1. BAB I PENDAHULUAN
|
|
|
- Hamdani Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah BUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Bank Umum Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sedangkan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dengan 87,18% penduduknya memeluk agama Islam (BPS, 2010). Selain itu, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia terus meningkat sehingga gaya hidup meningkat termasuk keinginan berbisnis dengan bank syariah utamanya dari masyarakat muslim (Bank Indonesia, 2012). Oleh karena itu, orientasi pengembangan perbankan syariah di Indonesia menekankan pada pasar domestik sesuai dengan tahapan perkembangan industri perbankan syariah dalam blue print perbankan syariah pada gambar 1.1 berikut ini: Gambar 1.1 Blue print Perbankan Syariah tahun 2005 Sumber: (Bank Indonesia, 2005) 1
2 Forum riset perbankan syariah yang diselenggarakan oleh Departemen Perbankan Syariah Bank Indonesia di Makasar tahun 2012 menyatakan bahwa diharapkan kedepannya bank-bank syariah di Indonesia mampu meningkatkan perannya bagi perekonomian masyarakat. Selain itu, diharapkan bank syariah mampu meningkatkan daya tahan terhadap: 1) perubahan lingkungan bisnis, sosial dan persaingan, 2) tantangan bisnis di masa datang, dan 3) potensi krisis keuangan/ekonomi (Bank Indonesia, 2012). Saat ini, dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun terakhir sejak 1990, industri perbankan syariah tumbuh cukup pesat. Tabel 1.1 berikut menunjukan perkembangan jumlah bank syariah di Indonesia mulai 2009 hingga Februari 2015 (Otoritas Jasa Keuangan, 2014): Tabel 1.1 Perkembangan jumlah bank syariah di Indonesia Bank Syariah menurut kegiatannya Bank Umum Syariah * Feb - Jumlah Bank Jumlah Kantor Unit Usaha Syariah - Jumlah Bank Umum Konvensional yang memiliki UUS Jumlah Kantor Bank Pembiayaan Rakyat Syariah - Jumlah Bank Jumlah Kantor Total Kantor Sumber: Otoritas Jasa Keuangan,
3 Berdasarkan tabel diatas terjadi tren peningkatan jumlah bank umum syariah di Indonesia. Peningkatan besar terjadi tahun padahal saat itu terjadi krisis global yang melanda seluruh negara di dunia. Hal ini yang menjadi keunggulan perbankan syariah bahwa perbankan syariah cukup tangguh dan tahan terhadap adanya krisis (Bank Indonesia, 2012). Namun demikian, berdasarkan Statistik Perbankan Syariah yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba industri perbankan syariah November 2014 adalah Rp1,83 triliun, turun Rp1,61 triliun atau berkisar 46,82% dari laba pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp3,44 triliun. Pertumbuhan bank syariah saat ini juga dinilai sangat lambat. Hal ini karena aset perbankan syariah masih sangat kecil yaitu di bawah 5% dari aset perbankan nasional (Otoritas Jasa Keuangan, 2014). Data dari Bank Indonesia menunjukkan hingga Oktober 2014 total aset perbankan syariah (BUS dan UUS) adalah Rp 260,36 triliun atau sekitar 4,78 % dari total aset perbankan konvensional yang bernilai Rp 5.445,65 triliun. Selain itu pangsa pasar perbankan syariah juga masih tertahan di angka 5% (Neraca, 2014). Bahkan angka tersebut jauh dibawah perbankan syariah di Malaysia yang menikmati 20% pangsa pasar pada tahun Aset dan pangsa pasar perbankan syariah yang tidak kunjung tumbuh di Indonesia disebabkan oleh minimnya modal dan likuiditas yang ketat (Purwanto, 2012). Saat ini belum ada strategic group mapping yang membagi pasar perbankan syariah bagi perusahaan bank syariah milik pemerintah. Sehingga terjadi persaingan antar bank-bank syariah milik pemerintah tersebut. Akibatnya, kinerja 3
4 menjadi tidak efektif ketika bank-bank syariah anak usaha BUMN saling bersaing dalam satu segmen yang sama. Misalnya Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah berkompetisi untuk menjaring nasabah tanpa ada faktor pembeda segmen yang berarti satu dengan yang lain. Oleh karena itu, tahun 2015 ini pemerintah akan segera merealisasikan konsolidasi empat bank syariah milik pemerintah yaitu Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah dan BTN syariah (Kompas, 2015; Kontan, 2015; dan Bisnis, 2015). Tujuannya yaitu untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi serta sebagai persiapan menghadapi pasar tunggal ASEAN (Bumntrack, 2015). Didirikannya bank syariah BUMN dapat menciptakan efek berlapis terhadap pertumbuhan keuangan syariah. Bank syariah BUMN yang besar akan memengaruhi perkembangan produk investasi syariah yang lain. Empat bank syariah nasional juga akan jadi daya tarik perhatian masyarakat dalam negeri maupun dunia internasional dan menggairahkan pasar modal tanah air khususnya saham syariah (sukuk) (Neraca, 2014). Namun demikian adanya konsolidasi bank syariah BUMN diperkirakan juga akan memberikan efek samping tersendiri diantaranya terjadinya perubahan struktur, perilaku dan kinerja pasar perbankan syariah. Misalnya, secara umum apabila struktur pasar terkonsentrasi tinggi maka dapat mengakibatkan entry barrier terlalu tinggi yang dapat memicu terjadinya kolusi yang merugikan konsumen. Oleh karena itu, konsolidasi bank syariah BUMN harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan dengan studi kelayakan yang baik. 4
