JOB DESCRIPTION. Oleh : Ari Qurniawan
|
|
|
- Ari Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JOB DESCRIPTION Oleh : Ari Qurniawan PENGADILAN NEGERI METRO KELAS IB JL. SUTAN SYAHRIR METRO BARAT KOTA METRO WEBSITE : [email protected]
2 Pengertian Job Description Menurut Stone, 2005 Job description (deskripsi pekerjaan) atau deskripsi posisi adalah pernyataan tertulis yang menjelaskan mengapa pekerjaan ada, apa yang dilakukan pemegang pekerjaan sebenarnya, bagaimana mereka melakukannya dan dalam kondisi apa pekerjaan itu dilakukan. Tidak ada format standar yang digunakan untuk menulis deskripsi pekerjaan; format, pada kenyataannya, tergantung pada preferensi manajemen dan bagaimana deskripsi pekerjaan akan digunakan.
3 Sedangkan menurut Grensing & Pophal, 2006, deskripsi pekerjaan adalah rekaman tertulis mengenai tanggung jawab dari pekerjaan tertentu. Dokumen ini menunjukkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut dan menguraikan bagaimana pekerjaan tersebut berhubungan dengan bagian lain dalam perusahaan.
4 Lalu, apa manfaat dari uraian jabatan? Pimpinan Organisasi untuk dapat memimpin dan memberikan motivasi agar pemegang jabatan menghasilkan kinerja optimal. Pemegang jabatan sebagai panduan dan pedoman kerja serta mengetahui apa yang harus dilakukan dan diharapkan dari organisasi Assessor untuk melakukan analisa terhadap pemegang jabatan Perencanaan dan Pengembangan Organisasi untuk membuat perencanaan pengembangan organisasi yang membutuhkan pemahaman tentang jabatan dan jenis peran / tanggungjawab yang diperlukan
5 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri
6 Job Deskription Ketua Pengadilan 1. Membuat : Negeri UMUM Perencanaan (planing, programing) dan pengorganisasian (organizing). Pelaksanaan (implementation dan executing). Pengawasan (evaluation dan controlling) yang baik serasi dan selaras. 2. Melaksanakan pembagian tugas antara Ketua dengan Wakil Ketua serta bekerja sama dengan baik. 3. Membagi dan menetapkan tugas dan tanggung jawab secara jelas dalam rangka mewujudkan keserasian dan kerjasama antar sesama pejabat/petugas yang bersangkutan. 4. Mengawasi administrasi keuangan perkara, keuangan pihak ketiga dan keuangan rutin/pembangunan. 5. Melaksanakan pertemuan berkala sekurang kurangnya sekali dalam sebulan dengan para Hakim serta pejabat fungsional/struktural, dan seluruh karyawan. 6. Membuat/menyusus legal data tentang putusan putusan perkara yang penting. 7. Memerintahkan, memimpin dan mengawasi eksekusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 8. Melakukan pengawasan secara rutin terhadap pelaksanaan tugas dan memberi petunjuk serta bimbingan yang diperlukan, baik bagi Hakim maupun seluruh karyawan. 9. Melakukan pengawasan intern dan ekstern : Intern : pejabat peradilan, keuangan dan material. Ekstern : Pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap..
7 10. Menugaskan Hakim untuk membina dan mengawasi bidang tertentu 11. Melakukan evaluasi atas hasil pengawasan dan memberikan penilaian untuk meningkatkan penilaian jabatan. 12. Melaporkan evaluasi atas hasil pengawasan dan penilaiannya kepada Mahkamah Agung. 13. Mengawasi pelaksanaan court calender dengan ketentuan bahwa setiap perkara pada asasnya harus diputus dalam waktu 5 bulan dan mengumumkan pada pertemuan berkala dengan para Hakim. 14. Mempersiapkan kader ( kaderisasi ) dalam menghadapi alih generasi. 15. Melakukan pembinaan terhadap organisasi KORPRI, Dharma Yukti Karini, IKAHI, Koperasi dan PTWP. 16. Melakukan koordinasi antar sesama instansi di lingkungan penegak hukum dan kerjasam dengan instansi instansi lain serta dapat memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasehat tentang hukum kepada instansi Pemerintah Daerah apabila diminta. 17. Memperhatikan keluhan keluhan yang timbul dari masyarakat dan menanggapinya bila dipandang perlu.
8 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri BAGIAN UMUM Mendisposisi surat-surat masuk. Menandatangani BA Penelitian/Penilaian Penghapusan BMN. Dan tugas lainnya yang berhubungan dengan bagian umum.
9 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri BIDANG KEPEGAWAIAN 1. Mengusulkan Kenainkan Pangkat Hakim/Karyawan/i. 2. Mengusulkan kenaikan gaji berkala. 3. Menegusulkan promosi maupun demosi. 4. Menandatangani SK Menduduki Jabatan. 5. Menandatangani SKP Hakim/Panitera dan Sekretaris. 6. Menandatangai KP4. 7. Menandatangani usul-susul jabatan. 8. Mendatangani Laporan Kepegawaian. 9. Dan tugas lainnya yang berhubungan dengan kepegawaian.
