RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )"

Transkripsi

1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Pertemuan ke : 1 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Gejala dan Ciri-ciri Gelombang Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum. Indikator 1. Mengidentifikasi karakteristik gelombang transversal dan gelombang longitudinal. 2. Mengidentifikasi karakteristik gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan definisi gelombang dan besaran-besaran gelombang. 2. Menjelaskan perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal. 3. Memberikan contoh sumber-sumber gelombang. 4. Menghitung panjang gelombang, frekuensi dan cepat rambat gelombang transversal dan longitudinal. B. Materi Ajar Gejala dan Ciri-ciri Gelombang A. Pengertian gelombang. Gelomabang adalah getaran yang merambat 1. Gelombang dilihat dari arah getarnya : a. Gelombang Transversal Gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap perambatannya Contoh : Gelombang tali, Gelombang air, dan Gelombang cahaya b. Gelombang Longitudinal. Gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah perambatannya. Contoh : Gelombang bunyi, dan gelombang pegas. 2. Gelombang dilihat dari medium dan sumbernya : a. Gelombang Mekanik Gelombang yang memerlukan medium dalam perambatannya Contoh : Gelombang air, gelombang tali, gelombang udara. b. Gelombang Elektromagnetik Gelombang yang tidak memerlukan medium dalam permbatanya Contoh : Gelombang elektromagnetik (gelombang cahaya)

2 B. Cepat Rambat Gelombang V V = f x λ Dimana : V = cepat rambat gelombang (m/s) f = frekuensi gelomb λ C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Apakah gelombang bunyi tergolong gelombang longitudinal? Bagaimana persamaan-persamaan fisika yang menerangkan gejala gelombang? Prasyarat pengetahuan: Apakah ciri-ciri gelombang longitudinal? Bagaimana menentukan persamaan gelombang? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gelombang. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh gelombang dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan penulisan vektor perpindahan. Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai pengertian besaran-besaran gelombang yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan untuk mendapatkan persamaan gelombang. Guru memberikan contoh soal menentukan panjang gelombang, frekuensi dan cepat rambat gelombang dari persamaan gelombang. Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal menentukan panjang gelombang, frekuensi, dan cepat rambat gelombang di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya. Guru memberikan beberapa soal menentukan persamaan simpangan gelombang untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

3 c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint F. Penilaian Hasil Belajar A. Bentuk Penilaian : Tes Tulis, Tes Pengamatan dan Tugas B. Jenis Tes : Ulangan Harian dan Tugas Kelompok C. Aspek Penilaian : Konitif, Afektif dan Psikomotor. D. 1.Instrumen Aspek Kognitif : 1. Sebutkan dan jelaskan gelombang transversal dan longitudinal? 2. Hitung frekunesi gelombang yang merambat sejauh 5 m? Jika cepat rambat cahaya di udara 3 x 10 8 m/s 2. Instrumen Penilaian Afektif : Aspek Penilaian : Memberikan Respon dan Sikap. No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Melakukan kegiatan sesuai dengan Petunjuk LKPS 2 Mengajukan pertanyaan 3 Menerima Pendapat orang lain 4 Mengajukan argumentasi hasil pola pikir 5 Merefleksikan Hasil Diskusi Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa E. Pedoman Penilaian a. Pedoman Penilaian Aspek Koginitif : Pedoman Penilaian : N = Jumlah Skor Nilai x 100/Skor Maksimum b. Pedoman Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor : Pedoman Penilaian : Skor terendah : 1 x 5 = 5 1 Kurang 2 Cukup 3 Baik Skor Tertinggi : 3 x 5 = 15 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 100/Skor Maksimum RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : 12 IPA/ 1 Pertemuan ke : 2 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Sifat-sifat Gelombang Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

4 Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum. Indikator 1. Menyelidiki sifat-sifat gelombang (pemantulan, pembiasan, superposisi, interferensi, difraksi, polarisasi dan dispersi) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mengidentifikasi persamaan cepat rambat gelombang dalam berbagai medium (zat padat, cair dan gas). 3. Mengigentifikasi persamaan energi gelombang dan intensitas gelombang. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengaruh sifat medium terhadap kecepatan gelombang. 2. Menghitung besaran-besaran gelombang dengan menggunakan persamaan gelombang. 3. Menghitung energi yang dibawa gelombang dari persamaan energi gelombang. 4. Menjelaskan hubungan antara intensitas gelombang dengan jarak yang ditempuh gelombang. B. Materi Ajar A.Sifat-sifat gelombang : 1. Dapat dipantulkan (refraksi) Secara umum semua gelombang dapat dipantulkan. 2. Dapat dibiaskan (refleksi) Gelombang air, cahaya dan bunyi dapat dibiaskan. 3. Dapat dilenturkan (difraksi) Gelombang air, cahaya dan bunyi dapat dilenturkan 4. Dapat dipadukan (interferensi) Gelombang air, cahaya dan bunyi dapat dipadukan. Untuk gelombang tali pada peristiwa stationer, dapat terlihat dipadukan antara gelombag datang dan pantul. 5. Dapat diserap (polarisasi) Gelombang air, cahaya dan bunyi dapat di serap B. Cepat Rambat Gelombang : 1. Cepat rambat gelombang dalam zat padat. γ V = ρ Dimana : γ = modulus Young (N/m2) ρ = massa jenis padat (kg/m3) 2. Cepat rambat gelombang dalam zat cair dan gas. γp V = ρ Dimana : γ = koefisien = Cp/Cv C. Energi Gelombang : 1. Persamaan energi gelombang E = 2 π 2 m f 2 A 2 Dimana : E = energi gelombang ( joule) m = massa benda (kg) f = frekuensi gelombang (hz) A = amplitudo gelombang (m) 2. Intensitas gelombang Intensitas gelombang adalah jumalah daya gelombang yang melewati bidang luasan. I = P/A

5 Dimana : I = intensitas gelombang ( watt/m2) P = daya gelombang (watt) A = luas bidang (m2) C. Metode Pembelajaran 2. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Bagaimana pengaruh sifat medium terhadap cepat rambat gelombang? Bagaimana hubungan intensitas dengan jarak penjalaran gelombang? Prasyarat pengetahuan: Bagaimana hubungan kecepatan gelombang dengan sifat medium? Bagaimana persamaan yang menyatakan hubungan intensitas gelombang dan jarak yang ditempuh gelombang? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hubungan kecepatan gelombang dan sifat medium Peserta didik memperhatikan beberapa kasus pengaruh sifat medium terhadap laju perambatan gelombang dalam medium tersebut yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan contoh soal mengenai hubungan kecepatan gelombang dan sifat medium. Guru memberikan beberapa soal mengenai hubungan kecepatan gelombang dan sifat medium untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan persamaan energi yang dibawa gelombang. Peserta didik memperhatikan hubungan intensitas gelombang dan jarak yang ditempuh gelombang yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan contoh soal menghitung besaran-besaran gelombang dengan menggunakan persamaan gelombang. Guru memberikan beberapa soal menghitung besaran-besaran gelombang dengan menggunakan persamaan gelombang untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint F. Penilaian Hasil Belajar A. Bentuk Penilaian : Tes Tulis, Tes Pengamatan dan Tugas B. Jenis Tes : Ulangan Harian dan Tugas Kelompok C. Aspek Penilaian : Konitif, Afektif dan Psikomotor. D. 1.Instrumen Aspek Kognitif :

6 1. Sebuah tali bermassa 100 g digetarkan dengan laju 10 m/s dan amplitudo 0,1m. Massa jenis tali 100 kg/m 3 dan luasnya 2 cm 3. Jika dalam perambatan dihasilkan energi sebesar 5 J/s, tentukan persamaan gelombangnya. 2. Diketahui persamaan simpangan gelombang : y = 5 sin 0,2πt ( jika y dalam m dan t dalam sekon ). Hitung energi gelombang selama 5 sekon. 2. Instrumen Penilaian Afektif : Aspek Penilaian : Memberikan Respon dan Sikap. No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Melakukan kegiatan sesuai dengan Petunjuk LKPS 2 Mengajukan pertanyaan 3 Menerima Pendapat orang lain 4 Mengajukan argumentasi hasil pola pikir 5 Merefleksikan Hasil Diskusi Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa E. Pedoman Penilaian a. Pedoman Penilaian Aspek Koginitif : Pedoman Penilaian : N = Jumlah Skor Nilai x 100/Skor Maksimum b. Pedoman Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor : Pedoman Penilaian : Skor terendah : 1 x 5 = 5 1 Kurang 2 Cukup 3 Baik Skor Tertinggi : 3 x 5 = 15 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 100/Skor Maksimum RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : 12 IPA/ 1 Pertemuan ke : 3 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Gelombang Berjalan Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum. Indikator 1. Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan 2. Mengidentifikasi persamaan gelombang stasioner. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menganalisis prinsip Huygens untuk memahami konsep muka gelombang. 2. Menganalisis konsep pemantulan dan pembiasan melalui hukum Snellius. 3. Menganalisis fenomena superposisi dua gelombang atau lebih. B. Materi Ajar A. Gelombang Transversal Berjalan (Gelombang Tali) 1.Gelombang Berjalan.

7 Gelombang tunggal yang bergerak dengan amplitudo tetap. 2.Gelambang Stationer. Perpaduan dua buah gel.berjalan dengan arah yang berlawanan dengan amplitudo dan frekuensi tetap. B. Persamaan Gelombang Berjalan : y λ v A O P x y = A sin θ y = simpangan gelombang(m) A = amplitudo gelombang (m) θ = sudut fase gelombang ( atau rad) Dimana : θ = ω t dan ω = 2πf =2π /T, maka persamaan gel berjalan: Y = A sin ωt Y = A sin 2π t/t Jika gelombang berjalan dari titik O sampai ke titik P dengan waktu t, maka t = x/v sekon. Jadi persamaan bisa ditulis : Yp = A sin ω ( t x/v), bergerak dari kanan ke kiri P. Yp = A sin ω ( t + x/v), bergerak dari kiri ke kanan P. Jadi persamaan umum gelombang berjalan : Yp = A sin ω ( t ± x/v ) Yp = A sin ( ωt ± k x ) Ket : ω = kecepatan sudut (rad/s) k = bilangan gelombang dimana k = 2π/λ = ω/v C. Sudut fase, Fase dan Beda fase. ~Sudut fase : θ = 2π ( t/t x /λ), maka fasenya : Ф = (t/t x /λ), ~Sehingga dapat ditulis : θ = 2π Ф ~Untuk Beda fase terjadi bila ada dua titik yang berbeda di titik puncak gelombang (titik A dan B), maka beda fase : Ф = Ф1 Ф2 = x 2 x 1 = x λ λ C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Apa yang terjadi jika sebuah batu dijatuhkan pada permukaan air yang tenang? Apa yang terjadi jika dua buah gelombang saling berpadu? Prasyarat pengetahuan:

8 Apakah yang dimaksud dengan muka gelombang? Apa yang dimaksud dengan superposisi gelombang? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian muka gelombang. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai muka gelombang untuk berbagai bentuk gelombang. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan prinsip Huygens. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pemantulan gelombang. Peserta didik memperhatikan hubungan antara arah gelombang datang dan gelombang pantul yang disampaikan oleh guru. Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian pembiasan gelombang. Peserta didik memperhatikan penjelasan hukum pembiasan (hukum Snellius) yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian superposisi gelombang. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan untuk mendapatkan persamaan superposisi gelombang sinusoidal, pelayangan dan gelombang berdiri. Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan konsep superposisi gelombang, pelayangan, dan gelombang berdiri yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal penerapan konsep superposisi gelombang dan pelayangan untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint 3. Tali F. Penilaian Hasil Belajar A. Bentuk Penilaian : Tes Tulis, Tes Pengamatan dan Tugas B. Jenis Tes : Ulangan Harian dan Tugas Kelompok C. Aspek Penilaian : Konitif, Afektif dan Psikomotor. D. 1.Instrumen Aspek Kognitif : 1. Persamaan gelombang berjalan dinyatakan dengan : y = 0,4 sin 0,6π (20t 0,5x), x dan y dalam cm dan t dalam sekon. Tentukan : a. arah rambatan gelombang. b. amplitudo gelombang. c. frekuensi gelombang. d. bilangan gelombang. e. cepat rambat gelombang. 2. Sebuah gelombang merambat ke arah sumbu x positif dengan kelajuan 8 m/s, frekuensi 16 Hz dan amplitudo 2 cm. Gelombang tersebut melalui titik P yang berjarak 10 m dari titik O. Jika titik asal telah bergetar selama 4/3 sekon dari titik O kali pertama

9 bergetar dengan arah simpangan ke bawah, tentukanlah: a. persamaan simpangan gelombang. b. persamaan getaran di titik P. c. sudut fase dan fase gelombang. d. simpangan di titik P. 2. Instrumen Penilaian Afektif : Aspek Penilaian : Memberikan Respon dan Sikap. No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Melakukan kegiatan sesuai dengan Petunjuk LKPS 2 Mengajukan pertanyaan 3 Menerima Pendapat orang lain 4 Mengajukan argumentasi hasil pola pikir 5 Merefleksikan Hasil Diskusi Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa E. Pedoman Penilaian a. Pedoman Penilaian Aspek Koginitif : Pedoman Penilaian : N = Jumlah Skor Nilai x 100/Skor Maksimum b. Pedoman Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor : Pedoman Penilaian : Skor terendah : 1 x 5 = 5 1 Kurang 2 Cukup 3 Baik Skor Tertinggi : 3 x 5 = 15 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 100/Skor Maksimum RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Pertemuan ke : 4 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Gelombang Mekanik Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum. Indikator 3. Mengidentifikasi karakteristik gelombang transversal dan gelombang longitudinal. 4. Mengidentifikasi karakteristik gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. 5. Menyelidiki sifat-sifat gelombang (pemantulan, pembiasan, superposisi, interferensi, difraksi, polarisasi dan dispersi) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 6. Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 5. Menganalisis prinsip Huygens untuk memahami konsep muka gelombang. 6. Menganalisis konsep pemantulan dan pembiasan melalui hukum Snellius.

