B. GAMBARAN UMUM DAERAH
|
|
|
- Glenna Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum Ketentuan yang mengatur tentang penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati adalah : 1. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi Sumatera Barat; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat; B. GAMBARAN UMUM DAERAH 1. Kondisi geografi daerah, batas administrasi daerah, luas wilayah, dan topografis Kabupaten Dharmasraya terletak pada posisi 0 o o Lintang Selatan dan 101 o o Bujur Timur. yang berada pada wilayah perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Riau dan dilewati oleh Jalur Lintas Tengah Sumatera. Secara administratif, wilayah Kabupaten Dharmasraya berbatasan dengan : a. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Gadang dan Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, serta Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, b. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Muaro Bungo dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
2 c. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, d. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok dan Kecamatan Sangir, Kecamatan Sangir Jujuan, Kecamatan Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi Sumatera Barat luas wilayah Kabupaten Dharmasraya yaitu 2.961,13 Km² ( Ha), sedangkan berdasarkan RTRW Kabupaten Dharmasraya Tahun yang dilakukan dengan meggunakan pemetaan digitasi citra spot 5 maka Kabupaten Dharmasraya memiliki luas Ha. Maskipun secara legalitas, luas Kabupaten Dharmasraya terjadi perbedaan dengan aturan sebelumnya, baik Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003 ataupun Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 4 Tahun Namun penggunaan angka luas wilayah pada RTRW ini ini butuh sinkronisasi dengan wilayah yang lebih besar dan penyatuan persepsi. Karena secara fakta dalam data statistik baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, maupun daerah kab/kota lain di Sumatera Barat sampai saat ini masih belum menggunakan luas wilayah yang telah tercantum di dalam RTRW. Kabupaten Dharmasraya terdiri dari 11 kecamatan, 52 nagari, dan 260 jorong. Namun demikian luas wilayahnya juga beragam, dilihat dari tabel di bawah, ada 2 (dua) kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Koto Besar dan Kecamatan Pulau Punjung. namun dilihat dari jumlah nagari dan jorong, Kecamatan Asam Jujuhan memiliki jumlah wilayah administrasi terbanyak, terdiri dari Nagari yaitu 7 (tujuh) nagari dengan 32 jorong. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
3 No Tabel 1.1 Luas Wilayah, Jumlah Nagari dan Jumlah Jorong Kabupaten Dharmasraya Kecamatan 1 Sungai Rumbai Luas wilayah (Ha) Jumlah Nagari Jumlah jorong 47, Koto Besar 488, Asam Jujuhan 257, Koto Baru 251, Koto Salak 464, Tiumang 129, Padang Laweh 59, Sitiung 87, Timpeh 237, Pulau Punjung 482, IX Koto 454, Jumlah 2.961, Sumber : Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2009 dan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun Kondisi dan Topografi wilayah Kabupaten Dharmasraya mayoritas merupakan lahan datar dengan Ketinggian dari 82 m dpl dan m32 dpl. Ketinggian terendah berada di wilayah Kecamatan IX Koto dan Ketinggian tertinggi berada di rangkaian Bukit Barisan yang melewati daerah Kabupaten Dharmasraya. Dari segi proporsi pola ruang, Kabupaten Dharmasraya termasuk daerah yang memiliki kawasan budidaya yang besar di Sumatera Barat, yaitu dengan kawasan budidaya Ha (92,84%), dan hanya sebesar Ha (7,61%) luas kawasan lindung dari Ha. Tabel 1.2 Luas Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat No Nama Wilayah Kabupaten Luas Kawasan Lindung Luas Kawasan Budidaya Luas Wilayah (Ha) % (Ha) % (Ha) 1 Pesisir Selatan % % Solok Selatan % % Dharmasraya % % Solok % % Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
4 No Nama Wilayah Luas Kawasan Lindung Luas Kawasan Budidaya Luas Wilayah (Ha) % (Ha) % (Ha) 5 Limapuluh Kota % % Agam % % Padang Pariaman % % Tanah Datar % % Pasaman % % Pasaman Barat % % Sijunjung % % Mentawai % % Kota 1 Solok % % BukitTinggi % Padang % % Padang Panjang % % Pariaman % Payakumbuh % % Sawahlunto % % Jumlah (Ha) ,86% ,14% Sumber: Perda No. 10 Tahun 2012 tentang RTRW Kab. Dharmasraya Tahun Ditinjau dari tabel di atas, maka berdasarkan luas maupun persentase kawasan budidaya Kabupaten Dharmasraya dibandingkan dengan rata-rata kab/kota di Sumatera Barat yang hanya 64,14%, maka hal ini memberikan peluang yang besar untuk menggali dan mengembangkan potensi sumberdaya, baik untuk pertanian, pertambangan maupun sektor lainnya. Adanya perubahan penggunakan lahan yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2010 hingga 2013 dapat diamati pada tabel 1.3 sebagai berikut : Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
5 No A Tabel 1.3 Luas Lahan Menurut Penggunaan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2010 dan Tahun 2013 Penggunaan Tanah Lahan Bukan Pertanian Luas lahan (Ha) % Luas lahan (Ha) % Perubahan (ha) ,08% ,30% B Lahan Pertanian ,92% ,70% (12.496) 1 Sawah ,13% ,70% (1.294) 2 Tegal ,36% ,20% Ladang/ Huma 600 0,20% 973 0,33% Penggembalaan ,55% 917 0,31% (697) 5 Sementara Tidak Diusahakan ,50% ,85% (61.165) 6 Hutan Rakyat ,68% ,95% Perkebunan ,56% ,57% Tambak - 9 Empang 180 0,06% (180) 10 Lainnya ,88% ,49% Jumlah/Total % % - Sumber : Dharmasraya Dalam Angka 2011 dan Dharmasraya Dalam Angka 2014 Dalam kurun waktu 2010 sampai 2013 terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam penggunaan lahan, yaitu berkurangnya lahan pertanian secara keseluruhan seluas ha atau proporsinya turun dari 89,92% di tahun 2010 menjadi 85,70% di tahun 2013, diantaranya karena berkurangnya luas sawah, turunnya luas penggembalaan padang rumput serta hilangnya empang. Namun perubahan positif justru terjadi pada luas lahan perkebunan yang naik dari ha menjadi ha atau naik sekitar ha. Adanya perubahan luas lahan perkebunan ini disebabkan oleh adanya pertambahan luas lahan perkebunan terutama komoditi sawit dan karet, baik oleh perkebunan rakyat serta perkebunan besar yang masuk berinvestasi ke Kabupaten Dharmasraya, sebagian lagi kenaikan lahan perkebunan ini juga karena adanya alih fungsi lahan sawah menjadi lahan perkebunan oleh masyarakat. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
6 2. Demografi Jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah dan dengan pertumbuhan yang tinggi akan memperlambat tercapainya tujuan pembangunan. Berbagai bukti empiris menunjukkan bahwa kemajuan suatu daerah/bangsa sebagaian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan oleh melimpahnya sumberdaya alam (SDA). SDA yang melimpah tanpa diimbangi dengan SDM yang baik akan tetap tertinggal. Masalah kependudukan merupakan masalah serius yang di hadapi oleh negara-negara di Dunia, bahkan tahun-tahun belakangan ini para ahli ekonomi telah memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara pembangunan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Perencanaan pembangunan ini dituangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan dimana kependudukan perlu dipertimbngan sebagai tolak ukur pembangunan masyarakat. Dilihat dari sisi demografi, salah satu hal yang perlu diangkat yaitu dan berbeda dengan umumnya daerah lain, besarnya jumlah penduduk laki-laki dibandingkan dengan perempuan, bahkan ini terjadi di setiap kecamatan di Dharmasraya. Rasio jenis kelamin tertinggi ada di kecamatan Asam Jujuhan yaitu sebesar 118 dan yang terkecil ada di Kecamatan IX Koto sebesar 102. Tabel 1.4 Jumlah Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dharmasraya Tahun 2010 No Kecamatan 1 Sungai Rumbai 2 Koto Besar 3 Asam Jujuhan 4 Koto Baru 5 Koto Salak 6 Tiumang Penduduk Laki-laki Perempuan Jumlah rasio jenis kelamin Luas wilayah Kepadatan Penduduk ,63 377, ,19 46, ,72 40, ,35 114, ,39 32, ,18 85,88 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
7 No Kecamatan Penduduk Laki-laki Perempuan Jumlah rasio jenis kelamin Luas wilayah Kepadatan Penduduk 7 Padang Laweh ,76 89,83 8 Sitiung ,68 262,53 9 Timpeh ,93 56,57 10 Pulau Punjung ,5 74,32 11 IX Koto ,8 16,15 Jumlah ,13 64,64 Sumber : Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 Berdasarkan data hasil sensus penduduk tahun 2010 di atas, Kecamatan Sungai Rumbai dengan luas wilayah terkecil, namun memiliki kepadatan penduduk terbesar yaitu 377 orang/km 2, dua Kecamatan lainnya yang tergolong relatif padat dibandingkan kecamatan lain yaitu kecamatan Sitiung dengan 262 jiwa/km, diikuti oleh kecamatan Koto Baru dengan 114 jiwa/km. sedangkan jumlah penduduk terbanyak ada di kecamatan Pulau Punjung dengan jiwa, sebaliknya jumlah penduduk paling sedikit ada di kecamatan Padang Laweh. Digolongkan kepada suku, maka Dharmasraya memiliki beragam suku dan budaya yaitu berasal dari minang, jawa dan juga batak Jumlah Penduduk dan Persebaran Berdasarkan sensus penduduk (SP) tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Dharmasraya adalah sebanyak jiwa, terdiri orang laki-laki (51,66%), dan orang perempuan (48,34%), dengan rasio jenis kelamin 106,88. Jumlah ini kemudian menjadi jiwa tahun 2011, terdiri dari laki-laki dan perempuan dan rasio jenis kelamin 106,92. Rasio jenis kelamin hampir pada setiap kelompok umur mencapai angka lebih dari seratus, yang menunjukkan penduduk laki-laki lebih banyak dibanding penduduk perempuan, kecuali pada kelompok umur 65 tahun ke atas (Tabel 1.5). Banyaknya jumlah penduduk laki-laki dibanding penduduk perempuan, terutama pada usia kerja dapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
8 diinterpretasikan bahwa migrasi masuk ke daerah ini cukup besar, khususnya laki-laki, apalagi daerah ini merupakan salah satu daerah pengembangan sentra perkebunan Sumatera Barat seperti kelapa sawit dan tanaman karet. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Dharmasraya termasuk kategori tinggi yakni 3,09 % per tahun, bahkan tertinggi bila dibandingkan dengan rata-rata provinsi Sumatera Barat yakni 1,34 % dan lebih dari dua kali LPP nasional yang hanya pada level 1,49 %. Umur Tabel 1.5 : Komposisi Penduduk Dharmasraya Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2013 Penduduk Laki-Laki % Perempuan % Jumlah Rasio Jenis Kelamin , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Jumlah , , Berdasarkan data tabel 1.5 diperoleh Median umur penduduk Dhamasraya tahun 2013 adalah 26,06 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Dhamasraya termasuk kategori pertengahan atau intermediate. Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun. Sementara rasio Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
9 ketergantungan penduduk Dharmasraya adalah 55. Artinya setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 55 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Angka ini sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio ketergantungan penduduk perdesaan yakni 56,30, tetapi masih lebih tinggi dari rasio ketergantungan penduduk perkotaan adalah 46,59. Terkait dengan kependudukan, salah satu permasalahan yang dihadapi daerah Dharmasraya adalah LPP yang tinggi sebagaimana disampaikan di atas. LPP yang tinggi bisa karena tingginya pertumbuhan penduduk alamiah (natural increase), dan karena migrasi masuk lebih besar dari migrasi keluar. Mengacu pada bentuk grafik penduduk Dharmasraya tahun 2011, untuk kelompok umur tertentu (usia kerja) ada kemungkinan migrasi masuk cukup besar. Kemudian dengan alas yang masih tetap lebar menunjukkan bahwa untuk keseimbangan pembangunan dan penduduk, maka angka fertilitas perlu diwaspadai. Artinya kebijakan penduduk masih perlu bertumpu pada upaya menurunkan angka fertilitas. Kepadatan Penduduk Berdasarkan data tabel 1.6 dapat dilihat bahwa konsentrasi penduduk terdapat di kecamatan Koto Baru, Sungai Rumbai, dan Sitiung. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Sungai Rumbai dengan kepadatan 4,06 jiwa per Ha, berikut Sitiung dengan kepadatan 1,98 jiwa per Ha, dan Koto Baru dengan kepadatan 1,41 jiwa per Ha. Kecamatan dengan kepadatan terendah yaitu kecamatan IX Koto dan Kecamatan Asam Jujuhan dengan kepadatan masingmasingnya 0,16 jiwa dan 0,27 jiwa per Ha. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
10 Tingginya kepadatan penduduk Sungai Rumbai karena daerah tersebut merupakan daerah perbatasan Sumatera Barat dan Jambi. Selain itu, daerah ini dapat dikatakan sebagai gerbang tenggara Sumatera Barat sekaligus juga sebagai pusat perdagangan, sedangkan Kecamatan Sitiung merupakan kawasan konsentrasi transmigrasi. Proses transmigrasi ini terjadi antara tahun 1976 hingga 2002 dan mencapai proporsi sepertiga penduduk Kabupaten. Koto Baru dan Gunung Medan berfungsi sebagai daerah transit bagi penduduk yang melakukan perjalanan antar propinsi. Kec. IX Koto dan Kec. Asam Jujuhan merupakan kawasan berbukit diperbatasan dan memiliki kawasan lindung yang cukup luas serta jauh dari pusat kegiatan sehingga kepadatan penduduk di kawasan ini rendah. Tabel 1.6: Luas Daerah dan Kepadatan Penduduk Dharmasraya tahun 2013 No. Kecamatan Luas Penduduk Seluruhnya Kepadatan Penduduk Ha % L P L+P % (Jiwa/Ha) 1 Sungai Rumbai ,69% ,54% 4,06 2 Koto Besar ,53% ,80% 0,43 3 Asam Jujuhan ,04% ,75% 0,27 4 Koto Baru ,31% ,96% 1,41 5 Koto Salak ,01% ,77% 1,31 6 Tiumang ,44% ,68% 0,85 7 Padang Laweh ,00% ,87% 1,05 8 Sitiung ,12% ,91% 1,98 9 Timpeh ,67% ,95% 0,44 10 Pulau Punjung ,65% ,94% 0,92 11 IX Koto ,54% ,82% 0,16 Jumlah , ,00 0,70 Sumber: BPS Kabupaten Dharmasraya Tahun 2013 dan RTRW Kabupaten Dharmasraya Kondisi Ekonomi a. Produk Unggulan Daerah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama di Wilayah Kabupaten Dharmasraya, yang selalu mendapat prioritas utama dalam kegiatan pembangunan ekonomi saat ini, dimana kontribusi sektor pertanian paling besar terhadap PDRB Kabupaten Dharmasraya. Komoditi pertanian yang terdapat di Kabupaten Dharmasraya terdiri dari pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, perternakan dan perikanan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
11 1) Pertanian Sektor pertanian tanaman pangan yang dominan di Kabupaten Dharmasraya adalah tanaman padi. Produksi padi tahun 2013 yaitu ton yang terdiri dari padi sawah ton dan padi ladang 792 ton dengan total luas sawah ha dan luas panen ha. Produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Sitiung yaitu ton dengan produktivitas 4.34 ton/ha. Dilihat berdasarkan perkembangan produksi padi dari tahun menunjukkan pertambahan yang sangat berarti yaitu sebesar 13,07%. Sementara dilihat berdasarkan produktivitas padi di Kabupaten Dharmasraya pada 5 tahun terakhir ( ) mengalami penurunan sebesar 0,28 ton/ha. Pada tahun 2013 produktifitas padi sebesar 4,33 ton/ha, sedangkan pada tahun 2009 hanya 4,60 ton/ha. Sementara luas sawah yang ada di Kabupaten Dharmasraya tahun 2013 yaitu ha, sedangkan luas sawah tahun 2009 hanya ha. Secara umum jenis pengairan sawah adalah irigasi teknis yang didukung dengan irigasi yang cukup besar yaitu Irigasi Batang Hari yang saat ini seluas ha. Sedangkan sumber pengairan lainnya yaitu irigasi non PU/desa, irigasi ½ teknis, irigasi sederhana dan sawah tadah hujan. Meningkatnya produksi padi tidak terlepas dari adanya jaringan irigasi sebagai sumber pengairan sawah masyarakat. Untuk lebih jelasnya luas sawah, produksi dan jenis sawah serta perkembangan produksi dan peningkatan luas areal sawah di Kabupaten Dharmasraya tahun dapat dilihat pada Tabel 1.7. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
12 Tabel 1.7 Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2013 Total No Kecamatan Luas Panen (Ha) Produktivitas (Ton/Ha) Produksi (Ton) 1 Sungai Rumbai Asam Jujuhan 54 4, Koto Besar 250 3, Koto Baru , Koto Salak , Padang Laweh 843 4, Tiumang 267 4, Sitiung 443 4, Timpeh 688 4, Pulau Punjung , IX Koto , Kab. Dharmasraya , Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) No Berdasarkan perkembangan luas, produksi dan produktivitas padi tahun mengalami fluktuatif meskipun 3 tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan, seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1.8 Perekembangan Produksi Komoditi Padi Tahun Luas Sawah (Ha) Produksi Padi (Ha) Produktivitas (Ton/Ha) , , , , ,32 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
13 Tanaman Palawija Jenis palawija yang banyak ditanam adalah jagung dan ubi kayu. Pada tahun 2013 roduksi jagung terbesar terdapat di Kecamatan Koto Salak sebanyak 999 ton, dan tanaman ubi kayu sebanyak 1,676 ton yang terdapat di Kecamatan Tiumang. Sedangkan tanaman palawija yang belum dioptimalkan dalam pengusahaanya adalah tanaman kacang hijau, kacang panjang, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data tahun 2013, produksi dari tanaman palawijaya ini masih rendah. Jika dilihat dari perkembangan produksi tanaman palawija tahun , secara umum terjadi fluktuatif Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 1.9. Tabel 1.9 Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Komoditi Palawija di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2013 No. Kecamata n Luas Pane n (Ha) Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ratarata Produks i (Ton/Ha ) Produksi (Ton) Luas Pane n (Ha) Ratarata Produks i (Ton/Ha ) Produks i (Ton) Luas Pane n (Ha) Ratarata Produks i (Ton/Ha ) Produks i (Ton) Luas Pane n (Ha) Ratarata Produks i (Ton/Ha ) Produks i (Ton) 1 Sungai Rumbai 2 Koto Besar 3 Asam Jujuhan 4 Koto Baru - 5 Koto Salak 6 Tiumang Padang Laweh 8 Sitiung Timpeh Pulau Punjung IX Koto , , , , , , , , ,3 5,41 5 1,40 1,2 1, ,52 1,52 1,4 1,21 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 201 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
14 Tanaman Hortikultura Tanaman hortikultura terdiri dari tanaman sayuran dan tanaman buah-buahan. Tanaman sayuran yang diusahakan antara lain cabe, terung dan ketimun. Diantara tanaman sayuran yang ada, cabe merupakan tanaman yang diusahakan hampir di seluruh kecamatan yang ada kecuali di Kecamatan Timpeh dan Kecamatan IX Koto. Dilihat berdasarkan data tahun produksi masing-masing sayuran ini tidak tetap, ada yang mengalami penurunan dan ada juga yang mengalami peningkatan. Buah-buahan yang diusahakan di Kabupaten Dharmasraya yaitu durian, jeruk, pisang, pepaya, duku, dan rambutan. Produksi buah-buahan yang terbesar tahun 2013 adalah durian yaitu 2326 ton dan pisang sebanyak 1006 ton. Untuk lebih jelasnya luas dan produksi tanaman sayuran dan buah-buahan yang terdapat di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel 1.10 dan Tabel Tabel 1.10 Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Sayuran di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2013 Cabe Terung Ketimun No Kecama tan Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Ton/Ha) Produk si (Ton) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Ton/Ha) Produ ksi (Ton) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Ton/Ha) Produk si (Ton) Sungai Rumbai - 2 Koto Besar Asam Jujuhan Koto Baru 1 - Koto Salak Tiumang Padang 7 Laweh 1-8 Sitiung Timpeh - Pulau 10 Punjung IX Koto Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
15 Cabe Terung Ketimun No Kecama tan Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Ton/Ha) Produk si (Ton) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Ton/Ha) Produ ksi (Ton) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Ton/Ha) Produk si (Ton) ,49 179,4 26 3,7 96,2 7 4,5 31, , , ,5 45 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) N o Kec Tabel 1.11 Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Buah-Buahan di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2010 Luas Panen (pohon) Durian Jeruk Siam Pisang Produktivitas (kg) Produk -si (ton) Luas Panen (pohon) Produktivitas (kg) Produks i (ton) Luas Panen (pohon) Produktivitas (kg) Produk -si (ton) 1 Sungai Rumbai , Koto Besar Asam Jujuhan 5, , Koto Baru 5, , Koto Salak 5, , Tiumang 1, , Padang Laweh 1, , Sitiung , , Timpeh 2, Pulau 1, , , Punjung 11 IX Koto , , , ,326 35, , , , ,289 41, , , , ,633 65, ,684 36, , ,00 1, , ,00 0, , ,00 0,16 672, ,00 1, , ,00 0,06 495, ,00 0,06 296,00 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
16 Lanjutan Tabel 1.11 N o 1 Kecamata n Luas Panen (pohon ) Pepaya Duku Rambutan Produktivitas (kg) Produk si (ton) Luas Panen (pohon) Produktivitas (kg) Produks i (ton) Luas Panen (pohon) Produktivitas (kg) Produ ksi (ton) Sungai Rumbai Koto Besar Asam 3 Jujuhan 5, Koto Baru , Koto Salak , Tiumang , , Padang 7 Laweh , Sitiung 8, Timpeh 2, Pulau 10 Punjung 11, IX Koto 6, , , , , ,865 2, , , ,196 5, , , ,500 3, ,00 0,74 768, ,00 0,38 655,00 450,00 1,75 789, ,00 19,30 444,00 826,00 1,00 826, ,00 0,17 379,00 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) 2) Perkebunan Sektor perkebunan mencakup semua jenis tanaman perkebunan yang diusahakan, baik oleh masyarakat maupun oleh perusahaan perkebunan. Terdapat 3 (tiga) komoditi utama yang menjadi unggulan yaitu kelapa sawit, karet, dan kakao. Selain itu juga terdapat perkebunan rakyat berupa kelapa, kopi, pinang dan lada. Perkebunan kelapa sawit dikelola oleh perusahaan besar (inti) dan perkebunan rakyat pola PIR, serta swadaya murni masyarakat. Perkebunan karet dikelola oleh masyarakat yang dibangun melalui P3RSB dan TCSDP, sedangkan kakao banyak Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
17 diusahakan oleh masyarakat dengan pola pekarangan. Salah satu potensi yang belum tergali dari sektor perkebunan adalah pembentukan pertanian multi-kultur yang dapat menopang ekonomi masyarakat apabila komoditi utamanya mengalami penurunan harga. Pola pertanian multikultur yang dapat dikembangkan salah satunya adalah intergrasi perkebunan dengan ternak besar (sapi, kerbau, dan domba), dengan memanfaatkan pakan hijau di bawah tanaman perkebunan (kelapa sawit dan karet). Produksi komoditi perkebunan setiap tahunnya cenderung meningkat terutama kelapa sawit, karet, coklat dan pinang. Keadaan ini didorong oleh investasi swasta dan semakin tingginya minat masyarakat terhadap pengembangan komoditas ini. Untuk perkebunan sawit dan karet terdiri dari perkebunan swasta nasional dan perkebunan rakyat. Komoditi perkebunan umumnya merupakan komoditi ekspor, sehingga peningkatan produksi mengakibatkan peningkatan ekspor. Berdasarkan data tahun 2013, dari 7 jenis tanaman perkebunan rakyat yang tercatat, komoditi yang mengalami peningkatan produksi yang cukup tinggi adalah kelapa sawit, dan karet. Saat ini terdapat 11 perusahaan swasta dan pabrik pengolahan sawit. Untuk lebih jelasnya produksi komoditi perkebunan di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
18 Tabel 1.12 Luas dan Produksi Tanaman Kelapa Sawit Perkebunan Besar di Kabupaten Dharmasraya Tahun No Jenis Pengusahaan Luas (Ha) Produksi (Ton) 1 Swasta Murni - Tanaman Belum Menghasilkan 3,639 - Tanaman Menghasilkan 38, ,299 2 Realisasi Kebun Inti - Tanaman Belum Menghasilkan - Tanaman Menghasilkan 3 Realisasi Plasma - Tanaman Menghasilkan 20, , , , ,375 1,039, ,375 1,098, Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) Tabel 1.13 Perkembangan Komoditi Perkebunan Rakyat Tahun Jenis Tanaman Kelapa Sawit dan Karet No Tahun Luas (Ha) Kelapa Sawit Karet Kelapa Cengkeh Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton) Total Luas (Ha) Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton) , , , , , , , , , , , ,03 959,50 600,02 22,00 0, , , , ,00 967,00 815,00 22,00 2, , ,00 Lanjutan Tabel 1.13 No Tahun Luas (Ha) Kopi Lada Kakao Pinang Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton) Total Luas (Ha) Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton) , , , , , , , ,00 8,00 3, ,28 603,65 47,75 11,66 369, ,00 8,00 8, , ,00 37,00 9,00 470,00 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
19 No 1 Tabel 1.14 Luas Kebun Kelapa Sawit Perusahaan Swasta dan Pabrik Pengolahan Hasil Sawit di Kabupaten Dharmasraya Nama Perusahaan Inti (Ha) PT. TKA (Tidar Kerinci Agung) ,00 Luas Plasma (Ha) 1.081,00 Jumlah (Ha) ,00 Alamat Batu Kangkung Pabrik/Unit Pengolahan Kapasitas Pabrik Pengolaha n/ Bulan (Ton/Jam) Jenis Bahan Baku Jenis Produk Yang Dihasilk an 60 TBS CPO 2 PT. Incasi Raya 7.000, ,00 Pangian 45 TBS CPO 3 PT. Tranco Pratama 399, , ,30 Sitiung IV 4 PT. SAK (Sumbar Andalan Kencana) 6.783, , ,44 SP V 60 TBS CPO 5 PT. SMP (Silago Makmur Plantation) 6.545, , ,80 Sitiung IV 80 TBS CPO 6 PT. SAK Sei. Aye 1.990, ,00 SP V 7 PT. Bina Pratama 8 650, , ,90 PT. AWB (Andalas Wahana Berjaya) 1.000, ,00 Sitiung IV Gunung Medan 9 PT. Agro Palma ,00 600,00 PT. Palma Abadi Sejahtera 1.560, ,00 PT. DL (Dharmasraya Lestarindo) Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) Koto Padang 45 TBS CPO Skala pemasaran komoditi perkebunan ini cukup luas, karena di Kabupaten Dharmasraya ini belum terdapat tempat pengolahan karet. Karet yang telah disadap di bawa ke Padang dan diolah lebih lajut. Sedangkan untuk kelapa sawit lokasi dan skala pemasarannya cukup luas. Setelah kelapa sawit dipanen kemudian dibawa ke pabrik pengolahan setengah jadi yang ada kemudian diolah menjadi CPO. Sedangkan pemasaran karet pada umumnya dari petani dijual ke pedagang perantara kemudian dari pedagang perantara di jual pabrik dan dari petani ke tempat pelelangan baru dibawa ke pabrik. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
20 Dari perkembangan komoditi utama tersebut terlihat bahwa luas tanam perkebunan semakin meningkat dari tahun ke tahun baik yang dilakukan oleh perusahaan swasta maupun masyarakat. Dari satu sisi hal tersebut merupakan perkembangan investasi bidang perkebunan yang positif, tetapi disisi lain terjadi alih fungsi lahan terutama kawasan lindung dan sawah irigasi teknis. Oleh sebab itu perlu kehati-hatian dalam pengembangan komoditi tersebut agar tidak merugikan investasi besar yang telah ditanam (irigasi) dan keseimbangan ekologis (kawasan lindung). Perkembangan produksi komoditi utama akan membawa dampak ikutan (forward linkage) yaitu terpenuhinya skala produksi untuk pendirian pabrik-pabrik pengolahan komoditi tersebut sehingga sektor pertanian dan industri akan mempunyai keterkaitan erat dalam pengembangan wilayah Kabupaten Dharmasraya. 3) Peternakan Jenis peternakan yang banyak terdapat di Kabupaten Dharmasraya adalah ternak besar (sapi dan kerbau), ternak kecil (kambing), dan unggas (ayam dan itik). Diantara jenis ternak besar yang terdapat di Kabupaten Dharmasraya tahun 2013, yang banyak populasinya adalah sapi yaitu 26,759 ekor, sedangkan populasi kerbau hanya 3,476 ekor, dan kambing sebanyak 15,620 ekor. Jika dilihat dari data per kecamatan, populasi sapi paling banyak terdapat di Kecamatan Sitiung yaitu 5,574 ekor dan Kecamatan Koto Timpeh sebanyak 5,290 ekor, sedangkan populasi kerbau terbesar terdapat di Kecamatan IX Koto. Untuk kambing populasi terbesar terdapat di Kecamatan Pulau Punjung yaitu 3,488 ekor. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
21 Berdasarkan data perkembangan populasi ternak tahun mengalami peningkatan, berbeda dengan populasi unggas (ayam) yang mengalami penurunan drastis dari tahun Hal ini merupakan salah satu dampak dari wabah flu burung sehingga banyak ternak ayam yang mati atau dimusnahkan. Populasi ayam buras terbesar terdapat di Kecamatan Timpeh yaitu 1,227 ekor. Untuk ayam petelur hanya terdapat di Kecamatan Sitiung dengan total populasi 4,613 ekor dan ayam pedaging banyak terdapat di Kecamatan Sitiung yaitu 5,574 ekor. Populasi itik terbesar terdapat di Kecamatan Pulau Punjung yaitu 820 ekor. Untuk lebih jelasnya produksi ternak di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel 2.15 dan Tabel N 0 Tabel 1.15 Populasi, Pemotongan dan Produksi Daging Ternak Besar dan Ternak Kecil di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2013 Kecamata n Popu -lasi (Ekor ) Sapi Kerbau Kambing Pemotongan (Ekor) Produksi Daging (Kg) Popu -lasi (Ekor ) Pemotongan (Ekor) Produks i Daging (Kg) Popu -lasi (Ekor ) Pemotongan (Ekor) Produks i Daging (Kg) 1 Sungai , ,394 Rumbai 2 Koto Besar 3, , , Asam , , ,546 Jujuhan 4 Koto Baru 1, , ,706 1, ,586 5 Koto Salak 1, , ,011 1, ,453 6 Tiumang 2, , ,233 1, ,221 7 Padang 1, , Laweh 8 Sitiung 5, , , Timpeh 5, , ,016 1, Pulau 3, , ,674 3, ,063 Punjung 11 IX Koto , ,679 1, , ,759 3, ,670 3, ,210 15,620 1,266 28, ,449 2,432 4, ,040 1, ,680 23,252 10, Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
22 Tabel 1.16 Populasi dan Produksi Unggas di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2013 No Kecamatan Ayam Kampung Populasi (Ekor) Produksi Telor (Kg) Ayam Petelur Populasi (Ekor) Produksi Telor (Kg) Ayam Pedaging Populasi (Ekor) Populasi (Ekor) Itik Produksi Telor (Kg) 1 Sungai Rumbai Koto Besar ,595-3, Asam Jujuhan Koto Baru 202-1,203-1, Koto Salak ,636-1, Tiumang 363-1,707-2, Padang Laweh ,109-1, Sitiung 961-4,613-5, Timpeh 1,227-4,063-5, Pulau Punjung 1,010-2,767-3, IX Koto ,808 1,100 20,951 26,759 2, ,191 57,049 26, ,347 20, , Sumber : Dharmasraya Dalam Angka Tahun 2013 (Data Diolah tahun 2014) 4) Perikanan Perkembangan sektor perikanan sampai saat ini cukup besar dalam segi produksi maupun penyerapan tenaga kerja. Produksi perikanan budidaya tercatat ,95 ton pada lahan budidaya seluas 138,27 Ha yang terdiri atas kolam air tenang dan deras 137,70 Ha dan jaring apung 0,57 Ha. Sementara produksi ikan perairan umum yaitu seluas 158 ha 559,20 ton yang berada di sungai. Tenaga kerja yang terlibat: jumlah petani perikanan sebanyak 801 orang yang terdiri dari petani penuh 146 orang: petani sambilan utama 183 orang dan petani sambilan tambahan sebanyak 150 orang. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
23 Perkembangan sektor perikanan di Kabupaten Dharmasraya didukung oleh infrastruktur: 2 unit Balai Benih Ikan (BBI) yang terdapat di Pulau Punjung dan Koto Baru; 11 unit pembenihan rakyat; 5 unit depo; dan 10 unit kolam percontohan. Produksi BBI Kabupaten Dharmasraya kelima terbesar di Sumbar setelah Agam, Pasaman Barat, Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman yaitu 4,82%. Kontribusi perikanan darat budidaya Kabupaten Dharmasraya di Sumbar hanya 5,37%. Besar produksi perikanan urutan delapan dari kabupaten di Sumbar diatas Kabupaten Solok Selatan, dan Pasaman barat. Produksi terbesar di Sumbar yaitu Kabupaten Pasaman sebesar ton (Sumbar Dalam Angka 2014). b. Pertumbuhan Ekonomi/Produk Domestik Regional Bruto Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak pembangunan yang dilaksanakan. Pertumbuhan ekonomi terbentuk dari perubahan yang terjadi pada berbagai sektor ekonomi dalam suatu daerah yang tersaji dalam data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari tahun ketahun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Dharmasraya terus memperlihatkan perkembangan yang cukup baik walaupun terjadi fluktuasi. Pertumbuhan PDRB tahun 2008 sebesar 6,54 persen meningkat menjadi 6,64 persen tahun 2009 dan kembali turun menjadi 6,51 persen pada tahun 2010, lalu tahun 2011 naik kembali menjadi 6,54 persen dan terus naik pada tahun ,62 persen dan turun kembali menjadi 6,55 persen ditahun 2013, namun demikian secara rata-rata pertumbuhan PDRB dari tahun masih sebesar 6.54 persen lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi ratarata Sumatera Barat yang hanya 5.93 % pada periode tahun tersebut. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
24 No Perbandingan pertumbuhan ekonomi Propinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Dharmasraya dimana pertumbuhan ekonomi kabupaten Dharmasraya masih dibawah pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Tetapi pada periode tahun setelah itu, perekonomian Kabupaten Dharmasraya mengalami peningkatan yang sangat pesat dan berada di atas laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Terdapat beberapa lapangan usaha yang mempunyai laju pertumbuhan rata-rata sektoral diatas laju pertumbuhan rata-rata keseluruhan yaitu lapangan usaha pertambangan dan penggalian, lapangan usaha bangunan dan lapangan usaha perdagangan, lapangan usaha keuangan, persewaan dan jasa keuangan dan lapangan usaha jasa Hal ini mengindikasikan bahwa kelima lapangan usaha ini merupakan lapangan usaha yang mempunyai potensi pengembangan cukup besar dan diharapkan menjadi lapangan usaha andalan bagi perekonomian daerah. Disamping itu kondisi kabupaten Dharmasraya sebagai Kabupaten hasil pemekaran yang pasti baru memulai proses pembangunan sehingga menyebabkan beberapa lapangan usaha melaju dengan cepat seiring dengan dimulainya proses pembangunan. Tabel 1.17 PDRB Kabupaten Dharmasraya Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Jutaan Rupiah) LAPANGAN USAHA * 2013** Rata-Rata Pertumbuhan th 2013 (%) 1. Pertanian , , , ,16 5,93 2. Pertambangan dan , , , ,75 3,41 Penggalian 3. Industri pengolahan , , , ,70 5,25 4. Listrik dan air , , , ,52 5,44 5. Bangunan , , , ,00 9,01 6. Perdagangan, hotel dan Restoran , , , ,23 6,56 7. Angkutan dan , , , ,97 8,07 komunikasi 8. Keu, persewaan & Jasa , , , ,05 6,93 Perusahaan 9. Jasa-jasa , , , ,09 7,31 Total PDRB , , , ,47 6,55 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
