ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN
|
|
|
- Hengki Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN Penulis : Drs.Bambang Warsita, M.Pd Pengkaji Materi : Dr. Purwanto, M.Pd Pengkaji Media : Dra. Mariana Soemitro Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 2011 Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 1
2 A. PENDAHULUAN Halo, apa kabar? Mudah-mudahan Anda dalam keadaan sehat walafiat. Kami yakin Anda tentu sudah siap untuk mempelajari modul ini. Kali ini Anda akan mempelajari modul yang berjudul Analisis Kebutuhan Sistem Pembelajaran. Modul ini membahas tentang: 1) konsep dan esensi analisis kebutuhan sistem pembelajaran, 2) prinsip-prinsip analisis kebutuhan sistem pembelajaran, mulai dari tujuan, strategi, media, dan evaluasi, 3) model-model analisis kebutuhan sistem pembelajaran, dan 4) langkah-langkah analisis kebutuhan sistem pembelajaran, yaitu mulai dari mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menyusun kisi-kisi instrumen, menyusun instrumen, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, serta menyusun laporan hasil. Agar memudahkan untuk dipelajati modul analisis kebutuhan sistem pembelajaran ini dibagi menjadi 5 kegiatan belajar, yaitu: a. Kegiatan belajar 1, membahas tentang konsep dan esensi analisis kebutuhan sistem pembelajaran. b. Kegiatan belajar 2, membahas tentang prinsip-prinsip analisis kebutuhan sistem pembelajaran. c. Kegiatan belajar 3, membahas tentang model-model analisis kebutuhan sistem pembelajaran. d. Kegiatan belajar 4, membahas tentang penyusunan rancangan analisis kebutuhan sistem pembelajaran. e. Kegiatan belajar 5, membahas tentang pelaksanaan analisis kebutuhan sistem pembelajaran. Modul ini dapat Anda pelajari secara mandiri. Dalam mempelajari modul ini sebaiknya Anda pelajari secara bertahap, mulai dari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-1 yang membahas tentang konsep dan esensi analisis kebutuhan sistem pembelajaran dan mengerjakan soal-soal latihannya serta telah yakin memahaminya, barulah Anda diperkenankan untuk melanjutkan mempelajari materi pembelajaran Kegiatan Belajar-2. Anda dapat melanjutkan mempelajari Kegiatan Belajar-2 setelah Anda memahami materi Kegiatan Belajar-1 Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 2
3 dan dapat menjawab soal-soal tugasnya dengan benar. Demikian seterusnya, Anda dapat melanjutkan ke kegiatan belajar selanjutnya. Jika Anda telah dapat menyelesaikan kegiatan belajar sebelumnya. Satu hal yang penting adalah membuat catatan tentang materi pembelajaran yang sulit Anda pahami. Cobalah terlebih dahulu mendiskusikan materi pembelajaran yang sulit dengan sesama peserta Diklat atau teman sejawat. Apabila memang masih dibutuhkan, Anda dianjurkan untuk mendiskusikannya dengan nara sumber Diklat pada saat kegiatan pembelajaran tatap muka. Di dalam modul ini tersedia soal tugas dan hendaknya semua soal tugas ini Anda kerjakan dengan tuntas. Dengan mengerjakan semua soal tugas yang ada Anda akan dapat menilai sendiri tingkat penguasaan atau pemahamannya terhadap materi yang disajikan dalam modul dan dapat membantu Anda mengetahui bagian-bagian mana dari materi yang disajikan di dalam modul yang masih belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, apabila semua soal tugas di setiap Kegiatan Belajar sudah selesai Anda kerjakan, periksalah jawaban Anda dengan menggunakan Kunci Tugas yang disediakan pada bagian akhir dari modul ini. Kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar, lalu gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi setiap Kegiatan Belajar. Rumus Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar x 100% Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup - 69 % = kurang Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami materi Kegiatan Belajar. Anda dapat 5 meneruskan mempelajari Kegiatan Belajar selanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80% Anda harus bersabar untuk mengulangi mempelajari materi Kegiatan Belajar, terutama bagian materi yang belum Anda kuasai. Kemudian kerjakan kembali soal tugasnya. Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 3
4 Manfaat mempelajari modul ini membantu Anda untuk dapat melakukan analisis kebutuhan sistem/model teknologi pembelajaran. Selain itu, Anda dapat memperoleh suatu pendekatan yang sistematis, efektif dan efisien dalam menentukan kebutuhan akan sistem atau model pembelajaran. Modul ini juga akan membantu Anda dalam menyusun rancangan analisis kebutuhan sistem pembelajaran mulai dari mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menyusun kisi-kisi instrumen, menyusun instrumen, mengumpulkan data, mengolah dan menganálisis data, serta menulis laporan hasil analisis kebutuhan sistem pembelajaran. Oleh karena itu, pentingnya atau kegunaan menguasai modul analisis kebutuhan sistem pembelajaran bagi Anda Pejabat Fungsional PTP adalah memudahkan tugas Anda merancang media pembelajaran, merancang model pembelajaran, merancang model Diklat, dan sebagainya. Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari modul ini adalah sekitar 15 x 45 menit. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran secara tatap muka adalah 4 x 45 menit. Oleh karena itu, Anda dapat membuat catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu didiskusikan selama kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Keberhasilan Anda dalam mempelajari modul ini tentunya tergantung pada keseriusan Anda. Hendaknya Anda tidak segan-segan untuk bertanya tentang materi yang belum Anda pahami kepada nara sumber pada saat kegiatan pembelajaran tatap muka, atau berdiskusi dengan rekan Anda serta berusaha menyelesaikan semua tugas yang ada dalam modul dengan baik. Yakinlah bahwa Insya Allah Anda akan berhasil dengan baik apabila memiliki semangat belajar yang tinggi. Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kemudahan belajar. Selamat Belajar, Semoga Sukses! Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 4