10 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri BIDANG KEUANGAN 1. Melakukan pengawasang terhadap pelaksanaan anggaran. 2. Menandatangani Buku Kas Umum (BKU) Bendahara Penerimaan Setiap tri wulan. 3. Menandatangani Buku Kas Umum (BKU) Bendahara Pengeluaran Setiap tri wulan. 4. Mengajukan Tunjangan Khusus Kinerja (TKK) setiap bulan. 5. Dan tugas lainnya yang berhubungan dengan keuangan.
11 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri BIDANG PERDATA 1. Menetapkan panjar biaya perkara. 2. Dalam hal penggugat atau tergugat tidak mampu dapat mengizinkan beracara secara prodeo. 3. Membagi perkara gugatan dan permohonan kepada Hakim untuk disidangkan. 4. Mendelegasikan wewenang kepada Wakil Ketua untuk membagi perkara tertentu dan menunjuk Hakim untuk menyidangkanya. 5. Menunjuk Hakim untuk mencatat gugatan atau permohonan secara lisan. 6. Memerintahkan kepada Panitera/Jurusita untuk melakukan pemanggilan, agar terhadap termohon eksekusi dapat dilakukan tegoran ( aanmaning ) untuk memenuhi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, putusan serta merta, putusan provisi dan pelaksanaan eksekusi lainya. 7. Memerintahkan kepada Panitera/Jurusita untuk melaksanakan somasi; 8. Berwenang menangguhkan eksekusi untuk jangka waktu tertentu dalam hal ada 9. gugatan perlawanan. 10. Berwenang menangguhkan eksekusi dalam hal ada permohonan peninjauan kembali 11. hanya atas perintah Ketua Mahkamah Agung. 12. Memerintahkan, memimpin, serta mengawasi eksekusi sesuai ketentuan yang berlaku.
12 14. Menetapkan : Pelaksanaan lelang Tempat pelaksanaan lelang 15. Kantor Lelang Negara sebagai pelaksana lelang 16. Melaksanakan putusan serta merta : Dalam hal perkara dimohonkan banding wajib meminta izin kepada pengadilan Tinggi. Dalam hal perkara dimohonkan kasasi wajib minta izin kepada Mahkamah Agung. 14. Mengawasi pelaksanakan court calender dan mengumumkannya pada pertemuan berkala para Hakim dan Meneliti court calender dan membina Hakim agar memutus perkara yang diserahkan kepadanya paling lama 5 bulan. 15. Mengevaluasi laporan mengenai penanganan perkara yang dilakukan Hakim dan Panitera Pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya secara periodik kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. 16. Memberikan izin berdasarkan ketentuan undang-undang untuk membawa keluar dari ruang Kepaniteraan : daftar,catatan,risalah,berita acara serta berkas perkara. 17. Meneruskan SEMA, PERMA dan surat surat dari Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi yang berkaitan dengan hukum dan perkara kepada para Hakim, Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti dan Jurusita. 18. Mengadili perkara perdata. 19. Hal-hal lain yang berhubungan dengan perdata.
13 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri BIDANG PIDANA 1. Menetapkan/menetukan hari hari tertentu untuk melakukan persidangan perkara dengan acara singkat dan cepat. 2. Membagi perkara dengan acara biasa, singkat, pra peradilan dan PK.kepada Hakim untuk disidangkan. 3. Mendelegasikan wewenang kepada Wakil Ketua untuk membagi perkara Pidana tertentudan menunujuk Hakim untuk menyidangkanya. 4. Memberikan izin berdasarkan ketentuan undang-undang untuk membawa keluar dari ruang kepaniteraan : daftar, catatan, risalah, berita acara, serta berkas perkara. 5. Menyerahkan berkas permohonan grasi kepada Hakim untuk diproses. 6. Menugaskan Hakim untuk bertindak selaku Hakim Pengawas dan Pengamat ( KIMWASMAT ) secara periodic. 7. Mengadili perkara pidana. 8. Dan tugas lainnya yang berhubungan dengan perkara pidana.
14 Job Deskription Ketua Pengadilan Negeri BIDANG HUKUM 1. Memvalidasi laporan bulanan, caturwulan, semester dan tahunan baik perdata maupun pidana, pengaduan dan informasi. 2. Membuat Warmeking, Surat KeteranganTidak pernah di Pidana. 3. Memberikan persetujuan Surat Kuasa Insidentil. 4. Dan tugas lainnya yang berhubungan dengan bidang Hukum.
15 JOB DESCRIPTION WAKIL KETUA PENGADILAN NEGERI METRO
16 JOB DESCRIPTION WAKIL KETUA PENGADILAN NEGERI UMUM 1. Membantu Ketua dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaanya serta pengoranisasianya. 2. Mewakili Ketua bila berhalangan. 3. Melaksanakan delegasi wewenang dari Ketua. 4. Sebagai kordinator pengawas. 5. Melakukan pengawasan intern untuk mengamati apakah pelaksanaan tugas telah dikerjakan sesuai dengan rencana kerja dan ketentuan yang berlaku serta melaporkan hasil pengawasan tersebut kepada Ketua.
17 JOB DESCRIPTION WAKIL KETUA PENGADILAN NEGERI BIDANG PIDANA DAN PERDATA Melaksanakan tugas Ketua apabila berhalangan. Melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh Ketua kepadanya. Mengadili perkara pidana dan perdata. Memberikan perpanjangan penahanan yang dimohonkan Hakim Majelis, Penuntut Umum dan Penyidik. Memberikan ijin/persetujuan sita yang dimohonkan penyidik; Memberikan ijin/persetujuan penggeledahan.
