Managing in A Global Environment
|
|
|
- Ari Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Managing in A Global Environment Oleh: M. Paulus Situmorang Semua negara di dunia menganggap bahasa Inggeris sebagai bahasa internasional. Tidak heran jika setiap negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara memasukkan bahasa Inggris ke dalam kurikulum pendidikan. Namun lain halnya di Amerika dimana bahasa Inggris menjadi bahasa resmi (official language), mereka beranggapan tidak perlu untuk mempelajari bahasa lain, karena bahasa mereka adalah bahasa internasional. Pandangan tersebut merupakan contoh dari paham parokialisme, yakni pandangan sempit terhadap dunia dimana mereka memandang dunia semata-mata dari sudut pandangnya sendiri. Orang dengan sudut pandang seperti ini tidak menyadari bahwa orang lain mempunyai cara hidup dan cara kerja yang berbeda-beda. Beberapa Sudut Pandang Global Parokialisme terkadang menjadi hambatan bagi seorang manajer untuk mengelola dalam lingkungan global seperti ini. Ada tiga macam sikap dasar seorang manajer untuk mengelola lingkungan global ini. Sikap dasar atau perilaku tersebut adalah: 1. Etnosentris Yaitu keyakinan parokialistik bahwa pendekatan dan praktek kerja yang terbaik adalah seperti yang ada di negara asal. Manajer yakin bahwa orang di berbagai Negara asing tidak memiliki keterampilan, keahlian, pengetahuan, atau pengalaman untuk membuat keputusan bisnis terbaik. 2. Polisentris Yaitu pandangan bahwa para manajer di negeri tuan rumah mengetahui pendekatan dan praktek kerja terbaik untuk menjalankan bisnis mereka. Para manajer dengan pandangan polisentris menganggap setiap operasi asing itu berbeda dan sulit dimengerti. Oleh sebab itu, mereka cenderung membiarkan fasilitas asing dan kayawan asing memikirkan sendiri cara mengurus segala sesuatunya secara paling baik.
2 3. Geosentris Yaitu pandangan berorientasi dunia yang memusatkan perhatian pada penggunaan pendekatan orang yang terbaik dari seluruh dunia. Manajer dengan sikap seperti ini yakin bahwa diperlukan pandangan global di kantor pusat organisasi tersebut baik di negara asal maupun di berbagai fasilitas kerja di luar negeri. Berikut ini adalah kebaikan dan kelemahan dari tiap-tiap sikap di atas. Sikap Etnosentris Polisentris Geosentris Orientasi Negara Asal Negara Tuan Rumah Dunia Kelebihan Kelemahan - Struktur sederhana - Pengetahuan tentang pasar - Dikendalikan dengan dan angkatan kerja asing lebih ketat luas - Dukungan dari pemerintah negara tuan rumah besar - Manajer lokal berkomitmen dan semangat kerja tinggi - Manajemen tidak - Duplikasi pekerjaan efektif - Efisiensi berkurang - Kaku - Sulit melangsungkan tujuan - Gangguan sosial dan global karena berfokus pada politis tradisi lokal - Memaksa pemahaman terhadap global - Tujuan lokal dan global seimbang - Orang dan pendekatan kerja terbaik yang digunakan tanpa memandang negara asal - Sulit dicapai - Para manajer harus mempunyai pengetahuan lokal dan global Memahami Lingkungan Global A. Aliansi Perdagangan Regional Pada saat ini ada beberapa Aliansi Perdagangan Regional di dunia, antara lain: 1. Uni Eropa Uni Eropa (European Union/EU) terbentuk pada bulan Februari 1992 bersamaan dengan ditandatanganinya perjanjian Maastricht (Belanda). Anggota EU antara lain Belgia, Denmark, Perancis, Yunani, Irlandia, Italia, Luxemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Inggris, dan Jerman, Austria, Finlandia, Swedia, dan lain-lain. Sebelum terciptanya EU, masing-masing negara itu memiliki pengawasan perbatasan, pajak, subsidi, kebijakan nasionalistik, dan industri-industi yang diproteksi. Sekarang,
3 menjadi pasar tunggal disana tidak ada lagi hambatan untuk perjalanan, lapangan pekerjaan, investasi, dan perdagangan. EU juga sekarang telah membentuk Economic and Monetary Union yang bertanggung jawab untuk pengembangan EURO untuk menjadi satuan ukuran bagi mata uang Eropa. Sampai sekarang EU masih terus aktif, karena motivasi utama bagi penyatuan Negaranegara Eropa itu adalah supaya memungkinkan mereka mampu menegaskan kembali posisi mereka terhadap kekuatan Industri AS dan Jepang karena dengan bekerja di negara yang terpisah dengan hambatan satu sama lain, industri Eropa tidak mampu mengembangkan efisiensi di bisnis AS dan juga Jepang. EU akan terus berperan penting dalam perekonomian global bagi Eropa. 2. North American Free Trade Area (NAFTA) Ketika sejumlah persetujuan atas berbagai masalah penting yang tercakup dalam NAFTA telah tercapai oleh pemerintah Meksiko, Kanada, AS pada tanggal 2 Augustus 1992, maka terciptalah blok ekonomi yang sangat luas. NAFTA menghapus batas-batas (seperti tarif impor, ekspor, dll.) sehingga memudahkan negara-negara anggota NAFTA untuk memperkuat kekuatan ekonomi ketiga negara tersebut.. 