Chapter IV MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT
|
|
|
- Susanto Gunardi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Chapter IV MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT
2 MIND-MAP CHAPTER 4 MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT Global Business Global Perspectives Trade Alliances Doing Business Globally Challenges Parochialism Ethnocentric Polycentric Geocentric Regional Trading Alliances: EU NAFTA ASEAN AU SAARC WTO Int l organizations: MNC Multidomestic corporation Global company Transnational/bord erless Born globals Investment: Global sourcing Exporting Importing Licensing Franchising Strategic allience Joint venture Foreign subsidiary Legal-political environment Economic environment Cultural environment
3 SUMMARY CHAPTER 4 Managing in a Global Environment WHAT S YOUR GLOBAL PERSPECTIVE? Parochialism: melihat dunia dengan prespektif sendiri, menuntun pada sebuah ketidakmampuan untuk mengakui perbedaan setiap individu. Orang dengan perspektif ini tidak mengakui bahwa orang lain mempunyai pandangan yang berbeda terhadap kehidupan dan pekerjaan. Parokialisme merupakan hambatan yang sangat berarti bagi para manageryang bekerja di lingkungan bisnis global. Ada 3 jenis Global Attitudes: -Ethnocentric attitude: adalah suatu kepercayaan parokialistik bahwa pekerjaan terbaik hanya dapat dilakukan di home country (negara dimana pimpinan perusahaan berlokasi). Mereka yang mempunyai anggapan ini meyakini bahwa orang-orang di luar negaranya tidak mempunyai keterampilan kerja, pengetahuan, atau pengalaman untuk memajukan suatu usaha. Sementara mereka percaya bahwa orang-orang dalam negeri mampu melakukan yang terbaik, sehingga mereka tidak akan mempercayai karyawan-karyawan dari luar negeri sekalipun dengan membawa kelebihannya. -Polycentric attitude: suatu pandangan bahwa para manager di host country (negara luar dimana organasisasi/perusahaan menjalankan bisnis) tahu bagaimana menjalankan bisnis dengan baik. Manajer dengan sikap ini mempunyai pandangan bahwa setiap kegiatan luar negeri merupakan hal yang berbeda dan sulit dimengerti. Sehingga, mereka lebih memilih untuk meninggalkan fasilitas-fasilitas luar negerinya dan membiarkan pekerja asing mengetahui sendiri bagaimana cara melakukan sesuatu yang terbaik. -Geocentric attitude: sebuah pandangan yang bersifat world-oriented, yang fokus pada penggunaan pendekatan terbaik dan sumber daya manusia dari seluruh dunia. Manajer dengan tipe ini percaya bahwa sangat penting untuk memiliki pandangan global, baik untuk perusahaan di home country maupun di luar negeri. Berikut informasi mengenai ketiga tingkah laku tersebut: Ethnocentric Polycentric Geocentric
4 Orientasi Home Country Host Country World Kelebihan Struktur lebih sederhana Mudah dalam pengawasan Kekurangan Managemen yang kurang efektif Tidak fleksibel Ancaman sosial dan politik Menekankan pada wawasan dan tempat kerja dalam pasar luar negeri Lebih banyak dukungan dari host government Komitmen manajer lokal dengan moral yang tinggi Pengulangan pekerjaan (duplication of work) Mengurangi efisiensi Sulit untuk mencapai tujuan global karena fokus terhadap tradisi/kebiasaan lokal Menekankan pemahaman global pada isu-isu Keseimbangan antara tujuan lokal dan global Penggunaan metode kerja dan SDM yang terbaik tanpa memperdulikan asalnya Sulit mencapai tujuan Manajer mempunyai pengetahuan, harus baik secara global maupun lokal Perhatian manajer terhadap perbedaan-perbedaan global sangat penting karena budaya tiap negara berbeda satu sama lainnya. Praktek manajemen yang dilakukan di Chicago mungkin tidak akan berjalan dengan baik ketika diterapkan di Bangkok atau Berlin, contohnya. Sehingga pada akhirnya kita akan mengerti bagaimana geocentric atittude akan mengurangi sikap parokial dan perlahan mengembangkan pemahaman terhadap perbedaan-perbedaan kebudayaan di antara negara-negara di dunia. UNDERSTANDING THE GLOBAL ENVIRONMENT Manajemen tidak hanya sebatas lingkup nasional saja, akan tetapi mencakup lingkungan global. Apa yang dimaksud dengan lingkungan global tersebut? Salah satu contoh penting adalah perdagangan global (global trade). Perdagangan global dibentuk atas dasar: aliansi perdagangan regional dan perjanjian negosisasi melalui WTO (World Trade Organization). 1. Regional Trading Alliances
5 a. European Union (EU) Penandatanganan Maastricht Treaty pada bulan Februari 1992 menciptakan European Union (EU), sebuah unifikasi ekonomi dan perdagangan dengan 12 anggota. Motivasi utama pembentukan aliansi ini adalah untuk meningkatkan kekuatan ekonomi melawan perekonomian Amerika dan Jepang. Sebelum terbentuknya EU, setiap negara mempunyai sistem pengawasan, pajak, subsidi, dan kebijakan masing-masing. Namun sekarang, sebagai pasar tunggal, tidak ada halangan untuk bepergian, bekerja, menanamkan investasi, dan melakukan perdagangan di antara negara-negara yang tergabung dalam EU. Mereka mempunyai mata uang yang lazim dipakai, yakni Euro. Hingga tahun 2004, terdapat 24 negara yang telah bergabung di EU. b. North American Free Trade Agreement (NAFTA) Pemerintah Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat sepakat untuk menyetujui perdagangan bebas, NAFTA, pada 12 Agustus Tujuan pembentukan aliansi ini adalah untuk menghapus hambatan dalam perdagangan di antara negara-negara Amerika Utara. Penghapusan tarif, lisensi impor, dan biaya pemakaian menghasilkan kekuatan ekonomi baru dari ketiga negara tersebut. c. Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) ASEAN adalah aliansi perdagangan dari 10 nrgara-negara di Asia Tenggara. Tujuan dari pembentukan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara regional dan diharapkan akan mampu bersaing melawan NAFTA dan EU. d. African Union (AU) Aliansi perdagangan antara 53 negara Afrika yang terbentuk pada bulan Juli 2002, mempunyai visi: membangun sebuah Afrika yang terintegrasi, sukses, dan damai. e. South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) Aliansi 7 negara di Asia Selatan yang menghapuskan tariff sejak 1 Januari Seperti aliansi perdagangan lainnya, mereka mempunyai tujuan pembebasan alur barang dan jasa. 2. The World Trade Organization (WTO) WTO dibentuk pada tahun 1995 yang dikembangkan dari General Agreements on Tariffs and Trade (GATT). Dewasa ini, WTO menjadi satu-satunya organisasi global yang mengatur perdagangan antarnegara. WTO yang beranggotakan 149 negara ini mempunyai tujuan untuk membantu para pelaku bisnis (eksportir dan importir) dalam melakukan bisnisnya.