5 KEGIATAN BELAJAR-5 PELAKSANAAN ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN 1. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mempelajari materi Kegiatan ini, Anda dapat melaksanakan analisis kebutuhan sistem pembelajaran mulai dari: a) mengumpulkan data, b) mengolah data, dan menyusun laporan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran ini, materi pembelajaran yang yang menjadi fokus pembahasan pada Kegiatan Belajar-5 ini adalah tentang pelaksanaan kegiatan analisis kebutuhan sistem pembelajaran. Pada dasarnya, ada tiga langkah dalam pelaksanaan analisis kebutuhan sistem pembelajaran, yaitu: (1) mengumpulkan data, (2) menganalisis dan mengolah data, dan (3) menyusun laporan. 2. Uraian Materi Apa tujuan melaksanakan analisis kebutuhan sistem pembelajaran? Tujuan analisis kebutuhan adalah untuk mengatasi masalah. Oleh karena itu, berdasarkan sifatnya analisis kebutuhan sistem pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua model, yaitu: a) bersifat kuratif adalah analisis kebutuhan untuk mengatasi masalah yang penting dan mendesak saat ini, dan b) bersifat preskriftif adalah model analisis kebutuhan yang bersifat mengatasi masalah antisipasi di masa depan. Untuk Anda ketahui ada beberapa langkah pelaksanaan analisis kebutuhan sistem pembelajaran: a. Pengumpulan data Apabila Anda telah menentukan data apa yang akan dikumpulkan, dari mana data tersebut diperoleh dan dengan cara apa, maka Anda maupun orang lain yang akan membantunya, sudah mengetahui apa yang selanjutnya akan Anda laksanakan yaitu mengumpulkan data. Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 5
6 Mengumpulkan data merupakan suatu pekerjaan yang sulit dan berat. Mengapa demikian? Karena apabila Anda memperoleh data yang salah, tentu saja kesimpulannya akan salah, dan hasil penelitiannya menjadi palsu atau tidak benar. Ada dua hal utama yang dapat mempengaruhi data hasil penelitian, yaitu kualitas instrumen dan kualitas pengumpulan data (Sugiyono, 2006). Mengapa demikian? Kualitas instrumen ini berkaitan dengan validitas dan reliabilitas instrumen. Sedangkan kualitas pengumpulan data berkaitan dengan ketepatan cara-cara yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data. Artinya instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak Anda gunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Pengumpulan data dapat Anda lakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber dan berbagai cara (Sugiyono, 2006). Bila dilihat dari settingnya, data dapat Anda kumpulkan dengan setting alamiah, pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan wawancara, di sekolah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, lokakarya, diskusi, di kantor, di jalan dan sebagainya. Sedangkan dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan datanya dapat menggunakan sumber data primer maupun sumber data skunder (dokumenter). Selanjutnya dilihat dari cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat Anda lakukan dengan wawancara, kuesioner (angket), observasi (pengamatan), tes dan gabungan keempatnya. Coba Anda berikan contoh pengumpulan data dilihat dari sumber datanya. Misalnya Anda akan melakukan penelitian analisis kebutuhan model Diklat Bahasa Inggris untuk guru SD. Maka sumber informasi dalam analisis kebutuhan Diklat ini yaitu guru SD, kepala sekolah SD, penilik atau pengawas SD, pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, pengelola Diklat, masyarakat (orang tua peserta didik), dll. Sedangkan teknik pengumpulan datanya Anda dapat wawancara dengan kepala sekolah SD, penilik atau pengawas SD, pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, pengelola Diklat. Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 6
7 Informasi dari guru dapat Anda gunakan metode kuesioner dan tes, dan sebagainya. Selanjutnya kapan teknik atau metode pengumpulan data dapat Anda gunakan? Teknik atau metode pengumpulan data dapat Anda gunakan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Tabel 4, Karakteristik metode atau teknik pengumpulan data No. Metode Karakteristiknya 1. Kuesioner digunakan bila responden jumlahnya cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas, responden dapat membaca dengan baik, dan dapat mengungkapkan hal-hal yang sifatnya rahasia serta dapat disampaikan ke responden secara langsung atau di kirim melalui pos atau internet 2. Observasi digunakan bila objek penelitian bersifat perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, dan responden kecil 3. Wawancara digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam dan jumlah respondenya kecil/sedikit 4. Tes digunakan bila ingin mengetahui prestasi hasil belajar 5. Gabungan keempatnya Digunakan bila ingin mendapatkan data secara lengkap, akurat, dan konsisten Strategi pengumpulan data dalam analisis kebutuhan dapat Anda lakukan dengan berbagai cara atau metode. Beberapa strategi yang dapat Anda lakukan antara lain adalah curah pendapat (brainstorming), wawancara, observasi, kuesioner, panel ahli (expert judgment), seminar, lokakarya, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion), tes, dokumentasi dan lain-lain. Strategi paling minimal yang dapat dilakukan dalam analisis kebutuhan adalah curah pendapat (brainstorming). Apakah Anda memberikan contoh? Misal Anda akan melakukan pengumpulan data mengenai sistem atau model pemanfaatan program siaran televisi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode survai dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Dasar penggunaan kuesioner untuk suatu penelitian survai ialah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Singarimbun, 1998). Juga berdasarkan Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 7