18 JOB DESCRIPTION HAKIM
19 Membantu pimpinan pengadilan dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya. Mengadili perkara perdata dan perkara pidana. Membuat catatan pinggir pada berita acara dan putusan Pengadilan Negeri mengenai hukum yang dianggap penting. Dalam hal Pengadilan Tinggi melakukan pemeriksaan tambahan untuk mendengar sendiri para pihak dan saksi, maka Hakim bertanggung jawab atas pembuatan dan kebenaran berita acara persidangan serta menandatanganinya. Mengemukakan pendapat dalam musyawarah. Menyiapkan memaraf naskah putusan lengkap untuk diucapakan. Menandatangani putusan yang sudah diucapkan dalam persidangan. Melaksanakan pembinaaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan di Pengadilan Negeri yang ditugaskan kepadanya. Mempelajari dan mendiskusikan secara berkala kepustakaan hukum yang diterima dari Pengadilan Tinggi maupun Mahkamah Agung serta isu-isu hukum yang berkembang. Melaksanakan tugas hakim pengawas bidang/hawasmat sesuai dengan penunjukan pimpinan. Dan tugas lainnya yang diberikan.
20 JOB DESCRIPTION PANITERA
21 1. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas dalam pemberian dukungan dibidang teknis. 2. Pelaksanaan pengelolaan administrasi perkara perdata. 3. Pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara pidana. 4. Pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara, penyajian data perkara, dan transparansi perkara. 5. Pelaksanaan administrasi keuangan yang berasal dari APBN dalam program teknis dan keuangan perkara yang ditetapkan berdasarkan peraturan dan perundang- undangan, minutasi, evaluasi dan administrasi Kepaniteraan. 6. Pelaksanaan mediasi. 7. Pembinaan teknis kepaniteraan dan kejurusitaan, 8. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalanya sidang Pengadilan. 9. Menunjuk jurusita/jurusita pengganti untuk menyampaikan relaas panggilan/pemberitahuan, dan. 10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Negeri.
22 JOB DESCRIPTION WAKIL PANITERA
23 1. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalanya sidang Pengadilan. 2. Membantu Panitera dalam membina, meneliti, dan mengawasi pelaksanaan tugas administrasi perkara anatara lain ketertiban dalam mengisi buku register perkara, membuat laporan periodik dan lain-lain; 3. Sebagai kordinator pengawasan dalam bidang tekhnis. 4. Menunjuk jurusita/jurusita pengganti untuk menyampaikan relaas panggilan/pemberitahuan delegasi. 5. Melaksanakan tugas Panitera apabila Panitera berhalangan; 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Negeri dan Panitera.
24 JOB DESCRIPTION PANITERA MUDA PERDATA
25 1. Pelaksanaan pemeriksaan dan penelaahan kelengkapan berkas perkara perdata; 2. Pelaksanaan register perkara gugatan dan permohonan. 3. Pelaksanaan distribusi perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim berdasarkan Penetapan Penunjukkan Majelis Hakim dari Ketua Pengadilan. 4. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi. 5. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan tingkat pertama kepada para pihak yang tidak hadir. 6. Pelaksanaan penyampaian pemberitahuan putusan tingkat banding, kasasi, dan peninjauan kembali kepada para pihak. 7. Pelaksanaan penerimaan dan pengiriman berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali. 8. Pelaksanaan pengawasan terhadap pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada para pihak dan menyampaikan relas penyerahan isi putusan kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. 9. Pelaksanaan penerimaan konsinyasi. 10. Pelaksanaan penerimaan permohonan eksekusi. 11. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap. 12. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang berkekuatan hukum tetap kepada Panitera Muda Hukum. 13. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan, 14. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera. 15. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalanya sidang Pengadilan. 16. Mengkoordinir seluruh kegiatan di bagian Kepaniteraan Perdata; dan 17. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
26 JOB DESCRIPTION PANITERA MUDA PIDANA
27 1. Pelaksanaan pemeriksaan dan penelaahan kelengkapan berkas perkara pidana. 2. Pelaksanaan registrasi perkara pidana. 3. Pelaksanaan penerimaan permohonan praperadilan dan pemberitahuan kepada termohon. 4. Pelaksanaan distribusi perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim berdasarkanpenetapanpenunjukkan Majelis Hakim dari Ketua Pengadilan. 5. Pelaksanaan penghitungan, penyiapan dan pengiriman penetapan penahanan, perpanjangan penahanan dan penangguhan penahanan. 6. Pelaksanaan penerimaan permohonan ijin penggeledahan dan ijin penyitaan dari penyidik. 7. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi. 8. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan tingkat pertama kepada para pihak yang tidak hadir. 9. Pelaksanaan penyampaian pemberitahuan putusan tingkat banding, kasasi dan peninjauan kembali kepada para pihak. 10. Pelaksanaan penerimaan dan pengiriman berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali. 11. Pelaksanaan pengawasan terhadap pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada para pihak dan menyampaikan relas penyerahan isi putusan kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. 12. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa. 13. Pelaksanaan penerimaan laporan eksekusi. 14. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap. 15. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap kepada Panitera Muda Hukum. 16. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan. 17. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Panitera. 18. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalanya sidang Pengadilan. 19. Mengkoordinir seluruh kegiatan di bagian Kepaniteraan Pidana; dan