25 Dilihat dari struktur PDRB, sektor pertanian masih memiliki kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya, yaitu sebesar 36,08% (ADHK), sedangkan pertumbuhan tertinggi ada pada sektor bangunan sebesar 9,01%. TABEL 1.18 PERKEMBANGAN INDIKATOR MAKRO EKONOMI KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN No Indikator Makro Satuan Realisasi Bertambah/ Berkurang PDRB (Harga Berlaku) Jutaan , , ,58 Rupiah 2. PDRB (Harga Konstan) Jutaan , , ,73 Rupiah 3. Tingkat Pertumbuhan persen 12,41 14,31 1,90 Ekonomi/ PDRB Harga Berlaku tahun tertentu 4. Tingkat Pertumbuhan persen 6,62 6,55-0,07 Ekonomi/ PDRB Harga Konstan tahun tertentu 5. Tingkat Inflasi persen 4,16 10,87 6,71 Pengeluaran Konsumsi persen 79,36 79,25-0,11 Rumahtangga Pengeluaran Konsumsi persen 1,57 1,64 0,08 Lembaga Swasta Nirlaba Pengeluaran Konsumsi persen 19,08 19,11 0,03 Pemerintah 6. Besaran ICOR indeks 7,63 N/A (Incremental Capital Output Ratio) 7. Jumlah Penduduk Miskin jiwa N/A 8. Tingkat Pengangguran persen 6,21-6,21 9. Pendapatan Perkapita Nilai Tukar Petani (NTP) persen 101,95 101,02-0,93 Sumber : BPS Kabupaten Dharmasraya, Tahun 2014 Berdasarkan hasil perkembangan yang ada dari tahun 2012 ke tahun 2013, sub sektor tanaman pangan merupakan satusatunya subsektor yang mengalami pertumbuhan negatif atau mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan negatif pada sub sektor tanaman pangan juga pernah terjadi pada tahun Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan produksi padi, sehingga ke depannya berbagai kebijakan dan kegiatan perlu dilakukan untuk menanggulangi hal ini agar tidak terulang lagi. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
26 Pentingnya mempertahankan existensi sub sektor tanaman pangan megingat Dharmasraya memiliki irigasi Batanghari yang mampu mengairi sawah seluas 18 ribu Ha, jauh melebihi luas sawah yang ada di Dharmasraya saat ini seluas Ha. Kurangnya minat masyarakat untuk serius dalam menggeluti sub sektor ini juga menjadi penyebab kurang berkembangnya tanaman pangan sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
27 BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dharmasraya Tahun merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala Daerah hasil pemilihan Kepala Daerah secara langsung 30 Juni 2010, telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 1 Tahun RPJMD Kabupaten Dharmasraya disusun dengan memperhatikan RTRW Nasional, RTRW Provinsi Sumatera Barat Tahun dan RTRW Kabupaten Dharmasraya, sehingga diharapkan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Dharmasraya Tahun tidak bertentangan dengan pemanfaatan ruang. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Dharmasraya Tahun dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan pedoman penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, agar kegiatan pembangunan daerah Tahun dapat menjawab kebutuhan daerah serta dapat meminimalkan permasalahan yang ada dalam mewujudkan Masyarakat Dharmasraya yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya, Adil dan Sejahtera pada tahun RPJMD Kabupaten Dharmasraya Tahun bertujuan antara lain : 1. Mengkoordinasikan perencanaan pembangunan Daerah Tahun dalam rangka mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati; 2. Adanya konsistensi perencanaan dan prioritas program/kegiatan tahunan selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode Tahun Untuk menetapkan sasaran pembangunan, strategi dan kebijakan umum pembangunan daerah serta merumuskan program prioritas pembangunan selama lima tahun, agar mekanisme perencanaan dan pembangunan daerah dapat berjalan lancar, terpadu, sinkron dan bersinergi sesuai dengan kondisi dan karakteristik Daerah Dharmasraya; Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
28 4. Menjamin adanya konsistensi perencanaan dan prioritas program/kegiatan tahunan selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode Tahun ; 5. Menjamin kesinambungan perencanaan dan prioritas program Tahun dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang Daerah; 6. RPJMD adalah sebagai dasar evaluasi terhadap pencapaian kinerja pembangunan pada periode lima tahun tersebut. RPJMD Kabupaten Dharmasraya memberikan gambaran mengenai arah perkembangan Kabupaten Dharmasraya selama 5 (lima) tahun, sehingga dapat ditentukan langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan agar tujuan tercapai. Adapun visi dan misi yang tercantum dalam RPJM Kabupaten Dharmasraya Tahun dapat dijabarkan sebagai berikut: A. Visi dan Misi Visi : Terwujudnya Masyarakat Dharmasraya yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya, Adil dan Sejahtera pada Tahun 2015 Misi : Untuk mewujudkan visi diatas, ditetapkan misi pembangunan jangka menengah kabupaten Dharmasraya sebagai berikut : 1. Mewujudkan Masyarakat yang Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan satu Identitas bersama sebagai warga Dharmasraya. 2. Mewujudkan Masyarakat Dharmasraya yang sehat, berilmu pengetahuan dan paham teknologi 3. Mewujudkan rasa aman, keadilan dan kesejahteraan masyarakat Dharmasraya dengan hukum sebagai panglima dalam tatanan kehidupan masyarakat. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
29 B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah 1. Sasaran pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Dharmasraya Tahun Sasaran pembangunan jangka menengah daerah yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Dharmasraya Tahun sebagai berikut: 1. Mensinergikan keberagaman etnis dengan berbagai latar belakang sehingga merasa bangga dengan satu identitas bersama sebagai warga Dharmasraya ; 2. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kesehatan yang murah dan mudah terjangkau; 3. Membangun sumberdaya manusia yang handal dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan; 4. Peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum serta pemantapan peranserta ormas dan partai politik; 5. Terbangunnya sinergitas antara pelaku pembangunan; 6. Mewujudkan pembangunan infrastruktur dasar secara merata; 7. Menempatkan aparatur sesuai dengan kemampuan dan keahliannya berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku; 8. Tegaknya hukum terkait dengan pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup; 9. Terwujudnya kelembagaan dan kegiatan koperasi dan UMKM yang lebih profesional; 10. Terbina dan berkembangnya balai alih teknologi pertanian (agro technopark) dan kawasan sentra produksi; 11. Menjaga keamanan penanaman modal dan kepastian berusaha diwilayah Dharmasraya. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
30 2. Agenda pembangunan daerah 1. Agenda Meningkatkan penerapan ajaran agama dan budaya daerah; 2. Agenda Membangun sumberdaya manusia berkualitas dan menguasai IPTEK; 3. Agenda Penegakan Hukum yang Berkeadilan serta peranserta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban; 4. Agenda Perbaikan dan perluasan kapasitas serta jangkauan infrastruktur pendukung pembangunan; 5. Agenda Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan pelayanan publik dengan dukungan pengelolaan asset dan keuangan daerah; 6. Agenda Mengembangkan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat. C. Prioritas daerah Prioritas 1; peningkatan pendidikan dan penerapan ajaran agama serta budaya daerah dalam kehidupan bernagari; Prioritas 2; peningkatan derajat kesehatan masyarakat; Prioritas 3; peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan serta menguasai IPTEK; Prioritas 4; pelaksanaan penegakan hukum yang berkeadilan serta peranserta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban; Prioritas 5; pemerataan pembangunan infrastruktur guna menunjang perekonomian masyarakat; Prioritas 6; penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan baik; Prioritas 7; pengelolaan terpadu sumberdaya alam dan lingkungan sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah; Prioritas 8; perluasan akses dan pemberdayaan koperasi dan UMKM; Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
31 Prioritas 9; Prioritas 10; Prioritas 11; peningkatan ketahanan pangan dan penurunan jumlah masyarakat miskin; pengembangan pertanian yang maju dan agroindustri; pengembangan industri pengolahan dan jasa dengan dorongan IPTEK, serta meningkatkan daya saing daerah. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
32 BAB III KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN Sebagaimana halnya perkembangan suatu daerah termasuk daerah otonom, sudah barang tentu perkembangan perekonomiannya tidak dapat lepas dari kondisi internal dan eksternal, baik tingkat daerah, nasional maupun internasional, dalam konteks perekonomian terbuka, demikian juga halnya dengan perkembangan perekonomian di Kabupaten Dharmasraya sejak Tahun 2010 hingga tahun 2014 lalu dimana perkembanganya secara umum dipengaruhi oleh: 1. Kondisi External, pada kondisi eksternal dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut: a. Ketergantungan pangan terhadap produk impor yang mengakibatkan ketersediaan produk pangan terganggu, sehingga terjadi ketidakstabilan harga di pasaran; b. Semakin beratnya beban pemerintah dalam penyediaan subsidi komoditas seperti energi dan pangan serta produk lainnya yang menuntut peran daerah yang lebih besar dalam pembangunan daerahnya; c. Semakin beratnya persaingan antar wilayah dan antar daerah dalam upaya menarik investasi yang disebabkan oleh ketimpangan daya tarik yang berakibat tidak meratanya penyebaran investasi. 2. kondisi internal, pada kondisi internal dipengaruhi oleh : a. Jumlah penduduk yang merupakan potensi pasar barang dan jasa, dan juga beban pembangunan ekonomi; b. Ketersediaan infrastruktur wilayah melalui penyediaan sarana dan prasarana yang relatif baik akan mempengaruhi tingkat efisiensi perekonomian dan peningkatan daya tarik bagi investor; c. Penurunan kontribusi sektor primer yang mengakibatkan terjadinya pengangguran. d. Iklim investasi yang berpengaruh terhadap kelancaran usaha dan aktifitas ekonomi. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
33 Kondisi-kondisi tersebut di atas merupakan permasalahan daerah yang harus diatasi secara proporsional melalui penetapan prioritas pembangunan daerah, penetapan rencana kerja dan pendanaannya, serta penataan hubungan tata kerja dalam pelaksanaannya, sehingga terjadinya sinergitas dan kebersamaan dari semua pemangku kepentingan. Untuk itu, setiap tahunnya melalui APBD, Pemerintah Daerah senantiasa menyikapinya dengan merumuskan kebijakan-kebijakan teknis diantaranya: 1. Perluasan dan pemerataan penyediaan infrastruktur seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dalam upaya mengentaskan daerah-daerah yang masih tergolong kategori terisolir. Atas upaya tersebut, saat ini sudah tidak ada lagi daerah di Kabupaten Dharmasraya yang masih dikategorikan terisolir; 2. Peningkatan Skill atau kemampuan tenaga kerja agar menjadi angkatan kerja yang terampil dan siap pakai; 3. Mengantisipasi efek negatif dari kondisi eksternal seperti pengaruh perdagangan luar negeri; 4. Menciptakan iklim investasi yang baik dan kondusif dan menyederhanakan prosedur perijinan usaha; serta 5. Revitalisasi pertanian, pariwisata dan UMKM. Kebijakan-kebijakan tersebut di atas dipelajari dan ditetapkanlah tujuan dan sasaran pembangunan setiap tahunnya, prioritas pembangunan daerah, penetapan rencana kerja sesuai urusan pemerintahan, hubungan tata kerja, dan sinergisitas dalam pelaksanaan, serta sumber pendanaannya sebagaimana yang dijabarkan dalam kebijakan pengelolaan keuangan, yakni pengelolaan Pendapatan Daerah dan pengelolaan Belanja Daerah. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
34 A. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang terangkum dalam bentuk Program dan pada APBD, perlu mempertimbangkan kondisi dan perkiraan pendapatan yang terukur secara rasional. Hal ini penting mengingat penetapan pendapatan daerah harus mempedomani besaran realisasi yang telah dicapai pada tahun sebelumnya dan tahun berjalan, serta memperhatikan dasar hukum dan kepastian untuk memperolehnya. Selain dari pada itu, untuk lebih menjamin ketersediaan pendapatan untuk membiayai Program dan sebagaimana dimaksud di atas, perlu dilakukan upaya pengoptimalan pencapaian target penerimaan daerah seperti intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Daerah. 1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah Dalam upaya mengoptimalkan pendapatan daerah, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui SKPD pengelolanya dituntut untuk pro-aktif melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi, dengan tetap memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku. Intensifikasi, merupakan segala usaha dan upaya yang dilakukan dalam rangka peningkatan penerimaan pendapatan daerah dengan mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada, tanpa menambah dan memperluas objek/subjek pendapatan daerah. Intensifikasi dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat; b. memberikan pelatihan-pelatihan kepada petugas pemungut, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
35 c. peningkatan mutu pelayanan kepada wajib pajak / wajib retribusi. d. melakukan koordinasi dan evaluasi dengan unit kerja terkait secara berkesinambungan, e. pendataan potensi demi keakuratan data subjek dan objek pajak dan retribusi, serta uji petik terhadap pos-pos Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang bersangkutan. f. Menyiapkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) lebih awal dan terprogram, g. monitoring, evaluasi dan pengawasan secara intensif terhadap pendapatan daerah, baik pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah. Ekstensifikasi, merupakan segala usaha dan upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam rangka peningkatan penerimaan pendapatan daerah dengan cara menambah atau memperluas objek/subjek pendapatan daerah yang difokuskan pada sumber-sumber penerimaan baru yang belum tergali namun mempunyai potensi menambah penerimaan pendapatan daerah. Eksetensifikasi Pendapatan Daerah diarahkan pada Retribusi Jasa Usaha yakni penjualan produk daerah yang dilaksanakan oleh beberapa SKPD teknis seperti Produksi Batu Pecah, BPAM, dan penjualan bibit ikan, dan tanaman perkebunan. 2. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah. Dari data yang ada, sebagaimana Laporan Keuangan Pemerintah Daerah setiap tahun dan telah dilakukan pemeriksaan (diaudit) oleh Lembaga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Sumatera Barat, Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Dharmasraya dari tahun 2010 sampai tahun 2014 adalah sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
36 Tabel : Target Pendapatan Daerah Tahun No Jenis Pendapatan Daerah Pendapatan Asli Daerah 40,110,950,000 45,198,998,800 45,198,998, ,926,797,000 Pajak Daerah 7,781,012,750 9,246,328,860 8,657,763,600 9,956,740, ,395,000,000 Retribusi Daerah 19,772,440,000 12,941,011,000 12,848,576,000 16,177,304, ,102,012,000 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang 3,250,000,000 5,121,853,000 4,777,943,948 6,077,943, ,477,943,000 dipisahkan Lain-lain PAD yang sah 9,307,497,250 17,889,805,940 18,914,715,252 8,891,998, ,951,842,000 2 Dana Perimbangan 322,673,341, ,403,180, ,147,931, ,424,944, ,738,879,694 3 Bagi Hasil Pajak 26,693,051,119 21,930,875,137 24,314,520,238 22,605,933,687 18,087,958,054 33,089,513,694 Bagi Hasil Bukan Pajak 3,021,409,458 5,982,334,789 6,883,182,912 14,001,555,640 Dana Alokasi Umum 258,494,990, ,721,996, ,295,616, ,374,128, ,128,175, ,807,496,000 Dana Alokasi Khusus 37,485,300,000 37,728,900,000 36,555,460,000 54,561,700,000 70,880,630,000 65,841,870,000 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 93,632,950, ,670,121,100 61,221,857,476 82,904,830, ,548,889,840 Pendapatan Hibah 5,283,214, ,722,557, ,222,557,400 Dana Bagi Hasil dari Provinsi 15,365,127,000 30,193,046,340 26,917,103,476 25,757,488, ,793,014,440 DP dan Otonomi Khusus 71,568,078,313 88,499,354,760 34,304,754,000 45,424,784, ,533,318,000 Bantuan Keu, dari Provinsi dan Pemda 1,416,531,086 1,977,720, Lainnya Jumlah 456,417,241, ,272,300, ,568,787, ,433,762, ,214,566,534 Tabel : Realisasi Pendapatan Daerah Tahun No Jenis Pendapatan Daerah APBD 2012 APBD 2013 APBD Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah 4,050,667,256 5,809,882,466 6,351,542,897 6,846,732, Retribusi Daerah 10,241,339,009 10,961,396,171 11,438,254,287 13,236,723, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang 3,068,043,895 5,115,188,436 4,777,943,948 5,618,214, dipisahkan Lain-lain PAD yang sah 7,795,284,505 12,625,385,968 16,633,001,478 8,209,943, Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak 30,065,841,986 22,894,286,250 25,398,503,863 22,847,285,343 Bagi Hasil Bukan Pajak - 4,932,088,900 4,697,928,113 5,092,213,213 Dana Alokasi Umum 266,175,621, ,587,682, ,295,616, ,374,128, Dana Alokasi Khusus 37,485,300,000 37,714,400,000 36,555,460,000 54,561,700, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Pendapatan Hibah ,917,905, Dana Bagi Hasil dari Provinsi 16,162,451,460 27,330,301,147 26,158,425,000 28,694,316, DP dan Otonomi Khusus 57,245,639,902 78,722,818,760 34,304,754,000 43,740,254, Bantuan Keu, dari Provinsi dan Pemda 88,200,000 1,977,720, Lainnya Jumlah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
37 Secara umum, target dan realisasi pendapatan daerah Kabupaten Dharmasraya meningkat setiap tahunnya, dimana pada Tahun 2010, target Pendapatan Daerah adalah sebesar Rp ,- dengan realisasi penerimaan sebesar Rp ,- atau tercapai 94,73%, sedangkan pada tahun 2014, target tersebut telah menjadi Rp ,-, dengan realisasi penerimaan sebesar Rp ,- atau mencapai 96,87% Dari Pendapatan Daerah sebagaimana dijelaskan di atas, terdapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan hasil pengelolaan potensi asli yang dimiliki daerah, perbandingan target dan realisasinya adalah target PAD Tahun 2010 adalah sebesar Rp. 40,110,950,000,- dengan realisasi capaian realisasi sebesar Rp ,- sedangkan pada Tahun 2014 targetnya adalah Rp ,- atau naik menjadi 151,94% dibanding target tahun 2010, dengan realisasi penerimaan Tahun 2014 sebesar Rp ,- atau naik menjadi 209,94% dibanding realisasi tahun Target dan Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2014 sebagaimana dimaksud terdiri dari: No Jenis Pendapatan Asli Daerah Target Realisasi % tase capaian I Pajak Daerah ,19 - Pajak Hotel ,25 - Pajak Restoran ,20 - Pajak Hiburan ,67 - Pajak Reklame ,78 - Pajak Penerangan Jalan ,52 - Pajak Parkir ,7 - Pajak Air Tanah ,59 - Pajak sarang Burung Walet ,00 - BPHTB ,23 - Pajak Mineral Bukan Logam ,06 - PBB Pedesaan Perkotaan ,72 II Retribusi Daerah ,42 - Retribusi Jasa Umum ,20 - Retribusi Jasa Usaha ,22 - Retribusi Perizinan Tertentu ,68 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
38 No Jenis Pendapatan Asli Daerah Target Realisasi % tase capaian III Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan - Bagian Laba atas penyertaan modal Perusahaan Milik Daerah/BUMD , ,79 III Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah ,33 - Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Tidak Dipisahkan Jasa Giro ,67 - Pendapatan Bunga deposito Tuntutan Ganti Kerugian Daerah ,48 - Pdptn Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan ,35 - Pendapatan Denda Retribusi ,04 - Hasil Pengelolaan Dana Bergulir ,58 - Dana Kapitasi ,92 3. Permasalahan dan Solusi. Terhadap hasil target dan capaian dari pendapatan daerah kabupaten Dharmasraya setiap tahunnya, secara berkala dilakukan evaluasi baik secara menyeluruh maupun secara terperinci berdasarkan objek pendapatan yang ada. Evaluasi juga dilakukan terhadap mekanisme pengelolaan pendapatan daerah, regulasi, dan sarana prasarana pendukung pelaksanaan. Dari evaluasi yang telah dilakukan, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), terdapat beberapa kendala yang masih dihadapi, yakni sebagai berikut: a. Masih rendahnya kesadaran masyarakat wajib pajak daerah dan retribusi daerah dalam melaksanakan kewajibannya; b. Kurang tersosialisasikannya Peraturan Daerah dan pertnujuk pelaksanaan yang mengatur tentang pajak daerah dan retribusi daerah; c. Kurangnya sarana dan prasarana penunjang dalam rangka pengelolaan PAD; d. Masih kurangnya rasa tanggung jawab SKPD pengelola PAD dan instansi pendukung dalam upaya optimalisasi pencapaian target; Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
39 e. Koordinasi SKPD Pengelola, Instansi Pendukung dan Wajib Pajak / Wajib Retribusi Daerah masih belum maksimal; f. Masih kurang profesionalnya Sumber Daya Manusia Aparatur yang mengelola PAD. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upayaupaya terpadu antar Wajib Pajak/Wajib Retribusi, Wajib Pungut (pemungut), Instansi Pemungut, Instansi Pembantu Pemungut, dan pemangku kepantingan lainnya, yakni dengan cara sebagai berikut: a. Melakukan sosialisasi dan penyuluhan secara intensif tentang PAD kepada masyarakat; b. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang pemungutan pendapatan asli darah serta personil yang berkualitas; c. Melakukan koordinasi antar SKPD pengelola dan SKPD pendukung dengan para wajib pajak dan/atau wajib retribusi; d. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap objek pendapatan daerah; e. Penerapan peraturan yang berlaku secara tegas kepada wajib pajak/wajib retribusi atas kelalaian dalam membayarkan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya, f. Memberikan reward/hadiah dalam bentuk insentif pemungutan dan punishment/hukuman dalam bentuk teguran kepada SKPD pengelola dan pendukung pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. B. PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Pengelolaan keuangan daerah yang merupakan urat nadi suatu pemerintahan, sudah barang tentu harus mempunyai pedoman yang mempunyai kekuatan hukum dan harus diterapkan sama oleh setiap Kabupaten/Kota di Indonesia. Untuk itu pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 sebagai pedoman dan acuan dalam pengelolaan keuangan daerah. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
40 Pada Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut diatur struktur APBD yang terdiri atas Pendapatan Dearah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan. Untuk Belanja Daerah, dirinci atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang pemanfaatannya tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan yang dikelola oleh SKPD pelaksana urusan, sedangkan Belanja Langsung merupakan komponen belanja untuk membiayai secara langsung program dan kegiatan. 1. Kebijakan Umum Keuangan Daerah Dalam menyusun APBD Kabupaten Dharmasraya setiap tahunnya, sudah barang tentu dipengaruhi oleh kondisi makro dan kebutuhan masyarakat yang diarahkan pada peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan-kebutuhan tersebut selanjutnya diusulkan dan dirumuskan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) secara berjenjang mulai tingkat nagari sampai tingkat kabupaten, dan disusun sesuai menurut skala prioritas yang diselaraskan dengan Prioritas Pembangunan Pemerintah Pusat dan Provinsi Sumatera Barat, serta visi dan misi jangka menengah daerah Kabupaten Dharmasraya. Berdasarkan uraian tersebut diatas, selanjutnya disusun Rencana Kerja Tahunan yang dijabarkan dalan suatu dokumen APBD, dimana pada dokumen tersebut ditetapkan Program dan serta plafon belanja untuk setiap Program dan tersebut dalam bentuk Belanja Daerah. Secara umum Belanja Daerah Kabupaten Dharmasraya dari tahun 2010 hingga tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
41 a. Belanja Tidak Langsung. Pada tahun 2010 alokasi anggaran Belanja Tidak Langsung adalah sebesar Rp ,- Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan pada Pemerintah Nagari, dan Belanja Tidak Terduga lainnya. Alokasi Belanja ini meningkat setiap tahunnya, dan pada APBD Tahun Anggaran 2014, total anggaran Belanja Tidak Langsung Kabupaten Dharmasraya adalah sebesar Rp ,- atau naik sebesar Rp ,- atau 35,63% dari jumlah Anggaran Belanja Tidak Langsung pada APBD Tahun Anggaran b. Belanja Langsung Item Belanja Langsung yang dialokasikan untuk membiayai Program dan dalam rangka pelaksanaan seluruh urusan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal. Pada tahun 2010 alokasi anggaran Belanja Langsung adalah sebesar Rp ,- dengan Rp ,-. Dalam arti 59,20% dari total belanja Laangsung merupakan investasi pemerintah dalam pembangunan di daerah. Alokasi Belanja ini meningkat setiap tahunnya, dan pada APBD Tahun Anggaran 2014, total anggaran Belanja Langsung Kabupaten Dharmasraya adalah sebesar Rp ,- dengan jumlah Belanja Modal di dalamnya sebesar Rp atau 53,63% Dari data tersebut terlihat alokasi Belanja Langsung Daerah naik sebesar Rp ,- atau 29,69% Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
42 dibanding jumlah Anggaran Belanja Langsung pada APBD Tahun Anggaran Target dan Realisasi Belanja Adapun Anggaran dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Dharmasyara tahun 2010 sampai tahun 2014 adalah sebagai berikut: Tabel : Anggaran Belanja Daerah tahun : No Jenis Belanja Daerah Belanja Tidak Langsung ,584,325,008 Belanja Pegawai 216,759,631, ,334,979, ,540,256, ,665,891, ,846,830,008 Belanja Bunga - - 2,197,481, ,000, Belanja Hibah 19,800,000,000 22,813,676,000 21,965,225,000 4,296,000, ,050,000,000 Belanja Bantuan Sosial 3,700,000,000 3,838,500, ,500,000 3,867,936, ,000,000 Bantuan Keu. Pem-Nagari 14,635,960,000 17,602,720,000 16,524,000,000 21,145,250, ,927,495,000 Belanja Tidak Terduga 646,537,080 2,690,438, ,000, ,000, ,000,000 2 Belanja Langsung ,273,797,606 Belanja Pegawai 25,371,055,450 27,533,066,800 30,211,344,510 33,140,806, ,929,386,000 Belanja Barang dan Jasa 82,320,363,188 87,280,834,277 92,459,893,018 98,789,731, ,779,985, ,254,890,481 Belanja Modal 156,293,941, ,498,240, ,476,187, ,435,923, ,089,521,125 Jumlah 519,527,488, ,858,122,614 Tabel : Realisasi Belanja Daerah tahun : No Jenis Belanja Daerah 1 Belanja Tidak Langsung 247,343,184, Belanja Pegawai 211,857,613, ,716,163, ,514,500, ,158,637, Belanja Bunga - - 2,097,503, ,743, Belanja Hibah 19,509,940,000 22,064,665,900 20,948,211,000 3,629,000, Belanja Bantuan Sosial 2,838,405,308 3,521,459, ,000,000 3,764,305, Bantuan Keu. Pem-Nagari 12,863,226,000 17,196,152,000 16,516,963,308 21,144,760, Belanja Tidak Terduga 274,000, ,782, ,954, ,568, Belanja Langsung 205,982,835, Belanja Pegawai 22,655,637,850 25,264,723,866 27,423,523,416 31,360,905, Belanja Barang dan Jasa 71,131,585,711 75,183,862,443 78,317,826,078 89,630,783, Belanja Modal 112,195,612, ,969,512, ,617,205, ,124,312, Jumlah 453,326,020, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
43 3. Permasalahan dan Solusi. Dalam mengelola Belanja Daerah yang dilaksanakan oleh masing-masing SKPD yang melaksanakan Program dan seringkali mengalami permasalahan, diantaranya adalah: a. Pelaksanaan Program dan yang tidak sesuai jadwal pelaksanaan pada Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) SKPD. Banyaknya pelaksanaan yang tidak terlaksana sesuai jadwal yang direncanakan pada (DPA) yang diakibatkan karena: kurang matangnya perencanaan pelaksanaan kegiatan; tertundanya pelaksanaan kegiatan karena keterbatasan keuangan yang ada pada Bendahara Pengeluaran sebagai akibat Ganti Uang (GU) yang tidak mencukupi. Kurangnya pemahaman untuk memanfaatkan sistem Tambah Uang (TU) terhadap kegiatan yang pelaksanaannya dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dalam jangka waktu 1 (satu) bulan oleh PPTK ; Adanya keragu-raguan PA / KPA / PPTK untuk melaksanakan, yang menyebabkan penundaan, atau tidak melak-sanakan sepenuhnya, atau bahkan tidak melaksanakannya sama sekali. b. Tidak berjalannya fungsi Pejabat Pengelola Keuangan (PPK) SKPD dalam Pengelolaan Keuangan. Para pejabat seringkali beranggapan bahwa untuk pengeluaran belanja adalah urusan bendahara sehingga semua dokumen administrasi beserta laporannya hanya dilakukan oleh bendahara pengeluaran, yang mengakibatkan rendahnya monitoring dan verifikasi Belanja oleh PPK-SKPD. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
44 c. Pemanfaatan Anggaran yang tidak sesuai peruntukannya. Pencantuman jenis item terkecil pada DPA tidak terlaksana sesuai yang direncanakan, seperti: Alat Tulis Kantor yang tidak sesuai antara kebutuhan dan perencanaan; Pemanfaatan Belanja Perjalanan Dinas yang tidak sesuai dengan alokasinya; Pemborosan belanja, seperti tidak efektif dalam penggunaan; Untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pengelolaan belanja termasuk permasalahan yang dikemukakan di atas, dilakukan hal-hal sebagai berikut: a. Peningkatan kemampuan melalui bimbingan teknis oleh lembaga terkait dan perguruan tinggi bagi Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran, PPK, PPTK, dan Bendahara akan tugas pokok dan fungsinya. b. Melakukan sosialisasi kebijakan pengelola keuangan pada pengelola keuangan daerah. c. Melakukan pengawasan secara berkala pada SKPD dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. d. Melakukan pengelolaan keuangan daerah dan pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Selain dari pada itu, diperlukan sosialisasi, monitoring, dan rekonsiliasi yang berkesimbungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan pertanggung jawabannya sehingga penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan APBD dapat lebih mudah ditata, dikontrol, dan dipertanggungjawabkan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
45 BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH Urusan pemerintahan daerah adalah fungsi-fungsi pemerintahan daerah yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan susunan pemerintahan daerah untuk mengatur fungsi-fungsi tersebut dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat. Urusan tersebut terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan wajib sebagaimana dimaksud meliputi: A. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN Urusan wajib adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. Urusan wajib tersebut meliputi 26 urusan sebagai berikut: 1. Pendidikan Pembangunan di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, serta memungkinkan untuk mengembangkan diri. Sesuai dengan substansi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pada pasal 12 dinyatakan bahwa urusan pendidikan merupakan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, dan ini merupakan salah satu kewenangan pemerintah yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota. Sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan bidang pendidikan adalah tercapainya struktur jumlah sekolah SD, SLTP, dan SLTA yang ideal, tercapainya rasio siswa antar tingkat pendidikan yang ideal, meningkatnya pemerataan dan perluasan akses Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
46 pendidikan, meningkatnya kualitas pendidikan, meningkatan relevansi pendidikan dengan dunia kerja, dan meningkatnya pengawasan dan manajemen sekolah. Secara lebih lanjut, realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pendidikan tahun dapat digambarkan sebagai berikut: Realisasi Program dan Tahun Urusan Pendidikan No. PROGRAM/ KEGIATAN a. Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 1 Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidikan Usia Dini 2 Pengadaan Alat Bermain PAUD 3 Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini 4 Operasional HIMPAUDI 5 Penyelenggaraan Koordinasi dan Kerjasama Pendidikan Anak Usia Dini 6 Pelaksanaan Hari Anak Nasional (HAN) 7 Pelaksanaan Jambore PAUD 8 Pembangunan Gedung Baru TK Pembina (Dana Sharing) 9 Bantuan Bagi Pendidik Untuk Memenuhi Standar Kualifikasi 10 Penunjang operasional Administrasi dan PBM PAUD Bantuan Operasional Penilik PAUD Kab. Dharmasraya Apreasiasi PTK PAUDNI Berprestasi Pelaksanaan PAUD Percontohan pada Sanggar Belajar b Program Wajib Belajar 9 Tahun Realiasasi Anggaran Anggaran Pembangunan Gedung Sekolah 2 Penambahan Ruang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
