RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
|
|
|
- Leony Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU Jl. Komplek Perkantoran Bukit Hibul Kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah 74662
2 DAFTAR ISI
3 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-nya Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dapat diselesaikan untuk perencanaan 5 tahun kedepan yaitu tahun 2013 sampai dengan Dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, diharapkan sebagai acuan bagi seluruh elemen aparatur Pemerintah di jajaran Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam melaksanakan program pembangunan di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi sehingga dapat mewujudkan visi dan misi dinas dengan tujuan untuk memberikan arah yang jelas, sistematis dan terukur bagi pembangunan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Untuk lebih berhasilnya pencapaian tujuan kami merasa perlu adanya kritik dan saran dari berbagai pihak, karena banyaknya faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut disamping keterbatasan kemampuan dan pengetahuan dalam penyusunan rencana strategis ini. Meskipun demikian dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pembangunan yang baik khususnya di bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, maka rencana strategis ini merupakan langkah awal yang kami paparkan untuk mencapai tujuan dimaksud. Nanga Bulik, 31 Maret 2014 KepalaDinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi KabupatenLamandau Drs. Y UA N O, M. Si Pembina Utama Muda NIP
4 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi i ii BAB. I BAB. II PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang 1-4 I.2 Landasan Hukum 4-8 I.3 Maksud dan Tujuan 8 I.4 Sistematika Penulisan 8-12 GAMBARAN PELAYANAN DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU II.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi II.2 Sumber Daya Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi II.3 Kinerja Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi BAB. III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayananan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi III.2 Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih III.3 Telaah Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota III.4 Penentuan Isu-isu Strategis BAB.IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN IV.1 Visi dan Misi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi IV.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi IV.3 Strategi dan Kebijakan 81 BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF V.1 Rencana Program dan Kegiatan BAB.VI INDIKATOR KINERJA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 90 BAB.VII PENUTUP 95
5 TABEL dan LAMPIRAN 1) Tabel Pengukuran Kinerja Pelayanan Dinsosnakertrans ) Tabel Anggaran dan Realisasi Pendanaan Dinsosnakertrans (lampiran) 3) Tabel 3.1.a Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Eksternal di Kabupaten Lamandau ) Tabel3.1.b Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Internal di Kabupaten Lamandau ) Tabel 3.4 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/kota terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi dan Renstra K/L ) Tabel Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD 80 7) Tabel Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan ) Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Inikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau (lampiran) 9) Tabel 6.1 Indikator Kinerja SKPD Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD 91-94
6 DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Alamat : Jl. WR.Supratman Komplek Perkantoran Bukit Hibul No. 069 Nanga Bulik Telp. (0532) Fax. (0532) KEPUTUSAN KEPALA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR : 870/ KABUPATEN LAMANDAU /III/Dinsosnakertrans-2014 TENTANG PENETAPAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU TAHUN KEPALA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Diktum Ketiga Keputusan Bupati Lamandau Nomor : /219/III/HUK/2014 tanggal 28 Maret 2014 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kabupaten Lamandau Tahun , perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau tentang Penetapan Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Lamandau Tahun ; Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur di Propinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180); 2. Undang-undang...
7 2. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 Tambahan Lembaran Nomor 4720); 7. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Peraturan Pemerintah...
8 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 13. Peraturan Presiden...
9 13. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun ; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517); 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994); 17. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34); 18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01); 19. Peraturan Daerah...
10 19. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lamandau Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 Seri E; 20. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2014 Nomor 122, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 105 Seri E). 21. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2012 Nomor 85, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 74 Seri D); 22. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 09 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Tahun 2006 Nomor 18 Seri E); M E M U T U S K A N Menetapkan : KESATU : Menetapkan Rencana Strategis (Renstra) Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Tahun , sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Rencana Strategis (Renstra) Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Tahun menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau.
11 KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Nanga Bulik Pada tanggal 31 Maret 2014 Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau, Drs. YUANO, M.Si Pembina Utama Muda (IV/c) NIP
12 BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Rencana Strategis (Renstra) adalah merupakan dokumen resmi Perencanaan Pembangunan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahunan yang berorientasi pada hasil-hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun yang dituangkan kedalam matriks tahunan. Renstra SKPD harus memperhitungkan potensi, isu-isu strategis, peluang, kendala yang ada atau mungkin timbul serta kewenangan dan tugas pokok unit kerja. Renstra SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi satuan kerja perangkat daerah serta berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersifat indikatif. Berkaitan dengan dokumen Renstra SKPD, ada tiga masalah yang banyak ditemukan ketika dilakukan evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja instansi Pemerintahan Daerah, ketiga masalah itu adalah : 1. Adanya inkonsistensi content atau isi dari dokumen yang satu dengan yang lainnya. Padahal seharusnya merupakan satu rangkaian yang runtut berkesinambungan dan saling berkaitan; 2. Banyak dijumpai rumusan kegiatan yang tidak memberi kontribusi secara langsung terhadap upaya pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran dalam RPJMD atau Renstra SKPD; 3. Indikator kinerja utama sasaran dan indikator kinerja kegiatan pada tingkat capaian program, keluaran dan hasil tidak dirumuskan secara jelas, terinci dan terukur. Adanya keterkaitan antararenstra SKPD dengan RPJMD, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penyusunan terhadap rancangan Renstra SKPD dengan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
13 maksud untuk mengintegrasikan dan menjamin kesesuaian dengan rancangan awal RPJMD, antara lain dalam : 1. Memecahkan isu-isu strategis sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD; 2. Menyelaraskan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran; 3. Menyelaraskan dengan strategi dan arah kebijakan; 4. Mempedomani kebijakan umum dan program pembangunan daerah; dan 5. Mempedomani indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. Renstra disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip good governance (partisipatif, transparan, akuntabel), dengan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan Penyusunan Rancangan Renstra Pada tahap ini meliputi pembentukan tim penyusun Renstra SKPD, melakukan orientasi untuk menyamakan persepsi yang berkaitan teknis penyusunan Renstra, penyusunan agenda tim dan penyiapan data dan informasi bagi penyusunan Renstra yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan daerah. 2. Tahap Perumusan/Penyusunan Rancangan Renstra SKPD Rancangan Renstra dirumuskan dengan mengacu pada rancangan awal RPJMD. Salah satu dokumen rujukan awal dalam menyusun rancangan Renstra SKPD adalah Rancangan Awal RPJMD yang menunjukkan program dan target indikator kinerja yang harus dicapai oleh SKPD selama lima tahun, baik untuk mendukung visi/misi kepala daerah maupun untuk memperbaiki kinerja layanan dalam rangka pemenuhan tugas dan fungsi SKPD terkait. Sebaliknya perumusan rancangan awal RPJMD juga menerima masukan dari rancangan Renstra SKPD. 3. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir Renstra Penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD merupakan penyempurnaan rancangan Renstra SKPD, yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Penyempurnaan rancangan Renstra SKPD dimaksud, bertujuan untuk mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan, strategi, kebijakan, program dan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
14 kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD yang ditetapkan dalam RPJMD. 4. Penetapan Renstra SKPD Penetapan Renstra SKPD dilakukan dengan tahapan sesuai dengan lampiran VI Renstra Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Rancangan akhir Renstra SKPD, disampaikan kepala SKPD kepada kepala Bappeda untuk memperoleh pengesahan kepala daerah; b. Sebelum Bappeda mengajukan kepada kepala daerah untuk disahkan, terlebih dahulu dilakukan verifikasi akhir terhadap rancangan akhir Renstra SKPD oleh Bappeda; c. Verifikasi akhir, harus dapat menjamin kesesuaian visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan SKPD dengan RPJMD, dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya; d. Verifikasi akhir sebagaimana dimaksud, harus dapat menjamin kesesuaian visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan SKPD dengan RPJMD, dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya; e. Pengesahan Renstra SKPD ditetapkan dengan keputusan kepala daerah; f. Berdasarkan keputusan kepala daerah tentang pengesahan Renstra SKPD, kepala SKPD menetapkan Renstra SKPD menjadi pedoman unit kerja di lingkungan SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD; g. Pengesahan rancangan akhir Renstra SKPD dengan keputusan kepala daerah, paling lama 1 (satu) bulan setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan; h. Penetapan Renstra SKPD oleh kepala SKPD paling lama 7 (tujuh) hari setelah Renstra SKPD disahkan oleh kepala daerah. Oleh sebab itu renstra ini dirancang sebagai dokumen perencanaan nasional yang dapat dipakai sebagai pedoman serta acuan dengan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
15 para perencana, pengelola maupun penyelenggara Bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di seluruh wilayah Kabupaten Lamandau. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS Kabupaten Lamandau ini kemudian dijabarkan dalam RENJA SKPD sektor Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau. Renstra merupakan dokumen yang mempunyai peran strategis untuk menjabarkan secara operasional visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih seperti yang tertuang dalam RPJMD. Renstra juga merupakan dokumen publik yang memberikan gambaran wujud pelayanan yang dapat diberikan oleh SKPD hingga 5 (lima) tahun mendatang. Serta memberikan gambaran mengenai keselarasan berbagai pelaksanaan program SKPD dengan program Renstra Kementerian/lembaga serta Renstra provinsi. Maka kualitas penyusunan Renstra SKPD ditentukan oleh kemampuan SKPD untuk menterjemahkan, mengoperasionalkan dan mengimplementasikan visi, misi dan agenda KDH, tujuan, strategi, kebijakan, capaian program RPJMD ke dalam dokumen Renstra SKPD sesuai tupoksi SKPD. Renstra Sehingga Renstra merupakan bagian dari Kontrak Kinerja Kepala SKPD dengan Bupati. Dengan adanya Renstra SKPD, diharapkan SKPD memiliki pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan setiap tahunnya dalam masa lima tahun ke depannya sehingga menjamin konsistensi antara perencanaan dan penganggaran. 1.2 LANDASAN HUKUM Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tahun disusun atas dasar : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur di Propinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180); RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
16 2. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 Tambahan Lembaran Nomor 4720); 7. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
17 9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 14. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun ; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
18 Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517); 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994); 18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34); 19. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01); 20. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lamandau Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 Seri E; 21. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2014 Nomor 122, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 105 Seri E); 22. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2012 Nomor 85, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 74 Seri D); 23. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 09 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
19 Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Tahun 2006 Nomor 18 Seri E); 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud penyusunan Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tahun ini yaitu untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Penyusunan Renstra SKPD juga dimaksudkan sebagai pedoman perencanaan pembangunan dibidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari tahun 2013 sampai dengan 2018 serta sebagai kontribusi nyata terhadap kemajuan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai instansi pemerintah daerah yang menangani Bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusunan Renstra ini bertujuan untuk lebih memantapkan terselenggaranya program dan kegiatan prioritas untuk periode lima tahun Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dalam mendukung suksesnya pencapaian target indikator serta sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamandau Tahun Tujuan lainnya yaitu mewujudkan pemerintah yang baik di bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. I.4 SISTEMATIKA PENULISAN Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tahun secara garis besar disusun dengan sistematika yang sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
20 Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja SKPD. I.2 Landasan Hukum memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD. I.3 Maksud dan Tujuan, berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra SKPD. I.4 Sistematika Penulisan, menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen. BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD II.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan SKPD, struktur organisasi SKPD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala SKPD. Uraian tentang struktur organisasi SKPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana SKPD (proses, prosedur, mekanisme). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
21 II.2 Sumber Daya SKPD, memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, aset/modal, dan unit usaha yang masih operasional. II.3 Kinerja Pelayanan SKPD, berisi uraian mengenai tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target renstra periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atauindikator kinerja pelayanan SKPD, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah. II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD Kabupaten/Kota, hasil telaahan terhadap RTRWP, dan hasil analisis terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan SKPD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan yang dibutuhkan. BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD menguraikan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Identifikasi permasalahan didasarkan pada hasil Analisis Gambaran Pelayanan SKPD. III.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih menguraikan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan SKPD, dipaparkan apa saja faktor-faktor RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
22 penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Faktorfaktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan SKPD. III.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Kementerian/Lembaga ataupun Renstra SKPD Provinsi. III.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis menguraikan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. III.5 Penentuan Isu-isu Strategis memuat tentang review kembali faktor-faktor dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari: gambaran pelayanan SKPD; sasaran jangka menengah pada Renstra K/L, sasaran jangka menengah dari Renstra SKPD provinsi/kabupaten/kota, implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD, dan implikasi KLHS bagi pelayanan SKPD. BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN IV.1 Visi dan Misi SKPD pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD. IV.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
23 IV.3 Strategi dan Kebijakan SKPD berisi tentang rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang. BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF memuat rencana program dan kegiatan SKPD selama 5 (lima) tahun kedepan yang dilengkapi dengan indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. BAB VI. INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. BAB VII. PENUTUP berisi tentang kaidah pelaksanaan Renstra-SKPD, disertai dengan harapan bahwa dokumen ini mampu menjadi pedoman pembangunan 5 (lima) tahun kedepan oleh SKPD. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
24 BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD II.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau, maka Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas pembantuan di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi. Dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut : a. Melakukan perumusan kebijakan teknis di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi; b. Penyelenggara koordinasi pembinaan kesejahteraan sosial, pengembangan tenaga kerja dan transmigrasi; c. Penyelenggara kebijakan di bidang penanggulangan bencana, penempatan ketenagakerjaan, perluasan kerja, pelatihan dan produktivitas, hubungan industrial dan syarat kerja, pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja serta norma ketenagakerjaan; d. Pembinaan pelayanan dan rehabilitasi sosial, bantuan dan jaminan sosial, pembinaan pendidikan dan latihan keterampilan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif serta pengembangan transmigrasi; e. Pelaksanaan perumusan kebijakan pembinaan kesejahteraan sosial masyarakat, dan peraturan perusahaan, lembaga serikat pekerja dan asosiasi pengusaha dan pekerja; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
25 f. Melakukan koordinasi dan pengendalian bencana, pengembangan masyarakat, penyiapan pemukiman transmigrasi dan kerjasama sumber daya manusia (SDM) transmigrasi; g. Pembinaan, pelayanan, pengawasan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, tenaga kerja dan transmigrasi. h. Penyelenggaraan pembinaan unit pelaksana teknis daerah; i. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan dinas. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau terdiri dari kepala dinas, 1 (satu) sekretariat, dan 4 (empat) bidang pelayanan teknis yang mempunyai uraian tugas masing-masing sebagai berikut. 1. KEPALA DINAS, mempunyai tugas memimpin, membina, mengkoordinasikan, merencanakan, serta menetapkan program kerja sebagai kebijakan program dinas, serta bertanggung jawab atas terlaksananya tugas pokok dan fungsi dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi 2. SEKRETARIS, mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu dan tugas pelayanan aministratif, pelayanan administrasi ketatausahaan, pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, hubungan masyarakat. Dalam menjalankan fungsi di atas, Sekretaris dibantu oleh 3 (tiga) Kepala Sub Bagian, yaitu : a. KEPALA SUB BAGIAN UMUM, KEPEGAWAIAN DAN PERLENGKAPAN mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tatalaksana, urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan di lingkungan dinas. b. KEPALA SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROGRAM mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, menyusun rencana dan program, menyusun informasi program bidang sosial, ketenagakerjaan daerah dan ketransmigrasian, serta evaluasi dan pelaporan. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
