ANALISIS MULTIGROUP STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) (Studi Kasus: Indeks Kepuasan Konsumen terhadap Data BPS)
|
|
|
- Deddy Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISIS MULTIGROUP STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) (Studi Kasus: Indeks Kepuasan Konsumen terhadap Data BPS) Agustina Dwi Wardani 1, Nusar Hajarisman 2, Zulhanif 3 1 Mahasiswa Program Magister Statistika Terapan UNPAD, [email protected] 2 Program Studi Statistika UNISBA, [email protected] 3 Program Studi Statistika UNPAD, [email protected] Abstrak Kompleksitas hubungan antar variabel secara efisien dapat ditangani dengan menggunakan metode multivariat statistik. Saat bertemu dengan kondisi dimana variabel yang diperoleh tidak dapat diamati secara langsung, MANOVA tidak dapat diandalkan. Untuk mengatasi permasalahan analisis variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten) maka muncul analisis Structural Equation Modeling (SEM). SEM memberikan kerangka yang handal dalam menguji perbedaan antara kelompok pada variabel laten. Pemodelan Multigrup SEM sering digunakan untuk mengevaluasi pengukuran invarian dalam penelitian ilmu sosial. Model structured mean digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata kelompok dalam variabel-variabel terukur dan atau laten. Hasil pembahasan dalam penelitian analisis multigroup ini menunjukkan bahwa berdasarkan mean factor intersep invarian antar kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok laki-laki dan kelompok wanita, dimana kelompok laki-laki lebih tinggi dibandingkan kelompok wanita. Kata kunci: SEM, Analisis Multigrup, Structured Mean, mean factor 1. Pendahuluan Statistik seringkali diterapkan dalam pemodelan pengamatan individu. Model berbasis regresi pada umumnya digunakan dalam ilmu sosial. Model tersebut biasanya terdiri dari persamaan tunggal yang berorientasi menjelaskan satu variabel endogen (penjelas) atau model multiequation dengan sejumlah variabel endogen dan hubungan timbal balik. Model tersebut memiliki kesamaan asumsi bahwa variabel endogen dan eksogen secara langsung diamati tanpa kesalahan pengukuran. Akan tetapi, hubungan antar variabel yang semakin kompleks menuntut suatu teknik analisis statistik yang lebih rumit. Kompleksitas hubungan antar variabel secara efisien dapat ditangani dengan menggunakan metode multivariat statistik. Pengujian perbedaan rata-rata kelompok pada satu set variabel khususnya variabel teramati, biasanya memerlukan penggunaan teknik Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). MANOVA lebih tepat digunakan ketika kelompok-kelompok dibandingkan pada suatu konstruksi yang muncul sebagai komposit linier dari variabel teramati dimana variabel tersebut mewakili penyebab dari konstruksi tersebut (Dimitrov, 2006). Penelitian pada bidang ilmu sosial dan perilaku umumnya menggunakan konsepkonsep teoritis atau konstruk-konstruk yang tidak dapat diukur atau dapat diamati secara langsung. Namun, kita masih bisa menemukan beberapa indikator untuk mempelajari konsepkonsep teoritis tersebut. Kondisi seperti di atas menimbulkan dua permasalahan besar untuk membuat kesimpulan ilmiah dalam ilmu sosial dan perilaku, yaitu masalah pengukuran dan masalah hubungan kausal antar variabel. Saat bertemu dengan kondisi dimana variabel yang diperoleh tidak dapat diamati secara langsung, MANOVA tidak lagi dapat diandalkan. 1
2 Untuk mengatasi permasalahan analisis variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten) maka muncul analisis Structural Equation Modeling (SEM). Sebuah fitur penting dari metode SEM yang tidak dimiliki MANOVA adalah SEM memberikan pengukuran galat-bebas dari variabel laten (konstruksi, faktor, sub-skala) dengan menghilangkan pengukuran galat acak dari variabel-variabel teramati yang berhubungan dengan variabel laten (Dimitrov, 2006). SEM merupakan suatu metode analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel-variabel laten dan variabel-variabel teramati (Bollen, 1989). SEM menjadi salah satu metode paling populer dalam analisis multivariat, terutama dalam ilmuilmu sosial. Dari segi metodologi, SEM memainkan berbagai peran, diantaranya adalah sebagai sistem persamaan simultan, analisis kausal linier, analisis lintasan (path analysis), analysis of covariance structure, dan model persamaan struktural (Wijanto, 2008). Pada awalnya SEM berkembang untuk pengujian pada satu populasi atau satu kelompok. Dalam model SEM untuk satu kelompok, kondisi diperuntukkan hanya untuk melihat hubungan antara variabel laten eksogen dan endogen pada cakupan kelompok yang sama. Pada SEM satu kelompok, uji kecocokan model hanya dilakukan pada satu kelompok saja. Dalam suatu kondisi dan situasi tertentu ditemui adanya beberapa sampel yang muncul dari satu atau beberapa populasi. Termotivasi oleh masalah praktis ini maka Jöreskog (1971) kemudian mengembangkan pendekatan kemungkinan maksimum untuk SEM dengan beberapa grup atau multigrup (Yuan & Bentler, 2000). Setelah itu beberapa ilmuwan kemudian mengembangkan analisis Multigrup SEM dengan berbagai pendekatan dan kondisi data. Seperti yang dilakukan oleh Sörbom (1974) yaitu mempelajari perbedaan faktor ratarata dari seluruh kelompok. Karena data praktis mungkin tidak normal, Bentler, Lee dan Weng (1987) dan Muthén (1989) mengusulkan pendekatan kuadrat terkecil umum untuk mengestimasi parameter dan menguji model untuk model struktural multigrup. Satorra (2000), dan Satorra dan Bentler (1999) mengusulkan tes skala dalam analisis multisample struktur momen. Berbeda dengan SEM satu kelompok, kecocokan model pada SEM multigrup dilakukan dengan mendefinisikan model sebanyak kelompok yang diuji. 