47 No. PROGRAM/ KEGIATAN Realiasasi Anggaran Anggaran 2015 Kelas Sekolah (DPPIP) 3 Pembangunan Ruang Kelas Baru SD (DAK) 4 Pembangunan Ruang Kelas Baru SD (APBD 2015) 5 Pembangunan Ruang Kelas Baru SD ( Dana Sharing APBD 2015 ) 6 Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak SD (DAK 2015 ) Pembangunan ruang kelas baru untuk TK (Dana APBD) Pembangunan Perpustakaan Sekolah (DAK 2011) Pembangunan Perpustakaan (DAK) Pembangunan Perpustakaan SD (lanjutan DAK 2011) 11 Pengadaan Alat Praktik/Peraga Siswa (DAK) 12 Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa 13 Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (DAK 2014) 14 Pengadaan Mebeuler sekolah 15 Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa 16 Lomba Olimpiade Sains (OSN) Mata Pelajaran SD 17 Pelaksanaan UASBN SD/MI 18 Peningkatan Imtaq Rehab Sedang/Berat Bangunan Sekolah (DPPIP) Operasional Bos SD, SMP 21 Penambahan Ruang Kelas Baru (Dana DPPID 2011) 22 Pengadaan Mebeleur sekolah (SDN 11 Pulau Punjung) 23 Pengadaan Mobiler Sekolah 24 Pengadaan Mebeleur sekolah (Dana DAK 2011) 25 Pengadaan mebeleur sekolah dari dana Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
48 No. PROGRAM/ KEGIATAN Realiasasi Anggaran Anggaran 2015 APBD propinsi Sumatera Barat 26 Penambahan ruang guru sekolah 27 Dana Pendamping TK 28 Pembangunan Pagar TK Pembina 29 Pengadaan Buku SD (DAK 2014) 30 Pengadaan Buku SD ( Sisa DAK 2014) c Program Pendidikan Menengah Penambahan Ruang Kelas Sekolah Pembangunan gedung sekolah APBD (Boarding School) Pembangunan gedung sekolah (dana sharing Block Grant) Pembangunan Gedung Sekolah (DAK SMK 2015 ) 4 Pembangunan Gedung sekolah Dana Propinsi 5 Pengadaan Alat Praktik/Peraga Siswa Pengadaan Alat Praktik dan Peraga siswa (DAK), Pengadaan Alat Pratik dan Peraga Siswa (DAK SMA) 8 Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (DAK SMK 2014) 9 Pengadaan metode belajar mengajar (APBD 2012) 10 Rintisan Sekolah unggul SMP Penambahan Ruang Kelas Sekolah (Dana DAK) Pembangunan Laboratorium dan ruang pratikum sekolah Pembangunan Laboratorium & Ruang Praktikum Sekolah (DAK SMK) Pembangunan Laboratorium & Ruang Praktikum Sekolah (DAK SMA) Pembangunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
49 No. PROGRAM/ KEGIATAN Realiasasi Anggaran Anggaran 2015 Perpustakaan Sekolah (DAK 2013) 16 Pembangunan Perpustakaan Sekolah (DAK SMA 2014 ) 17 Pembangunan Perpustakaan Sekolah (DAK SMA 2015) Pembangunan Perpustakaan Sekolah (DAK SMK) 19 Pengadaan Mebeluer Sekolah (DPPIP) 20 Pengadaan Mebeluer Sekolah (dana DAK 2011) 21 Pengadaan Mobiler Sekolah ( Dana APBD) Rehabilitasi Sedang/ Berat Bangunan sekolah (DAK SMP) Rehabilitasi Sedang / Berat Bangunan Sekolah (DAK SMA) 24 Rehabilitasi Sedang / Berat Bangunan Sekolah (DAK SMK) 25 Penyediaan Beasiswa bagi Siswa yang Besaral dari Keluarga Tidak mampu 26 Full Day School Olimpiade Science dan Mata Pelajaran SMP, SMA, SMK 28 Pelaksanaan Ujian Nasional dan Pra UNAS/UAS 29 Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) 30 Pencitraan SMK Pesantren Ramadhan 32 Rangsangan Siswa Berprestasi 33 Pengadaan Alat Praktik/Peraga Siswa (DPPIP) Penambahan Ruang Kelas Sekolah 35 Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya (APBD 2012) Pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir 37 Pelatihan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
50 No. PROGRAM/ KEGIATAN penyusunan kurikulum 38 Piloting Pendidikan Karakter SMPN 01 Koto Baru ( Dana Provinsi ) 39 Penunjang PBM Sekolah SMA/SMK (Dana Provinsi) 40 Operasional Boarding School 41 Lomba Kreatifitas Siswa SMK Realiasasi Anggaran Anggaran Pengadaaan Buku - buku dan Alat Tulis Siswa ( DAK SMA 2015 ) 43 Pengadaaan Buku - buku dan Alat Tulis Siswa ( DAK SMK 2015 ) 44 Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup d Program Pendidikan Non Formal Penyediaan sarana dan Prasarana Pendidikan non formal 2 Pengembangan Pendidikan Keaksaraan 3 Pengembangan Pendidikan Keaksaraan Dasar 4 Pengadaan Daya Listrik Gedung SKB Kab. Dharmasarya 5 Penyelenggaraan Hari Aksara Internasional (HAI) 6 Pelaksanaan Jambore PTK-PNF 7 Operasional Sanggar Bersama (SKB) 8 Penyelenggaraan Paket A Setara SD 9 Penyelenggaraan Paket B Setara SMP 10 Penyelenggaraan Paket C Setara SMA 11 Operasional Mobil Pintar e Program Pendidikan Luar Biasa 1 Operasional SLB Penyelanggara pendidikan inklusif f Program Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
51 No. PROGRAM/ KEGIATAN Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1 Pelaksanaan Sertifikasi Guru 2 Pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG) 3 Pengembangan Mutu dan Kualitas Program Pendidikan 4 Lomba guru Berprestasi 5 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) 6 Sosialisasi dan ToT Tim Penilai Kinerja Guru 7 Workshop Guru Mata Pelajaran yang di- UN-kan SLTP/SLTA 8 Pelatihan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan pengawas 9 Pelatihan Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 10 Pendirian Akademi Komunitas 11 Penunjang Operasional Persiapan Akademi Komunitas 12 Sosialisasi dan Diseminasi Kurikulum 2013 (SD) 13 Sharing dana pemberdayaan pamong/pemilik dalam retrival dan transisi 14 Jaringan penelitian dan pengembangan pendidikan (sharing) 15 Induksi bagi guru pemula (PIGP) 16 Diklat Kurikulum 200 Guru SLTP / SLTA 17 Penilaian angka kredit tahunan guru g Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 1 Penerapan Sistem dan informasi manajemen Pendidikan 2 Penyusunan Data Pokok Kependidikan (Dapodik) 3 Rapat Kerja Teknis (Rakernis), Rakor Realiasasi Anggaran Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
52 No. PROGRAM/ KEGIATAN Realiasasi Anggaran Anggaran 2015 Perencanaan bidang pendidikan 4 Rekruitmen Calon Kepala Sekolah Penunjang Operasional PBM SMP Penunjang Operasional PBM SMA 7 Penunjang Operasional PBM SMK Penunjang Operasional PBM SD 9 Penunjang Operasional PBM TK Penunjang Operasional PBM TK/SD Kecamatan Sungai Rumbai 11 Penunjang Operasional PBM TK/SD Kecamatan Koto Baru 12 Penunjang Operasional PBM TK/SD Kecamatan Sitiung 13 Pembinaan Komite Sekolah 14 Operasional UPTD Pendidikan 15 Supervisi dan Operasional Pengawas 16 Pemberkasan Kenaikan Pangkat Fungsional 17 Pembinaan UKS Bantuan operasional BOS 19 Pelatihan Operator sekolah 20 Penunjang Operasional Sekolah Pilotting Pendidikan Karakter Tingkat SD (SDN 20 Sitiung) 21 Pembina Guru Olimpiade SLTP/SLTA 22 Pembina kapasitas dewan pendidikan Urusan pendidikan memegang peranan yang sangat penting dan memberikan dampak komulatif dalam jangka panjang terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Keberhasilan dan kegagalan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
53 (APM), dan menurunnya Angka Putus Sekolah (APS). Adapun capaian kinerja urusan pendidikan pada tahun dapat digambarkan sebagai berikut: No. Indikator Kinerja 1 Angka Partisipasi Murni (APM) 96,85% 101,34% 108,90% 109,94% 102,18% SD/MI/Paket A 2 Angka Partisipasi Murni (APM) 56,63% 61,79% 69,90% 79,42% 115,29% SMP/MTs/Paket B 3 Angka Partisipasi Murni (APM) 62,11% 47,78% 63,36% 52,62% 106,08% SMA/SMK/ MA/Paket C 4 Angka Putus Sekolah (APS) 0,2% 0,18% 0,47% 0,18% 0,18% SD/MI 5 Angka Putus Sekolah (APS) 0,85% 0,56% 0,58% 0,44% 0,48% SMP/MTs 6 Angka Putus Sekolah (APS) 0,77% 2,56% 0,71% 0,49% 0,48% SMA/SMK/MA 7 Angka Kelulusan (AL) SD/MI 97,80% 97,50% 99,18% 99,74% 102,54% 8 Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs 85,35% 86,56% 97,96% 98,38% 77,48% 9 Angka Kelulusan (AL) 86,64% 89,60% 97,93% 99,52% 97,01% SMA/SMK/MA 10 Angka Melanjutkan (AM) dari 74,45% 86,98% 83,39% 92,70% 90,95% SD/MI ke SMP/MTs 11 Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA 89,15% 89,25% 89,25% 89,94% 110,40% 2. Kesehatan Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah diselenggarakan, yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, pemerataan, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat serta mengembangkan upaya kesehatan berbasis masyarakat, menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyaklit menular dan tidak menular, meningkatkan kesadaran diri keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi, balita serta usia produktif, serta meningkatkan peran serta masyarakat dan tokoh agama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Dalam upaya mencapai tujuan tersebut perlu dilaksanakan program-program pembangunan kesehatan secara sistematis dan berkesinambungan. Program dan kegiatan selama tahun sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
54 Realisasi Program dan Tahun Urusan Kesehatan No. PROGRAM/ KEGIATAN Anggaran 2015 a Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 1 Pengadaan dan distribusi Obat, Reagen dan Operasional Instalasi Farmasi (DAK) 2 Peningkatan mutu pelayanan Farmasi komunitas dan Rumah Sakit Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 4 Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 5 Pengadaan Reagen dan Bahan Habis Pakai b Program Upaya Kesehatan Masyarakat 1 Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya 2 Peningkatan pelayanan petugas kesehatan (Pelatihan Leadership) 3 Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan 4 Program usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 5 Monitoring dan Evaluasi 6 Pelatihan Penertiban Perizinan Bidang Kesehatan 7 Peningkatan Pengetahuan dan Wawasan Pengelolaan Program 8 Operasional kegiatan PMI c Program Peningkatan pelayanan kesehatan jiwa, mata dan kesehatan olah raga di puskesmas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
55 No. PROGRAM/ KEGIATAN 1 Pelayanan kesehatan Jiwa, Mata dan Kesorga 2 Sosialisasi penertiban perizinan bidang kesehatan d Program Pengawasan Obat dan Makanan 1 Peningkatan pemberdayaan konsumen/masy di bidang obat dan makanan 2 Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya 3 Peningkatan penyidikan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan e Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masy 1 Penyuluhan Masy. Pola Hidup Sehat 2 Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat dan pengadaan media promosi. 3 Pembinaan petugas dan masyarakat pola hidup sehat 4 Penyuluhan masy pola hidup sehat, dialog interaktif, radio spot dan informasi kesehatan melalui surat kabar 5 Peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan 6 Peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan (Pertemuan teknis promkes) 7 Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam rangka Pengembangan Nagari Siaga dan Survey PHBS 8 Pengembangan kawasan tanpa asap rokok f Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1 Pemberian Tambahan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
56 No. PROGRAM/ KEGIATAN Makanan dan Vitamin 2 Penimbangan Masal 3 Penanggulangan KEP, Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A dan Kekurangan Zat Mikro Lainnya g Program Pengembangan Lingkungan Sehat 1 Menciptakan lingkungan sehat, pembinaan, pengawasan dan pemeriksaan rumah 2 Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat 3 Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat 4 Sosialisasi kebijakan lingkungan sehat 5 Peningkatan kewaspadaan dini dalam penanggulangan KLB 6 Peningkatan Sanitasi Dasar Masyarakat 7 Pelaksanaan Kabupaten atau Kota sehat h Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 1 Penyemprotan/foggin g sarang nyamuk 2 Pelayanan Pencegahan dan Penaggulangan Penyakit Menular 3 Pencegahan Penularan Penyakit Endemik/Epidemik 4 Peningkatan Imunisasi 5 Peningkatan Surveilance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah 6 Pelayanan Kesehatan Matra 7 Penanggulangan Kasus KLB 8 Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Berbasis Anggaran ,154, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
57 No. PROGRAM/ KEGIATAN Anggaran 2015 Binatang 9 Operasional Komisi Pemberantasan HIV/AIDS 10 Penanggulangan deteksi dini penyakit tidak menular i Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan, 1 Jasa Pelayanan Kesehatan (DINKES) 2 Jasa Pelayanan Kesehatan (RSUD) 3 Pelaksanaan pembinaan dan Penilaian ISO Dinkes dan Puskesmas j 4 Sosialisasi, komitmen building dan pendamping BLUD puskesmas 5 Jasa kapitasi jaminan pelayanan kesehatan nasional Program Pengadaan, Peningkatan, dan Perbaikan Sarana Prasarana Puskesmas/ Puskesmas pembantu dan Jaringannya 1 Pembangunan Puskesmas 2 Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskesmas 3 Pembangunan Puskesmas (pemasangan paving block) 4 Pembangunan Poskesri 5 Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas (pengadaan Puskel) 6 Rehabilitasi sedang atau berat Puskesmas Pembantu k Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan 1 Kemitraan Pengobatan Bagi Pasien Kurang Mampu 2 Program Peningkatan Pelayanan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
58 No. PROGRAM/ KEGIATAN Anggaran 2015 Kesehatan Anak Balita 3 Penyuluhan kesehatan anak balita 4 Magang bidan Kemitraan Bidan dan Dukun 6 pelatihan SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang) l Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia 1 Evaluasi program dan pembinaan ke Puskesmas 2 pelayanan pemelihara-an kesehatan Lansia m Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 1 pengawasan keamanan dan kesehatan makanan hasil industri 2 Penyelidikan dan penanggulangan KLB beracun pangan n Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak 1 Penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu 2 Audit Maternal Perinatal dan Pelacakan Kasus Resiko Tinggi Pada Maternal Perinatal 3 Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil 4 Pelaksanaan Kelas Ibu Balita 5 Pengembangan Kelompok Dasawisma o Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masy 1 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Puskesmas UPT Sungai Dareh 2 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Pus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
59 No. PROGRAM/ KEGIATAN Anggaran 2015 kesmas UPT Sialang 3 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Puskesmas Silago 4 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Puskesmas UPT Sitiung I 5 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Puskesmas UPT Gunung medan 6 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Puskesmas UPT Timpeh 7 Operasional peningkatan pelayanan masyarakat di Puskesmas UPT Padang Laweh 8 Operasional peningkatan pelayanan masy di Pus-kesmas UPT Koto Besar 9 Operasional peningkatan pelayanan masy di Pus-kesmas UPT Koto Baru 10 Operasional peningkatan pelayanan masy di Puskesmas UPT Sitiung II 11 Operasional peningkatan pelayanan masy di Puskesmas UPT Sungai Rumbai 12 Operasional peningkatan pelayanan masy di Puskesmas UPT Sungai Limau 13 Operasional peningkatan pelayanan masy di Puskesmas UPT LABKESDA 14 Operasional peningkatan pelayanan masy di Puskesmas UPT/Instalasi Gudang Farmasi 15 Operasional pelayanan masy di puskesmas UPT Tiumang. p Program Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja 1 Pembinaan PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) q Program Peningkatan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
60 No. PROGRAM/ KEGIATAN Anggaran 2015 kapasitas sumber daya aparatur 1 Pendidikan dan pelatihan formal r Program Infokes Online 1 Pelatihan Petugas Sistem Informasi Kesehatan (Infokes) online 2 Monitoring dan evaluasi sistem infomasi kesehatan (infokes) online s Program Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan 1 pengembangan sistem penghargaan dan profesi tenaga kesehatan t u a Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masy Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin 1 pelayanan rujukan pasien miskin dan tidak mampu v Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata 1 Pengadaan alatalat kesehatan rumah sakit 2 Pengadaan obatobatan rumah sakit 3 Pengadaan Perlengkapan Rumah Tangga Rumah Sakit 4 Pengadaan bahanbahan logistik rumah sakit 5 Penambahan Ruang Rawat Inap Rumah Sakit (VVIP, VIP, Kelas I, II dan III) DAK 6 Pengadaan Mebeleur Rumah Sakit (DAK) 7 Pembangunan instalasi pengolahan ,412, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
61 No. w PROGRAM/ KEGIATAN limbah rumah sakit Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 1 Penyusunan standar pelayanan kesehatan x Program Pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata 1 pemeliharaan rutin/ berkala alat-alat kesehatan rmh sakit 2 Pemeliharaan rutin/ berkala rumah sakit y Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan 1 kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan z Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 1 Penyusunan Sistem Pelaporan dan Dokumen Rumah Sakit BLUD Anggaran Capaian kinerja urusan kesehatan dapat diukur dengan beberapa indikator sebagai berikut: No Indikator Kinerja Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD Capaian 83 % 100% 90.3% 97,96% 93,30% 69,2 % 84,7% 84.7% 83,77% 87,48% 75,2 % 66,4% 63% 59,92% 69,23% 100 % 100 % 100% 100% 100% 38,1 % 54,25 % 51.6% 46,73% 100% 100 % 100 % 100% 100% 100% Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
62 7 Cakupan kunjungan bayi 82,9 % 207% 95.7% 96,54% 82,98% 3. Lingkungan Hidup Kebijakan pembangunan bidang Lingkungan Hidup tahun di kabupaten Dharmasraya, sebagaimana telah dituangkan dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) adalah Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan pada air, lahan dan keanekaragaman hayati, Penataan lingkungan berdasarkan dayadukung dan daya tampung lingkungan, serta peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (aparat pemerintah dan masyarakat) dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Untuk mencapai kebijakan pembangunan tersebut, telah dilaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut: Realisasi Program dan Tahun Urusan Lingkungan Hidup No. Program dan Anggaran 2015 a Program Peningkatan Pengendalian Polusi 1 Pengujian emisi udara akibat aktivitas industri b Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup c 1 Inventarisasi Kerusak-a SDA dan Lahan 2 Penyusunan Data Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) 3 Penyusunan Profile KEHATI Kabupaten Dharmasraya 4 Fasilitasi Penyusunan MIH Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup 1 Pendukung Operasional Laboratorium 2 Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup Pengawasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
63 No. Program dan Anggaran 2015 Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 4 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pengendalian Pencemaran 5 Inventarisasi dan pembinaan adm lingkungan 6 Pembinaan sekolah berwawasan lingkungan 7 Dharmasraya menuju Adipura 8 Sosialisasi peraturan linglingan hidup 9 Pengawasan pengelola B3 dan limbah B3 d Program Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam 1 Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber- Sumber Air e Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan SDA 1 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam f Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan 1 Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan 2 Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan g 3 Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) , Penataan RTH Pemeliharaan RTH h Program penataan lingkungan hidup 1 Fasilitas Koordinasi Sekretariat Bersama DAS Batang Hari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
64 No. Program dan Anggaran Fasilitas pengaduan masyarakat 3 Fasilitasi pembentukan KOMDA Indikator kinerja urusan lingkungan hidup meliputi penanganan sampah, cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL, dan penegakan hukum lingkungan hidup. Capaian indikator-indikator tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: No. Indikator Kinerja Capaian 1 Penanganan sampah ,8% 15,58% 76,78% 2 Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal. 75% 75% 75% 100% 54,64% 3 Penegakan hukum lingkungan 100 % 100 % 100 % 88,89% 27,14% 4. Pekerjaan Umum Program dan kegiatan pada urusan pekerjaan umum lebih dititikberatkan pada pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Salah satu yang menjadi perhatian besar adalah infrastruktur jalan dan jembatan. Selain itu selama lima tahun juga telah dilakukan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana aparatur yang menitikberatkan pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi prasarana bangunan perkantoran. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada bidang pekerjaan umum tahun adalah: No. a Program / Program Pembangunan Jalan Dan Jembatan 1 Pembangunan Jalan (APBD) 2 Pembangunan Jembatan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
65 No. b c d Program / 3 Pembangunan Jalan (Dana DAK) 4 Pembangunan jalan (DAK Tambahan) 5 Pembangunan Jalan (DAK Prasarana Daerah Tertinggal) 6 Pembangunan Jalan (Dana Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor) Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan & Jembatan 1 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan 2 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jembatan 3 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan (DAK) 4 Rehabilitasi/Pem eliharaan Jalan (DAK 2013 ) 5 Rehabilitasi/Pem eliharaan Jalan (DAK Tambahan 2013) 6 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan ( DAK 2014) 7 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan (DAK Tambahan 2014 ) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 1 Pengadaan Alat Berat 2 Rehabilitasi / Pemeliharaan Alat-Alat Berat 3 Rehabilitasi/Pem eliharaan Alat- Alat Ukur dan Bahan Laboratorium Kebinamargaan Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
66 No. Program / Anggaran 2015 Jaringan Pengairan Lainnya e f 1 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi 2 Rehabilitasi / Pemeliharaan Normalisasi Saluran Sungai 3 Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi Peningkatan Jaringan Irigasi (Dana DAK 2015) Peningkatan Jaringan Irigasi (Dana DAK Tambahan 2015) Peningkatan Jaringan Irigasi (Dana APBD 2015) Program Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong-gorong 1 Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong-gorong 2 Pembangunan saluran drainase/goronggorong Pola Partisipatif Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 1 Penyediaan Pengem-bangan dan Sarana Air Minum Bagi Masyarakat 2 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum (APBD) 3 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum (DAK) Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum (Penunjang DAK) 5 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum Dan Air Limbah (DAK) 6 Pengembangan Sistem Pelayanan dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
67 No. Program / Anggaran 2015 Distribusi Air Minum 7 Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah 8 Pendamping Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah 9 Pengembangan Distribusi Air Minum 10 Pembangunan Distribusi Air Minum (Operasional BPAM) 11 Pengembangan Distribusi Air Minum (Penunjang DAK Sanitasi) 12 Opersaional Tim Pembinaan dan Koordinasi TKK PAMSIMAS 13 Pengembangan Teknologi Pengolahan Air Minum dan Air Limbah (Pendamping SANIMAS) 14 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum (DAK Air Minum Tambahan) 15 Pengembangan Sistem Distribusi Air minum (DAK Air Minum Reguler) 16 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum dan Air Limbah (DAK Sanitasi + Penunjang) 17 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum (Lanjutan DAK Air Minum 2013) 18 Penyusunan Rencana Induk SPAM Untuk Percepatan MDGs Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
68 No. Program / 19 Pengadaan Jaringan Air Bersih g Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan 1 Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan 2 Pembangunan Sarana dan Prasaran Perdesaan 3 Pembangunan Sarana dan Prasarana Perdesaan 4 Pembangunan Sarana dan Prasarana Pedesaan (Pendamping PPIP) 5 Pembangunan Sarana dan Prasarana Pedesaan Pola Parstisipasi h Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan i 1 Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan 2 Peningakatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1 Pembangunan Gedung Kantor 2 Pembangunan Rumah Jabatan 3 Pembangunan Gedung Kantor (Prasarana Pemerintahan Daerah DAK) 4 Pembangunan Gedung Kantor (Tahun Jamak) Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
69 No. Program / 5 Pembangunan Gedung Kantor (Penunjang Prasarana Pemerintahan Daerah DAK) 6 Pembangunan Gedung Kantor (Prasarana Pemerintahan Daerah (Lanjutan DAK 2013)) 7 Pembangunan Gedung Kantor (PORPROV XIII) 8 Rehabilitasi sedang/berat Rumah / Gedung / Kantor (PORPROV XIII) Anggaran 2015 Indikator kinerja urusan pekerjaan umum meliputi panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik, luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik, serta rumah tangga per sanitasi. Capaian kinerja indikatorindikator tersebut adalah: No. 1 2 Indikator Kinerja Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik Luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik Capaian 38,97% 39,92% 60,082% 61,04% 76,78% 74,83% 74,83% 45,19% 42,42% 54,64% 3 Rumah Tangga Per Sanitasi 43,15% 46,21% 46,38% 74,046% 74,19% 5. Penataan ruang Bidang penataan ruang, selama lima tahun telah melaksanakan perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK), serta pemanfaatan tata ruang. Pelaksanaan program dan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
70 No. a Program dan Program Perencanaan Tata Ruang penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang RTR Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Penetapan RDTRK Anggaran b Rakor Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar Koordinasi Perencanaan Air Minum, Drainase dan Sanitasi Perkotaan Koordinasi Perencanaan Penanganan Perumahan Pelaksanaan urusan penataan ruang pada Tahun 2010 baru sampai pada penyusunan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah. Pembiayaan kegiatan tersebut melalui Bantuan Teknis dari Direktorat Jendral Tata Ruang Departemen Pekerjaan Umum, yang Satuan Kerjanya (satker) berada pada Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Propinsi Sumbar. Pada tahun 2013 tidak terdapat anggaran untuk pelaksanaan urusan penataan ruang. yang dilaksanakan antara lain memantau pelaksanaan pembangunan dan mengecek kesesuaiannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Dharmasraya Tahun Perencanaan Pembangunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
71 Perencanaan pembangunan daerah adalah satu kesatuan dalam sistem perencanaan nasional dengan tujuan untuk menjamin adanya keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan. Perencanaan pembangunan daerah yang disusun akan menjadi referensi dalam melaksanakan aktivitas. Dengan demikian keberhasilan pencapaian suatu tujuan akan sangat tergantung pada baik buruknya perencanaan yang disusun dan sejauh mana perencanaan tersebut dapat diimplementasikan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan urusan pembangunan adalah: No. a Program dan Program Perencanaan Pembangunan Daerah Anggaran Penyusunan Rancangan RPJMD 2 Penyelenggaraan Musrenbang RPJMD 3 Penetapan RPJMD Penyusunan rancangan RKPD 5 Penyelenggaraan Musrenbang RKPD 6 Penetapan RKPD Penyusunan Rancangan RPJPD 8 Penyelenggaraan Musrenbang RPJPD 9 Penetapan RPJPD Penyusunan MP3ED Midterm Review RPJMD Evaluasi RPJMD Perhitungan Nilai Tukar Petani 14 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Ekonomi Penyusunan Profil Ekonomi Daerah. 16 Penyusunan Produk Unggulan Daerah 17 Fasilitasi RAD-PG Monitoring Evaluasi Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 19 Evaluasi Kinerja Program dan SPKD Penyusunan Rancangan kebijakan Pengelolaan Anggaran Daerah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
72 b c d e f g 21 Penyusunan dan Pengolahan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan Data Dasar Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi 1 Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat (Pencapaian MDGs) 2 Penyusunan Dokumen Evaluasi MDG's 3 Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah 1 Bintek Perencanaan Pembangunan Daerah Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Daerah 1 Penyusunan Rancangan Kebijakan Pengelolaan Anggaran Daerah (KUA dan PPAS) Program Perencanaan Sosial dan Budaya 1 Penyusunan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) 2 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya 3 Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah dan Percepatan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 4 Fasilitasi Penyelenggaraan Kabupaten Sehat. 5 Koordinasi penanggulangan kemiskinan 6 Perencanaan Penanganan Perumahan Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Daerah 1 penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Kabupaten Dharmasraya Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 1 Peningkatan partisipasi masyarakat dalam ,638,600 54,832, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
73 pengelolaan air (TKK PAMSIMAS) 7. Perumahan Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan perumahan tahun sebagai berikut: No. a b c Program dan Program pengembangan perumahan 1 Pengembangan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat (Penunjang DAK Perumahan dan Permukiman) Program Pengembangan Kota-kota Menengah dan Besar 1 Koordinasi Perencanaan Penanganan Perumahan 2 Koordinasi Perencanaan Air Minum Program Lingkungan Sehat Perumahan 1 Pengendalian Dampak Resiko Pencemaran Lingkungan 2 Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat Anggaran Pada tahun 2010 dan 2011 tidak terdapat program dan kegiatan pada urusan perumahan. Pada urusan ini, pemerintah kabupaten mendapat bantuan dari Program Kementerian Perumahan Rakyat, yaitu program stimulan perumahan swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada tahun 2011 sebanyak 250 unit rumah dan pada tahun 2012 sebanyak 242 unit. Adapun capaian kinerja urusan perumahan tahun dapat dijelaskan sebagai berikut: No. 1 Indikator Kinerja Rumah tangga pengguna air bersih Capaian 4,67% 4,7% 5,01% 5,95% 8,2% Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
74 2 Rumah layak huni 90,19% 91,25% 91,89% 92,15% 92,21% 8. Kepemudaan dan Olahraga Urusan kepemudaan dan olahraga pada tahun 2010 dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga, dan sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Sasaran dan arah kebijakan kepemudaan dan olahraga adalah peningkatan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam berbagai bidang pembangunan serta peningkatan budaya dan prestasi olahraga. Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: Program dan Tahun Urusan Kepemudaan dan Olahraga No. Program dan Anggaran 2015 a Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 1 Lomba kreativitas siswa Festival lomba seni siswa nasional (FL2SN) 3 Pelatihan gladian pramuka 4 Karang pamitran pembina pramuka 5 Lomba tingkat iii pramuka penggalang 6 Pelatihan kepemimpinan pengurus osis 7 Pelatihan kursus mahir dasar (KMD) pembina pramuka 8 Pembinaan pemuda pelopor dan pemuda berprestasi 9 Pelatihan Pemuda Produktif 10 Fasilitas Pemberangkatan Siswa/Pemuda Mengikuti Pelatihan Ke Provinsi b Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan 1 Pembinaan dan Peningkatan Disiplin Pelajar 2 persiapan dan pelaksanaan Paskibraka c Program Pembinaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
75 dan Pemasyarakatan Olah Raga 1 Penyelenggaraan POPDA 2 Penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) SLTA 3 Penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) SLTP 4 Penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) Sekolah Dasar (SD) 5 Kejuaraan Pelajar Daerah (Kejurda) 6 Penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 7 Pembangunan sapras olahraga 8 Pemeliharaan rutin/ berkala sarana dan prasarana olahraga 9 Pembinaan cabang olahraga berprestasi di tingkat daerah (PORPROV) 10 Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat XIII Pembukaan dan Penutupan Pekan Olah Raga Provinsi Sumatra Barat ke 13 Tahun Penyelanggara liga pelajar indonesia 13 Penyelanggaraan kompetisi olahraga 14 pembinaan cabang olahraga prestasi ditingkat daerah 15 Pembinaan dan reward atlit pelatih dan cabor berprestasi , Penanaman Modal Sasaran yang hendak dicapai dalam pengembangan penanaman modal adalah harmonisasi, sinkronisasi, dan simplifikasi berbagai kebijakan, penyediaan dan peningkatan kualitas infrastruktur Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
