BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Adi Sudirman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian The Matching-Only Pretest-Posttest Control Group Design, dengan memberikan treatment kepada salah satu kelompok. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan fundamental skill development program dan kelompok kontrol melakukan pendidikan jasmani seperti biasa oleh gurunya. Fraenkel et. al. (2012: 266) mengungkapkan bahwa penelitian yang menguji keefektifan sebuah metode baru dalam pengajaran setidaknya satu kelompok diberikan perlakuan metode baru dibandingkan dengan kelompok pembanding yang belajar seperti biasa oleh gurunya. Suppose a researcher wished to study the effectiveness of a new method of teaching science. He or she would have the students in the experimental group taught by the new method, but the students in the comparison group would continue to be taught by their teacher s usual method. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yakni variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah fundamental skill development program sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan motorik kasar. Desain The Matching-Only Pretest-Posttest Control Group Design adalah sebagai berikut : Treatment Group M O X O Control Group M O C O Gambar 3.1 The Matching-only Pretest Posttest Control Group Design (Sumber : Fraenkel et. al. (2012:248)
2 29 Sedangkan desain penelitian digambarkan sebagai berikut : Kelas 1 SD Percontohan UPI M Kelas 1B, 25 siswa M Kelas 1C, 25 Siswa O Pretest TGMD-2 O Pretest TGMD-2 X FSSP 8 x 1 x 60 C Pembelajaran seperti baisa O Posttest TGMD-2 O Posttest TGMD-2 Gambar 3.2 Desain Penelitian B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan sekelompok objek yang dapat dijadikan sumber penelitian berbentuk benda-benda, manusia ataupun yang terjadi sebagai objek/sasaran penelitian. Sugiyono (2009:80), berpendapat bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 sekolah dasar percontohan UPI yang teridiri dari 3 Kelas, masing-masing kelas berjumlah 25 siswa sehingga jumlah keseluruhan populasi 75 siswa. Dalam menetapkan SD Percontohan UPI sebagai populasi penelitian, setidaknya mengacu kepada beberapa alasan, antara lain: (1) SD percontohan UPI merupakan sekolah laboratorium bagi Universitas Pendidikan Indonesia, dimana sekolah tersebut memiliki misi mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi pendidikan dalam berbagai bidang studi (sd.labschool.upi.edu, 2014); (2) Siswa kelas 1 SD berusia antara 5-6 tahun, sehingga cocok dengan usia target dari program yang diberikan; (3) Siswa SD percontohan UPI memiliki latar belakang agama, status sosial ekonomi, dan budaya yang berbeda-beda, sehingga diharapkan dapat mencerminkan kebanyakan SD di Indonesia.
3 30 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Berkaitan dengan ini, Sugiyono (2009, 81) mengemukakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Peneliti menetapkan hanya dua kelas yang dilibatkan ke dalam penelitian ini dari tiga kelas yang ada di SD percontohan UPI. Hal ini dikarenakan kelompok kontrol pada penelitian ini harus mengikuti pembelajaran seperti biasa oleh gurunya (Fraenkel et. al., 2012), sehingga jumlah siswa dalam satu kelas tidak dimanipulasi. Sedangkan untuk kelompok eksperimen ditetapkan dengan jumlah kelas yang sebanding dengan kelas yang dijadikan kelompok kontrol. Maka dari itu jumlah siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 siswa, terdiri dari 2 kelas. Kelas 1 B berjumlah 25 siswa dipilih menjadi kelompok eksperimen dan kelas 1 C berjumlah 25 siswa menjadi kelompok kontrol. C. Langkah-langkah Penelitian Penelitian ini terdiri dari tiga langkah, yakni pretest, treatment dan posttest. a. Pretest Tes awal ini bertujuan untuk melihat keterampilan motorik kasar awal anak taman kanak-kanak sebelum diberikan treatment baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah Test of Gross Motor Development Second Edition (TGMD-2) yang dikembangkan oleh Ulrich (2000). Prosedur pelaksanaan tes dijelaskan pada bahasan instrumen. b. Treatment Program yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fundamental Skill Development Program dari kanada (Sask Sport Inc, 2001). Dalam pengantar buku pedoman program ini Sask Sport Inc, (2001:3) menyebutkan This resource is grouped by themes and divided by tabs to assist in the ease of reading. Kemudian disebutkan pula bahwa The Children in Sport initiative is the result of significant research and development.