2. Tinjauan Pustaka Structural Equation Modeling (SEM) SEM merupakan suatu metode analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel-variabel laten dan variabel-variabel teramati (Bollen, 1989). SEM dikembangkan oleh Karl Jöreskorg, Keesling, dan Willey. SEM menjadi salah satu metode paling populer dalam analisis multivariat, terutama dalam ilmu-ilmu sosial. SEM merupakan suatu teknik analisis multivariat yang memungkinkan untuk menguji hubungan antara variabel yang kompleks untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model (Mattjik & Sumertajaya, 2011). Konstruk atau variabel laten dalam SEM adalah variabel yang tidak dapat diukur secara langsung dan memerlukan beberapa indikator untuk mengukurnya. Prosedur dalam SEM lebih menekankan pada penggunaan kovarians dibandingkan dengan kasus-kasus. Berbeda dengan analisis statistik biasa, pada SEM yang diminimumkan adalah perbedaan antara kovarian sampel dengan kovarians yang diprediksi oleh model. Oleh karena itu, yang dimaksud residual dalam SEM adalah perbedaan antara kovarians yang diprediksi dengan kovarians yang diamati. SEM dapat menguji secara bersama-sama: 1. Model struktural yang menunjukkan hubungan antara konstruk atau variabel laten/unobserved eksogen dan endogen. 2
3 2. Model pengukuran yang menunjukkan hubungan (nilai loading) antara indikator dengan konstruk atau variabel laten. Analisis Multigroup SEM SEM merupakan keluarga model multivariat yang mencakup persamaan simultan, analisis faktor, dan model multilevel, baik untuk data tunggal dan Multigrup (Bou & Sattora, 2009). SEM memberikan kerangka yang handal dalam menguji perbedaan antara kelompok pada variabel laten. Pemodelan Multigrup SEM sering digunakan untuk mengevaluasi pengukuran invarian dalam penelitian ilmu sosial. Dalam Multigrup SEM biasa dilakukan adalah membandingkan kelompok dalam model Confirmatory Factor Analysis (CFA). Permasalahan dalam membandingkan kelompok dalam CFA adalah apakah ada relasi-relasi antara faktor-faktor dan indikator-indikator yang berbeda antar populasi ataukah invarian. Hal tersebut merupakan masalah dalam fase pengukuran. Selain masalah fase pengukuran juga terdapat masalah pada fase struktural, yaitu apakah jalur-jalur teoritis interesting (membandingkan jalur-jalur antar variabel laten) diantara faktor-faktor berbeda antar populasi atau invarian. Analisis Structured Mean Model structured mean digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata kelompok dalam variabel-variabel terukur dan atau laten. Perbedaan rata-rata antar variabel-variabel terukur dalam SEM mirip dengan teknik analisis varians dan kovarians. Akan tetapi, perbedaan rata-rata variabel-variabel laten pada SEM adalah unik. Sebuah variabel laten tidak memiliki suatu skala yang intrinsik dan titik nol (origin) atau unit pengukurannya tidak terdefinisi (Wijanto, 2008). Untuk suatu populasi tunggal, titik nol ditetapkan dengan asumsi bahwa semua variabel teramati diukur dalam deviasi dari rataratanya dan rata-rata dari semua variabel laten adalah nol. Unit pengukuran dari setiap variabel laten biasanya ditetapkan dengan asumsi: a. Standardized variable dengan varians ditetapkan sama dengan 1. b. Menetapkan sebuah muatan faktor yang tidak nol bagi sebuah variabel yang dipilih sebagai referensi Dalam studi multigrup, batasan-batasan di atas bisa dilonggarkan dengan mengasumsikan bahwa variabel-variabel laten mempunyai skala yang sama untuk semua kelompok (Jöreskog & Sörbom, 1993). Skala yang sama bisa didefinisikan dengan mengasumsikan rata-rata variabel laten untuk satu kelompok ditetapkan sama dengan nol. Kelompok ini bertindak sebagai kelompok referensi sebagai pembanding rata-rata dari variabel laten yang sama pada kelompok-kelompok yang lain. Dalam regresi linier, parameter beta tidak langsung memerlukan informasi rata-rata. Namun, dalam seluruh pemodelan struktur kovarians (dimana regresi linier adalah salah satu kasus khususnya), rata-rata dari variabel-variabel observasi tidak relevan, maka seringkali data yang diolah seraya memiliki rata-rata nol. Parameter intersep menyangkut informasi mengenai rata-rata variabel. Oleh karena itu, untuk tujuan mengintegrasikan informasi tentang rata-rata variabel ke dalam model, intersep harus dimasukkan ke dalam persamaanpersamaan struktural dan dimodelkan secara selaras. Dengan kata lain mean factor dimodelkan. Masalah identifikasi dimana solusi untuk parameter tidak diketahui membuat structured mean seringkali under identified. Solusi problem identifikasi model diperoleh ketika membandingkan rata-rata antara dua kelompok diasumsikan paling tidak secara inisial loadings dan intersep sama antar kelompok. Asumsi-asumsi ini membantu secara parsial 3
4 untuk menyelesaikan permasalahan under identified dari model karena sekarang terdapat lebih sedikit parameter-parameter unconstrained untuk diestimasi. Byrne (1998) dan Schumaker dan Lomax (1996) dalam Wijanto (2008) mengenalkan model multigrup dimana dalam model tersebut terdapat penambahan matrik baru seperti tampak di bawah ini: η = α + Βη + Γξ + ζ (1) y = τ y + Λ y η + ε (2) x = τ x + Λ x ξ + δ (3) dimana, α = vektor intersep (konstanta) dari persamaan structural, τ y = vektor intersep (konstanta) dari persamaan pengukuran dari variabel y, τ x = vektor intersep (konstanta) dari persamaan pengukuran dari variabel x, dan κ = nilai rata-rata dari variabel laten eksogen. Dengan asumsi, yaitu ζ tidak berkorelasi dengan ξ, ε tidak berkorelasi dengan η, δ tidak berkorelasi dengan ξ, E(ζ), E(ε), dan E(δ) = 0, E(ξ) = κ, dan E(η) = (I B) 1 (α + Γκ). Analisis structured mean diterapkan dengan model yang mengandung intersep untuk tujuan memperkirakan rata-rata kelompok pada konstruk. Untuk memperkirakan perbedaan rata-rata antara dua kelompok pada konstruk, salah satu kelompok yang dipilih sebagai kelompok referensi dan rata-rata pada konstruk adalah tetap nol. Dengan ini, rata-rata konstruk dari kelompok yang lainnya merupakan selisih antara rata-rata konstruk dari dua kelompok tersebut. 