6 DOING BUSINESS GLOBALLY Perusahaan dapat melakukan bisnis secara global dengan cara mendirikan perusahaan internasional. Jenis-jenis perusahaan internasional di antaranya adalah: Multinational Corporation (MNC) merupakan jenis perusahaan internasional yang menjalankan kegiatan operasi perusahaan di banyak negara. Multidomestic Corporation merupakan sebuah MNC yang mengaplikasikan sistem manajemen desentralisasi dan pengambilan keputusan dilakukan di negara lokal. Jenis perusahaan ini menganut polycentric attitude. Mereka mengadopsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan di pasar lokal. Global Company merupakan salah satu jenis dari MNC yang merupakan sebuah perusahaan internasional yang mengaplikasikan sistem sentralisasi dan pengambilan keputusan dilakukan di negara asal. Jenis ini menganut ethnocentric attitude. Transnational or Borderless Organization merupakan jenis dari perusahaan internasional dimana batas wilayah tidak menjadi hambatan, merupakan tipe MNC yang menganut geocentric atittude. Born Global merupakan salah satu dari jenis perusahaan internasional yang memilih untuk go global mulai dari awal berdirinya. HOW ORGANIZATIONS GO INTERNATIONAL Setelah perusahaan mempunyai tujuan untuk menjalankan bisnis secara global, selanjutnya adalah bagaimana cara perusahaan tersebut bisa dikatakan go international. Berikut ini adalah pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis globalnya: Global Sourcing atau dikenal juga dengan nama Global Outsourcing: pembelian bahan baku atau pun tenaga kerja yang paling murah dari seluruh dunia. Cara seperti ini bertujuan untuk menekan biaya sehingga bisa lebih kompetitif. Exporting: membuat produk di dalam negeri dan menjualnya ke luar negeri. Importing: pembuatan produk di luar negeri dan dijual di dalam negeri. Licensing: sebuah perusahaan yang diberi hak oleh perusahaan lain untuk membuat atau menjual produk dari perusahaan lain dengan menggunakan spesifikasi teknologi dan produknya. Franchising: sebuah perusahaan memberikan hak kepada perusahaan lain untuk menggunakan nama dan metode operasinya.
7 Strategic Alliance: kerjasama antara sebuah perusahaan dengan perusahaan asing dimana keduanya saling berbagi sumber daya dan pengetahuan dalam mengembangkan produk baru atau pun pembangunan fasilitas produksi. Kerjasama jenis ini juga saling berbagi risiko dan keuntungan. Joint Venture: jenis yang lebih spesifik dari strategic alliance, dimana para anggota sepakat untuk membuat suatu bentuk pemisah, perusahaan tidak saling berkaitan dalam tujuan bisnis tertentu. Foreign Subsidiary: merupakan sebuah investasi langsung di negara lain, namun sebagai bagian yang terpisah dari fasilitas produksi atau kantor. MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT Seorang manajer yang mengepalai cabang suatu perusahaan di negara lain pasti akan menghadapi tantangan baru. Dengan berada di negara lain, cabang perusahaan global itu menjadi tamu dan harus menjadi tamu yang baik dengan cara mamatuhi peraturan yang berlaku di negara tersebut. Beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh para manajer perusahaan yang memimpin cabangnya di negara lain, berkaitan dengan berbagai kondisi di sana, antara lain: 1. Lingkungan Politik dan Hukum Untuk beberapa negara, seperti Amerika Serikat, memiliki hukum yang di tegakkan dengan baik dan iklim politik yang kondusif. Hal ini membuat banyak investor yang percaya untuk menanamkan modalnya di sana. Tetapi tentunya tidak semua negara sekondusif kondisi layaknya di Amerika Serikat. Manajer di suatu negara harus tetap mendapat informasi sempurna terhadap hukum yang berlaku di negara tersebut. Analisis global mengenai risiko politik dari Deutsche Banks mengelompokkan negara-negara ke dalam kategori stabilitas yang berbeda: maksimum, tinggi, sedang, rendah, dan payah. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Jerman termasuk kedalam kategori stabilitas politik yang tinggi. Sedangkan yang masuk kedalam kategori rendah diantaranya antara lain Afghanistan dan Korea Utara. Manajer akan menghadapi ketidakpastian yang besar terhadap keamanan perusahaan mereka di negara dengan kondisi politik yang tidak stabil. Tidak jarang para investor yang sedianya akan membuka cabangnya di negara lain, terhambat dengan hal di atas. Selain stabilitas politik, ideologi yang melandasi terbentuknya hukum di suatu negara juga menjadi pertimbangan. Seperti contohnya adalah hukum di China yang komunis, dimana semua dikendalikan
