PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN"

Transkripsi

1 I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : [email protected] [email protected] PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Surabaya, Oktober 2015 L/O/G/O

2 S1 Teknik Fisika FTI-ITS, Lulus 1988, S2 Teknik Elektro ITS, Lulus 1996, S3, Teknik Pengendalian Kelautan FTK ITS, Lulus 2007 Dosen Tetap: Jurusan Teknik Fisika FTI-ITS 1988 Sekarang, Kaprodi S2 Teknik Fisika ITS (2010 skr) Ketua Dewan Redaksi Jurnal JURNAL IPTEK, The Journal of Technology and Science ( skr) terindeks di indexing International Koordinator Jurnal IPTEK (IPTEK of Engineering, IPTEK of Science, IPTEK of Art and Design, IPTEK of Proceeding Series) (2012 skr) Angggota Senat Akademik ITS ( , 2015 sd skr) Anggota Dewan Pnasihat ITS ( ) Bersertifikat Pendidik, Ketua Tim Kurikulum Teknik Fisika ITS, 2009 dan 2014 (S2) Ketua Panitia International Seminar 2 nd, 3 th APTECS ITS (annual international seminar), ISST 2015 Ketua Steering Commitee International Seminar 3 th APTECS Peneliti dana (Ristek, DP2M, PUM ITS) skr Trainer utk KBK, Pekerti, AA (2009 skr) Trainer untuk penulisan karya ilmiah DitLitabMas DIKTI (2011 skr) Penerima Hibah E-Learning ITS ( ), Hibah GDLN (2012), Hibah PDITT ( ), Hibah Buku Ajar (2014) Penyusun buku Panduan PDITT Dikti 2014 Keynote speaker: Devsus Workshop (NMMU Port Elizabeth Afsel 2010, IMS Dar er Salaam Zanzibar 2011, Universidad Quintanaa Roo Mexico 2012),

3 Jadwal Hari/Tgl PUKUL MATERI FASILITATOR 08:00-08:30 PEMBUKAAN Rektor Selasa, 08:30-09:00 Pengantar PEKERTI Syamsul Arifin 27 Oktober 09:00-11:00 Sistem Pendidikan Tinggi Syamsul Arifin :00-12:30 ISHOMA 12:30-14:20 Taksonomi Tujuan Instruksional Syamsul Arifin 14:20-14:40 Istirahat shalat & Coffee Break 14:40-16:30 Penyusunan Capaian Pembelajaran Nurul Widyastuti/Aulia S.A. Rabu, 28 Oktober 2015 Kamis, 29 Oktober 2015 Jum at, 30 Oktober :00-09:30 Analisis Pembelajaran/Peta Kompetensi Aulia S.A. 09:30-11:00 Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Widiyastuti 11:00-12:30 ISHOMA 12:30-14:20 Kurikulum ITS Nurul Widyastuti 14:20-14:40 Istirahat shalat & Coffee Break 14:40-16:30 Teori, Model dan Motivasi Belajar Orang Dewasa Sri Fatmawati 08:00-09:30 Dasar-dasar komunikasi dan ketrampilan dasar Sri Fatmawati, mengajar 09:30-11:00 Penggunaan e-learning dalam pembelajaran Tim P3AI & Nur Qomarudin daring 11:00-12:30 ISTIRAHAT 12:30-14:20 Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) Ludfi Djayanto 14:20-14:40 Istirahat shalat & Coffee Break 14:40-16:00 Lanjutan SN-DIKTI Ludfi Djayanto 14:00-15:00 Team Teaching Sri Fatmawati 08:00-10:00 Assessmen dan Evaluasi Hasil Pembelajaran Widiyastuti/Aulia SA 10:00-11:00 Team Teaching Tim-P3AI-ITS 11:00-12:30 ISTIRAHAT 12:30-14:20 Praktek Mengajar (Micro Teaching) Tim-P3AI-ITS 14:20-14:40 Istirahat shalat & Coffee Break 14:40-16:20 Praktek Mengajar (Micro Teaching) Tim-P3AI-ITS 16:20-16:30 PENUTUPAN Panitia

4 1. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 2. STANDAR PENELITIAN 3. STANDAR PENGABDIAN KPD MASY SNPT PASAL 4 PASAL 5 STANDAR NAS. PEND 1. Standar KOMP. LULUSAN 2. Standar ISI 3. Standar PROSES 4. Standar PENILAIAN PEND 5. Standar PENDIDIK dan TENAGA KEPENDIDIKANAN 6. Standar SARANA dan PRASARANA 7. Standar PENGELOLAAN 8. Standar PEMBIAYAAN

5 TAKSONOMI & CAPAIAN PEMBELAJARAN

6 Start Kompetensi Lulusan PRODI Model >Strategi> Methods Pembelajaran Capaian Pembelajaran MK PETA KOMPETENSI Sub-Capaian Pembelajaran MK Indikator Pencapaian Hasil Belajar Rencana Pembelajaran Pokok Bahasan (Peta Konsep) Bahan Ajar (Media Pembelajaran) Monitoring Proses Pembelajaran Asesmen Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa Re-Konstruksi MK Evaluasi Proses Pembelajaran (Instructional Research) End Rancangan Pembelajaran MK

7 Universities Value VISI & MISI TUJUAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS KOMPETENSI LULUSAN UNIVERSITAS KOMPETENSI LULUSAN PRODI Capaian Pembelajaran Lulusan - CPL Matakuliah-A Capaian Pembelajaran MK-A : Kemampuan akhir-1 Kemampuan akhir-2 : Kemampuan akhir-n (Permen DIKBUD Tahun 2013 : SNPT) Matakuliah-Z Capaian Pembelajaran MK-Z : Kemampuan akhir-1 Kemampuan akhir-2 : Kemampuan akhir-n

8 KAWASAN TUJUAN INSTRUKSIONAL COGNITIF Berorientasi pada kemampuan berpikir intelektual yang paling sederhana kompleks AFEKTIVE PSICHOMOTORIC Berorientasi pada ketrampilan motorik, berhubungan dengan anggota badan yang memerlukan koordinasi syaraf dan otot Berorientasi pada kepekaan rasa, emosi, nilai dan sikap

9 %Afektif Receiving, Responding, Valuing, Organization, Characterization. Observable HUBUNGAN INTERAKTIF ANTAR KAWASAN TAKSONOMI Terintegrasi dan Berkinerja %Kognitif : Knowledge, Comprehension, Application, Analysis, Synthesis, Evaluation, Creation. %Psikomotor: Imitation, Manipulation, Precision, Articulation, Naturalization. Measurable Bloom & Anderson ( )

10 CP pada level KKNI CP pada setiap level KKNI diuraikan dalam diskripsi sikap dan tata nilai, kemampuan, pengetahuan, tanggung jawab dan hak pernyataan ringkas Kedalaman dan Level Sesuai Jenjang PS

11 Universities Value VISI & MISI TUJUAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS KOMPETENSI LULUSAN UNIVERSITAS KOMPETENSI LULUSAN PRODI GOL / CP MK Matakuliah-A Capaian Pembelajaran MK-A : Kemampuan akhir-1 Kemampuan akhir-2 : Kemampuan akhir-n (Permen DIKBUD Tahun 2014 : SNPT) Matakuliah-Z Capaian Pembelajaran MK-Z : Kemampuan akhir-1 Kemampuan akhir-2 : Kemampuan akhir-n

12 C, P, A - MENINGKAT SESUAI BLOOM ANDERSON RINCIAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI Rincian CP PS 1. Ketrampilan Kerja Rincian CP PS 2. Penguasaan Pengetahuan Rincian CP PS 3. Kemampuan Manajerial SEM 8 CP8.1 MK 8.1 CP8.2 MK 8.2 CP8.J MK 8.J SEM SEM 2 CP2.1 MK 2.1 CP2.2 MK CP2.M MK 1.M SEM 1 CP1.1 MK 1.1 CP1.2 MK 1.2 CP1.N MK 1.N

13 C, P, A - MENINGKAT SESUAI BLOOM ANDERSON Aspek Ketrampilan Kerja Aspek Penguasaan Pengetahuan A C P Aspek Kemampuan Manajerial SEM 8 CP8.1 MK 8.1 CP8.2 MK 8.2 CP8.J MK 8.J... SEM CP2.2 Fisika Rek 2 MK 2.2 CP2.M MK 1.M SEM Fisika Rek Matematika Kimia Pengantar Tek. Fisika

14 KEDUDUKAN CP dan SUB CP Capaian Pembelajaran

15 CAPAIAN PEMBELAJARAN Capaian pembelajaran MK sudah harus bersifat khusus. HARUS BERSIFAT OBSERVABLE MEASURABLE Mempunyai 4 UNSUR: AUDIENCE, BEHAVIOUR, CONDITION, DEGREE Kata kerja yang sering digunakan: Mampu menjelaskan.. Mampu mengaplikasikan. Mampu untuk.