3. Association of South East Asia Nations (ASEAN) ASEAN merupakan asosiasi perdagangan dengan 10 negara Asia Tenggara. Pada tahuntahun yang akan datang, wilayah Asia Tenggara mungkin akan menjadi salah satu wilayah ekonomi yang paling cepat perkembangannya di dunia. Wilayah tersebut akan menjadi aliansi ekonomi dan politik regional yang makin penting yang pada akhirnya dampaknya mampu menandingi NAFTA maupun Uni Eropa. B. Perbedaan Jenis Organisasi Global Ada dua jenis organisasi global, yaitu Multinational Corporation (MNC) dan Transnational Corporation (TNC). MNC adalah perusahaan yang menyelenggarakan operasi secara berarti di berbagai negara tetapi mengelola operasi itu dari basis negara asal. MNC bercirikan sikap etnosentris. Contoh MNC antara lain: Sony, Deutsche Bank, AG,dll. Sedangkan TNC adalah perusahaan yang menyelenggarkan operasi yang signifikan di lebih dari satu negara tetapi
4 mendesentralisasikan manajemen ke negara lokal. TNC bercrikan sikap polisentris. Contoh TNC antara lain: Nestle, Frito-Lay, dsb. Seiring dengan kemajuan zaman, saat ini banyak perusahaan besar yang bergerak untuk mengglobalisasikan struktur manajemen mereka dengan menghilangkan divisi struktural yang memaksakan batas-batas geografis artifisial. Perusahaan yang dmikian disebut Borderless Organization atau organisaasi tanpa batas negara. Manajemen tanpa batas negara merupakan upaya organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pasar global yang sengit persaingannya. Salah satu contoh dari borderless organization adalah IBM. C. Cara Perusahaan Menjadi Global Ada tiga tahap agar suatu perusahaan dapat menjadi global. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut: Tahap I, yaitu melalui proses import dan export. Import adalah menjual produk asing di dalam negeri, sedangkan export adalah menjual barang buatan dalam negeri ke luar negeri. Tahap II, yakni melalui jalan mempekerjakan perwakilan asing di dalam negeri atau melakukan perjanjian bidang pabrikan di luar negeri. Tahap III, melalui jenis-jenis pemberian seperti: 1. Lisensi dan Waralaba Lisensi adalah pendekatan untuk menjadi global oleh organisasi pabrikan yang meliputi pemberian kepada organisasi lain hak untuk menggunakan merek, teknologi, atau spesifikasi produk anda. Sedangkan Waralaba adalah pendekatan untuk menjadi global oleh organisasi jasa yang meliputi pemberian kepada organisasi lain ntuk mempergunakan merek, teknologi, atau spesifikasi produk anda. 2. Aliansi Strategi Aliansi strategi adalah pendekatan untuk menjadi global dengan melibatkan kemitraan antara organisasi tertentu dengan perusahaan asing dimana keduanya berbagi sumber daya dan pengetahuan guna mengembangkan produk baru atau membangun fasilitas produksi.
5 3. Joint Venture (Usaha Patungan) Yaitu pendekatan untuk menjadi global yang merupakan aliansi strategis tertentu dimana rekannya setuju untuk membentuk organisasi yang terpisah dan independent untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. 4. Anak Perusahaan di luar negeri Mendirikan anak perusahaan di luar negeri dengan bentuk entitas tersendiri sesuai dengan peraturan negara setempat (host country) Memimpin di Lingkungan Global (Managing in A Global Environment Pemimpin atau manager perusahaan disamping menghadapi masalah internal juga akan banyak bersinggungan dengan masalah eksternal yaitu Masalah Lingkungan Hukum Politik, Lingkungan Ekonomi dan Lingkungan Kebudayaan dimana hal tersebut akan mempengaruhi efektifitas kepemimpinannya. A. Lingkungan Hukum Politik Para manajer perusahaan akan banyak menghadapi ketidakpastian yang sangat besar sebagai akibat ketidakstabilan politik. Para manager harus memperhatikan lingkungan hukum politik yang labil atau revolusioner di berbagai negara tempat mereka beroperasi, karena setiap kebijakan-kebijakan hukum-politik akan mempengaruhi perkembangan perusahaan tersebut. B. Lingkungan Ekonomi Ada tiga perhatian penting yang harus diperhatikan dalam lingkungan ekonomi, yaitu nilai tukar mata uang yang berubah-ubah, laju inflasi, dan berbagai macam kebijakan pajak. Laba perusahaan global dapat secara dramatis berubah-ubah tergantung pada kekuatan mata uang dalam negerinya dan mata uang negara-negara tempat perusahaan itu beroperasi. Setiap devaluasi mata uang sebuah negara akan sangat mempengaruhi tingkat laba perusahaan. Kekuatan mata uang negara asing tertentu dapat juga mempengaruhi berbagai keputusan para manager. Laju inflasi ekonomi mempengaruhi harga yang harus dibayar untuk bahan baku, tenaga kerja, dan perlengkapan lainnya. Selain itu laju inflasi mempengaruhi harga yang dikenakan oleh perusahaan atas barang atau jasanya.