26 c. SUB BAGIAN KEUANGAN mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan adminstrasi keuangan, bimbingan, pembinaan dan pengawasan terhadap bendaharawan. 3. BIDANG SOSIAL mempunyai tugas melaksanakan perumusan petunjuk teknis program jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan usaha kesejahteraan sosial. 4. BIDANG PENEMPATAN, PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA mempunyai tugas melaksanakan pembinaan pelatihan tenaga kerja, informasi pasar kerja, bursa kerja, analisis dan klasifikasi jabatan serta penyuluhan dan bimbingan jabatan, menyusun standarisasi dan sertifikasi. 5. BIDANG PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL mempunyai tugas melakukan perumusan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta petunjuk teknis pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan meliputi norma kerja, norma jaminan sosial tenaga kerja, norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengawasan dan perlindungan tenaga kerja anak dan perempuan serta peningkatan produktivitas tenaga kerja. 6. BIDANG TRANSMIGRASI mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman penyiapan pemukiman, penempatan, pemberdayaan masyarakat kawasan, pengerahan dan fasilitasi perpindahan transmigrasi. Adapun struktur organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau terdiri dari : 1. KEPALA DINAS; 2. SEKRETARIAT, membawahkan : a. Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program; b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Perlengkapan. 3. BIDANG terdiri dari : 1. Bidang Sosial, membawahkan : a. Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
27 b. Seksi Rehabilitasi Sosial; c. Seksi Usaha Kesejahteraan Sosial 2. Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, membawahkan : a. Seksi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja; b. Seksi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja; c. Seksi Perluasan Kerja dan Padat Karya. 3. Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, membawahkan : a. Seksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja; b. Seksi Norma Kerja dan Jamsostek; c. Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja. 4. Bidang Transmigrasi, membawahkan : a. Seksi Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi; b. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi; c. Seksi Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan. 5. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL 6. UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS Adapun bagan struktur organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dapat dilihat pada bagan 2.1 : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
28 BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMANDAU NOMOR : 10 TAHUN 2012 TANGGAL : 05 Maret 2012 TENTANG : ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN LAMANDAU KEPALA DINAS ` KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIS SUB BAG PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROGRAM SUB BAG KEUANGAN SUB BAG UMUM, KEPEGAWAIAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG SOSIAL BIDANG PENEMPATAN, PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA BIDANG PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL BIDANG TRANSMIGRASI SEKSI BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL SEKSI PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS SEKSI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SEKSI PENYIAPAN PEMUKIMAN & PENEMPATAN TRANSMIGRASI SEKSI REHABILITASI SOSIAL SEKSI PENYALURAN DAN PENEMPATAN TENAGA KERJA SEKSI NORMA KERJA DAN JAMSOSTEK SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT & KAWASAN TRANSMIGRASI SEKSI USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL SEKSI PERLUASAN KERJA DAN PADAT KARYA U P T D SEKSI HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN SYARAT KERJA SEKSI PENGERAHAN & FASILITAS PERPINDAHAN RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
29 II.2 Sumber Daya SKPD Sumber Daya SKPD memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, aset/modal, dan unit usaha yang masih operasional. II.2.1 Sumber Daya Manusia Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau didukung oleh 41 (empat puluh satu) orang Pegawai, terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) orang Pegawai Negeri Sipil atau dan 17 (Tujuh belas) orang Pegawai Honorer. Kondisi kepegawaian Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau sampai dengan 28 Februari 2014 dapat dilihat pada tabel klasifikasi pegawai sebagai berikut : Tabel I. Klasifikasi PNS Dinsosnakertrans berdasarkan Tingkat Pendidikan Per 28 Februari 2014 Jenis Kelamin No. Tingkat Pendidikan Jumlah Pria Wanita 1. Pasca Sarjana (S2) 1-1 Keterangan 2. Sarjana (S1) Sarjana Muda (D3) SLTA / SLTP / Sederajat Jumlah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
30 Tabel II. Klasifikasi PNS Dinsosnakertrans berdasarkan Jabatan / Eselon dan Jumlah Jabatan Per 28 Februari 2014 No. Jabatan Eselon Jumlah Jabatan Formasi Terisi Lowong Keterangan 1. Eselon II b Kadis 2. Eselon III a Sekretaris 3. Eselon III b Kabid 4. Eselon IV a Kasi/Kasubbag Jumlah Landasan PERDA 13/2008 TABEL III Daftar Nominatif Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Honorarium Daerah Berdasarkan Golongan Ruang (Per 28 Februari 2014) Unit Kerja di Lingkungan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau N o Status Kepegawaian Gol/ Ruang Kepala Dinas Sek Bidang Sosial Bidang P3TK Bidang Pengaw asan & HI Bidang Trans Total PNS Pembina Utama Muda IV/c Pembina Tingkat I IV/b Pembina IV/a RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
31 Penata Tingkat I III/d Penata III/c Penata Muda Tingkat I III/b Penata Muda III/a Pengatur Tingkat I II/d Pengatur II/c Pengatur Muda Tingkat I II/b Pengatur Muda II/a Juru Tingkat I I/d Juru I/c Juru Muda Tingkat I I/b Juru Muda I/a Honorarium Daerah TOTAL II.2.2 Sarana dan Prasarana Dalam melaksanakan tugas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau didukung oleh sarana dan prasarana sebagaimana Tabel IV berikut : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
32 TABEL IV Daftar Sarana dan Prasarana Perkantoran Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Per - 28 Februari 2014 NOMOR JENIS SARANA DAN PRASARANA JUMLAH 1 Bangunan gedung kantor 2 unit 2 Kendaraan roda empat 5 unit 3 Kendaraan roda dua 15 unit 4 Speed boat 1 unit 5 Genset 1 buah 6 Mesin penghisap debu 2 unit 7 AC 8 buah 8 Mesin potong rumput 3 buah 9 Filling besi/metal 8 buah 10 Brankas 1 buah 11 Lemari kayu 16 buah 12 Papan pengumuman 1 buah 13 Meja resepsionis 1 buah 14 White board 3 buah 15 Umbul-umbul 16 buah 16 Meja kayu/rotan 30 buah 17 Meja panjang 3 buah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
33 NOMOR JENIS SARANA DAN PRASARANA JUMLAH 18 Kursi putar 13 buah 19 Kursi lipat 43 buah 20 Meja komputer 3 buah 21 Tenda pameran 1 buah 22 Meja biro 4 buah 23 Sofa 2 unit 24 Jam dinding 1 buah 25 Lemari es 2 buah 26 Kipas angin 8 buah 27 TV 2 buah 28 Wireless 1 buah 29 Unit Power Supply (UPS) 4 buah 30 Stabilisator/stavol 8 buah 31 Tiang umbul-umbul 1 buah 32 Dispenser 3 buah 33 Kamera 4 buah 34 Water jet pump 1 unit 35 PC unit 11 unit 36 Laptop 7 buah 37 Speaker komputer 2 buah 38 Printer 9 buah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
34 NOMOR JENIS SARANA DAN PRASARANA JUMLAH 39 Scanner 1 buah 40 Kursi kerja pejabat eselon II 1 buah 41 Kursi kerja pejabat eselon III 4 unit 42 Proyektor aula 1 buah 43 Sound system 2 buah 44 Pesawat telepon 1 buah 45 Mesin fax 1 buah 46 Proyektor 1 buah 47 Antena parabola 1 buah II.3 Kinerja Pelayanan SKPD Berisi uraian mengenai tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target renstra periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atauindikator kinerja pelayanan SKPD, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah. Pelaksanaan kapasitas pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dapat dikategorikan pada 5 (lima) peran utama yang saling terkait pada masing-masing bidang, yaitu: 1. Pelayanan dalam bidang administrasi 2. Pelayanan dalam bidang Sosial 3. Pelayanan dalam bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktifitas Tenaga Kerja 4. Pelayanan dalam bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial 5. Serta Pelayanan dalam bidang Transmigrasi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
35 Kelima kapasitas pelayanan utama tersebut kemudian diuraikan dan dijabarkan kedalam berbagai program dan kegiatan strategis. A. Pelayanan Dalam Bidang Sekretariat Sesuai dengan Tupoksi Bidang Sekretariat pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau melakukan kegiatan Pelayanan Administrasi meliputi Pelayanan Administrasi Kepegawaian dan Umum, Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan. B. Pelayanan Dalam Bidang Sosial Kehidupan sosial masyarakat sekarang ini cenderung mengalami banyak permasalahan sosial, seperti tingginya tingkat pengangguran yang menyebabkan taraf hidup masyarakat rendah dan permasalahan psikis lainnya yang ditimbulkan. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau khususnya bidang sosial berusaha membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan, pembinaan pelayanan dan rehabilitasi sosial, bantuan dan jaminan sosial. C. Bidang Dalam Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau khususnya bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja bertujuan memberikan pelatihan keterampilan berupa pembinaan, pendidikan, penyuluhan untuk meningkatkan sumber daya manusia menjadi tenaga kerja siap pakai diharapkan terpenuhinya kesempatan kerja pada semua sektor dan terbukanya lapangan usaha mandiri, guna menggurangi tingkat pengangguran. D. Pelayanan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial dalam hal ini membantu permasalahan dalam hal ketenagakerjaan yaitu dengan meningkatnya pengawasan, perlindungan dan penegakkan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
36 E. Pelayanan Dalam Bidang Transmigrasi Pembangunan permukiman transmigrasi merupakan pembangunan wilayah yang harus disesuaikan dengan daya dukung sumber daya dan kebutuhan masyarakat setempat, maupun transmigran sebagai pendatang. Pelaksanaan pengembangan masyarakat dan lingkungan permukiman transmigrasi diarahkan pada upaya mengakomodasikan secara optimal kondisi dan muatan lokal serta partisipasi masyarakat, sehingga konsep pembangunan yang dilakukan berlandaskan kebutuhan pada pengembangan masyarakat itu sendiri. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau khususnya bidang transmigrasi di Kabupaten Lamandau membantu program pemerintah untuk melaksanakan ketransmigrasian. Untuk mengukur capaian kinerja pelayanan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau berdasarkan tugas dan fungsi yang telah dikategorikan pada 5 (lima) tugas dan fungsi utama Dinsosnakertrans di atas, berdasarkan indikator sasaran/target serta anggaran dan realisasi Dinsosnakertrans disajikan dalam Tabel II.3.1 dan Tabel II.3.2 (terlampir). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
37 TABEL II.3.1 PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Catatan Analisis (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 1 MENINGKATNYA KUALITAS HIDUP PMKS Jumlah Anak Terlantar yang dibina anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 30 anak 65 anak 100% 100% 100% 3% 6,5% - Jumlah penyandang cacat yang dibina 25% orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 30 orang 30 orang 100% 100% 100% 3% 3% - Jumlah Lanjut Usia Terlantar yang dibina 25% orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 lorang 10 orang 20 orang 100% 100% 100% 100% 2% - RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
38 NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke Catatan Analisis (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Jumlah PMKS yang memperoleh bantuan sosial 86% orang 30 orang 530 orang 430 orang 315 orang 30 orang 30 orang 530 orang 430 orang 315 orang 100% 100% 100% 100% 100% - Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi sosial MENINGKATNYA PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA Tingkat Pengangguran Terbuka ,20% 4,76% 4,66% 4,56% 2,35% 4,86% 2,95% 2,53% 2,40% 2,35% 9,35% 6,20% 5,43% 5,26% 100% Jumlah lulusan S1/S2/S orang orang 30,77% 68,03% 55,01% 57,52% 100% RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
39 NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Target Renstra SKPD Tahun ke- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Laju Pertumbuhan Angkatan Kerja ,10% 27,84% 28,54% 30,54% 31,15% 10,15% 16,01% 13,80% 10,15% 10,04% 6,72% 5,75% 4,84% 3,32% 3,22% Besaran pencari kerja terdaftar yang ditempatkan 20% ,71% 67,91% 51,36% 14,22% 96,31% Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ,70% 67,34% 68,68% 70,05% 86,91% 65,70% 69,60% 75,19% 85,70% 86,91% 9,85% 10,33% 10,95% 12,23% 100% 3 PERLINDUNGAN DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama (PB) 20% % 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 100% 100% 100% 100% 100% RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
40 NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Target Renstra SKPD Tahun ke- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Persentase keselamatan dan perlindungan tenaga kerja % 20% 20% 20% 0,5% 0,4% 0,4% 0,4% 0,5% 0,5% 2,0% 2,0% 2,0% 10% 100% Persentase perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah % 20% 20% 20% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 2,5% 2,5% 2,5% 2,5% 100% Angka sengketa pengusaha pekerja per tahun kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 100% 100% 100% 100% 100% RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
41 NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Target Renstra SKPD Tahun ke- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 4 TERWUJUDNYA PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI Persentase pengukuran lahan yang telah dilakukan pengukuran untuk unit Permukiman Transmigrasi Baru Belum ada pegukuran lahan transmigrasi baru di tahun 2009 Lokasi permukian transmigrasi baru RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
42 Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwasanya dalam Bidang Sosial, hampir semua target dapat dicapai dengan baik dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten itu sendiri, serta kerjasama yang baik pula dari kalangan masyarakat terkait. Sedangkan pada Bidang P3TK (Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja)masih terlihat adanya keterhambatan dalam pencapaian target pada tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan masih kurangnya sumber daya manusia yang terlatih untuk melaksanakan tugas selaku pengantar kerja, sehingga yang melaksanakan tugas pengantar kerja hanya dilaksanakan oleh petugas antar kerja. Serta lowongan pekerjaan yang ada di lembaga swasta tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para pencari kerja sehingga antara pencari kerja dan pemberi kerja sulit dipertemukan. Sedangkan pada Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan masih adanya keterhambatan dalam pencapaian target yang diantaranya dikarenakan masih kurangnya pegawai pada Bidang Pengawas Ketenagakerjaan dan pegawai Mediator. Serta masih kurangnya kendaraan operasional untuk dapat menjangkau perusahaan-perusahaan swasta yang sebagian besar berada pada jalur yang sulit untuk diakses. Sedangkan adanya beberapa keberhasilan pencapaian target pada Bidang P3TK dan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dikarenakan adanya kekompakan antara aparatur dari masing-masing bidang. Sehingga mudahnya ditemui kata sepakat dalam melaksanakan tugas. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
43 Untuk Tabel II.3.2 (terlampir), sedangkan dari tabel tersebut dapat dilihat bahwasanya rasio antara realisasi dan anggaran selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun antara belanja langsung dan belanja tidak langsung. Hal ini dikarenakan SKPD selalu melakukan pembenahan dalam hal administrasi keuangan terutama, agar dana yang tersedia dapat dialokasikan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Selain itu juga SKPD selalu melakukan pembenahan dalam hal birokrasi kepegawaian dari tahun ke tahun dengan melakukan evaluasi pada akhir tahunnya sehingga selalu ada perubahan dalam hal penempatan posisi kepegawaian. Akan tetapi di tahun 2011 dalam hal belanja langsung mengalami penurunan dikarenakan untuk pembayaran anggaran gaji PNS besar, karena diwacanakan ada penambahan CPNS dan kekosongan posisi jabatan tertentu sehingga realisasinya tidak sesuai dengan anggaran. II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Pada bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau selama lima tahun mendatang. II.4.1 Tantangan Pengembangan Pelayanan Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pelayanan Dinsosnakertrans, meliputi: 1. Keterbatasan sumber daya manusia sehingga masih kosongnya beberapa jabatan yang ada di dalam struktur organisasi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau; 2. Banyak peraturan perundangan yang saling tumpang tindih dan terus mengalami perubahan di dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah; 3. Pemekaran wilayah desa, kelurahan dan kecamatan beberapa tahun kedepan akan menambah beban kerja bagi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau jika tidak diiringi dengan pertambahan jumlah pegawai; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
44 4. Munculnya dinamika sosial di masyarakat menambah beragam permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, sehingga menjadi prioritas tersendiri bagi bidang sosial khususnya dalam mengatasinya; 5. Masih tingginya angka pencari kerja di Kabupaten Lamandau khususnya, membuat bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja harus lebih luas lagi dalam membuka jalinan kerjasama pendidikan dan pelatihan calon tenaga kerja serta memberikan informasi lowongan kerja; 6. Terbatasnya lapangan kerja formal yang tersedia, sementara jumlah angkatan kerja terus bertambah. Disisi lain, banyak perusahaan yang di buka namun tidak dapat menyerap tenaga kerja lokal. 7. Beraneka ragamnya suku yang ada di tengah-tengah masyarakat khususnya dalam lingkup kerja, membuat masih tingginya angka perselisihan antar serikat pekerja. Sehingga hal ini membuat bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial harus mencari strategi untuk mengatasinya 8. Tantangan utama dalam pembangunan masyarakat di daerah transmigrasi adalah bagaimana melakukan pembinaan transmigran untuk memanfatkan potensi yang dimiliki baik SDM maupun SDA, pendatang maupun masyarakat setempat untuk dapat meningkatkan keterampilan, potensi kehidupan ekonomi, sosial budaya, dan kondisi lingkungan. 9. Disamping itu pengolahan/pemanfaatan lahan usaha belum optimal, produktivitas lahan masih rendah, kegiatan pengembangan usaha belum diprioritaskan, serta aksesibilitas menuju lokasi sangat terbatas karena kerusakan pada jalan kabupaten dan jalan provinsi, legalitas lahan. 10. Tingginya angka transmigran di Kabupaten Lamandau, pun menjadi prioritas tersendiri untuk dapat mampu meningkatkan kualitas hidup para transmigran tersebut. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
45 II.4.2 Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Peluang yang dapat diupayakan dan dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meliputi: 1. Penambahan jumlah pegawai yang memiliki kompetensi, keahlian yang ada sehingga Dinsosnakertrans maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan struktur organisasi yang ada; 2. Peningkatan profesionalisme aparatur Dinsosnakertrans serta melakukan inovasi pelayanan dan Good Governance (transparasi, partisipasi, akuntabilitas) guna memberikan pelayanan prima terhadap publik; 3. Terbitnya Undang-Undang nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial telah memberikan angin segar bagi pelaksanaan pembangunan bidang kesejahteraan sosial karena dalam Undang Undang dimaksud berbagai perkembangan permasalahan sosial dan upaya pemecahannya telah disesuaikan dengan kondisi terkini masyarakat Indonesia. 4. Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik antar Dinas Sosial dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan intern Dinas Sosial diharapkan mampu mewujudkan yang lebih integratif. 5. Dukungan infrastruktur PSM, Karang Taruna, Orsos, Relawan Sosial, Tokoh Masyarakat maupun lembaga masyarakat. 6. Adanya kebijakan daerah terhadap pembangunan Kesejahteraan Sosial. 7. Memonitoring sarana dan prasarana sumber daya alam dan wilayah, apa yang menjadi kebutuhan daerah seperti sarana infrastruktur dan non infrastruktur yang lebih maju sehingga segala aspek-aspek ekonomi dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
46 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Pada bagian identifikasi permasalah berdasarkan tugas dan fungsi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau didasarkan pada hasil Analisis Gambaran Pelayanan SKPD. Bagian ini menguraikan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, telaah visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lamandau , serta telaahan Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah. Identifikasi permasalahan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya ketersediaan sumber daya aparatur yang berkualitas, disiplin dan berintegritas sehingga di masa mendatang perlu dioptimalkan dengan regenerasi atau penambahan pegawai, pendidikan dan pelatihan, peningkatan disiplin secara merata serta penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan disiplin bidang studi; 2. Permasalahan asset barang yang tumpah tindih dikarenakan pemindahan asset masih belum dilimpahkan pada saat asset menjadi asset tetap Dinsosnakertrans maupun asset yang sudah keluar dari Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau. Diharapkan dengan adanya pelimpahan asset menjadi asset tetap maupun asset keluar, penataan asset barang menjadi tertib administrasi; 3. Permasalahan tingginya angka pencari kerja, diharapkan bidang penempatan, pelatihan, dan produktifitas tenaga kerja mampu meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja yang meliputi pendidikan keterampilan bagi pencari kerja agar dapat ditempatkan pada sektor kerja tertentu atau bahkan mampu berwirausaha. 4. masih banyaknya perselisihan antar serikat pekerja, diharapkan dengan adanya bidang pengawasan ketenagkerjaan dan hubungan industrial mampu melakukan Peningkatan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