10 B. Materi Ajar 7. Menganalisis fenomena superposisi dua gelombang atau lebih. 8. Memberikan contoh aplikasi penerapan gelombang pada dawai. 9. Menjelaskan fenomena interferensi, difraksi, polarisasi, dan dispersi pada gelombang. 10. Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner. C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Apakah perbedaan antara interferensi konstruktif dan interferensi destruktif? Sebutkan peristiwa dispersi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan interferensi? Apakah yang dimaksud dengan dispersi? b. Kegiatan Inti ( 70 Menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan beberapa fenomena gelombang. Guru membagi tugas kelompok: 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena interferensi gelombang. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena difraksi gelombang. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena polarisasi gelombang. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena dispersi gelombang. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint 3. Tali/Slingki/Tangki riak

11 PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA Negeri 5 Bekasi Jl. Gamprit Jatiwaringin Asri Pondok Gede Telp. (021) ULANGAN HARIAN 1 FISIKA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008/2009 WAKTU : 90 MENIT I. PILIHAN GANDA : 1. Persamaan gelombang transversal yang merambat pada suatu tali adalah : y = 6 sin π (0,02x 4t ). Jika x dan y dalam cm dan t dalam sekon, maka cepat rambat gelombang sebesar a. 50 cm/s b. 100 cm/s c. 150 cm/s d. 200 cm/s e. 400 cm/s 2. Gelombang merambat dari A ke B dengan amplitude 1 cm dan periode 0,2 sekon. Jika jarak AB = 0,3 m dan cepat rambat gelombang 2,5 m/s maka pada suatu saat tertentu beda fase antara titik A dan B adalah.. a. 8π / 2 rad c. 4π / 3 rad e. 4π / 2 rad b. 3π / 2 rad d. 6π / 5 rad 3. Sebuah gelombang transversal dinyatakan oleh persamaan y = y o sin 2π (f t x / λ). Kecepatan maksimum partikel sama dengan empat kali cepat rambat gelombang jika.. a. λ = π y o / 4 c. λ = π y o e. λ = 4π y o b. λ = π y o / 2 d. λ = 2π y o 4. Dari sumber gelombang S, merambat gelombang dengan persamaan : y = 0,04 sin π (t x / 6 ). Jika x dan y dalam m dan t dalam sekon. Pada saat S telah bergetar 1 sekon, maka kecepatan partikel di titik A yang terletak sejauh 2 m dari S adalah a. 0 b. 0,01π m/s c. 0,02π m/s d. -0,01π m/s e. -0,02π m/s 5. Suatu gelombang melalui titik A dan B yang terpisah sejauh 8 cm dari A ke B. Pada saat t = 0,simpangan di titik A = nol. Jika panjang gelombang 32 cm dan amplitude 6 cm, maka simpangan di titik B pada saat fase A = 4π / 3 adalah a. 3 cm b. 3 2 cm c. 3 3 cm d. 4 cm e. 6 cm 6. Seutas tali dengan panjang 6 m diikatkan di suatu tiang dengan ujung bebas, kemudian ujung lainnya digetarkan naik turun sehingga terbentuk gelombang dengan amplitudo 8 cm dan frekuensi 0,4 Hz. Jika cepat rambat gelombang 4 cm/s, maka letak perut kelima dan letak simpul ke empat masing-masing adalah a. 10 cm dan 12,5 cm c. 17,5 cm dan 10 cm e. 20 cm dan 17,5 cm b. 10 cm dan 17,5 cm d. 20 cm dan 22,5 cm 7. Suatu gelombang stationer mempunyai persamaan : y = 0,2 (cos 5πx) sin (10πt) Jika x dan y dalam cm dan t dalam sekon. Maka jarak antara perut dan simpul yang berturutan pada gelombang ini adalah a. 0,1 m b. 0,2 m c. 0,4 m d. 2,5 m e. 5 m 8. Gelombang y 1 dan y 2 mempunyai panjang gelombang yang sama yaitu 0,25 m. Jika posisi gelombang y 1 terlihat 2 m dari posisi awal perambatan, maka posisi y 2 jika interferensi konstruktif adalah... a.. 2 m dan 1,8 m d. 2 m dan 2,05 m b. 2 m dan 1,9 m e. 2 m dan 2,15 m c. 2 m dan 1,75 m II. URAIAN : 1. Sebutkan dan jelaskan 3 macam gelombang elektromagnetik 2. Sebuah gelombang transversal merambat dengan frekuensi 500 Hz. Supaya selisih jarak antara dua titik yang berbeda = 15 cm dan fasenya berbeda 30, berapakah cepat rambat gelombang yang diperlukan?

12 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 2 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Materi Pembelajaran : Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.2 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya. Indikator 1. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi. 2. Mendeskripsikan gejala dan ciri gelombang cahaya. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi. 2. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi. 3. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi. 4. Membedakan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 5. Menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 6. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, frekuensi, panjang gelombang, dan intensitas bunyi). 7. Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup. 8. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai. 9. Menjelaskan gejala pemantulan bunyi. 10. Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. 11. Menjelaskan gejala pembiasan bunyi. 12. Menjelaskan percobaan interferensi celah ganda, interferensi celah tunggal, dan difraksi untuk menghitung besarnya panjang gelombang elektromagnetik yang melewati celah. 13. Menjelaskan syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi. 14. Membedakan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi. 15. Menghitung diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh. B. Materi Pembelajaran 1. Gelombang Bunyi a. Sumber Bunyi b. Dawai dan Pipa Organa c. Intensitas Gelombang Bunyi d. Efek Doppler 2. Gelombang Cahaya a. Interferensi Cahaya b. Difraksi Cahaya c. Polarisasi Cahaya

13 C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Eksperimen D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-1 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: - Mungkinkah kita mendengar bunyi petir dan melihat cahaya kilat secara bersamaan? - Apakah intensitas bunyi yang dihasilkan berbeda jika sinar gitar dipetik satu per satu dengan dipetik bersama-sama? Prasyarat pengetahuan: - Faktor apakah yang mempengaruhi cepat rambat bunyi? - Apakah yang dimaksud dengan taraf intensitas bunyi? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan syarat terjadi dan terdengarnya bunyi. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi. Peserta didik memperhatikan penjelasan efek Doppler yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan efek Doppler yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal penerapan efek Doppler untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. Perwakilan peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian intensitas bunyi. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai hubungan intensitas bunyi dengan jarak. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan taraf intensitas bunyi yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan taraf intensitas bunyi untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

14 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 2 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Materi Pembelajaran : Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.2 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya. Indikator 3. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi. 4. Mendeskripsikan gejala dan ciri gelombang cahaya. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 16. Menjelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi. 17. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi. 18. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi. 19. Membedakan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 20. Menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 21. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, frekuensi, panjang gelombang, dan intensitas bunyi). 22. Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup. 23. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai. 24. Menjelaskan gejala pemantulan bunyi. 25. Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. 26. Menjelaskan gejala pembiasan bunyi. 27. Menjelaskan percobaan interferensi celah ganda, interferensi celah tunggal, dan difraksi untuk menghitung besarnya panjang gelombang elektromagnetik yang melewati celah. 28. Menjelaskan syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi. 29. Membedakan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi. 30. Menghitung diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh. B. Materi Pembelajaran 1. Gelombang Bunyi a. Sumber Bunyi b. Dawai dan Pipa Organa c. Intensitas Gelombang Bunyi d. Efek Doppler 2. Gelombang Cahaya a. Interferensi Cahaya b. Difraksi Cahaya c. Polarisasi Cahaya C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI)

15 - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Eksperimen D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-2 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Apakah setiap alat musik memiliki frekuensi alamiah? Bagaimana cara mengatasi gaung dalam sebuah ruang konser? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan sumber bunyi? Apakah yang dimaksud dengan gaung? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sumber bunyi. Perwakilan peserta didik diminta untuk membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pola gelombang berdiri pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup. Peserta didik memperhatikan hubungan panjang gelombang dengan panjang pipa organa dan panjang dawai yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan perbandingan panjang pipa dan frekuensi pada pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan perbandingan panjang pipa dan frekuensi pada pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan gejala pemantulan bunyi. Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara mengatasi gaung dalam sebuah ruang konser. Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan gejala pembiasan bunyi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

16 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 2 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Materi Pembelajaran : Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.2 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya. Indikator 5. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi. 6. Mendeskripsikan gejala dan ciri gelombang cahaya. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 31. Menjelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi. 32. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi. 33. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi. 34. Membedakan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 35. Menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 36. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, frekuensi, panjang gelombang, dan intensitas bunyi). 37. Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup. 38. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai. 39. Menjelaskan gejala pemantulan bunyi. 40. Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. 41. Menjelaskan gejala pembiasan bunyi. 42. Menjelaskan percobaan interferensi celah ganda, interferensi celah tunggal, dan difraksi untuk menghitung besarnya panjang gelombang elektromagnetik yang melewati celah. 43. Menjelaskan syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi. 44. Membedakan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi. 45. Menghitung diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh. B. Materi Pembelajaran 1. Gelombang Bunyi a. Sumber Bunyi b. Dawai dan Pipa Organa c. Intensitas Gelombang Bunyi d. Efek Doppler 2. Gelombang Cahaya a. Interferensi Cahaya b. Difraksi Cahaya c. Polarisasi Cahaya C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Eksperimen

17 D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-3 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Mengapa makin banyak jumlah celah pada kisi, maka makin sempit garis terang-galap-terang yang terbentuk? Bagaimana gambar skema difraksi oleh satu celah? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan kisi? Apakah yang dimaksud dengan difraksi? b. Kegiatan Inti. ( 70 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan interferensi celah ganda. Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan perbedaan antara interferensi konstruktif dan interferensi destruktif. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai besaran-besaran pada interferensi celah ganda. Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan konsep interferensi celah ganda yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan interferensi celah banyak (kisi). Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kisi. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan untuk mendapatkan persamaan panjang gelombang yang melewati kisi. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan panjang gelombang yang melewati kisi yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan panjang gelombang yang melewati kisi untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan interferensi oleh lapisan tipis. Peserta didik memperhatikan analisis fenomena interferensi cahaya oleh lapisan tipis secara matematis yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai gejala difraksi. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 2 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Materi Pembelajaran : Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.2 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya.

18 Indikator 7. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi. 8. Mendeskripsikan gejala dan ciri gelombang cahaya. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 46. Menjelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi. 47. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi. 48. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi. 49. Membedakan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 50. Menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik. 51. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, frekuensi, panjang gelombang, dan intensitas bunyi). 52. Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup. 53. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai. 54. Menjelaskan gejala pemantulan bunyi. 55. Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. 56. Menjelaskan gejala pembiasan bunyi. 57. Menjelaskan percobaan interferensi celah ganda, interferensi celah tunggal, dan difraksi untuk menghitung besarnya panjang gelombang elektromagnetik yang melewati celah. 58. Menjelaskan syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi. 59. Membedakan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi. 60. Menghitung diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh. B. Materi Pembelajaran 1. Gelombang Bunyi a. Sumber Bunyi b. Dawai dan Pipa Organa c. Intensitas Gelombang Bunyi d. Efek Doppler 2. Gelombang Cahaya a. Interferensi Cahaya b. Difraksi Cahaya c. Polarisasi Cahaya C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah - Eksperimen D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-4 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Bagaimana syarat agar bayangan dari dua bintang yang berdekatan tampak terpisah pada perekam teleskop? Apakah syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi? Prasyarat pengetahuan: Apa yang dimaksud dengan daya resolusi? Apakah yang dimaksud dengan polarisasi gelombang?

19 b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian daya resolusi. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai syarat diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya resolusi yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan daya resolusi untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan polarisasi gelombang. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan sudut polarisasi cahaya yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan sudut polarisasi cahaya untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint 3. Kotak Cahaya/Kisi 4. Catu Daya F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Sikap dan Motivasi Belajar (Afektif) Tes tertulis : Mid Semester 1 (Kognitif) Lembar Pengamatan (Psikomotor) b. Bentuk Instrumen: Tes PG c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Busa sabun tampak berwarna-warni bila terkena sinar matahari merupakan peristiwa... A. difraksi D. polarisasi B. dispersi E. interferensi C. refraksi

20 PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA Negeri 5 Bekasi Jl. Gamprit Jatiwaringin Asri Pondok Gede Telp. (021) ULANGAN MID SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Mata Pelajaran : Fisika Kelas : 12 IPA Waktu : 90 Menit Hari /Tanggal :.. Nama / Kelas :.. No SOAL PENYELESAIAN 1. Waktu yang dibutuhkan gelombang bunyi untuk merambat dalam besi baja sepanjang 1 km,jika dianggap massa jenis baja 8000 kg/m 3 dan modulus elastisnya 2 x N/m 2 adalah a. 0,05 s c. 0,15 s e. 0,25 s b. 0,10 s d. 0,20 s 2. Dawai piano yang panjangnya 0,5 m dan massanya 10-2 kg ditegangkan 200 N, maka nada dasar piano adalah berfrekuensi a. 100 Hz c. 400 Hz e. 800 Hz b. 200 Hz d. 600 Hz 3. Sebuah pipa organa tertutup yang panjangnya 1 meter menghasilkan dua frekuensi nada atas yang berturutturut adalah 410 Hz dan 574 Hz. Cepat rambat bunyi di udara adalah a. 300 m/s c. 320 m/s e. 340 m/s b. 315 m/s d. 328 m/s 4. Mobil A mendekati pengamat P yang diam dengan kecepatan 30 m/s sambil membunyikan sirine berfrekuensi 504 Hz. Saat itu juga mobil B mendekati P dari arah yang berlawan dengan A, pada kecepatan 20 m/s sambil membunyikan sirine berfrekuensi 518 Hz. Jika cepat rambat bunyi diudara 300 m/s, maka frekuensi layangan yang didengar P adalah a. 14 Hz c. 7 Hz e. 4 Hz b. 10 Hz d. 5 Hz 5. Mobil polisi dengan kelajuan 144 km/jam mengejar penjahat yang naik motor dengan kelajuan 108 km/jam sambil membunyikan sirine dengan frekuensi 1200 Hz. Jika cepat rambat bunyi di udara 340 m/s, frekuensi sirine mobil polisi yang didengar oleh penjahat adalah a.1240 Hz c Hz e Hz b Hz d Hz 6. Bunyi sebuah mesin menghasilkan taraf intensitas bunyi sebesar 30 db. Jika intensitas ambang bunyi W/m 2 maka bunyi 2 mesin sejenis yang sedang bekerja bersamaan menghasilkan intensitas bunyi sebesar a. 5 x 10-9 W/m 2 d. 5 x W/m 2 b. 2 x 10-9 W/m 2 e. 2 x W/m 2 c. 1 x 10-9 W/m 2 7. Sebuah sumber bunyi bergetar dengan daya 10 π watt, taraf intensitas bunyi pada jarak 10 cm dari sumber bunyi adalah a. 124 db c. 144 db e. 164 db b. 142 db d. 153 db