8 pemerintah. 2. Lingkungan Ekonomi Seorang manajer yang sedang menjalankan bisinisnya di luar negeri harus selalu memperhatikan sistem ekonomi yang di anut suatu negara. Ada dua macam sistem ekonomi: a. Ekonomi Pasar lebih mengarah kepada kapitalisme, di mana semua sumber daya dimiliki dan dikelola oleh sektor privat (swasta) b. Ekonomi Terpimpin kebijakan-kebijakan ekonomi dirancang oleh pemerintah. Pada kenyataannya tidak ada satu negara yang menerapkan sistem ini secara penuh. Seperti Amerika Serikat dan Inggris yang menerapkan sistem ekonomi pasar, tetap ada kontrol pemerintah meskipun sedikit. Begitu pula dengan Vietnam dan Korea Utara yang menganut sistem ekonomi terpimpin, meskipun demikian, tetap ada kebebasan meskipun minim. Masalah ekonomi lain yang perlu diperhatikan oleh manajer adalah perubahan kurs mata uang asing, tingkat inflasi, dan perbedaan kebijakan pajak. Keuntungan perusahan sangat bergantung dengan kekuatan kurs mata uang negara asal perusahaan dengan negara tempat mereka beroperasi di negara lain. Inflasi berpengaruh terhadap tingkat bunga, kekuatan mata uang, biaya hidup, dan kepercayaan perusahaan terhadap sistem ekonomi dan politik negara tersebut. Selain inflasi, masalah lainnya yang tidak kalah penting adalah pajak. Ada beberapa negara yang menerapkan pajak rendah atau tinggi terhadap perusahaan asing yang ingin membangun pabrik dan cabang di negara mereka. Para manajer tentu harus mengetaui informasi secara pasti mengenai sistem pajak di negara di mana mereka beroperasi untuk meminimalisasi utang pajak dari keseluruhan kegiatan bisnis. 3. Lingkungan Budaya Kebudayaan antara negara Barat seperti Eropa dan Amerika jauh berbeda dengan negara Timur di Asia. Oleh karena perbedaan inilah terkadang menjadi penghalang yang menyebabkan ketidakstabilan perusahaan yang membuka cabang di negara lain dan tidak memperhatikan budaya yang berkembang di sana. Ada penelitian bahwa budaya suatu negara berpengaruh lebih besar kepada pekerja di sana daripada budaya yang dibangun oleh perusahaan. Hal ini menjadi salah satu catatan bagi manajer untuk memperhatikan perbedaan budaya ini karena produktivitas pekerja yang menjadi taruhannya. Jika perusahaan tidak toleran dengan budaya negara itu, maka banyak orang yang menolak kehadiran cabang dari perusahaan
9 tersebut di negara tersebut. Budaya dalam hal ini tidak hanya terbatas pada kebiasaan atau adat, tetapi juga kepada karakter warga negara, agama, suku, dan lain-lain. Untuk membantu memahami perbedaan budaya antarnegara, seorang manajer dapat menggunakan beberapa pendekatan referensi, di antaranya adalah: a. Hofstede s Framework for Assessing Cultures Adalah salah satu pendekatan referensi yang dapat membantu manajer memahami perbedaan-perbedaan budaya negara-negara lain yang dikembangkan oleh Geert Hofstede. Penelitiannya menyimpulkan bahwa para manajer dan para karyawan mempunyai variasi yang berbeda mengenai budaya nasional, yang mempunyai lima dimensi: Individualism versus collectivism. Individualisme adalah tingkat di mana seseorang cenderung lebih memilih bertindak sebagai individu dibanding sebagai anggota dari suatu kelompok. Kebalikannya adalah kolektivisme, struktur sosial di mana orang-orang lebih menyukai bertindak sebagai anggota kelompok dan berharap bahwa anggota lain yang tergabung dalam kelompok tersebut dapat saling menjaga satu sama lain, layaknya sebuah keluarga atau organisasi. Power distance. Hofstede menggunakan istilah ini sebagai tolak ukur yang luas, di mana masyarakat menerima kenyataan bahwa kekuatan dalam suatu institusi dan organisasi dapat didistribusikan secara merata. Uncertainty avoidance. Menggambarkan suatu tingkatan di mana orang dapat mentoleransi resiko dan lebih menyukai kondisi yang terstruktur. Achievement versus nurturing. Achievement adalah suatu tingkatan yang mengandung nilai-nilai seperti kepercayaan, akuisisi dari uang dan barang material, dan kemenangan atas kompetisi. Long-term and short-term orientation. Orang dengan budaya long-term orientation melihat jauh ke masa depan, waktu luang tidaklah begitu penting, dan mereka percaya bahwa kejadian paling penting dalam hidupnya akan terjadi di masa depan. Sebaliknya, budaya short-tem orientation hanya melihat masa lalu dan sekarang, waktu luang menjadi sangat penting, dan mempercayai bahwa kejadian yang paling berharga dalam hidupnya terjadi di masa lampau atau saat ini. b. The GLOBE Framework Meskipun dimensi kebudayaan dari Hofstede sudah menjadi bagian utama dalam pembedaan budaya antarnegara, namun seiring berjalannya waktu terdapat berbagai perubahan dalam lingkungan global. GLOBE