3. Metodologi Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Survei Kebutuhan Data (SKD) Kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data SKD terbagi menjadi dua, yaitu kuesioner VKD13-P dan VKD13-D. Data yang digunakan dalam penelitian berasal dari kuesioner VKD13-P. Responden dalam survei tersebut adalah mereka yang datang langsung ke unit Pelayanan Statistik Terpadu (PST), dalam hal ini adalah unit perpustakaan dan layanan konsultasi statistik dengan tujuan untuk mencari data. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang tercacah pada BPS Pusat. Jumlah responden untuk data laki-laki berjumlah 467 responden dan data wanita berjumlah 399 responden. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian secara jelas dapat diberikan sebagai berikut: Tabel 3.1. Variabel-Variabel dan Indikator-Indikator Penelitian Variabel Laten Indikator Skala Harapan (ξ) X1 = Kesigapan (Responsiveness) X2 = Keandalan (Reliability) X3 = Ketersediaan Sarana (Tangible) X4 = Kepastian (Assurance) X5 = Keempatian (Empathy) Kinerja (η) Y1 = Kesigapan (Responsiveness) Y2 = Keandalan (Reliability) Y3 = Ketersediaan Sarana (Tangible) Y4 = Kepastian (Assurance) Y5 = Keempatian (Empathy) 4
5 Tahapan Penelitian Prosedur yang dilakukan dalam analisis multigrup dengan pendekatan structured mean adalah sebagai berikut: 1. Estimasi model penelitian Proses estimasi terhadap model penelitian dilakukan dengan menggunakan semua data dalam sampel. Dalam tahap ini diperoleh model penelitian dengan tingkat kecocokan terbaik. 2. Pembagian sampel ke dalam kelompok-kelompok Data dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Salah satu kelompok ditetapkan sebagai kelompok referensi dan kelompok lain diestimasi bebas. Dalam penelitian ini, kelompok laki-laki dijadikan sebagai kelompok referensi. 3. Pembentukan model dasar (base line model) Pembentukan model dasar untuk setiap kelompok yang diperoleh dengan melakukan estimasi model penelitian yang dihasilkan pada tahap sebelumnya menggunakan data input dari setiap kelompok. 4. Estimasi multigrup dengan metode structured mean Dalam tahap ini dilakukan estimasi model multigrup dengan rata-rata variabel laten. 4. Hasil dan Pembahasan Dalam penelitian akan dilihat perbedaan rata-rata dua kelompok data yang saling bebas dan mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi variabel indeks kepuasan konsumen. Pemodelan dilakukan terhadap dua kelompok data yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Kedua model tersebut diasumsikan saling bebas. Pada tahap pertama dilakukan estimasi model penelitian dengan menggunakan seluruh data yang ada dalam sampel. Berdasarkan penghitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil evaluasi model awal penelitian Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.00) Kurang baik GFI Baik AGFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Baik NFI Baik CFI Baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model masih belum fit walaupun nilai GFI, AGFI, RMR, RMSEA, NFI, dan CFI sudah baik. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi terhadap model. Hasil dari modifikasi model penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Hasil evaluasi modifikasi model awal penelitian Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.04) Baik GFI Baik AGFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Baik NFI Baik CFI Baik 5
6 Diagram jalur dari model penelitian dapat dilihat sebagai berikut: Gambar 1. Diagram jalur model awal penelitian Tahap selanjutnya sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok laki-laki dan perempuan. Kemudian dibentuk model dasar dari masing-masing kelompok tersebut. a. Model dasar untuk kelompok laki-laki Hasil analisis awal untuk menentukan kelayakan suatu model dapat dilakukan dengan membandingkan dengan cut of value masing-masing ukuran kelayakan model. Hipotesis awal yang digunakan adalah sebagai berikut: H0 : Model tidak mendekati kriteria ideal (tidak layak) H1 : Model mendekati kriteria ideal (layak) Identifikasi kelayakan model dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Hasil evaluasi model awal kelompok laki-laki Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.00) Kurang baik GFI Baik AGFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Kurang baik NFI Baik CFI Baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model masih belum fit. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi terhadap model. Setelah dilakukan modifikasi terhadap model diperoleh hasil sebegai berikut: Tabel 4. Hasil evaluasi modifikasi model kelompok laki-laki Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.12) Baik GFI Baik AGFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Baik NFI Baik CFI Baik 6
7 Berdasarkan hasil pada tabel 4 maka dapat dilihat bahwa model dasar kelompok lakilaki setelah dilakukan modifikasi sudah memenuhi kriteria kelayakan model. Diagram jalur dari model kelompok laki-laki dapat dilihat sebagai berikut: Gambar 2. Diagram jalur model kelompok laki-laki Variabel laten Harapan dibangun oleh lima indikator yaitu RespH, ReliaH, TangH, AssurnH, dan EmpH. Koefisien loading dari masing-masing indikator adalah 1.00, 1.12, 0.91, 0.75, dan Dari nilai koefisien tersebut dapat dilihat bahwa variabel indikator Reliability memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel laten Harapan dibandingkan indikator yang lain. Begitu juga pada variabel laten Kinerja, variabel indikator Reliability memberikan kontribusi terbesar. b. Model untuk kelompok wanita Hasil analisis awal untuk menentukan kelayakan suatu model dapat dilakukan dengan membandingkan dengan cut of value masing-masing ukuran kelayakan model. Hipotesis awal yang digunakan adalah sebagai berikut: H0 : Model tidak mendekati kriteria ideal (tidak layak) H1 : Model mendekati kriteria ideal (layak) Identifikasi kelayakan model dapat dilihat pada tabel 5 berikut: Tabel 5. Hasil evaluasi model awal kelompok wanita Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.039) Kurang baik GFI Baik AGFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Baik NFI Baik CFI Baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model masih belum fit walaupun nilai GFI, AGFI, RMR, RMSEA, NFI, dan CFI sudah baik. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi terhadap model. Hasil dari modifikasi model penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 7
