubungan dengan kecukupan sampel maka langkah awal yang harus dilakukan adalah pengujian terhadap jumlah sampel. Pengujian
6 Departemen Statistika FMIPA IPB
Suplemen Responsi Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 6 Departemen Statistika FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referensi Waktu Uji Kebaikan Suai Khi- Kuadrat untuk Sebaran Kontinu dan Uji
BAB 1 PENDAHULUAN Pengertian dan Kegunaan Statistika
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Pengertian dan Kegunaan Statistika Statistik dapat berarti tiga hal. Pertama statistik bisa berarti kumpulan data. Ada buku bernama Buku Statistik Indonesia (Statistical Pocketbook