47 pengawasan, perlindungan dan penegakan hukum mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta mengatasi perselisihan yang ada melalui sosialisasi peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan 5. Beragamnya permasalahan sosial di masyarakat, membuat bidang sosial agar terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat melalui pengembangan jaminan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini juga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat. Tahapan selanjutnya dilakukan analisis terhadap identifikasi potensi dan permasalahan strategis serta tindak lanjut terhadap peran Pemerintah Kabupaten Lamandau, baik di lingkungan strategis eksternal pada Tabel III.1.a, maupun di lingkungan strategis internal pada Tabel III.1.b Tabel III.1.a Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Eksternal di Kabupaten Lamandau Potensi Permasalahan Tindak Lanjut 1. Globalisasi 1.a. Ketatnya tingkat persaingan global menuntut peningkatan kapasitas SDM Dinsosnakertrans; 1.a.i. Mempersiapkan SDM Dinsosnakertrans dengan mengikuti peningkatan kapasitas dan frekuensi keikutsertaan pada pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Kementerian/Lembaga 2. Desentralisasi 2.a. Tuntutan pemekaran wilayah; 2.a.i. Mempersiapkan sejak dini hal-hal yang terkait dengan permasalahan pemekaran wilayah khususnya wilayah transmigrasi. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
48 3. Koordinasi antar lembaga 3. a. banyaknya permasalahan yang muncul dalam bidang sosnakertrans salah satunya dikarenakan banyaknya kesalahpahaman dalam berkomunikasi 3.a.i. lebih dibuka lagi akses untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait dalam berbagai hal agar terjalin kesepakatan dan kesepahaman sehingga dapat memecahkan permasalahan sosnakertrans dengan baik 4. Peraturan Perundangundangan perubahan perundang- 4.a. adanya beberapa undangan mengenai sosnakertrans 5. Lingkungan Hidup 5.b. Belum tersedianya SDM Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau yang berkualifikasi khusus dalam penanganan isu-isu lingkungan hidup. 4.a.i. Menyesuaikan mekanisme dan sistematika penulisan. 5.b.1. Menyiapkan SDM Dinsosnakertrans melalui manajemen kepegawaian yang khusus menangani isu-isu lingkungan hidup. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
49 Tabel III.1.b Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Internal di Kabupaten Lamandau Potensi Permasalahan Tindak Lanjut 1. Sumber Daya Manusia 1.a. Penempatan SDM belum sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan disiplin ilmu yang dimiliki; 1.a.i. Pengembangan manajemen SDM berbasis kompetensi dan penilaian kinerja; 1.b. Belum adanya penilaian kinerja dan kompetensi 1.b.i. Penerapan manajemen berbasis kinerja; SDM secara khusus; 1.c. Longgarnya penegakan disiplin SDM. 1.c.i. Penegakan disiplin secara merata disertai dengan pembinaan SDM. 2. Sarana dan Prasarana 2.a. Tuntutan terhadap pemeliharaan dan pembaharuan sarana prasarana kantor semakin meningkat; 2.b. Penyediaan sarana prasarana belum menyesuaikan dengan kebutuhan kantor. 2.a.i. Peningkatan anggaran pemeliharaan serta pengadaan sarana dan prasarana kantor; 2.b.i. Pemilihan sarana prasarana kantor dengan tepat dan memiliki kualitas serta kuantitas yang memadai. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
50 3. Kewenangan 3.a. Kurang optimalnya pemanfaatan kewenangan Dinsosnakertrans dalam koordinasi antara masyarakat dan pihakpihak terkait dalam lingkup permasalahan sosnakertrans 4. Data dan Informasi 4.a. Data permasalahan sosnakertrans yang belum terorganisasi dengan baik; 4.b. kurang menyeluruhnya informasi mengenai permasalahan sosnakertrans hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Lamandau 5. Anggaran 5.a. Keterbatasan anggaran menjadi permasalahan klasik dalam pelaksanaan kegiatan; 5.b. Penentuan kegiatan yang tidak berdampak secara langsung pada masyarakat; 3.a.i. Meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dan instansi/pihak terkait 4.a.i. Adanya database dinsosnakertrans dengan memanfaatkan teknologi informasi; 4.b.i. lebih mendalam lagi dalam mencari data dan informasi terkait permasalahan sosnakertrans di masyarakat agar terselenggaranya kesejahteraan sosial masyarakat 5.a.i. Perlunya pemeringkatan prioritas dalam penentuan program dan kegiatan yang direncanakan; 5.b.i. Mengefisiensikan penggunaan anggaran kegiatan dengan hasil RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
51 5.c. Anggaran koordinasi yang tidak terserap secara maksimal. yang efektif; 5.c.i. Memaksimalkan fungsi koordinasi dan konsultasi baik ke provinsi maupun ke pusat. III.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Visi Bupati Lamandau terpilih tahun adalah: Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, Terlaksananya Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, Bebas Dari KKN Yang Dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Misi Bupati Lamandau terpilih tahun adalah : 1. Membangun ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi penduduk miskin, angka pengangguran sehingga masyarakat sejahtera; 2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar generasi muda memiliki pengetahuan, keterampilan dan mampu mandiri; 3. Mewujudkan pola hidup masyarakat sehat agar angka harapan hidup meningkat, angka kematian ibu dan bayi menurun; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
52 4. Menciptakan ketentraman, keamanan dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan yang berada di Kabupaten Lamandau; 5. Membuka keterisolasian daerah pedesaan dan kecamatan agar lancarnya angkutan orang, barang dan jasa; 6. Meningkatkan martabat masyarakat Kabupaten Lamandau melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, adat dan budaya; 7. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas dari KKN agar pemerintahan menjadi kuat, berwibawa, demokratis dan serta melayani; 8. Menumbuhkan kembangkan kehidupan beragama agar mempunyai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; 9. Menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan; 10. Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Telaahan terhadap visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah memberikan gambaran peran serta dan keterlibatan langsung Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau. Hal ini ditunjukkan melalui: a. Pernyataan misi ke 1: Pada misi ini terlihat jelas peran serta Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau dalam memberikan pelayanan sebagai fasilitasi kehidupan masyarakat yang kurang mampu sehingga menurunnya angka kemiskinan, terbukanya lahan pekerjaan bagi pencari kerja atau bahkan mampu berwirausaha mandiri sehingga menurunnya tingkat pengangguran terbuka di masyarakat. b. Pernyataan misi ke-4: Pada misi ini terlihat peran serta Dinsosnakertrans dalam Meningkatkan pembinaan kepada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). c. Pernyataan misi ke 7: Pada misi ini terlihat peran serta Dinsosnakertrans dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, responsif dan akuntabel. Serta meningkatkan kapasitas kelembagaan untuk menciptakan kepuasan masyarakat atas layanan publik. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
53 III.3 Berdasarkan telaahan dari visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati yang telah disusun dalam dokumen RPJMD Kabupaten Lamandau , Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau secara langsung mendukung keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati yaitu pada misi ke-1, ke-4, dan ke-7 yang selaras dengan peran DINSOSNAKERTRANS itu sendiri yaitu menurunnya tingkat pengangguran terbuka di masyarakat, meningkatkan pembinaan kepada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), dan penangggulangan bencana, serta meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah sehingga terwujudnya pelayanan prima. Telaahan Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah Hasil telaahan terhadap Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah , yang bertujuan untuk mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan lainnya untuk mengidentifikasi potensi, peluang dan tantangan pelayanan sebagai masukkan penting dalam perumusan isu-isu strategis serta mencegah tumpang tindih program dan kegiatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Lamandau. III.3.1 Telaahan Renstra Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Dengan memperhatikan dokumen Rencana Strategis Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah , berikut ini Visi Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah adalah : TerwujudnyaKesejahteraan Sosial Masyarakat Kalimantan Tengah yang Adil dan Bermartabat Sedangkan Misi Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah : a. Mewujudkan kemitraan yang sistematis antar pemerintah daerah dan masyarakat serta penguatan partisipasi kelompok- kelompok masyarakat bagi pencegahan dan peningkatan kecepatan penanggulangan masalah sosial kemasyarakatan yang berkesinambungan. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
54 b. Mewujudkan penanggulangan masalah sosial yang dapat direspon secara cepat dan tepat. Berdasarkan visi dan misi Renstra Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah , maka Dinas Sosial Kabupaten Lamandau harus memperhatikan beberapa hal yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pelayanan SKPD dalam 5 (lima) tahun kedepan : 1. Selalu melaksanakan fungsi konsultasi dan koordinasi ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat di dalam pelaksanaan kegiatan, yang berkaitan dengan pelayanan sosial masyarakat, demi terciptanya kesejahteraan sosial yang merata di wilayah Kabupaten Lamandau khususnya; 2. Lebih mengoptimalkan fungsi pendataan atas berbagai permasalahan sosial dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait sehingga dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat dalam penanggulangan berbagai bentuk permasalahan sosial. Beberapa hal tersebut di atas menjadi masukan di dalam menentukan visi dan misi Dinas Sosial Kabupaten Lamandau III.3.2 Telaahan Renstra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Dengan memperhatikan dokumen Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah , berikut ini Visi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah adalah : Terwujudnya Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi yang Mandiri Sedangkan Misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah : a. Mewujudkan pembangunan ketenagakerjaan melalui perluasan lapangan kerja, penempatan tenaga kerja dan peningkatan kesempatan kerja; b. Meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja; c. Meningkatkan pembinaan hubungan industrial dan jaminan social tenaga kerja; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
55 d. Meningkatkan pengawasan ketenagakerjaan; e. Meningkatkan kualitas SDM transmigran dan penyebaran perpindahan penduduk yang seimbang antar kabupaten/kota dan Kerjasama antar daerah; f. Mengembangkan kapasitas masyarakat dan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan. g. Mengembangkan desa transmigrasi produktif menuju desa maju, mandiri dan produktif. Berdasarkan visi dan misi Renstra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah , maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau harus memperhatikan beberapa hal yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pelayanan SKPD dalam 5 (lima) tahun kedepan : a. Selalu melaksanakan mengedepankan kualitas calon tenaga kerja khususnya agar dapat menghasilkan kinerja yang berkualitas di lingkup kerjanya; b. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak perusahaan guna memperoleh informasi penempatan calon tenaga kerja, sekaligus melakukan pengawasan di bidang ketenagakerjaan agar tenaga kerja memperoleh haknya; c. Lebih mengoptimalkan fungsi pendataan para transmigran pendatang, agar dapat merata penyebarannya dan melakukan lebih banyak lagi pendidikan dan pelatihan guna peningkatan kualitas transmigran; d. Selalu melaksanakan evaluasi mengenai peningkatan kualitas hidup para transmigran menuju kesejahteraan para transmigran dan perkembangan desa transmigrasi. Beberapa hal tersebut di atas menjadi masukan di dalam menentuka visi dan misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau III.4 Telaahan Renstra Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Telaahan Renstra Kementerian Sosial Untuk melaksanakan pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia Kementerian Sosial telah menyusun Renstra Tahun dengan program dan kegiatan. Telaahan mengenai Renstra Kementerian Sosial sebagai berikut : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
56 1. Program pemberdayaan sosial dengan kegiatan meliputi : - Penanggulangan kemiskinan. Pemberdayaan Sosial merupakan salah satu dari empat intervensi kesejahteraan sosial yang diarahkan untuk mewujudkan warga negara yang mengalami masalah kesejahteraan sosial dan tidak berdaya agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang No. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial. Pengertian mengenai pemberdayaan sosial harus dimaknai secara arif, di mana tujuan pemenuhan kebutuhan dasar itu adalah tujuan awal agar untuk selanjutnya secara bertahap kehidupan sosial yang lebih baik dan berkualitas serta kemandirian dapat dicapai. Pemberdayaan sosial juga diarahkan agar seluruh sumber dan potensi kesejahteraan sosial yang ada pada masyarakat secara individu, keluarga, kelompok atau komunitas dapat digali dan akhirnya menjadi sumber kesejahteraan sosial yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Lingkup sasaran pemberdayaan sosial adalah Keluarga terutama Fakir Miskin dan Komunitas Adat Terpencil. Pemberdayaan sosial juga diarahkan untuk menggali nilai-nilai dasar kesejahteraan sosial dan Kelembagaan Sosial Masyarakat. Melihat luas cakupan tugas serta kinerja yang harus dicapai, perlu dicermati lebih mendalam hal-hal yang berkaitan dengan kondisi aktual permasalahan utama, capaian, proyeksi ke depan, modal dasar, tantangan dan peluang agar dapat dirumuskan suatu rencana strategis yang tepat. - Pemberdayaan komunitas adat terpencil. Komunitas adat terpencil (KAT) pada umumnya merupakan kelompok masyarakat yang termarginalisasi dan belum terpenuhi hak-haknya, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Marginalisasi terhadap KAT muncul sebagai akibat dari lemahnya posisi tawar (bargaining position) mereka dalam menghadapi persoalan yang dihadapinya. KAT sering kali RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
57 menjadi korban dari konflik kepentingan ekonomi wilayah. Eksploitasi sumber daya alam oleh pendatang (kekuatan ekonomi yang besar) di wilayah pedalaman menjadikan hak-hak ulayat masyarakat atas tanah mereka hilang. Terjadi pula, lunturnya sistem budaya kearifan lokal, serta rusaknya lingkungan tempat mereka hidup. Selain itu, rendahnya aksesibilitas ke wilayah tempat tinggal KAT menyebabkan sulitnya KAT setempat menjangkau fasilitas layanan publik yang disediakan pemerintah. Berbagai kondisi tersebut menyebabkan ketidakberdayaan dan rendahnya kualitas hidup KAT. Komponen kegiatan pemberdayaan komunitas adat terpencil, meliputi: (1) Persiapan pemberdayaan melalui kegiatan pemetaan sosial. (2) Penjajakan awal, studi kelayakan, dan pemantapan kesiapan masyarakat. (3) Pelaksanaan pemberdayaan (tahun I, II, dan III) baik secara insitu maupun eksitu. Stimulus pengembangan masyarakat (insitu) bagi KAT yang sudah bertempat tinggal menetap dan memiliki mata pencaharian. (4) Pemantapan kelompok kerja (pokja) dan forum konsultasi pemberdayaan KAT. (5) Penempatan petugas lapangan (pendamping sosial). (6) Pengembangan sumber daya manusia (SDM), baik pengelola, pendamping sosial, maupun warga dampingan sosial. (7) Perlindungan dan advokasi sosial KAT. (8) Pemantapan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pemberdayaan KAT. (9) Pengembangan manajemen sistem informasi KAT. (10) Monitoring dan evaluasi. - Pemberdayaan keluarga. masalah sosial, psikologis, dan wanita rawan sosial ekonomi masuk ke dalam golongan/kelompok fakir miskin adalah memfasilitasi mereka dalam kegiatan yang bersifat bimbingan sosial dan pemberdayaan, baik RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
58 dilakukan dalam mekanisme kelompok maupun perseorangan. Selanjutnya, mengembangkan peran dan fungsi kelembagaan formal sebagai pusat informasi dan pelayanan konsultasi kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat ataupun organisasi sehingga mendapatkan pelayanan tepat sasaran. - Pemberdayaan kelembagaan sosial masyarakat. Di bidang pengembangan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS), selama lima tahun terakhir Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat telah melakukan upaya pemberdayaan kelembagaan sosial masyarakat yang merupakan infrastruktur pembangunan kesejahteraan sosial seperti karang taruna (KT), pekerja sosial masyarakat (PSM), organisasi sosial (orsos), dunia usaha, dan kelompok-kelompok sosial masyarakat diantaranya wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (kelompok arisan, pengajian, usaha kecil, paguyuban suku/etnis dan kampung asal) dalam bentuk pelatihan manajemen pengelolaan dan pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). - Pelestarian nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial. Pengembangan dan potensi sumber kesejahteraan sosial tidak hanya infrastruktur kesejahteraan sosial yang menjadi mitra dalam penanganan masalah sosial semata, tetapi juga terhadap nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial melalui pemberian bantuan dan santunan sosial kepada warakawuri pahlawan Selain itu, kepada mereka diberikan pula bantuan kesehatan dan bantuan perbaikan rumah untuk warakawuri pahlawan, perintis kemerdekaan, dan janda perintis kemerdekaan. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kecenderungan semakin melemahnya pemahaman dan penghayatan nilai K2KS, menurunnya kondisi sosial ekonomi dan kesejahteraan para perintis kemerdekaan/ janda RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
59 perintis kemerdekaan, dan pejuang serta kondisi taman makam pahlawan, makam pahlawan nasional sebagian besar kurang terawat. Upaya penanganan diarahkan untuk tetap terpeliharanya nilai keteladanan dan jiwa kejuangan bagi kalangan generasi muda. Komponen kegiatan keperintisan, kepahlawanan, dan kesejahteraan sosial meliputi: (1) Penelusuran riwayat/sejarah perjuangan calon penerima penghargaan. (2) Pemberian tanda kehormatan/jasa dan penghargaan tingkat nasional. (3) Pengenalan, penanaman dan penghayatan nilai K2KS (ziarah wisata, sarasehan kepahlawanan, dan napak tilas). (4) Bantuan perbaikan rumah keluarga pahlawan, perintiskemerdekaan/ janda perintis kemerdekaan. (5) Bimbingan pelestarian K2KS kepada guru, tokoh masyarakat/agama/pers. (6) Pemugaran dan pemeliharaan TMP/MPN/MPK. 2. Program rehabilitasi sosial - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial anak. Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial anak berupa penyelenggaraan penyantunan,perawatan, perlindungan, pengentasan anak di luar pengasuhan orang tua dan pengangkatan anak dengan sasaran anak balita terlantar,anak terlantar, anak tanpa pengasuhan orang tua, anak jalanan, anak yang berada dalam asuhan panti sosial. Sedangkan anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang ditangani melalui RPSA di 15 lokasi dan 20 Lembaga Perlindungan Anak (LPA).. Selain sasaran yang dikemukakan tersebut ada sasaran lain yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan permasalahan kesejahteraan sosial anak, seperti kasus penculikan anak, kasus perdagangan anak, anak terpapar asap rokok, anak korban peredaran narkoba, anak yang tidak dapat mengakses sarana pendidikan, anak dengan HIV/AIDS, anak yang belum tersentuh layanan kesehatan, dan anak yang tidak punya akte kelahiran. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
60 Adapun strategi pelayanan sosial anak yang saat ini dikembangkan adalah sebagai berikut, (1) Sosialisasi dan promosi hak-hak anak: upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat akan hak-hak anak sehingga anak merasa aman dan terlindungi serta terpenuhinya kebutuhan sosial dasar anak. (2) Penguatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat: adalah upaya yang diarahkan pada peningkatan peran dan fungsi keluarga dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan rasa aman pada anak. Dengan demikian anak akan tumbuh kembang secara wajar dalam lingkungan yang melindungi. (3) Fasilitasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan: adalah upaya yang diarahkan untuk meningkat peran dan fungsi lembaga sebagai institusi penganti keluarga sedarah (keluarga inti). Melalui peningkatan ini diharapkan kelembagaan sosial pelayanan anak dapat berperan secara optimal dalam memberikan perlindungan dan rasa aman serta memperhatikan hak-hak anak. (4) Penguatan dan pengembangan kerja sama serta kemitraan strategis adalah upaya yang diarahkan untuk meningkat sinergisitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial anak. Dengan demikian dapat dikembangkan program dan kegiatan yang utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. (5) Pengembangan model pelayanan sosial anak berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi: adalah upaya mencari solusi dengan menggunakan kerangka kajian dan analisis konsep dan teori untuk mengenali penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang memenuhi rasa aman dan hak-hak anak. (6) Peningkatan kualitas manajemen dan sistem informasi pelayanan sosial anak adalah upaya yang lebih bersifat sistem pendukung untuk RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