16 Kaidah Penulisan Capaian Pembelajaran Setiap CP menyatakan kemampuan mahasiswa yang dinyatakan dengan kalimat sederhana dan menggunakan kata kerja (verb), Setiap CP gunakan hanya satu verb yang masing-masing menyatakan kemampuan penguasaan pengetahuan (knowladge), ketrampilan (skill), sikap dan tata nilai (afeksi), Setiap CP sesuaikan dengan kebutuhan belajar mahasiswa (sesuai dengan level diskripsi KKNI), Setiap CP menyatakan kemampuan mahasiswa yang dapat dilakukan assessment, Contoh : Mahasiswa mampu menghitung rata-rata dengan kemampuan presentasi oral dengan sikap yg profesional. Setiap CP jangan menggabungkan 2 atau lebih kemampuan yg pencapaiannya tidak dapat assess dengan sebuah metoda assessment tunggal, Setiap CP matakuliah (MK) sesuaikan dengan CP Prodi, CP-MK dapat di elaborasi menjadi CP yang lebih spesifik, dan dapat memiliki 4 unsur : Audience, Behavior, Condition, Degree.

17 4 unsur dalam CAPAIAN PEMBELAJARAN A.B.C.D A. (AUDIENCE) Siapa mahasiswa Anda? B. (BEHAVIOUR) Kompetensi/perilaku yang diharapkan dicapai mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah C. (CONDITION) Situasi atau kondisi belajar tertentu yang diperlukan mahasiswa untuk mencapai kompetensi/perilaku yang diinginkan. D. (DEGREE) Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai kompetensi/perilaku yang diinginkan

18 2 SYARAT RUMUSAN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP): Berorientasi kepada mahasiswa, bukan kepada dosen atau mata kuliah Berorientasi kepada hasil belajar, bukan kepada proses belajar. 3 KARAKTERISTIK RUMUSAN CAPAIAN PEMBELJARAN: CP secara spesifik dapat diukur (Measurable) CP secara spesifik dapat di diamati (Observable) CP relevan dengan kompetesi lulusan yg dituju (KKNI); menggambarkan penguasaan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tata nilai.

19 Capain Pembelajaran - S.M.A.R.T S PESIFIC MEASURABLE Capaian belajar harus jelas, menggunakan istilah yang spesifik menggambarkan kemampuan; pengetahuan, nilai, sikap dan kinerja yang diinginkan. Gunakan kata-kata tindakan atau kata kerja nyata (concrete verbs). Capaian belajar harus mempunyai target yang dapat diatur dan hasil yang dapat diukur, sehingga kita dapat menentukan kapan hal tersebut dapat dicapai oleh mahasiswa A CHIEVABLE Pastikan bahwa kemampuan yang diinginkan adalah sesuatu dimana mahasiswa dapat mencapainya. REALISTIC Pastikan bahwa kemampuan mahasiswa yang diinginkan adalah realistis dan dapat dicapai oleh mahasiswa T IME - BOUND Pastikan bahwa kemampuan mahasiswa yang diinginkan adalah dalam batas waktu

20 CONTOH CAPAIAN PEMBELAJARAN

21 Contoh capaian pembelajaran No Tujuan Instruksional Orientasi? 1. Dosen mengajarkan tentang penyusunan proposal penelitian 2. Mahasiswa dapat menyusun proposal penelitian 3. Matakuliah ini akan membahas secara mendalam berbagai metode eksperimen 4. Mahasiswa akan mendiskusikan perubahan sistem perpajakan berdasarkan analisa krisis moneter 5. Mahasiswa akan dapat menganalisis perubahan sistem perpajakan berdasarkan analisa krisis moneter Dosen Mahasiswa Matakuliah Proses belajar Hasil belajar X X X

22 Contoh Hasil Tugas Pekerti CP Prodi & CP MK

23 Capaian Pembelajaran MK Capaian Pembelajaran Program Studi Mampu mengelola dan menjalankan usaha baik usaha baru (start-up) maupun usaha yang sudah berjalan Mampu untuk melakukan perencaan dan pengelolaan keuangan perusahaan Memahami teori dan prinsip dasar dari akuntansi Bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri Mata Kuliah Mahasiswa mampu menerapkan konsep dan prosedur akuntansi baik manual maupun terkomputerisasi pada perusahaan yang baru maupun yang telah beroperasi, baik dengan kinerja individu maupun secara berkelompok dalam kerjasama tim Program Studi PP1 : Menguasai keilmuan perencanaan wilayah dan kota untuk mendukung pembangunan berkelanjutan PP4 : Mampu berpikir kreatif dan inovatif KP6 :Mampu bekerjasama dalam tim multidisiplin MP3 : Memiliki etika dan tanggung jawab profesi Mata Kuliah Mampu menyusun dan mempresentasikan suatu produk pemetaan dalam bentuk/format sistem informasi geografis (GIS) untuk keperluan penataan ruang melalui kinerja individu dan kerjasama kelompok.

24 MK Analisis Lokasi dan Keruangan MK Teknik Tenaga

25 Contoh Hasil Tugas Pekerti CP MK dan Sub CP

26 Pokok Bahasan 1 Pokok Bahasan.. Pokok Bahasan n Lulus MK Tahap 1 Tahap Tahap n CP MK Kemampuan 1 yang diharapkan Kemampuan ke yang diharapkan Kemampuan ke n yang diharapkan Sub CP 1 Sub CP.. Sub CP n CP

27 Capaian Pembelajaran MK: Mampu mengevaluasi sistem pengendalian otomatis pada plant dengan tahapan yang benar baik secara mandiri maupun dalam kerjasama tim (C5, P4, A3) PB8. Menganalisis Karakteristik Sistem berdasarkan Persamaan Ruang Keadaan (C4, P3, A3) PB7. Membandingkan Strategi Perancangan sistem Pengendalian PID dan kombinasinya (C5, P3, A3) PB6. Membandingkan Pengendali PID, dan kombinasinya (C5, P3, A3) PB3. Menganalisis PB4. Membuat Tempat PB5. Menganalisis Respon Respon Sistem Dinamis (C4, P3, A3) Kedudukan Akar (C4, P3, A3) Frekuensi (C4, P3, A3) PB 2. Menurunkan Model Matematis Sistem Dinamika (C3, P3, A3) PB 1. Menjelaskan Komponen Sistem Pengendalian Otomatis (C2,A2) Garis Entry Behaviour Transformasi Laplace Sensor Transducer

28 Contoh: MK Akuntansi Mahasiswa mampu menerapkan konsep dan prosedur akuntansi baik manual maupun terkomputerisasi pada perusahaan yang baru maupun yang telah beroperasi, baik dengan kinerja individu maupun secara berkelompok dalam kerjasama tim Mampu membandingkan sistem akuntansi terkomputerisasi dengan manual Mampu membuat siklus akuntansi perusahaan jasa Mampu membuat siklus akuntansi perusahaan dagang Mampu membuat siklus akuntansi perusahaan pemanufakturan Mampu melakukan proses jurnal penyesuaian Mampu melakukan proses pencatatan Akuntansi Mampu menjelaskan pengertian dan fungsi Akuntansi

29 Susun: 1.Capaian Pembelajaran 2.Sub Capaian Pembelajaran 10

30 KNOWLEDGE PENGETAHUAN * Mengingat * Menghafal TAKSONOMI TUJUAN KOGNITIF MENURUT BLOOM (1956) COMPRE- HENSION PEMAHAMAN * Menerjemahkan * Menginterpretasikan * Menyimpulkan APPLICATION PENERAPAN Menggunakan konsep prinsip, dan prosedur untuk memecahkan masalah ANALYSIS ANALISIS * Memecahkan konsep menjadi bagian-bagian * Mencari hubungan antar bagian SYNTESIS SINTESIS Mengga bungkan bagianbagian menjadi satu kesatuan EVALUATION EVALUASI Membandingkan nilainilai, ide-ide, metode dsb. dengan standar Paling sederhana Komplek