21 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 3 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik. Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.3 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi. Indikator 1. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi. 2. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang bunyi dalam kehidupan seharihari. 2. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi. 3. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang cahaya. B. Materi Pembelajaran Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-1 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Sebutkan manfaat gelombang ultrasonik bagi kehidupan manusia. Prasyarat pengetahuan: Bagaimana sifat gelombang ultrasonik ketika berpindah dari satu medium ke medium lain? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan contoh penerapan gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Guru membagi tugas kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk menjelaskan prinsip kerja

22 dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 3 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik. Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.3 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi. Indikator 3. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi. 4. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 5. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang bunyi dalam kehidupan seharihari. 6. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi. 7. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. 8. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang cahaya. B. Materi Pembelajaran Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik C. Metode Pembelajaran 2. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-2 (2 Jam) :

23 a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: - Mengulang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Prasyarat pengetahuan: - Mempersiapkan materi yang belum dipresentasikan. b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik dalam setiap kelompok memperhatikan presentasi kelompok lain yang belum maju pada pertemuan sebelumnya. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk memberikan pertanyan kepada kelompok yang presentasi. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 3 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik. Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.3 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi. Indikator 5. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi. 6. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 9. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang bunyi dalam kehidupan seharihari. 10. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi. 11. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. 12. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang cahaya. B. Materi Pembelajaran Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik C. Metode Pembelajaran 3. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok

24 - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-3 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Apakah manfaat film polaroid? Prasyarat pengetahuan: Bagaimana prinsip kerja film polaroid? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan contoh penerapan konsep gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. Guru membagi tugas kelompok: 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja CD. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja OHP. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja mesin fotokopi. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja scanner. 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja printer. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 3 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik. Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 1.3 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi.

25 Indikator 7. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi. 8. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 13. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang bunyi dalam kehidupan seharihari. 14. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi. 15. Memberikan contoh penerapan konsep gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. 16. Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang cahaya. B. Materi Pembelajaran Pemanfaatan Gelombang Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik C. Metode Pembelajaran 4. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-4 ( 2 Jam ) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: - Mengulang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Prasyarat pengetahuan: - Mempersiapkan materi yang belum dipresentasikan. b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik dalam setiap kelompok memperhatikan presentasi kelompok lain yang belum maju pada pertemuan sebelumnya. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk memberikan pertanyan kepada kelompok yang presentasi. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: Tes tertulis Penugasan

26 b. Bentuk Instrumen: Tes PG Tes uraian Tugas rumah c. Contoh Instrumen: Contoh tes PG Warna biru di langit terjadi karena cahaya matahari mengalami... A. difraksi D dispersi B. refraksi E. polarisasi C. interferensi Contoh tes uraian Suatu bunyi ultrasonik dengan frekuensi 2,5 Mhz dikirim ke darah dalam pembuluh darah. Darah tersebut bergerak mendekati sumber ultrasonik dengan laju 20 cm/s. a. Berapakah frekuensi ultrasonik yang diterima oleh darah? b. Berapakah frekuensi yang diterima sumber? Contoh tugas rumah Buatlah artikel tentang pemanfaatan gelombang elektromagnetik pada produk teknologi dalam keseharian. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 4 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Medan Listrik Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.1 Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, dan energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar. Indikator 1. Mendeskripsikan gaya elektrostatik (hukum Coulomb) pada muatan titik. 2. Mengaplikasikan hukum Coulomb dan hukum Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi muatan kontinyu. 3. Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya, medan listrik, dan potensial listrik. 4. Memformulasikan prinsip kerja kapasitor keping sejajar. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menganalisis interaksi antar muatan melalui hukum Coulomb. 2. Menganalisis pengaruh medan listrik terhadap muatan listrik. 3. Menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh muatan terdistribusi dalam benda yang berukuran besar. 4. Menjelaskan definisi fluks listrik dan hukum Gauss. 5. Menghitung medan listrik yang dihasilkan berbagai benda simetri yang terdistribusi muatan dengan menggunakan hukum Gauss. 6. Menjelaskan definisi energi potensial dan potensial listrik yang dimiliki sebuah muatan listrik. 7. Menghitung besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh sebuah momen dipol listrik.

27 8. Menjelaskan keberlakuan teorema usaha-energi pada muatan yang mengalami gaya listrik. 9. Menjelaskan konsep bidang ekipotensial pada sebuah muatan listrik yang ditempatkan dalam ruang. 10. Menjelaskan definisi kapasitor sebagai salah satu komponen elektronika. 11. Menghitung besarnya kapasitansi berbagai jenis kapasitor. 12. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan dielektrik terhadap kapasitansi kapasitor. 13. Memberikan contoh pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika. B. Materi Pembelajaran 1.Hukum Coulomb 2. Hukum Gauss, 3. Potensial Listrik 4. Kapasitor MEDAN LISTRIK - Daerah disekitar muatan listrik yang pengaruh gayanya masih dirasakan oleh benda disekitarnya. + - Medan listrik positip Medan listrik negatip Kuat Medan Listrik Q F q + r E = F/q = k Q.q / r 2 = k Q / r 2 q E = kuat medan listrik (N/C) k = konstanta dielektrik = 9 x 10 9 Nm 2 /C 2 Q = muatan listrik ( C) r = jarak suatu titik dari muatan listrik (m 2 )

28 Resultan kuat medan listrik Kuat medan listrik diantara dua buah muatan listrik : a. Pada garis lurus : q 1 P q r 1 r 2 Ep = E 1 + E 2 E 1 = k.q 1 / r 2 E 2 = k.q 2 / r 2 b. Pada garis segitiga : q 1 q P E 1 α E 2 Ep Ep = E 12 + E E 1.E 2. cosα FLUKS LISTRIK Garis- garis gaya yang melalui sebuah bidang luasan disebut fluks listrik. Dirumuskan : Φ = E. A. cosθ= q / ε o E N θ A

29 Medan Listrik Pada Keping Sejajar +q - q E A A Φ = E.A = q / ε o r E = q / A. 1 / ε o E = σ / ε o σ = rapat muatan (C/m 2 ) ε o = permetivitas ruang hampa = 8,85 x C 2 /Nm 2 Medan Listrik Pada Bola Konduktor kulit bola diluar bola pusat bola a. Medan listrik dipusat bola, E = 0 karena dipusat bola tidak ada muatan ( q = 0 ) dan r < R. b. Medan listrik di kulit atau diluar bola, E = k q / r 2, r > R POTENSIAL LISTRIK a. ENERGI POTENSIAL LISTRIK. Usaha untuk memindahkan muatan listrik dari titik yang jaraknya ~ (ra = ~), ke titik yang jaraknya tertentu( rb = r) diperlukan energi potensial listrik. Wab = -F. dr = - k Q.q / r 2. dr = -k.q.q r -2 dr = k.q.q. r -1 rb = r = [ k.q.q / r ] ra = ~ = k.q.q ( 1/rb 1/ra) W = k.q.q / r = V / q.

30 b. POTENSIAL LISTRIK. W = V / q V = q.w W = usaha atau energi potensial listrik (joule) V = potensial listrik (volt) q = muatan listrik ( C ) c. BEDA POTENSIAL LISTRIK. V = Vb Va = k q ( 1 / rb 1 /ra) C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-1 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Mengapa sisir yang telah digosok-gosokkan pada rambut dapat menarik potongan-potongan kertas? Mengapa sebuah muatan dapat melakukan gaya pada muatan yang lain padahal kedua muatan tidak saling bersentuhan? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan gaya Coulomb? Apakah yang dimaksud dengan medan listrik? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Coulomb. Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyiapkan potonganpotongan kertas. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menggosok-gosokkan sisir atau mistar plastik kemudian didekatkan pada potongan-potongan kertas. Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk mengamati apa yang terjadi dan membuat kesimpulan dari percobaan tersebut. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan listrik.

31 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan arah medan listrik. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik dan distribusi muatan. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik dan distribusi muatan yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai garis gaya listrik. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 4 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Medan Listrik Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.1 Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, dan energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar. Indikator 5. Mendeskripsikan gaya elektrostatik (hukum Coulomb) pada muatan titik. 6. Mengaplikasikan hukum Coulomb dan hukum Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi muatan kontinyu. 7. Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya, medan listrik, dan potensial listrik. 8. Memformulasikan prinsip kerja kapasitor keping sejajar. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 14. Menganalisis interaksi antar muatan melalui hukum Coulomb. 15. Menganalisis pengaruh medan listrik terhadap muatan listrik. 16. Menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh muatan terdistribusi dalam benda yang berukuran besar. 17. Menjelaskan definisi fluks listrik dan hukum Gauss. 18. Menghitung medan listrik yang dihasilkan berbagai benda simetri yang terdistribusi muatan dengan menggunakan hukum Gauss. 19. Menjelaskan definisi energi potensial dan potensial listrik yang dimiliki sebuah muatan listrik. 20. Menghitung besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh sebuah momen dipol listrik. 21. Menjelaskan keberlakuan teorema usaha-energi pada muatan yang mengalami gaya listrik. 22. Menjelaskan konsep bidang ekipotensial pada sebuah muatan listrik yang ditempatkan dalam ruang.

32 23. Menjelaskan definisi kapasitor sebagai salah satu komponen elektronika. 24. Menghitung besarnya kapasitansi berbagai jenis kapasitor. 25. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan dielektrik terhadap kapasitansi kapasitor. 26. Memberikan contoh pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika. B. Materi Pembelajaran 1.Hukum Coulomb Pertemuan ke-2 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Bagaimana syarat terjadinya fluks? Apakah manfaat hukum Gauss? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan fluks listrik? Apakah yang dimaksud dengan hukum Gauss? b. Kegiatan Inti ( 80 menit ) : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fluks listrik. Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya fluks. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan fluks listrik yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan fluks listrik untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hukum Gauss. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aplikasi hukum Gauss untuk menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang, pelat tak berhingga, dua pelat sejajar, bola isolator homogen, dan bola konduktor homogen. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang, pelat tak berhingga, dua pelat sejajar, bola isolator homogen, dan bola konduktor homogen yang dismpaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang, pelat tak berhingga, dua pelat sejajar, bola isolator homogen, dan bola konduktor homogen untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 4 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Medan Listrik Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi.

33 Kompetensi Dasar 2.1 Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, dan energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar. Indikator 9. Mendeskripsikan gaya elektrostatik (hukum Coulomb) pada muatan titik. 10. Mengaplikasikan hukum Coulomb dan hukum Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi muatan kontinyu. 11. Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya, medan listrik, dan potensial listrik. 12. Memformulasikan prinsip kerja kapasitor keping sejajar. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 27. Menganalisis interaksi antar muatan melalui hukum Coulomb. 28. Menganalisis pengaruh medan listrik terhadap muatan listrik. 29. Menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh muatan terdistribusi dalam benda yang berukuran besar. 30. Menjelaskan definisi fluks listrik dan hukum Gauss. 31. Menghitung medan listrik yang dihasilkan berbagai benda simetri yang terdistribusi muatan dengan menggunakan hukum Gauss. 32. Menjelaskan definisi energi potensial dan potensial listrik yang dimiliki sebuah muatan listrik. 33. Menghitung besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh sebuah momen dipol listrik. 34. Menjelaskan keberlakuan teorema usaha-energi pada muatan yang mengalami gaya listrik. 35. Menjelaskan konsep bidang ekipotensial pada sebuah muatan listrik yang ditempatkan dalam ruang. 36. Menjelaskan definisi kapasitor sebagai salah satu komponen elektronika. 37. Menghitung besarnya kapasitansi berbagai jenis kapasitor. 38. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan dielektrik terhadap kapasitansi kapasitor. 39. Memberikan contoh pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika. B. Materi Pembelajaran 1.Hukum Coulomb Pertemuan ke-3 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Mungkinkah medan listrik pada suatu tempat nol jika potensial listrik pada tempat tersebut nol? Apakah bentuk bidang ekipotensial dari muatan bola yang tersebar homogen? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan potensial listrik? Apakah yang dimaksud dengan bidang ekipotensial? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian energi potensial. Peserta didik memperhatikan rumusan untuk mendapatkan persamaan energi potensial yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi potensial yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian potensial listrik. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel yang disampaikan oleh guru.