10 (Global Leadership and Organizational Behavior Effectiveness) merupakan program penelitian yang dimulai tahun 1993, secara bertahap meneliti tingkah laku kepemimpinan berdasarkan silang-budaya. Berikut sembilan dimensi yang dihasilkan: Assertiveness Future orientation Gender differentiation Uncertainty avoidance Power distance Individualism/collectivism In-group collectivism Performance orientation Humane orientation GLOBAL MANAGEMENT IN TODAY S WORLD Menjalankan bisinis global tentu tidaklah mudah. Selain harus berhadapan dengan lingkungan dan kondisi (baik itu sosial politik, ekonomi, maupun budaya) suatu negara, para pelaku bisnis juga harus menerima resiko dari keterbukaan bisnisnya. Salah satu tantangan yang muncul dari keterbukaan ini adalah ancaman terorisme. Tantangan yang lainnya adalah ketergantunagan ekonomi pada negara-negara yang melakukan perdagangan. Namun, terlepas dari semua itu, tantangan terbesar yang harus dihadapi para manajer adalah mengenai perbedaan kebudayaan, mencakup di dalamnya perbedaan adat istiadat, tradisi, sejarah, agama dan kepercayaan, dan norma sosial. Menjalankan usaha di lingkungan seperti itu tentu akan sangat rumit. Pada akhirnya, kesuksesan manajemen di lingkungan global seperti saat ini akan membutuhkan perhatian dan pemahaman yang luar biasa. Para manajer dari setiap negara harus berhati-hati terhadap keputusan dan tindakannya yang akan dinilai tidak hanya oleh orang yang setuju dengannya, namun yang paling penting adalah oleh orang-orang yang tidak setuju dengannya. Mereka harus menyesuaikan gaya kepemimpinan dan pendekatan manajemen yang dilakukannya untuk mengatasi perbedaan pandangan. Mereka akan melakukan hal tersebut sembari tetap fokus pada efisiensi dan efektifitas semaksimal mungkin untuk mencapai tujuantujuan organisasi.
11
Managing in A Global Environment
Managing in A Global Environment Oleh: M. Paulus Situmorang Semua negara di dunia menganggap bahasa Inggeris sebagai bahasa internasional. Tidak heran jika setiap negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5 1 PENGERTIAN GLOBALISASI Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan
Bab 5 Bisnis Global 10/2/2017 1
Bab 5 Bisnis Global 10/2/2017 1 Pengertian Globalisasi Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan menyulut
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. yang harus dihadapi dan terlibat didalamnya termasuk negara-negara di kawasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Globalisasi ekonomi bagi seluruh bangsa di dunia adalah fakta sejarah yang harus dihadapi dan terlibat didalamnya termasuk negara-negara di kawasan ASEAN. Globalisasi
Materi Minggu 12. Kerjasama Ekonomi Internasional
E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 101 Materi Minggu 12 Kerjasama Ekonomi Internasional Semua negara di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri. Perlu kerjasama dengan negara lain karena adanya saling
Dhiani Dyahjatmatmayanti, S.TP., M.B.A.
Pertemuan 5 Dinamika Organisasi Internasional Dhiani Dyahjatmatmayanti, S.TP., M.B.A. STTKD Yogyakarta Jl.Parangtritis Km.4,5 Yogyakarta, http://www.sttkd.ac.id [email protected], [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kerja sama merupakan upaya yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok maupun negara untuk mencapai kepentingan bersama. Lewat bekerjasama, tentu saja seseorang, kelompok
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL.
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL BADAN-BADAN KERJASAMA EKONOMI KERJA SAMA EKONOMI BILATERAL: antara 2 negara KERJA SAMA EKONOMI REGIONAL: antara negara-negara dalam 1 wilayah/kawasan KERJA SAMA EKONOMI