31 Original Evaluasi Sintesa Analisis Aplikasi Pemahaman Pengetahuan Kata Benda Revised Berkreasi Mengevaluasi Menganalisis Mengaplikasikan Memahami Mengingat Kata Kerja

32 THE TAXONOMY OF EDUCATIONAL OBJECTIVES COGNITIVE DOMAIN Bloom & Anderson & Krathwohl,2001 Mengidentifikasikan, Menyebutkan, Menunjukkan Memberi nama pada, Menyusun daftar, Menggarisbawahi, Menjodohkan, Memilih, Memberikan definisi, Menyatakan,. Menjelaskan, Menguraikan, Merumuskan, Merangkum, Mengubah, Memberikan contoh tentang, Menyadur, Meramalkan, Menyimpulkan, Memperkirakan, Menerangkan, Menggantikan, Menarik kesimpulan, Meringkas, Mengembangkan, Membuktikan,. Mendemonstrasikan, Menghitung, Menghubungkan, Memperhitungkan Membuktikan, Menghasilkan, Menunjukkan, Melengkapi, Menyediakan, Menyesuaikan, Menemukan,. Memisahkan, Menerima, Menyisihkan, Menghubungkan, Memilih, Membandingkan Mempertentang kan, Membagi, Membuat diagram/skema, Menunjukkan hubungan antara, Membagi,.. Memperbandingkan, Menyimpulkan, Mengkritik, Mengevaluir, Memberikan argumentasi, Menafsirkan, Membahas, Menyimpulkan, Memilih antara, Menguraikan, Membedakan, Melukiskan, Mendukung, Menyokong, Menolak,. Merancang, Menyusun, Menciptakan, Mendesain, Mengkombinasikan, Mengatur, Merencanakan,.. C1 C2 C3 C4 C5 C6

33 THE TAXONOMY OF EDUCATIONAL OBJECTIVES COGNITIVE DOMAIN (ANDERSON, 1989) Dimensi Pengetahuan KNOWLE DGE COMPRE HENSION APPLICA TION ANALYSI S EVALUAT ION CREATIO N Pengetahuan FAKTUAL Pengetahuan KONSEPTUAL Pengetahuan PROSES Pengetahuan PROSEDUR Pengetahuan META COGNISI

34 C1 REMEMBERING (MENINGAT) Pengeta huan Me recall Pengeta huan Mampukah Mhs mengingat Informasi? Menggambarkan Menemukan Identifikasi Menyusun daftar Mengambil Memberi nama Menempatkan Menyadari

35 Contoh Outcome Mengingat waktu (fakta) Mengingat sebuah bilangan (konsep) Mengingat nama tokoh (fakta) Mengingat nama tokoh (fakta) Mengingat (prinsip) Mengingat definisi (prinsip) Mengingat (proses) Mengingat (konsep) Contoh Apakah perang dunia II terjadi setelah kemerdekaan Indonesia? Apakah jumlah electron bebas pada Atom X bergantung pada Nomor massa nya? Siapakah penemu teorema logika fuzzy Siapa yang menciptakan sistem otomasi pertama kali Apa yang dimaksud dengan besaran vektor Apa definisi 1 meter Apakah benda akan melayang setelah benda dilempar ke atas dengan kecepatan awal V0 Pernyataan berikut ini benar atau salah: Cahaya adalah termasuk gelombang elektromagnetik

36 C2 Memahami Mahasiswa menangkap makna dari informasi, dengan menafsirkan dan menerjemahkan, apa yang telah dipelajari Mengklasifikasi Membandingkan Mencontohkan Menjelaskan Menyimpulkan Menafsirkan Parafrase Meringkas Mampukah mahasiswa menjelaskan sebuah ide / konsep?

37 Contoh Outcome Contoh Internalisasi Pengetahuan Jelaskan mengapa... (Konsep) Menulis kata-kata Anda sendiri... (Proses/prosedur) Bagaimana Anda menjelaskan...? (konsep) Tulis gambaran singkat... (fakta) Apa gagasan utama...? (Fakta + Konsep + Prinsip) Jelaskan mengapa tekanan udara di dataran rendah berbeda dengan di dataran tinggi Tuliskan kembali kronologis terjadi perang dunia II BaJelaskan tentang kejadian turbulensi Tuliskan gambaran singkat tentang devise komputer Apa gagasan utama pada alinea 1 hal. X jurnal yg Anda baca

38 C3 Mengaplikasikan Mhs menggunakan informasi untuk konteks yang berbeda dengan materi yang dipelajari Menerapkan Melakukan c = Menggunakan Mengeksekusi Mampukah mhs menggunakan informasi dalam situasi yang lain?

39 Contoh Mengaplikasikan Konsep Konsep Konsep Proses Tentukan kestabilan dari sistem berikut, dengan menggunakan konsep Routh Hurwitz: Tentukan besarnya Maksimum Overshoot, bila dilakukan uji dengan sinyal step pada sistem berikut: Selesaikan persamaan diferensial berikut dengan menggunakan metode Runge Kutta, bila saat t=0, nilai X(0) = X0 dan saat t = t, nilai X(t) = Xt. Bila material A dengan komposisi X1, Y1, Z1 dipanaskan sd suhu 1000 deg Celcius, bagaimana komposisinya setelah dipanaskan

40 C4 Menganalisis Mhs belajar dengan membagi informasi (materi yg dipelajari) ke dalam bagian-bagian untuk mendapatkan informasi terbaik Menghubungkan Membandingkan Mendekonstruksi Menemukan Mengintegrasikan Mengorganisasi Menguraikan Menyusun Mampukan Mhs memecah informasi ke dalam bagian yg lebih kecil untuk mengeksplorasi (mengembangkan berdasarkan) pemahaman dan hubungan antaranya

41 Contoh Menganalisis Konsep Konsep Proses Jika nilai gain Kp dirubah, dari 2 menjadi 10 pada sistem berikut, bagaimana dampaknya pada kestabilan sistem Bila sinyal X(t) berdistribusi Gauss mendapatan Noise N(t) berdistribusi Gauss dan bersifat independen, bagaimana karakteristik sinyal Y(t) yang diterima oleh receiver

42 C5 Mengevaluasi Mahasiswa membuat keputusan berdasarkan refleksi, kritik dan penilaian Mengkritisi Mendeteksi bereksperimen Hipotesis Menilai Memantau Menguji Mampukah mhs membenarkan keputusan atau suatu tindakan?

43 Contoh Mengevaluasi Prosedur Konsep Desain sebuah sistem kendali berdasarkan letak akar-akar karakteristik berikut Konsep Proses

44 C6 Berkreasi Mhs menciptakan suatu ide atau informasi baru berdasarkan apa yg telah dipelajarinya Membangun Merancang Menemukan Membuat Merencanakan Memproduksi Mampukah Mhs mengembangkan sebuah produk, ide atau cara baru?

45 Contoh Berkreasi Konsep Konsep Konsep Proses Teliti persamaan keadaan dari sebuah sistem nonlinier, yang mendapatkan disturbance dari sensor dan lingkungan, dimana kedua disturbance tersebut salang dependen dengan distribusi probabilitas yang tidak identik. Gunakan konsep kepakaran untuk mengevaluasi karakteristik sebuah sistem nonlinier yang sensitif terhadap disturbance

46 TAKSONOMI TUJUAN AFEKTIF (Krathwohl, Bloom & Masia,1964) ORGANIZATION CHARACTERIZATION RECEIVING PENGENAL - AN Ingin menerima Ingin menghadiri Sadar akan suatu situasi, objek, fenomena RESPONDING PEMBERIAN RESPON Aktif hadir Berpartisipasi VALUING PENGHARGA- AN TERHADAP NILAI Menerima nilai-nilai, setia kepada nilainilai Memegang teguh nilainilai PENGORGA- NISASIAN Menghubungkan nilai yang dipilih dengan sistem nilai yang ada Mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam hidupnya PENGAMALAN Internalisasi nilai-nilai menjadi pola hidup