28 JOB DESCRIPTION PANITERA MUDA HUKUM
29 1. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data perkara. 2. Pelaksanaan penyajian statistik perkara. 3. Pelaksanaan penyusunan dan pengiriman pelaporan perkara. 4. Pelaksanaanpenataan,penyimpanan dan pemeliharaan arsip perkara. 5. Pelaksanaan kerja sama dengan Arsip Daerah untuk penitipan berkas perkara. 6. Pelaksanaan penyiapan, pengelolaan dan penyajian bahan-bahan yang berkaitan dengan transparansi perkara. 7. Pelaksanaan penghimpunan pengaduan dari masyarakat, hubungan masyarakat. 8. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalanya sidang Pengadilan. 9. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera; dan 10. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
30 JOB DESCRIPTION PANITERA PANITERA PENGGANTI
31 Memberikan dukungan atas terselenggaranya pelaksanaan persidangan, baik pada pengadilan tingkat pertama maupun pengadilan tingkat banding, dan menyelenggarakan fungsi : 1. Pelaksanaan persiapan penyelenggaraan persidangan. 2. Pelaksanaan pencatatan proses sidang. 3. Pelaksanaan penyusunan berita acara persidangan. 4. Pelaksanaan penyatuan berkas perkara secara kronologis/berurutan. 5. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara sampai dengan perkara diputus dan diminutasi. 6. Pelaksanaan penyampaian berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda sesuai dengan jenis perkara, untuk diteruskan kepada Panitera Muda Hukum; dan 7. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
32 JOB DESCRIPTION JURU SITA
33 Memberikan dukungan atas terselenggaranya pelaksanaan persidangan dan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap pada pengadilan tingkat pertama dan menyelenggarakan fungsi : 1. Pelaksanaan pemanggilan kepada para pihak. 2. pelaksanaan pemberitahuan sita dan eksekusi pada para pihak. 3. pelaksanaan persiapan sita dan eksekusi. 4. pelaksanaan sita dan eksekusi dan penyusunan berita acara. 5. pelaksanaan penyerahan berita acara sita dan eksekusi pada para pihak terkait; dan 6. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
34 JOB DESCRIPTION KEPALA SUB BAGIAN PELAPORAN, TI DAN PELAPORAN
35 1. Melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan, program, dan anggaran, pengelolaan teknologi informasi dan statistik. 2. Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan dokumentasi serta pelaporan. 3. Tugas-tugas lain yang diberikan. 4. Mengkoordinir seluruh kegiatan pada bagian PTIP; dan 5. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
36 JOB DESCRIPTION KEPALA SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN, ORGANISASI, DAN TATA LAKSANA
37 Melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian, penataan organisasi dan tata laksana. Mengkoordinir seluruh kegiatan pada bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana; dan Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
38 JOB DESCRIPTION KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN
39 1. Melaksanakan penyiapan pelaksanaan urusan surat menyurat, arsip, perlengkapan, rumah tangga, keamanan, keprotokolan, dan perpustakaan, serta pengelolaan keuangan dan tugas lain yang diberikan. 2. Mengkoordinir seluruh kegiatan pada bagian Umum dan Keuangan; dan 3. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Tugas Pokok dan Fungsi. Andrie Irawan, SH., MH Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
Tugas Pokok dan Fungsi Andrie Irawan, SH., MH Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Struktur Organisasi Ketua Pengadilan Membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya
PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPANITERAAN DAN KESEKRETARIATAN PERADILAN
PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPANITERAAN DAN KESEKRETARIATAN PERADILAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK
BAB II PROFIL PENGADILAN NEGERI MEDAN
BAB II PROFIL PENGADILAN NEGERI MEDAN A. Sejarah Singkat Pengadilan Negeri Medan Kantor Pengadilan Negeri Medan adalah berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Pengadilan. Pengadilan Negeri Medan didirikan
Tentang URAIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MAGELANG. : Drs. H. MUSLIKIN, MH N I P :
Lampiran : SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA MAGELANG Nomor : W11-A35/01/KP.04.6/I/2015 Tanggal 02 Januari 2015 Tentang URAIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MAGELANG N A M A :
BIDANG PENGAWASAN MELEKAT
II. BIDANG PENGAWASAN MELEKAT 1. Ruang Lingkup Pengawasan a. Meliputi Penyelenggaraan, Pelaksanaan, dan Pengelolaan organisasi, administrasi dan Finansial Pengadilan; b. Sasaran Pengawasan : Aparat Pengadilan.