76 penyederhanaan proses perizinan investasi sehingga dapat memperlancar proses penanaman modal, tercukupinya pasokan energi yang dibutuhkan untuk kegiatan investasi, serta mendorong pelaksanaan alih teknologi dalam setiap kegiatan investasi. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan penanaman modal sebagai berikut: No. a b Program dan Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi 1 Analisa dan Uji Kelayakan Perizinan 2 Pengkajian dan Pengendalian Perizinan 3 Sosialisasi dan Penyusunan serta penyebarluasan informasi perizinan 4 Monitoring dan Evaluasi Perizinan 5 Penyusunan Sistem Informasi Penanaman Modal di Daerah Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 1 Koordinasi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal 2 Penyelenggaraan Promosi dan Investasi Anggaran ,757, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kebijakan pembangunan Koperasi dan UKM sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah adalah meningkatkan pembinaan SDM pengusaha melalui pendidikan dan pelatihan agar kelompok usaha mikro dan kecil ini dapat meningkatkan daya saing di pasar lokal, nasional maupun internasional; meningkatkan akses terhadap dana murah oleh usaha mikro dan kecil, menengah dan koperasi; meningkatkan jumlah dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
77 kualitas pengusaha menengah yang tangguh yang berasal dari peningkatan pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah, yang berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan nilai tambah; fasilitasi kemitraan usaha antara pengusaha besar, menengah dan kecil serta koperasi yang saling mendukung dan saling menguntungkan; menyediakan bantuan asuransi kredit bagi Koperasi dan UKM yang sudah mendapatkan akses ke perbankan; pembangundan meningkatkan peran lembaga pemasaran (trading house) untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil dan mikro; mengembangkan produksi bersama (common service facilities) di sentra-sentra produksi kerajinan rakyat yang dilaksanakan dalam skala mikro dan rumah tangga; dan pemberdayaan lembaga keuangan mikro non bank sebagi wujud pengembangan ekonomi kerakyatan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan koperasi, usaha kecil, dan menengah adalah: No. a b Program dan Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM 1 Pelatihan Kewirusahaan 2 Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD 3 Pelatihan Manajemen UMKM 4 Memfasilitasi peningkatan kemitraan sistem pendukung usaha Koperasi dan UMKM. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi dan Kelembagaan UMKM Lainnya 1 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Program Pengembangan Koperasi Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
78 No. c d e Program dan 2 Fasilitasi Pelaksanaan RAT Koperasi 3 Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi 4 Pembenahan dan Penyelesaian Adm. dan Pembubaran Koperasi non Aktif Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Koperasi dan UMKM 1 Pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1 Pembinaan dan Pelatihan Pengrajin Bordir dan Sulaman. 2 Penyusunan Data Base Industri IKM dan Besar. Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif 1 Monitoring evaluasi dan pelaporan dana bergulir 2 Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Anggaran Indikator kinerja urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah beserta capaiannya dapat digambarkan sebagai berikut: No. Indikator Kinerja Capaian 1 Koperasi aktif 40,94% 55,75% 62,51% 59,14% 44,85% 2 Usaha Mikro dan Kecil 85,92% 85,92% 85,92% 96,70% 99,89% Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
79 11. Kependudukan dan Catatan Sipil Pada urusan kependudukan dan catatan sipil tahun dilaksanakan program penataan administrasi kependudukan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: No. Program dan a Program Penataan Administrasi Kependudukan 1 Pembangunan dan Pengoperasian SIAK secara Terpadu 2 Implementasi Sistem Administrasi Kependudukan 3 Pengembangan Database Kependudukan 4 Pelatihan Tenaga Pengelola SIAK 5 Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Kependudukan 6 Penerbitan Kepemilikan buku Nikah 7 Implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) 8 Penerapan KTP Berbasis NIK Nasional 9 Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Penerapan KTP Elektronik (e-ktp) 10 Fasilitasi Sidang Pengadilan Negeri 11 Penyusunan Profil Kependudukan Anggran Ketenagakerjaan Kebijakan pembangunan ketenagakerjaan sebagai berikut mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh melalui peningkatan lapangan usaha produktif dan terpadu untuk mengurangi tingkat pengangguran, serta diarahkan pada kompetensi, kemandirian, peningkatan produktivitas, peningkatan upah, penjaminan kesejahteraan, perlindungan pekerja dan kebebasan berserikat. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
80 Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalalm penyelenggaraan urusan ini adalah: No. a b c Program dan Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja 1 Pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja 2 Pemeliharaan Rutin/berkala sarana dan prasarana BLK 3 Operasional Administrasi BLK Program Peningkatan Kesempatan Kerja 1 Penyaluran Penempatan tenaga kerja 2 Penyusunan informasi bursa tenaga kerja 3 Penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja 4 Pelaksanaan penempatan tenaga kerja lokal dan antar daerah Program Perlindung-an Pengembangan Lembaga Ketenaga-kerjaan 1 Pendataan perusahaan dan penyerapan tenaga kerja 2 Fasilitasi Prosedur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 3 Peningkatan Pengawasan Perlindungan dan Penegakan Hukum terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja 4 Bimbingan Teknis Penyusunan Perjanjian kerja dan Peraturan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
81 No. Program dan Perusahaan 5 Pemeriksaan dan Pengujian kesehatan tenaga kerja Rentan PAK 6 Pemeriksaan dan Pengujian Objek K3 ditempat kerja 7 Persidangan atau Pertemuan (LKS Tripartit, Tim Deteksi Dini, Dewan Pengupahan) 8 Pembentukan LKS Tripartit 9 Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan 10 Pembinaan P2K3 dan LKS Bipartit 11 Penyuluhan dan Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan Anggaran Ketahanan Pangan Sasaran pembangunan bidang ketahanan pangan adalah meningkatnya ketersediaan dan penanganan kerawanan pangan, terpenuhinya kebutuhan konsumsi pangan, yang dipresentasikan oleh konsumsi energi Penduduk Dharmasraya dengan kontribusi untuk masing-masing bahan kelompok pangan, terwujudnya stabilitas harga pangan antar wilayah dan antar waktu, meningkatnya kemandirian masyarakat dalam pemantapan ketahanan pangan, mengeleminir kondisi rawan pangan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan urusan ketahanan pangan sebgai berikut: No. Program dan Anggaran 2015 a Program Peningkatan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
82 No. Program dan Ketahanan Pangan Anggaran Pembangunan gedung dan lantai jemur lumbung pangan 2 Pengembangan Desa Mandiri Pangan 3 Pembinaan dan Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan dalam Konsumsi Pangan 3B 4 Lomba Cipta Menu 3B tingkat Kabupaten, Propinsi, dan Nasional 5 Dampingan Penumbuhan Kelembagaan Distribusi Pangan (P- LDPM) 6 Dampingan Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) 7 Pemantauan dan ,447, analisa harga pangan pokok 8 Penyusunan Neraca ,886, Bahan Makanan dan analisa ketersediaan pangan 9 Pendamping P-LDPM Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dan Penanganan Daerah Rawan Pangan 11 Pendamping Kelembagaan ,005, Ketahanan Pangan dalam Akses Ketersediaan, Distribusi dan Konsumsi pangan Masyarakat 12 Pembangunan ,395, Lumbung Pangan 13 Pameran Pangan ,574, Nusantara 14 Operasional Dewan Ketahanan Pangan 15 Penyusunan NBM dan Pola Pangan Harapan b Program Pemberdayaan Penyuluh 1 Penyusunan Programa dan Training penyuluhan 2 Revitalisasi dan Fasilitasi KTNA 3 Pengadaan Sarana Prasarana Penyuluhan Pertanian 4 Penunjang Operasional BP3K 5 Pembangunan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) 6 Penunjang Operasional BPP Pulau Punjung Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
83 No. Program dan 7 Penunjang Operasional BPP Sitiung 8 Penunjang Operasional BPP Koto Baru 9 Penunjang Operasional BPP Sungai Rumbai 10 Sekolah Lapangan Agribisnis 11 Temu teknis penyuluh Demplot Organik Farming 13 Pertumbuhan dan revitalisasi POS-IPAH 14 Demplot Percontohan Buah Naga 15 Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani (jambore penyuluh kehutanan) c Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Pelatihan Petani dan Pelaku agribisnis 2 Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani Anggaran Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arah kebijakan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan, peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan Anak, peningkatan kualitas anak dan perlindungan perempuan, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender, penyediaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2), dan peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan produksi. Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dilaksanakan melalui program dan kegiatan sebagai berikut: No. a Program dan Program Kesera-sian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 1 Perumusan kebijakan peningkatan peran dan posisi perempuan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
84 No. Program dan Anggaran 2015 di bidang politik dan jabatan politik 2 Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Perempuan di Daerah (Peringatan Hari Ibu Nasional Ke 82 Tahun 2010). 3 Sosialisasi terkait Kesetaraan gender pemberdayaan perempuan dan Anak b c Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 1 Pembinaan organisasi perempuan Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 1 Perumusan Kebijakan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dibidang Pengetahuan dan Teknologi 2 Penyuluhan bagi Ibu Rumah Tangga dalam Membangun Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) 3 Fasilitasi pengembangan P2TP2A (Pembentukan Wadah P2TP2A) 4 Pembentukan Pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) 5 Pembentukan dan Pengembangan Forum Anak Berprestasi 6 Peningkatan Kapasitas dan Jaringan Kelembagaan Pemberdayaan Perempuan dan Anak 7 Pengembangan Sistem Informasi Gender Anak 8 Fasilitasi perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
85 No. d Program dan Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan 1 Pelayanan HKG PKK KB Kesehatan Tingkat Kab. Dharmasraya 2 Pendidikan dan pelatihan peran serta dan kesetaraan gender 3 Analisis dan penyusunan buku profil gender dan anak terpilah. 4 Sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan peranan wanita menuju Keluarga sehat Sejahtera (P2WKSS). 5 Peningkatan Kemampuan dan Kemandirian Organisasi Perempuan, LSM atau LSOM Bidang Pemberdayaan Perempuan 6 Pembinaan Peningkatan Kemampuan dan Kemandirian Organisasi Perempuan LSM/ LSOM Anggaran Indikator kinerja urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak: No. 1 Indikator Kinerja Partisipasi perempuan di lembaga pemerintah Angka melek huruf perempuan usia 15th keatas Partisipasi angkatan kerja perempuan Capaian 5,1% 5,97 % 6,52% 6,79% 7,49% 92,67% 94,34 % 94,99% 95,43% 96,38% 25,32% 28,02% 30,21% 31,38% 35,03% 15. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kebijakan Pembangunan bidang Keluarga Berencana diarahkan terhadap hal-hal sebagai berikut : a. Mengendalikan tingkat kelahiran penduduk melalui upaya memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB terutama bagi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
86 keluarga miskin dan rentan serta daerah terpencil. b. Meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan prilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak produksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang c. Meningkatkan pemberdayaan dan ketahanan keluarga dalam kemampuan pengasuhan dan penumbuhkembangan anak, peningkatan pendapatan keluarga pra sejahtera dan sejahtera l dan peningkatan kualitas lingkungan keluarga. Program yang dilaksanakan adalah program Kesehatan Reproduki Remaja, program Keluarga Berencana, program pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU, dan program Pelayanan Kontrasepsi, dengan rincian kegiatan sebagai berikut: No. Program dan a Program Kesehatan Reproduki Remaja 1 Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). 2 Temu Kreatif Saka Kencana. b Program Keluarga Berencana c 1 Pengadaan Sarana dan prasarana Pelayanan KB (DAK) 2 Pengadaan Sarana dan prasarana Pelayanan KB (Luncuran DAK 2012) 3 Pengadaan Sarana dan prasarana Pelayanan KB. 4 Advokasi KIE dan Pelayanan KB. 5 Pembinaan Keluarga Berencana 6 Pengadaan Sarana dan prasarana Penerangan KB (MUPEN) Program pengembangan model operasional BKB- Posyandu-PADU Anggaran , Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
87 No. Program dan Anggaran Orientasi Kader BKB Dewan penyantun PKK Koordinasi Dewan Penyantun PKK d Program Pelayanan Kontrasepsi 1 Pengadaaan Alat Kontrasepsi, Capaian kinerja urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun sebagai berikut: No. Indikator Kinerja Capaian 1 Prevalensi peserta KB aktif 77,65% 76,09% 77,21% 75,84% 79,09% 2 Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I 32,42% 32,35% 29,50% 27,41% 27,01% 16. Perhubungan Kebijakan sektor perhubungan diarahkan pada terciptanya transportasi yang handal, aman, nyaman, manusiawi dan ramah lingkungan dengan mengarahkan kebijakan dan program pembangunan bidang perhubungan antara lain pada penciptaan pelayanan transportasi yang sesuai dengan standar nasional, peningkatan kesadaran pengguna (masyarakat) tentang keamanan dan keselamatan berlalu lintas serta penggunaan moda transportasi, meningkatkan kualitas pelayanan angkutan dan keterpaduan antar moda dan efisiensi dalam mendukung aksesibilitas dan mobilitas, serta meningkatkan SDM yang profesional dalam pengelolaan perhubungan. Beberapa program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan perhubungan adalah: No. a Program dan Program Pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan 1 Perencanaan Penyusunan Master Plan Anggaran 2015 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
88 No. b c Program dan 2 Perencanaan penyusunan Tatralok 3 Peningkatan pengelolaan terminal angkutan darat Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan 1 Pengembangan pembangunan sarana dan prasarana moda transportasi ke daerah tertinggal 2 Pembangunan pelataran, sarana dan prasarana parkir terpadu 3 Pembangunan sarana penyeberangan sungai dan dermaga Program rehabilitasi pemeliharaan prasarana dan fasilitas umum 1 Pemeliharaan rutin/berkala traficlight dan rambu-rambu lalu lintas Anggaran d e f Program Peningkatan Pelayanan Angkutan 1 Pengendalian disiplin pengangkutan angkutan umum di jalan raya 2 Bimbingan teknis dan inspeksi keselamatan transportasi jalan 3 Sosialisasi penyuluhan ketertiban lalulintas angkutan 4 penyuluhan bagi para sopir/juru mudi untuk peningkatan keselamatan penumpang Program Pengendalian dan Pengamanan Lalulintas 1 Rehabilitasi pemeliharaan sarana pengujian kendaraan bermotor 2 Kaliberasi alat pengujian kendaraan bermotor 3 pengadaan ramburambu lalulintas dan marka jalan Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
89 No. Program dan Kendaraan Bermotor 1 sistem informasi manajemen pengujian kendaraan bermotor Anggaran Komunikasi dan Informatika Kebijakan bidang komunikasi dan informatika tahun antara lain diarahkan untuk menciptakan sistem penyediaan menyeluruh, terpadu dan kompetitif serta menyahuti keinginan masyarakat terhadap telekomunikasi dan informasi, menyiapkan sarana dan prasarana telekomunikasi dan informasi, mengendalikan sistem telekomunikasi dan informasi terhadap masyarakat, serta menyusun kesepakatan kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pembangunan prasarana telekomunikasi dan informasi. Program dan kegaitan yang dilaksanakan dalam mewujudkan kebijakan tersebut adalah sebagai berikut: No. PROGRAM/KEGIATAN a Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa pembangunan 1 pembangunan tower dan pengadaan sarana komunikasi dan informasi penunjang komunikasi 2 Pelatihan SDM dalam bidang komunikasi dan informasi 3 Pelatihan SDM dalam bidang komunikasi dan informasi 4 Monitoring evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana komunikasi b Program fasilitasi peningkatan SDM bidang komunikasi dan informatika 1 Sosialisasi dan penerapan Free Open Souree Software 2 Pendataan, monitoring, dan evaluasi sarana dan Anggaran ,577, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
90 prasarana komunikasi dan informatika c Program peningkatan kualitas layanan informasi 1 peningkatan kemampuan database sistem informasi 2 Pengadaan sms gateway pengaduan masyarakat 3 Pembuatan website berbasis database Pertanahan Kepemilikan atau penguasaan lahan di Kabupaten Dharmasraya beragam dan menyangkut area yang luas. Aspek pertanahan dalam pengertian luas terkait dengan informasi status lahan oleh berbagai instansi yang berwenang mengeluarkan perijinan. Untuk itu dibutuhkan administrasi pertanahan yang andal dengan sistem informasi pertanahan yang mampu mengkoordinasikan data pertanahan lintas instansi yang mengurus aspek status lahan. Dengan sistem informasi yang baik dapat dicegah tumpang tindih status lahan dan konflik pertanahan dapat diidentifikasi dari awal. Tahun , pada urusan pertanahan telah dilaksanakan beberapa program dan kegiatan sebagai berikut: No. a b Program Program dan Penyelesaian Konflikkonflik Pertanahan 1 Fasilitasi penyelesaian konflik-konflik pertanahan 2 Peninjauan Lokasi, Pengukuran dan Penyelesaian Adm. Pertanahan 3 Penyelesaian Sengketa Tanah Milik Pemerintah Daerah Program Penataan Penguasaan Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
91 No. Program dan 1 Pencadangan tanah untuk kegiatan pembangunan (Terminal) 2 Pencadangan tanah untuk kegiatan pembangunan (DPRD) 3 Pencadangan tanah untuk kegiatan pembangunan (penerbitan peta bidang) 4 Pencadangan tanah untuk Pembangunan Broodstock Center Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan oleh 3 (tiga) Satuan Kerja Perangkat Daerah, yaitu Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kebijakan urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri meliputi peningkatan pendidikan dan kesadaran politik masyarakat, penyaringan aspirasi masyarakat tentang semua kebijakan, serta bekerjasama dengan semua pihak dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif serta menanggulangi penyakit masyarakat. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai berikut: No. Program dan a Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat 1 Penyuluhan pencegahan peredaran/penggunaan minuman keras dan narkoba 2 Operasional Tim Badan Narkotika Kabupaten (BNK) 3 Operasional tim terpadu penanganan Gangguan Keamanan dalam negeri TK. Kab. Dharmasraya. Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
92 No. b c d e Program dan 4 Koordinasi dan operasional Kominda Mediasi dan Fasilitasi Penanganan Masalah Aspek Politik, Ekonomi, Sosbud, Keamanan, Ketertiban dan HAM Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan 1 Forum Pemantapan Wawasan Kebangsaan 2 Cerdas Cermat Empat Pilar Kebangsaan 3 seminar, talk show, diskusi peningkatan wawasan kebangsaan 4 Seminar Generasi Muda Tentang Bela Negara 5 Forum Dialog Penguatan Nilai-Nilai Sejarah Kebangsaan bagi Masyarakat 6 Penyuluhan Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kecamatan Program Pendidikan Politik Masyarakat 1 Rapat Koordinasi Partai Politik 2 Pembinaan Administrasi Partai Politik 3 Koordinasi forum-forum diskusi politik 4 Bantuan operasional Parpol 5 Sosialisasi Undang- Undang Partai Politik 6 Pendataan dan Pembinaan Orgasnisasi Kemasy, Organisasi Profesi dan Lembaga swadaya masy 7 Seminar Diskusi Peningkatan Pendidikan Politik Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan lingkungan 1 Pengadaan Pakaian Linmas Nagari 2 Monitoring dan Desk Pemilukada 3 Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Bencana Alam Anggaran Pelatihan Tim SAR Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
93 No. Program dan Kabupaten Dharmasraya Anggaran Operasional Satlak-PB Selanjutnya, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja sebagai berikut: No. a b c Program dan Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Operasional Satuan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Pengendalian Kebisingan dan gangguan dari kegiatan Masyarakat Pengendalian Keamanan Lingkungan Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan (Pelatihan Dalmas), Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal Pengawasan pengendalian dan evaluasi kegiatan Polisi Pamong Praja Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat Operasi Penertiban Pekat, Perda, Keputusan Bupati, IMB dan DMJ Anggaran Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai berikut: No. a 1 b Program dan Program peningkatan dan kenyamanan lingkungan pengendalian keamanan lingkungan Program pencegahan dini Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
94 c dan penanggulangan korban bencana alam 1 Pelatihan Tim SAR Operasional Satuan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Pembentukan dan Pelatihan SATLAK PB / Satuan Reaksi Cepat (SRC) Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Di sekolah Program peningkatan kesiapsiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran Gladi posko dan gladi lapangan 20. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian Kebijakan yang ditetapkan pada urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian antara lain pembinaan kompetensi PNS berdasarkan mekanisme merit system, yaitu menerapkan azas profesionalitas, transparan, tanpa mekanisme KKN, dan tidak diskriminatif, penerapan prinsip good governance, peningkatan Kinerja Aparatur Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya, peningkatan sarana dan prasarana pendukung aparatur pemerintahan Kabupaten Dharmasraya, pengembangan situasi yang kondusif wilayah (penyelesaian tapal batas), penyediaan jasa tenaga pengelola administrasi keuangan pada masing-masing SKPD, penyusunan Laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK), penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan dan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati, serta peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah. Program dan kegiatan pada urusan ini dilaksanakan oleh beberapa SKPD, dengan rincian SKPD, program, dan kegiatan sebagai berikut: a. Sekretariat Daerah No. Program dan Anggaran 2015 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
95 No. a b c d Program dan Program Pengembangan Wilayah Perbatasan 1 Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Administrasi antar-daerah 2 Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar-daerah Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa 1 Pemberian Cendera Mata Purna Tugas Sekretaris Nagari 2 Penyusunan Pedoman Umum Pengelolaan Keuangan Nagari dan Evaluasi Pelaksanaan APB- Nagari 3 Fasilitasi dan Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang APB- Nagari dan Pedoman Umum Pengelolaan Keuangan Nagari 4 Penyusunan Draft Peraturan Daerah Tentang pengelolaan Pemerintahan Nagari 5 Monitoring Alokasi Dana Nagari (ADN) dan Pembinaan Administrasi Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur Pemerintahan Desa 1 Kompetensi Wali Nagari dan Sekretaris Nagari se-kabupaten Dharmasraya 2 Pembekalan Seknag dan Perangkat Nagari dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Nagari 3 Pembekalan Wali Nagari dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Nagari Program Penataan Daerah Otonomi Anggaran ,166, ,125, ,403, ,692, ,048, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
96 No. e f g h Program dan Baru 1 Penyempurnaan Tatalaksana dan hubungan Kerja antar-unit Kerja 2 Fasilitasi Pemekaran Jorong 3 Pembakuan Nama Rupa Bumi 4 Fasilitasi pemantapan SOTK Pemerintahan Daerah Otonomi Baru 5 Laporan Percepatan Pemberantasan Korupsi 6 Pengembangan Etika Penyelenggaraan Tata Pemerintahan Daerah Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 1 Fasilitasi dan Pembinaan Tugas Umum Pemerintahan di Kecamatan dan Penilaian Camat Teladan/Berprestasi Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Nagari 1 Pemilihan Wali Nagari 2 Rapat Teknis dan Pembinaan Penguatan Pemerintahan Nagari serta Integrasi dan Sinkronisasi Pembangunan SKPD 3 Pemberian Cendera Mata Purna Tugas Sekretaris Nagari Program Perencanaan Pembangunan Daerah 1 Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2 Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPj) 3 Fasilitasi Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN) Program Peningkatan Anggaran ,671, ,911, ,166, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
97 No. i j Program dan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah 1 Rapat Koordinasi Unsur MUSPIDA 2 Rapat Koordinasi pejabat Pemerintah Daerah 3 Rapat koordinasi Pemerintah provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se- Sumbar 4 Penerimaan Kunjungan Kerja Pejabat Negara/ Departemen/Lembag a Pemerintah Non Departemen/ Luar Negeri 5 Kunjungan Kerja/Inspeksi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah 6 Koordinasi Dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Lainnya 7 Fasilitasi Mas Media Cetak dan Elektronik 8 Dialog atau Audiensi dengan tokoh Masyarakat, Pimpinan atau Anggota Organisasi Sosial Kemasyarakatan 9 Dokumentasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 1 Monitoring dan Pelaporan Keg Fisik dan Pembangunan 2 Pemberian Stimulan Pembangunan Desa Progam Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 1 Penyusunan Analisa Standar Belanja 2 Penyusunan standar satuan harga 3 Bimbingan Teknis Bendaharawan Anggaran ,282, ,095, ,147, ,810, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
98 No. k l m n o p Program dan Barang dan Pembantu Bendahara Program Koordinasi dan Fasilitasi Potensi Daerah 1 Koordinasi Bidang Perekonomian 2 Monitoring dan Pengendalian Inflasi daerah Program Pengembangan Penanaman Modal 1 Pengawasan Barang- Barang Bersubsidi Program Kerjasama Pembangunan 1 Kerjasama Pembangunan Fasilitas Kerjasama dengan dunia usaha/lembaga Program Pengembangan Data/ Informasi 1 Pengumpulan Up- Dating dan Analisa Data Capaian Target Kinerja Program 2 operasional Aplikasi Sistem Monitoring Pembangunan- TEPPA Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1 Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 2 Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Sumber daya Alam (SDA) Sarang Walet 3 Koordinasi Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Alam Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan 1 Pembinaan Pondok Al-Qur an 2 Pemberdayaan Lembaga Didikan Subuh Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
99 Program dan No. 3 Dukungan q Penyelenggaraan MTQ dan STQ 4 Pembinaan Imam, Gharim, Khatib, Bilal, Guru Ponpes dan Guru TPQ/TPSQ Anggaran ,547,200, Fasilitasi Haji ,900 6 Lomba UKS Festival anak Saleh Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah 9 Pembinaan dan Pemberdayaan Lembaga Sosial Keagamaan di Kabupaten Dharmasraya 10 Pembinaan dan Pemberdayaan Pondok Pesantren 11 Penyediaan Beasiswa Anak dari Keluarga Tidak Mampu dan Berprestasi 12 Peningkatan Iman dan Taqwa 13 Pelatihan Mubaligh/ Da i Nagari 14 Pembinaan Kader Mubaligh dan Pengetahuan Adat untuk Para Remaja Program Pembinaan Keagamaan Masyarakat 1 Pembinaan Ulama dalam Upaya Pemberantasan Pekat Safari Ramadhan r Program Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1 Koordinasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan serta Pembinaan UKS Tingkat Kab Dharmasraya 2 Koordinasi Bidang Pendidikan 3 Koordinasi Bidang Kesehatan 4 Koordinasi Bidang Keagamaan 5 Fasilitasi Bantuan Dana Hibah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
100 No. s t u v w x y Program dan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 1 Bimbingan Teknis Legal Drafting bagi Aparatur Pemda 2 Bimbingan Teknis Analisis Jabatan 3 Workshop Penyusunan Standar Operasi-onal Prosedur (SOP) Program Penataan Peraturan Perundan-undangan 1 Koordinasi Kerjasama Permasalahan Peraturan Perundang-undangan 2 Penyusunan Rencana Kerja Rancangan Peraturan Perundangundangan 3 Fasilitas Sosialisasi Peraturan Perundangundangan 4 Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM) 5 Publikasi Peraturan Perundang-Undangan Anggaran ,942, Penyuluhan Hukum Program Mengintensifkan penanganan pengaduan masy 1 Penerapan Pakta Integritas bagi Pemangku Stakeholder Program Perencanaan Pembangunan Daerah 1 Penyusunan LAKIP Pemerintah Daerah 2 Penyusunan Dokumen Renstra 3 Penyusunan Penetapan Kinerja Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 1 Penyusunan Buku Informasi Jabatan Program Penataan dan Penyempurnaan 1 Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan Penataan Reformasi Birokrasi di Daerah Program Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
101 No. z aa Program dan Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa 1 Pembuatan Baliho/ advertising 2 Pengadaan peningkatan sarana informasi (Koran, majalah, dll) 3 Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi 4 Pengadaan Media Dharmasraya, Kalender Tahunan, Buku Agenda, Leaflet dan Brosur Photo 5 Pekan Informasi Nasional 6 Produksi Video Dokumenter dalam rangka Pemda 7 Advetorial dan Pariwara Khusus dalam rangka capaian pembangunan oleh Kepala Daerah selama 5 Tahun 8 Pengadaan Buku 5 Tahun Dharmasraya dan Buku Dharmasraya Selayang Pandang Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi 1 Jumpa Pers Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah 2 Peliputan dan Pengam-bilan Dokumentasi Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah 3 Operasional Publikasi Keliling 4 Pengadaan Bukubuku Nagari Administrasi Program Pengembangan Manajemen Pelayanan Publik 1 Peningkatan Etos Kerja Pelayanan Keprotokolan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
102 No. bb cc dd ee ff Program dan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Anggaran Pelatihan Jurnalistik Bimbingan Teknis Keprotokolan 3 Fasilitasi Penyelenggaraan Upacara Hari Besar Program Kerjasama Informasi dengan Mas Media 1 Peningkatan kemampuan database sistem informasi 2 Promosi Daerah Melalui Media Elektronik Program Kerjasama Informasi dengan Media Massa 1 Kerjasama dengan radio RRI dan radio Swasta Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 1 Monitoring Evaluasi Pengelolaan Aset Daerah 2 Peningkatan Manajemen Aset/Barang Daerah 3 Penatausahaan Aset Daerah 4 Pelaksanaan Sensus Barang Daerah Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 1 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Barang Daerah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
103 a. Sekretariat DPRD Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai salah satu SKPD pelaksana urusan otonomi daerah telah melaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut: No. a 1 2 Program dan Program Peningkatan kapasitas lembaga DPRD Pembahasan Ranperda Rapat-rapat alat kelengkapan dewan 3 reses Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD dalam Daerah Peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD Publikasi dan informasi kegiatan DPRD Fasilitasi Pembentukan Staf Ahli Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Fasilitasi penyusunan standar tunjangan perumahan dan anggota DPRD Anggaran ,160,467, ,195,396, ,013, ,750, ,781, ,859,898, ,013, ,256, b. Inspektorat Kabupaten Inspektorat Kabupaten Dharmasraya selama tahun telah melaksanakan 3 program, yaitu program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, serta program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: No. a Program dan Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Anggaran 2015 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