6 Selain memperhatikan kekuatan mata uang dan laju inflasi, seorang manajer juga membutuhkan pengetahuan yang pasti tentang berbagai peraturan perpajakan di setiap negara tempat perusahaan itu beroperasi, guna meminimalkan kewajiban pajak perusahaan tersebut. C. Lingkungan Kebudayaan Seorang manajer harus memperhatikan budaya nasional negara-negara tempat perusahaannya menyalurkan barang atau jasa. Karena setiap negara pasti memiliki budaya masing-masing, oleh karena itu manajer harus bisa mengatur sedemikian rupa sehingga barang atau jasa mereka dapat diterima dan disukai oleh kustomer yang ada di negara tempat mereka beroperasi. Kerangka kerja yang sangat berguna untuk membantu para manajer memahami perbedaan berbagai budaya nasional dengan lebih baik telah disusun oleh Hofstede. Budaya,dikelompokkan atas 5 dimensi menurut Hofstede, yaitu: 1. Individualism versus Collectivism Individualism adalah suatu keadaan dimana masyarakat di suatu negara lebih memilih untuk bertindak secara individual, sedangkan collectivism adalah suatu keadaan dimana masyarakat lebih memilih untuk bertindak sebagai anggota dari suatu kelompok (organisasi), dan mengharapkan orang lain dari kelompok tersebut untuk saling membantu dan mendukung. 2. Power Distance Power distance merupakan suatu ukuran yang menentukan apakah sebuah masyarakat menerima pembedaan kekuasaan di sebuah institusi (organisasi) atau tidak. Masyarakat dengan power distance yang tinggi menerima perbedaan kekuasaan tersebut. Dengan kata lain, mereka sangat menghormati suatu level, jabatan, atau pangkat yang tinggi. Sebaliknya, pada masyarakat dengan power distance yang rendah tidak terlalu menghargai hal tersebut. Walaupun jabatan yang tinggi itu masih dihormati dan berkuasa, namun para pegawai bawahannya tidak takut kepada atasannya. 3. Uncertainty Avoidance Suatu keadaan yang menentukan apakah orang-orang mentoleransi resiko dan lebih memilih keadaan yang tidak terstruktur dibandingkan dengan yang terstruktur, atau sebaliknya.
7 Orang-orang dengan uncertainty avoidance yang rendah, relatif nyaman dengan resikoresiko. Mereka tidak merasa terganggu dengan pendapat ataupun tindakan yang berbeda dengan mereka karena mereka tidak merasa tercancam dengan kondisi tersebut. Sedangkan orang-orang dengan uncertainty avoidance yang tinggi, tidak bisa mentolerir resiko, ataupun sesuatu yang tidak pasti karena mereka merasa terancam dengan situasi semacam itu. 4. Quantity of Life versus Quality of Life Quantity of life merupakan suatu keadaan dimana orang-orang sangat menghargai nilai dari uang dan benda-benda materi. Sedangkan quality of life merupakan suatu keadaan dimana orang-orang lebih memperhatikan relasi dengan sesama dan perhatian terhadap sesama. 5. Long-term and Short-term Orientation Dimensi ini melihat orientasi suatu negara tentang hidup dan kerja. Pada long-term orientation, orang-orang memandang ke masa depan. Sedangkan pada short-term oreintation, orang-orang menghargai masa lampau dan masa sekarang, serta menekankan rasa hormat terhadap tradisi. Program penelitian GLOBE (Global Leadership and Organizational Behavior Effectiveness) yang dimulai pada tahun 1993 melanjutkan penelitian tentang perilaku kepemimpinan trans budaya. Sembilan dimensi budaya oleh GLOBE, yaitu: a. Assertiveness Seberapa besar masyarakat mendorong orang-orang untuk lebih kuat, konfrontasional, dan kompetitif. b. Future orientation Seberapa besar masyarakat mendorong dan menghargai tindakan yang berorientasi ke masa depan seperti perencanaan, investasi untuk masa depan. c. Gender differentiation Seberapa besar masyarakat memaksimalkan perbedaan peran yang dimiliki masing-masing gender. Dapat dilihat dari seberapa besar status dan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan yang dimiliki oleh wanita.
8 d. Uncertainty avoidance Seberapa besar ketergantungan masyarakat pada norma-norma sosial dan prosedur dalam mengurangi keadaan-keadaan yang tidak dapat diprediksi di masa depan. e. Power distance Seberapa besar masyarakat menginginkan kekuasaan untuk dibagikan secara tidak merata. f. Individualism / collectivism Seberapa besar masyarakat mendorong orang-orang untuk bergabung dalam sebuah grup dalam organisasi. g. In-group collectivism Seberapa besar anggota dari masyarakat (seperti anggota keluarga, teman dekat, ataupun organisasi) mengambil bagian. h. Performance orientation Seberapa besar masyarakat mendorong dan menghargai suatu peningkatan performa/prestasi. i. Humane orientation Seberapa besar masyarakat mendukung dan menghargai individual untuk berlaku adil, murah hati, dan ramah dengan sesama. Melakukan bisnis secara global dalam masa sekarang ini tidaklah mudah. Pemimpin ataupun para manager perusahaan global akan banyak menghadapi tantangan dalam kepemimpinannya. Tantangan terbesar yang dihadapi manajer global antara lain tantangan dari keterbukaan organisasi terhadap globalisasi dan perbedaan-perbedaan budaya yang ada di berbagai negara. Keterbukaan terhadap globalisasi sangat dibutuhkan untuk suatu organisasi untuk berhasil, namun dari keterbukaan itu jugalah banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti misalnya terorisme yang akhir-akhir ini menjadi ancaman. Kemudian tantangan yang juga harus dihadapi adalah ketergantungan ekonomi terhadap negara-negara lain, karena sangat mungkin apabila perekonomian suatu negara jatuh, mengakibatkan negara-negara lain terkena dampak dari kejadian tersebut. Tantangan dari sisi lain yang serius adalah mengenai perbedaan budaya yang fundamental, seperti misalnya tradisi, sejarah, religi, kepercayaan, selera, gaya dan lain-lain yang sangat perlu untuk diperhitungkan dalam memimpin dan mengambil suatu keputusan manajemen.