3. Jelaskan bagaimana karakteristik asing dapat mempengaruhi suatu perusahaan bisnis internasional.
BAB 6 Lingkungan Global SASARAN PEMBELAJARAN : 1. Jelaskan mengapa perusahaan perhatian terhadap bisnis internasional. 2. Uraikan bagaimana perusahaan melakukan bisnis internasional. 3. Jelaskan bagaimana
Bab 11 Manajemen Keuangan Internasional
D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 139 Bab 11 Manajemen Keuangan Internasional Mahasiswa diharapkan dapat memahami mengenai teori perdagangan internasional, peranan manajemen keuangan internasional,
Kerja sama ekonomi internasional
Meet -12 1 hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatankesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan. Tujuan umum kerja
ORGANIZATION THEORY AND DESIGN
Modul ke: ORGANIZATION THEORY AND DESIGN LINGKUNGAN ORGANISASI & DESAIN Fakultas Pascasarjana Dr. Mochammad Mukti Ali, ST., MM. Program Studi Magister Manajemen www.mercubuana.ac.id Mata Kuliah OTD Daftar
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Negara di Dunia Periode (%)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada periode 24 28 mulai menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian dunia. Tabel 1 menunjukkan
PEMASARAN INTERNASIONAL
PENGANTAR PEMASARAN PEMASARAN INTERNASIONAL Suwandi PROGRAM STUDI MANAGEMENT RESORT & LEISURE UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG PEMASARAN INTERNASIONAL 1. Globalisasi perdagangan dunia 2. Faktor-faktor
perdagangan, industri, pertania
6. Organisasi Perdagangan Internasional Untuk mempelajari materi mengenai organisasi perdagangan internasional bisa dilihat pada link video berikut: https://bit.ly/2i9gt35. a. ASEAN (Association of South
Pengantar Bisnis. Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PERKULIAHAN Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi & Bisnis Akuntansi 01 MK84014 Abstract Tujuan dan perkembangan dunia bisnis;
MRP Pertemuan 6 BAB 6 IMPLIKASI STRATEGI MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
BAB 6 IMPLIKASI STRATEGI MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Implikasi Secara Umum 1. Pengembangan manajemen logistik Manajemen Rantai Pasokan pada hakikatnya pengembangan lebih lanjut dari manajemen logistik, yaitu
Pembahasan Materi #8
1 EMA402 Manajemen Rantai Pasokan Pembahasan 2 Implikasi Secara Umum Implikasi Terhadap Manajemen Mutu Implikasi Terhadap Arus Barang Implikasi Terhadap Organisasi Implikasi Biaya & Nilai Tambah Implikasi
ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL
ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL 1 STRATEGI OPERASI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL Manajemen Operasional di lingkungan global dan pencapaian keunggulan kompetitif melalui operasional 2 APA
Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja
BAB III Nilai, Sikap,dan Kepuasan Kerja 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. PERILAKU KEORGANISASIAN S T E P H E N P. R O B B I N S W W W. P R E N H A L L. C O M / R O B B I N S E D I S I K E S
I. PENDAHULUAN. semakin penting sejak tahun 1990-an. Hal tersebut ditandai dengan. meningkatnya jumlah kesepakatan integrasi ekonomi, bersamaan dengan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Integrasi suatu negara ke dalam kawasan integrasi ekonomi telah menarik perhatian banyak negara, terutama setelah Perang Dunia II dan menjadi semakin penting sejak tahun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi menuntut adanya keterbukaan ekonomi yang semakin luas dari setiap negara di dunia, baik keterbukaan dalam perdagangan luar negeri (trade openness) maupun
BAB I PENDAHULUAN. setiap negara bertujuan agar posisi ekonomi negara tersebut di pasar internasional
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Penelitian Negara-negara di seluruh dunia saat ini menyadari bahwa integrasi ekonomi memiliki peran penting dalam perdagangan. Integrasi dilakukan oleh setiap negara
Makna dan Dimensi Budaya \
peran budaya: Makna dan Dimensi Budaya \ Krisna Pratama Sania Indila MAKNA DAN DIMENSI BUDAYA Kata Budaya berasal dari bahasa latin cultura,yang dalam artis luas berarti mengacu pada interaksi manusia.
ASEAN ( Association of Southeast Asia Nations ) adalah organisasi yang dibentuk oleh perkumpulan Negara yang berada di daerah asia tenggara
ASEAN ( Association of Southeast Asia Nations ) adalah organisasi yang dibentuk oleh perkumpulan Negara yang berada di daerah asia tenggara ASEAN didirikan di Bangkok 8 Agustus 1967 oleh Indonesia, Malaysia,
ANALISIS PELUANG DI PASAR GLOBAL. Pokok Bahasan
ANALISIS PELUANG DI PASAR GLOBAL Pokok Bahasan Pasar dan Pembeli Global, dengan Bahasan : Kerjasana Ekonomi dan Pengaturan Perdagangan, Kejasama Ekonomi Regional, Karakteristik Pasar Regional, Pemasaran
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL. Bab 3
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Bab 3 1. Pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional Hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan
BAB I PENDAHULUAN. Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu
1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu cepat diiringi dengan derasnya arus globalisasi yang semakin berkembang maka hal ini
ARTI PENTING MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
MATERI 1 ARTI PENTING MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL by Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., M.Si. http://www.deden08m.com 1 Maximazing Profit Introduction Tujuan Perusahaan Optimizing shareholders wealth Optimizing
BAB I PENDAHULUAN. bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
BAB 1 PENDAHULUAN. (AEC) merupakan salah satu bentuk realisasi integrasi ekonomi dimana ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) / ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu bentuk realisasi integrasi ekonomi dimana ini merupakan agenda utama negara
BAB I PENDAHULUAN. Kestabilan nilai tukar mata uang suatu negara merupakan hal penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kestabilan nilai tukar mata uang suatu negara merupakan hal penting untuk dijaga karena nilai tukar mata uang merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Nilai tukar merupakan salah satu alat untuk kebijakan ekonomi bagi sebuah negara. Nilai tukar adalah salah satu indikator ekonomi yang sangat dibutuhkan khususnya sebagai
Akumulasi logam mulia adalah esensial bagi kekayaan suatu bangsa. Kebijakan ekonomi: mendorong ekspor dan membatasi impor
Bisnis Internasional #2 Nofie Iman Merkantilisme Berkembang di Eropa abad ke-16 hingga 18 Akumulasi logam mulia adalah esensial bagi kekayaan suatu bangsa Kebijakan ekonomi: mendorong ekspor dan membatasi
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan luar negeri yang mempunyai peranan penting bagi suatu negara,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam perjalanan waktu yang penuh dengan persaingan, negara tidaklah dapat memenuhi sendiri seluruh kebutuhan penduduknya tanpa melakukan kerja sama dengan
Materi 2 Manajemen dalam Lingkungan Global
Materi 2 Manajemen dalam Lingkungan Global Asumsikan sejenak bahwa Anda seorang manajer yang akan bekerja untuk cabang sebuah organisasi global di negara asing. Anda tahu bahwa lingkungan Anda akan berbeda
STRATEGI OPERASI DI LINGKUNGAN GLOBAL
STRATEGI OPERASI DI LINGKUNGAN GLOBAL Pengertian Globalisasi Kata globalisasi dari bahasa Inggris globalization. Global berarti universal yang mendapat imbuhan - lization yang bisa dimaknai sebagai proses.