61 memberikan informasi dan pelayanan sosial anak dalam kerangka penyelenggaraan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab serta didasari oleh pemahaman hak-hak anak sebagai bagian dari solusi rehabilitasi dan perlindungan sosial anak. - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial lanjut usia. Kebijakan sosial lebih diarahkan kepada pelayanan kesejahteraan sosial basis keluarga dan komunitas atau masyarakat di samping tetap memperhatikan kenyataan di lapangan bahwa banyak sekali lanjut usia telantar sekalipun mereka masih memiliki keluarga sehingga panti sosial dengan pelayanan gratisnya masih menjadi pilihan bagi mereka. Arah kebijakan ini ditempuh untuk mewujudkan sistem perlindungan dan jaminan sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia, dengan memberikan kesempatan yang luas untuk terus beraktivitas dan bekerja selama mungkin sehingga aktualitas dirinya di dalam keluarga dan masyarakat lebih terjamin. - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial penyandang cacat. Jenis kecacatan yang ditangani Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial yaitu tunanetra, cacat mental, cacat tubuh, tunagrahita, tunalaras, tunarungu wicara, dan penyakit kronis. Program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat tersebut dilaksanakan melalui tiga sistem: (1) Institutional-based yang mencakup program reguler, multilayanan, dan multitarget group melalui day care dan subsidi silang, dan program khusus yang meliputi outreach (penjangkauan), Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK), dan bantuan ahli kepada organisasi sosial dan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
62 (2) Noninstitutional-based yang mencakup pelayanan pendampingan dengan pendekatan family-based dan community-based yang menyelenggarakan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), (3) Pelayanan sosial lainnya mencakup Loka Bina Karya, Praktek Belajar Kerja (PBK), Usaha Ekonomi Produktif/Kelompok Usaha Bersama (UEP/KUBE). Setiap tahunnya terdapat kecenderungan meningkatnya penyandang cacat dari tahun ke tahun. Sementara itu, program pemberian bantuan dana Jaminan sosial bagi Penyandang Cacat Berat baru dapat menjangkau jumlah yang sangat terbatas. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran pemerintah, dan sistem pendataan dalam rangka verifikasi. Dalam konteks ini diperlukan adanya dana pendampingan dari pemerintah daerah untuk menjamin keberlangsungan program dan untuk meningkatkan jumlah penyandang cacat berat yang dapat menerima program tersebut. - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial penyandang tuna sosial. Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tunasosial dilakukan melalui kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan serta bantuan usaha ekonomi produktif. Upaya lain yang dilakukan dalam kerangka pelayanan sosial bagi tunasosial adalah melalui kegiatan bimbingan sosial, bimbingan keterampilan dan pemberian bantuan Usaha Ekonomis Produktif (UEP) dalam rangka pembinaan lanjut yang diarahkan pada pemberdayaan tuna susila (wanita dan waria tunasusila), gelandangan dan pengemis serta bekas warga binaan pemasyarakatan. Pembentukan jaringan kerja sangat membantu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan penyandang tunasosial, khususnya untuk kasus ODHA dan tunasusila. Kedua kasus ini cukup signifikan karena berdampak ganda terhadap keluarga dan lingkungan sekitar. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
63 - Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Kebijakan pelayanan dan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) dilakukan oleh Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial melalui rehabilitasi sosial terpadu atau pemulihan terpadu. Rehabilitasi sosial terpadu ini mencakup aspek psikososial dan spiritual, dan vokasional Di dalam upaya merehabilitasi sosial, dilaksanakan juga upaya peningkatan dan perluasan jangkauan pelayanan dan rehabilitasi sosial korban napza, terutama pencegahan dan/atau rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, peningkatan koordinasi intra- dan inter-instansi pemerintah terkait dan partisipasi masyarakat, mengembangkan dan memantapkan peran serta masyarakat/lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam kegiatan pencegahan, pelayanan dan rehabilitasi sosial korban napza, pengembangan dan peningkatan prasarana dan sarana pelayanan rehabilitasi sosial bagi korban napza baik secara fisik maupun sumber daya manusia.di samping itu, ada upaya peningkatan profesionalisme pelayanan sosial melalui pengembangan dan penyediaan sistem informasi tentang permasalahan sosial penyalahgunaan napza, dan kegiatan pelayanan serta rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan napza yang mencakup kegiatan pencegahan, rehabilitasi sosial, pengembangan dan pembinaan lanjut, serta kegiatan kelembagaan, perlindungan, dan advokasi sosial. Penyalahgunaan Napza adalah permasalahan kesejahteraan sosial yang memiliki kecenderungan meningkat. Penambahan jumlah kasus penyalahguna Napza bersumber pada dua arus. Pertama, penambahan yang berasal dari pengguna yang baru. Kedua, penambahan dari mereka yang telah pulih setelah melaksanakan kegiatan rehabilitasi kambuh kembali menggunakan Napza (relapse). Kompleksitas masalahnya sering kali dipengaruhi oleh perubahan pola dan gaya hidup korban. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
64 Untuk mengetahui capaian program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza mulai dari pencegahan, pelayanan dan rehabilitasi sosial, pembinaan lanjut, pelembagaan, perlindungan dan advokasi sosial tentang masalah korban penyalahgunaan Napza dapat dilihat dalam uraian berikut. (1) Tersedianya buku-buku, pedoman/acuan/panduan tentang penanggulangan penyalahgunaan Napza, termasuk pedoman yang berbasis institusi ataupun rehabilitasi berbasis masyarakat. (2) Terlatihnya sumber daya manusia (SDM) sebagai petugas/tenaga pencegahan penyalahgunaan Napza di seluruh Indonesia. (3) Meningkatnya profesionalisme petugas dan lembaga di bidang manajemen dan teknis pelayanan. (4) Meningkatnya persentase korban penyalahgunaan Napza yangtelah mendapat pelayanan rehabilitasi sosial dan menurunnya angka kekambuhan. (5) Meningkatnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi penyalahgunaan Napza. (6) Tersedianya database eks korban Napza, lembaga dan SDM petugas/pekerja sosial di bidang penanggulangan Napza. (7) Tersedianya informasi, media, dan sarana dalam kegiatan pencegahan dan rehabilitasi sosial penyalah guna Napza sehingga mudah untuk diakses masyarakat. (8) Meningkatnya jumlah Orsos/LSM/dunia usaha/ masyarakat yang ikut terlibat dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan Napza, termasuk dalam pembinaan lanjut (baik dari dalam maupun luar negeri). (9) Terbentuknya jaringan kerja antarlembaga rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza. (10) Meningkatnya aktivitas sosial ekonomi eks korban Napza. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
65 (11) Tersedianya perangkat perundang-undangan yang mendukung pemulihan korban penyalahgunaan Napza. (12) Adanya forum perlindungan dan advokasi sosial pada tingkat nasional, provinsi, kota dan kabupaten. 3. Program perlindungan dan jaminan sosial - Bantuan sosial korban bencana alam. Indonesia memiliki tingkat intensitas dan frekuensi bencana yang tinggi di hampir seluruh wilayah karena letak geografis dan geologis dan banyaknya vulkanis. Bencana alam seperti gempa bumi, gelombang tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, musim kemarau yang panjang. Musim kemarau dan musim hujan dengan intensitas tinggi dan panjang mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Setiap tahun berbagai jenis bencana alam seperti itu selalu terjadi dan mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta benda dalam jumlah tidak sedikit. Penentuan target pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana alam setiap tahunnya mengalami kecenderungan meningkat dan melampaui target yang ditentukan. Hal ini terkait dengan kejadian bencana alam yang tidak dapat diprediksi sehingga penyiagaan bagi keadaan darurat misalnya menjadi sangat penting. Oleh karena itu untuk menghindari kondisi yang lebih sulit, Kementerian Sosial telah menyediakan gudang/baffer stock di setiap provinsi untuk mengantisipasi kejadian dan keadaan darurat tersebut. Untuk membangun sistem dan mekanisme penanggulangan bencana secara terpadu di pusat dan di daerah dilakukan melalui kegiatan: a. Kesiapsiagaan, merupakan upaya untuk meminimalisasi jumlah korban bencana dan kerusakan sarana prasarana akibat bencana. Upaya ini dilaksanakan dalam bentuk penyediaan berupa bantuan darurat, peralatan evakuasi, dan mobilisasi kendaraan siaga bencana, penyiapan masyarakat untuk memahami risiko bencana melalui penyuluhan sosial, latihan, simulasi, dan gladi lapangan penanggulangan bencana; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
66 b. Tanggap darurat, merupakan upaya dalam rangka percepatan penanganan korban bencana dan mencegah terjadinya permasalahan sosial baru akibat bencana. Upaya ini dilakukan dalam bentuk aktivasi sistem penanggulangan bencana melalui upaya penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan bantuan terapi psikososial, serta pelibatan personel terlatih dalam penanggulangan bencana (Taruna Siaga Bencana/Tagana); c. Pasca bencana, merupakan upaya yang dilaksanakan dalam rangka penguatan kondisi fisik dan psikososial korban bencana. Upaya ini dilaksanakan dalam bentuk rehabilitasi sosial secara fisik ataupun nonfisik melalui bantuan stimulan bahan bangunan rumah (BBR), santunan sosial (bantuan biaya bagi korban meninggal), dan bantuan sosial dalam rangka penguatan kondisi psikososial korban; d. Penanggulangan bencana berbasis masyarakat dengan personel terlatih yang dinamakan Taruna Siaga Bencana (Tagana). - Bantuan sosial korban bencana sosial. Penanganan masalah kebencanaan sosial masih terus dilakukan pada saat ini yakni melalui penuntasan pengungsi akibat konflik sosial, kebakaran, orang telantar di luar negeri, pelintas batas, pencemaran limbah, ledakan bom dan kejadian luar biasa yang dinyatakan pemerintah sebagai bentuk bencana sosial. Bencana sosial yang melanda tanah air dalam beberapa tahun terakhir telah menyadarkan kita tentang dampak sosial yang ditimbulkannya baik fisik maupun nonfisik, dan terganggunya ketertiban dan tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sementara itu, Indonesia juga dihadapkan pada fenomena sosial baru dengan munculnya dampak sosial akibat pencemaran lingkungan oleh limbah industri, kebakaran hutan, dan berbagai kejadian luar biasa yang telah menjadi kenyataan sosial, antara lain, peristiwa busung lapar, endemi flu burung, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
67 penataan lingkungan permukiman kumuh dan lain-lain yang berdampak luas dalam kehidupan masyarakat dan memerlukan penanganan secara khusus. Penangana bencana sosial dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu penanganan: (1) Prabencana Merupakan upaya untuk meminimalisasi jumlah korban bencana dan kerusakan sarana prasarana akibat bencana. Tahapan ini dilaksanakan dalam rangka mencegah terjadinya bencana sosial dan atau mencegah muncul kembali bencana sosial yang pernah ada, yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: a) Keserasian Sosial dengan target penuntasan masalah kesejahteraan sosial di hulu b) Penggalian kearifan lokal melalui forum-forum saresehandengan tokoh masyarakat lokal. c) Penanganan implementasi MoU antara Pemerintah RI dan GAM dari tahun 2005 hingga tahun 2009 melalui kegiatan Reintegrasi Aceh. (2) Tanggap Darurat Merupakan upaya dalam rangka percepatan penanganan korban bencana dan mencegah terjadinya permasalahan sosial baru akibat bencana.sosial melalui bantuan dalam bentuk bantuan bahan bangunan rumah (BBR) dan pembangunan rumah bagi korban konflik yang berada di tempat pengungsian (3) Pasca Bencana Merupakan upaya yang dilaksanakan dalam rangka penguatan kondisi fisik dan psikososial korban bencana. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk rehabilitasi sosial bagi korban bencana sosial akibat konflik. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
68 - Bantuan tunai bersyarat. Kegiatan yang dikembangkan dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus sebagai sarana untuk pengembangan sistem jaminan sosial bagi masyarakat sangat miskin dilakukan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini di negara-negara lain dikenal dengan Conditional Cash Transfers (CCT). Program nasional di bidang penanggulangan kemiskinan dari perspektif kesejahteraan sosial ini adalah bantuan sosial tunai bersyarat bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) dengan katagori memiliki ibu hamil, ibu menyusui, mempunyai balita, mempunyai anak usia sekolah SD dan SMP. Bentuk bantuan yang diberikan berupa biaya transpor anak ke sekolah dan biaya transpor mengunjungi pusat pelayanan kesehatan. Tujuan PKH secara umum adalah untuk meningkatkan jangkauan atau aksesibilitas RTSM terhadap layanan publik, khususnya pendidikan dan kesehatan. Pemberian bantuan uang tunai untuk jangka pendek diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran RTSM. Sedangkan jangka panjang diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku yang pada akhirnya dapat memutus mata rantai kemiskinan RTSM tersebut. 4. Program asuransi kesejahteraan sosial. Kemiskinan bukan saja masalah yang dihadapi bangsa Indonesia Kemiskinan sudah menjadi isu global dan menjadi agenda bersama bangsa-bangsa di dunia untuk menanggulanginya. Oleh karena itu, program penanggulangan kemiskinan harus dilaksanakan secara bersama-sama dan bersinergi. Semua pihak dapat terlibat aktif dalam penanganannya. Program terobosan itu antara lain melalui percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus sebagai sarana untuk mengembangkan sistem jaminan sosial bagi masyarakat sangat miskin. Jaminan kesejahteraan sosial dikembangkan Kementerian Sosial dan dilaksanakan oleh Direktorat Jaminan Kesejahteraan Sosial berupa Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos). Askesos dimaksudkan sebagai program pengganti pendapatan, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
69 pemeliharaan dan peningkatan pendapatan di mana peserta Askesos dapat melakukan proteksi sosial secara mandiri. 5. Program perlindungan bagi korban kekerasan dan pekerja migran. Ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas di dalam negeri memicu banyaknya penduduk usia kerja yang menganggur mencari peluang kerja di luar negeri. Namun sering kali niat kuat ini tidak diiringi dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang berbagai hal yang perlu disiapkan dalam pengurusan perizinan ke luar negeri dan keterampilan kerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh negara penerima. Berbagai permasalahan kesejahteraan sosial muncul ketika pekerjamigran berada di luar negeri seperti korban tindak kekerasan (KTK), korban perdagangan manusia (human trafficking), pelecehan seksual dan eksploitasi tenaga kerja. Pekerja migran yang menjadi korban tindak kekerasan menjadi permasalahan kesejahteraan sosial yang mengemuka karena para korban selain bermasalah mengenai keimigrasian tetapi juga menjadi korban tindak kekerasan. Isu tindak kekerasan tidak hanya dialami oleh pekerja migran. Dewasa ini kasuskasus korban tindak kekerasan banyak ditemukan di lingkungan terdekat, seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh pasangannya atau oleh orangtua terhadap anaknya. Yang lebih luas lagi adalah kasus kekerasan yang terjadi karena konflik sosial. Korban tindak kekerasan dan pekerja migran bermasalah yang teridentifikasi diberikan bantuan UEP dan mendapat pendampingan dari pekerja sosial masyarakat sebagai pendamping. Bantuan sosial bagi pekerja migran bermasalah dilaksanakan melalui bantuan makanan dan pemulangan ke daerah asal melalui kerjasama dengan PT DAMRI dan PT Pelni. Pekerja migran yang telah dipulangkan ke daerah asal direkomendasikan melalui Dinas Sosial setempat untuk mendapat bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
70 6. Program penyelenggaraan undian. Peningkatan partisipasi dunia usaha, khususnya penyelenggara Undian Gratis Berhadiah (UGB) dan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) ditandai dengan meningkatnya pengajuan permohonan izin penyelenggaraan UGB dan PUB sebanyak 30 persen setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan adanya rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial yang besar dari kalangan dunia usaha terhadap masalah kesejahteraan sosial. 7. Program pendidikan, pelatihan, pemeliharaan dan pengembangan kesejahteraan sosial. Kegiatan penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial yang dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbang Kesos) yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan, arah kebijakan, dan program pembangunan kesejahteraan sosial, serta kegiatan-kegiatan yang telah diluncurkan kementerian. Bahkan telah dikembangkan suatu penelitian untuk kebutuhan unit teknis kementerian (by research programme) seperti yang telah diimplementasikan pada kegiatan pola konsentrasi di wilayah perbatasan antar-negara dan daerah terpencil (Kepulauan Miangas, Kepulauan Marore dan Kabupaten Sukabumi). Kegiatannya langsung memberikan intervensi kepada masyarakat sasaran, terutamakearifan lokal dan institusi-institusi lokal untuk mendukung program penguatan desa yang berketahanan sosial. 8. Program pengembangan sistem perlindungan sosial. Mengembangkan sistem perlindungan sosial yang bisa membantu memecahkan permasalahan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari paparan RENSTRA Kementerian Sosial dapat membuktikan bahwa pemerintah menyadari pentingnya pembangunan di bidang kesejahteraan sosial untuk mengupayakan agar berbagai masalah sosial seperti kemiskinan. ketelantaran, kecacatan, ketunaansosial, penyimpangan perilaku, ketertinggalan/ keterpencilan, serta korban bencana dan akibat tindak kekerasan dapat ditangani secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
71 untuk meningkatkan harkat dan martabat sebagian warga masyarakat yang menyandang permasalahan sosial. Perkembangan pembangunan kesejahteraan sosial saat ini diwarnai oleh adanya perubahan paradigma pembangunan nasional, yang bergeser dari sentralistik ke arah desentralistik. Hal ini merupakan penjabaran dari kebijakan pemerintah untuk memberikan peran dan posisi yang lebih besar kepada masyarakat sebagai pelaku dan pelaksana utama pembangunan. III.4.2 Telaahan RENSTRA Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Arah kebijakan dan strategi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun disusun untuk mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Nasional dan Kontrak Kinerja yang telah ditetapkan. Arah kebijakan akan dilaksanakan melalui berbagai program prioritas yang terdiri dari prioritas nasional, prioritas bidang dan prioritas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kontrak Kinerja Menteri melalui 6 program teknis dan 3 program pendukung. A. Bidang Tenaga Kerja Pembangunan ketenagakerjaan tahun diarahkan untuk: (1) Mendorong terciptanya kesempatan kerja yang baik (decent work), yaitu lapangan kerja produktif serta adanya perlindungan dan jaminan sosial yang memadai; (2) Mendorong terciptanya kesempatan kerja seluas-luasnya dan merata dalam sektor-sektor pembangunan; (3) Meningkatkan kondisi dan mekanisme Hubungan Industrial untuk mendorong kesempatan kerja; (4) Menyempurnakan peraturan-peraturan ketenagakerjaan dan melaksanakan peraturan ketenagakerjaan pokok (utama), sesuai hukum internasional; (5) Mengembangkan jaminan sosial dan pemberdayaan pekerja; (6) Meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas; (7) Menciptakan kesempatan kerja melalui program-program pemerintah; (8) Menyempurnakan kebijakan migrasi dan pembangunan; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
72 (9) Mengembangkan kebijakan pendukung pasar kerja melalui informasi pasar kerja. Memasuki pembangunan tahun , pembangunan di bidang ketenagakerjaan diperkirakan masih diwarnai permasalahan, antara lain: 1) Tingginya tingkat pengangguran; 2) Rendahnya perluasan kesempatan kerja; 3) Rendahnya kompetensi dan produktivitas tenaga kerja; 4) Belum kondusifnya kondisi hubungan industrial. Untuk melaksanakan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia Kementerian Sosial telah menyusun Renstra Tahun dengan program dan kegiatan. Telaahan mengenai Renstra Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas, melalui kegiatan: a. Pelatihan Kewirausahaan; b. Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja danprogram Pelatihan; c. Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kepelatihan; d. Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas; e. Peningkatan Penyelenggaraan Pemagangan Dalam dan Luar Negeri; f. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sarana dan Pemberdayaan Kelembagaan Pelatihan dan Produktivitas; g. Pengembangan Sistem dan Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Profesi; h. Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kerja; i. Pelaksanaan dan Peningkatan Produktivitas; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
73 j. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Pengembangan Program Pelatihan Bidang Industri; k. Peningkatan Kualitas Transmigran dan Calon Transmigran; l. Pengembangan Program dan Peningkatan Kapasitas SDM Pelatihan Ketransmigrasian; m. Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kerja; n. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Industri; o. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas; p. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Program kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, untuk mencetak tenaga kerja dan wirausaha baru yang berdaya saing. 2.Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja dengan kegiatan meliputi: a. Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri; b. Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri; c. Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja; d. Peningkatan Pengembangan Pasar Kerja; e. Peningkatan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing; f. Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja; g. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Program kegiatan ini bertujuan untuk perluasan penciptaan kesempatan kerja dan penempatan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk mendukung program ini Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