9 Oleh karena itu, supaya manajer dapat sukses dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, menajer harus sangat sensitif dan mengerti mengenai keadaan di sekitarnya. Manajer harus berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan atau tindakan, terutama manajer harus memperhatikan pandangan dari pihak lain mengenai keputusannya itu. Tidak hanya pandangan dari pihak-pihak yang setuju, tapi juga yang paling penting, pandangan dari pihak-pihak yang tidak setuju. Daftar Pustaka: 1. Danny Samson,Richard L. Daft, Management, 2011 Asia Pacific Edition 2. George R Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta, James AF Stoner, Manajemen, Erlangga, Jakarta, Ricky W Griffin, (Texas A & M University), Manajemen, Erlangga, Jakarta, Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge, Perilaku Organisasi, 2008, Penerbit Salemba Empat, edisi Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge, Perilaku Organisasi, 2008, Penerbit Salemba Empat, edisi Stephen Paul Robbins, Mary K Coulter, Management, Prentice Hall R.L. Daft,Richard L. Daft,J. Murphy,H. Willmott, Organization: Theory and Design, South Western, Richard L. Daft, The New Era of Management, South Western,,2008,,2 nd ed 10. Richard L. Daft, Management, South Western, 2012, 10 th ed ////-----
ORGANIZATION THEORY AND DESIGN
Modul ke: ORGANIZATION THEORY AND DESIGN LINGKUNGAN ORGANISASI & DESAIN Fakultas Pascasarjana Dr. Mochammad Mukti Ali, ST., MM. Program Studi Magister Manajemen www.mercubuana.ac.id Mata Kuliah OTD Daftar
Chapter IV MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT
Chapter IV MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT MIND-MAP CHAPTER 4 MANAGING IN A GLOBAL ENVIRONMENT Global Business Global Perspectives Trade Alliances Doing Business Globally Challenges Parochialism Ethnocentric
Management Yesterday and Today
Management Yesterday and Today Oleh: M. Paulus Situmorang Mengetahui sejarah manajemen itu penting karena dengan melihat sejarah manajemen akan bermamfaat bagi kita mengerti teori dan praktek manajemen
Materi Minggu 12. Kerjasama Ekonomi Internasional
E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 101 Materi Minggu 12 Kerjasama Ekonomi Internasional Semua negara di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri. Perlu kerjasama dengan negara lain karena adanya saling
BISNIS GLOBAL. Kata kunci : Bisnis, perdagangan, global
BISNIS GLOBAL Mislan Sihite Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia ABSTRAK Perusahaan yang akan memasuki pasar global sudah tentu harus memahami seluk-beluk berbisnis
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
ii Ekonomi Internasional
Pendahuluan ii Ekonomi Internasional Daftar Isi iii EKONOMI INTERNASIONAL Oleh : Lia Amalia Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2007 Hak Cipta 2007 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5 1 PENGERTIAN GLOBALISASI Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan
Bab 5 Bisnis Global 10/2/2017 1
Bab 5 Bisnis Global 10/2/2017 1 Pengertian Globalisasi Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan menyulut
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Nilai tukar merupakan salah satu alat untuk kebijakan ekonomi bagi sebuah negara. Nilai tukar adalah salah satu indikator ekonomi yang sangat dibutuhkan khususnya sebagai
Kerja sama ekonomi internasional
Meet -12 1 hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatankesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan. Tujuan umum kerja
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi menuntut adanya keterbukaan ekonomi yang semakin luas dari setiap negara di dunia, baik keterbukaan dalam perdagangan luar negeri (trade openness) maupun
Bab 11 Manajemen Keuangan Internasional
D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 139 Bab 11 Manajemen Keuangan Internasional Mahasiswa diharapkan dapat memahami mengenai teori perdagangan internasional, peranan manajemen keuangan internasional,
STRATEGI OPERASI DI LINGKUNGAN GLOBAL
STRATEGI OPERASI DI LINGKUNGAN GLOBAL Pengertian Globalisasi Kata globalisasi dari bahasa Inggris globalization. Global berarti universal yang mendapat imbuhan - lization yang bisa dimaknai sebagai proses.