I. PENDAHULUAN. moneter terus mengalami perkembangan. Inisiatif kerjasama mulai dikembangkan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses integrasi di berbagai belahan dunia telah terjadi selama beberapa dekade terakhir, terutama dalam bidang ekonomi. Proses integrasi ini penting dilakukan oleh masing-masing
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
ekonomi KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 02 Sesi KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang menilai Indonesia
MANAJEMEN SDM PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL Kerja Yang Secara Mental Menantang Ganjaran Yang Pantas Kondisi Kerja Yang Mendukung Rekan Kerja Yang Mend
MSDM dalam era globalisasi Pertemuan ke - 15 MANAJEMEN SDM PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL Kerja Yang Secara Mental Menantang Ganjaran Yang Pantas Kondisi Kerja Yang Mendukung Rekan Kerja Yang Mendukung
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN STRATEGIK
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN STRATEGIK DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM. Page 1 Definisi Manajemen Strategis Menurut Fred R.David (2004 : 5) :Manajemen strategis adalah ilmu mengenai perumusan,
BISNIS INTERNASIONAL. By Nina Triolita, SE, MM. Pertemuan ke 14 Pengantar Bisnis
BISNIS INTERNASIONAL By Nina Triolita, SE, MM. Pertemuan ke 14 Pengantar Bisnis BISNIS INTERNATIONAL Kegiatan bisnis yang dilakukan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Kegiatan : Perdagangan
MASALAH INTERNASIONAL DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN. HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017
MASALAH INTERNASIONAL DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017 Dunia bisnis menginginkan adanya kemampuan bisnis dan keuangan dalam diri para akuntan manajemen. Pekerjaan
EMA302 - Manajemen Operasional Materi #5 Ganjil 2015/2016 STRATEGI OPERASI. EMA302 Manajemen Operasional
STRATEGI OPERASI Materi #5 EMA302 Manajemen Operasional Strategi Operasi 2 Adalah rencana kegiatan organisasi (perusahaan) untuk mencapai misi. Setiap bidang fungsional memiliki strategi untuk mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara, karena pasar modal merupakan lembaga intermediasi dana dari pihak yang kelebihan dana
Bisnis Internasional Pertemuan Pertama Bab 1 dan 2 Globalisasi dan Perbedaan Sistem Politik Ekonomi antar Negara
Bisnis Internasional Pertemuan Pertama Bab 1 dan 2 Globalisasi dan Perbedaan Sistem Politik Ekonomi antar Negara REFERENSI : CHARLES W. L. HILL INTERNATIONAL BUSINESS EDISI 7 PERTEMUAN PERTAMA Outline
I. PENDAHULUAN. Pembangunan sektor pertanian saat ini telah mengalami perubahan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan sektor pertanian saat ini telah mengalami perubahan orientasi yaitu dari orientasi peningkatan produksi ke orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
RERANGKA ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN GLOBAL
PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU KETIGA BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM POKOK BAHASAN LINGKUNGAN EKONOMI GLOBAL LINGKUNGAN POLITIK GLOBAL LINGKUNGAN HUKUM GLOBAL LINGKUNGAN SOSIO-KULTURAL
ii Ekonomi Internasional
Pendahuluan ii Ekonomi Internasional Daftar Isi iii EKONOMI INTERNASIONAL Oleh : Lia Amalia Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2007 Hak Cipta 2007 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang
I. PENDAHULUAN. Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun Globalisasi
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun 1980. Globalisasi selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak yang mengkhawatirkan bagi negara yang
Signifikasi Kawasan Asia Pasifik. Yesi Marince, S.Ip., M.Si
Signifikasi Kawasan Asia Pasifik Yesi Marince, S.Ip., M.Si A NEW WORLD AND ASIA PACIFIC ORDER Bagaimana Berakhirnya Perang Dingin mempengaruhi kawasan Asia Pasifik? 1. Alasan pelaksanaan containment policy
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT ON TRADE IN GOODS UNDER THE FRAMEWORK AGREEMENT ON COMPREHENSIVE ECONOMIC COOPERATION BETWEEN THE ASSOCIATION OF SOUTHEAST
BAB I PENDAHULUAN. Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah persaingan ekonomi dan teknologi untuk menjadi yang terbaik. Hal ini terutama terlihat
Efektivitas ASEAN Economic Community Terhadap Optimalisasi Kualitas Industri Kerajinan Keramik Dinoyo Malang
PASAR BEBAS Efektivitas ASEAN Economic Community Terhadap Optimalisasi Kualitas Industri Kerajinan Keramik Dinoyo Malang Latar Belakang Integrasi ekonomi merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antarbudaya dengan baik. kemampuan komunikasi antarbudaya (Samovar dan Porter, 2010: 360).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan dunia bisnis yang ada membuat banyak perusahaan asing hadir di Indonesia. Berbagai perusahaan yang bergerak di bidang seperti telekomunikasi, transportasi,
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
110 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab terakhir ini bertujuan untuk menyimpulkan pembahasan dan analisa pada bab II, III, dan IV guna menjawab pertanyaan penelitian yaitu keuntungan apa yang ingin diraih
ANALISIS PELUANG INTERNASIONAL