8 adanya asumsi bahwa responden dapat dan mau untuk memberikan informasi (jawaban) yang akurat tentang pemanfaatan siaran televisi pendidikan yang ditayangkan oleh TVE dan TVRI. Selain itu, karena pertimbangan dapat mengungkap fakta secara obyektif dalam waktu yang relatif singkat dan praktis. Selain itu, analisis kebutuhan sistem pembelajaran dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode survei dengan teknik Delphi (delphy technique) kepada sejumlah pakar. Penelitian ini berjudul televisi sebagai suatu sumber belajar untuk menunjang penyelenggaraan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Survei dilaksanakan dengan meminta pendapat para pakar dalam bidang pendidikan, psikologi, komunikasi dan agama tentang tayangan program televisi pembelajaran yang bagaimana yang dapat menunjang suksesnya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (Wajar Dikdas 9 Tahun) (Sudirdjo, 1995). Salah satu kesimpulan dan rekomendasinya tentang jenis-jenis program tayangan televisi pembelajaran yang bagaimana yang dapat menunjang suksesnya Program Wajar Dikdas 9 Tahun adalah program yang: (a) menunjang, memperkaya dan melengkapi materi pelajaran di sekolah, (b) mengandung unsur pendidikan atau bersifat mendidik dan dapat membina perkembangan watak dan kepribadian peserta didik seperti percaya diri, kejujuran, ketekunan, kebenaran, disiplin, mandiri, hidup hemat, hormat kepada orang tua dan lain-lain, (c) menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa termasuk toleransi terhadap sesama umat beragama, (d) memperluas wawasan dan cakrawala pengetahuan peserta didik dan dapat mendorong perkembangan nalar (intelektual) dan kemampuan secara kritis serta kepedulian terhadap lingkungan dan sosial, (e) merangsang perkembangan imajinasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah dan rasa ingin tahu peserta didik, (f) menumbuhkan motivasi, semangat dan budaya untuk belajar/sekolah, (g) berisikan berbagai keterampilan praktis seperti kerajinan batik, kayu, peternakan, pertanian, industri rumah tangga dan sebagainya, (h) memberikan informasi tentang penyelenggaraan Wajar Dikdas termasuk operasionalisasi dan Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 8
9 alternatif cara-cara pelaksanaannya, baik yang bersifat konvensional maupun innovatif seperti SMP Terbuka dan Kejar Paket B, (i) mengajarkan bahasa, dan (j) mengembangkan jiwa petualang yang bersifat positif untuk mengembangkan inisiatif, semangat eksploratif dan kemandirian. Kita ambilkan contoh analisis kebutuhan yg bersifat preskriftif, pada tahun , Pustekkom telah menyelenggarakan serangkaian seminar dan lokakarya tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan baik di Jakarta maupun di beberapa daerah. Tindak lanjut dari seminar dan lokakarya tersebut, telah dikembangkan situs e- dukasi.net yang berisi bahan belajar on line bagi peserta didik SMA. Pada tahun 2003 dilaksanakan analisis kebutuhan dalam bentuk FGD (focused-discussion group) dengan menghadirkan para pakar dan praktisi Teknologi Informasi dan Teknologi Pendidikan. FGD merekomendasikan pengembangan situs e-duksi.net menjadi fasilitator jaringan kerjasama antar sekolah dalam pemanfaatan bahan belajar berbasis TIK. Studi kelayakan pengembangan e-dukasi.net pada beberapa propinsi di Indonesia, yaitu antara lain NAD, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Studi ini merekomendasikan bahwa sekolah-sekolah tertentu, khususnya di perkotaan baik negeri maupun swasta telah siap dan merasakan adanya kebutuhan pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran. Tahun 2004 dilakukan penyempurnaan Content Management System (CMS) e-dukasi.net. Harapan ke depan e-dukasi.net akan menjadi bagian yang integral dalam proses pembelajaran dan terintegrasi dengan media lainnya seperti televisi edukasi, CD interaktif, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun sebagai penunjang Pusat Sumber Belajar (PSB) di sekolah. Tindaklanjutnya pada tahun 2011 Kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan program layanan TIK untuk pembelajaran. Program ini merupakan upaya meningkatkan layanan dan kebutuhan sumber belajar bagi peserta didik. Apa saja yang ada dalam program TIK? Program itu di antaranya portal Rumah Belajar yang dapat diakses melalui Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 9