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar
PEMASARAN INTERNASIONAL
PENGANTAR PEMASARAN PEMASARAN INTERNASIONAL Suwandi PROGRAM STUDI MANAGEMENT RESORT & LEISURE UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG PEMASARAN INTERNASIONAL 1. Globalisasi perdagangan dunia 2. Faktor-faktor
Pengantar Bisnis. Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PERKULIAHAN Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi & Bisnis Akuntansi 01 MK84014 Abstract Tujuan dan perkembangan dunia bisnis;
ORGANIZATION THEORY AND DESIGN. International Environment
ORGANIZATION THEORY AND DESIGN Modul ke: International Environment Fakultas Pasca Sarjana Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA Program Studi Magister Management http://mercubuana.ac.id International Environment
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: PENGANTAR MANAJEMEN
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: PENGANTAR MANAJEMEN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN 2016 1 12 Nama Mata Kuliah : PENGANTAR MANAJEMEN Kode Mata Kuliah/sks : / 3 sks Program Studi Semester :
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Negara di Dunia Periode (%)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada periode 24 28 mulai menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian dunia. Tabel 1 menunjukkan
MASALAH INTERNASIONAL DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN. HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017
MASALAH INTERNASIONAL DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017 Dunia bisnis menginginkan adanya kemampuan bisnis dan keuangan dalam diri para akuntan manajemen. Pekerjaan
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL.
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL BADAN-BADAN KERJASAMA EKONOMI KERJA SAMA EKONOMI BILATERAL: antara 2 negara KERJA SAMA EKONOMI REGIONAL: antara negara-negara dalam 1 wilayah/kawasan KERJA SAMA EKONOMI
Makna dan Dimensi Budaya \
peran budaya: Makna dan Dimensi Budaya \ Krisna Pratama Sania Indila MAKNA DAN DIMENSI BUDAYA Kata Budaya berasal dari bahasa latin cultura,yang dalam artis luas berarti mengacu pada interaksi manusia.
1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Hubungan Antara..., Adinda Dwiastuti, F.PSI UI, 2008
1. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan Kehidupan merupakan sesuatu yang bersifat kontinyu. Hal tersebut berarti segala sesuatu akan berubah dan tidak ada yang abadi. Hal ini menunjukkan bahwa
PENGANTAR BISNIS. SHINTA RAHMANI, SE., M.Si
PENGANTAR BISNIS SHINTA RAHMANI, SE., M.Si Email : [email protected] KONTRAK PERKULIAHAN 1. Absensi minimal 64 %, merupakan syarat kelulusan mata kuliah. 2. Toleransi keterlambatan hadir perkuliahan
Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja
BAB III Nilai, Sikap,dan Kepuasan Kerja 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. PERILAKU KEORGANISASIAN S T E P H E N P. R O B B I N S W W W. P R E N H A L L. C O M / R O B B I N S E D I S I K E S
LOGO PENDAHULUAN. Akuntansi Internasional
LOGO PENDAHULUAN Akuntansi Internasional Perbedaan studi akuntansi internasional adalah pada: 1. Pelaporan untuk MNC (Multinasional Company) 2. Batas negara 3. Pelaporan untuk pihak lain di negara yang
FOREIGN DIRECT DIRECT INVESTMENT
FOREIGN DIRECT INVESTMENT Arus pemberian pinjaman kepada (pembelian kepemilikan perusahaan) Luar Negeri yang sebagian besar modalnya Dimiliki oleh penduduk dari negara yang melakukan investasi i (Investing
EMA302 - Manajemen Operasional Materi #5 Ganjil 2015/2016 STRATEGI OPERASI. EMA302 Manajemen Operasional
STRATEGI OPERASI Materi #5 EMA302 Manajemen Operasional Strategi Operasi 2 Adalah rencana kegiatan organisasi (perusahaan) untuk mencapai misi. Setiap bidang fungsional memiliki strategi untuk mencapai
I. PENDAHULUAN. moneter terus mengalami perkembangan. Inisiatif kerjasama mulai dikembangkan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses integrasi di berbagai belahan dunia telah terjadi selama beberapa dekade terakhir, terutama dalam bidang ekonomi. Proses integrasi ini penting dilakukan oleh masing-masing
RERANGKA ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN GLOBAL
PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU KETIGA BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM POKOK BAHASAN LINGKUNGAN EKONOMI GLOBAL LINGKUNGAN POLITIK GLOBAL LINGKUNGAN HUKUM GLOBAL LINGKUNGAN SOSIO-KULTURAL
BAB I PENDAHULUAN. yang harus dihadapi dan terlibat didalamnya termasuk negara-negara di kawasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Globalisasi ekonomi bagi seluruh bangsa di dunia adalah fakta sejarah yang harus dihadapi dan terlibat didalamnya termasuk negara-negara di kawasan ASEAN. Globalisasi
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara, karena pasar modal merupakan lembaga intermediasi dana dari pihak yang kelebihan dana
ASEAN ( Association of Southeast Asia Nations ) adalah organisasi yang dibentuk oleh perkumpulan Negara yang berada di daerah asia tenggara
ASEAN ( Association of Southeast Asia Nations ) adalah organisasi yang dibentuk oleh perkumpulan Negara yang berada di daerah asia tenggara ASEAN didirikan di Bangkok 8 Agustus 1967 oleh Indonesia, Malaysia,
ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL
ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL 1 STRATEGI OPERASI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL Manajemen Operasional di lingkungan global dan pencapaian keunggulan kompetitif melalui operasional 2 APA
Dhiani Dyahjatmatmayanti, S.TP., M.B.A.