5 Analisis struktur-perilaku-kinerja dilakukan untuk menganalisis perubahan apa yang akan terjadi pada struktur, perilaku, dan kinerja perbankan syariah nasional sebagai dampak dari adanya rencana konsolidasi keempat bank syariah BUMN. Bagi bank syariah BUMN analisis ini dilakukan sebagai pertimbangan menentukan arah strategi pada pasar persaingan baru yang akan terbentuk paska konsolidasi. 1.2 Rumusan Masalah Konsolidasi untuk membentuk satu bank syariah BUMN oleh pemerintah akan mengakibatkan adanya perubahan struktur pasar. Perubahan struktur pasar akan direspon oleh bank syariah lainnya dengan mengubah perilaku agar tetap mampu bersaing yang pada akhirnya perubahan perilaku tersebut mengubah kinerja industri perbankan syariah secara umum. Analisis struktur-perilaku-kinerja dapat menjelaskan perubahan apa yang terjadi pada industri perbankan syariah apabila konsolidasi bank syariah BUMN dilakukan sehingga dapat menjadi masukan bagi bank syariah BUMN baru yang terbentuk atau bank stariah lainnya dalam menyusun strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan industri perbankan syariah kedepannya. 1.3 Pertanyaan Penelitian 1) Apa perubahan yang akan terjadi pada stuktur pasar perbankan syariah di Indonesia apabila konsolidasi bank syariah BUMN dilakukan? 2) Apa perubahan perilaku yang akan terjadi pada bank-bank syariah di Indonesia apabila konsolidasi bank syariah BUMN terealisasi? 5
6 3) Bagaimana tingkat kinerja perbankan syariah nasional saat ini dan bagaimana menjaga kesehatan kinerja bank syariah di Indonesia setelah adanya konsolidasi bank syariah BUMN? 1.4 Tujuan Penelitian 1) Menganalisis perubahan stuktur pasar yang akan terjadi pada perbankan syariah di Indonesia apabila konsolidasi bank syariah BUMN dilakukan. 2) Menganalisis perubahan perilaku bank syariah di Indonesia apabila konsolidasi bank syariah BUMN terealisasi. 3) Menganalisis tingkat kinerja bank syariah di Indonesia dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan kinerja bank syariah apabila konsolidasi bank syariah BUMN dilakukan. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian Tugas Akhir ini adalah dapat memberi kontribusi berupa masukan kepada pemerintah, manajemen, dan berbagai pihak yang terkait atas rencana konsolidasi bank syariah BUMN sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi bank-bank syariah di Indonesia untuk menghadapi bentuk persaingan baru yang terbentuk. 1.6 Ruang Lingkup Penelitian 1) Objek penelitian ini adalah 12 Bank Umum Syariah (BUS) dan 22 Unit Usaha Syariah (UUS) yang berada di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan sebagai pengawas dan regulator. 2) Penelitian ini mengabaikan proses (tahap-tahap) konsolidasi. 6
7 1.7 Susunan penelitian Sistematika penulisan pada penelitian ini sebagai berikut: BAB I Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, pertanyaan dan tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan susunan penelitian. BAB II Landasan Teori Pada bab ini berisi teori-teori yang menjelaskan tentang paradigma struktur-perilaku-kinerja, struktur-perilaku-kinerja pada industri perbankan. Bab ini juga menampilkan tinjauan studi empiris yang pernah dilakukan sebelumnya. BAB III Metode Penelitian Bab iii berisi desain, metode, jenis, dan pendekatan penelitian, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data BAB IV Data, Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada bab ini dibahas mengenai struktur pasar yang terbentuk saat ini dan perubahan yang terjadi apabila dilakukan konsolidasi, perubahan perilaku industri perbankan syariah setelah konsolidasi dan analisis halhal yan perlu diperhatikan dalam menjaga kinerja bank syariah setelah adanya konsolidasi BAB V Simpulan 7
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan saat ini berkembang sangat pesat dan kompetitif. Hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Industri perbankan saat ini berkembang sangat pesat dan kompetitif. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya perbankan yang melakukan sistem dual banking yakni bank umum
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saat ini Indonesia memiliki dua jenis lembaga perbankan, yaitu perbankan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini Indonesia memiliki dua jenis lembaga perbankan, yaitu perbankan yang bersifat konvensional dan bank yang bersifat syariah. Bank yang bersifat konvensional adalah
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan penilaian Global Islamic Finance Report (GIFR) (www.jawapos.com), Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga Keuangan Syariah (LKS) atau secara global di kenal sebagai Institution of Islamic Finance, mencakup lembaga bank dan nonbank. Berdasarkan penilaian Global
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bank syariah atau Bank Islam, merupakan salah satu bentuk dari perbankan nasional yang mendasarkan operasionalnya pada syariat (hukum) Islam. Bank Islam adalah sebuah
BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah. mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan semakin banyaknya bank pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan oleh organisasi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Fungsi efektif organisasi tidak hanya tergantung pada sumber daya teknis yang tersedia, tetapi juga pada keunggulan dan kompetensi karyawan yang dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. Arsitektur Perbankan Indonesia (API) sebagai suatu kerangka menyeluruh arah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang sudah berjalan sejak tahun 1998, maka
BAB I PENDAHULUAN. suatu badan usaha atau institusi yang kekayaannya terutama dalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga keuangan syariah (syariah financial institution) merupakan suatu badan usaha atau institusi yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset-aset keuangan (financial
BAB I PENDAHULUAN. Perbankan syariah telah berkembang begitu pesat di Indonesia dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan syariah telah berkembang begitu pesat di Indonesia dengan bermunculan bank-bank umum syariah maupun unit usaha syariah yang dimiliki oleh bank-bank konvensional.
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang. Tabel 1 Pertumbuhan Pembiayaan Bank Syariah dan Kredit Bank Konvensional
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Peran perbankan dalam menggerakkan perekonomian suatu negara yang berdampak pada peningkatan pendapatan nasional adalah cermin efektifitas perbankan dalam menjalankan fungsinya
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan didirikannya suatu perusahaan umumnya adalah untuk. memperoleh laba, meningkatkan penjualan, memaksimalkan nilai saham, dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan didirikannya suatu perusahaan umumnya adalah untuk memperoleh laba, meningkatkan penjualan, memaksimalkan nilai saham, dan meningkatkan kesejahteraan pemegang
BAB I PENDAHULUAN. sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Eksistensi perbankan syariah di Indonesia saat ini semakin meningkat sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah yang memberikan
BAB I PENDAHULUAN. Sebuah era baru ketika berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebuah era baru ketika berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015, akan mengubah intensitas kompetisi pada seluruh sektor industri. ASEAN Economic
BAB I PENDAHULUAN. pelayanan dalam lalu lintas pembayaran, sehingga kinerja bank merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bank dikenal sebagai lembaga kepercayaan masyarakat yang mempunyai peranan strategis dalam perekonomian negara. Peranan bank sebagai lembaga intermediasi adalah memobilisasi
BAB I PENDAHULUAN. mana didasarkan pada Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 sebagai landasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga keuangan atau perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Bank syariah pertama berdiri di Indonesia sekitar tahun 1992 di mana didasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Usaha Menengah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. (KSP), UMKM mampu menyerap 99,9 persen tenaga kerja di Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada awal bulan September 2015, pemerintah menerbitkan paket kebijakan ekonomi untuk mendorong perekonomian nasional. Kebijakan tersebut ditujukan kepada sektor
BAB I PENDAHULUAN. dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sebagian besar pendapatan bank berasal dari pendapatan bunga yang berasal dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. setuju bahwa Indonesia sangat kecil kemungkinannya untuk terimbas krisis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis moneter tahun 1997 yang lalu telah mengguncang hampir seluruh sendi perekonomian Indonesia. Padahal hingga Juli 1997 itu, hampir semua pihak setuju bahwa
BAB 1 PENDAHULUAN. internasional. Sustainable development maupun green business merupakan. untuk menyelamatkan lingkungan dari ancaman dunia bisnis.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Dunia bisnis Indonesia tengah mengalami proses perubahan. Arus globalisasi yang semakin deras tengah menekan dunia bisnis Indonesia untuk mengadopsi standar
BAB I PENDAHULUAN. Konsep keuangan berbasis syariah Islam (Islamic finance) dewasa ini telah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konsep keuangan berbasis syariah Islam (Islamic finance) dewasa ini telah tumbuh secara pesat, diterima secara universal dan diadopsi tidak hanya oleh negaranegara Islam
BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan prinsip Islam, yaitu aturan perjanjian (akad) antara bank dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bank syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip Islam, yaitu aturan perjanjian (akad) antara bank dengan pihak lain (nasabah) berdasarkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Adanya perbedaan pada rasio-rasio kinerja keuangan pada bank konvensional
BAB 1 PENDAHULUAN. Perbankan syariah adalah salah satu representasi aplikasi dari ekonomi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan syariah adalah salah satu representasi aplikasi dari ekonomi Islam yang melarang penggunaan sistem bunga dalam perekonomian khususnya perbankan, karena
ANALISIS KINERJA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Studi Empiris Bank Umum Syariah)