47 THE TAXONOMY OF EDUCATIONAL OBJECTIVES AFFECTIVE DOMAIN (Krathwohl, Bloom & Masia,1964) CHARACTERIZATION RECEIVING Melaksanakan, Membantu, Menawarkan diri, Menanyakan, Memilih, Mengikuti, Menjawab, Melanjutkan, Memberi, Menyatakan, Menempatkan,. RESPONDING Menyambut, Menolong, Mendatangi, Melaporkan, Menyumbangkan, Menyesuaikan diri Berlatih, Menampilkan, Membawakan, Mendiskusikan, Menyelesaikan, Menyatakan persetujuan Mempraktekkan,. VALUING Menunjukkan, Melaksanakan, Menyatakan pendapat, Mengikuti Mengambil prakarsa, Memilih Ikut Serta, Menggabungkan diri, Mengundang, Mengusulkan, Membela, Menuntun, Membenarkan, Menolak, Mengajak, ORGANIZATION Merumuskan, Berpegang pada, Mengintegrasikan, Menghubungkan, Mengaitkan, Menyusun, Mengubah, Melengkapi, Menyempurnakan, Menyesuaikan, Menyamakan, Mengatur, Memperbandingkan, Mempertahankan, Memodifikasikan, Bertindak, Menyatakan, Memperlihatkan, Mempraktekkan, Melayani, Mengundurkan diri, Membuktikan, Menunjukkan, Bertahan, Mempertimbangkan, Mempersoalkan, A1 A2 A3 A4 A5

48 TAKSONOMI TUJUAN PSIKOMOTORIK (Harrow, 1972) IMMITATION PENIRUAN * Menirukan gerak yang telah diamati MANIPULATION MANIPULASI * Menggunakan konsep untuk melakukan gerak PRECISION KETEPATAN * Melakukan gerak dengan teliti dan benar ARTICULATION PERANGKAIAN * Merangkaikan berbagai gerakan secara berkesinambungan NATURALIZATION NATURALISASI * Melakukan gerak secara wajar dan efisien

49 TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL KAWASAN PSIKOMOTOR (DAVE, 1967) ARTICULATION NATURALITATION IMITATION Mengikuti, Menirukan, Menjiplak, Mereplikasi, Mencetak dengan pola, Merakit, Mempraktekkan, Membuat, MANIPULATION Mengoperasikan, Membangun, Memasang, Membongkar, Memperbaiki, Menyusun, Merakit, Merangkai, Memainkan, Mendemonstrasikan,.. PRESICION Melakukan gerak dengan benar, Melakukan gerak dengan teliti, Melakukan gerak terukur,. Membuat variasi, Mengkombinasi gerak, Mengadaptasikan berbagai gerak, Mengatur, Mengorganisasi gerak, Melakukan gerak dg wajar, Melakukan gerak spontan, Melakukan gerak dg cepat, P1 P2 P3 P4 P5

50 TUJUAN PEMBELAJARAN MAHASISWA

51 Kompetensi Richard M. Jaeger & Carol Kehr Competences are indicators of successful performance in life-role activities. Competences involve the ability to create effective results in one s life. It means the ability to create new role for oneself in response to changing social conditions. Kompetensi Adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK Mendiknas No. 045/U/2002, Ps. 21)

52 Objective VS Outcomes Umum Tidak terbatas Tidak hrs bersifat Measurable Hasil spesifik Terbatas Diukur GENERAL OBJECTIVE LEARNING (GOL) TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) LEARNING OUTCOMES (LO) CAPAIAN PEMBELAJARAN Kata kerja yang sering digunakan: To UNDERSTAND To KNOW.. To HAVE A FEELING. Kata kerja yang sering digunakan: To EXPLAIN To APPLY.. To DEFINE.

53 PETA KOMPETENSI

54 PETA KOMPETENSI (Sistimatis & Terstruktur) CP SCP-15 SCP-12 SCP-13 SCP-14 P SCP-10 SCP-11 H P:Prosedural H:Herarkikal C:Cluster SCP-4 SCP-5 SCP-6 SCP-7 SCP-8 SCP-9 C SCP-2 SCP-3 CP : Capaian Pembelajaran SCP : Sub-Capaian Pembelajaran SCP-1 Kemampuan awal mahasiswa yg diperlukan garis entry behaviour

55 STRUKTUR HIRARKHIKAL Menggunakan Operasi Integral Menggunakan Operasi Aljabar (+, -, /, x) Menjelaskan Angka Susunan beberapa kompetensi di mana satu/beberapa kompetensi menjadi prasyarat bagi kompetensi Keyword : berikutnya Verikal, bersyarat Kemampuan belajar mahasiswa tetap atau meningkat (Urutan belajar mengikat)

56 Kedudukan beberapa kompetensi yang menunjukkan satu rangkaian pelaksanaan kegiatan/pekerjaan, tetapi antar kompetensi tersebut tidak menjadi prasyarat untuk kompetensi lainnya Keyword : Trampil Mengendarai Sepeda STRUKTUR PROSEDURAL Trampil Mengendarai Motor Trampil Mengendarai Mobil Horizontal, tidak bersyarat Urutan kemampuan belajar tetap atau meningkat dari mudah ke lebih sulit. (Urutan belajar tidak mengikat)

57 Trampil Mengemudi Mobil PENGELOMPOKAN (CLUSTER) Menjelaskan UU Lalu- Lintas Menjelaskan Rambu & Marka Jalan Beberapa kemampuan yang satu dengan lainnya tidak memiliki ketergantungan, tetapi harus dimiliki secara lengkap untuk menunjang kemampuan berikutnya Keyword : Berkelompok, tidak bersyarat Kemampuan belajar setingkat, tingkat kesulitan belajar setara. (Urutan belajar bebas)

58 Peta Kompetensi Tujuan Pembelajara : Mahasiswa mampu melakukan perancangan dan menganalisis sistem pengendalian automatis dengan logika yang benar baik secara mandiri atau juga dalam kerjasama tim. Optimasi sistem pengendalian (21) Perancangan Dengan Respon Frekwensi (16) Analisis dengan Respon Frekwensi (17) Analisis Persamaan Ruang Keadaan (20) Perancangan dengan Persamaan Ruang Keadaan (19) Kestabilan Diagram Root-Locus (12) Kestabilan Diagram Bode (13) Kestabilan Diagram Nyquis(14) Kestabilan Diagram Polar (15) Diagram Routh-Hurwitz (11) Diagram Bode (10) Persamaan Ruang Keadaan Sistem (18) Fungsi Alih sistem dg.domain-s (9) Model dan Respon Dinamik Sistem (6) Model Error Sistem (8) Model Aksi Pengendali PID (Proposional, Differensial, Integral) (7) Model Sistem Fluida (2) Model Sistem Thermal (3) Model Sistem Mekanik (4) Model Sistem Elektrik (5) Blok Diagram Sistem Pengendalian (1) Garis Entry Behavior Syamsul Arifin Matematika Teknik : Transformasi Laplace Dinamika Sistem : Model Elemen Sistem dengan Pers. Defferensial

59 Competency base CP Matakuliah: Mahasiswa mampu melakukan perancangan dan menganalisis sistem pengendalian automatis dengan logika yang benar baik secara mandiri atau juga dalam kerjasama tim. A3,C4,P4 : Melakukan Perancangan Optimasi sistem pengendalian (21) P4:Melakukan Perancangan Dengan Respon Frekwensi (16) A3,C4 : Menganalisis Dengan Respon Frekwensi (17) A3,C4 : Menganalisis Dengan Persamaan Ruang Keadaan (20) P4 : Melakukan Perancangan dengan Persamaan Ruang Keadaan (19) P3,C3:Menggunakan Kestabilan Diagram Root-Locus (12) P3,C3:Menggunakan Kestabilan Diagram Bode (13) P3,C3:Menggunakan Kestabilan Diagram Nyquis(14) P3,C3:Menggunakan Kestabilan Diagram Polar (15) P3,C3: Membuat Diagram Routh-Hurwitz (11) P3,C3: Membuat Diagram Bode (10) P2,C3 : Merumuskan Persamaan Ruang Keadaan Sistem (18) P2,C3:Merumuskan Fungsi Alih sistem dg.domain-s (9) P2,C3 : Mengembangkan Model dan Respon Dinamik Sistem (6) P2,C3 : Merumuskan Model Error Sistem (8) A3,P2,C3:Mengembangkan Model Aksi Pengendali PID (Proposional, Differensial, Integral) (7) A2,C2 : Menjelaskan Model Sistem Fluida (2) A2,C2 : Menjelaskan Model Sistem Thermal (3) A2,C2 : Menjelaskan Model Sistem Mekanik (4) A2,C2 : Menjelaskan Model Sistem Elektrik (5) C2 : Penyederhanaan Blok Diagram Sistem Pengendalian (1) Garis Entry Behavior Syamsul Arifin Matematika Teknik : Transformasi Laplace Dinamika Sistem : Model Elemen Sistem dengan Pers. Defferensial