4 31 Program ini dilakukan minimal 8 minggu, satu minggu 1 pertemuan. Program ini berisi permainan-permainan yang dimodifikasi dari olahraga permainan dan permainan sederhana yang memiliki tema untuk mengembangkan motorik kasar anak. Permainan-permainan tersebut dibagi ke dalam 5 kategori, yakni (1) Ballance/jump/quick feet/landing games; (2) Manipulation game (3) Miscellaneous movement games (4) Tag games dan (5) Manipulation/tag games. Setiap satu pertemuan dilakukan maksimal 60 menit dengan tahapantahapan yang telah ditentukan dalam pedoman program ini. Tahapan-tahapnnya yakni: (1)Warm up selama 5 menit, (2) Broad-based skill development games selama 10 menit, (3) Developmental sport-spesific games selama 20 menit, (4) Lead-up game selama 20 menit dan (5) cool-down selama 5 menit. Nama permainan dan jenis keterampilan yang dilakukan pada setiap pertemuan disajikan pada tabel 3.1 dan tabel 3.2. selanjutnya perbandingan materi pelajaran antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol disahikan pada tabel 3.3. skenario pembelajaran disajikan pada tabel 3.4 c. Posttest Pelaksanaan posttest sama dengan pelaksanaan pretest, namun posttest dilakukan setelah kelompok eksperimen diberi perlakuan.
5 32 WARM-UP - 5 Menit BROAD- BASED SKILLS DEVELOP MENT GAMES - 10 Menit DEVELOP MENTAL SPORT- SPECIFIC GAMES - 20 menit LEAD-UP GAMES - 20 menit COOL- DOWN - 5 menit Tabel 3.1 Children in Sport Pertemuan 1-4 Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 What Time Is It Shark and dolphin dog catcher cat and mouse Mr. Wolf? Keterampilan : Keterampilan: Keterampilan: Keterampilan: Berlari, Menghindar, Berpura-pura, Kelincahan, Kesadaran ruang, Inklusivitas. Berlari, menghindar, kelincahan, kesadaran ruang, kesadaran usaha Berlari, kesadaran ruang, meloloskan diri, membuat keputusan, kerjasama, interaksi, support. Berlari, melarikan diri, kesadaran usaha, kesadaran ruang. Shark Attack red light green light wacth out aligator Semi Circle Soccer Keterampilan : Keterampilan : Keterampilan: Keterampilan : Melompat, Keseimbangan, Mendengarkan Lompat, Berlari. Menendang, kerjasama, inklusivitas Berlari, skipping, galloping, Kecepatan Stop/start, Interaksi, mematuhi peraturan,mendenga rkan Throwing / Catching Gimme 5 Spell Your name bussy bee Home run Keterampilan: Keterampilan : Keterampilan: Keterampilan Berlari ke base Lempar-tangkap Berlari, shuffling, Kesadaran ruang, pertama (1B), cross step, effort akurasi lemparan, pengembangan awarenes, lempartangkap, membuat kecepatan kerjasama disiplin. keputusan, tanggung jawab. Hitting Hit and Run beat lizzy Space Invaders Hit and run Keterampilan: Keterampilan : Keterampilan: Keterampilan: Memukul, menjatuhkan bat, berlari ke 1B Berlari, lempartangkap, kerjasama, mematuhi aturan Berlari, dodging, kesadaran usaha, lempar tangkap Memukul, menjatuhkan bat, berlari ke 1B Freeze the runner Freeze the runner Grand Slam Grand Slam Keterampilan: Keterampilan: Keterampilan : Keterampilan : Berlari, Kesadaran usaha, kesadaran ruang, Lempar, tangkap, Kerjasama, inklusivitas Berlari, Kesadaran usaha, kesadaran ruang, Lempar, tangkap, Batting, Kerjasama, inklusivitas Menangkap, memukul bola dengan bat. Menangkap, memukul bola dengan bat. Refleksi Refleksi Refleksi Refleksi