104 No. Program dan Prosedur Pengawasan Anggaran b c 1 2 Penyusunan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Monitoring Program dan SKPD Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Reviu Laporan Keuangan dan Kinerja Pemeriksaan Khusus di Lingkungan Pemerintah Daerah Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pemeriksaan Koordinasi Pengawasan yang lebih komprehensif Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah/ Pemeriksaan kasus. Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala/ Pemeriksaan rutin. Peningkatan Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan Peningkatan Kinerja Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan Pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan ,328,500 8,873, ,544,500 44,387, ,568,000 25,040, ,539,900 82,710, ,222,000 4,345, ,380,100 77,441, ,600,000 20,119, ,186,000 47,264, ,708, ,402, ,710, ,903, ,414, ,697, ,414, c. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Keuangan daerah terdiri dari pendapatan dan belanja daerah yang harus dikelolasecara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab serta taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Prinsip pengelolaan ini akan tercermin dari proses penyusunan anggaran daerah, struktur pendapatan dan struktur belanja daerah. Oleh sebab itu sebelum menentukan arah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
105 pengelolaan pendapatan daerah, arah pengelolaan belanja daerah dan kebijakan umum anggaran lima tahun yang akan datang, maka perkembangan struktur pendapatan dan belanja perlu dianalisis secara seksama. SKPD yang menangani bidang ini adalah Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah, dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: No. a b Program dan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Penyusunan laporan keuangan semesteran Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun Penyusunan kebijakan akuntansi pemerintah daerah Progam Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Penyusunan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Penyusunan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Retribusi Daerah. Pengelolaan Penatausahaan Keuangan Daerah Sosialisasi Perpajakan, Retribusi dan PBB Rapat Koordinasi dan Evaluasi PAD dan PBB Penatausahaan Belanja PPKD Anggaran ,561, ,855, ,714, ,935, , ,663, ,939, ,173, ,605, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
106 No Program dan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Daerah. Intensifikasi dan Ekstensifikasi PBB Pengelolaan Administrasi Keuangan Gaji PNS Pengembangan Sistem Aplikasi PAD Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD Fasilitasi Tim Penyelesaian Kerugian Daerah Penataan Ulang Objek Pajak PBB Persiapan Pengalihan PBB Menjadi Pajak Daerah Penyusunan pokok pokok pengelolaan keuangan daerah Pembuatan billboard/baliho pajak, retribusi, pendapatan lainnya dan PBB Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (Dana Penguatan Infrastruktur dan Prasarana Daerah (DPIPD) Bidang SIPKD Tahun 2010 Anggaran ,879, ,011, ,461, ,408, d. Badan Kepegawaian Daerah Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah selama tahun sebagai berikut: No. a Program dan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pendidikan dan pelatihan Prajabatan bagi calon PNS daerah Pendidikan dan pelatihan Prajabatan bagi calon PNSD K 2 Orientasi CPNS Pelamar Umum Pendidikan dan Pelatihan teknis tugas dan fungsi PNS (Diklat untuk Camat, SEKNAG, dll) Pendidikan dan Pelatihan Tekhnis Penataausahaan Barang Milik Daerah Anggaran ,845, ,050, ,536, ,467, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
107 No. b d Program dan Anggaran Penataan Sistem ,000, Administrasi Tata Naskah PNS 7 Orientasi Calon Praja ,213, IPDN Seleksi penerimaan calon PNS dan 354,493, ,129, Penyelesaian Administrasi Honor Daerah Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Penataan sistem 69,452, ,320, administrasi kenaikan pangkat otomatis PNS Pemberian 19,158, ,878, penghargaan bagi PNS yang berprestasi Proses Penanganan 25,138, ,300, Kasus-kasus pelanggaran Disiplin PNS Pemberian bantuan 205,455, ,151, tugas belajar dan ikatan dinas Pemberian bantuan 5,141, ,221, penyelenggaraan penerimaan Praja IPDN 6 Penyusunan formasi 34,425, Pelayanan SK 88,941, ,848, kenaikan pangkat pengabdian, SK pensiun Pelantikan dan Sumpah Janji PNS Pelaksanaan Baperjakat Pelaksanaan Pengiriman Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah Penyusunan Instrumen Analisis Jabatan PNS Pembangunan/ Pengembangan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian Pelayanan Pengurusan Penertiban Karpeg, Karsu/Karis, KPE, NIP dan Taspen Pemberian Uang Bantuan Sosial bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Honor Daerah/ PTT Evaluasi Kinerja Pejabat Struktural dan Fungsional Program Pendidikan Kedinasan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Diklat Kepemimpinan Tingkat II, III dan IV ,854, ,188, ,529, ,970, ,014, ,381, ,023, ,722, ,265, ,200, ,845, ,969, ,353,493, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
108 e. Badan Perizinan, Penanaman Modal, Pengadaan Barang/Jasa No. a b c d Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Perizinan, Penanaman Modal, Pengadaan Barang/Jasa tahun sebagai berikut: Program dan Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masy Pembentukan unit khusus penanganan pengaduan masyarakat. Program Peningkatan Iklim Investasi dan realisasi Investasi Pengembangan Pelayanan Perizinan dan Banchmarking Evaluasi Analisis IKM dan Fasilitas TPP Penyempurnaan Perangkat Peraturan, Kebijakan dan Pelaksanaan Operasional Perizinan Analisa dan Uji Kelayakan Perizinan Sosialisasi dan penyusunan serta penyebarluasan informasi perizinan Program Peningkatan Pelayanan Perizinan 1 Pendataan Perizinan Penyebarluasan Informasi dan Promosi Evaluasi dan revisi perangkat peraturan Penyusunan data base dan SIM perizinan Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Operasional e- procurement Anggaran ,345,500 16,047, ,058, ,990, ,257, ,470,400 83,238, ,246, ,673, Operasional LPSE ,744, Monitoring dan Evaluasi Perizinan ,913,500 46,930, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
109 Fasilitasi Pelaksanaan Tender Terpadu Peningkatan SDM Penyelenggaraan dan Penyedia Barang dan Jasa Operasional Unit Layanan Pengadaan (ULP) Penanganan Permasalahan Pengadaan Barang dan Jasa Peningkatan SDM Tim Pengelola LPSE Penguatan Teknis Aplikasi dan Jaringan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) 21. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ,188,318 22,253, ,416,100 10,011, ,365, ,803, ,000, ,891, ,487, Nagari sebagai unit terdepan dalam pengelolaan pembangunan telah memiliki kelengkapan organisasi sebagai unit pengelolaan masyarakat. Selain walinagari terdapat LPM, BAMUS, dan KAN. Nagari sebagai unit pemerintahan dan sosial ekonomi terdepan dalam tahun belakangan ini telah mendapatkan berbagai bantuan program seperti PNPM, kredit mikro nagari, kredit usaha agro pertanian, kredit usaha ekonomi, unit simpan pinjam dan lainnya. Pada tahun belakangan ini terdapat kecenderungan peningkatan peran nagari dari unit administratif menjadi unit sosial ekonomi untuk menggerakkan ekonnomi masyarakat. Sasaran kebijakan pemberdayaan masyarakat desa/nagari ditujukan pada peningkatan kemampuan pemerintah nagari, penataan administrasi, keuangan dan aset nagari, penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat, serta pelaksanaan pemberdayaan kelembagaan adat dan pengembangan kehidupan sosial budaya. Berdasarkan sasaran tersebut, maka arah kebijakan pemberdayaan masyarakat desa/nagari diarahkan pada peningkatan kemampuan pemerintah nagari, penataan administrasi, keuangan dan aset nagari, penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan adat dan pengembangan kehidupan sosial budaya. Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
110 pelaksanaan urusan pemberdayaan masyarakat dan desa adalah: No Program dan Program Peningkatan Keberdayaan Masy Perdesaan Pembinaan Adm. Proyek PNPM Mandiri Pedesaan Pembinaan Nagari Berprestasi dan Fasilitasi Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Pembinaan Kelompok Kerja KMN Bintek Pendataan dan Penyusunan profil Nagari Sosialisasi Data Profil Nagari Pembinaan dan Pemberian Honorarium Kader Posyandu Koordinasi dan pembinaan LPM Nagari Rapat Koordinasi Pembinaan dan Evaluasi Kabupaten dan Pembinaan Pokjanal Posyandu Kabupaten Dharmasraya Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Koordinasi pember-dayaan lembaga BP- SPAMS (Badan Pengelola Sistem Air Minum dan Sanitasi) serta Pembinaan KPM Program Peningkatan Partisipasi Masy Dalam Membangun Desa Koordinasi dan Pembinaan Penilaian Kerapatan Adat Nagari (KAN) Terbaik Pembinaan Kelompok Masyarakat Pengguna Anggaran ,958, ,510, ,175, ,013, ,151, ,362, ,723, ,232, ,509,300 17,175, ,475, ,095, ,210, ,697, ,694, ,266, ,819, ,993, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
111 Sosial Teknologi Tepat Guna Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT- AS) Rapat Koordinasi Lembaga- Lembaga Nagari Monitoring dan pembinaan lembagalembaga nagari Koordinasi Dewan Penyantun PKK Program Pening-katan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Pelatihan Bamus nagari dalam tata cara penyusunan peraturan nagari ,674, ,639, ,918,500 Kebijakan yang terkait dengan masalah sosial,adalah menekan kemungkinan berbagai konflik horizontal yang melibatkan multi etnik, serta meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan prilaku positif warga masyarakat tentang rasa kesetiakawanan. Selama tahun Pemerintah Kabupaten DHarmasraya telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan, yaitu: - - No. Program dan a Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya 1 Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, KAT dan PMKS lainnya. 2 Pelatihan Keterampilan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 3 Pengembangan Keluarga Binaan Sosial (KBS) Fakir Miskin 4 Fasilitasi Tim Koordinasi Pengelolaan dan Operasional Raskin. 5 Penanggulanngan Kemiskinan Perdesaan b Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Anggaran ,147, ,730, ,345,000 18,273, ,605, ,514, ,425, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
112 No. Program dan 1 Penanganan Masalahmasalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa 2 Pelatihan keterampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar termasuk anak jalanan, anak cacat, anak nakal 3 Pelayanan dan pelindungan sosial lansia 4 Pelayanan psikososial bagi PMKS di trauma centre termasuk bagi korban bencana 5 Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 6 Evakuasi Korban Bencana c Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo 1 Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Panti Asuhan/Jompo 2 Pendidikan dan Pelatihan bagi Penghuni Panti Asuhan/Jompo d Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1 Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat 2 Peningkatan Peran Aktif Masyarakat melalui Organisasi Sosial 3 Peningkatan Jejaring Kerja sama Pelaku- Pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat e f Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma 1 Pembangunan sarana dan prasarana perawatan para penyandang cacat dan trauma 1 2 Program Perlindungan dan Jaminan Sosial Jaminan Sosial untuk Penyandang Cacat dan Lanjut Usia Terlantar Jaminan Sosial Untuk Anak Yatim Anggaran ,378,200 71,851, ,325, ,903, ,157, ,122, ,915, Pemberdayaan Keluarga dan Kelembagaan Sosial Masyarakat Melalui Program Keluarga Harapan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
113 23. Kebudayaan Sasaran dan arah kebijakan pembangunan kebudayaan kabupaten Dharmasraya diarahkan pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan kebudayaan penguatan jati diri bangsa dan karakter bangsa serta pelestarian budaya, penyesuaian Kebijakan & Program Pembangunan Kebudayaan, peningkatan pengembangan seni dan budaya, serta pemeliharaan koleksi sejarah yang ada. Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun adalah: No. Program dan Anggaran 2015 a 1 b c 1 2 Program Pengembangan Nilai Budaya Pelestarian dan aktualisasi adat Budaya daerah Program Pengelolaan kekayaan Budaya Pengelolaan dan pengembangan pelestarian peninggalan sejarah purbakala museum dan peninggalan bawah air Pembangunan dan Pelestarian Fisik Peninggalan Kekayaan Budaya Lokal Daerah Pengadaan Pakaian dan Alat Kesenian Tradisional Program pengelolaan keragaman budaya Fasilitasi penyelenggaraan festival budaya daerah Pengembangan Kesenian Dan Kebudayaan Daerah (Festival Dharmasraya) 25,951, ,020, ,678, ,071, ,877, ,101, ,070, Statistik Penyelenggaraan urusan statistik tahun dilaksanakan melalui program pengembangan data/informasi, yang menghasilkan data statistik daerah seperti buku kabupaten dalam angka dan buku Produk Domestik Regional Bruto. -kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: No. Program dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
114 a Program Pengembangan Data/ Informasi 1 2 Penyusunan Profil 5 Tahun Dharmasraya. Penyusunan dan Pengolahan Data Statistik Daerah ,483, Perhitungan Nilai Tukar Petani Penyusunana Data/ Informasi ,458, Perencanaan Pembangunan Ekonomi 5 Penyusunan Profil Kabupaten Dharmasraya ,221,000-6 Penyusunan Renstra SAD ,025, Kearsipan Sasaran dan arah kebijakan urusan perpustakaan adalah untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai sebagai media penyelamatan dan pelestarian arsip daerah, meningkatkan mutu pelayanan system informasi kearsipan dilingkungan pemerintah maupun swasta/ masyarakat, dan meningkatkan koordinasi antar instansi/dinas terkait dalam pengelolaan dan penyelamatan arsip daerah. Program dan kegiatan yang dilaksanakan tahun pada urusan kearsipan adalah: No. a 1 b 1 Program dan Program perbaikan sistem administrasi kearsipan Kajian sistem administrasi kearsipan. Program penyelamatan dan pelestarian arsip daerah Pendataan, penataan dokumen/arsip Anggaran ,773, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
115 No. Program dan daerah Anggaran Penduplikatan dokumen/arsip daerah dalam bentuk informatika Penelusuran sejarah Sosialisasi Kearsipan di Lingkungan Instansi Pemerintah / Swasta ,277,500 7,450, ,212,000-18,138,500 13,472, ,495, Perpustakaan Kebijakan bidang perpustakaan diarahkan pada peningkatan minat baca generasi muda dan anak sekolah, penambahan fasilitas penunjang kepustakaan, dan perbaikan fungsi koordinasi antar lembaga untuk mendorong kemajuan melalui pustaka. Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: No. a Program dan Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Pengembangan minat dan budaya baca Pemasyarakatan minat dan kebiasaan membaca untuk mendorong terwujudnya masyarakat pembelajar Supervisi, pembinaan, dan stimulasi pada perpustakaan umum, khusus, sekolah, dan nagari Publikasi dan sosialisasi minat dan baca Penyediaan bahan budaya pustaka perpustakaan Anggaran ,491, ,677,000 50,954, ,507,350 72,285, ,490, ,452, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
116 umum daerah Indikator kinerja urusan Perpustakaan antara lain adalah menunjukkan koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah dan rasio pengunjung perpustakaan. Capaian kinerja indikator tersebut sebagai berikut: No. 1 Indikator Kinerja Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah Capaian 20,41% 21% 23,98% 23,98% 31,47% 2 Pengunjung perpustakaan 33,33% 36,0% 38,22% 41,50% 42,58% B. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN Urusan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh Daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki Daerah. Urusan pilihan terdiri dari urusan kelautan dan perikanan, urusan pertanian, urusan kehutanan, urusan energi dan sumberdaya mineral, urusan pariwisata, urusan industri, urusan perdagangan, dan urusan ketransmigrasian. 1. Kelautan dan Perikanan Kebijakan pembangunan perikanan diarahkan kepada pelaksanaan pengembangan perikanan budidaya, yaitu produksi budidaya untuk memenuhi kebutuhan daerah, peningkatan daya saing produksi perikanan dengan mengembangkan pengolahan, perbaikan mutu hasil perikanan, penguatan pasar, serta membuka peluang investasi, pengembangan sumberdaya manusia perikanan. Untuk mencapai hal tersebut, pada tahun telah dilaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut: No. a Program dan Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1 Pengembangan Bibit Ikan Unggul Anggaran ,770,557, ,718, ,298, Pembinaan dan 1,852,002, ,176,100 1,440,826, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
117 No. b c d Program dan Pengembangan Perikanan 3 Pembinaan dan Pengembangan Perikanan (Lanjutan DAK 2011) Program Pengembangan Kawasan Budidaya laut, Air Payau dan Air Tawar 1 Pengembangan Kawasan Perikanan (Patin) 2 Pengembangan Kawasan Minakera 3 Pengembangan Kawasan Minapolitan 4 Pengembangan Kawasan Minapolitan (operasional alat berat) 5 Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) 6 Bantuan Induk Ikan UPR Program pemberdayaan Masyarakat dalam Pengawasan dan pengendalian Sumberdaya Kelautan 1 Optimalisasi pengelolaan perairan umum 2 Optimalisasi pengawasan dan pengendalian perairan umum Program Optimalisasi pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 1 Opimalisasi Pengolahan Hasil Perikanan 2 Optimalisasi Pemasaran Hasil Perikanan ,583, ,192, ,404, Anggaran ,269,693 1,319,932, ,883, ,988, ,333,000 42,215, ,071, ,112, ,755, ,226, ,563, Produksi ikan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 produksi ikan sebanyak 1.523,62 ton, pada tahun 2011 meningkat 5.354,9 ton, pada tahun 2012 sebanyak ,2 ton, pada tahun 2013 sebanyak ton, dan pada tahun 2014 mencapai ton. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
118 2. Pertanian Urusan pertanian dilaksanakan oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah, yaitu Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Dinas Peternakan dan Perikanan. Secara spesifik sasaran pembangunan pertanian yang ingin dicapai pada pada masing-masing sub sektor adalah : a. Pembangunan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura Meningkatnya pengembangan komoditi melalui revitalisasi perbenihan komoditi pangan. Peningkatan produksi berbagai komoditi utama dibanding periode sebelumnya dengan memperhatikan kenaikan pertahunnya. b. Pembangunan perkebunan Peningkatan jumlah areal perkebunan dari masing-masing komiditi, terutama komoditi terbesar yaitu kelapa sawit dan karet Peningkatan jumlah produksi dan produktivitas komoditas perkebunan Peningkatan pendapatan petani perkebunan c. Pembangunan peternakan. Sasaran pembangunan peternakan adalah peningkatan produktivitas peternakan yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah populasi dan produksi komoditas perternakan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura selama tahun sebagai berikut: a No. Program dan Program peningkatan mutu dan Anggaran 2015 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
119 b c No. Program dan keamanan pangan (DAK) 1 Pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) 2 Pembangunan Embung Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan 1 Pendataan Ubinan statistik pertanian 2 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Tanaman Pangan 3 Musrenbang Tanaman Pangan 4 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan secara Berkelanjutan 5 Peningkatan Produksi tanaman pangan melalui peningkatan kualitas pelayanan jaringan irigasi Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Petani/ Perkebunan) 1 Peningkatan mutu dan keamanan pangan (DAK) 2 Peningkatan mutu dan keamanan pangan 3 Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan (Dampingan Pengelolan Air Irigasi Untuk Pertanian) 4 Pengembangan Cadangan Pangan Daerah (Dampingan Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian) 5 Pemanfaatan Pekarangan untuk pengembangan Tanaman Pangan 6 Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Luncuran (DAK 2013) 7 Peningkatan mutu dan keamanan pangan (Dampingan PSP) 8 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Padi Non Hibrida 9 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Kedelai 10 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Jagung Hibrida 11 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Padi lahan kering/gogo 12 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Anggaran ,258, ,725, ,156,822, ,517,900 22,705, ,000 1,450, , Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
120 d e f g No. Program dan Perkebunan Promosi atas hasil produksi pertanian (Penas Tani) 1 Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Pengadaan Sarana dan Prasarana teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna Pola Partisipatif 1 Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna (Dana Propinsi) 2 Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Penyediaan sarana produksi pertanian 1 Pembinaan dan Koordinasi Antisipasi Serangan OPT 2 Pengembangan Jamur Tiram 3 Pengawasan Peredaran Pupuk dan Pestisida 4 Program Pengembangan Agribisnis pertanian Pengembangan Agribisnis Hortikultura 1 Lapangan Agribisnis Cabe 2 Pengembangan Pupuk Organik 3 Pendampingan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Anggaran ,725, ,103, ,800,000 53,411, Program dan kegiatan urusan pertanian yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan selama tahun sebagai berikut: No. a Program dan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Penyuluhan dan pendampingan petani Anggaran ,905,000 47,608, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
121 No. Program dan pelaku agribisnis (pengendali OPT) 2 Penyuluhan dan pendampingan petani pelaku agribisnis (gerakan masal dan pelatihan pemangkasan kakao) 3 Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis (Pendampingan Program GPP) 4 Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani 5 Pengawalan revitalisasi perkebunan 6 Peningkatan Kesejahteraan Petani 7 Pengawalan Pasar Lelang Karet b Program peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ perkebunan 1 Pembangunan pusatpusat penampungan produksi hasil pertanian/perkebunan masyarakat yang akan dipasarkan 2 Pembangunan Sarana dan Prasarana Pasar Prod. Hsl Perkebunan c Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan 1 Pemeliharaan rutin/ berkala sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan 2 Pemeliharaan rutin/ berkala sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna (Pendamping PLA) 3 Pembangunan dan pengadaan alat-alat Laboratarium perkebunan 4 Operasional pengelolaan Laboratarium Tanah dan Daun 5 Fasilitasi kerjasama hasil produksi perkebunan d Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 1 Pemeliharaan rutin sarana dan pra-sarana (demplot karet) 2 Pemeliharaan rutin sarana dan pra-sarana (demplot kakao) 3 Penyediaan sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan (DAK) 4 Penyedian saran produksi pertanian/ perkebunan (operasional DAK) 5 Penyediaan sarana produksi Pertanian/ Anggaran ,402,000 60,116, ,777,000 1,320, ,220, ,241, ,951, ,417, ,393, ,731, ,780, ,265,428, ,011, ,547, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
122 No. Program dan Perkebunan (biji Karet bermutu seluas 10 Ha) 6 Pembinaan dan monitoring kebun biji karet blok penghasil tinggi/ BPT (Biji Karet Bermutu) 7 Pengembangan bibit unggul pertanian/perkebunan (pemeliharaan lanjutan bibit kelapa sawit 2009) 8 Pengembangan bibit unggul pertanian/ perkebunan (pemeliharan lanjutan bibit kelapa sawit tahun 2008) 9 Pengembangan bibit unggul pertanian/ perkebunan (pemeliharaan kebun entres) 10 Peningkatan Produksi pertanian/ perkebunan (pendamping Ditjenbun) 11 Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan (Pendamping PSP) 12 Peningkatan produksi pertanian/ perkebunan (peme-liharaan kebun induk kakao seluas 5 Ha) 13 Sosialisasi bahan olah karet Rakyat bersih 14 Pemeliharaan Demplot Karet 15 Pemeliharaan kebun entres karet 16 Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan 17 Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan (Operasional DAK 2011) 18 Pendampingan kegiatan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen P2HP) 19 Pengadaan bibit sawit siap salur 20 Pengadaan bibit karet siap salur 21 Penyediaan sarana dan prasarana produksi perkebunan (pendamping P2HP) 22 Peningkatan produksi pertanian/perkebunan (pendamping PLA) 23 Pembuatan UPTD Perbenihan (DAK Pertanian) 24 Pendukung DAK UPTD Perbenihan Anggaran ,976, ,553, ,784,000 35,339, ,450,500 28,814, ,000,000 52,132, ,860,000 1,678,006, ,433, ,174, Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan selama tahun sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
123 Program dan No. a Program Pengembangan Agribisnis Peternakan 1 Pembangunan kawasan integrasi peternakan b Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Peningkatan kemampuan lembaga tani (Penas Tani) 2 Pengembangan Investasi Peternakan Daerah c Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 1 Pengawasan Perdagangan Ternak Antar Daerah 2 Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak. 3 Pembangunan dan Operasional Puskeswan 4 Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan d Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 1 Intensifikasi Pelaksanaan Inseminasi Buatan dan Transfer Embrio 2 Pelatihan Peningkatan Produksi Ternak Besar, Unggas dan Ikan 3 Peningkatan Kesehatan Masy Veteriner (KESMAVET) 4 Pengembangan Pembibitan Ternak 5 Budidaya Ternak Sapi 6 Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis e Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 1 Pembangunan sarana dan prasarana pasar produksi hasil peternakan 2 Pengolahan Informasi permintaan pasar atas hasil produksi peternakan masyarakat 3 Promosi atas hasil produksi peternakan dan perikanan. 4 Pelayanan dan Pengendalian Pasar dan Pemasaran Produksi Peternakan Anggaran ,995, ,264, ,492, ,282, ,734,883 93,024, ,521, ,487, ,512, ,646,970 36,657, ,374,000 67,749, ,949, ,168, ,276, ,820, ,051, Indikator kinerja urusan pertanian meliputi produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar serta kontribusi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
124 sektor pertanian terhadap PDRB. Selama tahun , capaian kinerja tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: No. Indikator Kinerja 1 Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar (Ton/Ha) 2 Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB 4,05 4,25 4,29 4,9 5,1 5,95% 33,26% 33,69% 33,75% 33,84% 3. Kehutanan Arah kebijakan pembangunan bidang sumberdaya alam tahun di kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut : - Perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan; - Pengelolaan terpadu sumberdaya hutan untuk kelangsungan daya dukung DAS; - Peningkatan capacity building pemerintah dalam pengawasan dan pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam; - Pengelolaan hutan berbasis kemasyarakatan (community based forest management) Berdasarkan arah kebijakan pembangunan bidang sumber daya alam, maka sasaran pelaksanaan pembangunan sektor kehutanan meliputi peningkatan pengelolaan kawasan hutan dan pencegahan alih fungsi hutan menjadi kawasan non kehutanan, peningkatan pengelolaan terpadu sumberdaya hutan untuk kelangsungan daya dukung DAS, peningkatan kebijakan dan pengawasan pemanfaatan sumber daya hutan, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada urusan Kehutanan selama tahun sebagai berikut: No. Program dan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
125 a b c Program Pemanfaatan potensi Sumber daya hutan 1 Pengembangan, pengujian, dan pengendalian peredaran hasil hutan 2 Inventarisasi potensi dan pemetaan kayu rakyat/hutan rakyat 3 Pengelolaan sarang burung wallet 4 Pengendalian dan Pengawasan Hasil Hutan pada IUPHHK 5 Inventarisasi Penggunaan Kawasan Hutan 6 Pengelolaan dan Pengendalian Hasil Hutan Bukan Kayu 7 Pengendalian dan pengawasan industri pengolahan kayu lanjutan (IPKL) dan izin penenaman kayu terdaftar (IPKT) Program Perlindungan dan Konversi Sumber daya Hutan 1 Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan 2 Penyuluhan kesadaran masyarakat mengenai dampak perusakan hutan 3 Patroli Pengamanan Hutan dan Kawasan Hutan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan 1 One Billion Indonesia Tree (OBIT) 2 Penyusunan Rencana Pengelolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan 3 Penyusunan Rancangan dan Pembuatan DAM Pengendali 4 Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan 5 Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengamanan Hutan 6 Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengamanan dan Penyuluhan Kehutanan ,919,200 82,476, ,870,000 10,020, ,335,000 6,416, ,975,000 5,170, ,962, ,298,000 10,875, ,193,000 13,505, ,767,750 68,464, ,495,000 68,668, ,425, ,460, ,558, ,000, ,090, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
126 No. Program dan Anggaran Pendukung DAK 13,175,000 47,429, Penyusunan Rencana dan Pembuatan Hutan Tanaman Rakyat 9 Penyusunan Rancangan dan Pembuatan Unit Percontohan Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UP-UPSA) 10 Penyusunan Rancangan dan Pembuatan Tanaman Turus Jalan 11 Penyusunan Rancangan Teknis dan Pembuatan Sumur Resapan 12 Pembuatan Sumur Resapan 13 Penyusunan Rancangan Teknis dan Pembuatan Embung 14 Reboisasi Kawasan Hutan Wilayah KPH (DAK dan Pendamping DAK Kehutanan) 15 Operasional KPHP 16 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendukung Operasional KPHP 17 Pembuatan UP UPSA (DAK 2014) 18 Pembuatan Tanaman Turus Jalan (DAK Kehutanan 2014) 19 Pembuatan Embung (DAK Kehutanan Tahun 2014) 20 Penghijauan di sepanjang DAS dan SUB DAS Batang Hari ,739, ,018, ,950, ,993, ,033, ,935, ,948, ,054, Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran pelaksanaan pembangunan bidang energi dan sumberdaya mineral adalah tertata dan terlaksananya kebijakan pengelolaan tambang yang berwawasan lingkungan, meningkatnya pengawasan kegiatan pengelolaan penambangan mineral illegal di kawasan hutan lindung, serta terlaksananya kebijakan pembangunan jaringan listrik di berbagai pedesaan yang terisolir. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
127 Mengacu pada hasil telaah pada existing condition pada bidang sumber daya alam tambang dan energi serta sasaran, maka arah kebijakan pembangunan bidang sumberdaya alam tambang dan energi tahun di kabupaten Dharmasraya adalah penataan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan tambang yang berwawasan lingkungan, pengawasan kegiatan pengelolaan penambangan mineral di kawasan hutan lindung, dan pembangunan jaringan listrik di jorong/nagari yang tidak terjangkau. Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahun adalah: a No. Program dan Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan Anggaran Bimbingan teknis usaha pertambangan 2 Evaluasi dan monitoring realisasi iuran tetap/landrent/ iuran produksi/royalti 3 Monitoring dan pengendalian kegiatan penambangan mineral, batubara, dan batuan (Sirtukil) 4 Pengawasan dan penertiban kegiatan pertambangan rakyat 5 Monitoring dan ,787,100 26,340, pengawasan produksi dan penjualan Batubara dan batuan lainnya 6 Monitoring dan ,757,500 13,731, Pengawasan Teknis K3 dan Lingkungan Pertambangan Batubara, Mineral dan Batuan Lainnya 7 Pemantauan dan ,908,000 13,734, Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) 8 Fasilitasi dan evaluasi - - 1,325,000 8,867, kelayakan penertiban izin usaha pertambangan dan izin pertambangan rakyat serta izin kegiatan penunjang usaha pertambangan 9 onitoring, evaluasi ,906, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