Pertemuan 5 Dinamika Organisasi Internasional Dhiani Dyahjatmatmayanti, S.TP., M.B.A. STTKD Yogyakarta Jl.Parangtritis Km.4,5 Yogyakarta, http://www.sttkd.ac.id [email protected], [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan luar negeri yang mempunyai peranan penting bagi suatu negara,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam perjalanan waktu yang penuh dengan persaingan, negara tidaklah dapat memenuhi sendiri seluruh kebutuhan penduduknya tanpa melakukan kerja sama dengan
KONTRAK PERKULIAHAN 1-0. Copyright 2011 Arissetyanto-Hatri
KONTRAK PERKULIAHAN 1. Absensi minimal 75 %, merupakan syarat kelulusan mata kuliah. 2. Toleransi keterlambatan hadir perkuliahan maksimal 15 menit. 3. Selama perkuliahan alat komunikasi (HP) dimatikan
BAB I PENDAHULUAN. bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
BAB 1 PENDAHULUAN. (AEC) merupakan salah satu bentuk realisasi integrasi ekonomi dimana ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) / ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu bentuk realisasi integrasi ekonomi dimana ini merupakan agenda utama negara
Materi 2 Manajemen dalam Lingkungan Global
Materi 2 Manajemen dalam Lingkungan Global Asumsikan sejenak bahwa Anda seorang manajer yang akan bekerja untuk cabang sebuah organisasi global di negara asing. Anda tahu bahwa lingkungan Anda akan berbeda
I. PENDAHULUAN. semakin penting sejak tahun 1990-an. Hal tersebut ditandai dengan. meningkatnya jumlah kesepakatan integrasi ekonomi, bersamaan dengan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Integrasi suatu negara ke dalam kawasan integrasi ekonomi telah menarik perhatian banyak negara, terutama setelah Perang Dunia II dan menjadi semakin penting sejak tahun
AKTOR NEGARA DAN NON NEGARA DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL. Pengantar Hubungan Internasional FISIP UMJ 2017
AKTOR NEGARA DAN NON NEGARA DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL Pengantar Hubungan Internasional FISIP UMJ 2017 STATE Miriam Budiardjo: Negara sebagai suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan
BAB I PENDAHULUAN. setiap negara bertujuan agar posisi ekonomi negara tersebut di pasar internasional
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Penelitian Negara-negara di seluruh dunia saat ini menyadari bahwa integrasi ekonomi memiliki peran penting dalam perdagangan. Integrasi dilakukan oleh setiap negara
EUROPEAN UNION PERHIMPUNAN MASYARAKAT EROPA
EUROPEAN UNION PERHIMPUNAN MASYARAKAT EROPA SEJARAH DAN TRAKTAT PENDIRIAN Disepakati & ditandatangani di Maastricht, 7 Februari 1992. Perjanjian mulai berlaku 1 November 1993 Terbentuk atas 3 Traktat:
MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL
MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL INDONESIA DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL (SERI 1) 24 JULI 2003 PROF. DAVID K. LINNAN UNIVERSITY OF
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
ekonomi KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 02 Sesi KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang menilai Indonesia
BAB V KESIMPULAN. para pemimpin yang mampu membawa China hingga masa dimana sektor
BAB V KESIMPULAN China beberapa kali mengalami revolusi yang panjang pasca runtuhnya masa Dinasti Ching. Masa revolusi yang panjang dengan sendirinya melahirkan para pemimpin yang mampu membawa China hingga
BISNIS INTERNASIONAL Oleh: Rusdin, Drs., M.Si. [email protected] [email protected] Alamat Rumah: Jl. Villa Asri Tengah IV No. 11 Bumi Asri III Padasuka Tlp.; (022) 7200550 0815 6208 000 Alamat Kantor:
BAB V PENUTUP. Strategi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis
BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Strategi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis meliputi perluasan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar,
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP MANAJEMEN PEMASARAN Oleh : Adisty Bramantyo Sahertian Dosen : Nanang Suryadi NIM :
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP MANAJEMEN PEMASARAN Oleh : Adisty Bramantyo Sahertian Dosen : Nanang Suryadi NIM : 125020306111001 MACAM-MACAM LINGKUNGAN ORGANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUSAHAAN Lingkungan
1 INTRODUCTION. ADVANCED MANAGEMENT ACCOUNTING (Akuntansi Manajemen Lanjut)
Dosen: Christian Ramos K 1 INTRODUCTION ADVANCED MANAGEMENT ACCOUNTING (Akuntansi Manajemen Lanjut) INTERNATIONAL ISSUES IN MANAGEMENT ACCOUNTING (Masalah Internasional dalam Akntansi Manajemen) REFERENSI:
Perilaku Individu dan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional
Perilaku Individu dan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional Dhiani Dyahjatmayanti, S.TP., M.B.A. STTKD Yogyakarta Jl.Parangtritis Km.4,5 Yogyakarta, http://www.sttkd.ac.id - [email protected], [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. dicapai oleh pemiliknya, salah satu tujuan umum didirikan sebuah perusahaan adalah untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebuah perusahaan didirikan dengan memiliki berbagai macam tujuan yang hendak dicapai oleh pemiliknya, salah satu tujuan umum didirikan sebuah perusahaan adalah untuk
BISNIS INTERNASIONAL. By Nina Triolita, SE, MM. Pertemuan ke 14 Pengantar Bisnis
BISNIS INTERNASIONAL By Nina Triolita, SE, MM. Pertemuan ke 14 Pengantar Bisnis BISNIS INTERNATIONAL Kegiatan bisnis yang dilakukan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Kegiatan : Perdagangan
Industri global adalah industri di mana posisi-posisi strategis pesaing dalam pasar geografis atau nasional utama pada dasarnya dipengaruhi posisi
Industri global adalah industri di mana posisi-posisi strategis pesaing dalam pasar geografis atau nasional utama pada dasarnya dipengaruhi posisi globalnya secara keseluruhan. Perusahaan global adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. perdagangan semakin tinggi. Maka dengan ini upaya untuk mengantisipasi hal
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini telah terjadi disetiap negara melakukan perdagangan secara bebas, sehingga tingkat persaingan di berbagai sektor perdagangan semakin tinggi.