8 Tabel 6. Hasil evaluasi modifikasi model kelompok wanita Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.14) Baik GFI Baik AGFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Baik NFI Baik CFI Baik Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa model dasar kelompok wanita setelah dilakukan modifikasi sudah memenuhi kriteria kelayakan model. Diagram jalur dari model kelompok wanita dapat dilihat sebagai berikut: Gambar 3. Diagram jalur model kelompok wanita Sama halnya dengan model kelompok laki-laki, pada model kelompok wanita variabel laten Harapan dibangun oleh lima indikator yaitu RespH, ReliaH, TangH, AssurnH, dan EmpH. Koefisien loading dari masing-masing indikator adalah 1.00, 1.28, 0.87, 0.79, dan Dari nilai koefisien tersebut dapat dilihat bahwa variabel indikator Reliability memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel laten Harapan dibandingkan indikator yang lain. Begitu juga pada variabel laten Kinerja, variabel indikator Reliability memberikan kontribusi terbesar. Setelah dilakukan identifikasi terhadap masing-masing kelompok, kemudian dilakukan pemodelan multigrup SEM dengan pendekatan structured mean. Hasil analisis multigrup SEM untuk menentukan kelayakan suatu model dapat dilakukan dengan membandingkan dengan cut of value masing-masing ukuran kelayakan model. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: H0 : Rata-rata variabel laten kelompok laki-laki sama dengan kelompok wanita H1 : Rata-rata variabel laten kelompok laki-laki tidak sama dengan kelompok wanita 8
9 Identifikasi kelayakan model dapat dilihat pada Tabel 7 berikut: Tabel 7. Hasil evaluasi model multigroup SEM Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.00) Kurang baik GFI Baik Standarized RMR Kurang baik RMSEA Kurang baik NFI Baik CFI Baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model masih belum fit walaupun nilai GFI, NFI, dan CFI sudah baik. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi terhadap model. Hasil dari modifikasi model penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 8. Hasil evaluasi modifikasi model multigroup SEM Chi-square (χ 2 ) Diharapkan kecil (0.1) Baik GFI Baik Standarized RMR Baik RMSEA Baik NFI Baik CFI Baik Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa model multigrup setelah dilakukan modifikasi sudah memenuhi kriteria kelayakan model. Untuk melihat perbedaan rata-rata variabel laten dapat dilihat pada output di bawah ini: Tabel 9. Hasil pengujian variabel laten Variabel laten Nilai-t Mean vector Signifikansi Harapan Tidak signifikan Kinerja Signifikan Hasil output di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata variabel laten Kinerja di antara kelompok laki-laki dan kelompok wanita. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai-t dari Kinerja, yaitu Sedangkan untuk variabel laten Harapan terlihat bahwa rataratanya tidak signifikan. Rata-rata variabel Kinerja bernilai negatif, yaitu Hal tersebut berarti bahwa rata-rata Kinerja pada kelompok wanita lebih rendah dibandingkan dengan kelompok laki-laki. 5. Kesimpulan Penelitian analisis multigrup SEM dilakukan dengan membandingkan dua kelompok data yang saling bebas yaitu kelompok laki-laki dan kelompok wanita. Dari mean factor yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa intersep invariant antar kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok laki-laki dan kelompok wanita pada variabel Kinerja, dimana rata-rata variabel Kinerja pada kelompok wanita lebih rendah dibandingkan dengan kelompok laki-laki. 9
10 Daftar Pustaka Badan Pusat Statistik Analisis Hasil Survei Kebutuhan Data. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Bentler, P. M. & Chou, Chih-Ping Practical Issues in Structural Equation Modeling. Sociological Methods Research : Bollen, Kenneth. A Structural Equation With Latent Variables. New York: John Wiley & Sons. Bou, Juan Carlos & Sattora, Albert A Multigroup Structural Equation Approach: A Demonstration by Testing Variation of Firm Profitability Across EU Samples. Organizational Research Methods 000(00) Byrne, Barbara M Testing for Multigroup Equivalence of A Measuring Instrument: A Walk Through The Process. Psicothema : Dimitrov, Dimiter M Comparing Groups on Latent Variables: A Structural Equation Modeling Approach. Work 26: Gu, Fei & Wu, Wei Using SAS PROC TCALIS for Multigroup Structural Equation Modeling with Mean Structures. SAS Global Forum Gujarati. D Ekonometrika Dasar. Terjemahan S. Zain. Jakarta: Erlangga. Jöreskog, K.G. & Sörbom, Dag Lisrel 8: Structural Equation Modeling with the SIMPLIS Command Language. Chicago: Scientific Software International. Jöreskog, K.G. & Sörbom, Dag Lisrel 8: User s Reference Guide. Chicago: Scientific Software International. Mattjik, Ahmad Ansori & Sumertajaya, I Made Sidik Peubah Ganda dengan Menggunakan SAS. Bogor: IPB Press. Muthén, Bengt O Latent Variable Modeling in Heterogeneous Populations. Psychometrika 54: Parasuraman, A. Valerie Delivering Quality Service. Terjemahan Sutanto. New York: The Free Press. SAS Institute Inc SAS/STAT 9.2 User s Guide The TCALIS Procedure. Cary, NC: SAS Institute Inc. Steel, Robert G.D. & Torrie, James H Principles and Procedures of Statistics. Terjemahan Bambang Sumantri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Wijanto, Setyo Hari Structural Equation Modelling dengan Lisrel 8.8. Yogyakarta: Graha Ilmu. Yuan, Ke-Hai & Bentler, Peter. M Unified Approach to Multi-group Structural Equation Modeling with Nonstandard Samples. Department of Statistics Papers UCLA. 10