60 Contoh Peta Kompetensi Kerja Mesin Bakar Dalam CP Mampu melaksanakan analisis proses pembakaran pada mesin bakar dalam (C3,P3,A3) Mampu Melaksanakan dg benar (C3+P3+A3) [SCP-8] Membuat dokumentasi analisis hasil proses pembakaran (C3,P3) (14-15) [SCP-7] Melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan kegagalan pembakaran (C3,P3) (12-13) [SCP-6] Melakukan proses pembekaran (C3,P3,A3) (10-11) Membuat, Melaksanakan dengan benar(c2+p3) [SCP-4] Menjelaskan Menjelaskan pencampuran bahan bakar dan udara (C2) (6-7) [SCP-5] Menjelaskan Sistem pengapiannya (C2) (8) [SCP-3] Menjelaskan mekanisme kerja mesin bakar dalam (C2) (4-5) Mampu Menjelaskan ( C2) [SCP-2] Menjelaskan bagian-bagian dari mesin bakar dalam (C2) (2-3) [SCP-1] Menjelaskan konsep mesin bakar dalam (C2) (1-2) garis entry behaviour

61 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menerapkan konsep & Prosedur pada beragam teknik dan teknologi konversi dan konservasi energi, baik yang bersumber dari energi fossil maupun non-fossil (renewable energy) berdasarkan konsep Energy systems in sustainable future, baik dengan kinerja individu meupun secara berkelompok dalam kerjasama tim. [Conceptual knowledge, Analyze] [C4,P3,A3]: Mahasiswa mampu mejelaskan teknik konversi energy langsung dari radiasi matahari menjadi panas & elektrik. (10,11) [C4,P3,A3]: Mahasiswa mampu menjelaskan teknik konversi Hydroelectricity. (12,13) [C4,P3,A3]: Mahasiswa mampu mejelaskan teknik konversi energi geotermal. (14) [C4,P3,A3]: Mahasiswa mampu mejelaskan teknik konversi energi angin. (15) [C4,P3,A3]: Mahasiswa mampu mejelaskan teknik konversi energi Biomass and bioenergy (16) [C4,P3,A3]: Mahasiswa mampu mejelaskan teknik konversi energi Fuel cell. (17) [C4,P3,A3][Procedural knowledge,analyze]: Mahasiswa mampu menganalisis dampak lingkungan terhadap pemakaian energi fosil. (7) [C4,A3][Conceptual knowledge,analyze]: Mahasiswa mampu menjelaskan konsep system penyimpan enegi. (8) [C4,P3,A3][Procedural knowledge,analyze]: Mahasiswa mampu menjelaskan kerja turbin uap, turbin gas dan mesin listrik.(5,6) [C4,A2][Procedural knowledge,analyze]: Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis mekanisme konversi energi langsung dan tidak langsung. (4) [C4,A2][Conceptual knowledge,analyze] : Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis sumber energi fossil, non-fossil dan diversifikasi energi. (1,2) [C4,P2,A3][Conceptual knowledge,analyze]: Mahasiswa mampu menjelaskan pembakaran bahan bakar fosil dan kerja sistem pembakarannya. (3) Garis Entry Behavi Mampu menjelaskan konsep kekekalan massa, energy dan hukum termodinamika

62 Terima kasih L/O/G/O

DESAIN INSTRUKSIONAL

DESAIN INSTRUKSIONAL I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] DESAIN INSTRUKSIONAL INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH

Lebih terperinci

TAKSONOMI DESAIN INSTRUKSIONAL

TAKSONOMI DESAIN INSTRUKSIONAL I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] TAKSONOMI DESAIN INSTRUKSIONAL INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

TAKSONOMI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

TAKSONOMI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F TAKSONOMI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected]

Lebih terperinci

PETA KOMPETENSI PEMBELAJARAN

PETA KOMPETENSI PEMBELAJARAN PETA KOMPETENSI PEMBELAJARAN Pusat pengembangan pendidikan Dan aktivitas istruksional INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER ( P3AI ITS ) Syamsul Arifin [email protected] HP:081-2354-2233 [email protected]

Lebih terperinci

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Nurul Widiastuti, PhD Disampaikan di PELATIHAN PEKERTI UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA 22-25 Agustus 2016 RUANG LINGKUP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Lebih terperinci

ANALISIS PEMBELAJARAN / PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN

ANALISIS PEMBELAJARAN / PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] ANALISIS PEMBELAJARAN / PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F ANALISIS PEMBELAJARAN / PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN

I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F ANALISIS PEMBELAJARAN / PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F ANALISIS PEMBELAJARAN / PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected]

Lebih terperinci

MANFA NFA TUJUAN PEMBELAJARAN

MANFA NFA TUJUAN PEMBELAJARAN Retno Wahyuningsih 1 PENGERTIAN Ranah hasil belajar siswa dikelompokkan sebuah taksonomi Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciri-ciri tertentu. 1 MANFAAT Untuk menentukan

Lebih terperinci

TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN. Nurul Widiastuti, PhD

TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN. Nurul Widiastuti, PhD TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN Nurul Widiastuti, PhD Nama Pekerjaan Nurul Widiastuti, SSi., MSi., PhD Dosen Kimia FMIPA ITS (1995-sekarang) Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktifitas Instruksional (P3AI)

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PEKERTI - ITS

Lebih terperinci

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) INSTITUT

Lebih terperinci

LOGO. Menyusun E - Materi. Workshop Pengembangan Multimedia Pembelajaran

LOGO. Menyusun E - Materi. Workshop Pengembangan Multimedia Pembelajaran LOGO Menyusun E - Materi Workshop Pengembangan Multimedia Pembelajaran Rancangan Pembelajaran Bagaimana Menyusun E- Materi Tahapan Analisis Perancangan Pengembangan Penyampaian Evaluasi Pemeliharaan Pembelajaran

Lebih terperinci

Aulia Siti Aisjah Hp :

Aulia Siti Aisjah Hp : I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] L/O/G/O S1 Teknik Fisika FTI-ITS, Lulus 1988, S2

Lebih terperinci

PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (CP-MK) Nurul Widiastuti, PhD

PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (CP-MK) Nurul Widiastuti, PhD PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (CP-MK) Nurul Widiastuti, PhD Elaborasi CPL pada MK Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (Program Educational Objectives/Expected Learning Outcomes: CPL-PRODI)

Lebih terperinci

Workshop Multimedia Pembelajaran Pedoman Pengembangan emateri

Workshop Multimedia Pembelajaran Pedoman Pengembangan emateri Workshop Multimedia Pembelajaran Pedoman Pengembangan emateri P3AI Surabaya, 22-23 Mei 2012 L/O/G/O Oleh Aulia Siti Aisjah (T.Fisika ITS) Hp : 081-2358-9875 [email protected] Pengertian E-materi Seperangkat

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Lintang Yuniar Banowosari UNIVERSITAS GUNADARMA 16 AGUSTUS 2016 KONSEP KURIKULUM KURIKULUM SEBAGAI SEBUAH PROGRAM Rancangan Pembelajaran Luaran Rencana Pembelajaran

Lebih terperinci

KONSEP PENYUSUNAN KURIKULUM

KONSEP PENYUSUNAN KURIKULUM KONSEP PENYUSUNAN KURIKULUM Nurul Widiastuti, PhD Disampaikan di PELATIHAN PEKERTI UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA 22-25 Agustus 2016 KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI Kebijakan universitas & program

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Widiyastuti Hp : 081-357-290-707 [email protected] [email protected] Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected]

Lebih terperinci

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Standar Nasional Pendidikan Tinggi Standar Nasional Pendidikan Tinggi PERMENRISTIK DIKTI No.44 Tahun 2015 SN Pendidikan SNDIKTI Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Pembelajaran Standar Proses Pembelajaran Standar Penilaian Pembelajaran

Lebih terperinci

RANAH RANAH. Misalnya : istilah fakta aturan urutan metode

RANAH RANAH. Misalnya : istilah fakta aturan urutan metode RANAH RANAH Ranah Kognitif Kategori jenis perilaku (C1) Pengetahuan (C2) Pemahaman (C3) Penerapan Kemampuan internal Mengetahui. Misalnya : istilah fakta aturan urutan metode Menterjemahkan Menafsirkan

Lebih terperinci

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Widiyastuti Hp : 081-357-290-707 [email protected] [email protected] Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected]