ARTI PENTING MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
MATERI 1 ARTI PENTING MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL by Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., M.Si. http://www.deden08m.com 1 Maximazing Profit Introduction Tujuan Perusahaan Optimizing shareholders wealth Optimizing
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kerja sama merupakan upaya yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok maupun negara untuk mencapai kepentingan bersama. Lewat bekerjasama, tentu saja seseorang, kelompok
Pertemuan 14 STRATEGI PEMASARAN INTERNASIONAL
Pertemuan 14 STRATEGI PEMASARAN INTERNASIONAL I. PENGERTIAN PEMASARAN INTERNASIONAL Pemasaran internasional (international marketing) adalah penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran
PROGRAM KEPENDUDUKAN TETAP UNI EROPA
PROGRAM KEPENDUDUKAN TETAP UNI EROPA LATAR BELAKANG Pada tahun 2012, pemerintah Hungaria mengembangkan program ini untuk menarik investasi asing ke Hungaria. Hingga kini, lebih dari 2500 pendaftar telah
STRATEGI INTERNASIONAL
STRATEGI INTERNASIONAL Strategi internasional adalah penjualan produk di pasar-pasar yang berada di luar pasar domestik perusahaan. Salah satu alasan diterapkannya strategi internasional adalah bahwa pasar
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala
perdagangan, industri, pertania
6. Organisasi Perdagangan Internasional Untuk mempelajari materi mengenai organisasi perdagangan internasional bisa dilihat pada link video berikut: https://bit.ly/2i9gt35. a. ASEAN (Association of South
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini jasa telah menjadi bagian yang cukup dominan pengaruhnya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Jasa transportasi, jasa pendidikan, jasa reparasi,
Menerjang Arus Globalisasi ACFTA dan Masa Depan Ekonomi Politik Indonesia
Menerjang Arus Globalisasi ACFTA dan Masa Depan Ekonomi Politik Indonesia Tahun 2001, pada pertemuan antara China dan ASEAN di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, Cina menawarkan sebuah proposal ASEAN-China
BAB. I PENDAHULUAN. akan mengembangkan pasar dan perdagangan, menyebabkan penurunan harga
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Integrasi ekonomi, Sesuai dengan tujuan pembentukannya, yaitu untuk menurunkan hambatan perdagangan dan berbagai macam hambatan lainnya diantara satu negara dengan
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN STRATEGIK
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN STRATEGIK DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM. Page 1 Definisi Manajemen Strategis Menurut Fred R.David (2004 : 5) :Manajemen strategis adalah ilmu mengenai perumusan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Era globalisasi yang ditandai dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan,
PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU PERTAMA BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM
PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU PERTAMA BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM 1 PENGERTIAN PEMASARAN INTERNASIONAL TUGAS PEMASARAN INTERNASIONAL GLOBALISASASI PASAR KONSEP PEMASARAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Proses tersebut adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang
BAB I PENDAHULUAN. yang nyata-nyata lebih baik dibandingkan produk saingan. Salah satu jalan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era modern seperti sekarang ini, suatu perusahaan dituntut untuk menciptakan peluang pasar. Suatu perusahaan harus mampu mempertahankan konsumennya atau
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL. Bab 3
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Bab 3 1. Pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional Hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan
Market Brief. Peluang Produk Sepeda di Jerman. ITPC Hamburg
Market Brief Peluang Produk Sepeda di Jerman ITPC Hamburg 2015 I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... II I. PENDAHULUAN... 1 A. Pemilihan Produk... 1 B. Profil Geografi Jerman... 1 II. POTENSI PASAR NEGARA JERMAN...