10 Portal Rumah Belajar merupakan fasilitas layanan bagi guru dalam menyiapkan materi pembelajaran. Ada lima fitur dalam portal rumah belajar, yakni fitur Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), fitur katalog media, fitur bahan belajar interaktif, dan fitur bank soal. Portal rumah belajar juga merupakan fasilitas untuk melakukan pertukaran informasi, pengalaman, dan, pengetahuan serta memberikan fasilitas kompilasi catatan belajar dan mengajar, baik oleh peserta didik, guru, maupun masyarakat pengguna yang akhirnya menjadi jaringan kerja pendidikan dan sumber belajar Indonesia. Berdasarkan contoh di atas, dalam kegiatan analisis kebutuhan dapat menggunakan berbagai metode pengumpuldata. Misalnya pada awalnya dilakukan berbagai seminar dan lokakarya, kemudian dilanjutkan dengan FGD, kemudian dilakukan survey dengan menyebarkan koesioner, lalu dilakukan seminar dan lokakarya lagi, dan sebagainya. Akhirnya baru di rumuskan rekomendasi dari hasil analisis kebutuhan sistem pembelajaran sebagai solusi untuk mengatasi masalah. Jadi esensi analisis kebutuhan sebenarnya menemukan rekomendasi yang dapat menjadi soulsi permasalahan. Contoh analisis kebutuhan yang bersifat kuratif, misalnya dalam rangka mengidentifikasi kebutuhan Diklat PNS tahun 2012, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DIY menyelenggarakan FGD (Focus Group Discussion) Analisis Kebutuhan Diklat Tahun 2012 ( Peserta FGD terdiri dari Pejabat Eselon IV Badan dan Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY. Pelaksanaan FGD Analisis Kebutuhan Diklat dimaksudkan untuk memperoleh informasi dan data spesifik mengenai kebutuhan peningkatan kompetensi setiap satuan/unit kerja pada instansiinstansi pemerintah DIY. Berdasarkan data hasil penyusunan dan perumusan kompetensi dari setiap jabatan struktural dapat disusun program Diklat dengan kualifikasi berorientasi pada kompetensi dasar (competency based training), tepat sasaran, tepat materi, tepat metode serta secara langsung memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 10
11 pemecahan masalah riil di lapangan (local specific training). Tujuan FGD adalah: 1). untuk mengidentifikasi kompetensi yang kurang optimal penguasaannya untuk dikonversikan sebagai materi pelajaran yang perlu dibelajarkan; 2). untuk menentukan materi Diklat yang relevan untuk diikuti sesuai tuntutan kebutuhan pelaksanaan tugas/jabatannya; 3). untuk mengidentifikasi substansi materi Diklat yang perlu diikuti oleh PNS yang mempunyai tugas yang relevan dan perlu ditingkatkan kompetensinya. Bagimana, Anda dapat memahami uraian materi yang baru saja And baca? Baik, kita lanjutkan untuk mempelajari materi pengolahan data. b. Pengolahan data Pekerjaan menganalisis data tidak seberat dengan mengumpulkan data, tetapi menganalisis data membutuhkan ketekunan dan pengertian terhadap jenis data. Mengapa demikian? Ya, karena jenis data menuntut teknik analisis data tertentu. Misalnya penelitian kuantitatif, Anda dapat menggunakan teknik analisis data statistik. Selain itu, tahap mengolah data ini penting karena menjadi alat pengambilan keputusan. Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Proses analisis data dimulai dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, dan melakukan penghitungan untuk menguji hipotesis. Analisis data dapat Anda lakukan dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2006). Analisis statistik deskriptif mulai dari penyajian data dengan tabel, grafik, diagram lingkaran, histogram, pictogram, perhitungan mean, median, modus, simpangan baku dan rentang teoritik. Oleh karena itu, penelitian terhadap populasi atau tanpa diambil Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 11
12 sampelnya jelas menggunakan analisis statistik deskriptif. Karena Anda hanya mendeskripsikan data tanpa membuat kesimpulan untuk populasi dimana sampel diambil. Bagaimana Anda melakukan analisis data dengan menggunakan statistik inferensial. Statistik inferensial atau statistik induktif atau statistik probabilitas adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2006). Oleh karena itu statistik inferensial sangat cocok Anda gunakan bila sampel yang diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampelnya dilakukan secara random. Analisis statistik inferensial ini dapat Anda gunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi, baik sederhana maupun ganda. Adapun uji korelasi sederhana dengan menggunakan korelasi Product Moment Person (r), untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel bebas dengan satu variabel terikat dilanjutkan dengan regresi tunggal. Kemudian korelasi ganda untuk menguji hubungan antara dua variabel bebas secara bersama-sama dengan satu variabel terikat dilanjutkan dengan regresi ganda. Namun, sebelumnya perlu diuji persyaratan analisis data yaitu normalitas dan homoginitas. Analisis statistik ini saya yakin dapat Anda kerjakan dengan mudah, karena dapat memanfaatkan bantuan komputer (SPSS For Windows) setelah seluruh data yang masuk, dan diberi kode dan skor berdasarkan variabelnya serta dimasukkan ke SPSS. Tidak ada kesulitan bukan! Nah, kita pelajari kelanjutan materi berikut. c. Penyusunan laporan Penyusunan laporan merupakan langkah terakhir dari serentetan kegiatan analisis kebutuhan sistem pembelajaran. Pelaporan akan menjadi dokumen pengambilan keputusan terhadap sistem yang akan Anda kembangkan atau digunakan. Oleh karena itu, dalam menulis laporan hasil analisis kebutuhan ini Anda seperti sedang bercerita. Nah, agar apa yang Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 12