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh karakteristik produk (product characteristic),
Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Tak Terboboti (Unweighted Least Square) Untuk Data Ordinal
Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Tak Terboboti (Unweighted Least Square) Untuk Data Ordinal
VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS
VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS Faktor faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dapat diidentifikasi dengan melihat faktor eksternal dan internak yang mempengaruhi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh persepsi atas suatu harga (price
x 1 x 3 x 4 y 1 x 5 x 6 x 7 x 8 BAHAN DAN METODE δ 1 λ 41 ξ 1 δ 4 λ 51 γ 21 δ 6 λ 61 ε 1 δ 3 η 1 γ 31 δ 7 λ 71 ξ 2 λ 81 ξ 3 λ 31 δ 5
8 BAHAN DAN METODE Bahan Data yang digunakan dalam penulisan ini diperoleh dari PT. MARS yaitu hasil survei konsumen terhadap produk-produk toilettris (keperluan mandi) pada tahun 005. Metode Secara garis
1. Pendahuluan PENGARUH FASILITAS KESEHATAN DAN FAKTOR SOSIO-EKONOMI TERHADAP DERAJAT KELANGSUNGAN HIDUP ANAK MELALUI PEMODELAN PERSAMAAN TERSTUKTUR
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 233-242 PENGARUH FASILITAS KESEHATAN DAN FAKTOR SOSIO-EKONOMI TERHADAP DERAJAT KELANGSUNGAN HIDUP ANAK MELALUI PEMODELAN PERSAMAAN TERSTUKTUR 1 Nusar
Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Maximum Likelihood Untuk Data Ordinal
Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Maximum Likelihood Untuk Data Ordinal Wiwik Sudestri, Eri Setiawan dan Nusyirwan
Oleh : Muhammad Amin Paris, S.Pd., M.Si (Dosen Fak. Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin) Abstrak
MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL PENGARUH MOTIVASI, KAPABILITAS DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA TAHUN PERTAMA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA FMIPA-IPB Oleh : Muhammad Amin Paris, SPd, MSi (Dosen
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL. Oleh: I Wayan Jaman Adi Putra
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL Oleh: I Wayan Jaman Adi Putra 1. Proses Pemodelan Persamaan Struktural Penggunaan analisis Pemodelan Persamaan Struktural (Structural Equation
ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)
VII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) Strutural Equation Model (SEM) merupakan suatu teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel laten dengan variabel teramati sebagai
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Dalam bab ini akan dilakukan pengujian dan analisis model berdasarkan data kuesioner yang terkumpul untuk menjawab pertanyaan penelitian dan hipotesis yang telah diajukan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yaitu
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan memakai kuesioner sebagai alat untuk
AL-ADZKA, Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Volume II, Nomor 02 Juli 2012
195 MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL PENGARUH MOTIVASI, KAPABILITAS DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA TAHUN PERTAMA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA FMIPA-IPB Oleh : Muhammad Amin Paris (Dosen Fak.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis pendekatan dan penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengambil sampel secara langsung dari populasi,
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. KERANGKA PEMIKIRAN Dalam suatu organisasi atau perusahaan, faktor sumberdaya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan organisasiuntuk mencapai berbagai
PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TEKANAN DARAH
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 2 Hal. 34 43 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini dimulai dari pemikiran tentang ketatnya persaingan bisnis pada era globalisasi saat ini yang semakin dinamis dan kompleks, adanya
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena menurut asumsi dasar aksiologi 9,
Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Terboboti (Weighted Least Square) Untuk Data Ordinal
Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung 2013 Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Terboboti (Weighted Least Square) Untuk Data Ordinal
A.Sejarah SEM dan Pengertian B.Model SEM C.Persamaan Matematis dalam SEM D.Konsep dan Istilah E. Asumsi F. Bagian SEM G.Proses Analisis SEM
DAFTAR ISI I. LATAR BELAKANG II. ISI A.Sejarah SEM dan Pengertian B.Model SEM C.Persamaan Matematis dalam SEM D.Konsep dan Istilah E. Asumsi F. Bagian SEM G.Proses Analisis SEM III. IV. KESIMPULAN JURNAL
PEMODELAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING PADA DATA ORDINAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED LEAST SQUARE (WLS)
PEMODELAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING PADA DATA ORDINAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED LEAST SQUARE (WLS) DESI RAHMATINA Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang, [email protected]
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Restoran Pia Apple Pie yang berlokasi di jalan Pangrango 10 Bogor. Penentuan lokasi penelitian ini dengan pertimbangan
VII. ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN RESTORAN PIA APPLE PIE BOGOR
VII. ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN RESTORAN PIA APPLE PIE BOGOR 7.1. Hasil Analisis SEM (Structural Equation Modelling) Model pada penelitian ini terdiri dari enam variabel laten, yaitu
II LANDASAN TEORI Definisi 1 (Prestasi Belajar) b. Faktor Eksternal Definisi 2 (Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi) a.