ANALISIS KINERJA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Studi Empiris Bank Umum Syariah) S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen pada Fakultas
I. PENDAHULUAN. Industri perbankan masih mendominasi aset sektor keuangan. Penguasaan aset
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri perbankan masih mendominasi aset sektor keuangan. Penguasaan aset industri perbankan mencapai 80 persen dari total aset sektor keuangan di Indonesia (Bank Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Secara umum, bank yang sehat adalah bank yang menjalankan fungsifungsinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara umum, bank yang sehat adalah bank yang menjalankan fungsifungsinya dengan baik. Bank merupakan salah satu industri yang kegiatan usahanya mengandalkan kepercayaan
BAB I PENDAHULUAN. rakyat (Yunan, 2009:2). Pertumbuhan ekonomi juga berhubungan dengan proses
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia sebagai salah satu negara berkembang berusaha dengan giat melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, tanpa mengabaikan usaha pemerataan dan
BAB I PENDAHULUAN. berupa penghimpunan dana dengan berbagai jenis skema maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan
Jakarta, 11 Oktober Departemen Perbankan Syariah OJK
Jakarta, 11 Oktober 2017 Departemen Perbankan Syariah OJK 2 Agenda Ekonomi dan Keuangan Syariah Global Perkembangan Keuangan dan Perbankan Syariah Indonesia Kondisi Hukum Perbankan Syariah di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas yang tinggi dapat berpengaruh terhadap performa suatu bank. Kompleksitas usaha perbankan
BAB I PENDAHULUAN. sebagai perantara (financial intermediary) bagi mereka yang memiliki dana yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank dalam kehidupan masyarakat modern merupakan lembaga yang sulit untuk dihadiri keberadaannya, sehingga menimbulkan ketergantungan bagi masyarakat. Bank tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bank merupakan salahsatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank merupakan salahsatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara keuangan yang menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana ke pihak yang kekurangan dana
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Perkembangan Pembiayaan Modal Kerja UMKM Perbankan Syariah di Indonesia Bank syariah menyediakan Pembiayaan Modal Kerja bagi usaha-usaha yang membutuhkan tambahan
BAB I PENDAHULUAN. keuangan. Bank dalam pasal 1 ayat (2) UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan UU
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang sangat penting didalam perekonomian suatu Negara sebagai perantara lembaga keuangan. Bank dalam
BAB I PENDAHULUAN. ditawarkan, khususnya dalam pembiayaan, senantiasa menggunakan underlying
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan perhatian yang serius dan bersungguh sungguh dalam mendorong perkembangan perbankan syariah. Semangat ini dilandasi
BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk simpanan. Sedangkan lembaga keuangan non-bank lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga keuangan digolongkan ke dalam dua golongan besar menurut Kasmir (2012), yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan nonbank. Lembaga keuangan bank atau
BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan yang signifikan dual system antara sistem konvensional dan sistem
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kompetisi dunia bisnis perbankan di Indonesia semakin marak terutama pertumbuhan yang signifikan dual system antara sistem konvensional dan sistem syariah. Prestasi
BAB I PENDAHULUAN. dengan negara Indonesia ini. Sistem keuangan negara Indonesia sendiri terdiri
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah Satu faktor penting dalam pembangunan suatu negara adalah adanya dukungan sistem keuangan yang sehat dan stabil, demikian pula dengan negara Indonesia ini. Sistem
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bunga baik tabungan, deposito, pinjaman, dll.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan dan perkembangan ekonomi global sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Salah satunya perubahan perubahan pada nilai suatu mata uang Rupiah
BAB I PENDAHULUAN. perbankan nasional. Bank Islam telah berkembang pesat pada dekade terakhir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian suatu negara terutama Indonesia diharapkan akan lebih maju dengan keberadaan perbankan syariah sebagai bagian dari sistem perbankan
BAB I PENDAHULUAN. Krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2007 telah berkembang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2007 telah berkembang menjadi masalah serius. Amerika Serikat merupakan negara adidaya dimana ketika perekonomiannya
BAB I PENDAHULUAN. industri yang terus berkembang di dunia, rata-rata pertumbuhan industri keuangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam satu dasawarsa terakhir, industri keuangan syariah merupakan industri yang terus berkembang di dunia, rata-rata pertumbuhan industri keuangan syariah mencapai