13 Anda ceritakan itu dapat dipahami oleh pembaca, maka harus memperhatikan hal-hal tertentu. Tentu saja aturan penulisan laporan penelitian ilmiah, berbeda dengan aturan menulis cerita novel atau berita. Anda ingat analisis kebutuhan merupakan salah satu kegiatan penelitian atau kegiatan ilmiah, maka laporan yang Anda susun harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Satu hal yang terpenting adalah laporan hasil penelitian harus ditulis secara jelas dan meyakinkan. Kapan sebaiknya Anda menulis laporan? Pada umumnya menulis laporan dilakukan setelah bahan dan data yang diperlukan terkumpul semua, baru kemudian memulai menulis laporan. Sebenarnya menurut penulis akan jauh lebih efisien apabila pekerjaan menyusun laporan itu telah Anda mulai dengan mempersiapkan bahan-bahan dan segala sesuatunya sejak penelitian analisis kebutuhan dimulai. Bagaimana caranya agar Anda dapat mulai menyusun laporan dari awal kegiatan penelitian? Untuk dapat menulis laporan terlebih dahulu Anda merancang garis besar laporan, bersamaan Anda mengajukan rancangan penelitian analisis kebutuhan. Selain itu Anda perlu mengidentifikasi berbagai sistematika atau format laporan yang akan di gunakan. Bagaimana sistematika penulisan laporan hasil analisis kebutuhan sistem pembelajaran? Banyak sekali sistematika atau format penulisan laporan yang dapat Anda gunakan, yang penting Anda perhatikan pembaca dapat memahami apa yang telah Anda lakukan dalam penelitian, tujuannya dan bagaimana hasilnya. Oleh karena itu, sistematika penulisan laporan antara lain: 1) Bagian pendahuluan, menyajikan halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar/ilustrasi atau diagram-diagram. 2) Bagian isi laporan, biasanya menjelaskan isi dari laporan yang terdiri dari beberapa bab. Sajian materi Bab 1, menjelaskan latarbelakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, dan kegunaan penelitian analisis kebutuhan. Bab 2, membahas pentingnya kajian pustaka yang menyajikan deskripsi landasan teori yang mendasarinya untuk masing-masing variabel penelitian analisis Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 13
14 kebutuhan. Bab 3, menjelaskan metodologi penelitian analisis kebutuhan yang Anda gunakan, mulai dari penjelasan mengenai tujuan penelitian analisis kebutuhan, populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Bab 4, menjelaskan hasil penelitian analisis kebutuhan dan pembahasan, mulai dari pengolahan data, penyajian data dan analisis data serta penarikan kesimpulan. Bab 5, adalah bab penutup yang berisi kesimpulan dan rekomendasi. 3) Bagian akhir, menyajikan daftar kepustakaan dan lampiran-lampiran Sampai disini Anda telah menyelesaikan pembahasan materi pada Kegiatan Belajar-5. Masih ingat apa yang Anda pelajari? Untuk mengingatkan kembali apa yang telah Anda pelajari, bacalah rangkuman berikut! RANGKUMAN Secara sederhana langkah-langkah pelaksanaan analisis kebutuhan sistem pembelajaran sebagai berikut:. 1. Pengumpulan data, tahap melakukan pengumpulan data dari lapangan atau tahap yang sangat menentukan. 2. Pengolahan data, tahap mengolah data menjadi alat pengambilan keputusan. 3. Pelaporan hasil, adalah langkah terakhir dari analisis kebutuhan sistem pembelajaran. Pelaporan akan menjadi dokumen pengambilan keputusan terhadap sistem yang akan dikembangkan atau digunakan Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 14
15 PENUTUP Selamat Anda telah berhasil menyelesaikan materi pembelajaran yang diuraikan pada Modul Diklat JF-PTP yang berjudul Analisis Kebutuhan Sistem Pembelajaran. Sebagai tindak lanjut dari penyelesaian Modul ini, Anda haruslah mengerjakan Tes Akhir Modul (TAM). Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan Anda terhadap keseluruhan materi pembelajaran yang telah Anda pelajari. Secara garis besar, materi pembelajaran yang diuraikan pada Modul ini telah membahas tentang: 1) konsep dan essensi analisis kebutuhan sistem pembelajaran, 2) prinsip-prinsip analisis kebutuhan sistem pembelajaran, mulai dari tujuan, strategi, media, dan evaluasi, 3) model-model analisis kebutuhan sistem pembelajaran, 4) penyusunan rancangan analisis kebutuhan sistem pembelajaran, dan 5) pelaksanaan analisis kebutuhan sistem pembelajaran. Pada setiap Kegiatan Belajar, Anda telah mengerjakan soal-soal latihan. Pengalaman Anda mengerjakan soal-soal latihan akan membantu mengerjakan TAM. Soal-soal TAM ada pada panitia penyelenggara pelatihan. Oleh karena itu, mintalah kesempatan agar Anda diberikan waktu untuk mengerjakannya. Selamat mengerjakan TAM dan sukses tentunya. Apabila Anda telah berhasil mengerjakan TAM minimal 80% benar, maka Anda dikatakan telah menguasai materi pembelajaran yang diuraikan di dalam Modul. Seandainya jawaban Anda belum mencapai 80% benar, Anda pelajari ulang Modul ini. Setelah itu mintalah kesempatan untuk mengerjakan TAM yang kedua kali. Semoga Anda berhasil dan dapat melanjutkan kegiatan pembelajaran untuk Modul yang lain. Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 15
16 A. B. C. GLOSARIUM Analisis kebutuhan suatu kegiatan ilmiah yang melibatkan berbagai teknik pengumpulan data dari berbagai sumber informasi untuk mengetahui kesenjangan antara keadaan yang seharusnya terjadi dengan keadaan yang senyatanya terjadi Analisis kebutuhan sistem pembelajaran pendekatan yang sistematis dan sistemik dalam memecahkan kesenjagan dalam sistem pembelajaran Analisis pembelajaran Proses menjabarkan prilaku umum menjadi prilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis Esensi analisis kebutuhan sistem pembelajaran suatu pendekatan yang sistematis, efektif dan efisien dalam menentukan kebutuhan akan sistem pembelajaran Identifikasian masalah upaya memetakan masalah-masalah serta menyusunnya berdasarkan skala perioritas, sehingga proses pemecahan masalah menjadi sitematis dan tepat sasaran Implementasi langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran di lapangan Kebutuhan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kondisi yang sebenarnya Kebutuhan pembelajaran kebutuhan yang memerlukan penyelesaian dengan melaksanakan kegiatan instruksional/pembelajaran Model adalah seperangkat prosedur yang sistematis untuk mewujudkan suatu proses Pengembangan proses menerjemahkan spesifikasi desain menjadi kenyataan (bentuk fisik) Pembelajaran proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lengkungan belajar atau usaha untuk membuat peserta didik belajar Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 16