ANALISIS PELUANG INTERNASIONAL SELEKSI PASAR DAN LOKASI BISNIS INTERNASIONAL Terdapat dua tujuan penting, konsentrasi para manajer dalam proses penyeleksian pasar dan lokasi, yaitu: - Menjaga biaya-biaya
Prospek Ekonomi Regional ASEAN ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO) Ringkasan
Prospek Ekonomi Regional ASEAN+3 2018 ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO) 2018 Ringkasan Prospek dan Tantangan Ekonomi Makro Prospek ekonomi global membaik di seluruh kawasan negara maju dan berkembang,
Pertemuan 14 STRATEGI PEMASARAN INTERNASIONAL
Pertemuan 14 STRATEGI PEMASARAN INTERNASIONAL I. PENGERTIAN PEMASARAN INTERNASIONAL Pemasaran internasional (international marketing) adalah penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran
I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional bagi banyak negara di dunia. Semakin terbuka suatu
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perdagangan internasional memiliki peranan penting sebagai motor penggerak perekonomian nasional bagi banyak negara di dunia. Semakin terbuka suatu negara terhadap arus
PENDAHULUAN. Dalam beberapa dekade belakangan ini, perdagangan internasional telah
PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam beberapa dekade belakangan ini, perdagangan internasional telah tumbuh dengan pesat dan memainkan peranan penting dan strategis dalam perekonomian global. Meningkatnya
SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DALAM PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS?
SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DALAM PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS? Oleh: Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si Calon Widyaiswara Ahli Pertama Belum selesai proses penarikan diri Inggris dari keanggotaan Uni Eropa,
ASEAN FREE TRADE AREA (AFTA) Lola Liestiandi & Primadona Dutika B.
ASEAN FREE TRADE AREA (AFTA) Lola Liestiandi & Primadona Dutika B. Outline Sejarah dan Latar Belakang Pembentukan AFTA Tujuan Strategis AFTA Anggota & Administrasi AFTA Peranan & Manfaat ASEAN-AFTA The
BAB I PENDAHULUAN. berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, nilai serta norma masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, nilai serta norma masyarakat, dan institusi-institusi
FOREIGN DIRECT DIRECT INVESTMENT
FOREIGN DIRECT INVESTMENT Arus pemberian pinjaman kepada (pembelian kepemilikan perusahaan) Luar Negeri yang sebagian besar modalnya Dimiliki oleh penduduk dari negara yang melakukan investasi i (Investing
Copyright Rani Rumita
Perusahaan yang tetap beroperasi di dalam negeri untuk bermain aman, mungkin tidak hanya kehilangan peluang mereka untuk memasuki pasar lain, tetapi juga beresiko kehilangan pasar dalam negeri mereka.
Kuliah 4: A. Penanaman Langsung Modal Luar Negeri (Foreign Direct Investment)
Universitas GunaDarma, Jakarta Fakultas PascaSarjana Mata Kuliah: International Finance Pengajar: Dr.Ir.Sasmito H.Wibowo,M.Sc. =============================================================== Kuliah 4:
POLITIK & SISTEM POLITIK
POLITIK & SISTEM POLITIK Departemen Administrasi & Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Drh. Wiku Adisasmito, M.Sc., Ph.D. Kesehatan merupakan hak semua warga negara
BAB I PENDAHULUAN. sehingga perdagangan antar negara menjadi berkembang pesat dan tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan ekonomi suatu negara saat ini tidak bisa terlepas dari negara lain. Perdagangan antar negara menjadi hal yang perlu dilakukan suatu negara. Disamping
Bab 13 PENGATURAN SDM PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL. (Bagian Kedua)
Bab 13 PENGATURAN SDM PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL (Bagian Kedua) A. Pendahuluan Saat Kodak membuka perusahaan cabang di Cina, Kodak membawa manajer dari barat yang unggul dalam aspek teknis pekerjaan
BAB VI. KESIMPULAN. integrasi ekonomi ASEAN menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: perdagangan di kawasan ASEAN dan negara anggotanya.
BAB VI. KESIMPULAN 6.1. Kesimpulan Hasil penelitian mengenai aliran perdagangan dan investasi pada kawasan integrasi ekonomi ASEAN menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Integrasi ekonomi memberi
4. Membentuk komite negara-negara penghasil minyak bumi ASEAN. Badan Kerjasama Regional yang Diikuti Negara Indonesia
Badan Kerjasama Regional yang Diikuti Negara Indonesia 1. ASEAN ( Association of South East Asian Nation Nation) ASEAN adalah organisasi yang bertujuan mengukuhkan kerjasama regional negara-negara di Asia
BAB I PENDAHULUAN. karyawan ataupun pekerjaan yang dapat mempengaruhi kehidupan keluarga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Isu adanya konflik dalam keluarga yang dapat mempengaruhi pekerjaan karyawan ataupun pekerjaan yang dapat mempengaruhi kehidupan keluarga mereka yang lebih dikenal
BAB 1 : PENDAHULUAN. kuat. (2) Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu bentuk upaya untuk
kuat. (2) Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu bentuk upaya untuk BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi akan membawa dampak terhadap perubahan tatanan kehidupan
Berbagai macam bentuk penetrasi pasar luar negeri: Ekspor Lisensi Waralaba Perusahaan multinasional Perusahaan global BAB 12.