BAB II LANDASAN TEORI. dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kinerja Kinerja menurut Soetjipto (1997) merupakan suatu istilah secara umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu
Bab 12 MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
Bab 12 MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL I. PERANAN MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL PENDAHULUAN KEKUATAN PENGUBAH LINGKUNGAN PERSAINGAN GLOBAL GLOBALISASI EKONOMI DUNIA PERUSAHAAN MULTINASIONAL SISTEM
BAB 4 PENUTUP. 4.1 Kesimpulan
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Perdagangan internasional diatur dalam sebuah rejim yang bernama WTO. Di dalam institusi ini terdapat berbagai unsur dari suatu rejim, yaitu prinsip, norma, peraturan, maupun
PENDAHULUAN. Dalam beberapa dekade belakangan ini, perdagangan internasional telah
PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam beberapa dekade belakangan ini, perdagangan internasional telah tumbuh dengan pesat dan memainkan peranan penting dan strategis dalam perekonomian global. Meningkatnya
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap
I. PENDAHULUAN. Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun Globalisasi
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun 1980. Globalisasi selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak yang mengkhawatirkan bagi negara yang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri jasa konstruksi memiliki arti penting dan strategis dalam pembangunan nasional mengingat industri jasa konstruksi menghasilkan produk akhir berupa bangunan
I. PENDAHULUAN. Kosmetik adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Yunani kuno. kosmetikus,
I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kosmetik adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Yunani kuno. kosmetikus, artinya, upaya untuk memperindah tubuh manusia secara keseluruhan, mulai dari rambut, mata,
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan meningkatnya proses globalisasi perusahaanperusahaan. di Indonesia memasuki lingkungan bisnis yang semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya proses globalisasi perusahaanperusahaan di Indonesia memasuki lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. Di tahun 1997, Indonesia dan beberapa
BAB I PENDAHULUAN. berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemenuhan akan kebutuhan hidup memacu setiap manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan berbagai usaha agar kebutuhan
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. : Gambar 4.1 Logo Prudential Life Assurance
A. Identitas Perusahaan BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN Nama Perusahaan Anak perusahaan di Asia Anak perusahaan di Indonesia Website : Prudential plc : Prudential Corporation Asia (PCA) : PT Prudential
BAB I PENDAHULUAN. Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu
1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu cepat diiringi dengan derasnya arus globalisasi yang semakin berkembang maka hal ini
BAB I PENDAHULUAN. Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah persaingan ekonomi dan teknologi untuk menjadi yang terbaik. Hal ini terutama terlihat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komoditas perkebunan terdiri dari tanaman tahunan atau tanaman keras (perennial crops) dan tanaman setahun/semusim (seasonal crops). Tanaman keras utama adalah kelapa
JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA
UPAYA JEPANG DALAM MENJAGA STABILITAS KEAMANAN KAWASAN ASIA TENGGARA RESUME SKRIPSI Marsianaa Marnitta Saga 151040008 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, seperti Indonesia serta dalam era globalisasi sekarang ini, suatu negara tidak terlepas dari kegiatan
SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DALAM PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS?
SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DALAM PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS? Oleh: Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si Calon Widyaiswara Ahli Pertama Belum selesai proses penarikan diri Inggris dari keanggotaan Uni Eropa,
Kuliah 4: A. Penanaman Langsung Modal Luar Negeri (Foreign Direct Investment)
Universitas GunaDarma, Jakarta Fakultas PascaSarjana Mata Kuliah: International Finance Pengajar: Dr.Ir.Sasmito H.Wibowo,M.Sc. =============================================================== Kuliah 4:
Akumulasi logam mulia adalah esensial bagi kekayaan suatu bangsa. Kebijakan ekonomi: mendorong ekspor dan membatasi impor
Bisnis Internasional #2 Nofie Iman Merkantilisme Berkembang di Eropa abad ke-16 hingga 18 Akumulasi logam mulia adalah esensial bagi kekayaan suatu bangsa Kebijakan ekonomi: mendorong ekspor dan membatasi
Signifikasi Kawasan Asia Pasifik. Yesi Marince, S.Ip., M.Si
Signifikasi Kawasan Asia Pasifik Yesi Marince, S.Ip., M.Si A NEW WORLD AND ASIA PACIFIC ORDER Bagaimana Berakhirnya Perang Dingin mempengaruhi kawasan Asia Pasifik? 1. Alasan pelaksanaan containment policy
MSDM INTERNASIONAL. Dosen : Drs. Heru Susilo, M.A. Detha Alfrian Fajri, S.AB., M.M. Disusun oleh : Abiyasa
MSDM INTERNASIONAL (Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Manajemen Sumber Daya Manusia) Dosen : Drs. Heru Susilo, M.A Detha Alfrian Fajri, S.AB., M.M Disusun oleh : Abiyasa 145030801111002
KOMUNIKASI BISNIS KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA / ANTAR BUDAYA. Dosen : Fitria Nursanti SE., MPd. S1 Akuntansi. Modul ke:
KOMUNIKASI BISNIS Modul ke: KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA / ANTAR BUDAYA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dosen : Fitria Nursanti SE., MPd. Program Studi S1 Akuntansi www.mercubuana.ac.id MATERI KOMUNIKASI
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan
GAMBARAN UMUM BISNIS INTERNASIONAL
PERSENTASE BISNIS INTERNASIONAL GAMBARAN UMUM BISNIS INTERNASIONAL Di persentasikan pada mata kuliah Bisnis Internasional Di bawah bimbingan : Ida Nirwana, SE, M. Si Di Susun Oleh : Nama : Turmudi NPM