74 Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu dalam RENSTRA telah menyusun Program Peningkatan Kesempatan Kerja beserta kegiatannya. Indikator kinerja dari program ini adalah meningkatnya penempatan dan perluasan kesempatan kerja melalui fasilitasi pelayanan penempatan tenaga kerja, yang diukur melalui: a. Jumlah penempatan tenaga kerja; b. Jumlah lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan standar pelayanan minimum. 3. Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dengan kegiatan meliputi : a. Penyempurnaan Peraturan Ketenagakerjaan; b. Pengelolaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial; c. Konsolidasi Pelaksanaan Peningkatan Intensitas Pencegahan PHK dan Penyelesaian Hubungan Industrial; d. Konsolidasi Peningkatan Pelaksanaan Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Yang Lebih Baik; e. Konsolidasi Pembinaan Syarat-Syarat Kerja Non Diskriminasi; f. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Indikator kinerja Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah meningkatnya pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja melalui persyaratan kerja, kesejahteraan dan analisis diskriminasi, pengupahan, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, yang diukur dari: RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
75 a. Jumlah tenaga kerja yang menjadi anggota Jamsostek; b. Persentase kasus perselisihan hubungan industrial yang dapat diselesaikan melalui mediator; c. Jumlah Lembaga Kerjasama Bipartit yang terbentuk; d. Jumlah Lembaga Kerjasama Tripartit yang dibentuk; e. Jumlah Peraturan Perusahaan yang disahkan; f. Jumlah Perjanjian Kerja Bersama yang didaftarkan. 4. Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Dengan kegiatan meliputi : a. Peningkatan Penerapan Norma Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; b. Peningkatan Peran Serta Lembaga-Lembaga dan Personil Dalam Penerapan Norma Ketenagakerjaan; c. Peningkatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; d. Peningkatan Perlindungan Pekerja Perempuan dan Penghapusan Pekerja Anak; e. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Indikator Kinerja dari program ini adalah meningkatnya penerapan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan di tempat kerja, yang diukur dari: a. Jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3); b. Jumlah tenaga pengawas yang memenuhi standar kompetensi; c. Jumlah pekerja anak yang ditarik dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak; d. Persentase perusahaan yang memenuhi norma pekerja perempuan; e. Jumlah pekerja yang memperoleh hak jaminan sosial tenaga kerja. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
76 B. Bidang Transmigrasi Penyelenggaraan transmigrasi tahun diarahkan sebagai alternatif dalam mengurangi kesenjangan wilayah, dapat berkonstribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan kecukupan papan, memperkuat pilar ketahanan nasional, mendukung kebijakan pengembangan energi alternatif, mendukung pemerataan investasi secara berkelanjutan yang pada akhirnya dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Kebijakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan ketransmigrasian adalah: 1) Mengembangkan potensi sumberdaya alam perdesaan terintegrasi dengan pengembangan perkotaan dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah dalam bentuk Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) atau Lokasi Permukiman Transmigrasi (LPT), serta fasilitasi perpindahan dan penempatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia dan memberikan peluang usaha di kawasan transmigrasi. Strategi yang ditempuh untuk mendukung kebijakan tersebut adalah: a. Mengintegrasikan pembangunan WPT atau LPT dengan pemugaran permukiman penduduk setempat, pembangunan permukiman pada kawasan potensial, dan revitalisasi permukiman transmigrasi yang ada untuk membentuk atau mendukung kawasan perkotaan baru dengan skema KTM; b. Menetapkan produk unggulan sejak perencanaan dan pembangunan permukiman melalui pola pengembangan agribisnis dan agroindustri; c. Mengembangkan investasi melalui kerjasama kemitraan Badan Usaha dengan masyarakat di kawasan transmigrasi; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
77 d. Memberikan akses kepada masyarakat terhadap informasi potensi dan peluang yang tersedia di kawasan transmigrasi; e. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia calon transmigran serta pembekalan mental dan etos kerja; f. Meningkatkan kualitas seleksi calon transmigran; g. Meningkatkan kualitas mediasi kerjasama antar daerah. 2) Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi dan pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru dalam mendukung pengembangan perdesaan dan ekonomi lokal dan daerah untuk mewujudkan kemandirian masyarakat dan daya saing kawasan transmigrasi. Strategi yang ditempuh untuk mendukung kebijakan tersebut adalah: a. Peningkatan kapasitas SDM dan masyarakat, melalui pemberian input dan modal, penguatan lembaga sosial, fasilitasi kewirausahaan, penguatan lembaga sosial dan lembaga masyarakat, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan dan mental spiritual; b. Pengembangan usaha ekonomi melalui fasilitasi pengembangan usaha produktif, pendampingan, peningkatan produktivitas masyarakat, serta fasilitasi dan mediasi pengembangan bisnis dan kemitraan; c. Peningkatan sarana dan prasarana kawasan, penyediaan prasarana intra dan antar kawasan, pembangunan sarana dan prasarana pusat pertumbuhan baru; d. Peningkatan kemandirian masyarakat transmigrasi di kawasan transmigrasi; e. Penguatan kapasitas SDM Pengelola dalam pengembangan kawasan sebagai embrio pusat pertumbuhan/perkotaan baru. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
78 Arah kebijakan dan strategi pembangunan bidang ketransmigrasian dilaksanakan melalui 2 (dua) program yaitu: 1) Program Pembangunan Kawasan Transmigrasimeliputi: a. Penyediaan Tanah Transmigrasi; b. Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Transmigrasi dan Penempatan Transmigrasi; c. Pembangunan Permukiman di Kawasan Transmigrasi; d. Fasilitasi Perpindahan dan Penempatan Transmigrasi; e. Pengembangan peranserta masyarakat dalam pembangunan transmigrasi; f. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen. Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. Indikator kinerja dari program ini adalah terbangunnya permukiman di Kawasan Transmigrasi sebagai tempat tinggal dan tempat berusaha yang layak, yang diukur dari: 1) Jumlah permukiman transmigrasi, sarana dan prasarana Kawasan Transmigrasi yang dibangun; 2) Jumlah transmigran yang difasilitasi perpindahan dan penempatannya di Kawasan Transmigrasi serta jumlah penduduk setempat yang ditata terintegrasi dengan penempatan transmigran di Kawasan Transmigrasi; 3) Nilai rencana investasi yang akan dikembangkan di Kawasan Transmigrasi. 2. Program Pengembangan Masyarakat Transmigrasi dan Kawasan Transmigrasi, meliputi: a. Penyusunan Rencana Teknis Pengembangan Masyarakat Transmigrasi dan Kawasan Transmigrasi; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
79 Peningkatan Kapasitas SDM dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi; b. Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi; c. Pengembangan Sarana dan Prasarana di Kawasan Transmigrasi; d. Penyerasian Lingkungan di Kawasan Transmigrasi; e. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen. Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Indikator Kinerja Program Pengembangan Masyarakat transmigrasi dan Kawasan Transmigrasi adalah berkembangnya masyarakat dan kawasan transmigrasi yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah yang berdaya saing, yang diukur dari: a. Jumlah permukiman dan keluarga yang dibina dan ditingkatkan kapasitasnya di kawasan transmigrasi; b. Jumlah lahan produktif dan kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi; c. Jumlah permukiman transmigrasi yang mandiri; d. Jumlah kawasan transmigrasi sebagai embrio pusat pertumbuhan/perkotaan baru; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
80 Tabel III.4 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/kota terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi dan Renstra K/L No Indikator Kinerja Capaian Sasaran Sasaran pada Renstra Sasaran pada Renstra Renstra SKPD SKPD Provinsi K/L Kabupaten/Kota (1) (2) (3) (4) (5) Bidang Sosial 1 - Tersedianya bantuan sosial bagi veteran dan keluarganya - Berlanjutnya pembangunan makam pahlawan - Kegiatan Pelestarian Nilainilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial dapat dilaksanakan - Melaksanakan pelestarian nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial - Pemugaran dan pemeliharaan TMP - Bantuan perbaikan rumah keluarga pahlawan perintis kemerdekaan/ janda perintis kemerdekaan 2 - Berkembang dan - Terlaksananya Kegiatan -Peningkatan kualitas - Pelayanan kesejahteraan berfungsinya Pengembangan Pendidikan dan pelatihan sosial bagi lanjut usia kelembagaan sosial bagi Kelembagaan bagi penghuni panti berbasis keluarga dan lanjut usia Perlindungan Bagi Lanjut asuhan/panti jompo (klien komunitas atau Usia (Lansia) yang ada di PSTW Sinta masyarakat Rangkang) 3 - Meningkatnya kualitas dan - Terlaksananya Kegiatan - Terlaksananya Pelatihan - Tersedianya fasilitas bagi produktifitas keluarga Sosialisasi/Penyuluhan/Bi keterampilan berusaha keluarga miskin dalam miskin mbingan Berusaha Bagi bagi keluarga miskin kegiatan yang bersifat Keluarga Miskin pemberdayaan atau bimbin gan sosial 4 - Meningkatnya jumlah dan kapasitas lapangan pekerjaan bagi fakir miskin melalui KUBE - Terselenggaranya Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) - - Bimbingan sosial dan keterampilan serta bantuan usaha bagi fakir miskin - Pelatihan manajemen pengelolaan dan pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi fakir miskin RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
81 4 - Meningkatnya kesejahteraan KAT melalui bantuan bedah rumah 5 Meningkatnya penyaluran bantuan sosial bagi fakir miskin 6 Meningkatnya Kemampuan (Capacity Building) Petugas Dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) - KAT dapat memperoleh tempat tinggal yang layak - Fakir miskin memperoleh bantuan JSLU melalui kegiatan pemeberdayaan fakir miskin dan lanjut usia - Terwujudnya kesejahteraan PMKS - - Pelaksanaan pemberdayaan (tahun I, II, dan III) baik secara insitu maupun eksitu. Stimulus pengembangan masyarakat (insitu) bagi KAT yang sudah bertempat tinggal menetap dan memiliki mata pencaharian. - Pemantapan kelompok kerja (pokja) dan forum konsultasi pemberdayaan KAT. - - Bantuan sosial tunai bersyarat bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) - Pemberian Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos). - Melaksanakan peningkatan - Pemberdayaan kualitas Monitoring dan Kelembagaan Sosial Evaluasi program Masyarakat dalam bentuk Pemberdayaan Fakir pelatihan manajemen Miskin, Komunitas Adat pengelolaan dan Terpencil (KAT) dan pengembangan Usaha Penyandang Masalah Ekonomi Produktif (UEP) Kesejahteraan Sosial lainnya 7 Meningkatnya kemampuan - Warga miskin memiliki -Terlaksananya Pelatihan - Pelayanan sosial lainnya warga miskin dalam hal ketrampilan Otomotif keterampilan berusaha mencakup Loka Bina perbengkelan dan meubelair (Perbengkelan) dan bagi keluarga miskin Karya, Praktek Belajar khususnya bagi wilayah Meubelair Kerja (PBK), Usaha Kabupaten Lamandau Ekonomi Produktif/Kelompok Usaha Bersama (UEP/KUBE). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
82 8 Meningkatnya kemampuan - Anak terlantar dapat - Terlaksananya Pelatihan - Penguatan dan anak terlantar memiliki kemampuan keterampilan dan praktek pengembangan kerja untuk hidup mandiri belajar kerja bagi anak sama serta kemitraan terlantar (klien yang dikirim strategis adalah upaya ke PSBRKW) yang diarahkan untuk meningkat sinergisitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial anak. 9 Meningkatnya kualitas para - Para penyandang cacat - Terlaksananya Pendidikan - Pelayanan sosial penyandang cacat dan eks dapat memiliki dan pelatihan keterampilan mencakup Loka Bina trauma di wilayah Kabupaten kemampuan tertentu berusaha bagi eks Karya, Praktek Belajar Lamandau penyandang penyakit sosial Kerja (PBK), Usaha Ekonomi Produktif/Kelompok Usaha Bersama (UEP/KUBE). 10 Terlaksananya Pembinaan - Para penyandang penyakit - Terlaksananya Pendidikan - Kegiatan bimbingan sosial, Eks Penyandang Penyakit sosial dapat tumbuh dan dan pelatihan bagi bimbingan keterampilan Sosial (Eks Narapidana, berkembang serta hidup penyandang cacat dan eks dan pemberian bantuan PSK, Narkoba dan Penyakit berdampingan bersama trauma Usaha Ekonomis Produktif Sosial Lainnya) di wilayah masyarakat sekitar dalam rangka pembinaan Kabupaten Lamandau dengan mandiri lanjut yang diarahkan pada pemberdayaan tunasusila (wanita dan waria tunasusila), gelandangan dan pengemis serta bekas warga binaan pemasyarakatan. Bidang P3TK 1 Meningkatnya kesempatan kerja bagi pencari kerja - Terlaksananya kerjasama Pendidikan dan Pelatihan - - Mendorong terciptanya kesempatan kerja seluasluasnya dan merata dalam sektorsektor pembangunan; - Menciptakan kesempatan kerja melalui programprogram pemerintah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
83 2 - Meningkatnya penerapan - Terlaksananya sosialisasi - Monitoring dan Pembinaan - Bimbingan pengendalian peraturan daerah tentang peraturan daerah tentang Tenaga Kerja Asing penggunaan tenaga kerja perpanjangan ijin perpanjangan ijin asing menggunakan tenaga menggunakan tenaga kerja asing kerja asing 3 Berkembangnya operasional - SDM aparatur dapat - Terlaksananya operasional - bursa kerja online mengoperasikan bursa bursa kerja online kerja online dan membimbing pencari kerja dalam menggunakannya 4 Meningkatnya produktifitas Tenaga kerja mampu Pelatihan Ketrampilan - pelatihan kewirausahaan tenaga kerja mencapai hasil maksimal berbasis Kompetensi dalam bekerja Bidang Pengawasan - 1 Menurunnya Kasus perselisihan hubungan kerja industri - Terlaksananya Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan -Fasilitasi Penyelesaian prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial - Penerapan Norma Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; 2 Peningkatan penerapan Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional - Terlaksananya Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional - Kampanye dan upacara bendera bulan K3-3 Meningkatnya Penerapan - Terlaksananya Kegiatan -Penyuluhan kader norma - Dukungan Manajemen dan Peraturan Perundangundangan ketenagakerjaan di tempat kerja Pemeriksaan Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 serta SMK3 Ketenagakerjaan -Penyuluhan SMK3 Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan - Peran Serta Lembaga- Lembaga dan Personil Dalam Penerapan Norma Ketenagakerjaan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
84 4 Meningkatnya kualitas pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan kerja 5 Meningkatnya Sosialisasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial - Ditemukannya sebab akibat suatu kecelakaan kerja - Terlaksananya Sosialisasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Fasilitasi Penyelesaian - Konsolidasi Pelaksanaan prosedur penyelesaian Peningkatan Intensitas perselisihan hubungan Pencegahan PHK dan industrial Penyelesaian Hubungan Industrial Bidang Transmigrasi - 1 Berkembangnya Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) 2 Berkembangnya kawasan penghijauan di lokasi transmigrasi - Masyarakat transmigran dapat hidup mandiri dan kawasan transmigrasi menjadi kawasan yang potensial Terlaksananya Kegiatan Penghijauan di lokasi transmigrasi - - Memberikan akses kepada masyarakat terhadap informasi potensi dan peluang yang tersedia di kawasan transmigrasi; - 3 Terbangunnya permukiman - Terlaksananya Program - Pengembangan Sarana di Kawasan Transmigrasi Pengembangan dan dan Prasarana - Fasilitasi Perpindahan dan sebagai tempat tinggal dan Pemberdayaan Kawasan - Pengembangan Peran serta Penempatan Transmigrasi tempat berusaha yang layak, Transmigrasi Masyarakat dalam - Dukungan Manajemen dan Pembangunan Dukungan Teknis Lainnya Transmigrasi Ditjen. Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. III.5 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau melaksanakan urusan Pemerintah daerah berdasarkan azas otonomi dan Tugas Pembantuan di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi. Sehingga secara khusus tidak ada keterkaitan langsung dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Lamandau serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
85 III.6 Untuk Pembangunan bidang kesejahteraan Sosial, dalam menangani berbagai permasalahan penyandang masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) harus menyentuh berbagai aspek baik yang ada di desa maupun di perkotaan. Begitu juga dengan bidang ketenagakerjaan. Sedangkan untuk kawasan transmigrasi pada hakikatnya merupakan kawasan pemukiman dengan kegiatan bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan maupun kehutanan serta kegiatan usaha ekonomi lainnya sehingga didalam pemetaan wilayahnya juga belum diatur secara khusus. Penentuan Isu-isu Strategis Isu-isu Strategis yang berkaitan dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah sebagai berikut : Bidang Sosial : 1. Kesempatan Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga 2. Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Isu strategis berkaitan dengan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Kesempatan kerja sekalipun cukup terbuka namun bekerja hanya sebagai buruh kasar seperti di perusahaan perkebunan, buruh angkut dan petani. b. Kompetisi antar pencari kerja semakin meningkat, khususnya pekerja dari pendatang yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja Sedangkan, isu strategis berkaitan dengan Penanganan Penyandang Masalah Sosial adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Pemetaan yang dilakukan SKPD terkait belum cermat dilakukan terhadap kelompokkelompok penyandang masalah sosial. b. Kerawanan sosial yang rentan meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan ketercapaian ekonomi dalam memunuhi kepentingan-kepentingan yang rawan mengarah pada patologi sosial. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
86 c. Penduduk Usia Lanjut terus meningkat dikarenakan oleh tingginya Usia Harapan Hidup (UHH), namun tidak banyak tercover oleh pemerintah dalam penanganannya. Bidang Ketenagakerjaan : Isu-isu strategis Bidang Ketenagakerjaan adalah: 1. Peluang dan Persaingan Kerja di sektor swasta 2. Kualitas Tenaga Kerja Isu strategis berkaitan dengan Ketenagakerjaan adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Kesempatan kerja sekalipun cukup terbuka, namun bekerja hanya sebagai buruh kasar baik di perusahaan perkebunan, buruh angkut dan petani. b. Semakin meningkatnya arus in migration rentan peluang kerja bagi penduduk sekitar termarjinalkan sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Adapun, isu strategis berkaitan dengan Kualitas Tenaga Kerja adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Tinggi angka keluaran SLTP dan SLTA menjadi angkatan kerja untuk siap menjadi tenaga kerja. b. Masih rendahnya sumber daya manusia dan keterampilan lulusan untuk masuk dunia kerja karena tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga tercover pada pekerjaan buruh kasar seperti Tenaga kerja lulusan SD dan SLTP, atau masuk dalam sektor Tersier. Bidang Ketransmigrasian : Isu Strategis sebagai berikut : 1. Klaim lahan warga transmigrasi oleh pihak luar sehingga penyediaan calon lokasi transmigrasi harus betul-betul memenuhi kriteria 2C (Clean and Clear) dan 4L (Layak Huni, Layak Usaha, Layak Berkembang dan Layak Lingkungan). 2. Tapal batas antara desa ex UPT dengan desa lama maupun tapal batas bersama desa ex UPT. Untuk ini perlu diadakan penataan batas desa di wilayah Kabupaten Lamandau. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
87 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN KEBIJAKAN IV.1. Visi dan Misi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Visi dan Misi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau akan menunjang dan menjabarkan dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lamandau pada RPJMD Kabupaten Lamandau Tahun Visi dan misi SKPD harus jelas menunjukkan apa yang menjadi cita-cita layanan terbaik SKPD baik dalam upaya mewujudkan visi dan misi kepala daerah maupun dalam upaya mencapai kinerja pembangunan daerah pada aspek kesejahteraan, layanan, dan peningkatan daya saing daerah dengan mempertimbangkan permasalahan dan isu strategis yang relevan. IV.1.1 Visi Visi SKPD adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang. Sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun , maka visi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Tahun adalah : Terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat dan transmigrasi yang di dukung oleh tenaga kerja yang terampil dan mandiri Makna yang terkandung didalamnya dapat dijelaskan dan diuraikan sebagai berikut : 1. Kesejahteraan Sosial Masyarakat, yaitu suatu kondisi dimana kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkesinambungan dan mandiri. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
88 2. Transmigrasi, yaitu suatu perpindahan penduduk antar pulau dari yang berpenduduk padat ke penduduk yang sedikit untuk mendapat penghidupan yang lebih layak. 3. Tenaga Kerja, yaitu sumber daya manusia yang memiliki potensi 4. Terampil, yaitu suatu keahlian tertentu yang dimiliki seseorang 5. Mandiri, yaitu suatu kemampuan seseorang untuk dapat berdiri sendiri. Dari penjabaran mengenai Visi Dinsosnakertrans di atas, dapat di tarik kesimpulan mengenai Visi Dinsosnakertrans secara keseluruhan yaitu masyarakat dan para transmigran Kabupaten Lamandau dapat mencapai kondisi hidup yang sejahtera dimana mereka dapat memperoleh hak-hak sebagai berikut : a. Mempunyai mata pencaharian/penghasilan yang memadai (mampu memenuhi kebutuhan dasar); b. Mempunyai rasa aman dan nyaman dalam keluarga dan masyarakat; c. Bisa beribadah dengan baik (beriman) dan rukun; d. Memperoleh perlakuan hukum yang adil (supremasi hukum dapat ditegakkan); e. Dapat hidup dengan demokratis; Serta dapat menciptakan kualitas tenaga kerja yang produktif, terampil dan mandiri hingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan serta meratanya pembangunan infrastruktur dan hasil-hasil pembangunan lainnya IV.1.2 Misi Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan dan diwujudkan agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Berdasarkan Tugas, Pokok dan Fungsi serta dilandasi oleh visi, maka misi Dinsosnkertrans Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : - Melakukan upaya-upaya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