17 Sistem pembelajaran suatu set peristiwa yang mempengaruhi peserta didik sehingga terjadi proses belajar Sumber Acuan Abidin, zaenal, Analisis Kebutuhan Pembelajaran dan Analisis Pembelajaran dalam Desain Sistem Pembelajaran, Jurnal Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2007 (website: http// Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Cetakan ke 10, Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta, 1996 Cronbach, Lee J., Educational Psychology 3rd Edition. New York: Harcourt Brace Jovanovich Inc., 1977 Degeng, Nyoman.S, Paradigma Pendidikan:dari Behavioristik ke Konstruktivistik, Bahan presentasi, Univ. Negeri Malang, DePorter, Bobbi, & Hermacki, Mike, Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Terj. Alwiyah Abdurrahman, Bandung, Penerbit Kaifa, Dick, Walter and Carey Lou, The Systematic Design of instruction 3 rd Ed, Includes Bibliographical References, USA, Walter Dick and Lou Carey Kozma, Robert B., Lawrence W. Belle and George W. Williams. Instructional Techniques in Higher Education. New Jersey: Educational Technology Publications Inc., 1978 Miarso, Yusufhadi, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Prenada Media, Morrison, Gary. R, Steven M, Ross, Jerrold E Kemp : Designing Effective Instruction, Third Edition John Wiley and Sons, inc printed in the USA Model Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Inggris Guru SD Sistem Jarak Jauh, Jakarta: Pustekkom-PPPPTK Bahasa, Pribadi, Benny A., Model ASSURE Untuk Mendesain Pembelajaran Sukses, Jakarta: PT. Dian Rakyat, Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 17
18 Seels, Barbara B. & Richey, Rita C., Teknologi Pembelajaran, Definisi dan Kawasannya, Terjemahan Dewi S. Prawiradilaga, R. Rahardjo, Yusufhadi Miarso, Jakarta: Penerbit IPTPI & LPTK, Smaldino, E. Sharon, Lowther, Deborah L, Russell, James D, Instructional Technology and Media for Learning. Pearson: Prentice Hall, Inc., 2008 Singarimbun, Masri, & Effendi, Sofian, Metode Penelitian Survai, Jakarta: Penerbit LP3ES, 1989 Situmorang, Robinson, GBPP, Teknik Pengembangan dan Pemanfaatannya Untuk Mencapai Kompetensi dalam Pembelajaran, Jakarta. Pustekkom Depdiknas, Sudirdjo, Sudarsono, Televisi sebagai suatu sumber belajar untuk menunjang penyelenggaraan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, Jakarta: Desertasi Program Pasca Sarjana IKIP Jakarta, Suparman, M. Atwi, Desain Instruksional, Jakarta: Pusat Penerbitan universitas Terbuka, Supriatna, Dadang, & Mulyadi, Mochamad, Konsep Dasar Desain Pembelajaran (Bahan ajar untuk Diklat E-Training PPPPTK TK dan PLB), Bandung: Penerbit PPPPTK TK & PLB, 2009 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Penerbit Alpabeta, Sudjana, Djudju, Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Soekamto, Toeti, Evaluasi Hasil Belajar, Jakarta: Pelatihan PEKERTI Universitas Negeri Jakarta, Trianto. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Surabaya: Pustaka Ilmu, 2007 Trianto. Model Pembelajaean Inovatif Berorientasi Konstrutivistik. Surabaya: Pustaka Ilmu, 2007 Tri Wijaya, Agustina, Media Pembelajaran Huruf Hiragana dan Katakana untuk Pemula Berbasis Multimedia Menggunakan Macromedia Flash, Yogyakarta: Skripsi UNY, 2011 Uno, Hamzah B., Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, Jakarta: Penerbit PT. Bumi Aksara, Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 18
19 Warsita, Bambang, Teknologi Pembelajaran, Landasan dan Aplikasinya, Jakarta: Penerbit PT. Reneka Cipta, Warsita, Bambang, Pendidikan Jarak Jauh: Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi Diklat, Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, ADDIE Instructional Design Model. Retrived December Website: Website: diunduh pada tanggal 9 Januari 2012 Website: di unduh pada 31 Oktober 2011 Website: Website: egory&id=31&itemid=35 Website: Website: Website: diunduh 13 Februari 2012 Website: tanggal 21 Maret 2012 diunduh Serial Modul Diklat Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Diklat JF-PTP) 19
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN
Modul: 01 240 Menit ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN Penulis : Drs.Bambang Warsita, M.Pd Pengkaji Materi : Dr. Purwanto, M.Pd Pengkaji Media : Dra. Mariana Soemitro Pusat Teknologi Informasi dan
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN
240 Menit ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN Penulis : Drs.Bambang Warsita, M.Pd Pengkaji Materi : Dr. Purwanto, M.Pd Pengkaji Media : Dra. Mariana Soemitro Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN Penulis : Drs.Bambang Warsita, M.Pd Pengkaji Materi : Dr. Purwanto, M.Pd Pengkaji Media : Dra. Mariana Soemitro Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan
Tugas2_PT206B_
Analisis pembelajaran Menurut M. Atwi Suparman (2001 : 63) kebutuhan adalah kesenjangan antara keadaan sekarang dengan yang seharusnya dalam redaksi yang berbeda tapi sama. Morrison (2001: 27), mengatakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini tidak semua variabel
Pengembangan LKM Dengan Pendekatan Quantum Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Calon Guru
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 PM - 25 Pengembangan LKM Dengan Pendekatan Quantum Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Calon Guru Tri Andari Prodi Pendidikan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER MATERI RUANG-n EUCLIDES.