Peran MSDM dalam bisnis internasional Perbedaan antar negara yang mempengaruhi praktek MSDM Proses penugasan internasional yang efektif Pendekatan dalam penyediaan staf global Pemahaman tiga fase dalam
BAB I PENDAHULUAN. termaktub dalam alenia ke-4 pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu: (1)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana termaktub dalam alenia ke-4 pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu: (1) melindungi segenap bangsa
Bisnis Internasional #2. Nofie Iman
Bisnis Internasional #2 Nofie Iman PR pertemuan sebelumnya Anda adalah seorang direktur yang mengepalai divisi pengembangan bisnis sebuah perusahaan penerbangan yang sedang berkembang. Saat ini perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi membuka gerbang untuk masuknya teknologi informasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi membuka gerbang untuk masuknya teknologi informasi dan komunikasi dari suatu negara ke negara lainnya. Dengan adanya globalisasi batasan geografis antar
KONTRAK PERKULIAHAN 1-0. Copyright 2011 Arissetyanto-Hatri
KONTRAK PERKULIAHAN 1. Absensi minimal 75 %, merupakan syarat kelulusan mata kuliah. 2. Toleransi keterlambatan hadir perkuliahan maksimal 15 menit. 3. Selama perkuliahan alat komunikasi (HP) dimatikan
I. PENDAHULUAN. menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam memenuhi kebutuhan pangan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Oleh karena itu, kebijakan
LOGO PENDAHULUAN. Akuntansi Internasional
LOGO PENDAHULUAN Akuntansi Internasional Perbedaan studi akuntansi internasional adalah pada: 1. Pelaporan untuk MNC (Multinasional Company) 2. Batas negara 3. Pelaporan untuk pihak lain di negara yang
BAB I PENDAHULUAN. (subsidiary) dari PT. Pertamina (Persero). Ada dua sektor yang menjadi target
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pelumas Pertamina adalah produk pelumas yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia yaitu PT. Pertamina Lubricants yang merupakan anak perusahaan (subsidiary)
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan dapat dengan bebas bergerak ke setiap Negara di penjuru dunia. yang secara langsung berpengaruh
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri jasa konstruksi memiliki arti penting dan strategis dalam pembangunan nasional mengingat industri jasa konstruksi menghasilkan produk akhir berupa bangunan
1 INTRODUCTION. ADVANCED MANAGEMENT ACCOUNTING (Akuntansi Manajemen Lanjut)
Dosen: Christian Ramos K 1 INTRODUCTION ADVANCED MANAGEMENT ACCOUNTING (Akuntansi Manajemen Lanjut) INTERNATIONAL ISSUES IN MANAGEMENT ACCOUNTING (Masalah Internasional dalam Akntansi Manajemen) REFERENSI:
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan barang dan jasa, investasi yang dapat meningkatkan barang modal,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian negara dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian
: Determinan Intra-Industry Trade Komoditi Kosmetik Indonesia dengan Mitra Dagang Negara ASEAN-5 : I Putu Kurniawan
Judul Nama : Determinan Intra-Industry Trade Komoditi Kosmetik Indonesia dengan Mitra Dagang Negara ASEAN-5 : I Putu Kurniawan NIM : 1306105127 Abstrak Integrasi ekonomi merupakan hal penting yang perlu
MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL
MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL INDONESIA DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL (SERI 1) 24 JULI 2003 PROF. DAVID K. LINNAN UNIVERSITY OF
BAB I PENDAHULUAN. adalah karena para pedagang merasa pasar dalam negeri tidak lagi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Awal munculnya ide untuk melakukan perdagangan ke luar negeri adalah karena para pedagang merasa pasar dalam negeri tidak lagi menjanjikan keuntungan yang
DAFTAR PUSTAKA. ASEAN. (2007). ASEAN Economic Community Blueprint. Singapura: National University of Singapore.
5. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian pada analisis Bab IV tentang analisis faktor penentu Foreign Direct Investment otomotif di 5 negara ASEAN, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa research and development,
NASKAH PENJELASAN PENGESAHAN
NASKAH PENJELASAN PENGESAHAN SECOND PROTOCOL TO AMEND THE AGREEMENT ON TRADE IN GOODS UNDER THE FRAMEWORK AGREEMENT ON COMPREHENSIVE ECONOMIC COOPERATION AMONG THE GOVERNMENTS OF THE MEMBER COUNTRIES OF
serta kemampuan membangun volume sales yang banyak - Kemampuan menciptakan switching cost yang mengikat konsumen
Hal Hal yang harus diperhatikan ketika akan ekspansi internasional: o Pasar mana yang harus dimasuki - Bergantung pada profit potensial jangka panjang yang mampu pasar itu berikan. Pasar yang Pasar kurang
BAB I PENDAHULUAN. dalam Todaro dan Smith (2003:91-92) pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Kutznets dalam Todaro dan