34 Guru memberikan beberapa soal menentukan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai potensial listrik pelat sejajar dan akibat bahan dielektrik. Peserta didik memperhatikan penjelasan teorema usaha-energi yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bidang ekipotensial. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan bentuk bidang ekipotensial dari muatan titik, muatan bola yang tersebar homogen, muatan yang tersebar homogen pada kawat atau silinder, dan muatan yang tersebar pada pelat. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai satuan elektronvolt. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 4 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Medan Listrik Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.1 Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, dan energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar. Indikator 13. Mendeskripsikan gaya elektrostatik (hukum Coulomb) pada muatan titik. 14. Mengaplikasikan hukum Coulomb dan hukum Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi muatan kontinyu. 15. Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya, medan listrik, dan potensial listrik. 16. Memformulasikan prinsip kerja kapasitor keping sejajar. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 40. Menganalisis interaksi antar muatan melalui hukum Coulomb. 41. Menganalisis pengaruh medan listrik terhadap muatan listrik. 42. Menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh muatan terdistribusi dalam benda yang berukuran besar. 43. Menjelaskan definisi fluks listrik dan hukum Gauss. 44. Menghitung medan listrik yang dihasilkan berbagai benda simetri yang terdistribusi muatan dengan menggunakan hukum Gauss. 45. Menjelaskan definisi energi potensial dan potensial listrik yang dimiliki sebuah

35 muatan listrik. 46. Menghitung besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh sebuah momen dipol listrik. 47. Menjelaskan keberlakuan teorema usaha-energi pada muatan yang mengalami gaya listrik. 48. Menjelaskan konsep bidang ekipotensial pada sebuah muatan listrik yang ditempatkan dalam ruang. 49. Menjelaskan definisi kapasitor sebagai salah satu komponen elektronika. 50. Menghitung besarnya kapasitansi berbagai jenis kapasitor. 51. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan dielektrik terhadap kapasitansi kapasitor. 52. Memberikan contoh pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika. B. Materi Pembelajaran 1.Hukum Coulomb Pertemuan ke-4 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) : Motivasi dan Apersepsi: Bagaimana cara memperbesar kapasitansi kapasitor? Dalam susunan apakah energi yang tersimpan dalam kapasitor menjadi lebih besar? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan kapasitansi kapasitor? Apakah keuntungan kapasitor yang disusun secara pararel? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) : Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kapasitor. Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kapasitansi kapasitor. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan kapasitansi kapasitor. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan kapasitansi kapasitor yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kapasitansi kapasitor pelat sejajar. Peserta didik memperhatikan rumusan untuk mendapatkan persamaan kapasitansi kapasitor pelat sejajar yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan kapasitansi kapasitor pelat sejajar yang disampaikan oleh guru. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memperbesar kapasitansi kapasitor. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan macam-macam rangkaian kapasitor. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan secara pararel. Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan energi dalam kapasitor yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi dalam kapasitor yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan energi dalam kapasitor untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) : Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

36 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: Tes tertulis Penugasan b. Bentuk Instrumen: Tes PG Tes isian Tes uraian Tugas rumah c. Contoh Instrumen: Contoh tes PG Jari-jari lintasan elektron terdalam pada atom besi adalah 1,5x10-12 m. Besar gaya Coulomb antara inti besi (q = 26 e) dan elektron dilintasan terdalam adalah... A. 4 x N D. 2,7 x 10-3 N B. 6 x 10-8 N E. 7 x 10-2 N C. 1 x 10-4 N Contoh tes isian Sebuah cincin tipis berjari-jari 24 cm mengandung muatan yang terdistribusi kontinyu sebesar 350 nc. Pada jarak 28 cm tepat di depan sumbu cincin, terdapat muatan uji sebesar 85 nc. Besarnya energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan uji ini sejauh 57 cm dari posisi mula-mula adalah... Contoh tes uraian Bola konduktor yang berdiameter d = 15 cm membawa muatan netto q = 6,4 µc yang tersebar merata di permukaan. Tentukan medan listrik pada jarak 5 cm dari pusat bola dan 17 cm dari permukaan bola. Contoh tugas rumah Buatlah artikel tentang pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : 12 IPA / 1 Pertemuan ke : 2 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Medan Magnet Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi. Indikator 1. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus. 2. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak. 3. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi.

37 A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membuat magnet buatan dari potongan logam dengan memanfaatkan magnet permanen. 3. Menjelaskan gaya antar-kutub magnet. 4. Menjelaskan cara membuat dan menghilangkan sifat magnet suatu bahan. 5. Menganalisis pengaruh medan magnet terhadap kawat yang dialiri arus listrik dan terhadap muatan listrik yang bergerak. 6. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz. 7. Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi. 8. Menentukan massa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. 9. Menjelaskan cara kerja spektrometer massa. 10. Menganalisis fenomena munculnya medan magnet pada suatu konduktor berarus melalui hukum Biot-Savart. 11. Menghitung medan magnet yang timbul pada kawat berarus listrik dalam berbagai bentuk. 12. Merumuskan besarnya medan magnet pada kawat berarus listrik dalam beragam bentuk geometri. 13. Menghitung besaran-besaran yang terkait dengan hukum Ampere. B. Materi Pembelajaran 1.Medan Magnetik Daerah yang pengaruh gaya magnetnya masih dirasakan oleh benda disekitarnya. 2. Percobaan Orsted Disekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik. Kawat A arus listrik kompas kompas menyimpang B ( a). (b). Gambar a. Kawat diletakan disamping kompas dalam keadaan diam Gambar b. Kawat diberi arus listrik arah dari A ke B dan kompas menyimpang ke kanan dan sebaliknya jika arus dari B ke A. 3. Hukum Biot-Savart Kuat Medan Magnet disekitar kawat berarus dirumuskan : I Bp = µo. I a P 2л. a B= kuat medan magnet/induksi magnet (T) I = kuat arus listrik (A) a = jarak suatu titik ke kawat (m) 4. Kuat Medan Magnet disekitar kawat melingkar yang berarus listrik A. Di pusat lingkaran. P a I Bp = µo. I 2.a B. Di luar lingkaran. a = jari-jari lingkaran(m)

38 I a r Ф Bp = µo. I. a 2. sin Φ 2.r P 5. Solenoid dan Toroid Solenoid adalah kawat berbentuk lilitan/kumparan. Rumus : B = µo. I. N L Toroid adalah kawat berbentuk lilitan yang melingkar Rumus : B = µo. I. N 6. Menentukan arah induksi magnet Menggunakan kaidah tangan kanan : I B Ibu jari = arah arus listrik I Lipatan 4 jari tangan = arah induksi magnet B C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 5 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Berapa kuat medan magnet di sekitar arus listrik? Bagaimana pola medan magnet yang dihasilkan solenoid? Prasyarat pengetahuan: Apakah fungsi hukum Biot-Savart? Apakah yang dimaksud dengan solenoid? b. Kegiatan Inti ( 80 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Biot-Savart. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan hukum Biot- Savart untuk menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi hukum Biot-Savart. Peserta didik memperhatikan aplikasi hukum Biot-Savart pada kawat sejajar dan pada gaya antara dua kawat berarus listrik yang disampaikan oleh guru.

39 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai definisi satu ampere. c. Kegiatan Penutup ( 5 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/ Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. 1 set percobaan Orsted : Kawat, kompas, baterai, dan kabel secukupnya. 2. Lembar Kerja F. Penilaian Hasil Belajar A. Bentuk Penilaian : Tes Tulis, Tes Pengamatan dan Tugas B. Jenis Tes : Ulangan Harian dan Tugas Kelompok C. Aspek Penilaian : Konitif, Afektif dan Psikomotor. D. 1.Instrumen Aspek Kognitif : 1. Jelaskan dan gambarkan percobaan Orsted 2. Sebuah kawat berarus listrik 5A. Hitung Induksi magnet pada jarak : a. 10 cm dari kawat b. 20 cm dari kawat 3. Kawat lurus dibuat melingkar dengan jari-jari 10 cm, dan dialiri arus 5A. Hitung induksi magnet : a. dipusat lingkaran b. dititik P pada jarak 20 cm dari pusat lingkaran. 2. Instrumen Penilaian Afektif : Aspek Penilaian : Memberikan Respon dan Sikap. No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Melakukan kegiatan sesuai dengan Petunjuk LKPS 2 Mengajukan pertanyaan 3 Menerima Pendapat orang lain 4 Mengajukan argumentasi hasil pola pikir 5 Merefleksikan Hasil Diskusi Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa 3.Instrumen Aspek Psikomotor Jenis Tes : Pengamatan No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Merangkai alat 2 Mengamati percobaan 3 Mencatat arah kompas 4 Menentukan besar induksi 5 Membuat kesimpulan Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa E. Pedoman Penilaian a. Pedoman Penilaian Aspek Koginitif : Pedoman Penilaian : N = Jumlah Skor Nilai x 100/Skor Maksimum b. Pedoman Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor : Pedoman Penilaian : Skor terendah : 1 x 5 = 5 1 Kurang 2 Cukup 3 Baik Skor Tertinggi : 3 x 5 = 15 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 100/Skor Maksimum

40 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : 12 IPA / 1 Pertemuan ke : 1 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Medan Magnet Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi. Indikator 1. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus. 2. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak. 3. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membuat magnet buatan dari potongan logam dengan memanfaatkan magnet permanen. 3. Menjelaskan gaya antar-kutub magnet. 4. Menjelaskan cara membuat dan menghilangkan sifat magnet suatu bahan. B. Materi Pembelajaran A. Kemagnetan Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda lain. Magnet dapat dibuat dengan 2 cara : 1. Menggosokkan benda/logam dengan benda yang sudah bermagnet. 2. Memberikan arus listrik pada benda/ logam dengan cara melilitkan kawat disekitarnya yang berarus listrik. Magnet terdiri atas dua kutub, U dan S pada kedua ujungnya.u = kutub (+) utara dan S = kutub (-) selatan Sifat-sifat kemagnetan bahan : 1. Ferromagnetik 2. Paramagnetik 3. Diamagnetik B. Bentuk Magnet : Bentuk Batang. U S Bentuk U. U S Bentuk Jarum/kompas.

41 U S C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Apa yang terjadi jika kita letakkan sebatang besi di antara dua kutub magnet yang berbeda? Apakah sifat kemagnetan bahan dapat hilang? Prasyarat pengetahuan: Apakah syarat terjadinya gaya tarik menarik antar-kutub magnet? Bagaimana cara menghilangkan sifat magnet suatu bahan? Pra eksperimen: Berhati-hatilah menggunakan alat-alat praktikum. b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan magnet permanen. Peserta didik memperhatikan perumusan gaya antar-kutub magnet yang disampaikan oleh guru. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik antar-kutub magnet. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya antar-kutub magnet yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya antar-kutub magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil magnet batang yang cukup besar, magnet jarum, dan benang. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami karakteristik dari suatu kutub magnet Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat dan menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan konsep garis gaya magnetik. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian dan sifat medan magnet.

42 c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/ Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint F. Penilaian Hasil Belajar A. Bentuk Penilaian : Tes Tulis, Tes Pengamatan dan Tugas B. Jenis Tes : Ulangan Harian dan Tugas Kelompok C. Aspek Penilaian : Konitif, Afektif dan Psikomotor. D. 1.Instrumen Aspek Kognitif : 1. Apa yang dimaksud dengan : a. Ferromagnetik b. Paramagnetik c. Diamagnetik 2. Bagaimana cara membuat magnet lebih kuat? 2. Instrumen Penilaian Afektif : Aspek Penilaian : Memberikan Respon dan Sikap. No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Melakukan kegiatan sesuai dengan Petunjuk LKPS 2 Mengajukan pertanyaan 3 Menerima Pendapat orang lain 4 Mengajukan argumentasi hasil pola pikir 5 Merefleksikan Hasil Diskusi Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa E. Pedoman Penilaian a. Pedoman Penilaian Aspek Koginitif : Pedoman Penilaian : N = Jumlah Skor Nilai x 100/Skor Maksimum b. Pedoman Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor : Pedoman Penilaian : Skor terendah : 1 x 5 = 5 1 Kurang 2 Cukup 3 Baik Skor Tertinggi : 3 x 5 = 15 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 100/Skor Maksimum RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : 12 IPA/ 1 Pertemuan ke : 3 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Medan Magnet Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi.

43 Kompetensi Dasar 2.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi. Indikator 4. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus. 5. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak. 6. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz. 2. Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi. 3. Menentukan massa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. 4 Menjelaskan cara kerja spektrometer massa. B. Materi Pembelajaran 1. Gaya Lorenzt. Gaya magnetik yang dialami kawat berarus listrik dalam medan magnet disebut gaya Lorenzt. B kawat θ i Rumus : F = B. i. L. Sin θ 2. Menentukan arah gaya Lorenzt. Arah gaya Lorenzt (F) selalu tegak lurus terhadap medan magnetik (B) pada kawat berarus listrik (I) F X B I induksi magnet B ke dalam bidang) C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz? Bagaimana cara kerja spektrometer massa? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan gaya Lorentz? Apakah yang dimaksud dengan spektrometer massa? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Lorentz.