89 IV.2. - Memfasilitasi, melayani dan membantu upaya peningkatan ke produktivitas tenaga kerja di perusahaan, transmigrasi dan masyarakat. - Mendorong dan meningkatkan pengembangan SDM secara optimal. - Mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteran masyarakat tenaga kerja dan transmigrasi sehingga mampu setara dengan masyarakat sekitarnya. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) - 5 (lima) tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Untuk itu tujuan disusun guna memperjelas pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi. Tujuan ditetapkan berdasarkan potensi, isu-isu strategis dan permasalahan yang ada pada pelayanan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau. Tujuan jangka menengah Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang semakin transparan, responsif dan akuntabel 2. Meningkatkan investasi melalui penyediaan fasilitas dan insentif serta kemitraan dengan berbagai pihak terkait 3. Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan 4. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan terwujudnya Transmigran yang mampu, mandiri dan sejahtera Sasaran adalah penjabaran tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara nyata oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau dalam jangka waktu tahunan, sampai lima tahun mendatang.sasaran yang ingin dicapai dari tahun ke tahun selama 5 (lima) tahun jangka waktu Rencana Strategis SKPD Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau sebagai berikut : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
90 1. Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik 2. Menurunnya tingkat pengangguran terbuka 3. Meningkatnya pembinaan kepada penyandang Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana 4. Meningkatnya pemukiman PTB dan kualitas transmigran Keterkaitan antara tujuan, sasaran dengan indikator capaiannya dapat dilihat pada Tabel IV.2.1 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
91 Tabel IV.2.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang semakin transparan, responsif dan akuntabel 2. Meningkatkan investasi melalui penyediaan fasilitas dan insentif serta kemitraan dengan berbagai pihak terkait 3. Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan - Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik Menurunnya tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin Meningkatnya pembinaan kepada penyandang Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana - Persentase peningkatan kualitas pelayanan publik - Angka partisipasi angkatan kerja - Tingkat pengangguran terbuka - Tingkat partisipasi angkatan kerja - Persentase penanganan PMKS - Jumlah PMKS yang memperoleh bantuan sosial 100% 100% 100% 100% 100% ,3% 93,42% 73,5% ,25% 95,43% 86,5% ,2% 96,3% 76,9% ,15% 97,45% 92,5% ,1% 98,5% 85,7% Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan terwujudnya Transmigran yang - Meningkatnya pemukiman PTB dan kualitas transmigran - Teroptimalisasinya kawasan transmigrasi yang potensial 75% 80% 90% 95% 100% mampu, mandiri dan sejahtera RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
92 IV.3 Strategi dan Kebijakan Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan dan sasaran di dalam Rencana Strategis (Renstra) diperlukan strategi. Kebijakan diambil sebagai arah dalam menentukan bentuk konfigurasi program kegiatan untuk mencapai tujuan. Kebijakan dapat bersifat internal, yaitu kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program-program pembangunan maupun bersifat eksternal yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat. Rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang dapat dilihat pada Tabel IV.3.1 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
93 Tabel IV.3.1 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan Visi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau : Terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat dan transmigrasi yang didukung oleh tenaga kerja yang terampil dan mandiri Misi I : Melakukan upaya-upaya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Mewujudkan kehidupan yang tenteram, Meningkatnya pembinaan kepada Peningkatan pemberdayaan masyarakat Peningkatan pemberdayaan masalah nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan penyandang Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana Kesejahteraan Sosial Misi II : Memfasilitasi, melayani dan membantu upaya peningkatan ke produktivitas tenaga kerja di perusahaan, transmigrasi dan masyarakat Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan investasi melalui penyediaan Menurunnya tingkat pengangguran Pemberdayaan masyarakat miskin dan Mengembangkan tempat pelatihan kerja fasilitas dan insentif serta kemitraan dengan berbagai pihak terkait terbuka dan jumlah penduduk miskin pengangguran terhadap masyarakat yang belum bekerja RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
94 Misi III : Mendorong dan meningkatkan pengembangan SDM secara optimal. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang - Meningkatnya kualitas sumberdaya - Peningkatan pemberdayaan SDM - Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan semakin transparan, responsif dan akuntabel aparatur Pemerintah dalam rangka Aparatur berbasis kompetensi meningkatkan kualitas pelayanan - Mengembangkan penyediaan sarana publik - Peningkatan sarana dan prasarana dan prasarana Aparatur aparatur Misi IV : Mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteran masyarakat tenaga kerja dan transmigrasi sehingga mampu setara dengan masyarakat sekitarnya. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan - Meningkatnya pemukiman PTB dan - Peningkatan akses dan kualitas layanan - Pengembangan sarana dan prasarana terwujudnya Transmigran yang mampu, kualitas Transmigran sarana dan prasarana wilayah pemukiman transmigrasi mandiri dan sejahtera transmigrasi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
95 BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI V.1 Rencana Program Tahun Penyusunan program pembangunan akan terus berlanjut dan di prioritaskan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KabupatenLamandau, dengan 6 (enam) Program Prioritas untuk Bidang Sosial yaitu: 1. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 2. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya. 3. Program Pembinaan Anak Terlantar. 4. Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Trauma. 5. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial. 6. Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya Selanjutnya untuk program prioritas Bidang Ketenagakerjaan, diantaranya : 1. Program Peningkatan Kesempatan Kerja 2. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 3. Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja 4. Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Sedangkan untuk Bidang Transmigrasi dengan 3 (tiga) Program Pilihan yaitu : 1. Program Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi 2. Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru 3. Program Pengembangan Masyarakat dan Permukiman Transmigrasi. V.2 Rencana Kegiatan tahun Rencana kegiatan pembangunan di Bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Kabupaten Lamandau untuk kurun waktu tahun secara rinci masing-masing program sebagaimana tersebut diatas, dapat diuraikan sebagai berikut: RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
96 V.2.1 Program Prioritas 1. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial dengan kegiatan meliputi : a. Pengembangan Kelembagaan Perlindungan Bagi Lanjut Usia (Lansia) b. Pemberdayaan Karang Taruna c. Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya dengan kegiatan meliputi : a. Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas Dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS a. b. Bimbingan/ S Penyuluhan Berusaha Bagi Keluarga Miskin o c. Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Melalui s Bantuan Bedah Rumah (BBR-RTLH) i d. Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Rehabilitasi Sosial a Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH) l e. Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan i Sosial Lanjut Usia (JSLU) dari Kementrian Sosial RI s f. Pelatihan keterampilan automotif (perbengkelan) dan meubelair bagi warga a miskin s g. Pendampingan pemberdayaan fakir miskin melalui kegiatan penanggulangan i kemiskinan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemensos RI / h. Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui KUBE Penumbuhan Fakir Miskin i. Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan sosial Lanjut Usia (JSLU) P j. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional. k. Pelatihan Ketrampilan Berusaha Bagi Warga Miskin 3 Program Pembinaan Anak Terlantar dengan kegiatan meliputi : a. Bimbingan/ Penyuluhan Belajar dan Berusaha Bagi Anak Terlantar RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
97 b. Pemberdayaan Anak Terlantar / Putus Sekolah c. Penyuluhan / Bimbingan Berusaha Bagi Anak Putus Sekolah d. Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Anak Terlantar / Putus Sekolah 4 Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Trauma dengan kegiatan meliputi: a. Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma b. Bimbingan dan penyuluhan bagi penyandang cacat dan eks trauma c. Pendampingan kegiatan pemberdayaan penyandang cacat melalui bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat berat/ganda d. Pemberdayaan penyandang cacat melalui bantuan jaminan sosial, bantuan operasi bibir sumbing, alat kursi roda, alat tongkat dan bantuan pendengaran e. Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Penyandang Cacat f. Peringatan Hari Disabilitas Internasional g. Pelayanan sosial bagi penyandang cacat dan trauma h. Pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan 5. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan meliputi : a. Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan penurunan kesenjangan b. Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat kejadian luar biasa c. Pendataan PMKS d. Pembangunan sarana dan prasarana bagi penyandang cacat dan lanjut usia (Panti jompo/panti rehabilitasi) e. Pemberdayaan keluarga harapan f. Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial g. Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat kejadian luar biasa h. Pelayanan sosial lanjut usia dalam keluarga RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
98 i. Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bantuan tunai bersyarat/keluarga harapan) j. Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan bencana alam / bencana sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial 6. Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya), dengan kegiatan meliputi : a. Penyuluhan Sosial Bagi Wanita Tuna Susila (WTS) b. Paket Bantuan usaha Ekonomi produktif bagi eks wanita tuna susila (WTS) 7. Program Peningkatan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan meliputi : a. Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan 8. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, dengan kegiatan meliputi : a. Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial b. Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan c. Dewan Pengupahan Kabupaten Lamandau (surey KHL) d. Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional e. Pemeriksaan Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 f. Pembinaan penerapan SMK3 g. Sosialisasi penanggulangan dan pecegahan HIV/AIDS di tempat kerja h. Sosialisasi anti penyalahgunaan narkoba di tempat kerja i. Pendataan objek pengujian K3 j. Pemetaan masalah ketenagakerjaan k. Pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan kerja l. Pembuatan data base ketenagakerjaan m. Monitoring dan evaluasi ketenagakerjaan n. Monitoring norma kerja dan jamsostek 9. Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja, dengan kegiatan meliputi : a. Sosialisasi Pemagangan dalam negeri (dalam rangka Pembentukan Forum RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
99 Komunikasi Jejaring Pemagangan) b. Pelatihan kerja berbasis kompetensi (Pelatihan security) c. Belanja modal pembebasan tanah untuk sarana umum lokasi Balai Latihan Kerja (BLK) d. Pelatihan Berbasis Teknologi Tepat Guna (Kegiatan Pelatihan Pembuatan Batako dan Paving Stone) e. Pelatihan Menjahit Bagi Pencari Kerja (pelatihan kerja berbasis masyarakat) f. Pelatihan Kerja Bidang Otomotif 10. Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan meliputi : a. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan b. Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Retribusi Perpanjangan Ijin c. Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing d. Pelayanan dan Analisa Informasi Pasar Kerja e. Operasional Bursa Kerja Online f. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang penempatan dan perlindungan Tenaga kerja di luar negeri g. Penyusunan rancangan Peraturan Bupati Lamandau tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Tentang Retribusi Perpanjangan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing h. Perencanaan Tenaga Kerja Makro V.2.2 Program Pilihan Bidang Transmigrasi 1. Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi, dengan kegiatan meliputi : a. Pengembangan kawasan permukiman Transmigrasi baru 2. Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru, dengan kegiatan meliputi : a. Pembebasan lahan UPT b. Penyusunan dokumen perencanaan tata ruang permukiman transmigrasi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
100 c. Pengembangan areal potensial permukiman transmigrasi baru 3. Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, dengan kegiatan meliputi : a. Pendampingan pengembangan sarana dan prasarana kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI b. Pendampingan pengembangan usaha di kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI c. Pendampingan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI dan beasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Purwakarta Secara rinci tentang rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif, dapat dilihat dalam daftar tabel, pada Tabel 5 (terlampir). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
101 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Diperlukan adanya suatu indikator yang dapat digunakan dalam mengukur kinerja yang akan dicapai Bappeda Kabupaten Lamandau dalam pencapaian target lima tahun mendatang. Untuk mengukur kinerja target capaian setiap tahun yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Lamandau Tahun dapat dilihat pada Tabel VI.1. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
102 Tabel VI.1 Indikator Kinerja SKPD Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD No. Bidang Urusan Satuan Kondisi Kinerja Akhir Tahun 2013 Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Akhir Tahun Sosial Jumlah PMKS yang memperoleh bantuan sosial Persentase penanganan PMKS orang persen 50 73,5 86,5 76,9 92,5 85,7 85, Sarana Panti Sosial Unit Ketenagakerjaan Angka Partisipasi angkatan kerja Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun Tingkat partisipasi angkatan kerja Tingkat pengangguran terbuka Persentase keselamatan dan perlindungan Persentase perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebjakan pemerintah daerah 4 Fokus Sumber Daya Manusia 4.1 Ketenagakerjaan Jumlah lulusan S1/S2/S3 - Ketransmigrasian Persentase wilayah transmigran yang mencapai sasaran jiwa angka persen 86,91 93,42 95,43 96,3 97,45 98,5 98,5 persen 2,35 2,3 2,25 2,2 2,15 2,1 2,1 persen 0,5 0,5 0,5 0,7 0,7 0,7 0,7 persen 5 0,4 0,35 0,25 0,2 0,2 0,2 Jumlah Persen RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
103 No Bidang Urusan Satuan Kondisi Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja Akhir Akhir Tahun Tahun SPM 1 BIDANG 1.1 (jenis pelaya nan dan kegiat an) KETENAGAKERJAAN Pelayanan Pelatihan Kerja Indika tor Indika tor Indika tor 1.2 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor 1.3 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor 1.4 (jenis pelaya nan Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan Pelayanan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Besaran Kasus yang diselesaikan dengan Perjanjian Bersama (PB) Pelayanan Kepesertaan Jamsostek Persen Persen Persen Persen Persen RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
104 dan kegiat an) Indika tor 1.5 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Besaran pekerja/buruh yang menjadi peserta program Jamsostek Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan Persen Indika Besaran Pemeriksaan tor Perusahaan Indika Besaran Pengujian tor Peralatan di Perusahaan 2 BIDANG SOSIAL 2.1 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor Pelaksanaan program/kegiatan bidang sosial : a. Pemberian bantuan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial skala Kabupaten/Kota b. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan sosial skala Kabupaten/Kota Persentase (%) PMKS skala kab/kota yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Persen Persen Persen Indika tor 2.2 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Persentase (%) PMKS skala kab/kota yang menerima program pemberdayaan sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya Penyediaan sarana dan prasarana sosial a. Penyediaan sarana prasarana pantai sosial skala kabupaten/kota b. Penyediaan sarana prasarana pelayanan luar panti skala kabupaten/kota Persen RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
105 Indika tor Indika tor 2.3 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor Indika tor 2.4 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor Presentase (%) panti sosial skala kabupaten/kota yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial. Presentase (%) wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (WKBSM) yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial. Penanggulangan korban bencana a. Bantuan sosial bagi korban bencana skalakabupaten/kota b. Evaluasi korban bencana skala Kabupaten/kota Presentase (%) korban bencana skala kabupaten/kota yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat Presentase (%) korban bencana skala kabupaten/kota yang dievakuasi dengan menggunakan sarana prasarana tanggap darurat lengkap Pelaksanaan dan pengembangan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial Penyelenggaraan jaminan sosial skala Kabupaten/Kota Presentase (%) penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial Persen Persen Persen Persen RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
106 BAB VII PENUTUP Demikian Renstra ini dibuat untuk waktu 5 (lima) tahun, dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018, semoga terwujudnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel dan profesional serta meningkatnya pendapatan daerah sebagai penyangga pembangunan Kabupaten Lamandau menuju masyarakat yang maju dan sejahtera dalam pelaksanaan otonomi daerah dengan melalui tahapan satu perencanaan, satu tujuan organisasi sesuai yang diinginkan. Nanga Bulik, 31 Maret 2014 Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Drs. Y UA N O, M. Si Pembina Utama Muda NIP RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU
107 RENSTRA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU
108
109 ,
110 Program Kegiatan Anggaran Realisasi (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (10) (11) (12) (13) (14) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Lampiran Tabel 2.5. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- (%) Rata-rata Pertumbuhan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp , ,84 75,62 72,07 91,18 22, Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 72,19 81,75 83,72 93,96 85,92 23,42 84 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 78,18 82,81 90,16 91,35 92,35 11,91 87 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 41,67 68,49 46,90 99,33 99,70 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 46,90 52,93 52,82 48,00 50,62-28, ,57 50 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00-96,19 37,33 #VALUE! #VALUE! Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas Opersional Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 22,39 63,91 79,53 99,98 84,27 56,03 70 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 73,87 80,32 74,99 83,75 88,01 12,37 80 Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 94,86 99,90 100,00 100,00 100,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 100,00 99,71 78,45 82,89 99,30-27, ,20 92 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan Bangunan Kantor Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,46 73,61 83,24 72,33 89,35-165,16 84 Penyedian Peralatan Rumah Tangga Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 98,60 86,27 97,64 97,41 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundangundangan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 44,39 46,06 83,33 95,83 96,00 32,07 73 Penyediaan Bahan Logistik Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 37,91 71,96 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Rp ,00 Rp ,00 70,00 Penyediaan Makan dan Minum Kantor Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi Keluar Daearah Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 38,70 91,84 94,51 87,92 82,93 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 90,11 86,62 99,74 99,53 99,54-15, ,86 95 Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi Dalam Daearah Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 83,21 96,30 96,75 96,23 99,89 147,04 94 di Tahun 2013 Masuk program Peningkatan Proomosi dan Kerjasama Investasi Pameran Pembangunan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00-100,00 89,99 97,63 88,32 #VALUE! 77,66 #VALUE!