128 b No. Program dan dan rekonsiliasi PNBP sektor pertambangan Program pembinaan dan pengembangan ketenagalistrikan Anggaran Perluasan cakupan ,503, ,412, kelistrikan 2 Pengadaan dan pemasangan lampu jalan 3 Monitoring dan evaluasi PLTS 4 Pengawasan, ,270, ,411, pemeliharaan dan perawatan PJU 5 Pengawasan dan evaluasi operasional IUKS 6 Pengawasan dan ,772,500 14,396, evaluasi pendistribusian BBM, LPG dan pelumas 7 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) 8 Monitoring dan evaluasi operasi ketenagalistrikan ,880,000 11,525, Pembayaran Rekening Listrik PJU Sosialisasi MIGAS ,038, c Program Pemetaan Wilayah Pertambangan 1 penyusunan peta potansi kawasan pertambangan 2 Pembinaan dan ,793,600 21,933, pengawasan explorasi mineral logam dan batubara d Program pemetaan dan inventarisasi geologi dan SDM 1 inventarisasi potensi air bawah tanah 2 Inventarisasi pemakaian air bawah tanah 3 Pemetaan wilayah pertambangan 4 Pengawasan ,639,000 17,096, pemakaian air bawah tanah 5 Inventarisasi dan - - 6,155,000 12,413, evaluasi potensi sumberdaya mineral logam 6 Evaluasi pemetaan ,732, Wilayah perlindungan serta konservasi Air Bawah Tanah 7 Sosialisasi Perizinan ,884, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
129 No. Program dan Pajak Air Bawah Tanah 8 Pemetaan Hidrogeologi Anggaran Adapun capaian kinerja urusan energi dan sumberdaya mineral dapat digambarkan sebagai berikut: No. Indikator Kinerja 1 Pertambangan tanpa ijin 6,67% 6,67% 6,67% 10,00% 10,00% 2 Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB 5,17% 5,69% 6,31% 6,34% 6,36% 5. Pariwisata Kebijakan pembangunan bidang Kepariwisataan Kabupaten Dharmasraya dalam periode antara lain adalah terciptanya keunikan produk dan tujuan wisata, terciptanya produk wisata berbasis budaya, tersedianya sarana dan prasarana pendukung aktifitas wisata, serta terwujudnya masyarakat sadar wisata terutama di sekitar objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat. Program pendukung urusan ini adalah: No. a b Program Program dan Pengembangan Pemasaran Pariwisata 1 Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata 2 Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara 3 Pemilihan uda uni dan dukungan event kepariwisataan Program Pengembangan Kemitraan 1 Pengembangan sumberdaya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata 2 Dukungan Event Buru Babi se-sumatera Anggaran ,828, ,709, ,797, ,913, ,394, ,000, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
130 No. Barat Program dan 3 Dukungan Event Off Road Dharmasraya 4 Dukungan Event Reog dan Kuda Kepang (Sumbar, Riau, Jambi) 5 Dukungan Event Adventure Motor Bike Dharmasraya Anggaran ,939, ,834, ,164, c 6 Dukungan Event Pacu Jalur Pulai 7 Dukungan Event Tour d' Singkarak 8 Penyediaan sarana dan prasarana promosi pariwisata Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 1 Rencana Pembangunan dan pengembangan potensi objek wisata (RIPPOW) 2 Pengembangan objek pariwisata unggulan 3 Penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata ,830, ,488, ,000, ,000, Industri Sasaran yang hendak dicapai dalam pembangunan industri pengolahan ke depan adalah sebagai berikut: - Meningkatkan nilai tambah produk industri pengolahan penerapan teknologi tepat guna yang bersifat massive diusahakan oleh ekonomi rumah tangga. - Mengembangkan permintaan internal wilayah (derived demand) bagi produk industri pengolahan rumahtangga oleh pelaku usaha industri besar, dengan saling keterkaitan input dan output. - Mengembangkan produk barang industri unggulan atau barang setengah jadi atau barang jadi dengan basis keterkaitan inputouput dan keterkaitan pasar di dalam wilayah yang tinggi terutama barang-barang kebutuhan rumahtangga. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
131 - Mengembangkan kelembagaan riset dan pengembangan produk industri unggulan yang berdaya saing tinggi. Selama tahun , Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah melaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut: No. a b Program dan program pengembangan peningkatan kapasitas IPTEK sistem produksi 1 Penguatan kemampuan industri berbasis teknologi ikan asap 2 Pelatihan praktik pengolahan pangan berbasis coklat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1 Fasilitasi Kerjasama Kemitraan IKM dan Swasta 2 Penyusunan Database IKM dan Besar 3 Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri Kerajinan 4 Bimbingan Pelatihan dan Permodalan Bagi Keluarga Miskin dan IKM 5 Fasilitasi dan Pelatihan Dasar Bagi Pengrajin Batik Tanah Liat 6 Fasilitasi dan Pelatihan Lanjutan Bagi Pengrajin Batik Tanah Liat 7 Pembiaan dan operasional dewan kerajinan nasional daerah Anggaran ,676,000 44,960, ,673, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
132 c d e (Dekranasda) Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial 1 Penyediaan sarana informasi yang dapat diakses masyarakat 2 Pelatihan dan Pembinaan Industri hasil Kerajinan Cendra mata 3 Pelatihan Operator Mesin Bagi IKM Logam Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 1 Pengolahan Industri Makanan Yang Berbahan Baku Ikan Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 1 Pelatihan Pengembangan Kemasan (Packing Produk) ,512, ,218, Perdagangan Kebijakan pembangunan sektor perdagangan diarahkan pada pengembangan daya saing perdagangan dengan meningkatkan efisiensi perdagangan, terutama upaya untuk menekan profit seeking dan direct unproductive profit seeking (DUP) yang membuat biayabiaya transaksi (transaction cost) menjadi tinggi, menghasilkan komoditi perdagangan yang lebih bersifat knowledge based product dengan mengembangkan lembaga R&D pada setiap usaha perdagangan, sehingga setiap komoditi perdagangan yang ada memiliki keunggulan komparatif di bandingkan dengan wilayah lain, merancang dan menciptakan kewirausahaan yang handal dalam menghadapi persaingan perdagangan secara global, dengan pemberian fasilitas kepada pelaku perdagangan. Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun adalah: No. Program dan Anggaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
133 2015 a Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan 1 Pengawasan Distribusi ,502, Pupuk Bersubsidi dan Pembinaan Distributor/ Pengecer Pupuk 2 Peningkatan ,621,500 18,247, pengawasan peredaran barang dan jasa 3 Peningkatan pengawasan barang kadaluarsa b Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 1 Masterplan pasar serikat dan nagari 2 Operasi pasar dan pasar murah Pengembangan dan Peningkatan Pasar Nagari dan Serikat (pendamping DAK) ,247,186,000 2,255,032, Partisipasi Pameran ,735, ,522, Produk Daerah 5 Pemantauan dan ,108,500 3,749, Pengendalian Sembako dan Barang Strategis Lainnya 6 Pembangunan Pasar ,990, Baru (Dana Bantuan bersifat khusus dari Provinsi) 7 Peyempurnaan 11,266, perangkat peraturan, kebijakan dan pelaksanaan operasional 8 Perencanaan pasar Pemantauan dan pelaporan Data Informasi Sarana Distribusi Perdagangan c Program Pembinaan Pedagang Kakilima dan Asonga 1 Penertiban, pembinaan, dan pendataan pedagang kakilima Ketransmigrasian Pada tahun , penyelenggaraan urusan ketransmigrasian dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, melalui program pengembangan wilayah transmigrasi. -kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: No. Program dan Anggaran 2015 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
134 No. a Program dan Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 1 Penyediaan dan Pengelolaan Prasarana dan Sarana Sosial dan Ekonomi di Kawasan Transmigrasi 2 Pembinaan Masyarakat Transmigrasi 3 Peningkatan Kerja sama antar Wilayah antar Pelaku dan Sektor dalam rangka Pengembangan Wilayah Transmigrasi 4 Pembangunan dan Pengembangan KTM Anggaran ,712, ,196, ,720,500 53,994, ,863,000 23,877, ,869, ,000 - Selama tahun tidak terdapat penempatan transmigrasi di Kabupaten Dharmasraya. yang dilakukan adalah penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi, dan pembinaan masyarakat transmigrasi pada lokasi Padang Hilalang Kecamatan Sembilan Koto. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
135 C. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN Urusan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh Daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki Daerah. Urusan pilihan terdiri dari urusan kelautan dan perikanan, urusan pertanian, urusan kehutanan, urusan energi dan sumberdaya mineral, urusan pariwisata, urusan industri, urusan perdagangan, dan urusan ketransmigrasian. 9. Kelautan dan Perikanan Kebijakan pembangunan perikanan diarahkan kepada pelaksanaan pengembangan perikanan budidaya, yaitu produksi budidaya untuk memenuhi kebutuhan daerah, peningkatan daya saing produksi perikanan dengan mengembangkan pengolahan, perbaikan mutu hasil perikanan, penguatan pasar, serta membuka peluang investasi, pengembangan sumberdaya manusia perikanan. Untuk mencapai hal tersebut, pada tahun telah dilaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut: No. a b Program dan Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1 Pengembangan Bibit Ikan Unggul 2 Pembinaan dan Pengembangan Perikanan 3 Pembinaan dan Pengembangan Perikanan (Lanjutan DAK 2011) Program Pengembangan Kawasan Budidaya laut, Air Payau dan Air Tawar 1 Pengembangan Kawasan Perikanan 1,770,557, ,718, ,298, ,852,002, ,176,100 1,440,826, ,583, ,192, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
136 No. c d (Patin) Program dan 2 Pengembangan Kawasan Minakera 3 Pengembangan Kawasan Minapolitan 4 Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) 5 Bantuan Induk Ikan UPR Program pemberdayaan Masyarakat dalam Pengawasan dan pengendalian Sumberdaya Kelautan 1 Optimalisasi pengelolaan perairan umum 2 Optimalisasi pengawasan dan pengendalian perairan umum Program Optimalisasi pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 1 Opimalisasi Pengolahan Hasil Perikanan 2 Optimalisasi Pemasaran Hasil Perikanan 295,404, ,269,693 1,319,932, ,883, ,988, ,333,000 42,215, ,071, ,112, ,755, ,226, ,563, Pertanian Urusan pertanian dilaksanakan oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah, yaitu Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan. Secara spesifik sasaran pembangunan pertanian yang ingin dicapai pada pada masing-masing sub sektor adalah : d. Pembangunan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
137 Meningkatnya pengembangan komoditi melalui revitalisasi perbenihan komoditi pangan. Peningkatan produksi berbagai komoditi utama dibanding periode sebelumnya dengan memperhatikan kenaikan pertahunnya. e. Pembangunan perkebunan Peningkatan jumlah areal perkebunan dari masing-masing komiditi, terutama komoditi terbesar yaitu kelapa sawit dan karet Peningkatan jumlah produksi dan produktivitas komoditas perkebunan Peningkatan pendapatan petani perkebunan f. Pembangunan peternakan. Sasaran pembangunan peternakan adalapeningkatan produktivitas peternakan yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah populasi dan produksi komoditas perternakan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura selama tahun sebagai berikut: No. a b Program dan Program peningkatan mutu dan keamanan pangan (DAK) 1 Pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) 2 Pembangunan Embung Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan 1 Pendataan Ubinan statistik pertanian 2 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Tanaman Pangan 3 Musrenbang Tanaman Pangan 4 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan secara ,258, ,725, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
138 No. c d e Program dan Berkelanjutan 5 Peningkatan Produksi tanaman pangan melalui peningkatan kualitas pelayanan jaringan irigasi Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Petani/ Perkebunan) 1 Peningkatan mutu dan keamanan pangan (DAK) 2 Peningkatan mutu dan keamanan pangan 3 Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan 4 Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan (Dampingan Pengelolan Air Irigasi Untuk Pertanian) 5 Pengembangan Cadangan Pangan Daerah (Dampingan Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian) 6 Pemanfaatan Pekarangan untuk pengembangan Tanaman Pangan 7 Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Luncuran (DAK 2013) 8 Peningkatan mutu dan keamanan pangan (Dampingan PSP) 9 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Padi Non Hibrida 10 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Kedelai 11 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Jagung Hibrida 12 Pengembangan Tanaman Pangan SLPTT Padi lahan kering/gogo Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan 1 Promosi atas hasil produksi pertanian (Penas Tani) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan ,156,822, ,517, ,705, , ,450, , Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
139 f No. g Program dan 1 Pengadaan Sarana dan Prasarana teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna Pola Partisipatif 2 Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna (Dana Propinsi) Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 1 Penyediaan sarana produksi pertanian 2 Pembinaan dan Koordinasi Antisipasi Serangan OPT 3 Pengembangan Jamur Tiram 4 Pengawasan Peredaran Pupuk dan Pestisida Program Pengembangan Agribisnis pertanian 1 Pengembangan Agribisnis Hortikultura 2 Lapangan Agribisnis Cabe 3 Pengembangan Pupuk Organik ,725, ,103, ,800, ,411, Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan selama tahun sebagai berikut: No. a Program dan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Penyuluhan dan ,905,000 47,608, pendampingan petani pelaku agribisnis (pengendali OPT) 2 Penyuluhan dan pendampingan petani pelaku agribisnis (gerakan masal dan pelatihan pemangkasan kakao) 3 Peningkatan ,402,000 60,116,000 - Kemampuan Lembaga Petani 4 Pengawalan ,777,000 1,320,000 - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
140 No. Program dan revitalisasi perkebunan 5 Peningkatan ,220, Kesejahteraan Petani 6 Pengawalan Pasar Lelang Karet b Program peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ perkebunan 1 pembangunan pusatpusat penampungan produksi hasil pertanian/perkebuna n masyarakat yang akan dipasarkan 2 Pembangunan Sarana dan Prasarana Pasar Prod. Hsl Perkebunan ,241, ,951, c Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan 1 Pemeliharaan rutin/ ,417, berkala sarana dan prasarana teknologi pertanian/ perkebunan 2 Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna (Pendamping PLA) 3 Pembangunan dan pengadaan alat-alat Laboratarium perkebunan 4 Operasional ,393, ,731, pengelolaan Laboratarium Tanah dan Daun 5 Fasilitasi kerjasama hasil produksi perkebunan ,780, d Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 1 Pemeliharaan rutin sarana dan prasarana (demplot karet) 2 Pemeliharaan rutin sarana dan prasarana (demplot kakao) Penyediaan sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan (DAK) ,265,428, Penyedian saran ,011, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
141 No. Program dan produksi pertanian/ perkebunan (operasional DAK) 5 Penyediaan sarana produksi Pertanian/ Perkebunan (biji Karet bermutu seluas 10 Ha) 6 Pembinaan dan monitoring kebun biji karet blok penghasil tinggi/ BPT (Biji Karet Bermutu) 7 Pengembangan bibit unggul pertanian/perkebuna n (pemeliharaan lanjutan bibit kelapa sawit 2009) 8 Pengembangan bibit unggul pertanian/ perkebunan (pemeliharan lanjutan bibit kelapa sawit tahun 2008) 9 Pengembangan bibit unggul pertanian/ perkebunan (pemeliharaan kebun entres) 10 Peningkatan Produksi pertanian/ perkebunan (pendamping Ditjenbun) 11 Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan (Pendamping PSP) 12 Peningkatan produksi pertanian/ perkebunan (pemeliharaan kebun induk kakao seluas 5 Ha) 13 Sosialisasi bahan olah karet Rakyat bersih 14 Pemeliharaan Demplot Karet 15 Pemeliharaan kebun entres karet 16 Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan 17 Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan (Operasional DAK 2011) 18 Pendampingan kegiatan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen P2HP) 19 Pengadaan bibit sawit siap salur 20 Penyediaan sarana dan prasarana produksi perkebunan (pendamping P2HP) ,547, ,976, ,553, ,784,000 35,339, ,450,500 28,814, ,000, ,132, ,678,006, ,860, ,433, ,174, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
142 No. Program dan 21 Peningkatan produksi pertanian/perkebuna n (pendamping PLA) Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan selama tahun sebagai berikut: Program dan No. a Program Pengembangan Agribisnis Peternakan 1 Pembangunan kawasan integrasi peternakan b Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Peningkatan kemampuan lembaga tani (Penas Tani) 2 Pengembangan Investasi Peternakan Daerah c Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 1 Pengawasan Perdagangan Ternak Antar Daerah 2 Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak. 3 Pembangunan dan Operasional Puskeswan 4 Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan d Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 1 Intensifikasi Pelaksanaan Inseminasi Buatan dan Transfer Embrio 2 Pelatihan Peningkatan Produksi Ternak Besar,Unggas dan Ikan 3 Peningkatan Kesehatan Masy Veteriner (KESMAVET) 4 Pengembangan Pembibitan Ternak ,995, ,264, ,492, ,282, ,734,883 93,024, ,521, ,487, ,512, ,646,970 36,657, ,374,000 67,749, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
143 Program dan No. e Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 1 Pembangunan sarana dan prasarana pasar produksi hasil peternakan 2 Pengolahan Informasi permintaan pasar atas hasil produksi petrnakan masyarakat 3 Promosi atas hasil produksi peternakan dan perikanan. 4 Pelayanan dan Pengendalian Pasar dan Pemasaran Produksi Peternakan ,949, ,168, ,276, ,820, ,051, Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan selama tahun sebagai berikut: No. a Program dan Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/ Perkebunan Lapangan 1 Penyusunan Programa dan Training penyuluhan 2 Revitalisasi dan Fasilitasi KTNA 3 Pengadaan Sarana Prasarana Penyuluhan Pertanian 4 Pembangunan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) 5 Penunjang Operasional BPP Pulau Punjung ,365, ,941, ,075,000 1,228,311, ,457, ,524,780 35,184,446-6 Penunjang Operasi ,172,000 36,210,052 - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
144 No. Program dan onal BPP Sitiung 7 Penunjang Operasi onal BPP Koto Baru 8 Penunjang Operasional BPP Sungai Rumbai 9 Penunjang Operasi onal BPP Sembilan Koto 10 Penunjang Operasi onal BPP Timpeh 11 Penunjang Operasi onal BPP Padang Laweh 12 Penunjang Operasi onal BPP Koto Salak 13 Peningkatan Kompetensi Penyuluh dan KTNA 14 Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani (PENAS TANI ke XIV) 15 Pembinaan Pendam pingan Pelaku Utama, Pelaku Usaha ,863,455 36,524, ,061,440 32,600, ,740, ,706, ,318, ,560, ,350, Biaya Lomba Warna Lestari Penyuluh Kehutanan Tk. Kab. Dharmasraya 17 SL - Agribisnis ,427,500 64,674, Temu Teknis ,192, Penyuluh 19 Demplot Organik ,868, Farming 20 Pertumbuhan dan ,295, Revitalisasi POS IPAH 21 Demplot Percontohan ,350, Buah Naga 22 Revitalisasi Kelembagaan Tani ,835,000 - b Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Pelatihan Petani dan Pelaku agribisnis 2 Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani ,019, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
145 No. Program dan 3 Revitaslisasi dan Fasilitas KTNA 4 Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis ,000,000 7,236, Kehutanan Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan selama tahun sebagai berikut: No. Program dan a Program Pemanfaatan potensi Sumber daya hutan 1 Pengembangan, pengujian, dan pengendalian peredaran hasil hutan 2 Inventarisasi potensi dan pemetaan kayu rakyat/hutan rakyat 3 Pengelolaan sarang burung wallet 4 Pengendalian dan Pengawasan Hasil Hutan pada IUPHHK 5 Inventarisasi Penggunaan Kawasan Hutan 6 Pengelolaan dan Pengendalian Hasil Hutan Bukan Kayu 7 Pengendalian dan pengawasan industri pengolahan kayu lanjutan (IPKL) dan izin penenaman kayu terdaftar (IPKT) b Program Perlindungan dan Konversi Sumberdaya Hutan 1 Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan 2 Penyuluhan kesadaran masyarakat mengenai dampak ,919,200 82,476, ,870,000 10,020, ,335,000 6,416, ,975,000 5,170, ,962, ,298,000 10,875, ,193,000 13,505, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
146 No. Program dan perusakan hutan 3 Patroli Pengamanan Hutan dan Kawasan Hutan ,767,750 68,464, c Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan 1 One Billion Indonesia ,495,000 68,668, Tree (OBIT) 2 Penyusunan Rencana ,425, Pengelolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan 3 Penyusunan - - 2,460, Rancangan dan Pembuatan DAM Pengendali 4 Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan 57,558,250 5 Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengamanan Hutan 242,000,500 6 Pengembangan ,090, Sarana dan Prasarana Pengamanan dan Penyuluhan Kehutanan 7 Pendukung DAK 13,175,000 47,429, Penyusunan ,739, ,018,000 Rencana dan Pembuatan Hutan Tanaman Rakyat 9 Penyusunan ,950, ,993,350 - Rancangan dan Pembuatan Unit Percontohan Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UP-UPSA) 10 Penyusunan ,033, ,935,000 - Rancangan dan Pembuatan Tanaman Turus Jalan 11 Penyusunan ,948,800 - Rancangan Teknis dan Pembuatan Sumur Resapan 12 Pembuatan Sumur Resapan 13 Penyusunan ,054,000 Rancangan Teknis dan Pembuatan Embung 14 Reboisasi Kawasan Hutan Wilayah KPH (DAK dan Pendamping DAK Kehutanan 2014) 15 Pembuatan UP UPSA (DAK 2014) 16 Pembuatan Tanaman Turus Jalan (DAK Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
147 No. Program dan Kehutanan 2014) 17 Pembuatan Embung (DAK Kehutanan Tahun 2014) Ket :. 12. Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran pelaksanaan pembangunan bidang energy dan sumberdaya mineral adalah tertata dan terlaksananya kebijakan pengelolaan tambang yang berwawasan lingkungan, meningkatnya pengawasan kegiatan pengelolaan penambangan mineral illegal di kawasan hutan lindung, serta terlaksananya kebijakan pembangunan jaringan listrik di berbagai pedesaan yang terisolir. Mengacu pada hasil telaah pada existing condition pada bidang sumber daya alam tambang dan energi serta sasaran, maka arah kebijakan pembangunan bidang sumberdaya alam tambang dan energi tahun di kabupaten Dharmasraya adalah penataan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan tambang yang berwawasan lingkungan, pengawasan kegiatan pengelolaan penambangan mineral di kawasan hutan lindung, dan pembangunan jaringan listrik di jorong/nagari yang tidak terjangkau. Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahun adalah: No. Program dan a Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan 1 Bimbingan teknis usaha pertambangan 2 Evaluasi dan monitoring realisasi iuran tetap/landrent/ iuran produksi/royalti 3 Monitoring dan pengendalian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
148 No. Program dan kegiatan penambangan mineral, batubara, dan batuan (Sirtukil) 4 Pengawasan dan penertiban kegiatan pertambangan rakyat 5 Monitoring dan pengawasan produksi dan penjualan Batubara dan batuan lainnya 6 Monitoring dan Pengawasan Teknis K3 dan Lingkungan Pertambangan Batubara, Mineral dan Batuan Lainnya 7 Pemantauan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) 8 Fasilitasi dan evaluasi kelayakan penertiban izin usaha pertambangan dan izin pertambangan rakyat serta izin kegiatan penunjang usaha pertambangan 9 onitoring, evaluasi dan rekonsiliasi PNBP sektor pertambangan b Program pembinaan dan pengembangan ketenagalistrikan 1 Perluasan cakupan kelistrikan 2 Pengadaan dan pemasangan lampu jalan 3 Monitoring dan evaluasi PLTS 4 Pengawasan, pemeliharaan dan perawatan PJU 5 Pengawasan dan evaluasi operasional IUKS 6 Pengawasan dan evaluasi pendistribusian BBM, LPG dan pelumas 7 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) ,787,100 26,340, ,757,500 13,731, ,908,000 13,734, ,325,000 8,867, ,906, ,503, ,412, ,270, ,411, ,772,500 14,396, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
149 No. Program dan 8 Monitoring dan evaluasi operasi ketenagalistrikan ,880,000 11,525, Pembayaran Rekening Listrik PJU Sosialisasi MIGAS ,038, c Program Pemetaan Wilayah Pertambangan 1 penyusunan peta potansi kawasan pertambangan 2 Pembinaan dan ,793,600 21,933, pengawasan explorasi mineral logam dan batubara d Program pemetaan dan inventarisasi geologi dan SDM 1 inventarisasi potensi air bawah tanah 2 Inventarisasi pemakaian air bawah tanah 3 Pemetaan wilayah pertambangan 4 Pengawasan pemakaian air bawah tanah 5 Inventarisasi dan evaluasi potensi sumberdaya mineral logam 6 Evaluasi pemetaan Wilayah perlindungan serta konservasi Air Bawah Tanah 7 Sosialisasi Perizinan Pajak Air Bawah Tanah 8 Pemetaan Hidrogeologi 13. Pariwisata ,639,000 17,096, ,155,000 12,413, ,732, ,884, Kebijakan pembangunan bidang Kepariwisataan Kabupaten Dharmasraya dalam periode antara lain adalah terciptanya keunikan produk dan tujuan wisata, terciptanya produk wisata berbasis budaya, tersedianya sarana dan prasarana pendukung aktifitas wisata, serta terwujudnya masyarakat sadar wisata terutama di sekitar objek Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
150 wisata yang banyak dikunjungi masyarakat. Program pendukung urusan ini adalah: No. a b Program dan Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 1 Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata 2 Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara 3 Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara (Seleksi Uda Uni ) Program Pengembangan Kemitraan 1 Pengembangan sumberdaya manusia dan profesionaisme bidang pariwisata 2 Dukungan Event Buru Babi se- Sumatera Barat 3 Dukungan Event Off Road Dharmasraya 4 Dukungan Event Reog dan Kuda Kepang (Sumbar, Riau, Jambi) 5 Dukungan Event Adventure Motor Bike Dharmasraya 6 Dukungan Event Pacu Jalur Pulai 7 Dukungan Event Tour d' Singkarak 8 Penyediaan sarana dan prasarana promosi pariwisata 9 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata ,828, ,709, ,797, ,913, ,394, ,000, ,939, ,834, ,164, ,830, ,488, ,000, Rencana Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
151 No. Program dan Pembangunan dan pengembangan potensi objek wisata (RIPPOW) 8,000, Industri Sasaran yang hendak dicapai dalam pembangunan industri pengolahan ke depan adalah sebagai berikut: - Meningkatkan nilai tambah produk industri pengolahan penerapan teknologi tepat guna yang bersifat massive diusahakan oleh ekonomi rumahtangga. - Mengembangkan permintaan internal wilayah (derived demand) bagi produk industri pengolahan rumahtangga oleh pelaku usaha industri besar, dengan saling keterkaitan input dan output. - Mengembangkan produk barang industri unggulan atau barang setengah jadi atau barang jadi dengan basis keterkaitan inputouput dan keterkaitan pasar di dalam wilayah yang tinggi terutama barang-barang kebutuhan rumahtangga. - Mengembangkan kelembagaan riset dan pengembangan produk industri unggulan yang berdaya saing tinggi. Selama tahun , Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah melaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut: No. Program dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
152 a b c d program pengembangan peningkatan kapasitas IPTEK sistem produksi 1 Penguatan kemampuan industri berbasis teknologi ikan asap 2 Pelatihan praktik pengolahan pangan berbasis coklat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1 Fasilitasi Kerjasama Kemitraan IKM dan Swasta 2 Penyusunan Database IKM dan Besar 3 Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri Kerajinan 4 Bimbingan Pelatihan dan Permodalan Bagi Keluarga Miskin dan IKM 5 Fasilitasi dan Pelatihan Dasar Bagi Pengrajin Batik Tanah Liat 6 Fasilitasi dan Pelatihan Lanjutan Bagi Pengrajin Batik Tanah Liat 7 Pembiaan dan operasional dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial 1 Penyediaan sarana informasi yang dapat diakses masyarakat 2 Pelatihan dan Pembinaan Industri hasil Kerajinan Cendra mata 3 Pelatihan Operator Mesin Bagi IKM Logam Program Pengembangan ,676, ,960, ,673, ,512, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
153 e Teknologi Tepat Guna 1 Pengolahan Industri Makanan Yang Berbahan Baku Ikan Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 1 Pelatihan Pengembangan Kemasan (Packing Produk) ,218, Perdagangan Kebijakan pembangunan sektor perdagangan diarahkan pada pengembangan daya saing perdagangan dengan meningkatkan efisiensi perdagangan, terutama upaya untuk menekan profit seeking dan direct unproductive profit seeking (DUP) yang membuat biayabiaya transaksi (transaction cost) menjadi tinggi, menghasilkan komoditi perdagangan yang lebih bersifat knowledge based product dengan mengembangkan lembaga R&D pada setiap usaha perdagangan, sehingga setiap komoditi perdagangan yang ada memiliki keunggulan komparatif di bandingkan dengan wilayah lain, merancang dan menciptakan kewirausahaan yang handal dalam menghadapi persaingan perdagangan secara global, dengan pemberian fasilitas kepada pelaku perdagangan. Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun adalah: No. a Program dan Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan 1 Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi dan Pembinaan Distributor/Pengecer Pupuk 2 Peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa 3 Peningkatan pengawasan barang ,502, ,621,500 18,247, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
154 No. Program dan kadaluarsa b Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 1 Masterplan pasar serikat dan nagari 2 Operasi pasar dan pasar murah 3 Pengembangan dan Peningkatan Pasar Nagari dan Serikat (pendamping DAK) 4 Partisipasi Pameran Produk Daerah 5 Pemantauan dan Pengendalian Sembako dan Barang Strategis Lainnya 6 Pembangunan Pasar Baru (Dana Bantuan bersifat khusus dari Provinsi) 7 Peyempurnaan perangkat peraturan, kebijakan dan pelaksanaan operasional c Program Pembinaan Pedagang Kakilima dan Asonga 1 Penertiban, pembinaan, dan pendataan pedagang kakilima ,247,186,000 2,255,032, ,735, ,522, ,108,500 3,749, ,990,000-11,266, Ketransmigrasian Pada tahun , penyelenggaraan urusan ketransmigrasian dilaksanakan melalui program pengembangan wilayah transmigrasi. -kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: No. a Program dan Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 1 Penyediaan dan Pengelolaan Prasarana dan Sarana Sosial dan Ekonomi di Kawasan ,712, ,196, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
155 No. Program dan Transmigrasi 2 Pembinaan Masyarakat Transmigrasi 3 Peningkatan Kerjasama antar Wilayah antar Pelaku dan Sektor dalam rangka Pengembangan Wilayah Transmigrasi 4 Pembangunan dan Pengembangan KTM ,720,500 53,994, ,863,000 23,877, ,869, ,000 - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
156 BAB V TUGAS PEMBANTUAN A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA Tugas Pembantuan merupakan tugas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah yang berasal dari pemerintah pusat yang dalam hal ini oleh Departemen Teknis terkait. Pada tahun , Kabupaten Dharmasraya mendapatkan tugas pembantuan dalam bentuk program dan kegiatan yakni sebagai berikut: 1. Tugas Pembantuan Bidang Ketenagakerjaan a. Tahun 2010 Tugas Pembantuan Bidang Ketenagakerjaan pada Tahun 2010 dilaksanakan berdasarkan DIPA Nomor 0898/ /-/2010 dari Direktorat Jenderal Binalantas dengan Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja yang dilaksanakan melalui kegiatan Peningkatan fungsi dan revitalisasi BLK menjadi lembaga. Dengan kegiatan ini dilaksanakan renovasi/rehabilitasi workshop, pengelolaan SAP, dan administrasi kegiatan. Untuk kegiatan ini terdapat alokasi dana sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- atau 95,75%. b. Tahun 2011 Pada tahun 2011 Dilaksanakan berdasarkan DIPA Nomor 0453/ /03/011 dari Direktorat Jenderal Binalatas dengan Program peningkatan Kualitas kompetensi tenaga kerja dan dan produktivitas yang dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan berbasis kompetensi. ini diikuti oleh 160 orang peserta yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja, dengan alokasi dana Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 97,19%. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