44 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara mendapatkan rumusan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menentukan arah gaya Lorentz. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian spektrometer massa. Peserta didik memperhatikan cara kerja spektrometer massa yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aurora. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/ Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint F. Penilaian Hasil Belajar A. Bentuk Penilaian : Tes Tulis, Tes Pengamatan dan Tugas B. Jenis Tes : Ulangan Harian dan Tugas Kelompok C. Aspek Penilaian : Konitif, Afektif dan Psikomotor. D. 1.Instrumen Aspek Kognitif : 1. Apa yang dimaksud dengan Gaya Lorenzt? 2. Sebuah kawat berarus listrik 5 A dimasukkan ke dalam medan magnet homogen 0,05 T. Jika panjang kawat 20 cm. Hitung gaya Lorentz, jika antara kawar dengan medan magnet membentuk sudut : a. 30º b. 45º c. 60º d. 90º 2. Instrumen Penilaian Afektif : Aspek Penilaian : Memberikan Respon dan Sikap. No Respond an Sikap Siswa Skor Tiap Siswa Skor Total Nilai Akhir A B C D E 1 Melakukan kegiatan sesuai dengan Petunjuk LKPS 2 Mengajukan pertanyaan 3 Menerima Pendapat orang lain 4 Mengajukan argumentasi hasil pola pikir 5 Merefleksikan Hasil Diskusi Dimana A, B, C, D, E, F dst adalah nama siswa E. Pedoman Penilaian a. Pedoman Penilaian Aspek Koginitif : Pedoman Penilaian : N = Jumlah Skor Nilai x 100/Skor Maksimum b. Pedoman Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor : Pedoman Penilaian : Skor terendah : 1 x 5 = 5 1 Kurang 2 Cukup 3 Baik Skor Tertinggi : 3 x 5 = 15 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 100/Skor Maksimum

45 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : 12 / 1 Pertemuan ke : 2 : SMA Negeri 5 Bekasi : Fisika Materi Pembelajaran : Medan Magnet Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi. Indikator DI. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus. DII. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak. DIII. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membuat magnet buatan dari potongan logam dengan memanfaatkan magnet permanen. 3. Menjelaskan gaya antar-kutub magnet. 4. Menjelaskan cara membuat dan menghilangkan sifat magnet suatu bahan. 5. Menganalisis pengaruh medan magnet terhadap kawat yang dialiri arus listrik dan terhadap muatan listrik yang bergerak. 6. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz. 7. Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi. 8. Menentukan massa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. 9. Menjelaskan cara kerja spektrometer massa. 10. Menganalisis fenomena munculnya medan magnet pada suatu konduktor berarus melalui hukum Biot-Savart. 11. Menghitung medan magnet yang timbul pada kawat berarus listrik dalam berbagai bentuk. 12. Merumuskan besarnya medan magnet pada kawat berarus listrik dalam beragam bentuk geometri. 13. Menghitung besaran-besaran yang terkait dengan hukum Ampere. B. Materi Pembelajaran 1. Kemagnetan 2. Hukum Biot-Savart dan 3. Hukum Ampere Pertemuan ke-3 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 5 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Berapa kuat medan magnet di sekitar arus listrik? Bagaimana pola medan magnet yang dihasilkan solenoid? Prasyarat pengetahuan: Apakah fungsi hukum Biot-Savart? Apakah yang dimaksud dengan solenoid? b. Kegiatan Inti ( 80 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Biot-Savart.

46 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan hukum Biot- Savart untuk menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi hukum Biot-Savart. Peserta didik memperhatikan aplikasi hukum Biot-Savart pada kawat sejajar dan pada gaya antara dua kawat berarus listrik yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai definisi satu ampere. c. Kegiatan Penutup ( 5 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 5 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII / 2 Materi Pembelajaran : Medan Magnet Alokasi Waktu : 8 JPL (4 x Pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi. Indikator 1. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus. 2. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak. 3. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membuat magnet buatan dari potongan logam dengan memanfaatkan magnet permanen. 3. Menjelaskan gaya antar-kutub magnet. 4. Menjelaskan cara membuat dan menghilangkan sifat magnet suatu bahan. 5. Menganalisis pengaruh medan magnet terhadap kawat yang dialiri arus listrik dan terhadap muatan listrik yang bergerak. 6. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz. 7. Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi. 8. Menentukan massa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. 9. Menjelaskan cara kerja spektrometer massa. 10. Menganalisis fenomena munculnya medan magnet pada suatu konduktor berarus melalui hukum Biot-Savart. 11. Menghitung medan magnet yang timbul pada kawat berarus listrik dalam berbagai bentuk. 12. Merumuskan besarnya medan magnet pada kawat berarus listrik dalam beragam bentuk geometri.

47 13. Menghitung besaran-besaran yang terkait dengan hukum Ampere. B. Materi Pembelajaran 1. Kemagnetan 2. Hukum Biot-Savart dan 3. Hukum Ampere Pertemuan ke-4 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan (10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Berapakah besarnya medan magnet yang dihasilkan oleh kawat panjang lurus berarus listrik pada kawat itu sendiri? Prasyarat pengetahuan: Apakah aplikasi hukum Ampere dalam kehidupan sehari-hari? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Ampere dalam bentuk integral. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aplikasi hukum Ampere dalam menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang, solenoid, dan toroid. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang, solenoid, dan toroid dengan menggunakan hukum Ampere yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang, solenoid, dan toroid dengan menggunakan hukum Ampere untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint 3. Kit Elektromagnetik 4. Catu Daya/Baterai F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: Tes tertulis (Kognitif) Penugasan (Afektif dan Psikomotor) Percobaan (Afektif dan Psikomotor) b. Bentuk Instrumen: - Lembar Kerja Praktikum Tes PG Tes uraian Tugas rumah 1. Lembar Kerja Praktikum : A.Judul : Percobaan Oersted B. Tujuan : 1.Mengetahui adanya medan magnet disekitar kawat berarus listrik 2. Menentukan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik C. Alat dan Bahan : 1. Catu Daya/ baterai 3 buah 2. Kabel secukupnya

48 3. Kawat penghantar 4. Kompas 2 buah 5. Serbuk besi 6. Kertas HVS 7. Tiang kawat D. Cara Kerja : Kegiatan 1 : Mengetahui adanya medan magnet sekitar kawat berarus. 1. Rangkaikan alat dan bahan seperti pada gambar di bawah : 2. Setelah merangkai dengan benar, nyalakan arus listrik lihat kutub pada baterai + dan ( arus listrik mengalir dari + ke - ). 3. Mula-mula arah arus pada kawat kita atur dari A ke B, maka lihat kemanakah arah jarum magnet menyimpang? Dan bagaimanakah arah jarum magnet jika arus pada kawat kita atur dari B ke A?... Kegiatan 2 : Menentukan arah medan magnet disekitar kawat berarus. 1. Rangkaikan alat dan bahan seperti pada gambar di bawah : A B 2. Setelah merangkai alat dan bahan dengan benar, sebarkan serbuk besi di atas kertas HVS dan letak juga kompas kecil diaatas kertas tsb. 3. Mula-mula arah arus kita atur dari A ke B, bagaimanakah bentuk serbuk besi yang terjadi dan bagaimanakah arah jarum kompas? Lukiskan bentuk serbuk besi yang terjadi dan arah kompas. 4. Dan bagaimanakah jika arah arus kita atur dari B ke A? Lukiskan bentuk serbuk besi dan arah kompas yang terjadi. E. Hasil Pengamatan : Kegiatan 1:

49 Kegiatan 2: F. Pertanyaan : 1. Tuliskan rumus Biot-Savart tentang induksi magnet disekitar kawat berarus! Hitunglah induksi magnet disekitar kawat jika jarak kawat dengan magnet berjarak : a. 1 cm b. 2 cm c. 3 m G. Kesimpulan : Ulangan Harian : Contoh tes PG Besarnya kuat medan magnet yang dihasilkan pada jarak 1 cm oleh kawat lurus yang dialiri arus sebesar 12 A adalah... A. 2,4 x 10-4 T D. 2,4 x 10-5 T B. 1,8 x 10-4 T E. 1,2 x 10-5 T C. 1,4 x 10-4 T Contoh tes uraian Sebuah muatan positif 0,2 C bergerak dengan laju 2 m/s dalam medan magnet yang besarnya 5 Wb/m 2. Arah kecepatan itu sejajar dengan arah medan magnet. Tentukan besarnya gaya yang dialami muatan tersebut. Contoh tugas rumah Buatlah artikel tentang aplikasi gaya Lorentz pada produk teknologi dalam kehidupan sehari-hari. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) No : 6 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bekasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XII IPA/ 1 Materi Pembelajaran : Induksi Elektromagnetik Alokasi Waktu : 12 JPL (6 x Pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.3 Memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik serta penerapannya. Indikator 1. Memformulasikan konsep induksi elektromagnetik. 2. Menerapkan konsep induksi elektromagnetik pada teknologi. 3. Memformulasikan konsep arus induksi dan ggl induksi. 4. Memformulasikan konsep arus dan tegangan bolak-balik. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Mendeskripsikan fluks magnet pada permukaan yang tertembus sejumlah garis gaya magnet. 2. Menyebutkan bunyi hukum Faraday. 3. Membuat dinamo mini. 4. Menyebutkan bunyi hukum Lenz.

50 5. Menganalisis arah aliran arus dalam suatu kumparan yang dilalui oleh medan magnet melalui hukum Lenz. 6. Menganalisis fenomena munculnya GGL Induksi pada ujung solenoida yang diakibatkan oleh arus AC di dalam solenoida. 7. Menganalisis induktansi oleh perak solenoida yang dialiri arus AC. 8. Memberikan contoh aplikasi hukum Faraday dalam kehidupan sehari-hari. 9. Memformulasikan arus listrik dan tegangan AC. 10. Menjelaskan pengertian diagram fasor. 11. Menjelaskan cara menggambar diagram fasor. 12. Menganalisis besaran-besaran yang terkait dengan arus dan tegangan listrik bolakbalik. 13. Memecahkan permasalahan sederhana pada rangkaian listrik AC yang terdiri dari resistor, induktor, dan kapasitor. B. Materi Pembelajaran 1. GGL Induksi 2. Induktansi dan 3. Arus Bolak-Balik GGL INDUKSI Peristiwa timbulnya arus listrik akibat usikan gaya magnet di dalam kawat kumparan disebut Induksi Elektromagnetik. GGL yang dihasilkan akibat induksi disebut GGL induksi. Peristiwa ini dapat dibuktikan dengan percobaan Faraday. U S Dari percobaan ini dihasilkan Hukum Faraday, dengan rumus : ε = - Φ / t Dimana : ε = GGL induksi (volt) Φ = Perubahan fluks magnet (Weber) t = Selang waktu ( sekon)

51 Dimana : W = F. s = B. i. l. s dan W = V. i. t = ε. i. t maka : ε. i. t = B. i. l. s ε = B. l. v B = induksi magnetik ( T) l = panjang kawat (m) v = kecepatan gerak magnet/kawat (m/s) FLUKS MAGNETIK Garis- garis gaya magnetik yang melalui bidang luasan disebut fluks magnetik. B N θ A Rumus : Φ = B. A. Cosθ Dimana : Φ = fluks magnetik (weber) B = induksi magnetik (T) A = luas bidang yang dilalui garis garis gaya magnet (m 2 )

52 HUKUM LENZ Induktansi diri : Induksi yang dihasilkan sebuah kumparan dapat menimbulkan GGL induksi diri. Besar GGL induksi diri dtentukan lamanya pemberian arus listrik pada kumparan. Rumus : ε L = - L ( i i / t t ) ε L = GGL induksi diri (volt) L = induktansi diri (Henry) i i / t t = perubahan arus listrik tiap sekon ( Ampere / sekon ) Rumus : Induktansi Solenoida L = µo. N 2. A l Dimana : L = induktansi solenoida ( H) N = jumlah lilitan A = luas lingkaran solenoida (m 2 ) l = panjang solenoida (m) Energi yang tersimpan dalam solenoida Rumus : W = ½.. L. i 2 W = energi yang tersimpan ( joule) L = induktansi diri (H) i = arus listrik (Ampere)

53 PRINSIP KERJA DINAMO U S Φ = BA cosωt ε = - N dφ d / dt ε = N.B.A sin ωt, ε max = N.B.A.ω Generator adalah alat pembangkit listrik yang didalam nya terdapat dinamo besar. ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK BALIK Induksi elektromagnetik dapat menimbulkan arus dan ggl induksi yang bolaḵ- bolak balik (Percobaan Faraday). Arus dan tegangan bolaḵ- bolak balik dalam rangkaian listrik.. R I ~ ε Persamaan Arus dan Tegangan Bolak-balik Dimana GGL induksi generator : ε = N.B.A sin ωt t = ε max. sin ωt dan I = ε / t, maka : I = ε max. sin ωt t I = I max. sin ωt Jadi : ε = ε max. sin ωt pers. Teg.BB. I = I max. sin ωt pers. Arus BB.