111 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 85,00 81,71 66,04 97,28 87, ,16 84 Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional Roda dua (2) Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 80,00 100,00 89,11 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 87,38 92,64 97,21 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 98,08 73,60 96,85 82,70 Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional Pemeliharaan Rutin / Berkala Perlengkapan Gedung kantor Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 77,78 84,51 69,75 77,38 67,89 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 50,00 20,00 49,74 50,79 100,00 60, ,96 54 Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung kantor Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,60 87,39 97,80 99,66 Pembuatan Pagar Taman Pahlawan Rp ,00 Rp ,00 99,33 Pembangunan Gudang Buffer Stock Untuk Bantuan Bencana Alam Rp ,00 Rp ,00 99,62 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - 81,84 89,97 90,13 99,55 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 89,97 90,13-165,52 Pengadaan Pakaian Dinas Khusus Hari-hari Tertentu Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 80,95 99,55 Pengadaan peralatan olah raga Rp ,00 Rp ,00 97,02 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 17,56 8,86 70,84 57,19 100,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 17,56 8,86 70,84 57,19 100,00-102, ,82 51 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 94,53 48,29 98,30 97,71 98,75 253,91 88 Masuk Kesra tahun 2009 Bimbingan penyuluhan fakir miskin Rp ,00 Rp ,00 89,84 Peningkatan Kemampuan (Capacity Bulding) Petugas dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, KAT dan PMKS Lainya Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 100,00 97,60 Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 84,83 98,20 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin melalui Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) Rp ,00 Rp ,00 98,78
112 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Komunitas adat Terpencil ( KAT ) Melalui Bantuan Bahan Bangunan Rumah Tidak Layak Huni ( BBR-RTLH ) Rp ,00 Rp ,00 98,79 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Usaha Bagi PMKS dan Keluarga Miskin Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 98,69 98,33 Pendataan PMKS di lokasi PM2L Rp ,00 Rp ,00 97,11 Bimbingan/penyuluhan berusaha bagi keluarga miskin Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 88,68 98,95 Masuk Kesra tahun 2009 Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Fakir Miskin Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,83 99,80 Penjajagan awal Kegiatan Pemberdayaan komunitas Adat Terpencil ( KAT ) Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 95,47 93,70 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Rehabilitas Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH) Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 97,23 99,99 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Penanggulangan Kemiskinan Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kementrian RI Rp ,00 Rp ,00 98,96 Program Pelayanan dan Rehabilitas Sosial Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,63 93,92 41,95 98,89 99,07 43,62 87 Pengadaan Masalahmasalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,62 98,89 99,07 Pemulangan Gelandangan, Pengemis, Orang Terlantar dan Penyandang Cacat Rp ,00 Rp ,00 - Rp ,00 #VALUE! 5,30 Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Rp ,00 Rp ,00 99,54 Penyuluhan Pencegahan Bahaya Narkoba di Lokasi PM2L Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,63 96,93 Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Lokasi PM2L Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 97,38 - Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas rumah dalam Rumah Tangga Rp ,00 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp ,00 Rp - Rp - Rp - 99,63 Penyuluhan sosial pencegahan KDRT Rp ,00 Rp ,00 99,63 Program Pembinaan Anak Terlantar Pendidikan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 87,41 94,08 89,06 63,88 98,05 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 88,35 89,06-19,48 86
113 Masuk Kesra tahun 2009 Bimbingan / Penyuluhan Belajar dan Berusaha Bagi Anak Terlantar Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 91,02 87,57 100,00 Masuk Kesra tahun 2009 Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Anak Terlantar / Putus Sekolah Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 83,33 99,81 Pemberdayaan Anak Terlantar/Putus Sekolah Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 40,20 94,15 Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,86 94,19 88,57 76,28 76,03 72,78 87 Pendayagunaan Para Penyandang Cacat dan eks trauma Rp ,00 Rp ,00 70,95 Bimbingan dan Penyuluhan Bagi Penyandang dan eks trauma Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 76,28 87,90 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Cacat Melalui Bantuan Jaminan Sosila Bagi Penyandang Cacat Berat/Ganda Rp ,00 Rp ,00 68,25 Pendidikan Pelatihan Bagi Penyandang Cacat dan Eks Trauma Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktifitas Bagi Penyandang Cacat dan Eks Trauma Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,89 88,77 88,57 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,83 99,60 Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial ( Nara Pidana,PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya ) Rp - Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 95,84 66,52 100,00 Penertiban Tuna Sosial/ Gelandangan/ Pengemis/ WTS/Waria/Terlantar Cacat Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 66,52 100,00 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Rp ,00 Rp ,00 95,84 Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa Rp - Rp - Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp - Rp - Rp ,00 Rp ,00 63,77 95,82 Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 63,77 95,82 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesos Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 86,29 95,49 99,42 87,31 98,49 362,36 93 Bimbingan/Penyuluhan Karang Taruna PM2L Rp ,00 Rp ,00 93,68 Honorarium Tenaga Kerja sosial Kecamatan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Pengembangan Sarana dan Prasarana Pemakaman Rp ,00 Rp ,00 99,34 Pemberdayaan Karang Taruna Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 86,29 91,13 94,07 Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,33 100,00
114 Pengembangan kelembagaan perlindungan bagi Lansia Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 76,08 98,73 Program Kesejahteraan Rakyat Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp - Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp - 78,34 98,32 Pembebasan lahan lokasi makam pahlawan 2 hektar Rp ,00 Rp ,00 78,34 Pemantapan Lahan Taman Makam Pahlawan Rp ,00 Rp ,00 99,57 Dukungan Penanganan Bencana Alam / Pasca Bencana Rp ,00 Rp ,00 97,50 Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - 95,10 95,36 99,76 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 95,36 99,76 Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Rp ,00 Rp ,00 100,00 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Rp ,00 Rp ,00 93,69 Program Peningkatan Kesempatan Kerja Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 83,95 99,92 100,00 100,00 Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 99,92 100,00 100,00 Pendidikan dan pelatihan Keterampilan menjahit Rp ,00 Rp ,00 86,19 Pendidikan pelatihan dan Rp ,00 Rp ,00 79,91 keterampilan montir sepeda motor Penyuluhan dan penyebaran informasi (pelayanan antar kerja melalui peningkatan efektifitas IPK) Rp ,00 Rp ,00 95,48 Program Perlindungan dan Pengembangan Kelembagaan Ketenagakerjaan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 90,53 91,37 79,80 97,04 74,32 96,78 87 Sosialisasi prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial Rp ,00 Rp ,00 91,94 Sosialisasi penyelesaian prosedur pemberian perlindungan hukum dan jamsostek Rp ,00 Rp ,00 96,27 Fasilitas Penyelesaian Perselisihan HI dan PHK Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 71,13 90,97 97,78 Sosialisasi Berbagai Peraturan Pelaksanaan Tentang Ketenaga Kerjaan Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 95,37 96,49 91,54 97,04 112,94 Pembentukan LKS Bipartit Rp ,00 Rp ,00 97,17 Pembentukan LKS Tripartit Rp ,00 Rp ,00 95,81 Sosialisasi Perlindungan dan Penegakan Hukum Terhadap K3 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 95,37 91,32 78,77
115 Pengadaan buku UU Rp ,00 - #VALUE! Ketenagakerjaan, KepMen, Keppres dan UU Jamsostek #VALUE! Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Rp ,00 Rp ,00 95,20 Dewan Pengupahan Kabupaten Lamandau Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00-56,68 #VALUE! Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Rp ,00 Rp ,00 89,81 Pemeriksaana Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 Rp ,00 Rp ,00 99,18 Pembinaan Penerapan SMK3 Rp ,00 Rp ,00 99,67 Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 21,02 70,01 41,13 98,53 67,11-12,98 60 Pemantapan calon lokasi PTB Bayat Rp ,00 Rp ,00 17,04 Koordinasi dan sosialisasi calon UPT baru Rp ,00 Rp ,00 95,69 Penyelesaian masalah lahan usaha I Rp ,00 - #VALUE! #VALUE! Kordinasi dan Konsultasi Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru Rp ,00 Rp ,00 53,32 Tahun 2013 Masuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan kawasan transmigrasi Sosialisasi Calon PTB Rp ,00 Rp ,00 55,92 Bantuan Catu Pangan / Jadup Transmigrasi di UPT Bayat Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 98,72 99,73 Indetifikasi Lahan Calon PTB Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 31,22 41,13 96,36 Perencanaan Teknis PTB Rp ,00 Rp ,00 96,52 Pembebasan Lahan UPT Rp ,00 Rp ,00 15,81 Peningkatan unit permukiman transmigrasi Rp ,00 Rp ,00 98,44 Program Pembinaan Transmigrasi Operasional Pembinaan UPT Tapin Bini Penyuluhan/Pelatihan Budi Daya Tanaman Perkebunan Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp - Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 6,79 49,26 81,53 48,82 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 13,74 25,03 74,52 Rp ,00 Rp ,00 10,00 Sosialisasi Calon PTB Rp ,00 Rp ,00 81,53 Pengurusan/Penyelesaian Legalitas Lahan/status kawasan hutan Rp ,00 Rp ,00 49,76 Invetarisasi Warga Transmigrasi dan Lahan UPT Tapin Bini Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 4,49 58,98
116 Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Inikator Kinerja Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tujuan Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) BL Bidang Sekretariat 1 Meningkatkan Meningkatnya Tata Kelola Pemerintahan yang Semakin Transparan, Responsif dan Akuntabel Sasaran kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah Indikator Sasaran Persentase pelayanan administrasi perkantoran Kode Program dan Kegiatan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kegiatan (Output) Cakupan pelayanan administrasi perkantoran Satuan Data Capaian pada Awal Tahun 2013 Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan % 100% % % % % % Sekretariat N. Bulik 2018 Kondisi Kinerja Akhir Periode SKPD Unit Kerja SKPD Penanggungj awab Lokasi Penyediaan jasa surat menyurat Tersedianyajasa surat menyurat Penyediaan jasa Tersedianya jasa komunikasi, sumber komunikasi, daya air dan listrik sumber daya air dan listrik Penyediaan jasa peralatan dan Tersedianya jasa penyediaan perlengkapan kantor peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan jasa pemeliharaan dan Tersedianya jaminan perizinan perizinan kendaraan kendaraan dinas dinas/operasional 1350 Lbr 1350 Lbr Lbr Lbr Lbr 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Lbr Bulan Lbr Bulan - 34 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 21 Blanko Pajak 28 Blanko Pajak Blanko Pajak Blanko Pajak Blanko Pajak Blanko Pajak Blanko Pajak Sekretariat N. Bulik Sekretariat N. Bulik Sekretariat N. Bulik Sekretariat N. Bulik Penyediaan jasa administrasi keuangan Tersedianya jasa administrasi keuangan 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Sekretariat N. Bulik Penyediaan alat tulis Tersedianya alat kantor tulis kantor Penyediaan barang Tersedianya cetakan dan barang cetakan penggandaan dan penggandaan Penyediaan Tersedianya komponen instalasi komponen instalasi listrik/peneranganba listrik/penerangan ngunan kantor bangunan kantor 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Sekretariat N. Bulik Sekretariat N. Bulik Sekretariat N. Bulik Penyediaan peralatan rumah tangga Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundangundangan Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Tersedianya peralatan rumah tangga kantor Tersedianya bahan bacaan aparatur Terlaksananya koordinasi dan konsultasi pelaksanaan kegiatan luar daerah 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Sekretariat N. Bulik Sekretariat N. Bulik 46 Kali 40 Kali Kali Kali Kali Kali Kali Sekretariat Luar Daerah
117 Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Bertambahnya sarana dan prasarana perkantoran Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Dalam Daerah Terlaksananya koordinasi dan konsultasi pelaksanaan kegiatan dalam daerah Program Peningkatan sarana dan Cakupan pelayanan sarana dan prasarana prasarana aparatur aparatur Pengadaan kendaraan dinas/operasional Pengadaan perlengkapan gedung kantor Pengadaan peralatan gedung kantor Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Bertambahnya kendaraan dinas/ operasional roda dua Terlaksananya pengadaan perlengkapan gedung kantor Terlaksananya pengadaan peralatan gedung kantor Gedung Kantor Terpelihara 180 Kali 160 Kali Kali Kali Kali Kali Kali Sekretariat Dalam Daerah 100% 100% % % % % % Sekretariat N. Bulik 1 unit roda 4 dan 2 Unit Roda 2 2 Unit Roda Dua Unit Roda Dua Unit Roda Dua Unit Roda Dua Unit Roda Dua unit Roda Dua Sekretariat N. Bulik 1 Paket 1 Paket Paket Paket Paket Paket Paket Sekretariat N. Bulik - 1 Paket Paket Paket Paket Paket Paket Sekretariat N. Bulik 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Sekretariat N. Bulik Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Kendaraan dinas / operasional terpelihara 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Sekretariat N. Bulik Pembangunan Sarana dan Prasarana Taman Makam Pahlawan Berlanjutnya pembangunan sarana dan prasarana TMP 1 Paket Paket Paket Sekretariat N. Bulik Meningkatnya kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Persentase sumber daya aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya Persentase kepatuhan pegawai Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur Pendidikan dan pelatihan teknis fungsional Peningkatan disiplin aparatur Persentase sumber daya aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya Keikutsertaan aparatur dalam diklat formal Tingkat kepatuhan pegawai 70% 80% % % % % % Sekretariat N. Bulik 2 Kali 9 Kali Kali Kali Kali Kali kali Sekretariat N. Bulik 100% 100% % % % % % Sekretariat N. Bulik Pengadaan pakaian KORPRI Pakaian khusus sehari-hari Tersedianya pakaian KORPRI dan perlengkapannya Tersedianya pakaian batik khas Lamandau beserta perlengkapannya - 44 Stell Stell Sekretariat N. Bulik - 44 Stell Stell Stell Sekretariat N. Bulik
118 2 Meningkatkan Investasi melalui penyediaan fasilitas dan inseftif serta kemitraan dengan UMKM, Koperasi dan IKM Meningkatnya investasi yang mendorong kesempatan dan penciptaan lapangan kerja serta lapangan usaha Bertambahnya pendapatan Kabupaten Lamandau Pengadaan Pakaian Tersedianya Dinas Harian Pengadaan Pakaian Dinas Harian Pengadaan pakaian olahraga Pengadaan Pakaian Linmas Pengadaan PSR Peningkatan promosi dan kerjasama investasi Tersedianya Pengadaan pakaian olahraga Teersedianya Pengadaan Pakaian Linmas Tersedianya Pengadaan PSR Cakupan promosi dan kerjasama investasi Stell Stell Stell Sekretariat N. Bulik Stell Stell Stell Sekretariat N. Bulik Stell Stell Stell Sekretariat N. Bulik Stell Stell Sekretariat N. Bulik 1 Kali 1 Kali Kali Kali Kali Kali kali Sekretariat N. Bulik 3 Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan Meningkatnya peran pemerintah dan masyarakat dalam pemeliharaan ketertiban umum, ketentraman, berbangsa dan bernegara Persentase partisipasi masyarakat dan aparat dalam BBGRM Penyelenggaraan pameran tingkat pembangunan Peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa Keikutsertaan Dinsosnakertrans Kab. Lamandau dalam pameran Persentase desa terprogram BBGRM 1 Kali 1 Kali Kali Kali Kali Kali kali Sekretariat N. Bulik 100% 100% % % % % % Sekretariat N. Bulik Penyelenggaraan Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Terlaksananya kegiatan BBGRM 1 kali 1 kali kali kali kali kali Kali Sekretariat N. Bulik BIDANG SOSIAL 4 Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan Meningkatnya pembinaan kepada penyandang Jumlah Kegiatan KesSos yang dilaksanakan terpeliharanya Kesejahteraan keamanan serta Sosial dan semangat Penanggulangan berkebangsaan Bencana Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial % lembaga kesejahteran sosial yang mendapatkan pemberdayaan Pelestarian Nilainilai Terlaksananya Kepahlawanan, Penanaman Nilai- Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Pengembangan Kelembagaan Perlindungan Bagi Tersedianya kelembagaan perlindungan bagi Lanjut Usia (Lansia) lanjut usia Pemberdayaan Karang Taruna Terlaksananya pemberdayaan karang taruna 50,51% 60,61% ,66% ,71% ,76% ,81% ,81% Bidang Sosial 1 Kali 1 Kali Kali Kali Kali Kali Kali Bidang Sosial 12 Bulan 12 Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bidang Sosial Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n
119 Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Terlaksananya peringatan hari kesetiakwanan sosial Kali Kali Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Persentase PMKS skala Kabupaten yang menerima program pemberdayaan sosial melalui KUBE / kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya 23,07% 45,21% ,43% ,33% ,93% ,27% ,27% Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas Dan Terlaksananya peningkatan kemampuan petugas dan Pendamping Sosial pendamping sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS 20 orang 23 orang orang orang orang orang orang Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Bimbingan/ Penyuluhan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Terlaksananya sosialisasi berusaha bagi keluarga miskin Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Melalui Bantuan Bedah Rumah (BBR- RTLH) Terlaksananya pemberdayaan KAT Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Terlaksananya pemberdayaan fakir miskin melalui Fakir Miskin Melalui rehabilitasi sosial Rehabilitasi Sosial rumah tidak layak Rumah Tidak Layak huni Huni (RSRTLH) 50 Orang 25 orang orang orang orang orang orang Bidang Sosial 50 KK 30 KK KK KK KK KK KK Bidang Sosial Desa 50 Rumah 100 Rumah Rumah Rumah Rumah Rumah rumah Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) dari Kementrian Sosial RI Terlaksananya pemberdayaan fakir miskin melalui bantuan JSLU Pelatihan keterampilan automotif (perbengkelan) dan meubelair bagi warga miskin Terlatihnya keluarga miskin dalam berusaha 60 Org 25 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial - 50 orang orang orang orang Orang Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa
120 Pendampingan Terlaksananya pemberdayaan fakir pemberdayaan miskin melalui fakir miskin kegiatan penanggulangan kemiskinan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemensos RI - 80 KUBE KUBE KUBE KUBE KUBE KUBE Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pemberdayaan Terlaksananya Fakir Miskin Melalui pemberdayaan KUBE Penumbuhan fakir miskin Fakir Miskin KUBE KUBE Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan sosial Lanjut Usia (JSLU) Terlaksananya pemberdayaan fakir miskin melalui bantuan JSLU Peringatan Hari Terlaksananya Lanjut Usia Nasional peringatan Hari Lansia Nasional Pelatihan Ketrampilan Berusaha Bagi Warga Miskin Terlaksananya pelatihan ketrampilan berusaha bagi warga miskin Org Org Bidang Sosial Kali Kali Bidang Sosial Kec Kec Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Jumlah anak terlantar yang menerima bantuan sosial Pembinaan anak terlantar Jumlah anak terlantar yang dibina 96 Org 96 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial Kecamat an dan Desa Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial Bimbingan/ Penyuluhan Belajar dan Berusaha Bagi Anak Terlantar Pemberdayaan Anak Terlantar / Putus Sekolah Penyuluhan / Bimbingan Berusaha Bagi Anak Putus Sekolah Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Anak Terlantar / Putus Sekolah Teroptimalisasinya anak terlantar dalam belajar dan berusaha Berkembangnya kualitas hidup anak terlantar Terlaksananya bimbingan berusaha bagi anak putus sekolah Terlaksananya pengadaan paket bantuan bagi anak terlantar / putus sekolah Program Pembinaan Para Jumlah penyandang Penyandang Cacat cacat dan eks dan eks Trauma trauma yang dilatih Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma Bimbingan dan penyuluhan bagi penyandang cacat dan eks trauma Terlaksananya pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma Terlaksananya penyuluhan bagi penyandang cacat dan eks trauma 50 Org 50 Org Org Org Org Org Bidang Sosial 46 Org 46 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial Org Org Bidang Sosial Org Org Bidang Sosial 73 Org 18 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial 3 Org 3 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial 50 Org Org Org Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamat an dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa
121 Pendampingan kegiatan pemberdayaan penyandang cacat melalui bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat berat/ganda Tersedianya bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat berat/ganda 20 Org 15 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pemberdayaan Tersedianya penyandang cacat bantuan bagi melalui bantuan penyandang cacat jaminan sosial, berat/ganda bantuan operasi bibir sumbing, alat kursi roda, alat tongkat dan bantuan pendengaran Org Org Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Penyandang Cacat Tersedianya paket bantuan usaha bagi penyandang cacat Paket Paket Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Peringatan Hari Disabilitas Internasional Terlaksananya peringatan hari disabilitas internasional Kali Kali Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pelayanan sosial bagi penyandang cacat dan trauma Pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan Terlaksananya pelayanan sosial bagi penyandang cacat dan trauma Terlaksananya pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan Bulan Bulan Bulan Bulan Bidang Sosial Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) Jumlah Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) yang menerima bimbingan mental sosial Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Penertiban Tuna Sosial (Gelandangan, Pengemis, WTS dan WARIA) Penyuluhan Sosial Bagi Wanita Tuna Susila (WTS) Paket Bantuan usaha Ekonomi produktif bagi eks wanita tuna susila (WTS) Terlaksananya Penertiban Tuna Susila (Gelandangan, Pengemis, WTS dan WARIA) Terlaksananya penyuluhan sosial bagi WTS Terlaksananya penyediaan paket bantuan Usaha 5 Org 3 Org Org Org Org Org Org Bidang Sosial Bulan Bulan Bidang Sosial Paket Paket Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa
122 Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kes Sos Persentase PMKS skala Kabupaten yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar 75,25 78, , , , , DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi Tertanganinya masalah-masalah strategis dan terlaksananya pelaksanaan upayaupaya kegiatan Jambore daerah TAGANA penanggulangan kemiskinan dan penurunan kesenjangan - 1 kali Jambore masalah masalah masala masala DINSOSNAK ERTRANS Kecamata n dan Desa Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat Terlaksananya Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut darurat kejadian luar tanggap cepat biasa darurat kejadian luar biasa Pendataan PMKS Jumlah PMKS yang terdata Pembangunan sarana dan prasarana bagi penyandang cacat dan lanjut usia (Panti jompo/panti rehabilitasi) Pemberdayaan keluarga harapan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tersedianya Panti jompo/panti rehabilitasi Terwujudnya keluarga harapan Tersedianya data PMKS di 80 desa dan 3 kelurahan Penanganan Tersedianya masalah-masalah bantuan tanggap strategis yang darurat dan menyangkut kejadian luar biasa tanggap cepat darurat kejadian luar biasa Pelayanan sosial lanjut usia dalam keluarga Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bantuan tunai bersyarat/keluarga harapan) Tersedianya pelayanan sosial bagi lanjut usia Tersedianya jaminan Kesos KK KK KK KK KK DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Kecamata n dan Desa Lamanda u Nanga Bulik Kabupate n Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u
123 Koordinasi Upaya perumusan penanggulangan kebijakan dan bencana dapat sinkronisasi berjalan lancar pelaksanaan upayaupaya penanggulangan bencana alam / bencana sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial Pusat, Provinsi BIDANG P3TK 5 Meningkatkan Menurunnya Angka Investasi melalui tingkat partisipasi penyediaan fasilitas dan inseftif serta kemitraan dengan UMKM, Koperasi dan IKM pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin angkatan kerja Program Peningkatan Kesempatan Kerja Cakupan pelayanan penempatan tenaga kerja 97,95 98, , , , , DINSOSNAK ERTRANS Lamanda u Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Partisipasi angkatan kerja Pecaker mempunyai pengetahuan untuk mengikuti seleksi CPNS Persentase 100% 93, , , , , DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Nanga Bulik 14 Meningkatkan Menurunnya Angka Investasi melalui tingkat partisipasi penyediaan fasilitas dan inseftif serta kemitraan dengan UMKM, Koperasi dan IKM pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin angkatan kerja Program penempatan dan perluasan kesempatan kerja Persentase tenaga kerja yang ditempatkan Persentas e 0 0, , , , , , DINSOSNAK ERTRANS DINSOSN AKERTR ANS Penyusunan Informasi Pasar Tersedianya informasi pasar Melalui Operasional kerja Bursa Kerja Online Persentase DINSOSNAK ERTRANS DINSOSN AKERTR ANS Sosialisasi Peraturan Ketenagakerjaan Tentang Tata Cara Penempatan Terciptanya kegiatan sosialisasi dan penempatan Tenaga Kerja Asing yang sesuai Tenaga Kerja Asing dengan ketentuan perundangundangan dan peraturan lainnya yang terkait Persentase DINSOSNAK ERTRANS DINSOSN AKERTR ANS
124 Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan Pemahaman akan bakat dan minat kepada pelajar SLTA Sosialisasi Termonitornya data Peraturan Daerah penempatan tentang Retribusi Tenaga Kerja Perpanjangan Ijin Asing Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Nanga Bulik Pelayanan dan Analisa Informasi Pasar Kerja Operasional Bursa Kerja Online Lancarnya informasi pasar kerja Program percepatan pembangunan sanitasi permukiman berjalan lancar persentase DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u Nanga Bulik Penyusunan Tersedianya rancangan PERDA tentang peraturan daerah penempatan dan tentang perlindungan penempatan dan Tenaga kerja di perlindungan luar negeri Tenaga kerja di luar negeri DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Penyusunan Tersedianya rancangan PERBUP tentang Peraturan Bupati Retribusi Lamandau tentang Perpanjangan Ijin Petunjuk Mempekerjakan Pelaksanaan Tenaga Kerja Peraturan Daerah Asing Tentang Retribusi Perpanjangan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Perencanaan Tersedianya Tenaga Kerja Makro perencanaan Tenaga Kerja Makro daerah DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Menurunnya tingkat pengangguran terbuka Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja Cakupan pelayanan dan produktivitas tenaga kerja DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Sosialisasi Terbentuknya Pemagangan dalam forum komunikasi negeri (dalam jejaring rangka pemagangan Pembentukan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan) DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Pelatihan kerja Tersedianya berbasis kompetensi tenaga security (Pelatihan security) yang handal DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik
125 Belanja modal Tersedianya lokasi pembebasan tanah BLK untuk sarana umum lokasi Balai Latihan Kerja (BLK) Pelatihan Berbasis Teknologi Tepat Guna (Kegiatan Pelatihan Pembuatan Batako dan Paving Stone) Terbukanya lahan usaha baru bagi pencari kerja DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Nanga Bulik Pelatihan Menjahit Bagi Pencari Kerja (pelatihan kerja berbasis masyarakat) Terbukanya lahan usaha baru bagi pencari kerja DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Pelatihan Kerja Bidang Otomotif Terbukanya lahan usaha baru bagi pencari kerja DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik BIDANG PENGAWASAN Meningkatkan Perlindungan Bagi Tenaga Kerja di Perusahaan Pihak Perusahaan Jumlah Perusahaan yang sudah memahami peraturan ketenagakerja an Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Jumlah fasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial Persentas e 0,25 0, , , , , , DINSOSNAK ERTRANS Lamanda u Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Terfasilitasinya para tenaga kerja di perusahaan dalam menyelesaikan masalah Persentase 97,78% #VALUE! DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan Pekerja dapat terhindar dari perbuatan yang melanggar peraturan Persentase DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u Dewan Pengupahan Kabupaten Lamandau (surey KHL) Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Terlaksananya rapat rencana survey kebutuhan hidup layak Terlaksananya Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Persentase DINSOSNAK ERTRANS Kali DINSOSNAK ERTRANS Kec. Bulik, Kec. Menthobi Raya Kabupate n Lamanda u Pemeriksaan Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 Terwujudnya penerapan norma kerja dan norma K3 Persentase 99,18% DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u
126 Pembinaan penerapan SMK3 Terlaksananya Kegiatan Pembinaan penerapan SMK3 di 4 (empat) perusahaan Persentase 99,67% DINSOSNAK ERTRANS Perusaha an Pembinaan penerapan SMK Sosialisasi penanggulangan dan pecegahan HIV/AIDS di tempat kerja Terbinanya pekerja Pekerja dapat terhindar dari perbuatan yang melanggar peraturan DINSOSNAK ERTRANS Persentase DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda Kabupate n Lamanda u Sosialisasi anti penyalahgunaan narkoba di tempat kerja Lancarnya pekerja di perusahaan dalam bekerja Persentase DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u BIDANG TRANSMIGRASI Pendataan objek pengujian K Pemetaan masalah ketenagakerjaan Pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan kerja Pembuatan data base ketenagakerjaan Monitoring dan evaluasi ketenagakerjaan Tersedianya data Persentase DINSOSNAK objek pengujian K3 ERTRANS Kabupate n Lamanda Terselesainya masalah ketenagakerjaan Lancarnya pekerja di perusahaan dalam bekerja Tersedianya data base ketenagakerjaan Terwujudnya ketenagakerjaan yang baik Monitoring norma Terwujudnya kerja dan jamsostek norma kerja dan jamsostek yang baik Persentase DINSOSNAK ERTRANS Persentase DINSOSNAK ERTRANS Persentase DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u 16 Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan terwujudnya Transmigran yang mampu, mandiri dan sejahtera Meningkatnya pemukiman PTB kualitas transmigran Terpenuhinya kebutuhan hidup transmigran Teroptimalisas inya kawasan transmgrasi Program Persentase Jumlah DINSOSNAK Pengembangan Permukiman wilayah transmgrasi yang ERTRANS Lamanda u Transmigrasi Baru mencapai (P2MKT) sasaran Pembebasan lahan UPT Terlaksananya Persentas pembebasan lahan e DINSOSNAK ERTRANS Kawasan Transmigr asi
127 Penyusunan dokumen perencanaan tata ruang permukiman transmigrasi Terlaksananya Persentas penyusunan e dokumen redesain rencana teknis satuan permukiman (RTSP) UPT Tapin Bini DINSOSNAK ERTRANS Lamanda u Pengembangan areal potensial permukiman transmigrasi baru Terlaksananya pengembangan areal potensial permukiman transmigrasi baru Persentas e DINSOSNAK ERTRANS Kawasan Transmigr asi Meningkatnya akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar permukiman Pengembangan Masyarakat dan kawasan transmigrasi Persentase wilayah transmigrasi yang mencapai sasaran Pendampingan Tersedianya dana pengembangan pendamping sarana dan pengembangan prasarana kawasan sarana dan transmigrasi melalui prasarana bantuan dari kawasan Kemenakertrans RI transmigrasi DINSOSNAK ERTRANS UPT Bayat Pendampingan Tersedianya dana pengembangan pendamping usaha di kawasan pengembangan transmigrasi melalui usaha di kawasan bantuan dari transmigrasi Kemenakertrans RI DINSOSNAK ERTRANS UPT Bayat Meningkatnya akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar permukiman Pendampingan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI dan beasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Penyiapan Permukiman dan penempatan Transmigrasi Pengembangan kawasan permukiman transmigrasi baru Tersedianya dana pendamping peningkatan kapasitas SDM di kawasan transmigrasi Meningkatnya kawasan transmigrasi yang potensial Tersedianya permukiman transmigrasi baru DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS UPT Bayat, UPT Tapin Bini Kabupate n Lamanda u
128 TOTAL
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 Jl. Komplek Perkantoran Bukit Hibul Kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah 74662
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Strategis (Renstra) adalah merupakan dokumen resmi Perencanaan Pembangunan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahunan yang berorientasi pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan upaya pengelolaan faktor kependudukan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, agar upaya pengelolaan tersebut dapat berhasil maka aspek pemanfaatan
efektivitas dan efisiensi. Dengan modal tersebut diharapkan pemerintahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum tugas dan kewajiban pemerintah adalah menciptakan regulasi pelayanan umum, pengembangan sumber daya produktif, menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN. Sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem. Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 Tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, setiap
RENCANA STRATEGI (RENSTRA) SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN LAMANDAU TAHUN
RENCANA STRATEGI (RENSTRA) SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2013-2018 PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU Komplek Perkantoran Bukit Hibul Telp. (0532) 2071096, Fax.(0532)2071078 KATA PENGANTAR
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 13 Tahun 2009 tentang Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Amandemen Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, mengakibatkan terjadinya perubahan dalam pengelolaan pembangunan, yaitu dengan tidak dibuatnya
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 11 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Struktur Organisasi Instansi Pemerintah Daerah
DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Alamat : Jl. Bukit Baka Komp. Perkantoran Bukit Hibul Nanga Bulik 74662 Telp./Fax. (0532) 2071043 KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERHUBUNGAN,
Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Sebagai perwujudan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang memberikan landasan bagi berbagai bentuk perencanaan
RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) TAHUN 2013-2018 PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Alamat : Komplek Perkantoran PEMDA Bukit Hibul Telp/Fax. (0532) 2071032 NANGA BULIK 74662
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang
1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Rencana Strategis Satuan Perangkat Daerah atau disingkat dengan Renstra SKPD merupakan suatu produk perencanaan yang dihasilkan melalui tahapan proses penyusunan yang
KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR /2033 TAHUN 2011
KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR 050.07/2033 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BLORA TAHUN 2010-2015 Bappeda
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD 2.1.1 Tugas dan Fungsi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 11 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata
BAB I PE NDAH ULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Kecamatan Bulik Tahun 2013-2018, merupakan bentuk pelaksanaan Undang-undang No.25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.Undang-Undang
RPJMD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN
i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN LAMANDAU TAHUN ANGGARAN 2014
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN LAMANDAU TAHUN ANGGARAN 2014 NO NAMA PROGRAM / KEGIATAN SASARAN APBD APBD PROV DAK TP DEKON UB 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 VOLUME / TARGET LOKASI SUMBER PEMBIAYAAN
RKPD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2015
i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) SKPD adalah dokumen perencanaan. SKPD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja (Renja) SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA-SKPD) 2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja (Renja) SKPD pada dasarnya merupakan
RENCANA STRATEGIS
DINAS KEHUTANAN KABUPATEN MUSI RAWAS RENCANA STRATEGIS 2010-2015 http://kehutanan-mura.eu5.org Lampiran Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor : 106/KPTS/KEHUT/2012 Tanggal : 13 Februari 2012 KATA PENGANTAR
Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun
Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 217-221 DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN MAROS DAFTAR ISI Daftar Isi... i BAB I Pendahuluan... 1 1.1 Latar belakang...
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2014-2019 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Strategis
BUPATI LAMANDAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
BUPATI LAMANDAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMANDAU NOMOR 01 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN
DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI Kompleks Perkantoran Bukit Hibul Telp.0532-2071042 Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah 74662 KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTAMBANGAN
RENSTRA SKPD JAKARTA, 2013 DR. ASROPI, SIP, MSI SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
RENSTRA SKPD JAKARTA, 2013 DR. ASROPI, SIP, MSI SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA Dasar Hukum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara UU Nomor 25 Tahun 2004
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI
KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal
2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD
GAMBARAN PELAYANAN SKPD Bab ini menjabarkan tentang Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi, Sumber Daya SKPD, Kinerja Pelayanan SKPD, serta Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD. BAB 2 2.1.
RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENSTRA-SKPD) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENSTRA-SKPD) 2010-2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI
BAB II GAMBARAN UMUM PELAYANAN SKPD Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD
BAB II GAMBARAN UMUM PELAYANAN SKPD 2.1. Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Tugas dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Binjai Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah
RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( RENSTRA SKPD ) TAHUN ANGGARAN
RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( RENSTRA SKPD ) TAHUN ANGGARAN 2010-2015 DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN MUSI RAWAS KATA PENGANTAR B erdasarkan Pasal 5 Ayat 2 Undang-Undang
RENSTRA- SKPD BAPPEDA KABUPATEN KARANGASEM
RENSTRA- SKPD 2016-2021 2016-2021 [Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract
RENSTRA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TAHUN
RENSTRA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TAHUN 2010-2015 PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintahan yang baik (good governance) merupakan
RENCANA KERJA (RENJA) DISNAKERTRANS KAB.MURA TAHUN ANGGARAN 2015
RENCANA KERJA (RENJA) DISNAKERTRANS KAB.MURA TAHUN ANGGARAN 2015 Jl.Lintas Sumatera KM.12,5 Komplek Perkantoran Pemkab Muara Beliti KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
B A B GAMBARAN PELAYANAN SKPD II 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Struktur Organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamandau sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau
PEDOMAN VERIFIKASI RANCANGAN RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH (RENSTRA OPD) TAHUN 2017
PEDOMAN VERIFIKASI RANCANGAN RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH (RENSTRA OPD) TAHUN 2017 Bappeda Kabupaten Belitung 2017 A. Dasar Verifikasi terhadap Rancangan Akhir Renstra OPD dilakukan berdasarkan ketentuan
RENJA (RENCANA KERJA) DINAS SOSIAL KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN Jalan Lintas Sumatera Kompleks Perkantoran Pemkab Musi Rawas Muara Beliti
RENJA (RENCANA KERJA) DINAS SOSIAL KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2015 Jalan Lintas Sumatera Kompleks Perkantoran Pemkab Musi Rawas Muara Beliti KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang
BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Menimbang : BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SERUYAN NOMOR 34 TAHUN 2016 T E N T A N G NOMENKLATUR PERANGKAT DAERAH KABUPATEN SERUYAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Biro Organisasi Sekretariat Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan Peraturan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KABUPATEN MUSI RAWAS 2010 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2011 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
OUTLINE RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN
OUTLINE RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2016-2021 Purworejo, 1 September 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra PERANGKAT
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUKAMARA (REVISI)
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KATINGAN NOMOR : 03 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KATINGAN TAHUN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KATINGAN NOMOR : 03 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KATINGAN TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KATINGAN, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu kunci untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS 2013-2018 2017-2018 2017 PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DAFTAR ISI SURAT KEPUTUSAN BUPATI SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR KECAMATAN BELANTIKAN RAYA
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR KECAMATAN BELANTIKAN RAYA 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Kantor Kecamatan Belantikan Raya Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 16 Tahun 2008
RENCANA KERJA (RENJA) PEMBANGUNAN DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA KERJA (RENJA) PEMBANGUNAN DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2015 DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah tak henti hentinya kita panjatkan
RENCANA STRATEGIS DINAS TATA BANGUNAN DAN PEMUKIMAN KABUPATEN BOGOR TAHUN BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA DINAS TATA BANGUNAN DAN PEMUKIMAN KABUPATEN BOGOR NOMOR : TANGGAL : RENCANA STRATEGIS DINAS TATA BANGUNAN DAN PEMUKIMAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2013-2018 BAB I PENDAHULUAN 1.1.
BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN
BAB II GAMBARAN PELAYANAN
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG A. Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun
Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung 1.1. Latar Belakang Rencana Strategis adalah Dokumen Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) Tahun yang memuat Visi, Misi, Tujuan,
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2012-2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
SALINAN BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SERUYAN NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SERUYAN TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN. Laporan Kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madiun Th
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa setiap instansi pemerintah diminta untuk menyampaikan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 16 tahun 2008 tanggal 19 Juni 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
GAMBARAN PELAYANAN, TUGAS DAN FUNGSI
5 BAB II GAMBARAN PELAYANAN, TUGAS DAN FUNGSI Gambaran pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam penyelanggaraan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014-2019 PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI Alamat : Jalan Hos Cokroaminoto No.1 Slawi i KATA PENGANTAR Review Rencana Strategis
PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM
PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2012-2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun
TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG Bagian Hukum Setda Kabupaten Bandung
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN
KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 2010-2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 16 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan
RENCANA STRATEGIS BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Untuk menjamin konsistensi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebagai upaya pencapaian indikator kinerja pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Bogor
KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN
KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 206-202 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG 206 PROVINSI BALI BUPATI BADUNG KEPUTUSAN
BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 21 TAHUN 2008 T E N T A N G
BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 21 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013
RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA JL. RAYA SOREANG KM. 17 SOREANG TELP. (022) 5897432 2012 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur
BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
SALINAN BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SERUYAN NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS BALAI LATIHAN KERJA PADA DINAS TENAGA KERJA,
BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT
BAB I PENDAHULUAN. Renstra Badan Kepegawaian Daerah Kab. Barru Tahun
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Pada hakekatnya pembangunan sebagai proses perubahan yang terus menerus berkembang yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju ke arah tujuan yang ingin dicapai dalam
2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD
Bab II Gambaran Pelayanan SKPD 2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Pembentukan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
-1- BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 BIRO PENGEMBANGAN PRODUKSI DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan
BAB I PENDAHULUAN A. PENGERTIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN ( RKT )
1 BAB I PENDAHULUAN A. PENGERTIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN ( RKT ) Berdasar Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (lembaran Negara R.I Tahun 2004 Nomor 1044,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Indonesia sebagai Negara terbesar keempat dari jumlah penduduk, memiliki peran strategis dalam pembangunan
DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH Jalan Kabupaten No. 1 Purwokerto 53115 Telp. 637405 Faxcimile (0281) 637405 KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN
B a b I I G a m b a r a n P e l a y a n a n S K P D Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD
Bab II Gambaran Pelayanan SKPD 2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Pembentukan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12
RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN PURWOREJO
RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2018 DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN.. 2 1.1 Latar Belakang 2 1.2 Landasan Hukum.. 4
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANDUNG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan strategis organisasi adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana organisasi akan diarahkan, dan bagaimana pemberdayaan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2013-2015 Disusun oleh: Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten
Renstra Dinas Pertanian Kab. Soppeng KATA PENGANTAR
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng Tahun 2016-2021 i KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Pasal 15 Ayat