157 c. Tahun 2012 Pada tahun 2012 Dasar hukum pelaksanaan adalah DIPA Nomor 2027/ /03/2012 tanggal 9 Desember 2011, Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Direktorat Jenderal Binapenta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan SKPD penyelenggara adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Program yang dilaksanakan adalah program penempatan dan perluasan kesempatan kerja. Program ini mendapat alokasi dana sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- atau 97,80%. d. Tahun 2013 Tahun 2013 Dasar hukum pelaksanaan adalah DIPA Nomor /2013 dengan Instansi Pemberi Tugas Pembantuan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan SKPD penyelenggara Tugas Pembantuan adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Program yang dilaksanakan adalah program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja. Program ini dilaksanakan dalam 3 paket pekerjaan, yaitu Padat Karya Infrastuktur 1, Padat Karya Infrastuktur 2, Padat Karya Infrastuktur 3, dengan anggaran sebesar Rp ,- dan realisasi sebesar Rp ,- e. Tahun 2014 Pada tahun 2014 Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang ketenagakerjaan adalah DIPA Nomor /2014. Instansi pemberi Tugas Pembantuan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan Tugas Pembantuan ini adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
158 Program yang dilaksanakan adalah program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja. Program ini dilaksanakan dalam 2 paket pekerjaan, berupa padat karya infrastruktur 1 dan padat karya infrastruktur 2. yang dilaksanakan berupa pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan tenaga kerja penduduk setempat. dengan jumlah anggaran Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 97,71%. 2. Tugas Pembantuan di Bidang Peternakan dan Perikanan a. Tahun 2010 Tahun 2010 Tugas pembantuan di bidang peternakan dilaksanakan berdasarkan DIPA nomor 0210/ /-/2010, dengan program Pengembangan Ekonomi Lokal, yang dilaksanakan melalui kegiatan Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah Tertinggal (P2KPDT) berupa pemberian sapi bibit kepada kelompok tani sebanyak 110 ekor. Selain bantuan di atas, pada Bidang Peternakan juga diterima bantuan langsung berupa 10 ekor sapi dari APBD Provinsi dan dari dana partisipasi Anggota DPRD, bantuan ini diberikan kepada 2 (dua) kelompok tani. Untuk kegiatan pengembangan pembibitan sapi juga mendapatkan bantuan sebesar Rp ,- untuk pembelian 36 ekor sapi PO betina dan 1 ekor sapi PO jantan. Untuk kegiatan Lembaga Mandiri Mengakar (LM3) juga diberikan bantuan sebesar Rp ,- untuk pembelian 8 ekor sapi PO betina, 12 ekor sapi bali betina, dan 2 ekor sapi bali jantan. Selanjutnya, untuk kegiatan Sarjana Membangun Desa juga diberikan bantuan sebesar Rp ,-, yang diberikan kepada 3 (tiga) kelompok. b. Tahun 2011 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
159 Tahun 2011 Tugas pembantuan ini dilaksanakan berdasarkan DIPA nomor 1105/ /03/2011 yang berasal dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dengan jumlah dana Rp ,-. yang dilaksanakan sebagai berikut: a. Insentif sapi/kerbau betina produktif, dengan dana tiap kelompok Rp ,-, dengan jumlah ternak sebanyak ekor. ini terlaksana dengan baik dengan realisasi kegiatan dan keuangan 100%. b. Penyelamatan sapi/kerbau produktif. Pada tahun 2011 kegiatan penyelamatan diberikan kepada 2 kelompok, dengan dana tiap kelompok Rp ,- atau sejumlah Rp untuk 2 kelompok. ini telah terlaksana dengan baik, dengan realisasi keuangan sebesar Rp ,- atau 95,09%. c. Pengembangan ULIB baru. Pada tahun 2011 terdapat 4 kelompok yang mendapat kegiatan ini dengan total dana Rp ,- atau Rp ,- tiap kelompok. ini telah terlaksana dengan baik, dengan realisasi kegiatan dan keuangan 100%. d. Pengembangan unggas di pedesaan (village poultry farming). Untuk kegiatan ini, terdapat 1 kelompok yang mendapat pengembangan unggas (itik/ayam buras) di pedesaan, dengan dana sebesar Rp ,-. ini telah terlaksana dengan baik, yang realisasi keuangannya sebesar Rp ,- atau 88,31%. e. Pengadaan sapi jantan pemacek. Melalui kegiatan ini, kelompok tani langsung menerima sapi jantan pemacek, masing-masing 10 ekor. Kelompok penerima bantuan ini sebanyak 2 kelompok. f. Fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH). Melalui kegiatan ini telah dibangun Rumah Potong Hewan pada lokasi kompek pasar ternak di Gunung Medan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
160 Dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, pemerintah daerah juga mendapatkan tugas pembantuan sebagai berikut: 1) Pengembangan kebun HMT dan sapi/kerbau. ini diberikan kepada 2 kelompok, dengan dana sebesar Rp ,- dengan realisasi 100%. 2) Pengembangan irigasi tanah dangkal. ini diberikan kepada 2 kelompok, dengan dana masing-masing Rp ,- dan telah terealisasi 100%. 3) Pengembangan embung. Alokasi dana untuk kegiatan ini sebanyak Rp ,- yang diberikan kepada 1 kelompok. ini telah terlaksana dengan baik, dengan realisasi 100%. 4) Pembangunan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO). Alokasi dana untuk UPPO ini sebanyak Rp ,-. 5) Penguatan manajemen kelompok peternak pengelola sapi potong. ini bertujuan untuk meningkatkan produksi peternakan dengan dana Rp ,-. Pada bidang perikanan juga terdapat dana tugas pembantuan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian kelautan dan Perikanan untuk Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB). Dana ini dialokasikan kepada 3 kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN), masing-masing kelompok diberikan sebesar Rp ,-. c. Tahun 2012 Tahun 2012 Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang peternakan dan perikanan adalah: a. DIPA Nomor 1105/ /03/2011 b. Keputusan KPA Satker Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat Nomor 050/036/KPTS-TP/III/Pet-SB-2012 tentang Penetapan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
161 Kelompok dan Lokasi Kelompok Penerima Pengendalian Sapi/Kerbau Betina Produktif Tahun c. Keputusan KPA Satker Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat Nomor 050/0134/SK-DKI/Pet-SB-2012 tentang Penguatan Lembaga Unit Manajemen Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau Tahun 2012 d. Keputusan KPA Satker Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat Nomor 050/37/Kptsl/APBD-2012 tentang Penetapan Kelompok dan Lokasi Penerima Bantuan Penyebaran ernak Sapi pada Kawasan Terpadu (Gerakan Terpadu Pensejahteraan Petani) Tahun e. Keputusan KPA Satker Dinas Kelautan danperikanan Provinsi Sumatera Barat Nomor Nomor 07/Kep/DKP.4/2012 tentang Pembentukan Struktur Bagan Organisasi Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Tahun Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, dan Direktorat Jenderal Perikanan dan Bidudaya, dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan kegiatan ini adalah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya. Program dan yang dilaksanakan sebagai berikut: a. Penguatan/insentif sapi/kerbau betina bunting kegiatan ini berupa pemberian penguatan modal/insentif sebesar Rp ,- b. Penjaringan sapi/kerbau betina produktif. ini dilaksanakan pada 1 kelompok dengan dana sebesar Rp ,-. c. Pengembangan unggas di pedesaan (Village Poultry Farming). ini diberikan kepada 22 kelompok, dengan dana masingmasing Rp ,-. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
162 d. Unit pengelola pakan pada ternak puyuh. dengan alokasi dana Rp ,-. e. Lembaga Mandiri Mengakar Masyarakat (LM3). dengan jumlah dana Rp ,- f. Perluasan areal peternakan (HMT). dengan dana sebesar Rp ,- g. Pengembangan irigasi tanah dangkal. ini diberikan kepada 2 kelompok, dengan dana masing-masing ,- h. Pengembangan embung. dengan dana Rp ,- i. Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) dengan dana Rp ,- yang dialokasikan untuk 5 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), masing-masing Pokdakan mendapat Rp ,-. Sumber dana berasal dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, dan Direktorat Jenderal Perikanan dan Bidudaya dengan total dana Rp ,-. d. Tahun 2013 Tahun 2013 Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang peternakan dan perikanan adalah DIPA SATKER (06) Nomor DIPA /2013. Dengan Instansi pemberi Tugas Pembantuan adalah Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Perbibitan, Direktorat Jenderal Budidaya, Direktorat Jenderal Pakan, dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan, sedangkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pelaksana Tugas Pembantuan bidang peternakan dan perikanan adalah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya sebagai pendamping teknis kegiatan. Program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
163 1) Program pencapaian swasembada daging sapi dan peningkatan penyediaan pangan hewani yang aman, sehat utuh, dan halal. Program ini dilaksanakan melalui 2 kegiatan sebagai berikut: a. Penjaminan pangan asal hewan yang aman serta pemenuhan persyaratan produk hewan non pangan. b. Peningkatan produksi ternak dan pendayagunaan sumberdaya lokal. Beberapa sub-kegiatan yang dilaksanakan antara lain: Pengembangan Kawasan Kerbau. Pengembangan Kawasan Sapi Potong. Pengembangan Budidaya Unggas Lokas di Pedesaan. Pembibitan Sapi Potong (Sapi Bali). Penguatan Sapi/Kerbau Betina Produktif. Peningkatan Populasi Ternak Kambing. Peningkatan Populasi Ternak Sapi. Populasi ternak itik. Pengembangan integrasi tanaman dengan ternak ruminansia (sapi dengan kelapa sawit). 2) Program pengembangan kesejahteraan petani. Pada program ini dilaksanakan kegiatan Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP). 3) Program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian. Pada program ini terdapat 3 (tiga) kegiatan, yaitu: a. Pengembangan irigasi tanah dangkal. dengan total dana sebesar Rp ,-. b. Perluasan area peternakan (HMT). dengan total dana bantuan sebesar Rp ,-. c. Pemberdayaan kelembagaan. Bantuan kegiatan ini sebesar Rp ,- 4) Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB). ini dialokasikan bagi kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN), yang diberikan kepada 5 (lima) kelompok dengan besar bantuan masing-masing Rp ,-. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
164 Dana Tugas Pembantuan ini berasal dari Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Perbibitan, Direktorat Jenderal Budidaya, Direktorat Jenderal Pakan, dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan, dengan jumlah anggaran sebesar Rp ,-. e. Tahun 2014 Tahun 2014 Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang peternakan dan perikanan adalah DIPA SATKER Direktorat Jendetal Peternakan dan Kesehatan Hewan TP (06) Nomor DIPA /2013 dan DIPA Satker Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (08) Nomor DIPA- DIPA /2013. Dengan Instansi pemberi Tugas Pembantuan adalah Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Tugas Pembantuan ini dilaksanakan oleh Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya sebagai pendamping teknis kegiatan. Program dan kegiatan yang dilakasanakan pada tugas pembantuan ini adalah: 1) Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani yang aman, sehat Utuh dan Halal. yang dilaksanakan adalah peningkatan produksi ternak dengan pendayagunaan sumberdaya Lokal. ini terdiri dari beberapa sub-kegiatan, yaitu: Sub : Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
165 a. Pengembangan budidaya Kerbau, ini bertujuan untuk mendukung berkembangnya usaha budidaya kerbau dengan pengelolaan secara terpadu/terintegrasi melalui pendekatan kelompok di wilayah sentra pengembangan budidaya kerbau, dengan pagu dana sebesar Rp ,-. b. Pengembangan Budidaya Sapi potong, Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menunjang upaya Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) melalui peningkatan populasi sapi pada kelompok-kelompok tani sasaran. dengan jumlah dana sebesar Rp ,-. c. Pengembangan Budidaya Unggas Lokal di pedesaan (VPF). Dana untuk seluruh paket ini sebesar Rp ,-. d. Pengembangan Integrasi Tanaman dengan Ternak Ruminansia (Sapi dengan Kelapa Sawit) dengan dana sebesar Rp ,-. e. Penanaman dan Pengembangan Tanaman Pakan Ternak Berkualitas, Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka mendukung penyediaan pakan ternak sapi yang berkualitas untuk peningkatan usaha peternakan sapi potong. ini diberikan kepada 6 (enam) kelompok dengan jumlah dana sebesar Rp ,-. 3. Tugas Pembantuan Bidang Ketahanan Pangan a. Tahun 2010 Pada tahun 2010, Tugas pembantuan dilaksanakan berdasarkan pada DIPA Nomor 1851/ /-/2010 dengan instansi Pemberi Tugas tersebut adalah Kementerian Pertanian. Tugas Pembantuan ini dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. Program yang dilaksanakan sebagai berikut: a. Program peningkatan ketahanan pangan, dengan kegiatan: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
166 1) Pengembangan desa mandiri pangan, ini dilaksanakan dengan anggaran Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp atau 87,31%. 2) Penguatan kelembagaan, yang dilaksanakanan adalah penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat, dengan dana sebesar Rp ,-. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan gudang sebesar Rp ,- dan untuk modal usaha sebesar Rp ,- b. program peningkatan kesejahteraan petani, dengan kegiatan: a. Diverifikasi pangan, ini merupakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan yang dilaksanakan dengan dana Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 78,78% yang disalurkan kepada 10 (sepuluh) kelompok. b. Penanganan daerah rawan pangan, ini dipergunakan untuk daerah bencana alam, dengan alokasi anggaran sebesar Rp ,- namun kegiatan ini tidak terealisasi. b. Tahun 2011 Pada tahun 2011, Tugas pembantuan bidang ketahanan pangan dilaksanaan berdasarkan DIPA nomor 1050/ /03/011 dengan jumlah dana Rp ,-. Program yang dilaksanakan adalah peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan, dengan kegiatan sebagai berikut: a. Pengembangan ketersediaan dan penanganan rawan pangan, dengan sub-kegiatan: Desa Mandiri Pangan (DMP). Sub-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan terhadap pangan, pada nagari ini Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
167 dilakukan intervensi program berupa penyaluran bantuan sosial sebanyak Rp ,-. Bantuan ini diberikan kepada kelompok afinitas sebagai modal usaha produktif. Penanganan rawan pangan, SKPG. Sub-kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi rawan pangan daerah melalui pemantauan ketersediaan pangan pokok, berupa data tanam, panen, produksi, dan konsidi gizi masyarakat, serta data KK miskin. Pada sub-kegiatan ini terdapat bantuan sosial sebesar Rp ,- tetapi kegiatan ini tidak dilaksanakan karena pada tahun 2011 tidak terjadi kondisi rawan pangan di Dharmasraya. b. Pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan peningkatan keamanan pangan segar. ini bertujuan untuk melakukan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat melalui pemasyarakatan konsumsi pangan non-beras dan terigu. Dengan jumlah anggaran Rp ,-. Disamping itu juga diberikan bantuan sebanyak Rp ,- untuk pengembangan perkebunan percontohan kelompok, yang diberikan kepada 10 kelompok. Selanjutnya, dalam rangka memperkenalkan secara dini kepada anak sekolah (SD/MI), upaya penganekaragaman konsumsi pangan yang sehat, aman, dan bergizi, juga dilakukan penumbuhan kebun sekolah, dalam bentuk memberikan bantuan kepada 10 sekolah, masing-masing sebesar Rp ,- c. Tahun 2012 Pada tahun 2012 pelaksanaan tugas pembantuan bidang Ketahanan Pangan adalah DIPA Nomor 6833/ /03/2011 tanggal 9 Desember 2011, Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian dan Satuan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
168 Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan kegiatan ini adalah Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan. Program yang dilaksanakan adalah peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat, dengan kegiatan koordinasi sistem kewaspadaan pangan dan gizi serta penanganan daerah rawan pangan. Selain kegiatan di atas, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan juga mendapat dana Dekonsentrasi bidang penyuluhan. Dana berasal dari APBN Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura/Bakorluh Provinsi Sumatera Barat. yang dilaksanakan adalah pengembangan demfam padi dan demflot kambing, kacang tanah, dan buah naga, dengan jumlah anggaran Rp ,-. Dalam kegiatan ini, Dinas Pertahort Provinsi Sumatera barat menyediakan dana untuk pembelian bibit padi/benih, pupuk, da pembuata media informasi berupa leaflet tentang budidaya buah naga, pembuatan banner tentang pengembangan budidaya kambing ettawa. Sumber dana tugas pembantuan ini adalah dana APBN sektor pertanian dengan jumlah Rp ,- dan Rp ,- d. Tahun 2013 Pada tahun 2013 pelaksanaan tugas pembantuan bidang Ketahanan Pangan adalah DIPA Nomor /2013 dengan Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Departemen Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. Dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan kegiatan ini adalah Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Dharmasraya. Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
169 1) Program peningkatan diversifikasi dan ketahanan masyarakat, dengan dua kegiatan, yaitu: a. pengembangan ketersediaan dan penanganan daerah rawan pangan. b. Pengembangan keanekaragaman konsumsi pangan dan peningkatan keamanan pangan. dengan anggaran sebesar Rp ,- per kelompok. 2) Program pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani a. kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluh kabupaten/kota. b. Peningkatan kapasitas balai penyuluh kecamatan (BPP/BPK/BP3K) sebagai posko pelaksana pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. c. Pengawalan dan pendampingan penyuluh di lokasi SL-PTT padi, jagung, kedelai, serta SRI. d. Pemberdayaan petani melalui demfarm padi, jagung, dan kedelai di lokasi. e. Pemberdayaan petani melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh di sentra produksi hortikultura. Sumber anggaran beberapa program kegiatan di atas adalah dana APBN sektor pertanian dengan jumlah Rp ,-. e. Tahun 2014 Pada tahun 2014 Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang Ketahanan Pangan adalah DIPA Nomor /2014 tanggal 5 Desember 2013.dengan Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat. Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
170 1) Program peningkatan diversifikasi dan ketahanan masyarakat, dengan dua kegiatan, yaitu: a. pengembangan ketersediaan dan penanganan daerah rawan pangan. b. Pengembangan keanekaragaman konsumsi pangan dan peningkatan keamanan pangan. 2) Program pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani a. kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluh kabupaten/kota. b. Penyusunan dan penyebaran materi penyuluhan tingkat kabupaten dharmasraya, c. Pengembangan data base penyuluhan d. Pengawalan dan pendampingan penyelenggaraan penyuluhan. e. Monitoring dan evaluasi 3) Program Pengembangan SDM pertanian dan kelembagaan petani. ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan : a. Temu teknis penyuluhan tingkat kecamatan b. Penyusunan dan penyebaran media informasi spesifik lokasi c. percontohan/demplot d. Latihan dan kunjungan ( LAKU ) e. Rembung Tani f. Farmer Field Day (FDD) g. Supervisi dan Monitoring h. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kecamatan i. Operasional POSKO j. Pengawalan dan pendampingan penyuluh di lokasi SL-PTT padi, jagung, kedelai, serta SRI. k. Pemberdayaan petani melalui demfarm padi, jagung, dan kedelai di lokasi. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
171 l. Pemberdayaan petani melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh di sentra produksi hortikultura. Sumber anggaran beberapa program kegiatan di atas adalah dana APBN sektor pertanian dengan jumlah Rp ,-. 4. Tugas Pembantuan di Bidang Pertanian a. Tahun 2010 Tahun 2010 tugas pembantuan di bidang ini dilaksanakan berdasarkan pada DIPA Nomor 1851/ /-/2010 dengan instansi Pemberi Tugas tersebut adalah Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Tugas Pembantuan ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura dengan Program Pengembangan Agribisnis Pertanian. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut: a. Pengembangan Agribisnis, Dalam rangka pengembangan agribisnis pertanian diberikan bantuan fasilitas pembuatan pupuk organik. Dana kegiatan ini adalah sebesar Rp ,- dengan realisasi fisik dan keuangan 100%. b. Peningkatan Ketahanan Pangan, Dalam rangka peningkatan ketahanan pangan dilaksanakan kegiatan mekanisasi pertanian pra-panen melalui paket bantuan alat-alat mesin pertanian. Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi fisik dan keuangan 100%. c. Peningkatan kesejahteraan petani, ini mempunyai dana Rp ,- terealisasi sebesar Rp ,- b. Tahun 2011 Tahun 2011 Tugas pembantuan di bidang ini dilaksanakan berdasarkan pada DIPA Nomor 1105/ /03/11 tanggal 20 Desember 2011 dengan instansi Pemberi Tugas tersebut adalah Ditjen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
172 Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Tugas Pembantuan ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura sebagai berikut: a. Peningkatan produksi, produktivitas, dan mut tanaman pangan untuk mencapai swasembada berkelanjutan, Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,-. b. Pengelolaan produksi tanaman serelia, Dana untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi ,- c. Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan, Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,-. d. Penanganan pasca panen, dengan dana Rp ,- terealisasi Rp ,- Selain itu, melalui DIPA nomor 1105/ /00/2011 tanggal 31 Desember 2011, pemerintah daerah juga mendapat dana tugas pembantuan dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, dengan kegiatan sebagai berikut: a. Pengelolaan air irigasi untuk pertanian dengan dana Rp ,- dan terealisasi b. Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan ALSINTAN, Dana untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,-. c. Perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian, Dana untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- d. Fasilitasi pupuk dan pestisida, Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,-. e. Pembiayaan pertanian dan pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,-. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
173 c. Tahun 2012 Tahun 2012 Dasar hukum pelaksanaan Tugas Pembantuan di bidang pertanian adalah: a. DIPA TP Nomor 6030/ /03/2012 tanggal 9 Desember 2011 b. POK Nomor 0855/ /2011 c. DIPA PSP Nomor 4937/ /03/2012 tanggal 9 Desember 2011 Instansi pemberi tugas pembantuan adalan Departemen Pertanian dan SKPD penyelenggara tugas pembantuan bidang pertanian adalah Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Program yang dilaksanakan adalah Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan. -kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. Pengelolaan produksi tanaman aneka kacang dan umbi, b. Pengelolaan produksi tanaman serelia, c. Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan, serta d. Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan. Sumber dana kegiatan-kegiatan tersebut adalah APBN Sektor Pertanian dengan jumlah anggaran sebesar Rp ,- serta dana Dekonsentrasi sebesar Rp ,- Tahun 2013 dasar hukum pelaksanaan Tugas Pembantuan di bidang pertanian adalah: a. DIPA TP Nomor /2013 b. POK Tahun 2013 Nomor Satker c. DIPA PSP Nomor /2013 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
174 Instansi pemberi tugas pembantuan adalan Departemen Pertanian dan SKPD penyelenggara tugas pembantuan bidang pertanian adalah Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Program dan yang dilaksanakan adalah program Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembasa dan swasembada berkelanjutan. kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. Pengelolaan produksi tanaman serelia, b. Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan, c. Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan. Sumber dana kegiatan-kegiatan tersebut adalah APBN Sektor Pertanian dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 2,317,872,000,-. d. Tahun 2014 Tahun 2014 dasar hukum pelaksanaan Tugas Pembantuan di bidang pertanian adalah DIPA TP Nomor /2014, Instansi pemberi tugas pembantuan adalan Kementerian Pertanian dan SKPD penyelenggara adalah Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Program yang dilaksanakan adalah Program Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan, dengan 3 (tiga) kegiatan, yaitu pengelolaan tanaman serealia, pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan, serta dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Program dan kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11 (sebelas) kecamatan, dengan rincian kegiatan sebagai berikut: a. Pengelolaan produksi tanaman serelia. b. Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
175 c. Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan. Sumber dana kegiatan-kegiatan tersebut adalah APBN Sektor Pertanian dengan jumlah dana sebagai berikut: a. Pengelolaan produksi tanaman serelia sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- atau 98,65%; b. Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- atau 97,65%; c. Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- atau 99,49%. 5. Tugas Pembantuan di Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil a. Tahun 2014 Tugas pembantuan bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil hanya didapatkan tahun Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah DIPA Nomor /2014. Dengan instansi pemberi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan Tugas Pembantuan ini adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. yang dilaksanakan adalah Pengembangan Sistim Administrasi Kependudukan (SAK) terpadu, kegiatan melakukan monitoring dan evaluasi dan kordinasi dengan Instansi terkait baik pusat, Propinsi, Kabupaten dan Instansi Vertikal yang terkait serta mencari solusi untuk percepatan pelaksanaan cakupan penerbitan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
176 dokumen Kependudukan yang lebih, di samping itu melakukan pencetak blangko dokumen dan peralatan cetak dari Jakarta. Sumber dana tugas pembantuan ini adalah dana APBN dengan jumlah Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 64,16%. 6. Tugas Pembantuan di Bidang Perkebunan a. Tahun 2010 Pada tahun 2010, Tugas pembantuan di bidang ini dilaksanakan dengan dasar sebagai berikut: a. DIPA Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan nomor 1088/ /-/2010 dengan jumlah dana Rp ,- b. DIPA Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal P2HP nomor 1088/ /-/2010 dengan jumlah dana Rp ,- c. DIPA Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal PLA nomor 1091/ /-/2010 dengan jumlah dana Rp ,- Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: a. Program Pengembangan Agribisnis, dengan kegiatan: a. Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu produk perkebunan b. Pembangunan kebun karet entres karet untuk menigkatkan produksi lalek karet seluas 0,5 Ha di Jorong Koto, Nagari Gunung Medan c. Perluasan kakao, berupa bantuan sosial perluasan kakao seluas 150 Ha kepada 10 kelompok tani. b. Program peningkatan ketahanan pangan, dengan kegiatan pembangunan penyediaan sarana produksi perkebunan, yaitu Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
177 berupa pembangunan pabrik pengolahan kakao yang berlokasi di Blok B Sitiung I. b. Tahun 2011 Tahun 2011 Tugas pembantuan di bidang ini dilaksanakan dengan dasar DIPA Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana Pertanian Nomor 1051/ /03/2011, berupa Program penyediaan dan pengambangan prasarana dan sarana pertanian, dengan kegiatan sebagai berikut: a. Pembangunan jalan produksi. Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi fisik dan keuangan 100% b. Pembukaan lahan perkebunan karet. Dana untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi fisik dan keuangan 100%. c. Pengembangan irigasi air permukaan. ini direncanakan dilaksanakan sebanyak 2 unit dengan dana per unit Rp ,- tetapi hanya dapat terealisasi sebanyak 1 unit sehingga dari Rp ,- alokasi dana hanya terealisasi Rp ,- atau 50%. d. Pembangunan sumur resapan. Kegaitan ini direncanakan dilasanakan sebanyak 11 unit dengan alokasi dana Rp ,- (per unit Rp ,-). Dari pelaksanaan kegaitan ini dapat terealisasi 80% atau 8 unit, dengan realisasi dana Rp ,-. e. Pembangunan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO). dengan realisasi dana sebesar Rp ,- dari alokasi sebanyak Rp ,-. f. Pembangunan embung. Direncanakan akan dibangun embung sebanyak 2 unit tetapi hanya terealisasi 1 unit di Nagari Kurnia Koto Salak dengan realisasi dana Rp ,- atau 50% dari alokasi dana sebesar Rp ,-. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
178 g. Pembangunan irigasi tanah dangkal. ini telah terealisasi 100%, yaitu dengan terbangunnya irigasi tanah dangkal sebanyak 2 unit di Sungai Dareh, dengan realisasi dana Rp ,- atau 100%. Berdasarkan DIPA Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan nomor 1051/ /03/2011 tanggal 20 Desember 2011, telah dilaksanakan program peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan, dengan 5 kegiatan sebagai berikut: a. Pembangunan kebun entres kakao. kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan karena beberapa kendala, antara lain harga pembelian entres yang tidak sesuai dengan alokasi dana. b. Pemeliharaan kbeun induk kakao. Dana kegiatan ini sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,-. c. Peremajaan tanaman karet. dengan alokasi dana Rp ,- dan terealisasi 100%. d. Pengembangan kelembagaan petani tanaman tahunan. ini mendapat alokasi dana Rp ,- dan terealisasi 100%. e. Pembangunan kebun karet entres. Direncanakan seluas 2 Ha, tetapi kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan karena sulitnya mendapatkan klon anjuran yang akan ditanam dan tidak tersedianya bibit pada balai penelitian karet maupun penangkar. 7. Tugas Pembantuan Bidang Pekerjaan Umum a. Tahun 2012 Tugas Pembantuan bidang Pekerjaan Umum hanya dilaksanakan tahun 2012, Dasar hukum pelaksanaan tugas pembantuan bidang pekerjaan umum adalah DIPA Pembangunan Gedung Kantor Nomor 7851/ /03/2012 tanggal 9 Desember Dengan Instansi pemberi tugas pembantuan adalah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
179 Kementerian Dalam Negeri dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan kegiatan ini adalah Dinas Pekerjaan Umum. Program dan yang dilaksanakan adalah Pembangunan Gedung Kantor, Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Dalam Negeri menganggarkan dana sebesar Rp ,-. Dana tersbeut digunakan untuk kegiatan: a. Pembangunan Kantor Camat Koto Salak b. Pembangunan Kantor Camat Padang Laweh c. Pembangunan Kantor Camat Tiumang d. Pembangunan Gedung Pertemuan Kecamatan Koto Besar e. Pembangunan Gedung Pertemuan Kecamatan Timpeh Dari kelima kegiatan tersebut, 3 unit dapat terealisasi 100% sedangkan 2 unit, yaitu pembangunan Kantor Camat Tiumang terealisasi 67,47% dan pembangunan Gedung Pertemuan Kecamatan Timpeh terealisasi 70,55%. Sumber dana tugas pembantuan ini adalah dana APBN dengan jumlah Rp ,- dengan realisasi dana secara keseluruhan sebesar Rp ,- atau 75,95%. 8. Tugas Pembantuan Bidang Sosial a. Tahun 2012 Tahun 2012 Dasar hukum pelaksanaan Tugas Pembantuan bidang ini adalah: a. DIPA Nomor 0288/ /00/2012 tanggal 9 Desember 2011 b. DIPA Nomor 0396/02/ /00/2012 tanggal 9 Desember 2012 Instansi pemberi tugas pembantuan adalan Kementerian Sosial, yaitu Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dan Direktorat Jenderal Penanggulangan Kemiskinan Pedesaan dan SKPD Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
180 penyelenggara tugas pembantuan adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Program yang dilaksanakan sebanyak 3 program, dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Program pemberdayaan fakir miskin, kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. KUBE Fakir Miskin. ini dilaksanakan di Kecamatan Pulau Punjung yang diberikan kepada 1200 KK dengan dana Rp ,-. b. Lembaga Keuangan Mikro (LKM). ini dilaksanakan di Kecamatan Padang Laweh, dan diberikan kepada 10 kelompok KUBE. Alokasi dana untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dan telah terealisasi 100%. 2) Program Rehabilitasi Sosial a. Asistensi sosial penyandang cacat berat. dengan dana sebesar Rp ,- dan telah terealisasi 100%. b. Pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat. ini mendapat alokasi dana Rp ,- Sumber dana kegiatan-kegiatan tersebut adalah APBN dari Ditjen Penanggulangan Kemiskinan Pedesaan Kementerian Sosial sebanyak Rp ,- dan dari Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial sebanyak Rp ,-. b. Tahun 2013 Tahun 2013 Tugas pembantuan bidang sosial diberikan oleh Kementerian Sosial dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melaksanakan tugas pembantan bidang social adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