JPM IAIN Antasari Vol. 02 No. 2 Januari Juni 2015, h. 43-58 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER MATERI RUANG-n EUCLIDES Abstrak Penelitian
MELAKUKAN ANALISIS PEMBELAJARAN. Pendahuluan
TUGAS II PERENCANAANN PEMBELAJARAN B (PT 206 B) Nama : Barnabas Victor Monim Gregorius Bintang MELAKUKAN ANALISIS PEMBELAJARAN Pendahuluan Mengapa pembelajaran? Ada beberapa alasan yang melatar belakanginya;
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan Survei. Metode deskriptif menurut Moch. Nazir
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan Survei. Metode deskriptif menurut Moch. Nazir (2003: 54),
PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MODEL E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PADA POKOK PEMBELAJARAN ALJABAR DI SMP
PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MODEL E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PADA POKOK PEMBELAJARAN ALJABAR DI SMP SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
DAFTAR PUSTAKA. Aryulina Diah, Muslim Choirul, Biologi 2 SMA.Esis Erlangga Jakarta
DAFTAR PUSTAKA Aryulina Diah, Muslim Choirul, 2007. Biologi 2 SMA.Esis Erlangga Jakarta Asyhar, Rayanda. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press Jakarta. Borg,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, karena bertujuan menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi di lapangan. Menurut Suharsimi Arikunto (2010:
PERENCANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI
DIKTAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DR. MUKMINAN MUHAMMAD NURSA BAN, M.Pd JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 i KATA PENGANTAR Diktat Perencanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survai. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi
BAB III METODE PENELITIAN. memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. 1 Sedangkan
BAB III METODE PENELITIAN Agar dapat memperoleh data yang dapat menunjang validitas penelitian ini, maka diperlukan adanya metode penelitian. Hasan dan Koentjaraningrat mengemukakah bahwa metode adalah
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif-dekriptif. Desain penelitian ini dipilih dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Evaluasi Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif-dekriptif. Desain penelitian ini dipilih dengan pertimbangan untuk mengevaluasi
BAB III METODE PENELITIAN. untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Penelitian Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian merupakan sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, baik secara teori maupun praktik. Penelitian juga merupakan
Gayus Simarmata FKIP Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN KONVENSIONAL PADA MATERI OPERASI PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 1 SIANTAR T.A. 2012/2013 Gayus Simarmata FKIP Universitas
Unit 4. Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak. Isniatun Munawaroh. Pendahuluan
Unit 4 Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak Isniatun Munawaroh Pendahuluan Bahan pembelajaran cetak merupakan bahan pembelajaran yang sudah umum digunakan bagi para guru tak terkecuali di tingkat Sekolah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode berasal dari kata Yunani methodos yang merupakan sambungan kata depan meta (secara harfiah berarti menuju, melalui, mengikuti sesudah) dan kata benda
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut.
70 BAB III METODE PENELITIAN Agar memperoleh hasil penelitian yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, maka seorang peneliti harus dapat memahami dan menggunakan cara atau metode yang benar
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN DAN ANALISIS PEMBELAJARAN DALAM DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN DAN ANALISIS PEMBELAJARAN DALAM DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN Zaenal Abidin Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jl. Ahmad Yani, Tromol Pos I, Pabelan Kartasura,
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT RADESWANDRI Guru SMP Negeri 1 Kuantan Mudik [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai tempat, waktu dan subjek penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun mengenai hal tersebut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Mahasiswa kerjasama Kabupaten Landak adalah putera daerah dari Kalimantan Barat, khususnya dari Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam melakukan penelitian, hal ini diperlukan oleh peneliti agar dapat menjelaskan maksud dari penelitian.
Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2. Abstrak
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII G SEMESTER 2 SMP NEGERI 2 TOROH GROBOGAN 1 Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2 Abstrak Tujuan penelitian
PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY MENGGUNAKAN HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY MENGGUNAKAN HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YANTI REFITA Guru SMP Negeri 3 Dumai [email protected] ABSTRAK Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dimana penelitian kuantitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti
III METODE PENELITIAN
III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut
EFEKTIVITAS MODUL ANALISIS KOMPLEKS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT
EFEKTIVITAS MODUL ANALISIS KOMPLEKS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Merina Pratiwi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN. yang pertama yaitu kelompok eksperimen dan yang kedua yaitu kelompok
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiono (2007:1) metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam pelaksanaannya,
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Abidin 1), Moh. Salam ) 1) Alumni Program Studi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran tentang hal-hal yang akan dilakukan. 1 Rancangan penelitian bertujuan untuk memberi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun ke lapangan. Penelitian ini mengambil lokasi
PAKET PEMBELAJARAN FIQIH KELAS VII DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DICK DAN CAREY DI MADRASAH TSANAWIYAH NW PENGKELAK MAS
PAKET PEMBELAJARAN FIQIH KELAS VII DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DICK DAN CAREY DI MADRASAH TSANAWIYAH NW PENGKELAK MAS Hanafi 1, I Nyoman Sudana Degeng 2, dan Anselmus J.E. Toenlioe 3 Teknologi Pembelajaran
PENGARUH SARANA DAN PRASARANA PAKTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MOTOR BENSIN SISWA KLAS XI DI SMK NEGERI 4 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PENGARUH SARANA DAN PRASARANA PAKTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MOTOR BENSIN SISWA KLAS XI DI SMK NEGERI 4 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Oleh : Eko Budi Atmoko, Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. Dengan demikian penelitian ini di kategorikan sebagai explanatory research.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan koesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Dengan demikian
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN
240 Menit ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBELAJARAN Penulis : Drs.Bambang Warsita, M.Pd Pengkaji Materi : Dr. Purwanto, M.Pd Pengkaji Media : Dra. Mariana Soemitro Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi
HARIO WIJAYANTO A
DAMPAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 POLANHARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode Pra eksperimen, dengan desain penelitian one group
A III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain dan Metode Penelitian erdasarkan tujuan yang hendak dicapai, maka penelitian ini menggunakan metode Pra eksperimen, dengan desain penelitian one group pretest-posttest
NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
PENGARUH MOTIVASI DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 04 ALASTUWO KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI Diajukan
BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian merupakan keseluruhan cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian mulai dari merumuskan masalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan model pelayanan
83 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan model pelayanan bimbingan dan konseling karir berbasis internet di sekolah menengah kejuruan (SMK). Kerangka
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PEMBERIAN TUGAS KOOPERATIF DAN TUGAS INDIVIDU PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI PAJANG 3