II LANDASAN TEORI Definisi 1 (Prestasi Belajar) Prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.
PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL. Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI
PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI PATH ANALYSIS (Path Analysis) : merupakan suatu metode analisis untuk melihat hubungan antara
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) merupakan salah satu produsen motor yang memiliki pangsa pasar cukup luas. Dengan meningkatnya permintaan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Responden Pada bab IV ini akan menampilkan hasil penelitian yang berupa gambaran umum objek penelitian dan data deskriptif serta menyajikan hasil komputasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian Data diambil menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada konsumen Indomaret Point Pandanaran di kota Semarang. Populasi
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Jasa Jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak yang lain, yang pada dasarnya bersifat intangible ( tidak berwujud
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) (Studi Kasus di Jurusan Statistika Universitas Diponegoro Semarang) SKRIPSI
MULTIGROUP STRUCTURAL EQUATION MODELS (SEM) DATA KEMISKINAN INDONESIA. Abstrak
MULTIGROUP STRUCTURAL EQUATION MODELS (SEM) DATA KEMISKINAN INDONESIA Mila Artati 1, Yadi Supriyadi 2, Yusep Suparman 2 Mahasiswa Program Magister Statistika Terapan, Universitas Padjadjaran, Bandung,
PEMODELAN HUBUNGAN IMT DAN DEPRESI DENGAN TEKNIK ANALISIS MULTIVARIAT PADA KASUS DATA TAK NORMAL
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 2 Hal. 14 22 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PEMODELAN HUBUNGAN IMT DAN DEPRESI DENGAN TEKNIK ANALISIS MULTIVARIAT PADA KASUS DATA TAK NORMAL NITRI
Perhitungan Reliabilitas Komposit dan Reliabilitas Maksimal pada Analisis Faktor Konfirmatori
Prosiding Statistika ISSN: 2460-6456 Perhitungan Reliabilitas Komposit dan Reliabilitas Maksimal pada Analisis Faktor Konfirmatori 1 Permata Kusumawardani, 2 Nusar Hajarisman, 3 Anneke Iswani Achmad 1,2,3
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA ITS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA ITS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL Arlina Sephana 1 dan Dwi Endah Kusrini 1 Mahasiswa Jurusan Statistika FMIPA-ITS
III. METODOLOGI PENELITIAN
21 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Dari industri jasa Lembaga Bahasa Inggris yang ada di Bogor, setiap penyelenggara kursus bahasa Inggris tentunya akan menciptakan suatu nama / simbol
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Ditinjau dari Karakteristik Lingkungan Kampus (Studi Kasus di Jurusan Matematika FMIPA Unsri)
Jurnal Penelitian Sains Volume 15 Nomer 1(A) 15101 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Ditinjau dari Karakteristik Lingkungan Kampus (Studi Kasus di Jurusan Matematika FMIPA Unsri) Oki Dwipurwani
BAB III MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
37 BAB III MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS 3.1. Model Konseptual Sebelumnya telah dikemukakan beberapa hal yang mempengaruhi intensitas pembelian, dalam hal ini terhadap produk Toyota Avanza. Untuk itu,
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Deskriptif 1. Analisis secara deskriptif Bagian ini akan membahas hasil pengolahan data yang telah dikumpulkan dari lapangan berdasarkan karakteristik
BAB I PENDAHULUAN. pertanyaan dalam penelitian dibidang ilmu sosial. (structural equation modeling, SEM), karena bisa dikatakan bahwa pemodelan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemodelan persamaan terstruktur (structural equation modeling, SEM) merupakan model yang dikenal dengan berbagai nama atau istilah, terkadang bisa disebut sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini dikategorikan sebagai explanatory research yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui
(S.3) METODE MULTILEVEL STRUCTURAL EQUATION MODELING DENGAN WEIGHTED LEAST SQUARE ESTIMATION UNTUK ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN IBU
(S.3) METODE MULTILEVEL STRUCTURAL EQUATION MODELING DENGAN WEIGHTED LEAST SQUARE ESTIMATION UNTUK ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN IBU Winih Budiarti 1, Jadi Supriyadi 2, Bertho Tantular 3 1 Mahasiswa Magister
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.
Structural Equation Modeling (SEM) adalah alat analisis statistik yang dipergunakan untuk menyelesaikan model bertingkat secara serempak yang tidak dapat diselesaikan oleh persamaan regresi linear. SEM
BAB III METODE PENELITIAN. Kebayoran, Jakarta Selatan selama penelitian. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang dipilih sebagai tempat penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Industri ini mengacu pada kegiatan operasional percetakan dan obyek penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya pengaruh Kepercayaan Pelanggan dan Kualitas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. seluruh karyawan yang menggunakan sistem ERP di PT Angkasa Pura II
62 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan yang menggunakan sistem ERP di PT Angkasa Pura II (Persero).
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2016. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten
IMPLEMENTASI SEM DALAM MEMBANDINGKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH NEGERI DAN SEKOLAH SWASTA
IMPLEMENTASI SEM DALAM MEMBANDINGKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH NEGERI DAN SEKOLAH SWASTA Ermawati Dosen Jurusan Matematika Fakultas Sains & Teknologi UIN Alauddin Makassar Abstract. Structural Equations
BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
44 BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian 4.1.1 Pelaksanaan Pre-test Untuk menguji konstruk pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner, peneliti melakukan pre-test kepada 30 responden
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
103 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Survei Dari 25 kantor LPND sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 2005, No. 81 Tahun 2006, No. 08 Tahun 2008, dan No. 09 Tahun 2008,
Confirmatory Factor Analysis
Teknik Analisis Validitas Konstruk dan Reliabilitas instrument Test dan Non Test Dengan Software LISREL Akbar iskandar Teknik informatika, STMIK AKBA, Sulawesi selatan, Indonesia Email : [email protected]
DAFTAR SIMBOL γ Besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen β Besarnya pengaruh variabel endogen terhadap variabel endogen...