181 a. Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yang diberikan kepada RTSM di Kabupaten Dharmasraya, dengan jumlah dana Rp ,- b. Pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan social (logistik bencana) yang diberikan kepada korban bencana, dengan jumlah dana Rp ,- c. Perlindungan dan jaminan sosial Orang Dengan Kecacatan (ODK) Berat yang diberikan kepada 20 orang, dengan jumlah dana Rp ,- Dana pelaksanaan tugas pembantuan ini berasal dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Nasional Kementerian Dalam Negeri dan Direktorat Jenderal Jaminan Sosial Kementerian Sosial. 9. Tugas Pembantuan Bidang Sosial a. Tahun 2010 Tahun 2010 dilaksanakan denga dasar hukum DIPA Nomor 0294/ /-/2010 dari Direktorat Jenderal P2MKT. Program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah Program Pengembangan Wilayah Tertinggal dengan kegiatan sebagai berikut: a. Fasilitasi dukungan manajemen ketransmigrasian di wilayah tertinggal. Untuk kegiatan ini diberikan dana sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- atau 81,66%. b. Peningkatan kapasitas SDM dan masyarakat transmigrasi di wilayah transmigrasi, anggaran ,-. Dari dana tersebut terealisasi sebesar Rp ,- atau 94,23%. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
182 c. Pengembangan usaha ekonomi masyarakat di wilayah tertinggal. dengan dana Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 99,23%. Tahun 2011 DIPA Nomor /03/2011 dari Direktorat Jenderal P2MKT. Program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah Program pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi, dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Peningkatan kapasitas SDM masyarakat di kawasan transmigrasi. ini dlaksanakan di Padang Hilalang Kecamatan Sembilan Koto dan diikuti 450 peserta. Dana untuk kegiatan ini sebesar Rp ,- dan terealisasi Rp ,- atau 93,33%. 2) Penyelerasian lingkungan di wlayah transmigrasi. ini juga dilaksanakan di UPT Padang Hilalang Kecamatan Sembilan Koto, dengan alokasi dana sebesar Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 50,52%. 3) Dukungan manajemen dan dukungan terkait lainnya Ditjen P2MKT. ini mendapat aloasi dana sebesar Rp ,- dan terealisasi sebesar Rp ,- atau 76,64%. b. Tahun 2013 Tahun 2013 Dasar hukum pelaksanaan Tugas Pembantuan bidang transmigrasi adalah DIPA Nomor /2013. Dengan Instansi Pemberi Tugas Pembantuan Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan SKPD penyelenggara Tugas Pembantuan adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dharmasraya Program dan kegiatan yang dilaksanakan adalah pembangunan kawasan transmigrasi yang berlokasi di Nagari Koto Gadang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
183 Kecamatan Koto Besar, berupa 1 (satu) unit bangunan dan perlengkapannya. Untuk pelaksanaan program dan kegiatan tersebut tersedia dana dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi sebesar Rp ,- dengan realisasi pekerjaan 100% dan realisasi keuangan Rp ,-. B. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN Selama periode tahun , pemerintah daerah belum ada memberikan tugas pembantuan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
184 BAB VI TUGAS UMUM PEMERINTAHAN A. Kerjasama Antar Daerah Dalam rangka pengembangan kerjasama antar daerah, pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah membentuk Tim Koordinasi Kerjasama Daerah Kabupaten Dharmasraya dengan Keputusan Bupati Nomor 189.1/414/KPTS-BUP/2013. Pembentukan Tim tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi kerjasama daerah di Provinsi Jambi yang merupakan sekretariat bersama. Untuk tahap awal, telah dilakukan inventarisasi potensi daerah yang akan dikerjasamakan dengan daerah lain. Bidang kerjasama tersebut meliputi bidang penyelesaian penegasan batas daerah, pendidikan, kesehatan, pariwisata, budaya, ketentraman dan ketertiban umum, infrastruktur jalan di daerah perbatasan, mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan hidup, kehutanan dan energi, dan bidang lain yang dapat dikerjasamakan. Daerah yang tercakup dalam kerjasama tersebut meliputi daerah-daerah (Kabupaten/Kota) yang berbatasan pada Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Pada tahun 2014, telah dikeluarkan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Solok dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tentang Kerjasama di Daerah Perbatasan Nomor 184.1/14/Bup-2014 tanggal 25 September Bidang kerjasama tersebut meliputi Pembangunan infrastruktur wilayah perbatasan B. Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga Kerjasama dengan pihak ketiga yang dilaksanakan pada tahun antara lain: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
185 1. Dengan Rektor Universitas Andalas tentang pengembangan kampus III Universitas Andalas Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi di Kabupaten Dharmasraya; 2. Dengan Universitas Bung Hatta tentang kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat; 3. Dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tetang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP); 4. Dengan advokat dan Konsultan Hukum tentang Bantuan Hukum/Konsultasi Hukum pada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya; 5. Dengan PT. ASKES/BPJS Cabang Solok tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran Daerah di Kabupaten Dharmasraya; 6. Dengan lembaga swadaya masyarakat yaitu Lembaga Transparansi Internasional dalam hal pelaksanaan Pakta Integritas di lingkup Pemerintah Daerah C. Koordinasi dengan Instansi Vertikal di Daerah Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dan melibatkan instansi vertical di daerah antara lain: 1. Rapat koordinasi unsur Musyawarah Pimpinan Daerah/Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang dilaksanakan satu kali dalam satu bulan. ini melibatkan Polres Dharmasraya, Kejaksaan Negeri Pulau Punjung, Komando Distrik Militer (KODIM) 0310 SSD, DPRD Kab. Dharmasraya, LKAAM, MUI, dan KNPI. 2. Penyusunan buku Dharmasraya Dalam Angka dan Produk Domestik Regional Bruto, yang dikoordinasikan dan dikerjasamakan dengan Badan Pusat Statistik (BPS). 3. Penyelenggaraan Haji dan MTQ, baik tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi, yang melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
186 4. Penyelenggaraan tata batas daerah Kabupaten Dharmasraya dengan kabupaten tetangga, kegiatan pengadaan tanah (pembebasan lahan), pelaksanaan konsolidasi tanah, reforma agraria, dan prona, yang melibatkan Kantor Pertanahan Kabupaten Dharmasraya. D. Pembinaan Batas Wilayah Dalam rangka pembinaan batas daerah, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melaksanakan dua program dan kegiatan sebagai berikut: 1. Program Pengembangan Wilayah Perbatasan Program pengembangan wilayah perbatasan dilaksanakan melalui kegiatan koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah. ini merupakan kegiatan dalam rangka penyelesaian masalah batas antara Kabupaten Dharmasraya dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo Propinsi Jambi serta Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau. Karena merupakan batas propinsi, maka kewenangan untuk menentukan batas tersebut adalah pihak Pemerintah Propinsi, peran pemerintah Kabupaten hanya sebatas melakukan koordinasi, koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah telah dilaksanakan melalui beberapa kali pertemuan, baik dengan pemerintah Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo Propinsi Jambi maupun dengan Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau. 2. Program Penataan Daerah Otonom Baru Program Penataan Daerah Otonom Baru dengan kegiatan fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Administrasi antardaerah. ini merupakan kegiatan penegasan batas wilayah administrasi antara Kabupaten Dharmasraya dengan Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. E. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
187 1. Bencana yang terjadi dan penanggulangannya Selama periode tahun , bencana yang terjadi berupa berupa banjir, angin puting beliung, dan kebakaran. 2. Status bencana Status bencana yang terjadi pada umumnya bersifat bencana lokal. 3. Sumber dan jumlah anggaran Terhadap korban bencana tersebut diberikan bantuan berupa sembako, peralatan dapur, dan pakaian. Bantuan tersebut berasal dari APBD Provinsi Sumbar melalui Dinas Sosial Provinsi. Selain itu, dari dana APBD Kabupaten Dharmasraya. 4. Antisipasi daerah dalam menghadapi kemungkinan bencana Untuk mengantisipasi dan menghadapi terjadinya kemungkinan bencana, telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana baik bencana kebakaran, banjir, tanah longsor, maupun kemungkinan bencana lainnya, serta melakukan penghijauan/reboisasi, terutama terhadap lahan kritis dan daerah aliran sungai untuk mencegah atau memperkecil kemungkinan terjadinya banjir pada saat musim hujan. Selain itu, pemerintah daerah juga telah membentuk BPBD, Tagana dan SAR. 5. Potensi bencana yang diperkirakan terjadi Potensi bencana yang diperkirakan terjadi dimasa yang akan datang antara lain banjir, tanah longsor,kebakaran, dan angin puting beliung. F. Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Berkaitan dengan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, sepanjang tahun relatif aman. Konflik yang terjadi didominasi oleh demonstrasi dan keributan relatif kecil, begitu juga tuntutan tenaga kerja atau masyarakat pada perusahaan- Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
188 perusahaan. Untuk penanganan di lapangan dilakukan oleh aparat Sat Pol PP dalam bentuk penertiban terhadap pelanggaran-pelanggaran Perda. Tetapi hal itu tidak mengkhawatirkan dan tidak menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Untuk hal-hal lain yang mengganggu ketentraman dan ketertiban, pemerintah daerah juga melibatkan pihak Kepolisian, baik pada tingkat kepolisian Sektor maupun Polres. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) AMJ
PENDAHULUAN. Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan yang dititikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berimplikasi pada pemusatan perhatian pembangunan pada sektor-sektor pembangunan yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Isu strategis yang kini sedang dihadapi dunia adalah perubahan iklim global, krisis pangan dan energi dunia, harga pangan dan energi meningkat, sehingga negara-negara
IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU
IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU 4.1 Kondisi Geografis Secara geografis Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut China Selatan, berada antara 1 0 15 LS dan 4 0 45 LU atau antara
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Seluma Kabupaten Seluma merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Geografi Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Selatan terletak di ujung selatan Pulau Sumatera
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Kabupaten Kerinci 5.1.1 Kondisi Geografis Kabupaten Kerinci terletak di sepanjang Bukit Barisan, diantaranya terdapat gunung-gunung antara lain Gunung
5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
27 Secara rinci indikator-indikator penilaian pada penetapan sentra pengembangan komoditas unggulan dapat dijelaskan sebagai berikut: Lokasi/jarak ekonomi: Jarak yang dimaksud disini adalah jarak produksi
IV. GAMBARAN UMUM Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat
51 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dengan ibukota
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah
35 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Provinsi Lampung Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah Provinsi Lampung adalah 3,46 juta km 2 (1,81 persen dari
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan usaha yang meliputi perubahan pada berbagai aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan merupakan usaha yang meliputi perubahan pada berbagai aspek termasuk di dalamnya struktur sosial, sikap masyarakat, serta institusi nasional dan mengutamakan
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
50 V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1. Keadaan Umum Sumatera Barat Sumatera Barat yang terletak antara 0 0 54' Lintang Utara dan 3 0 30' Lintang Selatan serta 98 0 36' dan 101 0 53' Bujur Timur, tercatat
I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Peran terpenting sektor agribisnis saat ini adalah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor agribisnis merupakan sektor ekonomi terbesar dan terpenting dalam perekonomian nasional. Peran terpenting sektor agribisnis saat ini adalah kemampuannya dalam menyerap
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peranan sektor pertanian dalam pembangunan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Garis Besar Haluan Negara (GBHN) telah memberikan amanat bahwa prioritas pembangunan
4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR
4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR 4.1 Kondisi Fisik Wilayah Beberapa gambaran umum dari kondisi fisik Kabupaten Blitar yang merupakan wilayah studi adalah kondisi geografis, kondisi topografi, dan iklim.
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, yang memiliki warna sentral karena berperan dalam meletakkan dasar yang kokoh bagi
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Jumlah petani di Indonesia menurut data BPS mencapai 45% dari total angkatan kerja di Indonesia, atau sekitar 42,47 juta jiwa. Sebagai negara dengan sebagian besar penduduk
Analisis keterkaitan sektor tanaman bahan makanan terhadap sektor perekonomian lain di kabupaten Sragen dengan pendekatan analisis input output Oleh :
1 Analisis keterkaitan sektor tanaman bahan makanan terhadap sektor perekonomian lain di kabupaten Sragen dengan pendekatan analisis input output Oleh : Sri Windarti H.0305039 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
DAFTAR ISI Hal Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Gambar... v Daftar Lampiran... vi
DAFTAR ISI Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Gambar... v Daftar Lampiran... vi BAB I Pendahuluan... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Hubungan dokumen RKPD dengan dokumen perencanaan lainnya...
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Penerapan desentralisasi di Indonesia sejak tahun 1998 menuntut daerah untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki secara arif dan bijaksana agar peningkatan kesejahteraan
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN. wilayah kilometerpersegi. Wilayah ini berbatasan langsung dengan
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN 5.1. Lokasi dan Topografi Kabupaten Donggala memiliki 21 kecamatan dan 278 desa, dengan luas wilayah 10 471.71 kilometerpersegi. Wilayah ini
IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO
IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO 4.1. Keadaan Geografis Kabupaten Karo terletak diantara 02o50 s/d 03o19 LU dan 97o55 s/d 98 o 38 BT. Dengan luas wilayah 2.127,25 Km2 atau 212.725 Ha terletak pada ketinggian
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian memiliki peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Selain berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, sektor
KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. bujur timur. Wilayahnya sangat strategis karena dilewati Jalur Pantai Utara yang
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kabupaten Batang adalah salah satu kabupaten yang tercatat pada wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Letak wilayah berada diantara koordinat
HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013
No.40/07/13/TH. XVII, 1 Juli 2014 HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013 RATA-RATA PENDAPATAN RUMAH TANGGA PERTANIAN DI SUMATERA BARAT 13,33
BAB I PENDAHULUAN. langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan regional memiliki peran utama dalam menangani secara langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional. Peranan perencanaan
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar
BAB II PROFIL WILAYAH KAJIAN Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Statistik Daerah Kecamatan Air Dikit 214 Halaman ii STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Nomor ISSN : - Nomor Publikasi
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang
43 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Keadaan Umum Kecamatan Sragi a. Letak Geografis Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di
PRODUKSI PANGAN INDONESIA
65 PRODUKSI PANGAN INDONESIA Perkembangan Produksi Pangan Saat ini di dunia timbul kekawatiran mengenai keberlanjutan produksi pangan sejalan dengan semakin beralihnya lahan pertanian ke non pertanian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan pada Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian dan sektor basis baik tingkat Provinsi Sulawsi Selatan maupun Kabupaten Bulukumba. Kontribusi sektor
MEMBANGUN SISTEM DAN USAHA AGRIBISNIS DI NUSA TENGGARA BARAT
MEMBANGUN SISTEM DAN USAHA AGRIBISNIS DI NUSA TENGGARA BARAT Peranan dan kinerja agribisnis dalam pembangunan ekonomi Faktor produksi utama sektor pertanian di NTB adalah lahan pertanian. Berdasarkan hasil
Perkembangan Ekonomi Makro
Boks 1.2. Pemetaan Sektor Pertanian di Jawa Barat* Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (harga berlaku) tahun 2006 sebesar sekitar 11,5%, sementara pada tahun 2000 sebesar 14,7% atau dalam kurun waktu
IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak
IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI 4.1 Keadaan Umum Provinsi Jambi secara resmi dibentuk pada tahun 1958 berdasarkan Undang-Undang No. 61 tahun 1958. Secara geografis Provinsi Jambi terletak antara 0º 45
GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Kabupaten Kampar 4.1.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang Selatan, 100º 23' - 101º40' Bujur Timur.
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu dari delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis terletak antara 116-117
I. PENDAHULUAN. nasional yang diarahkan untuk mengembangkan daerah tersebut. Tujuan. dari pembangunan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk mengembangkan daerah tersebut. Tujuan dari pembangunan daerah adalah untuk meningkatkan
BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS IIV.1 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun ke depan perlu mendapat
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Kondisi Fisik Kecamatan Berbah 1. Lokasi Kecamatan Berbah Kecamatan Berbah secara administratif menjadi wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa
V. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT. Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5 o 50-7 o 50
5.1. Kondisi Geografis V. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5 o 50-7 o 50 Lintang Selatan dan 104 o 48-108 o 48 Bujur Timur, dengan batas wilayah
Profil Kabupaten Aceh Singkil
Ibukota Batas Daerah Luas Letak Koordinat Profil Kabupaten Aceh Singkil : Singkil : Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Subulussalam Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia Sebelah Barat
5.1. Analisa Produk Unggulan Daerah (PUD) Analisis Location Quotient (LQ) Sub Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan
5.1. Analisa Produk Unggulan Daerah (PUD) 5.1.1 Analisis Location Quotient (LQ) Sub Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Produk Unggulan Daerah (PUD) Lamandau ditentukan melalui
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan dititikberatkan pada pertumbuhan sektor-sektor yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tujuan pembangunan pada dasarnya mencakup beberapa
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur terletak pada 113 0 44-119 0 00 BT dan 4 0 24 LU-2 0 25 LS. Kalimantan Timur merupakan
GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK
34 IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK 4.1 Gambaran Umum Provinsi Lampung Lintang Selatan. Disebelah utara berbatasan dengann Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sebelah Selatan
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : DR.
BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi
BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Provinsi Jawa Barat dibentuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan merupakan upaya perubahan secara terencana seluruh dimensi kehidupan menuju tatanan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sebagai perubahan yang terencana,
Magrobis Journal 41 EVALUASI PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013 ABSTRAK BAB I. PENDAHULUAN
Magrobis Journal 41 EVALUASI PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013 Oleh : Thamrin 1), Sabran 2) dan Ince Raden 3) ABSTRAK Kegiatan pembangunan bidang pertanian di Kabupaten
KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006
KATA PENGANTAR Untuk mencapai pembangunan yang lebih terarah dan terpadu guna meningkatkan pembangunan melalui pemanfaatan sumberdaya secara maksimal, efektif dan efisien perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan
4.1. Letak dan Luas Wilayah
4.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat. Secara geografis Kabupaten Lamandau terletak pada 1 9-3 36 Lintang Selatan dan
DISUSUN OLEH : BIDANG STATISTIK DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN BAPPEDA PROVINSI SUMATERA BARAT Edisi 07 Agustus 2015
DISUSUN OLEH : BIDANG STATISTIK DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN Edisi 07 Agustus 2015 Buku saku ini dalam upaya untuk memberikan data dan informasi sesuai dengan UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013 Nomor Katalog : 9302001.9416 Ukuran Buku : 14,80 cm x 21,00 cm Jumlah Halaman
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi
69 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi Lampung yang letak daerahnya hampir dekat dengan daerah sumatra selatan.
PENGELOMPOKAN KABUPATEN DAN KOTA DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS GEROMBOL BERHIERARKI.
PENGELOMPOKAN KABUPATEN DAN KOTA DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS GEROMBOL BERHIERARKI Oleh: MIRA NOVIANTI 06134020 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. DIY. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 07 44' 04" ' 27"
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kabupaten Bantul terletak di sebelah selatan
IV. GAMBARAN UMUM. 4.1 Kondisi Geografis dan Persebaran Tanaman Perkebunan Unggulan Provinsi Jambi. Jambi 205,43 0,41% Muaro Jambi 5.
IV. GAMBARAN UMUM 4.1 Kondisi Geografis dan Persebaran Tanaman Perkebunan Unggulan Provinsi Jambi Provinsi Jambi secara geografis terletak antara 0 0 45 sampai 2 0 45 lintang selatan dan antara 101 0 10
ANALISIS KEBUTUHAN INVESTASI BIDANG USAHA UNGGULAN BERBAHAN BAKU PERTANIAN DALAM SUBSEKTOR INDUSTRI MAKANAN DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
ANALISIS KEBUTUHAN INVESTASI BIDANG USAHA UNGGULAN BERBAHAN BAKU PERTANIAN DALAM SUBSEKTOR INDUSTRI MAKANAN DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA OLEH MUHAMMAD MARDIANTO 07114042 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan Berdasarkaan uraian sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Topografinya, Kabupaten Subang dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) zona/klasifikasi
KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2015
RKPD TAHUN 2015 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN DHARMASRAYA PULAU PUNJUNG, 2014 5. Undang-Undang Nomor
I. PENDAHULUAN. kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peternakan sebagai salah satu sub dari sektor pertanian masih memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia. Kontribusi peningkatan
Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 12
BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Konsekuensi logis sebagai negara kesatuan
BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi
BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Kabupaten Malinau
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan sektor pertanian sebagai sumber mata pencarian dari mayoritas penduduknya. Dengan demikian, sebagian besar penduduknya
KEADAAN UMUM LOKASI. Tabel 7. Banyaknya Desa/Kelurahan, RW, RT, dan KK di Kabupaten Jepara Tahun Desa/ Kelurahan
KEADAAN UMUM LOKASI Keadaan Wilayah Kabupaten Jepara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di ujung utara Pulau Jawa. Kabupaten Jepara terdiri dari 16 kecamatan, dimana dua
3. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. Letak Geografis
3. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN Letak Geografis Penelitian dilakukan di dua kabupaten di Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi. Fokus area penelitian adalah ekosistem transisi meliputi
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO 2014 Statistik Daerah Kecamatan Air Manjunto 2014 Halaman i STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO 2014 Statistik Daerah Kecamatan Air Manjunto 2014 Halaman i
PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH. Mimi Hayatiˡ, Elfiana 2, Martina 3 ABSTRAK
Jurnal S. Pertanian 1 (3) : 213 222 (2017) PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH Mimi Hayatiˡ, Elfiana 2, Martina 3 1 Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian
IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -
IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI 4.1 Kondisi Geografis Kota Dumai merupakan salah satu dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37-101 o 8'13
Perekonomian Daerah. 1. KEGIATAN PRODUKSI 1.1. Pertanian
1. KEGIATAN PRODUKSI 1.1. Pertanian Perekonomian Daerah Kegiatan pertanian sampai saat ini masih memberikan peran yang besar terhadap perekonomian Kabupaten Murung Raya. Kegiatan pertanian masih didominasi
I. PENDAHULUAN. Tingkat perekonomian suatu wilayah didukung dengan adanya. bertahap. Pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang meliputi
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingkat perekonomian suatu wilayah didukung dengan adanya pembangunan ekonomi jangka panjang yang terencana dan dilaksanakan secara bertahap. Pembangunan adalah suatu
PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar
PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Sains dan Teknologi ABSTRAK Penelitian
Bupati Murung Raya. Kata Pengantar
Bupati Murung Raya Kata Pengantar Perkembangan daerah yang begitu cepat yang disebabkan oleh semakin meningkatnya kegiatan pambangunan daerah dan perkembangan wilayah serta dinamisasi masyarakat, senantiasa
I. PENDAHULUAN. berkaitan dengan sektor-sektor lain karena sektor pertanian merupakan sektor
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki peran besar dalam perekonomian di Indonesia. Hal ini dikarenakan pertanian merupakan penghasil bahan makanan yang dibutuhkan
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan 1. Keadaan Geografi Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105,14 sampai dengan 105,45 Bujur Timur dan 5,15 sampai
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH 5.1. Kondisi Geografis Luas wilayah Kota Bogor tercatat 11.850 Ha atau 0,27 persen dari luas Propinsi Jawa Barat. Secara administrasi, Kota Bogor terdiri dari 6 Kecamatan, yaitu
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROV. SULAWESI TENGAH 2016
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROV. SULAWESI TENGAH 2016 PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DALAM MENGAKSELERASI PROGRAM PANGAN BERKELANJUTAN DAN PENINGKATAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI
I. PENDAHULUAN. Undang No 22 tahun 1999 tentang Kewewenangan Untuk Menggali Potensi
I. PENDAHULUAN.. Latar Belakang Dalam era otonomi seperti saat ini, dengan diberlakukannya Undang- Undang No tahun tentang Kewewenangan Untuk Menggali Potensi sesuai dengan keadaan dan keunggulan daerah
BAB I PENDAHULUAN. yang menyebabkan GNP perkapita (Gross National Product) atau pendapatan. masyarakat meningkat dalam periode waktu yang panjang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum pembangunan ekonomi di definisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan GNP perkapita (Gross National Product) atau pendapatan masyarakat meningkat dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tujuan pembangunan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Indikator penting untuk mengetahui kondisi
BAB IV ANALISIS ISU - ISU STRATEGIS
BAB IV ANALISIS ISU - ISU STRATEGIS Perencanaan pembangunan antara lain dimaksudkan agar Pemerintah Daerah senantiasa mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan. Oleh karena itu, perhatian kepada mandat
DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR GRAFIK... xiii BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-5
BAB I PENDAHULUAN. suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan kekayaan hayati yang melimpah, hal ini memberikan keuntungan bagi Indonesia terhadap pembangunan perekonomian melalui
ii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Teluk Bintuni telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik Weriagar Dalam Angka Tahun 203. Distrik Weriagar
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GAMBAR... xii
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GAMBAR... xii BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-4 1.3. Hubungan Antar Dokumen... I-7 1.4.
PEMERINTAH KABUPATEN MAHAKAM ULU TEMA RKPD PROV KALTIM 2018 PENGUATAN EKONOMI MASYRAKAT MENUJU KESEJAHTERAAN YANG ADIL DAN MERATA
PEMERINTAH KABUPATEN MAHAKAM ULU TEMA RKPD PROV KALTIM 2018 PENGUATAN EKONOMI MASYRAKAT MENUJU KESEJAHTERAAN YANG ADIL DAN MERATA Strategi dan Program Prioritas Penguatan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Mahulu
BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA
BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA Ekonomi rakyat merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan
STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014
STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014 Statistik Daerah Kecamatan Teras Terunjam 2014 Halaman i STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014 Nomor
STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO
STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO 2014 Nomor ISSN : Nomor Publikasi : 1706.1416 Katalog BPS : 4102004.1706040
BAB I PENDAHULUAN. memiliki kontribusi bagi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah negara agraris dimana sebagian besar penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani, sehingga pertanian merupakan sektor yang memegang peranan
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-3 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat secara ekonomi dengan ditunjang oleh faktor-faktor non ekonomi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya terencana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi dengan
BAB I PENDAHULUAN. daerah bersangkutan (Soeparmoko, 2002: 45). Keberhasilan pembangunan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumberdaya-sumberdaya yang ada, dengan menjalin pola-pola kemitraan
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN TERNAK SAPI DI LAHAN PERKEBUNAN SUMATERA SELATAN
Lokakarya Pengembangan Sistem Integrasi Kelapa SawitSapi POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN TERNAK SAPI DI LAHAN PERKEBUNAN SUMATERA SELATAN ABDULLAH BAMUALIM dan SUBOWO G. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga
Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau dan Kabupaten Lingga BAB III KONDISI UMUM 3.1. Geografis Wilayah Kepulauan Riau telah dikenal beberapa abad silam tidak hanya di nusantara tetapi juga
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam dan memiliki wilayah yang cukup luas. Hal ini yang membuat Indonesia menjadi
I. PENDAHULUAN. Pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian secara keseluruhan, dimana sub sektor ini memiliki nilai strategis dalam pemenuhan kebutuhan