54 Grafik Sinusiodal ε dan I terhadap t ε / I t C. Metode Pembelajaran 1. Model : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : - Diskusi kelompok - Eksperimen - Ceramah D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan ke-1 (2 jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Mungkinkah fluks magnetik bernilai nol ketika medan magnet tidak bernilai nol? Apakah kelistrikan dapat dihasilkan oleh peristiwa kemagnetan? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan fluks magnet? Sebutkan bunyi hukum Faraday. b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fluks magnet. Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan fluks magnet. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan fluks magnet yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan fluks magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Faraday. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan hukum Faraday. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi GGL induksi. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan GGL induksi yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan GGL induksi untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru

55 dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. Pertemuan ke-2 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Bagaimana prinsip kerja dinamo? Bagaimana hubungan hukum Lenz dengan hukum kekekalan energi? Prasyarat pengetahuan: Apakah fungsi dari dinamo? Apakah makna pernyataan hukum Lenz? Pra eksperimen: Berhati-hatilah menggunakan alat-alat praktikum. b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan prinsip kerja dinamo. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil bungkus plastik silinder bekas roll film, kawat tembaga tipis yang terisolasi sepanjang 3 m, potongan kardus berbentuk lingkaran, penggaris, gunting, amplas, solder dan timah solder, satu buah LED, dan satu buah magnet berukuran kecil namun dengan kemagnetan yang kuat. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen membuat dinamo mini (Proyek Ilmiah ). Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan hasil eksperimen dalam lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Lenz. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bunyi hukum Lenz. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai maksud pernyataan hukum Lenz. Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum Lenz yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum Lenz untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

56 Pertemuan ke-3 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Faktor apakah yang mempengaruhi induktansi diri pada solenoida? Apakah induktansi diri pada solenoida dapat diperbesar? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan induktansi? Bagaimana cara memperbesar induktansi pada solenoida? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan GGL antara dua ujung solenoida. Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan GGL induksi yang dihasilkan solenoida yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan GGL induksi yang dihasilkan solenoida yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan GGL induksi yang dihasilkan solenoida untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induktansi. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan induktansi diri. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi induktansi diri pada solenoida. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan induktansi diri pada solenoida yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induktansi bersama. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan induktansi bersama. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan induktansi bersama yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan induktansi diri dan induktansi bersama untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memperbesar induktansi. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. Pertemuan ke-4 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi:

57 Faktor apakah yang mempengaruhi energi yang tersimpan dalam solenoida? Bagaimana prinsip kerja transformator? Prasyarat pengetahuan: Bagaimana rumusan untuk mendapatkan energi medan magnet? Apakah yang dimaksud dengan transformator? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan energi medan magnet. Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan energi medan magnet yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi medan magnet yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan energi medan magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan faktor yang mempengaruhi energi yang tersimpan dalam solenoida. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian transformator. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai prinsip kerja transformator. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan daya trafo. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya trafo yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan daya trafo untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. Pertemuan ke-5 (2 Jam) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Bagaimana gambar grafik arus bolak-balik? Bagaimana cara menghitung tegangan root mean square (V rms )? Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan arus bolak-balik? Apakah yang dimaksud dengan tegangan root mean square (V rms )? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian arus bolak-balik. Peserta didik memperhatikan perumusan arus dan tegangan bolak-balik yang disampaikan oleh guru. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan gambar grafik arus bolak-

58 balik. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tegangan rata-rata dan tegangan root mean square (V rms ). Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan persamaan tegangan rata-rata dan tegangan root mean square (V rms ). Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan tegangan root mean square (V rms ) yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan tegangan root mean square (V rms ) untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan daya dan daya rata-rata. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan daya dan daya rata-rata. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya dan daya rata-rata yang disampaikan oleh guru. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. Pertemuan ke-6 ( 2 Jam ) : a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit ) Motivasi dan Apersepsi: Apa yang dimaksud dengan pernyataan tegangan antara ujung-ujung induktor mendahului arus sebesar 90 0? Bagaimana cara menggambar diagram fasor? Prasyarat pengetahuan: Mengapa tegangan antara ujung-ujung induktor mendahului arus sebesar 90 0? Apakah yang dimaksud dengan diagram fasor? b. Kegiatan Inti ( 70 menit ) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor, kapasitor, dan induktor. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan gambar grafik arus dan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor, kapasitor, dan induktor. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan persamaan arus dan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor, kapasitor, dan induktor. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian diagram fasor. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menggambar diagram fasor. Peserta didik memperhatikan contoh soal menggambar diagram fasor yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan rangkaian RLC seri. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan besaranbesaran dalam rangkaian RLC seri.

59 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri untuk dikerjakan oleh peserta didik. masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Alat dan Bahan/Sumber Belajar A. Alat dan Bahan : 1. LCD/OHP 2. CD Pembelajaran/PowerPoint 3. Magnet batang, Kumparan, dan Amperemeter F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: Tes tertulis Tes unjuk kerja b. Bentuk Instrumen: Tes PG Tes isian Tes uraian Uji petik kerja prosedur c. Contoh Instrumen: Contoh tes PG Sebuah kumparan memiliki hambatan R = 1 Ω dan induktansi L = 0,3 H. Arus listrik dalam kumparan jika dihubungkan dengan tegangan 20 volt DC adalah... A. 10 A D. 28,6 A B. 15,4 A E. 30 A C. 20 A Contoh tes isian Kumparan kawat dengan jari-jari 5 cm diletakkan tegak lurus pada suatu medan magnet yang fluksnya berubah dari 1,5 Wb/m 2 menjadi 2,1 Wb/m 2 dalam waktu ½ Π menit. GGL yang terjadi pada kumparan adalah... Contoh tes uraian Sebuah kumparan yang terdiri dari 100 lilitan mempunyai jari-jari 5 cm dan hambatan 25 Ω. Hitunglah laju perubahan medan magnet agar menghasilkan arus sebesar 4 A.

1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah

1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah 1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah A. y = 0,5 sin 2π (t - 0,5x) B. y = 0,5 sin π (t - 0,5x) C. y = 0,5 sin π (t - x) D. y = 0,5 sin 2π (t - 1/4 x) E. y = 0,5 sin 2π (t

Lebih terperinci

Gejala Gelombang. gejala gelombang. Sumber:

Gejala Gelombang. gejala gelombang. Sumber: Gejala Gelombang B a b B a b 1 gejala gelombang Sumber: www.alam-leoniko.or.id Jika kalian pergi ke pantai maka akan melihat ombak air laut. Ombak itu berupa puncak dan lembah dari getaran air laut yang

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG - GELOMBANG

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG - GELOMBANG LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR Diberikan Tanggal :. Dikumpulkan Tanggal : Nama : Kelas/No : / Gelombang - - GELOMBANG - GELOMBANG ------------------------------- 1 Gelombang Gelombang Berjalan

Lebih terperinci

: 1. KARAKTERISTIK GELOMBANG 2. PERSAMAAN GELOMBANG BERJALAN DAN GELOMBANG TEGAK

: 1. KARAKTERISTIK GELOMBANG 2. PERSAMAAN GELOMBANG BERJALAN DAN GELOMBANG TEGAK LAMPIRAN XV SATUAN PENDIDIKAN MATA PELAJARAN MATERI POKOK KELAS/ SEMESTER PENELITI LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN TES : MAN 1 PADANG : FISIKA : 1. KARAKTERISTIK GELOMBANG 2. PERSAMAAN GELOMBANG BERJALAN DAN

Lebih terperinci

BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI Kompetensi dasar : Memahami Konsep Dan Prinsip-Prinsip Gejala Gelombang Secara Umum Indikator : 1. Arti fisis getaran diformulasikan 2. Arti fisis gelombang dideskripsikan

Lebih terperinci

BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI Kompetensi dasar : Memahami Konsep Dan Prinsip Prinsip Gejala Gelombang Secara Umum Indikator Tujuan 1. : 1. Arti fisis getaran diformulasikan

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah : SMA... Kelas / Semester : XII / I Mata Pelajaran : FISIKA Standar : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala dalam menyelesaikan masalah 1.1 gejala dan ciriciri secara umum.

Lebih terperinci

KISI-KISI SOAL UJI COBA. Menurut medium perambatannya, gelombang

KISI-KISI SOAL UJI COBA. Menurut medium perambatannya, gelombang LAMPIRAN IV KISI-KISI SOAL UJI COBA No Indikator soal Teknik Bentuk Instrumen 1 Peserta didik menjelaskan karakteristik mekanik dan elektromagnetik Contoh Soal Menurut medium perambatannya, diklasifiikasikan

Lebih terperinci

Gelombang FIS 3 A. PENDAHULUAN C. GELOMBANG BERJALAN B. ISTILAH GELOMBANG. θ = 2π ( t T + x λ ) Δφ = x GELOMBANG. materi78.co.nr

Gelombang FIS 3 A. PENDAHULUAN C. GELOMBANG BERJALAN B. ISTILAH GELOMBANG. θ = 2π ( t T + x λ ) Δφ = x GELOMBANG. materi78.co.nr Gelombang A. PENDAHULUAN Gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang merambat getaran tanpa memindahkan partikel. Partikel hanya bergerak di sekitar titik kesetimbangan. Gelombang berdasarkan medium

Lebih terperinci

Waktu yang dibutuhkan oleh gelombang adalah 4 sekon.

Waktu yang dibutuhkan oleh gelombang adalah 4 sekon. Usikan yang terjadi ketika sebuah batu dijatuhkan dk permukaan air di sebuah kolam akan merambat menjauhi titik jatuh batu dan akhirnya mencapai tepi kolam. Gelombang atau usikan air ini memang bergerak

Lebih terperinci

BAB GEJALA GELOMBANG I. SOAL PILIHAN GANDA. C. 7,5 m D. 15 m E. 30 m. 01. Persamaan antara getaran dan gelombang

BAB GEJALA GELOMBANG I. SOAL PILIHAN GANDA. C. 7,5 m D. 15 m E. 30 m. 01. Persamaan antara getaran dan gelombang 1 BAB GEJALA GELOMBANG I. SOAL PILIHAN GANDA 01. Persamaan antara getaran dan gelombang adalah (1) keduanya memiliki frekuensi (2) keduanya memiliki amplitude (3) keduanya memiliki panjang gelombang A.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMAN 1 RANTAU Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester / Th : XII/ 1 (satu) / 2013-2014 Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala

Lebih terperinci

GELOMBANG MEKANIK. (Rumus) www.aidianet.co.cc

GELOMBANG MEKANIK. (Rumus) www.aidianet.co.cc GELOMBANG MEKANIK (Rumus) Gelombang adalah gejala perambatan energi. Gelombang Mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium untuk merambat. A = amplitudo gelombang (m) = = = panjang gelombang (m) v

Lebih terperinci

Gelombang Bunyi. Keterangan: γ = konstanta Laplace R = tetapan umum gas (8,31 J/mol K)

Gelombang Bunyi. Keterangan: γ = konstanta Laplace R = tetapan umum gas (8,31 J/mol K) Gelombang Bunyi Bunyi termasuk gelombang mekanik, karena dalam perambatannya bunyi memerlukan medium perantara. Ada tiga syarat agar terjadi bunyi yaitu ada sumber bunyi, medium, dan pendengar. Bunyi dihasilkan

Lebih terperinci

SMA IT AL-BINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2011/2012

SMA IT AL-BINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2011/2012 PTUNJUK UMUM SMA T AL-NAA SLAMC OARDNG SCHOOL UJAN AKHR SMSTR GANJL TAHUN AJARAN 2011/2012 LMAR SOAL Mata Pelajaran : isika Pengajar : Harlan, S.Pd Kelas : X Hari/Tanggal : Senin/26 Desember 2011 AlokasiWaktu

Lebih terperinci

LEMBAR EVALUASI (Pilihan Ganda)

LEMBAR EVALUASI (Pilihan Ganda) LEMBAR EVALUASI (Pilihan Ganda) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Materi : SMA Negeri 9 Makassar : Fisika : XI : Gelombang Berjalan Tes Pilihan Ganda PilihSatuJawaban yang paling tepat! 1. Suatu gelombang

Lebih terperinci

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari FISIKA 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari MATERI Satuan besaran Fisika Gerak dalam satu dimensi Gerak dalam dua dan tiga dimensi Gelombang berdasarkan medium (gelombang mekanik dan elektromagnetik) Gelombang

Lebih terperinci

LATIHAN SOAL PERSIAPAN UTS MATERI: GEM, GEL. BUNYI, GEL. BERJALAN, GEL. STASIONER

LATIHAN SOAL PERSIAPAN UTS MATERI: GEM, GEL. BUNYI, GEL. BERJALAN, GEL. STASIONER LATIHAN SOAL PERSIAPAN UTS MATERI: GEM, GEL. BUNYI, GEL. BERJALAN, GEL. STASIONER PILIHAN GANDA Saatnya Anda Beraksi! 1. Gelombang transversal merambat dari A ke B dengan cepat rambat 12 m/s pada frekuensi

Lebih terperinci

RANGKUMAN MATERI GETARAN DAN GELOMBANG MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS 8 SMP NEGERI 55 JAKARTA

RANGKUMAN MATERI GETARAN DAN GELOMBANG MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS 8 SMP NEGERI 55 JAKARTA RANGKUMAN MATERI GETARAN DAN GELOMBANG MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS 8 SMP NEGERI 55 JAKARTA Getaran A. Pengertian getaran Getraran adalah : gerak bolak-balik benda secara teratur melalui titik keseimbangan.salah

Lebih terperinci

1. Jarak dua rapatan yang berdekatan pada gelombang longitudinal sebesar 40m. Jika periodenya 2 sekon, tentukan cepat rambat gelombang itu.

1. Jarak dua rapatan yang berdekatan pada gelombang longitudinal sebesar 40m. Jika periodenya 2 sekon, tentukan cepat rambat gelombang itu. 1. Jarak dua rapatan yang berdekatan pada gelombang longitudinal sebesar 40m. Jika periodenya 2 sekon, tentukan cepat rambat gelombang itu. 2. Sebuah gelombang transversal frekuensinya 400 Hz. Berapa jumlah

Lebih terperinci

GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI Getaran, Gelombang dan Bunyi Getaran 01. EBTANAS-06-24 Pada getaran selaras... A. pada titik terjauh percepatannya maksimum dan kecepatan minimum B. pada titik setimbang kecepatan

Lebih terperinci

Disusun oleh : MIRA RESTUTI PENDIDIKAN FISIKA (RM)

Disusun oleh : MIRA RESTUTI PENDIDIKAN FISIKA (RM) Disusun oleh : MIRA RESTUTI 1106306 PENDIDIKAN FISIKA (RM) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013 Kompetensi Dasar :

Lebih terperinci

KELAS XII FISIKA SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG SMA KOLESE LOYOLA M1-1

KELAS XII FISIKA SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG SMA KOLESE LOYOLA M1-1 KELAS XII LC FISIKA SMA KOLESE LOYOLA M1-1 MODUL 1 STANDAR KOMPETENSI : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah KOMPETENSI DASAR 1.1. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri

Lebih terperinci

Pengertian Gelombang. Getaran yang merambat. Rambatan energi. Getaran yang merambat tetapi partikelpartikel medium tidak ikut merambat.