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) 2014 PENGADILAN NEGERI KAB. KEDIRI
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) 2014 PENGADILAN NEGERI KAB. KEDIRI PENGADILAN NEGERI KAB. KEDIRI Jl. Pamenang No. 60 Kediri Telp. (0354) 682056 Fax. (0354) 682056 KEDIRI KATA
BAB II PENGADILAN NEGERI MEDAN. 2.1 Sejarah Berdirinya Kantor Pengadilan Negeri Medan
BAB II PENGADILAN NEGERI MEDAN 2.1 Sejarah Berdirinya Kantor Pengadilan Negeri Medan Kantor Pengadilan Negeri Medan adalah dibawah naungan Direktorat Jendral Peradilan. Kantor Pengadilan Negeri Medan didirikan
ADMINISTRASI PERKARA KEPANITERAAN PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SIBOLGA
ADMINISTRASI PERKARA KEPANITERAAN PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SIBOLGA No. KEGIATAN INDIKATOR TARGET KINERJA KET HARI I II III I I KEPANITERAAN PERKARA DI PENGADILAN NEGERI. Pendaftaran gugatan dan permohonan
PENGADILAN NEGERI BANTUL KELAS I B MANUAL MUTU PENJAMINAN MUTU PENGADILAN
PENGADILAN NEGERI BANTUL KELAS I B MANUAL MUTU PENJAMINAN MUTU PENGADILAN KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI BANTUL NOMOR 24 TAHUN 2017 STANDAR WAKTU PENYELESAIAN PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI BANTUL 2017
EXECUTIVE SUMMARY ( IKHTISAR EKSEKUTIF )
EXECUTIVE SUMMARY ( IKHTISAR EKSEKUTIF ) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2017 Pengadilan Negeri Sungguminasa, merupakan LKjIP dari Renstra tahun 2015-2019. Laporan ini disusun
LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2013
LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2013 PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN KOMPLEK PERKANTORAN GUNUNG KEMBANG Telp./Fax : (0745) 91006 Website : www.pn-sarolangun.go.id PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan
LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG
LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG TAHUN 2016 PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG TAHUN ANGGARAN 2016 i DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii BAB I Pendahuluan...
PENGGUGAT/ KUASANYA. Ketua Pengadilan Negeri menunjuk Majelis Hakim, dan Panitera menunjuk Panitera Pengganti. Kepaniteraan
PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI PENGADILAN NEGERI PROSES PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI KEJAKSAAN NEGERI KEPANITERAAN PIDANA PENGGUGAT/ KUASANYA KEPANITERAAN PERDATA Berkas diterima
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) 2017 PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN Komplek Perkantoran Gunung Kembang Kabupaten Sarolangun Telp/Fax : 0745 91006 Website : www.pn-sarolangun.go.id LKjIP PENGADILAN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI SUNGGUMINASA
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PENGADILAN NEGERI SUNGGUMINASA TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI SUNGGUMINASA Jl. Usman Salengke No. 103, Sungguminasa, Kab. Gowa 92111 Telp./Fax 861089-861129
KATA PENGANTAR KETUA PENGADILAN NEGERI MAKASSAR KELAS I A KHUSUS KEMAL TAMPUBOLON, S.H.,M.H. i P N Mks
P N Mks KATA PENGANTAR Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, sudah seharusnya kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia dan nikmatnya kita sampai
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : H. A.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT. No AKTIVITAS PROSEDUR WAKTU
1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT No AKTIVITAS PROSEDUR WAKTU 1. Penyelesaian Perkara : Penyelesaian Perkara : Pendaftaran gugatan dan permohonan,
copy dan hard copy serta pengajuan permohonan praperadilan sesuai dengan wilayah hukum di Pengadilan Negeri Takengon ; 3 Penerimaan
A. PELAYANAN ADMINISTRASI DI KEPANITERAAN PIDANA NO JENIS LAYANAN PERADILAN WAKTU KETERANGAN 1 Penerimaan 20 Menit Pelimpahan berkas perkara pidana pelimpahan berkas tergantung dari kuantitas perkara perkara
TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI KELAS I A BALE BANDUNG JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG
LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI KELAS I A BALE BANDUNG JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia
MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM
Lampiran: Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor : 353/DJU/SK/HM02.3/3/2015 Tanggal : 24 Maret 2015 PROSEDUR PENGGUNAAN DAN SUPERVISI APLIKASI SISTEM INFORMASI PENELUSURAN PERKARA
DAFTAR ISI PENGANTAR... 2 DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan BAB II Struktur Organisasi (Tupoksi)... 8
DAFTAR ISI PENGANTAR... 2 DAFTAR ISI... 4 BAB I Pendahuluan... 5 BAB II Struktur Organisasi (Tupoksi)... 8 A. Standar Operasional Prosedur (SOP)... 11 - Eselon III... 12 - Eselon IV... 13 - Eselon V...