DAFTAR SIMBOL γ Besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen... 38 β Besarnya pengaruh variabel endogen terhadap variabel endogen... 38 δ Besarnya error dalam hubungan struktural antar
VIII. ANALISIS STRUCTUAL EQUATION MODEL (SEM)
Atribut yang ditetapkan pada variabel kepuasan merupakan atribut mengenai kepuasan konsumen secara keseluruhan (overall satisfaction). Berdasarkan sebaran pilihan responden, lebih dari setengah dari jumlah
III. METODE PENELITIAN
23 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian ini dimulai dari pemikiran tentang peremajaan es krim Wall s Magnum, merubah konsep menjadi blow me away dengan pengalaman yang kompleks dan
VIII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)
VIII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) Stuctural Equation Model merupakan suatu teknik statistik yang mampu menganalisis pola hubungan antara variabel laten dan indikatornya, variabel laten yang
SEM DAN LISREL UNTUK ANALISIS MULTIVARIATE
(JSI), VOL., NO. 1, April 010, Halaman 179-188 ISSN Print : 085-1588 ISSN Online : 355-4614 http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jsi/index SEM DAN LISREL UNTUK ANALISIS MULTIVARIATE RAMADIANI Program
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian ini terdiri dari tujauan pustaka, landasan teori dan kerangka pemikiran Tinjauan pustaka berisi penelitian-penelitian sebelumnya dan digunakan sebagai dasar dilaksanakannya
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kausal yang menganalisis pengaruh antara variabel yang satu dengan yang lain. Jenis penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data, baik data yang bersifat data sekunder maupun data primer, dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2013).
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data Pada bagian ini dilakukan proses pengumpulan dan pengolahan data tahap awal serta pengumpulan data tahap akhir. Pengumpulan data pada penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh guru PAUD di Salatiga, dengan menggunakan sampel guru PAUD di Salatiga yang diambil dari 3 kecamatan
Analisis Pengaruh Kompetensi Tenaga Guru dan Kompetensi Kepala Sekolah Terhadap Capaian Standar Nasional Pendidikan
Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014 63 Analisis Pengaruh Kompetensi Tenaga Guru dan Kompetensi Kepala Sekolah Terhadap Capaian Standar Nasional Pendidikan Kasmuri
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan ditempat penelitian, melakukan perumusan masalah
*Corresponding Author:
Periode Maret 06, Samarinda, Indonesia ISBN: 978-60-7658-- Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesetiaan Konsumen Dengan Metode Covariance Based Structural Equation ing (Studi Kasus: Pengaruh Kesetiaan
BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini bertujuan untuk memberikan suatu dasar yang valid dan reliabel untuk
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini bertujuan untuk memberikan suatu dasar yang valid dan reliabel untuk menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi yang diperoleh dari penelitian
BAB V ANALISIS HASIL
BAB V ANALISIS HASIL 5.1. Analisis Kecocokan Pada analisis hasil, bagian utama yang dibahas adalah mengenai tingkat kecocokan antara data dengan model, validitas dan reliabilitas model pengukuran serta
3. METODE PENELITIAN 3.1. Penentuan Waktu dan Lokasi 3.2. Jenis Penelitian 3.3. Teknik Pengambilan Sampel
3. METODE PENELITIAN 3.1. Penentuan Waktu dan Lokasi Penelitian dilaksanakan pada 12 Februari 2016 hingga13 April 2016 di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Pemilihan lokasi dilakukan
Model Persamaan Struktural Kepuasan Pengguna Alumni Jurusan Matematika FMIPA Universitas Bengkulu
Jurnal Gradien Vol. 11 No. 2 Juli 2015 : 1106-1111 Model Persamaan Struktural Kepuasan Pengguna Alumni Jurusan Matematika FMIPA Universitas Bengkulu Dian Agustina, Pepi Novianti, Idhia Sriliana, Etis Sunandi
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Structural Equation Modeling (SEM) Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah salah satu teknik peubah ganda yang dapat menganalisis secara simultan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Beberapa teori yang terkait dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: Systems Engineering (SE) Structural Equation Modeling (SEM) Fuzzy Serqual (Service Quality) Seperti yang telah
BAB V PEMBAHASAN. estimasi loading factor, bobot loading factor (factor score wight), dan error variance
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisis Konfirmatori Analisis faktor konfirmatori dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan estimasi loading factor, bobot loading factor (factor score wight), dan error variance
BAB III METODE PENELITIAN. mengapa peneliti memilih subyek tersebut karena peneliti menemukan bahwa
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek & Subyek Penelitian Obyek dari penelitian ini yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan subyeknya ialah para Mahasiswa Magister UMY. Alasan mengapa peneliti memilih
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan analisis data yang disesuaikan dengan pola penelitian dan variabel yang diteliti. Model yang digunakan dalam penelitian ini
BAB 5 ANALISIS HASIL STUDI. responden yang berada di Sumatera Utara. Karakteristik responden merupakan
BAB 5 ANALISIS HASIL STUDI 5.1 Deskripsi Umum Sampel Penelitian Setelah dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden maka hasil kuesioner yang layak dan secara penuh mengisi kuesioner berjumlah 134
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Untuk mencapai tujuan yang telah disebutkan di bagian pendahuluan, maka metodologi penelitian yang digunakan dapat digambarkan sebagai berikut. MULAI PERUMUSAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. Infomedia Solusi Humanika (INSANI) yang beralamatkan di Jl RS Fatmawati No 75 Jakarta Selatan didirikan di Jakarta pada 24 Oktober 2012 berdasarkan
PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA LAYANAN INFORMASI PEMERINTAH BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA LAYANAN INFORMASI PEMERINTAH BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Eka Wahyu Hidayat 1), Nurul Hiron 2), Hamdika Rizki Pradhana 3) 1), 2) Teknik