6 33 WARM-UP - 5 Menit BROAD- BASED SKILLS DEVELOP MENT GAMES - 10 Menit DEVELOP MENTAL SPORT- SPECIFIC GAMES - 20 menit LEAD-UP GAMES - 20 menit COOL- DOWN - 5 menit Tabel 3.2 Children in Sport Pertemuan 5 8 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 bussy bee Shark and dolphin dog catcher cat and mouse Keterampilan: Keterampilan: Keterampilan: Keterampilan: Berlari, kesadaran Berlari, shuffling, Berlari, ruang, meloloskan Berlari, melarikan cross step, effort menghindar, diri, membuat diri, kesadaran awarenes, lempartangkap, kerjasama kesadaran ruang, kelincahan, keputusan, usaha, kesadaran kerjasama, ruang. disiplin. kesadaran usaha interaksi, support. Shark Attack galloping goliath tarzan cross the Space Invader creek Keterampilan : Keterampilan Keterampilan : Keterampilan: Berlari, dodging, Melompat, Berlari, Melompat, kesadaran usaha, Keseimbangan, Galloping Leap lempar tangkap. Mendengarkan Dribbling Bulls in the ring Keep Em Moving Space Invader catch keeper and tumble Keterampilan : Keterampilan : Keterampilan: Keterampilan Berlari, kesadaran ruang, kelincahan, reaksi, menghindar, penangkapan, melewati, interaksi, dukungan, kerjasama Shuffling, berlari, cross over, dribbling, kerjasama, kooperatif, tanggung jawab Passing / Shooting Keterampilan:Berla ri, dodging, kesadaran usaha, lempar tangkap. Agility, koordinasi, menangkap Home Run Pirate Spell your name Beat lizzie Keterampilan: Keterampilan : Keterampilan: Keterampilan Kesadaran ruang, akurasi tendangan, membuat keputusan, tanggung jawab Ruang kesadaran, kelincahan, melewati, menangkap, menendang, menggiring bola Passing - stopping Berlari, passing - stoping, kerjasama, mematuhi aturan. Square Soccer Square Soccer Triangle Soccer Triangle Soccer Keterampilan: Keterampilan: Keterampilan : Keterampilan : Dribbling, passing, kontrol bola, kesadaran ruang, menembak Dribbling, passing, kontrol bola, kesadaran ruang, menembak Dribbling, passing, kontrol bola, kesadaran ruang, menembak. Dribbling, passing, kontrol bola, kesadaran ruang, menembak. Refleksi Refleksi Refleksi Refleksi
7 34 Tabel 3.3 Materi Pembelajaran Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Pertemuan Materi Children in Sport: FSDP 1 Softball Kamis, Softball Kamis, Softball Kamis, Softball Kamis, Sepakbola Kamis, Sepakbola Kamis, Sepakbola Kamis, Sepakbola Kamis, Tradisional Selasa, Selasa, Selasa, Selasa, Selasa, Selasa, Selasa, Selasa, Tabel 3.4 Skenario Pembelajaran Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kegiatan Children in Sport: FSDP Tradisional Pendahuluan Berdo a dan cek siswa Apersepsi dan Menjelaskan pembelajaran Manajemen pembelajaran Cek pemahaman Warm-Up Games-5 Menit Cek pemahaman Inti Broad-Based Skills Development Games - 10 Menit Developmental Sport-Specific Games - 20 Menit Lead-Up Games - 20 Menit Berdo a dan cek siswa Pemanasan Apersepsi dan Menjelaskan pembelajaran Manajemen pembelajaran Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi Penutup COOL-DOWN - 5 menit Penenangan
8 35 D. Definisi Operasional a. Fundamental Skill Development Program Fundamental skill development program adalah program gerak untuk anak dari usia 5 sampai 9 tahun. Program ini berasal dari Kanada berdasarkan penelitian dan pengembangan. Fundamental skill development program initiative is the result of significant research and development. Program ini dilakukan minimal 8 10 minggu, satu minggu maksimal 1 2 pertemuan. Program ini berisi permainan-permainan yang dimodifikasi dari olahraga permainan dan permainan sederhana yang memiliki tema untuk mengembangkan motorik kasar anak. Permainan-permainan tersebut dibagi kedalam 5 kategori, yakni (1) Ballance/jump/quick feet/landing games; (2) Manipulation game (3) Miscellaneous movement games (4) Tag games dan (5) Manipulation/tag games. Setiap satu pertemuan dilakukan maksimal 60 menit dengan tahapan-tahapan yang telah ditentukan dalam pedoman program ini. Tahapan pemebelajaran dalam satu pertemuan pada program ini yakni: (1) Warm up selama 5 menit, (2) Broadbased skill development games selama 10 menit, (3) Developmental sport-spesific games selama 20 menit, (4) Lead-up game selama 20 menit dan (5) cool-down selama 5 menit. b. Keterampilan Motorik Kasar Keterampilan Motorik Kasar atau Gross motor skills merupakan skills that involved large, whole body movements, locomotion (traveling) and whole body stretches Woodfield (2004) dalam Wong and Cheung (2010:202). Dalam penelitian ini keterampilan motorik kasar didefinisikan sebagai keterampilan yang dapat menjangkau seluruh motorik dari anggota tubuh, berupa pergerakan atau perpindahan dan peregangan tubuh. Terdiri dari keterampilan lokomotor seperti berlari, melompat, jingkak, slidding, skipping, gallop dan keterampilan object control seperti melempar, menangkap, memukul, menendang. E. Instrumen Penelitian