Lebih terperinci

BAB II MODEL PEMBELAJARAN NOVICK DAN HASIL BELAJAR

BAB II MODEL PEMBELAJARAN NOVICK DAN HASIL BELAJAR BAB II MODEL PEMBELAJARAN NOVICK DAN HASIL BELAJAR A. Model Pembelajaran Novick Model Pembelajaran Novick merupakan salah satu model pembelajaran yang merujuk pandangan konstruktivisme. Gagasan utama dari

Lebih terperinci

RANAH-RANAH TAKSONOMI BLOOM RANAH KOGNITIF-PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) Kategori Kemampuan Internal Kata-kata Kerja Operasional Jenis Perilaku

RANAH-RANAH TAKSONOMI BLOOM RANAH KOGNITIF-PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) Kategori Kemampuan Internal Kata-kata Kerja Operasional Jenis Perilaku RANAH-RANAH TAKSONOMI BLOOM RANAH KOGNITIF-PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) Kategori Kemampuan Internal Kata-kata Kerja Operasional Jenis Perilaku Pengetahuan Mengetahui Mengidentifikasi Misalnya : Istilah Menyebutkan

Lebih terperinci

Kurikulum Pendidikan Tinggi

Kurikulum Pendidikan Tinggi I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Kurikulum Pendidikan Tinggi Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) L/O/G/O THE TAXONOMY OF EDUCATIONAL OBJECTIVES Cognitive

Lebih terperinci

Tugas Evaluasi Pendidikan RANAH PENGETAHUAN MENURUT BLOOM

Tugas Evaluasi Pendidikan RANAH PENGETAHUAN MENURUT BLOOM Tugas Evaluasi Pendidikan RANAH PENGETAHUAN MENURUT BLOOM Dosen Pembina: PROF. DR.Ahmad Fauzan,M.Pd, M.Sc. Oleh: Kelompok I Asmi yuriana Dewi Desi Delarosa Isra Marlinawaty Sri Rahayu KONSENTRASI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) dan SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) dan SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) dan SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 24-27 Juli

Lebih terperinci

Taksonomi Perilaku. 1.mengidentifikasikan. C1 Pengetahuan Mengatahui... Misalnya: istilah, kata benda, kata kerja

Taksonomi Perilaku. 1.mengidentifikasikan. C1 Pengetahuan Mengatahui... Misalnya: istilah, kata benda, kata kerja Taksonomi Kata-kata Kerja Operasional C1 Pengetahuan Mengatahui... Misalnya: istilah, kata benda, kata kerja C2 Pemahaman Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan... Misalnya: metode, prosedur

Lebih terperinci

Tujuan Instruksional Umum (TIU) Oleh Unggul P. Juswono. Kompetensi Seorang Sarjana S1, S2, S3 ?????????

Tujuan Instruksional Umum (TIU) Oleh Unggul P. Juswono. Kompetensi Seorang Sarjana S1, S2, S3 ????????? Tujuan Instruksional Umum (TIU) Oleh Unggul P. Juswono Kompetensi Seorang Sarjana S1, S2, S3????????? 1 Profil Lulusan Peran yang diharapkan bisa dilakukan nantinya oleh seorang lulusan didunia kehidupan

Lebih terperinci

PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR

PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR MATERI 3 1 PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR Pemberian angka pada hasil belajar mahasiswa merupakan tujuan akhir penilaian? Jenis kemampuan apa yang kita nilai dari mahasiswa? Apakah teknik penilaian yang kita

Lebih terperinci

[C3,P3,A3]: Mahasiswa mampu mengaplikasikan teknik konversi Hydroelectricity. (15,16)

[C3,P3,A3]: Mahasiswa mampu mengaplikasikan teknik konversi Hydroelectricity. (15,16) Tujuan Pembelajara : Mahasiswa mampu menerapkan konsep pada beragam teknik dan teknologi konversi dan konservasi energi, baik yang bersumber dari energi fossil maupun non-fossil (renewable energy) berdasarkan

Lebih terperinci

PENGERTIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

PENGERTIAN TUJUAN PEMBELAJARAN PENGERTIAN TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan pembelajaran adalah tahapan penting dalam merancang analisis kebutuhan Tujuan pembelajaran merupakan pengikat aktivitas guru dan siswa ALASAN TUJUAN PEMBELAJARAN DIRUMUSKAN

Lebih terperinci

Kebijakan Assessment dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kebijakan Assessment dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kebijakan Assessment dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Baedhowi *) Abstrak: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih menekankan pada kompetensi (competency-based curriculum) dengan

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) BAHAN AJAR/DIKTAT

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) BAHAN AJAR/DIKTAT RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) BAHAN AJAR/DIKTAT PAPARAN 1. Kebijakan Kurikulum KKNI 2. Pendekatan Pembelajaran Berbasis KKNI 3. Perangkat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) 2 MATERI 1 KURIKULUM

Lebih terperinci

TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Model Pembelajaran TCL dan Model Pembelajaran SCL MODEL TEACHER CENTERED LEARNING 1. Model TCL ini dimaksudkan sebagai model yang menitik beratkan pada apa yang

Lebih terperinci

PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN. Oleh: Dr. Christina Ismaniati, M.Pd.

PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN. Oleh: Dr. Christina Ismaniati, M.Pd. PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN Oleh: Dr. Christina Ismaniati, M.Pd. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti sajian materi Penyusunan Perangkat Pembelajaran, peserta pelatihan mampu: 1. Melakukan analisis

Lebih terperinci

TAKSONOMI PEMBELAJARAN

TAKSONOMI PEMBELAJARAN TAKSONOMI PEMBELAJARAN Afid Burhanuddin, M.Pd. (Materi dapat di download di http://rumahafid.blogspot.com) Sistem Pembelajaran PERENCANAAN PELAKSANAAN EVALUASI Analisis Kompetensi Taksonomi Pembelajaran

Lebih terperinci

ASPEK PENILAIAN MATA KULIAH ADAPTIF SOFTSKILL I. Tingkatan kemampuan kemampuan ranah kognitif. Indikator Penilaian

ASPEK PENILAIAN MATA KULIAH ADAPTIF SOFTSKILL I. Tingkatan kemampuan kemampuan ranah kognitif. Indikator Penilaian ASPEK PENILAIAN MATA KULIAH ADAPTIF SOFTSKILL I. Tingkatan kemampuan kemampuan ranah kognitif Indikator Penilaian 1 PENGETAHUAN: mengingat, menghafal dan menyebutkan Rentang Kriteria a > 80% mampu menyebutkan

Lebih terperinci

[email protected] TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Model Pembelajaran TCL dan Model Pembelajaran SCL MODEL TEACHER CENTERED LEARNING 1. Model TCL ini dimaksudkan sebagai model yang menitik

Lebih terperinci

MATERI 3. copyright dit.akademik.ditjen.dikti

MATERI 3. copyright dit.akademik.ditjen.dikti MATERI 3 10% 20% 30% 50% 70% Reading Hearing words Looking at picture Watching video Looking at an exhibition Watching a demonstration Seeing it done on location Participating in a discussion Giving a

Lebih terperinci

MATERI SIDANG PENDIDIKAN GRUP II PROGRAM PELATIHAN BERKOMPETENSI ANGGOTA AFFAVETI

MATERI SIDANG PENDIDIKAN GRUP II PROGRAM PELATIHAN BERKOMPETENSI ANGGOTA AFFAVETI MATERI SIDANG PENDIDIKAN GRUP II PROGRAM PELATIHAN BERKOMPETENSI ANGGOTA AFFAVETI 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang Dalam kegiatan sosialisasi AFFAVETI di lingkungan KOM I JABODETABEK dan Sumatera

Lebih terperinci

Penyusunan CAPAIAN PEMBELAJARAN Mata Kuliah

Penyusunan CAPAIAN PEMBELAJARAN Mata Kuliah I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F Aulia Siti Aisjah Hp : 081-235-898-75 [email protected] [email protected] Penyusunan CAPAIAN PEMBELAJARAN Mata Kuliah L/O/G/O

Lebih terperinci

1.Identitas mata pelajaran: berisi mata pelajaran yang akan diajarkan, kelas, semester, alokasi waktu yang digunakan dan banyaknya jam pertemuan.