Pengertian Gelombang. Getaran yang merambat. Rambatan energi. Getaran yang merambat tetapi partikelpartikel medium tidak ikut merambat. 1 Pengertian Gelombang Getaran yang merambat. Rambatan energi. Getaran yang merambat tetapi partikelpartikel medium tidak ikut merambat. 2 MACAM-MACAM GELOMBANG 3 1. Berdasarkan arah rambatan Gelombang

Lebih terperinci

HANDOUT FISIKA KELAS XII (UNTUK KALANGAN SENDIRI) GELOMBANG MEKANIS

HANDOUT FISIKA KELAS XII (UNTUK KALANGAN SENDIRI) GELOMBANG MEKANIS YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A Jl. Merdeka No. Bandung 0. 7 Fa. 0. 587 http//: www.smasantaangela.sch.id, e-mail : [email protected] HANDOUT FISIKA KELAS XII

Lebih terperinci

Getaran, Gelombang dan Bunyi

Getaran, Gelombang dan Bunyi Getaran, Gelombang dan Bunyi Getaran 01. EBTANAS-06- Pada getaran selaras... A. pada titik terjauh percepatannya maksimum dan kecepatan minimum B. pada titik setimbang kecepatan dan percepatannya maksimum

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39 JAKARTA

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39 JAKARTA PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 JAKARTA Jl. RA Fadillah Cijantung Jakarta Timur Telp. 840078, Fax 87794718 REMEDIAL ULANGAN TENGAH SEMESTER

Lebih terperinci

iammovic.wordpress.com PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII

iammovic.wordpress.com PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII - 014 1. Dari besaran fisika di bawah ini, yang merupakan besaran pokok adalah A. Massa, berat, jarak, gaya B. Panjang, daya, momentum, kecepatan

Lebih terperinci

Polarisasi Gelombang. Polarisasi Gelombang

Polarisasi Gelombang. Polarisasi Gelombang Polarisasi Gelombang Polarisasi Gelombang Gelombang cahaya adalah gelombang transversal, sedangkan gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Nah, ada satu sifat gelombang yang hanya dapat terjadi

Lebih terperinci

I. BUNYI. tebing menurut persamaan... (2 γrt

I. BUNYI. tebing menurut persamaan... (2 γrt I. BUNYI 1. Bunyi merambat pada besi dengan kelajuan 5000 m/s. Jika massa jenis besi tersebut adalah 8 g/cm 3, maka besar modulus elastik besi adalah... (2x10 11 N/m 2 ) 2. Besar kecepatan bunyi pada suatu

Lebih terperinci

GELOMBANG MEKANIK. Gambar anak yang sedang menggetarkan tali. Gambar 1

GELOMBANG MEKANIK. Gambar anak yang sedang menggetarkan tali. Gambar 1 GELOMBANG MEKANIK Pada pembelajaran ini kita akan mem pelajari gelombang mekanik Gelombang mekanik dapat dipelajari gejala gelombang pada tali melalui Pernahkah kalian melihat sekumpulan anak anak yang

Lebih terperinci

Gelombang Stasioner Gelombang Stasioner Atau Gelombang Diam. gelombang stasioner. (

Gelombang Stasioner Gelombang Stasioner Atau Gelombang Diam. gelombang stasioner. ( Gelombang Stasioner 16:33 Segala ada No comments Apa yang terjadi jika ada dua gelombang berjalan dengan frekuensi dan amplitudo sama tetapi arah berbeda bergabung menjadi satu? Hasil gabungan itulah yang

Lebih terperinci

2). Besaran Dasar Gelombang Y arah rambat ( v) A P T 0 Q S U. * Hubungan freakuensi (f) dengan pereode (T).f = n/t n = f.t dan T = t/n n = t/t

2). Besaran Dasar Gelombang Y arah rambat ( v) A P T 0 Q S U. * Hubungan freakuensi (f) dengan pereode (T).f = n/t n = f.t dan T = t/n n = t/t Modul Pembelajaran Fisika XII-IPA 1 BAB 1 GEJALA GELOMBANG A. Persamaan Dasar Gelombang 1). Pengertian Gelombang Gelombang adalah usikan yang merambat secara terus menerus. Medium yang dilalui gelombang

Lebih terperinci

GETARAN DAN GELOMBANG BUNYI

GETARAN DAN GELOMBANG BUNYI GETARAN DAN GELOMBANG BUNYI GETARAN Getaran adalah gerak bolak-balik melalui suatu titik keseimbangan. Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan dimana suatu benda berada pada posisi diam jika tidak

Lebih terperinci

Gelombang Transversal Dan Longitudinal

Gelombang Transversal Dan Longitudinal Gelombang Transversal Dan Longitudinal Pada gelombang yang merambat di atas permukaan air, air bergerak naik dan turun pada saat gelombang merambat, tetapi partikel air pada umumnya tidak bergerak maju

Lebih terperinci

LEMBAR EVALUASI (Pilihan Ganda)

LEMBAR EVALUASI (Pilihan Ganda) LEMBAR EVALUASI (Pilihan Ganda) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Materi : SMA Negeri 9 Makassar : Fisika : XI : Gelombang Stasioner Tes Pilihan Ganda PilihSatuJawaban yang paling tepat!. Pernyataan

Lebih terperinci

INTERFERENSI GELOMBANG

INTERFERENSI GELOMBANG INERFERENSI GELOMBANG Gelombang merupakan perambatan dari getaran. Perambatan gelombang tidak disertai dengan perpindahan materi-materi medium perantaranya. Gelombang dalam perambatannya memindahkan energi.

Lebih terperinci

MODUL PEMBELAJARAN 1

MODUL PEMBELAJARAN 1 MODUL PEMBELAJARAN Mata Peajaran : Fisika Kelas/Program : XII/IPA Semester : Topik/Materi : Gelombang Mekanik I. Petunjuk Belajar :. Baca dan pelajarilah uraian materi modul ini dengan seksama. 2. Perhatikan

Lebih terperinci

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS ) LEMBARAN SOAL Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah

Lebih terperinci

BAB GELOMBANG MEKANIK. Pada pembelajaran pertama ini kita akan mempelajari. mekanik.

BAB GELOMBANG MEKANIK. Pada pembelajaran pertama ini kita akan mempelajari. mekanik. BAB 1 GELOMBANG MEKANIK Pada pembelajaran pertama ini kita akan mempelajari gelombang mekanik. Gelombang mekanik dapat kita pelajari melalui gejala gelombang pada slinky dan tali yang digetarkan. Ya. Setelah

Lebih terperinci

Pembahasan soal latihan dari buku fisika 3A Bab 1 untuk SMA, karangan Mikrajuddin Abdullah. 1. perhatikan gambar gelombang pada disamping.

Pembahasan soal latihan dari buku fisika 3A Bab 1 untuk SMA, karangan Mikrajuddin Abdullah. 1. perhatikan gambar gelombang pada disamping. Pembahasan soal latihan dari buku fisika 3A Bab 1 untuk SMA, karangan Mikrajuddin Abdullah Bagian A 1. perhatikan gambar gelombang pada disamping. a. Berapakah panjang gelombang? b. Berapakah amplitudo

Lebih terperinci

materi fisika GETARAN,GELOMBANG dan BUNYI

materi fisika GETARAN,GELOMBANG dan BUNYI materi fisika GETRN,GELOMBNG dan BUNYI GETRN, GELOMBNG DN BUNYI. Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya partikel-partikel perantaranya.

Lebih terperinci

ULANGAN TENGAH SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 WAKTU : JUMAT 4 OKTOBER 2013

ULANGAN TENGAH SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 WAKTU : JUMAT 4 OKTOBER 2013 PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 5 BALIKPAPAN Jl. Abdi Praja Blok F No. 119 Ring Road Balikpapan Telp.(0542) 878237,878421 Fax.873970 Web-Site : www.sma5balikpapan.sch.id E-mail:[email protected]

Lebih terperinci

Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang

Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang 1. Grafik antara tekanan gas y yang massanya tertentu pada volume tetap sebagai fungsi dari suhu mutlak x adalah... a. d. b. e. c. Menurut Hukum Gay Lussac menyatakan

Lebih terperinci

CEPAT RAMBAT BUNYI. Cepat rambat bunyi pada zat padat

CEPAT RAMBAT BUNYI. Cepat rambat bunyi pada zat padat CEPAT RAMBAT BUNYI Cepat rambat bunyi pada zat padat Pada zaman dahulu, orang mendekatkan telinganya ke atas rel untuk mengetahui kapan kereta datang. Hal tersebut membuktikan bahwa bunyi dapat merambat

Lebih terperinci

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini Getaran, Gelombang dan Bunyi

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini Getaran, Gelombang dan Bunyi Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini Getaran, Gelombang dan Bunyi Getaran dan Gelombang Getaran/Osilasi Gerak Harmonik Sederhana Gelombang Gelombang : Gangguan yang merambat Jika seutas tali yang diregangkan

Lebih terperinci

FISIKA. Untuk SMA dan MA Kelas XII. Sri Handayani Ari Damari

FISIKA. Untuk SMA dan MA Kelas XII. Sri Handayani Ari Damari FISIKA3 FISIKA Untuk SMA dan MA Kelas XII Sri Handayani Ari Damari 3 Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Hak cipta buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

PERCOBAAN MELDE TUJUAN PERCOBAAN II. LANDASAN TEORI

PERCOBAAN MELDE TUJUAN PERCOBAAN II. LANDASAN TEORI 1 PERCOBAAN MELDE I. TUJUAN PERCOBAAN a. Menunjukkan gelombang transversal stasioner pada tali. b. Menentukan cepat rambat gelombang pada tali. c. Mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang (v)

Lebih terperinci

5. Satu periode adalah waktu yang diperlukan bandul untuk bergerak dari titik. a. A O B O A b. A O B O c. O A O B d. A O (C3)

5. Satu periode adalah waktu yang diperlukan bandul untuk bergerak dari titik. a. A O B O A b. A O B O c. O A O B d. A O (C3) 1. Simpangan terjauh pada suatu benda bergetar disebut. a. Amplitudo c. Periode b. Frekuensi d. Keseimbangan 2. Berikut ini adalah sebuah contoh getaran. a. Roda yang berputar pada sumbunya b. Gerak buah

Lebih terperinci

Fisika Umum (MA-301) Getaran dan Gelombang Bunyi

Fisika Umum (MA-301) Getaran dan Gelombang Bunyi Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi Getaran dan Gelombang Hukum Hooke F s = - k x F s adalah gaya pegas k adalah konstanta pegas Konstanta pegas adalah ukuran kekakuan dari

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KD Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KD Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KD 1.3 1. Identitas Mata pelajaran a. Nama Sekolah : SMA N 6 Yogyakarta b. Kelas / Semester : XII (Dua belas) c. Semester : I d. Jurusan : IPA e. Mata Pelajaran :

Lebih terperinci

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika Persiapan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap Halaman 1 01. Spektrum gelombang elektromagnetik jika diurutkan dari frekuensi terkecil ke yang paling besar adalah...

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB TINJAUAN PUSTAKA. Definisi Gelombang dan klasifikasinya. Gelombang adalah suatu gangguan menjalar dalam suatu medium ataupun tanpa medium. Dalam klasifikasinya gelombang terbagi menjadi yaitu :. Gelombang

Lebih terperinci

FISIKA. Sesi GELOMBANG BERJALAN DAN STASIONER A. GELOMBANG BERJALAN

FISIKA. Sesi GELOMBANG BERJALAN DAN STASIONER A. GELOMBANG BERJALAN FISIKA KELAS XII IPA - KURIKULUM KTSP 0 Sesi GELOMBANG BERJALAN DAN STASIONER A. GELOMBANG BERJALAN Gelombang adalah getaran yang merambat. Adapun gelombang berjalan merupakan suatu gelombang di mana setiap

Lebih terperinci

SMA XII (DUA BELAS) FISIKA GELOMBANG. Jenis jenis gelombang dapat dibedakan: a. Berdasar Arah getar terhadap arah rambatnya:

SMA XII (DUA BELAS) FISIKA GELOMBANG. Jenis jenis gelombang dapat dibedakan: a. Berdasar Arah getar terhadap arah rambatnya: JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA XII (DUA BELAS) FISIKA GELOMBANG A. Definisi Gelombang didefinisikan sebagai getaran yang merambatkan energi dari satu tempat ketempat yang lain, baik melalui

Lebih terperinci

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK 1 BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK.1 Gelombang Elektromagnetik Energi gelombang elektromagnetik terbagi sama dalam bentuk medan magnetik dan medan listrik. Maxwell menyatakan bahwa gangguan pada gelombang

Lebih terperinci

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i Sifat gelombang elektromagnetik Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i Pantulan (Refleksi) Pemantulan gelombang terjadi ketika gelombang

Lebih terperinci

GETARAN DAN GELOMBANG STAF PENGAJAR FISIKA DEP. FISIKA IPB

GETARAN DAN GELOMBANG STAF PENGAJAR FISIKA DEP. FISIKA IPB GETARAN DAN GELOMBANG STAF PENGAJAR FISIKA DEP. FISIKA IPB Getaran (Osilasi) : Gerakan berulang pada lintasan yang sama Ayunan Gerak Kipas Gelombang dihasilkan oleh getaran Gelombang bunyi Gelombang air

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya 1. EBTANAS-06-22 Berikut ini merupakan sifat-sifat gelombang cahaya, kecuali... A. Dapat mengalami pembiasan B. Dapat dipadukan C. Dapat dilenturkan D. Dapat dipolarisasikan E. Dapat menembus cermin cembung

Lebih terperinci

ALAT YANG DIPERLUKAN TALI SLINKI PEGAS

ALAT YANG DIPERLUKAN TALI SLINKI PEGAS Getaran dan Gelombang ALAT YANG DIPERLUKAN TALI SLINKI PEGAS BANDUL Amplitudo Amplitudo (A) Amplitudo adalah posisi maksimum benda relatif terhadap posisi kesetimbangan Ketika tidak ada gaya gesekan, sebuah

Lebih terperinci

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) 1. Gambar di samping ini menunjukkan hasil pengukuran tebal kertas karton dengan menggunakan mikrometer sekrup. Hasil pengukurannya adalah (A) 4,30 mm. (D) 4,18

Lebih terperinci

FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.

FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah. 1 D49 1. Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah. Hasil pengukuran adalah. A. 4,18 cm B. 4,13 cm C. 3,88 cm D. 3,81 cm E. 3,78 cm 2. Ayu melakukan

Lebih terperinci

DEFINISI Gelombang adalah suatu usikan (gangguan) pada sebuah benda, sehingga benda bergetar dan merambatkan energi.

DEFINISI Gelombang adalah suatu usikan (gangguan) pada sebuah benda, sehingga benda bergetar dan merambatkan energi. DEFINISI Gelombang adalah suatu usikan (gangguan) pada sebuah benda, sehingga benda bergetar dan merambatkan energi. MACAM GELOMBANG Gelombang dibedakan menjadi : Gelombang Mekanis : Gelombang yang memerlukan

Lebih terperinci

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi Getaran dan Gelombang Hukum Hooke F s = - k x F s adalah gaya pegas k adalah konstanta pegas Konstanta pegas adalah ukuran kekakuan dari

Lebih terperinci

Gelombang Mekanis Adiwarsito.wordpress.com SUMBER-SUMBER BUNYI. dan di bagain tengah terjadi perut. jadi panjang kawat L = 1 2

Gelombang Mekanis Adiwarsito.wordpress.com SUMBER-SUMBER BUNYI. dan di bagain tengah terjadi perut. jadi panjang kawat L = 1 2 SUMBER-SUMBER BUNYI GETARAN BUNYI Sehelai dawai ditegangkan dengan beban variabel. Jika dawai dipetik di tengahtengahnya, maka seluruh dawai akan bergetar membentuk setengah panjang gelombang. Gelombang

Lebih terperinci

Gelombang Dan Bunyi. - Getaran selaras sederhana adalah gerak harmonis yang grafiknya merupakan sinusoidal dengan frekuensi dan amplitudo tetap.

Gelombang Dan Bunyi. - Getaran selaras sederhana adalah gerak harmonis yang grafiknya merupakan sinusoidal dengan frekuensi dan amplitudo tetap. Gelombang Dan Bunyi Pengertian Getaran Dan Persamaan Getaran Harmonis PENGERTIAN GETARAN - Getaran selaras adalah gerak proyeksi sebuah titik yang bergerak melingkar beraturan, yang setiap saat diproyeksikan

Lebih terperinci

GELOMBANG BERJALAN DAN GELOMBANG STATIONER

GELOMBANG BERJALAN DAN GELOMBANG STATIONER GELOMBANG BERJALAN DAN GELOMBANG STATIONER Bahan Ajar Fisika SMA Kelas XI Semester II Nama : Kelas : Gelombang Berjalan dan Gelombang Stationer Page 1 Satuan Pendidikan : SMA N 9 PADANG Kelas : XI MIA

Lebih terperinci

GEJALA GELOMBANG. Gelombang mekanik: gelombang yang merambatnya membutuhkan medium. Contohnya: gelombang tali, gelombang suara, gelombang air

GEJALA GELOMBANG. Gelombang mekanik: gelombang yang merambatnya membutuhkan medium. Contohnya: gelombang tali, gelombang suara, gelombang air A. Definisi GEJALA GELOMBANG Gelombang didefinisikan sebagai getaran yang merambatkan energi dari satu tempat ketempat yang lain, baik melalui medium ataupun tidak. Gelombang air, gelombang tali, gelombang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang Di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari bunyi. Karen kita memiliki alat indera yaitu telinga yang berfungsi untuk mendengar bunyi. Bunyi adalah salah

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 3) A.Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 3) A.Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 3) Mata Pelajaran Nama Guru Sekolah Kelas / Semester Kabupaten Provinsi : FISIKA : I Made rindiyasa : SMA N Blahbatuh : XII (Dua belas) / Semester I : Gianyar : Bali

Lebih terperinci

sepanjang lintasan: i) A-B adalah 1/4 getaran ii) A-B-C-B-A adalah 4/4 atau 1 getaran iii) A-B-C-B-A-B adalah 5/4 atau 1,25 getaran

sepanjang lintasan: i) A-B adalah 1/4 getaran ii) A-B-C-B-A adalah 4/4 atau 1 getaran iii) A-B-C-B-A-B adalah 5/4 atau 1,25 getaran contoh soal dan pembahasan jawaban getaran dan gelombang, materi fisika SMP Kelas 8 (VIII), tercakup amplitudo, frekuensi, periode dari getaran dan gelombang, panjang gelombang, cepat rambat suatu gelombang

Lebih terperinci

Dasar II Tahun : 2007 GELOMBANG BUNYI PERTEMUAN 03 (OFC)

Dasar II Tahun : 2007 GELOMBANG BUNYI PERTEMUAN 03 (OFC) Matakuliah Dasar II Tahun : 2007 : K0252 / Fisika GELOMBANG BUNYI PERTEMUAN 03 (OFC) Dalam pertemuan ini pembahasan akan meliputi macam-macam bunyi, kualitas bunyi yang meliputi amplitudo tekanan ; tingkat

Lebih terperinci

Soal dan Pembahasan Gelombang Bunyi dan Cahaya

Soal dan Pembahasan Gelombang Bunyi dan Cahaya Nama: Firasazkia Nadhira N. Kelas : XII-MIA 2 Mapel : Fisika Soal dan Pembahasan Gelombang Bunyi dan Cahaya 1. Dengan menggunakan garputala berfrekuensi 1.368 Hz dan tabung resonator, bunyi keras pertama

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 12 Fisika

Antiremed Kelas 12 Fisika Antiremed Kelas 12 Fisika UTS Fisika Latihan 1 Doc. Name: AR12FIS0UTS Version: 2014-10 halaman 1 01. erujuk pada gambar di bawah yang menunjukkan gelombang menjalar pada tali dengan kelajuan 320 cm/s Frekuensi

Lebih terperinci

COBA PERHATIKAN GAMBAR GRAFIK BERIKUT

COBA PERHATIKAN GAMBAR GRAFIK BERIKUT GELOMBANG STASIONER COBA PERHATIKAN GAMBAR GRAFIK BERIKUT POLA GELOMBANG APAKAH YANG DIHASILKAN APABILA PERTEMUAN GELOMBANG DATANG DARI TITIK A DAN YANG SATUNYA LAGI DIPANTULKAN DARI TITIK B SEPERTI YANG

Lebih terperinci

BAB GEJALA GELOMBANG

BAB GEJALA GELOMBANG BAB GEJALA GELOMBANG 1 BAB GEJALA GELOMBANG Contoh 1.1 Pengertian besaran-besaran pada gelombang transversal 1. Pengertian panjang gelombang Gelombang air laut mendekati mercusuar dengan cepat rambat

Lebih terperinci

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018-1. Hambatan listrik adalah salah satu jenis besaran turunan yang memiliki satuan Ohm. Satuan hambatan jika

Lebih terperinci

4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan 72 km/jam. Jarak yang ditempuh selama selang waktu 20 sekon adalah...

4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan 72 km/jam. Jarak yang ditempuh selama selang waktu 20 sekon adalah... Kelas X 1. Tiga buah vektor yakni V1, V2, dan V3 seperti gambar di samping ini. Jika dua kotak mewakili satu satuan vektor, maka resultan dari tiga vektor di atas adalah. 2. Dua buah vektor A dan, B masing-masing

Lebih terperinci

BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3. 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah

BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3. 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3 Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar: 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang

Lebih terperinci

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi LAMPIRAN III RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN I dan 2 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Alokasi Waktu : MAN 1 Padang : Fisika : XI/Dua : Karakteristik Gelombang : 4 X 45

Lebih terperinci

Fisika I. Gelombang Bunyi

Fisika I. Gelombang Bunyi 06:57:41 Bunyi merupakan gelombang longitudinal. Fenomena bunyi berhubungan dengan indera pendengaran, yaitu telinga kita dan otak kita. Perambatan gelombang bunyi memerlukan medium. Medium perambatan

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 12 Fisika

Antiremed Kelas 12 Fisika Antiremed Kelas 12 Fisika Gelombang Bunyi - Latihan Soal Doc. Name: K13AR12FIS0101 Version : 2015-09 halaman 1 01. Efek Doppler menunjukkan perubahan. (A) kekerasan suara (B) nada (C) amplituda (D) kecepatan

Lebih terperinci

Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum

Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum . RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XII/I (Satu) Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit ( 2 Pertemuan ) Topik : Gelombang Standar

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Materi Pokok : Gelombang Mekanik Alokasi Waktu : 1 x 4 JP (1 x pertemuan)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Materi Pokok : Gelombang Mekanik Alokasi Waktu : 1 x 4 JP (1 x pertemuan) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pembelajaran : SMA N 3 Martapura Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X / II (dua) Program : IPA Materi Pokok : Gelombang Mekanik Alokasi Waktu : 1 x

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun

KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun KATA PENGANTAR Puji syukur tim panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-nya tim bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Optika Fisis ini. Makalah ini diajukan guna memenuhi

Lebih terperinci

Gelombang. Rudi Susanto

Gelombang. Rudi Susanto Gelombang Rudi Susanto Pengertian Gelombang Gelombang adalah suatu gejala terjadinya perambatan suatu gangguan (disturbane) melewati suatu medium dimana setelah gangguan ini lewat keadaan medium akan kembali

Lebih terperinci

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal Xpedia Fisika Optika Fisis - Soal Doc. Name: XPFIS0802 Version: 2016-05 halaman 1 01. Gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh. (1) muatan listrik yang diam (2) muatan listrik yang bergerak lurus

Lebih terperinci

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay A. PILIHAN GANDA Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling benar. 1. Grafik

Lebih terperinci

Jenis dan Sifat Gelombang

Jenis dan Sifat Gelombang Jenis dan Sifat Gelombang Gelombang Transversal, Gelombang Longitudinal, Gelombang Permukaan Gelombang Transversal Gelombang transversal merupakan gelombang yang arah pergerakan partikel pada medium (arah

Lebih terperinci

Laporan Praktikum Gelombang PERCOBAAN MELDE. Atika Syah Endarti Rofiqoh

Laporan Praktikum Gelombang PERCOBAAN MELDE. Atika Syah Endarti Rofiqoh Laporan Praktikum Gelombang PERCOBAAN MELDE Atika Syah Endarti Rofiqoh 4201408059 Anggota Kelompok : Sri Purwanti 4201408045 Zulis Elby Pradana 4201408049 Esti Maretasari 4201408057 Jurusan Fisika Fakultas

Lebih terperinci

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator. Gelombang

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator. Gelombang Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator. Menyiapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.. Mendeskripsikan gejala

Lebih terperinci

BAB GEJALA GELOMBANG

BAB GEJALA GELOMBANG BAB GEJALA GELOMBANG Contoh. Pengertian besaran-besaran pada gelombang transversal. Pengertian panjang gelombang Gelombang air laut mendekati mercusuar dengan cepat rambat 7 m/s. Jarak antara dua dasar

Lebih terperinci

- - GETARAN DAN GELOMBANG

- - GETARAN DAN GELOMBANG - - GETARAN DAN GELOMBANG - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Store di HP Kamu, ketik di pencarian dlp4getaran Jika Kamu kesulitan, Tanyakan ke tentor bagaimana cara downloadnya.

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321)

Fisika Dasar I (FI-321) Fisika Dasar I (FI-31) Topik hari ini Getaran dan Gelombang Getaran 1. Getaran dan Besaran-besarannya. Gerak harmonik sederhana 3. Tipe-tipe getaran (1) Getaran dan besaran-besarannya besarannya Getaran

Lebih terperinci

Gelombang Mekanis 1 SUMBER-SUMBER BUNYI

Gelombang Mekanis 1 SUMBER-SUMBER BUNYI Gelombang Mekanis 1 SUMBER-SUMBER BUNY GETARAN BUNY Sehelai dawai ditegangkan dengan beban ariabel. Jika dawai dipetik di tengah-tengahnya, maka seluruh dawai akan bergetar membentuk setengah panjang gelombang.

Lebih terperinci

Kurikulum 2013 Kelas 12 SMA Fisika

Kurikulum 2013 Kelas 12 SMA Fisika Kurikulum 2013 Kelas 12 SA Fisika Persiapan UTS Semester Ganjil Doc. Name: K13AR12FIS01UTS Version : 2016-04 halaman 1 01. Suatu sumber bunyi bergerak dengan kecepatan 10 m/s menjauhi seorang pendengar

Lebih terperinci

SANGAT RAHASIA. 30 o. DOKUMEN ASaFN 2. h = R

SANGAT RAHASIA. 30 o. DOKUMEN ASaFN 2. h = R DOKUMEN ASaFN. Sebuah uang logam diukur ketebalannya dengan menggunakan jangka sorong dan hasilnya terlihat seperti pada gambar dibawah. Ketebalan uang tersebut adalah... A. 0,0 cm B. 0, cm C. 0, cm D.

Lebih terperinci

Mutawafaq Haerunnazillah 15B08011

Mutawafaq Haerunnazillah 15B08011 GELOMBANG STASIONER Gelombang stasioner merupakan perpaduan dua gelombang yang mempunyai frekuensi, cepat rambat, dan amplitudo yang sama besar namun merambat dalam arah yang berlawanan. Singkatnya, gelombang

Lebih terperinci

Prediksi 1 UN SMA IPA Fisika

Prediksi 1 UN SMA IPA Fisika Prediksi UN SMA IPA Fisika Kode Soal Doc. Version : 0-06 halaman 0. Dari hasil pengukuran luas sebuah lempeng baja tipis, diperoleh, panjang = 5,65 cm dan lebar 0,5 cm. Berdasarkan pada angka penting maka

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN : FISIKA KELAS / SEMESTER : XII IPA / I PERTEMUAN KE : 1 ALOKASI WAKTU : 3 x 45 STANDAR KOMPETENSI : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam

Lebih terperinci