Pengaruh Strategi Marketing Mix Dan Kualitas Layanan Terhadap Dan Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Pada Bengkel Sugali Nabire)
Pengaruh Strategi Marketing Mix Dan Kualitas Layanan Terhadap Dan Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Pada Bengkel Sugali Nabire) Ali Waromi 1, Fuad Achmadi 2, Ida Bagus Suardika 3 1) Program Studi Teknik
BAB VI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN HUTANG
BAB VI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN HUTANG Bab ini akan memaparkan analisis terhadap faktor-faktor yang menentukan keputusan hutang pada pemilik usaha tenun dengan menggunakan Theory Planned
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena melibatkan sejumlah variable bebas (independent variable) dan variabel
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Structural Equation Modeling (SEM) Structural Equation Modeling (SEM) merupakan teknik dengan kombinasi dari analisis jalur (path) dan analisis regresi yang memungkinkan peneliti
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini BMT Marhamah dan subyek dalam penelitian ini adalah karyawan tetap di BMT Marhamah. B. Jenis Data Jenis data yang
PENDUGAAN KOEFISIEN RELIABILITAS MULTIDIMENSIONAL PADA MODEL KONSTRUK BERBASIS STRUCTURAL EQUATION MODELING
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 4 Hal. 130 138 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENDUGAAN KOEFISIEN RELIABILITAS MULTIDIMENSIONAL PADA MODEL KONSTRUK BERBASIS STRUCTURAL EQUATION MODELING
III. METODE PENELITIAN
14 III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian PT. YCH Indonesia adalah salah satu perusahaan distributor yang hampir 90% mendistribusikan produk susu dari perusahaan Frisian Flag Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel 3.1.1 Populasi Populasi adalah kelompok subyek yang hendak digeneralisasikan oleh hasil penelitian (Sugiyono, 2014). Sedangkan Arikunto (2010) menjelaskan
Kajian Analisis Multigroup Dalam Pemodelan Persamaan Struktural
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Kajian Analisis Multigroup Dalam Pemodelan Persamaan Struktural S - 21 I Gede Nyoman Mindra Jaya 1, Marta Dewi K 2 1,2 FMIPA Universitas Padjadjaran
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Profil Responden Bagian ini akan membahas karakteristik responden. Karakteristik dasar responden yang ditanyakan adalah jenis kelamin, pendidikan formal terakhir, usia, jenis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subyek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah situs layanan pemesanan hotel dan tiket Traveloka dan subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas
PENERAPAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK ANALISIS KOMPETENSI ALUMNI
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 6, No. 0 (017), hal 113 10. PENERAPAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK ANALISIS KOMPETENSI ALUMNI Matius Robi, Dadan Kusnandar, Evy Sulistianingsih
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pemicu bagi produsen lama untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Profil Perusahaan Pesatnya kemajuan ekonomi global telah mengundang produsen baru untuk turut ambil bagian dalam kancah perekonomian, sekaligus menjadi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. wilayah kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Penelitian yang dilakukan terbagi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Dalam penelitian ini peneliti mengambil waktu dan lokasi penelitian pada wilayah kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Penelitian yang dilakukan
ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016, Halaman Online di:
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016, Halaman 553-562 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN
BAB III METODE PENELITIAN
64 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Menghadapi era globalisasi dan persaingan telekomunikasi yang semakin kompetitif, perusahaan ditantang untuk menghasilkan produk (barang dan jasa) yang
ASUMSI MODEL SEM. d j
ASUMSI MODEL SEM Asumsi yang harus dipenuhi dalam analisis SEM di antaranya adalah data berdistribusi multivariat normal, untuk memeriksanya dapat dilakukan dengan menghitung nilai jarak kuadrat pada setiap
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Obyek Penelitian. Universitas Trisakti angkatan sebagai respondennya. Dari penyebaran kuesioner
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian 1. Gambaran Umum Responden Objek penelitian yang ditetapkan adalah mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti angkatan 2006-2010
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pemecahan masalah dalam penelitian ini diawali dengan studi literatur yang mencakup kajian teori, penelitian empiris sebelumnya dan model yang relevan dengan masalah penelitian.
ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI DUA TINGKAT PADA KUALITAS PELAYANAN PT BANK NEGARA INDONESIA CABANG BANDAR LAMPUNG. (Skripsi) Oleh.
ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI DUA TINGKAT PADA KUALITAS PELAYANAN PT BANK NEGARA INDONESIA CABANG BANDAR LAMPUNG (Skripsi) Oleh Dian Puspita Sari JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan deskripsi dan analisis hasil penelitian yang diperoleh melalui pengukuran dan pengujian terhadap hipotesis penelitian yang telah ditetapkan terlebih
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Perkembangan teknologi komunikasi informasi membuat konsumen semakin kritis memilih produk untuk memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut memaksa dunia usaha
Jurnal Penelitian Sains Volume 12 Nomer 3(A) 12303
Jurnal Penelitian Sains Volume 12 Nomer 3(A) 12303 Aplikasi Analisis Faktor Konfirmatori untuk Mengetahui Hubungan Peubah Indikator dengan Peubah Laten yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa di Jurusan Matematika
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah di Pusat Traing Perbankan (PTP) Yogyakarta dengan alamat Perum Candi Gebang Permai Blok T. No. 1,3,4,5 Wedomartani Sleman Yogyakarta.