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PEMBERIAN TUGAS KOOPERATIF DAN TUGAS INDIVIDU PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI PAJANG 3 TAHUN AJARAN 2014/2015 ARTIKEL PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagai persyaratan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengembangan (research and development) dalam upaya menghasilkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang dipakai merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
73 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi deskripsi data, hasil analisis data penelitian, pengujian hipotesis, dan pembahasan
Sriningsih Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya,
STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN BANTUAN LKS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI KELAS X AKUNTANSI Sriningsih Program
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat ataupun wilayah yang akan diteliti. Peneliti melakukan penelitian di SMPN 3 Bandung,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. diperoleh rerata sebesar 72,43 lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang. tinggi dari pada media kartu konsep bergambar.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan media audiovisual
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan, Desain, dan Teknik Pengumpulan Data 1. Pendekatan Penelitian Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMA KELAS X ABSTRACT PENDAHULUAN
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMA KELAS X Farida Haryati 1, Mujiyono Wiryotinoyo 2, Sudaryono 2 1 SMA N 1 Kota Jambi, 2 Universitas Jambi ABSTRACT This article is
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang mana merupakan penelitian yang menggunakan data yang berupa data statistik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Tempat dan Waktu Penelitiaan 3.1.1 Jenis Penelitiaan Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design. Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN. suatu permasalahan (Azwar,2012:1). Desain penelitian dapat diartikan suatu
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Penelitian merupakan suatu rangkaian kegiatan ilmiah dalam memecahkan suatu permasalahan (Azwar,2012:1). Desain penelitian dapat diartikan suatu rancangan
Diajukan Oleh : IRFAKNI BIRRUL WALIDATI A
-USAHA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERNALAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN BELAJAR SOMATIS, AUDITORI, VISUAL DAN INTELEKTUAL (SAVI) ( PTK Pembelajaran Matematika Kelas VII SMP N II Wuryantoro)
BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini mengungkap hubungan antara dua variabel maupun lebih atau mencari pengaruh suatu
III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatory
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatory research. Singarimbun dan Effendi (2006:4) menjelaskan explanatory research yaitu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian regresional dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasivariasi pada satu
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pengembangan soft skills yang dapat meningkatkan kesiapan kerja peserta didik SMK dalam pembelajaran
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KELAS V SD NEGERI 29 BANDA ACEH. Zahratul Adami, M. Husin Affan, Hajidin
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KELAS V SD NEGERI 29 BANDA ACEH Zahratul Adami, M. Husin Affan, Hajidin [email protected] ABSTRAK Gaya belajar adalah salah satu cara bagaimana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Bentuk Penelitian 1. Metode Penelitian Menurut Sugiyono (2014:6) metode penelitian adalah Cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid yang bertujuan dapat
BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian tentang pengaruh kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan
Peningkatan Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Team Assisted Individualization
Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakkan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuasi Eksperimen atau eksperimen semu. Pada penelititian kuasi eksperimen (eksperimen semu) menggunakkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS EKSPERIMEN MATERI PERISTIWA ALAM DI INDONESIA UNTUK SISWA KELAS V SD ARTIKEL
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS EKSPERIMEN MATERI PERISTIWA ALAM DI INDONESIA UNTUK SISWA KELAS V SD ARTIKEL untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Kristen Satya Wacana oleh Puput Ambaryuni
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap sesuatu masalah, sehingga
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian adalah suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap sesuatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang
BAB III METODE PENELITIAN. A. Definisi penelitian dan pengembangan (R & D) Penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi penelitian dan pengembangan (R & D) Penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development (R & D) adalah metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul fisika berbasis inkuiri pada materi listrik dinamis untuk siswa SMA/MA. Metode yang digunakan dalam penelitian
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP
EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, Nomor 1, April 2015, hlm 75-83 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP Ati Sukmawati, Muliana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Peneliti memilih lokasi penelitian di SMP Negeri 1 yang terletak di Jl. Bhayangkari 368 desa Juwet Kenongo, kecamatan Porong kabupaten Sidoarjo. Telp.
BAB III METODE PENELITIAN
70 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis relevansi muatan lokal pengembangan potensi di. Analisis relevansi dilakukan terhadap relevansi eksternal antara tujuan muatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan perbedaan penafsiran terhadap istilah-istilah yang terkandung di dalam judul
PROSIDING ISBN :
P 54 UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER POSITIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE KOOPERATIF DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TRAVEL GAME DI SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA Laela Sagita, M.Sc 1, Widi Asturi
III. METODE PENELITIAN. Menurut Winarno Surakhmad (2001:139), metode deskriptif adalah ditujukan
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Winarno Surakhmad (001:139), metode deskriptif adalah ditujukan pada pemecahan
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Menentukan pendekatan penelitian yang dilakukan harus disesuaikan dengan jenis fenomena atau fakta yang terjadi di lapangan. Ada perbedaan
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru kelas. Peneliti secara kolaborasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian survai. Penelitian survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai
HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DONOROJO TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015
HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DONOROJO TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar
JURNAL PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi.
PENGARUH KREATIVITAS BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI IPS SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GIRIMARTO TAHUN AJARAN 2013/2014 JURNAL PUBLIKASI Diajukan Untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian 1.1.1 Lokasi Penelitian Objek penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara (Leuwigajah)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka diperlukan guru yang sangat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak secara global, seperti persaingan dalam berbagai bidang kehidupan, salah satu diantaranya
BAB III METODE PENELITIAN. rumah yang ditawarkan (kenaikan penjualan 15% per-tahun). Selain
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Dan Obyek Penelitian Sesuai dengan judul yang penulis kemukakan, penulis mengambil lokasi penelitian di PT. Citra Tama Adigraha Jl. Musi 38 Surabaya. Alasan pemilihan
ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti
ABSTRAK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 6 RSBI BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM GERAK MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN WORKSHEET BERBASIS WEB Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin
