PENELITIAN ILMIAH: TEORI DAN APLIKASI TEKNIS
|
|
|
- Verawati Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PENELITIAN ILMIAH: TEORI DAN APLIKASI TEKNIS Associate Prof Rifki Ismal, PhD Kuliah Tamu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah 22 Oktober 2013 Jakarta
2 2 Metodologi dan Metode Riset
3 METODOLOGI Vs METODE RISET 3 Metodologi Riset: Sudut pandang kita terhadap suatu topik/objek penelitian. Terdiri dari 2 jenis: metodologi kuantitatif dan metodologi kualitatif, dan harus ditentukan 1 dari 2. Metodologi kualitatif: pandangan kualitatif suatu penelitian terhadap suatu topik/objek yang diteliti. Contoh: o Faktor-faktor penyebab rendahnya pangsa pasar bank syariah o Perbandingan kinerja bank syariah dan bank konvensional o Model-model bank syariah. Metodologi kuantitatif: pandangan kuantitatif suatu penelitian terhadap suatu topik/objek yang diteliti. o Formula rasio bagi hasil yang ideal o Mengukur Index risiko kredit bank syariah o Imbalan simpanan maksimal bank syariah
4 METODOLOGI Vs METODE RISET 4 Metode Riset: Alat ukur/alat analisa yang digunakan untuk mengexercise topik/objek penelitian. Terdiri dari 3 jenis: metode kuantitatif dan metode kualitatif dan metode gabungan, harus dipilih; Metode kualitatif: Alat ukur/alat kualitatif yang digunakan untuk meng-exercise topik/objek penelitian. Contoh: o Analisa perbandingan operasional bank o Tren naik/turun suatu indikator o Analisa pencapaian industri / kinerja perusahaan. o Opini pakar/ pandangan publik Metode kuantitatif: Alat ukur/alat kuantitatif yang digunakan untuk meng-exercise topik/objek penelitian. o Model ekonometri o Formula matematika o Formula keuangan/akuntansi
5 METODOLOGI Vs METODE RISET Saya ingin ke Bandung..metodologi.. Ke bandung naik bus, travel, kereta api, mobil sendiri, dll.metode Faktor-faktor penyebab turunnya laba bank.metodologi.. Model dinamis, regresi OLS, VAR, VECM, survey ilmiah, wawancara, dll metode Formula bagi hasil yang ideal di bank syariah metodologi Teori peluang, optimasi dinamis, wawacara, dll..metode 5 Model-model bisnis bank syariah..metodologi. Perbandingan model di indonesia dan malaysia, studi literatur, wawancara, FGD, survey, dll metode.
6 6 Penelitian Ilmiah
7 HAKIKAT PENELITIAN ILMIAH 7 Di semua level: Berawal dari masalah dan akan memecahkan masalah. Tidak hanya menjelaskan namun melakukan analisa dengan alat analisa Ditulis dengan tata cara/kaidah penulisan ilmiah yang standar. Di level S1 dan S2: Masalah penelitian yang khusus, spesifik dan jelas (S1) Dibatasi dengan asumsi-asumsi (S1) Dilakukan analisa yang mendalam, detail, terstruktur dan dengan alur penjelasan yang jelas (S2) Di level S3: level S2 +. Masalah yang khusus tapi sangat penting Menemukan suatu konsep, strategi, pendekatan baru Menemukan suatu teori, formula baru Berkontribusi bagi ilmu pengetahuan
8 PERTIMBANGAN DALAM MENYUSUN KARYA ILMIAH 1. Peneliti berminat dan tertarik untuk meneliti masalah/topik penelitian 2. Pembimbing mempunyai keahlian di bidang/topik yang diteliti 3. Data dan informasi tersedia atau dapat diupayakan 4. Dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.
9 PERBEDAAN JENIS KARYA TULIS Issues Journal Artikel Koran Buku 9 Isi Proses Review Kontribusi Tata Cara Penulisan Bobot Kuotasi Apresiasi Akademik Riset/Kajian ilmiah Pakar/peer group di bidangnya bagi ilmu pengetahuan Bahasa Akademik dan Formal Sangat diutamakan Sangat tinggi Berita/cerita /penjelasan Editor koran Penjelasan Editor buku/penerbit Bagi publik umum Bagi publik umum Bahasa informal, Bahasa Formal, gaul, digemari gaul, digemari publik publik Tidak terlalu Diutamakan diutamakan Tidak ada bobotnya (LN) Tinggi
10 LEVEL PERISET/AKADEMISI 1. Editor Journal International (Peer Group Member) Penulis Journal international, buku international 3. Penulis paper di event international (seminar, conference, dll) 4. Penulis artikel koran, majalah, buletin (lokal).
11 11 Karya Ilmiah di Level Akademik
12 PROSES PENULISAN KARYA ILMIAH 1. Berawal dari masalah yang terjadi di lapangan. 2. Menggunakan metodologi dan metode ilmiah untuk menganalisa dan memecahkan masalah tersebut. 3. Sesuai dengan penulisan ilmiah internasional a) Menggunakan literatur terkini (5 th terakhir). b) Menggunakan kaidah dan format bahasa akademik yang standar: panjang pendek paragraf, kuotasi, penggunaan italic, link antar paragraf, warna c) Proporsi setiap bagian yang proporsional d) Bukan gaya penulisan buku atau tulisan artikel di koran dan bukan gaya penulisan pidato/sambutan e) Untuk penulisan internasional menggunakan gaya bahasa Inggris yang standar, ilmiah dan bukan bahasa Indonesia yang di-inggris-kan f) Tidak ada plagiarism 4. Hubungan antara bagian dan output akhir yang menjawab maksud dan tujuan penelitian
13 1. BERAWAL DARI MASALAH Berawal dari masalah yang terjadi di lapangan. Spesifik di industri, ekonomi, tertentu di suatu daerah, lokasi tertentu (S1) Rendahnya penjualan sepatu di bogor; inefisiensi BMT di indramayu. Spesifik di banyak industri, sektor ekonomi, di suatu negara/wilayah tertentu (S2) Minimnya dukungan pemerintah Indonesia terhadap perkembangan bank syariah; terbatasnya simpanan bank syariah, dll Spesifik di banyak negara (masalah latent) yang bertahun-tahun tidak pernah terpecahkan (S3) Rendahnya investment based financing di bank syariah; kecilnya pangsa pasar bank syariah; belum adanya index benchmark untuk pricing bank syariah, dll
14 1. BERAWAL DARI MASALAH Berawal dari masalah yang terjadi di lapangan. Masalah yang dipilih harus masuk logika ekonomi dan tidak hanya mengedepankan aspek kuantitatif (penggunaan alat) saja. Contoh topik karya ilmiah: Pengaruh krisis ekonomi dunia bagi konsumsi rumah tangga di tasikmalaya. Secara logika, sangat jauh pengaruh krisis ekonomi dunia kepada ekonomi tasikmalaya apalagi pola konsumsinya. Analisa pengaruh perbankan syariah dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter. Kebijakan moneter di Indonesia tidak dilakukan (secara utama) melalui bank syariah.
15 1. BERAWAL DARI MASALAH Pengaruh kebijakan moneter syariah bagi pembiayaan UMKM bank syariah. Kebijakan moneter bukan untuk mengatur pembiayaan UMKM lagi pula alokasi dana bank syariah di instrumen moneter sangat sedikit. Model VAR untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan konstruksi perbankan syariah. Ini tidak perlu dikaji karena kebijakan bank-bank syariah belum berorientasi ke pembiayaan konstruksi. Kompetisi perbankan asing dan bank lokal di negaranegara ASEAN. Topik yang terlalu luas, sulit menghasilkan kontribusi yang spesifik dan berguna bagi pengetahuan.
16 1. BERAWAL DARI MASALAH Untuk paper akademik (journal international). Tujuan penulisan paper (untuk memecahkan masalah) tidak secara terpisah/spesifik ditulis di paper namun tercantum di dalam alur penjelasan (latar belakang) paper. Pertanyaan penelitian (terkait masalah) tidak spesifik ditulis, terpisah, namun boleh dicantumkan/ditulis di salah satu paragraf saja. (i) Hipotesa penelitian, (ii) batasan masalah (terkait masalah), (iii) kerangka berpikir, tidak perlu ditulis di paper. Bukan deskriptif, c/ peran bank syariah di pertanian, dst tapi analitis c/ mekanisme bagi hasil ideal di akad pertanian. Metodologi dan metode penelitian tidak perlu ditulis/dimuat secara khusus di paper journal.
17 1. BERAWAL DARI MASALAH Untuk paper akademik (journal international). Keterbatasan penelitian juga tidak perlu ditulis secara spesifik (sub title khusus, dll) di paper journal. Judul paper journal itu simple tanpa mencantumkan teknik analisa, periode analisa, hasil yang diharapkan, dll, contoh: Risiko Kredit di Perbankan Syariah Indonesia Kebijakan Makroprudential Syariah Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal Syariah dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Tidak perlu mencantumkan ucapan terima kasih di akhir paper journal.
18 2. PENGGUNAAN METODOLOGI/METODE Skripsi Penelitian ilmiah di level S1 (sederajat) menggunakan metodologi dan metode penelitian yang hanya sebatas menggunakan model/teori/pendekatan yang sudah ada. Thesis Penelitian ilmiah di level S2 menggunakan metodologi dan metode penelitian yang menggunakan model/teori/pendekatan yang sudah ada + eksplorasi teori/model/pendekatan dan analisa ilmiah dari objek penelitian. Disertasi Penelitian ilmiah di level S3 menggunakan metodologi dan metode penelitian untuk memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah dan tujuan akhir menemukan teori/model/pendekatan baru yang membuka tabir ilmu pengetahuan.
19 3A. PENULISAN ILMIAH INTERNATIONAL Literatur utama untuk penelitian (urut ranking): 1. Text book asing dari penerbit international: McGraw hill, Prentice Hall, John wiley & sons, Palgrave McMallen, Blackwell, dll. 2. Journal international dari penerbit ternama seperti Emerald, IMF, Thunderbird, Springer, John Wiley and sons, dll. 3. Laporan riset dari lembaga ternama: world bank report, BIS working paper, ADB report, dll 4. Text book lokal dari penerbit ternama: gramedia, Rajawali, Bank Indonesia, Departemen Keuangan (lembaga pemerintah), universitas ternama 5. Journal lokal: Buletin Ekonomi Moneter Perbankan (BI), Journal Ekonomi Pembangunan Indonesia (FEUI), Gama International Journal of Business (UGM), Iqtishad (UII), dll
20 3A. PENULISAN ILMIAH INTERNATIONAL Literatur utama untuk penelitian (urut ranking): 6. Artikel koran ternama seperti Kompas, Media Indonesia, Business Indonesia, Jakarta post (jangan artikel dari koran yang tidak jelas). 7. Artikel majalah ternama seperti: infobank, SWA, Tempo, dll (jangan artikel dari majalah yang tidak jelas) 8. Slide presentasi dari speaker/presenter berkualitas seperti slide Prof. Nejatullah shiddiqui, Dr. Umer Chapra, Dr. Monzer Khaf, dll 9. Wikipedia (less preferred). 10. Blog pribadi seseorang.
21 3A. PENULISAN ILMIAH INTERNATIONAL Pemilihan literatur: Terbitan tahun-tahun terkini (5 th terakhir). Ditulis oleh penulis ternama: Pemenang nobel, Ekonom terkemuka, Begawan ekonomi, Founding father ekonomi syariah, IDB price winner, dll. Sering dirujuk oleh peneliti terkemuka Penunjang model, penelitian dan exercise yang dilakukan Sumbernya jelas: penerbitnya, tahun terbitnya, penulisnya, dll
22 3A. PENULISAN ILMIAH INTERNATIONAL Gunakan rujukan (data) atau informasi yang terkini dan jangan menggunakan data atau informasi lama (misalnya lebih dari 2 th) yang lalu. Untuk model matematik atau ekonometri, gunakan panjang series yang signifikan misalnya; o o o Data bulanan lebih dari 5 tahun terakhir Data triwulanan lebih dari 15 tahun terakhir Data harian lebih dari 2-3 th terakhir. Penggunaan tenor data bergantung kepada tujuan yang akan dilihat seperti: pola musiman, trend, perilaku masyarakat/korporasi, kebijakan, dll.
23 3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA 1. Satu halaman tidak berisi hanya satu paragraf. Ingat definisi paragraf adalah kumpulan kalimat. 2. Panjang paragraf proporsional dan jangan satu halaman berisi satu paragraf. 3. Judul karya tulis simpel tapi jelas tanpa mencantumkan teknik analisa, periode analisa, hasil yang diharapkan, dll (international standard). Contoh: Faktor-faktor yang menentukan keuntungan bank syariah. Studi kasus perbankan syariah Indonesia, periode dengan model regresi berganda untuk menjaga kelangsungan industri perbankan syariah (terlalu panjang dan tidak standar international). Faktor-faktor penentu keuntungan bank syariah.(simpel, jelas dan sesuai standar international).
24 3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA 4. Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah asing seperti bahasa asing, atau kata-kata yang tidak lazim diketahui umum. 5. Jangan menulis hanya satu anak kalimat tanpa adanya induk kalimat, contoh: o Kemana arah bunga tak diketahui. o Yaitu, bunga majemuk di setiap bank. o Adalah suatu kewajiban ulama untuk mendidik umatnya. o Merupakan niat yang baik untuk taat membayar pajak. 6. Syarat penggunaan kuotasi: o Apabila suatu yang unik (khas, spesifik) o Apabila hasil penelitian o Apabila tidak diketahui umum.
25 3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA 1. Gunakan: Tabel, Grafik, Skema, Matrix, Gambar untuk mendukung penulisan karya ilmiah. 2. Tulisan yang terlalu panjang akan membuat bosan dan kurang menarik pembaca. Pemahaman terhadap isi juga semakin mudah ketika kajian/analisa di rangkum dalam skema, gambar, dll. 2. Gunakan/jelaskan formula, untuk menjelaskan perhitungan yang dilakukan. 3. Tidak perlu menjelaskan/dimulai dari arti (asal usul) suatu kata, misalnya: kredit berasal dari kata credere; akad adalah. bank adalah. Riba berawal dari masa jahiliah, dst
26 3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA 1. Kecuali topiknya tentang fiqh (syariah), kutipan Quran, Hadist tentang hukum Islam (riba, gharar, dll) tidak perlu dijelaskan karena sudah menjadi pengetahuan umum. 2. Definisi apa itu bank syariah, dst sudah bukan merupakan hal baru bagi publik.. 3. Penjelasan tentang suatu hal adalah apabila hal tersebut: Bukan (belum merupakan) pengetahuan umum Hasil riset sehingga tidak diketahui publik 4. Di bagian pendahuluan atau latar belakang tidak perlu dicantumkan grafik, tabel, dll tapi dicantumkan di bagian analisa saja. 5. Kutipan-kutipan dimasukkan di bab literature review. 6. Kutipan hanya last name saja.
27 3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA 1. Sumber grafik, table, dll, apabila itu karya penulis sendiri, tidak perlu ditulis sources: author s own, modifikasi penulis, dst..dihilangkan saja. 2. Di abstrak tidak perlu ditulis: rumus, kuotasi, dll. Isi abstrak itu antara lain: maksud penelitian, analisa yang dilakukan, hasil yang ditemukan (output penelitian) dan kontribusi bagi pengetahuan. 3. Jangan digunakan kata saya, kami, dst tapi menggunakan kalimat pasif contoh: Formula yang digunakan ditulis sebagai berikut bukan: kami menulis formulanya sebagai berikut. atau menggunakan kata paper ini, thesis ini, dst. Paper ini menggunakan pendekatan matematik.
28 3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA 4. Di bagian analisa selayaknya tidak mencantumkan lagi rujukan-rujukan (kuotasi), karena bagian analisa adalah: Wilayah bebas penulis menulis analisa dan hasil yang ditemukan. Bagian utama paper/karya ilmiah. Rujukan penulis berikutnya yang akan mengutip hasil kajian/analisa kita. 5. Kalimat awal atau pembuka di karya ilmiah jangan terlalu jauh misalnya: Judul karya ilmiah: Model bank syariah ideal di Indonesia. Kalimat pembukanya: bank berasal dari kata..di jaman yunani yang berarti. Judul karya ilmiah: Manajemen risiko bisnis di asuransi syariah. Kalimat pembukanya: manajemen berasal dari abad ke.sm dan berkembang hingga abad modern dst
29 3C. PROPORSI YANG PROPORSIONAL 1. Halaman pendahuluan/latar belakang tidak panjang namun wajib berisi: o o o Kalimat pengantar ke topik yang dianalisa. Masalah penting yang akan dianalisa (tidak harus detail sekali, yang didetail di bagian kajian literatur atau metodologi penelitian) dan tingkat keseriusan masalah yang dipilih menjadi topik penelitian. Maksud/tujuan kajian ilmiah (skripsi, thesis, disertasi, paper journal, dll). 2. Studi literatur lebih panjang dari pendahuluan namun wajib tidak melebihi bagian analisa. 3. Analisa berisi: o Assessment masalah dengan alat-alat o Temuan-temuan analisa o Analisa komprehensif. paling panjang dan merupakan inti karya ilmiah
30 3C. PROPORSI YANG PROPORSIONAL 4. Output penelitian merupakan: Kelanjutan bagian analisa namun lebih ringkas Bagian paling penting yang menentukan kualiatas penelitian, signifikansi penelitian dan diterima/tidaknya paper di journal international. Selayaknya merupakan temuan bagi ilmu pengetahuan, belum pernah ada sebelumnya dan menjadi rujukan bagi penelitian-penelitian berikutnya. 4. Kesimpulan tidak harus panjang namun memuat: Ringkasan penelitian Isi kajian dan temuan penelitian Arti penting penelitian Rekomendasi kebijakan
31 3D. GAYA PENULISAN 1. Tidak menggunakan kata-kata koran atau non formal seperti: Spekulasi merepotkan regulator bank Kebijakan ini cocok diterapkan di Indonesia Operasi bank kayak ini tidak sesuai etika Hasil begitu akan mengganggu proyeksi Bisnisnya menggurita di seluruh daerah Bank syariah sudah menjamur di Indonesia. Kondisi ini ngga sesuai dengan ekonomi Indonesia Suku bunga yang meroket mengancam ekonomi. Pengunjung yang membludak di bank tersebut. Kesimpulan ini mengerucut kepada satu kata. Kebijakan pemerintah menganaktirikan sektor UMKM Walhasil, riset ini menemukan formula bagi hasil ideal. Kondisi inilah yang menyebabkan kegagalan bank. Petani sering kemalingan di musim kemarau.
32 3D. GAYA PENULISAN Bagian atas telah menyinggung topik Sektor pertanian mendapat jatah kecil dari pemerintah Sangatlah ideal menggunakan keuangan syariah. Nasabah bank syariah menyemut di pintu masuk. Kenyataan ini notabene merupakan perilaku bankir. Teori ini mematahkan teori sebelumnya tentang bahaya riba. Dinar tidak masuk akal sebagai mata uang. Entah menggunakan kontrak atau tidak. Sering dikatakan bahwa Islam agama terbaik. Geliat ekonomi syariah semakin terasa sejak disahkannya UU perbankan syariah no 21 th Gaung ekonomi syariah sudah terasa sampai ke negara-negara non muslim.
33 3D. GAYA PENULISAN 1. Tidak menggunakan bahasa koran atau non formal seperti: Inflasi ibarat hantu bagi perekonomian Bank konvensional terkapar setelah diterjang resesi ekonomi. Bunga yang tinggi memukul sektor riil Fluktuasi mata uang mematahkan ekonomi kapitalis Kinerja bank syariah menepis keraguan terhadap konsep syariah dalam ekonomi. Redenominasi membuat galau para pedagang sehingga melabrak pemilik kios. Pertandingan berakhir dengan skor kacamata. Kerjasama bank induk dan unit usaha syariah ibarat ibu dan anak. Kepercayaan publik mulai terkikis karena krisis moneter Rapat pemegang saham menemui jalan buntu.
34 3D. GAYA PENULISAN Berkaca dari bank syariah malaysia Bank Muamalat Indonesia memiliki umur lebih lama yaitu 21 tahun Lembaga keuangan non bank dalam hal ini lembaga keuangan mikro yang sudah banyak menjamah kelompok miskin. Apabila dana haji ditempatkan di bank syariah, bank syariah akan kebanjiran likuiditas. Haji yang notabene merupakan ibadah harus dilakukan secara syariah termasuk penempatan dananya. Dana wakaf bakal terus menggunung. Gelombang krisis ekonomi telah menerjang perekonomian negara-negara barat. Kemenangan timnas U-19 telah melambungkan nama Indonesia di kancah persepakbolaan Asia. Ketika krisis keuangan melanda dunia, keuangan berada di atas angin karena tidak ada bank syariah yang kesulitan likuiditas.
35 3D. GAYA PENULISAN Tidak menggunakan gaya bahasa pidato/ceramah/kata sambutan seperti: Menurut saya, model bisnis yang baik dst Di Indonesia terdapat 11 bank syariah. Fokus pembiayaan mereka kepada UMKM Pertama-tama kajian ini menganalisa.dst Saya merekomendasikan bank syariah untuk selalu meningkatkan kinerjanya...dst Di bab 2 kami melakukan analisa terhadap neraca.dst. Hasil analisa menyadarkan kita bahwa bank syariah masih tumbuh lambat. Sudah sepantasnya pemerintah memperhatikan bank syariah. Tidak bisa dipungkiri, bank syariah paling ideal.
36 3D. GAYA PENULISAN Menggunakan kata penghubung agar setiap kalimat dan paragraf menjadi satu kesatuan analisa yang terstruktur dan menarik dibaca seperti: Bank syariah terdiri dari beberapa bentuk yaitu bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). Bank syariah adalah bank yang berdiri sendiri (independent) dan beroperasi sesuai prinsip-prinsip dan kontrak-kontrak syariah. UUS adalah unit khusus di bank konvensional yang menyediakan layanan syariah. BPRS adalah bank dengan operasi khusus dan spesifik beroperasi hanya diwilayah tertentu. Gunakan kata, sementara itu, selain itu, oleh karena itu, Namun demikian, dst.
37 3D. PENULISAN BAHASA INGGRIS & PLAGIAT 1. Bahasa Inggris standar dan bukan bahasa Indonesia yang di-inggris-kan seperti: Application of Islamic economics to make stable Indonesian economy. Islamic banking will little by little improve the banking system. The writer is interested in writing this topic. The magnitude of potential microbanking market makes many banks and other financial institutions to make profits. Sukuk instrument in Indonesia has become growing popular
38 3D. PENULISAN BAHASA INGGRIS & PLAGIAT 2. Pilih salah satu: Inggris British atau Inggris amerika: Centre (UK) atau Center (american) Colour (UK) atau Color (american) 3. Tidak ada plagiat: Setiap kutipan utuh ditulis terpisah. Ucapan pihak ketiga ditulis sumbernya Data pihak ketiga ditulis sumbernya 4. Nama-nama penulis di daftar pustaka tidak mencantumkan gelar apa pun.
39 3E. PERTANYAAN PENELITIAN DAN HIPOTESA 1. Pertanyaan penelitian selayaknya berawalan bagaimana atau mengapa contoh: Bagaimana strategi meningkatkan pangsa pasar bank syariah? Mengapa mudarabah masih kurang populer? 2. Hipotesa ditulis dengan pertimbangan utama harus menjadi fokus analisa karena hipotesa ini wajib dijawab di akhir penelitian. 3. Berpikir dari masalah akan membimbing kita untuk menulis apa hipotesa yang harus ditulis.
40 4. HUBUNGAN ANTARA BAGIAN 1. Pendahuluan merupakan awal yang menjelaskan masalah, maksud dan tujuan kajian ilmiah, dll 2. Isi merupakan assessment, analisa, simulasi atau upaya untuk memecahkan masalah. Manfaat penelitian tidak perlu ditulis di paper ilmiah (journal). 3. Output adalah temuan atau hasil kajian yang dikaitkan dengan studi literatur, maksud dan tujuan penulisan, saran, dll. 4. Kesimpulan yang memuat ringkasan penelitian, kontribusi penelitian bagi ilmu pengetahuan (disertasi), penelitian ke depan, dll.
41 KISARAN PROPORSI Latar belakang (5% dari total halaman) Studi literatur (15% dari total halaman) Analisa dan temuan (70% dari total halaman) Kesimpulan (10% dari total halaman)
42 PROPORSI DI JOURNAL INTERNASIONAL 1. Maksimal antara halaman. Lebih dari itu jarang ada journal internasional yang memperkenankan. 2. Isi merupakan hasil assessment, analisa, simulasi atau upaya untuk memecahkan masalah. Sehingga, isi mendominasi paper journal. 3. Output adalah temuan atau hasil kajian. Bahkan output merupakan temuan bagi ilmu pengetahuan dan membuka tabir pengetahuan termasuk memecahkan masalah klasik yang selama ini belum terpecahkan. 4. Kesimpulan yang memuat ringkasan penelitian.
43 43 Lampiran
44 JOURNAL INTERNATIONAL SYARIAH Review of Islamic Economics (MIHE) - England. Journal of Islam and Middle Eastern Finance (Emerald) Journal of Islamic Accounting and Business Research (Emerald). Journal of Islamic Marketing (Emerald). Humanomics, International Journal of System and Ethics (Emerald). Studies in Economics and Finance (Emerald). British Accounting Review. Thunderbird International Business Review (Elsevier). Journal of Economics and Administrative Sciences (Emerald) International Journal of Commerce and Management (Emerald) Australian Journal of Islamic Banking and Finance (Emerald) Journal of Qualitative Research in Financial Markets (Emerald) Journal of Islamic Finance (IIUM Malaysia) Journal of Islamic Economics, Banking and Finance (IBTRA) ISRA International Journal of Islamic Finance (Malaysia) Kyoto Bulletin of Islamic Area Studies, Kyoto University (Japan) IRTI Journal of Islamic Economic Studies (IDB) IMF Macroeconomic Review
45 PENERBIT INTERNATIONAL SYARIAH John Wiley and Sons Edward Elgar Edinburgh Press, Oxford Press Lambert Edinburgh Press Emerald Pelanduk (malaysia) CERT (malaysia)
46 LEMBAGA INTERNATIONAL SYARIAH International Financial Services Board Accounting Auditing Organization for Islamic Financial Institution International Islamic Financial Market International Islamic Liquidity Management International Islamic Rating Agency Islamic Research & Training Institutite International Sharia Research Academy Organization for Islamic Conferences
47 AUTHOR INTERNATIONAL SYARIAH Dr. Umer Chapra (IRTI-IDB), Dr. Anas Zarqa (MIHE-England), Prof. Nejatullah Shiddiqui (India), Prof. Khursyid Ahmad (MIHE-England). Prof. Azmi Omar (IRTI-IDB). Prof. Habib Ahmed (Durham University - IRTI). Prof. Rodney Wilson (Durham University). Prof. John Presley (MIHE-England). Prof. Shahid Ibrahim (Bangor University). Prof. Humayon Dar (City University). Prof. Simon Archer (Reading University). Dr. Syeif Tag El din (MIHE). Dr. Mehmet Asutay (Durham) Prof. Kabir Hassan (New Orleans University). Prof Volker Nienhaus (Jerman) Prof. Abbas Mirakhor (INCEIF) Prof. Murat Cizakca (INCEIF) Prof. Hasyim Kamali Dr. Sami Suwailem Dr. Zamir Iqbal
48 AKHIR PRESENTASI Terima kasih atas perhatian anda
49 SHORT BIO Associate Prof. Rifki Ismal, PhD is both a central banker and lecturer. He earned bachelor degree in economics from University of Indonesia, master in economics from University of Michigan, ann arbor (USA) and PhD in Islamic economics and Finance from Durham University (England). An Associate Professor in Islamic Banking and Finance is from the Australian Government (Australian Center for Islamic Financial Studies)
PENELITIAN ILMIAH: TEORI DAN APLIKASI TEKNIS
1 PENELITIAN ILMIAH: TEORI DAN APLIKASI TEKNIS Associate Prof Rifki Ismal, PhD Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2 Metodologi dan Metode Riset METODOLOGI Vs METODE RISET 3 Metodologi
PANDUAN PENULISAN KARYA ILMIAH
PANDUAN PENULISAN KARYA ILMIAH Rifki Ismal, PhD Ketua Department Penelitian Perbankan Syariah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) 1. PENGANTAR Karya ilmiah adalah suatu hasil penelitian, pengamatan
BAHAN BACAAN - Ahmed, Habib, 2002, A Microeconomic Model of An Islamic Bank
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) SKS : 3 Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Program Studi Semester : Seminar Perbankan Syariah : BS604 : Magister Manajemen : Ganjil DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah Seminar
EKONOMI DAN KEUANGAN ISLAM DI INGGRIS DAN EROPA
EKONOMI DAN KEUANGAN ISLAM DI INGGRIS DAN EROPA Workshop Arsitektur Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 28 Februari 2012 Rifki Ismal Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Outline Pendahuluan
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah A. Pedoman Penulisan karya Ilmiah FRPS ini merujuk kepada pedoman penulisan Journal of Islamic Finance diterbitkan berkala ilmiah (TBI) dwibahasa (Bilingual) yang menerbitkan
Penerapan Hukum dan Etika Bisnis Syariah dalam Transaksi Murabahah Emas dan Gadai Emas
1 Penerapan Hukum dan Etika Bisnis Syariah dalam Transaksi Murabahah Emas dan Gadai Emas Dr. Rifki Ismal Workshop Keuangan Syariah Risk Management International (RMI) Jakarta, 19 April 2012 2 Perbankan
BAB I PENDAHULUAN. dan stabilitas nasional ke arah peningkatan taraf hidup rakyat. (UUS), dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perbankan merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peran strategis dalam menyelaraskan, menyerasikan, dan menyeimbangkan berbagai unsur pembangunan. Peran yang
BAB I. Pendahuluan. Bank Syariah menurut Undang-undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar belakang Bank Syariah menurut Undang-undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatannya berdasarkan prinsip Syariah. Prinsip-prinsip
BAB I PENDAHULUAN. Sistem perbankan Indonesia menganut dual banking system, sehingga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sistem perbankan Indonesia menganut dual banking system, sehingga nasabah masih dapat melakukan pilihan antara bank konvensional dengan bank syariah. Setelah lahirnya
BAB I PENDAHULUAN. mengelola dana masyarakat secara baik dan benar.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor perbankan merupakan bidang usaha yang dapat meningkatan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di suatu negara. Oleh karena itu, perbankan diharapkan mampu
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan pesat. Di Indonesia sendiri perbankan syariah menunjukkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan perbankan syariah di dunia sekarang ini mengalami perkembangan pesat. Di Indonesia sendiri perbankan syariah menunjukkan perkembangan yang cukup
1. BAB I PENDAHULUAN
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan
BAB I PENDAHULUAN. suatu badan usaha atau institusi yang kekayaannya terutama dalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga keuangan syariah (syariah financial institution) merupakan suatu badan usaha atau institusi yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset-aset keuangan (financial
BAB 1 PENDAHULUAN. Selain memiliki peran penting dalam proses perekonomian, bank juga
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peranan bank sangat penting dalam proses perekonomian di Indonesia. Selain memiliki peran penting dalam proses perekonomian, bank juga mempunyai peranan dalam hal stabilitas
BAB I PENDAHULUAN (pakjun 1983) dan paket kebijakan oktober 1988 (pakto 1988). Deregulasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia perbankan di Indonesia sangat pesat setelah terjadi deregulasi di bidang keuangan, moneter dan perbankan pada paket kebijakan Juni 1983 (pakjun
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN BANK SYARIAH MANDIRI
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN BANK SYARIAH MANDIRI Irman Firmansyah 1 ABCTRACT This study aimed to compare the financial performance of Islamic Banks between Bank
Islamic Economics and Banking in the 21 st Century
FINAL COMMUNIQUÉ SIXTH INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAMIC ECONOMICS AND FINANCE Tema: Islamic Economics and Banking in the 21 st Century 24 Nopember 2005 Konferensi Internasional Ekonomi dan Keuangan
BAB I PENDAHULUAN. ekonominya berlandasan Al-Qur an dan As-Sunnah. dilihat dengan berdirinya lembaga-lembaga keuangan yang berbasis syariah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Awal perbankan syariah dilandasi dengan kehadiran dua gerakan renaissance Islam modern, neorevivalis dan modernis. Tujuan utama dari pendirian lembaga keuangan
PERSEPSI MASYARAKAT SURAKARTA TERHADAP PERBANKAN SYARIAH
PERSEPSI MASYARAKAT SURAKARTA TERHADAP PERBANKAN SYARIAH (Studi kasus di Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Pada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syariah di Indonesia diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada tanggal 1 November 1991 yang kemudian diikuti dengan keluarnya
I. PENDAHULUAN. Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan ekonomi tidak terlepas dari keterlibatan dunia perbankan. Hampir setiap proses transaksi keuangan telah melibatkan peranan pihak perbankan. Perbankan adalah segala
BAB I PENDAHULUAN. mana didasarkan pada Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 sebagai landasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga keuangan atau perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Bank syariah pertama berdiri di Indonesia sekitar tahun 1992 di mana didasarkan
Bab I Pendahuluan Latar Belakang
Bab I Pendahuluan Latar Belakang Lembaga keuangan adalah semua badan yang memiliki kegiatan di bidang keuangan berupa penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi
BAB I PENDAHULUAN. Triandaru dan Totok Budi Santoso, 2009). Perkembangan Perbankan Syariah Indonesia (LPPSI) Bank Indonesia tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat dari pihak yang surplus dan menyalurkan dana kepada pihak yang defisit. Bank yang menjalankan usaha
BAB I PENDAHULUAN. berupa penghimpunan dana dengan berbagai jenis skema maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini studi tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini studi tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) semakin populer dalam dunia bisnis di Indonesia, di mana fenomena ini dipicu dengan semakin meningkatnya
Sambutan Utama. Gubernur Agus D.W. Martowardojo. Pada Seminar Internasional IFSB. Meningkatkan Keuangan Inklusif melalui Keuangan Islam
Sambutan Utama Gubernur Agus D.W. Martowardojo Pada Seminar Internasional IFSB Meningkatkan Keuangan Inklusif melalui Keuangan Islam Jakarta, 31 Maret 2015 Bismillahirrahmanirrahiim, Yang Terhormat: Tn.
BAB I PENDAHULUAN. Konsep keuangan berbasis syariah Islam (Islamic finance) dewasa ini telah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konsep keuangan berbasis syariah Islam (Islamic finance) dewasa ini telah tumbuh secara pesat, diterima secara universal dan diadopsi tidak hanya oleh negaranegara Islam
BAB I PENDAHULUAN. sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Eksistensi perbankan syariah di Indonesia saat ini semakin meningkat sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah yang memberikan
HUBUNGAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN (BAGI HASIL) MUDHARABAH BESERTA RISIKONYA TERHADAP EKSISTENSI BANK SYARIAH MANDIRI SKRIPSI
HUBUNGAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN (BAGI HASIL) MUDHARABAH BESERTA RISIKONYA TERHADAP EKSISTENSI BANK SYARIAH MANDIRI SKRIPSI Untuk Menyusun Skripsi S-1 Jurusan Akuntansi Oleh : Tiara Listyaning Karina 0613010253/FE/EA
BAB I PENDAHULUAN. perbankan nasional. Bank Islam telah berkembang pesat pada dekade terakhir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian suatu negara terutama Indonesia diharapkan akan lebih maju dengan keberadaan perbankan syariah sebagai bagian dari sistem perbankan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu kunci penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah sinergi antara sektor moneter, fiskal dan riil. Bila ketiganya dapat disinergikan
BAB I PENDAHULUAN. karena keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat muslim bahwa Bank
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan lembaga keuangan syariah saat ini sangat signifikan karena keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat muslim bahwa Bank konvensional itu mengandung
BAB I PENDAHULUAN. Bank yang mencerminkan pada Bank-bank Timur Tengah, bank yang ada di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas islam, namun belum ada Bank yang mencerminkan pada Bank-bank Timur Tengah, bank yang ada di Indonesia mayoritas bank cerminan
BAB I PENDAHULUAN. Perbankan Indonesia, khususnya perbankan syariah, terus mengalami
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan Indonesia, khususnya perbankan syariah, terus mengalami perubahan bentuk dan karakter secara signifikan pada beberapa dekade terakhir. Perubahan kebijakan-kebijakan
MODUL PELATIHAN TUTORIAL METODOLOGI PENELITIAN
MODUL PELATIHAN TUTORIAL METODOLOGI PENELITIAN Disusun oleh: Al Muizzuddin Fazaalloh, SE., ME. UNTUK MAHASISWA JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS - UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2017 1. PEDOMAN
BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam perekonomian suatu Negara yaitu sebagai lembaga perantara keuangan. Sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Perbankan merupakan salah satu Lembaga Keuangan yang memiliki pengaruh besar dalam roda perekonomian masyarakat. Dimana bank adalah sebuah lembaga
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA SEMESTER (RPS) FAKULTAS/PRODI : Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi Keuangan Islam S1 MATA KULIAH : Resiko Lembaga Keuangan Islam KODE MATAKULIAH : IE 330 SEMESTER : Ganjil SKS : 3 (Tiga) SKS 2016
BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan prinsip Islam, yaitu aturan perjanjian (akad) antara bank dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bank syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip Islam, yaitu aturan perjanjian (akad) antara bank dengan pihak lain (nasabah) berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini hampir semua kegiatan perekonomian. dilakukan oleh lembaga keuangan, misalnya bank, lembaga keuangan non bank,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini hampir semua kegiatan perekonomian yang mengelola dana dilakukan oleh lembaga keuangan, misalnya bank, lembaga keuangan non bank, lembaga pembiayaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi dunia kini menjadi salah satu isu utama dalam perkembangan dunia memasuki abad ke-21. Krisis ekonomi yang kembali melanda negara-negara di dunia
BAB I PENDAHULUAN. Fluktuasi tingkat bunga akhir-akhir ini memberikan perhatian lebih kepada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Fluktuasi tingkat bunga akhir-akhir ini memberikan perhatian lebih kepada para pelaku pasar untuk berhati-hati dalam melakukan investasi. Di antara dampak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga perbankan sebagai lembaga intermediasi mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah perekonomian agar tumbuh dan berkembang, dan juga sebagai gambaran ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan (agent of development). Hal ini dikarnakan adanya fungsi utama
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Perbankan dalam kehidupan suatu negara adalah salah satu agen pembangunan (agent of development). Hal ini dikarnakan adanya fungsi utama dari perbankan itu sendiri
BAB I P E N D A H U L U A N
BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. Latar Belakang Penelitian Sistem ekonomi berbasiskan syariah dalam beberapa tahun belakangan ini semakin populer, bukan hanya di negara-negara Islam tetapi juga negara-negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Salah satu instrumen investasi berjangka yang masih cukup diminati masyarakat Indonesia saat ini adalah deposito. Deposito adalah simpanan yang penarikannya
I. PENDAHULUAN. dunia. Berdasarkan data Council of Islamic Banks and Financial Institutions
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri keuangan Islam mengalami perkembangan yang pesat di seluruh dunia. Berdasarkan data Council of Islamic Banks and Financial Institutions (CIBAFI) awal tahun 2005,
BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun belakangan ini, terjadi pertumbuhan bank-bank yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Beberapa tahun belakangan ini, terjadi pertumbuhan bank-bank yang berbasis syariah. Dimana bank syariah adalah bank yang menerapkan prinsip syariah agama
BAB I PENDAHULUAN. suku bunga menyebabkan pengembalian (return) yang diterima oleh investor pun
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal atau bursa efek merupakan bagian dari pasar keuangan (financial market). Peran pasar modal sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang tujuan Bank Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. keuangan yang kegiatan utamanya adalah menerima simpanan masyarakat yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menerima simpanan masyarakat yang dikenal dalam bentuk giro,
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH R. POPPY YANIAWATI UNIVERSITAS PASUNDAN, BANDUNG Disajikan pada Bimtek Penulisan Karya Ilmiah bagi Dosen PTS di Lingkungan Kopertis Wilayah IV, 20-22 Pebruari 2018, Jati Nangor,
BAB I PENDAHULUAN. tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perbankan syariah di Indonesia, pertama kali dipelopori oleh Bank Muamalat Indonesia yang berdiri pada tahun 1991. Bank ini pada awal berdirinya diprakarsai
BAB I PENDAHULUAN. Sistem perbankan di Indonesia didominasi oleh sistem bunga. Hampir semua
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Sistem perbankan di Indonesia didominasi oleh sistem bunga. Hampir semua perjanjian di bidang perekonomian dikaitkan dengan bunga. Akibat sistem bunga yang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai financial
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai financial intermediary artinya menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas yang tinggi dapat berpengaruh terhadap performa suatu bank. Kompleksitas usaha perbankan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, banyak bank konvensional yang bermasalah akibat negative spread,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi sekarang ini, selain membuka peluang bisnis yang kian mendunia, pelaku bisnis juga dihadapkan dengan permasalahan yang semakin kompleks dan dinamis
BAB I PENDAHULUAN. Serikat kemudian merambat ke negara-negara lainnya termasuk Indonesia dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis keuangan pada semester kedua tahun 2008 yang bermula dari Amerika Serikat kemudian merambat ke negara-negara lainnya termasuk Indonesia dan kemudian
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR:9/1/PBI/2007 TENTANG SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR:9/1/PBI/2007 TENTANG SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kesehatan suatu bank berdasarkan