1.Identitas mata pelajaran: berisi mata pelajaran yang akan diajarkan, kelas, semester, alokasi waktu yang digunakan dan banyaknya jam pertemuan. KOMPONEN RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN MELIPUTI: 1. Identitas mata pelajaran 2. Standar kompetensi dan Kompetensi dasar 3. Kemampuan awal dan karakteristik peserta didik 4. Indikator pencapaian 5. Tujuan

Lebih terperinci

MERUMUSKAN KEMAMPUAN AKHIR. Kemampuan akhir yang diharapkan dirumuskan menggunakan kalimat kerja yang

MERUMUSKAN KEMAMPUAN AKHIR. Kemampuan akhir yang diharapkan dirumuskan menggunakan kalimat kerja yang MERUMUSKAN KEMAMPUAN AKHIR Kemampuan akhir yang diharapkan dirumuskan menggunakan kalimat kerja yang operasional, yakni hanya menggunakan 1 kata kerja atau tingkah laku yang spesifik dan dapat diamati

Lebih terperinci

PANDUAN MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Yusuf Bilfaqih

PANDUAN MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Yusuf Bilfaqih PANDUAN MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Yusuf Bilfaqih Landasan Hukum Permenristekdikti No 44 Tahun 2015, tentang: STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Peraturan Akademik ITS Tahun 2014 Landasan

Lebih terperinci

RANAH-RANAH TAKSONOMI BLOOM

RANAH-RANAH TAKSONOMI BLOOM RANAH-RANAH TAKSONOMI BLOOM Kategori Jenis Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisa RANAH KOGNITIF-PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) Mengetahui Misalnya : Istilah Fakta Aturan Urutan Metode Menterjemahkan Menafsirkan

Lebih terperinci

Teknik & Strategi Menulis Buku Ajar & Modul Ajar

Teknik & Strategi Menulis Buku Ajar & Modul Ajar LOGO Teknik & Strategi Menulis Buku Ajar & Modul Ajar Syamsul Arifin HP : 081-2354-2233 [email protected] [email protected]. FB:[email protected] Twitter: syam212 Strategi menulis Buku ajar Menulislah

Lebih terperinci

ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PARSAORAN SIAHAAN FISIKA FPMIPA UPI BANDUNG Parsaoran siahaan KOMPETENSI Kemampuan seseorang yang dapat terukur, meliputi: pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam menyelesaikan

Lebih terperinci

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) TEKNIK KENDALI ES4183. Beban studi: 3 (tiga) sks

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) TEKNIK KENDALI ES4183. Beban studi: 3 (tiga) sks RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) TEKNIK KENDALI ES4183 Beban studi: 3 (tiga) sks PROGRAM STUDI STRATA SATU (S-1) TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Lebih terperinci

SISTEM PENILAIAN KTSP. Sosialisasi KTSP

SISTEM PENILAIAN KTSP. Sosialisasi KTSP SISTEM PENILAIAN KTSP Assessment Purposes Keeping track, Melacak kemajuan peserta didik Checking up, Mengecek ketercapaian kemampuan. Finding out, Mendeteksi kesalahan Summing up, Menyimpulkan PRINSIP

Lebih terperinci

3/30/2010 Rustaman file 1

3/30/2010 Rustaman file 1 3/30/2010 Rustaman file 1 3/30/2010 Rustaman file 2 MATERI PERKULIAHAN Pertemuan 3 Prosedur dan Alat Penilaian: Ranah 17 09-2009 kognitif (C1-C6) relevansi dengan tujuan pembelajaran Pertemuan 4 Perbandingan

Lebih terperinci

DISAIN INSTRUCTIONAL (Perencanaan Pembelajaran)

DISAIN INSTRUCTIONAL (Perencanaan Pembelajaran) DISAIN INSTRUCTIONAL (Perencanaan Pembelajaran) ardianto Pak sopir!, sebenarnya kami mau diajak kemana? Nga tau? Yang penting JALAN ASUMSI TENTANG DISAIN PEMBELAJARAN 1. Perbaikan tentang kualitas pembelajaran

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH BERDASARKAN PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN MK

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH BERDASARKAN PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN MK RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH BERDASARKAN PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN MK Ibnu Hari Sulistyawan 1 Tujuan : Membuat/merevisi Rencana Pembelajaran Semester MK berdasarkan Matrik/Peta Capaian

Lebih terperinci

Bagian 2. EVALUASI : Prinsip, Karakteristik Kualitas, Taksonomi Hasil Belajar, Ragam Bentuk dan Prosedur.

Bagian 2. EVALUASI : Prinsip, Karakteristik Kualitas, Taksonomi Hasil Belajar, Ragam Bentuk dan Prosedur. Bagian 2 EVALUASI : Prinsip, Karakteristik Kualitas, Taksonomi Hasil Belajar, Ragam Bentuk dan Prosedur. Prinsip-Prinsip Dasar Tes Hasil Belajar 1. Mengukur Hasil Belajar. 2. Mengukur sample yang representatif

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Fiqih dengan melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe picture and

BAB V PEMBAHASAN. Fiqih dengan melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe picture and BAB V PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II di MIN Sumberjati Kademangan Blitar pada mata pelajaran Fiqih dengan melalui penerapan model

Lebih terperinci

TUJUAN Dalam rangka melaksanakan misi dan pencapaian visi PS MTM Universitas Lampung, maka ditetapkan tujuan Program Studi sebagai berikut:

TUJUAN Dalam rangka melaksanakan misi dan pencapaian visi PS MTM Universitas Lampung, maka ditetapkan tujuan Program Studi sebagai berikut: KURIKULUM PROGRAM STUDI S2 TEKNIK MESIN RUMUSAN VISI Visi Program Studi Magister Teknik Mesin (PS MTM) Universitas Lampung adalah Unggul dalam pengembangan ilmu Teknik Mesin berbasis riset inovatif. Visi

Lebih terperinci

KOPWIL 6 PEKERTI DOSEN UNIMUS SEMARANG, 30 JAN 2017

KOPWIL 6 PEKERTI DOSEN UNIMUS SEMARANG, 30 JAN 2017 KOPWIL 6 PEKERTI DOSEN UNIMUS SEMARANG, 30 JAN 2017 KOPWIL 6 CAPAIAN PEMBELAJARAN PESERTA AKAN MAMPU MERUMUSKAN BERBAGAI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, TERUTAMA BAGI MATA KULIAH YANG DIAMPU PENI-TIM PEKERTI

Lebih terperinci

Deskripsi Umum, Learning Outcomes, dan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri

Deskripsi Umum, Learning Outcomes, dan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri Deskripsi Umum, Learning Outcomes, dan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri Oleh: Dr. Ir. TMA. Ari Samadhi, M.Sc. Rapat BKSTI, Bandung 10 Oktober 2012 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian terpenting dari kehidupan suatu bangsa karena merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa

Lebih terperinci

MASALAH & TANTANGAN. 6. Pendidikan tinggi masih menghadapi kendala dalam mengembangkan dan menciptakan IPTEK.

MASALAH & TANTANGAN. 6. Pendidikan tinggi masih menghadapi kendala dalam mengembangkan dan menciptakan IPTEK. MASALAH & TANTANGAN 1. Tingkat pendidikan masyarakat relatif masih rendah. 2. Dinamika perubahan struktur penduduk belum sepenuhnya terakomodasi dalam pembangunan pendidikan. 3. Kesenjangan tingkat pendidikan.

Lebih terperinci

WORKSHOP RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) USAHID. Agustina Zubair

WORKSHOP RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) USAHID. Agustina Zubair WORKSHOP RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) USAHID Agustina Zubair KURIKULUM PT Kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan ajar serta cara

Lebih terperinci

TAXONOMY BLOOM'S THEORY. Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap)

TAXONOMY BLOOM'S THEORY. Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap) TAXONOMY BLOOM'S THEORY Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap) SEGI TIGA TAKSONOMI BLOOM Head Health Hand Hearth LEVEL TAKSONOMI

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar 10 BAB II KAJIAN TEORI A. Hasil Belajar Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. 11 Slameto merumuskan pengertian belajar

Lebih terperinci

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Dr. Magdalena S. Halim, Psikolog Jakarta, 30 November 2016 Merumuskan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) 1. Capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan seseorang. Melalui pendidikan seseorang akan memiliki pengetahuan yang lebih baik serta dapat bertingkah

Lebih terperinci

Penyusunan Learning Outcomes. Nono Carsono

Penyusunan Learning Outcomes. Nono Carsono Penyusunan Learning Outcomes Mata Kuliah Nono Carsono Disampaikan pada Lokakarya Penyusunan KPT 2014 Berbasis Learning Outcomes Mengacu pada KKNI, 22 Des 2014 di Faperta Unsil Outline Pengertian LO (Learning