9 36 Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan motorik kasar anak dalam penelitian ini adalah Test Gross Motor Development Second Edition (TGMD-2 nd Edition). (Ulrich, 2000). Tes ini mencakup 12 tes gerak di kategorikan menjadi dua Subvariabel Locomotor (run, gallop, hop, leap, horizontal jump, slide) dan Object Control (striking a stationary ball, stationary dribble, catch, kick, overhand throw and underhand roll). Struktur dan item tes digambarkan melalui tabel 3.5. Tabel 3.5 Struktur dan Item Tes TGMD-2 Subtes Skill Kriteria Performance Skor Maksimal Run 4 8 Gallop 4 8 Locomotor Hop 5 10 Leap 3 6 Jump 4 8 Slide 4 8 Strike 5 10 Dribble 4 8 Object Control Catch 3 6 Kick 4 8 Throw 3 6 Roll Validitas Instrumen TGMD-2 telah diuji validitas terhadap anak di Amerika (Ulrich, 2000 dalam Wong and Cheung, 2010:203). Pengujian dengan teknik explanatory factor analisys (EFA) dan confirmatory factor analisys (CFA). Hasil dari CFA di Amerika adalah berupa nilai kesesuaian, yakni goodness-of-fit index (GFI) sebesar 0,96 dan adjusted GFI (AGFI) sebesar 0,95. Kemudian TGMD-2 diuji kembali validitasnya di Hongkong oleh Wong and Cheung (2010) kepada 614 anak. Hasilnya GFI sebesar 0.95, root mean square error of approximation =.06, standardized root mean square residual =.04, comparative-fit index =.97). The findings of this study suggested that the two-factor structure proposed by Ulrich (2000) fit the data of Hong Kong Chinese children (Wong and Cheung, 2010).
10 37 2. Reliabilitas Instrumen TGMD-2 memiliki reliabilitas tinggi dengan koefisien reliabilitas subvariabel locomotor dan object control masing-masing 0,91, 0,85 dan 0,88 gabungan (Ulrich 2000 dalam Chow dan Chan, 2011:73). F. Pengolahan Data Pengujian hipotesis penelitian pada dasarnya ingin mengetahui pengaruh dari fundamental skill develoment program terhadap motorik kasar anak dengan metode pretest posttest control group design. Langkah-langkah sebagai berikut : 1. Uji Asumsi Statistik Uji asumsi statistik meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui bentuk distribusi data yang diperoleh sebagai syarat awal untuk pengujian parametrik selanjutnya. Uji normalitas ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi syarat penarikan kesimpulan yang bersifat baku dan handal, untuk dapat digeneralisasikan. Yang merupakan tujuan penting dari uji normalitas adalah; a) apakah data dari sampel yang diambil dari populasi yang sama itu berdistribusi normal, dan b) apakah pengujian dilakukan dengan statistik parametrik atau nonparametrik (apabila distribusi normal maka menggunakan parametrik dan apabila tidak berdistribusi normal maka nonparametrik). Uji kenormalan itu dilakukan terhadap data pretest dan posttest menggunakan data gain score dengan uji Lilliefors Significance Correction. Sedangkan uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. 2. Uji Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah : a. Terdapat perbedaan keterampilan motorik kasar anak antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen;