ALUR PENDAFTARAN GUGATAN PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI
ALUR PENDAFTARAN GUGATAN PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI LUBUK PAKAM PERMOHAN Meja I Pendaftaran Permohonan &Kelengkapan Berkas & Menghitung Panjar Biaya Perkara Meja II Registrasi Perkara dan Kelengkapannya
NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN
S.O.P KEPANITERAAN PIDANA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN A. PENYELESAIAN PERKARA 1. Pengadilan Negeri menerima pelimpahan berkas perkara dan barang bukti dari Jaksa Penuntut Umum atau
V. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) KEPANITERAAN PERDATA
V. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) KEPANITERAAN PERDATA A. PERKARA Kepaniteraan perdata menerima Pendaftaran gugatan / permohonan dari Pemohon. Biaya perkara ditentukan berdasarkan Surat Keputusan
STANDAR.OPERASIONAL.PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN
STANDAR.OPERASIONAL.PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN A. PENYELESAIAN PERKARA 1. Pendaftaran gugatan dan permohonan, setelah biaya perkara ditaksir oleh
BAB II TINJAUN UMUM TENTANG PENGADILAN NEGERI BANGKINANG. A. Sejarah Berdirinya Pengadilan Negeri Bangkinang
BAB II TINJAUN UMUM TENTANG PENGADILAN NEGERI BANGKINANG A. Sejarah Berdirinya Pengadilan Negeri Bangkinang Pengadilan Negeri Bangkinang berdiri pada bulan Desember tahun 1076, sebelum berdirinya Pengadilan
EVALUASI PENETAPAN KINERJA 2016
PENGADILAN AGAMA WATAMPONE TAHUN ANGGARAN 2016 NO SASARAN STRATEGIS 1. Meningkatkan penyelesaian perkara 2. Peningkatan akseptabilitas putusan hakim 3. Peningkatan pengelolaan tertib administrasi perkara
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PENGADILAN NEGERI BANGKINANG. A. Sejarah Berdiri Pengadilan Negeri Bangkinang
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PENGADILAN NEGERI BANGKINANG A. Sejarah Berdiri Pengadilan Negeri Bangkinang Pengadilan Negeri Bangkinang berdiri pada tanggal 26 Desember 1976, sebelumnya berdirinya Pengadilan
PERNYATAAN PERJANJIAN KERJA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 : KEPALA SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN, ORGANISASI DAN TATALAKSANA
PERNYATAAN PERJANJIAN KERJA Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan : NISMAH
MANUAL MUTU SISTEM MANAJEMEN MUTU PENGADILAN NEGERI MUARA TEWEH KELAS II
SISTEM MANAJEMEN MUTU PENGADILAN NEGERI KELAS II Jl. Yetro Sinseng No. 08 Email : [email protected] Website : pn-muarateweh.go.id Pengadilan Negeri Jl. Yetro Sinseng No. 08 Telp: (0519)21044-21384
LKjIP LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
TAHUN 2016 LKjIP LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PENGADILAN NEGERI LHOKSEUMAWEE KELAS IB Jalan Iskandar Muda No. 44 Lhokseumawe 1 L K j i P P E N G A D I L A N N E G E R I L H O K S E U M A W E 2 0
4. SOP KEPANITERAAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA PENGADILAN NEGERI SEMARANG
4. SOP KEPANITERAAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA PENGADILAN NEGERI SEMARANG I. Prosedur pendaftaran Akta Perjanjian Bersama dan Surat Keterangan Perkara - Prosedur Pendaftaran Perjanjian Bersama
INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI KOTA TIMIKA TAHUN
INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI KOTA TIMIKA TAHUN 2015-2019 1. Nama Unit Organisasi : Pengadilan Negeri Kota Timika 2. Tugas : Menerima, memeriksa, mengadili, dan memutus perkara perdata dan
TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN
TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN L II.3 TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN I. PERKARA PERDATA Untuk memeriksa administrasi persidangan, minta beberapa berkas perkara secara sampling
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... i DAFTAR ISI... ii EXECUTIVE SUMMARY... 1-4 BAB I PENDAHULUAN..... 5 A. Latar Belakang... 5 B. Kedudukan,Tugas dan Fungsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta... 5-7 C. Organisasi
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2014 PENGADILAN NEGERI PURWAKARTA
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2014 JL. K.K.SINGAWAINATA NO 101 TELP : 0264-8222014. FAX : 0264-200830 PURWAKARTA 41111 Website : pn-purwakarta.go.id KEPUTUSAN KETUA Nomor : W11.U7/ Tentang /KP.04.15/I/2014
1. S O P KEPANITERAAN PIDANA
1. S O P KEPANITERAAN PIDANA a. SOP Perkara Pidana Biasa b. SOP Perkara Pidana Singkat c. SOP Perkara Pidana Ringan d. SOP Perkara Pidana Lalu Lintas e. SOP Penerimaan Perkara Pidana Banding f. SOP Penerimaan
STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PERDATA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG
STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PERDATA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG No TAHAPAN PELAKSANA DASAR 1. Penerimaan berkas perkara Kepaniteraan Perdata (Petugas Meja Pertama) 2.
BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN
BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN PENGGUGAT/KUASA HUKUM Mendaftarkan Gugatan di Meja I MEJA I Pendaftaran Gugatan & Meneliti Kelengkapan Berkas & Menghitung Panjar Biaya Perkara () MAJELIS
REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA WATAMPONE TAHUN 2016
REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA WATAMPONE TAHUN 2016 No Kinerja Utama Indikator Kinerja 1 Meningkatkan penyelesaian perkara Utama a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan b. Persentase
URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DENPASAR
URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DENPASAR PIMPINAN DAN/ATAU PELAKU KEKUASAAN KEHAKIMAN A. KETUA PENGADILAN Memimpin, membina dan mengkoordinasikan penyelenggaraan tugas
BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN
BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN PENGGUGAT/KUASA HUKUM Mendaftarkan Gugatan di Meja I MEJA I Pendaftaran Gugatan & Meneliti Kelengkapan Berkas & Menghitung Panjar Biaya Perkara (1 Hari)
PENGANTAR. Bersama ini kami sajikan Laporan Tahunan 2016 secara lengkap sesuai dengan Outline Laporan yang telah ditentukan.