Lebih terperinci

1. PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR

1. PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR Substansi 1. Identifikasi persoalan penilaian pembelajaran 2. Tujuan penilaian pembelajaran 3. Ranah tujuan penilaian pembelajaran 4. Strategi penilaian pembelajaran 5. Beberapa contoh aplikasi pd aspek

Lebih terperinci

SISTEM PENGENDALIAN OTOMATIS

SISTEM PENGENDALIAN OTOMATIS RENCANA PEMBELAJARAN SISTEM PENGENDALIAN OTOMATIS 4 sks Mg. Ke Spesific Learning Objective Materi Pembelajaran IndikatorPencapaian Aktivitas Pembelajaran Mhs. Asesmen (Sub-Kompetensi) 1, 2 Mahasiswa mampu

Lebih terperinci

KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 01/SK/K01-SA/2008 TENTANG KEBIJAKAN SISTEM PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 01/SK/K01-SA/2008 TENTANG KEBIJAKAN SISTEM PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 01/SK/K01-SA/2008 TENTANG KEBIJAKAN SISTEM PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Menimbang : a. Bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERDASARKAN KKNI PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERDASARKAN KKNI PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERDASARKAN KKNI PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN A. PENDAHULUAN 1. Sejarah Singkat Prodi Keteknikan Pertanian Cikal bakal Program Studi Teknik

Lebih terperinci

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2017 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Kampus ITS Sukolilo-Surabaya 60111 Telp: 031-5994418 http://www.its.ac.id STANDAR MUTU SPMI (Quality

Lebih terperinci

TAHAPAN PENYUSUNA N RENCANA PEMBELAJAR AN

TAHAPAN PENYUSUNA N RENCANA PEMBELAJAR AN TAHAPAN PENYUSUNA N RENCANA PEMBELAJAR AN Mod el Pembelajar an T CL d an Mod el Pembelajar an S CL MODEL TEACHER CENTERED LEARNING 1. Model TCL ini dimaksudkan sebagai model yang menitik beratkan pada

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KOGNITIF SISWA SMP DENGAN KEMAMPUAN RENDAH BERDASARKAN TAKSONOMI REVISI BLOOM PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

ANALISIS TINGKAT KOGNITIF SISWA SMP DENGAN KEMAMPUAN RENDAH BERDASARKAN TAKSONOMI REVISI BLOOM PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA ANALISIS TINGKAT KOGNITIF SISWA SMP DENGAN KEMAMPUAN RENDAH BERDASARKAN TAKSONOMI REVISI BLOOM PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA 1) Teguh Wibowo, 2) Riawan Yudi Purwoko, 3) Wiwit Hermansyah 1) Pendidikan

Lebih terperinci

TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN. oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd

TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN. oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan (P4), USD Tahun 2012 DOMAIN/RANAH DALAM BELAJAR Benjamin Bloom (1956) menemukan ada tiga tipe

Lebih terperinci

Metodologi Penelitian Ilmu Pangan ITP 500; 3(2-3) 20/08/2010 Kuliah I, Metodologi Penelitian Ilmu Pangan 1

Metodologi Penelitian Ilmu Pangan ITP 500; 3(2-3) 20/08/2010 Kuliah I, Metodologi Penelitian Ilmu Pangan 1 Metodologi Penelitian Ilmu Pangan ITP 5; 3(2-3) Kuliah I, Metodologi Penelitian Ilmu Pangan 1 Deskripsi Mata Kuliah Pemahaman dan Latihan Kegiatan Penelitian Pengembangan Ide Perumusan Topik Perencanaan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1.Kajian Teori Dalam Bab II ini akan diuraikan kajian teori yang merupakan variabel dalam penelitian yang dilakukan yaitu hasil belajar, pendekatan CTL, dan alat peraga. 2.1.1 Hasil

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK Oleh : As ari Djohar. Definisi belajar berbeda-beda, menurut pendapat tradisional belajar itu ialah

PEMBELAJARAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK Oleh : As ari Djohar. Definisi belajar berbeda-beda, menurut pendapat tradisional belajar itu ialah PEMBELAJARAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK Oleh : As ari Djohar I.Pengertian Belajar Definisi belajar berbeda-beda, menurut pendapat tradisional belajar itu ialah menambah dan mengumpulkan sejumlah

Lebih terperinci

PEDOMAN DOSEN MM WIDYATAMA

PEDOMAN DOSEN MM WIDYATAMA PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS WIDYATAMA Terakreditasi BAN PT PEDOMAN DOSEN MM WIDYATAMA SINERGI, SPIRIT DAN SISTEM UNTUK KEMAJUAN BERKELANJUTAN 2011 CURICULUM VITAE DOSEN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian,

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian, BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian, apresiasi, dan keterampilan. Merujuk pemikiran

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Taksonomi SOLO 1. Pengertian Taksonomi Pembelajaran Taksonomi pembelajaran adalah suatu klasifikasi pembelajaran yang digolongkan pada tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Teknik Fisika

Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Teknik Fisika Dokumen Kurikulum 203-208 Program Studi : Doktor Teknik Fisika Fakultas : Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran karena dalam model pembelajaran terdapat langkah-langkah

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran karena dalam model pembelajaran terdapat langkah-langkah 5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Model Pembelajaran Exclusive Penerapan model pembelajaran dapat memudahkan guru dalam merancang pembelajaran karena dalam model pembelajaran terdapat langkah-langkah

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI TAHUN

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI TAHUN MANUAL PROSEDUR AKADEMIK SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI TAHUN 2013-2017 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI JL. RAYA TANJUNG BARAT NO. 11 PS. MINGGU JAKARTA SELATAN TELP. 021 781 7823, 781 5142 FAX. -21 781 5144

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : 46403 / Sistem Informasi Manajemen Revisi - Satuan Kredit Semester : 3 SKS Tgl revisi : - Jml Jam kuliah dalam seminggu :

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Pembelajaran IPA a. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan haanya penguasaan kumpulan

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum Program Studi : Arsitektur

Dokumen Kurikulum Program Studi : Arsitektur Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Arsitektur Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung Total Bidang Halaman Kode Akademik Dokumen dan Kemahasiswaan

Lebih terperinci

MODEL TEACHER CENTERED LEARNING 1. Model TCL ini dimaksudkan sebagai model yang menitik beratkan pada apa yang dikerjakan dosen dalam proses pengajaran (teaching/courses). 2. Model ini banyak diterapkan

Lebih terperinci

Pendalaman Kriteria Akreditasi IABEE

Pendalaman Kriteria Akreditasi IABEE Pendalaman Kriteria Akreditasi IABEE Kriteria Akreditasi IABEE Terdiri dari 3 bagian: 1. Kriteria Umum (Common Criteria) 2. Panduan Kriteria (Criteria Guide) 3. Kriteria Disiplin (Discipline Criteria)

Lebih terperinci

dapat dialami langsung oleh siswa, hal ini dapat mengatasi kebosanan siswa dan perhatiannya akan lebih baik sehingga prestasi siswa dapat meningkat.

dapat dialami langsung oleh siswa, hal ini dapat mengatasi kebosanan siswa dan perhatiannya akan lebih baik sehingga prestasi siswa dapat meningkat. PENDAHULUAN Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan perbaikan sistem pendidikan. Dengan adanya perombakan dan pembaharuan kurikulum yang berkesinambungan, mulai

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pendahuluan Pendalaman Materi Fisika SMP

PENDAHULUAN. Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pendahuluan Pendalaman Materi Fisika SMP PENDAHULUAN Dengan mengacu kepada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam standar nasional pendidikan, setiap satuan pendidikan (sekolah) diberi kebebasan (harus) mengembangkan Kurikulum

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material

Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Fakultas : Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode

Lebih terperinci

Silabus dan SAP matakuliah: Pengantar Rekayasa dan Desain I

Silabus dan SAP matakuliah: Pengantar Rekayasa dan Desain I Silabus dan SAP matakuliah: Pengantar Rekayasa dan Desain I Kode Matakuliah: Bobot sks: 2 Semester: I KK / Unit Penanggung Jawab: Sifat: Wajib Prodi Pengantar Rekayasa dan Desain I Nama Matakuliah Silabus

Lebih terperinci

DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA DI SDN 3 TAPA KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO

DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA DI SDN 3 TAPA KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA DI SDN 3 TAPA KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO Oleh DELI MA RUF NIM : 151 409 192 (Mahasiswa Program

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Rudiansyah Pendidikan Matematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Pembelajaran Fisika seyogyanya dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih besar untuk memahami suatu fenomena dan mengkaji fenomena tersebut dengan kajian

Lebih terperinci