11 38 b. Terdapat perbedaan keterampilan motorik kasar anak antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol; c. Terdapat perbedaan N-Gain keterampilan motorik kasar anak antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dua dari tiga hipotesis di atas memiliki karakteristik yang sama, yakni hipotesis yang pertama dan hipotesis kedua, yaitu membandingkan keterampilan motorik sebelum dan sesudah perlakuan. Pengujian hipotesis untuk hipotesis pertama dan kedua menggunakan analisis statistik paired sample t test. Teknik analisis ini membandingkan rata-rata keterampilan motorik kasar anak pada saat pretest dan posttest. Sedangkan untuk hipotesis yang ketiga, analisis statistik yang digunakan adalah independent sample t test. Teknik ini membandingkan rata-rata N-Gain (postest dikurangi pretest) kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Langkah-langkah perhitungan dapat dilihat pada lampiran. G. Limitasi Penelitian 1. Validitas Internal Metode penelitian yang digunakan adalah Matching only pretest-posttest control group design. Fraenkel et.al. (2012:280) menganalisis ancaman terhadap metode ini sebagai berikut: Tabel 3.6 Analisis Kefektivan Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design dalam Mengontrol Validitas Internal Keterangan : No Threat Keefektivan 1 Subject Characteristics + 2 Mortality + 3 Location - 4 Instrumen Decay + 5 Data Collector Characterisrics - 6 Data Collector Bias - 7 Testing + 8 History + 9 Maturation + 10 Attitude of Subjects - 11 Regression + 12 Implementation -
12 39 ++ = Sangat Kuat + = Kuat - = Lemah Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa ancaman terhadap validitas internal yang dikontrol secara kuat oleh desain ini adalah karakteristik subjek, kehilangan sampel, instrumen decay, tes, sejarah, kematangan, dan regresi. Sedangkan ancaman yang dikontrol secara lemah oleh desain ini adalah lokasi, karakteristik pengumpul data, bias pengumpul data, sikap subjek, implementasi. Walaupun berdasarkan hasil analisis masih terdapat beberapa ancaman yang masih terkontrol secara lemah, namun secara praktis peneliti juga berusaha untuk meminimalisir ancaman tersebut khususnya ancaman yang tidak terkontrol, antara lain : a. Location Lokasi penelitian pada saat tes dan/atau pemberian treatmen untuk kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) adalah sama, yakni di lapangan olahraga SD Percontohan UPI, kemudian jumlah kelas dan kemampuan siswa dari kedua kelompok relative sama. Sehingga diharapkan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap skor posttreatment. b. Data Collector Characteristic Dalam proses pengumpulan data, peneliti tidak sendiri melainkan dibantu oleh beberapa mahasiswa S1 keolahragaan yang sebelumnya diberi pelatihan tentang pengambilan data. Baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol pengumpulan data dilakukan oleh orang yang sama. c. Data Collector Bias Agar tidak terjadi bias selama pengambilan data, peneliti merekam proses pengambilan data. Sehingga data yang sudah terkumpul dilapangan dicocokan dengan video tersebut. d. Attitude of Subjects Selama proses pengambilan data pretest-postest dan pemberia perlakuan peneliti didampingi oleh guru penjasnya. Tes dan perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan di hari yang berbeda, kelompok eksperimen pada hari kamis dan kelompok kontrol pada hari selasa. Hal ini
13 40 dilakukan agar siswa pada salah satu kelompok tidak merasa diberikan perlakuan spesial. e. Implementation Kelompok kontrol dalam penelitian ini mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran penjas seperti biasa oleh gurunya, maka peneliti menghadirkan guru penjas ketika memberikan perlakuan terhadap kelompok eksperimen, sehingga kedua kelompok belajar dengan guru yang sama.
DAFTAR ISI. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian... 41
DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTACT... ii PERNYATAAN... iii KATA PENGANTAR... iv UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN...
BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN
38 BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian perlu menetapkan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang dikaji. Keberhasilan
LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN Test of Gross Motor Development 2 (TGMD-2)
LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN Test of Gross Motor Development 2 (TGMD-2) Tes ini memiliki total 12 keterampilan. Untuk 6 keterampilan pertama saya akan meminta anak untuk berpindahdarisatutempatketempat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode True eksperimen. Dengan true experimental, peneliti dapat mengontrol
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan motorik kasar merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Penguasaan keterampilan motorik ini wajib dimiliki oleh anak sebagai dasar untuk menguasai
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat penelitian yang akan dilaksankan oleh peneliti, lokasi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.mengenai metode eksperimen ini, Arikunto (1990:272) menerangkan, bahwa Penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat penelitian yang akan dilaksankan oleh peneliti, lokasi penelitian ini
BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN. Populasi penelitian merupakan sebuah kumpulan individu atau objek
BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Populasi Populasi penelitian merupakan sebuah kumpulan individu atau objek yang mempunyai sifat-sifat umum. Dalam hal ini Arikunto (2002:102)
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Tempat pelaksanaan dalam penelitian ini tempat penelitian di Sekolah Sepakbola (SSB) IPI GS Bandung yang ada di lapangan SMK VIKU kompleks TNI
PEMBELAJARAN SOCCER LIKE GAMES DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA PADA SISWA DI SMPN 1 KARAWANG. TETEN HIDAYAT
PEMBELAJARAN SOCCER LIKE GAMES DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA PADA SISWA DI SMPN 1 KARAWANG TETEN HIDAYAT [email protected] Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya seperti wawancara, observasi, maupun dokumentasi (Arikunto,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian sangat dibutuhkan dalam sebuah penelitian karena akan memberi petunjuk bagaimana penelitian harus dilaksanakan. Sugiyono (2013, hlm. 6)
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 6 Watampone yang beralamat di jalan jendral Urip Sumoharjo Kabupaten Bone
PENGARUH FUNDAMENTAL SKILL DEVELOPMENT PROGRAM TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK ABSTRAK
PENGARUH FUNDAMENTAL SKILL DEVELOPMENT PROGRAM TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah program gerak bagi anak yang bernama fundamental skill
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan
Penerapan Modifikasi Permainan Dalam Pembelajaran Dribbling Terhadap Keterampilan Motorik
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN DRIBBLING TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK TEKNIK DASAR DRIBBLING BOLA BASKET (Studi Pada Peserta Didik Kelas VII (Tujuh) di SMP Negeri 3 Tuban) Shelvy Nurwidyawati
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TAKTIS DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEKNIS TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PASSING DAN STOPING
35 PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TAKTIS DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEKNIS TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PASSING DAN STOPING [email protected], [email protected] Program Studi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1) Lokasi Penelitian Hal yang menjadi perhatian pada setiap pelaksanaan kegiatan penelitian adalah data, melalui data akan dapat dinyatakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, peneliti tidak mempunyai keleluasaan untuk memanipulasi subjek, artinya random kelompok biasanya diapakai
BAB III METODEPENELITIAN
BAB III METODEPENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pandeglang yaitu di Jalanraya Serang KM. 3 Kecamatan Karang Tanjung Kabupaten Pandeglang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan langkah-langkah bagaimana penelitian dilakukan sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Menurut Sugiyono (2012:3) secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penggunaan sebuah metode dalam penelitian bertujuan agar dapat memperoleh data yang dapat mengungkap permasalahan yang ingin diselesaikan. Hal ini seperti
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA SSB BENGKULU USIA TAHUN
Hubungan antara Kecepatan... (Jerry Patraserasah) 1 HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA SSB BENGKULU USIA 13-15 TAHUN CORRELATION
Keywords: learning approach tactical, technical learning approach, results learning skills football.
165 PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KEBUGARAN JASMANI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SEPAKBOLA (Studi Eksperimen pada Siswa SMA Labschool Kota Bandung) [email protected] Program Studi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan olahraga sekarang ini semakin berkembang pesat sesuai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan olahraga sekarang ini semakin berkembang pesat sesuai dengan perkembangan jaman. Semakin pesat perkembangan jaman turut pula mempengaruhi terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi atau Sampel Penelitian. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di SLB-G YBMU Baleendah
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi atau Sampel Penelitian 1. Lokasi Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di SLB-G YBMU Baleendah Kabupaten Bandung. Peneliti melakukan eksperimen
R O 1 X O 2 R O 3 O 4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian eksperimen memiliki berbagai bentuk desain penelitian, penggunaan desain tersebut, disesuaikan dengan aspek penelitian serta masalah pokok
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP SIKAP KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 7 KUNINGAN ABSTRAK
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP SIKAP KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 7 KUNINGAN Sopian Eka Pratama 1 Oman Hadiana 2 ABSTRAK Tujuan penelitian ini
Tingkat Keterampilan Dasar Melempar, Menangkap dan Mem... (Ahmad Ubaidilah)
TINGKAT KETERAMPILAN DASAR MELEMPAR, MENANGKAP, DAN MEMUKUL BOLA ROUNDERS SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI DONOROJO KECAMATAN MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2016/2017 ABSTRAK Penelitian ini berasumsi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Sugiyono (2008: 3). Bertitik tolak dari permasalahan, rumusan
BAB III METODE PENELITIAN. hendak dicapai dan merupakan jalan bagi keberhasilan arah penelitian. Untuk itu
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah dalam penelitian digunakan suatu metode yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, tujuan yang hendak dicapai
BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA. Data hasil penelitian diolah untuk distandarisasikan dengan T-Score karena
BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA A. Data Mentah Data hasil penelitian diolah untuk distandarisasikan dengan T-Score karena satuan nilai dua kelompok test berbeda. Hasil tes Vo2 Max dan teknik bermain
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Dalam melakukan penelitian diperlukan pemilihan metode
BAB III METODE PENELITIAN. mengandung arti bahwa metode penelitian begitu penting dalam pengumpulan dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode sangat diperlukan dalam setiap penelitian. Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitian. Hal ini mengandung
BAB III METODE PENELITIAN. adalah survei dengan teknik tes dan pengkuran.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana penelitian ini hanya ingin mendeskripsikan atau memaparkan situasi yang sedang berlangsung pada saat penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Desain dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono (2012: 72),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada dasarnya metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Suatu hasil dari penelitian harus diuji
PENGARUH BERMAIN LEMPAR TANGKAP BOLA DAN MENGGAMBAR TERHADAP MOTORIK ANAK USIA DINI. Jurnal. Oleh : Anggiat Marudut Gultom
1 PENGARUH BERMAIN LEMPAR TANGKAP BOLA DAN MENGGAMBAR TERHADAP MOTORIK ANAK USIA DINI Jurnal Oleh : Anggiat Marudut Gultom FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2014
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian (bahan penelitian), dapat berupa populasi (universe) atau sampel. Menurut Hasan (2002, hlm. 58), Populasi adalah totalitas
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu unsur yang penting dalam melakukan suatu penelitian. Sutopo (2002:5) dalam Setiadi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian merupakan tempat dimana seorang peneliti melakukan sebuah penelitiannya. Dalam penelitian ini, peneliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTs Nurul Huda Timbang
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Ketika seseorang bermaksud melakukan sebuah penelitian tentu diperlukan sebuah langkah-langkah yang dapat menunjang keberhasilan suatu penelitian, seperti
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan Pretest-posttest control group design. Rancangan penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Desain Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan Pretest-posttest control group design. Rancangan penelitian ini menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, artinya penelitian yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, artinya penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat. Menurut Setyo (1997:36) penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap perbandingan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam suatu penelitian membutuhkan suatu metode yang sesuai untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian membutuhkan suatu metode yang sesuai untuk membantu mengungkapkan permasalahan yang akan diteliti, karena metode penelitian mempunyai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksaan
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TAKTIS TERHADAP KETERAMPILAN SEPAKBOLA SISWA KELAS XI SMA LABSCHOOL UPI KOTA BANDUNG
62 PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TAKTIS TERHADAP KETERAMPILAN SEPAKBOLA SISWA KELAS XI SMA LABSCHOOL UPI KOTA BANDUNG [email protected] Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
PENINGKATAN TEKNIK SHOOTING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)
Jurnal Pembelajaran Olahraga http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pjk/index Volume 3 Nomor 2 Tahun 2017 PENINGKATAN TEKNIK SHOOTING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) Muchamad
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang diambil adalah SD Negeri Cieunteung 2, yang terletak di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi Dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SSB Satria Muda yang berada di daerah kabupaten Subang. Waktu penelitian dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Jadwal yang terencana dengan baik sangat menentukan terhadap kelancaran dan kelangsungan dari pelaksanaan penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu dengan menggunakana cara dan aturan metodologi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian merupakan suatu kegiatan mencermati suatu objek yang memiliki tujuan dan kegunaan tertentu dengan menggunakana cara dan aturan metodologi. Seperti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. 1. Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen quasi. Tujuan dari penelitian ini
BAB III METODELOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sugiyono (2009:6)
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
BAB III METODE PENELITIAN
138 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini memiliki tujuan membuktikan dan menguji pengaruh model pembelajaran dan persepsi motorik siswa terhadap hasil belajar pada siswa sekolah dasar. Selain itu,
BAB III METODE PENELITIAN
43 BAB I METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Dalam sebuah penelitian tentunya diperlukan suatu metode. Metode ini merupakan cara atau jalan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian yaitu mengambarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design (quasi eksperimen) dengan melihat efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR DRIBBLING SEPAK BOLA Kadek Angga Pandita, I Ketut Budaya Astra, Adnyana Putra Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan
BAB III METODE PENELITIAN. semu (Quasi Experimental Research). Desain ini mempunyai kelompok kontrol
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experimental Research). Desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak
METODE PENELITIAN. Bandarlampung Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 200
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Bandarlampung Tahun Ajaran 03/04 dengan jumlah siswa sebanyak 00 siswa yang terdistribusi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Surakarta yang terletak di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta pada anak kelompok
III. METODOLOGI PENELITIAN. dihadapi. Menurut Arikunto (1998 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan data dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab persoalan yang dihadapi. Menurut
Pengaruh Permainan Futsal Modifikasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun
Pengaruh Permainan Futsal Modifikasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Octavian Dwi Tanto Andi Kristanto Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Jl. Teratai No. 4 Surabaya (60136).