PENGADILAN NEGERI PRABUMULIH JL. JENDERAL SUDIRMAN KM.12 PRABUMULIH TAHUN 2016 PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunianyalah
SOP PROSEDUR PENYELESAIAN PERKARA PIDANA BIASA
No.SOP 001 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Jl. Letnan Boyak No. 77 Bangkinang Telp /Fax. (0762) 20043 Website: www.pn-bangkinang.go.id Email: [email protected] Tgl.Pembuatan 24 April 2014 Tgl.Revisi Tgl.Efektif
LAPORAN TAHUNAN 2015
LAPORAN TAHUNAN 2015 PENGADILAN NEGERI PANGKALAN BUN PENGADILAN NEGERI PANGKALAN BUN JL. SUTAN SYAHRIR NO.16. PANGKALAN BUN TELP./FAX 0532-21014 PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Ketua Pengadilan Negeri bertanggungjawab secara manajerial terhadap pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi umum di Pengadilan Negeri tersebut. Panitera / Sekretaris
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) PENGADILAN NEGERI WAIKABUBAK 2016
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) PENGADILAN NEGERI WAIKABUBAK 2016 PENGADILAN NEGERI WAIKABUBAK JLN. SUDIRMAN NO 10 WAIKABUBAK KAB. SUMBA BARAT - NTT KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur
1 jam perkara sesuai dengan nomor urut perkara 4. Membuat formulir penetapan Ketua Pengadilan Negeri tentang
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) KEPANITERAAN PIDANA PENGADILAN NEGERI TANAH I. PROSEDUR PENERIMAAN PERKARA 1. Prosedur Penerimaan Perkara Pidana Biasa : PENGADILAN TINGGI SAMARINDA PENGADILAN NEGERI
KATA PENGANTAR. Muara Teweh, Januari 2015 KETUA PENGADILAN NEGERI MUARA TEWEH SUPARNA, SH NIP
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kami telah menyusun dan menyelesaikan Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Muara Teweh Tahun 2015. Laporan Tahunan ini merupakan
SKEMA SOP KEPANITERAAN PIDANA
SKEMA SOP KEPANITERAAN PIDANA TENGGANG WAKTU PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ACARA PEMERIKSAAN BIASA Kepaniteraan Muda Pidana Menerima dan Memeriksa Kelengkapan Kemudian menginput data pada SIPP, lalu
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia Tahun 1945 yang telah diamandemen dinyatakan bahwa Kekuasaan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang telah diamandemen dinyatakan bahwa Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah
SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN
PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Kepaniteraan Perdata Jln. Pemuda No. 175 Kolaka (0405) 2321012 Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PENYELESAIAN
FORMULIR ADMINISTRASI KEPANITERAAN PENGADILAN AGAMA
2 2011 DRAFT FORMULIR ADMINISTRASI KEPANITERAAN PENGADILAN AGAMA FORMULIR ADMINISTRASI KEPANITERAAN PENGADILAN AGAMA DIREKTORAT PEMBINAN ADMINISTRASI PA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA MA RI
PENGADILAN NEGERI BALE BANDUNG KELAS 1A JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG
LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 PENGADILAN NEGERI BALE BANDUNG KELAS 1A JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia
LAPORAN TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN (TLHP) HAKIM PENGAWAS BIDANG (HAWASBID) CATURWULAN III TAHUN 2016
LAPORAN TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN (TLHP) HAKIM PENGAWAS BIDANG (HAWASBID) CATURWULAN III TAHUN 2016 Pelaksanaan Pemeriksaan : Tanggal 5 s/d 11 Januari 2017 PENGADILAN AGAMA TANGERANG Jl. Perintis
1. Menerima surat permohonan sita sebanyak para pihak ditambah 3 eksemplar termasuk soft copynya. Dari Pemohon sita
Tgl Ditetapkan : 11 April 2011 Halaman : 1 dari 7 halaman No. Uraian Kegiatan Uraian Pelayanan Unit/Pejabat Terkait Waktu Penyelesaian Ket. A. DI LUAR GUGATAN 1. Menerima surat permohonan sita sebanyak
L A K I P TAHUN 2013
PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH L A K I P TAHUN 2013 PENGADILAN NEGERI KELAS II GUNUNG SUGIH Jl. Negara, No. 100 Gunung Sugih Telp. 0725 529858, 0725 529859, fax. 0725 529859 Website : www.pn-gunungsugih.go.id,
I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA
I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima
Sub bagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai tugas. melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian, penataan organisasi
I. PENDAHULUAN Laporan ini dibuat berdasarkan perkembangan yang terjadi pada masing masing bidang kegiatan yang dilaksanakan di Pengadialan Negeri Bantul dalam periode setiap satu bulan. Selain diperlukan
KEJURUSITAAN PENGADILAN
KEJURUSITAAN PENGADILAN PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN JURUSITA Kata Jurusita berasal dari bahasa Belanda yaitu deuurwaader Jurusita/Jurusita Pengganti adalah Pegawai Negeri yang diangkat oleh pemerintah untuk
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
PERATURAN BUPATI KARANGANYAR NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU BUPATI KARANGANYAR, Menimbang : a. bahwa
TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA
TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA L II.2 TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA I. PENGADILAN NEGERI I.1. PERKARA PERDATA A. PROSEDUR PENERIMAAN PERKARA Untuk mengetahui apakah prosedur penerimaan
STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PIDANA ACARA BIASA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG
PENANGANAN PERKARA PIDANA ACARA BIASA 1. Penerimaan berkas perkara Kepaniteraan Pidana (Petugas Meja I) Pedoman Pelaksanaan Tugas Buku II 1 hari 1. Menerima perkara yang dilimpahkan oleh Penuntut Umum
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang telah diamandemen dinyatakan bahwa Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah
KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA ANCANGAN
KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA ANCANGAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILIHAN DAN SENGKETA PELANGGARAN
PENETAPAN KETUA PENGADILAN NEGERI BIAK TENTANG
PENETAPAN KETUA PENGADILAN NEGERI BIAK Nomor : W30.U4/ /HK.02/III/2017 TENTANG PERUBAHAN PANJAR BIAYA PERKARA PERDATA, SITA, PEMERIKSAAN SETEMPAT, DAN EKSEKUSI PADA PENGADILAN NEGERI BIAK KETUA PENGADILAN
REKAPITULASI PROSES DAN WAKTU PENYELESAIAN PENGADUAN FLOW CHART PENANGANAN PENGADUAN
REKAPITULASI PROSES DAN WAKTU PENYELESAIAN PENGADUAN No PEJABAT PELAKSANA TENGGANG WAKTU AKTIVITAS Ketua / Wakil Ketua PT 4 - Mendelegasikan pengaduan ke Hatiwasda atau meneruskan ke Bawas - Menunjuk Tim
W11-A15/45/HK.05.01/I/2014 Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan oleh
Demak Jl.Sultan Trenggono. 23 Demak http://pa-demak.go.id SOP PERKARA PRODEO mor SOP W11-A15/45/HK.05.01/I/2014 Tanggal Pembuatan 06-01 -2014 Tanggal Revisi 16 05-2014 Tanggal Efektif Disahkan oleh Dasar
PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN PERADILAN UMUM BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
LAMPIRAN A PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN PERADILAN UMUM Dalam Pedoman ini, yang dimaksud dengan: BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 (1) Penyelenggaraan dan penggunaan anggaran bantuan hukum di
SOP PERKARA EKSEKUSI RIIL
Demak Jl.Sultan Trenggono. 23 Demak http://pa-demak.go.id SOP PERKARA EKSEKUSI RIIL mor SOP W11-A15/45/HK.05.01/I/2014 Tanggal Pembuatan 06 01 2014 Tanggal Revisi 16 05 2014 Tanggal Efektif Disahkan oleh
PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT Jl. Pesanggrahan Raya No.32 Kembangan Jakarta Barat Telp./Fax. (021) sd. 95
0 1 KATA PENGANTAR BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan hidayah dan karunia-nya penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja
PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG
PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM PADA PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT
BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009
BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN HUKUM
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN HUKUM A. PEMBUATAN LAPORAN KEADAAN PERKARA DAN STATISTIK PERKARA 1 Membuat laporan bulanan keadaan perkara perdata dan pidana serta menempelkan datanya dalam
C. Pengelolaan Keuangan BAB IV PENUTUP Kesimpulan... 73
C. Pengelolaan Keuangan... 67 BAB IV PENUTUP... 73 Kesimpulan... 73 LAMPIRAN : - Pernyataan Telah Direviu - Formulir Checklist Reviu - Reviu Matrik Rencana Strategis Pengadilan Tinggi Jakarta Tahun 2010-
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 1.1 Sejarah Umum Pengadilan Tinggi Surabaya
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 Sejarah Umum Pengadilan Tinggi Surabaya Sejak jaman sebelum pemerintahan hindia belanda sudah terdapat badan yang mengurus tentang keadilan, namun pada pemerintahan
PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) , Home Page:
PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) 521004, 521014 Home Page: http://www.pn-argamakmur.go.id/ ARGA MAKMUR BENGKULU UTARA Standard Operating Procedures DI BAGIAN KEPANITERAAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara : Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Banda Aceh menerima
Nomor SK W23-A5/ /OT.01.3/ I /2017 Nomor SOP. SOP EKSEKUSI RIIL, PENGOSONGAN DAN PEMBONGKARAN Dasar Hukum : Kualifikasi Pelaksana :
MAHKAMAH AGUNG RI Pengadilan Agama Atambua Jl. Sultan Hamengkubuwono IX. No. Homepage : www.pa-atambua.net Email : [email protected] Nomor SK W23-A5/ /OT.01.3/ I /2017 Nomor SOP 5. SOP Tentang Eksekusi
STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO.
STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO. Bahwa dalam workshop yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung RI di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mahkamah Agung RI Mega Mendung Bogor tanggal
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa sehubungan dengan perkembangan
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa sehubungan dengan perkembangan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH(LAKIP)
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH(LAKIP) TAHUN : 2012 PENGADILAN NEGERI WONOSARI Jalan Taman Bhakti 01 Wonosari, Gunungkidul YOGYAKARTA KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat
Laporan Tahunan 2017 Pengadilan Negeri Pekanbaru Kelas 1A
i VISI DAN MISI VISI : TERWUJUDNYA PENGADILAN NEGERI PEKANBARU YANG AGUNG MISI : 1. MENJAGA KEMANDIRIAN PENGADILAN NEGERI PEKANBARU. 2. MEMBERIKAN PELAYANAN HUKUM YANG BERKEADILAN KEPADA PENCARI KEADILAN.
REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS IA
REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016 PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS IA JL. BASUKI RAHMAT NO.11, KOTA BENGKULU Website : www.pa-bengkulukota.go.id Email : [email protected], [email protected]