Nonequivalent Control Group Design
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Dan Desain Eksperimen 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen dengan tipe Quasi Experimental Design. Menurut Sugiyono
TINGKAT KETERAMPILAN GERAK DASAR PASSING
Tingkat Keterampilan Gerak Dasar... (Anggit Yudha Pratama) TINGKAT KETERAMPILAN GERAK DASAR PASSING- STOPPING HEADING DRIBBLING DAN SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA SMA NEGERI LENDAH YANG
BAB III METODE PENELITIAN
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dijelaskan oleh Sugiyono (2010 : 2) bahwa metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah siswi kelas X di SMK 45 Lembang yang berjumlah 215 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian
BAB III Metode Penelitian
43 3.1 Jenis, Desain dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian BAB III Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
56 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Lokasi untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan overhand throw dan sidehand throw terhadap akurasi dan kecepatan lemparan dalam
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitan merupakan salah satu bagian yang penting dalam melakukan penelitian. Menurut Sugiyono (2011:3) menjelaskan bahwa metode penelitian adalah
PENGARUH LATIHAN VARIASI UMPAN TERHADAP KETERAMPILAN SEPAK SILA PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 GODEAN
Latihan Variasi Umpan...(Mymo Septian)1 PENGARUH LATIHAN VARIASI UMPAN TERHADAP KETERAMPILAN SEPAK SILA PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 GODEAN Oleh: Mymo Septian, Fakultas Ilmu Keolahragaan,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian the matching only pretest-posttest control group design (Fraenkel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu. Pada penelitian ini
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILLS DIBANDING LATIHAN SMALL SIDED GAME TERHADAP PRESTASI KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILLS DIBANDING LATIHAN SMALL SIDED GAME TERHADAP PRESTASI KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA Yusuf Rismawan Hariyoko Universitas Negeri Malang Jl. Semarang no. 5 Malang
PENGARUH PELATIHAN DOWN THE LINE DRILL TERHADAP KELINCAHAN DAN POWER OTOT TUNGKAI
PENGARUH PELATIHAN DOWN THE LINE DRILL TERHADAP KELINCAHAN DAN POWER OTOT TUNGKAI ARTIKEL ILMIAH Diajukan Kepada Universitas Pendidikan Ganesha untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam setiap penelitian diperlukan suatu metode. Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitiannya. Metode penelitian
KESESUAIAN KETERAMPILAN GERAK LOKOMOTOR DAN MANIPULATIF ANAK USIA 4-5 TAHUN SEGUGUS II KECAMATAN GALUR
171 Keterampilan Gerak... (One Welly Rahajeng) KESESUAAN KETERAMPLAN GERAK LOKOMOTOR DAN MANPULATF ANAK USA 4-5 TAHUN SEGUGUS KECAMATAN GALUR SUTABLTY OF LOCOMOTOR AND MANPULATE SKLLS ON CHLDREN 4-5 YEARS
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP TEKNIK DASAR BOUNCE PASS BOLA BASKET SMPN 8 PONTIANAK
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP TEKNIK DASAR BOUNCE PASS BOLA BASKET SMPN 8 PONTIANAK Ferdianto Suja, Victor Simanjuntak, Fitriana Puspa Hidasari Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Untan Pontianak
